Microsoft Word - 1 Sampul Depan.doc 15  EMPAT MODEL APROKSIMASI BINOMIAL HARGA SAHAM MODEL BLACK-SCHOLES Abdul Aziz Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang e-mail: abdulaziz_uinmlg@yahoo.com Abstrak Kami akan menyajikan empat bentuk nilai parameter-parameter u, d, dan p dalam model Binomial harga saham, yang dihasilkan dengan menggunakan penyamaan ekspektasi dan variansi model diskrit dengan kontinu. Metode pertama menggunakan asumsi u . d = 1, yang mana metode ini dapat menghasilkan tiga bentuk solusi untuk parameter-parameter u, d, dan p dalam model Binomial harga saham. Metode kedua menggunakan asumsi p = 0,5. Dari kedua metode ini ternyata dapat dihasilkan empat bentuk solusi u, d, dan p yang berbeda dan akan dibandingkan hasilnya dalam pendekatan nilai option dalam model Binomial dengan model Black-Scholes. Kata kunci: aproksimasi, binomial, Black-Scholes, harga saham, parameter. 1. Pendahuluan Call option pada sebuah saham merupakan sebuah perjanjian hak, tetapi bukan obligasi, untuk membeli saham tersebut pada suatu hari tertentu, T yang akan datang, yang diistilahkan sebagai strike date atau jatuh tempo (date of expiration), dengan harga tertentu K, yang diistilahkan sebagai strike price atau exercise price. Sebaliknya, put option pada sebuah saham merupakan sebuah perjanjian hak untuk menjual saham pada suatu hari tertentu yang akan datang dengan harga tertentu pula (Stampfli, J., Goodman, V., 2001) Tentu saja, pemegang option (holder) akan menggunakan atau mengabaikan hak pilihnya pada option tersebut, yang diistilahkan sebagai exercise, tergantung pada harga saham di pasar bebas pada waktu T tersebut. Pemegang call option akan menggunakan haknya dengan membeli saham itu pada waktu T dengan harga K pada penulis option (writer), jika harga saham pada pasar bebas pada waktu T, ST, lebih tinggi dibandingkan dengan K, harga saham pada option, sehingga menguntungkan bagi pemegang option. Dan, penulis option wajib untuk menjual sahamnya pada pemegang option dengan harga dan waktu sesuai perjanjian option. Sebaliknya, jika harga saham pada pasar bebas lebih rendah dibandingkan dengan strike price maka pemegang option dapat mengabaikan haknya, dan ia lebih baik membeli saham pada pasar bebas dengan harga yang lebih menguntungkan. Serupa untuk put option, pemegang option akan menjual sahamnya pada penulis option jika harga saham tersebut pada pasar bebas lebih rendah dari pada strike price. Dan, penulis option wajib membeli saham tersebut dari pemegang option. Sebaliknya, lebih baik menjual pada pasar bebas jika harga saham di pasar bebas lebih tinggi dari pada strike price. Harga saham di pasar bebas pada waktu tertentu yang akan datang tidak dapat dipastikan oleh seseorang. Harga saham dapat mengalami perubahan turun naik setiap detiknya. Padahal, harga saham tersebut pada waktu tertentu sangat diperlukan oleh dua pihak, penulis option dan pemegang option, dalam pembuatan perjanjian option, sebagai perjanjian transaksi