Abdul Hamid, Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Pendekatan EVA dan MVA 6161 Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Pendekatan Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) (Studi Kasus pada PT Astra International, Tbk. Periode Tahun 2008�2012) Abdul Hamid Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mahardhika Surabaya email: hamid.rayanwisata@gmail.com Abstract: This study is a qualitative study using a case study approach to the PT. Astra International, Tbk. The object of this research is PT. Astra International, Tbk. PT. Astra International, Tbk is a company engaged in six business sectors, namely: automotive, financial services, heavy equipment, mining and energy, agribusiness, information tech- nology, infrastructure and logistics. Researchers chose PT. Astra International, Tbk as re- search objects due in the year 2012, PT. Astra International, Tbk managed to rank first in the list of 100 Best Companies to Go Public by the 2011 financial performance of For- tune magazine�s Indonesia. The data used in this research is secondary data, the financial statements. Astra International, Tbk 2008�2012. Other secondary data used is the inter- est rate of Bank Indonesia Certificates (SBI), the Jakarta Composite Index (JCI), and the company�s stock price began the year 2008�2012. This study aims to determine the company�s financial performance by the use of EVA and MVA approach, therefore the data analysis technique used is the EVA and MVA. Based on the value EVA of the year 2008�2012, PT. Astra International, Tbk has good financial performance that managed to meet the expectations of the company and the investors. Based on the value of MVA during the years 2008�2012, PT. Astra International, Tbk managed to create wealth and prosperity for companies and investors. It concluded that financial performance. Astra International, Tbk for five years was satisfactory. Keywords: Financial Performance, Value Added (EVA), Market Value Added (MVA) PENDAHULUAN Dewasa ini pertumbuhan ekonomi di era globalisasi tumbuh semakin pesat, hal ini mem- buat perusahaan-perusahaan yang ada kian bersaing ketat untuk memperoleh profit yang sebesar-besarnya. Selain itu, perusahaan juga berlomba-lomba dalam menarik perhatian para investor untuk menanamkan modal mereka. Kinerja keuangan perusahaan adalah salah satu informasi yang sangat dibutuhkan oleh mana- jemen, kreditor, dan investor. Informasi me- ngenai kinerja keuangan bisa membantu pihak manajemen untuk mengetahui kekuatan-ke- kuatan dan kelemahan-kelemahan perusahaan dalam periode tertentu, sehingga bisa dijadikan bahan pertimbangan pihak manajemen untuk mengambil sebuah keputusan. Selain itu, ki- nerja keuangan juga bisa menjadi tolak ukur keberhasilan pihak manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan dalam peningkatan laba. Sedangkan bagi para investor, kinerja keuangan bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan me- reka dalam berinvestasi. Begitupun juga bagi kreditor, kinerja keuangan juga dijadikan seba- Business and Finance Journal, Volume 1, No. 1, March 2016 62 gai bahan pertimbangan apakah akan memberi- kan kredit pinjaman kepada perusahaan itu atau tidak. Pengukuran terhadap kinerja keuangan perusahaan perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat kesehatan perusahaan. Selama ini, da- lam pengukuran kinerja keuangan sering digu- nakan analisis rasio terhadap laporan keuangan perusahaan seperti perhitungan rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio solvabilitas, rasio ak- tivitas, dan rasio pasar. Tapi seiring berjalannya waktu, analisis rasio sudah dianggap kurang efektif dalam pengukuran kinerja keuangan, hal ini dikarenakan analisis rasio sangat bergan- tung pada metode atau perlakuan akuntansi yang digunakan. Sehingga seringkali kinerja perusahaan terlihat baik dan meningkat, yang mana sebenarnya kinerja tidak mengalami pe- ningkatan dan bahkan menurun. Salah satu kelemahan analisis rasio adalah mengabaikan adanya biaya modal, sehingga sulit untuk mengetahui apakah perusahaan sudah menciptakan nilai tambah atau tidak. