




































Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 
 

 

68 
 

PENGARUH PENGGUNAAN MATERI BACAAN BERBASIS KEARIFAN 

LOKAL PADA MATA KULIAH READING FOR INFORMATION 

 

SukmawatiYasim
 
& Rusdiah 

sukmawatiyasin@unsulbar.ac.id & rusdiahandalucia@yahoo.com 

Program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Sulawesi Barat, Majene.  

,  

 

ABSTRACT 

This study aims to determine (1) the extent of the influence of the use of local wisdom-based 

reading material in Reading for Information courses; (2) student perceptions of the use of local 

wisdom-based reading material in Reading for Information courses. The population of this 

research is the second semester students in the study program of English Language Education, 

Faculty of Social and Political Sciences, University of West Sulawesi with a sample of 34 

students. This research method is pre-experimental research consisting of pre-test, 6 treatments, 

and post-test. Data retrieval through two instruments: multiple choice and ranking. Data analysis 

using SPSS. The results of this study indicate that the t-test and student scores in the post-test were 

p <0.05. There were significant differences in student scores between the pre-test and post-test 

after treatment with local wisdom reading material in the Reading for Information course. 

Questionnaire analysis showed that students' perceptions of the use of local wisdom reading 

material in the Reading for Information course were influential. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sejauh mana pengaruh penggunaan materi bacaan 

berbasis kearifan lokal pada mata kuliah Reading for Information; (2) persepsi mahasiswa terhada 

ppenggunaan materi bacaan berbasis kearifan lokal pada mata kuliah Reading for 

Information.Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester II di program studi Pendidikan 

Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sulawesi Barat dengan sampel 

34 mahasiswa. Metode penelitian ini adalah pre-experimental research terdiridari pre-test, 6 kali 

perlakuan, dan post-test. Pengambilan data melalui dua instrument: multiple choice danangket. 

Analisis data dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai t-test 

dan skor mahasiswa pada post-test adalah p< 0.05.Ada perbedaan siknifikan skor mahasiswa 

antara pre-test dan post-test setelah perlakuan dengan materi bacaan kearifan lokal pada mata 

kuliah Reading for Information. Analisis kuisioner menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa 

terhadap penggunaan materi bacaan kearifan lokal pada matakuliah Reading for Information 

berpengaruh. 

 

 

Keywords: reading material, local wisdom, reading for information 

 

 

mailto:sukmawatiyasin@unsulbar.ac.id
mailto:rusdiahandalucia@yahoo.com


Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 
 

69 
 

A. Pendahuluan 

Kurikulum program studi Pendidikan Bahasa Inggris mengalami sedikit perubahan dalam 

hal nama mata kuliah khususnya dari Reading II menjadi Reading for Information. untuk 

meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyerap informasi. Salah satu cara dalam 

meningkatkan hal tersebut adalah dengan menanamkan kebiasaan membaca informasi dalam 

bahasa Inggris karena kemampuan membaca akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan 

mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan dan bersaing didalam dunia kerja baik regional, 

nasional bahkan internasional..Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, 

matakuliah membaca masih merupakan matakuliah yang dianggap sulit.Hal ini terlihat 

apabila mereka diberikan sebuah teks, banyak mahasiswa yang belum dapat menjawab 

pertanyaan tentang teks itu dengan baik. 

Namun, banyak peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa membaca bukan sekadar 

aktivitas menerima informasi dari teks.Ini tidak hanya memahami satuan kata, kalimat atau 

bagian.Membaca adalah aktivitas yang cukup kompleks.Ini melibatkan kerja otak untuk 

mengolah pemahaman (Huang, 2009: 138). 

Ada dua proses yaitu multi-statiform dan proses interaktif dalam membaca pemahaman, 

kedua proses ini berhubungan dengan kognisi manusia. Multi-statiform adalah proses 

dimana pembaca menggunakan berbagai tingkat bahasa mereka. Semakin tinggi tingkat 

bahasa yang mereka miliki, semakin besar kemungkinan mereka dapat memahami teks 

dengan baik. Dalam proses interaktif, teks tersebut mempengaruhi pembaca melalui kata-

kata, struktur dan juga konten yang mendorong mereka untuk menggunakan latar belakang 

pengetahuan (background knowledge) mereka untuk bertindak sesuai dengan teks. Dengan 

kata lain, dalam proses interaktif, pembaca tidak hanya menggunakan bahasa mereka tapi 

juga latar belakangnya pengetahuan untuk memahami teks Pengetahuan latar belakang 

mereka membuat mereka lebih mudah memahami teksnya.  

