









































 

70 

 

EFEKTIVITAS LAYANAN WEEKEND BANKING  
(STUDI BANK MUAMALAT KCP PONDOK INDAH MALL) 

 
Rifa Farhah1 

 
  
Abstract. The Effectiveness of Weekend Banking Services (Study at BMI KCP PIM). 
The aim of this research is to analyze the effectiveness of weekend banking services at 
Bank Muamalat Indonesia. The method that used in this research is linier regression and. 
The result shown that the value of adjusted R-squared was 0.313409. It means that 
customer’s preference (dependent variable) was influenced by location, brand image, 
and, product and services in the amount of 31.34% and the others 68.66% was 
influenced by the others factor. From the paired sample t-test  shown that the weekend 
banking services still not effective to increase the third party funds. 
Keywords: Effectiveness, weekend banking, linier regression, paired sample t-test 
 
Abstrak. E fe k ti vi t a s  L a y a n an  W e ek e n d  B a n k i n g  ( S t u d i  B M I  K C P  P I M ) .  
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas layanan layanan akhir 
pekan (weekend banking) di Bank Muamalat Indonesia. Metode analisis yang digunakan 
yaitu dengan analisis regresi linear berganda dan uji beda (paired-sample t-test). Dari 
hasil model regresi dapat dilihat nilai Adjusted R-squared sebesar 0.313409. Ini 
menunjukkan bahwa variabel dependen (preferensi nasabah) dipengaruhi oleh 
variabel-variabel independen (faktor lokasi, nama baik perusahaan serta produk dan 
layanan) sebesar 31.34% sisanya 68.66% dipengaruhi oleh variabel lain. Berdasarkan  
hasil  statistik  uji  t parsial,  keberadaan  layanan weekend banking masih belum 
terlihat efektif dalam meningkatkan dana pihak ketiga.  
Kata    Kunci:    Efektivitas, weekend    banking,  regresi berganda, uji t parsial 
 
 

                                                           
1 Naskahditerima 20 Oktober 2013, Direvisi 15 Nopember 2013, disetujui 24 Nopember 2013 
Bank Jabar Banten Syariah, Jl. HOS Cokroaminoto, no. 62 D, Tangerang Ciledung. Email: 
rifafarhah@yahoo.com 



 

71 

 

PENDAHULUAN 
Di tengah pesatnya persaingan dunia perbankan nasional yang 

menerapkan sistem bunga, perbankan syariah yang menerapkan sistem 
ekonomi Islam saat ini mampu bersaing dan kini mencapai perkembangan yang 
signifikan. Sejak diberlakukannya  Undang-Undang  No. 10  Tahun  1998  
tentang  Perbankan (Antonio, 2001), kesempatan bagi pengembangan 
perbankan syariah pun lebih luas. Kemunculan perbankan syariah semakin 
menguat ketika terjadi krisis ekonomi yang membuat bank-bank konvensional 
mengalami keterpurukan sementara perbankan syariah tetap bertahan. Saat ini 
dunia perbankan menghadapi era persaingan yang sehat dan   saling   
menonjolkan   keunggulan   yang   dimiliki   untuk   menarik   hati masyarakat 
Indonesia agar menjadi nasabahnya. 

Banyak   faktor   yang   mempengaruhi   mengapa   produk   dan   layanan 
perbankan syariah saat ini bermacam-macam, salah satunya dengan tujuan 
memudahkan  nasabah  untuk  lebih  praktis  dan  menggunakan  efisiensi  
waktu yang mereka miliki. Perkembangan teknologi dan informasi yang 
sangat pesat telah membawa banyak perubahan terhadap pola kehidupan 
sebagian besar masyarakat  Indonesia.  Di  kehidupan  saat  ini  kesibukan  
yang  sangat  padat memaksa masyarakat menghabiskan waktunya sepanjang 
hari untuk bekerja. 

