









































 

104 
 

PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH PESERTA 
ASURANSI: STUDI DI AJB BUMIPUTERA 1912 DIVISI SYARIAH 

 
Salamudin1 

 
 
Abstract. The Influence of Promotion Cost to The Increasing of Number 
Participants: Study at AJB Bumiputera 1912 Shariah Division. The purpose of 
this study was to analyze the effect of promotion costs to increase in the number of 
insurance participants. The analysis technique used is linear regression. The results 
indicate that there are significant show promotion costs to increase in the number of 
participants who use the benefits of insurance products Iqro Partner 'of AJB 
Bumiputera 1912 Division Sharia. In promotional activities the Joint Life Insurance 
Company (AJB) Bumiputera 1912 Sharia to attract people is through media 
advertising and sales activities of the agent, of all existing forms of promotion Joint 
Life Insurance Company (AJB) prefers Sharia Bumiputera 1912 even most 
promotional activities performed by private sale (personal selling) because it is 
considered more effective way to increase the amount of insurance participants. 
Keywords: Promotion Cost, Insurance Customer, Linier Regression 

 
Abstrak. Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Peningkatan Jumlah Peserta 
Asuransi: Studi Di AJB Bumiputera 1912 Divisi Syariah. Tujuan dari penelitian 
ini ialah untuk menganalisis pengaruh biaya promosi terhadap peningkatan jumlah 
peserta asuransi. Teknik analisis yang dipergunakan ialah regresi linier. Hasil 
yang didapat menunjukkan menunjukan   bahwa terdapat pengaruh  biaya  
promosi  terhadap   peningkatan   jumlah   peserta asuransi yang menggunakan 
manfaat produk Mitra Iqro' dari AJB Bumiputera 1912 Divisi Syariah. Dalam 
kegiatan  promosi  Perusahaan  Asuransi   Jiwa  Bersama (AJB)  Bumiputera  1912 
Syariah untuk menarik minat masyarakat adalah melalui media periklanan dan 
kegiatan penjualan para agen, dari semua bentuk promosi yang ada Perusahaan 
Asuransi  Jiwa  Bersama  (AJB)  Bumiputera  1912  Syariah  lebih  mengutamakan 
bahkan   sebagian   besar   kegiatan   promosi   dilakukan   oleh   penjualan   
pribadi (personal  selling)   karena cara ini dipandang  lebih efektif   dalam 
meningkatkan jumlah peserta asuransi. 
Kata Kunci: Biaya Promosi, Peserta Asuransi, Regresi Linier 
 
 

                                                           
1 Naskah diterima: 12 Oktober 2013, direvisi: 12 Nopember 2013, disetujui: 20 Nopember 2013 
Home Credit, Graha Paramita, Jl. Denpasar Raya Blok D2, Jakarta. 
Email:salam_lagi@yahoo.com 
 



 

105 
 

PENDAHULUAN 
Asuransi syariah telah hadir di Indonesia ditandai dengan berdirinya 

Asuransi Takaful umum pada 1994.   Asuransi syariah memiliki dua jenis 
asuransi  yaitu   asuransi  jiwa syariah  dan   asuransi  umum syariah.  Kedua 
jenis  produk  asuransi  tersebut  memiliki  produk  yang  beraneka ragam. 
Dalam  pengelolaannya,   perusahaan   asuransi syariah    bertindak sebagai 
pengelola     yang  harus  bersifat  amanah  dan  cerdas  supaya  hasil  yang 
diperoleh  menguntungkan  bagi semua  pihak.  Dana  dari peserta    asuransi 
dikelola  dengan  hati-hati   dan  cermat  agar  dapat  memenuhi   kebutuhan 
asuransi sesama peserta yang mengalami musibah dan hasil investasi yang 
optimal. 

Dasar  hukum yang berkaitan dengan asuransi syariah yaitu fatwa Majelis  
Ulama  Indonesia.  Majelis  Ulama  Indonesia    telah  mengeluarkan fatwa untuk 
dijadikan pedoman umum bagi perusahaan asuransi syariah di Indonesia  yang  
tertuang  dalam  himpunan  fatwa  dewan  syariah  nasional MUI Edisi Revisi 
Tahun 2006 No. 21 /DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum asuransi 
syariah. 

