microsoft word 33_ti_diana analisis dan perancangan sistem basis data pegadaian pada pt langitan segi putera-edit_ok.docx 1030 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 1030-1035 analisis dan perancangan basis data dan aplikasi pegadaian pada pt langitan segi putera diana computer science department, school of computer science, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 diana@binus.edu abstract this article contains analysis and design of pawnshop database systems and its application design that can be used by pt langitan segi putera for acquiring information about pawn goods, decision making in pawnshop system, how to increase the effectiveness and efficiency of employee performance as well as how to reduce error in data input. the methodology used in this research consists of literature study, survey, and analysis and design. the result obtained is a conceptual, logical and physical database design for pawn process in pt langitan segi putera and its application that is suitable with the design. the design of database and its application meets the company requirement and improves company performance due to the availability of accurate and timely information, improvement in data security, and reduction of data redundancy. keywords: system, database design, pawn abstrak artikel ini berisi analisis dan perancangan sistem basis data pegadaian serta perancangan aplikasi pegadaian yang dapat digunakan oleh pihak pt langitan segi putera dalam mendapatkan informasi mengenai barang gadai, pengambilan keputusan dalam sistem pegadaian, peningkatan efektifitas dan efisiensi kinerja karyawan dan pengurangan kesalahan input data. metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, survei, analisis dan perancangan. hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah rancangan basis data konseptual, logikal, dan fisikal untuk proses pegadaian pada pt langitan segi putera serta aplikasi yang sesuai dengan perancangan tersebut. rancangan basis data dan aplikasi pegadaian ini dapat memenuhi kebutuhan perusahaan dan meningkatkan kinerja perusahaan karena tersedianya informasi yang tepat dan akurat, peningkatan keamanan data, serta pengurangan redudansi data. kata kunci: sistem,basis data, pegadaian analisis dan perancangan… (diana) 1031 pendahuluan dalam kitab undang-undang hukum perdata (wetboek, 2004, p297), gadai adalah suatu hak yang diperoleh kreditur atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh debitur, atau oleh kuasanya, sebagai jaminan atas utangnya, dan yang memberi wewenang kepada kreditur untuk mengambil pelunasan piutangnya dari barang itu dengan mendahului kreditur-kreditur lain; dengan pengecualian biaya penjualan sebagai pelaksanaan putusan atas tuntutan mengenai pemilikan atau penguasaan, dan biaya penyelamatan barang itu, yang dikeluarkan setelah barang itu diserahkan sebagai gadai dan yang harus didahulukan. pt langitan segi putera adalah perusahaan yang bergerak di bidang pegadaian. kegiatan utama yang terjadi di perusahaan tersebut antara lain: pegadaian barang, pelunasan barang gadai, peminjaman uang tanpa jaminan, pembelian barang, dan penjualan barang. proses pegadaian barang terdiri dari pegadaian barang berharga (emas, barang elektronik), pegadaian bpkb kendaraan (motor, mobil). proses pelunasan terdiri dari pelunasan dengan sistem jatuh tempo, pelunasan dengan sistem angsuran.proses penjualan terdiri dari penjualan barang gadai yang telah jatuh tempo, penjualan barang hasil pembelian langsung dari pelanggan. transaksi yang terjadi di perusahaan tersebut semakin hari semakin berkembang. sampai saat ini, semua transaksi tersebut ditangani secara manual dan semua data transaksi disimpan ke dalam file excel. realitas di lapangan menunjukkan bahwa pt langitan segi putera mengalami masalah-masalah seperti sering terjadi kesalahan pencatatan data transaksi yang menyebabkan kerugian yang tidak sedikit, kesulitan dalam melacak dan memperbaiki kesalahan penyimpanan data, kesulitan dalam melihat daftar barang yang ada di gudang, kesulitan dalam melihat daftar barang gadai yang sudah jatuh tempo dan boleh dijual, kesulitan dalam menjaga keamanan data karena data transaksi dalam file excel dapat diubah secara bebas oleh karyawan perusahaan, kesulitan dalam mencocokan/menyesuaikan data antara data di kasir dan di gudang. dengan mempertimbangkan keadaan tersebut, peranan sistem informasi di pt langitan segi putera sangat diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. sistem informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu perusahaan: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. menurut o’brien (2003, p29), sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input dan menghasilkan output dalam proses transformasi yang terorganisir. dengan adanya sistem informasi, kegiatan operasional dan penanganan data ketika jumlah transaksi semakin meningkat dapat ditangani dengan baik. salah satu contoh sistem informasi yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan aplikasi desktop. dengan menggunakan aplikasi desktop, penanganan dan pengaksesan data akan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien. sebagaimana menurut inmon (2002), basis data merupakan suatu alternatif yang dapat digunakan untuk menyimpanan data yang terhubung dan yang sering digunakan serta mengurangi perulangan (redundansi) menurut skemanya. sebuah basis data dapat digunakan pada satu maupun banyak aplikasi. penelitian ini dibatasi dengan ruang lingkup pada proses pegadaian barang, pelunasan barang, pembelian barang, penjualan barang, serta peminjaman uang tanpa jaminan, dan pendataan arus kas. diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menghasilkan analisis dari sistem yang sedang berjalan di perusahaan, sebagai acuan dalam pembuatan aplikasi yang dibutuhkan, perancangan basis data sistem pegadaian yang dibutuhkan oleh perusahaan, perancangan dan pembuatan aplikasi sistem pegadaian yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh perusahaan. 1032 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 1030-1035 manfaat dari penelitian ini adalah untuk memudahkan perusahaan untuk mendapatkan informasi mengenai barang gadai, membantu pengambilan keputusan dalam sistem pegadaian yang dilakukan pt langitan segi putera, meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja karyawan pt langitan segi putera, mengurangi kesalahan dalam penginputan data oleh karyawan, mengurangi kecurangan dan pelanggaran yang mungkin terjadi dalam perusahaan, menyimpan data-data di pt langitan segi putera ke dalam basis data yang terintegrasi. metode metodologi yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini meliputi empat bagian pokok, yaitu studi pustaka, analisis, perancangan, dan implementasi. metode studi pustaka dilakukan dengan cara membaca buku-buku dan artikel dari perpustakaan atau internet yang digunakan untuk menambah informasi bagi penulis, membantu dalam pembuatan aplikasi, serta penyusuan laporan penelitian. dengan metode ini pula, penulis dapat membuat landasan teori yang tepat. metode analisis yang dibagi melalui beberapa tahap seperti melakukan survei terhadap sistem yang sedang berjalan.survei dilakukan untuk mengumpulkan data perusahaan tentang sistem yang sedang berjalan.survei ini dilakukan dengan mewawancarai langsung pemilik perusahaan.selain itu survei juga dilakukan dengan mempelajari dokumen-dokumen perusahaan.analisis dilakukan juga dengan analisis terhadap hasil survei yang telah dilakukan untuk mengidentifikasikan kebutuhan perusahaan. kemudian mengidentifikasi kebutuhan dan transaksi perusahaan. kemudian dilakukan identifikasi persyaratan sistemyang akan dirancang dan akan bergantung pada hasil analisis transaksi dan kebutuhan yang telah dilakukan. metode perancangan yang meliputi perancangan basis data konseptual, perancangan basis data logikal, perancangan basis data fisikal, perancangan tampilan layar, perancangan laporan dan output, perancangan aplikasi.metode implementasi. metode implementasi dari aplikasi yang dibuat yang harus mempertimbangkan kebutuhan perangkat keras dan lunak dari perusahaan.perangkat keras dan lunak yang ada di perusahaan harus memenuhi standar dari aplikasi yang dibuat. hasil entity relationship diagram logikal lokal yang didapatkan dapat dilihat di gambar 1. analisis dan perancangan… (diana) 1033 gambar 1. perancangan entitiy relationship. hasil dan pembahasan implementasi dari program aplikasi dilakukan pada pt langitan segi putera, sebagai pengganti dari sistem lama. jadwal implementasi yang akan dilakukan seperti tabel 1. tabel 1 jadwal implementasi   no kegiatan bulan i bulan ii bulan iii 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 pengumpulan informasi x 2 perancangan sistem basis data x x x 3 pengadaan perangkat lunak dan keras x 4 instalasi perangkat lunak dan keras x 5 programming x x x x x 6 implementasi sistem x x 7 testing x x 8 training x x 9 evaluasi sistem x x dalam pengimplementasian program aplikasi dibutuhkan spesifikasi perangkat keras seperti pada tabel 2 1034 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 1030-1035 tabel 2 spesifikasi perangkat keras perangkat keras server client processor core 2 duo atom memory 1 gb 1 gb harddisk 500 gb 160 gb monitor led 17” 10” printer hp laser jet hp laser jet keyboard dan mouse simbada simbada cd rom drive samsung dvd writer switch pplink pplink dalam pengimplementasian program aplikasi dibutuhkan spesifikasi perangkat lunak sebagai berikut (tabel 3): tabel 3 spesifikasi perangkat lunak perangkat lunak server client sistem operasi microsoft windows 7 microsoft windows 7 dbms microsoft sql server 2005 software pendukung .net framework 3.5 crystal report 8.5 devexpress 9.2.4 .net framework 3.5 crystal report 8.5 devexpress 9.2.4 evaluasi terhadap sistem basis data yang telah diimplementasikan pada pt langitan segi putera dilakukan dengan membandingkan antara sistem lama dengan sistem baru. perbandingan tersebut dapat dilihat sebagai berikut (tabel 4): tabel 4 perbandingan sistem lama dan baru no sistem lama sistem baru 1 memerlukan waktu yang lama untuk melakukan pencarian data memerlukan waktu yang lebih cepat untuk melakukan pencarian data 2 keamanan data tidak terjamin karena data tersimpan dalam file excel yang mudah diubah keamanan data lebih terjamin karena tidak bisa diubah secara sembarangan 3 memerlukan waktu yang lama dalam pencarian kesalahan saat penyimpanan data pencarian kesalahan dapat dideteksi dengan cepat karena penyimpanan data lebih teratur 4 kesulitan dalam meihat daftar barang di gudang lebih mudah dalam melihat daftar barang di gudang karena penyimpanan data lebih teratur 5 adanya perbedaan data antara data gudang dan data di kasir memperkecil kemungkinan adanya perbedaan data antara gudang dan kasir 6 kesalahan dalam penentuan barang lelang memperkecil kemungkinan kesalahan dalam penentuan barang yang dapat dilelang 7 kesalahan dalam penentuan barang yang sudah jatuh tempo memperkecil kesalahan dalam penentuan barang jatuh tempo analisis dan perancangan… (diana) 1035 penutup setelah dilakukan analisis dan perancangan basis data pada pt langitan segi putera dan melakukan wawancara terhadap pihak pt langitan segi putera, dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan adanya sistem basis data, (1) daftar barang yang terdapat digudang dapat diketahui secara tepat, cepat, dan akurat; (2) data bagian gudang dan penjualan pada perusahaan telah terintegrasi; (3) perusahaan dapat memperoleh informasi yang diperlukan dengan cepat dan akurat, sehingga dapat membantu mempercepat kinerja perusahaan; (4) keamanan data perusahaan lebih terjamin dengan adanya hak akses yang berbeda pada setiap bagian; (5) redundansi data pada perusahaan akan berkurang dan dapat diminimalisasi. daftar pustaka inmon, w. h. (2002). building the data warehouse (3rd edition). new york: john wiley & sons. o’brien, james a. (2003). introduction to information systems : essentials for the internetworked ebusiness enterprise (11th edition). new york: mcgraw-hill. wetboek, burgerlijk. (2004). kitab undang-undang hukum perdata. jakarta: pradnya paramita. microsoft word 13.ka liana chsisfo pembelian bahan baku untuk proyek ok.doc 118 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 118-127 sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku untuk proyek lianawati cristian; d. meutia computerized accounting department, school of information systems, binus university jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 liana_ch1309@binus.ac.id abstract along with the development of technology, every line of business as well as a company that specializes in a construction project requires an information system that can support the company’s operations. the research objective is to analyze, identify the information needs, improve and design an accounting information system of construction materials purchases needed by the management of a contractor company to assist in decision making and address the issues contained in the running system. the research is carried out by implementing data collection and information, analysis on the running system, analysis of research findings, identification of information needs, and identification of system requirements, as well as a structured design of object oriented analysis design (ooad) and unified modeling language (uml). the result obtained is an improving application design that features document numbering, document filing, and reports. the newdesigned accounting information system of raw material purchases of the construction company can generate a report needed timely, completely and accurately, so that it can be used by the management in decision-making process. keywords: accounting information systems, purchasing, decision making abstrak seiring dengan perkembangan teknologi, setiap bidang usaha termasuk juga perusahaan yang mengerjakan suatu proyek pembangunan membutuhkan sistem informasi yang dapat menunjang perusahaan dalam setiap kegiatan operasionalnya. tujuan penelitian adalah untuk menganalisis, mengidentifikasi kebutuhan informasi, memperbaiki dan merancang sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku konstruksi yang dibutuhkan oleh pihak manajemen untuk membantu dalam pengambilan keputusan serta mengatasi masalah dalam sistem yang berjalan pada perusahaan kontraktor. penelitian dilakukan dengan metode pengumpulan data dan informasi, analisis atas sistem yang berjalan, analisis terhadap temuan penelitian, identifikasi kebutuhan informasi, dan identifikasi persyaratan sistem, serta perancangan terstruktur meliputi pembuatan object oriented analysis and design (ooad) dan unified modelling language (uml). hasil yang dicapai berupa perbaikan sistem yang berjalan dalam bentuk perancangan aplikasi yang menginformasikan penomoran dokumen, pengarsipan dokumen, dan laporan yang dihasilkan. sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku pada perusahaan konstruksi ini dapat menghasilkan laporan yang dibutuhkan perusahaan secara cepat, lengkap dan akurat yang dapat digunakan pihak manajemen dalam proses pengambilan keputusan. kata kunci: sistem informasi akuntansi, pembelian, pengambilan keputusan sistem informasi akuntansi… (lianawati cristian; d. meutia) 119 pendahuluan salah satu aktivitas utama perusahaan adalah kegiatan pembelian. pembelian merupakan salah satu fungsi penting untuk kelancaran operasional perusahaan, di mana perusahaan akan mendapat pasokan bahan baku dari pemasok untuk pengadaan atau penyediaan bahan baku agar aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan lancar sehingga permintaan pelanggan dapat dipenuhi dengan baik. sistem informasi akuntansi pembelian yang baik dapat menghasilkan informasi yang akurat dan berkualitas untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang tepat bagi perusahaan. menurut mulyadi (2001, p.299), sistem akuntansi pembelian digunakan untuk pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan. sebagai proses perolehan kebutuhan yang sesuai, pada waktu dibutuhkan, untuk harga terendah yang mungkin, dari sumber yang terpercaya. objek penelitian kali ini adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pembangunan (construction), di mana informasi mengenai kegiatan transaksi pembelian bahan bakunya masih bersifat manual. sehingga banyak ditemukannya kekurangan-kekurangan di dalam alur informasinya, seperti kurangnya formulir standar yang di gunakan, kurangnya laporan perusahaan yang digunakan dan belum adanya integrasi antar bagian. masalah lain yang di temukan adalah tidak adanya nomor urut tercetak pada setiap formulir, kode bahan baku dan sering hilangnya formulir yang menyebabkan kesalahan dalam pencatatan laporan akhir bulannya. menurut mulyadi (2001, p.301) jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian adalah sebagai berikut: prosedur permintaan pembelian, prosedur permintaan penawaran harga dan penelitian pemasok, prosedur order pembelian, prosedur penerimaan barang, prosedur pencatatan hutang, dan prosedur distribusi pembelian. ruang lingkup yang akan dibahas lebih lanjut meliputi beberapa hal sebagai berikut: meneliti terhadap prosedur-prosedur, formulir-formulir, dan laporan-laporan yang berhubungan dengan sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku. prosedur yang akan dibahas antara lain: prosedur permintaan pembelian, permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok, pesanan pembelian, penerimaan bahan baku, retur pembelian, pencatatan hutang, pencatatan pembayaran hutang, pembuatan laporan. pada penelitian ini dilakukan analisis dan perancangan sistem informasi yang dapat mendukung perencanaan dan pengendalian sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku bagi perusahaan yang mengerjakan suatu proyek pembangunan serta membuat aplikasi sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku bagi perusahaan yang mengerjakan suatu proyek pembangunan yang berlaku secara umum (general system). tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku yang terkomputerisasi mulai dari permintaan bahan baku dari proyek, sampai kepada rancangan formulir yang diperlukan, merancang sistem yang membantu melakukan perusahaan dalam menghasilkan laporan-laporan pembelian bahan baku yang akurat, merancang sistem informasi yang dapat membantu dalam memonitoring pembelian bahan baku. selanjutnya, manfaat dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem informasi akuntansi pembelian yang dapat menghitung laporan pembelian bahan baku secara akurat dan cepat, untuk memudahkan manajemen dalam pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang dihasilkan oleh sistem infomasi akuntansi pembelian bahan baku, dan sistem informasi akuntansi dapat memantau besarnya pembelian bahan baku yang sudah dilakukan serta dapat menghasilkan status hutang perusahaan kepada pemasok. 120 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 118-127 metode penelitian dilakukan dengan metode pengumpulan data dan informasi, analisis atas sistem yang berjalan, analisis terhadap temuan penelitian, identifikasi kebutuhan informasi, dan identifikasi persyaratan sistem, serta perancangan terstruktur meliputi pembuatan object oriented analysis and design (ooad) dan unified modelling language (uml). object oriented analysis and design (ooad) menurut mathiassen. (2000) metode analisis dan desain berorientasi objek adalah metode yang menggunakan object dan class sebagai konsep utama dan membangun prinsip umum utama untuk analisis dan desain. metode ini memiliki beberapa tujuan, yaitu: (1) menetapkan syarat sistem; (2) menghasilkan desain sistem tanpa ketidakpastian yang berarti; (3) memahami sistem, konteksnya, dan kondisi untuk implementasinya. ada beberapa metode yang digunakan dalam ooad, di antaranya adalah: (1) rich picture, yaitu suatu gambar yang informal yang melukiskan pemahaman penggambar akan suatu situasi. rich picture secara umum menggambarkan permasalahan sistem dan application domain. rich picture tidak memiliki notasi khusus. namun seharusnya melalui beberapa persetujuan di antara proyek sebagaimana aspek tertentu digambarkan; (2) uml class diagram, yaitu gambaran mengenai sekumpulan class dan hubungan antara class yang terstruktur. uml class diagram adalah pusat penggambaran dari analisis dan desain berorientasi objek. selama masa analisis, biasanya cukup untuk menggambarkan class dengan namanya, juga menggambarkan hubungan antara actor dan use case; (3) navigation diagram adalah jenis khusus dari statechart diagram yang berfokus pada dinamika keseluruhan dari tampilan layar. diagram ini menunjukkan window-window yang bersangkutan dan perpindahan di antara mereka. sebuah window ditunjukkan sebagai sebuah state. state memiliki sebuah nama dan sebuah icon. pergantian state sesuai dengan pergantian di antara dua window. unified modelling language (uml) menurut jones dan rama (2006, p.60), uml is a language used for specifying, visualizing, constructing, and documenting an information system. dalam terjemahannya, uml adalah suatu bahasa yang digunakan untuk menspesifikasikan, memvisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan suatu sistem informasi. hasil dan pembahasan sistem yang berjalan objek penelitian adalah perusahaan yang mengerjakan suatu proyek pembangunan, seperti rumah sakit, perkantoran, sekolah, pertokoan dan lain-lain. setiap ada kekurangan bahan baku di dalam proyek yang diterima oleh bagian teknik, bagian teknik akan meminta bagian logistik untuk mengecek persediaan bahan baku di gudang. jika persediaan bahan baku di gudang telah habis, bagian teknik meminta bagian logistik untuk membeli bahan baku tersebut dengan mengajukan bon permintaan barang (bpb) sebanyak 4 rangkap. kemudian bagian logistik mengoreksi dan menandatangani bpb. kemudian bpb diteruskan ke proyek manager untuk ditandatangani dan meminta persetujuan dirketur. setelah mendapatkan persetujuan dari direktur, bagian logistik akan menghubungi bagian pembelian untuk membeli bahan baku tersebut. bpb rangkap 1 akan diberikan sistem informasi akuntansi… (lianawati cristian; d. meutia) 121 ke bagian logistik, bpb rangkap 2 akan diberikan ke proyek manager, bpb rangkap 3 akan diberikan ke bagian pembelian, dan bpb rangkap 4 diarsip oleh bagian teknik. setelah menerima bon permintaan barang (bpb) dari bagian logistik, bagian pembelian akan menghubungi beberapa pemasok untuk membicarakan kesepakatan harga bahan baku tersebut dan memilih pemasok yang sesuai. kemudian bagian pembelian akan membuat purchase order (po) sebanyak dua rangkap. rangkap 1 akan diberikan kepada pemasok dan rangkap 2 akan diarsip oleh bagian keuangan. setelah bahan baku yang dipesan datang ke gudang, bagian penerimaan akan mengecek bahan baku sesuai dengan surat jalan (sj) sebanyak 3 rangkap yang diberikan oleh pemasok. pemasok akan memeriksa sj 3 rangkap tersebut sesuai dengan kelengkapan bahan baku. apabila sesuai bagian penerimaan akan menandatangani sj 3 rangkap dan memberikan cap tanda terima bahan baku masuk pada sj 3 rangkap dimana rangkap 1 akan diberikan kembali ke pemasok, rangkap 2 akan diberikan ke bagian keuangan, dan rangkap 3 akan diarsip. beberapa hari setelah bahan baku datang, pemasok akan mengirim invoice ke bagian keuangan. bagian keuangan akan mengecek kesesuaian invoice dengan po rangkap 2 dan sj rangkap 2 yang diberikan oleh bagain penerimaan. jika sesuai, bagian keuangan akan membuat bukti kas keluar (bkk) sebanyak dua rangkap. bagian keuangan akan melaksanakan pembayaran invoice tersebut dengan menyiapkan cek/giro untuk ditandatangani direktur. setelah bagian keuangan memberikan cek/giro kepada pemasok, bkk rangkap 1 akan diberikan kepada pemasok dan bkk rangkap 2 diarsip. setiap akhir bulan bagian keuangan akan membuat laporan kepada direktur. adapun formulir dan laporan pada sistem yang berjalan yaitu: purchased order (po), bukti kas keluar (bkk), bon permintaan barang (bpb), dan laporan pembelian bahan baku. analisis temuan survei hasil evaluasi yang dilakukan terhadap sistem akuntansi pembelian bahan baku pada perusahaan kontraktor ini adalah: (1) tidak terdapatnya formulir standar yang digunakan untuk pembelian; (2) tidak adanya integrasi data pada masing-masing bagian terkait seperti bagian logistik, bagian pembelian, bagian penerimaan, dan bagian keuangan; (3) jenis barang tidak memiliki kode barang; (4) tidak adanya nomor urut yang tercetak pada formulir; (5) tidak adanya pemisahan tanggung jawab antara bagian keuangan dengan bagian pembelian dan bagian logistik dengan bagian penerimaan; (6) kurangnya laporan pembelian, laporan retur pembelian, laporan penerimaan barang, laporan hutang, dan laporan pengeluaran kas yang digunakan pada perusahaan. identifikasi kebutuhan informasi beberapa dokumen yang diperlukan perusahaan adalah: formulir permintaan pembelian (fpp), surat permintaan penawaran harga (spph), purchase order (po), formulir tanda terima barang (fttb), bukti pemberitahuan retur (bpr), surat retur pembelian (srp), tanda terima faktur (ttf), bukti kas keluar (bkk). adapun laporan yang dibutuhkan oleh perusahaan yaitu: laporan pembelian berdasarkan barang, laporan pembelian berdasarkan pemasok, laporan pembelian berdasarkan po, laporan pembelian berdasarkan proyek, laporan penerimaan barang, laporan retur pembelian, laporan hutang, dan jurnal transaksi. gambar 1 di bawah ini merupakan uml class diagram sistem pembelian bahan baku yang dirancang. 122 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 118-127 gambar 1. uml class diagram prosedur pembelian bahan baku. rancangan layar dan laporan berikut adalah beberapa rancangan layar yang dibuat (gambar 2 – 10). gambar 2. layar menu file login. sistem informasi akuntansi… (lianawati cristian; d. meutia) 123 gambar 3. layar menu utama. gambar 4. layar menu master barang. 124 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 118-127 gambar 5. layar menu master karyawan. gambar 6. layar menu master pemasok. gambar 7. layar menu master proyek. sistem informasi akuntansi… (lianawati cristian; d. meutia) 125 gambar 8. layar form permintaan pembelian. gambar 9. layar purchase order. gambar 10. layar purchase order detail. selanjutnya, berikut ini adalah beberapa rancangan laporan yang dibuat (gambar 11 dan 12). 126 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 118-127 gambar 11. layar laporan pembelian (berdasarkan quantity). gambar 12. layar laporan pembelian (berdasarkan nilai). penutup berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik beberapa simpulan, yaitu pada sistem yang berjalan: (1) tidak terdapat kode barang, kode karyawan, kode pemasok, dan kode proyek, maka dirancang sebuah database yang dapat menyimpan beberapa field tersebut; (2) kekurangan formulir standar yang digunakan pada perusahaan kontraktor, maka dirancang formulir standar untuk perusahaan; (3) kekurangan laporan dan jurnal, maka diperlukan rancangan sistem laporan yang standar untuk perusahaan. untuk melaksanakan sistem yang diusulkan di atas, sebaiknya diadakan sosialisasi melalui pelatihan kepada bagian-bagian yang terkait. disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk merancang sistem informasi akuntansi penggajian pada perusahaan kontraktor. selain itu, disarankan bagi peneliti selanjutkan untuk merancang sistem yang komputerisasi dalam perhitungan biaya produksi per proyek. sistem informasi akuntansi… (lianawati cristian; d. meutia) 127 daftar pustaka mathiassen, lars (2000). object oriented analysis & design (1st edition). denmark: marco publishing. mulyadi.(2001). sistem akuntansi (3th edition). jakarta: salemba empat. rama, dasaratha v. & jones, federick l. (2006).accounting information system. canada: southwestern college publishing. microsoft word 03_ti_reina.docx 544 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 544-552  pengembangan framework sistem informasi antrian pada student service center binus university reina; josef bernadi gautama computer science department, school of computer science, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 reina@binus.edu, jbernadi@binus.edu abstract queues can be found in all aspects of life, especially in the service industry, including at binus university in the student service center. sizeable number of students at certain arrival time, has led to a long queue and this affects student discomfort in waiting. queue information systems that exist today should be developed further in order to improve the comfort of the user, such as information that is integrated with a student desk, both in seeing a queue number, and knowing the history queue. the research method used is the three phases of the software development life cycle methods problems and opportunities, system requirements and system design. the result of this research is a framework that can be used for queuing system so as to provide the freedom of time and space for the user waiting queue. keywords: information systems, queue, framework, service, queue abstrak antrian dapat dijumpai pada semua aspek kehidupan terutama dalam industri jasa, termasuk di binus university pada student service center. jumlah mahasiswa yang cukup besar pada waktu kedatangan tertentu, telah menyebabkan sebuah antrian yang cukup lama dan hal ini berdampak pada ketidaknyamanan mahasiswa dalam menunggu. sistem informasi antrian yang ada saat ini perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat meningkatkan kenyamanan pengguna, seperti mendapatkan informasi yang terintegrasi dengan student desk, baik dalam melihat nomor antrian, maupun mengetahui history antrian. metode penelitian yang digunakan adalah tiga tahapan dari metode software development life cycle problem & opportunities, system requirements dan system design. hasil penelitian ini berupa framework yang dapat digunakan untuk sistem antrian sehingga memberikan kebebasan waktu dan ruang tunggu bagi pengguna antrian. kata kunci: sistem informasi, antrian, framework, service, queue pengembangan framework … (reina; josef bernadi gautama) 545  pendahuluan industri pendidikan merupakan bagian dari industri sektor jasa di mana pada sektor jasa, promosi yang paling efektif adalah rekomendasi dari pelanggan atas kepuasan dari layanan yang diterima pada saat bertransaksi maupun layanan setelah transaksi dilakukan (reina, 2012). binus university sebagai institusi pendidikan senantiasa memperhatikan dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan baik kepada calon mahasiswa, mahasiswa, orang tua, dan dosen. salah satu bentuk layanan yang diberikan adalah menyediakan one stop service yang dikenal dengan istilah student service center. konsep layanan ini mengadopsi model layanan yang berkembang saat ini, yaitu mengutamakan kenyamanan, keakuratan data dan informasi. untuk menunjang kenyamanan, mahasiswa dilayani oleh staf secara personal dengan fasilitas front desk, ruang tunggu yang dilengkapi oleh kursi tunggu yang nyaman, lcd tv berisi informasi dan hiburan, serta sistem informasi antrian. untuk menunjang keakuratan data dan informasi, staf dibantu oleh sistem informasi dengan data yang sudah terintegrasi. student service center pada binus university terdiri dari layanan mahasiswa dan layanan keuangan mahasiswa. layanan mahasiswa memberikan layanan informasi terkait dengan regulasi, prosedur, dan sistem yang berlaku pada binus university serta melayani pengambilan dan penyerahan berkas seperti surat keterangan yang dibutuhkan mahasiswa, berkas kelulusan dan sebagainya. layanan keuangan mahasiswa memberikan layanan terkait dengan informasi keuangan, pembayaran biaya yang tidak termasuk uang kuliah dan sebagainya. dengan memanfaatkan sistem informasi yang sudah ada, history pertanyaan dan jawaban yang diberikan dapat disimpan, sehingga mempermudah staf student service center dalam menganalisa kebutuhan mahasiswa. sistem informasi antrian yang diterapkan saat ini, dikembangkan pada tahun 2009. sejak diimplementasi di tahun 2009, belum pernah ada pengembangan lebih lanjut seperti penambahan fitur dan integrasi dengan student desk yang digunakan oleh mahasiswa. pada periode tertentu, antrian di student service center mengalami lonjakan yang cukup signifikan. seperti pada periode pengumpulan laporan kerja praktek, skripsi/tugas akhir, pengambilan berkas kelulusan, persiapan awal kuliah, keterlambatan pembayaran dan sebagainya. lonjakan ini dapat mengakibatkan berkurangnya kenyamanan fasilitas ruang tunggu yang disediakan oleh student service center bagi mahasiswa. pelanggan menilai waktunya cukup berharga, sehingga mereka tidak mau membuang waktu yang lama untuk mendapatkan layanan (iswiyanti & siringoringo, 2004). untuk mengatasi terbuangnya waktu menunggu mahasiswa, maka perlu dilakukan penelitian pengembangan framework yang dapat dilakukan pada sistem informasi antrian. adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan framework sistem informasi antrian pada student service center binus university. manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai model dalam merancang dan implementasi sistem antrian. manfaat lain yang dapat diperoleh adalah sebagai masukan bagi pengembangan sistem informasi antrian lebih lanjut untuk mengatasi terbuangnya waktu menunggu mahasiswa dan meningkatkan layanan kepada pengguna. sistem antrian mencakup pelanggan yang datang dengan laju konstan atau bervariasi untuk mendapatkan layanan pada suatu fasilitas layanan. jika pelanggan yang datang dapat memasuki fasilitas layanan, pelanggan dapat langsung dilayani. jika pelanggan harus menunggu dilayani, pelanggan berpartisipasi atau membentuk antrian, dan akan berada dalam antrian hingga pelanggan dapat giliran untuk dilayani (antono, 2010). tidak dapat dipungkiri bahwa menunggu adalah pekerjaan paling membosankan dan memakan waktu yang tidak dapat diprediksi. situasi menunggu juga merupakan bagian dari keadaan yang terjadi dalam rangkaian kegiatan operasional yang bersifat random dalam suatu fasilitas pelayanan (ikrimah, supriyono, dan kharisudin, 2012). dalam tulisan rafaeli (rafaeli, 2002), menunggu dapat mempengaruhi emosi dari seseorang, karena membuang waktu, dan biaya. pelanggan 546 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 544-552  yang tidak suka menunggu dapat memberikan kesan buruk atas kualiatas layanan yang diberikan oleh organisasi. menunggu dapat dikaitkan dengan beberapa sikap, seperti merasa tidak dibantu saat dalam kondisi darurat tanpa ada kepastian kapan dilayani dan kualitas layanan yang akan diterima. hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pelayanan kepada para pengguna antrian, sehingga waktu tunggu para pengguna antrian dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya. metode metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga tahap pertama yang ada pada metode sdlc (software development life cycle) yaitu problem & opportunities, system requirements, system design. gambar 1 model penelitian sdlc (al-zahrani, 2006) gambar 1 menunjukan kerangka pikir yang digunakan dalam penelitian ini. (1) problem & opportunities – melakukan analisa sistem informasi antrian yang telah diimplementasi pada student service center binus university melalui observasi lapangan. (2) system requirements – melakukan identifikasi masalah yang ada pada sistem yang berjalan dan melakukan survei dengan menyebar kuesioner kepada pengguna sistem informasi antrian saat ini. berdasarkan histori kedatangan mahasiswa di tahun 2012, tercatat sebanyak 101.412 mahasiswa, sehingga rata-rata kedatangan per bulan sebesar 8.451. mengambil jumlah sampel sebanyak 5% dari populasi, maka ditargetkan 434 kuesioner mahasiswa yang disebar dalam kurun waktu dua bulan kepada mahasiswa yang datang ke student service center. survei dilakukan pada bulan juni dan juli 2013. data diolah untuk mendapatkan kebutuhan pengembangan dari sistem yang telah ada. (3) system design – mengembangkan framework sistem informasi antrian. hasil dan pembahasan existing system sistem antrian yang berjalan mencatat waktu kedatangan mahasiswa, waktu mulai layanan, dan waktu selesai layanan. waktu kedatangan mahasiswa dicatat pada saat mahasiswa melakukan tapping binusian card flazz pada rfid reader dan memilih kategori layanan yang dibutuhkan. sistem akan memberikan informasi nomor antrian dan sisa jumlah antrian sesuai dengan kategori layanan yang dipilih. data nomor antrian, jurusan, nim, dan nama mahasiswa yang belum terlayani pengembangan framework … (reina; josef bernadi gautama) 547  dapat dilihat oleh staf front liners. sistem secara otomatis akan menampilan nomor counter, nomor antrian dan nama mahasiswa yang akan dilayani sesuai dengan urutan kedatangan pada lcd tv yang tersedia. setelah mahasiswa tiba pada counter yang dituju, maka staf akan memulai layanan dengan menekan tombol start layanan. pada saat tombol ditekan, maka saat itu pula waktu mulai layanan dicatat. setelah selesai melayani, maka staf akan mencatat informasi layanan yang diberikan dan menekan tombol simpan. pada saat tombol simpan ditekan, maka waktu selesai layanan dicatat oleh sistem. waktu tunggu mahasiswa adalah selisih waktu mulai layanan dengan waktu kedatangan. gambar 2 menunjukkan sistem antrian yang berjalan saat ini. gambar 2 sistem antrian student service center problem identification student service center memiliki delapan counter front desk untuk melayani mahasiswa. pada periode tertentu seperti batas waktu pengumpulan laporan, periode pengambilan berkas, periode registrasi perkuliahan, jumlah mahasiswa yang datang untuk dilayani mengalami lonjakan, sedangkan jumlah counter tidak dapat bertambah secara fleksibel. hal ini menyebabkan meningkatkannya jumlah mahasiswa yang berada pada antrian dan dengan ruang tunggu yang terbatas, mengakibatkan berkurangnya kenyamaan dalam menunggu. 548 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 544-552  survey untuk mendapatkan informasi terkait dengan fasilitas saat menunggu, waktu tunggu, dan fleksibilitas ruang tunggu, maka dilakukan survei kepada mahasiswa yang datang ke student service center. survei dilakukan dengan penyebaran kuesioner pada bulan juni s.d. juli 2013. bentuk kuesioner yang disebar adalah sebagai berikut: gambar 3 kuesioner sistem antrian di student service center dari target kuesioner sebanyak 434, berhasil diperoleh sebanyak 495 kuesioner valid dari 500 kuesioner yang disebar. hasil survei dari setiap butir pertanyaan dapat dilihat pada gambar 4 s.d. gambar 10. gambar 4 pertanyaan pertama gambar 5 pertanyaan kedua pengembangan framework … (reina; josef bernadi gautama) 549  gambar 6 pertanyaan ketiga gambar 7 pertanyaan keempat gambar 8 pertanyaan kelima gambar 9 pertanyaan keenam gambar 10 pertanyaan ketujuh pengelompokkan hasil survei yang mempengaruhi waktu tunggu, fleksibilitas ruang tunggu, dan fasilitas saat menunggu dapat dilihat pada tabel kelompok hasil survei. tabel 1 kelompok hasil survei pertanyaan ss s ts sts kelompok fasilitas ruang tunggu yang diberikan sudah baik 14% 69% 14% 3% fasilitas saya menyukai tayangan hiburan di student service center 6% 46% 38% 10% fasilitas saya menyukai tempat menuggu di student service center 10% 60% 25% 5% fasilitas saya sering membutuhkan layanan di student service center 24% 62% 12% 2% waktu tunggu menunggu di student service center tidak membosankan 5% 32% 45% 18% waktu tunggu jika memungkinkan saya menunggu tidak di ruang student service center 26% 48% 23% 3% fleksibilitas saya seharusnya dapat memanfaatkan waktu menunggu di student service center bersamaan dengan melakukan kegiatan lain 38% 50% 11% 1% fleksibilitas 550 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 544-552  sebanyak total 83% responden menjawab sangat setuju dan setuju bahwa fasilitas ruang tunggu yang diberikan sudah baik. sebanyak total 52% responden menjawab sangat setuju dan setuju bahwa tayangan hiburan yang ditayangkan melalui lcd tv sudah disukai. sebanyak total 70% responden menjawab sangat setuju dan setuju bahwa mereka menyukai tempat menunggu di student service center. dari kelompok pertanyaan yang mempengaruhi fasilitas student service center didapat lebih dari 50% responden menyatakan fasilitas ruang tunggu, tayangan hiburan, tempat menunggu sudah memadai dan baik. sebanyak total 86% responden menjawab sangat setuju dan setuju sering membutuhkan layanan di student service center, hal ini menunjukkan tingkat kebutuhan layanan cukup tinggi. sebanyak total 73% responden menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju bahwa menunggu di student service center tidak membosankan, hal ini menunjukkan adanya kebosanan pada saat menunggu. sehingga dari kelompok pertanyaan yang mempengaruhi waktu tunggu dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan sistem antrian yang dapat mengatasi rasa bosan atau jenuh pada saat menunggu walaupun fasilitas yang diberikan sudah dinilai baik. sebanyak total 74% responden menjawab sangat setuju dan setuju bahwa mereka berharap dapat menunggu tidak di ruang student service center, hal ini menunjukkan bahwa mereka membutuhkan fleksibilitas ruang tunggu yang tidak harus terpaku di ruang student service center. sebanyak total 88% responden menjawab sangat setuju dan setuju bahwa mereka dapat memanfaatkan waktu menunggu untuk kegiatan lainnya. sehingga dari kelompok pertanyaan yang mempengaruhi fleksibilitas dalam menunggu dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan sistem antrian yang dapat memberikan kebebasan ruang tunggu dan kebebasan dalam melakukan kegiatan lain saat menunggu antrian. proposed design berdasarkan analisa sistem yang berjalan, identifikasi masalah yang ditemui, dan analisa hasil survei, maka perlu dikembangkan sistem antrian yang dapat memberikan kebebasan ruang tunggu dan kebebasan dalam melakukan kegiatan lain saat mengantri. dengan memanfaatkan portal binusmaya yang dimiliki setiap mahasiswa, dan dapat di akses dengan media internet, dapat dikembangkan perluasan layar antrian seperti yang ditampilkan pada gambar 11, sehingga mahasiswa dapat memantau antrian melalui website ini. gambar 11 rancangan antrian pada binusmaya pengembangan framework … (reina; josef bernadi gautama) 551  gambar 12 rancangan antrian pada smartphone gambar 12 menunjukan rancangan aplikasi pada smartphone untuk menampilkan antrian yang sedang berlangsung secara realtime. pada bagian bawah layar ditampilkan juga faq, yang berisi pertanyaan umum yang sering ditanyakan oleh mahasiswa. dengan adanya faq ini diharapkan mahasiswa yang sedang menunggu dapat mencari jawaban atas pertanyaannya pada faq. simpulan dari hasil yang didapat, maka dapat disimpulkan bahwa adanya kebutuhan sistem antrian untuk mengatasi rasa bosan, kebebasan ruang tunggu dan kebebasan dalam melakukan kegiatan lain saat menunggu antrian pada student service center. dengan aplikasi antrian, antrian yang sedang berjalan dapat dipantau dari jarak jauh melalui media online, sehingga kebutuhan kebebasan ruang tunggu dan kebebasan dalam melakukan kegiatan lain dapat dipenuhi. hasil perancangan ini disarankan untuk dikembangkan lebih lanjut agar dapat diimplementasi dengan baik. penelitian ini dapat dikembangkan ke penelitian selanjutnya agar fitur-fitur yang ditawarkan lebih memadai untuk meningkatkan kenyamanan dalam menunggu. daftar pustaka al-zahrani, s. 2006. an information management system model for the industrial incidents in. journal of computer science 2, 447-454 antono, s. d. 2010. penerapan model simulasi pada antrian di bagian pengobatan puskesmas prambon kabupaten jeruk nganju. jurnal penelitian kesehatan suara flores, 1(4). ikrimah, a., supriyono, kharisudin, i. (2012). analisis antrian single channel singel phase pada loket penjualan tiket kereta api kaligung di stasiun poncol. unnes journal of mathematics. ujm, 1 (1). 552 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 544-552  iswiyanti, a. s., siringoringo, h. (2004). analisis antrian loket karcis taman margasatwa ragunan dki jakarta. majalah ekonomi dan komputer, 3(xii). rafaeli, a., barron, g., haber, k. (2002). the effects of queue structure on attitudes. journal of service research, 5, 125. reina. (2012). faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa pada universitas bina nusantara. binus business review, 563-572. microsoft word 21_ka_sugiarto_hartono.doc 736 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 736-747 pengembangan sistem informasi penjualan jasa pada bengkel xyz sugiarto hartono program information system audit, school of information system, binus university, jakarta jl. kebon jeruk raya no. 27, kebon jeruk jakarta barat 11530 shartono@binus.edu abstract information technology continues to evolve. for example in education, long time ago, people learned using stones. advances in science and technology bring the community continue to improve the quality of life including technology itself. bengkel xyz is a company that sales service to customer especially in motorcycle reparation. the company is still using a file-based system. system development methodology used in this research is the unified process methodology using object-oriented approach. this research will result in a system design and application of sales system that can be used by the company to run day-to-day business operations, especially for the sales business process. by the design of information systems and the application of the sales system will integrate all data using centralized database, so that data redundancy can be reduced and the cost-effectiveness can be achieved. keywords: development, services information system, sales information system abstrak teknologi informasi terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. misalnya, dalam dunia pendidikan, awalnya masyarakat masih belajar menggunakan batu. kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi membawa masyarakat untuk terus memperbaiki kualitas kehidupan termasuk teknologi itu sendiri. bengkel xyz merupakan sebuah badan usaha yang bergerak di bidang pelayanan jasa kepada pelanggan khususnya reparasi motor. perusahaan tersebut masih menggunakan file-based system. metodologi yang akan digunakan dalam pengembangan sistemnya adalah metodologi unified process dengan menggunakan pendekatan object-oriented. tujuan pengembangan sistem informasi ini akan menghasilkan sebuah rancangan sistem serta aplikasi sistem penjualan yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan operasi bisnisnya sehari-hari, khususnya untuk proses bisnis penjualannya. diharapkan dengan adanya desain sistem informasi dan aplikasi sistem penjualan yang menggunakan database dapat menyatukan seluruh data yang akan dirancang secara centralized sehingga redudansi data dapat dikurangi serta cost-effectiveness dapat tercapai. kata kunci: pengembangan, sistem informasi jasa, sistem informasi penjualan pengembangan sistem informasi … (sugiarto hartono) 737 pendahuluan perkembangan teknologi informasi akan memberikan dampak pada bisnis sebuah perusahaan. untuk dapat mencapai efisiensi dan efektivitas proses bisnis, sebuah perusahaan mengharapkan dengan penggunaan teknologi informasi akan dapat membantu perusahaan dalam mencapai goals dari perusahaan serta dapat mencapai nilai strategis dan competitive advantage dari penggunaan ti. sistem informasi harus dapat menyediakan informasi untuk orang yang tepat dalam waktu yang tepat serta dalam format dan jumlah yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan penerima informasi (rainer & cegielski, 2011). sistem informasi akan memberikan manfaat bagi user, sistem, organisasi, dan level strategis dalam perusahaan (peterson & kim, 2000). bengkel xyz adalah salah satu perusahaan yang telah menggunakan computer-based information system tetapi untuk sistem yang sedang berjalan saat ini masih menggunakan file-based system. dengan sistem yang masih berupa file-based, masing-masing unit di perusahaan ini akan menyimpan data masing-masing secara terpisah, sehingga berdampak pada efisiensi dan efektivitas. untuk itu, perusahaan ini membutuhkan sebuah sistem aplikasi yang menggunakan database, di mana pola penyimpanan data akan dilakukan secara centralized. awalnya, database system akan diterapkan pada sistem penjualan. rumusan permasalahannya adalah bagaimana bentuk desain database system yang tepat dan dapat diterapkan untuk perusahaan yang menjadi objek penelitian, serta bagaimana usulan rancangan graphical user interface yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang menjadi objek penelitian. tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah rancangan sistem, baik rancangan software, rancangan database, serta rancangan user interface dari sistem penjualan. metode metode yang digunakan dalam melakukan pengembangan sistem informasi penjualan jasa adalah metode unified process yang menggunakan pendekatan object-oriented, di mana di dalam setiap fase pengembangan sistem akan dilakukan iterasi sampai sistem benar-benar mencerminkan kebutuhan dari bengkel xyz. adapun fase yang dijalankan dalam pengembangan sistem informasi ini adalah analisis sistem informasi, perancangan sistem informasi dan pembuatan prototype tampilan layar sistem. analisis sistem informasi analisis sistem adalah proses memahami dan menjelaskan apa yang dilakukan sistem informasi secara detail (satzinger, jackson, burd, 2005). analisis sistem akan menentukan komponen dan persyaratan dalam sistem secara terperinci (o’brien, 2005). object-oriented analysis menjelaskan semua tipe objek yang melakukan pekerjaan dalam sebuah sistem dan menunjukkan interaksi pengguna seperti apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. (satzinger, jackson, burd, 2012). aktivitas yang dilakukan dalam tahapan ini adalah: (1) mengidentifikasi business model dari bengkel xyz, yaitu menentukan proses bisnis, jasa yang disediakan bengkel xyz, pelanggan, supplier, serta mitra dari bengkel xyz. (2) menganalisis masalah sistem bengkel xyz. (3) menentukan functional requirement dari sistem informasi penjualan yang akan dikembangkan, kemudian membuat model analisisnya 738 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 736-747 perancangan sistem informasi perancangan sistem merupakan proses menetapkan bagaimana seharusnya komponenkomponen dalam sistem informasi diimplementasikan secara detail. (satzinger, jackson, burd, 2005). perancangan sistem memutuskan bagaimana sistem informasi yang diusulkan akan memenuhi kebutuhan informasi para pemakai akhir. (o’brien, 2005). object-oriented design menjelaskan semua tipe objek yang dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan orang dan peralatan yang berada dalam sistem, menunjukkan bagaimana objek berinteraksi untuk menyelesaikan tugas, dan memperbaiki definisi dari tiap tipe objek, agar dapat diimplementasikan dengan sebuah bahasa pemrograman. (satzinger, jackson, burd, 2005). aktivitas yang dijalankan selama tahapan ini adalah: (1) desain deployment dan software architecture. (2) desain usecase realization. (3) desain user interface. (4) desain keamanan system. pembuatan prototype tampilan layar sistem aturan yang digunakan dalam membuat prototype rancangan layar sistem: (1) memungkinkan dilakukan cross-platform, di mana aplikasi bengkel yang akan dirancang bisa dimungkinkan untuk diekspor ke aplikasi lain yaitu microsoft excel untuk reporting system-nya. (2) memungkinkan terjadinya interaksi antara pengguna dan sistem aplikasi (luth, 2009). selain itu, perancangan prototype tampilan aplikasi juga menggunakan delapan aturan emas sebagai berikut: (1) strive for consistency. (2) cater to universal usability. (3) offer informative feedback. (4) design dialogs to yield closure. (5) prevent errors. (6) permit easy reversal of actions. (7) support internal locus of control. (8) reduce short-term memory load (shneiderman, plaisant, 2009). hasil dan pembahasan analisis sistem informasi tujuan dari pengembangan sistem informasi bagi perusahaan adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas bengkel xyz dalam menjalankan kegiatan perusahaan. non-functional requirement dari sistem informasi penjualan jasa bengkel xyz: (mathiassen, 2000) (1) usable – sistem harus mudah digunakan mengingat pengguna sistem masih dalam kategori pengguna pemula yang jarang mengoperasikan sistem menggunakan komputer. (2) secure – pengamanan data-data penting bengkel, seperti data pelanggan, data transaksi harus diutamakan. untuk mengatasi hal tersebut, pada sistem akan dipasang antivirus dan firewall untuk menjaga keamanan sistem, serta akan dilakukan pembagian hak akses sistem. (3) reliable – sistem yang ada harus dapat menghasilkan informasi yang tepat dan akurat, terutama informasi pada laporan yang dihasilkan. berikut adalah proses bisnis yang diusulkan dari sistem informasi pencatatan servis sepeda motor: pengembangan sistem informasi … (sugiarto hartono) 739 gambar 1 activity diagram prosedur servis sepeda motor yang diusulkan 740 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 736-747 berikut adalah proses bisnis yang diusulkan dari sistem informasi penjualan suku cadang sepeda motor: gambar 2 activity diagram prosedur penjualan suku cadang yang diusulkan pengembangan sistem informasi … (sugiarto hartono) 741 use case diagram digambarkan sebagai berikut: sistem informasi penjualan jasa bengkel xyz melayani pendaftran pelanggan melayani pendaftaran servis memperbaharui data servis servis melayani pembayaran dan menyimpan data servis customer service penjualan suku cadang mengecek ketersediaan suku cadang melayani pendaftaran pelanggan melayani pembayaran mengubah status transaksi mencetak bon pemesanan inden gambar 3 functional requirement sistem informasi penjualan jasa bengkel xyz 742 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 736-747 problem domain model yang diusulkan dari sistem penjualan jasa bengkel xyz : gambar 4 domain model class diagram sistem informasi penjualan jasa bengkel xyz desain sistem informasi desain deployment mengikuti pola centralized architecture. bengkel xyz merupakan salah satu bengkelyamaha yang melayani di bidang servis motor dan berbagai suku cadang yang dikelola oleh seorang pemilik dalam struktur organisasinya, di mana sistem pembelian, penjualan, dan inventori dilakukan secara tersistem dalam sebuah server dan hanya terletak di satu tempat. sistem yang diusulkan menggunakan single-tier di mana menggunakan sebuah komputer untuk menjalankan semua aplikasi software(satu komputer sebagai pusat). pengembangan sistem informasi … (sugiarto hartono) 743 bentuk rancangan desain class diagram dari sistem yang diusulkan adalah sebagai berikut: gambar 5 update design model class diagram sistem memiliki integrity control yang berfungsi untuk menjamin bahwa pengguna sistem adalah karyawan yang berkewajiban dan bertanggung jawab atas penggunaan sistem. dalam hal input integrity, sistem memastikan bahwa field yang wajib diisi telah diisi dengan benar. integrity control lainnya yang dimiliki sistem adalah penyimpanan waktu pada database saat sebuah data disimpan dalam database. sistem memiliki security control untuk menjaga keamanan data milik perusahaan, salah satunya adalah login dengan menggunakan username dan password masing-masing karyawan yang berkewajiban menjalankan sistem. 744 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 736-747 perancangan prototype tampilan layar aplikasi pendaftaran & histori servis pelanggan servis suku cadang pelanggan motor pelanggan cari nama pelanggan/no polisi : daftar pelanggan baru daftar motor baru perbarui data pelanggan lihat histori servis daftar servis >> data pelanggan id pelanggan : id motor : no polisi : nama pelanggan : no telepon : tipe motor : simpan bersihkan batalkan idpelanggan namapelanggan notelepon idmotor nopolisi tipemotoridpelanggan id servis : tanggal : karyawan : gambar 6 form pendaftaran & histori servis (tab pelanggan) pendaftaran & histori servis pelanggan servis suku cadang data pelanggan data servis << batalkan selanjutnya >> id motor id pelanggan jenis servis : km : no polisi no telepon nama pelanggan tipe motor keluhan pelanggan : id servis : tanggal : karyawan : gambar 7 form pendaftaran & histori servis (tab servis) pengembangan sistem informasi … (sugiarto hartono) 745 pendaftaran & histori servis pelanggan servis suku cadang suku cadang detil servis << batalkan proses total : rp jumlah : tambahkan kurangi masukan nama suku cadang jenis servis : ‐ biaya servis : ‐ nopart namasukucadang jumlahsukucadang stokminimum hargasatuan tipemotor idservis iddetilservis nopart namasukucadang jumlah subtotal id servis : tanggal : karyawan : gambar 8 form pendaftaran & histori servis (tab suku cadang) gambar 9 form penjualan suku cadang 746 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 736-747 gambar 10 form transaksi berjalan – servis nama bengkel : maha makmur motor kode pos : 10629 alamat : jl. bungur besar 264/709 no yss : 1022 kota : jakarta pusat laporan bulanan : 01/09‐30/09 2012 no telepon : 4216584 nama pemilik : lie widodo fediono 2 tak 4 tak matic total ksg 1 9 4 2 15 ksg 2 4 3 7 14 ksg 3 3 6 9 18 ksg 4 2 8 5 15 total 18 21 23 pelanggan 2 tak 4 tak matic total servis ringan 2 3 14 19 servis besar 1 4 5 10 overhoul ‐ ‐ ‐ 0 lain‐lain ‐ ‐ ‐ 0 total 3 7 19 item 2 tak 4 tak matic servis yamaha 13 46 50 total servis 13 46 50 item 4 tak matic ringan 28000 30000 besar 90000 90000 overhoul 100000 120000 jasa servis besar rp33.263.000 jasa servis ksg rp883.000 suku cadang rp5.124.000 oli rp26.072.000 total rp40.610.000 dibuat bengkel resmi & tempat tgl: 1 okrober 2012 ( ) khusus yamaha (termasuk ksg) total semua unit daftar biaya jasa omzet bengkel laporan bulanan gambar 11 output design laporan bulanan pengembangan sistem informasi … (sugiarto hartono) 747 simpulan dengan file-based system sebelumnya, data perusahaan masih berupa file yang letaknya terpisah (tidak terintegrasi) dan tidak adanya basis data yang mengelola dan mengolah semua data pada bengkel. dengan adanya aplikasi sistem penjualan jasa ini, bengkel xyz dapat mencatat data pelanggan, data transaksi servis motor, data transaksi penjualan suku cadang, sampai kepada kemudahan dalam membuat laporan bulanan. dengan adanya sistem penjualan jasa service dan suku cadang, bengkel xyz akan mengalami kemudahan dalam mencatat pendaftaran pelanggan serta mengakses data pelanggan dan suku cadang yang dipesan secara inden. hal ini akan berdampak terhadap keefektifan dan efisiensi dari proses bisnis dari segi waktu maupun biaya yang dikeluarkan oleh bengkel xyz dalam menjalankan proses bisnisnya. daftar pustaka luth, c. (2009). user interfaces for theorem provers: necessary nuisance or unexplored potential? proceedings of the ninth international workshop on automated verification of critical systems (avocs 2009), 23. bremen, germany mathiassen, l., munk-madsen, a., nielsen, p.a., stage, j. (2000). object-oriented analysis & design. denmark : marko publishing o’brien, j. (2005). introduction to information systems, twelve edition. usa: mcgraw-hill companies, inc. peterson, d.k., kim, c.s. (2000). information system objectives : effects of experience, position level, and education on developers. journal of information technology management, xi (3-4). rainer, r.k. & cegielski, c.g. (2011). introduction to information system. usa: john wiley & sons,inc. satzinger, j. w., jackson, r. b., burd, s.d. (2005). object-oriented analysis and design with the unified process. usa: course technology. microsoft word 01_ars_riva tomasowa_analisa matahari menggunakan metode kotak kaca a2t solar analysis using building information .… (riva tomasowa)   481  solar analysis using building information modelling with the glass box method in jakarta riva tomasowa department of architecture, faculty of engineering, binus university jalan k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 rivatomasowa@binus.ac.id abstract the utilisation of building information modelling (bim) focuses more on the schematic design or technical design phase, while the preliminary or the conceptual design is pretty much skipped. this paper shows that a simple model could utilise bim to gain rich information about solar radiation to give ideal orientation in preliminary phase. on this case, a spot in jakarta is analysed with glass box method to depict the ideal orientation that receive a minimum solar radiation in a year span. keywords: solar analysis, bim, glass box abstrak penggunaan building information modelling (bim) selalu menitikberatkan pada tahapan perancangan skematik, sedangkan pada tahapan perencanaan awal dan konseptual sangatlah rendah. tulisan ini bertujuan untuk menunjukan bahwa dengan pemodelan sederhana, model dapat disimulasikan untuk mendapatkan informasi terhadap orientasi matahari sebelum masuk kedalam tahap konseptual. pada contoh kasus, lokasi di jakarta yang dianalisa dengan metode kotak kaca ini menunjukan orientasi ideal yang menerima radiasi matahari secara minimum sepanjang tahun. kata kunci: solar analysis, bim, glass box 482   comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 481-488  pendahuluan overall thermal transfer value (ottv) adalah sebuah ukuran untuk konsumsi energi pada pelingkup bangunan. dalam prinsip dasar ottv, ukuran dari perpindahan panas pada pelingkup bangunan bergantung pada kalor yang diterima pada permukaan bangunan berbanding dengan luas area penerimanya. berikut adalah rumus perhitungan ottv secara umum: ottv (1) qwc adalah konduksi melalui dinding qgc adalah konduksi melalui jendela kaca qsol adalah nilai radiasi matahari melalui jendela kaca. pada rumusan tersebut terdapat nilai qsol yang merupakan satuan lama radiasi dalam suatu luasan permukaan (wh/m2). oleh karena itu, ottv secara prinsipnya adalah berbanding lurus dengan radiasi matahari yang diterima oleh suatu permukaan. semakin tinggi qsol, maka akan semakin meningkat pula nilai ottv-nya yang mencerminkan tingginya penyerapan panas ke dalam bangunan (vijayalaxmi, 2010). walau dalam penelitian lebih lanjut oleh prayudi, fenz, & tjoa (2013), orientasi bangunan memiliki pengaruh yang kecil terhadap peningkatan ottv. hanya saja, nilai tersebut akan menjadi signifikan apabila ditempatkan sebuah bukaan. penelitian ini bertujuan untuk menunjukan bahwa dengan pemodelan sederhana, model building information modelling (bim) dapat disimulasikan untuk mendapatkan informasi annual integrated direct radiation pada sebuah orientasi yang akan berpegaruh pada nilai ottv. simulasi ini dapat dilakukan sebelum masuk ke dalam tahap perancangan konseptual, sehingga arsitek dapat mengambil keputusan yang lebih baik pada penempatan bukaan-bukaan pada bangunan. hal ini merupakan penekanan dari pembahasan hui (1997), mengenai software komputer yang dapat secara mudah dan lentuk untuk digunakan oleh para perancang. metode metode eksperimental ini dilakukan dengan alat bantu archicad 18, menggunakan solar analysis dari ecodesigner18. dalam eksperimen ini, disimulasikan 4 bentuk kotak kaca dengan berbagai macam penampang polygonal dengan sisi-sisi yang equilateral. dengan begitu perbandingan antar sisi dapat dilakukan secara berimbang. model-model tersebut adalah kotak-kotak kaca dengan penampang: bujur sangkar, pentagon, heksagon dan oktagon. hasil dan pembahasan penelusuran eksperimental ini dilakukan pada lokasi bandar udara internasional soekarnohatta, 6.120o s, 106,65o e, jakarta, yang disesuaikan dengan lokasi dari sumber data cuaca. beberapa bentukan kotak kaca ditempatkan pada posisi tersebut dengan tujuan mencari radiasi yang jatuh pada permukaan jendela kaca. bukaan kaca tersebut adalah identik satu sama lainnya, sehingga dapat dibandingkan secara ekuivalen. berikut adalah sampel dari bentuk-bentuk yang digunakan: solar ana dijadikan untuk d building yang ter operatio g 2011) un air panas kaca ini. mata an tertinggi n nalysis using b gambar seluruh kota n sebagai pe ilakukannya g energy mo rpenting adal on profile pa gambar 2 di ntuk duduk a s dan humid . pada kotak gin: barat l i, sedangkan building inform r 1 berbagai p ak kaca pad emodelan aw simulasi an odel (bem) lah zone. m ada sample in i atas, human atau aktivita dity load, nam kaca pertam laut, timur arah selatan e rmation .… (r penampang po da gambar 1 wal, karena nalisa matah memerlukan elalui eleme ni adalah res gambar 2 o n heat gain as ringan. ke mun kedua d ma yaitu buju laut dan s n memiliki ni tabel 1 s riva tomaso olygon dari pe 1 berorientas bentuk sede hari oleh ec n elemen-ele en-elemen te sidential -r operation pro adalah 120 w emudian data data ini tidak ur sangkar, d elatan. arah ilai terendah solar analysis s owa)  emodelan kot si arah utar erhana ini m codesigner emen minim rsebut perila rumah tingga ofile setting w berdasark a yang dibut k diperlukan didapatkan p h timur lau . s – square tak kaca deng ra sejati ke a memenuhi ele 18. sebagai mum seperti: aku ruang at al. kan standar a tuhkan adala rinciannya d perbandingan ut memiliki w gan bim arah atas ko emen-elemen i catatan, pe walls, slab, tau operation   ashrae (a ah beban pen dalam simul n hasil dari 4 nilai radiasi w 483  otak kaca n standar emodelan roof dan n profile. ashrae, nggunaan lasi kotak 4 hadapan i tahunan 484   d memilik kurang menamb adalah s dalam ro didapatk arah sel   s e ga dari gamba ki tingkat rad bagus dimil bah variabel segi lima (p otasi 180o), t kan arah tim latan masih m ambar 3 ratio ar 3 perban iasi yang leb liki arah ut arah jendela entagon). da titik berat ara mur laut me menduduki p w wd‐ penerimaan r ndingan di t bih tinggi. da tara dan se a kaca. deng alam represe ah radiasi ma emiliki tingk posisi penerim tabel 2 so ‐02 w com radiasi tahun tersebut, dap alam simulas bagian tim gan demikian entasi gamba asih berada d kat radiasi te maan radiasi olar analysis – nw wd‐02 n wd‐02 s mtech vol. 6 nan pada bent pat dilihat si kotak kaca mur. kemudi n bentuk pen ar 3 perbandi di arah utara rtinggi dan i terendah. – pentagon w wd 6 no. 4 dese tuk bujursang bahwa bagi a bujur sang ian simulasi nampang equ ingan di baw a. namun, da diikuti oleh ne d‐02 e ember 2015: gkar ian utara c gkar ini orien i dilanjutkan uivalent yang wah ini (grafi alam simulas arah orienta e 481-488  enderung ntasi yang n dengan g di dapat ik terlihat si kali ini asi barat. solar ana simulasi arah ter orientasi pada ket relevan. n sw   nalysis using b g simulasi ket ini, gambar rsebut adalah i lain. di sisi tiga simulasi g building inform gambar 4 rati tiga adalah k r 4, menunju h barat daya i lain, arah o ini, kecende ne nw gambar 5 rati rmation .… (r io penerimaan kotak kaca de ukan ada dua a, yang memi orientasi ten erungan arah tabel 3 so io penerimaan riva tomaso n radiasi tahu engan bentuk arah yang b iliki tingkat r nggara pun m h utara mem olar analysis – se n radiasi tahu owa)  unan pada ben k penampang bertolak belak radiasi yang memiliki nila iliki radiasi t – hexagon e unan pada ben ntuk segi lim g segi enam kang memili signifikan ti ai yang signif tertinggi dib s ntuk segi ena ma m atau hexag iki nilai yang inggi, ketimb fikan rendah anding selat s am 485  gon. hasil g ekstrim. bang arah h. sampai tan masih 486   b tabel 4 perbandi sekitar 5 hingga memanc radiasi b n s h kondisi y radiasi y menerim yang be berikutn utara me d archica dengan bentuk pena 4 solar ana ingan intens 5 bulan. sed siang hari car dengan ke berkutat pada hasil akumu yang kontras yang tinggi b ma radiasi ter rbeda tipis. nya yang me endapatkan r ga dalam men ad 18 ini, b kata lain, s ampang terak alysis – oc sitas orientas dangkan tim sepanjang t ekuatan yang a siang hari, s ne sw ulasi yang t s antara arah berbanding d rbesar sepanj di arah ori enerima radia radiasi lebih ambar 6 ratio nganalisa rad anyaknya sis semakin ban wd w khir adalah o tagon, mem si utara terd mur laut be tahun merup g besar. pada sekitar pukul tabel 4 so terdata pada utara dan s dengan arah njang tahun, ientasi barat asi dengan i dibanding ar o penerimaan r diasi matah si-sisi ekuila nyak sisi ya wd‐06 sw d‐06 w wd‐06 nw com oktagon yan mperlihatkan deteksi lebih erbanding ba pakan waktu a orientasi te l 09:00 wib olar analysis e w gambar 5, selatan, dima selatan yang kemudian di t daya mem intensitas ren rah selatan. radiasi tahun ari, menggu ateral merupa ang di buat w‐06 n wd‐06 s mtech vol. 6 ng memiliki radiasi satu h besar dari arat daya m u-waktu dom enggara dan hingga 15:0 – octagon kotak kaca ana arah utar g cenderung i posisi berik miliki nilai te ndah. kondi nan pada bent unakan meto akan variabe akan memb wd‐06 n wd‐0 wd‐06 s 6 no. 4 dese 8 arah aksia u sisi dan i arah selata menunjukkan minan dima barat laut, k 00 wib. se nw a segi delap ra masih cen rendah. jend kutnya adala erendah dan isi ini meng tuk segi delap ode kotak k el dari tingka berikan gamb ne 06 e e ember 2015: al searah ma sisi lawan an yang han n intensitas p ana radiasi konsentrasi i e w an ini pun nderung men dela arah tim ah jendela ar n selatan pad guatkan bahw pan kaca dalam at kejelasan baran orient 481-488  ata angin. arahnya. nya hadir pagi hari matahari intensitas memiliki ndapatkan mur laut rah utara da posisi wa posisi aplikasi orientasi. tasi yang solar analysis using building information .… (riva tomasowa)   487  semakin kritis atau jenuh. bentuk kotak kaca dalam metode ini dapat dimodifikasi menurut orientasi yang ingin dibandingkan. apabila bentuk arsitektur ideal muncul dari konteks tapak, maka pengaruh tersebut dapat memberikan batas-batas pada orientasi. dengan begitu, ratio sisi-sisi akan lebih akurat. analisa matahari ini selayaknya dilakukan pada tahap preparation and brief, mengacu pada riba plan of work 2013. keakuratan nilai radiasi pada simulasi ini memang belum bisa diandalkan sepenuhnya, mengingat banyak hal yang menjadi parameter. baik parameter yang sudah ada di dalam software, maupun aspek-aspek yang belum ada atau dihiraukan. namun selama parameter tersebut adalah konstan, maka perbandingannya pun akan membandingkan hal-hal yang menjadi variabel saja, yaitu arah orientasi. eksperimen ini mencoba menunjukan perbandingan tersebut. simpulan dengan permodelan sederhana dan empat simulasi di atas, serta ratio perbandingan pada gambar 7, dapat disimpulkan bahwa arah orientasi utara memiliki kecenderungan menerima radiasi dalam jumlah lebih besar, ketimbang orientasi selatan. namun dalam membandingan arah barat dan timur masih belum dapat dilihat perbedaan yang signifikan dan konsisten. simpangan sisi lainnya yaitu timur laut, mungkin dapat memberikan gambaran bahwa akumulasi di sisi timur memang lebih besar dari arah barat. gambar 7 perbandingan bentuk yang disimulasikan berdasarkan data radiasi dari gambaran besar arah orientasi terbaik untuk bukaan, jendela, di daerah jakarta, terutama di seputar bandar udara internasional soekarno hatta adalah orientasi arah selatan dan tenggara, karena dari dua arah orientasi tersebut menunjukan nilai penerimaan radiasi yang konsisten rendah pada keempat simulasi yang dilakukan. metode pemodelan dan simulasi cepat ini juga menunjukan kapabilitas bim dalam melakukan analisa pada tahap perancangan awal yang dapat memberikan gambaran kepada arsitek. informasi yang diberikan dapat membantu arsitek dalam mengambil keputusan yang lebih baik. north north east east south east south south west west north west a n u a l r a d ia ti o n square pentagon hexagon octagon 488   comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 481-488  daftar pustaka ashrae. (2011, may). ashrae mechanical pocket guide. retrieved february 2015 from bim wikispaces: http://bim.wikispaces.com/file/view/ashrae+mechanical+pocket+guide.pdf hui, s. c. (1997). overall thermal transfer value (ottv): how to improve its control in hong kong. proceeding of the one-day symposium on building, energy and environment. kowloon, hong kong. 12-1 to 12-11. prayudi, i., fenz, s., & tjoa, a. (2013). study on indonesian overall thermal transfer value (ottv) standard. international journal of thermal & environmental engineering, 6 (2), 49-54. vijayalaxmi, j. (2010). concept of overall thermal transfer value (ottv) in design of building envelope to achieve energy efficiency. international journal of thermal & environmental engineering, 1 (2), 75-80. microsoft word 08_ti_yulyani arifin.docx penerapan interactive multimedia … (yulyani arifin; dkk) 601 penerapan interactive multimedia untuk perangkat ajar persiapan toefl berbahasa indonesia yulyani arifin; nicolas willianto widjaja; nicholas kurnia awang; stefanus sadryan irwan computer science department, school of computer science, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 tanyayulyaniarifin@gmail.com; nclwill7@gmail.com; awang_zzz@yahoo.co.id; ryangel.7@windowslive.com abstract one of added values to compete in work and business is mastering english’s language. to support the needs of an online teaching tool that can be accessed anywhere and is easy to use, an online teaching tool that uses indonesian is made with an attractive multimedia display so that users do not feel bored and can monitor the development of the value achieved. the material presented is based on the structure tested in toefl. the method used in designing these applications is the waterfall method, ranging from data collection through questionnaires and comparative analysis of similar applications and then proceed with the design and development of applications and user satisfaction evaluation. it is expected that these applications can help in improving the english language proficiency as measured by toefl score achieved. keywords: toefl, e-learning, bahasa inggris, website, multimedia abstrak salah satu nilai tambah untuk bersaing dalam dunia pekerjaan atau bisnis atau menguasai bahasa inggris. untuk mendukung kebutuhan perangkat ajar online yang dapat diakses di mana saja dan mudah digunakan, sebuah perangkat ajar online yang menggunakan bahasa indonesia dibuat dengan tampilan multimedia yang menarik sehingga pengguna tidak merasa jenuh dan dapat memantau perkembangan nilai yang dicapai. materi yang disajikan mengikuti struktur yang diujikan dalam toefl. metode penelitian yang digunakan dalam merancang aplikasi ini adalah metode waterfall, mulai dari pengumpulan data melalui kuisioner dan analisa perbandingan aplikasi sejenis kemudian dilanjutkan dengan perancangan dan pengembangan aplikasi serta evaluasi kepuasan pengguna. diharapkan aplikasi ini dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan berbahasa inggris yang diukur dari nilai toefl yang dicapai kata kunci: toefl, e-learning, bahasa inggris, website, multimedia 602 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 601-610  pendahuluan tahun 2015 merupakan pemberlakuan asean economic community (aec). aec akan mentransformasi asean menjadi area yang bebas perdagangan jasa maupun produk, investasi, dan tenaga kerja ahli. negara yang merupakan anggota asean dapat menjual produk atau jasa tanpa dikenai biaya dan tenaga kerja asing dapat bekerja di indonesia dengan bebas demikian pula sebaliknya. agar tenaga kerja indonesia dapat bersaing dengan tenaga kerja asing maka salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah kemampuan berbahasa inggris dengan baik. dalam perekrutan calon pegawai negeri pun sudah disyaratkan untuk mempunyai kemampuan bahasa inggris yang baik walaupun belum tentu bidang pekerjaannya menggunakan bahasa inggris. menurut berita bbc tgl 5 januari 2012, menteri perdagangan, gita wirjawan mengatakan kemampuan bahasa inggris penting bagi staff kementerian dalam hal berdiplomasi perdagangan maupun investasi di indonesia dengan negara lain. bahkan kementerian perdagangan merencanakan mencetak 1000 pns berskor toefl 600. sarana pendidikan bahasa inggris sudah tersedia di tingkat pendidikan dasar maupun lanjut. tempat kursus bahasa inggris sudah tersebar di berbagai tempat di ibu kota maupun daerah. namun bagi para mahasiswa yang ingin memperdalam kemampuan berbahasa inggris maupun karyawan mengalami kesulitan untuk hadir secara rutin di tempat kursus karena kendala waktu atau pun lokasi tempat kursus yang bagus tidak strategis. selain tersedia offline, sarana pembelajaran bahasa inggris juga sudah ada dalam bentuk online. beberapa website ada menyediakan jasa secara gratis maupun berbayar. dari hasil survei pada responden membuktikan bahwa media online yang ada belum mencukupi kebutuhan responden yang kebanyakan mahasiswa yang hampir lulus. media online yang ada belum mampu membantu secara maksimal meningkatkan kemampuan bahasa inggris karena beberapa alasan seperti materi yang disampaikan masih belum dapat dipahami, soal latihan yang kurang bervariasi, belum ada umpan balik dan dikenakan biaya apabila pengguna ingin belajar lebih dalam materinya. tingkat kemampuan berbahasa inggris ditentukan dari nilai toefl (test of english as a foreign language). dalam toefl ada empat aspek yang diukur yaitu listening, structure, reading dan writing. media online yang ada menyediakan sarana utk pre-test toefl secara gratis, namun tidak memberikan secara gratis materi yang diujikan pada saat toefl. hasil survei yang dilakukan oleh asosiasi penyelengara jasa internet indonesia (apjii) pada tahun 2012 menyatakan bahwa pengguna internet di indonesia mencapai 63 juta orang atau sekitar 24,23 persen dari total penduduk di indonesia. jumlah ini diperkirakan mencapai 82 juta penguna di tahun ini dan dapat terus meningkat pada tahun berikutnya. melihat perkembangan penguna internet yang ada maka penulis menawarkan solusi perangkat ajar berbasis web yang dapat diakses oleh siapa saja dan di mana saja. perangkat ajar yang diusulkan menggunakan framework codeigniter yang merupakan salah satu framework dari php yang banyak digunakan saat ini oleh para developer php. perangkat ajar secara online (e-learning) adalah segala bentuk pembelajaran secara elektronik, yang bertujuan mempengaruhi perkembangan pengetahuan yang berkaitan dengan pengalaman individual, latihan dan pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran. sistem komunikasi dan informasi baik yang terhubung dengan jaringan maupun tidak, diperlakukan sebagai sarana untuk implementasi proses pembelajaran. (tavangarian, et al, 2004) berdasarkan pengertian perangkat ajar online di atas, maka aplikasi yang dihasilkan nanti diharapkan mempunyai manfaat dalam meningkatkan kemampuan berbahasa inggris dan pengguna mendapatkan pengalaman dari pengerjaan soal soal latihan yang diberikan. penerapan interactive multimedia … (yulyani arifin; dkk) 603 metode metode pengumpulan data dan analisa data pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) studi pustaka – metode pengumpulan data dengan mengumpulkan informasi dari buku-buku atau ebook yang berkaitan dengan teori bahasa inggris dan teknologi yang digunakan. (2) kuesioner – metode yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuisioner kepada 88 responden, yang mana sebagian besar merupakan mahasiswa yang hampir lulus kuliah serta karyawan. kuesioner disebarkan untuk mengetahui seberapa penting kemampuan berbahasa inggris, materi apa saja yang merupakan kendala terbesar ketika mempelajari bahasa inggris, dan fitur apa saja perlu ditambahkan pada aplikasi perangkat ajar ini yang belum ditemukan pada perangkat ajar online toefl yang sudah ada di internet. dilanjutkan dengan menganalisa data hasil kuisioner dan menganalisa perbandingan aplikasi sejenis yang sudah ada. sesudah mendapatkan kebutuhan dari para responden, kemudian menganalisa metode pembelajaran bahasa inggris pada website yang sudah ada. website yang menjadi sarana pembanding adalah toeflindonesia.com, belajartoefl.com, dan testprepractice.net. di bawah ini adalah hasil perbandingan aplikasi sejenis ( table 1). tabel 1 analisa perbandingan web sejenis no fitur toeflindonesia.com belajartoefl.com testprepractice.net 1 keanggotaan 2 materi belajar √ √ 3 elemen multimedia (image, audio) √ √ 4 soal latihan √ √ pencatatan skor 5 feedback comment 6 free 7 tersedia dalam bahasa indonesia √ √ 8 kotak pesan pada tabel perbandingan analisa web sejenis ( tabel 1) terlihat pada ketiga website yang ada tidak mempunyai sistem keanggotaan, tidak mempunyai pencatatan nilai yang sudah dicapai pengguna sehingga tidak bisa diukur sejauh mana tingkat kemampuan pengguna, tidak ada umpan balik dari sistem sehingga pengguna tidak mengetahui letak kesalahan dan apa saja yang harus diperbaiki untuk mendapatkan jawaban yang sesuai. pengguna juga tidak bisa berinteraksi atau berkonsultasi dengan ahli atau admin yang menjadi penanggung jawab dalam website tersebut. rata-rata hanya menyediakan latihan soal secara gratis namun untuk latihan secara lebih mendalam atau ingin mempelajari materi perlu melakukan pembayaran terlebih dahulu. metode perancangan dan pengembangan aplikasi metode perancangan dan pengembangan aplikasi model waterfall. tahapan yang ada dalam model waterfall yaitu: (1) identifikasi kebutuhan – pada tahapan ini mengumpulkan informasi dari responden melalui kuisioner untuk mengetahui kebutuhan user. dan mengumpulkan informasi dari aplikasi sejenis yang sudah ada di pasaran. (2) perancangan – perancangan yang digunakan adalah menggunakan perancangan system dengan uml, peracangan layar, dan perancangan database. (3) pengembangan program – dari rancangan yang ada dilanjutkan dengan pengembangan program 604 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 601-610  pembuatan web dengan menggunakan php dan framework codeigniter. (4) testing – setelah aplikasi sudah selesai dibuat dilanjutkan dengan uji coba dengan local host. (5) evaluasi dan maintenance – setelah hasil testing berjalan dengan baik, kemudian aplikasi perangkat ajar disebarkan pada beberapa responden untuk dievaluasi. apabila dari hasil evaluasi ada yang perlu diperbaiki, maka aplikasi segera direvisi agar sesuai dengan kebutuhan responden. untuk mengevaluasi antarmuka yang ada pada aplikasi ini menggunakan konsep delapan aturan emas dari sneiderman (2010). hasil dan pembahasan dalam menerapkan multimedia yang interaktif dalam aplikasi ini harus mengabungkan antara multimedia dan kontrol dari pengguna (vaughan, 2011). elemen multimedia yang digunakan terdiri dari teks berupa informasi soal latihan dan penjelasan tentang apa yang harus dilakukan, gambar berupa icon menu yang ada pada menu, audio yang digunakan untuk modul reading, serta video yang menampilkan panduan awal dalam menggunakan tutorial ini. pengguna bebas memilih menu yang akan digunakan terlebih dahulu, bisa memulai dari modul writing, atau dari modul reading terlebih dulu. perangkat ajar secara online ini menggunakan panduan materi toefl dari philips (2001) dan sharpe (2002). berikut ini rancangan use case diagram untuk perangkat ajar berbasis web (gambar 1) gambar 1 use case diagram untuk perangkat ajar berbahasa inggris penerapan interactive multimedia … (yulyani arifin; dkk) 605 aplikasi yang dihasilkan mempunyai dua jenis member yaitu member dan admin. member merupakan pengguna yang mendaftar menjadi anggota di website ini dan admin adalah seorang ahli dalam bahasa inggris yang menjadi penanggung jawab akan materi yang ditampilkan dalam perangkat ajar online ini. dan admin juga yang memberikan masukan kepada user mengenai apa yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki. spesifikasi minimal yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan aplikasi ini dengan baik adalah: prosesor intel pentium 4, ram 512 mb, vga card 128 mb, hard disk drive 80 gb, serta koneksi internet. aplikasi ini tampil dengan baik dengan browser apa saja seperti google chrome, mozzila, ataupun internet explorer. tampilan berikut ini menyajikan menu dan fitur apa saja yang dimiliki oleh perangkat ajar online berbasis web ini: halaman login awal user terlebih dahulu mengisi akun agar bisa masuk ke dalam aplikasi (gambar 2). gambar 2 halaman login awal – login halaman login register apabila belum mempunyai akun, pengguna harus mendaftar terlebih dahulu. (gambar 3) gambar 3 halaman login awal – register 606 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 601-610  halaman beranda pada halaman ini member dapat memilih apa yang hendak ia lakukan di website ini. pilihanpilihan yang ada yaitu kotak pesan, profil, materi, simulasi ujian, dan keluar. kotak surat merupakan fitur terima dan kirim pesan. profil merupakan fitur bagi member untuk mengubah data password, email, atau foto. materi merupakan tempat bagi member untuk belajar toefl. simulasi ujian merupakan tempat bagi member untuk mengukur sejauh mana kemampuan toefl mereka (gambar 4). gambar 4 halaman beranda member halaman kotak surat buat pesan baru form untuk mengirim pesan yang disediakan oleh sistem indotoefl (gambar 5). setiap pengguna yang hendak mengirim pesan harus mengisi “nama pengguna tujuan” dan “isi pesan”. setelah diisi, klik “kirim pesan” untuk mengirim pesan. gambar 5 halaman kotak surat – buat pesan baru penerapan interactive multimedia … (yulyani arifin; dkk) 607 halaman materi member dapat memilih materi yang ingin dipelajari. yaitu listening, structure, reading, dan writing ( gambar 6). gambar 6 halaman materi – pilih materi halaman materi topik materi tampilan untuk memilih sub topik dari materi yang dipilih pada gambar 7.     gambar 7 halaman materi – pilih topik materi 608 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 601-610  halaman materi topik materi     gambar 8 halaman materi – topik materi bahan belajar bagi member tersedia pada halaman ini. terdapat penjelasan singkat mengenai topik ini. setelah memahami penjelasan mengenai topik ini, member dapat melanjutkan proses belajar dengan mengerjakan paket latihan untuk topik ini. tersedia juga fitur komentar pada setiap topik apabila member ingin mengajukan pertanyaan. pertanyaan tersebut dapat dibaca oleh member lainnya, ataupun admin. (gambar 8) halaman materi – pemilihan dan pengerjaan paket latihan gambar 9 halaman materi pemilihan paket latihan penerapan interactive multimedia … (yulyani arifin; dkk) 609 gambar 10 halaman materi pengerjaan paket latihan gambar 11 halaman materi – hasil pengerjaan paket latihan berikut ini adalah tampilan dalam melakukan siklus sebuah pemilihan dan pengerjaan soal paket latihan. langkah pertama adalah member harus memilih salah satu paket latihan yang telah tersedia (gambar 9). langkah kedua adalah langkah pengerjaan soal latihan. di sini member memilih jawaban dari soal-soal yang diberikan. apabila telah selesai mengerjakan, cukup menekan tombol selesai menjawab (gambar 10). tampilan berikutnya adalah tampilan review. pada tampilan ini, member dapat melihat benar atau salahnya jawaban yang telah mereka kumpulkan (gambar 11). berdasarkan evaluasi yang disebarkan pada 65 responden yang sudah menggunakan perangkat ajar online ini ternyata 68% responden menyatakan materi yang ditampilkan mudah dipahami, dan 65% menyatakan soal latihan yang diberikan membantu dalam meningkatkan kemampuan persiapan toefl. sebanyak 55% responden menyatakan sangat terbantu dengan penampilan nilai pencapaian hasil dalam latihan, sehingga responden dapat memantau progress dari latihan yang dilakukan mulai dari grammar, structure, listening dan writing. 610 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 601-610  dari hasil evaluasi delapan aturan emas diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) konsisten – tampilan pada perangkat ajar telah memiliki konsistensi pada setiap halaman. konsistensi sudah terlihat pada warna, background, loyout dan ukuran font maupun tulisan tidak berubah pada tiap halamannya. (2) menyediakan kegunaan yang bersifat umum – tampilan menu ataupun icon yang ada seperti menu untuk login atau daftar sudah umum digunakan. gambar desain seperti papan tulis berhubungan erat dengan sarana untuk belajar sehingga sesuai dengan tujuan aplikasi ini sebagai sarana pembelajaran. (3) adanya umpan balik yang informatif – selalu ada konfirmasi pada saat pengguna selesai mendaftar atau sesudah mengerjakan latihan. (4) adanya dialog yang mempunyai akhir – pada saat mendaftar sebagai pengguna, akun baru dapat aktif setelah penguna melakukan verifikasi melalui e-mail. sesudah melakukan verifikasi pengguna dapat aktif menggunakan aplikasi perangkat ajar ini. (5) adanya pencegahan error dan penanganan error yang sederhana – pada setiap bagian yang perlu diisi oleh pengguna sudah ada keterangan sehingga pengguna tidak akan salah mengisi data. (6) memungkinkan user untuk membatalkan aksi yang telah dilakukan – pada saat pengguna batal dalam mengirim pesan dapat menekan tombol batal sehingga pesan tidak jadi dikirim. (7) mendukung tempat kendali internal – pengguna bebas memulai materi yang diinginkan tanpa diatur oleh system. (8) mengurangi beban ingatan jangka pendek pengguna – menu dan informasi disajikan dalam bahasa indonesia sehingga pengguna tidak perlu waktu lama untuk memahami cara menggunakan aplikasi ini. simpulan dari hasil aplikasi yang dibuat kemudian dievaluasi dapat disimpulkan apa yang dihasilkan mencapai tujuan yang diharapkan. terbukti dengan evaluasi dari responden yang menyatakan kepuasannya dengan perangkat ajar online ini. untuk pengembangan berikutnya perangkat ajar akan dibuat materi yang dibagi sesuai dengan tingkat kemampuan bahasa inggris yang dicapai sehingga perangkat ajar ini juga bermanfaat bagi pengguna yang mampu berbahasa inggris. daftar pustaka phillips, d. (2001). longman complete course for the toefl test. new york: addison-wesley longman. sharpe, p. j. (2002). how to prepare for the toefl test, 10th ed. jakarta barat: binarupa aksara. shneiderman, b. (2010). designing the user interface: strategies for effective human-computer interaction, 5th edition. reading: addison-wesley. vaughan, t. (2008). multimedia: making it work 7th ed. new york: mcgraw-hill. microsoft word 08_ts_andryan_pengaruh tebal tanah lunak-hs.doc 238 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 238-247  studi pengaruh tebal tanah lunak dan geometri timbunan terhadap stabilitas timbunan andryan suhendra1 1civil engineering department, faculty of engineering, binus university jl. kh syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat, 11480 1asuhendra@binus.edu abstract the stability of embankment over soft soil is influenced by several factors such as subsoil and filling material properties, embankment geometry, ground water level and working load. this paper will present the analysis of influencing of soft soil thickness and embankment geometry to the stability of embankment. the analysis will be conducted using slope/w by varying the thickness of soft soil and embankment geometry with certain embankment height and soft soil and fill material properties. the thickness of soft soil is varies in range of 2m to 15m, whereas the slope of embankment is varies in 4 condition i.e. 1:1 (vertical : horizontal), 1:1.5, 1:2, and 1:2.5, as well as the top width of embankment from 10m to 40m, with the output is factor of safety of embankment. the analysis result show the factor of safety is decreased when the top side of embankment is wider as well as when the slope of embankment is gentler. the analysis also show the influence of soft soil thickness to the embankment stability is limited to certain depth only that is in range of 7m to 10m, then the factor of safety remains constant. keywords: embankment stability, soft soil, slope/w, factor of safety abstrak stabilitas konstruksi timbunan di atas tanah lunak dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti parameter tanah timbunan dan tanah dasar, geometri timbunan, muka air tanah dan beban kerja. paper ini akan menyajikan analisa mengenai besar pengaruh ketebalan tanah lunak dan geometri timbunan terhadap stabilitas konstruksi timbunan. analisa akan dilakukan dengan menggunakan program slope/w dengan membuat variasi ketebalan tanah lunak dan geometri timbunan yaitu kemiringan lereng timbunan dan lebar sisi atas timbunan untuk parameter tanah timbunan dan tanah dasar serta tinggi timbunan tertentu. variasi ketebalan tanah lunak dimulai dari 2 m hingga mencapai 15 m, sedangkan kemiringan lereng timbunan divariasikan sebanyak 4 jenis yaitu 1:1 (vertical:horizontal, 1:1,5, 1:2 hingga 1:2,5, demikian pula untuk lebar sisi atas timbunan dibuat 4 variasi mulai dari 10 m hingga 40 m. dari hasil analisa menunjukkan bahwa semakin lebar timbunan yang dibuat maka faktor keamanan akan semakin menurun, demikian juga jika kemiringan lereng timbunan dilandaikan. hasil analisa juga menunjukkan pengaruh ketebalan tanah lunak pada stabilitas konstruksi timbunan terbatas hingga kedalaman tertentu, yaitu pada 7 m hingga 10 m maka faktor keamanan cenderung sudah konstan. kata kunci: stabilitas timbunan, tanah lunak, slope/w, faktor keamanan studi pengaruh tebal tanah lunak … (andryan suhendra) 239  pendahuluan dalam menganalisa stabilitas timbunan di atas tanah lunak diperlukan data-data yang lengkap dan detail, namun seringkali data-data yang tersedia tidak memenuhi persyaratan dan terkadang melampaui yang diperlukan. dari segi keperluan analisa dan biaya, jumlah data yang berlebih atau melampaui dari yang diperlukan kadang-kadang menjadi kurang bermanfaat dan boros. misalnya dalam penentuan kedalaman penyelidikan tanah yang untuk mudahnya seringkali dilakukan penyelidikan tanah yang terlalu dalam sehingga menghabiskan biaya yang tidak sedikit. oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai prilaku kelongsoran yang mungkin terjadi pada timbunan di atas tanah lunak termasuk kedalaman kelongsoran yang mungkin terjadi untuk berbagai kondisi. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hubungan antara tebal lapisan tanah lunak dan geometri timbunan terhadap stabilitas konstruksi timbunan. dari hasil analisa diharapkan dapat diambil manfaat berupa panduan awal dalam analisa stabilitas konstruksi timbunan di atas tanah lunak. chakravarthi dan ramu (2011) mengemukakan bahwa ketebalan tanah lunak sangat berpengaruh terhadap stabilitas kontruksi timbunan yang dibangun di atasnya. metode penelitian yang dilakukan dengan cara melakukan analisa secara teoritis terhadap berbagai data analisa yang terdiri dari tanah dasar dan parameternya, timbunan dan kondisi konstruksi timbunannya, dan metode analisa. tanah dasar tanah dasar merupakan tanah lempung lunak jenuh air dengan batasan data (parameter) adalah satu lapis yang homogen dengan properti dengan berat volume ()16 kn/m3, kohesi (c) 10 kn/m2, dan sudut geser dalam () 0o, ketebalan tanah dasar divariasikan mulai dari 2 m hingga 15 m, muka air tanah diasumsikan terletak di permukaan tanah dasar dan lebar tanah dasar yang digunakan dibatasi 80 m diukur dari tengah timbunan timbunan ada 2 kondisi konstruksi timbunan yang dijadikan dasar dalam penelitian. untuk mengetahui pengaruh lebar dan kemiringan lereng timbunan terhadap stabilitas timbunan, digunakan tinggi timbunan 3 m dengan kemiringan dan lebar sisi atas yang bervariasi yaitu variasi kemiringan 1 : 1; 1 :1,5; 1 : 2; dan 1 : 2,5 dan variasi lebar sisi atas 10 m, 20 m, 30 m, dan 40 m. untuk mengetahui pengaruh kedalaman dan tinggi timbunan, maka digunakan tinggi timbunan yang bervariasi dengan lebar sisi atas timbunan sebesar 20 m dan kemiringan lereng timbunan diambil bervariasi 1 : 1 hingga 1 : 2,5. metode analisa analisa stabilitas dilakukan dengan menggunakan bantuan program slope/w yang dibatasi dengan pola kelongsoran berbentuk lingkaran. 240 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 238-247  gambar 1 potongan melintang tipikal konstruksi timbunan tinjauan pustaka stabilitas timbunan di atas tanah lunak sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu tingkat kekerasan tanah dasar, tinggi timbunan dan beban kerja di atasnya. selain faktor-faktor di atas, diyakini bahwa ketebalan tanah lunak, lebar timbunan dan kemiringan timbunan juga berpengaruh terhadap tingkat stabilitas timbunan seperti yang akan dilakukan analisa dalam penelitian ini. salah satu prinsip dasar dalam analisa stabilitas konstruksi timbunan di atas tanah lunak adalah membandingkan antara gaya pendorong (penyebab) kelongsoran dan gaya penahan. gaya pendorong umumnya disebabkan oleh berat sendiri konstruksi timbunan dan beban kerja, sedangkan gaya penahan merupakan kontribusi dari kuat geser tanah (gambar 2). berdasarkan konsep tersebut kemudian para ahli geoteknik mengemukakan berbagai teori (rumus) yang bisa digunakan dalam melakukan analisa stabilitas ini misalnya janbu, bishop, morgenstern-price dan lain sebagainya. ada 2 pendekatan yang diusulkan oleh para ahli geoteknik tersebut dalam melakukan analisa stabilitas tersebut yaitu: (1) pendekatan melalui perbandingan gaya-gaya yang bekerja (metode gaya). (2) pendekatan melalui perbandingan momen yang bekerja (metode momen) gambar 2 ilustrasi pola kelongsoran studi pengaruh tebal tanah lunak … (andryan suhendra) 241  berikut ini adalah contoh formula yang diusulkan oleh para ahli geoteknik terkait dengan analisa stabilitas kelongsoran (burman et. al., 2015; das et. al., 2013; huang, 2014) yang terdiri dari metode gaya menurut bishop dan metode momen. metode gaya menurut bishop prinsip dari metode bishop ini adalah dengan membagi bidang kelongsoran menjadi bagianbagian yang lebih kecil (gambar 3). gambar 3 metode irisan dari bishop setiap bagian kecil tersebut kemudian dihitung beratnya masing-masing (yang merupakan gaya pendorong). sedangkan gaya penahan diperoleh dari kuat geser tanah dasar dan timbunan (c dan ). kemudian faktor keamanan diperoleh dari perbandingan antara gaya penahan dan pendorong seperti terlihat pada rumus berikut ini. ………………. (1) fk = faktor keamanan ci = kohesi efektif tanah pada irisan i bi = lebar irisan i wi = berat tanah irisan i ui = tegangan air pori i = sudut geser dalam efektif i = sudut kemiringan bidang longsor irisan i metode momen pada metode ini yang diperbandingkan adalah momen penahan dan momen pendorong (gambar 2). kuat geser tanah memberikan kontribusi pada momen penahan, sedangkan momen pendorong terjadi akibat dari berat tanah timbunan dan beban luar seperti ditunjukkan dalam formula berikut ini. 242 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 238-247  …………………….. (2) c = kohesi efektif tanah l = panjang bidang longsor r = jari-jari kelongsoran w = gaya pendorong akibat berat sendiri tanah dan gaya-gaya lainnya lw = jarak gaya pendorong w ke titik pusat kelongsoran dalam studi ini akan dilakukan analisa stabilitas kontruksi timbunan dengan menggunakan bantuan sub-program komputer geo-studio yaitu slope/w (krahn, 2014) yang berdasarkan metode kesetimbangan batas (limit equilibrium method). hasil dari program slope/w ini berupa faktor keamanan dan bidang kelongsoran yang mungkin terjadi. nilai faktor keamanan yang disajikan dalam tulisan ini mengacu pada metode bishop. hasil dan pembahasan bentuk kelongsoran yang dijadikan dasar analisa dalam tulisan ini adalah yang berbentuk lingkaran dengan kelongsoran pada badan timbunan diabaikan. berikut ini beberapa contoh dari hasil analisa menggunakan program slope/w. 3.834 gambar 4 hasil keluaran slope/w untuk lebar timbunan 20 m, kemiringan lereng 1:1 dan kedalaman tanah lunak 5 m (fk = 3,834) studi pengaruh tebal tanah lunak … (andryan suhendra) 243  1.414 gambar 5 hasil keluaran dari program slope/w untuk lebar timbunan 40 m, kemiringan lereng 1:1 dan kedalaman tanah lunak 15 m (fk = 1,414) ada tiga hasil perhitungan yang akan disajikan dan dianalisa dalam tulisan ini yaitu pengaruh lebar timbunan dan kedalaman lunak, pengaruh kemiringan lereng timbunan dan kedalaman tanah lunak, dan hubungan antara tinggi timbunan dan kedalaman kelongsoran yang mungkin terjadi. pengaruh lebar timbunan dan kedalaman tanah lunak analisa dilakukan dengan membuat variasi lebar timbunan dan kedalaman tanah lunak, sedangkan tinggi timbunan digunakan satu jenis yaitu 3 m. hasil dari program slope/w berupa faktor keamanan seperti disajikan dalam tabel 1 dan gambar 6. tabel 1 faktor keamanan untuk berbagai variasi lebar timbunan 10 20 30 40 10 20 30 40 10 20 30 40 10 20 30 40 2 *) 8,452 5,635 4,672 *) 7,815 5,440 4,605 14,998 7,296 5,274 4,553 12,791 6,872 5,134 4,515 3 *) 8,452 5,635 3,140 *) 7,815 5,337 3,007 14,998 7,296 4,756 2,894 12.791 6,872 4,315 2,803 4 7,915 3,834 2,820 2,469 6,758 3,619 2,748 2,450 5,934 3,439 2,688 2,438 5,321 3,289 2,638 2,350 5 7,915 3,834 2,673 1,925 6,758 3,619 2,514 1,882 5,934 3,439 2,382 1,848 5,321 3,289 2,274 1,823 6 4,711 2,546 1,944 1,741 4,145 2,421 1,902 1,704 3,721 2,316 1,866 1,648 3,395 2,227 1,839 1,604 7 4,711 2,546 1,944 1,553 4,145 2,421 1,902 1,521 3,721 2,316 1,866 1,497 3,395 2,227 1,820 1,480 8 3,491 2,000 1,557 1,414 3,117 1,909 1,527 1,410 2,830 1,833 1,502 1,411 2,604 1,768 1,483 1,416 9 3,491 2,000 1,557 1,414 3,117 1,909 1,527 1,409 2,830 1,833 1,502 1,402 2,604 1,768 1,483 1,399 10 3,491 2,000 1,557 1,414 3,117 1,909 1,527 1,409 2,830 1,833 1,502 1,402 2,604 1,768 1,483 1,399 11 3,491 2,000 1,557 1,414 3,117 1,909 1,527 1,409 2,830 1,833 1,502 1,402 2,604 1,768 1,483 1,399 12 3,491 2,000 1,557 1,414 3,117 1,909 1,527 1,409 2,830 1,833 1,502 1,402 2,604 1,768 1,483 1,399 13 3,491 2,000 1,557 1,414 3,117 1,909 1,527 1,409 2,830 1,833 1,502 1,402 2,604 1,768 1,483 1,399 14 3,491 2,000 1,557 1,414 3,117 1,909 1,527 1,409 2,830 1,833 1,502 1,402 2,604 1,768 1,483 1,399 15 3,491 2,000 1,557 1,414 3,117 1,909 1,527 1,409 2,830 1,833 1,502 1,402 2,604 1,768 1,483 1,399 kedalaman  tanah lunak  (m) kemiringan lereng 1 : 1 kemiringan lereng 1 : 1,5 kemiringan lereng 1 : 2 kemiringan lereng 1 : 2,5 lebar timbunan (m) lebar timbunan (m) lebar timbunan (m) lebar timbunan (m) catatan : *) kelongsoran terjadi pada badan timbunan sehingga tidak dimasukkan dalam analisa 244 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 238-247  mengacu pada tabel 1 dan gambar 6 tersebut, terlihat bahwa semakin lebar sisi atas timbunan maka faktor keamanan konstruksi timbunan akan semakin menurun. hal ini berlaku untuk semua kemiringan lereng yang dianalisa. a. kemiringan lereng 1 : 1 b. kemiringan lereng 1 : 1,5 c. kemiringan lereng 1 : 2 d. kemiringan lereng 1 : 2,5 gambar 6 hubungan antara lebar timbunan dan faktor keamanan pengaruh kemiringan lereng timbunan dan kedalaman tanah lunak analisa ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari kemiringan lereng timbunan dan kedalaman tanah lunak terhadap faktor keamanan timbunan seperti terlihat pada tabel 2 dan gambar 7 berikut ini. data yang digunakan juga sama seperti pada analisa sebelumnya yaitu untuk ketinggian timbunan 3 m, kemiringan lereng, lebar timbunan dan kedalaman tanah lunak dibuat bervariasi. hasil yang disajikan dalam tabel 2 dan gambar 7 memperlihatkan bahwa semakin landai kemiringan lereng timbunan yang dibuat, maka semakin rendah stabilitas timbunan yang ditunjukkan dengan semakin turunnya nilai faktor keamanan dan berlaku untuk semua lebar timbunan yang dianalisa. studi pengaruh tebal tanah lunak … (andryan suhendra) 245  tabel 2 faktor keamanan untuk berbagai variasi kemiringan lereng 1 : 1 1 : 1,5 1 : 2 1 : 2,5 1 : 1 1 : 1,5 1 : 2 1 : 2,5 1 : 1 1 : 1,5 1 : 2 1 : 2,5 1 : 1 1 : 1,5 1 : 2 1 : 2,5 2 *) *) 14,998 12,791 8,452 7,815 7,296 6,872 5,635 5,440 5,274 5,134 4,672 4,605 4,553 4,515 3 *) *) 14,998 12.791 8,452 7,815 7,296 6,872 5,635 5,337 4,756 4,315 3,140 3,007 2,894 2,803 4 7,915 6,758 5,934 5,321 3,834 3,619 3,439 3,289 2,820 2,748 2,688 2,638 2,469 2,450 2,438 2,350 5 7,915 6,758 5,934 5,321 3,834 3,619 3,439 3,289 2,673 2,514 2,382 2,274 1,925 1,882 1,848 1,823 6 4,711 4,145 3,721 3,395 2,546 2,421 2,316 2,227 1,944 1,902 1,866 1,839 1,741 1,704 1,648 1,604 7 4,711 4,145 3,721 3,395 2,546 2,421 2,316 2,227 1,944 1,902 1,866 1,820 1,553 1,521 1,497 1,480 8 3,491 3,117 2,830 2,604 2,000 1,909 1,833 1,768 1,557 1,527 1,502 1,483 1,414 1,410 1,411 1,416 9 3,491 3,117 2,830 2,604 2,000 1,909 1,833 1,768 1,557 1,527 1,502 1,483 1,414 1,409 1,402 1,399 10 3,491 3,117 2,830 2,604 2,000 1,909 1,833 1,768 1,557 1,527 1,502 1,483 1,414 1,409 1,402 1,399 11 3,491 3,117 2,830 2,604 2,000 1,909 1,833 1,768 1,557 1,527 1,502 1,483 1,414 1,409 1,402 1,399 12 3,491 3,117 2,830 2,604 2,000 1,909 1,833 1,768 1,557 1,527 1,502 1,483 1,414 1,409 1,402 1,399 13 3,491 3,117 2,830 2,604 2,000 1,909 1,833 1,768 1,557 1,527 1,502 1,483 1,414 1,409 1,402 1,399 14 3,491 3,117 2,830 2,604 2,000 1,909 1,833 1,768 1,557 1,527 1,502 1,483 1,414 1,409 1,402 1,399 15 3,491 3,117 2,830 2,604 2,000 1,909 1,833 1,768 1,557 1,527 1,502 1,483 1,414 1,409 1,402 1,399 kedalaman  tanah lunak  (m) lebar timbunan 10 m lebar timbunan 20 m lebar timbunan 30 m lebar timbunan 40 m kemiringan lereng kemiringan lereng kemiringan lereng kemiringan lereng catatan : *) kelongsoran terjadi pada badan timbunan sehingga tidak dimasukkan dalam analisa a. lebar timbunan 10 m b. lebar timbunan 20 m c. lebar timbunan = 30 m d. lebar timbunan = 40 m gambar 7 hubungan antara faktor keamanan dan kemiringan lereng timbunan 246 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 238-247  hubungan antara tinggi timbunan dan kedalaman kelongsoran yang mungkin terjadi hal lain yang akan dianalisa dalam tulisan ini adalah terkait dengan posisi garis kelongsoran yang paling kritis yang mungkin terjadi terkait dengan ketinggian timbunan yang akan dibangun. melalui analisa ini diharapkan dapat diketahui hubungan antara ketinggian timbunan dan posisi garis kelongsoran. analisa dilakukan dengan mengambil lebar timbunan 20 m. tabel 3 kedalaman titik gelincir untuk berbagai tinggi timbunan 1 : 1 1 : 1,5 1 : 2 1 : 2,5 1 9,14 9,15 9,16 9,16 2 8,40 8,43 8,44 8,45 3 7,70 7,73 7,75 7,76 4 7,00 7,05 7,08 7,09 5 8,23 8,30 8,33 8,36 6 7,52 7,60 7,65 7,68 7 6,84 6,94 6,99 8,09 8 7,90 8,02 8,10 8,15 9 7,21 7,35 8,69 8,73 10 6,54 7,94 9,27 10,58 kedalaman titik gelincir (m) tinggi timbunan  (m) kemiringan lereng catatan : kedalaman titik gelincir diukur dari permukaan tanah dasar berdasarkan tabel 3 tersebut di atas, dapat diresumekan bahwa kedalaman garis kelongsoran yang paling kritis berada dalam rentang yang relatif kecil yaitu pada kedalaman 7 hingga 10 m. rentang kedalaman garis gelincir yang relatif kecil ini diperkirakan dipengaruhi oleh lebar tanah dasar, yaitu semakin lebar tanah dasar yang tersedia di lapangan maka akan semakin dalam garis kelongsoran kritis yang mungkin terjadi. simpulan selain dipengaruhi oleh parameter tanah dasar dan timbunan serta muka air tanah, stabitas timbunan juga dipengaruhi oleh ketebalan tanah lunak, kemiringan lereng timbunan dan lebar sisi atas timbunan. semakin lebar timbunan yang akan dibangun maka akan semakin menurun stabilitas timbunan. semakin landai kemiringan timbunan maka stabilitas timbunan juga semakin menurun. kedalaman garis gelincir yang paling kritis untuk ketinggian timbunan 1 – 10 m dan lebar timbunan 20 m berada dalam rentang yang relatif kecil yaitu antara 7 m hingga 10 m. perlu dilakukan simulasi yang lebih luas mencakup berbagai variasi ketinggian timbunan lain, ketebalan tanah lunak, kemiringan lereng timbunan dan termasuk lebar tanah dasar. tulisan ini adalah hanya panduan awal, untuk ketepatan hasil perhitungan sesuai dengan kondisi lapangan maka perlu dilakukan analisa yang lebih detail. studi pengaruh tebal tanah lunak … (andryan suhendra) 247  daftar pustaka burman, s. p., acharya, r. r., sahay, d. m. (2015). a comparative study of slope stability analysis using traditional limit equilibrium method and finite element method. asian journal of civil engineering (bhrc), 16(4): 467-492. chakravarthi, v. k., ramu k. (2011). stability of basal reinforced embankment on soft soils effect of fill and soft soil thickness on reinforcement force. proceeding of indian geotechnical conference (paper k.159) das, b. m., sobhan, k. (2013). principles of geotechnical engineering (8th edition). global engineering huang, y. h. (2014). slope stability analysis by limit equilibrium method. asce press krahn, j. (2014). stability modelling with slope/w (an engineering methodology). geo-slope/w international, ltd. analisis dan perancangan e-crm pada perusahaan advertising analisis dan perancangan e-crm pada perusahaan advertising henny hendarti1; suryanto2; otto fikri septianto3 1, 2, 3 jurusan komputerisasi akuntansi, fakultas ilmu komputer, universitas bina nusantara jln. kh syahdan no. 9 kemanggisan jakarta barat henny@binus.edu abstract the purpose of this study was to analyze the needs and customer satisfaction in service advertising and design an attractive site customer satisfaction, user friendly and dynamic. ways to do research using analytical method, data collection method, and design method. the collection of data and information were done through a field research. the results obtained from this research is the design of e-crm applications (electronic customer relationship management) which aims to produce an interactive internet-based applications for any strategy to enhance relationships with existing customers, increase new customers and increase profits from the sale. in addition, companies can thrive in providing quality service to our customers, which in turn can increase its profit. the conclusion of this research is to create a dynamic website, which is useful for providing better services to consumers, thus increasing profits for customers and companies. keywords: analysis, design, e-crm abstrak tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan dan kepuasan pelanggan dalam bidang jasa advertising dan merancang sebuah situs kepuasan pelanggan yang menarik, user friendly dan dinamis. cara melakukan penelitian menggunakan metode analisis, metode pengumpulan data dan metode perancangan. pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui penelitian lapangan. hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah perancangan aplikasi e-crm (electronic customer relationship management) yang bertujuan untuk menghasilkan suatu aplikasi berbasiskan internet yang interaktif sebagai suatu strategi untuk meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan yang ada, meningkatkan pelanggan baru serta meningkatkan keuntungan dari penjualan. selain itu, perusahaan dapat berkembang dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada para pelanggan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan laba perusahaan. kesimpulan dari penelitian ini adalah membuat website yang dinamis, yang berguna untuk memberikan pelayanan yang lebih terhadap konsumen sehingga dapat meningkatkan keuntungan bagi pelanggan maupun perusahaan. kata kunci: analisis, perancangan, e-crm analisis dan perancangan...... (henny hendarti; dkk) 149 pendahuluan di dalam era canggih seperti sekarang ini, informasi akan semakin cepat didapatkan, teknologi informasi sudah berkembang pesat, pada media cetak, elektronik, dan lain lain. media yang sekarang ini semakin sering digunakan adalah media internet, karena dengan internet, seseorang dapat mendapatkan informasi dari berbagai belahan dunia. internet telah memberikan kemudahan dalam melakukan komunikasi bisnis secara efektif dan efisien. internet sebagai jaringan komputer global semakin meluas ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk di dalam dunia bisnis, di mana internet dapat digunakan untuk mengatasi kendala pemasaran produk atau sebagai media periklanan dalam memasarkan produknya secara online. perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa pembuatan advertising. perusahaan ini dapat membuat segala jenis desain yang diminta para pelanggan (para perusahaan perusahaan). sampai saat ini perusahaan belum memiliki website sendiri dan pelanggan perusahaan ini masih terbatas, dikarenakan perusahaan ini baru berdiri. ruang lingkup ruang lingkup penelitian ini adalah customer relationship management (crm) yang berbasiskan web. ruang lingkup tersebut meliputi: menganalisis sistem yang sedang berjalan di perusahaan; merancang web yang dinamis sebagai sistem e-crm pada perusahaan; aplikasi e-crm yang dirancang meliputi pemberian informasi yang up-to-date kepada pelanggan secara dua arah (dinamis) seperti e-mail, contoh: desain advertising, jenis-jenis advertising serta saran dan keluhan pelanggan; proses pelayanan pelanggan (customer service) serta merancang sistem pendukung untuk admin. tujuan tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang suatu sistem e-crm untuk perusahaan advertising; memberikan informasi yang dibutuhkan pelanggan secara cepat dan akurat; mempertahankan hubungan dengan pelanggan lama dan memperoleh pelanggan baru serta membuat hubungan dengan pelanggan menjadi lebih baik dalam hal pelayanan. manfaat manfaat penelitian ini adalah untuk memperluas jangkauan komunikasi dengan pelanggan melalui layanan online; dapat menampilkan tanggapan yang up-date kepada pelanggan dan calon pelanggan serta meningkatkan pelayanan dan hubungan baik dengan pelanggan. metode penelitian metode yang akan diterapkan dalam menganalisis sistem yang sedang berjalan pada perusahaan adalah sebagai berikut. pertama adalah metode analisa. dalam metode ini, penulis melakukan analisa pada perusahaan, melalui wawancara dengan pihak yang terkait dan pengamatan langsung pada sistem yang berjalan. kedua adalah metode pengumpulan data. ada dua cara yang dilakukan dalam mengumpulkan data, yaitu survey lapangan, untuk mendapatkan data sehingga dapat diproses menjadi informasi yang bersifat objektif, dengan melakukan teknik observasi, yaitu teknik pengamatan langsung terhadap objek yang akan diteliti; berikutnya adalah studi pustaka. penulis mencari informasi yang berasal dari buku-buku dan berbagai bacaan lain yang terkait dengan topik comtech vol.1 no.1 juni 2010: 149-156 150 yang sedang dibahas. ketiga adalah metode perancangan. metode perancangan yang akan digunakan adalah perancangan strategi crm secara online serta perancangan sistem yang baru, meliputi perancangan database, pembuatan rancangan layar dan tampilan. keuntungan penggunaan internet manfaat penggunaan internet dalam semua bidang (bisnis, akademis, pemerintahan, organisasi dan lain-lain) adalah informasi yang didapatkan lebih mudah, cepat dan murah. contoh: e-mail, www, newsgroup; mengurangi biaya kertas dan biaya distribusi. contoh: koran, majalah, brosur yang disajikan melalui internet; sebagai media promosi. contoh: imagecompany, pengenalan dan pemesanan produk secara online; komunikasi interaktif. contoh: e-mail, video conferencing, internet relay chat, dan internet phone; sebagai alat research and development serta sebagai media pertukaran data. world wide web (www) world wide web merupakan jaringan dokumentasi yang sangat besar yang saling berhubungan satu dan lainnya. satu set protokol yang mendefinisikan bagaimana sistem bekerja dan mentransfer data, dan sebuah software yang membuatnya bekerja dengan mulus. web menggunakan tehnik hypertext dan multimedia yang membuat internet mudah digunakan dijelajahi dan dikonstribusikan. web telah diadopsi oleh perusahaan sebagai bagian dari strategi sistem informasi karena beberapa alasan, yakni: akses informasi yang mudah, informasi mudah didistribusikan, dan bebas platform. web terdiri dari dua komponen dasar, yaitu sebagai berikut. pertama adalah web server. web server adalah sebuah komputer dan piranti lunak yang menyimpan dan mendistribusikan data ke komputer lainnya melalui internet. kedua adalah web browser. web browser adalah piranti lunak yang dijalankan pada komputer pemakai kemampuan php menurut sidik (2001: 3), php secara dasar dapat mengerjakan semua yang dapat dikerjakan oleh program cgi seperti mendapatkan data dari form, menghasilkan isi halaman web yang dinamik dan menerima cookies. kemampuan php yang paling diandalkan dan signifikan adalah mendukung banyak database. membuat halaman web yang menggunakan data dan database dengan sangat mudah dapat dilakukan, database mencakup dbase, frontbase, filepro, interbase, msql, mysql, oracle, dan lain-lainnya. kelebihan php beberapa dari pesaing php ialah perl, microsoft active server pages (asp), java server pages (jsp), dan allaire cold fusion. dalam perbandingan dengan produk-produk tersebut, php memiliki beberapa kekuatan termasuk di antaranya ialah sebagai berikut. pertama adalah performa yang tinggi. php sangat efisiensi menggunakan sebuah server yang tidak mahal, dapat melayani berjuta-juta permintaan per hari. kedua adalah integrasi database. php memiliki koneksi yang mengijinkan kebanyak sistem database dengan menggunakan mysql, dapat melakukan koneksi langsung ke postfresql, mysql, oracle, dbm, filepro, hyperwave, informix, interbase, dan sybase database. menggunakan open database connectivity standard (odbc) dapat melakukan koneksi ke banyak database yang disediakan oleh driver odbc, termasuk produk microsoft. ketiga adalah library yang built-in. karena php dirancang untuk digunakan pada web, php memiliki banyak fungsi yang telah dibangun untuk mendukung banyak tugas yang berguna pada web. dengan php, dapat menampilkan gambar gif, koneksi dengan layanan network yang lain, mengirim e-mail, dan membuat file pdf, semuanya hanya dengan beberapa baris kode. keempat adalah biaya yang rendah. php gratis. php dapat didownload kapanpun dari http://www.php.net tanpa biaya. kelima adalah analisis dan perancangan...... (henny hendarti; dkk) 151 mudah dipelajari dan digunakan. sintaks dari php mengambil dasar bahasa pemograman lain, utamanya c dan perl. jika telah mengetahui c atau perl atau sebuah bahasa seperti c contohnya c++ atau java, maka php dapat hampir secara langsung dapat digunakan secara produktif. keenam adalah portabilitas. php dapat digunakan pada banyak sistem operasi. kode php dapat ditulis pada operasi sistem unix yang gratis seperti linux dan freebsd, operasi sistem unix yang komersial seperti solaris dan irix, atau berbagai versi dari microsoft windows. ketujuh adalah ketersediaan source code. source code php dapat diakses. tidak seperti produk komersial, produk yang source code nya tertutup, jika ada sesuatu yang hendak dimodifikasi atau ditambahkan pada php, dapat dilakukan dengan langsung dan gratis. aplikasi crm jenis aplikasi crm yang dapat digunakan adalah: pertama, operational crm. operational crm adalah automasisasi proses bisnis yang terintegrasi, yang meliputi sebagai berikut. pertama adalah customer touch point, contoh: binus phone service (bps), student.binus.ac.id, kios informasi di bina nusantara. kedua adalah customer facing systems, contoh: aplikasi yang digunakan oleh staff di layanan informasi di bina nusantara untuk menjawab pertanyaan mahasiswa. tujuan utama dari operational crm adalah memberikan pengalaman pelanggan yang akan memberikan nilai lebih kepada pelanggan sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, dan pelanggan yang puas secara terus menerus akan membawa arah menuju loyalitas pelanggan. ketiga adalah analytical crm. analytical crm adalah analisis data yang dihasilkan oleh operational crm, meliputi aplikasi data mining. tujuan utama dari analytical crm adalah menggunakan data pelanggan sehingga perusahaan dapat selalu mengetahui apa yang dipikirkan oleh pelanggannya. keempat adalah collaborative crm. collaborative crm adalah aplikasi kolaborasi yang meliputi e-mail, personalized publishing, ecommunities, dan sejenisnya yang dirancang untuk interaksi antara perusahaan dengan pelanggan. tujuan utama dari collaborative crm adalah untuk menyemangati dan menyebarkan loyalitas pelanggan ke pelanggan-pelanggan lain yang masih belum berada di level pelanggan yang loyal serta menjadi tempat berhubungan antara pelanggan yang tersebar di mana-mana dengan perusahaan. alasan untuk menggunakan e-crm walaupun definisi mengenai e-crm mungkin terdengar sederhana, membangun e-crm itu sendiri merupakan hal yang sulit. untuk perusahaan kelas dunia berevolusi e-crm memerlukan perubahan-perubahan organisasional dan proses, serangkaian aplikasi-aplikasi yang terintegrasi dan arsiktektur teknis yang non-trivial untuk mendukung baik proses e-crm dan aplikasi-aplikasi perusahaan yang mengotomatisasi proses itu sendiri. secara garis besar, alasan-alasan utama mengapa perusahaan-perusahaan perlu untuk segera beralih ke teknologi e-crm adalah karena teknologi e-crm ini mengoptimalkan hubungan interaktif antara para pelanggan dan perusahaan; memungkinkan usaha kita untuk memperluas jangkauan personalized messaging nya hingga ke web dan e-mail; mengkoordinasikan prakarsa-prakarsa pemasaran di seluruh jalur yang berhubungan dengan pelanggan; menggunakan informasi mengenai pelanggan untuk melaksanakan e-marketing dan e-business yang lebih efektif serta memfokuskan usaha untuk memperbaiki hubungan dengan pelanggan dan meningkatkan kontribusi tiap-tiap pelanggan terhadap perusahaan kita. sejarah perusahaan perusahaan bergerak di bidang jasa advertising di mana proses pengerjaannya adalah dengan mendesain sebuah iklan/produk, dan menterjemahkannya ke dalam bidang-bidang seperti billboard, balon, spanduk dan lain lain. inspirasi kreatif selalu hadir dalam imajinasi dan karya-karya tim comtech vol.1 no.1 juni 2010: 149-156 152 profesional desainer serta karyawan perusahaan. perusahaan tidak memiliki peraturan atau tata tertib yang tertulis. begitu dengan adanya pelanggaran atau konsekuensi dalam bekerja, perusahaan memberikan para pekerjanya kebebasan yang sewajarnya, tidak perlu dengan adanya sebuah komitmen bekerja yang kaku, semua dengan dasar kerjasama yang baik dan kekeluargaan. narasi sistem berjalan customer relationship management (crm) yang saat ini sedang berjalan di perusahaan dan usaha mereka untuk mendapatkan pesanan, tender, pelanggan, dan juga mempertahankan customer, masih menggunakan metode lama, yaitu dengan cara direktur utama memberikan suatu informasi produk dan bidang kerja kepada bagian marketing, lalu bagian marketing ikut tender-tender yang diadakan oleh beberapa perusahaan untuk mendapatkan pesanan pembuatan produk dan jasa. pada saat ini, customer yang memesan produk dan menggunakan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan akan meminta dan mengecek bahan baku sesuai pesanan mereka langsung ke warehouse perusahaan untuk mengetahui produk yang dipesan bahan, kualitas dan bentuk atau modelnya sesuai dengan pesanan mereka. perusahaan untuk mempertahankan customer-nya menggunakan cara-cara seperti menjaga komunikasi saat atau di luar proyek berjalan, memberikan jaminan maintenance pada saat retensi ataupun di luar jangka waktu tersebut. yang dimaksud dengan maintenance di sini hanya apabila produk yang dipesan customer rusak dikarenakan kesalahan pihak perusahaan atau bisa dikatakan sebagai kecacatan dari produk mereka, maka perusahaan akan mengecek dan memperbaikinya. gambar 1 rich picture sistem berjalan analisis dan perancangan...... (henny hendarti; dkk) 153 hasil dan pembahasan analisis critical success factor (csf) critical success factor yang berhasil ditemukan dan dianalisis adalah sebagai berikut. pertama adalah konsisten atau konsekuen terhadap komitmen. sikap konsisten atau konsekuen terhadap komitmen yang mereka ambil yang dimiliki oleh semua karyawan perusahaan mempengaruhi para pelanggan untuk tetap memesan produk yang mereka inginkan ke perusahaan di banding perusahaan sejenis lainnya. contoh komitmen tersebut adalah deadline produk dan kualitas produk sesuai dengan apa yang diucapakan pada saat mengajukan tender atau sesuai permintaan pelanggan. kedua adalah kerja keras. dengan sikap dan kebiasaan para karyawannya untuk bekerja keras, membuat produktivitas perusahaan meningkat yang membuat efek positifnya adalah peningkatan pendapatan dan jumlah pelanggan. ketiga adalah wawasan yang luas. dalam bidang ini, apabila sang pemilik dan juga desainer dari perusahaan tidak cukup memiliki wawasan yang luas dalam hal advertising, billboard dan juga desain aplikasi, maka mereka akan kalah dan tenggelam dalam persaingan karena model dan produk yang disukai oleh pelanggan terus berubah mengikuti jaman. cara mempertahankan pelanggan adapun cara-cara mempertahankan customer yang dilakukan oleh perusahaan adalah: menjaga kualitas produk sesuai janji dan keinginan customer; menjaga komunikasi atau kontak dengan customer di saat atau di luar proyek berjalan; memberikan jaminan maintenance, pada saat retensi ataupun diluar waktu tersebut; kecepatan kerja yang sesuai dengan jadwal; memberikan harga yang realistis dan bersaing; menjaga ketepatan waktu pelaksanaan dan penyelesaian produk yang dipesan customer serta menjaga spesifikasi atau bahan-bahan dari produk yang dipesan sesuai dengan komitmen awal. identifikasi kebutuhan informasi dari hasil survey dan analisis yang pernah dilakukan, didapat kesimpulan bahwa kebutuhan informasi akan suatu jenis desain yang diperlukan oleh para customer adalah dalam hal desain yang ditampilkan dalam hal promosi desain oleh perushaan. informasi mengenai macam-macam jenis desain yang dapat dibuat oleh perusahaan. informasi-informasi ini sangat penting bagi pelanggan maupun calon pelanggan, karena mereka akan kesulitan untuk melihat dan membuat desain yang mereka inginkan. sistem e-crm yang diusulkan berdasarkan hasil evaluasi yang disesuaikan dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan, maka penulis mengusulkan sebuah sistem baru dengan memanfaatkan sebuah situs web yang dapat memberikan pelayanan pemesanan secara online. web ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memperluas area pemasaran dan dapat memperbanyak pelanggan. dengan web ini pula perusahaan dapat memanfaatkan sebagai alat promosi yang dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan serta menampilkan informasi-informasi produk yang tersedia dan mempermudah pelanggan untuk memesan produk. apabila dilihat dari sisi user, situs web ini dapat memberikan informasi advertising secara detail. dilihat dari klasifikasi yang ditawarkan oleh perusahaan seperti billboard, car advertising, environment, balloon advertising dan lain-lain. comtech vol.1 no.1 juni 2010: 149-156 154 kelebihan yang diberikan bagi pelanggan yang telah mendaftar adalah kemampuan untuk menggunakan semua fitur layanan yang ada di dalam website seperti layanan tanya jawab, jenis-jenis desain model terbaru, dan lain sebagainya. situs web ini dapat memberikan informasi advertising secara detail. dilihat dari klasifikasi yang ditawarkan oleh perusahaan seperti billboard, car advertising, environment, balloon advertising dan lain-lain. gambar 2 rich picture sistem yang diusulkan analisis dan perancangan...... (henny hendarti; dkk) 155 simpulan berdasarkan hasil analisis dan perancangan sistem e-crm pada perusahaan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. aplikasi e-crm menjadi solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan informasi mengenai produk dan perusahaan yang dapat diakses dengan praktis. selain itu, perusahaan juga dapat memperluas jangkauan interaksi dengan pelanggan. yang terakhir adalah karena perusahaan ini baru berdiri, website ini dibuat agar pelanggan dapat melihat berbagai contoh billboard atau advertising untuk dijadikan ide dalam membuat proyek billboard atau advertising yang akan diorder. daftar pustaka connolly, t., and begg, c. (2002). database system: a practical approach to design, implementation, and management, 3rd ed., london: addison wesley. dara-abrams, b. (2001). supporting web servers, new jersey: prentice hall. dyche, j. (2002). the crm handbook: a business guide to customer relationship management, canada: addison wesley. greenberg, p. (2004). crm at the speed of light: essential customer strategies for the 21st century, 3rd ed., new york: mcgraw-hill. kalakota, r., and robinson, m. (2001). e-business 2.0: roadmap for success, new jersey: addison wesley. mohammed, r. a., et al. (2003). internet marketing building advantage in a networked economy, 2nd ed., new york: mcgraw-hill. nickerson, r. c. (2001). business and information systems, new jersey: prentice hall. pressman, r. s. (2001). software engineering: a practitioner’s approach, 5th ed., new york: mcgraw-hill. sidik, b. (2001). pemrograman web dengan php, bandung: informatika. comtech vol.1 no.1 juni 2010: 149-156 156 microsoft word 54_ti_budi yulianto lusiana.doc 1096 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1096-1109  peran website restoran terhadap daya tarik konsumen online budi yulianto; lusiana citra dewi; oky wijaya computer science department, school of computer science, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 laboratory@binus.ac.id, lcdewi@binus.edu, oky_wiaya@yahoo.com abstract less-usability restaurant website will decrease its online sales. restaurant website must easy to use and has good interface. the goals of the research are designing a restaurant website that can be online accessed by consumers and analyze its level of usability, interface, and multimedia elements. outputs of the research are a restaurant website that delivers its information, place booking and delivery order facility, and location. development methodology uses waterfall that contains system engineering, analysis, design, coding and testing, implementation, and maintenance. conclusion of the research has shown that the developed website attracts online consumers, easily access to get information, good interface, and contains multimedia elements to supports restaurant in delivering newest product or information, as a good promotion tool that can be accessed 24 hours anytime and anywhere. keywords: website, restaurant, multimedia, online consumers abstrak website restoran yang sulit digunakan oleh konsumen akan menghambat penjualan online.website restoran yang baik harus mudah dioperasikan dan menarik. penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu website restoran yang dapat diakses oleh konsumen secara online dan mengkaji tingkat kemudahan penggunaan, tampilan, dan elemen multimedia yang ada pada website. hasil dari penelitian ini berupa website restoran yang menampilkan informasi, fasilitas pesan tempat dan pesan antar, serta lokasi restoran. metodologi perancangan menggunakan waterfall yang meliputi tahapan system engineering, analisis, desain, pengkodean dan pengujian, implementasi, dan perbaikan. simpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu website menjadi daya tarik bagi konsumen online, mudah diakses oleh konsumen untuk mencari informasi, memiliki tampilan yang menarik, mengandung elemen multimedia sehingga memudahkan restoran dalam menginformasikan produk dan promo terbaru, sarana promosi yang sangat baik karena dapat diakses selama 24 jam dan tidak terbatas pada waktu dan tempat. kata kunci: website, restoran, multimedia, konsumen online peran website restoran … (budi yulianto; dkk) 1097  pendahuluan kemajuan teknologi telah mempengaruhi tingkat interaksi manusia dengan komputer, khususnya melalui website. website menjadi salah satu perangkat yang sangat diperlukan oleh perusahaan di era teknologi saat ini. melalui website, suatu perusahaan dapat menjangkau konsumen online secara lebih luas. haque melakukan penelitian bahwa konsumen online sudah menjadi trend saat ini. konsumen online akan menjadi salah satu konsumen yang potensial (haque, 2005). konsumen online cenderung menggunakan website untuk me-review berbagai hal seperti menu, harga, lokasi, dan kenyamanan ruang makan restoran (choi, 2011). untuk menjangkau konsumen online, perusahaan harus dibekali dengan website dengan tampilan yang baik dan menarik agar dapat memikat konsumen secara terus-menerus (bedi, 2006). selain faktor tampilan, banati menambahkan faktor kemudahan penggunaan sebagai hal yang penting dalam pengembangan suatu website restoran (banati, 2006). penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa permasalahan yang sering muncul adalah website yang sulit dioperasikan, sedikit fitur, dan kurang menarik bagi konsumen sehingga akan menyebabkan kegagalan penjualan online bagi perusahaan (teoh, 2009). website yang menarik perlu dikombinasikan dengan elemen multimedia, di antaranya adalah teks, gambar, suara, video dan animasi agar informasi yang disajikan lebih mudah dicerna (yulianto, 2011). penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran website dalam menjadi daya tarik konsumen online baik dari segi fitur maupun tampilan yang disediakan, serta sarana promosi bagi restoran. untuk itu, peneliti melakukan analisis dan perancangan website terhadap suatu restoran dengan fasilitas yang memudahkan pemasaran produk, memudahkan konsumen dalam melihat dan mencari makanan atau minuman yang tersedia, melakukan pesan tempat (reservation) dan pesan antar (delivery), dan berkomunikasi dengan customer service secara online. penggunaan website dapat menyediakan keterbukaan informasi kepada konsumen, dan efisiensi operasional (chen, 2011). penelitian ini bermanfaat bagi pihak restoran dalam mendapat masukan dari konsumen secara online, memudahkan pihak restoran dalam memberikan informasi promo (seperti diskon) kepada konsumen, dan harapan akan peningkatan jumlah konsumen. peneliti mengambil studi kasus pada salah satu restoran di jakarta, yaitu restoran clover palace, yang beralamat di jl. taman margasatwa raya no. 16, pasar minggu, jakarta selatan. metode penelitian ini menerapkan metodologi waterfall dalam perancangan website restoran yang meliputi tahapan system engineering, analisis, desain, pengkodean dan pengujian, implementasi, dan perbaikan (sommerville, 2011). karakteristik waterfall berupa aktivitas yang mengalir dari satu fase (tahapan) ke fase lainnya secara berurutan, dan setiap fase dilalui terlebih dahulu hingga selesai untuk menuju fase berikutnya. 1098 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1096-1109  gambar 1 diagram alir metodologi perancangan pada tahapan system engineering, penelitian melakukan proses penilaian sistem lama yang sedang berjalan dan studi kelayakan pengembangan sistem baru berdasarkan aspek teknologi, ekonomis dan sumber daya manusia. pada tahapan analisis dan desain, penelitian lebih menggali kebutuhan pengguna sistem dari sisi pihak restoran dan konsumen, dan menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam bentuk rancangan sistem dan tatap muka (tampilan) piranti lunak. kebutuhan dapat diperoleh melalui studi literatur dan analisis kebutuhan pengguna. studi literatur meliputi pengkajian buku, artikel, dan jurnal yang berkaitan dengan konsep pengembangan penelitian. analisis kebutuhan pengguna melalui wawancara dan media kuesioner. selanjutnya memasuki tahap pengkodean dan pengujian (code and testing), hasil dari tahapan desain diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman yang dipahami oleh komputer untuk menghasilkan piranti lunak yang dapat bekerja. tahap ini merupakan implementasi dari tahapan desain yang secara teknis akan dilakukan oleh programmer. selama tahapan pengkodean akan dilakukan secara bersamaan dengan ujicoba untuk menguji kekurangan program maupun fungsi dari sistem. setelah semua fungsi piranti lunak diuji untuk meminimalkan kesalahan (error) dan memaksimalkan kesesuaian dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya, maka tahapan selanjutnya adalah implementasi sistem baru untuk dijalankan. tahapan terakhir adalah pemeliharaan sistem baru, termasuk di dalamnya adalah pengembangan. ketika sistem baru dijalankan, terdapat kemungkinan terjadinya kesalahan minor yang tidak ditemukan sebelumnya, ataupun adanya penambahan fungsi baru. pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan yang terjadi seperti pergantian sistem operasi. hasil dan pembahasan analisis terhadap data-data diperlukan untuk mendukung penelitian dengan menganalisis pengguna sistem (pihak restoran clover palace dan masyarakat umum). analisis pengguna sistem dari sisi pemilik dilakukan dengan wawancara sedangkan pada masyarakat umum melalui penyebaran kuesioner. pengkajian sistem lama (system engineering) analisis dan desain pengkodean pengujian implementasi perbaikan peran website restoran … (budi yulianto; dkk) 1099  wawancara kebutuhan pengguna (pihak restoran clover palace) hasil wawancara dengan marketing manager restoran clover palace adalah bahwa sistem promosi yang berjalan masih menggunakan cara non-digital dengan cakupan area terbatas. dalam pelaksaan promosi, restoran clover palace menyediakan informasi kepada konsumen/pelanggan melalui brosur, papan pengumuman, stiker dan tatap muka. penyediaan promosi menggunakan brosur dinilai kurang efektif karena selain jumlah jangkauan yang terbatas, brosur akan terus mengalami perubahan (pencetakan ulang) apabila terdapat penambahan atau pengurangan produk. papan pengumuman tersedia di lift central park mall dan di depan area restoran clover palace dimana jangkauan tersebut hanya dapat dilihat oleh pengunjung yang melalui lokasi tersebut. restoran clover palace memerlukan sistem promosi yang efektif di mana sistem tersebut dapat mencakup pelanggan yang tidak dapat dijangkau oleh brosur, papan pengumuman, dan tatap muka. restoran clover palace menginginkan jangkauan promosi kepada pelanggan hingga luar jakarta melalui sistem informasi yang selama 24 jam non-stop dapat diakses dengan mudah oleh pelanggan. sistem promosi yang terkomputerisasi diperlukan bagi restoran clover palace berupa website yang informatif berbasiskan multimedia. kuesioner kebutuhan pengguna (masyarakat umum) penyebaran kuesioner kepada masyarakat umum diperlukan untuk mendapatkan informasi kebutuhan dari sisi konsumen. hasil kuesioner tersebut kemudian dianalisis untuk menunjang pengembangan website yang diperlukan. kuesioner berisi tujuh pertanyaan diberikan kepada 100 responden dengan hasil berikut. gambar 2 fitur yang disukai fitur “menu makanan” merupakan fitur yang paling disukai dari sebuah website restoran. selain itu, fitur “pesan tempat” juga menjadi pilihan dari responden terhadap website restoran. fiturfitur ini merupakan layanan standar yang perlu dimiliki pada sebuah website restoran. gambar 3 keperluan fitur peta 1100 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1096-1109  mayoritas responden (98%) menginginkan adanya fitur “peta” yang menampilkan posisi restoran pada website. fitur ini tentunya dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi lokasi restoran. gambar 4 keperluan fitur komentar fitur “komentar” dibutuhkan konsumen untuk memberikan inputan kepada pihak restoran. inputan bisa mencakup makanan, harga, lokasi, layanan, dan lainnya. fitur ini memberikan kemudahan bagi responden dalam memberikan inputan karena dapat dilakukan secara online, kapan pun, dan dimana pun. gambar 5 dukungan website pada sistem promosi 98% responden meyakini bahwa website dapat mendukung sistem promosi pada suatu restoran. informasi yang disampaikan melalui website dapat diakses oleh masyarakat luas tanpa terbatas oleh waktu dan tempat. gambar 6 kebutuhan fitur pesan meja peran website restoran … (budi yulianto; dkk) 1101  fitur “pesan meja” atau reservation secara online diperlukan responden (93%). dengan adanya fitur ini, konsumen dapat melakukan pemesanan (booking) tempat untuk suatu keperluan seperti pesta, acara, pertemuan, dan lainnya. gambar 7 kebutuhan fitur pesan antar fitur “pesan antar” atau delivery secara online diperlukan responden (96%). dengan adanya fitur ini, konsumen dapat melakukan pemesanan (booking) makanan untuk diantar ke lokasi konsumen. fitur ini diperlukan bilamana konsumen tidak menyempatkan diri berkunjung ke restoran atau ingin menikmati makanan di lokasi lain. gambar 8 website meningkatkan ketertarikan mengunjungi restoran dari 100 responden, 92 responden menyatakan bahwa dengan adanya website, responden semakin tertarik untuk berkunjung. hal ini tentunya harus diimbangi dengan daya tarik pada website seperti adanya kelengkapan informasi, promo, gambar yang menarik, komentar yang mendukung dari konsumen, harga yang terjangkau, dan lainnya. perancangan uml perancangan sistem yang digunakan untuk merancang sistem pada website adalah perancangan uml yang meliputi class diagram, dan use case diagram. 1102 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1096-1109  gambar 9 class diagram class diagram digunakan untuk menggambarkan struktur pemodelan dari sistem website restoran clover palace yang dibangun. setiap class mewakili setiap entity pada sistem dan terdiri dari properti serta perilaku dari class tersebut. sebagai contoh, class tb_users memiliki atribut username dan password yang merupakan nama dan kata sandi pengguna untuk masuk ke dalam website, atribut id_user yang menjadi identitas unik pengguna, dan perilaku add agar dapat menambah pengguna. class food_clover memiliki atribut name_food yang berfungsi untuk menyimpan nama makanan pada restoran dan perilaku add, delete, edit, dan view untuk menambah, menghapus, mengganti, dan menampilkan makanan. peran website restoran … (budi yulianto; dkk) 1103  gambar 10 use case diagram use case diagram digunakan untuk menjabarkan tahap-tahap yang dilalui oleh aktor dalam melakukan setiap kegiatan yang berhubungan dengan sistem website. pada use case diagram di atas terdapat sebuah aktor, yaitu pengguna/member. aktor member dapat menambah dan menampilkan polling, melakukan operasi terhadap komentar, melihat halaman pada website, melakukan pesan tempat dan pesan antar, dan melihat berita-berita dari sumber lain. perancangan basis data basis data digunakan untuk menyimpan data yang diperlukan pada sistem website. terdapat 14 tabel digunakan pada sistem website, sebagai berikut: 1104 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1096-1109  gambar 11 diagram basis data setiap tabel mewakili entitas data pada sistem. sebagai contoh, tabel tb_user1 digunakan untuk menyimpan data yang berkaitan dengan pengguna, tabel food_clover1 digunakan untuk menyimpan data yang berkaitan dengan makanan, dan tabel orders1 digunakan untuk menyimpan data yang berkaitan dengan pemesanan. pengembangan dan implementasi piranti lunak aplikasi yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi solusi dalam proses penyampaian informasi dan dapat menjadi media promosi yang efektif bagi restoran. aplikasi web yang dibuat berbasiskan multimedia sehingga dalam pengoperasiannya membutuhkan perangkat lunak, perangkat keras, serta sumber daya manusia yang cukup agar dapat berjalan dengan baik. manusia, dalam hal ini admin dan member, dibutuhkan untuk melakukan operasi penambahan, pengubahan, dan pengurangan data pada sistem. pengunjung, sebagai pengguna aplikasi ini, mencari informasi yang dibutuhkan melalui website. admin berfungsi juga untuk menjaga aplikasi agar dapat beroperasi sesuai dengan tujuan yang direncanakan. peran website restoran … (budi yulianto; dkk) 1105  gambar 12 tampilan halaman utama pada halaman utama ini, terdapat lima menu utama yang terdiri dari about us, food and beverages, reservation, delivery dan contact us. di layar ini juga terdapat tampilan logo restoran sebagai lambang dari website ini. area login dan register digunakan bagi member yang terdaftar untuk menjelajahi lebih dalam isi website atau melakukan registrasi. gambar 13 tampilan halaman about us gambar 14 tampilan halaman food and beverages gambar 15 tampilan halaman reservation gambar 16 tampilan halaman delivery 1106 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1096-1109  evaluasi evaluasi terhadap website dilakukan pada faktor delapan aturan emas interaksi manusia dan komputer (shneiderman, 2010), lima elemen multimedia, wawancara dengan pihak restoran, dan kuesioner yang ditujukan pada pengguna. pengkajian terhadap delapan aturan emas mencakup (1) konsistensi penggunaan icon untuk navigasi, peletakan menu, penggunaan warna untuk menu, teks dan font, (2) penggunaan shortcut sehingga memungkinkan pengunjung menggunakan keys tertentu untuk mengakses suatu area, (3) ketersediaan respon atau umpan balik yang informatif ketika tombol pada website ditekan, (4) ketersediaan dialog sederhana yang menampilkan keadaan akhir suatu proses, (5) pesan kesalahan kepada pengunjung ketika terjadi kesalahan input, (6) ketersediaan tombol back agar pengunjung dapat kembali melihat menu sebelumnya, (7) pusat kendali internal berupa respon yang sesuai dengan aksi yang diinginkan pengunjung, dan (8) perancangan website dengan konsep sederhana agar pengunjung tidak perlu melakukan penghapalan yang terlalu banyak atas fitur-fitur yang tersedia. evaluasi lima elemen multimedia (vaughan, 2011) mencakup (1) teks yang digunakan pada konten website, (2) gambar berupa logo restoran, makanan dan minuman, (3) animasi bergerak pada bagian bawah menu untuk menampilkan aliran gambar makanan, (4) komponen suara berupa lagu yang berada pada menu contact us, dan (5) video yang dapat dilihat oleh pengunjung pada menu about us. gambar 17 elemen teks gambar 18 elemen gambar dan animasi gambar 19 elemen suara dan video wawancara dilakukan untuk mendapatkan hasil evaluasi terhadap sistem website yang telah dibuat dari sudut pandang pihak restoran, yaitu marketing manager. kesimpulan wawancara yang diperoleh bahwa pihak restoran akan menggunakan website yang telah dirancang sebagai salah satu bagian promosi. selama proses peralihan, pihak restoran akan tetap mempromosikan produkproduknya melalui brosur dan papan pengumuman. melalui website, pihak restoran dapat melakukan sistem promosi yang lebih efektif dan mencakup pengunjung yang tidak terjangkau oleh brosur dan papan pengumuman (jain, 2013). peran website restoran … (budi yulianto; dkk) 1107  evaluasi terhadap website hasil penelitian juga dilakukan melalui kuesioner yang diberikan pada 30 responden. hasil dari kuesioner evaluasi tersebut ditampilkan pada gambar-gambar berikut:   gambar 20 evaluasi tampilan website   gambar 21 evaluasi penggunaan website gambar 22 evaluasi fasilitas website gambar 23 evaluasi kemudahan pencarian informasi gambar 24 evaluasi komponen multimedia gambar 25 evaluasi tindakan pencarian informasi produk terbaru gambar 26 evaluasi ketertarikan penggunaan website gambar 27 evaluasi fitur yang disukai 1108 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1096-1109  gambar 28 evaluasi faktor berhenti menggunakan website simpulan simpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu bahwa website yang dibuat menjadi daya tarik bagi konsumen online, mudah diakses oleh konsumen untuk mencari informasi, mempunyai tampilan yang memenuhi kaidah interaksi manusia dan komputer, mengandung unsur multimedia, memudahkan pihak restoran dalam menginformasikan produk dan promo terbaru, sarana promosi yang sangat baik karena dapat diakses selama 24 jam dan tidak terbatas pada waktu dan tempat. saran untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut yaitu adanya perhitungan sumber daya manusia yang diperlukan dalam mengelola administrasi back-end dari sebuah sistem website, rumusan fitur standar yang diperlukan (seperti online payment/transaction) pada sebuah website restoran untuk meminimalisasi penambahan fitur baru karena fitur yang dibuat sudah terpenuhi untuk jangka panjang, tingkat keamanan jaringan dan website, dan animasi yang lebih interaktif dengan memperhitungkan kapasitas bandwidth internet. daftar pustaka banati, h., bedi, p., grover, p. s. (2006). evaluating web usability from the user's perspective. journal computer science, 2: 314-317. bedi, p. and h. banati. (2006). assessing user trust to improve web usability. journal computer science, 2: 283-287. chen, h. (2011). personality’s influence on the relationship between online word-of-mouth and consumers’ trust in shopping website. journal of software, 6(2): 265-272. choi, j. w., chihyung ok. (2011). the effect of online restaurant reviews on diners’ visit intention: a comparative analysis of expert vs peer reviews. graduate student research conference in hospitality and tourism. diakses dari http://scholarworks.umass.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1241&context=gradconf_hospital ity peran website restoran … (budi yulianto; dkk) 1109  haque, a., khatibi, a. (2005). e-shopping: current practices and future opportunities towards malaysian customer perspective. journal social science, 1: 41-46. jain, n., ahuja, v., medury, y. (2013). websites and internet marketing: developing a model for measuring a website’s contribution to the brand. ijom, 3(1): 14-30. shneiderman, b., plaisant, c. (2010). designing the user interface. (5thedition). boston: addisonwesley. sommerville, i. (2011). software engineering. (9th edition). boston: addison-wesley. teoh, k. k., ong, t. s., lim, p. w., liong, r. p. y., yap. c. y. (2009). explorations on web usability. american journal applied science, 6: 424-429. vaughan, t. (2011). multimedia: making it work. (8th edition). new york: mcgraw-hill. yulianto, b. (2011). aplikasi e-notetaking berbasiskan multimedia untuk kegiatan pencatatan. comtech, 2(2): 1202-1214. microsoft word 01_si_joni suhartono_perancangan aplikasi crm.doc perancangan aplikasi .… (joni suhartono; dkk) 161  perancangan aplikasi customer relationship management untuk meningkatkan pelayanan pada rumah sakit st carolus joni suhartono1; ardyan valentino cahyadi2; david yunus3 1, 2, 3 school of information systems, binus university jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 1jonis@binus.edu; 2ardian.valentino@gmail.com; 3dove.fit@gmail.com abstract research aims to create a draft of application based on customer relationship management (crm) to improve services on st carolus hospital in terms of criticism-suggestions, to create scheduling events and patient schedule for second time which is still less control. research used survey, interview the parties concerned, as well as analyzing the systems running on st carolus hospital. results of the research are application design that helps to improve the quality of the hospital service to the patient, application design that helps management in holding the event, and managing the input given by the visitor at ease. in conclusion, the application design helps manage criticism and suggestions, make events, and intertwine relations with patients after medication or treatment. keywords: management, communication, information technology, crm, application design abstrak penelitian bertujuan untuk membuat sebuah rancangan aplikasi berbasis customer relationship management (crm) untuk membantu meningkatkan pelayanan rumah sakit st carolus dalam hal kritik-saran, pembuatan event, dan penjadwalan untuk pasien melakukan kontrol ulang yang selama ini masih kurang. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan wawancara terhadap instansi terkait serta menganalisis sistem yang sedang berjalan di rumah sakit st carolus. hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah sebuah rancangan aplikasi yang dapat membantu rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien, rancangan aplikasi yang membantu pengelolaan dalam mengadakan event, serta kemudahan pengelolaan terhadap masukan yang diberikan oleh pengunjung. simpulan penelitian ini adalah rancangan aplikasi membantu pengelolaan terhadap kritik dan saran, pengadaan event, serta menjalin relasi dengan pasien pascapengobatan atau perawatan. kata kunci: pengelolaan, komunikasi, teknologi informasi, crm, rancangan aplikasi 162 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 161-172  pendahuluan pelayanan kesehatan st carolus (pksc) (rscarolus, n.d.) merupakan institusi pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanannya melalui rumah sakit st carolus dan balai kesehatan masyarakat (balkesmas) yang berada di jakarta. dalam pelayanannya pksc mengutamakan keselamatan pasien dan selalu berusaha memberikan pelayanan dengan penuh kasih. pelayanan tersebut antara lain seperti monitoring kesehatan pasien dan menanggapi keluhan pasien yang disampaikan kepada pihak rumah sakit. dengan demikian, melalui hal tersebut, rumah sakit dapat dapat meningkatkan mutu pelayanannya. (rscarolus, n.d.) rumah sakit st carolus terletak di jl. salemba raya 41. rumah sakit swasta nonprofit ini milik perhimpunan st carolus, di bawah keuskupan agung jakarta. st carolus termasuk rs tipe b dengan kapasitas 386 tt. sedangkan balkesmas—yang berada di 5 wilayah dki (paseban, tanjung priok, klender, cijantung, dan cengkareng)—merupakan pelayanan kesehatan yang melayani langsung semua tingkat sosial masyarakat secara paripurna dan terpadu. (rscarolus, n.d.) tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan membuat makin banyak perusahaan ingin memasuki industri pelayanan kesehatan. hal tersebut membuat persaingan antarpelayanan kesehatan menjadi lebih ketat. relasi dengan pasien merupakan salah satu faktor penting yang dapat menunjang keberhasilan pelayanan rumah sakit kepada pasien. adanya pengelolaan dan komunikasi yang terjalin dengan pasien merupakan salah satu aspek yang diperhitungkan untuk memenangkan persaingan yang terjadi dalam pelayanan kesehatan. berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji studi kasus yang berkaitan dengan manajemen hubungan pelanggan dan perancangan sistem e–customer relationship management yang diperlukan untuk mendukung hubungan pelanggan dengan rumah sakit st carolus. rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. pertama, tidak ada proses komunikasi lebih lanjut baik itu satu arah maupun dua arah kepada para pasien pascapengobatan dilakukan. kedua, dalam pembuatan suatu acara, informasi jelas dibutuhkan agar acara yang diselenggarakan tepat tepat sasaran. ketiga, media dibutuhkan sebagai penyaluran kritik dan saran agar kualitas rumah sakit makin meningkat sesuai masukan dari pelanggan/pasien. sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah pertama untuk menganalisis proses yang berhubungan dengan pelayanan pelanggan seperti kritik dan saran, event, maupun monitoring pasien dan merancang sistem e crm untuk mendukung pelayanan kesehatan rumah sakit st carolus. penelitian ini diharapkan dapat membantu pengelolaan hubungan rumah sakit dengan pasien; meningkatkan kualitas hubungan rumah sakit dengan pasien; memudahkan penyampaian informasi ke pasien; meningkatkan kepuasan dan kesetiaan pasien terhadap rumah sakit; memudahkan pengelolaan terhadap kritik dan saran yang diterima rumah sakit demi kemajuan pelayanan; dan memudahkan pasien untuk mendapatkan informasi dari rumah sakit. perancangan aplikasi .… (joni suhartono; dkk) 163  metode penelitian ini merupakan penelitian eksploratif karena penulis belum mengetahui permasalahan yang biasa dialami oleh rumah sakit. maka dari itu, penulis mendalami studi kasus masalah pada rs st carolus yang berkaitan dengan pasien, solusi yang dapat diusulkan untuk rs st carolus, dan bagaimana bentuk e-crm yang dapat dikembangkan untuk menyelesaikan permasalahan pada rumah sakit st carolus. metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain wawancara, survei lapangan, dan studi pustaka. wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi tentang rumah sakit, tugas dan kewajiban karyawan dan tenaga medis, persaingan antara rumah sakit, dan kelebihan serta kekurangan dari rs st carolus. kemudian survei lapangan dilakukan untuk memperoleh informasi lebih detail tentang rumah sakit st carolus. penulis turun ke lapangan melakukan survei langsung ke rumah sakit. survei tersebut dilakukan untuk menganalisis operasional rumah sakit. sedangkan studi pustaka dilakukan dengan mencari artikel, membaca buku, jurnal online, serta sumber lainnya. studi pustaka dilakukan guna memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mendukung studi kasus e-crm. hasil dan pembahasan greenberg (2010) menjelaskan bahwa customer relationship management (crm) adalah sebuah filosofi dan strategi bisnis yang didukung oleh sistem dan teknologi yang didesain untuk meningkatkan interaksi manusia dalam lingkungan bisnis. sementara itu, menurut monem, hussin, dan behboodian (2011) terdapat 3 karakter yang harus diikuti dalam suatu crm. little power of customers; pasien membutuhkan banyak informasi namun dukungan untuk memperoleh informasi tersebut yang terkadang tidak ada dari sebuah perusahaan. information technology; penggunaan teknologi sangat dibutuhkan untuk penerapan crm ini untuk sinergi antara strategi, pengguna, dan teknologi. customer loyalty and lifelong value; pada usaha kesehatan, kecenderungan pasien loyal sangat banyak terjadi, maka dengan penerapan crm, diharapkan tingkat loyalitas makin naik. menurut mishra dan mishra (2009), collaborative crm berkonsentrasi pada integrasi pelanggan, menggunakan campuran saluran interaksi terkoordinasi (manajemen multi-channel), misalnya toko online, dan call center. sekitar 60% dari perusahaan yang disurvei menggunakan portal internet dalam komunikasi pelanggan mereka untuk dipilih atau kegiatan yang sesuai. oleh karena itu, crm dipahami sebagai pendekatan manajemen yang berorientasi pelanggan. sistem informasi menyediakan informasi untuk mendukung operasional, analitis, dan proses kolaboratif crm. dengan demikian berkontribusi terhadap profitabilitas pelanggan dan retensi. sementara manfaat potensial yang menarik, implementasi crm harus dikelola dengan hati-hati untuk memberikan hasil. lebih lanjut, zeithaml, bitner, dan gremler (2010) mendefinisikan perilaku pelanggan sebagai pelanggan akan menilai pelayanan berdasarkan pengalaman dari generasi yang berbeda dari konsumen memiliki kepribadian yang dibentuk oleh peristiwa, sejarah, dan orang-orang sampai batas tertentu akan mendorong kebutuhan mereka untuk berbagai jenis layanan serta bagaimana mereka ingin hidup dan diperlakukan di tempat kerja. sebagai contoh orang amerika, the tradisionalist (lahir antara tahun 1900 hingga 1945) sangat terpengaruh akibat perang dunia, the roaring twenties, the great deppresion, dan berkarakteristik setia, suka bekerja keras, dan pariotisme. perbedaan besar dengan mereka yang lahir antara tahun 1946 hingga 1964 serta lahir antara tahun 1981 hingga 1999. kemudian, biswas (2011) mendefinisikan perbedaan cross selling dan upselling. cross selling merupakan upaya untuk mendorong komitmen pembeli untuk menambahkan item tambahan untuk 164 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 161-172  pembelian, seperti aksesori atau item terkait. sedangkan upselling hanya meyakinkan pembeli bahwa ia harus membeli kualitas yang lebih mahal dan lebih tinggi atau produk yang lebih fleksibel daripada yang sedang dipertimbangkan. klasifikasi rumah sakit peraturan menteri kesehatan no 340 (2010) mengklasifikasikan rumah sakit menjadi empat kelas berbeda, sebagai berikut. rumah sakit umum kelas a rumah sakit umum kelas a harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medic paling sedikit 4 (empat) pelayanan medic spesialis dasar, 5 (lima) pelayanan spesialis penunjang medik, 12 (dua belas) pelayanan medik spesialis lain dan 13 (tiga belas) pelayanan medik sub spesialis serta jumlah tempat tidur minimal 400 (empat ratus) buah. pelayanan medik spesialis dasar terdiri dari pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetri dan ginekologi. pelayanan spesialis penunjang medik terdiri dari pelayanan anastesiologi, radiologi, rehabilitasi medik, patologi klinik dan patologi anatomi. pelayanan medik spesialis lain sekurang kurangnya terdiri dari pelayanan mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedi, urologi, bedah syaraf, bedah plastik dan kedokteran forensik. rumah sakit umum kelas b rumah sakit umum kelas b harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medic paling sedikit 4 (empat) pelayanan medik spesialis dasar, 4 (empat) pelayanan spesialis penunjang medik, 8 (delapan) pelayanan medik spesialis lainnya dan 2 (dua) pelayanan medik subspesialis dasar serta jumlah tempat tidur minimal 200 (dua ratus) buah. pelayanan medik dasar terdiri dari pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetri dan ginekologi. pelayanan spesialis penunjang medik terdiri dari pelayanan anestesiologi, radiologi, rehabilitasi medik dan patologi klinik pelayanan medik spesialis lain sekurang kurangnya 8 (delapan) dari 13 (tiga belas) pelayanan meliputi mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, ortophedi, urologi, bedah syaraf, bedah plastik, dan kedokteran forensik. rumah sakit umum kelas c rumah sakit umum kelas c harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medic paling sedikit 4 (empat) pelayanan medic spesialis dasar dan 4 (empat) pelayanan spesialis penunjang medik serta jumlah tempat tidur minimal 100 (seratus) buah. pelayanan medik spesialis dasar terdiri dari pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetri dan ginekologi. pelayanan spesialis penunjang medik terdiri dari pelayanan anestesiologi, radiologi, rehabilitasi medik, dan patologi klinik. rumah sakit umum kelas d rumah sakit umum kelas d harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medic paling sedikit 2 (dua) pelayanan medic spesialis dasar serta dengan jumlah tempat tidur minimal 50 (lima puluh) buah. pelayanan medik spesialis dasar sekurang kurangnya 2 (dua) dari 4 (empat) jenis perancangan aplikasi .… (joni suhartono; dkk) 165  pelayanan spesialis dasar meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetri dan ginekologi. rumah sakit st carolus adalah salah satu bentuk pelayanan kongregasi biarawati santo carolus borromeus di bidang pelayanan kesehatan. dalam melakukan pelayanan kesehatan, maka rumah sakit santo carolus membutuhkan sebuah sistem yang dapat menunjang pengelolaan komunikasi dengan pasien yang telah terkomputerisasi. analisis dan perancangan dilakukan dalam membangun aplikasi berbasis customer relationship management untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien rumah sakit st carolus. gambar 1 merupakan sistem use case crm di rs st carolus. beberapa aktivitas sistem adalah proses kritik–saran pasien, pembuatan event (acara), jadwal kontrol ulang pasien, follow up pasien. gambar 1 use case system crm 166 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 161-172  gambar 2 class diagram activity diagram kritik dan saran pertama, pengunjung mencatat kritik dan saran. pengunjung rumah sakit yang memiliki kritik dan saran demi kemajuan pelayanan rumah sakit st carolus akan mengisi form kritik dan saran. selanjutnya kritik dan saran yang telah diisi akan terkirim kepada masing masing unit/instansi terkait untuk mendapat tindakan lebih lanjut. kedua, staf pada unit terkait melakukan update terhadap kritik dan saran. staf pada unit akan mengisi tindakan yang diambil dalam mengatasi kritik dan saran yang telah diterima serta melakukan update terhadap status kritik dan saran. ketiga, staff pada humas melakukan pengawasan terhadap kritik dan saran yang diterima. staff humas akan melakukan pengecekan terhadap setiap kritik dan saran yang diterima. apabila ada kritik dan saran yang tidak mendapat tindakan lebih lanjut, staf humas akan menanyakan mengenai kritik dan saran tersebut melalui telepon, kepada unit yang bersangkutan. untuk mengetahui peningkatan terhadap kritik dan saran, maka pihak humas akan membuat laporan bulanan yang berisi perbandingan dengan bulan sebelumnya serta seluruh kritik dan saran, tindakan dan status terhadap masing masing kritik dan saran. gambar 3 menunjukkan activity diagram kritik dan saran. perancangan aplikasi .… (joni suhartono; dkk) 167  gambar 3 activity diagram kritik dan saran activity diagram perencanaan event untuk event, pihak bpupk membuat pengadaan event. pertama, pihak bpupk akan mengisi form perencanaan event. kedua, pihak bpupk akan mencari target peserta event. ketiga, pihak bpupk akan menghubungi calon peserta. keempat, pihak bpupk membuat laporan kegiatan tahunan. gambar 4 menunjukkan activity diagram pengadaan event. gambar 4 activity diagram pengadaan event activity diagram reminder pasien pihak customer service, pertama, melakukan pencarian data terhadap pasien yang direkomendasikan untuk melakukan kontrol ulang. kedua, staf customer service akan mengirimkan informasi atas rekomendasi kontrol ulang. activity diagram reminder pasien rawat jalan ditunjukkan gambar 5. 168 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 161-172  gambar 5 activity diagram reminder pasien rawat jalan activity diagram follow up pasien fisioterapi pihak customer service, pertama, akan mencari data mengenai pasien yang telah dan akan melakukan fisioterapi lanjutan. kedua, staf customer service akan menghubungi pasien. ketiga, staf customer service akan mengisi tanggapan atas hasil fisiotherapi yang telah dilakukan. keempat, staf customer service membuat laporan terhadap hasil tanggapan dari pasien. activity diagram follow up pasien fisioterapi ditunjukkan gambar 6. gambar 6 activity diagram follow up pasien fisioterapi gambar 7 menunjukkan system sequence diagram three layer membuat perencanaan event. membuat suatu event harus tepat sasaran baik target peserta, maupun lokasi. jadi, dengan modul ini staf bisa menentukan topik yang akan dibawakan dan lokasi yang sesuai dengan profil pasien. proses, sistem membuka class event, selanjutnya user membuat perencanaan dengan menentukan topik, waktu, tempat, lokasi, pembicara, anggaran, dan jumlah peserta. selanjutnya pada modul yang berbeda, user akan memilih siapa calon peserta yang diharapkan hadir berdasarkan data pasien yang ada. perancangan aplikasi .… (joni suhartono; dkk) 169    gambar 7 system sequence diagram three layer membuat perencanaan event pada gambar 8 ditunjukkan system sequence diagram three layer dalam memilih pasien kontrol ulang. fungsinya modul ini difungsikan untuk membantu staf mengingatkan pasien untuk kontrol ulang karena banyak sekali pasien yang lupa kapan harus kontrol ke dokter. jadi, aplikasi ini akan membantu mengingatkan pasien untuk datang kontrol ke dokter. prosesnya sistem membuka data rekam medis, tampilkan data pasien sesuai tanggal kunjungan berikutnya; pilih pasien yang akan dikirimkan pesan untuk kontrol ulang; selanjutnya pesan akan terkirim melalui sms/email.  170 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 161-172  gambar 8 system sequence diagram three layer memilih pasien kontrol ulang form perencanaan event (gambar 9) diakses apabila user hendak menambahkan event. tipe event dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: edukasi, preventif, promosi, kerjasama. edukasi adalah tipe event yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada peserta. preventif adalah tipe event yang bertujuan untuk menjaga dan menghindari kejadian tertentu. promosi adalah tipe event yang betujuan untuk mempromosikan paket paket kesehatan yang ditawarkan oleh rumah sakit st carolus. kerja sama adalah tipe event yang diselenggarakan terkait pada pihak lain. dalam ini, semua field harus terisi. berikut rinciannya: chose file (memilih file untuk upload), create (menambahkan event yang telah diisi ke dalam list tahunan), reset (mengembalikan semua field kepada nilai awal). data peserta event diperoleh dari database pasien yang sesuai dengan event tersebut. jadi target peserta sudah jelas dan tepat sasaran karena diperoleh dari data pasien sebenarmya. selanjutnya pasien akan dikirimkan sms/email sebagai pengingat (reminder) undangan. pesan ini dikerjakan oleh aplikasi. perancangan aplikasi .… (joni suhartono; dkk) 171  gambar 9 user interface perencanaan event pada form reminder pasien (gambar 10), user dapat memilih pasien yang direkomendasikan oleh dokter untuk melakukan kontrol ulang pada tangal yang telah ditentukan sebelumnya oleh dokter yang bersangkutan. hal ini dilakukan karena terkadang pasien lupa untuk kontrol ulang. jadi dengan aplikasi ini, pasien diingatkan untuk datang berobat sesuai jadwal berobatnya. pesan pengingat ini terkirim bisa melalui sms maupun melalui email. berikut rinciannya: unit pelayanan (pilihan terhadap unit pelayanan yang terdapat pada rumah sakit st carolus), bagian (pilihan terdapat bagian yang dimiliki oleh unit pelayanan rumah sakit st carolus), dokter (daftar dokter terkait yang menangani bagian bagian tertentu sesuai dengan spesialisasi dokter), jadwal praktik berikutnya (jadwal praktik berikutnya oleh dokter yang bersangkutan), sms (pengiriman informasi oleh pihak rumah sakit menggunakan metode short message service), email (pengiriman informasi kepada pasien menggunakan metode e-mail), phone (pengiriman informasi kepada pasien menggunakan telepon). gambar 10 user interface reminder pasien 172 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 161-172  simpulan berdasarkan hasil analisis dan perancangan yang dilakukan dalam penelitian ini, beberapa simpulan dapat diperoleh. pertama, sistem informasi kritik dan saran memudahkan bagian humas untuk mengawasi dan menindak lanjuti kritik dan saran yang telah diterima. kedua, sistem informasi pengadaan event memudahkan bagian bpupk dalam memilih, menentukan, dan mengirimkan informasi kepada target peserta. ketiga, sistem informasi reminder kepada pasien memudahkan pengelolaan hubungan antara rumah sakit kepada pasien. daftar pustaka biswas, s. (2011). relationship marketing: concepts, theories and cases. delhi, india: phi learning private. greenberg, p. (2010). crm at the speed of light: social crm strategies, tools, and techniques for engaging your customer (4 ed.). mcgraw hill. mishra, a., & mishra, d. (2009). customer relationship management: implementation process perspective. acta polytechnica hungarica, 6(4), 83–99. monem, h., hussin, a. r. c., behboodian, n. (2011) organizational perspective of crm implementation factors in hospital. international conference on research and innovation in information systems, 1–6.   republik indonesia. (2010). peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 340 tentang klasifikasi rumah sakit. available online http://bppsdmk.depkes.go.id/web/filesa/peraturan/2.pdf tentang pksc. (n.d.). rscarolus.or.id. diakses dari http://rscarolus.or.id/profil/tentang-pksc/ zeithaml, v. a., bitner, m. j., & gremler, d. d. (2010). services marketing (5 ed.). wiley.   microsoft word 12_vini_mariani_si_implementasi aplikasi harga pokok produksi pada ukm-a2t.docx implementasi aplikasi.… (vini mariani; dkk) 121  implementasi aplikasi harga pokok produksi pada ukm vini mariani1; lianawati christian2; henny hendarti3 1, 2, 3 information systems department, school of information systems, binus university jl.kh.syahdan no.9 kemanggisan palmerah jakarta indonesia 1vmariani@binus.edu; 2liana_ch1309@binus.ac.id; 3henny@binus.edu abstract the accuracy of the production cost report is the basis of the control and decision making. production cost affects the selling price of a product. the purpose of the study is to examine the procedures, forms, and reports relating to accounting information system production cost calculation in smes, analyze and design information systems that can support the planning and control of production information system ranging from production planning to report the cost of production by using the weighted average method. the methodology used is the method of data collection, information and interviews. the method of designing the production cost is object oriented and design. program language used is visual basic. implementation of the production cost applications in small and medium enterprises (smes) is to make application of mo estimation recording process and mo rate, cost card standard recording, wip process recording, the quotation letter of raw materials, receipt of goods recording, the working hours card recording, cash expenditures recording, wip transfer unit recording (work in process), the process of the final wip units recording. keywords: application, final production price, implementation, sme abstrak keakuratan laporan harga pokok produksi merupakan dasar dalam pengendalian dan pengambilan keputusan. harga pokok produksi mempengaruhi harga jual suatu produk. tujuan penelitian adalah meneliti terhadap prosedur, formulir, dan laporan yang berhubungan dengan sistem informasi akuntansi perhitungan harga pokok produksi pada ukm, menganalisis dan merancang sistem informasi yang dapat mendukung perencanaan dan pengendalian sistem informasi produksi mulai dari perencanaan produksi sampai dengan laporan harga pokok produksi dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. metodologi yang digunakan adalah metode pengumpulan data, informasi dan wawancara. metode perancangan harga pokok produksi adalah object oriented and design. bahasa program yang digunakan adalah visual basic. implementasi aplikasi harga pokok produksi pada usaha kecil menengah (ukm) membuat aplikasi mengenai proses pencatatan estimasi mo dan mo rate, pencatatan standar cost card, pencatatan wip proses, pembuatan surat permintaan bahan baku, pencatatan penerimaan barang, pencatatan kartu jam kerja, pencatatan pengeluaran kas, pencatatan transfer unit wip (work in process), proses pencatatan unit wip akhir. kata kunci: aplikasi, harga pokok produksi, implementasi, ukm 122   comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 121-132  pendahuluan pada bidang produksi, faktor yang perlu mendapat perhatian dan dukungan dalam pengelolaannya dalam upaya mencapai tujuan operasional secara optimal. “production systems are becoming more and more information intensive activities. production management is faced with new challenges which demand an overall information approach to production information systems planning. however, production systems are not all alike. each system presents different information implications for system selection and operation”. (boggs, 1987). aktivitas yang dilakukan pada proses produksi antara lain memproduksi dan mendistribusikan produk yang dihasilkan dan menciptakan nilai tambah produk yang merupakan output dari setiap industri. perkembangan teknologi sangat mempengaruhi perkembangan produksi. dengan berkembangnya teknologi maka kegiatan produksi juga semakin berkembang. demikian pula dengan kegiatan usaha kecil dan menengah, untuk dapat berkompetisi maka peran teknologi juga sangat dibutuhkan. “today, to improve productivity in manufacturing, one has a large variety of improvement programmes at one's disposal. zero defects, value analysis, just-intime, manufacturing lead time reduction are just a few of a long list of potential action programmes”, (meyer dan ferdows, 1990). peran teknologi dalam menunjang kegiatan proses produksi diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas sehingga proses kegiatan produksi menjadi efektif dan efisien. perhitungan harga pokok produksi pada kegiatan produksi merupakan salah satu hal yang sangat penting. keakuratan perhitungan harga pokok produksi menghasilkan laporan harga pokok produksi yang akurat. hal ini merupakan suatu dasar yang sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengambilan keputusan. “argues that a proper costing system is an important part of establishing a productivity measurement and control system and is the basis of effective planning and decision making” (sedgewick, 1992). hal ini disebabkan harga pokok produksi berpengaruh terhadap harga jual suatu produk. dengan perhitungan harga pokok yang tidak akurat menimbulkan ketidakakuratan dalam menentukan harga jual, dan hal ini mempengaruhi ukm dalam bersaing dengan ukm lain yang mempunyai harga jual yang lebih rendah. bila harga pokok produksi dihitung lebih rendah dibandingkan dengan biaya aktual yang terjadi, maka ini akan menimbulkan kerugian bagi ukm. ruang lingkup penelitian ini adalah penelitian terhadap prosedur, formulir, dan laporan yang digunakan oleh ukm. prosedur, formulir, dan laporan tersebut terkait dengan perhitungan harga pokok produksi, menganalisis dan merancang sistem informasi yang dapat mendukung kegiatan produksi. kegiatan produksi ini dimulai dari perencanaan produksi sampai dengan perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan sistem perhitungan biaya produksi berdasarkan proses (process costing) dan metode rata-rata tertimbang (weighted-average method). penelitian ini bertujuan untuk: (1) meneliti terhadap prosedur, formulir, dan laporan yang digunakan oleh ukm terkait dengan perhitungan harga pokok produksi. (2) menganalisis dan merancang sistem informasi mulai dari perencanaan produksi sampai dengan laporan harga pokok produksi. (3) menggunakan sistem perhitungan biaya produksi berdasarkan proses (process costing) dan metode rata-rata tertimbang (weighted-average method) dalam pembuatan laporan biaya produksi. implementasi aplikasi.… (vini mariani; dkk) 123  definisi informasi informasi seperti darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi ini sangat penting dalam organisasi. informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi yang menerimanya. (jogiyanto, 2005). jadi informasi adalah data yang telah diolah dan dapat digunakan oleh pemakai untuk mengambil keputusan. informasi harus dikelola dengan baik agar dapat memberi manfaat yang maksimal. penerapan sistem informasi pada suatu organisasi ditujukan untuk memberikan dukungan informasi yang dibutuhkan, khususnya oleh para pengguna informasi dari berbagai tingkatan manajemen. dengan semakin berkembangnya dunia teknologi, sistem informasi yang digunakan lebih berfokus pada sistem informasi berbasis komputer. harapan yang ingin diperoleh dengan penggunaan teknologi maka menghasilkan informasi yang akurat, berkualitas dan tepat waktu. pengertian sistem, informasi dan sistem informasi menurut o’brien (2005), sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, berkerjasama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur. sedangkan menurut romney dan steinbart (2006), sistem adalah suatu kumpulan dari dua atau lebih komponen yang saling ketergantungan dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekumpulan komponen, function dan interface yang saling terintegerasi dengan menerima input dan menghasilkan output untuk mencapai tujuan. o’brien (2005) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diubah menjadi konteks yang berarti dan berguna bagi pemakai akhir tertentu. menurut romney dan steinbart (2006), informasi adalah data yang telah diorganisasikan dan diproses untuk menyediakan arti bagi pengguna. berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah sehingga memiliki arti bagi pengguna untuk pengambilan keputusan. menurut whitten, bentley dan dittman (2009), “information system an arrangement of people, data, processes, and information technology interact to collect, process, store and provide as output the information needed to support an organization”. jadi, sistem informasi adalah pengaturan orang, data, proses, dan teknologi informasi yang berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyediakan output berupa informasi yang diperlukan untuk mendukung sebuah organisasi”. menurut o’brien (2005) “information system is an information can be any organized combination of people, hardware, software, communications network, and data resources that collects, transform and disseminates information in an organization”. jadi, sistem informasi dapat berupa kombinasi dari manusia, perangkat keras, piranti lunak, jaringan komunikasi dan data yang mengumpulkan, mengolah dan mendistribusikan informasi dalam sebuah organisasi. berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sebuah rangkaian dari manusia, perangkat keras, piranti lunak, jaringan komunikasi dan data yang dikumpulkan dan didistribusikan kepada pemakai. tujuan dan kegunaan sistem informasi akuntansi menurut romney dan steinbart (2006), kerjasama dari keenam komponen sistem informasi sebagaimana yang telah disebutkan diatas memungkinkan sistem informasi akuntansi untuk memenuhi tiga fungsi bisnis yang penting yaitu: (1) mengumpulkan dan menyimpan data mengenai aktivitas organisasi, sumber daya dan personel. (2) mengubah data menjadi informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan sehingga manajemen dapat merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, 124   comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 121-132  dan mengevaluasi aktivitas, sumber daya, dan personel. (3) menyediakan pengendalian yang memadai untuk melindungi asset organisasi, termasuk datanya, untuk menjamin bahwa asset dan data tersedia ketika dibutuhkan dan datanya akurat dan dapat diandalkan. selain itu romney & steinbart (2006) juga mengemukakan bahwa sebuah sistem informasi akuntansi yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan kualitas dan menurunkan biaya dari barang dan jasa, meningkatkan efisiensi, berbagi pengetahuan, meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari supply chain-nya, meningkatkan struktur pengendalian internal, meningkatkan pembuatan keputusan. siklus hidup dan strategi produk menurut heizer dan render (2006), ada beberapa pilihan stategi saat produk berjalan melintasi siklus hidup produk, yaitu: (1) fase perkenalan: penelitian, pengembangan produk, modifikasi dan perbaikan proses, dan pengembangan pemasok. (2) fase pertumbuhan: desain produk telah mulai stabil, dan diperlukan peramalan kebutuhan kapasitas yang efektif untuk menampung peningkatan permintaan produk mungkin diperlukan. (3) fase kematangan: pengendalian biaya yang lebih baik, berkurangnya pilihan dan pemotongan lini produk mungkin efektif atau diperlukan untuk meningkatkan keuntungan dan pangsa pasar. (4) fase penurunan: produk yang hampir mati biasanya produk yang buruk bagi investasi sumber daya dan kemampuan manajerial. kecuali jika produk yang hampir mati ini membuat kontribusi yang unik bagi reputasi perusahaan atau lini produknya, atau bisa dijual dengan harga yang tinggi, maka produksi mereka harus dihentikan. pengadaan kebutuhan material sebelum proses produksi dilakukan perlu adanya pengadaan persediaan yang dibutuhkan untuk memproduksi produk. persediaan dapat dibedakan atas beberapa tipe yaitu: (1) supplies (persediaan bahan pembantu), yaitu barang persediaan yang diperlukan dalam proses produksi tetapi bukan merupakan bagian dari produk jadi. (2) komponen, yaitu barang-barang yang terdiri atas bagian-bagian (parts) yang diperoleh dari perusahaan lain atau hasil produksi sendiri untuk digunakan dalam pembuatan barang jadi atau barang setengah jadi. (3) raw materials (persediaan bahan mentah), yaitu barang persediaan yang dibeli atau dipasok dari supplier yang akan dijadikan sebagai masukan dalam proses produksi. (4) work in process (persediaan barang dalam proses), yaitu persediaan barang yang merupakan keluaran dari suatu bagian proses produksi, namun masih perlu diolah atau diproses lebih lanjut lagi untuk menjadi produk jadi. (5) finished goods (persediaan barang jadi), yaitu persediaan barang yang sudah diproses dan siap untuk dikirim ke pelanggan. akuntansi biaya “accountants define cost as a resource sacrificed or forgone to achieve a specific objective. a cost (such as direct materials or advertising) is usually measured as the monetary amount that must be paid to acquire goods or services. an actual cost is the cost incurred (a historical or past cost), as distinguished from a budgeted cost, which is a predicted or forecasted cost (a future cost)”. (horngren, 2012) “several factors affect the classification of a cost as direct or indirect: (1) the materiality of the cost in question. the smaller the amount of a cost—that is, the more immaterial the cost is—the less likely that it is economically feasible to trace that cost to a particular cost object. (2) available information-gathering technology. improvements in informationgathering technology make it possible to consider more and more costs as direct costs. (3) design of operations. classifying a cost as direct is easier if a company’s facility is used exclusively for a specific cost object, such as a specific product or a particular customer”. (horngren, 2012) implementasi aplikasi.… (vini mariani; dkk) 125  “a variable cost changes in total in proportion to changes in the related level of total activity or volume. a fixed cost remains unchanged in total for a given time period, despite wide changes in the related level of total activity or volume. costs are defined as variable or fixed with respect to a specific activity and for a given time period”. (horngren, 2012). metode metode pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui: (1) studi pustaka (library research), teori-teori dan informasi yang dikumpulkan merupakan hasil pencarian dari buku-buku, jurnal ilmiah dan literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. (2) penelitian lapangan/ pengumpulan data dan observasi ke lapangan/ke ukm (usaha kecil menengah). (3) wawancara (interview), dilakukan tanya jawab dengan pihak-pihak yang terkait untuk mendapatkan keterangan yang diperlukan. metode perancangan harga pokok produksi dengan menggunakan object oriented and design (ooad). bahasa program yang digunakan adalah visual basic. tahapan penelitian: adapun tahapan penelitian adalah sebagai berikut: gambar 1tahapan penelitian hasil dan pembahasan hasil penelitian implementasi aplikasi harga pokok produksi pada usaha kecil menengah (ukm) dapat dijelaskan tahapan-tahapan seperti dalam rich picture proses bisnis harga pokok produksi pada ukm, uml diagram, rancangan formulir, rancangan laporan dan rancangan layar di bawah ini. analisis object penelitian industri manufaktur (ukm) menentukan masalah dan usulan masalah merancang sistem informasi harga pokok produksi program aplikasi sistem informasi harga pokok produksi hasil : aplikasi sistem informasi harga pokok produksi 126   comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 121-132  rich picture gambar 2 rich picture pencatatan estimasi mo dan mo rate gambar 3 rich picture pencatatan standar cost card gambar 4 rich picture pencatatan wip proses gambar 5 rich picture pembuatan surat permintaan bahan baku gambar 6 rich picture proses pencatatan penerimaan barang gambar 7 rich picture pencatatan kartu jam kerja gambar 8 rich picture pencatatan pengeluarkan kas (biaya manafacturing overhead) implementasi aplikasi.… (vini mariani; dkk) 127  gambar 9 rich picture pencatatan transfer unit wip (work in process) departemen a departemen b 1. membuat 2. membuat laporan wip akhir laporan wip akhir staf cost accounting 3. login result database user database percen 4. mencatat dan menyimpan data unit wip gambar 10 rich picture pencatatan unit wip akhir uml class diagram gambar 11 uml class diagram 128   comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 121-132  rancangan formulir gambar 12 rancangan formulir surat keterangan harga bahan baku gambar 13 rancangan formulir surat estimasi overhead gambar 14 rancangan formulir surat permintaan bahan baku gambar 15 rancangan formulir surat pengeluaran bahan baku gambar 16 rancangan formulir rekap kartu jam kerja rancangan laporan gambar 17 rancangan laporan harga pokok produksi departemen 1 gambar 18 rancangan laporan harga pokok produksi departemen 2 implementasi aplikasi.… (vini mariani; dkk) 129  gambar 19 rancangan laporan harga pokok produksi departemen 3 rancangan layar gambar 20 layar awal program gambar 22 layar login gambar 21 layar input profile gambar 23 layar user gambar 24 layar input user 130   comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 121-132  gambar 25 layar entry departement gambar 26 layar chart of account gambar 27 layar manufacture overhead gambar 28 layar direct labor gambar 29 layar raw material gambar 30 layar jurnal transaksi implementasi aplikasi.… (vini mariani; dkk) 131  gambar 31 layar jurnal transaksi gambar 32 layar laporan harga pokok produksi database database yang dihasilkan dari penelitian ini adalah: (1) coa (cart of account). (2) departemen. (3) tenaga kerja langsung (direct labor). (3) tarif manufacturing overhead. (4) master produk. (5) master bahan baku. (6) estimasi manufacturing overhead. (7) actual overhead pabrik. (8) master profile. (9) master user. (6) tr_spbb simpulan berdasarkan hasil penelitian, maka ukm perlu melakukan pencatatan dan perhitungan biayabiaya dan membuat laporan harga pokok produksi. ukm perlu mengklasifikasikan biaya-biaya yang terjadi dalam proses produksinya sesuai dengan komponen biaya produksi dan memantau komponenkomponen biaya produksi yang terjadi, sehingga mereka tidak mengetahui adanya peningkatan biayabiaya yang terjadi. ukm belum memiliki laporan varians yang merupakan laporan akan selisih dari biaya aktual yang terjadi dengan anggaran biaya yang telah ditetapkan. sebaiknya ukm menggunakan aplikasi yang terkomputerisasi terkait proses produksi sehingga laporan harga pokok produksi yang dihasilkan akan lebih akurat. ukm juga diharapkan dapat memperhatikan pengklasifikasian unsur-unsur biaya yang terjadi dalam proses produksinya. ukm yang bergerak di bidang mass production dengan adanya sistem yang terkomputerisasi dapat melakukan perhitungan biaya produksi dengan cepat dan efisien. perlu adanya pengendalian biaya oleh manajemen dengan menyelidiki deviasi (perbedaan) pelaksanaan standar yang besar dan kemudian mengambil tindakan koreksi. daftar pustaka boggs, r. a. (1987) implications of formal production information system for production management, 08(4), international journal of operations & production management. heizer, j., render, b. (2006). operations management jilid 1. terjemahan setyoningsih d & almahdy i. jakarta: salemba empat horngren, c. t., datar, s. m., rajan, m. v. (2012). cost accounting a managerial emphasis. new york: prentice hall. jogiyanto, h. m. (2005)  analisis dan desain sistem informasi: pendekatan terstruktur teori dan praktik aplikasi bisnis. yogyakarta: penerbit andi. 132   comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 121-132  meyer, a. d., ferdows, k. (1990). influence of manufacturing improvement programmes on performance, 10(2). international journal of operations & production management. o’brien, j. a.. (2005). pengantar sistem informasi: perspektif bisnis dan manajerial. (edisi ke-12). terjemahan. jakarta: salemba empat. romney, m. b., steinbart, p. j. (2006). accounting information systems. (10 th edition). pearson prentice hall sedgewick, d. (1992). productivity control. work study journal 41(7): 8-10. whitten, j., bentley, l., dittman, k. (2009). system analysis and design method. (7th edition). boston: mcgraw-hill microsoft word 09.ka i g made karmawan dampak rfid pada stock barang retailer ok.docx dampak rfidp pada… (i gusti made karmawan) 69 dampak rfid pada stok barang retailer i gusti made karmawan computerized accounting department, school of information systems, binus university jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 karmawan65@yahoo.co.id abstract the development of rfid technology (radio frequency identification) offers some advantages, especially in goods distribution, supply chain and logistics. this technology works by putting a chip on an item as a replacement for barcodes that are widely used today. with the rfid technology, the process of goods identification becomes very easy and fast. therefore, some large companies have started implementing and trust the system, especially the supermarket retailers although there are still some problems encountered in the application of this system, related to issues of privacy and data integrity problems. this paper discusses how rfid works and the impacts to the company related to profits and problems encountered during the application of this system. keywords: rfid, goods distribution, goods identification abstrak teknologi rfid (radio frequency identification) yang berkembang saat ini memberikan penawaran dalam beberapa keunggulan, terutama dalam pendistribusian barang-barang, supply chain dan logistik. teknologi ini berupa peletakan chip di suatu barang sebagai pengganti barcode yang sudah banyak dipakai saat ini. dengan adanya teknologi rfid, proses identifikasi barang menjadi sangat mudah dan cepat. oleh karena itu beberapa perusahaan besar sudah mulai mengimplementasikan dan mempercayai sistem ini, khususnya retailer untuk supermarket walaupun masih ada beberapa masalah yang dihadapi dalam penerapan sistem ini, terkait masalah privasi dan masalah integritas data. paper ini akan membahas cara kerja rfid dan bagaimana dampak rfid dalam suatu perusahaan terkait keuntungan dan masalah yang dihadapi dalam penerapan sistem ini. kata kunci: rfid, pendistribusian barang, identifikasi barang 70 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 69-77 pendahuluan majunya teknologi pada masa kini semakin pesat. banyak teknologi-teknologi canggih baru dibuat. salah satu contohnya adalah rfid (radio frequency identification). rfid adalah teknologi yang menggunakan frekuensi radio dalam mengirim informasi antara rfid tag dan rfid reader. teknologi rfid ini sama dengan iff transponder yang sudah ditemukan pada perang dunia ii di inggris. penerapan teknologi rfid sekarang ini sudah mulai menyebar ke semua bidang, terutama pada bidang-bidang yang sensitive keamanan. bahkan saat ini chip sudah dimasukkan ke bagian tubuh manusia sebagai tanda pengenal pribadi. teknologi rfid ini dapat menjawab beberapa kelemahan teknologi sebelumnya. sebagai contoh, barcode. barcode saat ini mulai digantikan oleh rfid karena rfid tidak perlu kontak langsung antar reader dan tag-nya. rfid menggunakan pengiriman gelombang elektromagnetik. selain itu, rfid juga dapat menyimpan informasi dan informasi yang tersimpan tersebut dapat diganti, berbeda dengan barcode, yang sulit untuk mengganti informasi yang sudah ada di dalamnya. menurut stephen a. weis “one familiar optical barcode is the universal product code (upc) designed in 1973” (stephen a. weis, 2003:30) dan banyak di gunakan pada banyak produk untuk konsumen. teknologi barcode memang sudah ada dalam pengolahan barang saat ini, tetapi ada kekurangan yang berhubungan dengan sifat fisik barcode tersebut, yaitu: sulit dibaca di barang lentur, mudah hilang kehitamannya, hanya memberi sedikit informasi, tidak fleksibel dalam pembacaannya. garfinkel (2002) telah mengkonversi barcode scan optik ke tag rfid baru dan klaim bahwa latters memiliki advantags serveral. teknologi rfid banyak dimanfaatkan untuk membantu permasalahan dalam mengidentifikasi objek/barang, juga dalam mengidentifikasi lokasi suatu barang. rfid dapat digunakan dalam supermarket untuk update stok dan mengidentifikasikan stok tersebut. teknologi rfid dapat mempermudah dan mempercepat pengidentifikasian stok dalam sebuah supermarket. kemudahan yang didapat antara lain: (1) smart shelf yang berbasis rfid dapat mengidentifikasi keberadaan setiap item pada sebuah rak. ketika item diambil, sistem akan mendeteksi item yang diambil oleh pelanggan, memberi tanda dan mencatat item yang diambil, sehingga dapat dilakukan real-time shelf inventory; (2) laporan tentang inventory dapat diketahui secara real-time, maka retailer bisa mendapatkan laporan yang up-to-date mengenai stok barang; (3) retailer dapat mengurangi masalah kekurangan stok yang dapat mengakibatkan ‘lost sales’; (4) meningkatkan keamanan barang dengan adanya rfid tag. dalam penelitian ini, ruang lingkup yang dibahas adalah: (1) sistem pendistribusian dan pergudangan pada retailer dengan menggunakan teknologi rfid untuk mengidentifikasi barang yang masuk dan keluar, kondisi barang dan posisi barang tersebut. sistem ini dirancang untuk mempermudah masuk dan keluarnya barang dari gudang dan penjualan barang di retailer; (2) perbandingan cara kerja fungsi-fungsi dan kelebihan yang dimiliki rfid; (3) perbandingan keunggulan antara rfid dan barcode; (4) bagaimana rfid membantu suatu retailer dan dampak positif dan negatif yang dibawa oleh rfid. adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu: (1) menjelaskan mengenai teknologi yang dapat melengkapi kekurangan barcode; (2) memberikan pengetahuan mengenai teknologi rfid; (3) menjelaskan sistem pendistribusian barang dengan bantuan rfid. dan manfaat yang dapat diperoleh adalah mengetahui manfaat rfid dan penggunaannya. dampak rfidp pada… (i gusti made karmawan) 71 metode metode yang digunakan penulis adalah metode studi pustaka dengan mengumpulkan data melalui buku, internet dan sumber lain yang mempunyai dasar yang penting untuk memproses data penelitian ini. penelitian yang dilakukan berkaitan dengan rfid (perangkat, cara kerja), serta hal-hal yang berkaitan dengan stok barang, barang masuk dan barang keluar. hasil dan pembahasan perangkat rfid rfid terdiri dari beberapa perangkat, yaitu: rfid tag, rfid reader, antenna, dan controller. rfid tag tag rfid adalah perangkat yang dibuat dari rangkaian elektronika dan antena yang terintegrasi di dalam rangkaian tersebut. rangkaian elektronik dari tag rfid umumnya memiliki memori sehingga tag ini mempunyai kemampuan untuk menyimpan data. memori pada tag secara dibagi menjadi sel-sel. beberapa sel menyimpan data read only, misalnya serial number yang unik yang disimpan pada saat tag tersebut diproduksi. sel lain pada rfid mungkin juga dapat ditulis dan dibaca secara berulang. rfid tag terdiri dari dua bagian, yaitu: (1) inlay – adalah inti/utama dari rfid tag yang terdiri dari chip dimana informasi disimpan. inlay ini berbentuk kecil dan mudah rusak, sehingga rfid tag yang digunakan selalu dalam bentuk encapsulated. informasi yang disimpan berupa: informasi permanen yang dibuat saat pembuatan yang berisi id unik dari tag. informasi ini tidak dapat diubah. dan informasi non-permanen yang dapat ditulis oleh aplikasi dengan bantuan rfid reader; (2) encapsulation/bungkus inlay – karena bentuk inlay yang rapuh, perlu dilakukan encapsulation. pemakaian encapsulation memberi keuntungan bagi solusi rfid karena material encapsulation dapat disesuaikan dengan kondisi yang cukup kacau, seperti temperature dan kelembaban, lingkungan yang kotor, maupun kondisi operasional yang banyak benturan. menurut klasifikasi, tag dibedakan menjadi tiga, yaitu: aktif, semi-pasif dan pasif. tag aktif mempunyai sumber tenaga seperti baterai dan dapat dilakukan komunikasi untuk dibaca dan ditulis. tag semi-pasif mempunyai baterai tetapi hanya dapat merespon transmisi yang datang (incoming transmissions). tag pasif menerima tenaga dari reader, antena yang akan menjadi sumber tenaga dengan memanfaatkan medan magnet yang ditimbulkan dari pembaca (reader). ada 4 macam rfid tag yang sering digunakan, dikategorikan berdasarkan frekuensi radionya: (1) low frequency tag (antara 125 ke 134 khz) – banyak digunakan untuk identifikasi pada binatang, beer keg tracking, keylock pada mobil dan juga sistem anti pencuri. binatang peliharaan seringkali ditempeli dengan chip, ini membantu agar mereka dapat dikembalikan ke pemiliknya jika hilang; (2) high frequency tag (13.56 mhz) – sering digunakan pada perpustakaan atau toko buku, pallet tracking, akses control pada gedung, pelacakan bagasi pada pesawat terbang. ini digunakan untuk menggantikan kartu magnetik sebelumnya; (3) uhf tag (868 sampai 956 mhz) – sering digunakan secara komersil pada pallet dan pelacakan container, pelacakan truk dan trailer pada pelabuhan kapal; (4) microwave tag (2.45 ghz) – seringkali digunakan untuk akses control jarak jauh kendaraan bermotor. 72 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 69-77 gambar 1. tag rfid aktif dan pasif. rfid reader berdasarkan mobilitas reader-nya rfid dibedakan menjadi: (1) mobile rfid reader/terminal rfid reader ada dua model: internal (sudah terintegrasi dengan mobile terminal) dan eksternal (dalam bentuk cf card dan bluetooth koneksi); (2) vehicle-mounted rfid reader – dipasang pada kendaraan/forklift yang dipakai untuk kegiatan peletakkan/put-away maupun pengambilan/picking dari pallet atau barang yang telah dilekatkan rfid tag; (3) fixed rfid reader – dipakai dalam penerapan “fixed reading gate”. dalam hal ini, item secara fisik akan dibawa kedalam area baca dari reader yang bersifat stastioner. contoh: access control. fixed reader memiliki dua model: dengan antenna yang sudah terintegrate dan antenna eksternal. berikut contoh rfid reader (gambar 2). gambar 2. rfid reader. antenna antenna adalah unsur yang penting untuk menentukan jarak baca antara reader dengan rfid tag dan juga seberapa luas area pembacaan. ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh satuan antenna, yaitu: penguatan antenna, polarisasi gelombang, dan bentuk antenna. dari kebutuhan pengoperasian, antenna dapat dikategorikan dalam dua model koneksi: (1) integrated antenna – untuk jarak baca pada satu posisi saja dengan jarak <50 cm dan luas area pembacaan sangat terbatas (<1m). contoh: stock control, inventory; (2) external antenna – dibutuhkan jika cara pembacaan lebih dari satu posisi dan luas area pembacaan >1m (antenna akan terhubung ke “fixed reader” dengan port antenna maksimal 8 port). dampak rfidp pada… (i gusti made karmawan) 73 controller (sering disebut juga host) umumnya berbentuk sebuah pc atau workstation yang memiliki fungsi database dan juga kontrol (biasa disebut middleware). cara kerja rfid tag dan reader berkomunikasi menggunakan gelombang radio. saat suatu objek yang telah ditempeli tag memasuki zona baca dari suatu reader, gelombang radio yang dipancarkan oleh reader tersebut akan membangkitkan/ mengaktifkan suatu sirkuit pada tag yang lalu akan memancarkan/mentransmisikan informasi apa yang disimpan di tag tersebut. tag dapat berisi berbagai macam informasi seperti nomor seri, timestamp, instruksi konfigurasi, dan lain-lain. setelah reader mendapatkan informasi yang dimiliki suatu tag, informasi tersebut akan dikirim ke controller melalui berbagai koneksi yang mungkin (bisa melalui kabel, wireless lan, internet, atau bluetooth). controller kemudian akan menggunakan informasi yang didapat untuk berbagai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. misalnya controller dapat saja hanya menyimpan data tersebut di database inventorisnya atau bisa juga mengatur agar barang yang ditempeli tag tersebut dikirim ke tempat tertentu. suatu sistem rfid dapat terdiri dari banyak reader yang dapat dihubungkan ke suatu controller yang berdiri sendiri ataupun bekerja sama dengan controller lainnya. cara kerja ini terangkum dalam gambar 3. gambar 3. cara kerja rfid. isu dalam penggunaan rfid penggunaan rfid juga mengundang berbagai kontroversi. ada empat alasan sehubungan privasi dalam penggunaan rfid, yaitu: (1) pembeli suatu barang (yang dilengkapi rfid tag) tidak 74 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 69-77 akan tahu keberadaan dari rfid tag atau bahkan tidak dapat untuk melepasnya; (2) rfid tag dapat dibaca oleh pihak lain dalam jarak yang jauh tanpa sepengetahuan pemiliknya; (3) jika suatu barang yang mengandung rfid tag anda beli dengan menggunakan kartu kredit, akan sangat mungkin untuk mengasosiasikan id tersebut dengan identitas si pembeli; (4) epcglobal sedang membuat suatu standar untuk memberikan suatu id yang unik secara global dan ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah privasi dan juga masih belum begitu perlu untuk beberapa aplikasi. manfaat rfid bagi pedagang adapun manfaat penggunaan rfid bagi pedagang sebagai berikut: real time inventory information rfid dapat membantu pedagang untuk mewujudkan real-time inventory information yang dapat membantu mengurangi kehabisan stok, mengidetifikasikan lokasi barang. manfaat dari real-time inventory information ini memungkinkan pedagang untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pembeli dan menaikkan penjualan. mengurangi biaya pegawai diperkirakan bahwa rfid dapat membantu pedagang secara efektif untuk mengurangi biaya di beberapa area: penerimaan barang (50%-65%), bagian stok (22%-30%), pengeluaran barang (22%-30%), perputaran barang (40%-60%), dan perhitungan fisik (90%-100%). mengurangi pencurian rfid dapat membantu mengurangi pencurian, karena dengan sensornya dapat memberi peringatan kepada staff jika barang dipindahkan secara ilegal atau jika barang telah dipindahkan ke tempat yang salah. persediaan juga dapat diberi peringatan jika barang tidak lagi layak untuk dikonsumsi, tidak diminati konsumen atau barang rusak. peluang yang berintegritas selain untuk meningkatkan supply chain, munculnya teknologi rfid menawarkan pedagang peluang penjualan yang lebih baik. rfid dapat melacak barang yang dibeli pelanggan dan dapat member penawaran barang lain selama pembeli sedang berbelanja. ini dapat mendorong pembeli untuk membeli lagi. masalah rfid bagi pedagang rfid juga bisa menimbulkan beberapa kerugian bagi pedagang, yaitu: (1) biaya dan perhitungan investasi – biaya rfid ini dianggap sebagai tambahan biaya dalam perhitungan roi, karena sulit untuk memperkirakan perhitungan biaya yang disimpan karena adanya rfid ini; (2) masalah perangkat – suksesnya integrasi sistem informasi persediaan adalah hal penting untuk mempertimbangkan reknologi rfid. perangkat yang mendukung adalah dengan rfid reader menyaring dan mengagregatkan informasi dan mengarahkan data ke sistem perusahaan seperti sistem manajemen gudang. masalah yang dihadapi adalah kualitas data dan control; (3) tanggapan konsumen – kepuasan pelanggan naik setelah menggunakan sistem ini. namun, tidak semua pelanggan menyukai dan menggunakan kemajuan teknologi ini. ada beberapa pelanggan yang lebih memilih ke toko biasa dibanding toko ini. dampak rfidp pada… (i gusti made karmawan) 75 rfid vs barcode walaupun murah dan sudah banyak dipakai, ternyata barcode mempunyai kekurangan di beberapa bidang. selain harus mendekatkan barcode ke mesin reader untuk membaca, barcode juga mempunyai kekurangan lain, yaitu kapasitas penyimpanan memorinya yang terbatas dan tidak memungkinkan untuk memprogram ulang, sehingga tidak memungkinkan untuk memperbarui data barang. maka, solusi lain untuk mengatasi kekurangan barcode ini adalah dengan munculnya rfid. rfid adalah radio frequency identification. rfid merupakan teknologi untuk mengidentifikasikan objek secara otomatis dengan menggunakan gelombang radio. keuntungan rfid dibandingkan dengan barcode antara lain: (1) proses pengidentifikasian rfid lebih cepat; (2) rfid tahan terhadap kondisi kotor dalam pembacaannya; (3) rfid dalam pengoperasiannya tidak memerlukan kontak secara langsung; (4) rfid lebih susah digandakan atau di copy. perbandingan kemampuan rfid dengan barcode adalah sebagai berikut (tabel 1) tabel 1 perbandingan kemampuan rfid dengan barcode perbandingan barcode rfid posisi baca vertikal / horizontal dengan toleransi tertentu bebas, memenuhi segala kondisi kecepatan baca relatif (2-5 detik) <100 milidetik per item jarak baca max ± 7cm ± 30cm ± 3m ±10m kemampuan read only read and write kapasitas memori kecil 64 kb atau lebih proses pembacaan per item (proses 1 per 1) multi item per proses kondisi buruk apabila label barcode rusak, pembacaan menjadi error tidak berpengaruh kemudahan duplikasi mudah hampir mustahil ukuran data 1-100 byte 128-8096 byte transmisi data optik electromagnetik penggunaan rfid oleh perusahaan wal mart penggantian sistem dari barcode menuju rfid ini dilakukan oleh perusahaan wal mart. wal mart mengganti sistem pengolahan, sistem informasi dan database perusahaan. barang yang didistibusikan kini ditempel rfid sebagai tanda pengenal. chip rfid ini akan dikenali oleh sensor di pintu gudang. chip rfid ini menyimpan semua data tentang barang tersebut, dari produsen, warna, bentuk, kualitas barang dan sebagainya. dengan begini, wal mart menghemat beberapa jam dalam distribusi barang. langkah selanjutnya, wal mart juga banyak melakukan perbaikan dalam bidang sistem informasi, dengan pemasangan radio satelit pada setiap truk pengangkut barang. implikasinya, truk pengangkut barang ini dapat seketika berubah arah ke cabang yang lebih membutuhkan barang. ini dapat meningkatkan efisiensi pengiriman/distribusi barang. efisiensi ini dapat menambah pemasukan lagi. penggunaan rfid menggantikan barcode terbukti meningkatkan efisiensi waktu yang sangat banyak. petugas gudang tidak perlu menghabiskan waktu yang cukup lama untuk memeriksa barang 76 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 69-77 yang keluar dan masuk. pekerjaan yang biasa dilakukan dalam beberapa jam kini dapat dilakukan dengan beberapa detik. selain untuk distribusi barang, rfid ini juga membantu wal mart menganalisis database barang. barang apa saja yang laku di saat-saat tertentu. wal mart dapat menjaga stok barangnya agar barangnya tetap dapat mengalir. dan juga kepuasan pelanggan dapat terpenuhi. penyusunan barang di rak juga merupakan hasil analisa tren kebutuhan pelanggan. setelah barang diletakan ke rak, penjualannya dimonitor dari hari ke hari. barang yang lama terjual akan didistribusikan ke cabang lain. grafik penurunan harga rfid (gambar 4) mempengaruhi jumlah pemakaian rfid. semakin rendah harga rfid, semakin banyak pula pemakainnya dari tahun ke tahun. gambar 4. grafik penurunan harga rfid. pada tahun 2006, wal mart membantu mengurangi biaya rfid tag. ini dapat mendorong pedagang lainnya untuk ikut menggunakan rfid tag melihat skala ekonomi dan penghematan biaya pemasokkan yang dikurangi oleh tekologi rfid ini. wal mart mengimplementasi teknologi rfid untuk memperkuat rantai distribusinya dan mempermudah pencatatan inventory yang masuk dan keluar selama perputaran. setelah dicatat, dampak wal mart setelah menggunakan rfid dalam keuntungannya adalah: (1) wal mart dapat mengeliminasi para petugasnya (petugas yang bekerja untuk meng-scan code bar, menghitung barang gudang) sebanyak 15%, kirakira sebesat $6,7 billion; (2) masalah yang biasa dihadapi penjual adalah masalah out-of-stok, masalah ini dapat diatasi oleh wal mart dan dapat memberikan profit sebesar $600 million; (3) dapat mengetahui dimana produknya tiap saat, ini membuat barang wal mart sulit untuk dicuri, dapat diatasi nya maslah ini, dapat memberikan wal mart keuntungan sebanyak $575 juta; (4) biaya untuk pelacakan atau pencarian barang yang sedang didistribusikan biasanya mengeluarkan biaya, namun sekarang biaya itu dapat dihemat sebesar $300 juta; (5) peningkatan pengetahuan akan produk apa yang ada dalam rantai perputaran dan produk apa yang tidak ada dalam rantai perputaran membuat wal mart dapat mengatur stok inventorynya. ini memberi keuntungan untuk wal mart sebanyak $180 juta. penutup rfid merupakan solusi untuk kekurangan barcode dan dapat memenuhi kebutuhan seharihari sebagai perangkat yang dapat member kemudahan bagi hidup manusia. dengan menggunakan dampak rfidp pada… (i gusti made karmawan) 77 teknologi rfid ini, memungkinkan suatu pusat retail untuk menerapkan system update stok secara real time. system dengan menggunakan rfid ini membuat system lebih efisien dan menghemat waktu dibandingkan dengan system manual maupun system menggunakan barcode. penghematan yang dapat dilakukan dengan menggunakan system rfid ini adalah waktu, tenaga dan biaya. dengan system rfid ini juga dapat membantu manager untuk memahami keinginan pelanggan sehingga manager dapat mengatur stok barang dan menyediakan barang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. namun, harga rfid masih tergolong mahal untuk melengkapi persediaan dalam jumlah banyak. selain itu, privacy pun menjadi masalah dalam penggunaan ini. dua hal yang menjadi isu privacy yang ditakuti oleh masyarakat adalah pelacakan tersembunyi dan pengumpulan data secara diam-diam. karena tag rfid tidak memiliki control akses sehingga sembarang reader dapat menginterogasinya. daftar pustaka granfinkel, s. l (2002). adopting fair information practices to low cost rfid system. paper presented at ubiquitous computing 2002, privacy workshop. diakses dari httpx//www.sisson.net/chips/academic/2002 ubicomp_rfid.pdf. masters thesis tidak diterbitkan. massachusetts institute of technology, massachussetts. weis, stephen a. (2003). security and privacy in radio-frequency identification devices. bab 1 rancangan sistem informasi bengkel ”fast auto” suparto darudiato jurusan sistem informasi, fakultas ilmu komputer, universitas bina nusantara jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 supartod@binus.edu abstract a car workshop requires an integrated information system to support business processes. the purpose of this study is to analyze the system information on the “fast auto” car workshop in order to identify the problem and to propose a new system. in analyzing and designing new systems, objectoriented methodology is applied through the collection of data based on direct observation in the field. analysis results were used on designing the proposed information system that capable to support the operational activities of the workshop. as the result it will be a good information system and can be fully achieved the effectiveness and efficiency in the operational activities, therefore the executive can have the information that needed to make up a right decision. keywords: design, information system, sales, stock abstrak sebuah bengkel mobil memerlukan sistem informasi yang terintegrasi guna mendukung proses bisnisnya. tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem informasi yang terdapat pada bengkel fast auto guna mengidentifikasi masalah yang sedang dihadapi dan mengusulkan sistem baru. dalam melakukan analisis dan perancangan sistem baru, diterapkan metode berorientasi objek dengan pengumpulan data berdasarkan pengamatan secara langsung ke lapangan. hasil analisis tersebut digunakan untuk merancang usulan sistem informasi yang mampu mendukung aktivitas operasional bengkel agar dapat lebih efektif dan efisien sehingga dapat disimpulkan sistem informasi yang baik harus mendukung efektifitas dan efisiensi, dan dapat mendukung kebutuhan informasi para eksekutif untuk mengambil keputusan dengan baik. kata kunci: rancangan, sistem informasi, penjualan, persediaan rancangan sistem...... (suparto darudiato) 1 mailto:supartod@binus.edu pendahuluan informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tepat waktu sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan dalam menjalankan fungsinya dan menghadapi tekanan-tekanan dari lingkungan sekelilingnya. selain untuk menghadapi tekanan-tekanan bisnis, informasi juga sangat dibutuhkan untuk menganalisis perkembangan perusahaan, kondisi internal perusahaan, dan menentukan strategi bisnis di masa yang akan datang serta mengambil keputusan dalam suatu perusahaan. umumnya, sebuah perusahaan banyak terdapat masalah dalam hal administrasi, akuntansi, logistik, dan lain sebagainya. seringkali masalah-masalah tersebut tidaklah secara langsung berpengaruh terhapap perusahaan, tetapi menimbulkan kesulitan kepada pihat manajemen ataupun pihak terkait di saat mereka membutuhkan informasi yang digunakan untuk menyusun sebuah strategi maupun untuk memutuskan sebuah masalah. masalah-masalah tersebut muncul karena terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh manusia bisa berupa ketidaksengajaan maupun disengaja, dan karena tersebarnya data sehingga menyulitkan di dalam penyajian informasi dengan cepat dan sesuai dengan kebutuhan. dengan penggunaan komputer, sistem informasi yang ada dalam suatu perusahaan dapat dikelola dengan lebih baik dan efisien dari segi waktu, akurasi, dan dari kesalahan yang dibuat oleh manusia (human error). sampai saat ini, pekerjaan administrasi dari bengkel fast auto masih dilakukan secara manual, di mana masalah-malasah yang disebutkan diatas selalu menjadi kendala bagi pihak manajemen atau pegawai yang terkait langsung. fast auto adalah sebuah bengkel yang menawarkan berbagai macam pelayanan. bengkel ini melayani reparasi, ganti oli dan cuci mobil serta menyediakan berbagai macam spare part. dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dewasa ini membuat bengkel ini ingin memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung proses bisnis bengkel dalam kegiatan sehari-hari dan pengambilan keputusan. metode penelitian dalam penulisan ini, digunakan metode berorientasi objek dengan pendekatan mathiassen, yang dibagi menjadi sebagai berikut. pertama adalah pengumpulan data, terdiri dari survey atas sistem yang berjalan, dan wawancara terhadap pihak-pihak yang terkait guna mengumpulkan data dan kebutuhan. kedua adalah analisis dilakukan melalui tahap: analisis kebutuhan berdasarkan data yang didapatkan dari survey, dan analisis kebutuhan akan sistem baru menggunakan rich picture dan use case diagram. ketiga adalah perancangan sistem informasi. dalam perancangan sistem informasi penjualan dan persediaan ini akan digambarkan navigation diagram, deployment diagram, class diagram (hasil revise), dan function component. hasil dan pembahasan studi pustaka untuk lebih memahami sistem informasi diperlukan pemahaman lebih jelas tentang informasi, sistem dan data. seperti yang dikatakan oleh o’brien (2003: 8), sistem adalah kumpulan elemen yang saling berinteraksi membentuk suatu tujuan. sedangkan informasi adalah data yang telah diproses comtech vol.1 no.1 juni 2010: 1-13 2 menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penggunanya (mcleod, 2001: 12). penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat atau prospek keputusan. jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi adalah input proses output. sistem informasi adalah sebuah pengaturan terhadap manusia, data, proses, presentasi informasi dan teknologi informasi yang saling berinteraksi untuk mendukung proses pemecahan masalah dan juga kebutuhan pengambilan keputusan oleh para manajer dan pengguna (whitten, 2001: 8). dalam aktifitasnya, sistem informasi memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen dan pengambilan keputusan dan basis data untuk mencapai tujuan. perangkat keras, perangkat lunak, manusia, data dan jaringan inilah yang biasa disebut komponen sistem informasi. menurut mulyadi (2001: 204), penjualan adalah kegiatan yang terdiri dari transaksi penjualan barang atau jasa, baik secara tunai maupun kredit. penjualan merupakan berpindahnya hak atas suatu barang atau jasa untuk mendapatkan sumber daya lainnya seperti kas atau janji untuk membayar (piutang). sedangkan cushing (1997: 533) mengatakan bahwa sistem penjualan adalah suatu kerangka kerja dari seluruh kegiatan transaksi penjualan yang dikoordinasikan untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan manajemen. menurut mulyadi (2001: 457), penjualan tunai didefinisikan sebagai suatu bentuk penjualan yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pihak pembelian melakukan pembayaran harga barang yang dibeli sebelum barang tersebut diserahkan. menurut handoko (2001: 333-334), persediaan adalah barang yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan normal perusahaan. pada umumnya, persediaan barang dagangan diterapkan untuk barang-barang yang dimiliki oleh perusahaan dagang apabila barang tersebut diperoleh dalam keadaan siap untuk dijual kembali. sedangkan persediaan barang produksi termasuk barang dari hasil produksi perusahaan itu yang belum didistribusikan ke konsumen. analisis sistem yang berjalan fast auto merupakan bengkel mobil yang melayani cuci mobil, servis mobil dan penggantian oli. selain menyediakan jasa, bengkel inipun menyediakan berbagai macam oli dan spare part dalam mendukung usaha mereka. pelanggan yang datang menyampaikan keluhan kendaraan mereka kepada customer service. jika pelanggan ingin kendaraannya dicuci, maka customer service akan menginstruksikan bagian cuci untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. jika pelanggan ingin kendaraannya diganti olinya, maka customer service akan menginstruksikan bagian ganti oli untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. jika pelanggan ingin kendaraanya diservis, maka customer service akan menginstruksikan montir untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. untuk bagian montir, pertama-tama montir akan memeriksa kendaraan pelanggan, mengecek kerusakan-kerusakan apa saja yang terjadi, kemudian montir akan memberitahukan status kendaraan pelanggan kepada customer service. customer service akan menyampaikan kepada pelanggan mengenai status kendaraannya, dan setelah mendapat persetujuan dari pelanggan, montir akan langsung memperbaikinya. rancangan sistem...... (suparto darudiato) 3 customer service akan meminta barang-barang apa saja yang diperlukan selama pengerjaan kendaraan pelanggan (seperti pada saat penggantian oli dan juga spare part-spare part yang diperlukan pada waktu servis) kepada bagian gudang. setelah semua pekerjaan selesai, customer service akan menyampaikan rincian transaksi pelanggan kepada kasir. berdasarkan rincian transaksi tersebut, kasir akan membuat invoice untuk diserahkan kepada pelanggan, sebagai bukti pembayaran. pada akhir bulan, kasir akan membuat laporan dari semua data-data tramsaksi penjualan dan bagian gudang membuat laporan persediaan barang selama sebulan untuk diserahkan kepada owner. untuk lebih jelasnya, proses bisnis yang berjalan dapat dilihat pada gambar 1. masalah yang dihadapi berdasarkan analisis dan diskusi dengan pihak manajemen bengkel, maka didapat beberapa masalah. adapun masalah tersebut adalah kurangnya informasi mengenai persediaan barang yang ada di gudang, data-data transaksi tidak tercatat dan tersimpan dengan baik, dan kesulitan untuk mendapatkan data-data histori transaksi pelanggan. $$ pelanggan customer service accounting bagian cuci montir bagian ganti oli bagian gudang owner menyampaikan keluhan menyampaikan pekerjaan menyampaikan perkerjaan menyampaikan perkerjaan menyampaikan rincian transaksi membuat invoice membayar meminta barang laporan penjualan laporan persediaan barang mengantarkan barang laporan status kendaraan informasi status kendaraan persetujuan pekerjaan mengantarkan barang gambar 1 rich picture sistem yang berjalan comtech vol.1 no.1 juni 2010: 1-13 4 proses bisnis sistem baru sistem yang diusulkan dibuat mendekati proses bisnis yang ada sekarang, hal ini dilakukan agar user tidak perlu mengeluarkan tenaga, pikiran dan waktu yang terlalu banyak untuk beradaptasi dengan sistem baru. gambar 2 merupakan proses bisnis untuk sistem yang diusulkan. customer service akan mengentry data-data jasa dan atau barang yang diperlukan pelanggan kemudian mencetak surat perintah kerja (spk), dan menyerahkannya ke bagiannya masing–masing (kalau pelanggan ingin mobilnya dicuci, maka spk tersebut akan diserahkan ke bagian cuci. tetapi kalau pelanggan ingin mobilnya diservis, maka spk tersebut akan diserahkan ke bagian servis, begitu juga bila pelanggan ingin ingin mobilnya diganti olinya, maka spk tersebut akan diserahkan ke bagian oli) sebagai bukti perintah kerja, data-data ini akan disimpan ke dalam sistem. berdasarkan data dari spk yang ada, kasir akan membuat surat permintaan barang (spb), jika ada barang tambahan yang diperlukan, maka kasir akan mengentrynya dan kemudian mencetak spb untuk diserahkan kepada bagian gudang sebagai perintah atau bukti untuk pengambilan barang dari gudang. untuk ketersediaan barang kasir dapat langsung mengeceknya pada sistem yang ada tanpa harus menanyakannya kepada bagian gudang ataupun mengeceknya di gudang. setelah mengantarkan barang yang diperlukan, bagian gudang akan menyerahkan surat permintaan barang yang sudah ditanda tangani tersebut ke kasir, sebagai bukti bahwa barang tersebut sudah diterima. setelah pekerjaan selesai, berdasarkan data-data spk dan spb, customer service akan membuat invoice, menyimpannya dan mencetaknya, lalu menyerahkannya kepada pelanggan untuk dibayar. berdasarkan data yang ada, kasir akan membuat laporan penjualan dan persediaan barang untuk diserahkan kepada owner. rancangan sistem...... (suparto darudiato) 5 customer service kasir owner bagian gudang $$ pelanggan bagian ganti oli bagian cuci montir keluhan spk cuci membayar laporan penjualan & persediaan barang spk ganti oli spk servis laporan status kendaraan surat permintaan barang surat permintaan barang tertanda-tangani barang & surat permintaan barang barang & surat permintaan barang meminta informasi laporan rincian pekerjaan invoice memberikan informasi rincian order barang informasi status kendaraan persetujuan pekerjaan $ $ gambar 2 rich picture sistem yang diusulkan use case diagram untuk menganalisis kebutuhan user digunakan use case diagram. use case diagram dari bengkel fast auto dapa dilihat pada gambar 3. sistem informasi yang diusulkan ini mempunyai kemampuan untuk melakukan registrasi pelanggan, membuat surat perintah kerja (spk), surat permintaan barang (spb), membuat tagihan (invoice), mengupdate produk serta membuat laporan yang dibutuhkan. laporan yang bisa dihasilkan mencakup laporan penjualan baik rinci maupun rekap, yang terdiri dari laporan penjualan perhari, perbulan, perpelanggan, perbarang dan permontir. sedangkan untuk persediaan akan dihasilkan laporan persediaan, mutasi persediaan, dan kartu persedia. comtech vol.1 no.1 juni 2010: 1-13 6 gambar 3 use case diagram bengkel fast auto navigation diagram guna menunjang kebutuhan user yang digambarkan pada use case diagram (gambar 3), maka dibutuhkan beberapa layar untuk user bekerja. secara garis besar, sistem ini dibagi menjadi 2, yaitu di saat customer service menerima order dan pelaksanaan penjualan jasa dan barang oleh kasir. layarlayar yang dibutuhkan oleh user dapat dirangkai menjadi 2 navigation diagram seperti yang terdapat pada gambar 4 dan 5. rancangan sistem...... (suparto darudiato) 7 gambar 4 navigation diagram customer service comtech vol.1 no.1 juni 2010: 1-13 8 gambar 5 navigation diagram kasir process architecture (deployment diagram) untuk implementasi dari sistem ini dibutuhkan minimal tiga komputer, di mana satu berfungsi sebagai server dan dua sisanya berfungsi sebagai client. di mana client dari sistem ini adalah customer service dan kasir. adapun arsitektur dari sistem ini adalah sentralisasi, di mana model hanya diletakkan di server dan function serta user interface ada di client. untuk lebih jelasnya, proses arsitektur dapat dilihat pada gambar 6. rancangan sistem...... (suparto darudiato) 9 customer service u_customer service f_customer service siao printer kasir u_kasir f_kasir ao si printer server m_server si_server gambar 6 deployment diagram comtech vol.1 no.1 juni 2010: 1-13 10 class diagram model dari sistem yang diusulkan, dapat dilihat pada gambar 7 dan 8 berikut ini. +menyampaikan_keluhan() +menyetujui_pekerjaan() +membayar_invoice() -no_polisi : string -nama : string -jenis_mobil : string -no_telepon : string -alamat : string -km_terakhir : string pelanggan +dicetak() -tgl_invoice : date -no_invoice : string -no_spk : string -no_polisi : string -nama : string -jenis_mobil : string -no_telepon : string -alamat : string -km_terakhir : string -sub_total : currency -diskon : integer -grand_total : currency invoice +dicetak() -tgl_spb : date -no_spb : string -no_spk : string surat permintaan barang +dientry () +diupdate() -sae_oli : string -jenis_oli : string oli +dientry () +diupdate() -no_spare_part : string spare part -nama : string -alamat : string -no_telepon : string -mulai_bekerja : date -jabatan : string karyawan +menerima_keluhan_pelanggan() +menginformasikan_status_kendaraan() +mengentry_data() +mencetak_surat_perintah_kerja() customer service +mengecek() bagian gudang 1 1 1 1..* +mengentry data() +mencetak_surat_permintaan_barang() +mencetak_invoice() +menyimpan_transaksi() +mencetak_laporan penjualan () +mencetak_laporan_persediaan_barang() +mengupdate_produk() kasir +dicetak() -tgl_spk : date -no_spk : string -no_polisi : string -nama : string -jenis_mobil : string -no_telepon : string -alamat : string -km_terakhir : string surat perintah kerja 1 1..* -kode_produk : string -nama_produk : string -jenis_mobil : string -keterangan : string -harga : currency produk jasa -merek : string -jumlah_persediaan : integer barang +dientry () +diupdate() cuci +dientry () +diupdate() repair 1 1..* 1 1..* 1 1..* 1 1..* 1 1 1 1 +dientry() +disimpan() +dicetak() -kode_produk : string -nama_produk : string -merek : string -no_part : string -qty : integer -harga : currency -jumlah : currency detail invoice 1 1 1 1..* +dientry() +disimpan() +dicetak() -kode_produk : string -nama_produk : string -merek : string -no_part : string -qty : integer detail surat permintaan barang 1 1..* +dientry() +disimpan() +dicetak() -kode_produk : string -nama_produk : string -merek : string -no_part : string -qty : integer -harga : currency detail surat perintah kerja 1 1..* 1 1..* gambar 7 class diagram rancangan sistem...... (suparto darudiato) 11 +menyampaikan_keluhan() +menyetujui_pekerjaan() +membayar_invoice() -no_polisi : string -nama : string -jenis_mobil : string -no_telepon : string -alamat : string -km_terakhir : string pelanggan +dicetak() -tgl_invoice : date -no_invoice : string -no_spk : string -no_polisi : string -nama : string -jenis_mobil : string -no_telepon : string -alamat : string -km_terakhir : string -sub_total : currency -diskon : integer -grand_total : currency invoice +dicetak() -tgl_spb : date -no_spb : string -no_spk : string surat permintaan barang +dientry () +diupdate() -sae_oli : string -jenis_oli : string oli +dientry () +diupdate() -no_spare_part : string spare part -nama : string -alamat : string -no_telepon : string -mulai_bekerja : date -jabatan : string karyawan +menerima_keluhan_pelanggan() +menginformasikan_status_kendaraan() +mengentry_data() +mencetak_surat_perintah_kerja() customer service +mengecek() bagian gudang 1 1 1 1..* +mengentry data() +mencetak_surat_permintaan_barang() +mencetak_invoice() +menyimpan_transaksi() +mencetak_laporan penjualan () +mencetak_laporan_persediaan_barang() +mengupdate_produk() kasir +dicetak() -tgl_spk : date -no_spka : string -no_polisi : string -nama : string -jenis_mobil : string -no_telepon : string -alamat : string -km_terakhir : string surat perintah kerja 1 1..* -kode_produk : string -nama_produk : string -jenis_mobil : string -keterangan : string -harga : currency produk jasa -merek : string -jumlah_persediaan : integer barang +dientry () +diupdate() cuci +dientry () +diupdate() repair 1 1..* 1 1..* 1 1..* 1 1..* 1 1 1 1 +dientry() +disimpan() +dicetak() -kode_produk : string -nama_produk : string -merek : string -no_part : string -qty : integer -harga : currency -jumlah : currency detail invoice 1 1 1 1..* +dientry() +disimpan() +dicetak() -kode_produk : string -nama_produk : string -merek : string -no_part : string -qty : integer detail surat permintaan barang 1 1..* +dientry() +disimpan() +dicetak() -kode_produk : string -nama_produk : string -merek : string -no_part : string -qty : integer -harga : currency detail surat perintah kerja 1 1..* 1 1..* << component model >> pengupdatean perhitungan_grand_total << component function >> gambar 8 function component comtech vol.1 no.1 juni 2010: 1-13 12 simpulan dari hasil dan pembahasan sistem informasi penjualan dan persediaan baik yang berjalan maupun yang diusulkan di atas, dapat ditarik simpulan, yakni dalam sistem informasi yang berjalan terdapat pencatatan yang berulang, sering terjadi kesalahan-kesalahan yang disebabkan oleh kelalaian, dalam perancangan sistem baru disusun sedemikian rupa sehingga dapat menghilangkan beberapa proses pengulangan yang tidak perlu, dilakukannya proses integrasi mulai dari penerimaan order serta pengambilan spare part sampai dengan proses pembayaran sehingga karyawan bengkel akan lebih cepat dan lebih akurat dalam mengolah data dan mendapatkan informasi. dalam mendukung persaingan yang sangat ketat dewasa ini, sebuah perusahaan haruslah memberikan perhatian yang penuh dan meningkatkan pelayanannya. untuk itu, berdasarkan sistem informasi penjualan dan persediaan yang disusun, maka perusahaan dapat mengembangkan sistem informasi yang mendukung berkembangnya perusahaan. adapun saran yang dapat diusulkan untuk kelanjutan sistem informasi pada perusahaan ini adalah mengembangkan sistem informasi customer relationship management (crm). di mana data-data sudah tersedia dari sistem informasi penjualan dan persediaan ini. daftar pustaka cushing, b. e. (1997). sistem informasi akuntansi dan organisasi perusahaan. diterjemahkan oleh ruchyatt kosasih, edisi ketiga, jakarta: erlangga. handoko, t. h. (2001). dasar-dasar manajemen produksi dan operasi, edisi pertama, yogyakarta: fakultas ekonomi, universitas gajah mada. mathiassen, l., et al. (2000). object oriented analysis and design, 1st ed., aalborg, denmark: marko publishing aps. mcleod, r. (2001). sistem informasi manajemen, jilid pertama, edisi ketujuh, jakarta: prehallindo. mcleod, r., and schell, g. (2006). management information systems, 10th ed., new jersey: prentice hall. mulyadi. (2001). sistem akuntansi, edisi ketiga, jakarta: salemba empat. o’ brien, j. a. (2003). introduction to information system: essentials for the e-business enterprise, edisi kesebelas, new york: mcgraw-hill. whitten, j. l., bentley, l. d., and dittman, k. c. (2004). system analysis and design method, 6th ed., new york: mcgraw-hill. rancangan sistem...... (suparto darudiato) 13 simpulan microsoft word 16.ti rubil bia ok.doc 892 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 892-900 business impact analysis terkait penanganan dan pemulihan terhadap bencana di pt bank xyz rubil computer science department, school of computer science, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 rubil@binus.ac.id abstract for each company, disasters may have diverse impacts either financially or non-financially. therefore, a company requires a business continuity plan. one important factor in developing such plan is business impact analysis (bia). with bia, a company can identify and analyze critical business functions (cbfs) and potential impacts on the business whether operationally or financially, and further, business recovery priority, strategy and solution can be determined following a disaster.methodologies used in developing this bia are quantitative and qualitative where for aspects related to financials, quantitive method is used. meanwhile, for those aspects related to non-financial areas, qualitative method is used. the development of this bia was done through the dissemination of questionnaires to 62 business units in pt bank xyz. to draw the bia, eight parameters were used, where as for the final result, there were three criticality levels found in the business units of pt bank xyz, i.e. very critical level 18 business units (29%), critical level 23 business units (37%) and less critical level – 21 business units (34%). in addition, there were 71 applications used by cbfs. based on the results of this study, pt bank xyz can determine the priority and key strategies for business units that require handling and recovery when a disaster occurs to maintain the bank's business operation's continuity and sustainability.with that, the company can minimize the potential loss resulted from a disaster. keywords: disaster, business impact analysis (bia), critical business function (cbfs) abstrak bagi setiap perusahaan bencana bisa berdampak luas baik secara finansial maupun non finasial, sehingga diperlukan suatu rencana untuk kelangsungan bisnis sebuah perusahaan. salah satu faktor penting dalam pembuatan rencana tersebut adalah business impact analysis (bia). dengan bia perusahaan dapat melakukan identifikasi dan analisis terhadap critical business function (cbfs) dan dampak kerusakan yang mungkin timbul terhadap bisnis baik secara operasional maupun finansial dan selanjutnya dapat menentukan prioritas, strategi dan solusi pemulihan bisnis setelah terjadi bencana. metodologi yang dipakai dalam pembuatan bia ini adalah kuantitatif untuk aspek-aspek yang berhubungan dengan sisi finansial, dan metode kualitatif untuk aspek non finansial. pembuatan bia ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner ke 62 unit bisnis di pt bank xyz. untuk mendapatkan bia digunakan delapan parameter yang hasil akhirnya didapat tiga tingkat kritikalitas dari bisnis unit yang ada di pt bank xyz, yaitu kategori sangat kritikal 18 bisnis unit (29%), kategori kritikal 23 bisnis unit (37%) dan kategori kurang kritikal 21 bisnis unit (34%). selain itu, ada 70 aplikasi yang digunakan oleh cbfs. dari hasil penelitian ini, pt bank xyz dapat menentukan prioritas, strategi utama terhadap bisnis unit mana yang harus dilakukan penanganan dan solusi pemulihan jika terjadi bencana sehingga kesinambungan/kelangsungan bisnis operasional bank dapat terjaga dengan baik. dengan demikian perusahaan dapat meminimalisasi kerugian yang mungkin timbul jika terjadi bencana. kata kunci: bencana, business impact analysis (bia), critical business function (cbfs) business impact analysis… (rubil) 893 pendahuluan sebanyak 43% perusahaan yang kehilangan sebagian besar datanya langsung tutup, 51% hanya mampu bertahan dalam 2 tahun berikutnya, dan hanya 6% yang sanggup bertahan (gartner grup). pada 11 maret 2011, gempa bumi yang dahsyat dan tsunami melanda pulau honshu jepang, menyebabkan kerusakan luas, termasuk pemadaman, kebakaran dan kerusakan infrastruktur besar termasuk pada instalasi pltn mereka. sebelumnya, serangan terhadap wtc pada 11 september 2001, tsunami di aceh dan gempa di berbagai daerah di indonesia yang seringkali terjadi telah menyadarkan kita bahwa bencana selalu menanti di depan dan sekitar kita. bencana yang terjadi menimbulkan berbagai dampak mulai dari skala lokal bahkan regional. kerugian yang timbul pada beberapa perusahaan saat terjadinya banjir besar di jakarta pada tanggal 6-7 februari 2007 sebagai berikut (tabel 1): tabel 1. kerugian saat banjir di jakarta 6-7 februari 2007 lembaga total kerugian (rp) asosiasi pengusaha indonesia 1 triliun pt bank negara indonesia tbk (bni) 2.6 miliar selama tiga hari pt pln (persero) 51 miliar pt telekomunikasi indonesia tbk (telkom) 1.5 – 3 miliar angkutan umum 7.1 miliar per hari mandala air 1 miliar per hari pt kereta api 7.2 miliar pt asuransi bintang tbk 45 miliar pt bank mandiri tbk 10 miliar (sumber: tempo dan republika) bagi setiap perusahaan tentunya bencana bisa berdampak luas baik secara finasial maupun non finansial, sehingga penting untuk diantisipasi dengan membuat sebuah rencana. business continuity management (bcm) merupakan sebuah rencana yang merupakan bagian penting dari rencana kelangsungan bisnis sebuah perusahaan. dengan adanya bcm yang dibuat secara akurat dan tepat serta teruji dan terpelihara, sebuah organisasi/perusahaan diharapkan dapat melakukan langkahlangkah yang terencana sehingga dampak dari bencana yang telah terjadi dapat diminimalisasi dan perusahaan tetap dapat mempertahankan bisnisnya (pbi no9/15/pbi/2007 tanggal 30 nov 2007 pasal 13 ayat 1). salah satu aspek penting dari pembuatan bcm adalah business impact analysis (bia). berdasarkan pbi no9/15/pbi/2007 tanggal 30 nov 2007 pasal 13 ayat 2: ”bank wajib melakukan ujicoba atas business continuity plan dan disaster recovery plan terhadap seluruh system/aplikasi dan infrastruktur yang kritikal sesuai hasil bia, paling kurang sekali dalam satu tahun dengan melibatkan end user (end to end)”. menurut goh moh heng (2008), bia adalah suatu proses identifikasi dan analisis terhadap critical business function (cbfs) dan dampak kerusakan yang mungkin timbul terhadap suatu organisasi/perusahaan. hasil dari bia dapat digunakan oleh suatu organisasi/perusahaan untuk: (1) melakukan penilaian terhadap dampak kerusakan pada suatu area fungsional atau bisnis unit di suatu organisasi/perusahaan; (2) menentukan ketergantungan utama terhadap fungsional dan operasional yang ada ada dalam suatu organisasi/perusahaan; (3) menetapkan prioritas dan urutan terhadap aplikasi-aplikasi kritikal dan fungsi bisnis utama yang harus dipulihkan jika terjadi bencana. critical business functions (cbfs) mengacu kepada area-area vital dari bisnis yang sangat penting demi kelangsungan hidup dari suatu organisasi, tanpa unit bisnis ini, organisasi tidak 894 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 892-900 mendapatkan keuntungan, dipercaya atau terus berjalan dalam pemberian produk dan/atau jasa terhadap pelanggan, klien atau warga negara jika berhubungan dengan pemerintahaan (goh moh heng, 2008). menurut british standard 25999-1:2006, saat melakukan penilaian terhadap dampak, sebuah organisasi harus mempertimbangkan hal-hal yang berhubungan dengan tujuan dan sasaran bisnisnya, yaitu: (1) dampak terhadap karyawan atau kesejahteraan publik; (2) dampak terhadap kerusakan yang ditimbulkan, kehilangan, bangunan, teknologi atau informasi; (3) dampak terhadap pelanggaran undang-undang atau regulasi; (4) rusaknya reputasi; (5) kerugian terhadap finansial; (6) memburuknya kualitas produk atau servis; (6) kerusakan lingkungan. ruang lingkup dari proses bia ini adalah: (1) dilakukan terhadap 62 business/support unit dengan fungsi bisnis yang berbeda. menurut struktur organisasi pt bank xyz di akhir tahun 2011 (total 224 grup).; (2) grup yang dilakukan pre-assessment adalah 164 grup sedangkan 60 grup sisanya tidak dilakukan assessment dikarenakan kesamaan fungsi; (3) dilakukan tanpa risk assessment (ra) per grup, namun proses ra dilakukan berdasarkan lokasi kerja critical business function (cbf). proses pengisian data bia dilakukan dengan asumsi: (1) fungsi bisnis mengalami gangguan/bencana yang berdampak terhadap finansial dan non finansial dalam jangka waktu tertentu (maximumtolerable downtime); (2) resource (sumber daya manusia, sarana & prasarana kerja) yang dapat dialokasikan fungsi bisnis pada saat mengalami gangguan/bencana sampai pada level layanan tertentu. proses bia dilakukan untuk mengidentifikasi, mengkuantifikasi dan mengkualifikasi terhadap hal-hal sebagai berikut: (1) tingkat kepentingan (criticality) masing-masing fungsi bisnis dan ketergantungan antar grup serta prioritas yang diperlukan; (2) tingkat maximum tolerable downtime (mtd), yaitu estimasi downtime maksimum yang dapat ditoleransi akibat terhentinya fungsi bisnis serta dampak downtime terhadap kerugian financial; (3) tingkat recovery point objective (rpo), yaitu estimasi waktu yang dibutuhkan atas kehilangan data antara backup data terakhir sampai dengan data saat terjadi bencana; (4) tingkat work recovery time (wrt) atau time to clear backlog, yaitu jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan yang tertunda akibat terjadinya bencana; (5) tingkat minimum resources requirement (personil, data dan kelengkapan sistem serta fasilitas yang diperlukan secara minimal agar bisnis bisa pulih dan berjalan); (6) tingkat ketergantungan terhadap penyedia jasa baik ti maupun non ti. proses bia ini dilakukan dengan tujuan: (1) melakukan validasi kesesuaian bia dari masing-masing fungsi bisnis di tahun sebelumnya sehubungan dengan adanya perubahan struktur organisasi pt bank xyz yang dinamis; (2) mempertajam bia assessment terhadap fungsi-fungsi bisnis dengan kategori “very critical”/critical business function (cbf) maupun kategori “critical” sesuai proses pre-assessment; (3) mengidentifikasi dampak bencana/gangguan terhadap fungsi bisnis untuk selanjutnya menentukan kebutuhan pemulihan bisnis berdasarkan tingkat kritikal terhadap bank, sehingga kesinambungan/kelangsungan bisnis operasional bank dapat terjaga dengan baik; (4) hasil bia ini menjadi referensi/rujukan/basis ke seluruh unit terkait terutama it direktorat sebagai unit yang mensupport fungsi bisnis terkait dengan critical application. metode pengumpulan data tahapan proses bia dilakukan dengan menggunakan metode penyebaran kuesioner ke seluruh fungsi bisnis di pt bank xyz dan juga melakukan interview secara langsung bagi fungsi bisnis yang memerlukan penjelasan lebih detail. tujuan dari penyebaran kuesioner ke grup-grup tersebut adalah untuk mendapatkan data dari masing-masing fungsi bisnis untuk selanjutnya dilakukan analisis dalam menentukan fungsi bisnis yang paling kritikal. berikut gambar/bagan yang menunjukan keterkaitan antara data bia bisnis unit (input) dengan hasil yang diharapkan (output) (gambar 1): business impact analysis… (rubil) 895 gambar 1. bia input and output information. kebutuhan waktu pemulihan kebutuhan waktu pemulihan untuk tujuan pengukuran/analisis strategi pemulihan proses bisnis yang kritikal, didapatkan dari masing-masing fungsi bisnis melalui kuesioner bia yang disebarkan. kebutuhan waktu pemulihan oleh it atau disebut dengan recovery time objective (rto) akan disiapkan oleh divisi it yang berhubungan dengan infrstruktur (untuk critical business function). berikut gambar yang menunjukan keterkaitan antara waktu yang dibutuhkan mulai dari saat terjadi gangguan/bencana sampai dengan proses recovery (gambar 2). tahapan proses bia secara keseluruhan proses bia dilakukan melalui sembilan tahapan sebagai berikut (gambar 3): (1) menentukan tujuan, ruang lingkup dan asumsi yang dibutuhkan untuk membuat/proses bia; (2) menyiapkan kuesioner bia berdasarkan tujuan, ruang lingkup dan asumsi yang telah disepakati; (3) menyiapkan bia scoring tool untuk melakukan penilaian terhadap seluruh kuesioner bia dari fungsi bisnis; (4) melakukan internal pre-assessment untuk mempertajam bia assessment terhadap fungsifungsi bisnis dengan kategori “very critical”/critical business function (cbf) maupun kategori “critical”; (5) melakukan workshop bia, yaitu mensosialisasikan tata cara pengisian kuesioner bia dan mendistribusikannya kepada seluruh business/support unit.; (6) mengumpulkan kuesioner bia dari seluruh business/support unit, serta membantu business/support unit yang membutuhkan bantuan pengisian kuesioner; (7) review bia kuesioner untuk melakukan kaji ulang data kuesioner bia yang telah diserahkan oleh business/support unit terkait (identifikasi fungsi bisnis, dampak finansial dan non finansial, maximum tolerable downtime (mtd), minimimum resource, ketergantungan internal & eksternal, vital record, recovery point objective (rpo), dan readiness business/support unit dalam menghadapi gangguan/bencana); (8) mengientifikasi fungsi kritikal dari masing-masing business/support unit menggunakan bia scoring tool; (9) meembuat laporan bia & approval, yaitu meembuat resume dari keseluruhan fungsi bisnis yang telah teridentifikasi berdasarkan tingkat kritikalitasnya, diteruskan dengan memintakan consent dan approval kepada pihak-pihak terkait. 896 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 892-900 gambar 2. disaster – recovery time frame. gambar 3. tahapan proses bia . parameter pada proses bia terdapat delapan parameter yang dipergunakan, sebagai berikut (tabel 2): business impact analysis… (rubil) 897 tabel 2 parameter yang digunakan pada proses bia no. item description 1. role of business function mengidentifikasi kritikalitas masing-masing fungsi bisnis dalam pemenuhan tujuan organisasi secara keseluruhan. 2. revenue rating mengidentifikasi kontribusi pendapatan dari setiap fungsi bisnis. 3. dependency rating mengidentifikasi kontribusi tingkat support masing-masing fungsi bisnis 4. system & manual processing mengidentifikasi ketergantungan setiap fungsi bisnis terkait dengan system/aplikasi yang digunakan, dan menilai kemampuan memproses secara manual. 5. customer service mengidentifikasi hubungan nasabah eksternal (external customer relationship) untuk setiap fungsi bisnis. 6. regulatory reporting & compliance mengidentifikasi frekuensi dan jenis pelaporan eksternal setiap fungsi bisnis untuk memenuhi kepatuhan regulasi (cth: bi, pajak, dll). 7. transaction value & volume mengidentifikasi jenis transaksi, volume dan periode puncak (peak period) transaksi setiap fungsi bisnis. 8. potential business impact – mtd mengidentifikasi dampak financial dan non financial dalam menentukan waktu maksimum terhentinya bisnis/maximum tolerable downtime (mtd) financial impact profit and/or cash flow potensi penurunan laba dan atau kekurangan dalam arus kas (cash flow) saat ini loss of existing and/or new business potensi kerugian dikarenakan terhentinya bisnis yang ada dan/atau kehilangan peluang bisnis baru (dinilai berdasarkan jumlah pokok bruto) compensation payment potensi jumlah kompensasi yang harus dibayarkan kepada pelanggan karena gangguan tersebut contractual penalties potensi jumlah denda yang harus dibayar pada saat terjadi gangguan berdasarkan ayat (clause) yang disebutkan dalam kontrak lost productivity potensi kerugian pada penghematan biaya pada kegiatan yang direncanakan karena penggunaan biaya yang tidak efisien additional/extraordinary expenses tambahan atau jumlah biaya/ pengeluaran yang luar biasa yang akan timbul akibat gangguan tersebut non financial impact customer service potensi kehilangan pelanggan yang sudah ada karena ketidakmampuan untuk menyediakan layanan kepada mereka reputation potensi dampak terhadap reputasi pada lingkungan eksternal pt bank xyz customer confidence potensi hilangnya kepercayaan pada pelanggan yang potensial legal & contractual violations potensi tindakan hukum diambil terhadap bank karena pelanggaran kontrak regulatory requirement potensi kegagalan untuk mematuhi undang-undang, kebijakan atau persyaratan yang ditetapkan oleh badan pengawas (regulatory)yang relevan stakeholders reaction potensi tindakan negatif yang dapat diambil oleh para stakeholders staff morale berpotensi pada penurunan moral diantara staff 898 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 892-900 tingkat kritikal tingkat kritikalitas business unit ditentukan oleh hasil bia score (gambar 4), dengan mempergunakan bia scoring tool. tingkat kritikal dibagi menjadi empat kriteria, yaitu: very critical, critical, less critical, dan non critical. bia score (bs) x ≤ 13,92 13,93 ≤ x ≤ 27,85 27,86 ≤ x ≤ 41,77 x ≥ 41,78 non-critical less critical critical very critical gambar 4. bia score. hasil dan pembahasan berdasarkan hasil evaluasi dan analisis terhadap data bia dari masing-masing grup, berikut hasil dari keseluruhan proses bia: (1) total partisipan business/support unit adalah 62 grup; (2) total dokumen kuesioner bia yang masuk adalah 52 bia (dikarenakan adanya beberapa business/support unit yang pengisiannya disatukan dalam satu dokumen kuesioner bia); (3) tingkat kritikal business/supporting unit berdasarkan hasil scoring bia: kategori very critical/critical business function (cbf) = 18 grup kategori critical = 23 grup kategori less critical = 21 grup kategori non critacal = 0 grup prosentasenya dapat dilihat pada gambar 5. catatan: critical business function (cbf) pada hasil bia adalah jumlah dari kategori very critical (10 grup) dan sebagian dari kategori critical (8 grup) berdasarkan keterkaitannya dengan proses end-to-end grup very critical dan/atau peraturan regulasi. gambar 5. prosentasi proses bisnis berdasarkan kritikalitas. aplikasi yang dipergunakan oleh critical business function berdasarkan hasil bia adalah (tabel 3). business impact analysis… (rubil) 899 tabel 3 daftar aplikasi yang digunakan oleh critical business function no. system/application no. system/application 1. affina solution 36. mpn pajak (web) 2. akki 37. ms office 3. as/400 apps 38. murex 4. asccend 39. murex/lhbu 5. bank trade 40. ompk 6. bi-ssss 41. payment bank monitoring system 7. bizchannel 42. payment bank system 8. bloomberg 43. payment bank work station (cbest) 9. bmc patrol (server monitoring) 44. remedy 10. call center system 45. reuters 11. cashy online 46. reuters 3000 xtra 12. c-best 47. reuters dealing 13. cisco 48. rtgs 14. citynet 49. s4 15. c-tass system 50. sentrapay 16. ctp 51. sibs 17. edms 52. sics 18. email 53. sid bi 19. etax 54. skn 20. fin iq 55. smartstream 21. finn one 56. solarwind (network monitoring) 22. finn-one 57. spekta 23. flexigen 58. statement by pdf 24. ftp file 59. swift 25. gs (as/400 apps.) 60. telex 26. gs (pajak) 61. tpk/stpk 27. hiportfolio 62. unit registry system 28. internet 63. unix apps 29. internet (visa mastercard on line) 64. urs 30. intranet 65. wintel apps 31. ipc 66. smart inward 32. member reward 67. svs 33. mlc 68. new jive 34. monitosis delivery 69. urs 35. mosaic 70. wintel apps penutup setelah dilakukan evaluasi terhadap 62 unit bisnis maka berdasarkan tingkat kritikalitas diperoleh tiga jenis kategori fungsi bisnis, yaitu very critical, critical dan less critical. selain itu dapat diketahui ada 70 aplikasi yang dipergunakan oleh unit bisnis dengan kategori kritikal. dari hasil bia tersebut, dengan bia perusahaan dapat melakukan identifikasi dan analisis terhadap critical business function (cbfs) dan dampak kerusakan yang mungkin timbul terhadap bisnis baik secara operasional maupun finansial dan selanjutnya dapat ditentukan prioritas, strategi dan solusi pemulihan bisnis setelah terjadi sehingga kesinambungan/kelangsungan bisnis operasional bank dapat terjaga dengan baik. dengan hasil bia ini perusahaan juga dapat menentukan tingkat maximum tolerable downtime (mtd), tingkat recovery point ojective (rpo), tingkat work recovery time (wrt), tingkat minimum 900 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 892-900 resources requirement dan tingkat ketergantungan terhadap penyedia jasa baik ti maupun non ti. sehingga perusahaan dapat meminimalisir kerugian yang mungkin timbul jika terjadi bencana baik berupa kerugian finansial maupun non finansial. hasil dari bia ini adalah langkah awal dalam pembuatan business continuity management, maka diperlukan langkah lanjutan yaitu pembuatan risk assesment, business continuity strategy dan business continuity plan agar proses penanganan dan strategi pemulihan terhadap bencana dapat berjalan secara sempurna. daftar pustaka british standard 25999-1:2006. (2006). business continuity management part 1: code of practice. diakses dari http://www.b-c-training.com/bs25999-1. british standard 25999-2:2007. business continuity management part 2: specification (2007). diakses dari http://www.b-c-training.com/bs25999-2 goh moh heng. (2008). conducting your impact analysis for business continuity planning. singapore: gmh. microsoft word 06_ti_harvianto_livia_analisis dan pengenalan suara kp-2.docx ijccs issn: 1978-1520 analysis and voice recognition … (harvianto; et. al.) 131 analysis and voice recognition in indonesian language using mfcc and svm method harvianto1; livia ashianti2; jupiter3; suhandi junaedi4 1,2,3,4 computer science department, school of computer science, bina nusantara university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat, 11480 1harvianto@binus.ac.id 2liviaashianti@gmail.com, 3jupiterc@gmail.com; 4soe.xoe@gmail.com abstract voice recognition technology is one of biometric technology. sound is a unique part of the human being which made an individual can be easily distinguished one from another. voice can also provide information such as gender, emotion, and identity of the speaker. this research will record human voices that pronounce digits between 0 and 9 with and without noise. features of this sound recording will be extracted using mel frequency cepstral coefficient (mfcc). mean, standard deviation, max, min, and the combination of them will be used to construct the feature vectors. this feature vectors then will be classified using support vector machine (svm). there will be two classification models. the first one is based on the speaker and the other one based on the digits pronounced. the classification model then will be validated by performing 10-fold cross-validation.the best average accuracy from two classification model is 91.83%. this result achieved using mean + standard deviation + min + max as features. keywords: voice recognition, mfcc, svm, cross validation introduction the human voice contains a lot of information such as gender, emotion, and identity of the speaker lindasalwa et al. (2010). the purpose of the voice recognition is to identify the speaker or the words pronounced by the individual (yee & ahmad, 2008). many techniques have been proposed to reduce the mismatch between testing and training environments. most of these methods are operated in spectral domain (lockwood & boudy, 1992; rosenberg, lee, & soong; 1994) or the cepstral domain. gracieth et al. (2014) implemented support vector machine (svm) for automated speech digit recognition. the digit was limited to '0', '1', '2', '3', '4', '5', '6', '7', '8', '9' in portuguese. the feature was extracted using mel frequency cepstral coefficients. discrete cosine transform (dct) was used to produce a two-dimensional matrix that became the input of the svm. the study produced excellent numerical classification except for the digit '9'. digit '1' to '8' had the best accuracy. the mean and variance were chosen as the features. fokoué and ma (2013) had demonstrated that the combination of mfcc and svm produces a great tool in identifying the sex of the speaker. rbf kernel and polynomial kernel give accurate results in cross-validation. mfcc needs more time in the calculation of computing because of the complexity of the calculations. putra and resmawan (2011) wanted to classify gender base on the speech in bahasa. the researcher is also using mfcc for extraction method and dtw for classification method. they collect issn: 1978-1520 132  comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 131-139  speeches of 27 men and eight women. these people will speak five words and repeat it seven times. for the evaluation, darma and adi used the 7-fold cross validation. based on the result, the best accuracy is 93.254% and the worst accuracy is 59.664%. this paper will discuss about the voice recognition of digit numeric '0', '1', '2', '3', '4', '5', '6', '7', '8', '9' in indonesian. the human voice is converted into a digital signal form to produce digital data representing every level of the signal at each different time. digital sound is then processed using the mfcc for extracting voice features. after that, support vector machine (svm) is used as classification method to determine the features and combinations of features that generate the most minimal error. the validation process will use 10-fold cross validation. this paper will be separated as follows: background research, the principle voice recognition, the methodology, which will be followed by the results, and conclusions are given. after taking voice input using a microphone from the speaker, the sound will be analyzed. system design involves the manipulation of the audio signal. at some level, the operation is displayed on the input signal is pre-emphasis, framing, windowing, mel ceptrum analysis, and recognition of spoken words. voice recognition algorithm includes two distinct phases. figure 1 shows the voice algorithm. it can be shown that the first phase is the training phase while the second phase is the testing phase. voice recognition  algorithms training phase each speaker has to provide  samples of their voice so that  the reference tamplate model  can be build testing phase to ensure the input test voice is  match with stored reference  template model and recognition  decision are made figure 1 voice recognition algorithms mel frequency cepstral coefficients (mfcc) algorithm is a sampling technique. mfcc is one of the most popular feature extraction techniques used in voice recognition based on the frequency domain. mfcc using the mel scale which is based on the human ear scale. mfcc which is being considered as frequency domain features, are much more accurate than time domain features. the simplicity and ease of the procedures used to implement the method mfcc make this the most favored technique for speech recognition. mfcc considers the sensitivity of human perception of frequency and this makes the best in voice recognition. figure 2 shows the following steps used in mfcc. ijccs issn: 1978-1520 analysis and voice recognition … (harvianto; et. al.) 133 figure 2 block diagram to get the coefficients mfcc when feature extraction using mfcc in pre-emphasis block, voice signal is filtered with high pass filter. pre-emphasis improves the voice signal and compensates the suppressed part of the signal during voice production. then, the pre-emphasized signal is segmented into frames with an optional overlap of 1/3 until 1/2 of the frame size. this step is important to create good results because the variation of amplitude is more in larger signals compared to smaller signals. then, framing signal will be multiplied with a hamming window to the keep continuity of the first and last points in signal frame. then, signal will be converted into frequency domain signal using fast fourier transform. the output of fast fourier transform block is multiplied by triangular band pass filters for getting log energies of each filter. mfcc is defined as follows: log 1 log 2 (1) fmel is a logarithmic scale of normal frequency scale. mel-cepstral features [2], can be illustrated by mfccs, which is calculated from the fast fourier transform (fft) power coefficient. power coefficient filtered by triangular bandpass filter bank. when c(5) is in the range of 250-350, the number of filters triangles that fall in the frequency range of 200-1200 hz (the frequency range of audio information that is dominant) is higher than the other values of c. therefore, it is efficient to set the value of c in the range to calculate mfccs. the output is shown from the filter bank sk (k = 1, 2, …., k), then mfccs are calculated as follows: c 2 log 0.5 , 1, 2, … , (2) support vector machine is a statistical machine learning techniques that are useful and successfully applied in pattern recognition. the svm classification method is based on the structural risk minimization principle from computational learning theory. data can be separated linearly. data provided is denoted as d whereas each class label is denoted yn {+1,−1} for 1,2, … , where is the number of data. svm is looking for the best hyperplane that separates all data sets corresponding to the class by measuring margin hyperplane and looking for the biggest margin. margin is the distance between the nearest hyperplane with the data from each class. the subset of the data set with the nearest distance is called a support vector. voice input pre-emphasis sampling and windowing fast fourier transform mel filter bank discrete cosine transform output melcoeffic1ients issn: 1978-1520 134  comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 131-139  class -1 and +1 can be completely separated by hyperplane dimension d, which is defined by the following equation · 0 (3) which includes class -1 (negative samples) can be defined as data that meets inequality · 1 for 1. while which includes class +1 (positive samples) can be defined as data that meets inequality · 1 for 1. is normal field, and b is the position of the field about the origin. value-defined margins is 2 || || (4) where | | (5) maximum margin is obtained when the value of ||w|| minimum of hyperplane equation is · 0. therefore, to get the biggest margin, it can be formulated as a constrained optimization problem as follows min 1 2 || || (6) subject to · 1 0. one method for the settlement of constraint optimization problems is by multiplying lagrange. thus, it can be formulated as follows min , , 1 2 || || · 1 (7) subject to 0. then the formula (primal problem) was converted into the formula (dual problem) as follows max 1 2 . (8) with the above formula, then is obtained with a positive value. the value of w then obtained by the formula as follows (9) ijccs issn: 1978-1520 analysis and voice recognition … (harvianto; et. al.) 135 data in which the value is more than zero is called a support vector. by knowing the support vector, the value of b can be obtained by using support vector obtained as follows 1 . (10) by recognizing the value w and b, the hyperplane equation (1) is obtained. after finding the hyperplane equation, the data classification into class 1, 1 can be done as follows sgn . 1 . 1 1 . 1 (11) svm formulation for linearly separable data cannot be used for non-linearly separable data. searching the best hyperplane can be obtained by transforming data from input space ( ) into feature space ( . thus, the data can be separated linearly in the feature space. dimension data in the feature space is higher than dimension data in the input space. this situation can make a very large computation in feature space. these problems can be solved by used kernel trick. by using the kernel trick, transformation functions does not need to be known. kernel functions that are often used are linear kernel, polinomial kernel (dimension d), and radial basis function (rbf) kernel. the equation of linear kernel is as follows , · 20 (12) next, the following is the equation of polinomial kernel (dimension d) , 1 · 21 (13) the equation of radial basis function (rbf) kernel is , exp | · | where 0 22 1 2 23 (14) variable is hyperparameter. cross validation is a method to assess the accuracy and validation of statistical models. the available dataset is divided into two parts. the first part is used to data modeling (payam, lei, & huan, 2009). the data modeling from first part used to predict the values in the second part. a valid model should show good prediction accuracy. the procedure of cross validation is as follows. first, the data will be divided into three sets; training, testing, and validation . figure 3 first step of cross validation training testing validation issn: 1978-1520 136  comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 131-139  second, find the optimal model on the set of training and test sets used to examine the predictive ability. figure 4 second step of cross validation third, see how well the model can predict the set of testing. validation errors provide an estimate of the predictive power of the model. figure 5 third step of cross validation methods this research will be conducted in several stages. to have a better understanding, see the following figure 6. data collection feature extraction data normalization classification evaluation figure 6 diagram of research methods data is collected by recording the voices of 6 participants. each participant will pronounce numbers between ‘0’ to ‘9’. the recording process will be repeated up to 5 times; it consists of 3 times recording without noise and two times recording with noise. at the end, there will be 300 voice recording. the voice will be recorded using various devices such as smartphone, pc, and laptop with different types and specifications. the voice recording is saved with frequencies of 44.1 khz, bit rate 16-bit and wave audio (wav) file format. each voice recording will be named by numbers pronounced, recording order, and participant name. validationmodel testing training ijccs analysis t coefficie index an deviation using for method. based on pronoun feature m used to h will be s will be a the mat performe on numb combina experime its featur and voice r the voice ents). using nd is time n, min, and rmat as show support vec there will n the speak nced. classifi matrix. classificatio have better c separated into for the expe applied to ev trix results th ed. the first bers that the for each cl ation of feat ent is evalua res combinat recognition … recording f mfcc meth frame. for max of each wn in figure ctor machin be two type ker. the sec ication mode on result is e confidence i o ten parts. e r eriment, there very voice re hen will be c type is class speaker has p lassification, tures from f ated by using tion are show experiment 1 2 3 4 5 6 7 8 9 issn … (harvianto feature will hod, each voi the experim h mfcc ind 5. figure 7 ne (svm) w es of classifi cond type is el will be bui evaluated by n prediction each part con results e are 300 voi ecording. fro classified usi sification bas pronounced. 15 experim feature extra g 10-fold cros wn in table 2 tab t mean standard min max mean + s mean + m mean + m standard standard n: 1978-1520 o; et. al.) l be extract ice recording ent, mfcc dex will be c feature matri with linear ke fications to b s classificati ilt by using e using 10 fo n accuracy. a nsisted 30 vo and dis ice recording om this featu ng svm me sed on the sp ments have action. detai ss-validation 2. ble 1 experim f d deviation standard devi min max d deviation + m d deviation + m 0 ted using m g produced a index will b alculated. th ix format ernel functio be performed on based on every feature old cross vali all of voice r oice recordin cussion gs that have b ure extraction ethod. there peaker. the s been perfor il of experim n. the accura ment feature ation min max mfcc (me a matr be used up to he result wil on will be u d. the first n numbers t e or combina idation for e recording th g. ns been collecte n, a new ma are two clas second type i rmed by usi ment is liste acy of each c el-frequency rix where o 12. mean, ll be stored a used as clas type is clas that the spe ation of featu every experim hat has been ed. feature e atrix will be ssification ty is classificati ing every fe ed in table classification 137 cepstral is mfcc standard as matrix   sification sification eaker has ures from ment.it is collected extraction obtained. ypes to be ion based eature or 1. each n type and issn: 1978-1520 138  comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 131-139  table 1 experiment (continued) experiment feature 10 min + max 11 mean + standard deviation + min 12 mean + standard deviation + max 13 mean + min + max 14 standard deviation + min + max 15 mean + standard deviation + min + max table 2 experiment result experiment feature accuracy (%) speaker pronounced number average 1 mean 59.00 90.33 74.67 2 standard deviation 72.67 60.67 66.67 3 min 58.33 85.33 71.83 4 max 52.67 67.67 60.17 5 mean + standard deviation 86.67 95.67 91.17 6 mean + min 69.33 95.33 82.33 7 mean + max 73.00 92.67 82.83 8 standard deviation + min 80.00 92.67 86.33 9 standard deviation + max 82.33 89.67 86.00 10 min + max 74.67 92.00 83.33 11 mean + standard deviation + min 87.00 96.00 91.50 12 mean + standard deviation + max 85.33 96.00 90.67 13 mean + min + max 79.00 95.33 87.17 14 standard deviation + min + max 82.33 95.67 89.00 15 mean + standard deviation + min + max 86.67 97.00 91.83 the best accuracy for classification based on the speaker is 87.00%. this result is achieved using mean + standard deviation + min as features. the worst accuracy for classification based on the speaker is 52.67%. this result is achieved using max as features. the best accuracy for classification based on the number pronounced is 97.00%. this result is achieved using mean + standard deviation + min + max as features. the worst accuracy for classification based on the number pronounced is 60.67%. this result achieved using standard deviation as features. the best average accuracy from both classifications is 91.83%. this result is achieved using mean + standard deviation + min + max as features. the worst average accuracy from both classifications is 60.17%. this result is achieved using max as features. conclusions experimental results showed interesting results, feature or combination of features which have the highest accuracy in classification based on the numbers spoken is mean + standard deviation + min (87%). feature or combination of features which have the highest accuracy in classification based on the speaker is mean + standard deviation + min + max (97%). the best result is obtained by using combination of mean + standard deviation + min + max. ijccs issn: 1978-1520 analysis and voice recognition … (harvianto; et. al.) 139 references fokoue, e., & ma, z. (2013). speaker gender recognition via mfccs and svms. rit scholar works. gracieth, b., washington, s., & filho, o. (2014). classification of pattern using support vector machines: an application for automatic. the eighth international conference on advanced engineering computing and applications in sciences. rome, italy: iaria. lindasalwa, m., mumtaj, b., & elamvazuthi, i. (2010). voice recognition algorithms using mel frequency cepstral coefficient (mfcc) and dynamic time warping (dtw) techniques. journal of computing, 2, 138-143. lockwood, p., & boudy, j. (1992). experiments with a nonlinear spectral subtractor (nss), hidden markov models and the projection, for robust speech recognition in cars. journal speech communication eurospeech '91, 11(2-3), 215-228. payam, r., lei, t., & huan, l. (2009). cross-validation. in encyclopedia of database systems. putra, d., & resmawan, a. (2011). verifikasi biometrika suara menggunakan metode mfcc dan dtw. lontar komputer, 2, 8-21. rosenberg, a., lee, c. h., & soong, f. (1994). cepstral channel normalization techniques for hmmbased speaker verification. proc. int. conf. on spoken language processing, 1835-1838. yee, c. s., & ahmad, a. m. (2008). malay language text-independent speaker verification using nnmlp classifier with mfcc. electronic design, 2008. iced 2008. international conference. penang: ieee. microsoft word 30_si_desi maya kristin.doc   wedding organizer … (desi maya kristin; yuliana lisanti)   839  wedding organizer order management desi maya kristin; yuliana lisanti information systems department, school of information systems, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 dkristin@binus.edu; lisanti@binus.edu abstract this information system is used as a solution that can help to meet the requirements of the couples. the research methods are data collection, analysis and design. data collection method implemented by surveys including interviews with 58 clients, 15 vendors, and 12 wo (wedding organizer) and by literature study that includes books and journal related. object oriented is used as the method for system analysis and design. the result is a web based information system that connects vendors and clients in one online place. the web based application can be used to book the reception hall, catering food for guests, entertainments, bridal, car loan, prewed and receptions photos. the benefits of the web based applications are user can costumize or choose the packages, check the price information and get reports related to wedding organizer order management business process. the results of the qualitative interviews to 58 clients who already used the applications is the client get shorter time compare to clients who manage their own wedding reception. keywords: wedding organizer, analysis, design, object oriented abstrak sistem informasi ini digunakan sebagai solusi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan para pasangan calon pengantin yang akan menikah. metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data dan metode analisa dan perancangan. metode pengumpulan data melalui survei termasuk wawancara kepada 58 klien, dan 15 vendor dan 12 pihak wo (wedding organizer), selain itu melalui studi pustaka termasuk bukubuku dan jurnal-jurnal terkait. metode analisa dan perancangan menggunakan object oriented. hasilnya adalah sebuah sistem informasi berbasis website yang menghubungkan antara vendor dan klien dalam satu tempat secara online. aplikasi website yang diciptakan dapat memesan gedung resepsi, catering makanan untuk tamu, acara hiburan, bridal, peminjaman mobil, foto saat pernikahan dan sebelum pernikahan. selain itu, manfaat lainnyaadalah pelanggan dapat melakukan penyesuaian ataupun memilih paket-paket yang telah tersedia dari berbagai vendor dan memberikan informasi harga, serta dapat menghasilkan laporan yang berhubungan dengan proses bisnis wedding organizer order management tersebut. hasil wawancara secara kualitatif kepada 58 klien setelah implementasi aplikasi tersebut, klien yang menggunakan sistem aplikasi wedding organizer order management membutuhkan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan klien yang mengurus sendiri resepsi pernikahannya atau tanpa menggunakan aplikasi. kata kunci: wedding organizer, analisa, perancangan, object oriented 840 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 839-850  pendahuluan upacara pernikahan merupakan momen yang sangat penting dan berarti bagi calon pengantin dalam kehidupan mereka. pengaturan hari pernikahan melibatkan banyak proses dan detilnya (napompech, 2014). banyak pasangan calon pengantin (klien) yang menginginkan resepsi pernikahan dengan berbagai ragam keinginan untuk mendukung acara resepsi, seperti menemukan waktu yang tepat untuk pernikahan, memilih gaun pengantin, tempat resepsi, mengatur kartu undangan dan suvenir, beserta peralatan yang dibutuhkan saat upacara pernikahan termasuk bridal, catering, pengisi acara, mc, foto, dan sebagainya. banyak klien tidak memiliki banyak waktu untuk mendatangi beberapa tempat pendukung resepsi pernikahan dan sekaligus memikirkan konsep pernikahan, sementara banyak tempat usaha yang menawarkan berbagai jasa dan konsep yang menarik untuk mendukung resepsi pernikahan. menurut bhattacharyya dan rahman (2004); gony dan westbrook (2011); dan napompech dan kuawiriyapan (2011) menyebutkan dalam penelitiannya, “jika sebuah bisnis ingin sukses, pelaku bisnis harus dapat mengerti dan memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan”. seiring dengan perkembangan teknologi informasi pada sekarang ini, manusia cenderung membutuhkan informasi yang cepat, akurat dan terpercaya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, sehingga kebutuhan pengolahan data terintegrasi yang meningkat untuk kemudian dapat diubah menjadi informasi. teknologi informasi adalah perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, manajemen database dan teknologi pengolah informasi lainnya yang digunakan dalam sistem informasi komputer (obrien, 2003). untuk mendukung latar belakang di atas, diperlukan suatu teknologi yang dapat digunakan untuk melakukan pencarian informasi terkait hal-hal yang dibutuhan untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan, termasuk biaya yang harus disediakan. selain itu, diharapkan tersedia suatu sistem informasi yang dapat membantu proses pemesanan kegiatan wedding organizer tersebut dan memberikan kenyamanan untuk klien tapi juga memberikan sebuah proses bisnis baru yang dapat mengefektifkan kinerja individu. proses bisnis merupakan kumpulan aktivitas/tindakan yang merubah input, melalui proses dan menghasilkan output berupa barang atau jasa, serta memberikan nilai bagi perusahaan, partner bisnis dan atau pelanggannya, (jones dan rama, 2006). sistem informasi merupakan pengarahan dari orang, data, proses, dan teknologi informasi yang saling berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyediakan output berupa informasi yang dibutuhkan perusahaan (bentley dan whitten, 2007). tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan proses bisnis wedding organizer dalam mengelola pesanan yang efektif bagi klien serta merancang suatu sistem informasi berbasis web yang sesuai dengan kebutuhan klien. sedangkan, manfaat dalam penelitian ini adalah memudahkan klien mencari informasi mengenai jasa yang disediakan, mempersingkat waktu pemesanan, menghasilkan sistem informasi berbasis web yang dapat menghubungkan berbagai vendor yang berhubungan dengan acara resepsi pernikahan agar mengenalkan masyarakat mengenai berbagai ragam vendor dan keunggulannya masing-masing. order management merupakan manajemen komersial dan kemampuan administrasi penjualan untuk memenuhi pesanan dari pelanggan (gerald, 2002). metode metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data serta metode analisa dan perancangan. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka yang berhubungan dengan penelitian, seperti buku dan jurnal, survei ke objek penelitian dan wawancara langsung kepada klien, perusahaan vendor, serta wo (wedding organizer) yang pernah terlibat dalam kegiatan wedding organizer. metode pengumpulan data hanya   wedding organizer … (desi maya kristin; yuliana lisanti)   841  menggunakan beberapa objek penelitian sebagai sampling di wilayah jakarata, dan membuat daftar pertanyaan untuk wawancara sebagai instrument pengumpulan data. analisis sistem adalah menelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau memperbaharui sistem yang telah ada (mcleod, 2007). selain itu, analisis sistem merupakan pembelajaran dari masalah bisnis yang ada untuk merekomendasikan perbaikan dan menetapkan kebutuhan bisnis serta prioritasnya (bentley dan whitten, 2007). metode dalam penelitian ini menggunakan object-oriented analysis & design sebagai technique yang mendefinisikan semua jenis objek agar dapat berkomunikasi dengan user, selain itu sebagai alat dalam suatu sistem yang menunjukan bagaimana sebuah objek berinteraksi untuk menyelesaikan suatu tugas serta menjelaskan definisi dari setiap objek agar dapat di implementasikan. object-oriented analysis adalah mendefinisikan semua tipe objek yang bekerja dalam suatu sistem dan menunjukan apa yang dibutuhkan user dalam menyelesaikan suatu tugas (satzinger, 2005). dengan menerapkan unified process (up) sebagai metodologi pengembangan sistem, dimana unified process (up) mendefinisikan sekumpulan aktivitas yang saling berinteraksi dan dapat diwujudkan untuk setiap langkah dalam proses pengembangan. adapun langkah-langkah up life cycle, yaitu business modeling dengan memahami proses bisnis pada aktivitas wedding organizer dan memahami masalah yang ada saat ini, beserta pengembangan yang dapat dilakukan dengan sistem baru yang akan diterapkan; requirement dengan mengumpulkan informasi / mendefinisikan kebutuhan dengan melakukan survei dan wawancara secara langsung kepada klien, perusahaan vendor, serta wo (wedding organizer) yang pernah terlibat dalam kegiatan wedding organizer; dan tahap terakhir design dengan melakukan perancangan sistem baru secara lebih detail sebagai solusi berdasarkan kebutuhan yang telah dijabarkan pada tahap requirement dan akan menghasilkan sistem informasi manajemen pemesanan wedding organizer berbasis web. gambar 1 unified process life cycle model sumber: satzinger (2005) pada tahapan requirement dan design akan digunakan model-model dengan panduan unified modelling language (uml). unified modelling language (uml) merupakan suatu kumpulan standarisasi dari konstruksi model dan pengembangan notasi yang khusus untuk pengembangan object-oriented (satzinger, 2005). kerangka komponen sistem yang menggunakan uml akan menghasilkan activity diagram, use case diagram, use case description, domain class diagram, 842 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 839-850  system sequence diagram, three-layer sequence diagram, communication diagram, package diagram, event table, state chart, user interface, deployment, software architecture, updated class diagram, persistent object, entity relationship diagram. namun tidak semua model yang akan ditampilkan dalam penulisan ini, karena penulisan ini lebih fokus untuk tahapan analisa. sedangkan tools untuk membuat model menggunakan microsoft office visio 2007, dan enterprise architecture, serta menggunakan bahasa pemrograman html sebagai pengembangan program aplikasi berbasis web dengan mysql sebagai tempat tool untuk mengelola sistem penyimpanan data (dbms = database management system). hasil dan pembahasan business modeling berdasarkan hasil wawancara dan survei secara langsung kepada 58 klien, 15 perusahaan vendor, serta 12 pihak wo (wedding organizer) yang pernah terlibat dalam kegiatan wedding organizer, maka diperoleh data dan informasi mengenai proses bisnis wedding organizer secara umum sebagai berikut: gambar 2 acivity diagram penerimaan proyek pernikahan klien tools: microsoft office visio 2007   wedding organizer … (desi maya kristin; yuliana lisanti)   843  klien datang ke wo (wedding organizer) untuk merencanakan dan konsultasi mengenai rencana pernikahannya. klien dapat memilih paket pernikahan yang telah disediakan ataupun mengkustomisasi sendiri dari perihal gedung, makanan/catering, dekorasi, bridal, entertainment, foto dan video shooting untuk acara resepsi pernikahan. klien akan memberikan data pribadi seperti nama, nomor telepon dan alamat ke pihak wo di arsip. klien yang ingin memesan, staf wo akan membuat sebuah surat konfirmasi order dua rangkap dengan yang berisikan segala deskripsi rencana pernikahan dari tanggal pernikahan dan akad, jumlah porsi dan list menu yang dipilih, dekorasi, dan deskripsi mengenai foto, video, dan entertainment. satu rangkap surat konfirmasi order akan diberikan kepada klien dan satunya lagi akan diarsip oleh pihak wo. setelah konfirmasi dilakukan, pada minggu kedua biasanya klien akan diundang untuk melakukan survei dengan test food, melihat dekorasi, dan rias pengantin. jika klien merasa cocok, maka dp (down payment) harus dilakukan sebagai tanda bukti jadi minimal 10% dari keseluruhan biaya. pelunasan harus dilakukan 2 minggu sebelum acara berlangsung atau 75% pembayaran telah dilakukan minimal 1 bulan sebelum acara berlangsung. dalam melakukan pembayaran dp, staf wo akan membuat surat pembayaran dua rangkap, yang berisikan deskripsi pembayaran dari tanggal pembayaran, nominal yang dibayar dan deskripsi penambahan/pengurangan jika terjadi perubahan. satu rangkap surat pembayaran akan diberikan ke klien dan satunya lagi akan diarsip oleh pihak wo. setelah dp pertama dilakukan, maka pihak wo akan melakukan koordinasi dengan pihak vendor via telepon (manual). jika klien ingin melakukan perubahan (pengurangan atau penambahan) menu/paket, hal ini dapat dilakukan paling lambat satu minggu sebelum acara berlangsung. jika klien ingin menggunakan jasa bridal dari pihak wedding organizer maka staff wo akan membuat surat busana secara manual yang berisikan nama pengantin, alamat, tanggal acara dari akadresepsi, adat yang digunakan, dan deskripsi mengenai busana pengantin, orang tua pengantin berserta pengapit dan penerima tamu. surat tersebut kemudian akan diberikan ke kepala gudang dan kemudian diberikan ke penjahit untuk melakukan pengaturan. selanjutnya klien beserta keluarga dapat secara bertahap datang berkunjung ke gedung wo untuk melakukan fitting. pengurusan gedung akan dilakukan oleh pihak wo via telepon. melalui proses tersebut konfirmasi ketersediaan gedung akan dilakukan dan kemudian akan dilakukan pembayaran dp oleh pihak wo ke gedung. surat bukti tanda bayar dari gedung nantinya akan diarsip oleh pihak wo. untuk proses pengurusan catering, pihak wo akan memberikan kopi surat pemesanan dan modal dana untuk pembelian bahan baku ke bagian kepala gudang. kepala gudang nantinya akan mengarahkan tukang masak untuk mempersiapkan segala bahan baku dan memasak. selanjutnya, saat hari h, makanan akan diantarkan ke tempat acara berlangsung. untuk proses pengurusan ke entertainment, pihak wo akan melakukan konfirmasi via telepon ke vendor. untuk bagian dekorasi, busana dan catering semua dilakukan oleh bagian gudang. koordinasi akan dilakukan oleh kepala gudang dan dipantau oleh pihak wo di kantor utama. untuk pemasangan dekorasi, pihak wo di kantor utama akan membahas dengan klien dan kemudian memberitahukan ke pihak gudang. ketika klien telah setuju, maka kepala foto studio akan menerima kopi surat pemesanan, dan pihak wo akan memberikan peringatan via telepon ke vendor foto studio menjelang hari h. proses kerjasama dengan vendor dilakukan secara tatap muka. pihak wo akan datang ke vendor yang dituju dan melakukan meeting untuk melakukan kerjasama. umumnya, dalam melakukan kerjasama surat yang digunakan adalah mou yang dikeluarkan dari pihak vendor. jika telah disetujui, maka kedua belah pihak akan menandatangani mou masing-masing dan tiap pihak memegang mou untuk diarsip. 844 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 839-850  requirements berdasarkan wawancara dan survei yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan kebutuhan dari klien, pihak wo, dan vendor adalah suatu sistem informasi dapat membantu mengatur dan menjadi jembatan informasi pemesanan wedding organizer antara klien, pihak wo dan vendor yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. aplikasi diharapkan dapat diakses secara online, yaitu berbasis web dan mampu memantau proyek yang sedang berjalan secara real time, memberikan informasi mengenai status setiap aktivitas yang seharusnya diketahui oleh klien, wo, maupun vendor. sistem yang dikembangkan akan menyediakan bentuk katalog dan paket-paket yang dapat dipilih oleh klien, maupun kostumisasi sesuai dengan keinginan klien. aplikasi juga diharapkan dapat memberikan berbagai alternatif lain bagi klien untuk pelayanan dalam hal budget. ruang lingkup dalam penelitian ini termasuk meregistrasi klien, meregristrasi vendor, meregristrasi paket, pemesanan paket atau kostumisasi, pelaksanaan survei ke lokasi, pembayaran dp, pembayaran pelunasan, dan pelaksanaan wedding. semua kebutuhan diatas dapat dikembangkan sebuah sistem informasi wedding organizer order management. berdasarkan requirement yang diperoleh, maka dapat dibuatkan model use case diagram yang menjelaskan aktivitas yang dihasilkan oleh sistem, biasanya sebagai respon dari permintaan user. (satzinger,2005) berikut ini: gambar 3 use case diagram wedding organizer order management tools: microsoft office visio 2007   wedding organizer … (desi maya kristin; yuliana lisanti)   845  berikut digambarkan sebuah model domain class diagram yang digunakan untuk untuk mendefinisikan problem domain classes (satzinger, 2005). diagram ini menampilkan object mana saja yang dapat digunakan untuk mendukung sistem informasi wedding organizer order management: gambar 4 class diagram wedding organizer order management tools: microsoft office visio 200 846 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 839-850  berdasarkan requirement di atas dapat didaftarkan dampak pada area potensial dengan memanfaatkan it sebagai dasar proyek dan juga sebagai bahan pertimbangan untuk merancang sistem wedding organizer order management. tabel 1 potential areas of impact for it projects potential area desired impact strategic lebih kompetitif dengan perusahaan wedding organizer lainnya meningkatkan range pasar melalui jalur internet beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada sekarang customer klien memiliki lebih banyak pilihan untuk pemesanan wedding. memperbaiki pandangan customer akan pelayanan yang diberikan perusahaan proses transaksinya lebih efisien dan efektif klien mendapat servis yang lebih cepat dan mudah (less time consuming) financial meningkatkan keuntungan yang diterima oleh perusahaan operational proses kerja menjadi lebih tersistematisasi meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dimana karyawan dapat bekerja lebih cepat social edukasi karyawan agar dapat menggunakan aplikasi berbasis web lingkungan sosial kerja lebih ke arah online design   dalam perancangan sistem memerlukan desain dan menunjukan integrasi dalam jaringan, software dan arsitektur aplikasi, merancang user interface, system interface dan database serta pembuatan prototype dan system control. namun dalam penulisan paper ini tidak dibahas secara mendetail. berikut salah satu dari system sequence diagram dari seluruh rancangan proses bisnis wedding organizer order management:                       wedding organizer … (desi maya kristin; yuliana lisanti)   847  sd membuat surat pemesanan kust... system pi hak wo konfirmasi createnewsp() surat_bukti _pembayaran() addvendorcatering(nama_kategori, nama_vc, nama_menu) nama_kategori,nama_vc,nama_menu() addvendorbridal(nama_vb, tema_bridal) nama_vb, t ema_bridal () addvendorgedung(nama_gedung) nama_vg() add_entertainment(nama_ve, nama_paket) nama_ve, nama_paket, ket_paket, harga_paket() add_vendordekorasi(tema_dekorasi) tema_dekorasi() addvendorfotostudio(nama_vfs, nama_paket) nama_vfs,nama_paket, ket_paket, harga_paket() add(t gl_survei_vg, jam_survei _vg, tgl_survei _vb, jam_survei_vb,t gl_survei_vc, jam_survei_vc, t gl_resepsi) save() gambar 5 system sequence diagram pemesanan secara kustomisasi tools: enterprise architecture 848 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 839-850  di bawah ini adalah salah satu three layer sequence diagram pemesanan secara kustomisasi: gambar 6 three layer sequence diagram pemesanan kustomisasi tools: enterprise architecture sistem web ini menggunakan internet sebagai jaringan karena bisa diakses oleh siapapun yang memiliki jaringan internet. pihak wo pun akan menggunakan web browser untuk mengakses sistem tersebut dan menggunakan 2 tier architecture untuk deployment environment. pertama, di presentation layer yang terdiri atas klien dan browser akan terkoneksi dengan application server. dan kemudian application server terkoneksi dengan database server. database server yang digunakan adalah mysql. software architecture untuk sistem berbasis web ini menggunakan two tier architecture. presentation layer terdiri atas klien dan vendor yang menggunakan web browser untuk membuka sistem web-nya. kemudian browser tersebut akan terhubung dengan web server yang merupakan application server yang memproses seluruh data wedding organizer tersebut. berdasarkan hasil wawancara kepada klien setelah implementasi aplikasi tersebut, klien yang menggunakan sistem aplikasi wedding organizer order management membutuhkan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan klien yang mengurus sendiri resepsi pernikahannya atau tanpa menggunakan aplikasi. manfaat yang dirasakan klien yang menggunakan aplikasi adalah aplikasi website yang diciptakan dapat memesan gedung resepsi, catering makanan untuk tamu, acara hiburan, bridal, peminjaman mobil, foto saat pernikahan dan sebelum pernikahan,. selain itu, manfaat lainnya dapat melakukan kustomisasi ataupun memilih paket-paket yang telah tersedia dari berbagai vendor dan memberikan informasi harga, serta dapat menghasilkan laporan yang berhubungan dengan proses bisnis wedding organizer order management tersebut.   wedding organizer … (desi maya kristin; yuliana lisanti)   849  simpulan     berdasarkan hasil analisa dan perancangan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan nilai yang didapat dengan adanya sistem informasi wedding organizer order management, yaitu dapat berfungsi memberikan informasi kepada klien mengenai vendor mana saja yang tersedia pada tanggal tertentu, beserta alamat, dan harganya. aplikasi tersebut memiliki proses bisnis yang lebih baik karena adanya penyimpanan data pada database dan sistem yang lebih terintegrasi. klien dapat melakukan pemesanan wedding secara online, baik paket maupun kustomisasi sendiri. vendor-vendor dapat melakukan monitoring secara online terhadap pemesanan yang dilakukan dan klien dapat melihat progress pemesanannya. klien dapat memilih vendor yang tidak ada dalam list yang disediakan, vendor tersebut akan dihubungi dan ditawarkan untuk bekerja sama. pemilik aplikasi dapat melakukan monitoring terhadap proyek-proyek wedding yang ada serta pemasukan dan vendor terlaris secara berkala melalui laporan vendor best offer dan laporan pemasukan. berdasarkan simpulan dan analisis yang telah dilakukan, saran yang dapat diberikan adalah melengkapi tahapan perancangan sistem wedding organizer order management; melakukan pelatihan terhadap sistem baru yang akan dioperasikan, agar sistem dapat berjalan secara maksimal; melakukan maintenance terhadap sistem dalam periode tertentu agar tetap mendapat hasil maksimal dari sistem; melakukan back up data dalam periode tertentu untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kehilangan data; pemasangan jaringan internet dengan kecepatan tinggi sehingga aplikasi dapat berjalan dengan baik; beserta melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kekurangan aplikasi dan dapat mengembangkan aplikasi tersebut agar menjadi lebih baik. pengembangan kedepan diharapkan dapat memberikan ulasan klien yang pernah menggunakan jasa dari vendor, sehingga calon klien akan mendapatkan informasi mengenai calon vendor yang akan dipilih. berdasarkan hasil wawancara, manfaat yang dirasakan klien yang menggunakan aplikasi adalah aplikasi website yang diciptakan dapat memesan gedung resepsi, catering makanan untuk tamu, acara hiburan, bridal, peminjaman mobil, foto saat pernikahan dan sebelum pernikahan. selain itu, manfaat lainnya dapat melakukan kustomisasi ataupun memilih paketpaket yang telah tersedia dari berbagai vendor dan memberikan informasi harga, serta dapat menghasilkan laporan yang berhubungan dengan proses bisnis wedding organizer order management tersebut. daftar pustaka bhattacharyya, s. k., rahman, z. (2004). capturing the customer's voice, the centerpiece of strategy making: a case study in banking. eur. business review (16): 128-138 bentley , l. d., whitten, j. l. (2007). system analysis & design for the g lobal entreprise. usa: m cgraw-hill irwin gerald, b. (2002). oracle e-busin ess suite manufa cturing & supp ly chain management. u sa: m cgraw-hill gony, g. a., r. a. westbrook, (2011). can you hear me now? learning from customer stories. bus. horizons, (54): 575-584. jones, f. l., rama, d. v. (2006). accoun ting information s ystems. usa: thomson learning. m cleod, r., jr. schell, g. p. (2007). management information system: 10th edition. usa: pearsoneducation inc. 850 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 839-850  napompech, k., kuawiriyapan, s. (2011). factors influencing the selection of tutoring schools among junior high school students in thailand. international journal arts sei. (4): 347-357. napompech, k. (2014). attributes influencing wedding studio choice. journal of applied sciences. asian network for scientific information. proquest. 14(21): 2685 – 2694, 2014. o'brien, j. a. (2003). introduction to information system: essential for the e-business enterprise. new york: m cgraw-hill. satzinger, j. w., jackson, r. b., burd, s. d. (2005). object-oriented analysis & design with the unified process. boston : course technology, cengage leaning. microsoft word 01joni suhartono.doc analisis dan perancangan… (joni suhartono) 223 analisis dan perancangan electronik customer relationship management pada klinik xyz joni suhartono jurusan teknik informatika, fakultas ilmu komputer, bina nusantara university jln. k. h. syahdan no 9, palmerah, jakarta barat 11480 jonis@binus.edu abstract this research is to foster a good connection between company and customers. for customers, e-crm will accommodate in interation and transaction with the company. this research is done because there are still weaknesses for customer’s service. the research method used is literature, analysis method, and also designing method in identifying system needs then design one supporting system for the company. the research result is a crm website that gives up-to-date information and suitable for customer needs. therefore, crm is hoped to help company giving a better service to customers. keywords: crm, e-crm, customer service, segmentation. abstrak penelitian ini dilakukan untuk membina hubungan yang baik antara perusahaan dan pelanggan. bagi pelanggan, e-crm ini akan memberikan kemudahan bagi mereka dalam berinteraksi dan bertransaksi dengan perusahaan. penelitian ini dilakukan karena melihat masih kurangnya pelayanan yang diberikan perusahaan terhadap pelanggannya. dalam penulisan ini, metodologi yang digunakan adalah metode kepustakaan, analisis dan perancangan; yaitu dengan melakukan identifikasi kebutuhan sistem dan kemudian merancang suatu sistem pendukung pelayanan bagi perusahaan. hasil yang dicapai adalah sebuah situs crm yang dapat memberikan informasi yang up-to-date dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. jadi e-crm ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi para pelanggannya. kata kunci: crm, loyalitas pelanggan, segmentasi. 224 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 223-231 pendahuluan latar belakang saat ini, kebutuhan informasi merupakan hal yang penting bagi kita. penggunaan internet merupakan salah satu teknologi informasi yang memberikan dampak paling besar. dengan internet, semua informasi dapat diperoleh dengan cepat dan biaya yang terjangkau tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. berbagai kemudahan yang diberikan oleh internet menyebabkan pertumbuhan pemakai internet semakin pesat. disamping itu dengan internet, perusahaan dapat memperkenalkan jasanya dan melakukan pelayanan secara online kepada pelanggan tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. dengan demikian pangsa pasar bagi pelayanannya juga tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. crm (customer relationship management) merupakan suatu konsep bagaimana perusahaan memperhatikan pelanggan agar pelanggan tetap setia memakai pelayanan-pelayanannya dan juga menambah jumlah pelanggan. kepuasan pelanggan harus ditingkatkan sehingga mereka akan terus menggunakan pelayanan perusahaan tersebut. dengan penerapan crm ini, perusahaan dapat member pelayanan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan pelanggan, dimana pelanggan dapat memberikan kritik, saran dan apa saja yang dibutuhkan oleh pelanggan, klinik xyz adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelayanan kesehatan. sebagai perusahaan jasa, tentunya masalah pelayanan, kepuasan pelanggan adalah hal utama yang harus diperhatikan, karena jika pelanggan merasa tidak puas, mereka akan meninggalkan perusahaan, bahkan mereka bisa dengan cepat menyampaikan ketidakpuasan itu ke orang lain. hal ini akan sangat merugikan perusahaan. permasalahan yang terjadi di perusahaan ini adalah perusahaan tidak mengetahui kebutuhan atau masalah yang dihadapi pelanggan, perusahaan tidak mengetahui jadwal kunjungan pelanggan, pelanggan menginginkan membuat jadwal kunjungan secara online. ruang lingkup ruang lingkup dalam penyusunan penulisan ini, mempunyai batasan-batasan, yaitu (1) menganalisa dan mempelajari pemasaran dan pelayanan pelanggan pada klinik xyz; (2) merancang sistem pemasaran melalui internet dan memudahkan pelanggan untuk melayani dirinya sendiri; dan (3) penyediaan informasi yang lengkap dan up to date mengenai perusahaan dan pelayanan-pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. tujuan dan manfaat tujuan dari penulisan ini adalah (1) merancang dan mengimplementasikan aplikasi crm berbasis web, yang dapat membantu konsumen atau calon konsumen untuk mengetahui informasi tentang pelayanan yang ditawarkan pada klinik xyz; (2) membangun hubungan antara pihak perusahaan dengan pelanggan menggunakan media internet; (3) meningkatkan dan memperbaiki kinerja perusahaan dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. metode crm (customer relationship management) crm adalah sebuah strategis bisnis untuk memilih dan mengatur hubungan dengan pelanggan yang paling menguntungkan. crm memerlukan filososi dan budaya bisnis customer-centric untuk analisis dan perancangan… (joni suhartono) 225 mendukung proses pemasaran, penjualan, dan layanan yang efektif. aplikasi crm dapat memungkinkan manajemen atau pengaturan hubungan baik dengan pelanggan secara efektif, dengan didukung ketersediaan kepemimpinan yang baik (greenberg, 2002). menurut o’brien (2003) crm berfokus atas proses mendapatkan dan mempertahankan pelanggan yang berharga melalui proses pemasaran, penjualan, dan layanan. crm menggunakan teknologi informasi untuk membuat sistem lintas fungsi perusahaan yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi banyak proses layanan pada pelanggan dalam penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan yang berinteraksi dengan pelanggan perusahaan. menurut tunggal (2000), customer relationship management (crm) didefinisikan sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang terkoordinasi. customer relationship management (crm) adalah suatu jenis manajemen yangsecara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaandengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan di mata parapelanggannya. customer relationship management (crm) adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitasaktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi. tujuan customer relationship management menurut kalakota & robinson (2001) tujuan dari kerangka bisnis crm adalah (1) menambah hubungan yang telah ada untuk menambah pendapatan, perusahaan memandang pelanggan secara luas untuk memaksimalkan hubungan diantara mereka sehingga dapat meningkatkan profibilitas perusahaan dengan mengidentifikasi, menarik, dan mempertahankan pelanggan potensial; (2) menggunakan informasi yang terintegrasi untuk pelayanan yang terbaik, dengan menggunakan informasi pelanggan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi kebutuhannya, maka pelanggan tidak perlu berulang kali meminta informasi yang mereka butuhkan kepada perusahaan sehingga menghemat waktu dan mengurangi frustasi mereka; (3) memperkenalkan saluran proses dan prosedur yang konsisten dan dapat ditiru, dengan perkembangan saluran komunikasi bagi pelanggan, maka semakin banyak karyawan yang terlibat dalam transaksi penjualan, sehingga perusahaan harus memperbaiki konsistensi proses dan prosedurat. jadi tujuan dari crm adalah untuk memperoleh hubungan dengan pelanggan yang dapat memberikan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan. untuk mencapai tujuan tersebut, bagian pemasaran, penjualan dan pelayanan pelanggan harus bekerjasama lebih erat dalam sebuah teamwork dan saling berbagi informasi. tahapan customer relationship management (crm) beberapa tahap crm, berdasarkan strauss (2001), yaitu: mengidentifikasi customer informasi adalah penggerak crm. perusahaan mendapatkan informasi mengenai individual customer dari berbagai sumber (personal maupun automated) seperti force, customer service encounter, bar code scanners dan website. semakin banyak informasi yang dimiliki perusahaan, semakin baik nilai yang bisa disediakan bagi setiap customer dan calon customer dalam hal keakuratan, ketepatan waktu dan dapat memberikan penawaran yang masuk akal. membedakan customer customer memiliki kebutuhan yang berbeda. internet memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan informasi untuk mengidentifikasikan berbagai kesamaan maupun perbedaan individu dan kelompok, kemudian menggukannya untuk meningkatkan keuntungan. 226 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 223-231 crm memungkinkan perusahaan untuk menggunakan sumber daya yang ada dan menerapkannya secara tidak sama terhadap customer yang paling menguntungkan. ide yang baru ialah bahwa teknologi memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi high-value customer sehingga bisa memberikan penawaran secara real-time. menyesuaikan marketing bila perusahaan telah mengidentifikasi dan membedakan customer berdasarkan karakteristik, behavior, kebutuhan atau nilai, perusahaan kemudian bisa menyesuaikan penawaran terhadap berbagai segmen atau individu. interaksi dengan customer adalah suatu yang memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan membedakan, serta untuk mengevaluasi keefektifan hasil penyesuaian marketing (strauss, 2001). kerangka crm dari titik pandang arsitektur, kerangka crm secara keseluruhan dapat diklasifikasikan kedalam tiga komponen utama yaitu (1) collaborative crm, merupakan seperangkat aplikasi dari pelayanan seperti email, ecommunities, world wide web, publikasi personal, dan alat sejenisnya yang dirancang untuk memfasilitasi interaksi antara pelanggan dengan perusahaan; (2) operational crm, merupakan pengelolaan secara otomatisasi dari proses bisnis terintegrasi, termasuk customer touch point dan integrasi front back office; (3) analytical crm, merupakan analisis data yang diperoleh dari oprasional crm dengan memanfaatkan tool dan software untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku pelanggan. aplikasi crm menurut o’brien (2003), sistem crm meliputi sekelompok modul software yang memberi berbagai alat, yang membantu perusahaan dan para karyawannya memberikan layanan yang cepat, dapat diandalkan, dan konsisten ke para pelanggannya. aplikasi utama dalam crm adalah: manajemen kontrak dan rekening software crm membantu para praktisi penjualan, pemasaran, dan layanan untuk menangkap serta menelusuri data yang relevan mengenai setiap kontrak yang sudah lewat atau yang direncanakan dengan para pelanggan atau calon pelanggan. sistem crm menyimpan data tersebut dalam database umum untuk pelanggan yang mengintegrasikan semua informasi rekening pelanggan serta membuatnya tersedia di seluruh perusahaan melalui internet, intranet, atau hubungan jaringan lainnya untuk aplikasi penjualan, pemasaran, layanan, dan aplikasi crm lainnya. penjualan sistem crm memberikan para staff penjualan software dan sumber data perusahaan yang mereka butuhkan untuk mendukung serta mengelola aktivitas penjualan mereka, dan mengoptimalkan penjualan silang dan peningkatan tawaran untuk penjualan. crm juga memberi mereka akses realtime ke suatu tampilan umum atas pelanggan, hingga memungkinkan mereka untuk memeriksa semua aspek dari status rekening pelanggan dan sejarahnya, sebelum menjadwalkan panggilan telepon untuk penjualan mereka. pemasaran dan pemenuhan pesanan software crm akan membantu para praktisi pemasaran untuk menangkap dan mengelola data respons pelanggan dan calon pelanggan di database crm, serta menganalisis nilai pelanggan dan nilai analisis dan perancangan… (joni suhartono) 227 bisnis dari kampanye pemasaran langsung perusahaan. crm juga membantu dalam pemenuhan respons calon pelanggan serta pelanggan dengan secara cepat menjadwalkan kontak penjualan serta memberi informasi yang tepat atas produk dan jasa bagi mereka, sementara sambil menangkap informasi yang relevan untuk database crm. layanan dan dukungan untuk pelanggan sistem crm memberi para staff penjualan alat software dan akses real-time ke database umum pelanggan yang dapat dibagi bersama dengan para praktisi penjualan dan pemasaran. crm membantu para manajer layanan pelanggan membuat, menetapkan, dan mengelola berbagai permintaan atas layanan dari pelanggan. peralatan e-crm menurut turban (2002), alat-alat yang digunakan untuk mendukung e-crm yaitu (1) personalized web page, yaitu halaman web dapat digunakan untuk mencatat pembelian dan preferensi customer; (2) tracking tools, adalah tool yang digunakan oleh customer untuk mengetahui pemesanan yang telah dilakukan sehingga menghemat waktu dan biaya perusahaan; (3) e-mail dan automated response, digunakan untuk mengirimkan informasi, konfirmasi dan membangun korespondensi dengan customer; (4) help desk atau call center, help desk atau call center berfungsi sebagai customer sevice yang biasanya menggunakan fasilitas telepon, faksimili, atau e-mail. pembahasan seperti telah dibahas pada bab sebelumnya mengenai permasalahan yang dihadapi oleh klinik xyz, di mana klinik xyz ingin membuat alternatif cara bagi para pelanggannya yang dalam melakukan janji dan berkonsultasi dengan dokternya secara online, oleh karena itu maka dibuatkanlah sistem crm. di sini penulis ingin menjelaskan apakah itu crm dan apakah peranannya bagi klinik xyz sehingga dikatakan dapat mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan secara signifikan. sebuah usaha di bidang jasa juga pun tidak akan berjalan jika tidak adanya pelanggan yang memakai jasa mereka sehingga sama seperti usaha di bidang produk, akan mati karena tidak adanya pemasukan dari pemakaian jasa. pelanggan merupakan faktor paling utama dalam dunia usaha, tanpa adanya pelanggan maka usaha itu tidak jalan. sebuah usaha di bidang produk tidak akan berjalan jika tidak adanya pelanggan yang membeli produk mereka, produk-produk akan tersimpan menjadi stok di gudang mereka, dan akhirnya usaha mereka akan mati karena tidak adanya pemasukan dari penjualan. oleh karena itu muncullah ungkapan bahwa pelanggan adalah raja, karena memang pelanggan adalah yang segala-galanya dalam dunia usaha. pelanggan yang sudah ada harus terus dipertahankan serta dibina sebaik mungkin sehingga tercipta suatu kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan yang akan membuatnya terus memakai produk atau jasa dari perusahaan tersebut walau apapun produk atau jasa yang ditawarkan oleh pesain perusahaan tersebut. selain pelanggan-pelanggan lama yang setia, pelanggan-pelanggan yang baru pun harus tetap dicari secara konsisten. pencarian pelanggan-pelanggan baru ini dapat dilakukan dengan mencari pelangganpelanggan baru tersebut ke lapangan, dengan membuat iklan atau promosi dan juga mendatangi pelanggan dari pintu ke pintu. namun yang paling penting dalam mendapatkan kepercayaan pelanggan-pelanggan baru bukanlah cara-cara seperti itu, melainkan dengan cara ad lips, yaitu 228 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 223-231 pengiklanan usaha kita dari mulut ke mulut. di sinilah pelanggan-pelanggan lama dapat kita manfaatkan dalam mencapai tujuan itu. mereka yang sudah loyal atau setia terhadap perusahaan pada umumnya akan memiliki kebiasaan untuk membicarakan perusahaan tersebut kepada teman dan kerabatnya, proses pemasaran pun sudah terjadi secara tidak langsung, dan inilah cara pemasaran atau promosi yang paling efektif karena dikeluarkan oleh teman atau kerabat mereka yang mereka percayai. sehingga dengan berbekal kepercayaan mereka, pelanggan-pelanggan baru tersebut, kepada teman atau kerabatnya yang menceritakan perusahaan tersebut, secara tidak langsung benih-benih kepercayaan terhadap perusahaan sudah mulai tertanam. hal-hal seperti inilah yang harus kita pertahankan, terus eksplorasi dan terus diperbesar ruangnya. namun, perlu diperhatikan bahwa hal ini bagaikan pedang bermata dua, kalau hubungan kita dengan pelanggan-pelanggan lama tersebut tidak terbina dengan baik, maka hal sebaliknyalah yang akan terjadi, pelanggan-pelanggan lama tersebut akan berpotensi menyebarkan kabar-kabar miring terhadap perusahaan sehingga memberikan image yang buruk bagi perusahaan, hal ini tentunya akan menjadikan perusahaan kesulitan dalam mendapatkan kepercayaan pelanggan-pelanggan baru. oleh karena itu, maka pembinaan hubungan antara perusahaan dengan pelanggan yang baik. peranan crm pada klinik xyz kesuksesan crm dapat diukur melalui tujuan tujuan akhir dari crm itu sendiri, yaitu meningkatnya pendapatan. apakah dengan diterapkannya crm pada klinik xyz akan berpengaruh pada tingak pendapatan yang meningkat atau kah sebaliknya inilah yang nantinya akan menjadi nilai tolak ukur bagi kesuksesan penerapan crm di klinik xyz. disini crm harus benar-benar dapat berperan sebagai moda alternatif utama bagi para pelanggan untuk menjangkau klinik xyz, sehingga didalamnya harus memiliki fungsi-fungsi yang mendukung hal tersebut. peningkatan pendapatan bagi klinik xyz dengan diterapkannya crm ini dapat dilihat dari dua sisi peranannya, yaitu sisi pelanggan dan sisi perusahaan. sisi pelanggan seperti telah disampaikan oleh penulis bahwa crm klinik xyz hanya mendukung layanan klinik dan laboratorium saja. crm ini memiliki beberapa fitur yang memudahkan pelanggan dalam hal membuat janji untuk melakukan kunjungan, berkonsultasi dengan dokter, mendata dan melihat histori atau rekap data laboratoriumnya. disini penulis akan membahas satu per satu setiap peranan yang ada di crm klinik xyz ini. pendaftaran pelanggan pendaftaran pelanggan dibedakan menjadi dua tipe pada crm ini atas beberapa alasan apabila dilihat dari sisi pelanggan dan sisi perusahaan. dari sisi pelanggan, hal ini tentunya bertujuan untuk memudahkan pendaftaran bagi pelanggan yang memang sudah terdaftar di klinik xyz sebagai pelanggan. karena pada saat pertama kali melakukan pendaftaran di lokasi, informasi pelanggan tersebut akan disimpan ke dalam database klinik xyz yang berhubungan dengan crm klinik xyz, sehingga sewaktu pelanggan baru tipe ini melakukan pendaftaran pada crm klinik xyz, mereka hanya perlu memasukkan nomor pelanggan, username dan juga password. informasi lainnya terkait data pribadi dan data laboratorium (jika sudah pernah terdata) akan secara otomatis ditarik datanya oleh crm klinik xyz dari erp klinik xyz. sedangkan untuk pelanggan baru tipe kedua, yaitu tipe non-member, mereka masih harus memasukkan alamat email mereka untuk otorisasi dan tentunya data pribadi serta data laboratorium pelanggan baru tipe ini tidak akan ada isinya karena memang belum terdata, sehingga mereka perlu memasukkan informasi mereka secara manual. analisis dan perancangan… (joni suhartono) 229 janji kunjungan pelanggan dapat membuat janji kunjungan dengan dokter yang diinginkan dan di lokasi klinik yang diinginkan. dengan fasilitas ini, pelanggan yang ingin melakukan kunjungan dapat menentukan jam kunjungan, ingin dilayani oleh dokter siapa sehingga ketika mereka sudah tiba di klinik, pelanggan sudah tidak perlu menunggu terlalu lama untuk dilayani karena mereka sudah melakukan janji kunjungan. konsultasi fasilitas ini disediakan agar pelanggan yang ingin bertanya atau berkonsultasi ringan, bisa dilayani dengan baik. di sini pelanggan dapat melakukan pertanyaan atau keluhan singkat kepada dokter yang diinginkan dan nantinya akan mendapat jawaban atas pertanyaan atau keluhan tersebut oleh dokter yang bersangkutan. fitur ini akan sangat membantu bagi para pelanggan yang ingin mendapatkan jawaban cepat dan singkat dari dokter langganannya sebelum mereka pergi berkonsultasi ke lokasi. dalam menjaga depedensi pelanggan terhadap klinik xyz, dalam hal ini supaya tidak melakukan konsultasi dengan dokter di luar sepengetahuan klinik xyz, maka setiap konsultasi yang masuk dan keluar di crm ini akan ditembuskan kepada kepala dokter klinik xyz sehingga hal-hal tidak diinginkan seperti disebutkan tadi dapat diminimalisir tanpa mengurangi kenyamanan dan kemudahan fasilitas yang diberikan kepada pelanggan. data laboratorium pada data laboratorium ini informasi laboratorium pelanggan akan disimpan baik itu hasil laboratorium yang dilakukan di laboratorium klinik xyz atau di laboratorium lain. apabila pemeriksaan laboratorium dilakukan oleh pelanggan di laboratorium klinik xyz, maka data-data laboratorium pelanggan tersebut akan di-up-date oleh pihak klinik xyz setelah hasil pemeriksaan keluar dan dapat segera dilihat di crm oleh pelanggan. namun apabila pemeriksaan laboratorium dilakukan oleh pelanggan di luar laboratorium klinik xyz, data-data laboratorium tersebut dapat juga disimpan oleh pelanggan melalui fitur data laboratorium ini. data-data laboratorium yang disimpan pada fitur ini terbagi atas lima substansi kategori utama, yaitu sindrom metabolik, profil lipid, fungsi ginjal, fungsi hati, dan yang terakhir dikelompokkan ke dalam lainnya. penggambaran data-data yang disimpan di fitur ini, yaitu sindrom metabolik, profil lipid, fungsi ginjal, fungsi hati, dan lainnya. histori laboratorium pada fitur histori laboratorium akan ditampilkan histori laboratorium pelanggan bersangkutan yang ditampilkan berdasarkan waktu per hari per perubahan atau data baru. maksudnya adalah, apabila dalam suatu hari tidak adanya perubahan atau data baru, maka hari tersebut tidak akan ditampilkan karena memang tidak memiliki data baru. namun apabila dalam satu hari yang sama dilakukan perubahan melebihi satu kali, maka hanya data terakhirlah yang akan ditampilkan oleh histori laboratorium karena dianggap data yang paling teraktual pada hari itu. data-data laboratorium yang disajikan dalam laporan histori laboratorium ini pun tidak semuanya ditampilkan, hanya tujuh data saja yang dianggap penting dikarenakan seringnya terjadi perubahan yang cukup signifikan dan inkonsisten. data-data tersebut adalah tekanan darah (sistol dan diastol), gula darah, hdl, ldl, lipid dan trigliserida. penyajian laporan histori laboratorium diberikan dalam dua bentuk, yang pertama adalah bentuk grafis berupa line-chart yang menampilkan ketujuh data seperti disebut di atas dengan warna-warna yang berbeda sehingga mudah untuk dibaca 230 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 223-231 dan dipahami. sedangkan yang kedua adalah dalam bentuk tabel yang menampilkan data-data tersebut dengan menggunakan tabel. data pribadi pada fitur data pribadi, pelanggan dapat mendata informasi mengenai pelanggan tersebut untuk keperluan komunikasi antara klinik xyz dengan pelanggan. fitur ini hanyalah sebuah fitur yang optional bagi pelanggan, namun menjadi sebuah fitur yang mandatori bagi klinik xyz yang nantinya akan penulis bahas pada bagian peranan crm pada sisi perusahaan. sisi perusahaan dari sisi perusahaan, data pribadi pelanggan merupakan hal penting bagi perusahaan, dimana perusahaan dapat dengan mudah menghubungi pelanggan apabila terdapat promosi-promosi baru. dan tentunya dengan mengamati hasil laporan laboratorium, klinik xyz dapat memantau kondisi pelanggannya. segmentasi pelanggan data hasil laboratorium pelanggannya, dapat digunanak untuk memantau segmentasi terhadap pelanggannya dengan beberapa kondisi.misalnya pelanggan yang memiliki tekanan darah tinggi, atau yang memiliki kadar asam urat yang tinggi. dengan begitu, apabila klinik xyz memiliki promosi yang berhubungan dengan tekanan darah, klinik xyz dapat langsung memberikan promosi tersebut pada pelanggan yang memang dikiranya benar-benar membutuhkan informasi tersebut. dengan adanya segmentasi pelanggan maka segala aktivitas promosi dapat lebih tepat pada sasaran dan tentunya ini juga berhubungan dengan peningkatan pendapatan serta dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan. contoh pemborosan biaya apabila tidak dilakukan segmentasi pelanggan misalnya adalah dengan memberikan promosi secara menyeluruh kepada semua pelanggan yang tentunya akan memakan biaya. namun dengan adanya segmentasi pelanggan, seperti dikatakan di atas, promosi dapat dilakukan lebih tepat sasaran, maksudnya adalah hanya yang memerlukan yang akan diprioritaskan untuk diberikan promosi. notifikasi pelanggan dengan fasilitas notifikasi pelanggan ini, perusahaan dapat selalu memantau maupun mengingatkan pelanggan terhadap jadwal kesehatan mereka. sebagai contoh, perusahaan mengingatkan ke pelanggan untuk jadwal kunjungannya, untuk jadwal pemeriksaan laboraturium, ataupun yang lainnya. dengan adanya nofikasi pelanggan, maka pelanggan merasa sangat diperhatikan sehingga dapat menciptakan loyalitas terhadap perusahaan. simpulan berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan crm memberi jalur komunikasi dua arah antara perusahaan dengan pelanggannya dalam menciptakan sebuah tingkat kepuasan dan kepercayaan bagi pelanggan terhadap perusahaan dan di sisi perusahaan mendapatkan solusi dalam memberikan pelayanan yang seharusnya kepada pelanggan yang tepat dengan karakteristik pelanggan yang berbeda-beda (segmentasi pelanggan). perusahaan dapat lebih mengenal pelanggannya secara detil sehingga pelayanan mereka bias lebih terarah berdasarkan history kesehatan masing masing pelanggan. perusahaan dapat mengingatkan jadwal kunjungan pelanggan, jadwal periksa laboratorium. analisis dan perancangan… (joni suhartono) 231 daftar pustaka greenberg, p. (2002). crm capturing and keeping customer in internet real time. (2nd ed.). california: mcgraw-hill. kalakota, r., & robinson, m. (2001). e-bussiness 2.0 : roadmap for success. canada: addisonwasley pearson education. o’brien, j. a. (2003). pengantar sistem informasi: perspektif bisnis dan manajerial, (12th ed.). jakarta: salemba empat. strauss, j., el-ansary, a., & frost, r. (2003). e-marketing. (3rd ed.). pearson education. tunggal, a. w. (2000). konsep dasar customer relationship management. jakarta: harvarindo. turban, e., king, d., lee, r., & viehland, d. (2004). electronic commerce: a managerial perspective. new jersey: prentice hall.  microsoft word 12_ti_aswin timothy.docx a reusable software … (aswin wibisurya; timothy yudi adinugroho)   647  a reusable software copy protection using hash result and asymetrical encryption aswin wibisurya; timothy yudi adinugroho computer science department, school of computer science, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 awibisurya@binus.edu, tadinugroho@binus.edu abstract desktop application is one of the most popular types of application being used in computer due to the one time install simplicity and the quick accessibility from the moment the computer being turned on. limitation of the copy and usage of desktop applications has long been an important issue to application providers. for security concerns, software copy protection is usually integrated with the application. however, developers seek to reuse the copy protection component of the software. this paper proposes an approach of reusable software copy protection which consists of a certificate validator on the client computer and a certificate generator on the server. the certificate validator integrity is protected using hashing result while all communications are encrypted using asymmetrical encryption to ensure the security of this approach. keywords: software copy protection, hash, asymmetrical encryption abstrak aplikasi desktop adalah salah satu jenis yang paling populer dari aplikasi yang digunakan dalam komputer karena satu kali install dan aksesibilitas cepat sejak komputer dihidupkan. pembatasan jumlah instalasi serta legalitas pemakaian aplikasi desktop per pengguna sejak lama telah menjadi perhatian utama dari pihak pengembang aplikasi. untuk alasan keamanan, perangkat lunak yang bertugas untuk melindungi aplikasi dari tindakan pemakaian ilegal, biasanya diintegrasikan dengan aplikasi tersebut. hal ini tidak mendukung prinsip penggunaan kembali yang merupakan salah satu prinsip pengembangan aplikasi. penulisan ini mengusulkan sebuah metode perlindungan perangkat lunak dari penduplikasian ilegal melalui pendekatan penggunaan kembali yang terdiri dari validator sertifikat di komputer klien, dan generator sertifikat di sisi server. integritas dari validator sertifikat dijaga menggunakan hasil hash dan semua data yang dikomunikasikan dienkripsi menggunakan metode asimetrik untuk menjaga keamanan dari metode ini. kata kunci: software copy protection, hash, asymmetrical encryption 648 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 647-655  introduction desktop application is one of the most popular types of application being used in computer due to the one time install simplicity and the quick accessibility from the moment the computer being turned on. however the one-time installation of the desktop application also raise problems regarding the user’s rights and capabilities in copying, duplicating and even distributing the desktop applications software to other party without the application provider’s consent. software copy protection is a method designed to counter such problems. by planting extra file(s) or data such as license key to be used as the application legality validator, the software creator are able to provide some degree of countermeasure against user tendency to illegally duplicate and distribute the software. users knowledgeable in computer programming might be able to decode information or duplicate a license file. encryption method and hash result technique are common ways to ensure information hiding and file integrity. software copy protection reusability has also become a challenge on its own. to be able to reuse such complex mechanism also means leaner program, reduced development time and ultimately development cost which will affect the product’s price. this paper focuses on a reusable software copy protection approach. a hashing technique and encryption method are used to ensure the integrity of reusable components as well as the certificate generated. literature review reusable software component nowadays, there is a shift to reusing components in software development. according to albadareen, et al (2011), the software reuse became a base of most software design because it can reduce cost, effort, time, and increase the quality and productivity of the software development process. sojer and henkel (2010) stated that efficiency and effectiveness are the two main purposes that a developer choose to reuse software code or components. sojer and henkel (2010) also stated that a software component to be reused needs to be a component with proper modification just as needed. nobody will ever know what condition may appear in the future which drives modification of part of a software component. therefore, a reusable software component needs to be as general as possible to avoid uneccessary future modification. software copy protection software industry uses software copy protection to prevent software usage by users who have not purchased the software yet. this method is used by companies who sell commercial software product. there are many software copy protection techniques. bahaa-eldin and sobh (2014) stated that these techniques include these common points: (1) software authentication – a copy protected software should check for the existence of a valid private certificate. (2) license integrity – the private certificate for authentication needs to proved that it is not altered. (3) entity authentication – each license should be linked with a hardware/media to prevent license redistribution. (4) protection security – the private certificate should be encrypted, so it cannot be altered or read by anyone. bahaa-eldin and sobh (2014) proposed an approach for software copy protection based on the four common points above. the technique requires authentication via a certificate generation over the internet. this certificate is encrypted using public-private key mechanism, so that the license integrity can be achieved. the software also checks for a usb dongle, so that every software copied into different computers can only be used with the existence of one usb dongle. the certificate contains a sequence number which is validated in the activation server through internet connection. using this a reusable software … (aswin wibisurya; timothy yudi adinugroho)   649  approach, the license can be validated for its originality, expired date, and so on. however, this approach requires the software copy protection module to be integrated with with the main software. therefore it does not support reusability. continuous internet usage for license validation in activation server also has its own disadvantage. the software will not be available for use when the user does not have an internet connection. another problem for companies which might arise from this approach is the expensive investment on usb dongle for every copy of the software. encryption encryption is used to hide information from untrusted party. the encrypted information will show a long string of unreadable/nonsensical character. to understand the real information, it should be decrypted first by a key. there are currently two types of encryption: symmetrical and asymmetrical encryption. the symmetrical encryption is faster than asymmetric encryption. it also uses lesser memory (agrawal & mishra, 2012). the symmetrical approach uses a single key to encrypt and decrypt the information. when the information is transferred via network, the key has to be transferred as well. this causes the encrypted information to be vulnerable to untrusted party intercept. the asymmetrical approach is much more secure than the symmetrical approach because it use public-private key method where everyone knows what the public keys is and they are able to encrypt their message with it. however, for each public key, there are only several trusted parties that already hold the private key which match the said public key. this private key is the one that can be used to decrypt the message which was encrypted by the matching public key (barukab, et al, 2012). since the private key is not transferred through the network, it cannot be acquired by the untrusted party. symmetric encryption symmetric encryption is useful for keeping the confidentiality of a message. as stated before, symmetrical encryption uses a single key to encrypt and decrypt information. symmetric encryption can be generally viewed like figure (???). suppose ‘a’ wants to send information ‘x’ to ‘c’. ‘a’ use a single key to encrypt ‘k’ the information and turn it into nonsensical message ‘y’. now, if ‘b’ manage to eavesdrop the message ‘y’, b will not be able to extract any useful information since the information ‘x’ has been encrypted into nonsensical message ‘y’ and need to be decrypted first using the same single key ‘k’ that was used to encrypt the information. when the message ‘y’ is received by the intended recipient which is c, then the message should be decrypted using the key ‘k’ which might have been agreed upon before hand by ‘a’ and ‘c’ or transferred through other secure means from ‘a’ to ‘c’. of course this means that if the key ‘k’ falls into ‘b’, then b would be able to encrypt the message and tampered with the information. using only symmetric encryption, there is no way to ensure that the message integrity has not been tampered or to ensure that the message sender is indeed ‘a’. however the real problem with symmetric encryption is how to transfer the key ‘k’ securely to the intended party since it will somewhat defeat the purpose of the key unless it was agreed upon beforehand (paar & pelzl, 2009). 650 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 647-655  figure 1 symmetric encryption asymmetric encryption asymmetric encryption is developed to overcome the problem of key distribution in symmetric encryption. to put it simply, asymmetric encryption is like physical mailbox on the streets. everyone is free to insert the mail, or encrypting the information using public key in this regards. however, everyone already has a way to open the mail securely using their own key or decrypting the message using theirown private key in this regards. suppose ‘a’ wants to send information ‘x’ to ‘c’. ‘a’ then use c’s public key to encrypt the information and turn it into nonsensical message ‘y’. now, if ‘b’ manage to eavesdrop the message ‘y’, b will only be able to decrypt the message using c’s private key. if c want to send information to a, then c will encrypt the information using a’s public key and a will be able to decrypt the message using his own private key. this mechanism is quite safe since the private key is not shared or transferred. the only key that gets transferred is the public key which only useful to encrypt the information, not to decrypt it. this way, the message should be safe from unwanted party since they should not be able to get the private key which can be used to decrypt the message. figure 2 asymmetric encryption a reusable software … (aswin wibisurya; timothy yudi adinugroho)   651  file integrity ensuring file integrity means ensuring that a file has not been modified by any person. a file which is stored on a client computer can be modified by the user himself or a malicious attack. an integrity check is performed to check whether a file has been modified from the last time or not. one of the common ways to perform integrity check is by using hash result (sivathanu, wright, & zadok, 2005). hash result one of the popular mechanisms to perform file integrity check is by checking the file hash result. this mechanism is done by computing a hash using some popular hash function like md5 or sha1. the hash result should be stored in a manner which it cannot be easily modified. to check the file integrity, the hash result is once again computed and then compared to the previously stored hash result (sivathanu, wright, & zadok, 2005). hash result is very sensitive to change. whenever an attribute or a portion of a file is modified, the hashing process will provide different hash result (euresti et al, 2014). if the hash result is different, a file must have been modified by unauthorized person. therefore, hash result can be used to ensure that a file is indeed the one from the creator and not modified by other party. method the idea behind this research is that many kinds of software products need to be protected from copy and usage without permission. because the steps for product registration and validation is usually the same and used by many products, the licensing process is a good candidate for reuse. this paper’s approach consists of a certificate validator application and a certificate generator. the certificate validator needs to be deployed along with the software using the software copy protection so that the software can interact with the certificate validator. the certificate validator is responsible for two things: (1) generating activation code which contains serial key and hardware machine code needed to create a new certificate. (2) validating the machine code and expired date. the certificate generator resides on the server. the certificate generator accepts the activation code from the certificate validator, decrypts it, validates the serial key, saves the machine code – used for re-registration process – to the database and returns a generated certificate to be used. as our approach deals with software copy protection, in which a software cannot work if it is copied without permission, there are several security issues that need to be handled. the second issue is the encryption of the activation code and the certificate. if somebody can figure out the encryption, a fake certificate could be created. the first security issue is that the certificate validator might be replaced by a fake application behaving as if a valid certificate exists even though it doesn’t. to handle that issue, a md5 hash of the original certificate validator is stored on the application as a hardcoded field. every time a software wants to interact with a certificate validator, the software needs to generate a md5 hash of the validator and compare the md5 hash to the one stored in its field. because no other file can generate the same md5 hash, the replacement of the validator can be prevented. to handle the second security issue, an asymmetrical encryption is implemented. the certificate validator holds public key a to encrypt activation code while the certificate generator holds private key a to decrypt the message. meanwhile, the certificate generator holds public key b to encrypt certificate while the certificate validator hold private key b to decrypt the certificate before 652 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 647-655  validating it. this way, no application can access the data except the particular target application. also, without having the key, nobody can generate a certificate by his/her own. the software copy can be registered using a given serial key for a certain amount of computers. the application will ask for the serial key if the certificate file cannot be found at a determined file path. the user can register the application for the first time, or in case the certificate file is lost, reregister the application using the serial key previously used for the same computer. the certificate generator on the server checks the existence of the machine code in the database. if the machine code doesn’t exist, the software copy is assumed to be registered for the first time, the machine code is inserted to the database; hence decreases the amount left for another computers’ registration. meanwhile, if the machine code already exists, a certificate will be generated without decreasing the amount left for another computers’ registration. the database structure used in this approach is illustrated in the entity relationship diagram (erd) in figure 3.1. the applications table contains various desktop applications which use this software copy protection. the license table contains serial key used for registration, its expiration date and the maximum quantity the software can be installed in different computers. the registered computers table stores the machine code for registered software copy on different computers.   figure 3 erd of license database a reusable software … (aswin wibisurya; timothy yudi adinugroho)   653  the detailed steps of our approach can be viewed in figure 4, which is explained as the following: figure 4 steps of certificate generation and validation 1. when the software starts, it generates md5 hash of the certificate validator and compare it with the original one. 2. if the md5 hash is invalid, the application displays error message and closes, else the application validates certificate. 3. the application searches for a certificate. if it is found, the application will request the certificate validator to validate it. the software copy is assumed as unregistered if the certificate doesn’t exist; hence the software will ask for a serial key. the serial key is usedfor registering the application for the first time or re-registering by using the same serial key as before. 4. in registration process, the application asks for a serial key, then send it to the certificate validator. 5. the certificate validator access the hardware machine code. the hardware machine code can be anything that is unique to a computer and is seldom changing like mac address, cpu serial number, network card or combination of them. 6. the hardware machine code and serial key are encrypted into activation code using public key a and then sent to the certificate generator. 654 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 647-655  7. the certificate generator decrypts the activation code using private key a to get the hardware machine code and serial number. 8. the certificate generator registers the software identified by its serial key. 9. the hardware machine code and expired date are encrypted into certificate using the public key b. the certificate is sent to the certificate validator which saves the certificate as a file and validates it. 10. if the certificate exists, the certificate validator decrypts the certificate using private key b to get the hardware machine code and the expired date. 11. the certificate validator validates the hardware machine code and the expired date. the certificate validator will return a code specifying the validation result to the software. 12. according to the result, the software either shows an error message or starts the application. result and discussion this approach offers a one-time developed certificate validator and certificate generator to be used by limit the distribution of copies of different applications. asymmetrical hash helps to ensure the certificate validator’s integrity – that the certificate validator hasn’t been replaced by another false program which only returns a valid value of certificate checking without actually checking the files. this software copy protection’s security is difficult to be compromised. because the certificate is generated on the server side using the public key residing on the server, unless the user acquires access to the server and stole the public key, he/she will not be able to self-generate his/her own certificate.by storing the computer’s machine code inside the certificate file, the software cannot be run when it is copied to a different computer as there is a unique machine code for every computer. also, a keygen will not work because this approach requires to contact the server for the registration process. this approach also has an advantage for computers that cannot always be connected to the internet. this approach only needs internet connection at the beginning of the registration process to communicate with the server for certificate generation. after the certificate has been generated, the certificate validator can work to validate the certificate without the need of internet connection. however, if the user of the application loses the certificate file, e.g. accidental deletion or new operating system installation, the software copy needs to be re-registered for a new certificate file. reregistration is made possible by the storage of computer’s machine code at the server. so, as long as the user still has the serial key and there is no changes on the computer’s hardware, the machine code sent to the server will always be the same with the one stored on the server, thus enabling the reregistration process. of course an internet connection is also needed for this re-registration process. this paper recommends the application to have an internet connection only at the first registration, each time the certificate is lost and each time the license expires. in this approach, a periodic licensing is required. so the certificate file includes a pre-specified expired date. if a lifetime license is needed, the expired date part can be omitted from the certificate, so the certificate file consists of encrypted hardware code only. a prototype of the certificate validator and the certificate generator was built using qt (c++) programming language. an experiment showed that the prototype can be used by several desktop applications developed using qt (c++), c#.net, and java. a reusable software … (aswin wibisurya; timothy yudi adinugroho)   655  conclusion this paper proposed an approach to a reusable software copy protection which includes a certificate validator deployed with the software and a certificate generator on the server. as an interacting application, the certificate validator needs to be checked for its integrity. md5 hash is chosen to ensure the application’s integrity. to ensure that the certificate validator is not a selfgenerated certificate by the user, an asymmetrical encryptionpublic-private key – is used. the certificate is generated on the server, encrypted using a public key and can only be decrypted using the matching private key. by keeping the certificate validator on the client computer, the application will not need internet connection once the certificate has been created. some future study extensions from this paper might include the following: rather than determining one hardware machine code to use, this paper gives some options like mac address, cpu serial number, network card, or combination of them. a research can be done to determine the best hardware machine code to use. a research can also be done to prove this approach’s effectiveness to prevent a software from being copied and used without permission. references agrawal, m., & mishra, p. (2012). a comparative survey on symmetric key encryption techniques. international journal on computer science and engineering, 877-882. al-badareen, a. b., selamat, m. h., jabar, m. a., din, j., & turaev, s. (2011). reusable software component life cycle. international journal of computers, 191-199. bahaa-eldin, a. m., & sobh, m. a. (2014). a comprehensive software copy protection and digital rights management platform. ain shams engineering journal. barukab, o. m., khan, a. i., shaik, m. s., & murthy, m. r. (2012). secure communication using symmetric and asymmetric crypthographic techniques. i.j. information engineering and electronic business, 36-42. euresti, d., smith, b., chen, a., sydell, a., motes, a., tang, j., & hunter, r. (2014). united states of america patent no. us 20140122451a1. paar, c., & pelzl, j. (2009). understanding cryptography. new york: springer. sivathanu, g., wright, c. p., & zadok, e. (2005). ensuring data integrity in storage: techniques and applications. storagess '05 proceedings of the 2005 acm workshop on storage security and survivability (pp. 26-36). new york: acm. sojer, m., & henkel, j. (2010). code reuse in open source software development: quantitative evidence, drivers, and impediments. journal of the association for information systems, 868-901. microsoft word 02_jja_tp_dede saputra_manuscript artikel a2t-1.doc production of fish hydrolysates protein … (dede saputra; tati nurhayati) 11  production of fish hydrolysates protein from waste of fish carp (cyprinus carpio) by enzymatic hydrolysis dede saputra1; tati nurhayati2 1department of food technology, faculty of engineering, bina nusantara university jl. alam sutera boulevard no,1 serpong, banten, 15143 2departement of aquatic product technology, faculty of fishery and marine science, bogor agricultural university, jl. agatis, gedung fpik, ipb dramaga, bogor, 16680 1ddsaputra87@gmail.com; 2ddsaputra@binus.ac.id abstract fish protein hydrolysates (fph) is the mixed products of polypeptide, dipeptides, and amino acid. it can be produced from materials that contained of protein by acid reaction, base reaction or enzymatic hydrolysis. the objectives of this study were to study the production of fph from fish carp meat at post rigor phase and viscera by enzymatic hydrolysis, to determine the specific activity of papain enzyme, and to determine the solubility of fph. capacity of fish hydrolyzing can be identified by analyzing the content of dissolved total nitrogen (ntt) compared with nitrogen total ingredient (ntb) in order to get the value of total soluble nitrogen/total nitrogen material (ntt/ntb). the hydrolysis processes were carried out in 0,26% (w/v) papain, 60 οc for 3 hours. the result showed that the specific activity of papain enzyme was about 3.28 u/mg. solubility of fph by comparing ntt/ntb was about 0.29% (fish meat) and 0.40% (fish viscera). proximate test of protein content of fish meat was 18.34 ± 0.04 (g/100 g); while viscera was about 0.95±0.04 (g/100 g). the result indicated that product waste of fish carp had potential as a major of source of fph. keywords: enzymes, papain, protein, hydrolysates introduction more than 60% by-products as waste is produced by fish processing industry which includes skin, head, viscera, trimmings, liver, frames, bones, and roes. these by-product wastes contain good amount of protein rich material that are normally processed into low market-value products, such as animal feed, fish meal and fertilizer (chalamaiah, kumar, hemalatha, and jyothirmayi, 2012). by-product as waste also produced by processing of carp fish. carp fish (cyprinus carpio) is a freshwater fish that has been cultivated and has important economic value in world trade and has a positive effect to indonesian economy, especially in food sector. the growth of production of carp showed a good performance with an increase in average production from 2010 -2014 year amounted to 14.44 % as well as the numerical value of production during the same period showed a pretty good improvement with the average increase per year of 18.67% (kkp, 2014). carp fish is a source of animal protein. more fish processing industries produces about 50-60% of total fish weight as waste (bagus, theresia, & herbert 2014). in view of utilizing of waste products from fish processing industries can be done for increasing the value to several under-utilized fish species such as fish protein hydrolysates (fph). chalamaiah et al. (2012) stated that fph are breakdown products of enzymatic conversion of fish proteins into smaller peptides, which normally contain 2–20 amino acids. nowadays fph have 12   comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 11-18 attracted much attention of food biotechnologists due to presence of high protein content with good amino acid balance and bioactive peptides (antioxidant, antihypertensive, immunomodulatory and antimicrobial peptides). fph is a protein derivative which is soluble in water and does not undergo the process of coagulation in hot water (dufossë et al., 2001). protein hydrolysate is a product of a mixture of polypeptides, dipeptides, and amino acids, can be produced from materials containing protein through acid hydrolysis or enzymatic reaction. protein hydrolysate as the main nitrogen source in a commercial medium for bacterial growth is still imported at high prices (fachraniah et al., 2002). therefore, an alternative is needed to produce fph from by-product as waste such viscera or fish meat at post rigor phase. the objectives of this study were to study the production of fph from fish carp meat at post rigor phase and viscera by enzymatic hydrolysis, to determine the specific activity of papain enzyme, and to determine the solubility of fph. methods material the raw materials were used in this study were fish carp (cyprinus carpio) by-products; meat at post rigor phase and viscera. the enzyme used was commercial local crude papain enzyme. chemical and biochemical test materials were h2so4, hcl, koh, naoh, na2s2o3, h3bo3, asetonitril. the tools that are used, hot shaker bath (bbraunc)-, spectrophotometer, oven (yamato) and a set of glassware (pyrex), (duran), and other standard analytical equipment. fish hydrolysates protein procedure (saputra and nurhayati, 2013) fish carp waste (meat at post rigor phase and viscera) respectively about 100 g, were firstly minced and then mixed with water with ratio of 1:2 by w/v, the mixture was blended and homogenized to improve the hydrolysis reaction for 2-5 minutes. the papain enzyme concentration about 0,26% was added to homogenate, divided into two parts and then adjusted to ph 7 with hcl. the hydrolysis processes were carried out in 0.26% (w/v) papain, 60 οc for 3 hours, then the papain activity was stopped by increase the hot shaker bath temperature to 85 οc and stirred for 15 minutes. the end product was filtered by nylon mesh size of 150 mesh. the liquid phase is taken, then deposited at 4 οc for 24 hours to separate the fat contained in the fluid, the next stage of analysis measurements of dissolved nitrogen. specific activity of papain (suhandana, 2010) specific activity of papain can be measured by using bergmeyer’s method which has been modified by reacting 1 ml casein (2%concentrate) with hcl 0.05 mol/l and buffer phosphate 1 mol/l (ph 7.5) and 0.2 enzyme solution. then the mixture was incubated at 37 οc for 10 minutes. the tyrosine solution was used as the standard enzyme solution and distilled water is used as a blank solution. about 2 ml tca (0.3 mol/l) was added and also cacl2 (2 mmol/l). then the mixture was incubated at 37 οc for 10 minutes then filter through whatman no. 42. the filtrate about 1.5 ml was added with na2co3 (0.5 mol/l) about 5 ml with folin ratio (1:2) as much as 1 ml. then it was incubated at 37 οc for 20 minutes. absorbance of filtrates at 578 nm was read against respective blanks with a spectrophotometer. the potency of test portion in united states pharmacopeia (usp) units of papain can be calculated by the following formula: production of fish hydrolysates protein … (dede saputra; tati nurhayati) 13  ua = asp abl x p x 1 ast abl t (1) where: ua : the amount of enzyme that causes changes 1 μmol substrate per minute asp : sample absorbance value abl : blank absorbance value ast : standard absorbance value o p : dilution factor t : incubation time chemical composition analysis of fish carp (association of official analytical chemyst, 1995; 2005) the composition of fish carp was determined using proximate analysis. the moisture content was determined by spreading about 2 g of sample on an aluminum dish that has been pre-weighted. dried in an oven at 100 οc for 5 hours then placed in a desiccator until reaching a constant weight. total weight loss during drying process represents moisture content in the sample. the protein content in raw material was determined by using kjeldhal method with nitrogen factor equal to 6.25. the total lipid was determined by soxhlet extraction. the ash content was analyzed by incineration of 2 g of sample in a furnace at 550 οc for 5 hours or until the white ash was formed. fish protein hydrolysate solubility (saputra and nurhayati, 2013) capacity of fish hydrolyzing can be identified by analyzing the content of dissolved total nitrogen (ntt) compared with nitrogen total ingredient (ntb) in order to get the value of fhp solubility degree statistical analysis the results were presented as group means ± standard of deviation (sd) and statistically significant differences between mean values were determined by descriptive statistics analysis using spss 20.0 software. results and discussions specific activity of papain papain (ec 3.4.22.2) is an endolithic plant cysteine protease enzyme which is isolated from papaya (carica papaya l.) latex. papain is obtained by cutting the skin of the unripe papaya and then collecting and drying the latex which flows from the cut (amri and mamboya, 2012). the greener the fruit, the more active the papain. papain enzyme belongs to the papain super family, as a proteolytic enzyme, papain is a crucial importance in many vital biological processes in all living organisms (tsuge et al., 1999). activity of papain can be increased by the addition of cysteine and nacl activator. a compound that was found in papain enzyme include more than 50 amino acids including aspartic acid, 14   comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 11-18 threonine, serine, glutamic acid, proline, glycine, alanine, valine, isoleucine, leucine, tyrosine, phenylalanine, histidine, lysine, arginine, and cysteine (pakki et al., 2009). papain enzyme is used in the hydrolysis of fish carp (meat at post rigor phase and also viscera), this enzyme has the specific activity. papain activity was affected by the concentration of enzyme that is added and also the temperature used during hydrolysis. fish carp waste (meat and viscera) which were hydrolyzed with 0,26% papain enzyme concentration at 60 oc temperature for 3 hours. the specific activity of papain enzyme was about 3,28 u/mg. these results were different from dongoran (2004), specific activity of papain enzyme was about 0.279 u/mg protein. this difference may be due to the differences in ph, temperature, enzyme concentration and the materials used. suhandana (2010) reported that the specific activity of papain enzyme to hydrolysis of viscera of swordfish was about 3.2770 u/mg. the specific activity of papain enzyme implied that there were enzyme activities in 1 mg of protein enzymes that could perform hydrolysis resulting in a change 3.2770 µmoles of substrat per minute. chemical composition analysis of fish carp part of carp’s bodies used in the research were fish meat at post rigor and fish viscera. fish meat and viscera of fish carp has a different chemical composition. it was because the chemical composition of fish can be varied between species, individuals in one species and also across parts of the body of one individual. as for the comparison of chemical composition of meat and viscera fish, carp is presented in figure 1 and 2. figure 1 chemical composition of fish meat figure 2 chemical composition of fish viscera production of fish hydrolysates protein … (dede saputra; tati nurhayati) 15  based on figure 1 and 2, it can be seen that the analysis of raw material (fish meat and viscera) was conducted to identify the chemical composition of fish carp waste including moisture, ash, fat and protein content. results of chemical analysis of fish carp is shown in figure 1 and 2 implies that protein content of the fish viscera was lower than protein content of meat of fish carp. the protein content of fisch carp meat in this result was higher than pangasius sp fillet waste used by bagus et al., (2014); chaijana et al. (2010) for their study reported that the protein content was about 12.51±10.5% and 16.88±4.45% (giant catfish muscle), while viscera protein content was lower than fish meat content of fish carp in this study. the fat content of meat and viscera of fish carp was much lower than pangasius sp fillet waste used by bagus et al., (2014) was about 18.00±1.00%. the chemical composition of the fish was affected by species, age, sex, fishing season, the availability of feed in the water, habitat and environmental conditions. protein content in the fish meat is relatively constant, but the ash content and fat content fluctuates (bhaskar et al., 2008). the greater fat content in fish meat, the smaller the water content on meat fish. this can be seen from the result of this study that fat content on meat fish was about 3.52±0.06 g/100g with the protein content of the fish meat was about 18.40±0.04 g/100g. in addition, it can be seen that the composition of fat content of fish viscera was about 1.30±0.06 g/100g, with protein content 0.95±0.04 g/100g. the composition of fat and protein levels in fish viscera is smaller than the composition of the fat content in fish meat of fish carp. similar results were also reported by suhandana (2010), which states that the protein content was higher about 50.18 g/100g with a fat content was 0.47 g/100g. fish protein hydrolysate solubility at the time the fish is entering the post rigor phase, amino acids and free nitrogen will be increased as a result of hydrolysis of fish meat. hydrolysis of fish meat and viscera is strongly influenced by the ability of protease enzymes such as papain. burges and shaw (1986) in sari (2008) reported that papain enzyme can break the peptide bond in the residue asparagine-glutamine, glutamate-alanine, valine and leucine-phenylalanine-tyrosine. the ability of papain enzyme to hydrolysis fish meat and fish viscera can be seen through the test of total dissolved nitrogen content (ntt) and compared with a total nitrogen content of materials (ntb) to obtain the value of total dissolved nitrogen/total nitrogen materials known as (ntt/ntb) shown in table 1. table 1 solubility of fph from fish meat and viscera of fish carp material sample weigh (mg) vol. hcl (ml) protein (%) ntt (%) ntb (%) ntt/ntb fish meat 1024 6.43 5.2032 0.8325 2.88 0.29 fish viscera 9910 4.10 3.4282 0.5485 1.36 0.40 the value of ntt/ntb on fish viscera was about 0.40 and ntt/ntb from fish meat was about 0.29. it is not much different from the value of ntt/ntb that reported by saputra (2008); saputra and nurhayati (2013) on yellow stripe fish meat of that ranged from 0.21 to 0.34. the value of ntt/ntb on fish viscera is greater than the value of ntt/ntb on fish meat. this is because many fish viscera contain proteolytic enzymes that can be degradable of substrates, which are proteins. high concentration of enzymes can increase the activity of this enzyme so that the results of hydrolysis in the form of amino acids and dissolved peptides also become much higher. saputra (2008); saputra & nurhayati (2013), reported that the higher value of ntt/ntb is produced is influenced by the activity of enzyme, the concentration enzyme was added, then the specific activity of the enzyme to catalyze the protein and break down the bond will be faster, so it will be increase the amount of amino acids and polypeptides are dissolved. safari et al. (2009) also reported that the head of the hydrolysis using alkalase enzyme for tuna can produce hte total nitrogen 16   comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 11-18 was about 12.84% where the value is not much different from the amount of total nitrogen obtained in the hydrolysis of meat and viscera carp ranged in 5.4 to 8.3%. fish in the post-rigor condition also affects the value of ntt/ntb. the more rotten the fish, the value of ntt/ntb will increase along with the higher number of amino acids and dissolved nitrogen as a result of hydrolysis of proteins. it can be used as an indicator that the higher ntt/ntb value, indicates that the fish is in post rigor phase. perfect hydrolysis process will produce about 18-20 amino acids (ariyani et al., 2003). an enzyme used in hydrolyzes of meat and fish viscera also affects hydrolysates of meat and viscera. each enzyme has a different optimum values that affect the resulting hydrolysate. the composition of the protein hydrolysate is affected by the type of enzyme used (shahidi, xiao-qing, & synowiecki, 1995). in addition, the enzyme substrate used also affects the protein hydrolysate. kahar (1995) stated that the enzyme is ampholytic with different substrate structure resulting enzyme substrate complex ionization adaptation to different environments. fph is a product that produced from the decomposition of fish protein into short-chain compounds for their good hydrolysis by enzymes, acids and bases. conclusions fish protein hydrolysate (fph) can be produced from the waste of fishery products such as meat at post rigor phase and viscera. hydrolysis process of fish carp was carried out using enzymatic methods with papain concentration was about 0.26 % (w/v) for 3 hours at 60 °c, and the inactivation of papain activity can be carried out at 85 oc. the result showed that the specific activity of papain enzyme was about 3.28 u/mg. chemical composition of fish carp was conducted by proximate analysis including protein and fat content analysis, result showed that 18.34 ± 0.04 (g/100g) (protein content); 0.95 ± 0.04 (g/100 g) (fat content). based on the results, meat of fish carp in post rigor phase and also viscera were potential as a major of source of fph. solubility of fph by comparing ntt/ntb was about 0.29% (fish meat) and 0.40% (fish viscera). references amri e., & mamboya f. (2012). papain, a plant enzyme of biological importance: a review. american journal of biochemistry and biotechnology, 8(2), 99-104. ariyani, f., saleh, m., tazwir, & hak, n. (2003). optimasi proses produksi hidrolisis protein ikan (hpi) dari mujair (oreochromis mossambicus). jurnal penelitian perikanan indonesia, 9, 11-21. association of official analytical chemyst (aoac). (1995). arlington. virginia, usa: published by the association of official analytical chemist. inc. association of official analytical chemyst (aoac). (2005). arlington. virginia, usa: published by the association of official analytical chemist. inc. bagus, s. b. u, theresia, d. s, & herbert, r. h. (2014). optimization of enzymatic hydrolysis of fish protein hydrolysate (fph) processing from waste of catfish fillet production. squalen bulletin of marine & fisheries postharvest & biotechnology, 9(3), 115-126. production of fish hydrolysates protein … (dede saputra; tati nurhayati) 17  bhaskar, n., benila, t., cheruppanpullil, r., & lalitha, r. g. (2008). optimization of enzymatic hydrolysis of visceral waste proteins of catla (catla catla) for preparing protein hydrolysate using a commercial protease. bioresource technology, 99, 335–343. chaijana, m., jongjareonrakb, a., phatcharatc, s., benjakulc, s., & rawdkuend, s. (2010). chemical compositions and characteristics of farm raised giant catfish (pangasianodon gigas) muscle. lwt-food science and technology, 43(3), 452-457. chalamaiah, m., kumar, b. d., hemalatha r., & jyothirmayi, t. (2012). fish protein hydrolysates: proximate composition, amino acid composition, antioxidant activities and applications: a review. food chemistry (birch ed.), 135(4), 3020–3038. dongoran, d. s. (2004). pengaruh aktivator sistein dan natrium klorida terhadap aktivitas papain. jurnal sains kimia, 8, 26-28. dufossë, l., broise, d. d. l., & guerard, f. (2001). evaluation of nitrogenous substrates such as peptones from fish: a new methode on gompertz modeling of microbial growth. journal of microbiology, 42, 32-38. fachraniah, fardiaz d, & idiyanti t. (2002). pembuatan pepton dari bungkil kedelai dan khamir dengan enzim papain untuk media pertumbuhan bakteri. jurnal teknologi dan industri pangan, 13(3). kahar, z. (1995). pengaruh jenis substrat terhadap aktivitas proteolitik enzim papain amobil. jurnal kimia andalan, 2, 39-45. kementrian kelautan perikanan [kkp]. (2014, februari). laporan kinerja (lkj) direktorat produksi tahun 2014. retrieved on february 15th, 2015 from http://www.djpb.kkp.go.id/public/upload/files/laporan-kinerja-dit.-produksi-tahun-2014.pdf pakki, e., kasim, s., rewa, m., & karangan, s. (2009). uji aktivitas antibakteri enzim papain dalam sediaan krim terhadap staphylococcus aureus. jurnal majalah farmasi dan farmakologi. vol 13:1. safari, r., motamedzadegan, a., ovissipour, m., regenstein, j. m., gildberg, a., & rasco, b. (2009). use of hydrolysates from yellowfin tuna (thunnus albacares) heads as a complex nitrogen source for lactic acid bacteria. journal of food bioprocess technology, 5(1), 73-79. saputra, d. (2008). pembuatan pepton ikan selar (caranx leptolepis) hasil tangkap samping (hts) pada kondisi post rigor dan busuk (thesis). bogor: departemen teknologi hasil perairan, fakultas perikanan dan ilmu kelautan, institut pertanian bogor. saputra, d., nurhayati, t. (2013). produksi dan aplikasi pepton ikan selar untuk media pertumbuhan bakteri. jurnal pengolahan hasil perikanan indonesia,16(3), 215-223. sari, e. y., ekantari, n., & ustadi. (2008). lama perendaman dalam larutan papain mempengaruhi kualitas dan rendemen gelatin kulit tenggiri. seminar nasional tahunan v hasil penelitian perikanan dan kelautan. shahidi f., xiao-qing, h., & synowiecki j. (1995). production and characteristics of protein hydrolisate from caplein (mallotus villosus). journal of food chemistry, 53, 285-293. 18   comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 11-18 suhandana, m. (2010). pemanfaatan jeroan ikan tongkol sebagai bahan baku pembuatan pepton secara enzimatis (thesis). bogor: teknologi hasil perairan, institut pertanian bogor. tsuge, h., nishimura, t., tada, y., asao, t., turk, d., turk, v., & katunuma, n. (1999). inhibition mechanism of cathepsin l-specific inhibitors based on the crystal structure of papainclik148 complex. biochemical and biophysical research communications, 266, 411-416. 127development of asset management control.....(richard) development of asset management control application for direktorat jenderal sumber daya dan perangkat pos dan informatika richard information systems department, school of information systems, bina nusantara university jln. jalur sutera barat kav. 21, tangerang 15143, indonesia richard-slc@binus.edu received: 26th april 2017/ revised: 17th june 2017/ accepted: 19th june 2017 abstract the goal of this research was to identify problems, analyze needs, and develop management information system especially the process internal control of asset management on direktorat jenderal sumber daya dan perangkat pos dan informatika (sdppi government communication and informatics organization). this system development used the system development life cycle (sdlc) method which refers to 4 phases. those were initiation and business feasibility, requirements definitions, functional design, and verification. the analysis used to support the research methods was enterprise architecture (ea) and swot. the analysis was conducted on business process that was running at the moment. the results show that the management information system in the form of web-based applications can help the process based on activity logging assets, assets allocation, complaints, and user guide in accordance with the needs of the direktorat jendral sdppi. the design of this application can also help the existing asset management process to become more efficient and effective. keywords: management information system, asset management, system development life cycle, enterprise architecture, swot i. introduction information system (is) is one of the important factors to support an organization to improve its business process regarding effectiveness and efficiencies. is is used to analyze high variety of data and fact inside a company, and the report can be used by middle-high manager of a company to make important or day-to-day decisions. is can touch every single part of a company and help the management of a company to make the process like the asset management better. the asset is an important resource in the company. thus, assets always exist in a company, non-profit organization, and government directorate. assets can also be a core component in an organization depending on the type of business that the organization is doing. some company struggles to manage its asset due to the lack of knowledge of management process needed to manage the asset. then, the asset is not organized well which raises the unwanted cost to a company. by managing the assets well, the company can increase the efficiencies in term of operational and fixed cost. in terms of this issue, is can help the company with a system that can manage and summarize company’s assets. according to wang, tan, and li (2015), there are a variety of forms of assets. it may include the production material, equipment, vehicles, desks, computers, cables, and people. however, some precious assets that are essential for enterprises have the characteristics of high value, strong liquidity, difficult security management, and so on. related to the importance of the assets, the process in managing those is not a less important issue. the asset management process can be a challenging task in the company or even in government institution. iso 55000:2014 (international organization for standardization, 2014) defines asset management (am) as the coordinated activity of an organization to realize value from assets. it will normally involve the balancing of costs, risks, opportunities and performance benefits. dixon (2017) said asset managers should change every asset-related aspect of the business they worked in. however, they should apply the am approach to develop holistic views with the help of the network of colleagues. thus, it became a respected source of compelling expert advice. moreover, am community should think about the headline strategic projects and apply it to the main business to improve business-scale enterprises. direktorat jenderal sumber daya dan perangkat pos dan informatika (sdppi government communication and informatics organization) is a government institution that focuses on managing, processing, and controlling internal use of mail, information, and resources. in this institute, the assets always grow in line with the increasing use of sdppi resources. then, the institution is expected to manage its assets well from asset replacement, asset reparation, asset documentation, asset problem report, and the utilization of the assets. currently, ditjen sdppi has two web-based applications, inventory and help desk. those handle asset management and problem report. however, since the system works in separate platform, the institution cannot integrate all the data in the real time and correctly. then, the information generated from this system cannot meet the expected information required by top level management. with this condition, this research tends to solve the situation by developing a new web-based application that integrates function of inventory and help desk with some improvement to the current process. this research is to give a solution to the asset management process about the problem of managing assets in company. the object of the research is the government institution, ditjen sdppi. 128 comtech, vol. 8 no. 3 september 2017, 127-135 ii. methods the research method applied in this research is divided into several parts. for data collection method, the researcher collects data by observing and interviewing ditjen sdppi as the key user involved in asset management directly. then, analysis and design method used in this research is system development life cycle (sdlc) method with waterfall method. it is shown in figure 1. figure 1 waterfall model (source: balaji, 2012) waterfall model is the sequential development model, so each work-product or activity is completed before moving on to next phase and the phase of development proceeds in order without any overlapping. moreover, each phase schedule for the tasks is completed within a specified period. then, the requirement should be clear before going to next phase of design. further changes in requirement will not be considered (balaji, 2012). testing is carried out once the code has been fully developed. the documentation and testing happen at the end of each phase, which helps to maintain the quality of the project. in the waterfall model, each step is frozen before the next step. the requirements are frozen before the design starts. once the design is frozen, the coding starts. however, the testing consumes high cost and time. tester role will be involved in testing phase only. next, fishbone is also used as explained by pyzdek (2003). fishbone analysis is a systematic tool analyzing problem and the factors that can be considered as the causes. fishbone analysis also shows the condition with the causes and the contribution to the impact. this tools will be used to find out how asset management work in this institution. the first important issue is how asset data manipulation occurred and what the factor that trigger the asset data manipulation. the second issue is how the asset/resource optimization work in this institution. those two issue are important to be analyzed in this institution in order to develop a good asset management control system that support asset management control process in ditjen sdppi. this research also uses network connectivity diagram to show the physical connection within data, voice, and video in a company. it includes wide area network (wan) and local area network (lan) (bernard, 2012). moreover, design process in asset management control application consists of two parts. first, it is asset documentation. it includes asset inbound/outbound, repair, status change, stock report. second, it is a problem report handling. it consists of report about damaged hardware, software, and network. the tools used in this design process are uml diagram (use case, domain class diagram, design class diagram, and user interface design) and network connectivity diagram. iii. results and discussions figure 2 is an analysis that shows the problem of asset data manipulation related to asset management control in ditjen sdppi. the fishbone diagram describes that there are five factors of problems occurred in asset data manipulation. it consists of management, application, technology, workplace, and human resource. those factors make the institution face a problem in asset data manipulation. in the first factor (management factor), it is lack of data supervision. it is because the system is unreliable in terms of data supervision. this has led the asset to no supervision status so management does not know anything about the detail of every asset. in addition, there is no control of authorization for every user in accessing and manipulating the company’s data. thus, the data can be manipulated easily by unauthorized user. related to application factor, there is incomplete information of asset owner which is derived from the unavailability in record system in software or database. meanwhile, regarding authorization, it also drives the transparency of data become the other problem. this figure 2 fishbone diagram – asset data manipulation 129development of asset management control.....(richard) happens because the management does not know how to set the authorization level, so the data is available for everyone without proper authorization. next, in terms of technology, there is no standard asset management system and hardware in the institution. it can lead the institution to asset data manipulation problem. this issue is also related to application factor that ditjen sdppi currently does not have the proper asset management control system that is responsible to control the asset. the other factor is work environment factor. it shows that the staff has little concern about asset condition. even ditjen sdppi has a system that supports the asset management control process, but the work environment has to be changed subsequently. it is because staff also has important role to identify the physical condition of the asset and record it to the system. the last factor is human resource factor that is caused by the staff who has little concern about asset condition, lack of knowledge in it, and tendency to do fraud. this also becomes unimportant factor because the tendency to do fraud is unacceptable habit and should be banned in institution’s employee culture. figure 3 shows the cause of asset/resource optimization issue related to asset management control activity in ditjen sdppi. like the fishbone analysis in figure 2, there are also five factors that affect the asset/ resource optimization. there are management factor, application factor, technology factor, work environment factor, and human resource factor. in management factor, wrong asset management happens because there is unreliable information system in asset management. therefore, the management does not have thee media or tools in controlling the asset usage. the other cause in management factor is the inaccurate decision in asset acquisition process. this problem occurrs because management does not have the information of asset needed and detail specification of the asset needed. this will trigger the incorrect of acquisition and affect the asset usage in sequence. related to application factor, the first issue is the inaccurate asset status from the lack of information on asset. this will make management confused about the real asset condition. the other factor is unreliable information system because of the lack of asset record and obsolete hardware or software. this issue is also related to technology factor that obsolete hardware or software and no asset information or record become the factors of asset/resource optimization. in work environment factor, it is about little concern of the staff about asset condition and the lack of documentation in using the application. this issue occurs because most of the staff does not know how to check the detail condition of the assets and cannot use the system as the media or tools in reporting the asset condition or status. the last is human resource factor. the lack of knowledge in it and lack of awareness of the staff in ditjen sdppi become an important issue. the lack of knowledge in basic it causes the staff to be hesitate to use the application. this absolutely will drive the the inaccurate data of the asset. moreover, lack of awareness of staff also will lead to that condition. from two fishbone diagram analysis, it can extract the main problem or cause in asset management control issue. those are the lack of information system in asset management control (amc), lack of staff awareness for asset condition, lack of knowledge in it and application, lack of information to management about asset detail and status. the human resources issues should be solved first. employee performance has a direct impact on the organization in terms of efficiencies and effectiveness. with many asset turnovers in ditjen sdppi, the quality of service such as time must be maintained well to meet users’ expectation. is is used to handle this process with two separate software, but it does not have maximum result for the institution. almost 50% of employees in ditjen sdppi cannot use the system well due to the lack of experience, documentation, and knowledge of the system. this issue becomes a big problem for ditjen sdppi and affects the quality of service the institution provided. amc application is designed to solve the problem identified before. this application has user interface that easier to understand by user, integrates all asset managements and helps desk process in ditjen sdppi. this application is tested and brought to user before the main development to meet the expectation of users. thus, the employee of ditjen sdppi can use this application well. besides the new and user-friendly ui design, all potential users are trained to use the amc application to understand the flow and functional use of this application. next, the researcher focuses on the process of defining application architecture and software design. it starts from the use case diagram, domain model class diagram, updated design class diagram, user interface design, and network connectivity diagram. figure 3 fishbone diagram – asset/resource optimization 130 comtech, vol. 8 no. 3 september 2017, 127-135 figure 4 shows the use of the system for users. in this asset management control application, the main users are sub direktorat sim-s staffs and employees. the main functions for sub direktorat sim-s staff are to create master asset, allocate asset ownership to employee and warehouse, receive and open ticket for problem report, update ticket status, and show ticket report log. meanwhile, for employee, it is to open ticket for problem report, entry problem report, and show ticket status. this simple set of function is designed to provide all needs of users in controlling and managing the asset in ditjen sdppi. after defining use case diagram, domain model class diagram is created to define the object relation of the system. it is shown in figure 5 (see appendix). it defines the list of objects and its relations to the others. the object will be enriched in sequence diagram to determine the necessary functions in every object. after the function is determined, the updated design class diagram is generated as the references to the development or coding process of the application. figure 6 (see appendix) shows the design class diagram which shows and directs the application developer to create a program based on the relational object and function. the design is in design class diagram. in this phase of development, the developer can enrich another object or function from design class diagram in coding purpose. after the design class diagram is created, next figure will show the user interface design in order to give a picture of the software interface to the developer or programmer in building the software. meanwhile, the user interface design consists of every module page in future system. figure 7 is the user interface login page design of asset management control application. figure 7 user interface design – login in login page, the user can log into the application by filling the field of username, password, and role. the roles are employee, admin, and super admin. these login roles will determine the personal menu for every role that is signed in the application. figure 8 user interface design – homepage moreover, the navigation menu in home page can be varied according to the role and authentication of the users. if the user’s role is super admin, the user management menu is open and can be accessed. the example is in figure 8. table 1 shows the detail of navigation menu for every role. table 1 menu and role description navigation menu role user management manage user super admin user info admin, employee asset data management admin, super admin asset allocation admin, super admin problem report (ticket) admin, employee ticket history admin, employee help center admin, employee, super admin log out admin, employee, super admin figure 4 use case diagram 131development of asset management control.....(richard) from the role in table 1, admin and employee have identic authorization in this application. however, the content of module is different from one to another. for example in problem report menu, if the user role is admin, the problem report menu is as shown in figure 9. figure 9 user interface design – problem report (admin) next, in problem report menu, admin can update and change the status of problem report created by user. the menu for user to create the problem report is shown in figure 10. figure 10 shows the module in application that allows user to input the problem report and notify admin to solve the problem in real time. there is some field that has to be filled by user to report the problem. there is also some standard validation in authentication of the input by users. the other features existing in this application are help center. this module allows user especially employee to find some help regarding the use of application. the help center module also shows user the frequently asked question(s) (faqs) which make the employee easy to find the solution for their problem. it is shown in figure 11. figure 10 user interface design – problem report (employee) figure 11 user interface design – help center figure 12 network connectivity diagram 132 comtech, vol. 8 no. 3 september 2017, 127-135 other than the user interface design, there is another tool used in this research to develop asset management control application. it is the network connectivity diagram. it is used to draw the network architecture of asset management control application. network connectivity diagram in figure 12 shows the network condition of ditjen sdppi. in figure 12, it can be seen there are three main sections of network topology in ditjen sdppi. those are sapta pesona building (server), sapta pesona building (user), and merdeka building (user). sapta pesona building (server) hosts the function of sapta pesona building (user) and merdeka building (user). from the network connectivity diagram, it can imply that the actual infrastructure of ditjen sdppi is already established to support the development of asset management control (amc) system. thus, the development may not meet the obstacles related to infrastructure issue. table 2, table 3, and table 4 show the detail specification of server, router, and switch in this system infrastructure. the specification of hardware is the current specification in ditjen sdppi building. table 2 hardware specification (server) no description unit 1 server dell power edge 2850 2 2 server dell power edge 1850 2 3 server dell power edge 6850 1 4 hp server dl 580g5 3 5 hp server dl 380g5 2 6 ibm server x3550 m3 6 7 ibm server x3250 m4 2 8 server hp dl580g7 7 9 server hp dl380p g8 1 10 microsystem sunfire x4150 1 11 dell poweredge m 1000e 1 12 dell poweredge m 620 blade server 12 table 3 router specification no description unit 1 mikrotik 1100 1 2 mikrotik rb1100x2ah 1 3 mikrotik routerboard ccr1016-12g 1 4 allied telesis switch ar415s 2 5 d-link access point 1 6 cisco linksys access point 1 7 cisco 3900 series 1 8 tp-link mandiri 1 table 4 switch specification no description unit 1 h3c s5500 2 2 h3c rps 800a 2 3 cisco catalyst 4900m-10g-rj45 3 4 cisco catalyst 4503 1 5 cisco catalyst 3550 2 6 cisco catalyst 2950 4 7 cisco catalyst 3560g 1 8 cisco catalyst express 500 1 9 3com 3c16593b 3 10 allied telesis at-gs900/16 2 11 hp/procurve networking 5 12 hp/procurve networking 1 13 d-link/8-port 10/des-1008d 1 14 access point 3com office connect adsl wireless 2 15 tp-link tl-sl5428e 1 16 fo fibre driver raisecom 2 17 cisco catalyst 4507+r 1 18 cisco catalyst 2960g 1 19 cisco small business sg300-52 1 20 cisco catalyst 2800 series 1 21 cisco catalyst 6500 series 2 iv. conclusions from result and analysis, it can be seen that the development of asset management control application to solve the institution’s problem in asset management is divided into several parts. first, it is asset data management. it is easier for controlling unit (admin) to add asset data to the system because this module supports all data related to the asset. moreover, it has the authorization to make sure that the assets can be only created by the controlling unit. then, the user interface is more user-friendly than the old application (inventory). second, there is asset allocation. regarding management of assets, this application can manage all running functions in ditjen sdppi right now. it includes warehouse, employee, and allocation. this asset allocation module also makes asset controlling process much easier because the controlling unit can track the asset by its owner and warehouse. third, it is related to problem report process. this application can facilitate the employees to insert their problem report and at the same time notify admin to handle and respond the report. last, in data input process, this application requires authorization and authentication process. thus, the data are already validated first before being processed inside the system. beside of the problems described, human resource issue becomes the other important factor in running asset management control. the system also needs support from human resource which is related to the awareness of asset maintenance and responsibility. the institution needs to use the system to classify the authorization and authentication of important asset. 133development of asset management control.....(richard) references balaji, s., & murugaiyan, m. s. (2012). waterfall vs. v-model vs. agile: a comparative study on sdlc. international journal of information technology and business management, 2(1), 26-30. bernard, s. a. (2012). an introduction to enterprise architecture: third edition. bloomington: author house. dixon, m. (2017). asset management: making the “unreasonable” reasonable? infrastructure asset management, 4(1), 3-7. https://doi.org/10.1680/ jinam.15.00003 pyzdek, t. (2003). the six sigma handbook a complete guide for green belts, black belts, and managers at all levels. new york: mcgraw-hill. wang, m., tan, j., & li, y. (2015). design and implementation of enterprise asset management system based on iot technology. in 2015 ieee international conference on communication software and networks (iccsn) (pp. 384-388). ieee. international organization for standardization (iso). (2014). bs iso 55000:2014: asset managementoverview, principles and terminology. geneva, switzerland: iso 134 comtech, vol. 8 no. 3 september 2017, 127-135 appendix figure 5 domain class diagram 135development of asset management control.....(richard) figure 6 design class diagram microsoft word 36_ars_widya katarina.doc tata ruang lingkungan … (widya katarina; dkk) 893  tata ruang lingkungan kampung batik di jakarta sebagai kawasan wisata industri rumah tangga widya katarina; nina nurdiani; yosica mariana architecture department, faculty of engineering, binus university jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 e-mail: w.katarina@yahoo.com abstract research on kampung batik spatial environment in jakarta as household industrial area tourism conducted in kampung batik palbatu through descriptive approach. this study aims to identify the characteristics of the environment and the potential area of kampung batik in jakarta. data collection in the field carried out by the method of observation and the mapping of spatial design of buildings and the environtment. data analysis was performed by descriptive analysis. the study results showed that the kampung batik palbatu as batik village in jakarta, which was conceived and developed by a community group of batik lovers, demonstrated slow development. image or the character of the environment of the region of kampung palbatu as kampung batik is yet to be seen, since the elements of the image-forming region are not clear. the potential of the region as the region of home industry namely kampung batik has started there, but lacks of supports from the government, and the local community. keywords: batik hometown, jakarta, the potential of the region the spatial environment abstrak penelitian mengenai tata ruang lingkungan kampung batik di jakarta sebagai kawasan wisata industri rumah tangga dilakukan di kampung batik palbatu melalui pendekatan deskriptif. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik lingkungan dan potensi kawasan kampung batik di jakarta. pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan metode pengamatan (observasi) dan pemetaan terhadap rancangan tata ruang bangunan dan lingkungannya. analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. hasil studi memperlihatkan bahwa kampung batik palbatu sebagai kampung batik di jakarta yang digagas dan dikembangkan oleh kelompok masyarakat pencinta batik menunjukkan perkembangan yang lambat. citra atau karakter lingkungan kawasan kampung palbatu sebagai kampung batik belum terlihat, karena elemen pembentuk citra kawasan tidak jelas. potensi kawasan sebagai kampung industri rumah tangga yaitu kampung batik sudah mulai ada, namun kurang mendapat dukungan dari pemerintah dan dari masyarakat setempat. kata kunci: kampung batik, jakarta, potensi kawasan, tata ruang lingkungan 894 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 893-904  pendahuluan saat ini upaya untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya sedang giat dilaksanakan. upaya ini dilakukan dengan memperkuat apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai lokal yang melemah dan pudar seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi. perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, serta pertumbuhan ekonomi yang meningkat adalah bagian dari proses modernisasi. seyogyanya modernisasi tidak menggugurkan nilai-nilai tradisi yang sudah lama membentuk kebudayaan yang utuh. seringkali modernisasi meruntuhkan nilai tradisi. pembaharuan prinsip-prinsip arsitektur tradisional yang otentik, dengan cara nilai-nilai hakiki perlu dipertahankan, tata nilai baru dicerna dan diakrabkan dengan apa yang membudaya di masyarakat, sehingga nilai-nilai lokal akan tetap lestari sepanjang jaman. pada wilayah budaya dimana adat dan kepercayaan lama tetap hidup di tengah masyarakat pendukungnya, maka dapat dipastikan kearifan lokal tidak akan punah (soeroto, 2003). kampung batik palbatu yang terletak di pusat kota jakarta merupakan kampung yang dibangun atas kesadaran masyarakat dan generasi mudanya dengan swadaya warga pada tahun 2011. kampung ini menjadi khas dengan munculnya batik sebagai karakter lingkungan saat ini. upaya ini selain bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dan sejarah ilmu batik juga memberi edukasi tentang pengertian proses atau tahapan cara membatik yang kini sudah banyak dilupakan masyarakat. aneka warna dan motif batik menghiasi dinding rumah hingga jalan di kompleks perumahan palbatu – jakarta (gambar 1). corat-coret artistik itu dihasilkan warga palbatu dalam upaya melestarikan keberadaan batik di jakarta melalui upaya mewujudkan kampung batik sebagai kawasan wisata industri rumah tangga. harapan warga kampung batik palbatu selain menjadikan kawasan industri rumah tangga, juga agar masyarakat dan generasi mudah dapat membuat batik betawi atau batik jakarta (juvita, 2012). gambar 1 suasana lingkungan kampung batik palbatu, kelurahan menteng dalam, kecamatan tebet, jakarta selatan. sumber: dokumentasi tim peneliti binus, 2013 tata ruang lingkungan … (widya katarina; dkk) 895  untuk dapat mewujudkan kampung batik menjadi kampung wisata industri rumah tangga, khususnya batik betawi atau batik jakarta, maka perlu kajian lingkungan kampung batik terkait konsep-konsep revitalisation kawasan, renewal kawasan ataupun redevelopment kawasan. menurut uu no.2 /1992, revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasan atau bagian kota yang dulunya pernah vital/hidup, akan tetapi kemudian mengalami kemunduran atau degradasi. urban renewal adalah upaya perawatan kembali suatu wilayah dengan mengganti sebagian atau keseluruhan unsur-unsur lama dengan unsur-unsur baru dengan tujuan untuk meningkatkan vitalitas dan kualitas lingkungan sehingga kawasan tersebut memberi kontribusi yang lebih baik bagi kota keseluruhan. redevelopment adalah pembangunan kembali kawasan kumuh atau kawasan bongkaran (ramdlani, 2012) penelitian yang terkait arsitektur bangunan dan lingkungan kampung batik di jakarta belum banyak dilakukan baik yang terkait gambaran umum masyarakatnya, latar belakang kebudayaannya dan potensi kawasan yang terdapat di kampung tersebut. untuk mewujudkan harapan masyarakat menjadikan kampung batik sebagai kampung wisata industri rumah tangga, khususnya industri batik betawi atau batik jakarta, juga dalam rangka melestarikan warisan budaya, maka penelitian mengenai tata ruang lingkungan kampung batik sebagai kawasan wisata industri rumah tangga. penelitian dimulai dengan mengetahui karakteristik lingkungan dan potensi kawasan. pada dasarnya kampung batik pal batu dibangun tidak hanya untuk warga sekitar kampung tersebut melainkan untuk semua warga jakarta yang ingin terlibat aktif dalam proses kreatif tersebut. pelestarian tersebut kini dapat kita lihat dalam bentuk ekspresi motif-motif batik pada lorong-lorong jalan atau pada dinding rumah, pada jalan-jalan menuju perkampungan tersebut dan lain sebagainya. keinginan masyarakat untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai kampung wisata industri rumah tangga memerlukan studi lebih dahulu mengenai: (1) bagaimana karakter dan pola tata ruang lingkungan dan bangunan yang ada di kampung batik tersebut saat ini, (2) potensi kawasan apa saja yang ada dan harus dimunculkan untuk mendukung terciptanya kawasan wisata industri rumah tangga. untuk menjawab pertanyaan tersebut maka perlu diadakan penelitian mengenai tata ruang lingkungan kampung batik sebagai kawasan wisata industri rumah tangga. tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi arsitektur kampung batik di jakarta mengenai pola tata ruang bangunan dan lingkungan serta potensi kawasan kampung batik di jakarta. warisan budaya indonesia sangat beragam bentuknya. arsitektur kampung wisata industri rumah tangga adalah salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. nilai-nilai budaya akan tetap dapat diapresiasikan oleh masyarakat sehingga tetap lestari. metode penelitian mengenai tata ruang lingkungan kampung batik di jakarta sebagai kawasan wisata industri rumah tangga termasuk jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengetahui dan memahami karakteristik lingkungan dan potensi kawasan kampung batik di jakarta. pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan metode pengamatan (observasi) dan pemetaan terhadap rancangan tata ruang bangunan dan lingkungan di kampung tersebut. analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. penelitian mengambil lokasi di kampung batik palbatu, kelurahan menteng dalam, kecamatan tebet, jakarta selatan. setting penelitian tata ruang lingkungan kampung batik sebagai kawasan wisata industri rumah tangga dilakukan di bagian wilayah kampung batik palbatu yang memiliki karakteristik arsitektur lingkungan yang menggunakan pola-pola batik sebagai ciri khas lingkungan dan menjadi cikal bakal keinginan masyarakat untuk mewujudkan kampung wisata di jakarta. 896 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 893-904  hasil dan pembahasan batik indonesia sudah ada sejak abad xiii, merupakan warisan budaya dari nenek moyang yang memulai tradisi membatik di atas daun lontar. warisan budaya nenek moyang ini sudah ditetapkan unesco sebagai warisan budaya tak benda tingkat dunia pada 2 oktober 2009. kini batik berkembang di indonesia dengan berbagai corak yang beragam. lokasi kampung batik palbatu secara administratif kampung batik palbatu termasuk wilayah kelurahan menteng dalam, kecamatan tebet, kotamadya jakarta selatan, dki jakarta. lokasi kampung batik palbatu berada di rw 04 yakni rt 14 dan rt 06. area permukiman di rt 14 merupakan area permukiman padat penduduk, sedangkan area permukiman di rt 06 merupakan area permukiman terencana dan kondisi lingkungannya cukup baik. lokasi kampung ini mudah dijangkau dari pusat kota jakarta, karena wilayahnya strategis yaitu berada di antara daerah kuningan, gatot subroto, tebet dan casablanka, yang mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum (lihat gambar 2). kawasan ini merupakan perpaduan antara perumahan formal dan permukiman padat penduduk yang dekat dengan daerah komersial seperti perkantoran, pusat-pusat perbelanjaan, hotel dan central business distric (cbd). gambar 2 lokasi kampung batik palbatu, jakarta selatan. sumber: kampung batik palbatu, 2013 kampung batik palbatu memiliki batas-batas wilayah di sebelah utara berbatasan dengan jalan palbatu 4, di sebelah selatan berbatasan dengan jalan persada, di sebelah barat berbatasan dengan jalan palbatu 2 dan jalan palbatu 7 dan di sebelah timur berbatasan dengan jalan palbatu 1. lokasi daerah palbatu dahulu dekat dengan sentra batik ibukota jakarta di daerah kuningan, yang menambah nilai sejarah perkembangan batik, khususnya di betawi. melalui keberadaan kampung batik palbatu, masyarakat jakarta dan sekitarnya dapat belajar membatik dan mengetahui sejarah batik betawi yang kaya akan nilai-nilai budaya setempat. tata ruang lingkungan … (widya katarina; dkk) 897  sejarah kampung batik palbatu berkembangnya kampung batik betawi dimulai di tahun 2011 yang berawal dari gagasan dua pencinta batik betawi yang tinggal di lingkungan permukiman kampung palbatu, yaitu budi iwan darmawan dan budi dwi harry hariyanto. gagasan ini timbul dari keprihatinan terhadap pelestarian batik betawi dan upaya memberikan kegiatan kreatif bagi masyarakat sekitar, khususnya kaum pemuda-pemudi atau ibu-ibu setempat agar memiliki kegiatan yang bernilai positif dan memberi nilai ekonomi bagi warganya. harapan diwujudkannya kampung batik betawi agar tradisi membatik dapat bangkit kembali dan karya-karya batik yang kreatif dapat lahir dari masyarakat palbatu. program kampung batik palbatu produksi batik – workshop batik pewarna alam kampung batik palbatu berupaya memberdayakan warga melalui kegiatan memproduksi batik dengan pewarna alam yang proses pembuatannya ramah lingkungan. para warga dilatih menjadi pembatik-pembatik handal yang mampu memproduksi kain batik dengan kualitas terbaik. kain-kain batik warna alam yang diproduksi akan melalui proses yang panjang, melibatkan banyak pekerja serta dengan tingkat ketelitian tinggi, sehingga menghasilkan kain batik warna alam dengan kualitas premium. corak batik yang dikembangkan dan diproduksi adalah pengembangan dari corak betawi yang sudah ada sebelumnya. belajar membatik – sanggar batik melalui sanggar-sanggar batik, kampung batik palbatu berupaya memberikan pengajaran membatik kepada sebanyak mungkin orang, baik anak-anak maupun dewasa. sasaran peserta sanggar ini adalah anak-anak di lingkungan kampung batik palbatu dan sekitarnya, siswa-siswi sd, smp, sma dan smk negeri serta swasta di seluruh jakarta dan sekitarnya, siswa-siswi sekolah internasional di seluruh jakarta dan sekitarnya serta mahasiswa dan masyarakat umum di jakarta dan sekitarnya. program belajar batik menjadi salah satu daya tarik utama kampung batik palbatu sehingga warga jakarta dapat belajar batik tanpa harus pergi jauh ke daerah. selain itu pengajar batik dari daerah juga didatangkan untuk mengajar batik di jakarta. ada empat anggota ibu-ibu yang mengurus dan mengelola kegiatan belajar membatik, yaitu: ibu h. mansur, ibu eka, ibu yuyun, dan ibu andrino. kegiatan edukasi membatik ini dibantu oleh 15 warga setempat yang turut menjadi perintis terwujudnya kampung batik palbatu. kadang kegiatan membatik ini juga dibantu oleh mahasiswa ikj atau dkv dari beberapa universitas yang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. penjualan batik – toko / gerai batik kampung batik palbatu akan berupaya menghadirkan sebanyak mungkin gerai-gerai atau toko-toko batik yang menjual kain batik atau pakaian batik yang siap pakai. menjual batik di rumah diharapkan menjadi peluang usaha utama atau usaha sampingan bagi warga sebagai salah satu cara meningkatkan penghasilan. pada awal peresmian kampung batik palbatu jumlah toko batik sampai 20 toko yang buka setiap hari senin – minggu, dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam. kegiatan kampung batik palbatu ngebatik sekampung tanggal 2-6 oktober 2013 merupakan kegiatan kreativitas seni dan budaya, yang dilaksanakan berdekatan dengan hari batik nasional, sebagai bagian dalam pelestarian dan pengembangan batik (gambar 3). program ini biasanya membuat acara ngebatik di jalanan, ngebatik di dinding dan belajar membatik. dana untuk kegiatan ini didapat dari dana sukarela warga atau dari para donatur pemerhati dan pencinta batik. untuk pengecatan program sponsorship menjadi pendukung kegiatan ini dapat terealisasi. 898 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 893-904  gambar 3 kegiatan ngebatik sekampung dalam rangka hari batik nasional 2013 sumber: kampung batik palbatu, 2013 pola tata ruang lingkungan kampung batik palbatu untuk mewujudkan kawasan permukiman di palbatu, menteng dalam – jakarta selatan menjadi suatu kawasan wisata industri rumah tangga yang baru yaitu industri batik, sehingga dapat menjadi kawasan wisata budaya batik dan belanja batik, maka program urban renewal berupa penataan lingkungan perlu dilakukan. urban renewal adalah upaya perawatan kembali suatu wilayah dengan mengganti sebagian atau keseluruhan unsur-unsur lama dengan unsur-unsur baru dengan tujuan untuk meningkatkan vitalitas dan kualitas lingkungan sehingga kawasan tersebut memberi kontribusi yang lebih baik bagi kota keseluruhan. peningkatan kualitas lingkungan yang akan dilakukan pada kampung batik palbatu perlu dianalisis melalui identifikasi terhadap elemen-elemen pembentuk karakter lingkungan, antara lain batas yang jelas, karakteristik lingkungan dan pola tata ruang lingkungan yang ingin ditampilkan terlihat jelas, penanda kawasan yang jelas, ada area pusat kegiatan yang cukup mewadahi kegiatan dan sering didatangi pengunjung. gambar 4 batas kawasan area kegiatan membatik di kampung batik palbatu sumber: kampung batik palbatu, 2013. keterangan gambar: batas kawasan kampung batik palbatu utara : jalan palbatu 4 selatan : jalan persada barat : jalan palbatu 7 dan jalan palbatu 2 timur : jalan palbatu 1 tata ruang lingkungan … (widya katarina; dkk) 899  batas kawasan kampung batik palbatu secara fisik dibatasi oleh jalan lingkungan permukiman. namun batas ini belum terlihat tegas menjadi dimanfaatkan sebagai penanda kawasan kampung batik. hanya jalan palbatu 4 dan lingkungan permukiman padat penduduk (area kampung batik palbatu di sisi paling barat) yang terlihat memiliki karakter kampung batik melalui pengecatan jalan dan dinding rumah atau gang dengan pola dan corak batik. karakteristik lingkungan dan pola tata ruang kampung batik palbatu struktur peruntukan lahan merupakan salah satu komponen rancangan kawasan yang berperan penting dalam lokasi penggunaan dan penguasaan lahan/tata guna lahan yang telah ditetapkan dalam suatu kawasan perencanaan tertentu berdasarkan ketentuan dalam rencana tata ruang wilayah. pada kawasan kampung batik palbatu tata guna lahan cenderung merupakan permukiman (gambar 5). untuk mewujudkan kampung ini menjadi kampung batik, maka selain fungsi hunian di kawasan permukiman, ada penambahan fungsi untuk produksi batik dan penjualan batik pada rumah penduduk yang melakukan kegiatan membatik sebagai peluang usaha. gambar 5 tata guna lahan di kampung batik palbatu sumber: hasil survei tim peneliti binus, 2013 intensitas pemanfaatan lahan merupakan tingkat alokasi dan distribusi luas lantai maksimum bangunan terhadap lahan/tapak peruntukannya untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pemanfaatan yang adil. komponen penataan: (1) koefisien dasar bangunan (kdb), yaitu angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai dasar bangunan gedung yang dapat dibangun dan luas lahan / tanah yang dikuasai. secara umum, koefisien dasar bangunan di kawasan palbatu berkisar antara 60 80 %. (2) koefisien lantai bangunan (klb), yaitu angka persentase perbandingan antara jumlah seluruh luas lantai seluruh bangunan yang dapat dibangun dan luas lahan/ tanah yang dikuasai. untuk koefisien lantai bangunan pada kawasan ini cenderung 1-2. tata bangunan merupakan perencanaan pembagian lahan dalam kawasan menjadi blok dan jalan. pada kawasan palbatu khususnya kawasan kampung batik palbatu, tata bangunan yang terbentuk terbagi menjadi dua tipe. untuk tata bangunan yang berada di pinggiran jalan lingkungan tata bangunan teratur, sedangkan untuk tata bangunan pada pemukiman yang berada di dalam gang, tata bangunannya tidak teratur bahkan cenderung sporadis dan membentuk labirin (gambar 6). kawasan permukiman fasilitas pendidikan : sekolah fasilitas ibadah : mesjid 900 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 893-904  gambar 6 tata bangunan di kampung batik palbatu sumber: hasil survey tim peneliti binus, 2013. sistem sirkulasi dan penghubung terdiri dari jaringan jalan dan pergerakan, sirkulasi kendaraan umum, sirkulasi kendaraan pribadi, sirkulasi kendaraan informal setempat dan sepeda, sirkulasi pejalan kaki (termasuk masyarakat penyandang cacat dan lanjut usia), sistem dan sarana transit, sistem parkir, perencanaan jalur pelayanan lingkungan, dan system jaringan penghubung. pada kawasan kampung batik, jaringan jalan merupakan jalan lingkungan di mana jalur sirkulasi kendaraan yang melalui jaringan jalan pada kawasan tersebut adalah kendaraan pribadi, ojek dan sepeda. sedangkan untuk sirkulasi jalur pejalan kaki tidak ada termasuk sistem perparkiran yang cenderung menggunakan sistem parkir pada badan jalan (gambar 7). area parkir untuk menunjang kawasan wisata belum tersedia dan tidak terencana baik, sehingga untuk parkir pengunjung lebih sering menggunakan bahu jalan di jalan casablanka untuk kendaraan besar seperti bis, dan di jalan lingkungan palbatu untuk kendaraan kecil sampai mini bus. kondisi lingkungan yang belum siap menerima kunjungan orang dalam jumlah besar yang sering dikeluhkan warga setempat, karena lingkungannya menjadi ramai dan padat saat ada kunjungan, tetapi yang mendapat keuntungan hanya sebagian kecil warga yang aktif dalam kegiatan membatik. gambar 7 sistem sirkulasi dan penghubung,ruang terbuka serta parker yang menggunakan badan jalan di kampung batik palbatu. sumber: hasil survey tim peneliti binus, 2013. tata bangunan tidak teratur tata bangunan teratur jalan lingkungan lebar 2,5 meter jalan lingkungan lebar 3 meter sistem parkir : on street (badan jalan) ruang terbuka milik pribadi tata ruang lingkungan … (widya katarina; dkk) 901  ruang terbuka merupakan komponen rancang kawasan, yang tidak sekadar terbentuk sebagai elemen tambahan ataupun elemen sisa setelah proses rancang arsitektural diselesaikan, melainkan juga diciptakan sebagai bagian integral dari suatu lingkungan yang lebih luas. penataan sistem ruang terbuka diatur melalui pendekatan desain tata hijau yang membentuk karakter lingkungan serta memiliki peran penting baik secara ekologis, rekreatif dan estetis bagi lingkungan sekitarnya, dan memiliki karakter terbuka sehingga mudah diakses sebesar-besarnya oleh publik. pada kawasan kampung batik palbatu ruang terbuka hijau yang cukup luas sudah jarang ditemukan. hanya ada satu ruang terbuka cukup luas milik pribadi di lingkungan permukiman padat penduduk (gambar 7). pusat kegiatan membatik di lingkungan kampung batik palbatu kegiatan membatik oleh masyarakat yang ikut mengembangkan batik, dilakukan di rumahrumah mereka. tujuannya adalah mereka masing-masing dapat mengembangkan peluang usahanya sendiri terkait batik. dari sekitar 20 toko batik yang dibuka saat mulai didirikannya kampung batik palbatu, saat ini jauh berkurang jumlahnya, beberapa diantaranya yang masih bertahan adalah toko batik euis, toko batik nona, dan tiga rumah batik (gambar 8). gambar 8 pusat kegiatan di kampung batik palbatu sumber: hasil survey tim peneliti binus, 2013. potensi kawasan kampung batik palbatu potensi kawasan kampung batik palbatu dilihat dari sisi ekonomi, sosial dan budaya memiliki hasil penilaian yang berbeda, ada yang positif ada yang negatif. rumah batik “euis” rumah batik rumah batik “nona” rumah batik rumah batik 902 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 893-904  tabel 1 potensi ekonomi kampung batik palbatu potensi penilaian uraian ekonomi ( ) masih kurang memberi dampak peningkatan ekonomi bagi warga setempat. lebih banyak potensi dari sisi wisata edukasi dari pada wisata belanja batik. belum banyak warga kampung batik palbatu yang mengembangkan kegiatan batik sebagai peluang usaha. potensi ekonomi hanya bagi mereka yang berminat dan membuka peluang usaha membatik. tabel 1 menunjukkan bahwa potensi ekonomi dari kegiatan membatik hanya dinikmati oleh warga setempat yang tertarik dan membuka usaha produksi dan penjualan batik. namun menurut mereka hasilnya belum seperti yang mereka harapkan, karena kunjungan yang ramai hanya terjadi saat ada acara atau kegiatan membatik. acara ini tidak rutin tiap hari, sehingga pendapatan dari usaha batik belum bisa diandalkan. kegiatan membatik memberikan dampak sosial yang sifatnya positif dan negatif (tabel 2). sisi positif terjadi karena ada interaksi positif yang saling menguntungkan antara masyarakat kampung batik palbatu yang menyediakan kegiatan edukasi dan wisata belanja batik sehingga dapat manfaat ekonomi, dengan pengunjung yang ingin belajar membatik dan membeli batik di jakarta sehingga tidak perlu ke luar kota. tabel 2 potensi sosial kampung batik palbatu potensi penilaian uraian sosial ( + ) kegiatan membatik menimbulkan adanya interaksi antara warga setempat yang menyediakan kegiatan dan mencari keuntungan ekonomi, dengan warga pendatang yang ingin wisata edukasi atau belanja batik. masyarakat dilatih untuk menerima kunjungan dari pendatang yang melakukan wisata edukasi dan belanja. namun ada juga warga yang terganggu karena kegiatan membatik ini menimbulkan keramaian akibat adanya kunjungan masyarakat dari luar kampung batik palbatu. sisi negatifnya adalah masih banyak warga setempat yang kurang mendukung kegiatan membatik karena mereka tidak merasa mendapatkan manfaat ekonomi, bahkan lebih banyak merasa terganggu dengan adanya kegiatan membatik ini karena keramaian yang ditimbulkan akibat banyaknya kunjungan dari luar pada saat ada kegiatan membatik. menurut mereka kampung batik palbatu bukan untuk menerima kunjungan banyak orang karena kondisi lingkungannya tidak dirancang untuk kegiatan yang dapat menampung banyak kunjungan orang. kampung batik palbatu juga tidak dirancang atau disiapkan sebagai kawasan industri rumah tangga, sehingga upaya mewujudkan kampung batik palbatu sebagai kampung wisata edukasi budaya dan belanja batik belum berhasil dan berjalan lambat. tidak banyak warga yang mendukung keberlanjutan kegiatan ini. para perintis kampung batik palbatu harus berjuang untuk mendapatkan bantuan dana atau subsidi dukungan bagi terselenggaranya acara-acara kegiatan edukasi membatik dan sosialisasi tradisi membatik. tata ruang lingkungan … (widya katarina; dkk) 903  upaya untuk mewujudkan kampung batik palbatu sebagai kampung wisata edukasi budaya dan belanja batik masih butuh proses yang cukup memakan waktu lama. dukungan dari warga setempat yang masih terbatas dan dukungan pemerintah yang belum maksimal (tabel 3), membuat para penggagas dan tim perintis kampung batik palbatu harus berjuang keras mewujudkan harapan mereka dalam rangka mencapai tujuan dikembangkannya kampung batik palbatu sebagai salah satu wisata edukasi budaya dan belanja batik di jakarta. tabel 3 potensi budaya kampung batik palbatu potensi penilaian uraian budaya ( ) jumlah toko batik berkurang sehingga hanya 25% dari awal pengembangan kampung batik palbatu (hanya 5 toko/rumah batik masih aktif).tidak banyak warga yang ikut berpartisipasi melestarikan budaya batik. belum banyak dukungan dari pemerintah setempat untuk membantu mengembangkan kampung batik palbatu. kampung batik palbatu tidak bisa berkembang cepat menjadi kawasan wisata budaya batik, karena warga setempat tidak memiliki keterikatan dengan tradisi membatik. proses pengembangan kampung batik palbatu yang berjalan lambat dapat dipahami, karena tidak mudah untuk memasukkan tradisi membatik pada masyarakat yang tidak memiliki latar belakang tradisi membatik. kampung palbatu dihuni oleh masyarakat dari berbagai budaya dan memiliki sumber penghidupan yang tidak terkait dengan kegiatan membatik. sehingga upaya mewujudkan kampung batik di wilayah palbatu yang muncul dari para penggagas dan perintis perlu proses dan waktu untuk mencapai keberhasilannya. pelatihan dan acara-acara membatik yang memperlihatkan adanya keuntungan dari sisi ekonomi perlu sering diadakan sehingga masyarakat akan tertarik dan mulai ikut mengembangkan kampung batik palbatu. simpulan hasil studi terhadap karakteristik tata ruang lingkungan kampung batik palbatu menunjukkan bahwa kawasan ini kurang memiliki karakter kuat dan kurang jelas terlihat karakter lingkungan batik secara menyeluruh. hanya sebagian area yang masih bertahan memiliki pusat kegiatan batik. karakter batik yang dilukiskan di jalan, dinding dan pagar rumah juga sudah memudar. untuk mempertahankan dan meningkatkan karakter kawasan sebagai kampung batik, perlu pengelolaan dan pemeliharaan berkala terhadap corak batik pada elemen jalan, dinding rumah bagian luar, dinding gang, dan pagar rumah. hasil studi terkait potensi yang ada di kampung batik palbatu masih belum banyak. hasil studi ini penting untuk dapat mewujudkan kampung batik palbatu sebagai kawasan wisata industri rumah tangga, khususnya wisata edukasi budaya batik dan wisata belanja batik di jakarta. kampung batik palbatu belum memperlihatkan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan masih kurang dukungan dari masyarakat setempat maupun pemerintah setempat. untuk mewujudkan kampung batik sebagai kawasan industri rumah tangga khususnya batik, perlu dukungan masyarakat dan dukungan pemerintah setempat. subsidi dana dari pemerintah dan swasta dapat membantu mempercepat perkembangan kampung wisata batik, antara lain untuk membantu pengembangan program dan acara-acara promosi wisata batik di kawasan palbatu, atau untuk memperbaiki kualitas lingkungan agar karakter kawasan budaya batik dapat tampil atau jelas terlihat oleh masyarakat umum di jakarta. 