00 Atribut.pmd Muis Murtadho, Robby Kurniawan Budhi, Risma Andarini, Model Pengembangan Kewirausahaan di Universitas Widya Kartika Surabaya 105105 Model Pengembangan Kewirausahaan di Universitas Widya Kartika Surabaya Muis Murtadho, Robby Kurniawan Budhi, Risma Andarini Universitas Widya Kartika Surabaya e-mail: muis@widyakartika.ac.id Abstract: The large number of unemployed college graduates had become a big problem for the education world. Moreover, the imbalance that happened between the number of job vacancies and the work demands, made many university graduates work in the field which was not in accordance to the knowledge they had learned. In order to overcome these conditions, an entrepreneurial learning needed to be improved in the college. This improvement is hoped to create independent entrepreneurial students based on the acience and technology which later would be able to provide the job opportunities and develop the value of products and services. To achieve this situation, a model of entrepreneurial development which consisted of these three activities: the entrepreneurial education, the internship experience in the association companies, and the entrepreneurial prac- tices was proven in increasing the students’ success of students in starting a business based on science and technology. Keywords: development, entrepreneurship, science-technology LATAR BELAKANG Angka pengangguran terdidik atau lulusan perguruan tinggi tahun 2017 tercatat sebesar 630.000 orang atau sekitar 8,85% dari jumlah pengangguran di Indonesia yang mencapai 7 juta jiwa. Banyaknya pengangguran terdidik menjadi problem pendidikan tinggi di Indone- sia. Tahun 2017, perguruan tinggi di Indonesia meluluskan sebanyak 1.046.141 mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja. Banyaknya lulusan tersebut tak sebanding dengan jumlah angkatan kerja di Indonesia se- hingga memicu naiknya supply tenaga kerja ter- didik yang tidak sebanding dengan permintaan jumlah tenaga kerja di Indonesia. Hal tersebut mendorong terjadinya pengangguran terdidik serta banyaknya ketidaksesuaian antara tingkat pendidikan atau keilmuan dengan pekerjaan yang digelutinya serta pengupahan yang murah. Situasi seperti ini adalah suatu dampak dari sistem pendidikan yang banyak lebih memfokuskan mahasiswa untuk menjadi pekerja, pejabat yang dipandang mempunyai kedudukan atau status sosial di masyarakat. Di negara maju misalnya Jerman, sudah terjalin link and match antara pendidikan tinggi dan industri. Negara tersebut menerapkan dual system pada kurikulum pendidikan yang berkua- litas di mana sistem pembelajaran 30% dilakukan di kampus dan 70% dilakukan pemagangan dan praktik kerja di industri sehingga tak heran kompetensi SDM di negara tersebut 75% berasal dari industri atau swasta sedangkan 15% berasal dari pemerintah. Berbeda halnya dengan kampus yang mem- punyai tujuan pendidikan entrepreneur yang me- nitikberatkan mahasiswa diciptakan untuk ber- usaha atau mencetak pekerjaan. Mahasiswa di- ajarkan untuk mandiri serta mengambil peluang dari meningkatkan kebutuhan masyarakat atas barang dan jasa menjadi kesempatan bisnis yang menguntungkan. Untuk menciptakan seorang pebisnis harus dimulai dari bangku kuliah, meng- ingat masa kuliah merupakan masa untuk meng- Business and Finance Journal, Volume 3, No. 2, October 2018 106 aktualisasikan kemampuan mahasiswa atas ilmu dan bakat yang ada di dalamnya. Masa kuliah merupakan salah satu momen dalam pencarian jati diri mahasiswa sehingga harus dituntut untuk kreatif dalam memecahkan masalah ekonomi dan mampu untuk mencipta- kan ide atau produk baru yang mempunyai keunggulan dan dapat mempunyai nilai tambah bagi mahasiswa maupun masyarakat sekitar. Un- tuk menciptakan ide-ide mahasiswa yang kreatif maka lembaga pendidikan harus mampu memfa- silitasi mahasiswa mengekspresikan bakat dan minat dalam menciptakan peluang menjadi se- suatu yang bermanfaat baik segi ekonomi mau- pun keilmuan. Pendidikan entrepreneurship sangat penting di dunia kampus di mana entrepreneurship mam- pu mengubah sikap mahasiswa menjadi mandiri serta berani mengambil risiko seta mampu untuk membuat terobosan atau rekayasa ilmiah yang dapat bermanfaat bagi masyarakat secara eko- nomi. Pendidikan entrepreneurship dapat