62 FONOLOGI BAHASA KOREA Ria Febrina, Sri Wahyuni, Sonezza Ladyanna Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas Email: riafebrina03@gmail.com Email: eny.azwar@gmail.com Email: ladyannahufs@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fonologi bahasa Korea. Bahasa Korea memiliki fonem /i/, /i:/, /e/, /e:/, /u/, /u:/, /ŭ/, /o/, /o:/, /ŏ/, /a/, /a:/, /b/, /p/, /d/, /t/, /j/, /c/, /g/, /k/, /m/, /n/, /ŋ/, /s/, /x/, /h/, /č/, /l/, /r/, /y/, /w/; /ṫ/, dan /ṗ/; diftong [Ia], [Iŏ], dan [Iu]; serta serta struktur suku kata V, VK, KV, KVK, KVV, KKV, dan KVKK. Fonem bahasa Korea berupa fonem vokal /i/, /e/, /u/, /o/, dan /a/ berdistribusi secara lengkap. Namun, fonem /e/ hanya berdistribusi di tengah dan akhir kata saja. Diftong [Ia] dan [Iu] berdistribusi di tengah kata, sementara fonem [Iŏ] terdapat di tengah dan akhir kata. Kata-kata kunci: fonologi, fon, fonem, bahasa Korea Pendahuluan Bahasa Korea merupakan bahasa yang berasal dari rumpun bahasa Altaik. Menurut Crystal (1987:306), rumpun bahasa Altaik memiliki cakupan geografi mulai dari Siberia sampai Sungai Volga. Crystal juga menyatakan bahwa rumpun bahasa Altaik meliputi bahasa Turki, Mongolia, dan Tungusik. Rumpun bahasa Altaik ini terdiri dari 40 bahasa atau lebih. Selanjutnya, Crystal (1987) menyatakan bahwa alasan bahasa Korea termasuk dalam rumpun Altaik adalah karena bahasa Korea mempunyai kekhasan susunan dan kesamaan dengan bahasa lain yang tergolong rumpun Altaik. Bahasa Korea diduga lebih banyak dipengaruhi oleh bahasa China. Lebih dari setengah kosakata bahasa Korea berasal dari bahasa China. Bahasa Korea memiliki tataran bahasa tersendiri, termasuk fonologi. Fonologi berkaitan dengan bunyi-bunyi bahasa yang dituturkan oleh penuturnya, baik yang tidak membedakan makna (fonetik), maupun yang membedakan makna (fonemik). Bunyi-bunyi yang dituturkan oleh penutur bahasa Korea memiliki keunikan. Misalnya, bunyi [ŭ] dalam bahasa Korea dapat dilihat pada [ŭisa] yang berarti ‘dokter’. Fonem lainnya yang ditemukan dalam bahasa Korea ialah fonem [i] yang dapat dilihat seperti pada data berikut. /i/ /ima/ ‘dahi’ Selain itu, bahasa Korea memiliki fonem konsonan tunggal [č], seperti [čaka] yang bermakna ‘penulis’. Bahasa Korea memiliki kaidah kebahasaan tersendiri. Sistem fonologi bahasa Korea berbeda dengan bahasa lain di dunia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai fonologi bahasa Korea. Metode Penelitian Data dalam bahasa Korea dikumpulkan dengan metode simak yang dikemukakan oleh Sudaryanto (1993:133—136). Metode simak dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa oleh penutur Korea dalam melafalkan ISSN 2339-1162 63 kata dalam bahasa Korea. Untuk daftar kata, digunakan daftar kosa kata dasar dan kosa kata budaya yang digunakan oleh Departemen Pendidikan Nasional (2006). Metode simak dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa penutur bahasa Korea dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), serta teknik rekam dan teknik catat sebagai teknik lanjutan. Teknik sadap menuntut ketelitian