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut maka muncul pendekatan baru untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan yaitu EVA (Eco- nomic Value Added). EVA adalah metode yang pertama kali diperkenalkan oleh Stewart & Stern seorang ahli keuangan dari perusahaan Stern Stewart & Co pada tahun 1993. Menu- rut Young & O�Byrne (2001:5) EVA adalah tolak ukur kinerja keuangan dengan mengukur perbedaan antara pengembalian atas modal perusahaan dengan biaya modal. EVA juga diartikan sebagai laba ope- rasional setelah pajak dikurangi dengan total biaya modal. Jika EVA positif, perusahaan telah menciptakan kekayaan. Jika negatif maka perusahaan telah menyia-nyiakan modal (Hansen Mowen, 2005:126). Hal ini menun- jukkan bahwa nilai EVA yang positif meng- gambarkan keberhasilan pihak manajemen dalam melakukan pengembalian yang melebihi tingkat biaya modal, sebaliknya nilai EVA yang negatif menunjukkan ketidakmampuan pihak manajemen dalam menghasilkan tingkat pe- ngembalian modal yang sepadan untuk menu- tupi resiko dan biaya investasi yang ditanam- kan oleh para pemilik modal. Selain EVA, terdapat juga pendekatan MVA (Market Value Added) yang digunakan sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan. Young & O�Byrne (2001:26) menyatakan bah- wa MVA adalah perbedaan antara nilai pasar perusahaan (termasuk ekuitas dan hutang) dan modal keseluruhan yang diinvestasikan dalam perusahaan. MVA merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur seberapa besar kekayaan yang telah diciptakan perusahaan untuk para investornya dengan kata lain MVA digunakan untuk mengukur berapa besar ke- makmuran yang telah dicapai perusahaan. PT. Astra International, Tbk adalah per- usahaan yang bergerak dalam enam bidang usaha yaitu: otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan dan energi, agribisnis, teknologi informasi, infrastruktur dan logistik. Sejak tahun 1990 PT. Astra International, Tbk menjadi perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan kapitalisasi pasar per 31 Desember 2011 sebesar Rp 229,58 triliun. Pada tahun 2012 lalu, PT. Astra Inter- national, Tbk berhasil menduduki peringkat pertama dalam daftar 100 perusahaan Go Public terbaik berdasarkan kinerja keuangan 2011 versi majalah Fortune Indonesia (http:/ /keuanganinvestasi.blogspot.com). PT. Astra International, Tbk berhasil meraih pendapatan Abdul Hamid, Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Pendekatan EVA dan MVA 63 sebesar Rp 162,564 triliun di tahun 2011. Terjadi peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan pendapatan di tahun 2010 yang hanya sebesar Rp 129,038 triliun. Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini yaitu menganalisis kinerja perusahaan dengan menggunakan pendekatan Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA). LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan adalah catatan infor- masi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut (http://id.wikipedia.org). Menurut Myer dalam Munawir (2010:5) laporan keuangan adalah: �Dua daftar yang disusun oleh Akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar rugi laba. Pada waktu akhir-akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan-per- seroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tidak diba- gikan (laba yang ditahan)�. Menurut Fahmi (2012:2) dalam Syahlina (2013) laporan ke- uangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu per- usahaan, dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut. Laporan keuangan pada dasarnyaa adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat diguna- kan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan de- ngan data atau aktivitas perusahaan tersebut (Munawir, 2010:2). Melalui laporan keuangan akan dapat dinilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, struktur pemodalan perusahaan, distribusi dari- pada aktivanya, keefektifan penggunaan aktiva, hasil usaha/pendapatan yang telah dicapai, beban-beban tetap yang harus dibayar, serta nilai-nilai buku tiap lembar saham perusahaan yang bersangkutan (Munawir, 2010:5). KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN Kinerja keuangan perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat- alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Hal ini sangat penting agar sumber daya digunakan secara optimal dalam menghadapi perubahan ling- kungan. Penilaian kinerja keuangan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen agar dapat memenuhi kewa- jibannya