Hendro Susanto, Metta Padmalia, Roos Kities Andadari, Analisis Dampak Manajemen Rantai Nilai dalam Masa Pandemi Covid pada Kinerja Perusahaan (Studi pada Perusahaan Keluarga Sektor Manufaktur di Jawa Timur) 155155 Analisis Dampak Manajemen Rantai Nilai dalam Masa Pandemi Covid pada Kinerja Perusahaan (Studi pada Perusahaan Keluarga Sektor Manufaktur di Jawa Timur) Hendro Susanto1, Metta Padmalia2, Roos Kities Andadari3 1,2Universitas Ciputra Surabaya, 3Universitas Kristen Satya Wacana, e-mail: hendro.susanto@ciputra.ac.id, metta.padmalia@ciputra.ac.id, roos.andadari@uksw.edu Abstract: Activities in supply chain cannot be avoided from the risk of disruption from various factors. The Covid-19 pandemic is one of the factors that disrupts supply chain activities within companies, especially in the manufacturing sector. This study analyzes the influence of supply chain management represented by variables strategic partnership, long-term customer relation- ships, information sharing on competitive advantage and improves company performance. This study uses a quantitative approach to test the hypothesis using SEM (structural equation modelling) analysis. The unit of analysis used is a family company in the manufacturing sector in East Java. The sample of this research is the company leader in the category of family business in the manu- facturing sector in East Java, amounting to 300 samples. From the results of data analysis, it can be seen that the first hypothesis is proven, partnerships with suppliers and distributors are proven to have been able to increase the competitiveness of companies during the pandemic. The second hypothesis is not proven, which shows that long-term relationships with consumers are not proven to affect the competitiveness of the company. The third hypothesis is proven, sharing information can increase the competitiveness of companies during a pandemic. The fourth hypothesis is not proven, showing that it turns out that company competitiveness has no effect on the performance of family companies during a pandemic. Keywords: company competitiveness, performance of family companies, strategic partnership, long- term customer relationships, information sharing, Covid-19 pandemic PENDAHULUAN Covid-19 merupakan penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan dan disebabkan oleh coronavirus yang ditemukan pertama kali di Wuhan, China pada akhir bulan Desember 2019 (Huang et al., 2020). Lembaga Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global sejak pertengahan Maret 2020. Data WHO per tanggal 24 April 2020 menunjuk- kan sudah 209 negara terjangkit dengan jumlah kasus secara global sebanyak 2.626.321 kasus dan angka kematian mencapai 181.938 jiwa (WHO, 2020). Dampak wabah corona ini begitu masif, menyebabkan melumpuhnya aktivitas perekonomian global pada berbagai sektor bisnis. Kerugian ekonomi yang dialami China akibat virus 2019-nCov diestimasikan mencapai USD 62 juta dan total kerugian lebih dari USD 280 juta secara global pada kuartal pertama tahun 2020 (CNN Business Online, Januari 2020). Indonesia diestimasi mengalami penurunan pen- dapatan domestik bruto (PDB) sebesar 0.2% dari tahun 2019 (OECD, 2020). Salah satu kegiatan operasional sektor bisnis yang terkena dampak akibat pandemi Covid-19 adalah kegiat- an rantai pasok dan logistik. Rantai pasok meru- pakan serangkaian sistem yang terdiri atas orga- nisasi, personel, aktivitas, informasi, dan segala Business and Finance Journal, Volume 6, No. 2, October 2021 156 jenis sumber daya lainnya terkait kegiatan me- masok produk bagi konsumen (Kozlenkova et al., 2015). Aktivitas dalam rantai pasok memang tidak dapat dihindari dari risiko terjadinya gangguan dari berbagai faktor. Gangguan yang terjadi pada rantai pasok misalnya dapat berupa fluktuasi per- mintaan serta perubahan lama waktu pemesanan (lead time) merupakan gangguan operasional yang lazim terjadi pada rantai pasok, termasuk gang- guan ketersediaan bahan yang harus diimport ke arena atau daerah tertentu yang memberlakukan lockdown atau PSBB. Akan tetapi, gangguan ber- bentuk wabah pandemi seperti yang terjadi saat ini merupakan gangguan rantai pasok yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat disebut sebagai disrupsi rantai pasok (Kinra et al., 2020). Disrupsi rantai pasok dapat terjadi karena beberapa peristiwa, misalnya akibat bencana alam seperti gempa