904 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 893-904  daftar pustaka juvita, d. (2012). sejarah baru kampung batik di jakarta, satulingkar.com/detail/read/9/805/sejarahbaru-kampung-batik-di-jakarta, april. akses 11 februari 2013. ramdlani, s. (2012). urban renewal; peremajaan kota dalam perancangan kota. ramdlani.lecture.ub.ac.id/files/../urban-renewal.pp. akses 11 februari 2013. soeroto, m. (2003). dari arsitektur tradisional menuju arsitektur indonesia. jakarta: ghalia indonesia. microsoft word 03.ti elidjen game flash chainkiller-ok.doc game real time action… (paulus adi purnomo; dkk) 751 game real time action rpg online berbasis flash: alternatif bermain game dengan spesifikasi perangkat keras minimal paulus adi purnomo; budi prasetyo; elidjen computer science department, school of computer science, binus university jln. k.h. syahdan no.9, palmerah, jakarta barat 11480 elidjen@binus.edu abstract various games are available for a variety of community as one means of entertainment which is getting more popular these days. however, sometimes several games can not be played on computer due to insufficient hardware specifications support. this situation developed the making of chainkiller game, a flash based real time action rpg online game to provide an alternative as well as interactive and interesting game with a minimum hardware specification. the sequential linear process model is used to develop the overall game. besides, a literature study was implemented to enrich the insight to develop the interesting mini game. the realtime action rpg online game which is based on flash can be easyly used with minimum hardware specification. keywords: game, real time, rpg, online, flash, minimum hardware specification abstrak berbagai game tersedia bagi berbagai kalangan masyarakat untuk dimainkan sebagai salah satu sarana hiburan yang belakangan ini semakin popular dan digandrungi. tetapi tidak jarang game yang ingin dimainkan tidak bisa terealisasikan karena spesifikasi perangkat keras yang dibutuhkan tidak mencukupi kebutuhan yang diperlukan oleh game tersebut. hal inilah yang melatarbelakangi dikembangkannya game chainkiller, yaitu sebuah game real time action rpg online berbasis flash untuk memberikan alternatif bermain game yang interaktif dan menarik dengan spesifikasi perangkat keras minimal. model proses linear sequential model digunakan untuk mengembangkan game secara keseluruhan dan studi kepustakaan digunakan untuk memperkaya wawasan guna mengembangkan game mini yang menarik. game real time online berbasis flash ini dapat digunakan dengan mudah dengan spesifikasi perangkat keras minimum. kata kunci: game, real time, rpg, online, flash, perangkat keras minimum 752 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 751-761 pendahuluan game adalah sebuah sistem formal tertutup yang melibatkan pemain dalam sebuah konflik terstruktur dan menyelesaikan konflik tersebut dengan cara yang berbeda–beda (tracy fullerton, 2008, p.43). definisi yang lebih sederhana menurut jesse schell (2008, p.37) adalah bahwa game merupakan sebuah kegiatan pemecahan masalah yang berlandaskan kesenangan. game juga salah satu hiburan yang sangat diminati oleh semua kalangan tanpa mengenal batasan umur bahkan jenis kelamin. semakin banyak saja orang yang gemar bermain game sebagai salah satu sarana hiburan. game yang tersedianya tentunya beraneka ragam dengan berbagai pilihan genre dan masing-masing game membutuhkan spesifikasi perangkat keras yang berbeda. tidak jarang game yang digemari memerlukan spesifikasi perangkat keras yang cukup tinggi sementara spesifikasi perangkat keras dimiliki tidak mencukupi sehingga game yang digemari pun tidak bisa dinikmati. kondisi inilah yang mungkin melatarbelakangi munculnya berbagai game mini yang menggunakan teknologi flash di dunia maya. game seperti ini bisa berupa pop-up dari sebuah website tujuan komersil atau sengaja diproduksi dan bisa diunduh tanpa biaya bagi penggemar game mini. game mini dengan menggunakan teknologi flash ini relatif berukuran kecil dan tidak memerlukan spesifikasi perangkat keras yang tinggi sehingga memungkinkan semua kalangan masyarakat bisa menikmatinya. inisiatif untuk memungkinkan semua kalangan masyarakat untuk bisa bermain game dengan keterbatasan spesifikasi perangkat keras inilah yang melatarbelakangi dikembangkannya game real time action rpg online berbasis flash. materi ini sudah pernah diseminarkan dalam binus information and communication technology conference (ictc) pada tanggal 16 agustus 2011. metode metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini meliputi metode analisis, metode perancangan, studi kepustakaan, dan metode evaluasi. metode analisis dilakukan dengan mempelajari minat pemain game serta mengidentifikasi game seperti apa yang digemari sehingga dapat mengembangkan game yang tepat. metode perancangan dilakukan dengan merancang avatar, senjata, peluru, dunia permaianan, layar panel, sistem permaianan, diagram konteks, diagram nol, class diagram, use case diagram, dan layar. studi kepustakaan dilakukan dengan membaca berbagai literatur untuk meningkatkan pemahaman mengenai berbagai teori yang dibutuhkan dari merancang dan mengevaluasi serta menyimpulkan hasil evaluasi. ada beberapa model proses yang dapat digunakan untuk mengembangkan sistem. dalam paper ini dibahas satu model yang digunakan untuk mengembangkan sistem pengiriman barang berbasis web pada pt prabu expressindo. linear sequential model disebut juga classic life cycle atau waterfall model di mana model ini menyarankan pendekatan sekuensial linier yang sistematis untuk pengembangan piranti lunak yang dimulai pada tingkatan sistem dengan urutan dari analisis, rancangan, penulisan program, pengujian, dan dukungan. model ini meliputi beberapa aktivitas berikut: (1) system/information engineering and modeling – karena piranti lunak selalu merupakan bagian dari suatu sistem yang lebih besar (atau bisnis), pekerjaan dimulai dari menetapkan persyaratan untuk semua elemen sistem dan kemudian mengalokasikan beberapa subset dari persyaratan piranti lunak; (2) software requirement analysis – untuk memahami sifat program yang akan dibangun, software engineer harus memahami domain game real time action… (paulus adi purnomo; dkk) 753 informasi untuk piranti lunak serta fungsi yang diperlukan, perilaku, kinerja, dan antar muka. persyaratan untuk kedua sistem danpiranti lunak yang didokumentasikan dan di-review dengan pelanggan (customer); (3) design – rancangan piranti lunak sebenarnya adalah sebuah proses bertingkat yang fokus pada empat atribut yang berbeda dan sebuah program, struktur data, arsitektur piranti lunak, representasi piranti lunak, prosedural (algoritma) detil. proses rancangan menerjemahkan kebutuhan ke representasi dari piranti lunak yang dapat dinilai untuk kualitas sebelum dimulai penulisan program. seperti persyaratan, rancangan didokumentasi dan menjadi bagian dari konfigurasi piranti lunak; (4) code generation – rancangan harus diterjemahkan ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). penulisan programlah yang menangani tugas ini; (5) testing – proses pengujian fokus pada logika internal software, memastikan bahwa semua persyaratan sudah diuji, dan pada fungsi eksternal, yaitu melakukan pengujian untuk menemukan kesalahan dan memastikan bahwa input yang didefinisikan akan menghasilkan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan; (6) support – piranti lunak pasti akan mengalami perubahan setelah digunakan sekian lama karena kesalahan telah ditemukan, piranti lunak harus disesuaikan untuk mengakomodasi perubahan dalam lingkungan eksternal (misalnya, perubahan diperlukan karena sistem operasi baru atau peripheral devie), atau karena pelanggan membutuhkan peningkatan fungsional atau kinerja. berikut adalah gambar linear sequential model (gambar 1). gambar 1. linear sequential model (pressman, 2001, p.29). hasil dan pembahasan sebelum melanjutkan ke perancangan game, simak ulasan tentang game yang dirampung dari berbagai sumber berikut. ulasan game game dibagi menjadi beberapa tipe utama, di antaranya: (1) tabletop game – merupakan istilah umum yang digunakan terhadap board game, card game, dice game, miniature game dan game lainnya yang biasanya dimainkan di atas meja atau permukaan datar lainnya; (2) video game – merupakan game elektronik yang melibatkan interaksi dengan tampilan antarmuka (user interface) untuk menghasilkan umpan balik yang berbentuk visual dalam sebuah perangkat video. video game sendiri sudah terdiri dari arcade game, console game, computer game, mobile game, online game. 754 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 751-761 board game board game adalah sebuah game di mana potongan-potongan (pieces) diletakkan, dipindahkan, atau digerakkan di atas sebuah ”papan” yang merupakan sebuah permukaan yang biasanya berhubungan secara spesifik dengan game yang dimainkan. board game dibagi menjadi beberapa kategori. kategori yang paling umum adalah: (1) abstract strategy game, yaitu game dengan informasi yang jelas, tanpa peluang, dan (biasanya) dimainkan oleh dua orang atau tim. contohnya catur dan go; (2) german-style board game, yaitu sebuah kelas dari tabletop game yang umumnya memiliki peraturan yang sederhana, waktu bermain yang pendek sampai sedang, interaksi antar pemain tingkat tinggi, dan komponen fisik yang menarik. jenis game ini biasanya menekankan pada strategi, mengurangi tingkat keberuntungan (luck) dan konflik, bertemakan ekonomi daripada militer, dan biasanya tidak mengeliminasi pemain di tengah– tengah permainan. contohnya acquire dan ticket to ride; (3) roll-and-move, yaitu board game di mana token-token digerakan berdasarkan hasil yang ditunjukan oleh dadu. contohnya adalah adalah monopoli; (4) war game , yaitu game di mana pemain menempatkan unit militer ke dalam konflik secara langsung dengan pemain lain. tujuan dari game ini biasanya mengeliminasi lawan atau pencapaian suatu kondisi strategi tertentu. contohnya risk dan axis & allies; (4) word game dan puzzle, yaitu game yang membutuhkan kecepatan berpikir, perbendaharaan kata, dan kemampuan bahasa yang baik. word game biasanya dijadikan sebagai sumber hiburan, namun selain itu, word game juga bisa ditujukan untuk edukasi yang sangat berguna. contohnya scrabble. online game online game adalah sebuah game yang dimainkan secara online di jaringan internet. game online ini bisa mempertemukan pemain yang satu dengan yang lainnya dalam sebuah dunia maya yang dimiliki game tersebut. selain itu, pemain juga bisa berinteraksi secara langsung (chat), bertransaksi, dan juga melakukan kegiatan bersama (sesuai dengan fitur yang diberikan oleh masing–masing game). time-keeping system time-keeping sistem adalah sistem pengaturan waktu dalam sebuah game. ada dua sistem inti dalam time-keeping, yaitu realtime dan turn based. game real time adalah game yang tidak menggunakan sistem putaran. pada real-time game pemain melakukan tindakan secara bersamaan dengan lawan, jadi pemain harus mempertimbangkan bahwa lawan mereka juga secara aktif melakukan tugas atau command disaat kita sedang bermain. pemain ditantang untuk menggunakan manajemen waktu secara tepat. pada permainan turn-based aliran dan waktu permainan dibagi bagi menjadi tiap bagian yang jelas dan terlihat. pemain turn-based bisa melihat waktu kapan lawan akan melakukan tindakan sehingga pemain diberikan waktu berpikir untuk melakukan tindakan selanjutnya untuk mengoptimalkan pilihan tindakan. setelah satu putaran pemain mengambil gilirannya, maka yang bermain adalah pemain berikutnya (lawan), sistem ini berjalan seterusnya berulang-ulang. kedua sistem game tersebut memiliki kelebihan masing-masing. berikut adalah kelebihan masing-masing game tersebut: (1) sistem turn-based: pemain bisa leluasa menggunakan waktu untuk berpikir dalam melakukan tindakan selanjutnya, bukan hanya pada pemain tapi komputer pun bisa memiliki artificial intelegence yang lebih baik karena mempunyai beberapa waktu untuk memproses pergerakannya, pemain lebih mudah dan konsentrasi untuk mengendalikan beberapa unit karakter tanpa harus membagi perhatiannya pada unit yang lain, dan pemain lebih mudah menentukan strateginya dari melihat apa yang akan dilakukan oleh lawan berikutnya; (2) sistem real time: real time game lebih realistis karena tidak menggunakan sistem perputaran giliran, berpikir dan bertindak cepat adalah bagian dari strategi dan sebagai sebuah unsur tantangan tambahan untuk pemain, dan sistem ini tidak memiliki banyak aturan yang dimanipulasi. game real time action… (paulus adi purnomo; dkk) 755 genre game dikategorikan berdasarkan gameplay-nya. mengingat adanya sedikit kesamaan pada tiap definisi genre, klasifikasi dari game tidak selalu konsisten atau sistematik. menurut marc saltzman (2000, p.1) ada beberapa genre game, seperti: (1) action game – secara umum lebih bergantung pada koordinasi tangan atau mata dibandingkan cerita atau strategi. pada umumnya mengandalkan ketangkasan atau reflex; (2) strategy – game strategi menekankan pada pemikiran dan perencanaan logis. game strategi cenderung menitikberatkan pada manajemen sumber daya dan waktu yang biasanya didahulukan sebelum respon cepat dan keterlibatan karakter. perencanaan dan eksekusi taktis sangat penting, dan pencipta game biasanya menempatkan kemampuan pembuatan keputusan dan pengiriman perintah ke tangan pemain; (3) adventure – melibatkan perjalanan dan ekspedisi dari sebuah eksplorasi dan pemecahan teka-teki. game seperti ini biasanya mempunyai jalan cerita yang linier di mana pemain sebagai protagonis harus menyelesaikan sebuah tujuan utama melewati interaksi karakter dan manipulasi inventaris; (3) role playing game (rpg) – mirip dengan adventure game, tetapi lebih bergantung pada pembangunan dan pengembangan karakter (biasanya disertai dengan statistik pemain), percakapan, dan strategi bertempur dibandingkan pemecahan teka-teki. dunia fantasi yang luas dan epic quest dengan npcs (non-player characters) merupakan sesuatu yang umum, dan jalan cerita tidak selalu linier seperti adventure game tradisional. side quest merupakan sesuatu yang tidak langka bagi rpg; (4) sports – menstimulasi sebuah permainan perorangan atau kelompok dari sudut pandang instruksional atau pemain. realita merupakan sesuatu yang paling penting, sama seperti ketangkasan dan strategi; (5) simulation atau sims – secara nyata menstimulasikan sebuah objek atau proses yang dianimasikan maupun tidak. sebagian besar, sims menempatkan pemain pada sudut pandang 3d orang pertama, atau menciptakan kembali mesin – mesin seperti pesawat, tank, helikopter, dan kapal selam. game design menurut jesse schell (2008, p.71) ada empat elemen dasar yang membentuk sebuah game, sebagai berikut: mekanisme mekanisme adalah prosedur dan aturan dalam sebuah game. mekanisme mendeskripsikan tujuan dari sebuah game, bagaimana seorang pemain dapat maupun tidak untuk meraih tujuan tersebut, dan apa yang terjadi ketika seorang pemain mencoba untuk meraihnya. mekanisme terdiri dari enam kategori: (1) dunia – setiap game selalu mengambil tempat dalam sebuah dunia. dunia ini adalah sebuah ”magic circle” dalam sebuah gameplay yang mendefinisikan berbagai macam tempat yang hadir dalam sebuah game, dan bagaimana tempat – tempat tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya; (2) objek dan atribut – sebuah dunia sudah tentu harus memiliki objek di dalamnya. karakter, token, papan skor, segala hal yang dapat dilihat dan dimanipulasi termasuk dalam objek. atribut adalah informasi yang menjelaskan dan terdapat dalam suatu objek; (3) action – kata kerja dalam sebuah mekanisme game yang berarti segala hal yang dapat dilakukan oleh pemain; (4) peraturan – batasan terhadap hal-hal yang dapat pemain lakukan dalam mekanisme game. peraturan menentukan dunia, objek, action, konsekuensi dan batasan dari sebuah action, dan tujuan utama; (5) kemampuan (skill) – setiap game mengharuskan pemain untuk melatih kemampuan tertentu. jika kemampuan pemain setara dengan tingkat kesulitan sebuah game, pemain akan merasa tertantang dan terus bermain; (6) kesempatan atau peluang (chance) – interaksi antara lima mekanisme sebelumnya. kesempatan adalah bagian terpenting dari sebuah game yang menyenangkan karena kesempatan atau peluang berarti ketidakpastian, dan ketidakpastian berarti kejutan dan kejutan adalah sumber terpenting bagi kesenangan manusia. 756 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 751-761 cerita cerita adalah sebuah urutan event yang menggambarkan sebuah game. ketika sebuah game memiliki cerita yang ingin diceritakan melalui game tersebut, mekanisme yang dipilih harus tepat untuk memperkuat cerita tersebut dan mampu membiarkan cerita tersebut berkembang. estetika estetika adalah yang menentukan bagaimana sebuah game terlihat, terdengar, tercium, dan terasa. estetika adalah aspek yang sangat penting dalam game design karena berhubungan langsung dengan pengalaman pemain. pertimbangan estetika adalah bagian yang membuat suatu pengalaman menjadi mengasyikan. game design yang kuat dan memiliki konsep ilustrasi yang baik akan membuat ide dari sebuah game menjadi lebih jelas untuk semua orang, membiarkan orang-orang melihat dan membayangkan memasuki dunia game tersebut, membuat orang-orang bersemangat untuk memainkan game tersebut. teknologi teknologi yang dipilih untuk sebuah game membuat game tersebut dapat melakukan hal-hal tertentu dan melarangnya untuk melakukan hal lain. teknologi secara esensial adalah media di mana estetika terletak, mekanisme terjadi dan cerita dapat diceritakan. perancangan avatar pada game chain killer ini, setelah pemain memasuki salah satu ruangan yang ada, pemain diharuskan untuk memilih salah satu jenis karakter yang telah disediakan untuk dimainkan sebagai avatar mereka. karakter akan dibedakan berdasarkan tampilan, atribut dan senjata apa saja yang dipakai untuk bertempur nantinya. berikut ini adalah elemen-elemen status yang akan disertakan dalam karakter: health point health point (hp) adalah sebuah angka atau bar yang menjadi simbol kehidupan karakter tersebut. jika hp telah mencapai 0 maka karakter dinyatakan mati. defense defense adalah tingkat kekuatan karakter dalam menahan serangan. dengan adanya defense, serangan musuh tidak akan masuk sepenuhnya ke dalam karakter. semakin besar defense, semakin besar pula pengurangan serangan musuh yang masuk pada karakter tersebut. speed speed merupakan angka yang mempengaruhi kecepatan gerak karakter. semakin besar nilai speed, semakin cepat pula gerakan karakter dalam menjelajahi map. dodge dodge adalah sebuah nilai untuk menyatakan besarnya kemungkinan karakter dapat menghindari serang dan tidak terkena serangan dari musuh sama sekali walupun peluru atau tebasan pedang musuh telah menyentuh gambar karakter tersebut. semakin besar nilai dodge, semakin kecil pula karakter akan terkena serangan. game real time action… (paulus adi purnomo; dkk) 757 perancangan senjata dan peluru hal-hal yang juga membedakan satu jenis karakter dengan yang lainnya adalah kemampuan karakter dalam membawa berbagai macam senjata, item dan skill. dalam permainan ini, kami menyediakan berbagai macam bentuk senjata yang dapat dibawa oleh masing-masing karakter. senjata-senjata akan disediakan dengan beberapa jenis, diantaranya adalah shotgun, handgun, submachinegun, rifle dan didalam masing-masing jenisnya akan dibuat beberapa jenis senjata juga sehingga dapat menambah variasi permainan. pada dasarnya, senjata jarak jauh maupun dekat memiliki kesamaan elemen yaitu: hitrate hitrate dalam permainan ini adalah nilai pada senjata yang mempengaruhi kecepatan senjata tiap detik untuk menyerang. untuk senjata jenis handgun, hitrate berfungsi sebagai penghitung lama tembakan dapat digunakan lagi. semakin besar hitrate senjata tersebut, semakin banyak serangan yang dapat dilancarkan oleh senjata tersebut tiap detiknya. damage adalah nilai yang akan ditimbulkan pada musuh atau objek apabila serangan senjata tersebut mengenainya. semakin besar nilainya maka akan semakin besar pula pengurangan darah yang diterima oleh objek yang terkena serangan tersebut. range adalah nilai dari jarak serang yang dapat dilakukan oleh senjata tersebut. semakin besar nilainya maka jarak serang senjata tersebut juga akan semakin jauh. permainan yang dirancang merupakan permainan yang berbasis perang antar pemain sehingga setiap avatar pemain memiliki senjatanya masing-masing. senjata yang dirancang adalah senjata jarak jauh dengan peluru sebagai media penyerangannya. peluru dalam rancangan permainan ini, dirancang dengan menggunakan adobe photoshop sebagai pembentuk gambar dan adobe flash sebagai pembuat animasi pergerakannya. dalam satu movieclip peluru tersebut terancang ada 2 movieclip lagi di dalamnya yaitu movieclip untuk peluru saat bergerak dan saat menabrak tembok atau rintanganrintangan lainnya dalam satu peta permainan yang digunakan. perancangan permainan seting peta yang digunakan dalam permainan nantinya akan disediakan dalam beberapa variasi dan pembuat ruangan lah yang akan menentukan lokasi peta mana yang akan mereka gunakan untuk bermain. pada dasarnya semua peta dalam permainan ini memiliki ciri khas yang sama, yaitu terdapat dua markas, yaitu markas tim 1 dan tim 2, markas inilah yang menjadi tolok ukur kemenangan dari masing-masing tim tersebut. selain itu, di dalam peta tersebut juga terdapat berbagai macam objek yang berperan sebagai penghalang seperti tembok, kotak, mobil dan objek-objek ini tidak dapat dilewati pemain sehingga peta terlihat lebih nyata batasan-batasannya. selain kedua objek tersebut, terdapat juga gambar rerumputan, lantai, atau semacamnya sebagai gambar dasar dari peta ini. perancangan layar panel layar panel adalah layar yang muncul saat permainan telah dimulai. layar ini berfungsi sebagai pemberi informasi kepada pemain tentang keadaan permainan dan keadaan avatar yang 758 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 751-761 sedang pemain jalankan. tampilan panel tersebut kami rancang untuk permainan ini selain karena fungsinya yang vital bagi pemain dan jalannya permainan, juga karena layar tersebut sudah merupakan standar tidak tertulis pada semua permainan komputer hanya saja apa yang ditampilkan dan diinformasikan kepada pemain berbeda-beda antara satu game dengan game yang lainnya. adapun rancangan awal layar panel untuk permainan kami adalah seperti ini (game 2): gambar 2. rancangan layar panel rancangan permainan berikut beberapa bagan rancangan permainan (gambar 3 dan 4). gambar 3. diagram konteks. game real time action… (paulus adi purnomo; dkk) 759 gambar 4. diagram nol. dari hasil rancangan dibuatlah game dengan tampilan yang seperti pada beberapa screenshoot berikut ini (gambar 5 dan 6). gambar 5. tampilan layar saat bertemu dengan user lain. gambar 6. tampilan layar dengan chat box. spesifikasi perangkat keras yang dibutuhkan prosesor amd athlon x2 3800 + 2.0 ghz, hard disk space ± 500mb, memory (ram) 3gb, monitor, keyboard, dan mouse 760 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 751-761 evaluasi evaluasi secara mandiri dilakukan dengan membandingkan game chainkiller yang sudah berhasil dikembangkan dibandingkan kaidah aturan emas di mana hasil evaluasi menunjukkan bahwa game yang telah dikembangkan konsisten, beberapa shortcut disediakan pada gambar untuk memudahkan mengenal fungsinya, sistem akan mengirimkan umpan balik kepada setiap aksi pemain sehingga pemain yang bersangkutan akan mendapatkan status kondisi yang sedang berlangsung sesuai dengan aksinya, pemain dapat mengetahui keadaan akhir dari status kondisi yang sedang berlangsung, pesan kesalahan pada input, pembatalan aksi yang telah dilakukan dengan mudah, pemain diberi kebebasan untuk bernavigasi tanpa urutan yang ditentukan, dan penggunaan gambar maupun link di dalam game chainkiller dibuat sesederhana mungkin sehingga pemain mampu mengenal fungsi dari link dan gambar yang dimaksud. hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa game yang dikembangkan memenuhi kaidah aturan emas. evaluasi dari segi game balancing juga dilakukan. adil, game asimetris dilihat dari keunggulan dan kelemahan tiap karakter yang berbeda-beda. tantangan dibandingkan sukses, game telah mempertimbangkan perbandingan antara tantangan dan kesuksesan yang terlihat dari dibentuknya sebuah basecamp dari tiap pemain yang harus dihancurkan jika ingin memenangkan permainan. pilihan yang berati, aturan ini bisa dirasakan saat user akan menghancurkan basecamp musuh, apakah user akan langsung menuju basecamp lawan dan menghancurkannya tetapi beresiko akan terbunuh oleh user lawan atau akan bermain aman dengan membunuh karakter lawan dahulu barulah menghancurkan basecamp-nya. kemampuan dibandingkan kesempatan, game telah diseimbangkan antara kemampuan dan kesempatan, kemampuan diperlukan saat akan menghancurkan basecamp lawan yang juga bisa menembak dan memberikan demage sedangkan kesempatan dilihat dari kemampuan musuh yang tidak bisa kita tebak apakah musuh tersebut telah terlatih atau tidak dalam memainkan game ini. permainan otak dibandingkan kecepatan tangan, permainan otak dapat dirasakan saat user mengatur strategi untuk menghancurkan basecamp musuh tanpa terkena tembakan dari basecamp yang cukup menguras banyak tenaga sedangkan kecepatan tangan lebih bisa dirasakan saat bertemu dengan lawan dan berusaha untuk menghindar ataupun membunuhnya. kompetisi dibandingkan kerjasama, dapat dilihat dari interaksi seorang pemain dengan musuhnya yang saling berjuang untuk bertahan hidup, sedangkan kerjasama dirasakan saat mengatur serangan bersama dengan pemain lain yang tergabung dalam satu tim. durasi, jika user sudah menguasai betul konfigurasi dan sistem dari game ini, maka mereka bisa dengan cepat mengalahkan musuh. hadiah, saat seorang pemain membunuh salah satu musuh maka jumlah kill akan bertambah atau jika pemain telah terbunuh maka jumlah death akan bertambah. selain itu jika user telah menghancurkan basecamp dari user lain maka permainan akan selesai dan dimenangkannya. hukuman, diterapkan dalam pengaturan respawn di mana ketika seorang pemain terbunuh maka akan terdapat waktu tunda 5 detik sebelum mereka bisa bermain kembali. kebebasan dibandingkan keterbatasan, pemain diberi kebebasan untuk mengelilingi map dengan bebas, tetapi hanya sebatas map itu saja dan terdapat beberapa bagian yang memang tidak bisa dilalui oleh pemain. sederhana dibandingkan kompleks, game yang berunsur emergent complexity, karena kompleksitasnya relatif. jika kita bertemu dengan musuh yang sudah menguasai betul permainan ini, maka untuk memenangkan game akan terasa berat. detil dibandingkan imajinasi, game ini telah diberikan detil detil dari masing masing map, yaitu apa saja yang bisa terdapat dalam sebuah dunia tersebut, misalnya dengan objek–objek yang tidak bisa dilalui oleh pemain. dengan objek–objek ini pemain dibiarkan untuk berimajinasi tentang sebuah tempat yang telah diberikan dan menjadikan objek–objek ini sebagai tempat yang tepat untuk bersembunyi dari serangan lawan. selain itu evaluasi juga dilakukan dengan meminta kepada 14 orang responden untuk mencoba game tersebut dan hasil menunjukkan bahwa game mudah dimainkan, menarik, fitur cukup lengkap, tidak mengalami kendala dengan konfigurasi tombol, dan secara kesuluruhan game menarik. game real time action… (paulus adi purnomo; dkk) 761 penutup game ini telah memenuhi kaidah aturan emas dan game balancing. game online berbasis flash menarik dan mudah digunakan serta ini dapat dimainkan pada computer dengan spesifikasi perangkat keras yang tidak terlalu tinggi. berikut ada saran untuk pengembangan game lebih lanjut: penambahan karakter dan pilihan senjata sehingga semakin banyak ragam unsur permainan dan penambahan keamanan jaringan untuk menangkal penggunaan cheat oleh pemain. daftar pustaka fullerton, tracy. game design workshop (second edition). massachusetts: morgan kaufmann publisher. pressman, roger s. (2001). software engineering: a practitioner’s approach (edisi ke-5). newyork: mcgraw-hill. saltzman, marc. (2000). game design secrets of the sages (second edition). indiana: brady games. schell, jesse. (2008). the art of game design. massachusetts: morgan kaufmann publisher. microsoft word 52_ti_rita loyana.docx image retrieval … (rita layona; dkk)    1073  image retrieval berdasarkan fitur warna, bentuk, dan tekstur rita layona; yovita tunardi; dian felita tanoto computer science department, school of computer science, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 rlayona@binus.edu, ytunardi@binus.edu, dtanoto@binus.edu, abstract along with the times, information retrieval is no longer just on textual data, but also the visual data. the technique was originally used is text-based image retrieval (tbir), but the technique still has some shortcomings such as the relevance of the picture successfully retrieved, and the specific space required to store meta-data in the image. seeing the shortage of text-based image retrieval techniques, then other techniques were developed, namely image retrieval based on content or commonly called content based image retrieval (cbir). in this research, cbir will be discussed based on color, shape and texture using a color histogram, gabor and sift. this study aimed to compare the results of image retrieval with some of these techniques. the results obtained are by combining color, shape and texture features, the performance of the system can be improved. keywords: cbir, color histogram, sift, gabor abstrak seiring dengan perkembangan zaman, pencarian informasi tidak lagi hanya pada tekstual data, tetapi juga visual data. teknik yang pada awalnya digunakan adalah text based image retrieval (tbir), namun teknik tersebut masih memiliki beberapa kekurangan seperti relevansi gambar yang berhasil di-retrieve, dan space khusus yang dibutuhkan untuk menyimpan meta-data pada gambar. melihat kekurangan dari teknik text based image retrieval, kemudian teknik lain mulai dikembangkan yaitu image retrieval berdasarkan content atau yang biasa disebut content based image retrieval (cbir). pada penelitian ini, cbir akan dibahas, berdasarkan warna, bentuk, dan tekstur menggunakan color histogram,gabor, dan sift. penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil image retrieval dengan beberapa teknik tersebut. hasil yang didapatkan adalah dengan menggabungkan color, shape dan texture features, performa dari sistem dapat ditingkatkan. kata kunci: cbir, color histogram, sift, gabor 1074 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1073-1085  pendahuluan seiring dengan perkembangan zaman pencarian informasi tidak lagi hanya pada tekstual data, tetapi juga visual data. salah satu teknik yang sering digunakan dan masih terus dikembangkan lebih lanjut adalah image retrieval. image retrieval digunakan untuk mencari gambar yang diinginkan dari sejumlah data gambar yang ada di dalam database. pada awalnya pencarian gambar dilakukan dengan memberikan meta-data pada setiap gambar yang ada di database. user akan memasukkan query berupa kata-kata untuk mencari gambar tersebut. teknik tersebut biasa disebut dengan text based image retrieval (tbir). namun dari teknik tersebut masih terdapat beberapa kekurangan seperti relevansi gambar yang berhasil di-retrieve karena beberapa meta-data pada gambar yang tidak sesuai, homonim antara query yang dimasukkan user dengan meta-data yang ada pada gambar, atau query yang dimasukkan oleh user merupakan sinonim dari meta-data. selain itu diperlukan juga space khusus untuk menyimpan meta-data tersebut. melihat kekurangan dari teknik tbir kemudian mulai dikembangkan teknik lain yaitu image retrieval berdasarkan content atau yang biasa disebut content based image retrieval (cbir). teknik ini dianggap lebih baik dibandingkan tbir karena tidak lagi mencari berdasarkan kata-kata tetapi langsung berdasarkan fitur-fitur yang ada pada gambar tersebut. user akan memasukkan query berupa gambar yang akan di-retrieve. teknik ini terbukti lebih relevan dibandingkan dengan tbir. cbir dapat dilakukan dengan melakukan ekstraksi fitur yang ada pada gambar seperti warna, bentuk, dan tekstur. penelitian ini dilakukan untuk melihat keakuratan teknik cbir dalam melakukan retrieval image berdasarkan fitur warna, bentuk, dan tekstur tersebut sehingga dari hasil penelitian diharapkan dapat diketahui fitur mana yang lebih sesuai dalam teknik cbir dan membantu dalam proses retrieval image yang lebih akurat dan relevan untuk user. penelitian text based image retrieval (tbir) text based image retrieval atau yang sering kita sebut dengan tbir adalah salah satu metode yang digunakan untuk image retrieval sebelum dikenalnya content based image retrieval (cbir). tbir dilakukan dengan cara mencari kata kunci yang berkaitan dengan kata kunci yang disimpan untuk setiap gambar. di mana setiap gambar di database memiliki kata kunci masing-masing. dalam penggunaannya, ada beberapa metode yang digunakan, antara lain: (1) boolean – digunakan untuk mencari kata di dalam text. menggunakan kombinasi and, or, dan not. dalam penerapannya tidak mengenal ranking data. (2) vsm (vectore space model) – dalam penggunaan vsm setiap kata menjadi keyword dalam pencarian. namun dalam penggunaannya jumlah kata yang disimpan untuk suatu gambar sangat penting dalam proses pencariannya. menurut penelitian yang dilakukan oleh jain et al (2013), metode ini yang paling cepat, mudah digunakan, dan tidak terlalu mahal, oleh karena itu banyak search engines masih menggunakan metode ini, contohnya: google, yahoo, dan alta vista. gambar 1 text based image retrieval (jain et al, 2013) image retrieval … (rita layona; dkk)    1075  namun karena proses annotationnya masih manual, ketepatan mendapatkan gambar bergantung pada kata kunci pencarian dan deskripsi yang diinput oleh penulis kedalam database, terkadang 1 kata memiliki banyak arti, tidak mendeteksi sinonim, kesalahan pengetikan berpengaruh pada hasil, dan membutuhkan waktu lebih ketika proses pendestripsian manual sehingga hasil pencarian masih kurang maksimal (jain et al, 2013). penelitian content based image retrieval (cbir) content based image retrieval (cbir) merupakan perkembangan dari tbir di mana cbir mencocokkan query image berdasarkan content image yang dianalisis berdasarkan beberapa variasi dimensi, antara lain warna, bentuk, tekstur, dan masih banyak lagi dimensi lainnya. gambar 2 content based image retrieval (jain et al, 2013) penggunaan cbir berdasarkan dimensi cbir memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan penggunaan tbir yaitu dalam proses annotation-nya, cbir tidak perlu susah payah untuk mendeskripsikan image ke dalam kata-kata dan tidak tergantung oleh size dan orientasi image dalam pencariannya (jain et al, 2013). namun untuk kelemahannya karena waktu penyimpanan image yang besar membutuhkan waktu dan resource yang besar. terkadang ada ketidaksesuaian antara gambar yang dicari dengan gambar yang ditemukan dan query yang dilakukan lebih rumit. berikut akan dibahas lebih lanjut penggunaan cbir berdasarkan dimensi warna, bentuk, dan tekstur. warna content based image retrieval atau yang biasa dikenal sebagai retrieval berdasarkan content dari image, melakukan pencarian berdasarkan content dari image. pencarian bukan hanya menggunakan atau bergantung kepada meta data yang di-input oleh manusia seperti caption dan keyword. (suhasini, krishna, & krishna, 2009). warna adalah salah satu ciri visual yang biasa digunakan dalam content based image retrieval (cbir). warna dianggap sebagai ciri visual yang baik jika digunakan untuk menemukan kembali suatu citra. warna dianggap memiliki hubungan yang kuat dengan objek dalam suatu citra. (acharya & ray, 2005). fuzzy color histogram merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk merepresentasikan informasi warna ke dalam bentuk histogram. fuzzy color 1076 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1073-1085  histogram bekerja dengan mempertimbangkan persamaan warna dalam pixel yang terasosiasi ke bin histogram menggunakan fuzzy set membership function. (zhang & zhang, 2004) penelitian mengenai content based image retrival berdasarkan content warna sendiri pernah dilakukan menggunakan conventional color histogram, invariant color histogram, dan fuzzy color histogram pada gambar bunga, binatang dan bangunan. pada penelitian ini, menghasilkan bahwa dengan menggunakan conventional color histogram dengan quadratic form (qf) distance dan euclidean distance untuk perhitungan simmiliarity-nya, menghasilkan performa yang hampir sama namun tidak bisa memerikan respon yang baik pada shifted atau translated images. untuk mengangani masalah tersebut, maka digunakan teknik invariant color histogram. dan untuk mengurangi banyaknya variasi antara neighboring bins, maka digunakan fuzzy color histogram. (suhasini, krishna, & krishna, 2009) penelitian lain pernah dilakukan dengan membandingkan sistem yang lama yakni dengan menggunakan query image yang diberikan melalui keyword (text based images retrival) dengan sistem baru yakni dengan menggunakan fuzzy color histogram (content based image retrival). dari penelitian ini, sistem yang lama menghasilkan image retrieval yang lebih tidak relevant. dengan begitu, penelitian ini menggunakan cbir dengan teknik color histogram untuk meningkatkan performa dari image retrival. (kumar & saravanan, 2013) bentuk cbir berdasarkan bentuk pada dasarnya akan melakukan ekstraksi fitur shape dari gambar yang akan dihitung untuk mendapatkan similarity untuk proses image retrieval. terdapat beberapa metode yang digunakan dalam melakukan image retrieval berdasarkan bentuk. pada penelitian ini akan dibahas beberapa metode yang sering digunakan dalam penelitian lainnya yaitu moment invariants dan scale invariant feature transform (sift). menurut rao, et. al. (2010), image moments merupakan salah satu teknik yang banyak digunakan dalam image processing. salah satu teknik yang dapat digunakan adalah moment invariants. moment invariants digunakan dalam 2d image dengan rumus sebagai berikut: rumus tersebut dapat digunakan untuk menghitung moment invariants dari image tetapi masih belum dapat diaplikasikan sebagai general invariant karena belum sesuai jika image mengalami proses translation, rotation, dan scaling. translation invariance dapat dihitung dengan menggunakan central moment dengan rumus sebagai berikut: sedangkan normalized central moment didapat dengan menggunakan rumus: , kekurangan dari teknik ini adalah mungkin adanya data yang redundant karena tidak orthogonal. image retrieval … (rita layona; dkk)    1077  menurut kamath, et. al. (2012), scale invariant feature transform (sift) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk melakukan cbir. metode dapat sift digunakan dalam penelitian cbir berdasarkan bentuk dengan cara melakukan ekstraksi fitur shape dari data training image dan menjadi sebuah deskripsi fitur. deskripsi fitur tersebut yang akan dibandingkan dengan deskripsi dari query yang dimasukkan oleh user dalam proses image retrieval. agar perbandingan yang dilakukan menghasilkan nilai yang akurat maka fitur yang diekstraksi dari image harus tetap dapat dideteksi walaupun menghadapi isu image scale, noise, dan illumination yaitu dengan menggunakan edge dari objek pada image yang biasanya memiliki nilai kontras yang paling tinggi. teknik sift dalam cbir berdasarkan fitur bentuk dilakukan dengan menyimpan keypoint dari image yang ada pada database sebagai deskripsi fitur. setelah itu ketika user memasukkan query image yang ingin di-retrieve maka akan dilakukan pengecekkan deskripsi fitur yang ada pada image yang baru dan image yang ada di database menggunakan euclidean distance. pada gambar di bawah dapat dilihat penerapan sift dalam cbir pada penelitian yang dilakukan oleh kamath, et. al. (2012). gambar 3 penerapan sift untuk sbir (kamath, et. al., 2012) algoritma sift yang digunakan adalah sebagai berikut: (1) membangun scale space sebagai langkah awal kemudian membuat internal representation dari image yang dimasukkan oleh user untuk memastikan scale invariance. (2) algoritma sift akan menghitung deskripsi fitur untuk setiap query image yang dimasukkan oleh user. keypoints yang tidak diinginkan seperti daerah yang memiliki nilai kontras rendah akan dieliminasi oleh difference of gaussian (dog). (3) menghitung orientasi untuk setiap keypoints. setiap perhitungan lebih lanjut akan dilakukan berdasarkan orientasi tersebut untuk memastikan rotation invariance. (4) sift akan membandingkan keypoints pada query image dengan keypoints image yang ada di database dan kemudian diurutkan berdasarkan ranking kecocokan. tekstur untuk melakukan proses image retrieval menggunakan warna dan tekstur, maka ada beberapa langkah secara garis besar yang perlu dilakukan (jain, sharma, & sairam, 2013), antara lain: (1) perhitungan texture antar gambar yang tersedia dari database dan query dari user. (2) penghitungan perbedaan textur antara hasil feature vector gambar yang tersedia di database dengan query user. (3) sorting berdasarkan hasil perbedaan texture secara ascending. 1078 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1073-1085  ada beberapa metode yang digunakan untuk penghitungan kesamaan texture menurut penelitian yang dilakukan oleh howarth dan ruger, antara lain (howarth & ruger, 2004): (1) co-occurrence merupakan metode awal yang digunakan untuk penghitungan kecocokan texture. di mana dalam penggunaannya digunakan menggunakan grey level co-occurrence matrices (glcm). di mana gambar akan dibagi per 2 pixel dan pemisahan akan ditandai dengan vector tertentu. distribusi dalam matrix akan tergantung pada sudut dan jarak hubungan antar pixel. memungkinkan menangkap karakteristik tekstur yang berbeda. namun hasilnya bervariasi terpengaruh oleh kualitas gambar dan keutuhan bentuk gambar. sehingga tidak dapat digunakan untuk gambar yang berukuran kecil dan gambar yang tidak utuh. (2) tamura dilakukan dengan merancang fitur tekstur yang sesuai dengan persepsi visual manusia. didefinisikan 6 fitur tekstur , yaitu: kontras, directionality, garis bentuk, keteraturan, dan kekasaran. untuk hasil keseluruhannya menghasilkan hasil yang standart namun lemah pada moment kedua. (3) gabor merupakan metode dengan hasil yang lebih memuaskan dibandingkan 2 metode lainnya, untuk penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada penjelasan di bawah. penelitian ini menggunakan metode gabor filter atau gabor wavlet. di mana fitur gabor menggunakan fitur pyramid – structured wavelet transform (pwt), tree–structures wavelet (twt), dan multi resolution simultaneous autogressive model (mr-sar). gabor filter telah terbukti sangat efisien menurut penelitian-penelitian sebelumnya (manjunath & ma, 1996; dimai, 1999). pada dasarnya, gabor filter termasuk dalam group wavelet, di mana setiap wavelet menangkap energi pada frekuensi dan arah yang spesifik. sehingga dapat digunakan untuk pencarian gambar dengan tekstur yang berulang (singh & hemachandran, 2012). memperluas signal dapat memberikan gambaran frekuensi lokal. kemudian texture featured dapat diekstraksi dari kelompok distribusi energi. untuk perhitungan gambar dengan size dan derajat orientasi yang berbeda, digunakan normalisasi rotasi. berikut langkah-langkahnya: gabor filter/gabor wavelet (1) di mana, adalah image yang diberikan, dengan size . dan adalah ukuran variable filter mask. adalah complex conjugate dari yang berasal dari rumus mother wavelet berikut: (2) di mana, adalah modulasi frekuensi. menspesifikasi scale dan menspesifikasikan orientasi wavelet secara respective. (3) (4) dengan demikian untuk mengatasi rotasi dan pelebaran, diperoleh rumus gabor wavelets generation form: mother wavelet dilatation dan rotation dilatation dan rotation (5) (6) image retrieval … (rita layona; dkk)    1079  (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) dengan konstanta berikut: (14) (15) dan dan antara 0-60, dengan maksimum ukuran filter texture feature extraction setelah penerapan gabor filter, untuk image dengan perbedaan orientasi dan size, diperoleh beberapa besaran sebagai berikut(zhang, wong, indrawan, & lu): (16) dari penerapan besaran tersebut, diperoleh hasil energi konten pada skala dan orientasi yang berbeda pada gambar. untuk menentukan gambar memiliki teksture yang mirip, maka kita memfokuskan pada daerah image yang memiliki teksture homogen. (17) di mana adalah rata-rata dan standart deviasi dari besaran dari koofisien yang telah di transform digunakan untuk mewakili fitur tekstur homogen suatu daerah. (18) di mana f merupakan gabor feature vector yang diperoleh dari dan (manjunath & ma, 837-842). berikut adalah contoh gabor feature vector ketika digunakan 5 skala dan 6 orientasi dalam pelaksanaannya. rotation invariant similarity measurement kesamaan hasil mencocokan testure dari query gambar q dan dan target gambar t pada database dinyatakan dengan(zhang, wong, indrawan, & lu): 1080 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1073-1085  (19) di mana, (20) karena perhitungan telah mengatasi masalah size dan orientasi gambar, untuk gambar yang ter-rotate tetap akan didapatkan peringkat rendah dalam kemiripan. dengan diasumsikan gambar asli dengan dengan orientasi dominan . dan adalah versi gambar yang telah dirotasi dengan orientasi dominan pada 0. jika particular scale-nya adalah , maka distribusi energi pada adalah: sedangkan distribusi energy pada adalah: di mana, = , , dan seterusnya. karena, = memiliki distribusi energy yang sama setelah rotasi dan untuk orientasi negative, ditambahkan dengan n. contohnya pada gambar berikut: gambar 4 gambar jerami (zhang, wong, indrawan, & lu) gambar 5 pemetaan energi untuk gambar jerami (zhang, wong, indrawan, & lu) gambar 6 gambar jerami yang telah di-rotate (zhang, wong, indrawan, & lu) gambar 7 pemetaan energi untuk gambar jerami yang telah di-rotate (zhang, wong, indrawan, & lu) image retrieval … (rita layona; dkk)    1081  metode metodologi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) tinjauan pustaka – mengumpulkan teori-teori dan hasil penelitian sebelumnya dari buku, jurnal, dan literatur tertulis lainnya. teori-teori yang dikumpulkan adalah mulai dari konsep dan penelitian image retrieval berdasarkan teks, dan selanjutnya berdasarkan content (warna, bentuk, dan tekstur). (2) metode deskriptif – dilakukan dengan studi kasus, studi komparatif, menganalisis penelitian cbir berdasarkan warna, bentuk dan tekstur yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. (3) evaluasi hasil penelitian – dilakukan evaluasi terhadap hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. evaluasi dilakukan berdasarkan warna, bentuk, tekstur, dan gabungan warna, bentuk, dan tekstur untuk jenis image yang berbeda-beda. (4) simpulan dan saran – setelah dilakukan evaluasi dari hasil penelitian maka selanjutnya ditarik simpulan dan saran untuk penelitian selanjutnya. hasil dan pembahasan penelitian cbir dengan menggunakan objek plant image dilakukan dengan membandingkan feature color, shape, texture serta penggabungan ketiganya. feature color menggunakan metode color histogram di mana informasi warna direpresentasikan ke dalam bentuk histogram. untuk shape feature menggunakan scale invariant feature transform (sift) serta untuk texture, menggunakan metode gabor filter atau gabor wavlet yang menggunakan menggunakan fitur pyramid–structured wavelet transform (pwt), tree–structures wavelet (twt), dan multi resolution simultaneous autogressive model (mr-sar). (kebapci, yanikoglu, & unal, 2010) hasil dengan menggunakan color feature hasil penelitian mendapatkan bahwa color feature nrgb histogram memberikan best top-10 dan top-15 rates jika dibandingkan dengan yang lain seperti pada tabel dibawah ini: tabel 1 color similarity result (full database) (kebapci, yanikoglu, & unal, 2010) hasil dengan menggunakan shape feature penelitian menggunakan bermacam-macam global shape feature seperti pada tabel berikut ini: 1082 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1073-1085  tabel 2 global shape similiarity result (full database) (kebapci, yanikoglu, & unal, 2010) diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan kombinasi, semua global shape feature mendapatkan 26% top-10 dan 31% top-15 rate. untuk melakukan evaluasi terhadap global shape descriptor yang berpotensial, maka metode shape dilakukan testing pada 132 clean database dari 32 plant types. dan di sini juga diperoleh bahwa penggabungan semua feature menghasilkan 48% top-10 dan 61% top-15 rate. (kebapci, yanikoglu, & unal, 2010) tabel 3 global shape similiarity result (clean database) (kebapci, yanikoglu, & unal, 2010) metode sift ternyata tidak terbukti berhasil. hal tersebut dapat dilihat dari top-10 dan top-15 rate yang didapatkan kecil. untuk itu, digunakan kombinasi dari sift dan global shape feature untuk meningkatkan top-10 dan top-15 rate yang dihasilkan. (kebapci, yanikoglu, & unal, 2010) tabel 4 sift + global shape similiarity result (kebapci, yanikoglu, & unal, 2010) image retrieval … (rita layona; dkk)    1083  hasil dengan menggunakan texture feature dalam pengukuran menggunakan testure feature, akan dilakukan dengan membandingkan hasil dari beberapa contoh kasus, antara lain: (1) default approach – kedua gambar yang dibandingkan dalam semua skala yang paling dominan untuk setiap gambar. dengan tujuan mengabaikan perbedaan skala di seluruh gambar dari tanaman yang sama. (2) max-scale approach – kedua gambar yang dibandingkan hanya menggunakan skala dengan energi tertinggi. (3) patch-based approach – setiap individual patches-nya di-rotate ke rotasi kronisnya sebelum menggunakan gabor. digunakan untuk memberikan variasi rotasi pada tingkat dan skala yang bervariasi pula. hasil dengan menggunakan texture features pada data dari full database tabel 5 texture analysis results (full database) (kebapci, yanikoglu, & unal, 2010) dari hasil di atas disimpulkan bahwa pada kasus patch-based memiliki rata-rata minimum ranking yang paling rendah, sehingga dapat disimpulkan bahwa patch-based memiliki hasil yang paling baik di mana untuk kasus terbaik angka-angkanya bersaing tidak jauh dengan yang lain. hasil dengan menggunakan kombinasi color, shape dan texture feature dalam penggabungan metode color, texture, dan shape dalam penghitungan kesamaan gambar dalam penelitian ini menggunakan dua macam database, antara lain: full database – di mana di dalam database ditambahkan data dummy dari data random. (2) clean database – di mana database yang digunakan menggunakan database yang datanya tidak terdapat data acak. tabel 6 hasil dengan menggunakan gabungan shape, color, dan texture analysis dengan menggunakan data dari full database (kebapci, yanikoglu, & unal, 2010) 1084 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1073-1085  di mana pada data full database, hasil kombinasi perbandingan shape dengan menggunakan shift, perbandingan color dengan menggunakan rgb, dan perbandingan texture dengan menggunakan patch-based menghasilkan hasil keakuratan yang paling baik. tabel 7 hasil dengan menggunakan gabungan shape, color, dan texture analysis dengan menggunakan data dari clean database sedangkan, pada data clear database, hasil kombinasi perbandingan shape dengan menggunakan global-shape, perbandingan color dengan menggunakan nrgb, dan perbandingan texture dengan menggunakan patch-based menghasilkan hasil keakuratan yang paling baik. simpulan penelitian berhasil menggunakan kombinasi beberapa pendekatan cbir. penelitian dilakukan dengan membandingkan feature color, shape, texture serta penggabungan ketiganya. feature color menggunakan metode color histogram, untuk shape feature menggunakan scale invariant feature transform (sift) serta texture menggunakan metode gabor filter atau gabor wavlet. dengan menggabungkan color, shape dan texture features, dapat meningkatkan performa dari sistem. beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai bahan penelitian lanjutan adalah memperluas penggunaan teknik color histogram, gabor, dan sift dalam cbir berdasarkan warna, bentuk, dan tekstur pada objek lainnya yang lebih beragam dan diaplikasikan. pada penelitian ini kasus yang dijadikan objek penelitian masih didasarkan pada satu jenis penelitian, selanjutnya dapat dibandingkan berbagai jenis penelitian yang lebih beragam dengan teknik yang sama tetapi objek yang berbeda (selain tanaman). image retrieval … (rita layona; dkk)    1085  daftar pustaka acharya, t., ray, a. k. (2005). image processing principles and applications. canada: john wiley & sons inc. dimai, a. (1999). rotation invariant texture description using general moment invariants and gabor filters. proc. of the 11th scandinavian conf. on image analysis. 1: 391-398. howarth, p., ruger, s. (2004). evaluation of texture features for content-based image retrieval. berlin: springer-verlag berlin heidelberg. jain, n., sharma, s., sairam, r. m. (2013, march). content base image retrieval using combination of color, shape and texture featurescontent base image retrieval using combination of color, shape and texture features. international journal of advanced computer research, 3(8): 70-77. kamath, m., punjabi, d., sabnis, t., upadhyay, d., shrawne, s. (2012). improving content based image retrieval using scale invariant feature transform. international journal of engineering and advanced technology (ijeat). 1(5): 19-21. kebapci, h., yanikoglu, b., unal, g. (2010). plant image retrieval using color, shape and texture features. the computer journal. april 9, 2010. oxford university kumar, a. r., saravanan, d. (2013). content based image retrieval using color histogram. international journal of computer science and information technologies: 242 245. manjunath, b. s., ma, w. y. (1996). texture features for browsing and retrieval of large image data. ieee transactions on pattern analysis and machine intelligence. 18(8), 1996. rao, c., kumar, s., mohan, b. (2010). content based image retrieval using exact legendre moments and support vector machine. the international journal of multimedia & its applications (ijma). 2 (2): 69-79. singh, s. m., hemachandran, k. (2012, september). content-based image retrieval using color moment and gabor texture feature. ijcsi international journal of computer science. 9(5): 299-309. suhasini, p. s., krishna, k. s., krishna, i. v. (2009). cbir using color histogram processing. journal of theoretical and applied information technology. 6 (1): 116-122. zhang, d., wong, a., indrawan, m., lu, g. (n.d.). content-based image retrieval using gabor texture features. diakses pada 28 mei 2014, dari pdf.aminer.org: http://pdf.aminer.org/000/318/796/rotation_invariant_texture_features_using_rotated_compl ex_wavelet_for_content.pdf zhang, r. f., zhang, z. f. (2004). a robust color object analysis approach to efficient image retrieval. eurasip journal on applied signal processing. 6: 871–885. microsoft word 08_si_fenny_lifecycle 544 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 544-554  lifecycle, iteration, and process automation with sms gateway fenny computer engineering department, faculty of engineering, binus university jl.k.h.syahdan no 9, palmerah, jakarta barat 11480 fennysimar@gmail.com abstract producing a better quality software system requires an understanding of the indicators of the software quality through defect detection, and automated testing. this paper aims to elevate the design and automated testing process in an engine water pump of a drinking water plant. this paper proposes how software developers can improve the maintainability and reliability of automated testing system and report the abnormal state when an error occurs on the machine. the method in this paper uses literature to explain best practices and case studies of a drinking water plant. furthermore, this paper is expected to be able to provide insights into the efforts to better handle errors and perform automated testing and monitoring on a machine. keywords: lifecycle, iteration, automated testing, software engineering abstrak menghasilkan system perangkat lunak berkualitas membutuhkan pemahaman pada indicator kualitas perangkat lunak, deteksi kecacatan, danotomatisasi pengujian. makalah ini bertujuan mengangkat desain dan proses pengujian otomatis pada mesin pompa air di suatu pabrik air minum. makalah ini mengusulkan bagaimana pengembang perangkat lunak dapat melakukan maintainability dan meningkatkan keandalan system pengujian otomatis serta melaporkan keadaan abnormal bila terjadi error pada mesin. metode pada makalah ini menggunakan studi literatur dengan memaparkan best practice dan studi kasus pabrik pemurnian air minum. selanjutnya diharapkan paper ini dapat memberikan wawasan mengenai upaya lebih baik dalam menangani error dan melakukan pengujian dan monitoring otomatis pada suatu mesin. kata kunci: lifecycle, iteration, pengujian otomatis, rekayasa perangkat lunak lifecycle, iteration, and process.… (fenny)   545  pendahuluan pengembang perangkat lunak menghadapi tekanan untuk menghasilkan perangkat lunak berkualitas. selain itu, mereka juga harus mampu merancang, mengimplementasikan, diuji, dan membuat sistem pengujian otomatis agar perangkat lunak mereka dapat bekerja dengan baik.cara ini terbukti menjadi salah satu strategi yang paling ampuh untuk meningkatkan efisiensi pemeriksaan kualitas perangkat lunak (de lemos, et al., 2013).cara ini menghemat hingga 50 persen daripada 80 pengujian perangkat lunak secara manual. pengembang perangkat lunak dapat merancang dan mengembangkan praktis otomatis sistem pengujian perangkat mereka dengan metode menghilangkan redundansi perangkat lunak. dengan demikian para pengembang dapat bekerja dan menguji kodekode secara lebih efisien dan lebih efektif (jalote, et al, 2012). otomatisasi pengujian juga memudahkan menanamkan update/versi baru ke dalam sistem perangkat lunak dan melakukan validasi otomatis untuk fitur baru ditambahkan. ketika rilis terbaru diluncurkan, maka kegiatan instalasi berulang-ulang dapat digantikan dengan metode iteration untuk memvalidasi kebutuhan fungsional dan non-fungsional dari sistem tersebut. pengujian otomatis tampaknya ideal untuk proses ini, seperti, dengan desain, sistem komputasi melakukan sejumlah besar tindakan berulang. metode ini juga penting untuk membantu pengembang perangkat lunak dalam penerapan pengujian otomatis pada sistem operasi tertentu (völter, et al., 2013). dalam melakukan hal ini perlu memahami proses perancangan pada database dan system informasi yang dipakai. kemudian, dalam makalah ini akan dipakai pengujian otomatis untuk menentukan kualitas aplikasi sms dan melihat penerapakan pengujian otomatis subjek kita bekerja desktop assistant, aplikasi perangkat lunak sms. selanjutnya pertanyaan penting dalam makalah ini yaitu: (1) bagaimana carameningkatkan kualitas pengujian otomatis pada aplikasi dalam mengupdate data dan memberikan informasi mengenai keadaan mesin melalui sms. (2) bagaimana kualitas aplikasi dapat merespon permintaan informasi yang dibutuhkan oleh user. (3) bagaimana aplikasi dapat menjalankan fungsi-fungsi sesuai dengan design. dari penerapan pengujian otomatis itu, akan menghasilkan fitur sms sebagai bukti bahwa aplikasi pengujian otomatis itu telah bekerja dengan baik (butt, et al., 2012). yang memfasilitasi deteksi kerusakan mesin pabrik. pegujian aplikasi sms gateway bertujuan mengangkat desain dan proses pengujian otomatis pada mesin pompa air di suatu pabrik air minum. melalui interface-nya pengguna dapat mengelola kontak, pesan instan, dan status pengiriman. kami menyelidiki dan menganalisa berbagai metodologi pengujian otomatis dan alat dan akhirnya memantau dan melaporkan bila terjadai keadaan abnormal pada perangkat yang tersebut sebagai komponen inti dari kerangka pengujian otomatis ini. dengan pegujian aplikasi sms gateway diharapkan para pengembang perangkat lunak dapat melakukan maintainability dan meningkatkan keandalan system pengujian otomatis serta melaporkan keadaan abnormal bila terjadi error pada mesin. paper ini terdiri dari lima bagian. bagian 1 berisi latar belakang masalah. bagian 2 berisi gambaran metode pengujian otomatis yang ada. bagian 3 berisi persyaratan dan kerangka pengujian otomatis termasuk persyaratan kasus dan setup prasyarat. bagian 4 berisi desain dan implementasi sistem pengujian otomatis. bagian 5 berisi hasil evaluasi dan kesimpulan. definisi pengujian otomatis pengujian otomatis adalah penggunaan perangkat lunak untuk mengontrol pelaksanaan tes, perbandingan hasil aktual dengan hasil prediksi, pengaturan dari prasyarat pengujian, dan kontrol pengujian dan pelaporan fungsi lainnya (robertson & robertson, 2012). pengujian otomatis memungkinkan komputer mendeteksi dan melaporkan kesalahan dan masalah rutin secara otomatis tanpa interaksi manusia. dengan cara ini, sistem komputasi dapat melakukan kegiatan rutindan 546 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 544-554  melaporkan pengujian tersebut sehingga secara signifikan mengurangi upaya pengujian manual.selain melaporkan kesalahan dan masalah, penguji otomatis dapat memenuhi tujuan-tujuan lain (raneburger, et al., 2014). misalnya, ketika alat pengujian otomatis menghasilkan program untuk mengeksekusi pengujian rutin, maka perlu menanamkan tool tertentu yang sesuai persyaratan spesifikasi. untuk menguji sebuah perangkat lunak, maka perlu menganalisis perangkat lunak tersebut dan menyelidiki fungsi melaluikasus (naumann, et al., 2015). bila terjadi masalah maka perlu penyelidikan situasi dan mengambil tindakan pemeriksaan sebagai fungsi otomatis dari perangkat lunak tersebut. jika output seperti yang diharapkan, lulus ujian (zugal, et al., 2012). jika tidak, maka gagal uji. karena tidak semua kasus mengizinkan otomatisasi pengujian, tester perlu memilih kasus dengan akurat (o'leary, et al., 2012). hasilnya kemudian dimunculkan melalui aplikasi sms gateway. dengan fitur ini, maka dapat dilakukan fungsi otomatis melalui pengirimansms, pesan instan, dan manajemen kontak, yang memungkinkan melalui antarmuka pengguna (amalfitano, et al, 2012). dengan memantau user interface, maka computer/hp dapat memvalidasi fungsinya. sebagai contoh, pada penerimaan pengiriman sms, pengiriman popup window masuk muncul. identifikasi pengirim dan nama akan muncul di jendela. dengan memvalidasi keberadaan jendela ini dan identifikasi pengirim dan nama, seseorang dapat lulus atau gagal ujian menerima pengiriman masuk. oleh karena itu, sebagian besar pengujian bersifat pengujian antarmuka pengguna grafis (gui) (christie, 2012). alat uji ini diterapkan untuk pemantauan mesin pompa air. dengan cara ini dapat diketahui silinder mesin pompa yang berjalan dengan baik ataupun mengalami kegagalan. life cycle perangkat lunak life cycle atau siklus hidup adalah urutan fase di mana proyek menentukan, desain, mengimplementasikan, tes, dan mempertahankan sebuah perangkat lunak untuk pengujian perangkat tertentu (andersson, et al., 2013).teknik ini memudahkan pengembang untuk menentukan spesifikasi sesuai dengan kebutuhan pengguna adalah tujuan rekayasa perangkat lunak. dalam hal ini,struktur program perlu disesuaikan agar memenuhi spesifikasi (bashir, 2012). perlu memahami dinamika perubahan kebutuhan pengguna. selanjutnya tugas perlu dibagikan kepada anggota tim. secara umum, rekayasa perangkat lunak didefinisikan sebagai seni mengembangkan perangkat lunak berkualitas tepat waktu dan sesuai anggaran sebagai trade-off antara kesempurnaan dan kendala yang dihadapi. dengan demikian, rekayasa perangkat lunak merupakan aktivitas pengembangan perangkat lunak dan mengatasi masalah berulang (iterative) yang mengikuti model dasar. selama ini, masalah umum dihadapi pengembang perangkat lunak ialah sering menghadapi kendala dari keinginan pelanggan untuk menyatakan semua persyaratan eksplisit (tsui, 2013). selain itu, terdapat kesulitan mengakomodasi ketidakpastian alamiah yang ada pada awal banyak proyek dimana pengembang harus menciptakan algoritma yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai perkembangan dan kebutuhan lebih lanjut dari pelanggan mereka. ketidakmampuan mencapai tuntutan pelanggan sampai akhir waktu proyek dapat menjadi kesalahan besar. pengembangan iteratif pengembangan iteratif bertujuanmendapatkan yang benar pertama kalinya, sehingga mengintegrasikan, memvalidasi dan menguji program sesering mungkin (poppendieck & cusumano, 2012). pengembangan berulang meningkatkan kualitas perangkat lunak agar dapat mengintegrasikan fungsi baru ke dalam model lama. selanjutnya, dalam proses analisis kebutuhan, pengembang perlu menentukan apa yang harus dilakukan sistem agar dapat bekerja sesuai spesifikasi (jalote, et al., 2012). menentukan desain desain adalah proses menentukan bagaimana sistem dengan perilaku tertentu akan terwujud menjadi komponen perangkat lunak (völter, et al., 2013). hasil dari desain perangkat lunak ialah lifecycle, iteration, and process.… (fenny)   547  arsitektur dan dokumen desain rinci. desain berorientasi objek memberikan model yang menggambarkan operasi sistem diimplementasikan dengan objek yang saling berinteraksi terutama melalui kelaskelas yang merujuk satu sama lain dan berhubungan dengan atribut dan operasi (butt, et al., 2012). hukum conway menyatakan bahwa pengembang perangkat lunak perlu memahami pengelolaan system desain untuk menghasilkan desain dengan struktur yang tepat yang dapat memudahkan dalam pengembangan, modifikasi, dan integrasi produk baru ke dalam system keseluruhan (robertson & robertson, 2012). untuk itu perlu dilakukan analisis berorientasi objek dalam model sistem menggambarkan kelaskelas objek yang ada dalam system, bagaimana tanggung jawab kelas-kelas dan hubungan antara kelas-kelas. dalam beberapa kasus, penggunaan dan skenario menggambarkan operasi yang dapat dilakukan pada system dan operasi. setelah desain dapat ditentukan, maka selanjutnya ialah pelaksanaan dan pengujian kesalahan (error). dalam hal ini, tahap pelaksanaan merupakan kegiatan mengembangkan desain menjadi solusi perangkat lunak jadi sesuai kebutuhan pelanggan (raneburger, et al., 2014). pengujian perlu dilakukan untuk memvalidasi bahwa perangkat lunak itu telah memenuhi kebutuhan pelanggan. sistem pengolahan informasi sistem pada dasarnya adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau variable-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu (naumann, et al., 2015). sistem mempunyai karateristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu memiliki kompnen saling berhubungan, memiliki batasan dan lingkungan internal dan eksternal (o'leary, et al., 2012). system yang baik memiliki penghubung system dan masukan/keluaran yang kemudian diolah oleh pengolah system menghasilkan target output/keluaran. system juga mempunyai beberapa komponen, diantaranya: perangkat keras, perangkat lunak (sistem operasi, database, program aplikasi), data, dan prosedur (amalfitano, et al., 2012). short message service (sms) short message service atau yang lebih dikenal dengan istilah sms berfungsi untuk memberikan layanan pengiriman pesan teks singkat antar perangkat telepon genggam/ telepon bergerak yang memungkinkan dilakukannya pengiriman pesan dalam bentuk alphanumeric. keuntungan yang diberikan oleh layanan sms antara lain murah, praktis, dan bebas tempat (christie, 2012). usabilitas pengujian untuk mengetahui seberapa tinggi manfaat suatu alat pengujian perangkat lunak, maka digunakan konsep usabilitas. usabilitas dianggap penting sebagai pedoman dalam mengetahui apakah perangkat lunak tertentu dapat diterapkan dalam berbagai setting yang berbeda seperti pada desktop gui dan smartphone atau tampilan lainnya. acuan ini sesuai dengan pendapat amalfitano, et al.(2012). dengan melihat konsep usabilitas maka dapat ditentukan seberapa jauh suatu perangkat lunak yang diuji itu memiliki kompatibilitas untuk bekerja dengan berbagai komponen perangkat keras berbeda misalnya menggunakan hp ataupun computer/website. metode metode penelitian ini menggunakan studi literatur untuk mendapatkan teori-teori yang berhubungan dan mendukung penulisan pada artikel ini. bahan studi pustaka didapat dari jurnaljurnal, artikel, buku, maupun referensi lainnya yang membantu dalam proses pengolahan dan analisa data. selain itu, dilakukan studi pustaka pada penelituan sebelumnya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. 548 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 544-554  selain studi literatur, kunjungan pada objek dan melakukan wawancara pada 3 bagian di suatu pabrik pemurnian air di pt abc di jakarta. metode ini bertujuan mengamati suatu keadaan akhir dan kemudian ditarik mundur untuk mengatasi terulangnya suatu kejadian atau kekeliruan dilakukan perangkat lunak. proses ini kemudian dipakai dan dibuat coding sebagai fungsi rutin untuk pengujian otomatis kualitas perangkat lunak. dalam melakukan analisis sistem perangkat lunak, perlu memahami proses perancangan pada database dan system informasi yang dipakai. kemudian, dalam makalah ini akan dipakai pengujian otomatis untuk menentukan kualitas aplikasi sms dan melihat penerapakan pengujian otomatis subjek kita bekerja desktop assistant, aplikasi perangkat lunak sms. untuk menguji sebuah perangkat lunak untuk pengujian mesin pompa air (mpa), maka perlu menganalisis perangkat lunak dan menyelidiki fungsi melalui kasus. sebuah kasus memerlukan penyelidikan dari set tertentu dari tindakan yang dilakukan oleh fungsi tertentu dari perangkat lunak dan output tindakan pemeriksaan. jika output seperti yang diharapkan, lulus ujian. jika tidak, maka gagal uji. karena tidak semua kasus mengizinkan otomatisasi pengujian, tester perlu memilih kasus dengan akurat. hasilnya kemudian dimunculkan melalui aplikasi sms. fitur desktop asisten mengelola pengiriman sms, pesan instan, dan manajemen kontak, yang memungkinkan melalui anta rmuka pengguna. dengan memantau user interface, satu dapat memvalidasi fungsinya. analisis dan perancangan analisis masalah penting untuk mengatasi perbedaan kenyataan antara desain dan kondisi di lapangan.akuratan data antara laporan dengan kenyataan di lapangan (andersson, et al., 2013).oleh karena itu aplikasi pengujian otomatis pompa air ini memudahkan pemantauan konsumsi air bersih pada pabrik pemurnian air di pt abc di jakarta. saat ini pt abc tidak memiliki alat uji otomatis untuk pemantauan dan perhitungan konsumsi air bersih sehingga banyak terjadi masalah mengenai pemakaian air bersih. dengan demikian, perusahaan dapat bersiap bila terjadi kekurangan air bersih di pabrik mereka. perancangan sistem aplikasi ini berbasis php dengan menggunakan system database mysql dan software sms gateway sebagai perantara untuk sarana penerima sms dan mengirimkan sms respon secara otomatis (bashir, 2012). selanjutnya, aplikasi ini akan secara otomatis mengirimkan sms dengan format autoresponse. pada aplikasi yang akan dibangun, proses aplikasi dapat digambarkan diagram aktifitas seperti pada gambar 1 sedangkan pada aplikasi yang akan dibangun, proses aplikasi dapat digambarkan diagram aktivitas seperti pada gambar 2. gambar 1 diagram aktifitas login lifecycle rancan (auto res penulis m e, iteration, a ngan sms sms center spon) sesuai menggunaka and process. gamb s center r / sms gatew dengan keyw an now sm gambar … (fenny)  bar 2 diagram way yang dap word yang d s sebagai sm 3 perancanga m aktifitas kir pat menerim dikirimkan o ms center/ s an sms gatew im dan terim ma sms dan m oleh operator sms gatewa waydengan no ma sms mengirimkan r (tsui, 2013 ay. ow sms n sms secara 3). dalam ap 549  otomatis plikasi ini 550 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 544-554  hasil dan pembahasan dari pengujian yang telah dilakukan dan diperoleh output dari setiap inputan, dari hasil tersebut penulis merangkum analisa hasil pengujiannya. pertama, pengujian login, jika user memasukan nomor telepon, password dan captcha sesuai dengan data yang ada didalam database maka aplikasi akan meneruskan ke halaman home sesuai dengan tingkatan atau level user baik sebagai user maupun admin. dan jika user memasukan nomor telepon, password dan captcha tidak sesuai dengan data yang ada dalam database maka aplikasi akan kembali ke halaman login. kedua, tambah user, hanya user berlevel admin yang dapat menambahkan data user dalam data base. jika user memasukan semua data inputan (nomor telepon, nama lengkap, password, level dan regional) dengan lengkap dan nomor telepon belum ada didalam database maka aplikasi akan menyimpan data inputan ke dalam database dan aplikasi akan ke halaman lihat user. dan jika data inputan ada yang tidak terisi atau nomor telepon telah tersimpan dalam database maka aplikasi akan kembali ke halaman tambah user. ketiga, input mesin pompa air on site, hanya user berlevel admin yang dapat memasukan inputan mesin pompa air on site dalam aplikasi. user harus terlebih dahulu memasukan site id pompa air dan jika site id salah (tidak ada didalam database) ataupun telah ada data mesin pompa air on site maka aplikasi akan kembali ke inputan site id namun jika data benar maka aplikasi akan ke halaman inputan mesin pompa air on site. dalam halaman inputan mesin pompa air on site user harus memasukan inputan (serial no tabung1, serial no tabung2, psi tabung 1, psi tabung 2, kwh dan konsumsi). keempat, sms “info”. aplikasi akan mengirimkan data mengenai nama site, regional, serial number tabung1, serial number tabung2, psi tabung1, psi tabung2 dan kwh kepada operator dengan format info-site id. kelima, sms “ref1”. operator mengirimkan sms dengan format yang ditentukan dan aplikasi akan mengirimkan notifikasi refiling air bersih ok dan mengenai status pemakain air bersih pabrik, jika operator mengirimkan sms dengan format yang salah maka aplikasi akan mengirimkan notifikasi hasil uji otomatis bila terjadi error pada mesin. keenam, sms “cons”. aplikasi akan mengirimkan data konsumsi air bersih pabrik dan kemungkinan terjadinya kebocoran jika operator mengirimkan sms dengan format yang telah ditentukan, jika format salah maka aplikasi akan mengirimkan sms notifikasi kesalahan. tampilan hasil uji otomatis tampilan hasil uji otomatis merupakan respon yang mengirimkan informasi mengenai datadata mengenai mesin pompa air bersih di pt abc. gambar 4 tampilan hasil uji otomatis lifecycle, iteration, and process.… (fenny)   551  if($pisah[0]=="info") { //periksa site id $info=mysql_fetch_array(mysql_query ("select *from pabrik abc where site_id='$pisah[1]'")); $info1=mysql_fetch_array(mysql_query ("select *from cyl_on_site where site_id='$pisah[1]'")); if($pisah[1]==$info['site_id']) //pengiriman pesan (jika site id tersedia) {header("location:http://127.0.0.1:8800/?phonenumber=$sender&text=site+id+$pis ah[1]+site+name+$info[site_name]+regional+$info[nama_reg]+serial+number+tab ung1+$info1[serial_no_tabung1]+serial+number+tabung2+$info1[serial_no_tabung 2]+psi+tabung1+$info1[psi_tabung1]+psi+tabung2+$info1[psi_tabung2]+kwh+$i nfo1[kwh].");} else //pengiriman pesan (jika site id tidak tersedia) {header("location:http://127.0.0.1:8800/?phonenumber=$sender&text=alamat+site +id+$pisah[1]+tidak+tersedia+periksa+kembali+site+id.");} } gambar 5 coding tampilan hasil uji otomatis tampilan bila hasil uji otomatis berjalan baik tampilan bila hasil uji otomatis berjalan baik merupakan respon yang dikirimkan oleh aplikasi untuk mengetahui apakah pada tabung air bersih terjadi masalah atau tidak. bila tidak terjadi masalah maka akan muncul sms konfirmasi ok dan normal. gambar 6 tampilan respon bila hasil uji otomatis berjalan baik 552 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 544-554  //pengiriman pesan (refiling air bersih ok) & update database {header("location:http://127.0.0.1:8800/?phonenumber=$sender&text=refiling air bersih+ok,+konsumsi+n2+=++$cons+power+yang+dihasilkan+$power+kwh+$r emark"); mysql_query("update cyl_on_site set serial_no_tabung1 ='$ref[serial_no_tabung2]', psi_tabung1 ='$pisah[6]',serial_no_tabung2='$cek4', psi_tabung2='2100',kwh='$pisah[7]', konsumsi='$cons' where site_id='$pisah[1]'"); mysql_query("update cylinder set status='kosong' where serial_no='$pisah[2]'"); mysql_query("update cylinder set status='kosong' where serial_no='$pisah[3]'"); mysql_query("update cylinder set status='$conf[site_name]' where serial_no='$pisah[4]'"); mysql_query("update cylinder set status='$conf[site_name]' where serial_no='$pisah[5]'"); } //pengiriman pesan bila terjadi error pada mesin pompa air else {header("location:http://127.0.0.1:8800/?phonenumber=$sender&text=cek+kembal i+serial+number+cylinder");}} else {header("location:http://127.0.0.1:8800/?phonenumber=$sender&text=cek+kembal i+serial+number+cylinder(serial+tidak+cocok)");}} if ($conf['configuration']=="3+3") //perhitungan konsumsi & remark {$cons=($ref['psi_tabung1']+$ref['psi_tabung2']-$pisah[8])*3/350; $power=$pisah[9]-$ref['kwh']; if($power==0){$remark ="kwh nol, cek konsumsi n2 dan selang";} else{$cons1=$cons/$power; if($cons1>=1.2){$remark="pemakaian+n2+berlebihan,+cek+selang";} else {$remark="pemakaian+n2+normal";} } gambar 7 coding tampilan pesan bila terjadi error pada perangkat lunak atau pada mesin pompa air simpulan kualitas perangkat lunak dapat dilihat dari seberapa baik perangkat lunak itu berjalan sesuai dengan persyaratan desain yang ditetapkan. dalam penelitian ini, perangkat lunak untuk pengujian mesin pompa air memenuhi kriteria seperti kegunaan, usabilitas, diperpanjang, kompatibilitas, fungsionalitas, ketepatan, ketahanan, efisiensi, dan ketepatan waktu seperti disarankan oleh jalote (2012). usability mengacu pada kemudahan dengan yang satu dapat menggunakan perangkat lunak (poppendieck & cusumano, 2012). jika perangkat lunak sangat bisa digunakan, orang-orang dengan latar belakang yang berbeda dan dengan berbagai kualifikasi dapat belajar untuk menggunakannya dengan mudah (völter et al., 2013). dalam penelitian ini, perangkat lunak telah diuji untuk menentukan tingkat usabilitas. dikarenakan usabilitas adalah faktor kualitas perangkat lunak, maka digunakan acuan kemampuan elemen perangkat lunak untuk bekerja dalam aplikasi yang berbeda, yang dalam penelitian ini bekerja dengan menggunakan sms gateway maupun komputer (amalfitano, et al., 2012).dengan cara lifecycle, iteration, and process.… (fenny)   553  ini,kualitas dan kinerja perangkat lunak memiliki kompatibilitas untuk bekerja dengan berbagai komponen perangkat keras misalnya menggunakan hp ataupun computer/website.selain kriteria kualitas perangkat lunak ini, perangkat lunak harus benar, kuat, efisien, dan tepat waktu (andersson, et al., 2013). tindakan kebenaran bagaimana produk perangkat lunak untuk uji otomatis dalam penelitian ini juga mampu melakukan tugas-tugas yang telah ditentukan. dengan kata lain, alat uji otomatis perangkat lunak ini mampu melakukan perilaku yang diharapkan serta melaporkan situasi abnormal. kekurangan dari penelitian ini ialah tidak diperluas pada usabilitas dalam perangkat komputer desktop. daftar pustaka amalfitano, d., fasolino, a. r., tramontana, p., de carmine, s., & memon, a. m. (2012, september). using gui ripping for automated testing of android applications. in proceedings of the 27th ieee/acm international conference on automated software engineering (pp. 258-261). acm. andersson, j., baresi, l., bencomo, n., de lemos, r., gorla, a., inverardi, p., & vogel, t. (2013). software engineering processes for self-adaptive systems. in software engineering for selfadaptive systems ii (pp. 51-75). springer berlin heidelberg. bashir, i., & goel, a. l. (2012). testing object-oriented software: life cycle solutions. springer science & business media. butt, s. m., ahmad, w. f. w., & fatimah, w. (2012). an overview of software models with regard to the users involvement. international journal of computer science issues (ijcsi), 9(3), 1. christie, a. m. (2012). software process automation: the technology and its adoption. springer science & business media. de lemos, r., giese, h., müller, h. a., shaw, m., andersson, j., litoiu, m., & wuttke, j. (2013). software engineering for self-adaptive systems: a second research roadmap. software engineering for self-adaptive systems ii (pp. 1-32). international seminar, dagstuhl castle, germany, october 24-29. jalote, p. (2012). an integrated approach to software engineering. springer science & business media. naumann, s., kern, e., dick, m., & johann, t. (2015). sustainable software engineering: process and quality models, life cycle, and social aspects. in ict innovations for sustainability (pp. 191-205). springer international publishing. o'leary, p., mccaffery, f., thiel, s., & richardson, i. (2012). an agile process model for product derivation in software product line engineering. journal of software: evolution and process, 24(5), 561-571. poppendieck, m., & cusumano, m. (2012). lean software development: a tutorial. software, ieee, 29(5), 26-32. raneburger, d., popp, r., kaindl, h., armbruster, a., & šajatović, v. (2014). an iterative and incremental process for interaction design through automated gui generation. in humancomputer interaction. theories, methods, and tools (pp. 373-384). springer international publishing. 554 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 544-554  robertson, s., & robertson, j. (2012). mastering the requirements process: getting requirements right. addison-wesley. tsui, f. f., karam, o., & bernal, b. (2013). essentials of software engineering. jones & bartlett publishers. völter, m., stahl, t., bettin, j., haase, a., & helsen, s. (2013). model-driven software development: technology, engineering, management. john wiley & sons. zugal, s., pinggera, j., & weber, b. (2012). toward enhanced life‐cycle support for declarative processes. journal of software: evolution and process, 24(3), 285-302. microsoft word 32_stat_iwa sungkawa.doc 860 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 860-869  kajian proporsi keterlibatan perempuan (gender) dalam usaha tani padi di kabupaten bandung, subang, dan karawang iwa sungkawa mathematics and statistics department, school of computer science, binus university jln. k.h. syahdan no. 9 palmerah, jakarta barat 11480 iwasungkawa@yahoo.com abstract this study aimed to evaluate the involvement of women in rice farming enterprise in regency of bandung, subang and karawang in a government program of gender equality. through the estimation of proportion and descriptive studies by comparing figures targeted by the government of at least 30%, it can be evaluated that there is variability in all regencies. further studies are analytical studies to determine the alleged intervals and hypothesis testing for proportions and to conduct studies by comparing observations and determined value by using the standard normal distribution. the results of the study shows that the role of women/gender in rice farming enterprise is very dominant at each stage of planting, weeding and harvesting stages. for other stages such as land cultivation, countermeasures integrated pest, irrigation and distribution, the women's role is less dominant. this information is expected to support the agricultural sector policy makers in developing women's empowerment and gender equity. keywords: proportions, estimation, hypothesis testing, standard normal distribution, women's empowerment abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterlibatan perempuan pada usaha tani padi di kabupaten bandung, subang dan karawang dalam program kesetaraan gender yang merupakan program pemerintah. melalui pendugaan proporsi dan kajiannya secara deskriptif dengan membandingkan angka yang ditargetkan pemerintah minimal 30% dapat dievaluasi kondisi yang ada di ketiga kabupaten. kajian lebih lanjut adalah kajian analitik untuk menentukan dugaan interval dan menguji hipotesis untuk proporsi dan melakukan kajiannya dengan menbandingkan hasil pengamatan dan nilai yang ditentukan dengan menggunakan sebaran normal baku. hasil kajian menunjukan bahwa peranan perempuan/gender dalam usaha tani pani sangat dominan pada tahapan kegiatan penanaman, penyiangan dan tahapan kegiatan panen. untuk tahapan kegiatan lainnya seperti pengolahan lahan, penanggulangan hama terpadu (pht), pengairan dan pengangkutan peranan perempuan kurang dominan. diharapkan informasi ini dapat mendukung para pengambil kebijakan sektor pertanian dalam menyusun program pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. kata kunci: proporsi, estimasi, uji hipotesis, sebaran normal baku, peranan perempuan, kesetaraan gender kajian proporsi … (iwa sungkawa) 861  pendahuluan keikutsertaan perempuan (gender) merupakan ketentuan dan target pemerintah dalam melaksanakan pembangunan dalam berbagai sektor dan telah ditetapkan minimal 30%. jadi setiap sektor harus dan diwajibkan untuk melibatkan perempuan dalam melaksanakan kegiatannya. dalam sektor pertanian, padi merupakan komoditi yang paling kompeten dan menentukan perkembangan perekonomian indonesia, sehingga dalam kajian ini difokuskan untuk menelaah keterlibatan perempuan yang bekerja di usaha tani padi. futurolog john naisbeth dan patricia aburdens dalam buku megatrend 2000 telah meramalkan bahwa abad xxi akan menjadi abad perempuan. begitu pula feminis amerika naomi wolf, yang juga menyatakan bahwa abad tersebut sebagai era gegar gender (genderquake), sebuah era bangkitnya kekuasaan perempuan. ramalan tersebut telah menjadi kenyataan. keterpurukan perempuan selama berabad-abad dalam berbagai segi kini telah berubah. kesempatan yang diberikan kepada perempuan untuk mengaktualisasikan diri demikian terbuka lebar. persamaan hak dan kesetaraan dengan kaum laki-laki pun telah banyak dirasakan kaum perempuan. berbagai peraturan dan perundang-undangan pun pada umumnya telah tampak menjamin persamaan, kesetaraan, dan keadilan bagi perempuan tersebut. sepintas peradaban ini tampak memberikan kemerdekaan, kebebasan, peluang ekonomi, dan memajukan derajat kaum perempuan, akan tetapi, kalau diamati secara cermat, kondisi perempuan masa kini sesungguhnya masih tak berbeda dengan zaman lampau, yakni masih mengalami penindasan dan perendahan citra dan martabat, dalam bentuknya yang berbeda. sampai saat ini masih sering terjadi pencitraan yang merendahkan martabat perempuan dalam berbagai bentuk. pencitraan dan pemberian peran kepada perempuan pun sesungguhnya masih sama saja dengan zaman-zaman sebelumnya. representasinya antara lain dapat dilihat dalam media massa dan dunia hiburan yaitu bagaimana media massa masih banyak mencitrakan kaum perempuan sebagai makhluk yang lemah, jahat, dan tempatnya masih seputar urusan dapur-sumur-kasur (urusan rumah tangga/domestik). perempuan, selain diperbudak sebagai tenaga kerja murah, tubuhnya pun dieksploitasi sebagai alat penjual produk dan objek pemasaran produk-produk industri. bahkan, pencitraan perempuan secara negatif itu sering muncul lewat tulisan berita di media massa yang sebetulnya justru tengah memberitakan perempuan sebagai korban dalam berita pemerkosaan misalnya. penyebab masih dominan pencitraan negatif, perendahan martabat, pembatasan peran, dan ketidakadilan dalam berbagai bidang pada perempuan, salah satunya adalah akses perempuan yang lemah dalam bidang pendidikan formal ataupun nonformal dan lebih memprioritaskan laki-laki daripada perempuan (aisyah, 2008). hal lainnya yang menjadi kendala perempuan untuk berkembang adalah faktor kemiskinan yang melanda sebagian masyarakat kita. berbagai penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai gender yang antara lain disosialisasikan lewat pendidikan dan pengasuhan, menjadi kendala bagi perempuan dalam pembentukan konsep diri dan pengembangan diri secara penuh dan utuh. berbagai penelitian menunjukkan, nilai-nilai gender telah membentuk konsep dalam diri perempuan sehingga perempuan cenderung mengalami rasa percaya diri yang rendah (self esteem), kurang mandiri (self reliance), memiliki sindrom takut sukses (fear of success syndrome) jika ditempatkan pada kondisi kompetitif dengan laki-laki, memiliki sifat ketergantungan dan meminta perlindungan (cinderella complex), dan cenderung menerima orang lain (dalam hal ini laki-laki) sebagai lebih bijaksana atau lebih kompeten daripada dirinya. pendidikan yang masih sarat dengan nilai gender berdampak kurang baik bagi kehidupan kaum perempuan. dengan konsep diri yang terbentuk dalam nilai-nilai gender, perempuan masih akan terus mengalami dan membiarkan diri berada dalam ketidaksetaraan dan ketidakadilan (aisyah, 2008). persoalan ini tentu perlu solusi dan pemecahan serta tanggapan yang serius dari berbagai pihak. media 862 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 860-869  massa misalnya, seharusnya media massa lebih menyadari fungsi media dalam bidang komunikasi, yang tidak sekedar memberi informasi, tapi juga mendidik dan mengubah sikap dan keyakinan. lembaga-lembaga pemerintah dan nonpemerintah juga perlu terus mensosialisasikan kesadaran itu dalam berbagai sendi masyarakat. hal itu diharapkan berimplikasi pada pendidikan di lingkungan keluarga yang lebih menanamkan konsep yang berkeadilan gender. tujuan dari penelitian ini adalah menduga proporsi perempuan yang bekerja di bidang usaha tani padi dan membandingkannya dengan standar nasional. sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah: (1) mengukur keikutsertaan usaha tani padi dalam mendukung program kesetaraan gender. (2) membandingkan nilai proporsi keterlibatan perempuan di usaha tani padi dengan nilai proporsi yang ditargetkan/standard pemerintah (minimal 30%). (3) mengetahui faktor apa saja yang dianggap menjadi kendala berkembangnya program kesetaraan gender pada usaha tani padi. dengan adanya informasi tentang keterlibatan perempuan (gender) dalam usaha tani padi dapat menambah wawasan dan referensi para pemerhati perkembangan perempuan di masyarakat serta dapat dijadikan acuan para pengambil keputusan dan kebijakan yang berkaitan dengan program peningkatan peranan perempuan dalam pembangunan pertanian. metode sebaran binomial variabel random x yang menyatakan banyaknya sukses pada n kali percobaan bernoulli mempunyai sebuah sebaran binomial dengan fungsi peluang )(xp , sebagai berikut xnx pp x n xp −−⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ = )1()( nx ,...,2,1,0= 0= lainnya parameter dari sebaran binomial adalah n dan p , dimana n adalah suatu bilangan bulat positif dan 10 ≤≤ p . rata-rata x dapat ditentukan secara langsung sebagai xnx n x qp xnx n xxe − = − = ∑ )!(! ! .)( 0 sehingga npxe =)( dengan menggunakan pendekatan yang sama kita dapat menghitung varian x sebagai berikut 2 2 0 )( )!(! ! .)( npqp xnx nx xxv xnx n x − − = − = ∑ 22 2 0 2 )( )!2(! )!2( )1( npnpqp yny n pnn yny n y −+ −− − −= −− − = ∑ sehingga npqxv =)( . fungsi pembangkit momen untuk sebaran binomial adalah n x qpetm )()( += kajian proporsi … (iwa sungkawa) 863  sebaran kumulatif atau fungsi sebaran binomial atau fungsi sebaran g adalah ∑ = −−⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ = x k knk pp p n xg 0 )1()( pendugaan parameter dalam penelitian, populasi di mana sampel diambil, berusaha disimpulkan untuk mewakili populasi tersebut (vincent, 1989). untuk tujuan tersebut data yang diambil baik secara sampling maupun sensus dipelajari. karena keterbatasan waktu, dana, serta populasi yang besar (tak hingga), maka sampel yang representatif diambil, lalu berdasarkan hasil analisis terhadap data sampel, kesimpulan mengenai populasi dibuat. perilaku populasi yang akan ditinjau di sini hanya mengenai parameter populasi dan sampel yang digunakan adalah sampel acak. data dari sampel dianalisis sehingga diperoleh nilai-nilai statistik atau statistic sample. statistik sampel yang diperoleh digunakan untuk menduga parameter-parameter dari populasi (sudjana, 2005). secara umum parameter populasi diberi simbul θ (baca theta) jadi θ bisa berupa rata-rata μ simpangan baku α, proporsi p dan sebagainya. jika θ yang tidak diketahui harganya diduga oleh θ' maka θ' dinamakan penduga titik jelas diinginkan θ' = θ tetapi ini hanya merupakan suatu keinginan yang ideal sifatnya, kenyataan yang terjadi adalah: (1) penduga θ oleh θ' terlalu tinggi. (2) penduga θ oleh θ' terlalu rendah. kedua hal ini jelas tidak diinginkan karena penduga yang baik yang diinginkan. suatu penduga (estimator) dianggap sebagai penduga yang baik jika penduga tersebut memenuhi sifat tak bias (unbiased), mempunyai varian (ragam) minimum dan konsisten. penduga θ' dikatakan penduga tak bias jika rata-rata semua harga θ' yang mungkin akan sama dengan θ. penduga beragam minimum ialah penduga dengan ragam terkecil diantara semua penduga untuk parameter yang sama. jika θ'1 dan θ'2 dua penduga beragam minimum dan merupakan penduga yang baik. misalkan θ' penduga untuk θ yang dihitung berdasarkan sampel acak berukuran n. jika ukuran sampel n makin besar mendekati ukuran populasi maka akan menyebabkan θ' mendekati θ maka θ' dijamin merupakan penduga konsisten. penduga tak bias dan beragam minimum dinamakan penduga terbaik. selang kepercayaan karena sering merasa kurang yakin atau kurang percaya atas hasil penduga titik ini, maka untuk lebih meyakinkan dilakukan pendugaan interval/selang atau daerah pendugaan yaitu menduga suatu parameter diantara batas-batas dua harga dengan tingkat kepercayaa yang telah ditentukan. jika koefisien kepercayaan dinyatakan dengan ∂ maka besarnya 0<∂< 1. harga ∂ yang digunakan tergantung pada persoalan yang dihadapi dan diyakini. namun yang biasa digunakan ialah 0.90; 0.95 atau 0.99. jadi pendugaan θ yang dimaksud adalah : p(a < θ θo hipotesis ini mengandung pengertian maksimum (meningkatkan). (3) hipotesisi satu arah kiri, ho:θ ≥θo lawan h1;θ<θo hipotesis ini mengandung pengertian minimum(menurunkan) pengujian hipotesis untuk proporsi hipotesisnya : ooo pphlawanpph ≠= :: 1 pengujian dilakukan dengan statistic n pp pp z oh )1( − − = kriteria penerimaan ho adalah : ho diterima pada taraf α jika ⎣ ⎦ ⎣ ⎦αzz h < ho ditolak pada taraf α jika ⎣ ⎦ ⎣ ⎦αzz h ≥ kajian proporsi … (iwa sungkawa) 865  hasil dan pembahasan keterlibatan perempuan dalam usaha tani padi berdasarkan data hasil penelitian, secara deskriptif proporsi petani responden sebanyak 119 orang di tiga kabupaten bandung (36 orang), subang (38 orang) dan karawang (45 orang) yang melibatkan perempuan (gender) dalam kegiatan usaha tani padi dapat disajikan dalam tabel yang merinci proporsi untuk setiap tahapan kegiatan usaha tani sebagai berikut: tabel 1 proporsi petani responden yang melibatkan perempuan dalam usaha tani padi dalam persen (%) tahapan kegiatan kabupaten bandung (36 resp) kabupaten subang (38 resp) kabupaten karawang (45 resp) keseluruhan (119 resp) persemaian 33,33 13,16 4,44 16,00 pengolahan lahan 5,56 2,63 0,00 2,50 penanaman*) 100,00 71,05 35,56 66,40 penyiangan*) 94,44 68,42 44,44 67,20 pemupukan 58,33 2,63 2,22 19,30 pht 13,89 5,26 0,00 5,90 pengairan 0,00 2,63 0,00 0,80 panen 33,33 7,89 17,78 19,30 pasca panen 36,11 2,63 6,67 14,30 pengangkutan 0,00 0,00 2,22 0,80 keseluruhan 37,50   17,63  11,33   21,26  dari tabel di atas nampak bahwa secara keseluruhan ada 21,26% petani responden yang melibatkan perempuan dalam kegiatan usaha taninya, selanjutnya 37,50% petani responden di kabupaten bandung yang melibatkan perempuan dalam usaha taninya dan seterusnya diikuti kabupaten subang sebanyak 17,63% petani responden dan 11,33% petani responden dari kabupaten karawang. jika diamati menurut tahapan kegiatan maka tahapan kegiatan penanaman dan penyiangan, pada umumnya petani responden melibatkan perempuan baik secara keseluruhan ataupun untuk setiap kabupaten (semuanya di atas 35%). di tiga kabupaten hampir di semua tahapan kegiatan, responden melibatkan perempuan dalam usaha tani padinya. tahapan kegiatan yang sama sekali tidak melibatkan perempuan, untuk kabupaten bandung pada tahap kegiatan pengairan dan pengangkutan, untuk kabupaten subang pada tahapan kegiatan pengangkutan saja, sedangkan di kabupaten karawang pada tahapan kegiatan pengolahan lahan, pht dan pengairan yang sama sekali tidak melibatkan perempuan. data di atas hanya menelaah proporsi petani responden yang melibatkan perempuan dalam usaha taninya. secara lebih detail, berikut ditelaah kuantitas keterlibatan perempuan dalam kegiatan usaha tani padi. dalam telaahan ini proporsi gender (perempuan) yang bekerja di usaha tani padi dihitung dengan menentukan rasio antara hari orang kerja (hok) perempuan dengan total hok (laki-laki + perempuan), atau proporsi (gender) = hokp/hok(laki-laki + perempuan)*100% hasil pengamatan mengenai jumlah tenaga kerja yang bekerja di usaha tani padi yang dirinci untuk setiap kegiatan dan hari kerja laki-laki (hok l) dan perempuan (hop p) dapat disajikan dalam tabel berikut 866 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 860-869  tabel 2 banyaknya hari orang kerja (hok) dalam tahapan kegiatan tahapan kegiatan kabupaten bandung kabupaten subang kabupaten karawang keseluruhan    hok p  hok l  hok p hok l hok p hok l  hok p  hok l persemaian 45  101  19 1.228 2 104  66  1.433 proporsi (%)  30,82  1,52 1,89 4,40  pengolahan lahan 9  337  1 5.294 ‐ 954  1  6.248 proporsi (%)  2,60  0,02 0,00 0,02  penanaman 528  144  1.792 1.034 195 171  2.515  1.349 proporsi (%)  78,57  63,41 53,28 65,09  penyiangan 582  448  1.844 1.198 182 275  2.608  1.921 proporsi (%)  56,50  60,62 39,82 57,58  pemupukan 106  150  5 2.272 2 194  113  2.616 proporsi (%)  41,41  0,22 1,02 4,14  pht 6  143  16 1.370 ‐ 256  22  1.769 proporsi (%)  4,03  1,15 0,00 1,23  pengairan ‐  699  100 974 ‐ 54  100  1.727  proporsi (%)  0,00  9,31 0,00 5,47  panen 81  69  518 307 73 69  672  445 proporsi (%)  54,00  62,79 51,41 60,16  pasca panen 57  27  90 813 12 41  159  881 proporsi (%)  67,86  9,97 22,64 15,29  pengangkutan ‐  72  ‐ 32 1 42  1  146 proporsi (%)  0,00  0,00 2,33 0,68  keseluruhan     1.414          2.190        4.385     14.522           467        2.160          6.257       18.535   proporsi (%)         39,23            23,19        17,78            25,24   untuk lebih jelasnya, nilai proporsi tenaga kerja perempuan yang bekerja di usaha tani padi dari tabel di atas dipindahkan ke tabel di bawah ini tabel 3 proporsi perempuan (gender) yang bekerja di usaha tani padi dalam persen (%) tahapan kegiatan bandung subang karawang keseluruhan persemaian 30,82 1,52 1,89 4,40 pengolahan lahan 2,60 0,02 0,00 0,15 penanaman 78,57 63,41 53,28 65,09 penyiangan 56,50 60,62 39,82 57,58 pemupukan 41,41 0,22 1,02 4,14 pht 4,03 1,15 0,00 1,23 pengairan 0,00 9,31 0,00 5,47 panen 54,00 62,79 51,41 60,16 pasca panen 67,86 9,97 22,64 15,29 pengangkutan 0,00 0,00 2,33 0,68 keseluruhan 39,23 23,19 17,78 25,24 jika dilihat kuantitas dari tenaga kerja perempuan yang bekerja pada usaha tani padi seperti dalam tabel di atas yang merupakan kondisi tenaga kerja yang bekerja di sawah 119 petani responden ada sebanyak 24.792 hok (6.257 hok perempuan dan 18.535 hok laki-laki). jadi proporsi perempuan yang bekerja di usaha tani padi tersebut secara keseluruhan ada sebanyak 25,24%, sedangkan keragaan di setiap kabupaten ada 39,78% perempuan untuk kabupaten bandung, 23,19% di kabupaten subang dan 17,78% di kabupaten karawang. terlihat bahwa kabupaten bandung paling tinggi proporsinya dan di atas standard nasional minimal 30%, sedangkan kabupaten subang dan karawang keragaannya masih di bawah standard nasional. bila ditelaah menurut tahapan kegiatan, nampak untuk tahap penanaman, penyiangan dan kegiatan panen tenaga kerja perempuan/gender baik secara keseluruhan ataupun di setiap kabupaten cukup dominan dan paling rendah 40% (39,82%). untuk tahap kegiatan pasca panen peranan perempuan di kabupaten bandung cukup dominan dan mencapai 67,86% dan karawang mencapai 22,64%. untuk kegiatan persemaian dan pemupukan di kabupaten bandung cukup dominan mencapai 30,82% dan 41,41%, sedangkan di kabupaten subang dan karawang peranan tenaga kerja perempuan kurang nampak dan cenderung tidak ada (dibawah 5%). untuk kegiatan pengolahan lahan, pengairan dan pengangkutan juga tidak kajian proporsi … (iwa sungkawa) 867  nampak dan kurang dari 3%, hanya untuk kabupaten subang kegiatan pengairan peranan perempuan mencapai 9,31%. peranan tenaga kerja perempuan pada tahap kegiatan pengolahan lahan relatif tidak ada, karena pekerjaannya cukup berat dan pada umumnya laki-lakilah yang berperan atau banyak juga petani responden yang menggunakan jasa traktor. dalam tahapan kegiatan pengangkutan tidak hanya perempuan yang peranannya kurang tetapi tenaga kerja laki-laki juga kurang nampak, hal ini diakibatkan karena petani cenderung menjual hasil panennya dan tidak ada lagi kegiatan pengangkutan. uji hipotesis dan pendugaan selang untuk proporsi gender pada usaha tani padi untuk memberikan gambaran yang lebih detail lagi tentang peranan perempuan dalam usaha tani padi, berikut diberikan kajian secara analitik dengan membandingkan keragaan proporsi perempuan yang bekerja di lahan petani responden sebagai hasil pengamatan dengan proporsi kesetaraan gender standar nasional minimal 30%. dengan mengacu pada ketentuan di atas, bentuk hipotesis yang diuji adalah : ho : p ≤ po dengan po = 0,30 dan h1 : p > po. untuk menguji hipotesis tersebut, digunakan statistic n pp pp z ohit )1( − − = dan diperoleh hasil pengujian seperti dalam tabel di bawah ini tabel 4 hasil perhitungan untuk pengujian proporsi gender kabupaten/tahapan kegiatan total hok proporsi (p) nilai z keterangan kabupaten bandung    persemaian 146 0,3082 0,22*) masih <  30%  penanaman 672 0,7857 27,48 di atas 30%  penyiangan 1030 0,565 18,56 di atas 30%  pemupukan 256 0,4141 3,98 di atas 30%  panen 150 0,54 6,41 di atas 30%  pasca panen 84 0,6786 7,57 di atas 30%  keseluruhan 3.604 0,3923 12,09 di atas 30%  kabupaten subang    penanaman 2.826 0,6341 38,76 di atas 30%  penyiangan 3.042 0,6062 36,85 di atas 30%  panen 825 0,6279 20,55 di atas 30%  keseluruhan 18.907 0,2319 ‐20,43*) masih <  30%  kabupaten karawang    penanaman 366 0,5328 9,72 di atas 30%  penyiangan 457 0,3982 4,58 di atas 30%  panen 142 0,5141 5,57 di atas 30%  pasca panen 53 0,2264 ‐1,17*) masih <  30%  keseluruhan 2627 0,1778 ‐13,67*)    masih <  30%    tiga kabupaten setiap tahapan             penanaman 3.864 0,6509 47,60 di atas 30%   penyiangan 4529 0,5758 40,50 di atas 30%  panen 1117 0,6016 22,00 di atas 30%   keseluruhan 24.792 0,2524 ‐16,36*) masih <  30%  catatan : *) hasil pengujian menunjukan ho :  p ≤  0,30  diterima (uji tidak berbeda nyata dalam taraf 5% (0,05) atau 1% (0,01)) 868 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 860-869  pendugaan selang proporsi perempuan yang bekerja di usaha tani padi pendugaan selang proporsi perempuan yang bekerja di setiap tahapan kegiatan usaha tani padi di tiga kabupaten ditempuh dengan menggunakan taraf nyata 5% dan z0,025 = 1,96 atau p ± 1,96 n )30,01)(30,0( − kisaran/interval proporsi sebagai hasil kajian dari data pengamatan disajikan dalam tabel di bawah ini dengan selang proporsi terdapat pada dua kolom terakhir. tabel 5 hasil perhitungan untuk pendugaan proporsi gender kabupaten/ total proporsi deviasi batas  batas  tahapan kegiatan hok bawah atas kabupaten bandung    persemaian*) 146 0,3082 0,074 0,23387  0,3825 penanaman 672 0,7857 0,035 0,75105  0,8203 penyiangan 1030 0,565 0,028 0,53701  0,5930 pemupukan 256 0,4141 0,056 0,35796  0,4702 panen 150 0,54 0,073 0,46666  0,6133 pasca panen 84 0,6786 0,098 0,58060  0,7766 keseluruhan 3.604 0,3923 0,015 0,37734  0,4073       kabupaten subang       penanaman 2.826 0,6341 0,017 0,61720  0,6510 penyiangan 3.042 0,6062 0,016 0,58992  0,6225 panen 825 0,6279 0,031 0,59663  0,6592 keseluruhan**) 18.907 0,2319 0,007 0,22537  0,2384       kabupaten karawang       penanaman 366 0,5328 0,047 0,48585  0,5797 penyiangan 457 0,3982 0,042 0,35618  0,4402 panen 142 0,5141 0,075 0,43873  0,5895 pasca panen*) 53 0,2264 0,123 0,10302  0,3498 keseluruhan**) 2627 0,1778 0,018 0,16028  0,1953       tiga kabupaten setiap tahapan       penanaman 3.864 0,6509 0,014 0,63645  0,6653 penyiangan 4529 0,5758 0,013 0,56245  0,5891 panen 1117 0,6016 0,027 0,57473  0,6285 keseluruhan**) 24.792 0,2524 0,006 0,24670  0,2581 catatan : *) batas bawah < 0,30 **) batas bawah dan batas atas < 0,30 simpulan dalam usaha tani padi, peranan perempuan/gender sudah cukup dominan pada tahapan kegiatan penanaman, penyiangan dan kegiatan panen. khusus untuk kabupaten bandung pada tahapan kegiatan persemaian, pemupukan dan pasca panen peranan perempuan juga cukup dominan. jadi kabupaten bandung relatif lebih mencapai target yang ditetapkan oleh pemerintah dibandingkan kabupaten subang dan karawang. tahapan kegiatan yang kurang melibatkan tenaga kerja perempuan adalah pengolahan lahan, pht, pengairan dan pengangkutan. peranan tenaga kerja perempuan pada tahap kegiatan pengolahan lahan relatif tidak ada, karena pekerjaannya cukup berat dan pada umumnya laki-laki yang berperan atau banyak juga petani responden yang menggunakan jasa traktor. dalam tahapan kegiatan pengangkutan tidak hanya perempuan yang peranannya kurang tetapi tenaga kerja laki-laki juga kurang nampak, hal ini diakibatkan karena petani cenderung menjual hasil panennya dan tidak ada lagi kegiatan pengangkutan. kajian proporsi … (iwa sungkawa) 869  daftar pustaka aisyah, n. l. (2008). pendidikan adil gender. makalah seminar kesetaraan gender. bandung, upi bandung douglas, m. c., william, h. w. (1990). probabilita dan statistik dalam ilmu rekayasa dan manajemen. edisi ke-2, jakarta: ui-press. sudjana. (2005). metode satistika. bandung: tarsito. vincent, g. (1989). statistika. bandung: tarsito. reducing the operational stop time … (humiras hardi purba) 91 reducing the operational stop time of hauller komatsu hd465-7 by using the six sigma’s approach in pt x humiras hardi purba 1 1 master of industrial engineering program, mercu buana university, jln. menteng raya 29, jakarta pusat, 10340 1 hardipurba@yahoo.com abstract an operational stop time is a condition where heavy equipment is not working as usual. it is important to avoid this condition since excessive idling wastes an enormous amount of fuel and money. however, the operational stop time of a dump truck hauller hd465-7 is 2.83 minutes, which is far above the normal standard. this project aims to optimize the improvement of an operational stop time by using a six sigma method with optimize plan selection. this will return the operational stop time to the standard range within 1.25 to 1.65 minutes. these steps of define, measure, analyze, improve, and control are applied to the standardization process according to the rules and criteria established by the six sigma. the result found that the six sigma’s approach which was applied in pt x has reduced the cost from us$1,105,300 to us$963,000 every month. an improvement have been made to matching fleet by combining six fleet of dump trucks at driving speed of 22 km per hour and the average simulated haul distance was 2,000 meters. keywords: stop time, dump truck, six sigma, improvement introduction six sigma is a business strategic management which originally developed by motorola in 1986 in order to enhance the quality of products through decreasing of product variations on manufacturing operations as they face compete in semiconductor industries. through the application of the six sigma method, motorolla has acknowledged an award of malcolm baldrige in 1988 as the first american’s company which won its prestigious quality’s award (parsana et al. 2014). six sigma consists of a set of process where 99.9996 percent of resulted products are statistically expected to be free defects (3.4 ppm of level of reject or defect). recently, the success processing rate of 99 percent is no longer being reminded and the world-class companies continue to enhance to provide both services and products perfectly to address zero defects. the main idea of six sigma is an approach to design the processes or to improve existing process to gain a very high capability/ability process in favor of near zero defects (kwak et al. 2006). to illustrate why obtained level of 99 percent of quality is no longer enough, some facts are considered (mcclusky, 2000). first, on mail delivery, reaching the quality of 99 percent meaning there are 10,000 mails are lost in every hour. second, landing at airports for the quality of 99 percent meaning there are two unsafe landed aircraft in every hour. third, medical surgical for the quality of 99 percent meaning there are 500 patients undergoing surgical errors in every week. fourth, power plant operations for the quality of 99 percents implies seven hours blackout within a month. according to these facts, by considering an obtained quality level for only 99 percent or 1 percent of defect levels on such cases in manufacturing industries or services can potentially lead to fatalities. hence, for gaining the target of quality level of 99.9996 percent or free-defects, an 92 comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 91-103 organization requires both flexibility and discipline in solving problems using statistical approach rather than using simple intuition or by trial and error; wider usage of statistical treatments is one of the benefits of six sigma method (pacheco, 2014). application of six sigma’s method is more valuable due to its contribution to the science and practice for particularly reduces waste and provides added values. six sigma allows users to identify waste and hidden costs, eliminates defects, increases profit margin, satisfies customers, encourages employee commitment and satisfaction as well as expands businesses (patil et al, 2015). the world-class companies within the fortune 200’s category such as motorolla, ge, bank of america, honeywell, boeing, ford and other companies were using the six sigma programs to maximize their profits (raisinghani, 2005 and kabir et al, 2013). six sigma as a management system is applied to ensure that efforts and critical opportunities for improvement are well developed through metric methodology and an applied level is inline with its business strategy. six sigma enables an organization to improve quality process by identifying and eliminating the causes of defects and error terms through minimizing variability in manufacturing and business processes (mittal, 2014). the stages for improve process ability (process capability) regarding six sigma method are specifically allowing the standar steps such as define, measure, analyze, improve, and control for interlinked statistical tests. for a particular project within organization of applied of six sigma the stage is typically consists of a step-by-step requires for obtain measurable target values i.e. reduces cycle time, decreases air pollution, reduces costs, improves customer satisfaction, and increases profits (mittal, 2014). it is inevitable, in order to gain benefits, as a results of six sigma’s application in an organization or company, would require relatively high of initial investment, but might be offer benefits in long terms including cost savings, generated profits, improved consistency of quality processes, better employee performance, and better service quality and products. those elements particularly would lead an organization or company to provide a higher customer satisfaction as well as to gain the ultimate goal of organization (mittal, 2014). the existence of six sigma can be seen as a philosophy, business strategy, repair tool, and statistical measurement. six sigma is generally a management strategy, culture and change, and the need for organization to build as a whole into company’s strategy plan. six sigma activities are focused on reducing the level of defect/failure of product or process (taneja & manchanda, 2013). it is inevitable for an initial investment for application of six sigma as a tool requires high costs and probably only big companies be able to do so. thus, training is required to implement and the objective is for everyone in organization or company to understand and involve. application of six sigma’s method requires higher investment than the lean (anthony, 2011). the basic trainings of six sigma (white belt level) for one day would cover mapping process and description of various experimental designs such as design of experiment, hypothesis testing, and modeling process. a green belt training level has broader scope and longer duration; generally would conduct a week, the scope consists of a study of statistical analysis, statistical usage related to controlling process, and measurement systems and analysis. a higher one is black belt’s level might be achieved through a completely intensive training course during one month, learn more in-depth analysis of variance (anova), multivariate regression, and game theory (raisinghani, 2005). goal of the series of training and examinations is to make engineers to cope the green belt and black belt levels, enable them to work on innovative projects using six sigma’s rule and standard, though it takes time to implement and higher initial investment is needed. the challenge is particularly how to keep small companies with limited capital expenditures can also be viewed as an interface with implemented methods in order to encourage their performance (mittal, 2014). six sigma’method is used to obtain factual information regarding customer satisfaction applying such steps, i.e. define measure, analyze, improve, and control (dmaic). six sigma as a measurement standard is referred to the theory of carl friedrich gauss (1777-1855) who initially introduced the concept of normal distribution. furthermore, walter shewhart found three sigmas as a measurement of variation in 1922, which stated that the process and intervention are needed if output goes beyond a limit (raisinghani, 2005). there are two circumstances faced by manufacturing companies in terms of level of quality or high quality during reducing the operational stop time … (humiras hardi purba) 93 1980’s period in the united states. the first one is an introduction of mass production of miniaturized electronics, transistor from radio to television, etc., which produce in large quantities for mass-market consumption. secondly most related to opening of the united states market to foreign products particularly electronic devices made in japan, which is the driving force to increase the quality of domestic products that was made in america. both the quality and feature of products are two of the most advantages that made japanese products are highly attractive to global consomers including american market (raisinghani, 2005). in order to response to japanese foreign market penetration, an effort has been taken to a certain number of policy measures to improve the quality in the 1980’s period. as the results, ford motor’s automotive company introduced the quality system of zero defects, boeing and bell telephone applied the concept of total quality management, honeywell electronics and fairchild developed the quality cycle concept that allows the average employee to engage more seriously by finding out what its customers need and enabling employees to deliver customer-oriented promises successfully (raisinghani, 2005). the nation has also seen the significant importance of the products and services. the malcolm baldrige national quality award (mbnqa) was established in 1987 by the u.s. congress in an effort to promote quality improvement initiatives in u.s. businesses. the award program was named after former secretary of commerce, malcolm baldrige, and was designed and managed by the national institute of standards and technology (nist) with the help of private companies. baldrige national quality improvement act of 1987 (public law 100-107) signed into the baldrige national quality award program that was created by congress through the malcolm law by president reagan on august 20, 1987. methods the method used to reduce the operational stop time of operation of hauller komatsu hd 465-7 is done with the series of six sigma standard procedures: (1) define: define problem is the first phase of the six sigma improvement project. the main activities of this phase are to identify customers’ needs in identifying their measurable improvement programme. (2) measurement: the measurement in dmaic is about understanding the current process, how the process is measured, and its baseline refers to a data-driven improvement cycle used for improving. (3) analyze: the analyze phase is the beginning of the statistical analysis of the problem. the practical problem was created earlier. this phase statistically reviews the families of variation to determine which variables are the most significant contributors to the output. the statistical analysis is done beginning with a theory, null hypothesis. the analysis will fail to reject or reject the theory. (4) improvement: the goal of the dmaic improve phase is to identify a solution to the problem that the project aims to address. this involves brainstorming potential solutions, selection solutions to test and evaluating the results of the implemented solutions. often a pilot implementation is conducted prior to a full-scale rollout of improvements. it is important to include the people who are involved in performing the process in the first stage of improvement. their input regarding potential improvements is critical, and this step should not be completed by the project team alone. in fact, it is wise to maintain communication with those who work on the process throughout any six sigma quality improvement project. (5) control: the control phase is the conclusion of the team's journey. the primary objective of the dmaic control phase is to ensure that the gains obtained during improve are maintained long after the project has ended. to that end, it is necessary to standardize and document procedures, make sure all employees are trained and communicate the project’s results. in addition, the project team needs to create a plan for ongoing monitoring of the process and for reacting to any problems that arise. http://www.brighthubpm.com/six-sigma/29923-steps-in-six-sigma-methodology/ http://www.brighthubpm.com/six-sigma/23736-introduction-to-the-five-phases-of-dmaic/ 94 comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 91-103 define the earth-moving dump truck vehicle consists of five steps (figure 1): (1) loaded stop time: the time it takes the loading equipment to load the dump truck. (2) loaded drive time: the time to travel to the dump site. (3) unloaded stop time: the time required to unload. (4) operational drive time: the time to travel to the load site. (5) operational stop time: the waste time in waiting between loads. an operational stop (wait) conditions creates underutilized trucks and look for opportunities to reduce wait times using the six sigma tool. truck wait time occurs when the truck must wait to be loaded or to dump because of nonsynchronization in the haulage system. figure 1 process flow houling activity operational stop times can be reduced by improving dump truck allocation and supervision and by dispatching systems. the average operational stop time of komatsu hd 465-7 is 2.83 minutes, higher than 1.40 minutes meets the improvement target. the goals and targets examined here are those related to the cost quality and productivity (cqp) aspects with a breakthrough idea is to synchronize the improvement of a mixed fleet of komatsu hd 465-7 and excavator komatsu pc1250-7. measurement as described above, operational stopped time is all the time that the truck was stopped during the entire haul cycle while it was operational. if the operational stopped time is high it would tend to suggest that there is a lot of time waiting at the loading tool. it could also reflect trucks left idling through breaks to keep the air conditioner or heater running. but the important point here is that it provides a clue as to where to look in the field if we want to reduce the idle time. if it turns out the operational stopped time is being incurred at the loading tool, we can then work out whether we are running too many trucks, whether the loading tool operator needs training, etc. figure 2 shows the operational stopped times for hauler komatsu hd 465-7 based on actual field measurements. the total gage r&r contribution in the % study var column (% tolerance, % process) is 19.07 and the number of distinct categories is 7, indicated that the measurement system is acceptable. reducing the operational stop time … (humiras hardi purba) 95 figure 2 gauge r&r operational stop time in addition to determining improvement direction, it is important to know or determine its current position for represented block diagram and to calculate the values of z-lt, z-st, and z-shift on the technical diagram control vs. process control. figure 3 probability plot of data 96 comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 91-103 the results show that the values of z-st and z-shift are 1.05 and 3.81, respectively; they indicate a lack of process control and lack technical knowledge and allowing for continual improvement stage as shown in figure 4. figure 4 process capability before improvement analyze measurement results show that the potential factor input [f(x)] as measured this study effect on output (y) of increases in the operational stop time is the speed for loaded and operational trucks, the number of haulage units, and the skill of the operator. furthermore, a statistical analysis was conducted to determine the vital few significant factors out of a large potential factors being estimated. x1: speed vs operational stop time testing reducing the operational stop time … (humiras hardi purba) 97 table 1 measurement resultof of operational stop time with speed 21km/h & 22km/h unit time speed 22 km/h 21 km/h hd465_1 (min.) 2.40 2.15 hd465_2 (min.) 2.30 2.20 hd465_3 (min.) 2.40 2.10 hd465_4 (min.) 2.45 2.20 hd465_5 (min.) 2.35 2.25 hd465_6 (min.) 2.40 2.15 hypothesis: ho = speed not affect operational stop time. h1 = speed affect operational stop time. p-value < 0.05, “reject ho” (speed is vital factor). x2: number of dump truck vs operational stop time testing table 2 measurement result of operational stop time with dump truck (dt) 6 &7 unit time number of dt 6 7 hd465_1 (min.) 1.20 2.51 hd465_2 (min.) 1.40 2.55 hd465_3 (min.) 1.30 2.50 hd465_4 (min.) 1.40 2.45 hd465_5 (min.) 1.35 2.55 hd465_6 (min.) 1.50 2.61 hypothesis: ho = number of dt not affect operational stop time. h1 = number of dt affect operational stop time. 98 comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 91-103 p-value < 0.05, “reject ho” (number of dump truck is vital factor) x3: operator skill vs operational stop time testing table 3 measurement of operational stop time with operator 1 and operator 2 unit time operator 1 operator 2 hd465_1 (min.) 2.51 2.48 hd465_2 (min.) 2.45 2.52 hd465_3 (min.) 2.55 2.50 hd465_4 (min.) 2.40 2.45 hd465_5 (min.) 2.45 2.38 hd465_6 (min.) 2.50 2.40 hd465_7 (min.) 2.50 2.45 hypothesis: ho = operator excavator skill not affect operational stop time. h1 = operator excavator skill affect operational stop time. p-value > 0.05, “accept ho” (operator excavator skill, not vital factor) reducing the operational stop time … (humiras hardi purba) 99 improvement the concept of improving results and performance on a continual basis is universally hailed as a great idea. first off, in order to improve continuously, an organization or companies have to improve initially. based on the test results for the analyze step, it can be seen that there are only two things which might be worth influencing an operational stop time: the speed for loaded and operational truck and the number of haulage units. under the travel condition and moving at a constant speed, each vehicle is moving at 21 and 22 km/h, the combined of the six and seven vehicles. to obtain the most appropriate combination, improvement steps have been done using the design of experiment (doe) techniques. as shown by the value of p<5% for main effects and 2-way interaction, the speed as either a number of vehicles individually or in combination can potentially cause operational stopped time increases. similarly as seen by the value of r-sq (adj)>65% which indicates the average speeds and the number of vehicles are contributed for 99.43% of the operational stopped times. 100 comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 91-103 figure 5 main effect plot dt 6&7 with speed 21km/h & 22km/h according to the optimal value, the optimal improvement result can be obtained by only combining a speed of 22 km/h and a number fleet of 6 units. in these combination exercises, the average operational stop time is 1.375 minutes, as shown in figure 5. control six sigma emphasizes the control phase because previous attempts at improving performance repeatly demonstrated that the whole process is complex and that hard-earned gains slip away if the process is left to itself. a well-designed process exhibits inherent self-control, while a poorly designed process requires frequent external control and adjustment to meet requirements. figure 6 process capability control diagram reducing the operational stop time … (humiras hardi purba) 101 in order to apply the dmaic tools developed, the organization or companies need to put this information into handbook of the standard of operational stopped time: 1.25 to 1.65 minutes are required for haul lengths of 2,000 meter, with a fleet of 6 dump trucks and a uniform velocity of 22 km/h. results and discussions the purpose of the six sigma process is to identify and contain the vital views variables. in order to undertake hypothesis, a test is needed to express the research hypothesis as a null and alternative hypothesis. the null hypothesis and alternative hypothesis are statements regarding the differences or effects that occur in the population. sample is used to test which statement (i.e., the null hypothesis or alternative hypothesis) is most likely (although technically, we test the evidence against the null hypothesis). the level of statistical significance is often expressed as the so-called p-value. the cube plot shown in figure 4 expresses the relationship between average speed, the vehicle fleet size, and operational stop times. for example, an operational stop time at 1.75 minutes requires the average speed of 21 km/jam and a fleet of 6 vehicles. with the figures = 1.375; 2.275; and 2.475 the corresponding initial value would be 22 and 6; 22 and 7; and 21 and 6, respectively. these exercise results suggest that only under a combination of speed of 22 km/h and a fleet size of 6 vehicles yielded the most optimal improvement with an operational stop time around 1.375 minutes. figure 7 process cabalility after improvement http://www.brighthubpm.com/six-sigma/23736-introduction-to-the-five-phases-of-dmaic/ 102 comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 91-103 as shown in figure 7, the initial values of z-st and z-shift are 1.05 and 3.81 (quadrant a), respectively, that has changed by improving steps. the new values of z-st and z-shift are 4.29 and 1.12, respectively, (values of z-st z-lt) indicate that operational stop time and their related quantity variables have been performed. furthermore, the process of capability analysis entails comparing the performance of a process against its specifications. we say that a process is capable if, virtually, all of the possible variable values fall within the specification limits. graphically, we assess process capability by plotting the process specification limits on a four block diagram as shown in figure 8. figure 8 process capability plotting on four block diagram if a value of capability process is within quadrant a, it means the problems is strongly related to poor technology and control aspects. the capability process that remains in quadrant b means that the technology is appropriate but less controlling. by contrast, an organization or company within quadrant c means that it lacks proper implementation of technologies but has appropriate controls to the user. the ideal one is given by the quadrant d (world class), where the capability process related to the technology implementation and control measures are fully integrated. six sigma as a management system can be easily implemented to raise productivity, increase the bottom line, improve quality and the customer experience, and increase financial savings. conclusions six sigma has been successfully implemented to reduce operational stop times of dump truck hauler hd 465-7 by 51% to average 1.38 from 2.83 minutes previously. this has successfully reduce its expenditure costs from us$ 1.105.300 to us$ 963.000 or provide savings and benefits about us$ 142.300 per month. corrective action is taken to eliminate the causes of an existing operational stop time to address the problems identified. after trying a pair of possible combination of input variables and saw which combination performs the best, it was found out that a fleet of 6 dump trucks with a uniform velocity of 22 km/h for haul length of 2,000 meters would yielded a range of 1.25 to 1.65 minutes of the operational stop time. in the efforts of improvement, the values of z-st and z-shift have been changed to 4.29 and 1.12 from 1.05 and 3.81, to show that the capability process has become better. it is noted that from the plotting that uses the four block diagram shows the values of z short term (z-st) and z-shift are ≥4.5 and ≤1.5, indicating the project needs process improvement towards quadrant d, in terms of technology used and control measures. in addition to providing more financial savings, the success of a six sigma project can also be seen in the changes grade of values of z-st and z-shift towards quadrant d (appropriate technology and control measures) which is considered under nearly ideal conditions. reducing the operational stop time … (humiras hardi purba) 103 references anthony, j. (2011). reflective practice six sigma vs lean. international journal of productivity and performance management, 60(2), 185-190. kabir, m.e., boby, s.m.m.i., & lutfi, m. (2013). productivity improvement by using six-sigma. international journal of engineering and technology, 3(12), 1506-1084. kwak, y. h., & anbari, f. t. (2006). benefits, obstacles, and future of six sigma approach. technovation, 26, 708-715. mcclusky, b. (2000), the rise, fall and revival of six sigma quality: measuring business excellence. the journal of business performance measurement, 4(2), 6-17. mittal, m. (2014). latest trend in management six sigma. gian jyoti e-journal, 4(1), 32-38. pacheco, d. a. j. (2014). theory of constraints and six sigma: investigating differences and similarities for continuous improvement. independent journal of management & production, 5(2), 331-343. parsana, t. s., & desai d. a., (2014). a review: six sigma implementation practices in indian manufacturing smes. international journal of engineering research and applications, 4(3), 663-673. patil, s. d., ganganallimath, m. m., math, r. b., & karigar, y. (2015). application of six sigma method to reduce defects in green sand casting process: a case study. international journal on recent technologies in mechanical and electrical engineering, 2(6), 37-42. raisinghani, m.s. (2005). six sigma: concepts, tools, and applications. industrial management & data systems, 105(4), 491-505. taneja, m., & manchanda, a. (2013). six sigma an approach to improve productivity in manufacturing industry. international journal of engineering trends and technology (ijett), 5(6), 281-286. microsoft word 11 bens p. it solution.doc it solution for… (bens pardamean; dkk) 321 it solution for disease management at pt panasonic manufacturing indonesia bens pardamean; anjela greizaria djoeang; nana rosanna br. l. tobing program magister teknik informatika, fakultas ilmu komputer, binus university jln. kebon jeruk raya no. 27, jakarta 11530 dr.bens@binus.ac.id abstract one of company’s occupational health programs is disease management which is a part of preventive health care. in its realization, it was discovered that there some challenges in data collection, monitoring of catering and sport activity, employee health reports, and medical costs. the purpose of this study is to design an it solution for the disease management program at pt. panasonic manufacturing indonesia (pmi). the diseases in focus are diabetes, hypertension, and tuberculosis. methodology starts with survey on pt. pmi requirements, research parameters, problem analysis, literature study, and system design. solution is focused on designing a registry system that includes alert management system, food tracking, ehr, sport tracking, guidelines, and report system. the results of this study is a web-based information system that can assist health care workers in seeking data, monitoring food intake and sport activity, and reporting systems for upper-level management. keywords: health care, it solution, disease management, registry system abstrak salah satu program kesehatan kerja sebuah perusahaan adalah disease management yang merupakan bagian dari preventive health care. dalam pelaksanaannya terdapat kesulitan dalam mencari data, memantau makanan dan aktifitas olahraga, pembuatan laporan kesehatan karyawan, dan biaya pengobatan. studi ini bertujuan merancang solusi teknologi informasi pada program disease management pt. panasonic manufacturing indonesia (pmi). cakupan penyakit pada studi ini adalah diabetes, hipertensi, dan tuberculosis. studi dimulai dari survei terhadap kebutuhan pt. pmi, mencari parameter ketiga penyakit tersebut, analisis masalah, studi literatur, dan perancangan sistem. solusi difokuskan pada perancangan sistem registry yaitu alert management system, food tracking, ehr, sport tracking, guidelines dan report system. hasil studi ini adalah sistem informasi berbasis web yang dapat memudahkan petugas kesehatan kerja dalam mencari data, memantau makanan dan aktifitas olahraga karyawan; serta sistem pelaporan untuk top management. kata kunci: health care, solusi ti, manajemen penyakit, system registry 322 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 321-334 pendahuluan departemen kesehatan kerja di pt panasonic manufacturing indonesia memiliki program pencegahan (prevention), klinik (clinic), dan pengobatan (treatment). disease management merupakan bagian dari medical treatment untuk menangani karyawan yang menderita penyakit kronis. seseorang dikatakan menderita penyakit kronis apabila menderita penyakit dalam kurun waktu lebih dari tiga bulan atau seumur hidup. disease management merupakan bentuk praktik kesehatan yang merawat pasien berisiko dan berbiaya tinggi. disease management juga memiliki banyak variasi dalam pengobatannya. program ini merupakan strategi pengobatan dan cara untuk memelihara kesehatan pasien penyakit kronis. program petunjuk penanganan dasar pada pasien (evidence-based disease management) dirancang untuk membantu pasien agar dapat merawat dirinya sendiri dan menyediakan informasi klinik bagi dokter dan tim perawat (bowles, holland, & horowitz, 2009). disease management memiliki pedoman dalam pelaksanaannya. pedoman tersebut dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi terakhir pasien yang bisa diketahui dari hasil screening, penilaian, pemantauan, dan pengobatan terhadap pasien (bowles, pham, & o’connor, 2010). salah satu bentuk disease management adalah chronic care model (ccm) yang dikembangkan oleh wagner, dkk (1999) dan digunakan sebagai kerangka kerja konseptual untuk merawat pasien yang menderita penyakit kronis (beich, scanlon, ulbrecht, ford, & ibrahim, 2006; bodenheimer, wagner, grumbach, 2002; frei et al., 2010; langford, sawyer, gioimo, brownson, & o’toole, 2007; nutting et al., 2007; strickland et al., 2010; zai et al., 2008). ccm bertujuan untuk mengintegrasikan konsep berdasarkan petunjuk (evidence-based concepts) yang ada kedalam kerangka kerja konseptual (frei et al., 2010). ccm terdiri dari enam komponen perawatan yaitu: mendukung penanganan diri (selfmanagement), mendukung keputusan, desain sistem pengantaran, sistem informasi klinis, organisasi kesehatan, dan sumber daya komunitas (bodenheimer et al., 2002; frei et al., 2010; langford et al., 2007; strickland et al., 2010; zai et al., 2008). penyakit kronis dalam studi ini difokuskan pada diabetes, hipertensi dan tuberculosis (tbc). diabetes adalah penyakit dimana tubuh gagal memproduksi insulin atau tidak bisa memanfaatkan insulin sehingga tidak dapat menguraikan gula dan sari makanan (beaulieu, cutler, ho, horrigan, & isham, 2003). hal ini yang menyebabkan tingginya glukosa darah atau kadar gula dalam darah. insulin adalah hormon yang dibuat didalam pankreas, yang membantu menguraikan sari makanan menjadi energi. kadar gula sebelum makan terbagi atas lima kategori yaitu terkategori normal, diabetes, abnormal glucose tolerance, abnormal fasting blood sugar, dan low blood sugar serta kadar gula setelah makan dapat dikategorikan normal, diabetes, abnormal glucose tolerance, dan abnormal fasting blood sugar (kim, lee, yoon, & gaton, 2007). untuk mendeteksi penyakit diabetes dapat dilakukan pemeriksaan hba1c. nilai hba1c bagi mereka yang bukan penderita diabetes adalah sekitar 3.5-5.5%. sedangkan bagi penderita diabetes, kadar hba1c dikatakan cukup baik jika bernilai 6.5%. menurut american diabetes association (ada), kadar hba1c diatas 6.5% didiagnosis terkena diabetes. diantara 5.7–6.4% diduga pre-diabetes atau memiliki risiko terkena diabetes. kurang dari 5.6% dianggap bebas dari diabetes. nilai a1c merupakan indikator terpenting untuk mengetahui kondisi diabetes dan akan menjadi parameter dalam diabetes disease management. pasien diharapkan bisa mengendalikan diabetes mereka secara mandiri agar terhindar dari penyakit komplikasi akibat diabetes sehingga bisa menekan biaya untuk berobat. panduan pada penyakit diabetes memerlukan it solution for… (bens pardamean; dkk) 323 ketersediaan tes hemoglobin glycosolated terbaru atau hba1c, laporan gula darah sebelum dan setelah makan, dokumentasi kemampuan pasien dalam mengenali hypoglycemia, kadar kolesterol dan trigliserida, pemeriksaan mata tahunan, dan pengukuran tekanan darah, dan juga rejimen pengobatan untuk menangani diabetes (bowles et al., 2010). hipertensi atau yang lebih sering dikenal dengan tekanan darah tinggi terjadi pada arteri jantung. tekanan darah adalah pengukuran terhadap dinding arteri saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh (us national library of medicine [nlm], 2010). tekanan darah diukur dengan menggunakan dua buah angka yang mereprensentasikan sistol dan diastol. tekanan darah manusia pada umumnya adalah 120/80 mmhg. angka 120 merepresentasikan tekanan sistol dimana tekanan yang terjadi selama jantung berdetak. sedangkan angka 80 merepresentasikan tekanan diastol dimana tekanan yang terjadi ketika jantung beristirahat berdetak. alat pengukur tekanan darah disebut sphygmomanometer. hasil pengukuran tekanan sistol dan diastol ini yang akan menjadi input parameter dalam sistem hipertensi disease management. tekanan darah diklasifikasikan sebagai berikut: 1. tekanan darah normal adalah kondisi dimana nilai sistol kurang dari 120 mmhg dan diastol kurang dari 80 mmhg. 2. prehipertensi adalah kondisi dimana nilai sistol berada di antara 120 139 mmhg atau diastol 80 89 mmhg. 3. hipertensi tahap 1 adalah kondisi dimana nilai sistol berada di antara 140 159 mmhg atau diastol 90 99 mmhg 4. hipertensi tahap 2 adalah kondisi dimana nilai sistol diatas 160 mmhg atau diastol diatas 100 mmhg. pada penyakit tbc, dikenal istilah pengobatan ltbi (latent tuberculosis infection) yang digunakan untuk mencegah penyebaran penyakit tbc dan digunakan bersama obat-obatan. pengujian target ini digunakan untuk mengidentifikasi dan mengobati pasien yang memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) beresiko tinggi untuk terinfeksi m. tuberculosis; dan (2) beresiko tinggi terkena penyakit tb sekali terinfeksi dengan m. tuberculosis. pasien dalam kelompok ini seharusnya menerima prioritas pertama untuk pengobatan ltbi jika hasil tuberculin skin test (tst) mereka dinyatakan positif atau interferon-gamma release assay (igra). rejimen pengobatan tb (tabel 1) terdiri dari empat jenis obat yaitu: isoniazid (inh), rifampin (rif), pyrazinamide (pza), dan ethambutol (emb). setiap obat dilengkapi dengan lama pengobatan dan dosis yang digunakan. pedoman perawatan dan pengobatan penyakit tbc pada studi ini bersumber dari dari pedoman yang dikeluarkan centers for disease control and prevention (cdc, 2010). tabel 1 rejimen pengobatan tbc dan dosis yang disarankan fase awal fase berikutnya rejimen obat waktu & dosis± rejimen obat waktu & dosis± § kisaran total dosis 1 inh rif pza emb 7 hari / minggu untuk 56 dosis (56 minggu) atau 5 hari / 1a inh rif 7 hari / minggu untuk 126 dosis atau 5 hari / minggu untuk 90 dosis 182 130 (26 minggu) 324 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 321-334 minggu untuk 40 dosis (8 minggu)¶ (18 minggu) ¶ 1b# inh rif 2 hari / minggu untuk 36 dosis (18 minggu) ¶ 92 76 (26 minggu) 1c** inh rpt 1 hari / minggu untuk 18 dosis (18 minggu)¶ 74 58 (26 minggu) 2 inh rif pza emb 7 hari / minggu untuk 14 dosis (2 minggu), kemudian 2 hari / minggu untuk 12 dosis (6 minggu) atau 5 hari / minggu untuk 10 dosis (2 minggu)¶, kemudian 2 hari / minggu untuk 12 dosis (6 minggu) 2a# inh rif 2 hari / minggu untuk 36 dosis (18 minggu)¶ 62 58 (26 minggu) 2b** inh rpt 1 hari / minggu untuk 18 dosis (18 minggu) ¶ 44 – 40 (26 minggu) 3 inh rif pza emb 3 minggu sekali untuk 24 dosis (8 minggu) 3a inh rif 3 minggu sekali untuk 54 dosis (18 minggu) ¶ 78 (26 minggu) it solution for… (bens pardamean; dkk) 325 4 inh rif emb 7 hari / minggu untuk 56 dosis (8 minggu) atau 5 hari / minggu untuk 40 dosis (8 minggu) ¶ 4a inh rif 7 hari / minggu untuk 217 dosis (31 minggu) atau 5 hari / minggu untuk 155 dosis (31 minggu) ¶ 273 195 (39 minggu) 4b# inh rif dua kali seminggu untuk 62 dosis (31 minggu) ¶ 118 102 (39 minggu) keterangan simbol pada tabel 1: 1. simbol (*) berarti untuk informasi lebih lanjut mengenai kekuatan saran dan kualitas untuk mendukung bukti, lihat ats, cdc (cdc, 2010), dan idsa mmwr pada panduan pengobatan tb. 2. simbol (±) berarti ketika dot digunakan, obat-obatan diberikan 5 hari / minggu dan disesuaikan dengan dosis yang diperlukan. 3. simbol (§) berarti pasien yang memiliki rongga pada awal pemeriksaan x-ray dada dan budaya positif yang diselesaikan dalam dua bulan terapi seharusnya menerima fase lanjutan selama tujuh bulan. 4. simbol (¶) pasien yang diberikan rejimen kurang dari 7 hari seminggu harus menerima dot. 5. simbol (#) berarti rejimen berlangsung kurang dari tiga kali seminggu tidak disarankan untuk pasien yang terinfeksi hiv dengan jumlah cd4+ kurang dari 100. 6. simbol (**) berarti hanya digunakan untuk pasien hiv negatif dengan dahak negatif diselesaikan dalam terapi dua bulan dan pasien yang tidak memiliki rongga di dadanya. untuk pasien yang memulai rejimen ini dan ditemukan budaya positif pada spesimen dua bulan, pengobatan diperpanjang menjadi tiga bulan tambahan. metode kerangka berpikir pada studi ini dapat dilihat pada gambar 1: metodologi studi dimulai dari survei terhadap kebutuhan pt. pmi dan mencari parameter ketiga penyakit tersebut. dari hasil survey selanjutnya dilakukan analisis masalah terhadap pelaksanaan disease management yaitu: 1. adanya kesulitan dari pihak provider untuk mencari data karyawan seperti riwayat kesehatan karyawan, riwayat tempat kerja karyawan, riwayat tindakan dokter terdahulu terhadap karyawan, keanggotaan program kesehatan kerja (k2) karyawan. 2. masalah berikutnya adalah sulit dalam memantau makanan dan aktivitas olahraga karyawan. 3. sulit dalam pembuatan laporan kesehatan karyawan 4. adanya peningkatan biaya pengobatan karena karyawan berobat ke dokter spesialis yang tidak sesuai. 326 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 321-334 gambar 1 kerangka pikir penelitian studi literatur bertujuan untuk mencari pedoman dalam menghasilkan sistem disease management yang akan dirancang. hasil dari studi berupa perancangan sistem manajemen penyakit yang terintegrasi dengan solusi berbasis web. sistem yang dirancang dalam studi ini menggunakan pendekatan chronic care model (cmm) untuk penanganan chronic disease management. disease management bertujuan untuk menjaga kesehatan karyawan dengan memantau makanan karyawan, aktifitas olahraga karyawan, mengikutsertakan karyawan pada program-program k2; konsultasi mingguan karyawan dengan dokter umum dan dokter k2. tujuannya adalah mengurangi risiko peningkatan sakit karyawan sehingga dapat mendukung kinerja karyawan. dengan adanya sistem disease management yang terintegrasi, informasi dapat diperoleh dengan lebih mudah dan dapat memberi informasi dokter spesialis yang sesuai (satu provider dan ahli di bidangnya yang terkait dengan penyakit karyawan) kepada karyawan. hasil dan pembahasan dalam studi ini, peran it dalam mendukung chronic care model (wagner et al. 1999) difokuskan pada sistem informasi klinis berupa sistem register (registry system). registry system mengidentifikasi keterlambatan pasien, memberikan pedoman terkomputerisasi, menerapkan sistem manajemen perawatan, menghasilkan pengingat otomatis, menilai peningkatan kualitas, dan menghasilkan laporan khusus organisasi penyedia manajemen perawatan (east, krishnamurthy, freed, nosovitski, 2003). sistem registry mendukung perawatan penyakit kronis (metzger, 2004). it solution for… (bens pardamean; dkk) 327 registry menyediakan informasi penting untuk mengelola kondisi pasien secara individu. fungsi dasar registry dijelaskan dibawah ini sesuai yang tersedia pada seluruh registry penyakit; fungsi lebih lanjut ditemukan di desain yang lebih kompleks. tabel 2 fungsi registry elemen dari manajemen perawatan kronis. fungsi registry dasar menengah memastikan kegiatan rutin untuk tindak lanjut oleh tim perawat. • lacak waktu yang diinginkan untuk kunjungan berikutnya, tes, atau hubungi berdasarkan panduan perawatan • memperbolehkan petugas klinik untuk mencatat waktu tertentu pasien untuk kunjungan berikutnya atau intervensi. • menyediakan daftar pasien terurut berdasarkan status keterlambatan (misalnya tidak ada data hba1c selama enam bulan terakhir) atau status pasien berdasarkan manajemen pengawasan (misalnya hba1c > 8.0 atau tujuan pribadi) • menyediakan daftar pasien yang susah dihubungi atau pengecualian untuk setiap dokter atau tim perawat. • menyediakan label panggilan telepon atau surat atau surat pengingat pasien untuk ditindaklanjuti. • menampilkan tanggal perjanjian berikutnya untuk pasien yang berada dalam daftar susah dihubungi atau pengecualian. integrasi panduan berbasis bukti kedalam praktek klinik harian. • menggabungkan informasi panduan manajemen perawatan kedalam laporan dan menampilkan anggota perawat. • masukkan petunjuk untuk rekomendasi perubahan dalam rencana perawatan pasien menggunakan algoritma berdasarkan panduan dan informasi khusus pasien. integrasi pakar spesialis dan dokter umum. • menggabungkan panduan perawatan untuk dokter umum dengan informasi dari spesialis terkait. • menggabungkan informasi kriteria keputusan untuk pasien rujukan ke spesialis dalam layar pasien dan laporan untuk anggota perawat. • masukkan petunjuk untuk rekomendasi rujukan untuk pasien tertentu menggunakan algoritma berdasarkan panduan dan informasi khusus pasien. memberikan pengingat tepat waktu untuk penyedia perawatan kesehatan dan pasien • lacak waktu yang diinginkan untuk kunjungan berikutnya, tes, atau hubungi berdasarkan panduan perawatan. • memperbolehkan petugas klinik untuk mencatat waktu tertentu pasien untuk kunjungan • kirim notifikasi email untuk dokter atau tim perawat ketika registry pasien berada pada bagian gawat darurat. 328 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 321-334 berikutnya atau intervensi. • berikan informasi mengenai tanggal kunjungan dan intervensi lainnya dalam laporan pasien dan layar. identifikasi subpopulasi yang sesuai untuk perawatan • lacak informasi untuk mengidentifikasi subpopulasi pasien dengan kondisi kronis. • kelola daftar pasien yang aktif maupun bertunangan untuk setiap pcp dan tim perawat. • bantu identifikasi pasien baru dengan kondisi kronis dengan evaluasi informasi elektronik dalam sistem eksternal. • membagi tingkatan pasien berdasarkan kondisi keparahan penyakitnya. sistem informasi klinis yang dirancang berupa sistem register (gambar 2 dan 3) yang terdiri atas electronic health record, alert management system, dan reporting system. alert management system bertujuan mendukung manajemen diri pasien. edukasi pasien sebagai langkah pemeliharaan (treatment) pasien dapat didukung dalam hal informasi penjadwalan dan dengan adanya electronic guideline untuk pasien. sistem yang dirancang adalah sistem berbasis web. guidelines registry sistem alert management system glucose ehr report system food tracking sport tracking blood pressure drugs information gambar 2 registry system gambar 3 alur proses sistem registri yang dirancang it solution for… (bens pardamean; dkk) 329 alert management system diadakan untuk membantu mengetahui keadaan pasien (kadar gula dalam darah pasien untuk penderita diabetes, tekanan darah pasien untuk penderita hipertensi, dan obat dengan dosis tertentu yang telah dikonsumsi oleh pasien dalam waktu tertentu oleh penderita tbc). paganelli dan giuli (2007) menggambarkan kerangka aplikasi home-based services untuk pemantauan dan penanganan kondisi pasien berpenyakit kronis dengan menyediakan informasi status kesehatan pasien serta adanya mekanisme untuk alarm. aplikasi ini mendukung adanya layanan darurat, informasi tentang kegiatan harian pasien (nutrisi, komunikasi, asumsi obat, pemantauan tandatanda vital), peningkatan kualitas hidup dan mendukung perawatan diri (pendidikan, sosialisasi). berdasarkan dickson, kwok, dkk (2004) alert management system mempunyai dua bagian yaitu alert creating module (incoming alert monitor) dan execution module (outgoing alert monitor). dalam studi ini, alert management system yang dirancang ditunjukkan pada gambar 4. gambar 4 alert management system dalam alert management system tingkat urgensi dibagi menjadi tiga level seperti pada tabel 3 berikut: tabel 3 tingkat urgensi alert dan aksi yang dilakukan urgensi aksi normal email urgen sms ke pasien kritis sms ke staff dismen dari tabel 3 tersebut, fungsi urgensi u(t) didefinisikan sebagai berikut : u(t) = ⎪ ⎩ ⎪ ⎨ ⎧ ++<<+ +<< = dt2 dt1 t t dt1 t kritis, dt1 t t t urgen, t t normal, dimana : t = deadline normal (default) dt1 = deadline urgen dt2 = deadline kritis jika tidak ada respons dari pasien setelah deadline normal t maka tingkat urgensi akan naik ke dari level normal ke urgen dan kembali mengirimkan alert. selanjutnya ketika tidak ada respon setelah 330 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 321-334 deadline urgen maka level urgensi akan meningkat ke level kritis dan kembali mengirimkan alert. skenario yang diberikan untuk penentuan tingkat urgensi sistem: sistem memberikan alert kepada pasien untuk melakukan pengecekan tekanan darah. sistem akan memberikan alert yaitu email untuk mengingatkan pasien melakukan pengecekan tekanan darah sesuai jadwal yang disediakan untuk pasien. jika pasien tidak memberikan respon berupa nilai tekanan darah yang diminta maka level urgensi meningkat dari normal menjadi urgensi diikuti dengan pengiriman alert berupa sms ke handphone pasien. jika pasien tidak memberikan respon maka level urgensi meningkat menjadi kritis dan tindakan yang dilakukan sistem adalah memberikan alert berupa sms ke staff dismen. staff dismen kemudian akan menelepon pasien untuk melakukan pengecekan tekanan darahnya. prosesnya terdapat pada gambar 5. gambar 5 prosedur pesan untuk pasien melakukan pengecekan tekanan darah sistem memberikan alert kepada pasien untuk melakukan kontrol ke klinik. sistem akan mengirimkan alert kepada pasien untuk melakukan kontrol sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh dokter dismen. pasien dapat melakukan registry online dan mengetahui informasi antrian. ketika nama pasien dipanggil untuk melakukan konsultasi maka pasien dan dokter yang akan menanganinya akan memperoleh notifikasi. dokter akan memperoleh rekam medis pasien. prosedur terlihat pada gambar 6. gambar 6 prosedur pesan untuk pasien melakukan kontrol ke klinik it solution for… (bens pardamean; dkk) 331 nilai tekanan darah yang diterima oleh sistem kemudian disimpan dan diklasifikasikan. seperti pada flowchart (gambar 7) di bawah, status pasien berdasarkan systolic dan diastolic terbagi atas empat status yaitu normal ketika sistol kurang dari 120 mmhg dan diastol kurang dari 80 mmhg, prehipertensi ketika sistol berada di antara 120 139 mmhg atau diastol 80 89 mmhg, hipertensi tahap 1 ketika sistol berada di antara 140 159 mmhg atau diastol 90 99 mmhg, dan hipertensi tahap 2 ketika sistol diatas 160 mmhg atau diastol diatas 100 mmhg. status ini akan disimpan dalam database sehingga dapat dipantau oleh pasien maupun oleh pihak staf dismen. gambar 7 flowchart penentuan status tekanan darah keterangan : sys : systolic dia : diastolic satuan dalam mmhg data tekanan darah ini disimpan sehingga dapat dilihat dan dipantau oleh staf dismen (lihat gambar 8, 9 dan 10). data lain yang juga dapat ditampilkan oleh sistem adalah data absensi olahraga, data makanan, ehr, dan program dismen apa saja yang telah dan sedang diikuti oleh pasien. gambar 8 user interface melihat data pasien hipertensi 332 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 321-334 gambar 9 user interface melihat data status tekanan darah pasien gambar 10 user interface membuat laporan simpulan karyawan yang sakit tentu akan memerlukan biaya pengobatan terutama bila menderita penyakit kronis yang memerlukan biaya pengobatan untuk jangka waktu tertentu. salah satu strategi untuk menekan biaya pengobatan ini adalah dengan merancang program disease management. pt. pmi telah memiliki program disease management (dismen) sebelumnya, namun belum menggunakan teknologi informasi dalam penerapannya. hal ini menimbulkan kesulitan dalam penerapannya yaitu antara lain: (1) adanya kesulitan dari pihak provider untuk mencari data karyawan seperti riwayat kesehatan karyawan, riwayat tempat kerja karyawan, riwayat tindakan dokter terdahulu terhadap karyawan, kepesertaan program kesehatan kerja (k2) karyawan; (2) masalah berikutnya adalah sulit dalam memantau makanan karyawan dan aktivitas olahraga karyawan; (3) sulit dalam pembuatan laporan kesehatan karyawan; dan (4) adanya peningkatan biaya pengobatan karena karyawan berobat ke dokter spesialis yang tidak sesuai. program dismen yang paling umum di pt. pmi adalah loket rendah garam untuk penderita hipertensi dan olahraga. staff dismen dapat mengetahui karyawan mana yang mengikuti program dismen pada saat konsultasi. jika pada saat konsultasi (dalam kasus ini penderita hipertensi) kondisi pasien lebih buruk dari sebelumnya maka akan dicek dari laporan di loket olahraga dan absensi olahraga. setelah memiliki solusi teknologi informasi berbasis web, maka staff dismen (disease management) pt. pmi akan dapat melihat jadwal konsultasi, mengkonfirmasi permintaan konsultasi, melihat ehr, memeriksa status pasien, memeriksa track food, memeriksa absensi olahraga, memeriksa keikutsertaan program dismen, melihat laporan, dan membuat laporan. kemudian disediakan fungsi tambahan untuk mengatur pengobatan pasien, mengatur jadwal konsultasi, memberikan e-guidelines, dan mengatur jadwal alert. hal ini diperlukan untuk mempercepat kinerja kerja staff dismen ketika melakukan konsultasi terhadap peserta dismen. sebelum diterapkan solusi it solution for… (bens pardamean; dkk) 333 disease management, staff dismen menghabiskan waktu dengan melakukan tanya jawab terhadap karyawan mengenai data mereka. pasien akan diingatkan dengan adanya alert yang berupa email untuk memasukkan hasil pengukuran terbaru mereka. dan mereka tidak perlu menunggu selama sebulan untuk mengetahui hasil pengukuran mereka di klinik. sehingga mereka juga semakin perduli dengan kesehatan mereka, karena mereka akan memasukkan hasil pengukuran mereka secara rutin. pasien dan petugas dismen juga dapat melihat catatan pengukuran yang terdahulu pada halaman web dismen pt. pmi. studi ini tidak membahas hasil evaluasi disease management yang telah dilakukan pada pt. pmi. tetapi hanya merancang solusi teknologi informasi pada disease management berbasis web yang disesuaikan dengan kebutuhan pt. pmi. studi ini difokuskan pada tiga penyakit yaitu diabetes, hipertensi, dan tbc. studi ini tidak membahas mengenai indikator penyakit lainnya seperti yang terjadi pada penyakit komplikasi. studi ini juga tidak membahas pemberian alert pada program dismen yang lain seperti olahraga dan loket rendah garam. alert yang diberikan bertujuan untuk mengingatkan pasien tentang kondisi terkininya. studi ini bisa dikembangkan lagi dengan menambahkan penyakit lain untuk diikutsertakan dalam sistem disease management. atau bisa dapat menambahkan alert untuk mengikuti kegiatan olahraga. sebaiknya pasien dilengkapi dengan alat pembaca kadar gula darah atau tekanan darah otomatis sehingga pasien tidak perlu menginput data mereka sendiri. pada studi sejenis ada yang telah merancang sistem yang dapat membaca hasil pengukuran pasien dan mengirimkannya ke layanan kesehatan. studi ini juga bisa dilakukan sebagai bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana dismen pt. pmi dapat menekan biaya pengobatan karyawannya. daftar pustaka beauliau, n. d., cutler, d. m., ho, k. e., horrigan, d., & isham, g. (2003). the business case for diabetes disease management at two managed care organizations: a case study of healthpartners and independent health association. retrieved from http://www.commonwealthfund.org beich, j., scanlon, d. p., ulbrecht, j., ford, e. w., & ibrahim, i. a. (2006). the role of disease management in pay – for – performance programs for improving the care of chronically ill patients. med care res. 63(96s). doi: 10. 1177 / 1077558705283641. bodenheimer, t., wagner, e. h., grumbach, k. (2002). improving primary care for patients with chronic illness. jama. 288(14), 1775 – 1779. bowles, k., holland, d., & horowitz, d. (2009). a comparison of in-person home care, home care with telephone contact and home care with telemonitoring for disease management. journal of telemedice & telecare, 15(7), 344–350. doi:10.1258/jtt.2009.090118. bowles, k., pham, j., & o’connor, m. (2010). information deficits in home care: a barrier to evidence-based disease management. home health care management & practice, 22(4), 278-285. doi:10.1177/1084822309353145. centers for disease control and prevention. (2010). tuberculosis. retrieved from http://www.cdc.gov/tb 334 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 321-334 dickson, k. w., et. al. (2004). alert-driven e-service management. proceedings of the 37 th hawaii international conference on system sciences. east, j., krishnamurthy,. p., freed, b., nosovitski, g. (2003). impact of a diabetes electronic management system on patient care in a community clinic. american journal of medical quality, 18(4), 150-154. frei, a., chmiel, c., schläpfer, h., birnbaum, b., held, u., steurer, j., & rosemann, t. (2010). the chronic care for diabetes study (carat): a cluster randomized controlled trial. cardiovascular diabetology. 9(23), 1-11. langford, sawyer, gioimo, brownson, & o’toole. (2007). patient-centered goal setting as a tool to improve diabetes self-management. the diabetes educator. 33(6). doi:10.1177/0145721707304475. metzger, j. (2004). using computerized registries in chronic disease care. first consulting group. prepared for the california healthcare foundation. diunduh dari: http://www.chcf.org/topics/view.cfm?itemid=21718&dir=chronicdisease nutting, p. a., dickinson, w. p., dickinson, l. m., nelson, c. c., king, d. k., crabtree, b. f., & glasgow, r.e. (2007). use of chronic care model elements is associated with higherquality care for diabetes. annals of family medicine, 5(1), 14-20. strickland, p. a. o., hudson, s. v., piasecki, a., hahn, k., cohen, d., orzano, a. j., parchman, m. l., & crabtree, b. f. (2010). features of the chronic care model associated with behavioral counseling and diabetes care in community primary care. j am board fam med. 23(3), 295– 305. doi:10.3122/jabfm.2010.03.090141. us national library of medicine [nlm]. (2010). hypertension. retrieved from http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000468.htm wagner, e. h., davis, c., schaefer, j., von korff, m., & austin, b. (1999). a survey of leading chronic disease management programs: are they consistent with the literature ? manag care q. 7(3), 56–66. zai, a. h., grant, r.w., estey, g., lester, w. t., andrews, c. t., yee, r., mort, e., & chueh, h. c. (2008). lessons from implementing a combined workflow – informatics system for diabetes management. journal of the american medical informatics association. 15(4), 524-533. doi:10.1197/jamia.m2598. microsoft word 15_si_jsudirwan.doc perancangan sistem … (andrew verrayo limas; dkk) 671  perancangan sistem penjadwalan mesin hybrid flow shop dengan algoritma levyflight discrete firefly andrew verrayo limas; j. sudirwan; siti nur fadlilah information systems department, school of information systems, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 xdr3w@ymail.com; jsudirwan@yahoo.com; nurfadlilah@binus.ac.id abstract the main issues that have been encountered in pt surya toto indonesia is companies do not know how to measure the performance of the production process so as the utilization of resources that will be used isn’t yet to be known with efficiently. the purpose of this case studies is creating a better production processes by proposing a better and systematic scheduling information system. an object oriented analysis and design method is used to determine system’s requirements and design of the system architecture. metaheuristic methods such as discrete algorithms levy-flight firefly is used to improve the performance of the hybrid flow shop machine scheduling become more better. indicators that are used to determine the performance of the scheduling is makespan and lateness. results from this algorithm is makespan value of 305.27 hours with lateness value of 10.92 which determine that there is no delays in scheduling. scheduling information system was designed three primary capabilities, which are integrated data management, inventory management and a systematic and accurate scheduling system. keywords: hybrid flow shop, machine scheduling, object oriented analysis and design, levy-flight discrete firefly algorithm, makespan, lateness abstrak permasalahan utama yang telah dihadapi di pt surya toto indonesia adalah perusahaan belum mengetahui bagaimana mengukur performa dari proses produksi sehingga pengendalian sumber daya yang akan digunakan belum dapat diketahui dengan efisien. tujuan studi kasus adalah membuat proses produksi menjadi lebih baik dengan mengusulkan sebuah sistem informasi penjadwalan yang lebih baik dan sistematis. metode object oriented analysis and design digunakan untuk menentukan kebutuhan sistem dan perancangan arsitektur sistem. metode metaheuristik berupa algoritma levy-flight discrete firefly digunakan untuk meningkatkan performa penjadwalan mesin hybrid flow shop menjadi lebih baik. indikator yang digunakan untuk menentukan performa penjadwalan adalah makespan dan lateness. hasil dari algoritma ini adalah nilai makespan sebesar 305,27 jam dengan nilai lateness 10,92 hari yang menandakan penjadwalan tidak mengalami keterlambatan. sistem informasi penjadwalan dirancang dengan tiga kemampuan utama, yaitu manajemen data yang terintegrasi, manajemen inventori dan penjadwalan yang sistematis dan akurat. kata kunci: penjadwalan mesin, hybrid flow shop, object oriented analysis and design, algoritma levy-flight discrete firefly, makespan, lateness 672 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 671-684  pendahuluan sistem manufaktur modern mengutamakan efisiensi dan efektivitas di lantai produksi dan salah satu aspek yang mampu meningkatkan hal ini adalah peningkatan pada kinerja output produksi (kaban, othman, & rohmah 2012), oleh karena itu, pengaturan pada penjadwalan setiap mesin harus dilakukan secara efisien dan efektif (liao, et al, 2013). penjadwalan yang dimaksud adalah proses menyusun urutan dari proses produksi harus menjadi lebih baik dengan tujuan agar sumber daya yang digunakan menjadi lebih sedikit dibanding sebelumnya (righi, 2012). pt surya toto indonesia, tbk atau pt sti merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur barang dengan jenis sanitary wares, kitchen set dan plumbing fitting. dalam perkembangannya di bidang manufaktur, perusahaan ini mengawali produksinya sejak 11 juli 1977 dan telah menerima beberapa sertifikasi internasional baik dari jepang atau negara lain. hingga saat ini, pt sti telah memiliki tiga lokasi yang tersebar di beberapa wilayah jabodetabek. studi kasus ini berfokus pada pabrik kedua yang berada di serpong dengan luas 58.256 m2 yang memproduksi badan (body) dari setiap barang. permasalahan utama pada pabrik kedua ini adalah perusahaan belum mengetahui bagaimana cara mengukur performa dari proses produksi sehingga penggunaan sumber daya yang digunakan belum dapat diketahui dengan pasti. salah satu solusi yang ingin dikaji dalam studi kasus ini adalah bagaimana mengendalikan penggunaan sumber daya ini dengan mengusulkan sebuah sistem penjadwalan yang lebih baik dan sistematis menggunakan metode-metode yang diusulkan dengan tujuan agar proses produksi menjadi lebih baik dan didukung oleh sistem informasinya. model penjadwalan yang diusulkan pada pt sti adalah model penjadwalan hybird flow-shop (hfs) yang merupakan pengembangan dari model penjadwalan flow-shop. dalam model ini, semua pekerjaan secara garis besar harus melewati semua urutan mesin. namun di setiap urutan, dibagi lagi menjadi beberapa mesin yang bekerja secara paralel (şerifoğlu & ulusoy, 2004). penjadwalan pada dasarnya memiliki beberapa indikator atau fungsi objektif dan salah satunya yang dapat mencerminkan optimalisasi sumber daya adalah minimalisasi waktu total pengerjaan proses produksi atau makespan (marichelvam, prabaharan, & yang, 2012). pada kurun tiga tahun terakhir saja, makespan telah digunakan sebanyak 60% peneliti di seluruh dunia (ruiz, antonio, & vázquezrodríguez, 2009). digunakan juga indikator maksimal keterlambatan (lateness) sebagai indikator kedua untuk menggambarkan performa penjadwalan yang lebih baik. dalam mencari solusi terbaik dengan fungsi objektif makespan, digunakan metode metaheuristik berupa algoritma lévy-flight discrete firefly (ldfa) yang merupakan algoritma natureinspired terbaik untuk memecahkan masalah optimalisasi (sayadi, ramezanian, & ghaffari-nasab, 2010). sesuai dengan latar belakang permasalahan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) apakah algoritma levy-flight discrete firefly dapat dan cocok diaplikasikan pada sistem penjadwalan? (2) bagaimana rancangan suatu sistem penjadwalan yang mampu mengendalikan penggunaan sumber daya, dengan algoritma levy-flight discrete firefly? (3) apakah keuntungan yang dimiliki oleh sistem penjadwalan jika diterapkan pada proses bisnis perusahaan? metode untuk melaksanakan penelitian ini, sebelumnya dikaji konsep dan model-model yang relevan dengan masalah penelitian dan kosep dasar serta model yang digunakan untuk menjawab dan memecahkan masalah. konsep dan model dasar yang dianggap penting dalam yaitu yang berhubungan dengan model-model dalam penjadwalan dan praktikal model atau prosedur dalam pembangunan sistem informasi yang mengaplikasikan model-model matematis dalam penjadwalan. perancangan sistem … (andrew verrayo limas; dkk) 673  hybrid flow-shop merupakan ekstensi dari model penjadwalan general flow-shop dan permasalahan penjadwalan paralel di mana semua pekerjaan akan melewati tahap produksi yang sama dengan beberapa mesin di setiap tahap (righi, 2012). pada model penjadwalan hfs ini, setiap tahap produksi memiliki satu mesin atau lebih yang bekerja secara paralel (marichelvam, prabaharan, & yang, 2012). fungsi objektif ini telah digunakan sebanyak 60% pada akhir-akhir ini (ruiz, antonio, & vázquezrodríguez, 2009). rumus dari makespan tersebut adalah sebagai berikut: dimana: cmax = nilai makespan cj = waktu total pekerjaan j, dimana j = 1,2,3,…, n lévy-flight discrete firefly merupakan metode meta-heuristik berupa algoritma yang digunakan untuk memecahkan masalah optimalisasi. algoritma ini terinspirasi oleh metode pergerakan suatu kunang-kunang dalam mencari pasangan (yang, 2010). cara ini kemudian dirumuskan dalam tiga prinsip dasar agar dapat digunakan untuk pemecahan masalah optimalisasi, yaitu: (1) semua kunang-kunang adalah unisex sehingga semua kunang-kunang dapat tertarik satu sama lain. (2) daya tarik kunang-kunang proporsional dengan terang dari kunang-kunang, di mana nilai dari daya tarik berbanding terbalik dengan nilai jarak. kunang-kunang akan tertarik pada kunang-kunang yang lebih terang. (3) intensitas cahaya dari kunang-kunang merupakan nilai fungsi objektif dari suatu permasalahan. perancangan algoritma ldfa ini menggunakan pseudo-code sebagai berikut (yang, 2010): tabel 1 pseudo-code ldfa begin objective function f(x), x = (x1,...,xn)t generate initial population of fireflies xi (i = 1, 2, ..., n) light intensity ii at xi is determined by f(xi) define light absorption coefficient γ while (t ii) move firefly i towards j in d-dimension via l ́evy flights end if attractiveness varies with distance r via exp[−γr] evaluate new solutions and update light intensity end for j end for i rank the fireflies and find the current best end while postprocess results and visualization end 674 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 671-684  tiga prinsip tersebut dijelaskan pada tiga konsep utama yang digunakan dalam menjalankan algoritma ini, yaitu (yang, 2010): intensitas cahaya intensitas cahaya pada kunang-kunang merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah kunang-kunang tersebut bergerak ke kunang-kunang berikutnya atau tidak. pada fungsi minimalisasi makespan pada penjadwalan ini, nilai dari intensitas cahaya kunang-kunang menggunakan rumus sebagai berikut: di mana: ii = intensitas cahaya pada kunang-kunang i, dimana i = 1,2,3,....,n f(x) = fungsi objektif jarak setiap jarak ini akan direpresentasikan dalam bentuk tabel cartesian. jarak dari kunangkunang i dan j dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut: di mana: rij = jarak antara kunang-kunang i dan j xi,k = nilai dimensi k pada kunang-kunang i xi,k = nilai dimensi k pada kunang-kunang j pergerakan pergerakan dilakukan dengan prinsip dimana kunang-kunang yang lebih redup akan bergerak ke kunang-kunang yang lebih terang. berbeda dengan algoritma kunang-kunang pada dasarnya, ldfa menggunakan distribusi untuk mengatur laju pergerakan. rumus dari pergerakan tersebut adalah sebagai berikut: di mana: x’i xi = posisi kunang-kunang i yang baru = posisi kunang-kunang i = daya tarik pada posisi 0 = koefisien penyerapan cahaya, 0.01< < 100 = koefisien bilangan acak, 0 < < 1 t = jumlah iterasi, 1 < t < ∞ = konstanta lambda , 1< < 3 rij = jarak antara kunang-kunang i dan j object oriented analysis & design metode analisis dan pengembangan berbasis objek atau ooad merupakan salah satu proses pengembangan sistem informasi yang merupakan kumpulan dari beberapa model unified modeling language (uml) serta berorientasi pada objek dan digunakan untuk menghubungkan antara kebutuhan sistem dari para pengguna dengan para perancang sistem (satzinger, jackson, & burd, 2008). dalam mengembangkan konsep ooad ini, berikut beberapa tools yang akan digunakan dalam menganalisis dan merancang sistem informasi (satzinger, jackson, & burd, 2008): perancangan sistem … (andrew verrayo limas; dkk) 675  tabel 2 tools ooad requirement analysis design system • activity diagram • event table • use case diagram • use case description • domain class diagram • activity-data matrix • state transition diagram • system sequence diagram • storyboarding • first-cut class diagram • deployment environment • software architecture • completed three-layer sequence diagram • updated design class diagram • package diagram • interface design standards prosedur penelitian untuk melaksanakan studi kasus ini, berikut adalah diagram alir yang digunakan: gambar 1 metode penelitian aktivitas pertama berhubungan dengan mengumpulkan beberapa data seperti topik permasalahan yang akan dibahas dan masalah optmialisasi proses penjadwalan produksi akan dijadikan sebagai permasalahan utama. setelah pengumpulan data awal dilakukan, salah satu masalah yang dihadapi pada perusahaan adalah bagaimana mengetahui penggunaan sumber daya melalui pengaturan pada proses penjadwalan menjadi lebih baik. masalah ini akan dijadikan sebagai masalah utama dan beberapa rumusan permasalahan akan ditentukan. aktivitas berikutnya adalah mengenali lingkungan operasional perusahaan, mencari literatur mengenai penggunaan algoritma lévy-flight discrete firefly (ldfa) dalam memecahkan masalah penjadwalan serta beberapa buku yang memberikan referensi mengenai bagaimana merancang sistem penjadwalan yang fokus pada peningkatan proses bisnis perusahaan. pengumpulan data dilaksanakan pada bulan januari sampai dengan bulan februari 2013. dua kategori pengumpulan data secara mendasar, yaitu pengumpulan data pada sejarah dan proses bisnis perusahaan. kedua adalah pengumpulan data produksi yang merupakan data sekunder seperti waktu standar dari setiap mesin dan data produksi pada setiap barang. pengolahan data dilakukan dengan menggunakan algoritma ldfa untuk mengoptimalkan penjadwalan produksi. hasil akhir dari pengolahan data adalah urutan penjadwalan proses produksi dengan waktu total pengerjaan proses produksi (makespan) yang lebih baik. analisis pertama 676 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 671-684  dilakukan pada hasil dari algoritma ldfa dalam mengatur urutan penjadwalan proses produksi. indikator analisisnya berupa maksimum keterlambatan (lateness) yang diperoleh dari hasil makespan melalui total iterasi yang telah dilakukan. analisis terakhir dilakukan pada kebutuhan dari sistem informasi penjadwalan yang dirangkum dalam requirement analysis dan design system sistem informasi. sistem yang akan dirancang berupa sistem yang dapat mendukung pemecahan masalah utama dalam proses penjadwalan perusahaan. sistem ini menggunakan konsep sistem informasi yang telah dikumpulkan pada studi literatur sebelumnya. beberapa fungsi usulan yang akan ada pada sistem ini dirancang melalui metode object oriented analysis and design (ooad) sehingga mampu menghasilkan kemampuan-kemampuan sistem yang akan mendukung proses bisnis. rancangan dimulai dari rancangan arsitektur hingga rancangan rinci berupa spesifikasi dari komponen sistem yang digunakan untuk membangaun atau konstruksi dari piranti lunak sistem, dan secara individu akan diuji coba sebelum ujicoba sistem secara keseluruhan. pengujian sistem akan dilakukan pada akhir konstruksi dan beberapa tolak ukur utamanya seperti keakuratan dari proses dalam sistem, kecepatan proses pengolahan data, dan penggunaan antarmuka yang sesuai. dari hasil uji coba diperoleh jawaban dari semua pertanyaan dalam penelitian. dari keseluruhan proses atau aktivitas, dengan semua hasil diperoleh dan selesai maka laporan penelitian atau studi dalam berbagai bentuk untuk publikasi penelitian. hasil dan pembahasan aturan spv dalam mengimplementasikan algoritma ldfa dalam masalah penjadwalan proses produksi, digunakan algoritma kunang-kunang berbentuk diskrit. bentuk diskrit dari algoritma ini diperoleh melalui implementasi aturan smallest position value (spv) pada representasi urutan permutasi sebagai bentuk dari solusi penjadwalan. aturan spv dengan contoh tujuh urutan proses produksi ini dapat diilustrasikan pada tabel berikut: tabel 3 solusi representasi untuk sebuah kunang-kunang dimensi (j) 1 2 3 4 5 6 7 nilai posisi (xij) 0,911 0,738 0,224 0,592 0,03 0,633 0,862 urutan permutasi 5 3 4 6 2 7 1 dari tabel 3, setiap dimensi menandakan satu urutan proses produksi. nilai xij terkecil pertama berada pada dimensi j = 5 sehingga urutan permutasi pertama adalah 5 (lima), dan berikut seterusnya. proses spv ini akan dilakukan sebanyak jumlah dimensi sehingga terbentuk satu kunang-kunang yang merepresentasikan satu kandidat solusi. jika diartikan dalam urutan penjadwalan, maka urutan produksi akan dimulai dari komponen kelima, ketiga dan seterusnya hingga komponen kesatu . pergerakan kunang-kunang pergerakan pada kunang-kunang dilakukan jika intensitas antara satu kunang-kunang lebih besar dibanding kunang-kunang yang berada paling dekat. pergerakan ini menggunakan rumus dari algoritma ldfa yang akan dilakukan pada setiap dimensi dalam nilai posisi kunang-kunang (xij). sebagai ilustrasi, berikut contoh perhitungan dari pergerakan kunang-kunang: perancangan sistem … (andrew verrayo limas; dkk) 677  tabel 4 perhitungan pergerakan dua kunang-kunang kunang-kunang (xi) dimensi (j) x1 0,203 0,573 0,032 0,134 0,887 x2 0,293 0,116 0,613 0,673 0,934 x1’ 0,585 0,955 0,414 0,516 1,269 skenario pada tabel 4 adalah kunang-kunang kedua memiliki intensitas cahaya lebih terang sehingga kunang-kunang pertama yang bergerak ke kunang-kunang kedua. contoh perhitungan pada x1’ pada dimensi j = 1 adalah sebagai berikut (contoh nilai rand = 0,734):       perhitungan ini akan dilanjutkan sampai dengan dimensi ke-n dan hasil , j = 1,2,3,...,k; k = jumlah dimensi, akan digunakan sebagai nilai dari posisi baru bagi kunang-kunang pertama. berikutnya akan digunakan aturan spv untuk mengubah setiap dimensi dalam nilai posisi kunangkunang (xij) menjadi bentuk urutan permutasi sehingga terbentuk kandidat solusi yang baru. implementasi algoritma ldfa implementasi algoritma ldfa ini terdiri dari dua proses utama, yaitu penentuan parameter yang digunakan dan tampilan antarmuka sebagai gambaran dari hasil algoritma untuk proses penjadwalan dengan data yang tersedia. parameter yang digunakan pada algoritma ldfa ini adalah (marichelvam, prabaharan, & yang, 2012): tabel 5 pengaturan parameter algoritma ldfa simbol keterangan nilai simbol keterangan nilai n jumlah populasi 20 βo konstanta ketertarikan 0,5 t jumlah iterasi 15 γ konstanta gamma 0,75 α konstanta alpha 0,5 λ konstanta lévy 1,5 semua perhitungan ini dijalankan pada komputer dengan spesifikasi intel core i7 3,4 ghz cpu dengan 8 gb ddr3 ram dan dirancang dengan menggunakan bahasa pemrograman java 1,7 dengan netbeans versi 7,3. adapun beberapa asumsi yang digunakan pada implementasi algoritma dalam mengatur penjadwalan ini, yaitu sebagai berikut: (1) semua waktu mulai pengerjaan (release date) komponen dilakukan pada awal bulan dan tenggat waktu (due date) untuk setiap komponen adalah sama, yaitu akhir bulan dari pengerjaan proses produksi. (2) satu tahap produksi dapat berisi satu mesin atau lebih yang memiliki karakteristik dan proses yang sama. (3) untuk setiap tahap produksi, dua komponen tidak bisa diproses dalam waktu yang bersamaan. (4) waktu pengaturan mesin sudah termasuk pada waktu standar dari proses pengerjaan setiap komponen. (5) waktu standar setiap komponen dalam setiap proses telah diketahui dan tetap untuk setiap penjadwalan. (6) waktu pemindahan barang untuk setiap tahap produksi diabaikan. (7) data produksi yang digunakan adalah data hasil peramalan dan jumlah dari komponen disesuaikan berdasarkan kasus. 678 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 671-684  gambar 2 user interface penjadwalan produksi gambar 2 memperlihatkan makespan dengan nilai sebesar 305,27 jam atau 19,08 hari. nilai hari ini ditentukan dengan membagi jumlah jam dengan jumlah jam kerja total dari standar waktu kerja di pt sti, yaitu 16 jam tanpa adanya lembur. karena makespan yang diperoleh merupakan hasil dari waktu total pengerjaan proses produksi yang dilihat dari setiap komponen, maka dengan menggunakan rumus (2.16), dapat dihitung nilai keterlambatannya (lateness): lmax = (19,08 – 30) lmax = -10,92 analisis sistem informasi analisis pada perancangan sistem informasi proses penjadwalan dimulai dengan menentukan kebutuhan dari sistem. kebutuhan ini berupa komponen-komponen dalam sistem yang akan dianalisa menggunakan model uml. komponen-komponen ini seperti fungsi, detail dari setiap fungsi, aktor dalam sistem dan arsitektur data. tahap-tahap analisis dilakukan dengan menentukan fungsi dalam sistem. kemudian dilakukan analisis terhadap data input dan ouput dari setiap fungsi. analisis berikutnya adalah menentukan siapa yang akan bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi ini. berikutnya adalah menentukan arsistektur data dari kriteria input dan output dari setiap fungsi. analisis yang penting berasal dari dua diagram di bawah ini: perancangan sistem … (andrew verrayo limas; dkk) 679  gambar 3 diagram aktivitas dan diagram use case tujuan diagram aktivitas adalah untuk memberikan gambaran keseluruhan terhadap proses bisnis di dalam perusahaan. analisis dilakukan dengan mengobservasi beberapa aktivitas utama dalam proses bisnis perusahaan khususnya proses penjadwalan. tujuan dari diagram use case adalah untuk memetakan fungsi yang berasal dari tabel dan diagram aktivitas menjadi terstruktur sehingga sistem mengetahui secara pasti siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan fungsi tersebut. diagram berikutnya pada gambar 4 digunakan untuk menjelaskan struktur data dan asosiasi antar data yang akan digunakan untuk perancangan arsitektur sistem sesuai dengan tabel aktivitas yang telah dijelaskan. diagram ini penting untuk perancangan sistem karena setiap data memiliki atribut yang merupakan informasi untuk sistem. 680 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 671-684  gambar 4 diagram domain class desain sistem informasi desain dimulai dengan mengembangkan navigasi data dari setiap arsitektur dalam sistem. setelah itu, ditentukan standar dari spesifikasi teknologi informasi dan arsitekur jaringan dari sistem. kemudian, dilakukan perancangan pada urutan proses dari setiap fungsi sistem serta aristektur data yang telah dilengkapi dengan operasi-operasi untuk setiap objeknya. terakhir adalah menggambarkan hubungan dari setiap subsistem. hasil dari perancangan desain ini berupa sistem yang memiliki fungsi-fungsi yang telah ditentukan pada analisis kebutuhan sistem. arsitektur dari sistem informasi menggunakan jenis arsitektur client dan server. server akan digunakan untuk menyimpan database utama. sedangkan untuk setiap client-nya, digunakan data mart sebagai penyimpanan sementara. berikut adalah gambar dari struktur hubungan antara server dengan client: gambar 5 arsitektur perangkat lunak perancangan sistem … (andrew verrayo limas; dkk) 681  hasil akhir dari perancangan sistem ini adalah diagram subsystem package. tujuan dari diagram ini adalah menggambarkan hubungan keseluruhan dari semua lapisan atau layer di dalam sistem. secara singkat, layer ini dibagi menjadi tiga, yaitu view, domain dan data access layer. berikut adalah struktur diagram yang telah dibagi menjadi empat subsistem: formpelanggan formbarang formbody formpemesanan formproduksi formbahanbaku formperencanaan formpemeriksaan formpenerimaan formmesin formperhitunganwaktu formperhitunganjadwal formpenyelesaianbarang pelangganhandler pemesananhandler baranghandler bodyhandler produksihandler bahanbakuhandler mrphandler pemeriksaanhandler penerimaanhandler mesinhandler perhitunganwaktuhandler perhitunganjadwalhandler penyelesaianbaranghandler pelangganda pemesananda barangda bodyda barang_pesananda bahan_bakuda mrpda detail_bomda mesinda jobda jadwal_produksida jadwal_castingda bomhandler bomda formbom jadwal_machiningdajadwal_markingda jadwal_polishingda pelanggan pemesanan barang body barang_pesanan bahan_baku mrp detail_bom mesin job jadwal_produksijadwal_casting bom jadwal_machining jadwal_markingjadwal_polishing subsystem pengaturan data view layer domain layer data access layer subsystem proses penjadwalan subsystem pemesanan view layer domain layer data access layer view layer domain layer data access layer subsystem inventory view layer domain layer data access layer gambar 6 diagram sub-system package pengujian sistem informasi setelah dilakukan perancangan pada aristektur dan konstruksi pada sistem, maka dilakukan pengujian pada sistem informasi proses penjadwalan dengan menggunakan urutan dari proses bisnis dan data dari perusahaan. hasil dari pengujian sistem tersebut berupa hal-hal yang dapat dicapai dengan adanya sistem dalam mendukung proses bisnis dalam perusahaan. 682 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 671-684  hal-hal tersebut dapat dijelaskan pada poin-poin di bawah ini: (1) manajemen data yang terintegrasi – perubahan yang dilakukan pada data master akan mengubah data-data yang digunakan pada subsistem lainnya. keseluruhan data ini kemudian disimpan pada database access dan sesuai dengan arsitektur software, digunakan data mart untuk menyimpan data yang akan disinkronisasi untuk memastikan agar data tetap terintegrasi. (2) manajemen inventory – dengan subsistem inventory yang dirancang dalam sistem ini, perusahaan dapat mengetahui informasi bahan baku berupa penggunaan stok bahan baku pada tanggal tertentu. dengan ini, perusahaan dapat mengatur lebih lanjut stok bahan baku yang digunakan pada bulan berikutnya. (3) penjadwalan yang sistematis dan akurat – dalam subsistem proses penjadwalan, kegiatan penjadwalan dilakukan secara sistematis. kegiatan ini dimulai dari menentukan jumlah produksi yang dibutuhkan untuk setiap komponen dari barang yang akan diproduksi kemudian menentukan waktu total dari setiap proses pengerjaan barang. selanjutnya, melakukan penjadwalan dengan metode metaheuristik yang diusulkan. agar penjadwalan yang dilakukan akurat, digunakan indikator yaitu waktu total pengerjaan (makespan) dan maksimal keterlambatan (lateness). terakhir adalah menampilkan waktu penyelesaian dari setiap kategori mesin agar bagian produksi dapat memantau hal ini pada kegiatan produksi. simpulan digunakan algoritma levy flight discrete firefly (ldfa) yang berfungsi untuk mencari solusi berupa urutan produksi dengan tujuan agar penjadwalan yang direncanakan dapat mengendalikan sumber daya. pengendalian ini dilakukan dengan mengatur makespan sehingga didapat nilai terbaik sebesar 19 hari. dengan pengendalian ini, perusahaan memiliki keuntungan manajemen yang dapat digunakan untuk mengendalikan sumber daya lainnya, contohnya seperti tenaga kerja, penggunaan mesin dan sebagainya. tujuannya adalah untuk memberikan opsi-opsi teknis yang memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih baik. guna menciptakan proses penjadwalan yang sistematis dan akurat, maka ada dua tahapan yang harus dilakukan. pertama, menggunakan sistem informasi yang telah dirancang sehingga proses penjadwalan dapat dilakukan secara bertahap. tahapan ini dimulai dari penentuan jumlah total produksi hingga penentuan urutan berupa jadwal produksi barang. dengan adanya proses yang sistematis ini, beberapa keuntungan yang dapat diperoleh seperti penghematan dari tenaga kerja itu sendiri dan pastinya waktu yang digunakan untuk merencanakan dan melakukan validasi dari model yang direncanakan secara manual pastinya akan berkurang. kedua, diberikan sebuah proses penjadwalan yang akurat, di mana ada dua indikator, yaitu makespan dan nilai keterlambatan atau lateness. dengan dua indikator ini, pihak perusahaan mampu mengetahui bagaimana performa dari penjadwalan. dengan pengetahuan ini, maka tindakan monitoring pada proses produksi dapat dijelaskan secara fakta sesuai dengan informasi dari sistem penjadwalan ini. melalui pengujian sistem informasi yang dilakukan, diperoleh beberapa keuntungan yaitu perusahaan dapat melakukan pengaturan data yang terintegrasi satu sama lain. hal ini dicapai melalui adanya penggunaan teknologi database management system dan sistem jaringan arsitektur client dan server. dengan integritas ini, maka pihak perusahaan mampu melihat pergerakan dari data di dalam sistem. manajemen sederhana pada inventory dapat dilakukan seperti mengetahui informasi-informasi terkait bahan baku. salah satu poin penting dari manajemen ini adalah memberikan sebuah pedoman bagi proses pengaturan inventori dari sisi teoritis kepada perusahaan. terakhir adalah sistem memungkinkan perusahaan untuk melakukan penjadwalan yang sistematis melalui sistem penjadwalan yang terstruktur dan mengetahui informasi terkait penjadwalan berupa performa dari penjadwalan itu sendiri dengan indikator yang jelas. dengan adanya keunggulan-keunggulan ini, maka perusahaan memiliki kekuatan dalam melakukan pengaturan pada bagian perencanaan produksi, khususnya di bidang penjadwalan. perancangan sistem … (andrew verrayo limas; dkk) 683  pengembangan lebih lanjut pada sistem penjadwalan dapat dilakukan pada tiga hal. pertama adalah dengan mengembangkan sistem inventori menjadi lebih bagus dengan menggabungkan proses perencanan produksi. kedua dengan mengimplementasikan subsistem penjadwalan dari perakitan setiap komponen menjadi barang jadi (finished goods). ketiga, mengembangkan subsistem pemeliharaan mesin sehingga proses penjadwalan produksi tidak perlu memikirkan apabila satu atau dua mesin menjadi rusak. keuntungan dari melakukan saran ini adalah untuk menciptakan suatu sistem yang lebih komprehensif dan menyeluruh bagi perusahaan dalam menciptakan proses bisnis yang lebih handal dan cepat tanggap. jika saran ini dapat diterapkan oleh perusahaan pada masa depan, maka perusahaan mampu mengurangi resiko dalam hal integritas proses, yang di mana pada masa depan, volume produksi dapat saja meningkat. di sisi lain, dengan pengembanganpengembangan sistem ini, perusahaan mampu mengurangi resiko adanya human error dalam perencanaan yang biasanya dilakukan oleh beberapa orang. pengembangan algoritma dapat dilakukan dengan menggabungkan metode meta-heuristik ini dengan metode heuristik sebagai inisialisasi awal untuk populasi dari algoritma ldfa untuk meningkatkan efisiensi waktu dari pencarian solusi dengan algoritma ini. tidak ada resiko yang berarti bagi perusahaan jika tidak menerapkan saran ini, namun saran ini merupakan opsional karena hal ini tidak mengubah hasil solusi secara signifikan namun pada waktu pemrosesan algoritma yang dimana hal ini merupakan bukan hal yang penting. namun saran ini merupakan saran bagi para pembaca yang ingin melakukan penelitian atau studi kasus yang membutuhkan kecepatan dalam hal waktu. untuk mendukung lebih lanjut performa output dari setiap permasalahan yang dipecahkan oleh algoritma ldfa, diperlukan fungsi objektif yang terdiri dari dua jenis atau lebih. hal ini penting bagi keuntungan perusahaan terutama untuk meningkatkan kualitas dari solusi, namun beberapa hal yang harus dilakukan adalah melakukan analisis terhadap fungsi-fungsi objektif manakah yang menjadi poin-poin penting lainnya pada proses penjadwalan ini. resiko yang dapat terjadi apabila perusahaan tidak menerapkan saran ini adalah masalah-masalah penjadwalan yang kerap berubah dari waktu ke waktu dan hal ini membutuhkan penggunaan teori-teori yang memadai pula. contohnya, penggunaan teknik lot streaming dapat memberikan perusahaan sebuah pengetahuan dalam bentuk perhitungan persentase produktivitas terhadap bagaimana meningkatkan kinerja proses penjadwalan. daftar pustaka kaban a., k., othman, z., & rohmah d., z. (2012). comparison of dispatching rules in job-shop scheduling problem using simulation: a case study. international journal of simulation modelling, 11, 129-140. liao, c. jong et al. (2013). meta-heuristics for manufacturing scheduling and logistics problems. international journal of production economics, 1-3. marichelvam, m. k., prabaharan, t., & yang, x. s. (2012). a discrete firefly algorithm for the multi-objective hybrid flowshop scheduling problems. ieee transactions on evolutionary computation, 124. righi, r. d. (2012). production scheduling. sao leopoldo: intech. ruiz, r., antonio, j., & vázquez-rodríguez. (2009). the hybrid flow shop scheduling problem. nottingham: jubilee campus . satzinger, j. w., jackson, r. b., & burd, s. d. (2008). systems analysis and design in a changing world (5th ed.). boston: course technology, cengage learning. 684 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 671-684  sayadi, m. k., ramezanian, r., & ghaffari-nasab, n. (2010). a discrete firefly meta-heuristic with local search for makespan minimization in permutation flow shop scheduling problem. international journal of industrial engineering computations, 1-10. şerifoğlu, f. s., & ulusoy, g. (2004). multiprocessor task scheduling in multistage hybrid flow-shops: a genetic algorithm approach. journal of the operational research society, 55. yang, x. s. (2010). firefly algorithm, l ́evy flights and global optimization. research and development in intelligent systems xxvi , 209-218. yang, x. s. (2010). nature-inspired metaheuristic algorithms: second edition. united kingdom: luniver press. microsoft word 15_si_adhi nugroho_a study of factor affecting the software application-a2t.docx a study of factor affecting.… (adhi nugroho chandra; yohannes kurniawan)    309  a study of factor affecting the software application development in indonesian creative industry adhi nugroho chandra1; yohannes kurniawan2 1, 2 information systems department, school of information systems, binus university jl.kh.syahdan no.9 kemanggisan palmerah jakarta indonesia 1inux77@yahoo.com; 2ykurniawan@binus.edu abstract the creative industries promising opportunities, especially the interactive game business. creative industries is still undeveloped, but lately has been showing its contribution to the economic development of indonesia. implementation of the information and communication technology (ict) strategy is a new discourse that can provide great opportunities for the entrepreneurial. this study aims to reveal the level of implementation of ict strategies, the role of government influence on the development of business, industry conditions as well as the existing value chain in the interactive games industry. type of research conducted by descriptive research, qualitative analysis was based on the findings of desk research / literature, interview sources, and the researcher's own knowledge. level of subjectivity can be minimized with the help of quantitative analysis and the selection of competent resource persons in the field interviews. secondary data obtained from the creative economy planning books in 2025, which was published by the ministry of commerce of the republic of indonesia. based on the research results, it is concluded that the implementation of ict strategies by entrepreneurs in the interactive games industry is still less, and this is partly because in general the industry is still small-scale and micro enterprises, mash the industry is relatively new in the world of business, and entrepreneurs are still concentrating the creation, production, and distributio, commercialization are being developed. in general, interactive games industry is growing. in the future, need to research business model and business strategy, so it would complement the models developing strategy in the game interactive industry. keywords: entrepreneurs, creative industry, interactive games, ict strategy, value chain abstract industri kreatif menjanjikan banyak kesempatan, khususnya bisnis permainan interaktif. industri kreatif masih belum dikembangkan, tetapi belakangan sudah menunjukan kontribusinya pada perkembangan ekonomi indonesia. penerapaan strategi tik merupakan sebuah pendekatan baru yang dapat memberikan kesempatan yang sangat baik untuk pengusaha. penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tingkatan dari implementasi strategi tik, peran pemerintah dalam mempengaruhi perkembangan bisnis, kondisi industry sebagaimana sebagai keluaran dari rantai nilai industri permainan interaktif. jenis penelitian adalah penelitian deskriptif, analisis kualitatif didasarkan penemuan pada penelitian pustaka, wawancara, dan pengetahuan peneliti sendiri. tingat subjektifitas bias diminimalisasi dengan bantuan analisis kuantitatif dan pemilihan narasumber yang kompeten. data sekunder diambil dari buku perencanaan ekonomi kreatid 2025 yang diterbitkan oleh kementrian perdagangan |republik indonesia. berdasarkan hasil penelitian, implementasi strategi tik oleh pengusaha di inustri game interaktif masih sedikit, dan sebagian besar pengusaha masih dalam skala ukm, dan pengusaha masih berkonsentrasi di kreasi, produksi dan untuk distribusi dan komersialisasi masih dalam pengembangan. secara umum industry permainan interaktif bertumbuh. kedepannya, dibutuhkan penelitian menegnai model bisnis dan strategy bisnis, yang akan melengkapi model strategi pengembangan bisnis permainan interaktif. kata kunci: pengusaha, industri kreatif, permainan interaktif, strategi tik 310   comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 309-317  introduction technological developments, especially in the modern and globalization era, require resources, both individuals and organizations, to master and be able to compete. in addition, the crisis situation that occurred recently made a lot of workers who lost their jobs and the company can no longer continue its business activities. the presence of creative industries in indonesia provides a great opportunity for people who are struggling to get through the global financial crisis and for many people who are also promoting the entrepreneurship. so the situation is not accidental, but rather an opportunity and a challenge for all to be able to get into creative industries by becoming an entrepreneur. on the other side, information technology has become an integral part of modern society, especially those living in big cities. ranging from mobile phones to computers, internet is a tool to support the activities of life, even a lifestyle. an example is a social network in the virtual world, facebook, that becomes people’s favourite site ranging from middle-aged people, professionals, housewives, students, teenagers, even to toddlers who incidentally have not mastered the computer. another example is the blackberry smart phone, a unique phenomenon in indonesia. gadgets/smart phone have made other manufacturers overwhelmed, so they must produce a product that has features resemble or at least with facebook apps in it. this phenomenon is captured by some people as an opportunity since many people try online transactions on the internet for offering goods or services via the website, blogs, forums, social networking, and others. although they are not professionals, such efforts can teach them the entrepreneurial spirit. interactive games becomes people’s favorites since its emergence, the first interactive game is the name missile simulator game that is invented by thomas t. goldsmith jr. and estle ray mann on a cathode ray fund. during its development, the look and shape of the game is getting better through gaming technology curve. as the 70s is the golden arcade video games, it is marked by the emerging era of the first generation of games consoles, mainframe computers, home computers and the second generation game consoles emerged at the end of 70’s. in the 80s, as a stream of innovative, computer game has emerged at the same time as the beginning of the online game. in addition, it also appears handheld lcd games and third-generation game consoles. in 90s, it is marked by the emergence of mobile phone gaming, fourth generation consoles (1987-1999) (16-bit), fifth generation consoles (1993-2006, 32 and 64-bit). the 2000’s is marked by the emergence of mobile games, sixthgeneration consoles, prominent online games, increased casual pc games, as well as the seventhgeneration consoles (since 2004). so why now this game (interactive games) is loved by people (old and young)? the most common reason is since the games is entertaining. for some other reasons, it fills spare time and as an activity, it may have little value but the main reason is to educate people. game could be a picture of cultures, technological advances and even social criticism, for example is the emergence of a shoethrowing game to a president, after the embarrassing incident. there is an interesting phenomenon in recent years, the influence of game can make people stay awake or even stealing possessions to be able to play a game. however, there are game developers from national to international level that can gain money from the game. game development is very wide, not just merely entertainment factor, education, even to the economic factors. the new business models emerging from the game, now has developed into a lease, even for free. so how gaming companies earn money? game may be free, but additional features can only be obtained after removing the extra cost. new games can be played after paying a sum of money a study of factor affecting.… (adhi nugroho chandra; yohannes kurniawan)    311  to buy the vouchers as the right to play in the game. as a country that is quite keep up with technology, indonesia has the ability to take part in the gaming industry world. in indonesia, production games is a part of creative industry in interactive game business group. then how the latest developments of the homeland gaming industry? and how the characteristics of game makers in the homeland? is it limited to the level of a hobby or have people started to see it as an industry? the government believes that a creative industry is an industry that can survive in the crisis, be labor-intensive and be able to grow from small to medium scale. in indonesia creative economic development plan in 2025, the government, in this case the commerce department revealed numerous huge potential of the creative industries. the mission that has to be achieved in 2015 is empowering human resources indonesia national development as primary of capital and the vision of the creative economy indonesia 2025 is the quality of indonesian people life and creative looks in the eyes of the world will be achieved. this research was conducted in an attempt to answer several questions: (1) do ict strategies help entrepreneurs interactive game industry/game in business? (2) have the government helped the creation and development of the game technopreuner in indonesia? (3) is technopreuner has become a large-scale industrial entrepreneurship? this study aims to reveal the level of implementation of ict strategies by entrepreneurial interactive games and the length of the business life, study the role of government influence on the development of interactive gaming business and uncovering the interactive games industry conditions in indonesia. learning the value chain in the interactive games industry. the benefit of this research is to provide an overview of the managerial impact on the strategic use of it in the creative industries, provide an overview of the plan and the government's strategy to develop the business climate of creative industries in particular interactive game business and provide an overview of potential business models that can be developed from the interactive game business. literature review entrepreneurship can be grouped in various ways. winarto (2003) classify entrepreneurial activities into two, namely entrepreneurship for a business opportunity (entrepreneurial activity by opportunity) and entrepreneurial for no other alternative but to perform certain business activities. previously people thought that entrepreneurship is innate talent (entrepreneurship are born grout made) and it is only obtained from the practice. however, entrepreneurship is now a discipline that can be learned and taught. entrepreneurship is the result of a disciplined, systematic process of applying creativity and innovation to meeting the needs and opportunities in the market. in indonesia, a new study of entrepreneurship is limited to a particular school or college course. in line with the developments and challenges such as the economic crisis, understanding entrepreneurship both through formal education and training at all levels of society will develop entrepreneurship. style innovation consists of two-sided terms, namely, the technical world and business world. from the technical side, it is called the invention of technological change and however, when business is involved in the effort of the invention, it is called innovation. the real innovation comes to a company that exists inside and outside of the company. effective innovation is a simple, focused, accept what people say, specific, clear, starting small and design applications carefully. to be able to analyze business opportunities, entrepreneurs must know a few tools such as swot analysis, competitive profile matrix, and bcg matrix. there are three ways can be done to start a business or 312   comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 309-317  enter a business world and they are pioneering new business (starting), acquisition of a company (buying) and management collaboration (franchising). strength of small businesses have a number of advantages, of having the freedom to act, flexible and not easily shaken, while some drawbacks are in the form of structural weaknesses and focus. the main focus in developing this entrepreneurial is emphasized on the creation of added value to gain competitive advantage through the development of specific capabilities (entrepreneurship) to small enterprises that are not longer operate through monopoly market power strategy and government facilities. amid the global economic downturn and the threat of layoffs today, the minister of trade mari elka pangestu confirmed the development of the creative industries have been able to absorb the 4.9 million workers and contributed an average of 6.3 percent of gross domestic product in 2008. this data is based on studies of creative industry development plan that is being finalized commerce department. (sampoerna foundation, 2009). the creative economy businesses cannot grow by itself. it takes three stakeholders known as the triple helix; businessmen, intellectuals, and government in a holistic, concrete and sustainable networking. entrepreneurs in this case is a group that empower the creative economy businesses, the intellectuals who produce creative works of both traditional and modern-culture, as well as the government in this case to protect the stakeholders and the create policies to the business of creative economic development in indonesia. creative industry is a major pillar in developing the creative economy sector that provides a positive impact for the life of the nation. the government believes that creative industry is an industry that can survive in the crisis, labor-intensive, able to grow from small to medium scale. (kelompok kerja indonesia design power – departemen perdagangan, 2008) the definition is based on uk dcms task force 1998: "creative industries roommates as those industries have their origin in individual creativity, skill and talent, and roommates have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property and content". as one of the creative industries business groups, interactive games can be described as a creative activity related to the creation, production, and distribution of computer and video games that are fun, agility, and education. ward and peppard (2002) outlines at least three strategies that can be used, this strategies are also in line with porter's generic strategies, that is low-cost strategies (lowcost) prior to the organization that is identified as the lowest cost approach in business activities to minimize indirect costs and support management with a detailed report on all aspects of the cost. differentiation strategy is aimed at a broad market that involves the creation of a product or service that is unique throughout the industry. differentiation is a viable strategy for above average profits in a particular business because the resulting brand loyalty lowers the price-sensitive customers. increased costs can usually be charged to the buyer. buyer loyalty can also serve as a barrier to entry of new firms. differentiation strategy is more likely to produce higher returns than low cost strategy because differentiation creates a barrier to entry the better. niche/focus strategy allow the company’s strategy to concentrate on a few selected target markets. it is also called a niche strategy or segmentation strategy. it is hoped that by focusing marketing efforts on one or two narrow market segments and tailor marketing to specific markets, firms can better meet the needs of the target market. companies usually to gain competitive advantage through product innovation and may or brand marketing rather than efficiency. it is most suitable for relatively small firms but can be used by any company. the focus of the strategy should be directed to market segments that are less vulnerable to substitutes or where competition is weakest to earn above average return on investment. there are three ways to become a market leader, the operation excellence, customer intimacy, product leadership. a study of factor affecting.