




































199 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

 AL-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
IAIN Sultan Amai Gorontalo 

Volume 4, Nomor 2, Agustus 2019 
ISSN 2442-8965 (P)  
ISSN 2442-8973 (E)  

http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 

Eksplorasi Strategi Guru Dalam Meningkatkan Maharah Al-Kalam Siswa 

(Studi di Madrasah Aliyah Bolaang Mongondow Utara) 

Moh. Sultan Dama                                                                          

sulthandama@gmail.com 

UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta 

 

Abstrak 

Beberapa masalah yang terjadi di lapangan yaitu: siswa tidak mampu 

memahami kosa-kata bahasa Arab, sebagian siswa merupakan tamatan 

Sekolah umum, bukan Madrasah atau Pondok Pesantren sehingga 

menjadi penyebab kesulitan siswa pada maharah al-kalam, serta 

kurangnya fasilitas seperti buku pelajaran, dan tidak adanya 

laboratorium bahasa. Berdasarakan permasalahan yang dihadapi di 

atas, penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi apa yang 

dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan Maharah Al-

kalam siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode 

kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 

beberapa strategi yang dilakukan oleh guru yakni; guru memadukan 

berbagai metode dan strategi dalam proses pembelajaran bahasa Arab 

seperti qowaid, nahwu sharf dan tarjamah. Guru juga memberikan 

bimbingan ekstrakurikuler dengan membentuk taman belajar baca 

tulis al-Qur’an sebagai wadah siswa untuk belajar membaca dan juga 

memperlancar bacaan al-Qur’an.  

Abstract 

 

Some problems are found that: (1) students are not able to understand 

Arabic vocabulary; (2) some students are graduates of public schools, 

this causes difficulties for students to speak Arabic; (3) lack of 

facilities such as textbooks and the absence of language laboratories. 

Based on the problems faced above, this study aims to find out what 

strategies are carried out by the teacher in improving the ability of the 

students in speaking Arabic. The research method used is a descriptive 

qualitative. The results of the study show that the teachers combine 

various methods and strategies in the process of learning Arabic such 

as Qowaid, Nahwu Sharf and lectures. The teachers also guide 

extracurricular activities through the Al-Qur'an reading and writing 

park formed by the school. This place accommodates students to 

learn, to read and also expedite the reading of the Qur'an. 

 

 

Keywords: 

Maharah al-

kalam; qowaid, 

nahwu, sharf; 

tarjamah strategy; 

reading and 

writing al-Qur’an 

http://u.lipi.go.id/1421293761
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al
mailto:sulthandama@gmail.com


200 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

A. PENDAHULUAN 

Tujuan utama pembelajaran bahasa khususnya bahasa Arab di Madrasah adalah 

siswa diharapkan mampu menguasai empat mahārāt (keterampilan berbahasa) yang 

diajarkan secara integral, yaitu: (1) al-istimā’; (2) al-kalām; (3) al-qirāah; dan (4) al-

kitābah. Dari keempat jenis keterampilan di atas, maharah al kalam mendapatkan porsi 

perhatian lebih oleh guru dalam proses pembelajaran bahasa Arab di kelas. Peningkatan 

maharah al-kalam siswa dalam pembelajaran bahasa Arab menjadi cerminan 

keberhasilan seorang guru dalam proses pembelajaran bahasa Arab itu sendiri.  

Upaya meningkatkan keterampilan berbabahasa Arab baik lisan maupun tulisan 

tidak terlepas dari seberapa baik strategi, metode dan media yang digunakan oleh guru 

dalam proses pembelajaran. Penggunaan strategi, metode dan media yang tepat oleh 

guru tentu saja dapat memberikan efek positif pada keterampilan berbahasa Arab siswa. 

Sebaliknya penggunaan strategi yang tidak sesuai dengan karakter belajar siswa 

berdampak negatif terhadap keterampilan bahkan motivasi siswa dalam mempelajari 

bahasa Arab. 

Untuk mendalami dan mengetahui jenis-jensi metode atau strategi yang pakai oleh 

Guru, khususnya strategi yang digunakan untuk meningkatkan maharah al kalam perlu 

dilakukan kajian mendalam dan komprenhensif, karena berdasarkan observasi awal 

penulis di lapangan bahwa kelemahan siswa kelas IIA di Madrasah Aliyah Buko 

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara adalah kebanyakan dari siswa hanya tamatan 

SMP bukan MTS sehingga pelajaran yang diberikan susah untuk di pahami.  

