Sofyan Lazuardi, Analisis Karakteristik Kemasan Teh Angry Birds Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen 7777 Analisis Karakteristik Kemasan Teh Angry Birds Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi pada STIE Mahardhika Surabaya) Sofyan Lazuardi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mahardhika Surabaya email: sofyanlazuardi999@gmail.com Abstract: This study aimed to analyze the influence of the characteristics of the Angry Birds packaging (packaging size, packaging, color packaging, packaging materials) par- tially have a significant influence on consumer purchasing decisions (STIE Mahardhika case study in Surabaya). The analysis model used is the t test regression analysis to see the effect of the variable characteristics of the packaging (packaging size, packaging, color packaging, packaging materials) on consumer purchasing decisions. This study was con- ducted in STIE Mahardhika Surabaya. Samples taken are students STIE Mahardhika Surabaya totaling 100 people. The analysis technique used is multiple linear regression using SPSS. Based on t test known that the size of the packaging and the packaging forms a partial no significant influence on purchase decisions Mahardhika STIE student. The different thing is indicated by the color variables packaging and packaging materials, both variables have a significant influence on purchasing decisions. Key words: packaging, packaging characteristics, purchasing decisions PENDAHULUAN Semakin kompleks dan pesatnya perkem- bangan ilmu pengetahuan dan teknologi mem- berikan pengaruh positif dalam bidang usaha, sehingga mendorong para pengusaha untuk menghasilkan produk dalam jumlah yang besar dengan jenis produk yang bervariasi serta kualitas yang memadai. Peningkatan per- mintaan yang terus bertambah tersebut meru- pakan peluang yang baik bagi produsen atau pemasar untuk bisa memperoleh sebagian dari pangsa pasar yang ada. Pada saat ini persaing- an di dunia bisnis bukanlah hanya sekedar persaingan harga tetapi sudah berkembang menjadi persaingan kemasan, di mana peru- sahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk menciptakan kemasan yang menarik dan men- ciptakan citra merk sedalam mungkin ke dalam benak konsumen. Kemasan adalah salah satu sarana pembungkus suatu produk yang sangat penting, karena dari kemasan dapat mewakili suatu produk yang ada didalamnya, selain itu kemasan adalah sarana promosi yang efektif dengan kemasan yang bagus unik dapat me- nimbulkan citra suatu produk atau perusahaan yang memproduksi. Kemasan juga sebagai sarana promosi yang multifungsi karena selain berfungsi menjadi kemasan produk sendiri juga sebagai saran promosi dimana pembeli akan membawa produk tersebut. Indonesia merupakan negara berkembang yang menjadi target potensial dalam pemasaran produk, baik dari perusahaan lokal maupun internasional. Business and Finance Journal, Volume 1, No. 1, March 2016 78 Negara Indonesia yang merupakan negara agraris di mana hasil olahan dari sektor per- tanian maupun perkebunan merupakan bahan baku untuk makanan dan minuman yang sa- ngat berpengaruh bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia dapat menjadi suatu lahan bisnis bagi para perusahaan lokal mau- pun internasional. Teh yang merupakan hasil pengolahan bahan minuman yang bersumber dari sektor perkebunan di mana sangat diper- lukan masyarakat untuk membantu proses metabolisme tubuh, penghilang dahaga serta untuk menjaga kesehatan tubuh, diolah men- jadi teh dalam kemasan. Berbagai ragam bentuk kemasan yang digunakan untuk menarik minat konsumen yakni dari kemasan botol hingga cup. Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar menjadi pangsa pasar yang sangat po- tensial bagi perusahaan perusahaan untuk me- masarkan produkproduk perusahaan tersebut. Perusahaan dalam negeri maupun perusahaan asing berusaha mendirikan usaha bisnis dan menciptakan jenis-jenis produk yang nantinya akan digemari oleh calon pelanggan. Kotler dan Armstrong (2008:59) mengatakan bahwa perusahaan menyadari bahwa tidak semua kon- sumen dalam pasar tertentu dapat dilayani dengan baik. Ada terlalu banyak jenis konsu- men dengan terlalu banyak ragam kebutuhan dan sebagian besar perusahaan berada dalam posisi untuk melayani beberapa segmen de- ngan lebih baik daripada segmen lainnya. Oleh karena itu, masing-masing perusahaan harus membagi keseluruhan pasar, memilih segmen terbaik, dan merancang strategi untuk mela- yani segmen terpilih dengan baik karena ke- inginan dan kebutuhan konsumen merupakan alasan yang kuat bagi inovasi kemasan. Pada saat ini ada beberapa keinginan dan kebutuhan konsumen yang memacu perkem- bangan desain (warna, ukuran dan bahan) dan bentuk kemasan,diantaranya adalah gaya hidup masyarakat yang selalu berkembang cepat, tuntutan akan kemasan dari makanan dan minuman yang tidak mempengaruhi isi kemasan tersebut. Perusahaan pun harus dapat menghasilkan produk yang bermutu, layak dikonsumsi dan kemasannya pun aman bagi kesehatan. Dengan menghasilkan produk yang bermutu maka kepercayaan masyarakat akan meningkat dan perusahaan yang bersangkutan pun akan berkembang pesat, karena setiap perusahaan memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan penjualan guna mencapai laba semaksimal mungkin. Berdasarkan pernyataan di atas bahwa kemasan mampu mempengaruhi keputusan konsumen, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul �Pengaruh Karakteristik Kemasan Teh Angry Birds terhadap Keputusan Pembelian Konsu- men (Studi Kasus Pada Mahasiswa STIE Ma- hardika Surabaya)�. METODE PENELITIAN Definisi operasional variabel yang akan diteliti Variabel Independent (Bebas) yaitu variabel yang nilainya tidak tergantung pada variabel lain. Adapun variabel bebas penelitian: Ukuran kemasan, indikatornya adalah ukuran kemasan yang disesuaikan dengan isi dan jenis produknya. Serta variasi ukuran kemasan pro- duk. Bentuk kemasan, indikatornya adalah kemasan yang praktis, kemudahan penggu- naan. Warna kemasan. Indikatornya adalah warna kemasan yang menarik, identitas suatu Sofyan Lazuardi, Analisis Karakteristik Kemasan Teh Angry Birds Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen 79 produk. Bahan kemasan, indikatornya adalah kesesuaian harga dengan kemasan, daya tahan kemasan, komposisi bahan kemasan, perlin- dungan terhadap isi. Variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu kepu- tusan pembelian yang mana indikatornya ada- lah kemantapan pada sebuah produk, kebiasaan dalam membeli produk, pemberian rekomen- dasi pada orang lain, dan melakukan pembelian ulang. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 mahasiswa yang pernah mengkonsumsi teh Angry Birds. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode convenience sampling yaitu kumpulan informasi dari ang- gota-anggota populasi yang mudah diperoleh dan mampu menyediakan informasi tersebut. Dengan demikian siapa saja yang dapat mem- berikan informasi baik secara tidak sengaja maupun kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dilihat dari orang yang memberikan informasi-infor- masi tersebut cocok sebagai sumber data (Sekaran, 2003:35). Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis linear berganda sebagai berikut: Metode Des- kriptif, metode ini data-data yang telah diper- oleh digolongkan, diklasifikasikan, diinterpre- tasikan dan selanjutnya dianalisis, sehingga diperoleh suatu gambaran umum tentang data- data yang diteliti. Metode Regresi Linier Berganda, analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi software SPSS. Bentuk perumusannya: Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 Dimana: Y : Keputusan pembelian a : Konstanta b : Koefisien X1 : Ukuran Kemasan X2 : Bentuk Kemasan X3 : Warna Kemasan X4 : Bahan Kemasan Penelitian ini menggunakan 2 jenis data, yaitu: data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan memberikan kuisi- oner dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari sumbersumber lain yang diolah seperti buku, dokumen, jurnal dan data internet yang mendukung penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji t Untuk melihat pengaruh variabel karak- teristik kemasan terhadap keputusan pembe- lian, maka dalam hal ini peneliti menggunakan uji t satu sisi. Ho: bi = 0, memberikan arti semua faktor independent secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap faktor de- pendent. Ha: bi �� 0, memberikan arti semua faktor independent secara parsial berpengaruh signifikan terhadap faktor dependent. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah masing- masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri berpengaruh signifikan terhadap variabel terikatnya. Dimana Ttabel > Thitung, H0 diterima dan jika Ttabel < Thitung, maka H1 diterima, begitupun jika sig > á (0,05), maka H0 diterima H1 ditolak dan jika sig <á (0,05), maka H0 ditolak H1 diterima. Business and Finance Journal, Volume 1, No. 1, March 2016 80 Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) ,673 ,728 ,924 ,358 UKES ,049 ,127 ,033 ,382 ,703 ,914 1,094 BEKES -,014 ,121 -,010 -,114 ,909 ,922 1,085 WAKES ,383 ,096 ,349 4,011 ,000 ,882 1,134 BAKES ,397 ,092 ,387 4,304 ,000 ,826 1,211 Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson 1 ,606 (a) ,367 ,341 ,51311 1,711 Variabel ukuran kemasan (X1) memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap varia- bel keputusan pembelian (Y), dengan tingkat probabilitas kesalahan sebesar 0,703 yang lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0,05. Variabel bentuk kemasan (X2) memiliki penga- ruh yang tidak signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y), dengan tingkat pro- babilitas kesalahan sebesar 0,909 yang lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0,05. Variabel warna kemasan (X3) memiliki penga- ruh yang signifikan terhadap variabel kepu- tusan pembelian (Y), dengan tingkat proba- bilitas kesalahan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0,05. Variabel bahan kemasan (X4) memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y), dengan tingkat probabilitas kesalahan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0,05. Berdasarkan hasil analisis uji t dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran kemasan dan bentuk kemasan, memiliki pengaruh yang tidak signifikan ter- hadap variabel terikat sedangkan variabel war- na kemasan dan bahan kemasan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis satu dan dua tidak terbukti kebenar- annya sedangkan hipotesis tiga dan empat terbukti kebenarannya yang mana menyatakan bahwa warna kemasan dan bahan kemasan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian teh Angry Birds. Koefisien Determinasi (R2) Koefisien Determinan (R2) pada intinya mengukur seberapa kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien deter- minan berkisar antara 0 (nol) sampai 1 (satu), (0d R2d 1). Jika R2 semakin besar (men- dekati satu), maka dapat dikatakan bahwa se- makin kuat pengaruh variabel harga, kemasan, daniklan terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, jika R2 semakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa semakin kecil pengaruh variabel harga, kemasan dan iklan terhadap keputusan pembelian. Nilai