terhadap para penyandang dana dan juga untuk mencapai tujuan yang telah dite- tapkan oleh perusahaan. Menurut Helfert (1997:67) dalam Wahyudi (2009) kinerja per- usahaan adalah hasil dari banyak keputusan individu yang dibuat secara terus menerus oleh manajemen. Dari pendapat tersebut dapat diketahui bahwa kinerja merupakan indikator dari baik buruknya keputusan manajemen dalam peng- ambilan keputusan. Manajemen dapat berinter- aksi dengan lingkungan intern maupun eks- tern melalui informasi. Informasi tersebut lebih lanjut dituangkan atau dirangkum dalam lapor- an keuangan perusahaan. Business and Finance Journal, Volume 1, No. 1, March 2016 64 KONSEP ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) EVA adalah suatu estimasi dari laba eko- nomis yang sebenarnya dari bisnis untuk tahun yang bersangkutan, dan sangat jauh berbeda dari laba akuntansi. EVA mencerminkan laba residu yang tersisa setelah biaya dari seluruh modal, termasuk modal ekuitas, telah diku- rangkan, sedangkan laba akuntansi ditentukan tanpa mengenakan beban untuk modal ekuitas (Brigham & Houston, 2006: 69). Menurut Husnan dan Pudjiastuti (2012:68) dalam Syahlina (2013) EVA menunjukkan ukuran yang baik sajauh mana perusahaan telah me- nambah nilai terhadap para pemilik perusa- haan. EVA merupakan tujuan perusahaan untuk meningkatkan nilai atau value added dari modal yang telah ditanamkan pemegang saham dalam operasi perusahaan. Oleh karena- nya EVA merupakan selisih laba operasi setelah pajak (Net Operating After Tax atau NOPAT) dengan biaya modal (Cost of Capital). Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian EVA adalah jumlah uang yang diciptakan oleh perusahaan dengan me- ngurangkan beban modal dari Net Operating After Tax (NOPAT) yang menggambarkan pe- ngembalian atas modal yang dikeluarkan untuk investasi oleh perusahaan. Menurut Young & O�Byrne (2001:31), EVA merupakan indikator mengenai adanya penciptaan nilai dari suatu investasi. Berikut penilaian perusahaan berdasarkan nilai EVA: (a) Nilai EVA > 0, menunjukkan telah terjadi proses nilai tambah pada perusahaan dan berhasil menciptakan nilai bagi penyedia dana. Tingkat pengembalian yang dihasilkan lebih besar daripada tingkat biaya modal atau tingkat biaya yang diharapkan investor atas investasi yang dilakukannya; (b) Nilai EVA = 0, menun- jukkan posisi impas perusahaan karena semua laba digunakan untuk membayar kewajiban kepada penyedia dana baik kreditor maupun pemegang saham; (c) Nilai EVA < 0, menun- jukkan tidak terjadinya proses nilai tambah karena laba yang tersedia tidak dapat meme- nuhi harapan para investor. Nilai perusahaan berkurang akibat tingkat pengembalian yang dihasilkan lebih rendah dari tingkat pengem- balian yang diharapkan penyandang dana (in- vestor). PERHITUNGAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) Ada beberapa alternatif dalam melakukan perhitungan EVA. Menurut Young & O�Byrne (2001:32) pengukuran kinerja dengan metode EVA dapat dilakukan dengan perhitungan sebagai berikut: Penjualan Bersih xxx Biaya operasi xxx - Laba operasi sebelum bunga & pajak (EBIT) xxx Pajak xxx - Laba operasi bersih sesudah pajak (NOPAT) xxx Biaya modal (modal yang diinvesta- sikan x biaya modal) xxx - EVA xxx Zaky dan Ary (2002) dalam Wahyudi (2009:25) melakukan perhitungan EVA de- ngan cara sebagai berikut: 1. Menghitung EVA: EVA = NOPAT - (WACC x capital) NOPAT (Net Operating Profit After Tax) adalah laba bersih ditambah beban bunga setelah pajak.                                                                                                                                                                     Business and Finance Journal, Volume 1, No. 1, March 2016 66 3. Menentukan struktur permodalan Perhitungan struktur permodalan terdiri dari: Jumlah Modal = Hutang Jangka Panjang + Ekuitas Komposisi Hutang = Hutang Jangka Panjang: Jumlah Modal Komposisi Modal Saham = Ekuitas: Jumlah Modal 4. Menentukan NOPAT NOPAT dapat dihitung sebagai berikut: NOPAT = EBIT-Tax 5. Menentukan WACC Secara matematik perhitungan WACC dapat dituliskan sebagai berikut: = + 6. Menghitung nilai EVA Nilai EVA dapat dihitung dengan menggu- nakan rumus: EVA = NOPAT - (WACC x Invested Capital) KONSEP MARKET VALUE ADDED (MVA) Sasaran utama dari kebanyakan perusa- haan adalah untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Sasaran ini sudah pasti akan menguntungkan pemegang saham, tetapi juga akan membantu untuk memastikan bahwa sumber daya yang terbatas telah dialokasikan secara efisien, yang akan memberikan keun- tungan pada ekonomi. Kekayaan pemegang saham akan dimaksimalkan dengan memi- nimalkan perbedaan antara nilai pasar dari saham perusahaan dan jumlah modal ekuitas yang telah diberikan oleh pemegang saham. Perbedaan ini disebut sebagai Nilai Tambah Pasar (MVA) (Brigham & Houston, 2006:68). Adapun indikator yang digunakan untuk mengukur MVA menurut Young & O�Byrne (2001:27) adalah: (a) MVA > 0, bernilai po- sitif, perusahaan berhasil meningkatkan nilai modal yang telah diinvestasikan oleh penyan- dang dana; (b) MVA < 0, bernilai negatif, perusahaan tidak berhasil meningkatkan nilai modal yang telah diinvestasikan oleh penyan- dang dana. PERHITUNGAN MARKET VALUE ADDED (MVA) Menurut Brigham & Houston (2006:68) MVA dapat dirumuskan sebagai berikut: MVA = Nilai pasar dari saham - Ekuitas modal yang diberikan oleh pemegang saham = (Saham beredar) (Harga saham) - Total ekuitas saham biasa Sedangkan Menurut Young & O�Byrne (2001:26) MVA dapat dihitung melalui rumus: MVA = Nilai pasar-Modal yang diinvestasikan HUBUNGAN EVA DENGAN MVA EVA dan MVA memiliki hubungan tetapi hubungan antara EVA dan MVA merupakan hubungan yang tidak langsung. Jika pada per- usahaan memiliki sejarah EVA yang bagus maka secara tidak langsung juga memiliki MVA Abdul Hamid, Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Pendekatan EVA dan MVA 67 yang bagus juga. Harga saham yang merupa- kan unsur utama MVA, lebih bergantung ke- pada ekspektasi kinerja di masa mendatang daripada suatu kinerja historis, oleh sebab itu sebuah perusahaan dengan sajarah nilai EVA negatif dapat saja memiliki MVA yang positif, asalkan para investornya mengharapkan terja- dinya suatu perubahan arah di masa menda- tang. Menurut Brigham & Houston (2006:70) ketika EVA atau MVA digunakan untuk meng- evaluasi kinerja manajerial sebagai bagian dari program kompensasi intensif, EVA adalah ukuran yang umum digunakan. Alasan perta- ma, EVA menunjukkan nilai tambah yang ter- jadi selama suatu tahun tertentu, sedangkan MVA mencerminkan kinerja perusahaan se- panjang hidupnya, bahkan mungkin termasuk masa-masa sebelum manajer yang ada sekarang dilahirkan. Kedua, EVA dapat diterapkan pada masing-masing divisi atau unit-unit yang lain dari sebuah perusahaan besar, sedangkan MVA harus diterapkan untuk perusahaan secara keseluruhan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kua- litatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus pada PT. Astra International, Tbk. Obyek dari penelitian ini adalah PT. Astra Interna- tional, Tbk. PT. Astra International, Tbk ada- lah perusahaan yang bergerak dalam enam bidang usaha yaitu: otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan dan energi, agribisnis, teknologi informasi, infrastruktur dan logistik. Peneliti memilih PT. Astra International, Tbk sebagai obyek penelitian dikarenakan pada tahun 2012 lalu, PT. Astra International, Tbk berhasil menduduki peringkat pertama dalam daftar 100 perusahaan Go Public terbaik ber- dasarkan kinerja keuangan 2011 versi majalah Fortune Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu laporan keuangan PT. Astra International, Tbk tahun 2008-2012. Data sekunder lainnya yang digunakan adalah data tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indo- nesia (SBI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan harga saham perusahaan mulai tahun 2008-2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan perusa- haan dengan menggunaan pendekatan EVA dan MVA, maka dari itu teknik analisis data yang digunakan adalah metode EVA dan MVA. HASIL DAN PEMBAHASAN PEMBAHASAN KINERJA KEUANGAN PT. ASTRA INTERNATIONAL, Tbk PERIODE TAHUN 2008�2012 Metode Economic Value Added (EVA) Perhitungan Biaya Modal Hutang (K d ) Biaya modal hutang dapat dihitung de- ngan menggunakan rumus: = Ket: K d = Biaya hutang setelah pajak K d * = Biaya hutang sebelum pajak T = Tarif pajak Business and Finance Journal, Volume 1, No. 1, March 2016 68 Tabel 1. Biaya Modal Hutang Sebelum Pajak (K d *) PT. Astra International, Tbk (2008�2012) Sumber: Data diolah Keterangan 2008 2009 2010 2011 2012 Beban Bunga 513 485 484 710 1,021 