Pendahuluan Krisis yang berkepanjangan sejak tahun 1997 menimpa Indonesia hingga kini dan merupakan krisis multidimensi yang menyentuh sendi-sendi negara. Kondisi perekonomian negara yang menurun dan situasi politik yang tidak stabil menyebabkan semakin terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, harga barang-barang meningkat, daya beli masyarakat melemah dan dunia usaha mengalami ketidak bergairahan serta biaya pendidikan semakin hari semakin mahal. Mahalnya biaya pendidikan saat ini membuat setiap orang tua harus benar-benar merencanakan dan mengganggarkan dana pendidikan anak sedini mungkin, bahkan sejak anak masih dalam kandungan. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan saat anak memasuki usia sekolah.1 1 Widi Fayra. “Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak”. artikel diakses pada 03 Oktober 2008 dari widyafayra.blogspot.com PERSEPSI PEGAWAI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA MENGENAI PERENCANAAN BIAYA PENDIDIKAN ANAK Firdaus STAI al Muhlisin Ciseeng Bogor Email: firdaus99@yahoo.com Abstrak: Bagi semua orang, anak adalah aset yang tak terhingga nilainya. Setiap orang tua tentu saja ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Besarnya dana yang dikeluarkan untuk membiayai sekolah dan pendidikan anak lainnya jangan dianggap sebagai biaya, namun itu adalah bagian dari investasi. Bukankah semua orang tua bahkan negara ini mengharapkan setiap anak yang notabene cikal bakal pemimpin bangsa harus punya bekal pendidikan yang memadai. Kata Kunci: Pegawai, Perencanaan, Pendidikan Anak Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .210 Bagi semua orang, anak adalah aset yang tak terhingga nilainya. Setiap orang tua tentu saja ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Besar- nya dana yang dikeluarkan untuk membiayai sekolah dan pendidikan anak lainnya jangan dianggap sebagai biaya, namun itu adalah bagian dari investasi. Bukankah semua orang tua bahkan negara ini mengharapkan setiap anak yang notabene cikal bakal pemimpin bangsa harus punya bekal pendidikan yang memadai. Perbandingan perkiraan biaya kuliah yang dikeluarkan pada lima perguruan tinggi terbesar di Indonesia untuk tingkat S1 pada tahun 2009, Universitas Trisakti 100-160 juta rupiah, Universitas Gunadarma 50-85 juta rupiah, UI Jalur Khusus 150-250 juta, UNPAD Jalur Khusus 100-200 juta rupiah, dan UNDIP Jalur Khusus 100-200 juta rupiah.2 Tidak dapat dihindari semakin tinggi pendidikan yang ingin ditempuh semakin besar investasi yang harus dikeluarkan, dari mana dananya? Per- tanyaan ini seringkali dikeluarkan para orang tua, terutama pada masa-masa tahun ajaran baru. Para orangtua mengeluh karena harus mengeluarkan dana yang besar untuk membayar sekolah, beli baju, buku, peralatan sekolah, dan lain-lain. Mengapa baru terdengar dan diributkan pada saat pembayaran yang harus segera dibayarkan? Padahal pengeluaran ini bukan merupakan pengeluaran yang insidentil karena terjadi setiap tahun sehingga harus dimasukkan dalam anggaran tahunan. Apabila semua itu telah direncanakan sejak awal tentu tidak akan membebani anggaran pengeluaran. Untuk itu, perlu adanya suatu rencana keuangan dari pihak orang tua dalam mengeluarkan biaya yang bersifat tak terduga tersebut. Salah satunya adalah dengan mengasuransikan segala kebutuhan tersebut se- hingga dapat dikelola dengan baik dan terhindar dari hutang yang tidak diingikan. Memang untuk saat ini masyarakat belum banyak mengetahui tentang produk asuransi baik itu yang konvensional maupun asuransi berbasis syariah. Kelebihan dan kekurangan bila berinvestasi untuk mempersiapkan 2 “Tabel Perbandingan Biaya Pendidikan di Finlandia/ Jerman & Indonesia”. Diakses tanggal 16 Nopember 2009, dari www.europe-edu.com Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 211 biaya pendidikan anak dengan cara berasuransi. Kelebihannya, apabila orang tua meninggal dunia, maka perusahaan asuransi akan tetap memberikan sejumlah dana pendidikan yang telah dijanjikan tanpa meneruskan lagi pembayaran premi selanjutnya. Sedangkan kekurangannya, hasil investasi yang didapat dari asuransi akan kecil dibandingkan dengan jumlah dana yang dibutuhkan untuk biaya pendidikan, disebabkan karena naiknya inflasi.3 Beberapa tahun terakhir industri keuangan syariah di Indonesia tumbuh pesat, termasuk di antaranya asuransi syariah. Perkembangannya yang cukup signifikan membuat sejumlah perusahaan asuransi konvensional membentuk unit syariah. Kini terdapat 38 perusahaan yang telah memiliki unit syariah, di mana tiga perusahaan di antaranya adalah perusahaan murni syariah. Di tahun ini industri asuransi syariah pun akan semakin ramai. Pasalnya diperkirakan tiga perusahaan asuransi akan membuka unit syariah di 2009. Dan indikasi menunjukan peningkatan premi asuransi syariah lebih dari 100 % di tahun 2007 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ini menunjukan masyarakat sudah mulai mengetahui tentang asuransi syariah.4 Produk asuransi yang dikenal asuransi syariah pada dasarnya ada 2 (dua) jenis, yaitu produk asuransi jiwa (life insurance) dan produk asuransi kerugian (general insurance). Salah satu produk asuransi jiwa yang ada unsur tabungannya adalah asuransi dana siswa. Pada dasarnya asuransi dana siswa merupakan suatu bentuk perlindungan untuk perorangan yang bermaksud menyediakan dana pendidikan, dalam mata uang rupiah dan US Dolar untuk putra-putrinya sampai sarjana.5 Berinvestasi untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak selain de- ngan menggunakan produk asuransi, ada pula persiapan biaya pendidikan anak dengan menggunakan produk perbankan. Namun ada kelebihan dan kekurangannya berinvestasi