




































133 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

 AL-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
IAIN Sultan Amai Gorontalo 

Volume 4, Nomor 2, Agustus 2019 
ISSN 2442-8965 (P)  
ISSN 2442-8973 (E)  

http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al 

 

Model Pembelajaran CTL Berbasis IT untuk Menguasai  

Mufradat Bahasa Arab 
 

Adtman A. Hasan 

adtman123@gmail.com 

UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta 

 

Abstrak 

Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) mengetahui bagaimana     

penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis informasi 

teknologi pada pembelajaran bahasa Arab, (2) apakah model 

pembelajaran kontekstual berbasis informasi teknologi dapat 

meningkatkan penguasaan mufradat peserta didik. Metode penelitian 

yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil 

penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran 

Contextual Teaching and Learning berbasis informasi teknologi pada 

pembelajaran bahasa Arab dapat meningkatkan penguasaan mufradat 

siswa di Madrasah Tsanawiyah Al-Falah, desa Tunggulo, Kecamatan 

Limboto Barat. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai ketuntasan 

pada siklus 1 mencapai 35%. Selanjutnya pada siklus II mengalami 

peningkatan 55%, sehingga jumlah ketuntasan siklus II mencapai 

90%. 

 

Abstract 

The purpose of this study is to; (1) find out how the implementation of 

contextual teching and learning models based on information 

technology in Arabic learning, (2) determine whether the contextual 

teching and learning models based on information technology can 

improve the mastery of the students’ Arabic vocabulary. The research 

method used is Classroom Action Research (CAR). The results of this 

study indicate that the contextual teching and learning models based 

on information technology in learning Arabic can improve students' 

Arabic vocabulary mastery in Al-Falah Boarding School, Tunggulo, 

West Limboto District. This is evidenced by the acquisition of 

completeness value in cycle 1 reaching 35%. Then in the second cycle 

there is a 55% increase, so the number of completeness in the second 

cycle reached 90%. 

 

 

 

 

Keywords: 

Contextual 

Teaching and 

Learning Model; 

Technology 
Information; 
Arabic 

Vocabulary 

http://u.lipi.go.id/1421293761
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/al
mailto:adtman123@gmail.com


134 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

A. PENDAHULUAN 

Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk 

membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan 

pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain. Model 

pembelajaran dapat dijadikan pola pikiran, artinya para guru boleh memilih model 

pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya. 

Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang 

tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata 

lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu 

pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. (Kokom, 2014) 

Model pengajaran dan pembelajaran kontekstual atau contextual teaching 

learning (CTL) merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan konten 

mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan 

antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupn mereka sebagai anggota 

keluarga, warga negara, dan tenaga kerja. 

Pengajaran kontekstual adalah pengajaran yang memungkinkan siswa-siswi TK 

sampai dengan SMA untuk menguatkan, memperluas, dan menerapkan pengetahuan 

dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan dalam sekolah dan 

luar sekolah agar dapat memecahkan masalah-masalah yang disimulasikan (Trianto, 

2013). 

Salah satu strategi yang dianggap kontekstual dengan mendekatkan anak didik 

kepada proses alamiah pembelajaran, disebut dengan pendekatan kontekstual 

(Contextual teaching and learning). Pendekatan CTL menurut Direktorat Jenderal 

Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama Depdiknas, 

disebutkan bahwa yang dimaksud dengan contextual teaching and learning merupakan 

konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya 

dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara 

pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai 

anggota keluarga dan masyarakat. 

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat saat ini tidak bisa 

dihindari lagi pengaruhnya terhadap dunia pendidikan. Tuntutan global menuntut dunia 

pendidikan untuk selalu senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap 



135 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

usaha dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaan teknologi 

informasi dan komunikasi bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran 

(Rusman, 2013) 

Adapun makna menguasai yang  berkaitan  dengan  bahasa  berarti  dapat 

menggunakan (W.J.S, :1999). Sedangkan mufradat adalah kosa kata atau kata-kata 

(A.W, 1997). Jadi Penguasaan mufradat berarti kesanggupan seseorang dalam 

menggunakan kosa kata Arab dalam merangkai kalimat untuk berkomunikasi baik lisan 

maupun tulisan. Pengajaran  kosa  kata  hendaknya  mempertimbangkan  dari  aspek 

penggunaannya bagi peserta didik, yaitu diawali dengan memberikan materi kosa kata 

yang banyak digunakan dalam keseharian dan berupa kata dasar. 