Peran background knowledge dari pembaca untuk memahami teks dijelaskan dalam 

"Schema Theory". Anderson percaya bahwa kata-kata, kalimat atau bagian dalam teks tidak 

membawa makna dengan sendirinya, mereka membutuhkan kemampuan mahasiswa untuk 

menghubungkan apa yang tertulis dalam teks dengan pengetahuan mereka sebelumnya. 



Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 
 

70 
 

Schemata dapat didefinisikan sebagai formula yang mewakili pengalaman dan pengetahuan 

yang dikelola dalam pikiran (Brown, 2007: 358). 

Ada dua jenis skema: skema konten dan skema formal. Skema isi atau skema konten 

mengacu pada latar belakang pembaca atau pengetahuan dunia tentang area konten teks 

seperti yang dikutip oleh Carrel dan Eisterhold di Shuying An (2013: 130) yang berarti 

semua pengetahuan bahwa pembaca memiliki pengetahuan lama atau pengetahuan baru 

saling terkait.Untuk membentuk makna tentang satu topik dalam sebuah teks.Ini berarti 

semakin besar pengetahuan yang dimiliki mahasiswa tentang dunia (termasuk budaya), 

semakin besar kemungkinan mahasiswa memahami makna teks yang mereka baca. Ini 

membantu mahasiswa dengan mudah menghubungkan apa yang sudah ada dalam pikiran 

dengan apa yang mereka baca.   

Skema formal mengacu pada bentuk organisasi dan struktur retoris dari teks-teks yang 

dapat memudahkan mahasiswa mengenali jenis teks yang mereka miliki. Ini berarti ketika 

para mahasiswa memiliki pengenalan yang baik terhadap beberapa jenis atau genre teks, 

akan lebih mudah bagi mereka untuk memahami teks yang sama yang ada dalam pikiran 

mereka. Tentu saja, tingkat bahasa yang dikatakan di halaman sebelumnya juga 

berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami teks Itu. 

Alasan mengapa memilih nilai kearifan lokal untuk dimasukkan ke dalam bahan bacaan 

adalah karena ada beberapa nilai berharga yang dibawa oleh kearifan lokal yang sebenarnya 

mulai memudar dalam kehidupan kita, terutama bagi mahasiswa padaprogram studi 

Pendidikan Bahasa Inggris,Universitas Sulawesi Barat.  

Dalam data awal penelitian (Piloting),peneliti menemukan bahwa sebagian besar 

mahasiswa berpikir bahwa membaca adalah semacam aktivitas yang tidak menarik yang 

membuat mereka tidak termotivasi untuk membaca. Selain itu, hanya sedikit mahasiswa 

yang tahu tentang kearifan lokal, budaya mandar yang berarti bahwa mahasiswa masih 

kurang pengetahuan tentang kearifan lokal.Hal ini terjadi karena pengaruh pesatnya 

pertumbuhan teknologi dan informasi yang membuat mereka kecanduan budaya barat dan 

cenderung mengabaikan kearifan lokal budaya mereka. 

Kearifan lokal termasuk kekayaan budaya masyarakat.Kearifan lokal adalah nilai atau 

aturan tak tertulis yang menjadi prinsip dari generasi ke generasi dan mengilhami mereka 



Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 
 

71 
 

untuk bertahan dalam kehidupan.Kearifan lokal bisa mencakup kebiasaan, tradisi, kutipan 

dan pepatah atau perkataan bahwa orang percaya sebagai benar. Kearifan lokal muncul 

sebagai manifestasi terhadap kebutuhan nilai, norma atau peraturan yang kemudian menjadi 

model dalam melakukan sesuatu. Idris (2012: 2) menyatakan bahwa kearifan lokal 

merupakan salah satu sumber pengetahuan yang berkaitan dengan agama, sejarah, tradisi dan 

pendidikan. 