Beberapa upaya untuk mengatasi masalah di atas sudah dilakukan oleh guru 

bahasa Arab dan pihak sekolah/Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang 

Mongondow Utara yakni dengan memberikan sangsi kepada siswa yang bolos dan 

malas belajar. Menurut hemat peneliti bahwa untuk menunjukan upaya peningkatan 

kualitas lulusan siswa Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 

yang berkualitas, masalah diatas sangatlah penting untuk segera dapat diatasi secara 

serius melalui kajian secara komprehensif tentang pembelajaran bahasa Arab utamanya 

dalam bidang maharah al-kalam. Karena jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut maka 

tujuan dari Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sangat sulit 

untuk dicapai, dalam pendidikan pada umumnya, dan dalam proses belajar mengajar 

khususnya. metode pembelajaran memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting, 

artinya bahwa keberhasilan kegiatan belajar mengajar tidak hanya ditentukan oleh 



201 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

penguasaan materi atau kualitas kurikulum tetapi faktor dan komponen pendidikan 

lainnya juga ikut mempengaruhi keberhasilan strategi meningkatkan maharah al-kalam.  

Namun, peran yang paling besar untuk mencapai keberhasilan itu terletak pada 

guru. Mengingat betapa pentingnya faktor guru untuk menunjang keberhasilan 

pembelajaran, penelitian ini akan difokuskan pada aspek siswa dan guru bahasa Arab 

dalam kaitannya dengan penggunaan Strategi Meningkatkan maharah al-kalam Bagi 

Siswa Kelas IIA di Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. 

Sehingganya, dari deskripsi singkat di atas, penelitian ini bertujuan untuk menemukan 

dan menguraikan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan maharah al-kalam 

siswa khususnya dalam pembelajaran bahasa arab baik di dalam maupun di luar kelas. 

 

B. METODE PENELTIAN 

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. 

Bogdan dan Taylor dalam Moloeng (2007) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai 

prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau 

lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati dari fenomena yang terjadi. Lebih 

lanjut Moleong (2007) mengemukakan bahwa penelitian deskriptif menekankan pada 

data berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka yang disebabkan oleh adanya 

penerapan metode kualitatif. 

Lokasi penelitian ini di Madrasah Aliyah Bolaang Mongondow Utara, Provisi 

Sulawesi Utara. Sedangkan yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIA. 

Fokus penelitian ini adalah menemukan penggunaan metode atau strategi yang 

dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan maharah al- kalam siswa. 

C. HASIL DAN PEMBAHASAN 

Hasil 

Strategi meningkatkan maharah al-kalam dalam pembelajaran bahasa Arab tidak 

hanya dapat dipahamai sebagai pencapaian target materi, namun di samping hal itu, 

guru pendidikan bahasa Arab mempunyai tanggung jawab besar terhadap strategi 

meningkatkan maharah al-kalam bagi siswa kelas IIA di Madrasah Aliyah Buko 

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penggunaan strategi guna meningkatkan 



202 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

maharah al-kalam dalam bahasa Arab harus dapat mendukung tujuan pendidikan yang 

diharapkan. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan perencanaan, strategi, 

pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi strategi maharah al-kalam yang tepat. 

Sebagaimana pengamatan yang dilakukan oleh peneliti tentang strategi 

meningkatkan maharah al-kalam bagi siswa kelas IIA di Madrasah Aliyah Buko 

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yaitu: 

1. Mengadakan percakapan (muhadatsah) bahasa Arab di pagi dan sore hari, 

2. Mempraktekkan setiap kosa-kata yang sudah diberikan dalam bentuk 

percakapan (muhadtsah) sehari-hari baik dalam lingkungan sekolah mapun di 

luar lingkungan sekolah, 

3. Menempelkan kosa-kata (mufradat) di setiap dinding sekolah, 

4. Memberikan bimbingan dan pelajaran bahasa Arab setiap pulang sekolah 

seperti pelajaran nahwu dan sorf. 