untuk mempersiapkan dana pendidikan anak 3 Safir Senduk, Seri Perencanaan Keuangan Keluarga, Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak, Jakarta. Elex Media Komputindo, 2007, cet ke-6, h. 25 4 Mohammad Shaifie Zein (Ketua Umum AASI). “Dorong Asuransi Syariah dengan Sosialisasi Simultan”. Artikel diakses tanggal 13 November 2009 dari www.republika.ac.id 5 M. Syakir Sula, Asuransi Syariah Life and General, Konsep dan Sistem Operasional,, Jakarta. Gema Insani Press, 2004, h. 641 Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .212 dengan produk ini. Kelebihannya, terdapat dua manfaat, yaitu manfaat tabungan dan manfaat asuransi. Sedangkan kekurangannya di buku rekening harus ada saldo minimalnya, misalnya di Bank Syariah Mandiri maka harus ada saldo minimal 1 juta rupiah. Perkembangan bank syariah di Indonesia cukup signifikan, ini dapat ditandai dengan aset perbankan syariah per Juni 2009 mencapai Rp. 55,2 triliun atau melonjak 262 % dibandingkan dengan aset bank syariah pada tahun 2004. Sedangkan per Agustus 2009 terdapat 4 bank umum syariah (BUS) dan 24 unit usaha sariah (UUS). Pertumbuhan yang demikian besar saja hanya menjadikan market share asset perbankan syariah sebesar 2,21% dari industri perbankan Indonesia.6 Sedangkan pada produk perbankan syariah pada dasarnya ada 3 (tiga) jenis, yaitu produk penyaluran, produk penghimpunan dana, dan produk jasa.7 Salah satu produk penghimpunan dana dalam bentuk tabungan adalah tabungan pendidikan. Pada dasarnya tabungan pendidikan diperuntukan bagi orang tua yang menginginkan anaknya sekolah sampai sarjana. Produk ini diharapkan bisa membantu para orang tua untuk meringankan biaya pendidikan dan juga bisa mengurangi jumlah kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Ada persamaan produk, antara asuransi dan perbankan salah satunya pada persiapan dana pendidikan anak. Persiapan dana pendidikan yang sudah lama dikenal oleh orang tua kita dahulu adalah asuransi pendidikan. Dengan membeli suatu produk asuransi pendidikan akan tersedia dana yang akan dicairkan oleh pihak asuransi saat anak memasuki TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Pembelian produk ini dapat dibayar tunai sekaligus, maupun dengan cara diangsur per triwulan, 6 bulanan dan tahunan sampai jangka waktu yang telah ditentukan. Sebenarnya hal ini sama saja seperti hanlya menabung, pencairan tabungan bisa dilakukan pada masa anak memasuki usia sekolah. Manfaat yang diperoleh yakni adanya asuransi yang akan men- jamin tersedianya dana tersebut bila orangtua telah meninggal dunia. 6 Hadi Purnomo. “Dua Pilar Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia.” diakses tanggal 16 Nopember 2009 dari http:// ib-bloggercompetition.kompasiana.com 7 M. Nadratuzzaman Hosen, dkk, Buku Saku Lembaga Bisnis Syariah, Jakarta. Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), 2006, Cet, ke-3, h. 6 Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 213 Selain asuransi pendidikan yang telah ada, saat ini telah tersedia ber bagai produk tabungan dan asuransi yang dikemas dengan baik yang ditujukan untuk persiapan dana pendidikan. Tidak hanya asuransi pen- didikan namun tersedia juga tabungan pendidikan berasuransi yang akhir- akhir ini marak dipasarkan di berbagai bank di tanah air. Empat alasan kenapa orang tua perlu menyediakan dana pendidikan untuk anaknya,8 yaitu: 1. Tingginya pendidikan saat ini; 2. Naiknya biaya dari tahun ke tahun; 3. Ketidakpastian ekonomi dimasa mendatang; 4. Ketidakpastian fisik orang tua dimasa mendatang. Sedangkan menurut Mike Rini ada empat langkah mempersiapkan dana penidikan anak, yaitu: menentukan target dana pendidikan yang di butuhkan, menetapkan cara pencapaian target dana pendidikan, me- lindungi investasi dari resiko dan melakukan evaluasi dan revisi.9 Tahapan Perencanaan Biaya Pendidikan Anak Ada beberapa tahapan perencanaan biaya pendidikan anak yang harus diperhatikan oleh orang tua untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak, yaitu:10 a. Tentukan kapan dana dibutuhkan. Jika Anda sedang mengandung anak pertama maka dana untuk masuk TK dibutuhkan 5 tahun lagi. Dengan demikian waktu Anda berinvestasi untuk dana pendidikan TK selama 5 tahun b. Cari informasi dana pendidikan untuk anak Anda saat ini. Misal nya untuk TK tentukan standar sekolah yang diinginkan dan informasi keseluruhan biaya yang dibutuhkan, mulai dari uang pangkal, 8 Safir Senduk, Seri Perencanaan Keuangan Keluarga, Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak, Jakarta. Elex Media Komputindo, 2007, cet ke-6, h. 7 9 Mike Rini. “Mensiasati Biaya Pendidikan.” Artikel diakse tanggal 11 Nopember 2009 dari www.danareksa.com 10 Baitul Hikmah, “Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak”, www.baitulhikmah.com, diakses tanggal 3 Desember 2009 Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .214 seragam, buku-buku, dan biaya extrakurikuler. c. Kalikan dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan per tahun hingga anak Anda masuk sekolah. d. Tentukan dana yang perlu ditabung per tahun atau perbulan. Untuk mengetahuinya perlu dicari asumsi imbal hasil dari investasi yang Anda lakukan. Maka dapat ditentukan tabungan per tahun atau per bulan. Semakin tinggi imbal hasil yang diharapkan maka tabungan semakin kecil. e. Pilihlah produk investasi yang memberikan imbal hasil yang di harap- kan, ada beberapa alternatif instrument investasi yang dipilih dalam mempersiapkan dana pendidikan anak, antara lain: tabungan di bank, deposito di bank, asuransi pendidikan, emas, dan reksadana. Pada penelitian ini, penulis akan membahas investasi mempersiapkan biaya pendidikan anak dengan cara tabungan di bank, dan asuransi pendidikan. Produk Dana Pendidikan Asuransi Syariah Sebagai instrumen lembaga keuangan syariah non bank yang bergerak dalam bidang jasa penjaminan, asuransi syariah menawarkan produk- produknya kepada masyarkat.11 Produk asuransi yang dimaksud disini adalah program atau fasilitas yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi dan bisa dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat sebagai calon peserta asuransi.12 Produk-produk yang ditawarkan asuransi syariah ter- bagi kepada dua kategori utama sesuai dengan jenis asuransi itu sendiri, yakni produk asuransi jiwa (keluarga) dan produk asuransi umum (kerugian). Sedangkan fokus pembahasan pada skripsi ini pada produk dana pendidikan yang termasuk pada asuransi jiwa yang ada unsur tabungannya (saving). 