dari koefisien determinasi dari hasil perhitungan adalah 0,367 yang berarti kepu- tusan pembelian teh Angry Birds (variabel Sofyan Lazuardi, Analisis Karakteristik Kemasan Teh Angry Birds Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen 81 terikat) mampu dijelaskan oleh variabel bebas yang dimasukkan dalam model yaitu ukuran kemasan, bentuk kemasan, warna kemasan dan bahan kemasan, sedangkan sisanya sebesar 0,633 atau 63,3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model, misal faktor eksternal dan faktor internal (dharmesta dan handoko, 1990:57). Faktor eksternal ter- sebut antara lain adalah kebudayaan, kelas sosial, kelompok sosial dan keluarga, sedang- kan faktor internal yang mempengaruhi peri- laku konsumen adalah faktor psikologi yang berasal dari proses intern individu (motivasi, kepribadian, sikap). Ukuran Kemasan, berdasarkan hasil pene- litian menunjukkan bahwa variabel ukuran kemasan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian teh Angry Birds. Hal ini dilihat dari hasil pengujian untuk variabel ukuran kemasan yang dibuktikan dengan koefisien regresi 0,049 dan memiliki nilai sta- tistik ujii t hitung ukuran kemasan lebih kecil dari t tabel (0,382 <1,661) dan nilai signifi- kansi lebih besar dari a = 0,05, pengujian ini menunjukkan bahwa Ho diterima. Ukuran kemasan merupakan salah satu perihal yang penting dalam merepresentasikan nilai suatu produk, dengan ukuran kemasan yang ber- aneka ragam tersebut bisa menonjolkan bahwa produk bisa dinikmati di mana saja, kapan saja, dan dalam ukuran wadah berapa saja. Namun sayang, produsen teh Angry Birds di sini belum menyediakan banyaknya variasi ukuran minuman the kemasan tersebut. Pro- dusen hanya menyediakan minuman teh ke- masan ini dalam ukuran 120 ml dan 220 ml saja. Kondisi seperti ini yang menjadi kurang mendapat perhatian dari konsumen, karena minuman ini hanya dapat dinikmati sekali minum saja. Hal inilah yang menjadikan alasan bahwa variabel ukuran kemasan tidak berpe- ngaruh signifikan terhadap keputusan pembe- lian konsumen teh Angry Birds. Bentuk Ke- masan, berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa untuk variabel bentuk kemasan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian teh Angry Birds yang memiliki nilai statistik uji t hitung bentuk kemasan lebih kecil dari t tabel (0,114 < 1,661) dan nilai signifikansi lebih besar dari a = 0,05. Peng- ujian ini menunujukkan bahwa Ho diterima. Dalam penelitian ini variabel bentuk kemasan yang terdiri dari instrumen pengukuran ke- masan yang praktis dan kemudahan penggu- naan produk, tidak dapat menunjukkan bahwa variabel ini berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian teh Angry Birds oleh mahasiswa STIE Mahardhika Surabaya. Hasil dari wawancara dengan mahasiswa mengungkapkan bahwa bentuk kemasan yang praktis, mudah digunakan, mudah dipegang dan mudah dibawa kemanamana, sudah ba- nyak digunakan oleh produk teh kemasan yang lain. Lebih baiknya teh kemasan Angry Birds ini melakukan diferensiasi produk seperti bentuk kemasan yang variatif missal dibentuk buah-buahan, dibentuk tokoh Angry Birds atau bahkan bentuk yang lain. Hal ini kemung- kinan dapat memiliki dampak juga terhadap keputusan pembelian teh Angry Birds oleh konsumen. Warna Kemasan, Warna merupa- kan elemen penting dalam desain grafis yang memiliki pengaruh besar terhadap penglihatan audiens. Pada suatu produk, warna adalah elemen penting yang dilihat pertama kali oleh audiens. Warna juga merupakan hal yang men- jadi pertimbangan kualitas suatu produk, se- perti yang diungkapkan oleh Imran (1999) bahwa pengaruh warna adalah sesuatu hal yang jelas untuk dipelajari dengan baik, karena Business and Finance Journal, Volume 1, No. 1, March 2016 82 warna kemasan dapat menciptakan persepsi konsumen terhadap kualitas lainnya dari pro- duk tersebut seperti rasa dan gizi. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa untuk variabel warna kemasan berpengaruh signifikan terha- dap keputusan pembelian teh Angry Birds oleh mahasiswa STIE Mahardhika Surabaya. Hal ini membuktikan bahwa konsumen banyak tertarik dengan warna kemasan teh yang cerah sehingga warna kemasan produk tersebut telah melekat di benak pikiran konsu- men dan konsumen merasa yakin bahwa warna kemasan juga mencerminkan kualitas produk dan banyak diminati oleh konsumen. Hasil pengujian ini di dukung oleh pernyataan Grossman dan Wisenblit (1999) dalam Hassan et. al., (2012:17) bahwa warna memainkan peran penting dalam keputusan pembelian konsumen dan warna memiliki kontribusi yang paling tinggi terhadap pengalaman belanja yang positif (Silayoi dan Speece, 2004) dalam Hassan et. al., (2012:17). Warna juga bisa digunakan untuk memebedakan produk, mem- bangun asosiasi sendiri dan membantu konsu- men mengalokasikan produk pada diri kon- sumen sendiri Grossman dan Wisenblit (1999) dalam Hassan et. al., (2012:17). Marc Gobe (2005:84-85) menyatakan bahwa secara umum warnawarna memiliki efek psikologis atau emosi sebagai berikut (1) warna yang memiliki gelombang panjang berarti mempro- vokasi, (2) warna-warna yang memiliki gelom- bang panjang antara lain warna merah dan kuning, (3) warna yang memiliki gelombang pendek berarti menenangkan,antara lain biru dan hiaju. Warna biru mempunyai sifat yang menyegarkan dan memberi rasa rileks sedang- kan warna hijau memberi kesan sejuk dan alami. Menurut Damos Sihombing (2003:166), warna kemasan adalah menggambarkan suatu makna bagi konsumen serta dapat digunakan secara strategis. Jika konsumen memperhatikan produk tersebut maka konsumen akan tertarik dan merasa menyenangi dan menginginkan produk tersebut, seperti yang diungkapkan oleh Kotler (2007:30) bahwa kemasan yang dirancang dengan baik dapat menciptakan ke- nyamanan dan nilai promosi, karena kemasan merupakan hal pertama yang dihadapi pembeli menyangkut produk. Oleh karena itu kemasan harus dibuat semenarik mungkin karena kon- sumen yang tertarik terhadap salah satu pro- duk yang ada, akan memperhatikan produk tersebut dan mengingatnya, serta dapat pula mempengaruhi pembeli untuk melakukan keputusan jadi atau tidaknya melakukan pem- belian. Bahan Kemasan, produk dengan satu jenis bahan pembungkus yang bersentuhan langsung dengan produk dan sekaligus juga sebagai indentitas produk, biasanya mengguna- kan bahan multilayered ataupun plastik. Penge- masan dengan plastik menjadi populer karena sifatnya yang kuat dan tidak mudah rusak. Plastik sering digunakan untuk kemasan karena harganya yang relatif terjangkau dan dapat dengan mudah didapatkan, baik dalam bentuk bijih ataupun dengan bentuk dan ukuran serta kapasitas yang dibutuhkan. Keseluruhan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa varia- bel bahan kemasan (X4) adalah variabel yang memiliki koefisien regresi yang paling besar. Artinya, variabel bahan kemasan (X4) adalah variabel yang paling dominian dalam mem- pengaruhi perilaku keputusan pembelian. Ber- dasarkan hasil pengujian uji t dapat diketahui pula bahwa untuk variabel bahan kemasan bepengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian teh Angry Birds oleh mahasiswa Sofyan Lazuardi, Analisis Karakteristik Kemasan Teh Angry Birds Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen 83 STIE Mahardhika Surabaya. Hal ini menunjuk- kan bahwa responden merasa yakin dengan bahan kemasan yang digunakan untuk menge- mas the tersebut aman bagi kesehatan dan terbuat dari bahan yang berkualitas, yang sepaham dengan pernyataan dari (Kuvykaite