5. Menulis kosa-kata yang di temukan di sekitar lingkungan sekolah ataupun 

rumah, 

6. Menghafal teks drama bahasa Arab, kemudian mempraktekkannya bersama 

teman di depan kelas, 

7. Melatih siswa dalam mempraktekkan percakapan bahasa Arab setiap hari, 

8. Mengevaluasi hasil belajar siswa. 

9. Memberikan sangsi kepada siswa yang melanggar peraturan bahasa Arab. 

Hal ini dibuktikan dengan ungkapan Responden A tentang “strategi maharah al-

kalam yang digunakan oleh guru bahasa Arab sangat baik antara lain dengan 

mengadakan percakapan (muhadatsah) bahasa Arab di dalam sekolah maupun di luar 

sekolah dan menghafal minimal 5 kosa-kata setiap masuk kelas. 

Dari pendapat di atas penulis mencoba mencocokkan dengan pendapat responden 

lainnya “hal ini terbukti bahwasanya strategi meningkatkan maharah al-kalam bagi 

siswa sudah maksimal, karena dilihat dari strategi guru bahasa Arab dalam memberikan 

pelajaran bahasa Arab, baik materi percakapan, menghafal kosa-kata, memberikan 

bimbingan, menuliskan kosa-kata di lingkungan sekitar sekolah semua sudah sangat 

mendukung proses kegiatan strategi meningkatkan maharah al-kalam. 

Hal itu dibenarkan oleh Responden D “strategi meningkatkan maharah al-kalam 

sudah berjalan dengan baik karena strategi guru bahasa Arab dalam menjalankan 



203 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

strategi maharah al-kalam dapat membuktikan siswa mahir dalam berbicara 

(muhadatsah) bahasa Arab dan hal ini di dukung dengan adanya kreatifitas guru antara 

lain seperti: 

1. Guru memadukan berbagai strategi pada pelajaran bahasa Arab, 

2. Guru memberikan bimbingan ekstrakulikuler di luar jam sekolah seperti; 

taman belajar baca tulis al-qur’an atau yang di sebut dengan (TBTQ), 

3. Guru memberikan tugas hafalan 5 kosa-kata pada siswa 

4. Memberikan pemahaman terhadap kosa-kata, serta 

5. Melatih dan mengevaluasi siswa. 

Menanggapi hal tersebut, menurut guru pendidikan bahasa Arab Madrasah Aliyah 

Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, bahwa strategi dalam meningkatkan 

maharah al-kalam dilakukan dengan baik, karena strategi yang diterapkan sangat 

mendukung minat belajar siswa, siswa menjadi lebih bersemangat dan termotivasi. Hal 

ini juga didukung oleh kefasihan guru tersebut dalam menggunakan bahasa Arab karena 

kebetulan guru tersebut pernah mondok di pondok pesantren sehingga mampu dalam 

menjalankan strategi untuk meningkatkan maharah al-kalam.  

Beberapa pendapat dari informan yang penulis temui di sela-sela kesibukan 

mereka sedang ujian semester, dapat dikatakan bahwa strategi dalam meningkatkan 

maharah al-kalam siswa disebabka oleh adanya ide strategi dan pemahaman yang baik 

bahwa meningkatkan maharah al-kalam sangatlah penting, maka guru pendidikan 

bahasa Arab haruslah mampu menjalankan strategi maharah al-kalam ini, sehingga 

guru bahasa Arab tahu persis strategi maharah al-kalam yang dijalankannya serta 

mampu mengelola strategi maharah al-kalam sehingga dapat mencapai target yang 

diinginkan. 

Menyikapi hal itu Kepala Madrasah membenarkan tentang strategi maharah al-

kalam yang digunakan oleh guru pendidikan bahasa Arab di Madrasah Aliyah Buko 

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara “guru bahasa Arab memiliki basic pendidikan 

S-1 PAI. “Walaupun beliau lulusan S-1 PAI, tapi beliau mampu menjalankan strategi 

meningkatkan maharah al-kalam melalui kegiatan pembelajaran bahasa Arab. Sejak 

sekolah pertama kali didirikan kami hanya memiliki guru bahasa Arab satu-satunya dari 

beliau honorer daerah hingga beliau menjadi pegawai negeri sipil (PNS) saat ini”. 