11 Hendi Suhendi dan Deni K. Yusup, Asuransi Takaful: Dari Teoritis ke Praktis, Bandung, Mimbar Pustaka, 2005, h. 68 12 Yadi Janwari, Asuransi Syariah, Bandung, Pustaka Bani Quraisy, 2005, h. 58 Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 215 Definisi Takaful Dana Siswa Produk asuransi dana pendidikan adalah suatu bentuk perlindungan untuk perorangan yang bermaksud menyediakan dana pendidikan, dalam mata uang Rupiah dan US Dollar untuk putra-putrinya sampai sarjana.13 Manfaat Takaful Dana Siswa14 Bila peserta mengundurkan diri sebelum perjanjian berakhir, maka peserta akan mendapatkan hal-hal berikut: 1) Dana rekening tabungan yang telah disetor 2) Bagian keuntungan atas hasil keuntungan tabarru’ (mudharabah) a. Bila peserta ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian, maka ahli warisnya akan mendapatkan hal berikut: 1) Dana rekening tabungan yang telah disetor 2) Bagian keunutngan atas hasil investasi rekening tabungan (mudharabah) 3) Selisih dari manfaat dari asuransi awal (rencana menabung) dengan premi yang sudah dibayar. Selain itu bila anak (sebagai penerima hibah): 1) Hidup sampai dengan 4 tahun di Perguruan Tinggi, yang bersangkutan akan mendapatkan dana pendidikan 2) Meninggal, maka dana pendidikan yang belum sempat diterimanya akan dibayarkan pada ahli warisnya. Bila peserta hidup sampai perjanjian berakhir dan bila anak (sebagai penerima hibah): 1) Hidup sampai dengan 4 tahun di Perguruan Tinggi, yang bersangkutan akan mendapatkan dana pendidikan 2) Meninggal sebelum seluruh dana pendidikannya diterima, maka ke- pada peserta akan mendapatkan semua saldo rekening tabungan dan sebagai keuntungan atas investasi rekening tabungan 13 M. Syakir Sula, Asuransi Syariah Life and General, Konsep dan Sistem Operasional, Jakarta: Gema Insani Press, 2004, h. 641 14 Ibid Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .216 Ketentuan Takaful Dana Siswa15 a. Masa perjanjian = 18 tahun usia anak Usia anak = usia ulang tahun yang akan datang Contoh: usia anak 1 tahun 3 bulan, maka dimasukan ke dalam usia 2 tahun b. Besar tabungan tahun I = Premi - tabarru’ – Biaya pengelolaan c. Besar tabungan tahun II dan selanjutnya = Premi – Tabarru’ Produk Dana Pendidikan Perbankan Syariah Dalam kamus Bahasa Indonesia “bank” diartikan badan usaha dibidang keuangan yang menarik dan mengeluarkan uang dalam masyarkat, ter- utama memberikan kredit dan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.16 Sedangkan menurut Heri Sudarsono mengungkapkan bahwa perbankan syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah.17 Oleh karena itu, usaha bank akan selalu berkaitan dengan masalah uang sebagai dagangan utamanya. Definisi Tabungan BSM Investa Cendikia18 Tabungan BSM Investa Cendekia adalah tabungan berjangka dalam valuta rupiah dengan jumlah setoran bulanan tetap (installment) yang dilengkapi perlindungan asuransi dengan tujuan menyediakan dana pendidikan utuk anak. 15 Ibid, h. 642 16 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 2005, edisi ke-3, h. 873 17 Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan syariah: Deskripsi dan Ilustrasi, ,Yogyakarta, Ekonisa, 2004, edisi 2, h. 27 18 Bank Syariah Mandiri, Tabungan Investa Cendekia, www.syariahmandiri.co.id, diakses tanggal 12 Oktober 2009 Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 217 Karakteristik Tabungan BSM Investa Cendika a. Berdasarkan prinsip syariah mudharabah muthlaqah b. Periode Tabungan: minimal 1 tahun sampai dengan 20 tahun c. Usia nasabah: minimal 17 tahun dan maks. 55 tahun (Catatan: usia masuk ditambah periode kontrak sama atau tidak melebihi 60 tahun) d. Saldo minimal: Rp1.000.000,- e. Setoran bulanan: minimal Rp100.000,- s/d Rp4.000.000,- Ketentuan Umum Tabungan BSM Investa Cendikia a. Saldo tabungan tidak bisa ditarik dan tabungan tidak dapat ditutup hingga jatuh tempo (akhir masa kontrak), kecuali dalam keadaan mendesak/darurat b. Penarikan sebagian saldo dengan kondisi tersebut di atas dapat di- lakukan sampai dengan saldo minimal c. Penabung telah memiliki tabungan BSM sebagai rekening asal (Source Account) d. Jumlah setoran bulanan dan periode Tabungan tidak dapat diubah Syarat Pembukaan Tabunga BSM Investa Cendikia19 a. Nasabah perorangan b. Identitas yang berlaku (KTP / SIM / PASPOR) c. Akte kelahiran / Kartu Keluarga d. Mengisi formulir Aplikasi Manfaat Tabungan BSM Investa Cendekia20 Manfaat Tabungan 1) Mendapat bagi hasil yang kompetitif 2) Membantu perencanaan program investasi nasabah khususnya 19 Ibid 20 Ibid Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .218 perencanaan pendidikan kepada putera/puteri 3) Keikutsertaan Asuransi secara otomatis, tanpa pemeriksaan kesehatan Manfaat Asuransi 1) Tahun pertama kepesertaan a) Meninggal dunia karena sakit (bukan karena kecelakaan), maka akan mendapatkan santunan 50 x setoran bulanan (setelah 3 bulan kepesertaan