01 Candra.pmd Hidayatul Khusnah, Pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Role Stress terhadap Job Outcome pada Akuntan Manajemen di Perusahaan-Perusahaan di Kota Surabaya 6161 Pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Role Stress terhadap Job Outcome pada Akuntan Manajemen di Perusahaan-Perusahaan di Kota Surabaya Hidayatul Khusnah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya e-mail: hidayatul.khusnah1989@gmail.com Abstract: Organizational support to employees is an important because can mitigate the negative effects of role stress. The negative effects of the role stress among which reduce job satisfaction, job performance and high turnover intention. Employees who feel them- selves noticed by the company will be comfortable in the work so that the performance becomes better. The aim of this study is to investigate the effect of perceived organiza- tional support (POS) to the role stress (role ambiguity, role conflict and role overload) and job outcomes (job satisfaction, job performance and turnover intention). In addition, this study also want investigates the influence of role stress (role ambiguity, role conflict and role overload) to job outcomes (job satisfaction, job performance and turnover in- tention). This study used a sample of management accountants and staff management accountants at companies in the Surabaya. The number of samples in this study were 111 respondents. Testing the hypothesis in this study using Structural Equation Modeling (SEM) with an alternative method of Partial Least Square (PLS) using software WarpPLS 3.0. Results of this study found the negative influence of perceived organizational support (POS) to the role ambiguity and role conflict but did not find the effect of POS on role overload. Other findings in this study is the role ambiguity and role conflict negative effect on job satisfaction, job performance and a positive effect on turnover intention. But different things found on role overload to job satisfaction, job performance, and turnover intention which did not reveal any influence. Keywords: perceived organizational support, role ambiguity, role conflict, role overload, job satisfaction, job performance, turnover intention PENDAHULUAN Dukungan perusahaan terhadap karyawan merupakan hal penting yang harus dilakukan seperti yang telah dikatakan oleh Armeli et al. (1998) bahwa dukungan perusahaan terhadap karyawan dapat membantu meminimalisasi terjadinya stres pada karyawan yang disebab- kan oleh role stress serta dapat meminimalisasi dampaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh dari perceived orga- nizational support (POS) terhadap role stress (role ambiguity, role conflict dan role over- load) dan job satisfaction (job satisfaction, job performance dan turnover intention). Se- lain itu, penelitian ini juga ingin menginves- tigasi pengaruh dari role stress (role ambigu- ity, role conflict, dan role overload) terhadap job satisfaction (job satisfaction, job perfor- mance, dan turnover intention). Penelitian ini fokus pada role ambiguity, role conflict, dan role overload sebagai faktor penentu utama dari role stress seperti yang Business and Finance Journal, Volume 2, No. 1, March 2017 62 digunakan dalam penelitian Fogarty et al. (2000). Stress akibat role stress pada karyawan dapat diminimalisasi dengan adanya dukungan dari perusahaan (Armeli et al., 1998). Du- kungan dari perusahaan dapat berupa pema- haman yang simpatik, perhatian kepada kar- yawan dalam bentuk mendengarkan keluhan, mengapresiasi kinerja, serta memperhatikan kesejahteraan kehidupan karyawan, ataupun berupa bantuan material (Armeli et al., 1998). Bentuk dukungan perusahaan di atas dapat meningkatkan perceived organizational sup- port (POS) pada karyawan (Armeli et al., 1998). Khan dan Byosiere (1992) seperti yang di- kutip oleh Stamper dan Johlke (2003) dalam ringkasan penelitian mereka mengatakan bah- wa teori organisasi dan penelitian terkait role stress yang ada masih sedikit yang fokus pada faktor organisasi dan interpersonal yang mung- kin berfungsi sebagai pemoderasi atau mungkin sebagai penangkal terjadinya stres serta aki- batnya. Stamper dan Johlke (2003) juga mema- parkan dalam penelitiannya bahwa beberapa peneliti selanjutnya kemudian fokus meneliti pada peran moderasi dari faktor personal seperti Brief et al. (1988); Burke et al. (1993), dukung- an interpersonal (keluarga, teman) terhadap role stress (Fisher, 1985). Penelitian terkait faktor organisasi terha- dap role stress belum banyak diteliti oleh peneliti sebelumnya (Stamper dan Johlke, 2003). POS adalah salah satu dari faktor orga- nisasi tersebut. Beberapa penelitian terdahulu terkait pengaruh POS terhadap role stress (role ambiguity dan role conflict) di antara- nya, yaitu Hutchinson (1997) meneliti penga- ruh POS terhadap role stress (role ambiguity dan role conflict) pada pengajar dan staf pengajar, Luxmi dan Yadav (2001) meneliti pada dokter dan Stamper dan Johlke (2003) meneliti pada salespeople. Menurut sepenge- tahuan terbaik peneliti, penelitian terkait penga- ruh POS terhadap role stress pada akuntan manajemen masih belum banyak diteliti, se- hingga memotivasi peneliti untuk menelitinya lebih lanjut. Akuntan manajemen selalu diang- gap profesi yang penuh dengan tekanan (Tip- gos dan Trebby, 1987). Stres yang berhu- bungan dengan pekerjaan di kalangan akuntan manajemen disebabkan dari beberapa faktor seperti, jumlah pekerjaan, beban kerja yang tidak masuk akal terutama ketika “busy sea- son”, kecemasan atas konsekuensi karena kesa- lahan pekerjaan, dan komputerisasi catatan (Tipgos dan Trebby, 1987). Akuntan manaje- men juga merupakan karyawan yang memiliki jadwal kerja yang tidak fleksibel, yakni harus sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan. Karyawan yang berada pada posisi jadwal kerja yang tidak fleksibel akan mengalami konflik yang lebih tinggi yang me- micu terjadinya stres (Greenhaus et al., 2000). Kondisi