









































PREFERENSI USAHA KECIL DAN MIKRO DI PASAR BARU 

CIKARANG DALAM MEMILIH AKSES PEMBIAYAAN 
 

 
SITI AISYAH1 

Abstract: Preference of Micro and Small Enterprise in Pasar Baru Cikarang In 
Selecting Financing Access. The aim of this research is to measure the micro and 
small entreprise preference in Pasar Baru Cikarang in selecting of conventional or 
shariah financing access with using 100 responden. The Method that used in this 
research is binary logistic regression and descriptive analysis. There are two result of 
this research, first, the factor that influence the micro and small enterprise 
preference are the lower interest/yield, diverse product, financing plafond, and 
presence a guidance of business development. Second, 37 percent respondent stated 
that they chose to access financing in Islamic Financial Institutions and 63 percent stated 
that they chose to access financing in Conventional Financial Institutions. From this result 
we can conclude that the micro and small medium enterprise in Pasar Baru Cikarang is 
more preferrable access in conventional financial institution. 
Keyword: Preference, Financing Access, Binary logistic regression 
 
 
Abstrak: Preferensi Usaha Kecil dan Mikro di Pasar Baru Cikarang Dalam 
Memilih Akses Pembiayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur 
preferensi dari usaha mikro dan kecil dalam mengakses pembiayaan berbasis 
konvensional atau syariah dengan menggunakan 100 orang responden. Metode 
yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik binary dan analisis 
deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, didapat dua kesimpulan. Pertama, bahwa 
hanya ada satu faktor yang mempengaruhi preferensi usaha kecil dan mikro di 
Pasar Baru Cikarang dalam memilih akses pembiayaan yaitu Faktor Produk yang 
meliputi: Bunga/Margin/Bagi  Hasil  yang  rendah,  produk yang  beragam,  jumlah 
plafond  yang sesuai dengan kebutuhan dan terdapatnya bimbingan untuk 
pengembangan usaha. Kedua, berdasarkan hasil analisis deskriptif, bahwa 37 
persen yang memilih akses pembiayaan di Lembaga Keuangan Syariah dan 63 
persen yang memilih akses pembiayaan di Lembaga Keuangan Konvensional. Dari 
hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Usaha Kecil dan Mikro di Pasar Baru 
Cikarang lebih berminat atau cenderung memilih akses pembiayaan di Lembaga 
Keuangan Konvensional. 

Kata Kunci: Preferensi, Akses Pembiayaan, Regresi Logistic Binary 

  

                                                           
1Naskah diterima: 10 Oktober 2013, direvisi: 12 Nopember 2013, disetujui: 20 Nopember 2013 
BPRS Harta Insan Karimah, Jl. Ciledug Raya, No. 88 B, Larangan, Tangerang, Banten. Email: 
siti_aisyahzakaria@yahoo.com. 
 

mailto:siti_aisyahzakaria@yahoo.com


 
 

2 
 

PENDAHULUAN 
Perbankan dan lembaga pembiayaan merupakan sektor yang paling besar 

pengaruhnya  dalam  aktifitas   perekonomian  masyarakat  modern,  sebagai  
lembaga keuangan yang menjadi tempat bagi perusahaan, badan-badan 
pemerintah, swasta maupun perorangan yang menyimpan dana-dananya melalui 
kegiatan pembiayaan dan berbagai jasa yang diberikan, bank melayani kebutuhan 
pembiayaan serta melancarkan mekanisme sistem pembayaran bagi semua sektor 
perekonomian. 

Salah satu bentuk pertanggungjawaban sosial Bank dan lembaga keuangan 
Syariah adalah memberikan pembiayaan kepada UMKM, mengingat UMKM ini 
merupakan cerminan dari perekonomian rakyat, karena kelompok ini merupakan 
kelompok dominan, bahkan mayoritas dalam struktur pelaku usaha di tanah air. 
Hal ini dapat dilihat dari sumber Bappenas sebagaimana dikutip dalam Amalia 
(2009), bahwa data Usaha Kecil Mikro pada tahun 2007 adalah sebanyak 41,30 
juta unit (99,85%), Usaha Menengah 61,05 juta unit (0,14%), dan Usaha Besar 2,2 
juta unit (0,005%). Hingga tahun 2011, UKM yang tersebar di Indonesia sudah 
mencapai sekitar 52 juta. Dari jumlah tersebut, dampaknya pada penyerapan 
tenaga kerja, sumbangan terhadap PDB, nilai ekspor non-migas, dan nilai investasi 
tidak dapat dianggap kecil. Oleh karena itu, di tengah krisis ekonomi, UMKM 
memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara. 

