Pendahuluan Islam sebagai konsep atau sistem hidup merupakan panduan pokok bagi manusia untuk hidup dan kehidupannya, yang menjanjikan sebuah keteraturan, keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan kehidupan dunia dan akherat. Sebagai panduan pokok, Islam memiliki konsekwensi- konsekwensi bagi manusia yang meyakininya, yaitu berupa aturan yang harus dipatuhi atau bisa juga berupa tindakan-tindakan yang sepatutnya dilakukan oleh penganutnya dengan menjaga kefitrahannya sebagai individu (hamba Allah swt) dan keharmonian interaksinya dengan individu lain (sosial kemasyarakatan).1 1 Ali Sakti, Analisis Teoritis Ekonomi Islam, (Jakarta: Paradigma & AQSA Publishing, 2007), Cet. Ke-1 h 45 RESPON MASYARAKAT HUNIAN ISLAMI TERHADAP EKONOMI ISLAM Irfan Nurrahman STKIP Serang Email: irfan_nur@yahoo.co.id Abstrak: Islam sebagai konsep atau sistem hidup merupakan panduan pokok bagi manusia untuk hidup dan kehidupannya, yang menjanji- kan sebuah keteraturan, keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan ke hidup an dunia dan akherat. Sebagai panduan pokok, Islam memiliki konsekwensi-konsekwensi bagi manusia yang meyakininya, yaitu berupa aturan yang harus dipatuhi atau bisa juga berupa tindakan-tindakan yang sepatutnya dilakukan oleh penganutnya dengan menjaga kefitrahannya sebagai individu (hamba Allah swt) dan keharmonian interaksinya dengan individu lain (sosial kemasyarakatan). Kata Kunci: Hunian Islami, Ekonomi Islam Irfan Nurrahman: Respon Masyarakat Hunian Islami terhadap Ekonomi Islam32 Keberadaan sistem ekonomi Islam berawal dari definisi atau pe- mahaman bahwa Islam merupakan sistem hidup yang mengatur semua sisi kehidupan, yang menjanjikan keselamatan dunia dan akherat bagi para penganutnya. 2 Dari sistem mikro ekonomi Menurut Adiwarman A. Karim dalam bukunya Ekonomi Mikro Islami, ekonomi mikro islami berbeda dengan ekonomi mikro konvensional yang hanya membahas bagaimana prilaku tiap-tiap individu dalam setiap unit ekonomi, baik sebagai konsumen, pekerja, investor, pemilik tanah atau resources yang lain, di dalam ekonomi mikro Islami selain membahas bagaimana prilaku tiap individu dalam setiap unit ekonomi juga memperhatikan faktor moral atau norma ekonomi Islam sebagai variabel yang penting dan prinsip- prinsip ekonomi Islam sebagai variabel yang utama yang diterapkan dalam pengambilan keputusan aktivitas ekonomi.3 Kemudian Adiwarman mengatakan landasan teori yang kuat, serta prinsip-prinsip sistem Islam yang mapan belumlah cukup, harus ada manusia yang menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam teori dan sistem tersebut.4 Terdapat dua faktor yang mencerminkan wajah ekonomi Islam dalam pelaksanaannya oleh tiap individu, yaitu: preferensi bebas manusia yang begitu bergantung pada kadar keimanan mereka dan syariah (dimana syariah memberikan panduan dan batasan dalam bertindak ekonomi). Faktor preferensi manusia yang di-drive oleh iman ini tentu dipengaruhi oleh nilai akidah dan akhlak islam, karena akidah dan akhlak merupakan elemen penting dalam memperoleh dan meningkatkan iman. Pengetahuan dan pemahaman syariah pada tingkat dan kadar tertentu juga sangat mempengaruhi tingkat keimanan seseorang (yang kemudian tentu saja mempengaruhi preferensi). Dan jika dilihat dari perspektif kebijakan ekonomi (pemerintah) faktor ini bersifat uncontrolable karena faktor ini tergantung pada manusia- manusia (individu-individu) yang nanti membentuk preferensi baik individu maupun kolektif. Faktor ini tidak bisa dipengaruhi melalui ke- bijakan pemerintah yang bersifat instan. Ia hanya bisa dibangun oleh 2 Ibid, h 49. 3 Adiwarman, A Karim, Ekonomi Mikro Islami, (Jakarta: Rajawali pers, 2007), h 1-2. 4 Ibid, h 46. Al-Iqtishad: Vol. II, No. 2, Juli 2010 33 suatu perencanaan dalam bidang pendidikan dan pengembangan ma- syarakat yang sistematis, terukur dan berkelanjutan.5 Saat ini terdapat kecenderungan masyarakat urban (kota) akan penting- nya pemenuhan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan juga pen didikan nilai-nilai agama terhadap keturunan mereka mulai dari lingkungan di sekitar tempat mereka tinggal. Kondisi tersebut merupakan sebuah peluang yang diambil oleh beberapa pengembang perumahan dalam mengembang- kan sebuah hunian yang menggunakan konsep islami. Menurut Nasrullah, Direktur Utama Orchid Realty pengembang perumahan Griya Rahmani, bahwa hunian islami adalah sebuah permukiman yang mengedepan- kan konsep islami dengan tujuan menciptakan sebuah lingkungan yang religious, konsep hunian islami memperhatikan fasilitas-fasilitas ibadah, seperti masjid, mushala, serta taman pendidikan Al-Quran (TPA).6 Fenomena penggunaan label muslim untuk properti sudah ada sejak 1995. Ditandai dengan munculnya Griya Islami di Kecamatan Kresek, Balaraja Tangerang, dan Telaga Sakinah (1996) di Bekasi atau Villa Ilhami di Karawaci, Tangerang. Konsep Hunian Islami Terbentuknya sebuah permukiman dipengaruhi oleh beberapa faktor yang secara keseluruhan dapat dilihat unsur-unsur ekistiknya. 