Dari tahun  ke tahun   bisnis asuransi  syariah  semakin  diminati.  Sejak 
adanya     Keputusan     Menteri     Keuangan     Republik     Indonesia   Nomor 
426/KMK.06/2003 tentang perjanjian usaha dan kelembagaan perusahaan 
asuransi    dan   perusahaan   reasuransi.   Peraturan  ini  yang  dapat  dijadikan 
dasar   oleh   perusahaan      asuransi      konvensional untuk mendirikan 
perusahaan   asuransi  syariah. Sebagaimana ketentuan dalam  pasal  3 yang 
menyebutkan bahwa  "setiap  pihak dapat  melakukan  usaha  asuransi   atau 
usaha reasuransi  berdasarkan prinsip syariah" 

Dalam   perkembangannya  asuransi   syariah   menghadapi  kendala, 
seperti  banyaknya  pesaing   dari  sesama   perusahaan  asuransi  syariah   
dan bank  syariah   yang  menyediakan  produk   asuransi.   Masyarakat    
muslim sendiri     banyak   yang   belum   mengetahui  apa   itu  asuransi   
syariah   dan asuransi   syariah    belum    dianggap    menjadi    sebuah    
kebutuhan   untuk mengelola resiko  yang akan terjadi  di masa yang akan 
datang.  Hal  ini sudah menjadi  pekerjaan   rumah  dan  ini  sebagai  tantangan 
yang  harus  dihadapi dan  dipecahkan bagi  industri  asuransi  syariah  dalam  
usaha  meningkatkan pendapatan jumlah nasabah.   Para  pengusaha juga 
dituntut tidak hanya menguasai  dalam  membuat  produk  tetapi  juga  dituntut    
untuk  menyusun strategi   yang  baik untuk bisa mengomunikasikan 
produknya sehingga bisa dikenal oleh masyarakat dan bisa mencapai target 
yang direncanakan. 

Promosi adalah Salah satu cara yang dapat digunakan untuk dapat 
memperkenalkan perusahaan, produk dan jasa asuransi syariah kepada 
masyarakat umum. Dengan promosi masyarakat dapat mengetahui dan memiliki 



 

106 
 

minat untuk membeli manfaat dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan. 
Promosi adalah kegiatan yang ditujukan untuk mempengaruhi konsumen  agar  
mereka  mengenal  produk  atau  jasa  yang ditawarkan  oleh suatu perusahaan 
kepada masyarakat. 

Dalam  teorinya  pemasaran  mempunyai  empat  prinsip  dasar  yang 
dikenal  dengan  sebutan  marketing  mix  atau  4P,  yang  terdiri  dari  Price, 
product, Place, Promotion.  Salah satu strategi pemasaran yang efektif yang 
harus dijalankan oleh perusahaan asuransi adalah strategi promosi. Promosi 
adalah mengembangkan dan menyebarluaskan komunikasi persuasif berkenaan 
dengan suatu penawaran. 

Begitu pula yang dilakukan oleh Perusahaan Asuransi Jiwa Bersama 
(AJB) Bumiputera  1912 Syariah, perusahaan  harus bisa menentukan  media 
apa yang cocok dan efektif  sebagai alat untuk promosi serta dituntut harus 
cermat  dalam  menentukan  berapa  besaran  biaya  yang  harus  dikeluarkan 
untuk  promosi,  sehingga  masyarakat  tertarik  unuk  menggunakan  manfaat 
dari salah  satu  produk  perusahaan,  salah  satunya  adalah  produk  asuransi 
Mitra Iqro'. 

Berdasarkan data yang didapat dari AJB Bumiputera Syariah pada data 
biaya promosi dan jumlah nasabah terdapat sesuatu yang menarik. Pada teorinya 
jika biaya promosi  naik  maka  jumlah  nasabah  akan  naik,  dan sebaliknya 
apabila biaya promosi turun maka jumlah nasabah akan mengalami penurunan.  
Tetapi   terdapat periode dimana    biaya promosi  turun  namun jumlah  peserta  
asuransi  meningkat, atau sebaliknya. Atas  dasar  permasalahan  diatas  maka  
penulis  tertarik  untuk melakukan penelitian tentang   pengaruh biaya    
promosi   terhadap jumlah  peserta  asuransi 
TINJAUAN PUSTAKA 

Setiap   perusahaan  berusaha  mempromosikan  seluruh   produk   dan 
Jasa  yang  dimiliki   baik  langsung   maupun   tidak   langsung,   karena   tanpa 
promosi  Jangan   diharapkan    nasabah   dapat   mengenal    produk   dan  jasa 
perusahaan  tersebut.  Promosi   merupakan  arus   informasi   satu  arah   yang 
dibuat  untuk  mengarahkan seseorang atau organisasi kepada  tindakan 
yang menciptakan pertukaran  dalam  pemasaran (Swastha, 1999).  Promosi    
adalah  sarana  paling ampuh   dalam   menarik   dan  mempertahankan  
pemasaran  modern,   tidak hanya  memerlukan pengembangan produk    atau  
jasa  yang  baik,  penetapan harga  atau  setiap  tarif   jasa yang  menarik  serta  
lancarnya arus  barang  atau jasa menuju  pelanggan    harus  menjadi  prioritas  
utama.  Promosi  merupakan salah   satu   faktor penentu    keberhasilan   suatu 
program pemasaran. Walaupun  kualitas  suatu  produk  sangat  baik,  hila  
konsumen belum  pernah mendengar dan  tidak  yakin  kalau  produk  itu  
akan  berguna  bagi  mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya 
(Tjiptono, 1997). 