Ironisnya, meski keberadaan Kelompok Usaha Kecil dan Mikro (UKM) 
sebagai motor penggerak ekonomi telah mendapatkan legitimasi dari UU No.9 
Tahun 1995, namun kelompok UKM di wilayah Cikarang Bekasi dalam 
perkembangannya seringkali dihadapkan oleh berbagai dilema. Persoalan 
kecilnya akses permodalan dan sulitnya mendapat pembiayaan dari perbankan 
merupakan dilema yang sangat krusial bagi kelanjutan usaha UKM. Dapat dilihat 
dari seluruh total UKM tahun 2012 baru 45-55 persen UKM yang mendapatkan 
akses ke perbankan. 

Hal ini karena umumnya masyarakat menengah ke bawah tidak 
memahami mekanisme yang diterapkan pada bank maupun lembaga keuangan 
formal, dan kurangnya perhatian dari pemerintah. Ditambah lagi, perbankan 
sebagai salah satu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai pemberi pinjaman 
kepada pihak yang membutuhkan dana, memberikan dana dengan memberikan 
kriteria dan persyaratan yang cukup rumit bagi calon debiturnya, seperti: harus 
adanya jaminan, laporan keuangan, slip gaji,dan sebagainya. Sedangkan tidak 
semua masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang kecil dan  menengah  
mempunyai  persyaratan-persyaratan  yang   diajukan   oleh  perbankan tersebut. 

Terdapat dua masalah yang harus dijawab dalam penelitian ini dan 
setelah kedua pertanyaan masalah ini terjawab, maka penulis akan 
menganalisisnya lebih mendalam sebagai evaluasi untuk menemukan solusi dan 
memunculkan kebijakan yang memperkuat pengembangan usaha mikro dan 
kecil dalam mendapatkan akses pembiayaan di lembaga perbankan. Berikut 
adalah dua masalah dalam penelitian ini: (1) Apakah faktor-faktor yang 
mempengaruhi preferensi UKM di Pasar Baru Cikarang dalam memilih akses 
pembiayaan?; (2) Akses pembiayaan apa yang paling diminati atau yang paling 
banyak digunakan oleh pelaku UKM di Pasar Baru Cikarang? 

 
 



 
 

3 
 

TINJAUAN PUSTAKA 
Menurut Kotler (2000), preferensi digambarkan sebagai sikap konsumen 

terhadap produk dan jasa sebagai evaluasi dari sifat kognitif seseorang, perasaan 
emosional dan kecenderungan bertindak melalui objek atau ide. Sementara 
Schiffman dan Kanuk (2008) menyatakan sikap adalah ekspresi perasaan (inner 
feeling) yang mencerminkan apakah seseorang senang atau tidak senang, suka 
atau tidak suka, dan setuju atau tidak setuju terhadap suatu objek. Dalam 
psikolog, preferensi bisa dipahami sebagai sikap individu terhadap suatu objek, 
biasanya tercermin dalam proses pengambilan keputusan eksplisit (Lichtenstein 
dan Slovic, 2006). Preferensi terhadap lembaga pembiayaan adalah keinginan 
atau kecenderungan seseorang untuk memilih atau tidak memilih bertransaksi di 
lembaga pembiayaan baik formal maupun nonformal. Preferensi masyarakat 
dalam memilih akses pembiayaan sangat bervariasi, karena setiap individu 
mempunyai keinginan yang berbeda-beda dalam pilihannya. 
METODE 

Pada penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan 
kuantitatif yang menggunakan data satu waktu (cross-sectional). Teknis analisis 
data yang digunakan untuk penelitian ini yaitu dengan analisis deskriptif dan 
untuk menentukan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi 
preferensi terhadap pilihan akses pembiayaan adalah dengan metode analisis 
Logistic Regression Model (LRM). 

Metode  pengumpulan data  pengambilan  sampel pada  penelitian ini 
dilakukan secara purposive sampling, dimana pengambilan sampel didasarkan 
atas ciri-ciri atau sifat- sifat tertentu yang dipandang mempunyai kaitan erat 
dengan ciri atau sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Hadi: 2004). 
Adapun ciri-ciri tertentunya adalah hanya pada responden (pedagang) yang 
padat modal yang telah memilih akses pembiayaan baik di perorangan maupun 
lembaga konvensional atau syariah. Sehingga objek penelitian ini adalah para 
pedagang pasar yang berlokasi di Pasar Baru Cikarang yang beralamatkan di 
Jln.RE Martadinata No.02, Desa Cikarang Kota Kecamatan Cikarang Utara, 
Kabupaten Bekasi. 

Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner 
disusun secara semi terstruktur dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah 
disediakan pilihan jawabannya, sehingga responden tinggal memilih salah satu 
jawaban yang telah disediakan. Sebelum kuesioner disebarkan kepada 
responden, terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas 
instrumen. 

Untuk mengetahui apakah setiap butir pertanyaan pada setiap variabel 
dinilai valid atau tidak maka harus dilakukan cara-cara berikut ini (Rochaety, 
dkk, 2007): membandingkan r tabel dengan setiap r butir pertanyaan, dengan 
cara membandingkan output Correlated Item Total Correlation dengan nilai r 
tabel. Sedangkan suatu konstruk dikatakan reliabel jika memberikan nilai 
Cronbach Alpha > 0.7 (Wijaya, 2009).  

Distribusi normal merupakan distribusi kontinu yang sangat penting 
dalam statistika dan banyak dipakai dalam memecahkan persoalan (Gujarati, 
2006). Distribusi normal disebut juga distribusi Gauss (Boediono dan Koster, 
2008).  Uji normalitas  dilakukan  untuk melihat apakah  dalam  model regresi 
variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau 



 
 

4 
 

tidak. Dalam penelitian ini, uji normalitas data dilakukan dengan uji One-Sampel 
Kolmogorov-Sminorv Test. 

Analisis regresi logistik dengan model logit adalah model regresi yang 
digunakan untuk melihat pengaruh sejumlah variabel independen X1,X2,X3,…….,Xk 
terhadap variabel dependen Y yang berupa  variabel kategorik (binominal, 
multinominal atau ordinal) dengan nilai kemungkinan diantara 0 dan 1 
(Winarno, 2011). SPSS menyediakan tiga prosedur regresi logistik,yaitu: Regresi 
Logistik Biner (Binary Logistic Regression), Regresi Logistik Multinominal 
(Multinominal Logistic Regression), dan Regresi Logistik Ordinal (Ordinal Logistic 
Regression). 

Regresi logistik biner sangat tepat digunakan untuk melakukan 
permodelan suatu kemungkinan kejadian dengan variabel respon bertipe 
kategori dua pilihan. Nilai kemungkinan kejadian berada pada rentang 0-1. Hal 
ini sangat berbeda dengan regresi linear biasa dimana nilai variabel dependen 
(variabel respon) bisa bernilai < 0 atau > dari 1 (Trihendardi, 2007). Model 
Binary Logistik dengan metode logit pada penelitian ini adalah sebagai berikut 
(Nachrowi dan Usman, 2008): 

𝐿𝐿𝑖𝑖 = 𝑙𝑙𝑙𝑙 �
𝑃𝑃𝑖𝑖

1 − 𝑃𝑃
� = 𝛽𝛽0 + 𝛽𝛽1𝑋𝑋𝑖𝑖 + 𝜇𝜇𝑖𝑖  

 

Prf = β0 + β1 LAY + β2 PROD + β3 AGAMA1 + β 4 AGAMA2  + β5 DIDIK1 + 
         β6 DIDIK2 + β7 DIDIK3+ β8 DIDIK4 +  µi 

Dimana: 
Li sebagai preferensi UKM  dalam memilih akses pembiayaan. 
   Dimana: Li = 0, berarti Lembaga Keuangan Konvensional 

  Li = 1, berarti Lembaga Keuangan Syariah 
β0 sebagai konstanta 
βi sebagai koefisien regresi dari  masing-masing variabel independen 
Xi  sebagai variabel bebas, dimana  
LAY = Layanan 
 PROD = Produk 
AGAMA1, AGAMA2, DIDIK1, DIDIK2, DIDIK3, DIDIK4 sebagai variabel kontrol 
 
PEMBAHASAN 

Pada penelitian ini, diketahui 37 persen responden pernah mengakses 
pembiayaan di lembaga keuangan syariah dan 63 persen responden pernah 
mengakses pembiayaan di lembaga keuangan konvensional. Dari data yang telah 
didapat rata-rata usia responden yang mengakses pembiayaan adalah 24-65 
tahun. Terkait dengan  agama yang dianut oleh responden yang memilih akses 
pembiayaan di lembaga keuangan syariah. Dari 37 responden, terdapat 97,3% 
responden yang menganut/memeluk agama Islam dan 2,7% responden yang 
menganut agama Kristen. Dapat disimpulkan bahwa responden yang beragama 
Islam lebih banyak memilih akses pembiayaan syariah. 