… (adhi nugroho chandra; yohannes kurniawan)    313  the boston matrix (bcg matrix business) is an example of a technique for ict strategy. (manktelow, 2010). there are four categories: (1) star, a strong market position in high-growth markets. (2) cashcow, strong market position in a low growth market. (3) wildcat, a low market share in high-growth markets. (4) dog, a weak position in the growing markets low/declining. porter five forces, which has more than 20 years and still relevant, namely: bargaining power of suppliers, bargaining power of buyers, treat of new entrants, threat of substitute products or services, rivalry among existing competitors. method this study discusses and examines the application of information systems strategy on value chain business group interactive game. discussion, in the interactive game business climate, should be positioned and treated as a part of government policy, in this case is the creator of interactive gaming/game. so, this study is to evaluate policies, especially evaluation of government policies on the creative industries are relatively new, and it is hoped will be able to reveal the clarity of the business climate relationships in the game development industry in the country. the research is conducted by descriptive research. descriptive research is a research that provides an overview or description of an existing state as clearly as possible without the treatment of the object under study. qualitative analysis was based on the findings of desk research/ literature, interview and the researcher's knowledge. level of subjectivity can be minimized with the help of quantitative analysis and the selection of competent resource persons in the field interviews. (moloeng, 2004). secondary data is obtained from the creative economy planning books in 2025, which was published by the ministry of commerce of the republic of indonesia. results and discussion number of creative workers is still low if it is compared to other sectors but the quality can still be improved. the amount of labor involved in the creative industries sector in 2006 based on studies in 2007 about mapping the creative industries trade department of the republic of indonesia was about 4.9 million workers. being creative talent gets interesting. openness of society in terms of media is a positive impact on the growth of space for expression and creativity. public notice in the source of arts entertainment profession as something attractive, not only economically but also views of public appreciation. entrepreneurship began to grow. besides creative labor, entrepreneurs also play very important role in the growth of the creative industries. slowly, entrepreneurship started to become an attractive profession option (especially for highly educated). although people still have the mindset preferences worked as private employees or civil servants. this situation posses for the entrepreneurial spirit to grow more fertile but implies hope for change in the public driving force for the growth of entrepreneurship. potential market in the domestic and overseas is still huge. domestic potential market has not been served optimal because of people's appreciation in art, culture, design is still lacking. geographic location of the market is still difficult to reach. reaching into overseas markets and understanding consumer behavior should be improved. foreign consumers have relatively high appreciation of the products/services that have local content and artistic merit. 314   i place a c i such as broadba support digital b (persona r between mobile p i service million u meeting internet distribut interactive g career. information the internat and wireless services or broadcast, e al computers, recent cond regions is phones and m internet pene providers a users or only between the as a mediu tion. game industr figure 1 av technology tional acces s access, m connections etc. (3) softw , laptops, mo ditions are i still relative more internet etration is st association ( y about 8.5% e creators an um for deliv figure 2 ry promises erage labor p can be class ss, domestic mobile acces such as: m ware (pperat odems, etc.). inequality of ely large, be t access prov till low that s (apjii) note % of the tota nd consume very or cons 2 data statisti a sizeable in productivity in sified into th c backbone ss network, mobile access ting systems f informatio etter telecom viders. stymie creati d that intern al population ers of creativ sumption, es ics indonesia i comtec ncome, and n 14 creative hree major gr (inter-city), , ip conver s, broadband s, application on technolog mmunications ive product c net users by n. the low i ve products specially in internet indus h vol. 6 no. makes an in industry subs roups: (1) p inner-city w rgence netw d fixed acc ns, databases gy and comm s, more affor consumption y the end of internet pene on the mark terms of co stry 2008 2 juni 2015: nteresting in sector hysical infra wireline con work, and ot cess, internet s, etc.) and h munication rdable rates, n. indonesian f 2007 only etration may ket that relie ommercializa 309-317  ndustry to astructure nnections, thers. (2) t access, hardware advances , cheaper n internet about 25 not be a es on the ation and a study of factor affecting.… (adhi nugroho chandra; yohannes kurniawan)    315  the role of industry associations and professional associations need to be developed. almost in all sectors of the creative industries are already a member of entrepreneurs or industry associations. they have been trying to serve their interests, but in fact there are more functions that can be played and that is a community of practice. this creative community will be a place sharing knowledge, creativity and experience among creative workers. the need for financing for creative industries is relatively insufficient. most of the sub-sectors of creative industries do not require a large initial capital to start a business since the creative industry is highly dependent on individual creativity. however, the industry still needs financial assistant to always be creative in creating new product/service to the consumers. in indonesia, there are not many financial institutions that offer loans and payment schemes suitable for those in the creative industries. terms of the collateral on a conventional loan scheme to burden the creative industries but it does not motivate the actors to create something new since the overall risk should be borne by businesses. creative industries may be able to take advantage of financing schemes people's business credit (kur), which has been launched by the president of republic of indonesia on november 5, 2007 by a memorandum of understanding (mou) between the government, insurance companies, and banks (bank mandiri, bni, btn, bri, bank bukopin, and bank syariah mandiri) on october 9, 2007 on guaranteeing credit/financing to smes/cooperative. it is implemented in accordance with the presidential decree no. 6 of 2007 dated june 8, 2007 on accelerating the development of the real sector policies and the empowerment of smes. but in reality, this policy has not been fully implemented and properly socialized for smes or entrepreneurs in need. lack of mastery of technology by indonesian creative workers and the low computer literacy in indonesia affect the quality of the product creation and commercialization capabilities/services of creative industry in indonesia. in this digital era, almost all layers of society activities are supported by a technology called computer. interactive gaming industry value chain creative industries prioritize design in the creation of products with limited production volume and require individual creativity as a primary input in the process of value creation. understanding of the value creation chain in the creative industries creative industry can help stakeholders to understand the position of the creative industries in a series of industry-related creative industries. figure 3 generic value chain creative industries value chain is the subject of attention in determining the development strategy and it has a linear sequence of creation, production, distribution and commercialization. creation/originality is the creation where creativity is a factor of supply/input in the creative industries by involving all matters relating to ways of getting input, store and process, therefore the power of creativity, skill and talent, originality is a factor of supply/input is most important. 316   comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 309-317  as a product of unique, different and original, it is able to compete with products rival with potentially creating jobs and prosperity for those who have it and also the opposite. creativity is the power that comes from within the individual. everyone has the same basic capital but there is a difference in sharpening and making it work, especially for those who is only utilizing a hobby. today, creativity-based industries are into thriving industry that does not regards creativity as trivial or only a mere sideline. production is any activity that is required for transforming inputs into outputs, in the form of products or services. important factors in a production process is technology. technology can be divided into core technology and second layer technology. technology is the most important part and this technology is useful for experiments, research, testing and manufacture in the form of studio and workshop facilities. both coating technology is the technology that the process could be transferred to third parties with the principle of flexibility: (1) flexible manufacturing systems (flexible manufacturing system). (2) manufacturing systems agile (agile manufacturing system). (3) manufacturing systems based on the needs (just-in-time manufacturing system). (4) original equipment manufacturer (oem). distribution is any activity in the storage and distribution of output. important factors in a distribution process: (1) negotiations distribution rights. negotiations for the creative industry, the products are virtual (intangible) and requires a certain skill. since this type of product easily change the ownership, without sufficient knowledge and be one-sided negotiations, others will be more profitable than the creator. (2) internationalization. this activity can be done by following the mainstream market or with a more independent international network. (3) infrastructure. developed infrastructure is expected to support the dissemination of the new media (internet), the strengthening of creative people, and the creation of creative clusters. commercialization is any activity to give the knowledge to buyers about the products and services provided and also influence the consumer to purchase. important factors in the distribution process is a marketing (includes imaging, branding, targeting and positioning), sales (including direct selling, leasing/renting, saas (software as a service), free (with revenue from virtual merchandising), promotion (includes exhibitions, performances, exploration of new media channel). after sales services is the activities required to keep an item or service is still functioning properly in accordance with the expectations of the consumer after the goods or services purchased. figure 4 creative industry subsector classification based on the classification matrix (figure 4) above, sub-grouped by the same color will require a similar development strategy due to the similarity of characteristics, both from the aspect of human resources and the substance to be developed. this research group specializing in the creative industry sector with charge technology (creativity with technology): research and development subsector, subsector interactive games and information technology software services. a study of factor affecting.… (adhi nugroho chandra; yohannes kurniawan)    317  conclusion based on the results, it is concluded that the implementation of ict strategies by entrepreneurs in the interactive games industry is still less and this is partly because in general the industry is still small-scale and micro enterprises, mash the industry is relatively new in the world of business, and entrepreneurs are still concentrating the creation, production, and distribution are being developed, and commercialization. in general, interactive games industry is growing. it takes the role and concrete actions of academics, entrepreneurs, and government in order to develop interactive games industry. in the creative industries, the value chain includes the creation, production, distribution and commercialization. ict strategies must be implemented in the entire value chain, so that the integration of information systems can be achieved in order to improve efficiency and effectiveness, and improve competitiveness against competitors. therefore the entrepreneur should prepare ict strategy implementation plan and conduct its application. entrepreneur can use strategic analysis tools such as swot, bcg matrix, it balanced scorecard. to face the challenges of interactive gaming business in the future, it needs to research business model and business strategy, so it would complement the models in the game interactive industry strategy. references kelompok kerja indonesia design power. (2008). buku pengembangan ekonomi kreatif indonesia 2025-rencana pengembangan ekonomi kreatif indonesia 2009 – 2015. studi industri kreatif indonesia. departemen perdagangan ri. manktelow, j. (2010). the boston matrix: focusing effort to give the greatest returns. diakses pada 20 mei 2012 dari http://www.mindtools.com/pages/article/newted_97.htm moloeng, l. j. (2004). metode penelitian kualitatif. bandung: rosda. sampoerna foundation. (2009). creative industry development. diakses pada 20 mei 2012 dari http://www.sampoernafoundation.org/content/view/1457/342/lang,id/ ward, j., peppard. j. (2002). strategic planning for information systems. (3 edition). john wiley & sons. winarto v. (2003, 30 january). entrepreneurship: semangat untuk memberikan solusi bagai masyarakat, accessed at 20 mei 2012 from http;//www.epsikologi.com/pengembangan/rls.htm microsoft word 06 julisar-pengendalian intern.doc pengendalian intern terhadap… (julisar) 265 pengendalian intern terhadap sistem pengawasan produksi dan sistem biaya (studi kasus pt. xyz) julisar jurusan sistem informasi, fakultas ilmu komputer, bina nusantara university jln. k.h. syahdan no 9, palmerah, jakarta barat 11480 julisar@binus.ac.id abstract business use internal control to guide their operations, safeguard assets and prevent abuses their system. management is responsible for designing and applying five elements of internal control. the results from the evaluation of internal control in production control system and cost system are the company has a good enough internal control in both their systems, such as, implement the segregation of duties, effective and efficiency in their manual operation procedure, controlling their documents and assets. but one thing the company needs to be done is the using of pre-numbered form. most of all their forms have not been a prenumbered form. keywords: internal control, production control system, cost system. abstrak bisnis menggunakan pengaturan internal untuk memandu operasi, mengamankan aset, dan mencegah kerusakan sistem. manajemen bertanggung jawab untuk mendesain dan mengaplikasikan lima elemen dari pengaturan internal. hasil dari evaluasi pengaturan internal dalam sistem pengaturan produksi (production control system) dan sistem pembiayaan (cost system) adalah bahwa perusahaan memiliki pengaturan internal yang cukup bagus dalam sistem mereka, seperti implementasi segregasi tugas, efektif dan efisien dalam prosedur operasional manual, pengaturan dokumen dan aset. tetapi satu hal yang perlu dilakukan perusahaan adalah menggunakan bentuk pre-numbered. kata kunci: pengaturan internal, sistem pengaturan produksi, sistem pembiayaan. 266 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 265-275 pendahuluan dewasa ini kebutuhan akan suatu sistem akuntansi yang baik dalam suatu perusahaan semakin terasa yaitu demi tercapainya kelancaran aktifitas perusahaan, efisiensi dalam kegiatan perusahaan serta untuk mencapai pengendalian intern yang memadai. suatu pengendalian intern yang memadai memungkinkan dilaksanakan perencanaan, pengkoordinasian dan pengawasan terhadap seluruh aktifitas organisasi perusahaan yaitu, misalnya kurang adanya koordinasi dalam prosedur pengeluaran order produksi, yaitu koordinasi kepada bagian-bagian yang terkait dalam proses pengolahan produk seperti jangka waktu pengolahan barang produksi. manajemen berkepentingan untuk mengetahui keadaan perusahaan yang dipimpin-nya. dalam perusahaan yang kecil, manajemen dapat langsung turun tangan mengawasi dan mengurusi pekerjaan yang ada dalam perusahaan. tetapi apabila perusahaan sudah semakin besar dan meluas maka manajemen tidak dapat lagi mengawasi dan mengurusi pekerjaan yang ada dalam perusahaan, karena keterbatasan rentang pengendalian (span of control) dan waktu, oleh karena itu sebagian tugas dan wewenang dari manajemen akan didelegasikan kepada orang lain. pendelegasian tugas kepada orang lain dilakukan dengan harapan agar pelaksanaan dari kegiatan perusahaan bisa berjalan dengan lancar. selain itu diperlukan suatu pengawasan untuk mengetahui apakah kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh manajemen sudah dijalankan dengan semestinya dan untuk mengetahui kemajuan yang telah dicapai. untuk itu manajemen memerlukan suatu sistem informasi yang penting dalam suatu perusahaan yaitu yang disebut dengan sistem akuntansi. suatu sistem akuntansi yang baik tergantung kepada pengendalian intern yang dibangun di dalam-nya. dalam menyusun sistem akuntansi kita harus memperhatikan segi biaya yang dikeluarkan dan dengan manfaat yang akan diperoleh atau dengan kata lain biaya yang sudah dikeluarkan (setidaknya) seimbang dengan manfaat yang diperoleh. dengan adanya suatu pengendalian internal yang baik, maka manajemen dapat melaksanakan fungsinya dengan baik yaitu dapat menekan terjadinya kesalahan dan penyelewengan. salah satu sifat dari pengendalian internal yang baik adalah menggunakan orang-orang yang jujur dan cakap sesuai dengan fungsi yang ditangani. dalam hal ini memilih karyawan harus diperhatikan kecakapan dan keahlian yang menyangkut pendidikan, pengalaman dan juga kepribadian yang menyangkut kecerdasan, kejujuran, kesabaran dan keuletan. perusahaan ini bergerak dalam bidang usaha percetakan dan perdagangan. kegiatan usaha yang dilakukan yaitu menerima order cetak yang berupa kartu nama, kop surat, amplop, label kaset, dan lain-lain. ruang lingkup batasan penelitian ini, yaitu inti pembahasan adalah pengendalian intern terhadap sistem pengawasan produksi dan sistem biaya yang ada di kantor pusat. prosedur dalam sistem pengawasan produksi dan sistem biaya yang mencakup formulir-formulir yang digunakan dalam melaksanakan suatu prosedur, unit kegiatan organisasi yang terlibat dalam melaksanakan suatu prosedur dan diagram alur yang berlaku di perusahaan saat ini. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sistem akuntansi dengan pengendalian internal. tujuan sistem akuntansi suatu perusahaan adalah untuk mengidentifikasi, merakit, mengklarifikasi, menganalisa, mencatat dan melaporkan transaksi-transaksi perusahaan dan menyelenggarakan pertanggung-jawaban atas aktiva perusahaan yang dalam hal ini adalah persediaan. agar lebih jelas dan terarah dalam membahas persoalannya, maka melalui pertanyaanpertanyaan berikut ini, akan dicoba untuk mencari jawaban-nya; apakah struktur organisasi perusahaan telah tersusun sedemikian rupa sehingga di satu pihak tenaga para karyawan dapat dimanfaatkan pengendalian intern terhadap… (julisar) 267 sebaik mungkin tetapi di lain pihak sekaligus terdapat pemisahan wewenang untuk maksud-maksud pengendalian internal? apakah masing-masing karyawan telah dibebani tanggung jawab sesuai dengan kecakapannya, pengalamannya atau dengan kata lain sesuai dengan pepatah the right man in the right place? bagaimana pertanggungjawaban hasil kerja masing-masing karyawan dalam pelaksanaan sehubungan dengan pengawasan dan penilaian atasan? karena sesuai dengan prinsipprinsip manajemen, seorang atasan harus menilai hasil pekerjaan bawahannya dan jika perlu mengadakan tindakan koreksi demi kepentingan perusahaan; dan apakah terdapat pemisahan fungsi antara fungsi pelaksanaan, fungsi penyimpanan, fungsi pengurusan dan fungsi pengawasan? hendaknya ada pembagiana tugas untuk masing-masing karyawan sehingga tidak ada yang mengerjakan suatu transaksi dari awal sampai akhir, misalnya tergabungnya fungsi pelaksanaan, fungsi penyimpanan, fungsi pencatatan dan fungsi pergudangan oleh satu orang. pada setiap transaksi yang penting, harus diikutsertakan paling sedikit 2 orang dan kemudian hasil kerja mereka digunakan sebagai alat control; apakah secara periodik (berkala) sistem akuntansi diteliti kembali yaitu apakah sesuai dengan kondisi dan keadaan perusahaan pada saat tertentu? perlu sekali me-review sistem perusahaan yang telah berjalan, yaitu yang disebabkan oleh berkembangnya perusahaan misalnya untuk memperluas sistem dan prosedur yang berjalan. agar dapat mengikuti perkembangan perusahaan tersebut maupun kemungkinan perusahaan untuk melakukan perluasan sehingga perlu diadakan perubahan-perubahan terhadap sistem dan prosedur yang dijalankan semula. metode metode penelitian yang digunakan yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan. studi kepustakaan, dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan data informasi ilmiah sebagai dasar/bahan untuk membuat penelitian. studi ini dilakukan dengan cara membaca buku-buku dan literatur serta tulisan-tulisan lain yang erat hubungannya dengan topik penelitian ini. studi lapangan, dilakukan dengan melakukan peninjauan langsung ke perusahaan yang bersangkutan dan diskusi dengan pimpinan perusahaan. pengumpulan data dari perusahaan dilakukan dengan cara wawancara. wawancara yang peneliti lakukan yaitu dengan cara wawancara bebas terpimpin yaitu peneliti bebas memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden (pimpinan perusahaan) tetapi tetap berpedoman terhadap hal-hal yang peneliti ingin ketahui. pertanyaan-pertanyaan ini sudah peneliti buat daftarnya sehingga lebih mudah untuk memberikan pertanyaan. penelitian ini dilakukan dengan mengolah data langsung dari sumbernya yaitu dalam hal ini perusahaan sebagai sumber primer, sedangkan bahan sekunder dari bahan-bahan kepustakaan yang ada. dari kedua sumber tersebut yang penulis pergunakan, maka dalam era globalisasi saat ini, hubungan antara sistem akuntansi dengan pengendalian intern adalah sangat erat, baik untuk perencanaan maupun untuk pengendalian perusahaan. sistem pengawasan produksi terdiri dari jaringan prosedur untuk mengawasi order produksi yang dikeluarkan agar terjadi koordinasi antara kegiatan penjualan, penyediaan bahan baku, fasilitas pabrik dan penyediaan tenaga kerja guna memenuhi order tersebut. prosedur pengawasan produksi adalah prosedur yang dimulai dari dikeluarkannya order produksi, mengikuti pelaksanaannya. dalam membuat order produksi, perlu dipertimbangkan tersedianya bahan, kapasitas pabrik dan kemampuan karyawan. order produksi biasanya dibuat beberapa lembar dan dikirimkan kepada tiap-tiap bagian yang mengerjakan order tersebut. prosedur pangawasan produksi ini erat hubungannya dengan prosedur pesanan penjualan, prosedur pengiriman dan prosedur pembelian. formulir order produksi dapat dibuat oleh pabrik (bagian produksi) 268 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 265-275 berdasarkan pesanan dari langganan yang diterima oleh bagian penjualan atau dibuat berdasarkan rencana produksi yang disusun oleh bagian produksi dan bagian penjualan. ada dua jenis prosedur pengawasan produksi, yaitu: (1) prosedur pengawasan order produksi khusus yaitu suatu order produksi dikeluarkan untuk meminta pabrik agar memproduksi sejumlah produk tertentu. prosedur ini digunakan apabila produk dapat diikuti dan dipisah dari proses yang lain. yang termasuk model atau jenis prosedur pengawasan produksi khusus adalah produksi barang-barang untuk memenuhi pesanan dari pembeli yang spesifikasinya ditentukan oleh pembeli, produksi barang mode untuk memenuhi pesanan dari pembeli, pengirimannya dilakukan pada waktu yang akan datang, produksi suku cadang untuk persediaan atau dijual (yang diproduksi berdasarkan pesanan dari konsumen); dan (2) prosedur pengawasan produksi berulang yaitu prosedur yang sebuah order produksi dikeluarkan untuk meminta pabrik agar memproduksi produk tertentu selama 1 periode yang akan datang. produksi ini digunakan apabila produk tidak dapat diikuti atau dipisah-pisahkan dari proses yang berurutan. unit organisasi yang terkait dengan sistem pengawasan produksi, yaitu: (1) bagian penjualan, berfungsi untuk meneruskan penerimaan pesanan dari langganan yaitu apabila produksinya didasarkan atas pesanan. penerimaan pesanan ini kemudian diteruskan ke departemen produksi. bagian penjualan ini berkewajiban untuk menjaga pesanan dari langganan, artinya apabilan perusahaan sudah menyediakan formulir order produksi, maka bagian penjualan dapat langsung menyerahkan pesanan produksi ini ke departemen produksi, tetapi apabila pesanan produksi tidak menyediakan informasi yang lengkap, maka bagian penjualan wajib menambahkan informasi yang lengkap mengenai spesifikasi pesanan dari langganan. untuk perusahaan yang memproduksi barang secara massal, maka pesanan produksi biasanya ditentukan dalam rapat bulanan antara departemen pemasaran, departemen produksi dan departemen teknik. bagian penjualan melayani pesanan dari langganan berdasarkan persediaan barang jadi yang ada di gudang; (2) bagian perencanaan dan pengawasan produksi, berfungsi sebagai staff pembantu departemen produksi dalam merencanakan dan mengawasi kegiatan produksi (3) departemen produksi, berfungsi membuat perintah produksi untuk bagian-bagian yang ada di bawahnya yang akan terkait dalam pelaksanaan proses produksi guna memenuhi permintaan produksi dari bagian penjualan. surat pesanan produksi ini dilampiri dengan surat kebutuhan bahan dan daftar kegiatan produksi (4) bagian produksi, bertanggung jawab atas pelaksanaan produksi sesuai dengan surat pesanan produksi yang diterima dari departemen produksi yang daftar kebutuhan bahan serta daftar kegiatan produksi yang melampiri surat pesanan produksi tersebut (5) bagian gudang, bertanggung jawab atas pelayanan permintaan bahan baku, bahan penolong dan barang yang lain yang berada di dalam gudang. bagian gudang ini juga menerima produk jadi yang diserahkan oleh fungsi produksi. jaringan prosedur yang membentuk sistem pengawasan produksi, yaitu prosedur pesanan produksi; prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang; prosedur pengembalian barang gudang; prosedur pencatatan jam tenaga kerja langsung; dan prosedur produk selesai. sistem biaya sistem biaya terdiri dari jaringan prosedur untuk mengumpulkan, mengklarifikasikan data biaya produksi dan biaya non-produksi untuk menyajikan informasi biaya bagi kebutuhan manajemen. jaringan prosedur yang membentuk sistem pengawasan produksi dan sistem biaya, yaitu prosedur order produksi; prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang; prosedur pengembalian barang gudang; prosedur pencatatan jam kerja dan biaya tenaga kerja langsung; prosedur produk selesai dan pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik; prosedur pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya administrasi dan umum, dan biaya pemasaran. unit organisasi yang terkait dalam sistem biaya yaitu bagian penjualan; bagian produksi; bagian perencanaan dan pengawasan produksi; bagian gudang; bagian kartu persediaan dan kartu biaya yang berfungsi sebagai pencatat persediaan pengendalian intern terhadap… (julisar) 269 dan biaya, yang bertanggung jawab atas pencatatan mutasi setiap jenis persediaan dan biaya produksi langsung, biaya produksi tidak langsung serta biaya non produksi ke kartu biay serta bagian jurnal, buku besar dan laporan berfungsi sebagai pencatat jurnal dan buku besar yang bertanggung jawab atas pencatatan transaksi terjadinya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya oeverhead pabrik, dan biaya non produksi ke dalam jurnal pemakaian bahan baku dan jurnal umum serta posting ringkasan jurnal tersebut ke rekening yang bersangkutan dalam buku besar. pengertian pengendalian intern tujuan penyusunan suatu sistem akuntansi tidak lepas dari peningkatan pengendalian intern. suatu sistem pengendalian intern yang baik menurut mulyadi (2001) harus meliputi: organisasi, sistem otorisasi dan prosedur serta praktik yang sehat. organisasi fungsi pencatat biaya harus terpisah dari fungsi produksi; fungsi pencatat biaya harus terpisah dari fungsi yang menganggarkan biaya; fungsi gudang harus terpisah dari fungsi produksi; fungsi gudang harus terpisah dari fungsi akuntansi. sistem otorisasi dan prosedur pencatatan surat order produksi diotorisasi oleh kepala fungsi produksi; bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang diotorisasi oleh kepala fungsi produksi yang bersangkutan; bukti kas keluar diotorisasi oleh kepala fungsi akuntansi keuangan; daftar kebutuhan bahan dibuat oleh fungsi perencanaan dan pengawasan produksi dan diotorisasi oleh kepala fungsi produksi; daftar kegiatan produksi dibuat oleh fungsi perencanaan dan pengawasan produksi dan diotorisasi oleh kepala fungsi produksi; kartu jam kerja diotorisasi oleh kepala fungsi produksi yang bersangkutan. praktik yang sehat surat order produksi, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, bukti kas keluar, bukti memorial, bernomor urut tercetak dan penggunaannya dipertanggungjawabkan; secara periodik dilakukan rekonsiliasi kartu biaya dengan rekening kontrol biaya dalam buku besar; secara periodik dilakukan penghitungan persediaan yang ada di gudang untuk dicocokan dengan kartu persediaan. hubungan pengendalian intern dengan sistem akuntansi prosedur pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajer untuk mencapai tujuannya, selain dari unsur-unsur lingkungan pengendalian dan segi-segi sistem akuntansi. terdapat banyak kebijakan dan prosedur seperti itu dalam setiap perusahaan. menurut arens & loebbecke (1988), suatu pendekatan terpadu, kebijakan dan prosedur meliputi: (1) pembagian tugas yang jelas, (2) prosedur otorisasi yang jelas, (3) dokumen dan catatan yang memadai (4) pengendalian fisik atas aktiva dan catatan serta (5) pengendalian fisik atas aktiva dan catatan. hasil dan pembahasan jaringan prosedur yang membentuk sistem pengawasan produksi di perusahaan yaitu prosedur order produksi, prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang, prosedur pencatatan jam tenaga kerja langsung, prosedur produk selesai. 270 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 265-275 prosedur order produksi melibatkan bagian penjualan, bagian produksi dan pengembangan, dan bagian produksi. prosedur di bagian penjualan yaitu memperoleh order dari pemesan, membuat surat order cetak sebanyak 3 (tiga) lembar berdasarkan keinginan dari pemesan dan sekaligus melengkapi. lembar ke-1 untuk pemesan; lembar ke-2 untuk bagian produksi dan pengembangan, sebagai dasar untuk membuat daftar kebutuhan bahan dan daftar kegiatan; lembar ke-3 untuk arsip; dan mengirimkan surat order cetak dari pemesan yang sudah dilengkapi informasi ke bagian produksi dan pengembangan. prosedur di bagian produksi dan pengembangan yaitu menerima surat order cetak lembar ke-2 dari bagian penjualan, membuat surat order produksi (dalam hal ini perusahaan menamakan formulir ini order mounting/cetak), berdasarkan informasi yang ada di surat order, membuat daftar kebutuhan bahan dan daftar kegiatan yang akan dilakukan oleh bagian produksi untuk memenuhi permintaan dari pemesan. daftar kebutuhan bahan ini sudah menjadi satu dengan order mounting/cetak, membuat order mounting/cetak sebanyak 3 (tiga) lembar. lembar ke 1 untuk bagian produksi yang dalam hal ini untuk proses cetak, lembar ke 2 untuk bagian produksi yaitu bagian desain, apabila produksi memerlukan desain, kemudian diberikan ke bagian film, lembar ke 3 mempunyai 2 fungsi, yaitu : (1) untuk mengambil barang (2) sebagai dokumen kontrol untuk produk yang telah selesai dikerjakan, sehingga dokumen ini diarsip sementara sesuai tanggal. prosedur di bagian produksi yaitu menerima formulir order mounting/cetak lembar ke 1 dan lembar ke 2 dari bagian produksi dan pengembangan. formulir ini kemudian didistribusikan ke bagian film dan bagian cetak. evaluasi untuk prosedur order produksi kelebihan untuk prosedur order produksi adalah masing-masing fungsi organisasi sudah melaksanakan tugasnya, yaitu dalam hal pembagian tugas yang jelas. perusahaan sudah mempunyai formulir tersendiri untuk mencatat keinginan dari pembeli yaitu formulir order cetakan. dalam hal ini keinginan pembeli sudah tercantum, sehingga kesalahan akibat kesalah informasi dapat dihindarkan. juga dalam formulir ini sudah dijanjikan tanggal selesai produksi. hal ini berguna supaya pihak perusahaan, khususnya, dapat lebih memperhatikan tanggal penyelesaian produksi; dalam pemakaian formulir order mounting/cetak, yang sudah mencakup daftar kebutuhan bahan, maka bagian produksi dan perencanaan tidak perlu lagi membuat daftar kebutuhan bahan di formulir yang lain. dari segi biaya, perusahaan sudah menghemat untuk pemakaian formulir; pemakaian lembar ke 3 dari order mounting/cetak yang sebagai alat kontrol dapat memberikan jaminan bahwa order dari pembeli sudah dilaksanakan sesuai dengan keinginan; dokumen telah diarsip sementara, yaitu sebagai pengendalian fisik atas catatan. kelemahan untuk prosedur order produksi: untuk formulir order cetakan, tidak terdapat prenumbered; untuk formulir order mounting/cetak juga tidak terdapat pre-numbered. saran untuk prosedur order produksi: untuk formulir order cetakan, sebaiknya dengan formulir yang sudah prenumbered (formulir yang sudah tercetak nomor urutnya). dengan formulir yang pre-numbered, maka pihak perusahaan, khususnya bagian penjualan akan mudah untuk mencari order cetakan yaitu apabila terjadi klaim dari pemesan atau apabila terjadi hal-hal yang lain; untuk formulir order mounting/cetak, sebaiknya juga dengan formulir yang pre-numbered. dengan memakai formulir yang pre-numbered, maka bagian produksi dan pengembangan mudah untuk memeriksa ulang terhadap bahan yang dikeluarkan apabila terjadi ketidaksesuaian permintaan bahan. prosedur permintaan dan pengeluaran barang-barang gudang uraian kegiatan tiap unit organisasi yang terkait dalam prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang adalah sebagai berikut: bagian produksi dan pengembangan pengendalian intern terhadap… (julisar) 271 setelah mengetahui jumlah kebutuhan bahan, maka bagian produksi dan pengembangan membuat bon pengambilan kertas/barang sebanyak 4 (empat) lembar. pendistribusian formulir ini adalah sebagai berikut: lembar ke 1 untuk bagian gudang yaitu untuk mengambil barang yang dibutuhkan; lembar ke 2 untuk bagian produksi yang dalam hal ini untuk proses cetak; lembar ke 3 mengarsip berdasarkan nomor urut; lembar ke 4 untuk bagian akuntansi yaitu untuk mencatat jumlah pemakaian kertas/barang di kartu persediaan. setelah itu membuat perhitungan pendahuluan harga pesanan tertentu dan mengirimkannya ke bagian akuntansi untuk prosedur produk selesai dan pembebanan biaya overhead. bagian gudang menerima lembar ke 1 bon pengambilan kertas / barang dari bagian produksi dan pengembangan, menyerahkan barang kepada bagian produksi, mencatat bon pengambilan kertas lembar ke 1 ke dalam kartu gudang, setiap ada pengambilan barang dari gudang (kertas, tinta, barangbarang) lain, maka bagian gudang membuat bukti pengambilan kertas/barang untuk periode tertentu, mengarsipkan bon pengambilan kertas/barang berdasarkan nomor urut. bagian produksi menerima formulir bon pengambilan kertas/barang lembar ke 2 dari bagian produksi dan pengembangan; menerima barang dari gudang; dan memeriksa barang apakah sudah sesuai dengan permintaan. bagian akuntansi menerima bon pengambilan barang lembar ke-4 dari bagian produksi dan pengembangan; mencatat pemakaian bahan baku sesuai dengan bon pengambilan barang pada kartu persediaan; membukukan transaksi menurut bon pengambilan barang ke dalam jurnal, buku besar, dan untuk membuat laporan; mengarsipkan bon pengambilan barang ke-4 berdasarkan nomor urut. evaluasi kelebihan prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang, masing-masing fungsi organisasi sudah melaksanakan tugasnya pada bagian gudang, apabila ada pengambilan barang, akan membuat bukti pengambilan barang. dalam hal ini, pimpinan perusahaan dapat mengetahui jumlah pemakaian barang untuk setiap periode tertentu. sehingga pimpinan perusahaan juga dapat melihat kekerapan jumlah barang yang dipakai, sehingga dapat meramalkan waktu untuk memesan barang; untuk pengendalian intern, pada waktu barang diserahkan, bagian produksi sudah memeriksa kuantitas dan kualitas barang yang diperiksa, sehungga barang yang diminta adalah sesuai dengan permintaan; formulir sudah dirancang sehingga setiap bagian yang terlibat sudah mengetahui ukuran kertas yang dibutuhkan. kelemahan prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang: kolom nomor urut untuk formulir ini tidak tercetak (pre-numbered); tidak pencatatan pemakaian bahan ke dalam job order cost sheet; perhitungan pemakaian bahan hanya berdasarkan kalkulasi pendahuluan harga pesanan, yang pada akhirnya perhitungan ini dikirimkan ke bagian akuntansi sebagai perhitungan biaya pemakaian bahan. saran untuk prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang adalah sebaiknya formulir yang digunakan adalah formulir yang pre-numbered, supaya keakuratan urutan nomor formulir dapat dipertanggung-jawabkan; perusahaan menggunakan job order cost sheet (kartu harga pokok produk pesanan) yaitu untuk mengetahui biaya bahan yang dikeluarkan untuk melakukan pekerjaan atas suatu produk pesanan tertentu. 272 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 265-275 untuk pemakaian tinta, barang jenis lain, peneliti tidak membahas perosedurnya lebih lanjut karena jenis tinta yang dipakai untuk setiap order produksi adalah hampir sama, kemudian untuk barang jenis lain, tidak semua produksi menggunakan lem, benang dan sebagainya. tetapi pada prinsipnya, setiap pengambilan barang dari gudang mempunyai prosedur yang sama dengan prosedur pengambilan kertas dari guang. untuk prosedur pengembalian barang gudang, prosedur pencatatan jam kerja langsung, prosedur produk selesai, akan diuraikan bersama dengan jaringan prosedur sistem biaya. prosedur sistem biaya jaringan prosedur yang membentuk sistem pengawasan produksi dan sistem biaya, yaitu: prosedur order produksi, prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang, prosedur pengembalian barang gudang, prosedur pencatatan jam kerja dan biaya tenaga kerja langsung, prosedur produk selesai dan pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik. pada sistem pengawasan produksi, peneliti sudah menguraikan tentang prosedur order produksi, prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang, pada bagian ini peneliti akan menguraikan jaringan prosedur yang ada di sistem biaya: prosedur order produksi, sudah diuraikan di sistem pengawasan produksi; prosedur permintaan dan pengeluaran barang, sudah diuraikan di sistem pengawasan produksi; prosedur pengembalian barang gudang; prosedur pencatatan jam kerja dan biaya tenaga kerja langsung; prosedur produk selesai dan pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik. uraian kegiatan tiap unit organisasi yang terkait dalam prosedur pengembalian barang gudang adalah sebagai berikut: prosedur pengembalian barang gudang bagian produksi membuat bukti pengembalian kertas/barang gudang (dalam perusahaan ini bukti pengembalian barang gudang dinamakan bon pengembalian kertas ke gudang) sebanyak 3 lembar; menyerahkan lembar ke 1 dan ke 2 bon pengembalian kertas ke gudang tersebut ke bagian gudang bersama dengan barang; mengarsipkan bon pengembalian kertas ke gudang lembar ke 3 menurut nomor urutnya. bagian gudang menerima bon pengembalian barang ke gudang lembar ke 1 dan ke 2 dari bagian produksi bersama dengan barang, menandatangani lembar ke 1 bon pengembalian barang ke gudang sebagai tanda terima barang dan mengirim ke bagian akuntansi, mencatat jumlah barang yang tercantum dalam lembar ke 2 bon pengembalian barang ke gudang dalam kartu gudang, mengirimkan lembar ke 1 bon pengembalian barangke gudang ke bagian akuntansi untuk dicatat di kartu persediaan, dan mengarsipkan lembar ke 2 bon pengembalian barang ke gudang menurut nomor urut. bagian akuntansi menerima lembar ke 1 bon pengembalian barang ke gudang dari bagian gudang, mencatat bon pengembalian barang ke gudang sesuai dengan bon pengambilan kertas ke dalam kartu persediaan, membukukan transaksi pengembalian barang ke gudang ke dalam jurnal, buku besar dan untuk membuat laporan, dan mengarsipkan bon pengembalian barang ke gudang lembar ke 1 menurut nomor urut. pengendalian intern terhadap… (julisar) 273 evaluasi kelebihan prosedur pengembalian barang gudang masing-masing fungsi organisasi sudah melaksanakan tugasnya, kecuali bagian produksi dan pengembangan, yaitu tidak mengetahui adanya pengembalian barang gudang, padahal bagian produksi dan pengembangan yang membuat bon permintaan dan pengeluaran barang gudang. prosedur ini sudah berfungsi sebagai suatu prosedur yang terorganisir sebab dalam hal pengembalian barang gudang, bagian gudang harus menandatangani bon pengembalian barang ke gudang sebagai tanda terima barang. bagian gudang juga mencatat jumlah barang yang tercantum dalam bon pengembalian barang ke gudang dalam kartu gudang; untuk pengendalian intern, bagian gudang sudah melaksanakan fungsinya yaitu menandatangani bukti pengembalian barang gudang, hal ini sebagai alat kontrol yaitu bukti bahwa barang sudah dikembalikan. kelemahan prosedur pengembalian barang gudang adalah formulir yang digunakan tidak prenumbered, alasan pengembalian barang tidak dicantumkan, tidak ada pencatatan pengembalian barang ke dalam job order cost sheet (kartu harga pokok pesanan), dalam hal ini tidak dapat diketahui biaya bahan yang sesungguhnya dikeluarkan atas pesanan tertentu; bagian produksi dan pengembangan tidak mengetahui adanya pengembalian barang gudang. saran untuk prosedur pengembalian barang gudang yaitu (1) formulir yang digunakan adalah formulir yang pre-numbered, supaya apabila ada kesalahan mudah ditelusuri dan diharapkan tidak terjadi pemalsuan nomor formulir; (2) alasan pengembalian barang sebaiknya dicantumkan, supaya pengembalian barang tidak dilakukan sembarangan, tetapi adalah benar-benar karena barang tersebut tidak dapat digunakan atau karena ada alasan yang dapat diterima; (3) sebaiknya perusahaan menggunakan job order cost sheet yaitu untuk mengetahui biaya pemakaian bahan yang terjadi akibat adanya kegiatan produksi atas suatu pesanan, yang untuk prosedur pengembalian barang gudang ini yaitu untuk mengkalkulasi bahan yang tidak jadi dipakai. selain itu biaya yang sesungguhnya terjadi dapat diketahui; (4) sebaiknya bagian produksi dan pengembangan mengetahui adanya pengembalian barang gudang. dalam hal ini adalah suatu prosedur otorisasi dalam hal mengetahui adanya pengembalian barang gudang dan pengecekan pelaksanaan pekerjaan yang terpisah. prosedur pencatatan jam kerja dan biaya tenaga kerja langsung uraian kegiatan unit organisasi yang terkait dalam prosedur pencatatan jam kerja dan biaya tenaga kerja langsung adalah (1) karyawan, mencatat jam kehadiran dan hari kehadiran di kartu hadir; (2) bagian akuntansi, berdasarkan kartu hadir, maka setiap hari sabtu, menghitung jumlah jam hadir dan hari hadir, membuat rekap daftar upah/gaji; (3) membuat bukti kas keluar sebanyak 2 lembar yang harus diotorisasi oleh kepala bagian keuangan dan akuntansi terlebih dahulu; (4) membukukan transaksi ke dalam jurnal umum, buku besar, dan untuk membuat laporan (5) mengarsipkan bukti kas keluar lembar ke 2 berdasarkan nomor urut. bagian kasir menerima bukti kas keluar dan rekap daftar upah, membayar upah/gaji ke masing-masing karyawan, mengembalikan rekap daftar upah ke bagian akuntansi, mengarsip bukti kas keluar sesuai dengan nomor urut. evaluasi kelebihan prosedur pencatatan jam kerja dan biaya tenaga kerja langsung adalah perusahaan sudah menggunakan mesin pencatat waktu untuk mencatat jam hadir, hari hadir karyawan. dengan menggunakan mesin pencatat waktu, maka keakuratan jam kehadiran dapat dipertanggung-jawabkan (dengan catatan waktu adalah sesuai dengan yang berlaku); untuk pengendalian intern, bagian 274 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 265-275 akuntansi sudah melaksanakan fungsinya, yaitu meminta otorisasi atas pengeluaran kas kepada kepala bagian keuangan dan akuntansi. otorisasi ini sebagai pengamanan atas harta perusahaan yang paling likuid yaitu kas. kelemahan prosedur pencatatan jam kerja dan biaya tenaga kerja langsung adalah formulir bukti kas keluar tidak pre-numbered tetapi nomor urut hanya ditulis dengan tangan; tidak ada pencatatan biaya upah yang sesungguhnya terjadi ke dalam kartu harga pokok produk pesanan. saran untuk prosedur pencatatan jam kerja dan pembebanan biaya tenaga kerja langsung; sebaiknya perusahaan menggunakan formulir bukti kas keluar yang pre-numbered, supaya apabila ada bukti kas keluar yang terlewat mudah ditelusuri dan tidak dipalsukan; sebaiknya perusahaan menggunakan job order cost sheet (kartu harga pokok pesanan) yaitu untuk mengetahui biaya upah yang sesungguhnya terjadi. prosedur produk selesai dan pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik uraian kegiatan unit organisasi yang terkait dalam prosedur produk selesai dan pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut: bagian produksi dan pengembangan setelah pesanan selesai dikerjakan, maka bagian produksi dan pengembangan, berdasarkan formulir order mounting/cetak lembar ke 3 mencocokan jumlah pesanan dan hasil produksi yang selesai dikerjakan dengan yang tercantum di order mounting/cetak; membuat laporan order cetak, mengarsip sementara sampai periode tertentu; membuat surat jalan sebanyak 3 lembar, yaitu lembar ke 1 bagian order penjualan, lembar ke 2 bagian akuntansi, dan lembar ke 3 arsip. bagian akuntansi menerima surat jalan lembar ke-2 yaitu sebagai dasar untuk membuat faktur dan faktur pajak; menerima kalkulasi pendahuluan harga pesanan dari bagian produksi dan pengembangan; berdasarkan harga pesanan yang sudah ditentukan oleh bagian produksi, maka bagian akuntansi membukukan transaksi pesanan ke dalam jurnal umum, buku besar dan untuk membuat laporan. evaluasi kelebihan prosedur produk selesai dan pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik masing-masing fungsi organisasi sudah melaksanakan tugasnya, yaitu pembagian tugas sudah jelas dan untuk pengendalian intern, bagian produksi dan pengembangan sudah melaksanakan fungsinya, yaitu memeriksa hasil produksi yang dipesan oleh pembeli. dalam hal ini sudah melakukan pengecekan pelaksanaan kerja yang terpisah. kelemahan prosedur produk selesai dan pembebanan biaya overhead pabrik : bagian akuntansi tidak membuat bukti memorial yaitu yang berfungsi untuk mencatat pembebanan biaya overhead yang terjadi. karena pembukuan transaksi hanya dilakukan berdasarkan kalkulasi pendahuluan, maka akan sulit untuk mengetahui biaya yang sesungguhnya terjadi. kalkulasi pendahuluan tersebut hanya bersifat sementara dan merupakan perkiraan biaya-biaya yang akan terjadi, tetapi belum tentu terjadi. saran untuk prosedur produk selesai dan pencatatan biaya overhead pabrik : sebaiknya menggunakan bukti memorial yaitu untuk mengetahui terutama pembebanan biaya overhead dan sebaiknya perusahaan menggunakan job order cost (kartu harga pokok produk pesanan) yaitu untuk mengumpulkan biaya-biaya yang sebenarnya terjadi, seperti biaya pemakaian bahan, biaya upah buruh, biaya overhead pabrik. selain mengetahui biaya yang sesungguhnya terjadi untuk pesanan tertentu, selisih perkiraan biaya juga dapat diketahui. pengendalian intern terhadap… (julisar) 275 penutup berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan telah memisahkan masing-masing fungsi, sehingga tidak ada transaksi yang dilakukan dari awal sampai akhir oleh satu orang dan masing-masing karyawan sudah mengejakan pekerjaan-nya masing-masing sesuai dengan keahlian-nya masin-masing, secara periodik perusahaan mengadakan evaluasi atas sistem akuntansi, di perusahaan sudah ada organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan. jaringan prosedur yang ada di perusahaan sudah menunjukkan satu kesatuan yaitu untuk melaksanakan kegiatan yang ada diperusahaan, dan walaupun tidak di semua bagian, ada karyawan yang merangkap pekerjaan di bagian tertentu yaitu untuk efisiensi, tetapi dari segi pengendalian intern, tidak ada pekerjaan yang dilakukan dari awal sampai akhir oleh satu orang. berikut saran guna meningkatkan pengendalian intern yaitu stock opname dilakukan minimal 4 kali dalam setahun terlebih untuk persediaan yang mempunyai perputaran yang cukup tinggi, formulir yang digunakan oleh perusahaan adalah formulir yang pre-numbered, menggunakan bukti memorial untuk mencatat pembebanan biaya overhead yang terjadi sehubungan dengan kegiatan produksi, menggunakan job order cost sheet (kartu harga pokok pesanan) guna memudahkan mengetahui biaya yang sesungguhnya terjadi untuk suatu produk pesanan dan memudahkan dalam menentukan tingkat harga yang cocok untuk pesanan tersebut apabila di lain waktu perusahaan memperoleh order pesanan yang hampir sama dengan pesanan yang sudah dibuat, menerapkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dan menggunakan digital printing untuk melaksanakan proses pencetakan daftar pustaka arens, a. a., & loebbecke, j. k. (1988). auditing: an integrated approach. new jersey: prentice hall. mulyadi. (2001). sistem akuntansi (3rd ed.). jakarta: penerbit salemba empat. microsoft word 28.td_ho hwi chie dmaicok.docx penerapan metode dmaic… (ferdian hartoyo; dkk) 983 penerapan metode dmaic dalam peningkatan acceptance rate untuk ukuran panjang produk bushing ferdian hartoyo; yudha yudhistira; andry chandra; ho hwi chie computerized accounting department, school of information systems, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 abstract bushing is one of the eminent product of pt indokarlo mighty. the company requires some suppliers of iron cutting services to continue providing high qualified raw materials. the quality is the accuracy of the intended length of the products which is able to meet the requirements of the requested length. the purpose of this study is to determine what factors caused the defect on the length of the products. in addition, it is objected to provide appropriate solutions to eliminate to the factors, so that the number of defected products can be reduced. this study uses the methodology of six sigma improvement models define-measure-analyze-improvecontrol (dmaic) to make improvements in the quality of services provided by pt argatama multi agung, while the improvement phase uses design of experiment (doe) to find the machine configuration that can produce the best quality products. a significant increase in sigma is obtained from the conducted research. keywords: bushing, length measurement, dmaic, design of experiment abstrak bushing merupakan salah satu produk unggulan pt indokarlo perkasa. perusahaan ini membutuhkan beberapa supplier penyedia jasa pemotongan besi untuk dapat terus menyediakan bahan baku yang berkualitas. kualitas yang dimaksudkan adalah keakuratan ukuran panjang produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan ukuran panjang produk yang diminta. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kecacatan panjang pada produk yang dimaksud. dan juga untuk memberikan solusi yang tepat agar faktor yang menyebabkan terjadinya kecacatan ini dapat dihilangkan sehingga jumlah produk cacat yang dihasilkan juga berkurang. penelitian ini menggunakan metodologi six sigma dengan model perbaikan define-measure-analyze-improve-control (dmaic) untuk melakukan perbaikan pada kualitas jasa yang disediakan oleh pt argatama multi agung. tahap improvement menggunakan metode design of experiment (doe) untuk mencari konfigurasi mesin yang dapat menghasilkan kualitas terbaik. dari penelitian yang dilakukan didapat kenaikan sigma yang cukup signifikan. kata kunci: bushing, ukuran panjang, dmaic, design of experiment 984 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 983-995 pendahuluan saat ini dunia perindustrian semakin kompetitif, sehingga pelaku bisnis dituntut untuk memiliki keunggulan yang tidak dimiliki pesaing lainnya. salah satu keunggulan yang dapat dimiliki suatu perusahaan adalah kualitas yang lebih baik dibanding dengan perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama. selain dapat memberikan keunggulan dalam hal persaingan dengan perusahaan lain, kualitas juga dapat meningkatkan keuntungan perusahaan itu sendiri secara langsung dengan penurunan biaya produksi dan penurunan kerugian yang diakibatkan oleh barang cacat. pt indokarlo perkasa (ikp) adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi sparepart otomotif. untuk mendukung proses produksi yang panjang pada pt ikp diperlukan banyak supplier. khusus untuk jasa pemotongan besi berbagai macam ukuran pt ikp melakukan order ke pt argatama multi agung (ama) untuk hampir 95% pekerjaan pemotongan. pt ikp memilih pt ama sebagai mitra dikarenakan tariff jasa yang cukup murah, akan tetapi saat ini ada isu kualitas dimana hasil pemotongan ada yang tidak memuaskan. atas kondisi ini, maka penelitian yang dilakukan di pt ikp membahas mengenai peningkatna kualitas hasil jasa yang diberikan oleh pt ama bagi pt ikp. dapat dirumuskan permasalahan yang menjadi bahasan penelitian ini, yaitu: (1) penentuan jenis cacat apa yang paling banyak terjadi; (2) penentuan kapabilitas proses produksi saat ini dibandingkan dengan kritera ukuran yang ditetapkan; (3) identifikasi faktor penyebab cacat yang timbul; (4) perumusan usulan solusi apa yang terbaik untuk mengurangi terjadinya cacat panjang; (5) estimasi besar keuntungan yang akan didapatkan dari penerapan solusi yang disarankan. agar penelitian yang dilakukan lebih terarah dan terfokus kepada inti permasalahan serta mengingat keterbatasan waktu yang ada, dalam penelitian ini diperlukan suatu pembatasan ruang lingkung, yaitu: (1) penelitian dilakukan di salah satu supplier pt indokarlo perkasa yang bermasalah, yaitu pt argatama multi agung; (2) jenis cacat yang akan diteliti adalah jenis cacat ukuran panjang. adapun adanya tujuan dan manfaat dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui cacat apa yang paling banyak terjadi; (2) mengetahui seberapa besar kapabilitas proses produksi yang ada saat ini untuk mememuhi kriteria ukuran barang yang diminta oleh konsumen; (3) mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya defect (cacat) panjang; (4) mengetahui solusi yang terbaik untuk mengurangi terjadinya defect panjang; (5) mengetahui seberapa besar keuntungan yang akan didapatkan dari penerapan solusi yang disarankan. metode metodologi penelitian yang digunakan adalah six sigma, yang dimulai dari tahapan defineatau penentuan permasalahan yang akan dijadikan landasan perbaikan, selanjutnya measure yaitu melakukan pengukuran yang diperlukan sebagai landasan usulan perbaikan yang akan dijalankan, analyze atau melakukan analisis atas hasil pengukuran dan merumuskan langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukandan control atau tindakan pengawasan atas pelaksanaan perbaikan yang dilakukan. six sigma berasal dari serangkaian praktek yang dirancang untuk memperbaiki proses manufaktur dan menghilangkan cacat, namun penerapannya kemudian meluas ke jenis proses usaha yang lain. dalam six sigma, cacat didefinisikan sebagai output/keluaran proses apapun yang tidak penerapan metode dmaic… (ferdian hartoyo; dkk) 985 memenuhi spesifikasi pelanggan atau yang bisa mengarah pada hasil keluaran yang tidak memenuhi spesifikasi pelanggan (mehrjerdi, 2011). six sigma sangat terinspirasi oleh enam dekade sebelumnya dari metodologi peningkatan kualitas seperti kendali mutu, tqm, dan cacat nol (zero defect), berdasarkan kerja pionir seperti shewhart, deming, juran, ishikawa, taguchi dan lain-lain. seperti pendahulunya, doktrin six sigma menegaskan bahwa: (1) upaya terus menerus untuk mencapai hasil proses stabil dan bisa diprediksi (yaitu, mengurangi variasi proses) adalah sangat penting untuk kesuksesan bisnis; (2) manufaktur dan proses bisnis memiliki karakteristik yang dapat diukur, dianalisis, diperbaiki dan dikendalikan; (3) peningkatan kualitas berkelanjutan membutuhkan komitmen dari seluruh organisasi, terutama dari manajemen tingkat atas. six sigma adalah merek layanan dan merek dagang terdaftar dari motorola inc pada tahun 2006. motorola melaporkan bahwa lebih dari us $ 17 miliar dalam simpanan dari six sigma. pengadopsi awal six sigma lain yang mencapai sukses dan dipublikasikan adalah honeywell (sebelumnya dikenal sebagai alliedsignal) dan general electric, di mana jack welch memperkenalkan metode tersebut. pada akhir tahun 1990-an, sekitar dua-pertiga dari 500 organisasi fortune telah mulai mengawali six sigma dengan tujuan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kualitas. dalam beberapa tahun terakhir, beberapa praktisi telah menggabungkan six sigma dengan ide-ide lean manufacturing untuk menghasilkan metodologi bernama lean six sigma. metode yang digunakan dalam penelitian six sigma ini adalah metode dmaic, yang merupakan singkatan dari define, measure, analyze, improve dan control. metode ini digunakan untuk memperbaiki permasalahan yang muncul dalam segi bisnis. dmaic adalah salah satu prosedur pemecahan masalah yang dipakai secara luas dalam masalah peningkatan kualitas dan perbaikan proses (desai & shrivastava, 2008; evans & lindsay 2007). dmaic selalu diasosiasikan dengan aktivitas six sigma, dan hampir semua penerapan six sigma menggunakan pendekatan dmaic. define tujuan dari langkah define pada pendekatan dmaic adalah untuk mengidentifikasi tahap untuk menentukan pokok permasalahan, tujuan penelitian, dan lingkup pada proses. untuk itu diperlukan adanya data kebutuhan pelanggan sehingga dapat diketahui pokok permasalahan yang harus diteliti, kemudian akan dilakukan aktivitas beserta deskripsi dalam suatu proses yang terkait dengan proses, serta inspeksi suatu produk sehingga langkah berikutnya yang dilakukan adalah menentukan apa yang menjadi critical to quality (ctq) bagi pelanggan. project charter fase ini merupakan penentuan tujuan dan ruang lingkup proyek, mengumpulkan informasi tentang proses dan pelanggan, dan menentukan kiriman kepada pelanggan (internal dan external). beberapa elemen yang termasuk dalam project charter adalah sebagai berikut (desai & shrivastava, 2008): (1) problems statements, yaitu deskripsi singkat dari masalah yang perlu ditangani. sebuah pernyataan masalah yang baik harus menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti apa masalahnya, siapa yang memiliki masalah (customer) dan apa saja ruang lingkup yang diperlukan; (2) project goals, yaitu proyek atau penelitian terhadap suatu masalah harus memiliki tujuan yang jelas yang langsung terkait terhadap solusi dari permasalahan tersebut; (3) project scope, yaitu memahami persyaratan dari proyek six sigma dmaic sangat penting terhadap lingkup project. tanpa pemahaman ini, sangat sulit untuk memberikan keterangan dari sebuah proyek untuk memperoleh tujuan yang jelas, singkat dengan batas-batas yang akan memungkinkan resolusi masalah tepat waktu. 986 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 983-995 penentuan ctq (critical to quality) ctq adalah atribut-atribut yang sangat penting untuk diperhatikan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kepuasan pelanggan. ctq merupakan elemen dari suatu produk, proses, atau spesifikasi lain yang berhubungan langsung kepada kepuasan pelanggan. sebelum melakukan pengukuran terhadap ctq, perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem pengukuran yang ada agar menjamin efektivitas sepanjang waktu (gaspersz, 2002). sipoc diagram identifikasi langkah-langkah aktivitas beserta deskripsinya dalam suatu proses yang terkait dapat pula menggunakan proses flowchart, yang menjelaskan proses suatu produk serta inspeksi yang dilakukan dan alat yang berguna dan paling banyak digunakan dalam manajemen dan peningkatan proses adalah sipoc, yaitu: suppliers, inputs, processes, output, customers. measure tahap measure merupakan langkah operasional dalam program peningkatan kualitas six sigma. terdapat tiga hal pokok yang harus dilakukan dalam tahap ini, yaitu: (1) memilih dan menentukan karakteristik kualitas (ctq) kunci yang berhubungan langsung dengan kebutuhan spesifik customers, (2) mengembangkan suatu rencana pengumpulan data melalui pengukuran yang dapat dilakukan pada tingkat proses, input, dan output, dan (3) mengukur kinerja pada tingkat proses, input dan output (gaspersz, 2002). pengukuran pada tingkat output dilakukan untuk mengetahui sejauh mana output dari suatu proses dalam memenuhi kebutuhan customers. hasil pengukuran pada tingkat output dapat berupa data variabel dan data atribut, yang akan ditentukan kinerjanya berdasarkan pengukuran sebagai berikut. dpmo (defect per million opportunities) dpmo adalah ukuran kegagalan dalam program peningkatan kualitas six sigma, yang menunjukkan kegagalan per sejuta kesempatan. target dari pengendalian kualitas six sigma motorola sebesar 3,4 dpmo tidak diintepretasikan sebagai 3,4 unit output yang cacat dari sejuta unit output, tetapi sebagai dalam satu unit produk tunggal terdapat rata-rata kesempatan untuk gagal dari suatu ctq adalah 3,4 kegagalan per satu juta kesempatan. process capability process capability adalah kemampuan proses untuk memproduksi output sesuai dengan kebutuhan pelanggan (gasperz, 2005). indeks cpm mengukur kapabilitas yang didefinisikan sebagai: / µ ² dengan keterangan: usl = upper spesification limit (batas spesifikasi atas) lsl = lower spesification limit (batas spesifikasi bawah) µ = nilai rata-rata (mean) proses aktual t = nilai target dari produk σ = nilai variance dari ukuran variansi proses analyze penerapan metode dmaic… (ferdian hartoyo; dkk) 987 analyze tujuan tahap analyze adalah untuk menggunakan data atau informasi pada tahap pengukuran (measure) untuk memulai menentukan hubungan sebab akibat pada proses dan untuk memahami perbedaan dari variabilitas. dengan kata lain, bahwa pada tahap ini, kita akan menentukan penyebab paling utama dari defect, masalah kualitas, masukan dari pelanggan, waktu siklus, dan lain-lain (gaspersz, 2002). tahap ini perlu melakukan beberapa hal berikut: analisis terhadap kapabilitas proses dalam menentukan apakah suatu proses berada dalam kondisi stabil, perlu membutuhkan alatalat atau metode statistika sebagai alat analisis. kontribusi utama dari penggunaan metode statistika dalam pengendalian sistem industri adalah memisahkan variasi total dalam suatu proses, contohnya analisis kapabilitas proses yang memiliki batas spesifikasi dan analisis kapabilitas proses untuk data atribut. identifikasikan sumber dan akar penyebab cacat tools six sigma yang digunakan dalam tahap ini adalah: (1) pareto chart, yaitu quality improvement tool yang sering digunakan untuk mendefinisikan langkah-langkah pengukuran, yang merepresentasikan secara grafis tentang distribusi frekuensi dari masing-masing perfomance. diagram pareto ini merupakan suatu gambar yang mengurutkan klasifikasi data dari kiri ke kanan menurut urutan ranking tertinggi hingga terendah. hal ini dapat membantu menemukan permasalahan yang terpenting untuk segera diselesaikan (ranking tertinggi) sampai dengan yang tidak harus segera diselesaikan (ranking terendah) (dreachslin, 2007); (2) fishbone diagram, adalah metode yang menjelaskan akar-akar penyebab dari masalah yang mengkategorikan sumber-sumber penyebab berdasarkan prinsip 7m, yaitu man power, machines, methods, materials, media, motivation, money (gaspersz, 2002). improve tahap inprove bertujuan untuk mengoptimasi solusi yang ditawarkan akan memenuhi atau melebihi tujuan perbaikan dari proyek. selama fase improve, tim proyek merencanakan optimasi proses melalui design of experiment (wijaya & kusuma, 2008). pada dasarnya, rencana-rencana tindakan akan mendeskripsikan tentang alokasi sumbersumber daya serta prioritas dan alternatif yang akan dilakukan dalam implementasi dari rencana itu. bentuk pengawasan dan usaha-usaha untuk mempelajari melalui pengumpulan data dan analisis ketika implementasi dari suatu rencana juga harus direncanakan pada tahap ini (gaspersz, 2002). control control adalah tahap operasional terakhir dalam proyek peningkatan kualitas six sigma. pada tahap ini hasil-hasil peningkatan kualitas didokumentasikan, prosedur-prosedur yang baik didokumentasikan dan dijadikan pedoman kerja standar, serta kepemilikan atau tanggung jawab ditransfer kepada pemilik atau penanggung jawab proses (donald, suzanne, & elaine, 2003). standardisasi diperlukan sebagai tindakan pencegahan untuk memunculkan kembali masalah kualitas yang pernah ada. pendokumentasian praktek-praktek kerja standar juga bermanfaat sebagai bahan dalam proses belajar yang terus-menerus, baik bagi karyawan baru maupun karyawan lama, serta menjadikan informasi yang berguna dalam mempelajari masalah-masalah kualitas di masa mendatang sehingga tindakan peningkatan yang efektif dapat dilakukan (gaspersz, 2002). 988 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 983-995 pada tahap control, dilakukan integrasi yang bertujuan mengintegrasikan metode-metode standar dan proses ke dalam siklus desain, dimana salah satu prinsip dari design for six sigma adalah bahwa proses desain harus menggunakan komponen-komponen dan proses-proses yang ada. integrasi juga penting untuk mengintegrasikan six sigma ke dalam praktek bisnis yang dikelola (mehrjerdi, 2011). hasil dan pembahasan tahap define pada tahap ini akan dilakukanidentifikasi masalah. agar identifikasi masalah, cakupan penelitian, anggota proyek, target pencapaian, serta targer waktu penyelesaian terlihat dengan jelas dan ada hitam di atas putih, maka dibuatlah project charter. setelah project charter dibuat, langkah selanjutnya dari tahap define ini adalah membuat sipoc (supplier, input, process, output, customer) diagram. agar aliran barang dari tangan supplier sampai ke tangan customer dapat terlihat dengan jelas. berikut adalah project charter (gambar 1) serta sipoc diagram (gambar 2) dari tahap ini. gambar 1. project charter. gambar 2. sipc diagram. penerapan metode dmaic… (ferdian hartoyo; dkk) 989 jika dilihat dari diagram sipoc diatas, pt indokarlo perkasa adalah konsumen. dalam penelitian ini diketahui bahwa keinginan dari pt indokarlo perkasa sebagai konsumen adalah menurunkan angka tolak produk (reject) yang ada saat ini. dari voice of customer (voc) pt indokarlo perkasa tersebut dapat ditentukan beberapa critical to quality (ctq) atau dengan kata lain aspek yang paling berpengaruh terhadap kepuasan konsumen, yang dalam penelitian ini menurunnya angka persentase reject yang mencapai angka 10,34 % pada bulan april. ctq yang berpengaruh terhadap penurunan angka reject adalah sebagai berikut: (1) ukuran produk yang harus akurat sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan pt ikp; (2) jenis produk yang dikirimkan kepada pt ikp harus sesuai dengan yang diminta; (3) visual produk yang dikirimkan kepada pt ikp harus dalam keadaan visual yang baik. tahap measure setelah mendefinisikan sasaran peningkatan dan memetakan informasi kunci proses, langkah operasional kedua yang dilakukan dalam usaha peningkatan kualitas proses adalah measure atau pengukuran kinerja proses saat sekarang. menentukan “project y” proses memulai metode six sigma dengan berlandaskan rumus y = f (x1, x2, x3, …, xn), maka pada tahap measure ini “y” harus ditentukan terlebih dahulu agar tujuan dari penelitian ini jelas. penentuan y dalam penelitian ini disebut dengan project y, dengan kata lain project y adalah tujuan dalam penelitian yang sedang dilakukan saat ini. project y ditentukan dari ctq yang ada yang kemudian diprioritaskan salah satu ctq yang akan dipilih menjadi project y. berikut data yang diperoleh dari pt ikp dan diagram pareto pada bulan april 2011 mengenai banyaknya reject yang terjadi dari total populasi sebesar 1168461 unit bushing, beserta jenis rejectnya (tabel 1). tabel 1 jumlah reject pada bulan april berdasarkan jenis reject no jenis reject banyak reject 1 ukuran produk 73063 2 visual produk 44798 3 jenis produk 2961 4 lain lain 86 total 120908 pada data diatas dapat dilihat bahwa reject yang paling sering terjadi adalah pada jenis reject ukuran produk yang berjumlah 73063 unit (60.4%) dari total 120908 unit yang reject pada bulan april. berdasarkan diagram tersebut, penelitian ini akan lebih difokuskan kepada jenis reject “ukuran produk” yang bermasalah. ukuran dari produk juga ditentukan dari banyak ketentuan, yaitu: panjang, diameter, chamfer (kemiringan), ulir (part tertentu/special cause), dan topi (part tertentu/special cause). suatu produk dapat dikatakan mempunyai ukuran standar dan bisa masuk dalam kategori finished good apabila semua ketentuan ukuran diatas berada di dalam batas spesifikasi. oleh karena itu dilakukan pengambilan data ketentuan ukuran manakah yang paling sering menjadi penyumbang dari 990 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 983-995 angka reject “ukuran produk”. berikut data yang diperoleh dari hasil penelitian lebih lanjut berserta diagram pareto (tabel 2). tabel 2 banyaknya reject berdasarkan ukuran produk no ukuran produk banyak reject 1 panjang 29020 2 chamfer 21676 3 diameter 15512 4 ulir 6048 5 topi 807 total 73063 measurement system analysis (msa) pada tahap measurement system analysis ini dilakukan pengukuran terhadap kinerja dari alat ukur yang digunakan untuk melakukan pengukuran. untuk melakukan measurement system analysis digunakan tools yang disebut “the gage r&r study”, yaitu metode untuk menganalisis suatu sistem pengukuran untuk menentukan jumlah dan jenis variasi (kesalahan) yang dialami ketika mengukur sesuatu. untuk melakukan metode ini dilakukan pengambilan data terhadap tiga orang inspector yang akan melakukan pengukuran terhadap lima part yang memiliki ukuran standar 32 (3,2 cm). tiap part akan dilakukan pengukuran dua kali tiap inspector-nya dengan menggunakan alat ukur yang sama. berikut di adalah data yang telah diambil (tabel 3). tabel 3 data hasil pengukuran inspector no. part inspector length no. part inspector length 1 1 asep 32.19 16 3 suhari 32.20 2 1 asep 32.20 17 4 suhari 32.19 3 2 asep 32.26 18 4 suhari 32.20 4 2 asep 32.25 19 5 suhari 32.20 5 3 asep 32.20 20 5 suhari 32.19 6 3 asep 32.21 21 1 adi priyogi 32.19 7 4 asep 32.20 22 1 adi priyogi 32.20 8 4 asep 32.21 23 2 adi priyogi 32.25 9 5 asep 32.19 24 2 adi priyogi 32.24 10 5 asep 32.20 25 3 adi priyogi 32.20 11 1 suhari 32.19 26 3 adi priyogi 32.19 12 1 suhari 32.19 27 4 adi priyogi 32.19 13 2 suhari 32.25 28 4 adi priyogi 32.20 14 2 suhari 32.25 29 5 adi priyogi 32.19 15 3 suhari 32.20 30 5 adi priyogi 32.19 sumber: pengolahan data penerapan metode dmaic… (ferdian hartoyo; dkk) 991 dari seluruh hasil yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa alat ukur, serta orang yang mengukur (inspector) dan juga cara pengukuran yang dilakukan sudah baik dan bisa diterapkan dan dilakukan untuk melakukan pengukuran terhadap part yang akan digunakan untuk penelitian ini. data collection plan data yang akan diambil akan digunakan untuk perhitungan lebih lanjut sampai ke bagian analyze yang akan mencari tahu penyebab dari terjadinya defect panjang, sehingga perencanaan pengambilan data ini harus direncanakan agar mengetahui data apa saja yang harus diambil dan seberapa banyak data yang diperlukan untuk melakukan perhitungan-perhitungan. perencanaan pengambilan data juga perlu dilakukan agar data yang diambil tidak asal-asalan atau tidak memenuhi spesifikasi yang diinginkan yang mengakibatkan data harus diambil ulang dan menghabiskan banyak waktu. perencanaan pengambilan data akan dilakukan dengan dua metode, yaitu: uji kecukupan data dan fishbone diagram. uji kecukupan data dilakukan untuk mengeyahui banyaknya sampel yang diperlukan untuk mewakili suatu karakteristik dari keseluruhan suatu populasi. dalam penelitian ini akan digunakan rumus slovin karena ukuran populasi yang akan diambil sampelnya diketahui jumlahnya. n = . di mana: n = jumlah populasi n selama 4 hari = 4 hari x 13 mesin x 2 shift x 4000 unit/mesin/shift n selama 4 hari = 416000 unit populasi yang dihasilkan selama 4 hari. keterangan: pengambilan sampel dilakukan selama 4 hari = 4 hari jumlah mesin yang digunakan untuk proses produksi = 13 mesin shift yang digunakan untuk proses produksi = 2 shift kapasitas produksi = 4000 unit/mesin/shift. n = . . n = 399.62 = 400 sampel minimal yang harus di ambil dari bagian produksi. fishbone diagram (gambar 2) digunakan untuk mencari penyebab yang diperkirakan menjadi penyebab dari terjadinya defect panjang. dari penyebab defect panjang tersebut bisa diperkirakan data apa saja yang akan diambil sehingga bisa digunakan untuk perhitungan selanjutnya yang mencaritahu penyebab sebenarnya dari defect panjang. menghitung kapabilitas proses untuk menghitung kapabilitas proses yang ada saat ini akan dimulai dengan melakukan uji normalitas. uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah data sampel yang diambil bisa mewakili populasi yang ada atau disebut juga normal, sehingga hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan data sampel tersebut bisa dipercaya. uji normalitas menggunakan data dari nilai maximum dan minimum tiap sampel yang ada. data-data tersebut kemudian dikurangi dengan standart panjang masing-masing part baik nilai maximum maupun minimum. hal ini dilakukan agar bisa membandingan dengan part lain walaupun panjang standart part-nya berbeda. pada pengukuran kapabilitas proses ini karena potong 1 dan potong 2 mempunyai toleransi ukuran yang berbeda, pengukuran kapabilitas proses potong 1 dan potong 2 pun dipisahkan, hasilnya terlihat pada tabel 4. 992 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 983-995 gambar 2. diagram fishbone defect panjang. tabel 4 hasil ukur potong 1 dan 2 potong 1 potong 2 zst 0.36 0.32 zlt 0.20 0.43 zshift 0.16 0.75 tahap analyze dengan berlandaskan rumus y = f (x1, x2, x3, …, xn), pada tahap analyze ini akan dilakukan perhitungan dari data-data yang ada berdasarkan x (fakor-faktor yang mempengaruhi y) yang memungkinkan untuk mencari tahu faktor apakah yang paling berpengaruh terhadap y (mengurangi defect panjang), sehingga pada tahap improve bisa di fokuskan terhadap x tersebut. proses perhitungan diatas disebut juga dengan proses screening atau proses penyaringan dari beberapa x kemudian disaring sehingga tersaring x yang paling berpengaruh terhadap y. perhitungan yang akan dilakukan adalah t distribution dengan 2 sample t–test melalui software minitab. data yang ada akan dimasukan ke dalam minitab dan kemudian dilihat apabila p value-nya lebih besar dari 0.05 (α = 0.05), dinyatakan x tersebut tidak menjadi faktor penyebab dari y. perhitungan dilakukan dengan memisahkan dua proses yang ada antara proses potong 1 dengan proses potong 2. adapun x yang memungkinkan berpengaruh terhadap y adalah: x1 = shift x2 = machine x3 = man power x4 = tools untuk melakukan perhitungan 2 sampel t-test harus dilakukan pengambilan data berdasarkan x yang telah ditentukan. data yang diambil adalah data yang mempunyai dua kondisi yang hampir sama dimana hanya x yang ditentukanlah yang berbeda. berikut adalah perhitungannya. dari data tersebut kemudian diproses di minitab dan menghasilkan nilai p-value yang bisa digunakan untuk mengambil keputusan x mana yang paling berpengaruh terhadap y dan juga boxplot diagram yang bisa digunakan untuk membandingkan mean antar data yang pertama dengan data kedua. penerapan metode dmaic… (ferdian hartoyo; dkk) 993 dari hasil perhitungan dengan 2 t-test dapat dilihat nilai p-value (tabel 5 dan 6) yang telah didapatkan untuk mengambil keputusan faktor x mana yang menjadi penyebab dari defect panjang: tabel 5 p-value proses potong 1 no x p-value α = 0.05 1 shift 0.175 p value > α 2 machine 0.000 p value < α 3 man power 0.929 p value > α 4 tools 0.837 p value > α tabel 6 p-value proses potong 2 no x p-value α = 0.05 1 shift 0.574 p value > α 2 machine 0.000 p value < α 3 man power 0.128 p value > α 4 tools 0.847 p value > α dari hasil di atas dapat dilihat bahwa mesin adalah x yang paling berpengaruh terhadap y, dapat dilihat dari nilai p-value yang lebih kecil dari 0.05. oleh karena itu pada tahap improve akan dilakukan beberapa rencana perbaikan pada bagian mesin, yang kemudian akan dipilih perbaikan apa yang paling efektif. tahap improve pada tahap improve ini akan dilakukan penelitian dengan metode design of experiment (doe) yang berguna untuk mencari solusi dari mesin yang digunakan untuk produksi yang paling berpengaruh terhadap defect panjang. doe akan memberikan solusi terbaik dari beberapa solusi yang akan dilakukan sehingga keefektifan dan efesiensi mesin akan mencapai nilai optimum dari beberapa solusi tersebut. observasi lapangan kembali dilakukan dan setelah diperhatikan lebih lanjut putaran yang ditimbulkan mesin terhadap material pipa besi yang akan dipotong tidak stabil sehingga menjadi penyebab utama dari terjadinya defect panjang oleh mesin. putaran material pipa besi yang tidak stabil muncul karena material yang tidak lurus atau terlalu panjang sehingga putaran menjadi tidak stabil. menggunakan metode doe, tiga faktor mesin yang kami usulkan untuk diperbaiki adalah, front holder, standarisasi bandul, dan back holder. setelah doe didapatkan hasil,yaitu dengan melakukan perbaikan pada bagian mesin yang menjadi pengaruh terbesar terhadap cacat panjang maka didapatkan solusi menambah tiga tools, yaitu front holder, backholder dan juga melakukan standarisasi bandul. dengan menambah ketiga tools tersebut diharapkan bisa mengurangi defect panjang. tahap control setelah perbaikan yang dilakukan pada fase improve terbukti dapat mengurangi tingkat kecacatan panjang pada bushing yang diteliti, langkah selanjutnya adalah bagaimana kemajuan yang telah dicapai dapat dipertahankan agar tidak kembali kepada kondisi semula yang lebih buruk sebelum 994 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 983-995 dilakukan langkah improve. agar kemajuan yang sudah tercapai tidak kembali ke tahap awal, maka diperlukan suatu standarisasi instruksi kerja, diharapkan kinerja 1 operator dan operator lainnya tidak berbeda signifikan sehingga perlu dibuatnya standard operating procedure (sop). selain itu agar performanya tidak menurun kembali, kami mengusulkan perlu dilakukan audit 5r secara berkala yang dapat menunjang kualitas produk yang dihasilkan dapat stabil. apabila semua solusi diterapkan dan dilaksanakan sesuai dengan sop yang dirancang serta dicontrol dengan audit 5r, diperkirakan akan terjadi penurunan sampai dengan 87%. dengan value diperkirakan sebesar rp 8,836,100.00 setiap bulannya dan apabila diterapkan terus selama setahun akan mengurangi reject sebesar rp106,033,200.00 selama satu tahun. penutup berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) pada tahap define bisa dilihat proses yang ada dan dapat dari data yang ada dapat ditarik kesimpulan bahwa ukuran panjang bushing merupakan jenis defect yang paling banyak terjadi; (2) pada tahap measure juga dilakukan penentuan tujuan penelitian atau “project y”, yaitu pengurangan defect ukuran panjang. hasil perhitungan msa telah membuktikan bahwa alat ukur yang digunakan untuk mengukur data dapat berjalan dengan baik dan sistem pengukuran yang dilakukan inspector juga sudah baik. dari hasil perhitungan didapatkan kapabilitas proses yang ada saat ini masih kurang baik, karena memiliki nilai zst atau sigma yang masih kecil, yaitu sebesar 0,36; (3) pada tahap analyze diketahui penyebab terjadinya defect panjang dan didapatkan hasil bahwa mesin yang digunakan untuk memotong adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya defect panjang yang jumlahnya cukup banyak; (4) pada tahap improve dilakukan penelitian dengan melakukan improvement pada bagian mesin yang menjadi pengaruh terbesar terhadap cacat panjang dan didapatkan solusi menambah tiga tools, yaitu front holder, backholder dan juga melakukan standarisasi bandul; (5) pada tahap control form sop dan 5r di rancang guna mendukung tools yang akan ditambahkan ke mesin. dan apabila tools tambahan dipasang ke mesin dan dijalankan sesuai dengan prosedur yang telah dirancang, maka defect panjang diperkirakan akan berkurang sampai dengan 87 %, dengan value yang bisa didapatkan sekitar rp8,836,100.00 setiap bulannya dan apabila dijalankan selama setahun bisa mendapatkan value sebesar rp106,033,200.00. dari hasil temuan, berikut adalah beberapa hal yang disarankan untuk peningkatan kualitas di perusahaan: 91) ukuran panjang bushing harus lebih diperhatikan kualitasnya; (2) zst yang pada keadaan semula berada di bawah standar, perlu dilakukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan zst; (3) setelah diketahui faktor mesinlah yang paling berkontribusi besar atas besarnya jumlah produk defect, sebaiknya dilakukan tindakan perbaikan di faktor yang berkaitan dengan mesinnya; (4) tambahkan front holder, backholder dan juga melakukan standarisasi bandul pada mesin untuk mengurangi jumlah produk defectyang dihasilkan; (5) jalankan sop yang dibuat dan lakukan audit 5r secara rutin agar kondisi yang sudah membaik tidak kembali ke kondisi semula. daftar pustaka desai, t. n. & shrivastava, d. r. (2008). six sigma: sebuah arah baru kualitas dan produktivitas manajemen. prosiding kongres dunia tentang teknik dan ilmu komputer, 2. donald, l., suzanne, b., & elaine, c. (2003). how to scope dmaic projects. quality progress, 36 (1) , 37 – 41. penerapan metode dmaic… (ferdian hartoyo; dkk) 995 dreachslin, j. l. (2007). applying six sigma and dmaic to diversity initiatives. journal of health care management, 361 – 367. evans, j. r., & lindsay, w. m. (2007). an introduction to six sigma & process improvement. jakarta: salemba empat. gaspersz, v. (2002). pedoman implementasi program six sigma terintegrasi dengan iso 9001: 2000, mbnqa, dan haccp. jakarta: gramedia pustaka utama. gasperz, v. (2005). total quality management. jakarta: gramedia pustaka utama. mehrjerdi, y. z. (2011). six sigma: methodology, tools and its future. assembly automation, 31 (1), 79 – 88. wijaya, l. t., & kusuma, n. (2008). penerapan metode six sigma untuk meningkatkan kualitas hasil produksi kapsul lunak yodiol. skripsi tidak diterbitkan. universitas brawijaya fakultas teknik, malang. microsoft word 17_si_roy kurniawan.docx 694 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 694-706  analisis dan pengukuran tingkat eksposur resiko teknologi informasi dengan metode fmea padapt. bank central asia, tbk roy kurniawan information systems department, school of information systems, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 roy_kurniawan@binus.ac.id abstract the purpose of this paper is to help the pt. bank central asia, tbk in measuring the level of risk exposure and identify the need to control it risk management at pt. bank central asia, tbk. conducted research methodology, field observation, library research, interviews and gave questionnaires to the relevant parties, perform data analysis, as well as measuring the risk of using the approach of fmea (failure mode and effect analysis). the results achieved in this study is to facilitate the management in making decisions related to the design, maintenance, and development of information technology at pt. bank central asia, tbk and also minimize the risk of the failure so that the utilization of existing information technology can provide more optimal results. the conclusion from this study is that there is a risk of potential failure that could hamper the existing business processes in pt. bank central asia, tbk. highest risk or potential failure according to the rpn (risk priority number) is a software and hardware damage, as well as the corrupted database due to the impact of operational risk. keywords: risk measurement, information technology, fmea (failure mode and effect analysis) abstrak tujuan penulisan makalah ini adalah untuk membantu pt. bank central asia, tbk dalam mengukur tingkat eksposur resiko serta mengidentifikasi kebutuhan pengendalian untuk penanggulangan resiko it pada pt. bank central asia, tbk. metodologi penelitian yang dilakukan, adalah observasi lapangan, studi pustaka, wawancara dan memberikan kuesioner kepada pihak yang terkait, melakukan analisis data, serta melakukan pengukuran resiko menggunakan pendekatan fmea (failure mode and effect analysis). hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah mempermudah pihak manajemen dalam membuat keputusan yang berhubungan dengan perencanaan, pemeliharaan, dan pengembangan teknologi informasi pada pt. bank central asia, tbk dan juga meminimalisir resiko penyebab kegagalan sehingga pemanfaatan teknologi informasi yang ada dapat memberikan hasil yang lebih optimal. kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah terdapat resiko kegagalan potensial yang dapat menghambat proses bisnis yang ada di pt. bank central asia, tbk. resiko atau potensi kegagalan tertinggi menurut rpn (risk priority number) adalah kerusakan software dan hardware, serta database corrupt akibat dampak dari terjadinya resiko operasional. kata kunci: pengukuran, resiko, teknologi informasi, fmea analisis dan pengukuran … (roy kurniawan)   695  pendahuluan menurut priandoyo (2006), pengukuran atau assessment adalah hal yang mutlak dilakukan untuk mendapatkan peningkatan kualitas. suatu perusahaan dapat meningkatkan penjualan bila mengetahui bagaimana tingkat efisiensi penjualannya. dengan pengukuran maka perusahaan dapat mengetahui kelemahan yang ada, membandingkan dengan contoh penerapan di perusahaan lain sehingga terdapat peningkatan keuntungan perusahaan. pada dunia bisnis resiko-resiko bisnis tentu tidak dapat dihindari bagi perusahaan khususnya manajemen resiko walaupun beberapa perusahaan telah melakukan pengelolaan resiko dengan berbagai tingkat kesuksesan. penerapan manajemen resiko dilakukan secara bertahap dan dijalankan sedini mungkin. pengimplementasiannya akan berpengaruh pada peningkatan daya saing, flesibilitas, dan pemanfaatan peluang bisnis baru. berdasarkan resiko yang diungkap masing (2009), dikatakan bahwa dengan menggunakan sistem dengan metode manajemen resiko teknologi informasi yang tepat, dapat memiliki pengaruh yang positif bagi perusahaan yaitu dapat mengetahui resiko dan kerentanan, dan dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan jika resiko terjadi. pt. bank central asia, tbk merupakan salah satu perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan bisnis pada perusahaan agar lebih unggul dan dapat bersaing dari para kompetitornya. dalam hal ini, pihak manajemen pt. bank central asia, tbk belum pernah melakukan pengukuran resiko terhadap teknologi informasi yang telah diterapkan. dengan demikian, pt. bank central asia, tbk belum mengetahui sebesar apa resiko yang dapat ditimbulkan dari teknologi informasi yang telah diterapkan dan cara menanggulangi resiko tersebut. dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode fmea (failure mode and effect analysis). karena metode fmea adalah pendekatan sistematik yang menerapkan suatu metode pentabelan untuk membantu proses pemikiran yang digunakan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi mode kegagalan potensial dan efeknya dan untuk mengidentifikasi sumber sumber dan akar penyebab dari suatu masalah kualitas dalam sebuah sistem, desain, proses atau pelayanan pada perusahaan. oleh karena itu, metode fmea lebih cocok untuk pt. bank central asia, tbk karena pt. bank central asia, tbk bergerak dibidang perbankan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) pengukuran tingkat resiko dan dampak teknologi informasi dengan menggunakan metode fmea pada pt. bank central asia, tbk. (2) identifikasi kegagalan potensial, efek kegagalan potensial, rating keparahan (severity), penyebab kegagalan potensial, rating kejadian (occurrence), evaluasi atau kontrol yang ada, metode deteksi (detection) dan rpn (risk priority number) pada pt. bank central asia, tbk. (3) identifikasi metode mitigasi untuk mengontrol dan penanggulangan resiko pada pt. bank central asia, tbk untuk lebih mengarahkan penyusunan dan penulisan, ruang lingkup penelitian dibatasi pada: (1) penelitian dilakukan pada pt. bank central asia, tbk. (2) penelitian dilakukan pada divisi it pt. bank central asia, tbk. (3) pengukuran resiko teknologi informasi pada pt. bank central asia, tbk menggunakan pendekatan metode fmea (failure mode and effect analysis). tujuan yang ingin dicapai adalah: (1) mengidentifikasi resiko teknologi informasi serta dampaknya pada pt. bank central asia, tbk. (2) mengkuantifikasi tingkat resiko dan dampak teknologi informasi dengan menggunakan metode fmea pada pt. bank central asia, tbk. (3) mengukur resiko teknologi informasi dan dampak resiko berdasarkan identifikasi mode kegagalan potensial, efek kegagalan potensial, rating keparahan (severity), penyebab kegagalan potensial, rating kejadian (occurrence), evaluasi atau kontrol yang ada, metode deteksi (detection) dan rpn (risk priority number) pada pt. bank central asia, tbk. (4) mengidentifikasi prioritas, metode mitigasi, kebutuhan pengendalian untuk penanggulangan resiko it pada pt. bank central asia, tbk. (5) meminimalisir kerugian yang disebabkan kegagalan potensial akibat resiko it dan efeknya. 696 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 694-706  manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: (1) meminimalkan resiko atau mode kegagalan potensial, efek kegagalan potensial dan penyebab kegagalan yang ada pada pt. bank central asia, tbk . (2) meminimalkan resiko terjadinya ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar perusahaan. (3) memberikan kemudahan kepada pihak manajemen pt. bank central asia, tbk untuk menangani resiko-resiko atau mode kegagalan potensial, efek kegagalan potensial dan penyebab kegagalan yang ditemukan dari hasil penelitian. (4) memberikan pengetahuan tentang pengukuran resiko teknologi informasi terhadap perusahaan. (5) sebagai referensi untuk peneliti selanjutnya. metode teknik pengumpulan data penelitian lapangan (field research) penelitian lapangan merupakan penelitian kualitatif di mana peneliti mengamati dan berpartisipasi secara langsung dalam penelitian skala sosial kecil dan mengamati budaya setempat dengan cara mengunjungi perusahaan, data didapatkan dengan cara-cara: (1) observasi. observasi adalah bagian dalam pengumpulan data yang berarti mengumpulkan data langsung dari lapangan. data dikumpulkan dari log pada sistem internal dan beberapa core application serta data dari divisi terkait yaitu divisi it, manajemen resiko dan keuangan. (2) wawancara. wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. wawancara dilakukan terhadap beberapa karyawan divisi it sejumlah 15 orang dari beberapa 8 biro yang berbeda. (3) kuesioner. kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. kuesioner berupa 8 pertanyaan dengan 4 5 point dibagikan kepada seluruh karyawan divisi it sejumlah 75 karyawan tetap, 82 karyawan kontrak dan 25 karyawan outsource. total kuesioner berjumlah 182. penelitian kepustakaan (library research) studi kepustakaan merupakan langkah yang penting dimana setelah seorang peneliti menetapkan topik penelitian. teknik analisis pengukuran resiko teknologi informasi pada pt. bank central asia, tbk menggunakan pendekatan teknik analisa fmea (failure mode and effect analysis) dengan menyajikan secara rinci langkah-langkah untuk mengukur tingkat resiko yang ada di perusahaan yang bergerak di bidangperbankan metode fmea (failure mode and effect analysis) menurut keskin (2008). “mode and effects analysis (fmea) is a technique used to improve productivity. it is a method that evaluates possible failures in the system, design, process or service. it aims to continuously improve and decrease these kinds of failure modes”. fmea adalah teknik yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas. ini adalah metode yang mengevaluasi kemungkinan kegagalan dalam proses, desain, sistem atau layanan. menurut the international marine contractor association (imca) (2002), “fmea is design tool that has been around for many years and is recognized as an essential function in design from concept through to the development of every conceivable type of equipment”. fmea adalah alat desain yang telah ada selama bertahun-tahun dan diakui sebagai fungsi penting dalam desain, dari konsep hingga pengembangan di setiap jenis peralatan. analisis dan pengukuran … (roy kurniawan)   697  terdapat lima tipe fmea yang bisa diterapkan, yaitu: (1) system, digunakan untuk menganalisa sistem dan subsistem pada konsep pemulaan dan tahap desain. fokus pada jenis-jenis kegagalan produk yang berhubungan dengan fungsi sebuah sistem yang diakibatkan oleh defisiensi desain. termasuk interaksi sebuah sistem dengan sistem lainnya, dan interaksi antar elemen-elemen sistem. (2) design, digunakan untuk menganalisa produk. fokus pada jenis-jenis kegagalan pada suatu produk yang diakibatkan oleh defisiensi desain. (3) process, digunakan untuk menganalisa proses. fokus pada jenis-jenis kegagalan potensial yang diakibatkan oleh defisiensi desain proses. (4) service, berfokus pada fungsi jasa. (5) software, berfokus pada fungsi software. tahapan fmea adalah sebagai berikut: (1) deskripsi/tujuan. (2) identifikasi kegagalan potensial. (3) identifikasi efek kegagalan potensial. (4) menentukan severity atau rating keparahan. (5) penyebab kegagalan potensial. (6) menentukan occurrence atau rating kejadian. (7) evaluasi atau control yang ada. (8) identifikasi metode deteksi. (9) menghitung rpn (risk priority number). (10) rekomendasi manfaat fmea dari penerapan fmea pada perusahaan, maka akan dapat diperoleh keuntungan-keuntungan yang sangat bermanfaat untuk perusahaan, antara lain: (1) meningkatkan kualitas, keandalan, dan keamanan produk. (2) membantu meningkatkan kepuasan pelanggan. (3) meningkatkan citra baik dan daya saing perusahaan. (4) mengurangi waktu dan biaya pengembangan produk. (5) memperkirakan tindakan dan dokumen yang dapat menguangi resiko. pengukuran resiko yang dilakukan pada divisi it pt. bank central asia, tbk dilakukan dengan mengumpulkan dan mengolah data berdasarkan wawancara dan kuesioner yang telah dibagikan kepada divisi it di pt. bank central asia, tbk . kuesioner yang dibagikan digunakan untuk mengetahui kelemahan dari hasil pengukuran resiko serta mencari solusi atas resiko-resiko yang terjadi di divisi it pt. bank central asia, tbk . hasil dan pembahasan analisa fmea pt. bank central asia, tbk pada pt. bank central asia, tbk terdapat beberapa potensi kegagalan yang ada, yaitu software server rusak atau error, hardware server rusak, memory server full, data atau file corrupt, database corrupt, scan barcode rusak/tidak berfungsi dengan baik, komputer client rusak, komputer client melambat kinerjanya, dan lan rusak/tidak berfungsi dengan baik. dari beberapa potensi kegagalan yang ada di perusahaan, ada akibat yang ditimbulkan dari potensi kegagalan tersebut yang dapat membuat proses bisnis yang ada diperusahaan menjadi terganggu, bahkan dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan. oleh karena itu, peneliti melakukan pengukuran resiko menggunakan metode fmea (failure mode and effect analysis) untuk memberi informasi kepada perusahaan dalam menangani dan mengatasi resiko yang ada di perusahaan. software server error software server error dapat mengakibatkan server tidak bisa mengendalikan seluruh komputer yang ada di perusahaan. sesuai dari kuesioner, severity atau rating keparahan dari software server rusak atau error ini terdapat di angka 10, yaitu akibat yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi perusahaan. adapun penyebab-penyebab terjadi software server rusak yang biasa terjadi di perusahaan sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan pihak divisi it perusahaan yaitu listrik padam, human error, dan virus. 698 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 694-706  listrik padam sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari listrik padam ini terdapat di angka 9 yaitu tergolong high. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari listrik padam sesuai dari hasil wawancara yaitu perusahaan menyediakan ups (uninteruptable power system) dan server backup. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 6, yaitu metode pencegahan masih kurang efektif dan penyebab masih berulang kembali. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 540. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan mengadakan control ups (uninteruptable power system) secara berkala dan menyediakan generator set atau yang biasa disebut genset di perusahaan demi meminimalisir resiko dari listrik padam tersebut. human error sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari human error ini terdapat di angka 5 yaitu tergolong moderate. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari human error sesuai dari hasil wawancara yaitu perusahaan memberikan batasan akses. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 4, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 200. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan memberikan bimbingan dan pelatihan sdm (sumber daya manusia) kepada karyawan yang berhubungan dengan sistem informasi. virus sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari virus ini terdapat di angka 6 yaitu tergolong moderate. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari virus yaitu antivirus dan jadwal maintenance. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 2, yaitu kemungkinan penyebab resiko terjadi sangat rendah. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 162. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan meng-update antivirus secara berkala. hardware server rusak hardware server rusak dapat mengakibatkan server tidak bisa mengendalikan seluruh komputer yang ada di perusahaan. sesuai dari kuesioner, severity atau rating keparahan dari software server rusak atau error ini terdapat di angka 9, yaitu akibat yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi perusahaan. adapun penyebab-penyebab terjadinya hardware server rusak yang biasa terjadi di perusahaan sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan pihak divisi it perusahaan yaitu listrik padam, hardware tidak terawat dengan baik dan human error. listrik padam sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari listrik padam ini terdapat di angka 6 yaitu tergolong moderate. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari listrik padam sesuai dari hasil wawancara yaitu perusahaan menyediakan ups (uninteruptable power system) dan server backup. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 6, yaitu metode pencegahan masih kurang efektif dan penyebab masih berulang kembali. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 324. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati analisis dan pengukuran … (roy kurniawan)   699  oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan mengadakan control ups (uninteruptable power system) secara berkala dan menyediakan generator set atau yang biasa disebut genset di perusahaan demi meminimalisir resiko dari listrik padam tersebut. hardware tidak terawat sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari hardware tidak terawat dengan baik ini terdapat di angka 4 yaitu tergolong low. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari hardware tidak terawat dengan baik sesuai dari hasil wawancara yaitu jadwal maintenance. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 1, yaitu kemungkinan penyebab resiko sangat rendah. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 36. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu maintenance secara berkala dan membuat kebijakan peremajaan hardware yang sudah tidak layak pakai. human error sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari human error ini terdapat di angka 2 yaitu tergolong low. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari human error sesuai dari hasil wawancara yaitu perusahaan memberikan batasan akses. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 5, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 90. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan memberikan bimbingan dan pelatihan sdm (sumber daya manusia) kepada karyawan yang berhubungan dengan sistem informasi. memory server full memory server full mengakibatkan server tidak dapat menyimpan data yang ada dan komputer menjadi lambat kinerjanya/lemot. sesuai dari kuesioner, severity atau rating keparahan dari memory server full ini terdapat di angka 4, yaitu moderate severity (pengaruh buruk yang moderat). pengguna akan merasakan penurunan kinerja, namun masih dalam batas toleransi. adapun penyebabpenyebab terjadinya memory server full yang biasa terjadi di perusahaan sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan pihak divisi it perusahaan yaitu worm, file ganda/duplikat, file tidak penting (foto, video, lagu, dll), dan human error. worm sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari worm ini terdapat di angka 4 yaitu tergolong low. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari worm sesuai dari hasil wawancara yaitu antivirus dan jadwal maintenance. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 4, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 64. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu menggunakan antivirus yang asli dan update antivirus secara berkala. file ganda/duplikat sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari file ganda/duplikat ini terdapat di angka 8 yaitu tergolong high. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari file ganda/duplikatsesuai dari hasil wawancara yaitu pemeriksaaan 700 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 694-706  dan sosialisasi peraturan. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 5, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 160. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu pemeriksaaan dan sosialiasi peraturan secara berkala. file tidak penting sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari file tidak penting ini terdapat di angka 9 yaitu tergolong high. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari file ganda/duplikat sesuai dari hasil wawancara yaitu pemeriksaaan dan sosialisasi peraturan. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 6, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 216. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu membuat permission folder. human error sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari human error ini terdapat di angka 4 yaitu tergolong low. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari human error sesuai dari hasil wawancara yaitu perusahaan memberikan kuota penyimpanan. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 6, yaitu metode pencegahan masih kurang efektif dan penyebab masih berulang kembali. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 96. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan menambah kapasitas memory. database corrupt database corrupt mengakibatkan server atau user tidak dapat mengetahui data atau informasi yang ada dalam database. sesuai dari kuesioner, severity atau rating keparahan dari database corrupt ini terdapat di angka 9, yaitu high severity (pengaruh buruk yang tinggi). pengguna akan merasakan akibat buruk yang tidak akan diterima, berada di luar batas toleransi. adapun penyebab-penyebab terjadinya database corrupt yang biasa terjadi di perusahaan sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan pihak divisi it perusahaan yaitu listrik padam, virus, dan human error. listrik padam sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan rating kejadian atau occurrence dari listrik padam ini terdapat di angka 9 yaitu tergolong high. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari listrik padam sesuai dari hasil wawancara yaitu perusahaan menyediakan ups (uninteruptable power system) dan server backup. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 6, yaitu metode pencegahan masih kurang efektif dan penyebab masih berulang kembali. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 486. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan mengadakan control ups (uninteruptable power system) secara berkala dan menyediakan generator set atau yang biasa disebut genset di perusahaan demi meminimalisir resiko dari listrik padam tersebut. virus sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan rating kejadian atau occurrence dari human error ini terdapat di angka 5 yaitu tergolong moderate. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk analisis dan pengukuran … (roy kurniawan)   701  menanggulangi resiko dari virus yaitu antivirus dan jadwal maintenance. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 2, yaitu kemungkinan penyebab resiko terjadi sangat rendah. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 90. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan menggunakan antivirus yang asli dan mengupdate antivirus secara berkala. human error sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan rating kejadian atau occurrence dari human error ini terdapat di angka 3 yaitu tergolong low. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari human error sesuai dari hasil wawancara yaitu backup data. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 5, yaitu metode pencegahan masih kurang efektif dan penyebab masih berulang kembali. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 135. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan memberikan bimbingan dan pelatihan sdm (sumber daya manusia) kepada karyawan yang berhubungan dengan sistem informasi. data diketahui oleh orang yang tidak berwenang data diketahui oleh orang yang tidak mempunyai wewenang mengakibatkan informasi yang ada disalahgunakan oleh orang yang tidak mempunyai wewenang tersebut dan berakibat kerugian bagi perusahaan. sesuai dari kuesioner, severity atau rating keparahan dari data diketahui oleh orang yang tidak mempunyai wewenang ini terdapat di angka 8, yaitu high severity (pengaruh buruk yang tinggi). pengguna akan merasakan akibat buruk yang tidak akan diterima, berada di luar batas toleransi. adapun penyebab-penyebab terjadinya data diketahui oleh orang yang tidak mempunyai wewenang yang biasa terjadi di perusahaan sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan pihak divisi it perusahaan yaitu memberikan dan memberitahu password kepada orang lain yang tidak berwenang, lupa logout, human error, dan hacker atau cracker dari orang dalam di perusahaan. memberikan dan memberitahu password kepada orang lain sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari memberikan dan memberitahu password kepada orang lain yang tidak berwenang ini terdapat di angka 9 yaitu tergolong high. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari memberikan dan memberitahu password kepada orang lain yang tidak berwenang sesuai dari hasil wawancara yaitu pemeriksaan, sosialisasi peraturan dan sanksi. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 4, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 288. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan me-reset password secara berkala. lupa logout sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari lupa logout ini terdapat di angka 7 yaitu tergolong moderate. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari lupa logout sesuai dari hasil wawancara yaitu teguran. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 5, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 280. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu menggunakan sistem otomatis sleep. 702 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 694-706  human error sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari human error ini terdapat di angka 5 yaitu tergolong moderate. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari human error sesuai dari hasil wawancara yaitu sanksi indisipliner. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 5, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 200. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan memberikan bimbingan dan pelatihan sdm (sumber daya manusia). komputer client rusak komputer client rusak mengakibatkan karyawan atau staff tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. sesuai dari kuesioner, severity atau rating keparahan dari komputer client rusak ini terdapat di angka 2, yaitu mild severity. akibat yang ditimbulkan hanya bersifat ringan bagi perusahaan. adapun penyebab-penyebab terjadinya komputer client rusak yang biasa terjadi di perusahaan sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan pihak divisi it perusahaan yaitu listrik padam, virus, dan human error. listrik padam sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari listrik padam ini terdapat di angka 7 yaitu tergolong moderate. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari listrik padam sesuai dari hasil wawancara yaitu perusahaan menyediakan ups (uninteruptable power system) dan server backup. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 5, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 70. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan mengadakan control ups (uninteruptable power system) secara berkala dan menyediakan generator set atau yang biasa disebut genset di perusahaan demi meminimalisir resiko dari listrik padam tersebut. virus sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari virus ini terdapat di angka 7 yaitu tergolong moderate. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari virus yaitu antivirus dan jadwal maintenance. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 2, yaitu kemungkinan penyebab resiko terjadi sangat rendah. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 28. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan menggunakan antivirus asli dan meng-update antivirus secara berkala. human error sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari human error ini terdapat di angka 6 yaitu tergolong moderate. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari human error sesuai dari hasil wawancara yaitu perusahaan memberikan teguran sampai sanksi. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 4, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 48. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu analisis dan pengukuran … (roy kurniawan)   703  dengan memberikan bimbingan dan pelatihan sdm (sumber daya manusia) kepada karyawan yang berhubungan dengan sistem informasi. komputer client melambat kinerja komputer client melambat kinerjanya mengakibatkan pekerjaan yang dilakukan menjadi terhambat. sesuai dari kuesioner, severity atau rating keparahan dari komputer client rusak ini terdapat di angka 1, yaitu mild severity. akibat yang ditimbulkan hanya bersifat ringan bagi perusahaan. adapun penyebab-penyebab terjadinya komputer client rusak yang biasa terjadi di perusahaan sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan pihak divisi it perusahaan yaitu memory penuh / full, worm, virus, human error. memory server full sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari memory full ini terdapat di angka 8 yaitu tergolong high. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari memory fullsesuai dari hasil wawancara yaitu jadwal maintenance. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 5, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 40. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu membuat system backup otomatis. worm sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari worm ini terdapat di angka 5 yaitu tergolong moderate. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari worm sesuai dari hasil wawancara yaitu antivirus dan jadwal maintenance. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 2, yaitu metode memungkinkan penyebab itu terjadi sangat rendah. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 10. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu menggunakan antivirus yang asli dan meng-update antivirus secara berkala. virus sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari human error ini terdapat di angka 7 yaitu tergolong moderate. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari virus yaitu antivirus dan jadwal maintenance. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 3, yaitu kemungkinan penyebab resiko terjadi sangat rendah. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 21. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan menggunakan antivirus yang asli dan meng-update antivirus secara berkala. human error sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari human error ini terdapat di angka 4 yaitu tergolong low. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari human error sesuai dari hasil wawancara yaitu memberi teguran. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 5, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 20. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan memberikan bimbingan dan 704 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 694-706  pelatihan sdm (sumber daya manusia) kepada karyawan yang berhubungan dengan sistem informasi. lan rusak atau tidak berfungsi dengan baik lan rusak atau tidak berfungsi dengan baik kinerjanya dapat mengakibatkan komputer server /client tidak dapat berhubungan satu sama lain dalam proses terima/ mengirim data. sesuai dari kuesioner, severity atau rating keparahan dari computer computer klien rusak ini terdapat di angka 8, yaitu high severity (pengaruh buruk yang tinggi). pengguna akan merasakan akibat buruk yang tidak akan diterima, berada di luar batas toleransi. adapun penyebab-penyebab terjadinya database corrupt yang biasa terjadi di perusahaan sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan pihak divisi it perusahaan yaitu kabel / peralatan lan rusak, dan human error. kabel / peralatan lan rusak sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari human error ini terdapat di angka 7 yaitu tergolong high. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari kabel atau peralatan lan rusaksesuai dari hasil wawancara yaitu jadwal cek peralatan dan perbaikan. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 2, yaitu kemungkinan penyebab resiko terjadi sangat rendah. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 112. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu pemeriksaan secara berkala. human error sesuai dari hasil kuesioner yang diberikan, rating kejadian atau occurrence dari human error ini terdapat di angka 4 yaitu tergolong moderate. metode evaluasi yang ada di perusahaan untuk menanggulangi resiko dari human error sesuai dari hasil wawancara yaitu memberi teguran sampai sanksi. nilai detection atau kemampuan mendeteksi resiko sesuai dari kuesioner terdapat di angka 5, yaitu metode pencegahan kadang memungkinkan penyebab itu terjadi. nilai rpn yang dihasilkan dari perkalian severity, occurrence, dan detection adalah 160. rekomendasi yang diberikan sesuai dengan hasil diskusi dan telah disepakati oleh pihak divisi it perusahaan yaitu dengan memberikan bimbingan dan pelatihan sdm (sumber daya manusia) kepada karyawan yang berhubungan dengan sistem informasi. tabel dan grafik rpn (risk priority number) gambar 1 grafik 10 besar rpn pt. bank central asia, tbk analisis dan pengukuran … (roy kurniawan)   705  tabel 1 rpn pt. bank central asia, tbk prioritas potensi kegagalan penyebab potensi kegagalan severity occurrence detection rpn 1 software server error listrik padam 10 9 6 540 2 database corrupt listrik padam 9 9 6 486 3 hardware server rusak listrikpadam 9 6 6 324 4 data diketahui pihak tidak mempunyai wewenang memberitahu password 8 9 4 288 5 data diketahui pihak tidak mempunyai wewenang lupa logout 8 7 5 280 6 memory server full file tidak penting 4 9 6 216 7 data diketahui pihak tidak mempunyai wewenang human eror 8 5 5 200 8 software server error human eror 10 5 4 200 9 software server error worm 10 6 3 180 10 memory server full file ganda/duplikat 4 8 5 160 11 lan rusak human eror 8 4 5 160 12 database corrupt human error 9 3 5 135 13 software server error virus 10 6 2 120 14 lan rusak peralatan lan rusak sesuai 8 7 2 112 15 memory server full human error 4 4 6 96 16 hardware server rusak human eror 9 2 5 90 17 database corrupt virus 9 5 2 90 18 komputer client rusak listrik padam 2 7 5 70 19 memory server full worm 4 4 4 64 20 komputer client rusak human error 2 6 4 48 21 komputer client melambat kinerjanya memory server full 1 8 5 40 22 hardware server rusak hardware tidak terawat 9 4 1 36 23 komputer client rusak virus 2 7 2 28 24 komputer client melambat kinerjanya virus 1 7 3 21 25 komputer client melambat kinerjanya human eror 1 4 5 20 26 komputer client melambat kinerjanya worm 1 5 2 10 tabel 2 10 besar rpn pt. bank central asia, tbk prioritas potensi kegagalan penyebab potensi kegagalan rpn 1 software server error listrik padam 540 2 database corrupt listrik padam 486 3 hardware server rusak listrikpadam 324 4 data diketahui pihak tidak mempunyai wewenang memberitahu password 288 5 data diketahui pihak tidak mempunyai wewenang lupa logout 280 6 memory server full file tidak penting 216 7 data diketahui pihak tidak mempunyai wewenang human eror 200 7 software server error human eror 200 9 software server error worm 180 10 memory server full file ganda/duplikat 160 10 lan rusak human eror 160 706 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 694-706  simpulan berdasarkan hasil penelitian pengukuran resiko yang dilakukan pada divisi it pt. bank central asia, tbk dapat disimpulkan: (1) terdapat beberapa resiko yang menyebabkan kerugian potensial dan menghambat proses bisnis. potensi penyebab kegagalan potensial terbesar yaitu hardware server yang rusak, database corrupt dan software server rusak atau error. ketika software maupun hardware server dan database tidak berfungsi optimal, maka berbagai proses bisnis serta jalannya operasional akan terganggu dan menjadi tidak optimal. (2) adanya potensi penyebab dari kegagalan yang ada pada pt. bank central asia, tbk, dan tingkat tertinggi dari penyebab kegagalan tersebut adalah pada saat listrik mengalami pemadaman (baik karena kerusakan teknis maupun non teknis) oleh pihak pln (perusahaan listrik negara) yang mengakibatkan perusahaan tidak mendapat pasokan listrik. (3) adanya potensi penyebab kegagalan yang ada pada pt. bank central asia, tbk yaitu memberikan dan memberitahu password kepada orang yang tidak mempunyai wewenang yang dapat meyebabkan informasi perusahaan dapat disalahgunakan dan dapat berdampak kerugian bagi perusahaan. (4) adanya potensi penyebab kegagalan yang ada di pt. bank central asia, tbk yang terdapat dibeberapa potensi kegagalan yaitu human error yang berdampak buruk bagi perusahaan dan dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. (5) terdapat potensi kegagalan yang ada di pt. bank central asia, tbk yaitu data yang ada di perusahaan diketahui oleh orang yang tidak mempunyai wewenang yang dapat mengakibatkan informasi tentang perusahaan atau informasi yang ada diperusahaan disalahgunakan oleh orang yang tidak mempunyai wewenang tersebut dan dapat berdampak kerugian bagi perusahaan. (6) pengukuran resiko tekhnologi informasi sangat diperlukan bagi pt. bank central asia, tbk untuk meminimalisir resiko yang sering terjadi di perusahaan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. berdasarkan hasil penelitian manajemen resiko yang dilakukan pada divisi it pt. bank central asia, tbk dapat disarankan: (1) demi memitigasi kerusakan hardware yang mengakibatkan operasional tidak berjalan optimal, disarankan untuk melakukan pengecekan hardware secara berkala, dan selalu membackup data-data yang penting minimal setiap hari sekali. (2) untuk memitigasi pemadaman listrik perusahaan perlu penambahan dan kontrol secara berkala ups (uninteruptable power system) untuk pemadaman yang jangka waktunya lebih sedikit, dan diperlukan general set untuk jangka waktu yang lebih lama serta ada pengecekan secara berkala agar alat berfungsi dengan baik. (3) untuk meminimalisir terjadinya human error yang sering terjadi di perusahaan, pt. bank central asia, tbk disarankan melakukan bimbingan dan pelatihan terhadap sdm (sumber daya manusia) yang berhubungan dengan teknologi informasi atau sistem informasi untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang tekhnologi atau sistem informasi bagi sdm (sumber daya manusia) yang ada di perusahaan. (4) untuk memitigasi virus, worm, dan lain-lain yang dapat menyebabkan sistem tidak dapat berfungsi optimal disarankan menggunakan antivirus yang asli disetiap komputer yang ada di perusahaan dan meng-update antivirus secara berkala. (5) untuk meminimalisir terjadinya user lupa me-logout sistem di perusahaan, disarankan untuk menggunakan sistem otomatis sleep di setiap komputer yang ada diperusahaan untuk meminimalisir kerugian yang ditimbulkan oleh user yang lupa logout. daftar pustaka keskin, g. a., ozkan, k. (2008). quality and reliability engineering international: an alternative evaluation of fmea (fuzzy art lgorithm). wileyinterscience. masing, e. (2009). tehnical support : improving performance and reduing costs with it risk management. risk management. the international marine contractors asosiation. 56(8), 48-51 priandoyo, a. (2006). vulnerability assessment untuk meningkatkan kesadaran pentingnya keamanan informasi. jurnal sistem informasi. 1(2).  microsoft word 05.ar riva tomasoa ok.doc 34 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 34-41 kajian komposisi sebagai dasar pemahaman bentuk pada komputasi perancangan arsitektur riva tomasowa architecture department, faculty of engineering, binus university jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 rivatomasowa@binus.ac.id abstract composition and caad are closely related to structure logic. composition is built by numbers which are also the language of caad frame algorithm. this bond provides the opportunity and privilege to help map the composition of caad into concrete manifestation. this paper examines both the composition of the basic concepts introduced to students and the application to the computerized design. awareness of students as designers is reviewed towards the tools and their potential availability in the case of form composition from the basic field. the specialty of this tool is able to redefine the creativity path to be logical and measurable. this opportunity provides acceleration towards form searching and balanced expression according to the designer’s interpretation. the user’s ability to optimize the modeling tool helps start the formation of the basic ideas. starting from digital sketch, it gives room for the evolution and development of a vast alternative design. keywords: architectural composition, caad, digital sketch abstrak komposisi dan caad berhubungan erat pada logika strukturnya. komposisi di bangun oleh angka yang juga merupakan bahasa dari algoritma kerangka caad. ikatan ini memberikan kesempatan dan keistimewaan caad untuk membantu memetakan komposisi menjadi wujud nyata. tulisan ini mengkaji konsep dasar komposisi yang diperkenalkan kepada mahasiswa dan terapannya pada perancangan dengan komputer. kesadaran mahasiswa sebagai perancang dikaji terhadap ketersediaan alat bantu dan potensinya dalam kasus mengomposisikan bentuk dari bidang dasar. keistimewaan dari alat bantu ini mendefinisikan ulang jalur kreatifitas menjadi logis dan terukur. kesempatan tersebut memberikan percepatan terhadap pencarian bentuk dan ekspresi yang seimbang menurut penafsiran perancang. kemampuan pengguna dalam mengoptimalkan alat bantu pemodelan, membantu mulainya dasar pembentukan ide. berawal dari sketsa digital memberikan ruang untuk evolusi dan pengembangan alternatif perancangan yang luas. kata kunci: komposisi arsitektur, caad, sketsa digital kajian komposisi sebagai dasar... (riva tomasowa) 35 pendahuluan pemahaman komposisi arsitektur penting untuk diperkenalkan pada tingkat dasar. miskonsepsi harmoni dari komposisi perlu dibendung dengan pemahaman dasar komposisi yang baik. kreatifitas dan inovasi tidak serta merta mendefinisikan suatu komposisi yang baru, yang unik, yang belum pernah dilihat sebelumnya, menjadi baik (antoniades, 1992). tulisan ini mengkaji konsep dasar komposisi yang diperkenalkan kepada mahasiswa dan terapannya pada perancangan dengan komputer. tinjauan pemahaman komposisi pada tingkat dasar, pendidikan arsitektur yang dilakukan pada awal perkuliahan komputasi desain arsitektur ii di binus university, mencoba menyegarkan pemahaman mahasiswa terhadap elemen-elemen dasar komposisi. mahasiswa diberi ulasan teori tentang elemen-elemen dasar komposisi, yang kemudian mereka diminta untuk menuangkan pemahaman mereka dalam bentuk sketsa, gambar tangan. tugas ini memberikan gambaran kemampuan mahasiswa dalam menelaah keistimewaan komposisi dari bidang-bidang dasar 2d, sebelum mempersiapkan mereka memasuki pemahaman ruang 3d dalam layar komputer 2d. kajian ini, bertujuan untuk menunjukan keistimewaan penggunaan komputer sebagai alat bantu pengomposisian bentuk, sebagai alat bantu investigasi, alat bantu eksplorasi dan alat bantu penemu bentuk dengan mengenali secara sadar potensi yang ada pada sistem komputasi digital. adapaan manfaat yang dapat diambil dari kajian ini adalah membantu pemahaman mahasiswa melihat bentuk-bentuk dasar sebagai titik awal eksplorasi bentuk selit-belit yang harmonis. metode konsep dasar komposisi arsitektur komposisi arsitektur sebenarnya adalah usaha mengatur sekumpulan pola-pola dengan tingkat selit-belit yang berbeda-beda (don hanlon, 2009). menurutnya dari pemikiran yang abstrak hingga detil terkecil, semuanya terbentuk dengan pola. hanlon melihat pola tersebut disusun atas lima aspek formal, yaitu: angka, geometri, proposi, hirarki dan orientasi; aspek-aspek ini lah yang membentuk dunia kosmos hinggga partikel atom. kemudian, ching (2007) menekankan bahwa komposisi dapat dipahami melalui sifat-sifat dari unsur-unsur pokok bentuk (titik, garis, bidang dan ruang), sebagai dasar naluriah, yang secara psikologis membentuk persepsi visual untuk memudahkan pemahaman. kedua konsep di atas mendasari persepsi perancang dalam melogikakan bentuk abstrak yang ada pada ranah ide kasatnya. semakin mudah dipetakan secara logis semakin mudah pula keabstrakan tersebut di wujudkan. kesempatan komputasi manusia mencoba memetakan dalam akal pikirannya, agar semua apa yang ingin dipahaminya terstruktur dan terjangkau akal. usaha ini dilakukan dengan logika, dan bahasanya adalah matematika. angka sebagai dasar bukti nyata dan indera perasa energi sebagai pengenal tanda-tanda keberadaan sesuatu yang kasat mata memberikan kontribusi besar kepada pemahaman komposisi arsitektur. kemampuan untuk mengekspresikan bentuk secara terstruktur melalui sketsa dan pemodelan dan bergerak ke arah lebih detil akan berjalan seiringan, serta analisisnya membentuk kepercayaan diri dari ekspresi tersebut (sjalapaj, 2005). 36 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 34-41 ketika manusia dihadapkan dengan masalah komposisi – yang membuatnya harus menilai dan mempertimbangkan harmoni antara logika dan keindahan – otak akan bekerja keras untuk menjawabnya. tapi apakah perlu, ketika pekerjaan ini dapat dipolakan dan dapat dikalkulasi secara matematis, seseorang harus menghabiskan waktunya untuk melakukan hal tersebut ketika kesempatan melakukan hal yang terpola tersebut dapat dibantu oleh alat yang terprogram. kesempatan komputasi membantu proses berkalkulasinya manusia, memberikan kesempatan kemampuan otak untuk merespon lebih banyak pada sisi yang sukar terpolakan, intangible, abstrak. terintegrasinya caad pada pada proses perancangan memberikan kesadaran reka antara arsitektur dan struktur bahkan kostruksinya (sjalapaj, 2005). persepsi visual markus zahnd (2009) melihat tiga persepsi dasar yang ada dalam perancangan aristektur, yaitu: persepsi fungsional, persepsi visual, dan persepsi struktural; yang ketiganya bersinergi secara dinamis, di mana ada penyesuaian dan penekanan pada aspek-aspek tertentu. dalam kajian komposisi ini, persepsi visual memiliki porsi penekanan yang cukup signifikan. sub-aspek nya adalah: (1) batasan ruang – pendekatan tersebut menekankan cara pembatasan ruang dalam perancangan aristektur. walau dalam studi kasus ini, pembatasan ruang lingkup bahasan, hanya pada bentuk dasar dua dimensi (2d); (2) urutan ruang – pendekatan tersebut menekankan sambungan ruang-ruang dalam perancangan arsitektur. sebagai pembatasan ruang lingkup pambahasan pun, makna fungsi diabaikan. sebaliknya dalam studi ini, keistimewaan karakter dari bentuk dasar menjadi aspek yang “mengurutkan.” hasil dan pembahasan kemampuan alat digital bidang dan bentuk komputasi memungkinkan menggenerasi bentuk dari titik, garis dan busur, menjadi poligonpoligon (gambar 1) yang sangat terukur dari alogaritma yang telah terformula (olfe, 1995). pembentukan bentuk dasar yang di struktur oleh angka ini memberikan keistimewaan dalam beberapa kesempatan menggambar. selain itu, memberikan kesempatan munculnya bentukan bentuk dasar yang lebih maju, sedikit lebih selit. gambar 1. poligon yang tergenerasi dalam lingkaran bersudut 8, 16 dan 32 dan pengulangannya. kajian komposisi sebagai dasar... (riva tomasowa) 37 operasi alat bantu terpolakannya pekerjaan dan penghitungan dalam menggambar teknik, membuat caad sangat sejalan dengan usaha arsitek memetakan ide arsitekturnya ke dalam suatu representasi yang logis. transformasi titik ke garis; dan garis ke bidang; serta bidang ke ruang, terbantukan dengan algoritma dalam caad. di tengah-tengah itu pun terdapat kesempatan istimewa dalam kerumitan operasi matematika yang telah terfomulasikan. keistimewaan representasi alternatif keistimewaan ini memberikan kesempatan kepada pengguna untuk berkeputusan lebih lanjut, melangkah kepada pemecahan masalah dan pengaturan pola-pola yang dimaksudkan hanlon (2009). memang kemungkinan yang terjadi tidak sebentuk kebebasan intuitif menggambar dengan pensil. gero dan kelly (2005) menyatakan bahwa kesempatan memanipulasi representasi komputasi akan berhenti ketika persepsi perancang tidak terepresentasi dalam struktur representasi caad yang sudah baku. keistimewaan alat bantu caad yang dipetakan oleh gero dan kelly (2005), sebagai berikut: nodes and orientations decomposition relative line units and orientation reflection angles and lengths reflection and stretch figure and ground arrays of rectangle units transformations arrays of square units sub-shapes among boundary lines addition and subtraction kasus perancangan identifikasi bentuk mahasiswa kelas komputasi desain arsitektur ii, binus university, diberi penugasan untuk menggambar sketsa pensil, sebuah karya komposisi bidang-bidang dasar (gambar 2) sebagai awal penyegaran mereka terhadap pemahaman bidang 2d. tugas sederhana ini ditujukan agar mahasiswa lebih peka terhadap keistimewaan caad 2d yang telah mereka pelajari pada komputasi desain arsitektur i. gambar 2. bidang-bidang dasar yang diberikan pada waktu penyegaran, sebagai landasan berkreasi. 38 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 34-41 sketsa pensil tersebut kemudan direpresentasikan ulang menggunakan program google sketch up, walau representasi yang dihasilkan adalah 2d, kemampuan vektor 2d aplikasi ini dinilai baik untuk membantu mahasiswa mengejawantahkan sketsa pensil rekannya ke dalam representasi digital. google sketch up dipilih karena kemudahannya dan aplikasi yang cukup intuitif, tapi tetap memiliki keistimewaan dari aplikasi caad yang dipaparkan gero dan kelly (1995). sketsa komposisi bidang 2d: antara sketsa pensil dan digital gambar 3 di bawah ini adalah sebuah sketsa yang dibuat oleh mahasiswa a yang direpresentasikan kembali oleh mahasiswa b. a. b. gambar 3. (a) sketsa mahasiswa 'a' yang kemudian direpresentasikan ulang oleh mahasiswa 'b' (b). pada studi gambar di atas, terlihat mahasiswa a, telah mampu berpikir secara logis untuk mengomposisikan bidang-bidang segitiga dengan mempertimbangkan keistimewaan segitiga sebagai bidang dasar. contohnya seperti sudut bertemu sudut; atau garis dapat dibagi ke dalam beberapa segementasi yang sama panjang. kemudian mahasiswa b mampu merepresentasikan persepsi visualnya ke dalam sketsa digital. dengan keistimewaan komputasi, mahasiswa b mampu mereka ulang sketsa tangan tersebut dengan logika dan struktur pemahaman aplikasinya. percakapan antara pengguna aplikasi dan struktur yang ditawarkan aplikasi sangatlah penting. kesepahaman ini mudah terbentuk apa bila alogaritma yang dirangkakan, masuk akal, sehingga aplikasi caad menjadi sangat bersahabat dengan pengguna. selanjutnya, gambar 4 di bawah ini merupakan contoh komposisi dari beberapa bidang dasar yang memiliki keistimewaan. kembali terlihat pada contoh di atas, ketegasan garis-garis vertikal yang menghubungkan bidang satu dan lainnya, terepresentasikan dengan bantuan keistimewaan dari alogaritma aplikasi caad. mahasiswa b mampu menggambar ulang dengan logika dan inderanya, untuk memprediksi kapan dan di mana garis akan bertemu dan berhenti. namun terlihat juga adanya distorsi, yang diakibatkan tidak munculnya bantuan garis semu penjajar untuk garis-garis diagonal, yang semestinya bisa dirangkakan dalam aplikasi ini. gambar 5 di bawah ini menampilkan komposisi bidang-bidang yang teraditif atau subtraktif menjadi bidang-bidang yang baru. kajian komposisi sebagai dasar... (riva tomasowa) 39 pada sketsa gambar 5a, sebenarnya terlihat keinginan perancang untuk meratakan bagianbagian dari setiap segmen bidang yang dikomposisikan. namun pada gambar 5b, mahasiswa lainnya belum fasih menangkap informasi tersebut atau memang belum fasih menggunakan aplikasinya. di sisi lain, dapat terlihat bahwa mahasiswa b menyadari adanya interaksi dari setiap party yang terkomposisikan tersebut. kedekatan bidang satu dan lainnya memiliki penekanan pada figure dan ground. dengan begitu, mahasiswa b menyadari adanya batasan ruang atau batasan bidang dengan bidang lainnnya yang dibentuk dari operasi boolean – aditif atau subtraktif; serta mengurutkannya dengan kemampuan intuitifnya pada sketsa digital. pada gambar 6 di bawah ini, ditampilkan beberapa hasil sketsa lain yang dibuat oleh mahasiswa. kesempatan-kesempatan lain yang muncul dari keistimewaan caad, membantu jalur kreatif mahasiswa, secara intuitif mengikuti struktur aplikasi tetapi tetap dapat bergerak bebas. aturan-aturan baku dari alogaritma komputasi, memang menggiring pemakai menjadi lebih definitif. snap to objects, orthogonal, perpendincular dan alat-alat bantu lainnya menekankan ketegasan itu. a. b. gambar 4. contoh komposisi dari beberapa bidang dasar yang memiliki keistimewaan masing masing. a. b. gambar 5. komposisi bidang-bidang yang teraditif atau subtraktif menjadi bidang-bidang yang baru. 40 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 34-41 gambar 6. hasil-hasil sketsa lain oleh mahasiswa. penutup perancangan merupakan usaha yang taksa dan membingungkan, penggunaan model tepat sekali untuk mengawali perkenalan dengan masalah merancang (white, 1986). caad dengan keistimewaan hasil kalkulasinya memberikan batuan kepada perancang untuk reka bangun model dari ide. bantuan ini memberikan percepatan kepada proses pengenalan masalah menuju sintesa pemecahan masalah. pentingnya kemampuan dasar mencermati komposisi, merupakan modal yang baik dalam proses perancangan yang sistematis. kemampuan perancang mengenali sifat dan karakter bentuk dasar mempercepat proses ekspresi idea menjadi wujud konkret. keistimewaan dalam alogaritma caad dan perpaduannya dengan komposisi memberikan kesempatan jalur kreatif baru, menemukan keseimbangan visual. angka yang definitif, geometri yang terwujud, proporsi yang tervisualisasikan, hirarki yang terpetakan dan orientasi yang mudah terekspresikan, memberikan kontribusi besar pagi penafsiran representasi bentuk. kemampuan pengguna mengoptimalkan alat bantu pemodelan, membantu memulai dasar pembentukan ide. berawal dari sketsa digital, memberikan ruang untuk evolusi dan pengembangan alternatif perancangan yang luas. kredit gambar sketsa pensil dan digital adalah karya dari: dini cahya putri, thea ilona, valentina hidayat, kezia nathania, julius setiadi, fredyanto, hendra halim, elisabeth marcella, damicia tangyong dan anissa paramitha. kajian komposisi sebagai dasar... (riva tomasowa) 41 daftar pustaka antoniades, anthony c. (1992). poetics of architecture, theory of design. new jersey: john wiley and sons. ching, d.k. (2007). architecture: form, space and order (3rd edition). new jersey: john wiley and sons. gero, j.s. & kelly, n. (2005) how to make cad tools more useful to designers. diakses dari http://mason.gmu.edu/~jgero/publications/2005/05gerokellyanzasca.pdf. hanlon, don. (2009). composition in architecture. new jersey: john wiley and sons. olfe, daniel b. (1995). computer graphics for design: from algorithms to autocad. new jersey: prentice hall. sjalapaj, peter. (2005). contemporary architecture and the digital design process. oxford: elsevier. white, edward t. (1986). ordering system: an introduction to architectural design. bandung: penerbit itb. zahnd, markus. (2009). pendekatan dalam perancangan arsitektur. yogyakarta: penerbit kanisius. microsoft word 13_si_roy kurniawan_analisis strategi pengembangan sistem informasi-hs.doc analisis strategi pengembangan sistem … (roy kurniawan) 133 analisis strategi pengembangan sistem informasi pada pt gunanusa eramandiri dengan metode enterprise architecture roy kurniawan information systems department, school of information systems, binus university jl.kh.syahdan no.9 kemanggisan palmerah jakarta indonesia roy_kurniawan@binus.ac.id abstract the purpose of this study was to analyze the needs of the enterprise information system in order to submit a proposed information systems strategy. research methods used in this research is the analysis of the enterprise architecture. the proposed planning is business strategy planning and information technology systems in companies, which can be used within a period of several years. the conclusion from this study is that the proposed planning system can help the company's performance in running business processes, and create a competitive advantage for the company to stay afloat and ahead of the stiff competition in the present or in the future. keywords: enterprise architecture abstrak tujuan penelitian ini adalah menganalisa kebutuhan perusahaan atas sistem informasi untuk mengajukan suatu usulan strategi sistem informasi. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis enterprise architecture. perencanaan yang diusulkan adalah perencanaan strategi bisnis, sistem dan teknologi informasi pada perusahaan yang bisa digunakan dalam kurun waktu beberapa tahun. kesimpulan dari penelitian ini adalah perencanaan sistem yang diusulkan ini dapat membantu kinerja perusahaan dalam menjalankan proses bisnis, serta menciptakan keunggulan kompetitif agar perusahaan tetap bertahan dan lebih maju dalam persaingan yang ketat pada masa kini ataupun pada masa yang akan datang. kata kunci: enterprise architecture 134 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 133-142  pendahuluan pt. gunanusa eramandiri merupakan perusahaan industri yang bergerak di bidang farmasi dan kesehatan. perusahaan ini menawarkan produk yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan. pt. gunanusa eramandiri memiliki proses bisnis yang membutuhkan keakuratan di setiap tahap agar aliran data dan informasi berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan perusahaan. seperti yang terjadi pada proses pembelian bahan baku yang terdiri dari proses pemesanan bahan baku, proses penerimaan bahan baku dan proses pengujian bahan baku, sering terjadi kendala sehingga terlambat pada semua proses. ketelambatan ini terjadi karena pengumpulan data yang belum terintegrasi. oleh karena itu diperlukan pemecahan masalah dalam strategi dan sistem informasi perusahaan yang bertujuan untuk memaksimalkan proses pembelian bahan baku yang ada agar berjalan semakin baik. dengan adanya pemecahan masalah, strategi dan sistem informasi tersebut dapat memberikan manfaat yang berguna bagi perusahaan. menurut jurnal anjar priandoyo (2006), assessment terhadap strategi pengembangan sistem informasi adalah hal yang mutlak dilakukan untuk mendapatkan peningkatan kualitas. suatu perusahaan dapat meningkatkan pendapatan bila mengetahui bagaimana cara meningkatkan efisiensi proses bisnisnya. dengan asessment maka perusahaan dapat mengetahui kelemahan yang ada, membandingkannya dengan contoh penerapan di perusahaan lain dan pada akhirnya adalah peningkatan keuntungan perusahaan. menurut jurnal masing (2009), dengan penerapan sistem informasi yang tepat, perusahaan akan mendapatkan pengaruh yang positif yaitu pendapatan dan efisiensi proses meningkat dan biaya menurun. penelitian ini membahas antara lain: (1) analisis data, informasi serta teknologi informasi yang ada pada pt. gunanusa eramandiri dibatasi pada bagian quality operation manager dan bagian plant logistic manager pt. gunanusa eramandiri. (2) penyusunan rencana strategi bisnis, sistem informasi dan teknologi informasi dibatasi pada bagian quality operation manager dan bagian plant logistic manager pt. gunanusa eramandiri. tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengindentifikasi masalah yang berkaitan dengan sistem pada bagian quality operation manager dan bagian plant logistic manager pt. gunanusa eramandiri. (2) menganalisis kebutuhan informasi pada bagian quality operation manager dan bagian plant logistic manager pt. gunanusa eramandiri. (3) menghasilkan usulan strategi sistem informasi bagi pt. gunanusa eramandiri yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam pengembangan sistem informasi. manfaat dari penelitian ini adalah: (1) data dan informasi yang dimiliki perusahaan mampu dikelola dengan baik. (2) mempermudah perusahaan dalam mengoptimalkan peran strategi si/ti organisasi guna meningkatkan nilai bisnis pada perusahaan. (3) mencapai visi dan misi pt. gunanusa eramandiri dengan lebih terarah karena didukung dengan perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi. metode metodologi yang digunakan di dalam penulisan ini adalah studi kepustakaan, metode survei dan metode analisis dan pengamatan. studi kepustakaan adalah studi terhadap beberapa sumbersumber terkait dengan penulisan agar analisis dan perancangan sesuai dengan metode-metode yang ada dan dapat dipahami. studi kepustakaan juga melakukan pemeriksaan terhadap hasil penelitian terdahulu, buku teks, jurnal serta makalah ilmiah yang di mana pernah mengangkat masalah, topik analisis strategi pengembangan sistem … (roy kurniawan) 135 atau isu yang yang akan dibuat. metode survei adalah melakukan survei dan wawancara dengan beberapa pihak manajemen pt. gunanusa eramandiri dengan maksud untuk memahami tujuan yang ingin dicapai, serta proses bisnis yang dijalankan diberbagai divisi di pt. gunanusa eramandiri. metode analisis dan pengamatan metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah melakukan pengamatan proses bisnis dan operasional dan menggunakan enterprise architecture yang telah dikemukakan bernard, s.a (2005). gambar 1 enterprise architecture documentation proses analisa dilakukan dengan memetakan arsitektur saat ini yaitu sasaran strategis dan inisiatif, produk dan layanan jasa, data dan informasi, aplikasi sistem dan rancangan teknologi dan infrastruktur. selanjutnya adalah melakukan perencanaan transisi dan mengelola arsitektur yang ada sehingga menghasilkan arsitektur di masa mendatang. hasil dan pembahasan enterprise architecture management plan enterprise architecture management plan bertujuan untuk merencanakan transisi dan masa depan sistem dan teknologi informasi pada pt. gunanusa eramandiri. enterprise architecture program management enterprise architecture program yang dilakukan pada pt. gunanusa eramandiri bertujuan untuk melakukan suatu usulan perubahan atau perbaikan pada proses bisnis, struktur organisasi dan mengusulkan penggunaan beberapa teknologi informasi yang dapat lebih efektif dalam membantu kegiatan beberapa divisi. 136 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 133-142  governance and principles enterprise architecture mempunyai kebijakan dalam pembuatannya, kebijakan pemerintah menjadi sumber utama dalam keberhasilan program enterprise architecture ini. pt. gunanusa eramandiri mempunyai kebijakan dari badan pemeriksa obat dan makanan republik indonesia (bpom), yaitu melakukan regulasi dan standarisasi pada bahan baku produk yang akan dipasarkan. support for strategy and business dukungan program enterprise architecture dalam hal strategi dan bisnis pada pt. gunanusa eramandiri adalah untuk membantu mencapai strategi yang ada dalam visi dan misi dari pt. gunanusa eramandiri dengan menggunakan dukungan–dukungan dari usulan teknologi informasi. usulan teknologi informasi ini diharapkan dapat membantu dalam efektifitas yang adapada proses pembeliaan bahan baku untuk mencapai sasaran strategi. enterprise architecture roles and responsibilities enterprise architecture roles and responsibilites ini membahas tentang peranan dan tanggung jawab dalam mengimplementasikan metode enterprise architecture pada pt. gunanusa eramandiri. tabel 1 enterprise architecture roles and responsibility enterprise architecture team position enterprise architecture team role enterprise architecture responsibility to director pimpinan eksekutif melakukan pengontrolan dan pengawasan dalam penerapan ea database administator melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan database dan administrasi security bertanggung jawab atas atas aspek-aspek dalam lingkungan database. web developer melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan web dan design web, bertanggung jawab atas web yang telah di rancang. sumber : hasil pengolahan data, 2014 enterprise architecture program budget dengan adanya peremajaan fasilitas pada pt. gunanusa eramandiri maka diperlukan pula perencanaan biaya yang akan di butuhkan untuk membeli hardware dan software. berikut ini adalah rincian perencanaan biaya yang akan dipakai untuk pengadaan hardware dan software. analisis strategi pengembangan sistem … (roy kurniawan) 137 tabel 2 enterprise architecture program budget jenis spesifikasi jumlah harga total hardware desktop :hp desktop 110-010l processors : intel pentium core 2 duo memory ram : 4gb (2x2gb) ddr3 pc-12800 hardiskdrive : 1tb, serial ata 7200rpm vga : intel® hd graphics monitor : samsung monitor lcd syncmaster s19a10n 7 4,300,000 30.100.000 server : hp proliant ml310eg8 v2 241(database) processors : intel xeon processor e3-1240 v2 (8m cache,3.40 ghz) motherboard intel server motherboard, intel® s3420 server chipset memory8 gb pc3-12800e ddr3 ecc disk storage 2tb serial ata-ii/300 monitor samsung monitor lcd syncmaster s19a10n 1 17.500.000 17.500.000 printer : hp officejet 6500all-in-one modem: linksys am300 routers : cisco wireless n vpn router switch : cisco sf90d-16-as kabel lan 3 1 1 1 305m 1.990.000 400.00 699.000 1.063.000 1.765.000 5.970.000 400.000 699.000 1.063.000 17.650.000 operating system microsoft windows 7 home premium windows server 2008 7 1 1.773.200 10.894.000 12.412.400 10.894.400 grand total 96.688.000 sumber : hasil analisis dan pengolahan data, 2014 enterprise architecture current architecture summary strategic goal and initiatives dalam rangka mencapai visi dan misi perusahaan maka setiap karyawan ikut mendukung dengan mengikuti pelatihan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan menggunakan teknologi tersebut. business services and information flows pelayanan proses bisnis dapat ditingkatkan dalam hal menganalisis proses bisnis dan mengoptimalkan alur informasi. 138 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 133-142  tabel 3 alur informasi pt. gunanusa eramandiri line of business key process information flow supporting component pemesanan bahan baku website e-scm perusahaanmengirimpurchase order dan supplier menerima purchase order warehouse supervisor penerimaan bahan baku website e-scm pembuatan dan dokumentasi data bahan baku warehouse foreman pengujian bahan baku website e-scm pembuatan dan dokumentasi data pengujian bahan baku quality control section head sumber : hasil analisis dan pengolahan data, 2014 system and applications sistem dan aplikasi yang ada pada pt. gunanusa eramandiri berupa aplikasi–aplikasi standar perusahaan seperti microsoft office. technology infrastructure gambar 2 infrastruktur it pt. gunanusa eramandiri sumber : analisis dan pengolahan data, 2014 it security keamanan it yang diterapkan di pt. gunanusa eramandiri masih kurang memenuhi standar. dalam perencanaan yang diusulkan untuk soal pengamanan perusahaan diantara lain hak akses data dan komputer yang digunakan. enterprise architecture standards pt. gunanusa eramandiri memiliki standar sistem yang kurang memadai. semua komputer karyawan memiliki standar yang sama dan penyimpanan dokumen–dokumen hanya disimpan di dalam satu ruangan. analisis strategi pengembangan sistem … (roy kurniawan) 139 workforce requirements dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perlu diadakan pelatihan–pelatihan yang berguna untuk menyeimbangkan peningkatan teknologi dengan kinerja pegawai yang ada di perusahaan. enterprise architecture future architecture summary future operation scenarios pt. gunanusa eramandiri sudah mempunyai proses bisnis yang baik. untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi di masa depan perlu ada penambahan pada beberapa proses seperti dengan mengubah sistem menjadi terintegrasi dan penyimpanan data dengan database. planning assumptions asumsi perencanaan akan merubah alur proses bisnis yang ada sehingga saling terintegrasi. dengan adanya pengembangan dan penambahan teknologi bertujuan untuk mempermudah jalannya proses bisnis yang ada. meniadakan beberapa proses manual juga mengurangi dampak pengurangan kertas yang digunakan. serta diperlukan penambahan database guna menunjang penyimpanan data yang ada di perusahaan. selanjutnya, meningkatkan pelayanan, pengetahuan dan kemampuan dengan melakukan pengembangan sdm maka akan diadakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sdm yang ada di pt. gunanusa eramandiri. update current and future views goals and initiative; dalam melakukan pencapaian strategi–strategi pt. gunanusa eramandiri akan membutuhkan suatu tujuan dan target baru yang dapat membantu perusahaan. dalam pencapaian ini digunakan analisis swot (strength, weakness, opportunities, threat). dalam kasus ini dominan kekuatan dan peluang dari pt. gunanusa eramandiri yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan perancangan system baru. product and service; adanya beberapa perubahan dari proses bisnis yang dilakukkan pada pt. gunanusa eramandiri dengan meningkatkan penggunaan teknologi informasi akan membantu dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. pembangunan website nantinya akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari proses bisnis yang berjalan di perusahaan. data and information; adanya perubahan dalam level ini karena system penyimpanan data yang dimiliki pt.gunanusa eramandiri kurang efektif karena pengerjaannya masih belum terintegrasi. oleh karena itu diusulkan sistem yang akan mengintegrasikan pada proses pembelian bahan baku. system and application; terdapat beberapa bagian ataupun perubahan pada sistem yang berjalan pada pt. gunanusa eramandiri yaitu dengan dilakukannya perubahan sistem yang belum terintegrasi menjadi terintegrasi sehingga dapat mempermudah tiap bagian pada pembelian bahan baku untuk mengetahui proses yang berjalan. network and infrastructure; pada bagian ini terjadi penambahan hardware dan software yang harus digunakan oleh perusahaan dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan. enterprise architecture glossary and references current view; enterprise architecture artefak yang mewakili komponen enterprise architecture atau proses yang sedang berjalan pada perusahaan. future view; enterprise architecture artefak yang mewakili komponen enterprise architecture atau proses yang akan diusulkan dan belum ada dalam perusahaan. 140 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 133-142  current class diagram   gambar 3 current class diagram   analisis strategi pengembangan sistem … (roy kurniawan) 141 future class diagram   gambar 4 future class diagram 142 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 133-142  simpulan berdasarkan dari analisis hasil penelitian yang telah dilakukan pada arsitektur sistem dan teknologi yang sedang berjalan maupun rancangan arsitektur sistem dan teknologi informasi masa depan, sistem yang ada saat ini belum terintegrasi sehingga proses yang berjalan pada pembelian bahan baku menjadi kurang efektif dan efisien. penggunaan kertas untuk dokumen berdampak kurang baik karena bisa berakibat kehilangan atau rusak. penggunaan teknologi informasi belum optimal dalam membantu proses bisnis pada pt. gunanusa eramandiri. berdasarkan dari simpulan, pt. gunanusa eramandiri dapat melakukan optimalisasi sumber daya manusia agar mendukung pengembangan teknologi informasi dalam proses bisnis perusahaan. pengembangan teknologi informasi seperti website, penyimpanan data dalam bentuk digital sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis. pt. gunanusa eramandiri perlu mengadakan evaluasi secara berkala untuk melakukan pengembangan yang lebih lanjut daftar pustaka bernard, s. a. (2005). an introduction to enterprise architecture (2nd edition). blooming, in: author house. masing, e. (2009). tehnical support: improving performance and reducing costs with. it risk management. risk management, 56(8). priandoyo, a. (2006). vulnerability assessment untuk meningkatkan kesadaran pentingnya keamanan informasi. jurnal sistem informasi, 1(2). microsoft word 02-djunaidi .doc 232 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 232-238 perancangan controller djunaidi santoso jurusan teknik informatika, fakultas ilmu komputer, bina nusantara university jln. k. h. syahdan no 9, palmerah, jakarta barat 11480 djunsan@yahoo.com abstract in making controller, there must be knowledge about component controlling functions that used for controller designing. in the control unit, it needs simple method as micro programming. this micro programming is to create a micro program in binary numbering that used for controlling pin’s component controller and outside the controller. controller design in general needs several prerequisites, which are digital system and controller and assembly language. keywords: controller creating, controller component, control unit, micro programming, binary numbering pin’s controlling. abstrak dalam melakukan pembuatan controller perlu adanya pengetahuan mengenai fungsi komponenkomponen controller yang digunakan untuk perancangan controller tersebut. dalam hal ini untuk kontrol unitnya diperlukan metoda yang sederhana yaitu pemrograman mikro. pemrograman mikro yang dipakai untuk membuat program mikro dalam angka biner yang dipakai untuk pengendalian pin's komponen controller maupun luar controller. perancangan controller secara umum ini perlu prasyarat yaitu: sistem digital dan controller dan assembly language. kata kunci: pembuatan controller, komponen controller, control unit, pemrograman mikro, angka biner pengendali pin's. perancangan controller (djunaidi santoso) 233 pendahuluan teknik pemrograman mikro adalah sangat penting dalam merancang central processing unit dan khususnya dalam hal pembuatan instruksi-instruksi bahasa mesin/rakitan. teknik ini masih banyak dipakai atau dipergunakan disetiap perguruan tinggi di indonesia dalam bidang perancangan controller. penelitian ini untuk mempermudah atau mempercepat pengertian, apa yang dimaksud dengan pemrograman mikro? perlu juga dijelaskan pembahasan masalah komponen controller, cara pemrosesan controller, arsitektur controller secara umum dan membahas masalah prinsip pemrograman mikro dengan suatu contoh yang dapat langsung diaplikasikan. controller dengan unit kontrol adalah penerusan yang berdasarkan contoh sebelumnya. landasan teori komponen-komponen controller merupakan fungsi dari beberapa register controller perlu diketahui dalam hal merancang controller. pengenalan komponen controller secara umum dan cara kerjanya ialah (1) program counter-register, suatu register pencacah alamat program yang berada pada ram (random access memory); (2) general register, sebuah register umum untuk dipergunakan sebagai tempat menyimpan informasi seperti ax-register, bx-register, cx-register, dx-register atau register a, register b dan lain-lain; (3) register instruksi (instriction register), register tempat menampung kode instruksi, yang berasal dari memori melalui data-bus ke instruction-register yang disebut proses fetching; (4) register bendera (flagregister), register untuk menampung sinyal hasil dari pemrosesan aritmetik dan logik serta lainnya seperti pemrosesan penambahan dapat menghasilkan suatu carry, pemrosesan pengurangan dapat menghasilkan suatu borrow atau negatif, pemrosesan perkalian akan dapat menghasilkan suatu hasil yang melebihi dari register yang sudah disediakan—perkalian 8 bits hasilnya bisa melebihi dari jumlah bits yang telah dibuat oleh perusahaan yang membuat register, jika ini terjadi bendera overflow = 1; (5) stack register, tempat untuk menyimpan alamat kembali, jika ada instruksi call atau untuk menyimpan/melindungi data dari register umum, jika ada instruksi push. jelas stack register kapasitasnya lebih kecil daripada stack memory; (6) index register, register untuk menyimpan hasil dari manipulasi alamat-memori utama/real/internal. pada intel 8088 register ini diganti dengan alu (arithmetic logic unit) dengan tanda sigma; (7) control unit, suatu unit (terdiri dari banyak rangkaian) untuk mengontrol pins komponen rangkaian digital yang disesuaikan dengan kode instruksi yang pada waktu itu sedang dikerjakan. gambar umum blok controller bus buffer reg.a reg.b flag-reg i-reg pc+stack notice memory alu mcu internal bus clock gambar 1 gambaran umum blok controller 234 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 232-238 karena komponen itu tidak menggambarkan suatu komputer digital, maka disebut controller. dan dapat dinamakan controller. ada suatu pertanyaan, kenapa tidak dipergunakan semaksimal mungkin tempat-tempat yang masih kosong pada rom/ram sebagai instruction register? untuk menjawab pertanyaan tersebut, harus dilihat pemrosesan program secara keseluruhan, bahwa seluruh pentransportasian informasi melalui bus, kecuali control information (dari mcu). bus ini memerlukan clock untuk setiap pentransferan informasi lainnya. oleh karena itu setelah kejadian pentransferan informasi, bus segera dikosongkan, dimana dibiarkan penyimpanan kondisi-kondisi (yang ditransfer) langsung pada si penerima. setiap tempat pengirim dan tempat penerima harus mempunyai register atau memori lainnya. gambar 1 menjelaskan tentang minimal konfigurasi yang dapat mengendalikan suatu sistem. ram/rom control logic i/o address register bus buffer reg.a reg.b flag-reg i-reg program counter + stack notice book memory alu micro control unit (mcu) internal bus clock generator wait signal + start signal state signal external bus pertukaran data interrupt signal external component group μ -p ro ce ss or gambar 2 minimal konfigurasi yang dapat mengendalikan suatu sistem. begitupun memori catatan (notice-book-memory) yang terdiri dari register-register mempunyai keuntungan-keuntungan, bahwa alamatnya pendek, sehingga menghasilkan sedikit memory access time, jika bekerja dengannya dibandingkan dengan menggunakan rom/ram. atasa dasar yang sama (mengenai keuntungan waktu), tercapai juga fungsi dari stack memory, yang registernya sebagai address memory untuk suatu call-subroutine. flag register terdiri dari bit-bit tersendiri, yang diset atau tidak disetting dan ini tergantung dari hasil alu/lainnya. penambahan control logic penambahan control logic harus didekodekan untuk pengaturan rom (ram), addressregister, i/o yang dikendalikan micro control unit. perancangan controller (djunaidi santoso) 235 penelitian controller sederhana penelitian controller sederhana akan membuat 16 intruksi dasar, yaitu instruksi transport, instruksi aritmetik, instruksi percabangan (go to/ if then), dan bus yang mempunyai 8 saluran parallel. setiap data dan address-word mempunyai 8 bits = 1 byte, sehingga saluran bus dipakai secara maksimal. dengan 8 bits lebar wordnya dapat menghasilkan 256 macam word dan dapat mengalamatkan suatu memory external sebanyak 256 sel. berarti juga 256 instruksi dapat tertampung pada memori. mikroprosesor ini mempunyai 3 register sebagai notes book memory (register umum) yaitu: reg. a, reg. b, reg. c. reg. a disebut akumulator. reg. a dan reg. b sekaligus membentuk operand-memory untuk aritmetik logic unit (alu). selain dari komponen tersebut di atas, controller harus memiliki program counter (8 bits), stack register (8 bits), register penangkap informasi (buffer register = 8 bits), flag register (2 bits untuk zero bit dan carry bit), instruction register (ir=4 bits), micro control unit (mcu), register a, register b serta register c (8 bits). analisa prinsip mikroprogram mengendalikan pin kontrol sesuai dengan instruksi yang diciptakan. dalam memori tidak hanya data dan hasil sementara saja, melainkan juga angka-angka serta control information yaitu program, yang terdiri dari insruksi-instruksi. rangkaian dari percobaan ini dibuat sedemikian, bahwa pengambilan instruksi-instruksi dan penyimpanan sementara dari instruksi-instruksi pada intruction register dapat dimungkinkannya. persiapan persiapan yang dilakukan adalah dengan mendapatkan informasi mengenai kata-kata: (1) instruksi; (2) bagian operasi (operation path) = 3 bits operation code bagian dari alamat (address-path) = 5 bits. semuanya 8 bits; (3) instruction register; (4) program counter (instruction counter); (5) instruction cycles; (6) instruction holdphase; (7) instruction execution phase; (8) tristate-gate; (9) control signal; (10) microprogram. rangkaian pembuatan rangkaian computer kecil ini yaitu: (1) 8 bits (word length), untuk instruction words, operation code = 3 bits, address path = 5 bits; (2) outputs dari program counter melalui tristate gate ke address-bus; (3) address field dari instruction register di hubungkan ke address-bus melalui tristate-gate, juga kaki masukkan program-counter dan instruction register diletakkan pada data-bus; (4) akhirnya dibuat suatu hubungan dari accumulator ke memori-input; (5) untuk masukkan ke memori di gunakan saklar memlalui three state-gate. pembuatan mikroprogram untuk instruksi-instruksi sebagai berikut: load ld n [accu] := n addition a n [accu] := [accu] + n subtraction s n [accu] := [accu] n transfer t n n := [accu] jumping us n program counter :=n jump plus bsp n [accu] =0 ? then pc =n else pc=pc+1 236 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 232-238 sementara itu, rangkaian yang detail kerjakan yaitu penguji rangkaian dan pengujian mikroprogram dipersiapkan serta control signal dilakukan dengan tangan melalui saklar-saklar. rancangan controller sederhana saklar untuk loading ke ram saklar untuk loading ke program-counter akumulator 74ls198 5 5 8 8 8 8 f al aks ab ba cn s0 s1 s2 s3 data-bus tbz 5 5 tas address bus brsbzs brz 3 pins ke control unit alu 74ls181 (2x) sbz csr/w memori ra 4256 2x e...ah 0 g 0 f 0 clock h...a qe..qaqh qg qf load=brl clear instruction reg. 74ls198 (2x) bit 7(qh) ke led qe...qa program counter 74ls161 (2x) clearcount load clock bzl bzz gambar 2 rancangan control sederhana keterangan pin sinyal pengontrol: perancangan controller (djunaidi santoso) 237 bzl operation counter (loading)=load program counter bzl = 0 sinyal pada pin input dari program counter sama dengan sinyal pada pin output dari program counter dengan next clock yang aktif. bzz program counter count bzz = 1 sinyal pada pin output = sinyal pada pin output+1 dengan next clock yang aktif. bzs program counter ke memory bzs = 1 pin output dari program counter ke address bus melalui three-state driver. brl load instruction register brl = 0 sinyal pada kaki input-instruction-register = sinyal pada kaki output-i-register dengan next clock. brs instruction register ke memori brs = 1 output instruction-register ke address-bus melalui three-state-driver. r/w pengendali memori r/w = 1 tulis r/w = 0 baca isi memori sbz chipselect memori sbz = 0 output memori ke data-bus sbz = 1 output memori terpisah dengan data-bus (memori tak aktif) ba pengendali alu cn ba cn s0 s1 s2 s3 add 0 1 1 0 0 1 sub 0 0 0 1 1 0 f=b 1 * 0 1 0 1 al load accumulator al = 1 sinyal pada kaki input accumulator = sinyal pada kaki output accumulator dengan next clock. aks accumulator ke memori aks = 1 sinyal pada kaki output accumulator = sinyal pada kaki input memori melalui three state driver. tas saklar ke memori tas = 1 input memori melalui 8 saklar. tbz saklar ke program counter tbz = 1 input ke program counter melalui 5 saklar mikroprogram untuk suatu percobaan tabel 1 mikroprogram suatu percobaan prog. counter instr. reg memory alu accu op code b z l b z z b z s b r l b r s b r z r / w s b z b a c n s 0 s 1 s 2 s 3 a l a k s t a s t b z fetch **** 1 0 1 0 0 0 0 0 * * * * * * 0 * 0 0 add 1000 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 sub 1000 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 238 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 232-238 load 1010 1 1 0 1 1 0 0 0 1 * 0 1 0 1 1 1 0 0 transfer t1 1011 1 0 0 1 1 0 0 0 * * * * * * 0 1 0 0 t2 1 0 0 1 1 0 1 0 * * * * * * 0 1 0 0 t3 1 1 0 1 1 0 0 0 * * * * * * 0 1 1 0 us jump 1100 1 0 0 1 0 1 0 1 * * * * * * 0 * 0 0 bsp 1101 “+” 0 0 0 1 0 1 0 1 * * * * * * 0 * 0 0 “-“ 1 1 0 1 0 0 0 0 * * * * * * 0 * 0 0 keterangan program-counter: ----- bzl bzz bzs 0 0 disable 1 ke address bus 0 1 stop 0 tidak ke address-bus 1 0 inhibit 1 1 count instruction-register ------------------------ ---- brl 0 data-bus ke instruction-register 1 instruction-register tak aktif simpulan bahwa dengan adanya rancangan controller sederhana ini akan menambah pengertian pada aplikasi dari komponen komponen yang digunakannnya, dan pengertian dari program mikro itu sendiri. untuk menambah instruksi yang diperlukan perlu adanya program mikro tambahan. rancangan controller yang mengandung banyak instruksi seperti yang ada sekarang ini, perlu tambahan komponen register, pengembangan alu dan lain lainnya. daftar pustaka bartee, t. c. (1985). computer digital fundamental. new york: mcgraw-hill. hayes, j. p. (1979). computer architecture and organization. tokyo: mcgraw-hill international. stout, d. f. (1990). microprocessor applications handbook. california: santo clara. mano, m. m. (1989). digital logic and computer design. new delhi: prentice hall of india. microsoft word 11_td_ho_hwi_chi 580 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 580-589   porcelain product quality analysis in pt xyz ho hwi chie1; januar nasution2; ketut gita ayu3; nike septivani4; yualfin renaldi5 industrial engineering department, faculty of engineering, binus university jl. k.h. syahdan no. 9 jakarta barat 1hhchie@binus.edu, 2januar_nasution3000@yahoo.com, 3kgayu@binus.edu, 4nseptivani@binus.edu, 5yualfinrenaldi@gmail.com abstract pt. xyz is a company engaged in manufacturing porcelain dinner ware such as plates, cups, teapot, bowl, etc porcelain product is safe for use and product defect will only affect the aesthetic not the functional side. the company always maintain the quality of the products produced as by maintaining a good product, in terms of visuals, will keep customers interested in the product. good quality products characterized by quality a / b and c, and the product defect characterized by the quality of d, lost, and bu. concepts and methods used to analyze is a statistical process control (spc) which includes pareto diagram, fraction nonconformities, flow charts and fishbone diagrams and management tools (fault tree analysis). statistical process control (spc) is one of the methods, which includes pareto charts, fraction nonconformities, flow chart, and fishbone diagram and also management tools (fault tree analysis). spc is useful to find the facts from the problems and factors that affect the quality of the products, while fault tree analysis is useful to analyze each of the production process. keywords: quality, rework, defect abstrak pt xyz merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur porcelain dinner ware seperti piring, gelas, teapot, bowl, dsb. porcelain yang diproduksi aman untuk digunakan dan produk defect hanya akan mempengaruhi sisi aesthetic bukan sisi fungsional. perusahaan selalu menjaga kualitas produkproduk yang dihasilkan karena dengan menjaga produk yang baik dari segi visual akan membuat pelanggan tertarik terhadap produk tersebut. kualitas produk yang baik ditandai dengan kualitas a/b dan c, dan produk defect ditandai dengan kualitas d, lost, dan bu. konsep dan metode yang digunakan untuk menganalisa adalah statistical process control (spc) yang meliputi pareto diagram, fraction nonconformities, flow chart, dan fishbone diagram, serta management tools (fault tree analysis). dengan adanya spc didapat beberapa fakta mengenai permasalahan kualitas dan faktor-faktor yang ada, dan dengan menggunakan fault tree analysis, dapat dilihat secara jelas kejadian-kejadian yang mempengaruhi masalah kualitas yang ada, sehingga dapat mengetahui keseluruhan proses serta hambatan-hambatan yang dihadapi. kata kunci: kualitas, rework, defect   porcelain product.… (ho hwi chie; dkk)   581  pendahuluan pt xyz merupakan perusahaan yang bergerak di bidang peralatan alat makan yang terbuat dari bahan porcelain. peralatan makan ini digunakan hampir seluruh masyarakat, oleh karena itu produk harus terbuat dari bahan yang aman untuk digunakan. peralatan yang terbuat dari plastik cenderung tidak aman meskipun memiliki kualitas food-grade karena plastik akan mengalami degradasi ketika peralatan tersebut dipakai untuk makanan yang panas (administrator siaran pers, 2009). masih banyak ditemukan peralatan makan yang masih menggunakan peralatan makan berbahan plastik (melamine) bahkan dengan kondisi yang kurang bagus. peralatan yang diproduksi oleh pt xyz ini terbuat dari keramik (porcelain), sehingga sangat aman untuk digunakan sebagai alat makan. peralatan makan yang diproduksi aman untuk digunakan dan produk defect hanya akan mempengaruhi sisi aesthetic saja bukan dari sisi fungsional. perusahaan selalu menjaga kualitas produk-produk yang dihasilkan karena dengan menjaga produk yang baik dari segi visual akan membuat pelanggan tertarik terhadap produk tersebut. oleh karena itu, perusahaan saat ini menerapkan standar iso: 90001 sejak tahun 2008. kualitas produk yang baik ditandai dengan kualitas a/b dan c, dan produk defect ditandai dengan kualitas d, lost, dan bu. (myklebust, 2013). berdasarkan data defect, hal ini menunjukkan quality target tidak terpenuhi karena angka defect masih jauh di atas yang ditetapkan yaitu 2%. adapun defect yang terjadi dapat berupa total defect yaitu produk tidak memenuhi standar komposisi dari segi bahan baku di awal proses; lost yaitu terdapat satu jenis defect berupa titik atau gelembung; dan bu (bakar ulang) yaitu produk tidak memenuhi standar komposisi hingga akhir proses. setelah dilakukan pengamatan pada pt xyz, maka ada beberapa masalah yang akan diteliti. pertama, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya produk yang cacat? kedua, dari segi pengendalian kualitas, apa yang dapat ditingkatkan untuk mengurangi angka defect yang tinggi? untuk mencapai tujuan tersebut, maka tahapan analisis yang dilihat pada gambar 1. langkah pengamatan yang tertuang dalam diagram alir pertama adalah observasi lapangan. observasi ini dilakukan pada bagian pengendalian kualitas dari keseluruhan proses. kedua, studi pustaka, pada tahap ini dilakukan penentuan metode dan teori, baik dalam bentuk buku maupun jurnal yang akan digunakan dalam proses pengamatan. adapun beberapa tools yang dipakai, yakni flow chart, pareto diagram, fishbone diagram, fault tree analysis, dan peta kendali p. (rungtusanatham, 2001). ketiga, perumusan masalah, dari hasil observasi maka dapat ditentukan perumusan masalahnya. keempat, penentuan tujuan dan manfaat penelitian yaitu menentukan tujuan dan manfaat terkait perumusan masalah kualitas produk porcelain. kelima, pengumpulan data yaitu dilakukan pengumpulan data terkait permasalahan yang ada pada rumusan masalah. data-data tersebut diperoleh dari wawancara langsung, data produksi serta data kualitas. keenam, pengolahan data, setelah mendapatkan data yang cukup, tahap selanjutnya ialah mengolah data tersebut dengan menggunakan tools yang berkaitan dengan pengendalian kualitas, seperti flow chart dan pareto diagram untuk mengidentifikasi permasalahan yang paling penting dan paling vital yang membutuhkan pengawasan, kemudian ada peta kendali p untuk memperhitungkan rasio sejumlah ketidaksesuaian benda dalam sebuah populasi dari jumlah keseluruhan populasi, serta fault tree analysis untuk menganalisa sistem keamanan dan keandalan yang digambarkan melalui sebuah model yang bergambar dan logis dari hubungan antara kejadian yang tidak diinginkan dengan peristiwa yang lebih mendasar. ketujuh, hasil dan pembahasan, pada tahap ini, dilakukan analisa terhadap data-data dan informasi yang telah diolah sebelumnya, serta menganalisa permasalahan yang ada dengan gambaran fishbone dan fta, sehingga dapat membantu menjelaskan mengenai perumusan masalah yang ada terkait permasalahan kualitas. kedelapan, simpulan merupakan tahap terakhir, yakni memberikan simpulan terkait masalah kualitas yang dibahas dalam pengamatan ini. 582 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 580-589  gambar 1 diagram alir porcelain product.… (ho hwi chie; dkk)   583  hasil dan pembahasan setelah mengetahui beberapa proses yang ada dalam pembuatan produk porcelain, ada dua fase yang cukup penting untuk diperhatikan terkait kualitas, yakni pada fase wip (work in process) dan produk jadi. berikut ini adalah data jumlah produksi beserta jumlah produk defect yang terjadi pada wip (tabel 1), barang jadi (glost ware) (tabel 2), serta data mingguan mengenai jumlah produk yang tidak sesuai menurut jenis ketidaksesuaiannya (tabel 3). tabel 1 data jumlah produksi dan defect work in process mingguan date jumlah produksi jumlah defect date jumlah produksi jumlah defect week 1 139,550 13,500 week 9 229,442 20,719 week 2 130,248 13,944 week 10 203,576 15,974 week 3 141,932 15,049 week 11 199,228 13,345 week 4 188,476 14,978 week 12 165,618 14,862 week 5 213,420 14,156 week 13 172,652 16,311 week 6 222,634 19,511 week 14 203,675 16,864 week 7 212,719 19,709 week 15 225,408 17,959 week 8 222,672 17,210 sumber: pt xyz tabel 2 data jumlah produksi dan defect glost ware mingguan date jumlah produksi jumlah defect date jumlah produksi jumlah defect week 1 108,319 7,081 week 9 198,440 16,294 week 2 115,813 6,897 week 10 196,662 17,169 week 3 121,958 7,667 week 11 173,553 14,010 week 4 159,351 10,564 week 12 165,804 12,461 week 5 189,806 11,644 week 13 144,130 12,399 week 6 182,713 13,073 week 14 172,959 12,304 week 7 175,637 14,595 week 15 220,024 25,513 week 8 203,361 13,606 sumber: pt xyz tabel 3 data mingguan jumlah defect berdasarkan jenis defect date iron spot warp piece other bakar ulang week 1 2,102 1,779 1,875 8,595 week 2 3,898 2,534 4,877 17,316 week 3 9,445 2,194 10,239 18,429 week 4 8,886 4,794 11,722 19,542 week 5 8,754 8,077 12,861 19,542 week 6 7,562 11,540 14,722 30,688 week 7 11,134 4,532 13,586 26,991 week 8 1,526 522 3,598 5,278 sumber: pt xyz pengolahan data untuk dapat menganalisa proses yang ada dalam perusahaan, pemetaan proses perlu dilakukan dengan menggunakan flow chart, karena dengan menggunakan bagan alur, dapat digambarkan alur proses dari awal hingga akhir. setelah mengetahui serangkaian proses pembuatan maka perlu diketahui juga jenis ketidaksesuaian yang sering terjadi dalam proses pembuatan produk porcelain ini. oleh karena itu, diperlukan diagram pareto untuk melihat seberapa besar kontribusi ketidaksesuaiannya berdasarkan jenis yang ada pada produk barang jadi. 584 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 580-589  gambar 2 pareto diagram tidak hanya melihat dari jenis ketidaksesuaian dari produk, namun perlu dilihat juga dari data produksi produk wip dan barang jadi (tabel 1 dan tabel 2) yang dapat diolah dengan menggunakan peta kendali p, guna melihat kestabilan dari proses produksi produk porcelain pada perusahaan ini, sehingga didapat hasil seperti gambar berikut (montgomery, 2009). gambar 3 peta kendali p produksi wip porcelain product.… (ho hwi chie; dkk)   585  gambar 4 peta kendali p produksi glost ware analisa data keseluruhan proses produksi produk porcelain memiliki alur yang sebagian besar seperti rangkaian seri, bukan paralel. hal ini yang membuat penelusuran masalah cukup sulit ditemukan karena hasil dari semua proses dipengaruhi oleh setiap proses sebelumnya sehingga sangat memungkinkan sebuah produk mengalami kecacatan karena komposisi bahan yang salah atau kesalahan pembakaran. ini berarti proses akhir dipengaruhi oleh proses awal atau pertengahan. kesadaran dan ketelitian dari operator yang menangani setiap proses menjadi suatu hal yang sangat penting, agar ketika suatu kesalahan/cacat produk ditemukan, maka produk yang memiliki masalah ini tidak perlu dilanjutkan ke proses selanjutnya. setiap proses perlu dibangun dan dikontrol dengan baik untuk menghindari kesalahan yang terus berlanjut yang berdampak negatif bagi perusahaan. bukan hanya tugas quality control untuk mengatur kualitas secara keseluruhan agar terjaga, namun menjadi suatu tanggung jawab setiap individu yang berperan didalam setiap proses dari awal hingga akhir. karena banyak proses dalam pembuatan produk porcelain ini, waktu menjadi hal yang pentingnya demi proses produksi secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan permintaan produk porcelain. proses produksi dimulai dari pemesanan bahan baku yang memakan waktu cukup lama, membuat desain cetakan, membuat komposisi bahan, pembentukan dan proses pembuatan dapat mencapai waktu satu minggu lebih. untuk mencapai target pada saat sudah mendekati waktu pengiriman maka pengorbanan pada kualitas produk akan terjadi. permasalahan waktu proses produksi ini dapat diatasi melalui suatu sistem penjadwalan yang cukup baik, sehingga tidak terjadi proses produksi yang terhenti karena bahan baku yang tidak kunjung datang atau permasalahan lainnya. permasalahan kualitas produk di perusahaan ini tentu menjadi suatu nilai yang sangat penting, oleh sebab itu klasifikasi kualitas dari produknya dibagi menjadi beberapa bagian, yakni kualitas a/b, c, d, dan lost. setiap kategori kualitas ini memiliki spesifikasi yang berbeda-beda berdasarkan adanya jenis defect tertentu. terdapat banyak sekali jenis defect yang mungkin akan terjadi tetapi dari sekian banyak, perusahaan menetapkan terdapat 4 golongan, yakni defect iron spot, warp piece, bakar ulang (bu), dan other. namun, pencapaian kualitas produk hanya dilihat dari kualitas a/b, c, d, dan lost saja tanpa memperhitungkan bu, karena hasil proses bakar ulang ini masih memungkinkan masuk kedalam kualitas c setelah dilakukan pekerjaan ulang. walaupun jarang sekali ditemukan produk yang setelah dibakar ulang dapat mencapai kualitas a/b. 586 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 580-589  jenis defect iron spot merupakan jenis ketidaksesuaian yang terjadi dengan munculnya bintikbintik kandungan besi yang terperangkap, sehingga mengurangi nilai tampilan dari produk porcelain. munculnya iron spot ini dapat terjadi ketika kandungan besi yang terdapat di lingkungan menempel pada produk. kandungan besi ini bisa berasal dari bahan baku itu sendiri dan juga dari lingkungan sekitar. jadi, ketika terdapat kandungan besi didalam produk setengah jadi (wip), maka setelah dilapisi oleh glasur dan dibakar, kandungan besi itu akan muncul keluar. jenis defect yang kedua ialah warp piece, yakni terjadinya perubahan bentuk yang tidak diinginkan, contohnya pada pinggiran piring yang jika diperhatikan tidak benar-benar berbentuk lingkaran. biasanya defect ini disebabkan oleh kesalahan pemolesan yang kurang baik, pengaturan mesin, tingkat kekerasan bahan yang akan dibentuk, dan temperatur. bakar ulang disebabkan oleh tiga jenis cacat pada produk yang masih bisa ditambal ulang, yakni pin hole, body dip, dan retakan. pin hole ialah munculnya lubang kecil karena ada udara yang terperangkap dalam lapisan glasur yang menyebabkan udara tersebut keluar menembus glasur. body dip itu seperti kotoran kasar yang sudah mengeras dan menyatu pada sisi produk. sedangkan retakan dapat berupa retakan tertentu yang dapat ditambal seperti retak handle pada produk gelas. kedua hal ini masih dapat ditangani dengan cara menambal. pin hole dan retakan tersebut ditambal dengan menggunakan lidi yang dilapisi glasur. sedangkan untuk body dip, dilakukan gerinda pada kotoran tersebut, kemudian dilapisi lagi dengan glasur. kemudian jenis defect other terdiri dari beberapa jenis, seperti ame, hamakake, crack, curling, dan glasur gelombang. ame ialah jenis cacat yang terjadi ketika suhu pembakaran tidak stabil, sehingga menyebabkan produk memiliki lapisan glasur yang mirip seperti kulit jeruk, dengan kata lain tidak mulus. crack (retakan) dan hamakake merupakan cacat yang terjadi pada produk yang bersifat merusak produk tersebut sehingga tidak dapat digunakan lagi, seperti retak terbelah, adanya sisi yang hancur karena benturan dan lain hal. sedangkan glasur gelombang dengan curling (glasur loncat, dimana lapisan glasur tidak meresap kedalam produk, sehingga ketika terjadinya pelelehan glasur, produk tidak seluruhnya terlapisi glasur), disebabkan oleh proses pelapisan glasur yang tidak merata. jika dilihat pada gambar 2, akan terlihat jelas bahwa jenis defect yang dibakar ulang menjadi permasalahan yang paling banyak terjadi. bakar ulang ini memberi kontribusi 48% dari keseluruhan defect yang ada dalam produksi. dari hasil observasi lapangan, diperoleh bahwa jenis cacat pin hole dan retak handle gelas lebih banyak ditemui, bila dibanding body dip yang menyebabkan terjadinya bakar ulang tersebut. produk gelas juga merupakan produk yang paling banyak jumlah variasi dan permintaannya. (xiuli, baozhi, & hanqing, 2012) kemudian, pada gambar 3 dan gambar 4 menunjukkan grafik peta kendali p. dalam grafik ini menunjukkan kestabilan hasil suatu proses. kedua grafik tersebut memperlihat jelas bahwa baik hasil proses produk wip/barang setengah jadi dan produk barang jadi tidak terlihat stabil. hal ini menunjukkan diperlukannya peningkatan akan kontrol dari keseluruhan proses yang mempengaruhi kualitas produk akhir. pada gambar 3, terlihat bahwa angka defect produk wip dapat mencapai angka tertinggi sebesar 10.71 % dan paling rendah sebesar 6.63% pada periode hingga november 2013. hasil tingkat defect dari minggu ke minggu cenderung tidak stabil, artinya perubahan yang dialami naik atau turun cukup signifikan. bahkan, tingkat defect yang dicapai cenderung keluar dari control limit, walaupun masih ada yang hampir masuk kedalam control limit, yakni pada minggu 6 sebesar 8.76% dan minggu 14 sebesar 8.28 dengan control limit yang didapat ±8.5% dan perusahaan sendiri menargetkan sebesar 6%. selanjutnya pada gambar 4, memperlihatkan grafik tingkat rata-rata defect produk barang jadi (glost ware) setiap minggunya dalam periode yang sama yang dapat mencapai angka paling tinggi hingga 11.6% dan paling rendah sebesar 5.96%. menariknya adalah pada hasil proses produksi produk porcelain product.… (ho hwi chie; dkk)   587  glost ware ini cenderung meningkat walaupun ada juga yang turun. hasil grafik ini juga menunjukkan bahwa kestabilan proses ini seolah-olah semakin lama semakin tidak terkendali, sehingga cenderung meningkat. terdapat beberapa minggu yang cukup baik atau dapat dikatakan masih dalam batas yakni pada minggu 6 hingga minggu 14, kecuali pada minggu 10, dan 13 yang masih keluar dari batasan dengan rata-rata batasan ±7.72% dari target perusahaan sebesar 6% (henley, kumamota, 1992). produk yang tidak sesuai dengan kriteria pastinya memiliki banyak faktor yang menyebabkan ketidaksesuaiannya tersebut. diagram fishbone pada gambar 5 di bawah ini menunjukkan faktorfaktor yang akan mempengaruhi terjadinya defect produk. ada 5 faktor utama, yakni mesin, lingkungan, metode, material, dan sumber daya manusia (people). dari kelima faktor ini yang memiliki dampak yang cukup signifikan terjadinya defect ialah sumber daya manusia dan diikuti oleh faktor lingkungan, karena hampir keseluruhan proses yang dilakukan masih menggunakan tenaga manusia dari sortir produk hingga melakukan casting dan proses lainnya. produk porcelain ini memang memiliki tingkat kesulitan yang cukup sulit dalam pembuatan sehingga membutuhkan ketelitian dan kepedulian setiap pihak dalam setiap proses pembuatannya dan harus terus menerus menjaga kebersihan tempatnya. gambar 5 fishbone diagram jika ditelusuri lebih dalam lagi dari 5 faktor besar yang terdapat pada diagram fishbone, tentunya terdapat hambatan-hambatan dalam mencapai produk yang berkualitas. tabel di bawah ini menjelaskan secara singkat hambatan apa saja yang ada pada setiap faktor yang ada. (besterfield, 2003) 588 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 580-589  tabel 4 macam-macam hambatan berdasarkan diagram fishbone faktor hambatan material 1. menjaga kualitas dan karakteristik bahan baku dari supplier. 2. mengatur komposisi bahan baku yang akan disatukan menjadi bahan utama produk dan bahan lainnya seperti cetakan, dan pelapis glasur. 3. menjaga standar spesifikasi dari setiap proses, dari proses ball mill, press, pembuatan cetakan, glasur, dst. 4. menjaga kestabilan karakteristik pada bahan baku tertentu yang dapat berubah karena adanya proses penyusutan. metode 1. acceptance sampling ketika bahan baku sampai di gudang, guna menilai bahan baku yang dipesan sesuai dengan kriteria yang diinginkan. 2. proses maintenance mesin yang harus selalu terkontrol. 3. proses inspeksi sampling yang perlu ditingkatkan dalam menentukan layak dilanjutkan ke proses sebelumnya atau tidak pada proses pembakaran bisquit kiln. 4. testing terhadap kriteria bahan yang digunakan harus selalu terkontrol. 5. waktu penanganan masalah yang cukup lama untuk dapat ditelusuri. people 1. rasa kepedulian tiap pekerja untuk saling menjaga kualitas produk pada setiap prosesnya. 2. produktifitas yang harus dimaksimalkan dalam mencapai target produksi. 3. menjaga produktifitas yang mempengaruhi hasil target produksi. 4. kemampuan setiap orang yang beragam, sehingga mem-butuhkan pelatihan keahlian tertentu dalam menjalankan tugas masing-masing bagian. 5. menjaga setiap pekerjaan yang dilakukan agar sesuai dengan sop (standard operating procedure) 6. kelengkapan pengaman yang memberikan kenyamanan pada pekerja dalam melakukan pekerjaannya. lingkungan 1. lingkungan tempat kerja termasuk mesin dan berbagai peralatan yang harus selalu dijaga kebersihannya. 2. kenyamanan tempat kerja pada setiap proses produksi yang mempengaruhi produktifitas para pekerja. mesin 1. mesin yang digunakan terbilang sudah berumur, sehingga menyebabkan proses maintenance dan kontrolisasi harus diperhatikan dan dikendalikan. 2. menjaga pengaturan mesin yang sering berubah dan kurang stabil. banyak faktor yang mempengaruhi kualitas produk sehingga diperlukan fta (fault tree analysis) untuk mengidentifikasi sebuah sistem yang gagal serta membantu untuk pengambilan keputusan dalam mendesain sistem keamanan dan kehandalan. kejadian utama yang diambil ialah timbulnya masalah defect pada produk saat pembakaran akhir di glost kiln. jika diperhatikan banyak kejadian yang sangat berkontribusi pada kegagalan sistem terkait kualitas produk yang dihasilkan seperti yang terlihat dari banyaknya or gate pada bagan fta. hal ini berarti hanya salah satu faktor saja yang dapat langsung mempengaruhi masalah defect. hal ini menyebabkan penelusuran setiap masalah yang terjadi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengidentifikasi penyebabnya. proses produksi harus terus berjalan dan masalah sebelumnya masih belum dapat diselesaikan, hal ini akan memungkinkan datangnya permasalahan baru lagi yang menyebabkan permasalahan semakin membesar. (vesely, 2002) berdasarkan hasil diagram pareto, permasalahan bakar ulang terlihat jelas menyebabkan terjadinya salah satu jenis defect yang ada. permasalahan bakar ulang juga memiliki banyak kejadiankejadian yang menyebabkan terjadinya defect. menariknya lagi, basic event (kejadian dasar) yang menyebabkan terjadinya bakar ulang disebabkan oleh faktor sumber daya manusia yaitu kebersihan perilaku operator dan prosedur standar operasional. hal ini membuktikan bahwa kualitas harus dibangun dan dijaga dari awal hingga akhir, serta bukan hanya menjadi tugasnya bagian quality control, namun seluruh orang yang terlibat didalamnya, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. porcelain product.… (ho hwi chie; dkk)   589  simpulan dari hasil analisa pada pengolahan data dan perumusan masalah maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya produk defect secara garis besar dipengaruhi oleh mesin, lingkungan, sumber daya manusia, metode, serta bahan baku sehingga dapat dilakukan perbaikan dan pencegahan pada hal-hal yang menjadi hambatan tersebut. meskipun perusahaan sudah menerapkan standar iso, namun dilihat dari hambatan-hambatan dan faktor-faktor yang menyebabkan permasalahan kualitas yang cukup kompleks, maka perlu ditingkatkan dari sisi pengendalian kualitas melalui pelatihan iso yang berkelanjutan atau menggunakan metode-metode yang ada seperti sixsigma dan lean manufacturing guna mengurangi angka defect yang tinggi. oleh karena itu, dengan menerapkan konsep dan metode ini, menjaga kualitas produk akan menjadi suatu budaya didalam perusahaan untuk terus menerus melakukan peningkatan (continuous improvement). daftar pustaka administrator siaran pers. (2009). produk peralatan makanan rumah tangga mengandung melamin ancam kesehatan konsumen. diakses 26 september 2013, dari humasbatam.com. besterfield, d. h. (2003). total quality management. new jersey: pearson education.   henley, e. j., kumamota, h. (1992), probabilistic risk assessment: reliability engineering, design and analysis, new york: ieee press, montgomery, d. c. (2009). introduction to statistical quality control, sixth edition. united state of america: john wiley & sons, inc. myklebust. (2013). o. zero defect manufacturing: a product and plant oriented lifecycle approach. procedia cirp 12 (2013) 246 – 251. rungtusanatham, m. (2001). beyond improved quality: the motivational effects of statistical process control. journal of operations management, 19(6): 653 – 673. vesely, b. (2002). fault tree handbook with aerospace applications. version 1.1. nasa hq: nasa publication.   xiuli, l., baozhi, c., & hanqing, x. (2012). study on principle of product defect identification. procedia engineering, 43(2012), 393 – 398. microsoft word 05_si_indrajani_model master data 514 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 514-524  master data management model in company: challenges and opportunity indrajani information systems department, school of information systems, binus university jl.k.h.syahdan no 9, palmerah, jakarta barat 11480 indrajani@binus.ac.id abstract the purpose of this research is to analyze, design, and implement master data management (mdm) model for company, which include database processing that will be used in the quality of data customer and produce single view of customer. the research method used is literature study from a variety of journals, books, e-books, and articles on the internet. also, fact finding techniques are done, such as by analyze, collect, and examine the documents, interviews, and observations. then, other research methods used to analyze and design mdm model are using cleansing and matching technique. the result obtained from this research is an implementation mdm model for the company, where if implemented, will improve the quality of data significantly. the conclusion which can be obtained from this research is that mdm is one of the factors that can improve the quality of customer data. keywords: database, mdm, cleansing, matching abstrak tujuan penelitian ini adalah menganalisis, merancang, dan mengimplementasikan model master data management (mdm) pada perusahaan. di mana terdapat di dalamnya proses pengolahan basis data yang akan digunakan dalam pembentukan basis data nasabah yang berkualitas dan menghasilkan single view of customer. metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dari berbagai jurnal, buku, e-book, dan artikel-artikel di internet. selain itu juga dilakukan teknik pengumpulan data, yaitu dengan mempelajari dokumen-dokumen dan wawancara serta observasi. kemudian menggunakan juga metode analisis dan perancangan model mdm yaitu dengan menggunakan teknik cleansing dan matching. hasil yang diperoleh dari penelitian ini ialah suatu model mdm pada perusahaan di mana jika diimplementasikan akan meningkatkan kualitas data nasabah secara signifikan.. simpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah mdm merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas data nasabah. kata kunci: basis data, mdm, cleansing, matching master data management model.… (indrajani)   515  pendahuluan pencucian uang atau money laundry kian sering terdengar. sebab kejahatan yang termasuk baru ini, kian marak terjadi di indonesia dan telah banyak kasusnya terbongkar dan beberapa di antaranya telah dijatuhi hukuman. dari kasus yang ada, ternyata batam menduduki peringkat pertama jumlah transaksi keuangan yang mencurigakan. dari laporan yang disampaikan hatief hadikoesoemo selaku direktur pengawas pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan (ppatk) indonesia, mulai 2001 sampai dengan desember 2007 lalu, pihaknya telah menerima 12.624 laporan transaksi keuangan mencurigakan (ltkm) dari seluruh indonesia. dan khusus di 2007 jumlah ltkm-nya 5.831. dari jumlah tersebut, pelaporan yang paling banyak dilakukan bank-bank swasta (4414 ltkm), bank pemerintah (3417 ltkm), bank perkreditan rakyat (2.630 ltkm), bank asing (1156), dan asuransi, dana pensiun, manager investasi sebanyak 597 ltkm. sementara lebihnya berasal dari bank joint venture, bank rural, perusahaan sekuritas, lembaga keuangan, dan pedagang valuta asing. beragam modus yang dapat dilakukan para pelaku tindakan money laundry. salah satunya adalah pencucian uang yang dilakukan dalam dunia perbankan, antara lain adalah adanya transaksitransaksi mencurigakan, kemudian laporan transaksi kas di mana 1 customer information system (cis) bertransaksi lebih dari 500 juta untuk 1 kali transaksi, dan seluruh transaksi misalnya transfer antar negara. menurut data yang ada, dalam sehari dapat terjadi ribuan transaksi pencucian uang. hal tersebut dapat terjadi karena data nasabah dalam dunia perbankan belum bersih dan terintegrasi. satu nasabah dapat saja memiliki banyak cis dengan banyak rekening. mengapa terjadi demikian? penyebabnya antara lain satu nasabah memiliki kartu tanda penduduk lebih dari satu baik sengaja atau tidak sengaja, satu nasabah memiliki nama yang berbeda waktu mendaftarkan diri menjadi nasabah misalnya nama panggilan dengan nama lengkap, dan kesalahan-kesalahan waktu memasukkan data nasabah di berbagai cabang bank. master data management (mdm), merupakan salah satu solusi untuk mendukung manajemen dalam penggunaan dan analisis informasi penting, antara lain tentang pelanggan, rekening, produk, dan karyawan. mdm dapat memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan baik dalam jangka pendek dan jangka panjang. mdm adalah suatu cara untuk memperoleh, meningkatkan, dan berbagi data master. mdm melibatkan pembuatan definisi yang konsisten dari perusahaan melalui teknik integrasi di beberapa sistem internal it dan mitra atau pelanggan. mdm diaktifkan oleh alat integrasi dan teknik untuk etl, eai, eii, dan replikasi. mdm yang terkait dengan pemberdayaan data, bertujuan untuk meningkatkan kualitas data, memanfaatkan untuk keunggulan kompetitif, mengelola perubahan, dan mematuhi peraturan dan standar. mdm mewakili pandangan data master yang mencakup hubungan dan ketergantungan dari semua data perusahaan untuk mendukung proses bisnis dan pengambilan keputusan. tujuan mdm adalah untuk menciptakan dan menjaga konsisten , lengkap , kontekstual, dan akurat data bisnis bagi perusahaan. pengelolaan data digunakan untuk mengelola semua data yang terkait dengan produk dan data master produk. integrasi data pelanggan digunakan untuk mengelola pelanggan data master. pelanggan dalam integrasi data digunakan sebagai istilah generik, yang dapat berarti juga klien, kontak, partai, counterparty, pasien, pelanggan, pemasok, prospek, penyedia layanan, warga, tamu, hukum entitas, kepercayaan, badan usaha dan lainnya (berson dan dubov, 2007). penekanan pada data quality, integration, single version of the truth, dan data stewardship mdm adalah bukan hanya masalah teknologi. dalam banyak kasus, perubahan mendasar untuk proses bisnis akan diperlukan untuk mempertahankan data master bersih, dan beberapa masalah yang paling sulit mdm adalah lebih condong ke arah politik daripada kearah technical. mdm meliputi data pembuatan data master dan 516 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 514-524  memeliharanya. investasi dalam waktu, uang, dan usaha dalam membuat data master menjadi konsisten dan bersih, upaya sia-sia jika tidak menggunakan solusi termasuk alat dan proses untuk menjaga data master tetap bersih dan konsisten (malcolm, 2010). sebagai contoh dari tantangan dan kesempatan mdm adalah salah satu pemasok transportasi terkemuka bangsa menghadapi tantangan untuk menciptakan satu tampilan dari pelanggan dan interaksi mereka dalam perusahaan. tidak memiliki "titik tunggal kebenaran" dilihat pada data pelanggan. terbukti sangat sulit untuk mengidentifikasi pelanggan di seluruh sistem. menduplikasi atau data pelanggan tidak akurat dalam sistem departemen sering diperlukan karyawan untuk melakukan perubahan manual ke sistem lokal mereka sendiri. sebagai basis data master pelanggan, perusahaan menggunakan informasi hirarkis system (ims) manajemen yang terintegrasi dengan penagihan cara warisan lainnya, basis data sistem penagihan piutang, piutang, dan transportasi. basis data berisi lebih dari 100.000 pelanggan pendapatan angkutan dengan lebih dari 300.000 alamat. fragmentasi data pelanggan di seluruh sistem yang berbeda dicegah perusahaan dari memiliki sebuah pandangan 360 derajat dari pelanggan. untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan membutuhkan solusi yang bersifat agregat, mengkonsolidasikan, perbandingan, membersihkan, dan mengoptimalkan data pelanggan. hal itu membuatnya terlihat melalui serangkaian layanan di seluruh organisasi, serta menghindari duplikasi dan mempertahankan kontrol atas informasi pelanggan ini . ruang lingkup penelitian ini adalah data nasabah, yaitu upaya memperbaiki kualitas data nasabah dengan teknik cleansing dan matching. adapun tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kualitas data nasabah dan menghasilkan single view of customer sehingga dapat dijadikan sumber data. manfaat penelitian ini adalah menyediakan data nasabah yang berkualitas untuk mendukung kegiatan analisis sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pihak managerial secara lebih cepat metode metode penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan data, metode analisis, dan metode perancangan basis data. teknik yang digunakan dalam metode pengumpulan data ini mencakup antara lain wawancara, mempelajari dokumen, observasi, dan studi kepustakaan (indrajani, wihendro, & safan, 2013). wawancara dilakukan pada bagian-bagian yang akan menggunakan sistem basis data yang diusulkan. pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan akan disiapkan terlebih dahulu sebelum wawancara berlangsung. sifat yang akan digunakan adalah gabungan antara pertanyaan tertutup dan terbuka (indrajani, 2014). untuk mendapatkan data dan informasi mengenai kebutuhan pengguna secara lengkap, maka dilakukan juga pengumpulan dokumen-dokumen. selain itu juga dilakukan observasi langsung ke lapangan (indrajani, 2011). master data adalah informasi bisnis terpenting yang berkaitan dengan transaksi dan analitis operasi perusahaan. master data management (mdm) adalah kombinasi dari aplikasi dan teknologi yang mengkonsolidasikan, membersihkan, menambah data perusahaan, dan mensinkronisasikan dengan semua aplikasi, proses bisnis, dan alat-alat analisis. hal ini menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam efisiensi operasional, pelaporan yang akurat dan pengambilan keputusan strategis (tapan dan manas, 2011). setiap perusahaan pasti memiliki visi, misi, dan strategi dalam persaingan dalam dunia bisnis. untuk memenangkan persaingan tersebut, maka data pada perusahaan menjadi aset terpenting. data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. data bisa berwujud suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, objek, kejadian ataupun suatu konsep (connoly, 2010). contoh data antara lain data nasabah, data transaksi tabungan, data transaksi kredit, data kartu kredit, dan masih banyak lagi. master data management model.… (indrajani)   517  berikut adalah bagaimana perusahaan bergerak masuk ke dalam penerapan mdm: gambar 1 a business-driven, holistic approach to mdm enabling infrastructure terdiri dari penanganan content, master data, analytic data, other data, dan social data. master data inilah yang kita sebut dengan master data management yang mencakup dari vision hingga information life cycle. cleansing, merupakan proses menganalisis kualitas data dalam sumber data dengan cara membersihkan data yang kotor. pembersihan data dalam mdm ini mencakup proses menganalisis bagaimana data sesuai dengan knowledge dalam knowledge base. sedangkan matching memungkinkan pengguna untuk menghilangkan perbedaan antara nilai-nilai data yang harus sama, menentukan nilai yang benar, dan mengurangi kesalahan yang dapat menyebabkan perbedaan data. fungsi matching adalah melakukan pencocokan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan. sebagai contoh, atribut nama, alamat, dan tanggal lahir digunakan untuk mengidentifikasi data, terutama data nasabah. metode data cleansing terdiri dari parsing dan transformasi data. parsing data, yaitu membersihkan dilakukan untuk mendeteksi kesalahan sintaks. parser akan memutuskan apakah string data dapat diterima dalam spesifikasi data yang diperbolehkan. sedangkan transformasi data memungkinkan pemetaan data dari format yang diberikan ke dalam format yang diharapkan oleh aplikasi. ini termasuk konversi nilai atau fungsi terjemahan, serta nilai-nilai numerik normalisasi untuk menyesuaikan diri dengan nila-nilai minimum dan maksimum.   gambar 2 perbedaan master data dengan metadata dan transaksional 518 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 514-524  kunci master data management sebuah persaingan ekonomi pasar yang kompetitif dan adanya kesulitan dalam mendorong bisnis agar lebih dapat mengelola dan memanfaatkan aset informasi utama mereka untuk mencapai tujuan strategis mereka yaitu : (1) globalisasi, merger dan akuisisi dan lain-lainnya memaksa kebutuhan untuk memiliki data yang konsisten disinkronisasi di seluruh perusahaan. (2) kepatuhan terhadap peraturan yang menyoroti kebutuhan untuk memiliki data tag dengan semua kebijakan, definisi, domain, bisnis aturan, metadata, kualitas, tata kelola, kepemilikan, keamanan, dan lain-lain. (3) manajemen kinerja dan business analytics tidak akan berkembang tanpa data yang akurat, konsisten, dan dapat diandalkan. master data management adalah kombinasi dari proses, orang dan teknologi yang dapat membantu organisasi mencapai dan mempertahankan, pandangan yang konsisten tunggal data bisnis penting di seluruh perusahaan. master data management memiliki beberapa manfaat. pertama, dalam bidang keuangan, mdm bermanfaat untuk pelaporan keuangan dan risiko efisien dan akurat, serta peningkatan kemampuan untuk kepatuhan terhadap peraturan. kedua, dalam bidang pemasaran, mdm bermanfaat untuk pandangan tunggal pelanggan, wawasan pelanggan yang lebih baik dan interaksi untuk memberikan layanan disesuaikan, serta meningkatkan kemampuan untuk mengenali cross-sell dan up-sell peluang. ketiga, dalam bidang manufaktur, mdm memungkinkan peluncuran lebih cepat dari produk yang ditargetkan dan peningkatan efisiensi operasional. keempat, dalam bidang kesehatan, mdm dapat mengenali pasien dengan benar, yaitu dengan cara menghubungkan dan mencocokkan catatan pasien. kemudian penegakan privasi informasi dan peningkatan manajemen informasi klinis. hasil dan pembahasan masalah kualitas data disebabkan oleh berbagai faktor, dimulai dengan rawan kesalahan pengguna entri data oleh karyawan di beberapa bagian, masing-masing dengan aturan dan metode sendiri. misalnya, persyaratan bagian penjualan untuk memasukkan data pelanggan ke dalam aplikasi otomatisasi penjualan sangat berbeda dari kebutuhan bagian akuntansi untuk data pelanggan dalam aplikasi piutang. saluran informasi masuk lainnya termasuk entri data dari self-service portal web, interaksi rantai bisnis, dan masuknya entri data otomatis dari sensor peralatan dan upaya integrasi sistem. semua saluran ini dapat menyebabkan, bahkan memperbesar kesalahan data. data sering akurat dalam sebuah sistem individual, ketika mencoba untuk mengeluarkannya dari sistem itu dan menggunakannya secara lebih luas, inkonsistensi yang terungkap. misalnya, rincian tentang setoran dan penarikan dana mungkin disimpan dalam sistem tabungan dan sistem deposito, masing-masing dengan varian yang sedikit berbeda. rincian tertentu mungkin akan diperbarui dalam satu sistem, namun tetap tidak berubah di sisi lain, menciptakan situasi yang ditakuti: beberapa versi dari kebenaran (baum, 2015). inisiatif kualitas data sering dimulai pada tingkat lokal ketika sebuah unit bisnis menyadari bahwa aplikasi tertentu atau basis data yang penuh dengan kesalahan atau inkonsistensi. kebanyakan alat kualitas data menawarkan serangkaian teknik untuk meningkatkan data, termasuk yang antara lain data profil, yaitu menilai data untuk memahami derajat keseluruhan akurasi. lalu standarisasi data, yaitu memanfaatkan mesin aturan bisnis untuk memastikan bahwa data sesuai aturan kualitas untuk pra-didefinisikan. kemudian geocoding, yaitu alat pencocokan pola otomatis untuk memperbaiki nama dan alamat data dan menerapkan standar pos. matching dan linking yaitu membandingkan dan menyelaraskan data ke catatan yang sama tapi sedikit berbeda. terakhir adalah monitoring, yaitu melacak kualitas data dan auto-koreksi variasi berdasarkan pra-didefinisikan aturan bisnis. master data management model.