




































161 

 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

 AL-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 

IAIN Sultan Amai Gorontalo 

Volume 4, Nomor 2, Agustus 2019 
ISSN 2442-8965 (P)  

ISSN 2442-8973 (E)  

http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 

Analisis Kesulitan Belajar Bahasa Arab 

(Studi di MTs. N. 1 Bandar Lampung) 

 

Faturahman Fuad 

fathurrahmanfuad1001@gmail.com 

UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta 

 

Abstrak 

Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan mendeskripsikan 

kesulitan siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Jenis penelitian ini 

adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 

pertama, kurangnya minat dan motivasi siswa untuk mempelajari 

bahasa Arab, kedua, sulitnya siswa membaca dan memahami arti dari 

setiap kosa kata bahasa Arab, ketiga, perhatian orangtua terhadap hasil 

belajar bahasa Arab siswa yang kurang, keempat, metode 

penyampaian materi oleh guru monoton dengan menggunakan metode 

ceramah, terakhir, penggunaan media belajar yang kurang variatif. 

 

Abstract 

 

The purpose of this study is to find out and describe the difficulties of 

students in learning Arabic. This type of research is qualitative 

research. The results showed that first, the lack of interest and 

motivation of students to learn Arabic, second, the difficulty of 

students in reading and understanding the meaning of each Arabic 

vocabulary, third, parental attention to students' Arabic learning 

outcomes is lacking, fourth, the method of delivering material is still 

monotonous, the teachers only used the lecture method, finally, the 

use of learning media is less varied. 

 

 

 

A. PENDAHULUAN 

Belajar adalah suatu kata yang sudah akrab dengan semua lapisan masyarakat. 

Bagi siswa atau mahasiswa kata “belajar” merupakan kata yang tidak asing,bahkan 

sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan mereka dalam 

menuntut ilmu di lembaga formal maupun non formal. Kegiatan belajar mereka 

lakukan dimanapun dan kapanpun serta belajar itu tidak mengenal usia. 

Keywords: 

Analysis Student’s 

Difficulties; 

Arabic Learning  

 

http://u.lipi.go.id/1421293761
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al
mailto:fathurrahmanfuad1001@gmail.com


162 

 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

Setiap anak didik berhak meraih prestasi yang baik jika mereka dapat belajar 

secara wajar, terhindar dari berbagai hambatan dan gangguan. Namun yang terjadi 

pada kenyataanya hambatan dan gangguan dialami oleh anak didik tertentu, 

sehingga mereka mengalami kesulitan dalam belajar. Pada tingkat tertentu memang 

ada anak didik yang dapat mengatasi kesulitan belajarnya tanpa harus melibatkan 

orang lain. Tetapi pada kasus-kasus tertentu, karena anak didik belum mampu 

mengatasi kesulitan belajarnya, maka bantuanguru atau orang lain sangat diperlukan 

oleh anakdidik. 

Seperti yang kita ketahui pada suatu lembaga pendidikan sudah semestinya 

jika bahasa arab itu diajarkan karena bahasa arab dipandang sangat relevan dengan  

kebutuhan  masyarkat  indonesia  yang  mayoritas  beragama  Islam khususnya 

lembaga pendidikan Islam seperti Madrasah atau Pesantren, bahasa Arab 

merupakan salah satu bahasa dari sekian banyak bahasa di dunia dan seperti yang 

kita ketahui bahwa bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an dan Hadist yang menjadi 

sumber hokum Islam sehingga tanpa memahaminya kita akan sulit untuk mengerti 

dan faham akan isi dari Al-Qur’an dan Hadist,oleh karenanya salah satu kebijakan 

pemerintah di bawah naungan departemen agama, bahasa arab adalah mata 

pelajaran wajib yang harus dipelajari di lembaga pendidikan Islam dari jenjang 

Madrasah Ibtidaiyah sampai Sekolah Tinggi Islam. 

Mempelajari bahasa arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan hadist maupun 

literature Islam sangat dianjurkan bagi umat muslim, banyak dari ayat Al-Qur’an 

yang berbicara pentingnya mempelajari bahasa Arab, salah satunya seperti firman 

Allah yang berbunyi: 

 

ا لَّعَلَُّكۡم تَۡعِقلُوَن   نًا َعَربِي ّٗ هُ قُۡرَءَٰ   ٢إِنَّآ أَنَزۡلنََٰ

Artinya :“sesungguhnya kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan 

berbahasa arab agar kamu memahaminya“ (Q.S. Yusuf : 1 ) 

Ayat diatas telah memaparkan secara jelas bahwa perintah umat muslim 

untuk mempelajari bahasa Arab adalah wajib, tidak ada lagi alas an untu ktidak 

mempelajari dan memahami bahasa arab, sedangkan untuk memahami dan 

menguasai bahasa arab memerlukan minat dan ketekunan belajar yang tinggi 



163 

 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

sehingga ini adalah tugas untuk para guru yang dituntut untuk memecahkan 

masalah kesulitan belajar bahasa Arab dengan mengembangkan profesionalitas dan 

kreatifitas dalam prosespembelajaran. 