dan maksimal Rp. 50.000.000,-). b) Meninggal dunia atau cacat tetap total karena kecelakaan, maka akan mendapatkan: � Santunan manfaat asuransi sebesar 50x setoran bulanan � Pembayaran sisa setoran bulanan untuk masa yang belum dijalani 2) Tahun kedua kepesertaan dan seterusnya a) Meninggal dunia karena sakit (bukan karena kecelakaan) maka akan mendapatkan manfaat: � Santunan manfaat asuransi sebesar 100 kali setoran bulanan � Pembayaran sisa setoran bulanan untuk masa yang belum dijalani b) Meninggal dunia atau cacat tetap total akibat kecelakaan maka akan mendapatkan manfaat: � Santunan manfaat asuransi sebesar 100x setoran bulanan � Pembayaran sisa setoran bulanan untuk masa yang belum dijalani Teori Tentang Prefrensi Prefrensi adalah sebuah konsep, yang digunakan pada ilmu sosial, khusus- nya ekonomi. Ini mengasumsikan pilihan ralitas atau imajiner antara alternatif-alternatif dan kemungkinan dari pemeringkatan alternatif tersebut, ber dasarkan kesenangan, kepuasan, gratifikasi, pemenuhan, kegunaan yang ada.21 21 http://id.wikipedia.org/wiki/Preferensi, diakses tanggal 02 Februari 2010 Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 219 Dalam teori modern, indeks utility adalah merepresentasikan preferensi ordinal konsumen. Para ahli membuat model maksimasi utility dengan menggunakan peralatan matematis karena dianggap sangat cocok untuk digunakan, yang jelas hasilnya tidak memilih angka tertinggi melainkan memilih mana yang bundle yang sangat sesuai dengan anggaran yang tersedia. Preferensi juga diartikan sebagai pilihan suka atau tidak suka oleh seseorang terhadap suatu produk barang atau jasa yang dikonsumsi. Kotler berpendapat bahwa preferensi digambarkan sebagai sikap konsumen terhadap produk dan jasa sebagai evaluasi dari sifat kognitif seseorang, perasaan emosional dan kecendrungan bertindak melalui objek atau ide.22 Jadi preferensi adalah proses seseorang dalam memilih suatu informasi yang lebih disukai. Dalam penelitian ini adalah pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta preferensi mengenai produk perencanaan biaya pendidikan anak yang dikeluarkan oleh asuransi syariah atau perbankan syariah. Dalil-dalil yang Menjelaskan Tentang Preferensi23 Preferensi adalah komplet Untuk setiap dua bundel konsumsi A dan B, konsumen dapat membuat satu dari tiga perbandingan berikut: � A lebih disukai dari B (dinotasikan ApB) � B lebih disukai dari A (dinotasikan BpA) � A tidak berbeda dengan B (dinotasikan A’B) Preferensi berarti bahwa seseorang akan mempunyai satu bundel yang disukai, dan indifference berarti seseorang tidak membedakan masing- masing bundel. Dalil ini menyatakan bahwa konsumen dapat membuat perbandingan berkitu untuk setiap kemungkinan pasangan kombinasi dari bundel tersebut. 22 Philips Kotler, Manajemen Pemasaran, Jakarta,Prehalindo, 2005, h. 154 23 Aulia Tasman, “Teori Preferensi Konsumen”, www.mie.unja.ac.id, diakses tanggal 02 Februari 2010 Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .220 Preferensi adalah refleksi Jika konsumen diwakilkan dengan dua bundel yang identik, sehingga A=B dalam segala hal. A adalah indifference dari B. Arinya bahwa jika A dan B adalah sama, maka konsemen mempunyai ranking terhadap bundel tersebut adalah sama. Preferensi adalah transitif Jika seorang konsumen menyukai A dari B, dan B lebih disukai dari C, maka konsumen harus menyukai A dari pada C. ApB dan BpC ApC. Demikian juga jika konsumen indifference antara A dan B, dan antara B dan C, maka dia juga indifference antara A dan C. A’B, dan B’C, maka A’C. Preferensi adalah kesinambungan Jika bundel A lebih disukai dari bundel B dan bundel C, maka walaupun C lebih kecil sedikit dari B, selagi lebih kecil dari A, maka tetap saja kita katakana A lebih disukai dari C. Teori Tentang Proses Pengambilan Keputusan Konsumen mengambil keputusan untuk membeli jika produk, barang atau jasa, memenuhi kebutuhannya, akan di rasakan kefaedahannya, atau akan menunjang gaya hidupnya. Dalam proses pengambilan keputusan untuk membeli, konsumen dipengaruhi selain oleh faktor-faktor dalam dirinya dan jenis produk yang di tawarkan kepadanya, juga oleh faktor-faktor lain dari lingkungannya, yaitu kebudayaan, keluarga, status social, dan kelompok acuannya.24 Untuk lebih jelas memahami tentang proses pengambilan keputusan untuk membeli maka peneliti menggunakan model yang dikembangkan oleh Hawkins dan rekan tentang ‘Proses Pengambilan keputusan dari konsumen’.25 24 Ashar Sunyoto Munandar, Psikologi Industri dan Organisasi, Jakarta, UI-Press, 2004, h. 436 25 Ibid, h. 437 Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 221 Gambar 2.2 Proses Pengambilan Keputusan Gambar di atas menunjukan unsur-unsur dasar dalam proses peng- ambilan keputusan dari konsumen. Pengambilan keputusan konsumen semakin ekstensif dan mejemuk dengan meningkatnya keterlibatan dalam membeli.26 Dalam pengambilan keputusan yang lebih selektif, maka pencarian informasi menjadi lebih lama dan luas, penilaian alternativ menjadi lebih luas dan majemuk, dan evaluasi pasca-pembelian menjadi lebih teliti dan mendalam. Misalnya sabun mandi habis (pengenalan masalah), ingat akan merek-merek tertentu sabun menjadi (pencarian informasi), ingat merek tertentu lebih dapat dinikmati sehingga memilih merek tersebut (penilaian dan seleksi), pergi ke toko “F’ untuk membeli (seleksi saluran distribusi dan pelaksanaan keputusan), sabun digunakan dan timbul rasa kepuasaan (proses pasca-pembelian yang terbatas) 26 Ibid, h. 437 Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .222 Tahapan-tahapan Dalam Pengambilan Keputusan Untuk lebih dapat dipahami tentang unsur-unsur dasar dalam proses pengambilan keputusan