… (indrajani)   519  sebuah bank memiliki beberapa produk perbankan antara lain tabungan, deposito, dan giro. pihak perbankan melalui teller dan customer service serta marketing akan menawarkan berbagai produk-produk perbankan yang tersedia kepada nasabah, jika nasabah berminat maka nasabah akan melakukan konfirmasi terhadap produk yang dipilih lalu customer service memasukan data. setelah melakukan pembukaan rekening. maka nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti penyetoran, penarikan, transfer dana, dan pembayaran. bagaimana meningkatkan tingkat kualitas data yang ada pada perusahaan? yang mencakup antara lain perusahaan bermasalah pada cis yang merupakan suatu id unik yang dimiliki nasabah yang terdaftar di perusahaan, misalnya jika salah seorang nasabah memiliki kemiripan nama dan dapat menyebabkan praktik money laundry. kemudian data nasabah yang berjumlah jutaan record mempunyai banyak kemiripan dalam hal nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, dan jenis kelamin. contoh, banyak sekali orang yang menggunakan nama budi dan hal tersebut dapat menyebabkan redundansi pada data yang terdapat nama budi dikarenakan mempunyai nama yang sama. lalu kesalahan nasabah dalam mengisi form. nasabah sering mengisi form dengan cara yang menurut mereka benar seperti, penulisan nama yang bukan merupakan nama lengkap melainkan nama panggilan sehingga ouput yang dihasilkan akan berbeda dengan data asli nasabah tersebut. agar satu nasabah hanya memiliki satu customer information system (cis), maka setiap pendataan nasabah dari berbagai aplikasi, ditambahkan proses validasi data ke master data, dalam hal ini adalah mdm. adapun arsitekturnya dapat digambarkan sebagai berikut: gambar 3 arsitektur mdm arsitektur informasi pada gambar 3, di dalamnya terdapat komponen master data management yang menggabungkan sisi operasional dan analitis bisnis. dalam arsitektur ini, data master terhubung ke semua sistem transaksional melalui teknologi enterprise application integration (eai). hal ini menjamin bahwa data master yang bersih disinkronkan dengan aplikasi. sebuah referensi silang penuh untuk setiap objek bisnis yang dikelola dalam mdm. referensi silang ini berguna untuk yang memastikan objek data yang benar, yang nantinya digunakan sebagai proses bisnis antar berbagai aplikasi. 520 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 514-524  bersih dan akuratnya suatu atribut untuk setiap data master dipertahankan dalam sistem mdm. idealnya, atribut data master yang tepat dan benar akan digunakan oleh berbagai aplikasi untuk mendukung real-time operasi bisnis yang efisien. untuk informasi berkualitas yang benar di seluruh perusahaan, aspek operasional dan analitis dari data master harus berjalan seiring. ekstrak, transform, dan loading (etl) digunakan untuk menghubungkan data mdm dengan data warehouse (dw). data mdm dibuat sinkron dengan dw melalui etl. hal ini memungkinkan agregasi untuk seluruh objek bisnis yang utama. selain itu, data master yang memiliki banyak dimensi, berguna untuk tabel fakta pada dw. data dimensi yang berkualitas meningkatkan pelaporan dw lebih baik. terlebih lagi, etl yang dapat menjaga tabel dimensi mdm selaras dengan tabel fakta. etl berguna juga untuk mengisi atribut data master yang diperoleh dari pengolahan analisis dalam dw dan berbagai macam alat-alat analisis. informasi ini menjadi segera tersedia untuk aplikasi yang terhubung dan proses bisnis. proses utama mdm yaitu pertama, profile data master. fungsi profile data master adalah memahami seluruh sumber yang mungkin dan keadaan saat ini kualitas data di masing-masing sumber. kedua adalah mengkonsolidasikan data master ke sebuah repositori dan menghubungkannya dengan berbagai aplikasi yang berhubungan dengan data master tersebut. lalu ketiga yakni mengatur data master dengan cara membersihkannya, deduplicate, dan memperkaya dengan informasi dari sistem pihak ke-3. mengelolanya sesuai dengan aturan bisnis. setelah itu keempat, sinkronisasi data master dengan proses bisnis perusahaan dan aplikasi yang terhubung. memastikan bahwa data yang tetap sinkron di lanskap ti. terakhir, memanfaatkan fakta bahwa satu versi kebenaran ada untuk berbagai objek data master dengan mendukung sistem kecerdasan bisnis dan pelaporan. gambar 4 proses mdm master data management model.… (indrajani)   521  berikut ada contoh data yang bermasalah pada saat terjadi proses pendataan : gambar 5 data entry errors pada gambar 5 tersebut, terlihat berbagai masalah pendataan yaitu data yang kosong, nama yang mirip, kesalahan pengetikan, dan format yang tidak standard. mekanisme penurunan data ke mdm mekanisme penurunan data dari masing-masing aplikasi ke mdm adalah sebagai berikut : gambar 6 mekanisme penurunan data 522 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 514-524  sistem ekstrak data untuk mdm hasil esktrak data untuk mdm ada 4 file yaitu account, address, citizen, dan telepon. masing masing file mempunyai 2 jenis data yang diturunkan ke mdm, yakni file t0 ( t nol ). data awal, berisi seluruh data diturunkan hanya 1 kali di hari pertama implementasi dan file t2, berisi data delta, di turunkan pada hari berikutnya setiap hari kerja, berisi data compare antara data awal dengan data hari ini. data compare ini mencari data delta jika terjadi penambahan data baru, perubahan data lama, dan penghapusan data lama. contoh hasil ekstrak untuk data t0 ( t nol ) sebagai berikut : account t0 ( 1 halaman sample data ) "app"~"00000000123"~"00000002024"~~1~"muhamad yusuf akoeb"~~~~~~~~~~~"0998"~~"11/12/2006"~~~2~~1~~1~~~~~~~~~~~~~"01/05/1948"~~~~~~~~~~~1~~~ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "app"~"00150000131"~"00000000025"~~1~"gr anr rtgs"~~~~~~~~~~~"0015"~~"28/02/2006"~~~2~~1~~1~~~~~~~~~~~~~"02/05/1963"~~~~~~~~~~~1~~~~~ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ address t0 ( 1 halaman sample data ) "app"~"00000000123"~2~~~~~1~~~"muhamad yusuf akoeb"~"jl kapuk 2"~"jakarta 00000"~"indonesia"~~~~~~~~~ "app"~"00150000131"~2~~~~~1~~~"gr anr rtgs"~"area 1"~"sukajadi"~"jakarta 12345"~"indonesia"~~~~~~~~ "app"~"00150000149"~2~~~~~1~~~"diana tarmin"~"kuningan"~"setiabudi"~"jl suara pembaharuan no 1"~"jakarta 12500"~~~~~~~~ citizen t0 ( 1 halaman sample data ) "app"~"00000000123"~~1~~"id" "app"~"00150000131"~~1~~"id" "app"~"00150000149"~~1~~"id" "app"~"00150000181"~~1~~"id" telepon t0 ( 1 halaman sample data ) "app"~"00000000123"~1~~1~~~~"06512120000""""""""""" "app"~"00150000131"~1~~2~~~~"03459083495""""""""""" "app"~"00150000149"~1~~1~~~~"00212358000""""""""""" "app"~"00150000700"~1~~1~~~~"00214500859""""""""""" hasil ekstrak itu akan digunakan dalam proses synchronous. adapun contoh customer view in synchronos sebagai berikut: master data management model.… (indrajani)   523  gambar 7 contoh customer view in synchronos pada gambar tersebut, untuk setiap data nasabah dapat dilihat dari beberapa sisi, antara lain golden customer, application view, customer view, house view, related, dan possible matches. simpulan simpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah dengan mdm, maka dihasilkan data nasabah yang memiliki kualitas lebih baik di mana data tersebut menjadi sumber data yang berguna bagi berbagai aplikasi. selain itu juga dengan peningkatan kualitas data tersebut, maka data dapat dikembalikan pada pemilik sumber data tersebut untuk diperbaiki dan diperiksa kembali. kemudian kepercayaan data pelanggan sebagai asset perusahaan dapat meningkatkan proses bisnis baik secara finansial maupun non finansial. dengan demikian dapat meningkatkan kualitas data pelanggan sebesar 65%. merampingkan proses bisnis dengan menghilangkan pekerjaan manual yang disebabkan oleh data yang berkualitas buruk. daftar pustaka baum, d. (2015), masters of the data, retrieved from http://www.oracle.com/us/c-central/ciosolutions/information-matters/importance-of-data/index.html. berson, a., dubov, l. (2007), master data management and customer data integration for a global enterprise. new york: mcgraw-hill. connolly, t., begg, c. (2010). database system; a practical approach to design, implementation and management (5 ed.). england: pearson education. 524 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 514-524  indrajani. (2014). database systems. jakarta: elex media computindo. indrajani. (2011). perancangan basis data dalam all in 1. indonesia: elex media computindo. indrajani, wihendro, & safan. (2013). rancang bangun konseptual basis data klinik 24 jam. seminar nasional teknologi informasi & multimedia 2013. yogyakarta: stmik amikom. malcolm, c. (dec 2010), the governance challenge for master data management, data governance conference, orlando, florida. tapan k.d., manas, r.m. (2011). a study on challenges and opportunities in master data management. international journal of database management systems (ijdms). 3(2). microsoft word 04_ka_angelina permatasari_rancangan sistem-hs.docx rancangan sistem… (angelina permatasari) 31  rancangan sistem informasi penjualan pada toko kue angelina permatasari program information system audit, school of information system, binus university jl.kh.syahdan no.9 kemanggisan palmerah jakarta indonesia angelina_psw@binus.ac.id abstract the purpose of this research is to analyze the problems that may occur in the cake stores, especially the selling system used in the store, identify information needs and designing suitable sales information systems for the store. the methodology used in this research are analysis and design methods. analysis methods that used in this research are study literature, observation, survey of the old system, analysis of survey needs, identification of information needs and interview. while the design method that used in this research is object oriented analysis and design (ooad). the results achieved is sales information system for cake store in the form of application design to replace the manual system. conclusion, a computerized sales information system can improve existing sales procedures and solve the problems that may occur in the old system keywords: design, sales information system, object oriented analysis and design (ooad) abstrak tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis masalah-masalah yang ada pada toko kue yaitu mengenai sistem penjualan yang sedang berjalan pada toko tersebut, mengidentifikasi kebutuhan informasi toko dan merancang sistem informasi penjualan yang mampu menjawab kebutuhan informasi tersebut. metodologi yang digunakan adalah metode analisis dan metode perancangan. metode analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah studi pustaka, teknik observasi, survei terhadap sistem lama, analisis kebutuhan survei, identifikasi kebutuhan informasi, dan wawancara. sedangkan metode perancangan yang digunakan adalah object oriented analysis and design (ooad). hasil yang dicapai adalah berupa sistem informasi penjualan bagi toko kue dalam bentuk perancangan aplikasi untuk menangani sistem penjualan yang selama ini masih dilakukan secara manual. sistem informasi penjualan yang terkomputerisasi dapat memperbaiki prosedur penjualan yang sudah ada dan mengatasi masalah-masalah yang timbul pada system penjualan yang lama. kata kunci: perancangan, sistem informasi penjualan, object oriented analysis and design (ooad) 32 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 31-43  pendahuluan untuk memulai sebuah usaha tidaklah selalu membutuhkan modal yang besar. dengan kreatifitas dan ketekunan, hobi, keterampilan atau bakat dapat dijadikan bisnis yang menguntungkan. di dalam dunia entrepreneurship ada satu pedoman bahwa untuk memulai bisnis tidak selalu dibutuhkan modal yang besar. akan tetapi kerja keras, ketekunan dan keseriusan itulah modal yang dapat membuat sebuah usaha terus berkembang. memasuki tahun 2012, industri makanan dan minuman diprediksikan masih akan terus bersinar meramaikan persaingan pasar. menurut data yang diperoleh dari gapmmi (gabungan pengusaha makanan dan minuman indonesia), volume penjualan bisnis makanan dan minuman dalam negeri terus mengalami peningkatan yang cukup tajam. bahkan menurut hasil pencatatan data dari departemen perindustrian dan perdagangan, sekarang ini sektor makanan, minuman, dan tembakau memberikan kontribusi paling besar yakni sekitar 34,45% terhadap pertumbuhan industri nasional. studi kasus penelitian ini adalah toko yang bergerak dalam bidang penjualan kue. dalam menjalankan rutinitasnya, toko ini masih menggunakan sistem manual sehingga sering menimbulkan masalah antara lain kesalahan dalam perhitungan penjualan, ketidakakuratan dalam perhitungan stok, kurangnya integritas data dan kurangnya pengawasan terhadap karyawan dan lain-lain. menurut berisha (2011), keberadaan sistem informasi di dalam dunia bisnis dan manajemen adalah untuk melayani aneka ragam kebutuhan sehingga perlu diberikan lebih banyak perhatian pada teknologi sistem informasi karena teknologi tersebut merupakan kunci untuk manajemen yang lebih baik dan keberhasilan di dalam bisnis. oleh karena itu, ruang lingkup yang akan dibahas pada penelitian ini meliputi perancangan sistem informasi penjualan pada toko kue yang meliputi beberapa hal seperti perhitungan penjualan, perhitungan stok, informasi stok minimum, laporan omzet penjualan per periode, laporan piutang yang dalam perancangan sistem informasi ini menggunakan database ms.access 2007 dan program borland delphi versi 5. tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi sejauh mana sistem informasi penjualan dapat bermanfaat bagi toko, menganalisis masalah yang ada pada sistem yang sedang berjalan dan merancang sistem informasi penjualan yang sesuai dengan kebutuhan toko kue tersebut. manfaat dari penelitian ini adalah dapat mengetahui kekurangan dan kelemahan yang ada pada sistem yang sedang berjalan sehingga dapat diatasi dan mampu menghindarkan kesalahan dalam perhitungan ataupun kesalahan dalam penyajian laporan. selain itu dapat memberikan informasi yang benar dan tepat waktu kepada pihak manajemen sehingga dapat menunjang pengambilan keputusan yang terbaik dan penelitian ini dapat berguna bagi toko kue dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam siklus penjualan. metode metode yang digunakan adalah sebagai berikut. pertama, metode analisis yaitu studi pustaka, teknik observasi, survey terhadap sistem lama, analisis kebutuhan, identifikasi kebutuhan informasi, wawancara. kedua, metode perancangan adalah menggunakan object oriented analysis and design (ooad) yang dimulai dengan pembuatan rich picture, event table, entity relationship diagram, use case diagram, rancangan database, rancangan layar, rancangan laporan. rancangan sistem… (angelina permatasari) 33  teori pendukung sistem informasi adalah suatu pengelolaan yang berarti mengumpulkan, memasukkan, mengolah data dan menyimpan, mengelola data, mengendalikan data dan pelaporan informasi sehingga organisasi dapat mencapai tujuan dan sasaran (o’brien, 2006). sistem informasi akuntansi (sia) adalah sebuah sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data untuk menghasilkan informasi bagi pembuat keputusan. marshall, rommney dan paul steinbart. (2006) uml adalah sebuah software bahasa pemodelan untuk spesifikasi, visualisasi, kontruksi, dan dokumentasi suatu sistem informasi (jones dan rama, 2006). pengertian database adalah kumpulan dari tabel-tabel. satu tabel merepresentasikan suatu entitas tertentu dan suatu entitas terdiri atas beberapa atribut. salah satu manfaat database adalah untuk memudahkan dalam mengakses data. kemudahan pengaksesan data ini adalah sebagai implikasi dari keteraturan data yang merupakan syarat mutlak dari suatu database yang baik. (haryanto, 2004) object-oriented analysis and design adalah sekumpulan petunjuk umum untuk membuat analisis dan desain (mathiassen, 2000) use case diagram adalah suatu daftar use case yang terdapat dalam suatu aplikasi dan yang mengindikasikan actor yang bertanggung jawab terhadap masingmasing use case (jones dan rama, 2006) database relasional adalah suatu database yang di dalamnya terdapat tabel-tabel yang saling berelasi satu sama lain (haryanto, 2004). entity relationship diagram atau diagram hubungan antar entitas merupakan hasil akhir dari proses analisis terhadap sistem yang ditinjau yang dilakukan oleh seorang analis sistem. (haryanto, 2004) sistem pengendalian internal adalah meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran-ukuran yang dikoordinasi untuk menjaga kekayaan perusahaan, mengecek ketelitian, dan kehandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakkan manajemen (mulyadi, 2001). penjualan adalah jumlah yang dibebankan kepada pelanggan untuk barang dagangan yang dijual, baik secara tunai maupun kredit (warren, 2005). layar (interface) adalah bagian dari batasan antara dua sistem yang berinteraksi berseberangan yang saling berkomunikasi (bennett, 2006). laporan adalah data yang ditampilkan secara terformat dan terorganisasi (jones dan rama, 2006) hasil dan pembahasan sistem penjualan yang sedang berjalan sistem penjualan pada toko kue ini masih dilakukan secara manual. karyawan yang terlibat ada 10 orang yang terdiri dari kasir, staf pengadaan barang, koki, dan manajer. proses bisnisnya adalah pelanggan melakukan pemesanan kue kepada kasir. pelanggan membayar transaksi tersebut dan kasir mencetak struk penjualan. untuk pelanggan tertentu, kasir memperbolehkan untuk pembayaran kemudian (kredit). bila pembayaran secara kredit, pelanggan dapat melakukan pembayaran keesokan harinya atau beberapa hari kemudian. pada saat penutupan atau pergantian shift, kasir memberikan pertanggungjawaban kepada manajer. analisis temuan survei menunjukkan: (1) pencatatan penjualan masih dilakukan secara manual sehingga seringkali terjadi kesalahan dalam perhitungan penjualan. (2) ketidakakuratan dalam perhitungan stok kue yang ada sehingga terkadang ada stok yang habis atau belum siap pada saat pelanggan memesan. (3) tidak adanya pengawasan terhadap stok kue (rentan terhadap kecurangan karyawan). (4) pemilik seringkali terlambat dalam menerima laporan setiap periode. (5) ada fasilitas yang diberikan kepada pelanggan tertentu yaitu fasilitas pembayaran kemudian (kredit) namun belum ada pencatatan khusus untuk hal tersebut. 34 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 31-43  pengidentifikasian kebutuhan informasi meliputi: (1) informasi penjualan setiap periode. (2) informasi stok minimum. (3) kartu stok kue. (4) laporan omset penjualan. (5) laporan piutang. rich picture prosedur penjualan gambar 1 rich picture prosedur penjualan yang diusulkan keterangan: – pelanggan memesan kue yang diinginkan kepada kasir. – jika pelanggan membayar tunai, kasir mencetak struk penjualan. akan tetapi kalau pelanggan membayar kemudian (kredit), informasi tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar piutang. – staff pengadaan barang mengecek stok kue yang ada. jika stok sudah mendekati minimum (atau ada reminder dari sistem), staff pengadaan barang akan meminta koki untuk langsung membuat kue jenis tersebut. – pada saat penutupan atau saat pergantian kasir, kasir mempertanggungjawabkan jumlah kas yang diterima dan manajer dapat mencetak rekap penjualan, rekap pengadaan barang dan rekap penerimaan piutang setiap periode yang diinginkan. rancangan sistem… (angelina permatasari) 35  perancangan sistem tabel 1 event table sistem informasi penjualan yang diusulkan event internal agent assuming responsibility starts when activities in the event melakukan pencatatan penjualan kasir pelanggan memesan kue menerima pembayaran dan meng-entry penjualan ke komputer, mencetak struk penjualan mengecek stok staff pengadaan barang pada saat stok mencapai minimum atau ada reminder dari sistem mengecek kartu stok kue dan meminta koki untuk membuat kue menerima pembayaran piutang kasir pelanggan melakukan pembayaran piutang mencatat ke dalam daftar piutang melaporkan hasil penjualan kasir pada saat pergantian shift atau penutupan menyetorkan seluruh hasil penjualan ke manajer menerima hasil penjualan manager menerima hasil penjualan dari kasir memeriksa hasil penjualan yang diterima, mencetak laporan-laporan 36 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 31-43  use case diagram sistem informasi penjualan yang diusulkan gambar 2 use case diagram sistem informasi penjualan yang diusulkan rancangan sistem… (angelina permatasari) 37  rancangan database tabel 2 kue field name data type field size description kodekue text 5 primary key untuk tabel kue kodejenis text 5 fk tabel kue hargareseller number double harga untuk jual kembali hargacustomer number double harga untuk customer qty number integer stok kue saldominimum number integer saldo minimum kue tabel 3 jenis field name data type field size description kodejenis text 5 pk untuk tabel jenis nama text 50 nama jenis kue tabel 4 customer field name data type field size description kodecustomer text 5 pk untuk tabel customer nama text 20 nama alamat text 30 alamat kota text 20 kota telepon text 20 telepon hp text 20 nomor hp tabel 5 supplier field name data type field size description kodesupplier text 5 pk untuk tabel supplier nama text 20 nama alamat text 30 alamat kota text 20 kota telepon text 20 telepon hp text 20 nomor hp tabel 6 header pengadaan barang field name data type field size description nofaktur text 20 pk untuk tabel pengadaan barang kodesupplier text 5 fk tabel pengadaan barang subtotal number double subtotal diskon number double diskon total number double total bayar number double bayar sisa number double sisa 38 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 31-43  tabel 7 detail pengadaan barang field name data type field size description nofaktur text 20 fk untuk detail pengadaan barang kodekue text 5 fk tabel pengadaan barang qty number double qty hsatuan number double hsatuan total number double total tabel 8 header penjualan field name data type field size description nofaktur text 20 pk untuk tabel penjualan kodecustomer text 5 fk tabel penjualan subtotal number double subtotal diskon number double diskon total number double total bayar number double bayar sisa number double sisa tabel 9 detail penjualan field name data type field size description nofaktur text 20 fk untuk detail penjualan kodekue text 5 fk tabel penjualan qty number double qty hsatuan number double hsatuan total number double total rancangan sistem… (angelina permatasari) 39  rancangan layar gambar 3 layar login gambar 6 master supplier gambar 4 master kue gambar 7 reminder stok gambar 5 master customer gambar 8 reminder piutang 40 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 31-43  gambar 9 daftar kue gambar 10 form penjualan rancangngan sistem…… (angelina ppermatasari) gambar 11 gamba ) form pengad ar 12 form pe daan barang enjualan 41  42 b sistem in masih di dirancan kelemah penghitu bentuk l pihak m berwena menanga histori in bennett, n berisha, o haryanto berdasarkan nformasi pen ilakukan seca ng sebuah seb han tersebut, sistem infor ungan penjul laporan om manajemen. ang untuk dap saran yang ani sistem in nformasi aga s., mcrobb new york: m n. m. (2011 of innovation o, i. (2004). n pembahasa njualan mak ara manual. buah sistem sehingga sis rmasi penjua lan dan stok mset penjuala pembatasan pat mengaks dapat dibe nformasi pen ar dapat digun b, s., farner, mc graw-hi 1). informati n in the digi membuat da gambar 13 s an yang dipa ka dapat disi toko tidak m informasi y tem informa alan yang d k dan dapat an, informas hak akses ses data. erikan adala njualan. back nakan sebag daft , r. (2006). ll, inc. ion systems ital economy atabase deng laporan deta simpula aparkan sebe impulkan bah menggunaka ang berbasis asi penjualan dirancang da t menghasilk si stok kue dilakukan ah dilakukan k up data ha aimana mest tar pust object-orien usage in bu y: 12-23. gan microsof comtec ail penjualan an elumnya dan hwa pencata an sistem apl s komputer y yang ada me apat mengata kan informa e dan stok m untuk meng n pelatihan arus dilakuka tinya. taka nted system usiness and m ft office acce ch vol. 6 no. n hasil anali atan terhadap ikasi yang te yang dapat m enjadi lebih asi masalah asi penjualan minimum, l ghindari pih terhadap k an secara be analysis and mangement. i ess. bandung 1 maret 201 isis dan pera p transaksi p erkomputeris mengatasi ke efektif dan e human erro n yang akur laporan piut ak-pihak ya karyawan ya erkala untuk d design usi internationa g: informatik 15: 31-43  ancangan penjualan sasi maka lemahanefisien. or dalam rat dalam tang bagi ang tidak ang akan menjaga ing uml. al journal ka. rancangan sistem… (angelina permatasari) 43  jones, f. l., rama, d. v. (2006). accounting information system: a business process approach. canada: thompson south westren. mathiassen, l., madsen, a. m., nielsen, p. a., stage, j. (2000). object oriented analysis & design. (edisi 1). denmark: forlaget marko. marshall b. r., steinbart, p. j. (2006). accounting information system. (international edition, tenth edition). usa: pearsih education, inc. mulyadi. (2001). sistem akuntansi. (edisi 3). jakarta: salemba empat. o’brien, j., marakas, a., george, m. (2006). management information system. (seventh edition). new york: mcgraw-hill. warren, c. s., reeve, j. m., fess, p. e. (2005). accounting. (twenty-first edition). south-western. microsoft word 10.si_meyliana-ok.docx 832 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 832-840 persepsi pelanggan terhadap online branding pada website binus university meyliana; henry antonius e.w.; stephen w. santoso information systems department, school of information systems, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 meyliana@binus.edu; haew@binus.edu; ssantoso@binus.edu abstract implementation of e-marketing or digital marketing help companies compete in the free market. for that, the company needs to obtain information about the customer perception in assessing e-marketing or its digital marketing (website). the research uses digital marketing framework method that consists of several variables, such as attract, engage, retain, learn, relate and online branding in which the hypothesis is tested by correlation analysis and regression analysis. based on correlation analysis, all the hypotheses of h1 is received (related) and based on regression analysis, all the hypotheses h1 is accepted (effectible). keywords: customer perception, digital marketing framework, online branding abstrak penerapan e-marketing atau digital marketing sangat membantu perusahaan dalam berkompetisi di era pasar bebas. untuk itu, perusahaan perlu mendapatkan informasi tentang persepsi pelanggan dalam menilai e-marketing atau digital marketing yang dimilikinya (website). metode penelitian yang digunakan adalah digital marketing framework yang terdiri atas variabel attract, engage, retain, learn, relate dan online branding di mana hipotesisnya diuji berdasarkan analisis korelasi dan analisis regresi. berdasarkan análisis korelasi, semua hipotesis h1 (ada hubungan) diterima dan berdasarkan analisis regresi, semua hipotesis h1 (berpengaruh) diterima. kata kunci: persepsi pelanggan, digital marketing framework, online branding persepsi pelanggan terhadap… (meyliana; dkk) 833 pendahuluan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dewasa ini menjadikan teknologi informasi memiliki peran penting dalam kelangsungan suatu bisnis. teknologi informasi saat ini bukan hanya menjadi alat bantu tapi juga senjata yang sangat ampuh dalam memperoleh keunggulan bersaing. pemakaian teknologi informasi yang tepat diyakini dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan membantu perusahaan menghadapi ketatnya persaingan dalam era pasar bebas. strategi pemasaran yang berbasiskan teknologi informasi dikenal dengan konsep e-marketing atau digital marketing di mana penerapannya akan sangat membantu perusahaan dalam menentukan segmentasi pelanggan secara tepat dan efisien serta dapat menciptakan perubahan yang memuaskan konsumennya (strauss dan frost, 2009). karena peran e-marketing atau digital marketing sangat penting bagi perusahaan dan pelanggan, sebaiknya perusahaan harus mendapatkan informasi yang tepat tentang persepsi pelanggan dalam menilai e-marketing atau digital marketing yang diterapkannya. kierzkowski et al. (1996) memperkenalkan suatu teori tentang digital marketing framework yang terdiri dari lima faktor yang sangat mempengaruhi kesuksesan dalam e-marketing atau digital marketing, yaitu attract users, engage users’ interest and participation, retain users, learn about their preferences, dan relate back to users to provide customized interactions. persepsi pelanggan terhadap e-marketing atau digital marketing dapat dinilai dari ke lima faktor dalam digital marketing framework terhadap online branding dari websitenya (teo dan jek, 2002). persepsi pelanggan institusi pendidikan (mahasiswa) menjadi sangat penting karena bagi institusi pendidikan, promosi yang paling efektif adalah melalui word of mouth. jika pelanggan (mahasiswa) puas maka yang bersangkutan akan merekomendasikan kerabat dan orang-orang terdekatnya untuk menjadi pelanggan dari almamaternya. institusi pendidikan yang dipilih dalam penelitian ini adalah binus university (www.binus.ac.id). tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat persepsi pelanggan binus university (mahasiswa) terhadap online branding melalui website. sedangkan manfaat yang didapat dengan penelitian ini adalah memberikan informasi kepada perusahaan tentang hal-hal yang mempengaruhi persepsi pelanggan terhadap online branding (website) dan memberikan rekomendasi untuk melakukan perbaikan-perbaikan ke depannya. perumusan masalahnya adalah apakah persepsi pelanggan yang diwakili oleh variabel attract, engage, retain, learn, dan relate memiliki hubungan dan dampak yang signifikan dengan online branding. metode metodologi penelitian yang digunakan dapat dilihat pada gambar 1 berikut. gambar 1. metodologi penelitian. model peneltian dapat dilihat pada gambar 2 berikut. 834 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 832-840 gambar 2. model penelitian. berdasarkan teo dan jek (2002) terdapat beberapa variabel–variabel yang telah teruji validitas, reliabilitas, korelasi dan regresi-nya, sehingga variabel tersebut dapat digunakan kembali pada penelitian ini. variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini berguna untuk mengetahui apakah ada tidaknya hubungan (korelasi) dan pengaruh (regresi) antara satu variabel terhadap variabel lainnya khususnya terhadap website binus university (www.binus.ac.id). adapun detil penjelasan tiap variabel dapat dilihat pada tabel 1. tabel 1 penjelasan tiap variabel persepsi pelanggan terhadap… (meyliana; dkk) 835 hipotesis disusun berdasarkan analisis korelasi dan analisis regresi berganda menjadi 10 hipotesis, yaitu: hipotesis 1: h0: attract tidak berhubungan dengan online branding. h1: attract berhubungan dengan online branding. hipotesis 2: h0: engage tidak berhubungan dengan online branding. h1: engage berhubungan dengan online branding. hipotesis 3: h0: retain tidak berhubungan dengan online branding. h1: retain berhubungan dengan online branding. hipotesis 4: h0: learn tidak berhubungan dengan online branding. h1: learn berhubungan dengan online branding. hipotesis 5: h0: relate tidak berhubungan dengan online branding. h1: relate berhubungan dengan online branding. hipotesis 6: h0: attract tidak memiliki pengaruh dengan online branding.. h1: attract memiliki pengaruh dengan online branding. hipotesis 7: h0: engage tidak memiliki pengaruh dengan online branding. h1: engage memiliki pengaruh dengan online branding. hipotesis 8: 836 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 832-840 h0: retain tidak memiliki pengaruh dengan online branding. h1: retain memiliki pengaruh dengan online branding. hipotesis 9: h0: learn tidak memiliki pengaruh dengan online branding. h1: learn memiliki pengaruh dengan online branding. hipotesis 10: h0: relate tidak memiliki pengaruh dengan online branding. h1: relate memiliki pengaruh dengan online branding. analisis korelasi dilakukan untuk melihat apakah ada hubungan antara varibel bebas dan variabel terikat dan korelasi ini dilakukan menggunakan teknik korelasi product moment, yang rumusnya data dijelaskan sebagai berikut (sugiyono, 2008). keterangan: r = koefisien korelasi xi = jumlah variabel x yi = jumlah variabel y n = jumlah sampel sedangkan analisis regresi berganda dilakukan untuk menguji apakah variabel bebas memiki pengaruh atau dampak terhadap variabel terikat dan berapa besar pengaruh tersebut. bentuk persamaan regresi: y’ = a + bx, di mana y’ = subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan a = harga y bila x = 0 (harga konstan) b = angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka x = subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. peningkatan ataupun penurunan variabel terikat yang didasarkan pada variabel bebas. bila b (+), naik. dan bila (-), terjadi penurunan (sugiyono, 2008). metode transformasi yang digunakan yakni method of successive interval (hays, 1976). metode tersebut digunakan untuk melakukan transformasi data ordinal menjadi data interval. pada umumnya jawaban responden yang diukur dengan menggunakan skala likert (lykert scale) diadakan scoring yakni pemberian nilai numerikal 1, 2, 3, 4, dan 5. setiap skor yang diperoleh akan memiliki tingkat pengukuran ordinal. nilai numerikal tersebut dianggap sebagai objek dan selanjutnya melalui proses transformasi ditempatkan ke dalam interval. langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: (1) untuk setiap pertanyaan, hitung frekuensi jawaban setiap kategori (pilihan jawaban); (2) berdasarkan frekuensi setiap kategori dihitung proporsinya; (3) dari proporsi yang diperoleh, hitung proporsi kumulatif untuk setiap kategori; (4) tentukan pula nilai batas z untuk setiap kategori; (5) hitung scale value (interval rata-rata) untuk setiap kategori melalui persamaan berikut: (6) hitung score (nilai hasil transformasi) untuk setiap kategori melalui persamaan: score = scalevalue + | scalevaluemin | + 1 persepsi pelanggan terhadap… (meyliana; dkk) 837 populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa aktif binus university, yaitu binusian 2011, 2012, 2013, dan 2014 yang berjumlah 4.467 mahasiswa (tabel 2). tabel 2 jumlah mahasiswa aktif binus university binusian jumlah mahasiswa aktif 2011 2,726 2012 5,125 2013 5,377 2014 5,873 total 19,101 untuk menghitung jumlah sampel dari populasi tersebut digunakan rumus isaac dan michael. dari tabel perhitungan sampel (sugiyono, 2008) didapatkan bahwa apabila jumlah populasi 19,101 mahasiswa, jumlah sampelnya adalah 395 mahasiswa. dengan taraf kesalahan 5% didapat hasil jumlah kuesioner yang harus dikumpulkan disesuaikan dengan jumlah populasi masing-masing angkatan. rinciannya dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini. tabel 3 responden kuesioner valid responden jumlah responden kues ioner yang disebarkan kuesioner yang terkumpul binusian 2011 2,726 70 60 binusian 2012 5,125 115 106 binusian 2013 5,377 125 111 binusian 2014 5,873 140 118 total 19,101 450 395 teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melakukan studi lapangan secara langsung dan sampling membagikan kuesioner kepada pelanggan website binus. data yang terkumpul diukur menggunakan statistical analysis tools seperti software spss 17.0 atau microsoft excel dan metode yang digunakan ialah multiple regression dan correlation model. kuesioner yang disebaran kepada responden berisikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan variabel attract (x1), engage (x2), retain (x3), learn (x4), relate (x5) dan online branding (y). berikut daftar dari pertanyaan yang diajukan melalui kuesioner persepsi pelanggan (mahasiswa) terhadap website binus university (kam, sjarwani, wijaya, meyliana, 2011), yang dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini. 838 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 832-840 tabel 4 daftar variabel dan pertanyaan x1.1 banner ads (iklan web) yang digunakan binus membantu kita dalam mencari situs binus x1.2 search engine memudahkan kita dalam mencari situs binus x1.3 iklan baris memudahkan kita dalam mencari website binus x1.4 response time yang cepat memudahkan kita akses kedalam situs binus x1.5 promosi – promosi yang dilakukan binus mempermudah kita dalam mencari situs binus x1.6 affliate program (program kerjasama) yang dicantumkan dalam situs binus dengan situs lain membantu kita mepermudah mencari situs binus x2.1 informasi yang tersedia pada situs binus sangat memadai x2.2 virtual community seperti jejaring sosial (facebook , twitter ) memudahkan interaksi dengan sesama binusian x2.3 pilihan bahasa pada situs binus sangat baik x3.1 halaman – halaman pada situs binus bersifat user friendly x3.2 hyperlink yang disediakan pada situs binus mempermudah kita dalam mencari program – program yang disediakan oleh binus x3.3 security feature (fitur keamanan) yang ada pada situs binus menjamin data kita aman x3.4 privacy statement (garansi privasi) pada situs binus membuat privasi kita lebih terjamin x3.5 pada situs binus kita dapat menemukan informasi seputar binus dengan mudah x3.6 news and event yang ditampilkan pada halaman situs binus telah memadai x4.1 feedback via online survey membantu binus untuk mengoptimalkan kinerja website x4.2 fasilitas chatting untuk bantuan online pada website binus sangat membantu user untuk bertanya x5.1 produk/jasa yang ditampilkan pada website binus memiliki jenis yang bervariasi x5.2 adanya helpdesk yang selalu online dalam mebantu kita untuk berkonsultasi x5.3 realtime interaction (melalui telpon) yang disediakan mempermudah kita dalam bertanya secara langsung (realtime ) y1 pelanggan mengenal website binus dengan cukup baik y2 citra binus di mata masyarakat/pelanggan sangat bagus y3 biaya perkuliahan di binus tidak semahal dengan biaya perkuliahan pada unversitas swasta yang lain online branding (y) attract (x1) engage (x2) retain (x3) learn (x4) relate (x5) hasil dan pembahasan secara sederhana uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan membandingkan nilai korelasi (r hitung) dan cronbach’s alpha yang dihasilkan dengan menggunakan bantuan software spss statistic 17.0, dengan nilai dari r tabel (tabel 5). secara umum, ketentuannya adalah jika nilai korelasi (r hitung) lebih besar dari r tabel maka pertanyaan tersebut dikatakan valid. demikian juga jika cronbach’s alpha lebih besar daripada r table, variabel tersebut dapat dipercaya. untuk n sebanyak 30 dan α 5%, nilai r tabel adalah 0,361. persepsi pelanggan terhadap… (meyliana; dkk) 839 tabel 5 hasil uji validitas dan reliabilitas validitas reliabilitas variabel valid tidak valid variabel reliabel tidak reliabel attract (x1) x1.1, x1.2, x1.3, x1.4, x1.5, x1.6 attract (x1) v engage (x2) x2.1, x2.2, x2.3, x2.4, x2.5 engage (x2) v retain (x3) x3.1, x3.2, x3.3, x3.4, x3.5, x3.6 retain (x3) v learn (x4) x4.1, x4.2 learn (x4) v relate (x5) x5.1, x5.2, x5.3 relate (x5) v online branding (y) y1, y2, y3 online branding (y) v dari hasil uji korelasi dengan metode pearson, semua nilai korelasi (r hitung atau pearson’s correlation) lebih besar dari r tabel (0.098) dan nilai dari sig (2-tailed) di bawah 0.05 maka h0 ditolak dan h1 diterima untuk hipotesis 1 sampai hipotesis 10. hasil lengkap dapat dilihat pada tabel 6 di bawah ini. tabel 6 hasil uji korelasi hipote sa pe arson's corre lation tidak ada hubungan (h0) ada hubungan (h1) hipotesa 1 0,928 ditolak diterima hipotesa 2 0,854 ditolak diterima hipotesa 3 0,930 ditolak diterima hipotesa 4 0,731 ditolak diterima hipotesa 5 0,859 ditolak diterima dari hasil pengujian regresi didapat bahwa r lebih besar dari (r tabel: 0.098) dan menunjukkan angka positif serta nilai sig 0.000 (lebih kecil dari 0.05) sehingga h0 ditolak dan h1 diterima. besarnya dampak/pengaruh variabel x1, x2, x3, x4, x5 terhadap variabel y dapat dilihat pada kolom besar pengaruh (dalam %) dan data detilnya dapat dilihat pada tabel 7. tabel 7 hasil uji regresi hipote sa r r square be s ar pe ngaruh tidak be rpe ngaruh (h0) be rpe ngaruh (h1) hipotesa 6 0,969 0,939 93.9% ditolak diterima hipotesa 7 0,861 0,742 74,2% ditolak diterima hipotesa 8 0,960 0,921 92,1% ditolak diterima hipotesa 9 0,731 0,535 53,5% ditolak diterima hipotesa 10 0,862 0,743 74,3% ditolak diterima penutup berdasarkan hasil pembahasan yang telah dibahas, penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) dari hasil pengujian analisis korelasi dan regresi, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan kuat antara persepsi pelanggan yang diwakili oleh variabel attract, engage, 840 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 832-840 retain,learn, dan relate, dengan online branding; (2) dari hasil analisis korelasi didapat seluruh nilai r variabel lebih besar dari r tabel (0.098), sehingga semua hipotesis 1 (h1) diterima dan hipotesis nol (h0) ditolak; (3) dari analisis regresi didapat seluruh semua hipotesis 1 (h1) diterima dan hipotesis 0 (h0) ditolak. adapun rekomendasi yang diusulkan kepada binus university adalah: (1) lebih mengenalkan mahasiswa/i terhadap online survey karena kebanyakan mahasiswa/i tidak mengetahui cara menggunakannya; (2) lebih mengenalkan mahasiswa terhadap fasilitas chatting untuk bantuan online sehingga mahasiswa/i mengetahui adanya fasilitas tersebut dan juga mudah untuk menggunakannya; (3) lebih meningkatkan lagi informasi yang tedapat di website binus sehingga memudahkan mahasiswa/i untuk menggunakan website tersebut; (4) meningkatkan virtual community yang ada di website binus sehingga antar mahasiswa/i dapat berinteraksi didalam website tersebut; (5) memperbaiki struktur penggunaan bahasa pada website sehingga lebih mudah dimengerti. daftar pustaka hays, w. l. (1976). quantification in psychology. new delhi: prentice hall. kam, h., sjarwani, c., wijaya, kiki h., meyliana. (2011). analisis persepsi pelanggan terhadap online branding (studi kasus binus.ac.id). kierzkowski, a., mcquade, s., waitman, r. and zeisser, m. (1996). marketing to the digital consumer. the mckinsey wuartely, 3, 5 – 21. skripsi tidak diterbitkan. universitas bina nusantara, jakarta. strauss, judy, dan frost, raymond. (2009). e-marketing (5th edition). new jersey: prentice-hall. sugiyono. (2008). metode penelitian bisnis. bandung: alfabeta. teo, thompson s.h. and jek swan tan. 2002. senior executives’ perceptions of business-toconsumer (b2c) online marketing strategies: the case of singapore. internet research: electronic networking applications and policy, 12(3), 258 – 275. microsoft word 14.ka lianawati christian perancangan sisfo penjualan pada perusahaan jasa-ok.doc 128 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 128-141 perancangan sistem informasi penjualan pada perusahaan jasa service provider lianawati christian; mulfasli urfan computerized accounting department, school of information systems, binus university jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 liana_ch1309@binus.ac.id abstract along with the development of technology, every line of business as well as services needs information systems to support the company operations. this research is objected to analyze, identify information needs, repair and design accounting information system of service sales required by the management to support decision making and address the issues in the running system on a service company. several methods were carried out on this research, such as data collection and information; analyses on the running system; analyses of research findings;, identification of information needs, and identification of system requirements, as well as object-oriented design methods, namely the problem domain analysis, application domain analysis, architecture design and component diagram. the results obtained in the form of improvements in the running system which was an application that informs the design of document numbering, filing, and reports. the accounting information system of service sales at the studied company produced needed reports timely, completely and accurately that can be utilized by the management in decision-making. keywords: analysis, desain, accounting information system, sales, services abstrak seiring dengan perkembangan teknologi, setiap bidang usaha termasuk jasa membutuhkan sistem informasi yang dapat menunjang kegiatan operasional perusahaan. tujuan penelitian adalah untuk menganalisis, mengidentifikasi kebutuhan informasi, memperbaiki dan merancang sistem informasi akuntansi penjualan jasa yang dibutuhkan oleh pihak manajemen untuk menunjang pengambilan keputusan serta mengatasi masalah dalam sistem yang berjalan pada sebuah perusahaan jasa. penelitian dilakukan dengan metode pengumpulan data dan informasi; analisis meliputi penelitian atas sistem yang sedang berjalan, analisis terhadap temuan penelitian; identifikasi kebutuhan informasi, dan identifikasi persyaratan sistem; serta perancangan yang berorientasi objek, yaitu problem domain analysis, application domain analysis, architecture design dan component diagram. hasil yang dicapai berupa perbaikan sistem yang berjalan dalam bentuk perancangan aplikasi yang menginformasikan penomoran dokumen, pengarsipan dokumen, dan laporan. sistem informasi akuntansi penjualan jasa pada perusahaan jasa ini dapat menghasilkan laporan yang dibutuhkan perusahaan secara cepat, lengkap dan akurat dan dapat digunakan pihak manajemen dalam proses pengambilan keputusan. kata kunci: analisis, perancangan, sistem informasi akuntansi, penjualan, jasa perancangan sistem informasi… (lianawati christian; mulfasli urfan) 129 pendahuluan menjelang era globalisasi tingkat persaingan antar perusahaan menjadi semakin kompleks. oleh karena itulah pihak manajemen perusahaan membutuhkan suatu sistem informasi yang dapat memberikan petunjuk aktual mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. sistem informasi yang tepat akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan terpercaya. informasi yang demikian dibutuhkan dalam rangka pengambilan keputusan strategis perusahaan agar dapat semakin maju. sistem informasi akan mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menganalisis informasi untuk tujuan tertentu bagi pihak manajemen. salah satu sistem informasi yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan adalah sistem informasi akuntansi. sistem ini akan mengumpulkan data keuangan dari aktivitas perusahaan, mengubah data tersebut menjadi sebuah informasi keuangan, dan menyediakan informasi tersebut kepada pihak di dalam perusahaan. salah satu aktivitas utama perusahaan adalah kegiatan penjualan. penjualan merupakan salah satu fungsi penting untuk kelancaran operasional perusahaan, di mana perusahaan akan mendapat pendapatan dari hasil penjualan kepada pelanggan. sistem informasi akuntansi penjualan yang baik dapat menghasilkan informasi yang akurat dan berkualitas untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang tepat bagi perusahaan. objek penelitian adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan jasa. dimana penjualan jasa yang dilakukan adalah jasa service provider. dimana informasi mengenai kegiatan transaksi penjualan jasa masih bersifat manual. sehingga banyak ditemukannya kekurangankekurangan di dalam alur informasinya, seperti kurangnya formulir standar yang di gunakan, kurangnya laporan perusahaan yang digunakan dan belum adanya integrasi antar bagian. masalah lain yang di temukan adalah tidak adanya nomor urut tercetak pada setiap formulir, dan sering hilangnya formulir yang menyebabkan kesalahan dalam pencatatan laporan akhir bulannya. ruang lingkup yang akan dibahas lebih lanjut meliputi: (1) sistem informasi akuntansi penjualan jasa yang berkaitan dengan prosedur penjualan jasa yang dimulai dari disepakatinya kontrak hingga serah terima ketika proyek telah selesai; (2) sistem informasi akuntansi penjualan jasa yang berkaitan dengan prosedur pencatatan piutang, dan penagihan piutang yang berdasarkan termin-nya adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) mengidentifikasi kelemahan-kelemahan yang ada pada sistem berjalan; (2) menganalisis sistem informasi penjualan jasa yang sedang berjalan; (3) merancang sistem informasi akuntansi penjualan jasa; (4) memberikan rekomendasi atas sistem pengendalian internal perusahaan yang baik. setelah diaplikasikan, diharapkan penelitian ini membawa manfaat sbb: (1) perusahaan dapat mengetahui kelemahan-kelemahan sistem yang berjalan saat ini dan dapat mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut dengan penerapan sistem informasi akuntansi penjualan jasa yang baru; (2) perusahaan dapat memperoleh dan mengolah informasi akuntansi penjualan jasa dengan lebih cepat dan akurat; (3) dengan pengendalian internal yang baik perusahaan dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik dalam kegiatan operasional sehari-hari. metode metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan perancangan sistem yang berorientasi objek, yaitu problem domain analysis, application domain analysis, architecture design dan component diagram. perancangan database, perancangan layar, perancangan formulir dan perancangan laporan. objek penelitian ini adalah perusahaan jasa yang menangani jasa-jasa telekomunikasi meliputi survey transmisi, engineering,intallation. prosedur pada sistem yang berjalan terdiri dari prosedur mencari pelanggan, prosedur penjualan jasa, prosedur penagihan dan pembayaran piutang. 130 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 128-141 sistem informasi o’brien, james a. (2005, p28) mendefinisikan sistem informasi sebagai an organized means of collecting, entering, and processing data, and of storing, managing, controlling, and reporting information so that an organization can achieve its objectives and goal yang diartikan sebagai ‘cara yang terorganisir dalam mengumpulkan, memasukkan, dan mengolah data, serta menyimpan, mengelola, mengontrol, dan melaporkan informasi sehingga suatu organisasi dapat mencapai tujuan dan targetnya. rama dan jones (2006) mendefinisikan sistem informasi sebagai a man-made system that generally consists of an integrated set of computer-based and manual components established to collect, store, and manage data, and to provide output information to users, yang diterjemahkan sebagai ‘sebuah sistem buatan manusia yang umumnya terdiri dari serangkaian komponen berbasis komputer dan manual terintegrasi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola data, serta memberikan informasi output ke pengguna sistem informasi, dari dua definisi di atas dapat ditarik garis besar sebagai integrasi suatu cara terorganisir yang dapat mengumpulkan, memasukkan, dan memroses data, mengendalikan, dan menghasilkan informasi dengan berbasis proses manual atau komputer untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi. sistem informasi akuntansi menurut bodnar dan hopwood (2001, p1), “sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengolah data menjadi informasi”. sedangkan menurut rama dan jones (2006, p.4), “the accounting information system is a subsystem of an mis that provides accounting and financial information, as well as other information obtained in the routine processing of accounting transaction”yang diterjemahkan sebagai ‘subsistem dari mis yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, dan informasi lainnya yang diperoleh dalam proses rutin transaksi akuntansi. selanjutnya rama dan jones (2006, p.4) mengemukakan bahwa jenis-jenis transaksi dalam sistem informasi akuntansi dibagi menjadi tiga, yaitu: (1) an acquisition (purchasing) cycle: the process of purchasing and paying for goods or services, yang artinya ‘siklus akuisisi adalah proses pembelian barang dan service dan pengeluaran kas; (2) a conversion cycle: the process of transforming aquired into goods and service, yang artinya ‘siklus konversi adalah suatu proses dalam mengubah barang setengah jadi menjadi barang jadi’; (3) a revenue cycle: the process of providing goods or services to customers and collecting cash, yang artinya ‘siklus penerimaan adalah suatu proses yang memberikan barang atau jasa dari penjualan ke konsumen dan penerimaan kas.’ sistem informasi akuntansi menurut romney dan steinbart (2006,p.6) adalah a system that collects, records, stores, and process data to produce information for decision makers, yang diterjemahkan sebagai ‘sebuah sistem yang mengumpulkan, catatan, toko, dan memproses data untuk menghasilkan informasi bagi para pengambil keputusan’. adapun tujuan sistem informasi akuntansi penjualan menurut wilkinson et al. (2000,p.416) yaitu: (1) mencatat pesanan penjualan dengan tepat; (2) mengindetifikasi pelanggan yang layak mendapatkan kredit; (3) mengirimkan produk atau melakukan pelayanan pada waktu yang tepat; (4) menagih piutang kepada pelanggan pada waktunya dengan jumlah yang tepat; (5) mencatat dan mengklasifikasikan penerimaan kas dengan tepat; (6) melakukan posting penjualan dan penerimaan kas ke akun-akun yang berhubungan ke dalam buku besar piutang; (7) mengamankan produk sampai pengiriman; (8) mengamankan kas sampai deposit. analisis dan desain berorientasi object menurut mathiassen et al. (2000,p.4), object adalah “ an entity with identity, state, and behavior. setiap object tidak digambarkan secara sendiri sendiri. menurut mathiassen et al. (2000,p4), class adalah “a description of a collection of object sharing stucture, behavioral pattern, and attributes. perancangan sistem informasi… (lianawati christian; mulfasli urfan) 131 keuntungan dari object oriented analysis and design (ooa&d) adalah menyediakan infomasi yang jelas mengenai konteks sistem. ada kaitan yang erat antara object-oriented analysis, objectoriented design, object-oriented user interface dan object-oriented programming. obyek dapat menerangkan kondisi perusahaan beserta kondisi sosial ekonominya, sebaik system’s interfaces, functions, processes, and components. dalam analisis, pengembang menggunakan obyek untuk menentukan persyaratan sistem. dalam desain, mereka menggunakan obyek untuk menggambarkan sistem tersebut. pengembang juga menggunakan obyek sebagai konsep inti dalam programming. notasi standar yang digunakan dalam ooa&d adalah uml (unified modeling languange). uml digunakan hanya sebagai notasi dan bukan sebagai metode dalam melakukan modeling. metode ini memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk: (1) menetapkan syarat sistem; (2) menghasilkan sebuah desain sistem tanpa ketidakpastian yang berarti; (3) memahami sebuah sistem, konteksnya, dan kondisi untuk implementasinya. ada beberapa metode yang digunakan dalam analisis dan desain sistem yang berorientasi object, di antaranya adalah: (1) rich picture, yaitu suatu gambar yang informal yang melukiskan pemahaman penggambar akan suatu situasi. rich picture secara umum menggambarkan permasalahan sistem dan application domain. rich picture tidak memiliki notasi khusus. namun seharusnya melalui beberapa persetujuan di antara proyek sebagaimana aspek tertentu digambarkan; (2) uml class diagram, yaitu gambaran mengenai sekumpulan class dan hubungan antara class yang terstruktur. uml class diagram adalah pusat penggambaran dari analisis dan desain berorientasi object. selama masa analisis, biasanya cukup untuk menggambarkan class dengan namanya, juga menggambarkan hubungan antara actor dan use case; (3) navigation diagram, yaitu jenis khusus dari statechart diagram yang berfokus pada dinamika keseluruhan dari tampilan layar. diagram ini menunjukkan window-window yang bersangkutan dan perpindahan di antara mereka. sebuah window ditunjukkan sebagai sebuah state. state memiliki sebuah nama dan sebuah icon. pergantian state sesuai dengan pergantian di antara dua window. hasil dan pembahasan prosedur mencari pelanggan prosedur mencari pelanggan merupakan suatu kegiatan yang diawali dengan sejak mendapatkan informasi adanya tender dari calon customer, pengajuan proposal kepada calon customer, diterimanya tender, registrasi perusahaan untuk menjadi vendor, hingga pengesahan kontrak. bagian marketing aktivitasnya dimulai dengan adanya pengumuman di koran, internet, atau media lainnya, bisa juga melalui pemberitahuan dari kenalan. setelah menerima kabar tersebut maka bagian marketing di perusahaan tenc akan membuat proposal mengumpulkan bahan-bahan, data-data, dan dokumendokumen yang dibutuhkan yang telah disiapkan bagian project dan diserahkan kepada perusahaan yang membuka tender. bagian project bila pihak perusahaan calon customer menyetujui pengajuan tersebut maka direktur operasional akan melakukan negosiasi kepada calon customer. dan bila dari negosiasi tersebut menghasilkan kesepakatan dengan pihak calon customer, calon customer akan mengeluarkan pengumuman penerimaan proyek. pihak calon customer akan memberikan beberapa formulir untuk 132 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 128-141 meregistrasi sebagai vendor untuk perusahaan calon customer, dan memberikan dokumen kontrak kepada bagian project untuk ditandatangani oleh pihak vendor yang berwewenang. direktur operasional aktivitas yang dilakukan antara lain melakukan negosisasi harga dengan calon customer setelah tendernya diterima. dan menandatangani kontrak proyek yang dibuat calon customer. prosedur penjualan jasa prosedur penjualan jasa merupakan suatu kegiatan yang diawali sejak diterimanya order/pesanan dari customer, pembuatan faktur/penagihan, penyelesaian pekerjaan yang dibuktikan dengan acceptance certificate, dan pencatatan penjualan. bagian proyek aktivitasnya sebagai berikut: (1) mencatat semua order yang diterima dari seluruh customer; (2) menerima purchase order (po) dari customer, dan mencatat jumlah dan jenis pekerjaan yang ada dalam po. apabila disetujui, segera ditandatangani oleh pihak yang berwenang (dalam hal ini direktur operasional) dan dikonfirmasikan ke customer sebagai pemberitahuan, sedangkan tembusannya diproses lebih lanjut ke fungsi-fungsi lainnya; (3) mengkonfirmasikan kepada perusahaan client/customer; (4) membuat surat perintah kerja atas purchase order sebagai dasar kepada para pekerja (applicant) untuk memulai suatu pekerjaan; (5) membuat request suspense untuk estimasi biaya yang dibutuhkan untuk pengerjaan proyek, yang kemudian diberikan ke bagian keuangan dan akuntansi untuk mengeluarkan dana berdasarkan request suspense tersebut. dan membuat settlement report setelah semua pengerjaan proyek selesai berupa laporan pertanggungjawaban biaya yang telah digunakan dan dibandingkan dengan request suspense; (5) penyesuaian estimasi (request suspense) dengan realisasi (settlement report) dan diserahkan kepada bagian keuangan dan akuntansi; (6) memastikan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi dan permintaan dari customer, apabila disetujui oleh customer dibuktikan dengan ditandatanganinya acceptance certificate atau berita acara serah terima (bast). direktur operasional aktivitasnya sebagai berikut: (1) menyetujui purchase order yang diterima bagian project; (2) menyetujui surat perintah kerja yang dibuat bagian project; (3) menyetujui request suspense yang dibuat di bagian project untuk memberikan otorisasi kepada bagian keuangan dan akuntansi untuk memberikan dana kepada karyawan yang mengerjakan proyek; (4) menyetujui settlement report yang dibuat bagian project, bahwa laporan sesuai dengan request suspense. applicant aktivitasnya sebagai berikut: (1) menerima surat perintah kerja (spk) dari bagian project; (2) membuat request suspence yaitu rincian biaya untuk kebutuhan selama pengerjaan proyek; (3) melakukan pekerjaan sesuai spk hingga selesai. bagian pencatatan transaksi dan buku besar (general ledger) bagian ini mencatat penjualan dari purchase order yang diterima dari bagian project sebagai suatu pendapatan. perancangan sistem informasi… (lianawati christian; mulfasli urfan) 133 prosedur penagihan dan pembayaran prosedur penagihan merupakan suatu kegiatan yang diawali sejak diterimanya order/pesanan yang disetujui direktur operasional dari bagian proyek, pembuatan faktur/penagihan. penyelesaian pekerjaan yang dibuktikan dengan acceptance certificate, dan pencatatan piutang. bagian project aktivitasnya adalah mengirim invoice (faktur penjualan) beserta dokumen-dokumen pendukungnya, yang telah disetujui oleh direktur operasional, kepada customer. bagian penagihan aktivitasnya sebagai berikut: (1) setelah menerima purchase order dari bagian project yang telah disetujui oleh direktur operasional, proses selanjutnya adalah membuat/menerbitkan faktur penjualan satu rangkap untuk penagihan down payment atau penagihan periode pertama berikut dokumen pendukungnya; (2) membuat faktur penjualan periode kedua terakhir setelah pekerjaan proyek mencapai presentase tahap yang disepakati, dan untuk periode terakhir setelah pekerjaan proyek telah selesai atau tahap final. faktur penjualan dibuat berikut tembusannya oleh bagian billing yang dilampirkan dengan dokumen-dokumen pendukung lainnya seperti acceptance certificate/bast (berita acara serah terima), transmital form, dan purchase order; (3) memeriksa kebenaran penulisan dan perhitungan-perhitungan nominal yang disesuaikan dengan nominal yang tercantum di po dan metode pembayaran sesuai dengan kontrak pekerjaan; (4) apabila seluruh dokumen penagihan telah lengkap, invoice diserahkan ke bagian proyek. selanjutnya bagian proyek meminta approval kepada direktur operasional dan setelah disetujui, bagian proyek mengirimkan invoice tersebut kepada customer; (5) bagian ini juga mempersiapkan jurnal entry untuk setiap transaksi dan membuat daftar umur piutang (aging schedule). direktur operasional aktivitasnya sebagai berikut: (1) menyetujui faktur penjualan down payment beserta dokumen-dokumen pendukungnya; (2) menyetujui faktur penjualan periode kedua dan berikutnya beserta dokumen-dokumen pendukungnya. bagian pencatatan transaksi dan buku besar tembusan invoice yang diterima dari bagian penagihan diproses di bagian general ledger untuk dibuatkan jurnal transaksi piutang usaha maupun penjualan secara harian dan mem-post-nya ke dalam general ledger (account receivable ledger dan sales ledger) secara periodik. bagian ini mencatat piutang dan mengakui pendapatan setelah invoice untuk dp terbit dari bagian penagihan. dan kembali mencatat piutang untuk penagihan sisa piutang saat proyek selesai dikerjakan atau berdasarkan termin-nya. dan mencatat penerimaan atau pembayaran tagihan dari customer. gambar 1 berikut merupakan rich picture prosedur mencari pelanggan. sedangkan gambar 2 memuat prosedur penjualan jasa. analisis temuan survey hasil evaluasi yang dilakukan terhadap sistem adalah sebagai berikut: (1) perusahaan belum melakukan pencadangan atas kemungkinan tidak tertagihnya piutang usaha. padahal untuk mengantisipasi piutang yang tertagih, perusahaan-perusahaan biasanya membuat kebijakan dengan membentuk rekening cadangan kerugian piutang; (2) pada sistem yang masih berjalan data kontrak dan invoice dapat dimanipulasi serta adanya data yang dimasukkan berulang seperti memasukkan 134 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 128-141 tanggal,nomor order dan nomor invoice yang harus urut yang berbeda-beda berdasarkan nama customernya; (3) laporan yang dihasilkan sangat lambat sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pihak manajemen akan informasi yang akurat dan terkadang ada beberapa data yang terlewat untuk dicatat; (4) tidak ada sistem yang dapat menampilkan daftar piutang pelanggan yang telah jatuh tempo secara otomatis. overview sistem bisnis usulan pengembangan sistem informasi akuntansi penjualan jasa pada perusahaan ini dilakukan untuk mendukung pencatatan dan pengendalian internal atas transaksi harian penjualan dan piutangnya. mulai dari kegiatan registrasi pelanggan baru, penerimaan pesanan pelanggan, penagihan, pencatatan pembayaran, dan penilaian pelanggan. sistem informasi akuntansi penjualan yang digunakan perusahan sebagai alat bantu untuk menangani pencatatan aktivitas harian perusahaan yang berhubungan dengan penjualan menggunakan arsitektur client server. setiap client dan server menggunakan pc biasa berbasis windows dan client akan terhubung pada server dengan menggunakan lan. pengembangan dilakukan berdasarkan usulan perbaikan dari permasalahan yang ditemui dalam aktivitas berjalan perusahaan. untuk lebih jelasnya, system definition dari usulan sistem informasi akuntansi penjualan jasa dapat dilihat pada tabel 1. gambar 3 adalah uml class diagram sistem informasi penjualan jasa yang diusulkan. rancangan layar dan laporan gambar 4 dan 5 di bawah ini menampilkan layar menu login dan menu master karyawan. selanjutnya gambar 6 dan 7 menampilkan layar menu master customer dan master kontrak. disusul gambar 8 dan 9 yang menampilkan layar invoice dan layar list of account receivable. berikutnya gambar 10 – 14 menampilkan beberapa layar laporan. penutup berdasarkan hasil analisis dan perancangan sistem informasi akuntansi penjualan dan piutang usaha yang telah dilakukan pada perusahaan, diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) perusahaan belum melakukan pencadangan atas kemungkinan tidak tertagihnya piutang usaha. sistem usulan yang dirancang memberikan informasi saat invoice dientry data tersebut masuk ke dalam daftar piutang yang berisi nomor invoice, nomor order, tanggal invoice, tanggal jatuh tempo dan nilia kontraknya, dapat diketahui customer mana yang belum lunas dan akan ditagih serta yang sudah jatuh tempo dari reminder; (2) pada sistem yang masih berjalan, data kontrak dan invoice bisa sangat mudah mengalami kesalahan entry. dengan sistem ini, nomor urut data kontrak dan invoice sudah tersedia sehingga user hanya memilih kode customer-nya dan kode pekerjaannya saja pada saat entry pesanan dan membuat invoice; (3) selama ini tidak ada sistem yang dapat menampilkan daftar piutang pelanggan. sistem yang dibuat dapat mempermudah bagian keuangan dalam mengecek piutang pelanggan yang jatuh tempo lebih cepat. untuk perbaikan ke depannya, penulis mengemukaan beberapa saran sebagai berikut: (1) perlu dilakukan evaluasi secara periodik terhadap sistem informasi akuntansi penjualan yang sudah diterapkan, mencari kekurangan dan kelemahan sistem, dan mengembangkan sistem sesuai kebutuhan agar lebih efektif dan efisien; (2) perusahaan perlu mengembangkan teknologi informasi ke segala bidang tidak hanya pada bagian penjualan saja tetapi dapat dibuatkan sistem informasi untuk sdm, penggajian, dan sebagainya. perancangan sistem informasi… (lianawati christian; mulfasli urfan) 135 daftar pustaka mathiassen, lars. (2000). object oriented analysis & design (first edition). denmark:marco publishing. o’brien, james a. & marakas, george m. (2006). management information system (7th edition). new york: mcgraw-hill. rama, dasaratha v. & jones, federick l. (2006). accounting information system: canada: southwestern college publishing. romney, marshall b.&steinbart, paul john. (2006). accounting information system (11th edition). new jersey: pearson prentice hall. wilkinson, joseph w., cerullo, michael j., raval, vasant, wong-on-wing, bernard (2000). accounting information system: essential concepts and application (4th edition). new jersey: john wiley & sons. appendix (1) pengumuman tender marketing bag. project calon customer (2) dokumen-dokumen perusahaan (company profile, laporan keuanga, dsb) (3) disetujui (4) formulir registrasi, kontrak direktur operasional (5) kontrak (6) kontrak (7) formulir registrasi, kontrak gambar 1. rich picture prosedur mencari pelanggan. 136 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 128-141 gambar 2. rich picture prosedur penjualan jasa. tabel 1 system definition dengan kriteria factor functionality mendukung pencatatan dan pengendalian kegiatan penjualan jasa sehingga dapat menghasilkan informasi penjualan jasa yang reliable dan up to date application domain karyawan project, karyawan keuangan & akuntansi condition sistem informasi akuntansi penjualan jasa ini dikembangkan berdasarkan usulan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan dalam aktivitas penjualan jasa perusahaan technology menggunakan beberapa personal computer (pc) yang telah dilengkapi beberapa device umum lainnya seperti printer, fax, dll. pc akan terhubung pada server dengan menggunakan jaringan komputer lokal (lan) objects karyawan, kontrak, faktur penjualan/invoice, pembayaran, dan piutang responsibility alat administrasi yang cepat dan dapat diandalkan dalam pencatatan dan penyediaan informasi – informasi transaksi harian penjualan jasa.   perancangan sistem informasi… (lianawati christian; mulfasli urfan) 137 +memesan() +mencetak() +membatalkan() +mengupdate() +mengecek() -order_no : string -no_po : string -projectname : string -date : date -termofpayment : string -servicestart : date -servicefinish : date -totalvalue : float -nama_perusahaan_owner : string -scope_of_work : string -project_manager : string -status : string kontrak -order_no : string -item : string -area : string -works : variant -scope_of_work : string -unit : string -quantity : int -price_perunit : float -value : float orderdetil +menagih() -no_invoice : string -date : date -amount : int -due_date : date -po_no : string -sow : variant -order_no : string -persentermin : int -termin : currency -status_invoice : string invoice +mengupdate() -no_ac : string -no_kontrak : string -order_no : string -tgl_ac : date -persentase : decimal acceptancecertificate 1 1 1 1 +membayar() +melunasi() -no_pembayaran : string -no_invoice : string -tgl_pembayaran : date -total_tagihan : float -jumlah_diterima : float -no_rek : string -bank : string pembayaran 1..* 1 +login() +input() +update() +delete() -kd_karyawan : string -nama_karyawan : string -jabatan : string -bagian : string -alamat : string -kota : string -gender : string -tgl_lahir : string karyawan keuangan_dan_akuntansi -nobiaya : string -deskripsi : string -jumlah : float -nmkaryawan : string biaya 1 1..* 1 1..* -noaccount : string -nmaccount : string -debet : float -kredit : float jurnal 1 1..* 1..* 1 1..* 1 1..* 1..* +menagih() +melunasi() -no_invoice : string -no_pembayaran piutang 1..* 1 project -no_aw : string -order_no : string -date : date -date_start : date -date_finish : date -quantity : int -price_perunit : float -value_aw : float additional_work 1 0..* 1 1..* 1..* 1 -no_invoice : string -jns_termin : string -jk_waktu : int jangka_wkt -order_no : string -parsial : string -nilai_kontrak : currency kriteria 1 1 1 1 +memesan() -kd_customer : string -nm_customer : string -alamat : string -telp1 : string -telp2 : string -fax : string customer 1 1..* gambar 3. uml class diagram usulan sistem informasi penjualan jasa. gambar 4. layar menu login. gambar 5. layar menu master karyawan. 138 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 128-141 gambar 6. layar master customer. gambar 7. layar menu master kontrak. gambar 8. layar invoice.  gambar 9. layar menu list of account receivable. perancangan sistem informasi… (lianawati christian; mulfasli urfan) 139   gambar 10. laporan sales order.   gambar 11. laporan penjualan per jenis pekerjaan. 140 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 128-141 gambar 12. laporan penjualan per customer. gambar 13. laporan piutang. perancangan sistem informasi… (lianawati christian; mulfasli urfan) 141 gambar 14. laporan analisis umur piutang. microsoft word 10 agustinna .doc perancangan e-board sebagai... (agustinna yosanny; dkk) 309 perancangan e-board sebagai alat distribusi informasi pada sistem kerja sama asinkron tersebar agustinna yosanny; yen lina prasetio; irwan lasiman; welly jurusan teknik informatika, fakultas ilmu komputer, bina nusantara university jln. k.h. syahdan no.9, palmerah, jakarta barat 11480 ayosanny@binus.edu abstract the design of e-board was undertaken to meet the necessary of information between colleagues that nowadays has become more essential and vital especially in a team work that applying distributed asynchronous co-operative work system. in which, members of the team are distributed in time and space; therefore information should be well distributed to support the cooperative work between them. the research was applying analysis and design methodology. the analysis methodology was undertaken through literature study, current system observation, questionnaire survey to users to identify characteristics of the current and entailed information distribution media. the design methodology was undertaken through database, features, system, and screen layout design. results of the research found that the information distribution media for team work which has applied distributed asynchronous co-operative work system should have the ability of private access for each member, better organization in information categorizing, structured information for task assignment, and supporting member's mobility. in conclusion, the application has been expected to help task assignment, distribution and organization of information in the distributed asynchronous co-operative work system to be easier and simpler. keyword: e-board, web, distributed asynchronous abstrak perancangan e-board dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan informasi yang dirasakan semakin penting dan mendesak terutama pada sistem kerja sama asinkron tersebar dimana personilnya berada pada tempat dan waktu yang berbeda sehingga informasi perlu didistribusikan dengan baik untuk mendukung kerjasama pada kelompok tersebut. metodologi yang digunakan adalah metode analisis dan perancangan. langkah-langkah pada metode analisis yaitu studi literatur, survei sistem yang sudah berjalan, kuisioner untuk mengetahui karakteristik media-media distribusi informasi, dan analisis terhadap kuisioner dan mengidentifikasi kebutuhan informasi. sedangkan langkah-langkah pada metode perancangan yaitu perancangan fitur, perancangan uml, dan perancangan layar. hasil yang didapat adalah sebuah aplikasi yang memiliki kemampuan seperti private access, pengorganisasian informasi yang lebih baik, informasi yang lebih terstruktur untuk membantu proses penugasan dan dapat mendukung mobilitas individu yang berbeda-beda. jadi aplikasi e-board diharapkan dapat membantu distribusi informasi, organisasi informasi, dan penugasan pada sistem kerja sama asinkron tersebar. kata kunci: e-board, web, asinkron tersebar 310 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 309-320  pendahuluan latar belakang dengan semakin banyaknya informasi yang beredar di berbagai komunitas, khususnya di lingkungan kelompok kerja saat ini, kebutuhan akan informasi dirasakan semakin penting dan mendesak. suatu informasi mungkin dibutuhkan oleh satu individu saja dalam suatu kelompok kerja, tetapi informasi yang sama juga mungkin dibutuhkan oleh beberapa orang individu dalam suatu kelompok kerja tertentu untuk mendukung kerjasama dalam kelompok tersebut. dewasa ini, mobilitas individu dalam perkerjaan semakin meningkat. untuk itu akses dan distribusi informasi harus dapat dilakukan oleh setiap individu yang membutuhkan informasi dari tempat dan waktu yang berbeda, sehingga kelancaran kerja tetap terjaga. selain pendistribusian informasi ke setiap individu dalam kelompok kerja, pengorganisasian informasi, terutama untuk kepentingan masing-masing individu, seperti penjadwalan kerja, pelaksanaan tugas dan sebagainya, juga perlu dikoordinasikan dan diorganisasikan dengan baik. sehingga akan membantu setiap individu dalam melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya dengan lebih baik dan terorganisasi. tinjauan pustaka computer-supported cooperative work (cscw) menurut shneiderman (2010), definisi cscw adalah bidang studi yang berfokus pada perancangan dan evaluasi teknologi baru untuk mendukung proses sosial kerja, sering di antara mitra yang berjauhan. hasil cscw biasanya disebut groupware. matriks waktu-ruang untuk mengelompokkan sistem kerja sama seperti pada gambar 1. gambar 1 matriks ruang waktu pengelompokan sistem kerja sama groupware   groupware adalah jenis software yang membantu kelompok kerja (workgroup) yang terhubung ke jaringan untuk mengelola aktivitas mereka. menurut messerchmitt (2000), ada lima hal yang menjadi titik berat dalam penggunaan groupware yaitu (1) priority, pendistribusian informasi perancangan e-board sebagai... (agustinna yosanny; dkk) 311 sebaiknya diberi level prioritas sehingga penerima informasi dapat mendahulukan yang lebih penting; (2) filtering, tanpa adanya filtering pada informasi yang masuk maka akan mengakibatkan waktu terbuang untuk beberapa informasi yang sebenarnya tidak penting, identitas pengirim dan subyek/isi dari informasi dapat dijadikan salah satu kriteria penyaringan; (3) autentification, untuk menanggulangi adanya seseorang yang memberikan informasi dengan menggunakan identitas palsu dibutuhkan autentifikasi identitas pengirim; (4) integrity, dalam proses distribusinya, informasi mungkin mendapat penambahan ataupun penggurangan isi. untuk itu, pesan dengan integrity dibutuhkan agar informasi yang diterima sama dengan apa yang dikirim; (5) confidentiality, beberapa informasi mungkin berisi hal-hal yang sensitif yang hanya boleh sampai pada pihak yang bersangkutan, confidentiality dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kebocoran informasi tersebut. web 2.0 web 2.0, adalah sebuah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh o'reilly pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama di tahun 2004, merujuk pada generasi yang dirasakan sebagai generasi kedua layanan berbasis web—seperti situs jaringan sosial, wiki, perangkat komunikasi, dan folksonomi—yang menekankan pada kolaborasi online dan berbagi antar pengguna. menurut o'reilly, web 2.0 adalah sebuah revolusi bisnis di dalam industri komputer yang terjadi akibat pergerakan ke internet sebagai platform, dan suatu usaha untuk mengerti aturan-aturan agar sukses di platform tersebut. walaupun kelihatannya istilah ini menunjukkan versi baru daripada web, istilah ini tidak mengacu kepada pembaruan kepada spesifikasi teknis world wide web, tetapi lebih kepada bagaimana cara pengembang sistem di dalam menggunakan platform web. ajax konsep ajax diperkenalkan oleh jesse james garret (2005) dari tim adaptive path dengan mengeluarkan esai yang dipublikasikan di adaptive path dengan kode esai bernomor 00385. sebelum ajax diperkenalkan, aplikasi web kurang populer karena memiliki tingkat responsif yang rendah dibanding aplikasi desktop yang memiliki tingkat responsif tinggi. hal ini juga mengurangi pengalaman pengguna dalam menggunakan aplikasi. perbedaan tersebut kini dapat diatasi dengan adanya ajax, yang telat diterapkan dalam beberapa aplikasi yang dapat dengan gampang kita temui seperti google suggest atau google maps, kita hanya perlu menggunakan scroll mouse kita untuk zoom secara instant tanpa harus reload. ajax merupakan singkatan dari asynchronous javascript and xml. ajax merupakan gabungan dari beberapa bagian teknologi yang memiliki fungsinya masing-masing. ajax merupakan gabungan dari presentasi berdasarkan standar dengan xhtml (extensible hypertext mark-up language) dan css (cascading style sheet), tampilan dan interaksi yang dinamis dengan document object model, pertukaran dan manipulasi data dengan xml dan xslt, pengambilan data secara asynchronous dengan menggunakan xmlhttprequest, dan semuanya digabung menjadi satu kesatuan aplikasi dengan javascript. aplikasi web klasik mengambil semua data yang diperlukan user dan nantinya ditampilkan ketika user member request dan hal ini membuat user menunggu beberapa saat setelah aplikasi dijalankan. metode metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi empat tahapan. pertama adalah analisa kebutuhan user. pada tahap ini dilakukan survei terhadap sistem yang berjalan dan studi literatur. kedua adalah metode perancangan. dari hasil analisa kebutuhan user, dibuat perancangan aplikasi 312 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 309-320  sebagai alat distribusi informasi pada komunitas kerja. dalam proses perancangan aplikasi dilakukan perancangan-perancangan seperti perancangan fitur, perancangan sistem, perancangan database dan perancangan layar sebagai storyboard dari aplikasi yang diusulkan. ketiga adalah metode implementasi. implementasi dilakukan selama 2-3 bulan dan akan terus di-maintain untuk mendapatkan feedback dan perbaikan bug yang mungkin muncul saat implementasi. pada tahap ini dilakukan implementasi aplikasi yang dibuat kepada komunitas kerja user yang telah dilakukan survei sebelumnya. keempat adalah tahap evaluasi. pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap semua fiturfitur yang ada dan antar muka pemakai dalam aplikasi ini supaya mendapatkan hasil yang memuaskan dan aplikasi dapat digunakan. hasil dan pembahasan identifikasi masalah cara pendistribusian informasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan menggunakan media non-elektronik ataupun media elektronik. contoh penggunaan media nonelektronik adalah pendistribusian informasi dengan menggunakan whiteboard atau secara oral. kedua cara ini memiliki beberapa kelebihan, seperti mudah digunakan (tidak memerlukan waktu belajar), murah dan cepat sehingga cara tersebut masih banyak digunakan. kekurangan media non-elektronik adalah dalam hal pengaksesan informasi dan keamanan informasi. untuk mengatasi kekurangan yang disebutkan diatas, maka banyak orang mulai beralih ke media elektronik untuk pendistribusian informasi, dimana media ini memungkinkan private access, dapat menjaga integritas informasi dan mendukung mobilitas individu yang tinggi. contoh media elektronik yang menjadi pilihan utama untuk mendukung kerjasama tim dalam suatu kelompok saat ini adalah aplikasi e-mail. aplikasi ini memungkinkan untuk private access sehingga kerahasiaan dan integrasi informasi tetap dapat terjaga diantara anggota tim kerja, penambahan dan pengurangan isi informasi yang didistribusikan dapat diminimalisasi serta mendukung mobilitas individu. selain itu terdapat pula kekurangan dari penggunaan e-mail tersebut, yaitu dalam hal pendistribusian maupun pengorganisasian informasi oleh masing-masing individu kerja seperti pengirim informasi harus mengetahui alamat e-mail dari penerima informasi dan proses filtering masih harus dilakukan oleh individu sendiri. selain beberapa kekurangan media non-elektronik dan elektronik yang telah disebutkan di atas, terdapat kekurangan lain pada kedua media tersebut yaitu informasi yang didistribusikan bersifat tidak terstruktur. hal ini tentu akan menyulitkan dalam proses penugasan kepada individu lain karena membutuhkan usaha yang lebih untuk membuat detil informasi yang akan didistribusikan. melihat kekurangan yang dimiliki oleh beberapa media yang umum digunakan dalam pendistribusian informasi saat ini, oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem distribusi informasi yang memiliki kemampuan-kemampuan untuk menutupi kekurangan dari media yang ada sekarang ini, seperti private access, pengorganisasian informasi yang lebih baik, informasi yang lebih terstruktur sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan informasi dari suatu kelompok kerja, dan dapat digunakan pada tingkat mobilitas individu yang berbeda-beda. dimana hal ini diharapkan untuk dapat mendukung kerjasama dalam kelompok kerja tersebut. gambaran umum aplikasi e-board (gambar 2) merupakan aplikasi pendistribusian dan pengorganisasian informasi yang digunakan pada komunitas kerja yang tidak berada pada satu ruangan yang sama. perancangan e-board sebagai... (agustinna yosanny; dkk) 313 gambar 2 rancangan sistem aplikasi e-board adapun fitur-fitur yang ada dalam aplikasi tersebut antara lain: (1) grup, yaitu setiap user akan dikelompokan ke dalam grup-grup komunitas kerja yang dimilikinya. pengelompokan awal didasarkan pada komunitas kerja (bagian) masing-masing user bekerja. namun tidak menutup kemungkinan untuk membuat grup komunitas kerja yang beranggotakan user yang berasal dari berbagai bagian, tetapi memiliki kepentingan untuk berkolaborasi dalam suatu kelompok kerja fungsional lainnya, misalnya dalam suatu kepanitiaan. informasi yang diterima user akan dikelompokan berdasarkan grup sehingga mempermudah dalam pencarian informasi yang dibutuhkan; (2) pengumuman, yaitu fitur yang digunakan untuk mendistribusikan informasi secara broadcasting. pengumuman tersebut dapat langsung ditanggapi oleh rekan kerja yang lain dengan menggunakan fitur comment. selain itu, terdapat kalender yang digunakan untuk membantu mengingat tanggaltanggal acara. (3) status, yaitu fitur untuk memberitahukan keberadaan dirinya ataupun keberadaan rekan kerja lainnya dalam setiap komunitas kerja yang dimilikinya. dengan adanya fitur ini diharapkan dapat mempermudah mengetahui keberadaan rekan kerja terutama yang tidak berada pada satu ruangan; (4) fitur penugasan, di mana rekan kerja dapat memberikan tugas kepada rekan kerja dengan mengisi sebuah form. form tersebut sudah terstruktur dan memiliki detil informasi yang lengkap. proses penugasan dianggap selesai apabila rekan kerja sudah mengisi laporan. (5) to-do list, yaitu fitur untuk membantu user dalam mengatur pekerjaannya; (6) pemberian prioritas pada setiap informasi sehingga user dapat menentukan apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu; (7) pembuatan aplikasi berbasiskan web 2.0 yang menggunakan teknologi ajax bertujuan agar mendukung mobilitas user dalam bekerja. penggunaan teknologi ajax pada aplikasi ini dengan pertimbangan bahwa tingkat kepadatan lalu lintas data antara server dan client dapat diminimalisasi sehingga relatif lebih cepat, user dapat berinteraksi dengan data dan mengontrol data tersebut, ketentuan yang tetap sehingga user tidak akan menemukan model interaksi baru yang memungkinkan user merasa tidak familiar dengan model tersebut, mudah diakses karena internet yang menjadi platform sehingga tidak tergantung kepada os. 314 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 309-320  perancangan perancangan fitur fitur-fitur yang ada pada aplikasi disusun menjadi: (1) login; (2) fitur user, yaitu memilih grup, menampilkan status, membuat pengumuman, membuat penugasan dan pelaporan, mendistribusikan pesan; (3) fitur admin, menambahkan dan mengurangi user serta menambahkan dan mengurangi grup; dan (4) logout. perancangan sistem use case diagram gambar 3 diagram use case aplikasi e-board dalam rancangan use case diagram pada gambar 3, diperlihatkan semua fitur yang terdapat pada sistem yang akan dibuat dengan aktor-aktor yang memiliki hak untuk melakukan akses terhadap fitur-fitur yang ada. pada use case diagram dapat dilihat bahwa aplikasi ini memiliki 2 jenis user yaitu user dan admin. user memiliki akses pada fitur-fitur authentication, view group, status, calendar, announcement beserta comment, task beserta report dan sop, mail, dan to-do list. sedangkan admin dapat mengakses fitur-fitur authentication, manage user dan manage grup. pada fitur authentication terdapat dua fungsi yaitu fungsi login dan logout untuk autentikasi user sebelum masuk ke dalam aplikasi. dengan demikian akses terhadap informasi bisa dibatasi hanya untuk user yang berhak terhadap informasi tersebut. fungsi login juga menjadi kunci untuk menentukan grup komunitas kerja yang dimiliki oleh setiap user. dengan demikian informasi yang disampaikan setiap user akan diorganisasi pada saat user melakukan login. perancangan e-board sebagai... (agustinna yosanny; dkk) 315 setelah login, pada halaman awal aplikasi ini, user dapat memilih komunitas kerja yang ingin ditampilkan informasinya melalui fungsi view group. fungsi sini digunakan oleh user untuk berpindah-pindah komunitas kerja yang dimilikinya untuk melihat informasi yang diterima sesuai dengan komunitas kerja yang sesuai. dengan demikian user akan lebih mudah mencari informasi yang dibutuhkan untuk suatu komunitas kerja tertentu. dengan pengelompokan komunitas kerja ini juga diharapkan dapat meminimalkan kesalahan pengiriman yang mungkin terjadi dengan penggunaan media yang sebelumnya. fungsi status digunakan user untuk menyampaikan status keberadaannya, dan dapat dilihat oleh semua user yang berada dalam satu komunitas kerja yang sama. selain untuk menuliskan status user sendiri, user juga dapat menuliskan status untuk user lain dalam komunitas kerjanya yang diketahuinya. fungsi calendar membantu user sebagai reminder untuk kegiatan-kegiatan tertentu yang telah didistribusikan atau dibuat melalui aplikasi ini. fungsi ini juga akan ditampilkan sesuai komunitas kerja yang sedang diaktifkan. fungsi announcement merupakan salah satu fungsi distribusi informasi yang memiliki struktur informasi berupa pengumuman. melalui fungsi ini, diharapkan user dapat mendistribusikan informasi yang bersifat broadcasting pada satu komunitas kerja tertentu yang diinginkan. dengan demikian user tidak perlu lagi memilih rekan kerja yang akan menerima informasi ini, dimana memungkinkan terjadinya kesalahan pengiriman, karena otomotasi oleh server informasi ini akan didistribusikan ke semua rekan kerja dalam komunitas kerja yang dipilih. pada fungsi ini user penerima informasi juga bisa menuliskan komentar sebagai respon terhadap pengumuman yang disampaikan. dengan demikian respon dari suatu informasi akan lebih terorganisasi dan tidak tersebar, sehingga akan lebih mudah ditemukan jika dibutuhkan nantinya. fungsi task merupakan fungsi distribusi informasi yang juga memiliki struktur informasi tertentu. pada fungsi ini, user dapat memberikan penugasan kerja terhadap rekan kerja yang berada dalam satu komunitas kerja dengan mengisi formulir yang telah disediakan. sehingga user tidak perlu lagi membuat struktur penugasan sendiri yang mana akan lebih menghemat waktu bagi si pemberi tugas. pada fungsi ini terdapat juga fungsi untuk pembuatan sop yang nantinya akan ditampilkan sebagai detil penugasan. dengan menggunakan sop, maka penugasan terhadap suatu tugas sudah mempunyai kerangka kerja dan prosedur tertentu yang konsisten. selain pembuatan sop, fungsi ini juga dilengkapi dengan fungsi pelaporan jika tugas yang ditugaskan sudah selesai dikerjakan. pemberi tugas juga dapat melihat dan memonitor pekerjaan rekan kerja yang diberi tugas melalui fungsi ini dan melihat laporan yang disampaikan untuk setiap penugasan kerja. fungsi berikutnya adalah mail, merupakan fungsi untuk mengirimkan pesan-pesan pendek kepada satu atau lebih rekan kerja. dengan demikian masih ada informasi selain pengumuman, penugasan, dan pelaporan yang bisa didistribusikan melalui aplikasi ini. fungsi ini memiliki fungsi yang sama dengan media e-mail yang sudah ada, namun dengan memanfaatkan fungsi ini institusi akan dapat lebih menghemat kapasitas e-mail dan bandwidth internet daripada menggunakan e-mail. fungsi terakhir adalah to-do list, dimana merupakan suatu fungsi tambahan yang bisa digunakan oleh user untuk membuat daftar pekerjaan untuk tiap-tiap komunitas kerja, sehingga daftar pekerjaan yang harus dilakukan tidak tercampur antar satu komunitas kerja dengan yang lainnya. pada fungsi ini juga akan ditampilkan reminder ke user untuk setiap daftar kerja yang sudah mencapai batas waktu pengerjaannya. berikut adalah gambar use case diagram untuk perancangan aplikasi secara keseluruhan. class diagram class diagram menggambarkan rancangan obyek-obyek yang akan digunakan dalam aplikasi yang diusulkan. selain menggambarkan obyek-obyek yang akan digunakan, pada diagram ini juga 316 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 309-320  digambarkan hubungan dan relasi antar obyek. dengan demikian akan lebih mudah untuk merancang penyimpanan data untuk aplikasi yang diusulkan. gambar 4 adalah gambar class diagram untuk aplikasi yang diusulkan. perancangan database           dari hasil perancangan obyek yang akan digunakan pada aplikasi ini, maka didapatkan rancangan penyimpanan data yang akan digunakan untuk menyimpan informasi dari setiap obyek yang digunakan pada aplikasi ini. pada rancangan penyimpanan data ini juga digambarkan relasi antar table untuk memperlihatkan relasi data yang digambarkan dalam entity relationship diagram pada gambar 5. implementasi dan evaluasi spesifikasi sistem aplikasi e-board menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak baik untuk server maupun client. untuk server, spesifikasi perangkat keras yang digunakan adalah processor minimum pentium 4, memori minimum 512 mb, harddisk dengan space minimum 20 gb, ethernet card, mouse, keyboard, dan monitor. gambar 4 class diagram perancangan e-board sebagai... (agustinna yosanny; dkk) 317 detailgroup pk grp_id grp_name grp_lvl grp_flag usr_id group pk grup_id fk1 grp_id fk2 usr_id grup_rank grup_flag detailmail pk dtlmail_id dtlmail_subject dtlmail_priority dtlmail_content dtlmail_date dtlmail_attach sop pk sop_id fk1 grup_id sop_desc sop_date sop_updatedate sop_flag soplist pk slist_id slist_desc slist_duration slist_date slist_updatedate fk1 sop_id slist_status staff pk stf_id fk2 tsk_id stf_flag stf_date stf_updatedate fk1 grup_id status pk sts_id fk1 usr_id sts_desc sts_editor sts_updatedate tasklist pk tsklist_id fk1 tsk_id tsklist_content tsklist_duration tsklist_flag tsklist_updatedate tsklist_statustask pk tsk_id tsk_subject fk2 sop_id tsk_dateline tsk_date tsk_flag tsk_edit tsk_updatedate fk1 grup_id usr pk usr_id usr_flag usr_name usr_fullname usr_jabatan usr_pass usr_kode usr_temp usr_status usr_updatedate ann pk ann_id ann_subject ann_priority ann_content ann_date ann_updatedate ann_expdate ann_evndate fk1 grup_id comment pk com_id fk1 ann_id com_content com_date com_flag fk2 grup_id tdl pk tdl_id tdl_subject tdl_date tdl_status tdl_updatedate fk1 grup_id request pk req_id req_flag req_status req_desc req_date req_updatedate fk1 grup_id report pk rpt_id rpt_desc rpt_file rpt_flag rpt_date fk2 grup_id fk1 tsk_id mail pk mail_id fk2 receiver_id fk3 sender_id mail_status mail_updatedate fk1 dtlmail_id gambar 5 entity relationship diagram sedangkan spesifikasi perangkat lunaknya adalah sistem operasi linux, php minimum versi 4.3.2, apache minimum versi 1.3, dan mysql minimum versi 4.0. untuk client, spesifikasi perangkat keras yang digunakan adalah processor minimum pentium 4, memori minimum 256 mb, ethernet card/modem, mouse, keyboard, dan mionitor. sedangkan spesifikasi perangkat lunaknya adalah sistem operasi microsoft windows xp professional dan mozilla firefox minimum versi 3.0. prosedur evaluasi aplikasi e-board diimplementasikan pada jurusan teknik informatika binus university, yaitu empat orang staf jurusan dan 2 orang staf dari luar jurusan (software laboratory center). evaluasi aplikasi dilakukan dengan dua cara, yaitu evaluasi terhadap kegunaan aplikasi dan evaluasi terhadap antar muka dari aplikasi. 318 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 309-320  gambar 6 halaman home untuk user gambar 7 halaman utama untuk admin perancangan e-board sebagai... (agustinna yosanny; dkk) 319 evaluasi kegunaan aplikasi untuk mengetahui usability aplikasi dari sudut pandang user, maka dilakukan evaluasi dengan cara wawancara langsung ke user. setiap responden diberikan lima belas pertanyaan dengan pilihan jawaban sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. pertanyaan dalam kuisioner difokuskan pada keterjawaban permasalahan pada system sebelumnya, selain itu juga menggunakan panduan lima faktor manusia dalam teori imk untuk pengukuran usability suatu aplikasi. adapun hasil dari interview tersebut antara lain: tabel 1 data hasil evaluasi terhadap kegunaan aplikasi no. pertanyaan sangat setuju setuju tidak setuju sangat tidak setuju 1. kemudahan distribusi informasi 50% 50% 2. ketepatan distribusi informasi (tepat kepada orang yang dituju) 67% 33% 3. integritas informasi 67% 33% 4. kemudahan identifikasi rekan kerja 67% 33% 5. kemudahan koordinasi dengan rekan kerja fungsional 67% 33% 6. kemudahan proses pelaporan kegiatan 33% 67% 7. kemudahan pencarian informasi 17% 83% 8. kedetilan dan struktur informasi 16% 67% 17% 9. pemilihan prioritas pekerjaan 67% 33% 10. kemudahan penggunaan aplikasi 16% 67% 17% 11. kemudahan mempelajari aplikasi 33% 50% 17% 12. kemudahan mengerti aplikasi (pesan kesalahan) 16% 67% 17% 13. kelengkapan fungsi 17% 50% 33% 14. kesesuaian tampilan dan fungsi aplikasi 16% 67% 17% 15. kepuasan terhadap aplikasi 83% 17% evaluasi terhadap antar muka aplikasi evaluasi ini dilakukan dengan menggunakan panduan delapan aturan pokok (8 golden rules of interface design), yaitu (1) berusaha untuk konsisten, aplikasi e-board sudah dapat dikatakan konsisten, hal tersebut dapat dilihat dari pemberian warna dasar, warna tulisan, pemilihan jenis, bentuk dan ukuran huruf, menu yang konsisten pada keseluruhan aplikasi, struktur tampilan layar yang identik; (2) memungkinkan frequent user menggunakan shortcut (jalan pintas), aplikasi e-board menggunakan shortcut yang berguna untuk user yang sering menggunakan. sehingga user dapat lebih mudah untuk berinteraksi dengan aplikasi melalui tombol-tombol khusus dan akan mempercepet kinerja user. penggunaan shortcut pada aplikasi ini dapat ditemukan pada calendar; (3) memberikan umpan balik yang informative, aplikasi e-board dapat memberikan respon balik dari aksi yang dilakukan oleh user kepada sistem, seperti pesan kesalahan dan pesan sukses ketika berhasil melakukan aksi; (4) merancang dialog untuk menunjukan keadaan akhir, aplikasi e-board memberikan pesan pada setiap keadaan akhir dari sebuah aksi dari user yang telah berhasil sehingga user dapat melanjutkan proses berikutnya; (5) pencegahan dan penanganan kesalahan yang sederhana, aplikasi e-board memberikan pencegahan dan penanganan yang sederhana dengan memberikan keterangan pada form sehingga user mengetahui batasan yang ada pada aplikasi; (6) mengizinkan pembalikan aksi yang mudah, aplikasi e-board mempunyai fungsi yang dapat mengembalikan aksi ke aksi sebelumnya, dapat ditemukan pada saat create sop dan add member; (7) mendukung internal locus of control, aplikasi e-board memberikan user kebebasan untuk memegang kendali sistem dan 320 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 309-320  menghendaki sistem merespon aksinya, dapat ditemukan pada sorting mail dan pemilihan theme; (8) mengurangi beban ingatan jangka pendek user, aplikasi e-board mempunyai kemampuan mengurangi beban ingatan jangka pendek user. hal tersebut dapat ditemukan pada pembuatan mail dan task, dimana untuk menentukan user yang dituju cukup dengan memilih dari daftar yang ada. penutup berdasarkan analisis, perancangan, implementasi, dan evaluasi aplikasi e-board didapatkan simpulan sebagai berikut. pertama, aplikasi ini dapat digunakan sebagai bagian dari kebutuhan komunikasi dan informasi dalam sistem kerja sama asinkron tersebar. kedua, supervisor dapat memberikan penugasan dengan informasi yang terstruktur dan juga dapat memantau tugas yang diberikan. ketiga, pencarian informasi menjadi lebih mudah dengan adanya pengorganisasian informasi oleh aplikasi. keempat, pemberian prioritas pada informasi membantu menentukan pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. kelima, keberadaan rekan kerja terutama yang tidak berada pada satu ruangan dapat diidentifikasi dengan lebih mudah. keenam, teknologi ajax memungkinkan aplikasi web untuk di-update hanya pada bagian tertentu sesuai dengan request, tanpa harus me-reload seluruh halaman web. beberapa saran yang dapat diberikan untuk pengembangan selanjutnya dari aplikasi e-board adalah sebagai berikut. pertama, penambahan fitur shared workspace dimana memungkinkan dua atau lebih user untuk mengakses, mengedit atau membuat dokumen bersama secara real time untuk mendukung kerjasama tim yang lebih fleksibel. kedua, penambahan fitur notulen sehingga notulen rapat dapat langsung terhubung dengan fitur penugasan pada aplikasi ini. ketiga, pengembangan aplikasi menjadi aplikasi desktop. sehingga pengaksesan informasi dapat dilakukan secara offline. keempat, pengintegrasian dengan sistem e-mail untuk komunikasi dengan kelompok kerja external. daftar pustaka garret, j. j. (2005). ajax: a new approach to web application, from http://www.adaptivepath.com/publications/essays/archives/000385.php messerchmitt, d. g. (2000). understanding networked applications: a first course. morgan kaufmann publishers. o’reilly, t. (2005). what is web 2.0, from http://www.oraillynet.com/pub/a/oreilly/tim/news/2005/09/30/what-is-web-20.html shneiderman, b. (2010). designing the user interface: strategies for effective human-computer interaction (3rd ed.). addison-wesley. microsoft word 17.ti adriani halim efektivitas prinsip redundansi dalam presentasi perkuliahan -ok.docx efektivitas prinsip redundansi... (adriani halim; dkk) 901 efektivitas prinsip redundansi dalam presentasi perkuliahan adriani halim; agustinna yosanny; andreas soegandi computer science department, school of computer science, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 izark@binus.edu abstract the purpose of this study is to study the application of redundancy principles by richard mayer on learning material used in class presentation. the principles are applied during the learning material development, using powerpoint as the learning medium. the result of this study showes that the application of redundancy principle on learning material development provides positive result in helping students’ understanding during teacher’s presentation. keywords: redundancy principles, presentation, learning material, powerpoint abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prinsip redundansi pada pembelajaran multimedia oleh richard mayer juga berlaku dalam presentasi perkuliahan di mana prinsip tersebut akan diterapkan dalam pembuatan materi presentasi untuk perkuliahan. pembuatan materi perkuliahan ini menggunakan powerpoint sebagai medium pembelajaran. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip redundansi dalam pembuatan materi perkuliahan memberikan hasil yang positif dalam membantu pelajar untuk menyerap materi pembelajaran tersebut selama perkuliahan. kata kunci: prinsip redundansi, pembelajaran multimedia, presentasi, powerpoint 902 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 901-907 pendahuluan berbagai macam strategi pembelajaran seperti demonstrasi, tutorial, diskusi kelompok, simulasi, dan lain-lain dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. namun dalam kegiatan pendidikan tingkat atas seperti di universitas, masih sering dijumpai penerapan strategi pembelajaran dalam bentuk presentasi. presentasi sebenarnya merupakan salah satu strategi yang telah lama digunakan dalam pembelajaran terutama di kegiatan pendidikan tingkat atas. seperti strategi pembelajaran lainnya, presentasi mempunyai sisi positif dan negatif. presentasi merupakan strategi pembelajaran satu arah dan tidak ada interaksi langsung antara pelajar dan pengajar, akan tetapi strategi ini dapat diterapkan pada pelajar dengan jumlah banyak dan menampilkan informasi yang sama untuk semua pelajar (newby, 2000). sisi positif presentasi ini membuat strategi pembelajaran ini masih banyak digunakan dalam pembelajaran di universitas walaupun strategi pembelajaran yang satu arah ini dapat membuat bosan pelajar karena tidak adanya interaksi. efektif atau tidaknya strategi presentasi ini dalam pembelajaran dipengaruhi oleh pengajar yang melakukan presentasi, materi pembelajaran yang dipresentasikan, dan juga desain presentasi materi tersebut. pada jaman tahun 1980an, materi pembelajaran masih menggunakan medium papan tulis dan kapur. seiring perkembangan jaman, materi pembelajaran mulai dipresentasikan menggunakan kertas transparansi dan overhead projector dan kemudian beralih menggunakan powerpoint atau perangkat lunak sejenis sebagai mediumnya. jones (2003) menyatakan bahwa penggunaan powerpoint yang sesuai dapat meningkatkan pembelajaran. dia juga menjabarkan berbagai penyalahgunaan powerpoint dalam kegiatan pembelajaran seperti menggunakan terlalu banyak teks dan gambar, memasukkan suara yang mengganggu, dan penggunaan media yang tidak sesuai. dengan berkembangnya penggunaan berbagai media dalam satu medium, mayer (2009) menjabarkan teori dan juga berbagai prinsip pembelajaran multimedia yang dapat diterapkan dalam perancangan materi pembelajaran agar dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. teori kognitif untuk pembelajaran multimedia dan prinsip multimedia yang dikemukakan oleh mayer (2009) ini telah banyak diujicoba efektivitasnya dalam berbagai bidang ilmu baik secara langsung maupun melalui e-learning. aldalalah dan fong (2010) meneliti efek dari prinsip modalitas dan redundansi dalam pembelajaran teori musik dan hasil penelitian mereka membuktikan efektivitas prinsip modalitas dan redundansi. tabbers, martens, dan van merrienboer (2004) meneliti efek prinsip modalitas dan signaling di sebuah ruang kelas. sabet dan shalmani (2010) meneliti efek prinsip modalitas pada pembelajaran bahasa dan menyimpulkan bahwa prinsip modalitas tidak berlaku jika tujuan pembelajaran adalah untuk mengingat kosakata. crooks, white, srinivasan, dan wang (2008) meneliti efek prinsip pendampingan (contiguity) dan menyatakan bahwa prinsip pendampingan secara temporal merupakan strategi yang efektif dalam pembelajaran peta berbasiskan komputer. penelitian kalyuga, chandler, dan sweller (2004) juga mendukung teori redundansi. mereka menyimpulkan bahwa presentasi dengan medium suara dan teks tertulis yang bersamaan melebihi kemampuan working memory yang dipunyai pelajar sehingga kedua medium tersebut tidak dapat diproses dengan baik oleh pelajar. namun mayer, heiser, and lonn (2001, p.196) berpendapat bahwa prinsip mulmedia ini tidak boleh diterima bulat-bulat. mereka mengakui bahwa powerpoint yang menggunakan teks dalam bentuk tulisan di layar dan juga dipresentasikan secara lisan dapat menjadi pembelajaran yang efektif. berdasarkan pembahasan di atas, penelitian kali ini akan menjabarkan penerapan prinsip redundansi dalam pembuatan materi pembelajaran dengan menggunakan powerpoint. dengan menerapkan prinsip pembelajaran multimedia mayer pada pembuatan materi pembelajaran, efektivitas prinsip redundansi... (adriani halim; dkk) 903 diharapkan terlihat adanya peningkatan efektivitas pembelajaran yang menggunakan strategi pembelajaran presentasi. metode penelitian ini dimulai dengan studi kepustakaan mengenai prinsip pembelajaran multimedia mayer dan teori-teori yang berkaitan. penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, dimulai dari pembuatan materi pembelajaran, kemudian membentuk grup penelitian. data yang didapat dari grup penelitian ini akan dianalisis untuk menentukan hasilnya. secara ringkas, tahap-tahap penelitian ditampilkan pada gambar 1 berikut ini. gambar 1. tahap-tahap penelitian pembuatan materi pembelajaran materi pembelajaran yang digunakan adalah materi perkuliahan kelas sistem multimedia di binus university. materi ini dibuat dengan powerpoint dalam dua versi. versi pertama lebih banyak menggunakan gambar dan grafik sedangkan penjelasan dilakukan secara lisan oleh pengajar. versi kedua menyertakan tambahan teks untuk menekankan materi yang dipresentasikan pengajar secara lisan. pembuatan materi pembelajaran ini mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran multimedia yang dikemukakan oleh mayer (2005, p117-211) yang kemudian dibahas lebih lanjut bersama clark (2008). berikut ini adalah ringkasan dari prinsip-prinsip yang dikemukakan: (1) prinsip multimedia, yaitu menggunakan teks dan grafik untuk penyampaian materi pembelajaran; (2) prinsip perdampingan (contiguity), yaitu menempatkan teks pada posisi yang dekat dengan grafik yang berkaitan; (3) prinsip modalitas, yaitu lebih baik menggunakan suara untuk menyampaikan teks daripada tulisan tertulis; (4) prinsip redundansi, yaitu menjelaskan gambar dengan suara atau tulisan tertulis , tetapi tidak keduanya; (5) prinsip koherensi, di mana menambahkan materi tambahan yang tidak berhubungan dengan tujuan pembelajaran dapat menghambat proses pembelajaran; (6) prinsip personalisasi, di mana lebih baik menggunakan kalimat percakapan daripada kalimat formal dalam proses pembelajaran; (7) prinsip segmentasi, yaitu lebih baik membagi-bagi materi pembelajaran kedalam beberapa bagian. selain penerapan prinsip pembelajaran multimedia, pembuatan dan presentasi materi pembelajaran ini juga berusaha menghindari penyalahgunaan powerpoint untuk proses pembelajaran seperti yang dijabarkan oleh jones (2003), yaitu: (1) memasukkan terlalu banyak detil sehingga pelajar tidak perlu menyimak ataupun hadir (kalau mereka akan mendapatkan filenya nanti) dalam presentasi tersebut; (2) terlalu banyak warna merah dan hijau; (3) terlalu banyak teks sehingga susah dibaca; (4) terlalu banyak grafik; (5) ada bunyi-bunyi dan transisi setiap slide yang menganggu; (6) penggunaan multimedia yang tidak cocok; (7) tidak menggunakan kelebihan powerpoint dalam membuat presentasi; (8) kecenderungan untuk presentasi dengan cepat. pengumpulan data para responden untuk penelitian ini dipilih secara random dari mahasiswa binus university 904 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 901-907 yang sedang mengikuti matakuliah sistem multimedia. para responden dibagi menjadi dua kelompok di mana kelompok pertama mendapat presentasi materi sistem multimedia yang menggunakan grafik dan gambar tanpa teks tertulis, sedangkan kelompok kedua mendapat presentasi yang menggunakan grafik beserta tambahan teks yang juga dipresentasikan secara lisan. penelitian ini diadakan dalam ruang kelas dan kedua kelompok responden mendapat materi pembelajaran yang sama tetapi berbeda dalam presentasinya. para responden dari kedua grup akan diberikan presentasi materi pembelajaran dan kemudian setelah selesai presentasi, mereka diminta untuk mengerjakan tes yang hasilnya akan digunakan untuk keperluan analisis data penelitian. sesi pembelajaran ini diadakan sebanyak dua kali dengan menggunakan ruang kelas yang sama pada tiap sesinya. analisis data pada kelompok responden yang diberikan presentasi grafik dan lisan, terdapat 55 responden. pada kelompok responden yang diberikan presentasi grafik, lisan, dan teks, terdapat 56 responden sampel data yang didapat dari dua kali hasil tes akan dihitung nilai rata-ratanya per kelompok responden. sampel data ini bersifat independen karena terdiri dari dua kelompok responden yang berbeda. hasil dan pembahasan hasil analisis data ini kemudian diuji menggunakan metode mann-whitney satu sisi dengan hipotesa sebagai berikut: h0 = n1 ≤ n2 h1 = n1 > n2 di mana n1 adalah nilai responden yang diberikan presentasi grafik dan lisan dan n2 adalah nilai responden yang diberikan presentasi grafik, lisan, dan teks. tabel 1 menunjukkan hasil nilai rata-rata tiap responden di setiap kelompok responden. tabel 1 rata-rata hasil tes no. grafik+lisan grafik+lisan+teks 1 90.5 75.5 2 77.9 86.2 3 71.4 85.8 4 87.3 71.2 5 89.5 51.5 6 95.6 84 7 91.8 73.5 8 79.9 60.8 9 84.6 53.9 10 91.9 73 11 75.2 52.6 12 61.9 53.1 efektivitas prinsip redundansi... (adriani halim; dkk) 905 13 77.4 72.6 14 87 62.6 15 84 73.8 16 77.7 74.3 17 79.9 38.7 18 83.5 34.2 19 63.8 77.9 20 73.8 48.1 21 75.5 82.6 22 61.3 26.4 23 70 63.6 24 61.2 31.5 25 83.7 76.2 26 75.6 73.7 27 77.1 64.3 28 58.1 75.2 29 50.8 77.1 30 89.2 63 31 81.8 67.7 32 71.3 89 33 74.5 57.5 34 91 67.3 35 91.4 19 36 69.4 80.8 37 76.3 37.3 38 59 73.7 39 86.4 50.5 40 66.7 50.5 41 75.4 83.8 42 57.3 84.8 43 55.4 64.5 44 36.7 42.6 45 83.3 35 46 55.4 47.3 47 68.7 27.9 48 42.5 78.7 49 73.8 63.6 50 84.6 79 51 71.4 25 52 59.6 77.6 53 64.8 40.6 906 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 901-907 54 67.6 78.6 55 58.8 46.2 56 40.4 hasil data di atas diuji dengan menggunakan metode mann-whitney satu sisi. hasilnya dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini. tabel 2 hasil uji mann-whitney ranks group n mean rank sum of ranks nilai grafik + lisan 55 66.43 3653.50 grafik + lisan + teks 56 45.76 2562.50 total 111 test statisticsa nilai mann-whitney u 966.500 wilcoxon w 2562.500 z -3.383 asymp. sig. (2-tailed) .001 a. grouping variable: group hasil uji mann-whitney memberikan nilai 0.001 untuk ujian dua sisi (2-tailed). untuk ujian satu sisi, nilai ini dibagi dua menjadi 0.0005 di mana nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi (α) = 0.05. karena nilai ini lebih kecil dari 0.05, hipotesa h0 = n1 ≤ n2 ditolak dan h1 = n1 > n2 diterima yaitu nilai responden yang diberikan presentasi dengan menggunakan grafik dan lisan lebih tinggi daripada nilai responden yang diberikan presentasi dengan menggunakan grafik, lisan, dan teks. penutup analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penerapan prinsip redundansi dari teori mayer memberikan hasil positif dalam peningkatan efektivitas pembelajaran yang menggunakan strategi pembelajaran presentasi. akan tetapi, penulis menyadari bahwa penerapan prinsip redundansi ini belum tentu berlaku untuk semua materi pelajaran. plass (2005) mengemukakan pendapat bahwa ada kemungkinan prinsip redundansi dan modalitas yang dikemukakan mayer tidak berlaku untuk pembelajaran bahasa. perlu adanya penelitian lanjut untuk mengetahui apakah bagaimana efektivitas prinsip redundansi ini terhadapat materi pelajaran di bidang yang lainnya. efektivitas prinsip redundansi... (adriani halim; dkk) 907 daftar pustaka aldalalah, o. a., & fong, s. f. (2010). effects of modality and redundancy principles on the learning and attitude of a computer-based music theory lesson among jordanian primary pupils. international education studies, 3(3), 52-64. diakses dari http://search.proquest.com/docview/821816039?accountid=31532. clark, r. c. (2008). e-learning and the science of instruction: proven guidelines for consumers and designers of multimedia learning. san fransisco: pfeiffer. crooks, s., white, d., srinivasan, s., & wang, q. (2008). temporal, but not spatial, contiguity effects while studying an interactive geographic map. journal of educational multimedia and hypermedia, 17(2), 145-169. diakses dari http://search.proquest.com/docview/205853778?accountid=31532. jones, a.m. (2003) the use and abuse of powerpoint in teaching and learning in the life sciences: a personal overview. bioscience education e-journal, 2-3. diakses dari http://www.bioscience.heacademy.ac.uk/journal/vol2/beej-2-3.aspx kalyuga, s., chandler, p., & sweller, j. (2004). when redundant on-screen text in multimedia technical instruction can interfere with learning. human factors, 46(3), 567-81. diakses dari http://search.proquest.com/docview/216460923?accountid=31532. mayer, r. e, (ed.). (2005). the cambridge handbook of multimedia learning. cambridge: the press syndicate of the university of cambridge. mayer, r. e., heiser, j., & lonn, s. (2001). cognitive constraints on multimedia learning: when presenting more material results in less understanding. journal of educational psychology, 93(1), 187-198. newby, t. j., stepich, d. a., lehman, j. d. & russell, j. d. (2000). identifying methods and media for learning. instructional technology for teaching and learning (ch 5, 90-114). new jersey: prentice hall.. plass, j. l., dan jones, l. c. (2005). multimedia learning in second language acquisition dalam mayer (ed.). the cambridge handbook of multimedia learning. new york: cambridge university press. sabet, m. k., & shalmani, h. b. (2010). visual and spoken texts in mcall courseware: the effects of text modalities on the vocabulary retention of efl learners. english language teaching, 3(2), 30-36. diakses dari http://search.proquest.com/docview/838891152?accountid=31532 tabbers, h. k., martens, r. l., & van merrienboer, j.j.g. (2004). multimedia instructions and cognitive load theory: effects of modality and cueing. british journal of educational psychology, 74(00070998), 71-82. diakses dari http://search.proquest.com/docview/216959067?accountid=31532 microsoft word 02_ars_nina nurdiani-penyediaan perumahan publik di jakarta a2t provision of public housing.… (nina nurdiani)   489  provision of public housing in jakarta nina nurdiani department of architecture, faculty of engineering, binus university jalan k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 nnurdiani@binus.edu / nina.nurdiani@yahoo.co.id abstract public housing is a residential provided by the government for the lower-middle class in city, to be owned. since 2007, public housing in jakarta has been built in the form of multi-storey housing (rusunami). rusunami is still regarded as one of the best alternatives for the provision of public housing in jakarta, since the land in the city is very limited and the population is increasing. however, in the development of rusunami, the displacement of residential units in rusunami is still happening until now. it is necessary to study how the provision of rusunami in jakarta, whether it meets the needs and target hosts. the study was conducted using a descriptive method which studied provision of rusunami, and other secondary data regarding occupants. the study shows that the increasing number of residential units at rusunami has not covered the needs of residential in jakarta for the lower-middle class. occupants in rusunami are generally middle-income families. this condition indicates that the number of residential units and the fulfillment of target criteria at rusunami in jakarta are still lacking. keywords: jakarta, multi-storey housing/low cost housing, public housing abstrak perumahan publik merupakan hunian yang disediakan oleh pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah di perkotaan, untuk dimiliki penghuni. mulai tahun 2007, pengadaan perumahan publik di jakarta dibangun dalam bentuk rumah susun sederhana milik (rusunami). rusunami masih dianggap sebagai salah satu alternatif terbaik saat ini untuk penyediaan perumahan publik di jakarta, mengingat lahan di kota jakarta yang semakin sangat terbatas luasnya dan jumlah penduduk kota jakarta yang semakin meningkat. namun dalam perkembangan rusunami, pengalihan unit hunian rusunami masih terjadi sampai saat ini. karenanya, perlu dilakukan studi bagaimana penyediaan rusunami di jakarta, apakah sudah memenuhi kebutuhan dan target sasaran penghuni. studi dilakukan dengan metode deskriptif yang mempelajari data penyediaan rumah susun, dan data sekunder lainnya mengenai penghuni. hasil studi menunjukkan bahwa penambahan jumlah unit hunian rusunami masih belum dapat menutup kebutuhan hunian di jakarta bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. penghuni umumnya adalah keluarga yang berpenghasilan menengah. kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan unit hunian rusunami di jakarta masih kurang dalam jumlah dan pemenuhan kriteria penghuni sesuai target sasaran. kata kunci: jakarta, perumahan publik, rumah susun sederhana milik (rusunami) 490   comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 489-498 pendahuluan jakarta sebagai kota pemerintahan, perekonomian dan jasa terbesar di indonesia, sampai saat ini masih menjadi tujuan utama para pendatang dari luar daerah jakarta untuk mencari penghidupan yang lebih baik untuk meningkatkan taraf kesejahteraan mereka. pada prosesnya, kedatangan kaum pendatang ini menimbulkan masalah sosial tersendiri, khususnya penyediaan perumahan. masyarakat pendatang yang sebagian besar dari desa dengan tingkat pendidikan yang rendah, membuat mereka menjadi masyarakat berpenghasilan rendah di kota jakarta dengan budaya tinggal pedesaan, dan memadati pemukiman kampung kota di pusat kota jakarta khususnya di lahan illegal atau lahan milik pemerintah. sehingga sampai kini, kota jakarta masih dipadati oleh kampung kota yang kumuh dan padat penduduknya. setiap orang berhak hidup sejahtera dan mendapatkan lingkungan tempat tinggal yang baik dan sehat, termasuk di lingkungan perkotaan. dalam rangka menyediakan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan, maka pemerintah indonesia membangun rumah susun sederhana, guna menyediakan lingkungan tempat tinggal yang layak huni, sehat, dan aman. untuk mengatur jalannya program rumah susun di indonesia, maka pada tahun 1985 ditetapkan undang-undang tentang rumah susun. undang-undang ini terus disempurnakan agar sesuai dengan tujuan dan kebutuhan di masyarakat yang terus berkembang. pada tahun 2011 pemerintah republik indonesia menerbitkan undang-undang nomor 20 tahun 2011 tentang rumah susun. rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama (bab i, pasal 1, undang-undang republik indonesia nomor 20 tahun 2011 tentang rumah susun). satuan rumah susun (sarusun/unit rumah susun) memiliki fungsi utama sebagai tempat hunian dan mempunyai sarana penghubung ke jalan umum. tanah bersama untuk bangunan digunakan atas dasar hak bersama. rumah susun memiliki bagian bersama yang dimiliki secara tidak terpisah untuk pemakaian bersama, antara lain pondasi, kolom, balok, dinding, lantai, atap, talang air, tangga, lift, selasar, saluran, pipa, jaringan listrik, gas dan telekomunikasi. rumah susun juga memiliki benda bersama yang bukan merupakan bagian rumah susun untuk pemakaian bersama, antara lain ruang pertemuan, tanaman, bangunan pertamanan, bangunan sarana sosial, tempat ibadah, tempat bermain, tempat parkir terpisah atau menyatu dengan struktur bangunan rumah susun. rumah susun sederhana milik termasuk kategori rumah susun umum atau perumahan publik, yaitu rumah susun atau perumahan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan untuk dimiliki oleh penghuni. masyarakat berpenghasilan rendah (mbr) adalah masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli, sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memperoleh sarusun umum. sertifikat hak milik sarusun (shm sarusun) adalah tanda bukti kepemilikan atas sarusun. sarusun umum yang memperoleh kemudahan dari pemerintah hanya dapat dimiliki atau disewa oleh masyarakat berpenghasilan rendah. sesuai undang-undang republik indonesia nomor 20 tahun 2011 tentang rumah susun, penyelenggaraan rumah susun bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan ruang dan tanah di perkotaan, serta menyediakan lebih banyak ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan, mengurangi luasan dan mencegah timbulnya perumahan dan permukiman kumuh, provision of public housing.… (nina nurdiani)   491  menjamin terpenuhinya kebutuhan rumah susun yang layak huni dan terjangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dan memberi kepastian hukum kepemilikan sarusun. undang-undang republik indonesia nomor 20 tahun 2011 tentang rumah susun juga menyebutkan bahwa bangunan rusun harus memenuhi persyaratan teknis pembangunan rumah susun, meliputi persyaratan peruntukan lokasi, serta intensitas dan arsitektur bangunan, dan keandalan bangunan yang meliputi persyaratan keselamatan, kesehatan, dan kemudahan. pengelolaan rumah susun umum dilaksanakan oleh pengelola berbadan hukum atau yang ditunjuk oleh pemerintah. pengelola berhak menerima sejumlah biaya pengelolaan yang dibebankan kepada pemilik dan penghuni secara proporsional berdasarkan perhitungan kebutuhan biaya operasional, pemeliharaan dan perawatan rumah susun. pelaksanaan program rumah susun di jakarta berupa pembangunan rumah susun sederhana milik yang dibangun dalam rangka meningkatkan harkat, martabat dan kesejahteraan penduduk miskin di jakarta, terutama penghuni kawasan pemukiman kumuh. rumah susun sederhana dibangun dengan luas tiap unitnya relatif kecil yaitu tipe 18 untuk dihuni maksimum 4 orang dan tipe 21 untuk dihuni maksimum 5 orang, (keputusan gubernur kepala daerah khusus ibukota jakarta nomor 942 tahun 1991 tentang peraturan pelaksanaan rumah susun di daerah khusus ibukota jakarta). harga jual maksimum tiap unitnya relatif murah. konsep penjualannya, harga paling rendah berada di lantai teratas dan harga paling tinggi pada lantai terbawah. berdasarkan lampiran ii surat keputusan menteri negara perumahan rakyat nomor 04/kpts/1995 tanggal 11 april 1995, masyarakat yang menjadi target sasaran penghuni rumah susun sederhana di jakarta adalah mereka yang memiliki batas maksimum penghasilan keluarga sebesar rp. 450.000,(empat ratus lima puluh ribu rupiah) per bulan untuk unit hunian tipe 18 m2, dan mereka yang memiliki batas maksimum penghasilan keluarga sebesar rp. 750.000,(tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) per bulan untuk unit hunian tipe 21 m2. dengan adanya peraturan menteri negara perumahan rakyat nomor: 7/permen/m/2007 tentang pengadaan perumahan dan permukiman dengan dukungan fasilitas subsidi perumahan melalui kpr sarusun bersubsidi dalam rangka mendorong program percepatan pembangunan rumah susun di kawasan perkotaan yang dimulai tahun 2007, maka kelompok sasaran penghuni rumah susun milik bersubsidi adalah mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah atau berpenghasilan rendah dengan besar penghasilan keluarga maksimum rp. 4.500.000,(empat juta lima ratus ribu rupiah) per bulan, dan minimum rp. 1.200.000,(satu juta dua ratus ribu rupiah) per bulan. sedangkan mereka yang memiliki penghasilan di bawah rp. 1.200.000,(satu juta dua ratus ribu rupiah) per bulan disarankan untuk menyewa rumah susun di perkotaan. pada perkembangan pembangunan rumah susun, diduga kepemilikan rumah susun di jakarta mengalami proses pengalihan penghunian (displacement) baik pada rumah susun yang sudah lama dibangun, maupun yang baru dibangun. pengalihan penghunian terjadi dari pemilik rumah susun kepada pihak lain yang membutuhkan atau berminat dengan sistem jual beli atau sistem sewa. sehingga penghuni umumnya bukan lagi kelompok sasaran. karakteristik dan strata sosial penghuni berubah dari masyarakat berpenghasilan rendah kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. dalam kegiatan bermukim di suatu lingkungan hunian, kim, horner, dan marans (2005) menyatakan bahwa ada hubungan yang erat antara siklus kehidupan penghuni (life cycle) dan tahapan kehidupan (life stage) penghuni, dengan pilihan lokasi hunian dan lokasi tempat tempat kerja. masyarakat yang memiliki penghasilan menengah belum mampu memiliki rumah di kota, namun mereka membutuhkan tempat tinggal di perkotaan yang lokasinya dekat dengan tempat bekerja, dekat transportasi umum atau di lokasi hunian yang memiliki tingkat aksesibilitas tinggi. sedangkan, masyarakat berpenghasilan rendah disediakan perumahan oleh pemerintah dalam bentuk rumah susun di perkotaan yang bisa dimiliki, namun mereka tidak memiliki kemampuan cukup untuk memiliki 492   comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 489-498 bahkan dengan cara mencicil. sehingga, terjadilah fenomena pengalihan penghunian di rumah susun, yaitu masyarakat berpenghasilan rendah memindahkan hak kepemilikannya atau hak pakainya kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. untuk mengendalikan terjadinya fenomena alih huni rumah susun yang dapat saja berlangsung terus menerus, maka perlu adanya studi dengan metode deskriptif mengenai penyediaan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, khususnya di jakarta, yang hasilnya dapat memberi gambaran atau masukan untuk dapat mengendalikan fenomena ini, sehingga percepatan penyediaan perumahan di jakarta khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dapat segera tercapai sesuai target sasaran. metode studi penyediaan perumahan publik atau rumah susun di jakarta dilakukan dengan metode deskriptif untuk mengidentifikasi dan mengetahui bagaimana penyediaan perumahan publik (rumah susun) di jakarta. studi dilakukan di rumah susun yang dapat mewakili lima wilayah dki jakarta. studi dilakukan dengan mempelajari data penyediaan rumah susun, dan data sekunder lainnya terkait penyediaan rusunami. pengumpulan data dilakukan dengan survey data primer dan data sekunder melalui observasi, wawancara dan studi literatur. hasil dari studi ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan perumahan di indonesia, khususnya perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang berada di perkotaan. hasil dan pembahasan jumlah penduduk dki jakarta berdasarkan hasil estimasi survei sosial ekonomi nasional (susenas) 2006, bahwa penduduk jakarta berjumlah 8,96 juta jiwa. dengan luas wilayah 661,52 km2 berarti kepadatan penduduknya mencapai 13,5 ribu jiwa/km2, sehingga menjadikan jakarta sebagai wilayah yang terpadat penduduknya di indonesia. menurut data biro pusat statistik, jumlah penduduk jakarta tahun 2010 adalah 9,61 juta jiwa. data tersebut menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk jakarta sebesar 0,65 juta jiwa dalam waktu empat tahun. menurut hasil telaah evers (1995), kalangan pekerja di jakarta sebagian besar berasal dari desa, dan mereka bukanlah kelas pekerja seperti yang ditemukan dalam suatu masyarakat industri. kaum miskin kota inilah yang bisa dibilang menjadi dominan di jakarta atau penghuni utama jakarta. karena penghasilan mereka relatif rendah, mereka memadati wilayah perkampungan di perkotaan, sehingga ciri utama kampung kota adalah padat dan kumuh. jakarta pada kenyataannya adalah sebuah kampung besar. kondisi dan perilaku masyarakatnya belum sepenuhnya bercirikan masyarakat kota, tetapi lebih mengacu pada semangat dan kebiasaan hidup orang-orang desa yang kebetulan tinggal di kota atau perkotaan. seperti terlihat pada tabel 1 dan tabel 2 mengamati bagaimana sebaran kaum pendatang beserta prosentasi jumlah penduduk di lima wilayah dki jakarta (wahyu, 2007). provision of public housing.… (nina nurdiani)   493  tabel 1 sebaran penduduk pendatang di dki jakarta wilayah prosentasi sebaran penduduk pendatang jakarta timur 41 % jakarta pusat 16 % jakarta barat 5 % jakarta utara 7 % jakarta selatan 30 % kepulauan seribu 1 % tabel 2 penduduk dki jakarta wilayah prosentasi jumlah penduduk jakarta timur 31 % jakarta pusat 10 % jakarta barat 23 % jakarta utara 16 % jakarta selatan 20 % kepulauan seribu 0 % tabel 3 tingkat pendidikan penduduk dki jakarta tingkat pendidikan prosentasi jumlah penduduk sekolah dasar 20,95 % sltp 19,58 % slta 35,23 % akademi / universitas 12,33 % lainnya (kursus,dll) 11.91 % tabel 4 tingkat pendapatan penduduk dki jakarta tingkat pendapatan jumlah pendapatan (rupiah) pendapatan rendah < 1.700.000 pendapatan menengah ke bawah 1.700.000 – 3.700.000 pendapatan menengah ke atas 3.700.000 – 5.700.000 pendapatan tinggi > 5.700.000 berdasarkan data dari biro pusat statistik dki jakarta tentang tingkat pendidikan masyarakat dan tingkat pendapatan masyarakat di dki jakarta, yang digambarkan pada tabel 3 dan tabel 4, dapat dilihat bahwa sebagian besar penduduk jakarta adalah masyarakat berpenghasilan rendah (mbr). tingkat pendidikan yang rendah umumnya cenderung memiliki tingkat pendapatan yang rendah. masyarakat inilah yang sebenarnya kurang memiliki kemampuan dalam memperoleh rumah atau hunian yang layak bagi kehidupan mereka. karena penanganan masalah perumahan dan masalah sosial-ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah akan dapat memperbaiki kondisi kota secara umum dan mengurangi kesenjangan sosial dalam masyarakat. (bps dki jakarta, 2008) pengalihan penghunian (displacement) pada rumah susun adalah perpindahan seseorang dari huniannya semula atau tindakan pengalihan hak kepemilikan perorangan pada rumah susun dari penghuni asal / lama kepada penghuni baru / pengguna. gambar-gambar dibawah ini memberikan 494   comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 489-498 gambaran bahwa fenomena pengalihan penghunian di rumah susun terjadi bervariasi pada lokasilokasi rumah susun yang berbeda, dan menunjukkan juga tingkat kehidupan sosial penghuni baru. pada gambar 1 terlihat jelas bahwa masyarakat menengah ke atas ikut meramaikan kepemilikan atau penghunian di rumah susun yang seharusnya disediakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. tanda-tandanya dapat ditunjukkan jelas dengan mulai banyaknya penggunaan air conditioning (ac) pada unit-unit hunian, banyaknya mobil yang diparkir menetap di rumah susun, bahkan sampai kendaraan mewah yang menempati fasilitas olah raga dan ruang bersama untuk parkir mobil. sehingga fasilitas warga rumah susun beralih fungsi. gambar 1 suasana di rumah susun klender – jakarta timur hasil survei rumah susun pasar jumat: (1) mayoritas (40,6%) penghuni rumah susun pasar jumat adalah berpendapatan menengah ke bawah. (rp.1.700.000 rp.3.700.000). (2) sekitar 65,6% penghuni berstatus penyewa rumah susun sedangkan sisanya (34,4%) berstatus bukan penyewa (pemilik). (3) penghuni rumah susun pasar jumat sebesar 62,5% tidak memiliki hunian lain. hasil studi kepemilikan rumah susun di kemayoran jakarta pusat mengungkapkan bahwa sekitar 60,1% penghuni asal yang merupakan masyarakat berpenghasilan rendah. mereka mengalihkan kepemilikannya kepada pendatang. pendatang merupakan masyarakat berpenghasilan tinggi, karena tingginya biaya tinggal di rusuna. hasil survei dan wawancara dengan ketua pengelola rumah susun bendungan hilir i (pprs bendungan hilir i): (1) mayoritas (38,1%) penghuni rumah susun saat ini adalah golongan pendapatan menengah atas (rp.3.700.000 rp.5.700.000). (2) sekitar 42,9% penghuni berstatus pemilik rumah susun sedangkan sisanya (57,1%) berstatus bukan pemilik (pengontrak/penyewa). (3) penghuni rumah susun bendungan hilir i sebesar 45,2% tidak memiliki hunian lain. hasil survei pada rumah susun karet tengsin: (1) mayoritas (50%) penghuni rumah susun saat ini adalah golongan pendapatan menengah bawah (rp.1.700.000-rp.3.700.000). (2) sekitar 63,2% penghuni berstatus pemilik rumah susun sedangkan sisanya (36,8%) berstatus bukan pemilik (pengontrak/penyewa). (3) penghuni rumah susun karet tengsin sebesar 71,1% tidak memiliki hunian lain. penentuan lokasi yang tepat bagi rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah, sangat menentukan keberhasilan pencapaian sasaran penghunian rumah susun. karena masyarakat berpenghasilan rendah dengan tingkat kemampuan ekonomi terbatas umumnya cenderung menempati lokasi-lokasi pemukiman kampung kota yang dekat dengan tempat kerja mereka yang umumnya bergerak di sektor informal, melayani dan memberi jasa kepada masyarakat yang tingkat perekonomiannya lebih tinggi. provision of public housing.… (nina nurdiani)   495  di indonesia, khususnya jakarta, kegiatan ekonomi yang terdiri dari sektor formal dan informal akan terus ada dan saling membutuhkan. lokasi kegiatan sektor formal seperti perkantoran, pemerintahan, perdagangan, jasa komersial dan lain sebagainya berada di pusat-pusat kota di lokasilokasi strategis. pekerja-pekerja sektor ini adalah masyarakat dengan tingkat pendidikan yang tinggi dan tingkat pendapatan menengah ke atas. sedangkan kegiatan sektor informal tidak lepas dari keberadaan sektor formal. lokasi sektor informal selalu mendekati dan melayani kebutuhan masyarakat sektor informal dengan kegiatan seperti pedagang kaki lima, dan lain sebagainya yang umumnya mereka adalah masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah dan tingkat pendapatan rendah. tentunya kedua pihak membutuhkan hunian yang dekat dengan tempat kerja mereka dan terjangkau dengan kondisi keuangan mereka baik dengan menyewa hunian ataupun membeli hunian di perkotaan. pemenuhan kebutuhan perumahan perkotaan ini terkait efisiensi waktu dan biaya serta produktivitas dan tenaga. efisiensi tersebut berguna untuk menjalankan kegiatan perekonomian demi meningkatkan kesejahteraan dan tingkat taraf hidup mereka. pada tabel 5, dari hasil survei pendahuluan terhadap lokasi rumah susun, ditemukan bahwa lokasi-lokasi yang mengalami proses pengalihan penghunian pada rumah susun di jakarta lebih banyak terjadi di pusat kota, di dekat lokasi perkantoran, industri, perdagangan dan jasa, atau lokasi yang memiliki kemudahan dalam mendapatkan aksesibilitas angkutan umum yang murah dan banyak trayeknya. tentu perlu juga diperhatikan bahwa lokasi-lokasi strategis ini memiliki harga tanah yang sangat mahal. oleh karena itu, solusi yang baik diperlukan untuk dapat menyediakan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah, menengah, dan tinggi. adanya proses simbiosis mutualisme antara sektor formal dan informal yang dijelaskan di atas, dapat memberikan pertimbangan pemikiran bagi penyediaan perumahan di perkotaan. tabel 5 presentasi pengalihan penghunian pada rumah susun dan lokasi rumah susun pengalihan penghunian (%) tingkat pendapatan penghuni baru pemilik rusun (%) penyewa rusun (%) tidak memiliki hunian lain lokasi aksesibilitas pasar jumat 59,4 menengah ke atas 34,4 65,6 62,5 jakarta selatan tinggi kemayoran 60,1 tinggi jakarta pusat tinggi bendungan hilir i 38,1 menengah ke atas 42,9 57,1 45,2 jakarta pusat sedang karet tengsin 50 menengah ke atas 63,2 36,8 71,1 jakarta pusat tinggi dari tabel di atas terlihat jelas saat ini telah terjadi pengalihan penghunian pada lokasi survei rata-rata 50% ke atas. mayoritas penghuni baru juga rata-rata masyarakat menengah ke atas. pada lokasi-lokasi strategis dekat pusat kota dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi, ada keinginan dari penghuni baru untuk cenderung memiliki rusun. rata-rata, umumnya mereka tidak memiliki hunian di tempat lain. pada pengembangan rumah susun yang selanjutnya, karakteristik masyarakat penghuni rumah susun perlu kiranya dipertimbangkan, yang tentunya memiliki karakteristik yang berbeda. khususnya karakter penghuni lama dan penghuni baru di rumah susun yang saat ini masih dalam kajian yang lebih lanjut. diharapkan nanti hasilnya dapat menjadi masukan bagi pengembangan rusun selanjutnya dan mengurangi bahkan dapat menghindari terjadinya pengalihan penghunian rumah susun di perkotaan, yang dapat merugikan masyarakat berpenghasilan rendah dan menghambat pencapaian pemenuhan kebutuhan rumah di perkotaan bagi semua lapisan masyarakat. 496   comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 489-498 penyediaan perumahan bagi masyarakat di dki jakarta sampai saat ini berdasarkan data dari bps dki jakarta yang bersumber dari dinas perumahan dki jakarta yang digambarkan pada tabel 6, menunjukkan bahwa penyediaan perumahan di jakarta lebih banyak difokuskan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. ini dapat dilihat dari besarnya jumlah pengembangan real estate di wilayah jakarta barat dan jakarta utara, dan pengembangan apartemen atau kondominium di wilayah jakarta selatan dan jakarta pusat. tabel 6 banyaknya rumah susun, real estate, apartemen/kondominium di jakarta kotamadya rumah susun real estate apartemen / kondominium lokasi unit lokasi unit lokasi unit jakarta selatan 3 520 18 14.773 55 21.343 jakarta timur 13 5.021 19 6.183 4 3.679 jakarta pusat 10 7.278 40 28.149 jakarta barat 5 3.932 31 45.217 14 6.317 jakarta utara 9 5.147 27 38.131 12 12.006 jumlah 40 21.898 95 104.304 125 71.494 sedangkan penyediaan rumah susun yang direncanakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah jumlahnya belum sesuai bila dibandingkan dengan kebutuhan perumahan bagi mereka sebagai masyarakat pendatang yang dominan menjadi sebagian besar penduduk dki jakarta. pengembangan rumah susun khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah juga belum terprogram dengan jelas menempati yang mana. mereka mampu membeli rumah di real estate, tapi lokasinya jauh dari pusat kota jakarta. sehingga masyarakat menengah ini yang penghasilannya lumayan besar namun tidak mampu untuk membeli atau menyewa apartemen dan kondominium, mengambil alih sasaran penghunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui proses jual beli rumah susun dari penghuni lama kepada penghuni baru. lokasi rumah susun saat ini masih terbatas jumlahnya, meskipun jumlah rusun sudah mengikuti pola sebaran penduduk pendatang di lima wilayah dki jakarta. ketidakmampuan masyarakat berpenghasilan rendah membayar sewa, mencicil biaya sewa-beli, ataupun menyediakan dana untuk operasional dan pemeliharaan di rumah susun menyebabkan penghuni lama mengalihkan hak penghuniannya. namun pengalihan penghunian tidak terjadi di semua lokasi rusun. penghuni baru cenderung memilih dalam menentukan rumah susun yang akan mereka beli atau sewa. strategi penerapan kebijaksanaan pengadaan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mengurangi terjadinya peralihan penghunian pada rumah susun adalah dengan melakukan usaha-usaha sebagai berikut: (1) melakukan kontrol yang ketat terhadap pemindahtanganan hak penghunian pada rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (2) memberikan subsidi pembangunan dan pemeliharaan pada pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (3) perlu adanya strategi sistem penghunian pada rumah susun untuk masyarakat kaum pendatang berpenghasilan rendah di perkotaan, yang tidak menetap di jakarta sepanjang hidupnya. (4) membangun rumah susun bagi golongan masyarakat ekonomi menengah di pusat kota bekerja sama dengan swasta, sehingga menghindari terjadinya pengalihan penghunian rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (5) membuat kebijaksanaan yang mengatur pengalihan hak kepemilikan rumah susun dalam jangka waktu tertentu. (6) melakukan seleksi penghunian yang ketat pada awal penghunian rumah susun. (7) melakukan penyuluhan dan sosialisasi cara berhuni di rumah susun kepada penghuni. (8) mencari strategi pengelolaan rumah susun sehingga biayanya dapat terjangkau penghuni yang pendapatannya rendah. pembangunan penyediaan perumahan oleh pemerintah harus tetap berpihak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. karena merekalah yang perlu mendapat bantuan baik dari masyarakat maupun pemerintah. provision of public housing.… (nina nurdiani)   497  simpulan fenomena pengalihan penghunian pada rumah susun di jakarta terjadi cukup besar persentasinya (rata-rata lebih dari 50%), terutama pada rumah susun yang terletak di lokasi-lokasi strategis dekat perkantoran, perdagangan, dan jasa komersial. fenomena pengalihan penghunian ini harus dikendalikan, karena dapat menghambat pencapaian tujuan pemerintah untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan. perlu adanya strategi/kebijaksanaan pengadaan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mengurangi terjadinya peralihan penghunian pada rumah susun. pembangunan penyediaan perumahan oleh pemerintah harus tetap berpihak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. keberhasilan percepatan pembangunan perumahan, khususnya rumah susun di perkotaan perlu memperhatikan banyak faktor, baik ekonomi, sosial-budaya, kebijakan, proses berhuni masyarakat di rumah susun, lokasi rusun, tempat bekerja mereka, dan aksesibilitas. tentunya penyuluhan dan sosialisasi tinggal di rumah susun masih perlu digalakkan demi tercapainya pengertian dan pemahaman dari masyarakat untuk harus dapat menyesuaikan tinggal di keterbatasan ruang di lingkungan perkotaan untuk menciptakan kehidupan dan lingkungan yang lebih baik. hasil studi juga menunjukkan bahwa penambahan jumlah unit hunian rusunami masih belum dapat menutup kebutuhan hunian di jakarta bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. penghuni rumah susun umumnya adalah keluarga yang berpenghasilan menengah. kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan unit hunian rusunami di jakarta masih kurang dan belum memenuhi kriteria penghuni sesuai target sasaran. daftar pustaka biro pusat statistik (2012), jakarta dalam angka 2012, bps dki jakarta, jakarta. biro pusat statistik (2008), jakarta dalam angka 2007, bps dki jakarta, jakarta. evers, h.-d. (1995), “produksi subsistensi dan ‘massa apung’ jakarta”. sosiologi perkotaan: urbanisasi dan sengketa tanah di indonesia dan malaysia, cetakan keempat, jakarta: pt. pustaka lp3es indonesia. keputusan gubernur kepala daerah khusus ibukota jakarta nomor 942 tahun 1991 tentang peraturan pelaksanaan rumah susun di daerah khusus ibukota jakarta. kim, t.k., horner m.w., & marans, r.w. (2005), life cycle and environmental factors in selecting residential and job locations. housing studies, 20(3), 457 – 473. surat keputusan menteri negara perumahan rakyat. (1995). lampiran ii surat keputusan menteri negara perumahan rakyat nomor 04/kpts/1995 tanggal 11 april 1995. kementerian negara perumahan rakyat. jakarta. peraturan menteri negara perumahan rakyat. (2007). peraturan menteri negara perumahan rakya nomor: 7/permen/m/2007 tentang pengadaan perumahan dan permukiman dengan dukungan fasilitas subsidi perumahan melalui kpr sarusun bersubsidi. kementerian negara perumahan rakyat. jakarta. 498   comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 489-498 republik indonesia. (1986). undang-undang republik indonesia nomor 16 tahun 1985 tentang rumah susun. sekretariat negara. jakarta. republik indonesia. (2011). undang-undang republik indonesia nomor 20 tahun 2011 tentang rumah susun. lembaran negara republik indonesia tahun 2011 nomor 108. sekretariat negara. jakarta. wahyu, y. (2007), “potret urbanisasi jakarta”, kompas, 17 november 2007, jakarta: gramedia press. microsoft word 02_si_cadelina cassandra_pengembangan model sistem-hs.doc pengembangan model.… (cadelina cassandra) 173  pengembangan model sistem informasi aplikasi helpdesk online pt. mustika memadata cadelina cassandra1 1information systems department, school of information systems, binus university jl.kh.syahdan no.9 kemanggisan palmerah jakarta indonesia ccassandra@binus.edu abstract the advanced technology and the support of global internet makes it possible to create a system that can support the company or institution effectiveness in providing satisfaction for customers and to fulfill the customer’s needs and requirements. due to the most important task for the company is to provide a good quality service for the customer, online helpdesk support system also develop quickly nowadays for the reason above. pt. mustika memadata is one of the private service company located in jakarta that has the increase of customer and the limit of human resource. this situation makes the company difficult in monitoring complaints from customer. this paper described the model of proposed helpdesk system to solve the problem. the methodology used in this paper are data collection through study literature review, interview session, direct observation, as well as analysis and design method using ooad (object oriented analysis and design) approach using uml diagram such as activity diagram, use case diagram and domain model class diagram. the result is the model design of helpdesk online system that can be used for the company in solving customers’ complaint. keywords: helpdesk, ooad, activity diagram, use case diagram, domain model class diagram abstrak perkembangan teknologi dan dukungan internet yang global saat ini memungkinkan penciptaan sistem yang mendukung efektifitas organisasi atau institusi untuk peningkatan kepuasan pelanggan dan memenuhi kebutuhan pelanggan. tugas utama yang paling penting bagi perusahaan adalah memberikan pelayanan kualitas terbaik kepada pelanggan, sistem helpdesk online saat ini dikembangkan untuk alasan di atas. pt. mustika memadata merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan jasa yang berlokasi di jakarta, yang memiliki pelanggan yang semakin bertambah dan keterbatasan sdm. hal ini menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan dalam menangani keluhan. makalah ini akan membahas pemodelan sistem helpdesk untuk usulan perusahaan dalam menangani masalah. metodologi yang digunakan pada makalah ini adalah pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara, pengamatan, dan pendekatan analisis dan perancangan menggunakan ooad (object oriented analysis and design) dengan memanfaatkan uml diagram seperti activity diagram, use case diagram dan domain model class diagram. hasilnya adalah perancangan model helpdesk online yang dapat digunakan perusahaan untuk memecahkan permasalahan keluhan pelanggan. kata kunci: helpdesk, ooad, activity diagram, use case diagram, domain model class diagram 174 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 173-184 pendahuluan pelayanan kepada pelanggan merupakan salah satu tugas terpenting bagi perusahaan. pelayanan kepada pelanggan diberikan untuk menjawab pertanyaan dan menerima keluhan. pelayanan ini dilakukan oleh satu atau dua orang customer service. perkembangan informasi yang terjadi seperti saat ini menuntut customer service untuk memiliki seluruh pengetahuan operasional dan penanganan keluhan kepada seluruh pelanggan. hal tersebut bukan hal yang mudah, sehingga untuk mempertahankan kepuasan pelanggan perusahaan memanfaatkan sistem helpdesk untuk membantu dalam pemecahan masalah dan keluhan. helpdesk merupakan bantuan informasi yang menangani permasalahan atau troubleshooting. fasilitas helpdesk banyak digunakan oleh perusahaan atau instansi untuk memberikan solusi secara cepat dan memberikan kemudahan bagi pelanggan atau internal perusahaan. sebuah penelitian yang dilakukan oleh wang (2010) menyatakan bahwa 70% pelanggan merasa tidak puas bukan pada produk atau jasa yang disediakan, melainkan pelayanan yang diberikan perusahaan. helpdesk sangat dibutuhkan bagi perusahaan meskipun secara keseluruhan pelayanan keluhan pelanggan belum begitu diperhatikan. pengembangan sistem helpdesk pun saat ini telah banyak diadopsi oleh perusahaanperusahaan, seperti yang dilakukan oleh wang (2010) yang merancang sistem helpdesk online yang diberi nama ihelp untuk mendefinisikan masalah yang sering muncul sehingga penanganan terhadap masalah dengan lebih cepat. hal yang sama juga dilakukan oleh songsangyos, niyomkha, dan tumthong (2012) yang merancang sistem helpdesk menggunakan expert system. menurut wooten [2] ”helpdesk is a formal organization that provides support function to users of the companies product, services, or technology”. dapat disimpulkan bahwa helpdesk dibutuhkan oleh perusahaan untuk mendukung fungsi-fungsi perusahaan. helpdesk adalah lapisan pertama yang harus dihubungi oleh end user bila mereka mendapat masalah. helpdesk disebut juga sebagai koordinator dalam penanganan masalah. jika ada masalah dari pelanggan, maka helpdesk akan berusaha untuk menanganinya dan jika gagal maka akan dihubungkan ke pihak yang lebih senior. secara umum, keuntungan yang diharapkan dari sebuah aplikasi helpdesk antara lain: (1) memberikan solusi atas pertanyaan-pertanyaan dalam kurun waktu singkat. (2) memeriksa permasalahan yang ada dan mengatur pembagian tugas kepada para staff. (3) meningkatkan efisiensi perusahaan dalam menangani pertanuaan dan keluhan yang datang dari pelanggan. (4) memberi laporan seputar perkembangan kinerja para staff dan pimpinan perusahaan. (5) menangani pertanyaan dan keluhan yang sejenis dengan lebih cepat karena pertanyaan dan keluhan dicatat. pada penulisan ini, penulis melakukan observasi ke perusahaan pt. mustika memadata. pt mustika memadata adalah perusahaan yang menawarkan jasa untuk pemasangan internet dan telepon untuk para tenant di thamrin residence. proses bisnis pt. mustika memadata belum terkomputerisasi dan masih dilakukan dengan pencatatan manual dengan bantuan microsoft excel. sebagai perusahaan berkembang dengan jumlah pelanggan yang semakin bertambah, pt mustika memadata ingin memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan termasuk dalam penanganan masalah keluhan. keluhan dari pelanggan disampaikan secara lisan ke kantor dan bagian helpdesk akan meminta bantuan teknisi untuk memperbaiki, setelah itu teknisi kembali melaporkan kepada bagian helpdesk jika pekerjaan telah diselesaikan, dan dengan banyaknya keluhan dan pencatatan secara manual, perusahaan mengalami kesulitan dalam memonitoring keluhan dan pencatatan keluhan. penggunaan fasilitas helpdesk online atau web based helpdesk application akan membantu pelanggan dalam menyampaikan keluhan dan dapat menjadi wadah yang dapat menampung pertanyaan pengguna dan pengguna juga dapat lebih mandiri dengan mencari solusi dan pemecahan masalah menjadi lebih cepat. pengembangan model.… (cadelina cassandra) 175  tujuan dari penelitian ini adalah merancang pemodelan aplikasi helpdesk online yang ditujukan untuk menangani masalah monitoring keluhan pelanggan oleh pt. mustika memadata. hasil yang ingin dicapai adalah merancang sebuah aplikasi helpdesk yang tepat guna untuk mengatasi permasalahan perusahaan. metode metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah: metode pengumpulan data dengan datang langsung melakukan survei ke perusahaan dan melakukan wawancara dengan pihak terkait. pertanyaan wawancara seputar proses bisnis berjalan, pihak yang dilibatkan dalam wawancara adalah staf administrasi yang menangani pendaftaran kontrak pelanggan dan penyampaian keluhan dan pemilik perusahaan yang biasa mengontrol jalannya proses bisnis perusahaan, proses penanganan masalah dan pencatatan laporan keluhan pelanggan ke perusahaan. metode yang digunakan yaitu metode analisa sistem berjalan dan metode perancangan rekomendasi system. metode analisa sistem berjalan yaitu mengidentifikasi proses bisnis yang sedang berjalan di perusahaan saat ini dalam activity diagram dan mengidentifikasi serta menganalisis permasalahan yang terjadi untuk kemudian membuatkan solusi yang bisa diterapkan untuk pemecahan masalah tersebut. metode perancangan rekomendasi sistem yaitu mengacu kepada object oriented analysis and design (ooad) yang dikembangkan oleh satzinger, jackson, dan burd tahun 2005 dengan memanfaatkan uml diagram seperti usecase diagram, domain class diagram, dan rancangan tatap muka aplikasi helpdesk. hasil dan pembahasan analisis sistem berjalan untuk mendapatkan informasi mengenai proses bisnis berjalan dan menemukan permasalahan yang terjadi pada pt. mustika memadata, penulis melakukan wawancara terhadap manager perusahaan dan mendokumentasikan proses bisnis perusahaan dari awal hingga persiapan pelaporan terhadap layanan jasa yang digunakan oleh customer. proses bisnis dimulai dari pendaftaran pelanggan, pemilihan kontrak layanan yang diinginkan dan proses instalasi selesai. setelah proses instalasi selesai, customer service melayani layanan perubahan kontrak pelanggan yang ingin berpindah layanan, cuti layanan, atau berhenti dari layanan. selain itu, customer service juga melayani keluhan pelanggan dan menjawab setiap pertanyaan pelanggan secara manual atau melalui telepon. apabila keluhan atau permasalahan pelanggan cukup serius, maka customer service akan meminta teknisi untuk mengecek kerusakan. proses bisnis didokumentasikan dalam bentuk activity diagram berikut ini: 176 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 173-184 act activ ity customertechniciancustomerserv ice createcustomer createserv iceregis installationprocess serv icepropose serv ingcustomer createupdateserv icecreatebreak createresign serv ingcomplaint&question createreport [needt echnician?] createmaintenanceform answ erthequestion fix problem fulfillmaintenanceform [yes] [no] gambar 1 activity diagram proses bisnis berjalan selanjutnya untuk mengidentifikasi permasalahan yang sering muncul dalam proses bisnis perusahaan, wawancara dilakukan dan hasil wawancara menunjukkan bahwa permasalahan dominan yang sering timbul di pt. mustika memadata adalah seperti dalam tabel 1 di bawah ini. pengembangan model.… (cadelina cassandra) 177  tabel 1 permasalahan dan solusi permasalahan solusi 1. keluhan dari semua pelanggan sering kali tidak tercatat karena jumlah keluhan yang masuk sangat banyak. keluhan yang tidak tercatat akhirnya dapat membuat kurangnya kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. untuk menyampaikan keluhan, pelanggan dapat login ke website dan mengirimkan keluhan secara langsung dan mendapatkan respon lebih cepat dari staf administrasi yang online dibandingkan datang langsung ke kantor atau telepon. 2. staf administrasi harus melayani pertanyaanpertanyaan dari semua pelanggan via telepon atau yang datang langsung ke kantor. pertanyaan dapat disubmit lewat web atau pelanggan dapat mengunjungi menu frequently ask questions yang ada di website helpdesk untuk melihat pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul agar lebih cepat mendapatkan jawaban. faq diharapkan akan selalu up to date. 3. tidak ada informasi ke pelanggan tentang keluhan apakah sudah diproses, sedang diproses, atau sudah diproses sehingga membuat pelanggan menambah keluhankeluhan baru dan terus bertanya keluhan yang masuk akan langsung sampai ke staf administrasi yang online dan segera disampaikan ke teknisi. staf administrasi juga akan memberikan konfirmasi ke keluhan pelanggan yang di-submit, pelanggan dapat melihat keluhan mana saja yang sudah diproses atau belum di akun website helpdesk nya. 4. tidak ada monitoring terhadap keluhan dan laporan yang diberikan ke manajer sering tidak akurat dan terlambat. pencatatan dan rangkuman laporan akan lebih akurat karena data keluhan dan pelanggan terintegrasi dan tersimpan di dalam database sehingga keluhan akan mudah untuk dimonitoring. 5. tidak semua keluhan dapat ditangani karena pencatatan masih manual dan tidak ada pemberitahuan kepada pelanggan keluhan akan sampai langsung secara online dan proses lebih cepat dan mudah bagi pelanggan, staf administrasi juga tidak perlu mencatat keluhan satu per satu sehingga proses keluhan sampai solusi keluhan akan lebih cepat dilakukan. selain itu untuk keluhan yang telah diperbaiki maka staf administrasi akan segera meminta konfirmasi dari pelanggan jika perbaikan yang dilakukan sudah sesuai dengan yang diharapkan berdasarkan masalah dan solusi yang telah dijabarkan di atas, maka penulis melakukan rancangan proses bisnis rekomendasi yang disesuaikan untuk membangun sistem helpdesk online. perbedaan yang mendasar untuk mengatasi permasalahan adalah pelanggan dapat memanfaatkan website helpdesk yang disediakan untuk mengajukan keluhan, pertanyaan, atau melakukan request perubahan layanan, cuti, atau berhenti dari layanan melalui website tanpa harus datang langsung atau menelpon kepada customer service terlebih lagi jika pelanggan berjumlah sangat banyak. customer service hanya perlu mengecek dan melakukan monitoring atas semua request dan dapat melakukan pemrosesan keluhan dan layanan menjadi lebih cepat terutama untuk menjawab pertanyaan. dengan online, pelanggan dapat melakukan self service terhadap semua layanan yang diinginkan dan lebih menghemat waktu dibandingkan dengan pencatatan seluruh proses secara manual oleh customer service saja. pada gambar berikut adalah proses bisnis rekomendasi jika menggunakan helpdesk online. 178 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 173-184 act activ ityafter pelangganteknisiadmin mendaftarkanpelanggan memberikanusername&pass membuatserv iceregis melakukanpemasangan loginhelpdeskweb v iew faq submitpertanyaan replypertanyaan mengaj ukanlayanan createbreak createupdatesrv ice createresign mengaj ukankeluhan createmaintenanceform memperbaikikerusakan melengkapiform memintakonfirmasiperbaikan memberikankonfirmasi menerimaupdateserv ice membuatlaporankeluhan gambar 2 activity diagram proses bisnis rekomendasi pengembangan model.… (cadelina cassandra) 179  rancangan use case diagram selanjutnya dalam perancangan sistem, dibuat use case diagram untuk mendefinisikan bagaimana peran aktor yang secara langsung berhubungan dengan sistem dan apa saja yang dapat dilakukan aktor dalam sistem tersebut, dengan use case diagram juga membantu dalam mengidentifikasi functional requirement yang dibutuhkan untuk membuat sistem. menurut satzinger (2005), use case diagram adalah diagram yang menunjukkan berbagai peran user dan cara user berinteraksi dengan sistem. aktor adalah orang yang berperan dan yang berhubungan langsung dengan sistem. terdapat dua aktor dalam aplikasi helpdesk berbasis web ini yaitu pelanggan (customer) dan staf administrasi. berikut adalah rancangan use case diagram untuk helpdesk berbasis web: uc usecase information system helpdesk pt . mustika memadata admin customer createcustomer createserv iceregistration answ erquestion createmaintenanceform acceptupdateserv ice createcomplaintreport loginwebhelpdesk v iew faq createquestion createbreakserv ice createchangeserv ice createresign createcomplaint gambar 3 use case diagram domain class diagram menurut satzinger (2005), domain class diagram adalah diagram yang menggambarkan objek class dari sistem. diagram ini menggambarkan pekerjaan yang dilakukan user di dalam sistem. domain class diagram perlu digunakan untuk mendefinisikan objek yang disimpan dalam sistem dan dapat dijadikan acuan untuk pembuatan database. berikut adalah domain class diagram yang digunakan untuk merancang aplikasi helpdesk berbasis web: 180 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 173-184 class domain customer customerid customername dateofbirth ic_number phonenumber customeremai l customeraddress customerpassword serv iceregistration servi ceregno dateofregi stration description serv iceregdetail serviceregno serviceid serviceregstatus date serv ice serviceid servicepri ce packaget ype servicedescription servicestatus complaint complai ntid dateofcompl aint complai ntt i me complai ntstatus complaintdetail t ypeofcompl aint descri ption maintenanceform mai ntenanceid dateofmaintenance receivedt i me t i mestart t i mefi nish breakdatestart breakdatefini sh descri pti on techician t echnicianid t echnicianname t echnicianaddress t echnicianphoneno 11..* 1 1 1..*1 1 1..* 1..* 1 1..*11 1..* gambar 4 domain class diagram rancangan user interface gambar 5 user interface login pengembangan model.… (cadelina cassandra) 181  halaman login adalah halaman yang muncul saat pertama kali user masuk ke web helpdesk. user telah mendapatkan username dan password default dari staf administrasi saat penandatanganan kontrak service. user hanya harus mengisi username dan password lalu klik tombol login, setelah itu user akan masuk ke halaman home pada website helpdesk. gambar 6 user interface home halaman home user akan menampilkan semua menu yang ada di website helpdesk, terdapat slider untuk menampilkan berita atau promosi service terbaru serta informasi menarik lainnya. di bagian bawah terdapat shortcut untuk update service. gambar 7 user interface complaint 182 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 173-184 pada halaman complaint, nama dari user akan langsung muncul otomatis, user diminta untuk mengisi unit number, tipe service yang ingin dikeluhkan dan deksripsi keluhan yang ingin dikatakan setelah itu klik tombol add dan keluhan akan masuk ke tabel sebagai daftar keluhan dan user dapat menyimpan keluhan lebih dari satu untuk service yang berbeda. user juga dapat meng-update atau menghapus daftar keluhan sebelum di klik tombol save all yang akan langsung masuk ke staf administrasi. jika keluhan sudah di save all, maka secara otomatis akan masuk ke dalam web staf administrasi untuk segera di proses dan user juga dapat melihat history keluhan dalam menu history dan juga bisa dikonfirmasi jika keluhan sudah dilaksanakan atau belum. gambar 8 user interface break service pada halaman break service, pelanggan diminta untuk mengisi unit no, jenis service yang akan di break, tanggal break dan tanggal service kembali ingin diaktifkan kembali. setelah di add, daftar break akan masuk ke dalam tabel dan user dapat mengajukan break lebih dari satu untuk masing-masing service. user juga memiliki kesempatan untuk update dan menghapus break sebelum di submit ke staf administrasi, jika user telah mengklik tombol save all maka data pengajuan break akan langsung terkirim ke staf administrasi untuk diproses selanjutnya dan user juga dapat melihat history update service yang pernah dilakukan di menu history. pengembangan model.… (cadelina cassandra) 183  gambar 9 user interface history pada halaman history, akan ditampilkan semua keluhan dan update service yang pernah dilakukan oleh user sebelumnya. untuk daftar update service atau complaint yang sudah diterima akan diberi warna kuning oleh staf administrasi dan dapat dilihat juga oleh user ketika membuka history, dan jika sudah selesai dilaksanakan akan diberi warna hijau. jika complaint sudah berwarna hijau, maka user diminta untuk mengirimkan konfirmasi dengan klik tombol send sebagai tanda bahwa user telah merasakan bahwa keluhannya telah ditangani. gambar 10 user interface contact us 184 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 173-184 halaman contact us adalah halaman yang digunakan oleh user untuk mengirimkan pertanyaan ke staf administrasi. user tinggal mengisi unit no, e-mail, dan pertanyaan, setelah itu langsung klik tombol submit. pertanyaan akan sampai ke staf administrasi dan jawaban dari staf administrasi akan dikirimkan segera ke e-mail user. simpulan penanganan masalah dalam hal penyampaian keluhan pelanggan dapat diselesaikan dengan aplikasi helpdesk online yang dibangun. aplikasi helpdesk online dibangun dengan menganalisis proses bisnis terlebih dahulu yang digambarkan dengan activity diagram, mendefinisikan hubungan antar aktor dengan sistem dalam use case diagram, mendefinisikan objek yang penting dalam domain class diagram, mengidentifikasi permasalahan dan mencari pemecahan solusinya, dan desain model dari aplikasi helpdesk dirancang tampilan tatap muka yang dapat dikembangkan sebagai aplikasi helpdesk untuk pt. mustika memadata. solusi dengan menggunakan helpdesk online juga dapat digunakan oleh perusahaan skala menengah yang memiliki permasalahan serupa. untuk pengembangan sistem yang lebih lengkap selanjutnya, dapat dilanjutkan hingga tahap implementasi untuk aplikasi helpdesk dan dapat digabungkan dengan beberapa bagian lainnya selain daripada helpdesk dan saling terintegrasi untuk penerapan sistem informasi secara keseluruhan. daftar pustaka satzinger, j. w., jackson, r. b., burd, s. d. (2005). object oriented analysis and design with the unified process. cengage learning. songsangyos, p., niyomkha, w., tumthong, s. (2012). helpdesk expert. international journal of arts & sciences: 137-143. wang, d., li, t., zhu, s., gong, y. (2010). ihelp: an intelligent online helpdesk system. ieee transactions on system, man, and cybernetics—part b: cybernetics . wooten, g. w. (2001). building & managing a world class it help desk. mcgraw-hill microsoft word 09_td_khristian_pt tira austenite-hs.doc   248 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 248-258  pt. tira austenite, tbk dan analisis kinerja perusahaan ekspedisi dalam perspektif supply chain dan metode analytic network process (anp) khristian edi nugroho soebandrija1; rizal herjiwandono kartowisastro2 1, 2 industrial engineering department, faculty of engineering, binus university jl. kh. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat, indonesia 1knugroho@binus.edu abstract pt. tira austenite, tbk (ptatbk) and other companies in the field of supply chain require coordination pertaining cross functional and cross collaboration. the mentioned collaboration is required especially for expedition company. the performance analysis of expedition company, including ptatbk is needed to face the global competition. company contribution generally, and in particular for empirical study toward ptatbk can lead to the problem solving and performance improvement, which covers selecting optimal expedition company and efficient time to dispatch product from existing route to be integrated into the core essence of this research pertaining ptatbk. the mentioned research refers to empirical study dan managerial implications through books and journals as reference in the research methodology. the focus of this research methodology is the analytic network process (anp); criteria of price and service; and other important criteria that support the performance analysis within ptatbk. software arena simulation plays vital role in this research that has the conclusion and recommendation toward problem solving and performance improvement that are translated into benefits versus risks and its form of % and the currency of idr and/or usd. keywords: performance analysis, analytic network process, supply chain, expedition company abstrak pt. tira austenite, tbk (ptatbk) dan perusahan yang bergerak dalam bidang supply chain, sangat memerlukan koordinasi yang berkaitan dengan cross functional dan cross collaboration, termasuk dengan perusahaan ekspedisi. analisis kinerja perusahaan ekspedisi tersebut sangat diperlukan dalam kinerja keseluruhan dari ptatbk, terutama sebagai bagian dari kinerja ekselen dari perusahaan sebagai unit analisis dalam menghadapi persaingan global. kontribusi perusahaan, secara umum dan secara khusus empirical study terhadap ptatbk tersebut dapat secara spesifik mengatasi masalah maupun melakukan peningkatan kinerja, serta mengacu pada perumusan masalah terkait pemilihan perusahaan ekspedisi yang optimal dan penentuan waktu yang efisien untuk pengiriman produk dari rute yang ada tersebut menjadi satu kesatuan untuk memahami esensi dari penelitian ptatbk ini. empirical study dan managerial implications secara bersamaan dalam penelitian ini terkait beberapa referensi baik dari buku maupun jurnal yang juga menjadi acuan dalam metodologi penelitian. fokus dari metode dari penelitian ini adalah analytic network process, dalam kriteria harga dan servis serta kriteria penting lainnya yang mendukung dalam analisis kinerja yang dibutuhkan. software arena simulation juga berperan dalam penelitian ini yang menyimpulkan dan menyarankan penyelesaian masalah dan peningkatan kinerja yang dijabarkan sebagai benefits versus risks yang ada serta kontribusi dalam bentuk % serta mata uang idr maupun usd. kata kunci: analisis kinerja, analytic network process, supply chain, perusahaan ekspedisi   pt. tira austenite… (khristian edi nugroho soebandrija; rizal herjiwandono kartowisastro) 249  pendahuluan penelitian ini membahas pt. tira austenite tbk (ptatbk) sebagai perusahaan retailer baja yang berlokasi di kawasan industri pulo gadung. adapun profil perusahaan ini adalah perusahaan tidak hanya menjual produk baja saja, tetapi juga menjual produk kawat las dan perunggu dari cabang perusahaannya, yaitu pt alpha austenite yang terletak di cileungsi, jawa barat. ptatbk menerapkan dua sistem yaitu impor produk baja dan produksi produk kawat las. setelah melakukan impor baja, maka perusahaan menjual lagi kepada konsumen dengan memakai nama perusahaan. sistem tersebut membutuhkan service quality dan cost saving performance (elia et. al., 2014). proses kerja yang dilakukan oleh ptatbk adalah pertama, perusahaan melakukan penawaran produk kepada konsumen, kedua, perusahaan mendapatkan pesanan produk dari konsumen melalui departemen pemasaran, berdasarkan spesifikasi yang ada. spesifikasi yang dimaksud adalah produk baja yang diproduksi lagi sesuai dengan permintaan konsumen, seperti proses cutting sesuai dengan ukuran yang diminta, dan lain sebagainya. setelah proses produksi selesai, departemen logistik (khususnya bagian distribusi) mengirim produk ke konsumen. dalam melakukan proses impor, perusahaan tidak selalu menerapkan sistem make to order atau memproduksi sesuai dengan pesanan, tetapi juga mengimpor jumlah barang untuk persediaan cadangan guna mengatasi whiplash effect. di perusahaan tersebut terdapat beberapa departemen untuk melakukan perdagangan, salah satunya departemen logistik. departemen ini bertugas untuk mengatur perencanaan produksi, melakukan pengadaan bahan baku dan mendistribusikan produk-produk ke pelanggan yang berada di kota-kota besar di seluruh indonesia. apabila ada permintaan yang kantor pusat tidak bisa penuhi dahulu, pesanan tersebut dikontak ke kantor cabang, misalnya permintaan kawat las. setelah kawat las di produksi, armada dari kantor pusat pergi ke cabang untuk mengambil kawat las tersebut kemudian baru dikirim ke konsumen. pt tira austenite tbk mempunyai cabang di cileungsi, medan, padang, pekanbaru, palembang, jambi, lampung, bandung, surabaya, makassar, pekanbaru, cilegon, dan balikpapan. perusahaan ini mempunyai beberapa armada transportasi yang digunakan untuk mendistribusikan produk-produk pesanan ke cabang-cabang yang berada di jawa barat. apabila perusahaan tersebut ingin mendistribusikan pesanan ke luar jawa barat, perusahaan menggunakan perusahaan ekspedisi untuk mengirimkan produk tersebut. perusahaan sudah mempunyai perusahaan ekspedisi tetap untuk setiap kota, tetapi perusahaan ingin mencari perusahaan ekspedisi yang terbaik untuk meminimalisir kerugian. dalam melakukan pengambilan barang ke kantor cabang, perusahaan mempunyai dua rute yang biasa digunakan untuk menghindari lead time yang lama. agar perusahaan mengetahui rute mana yang lebih cepat dari sudut pandang teknik industri, maka akan dilakukan perbandingan dari kedua rute tersebut dengan melakukan simulasi di software arena. ada pun permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian terkait ptatbk, melalui proses observasi lapangan dan wawancara dengan karyawan, adalah sebagai berikut: (1) pemilihan perusahaan ekspedisi masih kurang optimal sehingga pt. tira austenite tbk mengalami kerugian sebesar rp19.501.500,00 (pergabungan dari harga eceran, colt diesel, fuso dan tronton), oleh karena itu perusahaan perlu menggunakan anp untuk memilih perusahaan ekspedisi. (2) waktu tempuh ratarata pengambilan produk 2,5 jam, oleh karena itu perusahaan ingin mencari jalur alternatif untuk menekan waktu tempuh yang lama.   250 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 248-258  metode metodologi utama dalam penelitian ini mengacu pada arikunto (2010), selain mengolah dari berbagai sumber yang disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di pt. tiara austenite tbk (ptatbk) dan penerapan dari anp dan software arena simulation. tahap pertama adalah perumusan masalah yang sedang terjadi di pt. tira austenite tbk, yaitu menganalisa perbandingan perusahaan ekspedisi dan pengukuran waktu tempuh dalam pengambilan produk dari pt. tira austenite tbk ke pt. alpha austenite. dua hal yang dijabarkan dalam perumusan masalah dari penelitian ini adalah pemilihan perusahaan ekspedisi yang optimal dan penentuan waktu yang efisien untuk pengiriman produk dari rute yang ada. tahap selanjutnya adalah pengumpulan data dari pt. tira austenite tbk, yaitu data perusahaan ekspedisi yang dijadikan nominasi perbandingan. fokus pengumpulan data adalah pemenuhan data untuk metode anp dan data yang digunakan dalam software arena simulation. untuk mengetahui rute mana yang paling cepat, maka dilakukan observasi di gerbang tol rawamangun, cibubur, cibubur utama, dan gunung putri untuk menghitung jumlah mobil yang melewati gerbang tol tersebut. tujuan dari observasi tersebut adalah untuk mengetahui sebaran distribusi pada setiap gerbang tol sehingga simulasi dapat dilakukan di software arena. tabel 1 jumlah antrian pada rute 1 gt \ hari senin selasa rabu kamis jumat rawamangun 270 270 323 171 282 cibubur 276 223 327 267 310 tabel 2 jumlah antrian pada rute 2 gt \ hari senin selasa rabu kamis jumat rawamangun 270 270 323 171 282 cibubur utama 525 460 351 470 483 gunung putri 158 181 200 139 138 setelah melakukan pengumpulan dan pengolahan data, kemudian tahap berikutnya adalah analisis data. analisa dilakukan pada: (1) anp, terutama dalam analisa jenis eceran, jenis colt diesel, jenis fuso dan jenis tronton. (2) software arena simulation, terutama rute ke kantor cabang, yang diilustrasikan pada gambar 1.   pt. tira austenite… (khristian edi nugroho soebandrija; rizal herjiwandono kartowisastro) 251  gambar 1 rute ke kantor cabang dengan menggunakan analytical hierarchy process (ahp) dan analytical network process (anp), perusahaan bisa menentukan perusahaan ekspedisi dengan akurat dan resiko error-nya kecil. dengan menggunakan arena, perusahaan dapat mengetahui waktu rata-rata pengiriman produk dari kantor pusat ke kantor cabang. perusahaan menjadi tahu konsep dari kepemimpinan yang sebenarnya agar semakin baik dalam memimpin sebuah organisasi, kemudian perusahaan semakin kreatif sehingga ide untuk inovasi mengalir deras, dan kinerja karyawan semakin baik dalam bekerja. langkah berikutnya adalah mencari solusi dari permasalahan dengan menggunakan data-data yang sudah diperoleh dan kemudian diolah dengan memakai metode yang sudah teruji cocok dengan masalah yang ada. simpulan dari penelitian ini, berfokus pada penyelesaian masalah dan peningkatan kinerja terhadap dua perumusan masalah utama yang disebutkan, terkait dengan apa tindakan yang perlu dilakukan beserta alternatif saran yang ada. selain itu, saran tersebut menjabarkan benefits versus risks yang ada, serta kontribusi dalam bentuk % serta mata uang idr maupun usd. hasil dan pembahasan kinerja di ptatbk dan perusahaan ekspedisi membutuhkan jabatan yang terstruktur dan terukur. secara spesifik, ptatbk membutuhkan kepemimpinan dalam bentuk jabatan tinggi yang bertugas untuk mengatur kinerja dan sistem suatu organisasi. tanpa jabatan ini, kinerja suatu organisasi akan berantakan karena tidak ada yang mengatur jabatan di bawahnya. pemimpin adalah orang yang bertugas memimpin, mengarahkan, dan memberi perintah kepada bawahan untuk melakukan suatu pekerjaan. untuk memimpin suatu organisasi tidak cukup hanya dengan ilmu pengetahuan saja, tetapi pemimpin juga harus mempunyai jiwa leadership atau kepemimpinan. “perubahan adalah transformasi dari keadaan sekarang menuju keadaan yang diharapkan di masa yang akan datang, suatu keadaan yang lebih baik” (ki and lee, 2011). perubahan seperti itu bukanlah sekedar berubah, tetapi melakukan pembaruan dalam perubahan tersebut dalam berbagai hal berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya, hal inilah yang disebut dengan inovasi. pengertian inovasi dan perubahan itu adalah dua hal yang berbeda, perubahan mengacu pada kelangsungan penilaian, penafsiran dan pengharapan kembali dalam perbaikan pelaksanaan yang ada yang dianggap sebagai bagian aktivitas biasa. inovasi adalah mengacu kepada ide, objek, atau praktik yang baru yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan maksud untuk memperbaiki tujuan yang diharapkan. apabila perubahan dilakukan dengan inovasi, itu menjadi nilai plus bagi suatu organisasi karena dengan adanya inovasi keuntungan bagi suatu perusahan menjadi lebih banyak dalam berbagai hal. dalam dunia industri, perusahaan mempunyai beberapa target untuk dicapai, yaitu   252 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 248-258  kepuasan pelanggan dan fokus kepada produk yang akan dibuat. sebagaimana dari efek produk tersebut, akurasi pengiriman adalah salah satu fokus utama dalam dunia industri. meskipun semua perusahaan waspada dengan masalah ini dan berusaha keras untuk mengubah akurasi pengiriman, ketidak hadiran dari pelaku kelas atas di dunia industri dapat mengambil suatu tekanan untuk perubahan yang serius. (terland, 2008) pengumpulan dan pengolahan data, serta analisa data dalam pemilihan perusahaan ekspedisi, perusahaan mempunyai beberapa kriteria dan sub kriteria yang digunakan, yaitu: gambar 2 hierarchy dalam pemilihan perusahaan ekspedisi terbaik setiap perusahaan ekspedisi mempunyai kota tujuan dalam melakukan pengiriman dan kota yang akan dijadikan sampel adalah surabaya. perusahaan yang akan dijadikan perbandingan adalah cv. turex, pt. triputra tunggal mandiri dan pt. karunia agung transportindo.   pt. tira austenite… (khristian edi nugroho soebandrija; rizal herjiwandono kartowisastro) 253  tabel 3 tabel kriteria service jenis eceran s er vi ce kriteria alternatif l ea d t im e m et o d e p em b ay a ra n j en is a rm a d a k .a .t t u re x t .t .m k ri te ri a service lead time 0,53 metode pembayaran 0,29 jenis armada 0,18 a lt er n a ti f k.a.t 18,5344 0,159 0,164 0,2973 turex 35,384 0,317 0,539 0,164 t.t.m 46,087 0,524 0,297 0,539 tabel 4 tabel kriteria lain lain jenis eceran l a in -l a in kriteria alternatif l o k as i k .a .t t u re x t .t .m lain-lain k ri te ri a lokasi 1 a lt er n a ti f k.a.t 0,1638 0,1638 turex 0,539 0,539 t.t.m 0,2973 0,2973   254 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 248-258  tabel 5 prioritas hasil anp jenis harga kriteria perusahaan terbaik nilai eceran harga k.a.t 53,89 % service ttm 46,087 % lain-lain ttm 29,726 % colt diesel harga ttm 53,9 % service ttm 46,087 % lain-lain ttm 29,73 % fuso harga ttm 53,9 % service ttm 46,087 % lain-lain ttm 29,73 % tronton harga ttm 53,9 % service ttm 46,087 % lain-lain ttm 29,73 % tabel 6 tabel sub kriteria dalam pengiriman ke ptatbk, perusahaan mempunyai rute yang biasa dilewati, yaitu: (1) rute pertama : head office – gerbang tol rawamangun – gerbang tol cibubur – batch office. (2) rute kedua : head office – gerbang tol rawamangun – gerbang tol cibubur utama – gerbang tol gunung putri – batch office. perusahaan ingin membandingkan rute lama dengan rute baru, oleh karena itu software arena digunakan untuk menemukan hasil waktu tempuh dari kedua rute. untuk mengetahui rute mana yang paling cepat, maka dilakukan observasi di gerbang tol rawamangun, cibubur, cibubur utama, dan gunung putri untuk menghitung jumlah mobil yang melewati gerbang tol tersebut. tujuan dari observasi tersebut adalah untuk mengetahui sebaran distribusi pada setiap gerbang tol sehingga simulasi dapat dilakukan di software arena, berdasarkan konsep simulasi (djati, 2007). tabel 7 jumlah antrian pada rute 1 gt \ hari senin selasa rabu kamis jumat rawamangun 270 270 323 171 282 cibubur 276 223 327 267 310 h1 eceran: rp. 950 ; colt diesel: rp. 3.975.000, fuso: rp. 5.500.000, tronton: rp. 8.500.000, eceran: rp. 1.500, colt diesel: rp. 4.500.000, fuso: rp. 6.000.000, tronton: rp. 9.000.000, eceran: rp. 1300, colt diesel: rp. 2.800.000, fuso: rp. 5.000.000, tronton: rp. 8.000.000, s1 lama pengiriman : 3-4 hari lama pengiriman: 2-3 hari lama pengiriman: 2 hari s2 dp 70%, kemudian 2 minggu setelah invoice maks 45 hari maks 30 hari s3 colt diesel, fuso, tronton colt diesel, fuso, tronton, & build up colt diesel, fuso, tronton, build up, trailer, lowbed, & dolly l1 cipayung, jakarta timur jatinegara, jakarta timur rawamangun, jakarta timur   pt. tira austenite… (khristian edi nugroho soebandrija; rizal herjiwandono kartowisastro) 255  tabel 8 jumlah antrian pada rute 2 gt \ hari senin selasa rabu kamis jumat rawamangun 270 270 323 171 282 cibubur utama 525 460 351 470 483 gunung putri 158 181 200 139 138 setelah melakukan pengumpulan data, berikutnya adalah mengetahui sebaran disribusi apa yang digunakan pada setiap gerbang tol dengan cara menggunakan fitur input analyzer pada software arena, dengan hasil simulasi berikut: gambar 3 hasil simulasi software arena berdasarkan analisis data, dalam lingkup manajemen (robbins and coulter, 2012) dan pengambilan keputusan (marimim, 2004) dalam lingkup anp, berdasarkan teori (saaty, 1999, 2008a dan 2008b), terutama di analisa jenis eceran, maka dari hasil penilaian di atas, pada tabel kriteria harga, perusahaan dengan nilai prioritas terbesar pada sub kriteria harga jual adalah pt. karunia agung transportindo yaitu 0,53896 dan perusahaan dengan nilai prioritas terbesar pada kriteria tersebut adalah pt. karunia agung transportindo yaitu. 53,896%. pada tabel kriteria service, perusahaan dengan nilai prioritas tertinggi pada sub kriteria lead time adalah pt. triputra tunggal mandiri yaitu 0,524. pada sub kriteria metode pembayaran, cv. turex memegang nilai prioritas terbesar yaitu 0,539. pada subkriteria jenis armada, pt. triputra tunggal mandiri unggul dengan nilai 0,539. perusahaan dengan nilai prioritas terbesar adalah pt. triputra tunggal mandiri dengan presentasi 46,087 %. pada tabel kriteria lain-lain, perusahaan dengan nilai prioritas terbesar di sub kriteria lokasi adalah pt. triputra tunggal mandiri. perusahaan yang mendapatkan nilai terbesar pada kriteria ini adalah pt. triputra tunggal mandiri dengan presentase 29,73 %.   256 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 248-258  selanjutnya, berdasarkan analisis data, dalam lingkup anp, terutama di analisa jenis colt diesel, maka pada tabel harga, perusahaan dengan nilai tertinggi pada sub kriteria harga jual adalah pt. triputra tunggal mandiri dengan presentase 0,539 dan pt. triputra tunggal mandiri juga adalah pemegang presentase terbesar di kriteria ini yaitu 53,9 %. pada tabel kriteria service, perusahaan dengan nilai prioritas tertinggi pada sub kriteria lead time adalah pt. triputra tunggal mandiri yaitu 0,524. pada sub kriteria metode pembayaran, cv. turex memegang nilai prioritas terbesar yaitu 0,539. pada subkriteria jenis armada, pt. triputra tunggal mandiri unggul dengan nilai 0,539. perusahaan dengan nilai prioritas terbesar adalah pt. triputra tunggal mandiri dengan presentasi 46,087 %. pada tabel kriteria lain-lain, perusahaan dengan nilai prioritas terbesar di sub kriteria lokasi adalah pt. triputra tunggal mandiri. perusahaan yang mendapatkan nilai terbesar pada kriteria ini adalah pt. triputra tunggal mandiri dengan presentase 29,73 %. demikian pula, berdasarkan analisis data, dalam lingkup anp, terutama di analisa jenis fuso, maka pada tabel harga, perusahaan dengan nilai tertinggi pada sub kriteria harga jual adalah pt. triputra tunggal mandiri dengan presentase 0,539, dan pt. triputra tunggal mandiri juga adalah pemegang presentase terbesar di kriteria ini yaitu 53,9 %. pada tabel kriteria service, perusahaan dengan nilai prioritas tertinggi pada sub kriteria lead time adalah pt. triputra tunggal mandiri yaitu 0,524. pada sub kriteria metode pembayaran, cv. turex memegang nilai prioritas terbesar yaitu 0,539. pada subkriteria jenis armada, pt. triputra tunggal mandiri unggul dengan nilai 0,539. perusahaan dengan nilai prioritas terbesar adalah pt. triputra tunggal mandiri dengan presentasi 46,087 %. pada tabel kriteria lain-lain, perusahaan dengan nilai prioritas terbesar di sub kriteria lokasi adalah pt. triputra tunggal mandiri. perusahaan yang mendapatkan nilai terbesar pada kriteria ini adalah pt. triputra tunggal mandiri dengan presentase 29,73 %. dalam hal analisa jenis tronton, berdasarkan analisis data, dalam lingkup anp, maka pada tabel harga, perusahaan dengan nilai tertinggi pada sub kriteria harga jual adalah pt. triputra tunggal mandiri dengan presentase 0,539., dan pt. triputra tunggal mandiri juga adalah pemegang presentase terbesar di kriteria ini yaitu 53,9 %. pada tabel kriteria service, perusahaan dengan nilai prioritas tertinggi pada sub kriteria lead time adalah pt. triputra tunggal mandiri yaitu 0,524. pada sub kriteria metode pembayaran, cv. turex memegang nilai prioritas terbesar yaitu 0,539. pada subkriteria jenis armada, pt. triputra tunggal mandiri unggul dengan nilai 0,539. perusahaan dengan nilai prioritas terbesar adalah pt. triputra tunggal mandiri dengan presentasi 46,087 %. pada tabel kriteria lain-lain, perusahaan dengan nilai prioritas terbesar di sub kriteria lokasi adalah pt. triputra tunggal mandiri. perusahaan yang mendapatkan nilai terbesar pada kriteria ini adalah pt. triputra tunggal mandiri dengan presentase 29,73 %. dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa rute rawamangun – cibubur adalah yang tercepat, yaitu 2 jam, sedangkan rute rawamangun – gunung putri lebih lama 0.0905 menit. rute rawamangun-gunung putri lebih lama karena di gerbang tol cibubur utama jumlah antrian lebih banyak daripada gerbang tol lainnya, yaitu diatas 400 kendaraan. semakin banyak antrian, maka semakin lama juga waktu menunggu untuk diproses di loket tol. simpulan simpulan dan saran, mengacu pada acuan ilmiah, terutama pada performance (kinerja), dalam penelitian shi (2013) dan dengan strategi pada supply chain mengarah pada performance improvement dari penelitian alomar dan pasek (2014) serta pada chen dan miller (2015) yang mengkaitkan performance dengan competitive dynamic. secara spesifik dalam anp, maka mengacu pada chung dan chao (2015), terkait benchmarking – based analytic network process (anp).   pt. tira austenite… (khristian edi nugroho soebandrija; rizal herjiwandono kartowisastro) 257  berikut adalah kesimpulan yang didapatkan setelah melakukan perhitungan dan analisis data: (1) perusahaan ekspedisi yang terbaik adalah pt. triputra tunggal mandiri dengan presentase ratarata 44,335 %. (2) dari hasil perhitungan telah diperoleh bahwa rute tercepat adalah pt. tira austenite tbk – gt rawamangun – gt cibubur – pt. alpha austenite dengan waktu tempuh 2 jam dibandingkan dengan pt. tira austenite tbk – gt rawamangun – gt cibubur utama – gt gunung putri – pt. alpha austenite dengan waktu tempuh 2.0905 jam. saran yang diperoleh berfokus pada penyelesaian masalah dan peningkatan kinerja terhadap dua perumusan masalah utama yang disebutkan, terkait dengan apa tindakan yang perlu dilakukan beserta alternatif saran yang ada. selain itu, saran tersebut menjabarkan benefits versus risks yang ada, serta kontribusi dalam bentuk % serta mata uang idr maupun usd. sebaiknya dalam melakukan pemilihan perusahaan ekspedisi, metode anp sangat disarankan karena setiap perusahaan ekspedisi berbeda-beda jenis penawarannya dan tidak bisa dilihat dari salah satu jenis produk saja. benefit-nya adalah dengan menggunakan anp, perusahaan bisa menekan biaya pengeluaran untuk penggunaan perusahaan ekspedisi sekitar 23,41 % atau rp3.700.200,00. resikonya adalah bila menggunakan perusahaan baru sebagai partner tetap, relasi dengan perusahaan lama akan menjadi renggang dan menurun menjadi 70% karena dijadikan perusahaan ekspedisi cadangan untuk pengiriman produk. perusahaan tidak harus melalui rute cibubur, karena pada siang hari daerah cibubur padat akan kendaraan, sehingga waktu pengiriman menjadi lebih lama 15-30 menit, jadi lebih baik melalui rute gunung putri, meskipun lebih jauh dan memutar tapi tidak macet. resikonya adalah dari segi waktu pengiriman, melewati rute cibubur lebih cepat, tetapi a pabila macet, dari segi bahan bakar menjadi lebih boros karena bahan bakar terbuang percuma, apalagi ketika membawa beban berat ≥ 500 kg, sehingga volume bahan bakar lebih boros sekitar 1,5%. benefitnya adalah bahan bakar lebih hemat 2,3 l apabila melewati rute gunung putri. daftar pustaka alomar, m., pasek, z. j. (2014). linking supply chain strategy and processes to performance improvement. variety management in manufacturing. proceedings of the 47th cirp conference on manufacturing. 17: 628-634 arikunto, p. d. (2010). prosedur penelitian. jakarta: rineka cipta chen, m. j., miller, d. (2015). reconceptualizing competitive dynamics: a multidimensional framework. strategic management journal, 36:758-775 chung, c. c., chao, l. c. (2015) benchmarking-based analytic network process model for strategic management. journal of information hiding and multimedia signal processing 6(1):59-73 djati, b. s. (2007). simulasi: teori dan aplikasinya. yogyakarta : andi offset elia, s., caniato, f., luzzini, d., piscitello, l. (2014). governance choice in global sourcing of services: the impact of service quality and cost saving performance. global strategy journal, 4:181-199. marimin. (2004). teknik dan aplikasi pengambilan keputusan kriteria majemuk. jakarta: pt. grasindo   258 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 248-258  ki, j., lee, k. (2011). toward a theory of catch-up cycle and industrial leadership:case of the world steel industry. seoul national university robbins, s. p., coulter, m. (2012). management (11th ed.). new jersey: prentice-hall international, inc saaty, t. l. (2008a). the analytic network proces. university of pittsburgh. saaty, t. l. (2008b). decision making with the analytic hierarchy process. usa: university of pittsburgh, pa, 15620. saaty, t. l. (1999). fundamentals of the analytic network process. pittsburgh: university of pitsburgh. shi, l., sheng, l., liu, q. (2013) study on relationship among high-performance work practices system, quality management practices on organizational learning. journal of applied sciences, 13(16): 3310-3314. terland, g., mankowitz, j. (2008). supply chain management in the swedish steel industry. stockholm: kth industriell produktion. prototipe sistem keamanan dan kenyamanan gedung olahraga berbasiskan mikrokontroller prototipe sistem keamanan dan kenyamanan gedung olahraga berbasiskan mikrokontroller suryadiputra liawatimena jurusan sistem komputer, fakultas ilmu komputer, universitas bina nusantara jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 suryadi@binus.edu abstract this study is intended as a source of learning and research will design and comfort safety system gymnasium-based microcontrollers. existing gym until now still has a weakness for several factors such as weather changes rapidly, visitors are crowded, and the level of public awareness of the order is still lacking, so will implications for the safety and comfort for users of building itself. the method is a method of research literature and methods of laboratory studies. literature study was done by studying and looking for articles on matters relating to the development of world sports stadiums that are considered to have the required criteria. for laboratory study done by making the design of hardware and software is also used in this study. this system used sensors to detect the rainy weather conditions, detect the light intensity to keep the lighting inside the building, limiting the number of visitors in accordance with the capacity building capacity, temperature rise resulting from a user density of buildings and also a fire hazard that could have been either intentional or unintentional. entirety of the sensor arrangement is controlled by a microcontroller. it is expected that by using this system, users are building (football stadium) will feel more secure and convenient to activities inside the building. keywords: football stadium, sensor, microcontroller abstrak penelitian ini ditujukan sebagai sumber pembelajaran dan penelitian akan perancangan sistem keamannan dan kenyamanan gedung olahraga berbasiskan mikrokontroler. gedung olahraga yang ada sampai dengan saat ini masih memiliki kelemahan terhadap beberapa faktor diantaranya adalah cuaca yang berganti secara cepat, pengunjung yang berdesakan, dan tingkat kesadaran masyarakat akan ketertiban yang masih kurang, sehingga akan berimplikasi terhadap faktor keamanan dan kenyamanan bagi pegguna gedung itu sendiri. metode penelitian yang dilakukan adalah metode studi pustaka dan metode studi laboratorium. studi pustaka dilakukan dengan cara mempelajari dan mencari artikel tentang hal yang berhubungan terhadap perkembangan stadion olahraga didunia yang dianggap memiliki kriteria yang dibutuhkan. untuk studi laboratorium dilakukan dengan membuat perancangan perangkat keras dan juga peranti lunak yang digunakan didalam penelitian ini. pada sistem ini digunakan sensor untuk mendeteksi keadaan cuaca hujan, mendeteksi intensitas cahaya untuk menjaga pencahayaan di dalam gedung, pembatasan jumlah pengunjung sesuai dengan kemampuan kapasitas gedung, suhu yang meningkat akibat dari padatnya pengguna gedung dan juga bahaya kebakaran yang bisa saja terjadi baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. keseluruhan dari pengaturan sensor ini dikendalikan oleh sebuah mikrokontroller. dengan demikian, diharapkan dengan menggunakan sistem ini, para pengguna gedung (stadion sepakbola) akan lebih merasa aman dan nyaman untuk beraktifitas didalam gedung. kata kunci: stadion sepakbola, sensor, mikrokontroller comtech vol.1 no.1 juni 2010: 14-26 14 mailto:suryadi@binus.edu pendahuluan seiring dengan perkembangan zaman, saat ini masyarakat membutuhkan sarana olahraga yang representatif khususnya lapangan sepakbola. lapangan sepakbola di indonesia yang ada pada saat ini masih memiliki kelemahan terhadap keamanan dan kenyamanan. lapangan sepakbola istora senayan masih rentan terhadap beberapa fenomena alam contohnya suhu, cuaca, kebakaran dan huru-hara. jika penonton yang hadir melebihi kapasitas gedung ditambah dengan sirkulasi udara yang tidak lancar menyebabkan suasana yang tidak kondusif. hal ini mengakibatkan ketidaknyamanan insan olahraga dan khalayak ramai pengguna stadion, yang akan berimplikasi pada faktor keamanan. untuk menjawab permasalahan-permasalahan tersebut maka dirancang suatu sistem stadion sepakbola yang nyaman dan aman. keseluruhan pengontrolan dari sistem ini akan memanfaatkan kemampuan mikrokontroller yang dapat diaplikasikan secara luas dalam bidang pengontrolan sebuah sistem. metode penelitian metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka untuk mendapatkan landasan teori dan cara kerja komponen-komponen pendukungnya. dilanjutkan dengan studi laboratorium di mana dilakukan percobaan atas rangkaian yang telah dibuat, pemrogaman agar sesuai dengan fungsi yang direncanakan. hasil dan pembahasan perancangan hardware pada sistem ini, akan dibagi menjadi beberapa modul seperti: modul display yang berfungsi sebagai penunjuk kapasitas gedung. apabila kapasitas gedung telah terisi penuh maka modul selenoid yang terletak pada pintu utama kana secara otomatis terkunci sehingga pertambahan jumlah pengunjung tidak terjadi. modul lainnya adalah modul sensor hujan yang akan mendeteksi apakah terjadi hujan atau tidak. apabila hujan maka data berupa logika akan diteruskan ke penggendali utama yang akan mengaktifkan driver atap sehingga atap akan menutup. pada saat atap tertutup, maka dengan sendirinya akan timbul suatu kejadian beruntun yang lebih dikenal sebagai efek domino dimana ruangan akan menjadi gelap dan suhu ruangan secara lambat laun akan meningkat. solusi dari penggurangan efek domino ini dikurangi dengan penggunaan sensor cahaya, yang akan berfungsi sebagai peraba bagi mikrokontroller untuk menyalakan lampu. setelah lampu dinyalakan, termasuk lampu tembak, lampu pada podium penonton, dan lampu lampu lainnya, maka lambat laun suhu didalam gedung akan meningkat akibat dari panas yang ditimbulkan oleh penyalaan lampu lampu tersebut. maka digunakan sensor suhu yang akan memberikan batasan kenaikan suhu. apabila suhu didalam gedung menigkat dan mencapai suhu 31 derajat celcius maka mikrokontroller akan megaktifkan driver kipas. sensor suhu sendiri dibagi kedalam dua bagian yang berbeda yaitu, sensor suhu 1 untuk batasan suhu di bawah 31 derajat celcius dan sensor suhu 2 yang akan memberikan batasan terhadap kenaikkan suhu sebesar 36 derajat celcius. prototipe sistem keamanan...... (suryadiputra liawatimena) 15 apabila kenaikkan suhu didalam gedung olahraga mencapai suhu lebih dari 36 derajat celcius maka secara otomatis mikrokontroller akan menggangap telah terjadi kebakaran didalam gedung. karena dengan mempertimbangkan kondisi fisik serta stuktur penataan interior stadion maka pompa akan dihidupkan. gambar 1 blok diagram sistem untuk mencegah terjadinya faktor-faktor yang tidak diinginkan diluar dari jangkauan kemampuan sensor maka pada sistem ini juga dilengkapi dengan sebuah tombol darurat yang akan membuka pintu darurat. hal ini di peruntukkan akses keluar gedung apabila kebakaran terjadi. besarnya pintu darurat ini mampu untuk dilalui sebuah kendaraan anti huru hara secara leluasa termasuk didalammya adalah water cannon, pemadam kebakaran, penjinak bom dan lain lain. hal ini dimaksudkan untuk menaggulangi kericuhan yang ditimbulkan dari kurangnya kesadaran akan sportifitas dan rasa tidak puas penonton yang sering kali terjadi. untuk penghubungkan modul sensor dengan modul penggendali, digunakan kabel twisted pair yang umumnya digukana untuk kabel telepon. penggunaan kabel twisted pair ini, dikarenakan kabel tersebut memiliki kemampuan untuk menolak sinyal gangguan atau noise lebih baik bila dibandingkan dengan media lainnya. sensor hujan sensor hujan ini (gambar 2) akan menggunakan 2 buah lempengan elektroda yang akan diletakkan pada atap gedung dan kemudian akan dihubungkan ke rangkaian tambahan dengan menggunakan 1 buah transistor, 2 buah resistor dan sebuah komparator. memanfaatkan kaki emiter dan kolektornya jika pada basis mendapatkan tegangan yang melebihi tegangan barier (0,7v). transistor akan maka akan mencapai titik jenuh seolah-olah kaki emiter terhubung dengan kaki kolektor. sensor hujan mengunakan elektroda dari kaki kaki dioda npn dimana kaki kolektor yang terhubung dengan sumber tegangan akan memberikan tegangan ke kaki basis apabila kedua ujung elektroda terhubung dengan titik air hujan. dan ketika basis mendapatkan tegangan, maka at89s52 akan mendapatkan tegangan sebesar 0 volt (low). comtech vol.1 no.1 juni 2010: 14-26 16 gambar 2 sensor hujan pada saat awal ( dimana belum ada air yang dihubung singkat ke dua elektroda) jalur yang menuju mikrokontroller mendekati vcc. karena transistor disini diibaratkan dengan saklar yang terbuka. sedangkan pada saat rangkaian ini on, (adanya titik air yang menghubungkan kedua elektroda) maka basis mendapat tegangan lebih dari tegangan barrier (0,7v) dan dapat diibaratkan transistor ini sebagai saklar yang sedang tertutup maka adanya arus yang mengalir dari kaki kolektor menuju emiter atau ground. sehingga, jalur yang menuju ke mikrokontroller, jadi low. dapat dikatakan rangkaian ini adalah rangkaian aktif low. sensor cahaya sensor cahaya berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan lampu yang terdapat pada ruangan baik atap dalam keadaan terbuka maupun dalam keadaan tertutup. dalam sensor ini (gambar 3) digunakan ldr yang merupakan sebuah resistor yang mempunyai resistansi (tahanan) yang besar apabila tidak terkena cahaya, akan menurun resistansinya jika tidak terkena cahaya. jadi pada saat ldr terkena cahaya (default), maka arus dan tegangan dari catu daya yang melewat sebuah tahanan sebesar 330 ohm akan diteruskan ke kaki mikrokontroller (high). karena basis pada transistor tidak mendapatan tegangan sehingga tidak adanya arus yang mengalir menuju ground. gambar 3 sensor cahaya tegangan yang diterima oleh kaki at89s52 sama dengan tegangan yang ada diresistor ini didapat dari perhitungan rumus pembagi tegangan (v = i . r) dan sebaliknya apabila ldr terkena cahaya, sehingga basis mendapatkan tegangan yang lebh besar dari tegangan barrier (0,7v) dan akan menyebabkan transistor aktif, maka arus yang berasal dari catu daya mengalir seluruhnya dari kaki kolektor menuju emiter hal ini yang membuat kaki at89s52 tidak mendapatkan tegangan (0v) atau low. pada rangkaian ini akan dilengkapi dengan vr1 yang berfungsi sebagai pengatur intensitas cahaya ldr. prototipe sistem keamanan...... (suryadiputra liawatimena) 17 counter (sensor penghitung) rangkaian counter ini memanfaatkan limit switch yang berfungsi sebagai penghitung yang akan membatasi jumlah kapasitas pengunjung, agar tidak terjadi kelebihan dari kapasitas gedung itu sendiri. sensor penghitung ini bekerja apabila tombol ditekan maka arus dari catu daya akan terus mengalir ke ground melewati tahanan sebesar 1 k. sehingga dapat dikatakan sensor ini aktif low. gambar 4 sensor penghitung karena pada saat tombol tidak ditekan, maka ada arus dan tegangan yang masuk ke pin mikrokontroller sebesar kurang lebih mendekati vcc (high). sensor atap gedung sensor atap gedung berfungsi untuk mengetahui bahwa atap telah terbuka atau masih tertutup, sensor yang dipergunakan yaitu 1 buah mikro switch dan 1 buah resistor 1 k. cara kerjanya jika switch ini tertekan maka kondisi logikanya 0 begitu juga sebaliknya jika switch ini tidak tertekan maka kondisi logikanya akan 1, karena jika switch-nya tidak tertekan maka tegangan masuk dari sensor ke port mikrokontroller menjadi besar atau high. vcc (buka) sw 1.1 r 1.1 c 1.1 vcc (tutup) r 1.2 c 1.2 p 2.5 p 3.7 gambar 5 sensor atap gedung cara kerja dari sensor ini pada saat tombol tidak ditekan (atap terbuka) maka vcc akan mengalir menuju at89s52 akan tetapi kalau atap tertutup (kalau tombol ditekan) maka jalur yang menuju at89s52 akan berlogika low. sensor pintu darurat sensor pintu darurat ini digunakan pada saat terjadi kebakaran yang berfungsi untuk jalur keluarnya pengunjung dan jalur evakuasi pemadam kebakaran, pasukan huru – hara serta tim medis. untuk mengetahui bahwa atap telah terbuka atau masih tertutup, sensor ini menggunakan 1 buah comtech vol.1 no.1 juni 2010: 14-26 18 mikro switch dan 1 buah resistor 1 k. cara kerjanya jika switch ini tertekan maka kondisi logikanya 0 begitu juga sebaliknya jika switch ini tidak tertekan maka kondisi logikanya akan 1, karena jika switch-nya tidak tertekan maka tegangan masuk dari sensor ke port mikrokontroller menjadi besar atau high. vcc ( buka) sw 6.1 r 6.1 c 6.1 vcc ( tutup) sw 6.5 r 6.5 c 6.5 p 3.6 p 2.4 gambar 6 sensor pintu darurat cara kerja dari sensor ini pada saat tombol tidak ditekan (atap terbuka) maka vcc akan mengalir menuju at89s52 akan tetapi kalau atap tertutup (kalau tombol ditekan) maka jalur yang menuju at89s52 akan berlogika low. modul sensor suhu vcc lm 33 5 vcc r4.2 ic 4.2p ot 4.3 pot 4.4 p 2.0 dan p 2.1 gambar 7 sensor suhu sensor suhu yang terdiri dari ic sensor suhu tipe lm 335 yang akan melakukan pembacaan suhu dan merubahnya ke dalam bentuk analog. dimana setiap kenaikan suhu sebesar 1°c diikuti dengan kenaikan tegangan sebesar 10mv. kemudian keluaran dari ic lm 335, akan di teruskan ke ic comparator lm339 yang akan membandingkan masukan input positif dengan tegangan reverensi (vin -) jika tegangan yang dihasilkan oleh lm 335 lebih besar dari tegangan reverensi maka komparator akan memberikan masukan berlogika high yang mendekati vcc ke pada mikrokontroler. pengintegrasian display seven segment untuk tetap menjaga kapasitas gedung tidak berlebih, dan juga untuk informasi berapa jumlah pengunjung, maka digunakan sebuah papan display yang terdiri dari 4 buah seven segment. 1 buah ic decoder 2 to 4 (74ls139), 4 buah ic 74ls95 dan 4 buah ic 74ls48 dimana ic ini memiliki spesifikasi 2 buah input dan 8 buah output. prototipe sistem keamanan...... (suryadiputra liawatimena) 19 gambar 8 rangkaian seven segment ic decoder 74 ls139 (2 to 4) yang pertama digunakan untuk memilih seven segment mana yang aktif. dan sebuah lagi ic decoder yang digunakan kedua output-nya untuk mengirimkan data dari mikrokontroller dan membentuk tampilan berupa angka. fungsi dari ic 74ls48 rangkaian ini adalah sebagai pengkonversian dari bentuk bcd ke bentuk seven segment sehingga data bit ini menjadi 7 bit yang digunakan untuk menampilkan led seven segment. rangkaian ini yang akan mengubah kode bcd sehingga outputnya akan membuat display seven segment menampilkan bilangan desimal yang sesuai kode bcd-nya. tampilan seven segment ini pada dasarnya terdiri dari 7 buah led yang dirangkai menjadi satu sehingga membentuk angka 8. pada prinsipnya led ini dianggap sebuah p-n dioda. cahaya yang dipancarkan bekerja bila arus dilewatkan melaluinya dalam kondisi bias maju. fungsi tampilan seven segment dalam maket gedung olah raga ini adalah sebagai penunjuk kapasitas daya tampung kursi penonton yang akan membatasi jumlah penonton sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia. jadi apabila kapasitas kursi telah terisi penuh, maka penonton tidak dapat masuk lagi. rangkaian driver kipas, lampu dan pompa air no nc s d14.1 r14.1 d14.2 tr14.1 d 14.3 tr14.2 r y 14 .1 7806vcc p 0.4 – p 0.6 gambar 9 driver kipas, lampu dan pompa comtech vol.1 no.1 juni 2010: 14-26 20 rangkaian driver ini terdiri atas beberapa komponen elektronik seperti resistor, transistor dan relay. pada saat mikrokontroller memberikan input logika high maka basis pada transistor 14.1 akan melebihi tegangan barrier sehingga, ada arus yang menggalir dari kaki kolektor menuju emiter dan kemudian diteruskan ke kaki basis transistor 14.2 sehingga adanya arus yang mengalir melalui relay dan menghidupkannya. relay disini berfungsi sebagai saklar yang menghubungkan device dengan sumber tegangan. rangkaian driver motor dc motor dc yang digunakan untuk menggerakkan atap membutuhkan tegangan sebesar 12v dan arus yang sebesar 5a. hal ini dikarenakan untuk menggerakkan atap dibutuhkan torque yang besar. oleh karena itu digunakan sebuah motor yang harus disupply dengan arus yang besar pula. hal ini tidaklah memungkinkan untuk menghubungkan langsung motor dengan mikrokontroller. tentunya hal tersebut dapat dihindari dengan menambahkan sebuah rangkaian yang disebut dengan driver motor dc. driver yang digunakan untuk mengoperasikan motor tersebut memanfaatkan dua buah relay yang mana fungsi dari pada relay pertama adalah sebagai saklar motor, sedangkan relay kedua digunakan untuk mengatur pergerakan arah motor ke kiri atau kekanan. seperti yang dapat dilihat pada gambar 10 berikut ini. no nc d9.1 r9.1 d9.2 tr9.1 d 9.3 tr9.2 r y 9. 1 no nc ma d9.4 r9.2 d9.5 tr9.3 d 9.6 tr9.4 r y 9. 