Hutang jangka panjang 13,280 13,271 17,044 29,312 38,282 Kd* 0.0386 0.0365 0.0284 0.0242 0.0267 Perhitungan tarif pajak menggunakan ru- mus sebagai berikut: Tarif Pajak = Tabel 2. Tarif Pajak PT. Astra International, Tbk (2008�2012) Keterangan 2008 2009 2010 2011 2012 Beban Pajak 4,065 3,958 4,027 4,695 5,156 Laba Sebelum Pajak 15,363 16,402 21,031 25,772 27,898 T 0.265 0.241 0.191 0.182 0.185 Sumber: Data diolah Tabel 3. Biaya Modal Hutang ( PT. Astra International, Tbk (2008�2012) Sumber: www.bi.go.id Tabel 5. Suku Bunga SBI Tahun 2008�2012 (Lanjutan) Sumber: www.bi.go.id Tingkat Pengembalian Pasar (R m ) Perhitungan tingkat pengembalian pasar dapat diperoleh dari perhitungan Indeks Har- ga Saham Gabungan dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Ket: Rm = Tingkat pengembalian pasar pe- riode ke-t IHSG t = Indeks harga saham gabungan pa- da periode ke-t Keterangan 2008 2009 2010 2011 2012 Kd* 0.0386 0.0365 0.0284 0.0242 0.0267 T 0.265 0.241 0.191 0.182 0.185 (1-T) 0.735 0.759 0.809 0.818 0.815 Kd 0.028 0.028 0.023 0.020 0.022 Bulan 2008 2009 2010 2011 2012 Januari 8.00% 8.75% 6.50% 6.50% 6.00% Februari 8.00% 8.25% 6.50% 6.75% 5.75% Maret 8.00% 7.75% 6.50% 6.75% 5.75% April 8.00% 7.50% 6.50% 6.75% 5.75% Bulan 2008 2009 2010 2011 2012 Mei 8.25% 7.25% 6.50% 6.75% 5.75% Juni 8.50% 7.00% 6.50% 6.75% 5.75% Juli 8.75% 6.75% 6.50% 6.75% 5.75% Agustus 9.00% 6.50% 6.50% 6.75% 5.75% September 9.25% 6.50% 6.50% 6.75% 5.75% Oktober 9.50% 6.50% 6.50% 6.50% 5.75% Nopember 9.50% 6.50% 6.50% 6.00% 5.75% Desember 9.25% 6.50% 6.50% 6.00% 5.75% Jumlah 104.00% 85.75% 78.00% 79.00% 69.25% Rata-Rata 8.67% 7.15% 6.50% 6.58% 5.77% Sumber: Data diolah Dari perhitungan tabel di atas dapat dike- tahui bahwa biaya modal hutang Astra cende- rung mengalami penurunan. Di tahun 2008 dan 2009 biaya modal hutang menunjukkan nilai yang sama, dari tahun 2009 sampai 2011 terus menunjukkan penurunan, akan tetapi pada ta- hun 2012, biaya modal hutang Astra meningkat sekitar 10 % yaitu dari 0.020 di tahun 2011 meningkat menjadi 0.022 di tahun 2012. Suku Bunga Bebas Resiko (R f ) Tingkat suku bunga bebas resiko didapat dari suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) selama 5 tahun perbulan. Tabel 4. Suku Bunga SBI Tahun 2008�2012 Abdul Hamid, Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Pendekatan EVA dan MVA 69 IHSG 1-t = Indeks harga saham gabungan pa- da periode ke (t-1) Tabel 6. Daftar IHSG Tahun 2008�2012 Bulan 2008 2009 2010 2011 2012 Januari 2,627.25 1,332.67 2,610.80 3,409.17 3,941.69 Februari 2,721.94 1,285.48 2,549.03 3,470.35 3,985.21 Maret 2,447.30 1,434.07 2,777.30 3,678.67 4,121.55 April 2,304.52 1,722.77 2,971.25 3,819.62 4,180.73 Mei 2,444.35 1,916.83 2,796.96 3,836.97 3,832.82 Juni 2,349.10 2,026.78 2,913.68 3,888.57 3,955.58 Juli 2,304.51 2,323.24 3,069.28 4,130.80 4,142.34 Agustus 2,165.94 2,341.54 3,081.88 3,841.73 4,060.33 September 1,832.51 2,467.59 3,501.30 3,549.03 4,262.56 Oktober 1,256.70 2,367.70 3,635.32 3,790.85 4,350.29 Nopember 1,241.54 2,415.84 3,531.21 3,715.08 4,276.14 Desember 1,355.41 2,534.36 3,703.51 3,821.99 4,316.69 Jumlah 25,051.07 24,168.87 37,141.52 44,952.83 49,425.93 Rata-Rata 2,087.59 2,014.07 3,095.13 3,746.07 4,118.83 Sumber: http://finance.yahoo.com Tabel 7. Tingkat Pengembalian Pasar (R m ) PT. Astra International, Tbk (2008�2012) Bulan 2008 2009 2010 2011 2012 Januari -0.043 -0.017 0.03 -0.079 0.031 Februari 0.036 -0.035 -0.024 0.018 0.011 Maret -0.101 0.116 0.090 0.060 0.034 April -0.058 0.201 0.07 0.038 0.014 Mei 0.061 0.113 -0.059 0.005 -0.083 Juni -0.039 0.057 0.042 0.013 0.032 Sumber: Data diolah Tabel 8. Tingkat Pengembalian Pasar (R m ) PT. Astra International, Tbk (2008�2012) (Lanjutan) Bulan 2008 2009 2010 2011 2012 Juli -0.019 0.146 0.053 0.062 0.047 Agustus -0.06 0.008 0.004 -0.07 -0.020 September -0.154 0.054 0.136 -0.076 0.050 Oktober -0.314 -0.04 0.038 0.068 0.021 Nopember -0.012 0.02 -0.029 -0.020 -0.017 Desember 0.092 0.049 0.049 0.029 0.009 Jumlah -0.611 0.672 0.400 0.048 0.129 Rata-Rata -0.051 0.056 0.033 0.004 0.011 Astra dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Ket: R i = Tingkat pengembalian saham pada periode ke-t P t = Harga penutup saham pada periode ke-t P t-1 = Harga penutup saham pada periode sebelumnya (t-1) Tabel 9. Harga Saham PT. Astra International, Tbk (2008-2012) Bulan 2008 2009 2010 2011 2012 P P P P P Januari 2,725 1,300 3,595 4,890 7,890 Februari 2,785 1,130 3,625 5,205 7,085 Maret 2,425 1,425 4,190 5,700 7,395 April 2,000 1,800 4,715 5,615 7,100 Mei 2,100 2,080 4,315 5,875 6,430 Juni 1,925 2,380 4,830 6,355 6,850 Juli 2,255 2,930 5,070 7,050 7,000 Agustus 2,080 3,015 4,760 6,615 6,750 September 1,710 3,335 5,670 6,365 7,400 Oktober 935 3,130 5,700 6,900 8,050 Nopember 1,020 3,235 5,190 7,090 7,250 Desember 1,055 3,470 5,455 7,400 7,550 Jumlah 23,015 29,230 57,115 75,060 86,750 Rata-Rata 1,917.92 2,435.83 4,759.58 6,255.00 7,229.17 Sumber: http://finance.yahoo.com Tabel 10.Tingkat Pengembalian Saham (R i ) PT. Astra International, Tbk (2008�2012) Sumber: Data diolah Tingkat Pengembalian Saham (R i ) Tingkat pengembalian saham diperoleh dari perhitungan data harga saham individu Bulan 2008 2009 2010 2011 2012 Januari -0.002 0.232 0.036 -0.104 0.066 Februari 0.022 -0.131 0.008 0.064 -0.102 Maret -0.129 0.261 0.156 0.095 0.044 April -0.175 0.263 0.125 -0.015 -0.040 Mei 0.050 0.156 -0.085 0.046 -0.094 Juni -0.083 0.144 0.119 0.082 0.065 Juli 0.171 0.231 0.05 0.109 0.022 Sumber: Data diolah Business and Finance Journal, Volume 1, No. 1, March 2016 70 Tabel 11.Tingkat Pengembalian Saham (R i ) PT. Astra International, Tbk (2008�2012) (Lanjutan) Tabel 11. Koefisien Beta PT. Astra International, Tbk (2008) Sumber: Data diolah Perhitungan Koefisien Beta Saham Beta adalah faktor resiko dari perusahaan yang merupakan suatu parameter di mana pengukur perubahan yang diharapkan pada return suatu saham, jika terjadi perubahan pada return pasar. Koefisien beta saham dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Di mana komponen X adalah tingkat pengem- balian pasar (R m ) dan komponen Y adalah tingkat pengembalian saham (R i ). Berikut tabel hasil perhitungan koefisien beta saham PT. Astra International dari tahun 2008 sampai tahun 2012: Bulan 2008 2009 2010 2011 2012 Agustus -0.078 0.029 -0.061 -0.062 -0.036 September -0.178 0.106 0.191 -0.038 0.096 Oktober -0.453 -0.061 0.005 0.084 0.088 Nopember 0.091 0.034 -0.089 0.028 -0.099 Desember 0.034 0.073 0.051 0.044 0.041 Jumlah -0.730 1.337 0.506 0.333 0.051 Rata-Rata -0.061 0.111 0.042 0.028 0.004 Sumber: Data diolah Tabel 12. Koefisien Beta PT. Astra International Tahun 2009 Bulan 2008 Rm ( ) Ri ( ) Januari -0.043 -0.002 0.000086 0.001849 Februari 0.036 0.022 0.000792 0.001296 Maret -0.101 -0.129 0.013029 0.010201 April -0.058 -0.175 0.010150 0.003364 Mei 0.061 0.050 0.003050 0.003721 Juni -0.039 -0.083 0.003237 0.001521 Juli -0.019 0.171 -0.003249 0.000361 Agustus -0.060 -0.078 0.004680 0.003600 September -0.154 -0.178 0.027412 0.023716 Oktober -0.314 -0.453 0.142242 0.098596 Nopember -0.012 0.091 -0.001092 0.000144 Desember 0.092 0.034 0.003128 0.008464 Jumlah -0.611 -0.730 0.203465 0.156833 Beta 1.322 Bulan 2009 Rm ( ) Ri ( ) Januari -0.017 0.232 -0.003944 0.000289 Februari -0.035 -0.131 0.004585 0.001225 Maret 0.116 0.261 0.030276 0.013456 April 0.201 0.263 0.052863 0.040401 Sumber: Data diolah Tabel 13. Koefisien Beta PT. Astra Interna- tional Tahun 2009 (Lanjutan) Bulan 2009 Rm ( ) Ri ( ) Mei 0.113 0.156 0.017628 0.012769 Juni 0.057 0.144 0.008208 0.003249 Juli 0.146 0.231 0.033726 0.021316 Agustus 0.008 0.029 0.000232 0.000064 September 0.054 0.106 0.005724 0.002916 Oktober -0.040 -0.061 0.002440 0.001600 Nopember 0.020 0.034 0.000680 0.000400 Desember 0.049 0.073 0.003577 0.002401 Jumlah 0.672 1.337 0.155995 0.100086 Beta 1.299 Sumber: Data diolah Abdul Hamid, Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Pendekatan EVA dan MVA 71 Tabel 14. Koefisien Beta PT. Astra International Tahun 2010 Tabel 17. Koefisien Beta PT. Astra International, Tbk Tahun 2012 Bulan 2010 Rm ( ) Ri ( ) Januari 0.030 0.036 0.001080 0.000900 Februari -0.024 0.008 -0.000192 0.000576 Maret 0.090 0.156 0.014040 0.008100 April 0.070 0.125 0.008750 0.004900 Mei -0.059 -0.085 0.005015 0.003481 Juni 0.042 0.119 0.004998 0.001764 Juli 0.053 0.050 0.002650 0.002809 Agustus 0.004 -0.061 -0.000244 0.000016 September 0.136 0.191 0.025976 0.018496 Oktober 0.038 0.005 0.000190 0.001444 Sumber: Data diolah Tabel 15. Koefisien Beta PT. Astra International Tahun 2010 (Lanjutan) Bulan 2010 Rm ( ) Ri ( ) Nopember -0.029 -0.089 0.002581 0.000841 Desember 0.049 0.051 0.002499 