Berdasarkan hasil pra observasi dalam pembelajaran guru masih menggunakan 

metode atau model pembelajaran lama seperti guru hanya menggunakan metode 

ceramah, sedangkan siswa hanya duduk diam dan mendengarkan penjelasan guru. Guru 

juga hanya terpaku pada buku paket. Hal ini membuat pembelajaran menjadi 

membosankan dan menimbulkan rasa malas pada siswa yang pada akhirnya 

berpengaruh pada nilai prestasi belajar siswa. Keadaan semacam ini juga mempengaruhi 

tingkat pemahaman siswa pada apa yang sedang dipelajari. Siswa hanya akan paham 

selama materi itu disampaikan. Namun sesudahnya siswa akan lupa begitu saja karena 

konsep yang tertanam dalam pikiran siswa kurang begitu kuat. Hal ini mengakibatkan 

rendahnya nilai hasil belajar siswa yang masih di bawah Kriteria Ketuntasan Maksmal 

(KKM). Dari sinilah perlu adanya perubahan pada proses pembelajaran yang dapat 

membuat siswa merasa bahwa apa yang mereka pelajari menjadi lebih bermakna dan 

tidak mudah hilang meski waktu pelaksanaan pembelajaran sudah lewat. 

Untuk mengatasi masalah tersebut khususnya dalam meningkatkan penguasaan 

kosa kata peserta didik, penulis dalam penelitian ini mengangkat model pembelajaran 

Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbasis Informasi Teknologi (IT) untuk 

meningkatkan penguasaan kosa kata (Mufradat) siswa kelas VII. Model pembelajaran 

CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang 

diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan 

antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka 

sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih tertarik 



136 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

dengan apa yang sedang dipelajari, memperkuat daya ingat siswa pada apa yang 

dipelajari dan membantu siswa dalam memahami apa yang sedang dipelajari. 

 

A. METODE PENELITIAN 

Jenis Penelitian 

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK).Penelitian tindakan kelas 

berkembang dari penelitian tindakan. Menurut Burns penelitian tindakan adalah 

penerapan berbagai fakta yang ditemukan untuk memecahkan masalah dalam situasi 

sosial untuk meningkatkan kualitas tindakan yang dilakukan dengan melibatkan 

kolaborasi dan kerja sama peneliti dan praktisi. Penelitian tindakan kelas (Classroom 

Action Research) adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri 

dengan jalan merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara 

kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, 

sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.(Sanjaya, 2013) 

Desain Penelitian 

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang berfokus pada upaya 

untuk merubah kondisi ril sekarang ke-arah kondisi yang diharapkan. Penelitian ini 

dilaksanakan di kelas VII. Setiap siklus tindakan meliputi perencanaan, tindakan, 

observasi, dan refleksi. Dalam penelitian ini langkah-langkah yang dilaksanakan 

mengacu pada model John Elliot setiap siklus atau tahapan tindakan meliputi 

perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. 

 

Gambar 1: Model siklus John Elliot 



137 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

Tahap Persiapan Penelitian Kelas 

Pada tahap awal peneliti mengamati keadaan dan kemampuan siswa melalui 

observasi, antara lain bagaimana gambaran, perilaku siswa baik di dalam maupun di 

luar kelas, perhatian dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, kemampuan guru 

mengajar, sikap siswa terhadap mata pelajaran, penggunaan metode guru dalam 

mengajar, kurikulum yang digunakan, hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa 

Arab.  