dilaku- kan dengan pola pendidikan formal maupun non-formal berupa kegiatan magang usaha di perusahaan atau jasa sehingga mahasiswa dapat belajar nyata secara langsung di dunia bisnis serta pelaksanaan praktik wirausaha melalui pa- meran atau pemasaran untuk dapat melakukan riset pasar sebagai inspirasi untuk menciptakan peluang pasar. Universitas Widya Kartika Surabaya meru- pakan kampus entrepreneurship yang berkomit- men untuk menciptakan entrepreneurship muda yang berwawasan iptek, di mana sistem pembel- ajaran yang digunakan yaitu lebih memfokuskan pada pendidikan dan keterampilan berbisnis dan menciptakan produk unggulan yang dapat dijual ke pasar. Iptek bagi kewirausahaan salah satu inkubasi bisnis di yang dikembangkan yaitu de- ngan konsep atau model pengembangan kewi- rausahaan melalui tiga strategi yaitu pendidikan kewirausahaan, magang kerja dan pameran. De- ngan tiga strategi tersebut diharapkan pengeta- huan mahasiswa wirausaha serta dapat mengam- bil peluang untuk menjadi kesempatan bisnis yang menguntungkan dapat dibaca dan diambil oleh mahasiswa sedangkan magang diperlukan untuk mempelajari secara langsung pengelolaan usaha serta memberikan inspirasi bisnis. Pamer- an merupakan suatu media untuk mengimple- mentasikan ilmu entrepreneurship yang telah diajarkan. Pameran memberikan pengetahuan mahasiswa untuk bisa mengekspresikan serta menjual produk yang dihasilkan dan memper- kenalkan strategi bisnis yang dirintis untuk men- jadi produk yang unggul dan bersaing di pasar bebas. Suharti dan Sirine (2011) menemukan fakta bahwa dukungan akademik atau keikutsertaan mahasiswa dalam pelatihan dapat mendorong mahasiswa untuk menjadi pengusaha. Riset yang sama temukan oleh Rahmania dan Efendi (2014) yang meneliti pengetahuan mahasiswa dan prak- tik kerja terhadap kemauan untuk berwirausaha, menemukan bukti pengetahuan mahasiswa mampu menciptakan kemauan nyata untuk ber- wirausaha dan kegiatan praktik kerja berdampak nyata membentuk mahasiswa wirausaha. Sedang- kan Johana Rumawow dalam publikasinya me- nyatakan praktik wirausaha dapat meningkatkan ekonomi mahasiswa. Sedangkan Shane (2004) dalam Sudarsih, pendidikan tinggi merupakan tempat sumber pengembangan teknologi yang sangat bermanfaat untuk menciptakan mahasis- wa wirausaha. Murtini (2011) pendidikan ke- wirausahaan berpengaruh nyata dalam mening- katkan kecenderungan mahasiswa untuk menjadi pengusaha. Kusuma Arum dan Indriayu (2017) yang meneliti magang mahasiswa di fakultas ekonomi Muis Murtadho, Robby Kurniawan Budhi, Risma Andarini, Model Pengembangan Kewirausahaan di Universitas Widya Kartika Surabaya 107 Variabel bebas (X) 1. Pendidikan kewirausahaan (X 1 ) pendidikan dan pelatihan wirausaha yang diberikan ke- pada peserta program mahasiswa wirausaha yang meliputi motivasi berusaha, strategi pemasaran, pembuatan produk, mengelola modal, dan merek dagang serta marketing on line. 2. Magang kerja (X 2 ) adalah suatu kegiatan latihan kerja di tempat usaha yang sudah sukses, di mana mahasiswa dilatih untuk magang kerja sesuai dengan jenis usaha maupun jasa yang dirintisnya. 3. Praktik wirausaha (X 3 ) suatu kegiatan prak- tik wirausaha dengan membuat produk atau menjual produk yang dihasilkan. Variabel terikatnya (Y) Kinerja usaha: hasil usaha yang dicerminkan dari kualitas usaha maupun banyaknya omset penjualan serta penggunaan teknologi praktik bisnis. METODE PENGUMPULAN DATA Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa peserta Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) di Universitas Widya Kartika Tahun 2018 sebanyak 31 mahasiswa wirausaha yang semua digunakan sebagai objek penelitian atau sensus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner untuk mengukur efektivitas model pengembangan kewirausahaan yang meliputi pe- latihan kewirausahaan, magang kerja dan pamer- an yang telah diberikan selama 8 bulan serta untuk menggali informasi lebih mendalam faktor yang mendukung dan menghambat kegiatan pe- ngembangan kewirausahaan dilakukan juga fo- cus group discussion. UNS menyatakan pengalaman mahasiswa ma- gang mampu memengaruhi mahasiswa berniat melakukan wirausaha. Magang dapat memben- tuk cara berpikir dan mengubah sikap dalam membentuk wirausaha. Riset yang dilakukan Backes dan Moog (2008) dalam Kusuma Arum (2017), magang dapat menciptakan pengalaman berwirausaha siswa. Siswoyo (2009) menyatakan bahwa pendidikan wirausaha sangat penting untuk memotivasi mahasiswa menjadi pengusaha, dan alumni program co-op atau magang mahasis- wa terbukti lebih kompetitif di dunia kerja. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini merupakan penelitian kausalitas yang mencari hubungan antar-variabel yang digunakan yaitu pendidikan kewirausahaan, magang kerja dan pameran terhadap kinerja wirausaha mahasiswa sehingga dapat diketahui hubungan antar-variabel tersebut. Gambar 1.1 Model Pengembangan Kewirausahaan Definisi Operasional Variabel Penelitian ini melakukan kajian strategi pe- ngembangan mahasiswa kewirausahaan dengan tiga metode yang telah diberikan dapat digam- barkan dalam variabel penelitian sebagai berikut. Pendidikan Kewirausahaan Magang Usaha Praktik Wirausaha Kinerja Usaha Business and Finance Journal, Volume 3, No. 2, October 2018 108 Dari hasil pengujian statistik persamaan sebagaimana dalam tabel berikut. Tabel 1 Hasil Output SPSS METODE ANALSISIS DATA Untuk mengetahui keberhasilan dari model pengembangan mahasiswa kewirausahaan di Universitas Widya Kartika Surabaya yang terdiri dari pelatihan kewirausahaan, magang kerja di tempat usaha serta pameran maka digunakan statistik regresi linier berganda, adapun persa- maannya adalah sebagai berikut. Y = a = b1x 1 +b 2 x 2 +b 3 x 3 Di mana Y = Kinerja Usaha X 1 = Pendidikan Kewirausahaan X 2 = Magang Kerja X 3 = Praktek Kewirausahaan b = Koefisien Regresi HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa peserta Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) di Universitas Widya Kartika Surabaya sebanyak 31 mahasiswa. Model pengembangan kewirausahaan dilakukan dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu pendidikan dan pelatihan bisnis berupa pelatihan kewirausahaan, motivasi berusaha, pembuatan produk, pengelolaan modal usaha dan pemasaran produk. Sedangkan yang kedua model pengembangan kewirausahaan dila- kukan dengan cara magang wirausaha pada pengusaha yang sudah sukses, sedangkan yang ketiga dilakukan dengan metode praktik wira- usaha yang meliputi praktik pembuatan produk, pemasaran, dan pameran. Untuk mengukur efek- tivitas keberhasilan model pengembangan ke- wirausahaan yang telah dilaksanakan maka diuji dengan menggunakan statistik dengan persamaan sebagai berikut. Y = 0.316 + 0.018 + 0,713 + 0,214 R R Square Ajusted R Square Sig 0,856 0,733 0,703 0,000 Tabel di atas menunjukkan program PPK yang terdiri dari pelatihan, magang dan praktik wirausaha mempunyai kontribusi positif terhadap keberhasilan wirausaha mahasiswa sebesar 0,733 atau 73,35 dan sisanya 26,7 dipengaruhi faktor lain. Melihat kenyataan ini bahwa model pe- ngembangan kewirausahaan di Uwika harus dija- lankan secara simultan sehingga berdampak sig- nifikan pada keberhasilan mahasiswa dalam me- rintis usaha. Tabel 2 Uji Korelasi Parsial Pelatihan wirausaha berpengaruh 0,019 dan tidak signifikan terhadap keberhasilan wirausaha mahasiswa atau sig>0,05 menunjukkan bahwa pendidikan pelatihan kewirausahaan mempunyai konstruksi yang kecil terhadap keberhasilan ma- hasiswa dalam berwirausaha. Keadaan ini terjadi karena pelatihan bisnis secara teori yang meliputi teori kewirausahaan, badan hukum usaha, desain produk dan sebagainya memberikan dampak kecil terhadap kemampuan mahasiswa untuk menerapkan berbagai strategi bisnis yang dijalan- kan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Siswoyo (2009), Murtini (2011), Suharti dan Variabel Unsetandarized Coefficients Stand Coefficient t Sig B Std. Error Beta Costant .316 .597 .528 .602 Pendidikan .018 .096 .019 .186 .854 Magang .713 .095 .772 7,467 .000 Praktik .214 .103 .220 2,082 .047 Muis Murtadho, Robby Kurniawan Budhi, Risma Andarini, Model Pengembangan Kewirausahaan di Universitas Widya Kartika Surabaya 109 Sirine (2011) menyatakan pendidikan wirausaha sangat penting untuk meningkatkan jiwa kewira- usahaan. Magang mahasiswa adalah belajar secara nyata langsung di tempat mitra selama dua bulan, penempatan magang dilihat berdasarkan jenis usaha yang dirintis mahasiswa yaitu di rumah makan atau restoran, konveksi, perto- koan, dan usaha jasa dari pengujian statistik magang wirausaha berpengaruh 