Kearifan lokal adalah pengetahuan dasar yang berasal dari pengalaman atau kebenaran 

dalam hidup yang berhubungan dengan budaya dan bisa bersifat abstrak dan konkret.Hikmat 

ini kemudian menggabungkan tubuh, semangat dan lingkungan untuk membuat 

keseimbangan hidup kita dengan alam.Yang penting, kearifan lokal membuat orang selalu 

menghormati orang tua dan pengalaman hidup mereka.Selanjutnya, Nakorntrap mengklaim 

bahwa kearifan lokal mengandung lebih banyak nilai moral daripada hal-hal materi 

(Mungmachon, 2011: 176). 

Kearifan lokal sangat penting untuk dijadikan filter di era globalisasi ini. Hal itu sangat 

didukung oleh Na Thalang di Mungmachon (2012: 177) bahwa masalah terbesar yang 

dihadapi manusia saat ini adalah ketidakmampuan untuk hidup bersama secara harmonis 

dengan orang lain. Masalah ini bisa diatasi dengan belajar dan mengadaptasi kearifan lokal 

dalam segala situasi.Ini menekankan bahwa kearifan lokal adalah salah satu hal penting yang 

harus diajarkan pada institusi ataupun lembaga pendidikan yang ada. 

Peneliti bermaksud untuk mengembangkan bahan ajar mata kuliah Reading for 

Information  berbasis kearifan lokal. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengenalkan apa 

yang disebut kearifan lokal kepada para mahasiswa.  

Berdasarkan penjelasan dan alasan dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti akan 

melakukan penelitian dengan judul "Pengaruh Penggunaan Materi Bacaan Berbasis 

Kearifan Lokal pada Mata Kuliah Reading For Information”. 

 

 

 

 

 



Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 
 

72 
 

B. Landasan Teori 

1. Kearifan Lokal  

Dikutip dari Darwis Hamzah dalam Kasitowati (2011), Mandar berasal dari bahasa Ulu 

Salu daerah pegunungan, yang berarti manda’ yang sama dengan makassa’ atau masse’ yang 

berarti kuat. Mandar adalah sebuah suku bangsa yang ada di Sulawesi Barat, pasca 

pemekaran Propinsi Sulawesi Selatan, dan berdiam di dua wilayah yakni pesisiran dan 

pegunungan atau pedalaman dan berada di bagian barat Pulau Sulawesi atau pesisir utara 

Propinsi Sulawesi Selatan. Suku Mandar adalah salah satu suku yang menetap di Pulau 

Sulawesi bagian barat.Suku ini menetap di wilayah Kabupaten Polewali, Mandar dan 

Majene. Nama suku Mandar senantiasa disejajarkan dengan suku Bugis, suku Makassar, 

atau suku Bajo (Kasitowati,2011).  

Struktur masyarakat di daerah Mandar pada dasarnya sama dengan susunan masyarakat 

di seluruh daerah di Sulawesi Selatan, yang berdasarkan penilaian daerah menurut ukuran 

makro, yaitu 1) golongan bangsawan raja, 2) golongan bangsawan hadat atau tau pia, 3) 

golongan tau maradeka yakni orang biasa, dan 4) golongan budak atau batua.  Golongan 

bangsawan hadat merupakan golongan yang paling banyak jumlahnya.Mereka tidak boleh 

kawin dengan turunan bangsawan raja supaya ada pemisahan. Raja hanya sebagai lambang 

sedangkan hadat memegang kekuasaan    

2. Reading for Information 

Nuttal (2008:1) menyatakanbahwa membaca adalah sebuah proses yang melibatkan tanda baca 

yang bertujuan untuk memahami maksud orang lain. Meece and Grellet memberi penjelasan lebih, 

bahwa membaca bukanlah sepenuhnya keterampilan pasif.Keterampilan ini meminta siswa untuk 

membaca dan menulis sekumpulan kata atau tanda baca dalam sebuah wacana, mencoba mengerti, 

memahami dan juga memprediksi makna dalam wacana dan pada akhirnya memperoleh informasi 

dari isi wacana. (Moges, 2011:6).  

Menurut Grobe dan Stoller (2009) membaca adalah sebuah kemampuan untuk 

memahami makna dari teks bacaan dan menerjemahkan informasi tersebut dengan tepat. 

Dengan kata lain, membaca adalah hasil dari interaksi antara persepsi tanda grapik yang 

mewakili bahasa dan keterampilan bahasa pembaca. 