Berdasarkan responden yang ada, terdapat 5,4% yang pendidikan 
terakhirnya SD/sederajat, 8,1% responden  yang   pendidikan  terakhirnya  
SMP/sederajat,  83,3% responden  yang pendidikan  terakhirnya  SMA/sederajat  
dan  2,7% responden  yang  pendidikan terakhirnya Diploma/sederajat. Dapat 
disimpulkan bahwa responden yang pendidikan terakhir SMA/sederajat lebih 



 
 

5 
 

banyak memilih akses pembiayaan syariah. Jenis usaha/dagangan yang dijual oleh 
responden yang memilih akses pembiayaan di lembaga keuangan syariah. 
Terdapat 27% adalah usaha sembako, 13,5% adalah usaha pakaian, 16,2% adalah 
usaha kelontong, 8,1% adalah usaha peralatan rumah tangga dan 35,1% usaha 
lainnya. 

Berdasarkan sebaran kuesioner yang dilakukan, terdapat 16,2% yang 
memilih Bank Syariah, 24,3% memilih Koperasi Syariah, 37,8% memilih BMT, 
13,5% memilih BPRS, dan 8,1% memilih Pegadaian Syariah. Dilihat dari jenis 
pembiayaan yang diambil terdapat 33 orang mengambil jenis pembiayaan 
Mudharabah dan Murabahah, 1 orang mengambil jenis pembiayaan musyarakah 
dan 3 orang mengambil jenis pembiayaan Rahn dan Qardh. Dapat disimpulkan 
bahwa responden lebih banyak memilih akses pembiayaan kepada BMT. 

Dalam menentukan uji validitas dan reliabilitas instrument, peneliti 
menggunakan dengan cara menentukan besarnyar tabel dengan ketentuan 
tingkat kepercayaan (degree of freedom= df) jumlah kasus dikurangi dua, 
membandingkan r  tabel dengan cara membandingkan output Correlated Item 
Total Correlation dengan nilai r tabel. Dari rumus tersebut, nilai r tabel untuk 
penelitian ini yaitu 100 – 2 = 98, tingkat signifikan 5%, maka nilai r tabel sebesar 
0,196 dan dinyatakan valid karena r hitung lebih besar dari r tabel. Dan hasil uji 
reliabilitas pada pertanyaan kuesioner diperoleh hasil alpha hitung 0,762, maka 
kuesioner terbukti handal atau reliabel karena Cronbach alpha > 0,7. 

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui kecocokan metode logit atau 
probit yang digunakan untuk penelitian ini, maka perlu melakukan uji 
normalitas. Untuk uji normalitas peneliti menggunakan One Sample Kolmogorov-
Sminorv Test dengan melihat tingkat signifikansi 5% pada masing-masing 
variabel. Jika variabel tidak berdistribusi normal maka metode logit yang dipakai, 
namun jika variabel berdistribusi normal, maka metode probit yang dipakai. 

Dari hasil pengujian normalitas data dapat diketahui bahwa variabel bebas 
X1, X3, X4, X5, X6, X7 dan X8 mempunyai distribusi tidak normal sehingga model 
yang dipakai adalah model logit. Dan untuk variabel bebas X2 mempunyai 
distribusi normal sehingga model yang dipakai adalah probit. Meskipun berbeda 
kedua model logit dan probit memiliki jenis metode yang sama. Tidak  ada  alasan  
yang   memaksa  untuk  harus  menggunakan  metode  yang   satu dibandingkan 
lainnya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode logit. 

Analisis regresi logistik Binary dengan model logit adalah model regresi 
yang digunakan untuk melihat pengaruh sejumlah variabel independen X1, X2, 
X3…….,Xk terhadap variabel dependen Y yang dengan  nilai kemungkinan diantara 
0 dan 1. Dalam penelitian ini jumlah data yang diproses sebanyak 100 atau N 100, 
untuk melihat kelengkapan data yang diproses dalam penelitian ini dan tidak ada 
missing case, artinya data yang diproses lengkap. 