7 Ekistik adalah ilmu tentang permukiman manusia, mencakup pola untuk pengembangan komunitas dari segala ukuran besarannya. Ilmu ini ditemukan oleh C.A. Doxiadis (1968), istilah ini berasal dari kata Yunani Oikos yg berarti “rumah” (dalam pengertian fungsinya, bukan arti fisik bangunannya) dan Oiku yang berarti “menetap” atau “bertempat tinggal”. Unsur-unsur ekistik tersebut ialah man, society, nature, shell, dan network. 8 Kemudian unsur-unsur ekistik pada sebuah permukiman dapat di ke- 5 Ali Sakti, Analisis Teoritis Ekonomi Islam, h 77-78 6 KOMPAS.com, “Konsep Perumahan Islami, Seperti Apa?” artikel ini diakses pada Sabtu, 4 Juli 2009 dari http://www. KOMPAS.com/Konsep_Perumahan_Islami. html. 7 Arch_thz, “Unsur-Unsur Permukiman”, artikel ini diakses pada 7 Oktober 2010 dari http://thzarch.wordpress.com/2010/09/15/unsur-unsurpermukiman/html. 8 Kamusplanologi, “Ekistik” di akses pada 30 September 2010 dari http://kamusplanologi-e. blogspot.com/2010/08/edar-peredaran-pangan-kegiatan.html. Irfan Nurrahman: Respon Masyarakat Hunian Islami terhadap Ekonomi Islam34 lompokkan menjadi dua bagian yaitu: unsur isi dan unsur wadah. Unsur isi terdiri dari manusia sebagai individu (man) dan manusia sebagai makhluk sosial (society). Sedangkan unsur wadah terdiri dari tiga bagian yaitu alam (nature), tempat tinggal (shells) dan jejaring (network).9 Karakteristik Masyarakat Hunian Islami Unsur isi merupan variabel yang dapat digunakan untuk melihat karakteristik masyarakat, yang termasuk unsur isi dalam sebuah permukiman ialah: Human, yaitu identitas individu yang tinggal di lingkungan hunian yang memiliki agama dan budaya. Dalam La Distinction, Pierre Bourdieu mengatakan bahwa dominasi agama suatu masyarakat dalam pembentukan selera menjadi dasar perumahan islami. Agama adalah sebuah institusi penjaga moral dan penentu beragam norma dalam kehidupan masyarakat.10 Sehingga Masyarakat Hunian Islami adalah individu yang memilih tinggal pada sebuah permukiman yang memiliki nuansa atau suasana islami. Society, yaitu kondisi sosial masyarakat. Menururt Nasrullah, Direktur Utama Orchid Realty pengembanga perumahan Griya Rahmani, bahwa hunian islami adalah sebuah permukiman yang mengedepankan konsep islami dengan tujuan menciptakan sebuah lingkungan yang religius yang di ilhami oleh konsep masyarakat madani yang dibangun oleh Nabi Muhamad saw di Madinah. 11 Istilah masyarakat madani, kata madani berasal dari kata “madinah” yang diartikan sebagai “kota”. Secara ilmu kebahasaan, perkataan itu me- ngandung makna “peradaban”. Dalam bahasa Arab, “peradaban” memang dinyatakan dalam kata-kata “madaniyah” atau “tamaddun”, selain dalam kata-kata “hadharah”. Beliau membangun masyarakat yang adil, terbuka, dan demokratis, dengan landasan takwa kepada Allah dan taat kepada ajaran-Nya.12 9 Arch_thz, “Unsur-Unsur Permukiman”. 10 Pusat Studi Prancis FIB UI, Representasi identitas dalam Brosur dan Artikel Perumahan Muslim, (Jakarta: Pusat Studi Prancis FIB UI 2009), h. 13. 11 KOMPAS.com, “Konsep Perumahan Islami, Seperti Apa?” artikel ini diakses pada Sabtu, 4 Juli 2009 dari http://www. KOMPAS.com/Konsep_Perumahan_Islami. html. 12 Nurcholish Madjid, “ Menuju Masyarakat Madani”. artikel diakses pada 7 Oktober 2010 dari http://www.fortunecity.com/millennium/oldemill/498/civils/NMadjid.html Al-Iqtishad: Vol. II, No. 2, Juli 2010 35 Karakteristik Hunian Islami Unsur wadah merupan variabel yang dapat digunakan untuk melihat karakteristik hunian, yang termasuk unsur wadah dalam sebuah per- mukiman ialah: Alam, yaitu kondisi lingkungan dan letak geografis hunian yang bisa mempengaruhi kegiatan ekonomi suatu masyarakat.13 Shells, yaitu wadah atau rumah tempat manusia dapat hidup dan ber- kehidupan. Menurut Widayati (2002) rumah merupakan bagian dari suatu permukiman. Rumah saling berkelompok membentuk permukiman dengan pola tertentu.14 Kata “islami” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga tahun 2001, adalah kata sifat yang berarti bersifat keislaman.15 Konsep hunian islami dari segi bentuk dan desain rumah, memiliki karakteristik seperti dinding bertabur ukiran kaligrafi, mushala di dalam rumah, ada keran khusus untuk berwudu, hingga kamar mandi yang