jadwal kerja yang tidak fleksibel yang dibarengi dengan tekanan pekerjaan yang ting- gi seperti tuntutan untuk melakukan dua pe- kerjaan atau lebih yang saling bertentangan akan memicu stres pada karyawan. Penelitian ini juga ingin mengetahui pe- ngaruh dari role stress (role ambiguity, role conflict, dan role overload) terhadap job out- comes (job satisfaction, job performance, dan turnover intention) akuntan manajemen. Me- nurut sepengetahuan terbaik peneliti, peneli- tian tentang pengaruh role stress terhadap job outcomes banyak dilakukan pada auditor dengan asumsi bahwa profesi auditor merupa- kan profesi yang rentan akan kondisi tekanan (stress) yang disebabkan banyaknya tuntutan dalam pekerjaannya (Hambali, 2014). Peneli- Hidayatul Khusnah, Pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Role Stress terhadap Job Outcome pada Akuntan Manajemen di Perusahaan-Perusahaan di Kota Surabaya 63 tian ini mencoba meneliti pada profesi lain yaitu akuntan manajemen dengan alasan bah- wa akuntan manajemen adalah profesi yang penuh dengan tekanan yang rentan terjadi stres (Tipgos dan Trebby, 1987). Penelitian ini memilih sampel yang berbeda dari penelitian sebelumnya yaitu akuntan manajemen karena dianggap memiliki kompleksitas serta karak- teristik tugas yang tidak jauh berbeda. Tujuan penelitian adalah untuk menguji validitas eks- ternal dari hasil penelitian terdahulu dengan menggunakan sampel berbeda. Penelitian ini menggunakan sampel akun- tan manajemen dan staf akuntan manajemen pada perusahaan-perusahaan di Kota Surabaya. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 111 responden. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan structural equa- tion modeling (SEM) dengan metode alternatif partial least square (PLS) dengan mengguna- kan software WarpPLS 3.0 dengan alasan SEM-PLS dapat digunakan secara efisien de- ngan ukuran sampel kecil dan model yang kompleks (Sholihin dan Ratmono, 2013). Hasil penelitian ini menemukan pengaruh negatif dari perceived organizational support (POS) terhadap role ambiguity dan role con- flict akan tetapi tidak menemukan pengaruh dari POS terhadap role overload. Temuan lain dalam penelitian ini adalah role ambigu- ity dan role conflict berpengaruh negatif terha- dap job satisfaction, job performance, dan berpengaruh positif terhadap turnover inten- tion. Namun hal yang berbeda ditemukan pada role overload terhadap job satisfaction, job performance, dan turnover intention yaitu tidak ditemukan adanya pengaruh. Temuan terakhir dalam penelitian ini yaitu temuan yang terakhir dalam penelitian ini yaitu adanya pengaruh positif dari perceived organizational support terhadap job satisfaction, job perfor- mance, dan turnover intention. TINJAUAN LITERATUR DAN PENGEM- BANGAN HIPOTESIS Perceived organizational support dan role stress (role ambiguity, role conflict, dan role overload) Ada beberapa dukungan teoretis dan empiris terkait dengan gagasan bahwa POS berhubungan negatif dengan role stress serta mengurangi efek negatif dari role stress ter- hadap job outcomes (Stamper dan Johlke, 2003). Eisenberger et al. (1986) mendefinisi- kan POS sebagai persepsi individu (karyawan) mengenai sejauh mana perusahaan menghargai kontribusi, memperhatikan kesejahteraan, men- dengarkan apa yang dikeluhkan, memedulikan kesejahteraan kehidupan mempertimbangkan tujuan dan nilai-nilai karyawan. Stamper dan Johlke (2003) menambahkan semakin tinggi tingkat POS akan berhubungan negatif dengan role stress baik itu role ambiguity maupun role conflict. Penelitian terdahulu yang dilaku- kan Jones et al. (1995) dan Stamper dan Johlke (2003) yang menunjukkan bahwa POS berhubungan negatif dengan role stress. Perusahaan yang peduli dengan kesejahte- raan karyawan akan lebih mungkin dapat me- ngurangi tingkat kompleksitas pekerjaan yang tidak perlu untuk dikerjakan oleh karyawan (Stamper dan Johlke, 2003). Karyawan yang merasa diperhatikan dan dipedulikan oleh per- usahaan akan merasa nyaman dalam melaku- kan pekerjaan, sehingga akan mengurangi po- tensi terjadinya role stress. Berdasarkan teori, penelitian terdahulu serta argumen di atas, maka hipotesis yang peneliti ajukan sebagai berikut. Business and Finance Journal, Volume 2, No. 1, March 2017 64 H1a: Perceived organizational support (POS) berpengaruh negatif terhadap role am- biguity H1b: Perceived organizational support (POS) berpengaruh negatif terhadap role con- flict H1c: Perceived organizational support (POS) berpengaruh negatif terhadap role over- load Role stress (role ambiguity, role conflict, dan role overload) dan Job outcomes (job satis- faction, job performance, dan turnover in- tention) Semua karyawan, mulai dari staff ac- counting, accounting, manajer junior sampai dengan manajer senior dapat mengalami stres dalam pekerjaan (Ross, 1997). Salah satu sum- ber stres yang dialami dalam lingkungan kerja adalah role stres (Ningrum, 2012). Ngo et al. (2005) menyatakan bahwa role stress ditandai dengan adanya role ambiguity, role conflict, dan role overload. Role stress dapat menyebab- kan karyawan mengalami kelelahan emosional, job satisfaction yang rendah serta tingginya tingkat turnover intention menjadi tinggi (Yang, 2010). Profesi akuntan manajemen merupakan salah satu profesi yang rentan terjadi stres. Stres pada akuntan manajemen dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu jumlah pekerjaan, beban pekerjaan yang tidak masuk akal terutama ketika “busy season”, kecemasan atas konsekuensi karena kesalahan pekerjaan, serta komputerisasi catatan (Tipgos dan Trebby, 1987). Akuntan manajemen adalah salah satu profesi yang memiliki jadwal kerja yang tidak fleksibel. Greenhaus et al. (2000) menyatakan karyawan yang berada pada posisi jadwal kerja yang tidak fleksibel akan menga- lami konflik yang lebih tinggi sehingga memicu terjadinya stres. Sebagaimana dinyatakan dalam role theo- ry, kemungkinan seorang individu atau karya- wan tidak hanya mengalami satu bentuk stres saja