et. al., 2009; Silayoi & Speece, 2004, 2007) dalam (Hassan et. al., 2012:18) bahwa bahan kemasan adalah salah satu atirbut visual yang juga dipertimbangkan ketika membuat kepu- tusan pembelian. Keyakinan konsumen akan mutu bahan kemasan the Angry Birds, dikuat- kan dengan pernyataan dari Erliza dan Sutedja (1987) yang berbunyi;(1) syarat bahan ke- masan harus cocok dengan bahan yang dike- mas, (2) harus menjamin sanitasi dan syarat- syarat kesehatan, dapat mencegah kepalsuan, (3) kemudahan membuka dan menutup, (4) kemudahan dan keamanan dalam menge- luarakan isi, (5) kemudahan pembuangan ke- masan bekas, ukuran bentuk dan berat harus sesuai, (6) harus memenuhi syarat-syarat yaitu kemasan yang ditujukan untuk daerah tropis, subtropis, dingin, kelembaban tinggi maupun kelembaban kering. Selain menggunakan hasil kuesioner, peneliti juga melakukan wawancara dengan konsumen dan dari hasil wawancara tersebut konsumen merasa puas akan produk tersebut dikarenakan kemasan teh tersebut tidak merubah rasa dan merubah warna dari teh itu sendiri. SIMPULAN Berdasarkan judul penelitian, pokok per- masalahan, tujuan penelitian, rumusan hipo- tesis, dan pembahasan hasil penelitian maka dapat dikemukakan simpulan yaitu variabel ukuran kemasan dan bentuk kemasan tidak berpengaruh signifikan terhadap variable ke- putusan pembelian mahasiswa STIE Mahar- dhika Surabaya. Disebabkan dari segi ukuran kemasan yang kurang variatif 120 ml dan 220 ml. Dan dari segi bentuk yang monoton berbentuk model gelas. Variabel warna kemasan berpengaruh signinfikan terhadap variabel keputusan pem- belian mahasiswa STIE Mahardhika Surabaya. Disebabkan warna kemasan yang menarik dan identitas produk yang jelas. Variabel bahan kemasan berpengaruh signifikan terhadap va- riabel keputusan pembelian mahasiswa STIE Mahardhika Surabaya. Disebabkan oleh kese- suaian harga dengan bahan kemasan, Daya tahan kemasan yang baik, Komposisi bahan kemasan yang jelas dan perlindungan terhadap isi yang baik. Variabel yang berpengaruh do- minan terhadap keputusan pembelian maha- siswa STIE Mahardhika adalah variabel bahan kemasan teh Angry Birds. DAFTAR PUSTAKA Angipora, Marius P. 2002. Dasar-Dasar Pema- saran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Per- sada. Algifari. 2000. Analisis Regresi (teori, kasus, dan solusi).Yogyakarta: BPFE. Alma, Buchari. 2004. Manajemen Pemasaran dan Pemasaranjasa. Bandung: Alfabeta. Alma, Buchari. 2005. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta. Arikunto, Suharsimi. 2006. ProsedurPenelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Assauri, Sofyan. 2004. Manajemen Pemasaran (Dasar, Konsep dan Strategi). Jakarta: PT. Grafindo Persada. Asadollahi, A and Givee, M. (2011). The Role of Graphic Design in Packaging Business and Finance Journal, Volume 1, No. 1, March 2016 84 Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Mul- tivariate dengan ProgramSPSS. Sema- rang: Badan Penerbit Undip. Ghozali, Iman. 2011. Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Metode Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi dan Manajemen Universitas Diponegoro. Se- marang. Gujarati, Damodar. 1999. Ekonometrika Dasar. Edisi Pertama. Terjemahan oleh Sumarno Zain. Penrbit Erlangga. Jakarta. Hadi, Sutrisno. 2001. Metodologi Research untuk Penulisan Paper, Skripsi, Thesis dan Disertasi, Jilid Tiga. Yogyakarta: Penerbit Andi. Hassan, Hasnah Siti, Lee Wai Leng dan Wong Wai Peng. 2012. The Influence Of Food Product Packaging Attributes In Pur- chase Decision: A Study Among Con- sumers In Penang, Malaysia. Journal of Agribusiness Marketing.Vol.5. p14-28. Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2002. Edisi Pertama. BDFE.Yogyakarta. Julianti, Elisa dan Mimi Nurmimah. 