Grobe (2009:15) mendefenisikan membaca sebagai sebuah proses strategi dalam sejumlah 

keterampilan dan proses yang dibutuhkan oleh pembaca sebagai bagian yang dibutuhkan oleh 



Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 
 

73 
 

pembaca dengan harapan mengetahui lebih dulu informasi, mengatur dan meringkas informasi, 

memonitor pemahaman memperbaiki rincian pemahaman. 

Isu pemahaman bacaan dan hubungannya dengan pengetahuan latar belakang diteliti oleh Carrel 

di Huang (2009: 139) tentang peran schemata (latar belakang pengetahuan) dalam pemahaman 

bacaandan hasilnya menunjukkan bahwa schemata mempengaruhi pemahaman pembaca di mana 

para peserta memiliki pemahaman yang lebih baik dan dapat mengingat bagian yang serupa dengan 

budaya asli mereka.  

Liu (2011) melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana latar belakang pengetahuan 

budaya pembaca mempengaruhi pemahaman bacaan mereka dan juga untuk mengetahui pengaruh 

background knowledge tentang pemahaman bacaan. Penelitian ini menggunakan teori skema, 

terutama skema budaya.Liu percaya bahwa skema dikembangkan dengan kehidupan mereka 

dipengaruhi oleh budaya di mana seseorang hidup.Subyek penelitiannya adalah 39 mahasiswa ESL 

dengan latar belakang budaya Islam China dan menggunakan metode kuantitatif 

(eksperimental).Instrumen penelitian adalah tes bacaan pilihan berganda dan kuesioner. Hasil data 

menunjukkan bahwa ratarata skor mahasiswa budaya cina lebih tinggi dalam tes pemahaman budaya 

cina (6,53) dibandingkan dengan tes pemahaman tentang budaya muslim (5.89). Viceversa, nilai 

rata-rata mahasiswa budaya Islam lebih tinggi dalam tes pemahaman tentang budaya muslim (6.5) 

daripada tentang budaya Tionghoa (5.9). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pemahaman 

mahasiswa terhadap materi bacaan budaya dipengaruhi oleh latar belakang budayanya.Mahasiswa 

dengan latar belakang budaya Tionghoa tampil lebih baik dalam tes pemahaman dalam membaca 

materi yang berkaitan dengan budaya asli mereka dan mahasiswa Islam memahami materi bacaan 

yang berkaitan dengan budaya mereka sendiri lebih baik daripada budaya asing. 

Pada tahun 2013, Jafari melakukan penelitian untuk menyelidiki apakah skema budaya memiliki 

pengaruh dalam pemahaman bacaan dan juga untuk mengetahui apakah penggunaan seperangkat 

aktivitas membaca dapat mengurangi latar belakang pengetahuan budaya mahasiswa. Penelitian ini 

melibatkan 80 mahasiswa Turki / Persia di universitas tersebut, yang dibagi menjadi empat 

kelompok, dua kelompok kontrol dan dua kelompok eksperimen.Dalam penelitian ini, peneliti 

tersebut menerapkan metode kuantitatif dan quasi-eksperimental.Instrumen penelitiannya adalah 

membaca teks dan tes membaca.Teks tersebut merupakan cerita pendek dari Turki dan tesnya terdiri 

dari pre-test dan post-test.Hasilnya menunjukkan bahwa latar belakang budaya (schema) mahasiswa 

memiliki pengaruh besar dalam pemahaman bacaan.Meski serangkaian aktivitas membaca juga 

memberi pengaruh dalam pemahaman namun kurang dari pengaruh skema budaya para mahasiswa. 



Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 
 

74 
 

Sabatin (2013) melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh latar belakang pengetahuan 

budaya belajar bahasa Inggris. Penelitian ini mengikuti metode eksperimen.Penelitian ini 

menggunakan teori skema budaya.Dia berasumsi bahwa seorang pelajar diharapkan membaca 

dengan sedikit kompromi jika dia tidak memiliki latar belakang pengetahuan budaya yang 

memadai.Penelitian ini melibatkan 60 mahasiswa dari semester pertama di Universitas Hebron, 

wanita dan pria.Subyek penelitian dibagi menjadi empat kelompok, dua kelompok eksperimen dan 

dua kelompok kontrol.Semua subjek bukan penutur asli bahasa Inggris.Instrumen penelitian ini 

adalah tes pilihan ganda. Kelompok eksperimen pertama diberi lima ceramah tentang leksis dan 

sintaksis, sedangkan kelompok kontrol pertama tidak diberikan ceramah. Kelompok eksperimen 

kedua diberi lima ceramah tentang budaya Amerika, sedangkan kelompok kontrol kedua tidak diberi 

ceramah. Skor rata-rata mahasiswa pada kelas eksperimen lebih tinggi (0,717) dibandingkan 

kelompok kontrol (0,538).Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kinerja yang 

signifikan secara statistik dalam pemahaman bacaan antara subyek yang memiliki pengetahuan latar 

belakang budaya dan mereka yang tidak memiliki pengetahuan. 