Uji wald ratio adalah untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel 
independen terhadap variabel dependen. Untuk uji hipotesis masing-masing 
variabel sebagai berikut: 

H0 : β1,β2,…βk = 0, yang berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara 
variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). 

H1 :β1,β2,…βk ≠0, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara 
variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). 

 



 
 

6 
 

Dengan demikian, langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut: Jika nilai 
probabilitas >0,05, maka H0 diterima Jika nilai probabilitas <0,05 maka H0 ditolak. 

Uji Wald menguji masing-masing koefisien regresi logistik, sebagai berikut: 
1. Uji koefisien variabel X1 (LAY): Uji Wald = 2,360, P-Value = 0,124 > α = 0,05, 

maka koefisien regresi untuk variabel X1(LAY) tidak signifikan. 
2. Uji koefisien variabel X2 (PROD): Uji Wald = 16,162, P-Value = 0,000 < α = 

0,05,  maka koefisien regresi untuk variabel X2 (PROD) signifikan. 
3. Untuk koefisien variabel X3 (AGAMA1) : UjiWald = 0,000, P-Value = 0,986 

>α = 0,05, maka koefisien regresi untuk variabel X3  (AGAMA1) tidak 
signifikan. 

4. Untuk koefisien variabel X4 (AGAMA2): UjiWald = 0,000, P-Value = 0,987 >α 
= 0,05, maka koefisien regresi untuk variabel X4  (AGAMA2) tidak 
signifikan. 

5. Uji koefisien variabel X5(DIDIK1): Uji Wald = 0,245, P-Value = 0,620 > α = 
0,05, maka koefisien regresi untuk variabel X5(DIDIK1)tidak signifikan. 

6. Uji koefisien variabel X6 (DIDIK2): Uji Wald = 0,280, P-Value = 0,597 > α = 
0,05, maka koefisien regresi untuk variabel X6 (DIDIK2) tidak signifikan.  

7. Uji koefisien variabel X7 (DIDIK3): Uji Wald = 0,018, P-Value = 0,894 > α = 
0,05, maka koefisien regresi untuk variabel X7 (DIDIK3) tidak signifikan. 

8. Uji koefisien variabel X8 (DIDIK4): Uji Wald = 0,000, P-Value = 0,987 > α = 
0,05, maka koefisien regresi untuk variabel X8 (DIDIK4) tidak signifikan. 

 
Dengan demikian, berdasarkan hasil perhitungan koefisien dari model 

regersi logistik yang  terlihat menunjukkan bahwa variabel X1 (LAY), X3  
(AGAMA1), X4  (AGAMA2), X5  (DIDIK1), X6  (DIDIK2), X7 (DIDIK3), X8 (DIDIK4), tidak 
mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel Y. Sedangkan untuk variabel X2 
(PROD) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap preferensi dalam memilih 
akses pembiayaan di lembaga keuangan syariah dan konvensional dengan 
koefisien variabel X2  (PROD) signifikan pada probabilitas 0,000 < α =  0,05, maka 
dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara produk layanan lembaga 
keuangan syariah dengan lembaga keuangan konvensional. 

Berdasarkan dari empat faktor yang dianalisis sebagai faktor yang 
mempengaruhi preferensi dalam memilih akses pembiayaan, hanya ada satu 
faktor yang berpengaruh signifikan terhadap preferensi dalam memilih akses 
pembiayaan, yaitu: faktor produk yang terdiri dari: 

1.   Bunga/Margin/Bagi Hasil yang rendah. 
2.   Produk yang beragam. 
3.   Plafond yang sesuai dengan kebutuhan. 
4.   Terdapatnya bimbingan untuk pengembangan usaha. 
Hal tersebut didapat dari hasil perhitungan uji Wald Statistik yang 

menunjukkan bahwa hanya ada satu variabel yang berpengaruh signifikan 
terhadap variabel dependen yaitu variabel Produk dengan koefisien variabel X2 
(PROD) signifikan pada probabilitas 0,000 < α = 0,05, sedangkan variabel yang 
lainnya tidak berpengaruh. 