Terlebih lagi untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Mereka 
menghabiskan separuh waktu mereka hanya untuk pekerjaan, bahkan 
terkadang waktu 24 jam dalam  sehari  masih  tidak  cukup  untuk  mereka.  
Tingkat  kesibukan  yang berbeda-beda pada setiap orang memaksa perbankan 
melihat ini sebagai peluang yang harus dimanfaatkan dengan menciptakan 
layanan perbankan yang menyediakan waktu yang lebih lama untuk 
nasabahnya. Membuka layanan perbankan  sampai  malam  hari  dan  saat  akhir  
pekan  merupakan  salah  satu strategi  yang dilakukan  bank  untuk  
memanjakan  nasabahnya.  Sudah  banyak bank yang mulai memberlakukan 
layanan ini yaitu bank konvensional seperti Bank  Mandiri,  Bank  BCA,  
Citibank,  dan  Bank  BNI.  Bank  konvensional memang lebih cepat dan 
tanggap dalam menerapkan strategi dan membaca peluang, terbukti mereka 
lebih dahulu membuka layanan perbankan di malam hari (night banking) dan 
akhir pekan (weekend banking). 

Layanan akhir pekan yang lebih dulu dipraktikan oleh bank 
konvensional berhasil, terbukti berdasarkan pengamatan salah satu media cetak 
di Jakarta satu tahun terakhir menunjukkan bahwa kantor layanan (KL) 
perbankan yang beroperasi di akhir pekan terlihat banyak didatangi nasabah. Di 



 

72 

 

Grand Indonesia (GI) Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, KL BNI yang terletak 
di East Mall GI terlihat sibuk, bahkan di Mal Pondok Indah Jakarta Selatan 
antrean untuk mendapatkan layanan bisa mencapai ratusan orang. Setiap KL 
selalu siap melayani transaksi kas seperti setor, tarik tunai, pembukaan 
rekening dan titipan kliring.   Tidak mau kalah dengan bank konvensional, Bank 
Muamalat Indonesia sebagai bank pertama yang menerapkan prinsip syariah 
mencoba menggunakan layanan night banking dan weekend banking sebagai 
potensi untuk mengembangkan bisnis. Mereka melihat peluang bahwa saat ini 
masyarakat Indonesia tidak sedikit yang menaruh kepercayaan kepada bank 
syariah, maka Bank Muamalat langsung menerapkan layanan night dan 
weekend banking dan baru membukanya di kantor cabang pembantu di Jakarta 
dan Palembang. Mengambil tempat umum sebagai objek yang dituju seperti 
Rumah Sakit dan pusat perbelanjaan, Bank Muamalat melihat peluang yang 
ada dari aktivitas masyarakat ke lokasi tersebut. Pusat perbelanjaan memang 
lokasi yang tepat dan Rumah Sakit yang selalu ada selama 24 jam sehingga Bank 
Muamalat memilih kedua lokasi ini sebagai potensi untuk mengembangkan 
bisnis. Layanan night banking dan weekend banking ini baru diberlakukan bulan 
November 2011 di salah satu pusat perbelanjaan  yang terkenal di Jakarta 
Selatan  yaitu Pondok Indah Mall dan sekitar salah satu rumah sakit di 
Palembang. 

Namun, menurut data yang ada dan pengamatan langsung yang dilihat 
ternyata   layanan   night   banking   dan   weekend   banking   ini   masih   perlu 
beradaptasi.  Ini  dilihat  dari  masih  sedikitnya  nasabah  yang  datang  ke  Bank 
Muamalat untuk menggunakan layanan night banking dan weekend banking. 
Jika   dilihat perbandingan jumlah nasabah yang menggunakan layanan saat 
work days dan weekend  sedikit  sekali  nasabah  datang  di  saat  weekend  
bahkan  kurang  dari setengahnya dari jumlah nasabah di waktu work days. 
TINJAUAN PUSTAKA 

Manajemen yang baik adalah manajemen yang bisa menyeimbangkan 
pekerjaan agar tidak hanya berjalan efektif tetapi juga efisien. Tujuan utama 
manajemen adalah pengelolaan secara sehat untuk mendapatkan efisiensi 
setinggi-tingginya dengan pengorbanan seminimal mungkin. Oleh karena itu, 
permasalahan efisiensi dan usaha mencapainya menempati posisi sentral dalam 
ilmu manajemen. Masalah efisiensi berkaitan dengan masalah pengendalian 
biaya. Efisiensi yang diuraikan disini adalah perbandingan positif antara hasil 
yang dicapai dengan masukan yang digunakan, artinya, kemampuan 
menghasilkan output yang maksimal dengan input yang ada merupakan ukuran 
kinerja yang diharapkan. Sebuah bank dituntut untuk memperhatikan masalah 



 