 

107 
 

Kotler   mendefinisikan  promosi    "semua kegiatan  yang dilakukan 
perusahaan untuk mengomunikasikan dan mempromosikan   produknya   
kepada    pasar    sasaran” (Suryadi, 2006). Promosi   Juga merupakan   semua    
jenis    kegiatan    pemasaran   yang    ditujukan   untuk mendorong 
permintaan. Promosi  adalah  pengomunikasian informasi antara penjual   
dan   pembeli   potensial   atau   pihak-pihak  lainnya   dalarn   saluran distribusi  
guna mempengaruhi sikap dan prilakunya (Simamora, 2000). 

Promosi  merupakan salah satu variabel  dalam  bauran  pemasaran 
yang sangat    penting  dilaksanakan oleh  perusahaan dalam  memasarkan 
produk dan  jasa.  Kegiatan  promosi  bukan  saja  berfungsi  sebagai  alat  
komunikasi antara perusahaan dengan  konsumen, melainkan juga sebagai  
alat untuk mempengaruhi konsumen dalam  kegiatan  pembelian atau  
penggunaan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Hal ini 
dilakukan dengan menggunakan alat promosi. Perangkat  promosi  yang 
dikenal mencakup aktivitas periklanan (advertising), penjualan pribadi 
(personal selling), promosi  penjualan (sales promotion), hubungan  masyarakat 
(public  relation).  

Periklanan juga merupakan salah satu bentuk dari komunikasi 
impersonal (impersonal comunication) yang digunakan oleh perusahaan baik 
jasa atau barang.  Peranan  periklanan dalam  pemasaran jasa adalah  untuk 
membangun kesadaran (awareness) terhadap keberadaan jasa yang 
ditawarkan, untuk menambah  pengetahuan  komsumen  tentang   jasa  yang  
ditawarkan, untuk membujuk  calon customer,  membeli  atau menggunakan  
jasa tersebut,  dan untuk membedakan diri perusahaan satu dengan perusahaan 
lainnya. 

Pada dasarnya  tujuan  pengiklanan  adalah  komunikasi  yang  efektif 
dalam rangka mengubah sikap dan prilaku konsumen. Pada bisnis jasa 
perasuransian misalnya, sasaran pengiklanan adalah memperkenalkan produk 
baru perusahaan asuransi syariah, menarik kelompok pengguna jasa baru,  
membangun   atau  memperbaiki   citra  perusahaan   dan  menjelaskan keadaan  
perusahaan  secara  umum.  Untuk  itu ada  beberapa  pilihan  media yang dapat  
digunakan  untuk  melakukan  pengiklanan,  antara  lain melalui: Surat kabar, 
majalah,  radio, televisi,  papan reklame  (outdoor  advertising), internet dan jenis 
media perilanan lainya 

Promosi  penjualan  adalah  intensif     yang  cepat  atau  lambat 
menggerakan  orang  untuk  membeli  atau  mendapatkan,  umumnya  dalam 
jangka pendek, baik dalam bentuk uang maupun barang, sebuah produk atau 
jasa.  Rencana  promosi  penjualan  digunakan  oleh  bermacam-macam 
organisasi termasuk pabrik, distribusi, pengecer dan asosiasi perdagangan. 
Promosi penjualan dapat diarahkan pada tiga golongan utama: pelanggan, dunia 
perdagangan dan pegawai, setiap golongan mempunyai intensif promosi sendiri 



 

108 
 

untuk membangkitkan tanggapan dan tindakan. Masing-masing harus dirancang 
khusus untuk memastikan bahwa investasi uang, manajemen dan sumber lain 
menghasilkan usaha ekstern yang mendatangkan laba. Dalam  dunia  penjualan  
pribadi  secara  umum  dilakukan oleh seluruh pegawai  perusahaan, mulai  
dari  cleaning  service,  satpam,  sampai  dengan pejabat   perusahaan.  Secara   
khusus   kegiatan   penjualan  pribadi   (personal selling) dapat diwakili oleh 
account officer dan financial advisor. Namun personal   selling  juga   dapat  
dilakukan   dengan   merekrut  tenaga-tenaga wiraniaga  (salesman  atau  sales  
girl) untuk  melakukan  penjualan  door  to door. 

Hubungan  masyarakat  yaitu  membina  hubungan  baik  dengan berbagai   
kelompok   masyarakat   yang   berhubungan   dengan   perusahaan melalui  
publisitas  yang mendukung,  membina  citra perusahaan  yang baik, dan  
menangani  atau  menangkal  desas-desus,  cerita,  dan  peristiwa  yang dapat 
merugikan perusahaan. 

Dasar  yang  lebih  sehat  untuk  menetapkan  anggaran  biaya  promosi 
adalah menetapkan tugas-tugas  apa yang harus dilaksanakan  dalam program 
promosi  dan  kemudian  menetapkan  berapa  biaya  promosinya.   Berbagai 
variasi dari metode ini digunakan sekarang. Metode tugas memaksa untuk 
menggambarkan   realitis  tujuan   program   promosi   dan  penyediaan   dana 
promosi   dibangun   dengan   menjumlah   biaya  tugas-tugas   promosi   satu 
persatu, yang diperlukan untuk melaksanakan tujuan memasuki daerah 
pemasaran baru. 