jual beli saham pada waktu yang akan datang. Banyak pendekatan numerik yang dilakukan oleh para ilmuan untuk memperkirakan harga saham di pasar bebas pada waktu tertentu dengan memodelkan gerakan fluktuasi harga saham, sehingga mereka dapat menentukan harga option yang mungkin menguntungkan Abdul Aziz   16 Volume 1 No. 1 November 2009 bagi kedua pihak tersebut. Pemegang option akan memperoleh keuntungan, jika menggunakan hak optionnya, dari nilai option (option value) yang diperoleh dari selisih harga saham pada pasar bebas dengan harga saham pada option, yang diistilahkan dengan payoff, V, setelah dikurangi dengan harga option (option price), yang diistilahkan dengan profit atau keuntungan (return). Sedangkan penulis option hanya memperoleh keuntungan sebesar harga atau biaya option, baik jika pemegang option menggunakan atau mengabaikannya. Jadi keuntungan atau kerugian yang diperoleh oleh pemegang call option pada waktu T (Hull, John C., 2003): Profit = payoff – biaya option = VC – C = max(K-ST, 0) – C Sebaliknya, bagi pemegang put option akan mendapatkan keuntungan atau kerugian: Profit = payoff – biaya option = VP – C = max(ST-K, 0) – P Artinya, jika profit bernilai positif maka pemegang option mendapatkan keutungan, dan sebaliknya jika negatif merupakan kerugian yang maksimal sebesar biaya option. 2. Model Binomial Harga Saham Harga saham pada pasar bebas kenyataannya akan selalu berubah naik atau turun dengan perubahan waktu. Kemungkinan dua arah perubahan inilah yang digunakan sebagai dasar model binomial. Misalkan harga saham pada saat t = 0, saat pembuatan option, adalah S0 dan pada saat t = T akan naik dengan peluang p menjadi Su atau akan turun dengan peluang 1-p menjadi Sd, Sehingga nilai option pada saat t = 0, saat pembuatan option, adalah V0 dan pada saat t = T akan naik menjadi U atau akan turun menjadi D. GAMBAR 1. Grafik perubahan harga saham dan harga option Permodelan matematika diharapkan dapat membantu kita untuk memahami keadaan sekarang dan prediksinya pada waktu yang akan datang. Oleh karena itu, agar model binomial ini dapat berhasil dengan lebih baik maka harus sesuai dengan keadaan dunia nyata. Masalah yang dihadapi sekarang adalah bagaimana kita memilih p, u, dan d sedemikian hingga model binomial ini mendekati pada keadaan dunia nyata. Kita mulai dengan diskritisasi, yaitu menjadikan waktu kontinu t menjadi diskrit dengan menggantikan t oleh waktu yang sama lamanya katakanlah ti. Misalkan kita gunakan notasi berikut: M : banyaknya selang waktu, M T t =Δ : ti : i . ∆t, i = 0, 1, …, M Si : S(ti) Selanjutnya bidang (S,t) diwakili oleh garis-garis lurus paralel dengan jarak ∆t. Dan kita ganti nilai-nilai kontinu Si sepanjang paralel t = ti dengan nilai-nilai diskrit Sji, untuk semua i dan j yang sesuai. Untuk lebih memahami lihat gambar 2. Gambar ini S0 Su = u S0 V0 D U Sd = d S0 p 1-p  Empat Model Aproksimasi Binomial Harga Saham Model Black‐Scholes   Volume 1 No. 1 November 2009 17 menunjukkan sebuah