konsumen, peneliti mengulas setiap tahap dalam proses pengambilan keputusan konsumen. Pengenalan Masalah (Problem Recognition). Proses pengambilan keputusan konsumen mulai dengan mengenali adanya masalah. Mengenali adanya masalah merupakan langkah penting dalam proses pengambilan keputusan konsumen. Masalah konsumen adalah perbedaan antara keadaan yang ada (apa yang dipersepsikan oleh konsumen sebagai yang telah ada sekarang) dengan satu keadaan yang diinginkan (apa yang diinginkan oleh konsumen). Keadaan yang diinginkan dan keadaan yang ada, kedua-duanya dipengaruhi oleh gaya hidup konsumen dan situasi yang berlaku sekarang. Jika perbedaan antara kedua keadaan dirasakan sebagai cukup besar dan penting, maka konsumen mulai mencari jawaban terhadap masalahnya. Pencarian Informasi (Information Search). Langkah kedua dalam proses pengambilan keputusan konsumen ialah pencarian informasi. Konsumen dapat melakukan pencarian informasi yang ektensif internal dan eksternal, pencarian internal dan eksternal yang terbatas, atau hanya pencarian internal. Informasi konsumen internal (informasi yang disimpan dalam ingatan) diperoleh secara aktif melalui pencarian-pencarian sebelumnya dan pengalaman pribadi atau diperoleh secara pasif melalui pembelajaran dengan keterlibatan yang rendah. Informasi, selain dapat dicari dari ingatan sendiri, dapat dicari pula dari empat macam sumber eksternal, yaitu: satu, sumber-sumber pribadi seperti teman, kenalan dan keluarga; kedua, sumber-sumber bebas sperti kelompok-kelompok konsumen, professional bayaran, dan badan- badan pemerintah; ketiga, sumber-sumber pemasaran seperti karyawan penjualan dan iklan; dan keempat, sumber-sumber pengalaman langsung seperti pencobaan langsung dengan produk Penilaian dan Seleksi dari Alternatif. Selama dan setelah konsumen mengumpulkan informasi tentang jawaban-jawaban alternatif terhadap satu masalah yang dikenali, konsumen menilai alternatif-alternatif dan menyeleksi tindakan yang tampaknya paling baik memecahkan Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 223 masalahnya. Kriteria penilain adalah berbagai ciri yang dicari konsumen sebagai jawaban terhadap satu masalah. Seleksi Saluran Distribusi dan Pelaksanaan keputusan. Kebanyakan produk konsumen diperoleh melalui salah satu bentuk saluran distribusi atau penyaluran eceran. Dengan demikian konsumen juga harus me- nyeleksi saluran distribusi sebagaimana harus menyeleksi produk. Proses Pasca Pembelian. Setelah melakukan pembelian, beberapa konsumen mengalami kesangsian atau kecemasan tentang kebijakan pembeliannya. Gejala ini dikenal sebagai pertentangan pasca-pembelian (postpurchase dissonance). Pada umumnya terjadi: satu, antara individu- individu dengan kecendrungan mengalami kecemasan; kedua, setelah satu pembelian yang tidak dapat ditiadakan; ketiga, jika penting bagi konsumen; dan keempat jika melibatkan pilihan yang sulit antara dua atau lebih alternativ. Perusahaan sering memanfaatkan fakta bahwa konsumen mencari penguatan sesudah pembelian penting sebagai dasar dalam iklan untuk meyakinkan konsumen bahwa mereka telah membuat pilihan yang tepat. Uji Validitas dan Reliabilitas Untuk lebih meyakinkan skala yang digunakan adalah skala yang tepat, maka peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas pengukuran data. Uji ini dilakukan untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan dari penggunaan instrument. Untuk uji validitas digunakan rumus statistik korelasi product moment dari pearson. Uji validitas di- lakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel, dimana df = n-1. Dalam hal ini n adalah jumlah atau responden. Pada pengukuran pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jumlah sample (n) = 30, maka besarnya df = 30-1 = 29. Dengan alpha = 0,05, maka didapat nilai r tabel = 0,367. Pengambilan keputusan adalah jika r hasil hitung positif dan r hitung lebih besar dari r tabel maka butir tersebut valid. Sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka butir tersebut tidak valid. Sedangkan untuk uji reliabilitas digunakan Cronbach Alpha. Adapun hasil uji yang diperoleh sebagai berikut. Dari hasil pengujian atau Try out dapat diperoleh data yang menyata kan Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .224 bahwa dari 19 pertanyaan yang diberikan kepada 30 responden terdapat 4 butir pertanyaan yang tidak valid atau tidak dapat digunakan karena nilai r-hitung < r-tabel, yaitu pertanyaan no. 2, 4, 14 dan 18. Item pertanyaan yang valid penulis anggap sudah terstandarisasi kemudian disebarkan kepada pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebanyak 92 responden. Tabel 4.8 Uji Validitas Sebelum Data-data Tidak Valid di Hilangkan Item-Total Statistics No Butir instrumen Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach’s Alpha if Item Deleted Keterangan P1 71,83 41,040 ,502 ,841 Valid P2 71,87 42,257 ,260 ,851 Tidak Valid P3 72,17 40,971 ,454 ,843 Valid P4 71,70 40,976 ,365 ,847 Tidak Valid P5 71,83 41,868 ,444 ,844 Valid P6 71,97 40,102 ,559 ,838 Valid P7 72,00 40,621 ,505 ,841 Valid P8 72,17 38,833 ,452 ,844 Valid P9 71,97 41,275 ,456 ,843 Valid P10 72,43 39,564 ,527 ,839 Valid P11 72,37 36,861 ,828 ,824 Valid P12 72,17 39,868 ,602 ,837 Valid P13 72,33 41,195 ,373 ,846 Valid P14 72,77 41,426 ,269 ,852 Tidak Valid P15 72,47 39,775 ,458 ,842 Valid P16 72,30 41,528 ,439 ,844 Valid P17 72,13 41,154 ,524 ,841 Valid P18 72,40 43,214 ,167 ,854 Tidak Valid P19 72,73 39,926 ,392 ,847 Valid Sumber: Data primer yang telah diolah Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 225 Tabel 4.9 Uji Validitas Setelah Data-data Tidak Valid di Hilangkan Item-Total Statistics No Butir