Setelah menentukan alat promosi apa yang akan digunakan dan 
melaksanakan  rencana   promosi,   perusahaan  harus  mengukur  
dampaknya pada target  audience, apakah  mereka  mengenal atau mengingat 
pesan-pesan yang  telah  diberikan.   Berapa    kali  melihat  pesan  tersebut,   
apa  saja  yang masih   diingat   dan   bagaimana  sikap   mereka   terhadap  
produk   atau   jasa tersebut. 

Penjualan dapat dianggarkan dengan menganalisis produk, wilayah, 
pelanggan  dan  tentu  saja  pola  musiman  perkiraan  penjualan.   Anggaran 
harus dikompilasi oleh manajer penjualan. Ia akan meminta pendapat para 
wiraniaga  dan  menggunakan  teknik  perarnalan  statistik  dalam  riset 
pemasaran. Misalnya setelah perusahaan melakukan riset pasaran dan 
perusahaan telah menentukan  media apa saja media yang cocok dan efektif 
untuk  promosi,  ternyata  pada bulan  juli  media  promosi  yang  efektif  dan 
cocok yang harus digunakan adalah tv, surat kabar dan personal selling. Dari 
data  tersebut,   barulah   perusahaan   menentukan   anggaran   biaya  promosi 
sesuai dengan kebutukan media promosi tersebut. Mengingat manajemen 
penjualan merupakan fungsi yang terpenting dalam menentukan strategi 
pemasaran, penting sekali bagi seorang manajer penjualan untuk sedikit 
menyadari taktik pemasaran lain, sehingga ia dapat berkontribusi dan 



 

109 
 

mengarnbil  manfaat  dari  berbagai  taktik  itu.  Dalam  hal ini salah  satunya 
adalah  bagian  promosi.  Manajer  penjualan  harus  menginteraksikan 
kegiatannya dengan upaya pemasaran yang lain, dengan demikian biaya 
pemasaran  dimaksimalkan  semaksimal  muangkin  sehingga  akan menghasilkan 
pendapatan peserta asuransi yang maksimal. 

Pada prinsipnya dalam Islam mempromosikan  suatu barang 
diperbolehkan. Hanya saja dalam promosi tersebut mengedepankan faktor 
kejujuran dan menjauhi penipuan. Konsep  promosi  yang  digunakan   oleh  
Rasulullah   SAW.  Ketika menjual,   beliau  tidak  pernah  melebih-lebihkan   
produk   dengan  maksud untuk memikat pembeli. Rasulullah SAW. menyatakan 
dengan tegas bahwa seorang  penjual  harus menjauhi  diri dari sumpah-sumpah  
yang berlebihan dalam menjual suatu barang. Rasulullah SAW pun  tidak pernah 
melakukan sumpah untuk   melariskan  dangangannya. Sumpah yang berlebihan  
dalam promosi  telah   sejak   dulu   dianjurkan  untuk   dijauhi. 
METODE 

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, yakni penelitian 
yang berupaya menarik faktor-faktor dan informasi-informasi yang ditemui 
secara angka dengan melihat inti objek penelitian berdasarkan tingkat 
homogenitas   yang  terungkap   dalam  data  lapangan  yang  didapat  secara 
akurat,  tepat,  dimana  teknik  yang  akan  digunakan  adalah  analisis  regresi 
linier sederhana. 

Dalam  penelitian  ini  menggunakan  analisa kualitatif deskriptif  yang 
bertujuan      untuk      mengolah   dan   menafsirkan    data   yang   diperoleh 
berdasarkan temuan   di lapangan,  sehingga  dapat  memberikan   gambaran 
mengenai  keadaan  yang  diteliti dan  menjelaskan  gambaran  mengenai 
efektifitas  kegiatan  promosi  yang dilaksanakan  oleh perusahaan   Asuransi 
Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Syariah  dalam meningkatkan jumlah 
peserta asuransi. 

Dalam penelitian ini juga menggunakan metode analaisa kuantitatif 
statistik yang merupakan   metode analisa data yang dilakukan untuk 
menjelaskan  metode  analisa  regresi  sederhana  tentang  pengaruh  besaran 
biaya promosi terhadap peningkatan jumlah peserta asuransi. Alasan 
menggunakan  regresi  linier  sederhana  adalah  untuk  mendapatkan  tingkat 
akurasi  dan  untuk  mengetahui  apakah  terdapat  pengaruh  yang signifikan. 