peneliti dalam menyadap pelafalan kata dalam bahasa Korea. Selanjutnya, teknik sadap ini diikuti dengan penerapan teknik SBLC dalam penelitian, yaitu dilakukan dengan menyimak pelafalan kata tanpa perlu melibatkan diri ke dalam ajang pembicaraan. Pada teknik ini, digunakan teknik lanjutan rekam untuk merekam kata yang dilafalkan penutur Korea. Setelah perekaman, penelitian dilanjutkan dengan menggunakan teknik lanjutan catat dengan menggunakan transkripsi fonetis. Untuk mengimbangi teknik tersebut, digunakan teknik Simak Libat Cakap (SLC) yang dikemukakan Sudaryanto (1993:133—134). Teknik SLC merupakan teknik imbangan bagi teknik pertama SLBC. Teknik SLC ini menuntut partisipasi peneliti untuk mendapatkan data yang jelas, yang disertai dengan menyimak pembicaraan, sambil meminta pengulangan kata yang kurang jelas yang dituturkan oleh penutur Korea. Teknik ini pun disertai dengan teknik rekam untuk merekam data yang diperoleh dari informan, serta teknik catat dengan menggunakan transkripsi fonetis. Teknik ini dapat menghasilkan data yang lebih akurat. Pada tahap analisis fonologi bahasa Korea, digunakan metode padan yang dikemukakan oleh Sudaryanto (1993:13), yaitu metode yang alat penentunya di luar dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan. Metode padan yang digunakan adalah metode padan fonetis artikulatoris (Sudaryanto, 1993:23—29). Metode ini dilakukan dengan teknik dasar berupa Teknik Pilah Unsur Penentu dengan daya pilah sebagai pembeda organ wicara. Alat penentu ini digunakan untuk menentukan satuan lingual seperti fon dan silabe bahasa Korea. Lalu, dilanjutkan dengan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding menyamakan (HBS) dengan alat penyamaan berupa standar penyamaan atau pembaku, yaitu IPA. Analisis data dilanjutkan dengan menggunakan metode agih. Sudaryanto (1993:31—39) mengemukakan bahwa metode agih merupakan metode yang alat penentunya berupa bahasa yang bersangkutan. Teknik dasarnya adalah teknik bagi unsur langsung (teknik BUL), dan digunakan teknik lanjutan berupa teknik ganti yang dilaksanakan dengan menggantikan fon yang dicurigai sebagai fonem dengan fon lain yang mirip secara artikulatoris. Hasil analisis data disajikan berdasarkan metode penyajian formal dan informal. Menurut Sudaryanto (1993:144—157), metode penyajian formal dilakukan dengan menggunakan tanda dan lambang, serta metode informal adalah metode yang diwujudkan dengan menyajikan hasil analisis data melalui uraian kata-kata biasa. Hasil dan Pembahasan Bahasa Korea memiliki fonem vokal dan fonem konsonan. Dalam penelitian ini, dideskripsikan juga diftong dan struktur suku kata bahasa Korea. Penjelasan mengenai fonem, diftong, dan struktur suku kata dalam bahasa Korea dapat dilihat sebagai berikut. Fonem Vokal Dalam bahasa Korea, terdapat 12 fonem vokal. Fonem-fonem vokal tersebut adalah tujuh fonem vokal biasa, dan lima fonem vokal panjang. Fonem-fonem vokal biasa adalah /i/, /e/, /u/, /ŭ/, /o/, /ŏ/, dan /a/. Fonem-fonem vokal panjang adalah /i:/, /e:/, /u:/, /o:/, dan /a:/. Kedua