Instrumen Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach’s Alpha if Item Deleted Keterangan P1 55,77 31,013 ,496 ,854 Valid P3 56,10 30,714 ,485 ,854 Valid P5 55,77 31,771 ,431 ,857 Valid P6 55,90 29,955 ,591 ,849 Valid P7 55,93 30,340 ,548 ,851 Valid P8 56,10 28,783 ,477 ,857 Valid P9 55,90 31,197 ,453 ,856 Valid P10 56,37 29,689 ,527 ,852 Valid P11 56,30 27,597 ,796 ,836 Valid P12 56,10 30,162 ,571 ,850 Valid P13 56,27 30,754 ,420 ,857 Valid P15 56,40 29,697 ,477 ,855 Valid P16 56,23 31,357 ,446 ,856 Valid P17 56,07 30,892 ,558 ,852 Valid P19 56,67 29,954 ,393 ,861 Valid Sumber: Data primer yang telah diolah Persepsi Responden mengenai Perencanaan Biaya Pendidikan Anak Tabel 4.10 Untuk Meringankan Biaya Pendidikan Anak Dimasa yang Akan Datang Penilaian Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 % Tidak Setuju 0 0 % Ragu 1 1 % Setuju 47 51 % Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .226 Sangat Setuju 44 48 % Total 92 100% Sumber: Data primer yang telah diolah Berdasarkan tabel 4.9 menunjukan bahwa mayoritas responden me- nyatakan setuju sebanyak 47 responden (51 %), sangat setuju sebanyak 44 responden (48 %), dan ragu sebanyak 1 responden (1 %), sedangkan untuk pilihan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak memberikan penilaian ter- hadap pernyataan. Dapat diartikan bahwa persepsi responden mengenai perencanaan biaya pendidikan anak setuju atau penting untuk meringankan biaya pendidikan anak di masa yang akan datang sebesar 51 %. Tabel 4.11 Untuk Investasi Hari Tua Penilaian Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 % Tidak Setuju 5 5 % Ragu 7 8 % Setuju 53 58 % Sangat Setuju 27 29 % Total 92 100% Sumber: Data primer yang telah diolah Berdasarkan tabel 4.10 menunjukan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 53 responden (58 %), sangat setuju sebanyak 27 responden (29 %), ragu sebanyak 7 responden (8 %), dan yang menyatakan tidak setuju sebanyak 5 responden (5 %) sedangkan untuk pilihan sangat tidak setuju tidak memberikan penilaian terhadap pernyataan. Dapat diartikan bahwa persepsi responden mengenai perencanaan biaya pendidikan anak setuju atau penting untuk investasi hari tua sebesar 58 %. Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 227 Tabel 4.12 Untuk Mengantisipasi Tingginya Biaya Pendidikan Anak Masa Mendatang Penilaian Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 % Tidak Setuju 0 0 % Ragu 6 6 % Setuju 53 58 % Sangat Setuju 33 36 % Total 92 100% Sumber: Data primer yang telah diolah Berdasarkan tabel 4.11 menunjukan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 53 responden (58 %), sangat setuju sebanyak 33 responden (36 %), dan ragu sebanyak 6 responden (6 %) sedangkan untuk pilihan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak memberikan penilaian terhadap pernyataan. Dapat diartikan bahwa persepsi responden mengenai perencanaan biaya pendidikan anak setuju atau penting untuk mengantisipasi tingginya biaya pendidikan anak di masa yang akan datang sebesar 58 %. Tabel 4.13 Untuk Menghindari Resiko yang Kemungkinan Terjadi di Masa Mendatang Penilaian Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 % Tidak Setuju 0 0 % Ragu 6 7 % Setuju 47 51 % Sangat Setuju 39 42 % Total 92 100% Sumber: Data primer yang telah diolah Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .228 Berdasarkan tabel 4.11 menunjukan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 47 responden (51 %), sangat setuju sebanyak 39 responden (42 %), dan ragu sebanyak 6 responden (7 %) sedangkan untuk pilihan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak memberikan penilaian terhadap pernyataan. Dapat diartikan bahwa persepsi responden mengenai perencanaan biaya pendidikan anak setuju atau penting untuk menghindari resiko yang kemungkinan terjadi di masa yang akan datang sebesar 51 %. Preferensi Produk Perencanaan Biaya Pendidikan Anak Tabel 4.14 Yang Dikeluarkan oleh Asuransi Syariah karena Brand Perusahaan Penilaian Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 % Tidak Setuju 5 5 % Ragu 13 14 % Setuju 59 64 % Sangat Setuju 15 17 % Total 92 100% Sumber: Data primer yang telah diolah Berdasarkan tabel 4.13 menunjukan bahwa mayoritas responden me- nyatakan setuju sebanyak 59 responden (64 %), sangat setuju sebanyak 15 responden (17 %), ragu sebanyak 13 responden (14 %), dan yang menyatakan tidak setuju sebanyak 5 responden (5 %) sedangkan untuk pilihan sangat tidak setuju tidak memberikan penilaian terhadap pernyataan. Dapat diartikan bahwa preferensi responden mengenai produk perencanaan biaya pendidikan anak yang dikeluarkan oleh asuransi syariah karena brand perusahaan sebesar 64 %. Tabel 4.15 Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 229 Yang Dikeluarkan oleh Asuransi Syariah karena Benefit yang Diberikan Perusahaan Penilaian Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 % Tidak Setuju 3 3 % Ragu 7 8 % Setuju 70 76 % Sangat Setuju 12 13 % Total 92 100% Sumber: Data primer yang telah diolah Berdasarkan tabel 4.14 menunjukan bahwa mayoritas responden me- nyatakan setuju sebanyak 70 responden (76 %), sangat setuju sebanyak 12 responden (13 %), ragu sebanyak 7 responden (8 %), dan yang menyatakan tidak setuju sebanyak 3 responden (3 %) sedangkan untuk pilihan sangat tidak setuju tidak memberikan penilaian terhadap pernyataan. Dapat diartikan bahwa preferensi responden mengenai produk perencanaan biaya pendidikan anak yang dikeluarkan oleh asuransi syariah karena benefit atau manfaat yang diberikan oleh perusahaan sebesar 76 %. Tabel 4.16 Yang Dikeluarkan oleh Asuransi Syariah karena Aspek Pelayanan yang Baik dari Perusahaan