tak boleh menghadap kiblat.16 Dan dalam arti luas wadah bisa berfungsi sebagai wadah komoditas, wadah ekonomi, wadah untuk mewujudkan eksistensi individu atau pun sekelompok individu. Network, yaitu akses dan fasilitas yang menunjang interaksi antara man to man dan man to sosial di lingkungan hunian. Konsep hunian islami memperhatikan fasilitas-fasilitas ibadah, seperti masjid, mushala, serta taman pendidikan Al-Quran (TPA).17 Maksudnya, posisi pengembang dalam hal ini sebagai pihak yang memberi fasilitas yang menunjang ke- butuhan masyarakat. Profile Responden Sampel penelitian respon masyarakat hunian islami terhadap ekonomi Islam adalah warga yang tinggal di Vila Ilhami, Tangerang, dengan jumlah responden sebanyak 60 orang dari setiap keluarga yang diwakili oleh satu 13 KOMPAS.com, “Konsep Perumahan Islami, Seperti Apa?” 14 Ekahayu Rakhmawati, dkk, “Pola Permukiman Kampung Kauman Kota Malang” arsitektur e-Journal, Volume 2 Nomor 3, (November: 2009), h. 162. 15 Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, Balai Pustaka, Jakarta: 2001. 16 KOMPAS.com, “Konsep Perumahan Islami, Seperti Apa?”. 17 Ibid, KOMPAS.com. Irfan Nurrahman: Respon Masyarakat Hunian Islami terhadap Ekonomi Islam36 orang yaitu kepala keluarga atau istrinya. Bagian ini menyajikan informasi mengenai gambaran secara umum reponden berdasarkan jenis kelamin, blok tempat tinggal, pekerjaan, pendidikan terakhir, penghasilan rata-rata per-bulan dan kendaraan yang digunakan setiap hari ke kantor. Berikut ini adalah penjelasan masing- masing responden, yaitu: Gambar 4.1 Jenis Kelamin Responden Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Dari gambar 4.1 diatas menunjukkan bahwa dari 60 responden 60% adalah laki-laki yaitu sebanyak 36 orang, dan 40% adalah perempuan yaitu sebanyak 24 orang. Gambar 4.2 Blok Tempat Tinggal Responden Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Dari gambar 4.2 menunjukkan bahwa responden tinggal di beberapa blok yang ada di Vila Ilhami, yaitu 18 orang tinggal di blok Zaitun, 16 orang tinggal di blok Arofah, 7 orang tinggal di blok Mina, 4 orang tinggal di blok Mawaddah, 5 orang tinggal di blok Alam, 3 orang tinggal di blok Qamari, Al-Iqtishad: Vol. II, No. 2, Juli 2010 37 dan 7 orang tinggal di blok Qadr. Sehingga total responden berjumlah 60 orang. Gambar 4.3 Profesi Responden Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Dari gambar 4.3 menunjukkan bahwa pekerjaan responden yang paling banyak 28,3% adalah sebagai wirausaha yaitu sebanyak 17 orang dan selain tiga pilihan diatas sebanyak 17 orang, urutan ketiga 25% pekerjaannya adalah sebagai Pegawai Swasta yaitu 15 orang, urutan keempat 18,3% pekerjaannya adalah sebagai (PNS) yaitu 11 orang. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden pekerjaannya adalah sebagai Wirausaha dan selain ketiga pilihan diatas. Gambar 4.4 Tingkat Pendidikan Terakhir Yang Ditamatkan Oleh Responden Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Dari gambar 4.4 menunjukkan bahwa responden sebagian besar 56,7% pendidikan terakhirnya adalah selain tiga pilihan diatas yaitu 34 orang, urutan kedua 36,7% pendidikan terakhirnya adalah S1yaitu 22 orang, dan urutan ketiga 6,6% pendidikan terakhirnya adalah S2 yaitu 4 orang. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan terakhir responden paling tinggi adalah S2 dan pendidikan terakhir responden paling banyak adalah selain tiga pilihan diatas. Irfan Nurrahman: Respon Masyarakat Hunian Islami terhadap Ekonomi Islam38 Gambar 4.5 Penghasilan Responden Setiap Bulan Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Dari gambar 4.5 menunjukkan bahwa responden sebagian besar 48,3% penghasilan perbulanya adalah 1 - 3 juta sebanyak 29 orang, urutan kedua 28,3% penghasilan perbulanya adalah 3 - 6 juta sebanyak 17 orang, urutan ketiga 15% penghasilan perbulanya adalah 6 - 9 juta sebanyak 9 orang, urutan keempat 8,3% penghasilan perbulanya adalah 9 juta lebih sebanyak 5 orang. Jadi dapat disimpulkan bahwa responden sebagian besar penghasilan perbulanya adalah 1 - 3 juta, namun ada juga responden yang penghasilan perbulannya mencapai 9 juta lebih. Gambar 4.6 Kendaraan Yang Digunakan Responden Ke Kantor Setiap Hari Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Dari gambar 4.6 menunjukkan bahwa responden sebagian besar 45% kendaraan yang digunakan ke kantor setiap hari adalah mobil sebanyak 27 orang, urutan kedua 35% kendaraan yang digunakan ke kantor setiap hari adalah motor sebanyak 21 orang, urutan ketiga 20% kendaraan yang digunakan ke kantor setiap hari adalah angkutan umum sebanyak 12 orang. Al-Iqtishad: Vol. II, No. 2, Juli 2010 39 Jadi dapat disimpulkan bahwa responden sebagian besar kendaraan yang digunakan ke kantor setiap hari adalah mobil kemudian urutan kedua adalah motor dan angkutan umum. Analisis Deskriptis Respon Masyarakat Hunian Islami Terhadap Ekonomi Islam Bagian ini menyajikan informasi mengenai gambaran karakteristik ma- syarakat hunian islami berdasarkan alasan memilih tinggal di hunian islami, sosial kemasyarakatan dengan mengenal masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal, sosial keagamaan dengan rutin berjamaah di masjid atau mushala dan aktif dalam kegiatan keagamaan dilingkungan tersebut. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing peryataan, yaitu: Tabel 4.4 Alasan tinggal di Vila Ilhami karena memiliki nuansa / suasana yang islami. No 1 F Present 1 Sangat Setuju 24 40% 2 Setuju 36 60% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan alasan tinggal di Vila Ilhami karena Vila Ilhami memiliki nuansa / suasana yang islami. Responden yang menjawab Sangat Setuju berjumlah 24 orang dengan prosentase 40% dan sisanya yang berjumlah 36 orang menjawab Setuju dengan prosentase 60%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami tinggal di Vila Ilhami karena alasan Vila Ilhami memiliki nuansa / suasana yang islami. Tabel 4.5 Mengenal seluruh warga yang tinggal di lingkungan RW anda tinggal. No 2 F Prosentase 1 Sangat Setuju 13 21,7% 2 Setuju 26 43,3% Irfan Nurrahman: Respon Masyarakat Hunian Islami terhadap Ekonomi Islam40 3 Kurang Setuju 14 23,3% 4 Tidak Setuju 6 10% 5 Sangat Tidak Setuju 1 1,7% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan me ngenal seluruh warga yang tinggal di lingkungan RW anda tinggal. Responden yang menjawab Sangat Setuju berjumlah 13 orang dengan prosentase 21,7%, Setuju 26 orang dengan prosentase 43,3%, dan yang menjawab Kurang Setuju berjumlah 14 orang dengan prosentase 23,3%, Tidak Setuju 6 dengan prosentase 10%, Sangat Tidak Setuju 1 orang dengan prosentase 1,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami mengenal seluruh warga yang tinggal di lingkungan RWnya tetapi masih banyak juga masyarakat yang tidak mengenal seluruh warga yang tinggal di lingkungan RW-nya. Tabel 4.6 Rutin melaksanakan jamaah sholat subuh di masjid / mushala. No 3 F Prosentase 1 Sangat Setuju 19 31,7% 2 Setuju 26 43,3% 3 Kurang Setuju 13 21,7% 4 Tidak Setuju 2 3,3% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan rutin melaksanakan jamaah sholat subuh di masjid / mushala. Responden yang menjawab Sangat Setuju berjumlah 19 orang dengan prosentase 31,7%, Setuju 26 orang dengan prosentase 43,3%, dan yang menjawab Kurang Setuju berjumlah 13 orang dengan prosentase 21,7%, Tidak Setuju 2 orang dengan prosentase 3,3%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar Al-Iqtishad: Vol. II, No. 2, Juli 2010 41 masyarakat hunian islami rutin melaksanakan jamaah sholat subuh di masjid / mushala tetapi masih banyak juga masyarakat yang tidak rutin melaksanakan jamaah sholat subuh di masjid / mushala. Tabel 4.7 Aktif & rutin dalam mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di lingkungan tersebut. No 4 F Prosentase 1 Sangat Setuju 19 31,7% 2 Setuju 35 58,3% 3 Kurang Setuju 5 8,3% 4 Tidak Setuju 1 1,7% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan aktif & rutin dalam mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di lingkungan tersebut. Responden yang menjawab Sangat Setuju berjumlah 19 orang dengan prosentase 31,7%, Setuju 35 orang dengan prosentase 58,3%, dan yang menjawab Kurang Setuju berjumlah 5 orang dengan prosentase 8,3%, Tidak Setuju 1 orang dengan prosentase 1,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami aktif & rutin dalam mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungannya tersebut tetapi masih terdapat masyarakat yang tidak aktif & rutin dalam mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungannya. Pernyataan Karakteristik Hunian Bagian ini menyajikan informasi mengenai gambaran karakteristik hunian islami berdasarkan respon masyarakat yang tinggal di hunian islami, dengan pertayaan tentang konsep islami yang ada pada rumah memberikan manfaat yang besar, fasilitas yang tersedia sudah cukup memberikan kenyamanan tinggal dan kemudahan dalam ibadah seta pemenuhan kebutuhan mentalspiritual dan kegiatan yang terdapat di Irfan Nurrahman: Respon Masyarakat Hunian Islami terhadap Ekonomi Islam42 lingkungan tersebut bermanfaat dalam menambah pemahaman agama. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing peryataan, yaitu: Tabel 4.8 Konsep islami yang ada pada rumah memberikan manfaat yang besar. No 1 F Prosentase 1 Sangat Setuju 29 48,3% 2 Setuju 28 46,7% 3 Kurang Setuju 1 1,7% 4 Tidak Setuju 0 0% 5 Sangat Tidak Setuju 2 3,3% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan konsep islami yang ada pada rumah memberikan manfaat yang besar. Responden yang menjawab Sangat Setuju berjumlah 29 orang dengan prosentase 48,3%, Setuju 28 orang dengan prosentase 46,7%, dan yang menjawab Kurang Setuju berjumlah 1 orang dengan prosentase 1,7%, Sangat Tidak Setuju 2 orang dengan prosentase 3,3%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami menyatakan konsep islami yang ada pada rumah memberikan manfaat yang besar, tetapi ada juga masyarakat hunian islami menyatakan tidak. Tabel 4.9 Fasilitas yang tersedia sudah cukup memberikan kenyamanan tinggal dan kemudahan dalam ibadah seta pemenuhan kebutuhan mentalspiritual. No 2 F Prosentase 1 Sangat Setuju 19 31,7% 2 Setuju 31 51,6% 3 Kurang Setuju 8 13,3% Al-Iqtishad: Vol. II, No. 2, Juli 2010 43 4 Tidak Setuju 1 1,7% 5 Sangat Tidak Setuju 1 1,7% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan fasilitas yang tersedia sudah cukup memberikan kenyamanan tinggal dan ke mudahan dalam ibadah seta pemenuhan kebutuhan mentalspiritual. Responden yang menjawab Sangat Setuju berjumlah 19 orang dengan prosentase 31,7%, Setuju 31 orang dengan prosentase 51,6%, dan yang menjawab Kurang Setuju ber jumlah 8 orang dengan prosentase 13,3%, Tidak Setuju 1 orangdengan prosentase 1,7%, Sangat Tidak Setuju 1 orang dengan prosentase 1,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami menyatakan fasilitas yang tersedia sudah cukup memberikan kenyamanan tinggal dan kemudahan dalam ibadah seta pemenuhan kebutuhan mental- spiritual, tetapi ada juga masyarakat hunian islami menyatakan tidak. Tabel 4.10 Kegiatan yang terdapat di lingkungan tersebut bermanfaat dalam menambah pemahaman agama. No 3 F Prosentase 1 Sangat Setuju 23 38,3% 2 Setuju 29 48,3% 3 Kurang Setuju 6 10% 4 Tidak Setuju 0 0% 5 Sangat Tidak Setuju 2 3,3% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan kegiat- an yang terdapat di lingkungan tersebut bermanfaat dalam menambah pemahaman agama. Responden yang menjawab Sangat Setuju berjumlah 23 orang dengan prosentase 38,3 %, Setuju 29 orang dengan prosentase 48,3%, dan yang menjawab Kurang Setuju berjumlah 6 orang dengan Irfan Nurrahman: Respon Masyarakat Hunian Islami terhadap Ekonomi Islam44 prosentase 10%, Sangat Tidak Setuju 2 orang dengan prosentase 3,3%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami menyatakan pernyataan kegiatan yang terdapat di lingkungan tersebut bermanfaat dalam menambah pemahaman agama, tetapi ada juga masyarakat hunian islami menyatakan tidak. Pernyataan Respon Masyarakat Hunian Islami Terhadap Ekonomi Islam. Bagian ini menyajikan informasi mengenai respon masyarakat hunian islami terhadapa ekonomi Islam, yang terdiri dari: respon kognitif (pemahaman masyarakat tentang ekonomi Islam), respon afektif (keyakinan sikap) dan respon psikomotorik(kecenderungan bertindak). Berikut ini adalah penjelasan masing-masing peryataan, yaitu: Respon Pemahaman Tabel 4.11 Islam adalah sistem hidup yang mengatur semua sisi kehidupan agar diridhoi oleh Allah swt. No 1 F Prosentase 1 Sangat Paham 33 55% 2 Paham 17 28,3% 3 Kurang Paham 10 16,7% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan Islam adalah sistem hidup yang mengatur semua sisi kehidupan agar diridhoi oleh Allah swt. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 33 orang dengan prosentase 55%, Paham 17 orang dengan prosentase 28,3%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 10 orang dengan prosentase 16,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami sangat paham. Al-Iqtishad: Vol. II, No. 2, Juli 2010 45 Tabel 4.12 Melalui prinsip dan norma Islam juga mengatur aktivitas ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. No 2 F Prosentase 1 Sangat Paham 25 41,7% 2 Paham 20 33,3% 3 Kurang Paham 13 21,7% 4 Tidak Paham 2 3,3% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan melalui prinsip dan norma Islam juga mengatur aktivitas ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 25 orang dengan prosentase 41,7%, Paham 20 orang dengan prosentase 33,3%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 13 orang dengan prosentase 21,7%, Tidak Paham 2 orang dengan prosentase 3,3%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat sangat paham juga paham. Tabel 4.13 Sumber utama aturan-aturan Ekonomi Islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. No 3 F Prosentase 1 Sangat Paham 31 51,6% 2 Paham 19 