73 

 

efisiensi karena meningkatnya persaingan bisnis dan standar hidup konsumen. 
Efektivitas berarti melakukan pekerjaan yang benar (doing the rights 

things) sedangkan efisiensi berarti melakukan sesuatu dengan benar (doing the 
rights). Efektivitas dan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau 
peralatan  yang  tepat  untuk  pencapaian  tujuan. Beberapa kriteria dapat 
digunakan untuk menilai efektivitas perencanaan, yaitu   mencakup   kegunaan,   
ketepatan,   dan   obyektivitas,   ruang   lingkup, efektivitas biaya, akuntabilitas, 
dan ketepatan waktu.   Kegunaan, agar berguna bagi manajemen dalam 
pelaksanaan fungsi-fungsinya yang lain, suatu rencana harus fleksibel, stabil, 
berkesinambungan, dan sederhana. Hal ini memerlukan analisa, peramalan, 
pengembangan rencana dengan mempertimbangkan segala sesuatu dan 
pembuatan perencanaan sebagai proses yang berkesinambungan. 

Tujuan utama dalam manajemen adalah pengelolaan secara sehat untuk 
mendapatkan pencapaian sesuatu dengan efektif dan efisien. Efektivitas 
merupakan suatu besaran atau angka untuk menunjukkan sampai seberapa 
jauh sasaran (target) tercapai. Efisiensi adalah perbandingan yang positif antara 
hasil yang dicapai dengan masukan yang dipergunakan. Efisiensi dalam 
penyelenggaraan kegiatan apabila hasil kerja yang diperoleh lebih besar dari 
pengorbanan yang diberikan dalam bentuk penggunaan sumber daya dan dana 
termasuk sumber daya insani. 

Suatu pekerjaan dapat dilaksanakan secara tepat, efektif, dan efisien 
apabila pekerjaan itu tepat sesuai  dengan  yang  telah  direncanakan  diawal.  
Pencapaian  hasil  akhir  yang sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan 
dan ukuran maupun standar yang baik mencerminkan suatu perusahaan telah 
mencapai efektivitasnya. Oleh karena  itu,  efektivitas  dan  efisiensi  saling  
terkait  satu  sama  lain,  suatu perusahaan terutama perbankan syariah 
tidak hanya dituntut untuk mengejar tujuan saja, tetapi bagaimana tujuan itu 
bisa tercapai dengan cara yang baik dan sesuai dengan syariah. 

Beberapa kriteria dapat digunakan untuk menilai efektivitas 
perencanaan, yaitu   mencakup   kegunaan,   ketepatan,   dan   obyektivitas,   
ruang   lingkup, efektivitas biaya, akuntabilitas, dan ketepatan waktu 
(Handoko, 1998).   Kegunaan, agar berguna bagi manajemen dalam pelaksanaan 
fungsi-fungsinya yang lain, suatu rencana harus fleksibel, stabil, 
berkesinambungan, dan sederhana. Hal ini memerlukan analisa, peramalan, 
pengembangan rencana dengan mempertimbangkan segala sesuatu dan 
pembuatan perencanaan sebagai proses yang berkesinambungan. 
 
 



 

74 

 

METODE 
Menurut pendekatannya, penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif 

dan kualitatif. Penelitian kuantitatif yaitu suatu pendekatan penelitian yang 
bersifat obyektif,  mencakup  pengumpulan  dan  analisis  data  kuantitatif  serta 
menggunakan metode pengujian statistik (Hermawan, 2003).  Sedangkan 
penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif 
mengenai kata-kata lisan maupun tertulis, dan tingkah laku yang dapat diamati 
dari orang-orang yang diteliti (Suyanto, 2005) 

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 
teknik Non Probability Sampling, yaitu mengambil sampel yang tidak memberi 
peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi 
untuk   dipilih   menjadi   sampel.   Metode   Non   Probability   Sampling   yang 
digunakan adalah metode accidental sampling, yaitu semua nasabah Bank 
Muamalat  yang  datang  mempunyai  kesempatan  yang  sama  untuk  dijadikan 
sampel  dengan kriteria nasabah yang datang ke bank di akhir pekan (weekend). 
Populasi yang didapat dari Bulan Desember 2011 - Maret 2012 sebanyak 
1127 nasabah. Sehingga berdasarkan perhitungan jumlah sampel ialah sebanyak 
90 orang. 