Mata kuliah Reading for Infromation atau  Reading 2 merupakan mata kuliah yang berisi 

pokok bahasan yang berkaitan dengan jenis-jenis bacaan general dn istilh-istilah khusus, 

format pargraph, ekspositori, strategi pemahaman, strategi membaca kritis , menemukan 

hubungan, dan pembelajran kosa kata dalam konteks. Melalui mata kuliah ini diharapkan 

pmebaca, khususnya mahasiswa S1 Pendiidkan bahasa Inggris memiliki kemampuan 

memahami informasi dalam bahasa Inggris. (Iswahyuni et al, 2014) 

Dikutip dari West Bloomfield Township Public Library, Reading for information is a 

life-long skill. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca informasi adalah 

keterampilan sepanjang hidup.Dengan memanfaatkan rasa penassaran mahasiswa, informasi 

yang berasala dari dalam buku maupun sumber lainnya mampu dipahami.Termasuk 

informasi yang berkaitan dengan kearifan lokal mandar. 

 

C. Metode Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh materi bacaan 

yang berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan membaca mahasiswa. Penelitian ini dapat 

dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif. Gay (2006:9) menjelaskan bahwa penelitian 

kuantitatif adalah kumpulan dan analisis data berupa bilangan untuk menjelaskan, memprediksi 

http://www.readingrockets.org/articles/by-author/63496


Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 
 

75 
 

dan/atau mengontrol phenomena minat. 

Penelitian ini diklasifikasikan sebagai salah satu jenis eksperimental desain, yaitu desain 

pre-eksperimental. Tujuan penelitian ini untuk menguji hipotesis yang berhubungan dengan 

variable, dan untuk mengetahui bagaimana variable independen mempengaruhi variable lain. 

Prosedur penelitian terdiri dari satu grup pre-test (O), perlakuan (X) dan post-test (O).Perlakuan 

dinyatakan berhasil dari hasil perbandingan antara pre-test dan post-test. 

Penelitian ini mempunyai dua variable yaitu variable independen dan variable 

dependen.Variable indepen dalam penelitian ini adalah materi bacaan berbasis kearifan lokal 

sedangkan dependent variable dalam penelitian ini adalah kemampua membaca mahasiswa. 

1. Waktu danTempat 

Penelitian ini dimulai pada Februari 2018 yang terdiri dari 6 kali pertemuan. Pertemuan 

pertama, peneliti mendistribusikan pre-test untuk mengukur kemampuan awal mahasiswa yang 

memprogramkan mata kuliah Reading for Information pada kelas yang menjadi sample 

dilanjutkan pertemuan berikutnya adalah perlakuan sebanyak 6 kali pertemuan. Di akhir 

pertemuan, mahasiswa diberikan post-test sebagai alat untuk mengukur pengaruh bacaan 

kearifak lokal Mandar terhadap membaca kemmapuan mahasiswa. 

Lokasi penelitian ini diadakan di Universitas Sulawesi Barat yang beralamat di Jalan. 

Prof. Baharuddin Lopa. Kec.Banggae Timur Kab.Majene.  

2. Populasi dan Sampel Penelitian 

a. Population 

Populasi dari penelitian ini sebanyak 132 mahasiswa yang terbagi di dalam empat 

kelas.Kelas A terdiri dari 34 mahasiswa. Kelas B terdiridari 31 mahasiswa. Kelas C terdiri dari 

32 mahasiswa .Kelas D Terdiri dari 35 mahasiswa. 

b. Sample 

Penelitian ini menggunakan purposive ampling dimana kelas A dipilih sebab kelas yang 

terdiri dari 34 orang ini memiliki penguasaan kosa kata yan glebih banyak dibandingkan 

dengan kelas lain. Rata-rata mahasiswa ini berusia 18-19 tahun. 