bumi, banjir dan tsunami; bencana akibat aktivitas ma- nusia seperti bila terjadi ledakan di pabrik kimia; maupun juga akibat permasalahan sengketa hukum (Ivano et al., 2019). Disrupsi rantai pasok dapat menyebabkan dampak terhadap struktur rantai pasok perusahaan seperti terputusnya ja- ringan transportasi yang menyebabkan terjadinya penundaan distribusi barang hingga kelangkaan barang. Rantai pasok yang terputus menyebabkan penurunan performa perusahaan sehingga meng- akibatkan penurunan pendapatan (Schmitt et al., 2017). Sektor industri yang paling banyak meng- hadapi tantangan di dalam era disrupsi akibat pan- demi ini adalah industri manufaktur. Hasil penelusuran literatur oleh Amore et al. (2020) menunjukkan bahwa bisnis keluarga dinilai lebih dapat mempertahankan performanya ketimbang bisnis nirkeluarga dalam menghadapi masa krisis. Daya tahan bisnis keluarga dalam menghadapi ketidakpastian ditunjukkan dari kemampuan mempertahankan bisnisnya lintas generasi, hal yang tidak dialami oleh bisnis nirkeluarga. Kemampuan tersebut menunjukkan cakrawala waktu yang lebih lama dalam pengam- bilan keputusan, masalah reputasi yang lebih tinggi, dan keterikatan yang lebih kuat pada bisnis tersebut (Amore et al., 2020). Fitur-fitur tersebut mungkin dapat menjadi sumber daya yang berharga karena menandakan motivasi ekstra untuk bereaksi secara efektif agar bisnis tetap dapat bertahan di tengah masa krisis. Pandemi Covid-19 mendorong transformasi digital yang kian masif karena kebijakan pem- batasan yang diambil guna menekan angka pe- nyebaran virus Corona tersebut. Pembatasan yang diambil menyebabkan perusahaan yang semula belum terpikirkan untuk memanfaatkan teknologi digital, harus merancang strategi dan taktik meraih konsumen melalui platform digital. Perusahaan keluarga yang dianggap lebih tangguh daripada perusahaan nirkeluarga pun mengalami hal yang sama, terlebih lagi banyak perusahaan keluarga yang sebelumnya masih tradisional operasional bisnisnya, harus bertransformasi menjadi perusa- haan yang mengedepankan teknologi dan meman- faatkan sistem informasi. Perusahaan diharapkan mampu membentuk sebuah sistem yang unik dan memiliki keunggulan dibandingkan dengan pesa- ing dalam membangun competitive advantage (Heizer et al., 2017). Esensi dari konsep keung- gulan bersaing perusahaan adalah bagaimana perusahaan memberikan nilai yang baik bagi konsumen dengan efisien serta dapat memperta- hankannya dalam persaingan baik lokal, nasional, maupun global. Perusahaan dalam mencapai ke- unggulan bersaing harus mampu menciptakan strategi agar tetap bisa bertahan dan memiliki daya saing untuk lebih unggul dari pesaing. Strategi bersaing merupakan cara menentukan posisi pal- ing menguntungkan dalam industri, tempat pa- ling tepat dalam persaingan (Porter, 1985). Hendro Susanto, Metta Padmalia, Roos Kities Andadari, Analisis Dampak Manajemen Rantai Nilai dalam Masa Pandemi Covid pada Kinerja Perusahaan (Studi pada Perusahaan Keluarga Sektor Manufaktur di Jawa Timur) 157 Tantangan terbesar yang dihadapi perusa- haan keluarga di tengah pandemi Covid-19 ini adalah bagaimana tetap bisa meningkatkan daya saing agar kinerja perusahaan dapat dipertahan- kan. Kinerja perusahaan merupakan hasil sesung- guhnya atau output yang dihasilkan sebuah orga- nisasi yang kemudian diukur dan dibandingkan dengan hasil atau output yang diharapkan (Ja- hanshahi et al., 2012). Fenomena yang teramati melalui survei awal terhadap sepuluh orang pe- milik bisnis keluarga bidang manufaktur pada pandemi ini adalah beberapa pengelola perusa- haan keluarga menggunakan pendekatan yang terintegrasi di dalam proses SCM yang meliputi menjaga kemitraan dengan supplier, menjaga hubungan dengan pelanggan serta kejujuran da- lam memberikan informasi di antara mitra yang terlibat sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing dan kinerja perusahaan. Berdasarkan feno- mena tersebut maka penelitian berfokus pada apakah terdapat pengaruh signifikan antara ma- najemen rantai pasokan (supply chain manage- ment/ SCM) terhadap keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan pada bisnis keluarga di era pandemi Covid-19. Perusahaan keluarga diang- gap memegang peranan penting dalam menopang perekonomian di Indonesia terutama di masa pandemic karena lebih dari 95 persen perusahaan di Indonesia merupakan bisnis keluarga. Hasil survei menunjukkan bahwa 2/3 dari semua