204 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

Berdasarkan pendapat kepala sekolah tersebut, penulis mencoba menggali lagi 

informasi dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan “sejak pertama 

kali didirikan sekolah yayasan ini hanya satu guru bahasa Arab yang membidangi 

pelajaran bahasa Arab sampai saat ini, walaupun beliau lulusan S-1 PAI tapi beliau 

yakin dan mampu menjalankan strategi maharah al-kalam dalam kegiatan pembelajaran 

bahasa Arab”. 

Di sisi lain, keefektifan kegiatan pembelajaran bahasa Arab juga harus didukung 

oleh iklim penyelenggaraan pendidikan, lingkungan sekolah, fasilitas media 

pembelajaran, serta kualitas dan kuantitas buku ajar maupun buku bacaan yang 

memadai. Di bawah ini dipaparkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti serta 

hasil wawancara dengan kepala sekolah serta guru bahasa Arab tentang kreatifitas 

kegiatan pembelajaran strategi meningkatkan maharah al-kalam bagi siswa kelas IIA di 

Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terhadap guru 

pendidikan bahasa Arab (PBA) di Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang 

Mongondow Utara. 

Perencanaan Strategi Meningkatkan Maharah al-Kalam. 

Perencanaan merupakan fungsi sentral dari strategi meningkatkan maharah al-

kalam, karena berhubungan dengan pengambilan dan pembuatan keputusan tentang 

proses strategi meningkatkan maharah al-kalam. Disinilah guru sebagai manager 

strategi maharah al-kalam mampu melakukan berbagai pilihan menuju tercapainya 

tujuan strategi meningkatkan maharah al-kalam bagi siswa kelas IIA di Madrasah 

Aliyah Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. 

Sebagaimana penjelasan kepala sekolah yakni perencanaan strategi meningkatkan 

maharah al-kalam merupakan kegiatan memutuskan tujuan dari strategi meningkatkan 

maharah al-kalam, bersamaan pula terhadap analisis bagaimana komponen penunjang 

dalam pelaksanaan proses strategi meningkatkan maharah al-kalam yang dapat 

mencapai tujuan sesuai yang direncanakan, oleh karena itu dalam perencanaan strategi 

meningkatkan maharah al-kalam, saya menekankan adanya perencanaan strategi 

maharah al-kalam, yaitu sesuai dengan latar belakang siswa, materi pelajaran dan 

standar isi kurikulum. Selain itu saya mengarahkan pula agar dalam penyusunan 

perencanaan strategi meningkatkan maharah al-kalam dapat dibuat oleh guru bahasa 

Arab, untuk melihat sejauh mana kreatifitas guru menyusun perencanaan strategi 



205 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

meningkatkan maharah al-kalam antara lain yaitu : 1). guru memadukan berbagai 

strategi pada pelajaran bahasa Arab, 2). memberikan pemahaman terhadap kosa-kata, 

serta, 3). melatih dan mengevaluasi siswa. 

Kaitannya dengan penjelasan kepala sekolah di atas, demikian pula yang 

dijelaskan oleh Narasumber lainnya “dalam pengelolaan strategi meningkatkan 

maharah al-kalam utamanya kegiatan perencanaan yang meliputi kegiatan penyusunan 

silabus dan RPP. Kepada kepala sekolah memberikan arahan, agar silabus dan RPP 

tidak hanya sekedar menyusun administrasi perencanaan pengeloaan strategi 

meningkatkan maharah al-kalam, namun terutama adalah administrasi perencanaan 

pengelolaan strategi meningkatkan maharah al-kalam tersebut dibuat berdasarkan 

kesesuaian kondisi sekolah, dan menunjukan adanya kemampuan kreativitas sehingga 

selain menarik juga dapat menimbulkan semangat terhadap pelaksanaan pengeloaan 

strategi meningkatkan maharah al-kalam”. 

Menyikapi penjelasan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah kurikulum dan 

kesiswaan, demikian juga apa yang diungkapkan oleh guru bahasa Arab “perencanaan 

strategi meningkatkan maharah al-kalam, yakni meliputi perencanaan silabus dan RPP 

kami susun berdasarkan standar kurikulum 13 (K13), dan menyesuaikan dengan 

kemampuan masing-masing individu siswa, serta sarana pendukung yang tersedia, 

terutama dalam strategi meningkatkan maharah al-kalam yang sudah direncanakan. 