0.002401 Jumlah 0.400 0.506 0.067343 0.045728 Beta 1.558 Sumber: Data diolah Tabel 16. Koefisien Beta PT. Astra Interna- tional, Tbk Tahun 2011 Sumber: Data diolah Bulan 2011 Rm ( ) Ri ( ) Januari -0.079 -0.104 0.008216 0.006241 Februari 0.018 0.064 0.001152 0.000324 Maret 0.060 0.095 0.005700 0.003600 April 0.038 -0.015 -0.000570 0.001444 Mei 0.005 0.046 0.000230 0.000025 Juni 0.013 0.082 0.001066 0.000169 Juli 0.062 0.109 0.006758 0.003844 Agustus -0.070 -0.062 0.004340 0.004900 September -0.076 -0.038 0.002888 0.005776 Oktober 0.068 0.084 0.005712 0.004624 Nopember -0.020 0.028 -0.000560 0.000400 Desember 0.029 0.044 0.001276 0.000841 Jumlah 0.048 0.333 0.036208 0.032188 Beta 1.090 Sumber: Data diolah Adapun rincian perhitungan beta adalah sebagai berikut: Ta un 2008 1.322 Ta un 2009 1.299 Ta un 2010 1.558 Ta un 2011 1.090 Ta un 2012 1.455 Dari perhitungan beta di atas menunjuk- kan bahwa nilai beta Astra cenderung fluktuatif dari tahun ke tahun. Hal ini dipengaruhi oleh besarnya nilai Rm dan Ri, semakin tinggi nilai Rm dan Ri maka akan tinggi pula nilai betanya, begitupun sebaliknya jika nilai Rm dan Ri kecil maka nilai beta yang dihasilkan juga kecil. Bulan 2012 Rm ( ) Ri ( ) Januari 0.031 0.066 0.002046 0.000961 Februari 0.011 -0.102 -0.001122 0.000121 Maret 0.034 0.044 0.001496 0.001156 April 0.014 -0.040 -0.000560 0.000196 Mei -0.083 -0.094 0.007802 0.006889 Juni 0.032 0.065 0.002080 0.001024 Juli 0.047 0.022 0.001034 0.002209 Agustus -0.020 -0.036 0.000720 0.000400 September 0.050 0.096 0.004800 0.002500 Oktober 0.021 0.088 0.001848 0.000441 Nopember -0.017 -0.099 0.001683 0.000289 Desember 0.009 0.041 0.000369 0.000081 Jumlah 0.129 0.051 0.022196 0.016267 Beta 1.455                                                                                                                                                                                                  Abdul Hamid, Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Pendekatan EVA dan MVA 73 Ket: K d = Biaya hutang setelah pajak W d = Komposisi hutang K e = Biaya modal saham W e = Komposisi modal saham atau ekuitas Tabel 20. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang PT. Astra International, Tbk (2008�2012) Perhitungan Invested Capital Invested Capital merupakan modal yang diinvestasikan perusahaan yang didapat dari penjumlahan total hutang dengan ekuitas dan dikurangkan dengan hutang jangka pendek perusahaan. Tabel 22. Invested Capital PT. Astra International, Tbk (2008�2012) Sumber: Data diolah Perhitungan NOPAT Perhitungan NOPAT menggunakan ru- mus sebagai berikut: NOPAT = EBIT - Tax Ket: NOPAT= Laba operasi bersih setelah pajak EBIT = Laba sebelum bunga dan pajak Tax = Tarif pajak Tabel 21. NOPAT PT. Astra International, Tbk (2008�2012) Keterangan 2008 2009 2010 2011 2012 Wd 0.286 0.250 0.257 0.279 0.299 We 0.714 0.750 0.743 0.721 0.701 Kd 0.028 0.028 0.023 0.020 0.022 Ke -0.095 0.051 0.015 -0.002 -0.010 WACC -0.0598 0.0453 0.0171 0.0041 -0.0004 Keterangan 2008 2009 2010 2011 2012 EBIT 11,876 12,756 14,725 17,832 19,870 Tax 4,065 3,958 4,027 4,695 5,156 NOPAT 7,811 8,798 10,698 13,137 14,714 Sumber: Data diolah Dari perhitungan NOPAT di atas dapat diketahui bahwa NOPAT dari tahun 2008 sampai 2012 terus mengalami peningkatan. Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2011 dengan kenaikan mencapai 22.8% dari tahun sebelumnya, hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan yang cukup tinggi pada nilai EBIT di tahun 2011. Sumber: Data diolah Perhitungan Economic Value Added (EVA) EVA dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: EVA = NOPAT - Capital Charge EVA = NOPAT - (WACC x Invested Capital) Ket: NOPAT = Laba bersih setelah pajak Capital Charge = Biaya modal WACC = Biaya modal rata-rata tertimbang Invested Capital = Modal yang diinvestasi- kan Tabel 23. Economic Value Added (EVA) PT. Astra International, Tbk (2008�2012) Keterangan 2008 2009 2010 2011 2012 Total Hutang 40,163 40,006 54,168 77,683 92,460 Ekuitas 33,080 39,894 49,310 75,838 89,814 Hutang Jangka Pendek 26,883 26,735 37,124 48,371 54,178 Invested Capital 46,360 53,165 66,354 105,150 128,096 Sumber: Data diolah Keterangan 2008 2009 2010 2011 2012 NOPAT 7,811 8,798 10,698 13,137 14,714 WACC -0.0598 0.0453 0.0171 0.0041 -0.0004 Invested Capital 46,360 53,165 66,354 105,150 