Tahap Perencanaan Tindakan 

Sesuai karakteristik pembelajaran dengan pendekatan realistik, maka rencana 

tindakan yang dilakukan adalah: 

1) Pendahuluan. Pendidik menyampaikan topik yang akan dipelajari. 

2) Peserta didik diberi pertanyaan dan diberi kesempatan untuk mengingat 

pengalaman yang dialaminya saat liburan, dan kemudian diminta untuk 

menyampaikan dalam bentuk cerita atau dialog berpasangan. 

3) Kemudian pendidik menyampaikan teks dengan suatu judul di atas dan 

menghubungkan pengalaman-pengalaman peserta didik dengan teks yang 

akan diajarkan. 

Tahap Pelaksanaan Tindakan  

Berdasarkan hasil observasi bahwa kurikulum yang diterapkan di MTs Al-Falah 

adalah menggunakan kurikulum 2013. Pelaksanaan tindakan di kelas didasarkan 

rencana tindakan yang dituangkan pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang 

telah disusun. Oleh karena itu pelaksanaan tindakan diupayakan tidak menyimpang dari 

rencana tindakan. 

 Pada tahap pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan 

kegiatan penutup serta pelaksanaannya mengikuti alur satuan acara pembelajaran 

kurikulum 2013 yang sedang berlaku di sekolah sekarang. 

Monitoring (Observasi) 

Monitoring atau observasi adalah Mengamati proses pembelajaran yaitu interaksi 

guru-siswa di kelas.  Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian adalah observasi guru 

mengajar dengan menggunakan pedoman pemantauan proses belajar yang disusun 

bersama-sama dengan guru mata pelajaran bahasa Arab. Dalam hal ini pengamatan 



138 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

dilakukan oleh peneliti dibantu oleh seorang observer agar dalam pelaksanaan tindakan 

guru selaku praktisi dapat menjalankan prosesnya dengan baik agar hasilnya maksimal. 

Refleksi 

Refleksi merupakan kegiatan mengevaluasi proses dan hasil tindakan oleh peneliti 

dan guru beserta obsever II yang terlibat aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan. 

Refleksi dalam penelitian tindakan adalah mengkaji apa yang telah dihasilkan atau yang 

belum tuntas dengan tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil 

refleksi, maka tindakan berikutnya dapat ditentukan. 

 

B. HASIL DAN PEMBAHASAN 

Hasil  

Sebelum Melaksanakan tindakan, peneliti mengadakan pertemuan awal dengan 

kepala sekolah dan guru bahasa Arab yang mengajar di kelas VII  Madrasah 

Tsanawiyah Al-Falah Kab. Gorontalo. Pada tahap ini peneliti mendiskusikan instrumen 

yang digunakan dalam penelitian. Salah satunya adalah pemberian tes sebagai 

instrumen dalam mengukur kemampuan awal dan akhir siswa, selain itu juga peneliti 

menyodorkan format observasi untuk didiskusikan bersama dengan guru bahasa Arab. 

Hal yang pertama dilakukan adalah memberikan pre-tes (tes awal) pada siswa. 

Pre tes  pada penelitian ini diberikan kepada 20 orang peserta didik kelas VII D 

Madrasah Tsanawiyah Al-Falah. Berdasarkan hasil analisis pada tes pertama atau pre 

tes, diperoleh informasi bahwa pada umumnya kemampuan peserta didik dalam 

penguasaan kosa kata sangat rendah bahkan belum ada yang tuntas. Untuk lebih jelas 

dapat dilihat pada tabel berikut:  

Tabel I  

Hasil Analisis Pre Tes Penguasaan kosa kata (mufradat) 

No Rentang 

Nilai 

Kategori 

Penilaian 

Jumlah 

Siswa 

Presentase 

(%) 

Keterangan 

1 90-100 Istimewa -   

2 75-89 Baik -   

3 60-74 Cukup 3 orang 15% T. Tuntas 



139 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

4 40-59 Rendah 9 orang 45% T. Tuntas 

5 0-39 Sangat rendah 8 orang 40% T. Tuntas 

Jumlah 20 orang 100%  

% Ketuntasan siswa 20 orang  0% T. Tuntas 

0 orang   

Sumber Data: Olahan Data Pre Tes Siklus I. 