Teknik analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah regresi 
linier berganda. Adapun bentuk persamaan regresi linear yang akan dibentuk 
adalah: 

Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 
Keterangan: 
 Y  : variabel terikat (preferensi nasabah) 
 X1 : variabel bebas (faktor lokasi bank) 
 X2: variabel bebas (faktor nama baik perusahaan) 
         X3 : variabel bebas (faktor produk dan layanan) 
 

Selain itu, dalam penelitian ini juga menggunakan uji t-parsial (uji beda). 
Uji ini digunakan untuk menbandingkan mean dari satu sampel yang berpasangan 
(Winarno, 2009).    Analisis  uji  t   yang  digunakan  dalam  penelitian  ini 
menggunakan uji beda sampel berpasangan (paired sample test).  
PEMBAHASAN  

Layanan weekend banking (akhir pekan) adalah layanan perbankan yang 
beroperasi di saat weekend yaitu hari Sabtu dan Minggu dari pukul 10.00 - 16.00 
WIB.  Proses  membuka  layanan  ini  tidak  terlepas  dari  managemen  Bank 
Muamalat,   yaitu   BOD   (Board   Of   Directur)   yang   mempunyai   keinginan 
membuka bank di dalam mall. Dari kantor pusat mereka mencari space, mencari 
lokasi, sampai melakukan tender untuk renovasi, kira-kira 80% sudah kelola oleh 



 

75 

 

kantor pusat dan didapatkan tempat yang tepat yaitu di dalam Mall Pondok Indah. 
Setelah itu baru diserahkan ke Cabang Fatmawati karena lokasi Pondok Indah 
dekat dengan Fatmawati sehingga Cabang Fatmawati yang mengkoordinir. Bank 
Indonesia memberikan lampu hijau kepada Bank Muamalat untuk mendirikan 
kantor cabang ini pada tanggal 20 Oktober 2011 lalu memberi waktu 30 hari 
untuk membuka sampai resmi dibuka pada tanggal 11 November 2011. 

Perkembangan jumlah nasabah yang datang menunjukkan sudah banyak 
nasabah yang mengetahui bahwa Bank Muamalat membuka layanan perbankan 
di akhir pekan. Sosialisasi dan informasi pun banyak dilakukan oleh pihak Bank 
Muamalat baik dari internet, memasang iklan di harian ibukota dan langsung dari 
pihak  karyawan  bank  melalui  SalaMuamalat.  Layanan  weekend  banking  ini 
untuk bank syariah baru Bank Muamalat yang membuka layanan ini. 

Sejak dibukanya layanan weekend banking ini jam kerja karyawan bank 
akan berbeda seperti biasanya karena hari Sabtu dan Minggu harusnya waktu 
untuk libur mereka. Disini Bank Muamalat sudah memperkirakan dan mengatur 
dari managemen karyawan, pada saat weekend karyawan di atur bergantian 
masuk. Cara mengaturnya karena Bank Muamalat Cabang Fatmawati memiliki 10 
capem dan 8 kantor kas, sehingga karyawan di ambil dari cabang lain sebagai teller 
dan customer service. Pengaturan pembagian jadwal karyawan yang masuk di hari 
Sabtu dan Minggu diatur oleh bagian personalia di Cabang Fatmawati. Untuk 
karyawan tetap Bank Muamalat apabila masuk di saat weekend diberi insentif 
dengan hitungan lembur, sementara untuk karyawan outsorsing yang masuk kerja 
di saat weekend dihitung dengan tambahan bonus. 

Layanan weekend banking ini merupakan layanan baru di Bank 
Muamalat dan hanya ada di Pondok Indah Mall. Nasabah yang datang ke bank di 
saaat weekend mendapatkan informasi dari beberapa sumber seperti dari 
iklan/internet, orang  lain/teman/kerabat,  dari  karyawan  Bank  Muamalat,  atau  
bahkan  tahu sendiri ketika sedang jalan-jalan ke mall. Nasabah mengaku lebih 
banyak mendapat informasi dari karyawan Bank Muamalat melalui SalaMuamalat 
yang online selama 24 jam dengan persentase sebanyak 35.8%. Sisanya 29.9% 
tahu sendiri, 22.4% dari orang lain/teman/kerabat dan 11.9% melihat 
iklan/internet. Ini  dapat  disimpulkan  bahwa  cara  pihak  Bank  Muamalat  
memperkenalkan adanya layanan weekend banking ini tidak hanya dari internet 
atau iklan tetapi juga dari karyawannya langsung. 