bisnis di seluruh dunia adalah milik per- usahaan keluarga, sebesar 70%–90% GDP ta- hunan secara global diperoleh dari bisnis ke- luarga, serta sebesar 50%–80% pekerjaan di sebagian besar negara di seluruh dunia diciptakan oleh bisnis keluarga (Poza & Daugherty, 2013). Kesuksesan suatu bisnis keluarga sudah pasti tak lepas dari berbagai faktor yang ada dalam bisnis keluarga itu sendiri. Salah satu faktor utama yang berperan penting dalam kesuksesan semua jenis bisnis tak terkecuali bisnis keluarga adalah pengelolaan rantai pasoknya. Bagaimana suatu supply chain management pada semua bisnis keluarga hingga membuat bisnis keluarga tersebut menjadi jenis bisnis mayoritas tersukses dan memiliki pengaruh besar di dunia membuat- nya patut untuk diteliti. Pengaruh dari supply chain management terhadap kinerja perusahaan telah diuji secara empiris misalnya pada penelitian oleh (Bratiæ, 2011; Li et al., 2006; Suharto & Devie, 2013). Secara khusus pada penelitian ini, akan ditambah- kan variabel corporate competitiveness sebagai variabel intervening dalam menguji pengaruh variabel SCM (kemitraan, hubungan jangka pan- jang dengan konsumen, dan sharing informasi) terhadap kinerja perusahaan dengan anggapan bahwa keunggulan bersaing tersebut merupakan kekuatan bagi perusahaan di era disrupsi untuk mencapai kinerja perusahaan yang lebih baik. Hal tersebut didukung oleh pendapat Day & Wensley (1988) yang menyatakan bahwa keung- gulan bersaing merupakan bentuk-bentuk strategi untuk membantu perusahaan dalam memperta- hankan kelangsungan hidupnya. Penelitian ini akan menguji peran variabel keunggulan bersaing tersebut sebagai full mediation atau partial me- diation dalam menguji pengaruh supply chain management terhadap kinerja perusahaan keluar- ga sektor manufaktur. KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Strategic partnership, dikonseptualisasi­kan dalam pengertian yang lebih luas yang meliputi rasa percaya, kecocokan organisasi dan dukungan manajemen puncak yang terimplementasi dalam interaksi kemitraan yang efektif (Youn, 2013). Kemitraan dapat dipandang sebagai bentuk per- Business and Finance Journal, Volume 6, No. 2, October 2021 158 sekutuan yang terjadi pada dua pihak atau lebih untuk membentuk suatu ikatan Kerjasama dan rasa saling membutuhkan untuk meningkatkan kemampuan bersaing perusahaan. Diharapkan dengan kemitraan yang baik akan mampu men- dorong keunggulan bersaing yang berujung pada peningkatan kinerja perusahaan (Pranata, 2017). Untuk itu dirumuskan hipotesis sebagai berikut. H1: Strategic partnership berpengaruh pada cor- porate competitiveness Long term customer relationship berfokus pada aktivitas perusahaan di dalam mengelola komplain dari pelanggan, meningkatkan kepuasan pelanggan yang pada akhirnya, membangun hu- bungan jangka panjang dengan pelanggan. Prinsip dari pengelolaan hubungan jangka panjang de- ngan tujuan akhir yang ingin dicapai yaitu daya saing perusahaan yang dicapai secara terus mene- rus melalui hubungan yang saling menguntung- kan sehingga tercipta hubungan jangka panjang yang konsisten dan berkesinambungan (Fuxiang & Yuhui, 2011; Youn, 2013). Untuk itu dirumus- kan hipotesis sebagai berikut. H2: Long term customer relationship berpenga- ruh pada corporate competitiveness Information sharing adalah aktivitas dan ka- pasitas perusahaan dalam interaksinya dengan partner untuk saling berbagi informasi yang terkait dengan strategi bisnis bersama (Fawcett, 2007). Berbagi informasi juga memungkinkan setiap pi- hak dalam rantai pasok untuk mendapatkan, men- jaga dan berbagi informasi yang dibutuhkan untuk menjamin pengambilan keputusan strategis men- jadi lebih efektif. Berbagi informasi juga akan membantu pengambil keputusan untuk memper- baiki efisiensi dan efektivitas rantai pasok dan menjadi faktor kunci untuk mencapai koordinasi yang efektif di dalam upaya untuk menciptakan daya saing perusahaan (Zhao, 2002). Untuk itu dirumuskan hipotesis sebagai berikut. H3: Information sharing berpengaruh pada cor- porate competitiveness Corporate competitiveness merupakan ke- mampuan perusahaan untuk menciptakan nilai yang tidak dimiliki dan tidak dapat ditiru oleh pesaing (Suharto, 2013). Keunggulan bersaing perusahaan berawal dari nilai yang akan dan mampu diciptakan oleh perusahaan kepada pem- belinya yang melebihi biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menciptakannya. Hal ini