Analisa  regresi  linier  adalah  hubungan  secara  linier  antara  satu 
variabel  independent  (Xt)  yaitu biaya  promosi  dengan  variabel  dependen (Yt) 
yaitu jumlah peserta asuransi. Analisis ini bertujuan untuk memprediksi nilai 
dari variabel dependent apabila nilai veriabel independent   mengalami kenaikan  
atau  penurunan,    dan  untuk  mengetahui  arah  hubungan  antara variabel 
dependen terhadap  variabel independent  apakah positif atau negatif. 



 

110 
 

Suatu perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila 
nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana Ho ditolak). 
Sebaliknya, disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah  
dimana  Ho diterima.  Dalam  penelitian  analisis  regresi  ini terdapat tiga jenis 
kriteria pengujian yaitu: uji koefisien determinasi, uji t, dan uji F. 
PEMBAHASAN 
 Perusahaan   Asuransi   Jiwa   Bersama   (AJB)   Bumiputera  1912 Syariah 
setiap  bulannya telah  menganggarkan  biaya untuk promosi,  hal ini dilakukan  
ole Perusahaan  Asuransi Jiwa Bersama (AJB)  Bumiputera  1912 Syariah  guna  
menunjukan  keberadaan  dan  konsistensi  perusahaan  kepada masyarakat  
bahwa  Perusahaan  Asuransi  Jiwa  Bersama (AJB)  Bumiputera 1912 Syariah 
adalah salah satu Asuransi syariah  yang kompeten dan patut diperhitungkan 
oleh masyarakat. 
 Promosi harus dilakukan secara benar guna tercapainya tujuan yang 
telah  direncanakan.  Jika promosi  yang dilakukan  tidak tepat  maka hal itu 
hanya mengeluarkan biaya yang besar tetapi tidak mendapatkan hasil yang 
maksimal.  Untuk  itu maka  penerapannya  harus  benar-benar  direncanakan 
serta dikelola sedemikian rupa guna mencapai target yang diharapkan. Jumlah 
dana yang tersedia merupakan faktor penting yang mempengaruhi  promotion  
mix, perusahaan  yang memiliki  anggaran  biaya yang lebih besar dan 
konsisten   untuk promosi, kegiatan  promosinya  akan lebih  efektif.  Dari  
variabel-variabel   promotion   mix  yang  ada,  promosi melalui   personal  selling  
yang  menjadi  prioritas  utama  dalam  kegiatan promosi yang dilakukan oleh 
Perusahaan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Syariah. 
 Pelaksanaan  suatu  kegiatan  promosi  memerlukan  anggaran  atau dana  
yang  m emadai. Begitu juga dengan yang dilakukan Perusahaan Asuransi Jiwa 
Bersama (AJB)    Bumiputera 1912 Syariah, untuk melaksanakan  kegiatan 
promosinya tidak  terlepas  dari anggaran  yang dikeluarkan  perbulan  agar  
promosi  tersebut dapat  berjalan  dengan  lancar dan sesuai  rencana  sehingga  
mempero1eh hasil yang maksimal.  Untuk  biaya promosi  pada  Perusahaan 
Asuransi  Jiwa  Bersama  (AJB)  Bumiputera 1912 Syariah  sudah  ada anggaran  
khusus  setiap  bulannya yang diarnbil dari dana operasional perusahaan. 
 Jumlah biaya promosi yang dikeluarkan oleh Perusahaan Asuransi 
bumiputera 1912 Syariah sangat fluktuatif.    Data biaya promosi  dimulai   dari   
bulan januari  2009  sampai bulan september 2011. Perkembangan biaya 
promosi Perusahaan Asuransi bumiputera  1912  Syariah  dari bulan januari 
2009  hingga bulan september 2011 terlihat adanya peningkatan dan 
penurunan. grafik menunjukan bahwa pada bulan  agustus  dan  november  
2009 Perusahaan  Asuransi  bumiputera 1912 Syariah mengalami  penurunan  
biaya promosi sangat drastis sebesar -64% sampai -81%. untuk bulan januari 
2010 sampai bulan september  2011 terlihat   bahwa   perkembangan    



 