Nasabah  datang ke bank  di  hari  Sabtu  dan  Minggu  (weekend) memiliki 
alasan yang bermacam-macam. Sebagian dari jumlah sampel sebanyak 56.7% 
responden   memilih  alasan  karena  kesibukan  jam  kerja  yang  padat yang 
mayoritas juga nasabah yang berprofesi sebagai karyawan swasta sehingga tidak 



 

76 

 

sempat ke bank di hari biasa (weekdays). Sebanyak 17.9% responden ada juga 
yang memiliki alasan karena keadaan darurat sehingga mau tidak mau harus  ke  
Bank  Muamalat  yang  hanya  ada  di  Pondok  Indah  Mall.  Sisanya beralasan ke 
bank sekaligus untuk jalan-jalan ke mall (14.9%) dan ada kesibukan lain di saat 
weekdays (9%). 

Berdasarkan hasil pengolahan data, rata-rata nasabah yang datang ke 
bank melakukan transaksi perbankan hampir 74.6% yaitu melakukan setoran 
ataupun penarikan tabungan/giro/deposito. Sebanyak 14.9% melakukan transfer 
uang dan lainnya 14.9% melakukan pembukaan rekening, mengganti kartu ATM, 
keluhan ke  costomer  service,  atau  hanya  sekedar  konsultasi  keuangan 

Berdasarkan analisis regresi yang dilakukan menunjukkan persamaan 
sebagai berikut: 
 Y = 10.31916 + 0.346467 X1 + 0.360484 X2 + 0.227788 X3 

 
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel faktor 

lokasi bank  berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi nasabah  
datang  ke  bank.  Pada  tabel  4.6  dilihat  tingkat  probabilitasnya sebesar 0.0689, 
nilainya di atas dari tingkat signifikansi 10%. Sedangkan nilai koefisien regresi 
lokasi dapat dilihat sebesar 0.346, yang artinya setiap penambahan satu satuan 
variabel lokasi maka besarnya variabel preferensi nasabah juga bertambah sebesar 
0.346. Hal ini menunjukkan bahwa preferensi nasabah untuk datang ke bank 
melihat dari lokasi bank apakah cukup strategis untuk dijangkau, dan dari hasil 
penelitian memang daerah Pondok Indah termasuk daerah yang strategis. 

Hal  ini  sesuai  dengan  penelitian  yang  dilakukan  oleh  Corina 
Khoirunnisa (2012) mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi dan 
keputusan nasabah terhadap produk tabungan haji (studi pada Bank Syariah  
Mandiri), bahwa faktor  lokasi  juga berpengaruh positif terhadap preferensi 
nasabah. 

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel faktor 
nama baik perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi  
nasabah  datang  ke  bank.  Dilihat  di  tabel  4.6  tingkat probabilitasnya sebesar 
0.0569, yang artinya signifikan di atas 10%. Sedangkan nilai koefisien regresi 
(profesionalisme) dapat dilihat sebesar 0.360, yang artinya setiap penambahan 
satu satuan variabel profesionalisme maka besarnya variabel preferensi nasabah 
juga bertambah sebesar 0.360. Hal ini menunjukkan bahwa preferensi nasabah 
untuk datang ke bank di akhir pekan berpengaruh karena nasabah sudah 
percaya dengan perusahaannya yaitu Bank Muamalat Indonesia dan bisa dikatakan 
sudah profesional dalam hal yang berhubungan dengan transaksi perbankan 
sehingga memiliki banyak nasabah. 

Hal  ini  sesuai  dengan  penelitian  yang  dilakukan  oleh  Corina 
Khoirunnisa (2012) mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi dan 
keputusan nasabah terhadap produk tabungan haji (studi pada Bank Syariah 



 

77 

 

Mandiri), bahwa faktor kualitas manajemen perusahaan (profesionalisme) juga 
berpengaruh positif terhadap preferensi nasabah 

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel faktor 
produk  dan  layanan  (X3)  tidak  berpengaruh  secara  signifikan  terhadap 
preferensi nasabah datang ke bank. Pada tabel 4.6 bisa dilihat nilai probabilitasnya 
yang lebih besar dari tingkat signifikansi 10% dengan nilai 0.4722. Sedangkan 
nilai koefisien regresi (produk dan layanan) dapat dilihat sebesar -0.227, yang 
artinya setiap penambahan satu satuan variabel produk dan layanan maka 
besarnya variabel preferensi nasabah berkurang -0.227. Hal ini menunjukkan 
bahwa preferensi nasabah untuk datang ke bank bukan karena faktor produk dan 
layanan Bank Muamalat yang mempengaruhi. Hal ini dikarenakan karena produk 
dan layanan antara weekday dan weekend sama  saja  tidak  ada  yang  berbeda,  
maka  dari  itu  tidak  berpengaruh signifikan. 

Hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Corina 
Khoirunnisa (2012) mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi dan 
keputusan nasabah terhadap produk tabungan haji (studi pada Bank Syariah 
Mandiri), bahwa faktor produk juga berpengaruh positif terhadap preferensi 
nasabah 

Dari hasil model regresi dapat dilihat nilai Adjusted R-squared sebesar 
0.313409. Ini menunjukkan bahwa pengaruh variabel dependen (preferensi 
nasabah) terhadap variabel-variabel independen (faktor lokasi, nama baik 
perusahaan dan produk dan layanan) sebesar 31.34%. Semakin mendekati 
100% model ini akan semakin baik. Dalam contoh ini, berarti masih ada banyak 
faktor-faktor lain yang mempengaruhi nasabah datang ke bank di akhir pekan 
(weekend)  yang  belum  dimasukkan  ke  dalam  model  regresi,  yaitu  sebesar 
68.66%.  

Variabel yang digunakan adalah jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Cabang 
Fatmawati sebelum dan sesudah adanya cabang pembantu Pondok Indah Mall 
yang khusus dibuka untuk layanan weekend banking. Data selanjutnya diuji dengan 
alat analisis uji beda (paired sample t-test). Berdasarkan tabel paired sample 
statistic menunjukkan ringkasan perbandingan  statistik  pada  setiap  kelompok  
sampel.  Tampak  bahwa  jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun 2011 memiliki 
mean 343.857 dengan rata-rata standar deviasi 87.617404 dan rata-rata standar 
error 33.116266016. Sedangkan untuk jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun 
2012 memiliki mean 319.142 dengan  rata-rata  standar  deviasi  35.992724132  
dan  rata-rata  standar  error 13.603971009. Hal ini berarti bahwa tidak ada 
tingkat kenaikan jumlah DPK di tahun 2011 dan tahun 2012, dan artinya adanya 
layanan weekend banking ini belum berdampak pada peningkatan jumlah DPK 
Cabang Fatmawati. 

Selanjutnya berdasarkan tabel  paired samples correlations, tampak bahwa 
hasil korelasi antara jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) sebelum dan sesudah 



 

78 

 

adanya layanan weekend banking sebesar -0.190 dengan tingkat signifikansi 0.684 
yang artinya tingkat hubungannya sangat lemah dan jauh lebih besar dari taraf 
nyata = 5% (0.05). Hal ini berarti bahwa berdasarkan statistik perkembangan 
jumlah DPK  sebelum  dan  sesudah  adanya  layanan  weekend  banking  masih  
belum terlihat dikarenakan datanya masih sedikit dan memang target DPK Capem 
PIM selama satu tahun sebesar Rp. 200 miliar belum tercapai, baru terpenuhi 50% . 

Berdasarkan hasil statistik memang dilihat dari efektivitas layanan weekend 
banking  masih  belum  terlihat.  Hal  ini  disebabkan  karena  layanan  weekend 
banking baru satu tahun beroperasi sehingga tingkat efektivitas layanan ini belum 
terlihat secara signifikan. Tetapi dari data penelitian tiap bulannya terlihat 
menunjukkan perkembangan yang positif. Ini dapat dilihat dari data laporan 
perkembangan aset bank, dana pihak ketiga dan pembiayaan serta data nasabah 
yang datang ke Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Pondok Indah Mall. 
Mungkin  seiring  berjalannya  waktu  layanan  ini  akan  menunjukkan 
perkembangan yang signifikan dan menambah asset Bank Muamalat Indonesia. 

Uji parsial atau uji statistik-t memperlihatkan bahwa faktor-faktor yang 
mempengaruhi persepsi nasabah memilih datang ke Bank Muamalat Pondok Indah 
Mall secara signifikan pada taraf nyata 10% yaitu dari faktor lokasi dan nama baik 
perusahaan (profesionalisme). Sedangkan faktor produk dan layanan tidak 
mempengaruhi preferensi nasabah datang ke bank karena hasil yang didapat tidak 
signifikan lebih besar dari taraf nyata sebesar 10%. 