Berdasarkan tabel I menunjukan bahwa penguasaan kosa kata kelas VII D 

Madrasah Tsanawiyah Al-Falah masih rendah. Oleh karena itu perlu adanya tindakan 

pada siklus I. Sebagai usaha meningkatkan penguasaan mufradat peserta didik kelas VII 

D Madrasah Tsanawiyah Al-Falah dengan Menerapkan Model Pembelajaran 

Kontekstual Berbasis IT. Dalam penelitian ini menggunakan dua siklus yaitu tindakan 

siklus I dan siklus II yang masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. 

Tahap Perencanan Kegiatan  

Berdasarkan hasil pre tes sebelumnya menunjukan bahwa penguasaan kosa kata 

(mufadat) peserta didik kelas VII D Madrasah Tsanawiyah Al-Falah sangat rendah, 

maka kegiatan ini dilanjutkan ke siklus ke I. Kegiatan siklus ke I terlebih dahulu 

dimulai dengan tahap perencanaan adapun perencanaan tersebut yaitu: menyusun 

langkah-langkah pembelajaran yang tertuang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran 

(RPP). 

Pada tindakan siklus ke I ini peneliti mengajar selama 2 kali pertemuan dengan 

menerapkan model pembelajaran kontekstual berbasi IT untuk meningkatkan 

penguasaan kosa kata, kegiatan yang dilakukan selama 2 kali pertemuan tersebut dapat 

dilihat di RPP. Untuk memudahkan pengamatan proses pelaksanaan tindakan peneliti 

dibantu oleh seorang Pendidik bahasa Arab yang bertindak sebagai observer. 

Tahap Pelaksanaan Tindakan  

Pertemuan siklus I ini dimulai dengan kegiatan awal/pendahuluan, kegiatan inti dan 

kegiatan akhir/penutup, dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual berbasis 

IT untuk meningkatkan penguasaan kosa kata (mufadat). 

Observasi  

Pelaksanaan obsevarsi dilakukan pada saat poroses pembelajaran berlangsung yaitu 

observasi kegiatan pendidik dan kegiatan peserta didik sebagai berikut: 

 



140 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

Hasil Observasi Kegiatan Guru 

Hasil observasi kegiatan guru pada proses pembelajaran siklus I setelah dianalisis 

presentase keberhasilan tindakan masih ada yang kurang, yaitu 5 dari 14 kriteria kurang 

atau mencapai 36 %. Dan kriteria cukup 7 dari 14 mencapai 50%.Sedangkan  kriteria 2 

dari 14 kriteria atau menacapai 14%. Ini berarti bahwa target keberhasilan siklus 

pertama belum tercapai. Oleh karena itu perlu ditingkatkan lagi melalui tindakan siklus 

berikutnya. 

Hasil Observasi Kegiatan Peserta Didik 

Observasi kegiatan Peserta didik ini diadakan untuk melihat peningkatan Kalam 

Peserta didik kelas VII D Madrasah Tsanawiyah Al-Falah melalui model pembelajaran 

kontekstual berbasis IT. 

Adapun hasil observasi kegiatan Peserta didik kelas VII D Madrasah Tsanawiyah 

Al-Falah, kegiatan peserta didik pada siklus I memiliki kriteria nilai cukup yaitu 3 dari 5 

kriteria cukup mencapai 60% dan yang memilki kriteria nilai kurang yaitu 2 dari 5 

kriteria atau mencapai 40%, pada tabel ini juga ada tiga kriteria memiliki nilai 0% oleh 

karena itu perlu ditingkatkan melalui siklus berikutnya. 