2 vcc no nc p 0.0 & p 0.2 p 0.1 & p 0.3 gambar 10 rangkaian driver motor dc rancang bangun dibuat sebuah maket stadion sepakbola dengan menggunakan skala 1 : 200 untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 11 ini. prototipe sistem keamanan...... (suryadiputra liawatimena) 21 gambar 11 pandangan muka dan atas stadion gambar 12 foto maket a. pada saat lampu dihidupkan, b. pada saat lampu tidak dihidupkan, c. proses awal penutupan atap, d. tampak atas, e. tampak perspektif, dan f. tampak samping comtech vol.1 no.1 juni 2010: 14-26 22 perancangan piranti lunak rancangan piranti lunak dibuat untuk interface antara sensor dengan mikrokontroller. agar hasil keluaran dari mikrokontroller sesuai seperti yang diharapkan,maka pada mikrokontroller diinputkan program menggunakan bahasa pemrograman bahasa c. perancangan piranti lunak dapat digambarkan dengan diagram alir seperti di bawah ini: gambar 13 diagram alir pengujian sistem pengujian sistem meliputi pengujian secara hardware dan software dan sistem yang dirancang, diuji secara per modul agar dapat dilihat tingkat keberhasilan kerja dari tiap modulnya. kemudian sistem juga akan diuji secara keseluruhan termasuk pengujian yang dilakukan dengan mengaplikasikan system kedalam maket. berikut ini adalah beberapa contoh pengujian yang telah dilakukan: prototipe sistem keamanan...... (suryadiputra liawatimena) 23 tabel 1 hasil pengukuran sensor hujan logika sensor v r 2.1 v r 2.2 kondisi low 0 v/(gnd) vcc hujan high vcc 0 v/(gnd) cerah tabel 2 hubungan logika keluaran sensor hujan dengan sensor atap kondisi teg. sensor atap teg. sensor hujan keterangan hujan high low tutup atap tidak hujan low high buka atap tabel 3 hasil pengukuran ldr kondisi tegangan keterangan jarak gelap 0 v low 50cm terang vcc high 50cm diukur dengan penggaris dan vr = 10 k ohm tabel 4 hasil pengukuran breaking switch kondisi tombol tegangan keterangan ditekan 0 v low tidak ditekan vcc high tabel 5 hasil percobaan motor dc arus yang diberikan tegangan keterangan 500 ma 6 v atap tidak bergerak 500 ma 9 v atap tidak bergerak 500 ma 12 v atap tidak bergerak 1 a 6 v atap tidak bergerak 1 a 9 v atap tidak bergerak 1 a 12 v atap tidak bergerak 2 a 6 v atap bergerak 2 a 9 v atap bergerak 2 a 12 v atap bergerak evaluasi sensor suhu dengan menggunakan lm 335 yang kemudian digabungkan dengan komparator mampu mengeluarkan output ke mikrokontroller, kenaikan suhu dari lm 335 sangat cepat responnya tetapi sangat lambat dan butuh pendingin tambahan pada sensor ini. lm 335 sendiri kurang presisi akibat dari kehandalan sensor tersebut berkurang yang diuji dengan cara dibakar dengan korek api. comtech vol.1 no.1 juni 2010: 14-26 24 sensor hujan dengan menggunakan dua elektroda bekerja dengan baik dan mikrokontroller cepat merespon untuk menutup atap gedung. counter pengunjung increase dan decrease bekerja dengan baik, selenoid juga bekerja pada saat nilai increase counter mencapai nilai penuh. sensor cahaya dengan mengggunakan ldr bekerja dengan baik dan mampu menghidupkan lampu jika intensitas cahaya berkurang (gelap). variabel resistannya mempengaruhi respon lampu pada ldr, karena semakin besar vr-nya maka respon yang dihasilkan semakin baik. breaking switch tidak mampu bekerja dengan baik karena terdapat konflik pada pintu darurat dan ini merupakan kesalahan dari software bukan hardware. karena keterbatasan alat pengukuran dan data yang tidak tersedia maka pengukuran untuk motor dc tidak dapat dilakukan secara teori yang dibahas pada bab 2. pengukuran dilakukan hanya berdasarkan pengukuran kebutuhan dari maket ini. simpulan dari hasil analisis dan evaluasi dapat disimpulkan sebagai berikut. pertama, sistem dapat bekerja dengan baik tanpa breaking switch. kedua, sistem dapat mengontrol kapasitas pengunjung melalui increase counter dan decrease counter serta selenoid bekerja pada saat increase counter mencapai nilai penuh. ketiga, sensor cahaya dengan menggunakan ldr berfungsi baik, perlu diperhatikan besar kecil vr yang dapat mempengaruhi sensitivitas ldr tersebut. lampu merespon baik pada saat perubahaan intensitas cahaya terpengaruh oleh variabel resistans. keempat, sensor suhu jika diterapkan kepada bentuk sebenarnya tidak bisa menggunakan lm 335, karena sensor ini kurang sensitif terhadap respon temperatur ruang besar. dan bila saat terjadi kebakaran pompa bekerja baik tetapi untuk diterapkan ke skala sebenarnya perlu pompa air dengan tekanan tinggi melihat bentuk gedung asli sangat besar. kelima, sensor hujan bekerja dengan baik tetapi kekurang kokohan puli pada maket gedung mengakibatkan gerakan atap tidak stabil. keenam, kesalahan pada software mengakibatkan konflik pada sensor suhu 2 (kebakaran). ketujuh, untuk simulasi suhu panas dan kebakaran dapat digantikan dengan potensio untuk menset suhu ruang guna efisiensi dalam penggunaan lm 335. daftar pustaka brown, s., and vranesic, z. (2003). fundamental of digital logic with verilog design. mc graw hill. fairchild. (1977). cmos databook. kuo b. c. (1982). automatic control system, 4th ed., englewood clifs: prentice-hall, inc. malvino. (1994). aproksinasi rangkaian semikonduktor, diterjemahkan oleh barnawi, m., tjia, m. o., edisi keempat, jakarta: erlangga. morris, m., and kime.c. r. (2001). logic and computer design fundamental, new jersey: prentice hall. nalwan, p. a. teknik antarmuka dan pemrograman mikrokontroler at89c51, jakarta: gramedia. tech publications. tower international transistor selector. prototipe sistem keamanan...... (suryadiputra liawatimena) 25 tirtamiharja, s. (1996). elektronika analog dan digital, edisi pertama, yogyakarta: percetakan andi. wasito, s. (1995). vademekum elektronika, edisi kedua, jakarta: pt. gramedia pustaka utama. zuhal. (1995). dasar teknik tenaga listrik dan elektronika daya, edisi ketiga, jakarta: pt. gramedia pustaka utama. http://www.atmel.com/atmel http://www.elektronikindonesia.com/elektro.html http://www.datasheet.com http://www.national.com/pf/lm/lm35 comtech vol.1 no.1 juni 2010: 14-26 26 http://www.atmel.com/atmel http://www.elektronikindonesia.com/elektro.html http://www.datasheet.com/ http://www.national.com/pf/lm/lm35 microsoft word 12_si_trisna febrianan_peranan it is menjadi enabler bisnis a2t.docx it/is roles as the business.… (trisna febriana; dkk)   435  it/is roles as the business enabler bisnis on pt. voltras travel trisna febriana1; ardhianiswari diah ekawati2; yunita kartika sari3 school of information systems, binus university jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 1trisna.febriana@gmail.com; 2aekawati@binus.edu; 3ysari@binus.edu abstract technology is very important in facilitating the success of the company to win competition. organizations strive to select and utilize the various technologies in order to support the achievement of their visions and missions. development of technology covers all aspect from the hardware, software, data communication of technologies and application. the purpose of this research is to study the development of technologies or trend regarding the usage of the said technology in society. the research method of this research was conducted through direct observation, literature review, evaluation and verification of the result before it was standardized into a usage model of technology. the development of business strategy in this research used swot analysis. the study’s result stated that there are five technology trends which are used in today’s society. keywords: information technology, excellence, enabler, organization, swot abstrak teknologi amat penting dalam menunjang keberhasilan perusahaan untuk memenangkan persaingan. organisasi berusaha memilih dan memanfaatkan berbagai teknologi yang tersedia di pasar agar dapat mendukung tercapainya visi misi mereka. perkembangan teknologi mencakup seluruh aspek didalamnya mulai dari perangkat keras, perngakat lunak, tekonologi komunikasi data dan aplikasi. tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian perkembangan atau tren penggunaan teknologi tersebut di masyarakat. metode penelitian dilaksanakan melalui pengamatan atau observasi langsung, kajian pustaka, evaluasi dan verifikasi hasil kajian tersebut dan kemudian dibakukan ke dalam model penggunaan teknologinya. pengembangan strategi bisnis yang digunakan menggunakan analisis swot. hasil penelitian menyatakan terdapat lima tren atau kecenderungan perkembangan teknologi yang progresif yang digunakan di masyarakat dewasa ini. kata kunci: teknologi informasi, keunggulan, enabler, organisasi, swot 436   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 435-443  kantor cabang tiketing customer agent customer care airline engine pendahuluan saat ini, perkembangan teknologi di indonesia sudah maju, terbukti dengan adaptasi teknologi yang terus dilakukan oleh para pelaku bisnis dalam menjalankan prosesnya. kondisi saat iniserta masa-masa mendatang, para analisis memprediksi bahwa pengelolaan teknologi melalui e-commerce merupakan kunci keberhasilan dalam memenangkan persaingan (supriyanto, 2004). dalam persaingan bisnis, manajemen membutuhkan pertukaran informasi yang sangat cepat. selain untuk kebutuhan manajemen, sistem informasi yang tepat dibutuhkan juga untuk memperlancar proses bisnis yang ada di dalam perusahaan. sistem informasi yang terpusat dan digunakan oleh setiap bagian yang ada di perusahaan akan mempercepat pertukaran informasi yang akurat dari dan ke setiap bagian. dengan demikian, proses bisnis yang terjadi di dalam perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien (widiyono, 2013). pt. voltras travel adalah perusahaan travel yang menjalankan bisnis penjualan tiket pesawat internasional dan domestik dengan menggunakan sistem offline. proses penjualan dilakukan pada kantor cabang terdekat beserta sub agent. dalam hal ini, terlihat proses bisnis yang dilakukan oleh pt. voltras travel masih kurang peka terhadap inovasi teknologi, padahal e-commerce sudah sangat bersahabat bagi masyarakat indonesia, dapat dilihat dari kemudahan pemesanan tiket online melalui website maskapai penerbangan secara langsung dan semakin menjamurnya travel agent yang sudah menerapkan sistem penjualan online. namun, hanya dengan penerapan inovasi teknologi saja tanpa didukung dengan strategi pemasaran yang baik, bisnis tidak dapat berjalan dengan maksimal. analisis swot merupakan matching tools untuk membantu dalam menentukan strategi yang tepat, khususnya, strategi pemasaran sehingga nantinya diharapkan perusahaan akan memperoleh keuntungan maksimal (suhartini, 2012). oleh karena itu, pt. voltras travel membutuhkan sebuah inovasi teknologi yang dapat membantu pengembangan bisnisnya dan melakukan pengembangan strategi pemasaran bisnis sehingga mampu bertahan dalam menghadapi persaingan. adapun proses bisnis yang berjalan pada pt.voltras travel saat ini adalah sebagai berikut: gambar 1 – bagan proses bisnis eksisting kendala-kendala yang terjadi pada implementasi proses bisnis eksisting adalah: jangkauan pasar terbatas pada tempat tertentu sehingga penjualan tidak terlalu bagus, membutuhkan proses yang panjang dan waktu yang lama untuk 1 proses tiket, respon lambat ketika terjadi kesalahan tiket pada customer, dan tidak fleksibel bagi customer. langkah-langkah strategic eksisting dalam mencapai keunggulan kompetitif adalah: membangun banyak kantor cabang, menyambung banyak relasi agent untuk penjualan tidak langsung / sistem keagenan, dan menyediakan customer care dan tiketing yang cukup banyak untuk mampu merespon .dengan cepat seluruh kebutuhan customer dan agent. it/is roles as the business.… (trisna febriana; dkk)   437  metode metodologi penelitian yang digunakan meliputi: tempat penelitian, waktu penelitian, teknik atau urutan dalam pelaksanaan penelitiannya. tempat penelitian dilaksanakan di lingkungan kampus universitas bina nusantara, dalam waktu antara pertengahan tahun sampai dengan akhir tahun 2014. adapun pelaksanaan penelitian dimulai dengan melakukan observasi langsung, kajian pustaka, evaluasi dan verifikasi hasil kajian tersebut dan kemudian dibakukan ke dalam model penggunaan teknologinya sebagai penyajian hasil penelitian yang dilakukan. penyusunan strategi bisnis pada penelitian ini menggunakan analisis swot. menurut afrillita (2013), pendekatan dalam merumuskan strategi pemasaran yang tepat dengan menganalisis kekuatan dan kelemahan internal dalam mengantisipasi peluang dan ancaman eksternal adalah dengan melakukan analisis swot (strengths, weaknesess, opportunities, dan threats). dalam penelitian sejenis oleh supriyanto (2004), dengan judul penelitian “pemberdayaan teknologi informasi untuk keunggulan bisnis” menyatakan bahwa pemberdayaan teknologi informasi saat sekarang ini sudah merupakan kebutuhan yang dimiliki dan harus dipenuhi oleh semua perusahaan, baik perusahaan berskala besar maupun perusahaan berskala kecil agar mempunyai daya saing yang kompetitif. selain itu, dinyatakan bahwa faktor penentu keberhasilan pengelolaan teknologi informasi di dalam perusahaan harus didukung paling tidak oleh empat pilar, yaitu: (1) sistem manajemen ti; (2) storage manajemen ti; (3) sistem keamanan dari e-business; (4) dan pervasive manajemen diharapkan akan menjadi kunci keberhasilan dalam transformasi e-business. penelitian lainnya oleh suhartini (2012) dengan judul analisa swot dalam menentukan strategi pemasaran pada perusahaan menghasilkan bahwa strategi yang digunakan perusahaan adalah dengan memperbaiki sistem dan meningkatkan promosi sehingga dapat memperluas target pasar dan juga mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggan dengan tetap mempertahankan hubungan baik kepada konsumen dan relasi bisnisnya. hasil dan pembahasan pada tahap analisis eksisting, dilakukan analisis terhadap lingkungan bisnis yang di pt.voltras travel. analisis yang dilakukan mencakup analisis lingkungan bisnis internal dan analisis lingkungan bisnis eksternal. analisis lingkungan bisnis internal adalah analisis yang mencakup aspekaspek strategi bisnis eksisting, dan sumber daya dari pt. voltras travel. terdapat dua komponen analisis lingkungan bisnis internal dari pt. voltras travel: (1) strategi bisnis dan (2) sumber daya. strategi bisnis yang tetap digunakan oleh pt voltras travel adalah dengan sistem keagenan. sistem keagenan ini diimplementasikan untuk memperluas jangkauan pasar secara merata di seluruh lokasi. peningkatan sistem keagenan ini diharapkan mampu mencapai penjualan yang ditargetkan. sehingga penjualan dilakukan dengan dua cara: (1) direct selling/penjualan langsung, direct selling atau penjualan langsung dilakukan oleh pt voltras travel melalui sistem penjualan b2c atau bisnis to customer. pada sistem ini, pt. voltras travel melakukan penjualan secara langsung ke customer atau member. (2) indirect selling/penjualan tidak langsung. indirect selling atau penjualan tidak langsung dilakukan oleh pt. voltras travel melalui sistem b2b atau bisnis to bisnis. melalui sistem ini, pt. voltras travel melakukan penjualan dengan sistem keagenan. sumber daya pada internal pt voltras travel terdiri dari beberapa divisi keahlian, yaitu: it operasional, it developer, sales, finance, production, dan helpdesks. pada masing-masing sumber daya tersebut dilakukan pengembangan kompetensi yang dilaksanakan secara terjadwal dengan 438   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 435-443  mengikuti beberapa seminar dan training sesuai bidang keahlian masing-masing. analisis lingkungan bisnis eksternal dari pt voltras travel dapat dilihat dari aspek ekonomi dan perkembangan travel. pada aspek ekonomi, bank dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi indonesia pada tahun 2015 akan tetap stabil. hanya akan mengalami kenaikan tipis dari 5,1 persen di 2014 menjadi sebesar 5,2 persen. “pertumbuhan ekonomi indonesia diperkirakan akan cenderung stabil dan sedikit meningkat di tahun 2016 menjadi 5,5 persen,” kata ahya ichsan, ekonom bank dunia untuk indonesia, kamis (18/12) dalam acara sosialisasi dan peluncuran laporan perkembangan perekonomian indonesia 2014 di perpustakaan ugm. ahya mengatakan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi di indonesia dipengaruhi oleh melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia. kondisi tersebut mengakibatkan investasi dan ekspor indonesia menjadi lemah. lemahnya ekspor berpengaruh pada kecilnya kontribusi terhadap penyempitan defisit neraca berjalan. “defisit neraca berjalan turun menjadi 6,8 miliar dolar atau 3,1 persen dari pdb kuartal ketiga 2014 dan lebih rendah sebesar 0,8 poin persen dari pdb dibanding laju tahun lalu. penurunan ini secara bertahap akan terus berlangsung,” paparnya. kondisi yang sama, lanjutnya, juga terjadi pada sektor fiskal dengan pertumbuhan penerimaan tetap yang relatif lemah, sementara belanja modal terkontraksi. pertumbuhan penerimaan pada periode januari-oktober 2014 10,8 persen terus berada di bawah pertumbuhan pdb nominal 11,8 persen pada kuartal 1sampai kuartal 3 tahun 2014. sementara pada sisi pengeluaran, laju pencairan anggaran secara keseluruhan di akhir oktober 2014 mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya karena dorongan peningkatan belanja subsidi energi. selanjutnya, pada aspek perkembangan travel, dikatakan bahwa di tengah stagnannya pertumbuhan penumpang november 2014 akibat melambatnya ekonomi china dan zona euro, pertumbuhan perjalanan udara global pada 2015 diperkirakan international air transport association (iata) tetap positif. dalam rilisnya, iata menyebut, pada november 2014, pertumbuhan penumpang pesawat rute internasional naik 3,6 persen, dibandingkan dengan tahun lalu. akan tetapi angka tersebut tidak menunjukan perbaikan bila dibandingkan dengan oktober 2014, saat pertumbuhannya mencapai 3,7 persen. menurut iata, stagnasi ini lebih disebabkan oleh kondisi bisnis global yang turut menahan pertumbuhan pertumbuhan industri penerbangan. bahkan, stagnasi ini terjadi di penerbangan kelas ekonomi dan premium. selain itu, iata melaporkan performa penerbangan jarak jauh menurun pada november 2014. walaupun terjadi penurunan, pasar penerbangan jarak jauh untuk timur tengah tetap menunjukan kenaikan di kisaran 8 hingga 10 persen untuk rute dari dan menuju wilayah tersebut. lemahnya kepercayaan terhadap bisnis penerbangan sejak pertengahan 2014 akan membatasi perbaikan di kancah perdagangan nasional tahun ini. sementara itu, akhir tahun lalu, international civil aviation organization (icao) mencatat jumlah pesawat global untuk tujuan wisata dan bisnis naik menjadi 3,2 miliar, dengan pertumbuhan penumpang sebesar 5% dari tahun sebelumnya. bahkan, icao memperkirakan pertumbuhan penumpang pesawat bisa naik dua kali lipat menjadi 6,4 miliar pada tahun 2030, jika ditopang dengan perbaikan ekonomi global. dengan demikian, dapat dipastikan bahwa bisnis travel masih menjanjikan, namun tetap harus mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat sehingga dapat menjadi kenggulan kompetitif bagi perusahaan. strategi usulan adalah strategi yang dirancang untuk memperbaiki strategi eksisting dari pt. voltras travel. strategi usulan dijabarkan dengan beberapa analisis strategi yaitu: (1) matriks swot, analisis swot adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan (rangkuti, 2009). matriks swot adalah sebuah alat pencocokan yang penting yang mampu membantu para manager dalam mengembangkan strategi. matriks ini dapat mengambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya (nisak, 2014). untuk menganalisis secara lebih dalam tentang swot, maka perlu dilihat faktor eksternal dan internal sebagai bagian penting dalam analisis swot (irham dalam nisak, 2014). berikut matriks swot dari pt voltras travel: it/is roles as the business.… (trisna febriana; dkk)   439  internal eksternal strengths s weakness – w opportunities o so wo threats – t st wt gambar 2 – matriks swot pada matriks swot terdapat beberapa 4 komponen yang menyusun, yaitu yang pertama adalah strength (kekuatan/s). komponen strength adalah komponen kekuatan dari pt voltras travel dari sisi internal. kekuatan dari pt voltras travel adalah: (1) memiliki sdm teknologi informasi dan tiketing yang handal, (2) memiliki jaringan internet dan intranet yang terstruktur, (3) memiliki perijinan dengan sistem reservasi maskapai penerbangan internasional dan domestic secara legal. yang kedua adalah weakness (kelemahan/w). komponen weakness adalah komponen yang berisi kelemahan atau kekurangan dari sisi internal. weakness dari pt. voltras travel adalah: belum mampu melayani customer secara fleksibel, belum optimal dalam menanggapi semua keluhan dan kebutuhan customer, belum mampu mengintegrasikan selusuh sistem maskapai penerbangan, dan seluruh pembayaran dan transaksi tidak tercatat dengan rapi dan intergrasi. selanjutnya yang ketiga adalah opportunities (peluang/o). komponen opportunities adalah komponen yang berisi peluang dari sisi eksternal. opportuinites untuk pt. voltras travel adalah: adanya kerja sama dengan beberapa pihak maskapai penerbangan, meningkatnya kebutuhan customer, baik kebutuhan pribadi maupun pengembangan bisnis dalam bidang travel khusunya penerbangan, adanya kerjasama denan isp untuk kebutuhan jaringan dan server, adanya kerja sama dengan beberapa bank untuk sistem pembayaran melalui virtual account. kemudian yang keempat, komponen threats (tantangan/t) adalah komponen yang berisi tantangan dari sisi eksternal. threats untuk pt. voltras travel adalah: tidak semua kalangan menengah ke bawah mampu mengoperasi suatu sistem secara familiar, banyaknya bisnis travel yang telah berkembang saat ini, dan kurangnya kepercayaan masyarakat untuk menggunakan jasa travel. dari komponen di atas, maka dapat disimpulkan analisis swot dari pt. voltras travel dengan menggunakan matriks swot sehingga menghasilkan strategi sebagai berikut: (1) strategi so (strength & opportunity),  (2) strategi wo (weakness & opportunity), (3)  strategi st (strenght & threats), dan (4) strategi wt (weakness & threats).pertama, strategi so (strength & opportunity) yang memanfaatkan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang eksternal. posisi ini merupakan posisi yang diharapkan oleh perusahaan, yang kekuatan internal yang dimiliki perusahaan dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang eksternal. sehingga dapat disimpulkan strategi so dari pt. voltras travel adalah sebagai berikut: memanfaatkan sdm dibidang teknologi informasi dan tiketing untuk meningkatkan kebutuhan customer, manfaatkan kerja sama dengan beberapa maskapai penerbangan untuk megintegrasikan sistem maskapai penerbangan tersebut dalam tindakan memenuhi kebutuhan customer, maksimalkan jaringan internet untuk meningkatkan kebutuhan customer dengan isp untuk kebutuhan server dan koneksi jaringan, gunakan sdm dibidang teknologi informasi dan tiketing untuk mengintegrasikan antara maskapai penerbangan dan bank untuk pembayaran customer agar lebih fleksibel. yang kedua, strategi wo (weakness & opportunity) adalah strategi yang bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang eksternal. apabila perusahaan memiliki peluang eksternal kunci tetapi di satu sisi perusahaan memiliki kelemahan internal yang menghambatnya untuk mengeksploitasi peluang tersebut. strategi wo dari pt. voltras travel adalah: jadikan kerja sama antara maskapai penerbangan dan bank untuk mampu memproses transaksi dan pembayaran customer, gunakan kerja sama dengan isp untuk menghasilkan jaringan internet yang mampu menunjang peningkatan kebutuhan customer hingga 24 jam dan fleksibel, dan integrasikan seluruh sistem maskapai penerbangan dengan adanya kerja sama dengan beberapa maskapai penerbangan. 440   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 435-443  airline airline airline voltras agent network xml xml xml ketiga, strategi st (strength & threats) adalah strategi yang menggunakan kekuatan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. berikut strategi st dari pt voltras travel: (1) gunakan perijinan dengan beberapa maskapai penerbangan untuk meyakinkan bahwa jasa travel pt voltras travel adalah jasa yang terpercaya. salah satunya dengan memasang logo maskapai penerbangan dengan memasang harga yang sudah diberikan ketentuannya oleh masing-masing maskapai penerbangan. (2) jadikan sdm teknologi informasi dan tiketing mampu menghasilkan inovasi yang mampu menjadi keunggulan kompetitif daripada travel lain. misal dengan menampilkan sistem reservasi berupa widget yang mampu dipasang pada masing-masing blog atau website pribadi. (3) gunakan jaringan internet untuk mempromosikan kemudahan penggunaan sistem reservasi untuk kalangan menengah ke bawah. kemudian yang terakhir, strategi wt (weakness & threats) adalah strategi yang merupakan taktik defensive yang diarahkan untuk mengurangi kelemahan internal serta menghindari ancaman eksternal. sebuah organisasi yang menghadapi berbagai ancaman eksternal dan kelemahan internal benar-benar dalam posisi yang membahayakan. dalam kenyataan, perusahaan semacam itu mungkin harus berjuang untuk bertahan hidup, melakukan merger, penciutan, menyatakan diri bangkrut, atau memilih likuidasi. berikut strategi wt dari pt. voltras travel: (1) membuat sebuah sistem yang user friendly sehingga mudah digunakan bagi seluruh lapisan masyarakat. (2) buat promo-promo yang dapat menarik minat para pelanggan baru sehingga mau untuk menggunakan jasa pt.voltras travel ataupun tawaran menarik bagi para pelanggan lama sehingga tetap menjadi loyal customer bagi pt.voltras travel. (3) gunakan sebuah sistem administrasi yang baik dan terintegrasi sehingga memudahkan dalam mengeola data pesanan customer. (4) menyediakan layanan customer service 24 jam dan juga terhubung dengan sistem, sehingga memudahkan customer untuk melakukan complain ataupun bermasalah saat melakukan pemesanan tiket. strategi is/it yang digunakan oleh pt. voltras travel terbagi menjadi beberapa bagian sebagain berikut: infrastruktur, arsitektur teknologi, dan produk. infrastruktur adalah prasarana public yang digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis dari pt. voltras travel. berikut infrastruktur yang digunakan: (1) jaringan internet isp, (2) server centos, (3) platform java, (4) oracle database. selain itu, arsitektur teknologi yang digunakan adalah sebagai berikut: gambar 3 – arsirektur voltras agent network it/is roles as the business.… (trisna febriana; dkk)   441  produk yang merupakan teknologi berdasarkan strategi usulan di atas maka terbentuklah suatu produk teknologi berikut: (1) website e-commerce berbasis b2c (business to customer), dan (2) website e-commercer berbasis b2b (business to business). website e-commerce berbasis b2c (business to customer) yang diimplementasikan oleh pt. voltras travel untuk menjadi enabler bisnis adalah website jauhdekat.com, yang website tersebut membantu pt voltras travel dalam melakukan bisnisnya untuk penjualan secara langsung (direct selling). berikut tampilan website b2c dari pt. voltras travel. gambar 4 tampilan jauhdekat.com website tersebut memiliki beberapa fungsi berikut: pencarian jadwal penerbangan, ketersedian seat pesawat/availability, booking/pemesanan pesawat, payment/pembayaran, issued ticket, print ticket. website tersebut merupakan teknologi is yang menggunakan konsep agent di dalam arsitektur sistemnya. komunikasi yang digunakan antara pt. voltras travel dengan masing-masing maskapai penerbangan/maskapai adalah dengan teknologi komunikasi xml dan scratch. website ini berfungsi untuk penjualan langsung ke customer tanpa harus melalui agent. kemudian, website e-commercer berbasis b2b (business to business) adalah website e-commerce yang mampu membantu pt. voltras travel dalam penjualan tidak langsung ke customer. penjualan ini dilakukan melalui perantara agent. pt. voltras travel memberikan peluang bisnis untuk agent yang ingin memiliki bisnis travel. oleh karena itu, pt voltras travel memberikan teknologi tersebut dengan sistem travel agent sebagai berikut: gambar 5 – tampilan travel agent 442   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 435-443  pada teknologi tersebut diberikan proses yang sama dengan proses pada teknologi b2c hanya saja harga yang diberikan adalah harga keagenan dengan komisi 3%. peran it/is dalam menjadi enabler bisnis pt. voltras travel adalah sebagai berikut: (1) it/is pt voltras travel mampu menjalankan strategi bisnisnya dengan menghasilkan produk-produknya. (2) infrastruktur it/is yang dikembangkan oleh pt. voltras travel dapat dimanfaatkan pada sistem lama dan baru. (3) bentuk arsitektur it/is yang dikembangkan oleh pt. voltras travel berbentuk modular sehingga mengurangi perubahan secara kesuluruhan. (4) it/is mampu menjalankan bisnis utama pt voltras travel yaitu penjualan tiket melalui agent secara fleksibel. (5) it/is mampu mengingkatkan sasaran bisnis dari pt. voltras travel yang terbatas. (6) it/is mampu membuka peluang bisnis kecil bagi agent dan memberikan keuntungan rata bagi pt voltras travel dengan agentnya secara merata. (7) it/is mampu meningkatkan target penjualan pt. voltras travel. simpulan beberapa tren teknologi yang dipaparkan seperti big data, data warehouse, e-business, hybrid cloud dan mobile application sangat mendukung dalam proses perubahan business model perusahaan maupun industry, sehingga menjadi bagian penting dalam sebuah perencanaan strategis is/it untuk mengembangkan bisnis goal perusahaan dan industry. pada beberapa tren di atas, tren teknologi yang dapat mengubah proses bisnis berasal dari penyimpanan data berskala besar, teknologi aplikasi, dan komunikasi data. tren tersebut dapat memangkas proses non-value added untuk meminimalisir waktu dan biaya pada suatu perusahaan/organisasi bahkan industry. sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi yang dapat mengubah proses bisnis perusahaan/organisasi bahkan industry berkarakteristik sebagai berikut: (1) dapat menampung seluruh informasi dan data operasional tanpa batas. (2) dapat memangkas proses non value added yang menyebabkan timbulnya biaya dan waktu. (3) dapat mengimplementasikan proses bisnis dengan fleksibel. (4) dapat memberikan informasi & data dengan tepat waktu dan cepat pada customer, client atau end user. daftar pustaka afrillita, n.t., (2013). analisis swot dalam menentukan strategi pemasaran sepeda motor pada pt.samekarindo indah di samarinda. ejournal administrasi bisnis 2013, 1(1):56-70. ichsan, a. (october 1, 2015). bank dunia prediksikan pertumbuhan ekonomi indonesia 2015 capai 5,2%, retrieved from http://www.ugm.ac.id/en/berita/9598bank.dunia.prediksikan.pertumbuhan.ekonomi.indonesia. 2015.capai.52.persen. iata. (2015). iata perkirakan perjalanan udara global pada 2015 tetap positif. http://indoaviation.com/2015/01/21/iata-perkirakan-perjalanan-udara-global-pada-2015-tetap-positif/. (1 oktober 2015). nisak, z. (2014). analisis swot untuk menentukan strategi kompetitif. retrieved from http://journal.unisla.ac.id/pdf/12922013/4.pdf rangkuti, f. (2009). analisis swot teknik membedah kasus bisnis, jakarta: gramedia pustaka utama. it/is roles as the business.… (trisna febriana; dkk)   443  suhartini. (2012). analisa swot dalam menentukan strategi pemasaran pada perusahaan. jurnal matrik teknik industri universitas muhammadiyah gresik, 12(2). supriyanto. (2004). pemberdayaan teknologi informasi untuk keunggulan bisnis. jurnal ekonomi dan pendidikan, 2(1). widiyono. (2013). peranan teknologi informasi dalam bisnis. jurnal bijak, x(1) analisis dan perancangan e-marketing perancangan e-commerce pada pt daf rudy1; george a. a.2; ryan m. a.3; yohanna4 jurusan sistem informasi, fakultas ilmu komputer, universitas bina nusantara jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 rudy@binus.edu abstract the purpose of this study is to analyze and design e-commerce at. daf to help the sales process is then expected to improve service. the methodology used is the method of analysis, where the review is held directly to the field, observing and analyzing the data obtained, and using the design method, which includes design of business models, screen designs and database design. results to be achieved is the application of e-commerce web-based, whereby the system can enable customers to obtain the desired information is complete, make transactions easier and faster. conclusions obtained are pt daf can take advantage of e-commerce to support their business today and an appropriate business model is the highest-quality models. keywords: web, e-commerce, sales, applications, business abstrak tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan merancang e-commerce pada pt daf untuk membantu proses penjualan yang kemudian diharapkan dapat meningkatkan pelayanan. metodologi yang digunakan adalah metode analisis, dimana diadakan peninjauan langsung ke lapangan, mengamati dan menganalisis data yang diperoleh, serta menggunakan metode perancangan, yang mencakup perancangan model bisnis, rancangan layar dan perancangan basis data. hasil yang ingin dicapai adalah aplikasi e-commerce yang berbasiskan web, di mana sistem ini dapat memudahkan konsumen untuk mendapatkan informasi yang diinginkan secara lengkap, melakukan transaksi lebih mudah dan cepat. simpulan yang didapat adalah pt daf dapat memanfaatkan e-commerce sebagai penunjang bisnisnya saat ini dan model bisnis yang sesuai adalah highest-quality model. kata kunci: web, e-commerce, penjualan, aplikasi, bisnis comtech vol.1 no.1 juni 2010: 170-182 170 mailto:rudy@binus.edu pendahuluan dewasa ini, persaingan dalam dunia bisnis kian kompetitif, untuk itu suatu perusahaan dituntut untuk dapat mengikuti tren agar dapat tetap bersaing dengan perusahaan-perusahaan sejenis lainnya. ketersediaan informasi yang aktual, produk yang beragam dan berkualitas, dan metode penjualan yang tepat merupakan beberapa faktor penting yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan. untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, salah satu teknologi yang sudah ada saat ini dan sangat mendukung adalah teknologi internet. pada awalnya internet hanyalah sebuah jendela informasi dalam sebuah jaringan berbasis teks berkecepatan rendah dan digunakan untuk bertukar informasi dari suatu komputer ke komputer lain. saat ini internet telah mengalami berbagai macam perkembangan teknologi seperti dengan adanya www (world wide web) dan berbagai macam aplikasi grafis dan multimedia yang membuat tampilan internet menjadi interaktif. perkembangan internet dewasa ini memberikan kemudahan untuk memperoleh beragam informasi dari berbagai belahan dunia secara cepat, karena pengguna internet dapat mengakses komputer yang memiliki jasa internet kapan saja dan di mana saja sehingga perbedaan waktu dan tempat tidak lagi menjadi masalah. hal ini menimbulkan ide bagi perusahaan untuk menggunakan internet dalam bentuk website dengan homepage interaktif sebagai pasar global yang dapat digunakan sebagai media untuk melakukan promosi sekaligus memberikan layanan pembelian produk bagi pelanggan yang mempunyai hambatan jarak dan waktu. sekarang ini banyak perusahaan kecil hingga besar sudah menggunakan teknologi internet sebagai sarana penunjang untuk dapat meraih keuntungan sebesar-besarnya dan menjaga eksistensi perusahaan dalam persaingan dunia bisnis yang semakin kompetitif. untuk meningkatkan penjualan serta menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, maka akan dibuatkan suatu rancangan e-commerce untuk pt daf secara online melalui sebuah website, di mana pelanggan dapat melihat dan mendapatkan informasi tentang produk yang ada, serta dapat langsung melakukan transaksi pembelian secara online. metode penelitian metode yang digunakan terdiri dari sebagai berikut. pertama, metode analisis; merupakan metode untuk menganalisis kondisi yang ada di perusahan dan masalah yang dihadapi. pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survei, wawancara dengan beberapa pihak terkait untuk mendapatkan informasi mengenai sistem yang sedang berjalan sebagai dasar untuk perancangan sistem yang akan dibuat serta mencari referensi pustaka. pada tahap ini, juga digunakan tahap awal dari enam tahap pembangunan e-commerce menurut rayport dan jaworski, yakni analisis peluang pasar. kedua, metode perancangan. metode perancangan meliputi perancangan model bisnis, antar muka pelanggan (7c framework), komunikasi pasar, implementasi, dan metrics. studi pustaka internet internet adalah sebuah konsorsium dari jaringan-jaringan, yang menghubungkan jutaan komputer dan ribuan jaringan di seluruh dunia (rayport & jaworski, 2003, p30). perancangan e-commerce...... (rudy; dkk) 171 penjualan menurut swastha (2001, p8) menjual adalah ilmu dan seni mempengaruhi pribadi yang dilakukan penjual untuk mengajak orang lain agar bersedia membeli barang atau jasa yang ditawarkan. menurut mulyadi (1993, p206) bahwa sistem penjualan punya fungsi-fungsi tertentu yaitu fungsi penjualan, fungsi kredit, fungsi gudang, fungsi pengiriman, dan fungsi akuntansi. e-commerce secara formal e-commerce dapat didefinisikan sebagai berikut : teknologi yang memperantarai pertukaran antara pihak-pihak (secara individu atau organisasi) seperti kegiatan intra atau interorganisasi berbasis elektronik yang memfasilitasi pertukaran tersebut (rayport & jaworski, 2003, p4). menurut akbar (2006, p49), e-commerce adalah kegiatan perdagangan yang dilakukan melalui perantara halaman web di internet. menurut rayport dan jaworski (2003, p11), dalam membangun sebuah e-commerce ada 6 tahap yang harus dilalui: framing the market opportunity business model customer interface market communi cation and branding implem entation metrics sumber : rayport & jaworski (2003, p11) gambar 1 strategi e-commerce business-to-customer e-commerce menurut ustadiyanto (2001, p13), b2c (business-to-consumer) e-commerce merupakan transaksi jual beli melalui internet antara penjual barang konsumsi dengan konsumen. b2c ecommerce mengacu pada pertukaran antara bisnis dan consumer seperti yang dilakukan oleh amazon dan yahoo!, transaksi b2c dapat mencakup pertukaran produk fisik, produk digital, atau jasa dan biasanya lebih kecil daripada transaksi b2b. (rayport & jaworski, 2003, p4) hasil dan pembahasan tahap satu: analisis peluang pasar identifikasi kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi comtech vol.1 no.1 juni 2010: 170-182 172 gambar 2 consumer buying process tree bagi pt daf identifikasi target konsumen dalam menganalisis target segmen, pt daf mengambil dua parameter untuk menggolongkan pasarnya. pertama, secara demografi pendapatan, pasar pt daf dibagi kedalam 3 kelompok yaitu pendapatan tinggi, pendapatan menengah, dan pendapatan rendah. kedua, secara geografis wilayah (kota) dibagi menjadi jakarta selatan, jakarta barat, jakarta utara, jakarta timur, jakarta pusat, dan luar jakarta. tabel 1 target segmen berdasarkan pendapatan dan wilayah wilayah pembeli jakarta selatan jakarta barat jakarta utara jakarta timur jakarta pusat luar jakarta pendapatan tinggi target utama target kedua pendapatan menengah target ketiga pendapatan rendah harga tidak terjangkau menilai keunggulan dalam persaiangan jf adalah pesaing langsung dari pt. dunia art frame, sedangkan pesaing lainnya yang juga bergerak dibidang bingkai adalah ff, mafc, toko-toko bingkai kecil, dan pedagang kaki lima yang secara tidak langsung menjadi pesaing dari pt daf. perancangan e-commerce...... (rudy; dkk) 173 tabel 2 profil persaingan untuk pt daf menilai sumberdaya perusahaan dalam memberikan penawaran sumber daya customer-facing pt daf adalah: pertama, ruang pamer. ini merupakan ruang di mana pelanggan dapat melihat contoh bingkai dan lenen yang ada. ruang pamer ini hanya terdapat di kantor pt daf; kedua, brand name. di kalangan pengguna bingkai, pt daf cukup memiliki nama karena pt daf sudah berdiri cukup lama dan memiliki pelanggan tetap yang cukup banyak; ketiga, tenaga penjual. pt daf juga memiliki orang-orang penjualan yang handal, yang mengerti benar tentang produk pt daf dan ramah terhadap pelanggan karena perusahaan ini sangat mementingkan kepuasan pelanggan. aset internal perusahan yang paling menonjol adalah: bagian produksi yang telah menerima pelatihan dari perusahaan; teknik penyambungan bingkai yang menggunakan mesin sehingga tidak merusak bingkai; serta perancang ukiran-ukiran bingkai yang menghasilkan ukiran-ukiran maha karya yang unik dan tidak boleh ditiru oleh orang lain. sumber daya pendukung eksternal dalam pt daf adalah: pemasok yang menyediakan bingkai-bingkai dengan bahan terbaik yaitu dari kayu berkualitas tinggi yang tidak mudah rusak. pemasok juga menjaga desain ukiran bingkai yang dimiliki oleh pt daf agar tidak ditiru oleh perusahaan lain. menilai kesiapan teknologi yang dimiliki pasar pertama, hambatan teknologi. website sebagai aplikasi e-commerce yang akan diterapkan oleh pt daf harus dapat diakses dengan layanan low-bandwith, karena akses internet di indonesia belum mendukung untuk pengoperasian internet secara optimal. kedua, teknologi yang berjalan saat ini. dengan kondisi koneksi internet yang ada di indonesia, pt dafe dapat menggunakan koneksi internet seperti dsl (digital subscriber line) atau cable yang kecepatan koneksinya (transfer rate) dan bandwith-nya lebih baik dari dial-up. comtech vol.1 no.1 juni 2010: 170-182 174 ketiga, dampak teknologi baru. penggunaan teknologi baru di masa mendatang diharapkan dapat membuat perusahaan dan pelanggan tetap dapat memaksimalkan fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh website pt daf. keberadaan video streaming, animasi dan suara pada website di masa mendatang membuat website menjadi lebih menarik. peluang-peluang yang ditawarkan tabel 3 pt daf opportunity story menilai peluang yang dimiliki perusahaan gambar 3 pt daf menilai peluang setelah melakukan analisis 7 faktor di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pt daf siap untuk menerapkan e-commerce tahap dua: model bisnis nilai proporsi pertama, pemilihan segmen. pt dunia art frame memfokuskan target segmen yang ingin dijangkau bagi: galeri lukisan (pendapatan tinggi), kolektor lukisan (penghasilan tinggi), serta pelukis (pendapatan menengah sampai pendapatan tinggi), kantor dan hotel-hotel. kedua, keuntungan yang ditawarkan adalah kualitas frame yang tinggi, customer service yang handal, jangkauan yang luas dan mudah untuk diakses, serta frame yang bervariasi dan orisinil. ketiga, sumber daya pendukung, seperti: nama perusahaan yang sudah dikenal, menggunakan mesin pada bagian produksi, serta pemasok yang menyediakan bingkai dengan kayu berkualitas tinggi. perancangan e-commerce...... (rudy; dkk) 175 penawaran online gambar 4 online / offline egg diagram pt daf resource system sumber daya sistem menggambarkan bagaimana perusahaan harus memilih dan memadukan sumber daya yang ada untuk menyampaikan keuntungan dari nilai proporsi. gambar 5 sumber daya sistem pt daf comtech vol.1 no.1 juni 2010: 170-182 176 model pendapatan dari analisis terhadap keempat komponen model bisnis di atas, dapat disimpulkan bahwa model bisnis yang diterapkan pt daf adalah highest-quality model. tahap tiga: 7c framework context dalam hal context, situs pt daf berfokus pada dimensi fungsional tanpa mengesampingkan dimensi estetikanya. elemen-elemen desain dan performa yang terdapat dalam situs pt daf adalah sebagai berikut. pertama, section breakdown. situs pt daf menempatkan struktur menu pada bagian atas dan kiri bawah situs yang terdiri dari menu data pribadi, produk, forum, faq, dan keranjang belanja bagi member yang sudah login. namun bagi pengunjung yang belum login, struktur menu yang ada adalah home, produk, forum, aturan, dan sejarah. kedua, linking structure. link-link yang terdapat dalam situs membuat pengunjung dapat berpindah halaman dengan mudah karena penamaan link disesuaikan dengan fungsi masing-masing link. misalnya, bila pengunjung hendak melihat atau mengedit data pribadi, pengunjung dapat meng-click menu data pribadi. ketiga, speed. situs pt daf dirancang tanpa menggunakan video atau suara. image yang digunakan hanya untuk menampilkan produk dan berukuran kecil. komponen flash yang digunakan tidak terlalu besar sehingga situs tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk dibuka di layar pengunjung. keempat, reliability. situs pt daf dapat dibuka dengan tampilan yang sama di layar pengunjung. namun ketika sistem sedang dalam perawatan, pengunjung hanya dapat masuk ke dalam halaman home. content website pt daf adalah situs yang bersifat product dominant-category killer di mana situs ini dibangun untuk memberi informasi tentang produk dan menangani transaksi penjualan produk secara online. didalam content ini, ada empat dimensi yang difokuskan yaitu offering mix, appeal mix, multimedia mix dan timeline mix. community komunitas dapat menciptakan membership sense melalui keterlibatan pengunjung dalam sharing informasi. dalam situs pt daf disediakan fitur komunitas untuk sharing apapun seputar dunia frame dan lukisan. fasilitas ini hanya diberikan bagi pelanggan yang telah terdaftar sebagai anggota. di luar itu pengunjung hanya dapat melihat beberapa topik yang ditampilkan di halaman forum untuk umum. customization dalam situs pt daf tersedia fitur yang berhubungan dengan customization. fasilitas yang diberikan hanya tersedia bagi anggota. situs pt daf tergolong kategori moderately customized karena fitur-fitur customization yang ada tidak bersifat terlalu customized misalnya dengan adanya fitur mengedit tampilan web sendiri bagi setiap pelanggan. communication pt daf menyediakan beberapa alat berkomunikasi. dari segi broadcast, pt. da fmemberikan fasilitas faq mengenai produk dan layanan yang ditawarkan. selain itu, dari segi interactive communication, pt daf memperbolehkan baik anggota maupun pengunjung dapat memberikan masukan berupa kritik, saran, dan pendapatnya tentang segala fasilitas yang diberikan pt perancangan e-commerce...... (rudy; dkk) 177 daf. salah satu fitur komunikasi lain yang ditawarkan pt. dunia art frame adalah dengan adanya status pesanan yang memungkinkan pelanggan untuk melacak status pesanannya. connection dalam situs ini tidak disediakan link ke situs lainnya kecuali untuk banner yang akan terpasang, karena pt daf tidak bekerja sama dengan pihak manapun dalam melakukan proses bisnisnya secara online. commerce dalam situs ini terdapat layanan yang berhubungan dengan commerce, tapi fasilitas ini hanya dapat digunakan oleh anggota yang telah terdaftar. karena tidak semua orang dapat memesan bingkai yang dibuat oleh pt daf. pelanggan yang belum terdaftar tetapi ingin melakukan transaksi dapat membuat account terlebih dahulu. fungsi commerce sendiri dimungkinkan oleh hal-hal, seperti: pendaftaran, shopping cart, security, dan order tracking. gambar 6 halaman utama tahap empat: komunikasi pasar market communication ditunjukkan lewat gambar 7 yang menggunakan kerangka komunikasi pemasaran untuk mengklasifikasi metode-metode pemasaran dalam empat kategori: general approaches, traditional mass marketing, personalized marketing, dan direct marketing. comtech vol.1 no.1 juni 2010: 170-182 178 dalam pendekatan general online approaches, pt daf menggunakan online transaction dan customer information. website pt daf dapat menangani transaksi secara online. di mana tujuan utamanya adalah membangun suatu dasar pelanggan yang luas dan hubungan saling percaya dengan pelanggan lewat pembelian frame secara online serta pemrosesan transaksi yang excellent. selain itu website ini juga menyediakan informasi bagi pelanggan melalui fitur faq, customer service melalui e-mail. website ini menggunakan media traditional mass marketing untuk memperkenalkan merknya. media yang digunakan adalah tabloid, brosur-brosur, dan majalah. metode langsung yang dilakukan oleh pt daf adalah dengan mendatangi galeri-galeri untuk memperkenalkan produk yang ada dan melalui rekomendasi customer service di toko atau melalui telepon. metode pendekatan personalized yang diterapkan berupa personalized recomendation dan personalized e-commerce stores. ketika pelanggan login ke dalam website, dengan seketika akan ditampilkan produk yang terakhir kali dibelinya berdasarkan behavior pelanggan saat terakhir kali bertransaksi. gambar 7 komunikasi pasar pt daf tahap lima: implementasi ketika sistem yang dirancang diimplementasikan oleh perusahaan, infrastruktur berupa sumber daya manusia, sistem komputer, dan kemitraan perlu di perhatikan agar tujuan strategis perusahaan dapat tercapai. sumber daya manusia dalam mengimplementasikan website ini dibutuhkan sumber daya manusia yaitu karyawan yang khusus bekerja di bagian teknologi, seperti: manajer it, programmer, dan admin. sistem komputer berikut ini adalah spesifikasi yang sebaiknya dipenuhi oleh pt dunia art frame. pertama adalah server, yakni: processor pentium 4 2.8 ghz, memory 1 gb, dan hard disk 1 gb. kedua adalah arsitektur jaringan: perancangan e-commerce...... (rudy; dkk) 179 gambar 8 arsitektur jaringan kemitraan pt daf perlu bekerjasama dengan perusahaan jasa kurir untuk menangani pengiriman produk ke pelanggan. tahap enam: metrics e-commerce yang akan diimplementasikan pada pt dunia art frame nantinya perlu diukur keberhasilannya. pengukuran ini dilakukan berdasarkan beberapa parameter, seperti: peluang pasar, model bisnis, marketing and branding, implementasi, dan pelanggan. tampilan layar website pt daf gambar 9 halaman utama pada situs daf comtech vol.1 no.1 juni 2010: 170-182 180 gambar 10 halaman produk admin pada situs daf simpulan simpulan yang diambil adalah sebagai berikut ini. pertama, dengan sumberdaya yang dimiliki saat ini disertai dengan peluang-peluang yang akan dihadapai oleh pt daf, maka pt daf dapat memanfaatkan e-commerce dalam bisnis yang dilakukannya saat ini. kedua, dengan adanya aplikasi ecommerce ini perusahaan dapat menjangkau target konsumen yang lebih luas, serta dapat membuka peluang calon pelanggan dari luar jakarta yang tertarik untuk melakukan transaksi dan menggunakan aplikasi ini. ketiga, model bisnis yang sesuai dengan kondisi perusahaan adalah highest quality model. keemapat, aplikasi ini juga dibuat untuk memberikan fasilitas kepada konsumen dalam memasarkan lukisan atau properti seni dan dapat langsung berhubungan dengan konsumen lain atau pihak perusahaan secara online melalui forum. daftar pustaka akbar, a. (2006). kamus praktis internet untuk semua orang, semarang: neomedia press. chaudury, a., and piere k. (2002). e-business and e-commerce infrastructure: technologies supporting thee-business initiative, new york: mc graw hill. connolly, t. m., and carolyn e. b. (1996). database systems: a practical approach to design, implementation and management, 3rd ed., reading, massachusets: addision wesley. date, c. j. (1995). an introduction to: database systems, 6th ed., reading, massachusets: addisonwesley. ikatan akuntansi indonesia. (1991). standar profesional akuntan, jakarta: iai. mulyadi. (1993). sistem akuntansi, edisi ketiga, yogyakarta: sekolah tinggi ilmu ekonomi, ykpn. perancangan e-commerce...... (rudy; dkk) 181 rayport, j. f., and jaworski, b. j. (2003). introduction to e-commerce, 2nd ed., mcgraw-hill education (asia). smith, j. m., dan skousen, k. f. (1993). akutansi intermediate, edisi kesembilan. diterjemahkan oleh nugroho widjajanto, jakarta: erlangga. subekti, m. (1997). sistem manajemen basis data, jakarta: universitas bina nusantara. swastha, b. (2001). manajemen penjualan, edisi ketiga, yogyakarta: bpfe. comtech vol.1 no.1 juni 2010: 170-182 182 microsoft word 23.ars_nina nurdiani-ok.doc 952 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 952-960  permasalahan pengerjaan pondasi dan dinding pada proyek perumahan nina nurdiani architecture department, faculty of engineering, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 nnurdiani@binus.edu; nina.nurdiani@yahoo.co.id abstract good housing quality will make the age of building more longer, and occupants will be more comfortable to live in the house. due to high of growth of housing projects and the need to finish quickly, developers often pay less attention to the quality of the building work. many problems occurred in the work area during the construction of housing projects. it could hinder the work and affect the physical quality of buildings after the construction period. this study explores the issue of housing project development, focusing on foundation and wall consruction, as well as the solution. the study is conducted by field observations and literature review related foundation and wall consruction. the locations are taken from five housing projects in jakarta built by private developers in 2008-2010. the results provide information that the issue on foundation and wall consruction is very important because it is associated with the strength and robustness of the building, as well as the convenience of staying after the construction finished. if the problems can be addressed and resolved early, the risk of decline in the quality of the building can be controlled, avoided or eliminated. otherwise, it can lead to a decrease in housing quality prematurely. keywords: housing project, constuction, foundation, wall abstrak kualitas perumahan yang baik akan membuat usia bangunan lebih lama, dan penghuni akan lebih nyaman untuk tinggal di rumah. dikarenakan oleh tingginya pertumbuhan proyek perumahan dan kebutuhan untuk segera menyelesaikannya, pengembang kurang memperhatikan kualitas pengerjaan bangunan. banyak permasalahan yang terjadi di lapangan selama pembangunan proyek perumahan. ini bisa menghambat pengerjaan di lapangan dan dapat mempengaruhi kualitas fisik bangunan setelah masa konstruksi. penelitian ini membahas masalah pengerjaan proyek pembangunan perumahan, khususnya masalah pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding, dan bagaimana solusinya. penelitian ini dilakukan dengan observasi lapangan dan kajian literatur yang berhubungan dengan pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding. lokasi penelitian dilakukan di lima lokasi proyek perumahan di jakarta yang dibangun oleh pengembang swasta tahun 20082010. hasil dari penelitian ini memberikan pengetahuan bahwa masalah pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding sangat penting karena terkait dengan kekuatan dan ketahanan bangunan, serta kenyamanan tinggal setelah konstruksi. jika masalah tersebut tidak segera ditangani dapat menyebabkan penurunan kualitas perumahan prematur. namun, jika masalah dapat diatasi dan diselesaikan lebih awal, risiko penurunan kualitas bangunan dapat dikendalikan, dihindari atau dihilangkan. kata kunci: proyek perumahan, pengerjaan pondasi, pengerjaan dinding permasalahan pengerjaan pondasi… (nina nurdiani) 953 pendahuluan pembangunan proyek perumahan oleh developer di berbagai kawasan dan daerah menunjukkan bahwa kebutuhan perumahan menjadi kebutuhan dasar kedua bagi masyarakat. tingginya kebutuhan perumahan mendorong pengembang untuk membangun proyek perumahan di pinggiran kota atau di pusat kota. pertumbuhan yang tinggi dalam proyek-proyek perumahan terus menuntut kualitas perumahan yang lebih baik. kualitas perumahan yang baik akan membuat usia bangunan lebih lama, dan penghuni akan lebih nyaman untuk tinggal di rumah. kegiatan pembangunan proyek rumah tinggal dimulai dari pengerjaan pondasi sampai dengan pengerjaan finishing. tingginya pertumbuhan proyek perumahan dan mereka semua membutuhkan segera selesai menyebabkan pengembang kurang memperhatikan kualitas pengerjaan bangunan. banyak permasalahan yang terjadi di lapangan selama pembangunan proyek perumahan. ini bisa menghambat pengerjaan di lapangan dan dapat mempengaruhi kualitas fisik bangunan setelah selesai masa pembangunan. untuk dapat mengurangi atau mengendalikan permasalahan yang terjadi pada pengerjaan proyek pembangunan rumah tinggal perlu dilakukan studi. pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding dipelajari lebih dulu karena pengerjaan tahap awal pembangunan rumah tinggal umumnya adalah pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding. tentunya permasalahan tersebut harus dapat diidentifikasi dan dicarikan solusinya, agar kualitas bangunan tetap baik dan di masa datang permasalahan tersebut dapat dihindari atau dihilangkan. permasalahan yang akan dijawab melalui studi ini adalah: (1) apa saja permasalahan yang sering terjadi terkait pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding pada proyek perumahan?; (2) bagaimana solusi terkait permasalahan pada pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding? tujuan studi adalah untuk mengidentifikasi dan memahami permasalahan apa saja yang terjadi di lapangan terkait pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding pada proyek perumahan, dan bagaimana solusinya. manfaat studi ini adalah untuk menambah pengetahuan terkait pemahaman konstruksi bangunan rumah tinggal dan pelaksanaan pengerjaan konstruksi bangunan di lapangan, khususnya pengetahuan terkait permasalahan pengerjaan pondasi dan dinding, serta solusinya. metode untuk dapat menjawab permasalahan yang terjadi di lapangan terkait pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding pada proyek perumahan, serta bagaimana solusinya, dilakukan studi dengan pendekatan deskriptif pada beberapa proyek pembangunan perumahan oleh pengembang (developer) swasta di jakarta. unit analisisnya yaitu pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding pada proyek rumah tinggal yang sedang berjalan yang disurvei antara tahun 2008 – 2012. metode pengambilan data primer dilakukan melalui metode survei pengamatan (observasi) lapangan di lima lokasi proyek rumah tinggal di perumahan yang dibangun pengembang swasta di jakarta yaitu di perumahan casa goya, rumah tinggal di komplek mega kebon jeruk, rumah tinggal di perumahan royal residence, rumah tinggal di perumahan green garden, rumah tinggal di perumahan green mansion. pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi literatur terkait pengerjaan konstruksi bangunan rumah tinggal khususnya pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding. analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan dan melihat persamaan serta perbedaan pelaksanaan pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding pada proyek pembangunan rumah tinggal serta memetakan solusi mengatasi permasalahan tersebut. 954 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 952-960  hasil dan pembahasan pengerjaan pondasi pondasi adalah bagian bangunan yang berfungsi menyalurkan beban bangunan ke tanah. perhitungan ukuran pondasi dan pembangunan pondasi yang tepat akan menghindarkan penurunan gedung yang tidak merata dan menghindari robohnya bangunan. karena penurunan gedung yang tidak merata dapat mengakibatkan retak pada dinding, dinding yang tidak sejajar anting, atau pintu dan jendela menjadi tidak bisa dibuka. pada bangunan rumah tinggal, pondasi yang umumnya digunakan pondasi lajur dari batu kali atau pondasi setempat (telapak). pondasi batu kali dibuat dari pecahan batu kali yang cukup besar. harus diperhatikan agar celah-celah antara batu kali selalu berselang-seling dan diisi dengan adukan. lebar pondasi dibuat sekitar 5cm lebih tebal dari dinding pada kedua sisi pondasi (gambar 1). pondasi setempat (telapak) dibuat dari beton bertulang. biasanya digunakan pada kolom-kolom utama untuk menyalurkan beban ke tanah pada bangunan rumah tinggal dua lantai. sumber: heinz frick gambar 1. cara pemasangan pondasi batu kali di proyek pembangunan rumah tinggal. pengerjaan dinding konstruksi dinding bata merah bata merah adalah bahan bangunan dari tanah liat (lempung) untuk dinding yang dibuat sebagai hasil “home industry” atau perusahaan batu bata. ciri-ciri bata merah yang baik yaitu: permukaannya kasar, warna merah seragam (merata), bunyinya nyaring, dan tidak mudah hancur atau permasalahan pengerjaan pondasi… (nina nurdiani) 955 patah. ukuran standar bata merah yaitu: (1) panjang 240 mm, lebar 115 mm, tebal 52 mm; (2) panjang 230 mm, lebar 110 mm, tebal 50 mm; (3) panjang 240 mm, lebar 120 mm, tebal 70 mm. konstruksi dinding batako batako adalah bahan bangunan dari campuran tras dan kapur, atau semen-pasir-dan air. ukuran batako lebih besar dari bata merah, sehingga penggunaan batako untuk dinding dapat lebih hemat dari bata merah, karena jumlah batako yang digunakan lebih sedikit untuk ukuran per m2 luas dinding. apabila kualitas batako baik dan pemasangaannya baik, kadang dinding batako tidak perlu diplester lagi, cukup dicat agar nyaman, bersih dan rapi. ukuran standar batako yaitu: (1) panjang 40 cm, lebar 20 cm, tinggi 20 cm, berlubang, untuk dinding luar; (2) panjang 40 cm, lebar 20 cm, tinggi 20 cm, berlubang, batu khusus sebagai penutup pada sudut-sudut dan pertemuan-pertemuan dinding; (3) panjang 40 cm, lebar 10 cm, tinggi 20 cm, berlubang, untuk dinding pengisi dengan tebal 10 cm; (4) panjang 40 cm, lebar 10 cm, tinggi 20 cm, berlubang, batu khusus sebagai penutup pada dinding pengisi; (5) panjang 40 cm, lebar 10 cm, tinggi 20 cm, tidak berlubang, batu khusus untuk dinding pengisi dan/atau pemikul sebagai hubunganhubungan sudut dan pertemuan; (6) panjang 40 cm, lebar 8 cm, tinggi 20 cm, tidak berlubang, batu khusus untuk dinding pengisi. pemasangan konstruksi dinding bata merah pemasangan bata merah harus membentuk kesatuan sekaligus menerima beban dengan baik. sehingga siar-siar vertikal (adukan antara pasangan bata merah) pemasangannya harus saling bersilang (gambar 2). siar vertikal umumnya berjarak 1 cm dan siar horizontal setebal 1,5cm. cara pemasangan batu bata merah yang benar adalah sebagai berikut. sebelum pemasangan bata merah perlu dibasahi lebih dahulu untuk menghindari retak pasangan bata karena bata merah bersifat porous. penyusunan bata tiap hari juga tidak boleh lebih dari 1,5 m tingginya agar tidak susut ke arah vertikal karena pasangan bata belum kering. setelah lapisan pertama pada lantai atau pondasi dipasang, maka papan mistar yang menentukan tinggi lapisan masing-masing, sehingga dapat diatur seragam. lapisan kedua dan lapisan berikutnya pada bata merah masing-masing diletakkan adukan pada dinding yang sudah didirikan untuk siar horizontal, dan pada bata merah yang akan dipasang pada sisi sebagai siar vertikal. bata merah dipasang mengikuti tali yang telah dipasang menurut papan mistar sampai bata merah duduk rapat dan tepat. dengan sendok adukan, adukan yang berlebihan dan keluar dari sisi-sisi bata merah dipotong, agar rata dan rapi. jika dinding terlalu panjang untuk menggunakan sebuah waterpas. atau jika tidak dapat melihat dari satu ujung dinding ke ujung lainnya, kita dapat memakai selang plastik yang disi dengan air. pemasangan konstruksi dinding batako pemasangan batako sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pemasangan bata merah. cara pemasangan batako adalah sebagai berikut. sebelum pemasangan batako tidak perlu dibasahi terlebih dahulu, tidak boleh direndam air. untuk pemotongan batako dipergunakan palu dan tatah (untuk membuat goresan pada batako), sesudahnya dipatahkan pada batu yang cukup lancip. sebelum pemasangan, batako disusun dan diatur lebih dahulu di tepi atau di atas pondasi (rolag), agar tidak ada kelebihan atau kekurangan batu. pada letak pintu-pintu juga diberi tanda. kemudian dimulai dengan pemasangan batu batako pertama dari sudut-sudut bangunan dan berakhir di tengah-tengah. pada sudut-sudut bangunan masing-masing diberi papan mistar dan tali pelurus untuk menentukan tinggi lapisan batako. pemasangan batako terakhir selalu di tengah-tengah. untuk memperkuat dinding batako juga digunakan rangka pengkaku yang terdiri dari kolom atau balok beton bertulang yang dicor di dalam lubang-lubang batako. kolom beton ini selalu dipasang di sudut-sudut, pertemuan dan persilangan dinding batako. 956 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 952-960  sumber: heinz frick gambar 2. konstruksi dinding bata merah untuk proyek pembangunan rumah tinggal (5.46 s/d 5.57). permasalahan pada pengerjaan pondasi pengerjaan pondasi pada proyek rumah tinggal di perumahan perlu diperhatikan dengan baik karena kekuatan dan kekokohan pondasi bangunan akan diperoleh apabila mulai pengerjaan awal pondasi dan pemasangan material bangunan untuk pondasi dibangun dengan benar. permasalahan umum pada pengerjaan pondasi yang terjadi di lapangan dari hasil survei di lima lokasi perumahan antara lain karena faktor cuaca (40%), pelaksanaan pengerjaan pondasi tidak sesuai standar prosedur (20%), dan ketrampilan tukang yang masih terbatas/kurang mahir (40%). ketiga permasalahan ini paling umum terjadi dalam pembangunan proyek rumah tinggal (gambar 3). prosentase permasalahan pekerjaan pondasi 40% 20% 40% faktor cuaca pelaksanaan tidak sesuai standar prosedur ketrampilan tukang masih terbatas/kurang mahir   sumber: hasil analisis peneliti (2012) gambar 3. diagram prosentase permasalahan pengerjaan pondasi pada proyek rumah tinggal di jakarta. permasalahan pengerjaan pondasi… (nina nurdiani) 957 permasalahan pengerjaan dinding yang paling umum terjadi dari hasil survei di lima lokasi perumahan antara lain pelaksanaan pengerjaan dinding tidak sesuai standar prosedur pemasangan dinding (10%), permukaan dinding yang tidak rata (10%), retak rambut pada dinding (40%), plesteran dinding keropos dan berguguran (10%), pemasangan nat antar keramik tidak rata (10%), dan keramik dinding terlepas sesaat setelah pemasangan (10%). keenam permasalahan di atas paling umum terjadi pada pelaksanaan pengerjaan dinding pada proyek rumah tinggal (gambar 4).   prosentase pemasalahan pekerjaan dinding 10% 10% 50% 10% 10% 10% pelaksanaan tidak sesuai standar prosedur permukaan dinding tidak rata retak rambut pada dinding plesteran dinding keropos dan berguguran pemasangan nat antar keramik tidak rata keramik dinding terlepas setelah pemasangan   sumber: hasil analisis peneliti (2012) gambar 4. diagram prosentase permasalahan pengerjaan dinding pada proyek rumah tinggal di jakarta. permasalahan pengerjaan pondasi terkait faktor cuaca di lapangan antara lain hujan yang mengakibatkan galian pondasi longsor, jadwal kerja tidak tepat waktu, dan lain sebagainya. permasalahan pelaksanaan pengerjaan pondasi di lapangan yang tidak sesuai standar prosedur pengerjaan pondasi antara lain terjadi pembelokan pondasi tiang pancang, dan lain sebagainya. permasalahan pengerjaan pondasi terkait kurangnya tingkat profesional tukang/pekerja lapangan antara lain salah penulisan pada bowplank yang mengakibatkan salah galian pondasi, dan lain sebagainya. solusi faktor cuaca di lapangan antara lain dilakukan dengan pemakaian terpal waktu hujan dan bentuk galian pondasi trapesium untuk menghindari galian pondasi longsor. solusi pelaksanaan pengerjaan pondasi di lapangan tidak sesuai standar prosedur pengerjaan pondasi adalah pengawasan pelaksanaan pengerjaan pondasi yang perlu ditingkatkan. solusi kurangnya tingkat profesional tukang atau pekerja lapangan antara lain tukang diawasi dan diarahkan, lebih teliti dalam menulis tanda pada bowplank dan gunakan cat semprot untuk tulisan penanda. permasalahan pada pengerjaan dinding permasalahan pengerjaan dinding umumnya terkait para tukang/pekerja tidak mengikuti standar prosedur pelaksanaan pengerjaan dinding antara lain tukang malas menggunakan benang sebagai lot horisontal sehingga pasangan bata pada dinding tidak rata, dan lain sebagainya. permasalahan pengerjaan dinding terkait permukaan dinding tidak rata umumnya disebabkan karena pemasangan bata tidak teliti sehingga ketebalan pasangan bata pada dinding berbeda. permasalahan pengerjaan dinding yaitu retak rambut pada dinding umumnya disebabkan karena kualitas dan ukuran bata berbeda, penggunaan bata -bata yang pecah, proses pengacian bertahap, kualitas pasir kurang baik, kondisi dinding terlalu kering, dan lain sebagainya. permasalahan plesteran dinding keropos dan berguguran umumnya disebabkan karena proses pemlesteran kurang 958 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 952-960  baik, kurang semen pada adukan plesteran, dan lain sebagainya. permasalahan pemasangan nat antar keramik pada dinding tidak rata umumnya disebabkan karena kurangnya adukan untuk pasang keramik dinding, sehingga permukaan dinding tidak rata, dan lain sebagainya. permasalahan keramik dinding terlepas sesaat setelah pemasangan umumnya disebabkan karena plesteran dinding kurang dikasari. solusi untuk pengerjaan dinding yang tidak sesuai/tidak mengikuti standar prosedur antara lain dengan mngawasi dan mengarahkan tukang dan menggunakan benang pelurus sebagai lot horisontal. permukaan dinding tidak rata dapat ditangani dengan cara pembobokan permukaan dinding apabila perbedaan ketebalan permukaan dinding besar. selain itu, apabila perbedaan ketebalan permukaan dinding tipis dapat diratakan dengan plesteran. solusi untuk retak rambut pada dinding yaitu dengan cara menyiramkan air ke bata sebelum diplester. sebelum pengacian, plesteran bata disiram air agar jenuh air. setelah diplester, lakukan penyiraman kembali untuk memperlambat proses pengeringan plesteran sehingga resiko retak rambut pada dinding dapat dikurangi. selanjutnya bagian yang retak didempul (gambar 5), dihaluskan dengan ampelas, lalu dicat kembali (gambar 6). bagian dinding siku diberi kawat ayam terlebih dahulu sebelum diplester kembali. solusi untuk plesteran dinding yang keropos dan berguguran antara lain dengan melakukan plester ulang dan sebelumnya memberikan kawat ayam pada bagian yang terkelupas agar hasil plesteran lebih kuat. sedangkan untuk pemasangan nat antar keramik yang tidak rata dapat diatasi dengan membongkar keramik dan memberi adukan secukupnya, serta menggunakan bantuan benang sebagai lot vertikal dan lot horisontal. untuk keramik dinding yang terlepas setelah pemasangan, solusinya adalah dengan membuat kasar kembali permukaan plesteran dinding dengan pahat/palu sehingga adukan melekat erat pada dinding. sumber: hasil survei peneliti (2012) gambar 5. retak rambut pada dinding yang sudah didempul. sumber: hasil survei peneliti (2012) gambar 6. dempulan retak rambut yang sudah diampas dan diaci, serta siap dicat kembali. permasalahan pengerjaan pondasi… (nina nurdiani) 959 permasalahan umum pada pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding terjadi di lapangan umumnya disebabkan karena ketrampilan tukang yang masih kurang dan pelaksanaan pengerjaan lapangan oleh tukang yang tidak sesuai prosedur standar. faktor cuaca dan kualitas material bangunan adalah penyebab lainnya dari permasalahan pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding. permasalahan pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding harus segera diatasi dan ditangani agar kualitas bangunan tidak cepat menurun dan usia bangunan cukup panjang. kualitas bangunan yang baik dan usia bangunan yang cukup lama akan membuat penghuni nyaman dan betah tinggal di rumah dan biaya pemeliharaan dan perbaikan dapat dihemat. upaya lain adalah dengan melakukan pengawasan pengerjaan lapangan yang intensif sehingga tukang melakukan pengerjaannya dengan baik. jika masalah dapat diatasi dan diselesaikan lebih awal, risiko penurunan kualitas bangunan dapat dikendalikan, dihindari atau dihilangkan. penutup hasil studi mengenai permasalahan pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding memberikan pengetahuan bahwa masalah pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding sangat penting karena terkait dengan kekuatan dan ketahanan bangunan, dan dalam hubungannya dengan kenyamanan tinggal penghuni setelah masa konstruksi selesai. permasalahan umum pada pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding yang umum terjadi adalah karena ketrampilan tukang yang masih kurang dan pelaksanaan pengerjaan lapangan yang tidak sesuai prosedur standar. penyebab lain dari permasalahan pada pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding adalah faktor cuaca dan kualitas material bangunan. upaya pengawasan pengerjaan lapangan yang intensif, penanganan masalah pengerjaan pondasi dan pengerjaan dinding yang segera dilakukan akan membantu usia bangunan cukup panjang. jika masalah di lapangan dapat diatasi dan diselesaikan lebih awal, risiko penurunan kualitas bangunan juga dapat dikendalikan, dihindari atau dihilangkan. kualitas bangunan yang baik dan usia bangunan yang cukup panjang akan membuat penghuni nyaman dan betah tinggal di rumah dan biaya pemeliharaan serta perbaikan bangunan dapat dihemat. daftar pustaka allen, edward (2005). dasar-dasar konstruksi bangunan (jilid 1). jakarta: penerbit erlangga. ferdhian, m., yustika, n., martha, y. (2008). laporan kerja praktek rumah tinggal di perumahan casa goya – jakarta. jakarta: jurusan arsitektur, universitas bina nusantara. frick, heinz (1991). ilmu konstruksi bangunan 1. yogyakarta: penerbit kanisius. julistiono h. (2005). menggambar struktur bangunan. jakarta: grasindo. lou, ken (2003). re-thinking building construction. singapore: asiamedia publishing. nugroho, n., wibowo, satrio j., dwicahyasani, d. (2008). laporan kerja praktek rumah tinggal di komplek mega kebon jeruk blok e no. 5 – jakarta barat. jakarta: jurusan arsitektur, universitas bina nusantara. 960 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 952-960  ronald, stephanus (2009). laporan kerja praktek rumah tinggal di royal residence – jakarta timur. jakarta: jurusan arsitektur, universitas bina nusantara. sophia, l., saba, deby y., hanifati, duhita a. (2010). laporan kerja praktek rumah tinggal di perumahan casa goya – jakarta barat. jakarta: jurusan arsitektur, universitas bina nusantara. sumitro, a. dan fernandina, w. (2009). laporan kerja praktek rumah tinggal di perumahan green mansion – jakarta. jakarta: jurusan arsitektur, universitas bina nusantara. microsoft word 04.mt rojali afan-ok.docx 762 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 762-773 program aplikasi steganografi menggunakan metode spread spectrum pada perangkat mobile berbasis android rojali1; afan galih salman2; teddy nugraha3 1, 3 mathematics & statistics department, school of computer science, binus university jln. k.h. syahdan no.9, palmerah jakarta barat 11480 rojali@binus.edu 2computer science department, school of computer science, binus university jln. k.h. syahdan no.9, palmerah jakarta barat 11480, indonesia asalman@binus.edu abstract the exchange of traffic information in cyberspace grows fast. in all areas of life utilize technology to exchange information. one of the media owned by many people is mobile device such as mobile phone and tablet computer. in fact many people have been using mobile devices for information exchange function, and expect information to be transmitted quickly, accurately, and safely. the information security sent will be very important when the information is confidential. one way to secure information sent is the concealment of information into a media so that information hidden is beyond recognition by the human senses, which is commonly referred to steganography. this research studied and implemented steganography using spread spectrum method on android-based mobile devices. the results showed that the inserted image before and after the message was inserted is not different with psnr value of about 75. keywords: steganography, spread spectrum, image, android abstrak jaman yang semakin maju membuat lalu lintas pertukaran informasi di dunia maya semakin berhembus kencang. di semua bidang kehidupan dari semua kalangan memanfaatkan teknologi untuk pertukaran informasi. salah satu media yang dimiliki oleh banyak orang adalah perangkat mobile, seperti telepon genggam dan komputer tablet. faktanya banyak orang sudah menggunakan perangkat mobile untuk fungsi pertukaran informasi, dan mengharapkan informasi yang dikirimkan dapat sampai dengan cepat, tepat, dan aman. keamanan informasi yang dikirim menjadi sangat penting artinya apabila informasi tersebut bersifat rahasia. salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengamankan informasi yang dikirim adalah dengan penyembunyian informasi ke dalam sebuah wadah (media) sehingga informasi sulit dikenali oleh indra manusia, atau biasa disebut dengan istilah steganografi. pada penelitian ini dilakukan studi dan implementasi steganografi menggunakan metode spread spectrum pada perangkat mobile berbasis android. hasil penelitian menunjukan citra sebelum disisipkan dan sesudah disisipkan pesan tidak berbeda dengan nilai psnr sekitar 75. kata kunci: steganografi, metode spread spectrum, citra, aplikasi android     program aplikasi steganografi… (rojali; dkk) 763 pendahuluan perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini mempermudah manusia dalam melakukan berbagai hal karena teknologi dapat mempersingkat jarak dan waktu. dalam bidang teknologi komputer dan internet, banyak sekali orang yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi tersebut. salah satu contoh nyata adalah banyaknya pengiriman informasi melalui jaringan internet. tentunya pengiriman informasi melalui internet sangatlah menguntungkan karena selain cepat, biayanya pun murah. namun di sisi lain juga memiliki kelemahan yaitu informasi yang dikirim dapat dengan mudah dan tanpa diketahui pemilik informasi, dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. perkembangan dunia internet pun kini telah menjamur ke media-media yang ada selain komputer, termasuk perangkat mobile. kini, perangkat mobile tidak hanya dimiliki oleh golongan atas, tetapi hampir kebanyakan orang sudah memiliki perangkat tersebut. terlebih lagi mobile phone tidak hanya digunakan untuk menelepon ataupun mengirimkan pesan singkat saja, tetapi digunakan juga untuk fungsi-fungsi lainnya yang berhubungan dengan dunia internet, seperti chat, browsing, blogging, banking, berinteraksi pada media sosial, ataupun aplikasi-aplikasi lainnya yang mendukung kemudahan memenuhi segala kebutuhan dan keinginan manusia. koneksi internet cepat dan murah yang didukung oleh perangkat yang menunjang serta aplikasi yang mudah dapat, menarik, dan murah, menjadi pilihan banyak orang di dunia yang menginginkan segalanya yang serba instan.selain cepat dan murah, diperhitungkan juga segi lainnya yaitu faktor keamanan. keamanan menjadi sangat menjadi penting apabila informasi yang dikirimkan merupakan informasi yang bersifat rahasia. steganografi adalah teknik penyembunyian informasi ke dalam sebuah wadah (media) sehingga data yang disembunyikan sulit dikenali oleh indra manusia. teknik tersebut membuat orang lain tidak sadar bahwa ada informasi penting yang kita kirimkan tersembunyi di dalam media lain, seperti citra, audio, maupun video. seandainya informasi yang telah disembunyikan pada suatu media tersebut pun dicuri, oknum pencuri tersebut belum tentu bisa mengetahui informasi yang ada di dalamnya, karena ada sandi (key) untuk bisa membuka informasi yang terkandung dalam media informasi tersebut. sandi tersebut hanya diketahui oleh pengirim dan penerima. salah satu metode steganografi adalah spread spectrum. metode spread spectrum mentransmisikan sebuah sinyal pita informasi yang sempit ke dalam sebuah kanal pita lebar dengan penyebaran frekuensi. penyebaran frekuensi sendiri berfungsi menambah tingkat redundansi (winanti, 2008). dengan menambah tingkat redundansi maka kode tidak mudah dipecahkan. menurut baskara (2007), steganografi adalah ilmu dan seni menyembunyikan informasi dengan cara menyisipkan pesan di dalam pesan lain yang bertujuan menghindari kecurigaan pihak ketiga yang tidak berkepentigan terhadap informasi tertentu. steganografi membutuhkan dua properti utama: wadah penampung dan informasi rahasia yang akan disembunyikan. steganografi digital menggunakan media digital sebagai wadah penampung, misalnya citra, suara, teks, dan video. informasi rahasia yang disembunyikan juga dapat berupa citra (gambar 1), suara, teks, atau video. ada empat komponen utama steganografi, yaitu: (1) embedded message (hiddentext), yaitu pesan yang disembunyikan; (2) cover-object (covertext), yaitu pesan yang digunakan untuk menyembunyikan embedded message; (3) stego-object (stegotext), yaitu pesan yang sudah berisi pesan embedded message; (4) stego-key, yaitu kunci yang digunakan untuk menyisipan pesan dan mengekstraksi pesan dari stegotext. berikut diagram penyisipan dan ekstraksi pesan (gambar 2). 764 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 762-773 gambar 1. contoh gambar yang disisipi pesan. gambar 2. diagram penyisipan dan ekstraksi pesan. menurut munir (2004), kriteria steganografi yang baik adalah: (1) imperceptible, yaitu keberadaan pesan tidak dapat dipersepsi oleh indra manusia. jika pesan disisipkan ke dalam sebuah citra, citra yang telah disisipi pesan harus tidak dapat dibedakan dengan citra asli oleh mata. begitu pula dengan suara, telinga haruslah mendapati perbedaan antara suara asli dan suara yang telah disisipi pesan; (2) fidelity, yaitu mutu media penampung tidak berubah banyak akibat penyisipan. perubahan yang terjadi harus tidak dapat dipersepsi oleh indra manusia; (3) recovery, yaitu pesan yang disembunyikan harus dapat diungkap kembali. karena tujuan steganografi adalah menyembunyikan informasi, sewaktu-waktu informasi yang disembunyikan ini harus dapat diambil kembali untuk dapat digunakan lebih lanjut sesuai keperluan. beberapa metode steganografi antara lain: least significant bit (lsb), low bit coding, phase coding, echo hiding, dan spread spectrum. metode spread spectrum, adalah metode yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu sebuah teknik pentransmisian dengan menggunakan pseudonoise code, yang independen terhadap data informasi, sebagai modulator bentuk gelombang untuk menyebarkan energi sinyal dalam sebuah jalur komunikasi (bandwidth) yang lebih besar daripada sinyal jalur komunikasi informasi. oleh penerima, sinyal dikumpulkan kembali menggunakan replika pseudonoise code tersinkronisasi. berdasarkan definisi, dapat dikatakan bahwa steganografi menggunakan metode spread spectrum memperlakukan cover-object baik sebagai derau (noise) ataupun sebagai usaha untuk menambahkan derau semu (pseudonoise) ke dalam cover-object. proses penyisipan pesan menggunakan metode spread spectrum ini terdiri dari tiga proses, yaitu spreading, modulasi, dan penyisipan pesan ke citra jpeg. sedangkan proses ekstraksi pesan menggunakan metode spread spectrum ini terdiri dari tiga proses, yaitu pengambilan pesan dari matriks frekuensi, demodulasi, dan de-spreading.     program aplikasi steganografi… (rojali; dkk) 765 menurut yusron (2011), citra digital merupakan fungsi intensitas cahaya f(x,y) pada bidang 2d, dimana harga x dan y merupakan koordinat spasial dan nilai fungsi tersebut pada setiap titik (x,y) merupakan tingkat kecemerlangan citra pada titik tersebut. berikut adalah ilustrasi piksel (gambar 3).   gambar 3. ilustrasi piksel. peak signal to noise ratio (psnr) adalah perbandingan antara nilai maksimum yang diukur dengan besarnya error yang berpengaruh pada sinyal tersebut. psnr biasanya diukur dalam satuan desibel. psnr digunakan untuk mengetahui kualitas citra hasil kompresi. sementara, mean square error (mse), yaitu sigma dari jumlah error antara citra hasil kompresi dan citra asli. di mana: mse = nilai mean square error citra m = panjang citra (piksel) n = lebar citra (piksel) (x,y) = koordinat masing-masing piksel i = nilai bit dari citra pada koordinat (x,y) i’= nilai bit dari citra terkompresi pada koordinat (x,y) peak signal to noise ratio (psnr) nilai mse yang rendah akan lebih baik, sedangkan nilai psnr yang tinggi akan lebih baik. metode metode penelitian dalama penelitian ini terbagi kedalam 3 bagian: (1) studi pustaka, yaitu dengan membaca, memahami, dan mempelajari dengan seksama dari buku-buku dan berbagai macam artikel yang berhubungan dengan topik ini, yaitu steganografi dan metode spread spectrum. menggali sumber-sumber pustaka lainnya yang juga mendukung, seperti jurnal, forum diskusi, pendapat ahli; (2) metode analisis. metode analisis dalam penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap: mempelajari 766 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 762-773 lebih dalam karakteristik steganografi, mempelajari metode spread spectrum, dan mempelajari bahasa pemrograman android. berikut gambaran mengenai perhitungan yang terjadi di dalam metode spread spectrum. pada proses encode dapat digambarkan sebagai berikut. dengan sebuah gambar dengan format jpeg, isi pesan “test”, kata kunci "sonny". fungsi akan membaca pesan yang dimasukkan dan mengecek ukuran pesan yang dimasukkan apakah lebih kecil dari ukuran gambar pada yaitu memasukkan ke dalam rumus: panjang pesan = ((ukuran pesan) + 28) * 4 * 8 angka 28 adalah untuk tag pemberian tanda pada gambar yang sudah disisipkan, angka 4 adalah besar faktor pengali yang berguna untuk penyebaran bit serta angka 8 adalah bit gambar. setelah mengecek ukuran file selesai kemudian dilakukan pengecekan ukuran gambar, metode steganografi yang digunakan dan kata kunci, jika syarat semua sudah terpenuhi dilanjutkan ke dalam proses penyisipan. sebelum penyisipan dilakukan, fungsi akan membaca gambar dan mengambil header dari gambar jpeg yang sudah disiapkan sebelumnya, kemudian gambar dari body ini nanti yang akan disisipi pesan. sebelum proses penyebaran, yang dilakukan adalah mengubah pesan ke bentuk biner. hasil pengkonversian biner dari pesan "test" adalah 01110100 01100101 01110011 01110100. kemudian biner pesan disebar dengan besaran skalar pengalinya empat, sehingga akan menghasilkan segmen baru, yaitu: 00001111111111110000111100000000 00001111111100000000111100001111 00001111111111110000000011111111 00001111111111110000111100000000 kemudian langkah selanjutnya adalah pembangkitan pseudonoise dengan bibit pembangkitan yang ditentukan berdasarkan kata kunci “sonny”. setelah mendapatkan nilai dari kata kunci (101), nilai tersebut digunakan sebagai bibit awal pembangkitan bilangan acak. perhitungan pembangkitan bilangan acak sesuai dengan rumus pembangkitan bilangan acak lcg adalah sebagai berikut: xn+1 = (axn + c) mod a = 17, c = 7, m =84 xn = bilangan bulat ke-n perhitungannya adalah sebagai berikut. x1 = (17 * 101 + 7) mod 84 hasilnya x1 = 44 x2 = (17 * 44 + 7) mod 84 hasilnya x2 = 83 x3 = (17 * 83 + 7) mod 84 hasilnya x3 = 74 demikian seterusnya untuk x4, x5,x6, x7, x8...xn sebagai contoh dilakukan lima kali penyebaran dan hasilnya hasilnya adalah “44 83 74 5 8” jika diubah dalam bentuk biner menjadi “00101100 01010011 01001010 00000101 00001000.”     program aplikasi steganografi… (rojali; dkk) 767 untuk mendapatkan hasil modulasi, segmen pesan akan dimodulasi dengan pseudonoise signal menggunkan fungsi xor (exlusive or). segmen pesan: 00001111111111110000111100000000 00001111111100000000111100001111 00001111111111110000000011111111 00001111111111110000111100000000 pseudonoise signal: 0010110001010011010010100000010100001000 maka hasil proses modulasi antara segmen pesan dengan pseudonoise signal menggunakan fungsi xor adalah 00100011101011000100010100000101 00000111111100000000111100001111 00001111111111110000000011111111 00001111111111110000111100000000 hasil dari proses modulasi inilah yang akan disisipkan ke bit-bit gambar. sebagai contoh, misalkan mengambil sepuluh piksel dari gambar dan mengambil tiga puluh bit pertama dari modulasi antara segmen pesan dan pseudonoise signal. red = 180 181 185 182 181 183 186 184 184 187 green = 166 172 174 171 170 173 176 174 176 179 blue = 163 169 172 169 168 171 175 173 174 177 kemudian diubah menjadi biner dan disisipkan hasil proses modulasi antara segmen pesan dengan pseudonoise signal menjadi sebagai berikut. langkah tersebut berlanjut sampai modulasi antara segmen pesan dan pseudonoise signal disisipkan semua. proses terakhir setelah proses terakhir penyisipan adalah mengembalikan header supaya gambar tidak mengalami kerusakan. pada proses ekstraksi prosesnya adalah kebalikan dari proses encode. pilih gambar yang akan diekstrak, gunakan kata kunci yang sama seperti saat encode yaitu “sonny”. langkah awal adalah membaca gambar apakah gambar tersebut sudah pernah disisipi gambar atau belum. apabila belum kemudian suatu fungsi akan mengambil header gambar terlebih dahulu, selanjutnya pada body gambar dilakukan proses penyaringan agar mendapatkan bit-bit hasil modulasi. hasil dari proses penyaringan yang dilakukan akan mendapatkan bit-bit sebagai berikut: 00100011101011000100010100000101 00000111111100000000111100001111 00001111111111110000000011111111 00001111111111110000111100000000 setelah semua bit-bit hasil modulasi diperoleh, kemudian dilakukan proses demodulasi dengan pseudonoise signal dari kata kunci yang sama pada proses modulasi agar memperoleh bit-bit yang berkorelasi. hasil penyaringan: 00100011101011000100010100000101 00000111111100000000111100001111 768 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 762-773 00001111111111110000000011111111 00001111111111110000111100000000 pseudonoise signal: 0010110001010011010010100000010100001000 hasil demodulasi: 00001111111111110000111100000000 00001111111100000000111100001111 00001111111111110000000011111111 00001111111111110000111100000000 proses berikutnya yaitu membagi empat hasi demodulasi, yang berguna untuk menyusutkan hasil demodulasi menjadi isi pesan yang sebenarnya. proses penyusutan (de-spreading) segmen tersebut menjadi: 01110100 01100101 01110011 01110100 hasil akhir “01110100 01100101 01110011 01110100” merupakan segmen pesan yang sama ketika disembunyikan pada proses encode. hasil tersebut kemudian diubah ke bentuk karakter akan menjadi “test”. metode perancangan metode perancangan program yang akan digunakan pada perancangan program aplikasi ini adalah aturan linear sequential (waterfall). metode ini memiliki lima tahapan yaitu, communication, planning, modelling, constraction, dan deployment (pressman, 2010, p.39). hasil dan pembahasan sejalan dengan perkembangan teknologi pertukaran data dan informasi menjadi hal yang penting dan mendesak serta menuntut kemudahan dan kecepatan, dan juga yang pasti adalah keamanan. steganografi adalah salah satu cara yang ada untuk membantu menyelesaikan masalah keamanan dalam mengirimkan informasi. pertukaran informasi pun sekarang sudah semakin mudah, bukan hanya menggunakan sarana komputer desktop, tetapi juga melalui perangkat mobile. tentu saja fenomena ini tidak lepas dari keinginan manusia untuk mendapatkan sesuatu fasilitas yang mudah, cepat, dan simpel. sekarang, dapat dikatakan hampir semua orang sudah memiliki perangkat mobile, terutama telepon genggam baik yang sederhana, yaitu yang digunakan hanya untuk telepon dan sms, maupun yang canggih, yaitu telepon genggam yang dapat digunakan untuk banyak fitur selain telepon dan sms. fitur-fitur yang dimaksud adalah aplikasi – aplikasi yang dapat dimasukkan ke dalam perangkat sesuai dengan kebutuhan. misalnya aplikasi untuk media sosial, chat, email, gps, dan masih banyak lagi. setelah menganalisis masalah yang ada serta melihat kebutuhan dan keinginan tentang keamanan berkirim data berdasarkan hasil kuesioner, maka diputuskan untuk membuat suatu program aplikasi yang dapat meningkatkan keamanan dalam mengirimkan informasi (steganografi) yang akan diimplementasikan pada perangkat mobile. hasil dari penyembunyian teks pada gambar menggunakan metode spread spectrum. sedangkan implementasinya adalah pada sistem operasi android. beberapa tahun belakangan ini, android sedang naik daun, dan dapat dikatakan merupakan sistem operasi yang sedang berkembang pesat di dunia. perkembangan android tidak terlepas dari berkembangnya pasar mobile phone dan tablet yang sedang booming belakangan ini. hal tersebutlah   program yang me berarti b tersebut b mengelu digunaka awalnya (cupcak sistem o juga me sedikit b peranc p kemudia passwor hasilnya s dan mela dan 6 be m aplikasi ste engangkat pa berbagai deve secara bebas berbeda den uarkan versian untuk ve a disusun ber ke, donut, e operasi andr enerapkan lis banyak akan m cangan pada use cas an user pen rd, dan kemu a adalah beru sedangkan u akukan ekstr erikut adalah eganografi… amor sistem o eloper peran s. ngan sistem o -versi yang t ersi android rdasarkan ab eclair, froyo roid adalah sensi terhad mempengaru se diagram ( ngirim me udian meneka upa citra yan user penerim raksi, sehing sequence di … (rojali; dkk) operasi andr ngkat mobile operasi lain, terus diperba d-pun cukup bjad sehingg o, gingerbre sistem opera dap pembuat uhi terhadap (gambar 4), enuliskan pe an tombol sa ng telah disisi ma adalah m ga pesan yan agram encod gambar ) roid yang ter e phone dan android be arui dalam w p unik karen ga mudah un ead, honeyco asi yang ope hardware y layanan yan user pengiri esan yang a ave maka tek ipi teks (steg enerima steg ng disisipkan de dan seque r 4. use case d rkenal juga k tablet dapat erkembang s waktu yang c na menggun ntuk mengeta omb, ice cr en source, te yang mengg ng akan didap im memilih c akan disemb ks akan disem go image). go image, ke n dan disemb ence diagram diagram. karena sifatn t mengemban sangat cepat cukup singk nakan nama ahui versi m ream sandw etapi pada k gunakan and patkan oleh u citra yang ak bunyikan ke mbunyikan di emudian me bunyikan aka m decode. ya open sour ngkan sistem dan secara k kat. nama-na makanan d mana yang le wich, dan set kenyataannya droid, yang user. kan disisipi o e citra, mem i dalam citra emasukkan p an muncul. g   769 rce, yang m operasi konsisten ama yang dan huruf ebih baru terusnya). a google tentunya oleh teks. masukkan a tersebut. password, gambar 5 770 rancang p teks, me salah sa pemrogr gan layar e pada halama emasukkan te atu bagian raman. setel encode dan an ini user d eks yang me pengamanan ah itu, user gambar 5. s gambar 6. s decode apat memilih enjadi pesan n pesan ya dapat melak co sequence diag sequence diag h gambar ya rahasia, mem ang dibutuh kukan penyi omtech vol.3 gram encode. gram decode. ang akan men milih kata ku hkan oleh m isipan (enco 3 no. 2 dese njadi media unci (passwo metode yan ode) (gamba ember 2012: yang akan d ord) yang m ng digunaka ar 7), dan m 762-773 disisipkan merupakan an dalam melakukan   program pengirim user dap evalua p aplikasi. berforma sebelum kasat ma kunci “o istana”.t tabel 1 perbandi no. 1 2 m aplikasi ste man gambar k pat memilih g gambar 7. r asi progra program apl medium p at jpeg (st m disisipi ole ata. beberap operasi ninja” abel 1 beriku ingan citra as c eganografi… ke tujuan, at gambar beris rancangan laya m ikasi dapat d perantara ada tego-object), h pesan. na a contoh gam ”, dengan pe ut memuat pe sli dan citra b citra asli … (rojali; dkk) tau kembali k si pesan, kem ar encode. dijalankan m alah citra y , di mana u amun kualita mbar yang d esan “segera erbandingan berisi pesan citra ) ke layar utam mudian akan d menggunakan yang mempu ukuran stego as gambar se digunakan da amankan pr citra asli dan setelah disis ma. pada ran diekstrak seh gambar n inputan tek unyai format o-object sela endiri tidak t alam penguji residen, kare n citra berisi sipi pesan ncangan layar hingga pesan 8. rancangan ks yang diket t jpeg, dan alu lebih ke turun terlalu an program na akan ada i pesan. psnr 78.77074 78.37334 r decode (ga n dapat diketa n layar decode tikkan langsu n hasil enco ecil dari gam u jauh sehing aplikasi, den kudeta beso 4 4   771 ambar 8), ahui. e. ung pada ode citra mbar asli gga tidak ngan kata ok pagi di 772 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 762-773 3 81.03603 4 81.73806 5 70.45341 penutup berikut adalah kesimpulan dari penelitian ini. pertama, program aplikasi yang dibuat dapat menyisipkan, menyembunyikan, ekstraksi informasi berupa teks ke dalam citra berformat jpeg. kedua, metode spread spectrum, yang merupakan salah satu metode steganografi, berhasil diimplementasikan pada perangkat mobile berbasis android. ketiga, secara kuantitatif nilai psnr menunjukkan bahwa error yang dihasilkan baik yaitu diatas 30. untuk pengembangan lebih lanjut disarankan untuk menggunakan metode steganografi lainnya agar dapat mengoptimalkan pesan yang disembunyikan dan kompleksitas penyembunyian serta ketahanan terhadap berbagai serangan. data yang kirimkan tidak hanya berupa teks yang dapat disembunyikan, tetapi juga audio dan video. disarankan supaya dibuat konten aplikasi supaya dapat mengirimkan langsung produk aplikasi ke user lainnya. daftar pustaka baskara, tara. (2007). studi dan implementasi steganografi pada mp3 dengan teknik spread spectrum. diakses dari http://rasta-shared.blogspot.com/p/dan-lain2.html. munir, r. (2004). steganografi dan watermarking. departemen teknik informatika, institut teknologi bandung. diakses dari http://informatika.stei.itb.ac.id/~rinaldi.munir/kriptografi/steganografi%20dan%20watermark ing.pdf. pressman, r. s. (2010). software engineering: a practitioner's approach seventh edition. new york: mcgraw-hill.     program aplikasi steganografi… (rojali; dkk) 773 winanti, w. (2008). penyembunyian pesan pada citra terkompresi jpeg menggunakan metode spread spectrum. undergraduate theses. institut teknologi bandung, bandung. diakses dari http://irmanf.blogspot.com/2010_02_01_archive.html. yusron, r. (2003, desember 29). pengenalan citra. diakses 9november 2011, dari http://blog.stikom.edu. microsoft word 14 samuel mt .doc 356 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 356-366 pemanfaatan video streaming pada sistem keamanan rumah dengan menggunakan mobile devices samuel mahatmaputra jurusan teknik informatika, fakultas ilmu komputer, bina nusantara university jln. k.h. syahdan no 9, palmerah, jakarta barat 11480 samuelmt@binus.edu abstract this research has been produced a function prototype of video streaming with jpeg/mjpeg picture quality in a residential security system using mobile device (cell phone). the security system is an early warning system which server will deliver text messaging to client if there is an event in the censor of home webcam to detect movement. the prototype is divided into two types, server and client. the client will be installed a mobile application that automatically activated if there is inbound message in specific port. meanwhile, the application in user client is completed with functionality to visit particular webpage, one touch call to security phone numbers to do setting (previous research result). and, as the research objective this year, user will see the video streaming in a good quality from the object. keywords: cell phone, security system, client, server, video streaming. abstrak penelitian berikut ini telah menghasilkan sebuah prototype fungsi video streaming dengan kualitas gambar jpeg/mjpeg pada sistem keamanan hunian dengan menggunakan mobile device (ponsel). sistem keamanan yang dimaksud adalah early warning system di mana server akan dengan segera mengirimkan pesan sms kepada klien bila terjadi event pada sensor; dalam hal ini berupa home webcam untuk deteksi gerakan. prototype tersebut dibagi menjadi dua jenis yaitu server dan klien. pada klien akan di-install sebuah aplikasi mobile yang otomatis teraktifasi bila terdapat inbound sms pada port tertentu. aplikasi pada klien user dilengkapi dengan fungsionalitas untuk mengunjungi website tertentu, one touch call untuk nomor-nomor security tertentu, untuk melakukan setting (hasil penelitian terdahulu). dan, yang merupakan fokus penelitian tahun ini, user dapat melihat hasil video streaming dengan kualitas gambar yang baik dari objek pemantauannya. kata kunci: ponsel, sistem keamanan, klien, server, video streaming. pemanfaatan video streaming... (samuel mahatmaputra) 357 pendahuluan kebutuhan masyarakat akan sistem pemantauan keamanan hunian telah meningkat kepada kebutuhan akan pemantauan yang bersifat visual baik itu monitoring pada keadaan normal maupun ketika terjadi event pada sensor keamanan. dalam hal ini dibutuhkan sebuah sistem yang dapat memonitor secara visual hunian/gedung dari lokasi yang jauh. penerapan tekonologi yang paling sesuai adalah streaming video menggunakan mobile communication pada hand phone dan berbagai variasinya. pada prakteknya teknologi video streaming terbagi menjadi beberapa versi dan jenis encoding, namun penerapannya pada jaringan komunikasi di indonesia memiliki tantangan tersendiri mengingat pangsa pasar terbesar pengguna mobile phone adalah user dengan bandwidth yang cukup sempit/kecil. untuk itu diperlukan customization tertentu pada sisi klien sehingga tetap dapat menikmati fasilitas tersebut dengan sumber daya yang terbatas. metode penelitian ini akan menitik beratkan kepada streaming server sebagai penyedia live monitoring terhadap obyek hunian atau ruangan. setelah dihasilkannya prototype sistem peringatan dini (alert system) pada penelitian terdahulu, streaming server ini akan melengkapi kemampuan server untuk mengirimkan object video ke mobile devices setiap user secara live. hasil dan pembahasan pendekatan streaming di dalam dunia teknologi informasi, streaming adalah proses mengirimkan data melalui koneksi jaringan (tcp/ip) yang mana data dapat langsung dikonsumsi oleh klien tanpa harus menunggu seluruh data selesai di kirimkan oleh server. metoda ini sangat sesuai dengan kebutuhan transfer data multimedia (video, suara) di mana data multimedia dapat langsung dinikmati seiring dengan proses transfer data yang sedang berlangsung secara bersamaan. hal ini dimungkinkan oleh beberapa protocol yang melengkapinya, diantaranya (1) datagram atau yang sering juga di sebut udp (user datagram protocol) packet merupakan teknologi paling awal pada teknologi streaming. perbedaan utama dengan tcp (transmission control protocol) adalah data tidak ada mekanisme yang menjamin urutan kedatangan packet serta kepastian data sampai di tujuan; (2) real-time streaming protocol (rtsp), real-time transport protocol (rtp) and the real-time transport control protocol (rtcp) adalah teknologi yang dibangun diatas udp untuk menyempurnakan proses streaming. to stream dapat diartikan sebagai mengalirkan. teknologi streaming memungkinkan data yang dialirkan dari server kepada klien dapat dinikmati seketika tanpa menunggu seluruh data selesai dialirkan (end of file), yang pada live video streaming (e.g. live.sdp) notabene tidak memiliki end of file/image. aliran data visual (video streaming) merupakan aliran data biner yang akan di-encoder yang kemudian ditampilkan pada klien. untuk dapat menikmati gambar bergerak dengan tingkat delay yang rendah, idealnya sebuah proses streaming akan ditampung terlebih dahulu pada memory klien (buffering) sehingga proses download rangkaian gambar selanjutnya dapat disamarkan di belakan proses menampilkan isi buffer yang telah di-download sebelumnya. 358 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 356-366 gambar 1 proses buffering pada video streaming pada gambar 1 di atas terlihat proses buffering (time = t2) terjadi pada latar belakang proses penampilan gambar (image display on client’s canvas). rangkaian gambar yang ditampilkan pada time = t2 diambil dari proses buffering time = t1 setelah mengalami proses encoding. rtp (real-time transport protocol) merupakan protocol standar yang mendefinisikan format paket untuk mengirimkan (streaming) data suara dan gambar melalui internet. dikembangkan oleh ietf pada tahun 1996 dengan kode rfc (request for comments) rfc1889. rtp biasanya digunakan bersamaan dengan rtsp (sehingga memungkinkan vcr like operation). service yang disediakan oleh rtp adalah (1) payload-type identification, indikasi data yang sedang dibawa; (2) sequence numbering, pdu sequence number; (3) time stamping, memungkinkan sinkronisasi dan jitter; (4) delivery monitoring. rtp didukung oleh rtcp untuk mengindikasikan qualitas penerimaan sehingga tindakan selanjutnya dapat diambil seperti menyesuaikan data rate. + bits 0-1 2 3 4-7 8 9-15 16-31 0 ver. p x cc m pt sequence number 32 timestamp 64 ssrc identifier 96 csrc identifiers (optional) pemanfaatan video streaming... (samuel mahatmaputra) 359 ... 96+(cc×32) extension header (optional). 96+(cc×32) + (x×((ehl+1)×32)) data gambar 2 – susunan rtp packet pada umumnya rtp dikonfigurasikan pada port number dengan range: 16384 s/d 32767. jpeg dan mjpeg jpeg merupakan salah satu standar image encoding yang paling banyak digunakan pada dunia internet utamanya pada http protocol. jpeg merupakan singkatan dari joint photographic experts group yaitu nama dari komite penyusun standar tersebut yang didirikan pada tahun 1986 dengan dukungan standarisasi iso 10918-1 pada tahun 1994. standar jpeg menjelaskan mekanisme codec dan encodec sebuah gambar kedalam byte stream dan kembali ke gambar, serta format file untuk menampung gambar tersebut. mjpeg (motion jpeg) merupakan proses compression/rangkaian gambar-gambar (jpeg) sebagai sebuah video. mjpeg menggunakan intraframe coding technology sehingga kualitas gambar pada video yang dihasilkan sangat baik mendekati kualitas gambar tidak bergerak (still image) sebuah file jpeg. namun kekurangannya adalah kemampuan kompresi data yang rendah yang dimiliki oleh teknologi interframe prediction, berakibat pada tingginya volume data. untuk tujuan video surveillance, kualitas data/image merupakan prioritas utama mengingat transfer gambar dilakukan rata-rata satu kali dalam setiap detik (1 fps-frame per second) dengan kualitas gambar yang baik. multi-threading thread adalah mekanisme java untuk menjalankan beberapa proses menggunakan processor yang sama namun seolah-olah dieksekusi secara parallel/bersamaan. setiap thread merupakan subclass dari thread class ataupun runable interface. berikut ini adalah contoh implementasi thread sebagai sub-class dari thread class: class mythread extends thread { mythread(string param1) { // constructor } public void run() { // program yang akan dikesekusi pada saat // thread dijalankan . . . } } atau dengan mengimplementasikan runnable interface: class mythread implements runnable { mythread(string param1) { // constructor } public void run() { // program yang akan dikesekusi pada saat // thread dijalankan . . . } } 360 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 356-366 untuk membentuk sebuah object mythread pada kedua contoh diatas dapat menggunakan kode berikut ini: mythread p = new mythread(“thread pertama”); p.start(); // run menggunakan thread class new thread(p).start(); //run gprs (general packet radio service) seperti halnya teknologi 2g lainnya teknologi gsm memiliki karakteristik yang dapat menangani suara secara efisien namun memiliki keterbatasan dalam kemampuan transfer data aplikasi internet. komunikasi data pada gsm dijalin melalui mekanisme circuit-switched connection yang berarti hubungan diawali dengan dial dari pengguna dan diakhiri dengan pemutusan hubungan. apabila pengguna ingin mengakses data lagi maka mereka harus melakukan dial ulang. hal inilah yang menjadikan keterbatasan gsm dimana pengguna akan selalu dibebani biaya koneksi selama waktu mereka mengakses data. untuk memecahkan masalah tersebut maka dibutuhkan teknologi paket data dengan menggunakan packet-switched connection. teknologi packet-switched connection untuk gsm diperkenalkan pertama kali dengan diluncurkannya general packet radio service (gprs). gprs merupakan teknologi overlay yang disisipkan di atas jaringan gsm untuk menangani komunikasi data pada jaringan dengan packet-switched connection. dengan kata lain dengan menggunakan gprs, komunikasi data tetap berlangsung di atas jaringan gsm dimana komunikasi suara masih ditangani oleh gsm dan transfer data ditangani oleh gprs. pengembangan teknologi gprs di atas gsm dapat dilakukan secara efektif tanpa menghilangkan infrastruktur lama, yaitu dengan penambahan beberapa hardware dan upgrade software baru pada terminal dan server gsm. kecepatan transfer data gprs dapat mencapai hingga 160 kbps. teknologi gprs memiliki 3 fitur keunggulan, yaitu (1) always online, gprs menghilangkan mekanisme dial kepada pengguna pada saat ingin mengakses data, sehingga dikatakan gprs selalu online karena transfer data dikirim berupa paket dan tidak bergantung pada waktu koneksi; (2) an upgrade to existing networks (gsm), sistem gprs tidak perlu menghilangkan sistem lama karena gprs dijalankan di atas infrastruktur yang telah ada (gsm); (3) an integral part of edge and wcdma, gprs merupakan inti dari mekanisme pengiriman paket data untuk teknologi 3g selanjutnya. riset pendahuluan untuk dapat mengakses rangkaian gambar dari sebuah kamera pengawas (tcp/ip enabled camera) user memiliki beberapa opsi yang sudah tersedia saat ini di pasar, diantaranya melalui browser ataupun streaming client pada pc/laptop (http dan rtp) dan melalui built-in media player pada handphone/ pda (rtp). opsi pertama yaitu dengan menggunakan pc/laptop telah menjadi opsi terbanyak user saat ini, hal ini diakibatkan oleh telah mature nya teknologi yang tersedia serta besar nya sumber daya (memory capacity, processor speed, graphic compatibility) yang dimiliki oleh penggunaan pc/laptop. namun dengan seiring berkembangnya teknologi mobile communication, maka tuntutan user pun semakin meningkat dengan pemanfaatan hand-held devices seperti handphone ataupun pda. pemanfaatan video streaming... (samuel mahatmaputra) 361 sejalan dengan hal tersebut, opsi kedua yaitu pemanfaatan builtin media player dari sebuah hanphone untuk dapat mengakses live video streaming telah menjadi trend baru di dalam dunia video steaming utamanya pada live video streaming. hand-held devices seperti ponsel/pda tersebut merupakan alat yang sangat portable walaupun dibandingkan dengan perangat portable lainnya yaitu laptop. sebuah hanphone dapat mengakses streaming server melalui rtp (real time protocol) diatas gprs. streaming yang dikirimkan memiliki 2 channel yaitu video dan sound, dengan kualitas gambar yang seadanya menimbang bandwidth yang sempit dan sharing dengan slot bandwidth untuk sound/suara. format video streaming yang paling optimum saat ini adalah mpeg4, sebuah metode kompresi data dan suara yang paling terakhir oleh moving picture experts group (mpeg) dengan menggunakan standard iso/iec 14496. (a) (b) gambar 3 (a,b) – perbandingan kompresi mpeg4 dan jpeg http://www.vivotek.com/products/live_demo.php perbedaan yang sangat kontras dapat terlihat dari kedua gambar diatas. gambar (a) merupakan hasil streaming menggunakan rtp/rtsp dan mpeg4 dimana kualitas gambar tidak terjaga dengan baik dengan banyaknya pixel aliasing. gambar (b) merupakan still image dalam format jpeg dari kamera pengawas yang sama dengan kualitas gambar yang lebih baik. dari perbandingan kualitas gambar tersebut diatas, format jpeg/mjpeg merupakan format yang ideal untuk live video surveilance streaming. berikut adalah tabel perbandingan kedua opsi tersebut: tabel 1 perbandingan mpeg4 dan jpeg/mjpeg mpeg4 jpeg/mjpeg image poor excellent sound yes no available to pc yes yes available to mobile yes no bandwidth high low 362 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 356-366 sampai saat ini hanya terdapat satu produk komersil yang mendukung jpeg/mjpeg pada mobile device yang baru saja diluncurkan dengan beberapa keterbatasan, yaitu (1) passive activation, tidak dapat aktif secara otomatis bila terdapat event pada sensor/ip camera, user harus secara manual mengaktifkan program setiap kali hendak mengakses video streaming; (2) low security, hanya dapat mengakses ip camera yang tidak memiliki user name, dan password; (3) rasio gambar mengandalkan built-in ratio pada streaming server, bila terdapat kamera yang tidak mendukung resolusi rendah maka gambar yang besar akan ditampilkan terpotong pada layar mobile phone yang kecil; (4) tanpa suara. penelitian ini akan menjawab ketiga point pertama. fasilitas suara pada saat ini telah tersedia dengan cukup memadai menggunakan rtp/rtsp. perancangan infrastruktur streaming system awal perancangan streaming sistem dimulai dari klien yang direncanakan akan memanfaatkan built-in browser pada mobile phone, sehingga dapat langsung menampilkan active-x object (vb/c++) dari ip camera. namun tidak semua mini web browser yang built-in pada mobile devices memiliki kemampuan tersebut. telaah berikutnya adalah usaha untuk memanfaatkan kemampuan javascript pada mini browser sebuah hand phone, namun gambar yang dihasilkan tidak dapat stay on the screen pada saat gambar pada frame selanjutnya sedang didownload, karakteristik umum sebuah web client/ browser. solusi selanjutnya yang menjadi pertimbangan adalah menggunakan java class pada jsp untuk menampilkan hasil streaming, namun dengan hasil yang serupa. pertimbangan yang akhirnya diambil adalah dengan tidak menggunakan built-in browser pada mobile phone dan menggantinya dengan menampilkan gambar hasil streaming menggunkan canvas pada aplikasi midlet (java midp/j2me). dengan menggunakan midlet gambar dapat stay on the screen pada saat back-ground process sedang berlangsung. gambar 4 tiga opsi streaming terdahulu menggunakan internet klien pemanfaatan video streaming... (samuel mahatmaputra) 363 gambar 5 gambar konfigurasi sistem pada sms server dan streaming server pada gambar sistem konfigurasi diatas dapat dilihat konfigurasi yang digunakan pada penelitian ini. beberapa alternatif konfigurasi lainnya dapat dilihat pada lampiran-2. konfigurasi yang digunakan memisahkan secara fisik antara web server, streaming server dan sms server. pemisahan tersebut dimaksudkan agar pengembangan serta implementasi masing-masing komponen dapat dilakukan secara modular. perancangan fungsi video streaming (jpeg/mjpeg) midlet terdapat dua opsi untuk dapat mengirimkan gambar ke sebuah mobile klien yaitu dengan format jpeg dan mjpeg. pada opsi pertama klien akan meminta kode biner dalam format satu buah gambar (still image) jpeg dari server (camera streaming server). pada opsi ini proses network handshake dilakukan pada awal dan akhir pengiriman setiap gambar. permintaan terhadap gambar jpeg akan dilakukan berlulang-ulang hingga user melakukan perintah stop, yang memberikan efek gambar bergerak pada layar klien. akibat proses handshake yang dilakukan 2 kali untuk setiap gambar, maka durasi frame untuk gambar bergerak yang dihasilkan cukup lambat. beberapa percobaan membuktikan durasi akan berlansung 0.25 – 1 fps (frame per second). namun hal ini cukup mendukung pemanfaatannya dalam pemantauan kemanan hunian secara visual dimana kecepatan penampilan frame yang dibutuhkan adalah pada order 1 fps. opsi kedua yaitu dengan menggunakan format mjpeg. opsi ini merupakan the real video streaming karena kode-kode biner yang dikirimkan oleh server merupakan rangkaian beberapa buah gambar, dalam format mjpeg, sekaligus dalam satu buah aliran/ streaming yang tidak terputus. handshake hanya dilakukan pada awal dan akhir proses streaming, yaitu pada saat klien melakukan request dan pada saat melakukan perintah stop. durasi yang dihasilkan sangat baik yaitu 2 – 5 fps sehingga gambar terlihat lebih hidup. kelemahan sistem ini adalah pada jaringan yang tidak stabil seperti beberapa fasilitas gprs di indonesia (utamanya jaringan komunikasi diluar pulau jawa dan bali). untuk hasil yang optimal disarankan untuk menggunakan bandwidth dengan kapasitas 512 kbps download (klien side), dan 128 upload (server side). proses buffering pada jaringan dengan spesifikasi dibawah rekomendasi tersebut akan memakan waktu cukup lama (2 -5 menit), dan pada kasus yang lebih buruk akan mengakibatkan gagal sistem. 364 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 356-366 tabel 2 perbandingan jpeg dan mjpeg jpeg mjpeg network robustness high low frame per second 0.25 1 fps 2 5 fps upload bandwidth (recommended) 32 kbps 128 kbps download bandwidth (recommended) 128 kbps 512 kbps average cost per second cost_unit x 0.625 x cost_unit x 3.5 x untuk jaringan di dalam pulau jawa dan bali, opsi kedua menggunakan mjpeg dapat merupakan solusi yang baik, namun untuk jangkauan yang lebih luas sangat disarankan untuk menggunakan opsi pertama yaitu format gambar jpeg. pada tabel diatas dapat dilihat perbandingan antara penggunaan jpeg dan mjpeg utamanya dalam hal biaya perdetik yang berbeda kurang lebih empat kali lipat. proses yang terjadi pada saat streaming menggunakan format jpeg dapat dilihat melalui program snippet (java) berikut ini: while (true) { // repeat forever get_picture_from_http(url, isusepassword ); mythread.sleep(100); paint_picture(); } program tersebut di tempatkan pada method run() sebuah thread sehingga proses koneksi ke server dan proses menggambar pada client’s canvas dapat dilakukan bersamaan. untuk menggunakan opsi kedua proses yang terjadi pada method run() adalah sebagai berikut: connect_to_server(url, isusepassword) while (true){ // repeat forever get_frame_size(); get_jpeg(); get_jpeg_boundary(); paint_picture(); } pada kedua code snipets diatas terlihat jelas perbedaan koneksi internet ke server dimana pada opsi pertama koneksi terjadi berulang-ulang untuk setiap gambar. hal ini selain berakibat negatif dengan lambatnya penampilan setiap gambar juga berakibat positif yaitu sistem dapat digunakan pada bandwidth yang rendah dan tidak stabil, karena setiap gambar merupakan transaksi (handshake) yang berbeda. sedangkan pada opsi kedua method connect_to_server() hanya digunakan sekali pada sebuah sesi streaming. gambar-gambar jpeg akan disarikan keluar dari kode-kode biner mjpeg yang notabene merupakan kumpulan rangkaian gambar jpeg. berikut ini adalah gambar hasil streaming kedua metode tersebut di atas gambar 8. untuk kepentingan keamanan atau privasi maka setiap ip camera sebaiknya mengaktifkan login sistemnya, sehingga hanya authorized users saja yang dapat mengakses gambar tersebut. untuk dapat mengambil streaming dibelakang sebuah login sistem maka midlet ini telah diberikan kemampuan untuk melakukan user name dan password decode pada saat melakukan request ke sebuah steaming server. bila picture resolution yang dihasilkan memberikan gambar dengan luasan melewati ukuran layar sebuah mobile device maka gambar tersebut akan di resize mengikuti ukuran layar klien device tersebut. midlet tersebut juga telah dilengkapi dengan autorun (penelitian terdahulu: samuel, perancangan pemantauan sistem keamanan rumah dengan menggunakan mobile devices) bila terdapat pesan sms yang dikirimkan oleh server untuk trigger yang terjadi pada sensor kamera. pemanfaatan video streaming... (samuel mahatmaputra) 365 gambar 8 hasil streaming pada java mobile phone emulator (address http://60.248.39.152:1025/ ) penutup dapat disimpulkan bahwa melalui penelitian ini pemanfaatan media video streaming pada sistem pemantauan/ monitoring untuk tujuan keamanan melalui berbagai mobilie devices (hand phone/ pda/ laptop) telah dapat dimungkinkan dengan dukungan java technology yang telah builtin pada masing-masing device khususnya device dengan sumber daya terbatas seperti ponsel. penelitian ini belum memasukkan suara sebagai media streaming. untuk itu disarankan pada penelitian selanjutnya untuk dapat menggunakan suara pada setiap frame streaming yang dikirimkan beserta dengan proses sinkronisasi antara suara dan gambar yang dihasilkan. daftar pustaka anonymous. (2001). a midlet that displays the doggy animation. java2s, from http://www.java2s.com/code/java/j2me/amidletthatdisplaysthedoggyanimation.htm anonymous. embedding streaming video in a web page. mediacollege.com, from http://www.mediacollege.com/video/streaming/embed/ anonymous. (2007). learning the java language the java tutorials. sun micro system, from http://java.sun.com/docs/books/tutorial/index.html knudsen, j. (march, 2003). creating 2d action games with the game api. sun developer network, from http://developers.sun.com/mobility/midp/articles/game/ 366 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 356-366 knudsen, j. image loader. apress. isbn: 1590590775, from http://www.java2s.com/code/java/j2me/imageloader.htm knudsen, j., & nourie, d. (january, 2006). wireless development tutorial. sun developer network from http://developers.sun.com/mobility/midp/articles/wtoolkit/ künneth, t. (february, 2005). low-level display access in midlets. java.net, from http://today.java.net/pub/a/today/2005/02/02/j2me-4.html mahmoud, q. h. (june, 2003). the j2me mobile media api. sun developer network, from http://developers.sun.com/mobility/midp/articles/mmapioverview/ network working group. real time streaming protocol (rtsp). rfc: 2326 / standards track, from http://tools.ietf.org/html/rfc2326 perdita, s., & pooley, r. (2000). using uml software engineering with objects and components. addison-wesley. stevens, r., brook, p., jackson, k., & arnold, s. (1998). system engineering coping with complexity. pearson – prentice hall. zukowski, j. (1998). java tip 47: url authentication revisited. javaworld, from http://www.javaworld.com/javaworld/javatips/jw-javatip47.html microsoft word 43_si_fredy jingga.doc pembangunan model … (fredy jingga; natalia limantara)   973  pembangunan model restaurant management system fredy jingga; natalia limantara information systems department, school of information systems, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 fjingga@binus.edu, nlimantara@binus.edu abstract model design for restaurant management system aims to help in restaurant business process, where restaurant management system (rms) help the waitress and chef could interact each other without paper limitation. this restaurant management system model develop using agile methodology and developed based on php programming langguage. the database management system is using mysql. this web-based application model will enable the waitress and the chef to interact in realtime, from the time they accept the customer order until the chef could know what to cook and checklist for the waitress wheter the order is fullfill or not, until the cahsier that will calculate the bill and the payment that they accep from the customer. keywords: restaurant management system, php, mysql, bill of material abstrak pembangunan model restaurant management system adalah pembangunan sistem informasi untuk restoran yang bermanfaat untuk membantu dalam proses bisnis, yang terjadi di restoran agar terintegrasi, mulai dari proses penyediaan bahan baku, pembayaran bahan baku, proses pengolahan bahan baku hingga pemesanan makanan oleh pelanggan. restaurant management system dikembangkan menggunakan metode agile dan menggunakan bahasa pemrograman php. manajemen data yang ada didalamnya menggunakan my sql. model restaurant management system ini dibuat berbasis web dengan tujuan untuk memudahkan bagian gudang untuk mengecek persediaan bahan baku dan memesan ke pemasok, pelayan untuk mencatat pesanan pelanggan, kepala chef dapat melihat pesanan yang masuk secara real time dan memberikan tanda untuk makanan yang sudah selesai dimasak, hingga kasir dapat mencatat pembayaran yang diterima dari pelanggan. kata kunci: restaurant management system, php, mysql, bill of material 974 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 973-982  pendahuluan dewasa ini, bisnis restoran semakin menjamur. banyak restoran yang berhasil menarik customer, tetapi banyak pula yang gagal. faktor penyebabnya selain pangan, yang lebih penting adalah pelayanan (service) yang diberikan. sistem manajemen restoran yang terintegrasi, atau singkatnya disebut software restoran, akan sangat membantu pihak restoran untuk memberikan layanan yang lebih cepat dan lebih baik kepada customer, pada saat yang sama memberikan kendali yang handal untuk manajemen restoran. software restoran dapat digunakan untuk menangani keseluruhan operasi restoran, mulai dari saat customer datang, memesan makanan, penyajian makanan, penyediaan material, pencatatan material yang digunakan hingga sampai customer melakukan pembayaran. dengan cakupan yang luas dan tingkat kerumitan yang cukup tinggi, salah satu tantangan yang dihadapi oleh pengembang software restoran adalah menyediakan tampilan antar muka (interface) yang mudah dimengerti dan mudah dioperasikan oleh semua staf restoran. biasanya pada jam-jam sibuk restoran, kesalahan-kesalahan yang sering terjadi yaitu adanya makanan yang dipesan oleh customer lupa diolah di pantry karena kurangnya koordinasi antara head chef dengan chef-chef, adanya makanan yang dimasak tidak sesuai dengan customer’s order karena kesalahan dalam menerima informasi oleh waiter/waitress, customer’s order diantar ke table yang salah karena waiter/waitress tidak mencatat secara jelas customer’s order yang ada, adanya customer yang harus menunggu lama untuk mendapatkan tagihan karena cashier harus mencari tagihan-tagihan dan menghitung tagihan secara manual, cashier lupa menagih pembayaran setelah menerbitkan tagihan karena tidak fokus akibat restoran ramai dan harus mencari serta menghitung tagihan customer. dengan menggunakan software restoran, seluruh informasi yang dibutuhkan sudah tercatat di sistem, dan dapat diakses di terminal terdekat. tinjauan pustaka pengertian restaurant berdasarkan rutherford dan o’fallon (2010), restaurant adalah fasilitas yang menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman untuk para tamu, yang dirancang untuk kenyamanan para tamu dalam menikmati hidangan. pengertian pembelian menurut soemarso s.r, (2005), pembelian (purchasing) adalah akun yang digunakan untuk mencatat semua pembelian barang dagang dalam suatu periode. sedangkan menurut bodnar dan hoopwood, (2004), pembelian merupakan sinonim dari pengadaan, yang diartikan sebagai berikut: “pengadaan adalah proses bisnis memilih sumber, pemesanan, dan memperoleh barang dan jasa”. dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa, pembelian merupakan kegiatan yang dilakukan untuk pengadaan barang yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan usahanya dimulai dari pemilihan sumber sampai memperoleh barang. pengertian penjualan menurut kotler dan amstrong (2006), penjualan merupakan sebuah proses di mana kebutuhan pembeli dan kebutuhan penjualan dipenuhi, melalui antar pertukaran informasi dan kepentingan. menurut kertajaya, (2006), penjualan adalah bagaimana menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui produk atau jasa dari sebuah perusahaan. dalam hal ini penjualan adalah bagaimana strategi yang akan digunakan untuk mengintegrasikan perusahaan, pelanggan, dan korelasi antar keduanya. menurut hollander, (2000, p230), penjualan adalah serangkaian dari kegiatan operasi yang secara bersama-sama dilakukan untuk menarik pelanggan, membantu pelanggan memilih barang pembangunan model … (fredy jingga; natalia limantara)   975  dan jasa, menyampaikan barang dan jasa yang dibutuhkan, dan mengumpulkan pembayaran untuk barang dan jasa. pengertian persediaan menurut alfredson et al., (2006), persediaan adalah asset yang tersedia untuk dijual dalam proses bisnis biasa atau asset yang ada dalam proses produksi seperti untuk dijual atau asset dalam bentuk material atau supplier untuk digunakan dalam proses produksi atau dalam memberikan pelayanan. pengertian restaurant management system restaurant management system adalah teknologi berbasis web yang membantu dalam pengelolaan restaurant. rms menyediakan wadah yang terintegrasi untuk pengelolaan bahan baku hingga menjadi bahan siap saji di restaurant serta bertindak sebagai pusat pengelolaan restaurant sehingga bisa digunakan oleh pelayan serta chef di restaurant didalam mengelola dan melaksanakan kegiatan operasional di dalam restaurant. iterative and agile system development lifecycle agile development adalah sebuah proses pengembangan sistem informasi yang menekankan pada flesibolitas untuk mengantisipasi persyaratan baru selama proses pengembangan sistem. iterative developement adalah pendekatan pengembangan sistem di mana sistem dibangun bagian per bagian melalui beberapa kali perulangan. bagian sistem diselesaikan terlebih dahulu kemudian proses diulangi untuk perbaikan dan penambahan hingga semua sistem selesai dibangun. gambar 1 menjelaskan mengenai aktivitas utama yang harus dilalui jika mengembangkan sebuah sistem informasi menggunakan iterative and agile sdlc. gambar 1 iterative and agile systems development lifecycle (sumber: satzinger, 2012) metode metode yang digunakan dalam penyusunan model restaurant management system untuk sekolah adalah metode iterative and agile systems development lifecycle menurut satzinger (2012) berdasarkan metodologi ini, dilakukan tahapan identifikasi masalah mengenai aspek pengelolaan restaurant yang akan ditampilkan di dalam restaurat management system (rms), menganalisa detil model yang diperlukan, dan merancang komponen-komponen sistem yang akan dibuat. pada tahap ini, akan dihasilkan sebuah model yang dapat diterapkan untuk mengembangkan aplikasi terintegrasi restaurant management system yang dapat digunakan secara umum oleh restaurant yang yang ada di indonesia. 976 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 973-982  act activ ity diagram customer waiter/waitress head chef bg. warehousing cashi er bg. fi nance suppli er konfirmasi kedatangan mengecek ketersediaan mej a mengaktifkan aplikasi mej a membatalkan tempat menginput order menerima order menerima material mengirim material mengecek ketersediaan material mencatat material out membuat request material mengolah material menandai order matang menandai order diantar order diterima menambah order membayar order membuat shortlist of raw material menerima short list of raw material mengirim material & bill of raw material menerima material & bill of raw material mencatat material in membayar bill of raw material mencatat payment of material mencatat payment of customer membuat sales report membuat purchasing report membuat top ten menu report menghitung sisa material membuat usage of material mencatat bill of raw material membuat menu baru menerima order menerima ordermenerima order [avail abl e] [limi t] [yes] [not_avail abl e] [avai l abl e] [avai lable] [not resi dual] [resi dual ] [no] [li mit] hasil dan pembahasan berdasarkan observasi yang kami lakukan pada beberapa restaurant yang ada di indonesia , maka model yang dihasilkan mengacu kepada kebutuhan yang harus ada pada penerapan rms. dimulai dari pendataan menu yang disediakan oleh sebuah restaurant, hingga ke penggunaan bahan baku yang dipergunakan oleh masing-masing menu untuk mempermudah prediksi bahan baku yang dipergunakan dalam persiapan pesanan dari pelanggan, dan dilanjutkan dengan checklist serta table locker yang dipergunakan untuk mengelola proses bisnis sebuah restaurant, dan juga perhitungan tagihan serta pencatatan pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan restaurant. berdasarkan komponen-komponen tersebut, maka aktivitas yang akan dilakukan dalam rms ini dapat digambarkan dalam gambar 2. gambar 2 activity diagram untuk restaurant management system pembangunan model … (fredy jingga; natalia limantara)   977  business process yang terjadi di rms ini adalah customer melakukan konfirmasi kedatangan. maksudnya adalah: (1) customer datang ke restoran untuk makan di tempat. kemudian customer diharuskan untuk melakukan konfirmasi ke captain station’s table. (2) customer bisa menelepon untuk mem-booking tempat. pada saat mem-booking, customer harus memberikan data nama dan phone number-nya yang bisa dihubungi, tanggal dan waktu kedatangan, serta kapasitas orang yang akan datang. selanjutnya waiter/waitress akan mengecek ketersediaan tempat. maksudnya adalah: (1) untuk customer yang akan makan di tempat pada waktu itu (tanpa booking), maka waiter/waitress akan mengecek ketersediaan tempat dan menyesuaikannya dengan kapasitas orang yang datang pada saat itu juga. jika ada tempat tersedia maka waiter/waitress akan mengaktifkan aplikasi yang ada di table tersebut, dan mengganti status table menjadi unlock (tidak terkunci) lagi. (2) apabila customer yang melakukan booking, waiter/waitress juga akan mengecek ketersediaan tempat apakah pada waktu yang diinginkan customer tersebut tersedia tempat yang sesuai dengan kapasitas orang yang akan datang. jika tempat tidak tersedia untuk kedua kondisi di atas, maka keputusan akan dikembalikan kepada customer. customer bisa membatalkan tempat, atau menunggu sampai tersedianya tempat yang kosong. selanjutnya, jika tempat tersedia dan aplikasi di table telah aktif, maka customer dapat meng-input pesanannya. di bagian internal restoran, setiap paginya sebelum restoran buka bagian warehousing akan mengirimkan material (bahan baku) yang sesuai dengan aturan perusahaan untuk me-restock material yang ada di pantry. material yang sudah diterima oleh pantry, head chef akan membuat bill of material yang berisikan material-material yang digunakan untuk membuat menu. tujuannya adalah untuk melakukan break down material terhadap menu secara real time. setelah mengirimkan material ke pantry, bagian warehousing akan mengecek ketersediaan material, apabila stock masih banyak maka bagian warehousing akan langsung mencatat material yang dikeluarkan untuk pantry ke dalam material out. apabila stock-nya sudah terbatas dan mengeluarkan alert system maka bagian warehousing akan membuat daftar belanja material (short list of raw material) ke supplier. supplier akan mengirimkan material yang sesuai dengan short list of raw material beserta tagihannya (bill of raw material). bagian warehousing akan menerima material beserta tagihannya, kemudian material yang diterima akan dicatat dalam form material in dan tagihannya akan diberikan ke bagian finance untuk dicatat dalam bill of raw material. bagian finance akan membayarkan tagihan tersebut berdasarkan bill of raw material dan mencatatnya dalam payment of material. material yang diterima oleh pantry dari bagian warehousing akan digunakan untuk mengolah dan menghasilkan menu yang sesuai dengan order dari customer. order yang telah di-input oleh customer akan masuk ke dalam aplikasi pantry, kemudian head chef akan mengkoordinir para chef untuk memasak menu-menu dari order yang di-input tersebut. special condition: apabila suatu hari head chef beserta chef nya menemukan suatu inovasi menu hasil olahan dari material, maka head chef dapat mencatatnya ke dalam master menu window. setelah matang, head chef akan mengganti status order di aplikasi tersebut sebagai tanda bahwa menu telah matang dan diberikan kepada waiter/waitress. waiter/waitress akan menerima order yang telah matang dari bagian pantry, kemudian waiter/waitress akan mengantar order ke meja customer dan mengganti status order dalam aplikasi pada table customer sebagai tanda bahwa order telah diterima customer. customer yang telah menerima order bisa langsung menyantap makanan yang telah tersedia. setelah selesai makan, customer bisa menambah order atau langsung membayarkan tagihannya di cashier. pembayaran yang diterima oleh cashier dari customer akan dicatat ke dalam payment of customer. setiap periode, bagian finance akan membuat sales report berdasarkan payment of customer, purchasing report berdasarkan payment of material, dan top ten menu report berdasarkan 10 menu yang paling banyak dipesan customer. dan report-report tersebut akan diberikan kepada pihak management restoran. 978 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 973-982  uc primary use cases sistem informasi restaurant management system waiter/waitress customer mengganti status order matang head chef membuat short list of raw material mencatat material in mencatat material out bg. warehousing mengganti status order diantar mencatat payment of customer cashier mencatat payment of material bg. finance membuat sales report membuat purchasing report membuat form usage of material membuat form request material membuat master menu mengganti status table mencatat booking order membuat order membuat top ten menu report mencatat bill of raw material membuat master supplier membuat master material mencatat bill of material gambar 3 use case diagram restaurant management system gambar 3 menerangkan mengenai kegiatan-kegiatan yang akan ditangani oleh restaurant management system. tahapan selanjutnya, perancangan model restaurant management system dilanjutkan dengan merancang domain model class diagram yang dapat digunakan untuk pengembangan model restaurant management system selanjutnya. domain model class diagram ini dapat dijadikan landasan dalam tahapan perancangan database yang akan digunakan oleh restaurant management system ini. domain class diagram yang digunakan dalam model restaurant management system ini dapat dilihat pada gambar 4. pembangunan model … (fredy jingga; natalia limantara)   979  class system material material_id material_name material_stockpantry material_stockwarehousing material_unit booking_order booking_code booking_date booking_t ime capacity name phone_number bill_of_raw _material bill_no material_in_no date_of_bill price_per_unit sub_t otal grand_t otal table t able_no capacity_of_t able t able_status order order_code booking_code t able_no notes order_date status_order detail_order order_code menu_id menu_qty amountprice_per_menu detail_slrm short_list_no material_id material_qty material_unit material_out material_out_no rm_no date_of_material_out supplier supplier_id supplier_name address phone short_list_of_raw _material short_list_no supplier_id date_of_short_list payment_of_customer payment_no order_code date_of_payment amount_of_payment t ype_of_payment payment_of_material pom_no bill_no amount_of_payment date_of_payment material_in material_in_no short_list_no date_of_material_in qty_of_material_in material_unit usage_of_material uom_no bom_id date_of_usage material_stock material_used material_unit residual_of_material menu menu_id menu_name menu_category picture price_per_unit status bill_of_material bom_id menu_id detail_request_material rm_no material_id material_qty material_unit request_material rm_no rm_qty date_of_rm detail_material bom_id material_id material_qty material_unit 1 1..* 1..* 1 1 1 1 1..* 1..* 1 1 1 11..* 1..*1 1 1..* 1 1..* 1 1..* 1..* 1 1 1 1..* 1 1..* 1 1 1 1 1 0..11 gambar 4 domain class diagram tahapan perancangan model restaurant management system untuk sekolah dilanjutkan pada tahapan perancangan user interface. user interface dirancang sesederhana mungkin untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan sistem yang disediakan. gambar 5 menampilkan rancangan layar untuk mendatakan setiap menu yang disediakan oleh restaurant, menu ini akan tampil pada halaman pemilihan menu, sehingga user akan mendatakan beserta dengan gambar yang akan ditampilkan untuk ditunjukkan kepada pelanggan restaurant nantinya. gambar 5 rancangan layar pendataan menu 980 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 973-982  head chef juga dapat mendatakan bahan baku yang digunakan per masing-masing menu yang didatakan di user interface sebelumnya. hal ini dimaksudkan untuk mempermudah prediksi bagian gudang dalam mempersiapkan bahan baku yang digunakan untuk setiap menu restaurant yang dipesan oleh pelanggan. tampilan pendataan bahan baku tersebut dapat dilihat pada gambar 6. gambar 6 rancangan layar add bill of material sebagai kelengkapan pembuatan model restaurant management system, gambar 8 menggambarkan navigation diagram yang mempelihatkan navigasi/perpindahan antar muka yang dibuat untuk restaurant management system. penelitian yang melengkapi didalam penelitian ini telah dilakukan oleh bora, paresh r., gupta, eshan (2012), di mana mereka membuat order management system yang bisa membantu customer di dalam memvisualisasikan apa order yang dibuat. fitur dari hasil penetlitiannya dapat dilihat pada gambar 7 gambar 7 fitur order management system bora, paresh r., gupta, eshan (2012) pembangunan model … (fredy jingga; natalia limantara)   981  gambar 8 navigation diagram restaurant management system 982 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 973-982  simpulan dari hasil pembangunan model restaurant management system (rms), dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) dengan adanya fitur aplikasi order pada table di restoran, maka customer dapat memilih apa yang mereka inginkan dengan lebih bebas, meningkatkan pelayanan customer, dapat mengurangi kesalahan informasi yang disampaikan waiter/waitress ke bagian pantry, dan dapat mengurangi kertas yang digunakan untuk customer’s order. (2) aplikasi restaurant management system menyediakan fitur-fitur yang menarik untuk customer’s order seperti dapat memesan secara personal pada table masing-masing, adanya detail gambar yang ditampilkan untuk menu yang dipilih, adanya function add to cart untuk dapat menambahkan order yang ingin dipesan, dapat melihat pesanan yang telah di-order dalam fitur my order dan dapat menambah informasi tambahan untuk menu yang ingin dipesan secara khusus. (3) aplikasi restaurant management system ini merupakan sistem yang mendukung dalam pengintegrasian semua proses order menu yang ada pada customer, bagian pantry, waiter/waitress, dan cashier sehingga bagian-bagian terkait dapat segera menindak lanjuti dengan lebih cepat. daftar pustaka alfredson keith, leo ken, picker ruth, pacter paul, radford jennie wise victoria. (2006). applying international financial reporting standards, enchanced edition. australia: wiley. bodnar, george h. and hoopwood, william s. (2004). accounting information system. (9th edition). thomson course technology. bora, paresh r., gupta, eshan (2012), “application on order management system in restaurants”, international journal of application or innovation in engineering & management (ijaiem), volume 1, issue 2, october 2012,p59 p62 hollander, anita sawyer., denna, eric l. and cherrington, j owen. (2000). accounting, information technology, and business solutions. (2th edition). mcgraw-hill international editions. kertajaya, hermawan. (2006). hermawan kertajaya on selling. jakarta : mizan. kotler, philip, amstrong, gary. (2006). principles of marketing. (11th edition). new jersey: pearson education. rutherford, d.g., dan o’fallon, m.j. (2010). hotel managment and operations. (5th edition). new jersey: john wiley and sons, inc. satzinger john w., jackson robert b., and burd stephen d. (2012). introduction to systems analysis and design: an agile, iterative approach.6th edition . coute. canada. soemarso s.r. (2005). akuntansi suatu pengantar. edisi lima. jakarta: salemba empat. microsoft word 06_ti_andry chowanda.doc tap for battle: … (andry chowanda; dkk) 581  tap for battle: perancangan casual game pada smartphone android andry chowanda; benard h. prabowo; glen iglesias; marsella diansari computer science department, school of computer science, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 achowanda@binus.edu abstract smartphones have become a necessity. almost everyone uses a smartphone in a variety of activities. both young and old are sure to utilize this technology, for a wide range of activities such as doing the work, doing school work or enjoying entertainment. the purpose of this research is to build a casual-action game with war theme. the game is built for android smartphone that has multi touch screen capability. the research methods used in this research are data collection and analysis method including user analysis with questionnaire. furthermore, imsdd method is implemented for game design and development phase including system requirement analysis, system design, system implementation, finally system evaluation. in this research, we conclude that 83.9% participants enjoyed the game with touch-screen as the game control. keywords: game, game design, android, touch-screen, imsdd abstrak smartphone telah menjadi sebuah kebutuhan. hampir setiap orang menggunakan smartphone dalam berbagai aktivitas. baik yang muda sampai yang tua pasti memanfaatkan teknologi ini, untuk berbagai macam kegiatan seperti melakukan pekerjaan, melakukan tugas sekolah maupun menikmati hiburan. tujuan dari penelitian ini adalah pembuatan aplikasi permainan bergenre casual-action, dengan tema perperangan dengan menggunakan teknologi touch-screen dan memanfaatkan teknologi multi-touch pada android. metode penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan data dan analisis data, dimana di dalamnya mencakup metode studi kepustakaan, mengadakan kuesioner, analisa terhadap data dan analisa terhadap permainan sejenis, dan juga metode perancangan aplikasi dengan metode imsdd, d imana di dalamnya mencakup analisa kebutuhan sistem, pertimbangan desain, implementasi dan evaluasi. kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah, teknologi touch-screen dapat dimanfaatkan sebagai kontrol utama untuk bermain game dan banyak pengguna (83.9 %) yang tertarik untuk menggunakan teknologi tersebut dalam bermain game. kata kunci: game, game design, android, touch-screen, imsdd 582 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 581-592  pendahuluan smartphone telah menjadi sebuah kebutuhan bagi hampir seluruh manusia. hampir setiap orang menggunakan smartphone mereka dalam mengerjakan setiap kegiatan, baik masyarakat muda sampai yang tua pasti memanfaatkan teknologi canggih ini, baik untuk melakukan pekerjaan, pendidikan maupun sebagai sarana hiburan. padatnya kesibukan dari kegiatan rutinitas, setiap orang membutuhkan hiburan untuk menghilangkan rasa bosan dan penat. salah satu hiburan yang paling banyak diminati adalah game (chowanda & prasetio, 2012; chowanda, 2011). penelitian di bidang game telah menjadi salah satu topik yang banyak diminati oleh berbagai kalangan (chowanda & prasetio, 2012). dari kalangan komersial sampai dengan kalangan akademia. kalangan komersial biasanya berfokus pada bagaimana membuat game play yang dapat menarik para pemain untuk terus memainkannya, sedangkan kalangan akademia berfokus pada bagaimana memanfaatkan game untuk beberapa tujuan seperti terapi, training, dll. beberapa contoh penelitian game yang berfokus pada game play dilakukan oleh chowanda (2011), sedangkan penelitian game untuk beberapa tujuan dilakukan oleh chowanda & prasetio (2012); chowanda a. (2013); chowanda a. (2011). pada era ubiquitous ini, para pecinta game tidak perlu lagi duduk dan diam di depan komputer mereka untuk dapat bermain. para pecinta game dapat bermain di mana saja melalui smartphone mereka. setiap smartphone memiliki operating system yang memiliki kelemahan dan kelebihann masing-masing. menurut penelitian yang dilakukan oleh idc (lihat tabel 1), android masih menguasai pasar ponsel pintar di tahun 2014. persentase pasar android naik sebanyak 5.8% dari tahun sebelumnya dan 45% dari tahun 2011 (idc, 2014). melihat adanya kebutuhan serta peluang yang tertera di atas maka perancangan permainan yang bertemakan perperangan pada smartphone android dilakukan. game dibuat 2d agar lebih mudah disesuaikan dengan berbagai jenis smartphone berbasis android dan melihat kesesuaian antara game play dengan grafis. tabel 1 worldwide smartphone os market share (share in unit shipments) sumber (idc, 2014) period android ios windows phone bb os others q1 2014 81.10% 15.20% 2.70% 0.50% 0.60% q1 2013 75.30% 17.10% 3.20% 2.90% 1.50% q1 2012 59.20% 23.00% 2.00% 6.30% 9.50% q1 2011 36.10% 18.30% 1.20% 13.60% 30.80% ruang lingkup penelitian ini adalah merancang game play, game art, serta game story pada permainan ini, kemudian merancang sebuah prototype aplikasi untuk platform android dengan memanfaatkan teknologi multi-touch yang dimiliki android minimal versi 2.2. agar game dapat tampil lebih menarik, penelitian ini juga mencakup perancangan artificial intelligence yang akan digunakan untuk menggerakkan karakter musuh dengan menggunakan algoritma shortest path. tujuan dari penelitian ini menciptakan sebuah aplikasi permainan bertema perang yang dapat dinikmati banyak kalangan yang dapat dimainkan secara mobile oleh pengguna device android. sedangkan manfaat dari penelitian ini diharapkan agar game ini dapat menjadi sarana hiburan untuk refreshing serta untuk mengisi waktu luang, serta menambah alternatif aplikasi permainan yang bisa dimainkan pada device dengan sistem operasi android. tap for battle: … (andry chowanda; dkk) 583  metode metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data, analisis data, serta perancangan aplikasi yang di mana penelitian ini menggunakan metode imsdd (interactive multimedia system of design and development). perancangan adalah hal yang butuh kreativitas yang tinggi dan tidak dapat diprediksi. perancang sistem interaktif harus menggabungkan pengetahuan teknis dengan nilai estetika yang dapat menarik perhatian pengguna. metode untuk rancangan yang memilki kekhasan (rosson & carroll, 2002a; rosson & carroll, 2002b). siklus dari imsdd, menurut dastbaz (2002) mencakup kebutuhan pengguna, pertimbangan desain, implementasi, serta evaluasi. metode yang digunakan dalam pengumpulan data dan analisis data mencakup sebagai berikut: (1) metode studi kepustakaan. pengumpulan data dan informasi dari literatur tertulis seperti buku, artikel, dan tutorial online untuk dijadikan landasan teori atau referensi dalam penyusunan penelitian dan pengembangan aplikasi. literatur yang dimaksud bisa diperoleh dari beberapa sumber, misalnya dari perpustakaan atau dunia maya. (2) kuesioner. melakukan survei berupa kuesioner untuk mencari informasi mengenai kesukaan masyarakat terhadap hal tertentu yang dapat berpengaruh terhadap arah pengembangan aplikasi, seperti jenis atau genre permainan yang diminati, juga mengenai perkembangan penggunaan mobile device dengan sistem operasi android di masyarakat saat ini. (3) analisa terhadap data dan permainan sejenis. data-data dan informasi-informasi yang diperoleh setelah dikumpulkan akan dianalisa lebih lanjut untuk menetapkan kebutuhan-kebutuhan bagi sistem aplikasi permainan yang akan dikembangkan. selain itu pada penelitian ini juga menganalisa beberapa permainan yang sejenis sebagai perbandingan, dengan harapan dapat mengembangkan aplikasi permainan yang lebih menarik daripada yang sudah ada. sedangkan metode untuk perancangan aplikasi adalah sebagai berikut: (1) analisa kebutuhan sistem. menentukan kebutuhan-kebutuhan sistem berdasarkan data-data yang sudah diperoleh, tujuan, dan kemampuan yang dimiliki. (2) pertimbangan design. langkah dimana dilakukan beberapa perancangan mengenai struktur aplikasi, seperti perancangan layar dan antarmuka. (3) implementasi & evaluasi. hasil dari perancangan dan analisis dibangun dalam bentuk kode. selanjutnya aplikasi permainan yang sudah selesai akan dievaluasi, apakah sesuai dengan sasaran dan rancangan, dan perlu tidaknya dilakukan penambahan fitur. hasil dan pembahasan analisa terhadap data & permainan sejenis untuk dapat merancang permainan yang dapat diterima oleh khalayak ramai, maka peneliti melakukan survei dengan menggunakan kuisioner yang bertujuan untuk melihat tren jenis permainan yang disukai di indonesia. dari sebanyak 102 responden terdapat 73 laki-laki (71.57%), 79 berprofesi sebagai mahasiswa (77.45%), 90 berumur lebih dari 19 tahun (88.24%) menyatakan bahwa sebanyak 62 orang (35.63%) dan 49 orang (28.16%) menggunakan smartphone mereka untuk bermain. sebanyak masing-masing 58 orang (15.98%) menyukai game berjenis strategy dan rpg, dan sebanyak 88 orang (31.09%) menyatakan bahwa komponen terpenting dalam sebuah game adalah game play. pengisi kuisioner lebih banyak yang menyukai era ancient sebagai era dari tema perperangan dengan persentase 26.32% (55 orang). selanjutnya peneliti mengadakan analisa permainan yang sejenis untuk melihat kekurangan yang ada untuk dapat ditingkatkan lagi. detail analisa permainan dapat dilihat pada tabel 6. 584 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 581-592  perancangan game game story design permainan mengisahkan perjuangan bangsa israel melarikan diri dari mesir. saat bangsa israel menjadi budak di mesir setelah sekian lama, di bawah pimpinan musa, bangsa israel berusaha melarikan diri dari mesir, dimulai dengan menuju kanaan terlebih dahulu. tidak hanya dipimpin oleh musa, setelah itu bangsa israel dipimpin oleh yosua, yaitu seseorang yang menjadi penerus musa untuk membebaskan bangsa israel. setelah bangsa israel keluar dari mesir pun mereka masih harus berjuang dari serangan bangsa filistin. pemain memerankan salah seorang dari tokoh-tokoh yang ada dan berusaha menyelesaikan setiap misi. game character design tabel 3 menjelaskan detail mengenai design karakter yang dapat dimainkan pada game serta senjata dan keahlian khusus masing-masing. terdapat tiga karakter yang dapat dimainkan pada game ini, setiap karakter memiliki senjatanya masing-masing yang dapat di-upgrade selama permainan. tabel 3 character design game level design permainan memiliki alur misi linear, di mana pemain harus menyelesaikan misi secara bertahap. terdapat tiga karakter yang akan dimainkan oleh pemain. setiap karakter memiliki misi yang berbeda-beda. namun memungkinkan juga pemain untuk menggunakan karakter yang sudah pernah dimainkan, sesuai pilihan pemain pada misi yang sudah diselesaikan. permainan terdiri dari 6 level atau 6 stage. terdiri dari tiga karakter utama yang di mana masing-masing karakter terdiri dari 2 stage. karakter utama dalam setiap stage tidak selalu sama. stage 1: di stage pertama menceritakan moses yang mulai memberontak terhadap mesir. moses menyadari bahwa bangsanya sangat menderita dijadikan budak bagi orang mesir. ia ingin membebaskan bangsa israel dari perbudakan bangsa mesir. di tahap ini, moses berusaha membebaskan bangsa-bangsa israel yang masih menjadi tahanan. nama gambar keterangan senjata keahlian moses merupakan karakter pertama yang bisa dimainkan oleh pemain. memiliki ciriciri fisik berambut panjang dan berjanggut. berwibawa namun kurang tegas. tongkat melakukan serangan semburan api menggunakan tongkatnya. joshua karakter kedua setelah moses yang akan dimainkan oleh pemain setelah memasuki stage 2 . berperawakan sedang, kurus, dan gesit padang melakukan serangan melingkar dengan menggunakan pedangnya namun dengan rentang jarak yang pendek david karakter ketiga yang dapat dimainkan setelah moses dan joshua. david bertubuh kecil dan terlihat lemah, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. pedang menembakkan 5 batu ke atas sekaligus. batu akan jatuh di posisi yang ditentukan secara acak dan musuh terdekat akan terkena damage. tap for battle: … (andry chowanda; dkk) 585  latar battle map : padang pasir terdapat piramida, pepohonan, tenda, dan hewan unta. aturan permainan : di stage 1 saat moses akan membebaskan bangsa israel, terdapat 5 lokasi(berupa sebuah node) dapat terlihat dari battlemap, dan di setiap lokasi nya terdapat pasukan prajurit mesir yang harus dilawan oleh moses untuk dapat membebaskan para bangsa israel. stage 1 dimenangkan jika moses sudah mengalahkan para prajurit mesir di seluruh 5 lokasi tersebut. stage 1 gagal jika moses dikalahkan oleh para prajurit mesir. stage 2: pada stage ini menceritakan saat moses telah berhasil membebaskan bangsa israel dari tahanan para prajurit israel. moses memimpin bangsa israel keluar dari mesir menuju kanaan, tanah yang dijanjikan, melewati laut merah. namun dalam perjalanannya moses dan bangsa israel terus dikejar oleh para prajurit mesir. latar battle map : padang pasir terdapat gerbang keluar kota mesir yang terbuat dari batu, pepohonan, hewan unta, tenda, dan laut merah aturan permainan : di stage 2 moses harus membawa bangsa israel menuju laut merah untuk bebas dari para pajurit mesir. titik awalnya merupakan gerbang keluar kota mesir dan titik tujuannya adalah laut merah. saat perjalanan terdapat halangan yaitu para prajurit mesir yang harus dilawan dan dikalahkan. stage 3: menceritakan saat bangsa israel yang telah keluar dari mesir. saat itu mereka sedang melakukan perjalanan ke tanah perjanjian, namun saat berkemah mereka diserang oleh bangsa amalekhi. joshua menjadi pemimpin dalam pertempuran ini. melihat potensi dan kemampuan joshua, moses pun mengangkat joshua untuk menjadi pemimpin bangsa israel. latar battle map : padang gersang, terdapat bebatuan dan semak-semak, kemah-kemah bangsa israel dan hewan unta. aturan permainan : bangsa amalekhi menyerang perkemahan bangsa israel mereka melakukan serangan secara beramai-ramai. terdapat 8 kelompok besar bangsa amalekhi untuk dapat memenangkan stage ini pemain harus dapat mengalahkan 5 kelompok besar dari 8 kelompok besar. stage 4: bangsa israel telah tiba di tanah perjanjian. joshua sebagai pemimpin bangsa israel harus merebut dan meruntuhkan benteng jericho terlebih dahulu. latar battle map : sebuah benteng besar di tengah padang berbatu dengan sedikit pohonpohon. aturan permainan : pada stage ini, joshuan harus menyerang 7 titik utama yang menjadi kelemahan benteng jericho. untuk dapat menghancurkan benteng jericho tersebut, ia harus mencari 7 titik utama dan menghancurkannya. namun di setiap titik tersebut terdapat sejumlah besar musuh-musuh. 586 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 581-592  stage 5: menceritakan seorang pemuda, yaitu david yang ditugaskan oleh raja saul untuk berperang melawan bangsa filistin yang dipimpin oleh goliath. latar battle map : benteng israel, pohon-pohon di padang berbatu aturan permainan : mengalahkan setiap pasukan di bawah pimpinan goliat. terdapat 13 pasukan penjaga yang harus dikalahkan terlebih dahulu baru goliat dapat diserang dan kemudian dikalahkan. stage 6: mengisahkan konflik antara raja saul dengan david. raja saul merasa takut kalau david akan merebut kerjaannya dan tahtanya. david pun harus lari dari israel, saat david lari dari israel, raja saul dan anaknya jonathan berperang melawan bangsa filistin di gunung gilboa, dan mereka kalah dalam perperangan tersebut. david pun segera kembali ke israel dan membantu bangsa israel melawan bangsa filistin. setelah memenangkan perperangan, david pun diangkat menjadi raja menggantikan saul karena prestasinya. latar battle map : perkotaan di israel, bangunan-bangunan dari batu baik yang utuh maupun masih dalam tahap pembangunan. aturan permainan : untuk memenangkan stage ini david harus mengalahkan semua musuh yaitu bangsa filistin yang ada. use case untuk memudahkan peneliti serta pembaca untuk melihat keseluruhan sistem permainan ini, maka peneliti menggunakan uml sebagai bahasa pemodelan objek standar yang diperkenalkan oleh booch, rumbaugh & jacobson (1994). pada paper ini, hanya use case diagram serta class diagram yang dicantumkan. use case diagram menggambarkan mengenai interaksi antara sistem permainan, sistem permainan secara eksternal dan pengguna/pemain (lihat gambar 1). gambar 1 use case permainan class diagram permainan menggambarkan struktur objek sistem permainan. diagram ini menunjukan kelas objek yang menyusun sistem permainan dan hubungan antar kelas objek tersebut (lihat gambar 2). tap for battle: … (andry chowanda; dkk) 587  gambar 2 class diagram permainan game balancing menurut schell (2008) game balancing atau menyeimbangkan game tidak lebih dari mengatur elemen-elemen dalam sebuah game sampai mereka memberikan pengalaman yang diinginkan. yang membuat sebuah game sulit untuk diseimbangkan adalah banyaknya faktor-faktor yang harus diseimbangkan. game balancing yang dilakukan pada penelitian ini adalah status class pasukan, status hero dan perhitungan damage. status class pasukan dalam game ini, dalam satu pasukan ada beberapa class pasukan, yaitu swordman, archer, dan spearman. masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. swordman adalah pasukan dengan senjata pedang yang memiliki kecepatan gerak dan serang yang tinggi. archer adalah pemanah yang menyerang dari jauh karena pertahanannya lemah. spearman adalah pasukan dengan kekuatan besar namun memiliki gerakan yang lambat akibat besarnya senjata mereka. pembagian kelebihan dan kekurangannya adalah menggunakan sistem poin untuk menyeimbangkan tiap class (lihat tabel 4). tabel 4 class pasukan army status swordman archer spearman status multiplier str 2 2 3 def 2 1 3 spd 2 0.5 1 range 2 5 3 kill prize 2 1 3 588 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 581-592  dalam game ini, setiap mission akan memiliki tipe pasukan yang berbeda. pasukan adalah kumpulan dari prajurit – prajurit dari berbagai class. setiap tipe pasukan memiliki status yang berbeda. status dasar dari suatu pasukan disebut base status. untuk menentukan status dari tiap class pada setiap pasukan, dilakukan perhitungan menggunakan rumus (1). ………………………………………. (1) status hero dalam game ini, ada 3 karakter yang dapat dipilih oleh pemain. masing-masing hero memiliki keunggulannya sendiri-sendiri. moses memiliki serangan yang kuat namun gerakannya lambat. joshua memiliki kecepatan yang tinggi untuk mengatasi pertahanannya yang lemah. david memiliki serangan yang kuat, namun pertahanan yang dimilikinya lemah. status hero dapat diperkuat dengan menu upgrade dan membayar sejumlah gold (lihat tabel 5). tabel 5 status hero hero status upgrade lv. 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 moses str 50 55 65 75 90 110 135 175 200 240 300 def 40 45 50 55 65 80 100 120 155 190 240 spd 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 170 joshua str 40 50 60 70 80 90 110 140 170 200 240 def 30 35 40 50 65 75 95 115 135 155 180 spd 90 100 110 120 130 140 150 160 170 180 190 david str 50 55 65 80 95 115 140 180 220 260 300 def 30 35 45 55 65 80 100 120 140 160 180 spd 80 90 100 110 120 130 140 150 160 170 180 status hero memiliki total poin yang sama untuk menciptakan keseimbangan. perkembangan status tiap hero sengaja dibuat berbeda dan memiliki variasi sendiri. hal ini dimaksudkan untuk memberi keunikan bagi setiap hero. selain itu perkembangan hero juga didistribusikan berdasarkan tingkat kesulitan misi di mana hero tersebut pertama digunakan. selain 3 status di atas, setiap karakter juga memiliki health point, yaitu yang menentukan apakah pemain masih hidup atau sudah kalah. untuk health point ini, setiap karakter memiliki nilai maksimal yang sama yaitu 1000 dan tidak dapat bertambah. ketika health point pemain habis, maka pemain dianggap kalah dan permainan selesai. perhitungan damage dalam game, damage diperlukan untuk mengurangi nyawa lawan maupun kawan dan pemain. untuk menghitung damage dalam game ini, digunakan rumus (2). ……………………(2) rumus (2) berlaku untuk pemain dan juga musuh. dengan menggunakan fungsi random, perhitungan damage muncul akan menjadi acak dan tidak tetap. apabila hasil dari perhitungan damage adalah nilai 0 atau negatif, maka damage akan dihitung sebagai 1. apabila ketika diserang musuh pemain menahan tombol guard, maka damage yang diterima pemain hanya 40% dari total damage yang seharusnya diterima player. dalam perancangan status hero dan pasukan, perhitungan damage sudah diikutsertakan. status yang telah ditetapkan diperkirakan akan memberikan damage tap for battle: … (andry chowanda; dkk) 589  yang stabil, sehingga musuh dapat dikalahkan dengan jumlah serangan yang tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit dan pemain dapat bertahan dari serangan yang cukup banyak. implementation aplikasi permainan ini tidak memerlukan perangkat lunak khusus untuk dapat memainkannya. untuk kebutuhan perangkat keras, diperlukan: perangkat keras dengan sistem operasi android, memiliki fitur multi-touch serta ukuran layar terbaik adalah 480x320px. testing permainan ini menggunakan samsung galaxy mini. gambar 3-5 menunjukkan hasil screen shot dari permainan ini. gambar 3 gambar permainan (dari kiri ke kanan, menu utama, menu misi, menu pilih pemain) gambar 4 layar permainan (dari kiri ke kanan, pilih musuh, layar permainan, special skill) gambar 5 layar informasi (dari kiri ke kanan, menu upgrade, menu informasi, tampilan menang) evaluasi tahap terakhir dari penelitian ini adalah tahap evaluasi. pada tahap ini, dipilih dua metode untuk evaluasi. pertama peneliti kembali melakukan perbandingan terhadap game yang sejenis yang sebelumnya sudah dilakukan di tahap analisa terhadap data & permainan sejenis. kemudian, dilakukan evaluasi pengguna dengan menggunakan kuisioner. evaluasi dengan perbandingan terhadap game sejenis dapat dilihat pada tabel 6. 590 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 581-592  tabel 6 evaluasi perbandingan terhadap game sejenis lord of the rings : conquest dynasty warriors advance guns and glory tap for battle: heroes of israel tipe permainan action / hack and slash action / hack and slash action/shooting game casual/action grafik kurang baik kurang, grafik berbentuk pixel sangat bagus, menarik cukup bagus, menarik tipe grafik 3d 2d 2d 2d game play memimpin pasukan melawan dan menghabisi pasukan musuh menyelesaikan obyektif-obyektif yang diberikan secara bergantigantian dengan musuh dan kawan menentukan gerak pasukan dalam medan perang secara real-time melawan pasukan musuh sendirian berperan sebagai bandit yang berusaha menembaki warga yang akan melewati perbatasan mengatur keseimbangan dalam permainan. terdapat 3 tokoh utama, dimana setiap tokoh terdiri dari 2 stage yang memiliki objektif yang berbedabeda, yaitu untuk mengalahkan pasukan musuh. terdapat fitur upgrade weapon, armor, atau shoes tingkat level kesulitan seiring bertambahnya medan perang yang bisa dimainkan, obyektif-obyektif yang diberikan menjadi lebih rumit dan sulit seiring jalanya cerita dan medan perang yang baru, musuhmusuh akan menjadi lebih tangguh dan sulit dihadapi seiring kenaikan level pada setiap tokoh terdiri dari 2 stage dimana stage pertama memiliki tingkat level kesulitan yang lebih mudah dibandingkan stage keduanya puncak tingkat kejenuhan saat seluruh cerita sudah diselesaikan saat pemain menguasai teknik repetitif yang memungkinkan musuh dikalahkan tanpa melukai karakter pemain gameplay peperangan yang repetitif, diselingi obyektif saat pemain sudah memperoleh semua senjata masingmasing karakter dan menyelesaikan ceritanya. pemain harus melalui pertarungan dengan musuh yang sama berulang-ulang untuk menyelesaikan satu level saat pemain sudah menyelesaikan semua level saat telah menyelesaikan semua mission update stage tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada kontrol touchscreen, keypad keypad touchscreen touchscreen penggunaan touchscreen ya, sebagai kontrol utama tidak ya ya, sebagai kontrol utama penggunaan fitur multitouch tidak tidak ya ya evaluasi kuesioner evaluasi ini dilakukan demi mendapat masukan untuk perbaikan dan pengembangan selanjutnya. evaluasi dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 31 orang (22 laki laki, 28 berumur lebih dari 19 tahun) yang telah mencoba permainan ini. hasil dari kuisioner dapat dilihat pada tabel 7 serta gambar 6. nilai 3 berarti baik, 2 lumayan, serta 1 berarti buruk. tap for battle: … (andry chowanda; dkk) 591  tabel 7 hasil evaluasi pengguna komponen 3 2 1 tema 22 8 1 gameplay 18 22 1 tingkat kesulitan 4 22 5 grafik 7 21 3 music 10 21 0 sound effect 10 21 0 tutorial 29 2 0 touch screen 26 5 0 simpulan berdasakan hasil analisa, pembahasan dan evaluasi (lihat gambar 6 dan tabel 7), maka diperoleh beberapa kesimpulan bahwa tema dari permainan ini cukup diminati oleh pengguna, sebanyak 70.97% pengguna memiliki score yang baik untuk tema peperangan. pengguna juga menyatakan bahwa game play dari game menarik, namun cukup mudah untuk dimainkan. berdasarkan hasil kuesioner evaluasi, grafik pada game sudah cukup bagus. penggunaan background music dan sound effect sudah cukup sesuai. serta juga setting dari game sudah cocok serta evaluasi dan tutorial yang tersedia memudahkan untuk mempelajari kontrol dari game. gambar 6 hasil evaluasi pengguna 592 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 581-592  daftar pustaka booch, g., rumbaugh, j., jacobson, i. (1994). the unified modeling language user guide (2nd edition). addison-wesley professional chowanda, a., prasetio y. l. (2012). perancangan game edukasi bertemakan sejarah. proceedings semantics , 151-155. binus uiversity, jakarta: computer science department, school of computer science, binus university chowanda, a. (2011). perancangan game kartu interaktif berbasis android menggunakan augmented reality. comtech, 2 (2), 726-735. ______. (2013). emowars: interactive game input menggunakan ekspresi wajah. comtech, 4(2), 1009-1017. ______. (2011). analisis dan perancangan game edukasi online. seminar nasional binus ictc 2011, 566-571. binus university, jakarta: fakultas ilmu komputer, universitas bina nusantara dastbaz, m. (2002). designing interactive multimedia systems. mcgraw-hill education. idc worldwide quarterly mobile phone tracker. (2014) smartphone os market share, q1 2014. diakses pada 25 mei 2014, dari http://www.idc.com/prodserv/smartphone-os-marketshare.jsp. jesse schell. 2008. the art of game design: a book of lenses. san francisco, ca, usa: morgan kaufmann publishers inc. rosson, m. b., carroll, j. m. (2002a). scenario-based design. in the human-computer interaction handbook, julie a. jacko and andrew sears (eds.). hillsdale, nj, usa 1032-1050: l. erlbaum associates inc. rosson, m. b., carroll, j. m. (2002b). usability engineering: scenario-based development of human-computer interaction. morgan kaufmann series in interactive technologies. morgan kaufmann. microsoft word 19 teknik informatika afan galih ok.doc 418 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 418-429 implementasi jaringan syaraf tiruan recurrent dengan metode pembelajaran gradient descent adaptive learning rate untuk pendugaan curah hujan berdasarkan peubah enso afan galih salman; yen lina prasetio jurusan teknik informatika, fakultas ilmu komputer, universitas bina nusantara jln k.h. syahdan no.9 palmerah jakarta barat 11480 asalman@binus.edu abstract the use of technology of technology artificial neural network (ann) in prediction of rainfall can be done using the learning approach. ann prediction accuracy measured by the coefficient of determination (r2) and root mean square error (rmse).this research employ a recurrent optimized heuristic artificial neural network (ann) recurrent elman gradient descent adaptive learning rate approach using el-nino southern oscilation (enso) variable, namely wind, southern oscillation index (soi), sea surface temperatur (sst) dan outgoing long wave radiation (olr) to forecast regional monthly rainfall. the patterns of input data affect the performance of recurrent elman neural network in estimation process. the first data group that is 75% training data and 25% testing data produce the maximum r2 69.2% at leap 0 while the second data group that is 50% training data & 50% testing data produce the maximum r2 53.6%.at leap 0 our result on leap 0 is better than leap 1,2 or 3. keywords: artificial neural network (ann) recurrent elman, enso, coefficient of determination (r2), root mean square error (rmse), gradient descent adaptive learning rate. abstrak penggunaan teknologi di bidang artificial intellegence khususnya teknologi jaringan syaraf tiruan (jst) dalam pendugaan curah hujan dapat dilakukan dengan metoda pendekatan pembelajaran. keakuratan hasil prediksi jst diukur berdasarkan koefisien determinasi (r2) dan root mean square error (rmse). optimasi pembelajaran heuristik yang dilakukan pada dasarnya adalah pengembangan kinerja algoritma pembelajaran gradient descent standard menjadi algoritma pelatihan yaitu gradient descent adaptive learning rate. pola input data yang digunakan sangat berpengaruh terhadap kinerja jst recurrent elman dalam melakukan proses pendugaan. kelompok data pertama yaitu 75% data pelatihan & 25% data uji menghasilkan r2 maksimum 69,2% untuk leap 0 sedangkan kelompok data kedua yaitu 50% data pelatihan & 50% data pengujian menghasilkan r2 maksimum 53,6 % untuk leap 0. hasil nilai r2 pada leap 0 lebih baik dibandingkan pada leap l, leap 2 dan leap 3. kata kunci: jaringan syaraf tiruan recurrent elman, enso, koefisien determinasi (r2), root mean square error (rmse), gradient descent adaptive learning rate. implementasi jaringan syaraf… (afan galih salman; yen lina prasetio) 419 pendahuluan pendugaan curah hujan di sektor pertanian kini telah menjadi kebutuhan utama, seperti halnya pemilihan bibit, pupuk, dan pemberantas hama. informasi tentang banyak curah hujan sangat berguna bagi petani dalam mengantisipasi peristiwa-peristiwa ekstrim seperti kekeringan dan banjir. oleh karena itu dibutuhkan pendugaan curah hujan yang cepat dan akurat. dengan menggunakan sistem komputasi di bidang artificial intellegence, yaitu jaringan syaraf tiruan (jst), maka identifikasi pola data dari sistem pendugaan curah hujan dapat dilakukan dengan metoda pendekatan pembelajaran. berdasarkan kemampuan belajar yang dimilikinya, maka jst dapat dilatih untuk mempelajari dan menganalisa pola data masa lalu dan berusaha mencari suatu formula atau fungsi yang akan menghubungkan pola data masa lalu dengan keluaran yang diinginkan pada saat ini. keakuratan hasil prediksi jst diukur berdasarkan koefisien determinasi (r2) dan root mean square error (rmse). model–model pendugaan curah hujan yang telah dilakukan selama ini belum banyak yang menggunakan data peubah el-nino southern oscilation (enso) sebagai masukan model jst padahal peubah enso cukup berpengaruh terhadap tinggi rendahnya curah hujan di sebagian besar wilayah indonesia (yusmen, 1998). penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya hanya menggunakan data suhu dan curah hujan sebagai masukan model jst, diantaranya adalah penerapan metode principal component regression (fitriadi, 2004) menghasilkan r2 sebesar 63,16%, jst propagasi balik standar (normakristagaluh, 2004) menghasilkan r2 sebesar 74,02%, jst propagasi balik standar menghasilkan r2 sebesar 48,179% (apriyanti, 2005) dan jst dengan optimasi algoritma genetika menghasilkan r2 sebesar 87,7%. berdasarkan hal tersebut penelitian di bidang ini masih layak dan perlu dilakukan untuk mendapatkan model pendugaan curah hujan yang lebih akurat. dalam penelitian ini digunakan jst recurrent yang teroptimasi secara heuristik. keunikan jst recurrent adalah adanya koneksi umpan balik yang membawa informasi gangguan (noise) pada saat masukan sebelumnya yang akan diakomodasikan bagi masukan berikutnya. hal ini dapat meningkatkan kinerja jst recurrent khususnya dalam mengidentifikasi pola peubah enso terhadap pendugaan curah hujan. data peubah enso yang digunakan yaitu: wind, southern oscillation index (soi), sea surface temperatur (sst) dan outgoing long wave radiation (olr). optimasi heuristik adalah pengembangan dari suatu analisa kinerja pada algoritma gradient descent standard yang terdiri dari tiga algoritma pelatihan yaitu : gradient descent adaptive learning rate, gradient descent adaptive learning rate & momentum serta resilient backpropagation. tujuan pembuatan model jst recurrent yang teroptimasi secara heuristik gradient descent adaptive learning rate ini adalah untuk membuat pendugaan curah hujan berdasarkan peubah enso yang lebih akurat dengan ruang lingkup penelitian sebagai berikut: model yang digunakan dalam penelitian ini dibatasi pada jst recurrent tipe elman, optimasi pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan teknik heuristik yaitu: gradient descent adaptive learning rate & momentum., data curah hujan berasal dari balai penelitian agroklimat & hidrologi (balitklimat) bogor dan data enso berasal dari lembaga internasional seperti national weather service center for environmental prediction climate (noaa), data masukan hanya terdiri dari peubah enso, target data curah hujan sehingga faktorfaktor pengaruh curah hujan lainnya tidak diperhitungkan dan model penelitian terbatas untuk daerah bongan bali. model jst recurrent yang diperoleh nantinya diharapkan dapat lebih meningkatkan keakuratan dan kecepatan dalam pendugaan curah hujan khususnya di wilayah indonesia dengan menggunakan peubah-peubah enso dan membuka jalan bagi pengembangan penelitian di bidang yang sama dengan jumlah peubah yang berbeda. 420 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 418-429 jst recurrent adalah jaringan yang mengakomodasi keluaran jaringan untuk menjadi input pada jaringan itu lagi dalam rangka menghasilkan keluaran jaringan berikutnya. pada penelitian ini digunakan jaringan jst recurrent tipe elman. jaringan ini dapat terdiri dari satu atau lebih lapisan tersembunyi, lapisan pertama memiliki bobot-bobot yang diperoleh dari lapisan input, setiap lapisan akan menerima bobot dari lapisan sebelumnya. jumlah neuron dan lapisan tersembunyi disesuaikan dengan kompleksitas permasalahan. delay yang terjadi pada hubungan antara lapisan input dengan lapisan tersembunyi pertama pada waktu sebelumnya (t-1) dapat digunakan untuk saat ini (t). blok diagram sistem proses pemodelan jst dalam pendugaan curah hujan berdasarkan peubah enso disajikan pada gambar 1. gambar 1 blok diagram pemodelan pendugaan curah hujan pendugaan curah hujan di sektor pertanian kini telah menjadi kebutuhan utama, seperti halnya pemilihan bibit, pupuk, dan pemberantas hama. informasi curah hujan bahkan menjadi acuan dalam memilih jenis bibit, waktu tanam dan jumlah stok bahan pangan pokok yang harus disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. bila dugaan tentang datangnya awal musim, termasuk sifat hujan dan periode musim meleset jauh, dampaknya bisa berupa kerugian besar bagi petani karena gagal panen dan kelangkaan pangan (yusmen, 1998). pendugaan curah hujan juga menjadi faktor penting di sektor pengairan atau pengelolaan daerah aliran sungai dalam kaitannya dengan sistem peringatan dini ketika terjadi banjir. informasi curah hujan yang akurat, sangat penting bagi masyarakat khususnya yang berada di kawasan rawan banjir di bantaran sungai atau di daerah cekungan sehingga proses evakuasi dapat dilakukan lebih awal dan kerugian material serta korban jiwa dapat dihindari. curah hujan di indonesia hampir seluruhnya dipengaruhi enso. enso adalah istilah yang terdiri dari dua fenomena yaitu el nino merupakan fenomena lautan dan southern oscillation merupakan fenomena atmosfer. istilah enso tidak begitu populer di kalangan media massa, istilah el nino-lah yang sering dipakai. peubah enso yang umumnya digunakan adalah soi yaitu perbedaan antara nilai indeks tekanan udara di tahiti dan darwin, dan sst yaitu nilai anomali suhu permukaan laut, selain peubah lainnya wind dan olr. pemanasan suhu muka laut di sebelah barat samudra pasifik menimbulkan gangguan cuaca enso, yaitu berdampak kurangnya curah hujan di kawasan peubah enso: wind, soi, sst & olr jst recurrent dgn optimasi teknik heuristik koneksi umpan balik pendugaan curah hujan data curah hujan pengamatan stasiun cuaca satelit (noaa) implementasi jaringan syaraf… (afan galih salman; yen lina prasetio) 421 timur pasifik termasuk indonesia. sebaliknya ketika pemanasan terjadi di timur pasifik disebut anomali cuaca la nina, hujan yang tinggi terjadi di wilayah tersebut (lakshmi et al, 2003). daerah di indonesia yang bakal terpengaruh el nino atau la nina adalah papua, maluku, sulawesi, sebagian besar sumatera, sumatera selatan, seluruh pulau jawa, kalimantan barat, kalimantan tengah, kalimantan selatan, kalimantan timur, sulawesi, maluku, bali, nusa tenggara, dan irian jaya. sementara daerah yang tidak terpengaruh oleh enso adalah aceh, sumatera utara, sumatera barat, riau, jambi dan bengkulu. pengaruh enso yang paling kuat terjadi pada tahun 1987-1988. prakiraan cuaca mengenai terjadinya kekeringan karena el nino sebenarnya tidak dapat dipukul rata akan terjadi di seluruh wilayah indonesia. di wilayah pare-pare dan sulawesi selatan dapat terjadi empat gangguan cuaca dengan pola yang berbeda (effendy, 2001). berdasarkan hal tersebut di atas maka prakiraan cuaca di indonesia tidak bisa diberlakukan secara umum, apalagi di negeri yang luas ini terbagi tiga tipe cuaca, yaitu ekuatorial, monsun dan lokal. di wilayah dengan pola cuaca tersebut, datangnya musim kemarau dan hujan sepanjang tahun akan berbeda-beda, bahkan berkebalikan. melihat fenomena tersebut maka di masa mendatang indonesia perlu mengembangkan model pendugaan curah hujan sendiri karena wilayah indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera merupakan daerah yang memiliki karakteristik iklim dan cuaca yang tiada duanya di dunia (yusmen 1998). jaringan syaraf tiruan peniruan cara berpikir otak manusia dengan menggunakan sistem komputer telah memberi inspirasi kepada para ilmuwan pada abad ini. dimulai sejak lima puluh tahun yang lalu, ilmuwan telah menciptakan model perangkat elektronik pertama dari sel-sel syaraf. semenjak itu banyak komunitas ilmuwan bekerja dalam model matematika baru ini beserta algoritma-algoritma pembelajaran. sekarang, model itu lebih dikenal dengan nama jaringan syaraf tiruan. jaringan syaraf tiruan menggunakan sejumlah unit komputasi sederhana yang disebut neuron, yang berusaha meniru perilaku sel tunggal otak manusia. otak manusia sendiri mengandung 10 milyar sel-sel syaraf dengan sekitar 10000 synapses. neuron-neuron biologis memancarkan sinyal elektrokimia pada jalur-jalur syaraf, yang terdiri atas bagian body, axon dan dendrit. sinyal datang melalui dendrit, diolah oleh body dan dihantarkan melalui axon. sel itu sendiri mengandung kernel dan bagian luarnya membrane elektrik. setiap neuron mempunyai level aktivasi, dengan range diantara maksimum dan minimum. setiap neuron menerima sinyal-sinyal dari neuron lain melalui sambungan khusus synapses yang berfungsi untuk memperbesar dan memperkecil aktivasi neuron terhadap neuron lainnya. synapses ini membawa level aktivasi dari neuron pengirim ke neuron penerima. jst merupakan system pemrosesan informasi yang memiliki karakteristik serupa dengan jaringan syaraf biologis dengan ciri-ciri: pola hubungan antara elemen-elemen sederhana yakni neuron, metode penentuan bobot koneksi dan fungsi aktivasi. jst mempunyai sifat dan kemampuan seperti akuisisi pengetahuan di bawah derau (noise) dan ketidakpastian (uncertainty), representasi pengetahuan yang fleksibel, pemrosesan pengetahuan yang effisien dan toleransi kesalahan, dengan representasi pengetahuan terdistribusi dan pengkodean informasi yang redundan, kinerja system tidak menururn drastic berkaitan dengan responnya terhadap kesalahan (workshop jnb, 2002). model neuron yang pertama diperkenalkan pada tahun 1943 oleh mcculloch dan pitts. heb pada tahun 1949 mengusulkan sebuah aturan pembelajaran yang menjelaskan bagaimana sebuah jaringan sel-sel syaraf belajar. kemudian rosenblatt pada tahun 1958 menemukan algoritma pembelajaran perceptron, serta widrow dan hoff mengusulkan varian dari pembelajaran perceptron yang disebut aturan widrow-hoff. kemudian pada tahun 1969, minsky dan papert menunjukkan keterbatasan teoritis dari jaringan neural lapis tunggal (single layer neural networks) sehingga menyebabkan penurunan riset di bidang ini. tetapi pada tahun 1980-an pendekatan jst hidup kembali 422 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 418-429 dimulai oleh hopfield yang memperkenalkan ide minimasi energi dalam fisika ke dalam jst. pada pertengahan dekade tersebut algoritma propagasi balik (backpropagation) yang dikembangkan rumelhart, hinton dan williams memberikan pengaruh besar tidak hanya bagi riset-riset jst tetapi juga bagi ilmu komputer, kognitif dan biologi yang lebih luas. algoritma ini menawarkan solusi untuk pembelajaran jst lapis banyak (multi-layer neural networks) sehingga dapat mengatasi keterbatasan jaringan syaraf lapis tunggal. prinsip dasar algoritma backpropagation memiliki tiga tahap : tahap feedforward pola input pembelajaran, tahap kalkulasi dan backpropagation error yang diperoleh dan tahap penyesuaian bobot. arsitektur yang digunakan adalah jaringan perceptron lapis banyak (multi-layer perceptrons.). hal ini merupakan generalisasi dari arsitektur perceptron lapis tunggal (single layer perceptron). secara umum, algoritma jaringan ini membutuhkan waktu pembelajaran yang memang lambat, tetapi setelah pembelajaran dan pelatihan selesai, aplikasinya akan memberikan output yang sangat cepat. pada jst backpropagation dikenal optimasi teknik heuristik yaitu algoritma pelatihan yang berfungsi untuk lebih mempercepat proses pelatihan dan merupakan pengembangan dari suatu analisa kinerja pada algoritma steepest (gradient) descent standard. gradient descent adaptive learning rate teknik heuristik ini memperbaiki bobot berdasarkan gradient descent dengan laju pembelajaran yang bersifat adaptive. pada gradient descent standard, selama proses pembelajaran, laju pembelajaran (α) akan terus bernilai konstan. apabila laju pembelajaran terlalu tinggi, maka algoritma menjadi tidak stabil. sebaliknya, jika laju pembelajaran terlalu kecil maka algoritma akan sangat lama dalam mencapai kekonvergenan. pada kenyataannya, nilai laju pembelajaran yang optimal akan terus berubah selama proses pelatihan seiring dengan berubahnya nilai fungsi kinerja. pada gradient descent adaptive learning rate, nilai laju pembelajaran akan diubah selama proses pelatihan untuk menjaga agar algoritma ini senantiasa stabil selama proses pelatihan. kinerja jaringan syaraf dihitung berdasarkan nilai output jaringan dan error pelatihan. pada setiap epoh, bobot-bobot baru dihitung dengan menggunakan laju pembelajaran yang ada. kemudian dihitung kinerja jaringan syaraf baru. jika perbandingan kinerja syaraf baru dan kinerja syaraf lama melebihi maksimum kenaikan kerja (max_perf_inc), maka bobot baru tersebut akan diabaikan, dan nilai laju pembelajaran akan dikurangi dengan cara mengalikannya dengan parameter penurunan laju pembelajaran (lr_dec). sebaliknya, apabila perbandingan kinerja syaraf baru dan kinerja syaraf lama kurang dari maksimum kenaikan kerja, maka nilai bobot-bobot akan dipertahankan, dan nilai laju pembelajaran akan dinaikkan dengan cara mengalikannya dengan parameter penambahan laju pembelajaran (lr_inc). langkah-langkah teknik heuristik ini adalah menghitung bobot dan bias baru lapisan output dengan menggunakan persamaan: wjk(baru) = wjk(lama) + ∆wjk b2k(baru) = b2k(lama) + ∆b2k menghitung bobot dan bias baru lapisan tersembunyi dengan menggunakan persamaan: vij(baru) = vij(lama) + ∆vij b1j(baru) = b1j(lama) + ∆b1j menghitung kinerja jaringan syaraf baru (perf2) dengan menggunakan bobot-bobot baru tersebut. membandingkan kinerja jaringan syaraf baru (perf2) kinerja jaringan syaraf sebelumnya (perf ). jika perf2/perf >max_perf_inc maka laju pembelajaran (α) = α *lr_dec. jika perf2/perf < max_perf_inc maka laju pembelajaran (α) = α *lr_inc. implementasi jaringan syaraf… (afan galih salman; yen lina prasetio) 423 jika perf2/perf ≤ max_perf_inc maka bobot baru diterima sebagai bobot sekarang (kusumadewi, 2004). jst recurrent adalah jaringan yang mengakomodasi keluaran jaringan untuk menjadi masukan pada jaringan itu lagi dalam rangka menghasilkan keluaran jaringan berikutnya. jaringan recurrent elman terdiri atas satu atau lebih lapisan tersembunyi. lapisan pertama memiliki bobotbobot yang diperoleh dari lapisan input, setiap lapisan akan menerima bobot dari lapisan sebelumnya. jaringan ini biasanya menggunakan fungsi aktivasi sigmoid bipolar untuk lapisan tersembunyi dan fungsi linear (purelin) untuk lapisan keluaran. tidak seperti pada backpropagation, pada jaringan elman ini, mempunyai fungsi aktivasi yang dapat berupa sembarang fungsi, baik yang kontinyu maupun diskontinyu. delay yang terjadi pada hubungan antara lapisan input dengan lapisan tersembunyi pertama pada waktu sebelumnya (t-1) dapat digunakan untuk saat ini (t) keunikan jst recurrent adalah adanya koneksi umpan balik yang membawa informasi gangguan (noise) pada saat masukan sebelumnya yang akan diakomodasikan bagi masukan berikutnya seperti disajikan pada gambar 2. gambar 2 arsitektur jst recurrent inisialisasi nguyen-widrow inisialisasi ini umumnya mempercepat proses pembelajaran dibandingkan dengan inisialisasi acak. inisialisasi nguyen-widrow didefinisikan sebagai persamaan berikut: hitung harga faktor pengali β β = 0.7 p1/n dimana : β = faktor pengali. n = jumlah neuron lapisan input. p = jumlah neuron lapisan tersembunyi. • • …. • d d . . . d keluaran koneksi umpan balik lapisan tersembunyi node-node recurrent variabel masukan lapisan keluaran unit delay 424 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 418-429 untuk setiap unit tersembunyi ( j=1, 2, .....,p), menghitung vij (lama) yaitu bilangan acak antara -0.5 dan 0.5 (atau di antara -γ dan sampai γ) dan menghitung : ║ vj dan lakukan pembaharuan bobot vij (lama) menjadi vij (baru) yaitu: β vij (lama) vij (lama) = ---------------- ║ vj (lama) ║ set bias : b1j = bilangan random antara – β sampai β. ketepatan pendugaan sebuah model regresi dapat dilihat dari koefisien determinasinya (r2) dan root mean square error (rmse). nilai r2 menunjukan proporsi jumlah kuadrat total yang dapat dijelaskan oleh sumber keragaman peubah bebas, sedangkan rmse menunjukan besar simpangan nilai dugaan terhadap nilai aktualnya. r2 adalah kuadrat dari korelasi antara nilai vektor observasi y dengan nilai vektor penduga ŷ . rumus r2 adalah: di mana : yi = nilai nilai aktual ŷi = nilai nilai prediksi di mana : xt = nilai aktual pada waktu ke-t ft = nilai dugaan pada waktu ke-t nilai-nilai r2 berada pada selang 0 sampai 1. kecocokan model semakin baik jika r2 mendekati 1 dan rmse mendekati 0. metode data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) data enso, diperoleh dari lembaga internasional national weather service center for environmental prediction climate (noaa) selama 83 bulan dengan domain cakupan data peubah enso ini adalah wilayah nino-3,4 yaitu : 5o lu 5o ls dan 90o bb 150o bb; (2) data curah hujan, curah hujan rata-rata di daerah bongan bali selama 83 r2 = n [ ∑ ( ŷi – ŷ)(yi – y) ] 2 i =1 n n ∑ ( ŷi – ŷ) 2 ∑(yi – y) 2 i=1 i=1 rmse = n ∑ ( xt ft ) 2 t =1 --------------- n n ∑ ( xt ft ) 2 t =1 --------------- n implementasi jaringan syaraf… (afan galih salman; yen lina prasetio) 425 bulan dengan domain cakupan data 08o 33’ 05” s 115o 05’ 48”e dengan ketinggian 124 meter yang diperoleh dari balitklimat bogor. penelitian ini menggunakan perangkat keras dan lunak yaitu intel pentium iv 2,66 ghz, memori sdram 256 mb, hardisk 40 gb, matlab 7 dan microsoft excel xp professional. penelitian diawali dengan studi pustaka yaitu mengidentifikasi peubah enso dan pengaruhnya terhadap curah hujan di wilayah indonesia. langkah berikutnya mempelajari penelitianpenelitian yang pernah dilakukan uintuk mengetahui metoda yang digunakan dan ketepatan pendugaan yang telah dicapai. dari hasil studi pustaka diidentifikasi masalah yang ada, yaitu perlunya suatu pemodelan pendugaan curah hujan yang lebih akurat khususnya berdasarkan peubah enso. selanjutnya dikembangkan model jst recurrent yang teroptimasi secara heuristik. metodologi selengkapnya dijelaskan pada gambar 3. gambar 3. kerangka berpikir penelitian hasil dan pembahasan arsitektur yang digunakan adalah jaringan recurrent tipe elman dengan 2 lapisan tersembunyi. masukan terdiri dari data wind, soi, sst dan olr dan target adalah data curah hujan. pada saat proses penentuan arsitektur standar jst recurrent, dilakukan proses trial & error untuk mendapatkan unjuk kerja jst yg optimum dengan parameter yaitu dimensi jaringan ( jumlah neuron dan hidden layer ) dan laju pembelajaran ( learning rate ). algoritma pembelajaran yang digunakan adalah optimasi teknik heuristik gradient descent adaptive learning rate. 426 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 418-429 setiap proses pelatihan dan pengujian diulang sebanyak 20 kali untuk dicari nilai rata-rata dan simpangan bakunya. hasil dari pengujian adalah tingkat keakuratan antara nilai dugaan dengan nilai aktual berdasarkan dua parameter yaitu r2 dan rmse. nilai r2 yang diperoleh dikalikan 100% untuk memudahkan pembacaan tingkat keakurasian. dalam penelitian ini akan dikaji permodelan jst recurrent yang teroptimasi secara heuristik untuk pendugaan curah hujan berdasarkan peubah enso. tahapan permulaan, masing-masing kelompok data akan mengalami proses inisialisasi dengan menggunakan metoda nguyen-widrow. jumlah neuron dan hidden layer ditetapkan dengan percobaan pendahuluan secara trial & error dan merujuk pada penelitian-penelitian sebelumnya. tahap berikutnya dilakukan percobaan yaitu (1) dilakukan pembelajaran terhadap ke empat peubah enso dan curah hujan sebagai target, dengan menggunakan kelompok data pertama yaitu 75% data pelatihan dan 25% data pengujian; (2) dilakukan pembelajaran terhadap ke empat peubah enso dan curah hujan sebagai target, dengan menggunakan kelompok data kedua yaitu 50% data pelatihan dan 50% data pengujian. struktur standar untuk penelitian dengan menggunakan algoritma pembelajaran gradient descent adaptive learning rate seperti disajikan pada tabel 1. tabel 1 struktur jst recurrent standar gradient descent adaptive learning rate karakteristik spesifikasi arsitektur 2 lapisan tersembunyi neuron input peubah enso & curah hujan neuron hidden layer 1 48 neuron hidden layer 2 24 neuron output 1 fungsi aktivasi hidden layer 1 sigmoid biner fungsi aktivasi hidden layer 2 sigmoid bipolar fungsi aktivasi layer output fungsi liniear inisialisasi bobot nguyen widrow toleransi galat 0.01 maksimum epoh 30.000 laju pembelajaran 0,1 maksimum kenaikan kinerja 1,06 komposisi percobaan yang dilakukan adalah terhadap komposisi nilai: lr_inc 1,20 & lr_dec 0,6 ; lr_inc 1,05 & lr_dec 0,6 dan lr_inc 1,05 & lr_dec 0,7. pada setiap kelompok data dengan komposisi di atas dilakukan percobaan terhadap variasi leap yang berbeda-beda yaitu leap = 0, 1, 2, dan 3. leap 0 pendugaan curah hujan jatuh pada bulan yang sama, leap 1 pendugaan curah hujan jatuh pada satu bulan ke depan, leap 2 pendugaan curah hujan jatuh pada dua bulan ke depan, leap 3 pendugaan curah hujan jatuh pada tiga bulan ke depan. setiap percobaan dilakukan pengulangan/iterasi sebanyak 20 kali dengan tujuan memperoleh rata-rata r2 dan rmse yang memiliki simpangan baku terkecil. nilai r2 dan rmse tiap kombinasi terletak pada selang implementasi jaringan syaraf… (afan galih salman; yen lina prasetio) 427 nilai tertentu (minimum dan maksimum). hasil percobaan pada penelitian ini difokuskan pada perbandingan ketepatan pendugaan jst menghasilkan r2 maksimum dan rmse minimum. desain struktur data berupa tabel data bulanan peubah-peubah enso & curah hujan seperti disajikan pada tabel 2. tabel 2. contoh data peubah enso & curah hujan bulan indeks olr indeks wind indeks soi indeks sst curah hujan (mm) januari 23,5 6,6 0,5 0,18 649,0 februari 9,7 6,7 1,2 0,28 601,0 maret 21,7 7,4 0,9 0,52 321,0 april 5,4 5,3 1,0 0,9 151,0 mei 19,7 5,9 0,5 1,06 14,0 juni 22,4 6,1 0,6 0,79 176,0 juli 25,9 8,2 -0,2 0,48 121,0 agustus 40,6 6,6 1,7 0,14 12,0 september 40,1 6,5 0,9 0,28 40,0 oktober..dst 28,3 6,1 1,2 0,33 53,0 data keluaran berupa tabel hasil penelitian berupa nilai-nilai epoch, r2 dan rmse dari setiap kelompok data percobaan yang telah dilakukan juga dihitung nilai – nilai r2 minimum, r2 maksimum, rata-rata r2, standar deviasi r2, rmse minimum, rmse maksimum, rata-rata rmse dan standar deviasi rmse. penelitian ini menggunakan perangkat keras dan lunak sebagai berikut yaitu intel pentium iv 2,66 ghz, memori sdram 256 mb, hardisk 40 gb, matlab 7 dan microsoft excel xp professional. komposisi data pelatihan & pengujian sangat berpengaruh terhadap keakuratan pendugaan dalam jst. seperti yang dijelaskan dalam metodologi, data dibagi ke dalam 2 kelompok data percobaan yaitu kelompok data pertama, 75% data (62 bulan) pelatihan dan 25% data (21 bulan) pengujian serta kelompok data kedua 50% data (42 bulan) untuk pelatihan dan 50% data (41 bulan) untuk data pengujian. masing-masing kelompok data akan dibahas dan diperlihatkan grafik hasil percobaan. kelompok data pertama tabel 3 kompilasi hasil percobaan kelompok data pertama gradient descent adaptive learning rate komposisi leap 0 leap 1 leap 2 leap 3 lr_inc & lr_dec r2 maks rmse min r2 maks rmse min r2 maks rmse min r2 maks rmse min 1,05 & 0,6 63,4 265,70 65,1 174,41 59,8 211,42 51,9 170,00 1,05 & 0,7 64,5 213,96 65,9 183,78 64,1 210,48 53,1 285,4 1,20 & 0,6 69,2 238,11 66,5 173,05 61,6 206,85 55,5 156,83 kelompok data kedua tabel 4 kompilasi hasil percobaan kelompok data kedua gradient descent adaptive learning rate komposisi leap 0 leap 1 leap 2 leap 3 lr_inc & lr_dec r2 maks rmse min r2 maks rmse min r2 maks rmse min r2 maks rmse min 1,05 & 0,6 46,0 244,31 46,0 198,13 29,0 269,44 6,54 305,09 1,05 & 0,7 47,3 272,50 46,4 200,82 32,4 277,55 8,75 314,85 428 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 418-429 1,20 & 0,6 53,6 297,69 45,7 197,55 28,4 269,45 12,6 344,63 topologi jaringan jst recurrent yang digunakan dalam penelitian ini berupa satu lapisan input, dua lapisan tersembunyi terdiri dari lapisan tersembunyi pertama dengan jumlah 48 neuron dan lapisan tersembunyi kedua dengan 24 neuron serta satu lapisan output dengan 1 neuron. topologi ini sudah ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan percobaan pendahuluan secara trial & error, tujuannya agar penelitian utama lebih berfokus pada parameter dari algoritma pembelajaran yang akan diterapkan. hasil penelitian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 5 sampai dengan 28, pada lampiran itu dapat dilihat hasil pengukuran masing-masing parameter dalam proses pelatihan dan pengujian dengan nilai rata-rata, nilai maksimum, nilai minimum serta standar deviasi dari r2 dan rmse. percobaan kelompok data pertama untuk leap 0, nilai parameter yang divariasikan adalah lr_inc dan lr_dec. ketika nilai lr_inc tetap 1,05 dan nilai lr_dec dinaikkan dari 0,6 menjadi 0,7 hasilnya nilai r2 maksimum naik dari 63,4 menjadi 64,5. nilai rata-rata r2 naik dari 31,4 menjadi 35,3 sedangkan nilai rmse turun dari 265,7 menjadi 213,96. kemudian, nilai lr_inc dinaikkan dari 1,05 menjadi 1,2 dan nilai lr_dec diturunkan dari 0,7 menjadi 0,6 hasilnya nilai r2 maksimum naik dari 64,5 menjadi 69,2. nilai rata-rata r2 turun dari 35,3 menjadi 28,4 sedangkan nilai rmse naik dari 213,96 menjadi 238,11. komposisi parameter terbaik percobaan kelompok data pertama untuk leap 0, adalah lr_inc 1,2 dan lr_dec 0,6. percobaan kelompok data kedua untuk leap 0. ketika nilai lr_inc tetap 1,05 dan nilai lr_dec dinaikkan dari 0,6 menjadi 0,7 hasilnya nilai r2 maksimum naik dari 46 menjadi 47,3. nilai rata-rata r2 turun dari 38,9 menjadi 38,4 sedangkan nilai rmse naik dari 244,31 menjadi 272,5. kemudian nilai lr_inc dinaikkan dari 1,05 menjadi 1,2 dan nilai lr_dec diturunkan dari 0,7 menjadi 0,6 hasilnya nilai r2 maksimum naik dari 47,3 menjadi 53,6. nilai rata-rata r2 naik dari 38,4 menjadi 39,2 sedangkan nilai rmse naik dari 272,5 menjadi 297,69. komposisi parameter terbaik percobaan kelompok data kedua untuk leap 0, adalah lr_inc 1,2 dan lr_dec 0,6. percobaan kelompok data pertama untuk leap 1. ketika nilai lr_inc tetap 1,05 dan nilai lr_dec dinaikkan dari 0,6 menjadi 0,7 hasilnya nilai r2 maksimum naik dari 65,1 menjadi 65,9. nilai rata-rata r2 naik dari 46 menjadi 42,1 sedangkan nilai rmse naik dari 174 menjadi 183,78. kemudian nilai lr_inc dinaikkan dari 1,05 menjadi 1,2 dan nilai lr_dec diturunkan dari 0,7 menjadi 0,6 hasilnya nilai r2 maksimum naik dari 65,9 menjadi 66,5. nilai rata-rata r2 naik dari 42,1 menjadi 50,4 sedangkan nilai rmse turun dari 183,78 menjadi 173,05. komposisi parameter terbaik percobaan kelompok data pertama untuk leap 1 adalah lr_inc 1,2 dan lr_dec 0,6. percobaan kelompok data kedua untuk leap 1. ketika nilai lr_inc tetap 1,05 dan nilai lr_dec dinaikkan dari 0,6 menjadi 0,7 hasilnya nilai r2 naik dari 46 menjadi 46,4. nilai rata-rata r2 naik dari 36,06 menjadi 37,8 sedangkan nilai rmse naik dari nilai 198,13 menjadi 200,82. kemudian nilai lr_inc dinaikkan dari 1,05 menjadi 1,2 dan nilai lr_dec diturunkan dari 0,7 menjadi 0,6 hasilnya nilai r2 maksimum turun dari 46,4 menjadi 45,7. nilai rata-rata r2 turun dari 37,8 menjadi 37,09 sedangkan nilai rmse turun dari 200,82 menjadi 197,55. komposisi parameter terbaik percobaan kelompok data kedua untuk leap 1 adalah lr_inc 1,05 dan lr_dec 0,7. hasil selengkapnya disajikan pada tabel 11. tabel 5..komposisi parameter terbaik gradient descent adaptive learning rate leap 0 leap 1 leap 2 leap 3 kelompok data lr_in lr_dec lr_in lr_dec lr_in lr_dec lr_in lr_dec pertama 1,20 0,6 1,20 0,6 1,05 0,7 1,20 0,6 kedua 1,20 0,6 1,05 0,7 1,05 0,7 1,20 0,6 implementasi jaringan syaraf… (afan galih salman; yen lina prasetio) 429 simpulan jst recurrent yang teroptimasi secara heuristik dengan menggunakan gradient descent adaptive learning rate.dapat diterapkan dalam pendugaan curah hujan berdasarkan peubah enso dengan tingkat keakuratan yang cukup baik. hasil pendugaan curah hujan terbaik untuk kelompok data pertama adalah pada leap 0 menghasilkan nilai r2 maksimum 69,2%, leap 1 menghasilkan nilai r2 maksimum 66,5%, leap 2 menghasilkan nilai r2 maksimum 61,6%, dan leap 3 menghasilkan nilai r2 maksimum 55,5% sedangkan kelompok data kedua yaitu 50% data pelatihan & 50% data pengujian menghasilkan r2 maksimum 53,6 % untuk leap 0. hasil nilai r2 pada leap 0 lebih baik dibandingkan pada leap l, leap 2 dan leap 3. komposisi 75% data pelatihan & 25% data pengujian menghasilkan r2 maksimum lebih tinggi dibandingkan komposisi 50% data pelatihan dan 50% data pengujian. daftar pustaka apriyanti, n. (2005). optimasi jaringan syaraf tiruan dengan algoritma genetika untuk peramalan curah hujan. bogor: jurusan ilmu komputer fmipa ipb. effendy, s. (2001). urgensi prediksi cuaca dan iklim di bursa komoditas unggulan pertanian. bogor: makalah falsafah sains program pasca sarjana/s3. fitriadi. (2004). kombinasi model regresi komponen utama dan arima dalam statistical downscaling. skripsi. bogor: jurusan ilmu komputer fmipa ipb. kusumadewi, s. (2004). membangun jaringan syaraf tiruan menggunakan matlab & excel link. penerbit graha ilmu. lakshmi, s. s., tiwari, r. k., & somvanshi, v. k. (2003). prediction of indian rainfall index (irf) using the enso variability and sunspot cycles-an artificial neural network approach. j.ind.geophys. union vol.7, no.4.pp.173-181. normakristagaluh, p. (2004). penerapan jaringan syaraf tiruan untuk peramalan curah hujan dalam statistical downscaling. bogor: jurusan ilmu komputer fmipa ipb. workshop jnb. (2002). aplikasi jaringan neural buatan pada pattern recognition. laboratorium kecerdasan komputasi fakultas ilmu komputer universitas indonesia. yusmen, d. (1998). pengaruh enso terhadap pola curah, hujan di wilayah das brantas selatanjawa timur. tugas akhir. bandung: jurusan geofisika dan meteorologi,fmipa itb. microsoft word 50_ti_rony baskoro.docx 1050 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1050-1058 penerapan teknik seo (search engine optimization) pada website dalam strategi pemasaran melalui internet rony baskoro lukito; cahya lukito; deddy arifin computer science department, school of computer science, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 email: rbaskoro@binus.edu abstract the purpose of this research is how to optimize a web design that can increase the number of visitors. the number of internet users in the world continues to grow in line with advances in information technology. products and services marketing media do not just use the printed and electronic media. moreover, the cost of using the internet as a medium of marketing is relatively inexpensive when compared to the use of television as a marketing medium. the penetration of the internet as a marketing medium lasted for 24 hours in different parts of the world. but to make an internet site into a site that is visited by many internet users, the site is not only good from the outside view only. web sites that serve as a medium for marketing must be built with the correct rules, so that the web site be optimal marketing media. one of the good rules in building the internet site as a marketing medium is how the content of such web sites indexed well in search engines like google. search engine optimization in the index will be focused on the search engine google for 83% of internet users across the world using google as a search engine. search engine optimization commonly known as seo (search engine optimization) is an important rule that the internet site is easier to find a user with the desired keywords. keywords: seo, search engine optimization, internet marketing, google, search engine, page rank. abstrak jumlah pengguna internet di seluruh dunia terus bertambah dan akan terus tumbuh seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi. media pemasaran produk maupun jasa bukan cuma pada media cetak dan elektronik.saat ini pemasaran juga dilakukan menggunakan media internet. penetrasi internet yang melewati batas negara menjadi salah satu kekuatan internet sebagai media pemasaran. terlebih lagi, biaya penggunaan internet sebagai media pemasaran relatif murah jika dibandingkan dengan penggunaan televisi sebagai media pemasaran. penetrasi internet sebagai media pemasaran berlangsung selama 24 jam di berbagai penjuru dunia. tapi untuk membuat sebuah situs internet menjadi situs yang banyak dikunjungi oleh pengguna internet, situs tersebut tidak hanya baik dari tampilan luar saja. situs internet yang dijadikan sebagai media pemasaran harus dibangun dengan kaidah-kaidah yang benar, sehingga situs internet tersebut menjadi media pemasaran yang optimal. salah satu kaidah-kaidah yang baik dalam membangun situs internet sebagai media pemasaran adalah bagaimana isi dari situs internet tersebut terindex dengan baik di mesin pencari seperti google. optimasi pada index mesin pencari akan difokuskan pada mesin pencari google karena 83%pengguna internet di seluruh dunia menggunakan google sebagai mesin pencarinya. optimasi pada mesin pencari yang lebih dikenal sebagai seo (search engine optimization) merupakan kaidah penting agar situs internet lebih mudah dicari pengguna dengan kata kunci yang diinginkan. kata kunci: seo, optimasi mesin pencari, pemasaran melalui internet, google, mesin pencari penerapan teknik seo … (rony baskoro lukito; dkk) 1051 pendahuluan information technology berkolaborasi dengan communication technology menjadikan akses internet (interconnection networking) mudah dan murah. perpaduan kedua teknologi ini yang lebih dikenal dengan istilah ict (information and communication technology) telah menjadi sebuah media yang sangat akrab dengan masyarakat modern sekarang ini. di era informasi saat ini ditandai dengan kemudahan mengakses informasi, terutama internet, telah menjadi salah satu sarana media pemasaran. pemasaran dengan menggunakan media internet, selain efektif juga dapat menekan biaya apabila dibandingkan dengan media televisi. bukan hanya itu, selain relatif murah jangkauannya juga merambah ke seluruh dunia. sebagai konsekuensi telah meratifikasi world summit on the information society (wsis) di swiss pada bulan desember tahun 2003 indonesia, pada tahun 2015, setidaknya lebih dari separuh penduduk dunia harus dapat menikmati koneksi internet. (international telecommunication report, 2010). saat ini di perkirakan jumlah pengguna internet seluruh dunia sebanyak 2,4 miliar orang, dengan tingkat pertumbuhan sebanyak 8 persen, yang didorong di negara-negara berkembang. jumlah pengguna ini menunjukkan rasio penetrasi populasi 23 persen dari total populasi. data ini terungkap dari paparan slide, yang dipresentasikan mary meeker, seorang managing director morgan stanley, sebagai kepala riset teknologi global di institusi itu dalam sebuah acara di stanford university. hasil survei menunjukkan pertumbuhan penggunaan internet di indonesia terus meningkat. di tahun 2012, penetrasi penggunaan internet di wilayah urban indonesia mencapai 24,23% (markplus, 2012). jumlah ini merupakan potensi luar biasa jika dibandingkan dengan jumlah penduduk indonesia yang mencapai 260 juta jiwa dan juga merupakan jumlah yang sangat besar bila dibandingkan dengan penetrasi internet di negara-negara sekitar indonesia. baik di asia tenggara maupun australia (markplus, 2012) seberapa penting seo dalam internetmarketing? jika usaha yang mengandalkan internet (bisnis online) maka seo sangat penting dan juga menjadi penting, jika usaha mencari pasar lain melalui penetrasi internet. mencari pasar lewat internet bukan sekedar memasarkan lewat media internet. tapi jauh lebih dari itu adalah bagaimana menarik pengunjung sebanyak-banyak datang ke website. jika diibaratkan sebuah toko offline, maka website adalah lokasi strategis yang banyak dilewati orang dan terkenal dengan kualitas barang dan jasa yang dijual. jadi peran marketing dalam menarik pengunjung sebanyak-banyaknya merupakan hal yang penting dan peran seo dalam internet juga penting agar pengunjung bisa datang sebanyak-banyaknya. tinjauan pustaka internet internet merupakan sebuah revolusi dalam bidang teknologi pada abad 21 yang menyatukan dua teknologi telekomunikasi dan komputer. kedua teknologi ini kemudian dikenal sebagai ict (information and communication technology). perkembangan pesat internet dimulai dengan dibuatnya sebuah aplikasi world wide web oleh berners-lee dan timnya pada tahun 1990. situs web pertama yang dibuat berners-lee beralamat di http://info.cern.ch/ dan dimasukkan online untuk pertama kalinya pada 6 agustus 1991. lee lantas meluncurkan browser-nya pada tahun 1991. (berners-lee, cailliau, groff, & pollermann, 1992). orang pertama yang memperkenalkan www adalah marc andressen dengan meluncurkan sebuah browser dengan nama mosaic, beberapa tahun setelah lee meluncurkan browsernya. pada 1994, berners-lee mendirikan world wide web consortium (w3c) di massachusetts institute of technology.marc andersen lantas mendirikan netscape.sejak saat itu pengguna internet dan www berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini. 1052 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1050-1058 marketing dalam bukunya essentials of marketing jim blythe, mengatakan bahwa marketing adalah istilah yang diberikan pada semua aktifitas yang terjadi antara organisasi/perusahaan dengan pelanggan.ini merupakan konsep mendasar dari sebuah pasar, di mana penjual dan pembeli datang bersama-sama untuk melakukan transaksi (atau pertukaran) yang saling menguntungkan. (blythe, 2005). dua istilah lain dari pemasaran yang paling banyak digunakan adalah: (1) pemasaran adalah proses manajemen yang mengidentifikasi, mengantisipasi, serta memenuhi kebutuhan pelanggan secara efisien dan menguntungkan. (uk chartered institute of marketing). (2) pemasaran adalah proses perencanaan dan konsep pelaksanaan, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan atas barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran dalam rangka memenuhi kebutuhan individu dan organisasi. (american marketing association ) internet marketing internet marketing juga dikenal sebagai digital marketing, web marketing, online marketing atau e-marketing. jones, malczyk, & beneke (2011) mengatakan: “ internet marketing – often called online marketing or emarketing – is essentially any marketing activity that is conducted online through the use of internet technologies. it comprises not only advertising that is shown on websites, but also other kinds of online activities like email and social networking. every aspect of internetmarketing is digital, meaning that it is electronic information that is transmitted on a computer or similar device, though naturally it can tie in with traditional offline advertising and sales too” jadi setiap kegiatan pemasaran yang dilakukan secara online dengan menggunakan teknologi internet adalah internet marketing. termasuk aktivitas online seperti e-mail dan jejaring sosial. lebih lanjut jones, malczyk, & beneke (2011) mengatakan bahwa ada tiga prinsip dasar dari internet marketing yaitu: (1) immediacy. perubahan yang cepat dan up to date dalam waktu per menit termasuk menanggapi secara online. (2) personalisation. pelanggan harus dapat ditanggapi dan dilayani secara personal tidak lagi sama untuk semua pelanggan. gunakan informasi pribadi secara online yang dimasukkan pelanggan sebagai keuntungan perusahaan. (3) relevance. komunikasi online harus dibuat menarik dan mengetahui bagaimana cara agar pelanggan merasa dilayani seolah-olah disambut kedatangan mereka di pintu.sehingga membuat pelanggan merasa nyaman. perbedaan internet marketing dengan marketing tradisional adalah bahwa internet marketing lebih masuk akal, lebih murah, cepat serta menjangkau banyak pelanggan dan merupakan cara terbaik bagi bisnis yang ingin memasuki pasar lokal maupun internasional (mirzaei, jaryani, aghaei, salehi, & saeidinia, 2012). search engine google pada tahun 1997, backrub berganti nama menjadi googol. namun pada presentasi nama pergantian tersebut googol diperkenalkan menjadi google. ada cerita bahwa pada saat registrasi domain mereka salah ketik yang seharus googol menjadi google. nama ini sekarang terus mendunia. (google, 2010). mesin pencari google menjadi mesin pencari yang menguasai mesin pencari di internet. berdasarkan survei yang dilakukan pew internet (purcell, brenner, & rainie, 2012) dalam projectnya search engine use 2012 pada maret 2012 mengatakan: “google continues to dominate the list of most used search engines. asked which search engine they use most often, 83% of search users say google. the next most penerapan teknik seo … (rony baskoro lukito; dkk) 1053 cited search engine is yahoo, mentioned by just 6% of search users. when we last asked this question in 2004, the gap between google and yahoo was much narrower, with 47% of search users saying google was their engine of choice and 26% citing yahoo.” google berjalan pada jaringan terdistribusi dari ribuan komputer murah dan dapat melakukan pemrosesan paralel secara cepat. pemrosesan paralel adalah metode perhitungan di mana banyak perhitungan dapat dilakukan secara simultan, secara signifikan mempercepat pengolahan data. google memiliki tiga bagian penting: (1) googlebot, web crawler yang menemukan dan mengambil halaman web. (2) google indexer, pengindeks dari setiap kata pada setiap halaman dan menyimpan indeks yang dihasilkan kata dalam database yang besar. (3) processor query, yang membandingkan permintaan pencarian oleh pengguna ke indeks dan merekomendasikan dokumen yang dianggap paling relevan. search engine optimization (seo) seo adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas traffic kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut. tujuan dari seo adalah menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan. secara logis, situs web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung. sejalan dengan makin berkembangnya pemanfaatan internet sebagai media bisnis, kebutuhan seo juga semakin meningkat. berada pada posisi teratas hasil pencarian akan meningkatkan peluang sebuah perusahaan pemasaran berbasis web untuk mendapatkan pelanggan baru. peluang ini dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menawarkan jasa optimisasi mesin pencari bagi perusahaanperusahaan yang memiliki basis usaha di internet. (google, 2010) tujuan dan manfaat penelitian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana merancang sebuah situs internet yang baik agar situs tersebut ramai dikunjungi sesuai dengan target. sesuai dengan target adalah pengunjung yang ramai mengunjungi tersebut melakukan transaksi. jadi, merupakan hal penting untuk mencari target yang tepat untuk mengunjungi situs yang dibangun. dengan pengunjung yang tepat mendatangi situs internet, maka diharapkan akan terjadi transaksi atas barang ataupun jasa yang ditawarkan. oleh sebab itu, penting sekali memahami bagaimana perilaku pengguna khususnya keyword yang sering digunakan di mesin pencari google. keyword yang diketikkan oleh pengguna di mesin pencari google dapat diakses secara gratis sebagai bahan analisa untuk merancang situs internet yang baik. metode metodologi penelitian yang digunakan adalah menganalisa dari beberapa situs web, apakah sebuah situs web tersebut dibangun menggunakan kaidah seo yang baik ? jika saja web itu dibangun menerapkan kaidah seo yang baik maka jumlah pengunjung harian pasti menggembirakan dan secara tidak langsung akan dapat meningkatkan penjualan. ketika situs web yang dibangun tidap menerapkan kaidah seo yang benar, maka jumlah pengunjung akan sedikit, bahkan bertahun-tahun setelah web tersebut diluncurkan. 