hubungan grid, katakanlah perubahan dari t ke t+∆t, atau dari ti ke ti+1. GAMBAR 2. Prinsip metode binomial Sehingga asumsi-asumsi yang digunakan dalam permodelan ini adalah (Figlewski, Stephen, 1990): (A1) Harga S, sebagai harga awal, selama setiap periode waktu ∆t hanya dapat berubah dalam dua kemungkinan yaitu naik menjadi Su atau turun menjadi Sd dengan 0 < d < u. Di sini u dan d masing-masing merupakan faktor perubahan naik dan turun yang konstan untuk setiap ∆t. (A2) Peluang perubahan naik adalah p, P(naik) = p. Sehingga P(turun) = 1 – p. (A3) Ekspektasi harga saham secara acak kontinu, dengan suku bunga bebas resiko r, dari Si pada waktu ti menjadi Si+1 pada waktu ti+1 adalah: tr ii eSSE Δ + = .)( 1 . Asumsi selanjutnya adalah tidak ada pembayaran dividen selama periode waktu tersebut. Jika ada pembayaran dividen, q, maka persamaan (2.1) menjadi tqrii eSSE Δ− + = )( 1 .)( Dengan model binomial kita bisa membangun skema (tree) untuk fluktuasi harga saham secara diskrit. Dari gambar 3, kita misalkan harga saham pada saat t = t0 adalah S0 = S00 = S, dan harga saham pada saat t = t1 adalah S01 = Sd dan S11 = Su. Sehingga secara umum harga saham pada saat t = ti terdapat i+1 kemungkinan dengan rumus umum jijji duSS −= 0 , i = 0,1,…,M dan j = 0,1,…i. (1) Sehingga diperoleh nilai-nilai option, untuk European call option )0,max( KSV jMjM −= , dan untuk European put option )0,max( jMjM SKV −= . Pada American Option, kita bisa meng-exercise sebelum jatuh tempo, t ≤ T, sehingga perlu juga untuk menghitung nilai-nilai option untuk ti dimana i = M-1, M-2,…,0, karena ada kemungkinan nilai-nilai option di waktu-waktu tersebut lebih baik dari pada pada waktu jatuh temponya. (Ross, Sheldon M., 1999) S Su = u . S Sd = d . S p 1-p Si+1 Si ti+1= t + ∆t ti = t S t Abdul Aziz   18 Volume 1 No. 1 November 2009 Persamaan (1) adalah tidak rekursif, artinya perhitungan yang memerlukan waktu relatif lama, sehingga perlu adanya bentuk rekursif yang diperoleh sebagai berikut, dengan bantuan persamaan ( ) trii eSSE Δ+ =1 . (2) GAMBAR 3. Skema fluktuasi harga saham secara binomial Sedangkan ( ) 1,1,11, )1()1( ++++Δ −+=−+== ijijjijiijtrji SppSdSpupSSEeS . (3) Sehingga bentuk rekursif untuk nilai option, V, ( ) ( ) ( )1,1,11, )1( +++Δ−ΔΔ−+Δ− −+=== ijijtrtrjitrijtrji VppVeeVeVEeV . (4) Jadi, nilai-nilai option untuk European Call Option ( )0,max KSV jMjM −= , dan ( )1,1,1 )1( +++Δ− −+= ijijtrji VppVeV dan untuk European Put Option ( )0,max jMjM SKV −= , dan ( )1,1,1 )1( +++Δ− −+= ijijtrji VppVeV , sedangkan untuk American Call Option ( )0,max KSV jMjM −= , dan ( ) ( ){ }1,1,1 )1(,0,maxmax +++Δ− −+−= ijijtrjiji VppVeKSV dan untuk American Put Option ( )0,max jMjM SKV −= , dan ( ) ( ){ }1,1,1 )1(,0,maxmax +++Δ− −+−= ijijtrjiji VppVeSKV untuk i = 0,1,…,M dan j=0,1,…,i . 