31,7% 3 Kurang Paham 9 15% 4 Tidak Paham 1 1,7% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan sumber utama aturan-aturan Ekonomi Islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 31 orang dengan prosentase 51,6%, Paham 19 orang dengan prosentase 31,7%, dan yang Irfan Nurrahman: Respon Masyarakat Hunian Islami terhadap Ekonomi Islam46 menjawab Kurang Paham berjumlah 9 orang dengan prosentase 15%, Tidak Paham 1 orang dengan prosentase 1,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami sangat paham. Tabel 4.14 Tujuan utama dari Ekonomi Islam adalah tercapainya kebahagiaan (falah) di dunia dan akhirat. No 4 F Prosentase 1 Sangat Paham 29 48,3% 2 Paham 19 31,7% 3 Kurang Paham 7 11,7% 4 Tidak Paham 5 8,3% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan tujuan utama dari Ekonomi Islam adalah tercapainya kebahagiaan (falah) di dunia dan akhirat. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 29 orang dengan prosentase 48,3%, Paham 19 orang dengan prosentase 31,7%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 7 orang dengan prosentase 11,7%, Tidak Paham 5 orang dengan prosentase 8,3%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami sangat paham. Tabel 4.15 Ekonomi Islam berprinsip bahwa harta merupakan titipan Allah yang harus dioptimalkan dalam pemanfaatannya. No 5 F Prosentase 1 Sangat Paham 30 50% 2 Paham 22 36,7% 3 Kurang Paham 6 10% 4 Tidak Paham 2 3,3% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Al-Iqtishad: Vol. II, No. 2, Juli 2010 47 Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan ekonomi Islam berprinsip bahwa harta merupakan titipan Allah yang harus dioptimalkan dalam pemanfaatannya. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 30 orang dengan prosentase 50%, Paham 22 orang dengan prosentase 36,7%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 6 orang dengan prosentase 10%, Tidak Paham 2 orang dengan prosentase 3,3%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami sangat paham dan paham. Tabel 4.16 Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga yang juga merupakan kewajiban agama yang dibebankan atas harta kekayaan seseorang menurut aturan tertentu. No 6 F Prosentase 1 Sangat Paham 30 50% 2 Paham 21 35% 3 Kurang Paham 7 11,6% 4 Tidak Paham 1 1,7% 5 Sangat Tidak Paham 1 1,7% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan zakat merupakan rukun Islam yang ketiga yang juga merupakan kewajiban agama yang dibebankan atas harta kekayaan seseorang menurut aturan tertentu. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 30 orang dengan prosentase 50%, Paham 21 orang dengan prosentase 35%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 7 orang dengan prosentase 11,6%, Tidak Paham 1 orang dengan prosentase 1,7%, Sangat Tidak Paham 1 orang dengan prosentase 1,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami sangat paham dan paham. Irfan Nurrahman: Respon Masyarakat Hunian Islami terhadap Ekonomi Islam48 Tabel 4.17 Riba ialah pengambilan tambahan atas harta pokok (modal) secara bathil dan hukumnya haram. No 7 F Prosentase 1 Sangat Paham 33 55% 2 Paham 21 35% 3 Kurang Paham 4 6,7% 4 Tidak Paham 2 3,3% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan riba ialah pengambilan tambahan atas harta pokok (modal) secara bathil dan hukumnya haram.Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 33 orang dengan prosentase 55%, Paham 21 orang dengan prosentase 35%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 4 orang dengan prosentase 6,7%, Tidak Paham 2 orang dengan prosentase 3,3%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami sangat paham dan paham. Tabel 4.18 Islam mengharamkan judi (maisir) dan spekulasi atau tindakan-tindakan tercela lainnya yang dilarang secara syariah. No 8 F Prosentase 1 Sangat Paham 30 50% 2 Paham 23 38,3% 3 Kurang Paham 4 6,7% 4 Tidak Paham 2 3,3% 5 Sangat Tidak Paham 1 1,7% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Al-Iqtishad: Vol. II, No. 2, Juli 2010 49 Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan Islam mengharamkan judi (maisir) dan spekulasi atau tindakan-tindakan tercela lainnya yang dilarang secara syariah. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 30 orang dengan prosentase 50%, Paham 23 orang dengan prosentase 38,3%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 4 orang dengan prosentase 6,7%, Tidak Paham 2 orang dengan prosentase 3,3%, Sangat Tidak Paham 1 orang dengan prosentasi 1,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami sangat paham dan paham. Tabel 4.19 Beramal shaleh sangat dianjurkan dalam islam diantaranya melalui instrument shadaqah, infak, wakaf. No 9 F Prosentase 1 Sangat Paham 34 56,7% 2 Paham 18 30% 3 Kurang Paham 7 11,6% 4 Tidak Paham 1 1,7% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan beramal shaleh sangat dianjurkan dalam islam diantaranya melalui instrument shadaqah, infak, wakaf. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 34 orang dengan prosentase 56,7%, Paham 18 orang dengan prosentase 30%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 7 orang dengan prosentase 11,6%, Tidak Paham 1 orang dengan prosentase 1,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami sangat paham. Tabel 4.20 Berkerja merupakan suatu ibadah jika dijalankan sesuai dengan prinsip dan norma islam dan diniatkan karena mencari ridha Allah swt. No 10 F Prosentase 1 Sangat Paham 30 50% Irfan Nurrahman: Respon Masyarakat Hunian Islami terhadap Ekonomi Islam50 2 Paham 21 35% 3 Kurang Paham 7 11,6% 4 Tidak Paham 2 3,3% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan berkerja merupakan suatu ibadah jika dijalankan sesuai dengan prinsip dan norma islam dan diniatkan karena mencari ridha Allah swt. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 30 orang dengan prosentase 50%, Paham 21 orang dengan prosentase 35%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 7 orang dengan prosentase 11,6%, Tidak Paham 2 orang dengan prosentase 3,3%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami sangat paham dan paham. Tabel 4.21 Untuk mengakomodir prinsip dan norma ekonomi islam yang sesuai dengan nilai-nilai islam maka lahirlah lembaga keuangan syariah. No 11 F Prosentase 1 Sangat Paham 17 28,3% 2 Paham 30 50% 3 Kurang Paham 9 15% 4 Tidak Paham 4 6,7% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan untuk mengakomodir prinsip dan norma ekonomi islam yang sesuai dengan nilai-nilai islam maka lahirlah lembaga keuangan syariah. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 17 orang dengan prosentase 28,3%, Paham 30 orang dengan prosentase 50%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 9 orang dengan prosentase 15%, Tidak Paham 4 orang dengan prosentase 6,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami paham. Al-Iqtishad: Vol. II, No. 2, Juli 2010 51 Tabel 4.22 Ekonomi Islam menggunakan sistem bagi hasil yang merupakan ciri khas dari sistem ekonomi islam yang dinilai lebih adil dari pada sistem bunga. No 12 F Prosentase 1 Sangat Paham 21 35% 2 Paham 27 45% 3 Kurang Paham 8 13,3% 4 Tidak Paham 4 6,7% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan ekonomi Islam menggunakan sistem bagi hasil yang merupakan ciri khas dari sistem ekonomi islam yang dinilai lebih adil dari pada sistem bunga. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 21 orang dengan prosentase 35%, Paham 27 orang dengan prosentase 45%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 8 orang dengan prosentase 13,3%, Tidak Paham 4 orang dengan prosentase 6,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami paham. Tabel 4.23 Akad-akad (transaksi) yang dilakukan pada sistem Ekonomi Islam memiliki konsekuensi duniawi dan ukhrawi. No 13 F Prosentase 1 Sangat Paham 18 30% 2 Paham 27 45% 3 Kurang Paham 10 16,7% 4 Tidak Paham 5 8,3% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan akad-akad (transaksi) yang dilakukan pada sistem Ekonomi Islam memiliki konsekuensi duniawi dan ukhrawi. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 18 orang dengan prosentase 30%, Paham 27 orang dengan prosentase 45%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 10 orang dengan prosentase Irfan Nurrahman: Respon Masyarakat Hunian Islami terhadap Ekonomi Islam52 16,7%, Tidak Paham 5 orang dengan prosentase 8,3%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami paham. Tabel 4.24 Lembaga keuangan syariah tidak hanya bank saja, tetapi lebih luas lagi seperti, BMT, BAZ/LAZ, asuransi, dan reksadana. No 14 F Prosentase 1 Sangat Paham 19 31,7% 2 Paham 21 35% 3 Kurang Paham 14 23,3% 4 Tidak Paham 6 10% Total 60 100% Sumber: data diolah dari angket yang diambil pada tahun 2010. Berdasarkan pada tabel diatas, angket yang berisi pernyataan lembaga keuangan syariah tidak hanya bank saja, tetapi lebih luas lagi seperti, BMT, BAZ/LAZ, asuransi, dan reksadana. Responden yang menjawab Sangat Paham berjumlah 19 orang dengan prosentase 31,7%, Paham 21 orang dengan prosentase 35%, dan yang menjawab Kurang Paham berjumlah 14 orang dengan prosentase 23,3%, Tidak Paham 6 orang dengan prosentase 10%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat hunian islami paham. Penutup Berdasarkan