Dalam hal ini peneliti menemukan sebuah permasalahan kesulitandalam 

belajar bahasa Arab, bahwasanya banyak sekali siswa yang masih belum menguasai 

pelajaran dasar bahasa Arab seperti kesulitan dalam membaca, menyimak, berbicara 

dan menulis bahasa arab serta mereka kesulitan untuk menghafal mufrodat (kosa 

kata) sehingga siswa merasa kesusahan untuk merangkai sebuah kata ataupun 

kalimat sederhana. 

Proses pembelajaran bahasa arab di MTsN 1Bandar Lampung secara umum 

mempunyai tujuan yaitu agar para siswa menguasai dan bisa mempraktikkan 4 

keterampilan bahasa, adapaun 4 keterampilan bahasa itu meliputi istima’ 

(mendengar/listening), qiro’ah (membaca/reading), kitabah (menulis/writing) dan 

kalam (berbicara/speaking). Kebanyakan siswa menilai bahwa bahasa Arab itu 

susah maka dari itu perlu adanya proses pendampingan untuk mengubah mindset 

siswa agar mereka termotivasi untuk belajar bahasa Arab, terlebih siswa kelas X 

yang merupakan siswa kelas lahir yang memiliki segudang permasalahan yang 

mereka hadapi, baik proses pembelajaran yang membosankan, rasa ketakut anak 

pada ujian nasioanal maupun tekanan sosial dari orang tua dan keluarga serta 

masyarakat sekitar yang mensyaratkan lulus ujian nasional dengan baik, selain itu 

ada juga permasalahan psikologis dan biologisnya yang menginjak usia remaja 

dewasa hal ini banyak menyita banyak waktu dan pemikiran yang bisa 

menghilangkan konsentrasi belajar. Berdasarkan gambaran umum permasalahan 

yang terdapatdi MTs N.1 Bandar Lampung maka penulis terdorong melakukan 

penelitian dengan judul “Analisis Kesulitan Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas X 

MTs N. 1 Bandar Lampung”.  

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesulitan belajar 

bahasa Arab di MTs N.1 Bandar Lampung, faktor kesulitan belajar bahasa Arab dan 

upaya guru untuk mengatasi kesulitan belajar bahasa Arab di MTs N.1 Bandar 

Lampung.  

 



164 

 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

B. METODE PENELITIAN 

Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan yang bersifat 

deskriptif kualitatif, data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar dan 

informasi lainnya, Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. 

Selain itu, semua yang di kumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa 

yang sudah diteliti. 

Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian 

lapangan (field research), dimana penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data 

dari permasalahan yang konkrit di lapangan berupa informasi bentuk kalimat yang 

memberi gambaran, sikap, dan antusias ketika mengikuti pembelajaran. Sumber 

data utamanya diperoleh dengan melakukan observasi langsung di lapangan yaitu 

pada guru dan siswa MTs N.1 Bandar Lampung. Sedangkan penulis menggunakan 

pendekatan kualitatif, penelitian kualitatif yang dikembangkan oleh Madzhab 

Baden yang bersinergi dengan aliran filsafat fenomenologi menghendaki 

pelaksanaan penelitian berdasarkan pada situasi wajar (natural setting) sehingga 

orang kerap juga menyebutnya sebagai metode naturalistik. Secara sederhana dapat 

dinyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah meneliti informan sebagai subjek 

penelitian dalam lingkungan kesehariannya. Informan penelitian adalah subjek yang 

memahami informasi objek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang 

memahami objek penelitian. 

Dalam penelitian kualitatif ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan 

adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan 

pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini misalnya orang tersebut yang 

dianggap paling tahu tetang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai 

penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi obyek/situasi sosial yang 

diteliti. Teknik pengmpulan data dalam penelitian kualitatif ini dilakukan pada 

natural setting (kondisi yang alamiah) maka pengumpulan data dilakukan dengan 

cara : 

1. Wawancara 

Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide 

melalui Tanya jawab sehigga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik 



165 

 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

tertentu dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara dan dapat dilakukam 

secara mendalam dan dikembangkan sesuai dengan situasi dan 

kondisidilapangan.Wawancara akan dilakukan oleh pihak-pihak terkait yaitu Guru 

Bahasa Arab dan siswa kelas X untuk mendapatkan sumber data tentang 

permasalahan yang dialami oleh siswa kelas X pada pembelajaran Bahasa Arab di 

MTs N. 1Bandar Lampung. 