3. Metode I, dengan asumsi u.d = 1 Untuk menentukan tiga parameter yang belum diketahui, u, d, dan p, diperlukan tiga persamaan, yaitu (Stampfli, J., Goodman, V., 2001): S Su Sd Su2 Sud Sd2 Su3 Su2d Sud2 Sd3 t0 t1 t2 t3  Empat Model Aproksimasi Binomial Harga Saham Model Black‐Scholes   Volume 1 No. 1 November 2009 19 (P.1) Menyamakan ekspektasi harga saham model diskrit dengan model kontinu. (P.2) Menyamakan variansi model diskrit dengan model kontinu. (P.3) Menyamakan u . d = 1. Konsekuensi dari asumsi (A1) dan (A2) untuk model diskrit ini adalah ( )dppuSdSpupSSE iiii )1()1()( 1 −+=−+=+ . Di sini Si adalah sebuah nilai sebarang untuk ti, yang berubah secara acak menjadi Si+1, sehingga sesuai kedua asumsi tersebut persamaan (2) dan (3) memberikan dppue tr )1( −+=Δ . Ini merupakan persamaan pertama yang diperlukan untuk menentukan u, d, p. Selanjutnya perhatikan bahwa dengan menyelesaikan persamaan (4) untuk p akan diperoleh: dduppddpudppue tr +−=−+=−+=Δ )()1( du de p tr − − = Δ . (5) Karena p merupakan peluang yang harus memenuhi 0 ≤ p ≤ 1 maka haruslah er∆t – d ≤ u – d atau er∆t ≤ u dan u – d > 0 atau d ≤ u, sehingga diperoleh d ≤ er∆t ≤ u. Pertidaksamaan-pertidaksamaan ini berhubungan dengan gerakan naik dan turunnya harga aset terhadap suku bunga bebas resiko r. Pertidaksamaan terakhir ini bukanlah merupakan asumsi baru tetapi merupakan prinsip no-arbitrage bahwa 0 < d < u. Selanjutnya kita menghitung variansi. Dari model kontinu kita terapkan hubungan tr ii eSSE Δ+ + = )2(22 1 2 )( σ . (6) Persamaan (2) dan (6) menghasilkan variansi ( ) )1()()()( 22 2222)2(2212 11 −=−=−= ΔΔΔΔ++++ ttritritriiii eeSeSeSSESESVar σσ . Di sisi lain, dengan menggunakan persamaan (3) dan (4), varian untuk model diskrit memenuhi ( ) ( ) ( ) ( )( )222212 11 )1()1()()()( dppuSdSpuSpSESESVar iiiiii −+−−+=−= +++ ( ) ( ) ( )tritrii edppuSeSdppuS ΔΔ −−+=−−+= 2222 2222 )1()1( (7) Sehingga dengan menyamakan hasil kedua variansi tersebut, persamaan (6) dan (7), menghasilkan ( ) ( )trittri edppuSeeS ΔΔΔ −−+=− 222222 )1(12σ ( ) trttr edppuee ΔΔΔ −−+=− 2222 )1(12σ ( ) 222 )1( 2 dppue tr −+=Δ+σ ( ) ( ) 2222 2 ddupe tr +−=Δ+σ ( ) 22 22 2 du de p tr − − = Δ+σ (8) Selanjutnya, dengan menyamakan persamaan (5) dan (8) serta misalkan kita memilih menyamakan u . d = 1 akan dihasilkan ( ) 22 22 2 du de du de trtr − − = − − Δ+Δ σ ( ) ( )( )dudu de du de trtr +− − = − − Δ+Δ 22 2σ ( )( ) ( ) 22 2 dededu trtr −=−+ Δ+Δ σ ( ) 222 2 deduddeue trtrtr −=−−+ Δ+ΔΔ σ Abdul Aziz   20 Volume 1 No. 1 November 2009 ( ) ( ) 222 21 dededu trtr −=−−+ Δ+Δ σ ( ) ( ) trtr eedu Δ+Δ =−+ 221 σ ( ) ( ) trtrtr eeedu ΔΔ+Δ =−+ 21 σ ( ) ( ) trtrtrtr eeeedu ΔΔ+ΔΔ− =−+ 2σ ( ) trtr eedu Δ+Δ− =−+ 2σ ( ) trtr ee u u Δ+Δ− =−+ 21 σ ( ) trtr ueueu Δ+Δ− =−+ 2 12 σ ( ) 01 22 =−−+ Δ+Δ− trtr ueueu σ ( )( ) 0122 =++− Δ+Δ− trtr eeuu σ ( )( ) 0122 =++− Δ+Δ− trtr eeuu σ (9) Dengan memisalkan ( )( )trtr ee Δ+Δ− += 221 σβ persamaan (9) menjadi persamaan kuadrat yang lebih sederhana yaitu 0122 =+− uu β dengan akar-akar 12 −±= ββu dimana 012 >−β . Karena d < u maka kita pilih 12 −+= ββu sehingga diperoleh nilai untuk u, d dan p yaitu 12 −+= ββu , d=1/u, du de p tr − − = Δ dengan ( )( )trtr ee Δ+Δ− += 221 σβ Selanjutnya, dengan aproksimasi bilangan eksponensial xe x +≈ 1 akan diperoleh nilai untuk β ( )( ) ( ) tttrtr Δ+=Δ+=Δ+++Δ−= 221221221 1211 σσσβ sehingga untuk nilai u ( ) ( ) 111111 44122212221221 −Δ+Δ++Δ+=−Δ++Δ+= tttttu σσσσσ ttttttt Δ+Δ+=Δ+Δ+≈Δ+Δ+Δ+= σσσσσσσ 221 22 2 14 4 122 2 1 111 tet Δ≈Δ+≈ σσ1 Sehingga kita memperoleh nilai u, d dan p sebagai ,, tt edeu Δ−Δ == σσ dan. du de p tr − − = Δ . Nilai-nilai dari parameter-parameter terakhir ini telah diperkenalkan oleh Cox, Ross, dan Rubinstein. 7 Atau jika diinginkan juga untuk nilai p 1 1 2 − − = − − = − − = − − = Δ Δ+Δ Δ Δ Δ−Δ Δ−Δ Δ−Δ Δ−ΔΔ t ttr t t tt ttr tt ttrtr e e e e ee ee ee ee du de p σ σ σ σ σσ σ σσ σ ( ) ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ +Δ= Δ Δ+Δ = Δ Δ+Δ = −Δ+ −Δ+Δ+ ≈ 1 2 1 2 1 2121 11 t r t tt t ttr t ttr r σσ σ σ σ σ σ σ . Sehingga kita memperoleh nilai u, d dan p yang lain sebagai ,, tt edeu Δ−Δ == σσ dan ( )121 +Δ= tp r σ .  Empat Model Aproksimasi Binomial Harga Saham Model Black‐Scholes   Volume 1 No. 1 November 2009 21 4. Metode II, dengan asumsi p = 0.5 Sekarang, kita coba membandingkan metode di atas dengan memilih p = 0.5 pada (P.3) untuk menghitung ulang dalam menentukan nilai u dan d. Dan tetap dengan menyamakan ekspektasi dan rata-rata pada model kontinu dan diskritnya sebagaimana metode sebelumnya. Dengan mensubstitusikan nilai p dada persamaan (5) diperoleh )(5.05.05.0)1( dududppue tr +=+=−+=Δ sehingga tredu Δ=+ 2 dan pada persamaan (8) diperoleh ( ) 2 1 22 22 2 = − − = Δ+ du de p tr σ sehingga ( ) tredu Δ+=+ 2222 2 σ . Misalkan u = b + c dan d = b – c maka diperoleh trebcbcbdu Δ==−++=+ 22 atau treb Δ= dan ( ) trecbcbcbcbcbdu Δ+=+=+−+++=+ 2222222222 22222 σ atau ( ) 22222 2 cecbe trtr +=+= ΔΔ+σ sehingga ( ) ( )122 2222 −=−= ΔΔΔΔ+ ttrtrtr eeeec σσ atau 1 2 −= ΔΔ ttr eec σ . Sehingga diperoleh ⎟ ⎠ ⎞⎜ ⎝ ⎛ −+=−+= ΔΔΔΔΔ 111 22 ttrttrtr eeeeeu σσ dan ⎟ ⎠ ⎞⎜ ⎝ ⎛ −−=−−= ΔΔΔΔΔ 111 22 ttrttrtr eeeeed σσ . Jadi, dengan metode ini diperoleh 2 1 ,11,11 22 =⎟ ⎠ ⎞⎜ ⎝ ⎛ −−=⎟ ⎠ ⎞⎜ ⎝ ⎛ −+= ΔΔΔΔ peedeeu ttrttr σσ . 5. Perbandingan Hasil Numerik Dari kedua metode di atas ternyata dapat diperoleh empat bentuk solusi nilai-nilai untuk parameter-parameter u ,d, dan p dalam model Binomial, yaitu 12 −+= ββu , d=1/u, du de p tr − − = Δ dengan ( )( )trtr ee Δ+Δ− += 221 σβ ,, tt edeu Δ−Δ == σσ dan. du de p tr − − = Δ . ,, tt edeu Δ−Δ == σσ dan ( )121 +Δ= tp r σ . 2 1 ,11,11 22 =⎟ ⎠ ⎞⎜ ⎝ ⎛ −−=⎟ ⎠ ⎞⎜ ⎝ ⎛ −+= ΔΔΔΔ peedeeu ttrttr σσ . Abdul Aziz   22 Volume 1 No. 1 November 2009 Berikut ini adalah tabel dan grafik hasil komputasi numerik untuk menghitung nilai European Option dengan keempat model binomial solusi aproksimasi parameter- parameter di atas yang juga diperbandingkan dengan nilai option dengan model Black- Scholes. Pada contoh di sini menggunakan data-data: S = 5, K = 10, r = 0.06. σ = 0.3, T = 1. TABEL 1. Hasil Numerik Nilai European Put Option M 8 16 32 64 128 256 512 Model 1 4.4251 4.4292 4.4299 4.4299 4.4300 4.4304 4.4304 Model 2 4.4248 4.4289 4.4297 4.4298 