1054 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1050-1058 tabel 1 contoh situs web yang belum menerapkan seo web created seo visitor/day coklatdach.com sep-11 78% <30 suvenircoklat.com jul-10 96% <40 chocolatemonggo.com jan-08 75% >100 ordercoklatdach.com jul-12 95% <30 tokocoklatbandung.com apr-10 87% <30 tabel di atas menunjukkan bahwa, dengan usia web yang cukup lama tapi peningkatan jumlah pengunjung belum signifikan. walaupun ada beberapa web dengan score seo yang cukup bagus. dalam penelitian ini, sebuah situs web akan dibangun dengan menerapkan kaidah seo yang benar, sehingga diharapkan jumlah pengunjung akan cepat bertambah. hasil dan pembahasan pemilihan domain langkah awal dalam internet marketing yang cukup penting adalah pemilihan domain. karena pemilihan domain yang tepat terhadap barang dan jasa yang akan dipasarkan, sangat berpengaruh terhadap pencarian di internet. mengapa sangat penting? pertama, penting untuk memprediksi jumlah kata atau keyword yang akan di ketik atau di-click oleh user dari nama domain yang tepat. kedua, pemilihan domain yang tepat akan membuat pengguna lebih terbiasa terhadap hubungannya dengan produk/jasa yang akan diketik dan di-click. pada prinsipnya, setiap nama domain yang paling mendekati dengan keyword pencarian maka nama tersebut yang akan ditampilkan oleh search engine di posisi atas. microsoft dan univesitas stanford dalam risetnya domain bias in web search (2012), membuktikan bahwa pemilihan domain yang tepat akan meningkatkan pencarian pengguna sebanyak 25% (ieong, mishra, sadikov, & li, 2012). demikian juga riset yang dilakukan sedo 2011, mengatakan dekripsi domain bisa dijadikan brand new. (sedo, 2011). langkah berikutnya adalah penentuan keyword dari keyword utamanya. keyword utamanya adalah coklat, selanjutnya menentukan turunan keyword dari keyword utamanya. penentuan keyword yang tepat akan membantu banyak pengguna yang datang ke web. jones, malczyk, & beneke (2011) mengatakan pemilihan kata kunci yang tepat akan mempromosikan web serta memastikan web secara online sampai pada orang yang tepat. google menyediakan tools yang dapat digunakan untuk memprediksi berapa banyak pengguna internet mengetik kata kunci “coklat”. ini penting sekali karena dari sini dapat diperkirakan berapa besar peluang pengguna datang ke web. sebagai informasi, dari kamus besar bahasa indonesia, kata yang benar untuk penulisan coklat adalah “cokelat”. tapi apabila dimasukkan ke dalam keyword planner, kata manakah yang paling banyak di ketik user pada mesin pencari google? sekarang keyword “coklat” dan “cokelat” dimasukan dalam tools keyword planner. sebelumnya juga ditentukan bahwa wilayah pemasarannya hanya indonesia. terlihat bahwa, keyword “coklat” diperkirakan sebanyak 9.900 pengguna dan “cokelat” hanya 2.400 pengguna saja dalam sebulan. lihat juga tingkat kompetisi kedua entry tersebut masih low. artinya kesempatan untuk mendapatkan pengguna yang datang ke web berdasarkan jumlah pengguna dan tingkat kompetisinya sangatlah besar. setelah memastikan bahwa keyword “coklat” lebih baik dari pada “cokelat” meskipun dalam bahasa indonesia yang benar adalah “cokelat”, maka selanjutnya adalah mencari turunan keyword dari coklat itu sendiri. penerapan teknik seo … (rony baskoro lukito; dkk) 1055 ternyata ada 566 turunan dari keyword coklat. karena pondokcoklat.com tidak menjual atau tidak menggunakan semua keyword maka haruslah dipilih keyword yang sesuai dengan produk yang dijual atau artikel-artikel yang nanti akan dibuat nantinya. akhirnya dari 566 turunan keyword dipilih hanya keyword tertentu saja. perlu diingat bahwa keyword ini akan bisa bertambah sesuai dengan produk yang akan dijual atau artikel yang akan dibuat. adapun keyword turunan pertama yang dianggap sebagai keyword utama yang dipilih adalah: pondok coklat, toko coklat, coklat kesehatan, coklat praline, aneka coklat, coklat dark, coklat untuk kesehatan, coklat import, minuman coklat. pondok coklat adalah keyword tambahan sebagai “branding” yang diharapkan banyak pengguna yang mengetikkan keyword ini di mesin pencari google. meta tag meta tag merupakan deskripsi dari website yang terdiri dari beberapa keyword utama. deskripsi meta tag penting karena google akan menggunakannya sebagai deskripsi dari halaman web. menambahkan deskripsi meta tag untuk setiap halaman web merupakan praktik yang baik ketika google tidak dapat membuat deskripsi yang baik tentang web (google, 2010). meta tag yang digunakan adalah “toko coklat, pondokcoklat.com. kami menjual aneka coklat, coklat import, minuman coklat termasuk coklat kesehatan /terapi.” seo on page seoon page adalah optimasi secara maksimal yang dilakukan pada web itu sendiri.seoon page inilah inti dari seo secara keseluruhan. beberapa seoon page antara lain adalah pemilihan template seo friendly, fix permalink in posts, penggunaan keyword pada postingan halaman produk atau artikel, peletakan keyword yang tepat dan gunakan gambar unik. pemilihan template seo friendly banyak template untuk website yang ada baik yang free ataupun berbayar. template berbayar digunakan karena fitur yang ada sudah sangat lengkap untuk situs toko online. wptoko versi 3.1. digunakan, ini adalah template berbasis wordpress karena wordpress adalah template blog kepunyaan google. selain template juga digunakan meta tag yang sesuai. seperti yang telah dibahas sebelumnya, akan ditempatkan meta tag sebagai meta description agar google tidak mengalami kesulitan untuk membuat deskripsi yang baik untuk web. fix permalink in posts gunakan permalink yang sesuai dengan produk yang dibahas pada suatu halaman web. jadi permalink yang sudah dibuat otomatis oleh wordpress, diganti menggunakan kata-kata. secara default permalink pada postingan adalah seperti ini permalink: http://pondokcoklat.com/56748 menjadi http://pondokcoklat.com/coklat-silverqueen-bites-almond. usahakan permalink cukup unik tidak sama dengan produk sejenis yang dijual di toko online lainnya karena google lebih menyukai permalink yang unik. penggunaan keyword pada postingan halaman produk atau artikel untuk setiap halaman web yang berisi artikel maupun postingan produk harus diberi keyword yang tepat. pemilihan keyword yang tepat akan diimplementasikan pada posting-an di halaman web. jadi setiap posting-an halaman web harus berisi satu atau lebih keyword hasil dari google keyword planner. peletakan keyword yang tepat ada beberapa panduan dalam peletakan keyword sesuai kaidah seo pada posting-an, baik itu di produk maupun artikel, antara lain (vaughan, 2008): (1) judul postingan produk atau artikel harus 1056 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1050-1058 menggunakan keyword. (2) link artikel harus berisi keyword. contoh pada permalink. (3) meta tag/meta description harus berisi keyword. (4) judul artikel harus menggunakan keyword. (5) paragraf pertama dari artikel harus berisi keyword. (6) menggunakan gambar unik yang telah di alt tag dengan keyword. gunakan gambar unik dalam kaidah seo, untuk mendapat nilai yang baik di mata mesin pencari, harus menggunakan gambar-gambar yang unik, jadi gambar yang dimasukkan belum ada di website lain. usahakan gambar-gambar tersebut adalah kreasi dari perancang/pemilik web kecuali memang jika tidak dapat membuat gambar sendiri. sebenarnya, ada layanan dari internet yang menyediakan gambar-gambar walaupun untuk keanggotaannya harus berbayar. di pondokcoklat.com, hampir semua gambar produk yang dipajang menggunakan gambar yang dibuat sendiri, kecuali untuk artikel dan beberapa produk saja. percepat waktu loading halaman web template yang digunakan wptoko versi 3.1 adalah template yang kemampuan loading-nya cukup cepat. web di-hosting di hostgator, salah satu hosting yang cukup cepat. gambar-gambar yang digunakan juga gambar-gambar yang berukuran tidak besar karena untuk menghindari waktu loading yang lama. banyaknya indeks yang dihasilkan untuk melihat indeks yang ada pada suatu web tinggal ketik saja perintah “ site:xyz.com” pada address url. dengan memasukkan perintah “site:pondokcoklat.com”, maka diperoleh indeks sebanyak 212 indeks. semakin banyak banyak indeks, maka semakin baik.artinya jika produk terus ditambahkan untuk dijual maka indeks yang dihasilkan juga semakin banyak. hasil scoreseo berapa seo score yang diperoleh web pondokcoklat.com dengan menerapkan hal-hal yang disebutkan diatas? banyak tools yang tersedia gratis yang dapat digunakan untuk menghitung score seo dari suatu web, salah satunya adalah whois.domaintools.com. hasil dari perhitungan yang dilakukan oleh whois.domaintools.com dapat dilihat pada gambar 1. gambar 1 score seo pada pondokcoklat.com penerapan teknik seo … (rony baskoro lukito; dkk) 1057 terlihat pada gambar 1, score seo pada pondokcoklat.com sebesar 91%. nilai yang sangat baik, artinya pondokcoklat.com telah dibuat dengan kaidah seo yang benar. hasil analisa trafik kunjungan berdasarkan hasil dari flag counter yang kita gunakan di web untuk menghitung besarnya kunjungan. domain pondokcoklat.com di beli pada tanggal 22 februri 2013. gambar 2 memperlihatkan pada juli 2013, hanya membutuhkan waktu empat bulan saja, pengunjung uniknya sudah mencapai 87-190 pengunjung per hari. jumlah pengunjung ini murni dari implementasi seo tanpa menggunakan back link. gambar 2 visitors per day position in google search engine on certain keyword walaupun belum berada di halaman pertama tapi posisi pondokcoklat.com pada keyword “coklat delfi” yang di-search sebelum 31 juli 2013 sudah berada di posisi 13. sudah sangat baik mengingat umur web belum genap 4 bulan. simpulan dari hasil penelitian tentang penerapan teknik seo (search engine optimization) pada website dalam strategi pemasaran melalui internet ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) rancangan website yang baik sesuai dengan kaidah seo dapat meningkatkan traffic kunjungan dalam waktu yang relatif cepat (beberapa bulan). (2) target pengguna internet yang sesuai dengan target pemasaran akan meningkatkan penjualan barang /jasa. 1058 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1050-1058 daftar pustaka berners-lee, t., cailliau, r., groff, j.-f., pollermann, b. (1992). world-wide web: the information universe. electronic networking: 52-58. blythe, j. (2005). essentials of marketing. england: pearson education limited. google. (2010). search engine optimization starter guide. diakses pada november 2013, dari google inc.: www.google.com ieong, s., mishra, n., sadikov, e., li, z. (2012). domain bias in web search. proceedings of the fifth international conference on web search and web data mining. 413-422. seattle: acm. international telecommunication report. (2010). monitoring the wsis targets. geneva: world telecommunication/ict development report. jones, a., malczyk, a., beneke, j. (2011). internetmarketing;a highly practical guide to every aspect of internetmarketing. getsmarter. markplus. (2012). profil pengguna internet indonesia. jakarta: apjii. mirzaei, h., jaryani, e., aghaei, m., salehi, m., saeidinia, m. (2012). differences of “traditional marketing” in opposition to “electronic. 2012 international conference on economics, business and marketing management. singapore: iacsit press. purcell, k., brenner, j., rainie, l. (2012). search engine use 2012. a project of the pew research center. washington, d.c.: pew research center’s internet& american life project. sedo. (2011). domain names opportunities and applications for marketing online. diakses pada november 2013, dari sedo: www.sedo.com vaughan, p. (2008). the essential step-by-step guide to internet marketing. hubspot. microsoft word 14_tiitn_arsyad ramadhan darlis_sistem komunikasi fraktal -a2t fractal communication system.… (arsyad ramadhan darlis)   613  fractal communication system using digital signal processing starter kit (dsk) tms320c6713 arsyad ramadhan darlis  program studi teknik elektro fakultas teknologi industri, institut teknologi nasional bandung jl. phh mustapha no. 23 bandung 40124 arsyad@itenas.ac.id abstract in 1992, wornell and oppenheim did research on a modulation which is formed by using wavelet theory. in some other studies, proved that this modulation can survive on a few channels and has reliability in some applications. because of this modulation using the concept of fractal, then it is called as fractal modulation. fractal modulation is formed by inserting information signal into fractal signals that are selffractal similary. this modulation technique has the potential to replace the ofdm (orthogonal frequency division multiplexing), which is currently used on some of the latest telecommunication technologies. the purpose of this research is to implement the fractal communication system using digital signal processing starter kit (dsk) tms320c6713 without using awgn and rayleigh channel in order to obtain the ideal performance of the system. from the simulation results using matlab7.4. it appears that this communication system has good performance on some channels than any other communication systems. while in terms of implementation by using (dsk) via tms320c6713 code composer studio (ccs), it can be concluded that the fractal communication system has a better execution time on some tests. keywords: fractal modulation, self-similary, dsk tms320c6713, wavelet abstrak pada tahun 1992, wornell dan oppenheim melakukan penelitian mengenai sebuah modulasi yang dibentuk dengan menggunakan teori wavelet. pada beberapa penelitian yang lain, terbukti bahwa modulasi ini dapat bertahan pada beberapa kanal dan memiliki kehandalan pada beberapa aplikasi. karena modulasi ini menggunakan konsep fraktal maka dinamakan modulasi fraktal. modulasi fraktal dibentuk dengan cara menyisipkan sinyal informasi ke dalam sinyal fraktal yang bersifat self-similary. modulasi ini berpotensi dalam menggantikan teknik ofdm (orthogonal frequency division multiplexing) yang saat ini digunakan pada beberapa teknologi telekomunikasi terkini. tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan sistem komunikasi fraktal dengan menggunakan digital signal processing starter kit (ds) tms320c6713 tanpa melewatkannya pada kanal awgn maupun rayleigh agar didapatkan kinerja pada siste yang ideal. dari hasil simulasi dengan menggunakan matlab 7.4., terlihat bahwa sistem komunikasi ini memiliki kinerja yang baik pada beberapa kanal dibandingkan sistem komunikasi yang lainnya. sedangkan, dalam hal implementasi dengan menggunakan (dsk) tms320c6713 melalui code composer studio (ccs) dapat diambil kesimpulan bahwa sistem komunikasi fraktal ini memiliki waktu eksekusi yang lebih baik pada beberapa pengujian. kata kunci: modulasi fraktal, self-similary, wavelet, dsktms320c6713 614 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 613-626  pendahuluan pada tahun 1992, wornell dan oppenheim, menemukan sebuah modulasi yang dibentuk dengan menggunakan wavelet (wornel & oppenheim, 1992). dengan menggunakan teknik scalediversity, yang membuat sinyal informasi menjadi multiple time-scale, mereka membangkitkan sinyal fraktal yang menjadi dasar dari modulasi fraktal. sinyal fraktal atau sinyal bihomogeneous memiliki sifat self-similary, yang apabila dilakukan perubahan skala secara dyadic, maka sinyal tersebut akan memiliki bentuk yang serupa dengan sinyal sebelum dilakukan penyekalaan. modulasi fraktal sendiri dibentuk dengan cara menyisipkan sinyal informasi ke dalam sinyal bihomogeneous tersebut. kehandalan dari modulasi ini telah dibuktikan oleh penelitianpenelitian yang dilakukan setelahnya (luigi, et. al., 2010; evangelista, 2006; shiny, et. al., 2015) baik dari sisi aplikasi maupun ketahanannya terhadap sebuah kanal. pada penelitian ini, modulasi fraktal akan ditransmisikan pada kanal additive white gaussian noise (awgn) dan kanal fading. sinyal hasil modulasi yang telah dipengaruhi kanal akan didemodulasi kembali sehingga akan didapat sinyal informasi semula. proses tersebut akan dilakukan secara simulasi pada software matlab versi 7.4. dari hasil simulasi tersebut akan dapat diamati performansi dari sistem komunikasi fraktal dibandingkan dengan sistem komunikasi lainnya. setelah itu, sistem komunikasi fraktal akan diimplementasikan secara real time. implementasi akan dilakukan dengan menggunakan digital signal processing starter kit (dsk) jenis tms320c6713. akan tetapi dalam implementasi yang akan dilakukan tidak akan melewatkan sinyal hasil modulasi pada kanal apapun karena hanya menggunakan sebuah dsk saja. penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu diantaranya membuat simulasi sistem komunikasi fraktal menggunakan program matlab 7.4 pada kanal awgn dan kanal fading, serta mengimplementasikannya dengan menggunakan digital signal processing starter kit (dsk) tms320c6713 secara real time. batasan masalah dari pokok bahasan penelitian ini adalah: (1) kanal yang digunakan sebagai media transmisi dalam simulasi adalah kanal additive white gaussian noise (awgn) dan kanal fading. (2) pada implementasi sistem komunikasi fraktal tidak menggunakan kanal apapun. (3) sistem komunikasi yang digunakan sebagai pembanding adalah sistem komunikasi digital. (4) implementasi sistem komunikasi fraktal hanya menggunakan sebuah digital signal processing starter kit (dsk) jenistms320c6713. (5) penelitian ini tidak membahas mengenai kanal yang digunakan pada simulasi karena dalam implementasi tidak menggunakan kanal apapun. berdasarkan teori transformasi fourier diketahui bahwa sinyal dapat diekspresikan sebagai penjumlahan dari deretan sinus dan kosinus yang terbatas. penjumlahan ini dikenal dengan nama deret fourier (fourier expansion). kerugian terbesar dari deret fourier ini adalah hanya memiliki resolusi frekuensi dan tidak mempunyai resolusi waktu. ini berarti bahwa walaupun kita dapat menunjukkan semua frekuensi yang ada pada suatu sinyal tetapi kita tidak mengetahui kapan sinyal itu terjadi. untuk menyelesaikan masalah ini telah dikembangkan suatu teknik yang lebih atau mampu merepresentasikan sinyal dalam domain waktu dan frekuensi pada waktu yang sama. ide di balik representasi gabungan waktu-frekuensi ini adalah untuk memotong sinyal dimaksud menjadi beberapa bagian dan kemudian menganalisa bagiannnya secara terpisah. dengan menganalisa sebuah sinyal dengan cara seperti ini akan memberikan informasi tentang kapan dan dimana komponen perbedaan frekuensi. untuk menyelesaikan masalah ini digunakanlah wavelet. wavelet adalah suatu fungsi matematika yang membagi data menjadi beberapa komponen frekuensi yang berbeda-beda dan menganalisis setiap komponen tersebut dengan menggunakan resolusi yang sesuai dengan skalanya. wavelet mempunyai keuntungan apabila dibandingkan dengan metode transformasi fourier dalam hal menganalisis suatu sinyal yang tidak stationer. fractal communication system.… (arsyad ramadhan darlis)   615  sejarah mengenai wavelet belumlah lama. wavelet baru ditemukan pada tahun 1980 oleh haar, morlet, grossman, meyer, mallat , dan lainnya namun baru ditulis dalam bentuk paper oleh ingrid daubechies pada tahun 1988 yang memberikan perhatian besar pada dunia matematika. wavelet digunakan sebagai analisis dalam pengolahan sinyal, analisis numerik, dan juga dalam model matematis. hal ini membuatnya berkembang cepat sehingga melahirkan aplikasi-aplikasi wavelet yang baru seperti dalam kompresi data citra (ghazel, et. al., 2006; cicek, 2015), optik (kavehrad, et. al., 2003), radar, prediksi gempa bumi, dan bahkan untuk memodulasi suatu sinyal. sejarah mengenai perkembangan wavelet ditunjukan pada gambar 1. fraktal adalah benda geometris yang kasar pada segala skala, dan terlihat dapat "dibagi-bagi" dengan cara yang radikal. beberapa fraktal bisa dipecah menjadi beberapa bagian yang semuanya mirip dengan fraktal aslinya. fraktal dikatakan memiliki detil yang tak hingga dan dapat memiliki struktur serupa diri pada tingkat perbesaran yang berbeda. pada banyak kasus, sebuah fraktal bisa dihasilkan dengan cara mengulang suatu pola, biasanya dalam proses rekursif atau iteratif. gambar 1 sejarah perkembangan modulasi fraktal geometri fraktal adalah cabang matematika yang mempelajari sifat-sifat dan perilaku fraktal. fraktal bisa membantu menjelaskan banyak situasi yang sulit dideskripsikan menggunakan geometri klasik, dan sudah cukup banyak diaplikasikan dalam sains, teknologi, dan seni karya komputer. gambar 2. menunjukan bentuk fraktal yang terkenal, suatu fractal bisa dipecah menjadi tiga segitiga sierpinski gambar 2 segitiga sierpinski wornel & oppenheim, (1992) mengusulkan sebuah teknik modulasi yang mengambil keuntungan dari sifat fraktal tersebut. teknik ini disebut modulasi fraktal. konsep modulasi fraktal didasarkan dari karakteristik dari sinyal homogeneous dan dalam implementasinya terkait dengan teori wavelet. bit informasi dimodulasi dengan menggunakan basis yang memiliki sifat self – similar. persamaan modulasi fraktal ditunjukan pada pada persamaan (1): 616 sedangk di mana desain pada ga transmit untuk m mengirim kompone blok rec dibangki p memetak yang ak termodu d detail, rekonstru sequence p dan kan basis wav a ad n sistem k sistem sistem ambar 3. sis tter terdiri d modulator fra mkan data_k en penyusun ceiver mem itkan untuk m gambar proses diaw kan data bine kan diolah m ulasi fraktal. o data output sedangkan uksi data. ga e menggunak proses rekon high-pass f velet ditunjuk dalah skala d komunikas m komunika stem ini terb dari 3 proses aktal. blok kirim kemu n blok receiv mberikan kelu menghitung n data generator data outpu 3 model sist wali dengan er [0,1] men melalui filter output prose bpsk map sequen ambar 4.mem kan filter ban nstruksi terd filter s kan pada per dan translasi d si fraktal asi fraktal dim bagi atas du s yaitu pemb transmitter dian melalu er merupaka uaran data nilai ber. ut bpsk mappe bpsk demapper em rekonstru pembangkit njadi data [-1 bank yang es ini berupa pper selanjut ce atau ko mperlihatkan nk. diri dari up esuai denga com rsamaan (2): dari mother w metode modelkan se ua blok yait bangkitan da menerima in ui kanal dan an invers atau output seba modulator fraktal demodulator fraktal er uksi dan deko tan data bin 1,1]. data ini disusun sed data real. tnya disebut oefisien apr n modulator f sampling d an algoritma mtech vol. 6 wavelet. e bagai transc tu blok tran ata, bpsk m nputan data n diteruskan u kebalikan d agai perban kanal omposisi siste ner [0,1]. se i kemudian d demikian rup t sebagai dat roksimasi d fraktal untuk data serta k a inverse fa 6 no. 4 dese ceiver yaitu s nsmitter dan mapper, dan dari proses n ke blok r dari blok tra dingan deng awgn m komunikas etelah itu pr diinputkan k pa sehingga ta sequence diperoleh m k rekonstruks konvolusi de ast wavelet ember 2015: sesuai yang d blok receiv n proses rek bpsk mapp receiver. ko ansmitter. se gan data aw si fraktal roses bpsk ke proses rek menghasilka atau melalui suatu si pembangk engan low-pa transform 613-626  (1) (2) diberikan ver. blok konstruksi pper serta omponenlanjutnya wal yang k mapper konstruksi an sinyal koefisien u proses kitan ass filter (ifwt). fractal communication system.… (arsyad ramadhan darlis)   617  setelah itu data dikalikan dengan skala / , dimana nilai 1 dengan mensubstitusi nilai . perhitungan koefisien aproksimasi pada proses rekonstruksi dapat dihitung melalui quadrature mirror filter (qmf) yaitu pasangan low-pass filter dan high-pass filter . gambar 4 iterasi proses rekonstruksi data pada modulator fraktal (luigi, et. al., 2010) estimasi untuk iterasi diberikan pada persamaan (3) dan (4) sebagai berikut: 0 (3) / 2 2 (4) apabila level rekonstruksi yang digunakan lebih dari satu maka proses akan di-iterasi sebanyak level yang ditentukan dengan menduplikasi data . rekonstruksi merupakan bagian yang paling penting dalam sistem komunikasi fraktal dimana data sequence dimodulasi menggunakan sinyal self-similar pada suatu skala tertentu. data ditransformasikan dari domain frekuensi ke dalam domain waktu menjadi sinyal termodulasi wavelet sesuai persamaan (5). (5) di mana / (6) data dinotasikan oleh vektor data 0 , 1 … 1 dengan transmisi data untuk tiap blok seperti ditunjukkan gambar 5. data yang sampai di penerima merupakan data terkirim setelah melewati kanal multipath dengan penambahan noise awgn. sehingga untuk memperoleh kembali koefisien aproksimasi dan koefisien detail maka dibutuhkan proses pembalikan atau dekomposisi seperti pada gambar 6. 618 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 613-626  gambar 5 representasi transmisi modulasi fraktal untuk vektor data gambar 6 demodulator fraktal (luigi, et. al., 2010) komponen komponen penyusun dekomposisi data yang diterima terdiri dari proses konvolusi dengan low-pass filter dan high-pass filter, down sampling data dan perkalian dengan faktor skala / . apabila level dekomposisi yang digunakan lebih dari satu maka proses melakukan iterasi sebanyak level yang ditentukan untuk mendapatkan nilai dari koefisien detail dan koefisien aproksimasi. simulasi sistem komunikasi fraktal dibuat berdasarkan flowchart pada gambar 7: fractal communication system.… (arsyad ramadhan darlis)   619  gambar 7 diagram alir simulasi sistem komunikasi fraktal berdasarkan flowchart di atas, beberapa simulasi akan dibuat pada software matlab 7.4 untuk menguji kehandalan dari sistem komunikasi fraktal pada beberapa kanal dan kondisi. seperti yang telah dibahas diatas, sinyal fraktal, dinyatakan dengan notasi , yang dibangkitkan oleh proses rekonstruksi memiliki sifat self-similary. sifat self-similary yang dimiliki sinyal fraktal dapat terlihat ketika proses rekonstruksi dilakukan tanpa disisipi data . gambar 8 menunjukan bentuk data yang telah termodulasi fraktal dengan jumlah data yang dikirim adalah 211 yaitu 2048 data dengan jumlah level adalah 1 dan keluarga wavelet daubechies 5. 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 -1 0 1 time ( sekon ) a m p lit u d a ( v o lt ) 0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 0.35 0.4 0.45 0.5 -1 0 1 time ( sekon ) a m p lit u d a ( v o lt ) 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1 -1 0 1 time ( sekon ) a m p lit u d a ( v o lt ) gambar 8 sinyal fraktal yang bersifat self-similary 620 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 613-626  gambar 9 bentuk data yang telah termodulasi fraktal pada gambar 9 tersebut terlihat bahwa data data memiliki bentuk yang mirip sekali dengan noise.hal ini lah yang membuat modulasi fraktal robustness terhadap noise secara real maupun simulasi. pada simulasi ini pula, kehandalan dari sistem komunikasi fraktal diuji dengan mentransmisikan pada beberapa kanal dan kondisi. pada simulasi ini tidak dibahas terlalu mendalam mengenai hasil pengujian. hal ini disebabkan penelitian ini lebih menekankan kepada implementasi daripada simulasi. berikut salah satu hasil simulasi yang menunjukkan kehandalan dari sistem komunikasi fractal (sumule, 2011). gambar 10 perbandingan kinerja sistem komunikasi fraktal pada kanal fast fading dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan apabila ditransmisikan pada kanal fast fading. pada proses rekonstruksi dan dekomposisi level satu, akan didapatkan bahwa sistem komunikasi fractallebih baik 7, 5 db dibandingkan dengan sistem ofdm pada ber 10-3. implementasi sistem komunikasi fraktal menggunakan dsk tms320c6713 dalam implementasinya, digunakan sebuah personal computer (pc), dan sebuah dsk tms320c6713 yang digunakan sebagai transmitter (rekonstruksi) dan receiver (dekomposisi) secara bersamaan. kehandalan dari modulasi ini telah dibahas pada bab sebelumnya berdasarkan grafik ber terhadap eb/no dengan mentransmisikan modulasi fraktal pada kanal awgn dan beberapa kanal fading dan diubah kembali menjadi sinyal informasi asli di receiver. simulasi ini dilakukan dengan menggunakan software matlab 7.4. sedangkan pada tahap implementasi ini, modulasi fraktal yang 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500 -1.5 -1 -0.5 0 0.5 1 1.5 time ( sekon ) a m p lit u d a ( v o lt ) modulasi fraktal 0 5 10 15 20 25 30 10 -4 10 -3 10 -2 10 -1 10 0 e b /n o (db) b e r ber performansi untuk kanal fast-fading ofdm (konvensional) simulasi (daub4,level1) simulasi (daub4,level2) simulasi (daub4,level3) fractal communication system.… (arsyad ramadhan darlis)   621  telah dibangkitkan tidak akan ditransmisikan dengan menggunakan model kanal apapun tetapi langsung masuk ke receiver untuk diubah kembali menjadi sinyal asal. gambar 11 diagram blok dsk tms320c6713 (halleyano, 2009) dsk c6713 memiliki fitur-fitur hardware, sebagai berikut: dsp tms320c6713 beroperasi pada frekuensi 255 mhz, codec stereo tlv320aic23 disertai dengan line ini, line out, microphone, dan headphone, sdram berukuran 16 mbyte, memori flash berukuran 512 kbyte (256kbyte yang dapat digunakan), 4 led dan dip switch, emulasi jtag melalui emulator jtag on-board dengan interface usb, dan konektor ekspansi standar untuk penggunaan daughter card. implementasi proses rekonstruksi dan dekomposisi pada dsk ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap inisialisasi board dan tahap rutin program. pada aplikasi source code mengenai inisialisasi board ini disediakan oleh pihak vendor yaitu texas instrument, sedangkan rutin program dikompilasi pada ccs. setelah dikompilasi, maka ccs akan menghasilkan executable files berupa coff file berekstensi out yang dapat di-load ke board dsk. file ini berisi compiled-assemmbly dari program berbahasa c yang telah dibuat sebelumnya. (gumilang, 2013; ibrahim, 2009) sistem komunikasi ini diimplementasikan berdasarkan flowchart pada gambar 12. 622 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 613-626  gambar 12 flowchart implementasi sistem komunikasi fraktal hasil dan pembahasan hasil simulasi baik yang dilakukan ditampilkan dan dievaluasi dengan menggunakan matlab 7.4. maupun hasil simulasi yang dilakukan dengan menggunakan code composer studio (ccs) pada setiap proses dari rekonstruksi dan dekomposisi sistem komunikasi fraktal. pada penelitian ini akan dibahas mengenai pengujian pada level 1 saja, karena kinerja sistem komunikasi fraktalpada level 1 lebih baik dibandingkan dengan level-level yang lain, terutama pada kanal fast fading dan slow fading, seperti yang telah terbukti dari hasil simulasi yang terdapat pada bab iii. gambar 13 dan 14 menunjukan hasil perbandingan simulasi pada matlab 7.4.dan ccs. gambar 13 data kirim pada proses rekonstruksi fractal c b compos secara u hampir s p waktu ek proses d fungsi d adalah 2 j maka ak pengujia secara re fraktal. e menggun data yan ini mere buah dat jumlah c atau wak terlalu ja sekitar 1 banyak singkat. communica berdasarkan er studio (c umum telah m sama pada ke parameter im ksekusi. wak dalam sebuah ditunjukan d 25 mhz. ha jika nilai-ni kan dihasilkan an ini mengg eal rime. tab tab no 1 2 3 4 5 6 7 8 evaluasi w nakan jumla ng meningka epresentasika ta didapatka clock 39413 ktu eksekusi auh perbedaa 15, 64 % da data pun sis ation system. gam n hasil yang ccs) maka menunjukan edua simulas mplementasi ktu eksekusi h sistem. da dalam besara al ini membe lai clock yan n waktu ekse gunakan bebe bel 2 menunj bel 1 proses r input upsampling upsampling konvolusi d konvolusi d penjumlaha dekonvolus downsampl waktu eksek ah data input at akan meng an waktu ek an jumlah cl atau waktu e i 0,51 ms. p annya atau d ari waktu ek stem komuni … (arsyad ra mbar 14 data t diperoleh da dapat disimp hasil yang si untuk setia i yang akan i adalah wak alam pemogr an clock den rikan period ng didapatka ekusi dari pr erapa skenar jukkan setiap rekonstruksi d g input zeros g input paket d dengan h(n) = dengan g(n) = an koefisien a si input dekom ling hasil deko kusi pada s t yang berbe ghasilkan jum ksekusi total ock 17961 a eksekusi 0,17 erbedaan wa dapat disebu sekusi 12 bu ikasi fraktalm ramadhan d terima pada p ari simulasi mpulkan bahw diinginkan. h ap prosesnya menentukan ktu yang dibu raman dsp, ngan satuan e clock sebes an pada seti roses rekonst rio yang dap p proses reko dan dekompos prose data c a 1 c d 1 aproksimasi (c mposisi dengan onvolusi setiap prose eda. pada ga mlah clock to dari sistem atau waktu e 75 ms, dan 1 aktu eksekus ut masih sang uah data ata memiliki keh darlis)  proses dekomp baik menggu wa hasil yan hal ini dapa . n kinerja da utuhkan sebu waktu yang cycle. frek sar: iap proses d truksi dan de at menunjuk onstruksi dan sisi sistem ko es ca1) dan koe n g(n) es rekonstru ambar 15 ter otal yang me komunikasi eksekusi 0,0 12 buah data si antara 3 b gat singkat y au sekitar 0,4 handalan da posisi unakan mat ng diperoleh at ditunjukan ari sistem ko uah data dap dibutuhkan kuensi clock ikalikan den ekomposisi y kan kinerja s n dekomposi omunikasi fra efisien detail uksi dan d rlihat bahwa eningkat pul i fraktal. den 0798 ms, 6 b a didapatkan j buah data da yaitu waktu 43 ms. apab lam waktu e tlab maup h dari kedua n pada kelua omunikasi in at diolah ole untuk meng k dsk tms ngan periode yang diingink sistem komun isi sistem ko actal (cd1) dekomposisi dengan vari la. jumlah cl ngan mengir buah data di jumlah clock an 12 buah d eksekusi 3 b bila dikirimk eksekusi yan 623  pun code simulasi aran yang ni adalah eh sebuah geksekusi s3206713 (6) e tersebut kan. pada nikasi ini munikasi dengan iasi input lock total rimkan 3 idapatkan k 114870 data tidak buah data kan lebih ng sangat 624 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 613-626  gambar 15 grafik perbandingan sistem komunikasi fraktal dengan perubahan jumlah input evaluasi waktu eksekusi pada sistem komunikasi fractal dan sistem orthogonal frequency division multiplexing (ofdm). pengujian simulasi dengan 3 buah data input dapat dilihat di tabel 2, pengujian simulasi dengan 6 buah data input dapat dilihat di tabel 3 dan pengujian simulasi dengan 12 buah data input dapat dilihat di tabel 4. dari hasil pengujian untuk sejumlah data input, dapat terlihat bahwa sistem komunikasi fraktal memiliki waktu eksekusi keseluruhan yang lebih singkat dibandingkan dengan sistem ofdm. hal ini disebabkan kompleksitas dari proses rekonstruksi dan dekomposisi sistem komunikasi fractal sangatlah rendah. beda halnya dengan proses transceiver dari sistem ofdm yang lebih kompleks. waktu eksekusi dari modulasi fraktal adalah kurang lebih 2,5 % dari waktu eksekusi dari sistem ofdm. pada sistem ofdm, peningkatan waktu eksekusi sangat tinggi ketika input diproses pada receiver. hal ini membuktikan kompleksitas pada receiver sangat tinggi. tabel 2 waktu eksekusi sistem komunikasi fractal dan sistem ofdm dengan 3 buah data input sisi proses clock ( cycle ) waktu eksekusi (milidetik) pengirim rekonstruksi sistem komunikasi fraktal 13985 0.062155556 ofdm transmitter 36359 0.161595556 penerima dekomposisi sistem komunikasi fraktal 17961 0.079826667 ofdm receiver 774811 3.443604444 tabel 3 waktu eksekusi sistem komunikasi fraktaldan sistem ofdm dengan 6 buah data input sisi proses clock ( cycle ) waktu eksekusi (milidetik) pengirim rekonstruksi sistem komunikasi fraktal 31036 0.137937778 ofdm transmitter 52876 0.235004444 penerima dekomposisi sistem komunikasi fraktal 39413 0.175168889 ofdm receiver 1514807 6.732475556 tabel 4 waktu eksekusi sistem komunikasi fraktaldan sistem ofdm dengan 12 buah data input sisi proses clock (cycle) waktu eksekusi (milidetik) pengirim rekonstruksi sistem komunikasi fraktal 98593 0.438191111 ofdm transmitter 127238 0.565502222 penerima dekomposisi sistem komunikasi fraktal 114870 0.510533333 ofdm receiver 3000086 13.33371556 fractal communication system.… (arsyad ramadhan darlis)   625  evaluasi waktu eksekusi pada setiap proses rekonstruksi dan dekomposisi dengan menggunakan mother wavelet yang berbeda (gambar 16). dari hasil pengujian terdapat beberapa analisis sebagai berikut yaitu perbedaan penggunaan mother wavelet yang digunakan tidak begitu mempengaruhi waktu eksekusi sistem komunikasi fraktal. hal ini terlihat bahwa perbedaan waktu eksekusi total dari hasil simulasi dengan symlet 4 dan daubechies 4 hanyalah sebesar 0,000769 ms atau 173 cycles. perbedaan yang sangat kecil ini disebabkan perbedaan waktu eksekusi di proses input pada rekonstruksi dan dekonvolusi pada dekomposisi. gambar 16 perbandingan sistem komunikasi fractal dengan daubechies 4 dan symlet 4 evaluasi waktu eksekusi pada setiap proses rekonstruksi dan dekomposisi dengan menggunakan mother wavelet yang sama akan tetapi berbeda jumlah koefisien (gambar 17). dari data pengujian, terlihat bahwa pengaruh perbedaan jumlah koefisien terhadap waktu eksekusi adalah semakin banyak koefisien skala dan wavelet maka jumlah clock atau waktu eksekusi akan semakin tinggi pula. hal ini disebabkan proses penjumlahan dan perkalian yang terdapat pada proses rekonstruksi dan dekomposisi semakin banyak. dari grafik tersebut pula menunjukan bentuk yang tidak berubah untuk setiap pengujian. hal ini berarti kenaikan jumlah koefisien setiap tingkat, yang dalam artian jumlah koefisien bertambah 2, mengakibatkan kenaikan waktu eksekusi total yang cenderung tetap yaitu sekitar 0, 00711 ms atau 1600 cycles. gambar 17 perbandingan sistem komunikasi fractal dengan daubechies 1, 2 dan 3 626 comtech vol. 6 no. 4 desember 2015: 613-626  simpulan hasil simulasi setiap proses rekonstruksi dan dekomposisi sistem komunikasi fraktalyang telah direalisasikan di matlab memberikan hasil yang sama dengan hasil implementasi keluaran dari code composer studio (ccs). waktu eksekusi yang diperoleh dengan 3 data input dan 12 data input memiliki perbedaan waktu eksekusi sekitar 0,43 ms. waktu eksekusi dari sistem komunikasi fraktal jauh lebih singkat yaitu sekitar 2,5 % dari waktu eksekusi sistem ofdm. sistem komunikasi fraktaldengan menggunakan mother wavelet daubechies 4 dan symlet 4, menunjukan waktu eksekusi yang tidak terlalu jauh berbeda yaitu 0,000769 ms atau 173 cycles. peningkatan jumlah koefisien skala dan koefisien wavelet dengan jenis mother wavelet yang sama akan mengakibatkan peningkatan waktu eksekusi yang tetap yaitu sekitar 0, 00711 ms atau 1600 cycles. daftar pustaka cicek, s. ferikoglu, a. & pehlivan, i. (2015). a chaotic communication system design with chaotic on-off keying (cook) modulation method. signal processing and communications applications conference (siu) 23th: 431-434. evangelista, g. (2006). fractal modulation effects. proceeding of the 9th international conference on digital audio effects (dafx-06), montreal, canada. gumilang, h. (2013). implementasi sistem ofdm untuk komunikasi simpleks menggunakan dsk tms320c6713. bandung: institut teknologi bandung. ghazel, m., freeman, g. h., & vrscay, e.r. (2006). fractal-wavelet image denoising revisited. ieee transactions on image processing, 15(9). halleyano, a. (2009). implementasi sistem multicarrier berbasis wavelet menggunakan dsk tms320c7613. bandung: institut teknologi bandung. ibrahim, n. (2009). implementasi algoritma sinkronisasi untuk sistem ofdm menggunakan dsk tms320c7613. bandung: institut teknologi bandung. kavehrad, m., hamzeh, b. (2003). beaming bandwidth via laser communications. the pennsylvania state university, department of electrical engineering, cictr, university park. luigi a., daniele d. g., & maurizio m. (2010). performance analysis of fractal modulation transmission over fast-fading wireless channels. ieee transactions on broadcasting, 48(2): 103-110. sumule, h. a. (2011). modulasi fraktal pada kanal multipath fading rayleigh. bandung: institut teknologi bandung. shiny, g., baiju, m. r. (2015). fractal approach for a high resolution multilevel inverter. signal processing, informatics, communication and energy systems (spices), 2015 ieee international conference:1-5. wornell, g. w., oppenheim, a. v. (1992). wavelet-based representations for a class of self-similar signals with application to fractal modulation. ieee transactions information theory, 38: 785–800. microsoft word 29.ts_eduardi_perbandingan perkerasan kaku dan lentur pada jalur busway-ok.docx 996 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 996-1006 perencanaan dan analisis biaya investasi antara perkerasan kaku dengan perkerasan lentur pada jalur trans jakarta busway: studi kasus pada trans jakarta busway koridor 8 antara halte pondok indah 2 hingga halte permata hijau eduardi prahara; andika sunarsa civil engineering department, faculty of engineering, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 eduardi@gmail.com abstract types of rigid pavement for road has been widely used in indonesia, ranging from toll roads to the outer town road. rigid pavement is considered more powerful than the flexible pavement. in other words, rigid pavement is expected to have a longer service life and minimal maintenance. the construction cost for rigid pavement is more expensive compared to flexible pavement. while the need for rigid pavement maintenance is cheaper than for flexible pavement. seen from investment point of view, rigid pavement is more profitable than flexible pavement, because the annual fee required for rigid pavement is less. due to the comparations, an analysis is performed in this study to select which type of pavement is best used in the future. keywords: rigid pavement, flexible pavement, construction cost, investment abstrak jenis perkerasan kaku untuk perkerasan jalan raya sudah banyak digunakan di indonesia, mulai dari jalan tol hingga jalan luar kota. perkerasan kaku dianggap lebih kuat bila dibandingkan dengan perkerasan lentur sehingga dengan mengganti perkerasan lentur menjadi perkerasan kaku diharapkan jalan tersebut memiliki umur yang lebih lama serta minim perawatan. biaya konstruksi untuk perkerasan kaku memang lebih mahal bila dibandingkan dengan biaya konstruksi untuk perkerasan lentur. sedangkan kebutuhan perawatan perkerasan kaku lebih murah dari perawatan perkerasan lentur. bila dilihat dari sudut pandang investasi, perkerasan kaku lebih menguntungkan dari perkerasan lentur, karena biaya tahunan yang dibutuhkan untuk perkerasan kaku lebih murah dari perkerasan lentur. untuk itu dalam penelitian ini dilakukan analisis untuk perbandingan pemiliham perkerasan di kemudian hari. kata kunci: perkerasan kaku, perkerasan lentur, biaya konstruksi, biaya investasi perencanaan dan analisis biaya investasi…. (eduardi prahara; andika sunarsa) 997 pendahuluan bus trans jakarta memiliki jalur sendiri di mana kendaraan lainnya dilarang mempergunakannya. pengadaan jalur ini harus disesuaikan pada jalur-jalur yang sering kali mengalami kemacetan dan yang menjadi titik sentral bisnis di jakarta. karena tingkat kemacetan yang ada di tiap-tiap lokasi berbeda, perkerasan yang didesain pun berbeda juga. untuk lokasi yang memiliki tingkat kemacetan yang tidak terlalu tinggi, pengadaan bus trans jakarta tidak terlalu banyak sehingga dengan perkerasan lentur pun diharapkan sudah dapat melayani kebutuhan di loksai tersebut. sedangkan untuk lokasi yang memiliki tingkat kepadatan yang tinggi, pemerintah mendesain jalur tersebut dengan perkerasan kaku yang dianggap memiliki daya tahan yang lebih besar dibandingkan dengan perkerasan lentur. daya tahan terhadap beban diam yang dimiliki oleh perkerasan kaku lebih besar dibandingkan dengan daya tahan beban diam yang dimiliki oleh perkerasan lentur. tetapi jika dilihat dari biaya konstruksinya, perkerasan kaku lebih mahal dibandingkan dengan biaya konstruksi perkerasan lentur. selain itu, perkerasan kaku memiliki daya tahan terhadap lingkungan lebih besar dibandingkan dengan perkerasan lentur. jika biaya perawatan antara perkerasan kaku dengan perkerasan lentur diperbandingkan, biaya perawatan perkerasan kaku dapat dikatakan lebih murah karena hanya memerlukan perawatan lapis aus saja. lain halnya dengan perkerasan lentur yang membutuhkan perawatan rutin dan perawatan berkala untuk mencapai titik layan yang sesuai dengan standart yang berlaku di jakarta. biaya investasi dari masing-masing perkerasan dipengaruhi oleh biaya konstruksi dan biaya perawatan perkerasan tersebut. untuk itu dalam penelitian ini dilakukan analisis yang dipergunakan untuk perbandingan pemiliham perkerasan di kemudian hari. metode bagan alir perhitungan perencanaan geometrik jalan secara umum dapat dilihat pada gambar 1. data yang dikumpulkan memiliki batasan-batasan, anatara lain: (1) hanya yang melintasi jalur busway koridor 8 (motor, mobil pribadi, truk 2as, bus umum dan bus trans jakarta); (2) dilakukan pada tiga lokasi yaitu lokasi 1 dari halte pondok indah 2 hingga halte kebayoran lama bungur, lokasi 2 dari halte kebayoran lama bungur hingga halte kebayoran lama dan lokasi 3 dari halte kebayoran lama hingga halte permata hijau; (3) waktu pengambilan data dilakukan pada jam sibuk, yaitu pada pagi hari (07.00 – 09.00), siang hari (11.00 – 13.00) dan senja hari (17.00 – 19.00). data yang telah diperoleh kemudian diolah dengan beberapa faktor dan asumsi seperti: (1) umur rencana 20 tahun untuk perkerasan kaku dan 10 tahun untuk perkerasan lentur; (2) penggunaan mutu beton k-350 dengan jenis perkerasan beton bersambung tanpa tulangan; (3) jenis dan tebal pondasi perkerasan kaku yaitu stabilisasi semen 15 cm; (4) nilai cbr tanah antara 3% 6%; (5) curah hujan 2000 mm/tahun; (6) nilai kelandaian kurang dari 6%; (7) penggunaan bahan laston untuk lapis permukaan, bahan laston atas untuk lapis pondasi atas dan bahan sirtu kelas a untuk lapis pondasi; (8) data spesifikasi kendaraan bus trans jakarta, kendaraan pribadi dan kendaraan umum lainnya yang berupa berat isi dan jumlah gandar dari tiap jenis kendaraan yang melintas; (9) data lalu lintas jalur busway yang berupa jumlah kendaraan bus trans jakarta dan kendaraan lainnya yang melintas dalam waktu satu hari; (10) data perkerasan lentur dan kaku yang berupa nilai cbr tanah, kelandaian, curah hujan rata-rata, umur rencana, bahan perkerasan dan tebal minimum pelat beton untuk perkerasan kaku; (11) daftar harga jenis-jenis pekerjaan konstruksi dan pekerjaan perawatan perkerasan kaku dan lentur dari buku acuan harga satuan bahan dan upah pekerjaan bidang/jasa pemborongan provinsi daerah khusus ibukota jakarta periode januari 2010. 998 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 996-1006 gambar 1. bagan alir langkah perbandingan biaya investasi. hasil dan pembahasan hasil survei hasil survei pencacah lalu lintas yang telah dilakukan untuk ketiga lokasi dapat dilihat pada tabel 1 – 3 berikut. tabel 1 volume kendaraan lokasi 1 (halte pondok indah 2 – halte kebayoran lama bungur) waktu mobil pribadi motor truk bus trans jakarta bus 07.00 08.00 910 1890 8 13 08.00 09.00 953 1938 5 15 11.00 12.00 654 344 13 7 12.00 13.00 712 387 9 9 17.00 18.00 495 363 7 11 18.00 19.00 453 372 6 12 perencanaan dan analisis biaya investasi…. (eduardi prahara; andika sunarsa) 999 tabel 2 volume kendaraan lokasi 2 (halte kebayoran lama bungur – halte kebayoran lama) waktu mobil pribadi motor truk bus trans jakarta bus 07.00 08.00 489 662 1 12 08.00 09.00 508 713 1 14 11.00 12.00 503 183 2 13 7 12.00 13.00 525 179 12 8 17.00 18.00 382 198 8 3 18.00 19.00 375 375 10 4 tabel 3 volume kendaraan lokasi 3 (halte kebayoran lama – halte permata hijau) waktu mobil pribadi motor truk bus trans jakarta bus 07.00 08.00 25 389 15 08.00 09.00 32 402 16 11.00 12.00 75 302 16 12.00 13.00 89 338 15 17.00 18.00 489 2195 1 12 5 18.00 19.00 512 2213 1 13 4 data untuk perkerasan lentur peranan jalan : arteri tipe jalan : 1 lajur 1 arah masa pelaksanaan : 1 tahun umur rencana : 10 tahun angka petumbuhan lalu lintas : masa pelaksanaan : 7 %/tahun (dinas pekerjaan umum) jalan dibuka : 7 %/tahun (dinas pekerjaan umum) iklim setempat : curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun (bappeda) kelandaian rata-rata : 4 % (dinas pekerjaan umum) data cbr tanah dasar : 3 6 % (dinas pekerjaan umum) data untuk perkerasan kaku peranan jalan : arteri tipe jalan : 1 lajur 1 arah bahu jalan : tidak umur rencana : 20 tahun angka petumbuhan lalu lintas : 7 %/tahun (dinas pekerjaan umum) data cbr tanah dasar : 3 % 6 % (dinas pekerjaan umum) tebal lapisan perkerasan lentur dari hasil perhitungan di dapat tebal masing-masing lapis pada tabel 4 berikut. 1000 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 996-1006 tabel 4 tebal tiap lapisan perkerasan lentur no. lokasi lapis permukaan (cm) lapis pondasi atas (cm) lapis pondasi bawah (cm) 1  halte pondok indah 2 halte kebayoran lama bungur 10 20 26 2  halte kebayoran lama bungur halte kebayoran lama 10 20 21 3  halte kebayoran lama halte permata hijau 10 20 17 berdasar tabel 4 di atas, ketebalan yang dipergunakan adalah: lapis permukaan = 10 cm lapis pondasi atas = 20 cm lapis pondasi bawah = 26 cm (ambil angka yang paling besar) gambar 2 berikut menunjukkan tebal dan jenis masing-masing lapis perkerasan lentur. gambar 2. tebal lapis perkerasan. tebal lapisan perkerasan kaku dari hasil perhitungan di dapat tebal masing-masing lapis pada tabel 5 berikut. tabel 5 tebal tiap lapis perkerasan kaku no. lokasi lapis pondasi (mm) tebal pelat beton (mm) 1 halte pondok indah 2 halte kebayoran lama bungur 15 250 2 halte kebayoran lama bungur halte kebayoran lama 15 240 3 halte kebayoran lama halte permata hijau 15 240 berdasar tabel 5, tebal yang dipergunakan yaitu: tebal lapis pondasi : 15 cm (slump 12 cm) perencanaan dan analisis biaya investasi…. (eduardi prahara; andika sunarsa) 1001 tebal pelat beton : 250 mm (k 350) gambar 5 – 7 berikut adalah ilustrasi penampakan perkerasan kaku. gambar 5. tampak samping perkerasan kaku. gambar 6. tampak atas perkerasan kaku. gambar 7. tampak depan perkerasan kaku. perawatan perkerasan lentur perkerasan lentur memiliki 2 jenis perawatan, yaitu perawatan rutin dan perawatan berkala. perawatan rutin bertujuan untuk menjaga agar umur layan perkerasan lentur dapat sesuai dengan umur layan rencana awalnya. analisis perawatan rutin ini diasumsikan sebesar 20 % dari total volume lapis permukaan. sedang untuk perawatan berkalanya dilakukan dengan cara lapisan ulang permukaan perkerasan lentur setebal lebih kurang 5 cm. perawatan ini dilakukan setiap lima tahun sekali. perawatan perkerasan kaku perawatan kaku hanya membutuhkan perawatan berkala dalam menjaga mutu perkerasannya. analisis perawatan ini diasumsikan sebesar 10 % dari volume pelat beton dan diperbaiki menggunakan bahan laston lapis aus. perawatan ini dilakukan setiap 5 tahun sekali. analisis biaya pekerjaan perkerasan lentur analisis perhitungan biaya pekerjaan yang dibutuhkan dengan mempergunakan perkerasan lentur dapat dilihat pada tabel 6 berikut. 1002 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 996-1006 tabel 6 biaya pekerjaan perkerasan lentur divisi uraian satuan perkiraan kuantitas harga satuan (rp.) jumlah harga (rp.) umum papan nama proyek bahan multiplek 8mm uk. 240 x 120 cm buah 1 716.135 716.135 direksi keet uk. 4 x 6 = 24m2 atap seng gelombang, tebal 0,25 mm, kaca nako, lengkap 1 set kursi/meubel sederhana m2 24 470.028 11.280.672 pagar sementara seng gelombang, tebal 0,20 mm, tinggi 1,80 m, pondasi uk. 40 x 40 x 40 cm, adukan 1pc: 3 pasir: 5 kerikil m' 5.800 203.907 1.182.660.600 pembersihan lapangan m2 20.300 4.275 86.782.500 jumlah harga pekerjaan 1.281.439.907 pekerjaan tanah galian tanah berbatu sedalam s/d 1 m m 3 11.368 103.607 1.177.804.376 pemadatan tanah pakai mesin gilas 6 8 ton m 2 20.300 5.789 117.516.700 bongkar pagar m2 5.800 10.686 61.978.800 bongkar pasang railing pengaman jalan m' 5.800 10.686 61.978.800 jumlah harga pekerjaan 1.419.278.676 perkerasan berbutir lapisan sirtu tebal 26 cm (harga sampai pemadatan termasuk quality control) m3 5.278 91.462 482.736.436 jumlah harga pekerjaan 482.736.436 perkerasan lentur lapis perekat / tack coat emulsi lt 6.090 6.651 40.502.763 lapis perekat / prime coat emulsi lt 10.150 6.441 65.373.105 laston lapis aus (ac-wc) tebal rata-rata 5 cm density lapangan 97 100 % (harga sampai pemadatan termasuk quality control) m2 4.669 100.269 468.155.961 laston lapis antara (ac bl) tebal rata rata 5 cm density lapangan 97 100 % (harga sampai pemadatan termasuk quality control) m2 11.673 95.043 1.109.389.418 jumlah harga pekerjaan 1.683.421.247 pekerjaan pemeliharaan rutin (menggunakan bahan lapis permukaan, harga sampai pemadatan termasuk quality control) m3 406 100.269 40.709.214 berkala (menggunakan bahan lapis permukaan, harga sampai m 3 1.015 100.269 101.773.035 perencanaan dan analisis biaya investasi…. (eduardi prahara; andika sunarsa) 1003 pemadatan termasuk quality control) analisis biaya pekerjaan perkerasan kaku analisis perhitungan biaya pekerjaan yang dibutuhkan dengan mempergunakan perkerasan kaku dapat dilihat pada tabel 7 berikut. tabel 7 biaya pekerjaan perkerasan kaku divisi uraian satuan perkiraan kuantitas harga satuan (rp.) jumlah harga (rp.) umum papan nama proyek bahan multiplek 8mm uk. 240 x 120 cm buah 1 716.135 716.135 direksi keet uk. 4 x 6 = 24m2 atap seng gelombang, tebal 0,25 mm, kaca nako, lengkap 1 set kursi/meubel sederhana m2 24 470.028 11.280.672 pagar sementara seng gelombang, tebal 0,20 mm, tinggi 1,80 m, pondasi uk. 40 x 40 x 40 cm, adukan 1pc: 3 pasir: 5 kerikil m' 5.800 203.907 1.182.660.600 pembersihan lapangan m2 20.300 4.275 86.782.500 jumlah harga pekerjaan 1.281.439.907 pekerjaan tanah galian tanah berbatu sedalam s/d 1 m m 3 8.120 103.607 841.288.840 pemadatan tanah pakai mesin gilas 6 8 ton m 2 20.300 5.789 117.516.700 bongkar pagar m2 5.800 10.686 61.978.800 bongkar pasang railing pengaman jalan m' 5.800 10.686 61.978.800 jumlah harga pekerjaan 1.082.763.140 struktur perkerasan jalan beton k-350 dengan flay ash, lebar 3,5 m tebal 25 cm, termasuk bekisting, membran plastik, curing, joint sealent, dan ruji m3 5.075 1.144.734 5.809.527.563 lean concrete ready mix bo slump 12 tebal 15 cm m3 3.045 567.200 1.727.124.000 jumlah harga pekerjaan 7.536.651.563 pekerjaan pemeliharaan berkala (menggunakan bahan lapis permukaan, harga sampai pemadatan termasuk quality control) m3 508 100.269 50.886.518 1004 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 996-1006 analisis investasi perkerasan lentur biaya investasi untuk perkerasan lentur ini dibagi menjadi dua, yaitu biaya konstruksi dan biaya perawatan. biaya perawatan terdiri atas biaya perawatan rutin yang dilakukan setiap setahun sekali dan biaya perawatan berkala yang dilakukan setiap lima tahun sekali. untuk rincian biaya investasi perkerasan lentur dapat dilihat pada tabel 8 berikut. suku bunga yang digunakan sebesar 12 % per tahun. tabel 8 analisis biaya investasi perkerasan lentur thn ke biaya discount factor present value (rp.) investasi (rp.) pemeliharaan rutin (rp.) pemeliharaan berkala (rp.) total biaya (rp.) 0 4.866.876.265 4.866.876.265 1 4.866.876.265 1 40.709.214 40.709.214 0,892857 36.347.51 2 40.709.214 40.709.214 0,797194 32.453.136 3 40.709.214 40.709.214 0,711780 28.976.014 4 40.709.214 40.709.214 0,635518 25.871.441 5 101.773.035 101.773.035 0,567427 57.748.753 6 40.709.214 40.709.214 0,506631 20.624.554 7 40.709.214 40.709.214 0,452349 18.414.781 8 40.709.214 40.709.214 0,403883 16.441.768 9 40.709.214 40.709.214 0,360610 14.680.150 10 101.773.035 101.773.035 0,321973 32.768.193 total 4.866.876.265 325.673.712 203.546.070 5.396.096.047 5.151.202.571 total biaya investasi perkerasan lentur yang direncanakan untuk 10 tahun dengan suku bunga 12% yaitu sebesar rp. 5.151.202.571. sedangkan untuk biaya tahunan yang dibutuhkan sebesar: biaya tahunan = total biaya investasi n = 5.151.202.571 10 = rp. 515.120.257 analisis biaya investasi perkerasan kaku biaya investasi untuk perkerasan kaku ini dibagi menjadi dua, yaitu biaya konstruksi dan biaya perawatan. tetapi biaya perawatannya hanya terdiri dari biaya perawatan berkala yang dilakukan setiap lima tahun sekali. untuk rincian biaya investasi perkerasan kaku dapat dilihat pada tabel 9 berikut. suku bunga yang digunakan sebesar 12 % per tahun. perencanaan dan analisis biaya investasi…. (eduardi prahara; andika sunarsa) 1005 tabel 9 analisis biaya investasi perkerasan kaku thn ke biaya discount factor present value (rp.) investasi (rp.) pemeliharaan berkala (rp.) total biaya (rp.) 0 9.900.854.610 9.900.854.61 1 9.900.854.610 1 0,892857 2 0,797194 3 0,711780 4 0,635518 5 50.886.517 50.886.517 0,567427 28.874.376 6 0,506631 7 0,452349 8 0,403883 9 0,360610 10 50.886.517 50.886.517 0,321973 16.384.096 11 0,287476 12 0,256675 13 0,229174 14 0,204620 15 50.886.517 50.886.517 0,182696 9.296.776 16 0,163122 17 0,145644 18 0,130040 19 0,116107 20 50.886.517 50.886.517 0,103667 5.275.240 tota l 9.900.854.610 203.546.070 10.104.400.680 9.960.685.100 total biaya investasi perkerasan kaku yang direncanakan untuk 20 tahun dengan suku bunga 12%, yaitu sebesar rp. 9.960.685.100 sedangkan untuk biaya tahunan yang dibutuhkan sebesar: biaya tahunan = total biaya investasi n = 9.960.685.100 20 = rp. 498.034.255 penutup dari hasil analisis pada jalur trans jakarta busway koridor 8 antara halte pondok indah 2 sampai dengan halte permata hijau yang memiliki panjang 5,8 km, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut. untuk perhitungan perkerasan lentur dengan umur rencana selama 10 tahun menggunakan metode bina marga diperoleh tebal lapis permukaan laston adalah 10 cm, tebal lapis pondasi atas 1006 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 996-1006 laston atas adalah 20 cm dan tebal lapis pondasi bawah sirtu kelas a adalah 26 cm. total biaya investasi yang dibutuhkan sebesar rp. 5.151.202.571 dengan biaya tahunan sebesar rp. 515.120.257. untuk perhitungan perkerasan kaku dengan umur rencana 20 tahun menggunakan metode bina marga diperoleh tebal lapis pondasi campuran beton kurus adalah 15 cm dan tebal pelat beton k – 350 adalah 25 cm. jenis perkerasan yang digunakan adalah beton bersambung tanpa tulangan. total biaya investasi yang dibutuhkan sebesar rp. 9.960.685.100 dengan biaya tahunan sebesar rp. 498.034.255. dari biaya tahunan terlihat bahwa perkerasan kaku lebih ekonomis dari perkerasan lentur dengan selisih rp. 17.086.002 per tahun. namun, diperlukan investasi awal hampir dua kali dari perkerasan lentur. secara umum, perkerasan kaku cocok untuk jalan yang menginginkan biaya perawatan tahunan minim dan biaya pembangunan awal yang besar. daftar pustaka departemen pemukiman dan prasarana wilayah. (n.d.). perencanaan perkerasan jalan beton semen. departemen pemukiman dan prasarana wilayah direktorat jenderal bina marga. (1992). pemeliharaan rutin jalan dan jembatan: petunjuk praktis pemeliharaan rutin jalan. jakarta: departemen pekerjaan umum, direktorat jenderal bina marga. direktorat jenderal bina marga. (n.d.). standar operasional prosedur pemeliharaan jalan. jakarta: departemen pekerjaan umum, direktorat jenderal bina marga. huang, y. h. (2004). pavement analysis and design (2nd edition). kentucky: pearson prentice hall. manu, a. i. (1995). perkerasan kaku. jakarta: departemen pekerjaan umum. suryawan, a. (2005). perkerasan jalan beton semen portland (rigit pavement): perencanaan metode aashto 1993 spesifikasi parameter desain contoh peritungan. jakarta: sine nomine. yoder, e. j. (1975). principles of pavement design (2nd edition). new york: john wiley & sons. microsoft word 22_ka_i gusti made karmawan.doc 748 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 748-762  dampak peningkatan kepuasan pelanggan dalam proses bisnis e-commerce pada perusahaan amazon.com i gusti made karmawan jurusan komputerisasi akuntansi, fakultas ilmu komputer, binus university jl. k.h. syahdan no. 9 kemanggisan jakarta barat sudida@binus.edu abstract the purpose of writing is to describe the impact of increased customer satisfaction in the business process of e-commerce at amazon.com and analyzed e-commerce strategies used in the company.the benefits are to get an overview of the strategies in the amazon.com for improving customer satisfaction and the impact of increased satisfaction. the method of writing is conducting reviews of existing sources to gain an overview strategy and business processes e-commerce at amazon.com. the paper results are gaining knowledge of the number of visitors and sales that accurred at amazon.com. the conclusions is about the impact of increasing customer satisfaction in the business process e-commerce in the amazone.com. keywords: amazon.com, e-commerce, the level of satisfaction abstrak tujuan penulisan yaitu menjelaskan dampak peningkatan kepuasan pelanggan dalam proses bisnis ecommerce pada amazon.com dan menganalisis strategi e-commerce yang digunakan pada perusahaan tersebut. manfaat yang ingin diperoleh, mendapatkan gambaran mengenai strategi yang digunakan pada amazon.com untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan serta dampak dari peningkatan kepuasaan tersebut. metode penulisan adalah melakukan review dari sumber yang sudah ada untuk memperoleh gambaran strategi dan proses bisnis e-commerce di amazon.com. hasil yang dicapai adalah mendapatkan pengetahuan mengenai jumlah pengunjung maupun penjualan yang terjadi di amazon.com. simpulan yang dapat ditarik adalah tentang dampak dari peningkatan kepuasan pelanggan dalam proses bisnis e-commerce pada amazon.com kata kunci: amazon.com, e-commerce, tingkat kepuasan dampak peningkatan kepuasan … (i gusti made karmawan) 749  pendahuluan industri di indonesia sudah berkembang sangat pesat. perkembangan teknologi informasi menempatkan sistem informasi sebagai elemen penting dalam aktivitas sehari-hari. salah satu tren dalam teknologi informasi adalah pemanfaatan internet. perkembangan teknologi informasi yang sangat dramatis dalam beberapa tahun terakhir telah membawa dampak transformasional pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia bisnis. setelah berlalunya era total quality dan reenginering, kini saatnya era elektronik yang ditandai dengan menjamurnya istilah istilah e-business, e-commerce, dan masih banyak lagi istilah lain. electronic commerce (ec) merupakan konsep baru yang bisa digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa dengan menggunakan world wide web internet atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi. dorongan-dorongan bisnis menimbulkan tekanan dalam organisasi. organisasi merespon dengan aktivitas yang didukung oleh teknologi informasi (ti) secara umum dan ec pada khususnya. sama seperti perusahaan bisnis yang bergerak dibidang e-commerce dalam proses bisnisnya (hallmark.com, kakilima.com, kaskus.com, dll) amazon.com juga menerapkan sistem e-commerce pada proses bisnisnya. artikel ini akan membahas tentang strategi e-commerce yang digunakan oleh amazon.com, bagaimana cara melakukan pembelian di amazon.com, bagaimana tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang dilakukan oleh amazon.com, serta dampak kepuasan pelanggan tersebut terhadap proses bisnis ecommerce pada amazon.com. menurut david baum (bagus, 2010) “ e-commerce is a dynamic set of technologies, applications, and bussines process that link enterprises, consumers, and communities through electronics transactions and the electronic exchange of goods, services, and informations.”. menurut laudon & laudon, (bagus, 2010) e-commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produkproduk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis. menurut turban (2005) e-commerce berarti perdagangan elektronik yang mencangkup proses pembelian, penjualan, transfer, atau pertukaran produk, layanan, atau informasi melalui jaringan komputer, termasuk internet. komponen e-commerce komponen e-commerce terdiri dari (1) electronic data interchange (edi). electronic data interchange (edi) didefinisikan sebagai pertukaran data komputer antar berbagai departemen dalam organisasi pada suatu informasi yang terstruktur dalam format yang bisa diolah oleh komputer. (2) digital currency. digital currency adalah yang memungkinkan user untuk memindahkan dananya secara elektronik dalam lingkungan kerja tertentu. digital currency dirancang untuk versi elektronik dari uang kertas, di mana memiliki atribut yang sama dengan media fisik sebenarnya baik secara anatomis maupun dari segi likuiditasnya. (3) electronic catalogs. electronic catalogs (e-catalogs) aplikasi yang dirancang untuk internet dan merupakan komponen utama dari sistem e-commerce. ecatalogs merupakan antar muka grafis (graphical user interface) yang umumnya berbentuk halaman www di mana menyediakan informasi tentang penwaran produk dan jasa. e-catalog umumnya mendukung online shopping dan kemampuan pemesanan dan pembayaran barang. (4) internet dan extranet. intranet adalah kumpulan web site yang dimiliki oleh suatu kelompok (biasanya perusahaan) yang bisa diakses hanya oleh anggota kelompok tersebut. sedangkan extranet merupakan area tertentu dari intarnet yang bias diakes oleh kelompok di luar anggota kelompok intanet, tapi dengan otorisasi tertentu. 750 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 748-762  pendukung e-commerce berikut ini adalah beberapa hal yang dapat mendukung penggunaan e-commerce, yaitu: (1) persiapan dan penyimpanan informasi. pertama-tama diperlukan penanganan masalah untuk mendigitalkan informasi yang telah tersedia seperti katalog, buku, film, arsip dalam berbagai fasilitas kualitas. data mungkin telah berbentuk digital, tapi harus dalam format yang sesuai. aspek ekonomi yang harus dipertimbangkan adalah biaya digitalisasi/mengubah informasi. hal berikutnya dibutuhkan mekanisme untuk menyimpan informasi tersebut. sistem penyimpanan e-commerce harus mampu menyimpan data dalam jumlah besar dengan berbagai format dan harus lebih efisien dan efektif untuk mengakses data tersebut. (2) jasa pencarian informasi. kemampuan pencarian informasi secara online sangat penting untuk membantu para user mengakses data penting seperti informasi mengenai produk, jasa, konsumen, pemasok dan agen pemerintah. jasa pencarian informasi yang dimaksud meliputi: electronic catalogs (e-catalogs) dan directories, information filters, search engine dan software agents. (3) electronic catalogs. mengorganisasikan informasi berbasis content yang memungkinkan pemakai untuk melakukan browsing serta memilih dokumen yang diinginkan. metode tersebut, walaupun mudah diimplementasikan, mengasumsikan bahwa dibuat berdasarkan skema organisasi pada umumnya yang mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan pemakai. (4) information filters. disediakan untuk user agar dapat mengambil dokumen yang diinginkan. filter ini bisa berada di sisi workstation user atau bisa juga disisi penyedia jasa. pengambilan informasi dari sisi penyedia jasa akan meningkatkan jalur kepadatan jaringan, tapi akan lebih efisien untuk mengambil sebagian data yang diperlukan dari pada harus mengambil seluruh data lalu dipilih lagi. software agent misalnya robots, wanderers, dan spiders bisa mentransfer dan mengalokasi informasi yang relevan. (5) electronic payments. pada sistem electronic commerce diperlukan metode untuk pembayaran biaya pengiriman data, biaya produksi dan jasa. electronic payments terdiri atas mata uang digital (smart cards dan electronic money), pembayaran melalui kartu kredit, serta electronic checks. (6) electronic money (sering disebut digital cash atau electronic token). merupakan metode pembayaran secara electronic yang mengemulasikan pertukaran barang dan jasa dengan mata uang yang sebanding. emoney harus berupa bank agar terhindar dari resiko kekurangan dana. metode ini tidak dapat ditukarkan dengan bentuk lain pembayaran, harus aman dari pencurian, dan harus bisa diakses dari lokasi yang jauh. pembelian dengan kartu kredit melibatkan transmisi data terenkripsi melalui jaringan. masalah yang akan muncul dengan sistem ini adalah privasi, kecepatan transaksi dan keamanan. (7) electronic checks (e-checks). merupakan mekanisme lainnya untuk pembayaran melalui jaringan komputer. sistem ini dimaksudkan untuk mengemulasikan sistem pemrosesan pembayaran melalui check kertas. dalam metode ini, server pihak ketiga bertindak sebagai penyedia jasa penagihan bagi para user. e-checks memerlukan digital signature dan jasa authentification untuk memproses secara digital informasi antara pembayar, yang dibayar dan bank. (8) security services. sistem untuk electronic commerce harus diamankan dari berbagai ancaman baik dari dalam maupun dari luar, pencurian informasi berharga dan usaha sabotase. sistem ini harus diamankan dengan sistem security yang dirancang khusus seperti authentication of data dan entitas yang bisa mengakses sistem, pengendalian akses oleh yang tidak berhak, integritas datam dan non-repudiation. (9) connectivity. lingkungan electronic commerce saat ini, ada peningkatan jumlah client. user bisa menggunakan televisi, radio, computer pc, laptop dan telepon selular untuk mengakses informasi. sistem ecommerce harus mampu menyesuaikan diri dengan berbagai aplikasi yang berbeda-beda. artikel ini juga akan membahas: (1) bagaimana strategi e-commerce yang digunakan pada amazon.com. (2) bagaimana cara melakukan pembelian pada amazon.com. (3) bagaimana tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang dilakukan oleh amazon.com. (3) bagaimana dampak kepuasan pelanggan terhadap proses bisnis e-commerce pada amazon.com. tujuan penulisan artikel ini adalah untuk: (1) menganalisa strategi e-commerce yang digunakan pada amazon.com. (2) menganalisa cara melakukan pembelian pada amazon.com. (3) menganalisa tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang dilakukan oleh amazon.com. (4) menganalisa dampak dari kepuasan pelanggan terhadap proses bisnis e-commerce pada amazon.com. dampak peningkatan kepuasan … (i gusti made karmawan) 751  artikel ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam: (1) mengetahui strategi e-commerce yang digunakan pada amazon.com. (2) mengetahui proses bisnis yang terjadi di amazon.com. (3) mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dalam proses pembelian di amazon.com. (4) mengetahui kelebihan serta kelemahan penggunaan sistem e-commerece. e-commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. penggunaan e-commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing. jenis-jenis e-commerce business-to-business (b2b) kebanyakan e-commerce yang diterapkan saat ini merupakan tipe b2b. e-commerce tipe ini meliputi transaksi ios yang digambarkan tadi serta transaksi antar organisasi yang dilakukan di electronic market. contohnya wal-mart dengan warner-lambert. b2b ini memiliki beberapa karakteristik: (1) trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. karena sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust). (2) pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama. (3) salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu partnernya. (4) model yang umum digunakan adalah peerto-peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis. business-to-consumer (b2c) ini merupakan transaksi eceran dengan pembeli perorangan. pembeli khas di amazon.com adalah seorang konsumen, atau seorang pelanggan. contoh yang lain, misalnya barnes & nobles, cisco, dell, compaq dan sebagainya. b2c memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. sebagai contoh, karena sistem web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis web. (2) servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan. (3) pendekatan client/server sering digunakan di mana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server. consumer-to-consumer (c2c) dalam kategori ini, seorang konsumen menjual secara langsung ke konsumen lainnya. consumer-to-business (c2b) termasuk ke dalam kategori ini adalah perseorangan yang menjual produk-produk atau layanan ke organisasi, dan perseorangan menyepakati suatu transaksi. nonbusiness e-commerce dewasa ini makin banyak jumlah lembaga non-bisnis seperti lembaga akademis, organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dan lembaga-lembaga pemerintahan yang menggunakan berbagai tipe e-commerce untuk mengurangi biaya (misalnya, memperbaiki purchasing) atau untuk meningkatkan operasi dan layanan publik. 752 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 748-762  intrabusiness (organizational) e-commerce termasuk dalam kategori ini adalah semua aktivitas intern organisasi, biasanya dijalankan di internet, yang melibatkan pertukaran barang, jasa atau informasi. model bisnis pada e-commerce berikut ini adalah model bisnis yang terjadi ketika melakukan transaksi e-commerce: gambar 1 model bisnis dalam melakukan e-commerce perbedaan e-commerce dan e-business banyak orang mengira bahwa e-commerce dengan e-business adalah sama, namun pada kenyataannya berbeda. berikut ini merupakan perbedaan antara e-commerce dengan e-business: tabel 1 perbedaan e-commerce dan e-business e-commerce e-business 1. mencakup segala kegiatan jual beli dan pertukaran informasi bisnis secara elektronik termasuk internet. 1. tidak hanya pembelian dan penjualan namun layanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis dan mengelola transaksi elektronik dalam organisasi. 2. e-commerce bertujuan untuk menghasilkan money oriented (berorientasi pada perolehan uang) 2. e-business berorientasi pada kepentingan jangka panjang yang sifatnya abstrak seperti kepercayaan konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja, relasi antar mitra bisnis, dan penanganan masalah sosial lainnya. 3. e-commerce pada prinsipnya melibatkan pertukaran uang dalam transaksi. 3. e-business, karena lebih luas, tidak terbatas pada transaksi yang bersifat keuangan (monetary). semua aspek dalam bisnis, seperti pemasaran, perancangan produk, manajemen pemasokan, dsb. 4. e-commerce merupakan bagian takterpisahkan dari proses e-business, namun dalam kerangka terbatas, ecommerce merupakan kegiatan menjual dan membeli. 4. e-business lebih mengenai pembuatan produk besar, ide kreatif dan pemberian layanan yang bermutu, perencanaan pemasaran produk dan pelaksanaannya. dampak peningkatan kepuasan … (i gusti made karmawan) 753  metode metode yang digunakan dalam artikel ini meliputi: (1) jenis data dan sumber data. berbagai data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data-data yang diperoleh dari beberapa sumber yang berbeda, dan tentunya data-data berikut merupakan data-data yang sesuai dengan fakta yang ada sekarang ini, seperti halnya mengenai keberadaan, cara kerja amazon.com. data data tersebut diperoleh dari beberapa sumber, yaitu buku-buku referensi, dan dari website. (2) teknik pengumpulan data. teknik pengumpulan data atau informasi dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan buku-buku referensi baik secara langsung maupun tidak langsung yang berhubungan dengan objek atau masalah yang dibahas, serta bacaan-bacaan dan bahan-bahan lain yang berhubungan. data yang diperoleh merupakan data sekunder. (3) hipotesis. hipotesis merupakan kesimpulan atau jawaban sementara atas masalah yang sedang diteliti untuk menjelaskan kondisi-kondisi yang diperhatikan dan untuk membimbing penelitian lebih lanjut. maka hipotesis yang penulis dapat ungkapkan adalah: dampak peningkatan kepuasan pelanggan dalam proses bisnis e-commerce. e-commerce mencakup segala kegiatan jual beli dan pertukaran informasi bisnis secara elektronik termasuk internet. ecommerce merupakan bagian tak terpisahkan dari proses e-business, namun dalam kerangka terbatas, e-commerce merupakan kegiatan menjual dan membeli. hasil dan pembahasan strategi penggunaan internet pada amazon.com bisnis biasanya terdiri dari tiga jenis: produksi, distribusi atau retail. artinya, pemilik dan manajemen usaha mau memilih satu atau beberapa pilihan dari tiga jenis tersebut. bisa produksi saja kemudian jual putus kepada distributor, atau jual putus kepada retail, dst. tetapi, ketika teknologi internet mulai digunakan untuk bisnis, beberapa macam efisiensi proses bisnis mulai terjadi karena internet merupakan suatu teknologi yang sangat penting bagi para pihak pengusaha, pihak eksekutif, para investor, dan para pengamat bisnis. seperti halnya perusahaan lain (dell.com, hallmark.com, dll) yang menggunakan fasilitas internet, amazon.com juga berusaha memanfaatkan fasilitas internet yang terus berkembang untuk memotong jalur distributor dan/atau retail. melalui online, mereka bisa meraih pesanan buku target konsumen tanpa harus memiliki inventory/persediaan. berikut ini merupakan strategi yang dilakukan amazon.com dalam memanfaatkan teknologi internet untuk mengembangkan perusahaanya: (1) keberadaan e-mail, amazon.com kemudian memunculkan awareness dan demand target konsumen dengan cara mengirimkan e-mail, ataupun iklan portal yang berisi gambar dan/atau tulisan mengenai informasi produk/jasa yang ditawarkan. gambar 2 iklan amazon.com via e-mail 754 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 748-762  (2) adanya berbagai aplikasi jejaring sosial seperti facebook. amazon.com menggunakan kemampuan social networking dengan jumlah orang member yang sangat banyak dengan pemahaman yang beragam. hal ini memungkin pembeli dapat membuat dan mem-post profil, menciptakan jaringan dengan teman-teman dan keluarga untuk saling berbagi daftar yang menjadi favorit dan yang diinginkan, membuat forum diskusi berdasarkan tags dan kemudian membeli dari link yang ada di facebook mengenai jaringan review buku, untuk itu amazon meluncurkan dua aplikasi di facebook platform, yaitu amazon giver and amazon grapevine yang memungkinkan pengguna facebook untuk melihat dan membeli apa yang teman-teman mereka inginkan melalui amazon wish lists, serta kegiatan yang terjadi di amazon. (3) amazon giver memungkinkan pengguna untuk melihat temanteman mereka di facebook yang ada di amazon wish lists. pelanggan dapat memilih untuk membeli hadiah untuk mereka dari amazon.com melalui aplikasi ini, atau melihat item yang disarankan berdasarkan kepentingan mereka yang telah terdaftar di profil facebook mereka. (4) amazon grapevine memungkinkan pelanggan untuk berbagi apa yang telah ia lakukan di amazon.com dengan teman-teman facebook-nya melalui facebook news feed. strategi e-commerce pada amazon.com amazon.com memungkinkan pelanggan untuk membeli buku dengan mudah dengan berbagai fasilitas, seperti review dan informasi rating dari buku yang bersangkutan, hanya perlu melakukan satu kali klik di mouse untuk membeli buku, dan search engine untuk memudahkan pencarian buku. strategi e-commerce dari amazon.com adalah fokus pada usaha-usaha pengembangan inovasi dengan menciptakan dan memantapkan kemampuan software yang dimiliki dengan cara membeli lisensi atau dengan cara memperoleh teknologi pengembangan aplikasi-aplikasi lain secara komersial jika dibutuhkan. model e-commerce yang dijalankan amazon.com ini adalah menggunakan model business-to-consumer (b2c) di mana transaksi ritel yang dilakukan langsung berhubungan dengan pembeli individual. amazon.com adalah adalah retail site dengan menggunakan sales revenue model, yaitu bagaimana amazon.com juga mengijinkan perusahaan mengiklankan produk mereka dengan membayar produk-produk yang diiklankan. iklan ini menjadi pendapatan iklan untuk amazon.com, membuat amazon.com sebagai bagian dari sales revenue model dan juga bagian dari advertising revenue model. dengan menggunakan subscription revenue model, perusahaan menyediakan servis kepada konsumennya untuk mendapatkan informasi seperti laporan konsumen (customer reports), surat kabar online (online newspaper), dan majalah online (online magazines). dengan menggunakan sales revenue model, perusahaan membuat pendapatan dengan menjual produk, servis ataupun gambar 3 amazon giver gambar 4 amazon grapivine dampak peningkatan kepuasan … (i gusti made karmawan) 755  informasi kepada konsumennya. sales revenue model yang digunakan oleh amazon.com adalah clickand-clik retailers di mana click-and-click retailers adalah perusahaan-perusahaan yang menjual produk mereka lewat website. gambar 5 web amazon aplikasi e-commerce pada amazon.com amazon.com memiliki keunggulan dalam layanan dan teknologi: (1) amazon web services (aws). aws menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menyebarkan aplikasi. aws menyediakan bisnis dan pemilik website dengan kekuatan komputasi besar dengan skala yang mudah untuk peningkatan bisnis, menangani kebutuhan yang paling menuntut aplikasi save, dan memberikan fungsionalitas database yang baik, mudah digunakan dan cukup fleksibel untuk mendukung berbagai aplikasi web. (2) checkout by amazon. manfaat dari pembayaran yang aman dan pengalaman checkout digunakan oleh puluhan jutaan pelanggan di amazon.com. checkout by amazon adalah solusi checkout yang memanfaatkan kemampuan e-commerce amazon dan menawarkan pengalaman bagus, akrab, dan terpercaya. (3) amazon simple pay. seperangkat pembayaran/ satu-satunya produk yang memungkinkan pelanggan untuk menggunakan informasi pembayaran dari rekening amazon pada account website mereka. pelanggan tidak perlu khawatir tentang mendapatkan dan menyimpan informasi pembayaran dan pelanggan dapat menggunakan layanan pembayaran terpercaya dan akrab untuk membayar barang atau jasa mereka. (4) fulfillment by amazon. selama lebih dari satu dekade dan jutaan pesanan dan pelanggan, amazon telah menciptakan salah satu jaringan pemenuhan paling maju di dunia dan bisnis. pelanggan sekarang bisa mendapatkan keuntungan dari keahlian yang dimiliki pelanggan. (5) amazon webstore. amazon webstore menyediakan situs e-commerce bermerek didukung oleh dukungan, seleksi, dan keahlian dari amazon. pelanggan dapat merasa yakin mengetahui bahwa webstore pelanggan akan dibangun dan berjalan ketika terdapat pelanggan lain yang mengunjungi situsnya. lebih baik lagi, webstore mudah untuk diatur dan dilengkapi dengan sejumlah fitur pemasaran yang hebat sehingga pelanggan dapat mulai menjual dalam hitungan menit. (6) amazon advertising services. amazon menyediakan sejumlah pilihan untuk menempatkan iklan barang dan jasa pelanggan di amazon.com dan mengamankan pembayaran untuk barang-barang dan jasa anda. (7) amazon mechanical turk. layanan amazon mechanical turk adalah pasar untuk pekerjaan yang memberikan akses aplikasi program pelanggan untuk kecerdasan manusia. sebagai contoh, ketika pelanggan menambahkan item ke katalog produk, gunakan mechanical turk untuk mengklasifikasikan produk (pakaian, aksesori, sepatu, jaket, blazer, dll) dan menyediakan metadata untuk memungkinkan pencarian yang lebih baik dan penemuan bagi pengguna. 756 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 748-762  proses pembelian di amazon.com berikut ini merupakan cara pelanggan melakukan pembelian barang melalui web amazon.com. langkah pertama, saat membuka website toko buku online yang beralamat di www.amazon.com. pelanggan harus memasukkan sejumlah data diri dan beberapa kata kunci pencarian barang. dengan kata kunci itu, sejumlah produk yang terkait yang mungkin sesuai dengan keinginan pelanggan akan ditampilkan di homepage. jika tidak, pelanggan bisa menulis kata lain yang diharapkan mampu memunculkan sejumlah produk yang sesuai. teknisnya mirip pencarian data melalui google. jika pelanggan sudah login, maka pelanggan bisa melihat sebagian isi produk, seperti daftar isi dan daftar pustaka sebelum memutuskan untuk membeli. harganya juga bervariasi tergantung kondisi produk dari mulai 1 dolar hingga ratusan dolar. (gambar 6) gambar 6 harga barang di amazon.com langkah kedua adalah mengklik tombol ‘memasukkan ke dalam keranjang’. tindakan ini merupakan penunjuk bahwa pelanggan sudah memilih satu produk yang hendak dibeli. produk dan harganya sudah masuk ke daftar calon pembelian. setelah pelanggan sudah pasti dengan barang tersebut (gambar 7) gambar 7 memasukkan ke dalam keranjang langkah ketiga adalah pengiriman. pada halaman ini, pelanggan akan ditanya tentang alamat pengiriman barang tersebut. selain itu, pelanggan juga akan ditanya cara pembayaran yang diinginkan, bisa menggunakan antara lain kartu visa atau mastercard. pelanggan diminta memasukkan nomor kartu dan password-nya (gambar 8) dampak peningkatan kepuasan … (i gusti made karmawan) 757  gambar 8 memasukkan nomor kartu dan password setelah selesai, pelanggan diarahkan ke halaman selanjutnya yang menampilkan seluruh data pembelian produk, termasuk jenis, harga, alamat penerima, dan cara pembayaran. halaman ini merupakan review dari sekian langkah pembelian yang dilakukan sebelum memutuskan membeli. sistem ini memberikan kesempatan untuk para pelanggan berpikir ulang sebelum memutuskan untuk membeli atau tidak. jika tidak ada perubahan pikiran, pelanggan langsung klik tombol ‘meletakkan pesanan’ ini berarti proses jual beli sudah selesai. uniknya, amazon juga masih memberikan kesempatan kepada para pelanggan jika nanti ingin membatalkan pembelian. informasi bagaimana cara membatalkan pesanan dikirim langsung melalui e-mail. di e-mail, pelanggan akan mendapatkan informasi perjalanan barang, kapan dikemas dan kapan akan sampai. amazon juga memberikan nomor kode belanja yang bisa digunakan untuk menelusuri jejak barang yang pelanggan beli termasuk untuk komplain jika barang yang dikirim tidak sesuai dengan pesanan (gambar 9). pelanggan juga dapat menambahkan produk yang ingin pelanggan beli (gambar 10) gambar 9 komplain barang gambar 10 menambah barang produk amazon.com berikut ini merupakan produk yang ditawarkan oleh amazon.com (1) amazon booksurge. amazon's booksurge adalah print-on-demand buku bisnis, yang memberikan penerbit kemampuan untuk mendistribusikan bahan meskipun telah memiliki relasi, peritel terkemuka dan distributor. booksurge beroperasi pada april tahun 2005. (2) amazon ebs. amazon elastic block store (ebs) menyediakan blok tingkat volume penyimpanan untuk digunakan dengan amazon ec2. amazon ebs sangat cocok untuk aplikasi yang memerlukan database, sistem file, atau akses ke mentah blok tingkat penyimpanan. diluncurkan ke publik pada 21 agustus 2008. (3) amazon ec2. amazon ec2 (elastic comput cloud) berfungsi menyediakan layanan virtual web server dengan harga yang murah. bersama amazon's virtual penyimpanan produk s3, ec2 bekerja sama untuk menyediakan ruang penyimpanan data. contohnya adalah pownce dan justin.tv yang menggunakan ec2. di sini user 758 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 748-762  hanya membayar sejumlah yang digunakan. contoh setiap jam adalah $ 0,10 dan tidak ada biaya minimum. (4) amazon elastis mapreduce. amazon elastis mapreduce merupakan bagian dari amazon web services (aws). ini adalah layanan web yang memungkinkan perusahaan peneliti, analis data, dan pengembang dengan mudah dan dengan biaya yang efektif untuk memproses data dalam jumlah besar. menggunakan amazon elastis mapreduce, pengguna dapat melakukan aplikasi seperti web indexing, data, analisis file log, mesin pembelajaran, analisis keuangan, simulasi ilmiah, penelitian dan bioinformatics. (5) amazon fresh. amazon fresh adalah layanan pengiriman makanan yang pemesanannya dilakukan secara online. amazon fresh saat ini sangat berkembang di seattle, daerah washington. (6) amazon kindle. diperkenalkan ke publik pada bulan november 2007. kindle adalah sebuah e-reader yang dikembangkan amazon.com. buku, koran, majalah dan blog yang diambil ke perangkat nirkabel amazon secara gratis melalui jaringan evdo (disebut whispernet) dan diterbitkan dalam format eksklusif untuk kindle. (7) amazon kindle 2. amazon's kindle 2 adalah telepon selular e-book reader. dipublikasikan pada 9 februari 2009. produk ini menggunakan teknologi nirkabel 3g. (8) amazon kindle dx. amazon kindle dx merupakan versi dari kindle, yang dirilis pada mei tahun 2009. dx memiliki ukuran layar lebih besar daripada versi kindle sebelumnya. (9) amazon s3. amazon s3 (simple storage service) merupakan layanan penyimpanan online untuk perusahaan-perusahaan pengembang. data dapat disimpan atau diambil melalui antarmuka web sederhana dari komputer mana saja dan dapat dilakukan setiap saat. (10) amazon unbox. amazon unbox internet adalah layanan video, dan hanya tersedia di amerika serikat. (11) amazon video on demand. amazon video on demand adalah layanan video streaming untuk televisi dan film. pada peluncuran di bulan juli tahun 2008, lebih dari 40.000 film dan televisi telah tersedia disini. (12) amazon web services. sejak awal tahun 2006, amazon web services (aws) telah menyediakan semua ukuran perusahaan dengan infrastruktur layanan web platform. hasil dan pembahasan bagi situs e-commerce, jumlah pengunjung cukup penting. meski jumlah pengunjung tidak otomatis berbanding lurus dengan jumlah transaksi. namun, ibarat sebuah warung, jumlah pengunjung akan menjadi daya tarik bagi orang lain untuk mampir. orang cenderung akan mampir ke sebuah warung yang tampaknya ramai dengan asumsi warung itu menjajakan sesuatu yang istimewa. berikut ini akan membahas tentang hasil jumlah pengunjung maupun penjualan yang terjadi di amazon.com. grafik jumlah pengunjung web amazon.com periode nov 2007 & nov-dec 2008 grafik ini adalah grafik pembeli setiap hari yang terakumulasi di amazon untuk tahun 2007. secara khusus, grafik menunjukkan bahwa amazon menangkap pembeli tahun ini lebih daripada tahun sebelumnya berdasarkan pada belanja online yang meningkat di kalangan konsumen pada umumnya, serta promosi dari perusahaan untuk memacu penjualan. berikut ini adalah grafik dari jumlah pengunjung yang mengunjungi web amazon.com: gambar 11 grafik pengunjung amazon.com sumber: (http://blog.compete.com/2008/12/18/amazon-holiday-online-retail-performance/) dampak peningkatan kepuasan … (i gusti made karmawan) 759  jumlah pengunjung dan peningkatan profit di amazon.com tahun 2011 perusahaan riset comscore telah merilis sebuah laporan terkait traffic global pada situs-situs web. seperti dikutip dari situs geekwire pada rabu (17/08), comscore menyatakan situs jual beli amazon.com menempati peringkat pertama dengan jumlah pengunjung paling tinggi di bulan juni, yakni 282 juta. angka ini lebih dari 20 persen dari total jumlah pengguna internet di dunia. berikut adalah data terbaru di tahun 2011: gambar 12 pengunjung bulan juni sumber: (http://the-marketeers.com/archives/amazon-tarik-pengunjung-tertinggi.html) dengan banyaknya jumlah pengunjung yang datang ke web amazone.com baik itu hanya melihat, membeli, atau memasang iklan, hal ini membuat amazon.com mengalami peningkatan keuntungan berikut adalah data yang penulis dapatkan: gambar 13 peningkatan keuntungan di amazone.com sumber: (http://ycharts.com/analysis/story/amazon_free_shipping_and_low_prices_dont_add_up_to_a_moat) gambar 14 profit margin amazon.com sumber: (http://ycharts.com/analysis/story/amazon_free_shipping_and_low_prices_dont_add_up_to_a_moat) 760 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 748-762  the wall street journal mencatat pengiriman bebas ongkos kirim diambil untuk keuntungan pengecer. journal, mencatat margin amazon menyusut karena free shipping memiliki kemungkinan memainkan peran yang berarti dalam hal ini, meskipun perusahaan belum merincikan biayanya. namun kenyataannya amazon tidak terlalu detail dalam biaya. misalnya, biaya pengiriman bersih biaya pengiriman total dikurangi dengan yang amazon kumpulkan dari pelanggan untuk pengiriman bisa mencapai us$1390000000 pada 2010, naik 63% dari us$ 849.000.000 tahun sebelumnya. total penjualan hanya tumbuh sebesar 40%. sehingga biaya pengiriman bersih sebesar 4% dari penjualan pada tahun 2010, dibandingkan 3,4% pada tahun 2009. tingkat kepuasan pelanggan terhadap amazon dalam perekonomian saat ini kepuasan pelanggan adalah lebih penting daripada sebelumnya konsumen akan pergi ke mana saja ketika mereka merasa puas atas pelayanan, maupun fasilitas yang ia rasakan. tingkat kepuasan seorang pembelanja di inggris mencapai 56% lebih cenderung untuk membeli dari pengecer pada saat mereka sedang mencari barang yang sama dan 69% lebih cenderung untuk merekomendasikan e-retail kepada orang lain. untuk itu, amazon.com juga sangat memperhatikan dari sisi kepuasan pelanggannya baik itu dari segi pelayanan, maupun fasilitas web yang disediakan. berikut ini adalah hasil survei tingkat kepuasan yang penulis dapat dari sumber. gambar 15 survei tingkat kepuasan sumber: (http://www.freedyourmind.com/freed_your_mind/american_customer_satisfaction_index_acsi/ ) setelah kenaikan tahun ke tahun sangat besar dalam kepuasan pelanggan online 2008-2009 (67-71 pada skala 100-poin penelitian), kepuasan dengan 40 atas inggris e-retail tidak hanya berpegangan pada keuntungan yang dicapai tahun lalu, namun peningkatan di titik lain di tahun 2010 menjadi 72. ada kesenjangan 23-poin penting antara skor tertinggi e-retail (amazon.com, 84) dan terendah (ryanair, 61). dalam analisis, dapat dilihat bahwa pengecer terbesar memiliki kepuasan tertinggi. bahkan, kepuasan rata-rata 10 besar e-retail (dalam hal lalu lintas) adalah 77, sedangkan rata-rata kepuasan sisanya adalah 71, kesenjangan enam poin. yang terbaik menjadi lebih baik, sedangkan sisanya jatuh di belakang. kabar baik bagi para pemain yang lebih kecil bahwa pengalaman pelanggan adalah sesuatu yang dapat ditingkatkan. pengecer yang lebih kecil dapat dengan mudah meningkatkan permainan dilapangan dan bersaing dengan peritel besar jika mereka fokus pada peningkatan hal-hal yang paling penting untuk pelanggan mereka. amazon memegang dua tempat teratas. amazon.com mencetak 84, diikuti oleh amazon.co.uk pada 83. satu-satunya e-retail lain yang mencetak di atas 80 adalah play.com di 81. selama bertahuntahun telah menjadi 80 bar untuk situs dengan performa terbaik yang diukur atas. john lewis dan marks & spencer melengkapi 5 teratas dengan skor 78. dampak peningkatan kepuasan … (i gusti made karmawan) 761  simpulan internet, yang mampu menciptakan dunia tanpa batas ini, ternyata juga dapat menjalankan fungsi pasar di mana fungsi tersebut adalah menyediakan tempat bagi penjual dan pembeli untuk bertransaksi. pada pasar internet, kios-kios atau toko-toko tadi diwujudkan secara virtual yang bentuk fisiknya tidak nampak tetapi tetap dapat dikunjungi calon-calon pembelinya (secara virtual pula) dan menjalankan fungsi-fungsi kios atau toko tradisional. keuntungan yang didapat dari penerapan e-commerce pada amazon.com dari segi pelanggan: (1) fungsi seperti pengguna review yang dianggap sebagai atribut yang positif untuk berbagi informasi dan masukan yang dapat membantu mendorong penjualan. (2) keuntungan yang utama ketika pelanggan berbelanja di amazon adalah dalam hal kenyamanan. karena cukup duduk dengan manis di rumah, kantor bahkan warnet lalu browsing di komputer atau laptop pelanggan untuk mencari produk yang diinginkan di amazon dan barang yang pelanggan pesan akan dikirim. (3) di amazon tersedia berbagai macam barang dan produk, dari peralatan rumah tangga, barang elektronik, buku, majalah, dvd, software, peralatan olah raga, airsoftgun, dan lain lain. (4) amazon memberikan berbagai macam pilihan produk dan informasi mengenai produk tersebut, sehingga kita dapat membandingkan baik dari segi harga, kualitas maupun testimonial dari orangorang yang membeli produk tersebut, sebelum memutuskan untuk membeli produk yang kita inginkan. dari segi perusahaan: (1) amazon.com merupakan perusahaan on-line pengecer produk media yang mendidik sekaligus menghibur. (2) penggunaan pasar online menyediakan fasilitas bagi pelanggan untuk menjual barang-barang yang tidak diinginkan, sehingga menjadi point yang berbeda bagi amazon.com untuk bersaing dengan para pengecer lainnya. (3) berhasil membangun ikatan yang kuat dengan pelanggan yang lebih muda sehingga memberikan kesetiaan kepada mereka. (4) pada sepuluh tahun terakhir ini telah mengembangkan basis pelanggan sekitar 30 juta orang, dan sekarang amazon.com telah memiliki memiliki kategori produk yang mencakup elektronik, mainan dan permainan, dan lain-lain. dari segi keuangan: (1) kindle yang pertama kali dirilis bulan november 2007 dengan harga us$399 dan stok pertamanya terjual habis. (2) tahun 2008, penjualan amazon telah mencapai us$4 miliar (sekitar rp34 triliun). (3) tahun 2009, barclays capital memberi rating ‘overweight’ atas saham amazon.com inc, dengan target harga dinaikkan 8%, menjadi us$195 dari us$180. (4) tahun 2011, perusahaan yang berbasis di seattle ini melaporkan laba bersih sebesar us$191 juta atau 41 sen per saham, dibandingkan us$207 juta atau 45 sen per saham pada tahun sebelumnya. (5) pendapatan dari hasil penjualan di tahun 2011 meningkat menjadi us$9,91 miliar, dibandingkan dengan estimasi us$9,38 miliar. kelemahan yang didapat dari penerapan internet bussiness pada amazon.com dari segi pelanggan: (1) kekurangan yang paling utama ketika membeli produk di amazon adalah pelanggan tidak bisa secara langsung melihat secara kasat mata produk yang akan dibeli. dalam artian tidak bisa memegang atau bahkan mencoba produk tersebut sebelum memutuskan untuk membeli. artinya, ketika produk tersebut sampai, bisa saja produk tersebut tidak sesuai dengan harapan, walaupun barang tersebut memang produk yang pelanggan pesan. (2) kekurangan yang lain adalah beberapa seller di amazon tidak menyediakan informasi yang cukup detail dan akurat mengenai produk yang mereka jual. sehingga ketika produk tersebut telah dikirimkan ke pelanggan, produk tersebut tidak sesuai dengan apa yang pelanggan harapkan. (3) membeli suatu produk di amazon akan bisa menjadi lebih mahal jika pelanggan harus membayar ongkos kirim. apalagi jika berat atau beban produk yang pelanggan beli cukup berat, uang yang pelanggan keluarkan untuk membeli produk seharga $20 akan menjadi $50 misalnya, karena pelanggan harus membayar shipping fees + ongkos kirim. 762 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 748-762  dari segi perusahaan: (1) amazon.com tergantung pada penyampaian eksternal perusahaan untuk melaksanakan fungsi pengiriman antarmuka dengan pelanggan yang tak terkendali dapat mengakibatkan tingkat layanan dan potensi masalah biaya meningkat seperti: transportasi, industri dan kenaikan bahan bakar kendaraan meningkat, serta tentang perpajakan. (2) amazon menambahkan kategori baru untuk bisnis, maka risikonya dapat merusak merek. (3) supplier sedikit. (4) resiko inventori-musiman. (5) pelanggaran data rahasia informasi pelanggan. (6) amazon merupakan toko buku nomor satu. toy-r merupakan pengecer nomor satu untuk produk mainan dan permainan. bayangkan jika toy-r mulai menjual buku. hal ini akan merancukan dan membahayakan konsumennya dan juga mereknya. dengan cara yang sama, banyak dari kategori baru, misalnya otomotif, dapat membuktikan terlalu membingungkan bagi pelanggan. daftar pustaka bagus, d. (2010). e-commerse: definisi jenis, tujuan, manfaat dan ancaman menggunakan ecommerce. diakses dari http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/e-commerse-definisi-jenistujuan.html e-business. (2008). analisa dan prospek e-business. diakses dari http://epolebusiness.wordpress.com/ lorenna, d. (2009). amazon.com. diakses dari http://dianalorennaebusiness.blogspot.com/2009/03/amazoncom.html swa, a. (2011). kisah inovasi amazon. diakses dari http://the-marketeers.com/archives/kisah-inovasiamazon.html turban, e., rainer, r. k., potter, r. e. (2005). introduction to information technology. us: john wiley and sons, inc. wikipedia. (2014). perdagangan elektronik. diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/perdagangan_elektronik microsoft word 26_si_yosafati hulu.docx 798 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 798-809  pembangunan database destinasi pariwisata indonesia pengumpulan dan pengolahan data tahap i yosafati hulu information systems department, school of information systems, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 yosahulu@yahoo.com abstract considering the increasing need for local (government and community) in developing tourism destinations in the era of autonomy, considering the need to select the appropriate attraction according to the respective criteria, and considering the needs of businessmen travel / hotel to offer the appropriate attraction with the needs of potential tourists, it is necessary to develop a database of tourist destinations in indonesia that is able to facilitate these needs. the database is built is a web-based database that is widely accessible and capable of storing complete information about indonesian tourism destination as a whole, systematic and structured. attractions in the database already classifiable based attributes: location (the name of the island, province, district), type/tourism products, how to achieve these attractions, the cost, and also a variety of informal information such as: the ins and outs of local attractions by local communities or tourists. this study is a continuation of previous studies or research phase two of three phases planned. phase two will focus on the collection and processing of data as well as testing and refinement of the model design and database structure that has been created in phase i. the study was conducted in stages: 1) design model and structure database, 2) making a web-based program, 3) installation and hosting, 4) data collection, 5) data processing and data entry, and 6) evaluation and improvement/completion. keywords: travel, destinations, database abstrak mengingat adanya peningkatan kebutuhan daerah (pemerintah dan masyarakat) dalam mengembangkan destinasi pariwisata di era otonomi dan pemekaran wilayah dibandingkan di era sebelumnya, mengingat adanya kebutuhan untuk memilih dengan tepat objek wisata sesuai dengan kriterianya masingmasing, dan mengingat adanya kebutuhan pengusaha travel/hotel untuk menawarkan objek-objek wisata sesuai dengan kebutuhan calon wisatawan, maka perlu dikembangkan suatu database destinasi wisata di indonesia yang mampu memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan tersebut. database yang dibangun adalah database berbasis web yang dapat diakses secara luas dan mampu menyimpan informasi lengkap tentang destinasi pariwisata indonesia secara menyeluruh, sistematis dan terstruktur. objek wisata dalam database tersebut sudah terklasifikasikan berdasarkan atribut: lokasi (nama pulau, propinsi, kabupaten), jenis/produk wisata, bagaimana mencapai objek wisata tersebut, biaya, dan juga berbagai informasi informal seperti: seluk beluk objek wisata daerah berdasarkan masyarakat lokal atau wisatawan. penelitian ini merupakan lanjutan penelitian sebelumnya atau penelitian tahap kedua dari tiga tahap yang telah direncanakan. tahap kedua akan fokus pada pengumpulan dan pengolahan data serta pengujian dan penyempurnaan rancangan model dan struktur database yang telah dibuat pada tahap i. penelitian dilakukan secara bertahap: 1) perancangan model dan struktur database, 2) pembuatan program berbasis web, 3) instalasi dan hosting, 4) pengumpulan data, 5) pengolahan data dan entri data, dan 6) evaluasi serta perbaikan/penyempurnaan. kata kunci: wisata, destinasi, database pembangunan database … (yosafati hulu) 799 pendahuluan jumlah destinasi pariwisata di indonesia di era otonomi mengalami pertumbuhan yang signifikan. masing-masing daerah otonom atau daerah pemerintahan baru berupaya mencari dan mengembangkan potensi wisata supaya bisa dijual untuk menambah pad (pendapatan asli daerah) dan meningkatkan ekonomi masyarakat (care tourism, 2010). pembangunan sistem database akan mempermudah penyajian destinasi wisata beserta produknya kepada calon-calon wisatawan. tanpa database yang lengkap dan terintegrasi akan membuat calon wisatawan atau pengusaha yang bergerak dalam industri pariwisata mengalami kesulitan dalam mengetahui dan mengenal dengan lengkap destinasi pariwisata indonesia dan produk-produknya (rahardjo, budi, 2004). hal-hal tersebut di atas yang menjadi alasan mengapa perlu dibangun suatu sistem database yang mendukung (sekaligus menjembatani) kebutuhan daerah untuk menyajikan dan mempromosikan objek wisata beserta produk-produknya dan kebutuhan wisatawan dan kalangan pengusaha untuk menemukan dengan mudah objek wisata yang diinginkan di antara ribuan objek wisata yang tersebar di wilayah indonesia. database yang akan dibangun adalah database berbasis web yang dapat diakses secara luas melalui internet. sistem ini mampu menyimpan dan menyajikan baik informasi formal (yang dilakukan melalui pengumpulan data primer/sekunder) maupun informasi informal (seperti seluk beluk objek wisata daerah, yang dimasukkan oleh masyarakat lokal atau oleh wisatawan berdasarkani pengalamannya sendiri). database ini akan dibangun dalam beberapa tahap dan dilakukan secara berkesinambungan sehingga menjadi database yang lengkap dan efektif dalam membantu pengembangan destinasi pariwisata di indonesia. secara umum, ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai dengan pembangunan sistem database ini: (1) adanya database yang mampu digunakan untuk merekam dan menyajikan seluruh destinasi pariwisata di indonesia secara rinci. (2) adanya sistem yang mampu melibatkan langsung masyarakat lokal dalam menyajikan berbagai hal tentang destinasi pariwisata di daerah. (3) adanya database yang mampu menerima berbagai informasi tentang pengalaman wisatawan dalam mengunjungi objek wisata tertentu. (4) adanya database yang berisi kurang lebih 140 destinasi pariwisata di indonesia sehingga bisa digunakan oleh berbagai kalangan yang membutuhkannya. penelitian ini penting dilakukan karena: (1) ada peningkatan kebutuhan daerah (pemerintah dan masyarakat) untuk mengembangkan destinasi pariwisata di era otonomi dan pemekaran wilayah. (2) ada kebutuhan masyarakat (wisatawan) untuk memilih dengan tepat objek wisata sesuai dengan kriterianya masing-masing. (3) ada kebutuhan pengusaha travel/hotel untuk menawarkan objek wisata yang menarik, sementara sistem yang memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan tersebut belum ada. (4) terjadinya era pemerataan tujuan wisata sehingga tercipta suatu kondisi yang memudahkan para wisatawan baik lokal maupun internasional mengunjungi atau melakukan riset. (5) melanjutkan penelitian awal yang telah dilakukan sehingga berkelanjutan dan menghasilkan sistem informasi yang berguna bagi industri pariwisata di indonesia. manfaat-manfaat yang diperoleh dapat dijelaskan pada sebagai berikut ini: (1) manfaat bagi masyarakat – pertama, membantu masyarakat dalam memilih tujuan wisata yang sesuai dengan minat dan anggarannya. kedua, membantu masyarakat untuk bisa mengunjungi beberapa objek wisata yang berdekatan secara berurutan karena ketersediaan informasi objek wisata yang berdekatan satu dengan yang lain. ketiga, membantu masyarakat menyampaikan secara langsung pengalaman dalam mengunjungi objek wisata tertentu sehingga menjadi umpan balik bagi yang berkepentingan dan referensi bagi calon wisatawan yang lain. keempat, membantu masyarakat untuk mempromosikan secara langsung objek wisata yang ada di daerahnya sendiri, termasuk informasi yang relevan seperti: 800 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 798-809  produk wisata, fasilitas, dan cara mencapai lokasi. kelima, membantu meningkatkan pendapatan masyarakat daerah karena memungkinkan mereka secara langsung dapat mempromosikan destinasi wisata yang ada daerahnya masing-masing. (2) manfaat bagi pengusaha – pertama, membantu pengusaha khususnya yang bergerak dalam bidang tour, travel, dan hotel untuk memperluas pangsa pasar dan memperbanyak produk-produk yang ditawarkan. kedua, membantu pengusaha dalam mempromosikan bidang usaha dan produknya. ketiga, mengurangi biaya promosi serta membuka pasar internasional atas potensi wisata di indonesia. (3) manfaat bagi pemerintah – pertama, membantu pemerintah daerah dalam pencapaian target jumlah wisatawan di daerahnya karena database ini bisa menjadi sarana informasi, komunikasi, dan promosi destinasi wisata pemerintah daerah. kedua, membantu tercapainya sasaran pengembangan ekonomi kreatif yang dicanangkan oleh pemerintah (4) manfaat bagi akademis – pertama, sebagai sarana yang efektif dalam mengembangkan dan menerapkan bidang ilmu sistem informasi untuk kepentingan masyarakat, pengusaha, dan instansi pemerintah secara real. kedua, sebagai dasar dalam penelitian, pengembangan, dan penerapan bidang ilmu lain seperti: data warehouse, decision support system, dan expert system bagi industri pariwisata indonesia. metode hasil studi pustaka: jurnal, artikel, dan website atau portal pariwisata hasil studi pustaka dari berbagai jurnal, artikel, dan website atau portal pariwisata di internet, dapat diuraikan sebagai berikut: (1) belum ada database yang terintegrasi tentang destinasi pariwisata di indonesia secara menyeluruh, yang ada baru per daerah atau per objek wisata. (2) belum ada sistem yang memungkinkan secara langsung melibatkan potensi dan sumber daya lokal dalam memasukkan berbagai informasi objek wisata di wilayahnya sendiri. padahal “… pentingnya keterlibatan warga dalam mengembangkan destinasi pariwisata” (pangestu, 2011) belum ada sistem database yang memudahkan wisatawan mencari objek wisata di indonesia berdasarkan atribut: lokasi (nama pulau, propinsi, kabupaten), jenis/produk wisata, bagaimana mencapai objek tersebut, biaya, dan juga berbagai informasi informal seperti: seluk beluk objek wisata daerah yang di-input oleh masyarakat lokal atau berbagai infromasi pengalaman wisata yang diinput oleh wisatawan itu sendiri. gambar 1 hasil studi pustaka x pembangunan database destinasi pariwisata indonesia dan implementasinya pada sistem berbasis web hasil studi pustaka: jurnal, artikel, dan website atau portal pariwisata hasil studi pustaka: program dan kebijakan pemerintah penelitian sebelumnya pengembangan media destinasi pariwisata memanfaatkan potensi dan sumberdaya lokal di era otonomi dan pemekaran daerah pembangunan database … (yosafati hulu) 801 hasil studi pustaka: program dan kebijakan pemerintah hasil studi pustaka yang dilakukan pada: “visi pengembangan destinasi pariwisata indonesia”, “rencana pengembangan ekonomi kreatif indonesia 2009–2025”, “rencana strategis kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif”, “pemanfaatan teknologi informasi dalam promosi destinasi wisata”, dan “pengembangan destinasi wisata harus libatkan warga”, adalah perlu dibangun suatu database yang lengkap dan terintegrasi serta fleksibel untuk mendukung program dan kebijakan pemerintah (departemen perdagangan republik indonesia, 2008) hasil studi pustaka: pengembangan media destinasi pariwisata memanfaatkan potensi dan sumberdaya lokal di era otonomi dan pemekaran daerah hasil studi pustaka pada hasil penelitian sebelumnya tentang “pengembangan media destinasi pariwisata memanfaatkan potensi dan sumberdaya lokal di era otonomi dan pemekaran daerah” adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan lebih fokus pada pembangunan database destinasi pariwisata di indonesia. database yang telah berisi informasi sekitar 140 destinasi pariwisata indonesia akan mendorong pengguna untuk memanfaatkan dan melengkapi media tersebut. kelengkapan data dan informasi adalah salah satu tujuan pada penelitian kali ini. gambar 2 tahapan penelitian tahapan penelitian tahapan penelitian “pembangunan database destinasi pariwisata indonesia dan implementasinya pada sistem berbasis web” dilakukan secara bertahap seperti yang dijelaskan pada gambar 2. gambar 2 membagi tiga kelompok pekerjaan yaitu: (1) pekerjaan yang dilakukan pada tahun i. (2) pekerjaan yang dilakukan pada tahun ii. (3) pekerjaan yang dilakukan pada tahun iii. dengan tahapan penelitian ini maka setiap akhir tahun dapat menghasilkan laporan penilitian untuk dievaluasi dan diperbaiki pada penelitian tahun berikutnya. beberapa tahapan penelitian di atas akan dijelaskan secara rinci di bawah ini. perancangan model dan struktur databse pembuatan program fase i instalasi / hosting pengisian content analisis atribut destinasi pariwisata indonesia setup infrastruktur pengumpulan data tahap i pengolahan data tahap i entri data tahap i pembuatan program fase ii pengumpulan data tahap ii pengolahan data tahap ii entri data tahap ii evaluasi dan perbaikan data tahap i dan penyempurnaan program database tahun i tahun ii tahun iii evaluasi dan perbaikan data dan penyempurnaan program secara keseluruhan 802 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 798-809  hasil dan pembahasan perancangan model database pada tahap ini akan dirancang model database yang tepat supaya bisa menyimpan, menyajikan, dan mencari informasi objek wisata di seluruh indonesia. atribut objek wisata akan dipelajari lewat jurnal, buku, atau informasi di internet (website yang berkaitan dengan objek wisata) kemudian atribut tersebut dirumuskan untuk menghasilkan model database yang mengakomodir seluruh informasi yang diperlukan. database yang dibangun harus mampu menerima informasi dari berbagai kalangan berdasarkan hak otoritas yang diberikan. oleh karena itu, user interface, hak otoritas user, dan struktur menu dirancang sedemikian rupa sehingga penempatan informasi oleh pengguna dapat diarahkan sesuai dengan struktur, klasifikasi, dan atribut objek-objek wisata. perancangan model database dapat dilihat pada gambar 3 di bawah ini (neeraj, 2010) gambar 3 rancangan model dan struktur database atribut objek wisata informasi objek wisata dapat dibagi dua, yaitu: informasi utama dan informasi tambahan. informasi utama adalah informasi yang menjelaskan tentang objek wisata itu sendiri sedangkan informasi tambahan adalah informasi yang relevan dengan objek wisata tersebut dan dapat dimasukkan oleh setiap user. atribut utama dapat dilihat pada tabel 1. atribut ini bisa berkembang disesuikan dengan kebutuhan setelah tahap implementasi (silberschatz, 2005). model dan struktur database user interface atribut objek wisata struktur menu otoritas user pembangunan database … (yosafati hulu) 803 tabel 1 atribut objek wisata no nama atribut 1. nama objek wisata 2. lokasi objek wisata • propinsi • kabupaten/kota • kecamatan • desa 3. bagaiman mencapai lokasi 4. fasilitas umum yang tersedia 5. hal-hal yang diperhatikan oleh pengunjung 6. kategori objek wisata 7. produk wisata 8. lampiran: foto, dokumen, atau link 9. informasi tambahan dari masyarakat lokal atau pengalaman wisatawan/pengunjung rancangan database struktur tabel-tabel utama yang digunakan dapat dilihat pada tabel berikut. strukur ini merupakan hasil akhir dari proses optimalisasi yang dilakukan berdasarkan atribut utama objek wisata yang telah ditentukan pada pembahasan sebelumnya. jenis field (field type) akan disesuaikan dengan sintaks mysql sebagai database yang akan digunakan dalam pembuatan media ini. tabel 2 objek wisata no nama field jenis m/o keterangan singkat 1. ow_kode char (8) m kode objek wisata 2. ow_nama varchar (80) m nama objek wisata 3. ow_nama_ll varchar (80) o nama lain / populer dari objek wisata 4. pro_kode char(2) m lokasi objek wisata (kode propinsi) 5. kab_kode char(4) m lokasi objek wisata (kode kabupaten/kota) 6. kec_kode char(8) m lokasi objek wisata (kode kecamatan) 7. des_kode char(8) m lokasi objek wisata (kode desa) 8. deskripsi text m deskripsi objek wisata 9. cara_mencapai text m bagaimana mencapai lokasi objek wisata 10. fasilitas text m fasilitas umum yang tersedia 11. hal_perhatian text m hal-hal yang perlu diperhatikan 12. status char(1) m status (n: belum diotorisasi, y: sudah diverifikasi) tabel ini adalah tabel utama yang menyimpan informasi utama tentang objek-objek wisata atau destinasi pariwisata. 804 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 798-809  tabel 3 ow_ow (tabel hubungan objek wisata dengan objek wisata lain) no nama field jenis m/o keterangan singkat 1. ow_kode char (8) m kode objek wisata 2. ow_kode_dkt char (8) m objek wisata yang berdekatan 3. jarak_km mediumint m jarak (km) antara objek wisata terdekat 4. waktu_tempuh m waktu tempuh (jam:menit) antara objek wisata terdekat 5. waktu_tempuh_dgn char(1) m waktu tempuh dengan apa? mis: pesawat, kereta api, mobil, sepeda motor, atau jalan kaki 6. status char(1) m status (n: belum diotorisasi, y: sudah diverifikasi) tabel yang menghubungkan antara objek wisata dengan objek wisata yang lain. tabel ini berguna bagi calon wisatawan untuk mengetahui objek wisata apa saja yang berdekatan dengan objek wisata tertentu sehingga bisa digunakan sebagai referensi atau bantuan dalam memutuskan apakah mau mengunjungi lokasi-lokasi tersebut secara bersamaan atau tidak. tabel 4 kategori (kategori objek wisata) no nama field jenis m/o keterangan singkat 1. kategori _kode char (2) m kode kategori objek wisata 2. kategori _nama varchar (20) m nama kategori objek wisata 3. status char(1) m status (n: belum diverifikasi, y: sudah diverifikasi) tabel yang menyimpan daftar kategori objek wisata. tabel 5 ow_kategori (objek wisata dan kategorinya) no nama field jenis m/o keterangan singkat 1. ow_kode char (8) m kode objek wisata 2. kategori _kode char (2) m kode kategori objek wisata 3. keterangan tinytext o keterangan tambahan kalau ada 4. status char(1) m status (n: belum diverifikasi, y: sudah diverifikasi) tabel yang menyimpan kategori objek wisata. dengan adanya tabel ini maka objek wisata dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori sehingga memudahkan dalam perekaman dan penyajian objek wisata. tabel 6 produk (objek wisata dan produknya) no nama field jenis m/o keterangan singkat 1. produk_kode char (4) m kode produk wisata 2. produk _nama tinytext m nama produk wisata 3. status char(1) m status (n: belum diverifikasi, y: sudah diverifikasi) tabel yang menyimpan daftar produk objek wisata. pembangunan database … (yosafati hulu) 805 tabel 7 ow_produk (objek wisata dan kategorinya) no nama field jenis m/o keterangan singkat 1. ow_kode char (8) m kode objek wisata 2. produk_kode char (4) m kode produk wisata 3. keterangan tinytext o keterangan tambahan kalau ada 4. status char(1) m status (n: belum diverifikasi, y: sudah diverifikasi) tabel yang menyimpan produk apa saja yang ada pada objek wisata tertentu. dengan adanya tabel ini maka objek wisata dapat memiliki beberapa produk objek wisata sehingga memudahkan dalam perekaman dan penyajian objek wisata. tabel 8 lamp (lampiran atau attachment) no nama field jenis m/o keterangan singkat 1. lamp_code char (8) m kode lampiran 2. lamp_judul varchar (80) m judul lampiran 2. lamp_deskripsi text m deskripsi lampiran 2. lamp_alm tinytext m alamat lampiran disimpan 3. lamp_jns char(1) m jenis lampiran: foto, dokumen, atau link 4. lamp_tgl date m tanggal lampiran 5. lamp_ref tinytext m referensi/sumber lampiran 6. status char(1) m status (n: belum diverifikasi, y: sudah diverifikasi) tabel lampiran berguna untuk menyimpan alamat lampiran (foto, dokumen, dan link) disimpan (di-attach). tabel ini bisa digunakan oleh tabel-tabel lain dengan mengaitkannya dengan field lamp_code. tabel 9 ow_lamp (lampiran objek wisata) no nama field jenis m/o keterangan singkat 1. ow_kode char (8) m kode objek wisata 2. lamp_code char (8) m kode lampiran tabel ini merupakan relasi antara tabel ow dengan tabel lamp. dengan adanya tabel ini maka informasi utama tentang objek wisata bisa disertai dengan foto, dokumen, dan link sebagai pendukung informasi utama. tabel 10 info (informasti tambahan objek wisata) no nama field jenis m/o keterangan singkat 1. ow_kode char (8) m kode objek wisata 2. info_kode char (8) m kode informasi tambahan 3. info_narasi text m informasi yang dimasukkan 4. info_waktu datetime m waktu info diinput atau waktu upload 5. info_sumber tinytext m sumber informasi tambahan 6. status char(1) m status (n: belum diverifikasi, y: sudah diverifikasi) tabel di atas berisi informasi yang relevan dengan objek wisata dan bisa dimasukkan oleh setiap orang yang terlibat. misalnya informasi tambahan yang dimasukkan oleh masyarakat lokal tentang objek wisata di daerahnya atau informasi tentang pengalaman wisatawan yang terkait dengan objek wisata yang bersangkutan. 806 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 798-809  tabel 11 info_lamp (informasti tambahan objek wisata) no nama field jenis m/o keterangan singkat 1. ow_kode char (8) m kode objek wisata 2. info_kode char (8) m kode informasi tambahan 3. lamp_code char (8) m kode lampiran tabel relasi antara tabel info dengan tabel lamp. dengan adanya tabel ini maka informasi tambahan bisa disertai dengan foto, dokumen, dan link sebagai pendukung informasi tambahan. pembuatan program berbasis web program database yang akan dibuat harus menghasilkan sistem yang mudah digunakan oleh berbagai kalangan (proll, birgit and retschitzegger, werner, 2008) dengan memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) bahasa pemrogram dan database yang dipergunakan dalam pembuatan sistem ini harus berbasis web supaya bisa diimplentasikan di internet sehingga mudah diakses secara luas oleh setiap pengguna. (2) user interface merupakan hal paling utama diperhatikan sehingga masyarakat lokal bisa memasukkan dengan mudah berbagai informasi yang berhubungan dengan objek wisata di daerahnya dan sebaliknya calon wisatawan bisa mencari dengan mudah objek wisata yang dibutuhkannya dengan memasukan atau memilih dari berbagai atribut. (3) program juga harus dibuat modular dan fleksibel supaya mudah dalam penambahan dan penyempurnaan pada setiap tahapan penelitian yang telah dibagi dalam tiga tahun. (4) program aplikasi yang dibuat harus diuji coba dulu di server lokal untuk menghilangkan atau memperkecil kesalahan-kesalahan atau bug yang mungkin terjadi setelah diterapkan atau di-instal jaringan yang lebih luas (internet). instalasi dan hosting implementasi diawali dengan mendaftarkan nama domain yang singkat, mudah ditulis, dieja dan didengar, serta menggambarkan informasi tentang destinasi pariwisata di indonesia. selanjutnya melakukan penyewaan server (hosting) kepada pihak ketiga atau operator yang handal dan bisa dipercaya dengan harga sewa yang ekonomis. konfigurasi server yang diperlukan juga disesuaikan dengan kebutuhan secara bertahap. setelah pendaftaran nama domain dan penyewaan server dilakukan, program aplikasi yang telah dibuat akan di-install di server yang telah disewa supaya sistem bisa aktif dan siap digunakan oleh semua kalangan pengguna sesuai dengan hak otoritas yang telah ditentukan. pengumpulan data metoda pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu: pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. tujuannya untuk memperoleh data seperti pada tabel 12. pengumpulan data primer dilakukan dengan survei langsung dengan mendatangi lokasi objek wisata. kegiatan yang dilakukan adalah pemotretan produk wisata, melakukan wawancara dengan wisatawan dan penduduk lokal, serta mencatat hal-hal yang diperlukan seperti yang telah dijelaskan pada tabel 1. pengumpulan data sekunder dilakukan dengan penelusuran informasi dari berbagai sumber dengan tujuan memperoleh data seperti yang telah dijelaskan pada tabel 1. pemban pengola d dalam d gambar tampila ngunan data no 1 2 3 4 5 6 7 8 ahan dan en data yang te database seh 4 adalah f an daftar obj abase … (yo jenis kegi nama objek nama lain deskripsi o lokasi (pro cara untuk gambar/fot dokumen p komentar mengunjun ntri data elah terkump hingga meng form utama jek wisata d gambar 5 osafati hulu) tabel 12 atan k wisata atau nama popu objek wisata opinsi, kabupate k mencapai loka to pendukung pendukung atau pengalam ngi objek wisata pul akan dio ghasilkan d dalam pros dan form pen gambar 4 fo tampilan daf 2 data yang d uler dari objek w en/kota, kecama asi objek wisata man wisatawan a tersebut olah dan dise database de ses entry da ncarian rm utama unt ftar objek wi diperlukan wisata tersebut atan, desa a n atau pengala esuaikan den estinasi pariw ata sedangka tuk entry data isata dan form (kalau ada) man sendiri se ngan kebutuh wisata indo an sedangka a m pencarian elama han untuk di onesia yang an gambar 807 i-entry di lengkap. 5 adalah 808 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 798-809  tampilan informasi pariwisata tampilan informasi hasil pengumpulan dan pengolahan data tahap i diharapkan seperti di bawah ini: nama objek wisata: pantai indah turegalökö nama lain: pantai indah tureloto deskripsi: pantai ini terkenal dengan hamparan batu-batu karang yang ada di darat maupun di tengah-tengah laut. sangat baik cocok untuk melakukan aktifiats berenang di antara batu-batu karang karena airnya tenang bagaikan kolam renang. snorkeling juga bisa dilakukan asalkan peraltaan dibawa sendiri. pengunjung juga bisa naik perahu yang tersedia untuk mengeliligi pulau-pulau atau karang-karang di sekitarnya. bila datang pada pagi hari bisa menyaksikan aktifitas nelayan dan burung-burung bangau yang sedang menangkap ikan. lokasi propinsi: sumatera utara kabupaten/kota: nias utara kecamatan: lahewa desa: balõfadoro tuho fasilitas kamar bilas & tilet umum saung atau warung cara untuk mencapai lokasi objek wisata jarak dari kota gunung sitoli jaraknya sekitara 80 km yang dapat ditempuh kurang lebih 2 jam saja dengan kendaraan roda empat. dari ibu kota kecamatan lahewa, yaitu kurang lebih hanya empat kilo meter. dan dari kecamatan lotu, ibukota kabupaten nias utara hanya 25 kilo meter, kurang lebih setengah jam dengan kendaraan roda empat. gambar/foto pendukung pembangunan database … (yosafati hulu) 809 simpulan database destinasi pariwisata indonesia yang dibangun bertujuan: merekam dan menyajikan data dan informasi seluruh destinasi pariwisata di indonesia secara rinci dan lengkap, mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam menyajikan berbagai hal tentang destinasi pariwisata di daerahnya, dan merekam berbagai pengalaman wisatawan dalam mengunjungi objek wisata tertentu. jika informasi yang dimasukkan telah lengkap maka media ini akan menjadi sistem informasi objek wisata yang terintegrasi untuk seluruh wilayah indonesia. database yang dibangun bersifat terbuka. jadi, selain melakukan pengumpulan data dan informasi awal lebih dari seratus destinasi pariwisata di indonesa, setiap user juga dapat berkonstribusi dalam memasukkan data dan informasi yang relevan pada objek wisata tertentu atau melakukan penambahan destinasi pariwisata baru, sehingga semua destinasi pariwisata di indonesia diharapkan terekam dalam sistem database ini. pengumpulan dan pengolahan data tahap i (dilakukan secara bertahap) untuk menguji apakah sistem sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. hasilnya merupakan cikal bakal database pariwisata indonesia yang lengkap dan juga merupakan contoh pada user yang ingin memasukkan data dan informasi yang relevan pada objek wisata tertentu. keakuratan dan keabsahan informasi akan dijaga atau dijamin dengan memberikan fasilitas verifikasi data dan informasi kepada admin atau moderator yang ditentukan. pengelompokan informasi dalam media ini dilakukan: (1) berdasarkan struktur pemerintahan mulai dari provinsi sampai dengan desa. (2) berdasarkan kategori objek wisata. (3) berdasarkan kedekatan antar lokasi. pengelompokan ini menjadi penting karena memberikan kemudahan dan keleluasan bagi user untuk menyimpan, menyajikan, dan mencari objek wisata yang diinginkan. sistem ini juga menjadi landasan dalam pembangunan data warehouse system, decision support system, dan expert system bagi industri pariwisata indonesia. daftar pustaka care tourism. (2010). visi pengembangan destinasi pariwisata indonesia. diakses dari http://caretourism.wordpress.com/2010/06/27/visi-pengembangan-destinasi-pariwisataindonesia/ departemen perdagangan republik indonesia. (2008). pengembangan ekonomi kreatif indonesia 2025: rencana pengembangan ekonomi kreatif indonesia 2009-2025. pangestu, m. e. (2008). pengembangan ekonomi kreatif indonesia 2025. disampaikan dalam konvensi pengembangan ekonomi kreatif 2009-2015 yang diselenggarakan pada pekan produk budaya indonesia 2008, jcc, 4-8 juni 2008. proll, birgit and retschitzegger, werner. (2008). discovering next tourism information system: a tour on tiscover. journal of travel research, pennsylvania state univ. rahardjo, b. (2004). pemanfaatan teknologi informasi dalam promosi destinasi wisata. diakses dari http://budi.insan.co.id/presentation/it-pariwisata-2004.ppt sharma, n. (2010). database fundamentals. ibm canada. silberschatz, a. (2005). database system concepts. mcgraw-hill education. microsoft word 02_ti_ratna_undip_penilaian usabilitasr-a2t.docx usability assessment of international office .… (ratna purwaningsih; ikhsan yenifi)          329  usability assessment of international office website of diponegoro university with scenario – based usability evaluation method and wammi method ratna purwaningsih; ikhsan yenifi program studi teknik industri, fakutas teknik universitas diponegoro jl. prof. soedarto, sh tembalang, semarang, 50239 ratna.tiundip@gmail.com, ikhsan.yenifi@gmail.com abstract website development needs to pay attention to usability aspect which consist of four factors: efficiency, effectiveness, satisfactions and error rate. the website of international office of diponegoro university provides academic information for indonesian students and foreign students. the website still has some problem, especially on searching certain information. this research aims to evaluate the design of the existing website and measures the usability. a well-designed website will help users to meet theirs needs and purposes. the methods used in this study are scenario-based end-user evaluation and wammi (website analysis and measurement inventory). users perform a number of task on the existing website and on the redesigned website and then provide feedback for each task they have done and fill a wammi questionnaire as a test of memorability. this questionnaire used to test users’ memory on access process of a page from the site. the results of the data processing of usability test show that redesigned website has better value than existing website on effectiveness, efficiency, memorability and error rate. keywords: website design, usability, user centered design, wammi, scenario-based end user abstrak pengembangan website perlu memperhatikan aspek usability yang terdiri atas faktor efficiency, effectiveness, dan satisfaction. website international office universitas diponegoro memberikan informasi akademik bagi mahasiswa indonesia dan mahasiswa asing. website masih memiliki beberapa masalah dalam mengakses informasi tertentu yang dibutuhkan. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain website dan melakukan pengukuran usabilitas. adapun metode yang digunakan adalah scenario-based end user evaluation dan wammi (website analysis and measurement inventory). user akan melakukan sejumlah tugas pada website awal dan website hasil perbaikan serta memberikan feedback untuk tiap task, lalu mengisi lembar kuesioner wammi serta melakukan uji memorability untuk mengetahui sejauh mana user dapat mengingat proses dalam mengakses suatu halaman dalam website. hasil pengolahan data kuesioner usability test menunjukkan bahwa nilai usability dari website hasil rancangan lebih baik dari website sebelumnya dalam aspek efektivitas, efisiensi, memorability dan menurunnya error rate user. kata kunci: website design, usability, user centered design, wammi, scenario-based end user 330   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 329-342  pendahuluan setiap organisasi kini mengembangkan website yang bertujuan untuk menarik dan memudahkan para pengguna internet dalam mencari dan mendapatkan informasi yang berhubungan dengan organisasi tersebut. international office universitas diponegoro (undip) didirikan berdasarkan arahan ditjen dikti agar setiap universitas negeri memiliki international office untuk mengurusi kegiatan-kegiatan yang bersifat international. international office undip bertugas untuk memfasilitasi mahasiswa asing yang belajar di undip seperti memberikan kesempatan exchange bagi mahasiswa undip, memberikan informasi event international yang dapat diikuti mahasiswa undip, mengadakan kerjasama dengan universitas-universitas di luar negeri, dll. saat ini terdapat 24 mahasiswa undip yang melakukan exchange program yang difasilitasi oleh international office undip. selain itu, banyak mahasiswa asing yang mendaftar serta melakukan studi di universitas diponegoro setiap tahunnya. keberadaan website international office menjadi sangat penting mengingat banyaknya jumlah mahasiswa asing yang kuliah di universitas diponegoro dan mahasiswa asal indonesia yang melakukan exchange program. selain itu, website international office undip dapat menarik minat mahasiswa, donator, tenaga kerja, bahkan universitas dari luar negeri untuk melakukan studi, pengajaran, bahkan bekerjasama dengan undip. pada perancangan website, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan tujuan dan target pengguna (campbell, 2014). dengan mengetahui target pengguna maka rancangan halaman website diharapkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengguna (sklar, 2009). merancang website juga perlu memperhatikan fitur-fitur usability (pearrow, 2000). dari studi pendahuluan terhadap 31 mahasiswa indonesia dan 13 mahasiswa asing dalam kuesioner pendahuluan mengenai frekuensi penggunaan website international office diperoleh data bahwa 85% pengguna telah menggunakan website sebanyak kurang dari 5 kali dalam seminggu, 12% pengguna menggunakan website sebanyak 5 – 10 kali dalam seminggu, dan 3 % pengguna menggunakan website lebih dari 10 kali dalam seminggu. juga ditemukan beberapa permasalahan dalam penggunaan website yaitu masih ada beberapa konten yang dibutuhkan namun belum tersedia dan konten yang belum dimanfaatkan secara maksimal seperti info exchange, scholarship information, search, daftar alumni mahasiswa, event information, dll. rumusan masalah penelitian ini adalah untuk melakukan perbaikan terhadap rancangan tampilan website dan melakukan perbandingan terhadap rancangan website sebelum dan sesudah dirancang ulang. sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pengguna dalam menggunakan website international office, melakukan usability test pada web international office undip berdasarkan iso 9241-11, melakukan perbaikan website international office of undip yang berhubungan dengan interface information dan kebutuhan pengguna, dan membandingkan usability desain awal dan alternatif website international office. perancangan ulang interface website berdasarkan kebutuhan pengguna akan bermanfaat untuk memudahkan pengguna dalam mengoperasikan website dan mendapatkan informasi sesuai kebutuhan pengguna. penilaian usability website berguna untuk melakukan perbandingan tingkat usability antara website sebelumnya dengan website hasil rancang ulang. powell (2000) menjelaskan perancangan website merupakan pendekatan multidisiplin yang berkaitan dengan perencanaan dan produksi web, tetapi tidak terbatas pada pengembangan teknis, struktur informasi, desain visual, dan pengiriman jaringan. perancangan website adalah multi disiplin, maka sering untuk menarik ide-ide dan teori dari bidang ilmu yang berhubungan. rosinski (2009) menyebutkan hci memiliki signifikan focus pada tugas pre-design dan post-design berorientasi pada pengguna yaitu user requirements gathering, prototyping dan usability testing. maka, usability testing adalah bagian yang penting setelah perancangan website. hal senada juga disampaikan hewett et. al. (2009) dalam acm sigchi curricula for human-computer interaction mejelaskan bahwa humanusability assessment of international office .… (ratna purwaningsih; ikhsan yenifi)          331  computer interaction merupakan sebuah disiplin ilmu yang berhubungan dengan desain, evaluasi, dan iplementasi sistem computer interaktif bagi manusia dan studi mengenai fenomane yang umum terjadi di sekitarnya. berdasarkan iso 9241-11 seperti yang dikutip umar dan tatari (2008) menjelaskan usability merupakan pengembangan dari sebuah produk yang dapat digunakan oleh pengguna tertentu untuk mencapai tujuannya dengan efektif, efisien dan puas dalam lingkup penggunaan tertentu. iso/iec 9126-1 menjelaskan bahwa usability merupakan kemampuan sebuah produk software untuk dipahami, dipelajari, digunakan dan menarik pengguna ketika digunakan dalam keadaan tertentu. sedangkan ieee std.610.12 menyatakan usability adalah kemudahan di mana pengguna dapat belajar mengoperasikan, menyiapkan input dan menafsirkan output dari sebuah sistem atau komponen. metode scenario-based end user evaluation granic et. al. (2008) menjelaskan bahwa scenario-based end user evaluation merupakan kombinasi antara pengukuran berbasis kebiasaan dan opini melibatkan pengguna dan scenario atau tugas tertentu untuk mengetahui usability terhadap pengguna, performa dan tingkat kepuasan, dan menstimulasi pola penggunaan sesungguhnya yang diharapkan. dalam melakukan scenario-based end user evaluation, pengguna dihadapkan pada task yang mendekati kegiatan pada keadaan sebenarnya. scenario-based end user testing dapat mengukur hal-hal sebagai berikut: (1) walkthrough usability test. tahap ini terdiri dari 2 bagian yaitu, pertama, penugasan scenario terpadu mengenai fungsi dasar sistem dan aspek utama interface dan kedua, penugasan spesifik tugas tertentu dimana pengguna melakukan tugasnya sendiri. pengujian pada tahap ini dapat mengukur tiga atribut yaitu suitability, yaitu merupakan tingkat kecocokan sistem terhadap tugas yang akan dikerjakan, learnability, yaitu merupakan ukuran seberapa mudah pengguna untuk mempelajari sistem berapa cepat tugas dilakukan, dan error rate, yaitu rasio error ketika menggunakan sistem. (2) memo test. tahap ini merupakan pengukuran ingatan mengenai tampilan interface dengan menjelaskan kepada pengguna akibat dari menuliskan perintah untuk operasi tertentu. (3) usability satisfaction questionnaire. tahap ini merupakan pengukuran usability menggunakan suatu kuesioner. cara mengukur usability dan mengembangkan kuisionernya adalah didasarkan pada faktorfaktor usability dalam sum (single usability matrics). model sumatif usability dapat dilihat dalam gambar 1.   gambar 1 model sumatif sum (sauro, 2005) 332   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 329-342  sum menurut sauro (2005) merupakan metric tunggal, terstandarisasi dan dijumlahkan untuk merangkum informasi yang dominan dalam empat metric usability yang umum. metric tersebut berdasarkan ansi dan iso 9241 adalah dimensi efektifitas, efisiensi, dan kepuasan. seperti terlihat pada gambar 1, keempat metriks tersebut digunakan untuk mendapatkan sistem penilaian sum dalam evaluasi sumatif berupa nilai penyelesaian tugas, jumlah rata-rata error, waktu rata-rata pengerjaan tugas, dan tingkat kepuasan. menurut chiew dan salim (2003) terdapat beberapa meotde dan alat yang dapat digunakan dalam mengevaluasi usability suatu website yaitu wammi, nist web, metrics, bobby (software aksebilitas website) dan protocol analysis. metode wammi menggunakan satu set kuesioner yang harus diisi oleh pengguna, kuesioner ini bertujuan menggali kebutuhan pengguna tentang konten apa sajakah yang harus disediakan dalam website dan kemudahan pengoperasiannya. wammi (website analysis and measurement inventory) kirakowski (2013) menjelaskan wammi (website analysis and measurement inventory) merupakan layanan analisis website yang mengukur dan menganalisis pengalaman pengguna web untuk membantu pengguna dalam mencapai tujuannya. wammi secara iterative dikembangkan menggunakan teknik psikometrik dan terbukti secara ilmiah mempunyai rating data reliability antara 0,9 dan 0,93.wammi dikembangkan oleh human factors research group (hfrg) pada tahun 1999. layanan wammi berkisar pada 20 pertanyaan kuesioner dan database internasional. kuesioner wammi dinilai menggunakan lima pilihan dalam skala likert. langkah-langkah melakukan wammi adalah pertama, melakukan pengujian berbasis skenario yaitu beberapa skenario tugas dalam menggunakan website international office undip disiapkan untuk dikerjakan oleh pengguna. pengguna diminta melaksakanan skenario tugas, menjelaskan fungsi-fungsi tiap aspek dari interface, dan menjelaskan kembali langkah-langkah dalam melakukan tugas. kedua, penyebaran kuesioner wammi yaitu kuesioner wammi disusun ke dalam 20 pertanyaan. penyebaran kuesioner wammi untuk mengetahui tingkat subjektif usability website kepada mahasiswa indonesia maupun asing di undip. karena jumlah populasi pengguna website tidak diketahui secara pasti, kuesioner disebar dengan metode purposive sample sebanyak 30 orang karena mendekati distribusi normal. ketiga, pengolahan data dan analisis yaitu pengolahan data dilakukan dengan menghtiung presentasi keberhasilan dan waktu yang dibutuhkan dalam melakukan tugas scenario dan tingkat kepuasan subjektif untuk tiap pertanyaan kuesioner wammi. total bobot nilai kemudian akan dihitung rata-ratanya untuk usabilitas secara keseluruhan. keempat, membuat solusi design (prototype) yaitu perancangan website dilakukan berdasarkan prinsip research-based web design & usability guidelines yang disusun oleh the u.s. department of health and human services (hhs) dengan u.s general services administration. perancangan dibagi menjadi dua bagian yaitu perancangan prototype bayangan dan prototype mesin. prototype bayangan adalah tahapan yang merupakan perancangan dan pembangunan arsitektur informasi yang meliputi penentuan area konten website, pengorganisasioan area konten, membentuk pemetaan situs, penguraian struktur navigasi, penamaan konten, membuat wireframes. prototype mesin adalah wireframes yang dirancang pada prototype bayangan kemudian diimplementasikan ke dalam bahasa html dan php. kelima, evalusai desain yaitu interface website yang telah dirancang kemudian diuji dengan pengujian usability. metode yang dilakukan adalah metode scenario-based usability evaluation, penyebaran kuesioner wammi serta wawancara. metode scenario-based usability evaluation dilakukan dengan melihat waktu penyelesaian suatu tugas, presentasi jumlah kesalahan, dan presentasi jumlah tugas yang selesai. kuesioner wammi dilakukan untuk melihat tingkat usability. wawancara dilakukan untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap perancangan informasi yang telah dibangun. hasil dari usability assessment of international office .… (ratna purwaningsih; ikhsan yenifi)          333  evaluasi interface design yang dirancang kemudian dibandingkan dengan interface design mula-mula. evaluasi desain menggunakan teknik pemilihan nonprobability sampling berupa purposive sampling karena jumlah populasi pengguna website undip tidak diketahui dengan jumlah sampel minimum yang digunakan sebanyak 30 orang yang terdiri dari mahasiswa indonesia dan mahasiswa asing undip pembuatan wireframe wireframe dibuat untuk menggambarkan alternative design dari website sebelum dibuat ke dalam prototype website. wireframe dibuat berdasarkan berdasarkan input yang diberikan responden ketika meyelesaikan tasks pada evaluasi bebrbasis scenario. wireframe juga dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh tim webmaster undip, research-based web design & usability guidelines, web content accessibility guidelines (wcag), dan pedoman perancangan web oleh campbell (2014). beberapa solusi redesign antara lain: (1) pengelompokkan dan penempatan konten-konten yang sejenis di bawah header. (2) penempatan slide pada halaman depan. (3) pemberian kotak pencarian. (4) penghapusan agenda dan pemberian kolom informasi event. (5) pemisahan konten scholarship dan exchange program. (6) penghilangan konten-konten yang dirasa tidak berguna. (7) pemasangan media sosialpada bagian kanan homepage. (8) perbaikan nama konten dan informasi di dalamnya. dalam perancangan prototype mesin, solusi redesain serta desain yang dibuat dalam wireframe diimplementasikan dalam bahasa html dan php. indikator usability website bogin (2007) menjelaskan hci focus pada interaksi antara pengguna manusia dan sistem komputer termasuk didalamnya user interface dan process yang terjadi selama pengoperasian. sejak akhir 1990, studi hci menjadi lebih luas dan lebih memperhatikan pada pemahaman maksud dan tujuan pengguna, kemampuan personal, lingkungan sosial, dan desain interface tempat mereka berinteraksi. hci juga mempelajari tentang proses pengembangan sistem interaktif dan manfaatnya bagi pengguna manusia. untuk menilai usability web sebagai ukuran performasi web dalam penggunaan oleh manusia, rubin (2011) mengembangkan lima komponen usability, yaitu: (1) efficiency. merupakan seberapa cepat tujuan pengguna dapat dicapai secara akurat dan lengkap dan biasanya diukur dalam satuan waktu. (2) effectiveness. merupakan seberapa jauh produk dapat memenuhi harapan pengguna dan seberapa mudah pengguna dapa menggunakannya sesuai tujuan mereka. (3) learnability. merupakan kemampuan pengguna untuk megoperasikan sistem ke dalam suatu tingkatan kompetensi setelah melakukan pelatihan dalam jangka waktu tertentu. (4) satisfaction. merupakan persepsi pengguna, perasaan, dan pendapat mengenai produk, didapat melalu pertanyaan oral maupun tertulis. pengguna cenderung melakukan tugas dengan baik pada produk yang memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan. ukuran satisfaction dikembangkan dengan skala likert pada skala 1-5, hal ini juga dicontohkan oleh bevan (2005). 334   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 329-342  hasil dan pembahasan evaluasi pengguna berbasis skenario smith & mayes (1996) menyatakan bahwa usability merupakan faktor vital dalam menentukan kesuksesan sebuah system computer baru atau layanan berbasis komputer. berdasarkan usability professionals association, usability merupakan pendekatan terhadap pengembangan produk yang memasukkan feedback dari pengguna melalui siklus pengembangan untuk megnurangi biaya dan menciptakan produk dan alat yang memenuhi kebutuhan pengguna. evaluasi pengguna berbasis skenario dilakukan untuk mengetahui penggunaan website international office of undip oleh sasaran pengguna yang terdiri dari mahasiswa indonesia dan mahasiswa asing. dalam melakukan evaluasi pengguna berbasis skenario, responden melakukan 6 tugas skenario untuk mengetahui tingkat suitability, learnability, error rate, memorability, serta satisfaction rate. selain itu, pengguna dimintai saran sebagai feedback dalam membangun rancangan alternative desain website international office undip. hasil dari evaluasi berbasis skenario untuk mahasiswa indonesia dapat dilihat pada tabel 1. tabel 1 hasil evaluasi suitability dan learnability mahasiswa indonesia effectiveness measurement efficiency measurement (detik) satisfaction measurement error suitability 57.78% 46.12 16.11% learnability task 1 26.67% 0 1.36% 56 task 2 100.00% 60.67 94.84% 3 task 3 70.00% 46.39 62.17% 19 task 4 66.67% 97.67 24.51% 36 task 5 23.33% 68.50 3.36% 50 task 6 60.00% 51.53 44.43% 18 tabel 1 menunjukkan bahwa ada 6 task yang harus dikerjakan responden untuk menilai efektivitas, efisiensi, kepuasan pengguna dalam mengoperasikan website dan tingkat kesalahan yang dilakukan pengguna. tabel 1 adalah hasil pengukuran untuk website sebelum dilakukan perbaikan atau sebelum re design. pada tabel 4.1 di atas, terdapat 4 task dengan keberhasilan di bawah 70%, yaitu task 1 (pencarian informasi exchange), task 4 (pencarian beasiswa), task 5 (pencarian informasi internship), dan task 6 (pencarian informasi hnmun). berdasarkan hhs dan w3c (world wide web consortium), hal ini karena penempatan menu tidak berada di bagian tengah atas. selain itu, ukuran font yang kecil juga mepengaruhi dalam penyelesaian task. sehingga dalam rancangan desain baru perlu adanya perbaikan pada penempatan menu di atas tengah dan perbaikan ukuran font. ukuran lainnya yang digunakan untuk menilai website ini adalah memorability, subjective satisfaction dan over all subjective satisfaction. memorability didapatkan ketika pengguna menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai ingatan pengguna dalam mengoperasikan suatu task, seperti fungsi suatu konten atau langkah dalam mendapatkan suatu informasi. subjective satisfaction didapatkan dengan cara menyebarkan kuesioner subjective, dalam hal ini adalah wammi. overall subjective satisfaction measurment didapatkan dengan menghitung rata-rata dari hasil pengukuran satisfaction yang ada. jumlah error yang dilakukan pada setiap task digunakan dalam menghitung error rate. untuk hasil error rate, memorability, dan subjective satisfaction dapat dilihat pada table 2. usability assessment of international office .… (ratna purwaningsih; ikhsan yenifi)          335  tabel 2 hasil evaluasi error rate, memorability, subjective satisfaction mahasiswa indonesia aspek effectiveness measurement efficiency measurement satisfaction measurement error rate 50.56% 182 kali 12.10% memorability 84.44% 8.17 detik 87.90% subjective satisfaction 25.78% overall subjective satisfaction measurement 38.47% memorability diperoleh ketika pengguna menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai ingatan pengguna dalam mengoperasikan suatu task, seperti fungsi suatu konten atau langkah dalam mendapatkan suatu informasi. subjective satisfaction didapatkan dengan menyebarkan kuesioner subjective, dalam hal ini adalah wammi. overall subjective satisfaction measurment didapatkan dengan menghitung rata-rata dari hasil pengukuran satisfaction yang ada.evaluasi scenario juga dilakukan oleh mahasiswa asing untuk mengetahui effectiveness, efficiency dan satisfaction dalam menggunakan website international office. hasil evaluasi skenario untuk mahasiswa asing dapat dilihat pada tabel berikut. tabel 3 hasil evaluasi suitability dan learnability mahasiswa asing effectiveness measurement efficiency measurement(detik) satisfaction measurement error suitability 75% 50.94 52.79% learnability task 1 63% 115.13 29.46% 26 task 2 73% 42.21 71.57% 14 task 3 100% 31.47 99.96% 8 task 4 53% 56.30 32.64% 24 task 5 80% 36.14 47.61% 21 task 6 67% 83.42 47.61% 21 pada tabel 3 di atas, terdapat 3 task dengan keberhasilan di bawah 70%, yaitu task 1 (pencarian informasi post graduate), task 4 (pencarian beasiswa darmasiswa), dan task 6 (pencarian informasi tropical course), dan task 3. berdasarkan hhs dan w3c (world wide web consortium), hal ini disebabkan karena terdapat inkonsistensi dalam penamaan menu. selain itu, penempatan menu dan ukuran font yang kecil juga mepengaruhi dalam penyelesaian task. tabel 4 hasil evaluasi error rate, memorability dan subjctive satisvaction mahasiswa asing aspek effectiveness measurement efficiency measurement satisfaction measurement error rate 46% 97 50.80% memorability 69% 14.27 33% subjective satisfaction 60.64% overall subjective satisfaction measurement 52.61% dari evaluasi terhadap desain existing web yang dilakukan baik pada mahasiswa indonesia maupun asing, secara umum terdapat beberapa aspek yang belum memenuhi batas nilai baik pada indeks usability (0,6), yaitu suitability, memorability, error rate, dan subjective satisfaction. suitability menjelaskan mengenai kecocokan suatu web terhadap pengguna yang dinilai dari banyaknya tugas yang berhasil diselesaikan. untuk meningkatkan suitability, maka perlu semua konten yang berkaitan 336   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 329-342  dikelompokkan menjadi satu. penempatan konten pun diletakkan di tempat yang mudah dilihat dan ditemukan dan juga penamaan menu konten sesuai dengan informasi yang dimilikinya. untuk menurunkan error rate, maka selain peletakkan menu konten yang strategis, yaitu di bawah header, ukuran font perlu disesuakan agar pengguna dapat membaca dengan jelas. dalam hal meningkatkan memorability, selain penamaan yang mudah diingat, perlu pemberian warna cerah pada website, dan juga memunculkan highlight ketikan menunjuk suatu menu. apabila terdapat penambahan fasilitas dan kemudaha, maka satisfaction rate pengguna diharapkan meningkat. evaluasi hasil usability test desain alternatif setelah pengolahan serta analisis data dilakukan. langkah berikutnya adalah pembuatan solusi desain website international office of undip. perancangan ulang dilakukan dengan menggunakan patoken webometrics, yaitu dengan melihat dari sisi visibility, presence, openness, dan excellence. terdapat 3 langkah dalam meningkatkan peringkat webometrics, yaitu langkah langkah terkait kebijakan, teknik, dan content. content merupakan langkah yang paling menentukan keberhasilan dari keseluruhan strategi, karena pada akhirnya content-lah yang dinilai pada proses perangkingan webometrics. pada rancangan alternative design menampilkan menu konten yang lebih sedikit dibandingkan desain website sebelumnya. beberapa subkonten yang memiliki sasaran yang sejenis dikelompokkan ke dalam satu menu konten seperti scholarship program dan exchange program. selain itu, dalam rancangan alternative desain memunculkan subkonten yang baru seperti internship information serta menghilangkan subkonten yang tidak diperlukan seperti slide show. wireframe desain alternative website international office of undip menggunakan model layout left index. hal ini agar informasi dapat disajikan dengan baik di halaman utama dan mempermudah penyediaan menu atau navigasi. evaluasi alternative design dilakukan untuk mengetahui penggunaan alternative design oleh pengguna serta membandingkannya dengan penilaian desain lama. evaluasi dilakukan dengan metode seperti ketika melakukan evaluasi desan pertama dengan 30 responden mahasiswa indonesia serta 30 mahasiswa asing. hasil dari evaluasi desain alternative untuk mahasiswa indonesia diberikan pada tabel 5, sedangkan hasil dari evaluasi desain alternative untuk mahasiswa asing diberikan pada tabel 6. tabel 5 hasil evaluasi redesain berbasis skenario untuk mahasiswa indonesia effectiveness measurement efficiency measurement satisfaction measurement suitability 97.10% 24.71 97.61% learnability task 2 100.00% 17.75862 98.75% task 3 86.67% 33.78261 82.12% task 4 96.67% 34.15 93.32% task 5 100.00% 21.16667 100.00% task 6 100.00% 11.23333 99.00% error rate 12.08% 58 99.99% memorability 94.44% 8.790123 99.62% subjective satisfaction 88.10% overall subjective satisfaction 95.44% usability assessment of international office .… (ratna purwaningsih; ikhsan yenifi)          337  tabel 6 hasil evaluasi redesain berbasis skenario untuk mahasiswa asing effectiveness measurement efficiency measurement satisfaction measurement suitability 100.00% 31.73 99.99% learnability task 1 100.00% 72.70 92.78% task 2 100.00% 36.8 92.78% task 3 100.00% 28.63 99.99% task 4 100.00% 20.27 99.99% task 5 100.00% 17.23 100.00% task 6 100.00% 19.7 99.99% error rate 14.89% 67 99.99% memorability 86.67% 12.09 98.71% subjective satisfaction 86.67% overall subjective satisfaction 97.09% efektifness dan efficiency efektifness atau efektivitas sebuah web diukur salah satunya dari kemudahan web untuk diingat. menurut responden mahasiswa indonesia, efektivitas desain lama adalah 55 % dan web baru 97 %. sedangkan menurut mahasiswa asing efektivitas web lama 75 % dan web hasil redesain 100 %. peningkatan yang paling besar terjadi pada pengguna mahasiswa indonesia sebesar 42%. hal ini disebabkan beberapa pengguna banyak yang merasa kebingungan dengan banyaknya menu yang berbahasa inggris yang muncul sekaligus. selain itu, terdapat beberapa informasi yang tidak sesuai pada tempatnya ataupun yang sulit dicari. namun, pada desain altenatif, penempatan menu yang berada di atas tengah halaman memudahkan pengguna dalam mencari menu dan informasi yang dibutuhkan. penilaian efektivitas digambarkan dalam gambar 2. gambar 2 evaluasi learnability effectiveness desain lama dan alternatif menurut gambar 2, pada alternative design terjadi peningkatan baik pada pengguna mahasiswa indonesia maupun asing. nilai efektifitas untuk mahasiswa indonesia meningkat menjadi 97% dan mahasiswa asing menjadi 100%. sedangkan mahasiswa asing mengalami peningkatan menjadi 100% pada semua task. hal ini dikarenakan pengguna asing dapat mencari informasi dengan mudah karena adanya horizontal drop-down menu dan konten maupun subkonten diletakkan pada menu for international student. task 1 task 2 task 3 task 4 task 5 task 6 ratarata task 1 task 2 task 3 task 4 task 5 task 6 ratarata indonesia asing lama 26.67 100.0 70.00 66.67 23.33 60.00 57.78 63.00 73.00 100.0 53.00 80.00 67.00 72.67 baru 100.0 100.0 86.67 96.67 100.0 100.0 97.22 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% 120.00% e ff ec ti v en es s effectiveness antara desain lama dan baru 338   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 329-342  ukuran lainnya adalah efficiency, salah satunya diukur dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan task dan mengukur error rate. ukuran efisiensi website lama menurut mahasiswa indonesia adalah 25 % dan web hasil redesain 46 %. sedangkan menurut mahasiswa asing web lama 32 % dan web hasil redesain 51 %. peningkatan terjadi karena dengan adanya pengelompokan konten dan horizontal drop-down menu, pengguna tidak memerlukan banyak waktu untuk melakukan pencarian konten yang dituju. selain itu, penempatan dan penampilan konten dan subkonten memudahkan pengguna untuk segera mendapatkan informasi yang diinginkan. penilaian efisiensi diberikan pada gambar 3. gambar 3 evaluasi efficiency desain lama dan desain alternatif menurut gambar 3, pada penggunaan alternative design terjadi penurunan tingkat penggunaan secara drastis hampir di seluruh task. hal ini dikarenakan pengguna tidak memerlukan banyak waktu untuk menjelajah halaaman muka ataupun mempelajari website. pada task 1 desain lama pada pengguna indonesia, nilai efisiensi tidak dapat didefinisikan karena banyaknya pengguna yang tidak berhasil menemukan informasi dan pengguna yang berhasil memberikan nilai kepuasan di bawah 4. error rate dan memorability tingkat error menjelaskan perbandingan jumlah kesalahan dengan jumlah kesempatan dalam melakukan kesalahan. tingkat error dan memorability sebagai perbandingan antara desain lama dan baru diberikan pada gambar 4. gambar 4 evaluasi error rate efficiency desain lama dan alternatif task 1 task 2 task 3 task 4 task 5 task 6 ratarata task 1 task 2 task 3 task 4 task 5 task 6 ratarata indonesia asing lama 0.00 60.67 46.39 97.67 68.50 51.53 64.95 115.13 42.21 31.47 56.30 36.14 83.42 60.78 baru 33.93 17.76 33.78 34.15 21.17 11.23 25.34 72.70 36.80 28.63 20.27 17.23 19.70 32.56 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 140.00 e ff ic ie n cy ( d et ik ) efficiency antara desain lama dan baru indonesia asing efficiency lama 182.00 97.00 baru 58.00 67.00 0.00 50.00 100.00 150.00 200.00 e ff ic ie n cy ( k al i) error rate antara desain lama dan baru usability assessment of international office .… (ratna purwaningsih; ikhsan yenifi)          339  dari gambar 4 dapat dilihat bahwa dari nilai efektifitas untuk mahasiswa indonesia aspek error rate sebesar 50% dari total 360 kali kesempatan dan mahasiswa asing aspek sebesar 46,19% dari total 210 kali kesempatan. pada alternative design terjadi penurunan error rate baik pada pengguna mahasiswa indonesia maupun asing. tingkat error rate mengalami penurunan karena para pengguna merasa lebih mudah mencari informasi yang diinginkan. namun, beberapa error masih terjadi pada alternative design. hal ini disebabkan karena beberapa pengguna indonesia salah memaknai menu dalam bahasa inggris. sedangkan pada mahasiswa asing, masih terdapat keraguan dalam masuk sebuah konten. nilai efektifitas untuk mahasiswa indonesia meningkat menjadi 12,08% dari 480 kali kesempatan dan mahasiswa asing menjadi 14,89% dari 450 kali kesempatan. terdapat dua pengukuran memorability, yaitu memorability efficiency dan memorability efectiveness. hasil pengukuran memorability efektivieness pada gambar 5 dan memorability efficiency pada gambar 6. gambar 5 evaluasi memorability effectiveness desain lama dan alternatif sesuai gambar 5 tampak peningkatan memorability effectiveness terjadi terutama pada mahasiswa asing sebesar 18%. peningkatan ini disebabkan karena penamaan konten, peletakkan informasi yang sesuai dan urutan langkah pencarian informasi memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengingat task-task yang diberikan. gambar 6 evaluasi memorability efficiency desain lama dan alternatif indonesia asing effectiveness lama 84.44% 69.00% baru 94.44% 86.67% 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00% 90.00% 100.00% e ff ec ti v it y memorability effectiveness antara desain lama dan baru indonesia asing efficiency lama 8.17 14.27 baru 8.79 12.09 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 e ff ic ie n cy ( d et ik ) memorability efficiency antara desain lama dan baru 340   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 329-342  peningkatan memorability efficiency terjadi terutama pada mahasiswa asing karena susunan dan urutan langkah pencarian informasi memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengingat task-task yang diberikan. namun, mahasiswa indonesia mengalami penurunan memorability efficiency. hal ini dikarenakan beberapa mahasiswa indonesia agak sulit mengingat menu-menu ataupun konten yang ditulis dalam bahasa asing. satisfaction rate website lama dan baru hasil pengolahan menunjukkan terjadi peningkatan satisfaction pada penngunaan website alternative seperti diberikan pada gambar 7. namun, peningkatan drastis terjadi pada task 1, task 5, dan error rate pengguna indonesia karena pada saat melakukan task-task tersebut di desain lama, para pengguna mengalami kesusahan dalam menemukan informasi, dan beberapa pengguna tidak dapat menemukan informasi tersebut. kesulitan tersebut diperoleh karena penempatan informasi yang tidak sesuai dengan kontennya dan peletakkan informasi yang tidak tepat sehingga pengguna kesulitan dalam menemukan informasi. gambar 7 evaluasi satisfaction desain lama dan alternatif dumas dan redish (1999), usability dapat digunakan untuk mengukur tingkat pengalaman pengguna ketika berinteraksi dengan produk sistem. secara umum, usability mengacu kepada bagaimana pengguna bisa mempelajari dan menggunakan produk untuk memperoleh tujuannya dan seberapa puas pengguna tersebut terhadap penggunaannya. usability adalah salah satu faktor kualitas sistem yang mewakili suatu jawaban dari interaksi manusia dengan teknologi. sedangkan menurut nielsen (1999), konsep usability testing ini diadopsi dari ilmu teknik berbicara mengenai hubungan antara manusia dengan alat (man-machine interface) dimana memungkinkan siapa saja dengan pengetahuan tertentu dapat mengoperasikan suatu perangkat teknologi dengan mudah. hasil pengukuran usability terhadap desain website internasional office undip sebelum dan sesudah dilakukan redesign secara umum memberikan hasil bahwa hasil redesign dapat meningkatkan usability web. peningkatan tersebut terjadi pada aspek efektivitas, efisiensi, memorability dan berkurangnya error rate. berdasarkan hasil usability test yang dilakukan pada desain awal maupun alternatif menunjukkan secara umum alternative design memberikan peningkatan efektifitas, efisiensi, dan kepuasan bagi user dalam melakukan pencarian informasi sehingga alternative design dapat diterima untuk menggantikan desain awal. 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% 120.00% s u it ab il it y t as k 1 t as k 2 t as k 3 t as k 4 t as k 5 t as k 6 r at ar at a l ea ra b il it y e rr o r r at e m em o ra b il it y s u b je ct iv e o v er al l s u it ab il it y t as k 1 t as k 2 t as k 3 t as k 4 t as k 5 t as k 6 r at ar at a l ea ra b il it y e rr o r r at e m em o ra b il it y s u b je ct iv e o v er al l s a ti sf a ct io n ( % ) axis title lama baru usability assessment of international office .… (ratna purwaningsih; ikhsan yenifi)          341  selain metode scenario – based usability evaluation dan metode wammi, metode lainnya yang juga banyak dipakai adalah ucd (user centered design). user centered design merupakan proses untuk mengembangkan sistem, tujuan atau sifat-sifat, konteks dan lingkungan sistem berdasarkan pengalaman pengguna. prinsip utama yang harus diperhatikan dalam ucd adalah fokus pada pengguna yaitu perancang sistem harus berhubungan langsung dengan pengguna atau calon pengguna, misalnya melalui interview atau survey. tujuannya adalah untuk memahami kognisi, karakter, dan sikap pengguna. dalam tahap ini perlu dilakukan pengambilan data, analisis dan integrasinya ke dalam informasi perancangan dari pengguna tentang karakteristik tugas, lingkungan teknis atau organisasi. prinsip berikutnya adalah perancangan reintegrasi yaitu perancangan harus mencakup interface untuk pengguna, sistem help, panduan penggunaan, dan dukungan teknis seperti kebutuhan software dan hardware. selain perancangan yang terintegrasi, utomo, 2013 menyatakan bahwa untuk membangun suatu website yang baik, web designer harus memperhatikan prinsip-prinsip yang ada. adapun prinsip-prinsip yang harus diperhatikan antara lain keseimbangan (meliputi keseimbangan simetris (formal) dan keseimbangan asimetris (informal), juga faktor kontras, konsistensi dan adanya cukup ruang kosong. kontras mudah dipahami yaitu dengan melihat dari dua objek yang berlainan, sehingga membuat kesan tampilan desain yang menonjol dan menarik perhatian. pemberian kontras pada suatu objek haruslah kontras positif karena jika kontras yang diberikan negatif, objek tersebut menjadi samar-samar atau tidak terlihat, dan terserap oleh background. konsistensi dapat membuat pengunjung merasa nyaman, karena mejelajah website lebih mudah dan tidak membingungkan. ketika pengunjung membuka suatu halaman website yang konsisten, dia langsung tahu ke mana harus pergi dan dia tahu berada di mana. konsistensi dapat diterapkan pada margin, tata letak, huruf, warna dan terutama navigasi. konsistensi biasanya sangat efektif digunakan untuk membangun brand suatu individu/organisasi/perusahaan, atau atribut-atribut yang memberikan identitas dan kepribadian individu/organisasi/perusahaan. ruang kosong biasanya disebut dengan ruang negatif, yang menggambarkan suatu ruang terbuka di antara elemen-elemen desain. ini bisa di temukan di antara kata, paragraf, huruf dari teks, bisa juga diantara gambar dan elemen di halaman web. ini membantu dalam mengarahkan mata pembaca dari satu titik ke titik lainnya.  simpulan permasalahan yang dihadapi pengguna adalah penempatan menu dan konten yang kurang tepat, penamaan menu dan konten yang agak mirip dengan konten lainnya penempatan informasi yang kurang sesuai dengan kontennya, ukuran font menu yang kecil, dan tidak terdapat kotak pencarian di homepage. serta kebutuhan-kebutuhan konten yang dibutuhkan pengguna adalah kolom scholarship, kolom exchange, kolom event, kolom immigration procedure, kolom post graduate program, agenda, dan hnmun. hasil usability test yang dilakukan pada desain awal menunjukkan bahwa desain awal belum cukup efektif dan memuaskan dalam pencarian informasi. berdasarkan hasil usability test yang dilakukan pada desain awal maupun alternatif menunjukkan secara umum alternative design memberikan peningkatan efektifitas, efisiensi, dan kepuasan user dalam melakukan pencarian informasi sehingga desain alternative dapat diterima untuk menggantikan desain awal. dalam melakukan perancangan alternative design, terdapat beberapa solusi design yaitu, pengelompokkan dan penempatan konten-konten yang sejenis di bawah header, penempatan slide pada halaman depan, pemberian kotak pencarian, penghapusan agenda dan pemberian kolom informasi event, pemisahan konten scholarship dan exchange program, penghilangan konten-konten yang dirasa tidak berguna. pemasangan media sosialpada bagian kanan homepage, dan perbaikan nama konten dan informasi di dalamnya. 342   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 329-342  daftar pustaka bevan, n. (2005). guidelines and standards for web usability. proceedings of hci international 2005, lawrence erlbaum. bogin, b. (2007). human-computer interaction. new york: mcgraw-hill campbell, j. (2014). web design: introductory. boston: course technology chiew, t. k., salim, s. s.(2003). webuse: website usability evaluation tool. malaysian journal of computer science, 16(1): 4757 dumas, j. s., redish, j.c. (1999). a practical guide to usability testing. intellect, ltd granić, a., mitrović, i., marangunić, n. (2008). experience with usability testing of web portals. 4th int. conf. on web information systems and technologies. 4-7 may, 2008, madeira, portugal (accepted for presentation) hewett, t. t., baecker, r., card, s., carey, t., gasen, j., mantei, m. (2009). acm sigchi curricula for human–computer interaction: acm international organization for standardization. (1999). iso 13407:1999human-centred design processes for interactive systems. kirakowski, j., cierlik, b. (1998). measuring the usability of web sites. proceeding human factors and ergonomics society. chicago: annual conference. nielsen, j. (1999). designing web usability: the practice of simplicity. indianapolis: new riders publishing. pearrow, m. (2000). web site usability handbook (internet series). charles river media. powell, t. a. (2000). web design: the complete reference. berkeley: mcgraw-hills rosinski, p., squire, m. (2009). strange bedfellows: human-computer interaction, interface design, and composition pedagogy. computers and composition, 26(3): 149–163. doi:10.1016/j.compcom.2009.05.004 rubin, j., chismell, d. (2010). handbook of usability testing: howto plan, design, and conduct effective tests. indianapolis: wiley publishingm, inc sauro, j. (n.d.). using a single usability metric (sum) to compare the usability of competing products. sklar, j. (2012). web desing principles, the web technology series (5th edition). china: cengage learning. smith, c., mayes, t. (1996). telematics applications for education and training: usability guide. comission of the european communities, dgxiii project. umar, a., tatari, k. k. (2008). appropriate web usability evaluation method during product development. utomo, t. p. (2013). modul training web development. laboratorium informatika dan komputer teknik elektro universitas brawijaya microsoft word 09_si_muhamad a holik_perencanaan strategi-a2t.docx 402   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 402-413  strategy system and information technology planning in pt.trikarsa sempurna sistemindo muhamad abdul holik information systems department, school of information systems, binus university jl.kh.syahdan no.9 kemanggisan palmerah jakarta indonesia muhamad.holik@binus.ac.id abstract this research is to provide strategic design of information systems/information technology to the pt trikarsa sempurna sistemindo. with the design of information systems strategy, it is expected that within the next four years (2012-2015) business developments of pt tss can be supported appropriately by the system and information technology that has been invested in pt tss. data in this research is collected through discussion, study and questionnaires. the collected data is then processed using the methodology of ward and peppard and supporting tools that generate qualitative analysis of information. from the analysis, it can be concluded that in order to make the achievement of a good business then pt tss should do three thing. first, improve work efficiency by automating various processes of information management. second, improve management effectiveness by satisfying the information needs for decision making. third, improve or enhance the competitiveness of the organization by changing styles and ways of doing business. keywords: strategy, design, information systems, information technology  abstrak tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan perancangan strategi sistem informasi/teknologi informasi kepada pt trikarsa sempurna sistemindo. dengan perancangan strategi sistem informasi ini, diharapkan dalam empat tahun ke depan (2012-2015) perkembangan bisnis pt tss dapat didukung dengan tepat oleh sistem dan teknologi informasi yang sudah diinvestasikan di pt tss. data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui diskusi, dokumen dan kuisoner. data tersebut kemudian diolah dengan menggunakan metodologi ward dan peppard serta tools pendukung yang menghasilkan informasi analisis kualitatif. dari analisis, dapat disimpulkan bahwa untuk membuat pencapaian bisnis yang baik maka pt tss harus melakukan tiga hal. pertama, memperbaiki efisiensi kerja dengan melakukan otomasi berbagai proses pengelolaan informasi. kedua, meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan informasi guna pengambilan keputusan. ketiga, memperbaiki daya saing atau meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi dengan mengubah gaya dan cara berbisnis. kata kunci: strategi, perancangan, sistem informasi, teknologi informasi strategy system and information technology .… (muhamad abdul holik)   403  pendahuluan strategi perusahaan adalah pengaturan aksi perencanaan untuk menjalankan bisnis dan penanganan operasional (thompson, strichland, gamble, 2010) dan ketika penanganan operasional bersifat fleksibel akan sangat mempengaruhi strategic planning dengan financial performance (rudd, et. al., 2008). seiring perkembangan bisnis yang semakin cepat dan peran it yang semakin besar dalam mendukung bisnis perusahaan, berbagai perusahaan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan. setiap perusahaan menawarkan bisnis dengan mengedepankan kelebihan produk yang mereka jual. pemanfaatan it di kalangan perusahaan besar sudah banyak dilakukan. keberhasilan perusahaan dalam menerapkan it yang mendukung kegiatan bisnis bergantung pada pemetaan strategi it. dukungan it akan membuat perusahaan menjadi lebih unggul dari pesaingnya, dan memungkinkan para top manajemen membuat keputusan yang lebih akurat. untuk mewujudkan misinya itu, pt. tss menyediakan tenaga ahli yang kompeten di bidang masing-masing, selain itu juga perusahaan ini memperluas jaringan dengan mitra bisnis untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. salah satu target perluasan jaringan adalah bermitra dengan microsoft, dengan adanya tenaga ahli yang bekompeten dan menjadi mitra dengan perusahaan yang besar diharapkan visi dan misi perusahaan dapat tercapai. perencanaan implementasi is/it strategic planning jangka panjang di pt. trikarsa sempurna sistemindo merupakan langkah maju untuk memperbaiki sistem it yang ada. sistem it yang dimiliki sekarang kurang mendukung jalur bisnis yang semakin lama semakin berkembang. dengan target ke depan dan kasus yang terjadi, maka top manajemen pt. trikarsa sempurna sistemindo membuat perbaikan melalui rencana implementasi is/it strategic planning. penelitian ini membahas implementasi it yang tidak efektif dengan perkembangan bisnis pt trikarsa sempurna sistemindo saat ini dengan mengacu pada perspektif model bisnis dan strategi perusahaan dalam mendefinisikan pendapatan bisnis dan potensi pertumbuhan dari waktu kewaktu waktu (applegate, austin, & soule, 2009). berdasarkan perspektif tersebut, perancangan it strategic akan dilakukan dalam jangka waktu 5 tahun ke depan. kondisi it yang sudah tidak selaras dengan tujuan bisnis pt tss dapat dibuktikan dengan banyaknya permasalahan yang muncul, antara lain: (1) penerapan infrastruktur it jangka panjang yang belum maksimal sehingga perubahan topologi jaringan sering terjadi. (2) sistem it yang sudah ada belum dapat mengatasi masalah penanganan account pegawai baru, perhitungan cuti dan bonus karyawan secara automation. (3) permasalahan internal perusahaan menunjukan integrasi portfolio aplikasi yang kurang antar divisi, terutama aplikasi yang berkaitan dengan manajemen pelanggan. (4) budaya share knowledge antar karyawan belum terbentuk secara baik karena pihak manajemen belum menerapkan sosialisasi akan pentingnya share knowledge. metode metodologi yang digunakan dalam penyusunan jurnal ini adalah berdasar kepada metodologi yang buat oleh john ward yang sudah disesuaikan dengan tools yang dipakai untuk setiap langkah analisis. 404   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 402-413  gambar 1 kerangka pikir kerangka pikir yang digunakan untuk menangani kasus perencanaan strategi pada pt tss adalah dengan pengukuran awal it dan bisnis yang ada berdasarkan visi dan misi perusahaan, adapun langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut: (1) keberadaan internal bisnis yang sedang berjalan diukur dengan menggunakan bantuan metodologi swot dan five forces porter analisis, dengan menggunakan dua metode ini kelemahan internal bisnis yang ada dapat mengetahui secara akurat. (2) keberadaan ekternal bisnis saat ini diukur dengan menggunakan bantuan metodologi swot dan five forces porter analisis dan dapat mengetahui informasi pesaing-pesaing di luar. (3) faktor internal dan eksternal it/is pt tss diukur untuk mengetahui letak keselarasan antara it dan bisnis saat ini. (4) portfolio saat ini dianalisis dengan menggunakan metodologi mcfarlan grids. (5) menyimpulkan empat langkah sebelumnya untuk membentuk strategi bisnis is, strategi managejemen ti/si dan strategi it. (6) menggabungkan semua analisis kemudian disimpulkan untuk membentuk portfolio masa depan dengan bantuan metodologi mcfarlan grid’s. hasil identifikasi tersebut akan menghasilkan rekomendasi sistem dan teknologi informasi yang dapat digunakan oleh pt tss yang berupa strategi bisnis is, strategi manajemen is/it, dan strategi it serta akan menghasilkan portfolio aplikasi si pt tss di masa mendatang. hasil dan pembahasan pt trikarsa sempurna sistemindo merupakan perusahaan system integrator dan it outsourcing service provider yang terbentuk pada tahun 2006 dan bergerak di indonesia. pt tss memberikan layanan service seperti implementasi network, pemeliharaan, web desain, content portal, voip, pemasangan cctv dan outsourcing tenaga kerja untuk it. five forces porter analysis bisnis it integrator dan outsourcing merupakan salah satu bisnis yang terbuka bagi pendatang baru yang bisa mengancam keberadaan pt tss (threat of new entrants). pendatang baru dalam kasus strategy system and information technology .… (muhamad abdul holik)   405  ini tergantung pada skala ekonomis, modal untuk investasi, akses untuk distribusi, akses ke teknologi, brand loyalty dan peraturan pemerintah. untuk mengatasi faktor ini pt tss harus membuat suatu entry barrier atau switching cost. pendatang baru dapat memberikan ancaman bagi pt tss adalah perusahaan-perusahaan yang melakukan merger atau akuisisi dengan membentuk anak perusahaan dan mengubah bisnis ke it integrator dan outsourcing. gambar 2 five forces competitive advantage (porter) pembeli mempunyai kekuatan untuk melakukan transaksi (bargaining power of buyer). kekuatan pembeli tergantung pada jumlah pembeli yang terkonsentrasi, apakah jumlah pembeli atau penjual yang lebih dominan. selain itu, faktor pembeda produk yaitu apakah produk tersebut standar atau tidak dan profitabilitas pembeli juga menentukan kekuatan pembeli. faktor lain yang menentukan kekuatan pembeli adalah kualitas dari produk dan service dan perpindahan biaya yaitu seberapa mudah pembeli untuk beralih ke pemasok lain. pembeli-pembeli terkuat yang dimiliki oleh oleh pt tss adalah exxon mobil, star energy dan mitra energi. daya tawar supplier (bargaining power of suppliers) terhadap pt tss sangat di pengaruhi oleh konsentrasi dari supplier, apakah banyak pembeli dan sedikit supplier; brand, apakah brand supplier tersebut sudah kuat; profitabilitas supplier; pemasok yang masuk dalam industry, seperti produsen mengatur sendiri gerai ritelnya; pembeli tidak berpindah ke supplier yang lain; kualitas dari produk dan service dan perpindahan biaya, seberapa mudah pemasok untuk mencari pelanggan baru. beberapa supplier yang berhubungan dengan pt tss adalah metrodata, systec dan ecs persaingan pt tss di dunia industri yang memiliki bidang bisnis sejenis sangat ketat (threat of existing company), faktor-faktor yang menyebabkan ketatnya persaingan antara perusahaan bisnis sejenis adalah struktur dari kompetisi, persaingan akan semakin hebat apabila terdapat banyak industri kecil atau memiliki ukuran yang sama antar kompetitor. sebaliknya apabila industri telah memiliki pemimpin pasar maka persaingan akan sedikit. struktur dari biaya di industri yang memiliki biaya yang tinggi dan tingkat diferensiasi produk akan mendorong kompetitor untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih murah. perpindahan biaya juga akan membuat persaingan akan berkurang apabila pembeli telah beralih ke biaya tinggi. selain itu, tujuan strategis akan memperketat pesaingan karena jika kompetitor mengejar pertumbuhan dengan agresif maka persaingan akan semakin besar, selain itu hambatan untuk meninggalkan industry yang semakin tinggi juga menyebabkan persaingan akan 406   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 402-413  semakin besar. kompetitor yang menjadi pesaing pt tss adalah neuviz, ant, inixindo, techno, bank jawa barat, bank syariah mandiri dan sun finance. ancaman ini muncul dari produk ataupun service (threat of substitute product or services) yang bisa menggantikan produk yang dimiliki pt tss, dimana produk yang digantikan seperti service implementasi dan outsourcing tenaga kerja. produk atau jasa pengganti ini bisa dipengaruhi oleh kualitas, keinginan pembeli untuk beralih ke produk jasa pengganti, harga dan performa dari produk jasa pengganti dan biaya untuk beralih ke produk jasa pengganti. gambar 3 forces competitive advantage pada pt tss analisis swot tabel 1 evaluasi lingkungan internal pt tss no faktor internal (strength) s-1 memiliki sdm yang ahli dibidangya s-2 memiliki partner group yang kompeten s-3 sudah memiliki proses bisnis yang cukup terstruktur s-4 memiliki portfolio yang cukup lengkap s-5 dukungan shareholder terhadap perusahaan faktor internal (weakness) w-1 belum memiliki aplikasi crm secara baik w-2 belum terintegrasinya beberapa aplikasi yang digunakan w-3 belum adanya training analyst di perusahaan w-4 kurangnya share knowledge antar karyawan w-5 struktur organisasi yang kurang baik strategy system and information technology .… (muhamad abdul holik)   407  tabel 2 keahlian sdm pt tss skill sertifikasi jumlah networking ccna 15 ccnp 5 ccie 2 microsoft mcitp 5 mcse 2 mcsa 3 mcts 5 linux rhce 2 antivirus icsa 2 storage sncp 2 it management itil 2 tabel 3 evaluasi lingkungan eksternal pt tss no faktor eksternal ( opportunity) o-1 pangsa pasar yang luas o-2 perubahan teknologi yang cepat berubah o-3 banyaknya perusahaan yang beralih kepada outsourcing o-4 banyaknya permintaan training dari pelanggan o-5 banyak pelanggan yang ingin ujian sertifikasi internasional faktor eksternal (threat) t-1 banyak perusahaan baru yang masuk kedalam bisnis yang sama t-2 semakin kritisnya pelanggan pt tss t-3 permintaan pelanggan terhadap service di luar bisnis pt tss t-4 adanya hijack karyawan pt tss oleh perusahaan lain t-5 jasa training yang semakin murah tabel 4 matriks swot pt tss ifas efas strenghts (s) s-1 memiliki sdm yang ahli dibidangya s-2 memiliki partner group yang kompeten s-3 sudah memiliki proses bisnis yang cukup terstruktur s-4 memiliki portfolio yang cukup lengkap s-5 dukungan shareholder terhadap perusahaan weakness (w) w-1 belum memiliki aplikasi crm secara baik w-2 belum terintegrasinya beberapa aplikasi yang digunakan w-3 belum adanya training analyst di perusahaan w-4 kurangnya share knowledge antar karyawan w-5 struktur organisasi yang kurang baik opportunities (o) o-1 pangsa pasar yang luas o-2 perubahan teknologi yang cepat berubah o-3 banyaknya perusahaan yang beralih kepada outsourcing o-4 banyaknya permintaan training dari pelanggan o-5 banyak pelanggan yang ingin ujian sertifikasi internasional strategi so 1. membuat ruang training tambahan untuk menampung banyak peserta (s-3, s-5, o-4) 2. menyediakan lebih banyak karyawan outsourcing yang ahli (s1, o-2, o-3) 3. membuka cabang perusahaan di luar daerah jakarta (s-2, s-4, o-1, o-4) strategi wo 1. menerapkan implementasi crm untuk berbagi pengetahuan dengan karyawan lain (w-1, w-4, o-1, o-2) 2. membuat struktur organisasi yang baik agar memperjelas tugas masing-masing karyawan (w-5, 05) 3. membuat training analyst agar tepat memberikan pelatihan kepada karyawan 408   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 402-413  tabel 4 matriks swot pt tss (lanjutan) threat (t) t-1 banyak perusahaan baru yang masuk kedalam bisnis yang sama t-2 semakin kritisnya pelanggan pt tss t-3 permintaan pelanggan terhadap service di luar bisnis pt tss t-4 adanya hijack karyawan pt tss oleh perusahaan lain t-5 jasa training yang semakin murah strategi st 1. membuat sistem knowledge management system untuk mendistribusikan pengetahuan (s3, s-5, t-2, t-3) 2. membuat aplikasi crm untuk lebih dekat dengan pelanggan (s1,s-2, t-2,t-3) 3. memberikan sistem reward dan kenaikan gaji secara berkala kepada karyawan yang berprestasi (s-5, t-5) strategi wt 1. mengintegrasikan aplikasi yang ada (w-2, t-2) tabel 5 hasil pengukuran it balanced scorecard perspektif tujuan strategis ukuran strategi usulan kontribusi perusahaan kontribusi fungsi ti % proses penyelarasan yang menggunakan apalikasi sistem informasi  mensistemkan proses dokumentasi dengan baik  mengembangkan si yang dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas sales dan marketing orientasi pengguna meningkatkan kepuasaan pengguna % tingkat kepuasaan pengguna terhadap performa sistem (aplikasi)  meningkatkan kualitas dan kecepatan dari solusi  mengevaluasi solusi yang diberikan untuk melihat seberapa efektifnya soslusi tersebut dalam menyelesaikan masalah yang ada, dan merumuskan langkah yang akan diambil jika solusi tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah yang ada secara maksimal  meningkatkan kualitas dan kinerja dari sistem (aplikasi) yang saat ini digunakan oleh pengguna  memberikan pelatihan yang lebih intensif dan lebih berkualitas kepada para pengguna % tingkat kepuasaan pengguna terhadap solusi yang diberikan % tingkat kemudahan pengguna dalam menggunakan sistem (aplikasi) meningkatkan kemampuan pengguna % pelaksanaan pelatihan pengguna  mengevaluasi kemampuan pengguna terhadap sistem (aplikasi) yang ada, dan merumuskan langkah yang akan diambil untuk meningkatkan tingkat kemampuan dan pemahaman pengguna  memberikan pelatihan yang lebih intensif dan lebih berkualitas kepada para pengguna  memberikan berbagai seminar mengenai teknologi untuk meningkatkan kesadaran para pengguna mengenai seberapa pentingnya teknologi untuk pencapaian tujuan dan strategi instansi  mengevaluasi kemampuan pengguna yang sudah mendapatkan pelatihan untuk melihat seberapa efektifnya pelatihan yang sudah diberikan, dan merumuskan langkah yang akan diambil jika pelatihan tersebut masih kurang maksimal % tingkat pemahaman pengguna terhadap sistem (aplikasi) meningkatkan kerjasama (hubungan) dengan pengguna % keterlibatan pengguna dalam menentukan sistem (aplikasi) baru meningkatkan tingkat kerjasama dengan para pengguna dalam tahap penentuan kebutuhan dan pengembangan sistem. hal ini dilakukan agar sistem baru / yang sudah ada itu menjadi sebuah solusi yang tepat guna yang dapat diterima dan digunakan dengan maksimal. % keterlibatan pengguna dalam mengembangkan sistem (aplikasi) baru strategy system and information technology .… (muhamad abdul holik)   409  tabel 5 hasil pengukuran it balanced scorecard (lanjutan) perspektif tujuan strategis ukuran strategi usulan meningkatkan produktivitas pengguna % penurunan waktu dalam melakukan pekerjaan mengembangkan kualitas dan kinerja dari sistem (aplikasi) yang saat ini digunakan oleh pengguna % pengurangan tingkat kesalahan pengguna dalam pekerjaan % tingkat output yang sesuai dengan yang diharapkan penyempurnaan operasional meningkatkan pengelolahan masalah % masalah yang diselesaikan tepat waktu  meningkatkan kualitas dan kecepatan dari solusi yang diberikan oleh it  mengevaluasi solusi yang diberikan untuk melihat seberapa efektifnya soslusi tersebut dalam menyelesaikan masalah yang ada, dan merumuskan langkah yang akan diambil jika solusi tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah yang ada secara maksimal % rata-rata waktu penanganan masalah operasional yang efektif dan efisien % downtime jaringan  mengevaluasi sistem (aplikasi) yang sudah ada untuk mengetahui aspek mana saja yang harus dikembangkan/dan masalah apa saja yang terdapat di sistem (aplikasi) tersebut  mengembangkan si yang dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas  mengembangkan dan me-maintain network yang ada sehingga dapat berfungsi maksimal  mengembangkan network backup untuk mencegah terjadinya network down % bug yang ada dalam sistem (aplikasi) pengembangan sistem (aplikasi) yang efektif dan efisien lama pengembangan aplikasi  terus mengembangkan dan me-maintain terhadap hardware dan software serta network yang ada saat ini  meningkatkan kemampuan para staf dalam menangani hardware, software dan network % kegiatan pemeliharaan sistem (aplikasi) meningkatkan ketersediaan infrastruktur teknologi % ketersediaan hardware  mengevaluasi ketersediaan hardware dan software yang ada saat ini untuk melihat apakah sudah memenuhi kebutuhan dari pengguna  terus mengembangkan hardware dan software yang ada % ketersediaan software orientasi masa depan meningkatkan kualitas ti % staf ti yang berpendidikan minimal s1  mengevaluasi kinerja para karyawan secara reguler untuk melihat sisi mana saja yang perlu perbaikan dan sisi mana saja yang perlu dipertahankan, serta melakukan penyusunan rencana untuk aksi nyata % usia produktif staf ti meningkatkan kemampuan staf ti frekuensi pelatihan staf ti  meningkatkan kemampuan para karyawan dengan cara memberikan pelatihan yang lebih insentif dan berkualitas mengenai teknologi dan metode statistika  memberikan berbagai seminar mengenai teknologi dan metode statistika  mengevaluasi kemampuan para karyawan yang sudah mendapatkan pelatihan untuk melihat seberapa efektifnya pelatihan yang sudah diberikan mengembangkan sistem dan infrastruktur ti frekuensi pengembangan sistem dan infrastruktur  mengikuti berbagai seminar mengenai teknologi dan metode statistika untuk mengikuti perkembangan yang ada saat ini, dan merumuskan langkah-langkah selanjutnya jika ada teknologi/metode yang dapat diterapkan dalam rangka meningkatkan kinerja  mengevaluasi sistem dan infrastruktur yang ada saat ini untuk melihat apakah ada yang perlu dikembangkan 410   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 402-413  analisis critical success factor (csf) tabel 6 goal dan problems goal objektif problems business solution it/is solution meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan -tingkat kepuasan pelanggan berbeda -tidak adanya pemisahan level pelanggan -tepat waktu menjawab komplain -mengeksplor komplain secara mendalam -adanya pemisahan penangan customer menerapkan sistem crm dengan baik memperluas pangsa pasar -semakin ketatnya persaingan -kurangnya promosi -membuat layanan baru yang memberikan kemudahan -mempromosikan melalui syllabus atau demo ke pelanggan -memberikan pelanggan hadiah satu paket denga penawaran training menyediakan layanan online untuk pendaftaran mendisiplinkan absensi karyawan -tidak adanya aturan yang jelas mengenai absensi -memberikan aturan yang jelas mengenai absensi dansanksinya -membuat automasi pengurangan gaji melalui absensi -mengintegrasikan antara mesin absensi dengan sistem penggajian melakukan pemerataan pengetahuan antara karyawan -beberapa karyawan tidak mau membagi knowledgenya kepada karyawan lain -memberikan reward kepada mereka yang mau melakukan share knowledge -membuat aplikasi secara sentralisasi agar dapat dibaca oleh setiap karyawan membuat sistem kms yang baik downtime sistem sangat kecil belum ada drc dan bcp untuk membuat backup mensosialisasikan pentingnya drc dan bcp implementasikan drc dan bcp di pt tss menyewakan web hosting di internal network belum ada infrastruktur yang di bentuk untuk menyewakan web hosting -membuat jaringan internet dengan bandwitch lebih besar -siapkan server dengan kapasiti yang cukup besar menempatkan web hosting di internal perusahaan memberikan training yang tepat untuk setiap karyawan belum ada training analyst -menganalisis tiap kebutuhan training yang akan diikuti karyawan -mempekerjakan seorang training analyst -membuat list kandidat peserta training dan bidang yang akan didalami membuat proses kerja menjadi lebih effisien dengan membentuk sistem pmo (project management office) -tidak ada sdm yang cukup untuk menangani pmo -memberikan pelatihan kepada karyawan terpilih untuk membuat pmo menyediakan software dan sistem pmo kpi, performance measures, targets, dan initiaves strategic kpi mengikat strategi organisasi (ditunjukan melalui teknis seperti balance scorecard), balanced scorecard sendiri berdasarkan kaplan dan norton (2001), menunjukkan manajemen dengan empat perspektif berbeda dari pemilihan pengukuran. strategy system and information technology .… (muhamad abdul holik)   411  tabel 7 kpi dan inisiatif perusahaan tujuan (fokus) kpis tolak ukur kinerja target 2012-2015 inisiatif strategis orientasi pengguna terpenuhinya kebutuhan informasi untuk karyawan kelengkapan informasi yang dibutuhkan oleh karyawan kepuasan karyawan dalam menggunakan aplikasi ti dalam perusahaan menyediakan aplikasi ti untuk mengintegrasikan masingmasing sistem (sales, marketing, service dan product) keefektifan aplikasi untuk memenuhi membantu karyawan dalam mengerjakan tugas waktu yang digunakan karyawan dalam mengerjakan tugasnya penyelesaian tugas secara tepat waktu mendorong kinerja karyawan untuk menyelesaikan tugasnya secara tepat waktu meningkatkan performa layanan yang diberikan karyawan untuk pelanggan waktu yang digunakan karyawan dalam menangani complain pelanggan maximal 1 hari mendorong kinerja karyawan untuk menangani komplain pelanggan dengan lebih cepat dan tepat value bisnis memberikan nilai tambah bagi bisnis kenaikan laba bersih perusahaan kenaikan 20% mencegah pemborosan, meningkatkan penjualan dan pelayanan maintenance pada setiap produk pengawasan terhadap investasi ti jumlah biaya yang dikeluarkan untuk investasi ti pengembalian100% nilai investasi ti mengawasi tingkat investasi yang dilakukan untuk ti operational excellence meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan memonitoring dan evaluasi sistem, serta melakukan perencanaan dan pengelolaan sistem perencanaan yang tidak over budget dan selesai tepat waktu merencanakan dan mengelola resources dalam kegiatan promosi, penjualan dan pelayanan dokumentasi dan standar operasional yang baik adanya dokumentasi pada setiap pengembangan sistem 1 dokumentasi, 1 standar operasi dan prosedur melakukan dokumentasi dan evaluasi standar operasi dan prosedur keamanan sistem jumlah keamanan sistem yang digunakan minimal 3 keamanan yang digunakan pada masing-masing sistem menyediakan sistem keamanan pada aplikasi ti orientasi masa depan jumlah pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing karyawan hasil uji berkala atas kompetensi karyawan rata-rata 80 dalam rentang 0-100 melakukan monitoring secara berkala pada masing-masing subsistem jumlah teknologi baru dalam perusahaan jumlah hasil penelitian teknologi baru 1 penelitian baru setiap tahunnya menciptakan dan menerapkan reward system yang signifikan analisis portfolio mcfarlan grid tabel 8 portfolio aplikasi pt tss strategic  aplikasi email hight potential  aplikasi customer service key operasional  aplikasi accounting  aplikasi monitoring  aplikasi inventory  aplikasi billing support  aplikasi kehadiran 412   comtech vol. 6 no. 3 september 2015: 402-413  setelah dilakukan analisis dengan menggunakan beberapa tools di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa masalah yang dihadapi oleh pt tss. masalah tersebut antara lain adalah masih terdapat data yang dikelola dan didistribusikan secara manual dan belum ada crm yang baik yang digunakan untuk mengelola data calon pelanggan dan pelanggan. selain itu, aturan yang jelas tentang sanksi yang berkaitan dengan absensi belum ada dan aplikasi yang melayani share knowledge tidak ada di internal perusahaan. terakhir, sistem penggajian yang belum terintegrasi dengan absensi dan belum ada sistem drc dan bcp tabel 9 strategi bisnis sistem informasi sistem yang sedang berjalan usulan perencanaan perbaikan untuk sistem yang ada sistem problem perbaikan sistem absensi belum terintegrasinya sistem absensi dengan sistem penggajian menerapkan hrms (human resource management system)  mengembangkan sistem absensi  mengembangkan sistem penggajian  menerapkan ketentuan ijin, cuti, sakit dan lembur kms  belum adanya share knowledge antara karyawan baru dan karyawan lama  setiap knowledge dipegang oleh masing-masing karyawan tertentu menerapkan kms (knowledge management system)  pembuatan kms membutuhkan people, process dan teknologi  memberikan reward kepada karyawan yang mau sharing sales dan marketing  belum terintegrasi secara terpusat mengenai data pelanggan  belum terintegrasinya sistem data penanganan pelanggan  belum ditanganinya ekplorasi pelanggan secara detail menerapkan crm (customer relationship management)  menerapkan sistem informasi customer care (komplain dan maintenance)  menerapkan database terintegrasi antara divisi sales dengan teknikal serta sistem informasi komplain dalam crm  menerapkan database terintegrasi antara sistem monitoring dengan database customer gambar 4 usulan hrms pt tss strategy system and information technology .… (muhamad abdul holik)   413  simpulan melalui analisis porter dan swot, bahwa pt tss berada di kuadran strategi turn around. hal ini berarti pihak manajemen harus berani mengambil beberapa perubahan yang mendukung kelangsungan bisnis. kelangsungan bisnis ini seperti perubahan sistem informasi dari konventional menjadi automation, menambahkan fungsi tertentu didalam organisasi untuk mendukung agresifitas perkembangan bisnis perusahaan. melalui analisis it balance scorecard, pt tss masih memiliki aplikasi-aplikasi yang masih belum digunakan secara maksimal oleh pengguna. aplikasi-aplikasi ini diharapkan di masa depan bisa dimaksimalkan dengan objektif yang ingin dicapai di atas 90 persen target perusahaan. berdasarkan analisis csf dan kpi sebenarnya pt tss sudah dalam kondisi yang kuat dalam beberapa aspek untuk mendukung bisnisnya tetapi masih banyak sistem dan fasilitas yang memang harus ditingkatkan baik secara proses ataupun sistem. dengan analisa mcfarlan ini, pt tss diketahui masih harus memperbaiki aplikasi yang digunakan dan mengubah sistem menjadi terintegrasi. oleh karena itu, diperlukan pengembangan si yang dapat menghasilkan keunggulan kompetitif yang mendukung tercapainya csf dan strategi instansi dengan melakukan pengembangan sistem crm yang berfungsi mengelola hubungan dengan calon investor/investor dalam rangka meningkatkan kegiatan promosi. berdasarkan hasil analisis yang yang ada, terdapat tiga strategi yaitu strategi bisnis si, strategi ti dan strategi manajemen si/ti yang akan digunakan sebagai strategi bisnis yang sedang di bangun sehingga akan menjadikan sebuah nilai yang bersifat competitive advantage. melalui analisa infrastuktur topologi dan hardware, dengan melihat infrastruktur yang ada dan tujuan bisnis di masa depan maka pt tss harus menambahkan jaringan internet yang lebih besar untuk bisa menjalankan bisnis web hosting dan server cadangan untuk drc. daftar pustaka applegate. l. m., austin, r. d., soule, d. l. (2009). corporate information strategy and management: text and cases. united states: mcgraw-hijl/irwin, a business unit of the mcgraw-hili companies,inc arthur, a., thompson, j. r., strickland iii, a. j., gamble, j. e. (2010). crafting & executing strategy: the quest for competitive advatage. 17th edition. new york: mcgraw-hill, kaplan, r. s., norton d. p. (1992) the balanced scorecard: measures that drive performance. boston: harvard business school press. rudd, j. m., greenley, g. e., beatson, a. t., lings, i. n. (2008) strategic planning and performance: extending the debate. journal of business research, 61(2): 99-108. microsoft word 09_ka_tangkas_haris s budi_evaluasi sistem informasi kendaraan _gfservice_-a2t.doc 82 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 82-95 evaluasi sistem informasi kendaraan (gf service) di binus university berdasarkan kerangka cobit pada domain delivery and support tangkas udiono1; haris setia budi2; mariyani3 1,2,3 computerized accounting department, school of information systems, binus university jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 1tangkas@binus.edu abstract information systems audit is an activity that is carried out in a company that aims to ensure compliance with existing policies. general services is one of the units in binus university whose activities in the form of services such as transportation and document courier, copy centre and general facility. however, this study is limited to the transportation and document courier unit that uses an online reservation application gfservice.binus.ac.id. maturity level of the existing information systems in directorate general services specifically transportation and document courier based on cobit maturity model is 2,951 (repeatable but intuitive) or approaching from the standards set by the international is 3:00, which means the process has been documented and communicated well. this study also conducted an evaluation of the quality of information systems and quality of information available. the result is positive impact on users' satisfaction, that means the increases of information quality and the quality of information systems of gf services would increase student and employee satisfaction, but it also explained the factors that affect success utilization of existing information systems in order to rise to the level to 4, which means managed and measurable. the results of the regression analysis and correlation between the quality factors of information systems and the quality of information on student satisfaction and employee are 38.2% and 48.1%; while the rest is influenced by other factors not addressed in this study. keywords: evaluation, information systems audit, cobit abstrak audit sistem informasi adalah kegiatan yang dilakukan dalam suatu perusahaan yang bertujuan untuk menjamin dipatuhinya kebijakan-kebijakan yang ada. general services merupakan salah satu unit yang ada di binus university yang kegiatannya dalam bentuk pelayanan berupa transportation and document courier, copy centre and general facility. penelitian ini dibatasi hanya pada unit transportation and document courier yang menggunakan aplikasi reservasi online yaitu gfservice.binus.ac.id. tingkat kematangan sistem informasi yang ada di direktorat general services khususnya transportation and document courier berdasarkan maturity model dari cobit adalah 2.951 (repeatable but intuitive) atau mendekati dari standar yang ditetapkan secara international yaitu 3.00. artinya, proses telah didokumentasikan dan dikomunikasikan dengan baik. dalam penelitian ini evaluasi juga dilakukan terhadap kualitas sistem informasi dan kualitas informasi yang ada dengan hasil ada pengaruh positif terhadap kepuasan penggunanya. artinya, meningkatnya kualitas informasi dan kualitas sistem informasi gf services akan meningkatkan kepuasan mahasiswa dan karyawan. selain itu, dijelaskan pula faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pemanfaatan sistem informasi yang ada agar dapat naik ke tingkat 4 yang berarti managed and measureable. hasil analisis regresi dan korelasi antara faktor kualitas sistem informasi dan kualitas informasi terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan sebesar 38.2% dan 48.1%. sementara selebihnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain tidak dibahas dalam penelitian ini. kata kunci: evaluasi, audit sistem informasi, cobit evaluasi sistem informasi.