2006. Buku Ajar Teknologi Penge- masan. Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU: Medan. Kasmir. 2004. Manajemen Perbankan.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kotler, Philip. 1995. Management Pemasaran: Analisis, Perencanaan dan Pengendalian. Edisi 8:Jakarta: Salemba Empat. Kotler, Philip. 2000. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga. Kotler, Philip dan Gary, Amstrong. 2001. Manajemen Pemasaran di Indonesia. Jilid 2. (Edisi BahasaIndonesia. Alih Bahasa: Ancella Anitawati Hermawan. Jakarta: Salemba Empat. Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2003.Mar- keting Management. 11 th Edition. New and Sales of Product in Iran. Contem- porary. Marketing Review, Vol. 1(5) pp. 30�34 Azwar, Saifuddin. 2000. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Boyd, Walker, & Larrence. 2000.Manajemen Pemasaran: Suatu Pendekatan Strategis dengan Orientasi Global. Alih Bahasa: Imam Nurmawan. Jakarta: Erlangga. Carvens, Davis.W, 2000. Pemasaran Strategis. Jilid II. Jakarta: Erlangga. Cenadi, Christine Suharto, 2000. Peranan Desain Kemasan dalam Dunia Pema- saran. Jurnal Nirmana Vol. 2 No. 1, Hal: 92�103. Davis, S. M. 2000. Brand Asset Manage- ment: Driving Profitable Growth Through Your Brand. California: Jossey-Bass, Inc., Publishers. Dharmmesta, Basu Swasta dan T. Hani Han- doko. 1997. Manajemen Pemasaran: Analisis Perilaku Konsumen. Yogyakarta: BPFE. Dharmmesta, Basu Swasta dan T. Hani Han- doko. 2000. Manajemen Pemasaran: Analisa Perilaku Konsumen. Edisi Per- tama cetakan ketiga. Yogyakarta: BPFE. Dharmmesta, Basu Swastha. 1999. Asas-Asas Pemasaran. Edisi Ketiga.Yogyakarta: Penerbit Liberty. Djaslim, Saladin. 1996. Unsur-Unsur Inti Pemasaran dan Manajemen Pemasaran. Bandung: CV. Mandar Maju. Djarwanto dan Subagyo Pangestu. 1996. Sta- tistik Induktif. Edisi Ke-4. Yogyakarta: BPFE. Ghozali, Imam. 2001. Aplikasi Analisis Mul- tivariate dengan Program SPSS. Penerbit Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. Sofyan Lazuardi, Analisis Karakteristik Kemasan Teh Angry Birds Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen 85 Jersey: Pearson Education, Inc. Kotler, P. 2005. Manajemen Pemasaran.Edisi 11, Jilid 1. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Kotler, Philip., dan Armstrong, Gary. 2008. Principles Of Marketing,International Edition. Jilid 12.Prentice Hall, London. Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jilid 1. Edisi 12. Jakarta: Erlangga. Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller (2008a). Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Edisi 12. PT. Indeks. Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller (2008b). Manajemen Pemasaran.Jilid 2. Edisi 12. PT. Indeks. Kuncoro, Mudjarad. 2009. Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Kuvykaite, Rita et. al. (cara nulis narasumber jurnal) (jurnal utama) Mutsikiwa, Mu- nyaradzi and John Marumbwa. The Impact of Aesthetics Package Design Elements on Consumer Purchase Deci- sions: A Case of Locally Produced Dairy Products in Southern Zimbabwe. IOSR Journal Of Bussines and Management. Vol.8. Issue 5 (Mart-Aprl 2013). Pp.64- 71. J, Paul Peter dan Olson. 2000. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. Edisi 4, jilid 1. Erlangga, Jakarta. Parker Robert B. 1995. Mature Advertising: Handbook of Effectiveness in Print . Longman Higher Education. Priyatno, Duwi. 2010. Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Pene- litian dengan SPSS dan Tanya Jawab Ujian Pendadaran. Gaya Media, Yogya- karta. Pinya, Silayoi and Mark Speece. The Impor- tance of Packaging Attributes: A Con- joint Analysis Approach. European Jour- nal of Marketing. Vol. 41. No. 11/12, 2007. pp. 1495-1517. Riduwan. 