Penilaian Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 % Tidak Setuju 1 1 % Ragu 5 5 % Setuju 63 69 % Sangat Setuju 23 25 % Total 92 100% Sumber: Data primer yang telah diolah Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .230 Berdasarkan tabel 4.15 menunjukan bahwa mayoritas responden me- nyatakan setuju sebanyak 63 responden (69 %), sangat setuju sebanyak 23 responden (25 %), ragu sebanyak 5 responden (5 %), dan yang menyatakan tidak setuju sebanyak 1 responden (1 %) sedangkan untuk pilihan sangat tidak setuju tidak memberikan penilaian terhadap pernyataan. Dapat diartikan bahwa preferensi responden mengenai produk perencanaan biaya pendidikan anak yang dikeluarkan oleh asuransi syariah karena pelayanan yang baik dari perusahaan sebesar 69 %. Tabel 4.17 Yang Dikeluarkan oleh Perbankan Syariah karena Brand Perusahaan Penilaian Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 % Tidak Setuju 7 8 % Ragu 5 5 % Setuju 63 69 % Sangat Setuju 17 18 % Sumber: Data primer yang telah diolah Berdasarkan tabel 4.16 menunjukan bahwa mayoritas responden me- nyatakan setuju sebanyak 63 responden (69 %), sangat setuju sebanyak 17 responden (18 %), ragu sebanyak 5 responden (5 %), dan yang menyatakan tidak setuju sebanyak 7 responden (8 %) sedangkan untuk pilihan sangat tidak setuju tidak memberikan penilaian terhadap pernyataan. Dapat diartikan bahwa preferensi responden mengenai produk perencanaan biaya pendidikan anak yang dikeluarkan oleh perbankan syariah karena brand perusahaan sebesar 69 %. Tabel 4.18 Yang Dikeluarkan oleh Perbankan Syariah karena Benefit yang Diberikan Perusahaan Penilaian Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 % Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 231 Tidak Setuju 3 3 % Ragu 4 4 % Setuju 75 82 % Sangat Setuju 10 11 % Total 92 100% Sumber: Data primer yang telah diolah Berdasarkan tabel 4.17 menunjukan bahwa mayoritas responden me- nyatakan setuju sebanyak 75 responden (82 %), sangat setuju sebanyak 10 responden (11 %), ragu sebanyak 4 responden (4 %), dan yang menyatakan tidak setuju sebanyak 3 responden (3 %) sedangkan untuk pilihan sangat tidak setuju tidak memberikan penilaian terhadap pernyataan. Dapat diartikan bahwa preferensi responden mengenai produk perencanaan biaya pendidikan anak yang dikeluarkan oleh perbankan syariah karena benefit atau manfaat yang diberikan perusahaan sebesar 82 %. Tabel 4.19 Yang Dikeluarkan oleh Perbankan Syariah karena Aspek Pelayanan yang Baik dari Perusahaan Penilaian Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 % Tidak Setuju 1 1 % Ragu 6 7 % Setuju 67 73 % Sangat Setuju 18 19 % Total 92 100% Sumber: Data yang telah diolah Berdasarkan tabel 4.18 menunjukan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju sebanyak 67 responden (73 %), sangat setuju se- banyak 18 responden (19 %), ragu sebanyak 6 responden (7 %), dan yang menyatakan tidak setuju sebanyak 1 responden (1 %) sedangkan untuk pilihan sangat tidak setuju tidak memberikan penilaian terhadap pernyataan. Dapat diartikan bahwa preferensi responden mengenai produk Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .232 perencanaan biaya pendidikan anak yang dikeluarkan oleh perbankan syariah karena pelayanan yang baik dari perusahaan sebesar 73 %. Pengaruh Persepsi terhadap Preferensi Produk Perencanaan Biaya Pendidikan Anak pada Asuransi Syariah atau Perbankan Syariah Tabel 4.20 Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 15,912 3,717 4,281 ,000 Persepsi ,496 ,124 ,389 4,006 ,000 1,000 1,000 a Dependent Variable: Preferensi Dari hasil analisis pada tabel 4.19 telah diketahui bahwa nilai b = 0,496 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Sehingga hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan persepsi terhadap preferensi dapat dibuktikan. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa keputusan preferensi produk perencanaan biaya pendidikan anak pada asuransi syariah dan perbankan syariah dipengaruhi persepsi responden mengenai perencanaan baiaya pendidikan anak. Hasil analisis regresi tersebut di atas maka dapat diketahui fungsi regresi berganda yang dituliskan sebagai berikut: Y = a + bX Y = 15,912 + 0,496X Dimana: Y = Variabel terikat (preferensi) X = Variabel bebas (persepsi) a = Bilangan konstanta b = Koefesien regresi Koefisien regresi dari persamaan tersebut adalah X = 0,496, hal ini berarti jika variabel persepsi (X) berubah 1% maka variabel preferensi (Y) Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 233 berubah sebesar 0,496%. Sedangkan jika persepsi (X) = 0, maka preferensi (Y) adalah sama dengan konstan (a) yaitu 15,912. Dari hasil analisis data diatas dapat diketahui bahwa variabel persepsi responden mengenai perencanaan biaya pendidikan anak (X) berpengaruh terhadap preferensi produk perencanaan biaya pendidikan anak pada asuransi syariah dan perbankan syariah. Koefisien Determinasi Untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen akan dihitung dengan menggunakan software SPSS 12.0 sebagai berikut: Tabel 4.21 Model Summary (b) Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,389(a) ,151 ,142 3,550 a Predictors: (Constant), Persepsi b Dependent Variable: Preferensi Nilai R Square (R2) = 0.151 dapat dikatakan bahwa 15,1 %. Hal ini berarti bahwa variabel persepsi (X) memiliki kontribusi sebesar 15,1 % terhadap preferensi (Y) sedangkan sisanya 4,9 % dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, promosi, kualitas produk, profit bagi hasil, dan lain sebaginya. Nilai R = 0,389 menunjukan bahwa adanya hubungan yang cukup signifikan antara persepsi (X) terhadap preferensi (Y). Uji Kebermaknaan Model Tabel 4.22 ANOVA(b) Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regres-sion 