128,096 Capital Charges -2,772.328 2,408.375 1,134.653 431.115 -51.238 EVA 10,583.33 6,389.63 9,563.35 12,705.89 14,765.24                                                                                                                                                                                         Abdul Hamid, Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Pendekatan EVA dan MVA 75 yang beredar dari tahun 2008 sampai 2011 yang hanya sebesar 4,048,355,314 di tahun 2012 meningkat menjadi 40,483,553,140. Hal ini disebabkan karena adanya pemecahan nilai nominal saham dari Rp 500,- menjadi Rp 50,- sehingga menyebabkan jumlah saham yang beredar juga mengalami perubahan menjadi 40,483,553,140. Dari hasil MVA yang didapat, dapat diketahui bahwa nilai MVA dari tahun 2008� 2012 menunjukkan nilai yang positif, hal ini menunjukkan bahwa Astra mampu menambah nilai modal yang telah diinvestasikan oleh para investor dengan memaksimumkan selisih an- tara nilai pasar perusahaan dengan modal yang telah diinvestasikan di perusahaan. Dengan demikian Astra telah berhasil menciptakan kekayaan dan kemakmuran bagi perusahaan dan para investor. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai kinerja keuangan PT. Astra International, Tbk dengan menggunakan pendekatan Economic Valu Added (EVA) dan Market Value Added (MVA), dapat disimpulkan bahwa: (a) dari pengukuran kinerja keuangan PT. Astra inter- national, Tbk dengan menggunakan pende- katan Economic Value Added (EVA), didapa- an nilai EVA yaitu pada tahun 2008 nilai EVA sebesar Rp 10.583.330.000.000,- tahun 2009 nilai EVA sebesar Rp 6.389.630.000.000,- tahun 2010 nilai EVA sebesar Rp 9.563.350.000.000,- tahun 2011 nilai EVA sebesar Rp 12.705.890.000.000,- tahun 2012 nilai EVA sebesar Rp 14.765.240.000.000,- Dari hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa selama tahun 2008�2012, PT. Astra Interna- tional, Tbk mempunyai nilai EVA > 0, hal ini berarti PT. Astra International, Tbk mampu menunjukkan nilai EVA yang positif. Dengan menghasilkan nilai EVA yang positif, PT. Astra International, Tbk telah berhasil menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan memberikan tingkat pengembalian yang maksimum bagi perusahaan dan para investor. Dengan demi- kian, berdasarkan nilai EVA dari tahun 2008� 2012, PT. Astra International, Tbk memiliki kinerja keuangan yang baik sehingga berhasil memenuhi harapan perusahaan dan para in- vestor; (b) dari pengukuran kinerja keuangan PT. Astra International, Tbk dengan mengguna- kan pendekatan Market Value Added (MVA), didapatkan nilai MVA yaitu pada tahun 2008 nilai MVA sebesar Rp 2.246.837.199.270,- tahun 2009 nilai MVA sebesar R p 12.023.615.282.580,- tahun 2010 nilai MVA sebesar Rp 20.059.600.580.870,- tahun 2011 nilai MVA sebesar Rp 27.933.651.666.600,- tahun 2012 nilai MVA sebesar R p 303.626.648.550.000,- Dari hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa selama tahun 2008�2012, PT. Astra International, Tbk mempunyai nilai MVA > 0, yang berarti bahwa PT. Astra International, Tbk mampu menunjukkan nilai MVA yang positif. Denga nilai MVA yang positif, PT. Astra Interna- tional, Tbk mampu menambah nilai modal yang telah diinvestasikan oleh para investor. Dengan demikian, berdasarkan nilai MVA selama tahun 2008�2012, PT. Astra Interna- tional, Tbk berhasil menciptakan kekayaan dan kemakmuran bagi perusahaan dan para inves- tor. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT. Astra International, Tbk selama lima tahun cukup memuaskan. Business and Finance Journal, Volume 1, No. 1, March 2016 76 DAFTAR PUSTAKA Brigham dan Houston.2006. Financial State- ment Analysis. Second Edition. New Jersey: Prentice Hall Inc. DR. Wahyudi. 2009. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Organisasi Pembela- jaran (Learning Organization). Ponti- anak. Alfabeta. Hal. 28-29 Fahmi, Irham. 2012. Analisis Laporan Keu- angan.Cetakan Ke-2. Bandung: Alfabeta Hansen dan Mowen. 2005. Akuntansi Manajemen. Edisi 7, Buku 2. Jakarta: Salemba Empat. Husnan & Pudji Astuti. 2012. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta: UPPAMP YKPN Munawir. 2010. Analisis Laporan Keuangan. Edisi 4. Yogyakarta: Liberty Young. S. David & O�Byrne Stephen. 2001. EVA dan Management Berdasarkan Ulas panduan praktis untuk implementasi, Salemba Empat, Jakarta.