 

 

 



Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 
 

76 
 

D. Hasil dan Pembahasan 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelum memberikan treatment selama 6 kali pertemuan, peneliti mendistribusikan pra-

test untuk mengetahui skor mahasiswa dalam Reading. Terdapat enam topik bacaan lokal yang 

didistribusikan pada enam pertemuan. Judul bacaan kearifan lokal mandar yaitu Runtuhnya 

Kerajaan Passokkorang, Maraqdia Mongeq Makaqdo, Asal Mula Kerajaan Banggae, Asal Mula 

Campalagian,Messawe Totamma, dan Maraqdia Mongeq Makaqdo (Raja Sakit Keras). 

Di akhir pertemuan, pasca-test dibagikan untuk mengukur pengaruh bacaan kearifan lokal 

Mandar terhadap kemampuan membaca Mahasiswa. Hasil dari post-test diklasifikasikan 

dengan menggunkan lima tingkat atau level kempuan membaca oleh Nunan(1991) sebagai 

Konten Budaya Kerajaan  

Materi bacaan berbasis kearifn lokal 

Pra-membaca 

sementara membaca 

Setelah Membaca 

Mahasiswa semester 2 program studi 

Pendidikan Bahasa Inggris 

Universitas Sulawesi Barat 

Peningkatan kemampuan 

membaca mahasiswa 



Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 
 

77 
 

berikut:  

 

 

 

 

   Dalam penelitian pre-experimental, maka terdapat berbandingan hasil test berupa pre-test 

dan post-test sebagai berikut: 

Type of the 

Test  

Mean Score  Standard Deviation  

Pre-Test  46  6,78 

Post-Test  69  8,31 

 

Pada tabel diatas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai hasil olah data antara pre-

test dan post test. Nilai rata-rata mahasiswa dalam pre-test yakni 46 mengalami peningkatan 

menjadi 69.  Untuk menentukan adanya peningkatan atau tidak adanya peningkatan kemampuan 

membaca mahasiswa prodi pendidikan bahasa Inggris universitas Sulawesi Barat melalui bacaan 

kearifan lokal setelah dilakukan uji hipotesis dapat dilihat pada tabel dibawah ini:  

Hasil tersebut menandakan bahwa apabila t-value lebih tinggi dari pada t-table maka 

hipotesis alternative diterima, sedangkan apabila t-value lebih rendah dari pada t-table maka 

hipotesis alternatef ditolah atau hipotesis nihil diterima, sehingga data diatas dapat 

diinterpretasikan bahwa penerapan Kearifan lokal memberikan peningkatan kemampuan 

membaca mahasiswa.  

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan membaca 

dengan menerapkan teks bacaan tentang kearifan lokal Mandar pada pembelajaran Reading for 

Information di prodi pendidikan bahasa Inggris Universitas Sulawesi Barat.  

 Setelah mengukur peningakatan kemampuan mahasiswa, penelitian kemudian 

mendistribusikan angket guna memperoleh data engenai persepsi mahasiswa terhadap 

N

o

. 

Interval score Classification 

1             81–100  Very good 

2 61 – 80 Good 

3 41 – 60 Fair 

4 21 – 40 Poor 

5 0 – 20 Very poor 



Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 
 

78 
 

penggunaan materi bacaan berbasis kearifan lokal Mandar. Hal ini diukur dengan memanfaatkan 

skala Likert sebagai berikut:  

 

Positive Statement Negative statement 

Score Category Score Category 

5 Strongly agree 1 Strongly agree 

4 Agree 2 Agree 

3 Undecided 3 Undecided 

2 Disagree 4 Disagree 

1 Strongly disagree 5 Strongly disagree 

                 Gay, et al (2006) 

Angket yang terdiri dari 15 pertanyaan dibagikan kepada 34 sample dengan kategori 

sangat setuju, setuju, setuju, tidak memutuskan, tidak setuju, sangat tidak setuju. Pada bagian 

pernyataan negative ini memiliki kategori yang sama namun dengan skor yang tersusun secara 

berlawanan yaitu 5,4,3,2, 1 untuk pernyataan positif dan 1,2,3,4,5 pernyataan negative. Adapun  

Kategori persepsi Menurut Gay et al (2006)  yang dinilai berdasarkan table berikut ini: 