Selain itu pula Hartono Husain “kami selalu berusaha menyediakan kebutuhan-

kebutuhan guru-guru dalam rangka menunjang strategi meningkatkan maharah al-

kalam. Hal itu kami upayakan demi terealisasinya perencanaan pengeloaan strategi 

meningkatkan maharah al-kalam, yang sesuai dengan standar kurikulum, kemampuan 

belajar siswa, dan sesuai dengan sumber daya yang tersedia. Serta utamanya adalah 

kemampuan guru dalam mencapai tujuan yang direncanakan”. 

Dalam merealisasikan perencanaan strategi meningkatkan maharah al-kalam, 

lebih lanjut dikatakan oleh Guru bahasa Arab “dalam pelaksanaan RPP dan silabus kami 

senantiasa bekerja sama agar lebih maksimal, terutama jika ada hal-hal yang kurang 

dipahami tentang strategi meningkatkan maharah al-kalam, saya tidak segan-segan 

berkonsultasi dengan rekan-rekan guru senior, maupun kepada kepala sekolah dalam hal 

strategi meningkatkan maharah al-kalam”.
 



206 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa perencanaan guru PBA bagi 

siswa kelas IIA di Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 

dalam mengelola strategi meningkatkan maharah al-kalam, khususnya pada taraf 

perencanaan baik dalam silabus dan RPP, memiliki hubungan dengan strategi 

meningkatkan maharah al-kalam, hal ini dapat diketahui dengan adanya bimbingan 

serta arahan kepala sekolah terhadap strategi meningkatkan maharah al-kalam. 

Dalam rangka meningkatkan kreatifitas guru khususnya dalam perancanaan 

strategi meningkatkan maharah al-kalam antara lain berupa silabus dan RPP, juga 

memberikan pemahaman terhadap kosa-kata, serta melatih dan mengevaluasi siswa hal 

ini dilaksanakan seobjektif mungkin melalui profesionalisme pada guru bahas Arab, 

namun tetap memiliki asas demokratisdan kooperatif, yakni berupa adanya konsultasi 

atau guru bertanya kepada kepala sekolah maupun guru senior lainnya yang 

berhubungan dengan adanya hasil dari pengeloaan strategi meningkatkan maharah al-

kalam bagi siswa kelas IIA di Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang Mongondow 

Utara. 

Analisis terhadap uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pengeloaan 

strategi meningkatkan maharah al-kalam yang dilakukan oleh guru PBA di Madrasah 

Aliyah Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara telah optimal sebagaimana 

tuntutan kurikulum, hal tersebut berdasarkan dari berbagai penjelasan guru, dan kepala 

sekolah, demikian pula sesuai pengamatan dilapangan baik perencanaan secara 

teradministrasi maupun sesuai pelaksanaan dalam strategimeningkatkan maharah al-

kalam. 

Pengorganisasian Strategi Meningkatkan Maharah al-Kalam. 

Sebagaimana uraian sebelumnya menunjukan bahwa perencanaan berkenaan 

dengan strategi meningkatkan maharah al-kalam pada pendidikan bahasa Arab di 

Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara telah dilakukan secara 

baik. Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh Rikap Patilima “sehubungan dengan 

rencana strategi meningkatkan maharah al-kalam pada mata pelajaran bahasa Arab, 

kami telah mempersiapkan kelompok belajar bagi siswa dengan memberikan materi 

tentang strategi meningkatkan maharah al-kalam seperti bercakap-cakap bahasa Arab 

(muhadatsah) di depan kelas dengan teman kelompoknya. Hal ini dapat mengurangi 

rasa grogi ketika maju di depan kelas”.  



207 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

Dari uraian di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa, strategi meningkatkan 

maharah al-kalam bagi siswa kelas IIA di Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang 

Mongondow Utara dengan mengadakan kelompok belajar siswa dapat meminimalisir 

rasa takut mereka ketika maju di depan kelas. Di sisi lain kami menyadari bahwa guru 

pendidikan bahasa Arab (PBA) yang ada di sekolah ini walaupun beliau S-1 PAI, 

namun beliau mendapat sertifikasi untuk menjadi guru bahasa Arab, sehingga walaupun 

demikian beliau sangat cerdas dalam berbahasa Arab (fasih), karena sebelumnya beliau 

lulusan dari pondok pesantren, oleh karena itu beliau mudah dalam menjalankan strategi 

maharah al-kalam terhadap siswa di kelas maupun di luar kelas”. 