111 
 

Perusahaan   Asuransi   bumiputera  1912 Syariah  melaju  pesat  dengan  
semakin  meningkatnya   angka  pengeluaran biaya promosi setiap  bulannya, 
pengeluaran  biaya promosi  terbesar terjadi pada bulan maret 2011 dan bulan 
september 2011 yaitu 768,3%  dan 281%. 
 Jumlah  kenaikan dan penurunan peserta asuransi di Perusahaan Asuransi 
bumiputera 1912 Syariah yang menggunakan   manfaat   produk   Mitra  Iqro'   
pada  periode  januari   2009 sampai september  2011 juga mengalami fluktuatif.  
Di bulan pertama yaitu januari  2009  jumlah  peserta  yang  diperoleh  sebesar  
1.336  orang.  Pada bulan januari 2009 sampai bulan mei 2010 mengalami 
stabilitas  perolehan jumlah   peserta   asuransi,   namun   pada  kurun   waktu   itu  
juga  Perusahaan Asuransi  bumiputera 1912 Syariah  memperoleh peserta  
paling sedikit  yaitu hanya 1028 orang. Walaupun  pada bulan mei 2010 sampai  
September 2011 Perusahaan  Asuransi   bumiputera   1912   Syariah   
mengalami  mengalami fluktuasi perolehan   jumlah  peserta  asuransi  
peningkatan jumlah  peserta asuransi  yang  menggunakan manfaat  produk  
Mitra  Iqro'  secara  signifikan terjadi  pada  bulan  juni  2010  yaitu  sebanyak 
4960  dan bulan  september 2011  yaitu  sebanyak 5.938  orang.  dan  
perolehan jumlah  peserta  asuransi yang  paling  banyak  terjadi  pada bulan  
september 2011  yaitu sebesar  5.938 Orang atau 417,2%. 
 Nilai  koefisien  regresi  (Xt)  biaya  promosi  sebesar  2.522,  menyatakan 
bahwa setiap penambahan  (karena tanda positif +) sebesar  1 juta rupiah 
untuk promosi maka akan meningkatkan jumlah peserta asuransi sebesar 
2,522.    Artinya    terjadi  hubungan  yang  positif  antara  biaya  promosi dengan   
jumlah   peserta   asuransi,   semakin   meningkat   jumlah   biaya promosi  yang  
dikeluarkan  maka  akan  semakin  meningkatkan  jumlah peserta  asuransi.  
Dan  sebaliknya  apabila  setiap  pengurangan   (karena tanda negatif- ) sebesar  
1 juta rupiah untuk promosi maka jumlah peserta asuransi   akan  mengalami   
penurunan   sebesar   -2,522.   Artinya  terjadi hubungan  yang  negatif  antara  
biaya  promosi  dengan  jumlah  peserta asuransi,   apabila   biaya  untuk   
promosi   mengalami   penurunan   maka jumlah peserta akan ikut mengalami 
penurunan. 
 Dapat  diketahui  bahwa  nilai  R sebesar   0,896   menunjukan  bahwa 
korelasi antara jumlah peserta asuransi dengan variabel independen yaitu biaya 
promosi mempunyai hubungan yang sangat kuat. Artinya jika variabel 
independent  biaya promosi ditingkatkan, maka jumlah peserta asuransi akan 
ikut meningkat.  Nilai Adjusted R Square atau koefisien determinasi  yang 
disesuaikan sebesar  0,797  adalah  sebuah  statistik  yang  berusaha  untuk  
mengoreksi koefisien  determinasi  untuk  mendekati  ketepatan  model  dalam  
populasi. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel independent 
(biaya promosi)  mampu menjelaskan variabel dependen (peserta asuransi) 



 

112 
 

sebesar 79,7%  sedangkan sisanya   20,3% dijelaskan  oleh faktor  lain di luar 
regresi ini. 
 Terlihat  bahwa  thitung   untuk  variabel  biaya  promosi  (Xt)  adalah  
11.624 oleh  karena  thitung    >  ttabel   (11.264>2.037), maka  Ho  ditolak, 
sehingga dapat    disimpulkan bahwa biaya promosi berpengaruh terhadap 
peningkatan jumlah  peserta  asuransi. 
 Berdasarkan hasil perhitungan  didapat  Fhitung  sebesar  126.879  dengan 
tingkat   signifikansi   atau   tingkat   keyakinan   95%,   a=5%,   df   1(dengan 
variabel-1)  dan df 2 (n-k-1  ) atau  33-1-1=31, didapat  nilai F tabel=4.160. 
Karena  nilai  F hitung  lebih  besar  dari  F tabel  (126.879>4.160) maka  Ho 
ditolak  dan  Ha  diterima,   ini  menunjukan   bahwa  secara  bersama-sama 
variabel  independen (biaya  promosi)  berpengaruh  terhadap  variabel 
dependen yaitu jumlah peserta asuransi 
 Dalam   teori ekonomi,permintaan adalah  keinginan konsumen dalarn 
membeli  suatu  barang  atau  jasa  pada  berbagai  tingkat  harga  selama  priode 
waktu  tertentu.   faktor-faktor  yang  harus   diperharikan  antara   lain  adalah 
harga   barang   itu   sendiri,   harga   barang   lain   atau   saingan,   selera   atau 
kebiasaan,   perkiraan harga  dimasa  mendatang, distribusi   pendapatan 
atau usaha produsen  meningkatkan penjualan  (promosi). 
 Fungsi permintaan  adalah permintaan  yang dinyatakan  dengan 
hubungan matematis dengan faktor yang mempengaruhinya.  Perubahan 
permintaan terjadi karena dua faktor yaitu: perubahan harga dan perubahan 
faktor   non   harga,   misalnya   pendapatan, selera,   usaha   produsen   dan 
sebagainya.  Dapat  dinyatakan: perbandingan  lurus  antara  permintaan 
terhadap harga yaitu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik, 
dan sebaliknya hila permintaan turun, maka relatif harga akan turun. 
 Perbandingan lurus juga terjadi pada hasil penelitian yang penulis lakukan  
yaitu    perbandingan  lurus  antara  biaya  yang  dikeluarkan  untuk promosi  
terhadap   peningkatan   jumlah   peserta  asuransi,   apabila     biaya promosi 
mengalami  kenaikan maka jumlah peserta asuransi akan relatif bertambah,  
dan  sebaliknya  apabila  biaya  promosi  mengalami  penurunan maka  peserta  
asuransi  juga  relatif  akan  mengalami  penurunan.   Artinya terdapat  adanya  
pengaruh  yang  signifikan  antara  besaran  biaya  promosi dengan pendapatan 
jumlah peserta asuransi. Dapat diinterprestasikan bahwa salah satu faktor yang 
berpengaruh terhadap peningkatan jumlah peserta asuransi  adalah jumlah  
besaran  biaya promosi.  dalam hal ini dapat dilihat bahwa  besar  dan  kecilnya  
biaya  promosi   dapat  mempengaruhi   jumlah peserta asuransi. 
 