4.4300 4.4304 4.4304 Model 3 4.2010 4.2057 4.2065 4.2065 4.2067 4.2071 4.2071 Model 4 4.4247 4.4293 4.4298 4.4296 4.4302 4.4303 4.4304 BS 4.4305 4.4305 4.4305 4.4305 4.4305 4.4305 4.4305 TABEL 2. Hasil Numerik Nilai European Call Option Periode 8 16 32 64 128 256 512 Model 1 0.0074 0.0116 0.0122 0.0123 0.0124 0.0127 0.0127 Model 2 0.0071 0.0112 0.0120 0.0122 0.0124 0.0127 0.0127 Model 3 0.107 0.0168 0.0183 0.0187 0.0190 0.0195 0.0195 Model 4 0.0071 0.0117 0.0121 0.0120 0.0126 0.0126 0.0128 BS 0.0128 0.0128 0.0128 0.0128 0.0128 0.0128 0.0128 GAMBAR 4. Perbandingan Numerik European Put Option Model 1, 2,3 dan 4 GAMBAR 5. Perbandingan Numerik European Put Option Model 1, 2, dan 4 4 4.2 4.4 4.6 8 16 32 64 128 256 512 Perbandingan Numerik European Put Option Model 1 Model 2 Model 3 Model 4 Black Scholes 4.424 4.426 4.428 4.43 4.432 8 16 32 64 128 256 512 Perbandingan Numerik European Put Option Model 1 Model 2 Model 4 Black Scholes  Empat Model Aproksimasi Binomial Harga Saham Model Black‐Scholes   Volume 1 No. 1 November 2009 23 GAMBAR 6. Perbandingan Numerik European Call Option Model 1, 2,3 dan 4 GAMBAR 7. Perbandingan Numerik European Call Option Model 1, 2, dan 4 Dari tabel dan garfik perbandingan di atas dapat dilihat bahwa aproksimasi binomial model 3 sangat tidak sesuai atau paling lemah dan besar galatnya dibandingkan dengan ketiga model lainnya karena dihasilkan dengan melibatkan banyak aproksimasi dalam menghasilkan perumusannnya. Untuk kasus European Put Option, model 3 under estimate, sedangkan untuk kasus European Call Option, model 3 over estimate. 6. Kesimpulan Model Binomial, kecuali model 3, dapat digunakan sebagai pendekatan diskritisasi dalam menentukan nilai option. Semakin besar banyaknya grid, M, maka metode ini akan semakin mendekati pada nilai option dengan model Black-Scholes. Aproksimasi binomial model 3 sangat tidak sesuai atau paling lemah dan besar galatnya dibandingkan dengan ketiga model lainnya karena dihasilkan dengan melibatkan banyak aproksimasi dalam menghasilkan perumusannnya. Untuk kasus European Put Option, model 3 under estimate, sedangkan untuk kasus European Call Option, model 3 over estimate. 0 0.05 0.1 0.15 8 16 32 64 128 256 512 Perbandingan Numerik European Call Option Model 1 Model 2 Model 3 Model 4 Black Scholes 0.006 0.008 0.01 0.012 0.014 8 16 32 64 128 256 512 Perbandingan Numerik European Call Option Model 1 Model 2 Model 4 Black Scholes Abdul Aziz   24 Volume 1 No. 1 November 2009 Daftar Pustaka Figlewski, Stephen, (1990), Theoretical Valuation Models, dalam: Financial Options From Theory To Practice, Salomon Brothers Center for the Study of Financial Institutions, New York University. Hull, John C., (2003), Options, Futures, and Other Derivatives, fifth edition, Prentice Hall, New Jersey. Ross, Sheldon M., (1999), An Introduction to Mathematical Finance, Option and Other Topics, Cambridge University Press. Stampfli, J., Goodman, V., (2001), The Mathematics of Finance, Brooks/Cole, USA.