belas fonem tersebut dibedakan berdasarkan bagian lidah, posisi lidah, dan bangun atau bentuk mulut. Bila dimasukkan ke dalam tabel fonem vokal, hasilnya adalah sebagai berikut. Jurnal Arbitrer, Vol. 3, No. 1, Edisi April 2016 64 Tabel 1 Fonem Vokal dalam Bahasa Korea Ket: I = berdasarkan maju mundurnya lidah II = berdasarkan membundartidaknya bibir III = berdasarkan naik turunnya lidah TB = tak bundar B = bundar Fonem /i/ Fonem /i/ berdistribusi pada posisi awal, tengah, dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /i/ [ima] ‘dahi’ [gwail] ‘buah’ [hǒri] ‘pinggang’ [ijaŋ] ‘kepala desa’ [jukida] ‘bunuh’ [maktegi] ‘tongkat’ [ip] ‘daun’ [masida] ‘minum’ [puri] ‘akar’ Tabel 2 Distribusi Fonem /i/ Fonem /i:/ Fonem /i:/ berdistribusi pada posisi awal, tengah, dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /i:/ [i:sŭl] ‘embun’ [dǒnji:da] ‘lempar’ [ai:] ‘anak’ [i:jil] ‘disentri’ [či:mčaxan] ‘tenang’ [ṗeŋi:] ‘gasing’ [i:bul] ‘selimut’ [jaŋi:n] ‘tukang’ [bǒŋǒri:] ‘bisu’ Tabel 3 Distribusi Fonem /i:/ Fonem /e/ Fonem /e/ berdistribusi pada posisi tengah dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /e/ - [galsek] ‘coklat’ [baŋpe] ‘perisai’ - [bek] ‘seratus’ [čamse] ‘pipit’ - [nelgŭn] ‘tua’ [gade] ‘kuda- kuda’ Tabel 4 Distribusi Fonem /e/ Fonem /e:/ Fonem /e:/ berdistribusi pada posisi tengah dan akhir kata. Awa l Tengah Akhir /e: / - [me:tbidulgi ] ‘perkutut’ [ge:] ‘kepiting’ - [me:gi] ‘ikan lele’ [ebǒlle:] ‘kepompong ’ - [ge:ŭreŭbeŋi ] ‘pemalas’ [gaunde:] ‘tengah’ Tabel 5 Distribusi Fonem /e:/ Fonem /u/ Fonem /u/ berdistribusi pada posisi awal, tengah, dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /u/ [uri] ‘kami’ [bul] ‘api’ [diukgu] ‘sepak bola’ [udunhan] ‘dungu’ [gurŭm] ‘awan’ [noŋbu] ‘petani’ [utta] ‘tertawa’ [puri] ‘akar’ [jiryu] ‘anak sungai’ Tabel 6 Distribusi Fonem /u/ I II III Depan Tengah Belakang B TB B T B B TB Atas i, i: ŭ u, u: Tengah e, e: ŏ o, o: Bawah a, a: ISSN 2339-1162 65 Fonem /u:/ Fonem /u:/ berdistribusi pada posisi tengah dan akhir kata. Aw al Tengah Akhir /u: / - [bu:yuha n] ‘kaya’ [ǒbu:] ‘nelayan’ - [xŭŋe:mu :l] ‘jala besar’ [noŋbu:] ‘petani’ - [ju:k] ‘bubur’ [muhwagwanam u:] ‘beringin’ Tabel 7 Distribusi Fonem /u:/ Fonem /ŭ/ Fonem /ŭ/ berdistribusi pada posisi awal, tengah, dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /ŭ / [ŭisa] ‘dokter’ [buŭn] ‘benih’ [botŭ] ‘perahu’ [ŭmak] ‘musik’ [gurŭm] ‘awan’ [sŭtyuŏdisŭ ] ‘pramugari’ [ŭčeguk ] ‘kantor pos’ [nappŭda] ‘buruk’ [teipŭ] ‘tape recorder’ Tabel 8 Distribusi Fonem /ŭ/ Fonem /o/ Fonem /o/ berdistribusi pada posisi awal, tengah, dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /o / [oda] ‘datang’ [joŭn] ‘baik’ [so] ‘sapi’ [opa] ‘abang/kak ak laki- laki’ [sogŭn] ‘garam’ [gmo] ‘adik perempu an ibu’ [odumak] [yakonhada [chaŋgo] ‘pondok’ ] ‘bertunang an’ ‘lumbun g’ Tabel 9 Distribusi Fonem /o/ Fonem /o:/ Fonem /o:/ berdistribusi pada posisi awal, tengah, dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /o:/ [o:m] ‘kudis’ [de:mo:ri] ‘botak’ [no:] ‘dayung’ [o:jum] ‘kencing’ [mo:goli] ‘kalung’ [dando:] ‘parang’ [o:jiŋǒ] ‘cumi- cumi’ [gwigo:li] ‘anting’ [sikčo:] ‘cuka’ Tabel 10 Distribusi Fonem /o:/ Fonem /ŏ/ Fonem /ŏ/ berdistribusi pada posisi awal, tengah, dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /ŏ / [ŏje:] ‘kemarin’ [dŭŋe:ŏpda] ‘gendong’ [bIŏ] ‘padi’ [ŏduwun] ‘gelap’ [jŏpsi] ‘piring’ [saŋčŏ] ‘luka’ [ŏrisŏkŭn ] ‘bodoh’ [jŏtgarak] ‘bertunangan ’ [čŏnkŏ] ‘sepeda ’ Tabel 11 Distribusi Fonem /ŏ/ Fonem /a/ Fonem /a/ berdistribusi pada posisi awal, tengah, dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /a/ [ai] ‘anak’ [doraoda] ‘balik’ [ṫŭda] ‘bakar’ [abŏji] ‘ayah’ [bawi] ‘batu’ [nupta] ‘baring’ [ajossi] [orbarŭn] [gŏtta] Jurnal Arbitrer, Vol. 3, No. 1, Edisi April 2016 66 ‘panggilan untuk lelaki tua’ ‘benar’ ‘berjalan’ Tabel 12 Distribusi Fonem /a/ Fonem /a:/ Fonem /a:/ berdistribusi pada posisi tengah dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /a:/ - [ba:da] ‘laut’ [bǒrida:] ‘buang’ - [na:mja] ‘lelaki’ [yǒlda:] ‘buka’ - [xa:l] ‘golok’ [daṫuda:] ‘berkelahi’ Tabel 13 Distribusi Fonem /a:/ Fonem Konsonan Dalam bahasa Korea, terdapat 21 fonem konsonan. Fonem-fonem konsonan tersebut adalah /b/, /p/, /d/, /t/, /j/, /c/, /g/, /k/, /m/, /n/, /ŋ/, /s/, /x/, /h/, /č/, /l/, /r/, /y/, /w/, /ṫ/, dan /ṗ/. Kedua puluh satu fonem tersebut dapat dilihat sebagai berikut. Fonem /b/ Fonem /b/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata. Awal Tengah Akhir /b/ [baram] ‘angin’ [mulbagaji] ‘gayung’ - [boda] ‘lihat’ [ŏbu] ‘nelayan’ - [be] ‘perut’ [iseŭlbi] ‘gerimis’ - Tabel 14 Distribusi Fonem /b/ Fonem /p/ Fonem /p/ berdistribusi pada posisi awal, tengah dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /p/ [puri] ‘akar’ [jŏpsi] ‘piring’ [ip] ‘daun’ [palgan] [sipṗal] [nunsŏp] ‘merah’ ‘delapan belas’ ‘berat’ [parŭn] ‘cepat’ [sipman] ‘seratus ribu’ [xŏp] ‘cangkir’ Tabel 15 Distribusi Fonem /p/ Fonem /d/ Fonem /d/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata. Awal Tengah Akhir /d/ [denamu] ‘bambu’ [mida] ‘dorong’ - [dakta] ‘gosok’ [jijihada] ‘membopong’ - [dolboda] ‘mengasuh’ [yŏlda] ‘membuka’ - Tabel 16 Distribusi Fonem /d/ Fonem /t/ Fonem /t/ berdistribusi pada posisi awal, tengah, dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /t/ [terida] ‘hantam’ [dotjulde] ‘cadik’ [gŭrŭt] ‘wadah’ [tŏlŏjida] ‘jatuh’ [sutgarak] ‘sendok’ [dŏt] ‘jerat’ [tŭda] ‘mengapung’ [dotjari] ‘tikar’ [sot] ‘periuk’ Tabel 17 Distribusi Fonem /t/ Fonem /j/ Fonem /j/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata. Awal Tengah Akhir /j/ [je] ‘abu’ [gajaŋjari] ‘pemalu’ - [jŏŋo] ‘tengah hari’ [bujirŏnhan] ‘rajin’ - [jaŋnimin] ‘buta’ [gaji] ‘terung’ - Tabel 18 Distribusi Fonem /j/ Fonem /c/ ISSN 2339-1162 67 Fonem /c/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata. Awal Tengah Akhir /c/ [cinbap] ‘nasi kukus’ [orŭncok] ‘kanan’ - [calbŭn] ‘pendek’ [ǒncok] ‘kiri’ - [cirŭda] ‘menikam’ [doŋcok] ‘timur’ - Tabel 19 Distribusi Fonem /c/ Fonem /g/ Fonem /g/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata. Awal Tengah Akhir /g/ [gurŭn] ‘pita’ [gogi] ‘daging’ - [ge] ‘anjing’ [sagoyaja] ‘sagu’ - [gokju] ‘arak’ [gŏguma] ‘ubi’ - Tabel 20 Distribusi Fonem /g/ Fonem /k/ Fonem /k/ berdistribusi pada posisi awal, tengah dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /k/ [kŭn] ‘tali’ [odumakjip] ‘dangau’ [gultuk] ‘lubang asap’ [kot] ‘bunga’ [doki] ‘kapak’ [yak] ‘obat’ [kŏpsil] ‘kulit’ [dakta] ‘gosok’ [mok] ‘leher’’ Tabel 21 Distribusi Fonem /k/ Fonem /m/ Fonem /m/ berdistribusi pada posisi awal, tengah, dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /m/ [mul] ‘air’ [namja] ‘lelaki’ [sam] ‘tiga’ [mugŏun] [ŏmŏni] [hoŋsurim ‘berat’ ‘ibu’ ] ‘bakau’ [murŭp] ‘lutut’ [gamja] ‘kentang’ [maŭm] ‘hati’ Tabel 22 Distribusi Fonem /m/ Fonem /n/ Fonem /n/ berdistribusi pada posisi awal, tengah, dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /n/ [nunsŏp] ‘berat’ [ŏndŏk] ‘bukit’ [čuwun] ‘dingin’ [noran] ‘kuning’ [sonmok] ‘pergelangan tangan’ [jopŭn] ‘sempit’ [namu] ‘pohon’ [hana] ‘satu’ [nun] ‘mata’ Tabel 23 Distribusi Fonem /n/ Fonem /ŋ/ Fonem /ŋ/ berdistribusi pada posisi tengah dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /ŋ/ - [jŏŋsuri] ‘ubun-ubun’ [čonjaŋ] ‘kepala kampung’ - [čosŭŋdal] ‘bulan sabit’ [yaŋ] ‘domba’ - [sŏŋin] ‘dewasa’ [ṫaŋ] ‘tanah’ Tabel 24 Distribusi Fonem /ŋ/ Fonem /s/ Fonem /s/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata. Awal Tengah Akhir /s/ [sa] ‘empat’ [wonsuŋi] ‘beruk’ - [suyŏŋhada] ‘berenang’ [sekiyŏmso] ‘anak kambing’ - [son] ‘tangan’ [doksuri] ‘elang’ - Tabel 25 Distribusi Fonem /s/ Fonem /x/ Jurnal Arbitrer, Vol. 3, No. 1, Edisi April 2016 68 Fonem /x/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata. Awal Tengah Akhir /x/ [xo] ‘hidung’ [samxida] ‘telan’ - [xoŋ] ‘kacang’ [uŋxŭrida] ‘jongkok’ - [xotsuyŏm] ‘kumis’ [hŏboxada] ‘sembuh’ - Tabel 26 Distribusi Fonem /x/ Fonem /h/ Fonem /h/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata, seperti berikut. Awal Tengah Akhir /h/ [hŏri] ‘pinggang’ [ilhŭ] ‘tujuh puluh’ - [he] ‘matahari’ [ohu] ‘sore’ - [horaŋi] ‘harimau’ [jijihada] ‘bopong’ - Tabel 27 Distribusi Fonem /h/ Fonem /č/ Fonem /č/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata. Awal Tengah Akhir /č/ [čŏnsik] ‘asma’ [saŋčŏ] ‘luka’ - [čaemnŭn] ‘sabar’ [yače] ‘sayur’ - [čo] ‘lilin’ [čučŭxada] ‘raba’ - Tabel 28 Distribusi Fonem /č/ Fonem /r/ Fonem /r/ berdistribusi pada posisi tengah kata. Awal Tengah Akhir /r/ - [puri] ‘akar’ - - [uri] ‘kami’ - - [jŏtgarak] ‘bertunangan’ - Tabel 29 Distribusi Fonem /r/ Fonem /l/ Fonem /l/ berdistribusi pada posisi tengah dan akhir kata. Awal Tengah Akhir /l/ - [gIŏlhon] ‘kawin’ [kul] ‘madu’ - [ṗalkumči] ‘siku’ [gwail] ‘buah’ - [dŭlti] ‘alang- alang’ [bIŏl] ‘bintang’ Tabel 30 Distribusi Fonem /l/ Fonem /y/ Fonem /y/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata. Awal Tengah Akhir /y/ [yŏmso] ‘kambing’ [sekiyaŋ] ‘anak domba’ - [yŏu] ‘musang’ [sagoyaja] ‘sagu’ - [yače] ‘sayur’ [jiryu] ‘anak sungai’ - Tabel 31 Distribusi Fonem /y/ Fonem /w/ Fonem /w/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata. Awal Tengah Akh ir /w / [wonsuŋi] ‘kera’ [giwa] ‘genteng’ - [wahamke] ‘dengan’ [gŏwi] ‘angsa’ - [wujŏpčoxa ha] [muhwagwana mu] - ISSN 2339-1162 69 ‘sentuh’ ‘beringin’ Tabel 32 Distribusi Fonem /w/ Fonem /ṫ/ Fonem /ṫ/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata. Awal Tengah Akhir /ṫ/ [ṫeŏnada] ‘lahir’ [jŏnṫoŋjidoja] ‘kepala adat’ - [ṫŏk] ‘dagu’ [bokṫoŋ] ‘sakit perut’ - [ṫamyoksŭrŏun] ‘rakus’ [sonṫop] ‘kuku’ - Tabel 33 Distribusi Fonem /ṫ/ Fonem /ṗ/ Fonem /ṗ/ berdistribusi pada posisi awal dan tengah kata. Awal Tengah Akhir /ṗ/ [ṗi] ‘darah’ [aṗŭn] ‘sakit’ - [ṗiri] ‘suling’ [sipṗal] ‘delapan belas’ - [ṗiŏnIuk] ‘dendeng’ [ṗŭraiṗen] ‘wajan’ - Tabel 34 Distribusi Fonem /ṗ/ Diftong Diftong dalam bahasa Korea dibagi menjadi tiga jenis, yaitu [Ia], [Iŏ], dan [Iu]. Ketiga jenis diftong ini biasanya terdapat pada tengah dan akhir suku kata. Diftong [Ia], contoh: [Ia] /dalgIal/ ‘telur’ [Ia] /pIam/ ‘pipi’ [Ia] /jongIaŋ/ ‘bisul’ Diftong [Iŏ], contoh: [Iŏ] /bIŏl/ ‘bintang’ [Iŏ] /gŭnIŏ/ ‘ia’ [Iŏ] /hIŏ/ ‘lidah’ Diftong [Iu], contoh: [Iu] /gIul/ ‘jeruk’ [Iu] /sipIuk/ ‘enam belas’ Struktur Suku Kata Kata dalam bahasa Korea terdiri atas satu, dua, tiga, empat, lima, dan enam suku kata. Struktur suku kata tersebut dapat dilihat sebagai berikut. a. Satu suku kata /je/ ‘abu’ /mul/ ‘air’ /ge/ ‘anjing’ b. Dua suku kata /pu-ri / ‘akar’ /go-gi/ ‘daging’ /sŏ-da/ ’berdiri’ c. Tiga suku kata /o-rŭn-cok/ ‘kanan’ /nu-rŭ-da/ ‘peras’ /mak-de-gi/ ‘tongkat’ d. Empat suku kata /mŏ-ri-xa-rak/ ‘rambut’ /meet-bi-dul-gi/ ‘perkutut’ /gIŏ-dŭ-ra-ŋi/ ‘ketiak’ e. Lima suku kata /mu-sŏ-wo-ha-nŭn/ ‘tajam’ /ya-gan-baŋ-bŏm-de/ ‘ronda malam’ /dŭŋ-na-mu-bu-če/ ‘kipas angin’ f. Enam suku kata /gi - pŭn- ja- mŭl- ja- da/ ‘nyenyak’ /he-bon-jŏ-ki-it-ta/ ‘pernah’ Struktur suku kata tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. No Struktur Suku Kata Contoh 1 V a-ne 2 VK an-ge 3 KV ma-rŭn 4 KVK mul 5 KVV yŏu 6 KKV gwa-il 7 KKVK chaŋ-go Tabel 35 Struktur Suku Kata dalam Bahasa Korea Penutup Bahasa Korea memiliki fonem /i/, /i:/, /e/, /e:/, /u/, /u:/, /ŭ/, /o/, /o:/, /ŏ/, /a/, /a:/, /b/, /p/, /d/, /t/, /j/, /c/, /g/, /k/, /m/, /n/, /ŋ/, /s/, /x/, /h/, /č/, /l/, /r/, /y/, /w/; /ṫ/, dan /ṗ/; diftong [Ia], [Iŏ], dan [Iu]; Jurnal Arbitrer, Vol. 3, No. 1, Edisi April 2016 70 serta serta struktur suku kata V, VK, KV, KVK, KVV, KKV, dan KVKK. Fonem bahasa Korea berupa fonem vokal /i/, /e/, /u/, /o/, dan /a/ berdistribusi secara lengkap. Namun, fonem /e/ hanya berdistribusi di tengah dan akhir kata saja. Diftong [Ia] dan [Iu] berdistribusi di tengah kata, sementara fonem [Iŏ] terdapat di tengah dan akhir kata. Daftar Pustaka Crystal, David. 1987. The Cambridge Encyclopedia of Language. London: Cambridge University Press. Departemen Pendidikan Nasional. 2006. “Kuisioner Kosa Kata Dasar dan Kata Budaya Dasar”. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Marsono. 2008. Fonetik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press. Verhaar, J.W.M. 2001. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Wijana, I Dewa Putu. 2009. Berkenalan dengan Linguistik. Yogyakarta: Pustaka Araska.