Setelah dua kali pertemuan pada siklus I maka peneliti memberikan pos tes kepada 

peserta didik untuk mengukur sejauh mana peningkatanmufradat  dalam pembelajaran 

bahasa Arab. Data peningkatanmufradat peserta didik tersebut diambil dengan 

menggunakan instrument yang sama, yang diberikan pada waktu pengumpulan data 

awal pre tes. Instrument tersebut diberikan pada setiap akhir pelaksanaan tindakan. 

Hasil perolehan nilai pada tindakan siklus I dapat dilihat pada table berikut ini: 

Tabel II 

 Hasil Tindakan Post Tes Siklus I 

No Rentang 

Nilai 

Kategori 

Penilaian 

Jumlah 

Peserta 

didik 

Presentase 

(%) 

Keterangan 

1 90-100 Sangat Baik 1 orang 5%  

2 75-89 Baik 6 orang 30% Tuntas 

3 60-74 Cukup 4 orang 20% Tidak Tuntas 

4 40-59 Rendah 7 orang 35% Tidak Tuntas 

5 0-39 Sangat rendah 2 orang 10%  



141 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

Jumlah 20 orang   

% Ketuntasan peserta didik 13 orang 65% Tidak Tuntas 

7 orang 35% Tuntas 

Sumber Data: Olahan Data Pos Tes Siklus I 

 Berdasarkan table II di atas menunjukan bahwa penguasaan kosa kata (mufradat) 

peserta didik kelas VII D belum meningkat. Dimana jumlah peserta didik yang memiliki 

kategori nilai sangat baik 1 orang peserta didik (5%) berkisar pada nilai 90-100, 6 orang 

peserta didik (30%) yang kategori nilai baik atau berkisar pada nilai 75-89, 4 orang 

peserta didik (20%). Kategori nilai cukup atau berkisar 60-74, 7 orang peserta didik 

(35%). Kategori nilai rendah atau berkisar 40-59, 2 orang peserta didik (10%), dan 

kategori nilai sangat rendah atau berkisar 0-39. 

Refleksi  

 Berdasarkan hasil siklus I tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa penguasaan 

kosa kata peserta didik kelas VII D belum mencapai 75%. Hal ini disebabkan tindakan 

yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran belum maksimal 

seperti yang kita lihat pada hasil observasi pendidik dan peserta didik. 

Dalam hasil observasi pendidik keberhasilan tindakan masih ada yang kurang,  

yaitu 5 dari 14 kriteria atau mencapai 36 %, kriteria cukup 7 dari 20 mencapai 50%. 

Sedangkan  kriteria  baik 2 dari 14 kriteria atau 14%, sedangkan kriteria sangat baik 0%. 

Hal Ini berarti bahwa target keberhasilan siklus pertama belum tercapai. Sehingga 

peneliti melanjutkan tindakan ini pada siklus II. Dengan beberapa perbaikan sebagai 

berikut. 

a) pendidik memberikan bantuan dan bimbingan untuk mempermudah peserta 

didik dalam menigkatkan penguasaan kosa kata dalam bahasa Arab. 

b) Memberikan penjelasan yang lebih matang lagi tentang materi yang diajarkan 

agar peserta didik menguasai materi tersebut. 

c) Mengubah materi yang akan digunakan yaitu materi tentang بيتي 

Kegiatan Siklus II 

Tahap Perencanaan Kegiatan 

Dalam pelaksanaan tindakan pada siklus II peneliti menyusun kembali rancangan 

tindakan yang akan dilaksanakan yaitu: menyusun kembali langkah-langkah 

pembelajaran yang tertuang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), 



142 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

mempersiapakan lembar obsevasi, mempersiapakan sarana dengan materi yang akan 

digunakan dalam pembelajaran, dan tindakan yang disusun pada siklus II ini mengacu 

pada perbaikan-perbaikan masalah yang terdapat pada refleksi. 

Tahap Pelaksanaan Tindakan  

 Dalam pelaksanaan tindakan pada siklus II peneliti masih bersama pendidik 

sebagai kolaborator melakukan observasi selama pembelajaran berlanjut. Tahap-tahap 

pembelajaran pada siklus ini sedikit berbeda dengan tahap-tahap pada siklus I yaitu 

kegiatan inti dengan menggunakan materi tentang  بيتي . 