202,188 1 202,188 16,046 ,000(a) Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .234 Residual 1134,018 90 12,600 Total 1336,207 91 a Predictors: (Constant): Persepsi b Dependent Variable: Preferensi Berdasarkan pada tabel analisis varian (Anova), jika di lihat dengan meng gunakan nilai signifikansi, diketahui bahwa nilai sig (0.000 < 0.05) yang artinya signifikan, sedangkan Fhitung sebesar 16,046 > Ftabel, dengan tingkat signifikansi sebesar 5% didapat nilai Ftabel sebesar 3,96. Karena nilai Fhitung (16,046) > nilai Ftabel (3,96), maka dapat disimpulkan bahwa model baik dan dapat digunakan untuk memprediksi pengaruh persepsi terhadap preferensi. Namun kemampuan model dalam menjelaskan variabel dependen masih lemah. Penutup Berdasarkan hasil analisis dapat diinterpretasikan bahwa persepsi pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai perencanaan biaya pendidikan adalah setuju atau penting merencanakan biaya pendidikan anak untuk: a. Meringankan biaya pendidikan anak dimasa yang akan datang; b. Investasi hari tua; c. Mengantisipasi tingginya biaya pendidikan anak dimasa yang akan datang, dan d. Menghindari resiko yang kemungkinan terjadi dimasa yang akan datang. Preferensi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai produk perencanaan biaya pendidikan anak adalah produk perencanaan baiaya pendidikan anak yang dikeluarkan oleh perbankan syariah karena benefit atau manfaat yang diberikan oleh perusahaan yaitu sebanyak 75 pegawai (82 %) karena ada tambahan asuransi, apabila orang tua sebagai penyetor tabungan meninggal dunia maka setoran tabungan akan diteruskan oleh perusahaan asuransi. Sedangkan hasil pengujian statistik dan hipotesisnya menunjukan bahwa nilai b = 0,496 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi Al-Iqtishad: Vol. II, No. 1, Januari 2010 235 dan preferensi dapat dibuktikan. Untuk koefisien determinasi menunjukan bahwa nilai R Square (R2) = 0,151 dapat dikatakan bahwa sebesar 15,1 % variabel persepsi memiliki kontribusi terhadap preferensi, sedangkan sisanya 4,9 % dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, promosi, kualitas produk, profit bagi hasil dan lain sebagainya. Sedangkan uji kebermaknaan model menjelaskan bahwa model baik dan dapat digunakan untuk mem- prediksi pengaruh persepsi terhadap preferensi. Namun kemampuan model dalam menjelaskan variabel dependen masih lemah. Pustaka Acuan Agus Irianto, Statistik Konsep Dasar dan Aplikasi, Jakarta: Prenada Media. 2004 Bungin, H. M. Burhan. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana, 2005 Baitul Hikmah, Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak, www.baitulhikmah. com, diakses tanggal 3 Desember 2009 Bank Syariah Mandiri. “Tabungan Investa Cendekia”. Artikel diakses tanggal 12 Oktober 2009 dari www.syariahmandiri.co.id, Chaplin, J.P. Kamus Lengkap Psikologi. Penerjemah Kartini Kartono. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004 Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi. III. Jakarta: Balai Pustaka, 2005 Didin Hafidhuddin dan Hendri Tanjung. Manajemen Syariah dalam Praktik. Jakarta: Gema Insani Press, 2003 Fayra, Widi. “Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak”. artikel diakses pada 03 Oktober 2008 dari widyafayra.blogspot.com Ghozali, Imam. Aplikasi Analisis Mltivariat dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro, 2007 Hosen, M. Nadratuzzaman. dkk. Buku Saku Lembaga Bisnis Syariah, cet.III. Jakarta: Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), 2006 Janwari, Yadi. Asuransi Syariah. Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2005 Kotler, Philips. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Preshalindo, 2005 Munandar, Ashar Sunyoto. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI- Press, 2004 Firdaus: Persepsi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai Perencanaan . . .236 Purnomo, Hadi. “Dua Pilar Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia.” diakses tanggal 6 Nopember 2009 dari http:// ib-bloggercompetition. kompasiana.com Rahmat, Jalaludin. Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosda Karya, 2005 Rini, Mike. “Mensiasati Biaya Pendidikan”. Artikel diakse tanggal 11 Nopember 2009 dari www.danareksa.com Rochaety, Eti. dkk. Metode Penelitian Bisnis: dengan Aplikasi SPSS. Jakarta: Mitra Wacana Media, 2007 Senduk, Safir. Seri Perencanaan Keuangan Keluarga, Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak, cet. VI. Jakarta: Elex Media Komputindo, 2007 Setiadi, Nugroho J. Perilaku Konsumen, Konsep dan Strategi dan Penelitian Pemasaran. Jakarta: Prenada Media, 2003 Silalahi, Bennet. Manajemen Integratif, edisi VI. Jakarta: Sekolah Tinggi Manajemen LPMI, 2004 Sula, M. Syakir. Asuransi Syariah Life and General, Konsep dan Sistem Operasional. Jakarta: Gema Insani Press, 2004 Suharnan. Psikologi Kognitif. Surabaya. Srikandi. 2005 Suhendi, Hendi dan Yusup, Deni K. Asuransi Takaful: Dari Teoritis ke Praktis. Bandung: Mimbar Pustaka, 2005 Sudarsono, Heri. Bank dan Lembaga Keuangan syariah: Deskripsi dan Ilustrasi, edisi III. Yogyakarta: Ekonisa, 2004 Sugiono. Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta, 2004 Syamsudin (staf kepegawaian bagian Sistem Informasi UIN Jakarta), Peneliti melakukan wawancara pada tanggal 21-10-2009 Tim Penyusun. Prospektus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2007, Jakarta: UIN Press, 2007 Tim Penyusun. Profil UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2007, Jakarta: UIN Press, 2007 Zein, Mohammad Shaifie. “Dorong Asuransi Syariah dengan Sosialisasi Simultan”. Artikel diakses tanggal 13 November 2009 dari www. republika.ac.id