dalam pekerjaannya. Profesi akuntan manajemen juga berpotensi terjadi role ambi- guity role conflict, dan role overload. Role ambiguity di dalam profesi akuntan mana- jemen dapat terjadi ketika ekspektasi dari suatu peran tidak bisa dipahami dengan jelas kemu- dian dibarengi dengan ketidakyakinan dari karyawan tentang apa yang harus ia kerjakan (Robin dan Judge, 2007). Informasi yang ku- rang memadai terkait peran karyawan sering kali membuat kondisi karyawan merasa kebi- ngungan dalam menjalankan perannya sehing- ga dapat menyebabkan terjadinya penurunan job satisfaction, job performance, dan komit- men kepada organisasi yang menyebabkan ting- ginya tingkat turnover intention. Karyawan yang bekerja dalam kondisi stres yang dipicu oleh role ambiguity akan memberikan dampak yang buruk terhadap karyawan dan perusahaan, seperti job satis- faction menjadi rendah, job performance me- nurun, serta tingginya tingkat turnover inten- tion (Montgomery et al., 1996). Penelitian yang dilakukan oleh Stawser et al. (1969) menemukan pengaruh tingginya role ambigu- ity terhadap rendahnya job satisfaction serta tingginya tingkat turnover intention. Fisher (2001) dan Stamper dan Johlke (2003) juga menemukan pengaruh negatif dari role ambi- guity terhadap job satisfaction dan job perfor- mance. Role ambiguity berdampak buruk terhadap dalam pekerjaan karyawan, hal ter- sebut dapat berupa job satisfaction dan job performance yang rendah serta turnover in- tention yang tinggi. Berdasarkan teori, argu- men, dan penelitian terdahulu maka hipotesis yang peneliti ajukan sebagai berikut. Hidayatul Khusnah, Pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Role Stress terhadap Job Outcome pada Akuntan Manajemen di Perusahaan-Perusahaan di Kota Surabaya 65 H2a: role ambiguity berpengaruh negatif ter- hadap job satisfaction H2b: role ambiguity berpengaruh negatif ter- hadap job performance H2c: role ambiguity berpengaruh positif ter- hadap turnover intention Profesi akuntan manajemen juga berpo- tensi terjadi role conflict. Rizzo et al. (1970) mendefinisikan role conflict sebagai situasi atau kondisi peran yang diharapkan berten- tangan antara satu dengan yang lainnya. Role conflict terjadi ketika seorang karyawan diha- rapkan untuk mengerjakan lebih dari satu tu- gas yang saling bertentangan satu sama lain sehingga menimbulkan konflik dengan tugas lain atau konflik dengan tuntutan lain (Beehr dan McGrath, 1992). Role conflict pada akun- tan manajemen bisa terjadi ketika ekspektasi yang berhubungan dengan suatu peran berten- tangan dengan moral individu, kepercayaan- kepercayaan etis atau konsep diri (Hambali, 2014). Tuntutan peran yang bertentangan de- ngan moral individu dalam profesi akuntan manajemen misalnya ketika manajer meminta untuk melakukan earnings management, kon- disi tersebut sangat bertentangan dengan moral karyawan, karena karyawan harus merekayasa kondisi yang tidak sebagaimana mestinya. Kon- disi yang seharusnya mendapatkan laba rendah harus dicatat menjadi tinggi ataupun sebaliknya demi kepentingan tertentu sehingga hal terse- but dapat menyebabkan terjadinya role con- flict dalam pekerjaan karyawan. Kondisi role conflict akan muncul ketika individu atau karyawan patuh pada persyaratan satu peran yang kemudian akan menyebabkan kesulitan untuk mematuhi persyaratan dari peran lain (Ningrum, 2012). Kondisi tersebut juga bisa dialami oleh akuntan manajemen, yaitu ketika ada dua keinginan yang berten- tangan dalam waktu yang bersamaan. Kepa- tuhan terhadap salah satu keinginan tersebut akan menyulitkan kepatuhan pada keinginan lainnya, sehingga dapat menimbulkan kondisi role conflict. Penelitian terkait role conflict terhadap job satisfaction, job performance, dan turn- over intention telah banyak dilakukan, seperti Stawser et al. (1969) yang menemukan adanya pengaruh tingginya role conflict terhadap ren- dahnya job satisfaction serta tingginya tingkat turnover intention. Brown dan Peterson, (1993); Almer dan Kaplan (2002); Perrewe et al. (2002); Karatepe dan Sokmen (2006) yang menemukan terkait dengan pengaruh dari role conflict terhadap job satisfaction yang lebih rendah, peningkatan dari turnover intention, serta job performance yang buruk. Fisher (2001) juga menemukan pengaruh negatif dari role conflict terhadap job satisfaction dan job performance. Role conflict secara konsisten berhu- bungan dengan tekanan pekerjaan yang tinggi sehingga dapat menurunkan job satisfaction dan job performance serta dapat meningkatkan turnover intention. Berdasarkan teori, argu- men dan penelitian terdahulu maka hipotesis yang peneliti ajukan adalah sebagai berikut. H2d: role conflict berpengaruh negatif terha- dap job satisfaction H2e: role conflict berpengaruh negatif terha- dap job performance H2f: role conflict berpengaruh positif terha- dap turnover intention Profesi akuntan manajemen selain mem- punyai kemungkinan terjadi role ambiguity dan role conflict, juga berpotensi untuk terjadi role overload. Beehr et al. (1976) seperti Business and Finance Journal, Volume 2, No. 1, March 2017 66 yang dikutip oleh Morter (2010) mendefinisi- kan role overload sebagai individu atau karya- wan yang memiliki beban pekerjaan yang terlalu banyak dan harus dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Schick et al. (1990) menga- takan bahwa role overload terjadi ketika indi- vidu atau karyawan memiliki beban pekerjaan sangat berat dan tidak sesuai dengan waktu dan kemampuan yang dimiliki. Freisen (1988) menemukan bahwa tekanan dalam pekerjaan yang dirasakan oleh karyawan seperti (role overload) sering menjadi penyebab meningkat- nya turnover intention. Individu yang merasa menghadapi beban tugas yang melebihi ke- mampuannya maka ia akan mengalami emosi negatif, ketegangan serta gejala gangguan men- tal lainnya (Morter, 2010). Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Tipgos dan Trebby (1987) bahwa salah satu faktor yang dapat menyebabkan stres di ka- langan akuntan manajemen adalah terkait de- ngan jumlah dan beban pekerjaan yang tidak masuk akal ketika “busy season”. Beban peker- jaan yang terlalu banyak ketika “busy season” akan menurunkan tingkat konsentrasi karya- wan sehingga job performance karyawan juga akan rendah, menurunkan job satisfaction, serta meningkatkan turnover intention karya- wan. Kondisi karyawan yang memiliki beban tugas yang berlebihan dan harus dikerjakan secara bersamaan dalam jangka waktu yang relatif pendek akan menyebabkan karyawan tidak dapat mencapai apa yang diharapkan dari tugasnya tersebut sehingga akan berdam- pak pada penurunan job satisfaction dan job performance yang rendah serta turnover inten- tion yang tinggi. Berdasarkan teori dan argu- men di atas maka hipotesis yang peneliti ajukan adalah sebagai berikut. H2g: role overload berpengaruh negatif terha- dap job satisfaction H2h: role overload berpengaruh negatif terha- dap job performance H2i: role overload berpengaruh positif terha- dap turnover intention Perceived organizational support (POS) dan Job outcomes (job satisfaction, job perfor- mance, dan turnover intention). METODE PENELITIAN Sampel dan Data Sampel dalam penelitian ini adalah akun- tan manajemen dan staf akuntan manajemen yang minimal bekerja selama satu tahun pada perusahaan di Kota Surabaya. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan survei secara langsung dilakukan dengan cara menye- barkan kuesioner hard copy langsung kepada responden dengan kriteria yang telah ditentu- kan. Jumlah kuesioner yang disebar 150 dan kuesioner yang kembali 142. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan terdapat 9 kuesioner yang tidak di isi dengan lengkap, sehingga kuesioner yang dapat digunakan hanya 133. Persentase tingkat respons dalam penelitian ini sebesar 87% yang menunjukkan bahwa tingkat respons yang ditunjukkan oleh respon- den sangat tinggi, yang mengindikasikan bahwa akuntan manajemen dan staf akuntan manaje- men tertarik untuk berpartisipasi dalam peneli- tian. Pengukuran Variabel Role Stress Role ambiguity dan role conflict dalam penelitian ini diukur dengan enam dan delapan butir pertanyaan yang dikembangkan oleh Rizzo et al. (1970) yang telah digunakan di Hidayatul Khusnah, Pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Role Stress terhadap Job Outcome pada Akuntan Manajemen di Perusahaan-Perusahaan di Kota Surabaya 67 Indonesia oleh Yuniarsi (2009) dengan sedikit modifikasi dari penulis. Role overload dalam penelitian ini diukur dengan tiga butir pertanya- an yang dikembangkan oleh Beehr et al. (1976) yang telah digunakan oleh Fogarty et al. (2000) dan juga telah digunakan di Indo- nesia oleh Yuiarsi (2009) dengan sedikit mo- difikasi dari penulis. Pertanyaan-pertanyaan tersebut telah banyak digunakan dalam peneli- tian di bidang akuntansi manajemen seperti (Senatra, 1980; Bamber et al., 1989; Rebele dan Michaels, 1990; Gregson et al., 1994; Viator, 2001). Perceived Organizational Support Perceived organizational support (POS) dalam penelitian ini diukur menggunakan dela- pan pertanyaan yang dikembangkan oleh Eisenberger et al., (1986) yang sebelumnya telah digunakan di Indonesia oleh Yuniarsi (2009). Delapan butir pertanyaan tersebut diu- kur dengan menggunakan skala likert lima poin. Job Outcomes Variabel job satisfaction diukur dengan minnesota satisfaction questionnaire (MSQ) yang dikembangkan oleh Weiss et al. (1967) yang terdiri dari dua puluh satu butir perta- nyaan. Instrumen job satisfaction telah diterje- mahkan ke dalam bahasa Indonesia dalam penelitian Sholihin dan Pike (2009), perta- nyaan-pertanyaan tersebut telah digunakan pada beberapa penelitian di bidang akuntansi, misalnya akuntansi manajemen (Lau dan Sho- lihin, 2005; Sholohin dan Pike, 2009) dan auditor (Fisher, 2001). Dua puluh satu butir pertanyaan ini diukur dengan menggunakan skala likert lima point. Variabel job performance diukur dengan self-rating instrument yang dikembangkan oleh Mahoney et al. (1965) yang terdiri dari sembilan pertanyaan yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dalam penelitian Sholihin et al. (2000). Delapan pertanyaan merupakan subdimensi dari kinerja yang ingin diteliti, yang meliputi: perencanaan, investigasi, koordinasi, evaluasi, pengawasan, kepega- waian, negosiasi, dan representasi. Pertanyaan kesembilan merupakan ukuran kinerja secara keseluruhan (Lau dan Roopnarain, 2014). Variabel turnover intention diukur dengan empat butir pertanyaan yang dikembangkan oleh Mobley (1977) yang telah digunakan di Indonesia oleh Winarti (2012) dengan sedikit modifikasi dari peneliti. HASIL Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan metode alternatif partial least square (PLS) dengan menggunakan software WarpPLS 3.0. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ada lima belas. Hipotesis dalam penelitian ini dikatakan terdukung dengan p- Koefisien Jalur P-Value POS  RA -0,30 0,002** POS  RC -0,42 <0,001*** POS  RO -0,20 0,12 RA  JS -0,26 <0,001*** RA  JP -0,24 0,004** RA  TI 0,23 <0,001*** RC  JS -0,29 <0,001*** RC  JP -0,33 <0,001*** RC  TI 0,40 <0,001*** RO  JS -0,08 0,298 RO  JP -0,05 0,389 RO  TI 0,04 0,345 Tabel 1 Koefisien Jalur dan P-Value Business and Finance Journal, Volume 2, No. 1, March 2017 68 value < 0,01 (signifikan pada tingkat 1%), p- value < 0,05 (signifikan pada tingkat 5%), serta p-value < 0,1 (signifikan pada tingkat 10%). Berikut nilai koefisien jalur, P-value dari hasil pengujian hipotesis menggunakan analisis SEM-PLS. Hasil pengujian H1a-H1c: perceived organi- zational support berpengaruh negatif terhadap role ambiguity, role conflict, dan role over- load. Hasil pengujian hipotesis yang ditunjuk- kan pada Tabel 4.9 di atas menunjukkan bahwa perceived organizational support (POS) ber- pengaruh negatif dan signifikan terhadap role ambiguity (RA) dan role conflict (RC) akan tetapi tidak untuk pengaruh POS terhadap role overload. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai koefisien jalur POS  RA sebesar -0,30, P-value 0,002 (lebih kecil dari 0,01) serta koefisien jalur POS  RC sebesar -0,42, P- value sebesar <0,001 (lebih kecil dari 0,001). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis di atas dapat disimpulkan bahwa ketika karyawan akuntan manajemen dan staf akuntan manaje- men merasa mendapatkan perhatian dari peru- sahaan, merasa dihargai perusahaan, merasa didengarkan semua pendapatnya oleh perusa- haan, maka akan mengurangi ambiguitas serta konflik dalam pekerjaan sehingga mendukung H1a dan H1b yang diajukan. Hasil yang berbeda ditemukan pada H1c, yaitu pengaruh POS terhadap role overload (RO). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa POS tidak berpengaruh terhadap RO yang dibuktikan dengan nilai koefisien jalur POS  RO sebesar -0,20 P-value sebesar 0,12 (lebih besar dari 0,05). Nilai koefisien jalur dari POS  RO sudah sesuai yang dihipotesiskan, namun P-value-nya yang tidak signifikan. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perceived organiza- tional support tidak berpengaruh negatif ter- hadap role overload sehingga tidak mendu- kung hipotesis 1c yang diajukan. Hasil pengujian H2a-H2c: role ambiguity berpengaruh negatif terhadap job satisfac- tion, job performance, dan berpengaruh nega- tif terhadap turnover intention. Hasil pengujian hipotesis yang disajikan dalam tabel 4.9 di atas menunjukkan nilai koefisien jalur RA  JS sebesar -0,26, P-Value <0,001 (lebih kecil dari 0,001) serta nilai koefisien jalur RA  JP -0,24, P-value 0,004 (lebih kecil dari 0,01) dan juga nilai koefisien jalur RA  TI sebesar 0,23, P-Value <0,001 (lebih kecil dari 0,001). Hasil pengujian hipo- tesis di atas menunjukkan keterdukungan dari ketiga hipotesis yang diajukan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa karya- wan yang bekerja dalam kondisi stres yang dipicu oleh role ambiguity akan memberikan dampak yang buruk terhadap karyawan dan perusahaan, seperti job satisfaction menjadi rendah, job performance menurun serta tinggi- nya tingkat turnover intention (Montgomery et al., 1996). Hasil pengujian H2d-H2f: role conflict berpengaruh negatif terhadap job satisfac- tion, job performance, dan berpengaruh nega- tif terhadap turnover intention. Hasil pengujian H2d, H2e, dan H2f ini senada dengan hasil pengujian dari H2a, H2b, dan H2c. Hasil pengujian hipotesis yang ditampilkan dalam Tabel 4.9 di atas menunjuk- kan keterdukungan dari hipotesis yang diaju- kan. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai koe- fisien jalur dari RC  JS sebesar -0,29, P- Hidayatul Khusnah, Pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Role Stress terhadap Job Outcome pada Akuntan Manajemen di Perusahaan-Perusahaan di Kota Surabaya 69 Value <0,001 (lebih kecil dari 0,001), RC  JP sebesar -0,33, P-Value <0,001 (lebih kecil dari 0,001) serta nilai koefisien jalur RC  TI sebesar 0,40, P-Value <0,001 (lebih besar dari 0,001). Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa akuntan manajemen atau staf akuntan manajemen yang mengalami kondisi role conflict memiliki job satisfac- tion dan job performance yang rendah serta turnover intention yang tinggi. Hasil pengujian H2g-H2i: role overload berpengaruh negatif terhadap job satisfac- tion, job performance dan berpengaruh negatif terhadap turnover intention. Hasil pengujian H2g, H2h, dan H2i ini berbeda dari hasil pengujian hipotesis sebelumnya. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis H2g yang disajikan dalam Tabel 4.9 di atas yang menunjukkan nilai koefisien RO  JS sebesar -0,08, P-Value 0,298 (lebih besar dari 0,05). Berdasarkan hasil tersebut di atas, pengaruh RO terhadap JS memiliki koefisien jalur negatif seperti yang dihipotesiskan, akan tetapi memiliki P-value di atas 0,05 sehingga tidak signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa RO tidak berpengaruh terhadap JS, sehingga hipotesis 2g tidak terdukung. Hasil pengujian H2h yaitu pengaruh RO terhadap JP memiliki nilai koefisien jalur sebesar 0,05, P-Value 0,389 (lebih besar dari 0,05). Berda- sarkan hasil tersebut di atas, RO tidak memiliki pengaruh terhadap JP, koefisien jalur RO  JP juga tidak sesuai dengan yang dihipotesis- kan, dan juga memiliki P-value di atas 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa RO tidak berpengaruh terhadap JP sehingga hipotesis 2h tidak dapat didukung. Sebesar 0,04, P- Value 0,345 (lebih besar dari 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa RO tidak berpe- ngaruh terhadap TI sehingga hipotesis 2i tidak dapat didukung. Tipgos dan Trebby (1987) mengungkap- kan bahwa salah satu faktor yang dapat menye- babkan stres di kalangan akuntan manajemen adalah terkait dengan jumlah dan beban peker- jaan yang tidak masuk akal ketika “busy sea- son”. Pernyataan Tipgos dan Trebby (1987) ini berbeda dari hasil pengujian hipotesis 2g pada penelitian ini. Hasil pengujian hipotesis 2g ini mengindikasikan bahwa akuntan mana- jemen atau staf akuntan manajemen yang ber- ada pada posisi role overload atau pada posisi sebaliknya ternyata tidak memengaruhi kenya- manan dalam bekerja sehingga tidak berpe- ngaruh juga terhadap job satisfaction, job performance, dan turnover intention. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perceived organizational sup- port terhadap role stress (role ambiguity, role conflict, dan role overload) serta job outcomes (job satisfaction, job performance, dan turnover intention). Penelitian ini juga ingin mengetahui pengaruh langsung role stress (role ambiguity, role conflict, dan role overload) pada akuntan manajemen atau staf akuntan manajemen perusahaan yang berada di Kota Surabaya. Hasil penelitian ini menemukan pengaruh negatif dari perceived organizational support terhadap role ambiguity dan role conflict. Persepsi karyawan akuntan manajemen atau staf akuntan manajemen akan adanya du- kungan organisasi atau perusahaan kepada dirinya dapat mengurangi terjadinya kondisi role ambiguity dan role conflict pada mereka. Di sisi lain, penelitian ini tidak menemukan Business and Finance Journal, Volume 2, No. 1, March 2017 70 bukti terkait pengaruh perceived organiza- tional support terhadap role overload. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun ketika karyawan akuntan manajemen dan staf akuntan manajemen merasa mendapatkan per- hatian, merasa dihargai, serta merasa didengar- kan semua pendapatnya oleh perusahaan atau- pun ketika kondisi sebaliknya ternyata tidak berpengaruh terhadap kondisi role overload. Penelitian ini juga menemukan bukti yang kuat dari pengaruh role ambiguity dan role conflict terhadap job satisfaction, job perfor- mance, dan turnover intention. Role ambi- guity dan role conflict berpengaruh negatif terhadap job satisfaction dan job performance, serta berpengaruh positif terhadap turnover intention. Hal tersebut menunjukkan bahwa akuntan manajemen atau staf akuntan mana- jemen yang berada pada posisi role ambiguity dan role conflict akan berpengaruh terhadap hasil kinerjanya, yaitu menurunnya job satis- faction, job performance, serta meningkatkan turnover intention. Hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan berdasarkan hasil penelitian ini yaitu perusahaan harus mampu mengelola perusahaan dengan baik agar dapat meminimalisasi terjadinya role ambiguity dan role conflict. Namun hasil penelitian ini tidak menemukan bukti yang mendukung pengaruh role overload terhadap job satisfaction, job performance, dan turn- over intention. Ketidakterdukungan ini dapat disimpulkan bahwa busy season pada akuntan manajemen atau staf akuntan manajemen ada dalam kondisi nyata, misalnya seperti waktu pembuatan laporan rutinan, baik itu mingguan, bulanan, ataupun tahunan. Bagi akuntan mana- jemen atau staf akuntan manajemen membuat laporan rutinan sudah terbiasa atau sudah menjadi rutinitas sehingga tidak berpengaruh terhadap hasil kinerjanya baik itu job satisfac- tion, job performance, dan turnover inten- tion. Dari hasil keseluruhan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dukungan dari organisasi atau perusahaan itu sangat penting bagi karya- wan. Karyawan yang merasa dirinya diperhati- kan kesejahteraannya, didengarkan pendapat- nya, serta dihargai kinerjanya cenderung akan merasa nyaman dalam bekerja dan akan meningkatkan hasil kinerjanya. Hal penting lain yang dapat diambil kesimpulan dari pene- litian ini yaitu perusahaan juga harus memper- hatikan situasi dan kondisi bagaimana karya- wan bekerja, dengan cara memberikan infor- masi yang jelas dan instruksi yang jelas agar dapat meminimalisasi terjadinya role ambigu- ity dan role conflict DAFTAR PUSTAKA Allen, T.D., Herst, D.E.L., Bruck, C.S., and Sutton, M. 2000. Consequences Asso- ciated with work-family Conflict: a Re- view and Agenda for Future Research. Journal of Occupational Health Psy- chology. 5 (2):278–308. Almer, E.D., and Kaplan, S.E., 2002. The effects of flexible work arrangements on stressors, burnout, and behavioral job outcomes in public accounting. Behav- ioral Research in Accounting. 14:3–34. Alzalabani, A., and Modi, R.S. 2014. Impact of Human Resources Management Prac- tice and Perceived Organizational Sup- port on Job Satisfaction: Evidence from Yanbu Industrial City, KSA. The IUP Journal of Organizational Behavior 13. No. 3. Hidayatul Khusnah, Pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Role Stress terhadap Job Outcome pada Akuntan Manajemen di Perusahaan-Perusahaan di Kota Surabaya 71 Armeli, S., Eisenberger, R., Faloso, P., and Lynch, P. 1998. Perceived Organizational Support and Police Performance: The Moderating Influence of Socioemotional Needs. Journal of Applied Psychology 83. No. 2: 288–297. Babakus, E., Cravens, D.W., Johnson, M., and Moncrief, W.C. 1996. Examining the role of organizational variables in the salesperson job satisfaction model. Journal of Personal Selling and Sales Management. 16(3): 33–46. Bamber, E.M., Snowball, D., and Tubbs, R.M. 1989. Audit structure and its relation to role con¯ict and role ambiguity: An empirical investigation. The Accounting Review, 64: 285–299. Beehr, T. A., J.T. Walsh, and T.D. Taber .1976. Relationship of stress to individually and organizationally valued states: Higher order needs as a moderator. Jurnal of applied Psychology. 61(1):41–47. Beehr, T.A. and McGrath, J.E. 1992. Social Support, Occupational Stress, and Anxi- ety. Anxiety, Stress and Copyng. 5:7–19. Brown, S.P. and Peterson, R.A., 1993. Ante- cedents and consequences of salesper- son job satisfaction:meta-analysis and assessment of causal effects. Journal of Marketing Research. 30: 63–77. Brownell, P. 1982. The role of accounting data in performance evaluation, budget- ary participation and organizational ef- fectiveness. Journal of Accounting Re- search. 20(1): 12–27. Carlson, D.S. and Perrewe, P.L. 1999. The role of social support in the stressor- strain relationship: An examination of work-family conflict. Journal of Man- agement. 25: 513–540. Churchill, G.A., Ford, N.M., and Walker, O.C. 1974. Measuring the job satisfaction of industrial salespeople. Journal of Mar- keting Research, 11: 254–260. Eisenberger, R., Huntington, R., Hutcison, S., and Sowa, D. 1986. Perceived orga- nizational support. Journal of Applied Psychology. 71 (3): 500–507. Eisenberger, R., Fasolo, P., and Davis-La- Mastro, V. 1990. Perceived organiza- tional support and employee diligence, commitment and innovation. Journal of Applied Psychology. 75: 51–59. Farooqui, S. and Nagendra, A. 2014. The Impact of Person organization Fit on Job Satisfaction and Performance of the Employees. Procedia Economics and Finance. 11: 122–129. Firth, L., Mellor, D.J., Moore, K.A., and Loquet, C. 2004. How can managers reduce employee intention to quit. Jour- nal of Managerial Psychology. 19 (1): 170–187. Fisher, R.T. 2001. Role stress, the type A behaviour pattern, and external auditor job satisfaction and performance. Be- havioral Research in Accounting 13: 143–170. Fogarty, T.J., J. Singh, G.K. Rhoads, and R.K. Moore. 