Analisis hasil estimasi persamaan regresi dapat disimpulkan bahwa 
persepsi nasabah datang ke Bank Muamalat di akhir pekan (weekend)  
dipengaruhi  karena  kebutuhan  nasabah  Bank  Muamalat  sehingga harus datang 
ke bank di hari libur Sabtu dan Minggu. Banyaknya nasabah yang datang ke bank 
tidak terlepas dari pengaruh bahwa Bank Muamalat sebagai lembaga terpercaya 
yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan dan menyalurkan dana nasabah 
yang memiliki kelebihan dan kekurangan dana. Ini menunjukkan bahwa Bank 
Muamalat masih dipercaya oleh nasabahnya dalam melakukan  transaksi  
perbankan  yang  berdasarkan  prinsip  syariah.  Nasabah datang ke Bank 
Muamalat di hari Sabtu ataupun Minggu karena mayoritas berprofesi sebagai 
karyawan/karyawati swasta yang sibuk bekerja sehingga tidak memiliki banyak 
waktu di hari biasa (weekdays). Faktor lokasi juga merupakan salah  satu  dari  
ketiga  faktor  yang  berpengaruh  terhadap  preferensi  nasabah datang ke bank, 
ini menunjukkan Bank Muamalat cukup baik mencari tempat strategis dalam 
membuka cabang baru. 

Efektivitas menurut teori memiliki arti kata efektif yang berarti tepat guna, 
berhasil guna usaha tindakannya atau tepat sasaran. Dalam arti yang lebih mudah 



 

79 

 

dipahami bahwa dikatakan efektif apabila suatu pekerjaan dapat dilaksanakan 
secara tepat, efektif, dan efisien tepat sesuai dengan yang telah direncanakan 
diawal. Pencapaian hasil akhir yang sesuai dengan target waktu yang telah 
ditetapkan   dan   ukuran   maupun   standar   yang   baik   mencerminkan   suatu 
perusahaan telah mencapai efektivitasnya. Tujuan Bank Muamalat membuka 
layanan weekend banking ini tidak hanya untuk menambah jaringan, tetapi juga 
untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang tidak memiliki waktu yang banyak di 
hari biasa (weekdays). 

Seperti di bank konvensional yang sudah terlebih dulu menerapkan layanan 
weekend banking, bank syariah harus belajar dari bank konvensional bagaimana 
agar  layanan  ini  berjalan  sukses  seperti  menambah  atau  memberi  variasi 
produk-produk yang dimiliki bank syariah khususnya disini Bank Muamalat agar 
nasabahnya semakin bertambah. 

 
SIMPULAN 

Dari hasil analisis pengujian variabel faktor-faktor yang mempengaruhi 
nasabah datang ke Bank Muamalat di akhir pekan (weekend) yaitu faktor lokasi  
bank,  nama  baik  perusahaan  (profesionalisme)  dan  produk  dan layanan 
bank yang paling mempengaruhi dari ketiga faktor ini adalah dari faktor lokasi 
bank dan nama baik perusahaan (profesionalisme). Ini dapat dilihat dari nilai χ1 
dan χ2 yang memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0.346 dan 0.360 dan nilai 
probabilitas sebesar 0.0689 dan 0.0569, yang artinya  variabel  berpengaruh  
positif  dan  signifikan  dari  taraf  nyata  (α) sebesar  10%.  Nilai  koefisien  
determinasi  Adjusted  R-squared  sebesar 0.313409 yang artinya adalah bahwa 
hanya sebesar 31.34% pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel 
dependennya, sisanya lagi sebesar 68.66% dipengaruhi oleh variabel lain yang 
tidak dijelaskan pada model regresi. 