pembahasan pada bab IV yang diselesaikan menurut metode penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, maka penulis dapat mem- berikan beberapa kesimpulan mengenai respon masyarakat hunian islami terhadap ekonomi Islam sebagai berikut: Pertama, Karakteristik masyarakat Vila Ilhami berdasarkan alasan (memilih tinggal di hunian islami, sosial kemasyarakatan dengan mengenal masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal, sosial keagamaan dengan rutin berjamaah di masjid atau mushala dan aktif dalam kegiatan keagamaan) tidak bisa dijadikan gambaran untuk melihat respon masyarakat hunian islami terhadapa ekonomi Islam. Kedua, Karakteristik hunian islami Vila Ilhami berdasarkan respon masyarakat yang tinggal di hunian islami, dengan pertayaan (tentang Al-Iqtishad: Vol. II, No. 2, Juli 2010 53 konsep islami yang ada pada rumah memberikan manfaat yang besar, fasilitas yang tersedia sudah cukup memberikan kenyamanan tinggal dan kemudahan dalam ibadah seta pemenuhan kebutuhan mentalspiritual dan kegiatan yang terdapat di lingkungan tersebut bermanfaat dalam menambah pemahaman agama) tidak bisa dijadikan gambaran untuk melihat respon masyarakat hunian islami terhadapa ekonomi Islam. Pustaka Acuan Al-Kaaf, Abdullah Zaky. Ekonomi dalam Perspektif Islam. Bandung: PT. Pustaka Setia, 2002. Arch_thz, “Unsur-Unsur Permukiman”, artikel ini diakses pada 7 Oktober 2010 dari http://thzarch.wordpress.com/2010/09/15/unsur- unsurpermukiman/html Basyuni, Said Abu al-Futuh Muhammad. Al­Hurriyah al­Iqtishadiyah fi al­ Islam wa Atsaruha fi al­Tanmiyati. Mesir: Dar al-Wafa’, 1988. Chapra, Umar. Al­Qur’an Menuju Sistem Moneter yang Adil. Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Prima Yasa, 1997. Chapra, Umar. Islam dan Tantangan Ekonomi. jakarta: Gema Insani Press, 2006. Chapra, Umar. Masa Depan Ilmu Ekonomi: Sebuah Tinjauan Islam. Jakarta: Gema Insani Press dan Tazkia Institute, Desember, 2001. Data Kependudukan Kelurahan Kelapa Dua, Tangerang, pada Tanggal 30 September 2010. Hamid, Arifin. Membumikan Ekonomi Syariah di Indonesia (Perspektif Sosio­Yuridis). Jakarta: eLSAS Maret 2008. Kahf, Monzer. Telaah Analitik terhadap Fungsi Sistem Ekonomi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, September 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Balai Pustaka. Jakarta: 2001. Kamusplanologi, “Ekistik” di akses pada 30 September 2010 dari http:// kamusplanologi-e.blogspot.com/2010/08/edar-peredaran-pangan- kegiatan.html Karim, Adiwarman, A. Ekonomi Mikro Islami. Jakarta: Rajawali pers, 2007. KOMPAS.com, “Konsep Perumahan Islami, Seperti Apa?” artikel ini diakses pada Sabtu, 4Juli2009 dari http://www. KOMPAS.com/Konsep_ Perumahan_Islami html Irfan Nurrahman: Respon Masyarakat Hunian Islami terhadap Ekonomi Islam54 Madjid, Nurcholish. “Menuju Masyarakat Madani”. artikel diakses pada 7 Oktober 2010darihttp://www.fortunecity.com/millennium/ oldemill/498/civils/NMadjid.html Mannan, M.A. Teori dan Praktek Ekonomi Islam. Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Wakaf, 1997. Mauludi, Ali. Statistik 1 Penelitian Ekonomi Islam dan Sosial. Jakarta: PT. Prima Heza Lestari, 2003. Metwally. Teori dan Model Ekonomi Islam. Jakarta: PT. Bangkit Daya Insani, April, 1995. Nugroho, Bhuono Agung. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2005. Pass, Christopher dan Davies, Bryan Lowes Leslie. Kamus Lengkap Ekonomi. Jakarta: PT. Erlangga, November 1998. Pusat Studi Prancis FIB UI. Representasi identitas dalam Brosur dan Artikel Perumahan Muslim. Jakarta, 2009. Qal’aji, M. Rawwaz. Mabahits fi al­Iqtishad al­Islami. Beirut: Dar al-Nafaes, 2000. Qardhawi, Yusuf. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Jakarta: Gema Insani, 2006. Qardhawi, Yusuf. Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian Islam. Jakarta: Rabbani Press, 2004. Rakhmawati, Ekahayu dkk, “Pola Permukiman Kampung Kauman Kota Malang” arsitektur e-Journal, Volume 2 Nomor 3, (November: 2009) h. 162. Rochaety, Ety dkk. Metodologi Penelitian Bisnis: ( dengan aplikasi SPSS). Jakarta: Mitra Wacana Media, 2009. Saefuddin, A. M. Studi Nilai­Nilai Sistem Ekonomi Islam. Jakarta: Media dakwah dan Lippm, 1984. Sakti, Ali. Analisis Teoritis Ekonomi Islam. Jakarta: Paradigma & AQSA Publishing, 2007. Sarkaniputra, Murasa. Pengantar Ekonomi Islam. Bahan kuliah pada Fakultas Syari’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1999: h. 6. Shiddiqi, M. Nejatullah. Kegiatan Ekonomi dalam Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1996. Singa, Masri dan Effendi, Sofian. Metode Penelitian Survei. Jakarta:PT. Pustaka LP3ES, 1989.