2. Observasi 

Observasi merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk 

menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan. Metode 

observasi ini digunakan untuk melihat dan mengamati keadaan dilapangan secara 

jelas, peneliti datang ke lokasi serta mengikuti semua kegiatan yang berlangsung, 

dan mencatat segala sesuatu yang terjadi pada saat berlangsungnya proses belajar 

mengajar bahasa Arab di MTs N.1 Bandar Lampung. 

 

C. HASIL DAN PEMBAHASAN 

Hasil 

Kognitif (Ranah Cipta) 

Menurut hasil wawancara beberapa siswa mengenai aspek kognitif (ranah 

cipta) dalam belajar bahasa Arab ditemukan bahwa sebagian besar dari siswa 

memiliki latar belakang pendidikan lulusan dari SD yang artinya mereka masih 

asing terhadap bahasa Arab. Hal ini menunjukkan bahwa minat dan bakat siswapun 

juga sangat rendah, bahkan tidak ada minat sama sekali untuk mempelajari bahasa 

Arab lebih dalam. Seperti yang dikemukakakn oleh Informan dari pihak sekolah 

atau selaku guru bahasa Arab. 

Afektif (Ranah Rasa) 

Menurut hasil wawancara beberapa siswa mengenai aspek afektif (ranah rasa) 

dalam belajar bahasa Arab, ditemukan bahwa sedikit dari mereka yang memiliki 

ketretarikan untuk mempelajari bahasa Arab karena sebagian dari mereka memiliki 

motivasi yang rendah dalam belajar bahasa Arab, disisi lain mereka jarang ada yang 

mempunyai managemen waktu belajar sendiri, kebanyakan dari mereka hanya akan 



166 

 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

belajar ketika keesokan harinya ada tugas ataupun ulangan harian atau ketika 

disuruh sama orang tuanya. 

Psikomotorik (Ranah Karsa) 

Dari hasil wawancara dengan  beberapa responden terkait dengan aspek 

psikomotorik (ranah karsa) didapati bahwa sebagian besar dari mereka tidak ada 

yang memiliki gangguan kesehatan ataupun gangguan fungsi alat indra, hal itu 

menunjukkan bahwa aspek psikomotorik ini bukan menjadi faktor kesulitan belajar 

bahasa Arab siswa. 

Lingkungan Keluarga atau Rumah 

Menurut hasil wawancara beberapa siswa didapati bahwa fakto rkeluarga 

yakni dalam hal ini adalah perhatian orang tua terhadap belajar anak dirumah cukup 

beragam, ada orang tua yang cenderung cuek dan tidak memperhatikan proses 

belajar anaknya, ada juga yang sering mengingatkan anaknya untuk belajar. 

Kemudian sebagian siswa ketika mengerjakan tugas dirumah khususnya bahasa 

arab ada yang meminta tolongbantuan dari ibunya, ada juga yang mandiri mencari 

sediri dengan kamus maupun dengan bantuan smartphone. Terlihat jelas pemaparan 

diatas bahwa sebagian besar siswa jarang melakukan pengulangan kosa kata 

maupun materi bahasa arab yang sudah diajarkan di sekolah dikarenakan memang 

mereka tidak pernah belajar ketika dirumah.  

Lingkungan Sekolah 

Dari hasil wawancara beberapa responden mengenai lingkungan sekolah maka 

dapat digambarkan bahwa metode guru yang digunakan kebanyakan adalah dengan 

metode ceramah saja hal ini senada dengan pernyataan narasumber selaku guru 

Bahasa Arab di MTs N.1 Bandar Lampung yang menyatakan bahwa metode 

mubasyaroh atau ceramah adalah metode yang sering digunakan dalam proses 

pembelajaran bahasa Arab dalam kelas. Media yang digunakan berupa LCD dan 

buku-buku pelajaran yang sudah tersedia di sekolah. 

Pembahasan 

Berdasarkan data dari hasil observasi dan wawancara yang peneliti sajikan 

diatas maka peneliti membagi faktor kesulitan belajar bahasa Arab siswa kelas X di 

Madrasah Tsnawiyah Negeri 1 Bandar Lampung terbagi menjadi dua bagian, yang 



167 

 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

pertama, faktor internal yang mencangkup tiga aspek penting yaitu aspek kognitif 

(ranah cipta), aspek afektif (ranah karsa) dan aspek psikomotorik (ranah karsa); 

kemudian yang kedua yaitu faktor eksternal yang mencangkup tiga bagian penting 

juga yaitu lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah. Selain faktor penyebab 

kesulitan belajar, disini penulis juga akan memaparkan bagaimana cara siswa 

mengatasi kesulitan belajarnya. 

Berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya, factor internal penyebab kesulitan 

belajar siswa dapat ditemukan di aspek kognitif dan aspek Afektif. Pada aspek 

kognitif ada riwayat pendidikan sebelumnya yang lebih banyak berasal dari SD 

yang otomatis tingkat pengetahuan tentang Bahasa Arabnya sedikit kemudian 

susahnya membaca dan memahami arti dari bacaaan bacaan Bahasa Arab, 

Sedangkan di aspek Afektif adalah rendahnya minat dan motivasi siswa untuk 

mendalami Bahasa Arab, bagaimana mungkin akan mudah belajar jika minat dan 

motivasi belajar saja tidak ditumbuhkan, disamping itu konsentrasi siswa juga 

rendah, hal ini menyebabkan sulitnya siswa untuk mempelajari Bahasa Arab. 

Berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya, faktor Eksternal penyebab 

kesulitan belajar siswa dapat ditemukan di lingkungan keluarga yang terdiri dari 

kurangnya sikap dan dorongan untuk belajar. Kemudian Aspek dilingkungan 

sekolah yang terdiri dari sikap guru, metode, media yang digunakan peneliti 

menemukan bahwa monotonnya metode yang digunakan oleh guru menjadi salah 

satu faktor kesuliatan belajar siswa, disisi lain media yang sering digunakan adalah 

buku dan kurangnya praktik secara langsung, susasana kelas yang ramai dan tidak 

kondusif juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab kesulitan belajar siswa, 

selain itu dari segi fasilitas disekolah siswa merasa kurang mendukung. 

 

D. SIMPULAN 

Berangkat dari hasil penelitian, analisis data dan pembahasan tentang analisis 

kesulitan belajar Bahasa Arab di MTsN 1Bandar Lampung dapat ditarik kesimpulan 

bahwa yang menjadi faktor siswa kesulitan belajar Bahasa Arab adalah pertama 

kurangnya minat dan motivasi dari dalam diri siswa untuk mempelajari Bahasa 

Arab, kedua yaitu sulitnya siswa membaca dan memahami arti dari setiap kosa kata 

Bahasa Arab, ketiga adalah perhatian orang tua terhadap siswa tentang kesadaran 



168 

 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

dan dorongan belajar di luar sekolah, keempat adalah metode penyampaian guru 

yang terlalu monoton yaitu hanya menggunakan metode ceramah dan penggunaan 

media belajarnya hanya menggunakan buku saja sehingga siswa merasa tidak 

tertarik untuk belajar Bahasa Arab lebih dalam. 



169 

 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

DAFTAR PUSTAKA 

 

Bungin, M. B. (2016). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana 

 

Djamarah, S. B. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka cipta. 

 

Fatmawati. (2014). Pengaruh Penguasaan Mufrodat terhadap Kemampuan 

Berbahasa Arab Siswa Kelas XI di SMA UII Banguntapan Yogyakarta. 

Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia. 

 

Ilmi, R. (2015). Analisis Kesulitan Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas X MAN 

Pakem Bandar Lampung. Skripsi, Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia. 

 

Jannah, F. (2010). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa Kelas X-4 

dalam Belajar Bahasa Arab ( studi Kasus di MAN Wonokromo Pleret 

Bantul Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta : UIN Sunan Kalijaga. 

 

Maryaeni. (2005). Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara. 

 

Matthew B. M. & Huberman A. M. (1991). Analisis Data Kualitatif. Terjemahan 

oleh Tjetjep Rohendi Rohidi, dari Qualitative Data Analysis. Cet 1. Jakarta: 

UI press. 

 

Abdul M. (2004). Analisis Kontrastif Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia (Telaah 

dalam bentuk Morfologi). Jakarta : PT.Pustaka Al-Husna Baru. 

 

Rajenah. (2006).  Kesulitan Belajar Mengajar Bahasa Arab di MAN Yogyakarta 

II. Skripsi, Yogyakarta : UIN Sunan Kalijaga. 

 

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: 

Alfabeta. 

 

Muhibbin S. (2013). Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Press. 

 

Zulfikar, A.  Korelasi antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Pemahaman 

Teks Al-qur’an Mahasiswa Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia 

Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia. 
 