Persamaan regresi yang dibentuk adalah sebagai berikut: 
Pref= -30,680 + 1,398PROD 



 
 

7 
 

 
Dari persamaan regresi logistik di atas, dapat dilihat bahwa variabel LAY, 

AGAMA1, AGAMA2, DIDIK1, DIDIK2, DIDIK3, dan DIDIK4 tidak mempunyai 
pengaruh yang  signifikan terhadap preferensi UKM di Pasar Baru Cikarang  
dalam memilih akses pembiayaan. Koefisien regresi PROD sebesar 1,398 dan 
bernilai positif menunjukkan bahwa variabel PROD berpengaruh positif terhadap 
preferensi UKM dalam memilih akses pembiayaan baik di lembaga keuangan 
syariah maupun konvensional, artinya jika variabel lain dianggap konstan, maka 
setiap unit perubahan variabel PROD kemungkinan preferensi UKM dalam 
memilih akses pembiayaan di lembaga keuangan konvensional adalah 4,049 kali 
lebih tinggi daripada preferensi UKM dalam memilih akses pembiayaan di 
lembaga keuangan syariah. 

Dengan demikian, hasil penelitian ini didukung oleh teori Schiffman dan 
Kanuk (2008) yang menyatakan bahwa salah satu faktor-faktor yang 
mempengaruhi preferensi yaitu karena faktor produk yang ditimbulkan dari 
usaha pemasaran perusahaan. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang 
dilakukan oleh Sirat Qidrotullah dan Ratih Komalarini Saidah  dengan  hasil  
penelitiannya,  yang  menyatakan  bahwa  faktor-faktor  yang mempengaruhi 
preferensi pedagang dalam memilih akses pembiayaan dikarenakan faktor 
pelayanaan (pelayanan yang ramah, kemudahan dalam persyaratan, tidak adanya 
jaminan, dan dana yang cepat), faktor kepercayaan dan faktor kekerabatan. 

Berdasarkan hasil analisis data penelitian secara deskriptif, diketahui 
bahwa dari 100 responden terdapat 37% yang pernah memilih akses 
pembiayaan di Lembaga Keuangan Syariah dan 63% yang pernah memilih akses 
pembiayaan di Lembaga Keuangan Konvensional. Dapat disimpulkan bahwa 
Usaha Kecil Mikro (UKM) di Pasar Baru Cikarang lebih berminat atau cenderung 
memilih akses pembiayaan di Lembaga Keuangan Konvensional dan sumber 
pembiayaan yang paling banyak diakses oleh UKM/Pedagang adalah BPR (Bank 
Perkreditan Rakyat), bahkan mengakses kepada Bank Keliling (Renternir). 

Hal tersebut dikarenakan beberapa sebab, yaitu: pertama, masyarakat 
lebih melihat keuntungan yang besar dengan cara yang mudah. Kedua, kurangnya 
pemahaman masyarakat awam tentang keharaman riba atau lebih dikenal 
dengan bunga yang sudah sangat jelas keharamannya didalam Al-Qur’an dan As-
Sunnah, serta ada pula yang memahami namun mereka tetap bertransaksi 
dengan sistem riba itu, karena mereka tidak ada rasa takut kepada Allah Swt. 
Ketiga, kurangnya tawakkal kepada Allah Swt. Sehingga mereka menganggap 
rezeki itu terbatas dan sempit dan jika tidak ada pintu rezekiyang halal kemudian 
mereka akan bertransaksi dengan bank-bank ribawi, dan banyak responden yang 
beranggapan bahwa Lembaga Keuangan Syariah masih belum banyak di daerah   
Cikarang sehingga sulit   untuk   dijangkau   dan   sebagian besar para UKM 
beranggapan bahwa Lembaga Keuangan Syariah tidak ada bedanya dengan 
Lembaga Keuangan Konvensional karena penetapan margin di pembiayaan 
syariah sama halnya seperti bunga  di pembiayaan konvensional yang hanya 
membedakan dalam penyebutannya saja. Dengan demikian, berdasarkan dari 
beberapa sebab yang telah disebutkan diatas menunjukkan bahwa masih banyak 
masyarakat khususnya pedagang yang masih belum mengetahui atau memahami 
tentang keharaman riba dan akibat yang akan didapatkannya, sehingga mereka 
lebih memilih untuk bertransaksi dengan bank-bank ribawi dibandingkan 



 
 

8 
 

memilih bertransaksi di lembaga keuangan syariah. 
 