 
 
 



 

113 
 

SIMPULAN 
Kegiatan   promosi  perusahaan  Asuransi   Jiwa  Bersama   (AJB) 

Bumiputera 1912 Syariah  secara  umum dilakukan oleh seluruh  pegawai 
perusahaan, mulai dari cleaning service, satpam,  sampai  dengan pejabat 
perusahaan.  Secara  khusus   dan  sebagian  besar  kegiatan  promosi 
menggunakan jasa penjualan pribadi (personal  selling) atau agen.  Bentuk 
promosi  melalui  personal selling lebih  diutamakan karena  sebagai  tuntutan 
pasar  indonesia dan  dipandang lebih  efektif,     maksudnya langsung  tepat 
sasaran  serta  mudah  dikenal  oleh masyarakat. Dengan  menggunakan 
bentuk promosi   seperti  ini agen dapat langsung  bertatap  muka dengan  
nasabah  atau calon   nasabah,    sehingga  dapat   langsung    menjelaskan  
tentang    produk perusahaan kepada nasabah secara terperinci dan memahami 
dengan benar kebutuhan pembeli. media yang paling efektif untuk bisnis asuransi 
adalah penjualan pribadi yang dilakukan oleh agen. 

Media  periklanan  yang  digunakan  perusahaan  Asuransi  Jiwa Bersarna  
(AJB)   Bumiputera   1912  Syariah  adalah   media  massa,  separti televisi.   
Perusahaan   dalarn  menyusun   strategi   promosinya   menetapkan bahwa  
iklan  tidak  menjadi  prioritas   utama  dalam  promosi.   Dari  hasil wawancara   
dengan  bapak  Syafwan  selaku  staf  Akutansi  di  perusahaan Asuransi Jiwa 
Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Syariah mengungkapkan bahwa hal itu  karena 
untuk produk jasa seperti asuransi merupakan barang atau jasa yang belum 
menjadi kebutuhan dan kurang dicari oleh orang, iklan bukan cara yang efektif 
untuk mempromosikan  jasa tersebut. Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera  
1912 Syariah memilih  iklan sebagai salah satu dari sebagian kecil alat 
promosinya dengan maksud agar perusahaan dapat menginformasikan  produk-
produk  yang ditawarkan kepada masyarakat luas. 

Penggunaan  majalah  sebagai  media  periklanan  juga  dimanfaatkan oleh 
perusahaan  Asuransi  Jiwa Bersama (AJB)  Bumiputera  1912  Syariah. Pada 
umumnya majalah memiliki segmen pembaca yang berasal dari kelas 
menengah ke atas. Latar belakang para pembaca tersebut umumnya adalah 
kalangan profesi, bisnis dan politik. Dengan melihat Jatar belakang para 
pembaca  diharapkan   media  ini  dapat  meningkatkan   penjualan   produk- 
produk perusahaan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Syariah. 

Media  elektronik  (internet).  Iklan luar ruangan  (papan  nama 
perusabaan, spanduk).  Publisitas  : koran, payung, kaos, kalender dan lain- 
lain. Distribusi yang digunakan oleh perusahaan perusahaan Asuransi Jiwa 
Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Syariah adalah distribusi secara langsung biasa 
dari pihak perusahaan yaitu agen atau supervisor (unit manajer) mendatangi 
calon nasabah yang akan diprospek. 

Kegiatan  promosi  yang dilakukan  Perusahaan  Asuransi  Jiwa  Bersama 
(AJB) Bumiputera 1912 Syariah belum secara mandiri dan besar-besaran 



 

114 
 

(masih menginduk dengan kantor pusat konvesional). Dalam  kegiatan promosi 
Perusahaau  Asuransi    Jiwa  Bersama  (AJB)  Bumiputera  1912 Syariah  untuk  
menarik  minat  masyarakat  adalah  melalui  media periklauan dan kegiatan 
penjualan para agen, dari semua bentuk promosi yang ada Perusahaan  
Asuransi   Jiwa Bersama (AJB)  Bumiputera  1912 Syariah lebih mengutamakan 
bahkan  sebagian besar  kegiatan promosi dilakukan oleh penjualan pribadi 
(personal  selling)   karena cara ini dipandang lebih efektif  dalam meningkatkan 
jumlah peserta asuransi. 