lebih berfokus pada bagaimana perusahaan dapat men- ciptakan produk bernilai lebih tinggi dari biaya yang dikeluarkan dan konsumen merasakan men- dapat manfaat yang lebih besar dari pengorbanan yang dikeluarkan. Keunggulan bersaing terwujud dalam berbagai strategi perusahaan untuk mem- pertahankan kelangsungan hidupnya. Keunggulan bersaing perusahaan merupakan sarana untuk mencapai tujuan akhir perusahaan yaitu mening- katkan kinerja perusahaan (Wulandari, Sari, & Al Azhar, 2017). Untuk itu, dirumuskan hipotesis sebagai berikut. H4: Corporate competitiveness berpengaruh pa- da corporate performance Dari rumusan hipotesis tersebut maka mo- del teoretis penelitian dapat dilihat pada Gambar 1 berikut. Gambar 1 Model Teoretis Strategic Partnership Long Term Customer Corporate Competitiveness Corporate Performance Information Sharing Hendro Susanto, Metta Padmalia, Roos Kities Andadari, Analisis Dampak Manajemen Rantai Nilai dalam Masa Pandemi Covid pada Kinerja Perusahaan (Studi pada Perusahaan Keluarga Sektor Manufaktur di Jawa Timur) 159 METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah perusa- haan keluarga di Jawa Timur. Yang dimaksud perusahaan keluarga adalah struktur kepemilikan dalam perusahaan dimiliki oleh pendiri dan diwa- riskan dari generasi ke generasi berikutnya. Metode pemilihan sampel menggunakan purpo- sive sampling, kriteria yang digunakan adalah perusahaan keluarga di sektor manufaktur dan menjalin hubungan secara intensif dengan sup- plier, distributor dan konsumen. Sampel dalam penelitian ini adalah pimpinan perusahaan kate- gori perusahaan keluarga sektor manufaktur di Jawa Timur yang berjumlah 300 sampel. Penelitian ini akan menguji pengaruh antara variabel-variabel supply chain management (stra- tegic partnership, long-term customer relation- ship, information sharing) terhadap keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan paradigma kuantitatif. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis SEM (struc- tural equation modelling). Untuk pengukuran setiap variabel menggunakan ukuran sebagai berikut. Tabel 1 Pengukuran Variabel HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data penelitian yang diperoleh telah diolah menggunakan alat statistik SEM (structural equa- tion modelling) yang merupakan teknik analisis multivariat yang umum dan sangat bermanfaat yang meliputi versi-versi khusus dalam jumlah metode analisis lainnya sebagai kasus-kasus khu- sus, dan memberikan hasil untuk kemudian di- bahas dalam beberapa bagian mulai dari deskripsi karakteristik responden, pengujian instrumen penelitian, deskripsi variabel penelitian, analisis SEM (structural equation modelling), serta peng- ujian hipotesis. Pembahasan menyeluruh menge- nai hasil penelitian akan dijelaskan dalam bagian selanjutnya. Dari penyebaran instrument peneli- tian pada sampel data yang diperoleh memiliki beberapa karakteristik responden sebagai beri- kut. Tabel 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Variabel Pengukuran Strategic partnership Perumusan strategi, pemecahan masalah, orientasi tujuan jangka panjang, orientasi hubungan dan kerja sama Long term customer relationship Hubungan pasca pembelian, sistem keluhan pelanggan, pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan, sistem data base pelanggan Information sharing Berbagi informasi internal perusahaan, berbagi informasi dengan mitra perusahaan, kecepatan memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan Corporate competitiveness Durasi pengiriman produk, inovasi produk, kecepatan peluncuran produk baru, pemenuhan pesanan pelanggan Corporate performance Efisiensi biaya, keuntungan finansial, tingkat keluhan pelanggan, pangsa pasar Sumber: Data Diolah, 2021 Berdasarkan Tabel 2, penelitian mengenai karakteristik responden berdasarkan usia, usia paling banyak didominasi oleh rentang usia 30– 45 tahun sebanyak 167 responden dari 300 res- ponden atau 55,66%, pada posisi kedua karak- teristik usia responden yaitu responden pada ren- tang usia 25–30 tahun sebanyak 71 responden atau sebesar 23,6 %, pada posisi ketiga karakteristik usia responden pada rentang usia di atas 45 tahun yaitu 55 responden atau sebesar 18,3%, sedangkan sisanya adalah responden dengan rentang usia 19– Usia Responden (Tahun) Jumlah Responden Persentase 19 - 25 7 2,33% 25 - 30 71 23,66% 30 - 45 167 55,66% > 45 55 18,3% TOTAL 300 100.00% Business and