Observasi 

 Pelaksanaan observasi dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung yaitu 

obsevasi kegiatan pendidik dan kegiatan peserta didik sebagai berikut: 

Hasil Obsevasi Kegiatan pendidik  

Obsevasi kegiatan peserta didik ini dilakukan dengan menggunakan lembar 

observasi seperti yang dilakukan pada siklus I untuk mengamati proses pembelajaran 

yang dilakukan oleh pendidik. Lembar observasi juga masih tetap berdasarkan penilaian 

observasi terhadap kegiatan peneliti yang bertindak sebagai pendidik. Pada proses 

pembelajaran siklus II maka hasilnya dapat menunjukan bahwa kegiatan pendidik pada 

proses pembelajaran siklus II setelah dianalisis presentase keberhasilan sudah 

meningkat sebab dalam kriteria yang ada pada hasil observasi sudah tidak ada kegiatan 

pendidik pada kriteria kurang sekali, kurang mencapi 0% dan kriteria baik mencapai 

50% juga, kriteria baik sekali 57%. 

Hasil Observasi Kegiatan peserta didik  

Observasi kegiatan peserta didik ini diadakan melalui dalam peningkatkan 

kalam bahasa Arab peserta didik kelas VII D Madrasah Tsanawiyah Al-Falah, dengan 

menerapkan model pembelajaran kontekstual berbasis IT. 

Adapun hasil observasi kegiatan Peserta didik kelas VII D Madrasah 

Tsanawiyah Al-Falah bahwa kegiatan peserta didik pada proses pembelajaran siklus II 

setelah dianalisis presentase keberhasilan sudah mencapai indikator yang diinginkan 

sebab dalam kriteria yang ada pada hasil observasi sudah tidak ada kegiatan peserta 

didik pada kriteria cukup, kurang, sekali atau mencapai 0%.  



143 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

Setelah tiga kali pertemuan pada siklus II maka peneliti memberikan tes yang 

diberikan setiap akhir siklus dan hasil perolehan nilai dapat dilihat pada tabel berikut 

ini: 

Tabel  III 

Hasil Analisis Tindakan Pos Tes Siklus II 

No Rentang 

Nilai 

Kategori 

Penilaian 

Jumlah 

Peserta 

didik 

Presentase 

(%) 

Keterangan 

1 90-100 Sangat Baik 9 orang 45% Tuntas 

2 75-89 Baik 9 orang 45% Tuntas 

3 60-74 Cukup 2 orang 10% Tidak tuntas 

4 40-59 Rendah - -  

5 0-39 Sangat rendah - -  

Jumlah 20 orang 100%  

 

% Ketuntasan peserta didik 

18 orang 90% Tuntas 

2 orang 10% Tidak Tuntas 

Sumber Data: Olahan Data Pos Tes Siklus II 

 Berdasarkan tabel III di atas menunjukan bahwa penguasaan mufradat dalam 

bahasa Arab peserta didik sudah mencapai 90%. Jumlah peserta didik yang memiliki 

kategori nilai sangat baik yaitu  9 orang peserta didik  (45%) berkisar pada nilai 90-100, 

ada 9 orang peserta didik (45%) yang kategori nilai baik atau berkisar pada nilai 75-89, 

dan 2 orang peserta didik (10%) memiliki kategori yang cukup atau berkisar 60-74. 

Sedangkan peserta didik memiliki kategori nilai rendah dan nilai sangat rendah itu 

sudah tidak ada lagi (0%). 

Refleksi  

 Pada siklus II terjadi peningkatan yang sangat baik, yaitu sejumlah 18 orang peserta 

didik tuntas dalam penguasaan mufradat, dan hanya 2 orang peserta didik masih belum 

tuntas, sekalipun meningkat tapi belum mencapai ketuntasan.  