SIMPULAN 

Dari hasil penelitian ini terdapat dua kesimpulan, pertama menunjukkan 
bahwa hanya ada satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap preferensi 
Usaha Kecil Mikro (UKM) di Pasar Baru Cikarang dalam memilih akses 
pembiayaan yaitu Faktor Produk yang meliputi: bunga/margin/bagihasil yang 
rendah, produk yang beragam, plafond yang sesuai dengan kebutuhan, dan 
terdapatnya bimbingan untuk pengembangan usaha. Hal tersebut dilihat dari hasil 
Uji Wald pada Regresi Logistik yang menunjukan bahwa hanya ada satu variabel 
yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu variabel Produk 
dengan koefisien variabel X2  (PROD) signifikan pada probabilitas 0,000 < α = 0,05. 
Kedua, menunjukkan bahwa dari 100 responden, terdapat 37% yang pernah 
memilih akses pembiayaan di Lembaga Keuangan Syariah dan 63% yang pernah 
memilih akses pembiayaan di Lembaga Keuangan Konvensional. Dari hasil 
tersebut, dapat disimpulkan bahwa Usaha Kecil Mikro (UKM) di Pasar Baru 
Cikarang lebih berminat atau cenderung memilih akses pembiayaan di Lembaga 
Keuangan Konvensional. 

Berdasarkan persamaan regresi logistik di atas, dapat dilihat bahwa 
variabel LAY, AGAMA1, AGAMA2, DIDIK1, DIDIK2, DIDIK3, dan DIDIK4 tidak 
mempunyai pengaruh yang  signifikan terhadap preferensi UKM di Pasar Baru 
Cikarang  dalam memilih akses pembiayaan. Koefisien regresi PROD sebesar 1,398 
dan bernilai positif menunjukkan bahwa variabel PROD berpengaruh positif 
terhadap preferensi UKM dalam memilih akses pembiayaan baik di lembaga 
keuangan syariah maupun konvensional, artinya jika variabel lain dianggap 
konstan, maka setiap unit perubahan variabel PROD kemungkinan preferensi 
UKM dalam memilih akses pembiayaan di lembaga keuangan konvensional adalah 
4,049 kali lebih tinggi daripada preferensi UKM dalam memilih akses pembiayaan 
di lembaga keuangan syariah 
 
PUSTAKA ACUAN 
Al Arif, M. N. R. 2011. Dasar-dasar Ekonomi Islam. Surakarta: Era Intermedia. 
Amalia, Euis. 2009. Keadilan Distributif dalam Ekonomi Islam Penguatan Peran LKM 

dan UKM di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.  
Boediono dan Wayan Koster. 2008. Teori dan Aplikasi Statistika dan Probabilitas. 

Bandung: PT Remaja Rosdakarya.  
Gujarati, D. N. 2006. Dasar-dasar Ekonometrika. Ed.Ketiga, Jilid1. Jakarta: Erlangga. 
Hadi, Sutrisno. 2004. Metodologi Research. Jilid 1, Ed.Kedua.Yogyakarta: Andi Offset  
Husnayain, Ihdal. 2007. “Analisis Ekonomi Kejahatan Properti di Indonesia Tahun 

2005.”Skripsi S1 Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia 
Kotler, Philip. 2000. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Prehalindo 
Lichtenstein, S dan P. Slovic. 2006. The Construction of Preference. New York: Cambridge 

University Press. 
Nachrowi, N. D. dan H. Usman. 2008. Penggunaan Teknik Ekonometri: Pendekatan 

Populer dan Praktis Dilengkapi Teknik Analisis dan Pengolahan Data dengan 
Menggunakan Paket Program SPSS. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 

Rochaety,  Ety,  dkk. 2007. Metode Penelitian  Bisnis: Dengan  Aplikasi  SPSS. 



 
 

9 
 

Jakarta:  Mitra Wacana Media, 2007. 
Schiffman, Leon dan Leslie Lazar Kanuk. 2008. Prilaku Konsumen, Ed. Ke-7. Jakarta: PT 

INDEKS 
Shobah, M. N. 2009. “Analisis Rasio CAMEL Dengan Metode Regresi Logistik Pada 

Bank Devisa dan Bank Non Devisa”. Skripsi S1 Fakultas Ilmu Ekonomi dan 
Sosial, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.  

Trihendradi, C. 2007. Kupas Tuntas Analisis Regresi. Yogyakarta: Penerbit Andi.  
Winarno,W.W. 2011. Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eviews Ed. 

Ketiga. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan STIM YKPN 
Wijaya, Tony. 2009. Analisis Data Menggunakan SPSS. Yogyakarta: Universitas 

AtmaJaya Yogyakarta 
 