Berdasarkan  hasil  statistik  uji  beda  (paired  sample  t-test)  
menunjukkan bahwa dari nilai korelasi sebesar -0.190 dengan tingkat signifikan 
sebesar 0.648 lebih besar dari taraf nyata α = 5% yang berarti hubungannya 
masih sangat lemah. Hal ini berarti efektivitas layanan weekend banking dilihat dari 
jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) sebelum dan sesudah adanya layanan weekend  
banking  untuk  sementara  masih  belum  efektif.  Untuk  DPK  di kantor Pondok 
Indah Mall 1 ditargetkan memang selama satu tahun sebesar Rp. 200 miliar, namun 
sampai dengan saat ini baru terpenuhi 50%. Ini dikarenakan bahwa layanan ini 
baru berjalan selama satu tahun sehingga tingkat efektivitas layanan ini masih 
belum terlihat secara signifikan. Seiring berjalannya waktu layanan weekend 
banking akan berjalan efektif karena nasabah memberikan tanggapan yang positif 



 

80 

 

atas keberadaan layanan ini. 
Kelebihan layanan weekend banking dibandingkan dengan layanan-

layanan lain yang sebelumnya sudah ada di Bank Muamalat adalah layanan ini 
melayani nasabahnya tidak hanya di hari biasa (weekday) tetapi juga di hari libur 
Sabtu dan Minggu (weekend). Di samping lokasi bank berada di tempat yang 
strategis nasabah yang datang ke bank juga bisa coffee break membuat teh atau 
kopi sendiri (self service) dan tersedia snack-snack kecil. Komputer juga disediakan 
untuk nasabah jika ingin mengakses internet dan wifi. Kekurangannya hanya baru 
ada satu tempat yang membuka layanan weekend banking di Jakarta, jadi nasabah 
tidak memiliki pilihan tempat lain, selain itu juga secara keseluruhan nasabah Bank 
Muamalat belum banyak yang tahu adanya layanan ini. 

 
PUSTAKA ACUAN 
Al Arif, M. N. R. 2010. Dasar-dasar Pemasaran Bank Syariah. Bandung: Alfabeta 
Antonio,  M.  Syafi’i. 2001. Bank  Syariah  Dari  Teori  ke  Praktik. Jakarta:  Gema 

Insani Press 
Arifin,  Zainul. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah. Jakarta: Pustaka 

Alvabeta 
Bungin, Burhan. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: RajaGrafindo 

Persada 
-----------------------. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan 

Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana 
Nachrowi, N.Djalal dan Hardius Usman. 2002. Penggunaan Teknik Ekonometri. 

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 
Efendy, Mochtar. 1986. Manajemen Suatu Pengantar Berdasarkan Ajaran Islam. 

Jakarta: BhrataraKarya Aksara 
Ghozali,  Imam. 2011. Aplikasi  Multivariate  Dengan  Program  IBM  SPSS  19. 

Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro 
Gujarati, D. N. 2006. Dasar-Dasar Ekonometrika Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta: 

Erlangga 
Gunara,  Thorik  dan  Utus  Hardiono  Sudibyo. 2007. Marketing  Muhammad.  

Bandung: Madani A Prima 
Hafidhuddin, Didin dan Hendri Tanjung. 2003. Manajemen Syariah dalam Praktik. 

Jakarta: Gema Insani Press 
Handoko, T. Hani. 1998. Manajemen. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta 
Hermawan, Asep. 2003.  Pedoman  Praktis  Metodologi  Penelitian  Bisnis.  Jakarta:  

LPFE Trisakti 
Supranto, J. 2005. Ekonometrik Buku ke Satu. Bogor: Ghalia Indonesia 
Kuncoro,  Mudrajad. 2009. Metode  Riset  Untuk  Bisnis  & Ekonomi  Edisi  3.  

Jogjakarta: Erlangga 
 
 



 

81 

 

Nasarudin,   Indoyama,  dkk. 2008. "Analisis  Pengaruh  Kualitas  Pelayanan  
terhadap Kepuasan Pelanggan Di Bank Muamalat Indonesia". Jurnal 
Etikonomi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Vol.7, Desember 2008, 189-205. 

Nisfiannoor, Muhammad. 2009. Pendekatan Statistik Modern Untuk Ilmu Sosial. 
Jakarta: Salemba Humanika.  

Sekaran, Uma. 2007. Research Methods For Business Metodologi Penelitian Untuk 
Bisnis. Jakarta: Salemba Empat. 

Sugiyono. 2007. Buku  Statistik  Nonparametris  Untuk  Penelitian.  Jakarta:  CV 
Alfabeta 

Tjiptono, Fandy. 1997. Strategy Pemasaran. Yogyakarta: ANDI 
Widarjono, Agus. 2009. Ekonometrika: Pengantar dan Aplikasinya (dilengkapi 

dengan aplikasi EViews). Yogyakarta: Ekonisia 
Winarno, W. W. 2009. Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eviews Edisi 

Kedua. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Managemen YKPN 
 
 