2000. Antecedents and conse- quences of burnout in accounting: be- yond the role stress model. Behavioral Research in Accounting. 12: 31–67 Fried, Y. and Tiegs, R.B. 1993. The main effect model versus buffering model of shop steward social support: A study of rank-in-file auto workers in the USA. Journal of Organizational Behavior. 14: 483–488. Business and Finance Journal, Volume 2, No. 1, March 2017 72 Friesen, D., Prokop, C.M., and Sarros, J.C. 1988. Why Teachers Burnout. Educa- tional Research Quarterly. 12: 9–19. Frone, M.R., Russell, M., and Cooper, M.L. 1995. Relationship of work and family stressors to psychological distress: The independent moderating influence of social support, mastery, active coping, and self-focused attention. In R. Crandall and P. L. Perrewe´ (Eds.), Occupational stress: A handbook. Washington DC: Taylor and Francis. Greenhaus, J. and Parasuraman, S. 1986. A work-nonwork interactive perspective of stress and its consequences. In J. M. Ivancevich and D. C. Ganster (Eds.), Job Stress: From Theory to Suggestion. New York: Haworth Press. Gregson, T., Wendell, J., and Aono, J. 1994. Role ambiguity, role conflict, and per- ceived environmental uncertainty: Are the scales measuring separate constructs for accountants. Behavioral Research in Accounting. 6: 144–159. Guzzo, R.A., Noonan, K.A., and Elron, E. 1994. Expatriate managers and the psy- chological contract. Journal of Applied Psychology. 79(4): 617–626. Hall, M. 2008. The effect of comprehensive performance measurement systems on role clarity, psychological empowerment and managerial performance. Account- ing, Organizations and Society. 33: 141–163. Hair, J.F., G.T.M. Hult, C.M. Ringle, and M. Sarsted. 2014. A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). United States of America: SAGE Publications, Inc. Hambali, A.J.H. 2014. Dampak Role Con- flict, Role Ambiguity, Role Overlad, and Tingkat Toleransi Ambiguitas terhadap Judgement Auditor. Disertasi Strata Tiga. Tidak dipublikasikan. Yogyakarta: Uni- versitas Gadjah mada. Hartline, M.D., and Ferrell, O.C. 1996. The management of customer-contact service employees: An empirical investigation. Journal of Marketing. 60: 52–70. Hartono, J. and Abdillah, W. 2014. Konsep and Aplikasi PLS (Partial Least Square) untuk Penelitian Empiris. Edisi pertama. Yogyakarta: BPFE. Hutchison, S. 1997. A path model of per- ceived organizational support. Journal of Social Behavior and Personality. 12(1): 159–174. Jackson, S.E., and Schuler, R.S. 1985. A meta- analysis and conceptual critique of re- search on role ambiguity and role con- flict in work settings. Organizational Behavior and Human Decision Pro- cesses. 36: 16–78. Jones, B., Flynn, D.M., and Kelloway, E.K. 1995. Perception of support from the organization in relation to work stress, satisfaction, and commitment. In S.L. Sauter and L.R. Murphy (Eds.). Organi- zational risk factors for job stress: 41– 52. Washington, D.C.: American Psy- chological Association. Karatepe, O.M., Uludag, O., Menecis, I., Hadzimehmedagic, L., and Baddar, L. 2006. The effects of selected individual characteristics on frontline employee performance and job satisfaction. Tour- ism Management 27 (4): 547–560. Karatepe, O.M., Yavas, U., Babakus, and E., Avci, T. 2006. Does gender moderate Hidayatul Khusnah, Pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Role Stress terhadap Job Outcome pada Akuntan Manajemen di Perusahaan-Perusahaan di Kota Surabaya 73 the effects of role stress in frontline service jobs. Journal of Business Re- search. 59 (10–11), 1087–1093. Kelley, C.L. 2010. Perceived organizational support as a predictor of stigma ad treat- ment seeking for psychological prob- lems. Clemson University. La Rocco, J.M., House, J.S., and French, J.R.P., Jr. 1980. Social support, occupa- tional stress and health. Journal of Health and Social Behavior. 21: 202– 216. Lau, C.M. and Tan, J. 1998. The impact of budget emphasis, participation and task difficulty on managerial performance. A cross-cultural study of the financial ser- vices sector. Management Accounting Research. 9: 163–183. Lau, C.M. and Roopnarain, K. 2014. The effects of nonfinancial and financial measures on employee motivation to participate in target setting. The British Accounting Review. 46:228–247. Leigh, J. H., Lucas, G.H. Jr., and Woodman Richard W. 1998. Effects of Perceived Organizational Factors on Role Stress- Job Attitude Relationships, Journal of Management. 14 (1): 41–58. Lingard, H. 2003. The impact of individual and job characteristics on burnout among civil engineers in Australia and The implications for employee turnover. Construction Management and Eco- nomics. 21 (1): 69–80. Luthans, F. 2005. Perilaku Organisasi. Edisi kesepuluh. Yogyakarta: Andi Offset. McNichols, C.W., M.J. Stahl, and T.R. Manley. 1978. A Validation of Happock’s Job Satisfaction Measure. Academy of man- agement Journal, 737–742. Miles, R. and Perreault, W. 1976. Organiza- tional role conflict: Its antecedents and consequences. Organizational Behavior and Human Performance. 17(1):19–44. Mobley, W.H. 1977. Intermediate linkages in the relationship between job satisfaction and employee turnover. Journal of Ap- plied Psychology 62, 237–240. Montgomery, D.C., Blodgett, J.G. and Barnes, J.H. 1996. A Model of Financial Secu- rities Sales Person’s Job Stress. The Jour- nal of Services Marketing 10. No. 3: 21–34. Morter, J.R. 2010. Relationship of role over- load to job satisfaction and intent to leave among a cute care nurses. Disser- tations. University of Phoenix. Ningrum, R. 2012. Perbedaan Gender and Antecedent-Konsekuensi Burnout Audi- tor Interal Pemerintah. Tesis Strata 2 tidak dipublikasikan. Yogyakarta: Uni- versitas Gadjah Mada. Ngo, H.Y., Foley, S., and Loi, R. 2005. Work role stressors and turnover intentions: a study of professional clergy in Hong Kong. The International Journal of Human Resource Management, 16 (11): 2133–2146. Ohme, M. and Zacher, H. 2015. Job perfor- mance ratings: The relative importance of mental ability, conscientiousness, and career adaptability. Journal of Vocational Behavior. 