Menyikapi hal tersebut menurut Siti Safira Isingga “kami akui kami sering 

kesulitan dalam menjalankan strategi maharah al-kalam seperti : guru memberikan 

bimbingan dan pengajaran kepada siswa, guru memberikan hafalan kosa kata kepada 

siswa, guru memberikan sangsi yang melanggar paraturan dalam bercakap-cakap bahasa 

Arab (muhadatsah), karena kami tidak mengerti akan makna dari setiap kosa-kata yang 

diberikan oleh guru bahasa Arab, akan tetapi kami sangat senang dengan pelajaran 

bahasa Arab dan sangsi yang diberikan, hal ini dapat memotivasi kami agar lebih giat 

lagi dalam belajar bahasa Arab. kami yang awalnya sulit dalam berbicara, menulis, 

mendengar.Namun dengan adanya guru bahasa Arab dan strategi maharah al-kalam ini 

kami jadi mengerti sedikit demi sedikit, jadi tau membaca al-Qur’an. Disisi lain adapun 

metode dan strategi yang digunakan oleh guru bahasa Arab yaitu salah-satunya 

mengadakan percakapan bahasa arab (muhadatsah) pada pagi dan sore hari, 

memberikan bimbingan dan pelajaran bahasa Arab”. Sehingga menurut penulis, guru 

PBA di M.A BukoKecamatan Pinogaluman Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 

sudah melakukan perencanaan strategi meningkatkan maharah al-kalam bagi siswa 

kelas IIA di M.A Buko dengan maksimal. 

Pelaksanaan Strategi dalam Meningkatkan Maharah al-Kalam 

Pelaksanaan strategi meningkatkan maharah al-kalam, merupakan bagian dari 

strategi pembelajaran secara langsung di dalam kelas, oleh karena itu, pelaksanaan 

strategi meningkatkan maharah al-kalam dapat dipahami bahwa kegiatan dimana guru 

melaksanakan tugas pokoknya yaitu pembelajaran dan pendidikan. Kegiatan strategi 

meningkatkan maharah al-kalam pada pendidikan bahasa Arab (PBA) di Madrasah 

Aliyah Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, merupakan suatu keadaan yang 



208 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

mengindikasikan adanya interaksi dalam situasi belajar siswa melalui keaktifan belajar 

siswa yang dirangsang oleh guru melalui pertanyaan sesuai materi pelajaran yang 

diberikan khusunya strategi meningkatkan maharah al-kalam. 

Hal demikian sesuai dengan penjelasan Rikap Patilima “ pengeloaan strategi 

meningkatkan maharah al-kalam dalam kegiatan belajar di kelas, yang dilaksanakan 

guru, saya sarankan agar strategi meningkatkan maharah al-kalam dapat meningkatkan 

partisipasi aktif belajar siswa, dan memiliki kemampuan dalam mewujudkan hasil 

belajar siswa sesuai standar kurikulum agar lebih optimal terhadap potensi akademik 

maupun kompetensi siswa”. 

Demikian pula menurut Ismi Pakaya “pelaksanaan strategi meningkatkan 

maharah al-kalam yang saya laksanakan berdasarkan silabus dan RPP, dan strategi 

meningkatkan maharah al-kalam, tetapi untuk optimalnya pencapaian tujuan strategi 

meningkatkan maharah al-kalam, saya tetap berorientasi pada keadaan atau situasi 

belajar siswa. Hal ini saya lakukan agar siswa dapat maksimal belajar dengan giat serta 

lebih memahami strategi maharah al-kalam yang di berikan. Dan ternyata hal itu lebih 

efektif terhadap optimalisasi strategi meningkatkan maharah al-kalam terutama capaian 

hasil evaluasi belajar siswa”. 

Hal ini juga terbukti dengan pendapat para siswa Siti Safira Isingga bahwa “kami 

sangat senang, karena guru bahasa Arab sangat memahami kondisi ataupun keadaan 

kami, pelajaran yang diajarkan sangat bagus dan menyenangkan, walaupun kadangkala 

kami merasa kesulitan dalam memahami makna dari masing-masing kosa-kata yang 

diberikan oleh guru bahasa Arab. Akan tetapi demikian bukan menjadi penghambat bagi 

kami untuk terus belajar bahasa Arab, karena kami tau bahasa Arab adalah bahasa al-

Qur’an, maka dari itu kami harus belajar sebisa mungkin untuk dapat memahami setiap 

strategi maharah al-kalam diantaranya menghafal kosa-kata bahasa Arab”. 

Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa dalam kegiatan pelaksanaan 

strategi meningkatkan maharah al-kalam sudah cukup maksimal walaupun ada 

beberapa kendala yang di hadapi oleh para guru ataupun siswa. Namun itu bukan berarti 

mereka menjadi tidak semangat untuk tetap belajar bahasa Arab, malahan sebaliknya 

mereka terlihat bersemangat bukan hanya pada strategi dan metode pelajarannya, 

namun pada guru bahasa Arab. 



209 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

Pengawasan/Evaluasi Strategi Meningkatkan Maharah al-Kalam 

Pengawasan dapat pula dipahami sebagai evaluasi, dengan demikian evaluasi 

yang dilakukan terhadap pengeloaan strategi meningkatkan maharah al-kalam adalah 

merupakan totalitas aktivitas mengajar guru terhadap kemampuan dalam hal 

managerial, agar strategi meningkatkan maharah al-kalam lebih optimal dan terkendali 

terutama terhadap hasil evaluasi hasil belajar dan strategi meningkatkan maharah al-

kalam. Guru sebagai manager dan evaluator, sesuai pengamatan dan hasil wawancara 

dapat diketahui cukup optimal dalam menjalankan strategi meningkatkan maharah al-

kalam pada siswa. 

Hal demikian sesuai dengan iklim pembelajaran strategi meningkatkan maharah 

al-kalam yang kondusif baik terhadap guru maupun utamanya tehadap siswa, sesuai 

dengan penjelasan Risman Samheda bahwa “akumulasi optimalnya kegiatan strategi 

meningkatkan maharah al-kalam dapat diketahui pada hasil belajar siswa, dan untuk 

menciptakan hasil belajar siswa yang optimal dapat diwujudkan melalui strategi 

meningkatkan maharah al-kalam, baik dalam pelaksanaan strategi meningkatkan 

maharah al-kalam maupun evaluasi hasil belajar. Oleh karena itu saya senantiasa 

mengingatkan para guru agar tidak hanya optimal dalam perencanaan dan pelaksaan 

pembelajaran, tetapi juga harus optimal terhadap hasil evaluasi strategi meningkatkan 

maharah al-kalam bagi siswa kelas IIA di Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang 

Mongondow Utara”. 

Senada dengan penjelasan Risman Samheda, Ismi Pakaya mengemukakan “fungsi 

pengawasan yakni dengan memberikan penugasan baik tugas secara lisan atau tulisan 

maupun praktik-praktik kemudian dari hasil yang diperoleh tidak hanya dari hasil 

proses pembelajaran strategi meningkatkan maharah al-kalam di sekolah akan tetapi 

dari segi tingkah laku dan kehidupan siswa dilingkungan masyarakat maupun keluarga. 

Dan tentunya melibatkan orang tua atau wali dari siswa yang bersangkutan. 

Hal ini berkenaan dengan pendapat siswa Annisa Fitri Hulalango bahwa “hasil 

belajar yang kami rasakan saat ini, kami mendapatkan nilai yang maksimal, karena 

selama ini kami mengakui bahwa keikutsertaan kami pada proses pembelajaran strategi 

meningkatkan maharah al-kalam sebagian besar hanya semata-mata untuk medapatkan 

nilai yang maksimal dan memuaskan, dan hal ini terjadi karena selama proses 



210 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

pembelajaran strategi meningkatkan maharah al-kalam selama ini kami ikuti dengan 

serius, selalu mendapatkan nilai yang maksimal dan memuaskan”. 

Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat dipahami bahwa guru pendidikan 

bahasa Arab (PBA) di Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, 

dalam kegiatan pengendalian atau evaluasi hasil strategi meningkatkan maharah al-

kalam, senantiasa mengupayakan untuk lebih optimalnya hasil belajar berdasarkan 

tujuan pembelajaran strategi meningkatkan maharah al-kalam bagi siswa kelas IIA di 

Madrasah Aliyah Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. 