Berdasarkan  hasil analisa statistik  nilai r menunjukan hubungan   biaya 
promosi  dengan   peningkatan  jumlah  peserta asuransi yang menggunakan  
manfaat produk Mitra Iqro' bahwa adanya hubungan yang sangat kuat dan 
positif. Ini dapat dibuktikan dari nilai koefisien korelasi (r) 0,896 yang diperkuat  
dengan nilai Adjusted  R Square atau koefisien  determinasi  yang disesuaikan  
sebesar  0,797  atau menunjukan angka 79,7%  artinya variansi  jumlah  peserta  
asuransi  dipengaruhi  oleh variabel   biaya   promosi, sedangkan sisanya 20,3% 
dipengaruhi  oleh faktor  lain yang tidak dijelaskan dalam variabel  penelitian 
ini.   

Berdasarkan pengujian hipotesis  koefisien  regresi  didapat  nilai  thitung 
11.264  lebih besar dari nilai t tabel  yaitu 2.037 artinya  Ho ditolak, berarti  
perubahan variabel (Xt) yaitu biaya  promosi mempengaruhi perubahan  
variabel   (Yt)  yaitu  jumlah   peserta  asuransi, berarti  ada pengaruh  biaya  
promosi  terhadap peningkatan jumlah  peserta asuransi. Nilai probabilitas 
pada kolom sig adalah  0,000 atau probabilitas dibawah  0,05  (0,000<0,05) 
dengan  demikian Ho ditolak, yang artinya  biaya  promosi  berpengaruh secara  
signifikan terhadap  peningkatan jumlah   peserta  asuransi.   Artinya   apabila 
biaya promosi  bertambah maka  pendapatan jumlah  peserta  asuransi  akan  
ikut bertambah.  Dan sebaliknya apabila  biaya promosi  mengalami 
penurunan maka  jumlah  peserta  asuransi  juga  akan  mengalami penurunan.  
PUSTAKA ACUAN 
Al-Arif,  M. N. R.  2 0 1 0 . Dasar-Dasar Pemasaran Bank  Syariah. Bandung: 

Alfabeta 
Amrin, Abdullah. 2006. Asuransi Syariah, Keberadaan dan  Kelebihannya Di 

tengah Asuransi Konvensional. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo 
Amstrong, Gary dan  P.  Kotler. 1997. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga 
Assauri, Sofyan. 2004. Manajemen Pemasaran;  Dasar  Konsep dan Strategi. 

Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada 
Ari Konto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian  Suatu Pendekatan  praktek. 

Jakarta: Rineka Cipta 
Chandra, G. 2002. Strategi dan Program Pemasaran. Yogyakarta:  Penerbit Andi 
Gitosudarmo, Indroyo. 1994. Manajemen pemasaran. Yogyakarta: BPFE 

Yogyakarta 
Irwan dan B. Swasta. 1999. Manajemen Pemasaran Modern.Yogyakarta:  Liberty 
Keegan, W. J. 2003. Manajemen Pemasaran Global. Jakarta: PT.INDEKS 



 

115 
 

Kotler, P. 1997. Manajemen Pemasaran:  Analisis   perencanaan  implementasi dan 
kontrol. Jakarta: Prehallindo 

Lupiyoadi, R. 2001. Manajemen  Pemasaran Jasa: Teori dan Praktek. Jakarta: 
Salemba Empat 

Manulang, M. 2004. Pedoman Taknis Menulis Skripsi. Yogyakarta: Andi  
Stanton, W. J. 1993. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga 
Sudibyo, H, dkk. 2007. Strategi  Handal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad  

SAW. Bandung: Madania Prima 
Susanto, AB  dan  P. Kotler. 2 0 0 1 .  Manajemen  Pemasaran  di  Indonesia. Jilid  

2. Jakarta: Salemba Empat 
Suryadi, D. 2006. Promosi Efektif Menggugah Minat dan Loyalitas  Pelanggan. 

Yogyakarta: Tugu Publiser 
Swukotjo, Ibnu dan B. Swasta. 1998. Azas-Azas   Marketing. Yogyakarta:Erlangga 
Sula, M. S. 2004. Asuransi  Syariah (Life and General)  konsep  dan sistem 

operasional. Jakarta: Gema Insani  Press 
Simamora, H. 2000. Manajemen Pemasaran Internasional. Jakarta: Salemba Empat 
Tjiptono, F. 1997. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi  Press 
Umar, H. 2004. Metode Penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis. Jakarta: PT 

RajaGrafindo Persada 
 