 Peningkatan jumlah peserta didik yang mendapatkan nilai yang baik menunjukan 

bahwa peserta didik tidak hanya dapat meningkatkan jumlah mufradatyang mereka 

miliki, awalnya sebagian belum menguasai mufradat  dengan baik yang ada dalam 

instrument dan setelah diadakannya kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti, 

maka peserta didik telah mengetahui peningkatan mufradat. 



144 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

 Peneliti mengamati bahwa kegiatan yang dilakukan selama dua siklus telah 

membuahkan hasil yang positif, ketelitian pendidik dalam mengajar serta kerja sama 

yang baik antara peserta didik dengan pendidik melalui strategi penerapan model 

pembelajaran kontekstual berbasis IT ,dengan materi بيتي. 

 Berdasarkan hasil tindakan siklus II dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas 

VII D Madrasah Tsanawiyah Al-Falah berhasil dan mencapai nilai 90% dalam 

penguasaan mufradat. Oleh sebab itu penelitian tindakan kelas ini hanya sampai 

tindakan siklus II. 

 

Pembahasan  

 Kegiatan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas VII D Madrasah 

Tsanawiyah Al-Falah Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo dalam 

meningkatkan penguasaan kosa kata dilakukan dengan 3 tahap tindakan meliputi 

observasi awal atau pre tes, siklus I dan siklus II diperoleh sebagaimana yang telah 

disebutkan sebelumnya. 

 Adapun tindakan refleksinya atau analisis dan evaluasi kegiatan observasi dan 

evaluasi kegiatan observasi awal atau pre tes, siklus I dan siklus II dari penelitian 

tindakan kelas ini dapat dilihat dalam tabel berikut: 

Tabel. IV 

Presentase Ketuntasan Penguasaan (mufradat)  

Kelas VII D Madrasah Tsanawiyah Al-Falah. 

Siklus Jumlah peserta 

didik Tuntas 

Jumlah Peserta 

didik Tidak Tuntas 

Presentase % 

Ketuntasan 

Pre tes - 20 orang 0% 

I 7 Orang 13 35% 

II 18 orang  2 orang 90% 

 

Berdasarkan tabel IV terlihat bahwa presentase ketuntasan pada observasi awal 

atau pre tes hanya 0% (tidak ada peserta didik yang tuntas), pada pre tes hasil nilai ini 

yang diperoleh peserta didik berkisar pada rentang nilai 0-65. Setelah dianalisis hasil 

observasi awal atau pre tes, diperoleh infomasi bahwa pada umumnya mereka kesulitan 

dalam meningkatkan kosa kata(mufradat), baik dalam penguasaan mufradat itu sendiri. 

Dari beberapa soal, itupun masih terdapat kesalahan dalam menjawab. Kesalahan 



145 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

menjawab ini bukan hanya pada satu dua orang saja tetapi rata-rata dari 20 orang 

peserta didik kelas VII D Madrasah Tsanawiyah Al-Falah hampir semua mereka salah 

menjawab soal. 

Pada siklus I terlebih dahulu pendidik melaksanakan kegiatan pembelajaran 

bahasa Arab dengan langkah-langkah sebagai kegiatan awal di mulai dengan membaca 

doa dan mengecek kehadiran peserta didik, pendidik bersama peserta didik mengecek 

kesiapan perangkat pemebelajaran, pendidik menyampaikan informasi tentang 

informasi yang akan disampaikan, meliputi kompotensi dasar, indikator pencapaian dan 

pada kegiatan inti pendidik menjelaskan materi tentang بيتي. 

Setelah diberi tindakan pada siklus I maka dalam meningkatkan kosa 

kata(mufradat)meningkat 35% dengan pencapaian nilai 35% seperti yang dilihat pada 

tabel XIV, hasil analisis dari pos tes yang telah diberikan pada akhir siklus I, sebagian 

besar peserta didik belum paham dalam meningkatkan kosa kata(mufradat) dengan 

benar. 

Tindakan yang dilakukan pada siklus II ini lebih mengarah pada 

pembimbingan dan melatih peserta didik terus menerus untuk meningkatkanpenguasaan 

kosa kata dalam pembelajaran bahasa Arab dengan meteri yang berbeda yaitu tentang 

يتي ب Strategi yang digunakan pada siklus II.  