 

D. SIMPULAN 

Berdasarkan penelitian yang telah di bahas dan diuraikan sebelumnya maka dapat 

disimpulkan bahwa strategi meningkatkan maharah al-kalam yang diterapkan oleh guru 

bahasa Arab perlu ditingkatkan, diantaranya: Mengadakan percakapan (muhadatsah) 

bahasa Arab di pagi dan sore hari, Mempraktekkan setiap kosa-kata yang sudah 

diberikan dalam bentuk percakapan (muhadtsah) sehari-hari baik dalam lingkungan 

sekolah mapun di luar lingkungan sekolah, Menempelkan kosa-kata (mufradat) di setiap 

dinding sekolah, Memberikan bimbingan dan pelajaran bahasa Arab setiap pulang 

sekolah seperti pelajaran nahwu dan sorf, Menulis kosa-kata yang di temukan di sekitar 

lingkungan sekolah ataupun rumah, Menghafal teks drama bahasa Arab, kemudian 

mempraktekkannya bersama teman di depan kelas, Melatih siswa dalam 

mempraktekkan percakapan bahasa Arab setiap hari, Mengevaluasi hasil belajar siswa 

dan Memberikan sangsi kepada siswa yang melanggar peraturan bahasa Arab 

mengadakan percakapan bahasa Arab (muhadastah). 

Adapun yang menjadi perhatian utamanya bagi lembaga pendidikan dan guru 

bahwa siswa sering mengalami kobosanan belajar, bolos sekolah, seingga diperlukan 

perhatian dan pengwasan yang lebih dari semua unsur terkait, baik dari pihak sekolah, 

lingkungan sekitar dan juga keluarga. Kerja sama yang baik antar pihak ini bisa dapat 

menginkatkan kualitas pendidikan di sekolah terutama tujuan-tujuan pembelajaran, 

yang dalam konteks kajian ini terutama dapat meningkatkan maharah al-kalam siswa 

dalam berbahasa Arab. 

 

 



211 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 
 

DAFTAR PUSTAKA 

Abduh, A. A., Madakhil Ta’lim al-Lughah al-Arabiyyah, Makkah Mukarramah: 

Jami’ah Um al-Qura. 

Danim, S. (2002).  Menjadi Peneliti Kualitatif, Bandung: Pustaka Setia. 

Departemen Pendidikan Nasional. (2011). Kamus Besar Bahasa Indonesia, cet: IV, 

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 

Ilyan,A. & Fuad. M. (1992). al-Maharat al-Lughawiyyah: Mahiyatuha wa Tharaiq 

Tadrisiha, Dar al-Muslim Li al-Nasyr wa al-Tauzi, Riyadh. 

Al-Khuli, A. M. (1986). Asalib Tadrisal-Lughah al-Arabiyah.Cet: 2. al-Mamlakah al-

Arabiyah al-Su’udiyah, Riyadh. 

Moleong, J. L. (1998). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya. 

al-Naqah & Mahmud K. (1985). Ta’lim al-Lughah al-Arabiyah li al-Nathiqin bi Lughat 

Ukhra: Asasuhu, Madakhiluhu, Thuruq Tradisihi, al-Mamlakah al-Arabiyah al-

Su’udiyah: Jami’ah Um al-Qura, 1985. 

Salim, A. (2006). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian (Teori dan Paradigma Penelitian 

Sosial), Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 

Sukmadinata, N. S. (2005). Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Remaja 

Rosdakarya. 

Hadi, S. Metodolog Reseach, (Jakarta:tp, tth). 

Tarigan, H. G. (2013). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, Bandung: 

Angkasa. 

Tarigan, H. G. (1998). Dasar-Dasar Kurikulum Bahasa, Bandung: Angkasa. 

Thu’aimah, R. A., &  Muhammad A. M. (2000). Tadris al-Arabiyah Fi al-Ta’lim al-

Amm: Nazariyyat Wa Tajarib, kairo: Dar al-Fikr al-Arabi.  

Thu’aimah, R. A. (1986). al-Marja fi Ta’lim al-Lughah al-Arabiyah Li al-Nathiqin bi 

Lughah  Ukhra, juz 2, Makkah al-Mukarramah: Jami’at Um al-Quran. 
 

 