Interval score Perception category 

64-75 Very positive 

51-63 Positive 

39-50 Moderate 

27-38 Negative 

15-26 Very negative 

 

Dari angket persepsi  tersebut, maka diperoleh hasil yang digambarkan sebagai berikut: 

Category Frequency Percentage 

Very Positive 6 17,65% 
Positive 25 73,53% 

 
Moderate 3 8,82% 
Negative - - 

Very Negative - - 

Total 34 100% 

 

Tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa persen memberikan tanggapan 

yang positif terhadap penggunaan materi bacaan berbasis kearifan lokal hal ini dibuktikan 

dengan persenatse mencapai hamper 74 persen. Terdapat pula sejumlah mahasiswa yang 

memberikan penilaian yang sangat positif. Oleh karena itu, Materi bacaan berbasis kearifan lokal 



Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 
 

79 
 

Mandar direkomendasikan untuk digunakan dmei meningkatkan kemmapuan membaca 

mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Sulawesi Barat pada khususnya. 

 

E. Kesimpulan 

Penelitian ini meneliti tentang pengaruh bahan bacaan berbasis kearifan lokal untuk 

meningkatkan pemahaman membaca mahasiswa dan menilai persepsi mereka terhadap 

pelaksanaan tersebut. Tujuannya untuk mengembangkan dan mendukung temuan penelitian 

sebelumnya yang terkait dengan penggunaan bahan bacaan berbasis kearifan lokal. Berdasarkan 

temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 

Berdasarkan skor reading mahasiswa membuktikan bahwa bacaan berbasis kearifan local 

secara positif mempengaruhi pemahaman membaca mahasiswa. Terbukti dari skor mahasiswa 

dalam pre-test dan post-test. Nilai rata-rata mahasiswa dalam pre-test meningkat dari 45.00 

yang dikategorikan sebagai kemampuan membaca seimbang 69,95 dalam post-test yang 

dikaterokan menjadi kemampuan membaca “baik”. 

Dari data statistik ini dapa disimpulkan bahwa bahan bacaan berbasis kearifan lokal 

mempengaruhi secara positif terhadap skor pemahaman membaca mahasiswa. 

Sebagian besar mahasiswa memberi respon positif terhadap penggunaan bahan bacaan 

berbasis kearifan local. Dapat dibuktikan dengan analisis data dari angket. Hasilnya 

menunjukkan bahwa dari total jumlah mahasiswa (34), ada sekitar 74,78% mahasiswa member 

respon positif terhadap materi yang diterapkan. Sebagian besar mahasiswa mendapat 

pengetahuan baru dari materi yang diberikan. Bahan bacaan berbasis kearifan local berhasil 

memperkaya pengetahuan mahasiswa, terutama pengetahuan tentang kearifan local budaya 

mereka. 

 

 

 

 

 

 

 



Journal al-Lisan 
ISSN 2442-8965 & E ISSN 2442-8973 
Volume 3 Nomor 2 - Agustus 2018 
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 
 

80 
 

DAFTAR PUSTAKA 

An, Shuying. 2013. Schema Theory in Reading. China: Changchun University of Science and 

Technology. 

Huang, Qian. 2009. Background Knowledge and Reading Teaching: a journal of Asian Social 

Scince. China; College English Department of Dezhou University. Asian Social Science 

Journal. 5. 138-142 

Kartawinata, Ade. M. 2011. Bunga Rampai Kearifan Lokal di Tengah- tengah Modernisasi. 

Jakarta : Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. 

Kluckhohn, C & Kreober, A. L. 1952. Culture:A Critical Review of Concepts and Definitions.   

Cambridge: Harvard University 

Liu, Xin. 2011. A Thesis: The Effect of Cultural Background on ESL College Students’ 

Performance on Reading Comprehension and Recall of Culturally Oriented Texts. USA: Texas 

Tech University 

Nuttal, C. 2008.Teaching Reading Skills in A Foreign Language. Avalaible from 

http://xochitlbarney.blogspot.co.id/2008/08/testing-reading.html 

Gay, et al. 2006. Educational Research Competencies for Analysis and Application. Eight 

edition 

Grobe, W and F.L Stoller.2009.Teaching and researching Reading.England: Pearson Education 

 

http://xochitlbarney.blogspot.co.id/2008/08/testing-reading.html