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapaan model 

pembelajaran kontekstual berbasis IT dalam meningkatkan penguasaan kosa kata 

(mufradat)peserta didik kelas VII D Madrasah Tsanawiyah Al-Falah, seperti yang telah 

dijabarkan sebelumnya. 

 

C. SIMPULAN 

 Dari hasil penelitian, dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab di MTs Al-

Falah, dengan penerapan model pembelajaran kontekstual berbasisi IT, dapat 

meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa arab (mufradat). Selain itu, Pembelajaran 

bahasa Arab yang dikemas dalam model pembelajaran konstekstual berbasis IT 

memberikan dampak yang baik pada saat proses pembelajaran. Peserta didik menjadi 

lebih aktif, baik itu dalam hal memahami, menganalisis, serta bertanya terhadap materi 

yang diajarkan. Kondisi belajar menjadi menyenangkan dan tidak membosankan bagi 

peserta didik, serta yang lebih penting lagi materi yang diajarkan dapat diterima dengan 



146 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

baik oleh peserta didik itu sendiri. Walaupun belum sepenuhnya berjalan secara 

optimal. Hal ini terlihat dari hasil capaian peserta didik yang tidak semua mampu 

meraih hasil yang baik dari serangkaian tes penilaian yang diberikan oleh peneliti, dan 

tidak semua peserta didik mampu menguasai mufradat yang diberikan secara baik yang 

berdampak pada nilai yang mereka peroleh. Namun jika melihat statistik pencapain 

nilai, terjadi peningkatan yang singnifikan karena peserta didik telah mampu 

memperoleh nilai yang baik atau telah mencapai standar nilai kelulusan, walaupun ada 

beberapa peserta didik saja yang belum mampu meraih nilai yang baik. Akan tetapi jika 

melihat rata-rata dari keseluruhan nilai, hampir 80% peserta didik lulus dan 20% 

peserta didik yang hanya memperoleh nilai standard dan tidak lulus. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



147 
 

©2019 Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 
 

DAFTAR PUSTAKA 

Arsyad A. (2004). Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, Cet. ke-2; Yogyakarta: 

Pustaka Belajar. 

Batubara M. (2004). Sosiologi Pendidikan, Cet. ke-1; Jakarta: Ciputat Press. 

Herman A. (2013). Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. ke-3; Bandung: PT. 

Remaja Rosdakarya. 

Komalasari K. (2014). Pembelajaran Kontekstual (konsep dan aplikasi), (Cet. ke-4; 

Bandung: PT Refika Aditama. 

Rusman. (2013). Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Cet ke-

2; Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 

Trianto. (2013).  Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-progresif (Konsep, 

Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan 

Pendidikan), Cet. ke-6; Jakarta: Kencana Media Group. 

Tim Penyusun (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta:  BalaiPustaka. 

Kustiawan, M. M. (2002). Dalil al-Katib Wa al-Mutarajim, (Jakarta: PT. 

MoyoSegoroAgung. 

BikNafis, Hafni, dkk. Qawaidal-Lughatal-Arabiyyah, Semarang: MaktabahAl-

Alawiyah,t.t. 

Machali, R. (2009). Pedoman bagi Penerjemah: Panduan Lengkap bagi Anda yang 

Ingin Menjadi Penerjemah Profesional, Bandung: Kaifa. 

Ali A. M. (2008). Strategi Pembelajaran Bahasa Arab, Yogyakarta: Basan Publishing. 

Hamid, M. A.,dkk (2008). Pembelajaran Bahasa Arab (Pendekatan, Metode, Strategi, 

Materi, dan Media), Malang: UINMalang Press. 

W.J.S.P. (1999). Kamus  Umum Bahasa Indonesia, Jakarta; Balai Pustaka.. 

Munawir, A.W. (1997). Kamus Al-Munawir,Surabaya; Pustaka Progressif. 