2003. Skala Pengukuran Variabel- Variabel Penelitian. Bandung: CV Alfa- beta. Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro.2003. Cara Menggunakan dan Memakai Analisis Jalur. Bandung: Alfabeta.Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro. 2011. Cara Menggunakan dan Memakai Analisis Jalur. Bandung: Alfabeta. Rosner, Klimchuk Marianne dan Sandra A. Krasovec. 2002. Desain Kemasan. Jakarta: Erlangga. Santoso, Singgih. 2001. SPSS Versi 10: Mengolah Data Statistik Secara Profe- sional. Jakarta: PT. ElexMedia Kom- putindo. Santoso, Singgih. 2000. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. PT ElexMedia Komputindo, Jakarta Santoso, S. 2003. SPSS Mengolah Data Statistik Secara Profesional. PT.Elex Media Komputindo. Jakarta. Santoso, Singgih. 2004. Menguasai Statistik di Era Informasi Dengan SPSS 14. Jakarta PT. ELEX Media Komputindo. Santoso, Singgih dan Tjiptono F. 2004. Riset Pemasaran: Konsep dan Aplikasi de- ngan SPSS. Jakarta: PT.Elex Media Kom- putindo. Sastradipoera, Komaruddin. 2003. Mana- jemen Marketing, Suatu Pendekatan Ramuan Marketing. Bandung: Kapp- Sigma. Business and Finance Journal, Volume 1, No. 1, March 2016 86 Stanton, J. William. 1998. Prinsip Pemasaran. Jilid 1. Edisi 7. Jakarta: Erlangga. Sekaran, Uma. 1992. Research Methods For Business: A Skill Building Approach. Second Edition. John Willey & Sons, Inc. New York. Sekaran, Uma . 2003. Research Methods For Business: A Skill Building Approach. New York-USA: John Wiley and Sons, Inc. Sekaran, Uma. 2006. Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Edisi 4. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat. Sekaran, Uma. 2006. Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Edisi 4. Buku 2. Jakarta: Salemba Empat. Sekaran, Uma. 2007. Research Methods For Business: Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Buku 1 Edisi 4.Salemba Empat. Jakarta. Sekaran, Uma. 2007. Research Methods For Business: Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Buku 2 Edisi 4.Salemba Empat. Jakarta. Schiffman, G. Leon dan Leslie Lazar Kanuk. 2004. Perilaku Konsumen. Alihbahasa: Zulkifli Kasip, Edisi Ketujuh. Jakarta: Prentice Hall. Schiffman, G. Leon dan Leslie Lazar Kanuk. 2007. Con- sumer Behaviour 7th Edition (Perilaku Konsumen).Jakarta: PT. Indeks. Setiadi, Nugroho J. 2005. Perilaku Konsumen. Jakarta: Kencana. Soehardi, Sigit. 1992. Pemasaran Praktis.Edisi 3. Yogyakarta: Armurrita. Solimun. 2000. Structural Equation Model- ing Lisrel dan Amos. Malang:Fakultas MIPA Universitas Brawijaya. Solimun, M. S. 2005. Kisi-Kisi Analisis Data (Pemodelan Statistik) danMetode Pene- litian. Fakultas MIPA Universitas Brawi- jaya, Malang (Tidak dipublikasikan). Sudjana. 2002. Metode Statistika.Bandung: Tarsito. Sugiyono. 1999. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta. Sugiyono. 2002. Statistika untuk Penelitian. Jakarta: Alfabeta. Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis.CV. Alfabeta. Bandung. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuanti- tatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,dan R&D. CV Alfabeta. Bandung Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.Bandung: Alfabeta Sutrisno, Hadi. 2001. Metodologi Research untuk Penulisan Paper, Skripsi, Thesis dan Disertasi, Jilid Tiga. Yogyakarta: Penerbit Andi. Sulaiman, Wahid. 2004. Analisis-Analisis Regresi menggunakan SPSS.Yogyakarta: ANDI. Tang, Faweett Roger dan Daniel Manson.2004. Experimental Formats and Packaging. Tjiptono, Fandy. 2000. Strategi Pemasaran. Edisi Kedua. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset. White and White. 2006. Advanced Art and Design. Philip Allan Updates. Wirya, Iwan. 1999 .Kemasan Yang Menjual. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.