Finance Journal, Volume 6, No. 2, October 2021 160 25 tahun sebanyak 7 responden atau 2,33%. Dari penyebaran instrument penelitian pada sampel data juga diperoleh memiliki karakteristik respon- den sebagai berikut. Tabel 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Posisi Generasi Gambar 2 Model SEM berdasarkan Hipotesis Mengevaluasi Estimasi Model Normalitas data dari hasil output AMOS mengenai penilaian normalitas data sebagai berikut. Tabel 5 Hasil Uji Normalitas Berdasarkan Tabel 3, penelitian mengenai karakteristik responden berdasarkan posisi gene- rasi, generasi pendiri bisnis adalah 55 responden atau 18,3%. Generasi penerus mendominasi karakteristik responden sebanyak 245 responden atau sebesar 81,7%. Tabel 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Kategori Bisnis Berdasarkan Tabel 4, terdapat 159 perusa- haan keluarga sektor manfukatur kategori olahan pangan, 57 perusahaan kategori material bangun- an, 36 perusahaan kategori logam dan 48 per- usahaan kategori kimia yang menjadi sampel penelitian ini. Penyusunan Model SEM Penyusunan Model SEM dan pembuatan diagram jalur dilakukan untuk mengetahui model penelitian secara keseluruhan. Berdasarkan hipotesis penelitian maka dibuatlah diagram jalur SEM sebagai berikut. Kategori Jumlah Persentase Olahan pangan 159 53% Material bangunan 57 19% Logam 36 12% Kimia 48 16% Sumber: Data Diolah, 2021 Posisi Generasi Jumlah Persentase Generasi Penerus 245 81.7% Pendiri 55 18.3% 300 100.0% Sumber: Data Diolah, 2021 Variable Min Max Skew c.r. Kurtosis c.r. CP4 2.000 5.000 -1.026 -9.364 .134 .611 CP3 1.000 5.000 -1.472 -13.439 2.462 11.237 CP2 2.000 5.000 -.319 -2.915 -1.354 -6.178 CP1 2.000 5.000 -.726 -6.630 -.571 -2.608 CC4 2.000 5.000 -.635 -5.800 -.780 -3.560 CC3 1.000 5.000 .259 2.365 -.794 -3.623 CC2 1.000 5.000 -.920 -8.399 -.217 -.992 CC1 2.000 5.000 -.235 -2.142 -1.240 -5.660 IS1 1.000 5.000 -1.035 -9.453 -.050 -.230 IS2 1.000 5.000 -.651 -5.942 -.562 -2.564 IS3 1.000 5.000 -.950 -8.669 1.086 4.956 LCR1 4.000 5.000 -1.094 -9.990 -.802 -3.663 LCR2 2.000 5.000 -.164 -1.498 -1.069 -4.881 LCR3 2.000 5.000 -.894 -8.160 -.058 -.263 LCR4 1.000 5.000 .122 1.118 -.944 -4.308 SP1 1.000 5.000 .236 2.155 -.540 -2.466 SP2 1.000 5.000 .077 .701 -.928 -4.238 SP3 3.000 5.000 -.687 -6.270 -.547 -2.498 SP4 3.000 5.000 -1.177 -10.748 .394 1.798 SP5 1.000 5.000 -.295 -2.692 -1.023 -4.669 SP6 1.000 5.000 -.290 -2.647 -.968 -4.417 SP7 3.000 5.000 -.590 -5.383 -.899 -4.104 SP8 2.000 5.000 -1.532 -13.984 1.748 7.978 Multivariate -35.715 -11.775 Sumber: Data diolah, 2021 Data dikatakan terdistribusi normal jika pada tingkat probabilitas 0,01 dan nilai c.r. tidak melebihi angka kritis sebesar 2,58. Pada tabel tersebut menunjukkan bahwa ada data tidak terdistribusi normal. Hal ini dikarenakan Hendro Susanto, Metta Padmalia, Roos Kities Andadari, Analisis Dampak Manajemen Rantai Nilai dalam Masa Pandemi Covid pada Kinerja Perusahaan (Studi pada Perusahaan Keluarga Sektor Manufaktur di Jawa Timur) 161 masih terdapat nilai signifikansi masing-masing variabel tersebut memiliki nilai yang lebih besar dari 2,58. Namun, untuk mendapatkan data yang normal pada praktiknya sangat sulit ditemu- kan dalam penelitian keperilakuan. Oleh sebab itu, peneliti tetap menggunakan data tersebut untuk dianalisis lebih lanjut. Selain itu, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang disajikan apa adanya dari penelitian yang berasal dari data primer berdasarkan jawaban responden yang sangat beragam sehingga sulit untuk memperoleh data yang terdistribusi nor- mal. Namun, adanya temuan ini, peneliti tetap menggunakan data tersebut untuk dianalisis lebih lanjut. Uji Kelayakan Model (Goodness-of-Fit) Uji Goodness-of-Fit dilakukan untuk menge- tahui seberapa fit model dengan data penelitian yang diperoleh. Berdasarkan pengujian, output yang di peroleh di dapatkan hasil sebagai berikut. Tabel 6 Hasil Pengujian Model Awal Gambar 3 Output Diagram Jalur Model SEM Awal Pada Tabel 6 dapat disimpulkan bahwa indikator yang diberi tanda merah memiliki fac- tor loading <0,5 sehingga perlu dilakukan penghapusan indikator yang memiliki loading factor di bawah 0,5. Setelah ketiga data tersebut dihapus, dibuatlah kembali model seperti pada Gambar 4. Estimate SP7 <--- SP .302 SP6 <--- SP .540 SP5 <--- SP .598 SP4 <--- SP .187 SP3 <--- SP .180 SP2 <--- SP .871 SP1 <--- SP .867 LCR4 <--- LCR .543 LCR3 <--- LCR .585 LCR2 <--- LCR .586 LCR1 <--- LCR .505 IS3 <--- IS .812 IS2 <--- IS .962 IS1 <--- IS .595 CC1 <--- CC .640 CC2 <--- CC .598 CC3 <--- CC .531 CC4 <--- CC .939 CP1 <--- CP .569 CP2 <--- CP .949 CP3 <--- CP .734 CP4 <--- CP .796 Sumber: Data diolah, 2021 Gambar 4 Model SEM setelah Dievaluasi Setelah dilakukan penghapusan indikator dan dilakukan uji goodness of fit, maka hasil pengujian dapat dilihat sebagai berikut. Business and Finance Journal, Volume 6, No. 2, October 2021 162 Tabel 7 Hasil Analisis Kesesuaian Model masi dapat terpenuhi. Hubungan antar konstruk dalam hipotesis ditunjukkan oleh nilai regres- sion weights. Hipotesis diterima apabila tingkat signifikansi hubungan antar-variabel pada re- gression weight dari estimate maximum likeli- hood memiliki nilai p < 0,05 (Cooper dan Schindler, 2014). Hipotesis diterima jika penga- ruh dari konstruk pada konstruk yang lain memi- liki nilai parameter estimasi yaitu nilai kritis yang lebih besar dari 1,96 pada tingkat signifi- kansi 0,05. Berikut adalah hasil pengujian dengan model yang telah diperbaharui. Pada Tabel 8 menunjukkan bahwa Hipotesis penelitian dinyatakan terbukti berpengaruh signifikan karena nilai P kurang dari 0,05 (alfa 5%). H1 dan H4 pengaruh positif signifikan, sedangkan H2 dan H4 tidak signifikan. Berdasarkan Tabel 7, marginal fit adalah kondisi kesesuaian model pengukuran di bawah kriteria ukuran absolute fit, maupun incremen- tal fit, namun masih dapat diteruskan pada analisis lebih lanjut, karena dekat dengan kriteria ukuran good fit (Hair et al.,1998). Lebih lanjut, Hair et al. (2014) menegaskan bahwa model dikatakan layak jika paling tidak salah satu peng- ujian kesesuaian model terpenuhi. Oleh karena itu, berdasarkan keseluruhan pengukuran good- ness of fit dari model penelitian ini dapat disim- pulkan bahwa model yang diajukan dapat dite- rima dengan kelayakan yang cukup. Analisis Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan setelah krite- ria goodness of fit model struktural yang diesti- Regression Weight Estimate S.E. C.R. P Keterangan Strategic partnership à corporate competitiveness 0,573 0,201 2,855 ,004 H1 positif signifikan Long term customer relationship à corporate competitiveness -0,483 0277 -1.742 ,082 H2 negatif tidak signifikan Information sharing à corporate competitiveness 0,404 0,079 5,108 ,000 H3 positif signifikan Corporate competitiveness à corporate performance 0,001 0.038 0,018 0,986 H4 positif tidak signifikan Tabel 8 Hasil Uji Hipotesis Sumber: Data diolah, 2021 c Goodness of Fit Nilai yang Diharapkan Hasil Evaluasi Absolute fit measures Chi-square (��!) Diharapkan kecil 5869,994 Poor fit Probabilitas ≥ 0,05 0,000 Good Fit RMSEA ≤ 0,08 0,281 Poor fit GFI ≥ 0,90 0,573 Marginal fit Incremental fit measures AGFI ≥ 0,90 0,450 Marginal fit CFI ≥ 0,90 0,383 Marginal fit TLI ≥ 0,90 0,281 Marginal fit Parsimony fit measures CMIN/DF ≤ 5,00 36,012 Poor fit Sumber: Data diolah, 2021 Hendro Susanto, Metta Padmalia, Roos Kities Andadari, Analisis Dampak Manajemen Rantai Nilai dalam Masa Pandemi Covid pada Kinerja Perusahaan (Studi pada Perusahaan Keluarga Sektor Manufaktur di Jawa Timur) 163 PEMBAHASAN Dari hasil analisis data terlihat bahwa hi- potesis pertama terbukti, ini berarti selama masa pandemi Covid-19, kemitraan dengan suplier dan distributor terbukti telah mampu meningkat- kan daya saing perusahaan. Hal ini sejalan de- ngan penelitian yang dilakukan oleh Youn, S. (2013) Hasil penelitian mendapatkan temuan bahwa kemitraan dengan suplier dan distributor tidak bersifat jangka pendek, namun juga aktif melibatkan suplier dan distributor di dalam peru- musan strategi perusahaan. Untuk hipotesis kedua, tidak terbukti yang menunjukkan bahwa hubungan jangka panjang dengan konsumen tidak terbukti memengaruhi daya saing perusahaan. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian Fuxiang, L., & Yuhui, Y. (2011) dan Youn (2013), di mana upaya untuk selalu berusaha memenuhi kebutuhan dan ke- inginan konsumen belum seluruhnya dapat dila- kukan oleh perusahaan keluarga sektor manufak- tur. Proses untuk memahami dan mengetahui kebutuhan dari pelanggan haruslah ditopang dengan data berbasis pelanggan yang cukup leng- kap dan hal ini masih belum mampu dipenuhi oleh perusahaan keluarga di sektor manufaktur selama masa pandemi Covid-19. Untuk hipotesis ketiga terbukti, ini berarti berbagi informasi mampu meningkatkan daya saing perusahaan selama masa pandemi Covid- 19. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilaku- kan oleh Zhao, X. (2002) dan Fawcett, S. (2007). Selama masa pandemi Covid-19 kecen- derungan untuk berbagi informasi secara inter- nal dan eksternal dengan mitra-mitra perusahaan memang mengalami peningkatan secara signi- fikan. Di mana aktivitas berbagi informasi ini memperlancar dari segi operasional dan peng- ambilan keputusan perusahaan. Sedangkan un- tuk hipotesis keempat tidak terbukti, ini me- nunjukkan daya saing perusahaan tidak berpe- ngaruh terhadap kinerja perusahaan. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Youn (2013), Zhao, X. (2002), Suharto (2013) dan Wulandari (2017). Hal ini dapat dijelaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ukuran kinerja perusahaan yang diukur dari efisiensi biaya, profitabilitas perusahaan, ting- kat keluhan pelanggan dan pangsa pasar memang terlihat mengalami penurunan di hampir ma- yoritas perusahaan keluarga sektor manufaktur di Jawa Timur. Strategi supply chain management merupa- kan kumpulan kegiatan dan aksi strategis yang dilakukan perusahaan di sepanjang supply chain guna menciptakan rekonsiliasi antara apa yang dibutuhkan pelanggan akhir dengan kemampuan sumber daya yang dimiliki supply chain tersebut (Pujawan, 2010). Penelitian ini menunjukkan bentuk strategi supply chain yang tepat bagi perusahaan, terutama perusahaan keluarga sek- tor manufaktur yang ada di Jawa Timur. Lebih lanjut lagi, penelitian ini telah berhasil mengana- lisis kemampuan sumber daya perusahaan, ak- tivitas supply chain perusahaan yang menjadi daya saing bagi perusahaan keluarga bidang manufaktur semasa pandemi Covid-19. Selama kondisi pandemi Covid-19, perusa- haan keluarga dapat menggunakan strategi part- nership baik dengan supplier maupun distribu- tor karena dapat meningkatkan daya saingnya. Kemitraan yang baik terjalin sebagai hubungan jangka panjang antara perusahaan keluarga de- ngan supliernya. Hal itu dapat meningkatkan strategi dan kemampuan operasional perusahaan pemasok dalam berpartisipasi terhadap perusa- haan yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Suharto & Devie, 2013). Strategi ini memumpun pada perencanaan ber- sama (mutual planning) dan melakukan upaya Business and Finance Journal, Volume 6, No. 2, October 2021 164 pemecahan masalah bersama antara perusahaan dan supplier (Gunasekaran, Patel, & Tirtiroglu, 2001). Dengan melakukan strategi yang bermitra dengan supplier, maka perusahaan keluarga da- pat bekerja secara efektif dengan beberapa sup- plier yang mau berbagi tanggung jawab untuk menciptakan dan menyukseskan suatu produk yang diproduksi perusahaan manufaktur. SARAN Saran praktis yang diusulkan dalam peneli- tian ini untuk meningkatkan daya saing perusa- haan, perusahaan keluarga sektor manufaktur di Jawa Timur perlu berinvestasi pada sebuah program yang mampu menghimpun database pelanggan. Dengan ada database pelanggan yang cukup lengkap akan memampukan perusahaan lebih memahami kebutuhan dan keinginan dari pelanggan yang berujung pada peningkatan daya saing perusahaan. Untuk penelitian selanjutnya diusulkan penelitian sejenis berfokus pada bidang-bidang tertentu sehingga akan lebih menggambarkan fakta yang lebih terinci pada implementasi prak- tik rantai pasokan. REFERENSI Amore, M. D., Quarato, F., & Pelucco, V. (2020). Family Ownership During the Covid-19 Pandemic. SSRN Electronic Jour- nal, 1–22. https://doi.org/10.2139/ssrn. 3598256. Bratiæ, D. (2011). Achieving a Competitive Advantage by SCM. IBIMA Business Re- view Journal, (June 2011), 1–13. https:// doi.org/10.5171/2011.957583. Day, G. S. & Wensley, R. (1988). Assessing Advantage: for Framework Diagnosing Superiority Competitive. Journal of Mar- keting, 52(2), 1–20. Fawcett, S. (2007). Information sharing and supply chain performance: The role of connectivity and willingness. Supply Chain Management, 12(5), 358-368. doi:10.1108/ 13598540710776935. Fuxiang, L. & Yuhui, Y. (2011). Study and Explores on CRM based on the Supply chain integration. Management Science Engineering, 5(1), 1-9. Gunasekaran, A., Patel, C., & Tirtiroglu, E. (2001). Performance measures and metrics in a supply chain environment. Interna- tional Journal of Operations & Production Management, 21(1/2), 71–87. https:// doi.org/10.5267/j.uscm.2019.8.003. Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2017). Operations Management: Sustainability & Supply Chain Management 12th edition. In Corporate finance (12th ed., Vol. 1). Retrieved from https://books.google.com/ books?id=NmziBQAAQBAJ&pgis=1%5 Cnhttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/ 21708159%5Cnhttp://link.springer.com/ 10.1007/978-1-4614-7639-9%5Cnhttp:// scholar.google.com/scholar?hl=en&btnG =Search&q=intitle:Springer+Series+in+ Operations+Resea. Huang, C., Wang, Y., Li, X., Ren, L., Zhao, J., Hu, Y., … Cao, B. (2020). Clinical fea- tures of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lan- cet, 395(10223), 497–506. https://doi.org/ 10.1016/S0140-6736(20)30183-5. Ivanov, D., Dolgui, A., Das, A., & Sokolov, B. (2019). Handbook of Ripple Effects in the Hendro Susanto, Metta Padmalia, Roos Kities Andadari, Analisis Dampak Manajemen Rantai Nilai dalam Masa Pandemi Covid pada Kinerja Perusahaan (Studi pada Perusahaan Keluarga Sektor Manufaktur di Jawa Timur) 165 Supply Chain. 276(April), 309–332. Re- trieved from http://link.springer.com/10. 1007/978-3-030-14302-2. Jahanshahi, A. A., Rezael, M., Nawaser, K., Ranjbar, V., & Pitamber, B. K. (2012). Analyzing the effects of electronic com- merce on organizational performance: Evidence from small and medium enter- prises. African Journal of Business Man- agement, 6(15), 6486–6496. https:// doi.org/10.5897/ajbm11.1768. Kinra, A., Ivanov, D., Das, A., & Dolgui, A. (2020). Ripple effect quantification by supplier risk exposure assessment. Inter- national Journal of Production Research, 58(18), 5559–5578. https://doi.org/10. 1080/00207543.2019.1675919. Kozlenkova, I. V., Hult, G. T. M., Lund, D. J., Mena, J. A., & Kekec, P. (2015). The Role of Marketing Channels in Supply Chain Management. Journal of Retailing, 91(4), 586–609. https://doi.org/10.1016/ j.jretai.2015.03.003. Li, S., Ragu-nathan, B., Ragu-nathan, T. S., & Rao, S. S. (2006). The impact of supply chain management practices on competi- tive advantage and organizational perfor- mance. 34, 107–124. https://doi.org/10. 1016/j.omega.2004.08.002. Porter, M. (1985). Competitive Advantage: Cre- ating and Sustaining Superior Performance. p. 580. New York: The Free Press. Poza, E. J. & Daugherty, M. S. (2013). Family Business. Retrieved from https://books. google.co.id/books?id=j7BuCgAAQBAJ. Pranata, S. (2017). Strategi Kemitraan dalam Supply Chain Management Untuk Mening- katkan Kinerja Organisasi (Studi pada Perusahaan Rotan Kabupaten Cirebon). Jurnal Digit, 5(2), 218–229. Pujawan, I.N. & Mahendrawathi. (2010). Sup- ply chain management (2nd ed). Surabaya: Guna Widya. Schmitt, T. G., Kumar, S., Stecke, K. E., Glover, F. W., & Ehlen, M. A. (2017). Mitigating disruptions in a multi-echelon supply chain using adaptive ordering. Omega (United Kingdom), 68, 185–198. https://doi.org/ 10.1016/j.omega.2016.07.004. Suharto, R. & Devie. (2013). Analisis Pengaruh Supply Chain Management terhadap Keun ggu la n B er sai ng da n Kin er ja Perusahaan. Business Accounting Review, 1(2), 161–171. Retrieved from http:// eprints2.binus.ac.id/id/eprint/24110. WHO. (2020). Coronavirus Disease 2019 Situ- ation Report 63 - 23rd March 2020. In Nove l Coron avirus: World He alth Organisation. Retrieved from https:// www.who.int/emergencies/diseases/novel- coronavirus-2019. Wulandari, W., Sari, R. N., & Al Azhar, L. (2017). Pengaruh Supply Chain Manage- ment Terhadap Kinerja Perusahaan Melalui Keunggulan Bersaing. Jurnal Ekonomi, 21(3), 462–479. Youn, S. (2013). Strategic supply chain partner- ship, environmental supply chain manage- ment practices, and performance outcomes: An empirical study of Korean firms. Jour- nal of Cleaner Production, 56, 121–130. doi:10.1016/j.jclepro.2011.09.026. Zhao, X. (2002). The impact of information sharing and ordering co-ordination on supply chain performance. Supply Chain Management, 7(1), 24-40. doi:10.1108/ 13598540210414364. Business and Finance Journal, Volume 6, No. 2, October 2021 166 Sumber lain: He, L. The coronavirus could cost China’s eco- nomy $60 billion this quarter. Beijing will have to act fast to avert a bigger hit. [diakses 22 Desember 2020]. Tersedia dari: https:// edition.cnn.com/2020/01/31/economy/ china-economy-coronavirus/index. html. OECD. Coronavirus: The world economy at risk. [diunduh 22 Desember 2020]. Tersedia dari: https://www.oecd.org/berlin/ publikationen/Interim-Economic-Assess- ment-2- March-2020.pdf.