87:161–170. Parasuraman, S., Greenhaus, J.H., and Gran- rose, C.S. 1992. Role stressors, social support, and well-being among two-ca- reer couples. Journal of Organizational Behavior. 13: 339–356. Perrewe, P.L., Hochwarter, W.A., and Rossi, A.M. 2002. Are work stress relation- Business and Finance Journal, Volume 2, No. 1, March 2017 74 ships universal? A nine-region examina- tion of role stressors, general self-effi- cacy, and burnout. Journal of Interna- tional Management. 8 (1): 163–187. Phelan, J., Schwartz, J. Bromet, E., Dew, M., Parkinson, D., Schulberg, H., Dunn, L., Blane, H., and Curtis, C. 1991. Work stress, family stress, and depression in professional and managerial employees. Psychological Medicine. 21: 999–1012. Preffer, J. 1982. Organizations and Organi- zation Theory. Marshfield. Massachu- setts: Pitman Publishing Inc. Rahayu, D.S. 2000. Anteseden dan Konse- kuensi Tekanan Peran (role stress) pada Auditor Independen. Tesis Strata 2 Tidak dipublikaskan Uneversitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Ray, E.B. and Miller, K.I. 1994. Social sup- port, homework stress, and burnout: Who can help. Journal of Applied Be- havioral Science. 30: 357–373. Rebele, J.E. and R.E., Michaels. 1990. Inde- pendent Auditors’ Role Stress: Anteced- ent, Outcomes, and Moderating Vari- ables. Behavioral Research in Account- ing. 2:145-153. Reynolds, D. and Tabacchi, M. 1993. Burn- out in full-service chain restaurants. The Cornell Hotel and Administration Qu- arterly. 34 (2): 62–68. Rizzo, J.R., House, R.J., and Lirtzman, S.I. 1970. Role Conflict and Ambiguity in Complex Organizations. Administrative Quarterly. 15: 150–163. Robin, S.P. and Judge. 2007. Perilaku Perusa- haan. Jakarta: Salemba Empat. Ross, G.F. 1997. Career stress responses among hospitality employees. Analysis of Tourism Research. 24 (1): 41–51. Sager, J.K. 1991. A Longitudinal Assessment of Change in Salesforce Turnover. Jour- nal of Academy of Marketing Science. 19:25–36. Schick, A.L. Gordon and S. Haka. 1990. In- formation Overload: A temporal Ap- proach. Accounting, Organizations, and Society 15: 199–220. Sebastianelli, Rose,Sumrall, and Delia A. 1999. The Moderating Effect of Managerial Sales Orientations on Salespersons’ Role Stress-Job Satisfaction Relationships. Journal of Marketing Theory and Prac- tice. 7(1): 72–79. Senatra, P.T. 1980. Role conflict, Role Ambi- guity, and Organizational Climate in a Public Accounting Firm. The Account- ing Review. 55 (4): 594–603. Sholihin, M. dan Pike, R. 2009. Fairnes in Performance Evaluation and its Beha- vioural Consecuences. Accounting and Business Research. Vol. 39, No. 4, pp. 397–413. Sholihin, M., Pike, R., dan Mangena, M. 2010. Reliance on Multiple Performance Measures and Manager Performnce. Journal of Accounting Research. Vol.11 (1): 24–42. Sholihin, M. and Ratmono, D. 2013. Analisis SEM-PLS dengan WarpPLS 3.0. Yogya- karta: CV Andi Offset. Siu, O.L., Spector, P.E., Cooper, G.L., Lu, L., Yu, S. 2002. Managerial stress in greater china: the direct and moderator effects of coping strategies and work locus of control. Applied Psychology: An Inter- national Review. 51 (3): 608–632. Stamper, Cristina, L., and Johlke, Mark C. 2003. The Impact of Perceived Organi- zational support on the Relationship Hidayatul Khusnah, Pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Role Stress terhadap Job Outcome pada Akuntan Manajemen di Perusahaan-Perusahaan di Kota Surabaya 75 between Boundary Spanner Role Stress and Work Outcomes. Journal of Man- agement. 29(4): 569–588. Stawser, R.H., J.M. Ivanicevich, and H.L.Lyon. 1969. A Note on the Job Satisfaction of Accountants in large and small CPA firms. Journal of Accounting Research. 339-345. Tett, R. and Meyer, J. 1993. Job satisfaction, organizational commitment, turnover intention and turnover: Path analyses based on meta-analyticfindings. Person- nel Psychology. 46: 259-293. Tipgos, A. and Trebby, P. 1987. Job-Related Stresses and Strains in Management Accounting. The Journal of Applied Business Research. Tubre, T.C. and Collins, J.M. 2000. Jackson and Schuler (1985) revisited: A meta- analysis of the relationships between role ambiguity, role conflict, and job perfor- mance. Journal of Management. 26(1): 155–169. Vazifehdust, H. and Asadollahi, A. 2014. The Examination of Role Conflict and Role Ambiguity on Job Satisfaction. Middle- East Journal of Scientific Research. 20 (3): 284–291. Viator, R.E. 2001. The association of formal and informal public accounting men- toring with role stress and related job outcomes. Accounting, Organizations and Society 26: 73–93. Wayne, S.J., Shore, L.M., and Liden, R.C. 1997. Perceived organizational support and leader-member exchange: A social exchange perspective. Academy of Man- agement Journal. 40: 82–111. Weatherly, K.A. and Tansik, D.A. 1993. Tac- tics used by customer-contact workers: Effects of role stress, boundary span- ning, and control. International Jour- nal of Service Industry Management. 4(3): 4–17. Winarti, I.Y.P. 2012. Pengaruh Kepuasan pada Gaji, Beban Kerja, Trust Kepada Pim- pinan terhadap Turnover Intention dari Course Consultant di English First Edu- ka Group. Tesis Strata 2 tidak dipubli- kasikan Universitas Gadjah Mada. Yogya- karta. Yang, Jen-Te. 2010. Antecedents and Conse- quences of Job Satisfaction in the hotel industry. International Journal of Hos- pitality Management. 29:609–619. Yuniarsi, S. 2009. Analisis Peran Dukungan Perusahaan Persepsian sebagai Variabel Moderasi pada Hubungan antara Stres- sor Kerja dengan Konflik Pekerjaan-Ke- luarga. Tesis Strata 2 Tidak dipubli- kasikan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Zeffane, R. 1994. Understanding Employee Turnover: The Need for a Contingency Approach. International Journal of Manpower. 15(9): 1–14.