0,772 dan ber- dampak signifikan terhadap wirausaha maha- siswa atau sig<0,05 hal ini disebabkan karena pelaksanaan magang di tempat usaha dapat mem- berikan pengalaman nyata menjalankan usaha sesuai dengan bisnis yang digelutinya serta meli- hat secara langsung proses bisnis di tempat mitra dan dapat memberikan motivasi yang kuat dalam mengelola bisnis. Magang dipandang sangat tepat untuk menumbuhkan keterampilan mahasiswa dalam mengelola usaha yang meliputi penataan barang dagangan, merchandising, mela- yani pelanggan serta dapat membuat strategi pemasaran seperti halnya penetapan harga mau- pun kualitas produk. Dokumentasi pemberkasan, mengelola persediaan, mengolah bahan baku dan produksi, dan menangani komplain. Hasil penelitian ini mendukung temuan Siswoyo (2009) mahasiswa magang usaha lebih kompetitif di dunia kerja. Praktik wirausaha berpengaruh 0,220 dan berdampak signifikan terhadap wirausaha maha- siswa sig <0,05. Praktik wirausaha yang meliputi pembuatan produk atau jasa, praktik berjualan dan pameran yang dilaksanakan dapat menge- tahui kemampuan mahasiswa untuk mewujudkan pemikiran atau ide bisnisnya menjadi sebuah produk atau proses bisnis yang dapat dijual dan bernilai ekonomi tinggi. Praktik kewirausahaan ini juga meliputi kegiatan pemasaran produk baik pameran maupun dilakukan secara daring di media sosial. Model pengembangan kewi- rausahaan ini mendukung penelitian yang dila- kukan oleh Rahmania dan Efendi (2014) praktik wirausaha menciptakan kemauan nyata untuk berusaha. SIMPULAN DAN DARAN Simpulan 1. Model pengembangan kewirausahaan di Uni- versitas Widyakartika dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu pendidikan kewirausa- haan, magang kewirausahaan di industri mi- tra dan praktik wirausaha terbukti dapat meningkatkan kinerja wirausaha mahasiswa karena memiliki nilai sig<0,05. 2. Dari ketiga model pengembangan wirausaha mahasiswa yang meliputi pendidikan wira- usaha, magang usaha di tempat mitra dan praktik wirausaha menyatakan bahwa varia- bel magang usaha di tempat mitra mempu- nyai kontribusi terhadap keberhasilan wira- usaha peserta program PPK di Universitas Widya Kartika. Saran 1. Model pengembangan kewirausahaan yang terdiri dari pendidikan wirausaha, magang di tempat usaha dan praktik kewirausahaan merupakan model yang tepat dapat mening- katkan kinerja wirausaha mahasiswa, untuk itu bagai pihak yang berkompeten, ristek dikti dan penyelenggara perguruan tinggi dapat menjadi pedoman dalam meningkatkan kinerja wirausaha mahasiswa. 2. Magang kerja usaha sangat berkontribusi terhadap keberhasilan wirausaha mahasiswa, untuk itu perlu peningkatan jumlah jam Business and Finance Journal, Volume 3, No. 2, October 2018 110 magang usaha mahasiswa sehingga kinerja wirausaha mahasiswa dapat meningkat. DAFTAR PUSTAKA Arum, A.E.K. & Indriayu, M. 2017. Pengaruh Pengalaman Magang terhadap Niat Ber- wirausaha Mahasiswa (Studi pada Magang Mahasiswa Program Studi Pendidikan Eko- nomi di Mini Market Tania FKIP UNS). Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi, 2(2). Hermawan, Sigit & Sigit. 2016. Metode Pene- litian Bisnis. Malang: MNC Publishing. Murtini, W. 2012. Pendidikan Kewirausahaan dengan Pemodelan Wirausaha. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17(5). Rahmania, M., & Effendi, Z.M. 2014. Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan, Praktik Kerja Industri dan Motivasi Berprestasi Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XII Kom- petensi Keahlian Pemasaran SMK Negeri Bisnis dan Manajemen Kota Padang. Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi, 1(2). Shane, S.A. 2004. Academic Entrepreneurship: University Spinoffs and Wealth Creation. Edward Elgar Publishing. Siswoyo, B.B. 2009. Pengembangan Jiwa Kewira- usahaan di Kalangan Dosen dan Mahasis- w a . Jurnal Ekonomi Bisnis, 14(2), 35–45. Suharti, L. & Sirine, H. 2012. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Niat Kewirausahaan (Entrepreneurial Intention). Jurnal Manaje- men dan Kewirausahaan, 13(2), 124–134. www.tribunnews.com/nasional/2017/11/08/ pengangguran-di-indonesia-tinggi-karena- lulusan-perguruan-tinggi-terlalu-milih- pekerjaan. www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2018/03/26/ 630000-orang-sarjana-masih-menganggur- 421873.