… (tangkas udiono; dkk) 83  pendahuluan audit sistem informasi adalah kegiatan yang terstruktur dalam mengevaluasi komponenkomponen yang ada untuk menentukan bahwa sebuah sistem informasi yang digunakan oleh organisasi dapat dikatakan baik. selain itu, audit sistem informasi juga ingin menjamin dipatuhinya kebijakan-kebijakan yang ada dalam organisasi. kebutuhan audit sistem informasi berawal dari kesadaran bahwa komputer berpengaruh dalam kegiatan di dalam suatu organisasi (gondodiyoto, 2007), sehingga perlu adanya pengendalian seperti halnya sumber daya penting lainnya dalam organisasi. general services merupakan salah satu unit yang membawahi bentuk pelayanan berupa transportation and document courier, copy centre, and general facility. penelitian ini dibatasi hanya pada unit transportation and document courier. transportation and document courier dipimpin oleh seorang section head seperti digambarkan dalam diagram berikut. gambar 1 diagram general affair jumlah kendaraan yang berada di bawah naungan transportation and document courier adalah sebanyak 34 unit yang mencakup pelayanan untuk 7 lokasi, seperti terdapat dalam tabel 1. tabel 1 alokasi jumlah kendaraan lokasi jumlah kendaraan kemanggisan dan kebun jeruk 17 senayan 2 simprug 3 serpong 4 tanjung duren 4 kemanggisan 1 2 alam sutera 2 84 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 82-95 adapun prosedur yang berjalan selama ini untuk melakukan pemesanan kendaraan adalah seperti tercantum dalam diagram berikut. gambar 2 gambaran prosedur peminjaman kendaraan sedangkan untuk pengiriman dokumen adalah dokumen yang ditujukan untuk sesama karyawan perusahaan, dengan kebijakan: document only, financial (official purpose), distribution on campuss network, central receiving location  all-bm office/finance office ( anggrek)/ga office (syahdan), provide the sender and receiver information. berdasarkan uraian, maka masalah pokok yang akan diteliti sebagai berikut. pertama, bagaimanakah tingkat kematangan sistem informasi yang ada di direktorat general services khususnya transportation and document courier berdasarkan maturity model dari cobit. kedua, bagaimana tanggapan pengguna sistem informasi gf services terhadap kualitas informasi yang disajikan. ketiga, bagaimana hubungan antara tingkat kematangan sistem informasi yang ada dan kulitas informasi yang dihasilkan terhadap kepuasan pengguna. keempat, apa saja faktor yang memengaruhi keberhasilan pemanfaatan sistem informasi yang ada. evaluasi sistem informasi gf services – transportation and document courier ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan sistem informasi yang ada. dengan mengetahui tingkat kematangan sistem informasi yang ada, maka pengelola dapat dengan pasti melakukan tindakan tindakan perbaikan untuk meningkatkan kualitas layanan sistem informasi tersebut. metode rancangan penelitian yang digunakan dalam menyelesaikan makalah ini dimulai dengan studi literatur. metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah meliputi beberapa tahapan seperti terlihat pada gambar 3. evaluasi sistem informasi.… (tangkas udiono; dkk) 85  gambar 3 metodologi penelitian objek analisis yang akan dilakukan adalah gf services – transportation and document courier berlokasi di jl. kebon kh. syahdan no. 9, jakarta barat. responden sebagai subjek analisis adalah para user baik mahasiwa maupun dosen yang dipilih berdasarkan sampel, dengan menyebarkan kuesioner untuk mendapatkan data kualitas informasi yang akan dianalisis. kuesioner untuk mendapatkan kualitas informasi yang akan disebarkan mengadopsi penelitian xiao dan dasgupta (2002). kemudian untuk dapat mengukur tingkat kematangan sistem informasi menggunakan alat diagnosis cobit (tuttle & vandervelde, 2007) untuk mengevaluasi sistem informasi pada gf services – transportation and document courier. silitonga dan ali (2010) serta fitrianah dan sucahyo (2010) menyimpulkan bahwa kerangka kerja cobit adalah yang paling lengkap. meskipun demikian, karena cakupan cobit cukup luas, pengamatan dibatasi dengan berfokus pada domain deliver and support seperti yang pernah dilakukan pada penelitian sebelumnya (hudiarto & gautama, 2010). control objective domain cobit adalah plan and organize; acquire and implementation; deliver and support; dan monitoring and evaluation (itgi, 2007). menurut abu-musa (2009), control objectives for information and related technology (cobit, saat ini edisi ke-4) adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk it governance yang dapat membantu auditor, manajemen and 86 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 82-95 pengguna (user) untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol, dan permasalahanpermasalahan teknis. selanjutnya langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. pertama, pengumpulan data yang dibutuhkan baik teknis maupun nonteknis yang terkait dengan sistem informasi di gf services – transportation and document courier. kedua, wawancara dengan pihak terkait baik dari pimpinan unit maupun pengguna sistem itu sendiri. ketiga, melakukan evaluasi terhadap sistem informasi gf services – transportation and document courier. melakukan evaluasi terhadap kualitas informasi yang dihasilkan srsc, yaitu dengan cara menetapkan sampel (lubis & arma, 2003). menurut nurhayati (2008): n = n / (ne2 + 1) di mana n = ukuran sampel; n= ukuran populasi; e = persen kelonggaran. dengan 24.120 orang mahasiswa dan dosen aktif, jumlah sampelnya menjadi 474 orang. pertama, mengukur variabel. menurut triyanto dan santosa (2009), pengukuran variabel pertanyaan dapat menggunakan skala likert yang menunjukan 1= sangat tidak setuju sampai 5 = sangat setuju. kedua, mengukur validitas dan reliabilitas yang bertujuan untuk menguji butir butir pertanyaan yang ada dalam sebuah angket. ketiga, melakukan uji regresi untuk mengetahui bagaimana hubungan antara tingkat kematangan sistem informasi dan kualitas informasi yang dihasilkan dengan kepuasan pengguna. gambar 4 menunjukkan model pengukuran variable dalam penelitian ini. gambar 4 gambar model pengukuran variabel penelitian sedangkan menurut ilias dan suki (2008) untuk mengukur tingkat keberhasilan sistem informasi adalah sebagai berikut. pertama, “satisfaction” has a degree of face validity. it is hard to deny the success of a sistem, which its users say that they like. kedua, the development of the bailey and pearson instruments (as a base instrument) and its derivatives has provided a reliable tool for measuring satisfaction and for making satisfaction among studies. ketiga, reason for the appeal of satisfaction as a success measure is that most of the other measures are so poor; they are either conceptually weak or empirically difficult to obtain. evaluasi sistem informasi gf services – transportation and document courier ini diharapkan dapat mengetahui tingkat kematangan sistem informasi yang ada. dengan mengetahui tingkat kematangan sistem informasi yang ada, maka pengelola dapat dengan pasti melakukan tindakan tindakan perbaikan untuk meningkatkan kualitas layanan sistem informasi tersebut. kualitas sistem informasi (x1) kualitas informasi (x2) kepuasan pengguna (y) tingkat kematangan si evaluasi sistem informasi.… (tangkas udiono; dkk) 87  hasil dan pembahasan hasil analisis pengukuran tingkat kematangan hasil analisis key goal indicator (kgi) dan key performance indicator (kpi) berdasarkan paparan tentang best practise didapatkan jenis layanan yang diberikan oleh gf services adalah informasi pemakaian kendaraan; permohonan peminjaman kendaraan penumopang, box maupun bis; permohonan peminjaman kendaraan taxi; dan permohonan pengiriman dokumen. setiap individu telah memiliki tugas dan wewenangnya masing masing yangperformanya diukur melalui key performance indicator (kpi). kpi staf merupakan bagian dari kpi atasan langsung dan begitu seterusnya. kemudian, pelaksanaan pelaporan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. setiap staf diwajibkan untuk menyampaikan laporan setiap minggunya (weekly report) yang ditujukan kepada manajer, selanjutnya setiap bulan manajer diwajibkan untuk memberikan laporan bulannya (monthly report) begitu pula dalam setahun diwajibkan untuk memberikan laporan kegiatannya per 3 bulan atau yang biasa disebut (quarty report) kepada direktur general fasilities and service. secara umum unjuk kerja pelaporan tingkat pelayanan ini sudah dilaksanakan dan berjalan dengan baik. hasil analisis data dan pembahasan maturity level berdasarkan hasil perhitungan pada masing-masing proses yang ada pada domain deliver and support, dapat diketahui tingkat rata-rata maturity level pada domain tersebut yang telah dicapai gf services untuk pengelolaan teknologi informasi seperti tersaji pada tabel 2. hasil nilai maturity level didapatkan repeatable but initiative, yang artinya proses prosedur yang ada telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga juga diikuti oleh orang lain yang melakukan pekerjaan yang sama. meskipun demikian, belum ada pelatihan formal atau prosedur standar komunikasi yang dipakai dan juga pertanggungjawaban masih bersifat individual. pada level ini, terdapat ketergantungan terhadap keahlian individual sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan masih bisa terjadi. sedangkan untuk proses, hasil perhitungan untuk tahap ini memperoleh nilai maturity level berada pada posisi define process. artinya, prosedur kerja telah distandardisasi dan didokumentasikan serta dikomunikasikan melalui proses-proses pelatihan. telah dimandatkan pula, bahwa prosedur ini wajib dipatuhi, namun bagaimanapun juga ada deviasi prosedur dalam pelaksanaannya yang belum diakomodasi. prosedur itu sendiri masih belum memuaskan. secara keseluruhan setelah dilakukan rata-rata, maka posisi maturity level berada pada nilai 2.951. secara standar posisi ini bisa dikatakan baik karena masih berada pada posisi di atas rata rata posisi it industri pada umumnya (itgi, 2007). dengan mengetahui posisi maturity level, maka manajemen saat ini sudah dapat mengetahui target arah peningkatan perbaikan dari kondisi yang ada saat ini. selanjutnya dilakukan penetapan target manajer gf services selaku penanggung jawab dari kegiatan operasional pengelola kendaraan dengan mempertimbangkan kapasitas sumber daya yang dimiliki. pihak manajemen gf services mengarahkan pada pencapaian target di posisi 4 atau pada posisi managed and measureable. tabel 2 menjelaskan mengenai perbandingan perolehan maturity level saat ini dengan target yang ditetapkan oleh pihak manajemen. sedangkan gambar 5 menggambarkan posisi pengelolaan unit teknologi informasi yang ada pada gf services (abu-musa, 2009). 88 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 82-95 tabel 2 perbandingan maturity level pada domain deliver and support antara kondisi saat ini dan target yang ingin dicapai no. deliver and support maturity level sekarang target ds 1 mendefinisikan dan mengelola tingkatan-tingkatan pelayanan 2.813 4.000 ds 2 mengelola layanan-layanan terhadap pihak ketiga 2.913 4.000 ds 3 mengelola kinerja dan kapasitas 3.087 4.000 ds 4 memastikan adanya pelayanan yang berkesinambungan 2.763 4.000 ds 5 memastikan keamanan sistem 3.024 4.000 ds 6 mengidentifikasi dan mengalokasikan biaya 2.928 4.000 ds 7 mendidik dan melatih para pengguna 2.864 4.000 ds 8 mengelola meja layanan dan masalah 2.844 4.000 ds 9 mengelola konfigurasi 2.984 4.000 ds 10 mengelola masalah-masalah 3.033 4.000 ds 11 mengelola data 2.931 4.000 ds 12 mengelola lingkungan fisik 3.156 4.000 ds 13 mengelola operasional 3.019 4.000 rata-rata 2.951 4.000 gap (1.049) keterangan symbol keterangan peringkat ∆ = standar internasional 0 – proses pengelolaan tidak diterapkan sama sekali ↑ = posisi perusaahaan dalam lingkup pengelolaan ti 1 – proses bersifat dadakan dan tidak teratur * = target dari gf services 2 – proses mengikuti pola yang teratur 3 – proses didokumentasikan dan dikomunikasikan 4 – proses termonitor dan dapat diukur 5 – pola praktek telah dijalankan dan terotomatisasi gambar 5 perbandingan kondisi maturity level pada pengelolaan unit teknologi informasi di gf services setelah penetapan target, terlihat adanya selisih posisi yang harus dicapai sebesar 1.049. untuk menyelesaikan selisih ini, upaya-upaya perbaikan dilakukan pada aktivitas atau proses-proses yang berada pada tahapan-tahpan ds (deliver & suport) yang memiliki nilai kecil atau di bawah standar dan melakukan peningkatan terhadap aktivitas-aktivitas yang lainnya seperti upaya perbaikan, mempertahankan, dan peningkatan aktivitas. hal tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. pertama, mendefinisikan dan mengelola pelayanan. gf services terbukti mampu memenuhi target yang telah ditentukan. pengawasan terhadap kegiatan pelayanan ini dilakukan secara terus menerus dan terukur. kedua, pemberian pelatihan secara berkesinambungan, rutin, dan teratur kepada setiap karyawan agar tercipta pemahaman informasi yang seragam dengan apa yang dilakukan perusahaan. ketiga, melakukan pengecekan sistem secara lebih ketat terkait perangkat keras dan perangkat lunak, guna meminimalkan gangguan-gangguan teknis. keempat, lebih meningkatkan pemanfaatan statistik 0 1 2 3 4 5 non-existent initial repeatable defined managed optimised evaluasi sistem informasi.… (tangkas udiono; dkk) 89  pada laporan kinerja sistem, sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kinerja dan kapasitas yang tidak memadai. kelima, mengelola service desk untuk lebih banyak mengatasi insiden yang muncul sehingga dapat meningkatkan kepuasan kepada pelanggan. keenam, pemanfaatan knowledge based diharapkan mampu untuk meningkatkan kecepatan pemecahan suatu masalah yang timbul. ketujuh, divisi ti hendaknya memberikan perhatian lebih dalam pembangunan knowledge based system untuk memperlancar operasional kegitan sehari-hari. kedelapan, tingkat downime perlu dilakukan pembenahan walaupun frekuensi kejadiannya tidak tinggi karena disebabkan oleh terputusnya sumber tenaga/aliran listrik namun tetap perlu ada perbaikan. kondisi lingkungan fisik yang ada saat ini sudah cukup baik. prosedur-prosedur tanggap/darurat bencana sudah disiapkan oleh pengelola gedung. bila terjadi gangguan seperti bencana alam atau kebakaran, aktivitas terkait teknologi informasi masih bisa dilakukan. hanya saja terlihat bahwa bahan-bahan yang mudah mengotori atau cenderung bisa membahayakan peralatan listrik seperti makanan ringan, minuman, dispenser, dll posisinya berada dekat peralatan listrik. hal ini sangat berbahaya jika terjadi hubungan singkat arus listrik. kapasitas utama dari gf services adalah penyediaan layanan yang memadai bagi para pelanggannya baik mahasiswa dan karyawan maupun karyawan. hal ini ditunjukkan dengan minimnya waktu akibat kegagalan dari sistem (malfunction). hal ini disebabkan terhentinya aliran listrik atau sumber daya tenaga yang berasal dari pln. meskipun demikian kegiatan pemeliharaan untuk sumber daya yang lainnya seperti manusia tetap menjadi perhatian, seperti melakukan pelatihan untuk topik pengembangan, pemeliharaan, dan back up. akan tetapi, pemberian pelatihan ini yang dilakukan pada saat karyawan masuk dan secara rutin 6 bulan sekali seharusnya bisa lebih ditingkatkan. salah satu indikator usaha membangun rencara ti yang berkesinambungan yang mendukung rencana bisnis adalah dengan terpenuhinya permintaan pelayanan yang masuk. berdasarkan data yang didapat, tercatat 100% permintaan pelayanan terselesaikan. ke depannya, pengembangan peralatan it baik software (sw) maupun hardware (hw) ditujukan untuk mempertahankan/meningkatkan kinerja layanan yang diberikan. pembatasan hak akses untuk tiap-tiap penggunanya bertujuan untuk menjamin integritas dan keamanan aset ti melalui prosedur standar yang ada. sistem keamanan gf services bisa dikatakan sangat baik karena tidak ada catatan mengenai kejadian orang lain yang coba memasuki sistem yang ada (hacking). untuk meningkatkan efektivitas layanan dan penggunaan ti, semua karyawan baru mendapatkan pelatihan terlebih dahulu. selain itu, penyegaran setiap bulannya terus dilakukan melalui kegiatan evaluasi yang rutin diadakan. meskipun demikian, pembuatan buku panduan user dirasakan akan lebih memberikan manfaat, terutama kepada karyawan karyawan baru/karyawan yang berstatus replacement (pengganti). kegiatan pengelolaan operasi peminjaman kendaraan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan karena terkait dengan seluruh sumber daya ti. kegiatan ini meliputi pendefinisian kebijakan dan prosedur, perencanaan, penjadwalan, pelaksanaan, pengawasan, perlindungan terhadap asset dan pemeliharaan perangkat keras serta menjaga keamanan kondisi lingkungan fisiknya. jika layanan operasional terhambat, aktivitas bisnis lainnya juga akan menjadi terganggu. hasil analisis pengukuran uji kepuasan mahasiswa dan karyawan kuesioner disebar guna mendapatkan data. penyebaran dilakukan kepada pengguna sistem informasi gf services, yaitu mahasiswa dan karyawan dan karyawan di lingkungan kampus universitas bina nusantara. karena jumlah responden sangat sedikit (hanya 100 orang), dalam penyebaran kuesioner ini tidak ditetapkan sampel seperti pada rumus slovin tetapi seluruh responden akan diberikan kuesioner. selanjutnya sebelum melakukan analisis data dari responden dilakukan pengujian terlebih dahulu terhadap kuesioner yang akan disebarkan berupa uji validitas dan reabilitas. 90 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 82-95 hasil uji validitas kriteria penilaian skor instrumen dalam melakukan uji validitas adalah dengan mendapatkan r table yang terlebih dulu mencari t table dengan dibantu oleh perangkat statistic spss v16.0. adapun hasil uji validitas adalah bahwa setiap nilai pada butir pertanyaan dikatakan valid jika nilai r-hitung yang merupakan nilai dari corrected item total correlation >r table (nugroho, 2005). sedangkan nilai reliabilitasnya adalah di atas 0.891 yang artinya reliable. suatu konstruk dikatakan reliable apabila nilai cornbach’s alpha minimum adalah 0.6 (nugroho, 2005). kemudian untuk pertanyaan kualitas informasi didapatkan hasil uji validitasnya adalah setiap nilai pada butir pertanyaan dikatakan valid jika nilai r-hitung yang merupakan nilai dari corrected item total correlation >r table (nugroho, 2005). sedangkan nilai reliabilitasnya dari ouput spss menunjukan tabel reliability statistic pada spss yang terlihat pada cronbach’s alpha 0.801 (>0.6). artinya, pertanyaan tersebut berkategori reliable karena nilai cornbach’s alpha minimum >0.6 (nugroho, 2005). selanjutnya adalah mengenai hasil uji validitas dan reliabilitas untuk pertanyaan yang berkaitan dengan kepuasan pelanggan didapatkan hasil data butir pertanyaan valid karena nilai rhitung yang merupakan nilai dari corrected item total correlation >r table (nugroho, 2005). sedangkan nilai reliabilitas dari ouput spss menunjukan tabel reliability statistic pada spss yang terlihat pada cronbach’s alpha 0.904 (>0.6). artinya, pertanyaan tersebut berkategori reliable karena > 0.6 (nugroho, 2005). pengaruh kualitas sistem informasi (delone & mclean, 2003) dan kualitas informasi terhadap kepuasan pelanggan struktur yang akan ditampilkan adalah yang berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan (y) dari variabel kualitas sistem informasi (x1) dan kualitas informasi (x2) seperti gambar 6. gambar 6 hubungan variabel kualitas sistem infromasi dan kualitas informasi terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan (diadopsi dari xiao & dasgupta, 2002) a c c u ra c y r e lia b ility t im e lin e s r e le v a n f o rm a t k e p u a sa n m a h a sisw a c o m p le te n e ss r eliability f lex ibility s ecu rity r esp on sif e asy to u se k epu asan m ahasisw a evaluasi sistem informasi.… (tangkas udiono; dkk) 91  hasil olah data antara kualitas sistem informasi terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan pada tabel hasil perhitungan model summary regresi linier variabel kualitas sistem informasi terhadap kepuasan pelanggan terdapat r square sebesar 0,382 dari koefisien korelasi (0,618) r-square disebut koefisien determinan yang dalam hal ini sebesar 38,2% hasil kepuasan mahasiswa dan karyawan dapat dijelaskan oleh variabel kualitas sistem informasi (x) sedangkan sisanya di jelaskan variabel lain yang berarti kualitas sistem informasi berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan (h1). pada tabel uji anova variabel kualitas sistem informasi terhadap kepuasan pelanggan terdapat bahwa nilai probabilitas atau sig = 0,000<0,05. hal ini menunjukkan bahwa model linier dapat digunakan. uji koefisien variabel kualitas sistem informasi terhadap kepuasan pelanggan digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara individu terhadap variabel terikat. jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (a< 0,05), h0 ditolak dan h1 diterima. tabel ini menunjukkan regresi yang dicari. nilai sig yang di atas adalah 0,000 dan 0,000 (<0,05). dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien korelasi adalah signifikan, artinya persamaan yang tepat untuk kedua variabel ini: di mana y = kepuasan mahasiswa dan karyawan x = kualitas sistem informasi tabel 3 uji a variabel kualiatas sistem informasi terhadap kepausan mahasiswa dan karyawan variable (x) r square koefisien korelasi koefisien determinasi reliability 0,703 0,839 70,3% flexibility 0.936 0.968 93% security 0.812 0.901 81.2% responsif 0.981 0.991 98.1% easy to use 0.786 0.887 78.6% hipotesis: h0 : tidak ada pengaruh positif antara variabel kualitas sistem informasi dengan variable kepuasan mahasiswa dan karyawan h1 : ada pengaruh positif antara variabel kualitas sistem informasi dengan variabel kepuasan mahasiswa dan karyawan berdasarkan data, terdapat koefisien determinansi yang merupakan persentase kepuasan mahasiswa dan karyawan yang berarti variabel kualitas sistem informasi berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan (h1). sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. 92 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 82-95 hasil olah data antara kualitas informasi terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan pengujian dengan menggunakan analisis regresi linier dengan kualitas informasi (x2) sebagai variabel bebas terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan (y) sebagai variabel terikat. hipotesis untuk kualitas informasi adalah sebagai berikut: h0 : tidak ada pengaruh positif antara keenam variabel kualitas informasi terhadap variable kepuasan mahasiswa dan karyawan h1 : ada pengaruh positif antara keenam variabel kualitas informasi terhadap variabel kepuasan mahasiswa dan karyawan pada tabel hasil perhitungan model summary regresi linier kualitas informasi terhadap kepuasan pelanggan terdapat r square sebesar 0,481 dari koefisien korelasi (0,694). r-square disebut koefisien determinansi yang dalam hal ini sebesar 48,1% hasil kepuasan mahasiswa dan karyawan dapat dijelaskan oleh variabel kualitas informasi (x) sedangkan sisanya dijelaskan variabel lain. artinya kualitas informasi berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan (h1). pada tabel uji anova kualitas informasi terhadap kepuasan pelanggan terdapat bahwa nilai probabilitasnya atau sig = 0,000<0,05. hal ini menunjukkan bahwa model linier dapat digunakan. uji koefisien digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara individu terhadap variabel terikat. jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (a<0,05), h0 ditolak dan h1 diterima. tabel ini menunjukkan regresi yang dicari. nilai sig yang di atas adalah 0,000 dan 0,000 (< 0,05), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien korelasi adalah signifikan artinya persamaan yang tepat untuk kedua varibael ini adalah : di mana y = kepuasan mahasiswa dan karyawan x = kualitas informasi tabel 4 uji variabel kualiatas informasi terhadap kepausan mahasiswa dan karyawan varaibel (x) r square kefisien korelasi koefisien determinasi accuracy 0,796 0,892 79,6% reliability 0.789 0.888 78.9% format 0.786 0.887 78.6% completeness 0.865 0.930 86.5% hipotesis: h0 : tidak ada pengaruh positif antara variabel kualitas informasi dengan variabel kepuasan mahasiswa dan karyawan h1 : ada pengaruh positif antara variabel kualitas informasi dengan variabel kepuasan mahasiswa dan karyawan berdasarkan data, terdapat koefisien determinansi yang merupakan persentase kepuasan mahasiswa dan karyawan yang berarti variabel kualitas informasi berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan (h1), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh varibal lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. evaluasi sistem informasi.… (tangkas udiono; dkk) 93  hasil olah data antara kualitas sistem informasi dan kualitas informasi terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan pengujian dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan kualitas sistem informasi (x1) dan kualitas informasi (x2) sebagai variabel bebas terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan (y) sebagai variabel terikat. pada tabel hasil perhitungan model korelasi kualitas sistem informasi dan kualitas informasi terdapat korelasi antara x1 terhadap x2 dan sebaliknya adalah sebesar 0.989 karena nilai korelasi tersebut di atas 0,5 (0.989>0.5) atau nilai korelasi mendekati 1. artinya, variabel x1 dan variabel x2 memiliki hubungan atau korelasi. dari hasil uji anova didapatkan tingkat signifikan sebesar 0.000. karena probabilitas ini kurang dari 0,05, h0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara kualitas sistem informasi dan kualitas informasi terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan. pada tabel ini terdapat bahwa nilai probabilitasnya atau sig = 0,000 < 0,05 hal ini menunjukan bahwa model linier dapat digunakan. uji koefisien digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara individu terhadap variabel terikat. jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (a< 0,05), h0 ditolak dan h1 diterima. y = 2,068 + 1.941x1 + 2.492x2 di mana y = kepuasan mahasiswa dan karyawan x1 = kualitas sistem informasi x2 = kualitas informasi berdasarkan hasil pengujian statistik diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas sistem informasi dan kualitas informasi dari sistem informasi gf services dengan kepuasan mahasiswa dan karyawan hal tersebut dapat diketahui dari penjelasan berikut. analisis kualitas sistem informasi dan kualitas informasi dari sistem informasi gf services terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan diketahui memiliki nilai 38.2% dan 48.1%. artinya ada pengaruh positif antara kualitas sistem informasi dan kualitas informasi dari sistem informasi gf services terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan sebesar nilai tersebut di atas. sementara sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. simpulan berdasarkan hasil dan analisis data sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut. pertama, hasil pengukuran maturity level dengan menggunakan kerangka kerja cobit pada pemanfaatan sistem informasi pada gf services berada pada posisi 2.951 atau mendekati dari standar yang ditetapkan secara international yaitu 3.00. artinya, proses proses telah didokumentasikan dan dikomunikasikan dengan baik. kedua, tanggapan mahasiswa dan karyawan terhadap kualiatas sistem informasi dan kualitas informasi adalah positif. artinya, meningkatnya kualitas informasi dan kualitas sistem informasi gf services akan meningkatkan kepuasan mahasiswa dan karyawan. ketiga, hasil analisis regresi dan korelasi antara faktor kualitas sistem informasi dan kualitas informasi terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan sebesar 38.2% dan 48.1%, sementara selebihnya dipengaruhi oleh factor-faktor lain; yang artinya, factor-faktor tersebut berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa dan karyawan. keempat, usaha dalam mencapai target yang telah ditetapkan, yaitu dengan mempertahankan meningkatkan dan memperbaiki proses-proses yang saat masih berada pada tingkat maturity level 2 atau repeatable but intuitive ke tingkat 4 atau managed and measureable. 94 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 82-95 saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. pertama, perbaikan dapat dilakukan melalui penelusuran hasil pengukuran maturity level yang menunjukkan proses-proses yang masih berada di bawah harapan/target yang ingin dicapai. kedua, evaluasi secara periodik perlu dilakukan terhadap pemanfaatan teknologi informasi minimal 2 tahun sekali untuk dapat mengantisipasi perubahan pada proses bisnis, sehingga fungsi teknologi informasi dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh pengguna. daftar pustaka abu-musa, a. a. (2009). exploring cobit process for itg in saudi organization. the international journal of digital accounting research, 9, 99–126. delone, w. h., & mclean, e. r. (2003). the delone and mclean model of information systems success: a ten-year update. journal of management information systems, 19(4), 9–30. fitrianah, d., & sucahyo, y. g. (2010). audit sistem informasi/teknologi informasi dengan kerangka kerja cobit untuk evaluasi manajemen teknologi informasi di universitas xyz. jurnal sistem informasi mti-ui, 4(1), 37–46. gondodiyoto, s. (2007). audit sistem informasi pendekatan cobit. jakarta: mitrawacana media. hudiarto., & so., i. g. (2010). menggunakan kerangka kerja cobit pada domain deliver and support (studi kasus pada pt. carrefour indonesia, jakarta). seminar nasional aplikasi teknologi dan informasi (snati) (pp. 121–126). yogyakarta, 19 juni 2010. ilias, a., & suki, n. b. m. (2008). the end-user computing satisfaction (eucs) on computerized accounting sistem (cas): how they perceived? journal of internet banking and commerce, 13(1), 1–18. it governance institut. (2007). cobit 4.1 control objectives, management guidelines, maturity model. usa. lubis, r. m., & arma, a. j. a. (2003). teknik sampling dalam pelaksanaan penelitian. info kesehatan, 7(1), 59–67. nugroho, b. a. (2005). strategi jitu memilih metode statistik penelitian dengan spss. yogyakarta: andi. nurhayati. (2008). studi perbandingan metode sampling antara simple random dengan stratified random. jurnal basis data, 3(1), 18–32. silitonga, t. p., & ali, a. h. n. (2010). sistem manajemen insiden pada program manajemen help desk dan dukungan ti berdasarkan framework itil v3. seminar nasional informatika (pp. 210–218). yogyakarta: upn veteran. triyanto, a., & santosa, t. e. c. (2009). organizational citizenship behavior (ocb) dan pengaruhnya terhadap keinginan keluar dan kepuasan kerja karyawan. jurnal manajemen, 7(4), 1–13. evaluasi sistem informasi.… (tangkas udiono; dkk) 95  tuttle, b., & vandervelde, s. d. (2007). an empirical examination of cobit as an internal control framework for information technology. international journal of accounting information sistems, 8, 240–263. xiao, l., & dasgupta, s. (2002). measurement of user satisfaction with web-based information sistems: an empirical study. in amcis proceedings (pp. 1149 – 1155). available http://aisel.saisnet.org/amcis2002/159 microsoft word 08_td_triyono_analisa proposisi layanan fixed a2t-1.docx proposition analysis of fixed … (triyono budi santoso) 75  proposition analysis of fixed broadband services based on product segmentation and purchasing power of urban society triyono budi santoso industrial engineering department, faculty of engineering, bina nusantara university jln. k.h. syahdan no 9, palmerah, jakarta barat, 11480 triyono.budi@binus.ac.id abstract tight competition in the broadband industry has forced the provider to have a good product propotition and strategy in the market, including market segmentation and type of services delivered based on customer’s expextation and intention to buy. this research aims to make a product proposition based on two major criteries in fixed broadband service, which are speed and price of the product, by looking into the competition in existing market (competitor’s product). as many players in indonesia have created very tight situation, the will be launched product should have an attractive matter or differentiation in order to compete and get a “buy in” of the customer. in the research, some analysis was conducted across all the propositions by spreading questionnaires to respondents in urban area especially in jakarta and bandung, thus the provider can create product with an appropriate specifications to answer the needs of customers on their affordable price to buy. some close-ended questions in the questionairres were scaled and performed by basic statistical approach methods. the result shows that product with affordable price is still become the choice of respondents in each segment (low, medium and high income). price list per speed which is fitted to any segments is also suggested in this research. the result of the research can also be used to develop the product as a differentiation to be the choices and preferencesof customers. keywords: fixed broadband, product proposition and pricing, marketing product management introduction based on the recommendation i.113 of the international telecommunications union (itu), broadband is a technology that provides a transmission capacity that is faster than primary rate isdn (1:5 or 2 mbps). broadband is identified as a technology with a set of services that is able to provide better quality when compared to traditional analog or dial-up technology (polykalas & vlachos, 2006). fixed broadband is a broadband service using cable technology (wirelined), which provides information and communication lines from the central office to users of the service. with such characteristics, fixed broadband ensures better quality than mobile broadband services that use wireless technology. between fixed and mobile broadband, both support a very high speed communications, especially for internet data services. however, due to fixed broadband infrastructure has to be set up until the end of the customer, the investment for fixed broadband infrastructure is higher than the mobile, ranging from setting up a network backbone, last mile, as well as its back office system. although it is comparable to the quality of service offered, the provider must make sure to go jump into the fixed broadband business. not many providers are confident of this business opportunity. therefore, the lean cost structure and the correct implementation strategy are required, and must be analyzed in a mature business plan, starting from a market research to capture the opportunities and needs (demand) from the public, especially in making a product proposition 76   comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 75-81  accordingly so that the provider can be right to invest to get the equilibrium as analysed by rhee and rhee (2009). fixed broadband penetration is still low in indonesia, and it has prompted many operators vying to enter in this business. as a developing country, indonesia needs to learn from the developed countries that have had a fixed broadband network infrastructure. research showed that in a developed country like the united kingdom, even required an understanding of consumer behavior when using the broadband service. dwivedi, lal and williams (2008) described a number of drivers and barriers for an equitable adoption in broadband usage of a modern society. inaccuracy in determining these factors will lead to the penetration of broadband and its implications will not be optimal. the previous research of lee and brown (2008) used methodology of regression analysis and one-way anova in exploring the factors that influence the use of broadband globally by examining factors such as: competition platform, ict use, content, broadband speeds, income, population density, education, price, and local loop unbundling (llu). although most of indonesia’s population covered by mobile communication, the quality of its broadband has not been evenly distributed. that's why, the presence of fixed broadband is expected to fill the gap in mobile broadband in terms of stability of quality. both mobile and fixed broadband support the creation of a digital community that has been endorsed by the government. to achieve that, the role of the regulator which is the government is needed to sharpen the policy, strategy, and the utilisation of broadband networks (sawyer, allen, & heejin, 2003), especially when the policy is applied to the socio-economic structures of different communities (polykalas & vlachos, 2006). it also calls for integrated innovation strategy for ict systems (information communication and technology) in indonesia. this research aims to make a product proposition based on two major criterias in fixed broadband service, which are speed and price of the product, by looking into the competition in existing market (competitor’s product). as we know, there are many products and players in indonesia such as indihome by telkom, my republic, biznet, first media, etc. in this tight situation, the expected launched product should have an interesting element or differentiation in order to compete and get a “buy in” of the customer. through this research analysis and discussions, hopefully it can become a best practice approach in a real industry, i.e. telecommunication that can provide benefit to the providers and users in regards of the product determination to support this digital lifestyle era within a tight competition. providers can create and determine a qualified competitive products, which are fit to the users’ or market’s demand. methods method of factor selection used in this study was the conjoint analysis approach for products variable developed viewed from the aspect of bandwidth speed and price (representing the characteristic aspects of the customer in choosing a broadband product). data was obtained by distributing questionnaires to a number of respondents in urban areas (in this case jakarta and bandung), by observing the different levels of people's income from low, medium and high categories. the scales analysis of close-ended questions shared was performed by a basic statistical approach, to get their willingness or intention to pay to the offered price per speed. lee, brown, and lee (2011) stated that the significance of some demographic variables, such as income and education, imply that higher levels of income and education, as well as better economic climate are driving the broadband diffusion in countries, especially under their research on oecd (organization for economic cooperation and development). proposition analysis of fixed … (triyono budi santoso) 77  to ensure the validity of the survey, respondents selected are those who have authority in deciding/determining the willingness to buy/intention to pay or choose the product, as one of the parameters to be measured. these variables were chosen as part of integrated service quality as mentioned in widaningrum and santoso (2014), which was still a dominant factor for customer in adopting broadband service in their lifestyle especially in urban society. the results were obtained as a product recommendations based on the speed bandwidth and price, and the selected cities that represent the digital lifestyle. the expected final results of this paper is the proposition of products in accordance with market conditions which is represented by those urban population, and the affordable price in accordance with the value created by the customers of every income level. furthermore, this analysis can reflect the profit or revenue when the product will be released into the market, as revenue is a major parameter in a business. results and discussions questionnaires were submitted to the amount of respondents in the two largest cities in indonesia, jakarta and bandung, as well as to some areas nearby, which has criteria for low, medium and high income levels. the products broadband internets are divided into four speed level: 5 mbps, 15 mbps, 50 mbps, and 100 mbps. these speed levels represent the most offering products in both two cities by other providers. strategies as follower need to be developed as in the cities, the proposal is not the first entrance in market after years ago, some big and local players were there. deep analysis and business calculation were made as a go to market periscope to broader opportunities across the field, since this type of business is still promising in indonesia. next, a product roadmap has to be arranged to assure the product life cycle development and management after it is launched to the market. table 1 and table 2 show the results of a survey to determine the respondents who are willing to pay the price of each product, as shown in the diagram below. figure 1 number of respondents who are willing to pay per product offered (for jakarta and surrounding areas (total 1869 respondents) and prices in idr) 78   comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 75-81  from the mapping of the willingness to pay of the respondents, compared to the number of broadband internet products, there are variations in the distribution of any existing segments. in the low-income segment, in both cities surveyed, the data shows that the trend (the majority of respondents) expect the lowest tariff for categories of products offered. in the segmentation of respondents with middle income, the percentage of the price range in quartir 1 (the two lowest tariff are 250k and 300k for 15mbps, as well as 450k and 500k for 50 mbps), for high income level, 50mbps is in the range of 600ks and 100mbps is the range of 600-700k (both for jakarta and bandung). by this mapping, it can also be concluded that for bandung and its surrounding areas, the tendency to make the product proposition price which is above 900k (as in the jakarta area), is very small. figure 2 number of respondents who are willing to pay for products offered (for bandung and surrounding areas (total 398 respondents) and prices in idr) looking at the results, broadband internet product propositions in both cities shows the three variations of segment levels. however, the likelihood of those customers in wanting the cheapest price apparently occurs at all levels of price and speed. understanding the basic principle that customer is the king, and adjusting to the purchasing power of people in the cities based on the results of the survey and considering the feasibility aspects of the business, it needs a combination product (with variable speed) at a suitable and recommended pricing, before launching into the market. the recommended price is also considering the best value for money of it (consistent value for money). table of recommendations based on the calculation is shown in table 3 and table 4. the author also categorizes variants of the products offered, which has a catchy price based on price competition mapping on the market. proposition analysis of fixed … (triyono budi santoso) 79  figure 3 recommendations per product in each segment on jakarta area as captured from the table, there are many situations in each product and each segment of jakarta society. we can reflect the maximum revenue on idr 200k at 5 mbps, idr 250k at 15mbps both on low income level. while on medium income level, it looks like idr 500k is offering a good position in terms of revenue, value consistency, and catchy as well. the proposal also proposes an “interpolation” price at high income level at idr 1m as a catchy one, instead of idr 1.3m as the highest revenue generator one. figure 4 recommendations per product in each segment on bandung area 80   comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 75-81  not much different with jakarta, the society of bandung also shows a short conclusion on price idr 250k in low income for 15 mbps, or idr 500k in medium income for 50 mbps, and idr 1m in high income for 100 mbps. this results lead to such confidence level to follow up in the phase of market execution. these pricing models and strategies can also be applied in other cities, including when we want to apply the price scheme for all, but also want to be flexible and applied by demography according to purchasing power and the existing competition mapping in each area. currently, some broadband service providers using ftth technology/fiber to the home, and gpon is a lot, so that in the calculation of the business and the strategy still have to refer to the business plan, without ignoring the quality of service. those above mentioned situations might bring us to a very dynamic analysis years ahead, especially in the implementation of the recommendation, also as we anticipate the competitor’s movement and strategy whenever this proposition is launced. conclusions this study discusses an aspect of marketing management from the aspects of product development which is in marketing management known as 5 p (product, place, promotion, price, profit) and 3c (company, customer, competitor). the research data is taken in two major cities in indonesia, indicating that the affordable product (“freemium") is a product that is likely selected by the respondents. it requires a series of efforts and strategies that support the marketing and development so that whenever the product will be launched to the market, it is in great demand and chosen by customers. because at the end, starting from planning and business analysis to the execution, the final result is still have to be a product that is qualified , and meet as much as possible of the customer expectations, which is based on this study, it is a product that has a high value but remains affordable in terms of its price. further research may have a sensitive analysis and monitor tracking along the time as this recommendation is executed, to understand and determine the effectiveness of the program/project and to get feedback from customers about the quality that is delivered. also, further research can take into account the generated revenue, so that huge investments which are spent can be accounted for. until now, the investment cost for 1 (one) unit of fixed broadband connections is still high at around idr 2000k, out of the cost of the backbone transmission and international capacity leasing. at the stage of research in the next implementation phase, it can also be combined with product marketing strategy that is appropriate with the real condition of the future, whether done in atl (above the line) and btl (below the line) so that the product can be better known in the market. references dwivedi, y. k., lal, b. & williams, m. d. (2008). managing consumer adoption of broadband: examining drivers and barriers. industrial management & data systems, 109(3), 357-369. lee, s., & brown, j. s. (2008). examining broadband adoption factors: an empirical analysis between countries. info, 10(1), 25-39. lee, s., brown, j. s., & lee, s. (2011). a cross-country analysis of fixed broadband deployment: examination of adoption factors and network effect. journalism and mass communication quarterly, 88(3), 580 – 596. proposition analysis of fixed … (triyono budi santoso) 81  polykalas, s. e., & vlachos, k. g. (2006). broadband penetration and broadband competition: evidence and analysis in the eu market. info, 8(6), 15-30. rhee, h., & rhee, s. (2009). an analysis of equilibrium relationship between price elasticity and expenditure level: a case study of korean mobile market data. journal of economic development, 34(2), 69 – 83. sawyer, s., allen, j. p., & heejin, l. (2003). broadband and mobile opportunities: a socio-technical perspective. journal of information technology, 18(2), 121-36. widaningrum, d. l., & santoso, t. b. (2014). determining mobile broadband adoption factors to support digital lifestyle activity: a pilot test among jakarta broadband consumer. australian journal of basic and applied sciences, 9(7), 251-254. microsoft word 06_si_veronica_derwin using k-nearest neighbor_kp-1.doc using k-nearest neighbor … (veronica ong; derwin suhartono) 53  using k-nearest neighbor in optical character recognition veronica ong1; derwin suhartono2 1,2computer science department, school of computer science, bina nusantara university jln. k.h. syahdan no. 9 palmerah, jakarta barat, 11480 1veronicaong510@binusian.org; 2dsuhartono@binus.edu abstract the growth in computer vision technology has aided society with various kinds of tasks. one of these tasks is the ability of recognizing text contained in an image, or usually referred to as optical character recognition (ocr). there are many kinds of algorithms that can be implemented into an ocr. the k-nearest neighbor is one such algorithm. this research aims to find out the process behind the ocr mechanism by using k-nearest neighbor algorithm; one of the most influential machine learning algorithms. it also aims to find out how precise the algorithm is in an ocr program. to do that, a simple ocr program to classify alphabets of capital letters is made to produce and compare real results. the result of this research yielded a maximum of 76.9% accuracy with 200 training samples per alphabet. a set of reasons are also given as to why the program is able to reach said level of accuracy. keywords: optical character recognition, k-nearest neighbor, image processing, computer vision introduction it is easy for our human eyes to discern a three dimensional structure/object. the number of people can be easily counted in a certain picture.their expressions are also guessable by looking at their expressions. it is possible to do to this, because our eyes can detect the objects through different aspects such as lightning, shadow, angles, or even backgrounds (szeliski, 2011). vision is an information processing task, where it is a process which turns images of the external world into a description that is useful to the viewer and not cluttered with irrelevant information. (marr, 1982). it involves not only the study of extracting images (representing images), but also about how information is captured from images, which can serve as a basis for our thoughts and actions (processing of information). computer vision is the study about the processes that a machine has to go through that enables it to have vision (to be able to see). the goal of computer vision is to make useful decisions about real physical objects and scenes based on sensed images (shapiro & stockman, 2001). computer vision is a very influential field as it plays an important role in different kinds of fields such as industrial use where cameras are used to check whether mechanical parts have been created with the right size or forensic where they use computers to recognize people using the texture of their irises (nixon & aquado, 2002). there are various kinds of techniques used to depict vision such as image processing and pattern recognition. image processing is a method to perform operations on an image by converting it into a digital form of data. this operation is usually used to extract certain information from an image, where the information is then used in a decision-making process. image processing usually consists of 3 steps: 54 comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 53-65  importing the image into the program, analyzing and manipulating the image, then print the output of the image to the user (engineers garage, n.d.). one of the results of the implementation of image processing is a program called optical character recognition, or abbreviated as ocr. ocr is a program that can be used to recognize characters that exist in a certain image. in order to use the program, it needs to be fed with some examples of how each letter looks like. these examples are usually called training data. it can recognize both handwritten and printed text, but its accuracy highly depends on the training data that is given to the program. tesseract is an example of an ocr engine. it is an open source ocr engine which runs on various operating systems such as linux, windows, and mac os x. it has the ability to detect different kinds of languages, due to its ability to be able to train the system. this project was initially developed by hp labs, but is now taken over by google. it is considered as one of the most accurate ocr engines available. willis (2006) mentioned that tesseract was able to correctly recognize 97.74% of the file (6 mistakes out of 266 words) when the program was tested. an example of an optical character recognition program based on the tesseract engine has successfully been created on the android operating system (mithe, indalkar, & divekar, 2013). the ocr is a great technology, as it has aided society with lots of tasks such as data entry, automatic number plate recognition, make electronic images of printed documents searchable, and assistive technology for visually impaired users (wikipedia, 2015). a research has also been presented to recognize historical documents, either printed or handwritten, without any knowledge of the font (vamvakas, gatos, stamatopoulos, & perantonis, 2008). taking character recognition to a higher level, a research on text detection and character recognition in scene images has also been conducted (coates et al., 2011). the purpose of this research is to find out about the workings behind this convenient technology. in this research, the k-nearest neighbor machine learning approach will be used to train the program. the k-nearest neighbor algorithm is a machine learning algorithm which is usually used in pattern recognition. it is considered as the top 10 most influential data mining algorithm in the research community (wu et al., 2007). the k-nearest neighbor is a non-parametric type of algorithm (thirumuruganathan, 2010), meaning it doesn’t have to create an assumption about its environment. the number of parameters depends on the number of training data. classification is done by calculating the average/majority distance from a test vector to its neighboring training vectors. in this experiment, an optical character recognition program is created using the k-nearest neighbor algorithm. through this experiment, the process of how said algorithm works will be explained. the program will also calculate in how precise the k-nearest neighbor algorithm is in providing predictions for an ocr. the program will be provided with training and testing images to calculate its accuracy. an analysis is performed as to why the program is able to reach a certain precision. shah and jethava (2013) mentions that a working optical character recognition program consists of 6 steps: image acquisition, preprocessing, segmentation, feature extraction, classification, and post processing. the following figure 1 illustrates the procedures of a working optical character recognition program. using k-nearest neighbor … (veronica ong; derwin suhartono) 55  figure 1 steps of optical character recognition process (source: shah & jethava, 2013) each of these steps has their own respective tasks, which are as follows: (1) image acquisition: the process of acquiring the images by using hardware. (2) preprocessing: consists of the operations needed to enhance the image for segmentation. (3) segmentation: the document is first segmented by row histogram, and then segmented again by column histogram, to extract the words contained in the document. (4) feature extraction: the techniques which are used to extract the features of the characters. the extracted features will be used to train the system. (5) classification: tested image is inputted into the program for classifying. classifier may use different approaches like artificial neural network or support vector machine. classification is done by comparing the tested image’s feature with the pattern which has been stored for training. (6) post processing: consists of high level processes that help improve the accuracy of recognition, such as syntax analysis and semantic analysis. an example of these steps can be seen on the tesseract engine, as described by mithe, indalkar, and divekar (2013). it firsts accepts an input image as a binary image (black on white text, or white on black text). this input image is sent to a connected component analysis, where the text is analyzed to find its pitch (the number of characters that can fit side-by-side in one inch). afterwards, the document is broken down into words by analyzing the character spacing. next, tesseract performs two passes to recognize words. the first pass is sent to an adaptive classifier, which is able to recognize the text more accurately. the second pass is done to recognize the characters which were not recognized well in the first pass. in figure 2, the diagram shows the steps that the tesseract engine has to go through to achieve character recognition. 56 comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 53-65  figure 2 architecture of tesseract (source: mithe, indalkar, & divekar, 2013) a more complicated approach is used by vamvakas, gatos, stamatopoulos, and perantonis (2008), as the program is used to read historical documents, with no knowledge of the fonts used in the documents. just like the steps used by mithe, indalkar, and divekar (2013) and shah and jethava (2013), the program will first input the image into the system, and then converts it into a binary image (grayscale image). in this stage, an enhancement of the image is done to preserve the quality of characters, since the input is a historical document. after binarization and enhancement of the image, the program will do a segmentation of the document by text line detection, and word and character segmentation. the text line detection will segment the document vertically, where it will analyze the average height of the document, and detect potential text lines. once the document has been segmented vertically, the characters’ stroke are analyzed and divided into different segments. these segments are used to find the character’s feature points. in this stage, the program will come up with different kinds of segmentation paths. the program will choose the best possible segmentation path, which satisfies the segmentation criteria. next, since the program uses fonts it doesn’t recognize, it will have to create its own database of characters using training images. to ensure accuracy of the database, the database will be finalized by the user to check if there are any incorrect data in the database. finally, the program is ready to recognize a historical document, using the support vector machine algorithm. m e t h o d s there are various kinds of algorithm which can be used to create an optical character recognition program. this experiment aims to find out the process behind the ocr program by using the k-nearest neighbor approach. the experiment also calculates the accuracy of said algorithm when implemented into an ocr. as k-nearest neighbor approach is an existing algorithm, this experiment conducts its data collection process through an observational method. this experiment is conducted in an observational way because its main focus is to explain the process of a simple ocr. in this method, the project is monitored and its data is collected over time. the collected data will then be analyzed as to why it is able to reach a certain result. as mentioned before in section i, this experiment uses the k-nearest neighbor approach to train the system. the program is trained to classify different kinds of capital letter alphabets. the algorithm used in this experiment is based on a basic ocr program by escrivá (2008). the experiment also requires some image processing functions to extract information from the image tested into the system. for that purpose, this experiment requires an additional library called opencv using k-nearest neighbor … (veronica ong; derwin suhartono) 57  (open source computer vision library) for its image processing functions and k-nearest neighbor machine learning function. the program will also need two kinds of images: training images and testing images. a training image is the image used to train / teach the program of how a certain capital letter alphabet looks like. a sufficient number of training images will be needed to reach an acceptable accuracy. a testing image is an image inputted into the program, and classifying which alphabet it belongs to. the testing image used must be different from the images used for training. these images are created in a “.pbm” extension, which is a file format for monochrome images. the images are created in gimp, an open source image manipulation program, with a paintbrush tool. every image has a dimension of 500px x 500px. there are a total of 5,226 images prepared for this experiment, which consists of 201 images per class / alphabet. these 201 images are divided into two groups: 200 training images, and 1 testing image for each alphabet. in order for the machine learning function to work properly, those training images have to be inputted into the system. in this experiment, the basic ocr functions are observed by comparing the results of the program when inputted with different amount of training images. this program is divided into 3 main functions: preprocessing, training, and classification. preprocessing after the image is inputted into the program, the preprocessing function enhances the image to ensure better accuracy in classification. the image is processed in such a way, so that it will be easier for the program to detect different kinds of strokes which belong to the same class/alphabet. to do this, every time an image is inputted, the program will determine the binary values of the image (whether the pixel is black or white). these values are then stored into a matrix. the size of the matrix is determined by the dimensions of the image. in some cases, these images may contain a lot of white spaces, with the actual character occupying only some parts of the image. the white spaces may hinder the accuracy of the program, because it might cause two of the same letters to appear as different letters to the program. referring to the first image in figure 3, it can be seen that the character is written in the left part of the image, leaving the right part blank. in the second image, it is written on the right side. but because their positions differ so much, the program will treat them as two different letters. to prevent this, the blank part of the picture should be lessened.the program has to crop the part of the image which contains the character. the program will use a bounding box to find the coordinates of the part which is to be cropped. figure 3 letters with blank spaces 58 comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 53-65  figure 4 shows the result of the cropped letter js from figure 3. after the cropping process, the two images now appear similar to each other. the coordinates of the bounding box are recorded. the pixel values from the cropped letters are also copied into another matrix. afterwards, a new blank square image is created in the new program, where its dimensions depend on the result of the bounding box. the previously recorded bounding box coordinates are then compared: if its width is larger than its length, then its width will be used for the dimensions of the new image, or vice versa. after determining the dimensions of the blank image, the pixel data which has been copied into a matrix, is copied into the new image. this new image, is then scaled to a designated size (in this experiment, its designated size is 100px x 100px) to prevent training samples from having different dimensions. figure 4 cropped letters . (a) (b) using k-nearest neighbor … (veronica ong; derwin suhartono) 59  (c) (d) figure 5 steps in processing the images. (a) a new square image is created based on the bounding box coordinates. (b) image is assigned to white color. (c) pixel values from the uncropped image are copied to the new image. (d) image is scaled to a designated size. figure 5 depicts the process of the preprocessing function on the letter j from figure 4. once the coordinates of the bounding box are calculated, these coordinates are used to create a new square image. the program then assigns a white colored background to the new image. next, the pixel values of the letter j from the old image are copied to the new image. after copying the pixel values, the new smaller letter j image is scaled to smaller size to match the dimensions of the training images. the dimensions of the training images and testing image (in this case, the new letter j image) should match to allow easier classification. this new scaled image is then passed to the next process: training. training images from the preprocessing functions are brought to the training function, so that the program can store the training data into its database. the k-nearest neighbor function is already built into the opencv library, so the function only needs to be called while passing the training data to said function. since this experiment uses the k-nearest neighbor algorithm approach, the training data are stored in a feature space. a feature space is a dimensional vector of numerical features that represents a certain object. these objects have their respective coordinates / positions in the feature space according to their features. their positions scatter around the feature space, but objects which belong in the same class are usually grouped near to each other because they own similar features. when drawn in a graph, the feature space would look like this: 60 comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 53-65  figure 6 feature space figure 6 shows a picture of a feature space with two classes: class a and class b. in this figure, objects of class a are marked with red dots, while objects of class b are marked with blue dots. each class has their own unique features which distinguish them from other classes. these features are what determine each object’s position in the feature space. this is why class a looks as if they are grouped together in one location. the same thing applies to class b. in this research’s case, there would be 5,200 objects scattered around the feature space, with 26 different colors (classes). classification this function focuses more on the actions performed on the testing image. similar to the training images, the testing image is first preprocessed to obtain a new cropped and scaled image. the processed image is then compared with the training images by using the k-nearest neighbor algorithm. the data of this processed image is passed to the feature space, and positions itself on the space depending on its features. once in position, it determines some neighbors near to it, and does a comparison on the neighbors. the tested image is classified as the neighboring class with the highest amount of objects. (a) (b) using k-nearest neighbor … (veronica ong; derwin suhartono) 61  (c) figure 7 classifying new data in feature space. (a) tested image positions itself in feature space. (b) objects near the tested image’s position are compared. (c) tested image is classified as class b because the amount of class b grabbed by the image is greater than class a. in figure 7, the object in green is assumed as the tested image to be classified by the program. it grabs some of the neighbors nearest to it, and classifies itself as the class with the highest amount of objects, which in this case is class b. therefore, the tested image belongs to class b. r e s u l t s a n d d i s c u s s i o n s this program was created with c programming language, and compiled in microsoft visual studio 2010. as the interface is in the form of a terminal, the number of training images and file path should be inputted manually on the code. upon execution, the program will load and preprocess the images from a folder containing all the training images that have been prepared for the program. after all training images have been extracted and stored into the program, the program proceeds to load and classify the tested image. the result of the classification is then printed out in the terminal, along with the percentage of the precision. in this experiment, the program has run four times, with different amount of training images on each execution. the amount of training images is differed to see how well the program would respond with different levels of training given to it. the results are displayed in the table below, showing the results of the program’s classification, expected answer, and the program’s precision. table 1 results with 50 training samples table 2 results with 100 training samples 1st execution 2nd execution result expected answer precision result expected answer precision l a 80.00% l a 90.00% p b 40.00% b b 30.00% l c 50.00% l c 50.00% j d 50.00% d d 40.00% e e 70.00% e e 70.00% 62 comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 53-65  table 1 results with 50 training samples (continued) table 2 results with 100 training samples (continued) 1st execution 2nd execution result expected answer precision result expected answer precision f f 50.00% f f 70.00% h h 90.00% h h 100.00% i i 60.00% l i 50.00% j j 80.00% j j 100.00% f k 70.00% f k 50.00% l l 90.00% l l 90.00% y m 70.00% l m 60.00% u n 60.00% u n 50.00% g o 50.00% o o 60.00% l p 60.00% f p 60.00% o q 40.00% o q 90.00% f r 70.00% f r 60.00% j s 50.00% j s 50.00% j t 100.00% j t 60.00% u u 90.00% u u 100.00% v v 50.00% v v 70.00% u w 60.00% w w 50.00% x x 60.00% x x 80.00% y y 80.00% y y 100.00% j z 50.00% z z 70.00% total correct answers: 11 total correct answers: 15 table 3 results with 150 training samples table 4 results with 200 training samples. 3rd execution 4th execution result expected answer precision result expected answer precision a a 50.00% a a 60.00% b b 60.00% b b 60.00% l c 50.00% g c 40.00% d d 70.00% d d 70.00% e e 50.00% l e 60.00% f f 100.00% f f 100.00% g g 90.00% g g 90.00% h h 80.00% h h 80.00% i i 70.00% i i 80.00% j j 100.00% j j 100.00% l k 60.00% l k 100.00% l l 100.00% l l 100.00% m m 70.00% m m 100.00% n n 40.00% n n 60.00% o o 60.00% o o 60.00% f p 40.00% p p 60.00% o q 80.00% o q 80.00% f r 30.00% r r 60.00% j s 50.00% j s 50.00% s t 100.00% s t 100.00% u u 100.00% u u 100.00% v v 90.00% v v 100.00% w w 50.00% w w 50.00% x x 100.00% x x 100.00% y y 100.00% y y 100.00% using k-nearest neighbor … (veronica ong; derwin suhartono) 63  table 3 results with 150 training samples (continued) table 4 results with 200 training samples (continued) 3rd execution 4th execution result expected answer precision result expected answer precision z z 70.00% z z 70.00% total correct answers: 19 total correct answers: 20 table 1, table 2, table 3 and table 4 represent the results of the program’s execution. each table has a different amount of training samples, with table 1 consisting of 50 training samples, table 2 consisting of 100 training samples, table 3 with 150 training samples, and table 4 with 200 training samples. during the first execution, the program was able to get 11 correct answers out of 26 testing images with 50 training samples. in the second attempt, it was able to score 15 out of 26 correct answers with 100 training samples. the program scored better in the third attempt with 19 out of 26 correct answers with 150 training samples. finally, in the fourth execution, it was able to score 20 out of 26 correct answers with 200 training samples. from table 1, table 2, table 3 and table 4, it can be seen that though the program is trained with a number of training samples, it can still make a mistake. but the difference in result on all four executions proves that the number of training samples play a big part for the program to be able to classify a character accurately. apart from the correct answers, there were also wrong answers by the program. there are three reasons that were deduced as to why the program is able to produce these wrong results. the first reason is because the lack of training images. the results show that the program improves when more training images are added to its knowledge base. therefore, if more training images are added into the program, it will yield an even better result. the second reason is because of some stroke similarities in the alphabet. the results in table 1, table 2, table 3 and table 4 show that the program did make some mistakes in parts where the alphabets have a similar stroke. for example, in table 4, the program mistakes the test image c as the letter g, and test image q as the letter o. a simple approach to solve this is to identify and create training images that features a more distinguishable feature from one letter to another, and by adding more training images. the third reason about the occurrence of these errors is because of the k-nearest neighbor algorithm itself. the k-nearest neighbor algorithm gets the job done fairly well, reaching up to 76.9% (20 out of 26 correct answers) accuracy when trained with 200 training images. however, despite being a reliable algorithm, it is sensitive to noise and unbalanced data sets. to resolve the noise issue, a clearer training image may be used. another alternative is by providing the program with an additional function to minimalize the noise. the solution to the unbalanced data sets issue is similar to the solution for the second reason, which provides consistent training images where each letter has a distinguishable feature. 64 comtech vol. 7 no. 1 march 2016: 53-65  c o n c l u s i o n s this research shows and explains the use of the k-nearest neighbor algorithm in an optical character recognition program. through this experiment, it can be seen that the k-nearest neighbor algorithm can be used to classify images into alphabets in an ocr. it executes the job fairly well too, achieving a precision of 76.9%. from the results, it can be inferred that the number of correct answers increases as more training samples are added into the program. the reason for this occurrence is because by adding more training samples into the program. the program is taught to recognize more varieties of possible strokes for a certain character. it will be easier for the program to adapt to any stroke tested to it, if it has a good knowledge base. despite its precision, there are a few solutions which can be done to improve the program. in order to achieve more precise results, the program’s knowledge base too, has to be accurate. this can be done by adding more training images into the program. the experiment also shows that the number of correct answers increases when more training images are added into the program. besides adding training images, identifying the distinguishable features of each letter will also help when creating the training images. this allows the program to accurately classify letters which look similar to each other. a cleaner training image is also needed for the program to be able to recognize the letter. some improvements can be applied to this program to make it more robust and useful. first, by creating a more robust algorithm that can detect noise in the images, it will allow the program to ignore irrelevant strokes or scribbles contained inside an image. second, by adding a feature that will allow the ocr program to detect spaces and lines, which will enable the ocr to detect more than one letter contained in an image. references coates, a., carpenter, b., case, c., satheesh, s., suresh, b., wang, t., wu, d. j., & ng, a. y. (2011). text detection and character recognition in scene images with unsupervised feature learning. document analysis and recognition (icdar), 440-445. engineers garage. (n.d.). introduction to image processing. retrieved on july 8, 2015 from http://www.engineersgarage.com/articles/image-processing-tutorial-applications. escrivá, d. m. (2008, november). basic ocr in opencv. accessed on june 11, 2015 from http://blog.damiles.com/2008/11/basic-ocr-in-opencv/. marr, d. (1982). vision: a computational investigation into the human representation and processing of visual information. new york: w.h. freeman mithe, r., indalkar, s., & divekar, n. (2013). optical character recognition. international journal of recent technology and engineering, 2(1), 72-75 nixon, m. s., & aquado, a. s. (2002). feature extraction and image processing. great britain: newnes using k-nearest neighbor … (veronica ong; derwin suhartono) 65  shah, m., & jethava, g. b. (2013). a literature review on hand written character recognition. indian streams journal, 3(2), 1-19. shapiro, l. g., & stockman, g. c. (2001). computer vision. upper saddle river, n.j: prentice-hall szeliski, r. (2011). computer vision: algorithms and applications. london: springer-verlag thirumuruganathan, s. (2010, 7 may). a detailed introduction to k-nearest neighbor (knn) algorithm. retrieved on july 21, 2015 from https://saravananthirumuruganathan.wordpress.com/2010/05/17/a-detailed-introduction-to-knearest-neighbor-knn-algorithm/. vamvakas, g., gatos, b., stamatopoulos, n., & perantonis, s. j. (2008). a complete optical character recognition methodology for historical documents. the eighth iapr workshop on document analysis sytems, 525-532. wikipedia. (2015). optical character recognition. retrieved on july 8, 2015 from https://en.wikipedia.org/wiki/optical_character_recognition willis, n. (2006, 28 september). google’s tesseract ocr engine is a quantum leap forward. retrieved on july 8, 2015 from http://archive09.linux.com/articles/57222.  wu, x., kumar, v., quinlan, j. r., ghosh, j., yang, q., & motoda, h. (2007). top 10 algorithms in data mining. knowledge and information systems, 14, 1-37. microsoft word 03-lisanti penggunaan earned value analysis .doc penggunaan earned value… (yuliana lisanti) 239 penggunaan earned value analysis di dalam mengukur kinerja it project yuliana lisanti jurusan sistem informasi, fakultas ilmu komputer, bina nusantara university jln. k.h. syahdan no 9, palmerah, jakarta barat 11480 lisanti@binus.edu abstract it project’s succesfulness can be measured from some factors such as project’s time completion, project’s cost and project’s quality. these 3 factors, at least should be as planned, means that on time, on budget and on quality, or better than it has agreed. that’s why a regular project progress update has become a very important factor because it can be used by management to control the project, as well as an alert mechanism or early warning sign whether or not the project is on track or off track. this paper adopts the earned value analysis (eva) that is used to monitor it project progress, because eva is a simple formula whilst able to provide a comprehensive information to support decision making. keywords: indicator, performance, it project, earned value analysis abstrak indikator kinerja keberhasilan suatu projek ti (teknologi informasi) dapat dinilai dari beberapa faktor seperti waktu penyelesaian projek, biaya yang dikeluarkan dan kualitas dari hasil projek . ketiga faktor tersebut minimal harus sesuai yaitu sesuai dengan waktu, sesuai dengan biaya dan sesuai dengan kualitas, atau lebih baik dari rencana yang sudah disetujui. oleh karena itu, pelaporan secara berkala mengenai progress projek ti menjadi penting karena merupakan suatu kontrol yang dapat digunakan oleh manajemen sebagai alert mechanism (peringatan dini) apakah projek yang sedang berjalan tersebut on track atau off track. tulisan ini mengadopsi konsep earned value analysis (eva) yang digunakan untuk memonitor progress projek it, karena eva merupakan perhitungan yang sederhana namun mampu untuk memberikan informasi yang cukup untuk mendukung pengambilan keputusan. kata kunci: indikator, kinerja, project ti, earned value analysis 240 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 239-244 pendahuluan manajemen projek teknologi informasi (ti) menjadi begitu penting didalam kesuksesan implementasi sebuah solusi teknologi informasi. pada saat ini, seorang manajer projek dituntut untuk memiliki berbagai kemampuan dan pengetahuan hard skill maupun soft skill yang dapat mendukung pencapaian tujuan-tujuan projek yang sedang ditanganinya. salah satu kemampuan yang utama itu adalah bagaimana seorang manajer projek mampu untuk me-manage ekspektasi dari stakeholder proyek dengan memberikan informasi yang tepat dan bermanfaat bagi mereka, misalnya seperti sponsor projek atau manajemen senior mendapatkan informasi yang tepat dan bermanfaat mengenai projeknya setiap saat sehingga akan meningkatkan kepuasan dan kepercayaan mereka bahwa projeknya dapat diselesaikan sesuai dengan yang direncanakan dan berkualitas tinggi, yaitu tepat waktu, tepat biaya (on budget), dan sesuai dengan yang diminta (on scope). update juga diinformasikan kepada semua pengguna (user) yang terlibat didalam project sehingga mereka memiliki pemahaman yang baik mengenai projek yang sedang melibatkan bagiannya, seperti apa keuntungan projek itu untuk mereka, apa saja yang akan berubah, apa saja proses-proses baru yang akan mereka pelajari dan sebagainya, juga anggota projek mendapatkan informasi yang tepat dan bermanfaat sehingga dapat meningkatkan semangat team, meningkatkan produktifitas, meningkatkan efisiensi yang pada akhirnya dapat mencapati kesuksesan dari projek tersebut. pelaporan project progress secara regular merupakan salah satu cara didalam memberikan informasi yang tepat dan bermanfaat bagi stakeholder proyek. namun demikian tidaklah mudah untuk membuat laporan project progress, sebagian dikarenakan keunikan dari proyek ti itu sendiri, misalnya seperti output dan benefit dari proyek ti kebanyakan adalah tidak berwujud sehingga mungkin dapat diasumsikan pelaporannya akan lebih subjektif tergantung dari persepsi dan metode yang digunakan. selain itu proyek ti juga pada saat ini semakin kompleks, misalnya seperti terdiri dari puluhan bahkan ratusan tasks (work breakdown structure), lokasi virtual dari setiap team membernya sampai kepada teknologi platform yang digunakan bervariasi. hal seperti di atas akan lebih menyulitkan seorang project manajer untuk meng-update project progress-nya. pelaporan project progress yang sering digunakan oleh seorang project manager biasanya adalah dengan membandingkan project plan dengan deliverable yang sudah ditentukan sebelumnya, namun demikian beberapa orang menilai bahwa pelaporan project progress dengan hanya melihat kepada project plan vs deliverable kurang memberikan informasi yang lengkap, karena didalamnya tidak memiliki informasi mengenai status dari cost, schedule dan scope analysis yang sangat penting didalam membantu pengambilan keputusan ditingkat strategic maupun operational , misalnya seperti berapa persen efisiensi maupun defisiensi yang sudah terjadi , berapa besar hasil yang sudah didapat dibandingkan dengan pengeluaran yang didapat, apakah projek dapat dikatakan on schedule, on budget dan onscope, apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan situasi ini, dan sebagainya. earned value merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan diatas. earned value adaalah tools yang dapet digunakan untuk mengukur kinerja dari it project dengan cara menganalisa secara comprehensive ketiga faktor utama sebuah project yaitu cost, schedule dan scope. selanjutnya, tulisan ini akan membahas penggunaan earned value analysis didalam mengukur kinerja projek-projek teknologi informasi. penggunaan earned value… (yuliana lisanti) 241 metode analisa pengukuran project progress dengan menggunakan earned value analysis bertujuan untuk mengukur hasil kinerja aktual dari sebuah pekerjaan dengan biaya dan jadual berdasarkan rencana awal yang sudah ditetapkan. pengukuran dengan metode ini digunakan untuk melengkapi pelaporan yang biasanya hanya mengukur kinerja project yang terpisah antara pengukuran dari sisi waktu pekerjaan, hasil pekerjaan dan biaya yang sudah dikeluarkan. dengan earned value analysis seorang project manajer akan mampu melaporkan project progressnya dengan memperhatikan faktor manajemen resiko. analisis earned value juga dapat digunakan untuk menganalisa estimasi biaya yang perlu dikeluarkan didalam menyelesaikan projek tersebut, memberikan informasi perbedaan jadual dan biaya antara perencanaan dan actual selama projek sedang berjalan, mengidentifikasi masalah-masalah di awal, memberikan rekomendasi untuk menyelesaikan masalah, sampai kepada perencanaan ulang manajemen projek. dengan mengintegrasikan ketiga pengukuran yaitu hasil kerja, biaya dan waktu, maka evaluasi dan perbandingan progress antara projek juga dapat dilakukan dengan mudah. konsep formula earned value sudah digunakan semenjak awal tahun 60-an, lebih dikenal dengan nama cost/schedule control systems criteria (c/scsc), dan biasanya sudah banyak digunakan tanpa disadari oleh seorang projek manajer, biasanya mereka akan membandingkan antara biaya yang direncakana dengan pembelanjaan yang sudah dikeluarkan dan dibandingkan dengan hasil kerja yg sudah diselesaikan. pada masa ini, perhitungan earned value semakin dimatangkan dengan memperhatikan details pada tasks , misalnya seperti tasks yang di kategorikan kepada beberapa group atau cluster (compartmentalize), sehingga lebih terorganize dan mudah untuk di ukur. variabel indicator utama dari earned value adalah: (1) planned value (pv), rencana biaya sebuah task pada suatu periode waktu; (2) actual cost (ac), biaya task yang terjadi pada suatu periode waktu; (3) earned value (ev), biaya yang sudah di anggarkan untuk sebuah pekerjaan yang sudah diselesaikan; (4) budget at completion (bac), akumulasi biaya estimasi yang sudah disetujui dari seluruh aktivitas (task) proyek; (5) estimate at completion (eac), akumulasi biaya yang terjadi dijumlahkan dengan estimasi biaya yang akan terjadi; (6) variances, perbedaan antara apa yang sudah diselesaikan dan perencanaan. fomula earned value dapat dituliskan sebagai: cost variance (cv) = ev – ac; schedule variance (sv) = ev – pv; cost performance index (cpi) = ev/ac; schedule performance index (spi) = ev/pv. analisa earned value untuk schedule dapat dilihat dari nilai / value yang dihasilkan dari perhitungan spi , yaitu jika spi = 1 maka waktu projek dapat dikatakan sesuai dengan perencanaan , jika spi <1 maka waktu projek dapat dikatakan tidak sesuai dengan perencanaan (terlambat), dan jika spi > 1 maka project dapat dikatakan lebih baik dari perencanaan. sedangkan analisa untuk biaya dapat dilihat dari nilai/value yang dihasilkan dari perhitungan cpi sebagai jika cpi = 1 maka biaya projek dapat dikatakan sesuai dengan anggaran , jika cpi <1 maka biaya projek dapat dikatakan tidak sesuai dengan anggaran (melebihi anggaran), sedangkan jika cpi > 1 maka biaya projek dapat dikatan lebih baik dari anggaran (efisien). hasil dan pembahasan keefektifan penggunaan pengukuran earned value analysis didukung oleh faktor-faktor seperti: alokasi penganggaran dengan baik, perencanaan proyek dengan baik, kemampuan untuk membreakdown aktivitas proyek (task) sampai kepada level detil, pengawasan dan pencatatan terhadap 242 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 239-244 biaya yang sudah terjadi (misalnya berapa biaya yang sudah dikeluarkan untuk suatu kegiatan/task), serta pengawasan dan pencatatan terhadap status task yang sudah di rencanakan (misalnya persentase selesai). untuk menjelaskan penggunaan earned value analysis, penulis menggunakan contoh suatu perencanaan projek it yang sederhana seperti yang digambarkan pada tabel 1. tabel 1 perencanaan projek sistem sumber daya manusia tabel 1 membagi aktivitas proyek menjadi lima bagian besar, dan setiap bagian memiliki beberapa task. jika pada tanggal 23 juli 2010, status task dan biaya adalah seperti pada tabel 2 (status projek task pada tanggal 23 juli 2010). aktifitas projek task tanggal mulai tanggal selesai hari estimasi biaya studi kelayakan 1-jul-10 5-jul-10 4 3,000,000.00 perencanaan projek 6-jul-10 8-jul-10 2 2,000,000.00 kick off meeting 9-jul-10 10-jul-10 1 2,000,000.00 mengumpulkan kebutuhan sistem 12-jul-10 16-jul-10 4 10,000,000.00 menganalisa proses bisnis 19-jul-10 23-jul-10 4 4,000,000.00 menganalisa solusi teknologi yang akan digunakan 26-jul-10 30-jul-10 4 3,000,000.00 menganalisa kebutuhan infrastruktur 26-jul-10 30-jul-10 4 3,000,000.00 menganalisa lebih detail perencanaan projek 2-aug-10 3-aug-10 1 2,000,000.00 memverifikasi kebutuhan sistem apakai sesuai dengan solusi yang direkomendasikan 3-aug-10 5-aug-10 2 5,000,000.00 mengidentifikasi kebutuhan tambahan 6-aug-10 7-aug-10 1 2,000,000.00 merancang kebutukan infrastruktur (hardware, software, network, database design, user interface, security, dan sebagainya) 9-aug-10 10-aug-10 1 5,000,000.00 merancang kebutuhan aplikasi (dfd, erd, flowchart proses, report, pseudocode, screen design, dan sebagainya) 11-aug-10 18-aug-10 7 10,000,000.00 merancang proses bisnis yang baru 11-aug-10 18-aug-10 7 5,000,000.00 merancang solusi alternatif 19-aug-10 20-aug-10 1 5,000,000.00 merancang solusi yang direkomendasikan 23-aug-10 24-aug-10 1 2,000,000.00 membuat prototype sistem 25-aug-10 31-aug-10 6 15,000,000.00 menginstall infrastruktur 15-aug-10 22-aug-10 7 50,000,000.00 membangun sistem 1-sep-10 30-sep-10 29 150,000,000.00 testing (sistem test, user test, infrastruktur test, dan sebagainya) 1-oct-10 8-oct-10 7 10,000,000.00 mengimplmentasi aplikasi 10-oct-10 11-oct-10 1 10,000,000.00 5. tahap penggunaan mengevaluasi aplikasi 11-oct-10 11-nov-10 31 2,000,000.00 125 300,000,000.00 4. tahap pembuatan dan penerapan total estimasi waktu (hari) dan biaya (rupiah) perencanaan projek sistem sumber daya manusia 1. tahap perencanaan 2. tahap analisis 3. tahap rancangan penggunaan earned value… (yuliana lisanti) 243 tabel 2 status projek task pada tanggal 23 juli 2010 maka analisis eaned value dapat dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut: planned value (pv) : 3 juta+ 2 juta + 2 juta + 10 juta + 4 juta = 21 juta actual cost (ac) : 2 juta + 2.5 juta + 1 juta + 9 juta = 14.5 juta earned value (ev) : 3 juta+ 2 juta + 2 juta + 10 juta = 17 juta cost variance (cv) = ev – ac = 17 juta – 14.5 juta = 2,5 juta schedule variance (sv) = ev – pv = 17 juta – 21 juta = 4 juta cost performance index (cpi) = ev/ac = 17 juta / 14.5 juta = 1.17 schedule performance index (spi) = ev/pv = 17 juta / 21 juta = 0.80 aktifitas projek task tanggal mulai tanggal selesai hari estimasi biaya status task pada tanggal 23 juli 2010 biaya aktual studi kelayakan 1-jul-10 5-jul-10 4 3,000,000.00 100% 2,000,000.00 perencanaan projek 6-jul-10 8-jul-10 2 2,000,000.00 100% 2,500,000.00 kick off meeting 9-jul-10 9-jul-10 0 2,000,000.00 100% 1,000,000.00 mengumpulkan kebutuhan sistem 12-jul-10 16-jul-10 4 10,000,000.00 100% 9,000,000.00 menganalisa proses bisnis 19-jul-10 23-jul-10 4 4,000,000.00 0% 0 menganalisa solusi teknologi yang akan digunakan 26-jul-10 30-jul-10 4 3,000,000.00 0% 0 menganalisa kebutuhan infrastruktur 26-jul-10 30-jul-10 4 3,000,000.00 0% 0 menganalisa lebih detail perencanaan projek 2-aug-10 3-aug-10 1 2,000,000.00 0% 0 memverifikasi kebutuhan sistem apakai sesuai dengan solusi yang direkomendasikan 3-aug-10 5-aug-10 2 5,000,000.00 0% 0 mengidentifikasi kebutuhan tambahan 6-aug-10 6-aug-10 0 2,000,000.00 0% 0 merancang kebutukan infrastruktur (hardware, software, network, database design, user interface, security, dan sebagainya) 9-aug-10 10-aug-10 1 5,000,000.00 0% 0 merancang kebutuhan aplikasi (dfd, erd, flowchart proses, report, pseudocode, screen design, dan sebagainya) 11-aug-10 18-aug-10 7 10,000,000.00 0% 0 merancang proses bisnis yang baru 11-aug-10 18-aug-10 7 5,000,000.00 0% 0 merancang solusi alternatif 19-aug-10 20-aug-10 1 5,000,000.00 0% 0 merancang solusi yang direkomendasikan 23-aug-10 24-aug-10 1 2,000,000.00 0% 0 membuat prototype sistem 25-aug-10 31-aug-10 6 15,000,000.00 0% 0 menginstall infrastruktur 15-aug-10 22-aug-10 7 50,000,000.00 0% 0 membangun sistem 1-sep-10 30-sep-10 29 150,000,000.00 0% 0 testing (sistem test, user test, infrastruktur test, dan sebagainya) 1-oct-10 8-oct-10 7 10,000,000.00 0% 0 mengimplmentasi aplikasi 10-oct-10 10-oct-10 0 10,000,000.00 0% 0 5. tahap penggunaan mengevaluasi aplikasi 11-oct-10 11-nov-10 31 2,000,000.00 0% 0 122 300,000,000.00 4. tahap pembuatan dan penerapan total estimasi waktu (hari) dan biaya (rupiah) 1. tahap perencanaan 2. tahap analisis 3. tahap rancangan 244 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 239-244 dari hasil perhitungan diatas, dapat disimpulkan bahwa biaya projek (project cost) lebih baik dari anggaran (karena cpi > 1) dengan nilai cost variance sebesar 2.5 juta rupiah, sedangkan waktu projek (project schedule) tidak sesuai dengan perencanaan, dengan nilai schedule variance sebesar 4 juta rupiah. selanjutnya project manager perlu menambahkan inisiatif-inisiatif (action items) apa saja yang akan diambil untuk memperbaiki kinerja projeknya, misalnya seperti mengalokasikan sumber daya tambahan, mereview kembali prioritas task – task projek, melihat factor-faktor penghambat lainnya seperti komitmen dari stakeholder, me-review kembali ruang lingkup proyek dan sebagainya. simpulan penggunaan earned value analysis didalam mengukur kinerja projek – projek ti akan memberikan gambaran yang lebih lengkap terhadap performa projek yang sedang berjalan, hal ini sangat bermanfaat sehingga projek manager dan stakeholder dapat mereview keseluruhan performa projek dan melakukan tindakan – tindakan yang tepat didalam meningkatkan kinerja projeknya tersebut. seperti yang telah disebutkan diatas bahwa keefektifitasan penggunaan metode ini di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti perencanaan dan penganggaran yang tepat, kemampuan untuk membreakdown kegiatan kegiatan (tasks) proyek dengan detil, pengawasan dan pencatatan mengenai status task dari projek. pada tulisan selanjutnya disarankan untuk membahas dan mendalami prosesproses tersebut. daftar pustaka duncan, w. r. (1996). a guide to the project management body of knowledge: automated graphic systems. maryland, usa: white plains. valle, j. a., & soares, c. a. p. (2004) the use of earned value analysis (eva) in the cost management of construction projects, from http://www.icoste.org/icmj%20papers/valle%20-%20eva.pdf sumara, j., & goodpasture, j. (1997). earned value—the next generation—a practical application for commercial projects. project management institute 28th annual seminars & symposium. chicago, illinois. microsoft word 13_si_steeve haryanto.docx 656 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 656-660  analisa penerapan sistem pada hospitality industry steeve haryanto information systems department, school of information systems, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 steeve.haryanto@binus.ac.id abstract analysis on the application of the system hospitality industry aims to determine whether the system from outside has a considerable influence on the number of luxury hotels in jakarta as well as the factors that influence in picking the hospitality industry service system. the results of this survey are expected to be a consideration in implementing an information system in the field of hospitality industry. the method used in this paper is a literature review and analysis. the initial step in the analysis is to conduct a survey on the current system in hotels in jakarta, and analysis of the survey results and the identification of the need for local companies to compete with foreign companies. implementation of the system is no longer measured by how many facilities are available but the system is measured by how stable revenue generated calculations per day running at a hotel with no lost posts. keywords: analysis, information system, stable revenue abstrak analisa pada penerapan sistem hospitality industry bertujuan untuk mengetahui apakah sistem dari luar mempunyai pengaruh yang besar terhadap banyaknya hotel-hotel berbintang di jakarta serta faktor faktor apa saja yang mempengaruhi pemilik dalam memilih jasa sistem hospitality industry. hasil survei ini diharapkan dapat menjadi suatu pertimbangan dalam menerapkan sebuah sistem informasi dalam bidang hospitality industry. metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah tinjauan pustaka dan analisis. langkah awal di dalam melakukan analisis adalah dengan melakukan survei atas sistem yang sedang berjalan di hotel-hotel di jakarta, lalu analisis terhadap hasil survei dan identifikasi kebutuhan bagi perusahaanperusahaan lokal agar dapat bersaing dengan perusahaan luar. penerapan sistem tidak lagi diukur dari seberapa banyak fasilitas hotel yang tersedia melainkan diukur dari seberapa stabil sistem perhitungan revenue yang dihasilkan per hari berjalan pada sebuah hotel dengan tidak ada posting yang hilang (lost posting). kata kunci: analisa, sistem informasi, revenue stabil analisa penerapan sistem … (steeve haryanto)   657  pendahuluan property management system sering disingkat sebagai pms. pms merupakan suatu aplikasi yang sering digunakan di perhotelan di dunia. menggeliatnya industri pariwisata di indonesia mendorong beberapa perusahaan lokal berusaha untuk bermain di bisnis tersebut. saat ini yang sudah menjadi raja adalah perusahaan dari luar negeri. seolah menyatakan bahwa perusahaan lokal indonesia kurang dilirik oleh pasar dalam negeri dalam pengadaan sistem perhotelan. sungguh aneh memang, ketika lulusan sarjana informatika begitu membludak dan banyak lomba karya ilmiah sering digelar serta ditambah pula dengan begitu besarnya antusias masyarakat untuk bisa menyekolahkan anak-anak mereka ke fakultas sistem informasi agar bisa berwirausaha atau bekerja untuk perusahaan pembuat perangkat lunak. selain itu seperti ada suatu budaya pada masyarakat bahwa provider dari perusahaan lokal kurang dilirik oleh pemilik usaha di bidang hospitality industry, dalam memilih perangkat lunak dan perangkat keras. analisa penerapan sistem pada hospitality industry ini berusaha menalaah lebih dalam sampai sejauh mana kebenaraannya dan sekaligus memberikan saran kepada pemilik usaha untuk lebih bisa melihat apa yang harus menjadi pertimbangan ketika memilih sebuah sistem informasi. menurut jawadekar (2009), manajemen sistem information adalah kumpulan sistem untuk mendukung fungsi dari pengambilan keputusan. sedangkan menurut bagad (2009), sistem informasi adalah kumpulan dari fungsi yang di kelompokan untuk mendukung organisasi dan keputusan dalam menjalankan operational organisasi. menurut wang jin-zhao, wang jing (2009) pengeluaran terbesar dari organisasi perhotelan adalah sumber daya manusia, walaupun ada pilihan dalam bidang pelayanan, pengembang tidak bisa mengindahkan sumber daya manusia dalam menjalankan organisasi. metode metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah tinjauan pustaka dan analisis. langkah awal dalam melakukan analisis adalah dengan melakukan survei atas sistem yang sedang berjalan di hotel-hotel di jakarta, lalu analisis terhadap hasil survei dan identifikasi kebutuhan bagi perusahaan-perusahaan lokal agar dapat bersaing dengan perusahaan luar. hasil dan pembahasan dalam pengimplesikan sebuah sistem dalam suatu organisasi tidak pernah lepas dari beberapa faktor untuk mendukung berjalan dengan baiknya sistem tersebut dan penulis mencoba merangkum nya menjadi dua faktor penting yang harus dipahami antara lain: (1) faktor sumber daya manusia, artinya ketika suatu sistem diterapkan, sumber daya manusia yang berada di organisasi tersebut harus mau tidak mau mematuhi system yang berlaku, hal ini yang terkadang sulit diterapkan di negara kita. sdm masih bisa mengkontrol sistem sementara yang seharusnya terjadi adalah sdm dikontrol oleh sistem. pembinaan dari sdm untuk sadar sistem, rasanya seperti memaniskan air laut, hampir tidak mungkin terjadi tetapi masih ada harapan untuk bisa diwujudkan, baik dengan cara regular training atas makna ber organisasi teratur sampai dengan tertib dalam mengakomodir masalah. (2)faktor finansial, artinya ketika suatu sistem diterapkan, keuangan sebuah organisasi harus diperhitungkan dengan matang, karena tidak ada gading yang tidak retak, begitu juga dengan sistem, harus siap 658 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 656-660  dengan perubahan, di mana setiap kali ada iklim organisasi berubah, baik dari segi main core business-nya sampai dengan perhitungan rugi laba suatu perusahaan, maka organisasi harus siap meng-upgrade atau memodifikasi sistem yang ada, agar tetap relevan dan up to date. dua faktor diatas, tidak mengikat karena merupakan pengejawantahan dari pengalaman penulis semata, dan bukan menjadi suatu acuan. regenerasi dua faktor di atas, akan menimbulkan faktor-faktor yang tidak kalah penting untuk bisa menunjang sistem yang berjalan. banyak perusahaan luar yang ada, karena mereka mampu menempatkan dua faktor di atas menjadi suatu traces dalam menempatkan diri sebagai perusahaan yang layak menjadi provider dari sistem yang diterapkan di organisasi. ketika suatu perusahaan ingin menerapkan sebuah sistem untuk mengakomodir data ke dalam suatu kesatuan wadah, mereka tidak segan-segan mengeluarkan kocek yang luar biasa besar, baik untuk pengadaan perangkat it sampai dengan pengembangan sdm. sudah pasti maintenance cost-nya terbilang cukup mahal ditambah lagi konversi mata uang yang sangat variatif. kebijakan untuk mempercayakan implementasi dari sistem untuk suatu organisasi hospitality industry, pada umumnya dipegang oleh seorang edp manager atau it director tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa penerapan kebijakan tersebut didukung bukan hanya dari stabilitias sistem tersebut melainkan juga seberapa besar human resources (baca: pasar sdm) yang memahami sistem tersebut. seperti contohnya beberapa akademis menerapkan suatu mata pelajaran yang khusus untuk mempelajari dan mendalami serta mengenalkan bagaimana sistem tersebut berjalan. sebagai contoh, sistem opera dari micros fidelio, hampir seluruh akademi pariwisata diperkenalkan dan diajarkan bagaimana sistem tersebut berjalan. micros fidelio sebagai suatu perusahaan yang ada di indonesia merupakan perusahaan asing yang berbasis business pengadaan sistem pms untuk hospitality industry. penulis tidak mendapatkan informasi yang akurat tentang kapan micros fidelio masuk ke indonesia khususnya jakarta. berdasarkan pengalaman penulis, yang sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu incharge di it department hotel, micros fidelio sudah beroperasi sejak pertama kali penulis incharge di it department hotel dan sudah meluncurkan berbagai type dari sistem. beberapa waktu yang lalu, penulis melakukan survei atas sistem tersebut jakarta terhadap 34 hotel berbintang dan penulis mendapatkan angka yang menakjubkan, yaitu: (1) sebanyak 20 hotel berbintang mempercayakan pada organisasi tersebut di atas atau sekitar 6.8% dari 34 hotel, seperti terlihat pada tabel 1. (2) sebanyak lima hotel berbintang mempercayakan pada organisasi lokal atau sekitar 1.7% dari 34 hotel, terlihat pada gambar 1. (3) jumlah kamar hotel yang ada, tidak serta merta mempengaruhi pemilihan sebuah sistem dari luar, seperti terlihat pada gambar 2 di mana sistem “opera” yang merupakan sistem dari perusahaan luar digunakan pada hotel dengan jumlah kamar mencapai 998 dan 289 kamar, serta sistem rhapsody yang merupakan sistem lokal bisa menangani 202 sampai 634 kamar. tabel 1 total merk pms yang digunakan analisa penerapan sistem … (steeve haryanto)   659  gambar 1 total merk pms yang digunakan gambar 2 banyaknya kamar hotel yang menggunakan merk pms 660 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 656-660  simpulan berdasarkan hasil survei dan analisa sistem informasi penerapan sistem pada hospitality industry dapat disimpulkan hal-hal berikut: (1) penerapan sistem tidak lagi diukur dari seberapa banyak fasilitas hotel yang tersedia melainkan diukur dari seberapa stabil sistem perhitungan revenue yang dihasilkan per hari berjalan pada sebuah hotel dengan tidak ada posting yang hilang. (2) perbedaan antara buatan lokal dan luar negeri tidak menjadi suatu keadaan yang signifikan dalam menerapkan sistem selama customer service 24 jam bisa memberikan problem solving yang akurat baik melalui remoting sampai dengan kunjungan staff ke client. (3) kemudahan sistem dalam pengoperasian oleh sumber daya manusia yang sudah terlatih merupakan kunci tersendiri untuk menunjang penerapan sistem, human error bisa dihindari sekecil mungkin sehingga sistem failure pun dalam mengkalkulasi data yang ada akan semakin kecil jumlahnya. berikut adalah beberapa saran yang diharapkan dapat berguna bagi pemilik hotel di jakarta dalam memilih dan menerapkan sistem dalam menjalankan usaha: (1) menawarkan sebuah sistem bukan hanya diukur dari seberapa canggih dan up to date-nya sistem tersebut melainkan juga harus dilihat sampai sejauh mana sistem tersebut bisa di-support oleh customer service. (2) penangan sistem failure dalam suatu keadaan yang tidak menentu bukan lagi dilihat sebagai kewajiban para staff perusahaan dalam it department melainkan juga menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan yang memproduksi sistem tersebut (service after sales). (3) kejujuran dalam menjelaskan keuntungan dan kerugian dalam proses pengenalan sistem tersebut kepada management, tidak kalah pentingnya, bukan berarti kekurangan akan selalu menjadi kekurangan, melainkan kekurangan bisa menjadi suatu kelebihan. daftar pustaka jawadekar, w. s. (2009). management information system. new delhi: mcgraw-hill. v. s. bagad. (2009). management information system. india: techincal publications. wang jin-zhao, wang jing (2009), issues, challenges, and trends, that facing hospitality industry. journal of management science and engineering (54) microsoft word 14_si_indrajani_perancangan dan implementasi tuning-hs.doc analisis dan penerapan metode tuning … (indrajani) 143  analisis dan penerapan metode tuning pada basis data funding indrajani information systems department, school of information systems, binus university jl.kh.syahdan no.9 kemanggisan palmerah jakarta indonesia indrajani@binus.ac.id abstract the purpose of this research is to analyze, design, and implement tuning for the funding database, which include data mart processing that will be used in the formation of analytical reports. the research method used is literature study from a variety of journals, books, e-books, and articles on the internet. fact finding techniques are also done by analyzing, collecting, and examining the documents, interviews, and observations. other the research methods are also used to analyze and design database such as sql tuning, partitioning, and indexing. the results obtained from this research is an implementation tuning for the funding database, in which if it is implemented, it will improve performance significantly. the conclusion is by implementing tuning for the funding database, it can help the bank to improve the performance of database system and decrease time to produce analytical reports. keywords: database, tuning, funding, analytical report abstrak tujuan penelitian ini adalah menganalisis, merancang, dan mengimplementasikan metode tuning pada database funding. proses pengolahan data mart yang akan digunakan dalam pembentukan analytical report terdapat di dalamnya. metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dari berbagai jurnal, buku, e-book, dan artikel-artikel di internet. selain itu juga dilakukan teknik pengumpulan data, yaitu dengan mempelajari dokumen-dokumen dan wawancara serta observasi. metode analisis dan perancangan model tuning juga digunakan yaitu sql tuning, partitioning, dan indexing. hasil yang diperoleh dari penelitian ini ialah suatu implementasi tuning pada database funding yang jika diimplementasikan akan meningkatkan kinerja secara signifikan. simpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah tuning merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja sistem basis data. kata kunci: basis data, tuning, funding, analytical report 144 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 143-153  pendahuluan ada tiga kelompok besar dalam bisnis perbankan yaitu konsumer, bisnis kredit, serta bisnis tresuri dan internasional. ketiga bisnis tersebut didukung oleh unit-unit pengendali risiko serta pendukung korporasi. bisnis perbankan konsumer merupakan core competence dari suatu bank. bisnis ini meliputi jasa perbankan konsumer, kartu kredit, fasilitas pembayaran sarana umum serta perbankan prioritas. bisnis kredit merupakan core competence lainnya yang sedang dikembangkan oleh bank, dengan mengandalkan jangkauan jaringan kantor cabang yang luas, kemampuan distribusi lintas jaringan maupun kegiatan pemasaran dan penjualan yang unggul. bisnis ini menyalurkan kredit korporasi kepada perusahaan dan institusi terkemuka di berbagai sektor industri, kredit komersial maupun ritel bagi sektor usaha kecil dan menengah (ukm), dan kredit pemilikan rumah dan kendaraan bermotor bagi nasabah perorangan. dana pihak ketiga adalah unsur terpenting selain kegiatan pengumpulan dana. seiring dengan berkembangnya kegiatan dan promosi produk perbankan serta tuntutan ketersediaan data yang cepat dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, maka sistem yang sudah pernah dikembangkan perlu ditingkatkan kembali dari sisi kinerja. saat ini, untuk menghasilkan data-data yang dibutuhkan dalam membuat analytical report memerlukan waktu sekitar dua sampai tiga minggu untuk data funding selama satu bulan. pihak manajemen merasa perlu meningkatkan sistem yang telah ada dari sisi kinerja karena dengan waktu yang terpakai menyebabkan analytical report yang dihasilkan tidak terbarukan sehingga banyak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan yang merugikan pihak perusahaan dan nasabah. ruang lingkup penelitian ini adalah meningkatkan kinerja dari sisi application tuning, yaitu upaya memperbaiki kinerja sistem dengan sql tuning, indexing dan partitioning. adapun tujuan penelitian ini adalah mengoptimalisasikan waktu yang dibutuhkan dalam pembentukan tabel fakta dari data mart sehingga pada akhirnya analytical report harian dan bulanan data funding dapat dihasilkan secara lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. manfaat penelitian ini adalah menyediakan data untuk mendukung kegiatan analisis sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pihak managerial secara lebih cepat metode metode penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan data, metode analisis, dan metode perancangan basis data. teknik yang digunakan dalam metode pengumpulan data ini mencakup antara lain wawancara, mempelajari dokumen, observasi, dan studi kepustakaan (indrajani, wihendro, & safan, 2013). wawancara dilakukan pada bagian-bagian yang akan menggunakan sistem basis data yang diusulkan. pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan akan disiapkan terlebih dahulu sebelum wawancara berlangsung. sifat yang akan digunakan adalah gabungan antara pertanyaan tertutup dan terbuka (indrajani, 2011). untuk mendapatkan data dan informasi mengenai kebutuhan pengguna secara lengkap, maka dilakukan juga pengumpulan dokumen-dokumen. selain itu juga dilakukan observasi langsung ke lapangan (indrajani, 2011). setelah itu desain dan perancangan yaitu merancang alternatif-alternatif solusi, pengembangan yang mencakup proses create, run, testing, debug dan code. kemudian implementasi yaitu tahap ketika code yang telah di-tuning diimplementasikan pada sistem yang berjalan. terakhir adalah evaluasi yaitu tahap membandingkan processing time system lama dengan yang baru. analisis dan penerapan metode tuning … (indrajani) 145  data mart adalah bagian dari data warehouse yang mendukung kebutuhan informasi dari suatu departemen (connolly & begg, 2010). perbedaan data mart dengan data warehouse antara lain data mart fokus untuk departemen tertentu saja dan tidak berisi data operasional yang bersifat detail. data mart lebih mudah dipahami karena jumlah data yang lebih sedikit. alasan pembuatan data mart adalah untuk memudahkan akses terhadap data-data yang sering digunakan untuk bahan analisis, data yang disajikan data mart lebih spesifik berdasarkan setiap departemen sehingga memudahkan pencarian data, dan biaya yang dibutuhkan untuk membangun data mart lebih kecil dibanding data warehouse. analytical report adalah laporan yang berisi ringkasan informasi yang ditujukan untuk membantu proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen. contohnya adalah laporan-laporan yang bersifat multidimensional. di mana laporan-laporan tersebut dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. misalnya segi nasabah, segi produk, segi waktu, segi cabang, dan sebagainya. tuning adalah tindakan memodifikasi sistem dengan tujuan meningkatkan kinerja. manfaat tuning adalah mempercepat response time proses dan meningkatkan throughput (chan & immanuel, 2008). jenis-jenis tuning yakni tuning for response time, yaitu tuning yang ditujukan untuk mempercepat response time dan tuning for throughput, yaitu tuning yang ditujukan untuk meningkatkan jumlah throughput process. application tuning adalah suatu tindakan yang mayoritas berhubungan dengan perbaikan di sisi sintaks sql dan memastikan apakah sintaks query yang digunakan telah efisien dan optimal. sql tuning merupakan tindakan query optimization. definisi query optimization adalah suatu tindakan memilih execution strategy yang efisien untuk mengeksekusi sebuah query. kinerja adalah salah satu ukuran terpenting, yang menggambarkan jika proyek ini sukses atau terjadi kesalahan. berarti desain untuk proses kinerja harus dimulai sejak awal dalam pengembangan basis data. di sini terdapat beberapa teknik untuk meningkatkan kinerja basis data agar maksimal. proses tuning kinerja mencakup antara lain pengukuran respon waktu sebelum tuning, pada waktu tuning dilakukan, dan pengukuran respon waktu setelah tuning (cecilia & mihai, 2011). database administrator bertanggung jawab untuk meningkatkan kinerja sistem basis data. deteksi penurunan kinerja dapat dilihat dari parameter kinerja system (hitesh, aditya, & ranjit, 2012). partitioning adalah tindakan membagi tabel yang mempunyai record data yang sangat besar menjadi segmen-segmen kecil disebut partition berdasarkan sebuah partitioned key (anonim1, 2007). oracle menyediakan lima teknik untuk mempartisi tabel (indrajani, 2013) yaitu range partitioning, list partioning, hash partitioning, composite range-hash partitioning, dan composite range-list partitioning. range partitioning adalah setiap partisi dispesifikasi oleh serangkaian nilai dari partitioning key. sedangkan list partitioning yaitu setiap partisi dispesifikasikan oleh sebuah daftar nilai dari key partitioning. hash partitioning adalah sebuah algoritma hash diterapkan pada partitioning key untuk membatasi partisi pada baris yang diberikan. composite range-hash partitioning ialah sebuah kombinasi dari teknik range dan hash partitioning. pertama kali, tabel akan dipartisi dengan teknik range partitioning. kemudian setiap individu hasil range partitioning tersebut akan dipartisi kembali dengan menggunakan hash partitioning. terakhir composite range-list partitioning yaitu sebuah kombinasi antara teknik range dan list partitioning. pertama kali, tabel akan dipartisi dengan teknik range partitioning. kemudian setiap individu hasil range partitioning tersebut akan dipartisi kembali dengan menggunakan list partitioning. tidak seperti gabungan rangehash partitioning, isi dari setiap subpartisi mewakili sebuah subset logika dari data, dideskripsikan oleh sesuai dengan proses setup pada range dan list partitioning. index adalah data structure yang memungkinkan dbms mengakses record-record secara lebih cepat dan meningkatkan speed response dari suatu query (millsap & garry, 2008). 146 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 143-153  hasil dan pembahasan divisi pengembanan produk dan jasa merupakan salah satu divisi pada perusahaan yang bertugas menangani dana pihak ke tiga oleh nasabah untuk berbagai keperluan, misalnya tabungan, deposito, dan giro. divisi teknologi informasi merupakan salah satu divisi pada perushaan tersebut yang bertugas untuk menangani sisi pengembangan dari aplikasi dan sistem-sistem yang ada. ke dua divisi tersebut bekerja sama dalam peningkatan kebutuhan laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen. gambar 1 proses pembentukan analytical report ketika seseorang ingin mengajukan membuka tabungan, deposito, atau giro pada bank, ia harus menjalani prosedur operasional yaitu mengisi formulir pembukaan tabungan deposito, atau giro. selama permohonan tersebut belum ditandatangani, data tersebut ada di dalam server dan terdapat database server yang menyimpan informasi calon nasabah bank tersebut. data transaksi harian dari database mainframe dimasukkan ke data warehouse dengan metode backup dan restore. kemudian dilakukan proses etl dari database server operasional dan server data warehouse ke server data mart dengan proses etl (extract, transform, load). proses yang terjadi di dalam server data mart adalah pembentukan beberapa tabel fakta dari data mart yang kemudian dengan bantuan analytical reporting tools, yaitu business object 6.1, dihasilkan analytical report yang digunakan pihak manajemen untuk memantau kinerja dana pihak ke 3 dan mendukung proses pengambilan keputusan. analisis dan penerapan metode tuning … (indrajani) 147  gambar 2 proses pembentukan data mart data transaksi harian dari database mainframe dimasukkan ke data warehouse dengan metode backup dan restore. alasan mengapa harus backup dan restore adalah karena data yang terdapat dalam mainframe terlalu besar, sedangkan bandwidth yang disediakan hanya 1 mbps maka proses tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama jika melakukan etl. setelah itu dilakukan etl (extract, transform, load) di data warehouse dan database server sehingga membentuk data mart yang dibutuhkan oleh divisi pengembanan produk dan jasa. untuk membentuk analytical report dibutuhkan data histori sedangkan perancangan data warehouse berisi data posisi per hari. proses pembentukan tabel fakta dari data mart membutuhkan waktu yang lama yaitu hingga kurang lebih 8-10 jam. untuk menghasilkan analytical report menggunakan business object membutuhkan waktu yang lama, sehingga pengguna lebih memilih untuk langsung query ke data mart. oleh karena itu, pengguna data funding harus memiliki keahlian di bidang sql code. beberapa usulan pemecahan melakukan sql tuning pada procedure-procedure yang belum optimal. misalnya mengganti where clause menjadi join clause untuk menggabungkan beberapa tabel, menggunakan rowid untuk mengakses data, menggunakan temp table untuk menggabungkan beberapa statement yang dipergunakan berulang kali.selain itu dapat juga membuat partisi pada tabel yang mengandung lebih dari 2 gb data dan memberi index terhadap data yang sering diakses. proses pengisian tabel histori acct_dtl pada sistem yang berjalan data mart pada sistem yang berjalan hanya menyimpan data posisi, maka dibuat sebuah tabel bernama acct_dtl dengan struktur penyimpanan data mart histori menggunakan logika bucketbucket (block column per bulan) yang menyimpan data bulanan sebanyak 12 bucket. cara pengisian data ke setiap bucket tiap bulannya adalah: (1) awalnya, bucket-bucket pada tabel acct_dtl akan digeser terlebih dahulu dengan data lama yang ada pada bucket pertama, akan digeser ke bucket kedua, bucket kedua ke bucket ketiga dan begitu seterusnya, meskipun terdapat bucket yang belum berisi data. jadi setiap data pada bulan baru yang masuk akan terjadi 12 kali pergeseran data, jika proses penggeseran tersebut belum pernah dijalankan dengan sukses pada bulan tersebut. (2) jika data nasabah a belum pernah terdapat dalam sistem, maka data tersebut akan di-insert ke dalam tabel acct_dtl pada 1 baris baru di bucket pertama. jika pada bulan yang sama nasabah melakukan transaksi, maka data pada bucket bulan tersebut akan diubah. (3) setiap data pada bulan baru akan selalu berada pada bucket yang pertama. alasan mengapa data yang terbaru selalu dimasukkan ke dalam bucket pertama adalah karena data yang digunakan untuk menghasilkan analytical report bulanan adalah data yang terbaru sehingga dari sisi scripting, akan lebih mudah apabila data yang terbaru selalu diletakkan pada bucket pertama. 148 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 143-153  proses pengisian record-record data pada acct_dtl menggunakan sebuah pl/sql procedure yaitu dbp_pre_process. pada procedure dbp_pre_process ini dilakukan proses insert record-record baru (jika ada account baru yang melakukan peminjaman) dan proses update record-record (jika nasabah membayar cicilan) proses pembentukan tabel fakta sebuah tabel fakta dibentuk dari histori data mart (termasuk salah satunya adalah data pada tabel histori acct_dtl) dan beberapa tabel dimensi (untuk menyediakan kategori-kategori apa saja yang dapat ditampilkan oleh suatu analytical report). kedua sumber data e tersebut (data mart dan tabel dimensi) kemudian diolah melalui suatu procedure (setiap tabel fakta diolah oleh procedure yang berbeda). setiap tabel fakta digunakan untuk pembentukan sebuah analytical report sql tuning restrukturisasi tabel acct_dtl pada perancangan sistem yang lama, tabel acct_dtl menggunakan sistem bucket. proses tersebut dapat menyebabkan penurunan kinerja dari database dan juga pemborosan resource sehingga kami merancang suatu sistem baru untuk menyimpan data mart. pada perancangan sistem yang baru, kami tidak menggunakan 12 bucket untuk menyimpan data histori setiap bulannya. akan tetapi, hanya menggunakan 1 bucket dalam partisi bulanan untuk menyimpan data histori. struktur tabel acct_dtl_enh: gambar 3 struktur tabel acct_dtl_enh keuntungan yang diperoleh dari perubahan ini adalah mempercepat pengaksesan data pada tabel acct_dtl_enh yang berisi data histori karena adanya range partitioning berdasarkan month_idx dan sub-partition berupa hash partitioning berdasarkan acct_no. selain itu juga menghilangkan proses update yang menggunakan logika perpindahan data ke bucket berikutnya setiap bulan. jadi, perubahan ini membuat prosedur shift_ acct_dtl dapat dihilangkan. analisis dan penerapan metode tuning … (indrajani) 149  mengganti where clause menjadi join clause untuk menggabungkan table gambar 4 mengganti where clause karena untuk menggabungkan beberapa tabel dengan non-join clause (where clause), hasil akan dievaluasi setelah melakukan cross join seluruh tabel. sedangkan dengan join clause, hasil akan dievaluasi setelah cross join antar 2 tabel. sehingga dapat mengurangi jumlah baris yang akan dicocokkan dengan tabel berikutnya menggunakan temp table untuk menampung join table yang digunakan berulang kali dalam script yang kompleks, seringkali ditemukan penggabungan beberapa tabel. penggabungan beberapa tabel sekaligus ini dapat menurunkan performa. setelah kami teliti terdapat beberapa jenis penggabungan tabel yang sering diimplementasikan seperti join multiple table in one statement dan join multiple table using temp table. join multiple table in one statement, pada join ini terdapat beberapa penggabungan tabel dalam satu statement yang sering dieksekusi pada beberapa query berbeda. untuk mengeksekusi satu query penggabungan beberapa tabel yang rumit saja memerlukan waktu yang cukup lama, bayangkan jika penggabungan tabel-tabel tersebut sering dieksekusi pada query yang berbeda-beda, tentu akan memakan waktu yang lebih lama dan memboroskan resource. untuk mengatasi masalah kinerja yang dihadapi, maka pada pada tahap perancangan ini, dirancang suatu alternatif solusi yang dapat meningkatkan kinerja dan menghemat resource, yaitu join multiple table using temp table. dengan mengimplementasikan solusi tersebut, penggabungan beberapa tabel yang sering dieksekusi ditempatkan dalam satu temp table, sehingga ketika hasil penggabungan tersebut hendak dipergunakan kembali dapat langsung mengakses ke dalam temp table, tidak perlu melakukan penggabungan beberapa tabel yang kompleks lagi. menggunakan rowid untuk mengakses data berdasarkan tingkatan access path tercepat, rowid merupakan cara akses tercepat, sehingga kami menggunakan cursor untuk menunjuk rowid agar dapat digunakan untuk proses dml. berikut contoh query yang menggunakan cursor dan rowid: 150 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 143-153  gambar 5 menggunakan rowid menghindari penggunaan data type convertion yang dimaksud dengan data type convertion adalah mengubah tipe data suatu field. misalnya ingin menampilkan tanggal dalam format lain, seperti contoh berikut ini: gambar 6 data type convertion sehingga menghasilkan output seperti dibawah ini: gambar 7 output data type convertion bentuk code di atas merupakan contoh konversi data secara eksplisit karena keyword data type convertion disebutkan secara langsung dalam query. pada perancangan sql tuning dengan tujuan untuk menghasilkan code yang lebih optimal, penggunaan konversi data secara eksplisit diminimalisasi karena dapat menurunkan kinerja. sehingga beberapa code yang menggunakan konversi data secara eksplisit diubah menjadi implisit seperti dibawah ini: analisis dan penerapan metode tuning … (indrajani) 151  gambar 8 sebelum sql tuning menjadi: gambar 9 setelah sql tuning partitioning tabel yang diberi partisi adalah tabel yang berisi data lebih dari 2 gb dan data yang menunjukkan waktu (misalnya: kolom year_month dan month_idx). jenis partisi yang diimplementasikan adalah: range, hash dan interval partition. jenis partisi yang diimplementasikan tersebut disesuaikan dengan jenis data yang terdapat dalam tabel-tabel milik database funding. gambar 10 partitioning indexing pada perancangan ini, data yang diberi index adalah kolom dalam suatu tabel yang mengandung banyak data dan kolom tersebut sering diakses baik dalam select statement maupun dalam conditional statement (where clause). contoh: kolom record_to_date dalam tabel d_account_dtl. kolom tersebut sering diakses untuk membentuk analytical report harian maupun bulanan seperti: kpi, avg ta dan p & l report. index yang diimplementasikan adalah b*tree karena kolom yang diberi index sering menggunakan dml statement (insert, update, delete), sehingga tidak cocok jika menggunakan bitmap index. 152 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 143-153  berikut contoh code indexing pada salah satu tabel : gambar 11 indexing evaluasi tabel 1 evaluasi sebelum tuning proses ini adalah proses pembentukan data mart. tampak terlihat kolom process time dalam menit dan jam, ada yang memerlukan waktu lebih dari 8 jam. tabel 1 evaluasi setelah tuning no.  plan  server  minute  second  1  add column 2  01  4  40  2  kl exc cost  01  5  10  3  un  01  5  35  4  kl cost fix  01  5  50  5  kl cost%  01  6  20  dari hasil evaluasi sebelum dan setelah tuning, terlihat ada pengurangan waktu yang siginifikan. proses yang tadinya memerlukan waktu dalam jam, dapat dikurangi menjadi menit. analisis dan penerapan metode tuning … (indrajani) 153  simpulan untuk menghasilkan analytical report, divisi pengembanan produk dan jasa membentuk data histori dari data posisi setiap harinya dengan menggunakan procedure yang belum optimal sehingga membuat proses pembentukan analytical report memakan waktu yang lama. setelah menganalisis permasalahan yang menyebabkan lamanya pembentukan analytical report pada database funding, solusi yang diimplementasikan adalah model aplikasi tuning yang terdiri atas tiga solusi, yaitu: sql tuning procedure yang membentuk data histori, indexing kolom yang sering diakses pada sebuah tabel serta partitioning tabel-tabel yang mengandung data di atas 2 gb dan kolom yang mengandung data waktu. hasil dari tuning yang diimplementasikan adalah meningkatnya kecepatan dalam pembentukan table fakta sehingga pada akhirnya analytical report data funding dapat dihasilkan secara lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, business object dipergunakan kembali sebagai reporting tools sehingga analytical report dapat terbentuk tanpa membutuhkan kemampuan pengguna untuk query langsung ke data mart. daftar pustaka anonim1. (2007). partioning in oracle database 11g. usa: oracle corporation. cecilia, c., mihai, g. (2011). increasing database performance using indexes. database systems journal, ii(2):13. chan & immanuel. (2008). 2 days + performance tuning guide 10g release 2 (10.2). usa: oracle corporation. connolly, t., begg, c. (2010). database system; a practical approach to design, implementation and management (5 ed.). england: pearson education. hitesh, k. s., aditya, s., ranjit, b. (2012). a framework for automated database tuningusing dynamic sga parameters and basic operating system utilities. database systems journal, iii(4): 25. indrajani. (2011). bedah kilat 1 jam – pengantar dan sistem basis data. jakarta, jakarta, indonesia: elex media computindo. ______. (2011). perancangan basis data dalam all in 1. jakarta, jakarta, indonesia: elex media computindo. ______. (2014). rancang bangun model aplikasi tuning pada unit bisnis kredit konsumer. in c. l. bandung (ed.). bandung: jbptitbpp. indrajani, wihendro, & safan. (2013). rancang bangun konseptual basis data klinik 24 jam. seminar nasional teknologi informasi & multimedia 2013. yogyakarta: stmik amikom. millsap & garry. (2008). optimizing oracle performance: a practitioner’s guide to optimizing response time. cambridge: o’reilly. microsoft word 05_si_sugiarto hartono_perancangan sistem informasi akademik-hs.docx 44 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 44-54  perancangan sistem informasi akademik lembaga kursus demi music center sugiarto hartono information systems department, school of information systems, binus university jl.kh.syahdan no.9 kemanggisan palmerah jakarta indonesia shartono@binus.edu abstract evolution of technology will bring companies to have appropriate information systems to boost their businesses. computerized information system is also needed by training courses like demi music center. demi music center realizes that computerized academic information system will help to optimize their business process. the purpose of this research is to analyze the operational business processes and academic administration at the dmc to determine deficiencies and problems occurred, then to provide a draft proposal of the new system in the dmc.. the method used is the method of analysis and design. data collection methods used in this study was a survey, interviews, and literature. outcome of this research is a design of academic information system based on desktop application. system can generate report easily and manage the data. implementation of computerized academic information system can leverage the performance and increase efficiency of business process at demi music center. keywords: system design, academic information system, training courses abstrak sistem informasi terkomputerisasi dibutuhkan oleh lembaga kursus seperti demi music center (dmc). lembaga kursus dmc mulai menyadari bahwa penerapan sistem informasi dan teknologi informasi sangat penting dalam upaya pengembangan bisnisnya. tujuan dari penulisan ini adalah untuk melakukan analisis pada proses bisnis operasional dan administrasi akademik pada dmc untuk mengetahui kekurangan serta permasalahan yang terjadi, kemudian memberikan sebuah usulan rancangan sistem yang baru pada dmc. metode yang digunakan adalah metode analisis dan perancangan. metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, wawancara, serta studi pustaka. hasil dari penelitian ini adalah desain sistem informasi akademik berdasarkan aplikasi desktop. sistem dapat menghasilkan laporan dengan mudah dan mengelola data. penerapan aplikasi sistem informasi akademik ini dapat membantu lembaga kursus dalam meningkatkan performa serta efisiensi waktu operasional lembaga kursus. kata kunci: perancangan sistem, sistem informasi akademik, lembaga kursus perancangan sistem informasi.… (sugiarto hartono) 45  pendahuluan sistem informasi bagi suatu perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena dengan menggunakan sistem informasi secara tepat, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, menghilangkan kegiatan yang tidak memiliki manfaat (nilai tambah), meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelanggan, mengkoordinasikan setiap bagian perusahaan, serta meningkatkan kualitas kebijakan manajemen. menurut penelitian yang dilakukan oleh nofan & al-olemaat (2014), sistem informasi terkomputerisasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di organisasi yaitu dalam hal knowledge, creativity, dan skill. abed dan zeaud (2012) mengatakan bahwa sistem informasi sangat diperlukan untuk menunjang persyaratan dari manajemen modern. sistem informasi semakin membuka peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan dan memperluas jaringan bisnisnya. bagi perusahaan yang ingin bersaing dan maju, sistem informasi yang memiliki tingkat respon tinggi serta fokus kepada para penggunanya dari segala aspek merupakan sebuah aset perusahaan bisnis modern yang sangat berharga. pemilihan sistem informasi harus dibangun sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan perusahaan. perancangan sistem informasi yang efektif dan efisien diharapkan mampu membantu perusahaan untuk mencapai specific long-term strategic objectives perusahaan tersebut (stockamp, 2005) demi music center merupakan sebuah perusahaan jasa di bidang kursus musik dan penjualan piano. demi music center memiliki kantor pusat dan beberapa kantor cabang. perusahaan ini memfasilitasi murid yang kursus di tempat atau private di rumah. saat ini demi music center hanya menggunakan sistem e-mail untuk berhubungan antar kantor dan hanya menggunakan microsoft office untuk membantu memfasilitasi aplikasi perusahaan. masih kurangnya aplikasi ini merupakan permasalahan dari perusahaan demi music center. permasalahan pada perusahaan demi music center ini dapat diatasi dengan mencari aplikasi perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut agar dapat memudahkan perusahaan dalam beraktivitas. pengembangan sistem informasi di lembaga kursus ini bertujuan untuk memudahkan karyawan dalam sistem dalam mengerjakan pekerjaan masing-masing. misalnya, staff pembayaran tidak perlu lagi menulis jurnal dan menghitung pembayaran secara manual dengan pengembangan sistem informasi terkomputerisasi. sistem informasi terkomputerisasi mempengaruhi teknologi perusahaan demi music center, sehingga memiliki keunggulan tersendiri selain pada bidang musik, juga didukung dengan teknologi lengkap dengan aplikasi dan database yang mendukung operasional. dengan mengembangkan sistem informasi, data-data dalam perusahaan akan tersimpan dengan baik dalam database sehingga memudahkan dalam pencarian data murid ataupun karyawan. dalam jurnalnya, haugh (2005) menjelaskan dukungan teknologi informasi sangat penting untuk mendukung peningkatan pendapatan perusahaan, “the efficiencies created by the it-powered revenue cycle process has meant more than increasing revenues” dalam mengembangkan sistem informasi pada lembaga kursus ini akan digunakan objectoriented analysis and design (ooad). ooad mencakup proses, teknik, model, dan tools yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi. pengembangan sistem informasi dengan menggunakan ooad memiliki beberapa keuntungan, antara lain adalah memudahkan pemodelan sistem informasi, dapat dilakukan code reuse, menghasilkan kualitas sistem yang tinggi, serta memungkinkan untuk dilakukan pemeliharaan sistem yang baik (pandey, singh, kansal, 2011). berdasarkan latar belakang tersebut, maka ooad digunakan untuk mengembangkan sistem informasi pada demi music center. 46 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 44-54  metode metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data melalui: (1) studi kepustakaan. dengan metode ini informasi diperoleh melalui buku dan jurnal yang berkaitan dengan perancangan sistem informasi penjualan jasa untuk lembaga kursus. (2) survei. data dikumpulkan dengan melakukan survei serta pengamatan proses bisnis yang terjadi di dalam lembaga kursus tersebut. survei dilakukan untuk mendapatkan data berupa persyaratan perusahaan, bagaimana jalannya proses bisnis, serta mengamati permasalahan yang terjadi pada lembaga kursus sehingga dapat diolah dan menghasilkan solusi yang tepat terhadap kekurangan – kekurangan yang ada di dalam proses bisnis lembaga kursus. (3) wawancara. wawancara dilakukan kepada pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan kursus yaitu supervisor kursus, pengajar, staf keuangan, dan staf pembelian. wawancara dilakukan melalui tatap muka dengan narasumber. wawancara yang dilakukan dengan tatap muka dilakukan dengan pihak internal perusahaan, sekaligus dilakukan pengamatan pada proses bisnis yang terjadi. metode perancangan sistem informasi dalam penelitian ini adalah melakukan analisis sistem pada data-data yang diperoleh dengan menggunakan metode object oriented analysis and design. agile methodology merupakan salah satu metodologi untuk melakukan problem solving dan membutuhkan partisipasi seluruh stakeholder (forster & brocco, 2008). pemodelan sistem informasi menggunakan notasi unified modeling language (uml) (satzinger, jackson, & burd, 2012). perancangan user interface dalam sistem informasi di lembaga kursus ini menggunakan prinsip perancangan user interface (dennis, wixom, & roth, 2013). tahapan yang dilakukan untuk merancang sistem informasi pada lembaga kursus ini adalah menentukan bisnis model perusahaan, mengumpulkan requirements, membuat model dari hasil identifikasi persyaratan user, dan membuat pemodelan rancangan sistem (satzinger, jackson, & burd, 2012). hasil dan pembahasan permasalahan yang terjadi pada lembaga kursus demi music center adalah bukti pembayaran dalam perusahaan menggunakan penghitungan secara manual di mana dapat terjadi kesalahan dalam penghitungan bukti pembayaran, belum adanya aplikasi untuk pengaturan jadwal pengajar dan jadwal murid sehingga dapat terjadi bentrok jadwal, serta belum adanya aplikasi yang mencatat transaksi pembelian buku piano ke supplier. melihat permasalahan tersebut, maka perlu diusulkan proses bisnis yang lebih efisien dan efektif untuk membantu operasional serta administrasi lembaga kursus demi music center. berikut adalah proses bisnis yang diterapkan untuk lembaga kursus demi music center: murid yang akan mendaftar akan dilayani oleh supervisor kursus. supervisor kursus akan menginput data murid ke dalam form pendaftaran pada aplikasi. kemudian, murid melakukan pembayaran kursus dan pembayaran buku sesuai materi kursus murid tersebut. staff pembayaran akan menginput sejumlah biaya kursus dan buku kedalam form pembayaran secara terpisah. setelah itu, murid akan memberikan nominal uang kepada staff pembayaran. nominal uang tersebut dimasukkan ke dalam form pembayaran dan sistem akan melakukan penghitungan secara otomatis. murid akan menerima buku, bukti pembayaran buku, dan bukti pembayaran kursus. pengaturan jadwal les tersedia pada aplikasi sebagai form jadwal les. jadwal les disesuaikan dengan shift kelas yang ada. dan jika pengajar melakukan resign maka akan dicatat dan diatur kembali pada form pergantian jadwal. kemudian, pengajar akan mencatat kehadiran murid pada form absensi di komputer yang tersedia pada meja pengajar. absensi akan dicatat bersamaan dengan form evaluasi pada saat pembelajaran sudah selesai. perancangan sistem informasi.… (sugiarto hartono) 47  ketika murid sudah siap untuk ujian maka staff pembayaran akan melayani pembayaran ujian pada form pembayaran ujian. bukti pembayaran ujian tersebut akan dijadikan sebagai bukti untuk mengikuti ujian karena kode ujian yang tersedia pada form pembayaran ujian. murid yang ingin mengikuti event concert juga harus melakukan pembayaran event concert yang dilayani oleh staff pembayaran juga. pembayaran tersebut akan dicatat pada form pembayaran event concert yg tersedia pada aplikasi. sebelum melakukan pembelian buku, supplier harus melakukan pendaftaran yang akan dilayani oleh staff pembelian. data supplier akan diinput pada form pendaftaran. kemudian, supplier akan mengirimkan surat penawaran barang. staff pembelian akan melakukan pemesanan kepada supplier sesuai dengan kebutuhan buku-buku perusahaan dmc. pemesanan buku tersebut dicatat pada form pemesanan buku. setelah melakukan pemesanan buku, supplier akan mengirimkan tagihan, dan staff pembelian akan melakukan pembayaran. bukti pembayaran akan dicatat pada form bukti pembayaran buku. kemudian, buku akan dikirimkan bersamaan dengan surat jalan yang dibuat oleh supplier sebagai bukti tanda terima barang. proses bisnis yang diusulkan untuk sistem informasi akademik demi music center digambarkan dalam bentuk rich picture seperti pada gambar 1 berikut ini. gambar 1 proses bisnis yang diusulkan 48 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 44-54  persyaratan pengguna dari demi music center digambarkan dalam bentuk uml use case diagram seperti pada gambar 2 berikut ini. gambar 2 use case diagram sistem informasi akademik lembaga perancangan sistem informasi.… (sugiarto hartono) 49  arsitektur yang digunakan pada lembaga kursus demi music center adalah two tier. aplikasi akan digunakan oleh beberapa user dan terhubung dalam jaringan, namun tingkat akses antar pengguna tidak terlalu besar. contohnya dalam perusahaan terdapat supervisor kursus, staff pembayaran, staff pembelian, staff pengajar dan data-data yang dimiliki supervisor kursus dibutuhkan oleh staff pembayaran dalam pengambilan data murid untuk mengetahui murid yang telah daftar dan wajib membayar. dengan begitu terlihat bahwa akses antar pengguna tidak terlalu besar, hanya pengambilan data-data. gambar 3 system deployment yang diusulkan gambar 4 client server architecture 50 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 44-54  bentuk design class diagram dari sistem yang diusulkan: gambar 5 design class diagram perancangan sistem informasi.… (sugiarto hartono) 51  perancangan antar muka pengguna perlu memperhatikan segi tata letak, konten estetika, user experience, dan konsistensi (dennis, wixom, & roth, 2013). prinsip tersebut digunakan sebagai pedoman untuk membuat desain user interface untuk sistem informasi akademik lembaga kursus demi music center. berikut adalah beberapa tampilan user interface untuk sistem informasi yang diusulkan: form pendaftaran murid gambar 6 user interface form pendaftaran murid form pembayaran kursus gambar 7 user interface form pembayaran kursus 52 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 44-54  form pengaturan jadwal kursus gambar 8 user interface pengaturan jadwal les berikut adalah tampilan output laporan pembayaran pemesanan buku dari sistem yang diusulkan: gambar 9 system output design laporan pembayaran pemesanan buku piano dari sistem yang diusulkan, standar security control yang dirancang yaitu penggunaan password bagi setiap user. masing-masing user diberikan dengan hak akses berbeda dengan mengacu pada username dan password, sehingga pihak yang tidak berwenang tidak dapat melakukan transaksi proses bisnis. setiap staf memiliki kode masing-masing yang digunakan untuk security data transaksi. menurut satzinger, jackson, & burd (2005), user dibagi menjadi tiga kategori yaitu unauthorized user, registered user dan privileged user. yang termasuk unauthorized user dalam sistem informasi ini yaitu murid dan supplier. murid dan supplier tidak mendapatkan hak akses sistem. murid hanya menerima output dari sistem, demikian halnya dengan supplier. registered user adalah orang yang dapat mengakses ke dalam sistem. pemilik, supervisor khusus, staf pembayaran, staf pembelian termasuk dalam kategori registered user. mereka dapat mengakses ke dalam sistem untuk melakukan transaksi di bagian masing-masing. privileged user dapat disebut juga sebagai programmer atau orang yang mengerti seluruh sistem komputerisasi dan keamanan data yang berjalan. di dalam lembaga kursus ini yang termasuk dalam privileged user perancangan sistem informasi.… (sugiarto hartono) 53  adalah pemilik kursus karena pemilik kursus akan diberikan pelatihan untuk dapat mengakses program dan database yang ada di perusahaan. manajer juga dapat dimasukkan ke dalam kategori ini karena manajer berfungsi sebagai mengontrol, mengecek serta mengawasi perusahaan. strategi implementasi yang diterapkan untuk sistem informasi akademik di lembaga kursus ini adalah strategi parallel, di mana sistem manual dan usulan sistem aplikasi ini akan dijalankan secara bersamaan. saat sistem aplikasi terkomputerisasi ini berjalan dengan baik, sistem manual akan ditinggalkan dan operasional akademik lembaga kursus akan dicatat dengan menggunakan sistem komputerisasi sepenuhnya. simpulan saat ini, demi music center masih menggunakan sistem manual yang terdapat beberapa kendala yang terjadi. dengan adanya sistem informasi akademik terkomputerisasi ini, demi music center dapat mengatasi permasalahan dalam sistem sebelumnya. aplikasi yang dibuat disesuaikan dengan kebutuhan lembaga kursus demi music center. aplikasi tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas perusahaan, seperti pembayaran, pendaftaran, pemesanan buku ke supplier, dan sebagainya. aplikasi tersebut memiliki keamanan yang lebih meningkat daripada sistem manual yang sebelumnya diterapkan demi music center. aplikasi ini juga dapat menyimpan data secara terintegrasi. dengan adanya sistem informasi akademik terkomputerisasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pemakai sistem serta terjadi peningkatan yang signifikan dalam hal kinerja yaitu peningkatan terhadap kinerja sistem yang baru menjadi lebih efektif dibandingkan dengan sebelumnya, peningkatan kualitas informasi yang didapatkan, penurunan biaya, kontrol sistem yang lebih baik, serta pelayanan yang lebih baik lagi. sistem yang baik dalam pencapaian sasaran yang diharapkan harus mudah dipahami dan digunakan, dapat mendukung tujuan utama perusahaan, efisien dan efektif dalam mendukung pengolahan transaksi pelaporan serta mendukung dalam pengambilan keputusan. sebelum sistem digunakan oleh pengguna perlu dilakukan training terkait penggunaan sistem aplikasi kepada staff, memberikan antivirus pada setiap komputer, melakukan perawatan rutin terhadap aplikasi, dan melakukan backup data secara rutin. hal – hal tersebut dilakukan agar mengurangi terjadinya kehilangan data, bugs dan error. karyawan yang menggunakan aplikasi ini diharapkan mendapatkan manfaat serta diharapkan akan membantu karyawan dalam melakukan pekerjaannya di lembaga kursus demi music center. daftar pustaka abed, e. r.-d., & zeaud, h. a. (2012). accounting information systems and their role in the measurement and cost thrifting in public shareholding industrial companies in jordan. international journal of business and management vol 7 , 1. dennis, a., wixom, bh., roth, rm. (2013). system analysis and design. 5th edition. singapore. forster, f., brocco, m. (2008). understanding creativity-technique based problem solving processes. in lovrek, i., howlett, r.j., jain, l.c., eds. 12th international conference on knowledge-based intelligent information and engineering systems. 5178, lnai., heidelberg, springer. 54 comtech vol. 6 no. 1 maret 2015: 44-54  haugh, r. (2005). revenue cycle management. hospitals & health networks, 4(2): 22-24,26,28. pandey, s. kr., singh, g.p., kansal, v. (2011). study of object oriented analysis and design approach. journal of computer science 7. science publications. satzinger, j w., jackson, r.b, & burd, s.d. (2005). object-oriented analysis and design with unified process. usa: cengage learning. satzinger, j. w., jackson, r. b., burd, s. d. (2012). system analysis and design in a changing world. usa: cengage learning. stockamp, d. r. (2005). the strategic benefits of revenue cycle improvement. healthcare financial management, 74(6): 78-80. microsoft word 11.si_rudy-ok.doc konsolidasi data warehouse... (rudy) 841 konsolidasi data warehouse untuk aplikasi business intelligence rudy information systems department, school of information systems, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 rudy@binus.edu; rudy2105@yahoo.com abstract as the business competition is getting strong, corporate leaders need complete data that as a basis for determining future business strategies. similarly with management of company "a", a pharmaceutical company which has three distribution companies. each distribution company already has a data warehouse to generate reports for each of them. for business operational and corporate strategies, chairman pt "a" requires an integrated report, so analysis of data owned by the three distribution companies can be done in a full report to answer the problems faced by the managemet. thus, data warehouse consilidation can be used as a solution for company "a". methodology starts with analysis of information needs to be displayed on the application of business intelligence, data warehouse consolidation, etl (extract, transform and load), data warehousing, olap and dashboard. using data warehouse consolidation, information access by management of company "a" can be done in a single presentation, which can display data comparison between the three distribution companies. keywords: data warehouse, consolidation, business intelligence abstrak dengan persaingan bisnis sangat ketat, pimpinan perusahan membutuhkan data lengkap yang dapat dijadikan sebagai dasar menentukan strategi bisnis kedepan. demikian pula dengan pimpinan pt ”a” yang bergerak dalam bidang farmasi dan memiliki tiga perusahaan distribusi. masing-masing perusahaan distribusi sudah memiliki data warehouse yang menghasilkan laporan untuk masing-masing perusahaan distribusi. dalam menjalankan bisnis dan menentukan strategi perusahaan, pimpinan pt ”a” membutuhkan laporan yang terintegrasi, sehingga dapat melakukan analisis data-data yang dimiliki ketiga perusahaan distribusi dalam sebuah laporan yang lengkap.untuk menjawab permasalahan yang dihadapi di atas, solusi konsolidasi datawarehouse dapat diterapkan pada pt ”a”. metodologi yang digunakan adalah melakukan analisis kebutuhan informasi dalam hal ini informasi yang akan ditampilkan pada aplikasi business intelligence dan melakukan konsolidasi data warehouse dengan arsitektur sumber data, etl (extract, transform and load), data warehouse, olap dan dashboard. dengan adanya konsolidasi data warehouse, akses informasi oleh pimpinan perusahaan dapat dilakukan dalam sebuah layar presentasi dengan menampilan data perbandingan antara ketiga perusahaan distribusi. kata kunci: data warehouse, konsolidasi, business intelligence 842 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 841-850 pendahuluan data warehouse adalah kumpulan dari database yang terintegrasi dan berorientasi subjek serta dirancang untuk mendukung fungsi pengambilan keputusan, di mana setiap unit data relevan terhadap satu kejadian pada waktu tertentu (inmon, 2005). data warehouse dapat meningkatkan posisi daya saing perusahaan jika memiliki ketiga faktor berikut: mendefinisikan kebutuhan bisnis secara jelas, manajemen proyek, dan keuntungan bisnis yang terukur (hwang dan xu, 2007). saat ini sudah banyak perusahaan yang telah memanfaatkan data warehouse dalam menyajikan laporan maupun menunjang keputusan bisnis. pt “a” yang telah memanfaatkan data warehouse untuk ketiga perusahaan distribusi, mendapatkan maanfaat bagi kepentingan bisnis yang dijalankan. pimpinan perusahaan pt “a”, membutuhkan perangkat yang dapat digunakan untuk melakukan analisis terhadap kondisi ketiga perusahaan distribusi, melakukan perbandingan dengan cepat dan mudah, sehingga dapat membuat kebijakan bisnis untuk keunggulan bersaing. perangkat yang dapat digunakan langsung oleh pihak manajemen untuk mendapatkan “insight” dari data warehouse. guanm, nunez dan welsh (2002) menyatakan bahwa ketika pemakai berinteraksi dengan data warehouse memanfaatkan komponen presentasi, komponen presentasi adalah komponen yang terlihat ketika pemakai berinteraksi dengan data warehouse. komponen ini biasa diimplementasikan dengan perangkat yang disebut perangkat business intelligence. komponen presentasi digambarkan dengan tingkatan layanan yang berbeda dari laporan sederhana sampai dengan fungsi roll-up dan drill-down sampai analisis multidimensi sampai dengan kemampuan query ad hoc. data warehouse institute (tdwi) mendifinisikan business intelligence sebagai proses, teknologi dan alat bantu yang dibutuhkan untuk mengubah data menjadi informasi, informasi menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi rencana yang dapat memicu aksi keuntungan dalam bisnis. business intelligence terdiri dari data warehouse, alat bantu analisis bisnis, dan konten/manajemen pengetahuan (loshin, 2003, p.6). manajemen pt “a” membutuhkan perangkat yang dapat membantu dalam melakukan analisis terhadap kondisi distribusi produk, di mana saat ini distribusi melalui tiga perusahaan distribusi yakni pt. “x”, “y” dan “z”. masing-masing distributor memili data warehouse yang digunakan untuk menghasilkan laporan bagi manajemen pt “a”. untuk mempercepat dalam pengambilan keputusan yang bersifat strategis maupun taktis, dibutuhkan integrasi (konsolidasi) ketiga data warehouse dan pembangunan aplikasi untuk kebutuhan analitikal. metode penelitian ini menggunakan metode analisis untuk mengetahui kebutuhan informasi yang akan dihasilkan oleh data warehouse. metode konsolidasi data warehouse dilakukan dengan membuat rancangan snowflake, metadata, integrasi data, cube dan antarmuka grafikal business intelligence. hasil dan pembahasan analisis kebutuhan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan yang bersifat strategis maupun taktis bagi manajemen pt “a”, informasi perlu disajikan dalam bentuk grafikal (dashboard) dalam aplikasi business intelligence. konsolidasi data warehouse... (rudy) 843 kebutuhan pengambilan keputusan terbagi ke dalam tiga area yakni penjualan, persediaan dan retur. sebagai tahap awal dilakukan identifikasi kebutuhan informasi pada ketiga area tersebut, identifikasi didapatkan melalui proses bisnis yang berjalan dan informasi yang dibutuhkan manajemen. berikut beberapa informasi atau laporan yang diidentifikasi: (1) laporan yang berhubungan dengan penjualan produk (obat) pada distributor “x”, “y”, dan “z”; yang terdiri dari total keseluruhan penjualan produk, jenis produk yang terjual, dan sepuluh produk yang paling banyak terjual; (2) laporan yang berhubungan dengan persediaan produk (obat) pada distributor “x”, “y”, dan “z”; terdiri dari total keseluruhan produk yang tersedia, dan jumlah produk yang tersedia; (3) laporan retur produk (obat) pada distributor “x”, “y” dan “z”; terdiri dari total produk yang diretur dan jumlah produk yang diretur. arsitektur solusi data warehouse solusi arsitektur data warehouse dapat dilihat pada gambar 1. arsitektur solusi data warehouse terdiri atas beberapa komponen yang saling berhubungan. masing-masing dijelaskan sebagai berikut: sumber data sumber data yang digunakan untuk proses konsolidasi adalah data warehouse pada distributor “x”, “y”, dan “z”. saat ini data warehouse yang ada menggunakan sql server 2008, sehingga format file yang digunakan dari sql server 2008 dengan menggunakan format .bak. etl (extract, transform, and load) proses etl yang dilakukan adalah melakukan ekstraksi dari masing-masing data warehouse ke dalam staging area untuk kebutuhan integrasi data, setelah itu dilakukan proses transformasi data, transformasi dilakukan untuk melakukan penyamaan atau standarisasi di antaranya untuk tipe data, dan nama field, sedangkan load dilakukan untuk memindahkan data ke dalam data warehouse. etli data ini dilakukan dengan memakai sistem sql server integration services yang sudah disediakan oleh microsoft sql server 2008. data warehouse (dengan format multidimensional) data yang terdapat dalam data warehouse ini yang kemudian akan digunakan sebagai sumber laporan untuk kebutuhan pihak manajemen pt “a”. olap (online analytical processing) olap yang digunakan adalah multidimensional olap. setelah terbentuknya data warehouse, dan untuk mempermudah menampilkan data yang ada dalam berbagai dimensi, dalam bentuk “slide and dice”. dengan olap memudahkan bagi manajemen untuk menganalisis data dengan menggunakan view yang kompleks dan multidimensional. dapat melihat data secara detail maupun secara agregat. dashboard untuk menyajikan informasi yang mudah dilihat dan dipahami digunakan antarmuka dashboard, data ditampilkan dalam bentuk grafik, chart, dan diagram. 844 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 841-850 etl dwh ‘x’ dwh ‘y’ dwh ‘z’ staging area data warehouse data source data warehouse queries olap data mining reports bi tools bi dashboard / presentation tier gambar 1. arsitektur solusi data warehouse. konsolidasi data warehouse konsilidasi data warehouse dirancang menggunakan pendekatan multidimensional, dan terbagi ke dalam tiga fakta, yaitu: penjualan, persediaan dan retur. berikut fakta-fakta yang digunakan beserta dengan dimensi. snowflake penjualan pada skema ini data tersebut dapat dilihat berdasarkan dimensi distributor, dimensi demandclass, dimensi warehouse, dimensi salesdisctype, dimensi customer, dimensi customergroup, dimensi channel, dimensi period, dimensi salesordertype, dimensi product, dimensi productgroup, dimensi city, dimensi team, dimensi productline. untuk snowflake penjualan (sales) dapat dilihat pada gambar 2. snowflake persediaan pada skema ini data tersebut dapat dilihat berdasarkandimensi distributor, dimensi period, dimensi product, dimensi productgroup, dimensi warehouse, dimensi city, dimensi team, dimensi productline. snowflake retur pada skema ini data tersebut dapat dilihat berdasarkan dimensi distributor, dimensi demandclass, dimensi warehouse, dimensi salesdisctype, dimensi customer, dimensi customergroup, dimensi channel, dimensi period, dimensi salesordertype, dimensi product, dimensi productgroup, dimensi city, dimensi team, dimensi productline. metadata metadata ini digunakan untuk melakukan pemetaan antara sumber data dengan target data (data warehouse “x”, “y” “z” – data warehouse pt “a”). pemetaan metadata disesuaikan dengan fakta yang digunakan yakni fakta penjualan, persediaan dan retur. demikian pula dengan metadata untuk tabel dimensi. konsolidasi data warehouse... (rudy) 845 gambar 2. snowflake fakta sales. integrasi data dalam melakukan transformasi data warehouse pada ketiga distributor, digunakan sql server 2008 integration services (ssis) yang terdiri dari komponen control flow dan data flow. control flow adalah level tertinggi dari proses kontrol yang dapat digunakan untuk mengatur aktivitas proses data flow dan proses lainnya di dalam sebuah package yang didalamnya terdapat task dan container. task adalah elemen control flow yang merupakan sebuah unit kerja. container digunakan untuk mengelompokkan task menjadi unit kerja yang berguna dan dapat melakukan repetisi pada control flow. data flow task membungkus data flow engine, engine yang bekerja melakukan proses etl. data flow engine terdiri dari sumber (source), transformasi (transformation), dan tujuan (destination). source adalah mendefinisikan lokasi sumber data. ole db source: untuk mengambil data dari ole db seperti sql server, access, oracle, atau db2 sebagai contoh. transformation adalah komponen kunci di dalam data flow yang mengubah data ke dalam format yang diinginkan atau digunakan untuk membersihkan dan melakukan standarisasi terhadap data. data conversion mengubah tipe data sebuah column menjadi tipe data yang lain. destination menerima data dari source atau transformation untuk kemudian menyimpannya ke dalam data source ole db atau file text. ole db destination menyimpan data ke koneksi ole db seperti sql server, oracle, atau access. proses transformasi data dimulai dari tabel dimproductgroup, dimproductline, dimteam, dimcustomergroup, dimwarehouse, dimsalesdisctype, dimsalesordertype, dimdemandclass, dimcustomer, dimproduct, factsales, factinventory, factreturn. beberapa contoh transformasi di antaranya: dimproductgroup. pada control flow akan terlihat hasil eksekusi untuk setiap task, seperti terlihat pada gambar 3. pada data flow “x” akan terlihat hasil eksekusi setiap komponen dan jumlah baris yang ditransformasi yaitu 41 rows, seperti terlihat pada gambar 4. pada data flow “y” akan terlihat hasil eksekusi setiap komponen dan jumlah baris yang ditransformasi yaitu 51 rows, seperti terlihat pada 846 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 841-850 gambar 5. pada data flow “z” akan terlihat hasil eksekusi setiap komponen dan jumlah baris yang ditransformasi yaitu 10 rows, seperti terlihat pada gambar 6. gambar 3. transformasi dimproductgroup. gambar 4. transformasi distributor “x”. gambar 5. transformasi distributor “y”. gambar 6. tranformasi distributor “z”. olap cube dalam pembuatan olap cube tahapan yang dilakukan dapat dijelaskan sebagai berikut: membuat data source data source menjadi acuan ke database mana project akan mengakses data. provider yang digunakan adalah ole db (gambar 7). membuat koneksi dalam membuat koneksi untuk data source, ada tiga hal yang harus dilakukan, yaitu: (1) mendefinisikan koneksi – untuk membuat koneksi ke data source, perlu mendefinisikan data source yang dituju tersebut yaitu dengan mengklik tombol new pada select how to define the connection; (2) membuat koneksi dengan connection manager – pada layar connection manager, ketik (local) pada server name, lalu pilih dwxyz pada combo select or enter a database name; (3) memilih koneksi – konsolidasi data warehouse... (rudy) 847 setelah muncul (local). user-pc.dwxyz pada layar select how to define the connection, klik tombol next. gambar 7. membuat data source. membuat data source view data source view (dsv) adalah offline version dari metadata yang merupakan gabungan dari tabel dan view yang di gunakan pada analysis services project. memberikan relationship pada dimchannel untuk memberikan relation pada dimchannel maka harus melakukan langkah – langkah seperti dibawah ini: ekspan dimchannel relationships klik kanan new relationships memberikan relationship dimchannel dengan dimcustomer setelah membuat new relationship untuk dimchannel, selanjutnya mengatur specify relationship tersebut. dengan pengaturan seperti berikut: source(foreign key) table: dimcustomer source columns: customerchannelkey destination (primary key) table: dimchannel destination columns: channelkey membuat cube cube adalah adalah sebuah penyajian data secara multidimensional tergantung dari banyaknya nilai dalam suatu analysis (gambar 8). mengkonfigurasi dimensi dimension designer mengizinkan untuk mengubah properties, menambahkan attribute, mendefenisikan hierarchy baru, dan mendefenisikan attribute relationship. tab dimension structure dapat memilih attribute dari dimensi dan menyusun atribute tersebut dalam hierarchy. tab attribute relationship dapat mengatur relationship antara attribute. relationship ini membantu pada saat melakukan penelusuran member dari sebuah hierarchy dari dimensi tersebut. 848 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 841-850 gambar 8. membuat cube. proses konfigurasi dimensi dimulai dari konfigurasi dimdistributor, konfigurasi dimperiod, konfigurasi dimdemandclass, konfigurasi dimwarehouse, konfigurasi dimsalesdisctype, konfigurasi dimcustomer, konfigurasi dimcity, konfigurasi salesordertype, konfigurasi dimproduct. salah satu contoh konfigurasi dimensi yang dijelaskan dalam ringkasan ini adalah: konfigurasi dim distributor pada dimdistributor dilakukan konfigurasi dan juga mengubah properties. untuk mengubah properties dim distributor: pada column properties name: distributor name, name column: distributorfullname. konfigurasi dimperiod pada dimperiod dilakukan konfigurasi, mengubah properties, membuat hierarchy, dan attribute relationships. hierarchy yang dibuat disesuaikan dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh kebijakan perusahaan (gambar 9). mengubah properties dim period: pada attribute calender date pada column properties name: calendar date, name column: calenderdatelabel. pada attribute calendar year pada column properties name: calendar year, name column: calenderyear. pada attribute fiscal year pada column properties name: fiscal year, name column: fiscalyear. pada attribute calendar month pada column properties name: calendar month, name column: calendarmonthlabel, keycolumns: calendermonth, fiscalyear, calenderyear pada attribute calendar quarter pada column properties name: calendar quarter, name column: calendarquarterlabel, keycolumns: calenderquarter, calenderyear. pada attribute fiscal quarter pada column properties name: fiscal quarter, name column: fiscalquarterlabel, keycolumns:fiscalquarter,fiscalyear. konsolidasi data warehouse... (rudy) 849 gambar 9. perubahan attribute relationships dimperiod. membuat hierarchy dimperiod: pada tab dimension structure di dimperiod terdapat dua macam hierarchy yaitu calendar hierarchy dan fiscal hierarchy. attribute relationships: untuk melakukan perubahan pada attribute relationships, maka pada column attribute harus mengklik kanan lalu pilih new attribute relationships pada: attribute calender month: ubah related attribute name: calender quarter attribute calender month: ubah related attribute name: fiscal quarter attribute calender quarter: ubah related attribute name: calender year attribute fiscal quarter: ubah related attribute name: fiscal year. antarmuka grafikal business intelligence tahapan akhir dalam proses ini adalah menampilkan data yang ada dalam bentuk grafis, di mana aplikasi business intelligence ini yang akan digunakan oleh pimpinan perusahaan untuk melakukan analisis terhadap kondisi ketiga perusahan distribusi. tampilan grafikal yang ada ini dibuat berdasarkan olap yang telah dibentuk diatas. di bawah ini beberapa contoh antarmuka grafikal yang dapat disampaikan. pada gambar 10 terdapat antarmuka untuk menampilkan informasi total penjualan ketiga distributor menggunakan pie chart. gambar 11 menyajikan informasi terkait dengan penjualan produk, ditampilkan dalam bentuk pivot table. pada tampilan ini manajemen perusahaan dapat melihat informasi lebih detail, disinilah fungsi dari dimensi dapat dilihat dengan jelas, manajemen perusahaan dapat melihat data berdasarkan disrtributor, lokasi, dan jenis produk serta jumlah penjualan yang dilakukan. dengan adanya antarmuka grafikal ini dan konsolidasi data warehouse yang dilakukan, pimpinan perusahaan dapat melihat seluruh informasi yang ada dalam sebuah antarmuka. gambar 10. antarmuka grafikal total penjualan. 850 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 841-850 gambar 11. antarmuka grafikal penjualan dengan pivot. penutup proses konsolidasi data warehouse dilakukan sama seperti melakukan proses pembangunan data warehouse. dengan adanya konsolidasi data warehouse, manajemen pt “a” dapat mengakses informasi untuk kebutuhan analisis dalam menentukan keputusan strategis dan taktis dalam sebuah aplikasi business intelligence. aplikasi business intelligence ini bersumber dari tiga buah data warehouse yang diintegrasikan menjadi sebuah data warehouse. proses pembangunan data warehouse didahului dengan identifikasi kebutuhan informasi yang akan disajikan pada aplikasi business intelligence, kebutuhan informasi dijadikan dasar untuk pembuatan multidimensional skema dalam bentuk snowflake. dari snowflake ini informasi yang akan ditampilkan dalam aplikasi business intelligence lebih jelas terlihat. daftar pustaka guan, j.,nunez, w., & welsh, j.f. (2002). institutional strategy and information support: the role of data warehousing in higher educatio. campus-wide information systems, 19 (5), issn 1065-074. hwang, mark i., & xu, hongjiang (2007). the effect of implementation factors on data warehousing success: an exploratory study. journal of information technology and organizations, 2. diakses dari http://jiito.org/articles/jiitov2p001-014hwang40.pdf. inmon, w.h. (2005). building the data warehouse (4th edition). indianapolis: wiley. loshin, david (2003). business intelligence: the savvy manager’s guide. san francisco: morgan kaufmann. microsoft word 18.ti_maria seraphina_radiusserver-ok.doc 908 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 908-916 e-school implementation using radius server and authentication mechanism maria seraphina astriani1; satrio pradono2 1computer engineering department, faculty of engineering, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 2computer science department, school of computer science, binus international jl. hang lekir i no. 6, kebayoran baru, jakarta 12120 abstract nowadays a lot of school would like to be a digital school or e-school. they may face lot of problems due to the sudden transition from conventional school to digitalized school. some major problems are both lacks of human resources or man power and the basic knowledge about technology itself. based on survey, the most common problem faced by most school is insecure wireless network. even though they already installed advanced hardware, network security is still be the basic problem. no security mechanism such as encryption and authentication is the most common problem that may cause their network very vulnerable with any possible threat. after doing the research, radius server (both for authentication server and monitoring system) can help solve the problem. keywords: e-school, wireless, radius server, authentication abstrak saat ini banyak sekolah ingin menjadi sekolah digital atau e-school. mereka dapat menghadapi banyak masalah karena transisi yang secara tiba-tiba dari sekolah konvensional ke sekolah digital. beberapa masalah utama adalah tidak memiliki sumber daya manusia atau tenaga dan pengetahuan dasar tentang teknologi itu sendiri. berdasarkan survei, masalah paling umum yang dihadapi oleh sebagian besar sekolah adalah jaringan nirkabel yang tidak aman. meskipun sudah memasang hardware yang canggih, keamanan jaringan masih menjadi masalah dasar. tidak adanya mekanisme keamanan seperti enkripsi dan otentikasi adalah masalah yang paling umum yang dapat menyebabkan jaringan keamanan sangat rentan. setelah melakukan penelitian, server radius (baik untuk server otentikasi dan sistem monitoring) dapat membantu memecahkan masalah tersebut. kata kunci: e-school, jaringan nirkabel, server radius, otentikasi e-school implementation using… (maria seraphina astriani; satrio pradono) 909 introduction today information and communication technology (ict) is used in almost all facets of society. as it undergoes rapid changes, rowley, lujan, and dolence (1997) pointed out that focused attention must be applied to stimulating innovations in pedagogy, research, and management through computer usage. education institution realized that it has important roles for supporting the business. implementing proper it will increase their productivity, work effectiveness, and expense costs. they want their it not a cost center, but become a business enabler in the company (astriani, et al.,2010). digital school or “e-school” can be focused to reach this goal. however, without a good methodology this transition process (a conventional school to a digitalize school) may face a lot of problems. some major problems are both lacks of human resources or man power and the basic knowledge about technology itself. based on survey, the most common problem faced by most school is insecure wireless network. z school comprises of kindergarten, primary school, junior high school and senior high school. they have several units or buildings, which are: kindergarten unit, primary school unit, junior high school units, senior high school unit, institution unit, and multifunctional unit. these units use a combination of adsl connection for internet connection and fiber optic for local area network. typically, the first floor of a unit uses utp cable and the 2nd and 3rd floor uses wireless lan. both connections are connected to the fiber optic switch, which go to the institutional unit and then are connected to the adsl router. there are some problems on their network structure such as unsecured wlan connection (no authentication) and no connection monitoring. unsecured wlan connection (no authentication) may cause a condition where network does not need any authentication to connect and use the wireless connection. this means, everyone can connect to the internet without any more authentications. furthermore, the administrator cannot control if any hacker get to the system and gain access to confidential files. meanwhile, no connection monitoring can not allow the administrator to monitor any activities on the system. without monitoring, administrator cannot know any details of the connection (who made the connection, starting time, ending time, connection duration, and ip address) made on the network/internet. based on the research, z school needs a guideline for using radius server and authentication mechanism to solve the network security problem. method here are several steps to implement the guideline for radius server and authentication mechanism (figure 1). figure 1. methodology (novell, 2007). 910 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 908-916 what is the vision? before we jump to any solution and conclusion, we do need to define our vision. our responsibility is to understand the current it situation related with security. what kind of wireless security do we need? is it the best wireless security that we can use in our school? do we have any competent staffs? those questions are to be asked when you want to define your wireless internet security vision (astriani and pradono, 2011). most school does not have decent wireless security system, because sometimes, they don’t have any knowledge or expertise in that area. what most schools do are they are using a standard wireless security offered by any wireless devices. z school is one of the education institutions that has a goal to be a digitalize school. to achieve its goal, currently z school already implements an advance networking peripherals, such as: fiber optic connection, adsl connection, wireless connection, etc. moreover, to improve the wireless networking security and enhance the monitoring system, z school agreed to use radius server based on eap-tls as an authentication mechanism. by implementing the radius server, the wireless network in z school will be secure (bauer, 2005). where are we now? in this step, we need to analyze any threats to the network based on daily, weekly, or monthly network monitoring software to capture all the activities in the network. we also need to analyze their current network topology and make a conclusion based on it. mainly, the network topology of z school network is using a wireless, fo and adsl and connection. the second and third floor computer is using wireless connection to the ap, the ap itself is connected using utp cable to the fo switch in the first floor. the first floor computer is connected directly to the fo switch computer using utp cable. from each unit, the fo switches connected to the institutional unit fo switch and then connected to the pc router. pc router itself connected to the adsl router, to make z school network can connect to the internet using adsl internet connection. z school has 36 ap installed, here are the details: kindergarten unit – 0 access point, primary school unit – 5 access points, junior high school units – 12 access points, senior high school unit – 15 access points, institution unit – 3 access points, and multifunctional unit – 1 access point. so, currently the network in z school uses a combination of wlan, fo, and adsl connection. during this project, z school is adding another internet connection, which is wireless internet connection. now, fo switch in the institutional unit is connected to the router, and the router is connected to the wireless radio (figure 2). the network topology that z school has is good enough for a big education institution. z school just needs a clear direction to make it more secure, efficient, and effective. generally, computer network in such big institution should have a great authentication mechanism, web server, and file server and mail server. after made a presentation and discussed with the people in z school, their main priority is for securing the wireless lan connection. after the discussion, they agreed to build a radius server for the authentication for their wireless connection. radius is the simplest and best ways for them to secure their wireless network. e-school implementation using… (maria seraphina astriani; satrio pradono) 911 figure 2. current topology. where are we going to be? implementing radius server is the main goal. radius server is an authentication server for a wireless connection. radius server with eap-tls as an authentication mechanism is a server to authenticate valid user by comparing server’s and client’s digital certificates. only users with a valid certificate authority (ca) can connect and use school’s network (bauer, 2005). radius server will also know when a session begins and ends. therefore, every user activity can be monitored. the data might also be used for statistical purposes. one main advantage of radius is its extensibility. many radius hardware and software user can configure their radius to suit their need. there are some factors why radius server is needed in z school. first of all, security is the most important thing in any computer network, especially a big education institution like z school. with this radius server, an authentication is needed to connect to the z school network and use the internet services. only a user who has certificate can login into z school network. second of all, monitoring the network is also important, with radius server; we can see how many users are connected to the network at the time. how do we get there? they need to build radius server, and distribute the ca created from the radius server to all of their clients. from figure 4, the number of access points from each unit and the number of the unit is increased, becoming: kindergarten unit – 0 access point, primary school unit – 5 access points, junior high school units – 12 access points, senior high school unit – 15 access points, institution unit – 3 access points, and multifunctional unit – 1 access point. 912 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 908-916 figure 4. future topology. there 36 access points total, throughout the school. z school wants to concentrates in wireless network security side, so the target are build an authentication server in the network for authentication and using data encryption, and client monitoring. it uses radius server for authentication and eaptls as an authentication mechanism. with radius server, anyone who trying to connect to the network via access point are required digital certificate installed in their computer. the traffic in the z school network will be more secure and can be monitored. the eap-tls authentication process (figure 5 and 6) is as follows: (1) client sends an eap start message to the access point; (2) access point replies with an eap request identity message; (3) client sends nai, which is username, to the access point in an eap response message; (4) access point forwards the nai to the radius server encapsulated in a radius access request message; (5) radius server will respond to the client with its digital certificate; (6) client will validate the radius server’s digital certificate; (7) client will reply to the radius server with its digital certificate; (8) radius server will validate the client’s credentials against the client digital certificate; (9) client and radius server derive encryption keys; (10) radius server sends the access point a radius accept message, including client’s wep key, indicating successful authentication; (11) access point sends client an eap success message. the access point sends the broadcast key and key length to the client, encrypted with client’s wep key. figure 5. radius authentication and authorization sequence. e-school implementation using… (maria seraphina astriani; satrio pradono) 913 figure 6. eap tls mechanism. how will you know when you get where you want to be? this step need a checklist about what should be done from this project, and that checklist should be their project monitoring tools. results and discussion graphic user interface figure 7 is the website interface for administrator to monitoring the wireless activity from radius server. there are 6 pages for this monitoring site, they are index page, login failed page, option page, result error page, result page, and administrator page. certificate validity in order to connect to the z school network, they have to have two valid school digital certificate to install to their computer, as follows: root certificate root certificate (figure 8) is certificate authority (ca), which is an entity trusted by every sides involved. the main purpose of ca is to issue a certificate for a user or a computer whose identity has been verified so that users and computers can depend on the authenticity of the certificate yielder identity. digital certificates might contain data about the yielder's public key, expiration date, and digital signature of certification authority. cas is used by ssl and pki, which is a cryptographic security system which uses a public or private key to check and ensure the identity of user/organization. this is done in order to ensure a secure exchange of electronic messages over the world wide web. 914 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 908-916 (a) (b) figure 7. (a) select ap; (b) result. client certificate client certificate (figure 9) is use to authenticate user with the server. without using this certificate, the server cannot authenticate the user, and it will appear an authentication failed message. e-school implementation using… (maria seraphina astriani; satrio pradono) 915 the server will authenticate user by checking this certificate, if this certificate is match with the server side, then the authentication is success. figure 8. root certificate. figure 9. client certificate. summary of implementation these are the summary after a few months of analysis and implementation: radius server the basic importance of radius server is to increase security and for client authentication. the major improvement from the previous system to the new system is the authentication process. now, only people who have the authentication can connect to school network. moreover, it is required for all of the students and staff to give username and password to access the school network. it is an important issues to have an authentication server because z school is a big education institution with five major buildings from kindergarten to senior high school and one thousands students. web monitoring the web monitoring that we also built is just a complementary advantage of using radius server. basically, by having radius server installed on the network, z school can simply do monitoring through the log file. however, since z school is a large institution, it will be great to make the monitoring gui-based. the idea is that we manipulate the raw data created by the radius server and get important data to be shown in a gui-based format (web application). it is quite important to have a gui-based monitoring because it is a lot easier for the school administrator to use it. so they do not need to interact with the internal configuration. 916 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 908-916 conclusion without any security method, school network is very vulnerable from hackers attack. besides, anyone who is inside the wireless range can connect easily without any authentication. radius server is an authentication server for a wireless connection. radius server with eap-tls as an authentication mechanism is a server for authenticates a valid user with a digital certificate. only a user with a valid radius certificate can connect to school computer network and use the internet services. by using radius server with authentication mechanism, wireless network will be more secure. reference astriani, m. s., pradono, s., saragih, h. (2010). it blueprint for education institution. second international conference of advances in computing, control and telecommunication technologies (act), jakarta-indonesia. astriani, m.s., pradono, s. (2011). it blueprint and school. wseas international conferences, jakarta-indonesia. bauer, m. (2005). paranoid penguin securing your wlan with wpa and freeradius, part iii. novell. a blueprint for better management from the desktop to the data center. novell: 2007. rowley, d. j., lujan, h. d., & dolence, m. g. (1997). strategic change in colleges and universities. san francisco. cl: jossey-bass publishers. microsoft word 17 teknik informatika sablin yusuf ok daftar pustaka.doc rancangan aplikasi manajemen… (sablin yusuf) 389 rancangan aplikasi manajemen dokumen tender berbasis web pada pt. emi sablin yusuf jurusan teknik informatika, fakultas ilmu komputer, bina nusantara university jln. k.h. syahdan no. 9, kemanggisan, palmerah, jakarta 11480 sablin@binus.edu abstract the objective of this researh is to design a software application for bidding document management as required by pt energy management indonesia (emi) in order to increase the company performance. the methodology used is fact-finding through direct observation, followed by literature study, and web application development method using waterfall model and rapid prototyping for software development. the result is a software application, web based, which can increase the company performance due to the required bidding document preparation and the responding data are well stored and managed hence can be accessed easily when needed. in summary the application which is well supported by the related database will assist the company quikly and easily in bidding preparation process keywords: application design, waterfall model, database, bidding document, pt. emi abstrak tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang aplikasi manajemen dokumen tender yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan pt. energy management indonesia (emi), sehingga dapat membantu meningkatkan kinerja perusahaan. metodologi penelitian yang digunakan adalah metode penemuan fakta yang dilakukan dengan observasi langsung ke lapangan, dilanjutkan dengan studi kepustakaan, dan metode perancangan aplikasi web dengan menggunakan metode waterfall dan rapid prototyping. hasil yang dicapai adalah terbentuknya suatu aplikasi manajemen dokumen tender yang berbasis web yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan karena pengerjaan dokumen yang dibutuhkan untuk suatu lelang proyek dan data yang dibutuhkan telah tersimpan dengan teratur sehingga bisa dengan mudah didapatkan ketika dibutuhkan oleh pihak perusahaan. simpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya aplikasi manajemen dokumen tender yang didukung oleh basis data yang baik dapat mempermudah dan mempercepat perusahaan dalam proses penyiapan mengikuti suatu tender. kata kunci: perancangan aplikasi, waterfall model, basis data, dokumen tender, pt. emi 390 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 389-403 pendahuluan seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, kebutuhan untuk mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah juga semakin meningkat. begitu pula dengan akses pengerjaan sebuah tender. banyak sekali kesalahan yang dilakukan oleh setiap perusahaan dalam pengerjaan sebuah tender sehingga tingkat kegagalan suatu tender menjadi besar. kesalahan ini yang melatar belakangi penelitian ini. pt. emi (energy management indonesia) adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang konsultan energi milik negara yang memerlukan sebuah aplikasi yang dapat mengatur setiap pengerjaan dokumen tender yang ada untuk mempermudah pengerjaan sebuah tender serta meminimalisasi human error pada pengerjaan sebuah tender baik dari berkas-berkas rencana kerja dan syarat yang selanjutnya akan disebut sebagai rks pada masa prakualifikasi dan tender, tenaga ahli dan kelengkapannya, profil pengalaman perusahaan hingga peralatan yang tersedia pada perusahaan tersebut. faktor-faktor utama yang menyebabkan perusahaan tersebut gagal tender ialah adanya kesalahan pada pengerjaan dokumen proyek, pemilihan tenaga ahli yang terlalu lama, kelengkapan dokumen seperti peralatan, pengalaman perusahaan, dan pekerjaan yang sedang dikerjakan seringkali salah format dikarenakan oleh waktu yang ada hanya sedikit sedangkan proyek yang ingin di ikuti banyak dan bersamaan waktunya. tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu sistem aplikasi perangkat lunak untuk manajemen yang dapat menstrukturisasi segala keperluan di dalam pengerjaan sebuah rencana kerja dan syarat sebuah proyek. pada sistem manajemen tersebut akan dapat me-record semua lelang proyek yang diikuti oleh perusahaan tersebut. ruang lingkup aplikasi pada penelitian ini dibatasi pada pengerjaan berkas-berkas rks untuk syarat pengerjaan pra-kualifikasi, validasi pemilihan tenaga ahli, pengerjaan berkas-berkas syarat tender, pengalaman pekerjaan pada pt.emi (energy management indonesia), dan data peralatan pada pt.emi. metode metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi lapang dan studi pustaka. sedangkan metode yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi perangkat lunak mengacu kepada model siklus pengembangan sistem klasik waterfall (pressman, 2001) seperti dapat dilihat pada gambar 1, yang tahapannya terdiri dari system engineering, software requirement analysis, desain, koding, testing, dan maintenance. system enginnering dalam merancang sebuah perangkat lunak yang pertama harus dilakukan adalah mempelajari dan memahami semua elemen sistem yang diperlukan. sistem merupakan hal yang penting dalam membuat sebuah perangkat lunak, karena perangkat lunak harus berhubungan langsung dengan elemen lainnya seperti perangkat keras, basis data dan manusia. software requirement analysis pada tahap ini dalam perancangan perangkat lunak, perlu mengetahui karakteristik dasar dari perangkat lunak yang akan dirancang, seperti fungsi, bentuk, dan tampilan dari perangkat lunak tersebut. rancangan aplikasi manajemen… (sablin yusuf) 391 design untuk membuat suatu perangkat lunak perlu dirancang struktur datanya, arsitektur perangkat lunak, dan karakteristik tampilan yang akan disajikan. coding rancangan yang telah dibuat dalam tahap sebelumnya akan diterjemahkan ke dalam suatu bentuk atau bahasa yang dapat dibaca dan diterjemahkan oleh komputer untuk diolah. testing setelah tahap pengkodean selesai, dapat dilanjutkan ketahap pengujian (testing).testing program dilakukan untuk mengetahui bila terjadi kesalahan pada program yang telah dibuat. selain itu, dapat juga digunakan untuk memastikan apakah input proses dengan benar, sehingga dapat menghasilkan output yang sesuai. maintenance jika aplikasi tersebut telah sesuai, akan diberikan kepada pengguna, tetapi selama penggunaan tersebut akan terjadi penyesuaian atau perubahan sesuai dengan keadaan yang diinginkan, sehingga membutuhkan perubahan terhadap aplikasi tersebut. s y s t e m e n g i n e e r i n g m a i n t e n a n c e t e s t i n g c o d e d e s ig n a n a l i s i s gambar 1 waterfall model hasil dan pembahasan studi pustaka menurut hall (2001), sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan (interrelated) atau sublemen-sublemen yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama (common purpose). sedangkan o’brien (2004) menyatakan bahwa sistem informasi manajemen menghasilkan produk informasi yang mendukung dalam membuat keputusan bagi seorang manajer atau professional bisnis. reports, displays dan responses dihasilkan oleh sistem informasi manajemen dalam memberikan informasi yang spesifik yang dibutuhkan dalam membuat sebuah keputusan. 392 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 389-403 secara lebih spesifik turban, rainer & potter (2003) mengatakan bahwa computer based information system adalah suatu sistem informasi yang menggunakan teknologi komputer dan telekomunikasi untuk melakukan suatu pekerjaan. pengertian database menurut connolly (2002) adalah “a shared collection of logically related data, and a description of this data, designed to meet the information needs of an organization” (p. 14). entity relationship diagram digunakan untuk menggambarkan struktur logikal database dalam bentuk diagram. erd menyediakan cara yang sederhana dan mudah untuk memahami berbagai komponen dalam desain database (connolly, 2002). erd mempunyai tiga komponen yaitu entity, relationship dan properti. rekayasa perangkat lunak (software engineering) merupakan satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembangan perangkat lunak dan sebagainya. rekayasa perangkat lunak adalah penetapan dan penggunaan prinsip-prinsip perancangan dalam usaha untuk mendapatkan sebuah perangkat lunak yang ekonomis serta dapat diandalkan dan dapat bekerja secara efisien pada mesin yang sebenarnya (pressman, 2001). dalam merancang suatu aplikasi, perlu diadakan pendekatan sistematis dalam perancangan perangkat lunak tersebut. dalam rekayasa perangkat lunak terdapat sebuah pendekatan yang digunakan yang disebut dengan the linear sequential model, atau terkadang disebut dengan waterfall model atau classic life cycle model (pressman, 2001). dalam merancang sebuah sistem aplikasi perangkat lunak diperlukan suatu kajian yang mendalam tentang bagaimana suatu sistem dapat berjalan sebagaimana mestinya. terutama hubungannya dengan manusia yang akan menggunakan sistem itu nantinya. oleh karena itu interaksi antara manusia dan komputer merupakan hal yang cukup penting dalam suatu perancangan sistem aplikasi. interaksi manusia dan komputer adalah ilmu yang berhubungan dengan perancangan, evaluasi, dan implementasi sistem komputer interaktif untuk digunakan oleh manusia, serta studi fenomena-fenomena besar yang berhubungan dengannya (shneiderman, 1998). jadi interaksi manusia dan komputer merupakan dasar yang harus digunakan dalam perancangan suatu sistem komputer. delapan aturan emas perancangan dialog ini merupakan prinsip-prinsip dasar perancangan antarmuka yang paling banyak digunakan dalam pembuatan suatu sistem yang interaktif. menurut shneiderman (1998), aturan-aturan dasar ini adalah (1) rancangan yang dibuat harus selalu konsisten; (2) memungkinkan pemakai menggunakan shortcurts; (3) memberikan umpan balik yang informatif; (4) merancang dialog untuk menghasilkan keadaan akhir yang baik; (5) memberikan penanganan kesalahan yang sederhana; (6) mengizinkan pembalikan aksi (undo) dengan mudah; (7) mendukung pengaturan fokus secara internal; (8) mengurangi beban ingatan jangka pendek. sistem berjalan pt. energy management indonesia (persero) atau dulu dikenal sebagai pt. koneba (persero) didirikan pada tahun 1987, adalah badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang konservasi dan manajemen energi. dari tahun ke tahun pt. emi banyak membantu pihak pemerintah, bumn dan swasta dalam kegiatan konservasi energi, manajemen energi dan diversifikasi energi. pelaksanaan kegiatan usaha pt. emi dilakukan oleh tenaga-tenaga terlatih yang profesional dibidangnya serta didukung peralatan-peralatan yang memadai sesuai kebutuhan. akumulasi pengalaman pt. emi diberbagai sektor di masyarakat dan di industri banyak memberikan nilai tambah dalam implementasi usaha pt. emi melaksanakan tugas-tugas konservasi, manajemen dan diversifikasi energi. kini dengan pengalaman perusahaan yang sangat beragam pada bidang energi dan di dukung oleh tenaga-tenaga professional dan berpengalaman di bidang pengelolaan energi, perekayasaan, rancangan aplikasi manajemen… (sablin yusuf) 393 survey dan inspeksi serta pengelolaan risiko di berbagai sektor (industri, transportasi dan bangunan), pt. emi siap menjawab tantangan energi di indonesia. pada saat ini sistem yang berjalan pada pt. emi dalam mempersiapkan dokumen-dokumen untuk mengikuti lelang tender dan menyajikan laporan progres report masih berjalan manual. data dari para instansi yang melakukan pengadaan pun tidak tersusun dengan rapih, hanya berdasarkan dari arsip dokumen lelang yang pernah diikuti. dokumen-dokumen yang dibutuhkan antara lain, berkas-berkas rencana kerja dan syarat (rks), data tenaga ahli, pengalaman perusahaan, peralatan serta pekerjaan yang sedang berlangsung. dalam pembuatan rks, para admin proyek meniru dari data rks sebelumnya yang masih ada dan disesuaikan dengan kebutuhan dari proyek yang akan diikuti. format penulisan dari rks yang sebelumnya ini menjadi dasar dari pembuatan rks yang kemudian file ini disimpan kembali pada komputer atau flash disk, akan tetapi untuk penyimpanan file-file tersebut tidak terdapat tempat yang pasti. kemudian untuk dokumen pengalaman perusahaan, terdapat file hasil dari sortiran arsip dokumen lelang yang pernah diikuti oleh pt. emi. penyortiran ini dilakukan setiap tahun secara manual kemudian disimpan dalam sebuah file excel. sehingga ketika para admin proyek membutuhkan data pengalaman perusahaan untuk penyusunan dokumen lelang, mereka dapat mengambil file sortiran tersebut. akan tetapi, untuk penyimpanan file sortiran tersebut belum mempunyai tempat yang pasti. dalam pembuatan dokumen pekerjaan yang sedang berlangsung hampir sama dengan pembuatan dokumen pengalaman perusahaan, hanya saja penyortiran dilakukan ketika pembuatan dokumen saja, arsip yang disortir merupakan dokumen-dokumen lelang yang proyeknya sedang dikerjakan oleh pt. emi. untuk pengambilan data peralatan, para admin proyek mendapat data peralatan dari bagian teknis yang berada dibawah divisi personalia dan umum. pendataan dari data peralatan yang sedang berjalan sekarang walaupun sudah menggunakan komputer, tetapi untuk penyimpaanannya belum ada tempat yang pasti. sedangkan penyusunan dokumen tenaga ahli, para admin proyek mendapat data tenaga ahli dari bagian hrd yang berada dibawah divisi personalia dan umum. data yang didapat berupa cv dari para tenaga ahli dan daftar tenaga ahli beserta ceklist kelengkapannya. kelengkapan yang dimaksud ialah ijazah, spt, npwp, bukti setor serta ktp. dalam memeriksa kelengkapan dari tenaga ahli, hrd melakukanya dengan cara manual yaitu, tenaga ahli yang sudah memiliki kelengkapan maka pada bagian kelengkapannya diberikan ceklist, kemudian data ini disimpan dalam bentuk kertas. kelengkapan-kelengkapan di atas merupakan salah satu syarat untuk tenaga ahli yang akan diikut sertakan dalam sebuah proyek. dari daftar tenaga ahli tersebut, para admin proyek membandingkan dengan dokumen tenaga ahli dari proyek yang sedang diikuti oleh pt. emi. apabila seorang tenaga ahli sedang diikutsertakan pada sebuah proyek pada instansi yang sama, maka tenaga ahli tersebut tidak boleh diikutsertakan kembali pada lelang proyek yang akan diikuti. pengecekan ini dilakukan secara manual sehingga memakan waktu yang lama. pembuatan laporan dilakukan setiap bulan secara manual dengan cara, mengumpulkan keseluruhan berkas – berkas lelang proyek kemudian berkas – berkas tersebut direkapitulasi. kegiatan ini dilakukan oleh divisi personalia dan umum. laporan ini berisi daftar seluruh lelang proyek yang pernah diikuti atau sedang diikuti oleh pt. emi baik yang gagal maupun yang berhasil. hasil dari laporan kemudian diberikan kepada direktur berbentuk dokuman kertas. diagram arus dokumen (dad) dari sistem yang berjalan dapat dilihat pada gambar 2. permasalahan dari uraian sistem berjalan tersebut di atas dan pengamatan lapangan, maka dapat 394 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 389-403 diidentifikasi permasalahan yang di hadapi oleh pt. emi pada saat ini, yaitu penyimpanan atau pengelolaan data, penyimpanan dokumen tender, dan komunikasi data perusahaan di luar kantor. penyimpanan atau pengelolaan data dalam penyimpanan atau pengelolaan data, permasalahannya yaitu tidak adanya tempat penyimpanan data yang tetap untuk dokumen yang pernah ada; data tenaga ahli tercecer dan sering hilang; tidak adanya tempat penyimpanan data peralatan; dan tempat penyimpanan data instansi pengadaan tidak tersedia. penyiapan dokumen tender dalam penyimpanan dokumen tender, permasalahannya yaitu tidak adanya pengingat waktu pengumpulan dokumen prakualifikasi; tidak adanya format surat yang pasti pada setiap instansi; sulit mengecek tenaga ahli yang tersedia untuk suatu instansi untuk di jadikan tenaga ahli pada suatu tender yang baru; dan akurasi data dokumen yang di kerjakan oleh para admin proyek kurang baik dikarenakan oleh padatnya permintaan yang masuk sedangkan waktu yang tersedia terbatas. komunikasi data perusahaan di luar kantor dalam komunikasi data perusahaan di luar kantor, permasalahannya yaitu dewan direksi sering membutuhkan data laporan perusahaan diluar kantor dan laporan tersebut diperlukan oleh dewan direksi setiap saat. namun pada saat ini penyiapan laporan membutuhkan waktu karena proses penyiapan masih manual dan proses penyiapan dokumen hanya dapat dilakukan di dalam kantor; dan perusahaan sedang akan mengembangkan adanya cabang didaerah lain. sehingga nantinya pengerjaan persiapan rks proyek akan dilakukan pada kantor cabang perusahaan di berbagai daerah sesuai dengan lokasi proyek. semua permasalahan yang di temukan dalam sistem yang berjalan tersebut di atas dapat mengakibatkan perusahaan kehilangan kesempatan meraih keuntungan dikarenakan oleh pengerjaan dokumen proyek dikerjakan dalam waktu yang relatif lama. pengerjaan dokumen tender tersebut memakan waktu sekitar tujuh hari atau lebih. sedangkan dalam perusahaan ini dapat mengikuti lebih dari satu proyek. perusahaan akan kehilangan banyak peluang untuk meraih keuntungan dari pengerjaan proyek tersebut. sistem yang diusulkan melihat permasalahan yang ditemukan di lapangan dan sangat mempengaruhi pengerjaan dokumen yang diperlukan dalam sebuah lelang pekerjaan, maka diusulkan sebuah aplikasi sistem berbasis web yang dapat mengurangi kendala-kendala yang ada dan dapat tersimpan secara terstruktur dan aman. di dalam aplikasi sistem ini akan disediakan hal-hal yang di butuhkan untuk mengerjakan sebuah tender, antara lain aftar pengerjaan prakualifikasi beserta tanggal pengerjaan dan penanggung jawab; daftar tenaga ahli yang tersedia dalam pengerjaan suatu tender; daftar peralatan yang akan di cantumkan pada dokumen prakualifikasi; daftar pengalaman yang akan di cantumkan pada dokumen prakualifikasi; daftar pekerjaan yang sedang di kerjakan yang juga di lampirkan pada dokumen prakualifikasi. semua hal tersebut di atas sesuai dengan rks yang ditentukan dalam setiap lelang pekerjaan. apabila semua ketentuan yang ada didalam rks tidak di penuhi maka akan mengurangi bobot sebuah peserta lelang. didalam aplikasi yang diusulkan terdapat juga basis data dari pt.emi tersebut. didalam basis data tersebut terdapat data para pekerja yang berada dalam pt.emi. data flow diagram (dfd) dari aplikasi yang di usulkan dapat dilihat pada gambar 3 dan gambar 4. rancangan aplikasi manajemen… (sablin yusuf) 395 gambar 2 dad sistem berjalan 396 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 389-403 gambar 3 diagram konteks sistem yang diusulkan gambar 4 diagram nol system yang diusulkan rancangan aplikasi rancangan aplikasi yang di ajukan untuk aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan pengembang aplikasi untuk merealisasikan dan mengimplementasikan aplikasi. rancangan aplikasi ini antara lain meliputi rancangan basis data, rancangan menu, rancangan layar, dan rancangan keamanan. rancangan basis data yang berada di dalam aplikasi ini bertujuan untuk menyediakan basis rancangan aplikasi manajemen… (sablin yusuf) 397 data untuk menyimpan semua data yang ada didalam aplikasi. entity relationship diagram (erd) basis data tersebut dapat dilihat pada gambar 5. di dalam aplikasi yang diusulkan terdapat menu-menu yang akan di akses oleh para user. hierarki menu sistem yang diusulkan dapat dilihat pada gambar 6. di dalam menu tesrsebut terdapat banyak layar antarmuka yang akan di akses oleh para user. rancangan navigasi atau perpindahan dari satu layar ke layar lainnya digambarkan menggunakan state transition diagram (std). beberapa contoh std tersebut dapat dilihat pada gambar 7 dan gambar 8. dalam rancangan keamanan aplikasi ini pemakai aplikasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu admin, super user, dan user. setiap user mendapatkan hak akses yang berbeda. tetapi semua user dapat melihat semua data sesuai dengan hak aksesnya. semua user harus login terlebih dahulu untuk dapat mengakses aplikasi ini. gambar 5 erd database aplikasi manajemen tender 398 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 389-403 login proyek logouttabel reporthome pengaturan prakualifikasi personalia tender peralatan pengalaman pekerjaan yang sedang dilaksanakan pengaturan user pengaturan instansi pengaturan dokumen gambar 6 rancangan menu aplikasi gambar 7 state transition diagram login rancangan aplikasi manajemen… (sablin yusuf) 399 gambar 8 state transition diagram home admin memiliki hak akses pada manajemen data, contohnya input peralatan beserta editnya, input tenaga ahli beserta edit dan kelengkapan, serta manajemen user. super user memiliki hak akses yang berbeda dengan admin. super user adalah inti dari aplikasi ini. super user yang hanya berhak mengerjakan proses pengerjaan dokumen tender tersebut. hak akses dari super user adalah input data proyek baru, pemilihan tenaga ahli yang sudah divalidasi sesuai dengan ketentuan, pengerjaan dokumen proyek mulai dari masa prakualifikasi sampai dengan kontrak, mengconvert data pengalaman perusahaan dan pekerjaan yang sedang dilaksanakan. user disini berbeda sekali dengan admin dan super user. user hanya memiliki hak akses untuk view data proyek, view data perusahaan, view progress report. secara lengkap pengaturan hak akses dapat dilihat pada tabel 1. tabel 1. otoritas hak akses pengguna aplikasi manajemen data pengerjaan proyek progress report pengaturan users c r u d c r u d c r u d c r u d admin ya ya ya ya ya ya ya ya ya ya super user ya ya ya ya ya ya ya ya user ya ya ya ya ya keterangan: c = create u = update r = read d = delete data aplikasi sangat rawan akan kerusakan. jadi pihak pengembang membuat rancangan back up dengan tujuan untuk menyelamatkan data yang sebelumnya telah disimpan. jadi apabila terjadi kerusakan data maka pihak perusahaan dapat mengambil kembali data yang sebelumnya telah di back up. rencana back up pada aplikasi ini disesuaikan dengan penggunaan aplikasi. pada keadaan normal dan tidak banyak order lelang tender maka back up akan hanya dilakukan sebanyak 2 kali dalam 400 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 389-403 sebulan. tetapi apabila sedang banyak order lelang tender, maka back up akan dilakukan sebanyak 4 kali dalam sebulan. cara memback upnya adalah dengan cara menyalin folder data dalam server ke folder lain yang telah dinamai tanggal dilakukan back upnya. implementasi program aplikasi dikembangkan dengan menggunakan bahasa php, sedangkan untuk database menggunakan mysql. semua itu sesuai dengan keunggulan masing-masing fungsi dari mysql dan bahasa pemrograman. pada gambar berikut (gambar 9 12) ditampilkan beberapa contoh tampilan layar aplikasi. gambar 9 tampilan layar home gambar 10 tampilan layar history kontrak proyek gambar 11 tampilan layar halaman daftar tenaga ahli gambar 12 tampilan layar proyek prakualifikasi evaluasi evaluasi aplikasi dilakukan dengan dengan meminta masukan atau pendapat dari pengguna di pt. emi. untuk mengetahui lebih rinci, maka disebarkanlah kuesioner kepada 30 orang pengguna aplikasi ini di pt emi. evaluasi ini dipergunakan sebagai masukan dan kritik untuk mengembangkan kinerja aplikasi ini agar dapat lebih sempurna di masa yang akan datang. hasil evaluasi pengguna ini ditampilkan pada tabel 2 8. rancangan aplikasi manajemen… (sablin yusuf) 401 tabel 2 pendapat pengguna dari tentang aplikasi manajemen tender pada pt. emi pilihan jumlah orang persentase a. tidak bagus 0 0 % b. kurang bagus 2 6,66 % c. cukup bagus 6 20 % d. bagus 20 66,66% e. sangat bagus 2 6,66 % jumlah 30 100% tabel 3 pendapat pengguna dari tentang aplikasi manajemen tender ini berguna dalam membantu pekerjaan pilihan jumlah orang persentase a. tidak berguna 1 3,33 % b. kurang berguna 2 6,66 % c. cukup berguna 3 10 % d. berguna 21 70 % e. sangat berguna 3 10% jumlah 30 100% tabel 4 pendapat pengguna dari tentang fasilitas dan fungsionalitas dari aplikasi manajemen tender pada pt. emi pilihan jumlah orang persentase a. tidak bagus 1 3,33 % b. kurang bagus 2 6,66 % c. cukup bagus 6 20 % d. bagus 21 70 % e. sangat bagus 0 0 % jumlah 30 100% tabel 5 pendapat pengguna dari tentang kemudahan penggunaan aplikasi manajemen tender pada pt. emi pilihan jumlah orang persentase a. tidak bagus 0 0 % b. kurang bagus 1 3,33 % c. cukup bagus 14 46,66 % d. bagus 15 50 % e. sangat bagus 0 0 % jumlah 30 100% tabel 6 pendapat pengguna dari tentang kecepatan dan kecepatan penyajian data aplikasi manajemen tender pilihan jumlah orang persentase a. tidak bagus 0 0 % b. kurang bagus 3 10 % c. cukup bagus 3 10 % d. bagus 24 80 % e. sangat bagus 0 0 % jumlah 30 100% 402 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 389-403 tabel 7 pendapat pengguna dari tentang penggunaan bahasa dalam aplikasi manajemen tender pada pt. emi pilihan jumlah orang persentase a. tidak sesuai 0 0 % b. kurang sesuai 1 3,33 % c. cukup sesuai 5 16,66 % d. sesuai 24 80 % e. sangat sesuai 0 0 % jumlah 30 100% tabel 8 pendapat pengguna dari tentang tampilan aplikasi manajemen tender pada pt. emi pilihan jumlah orang persentase a. tidak bagus 0 0 % b. kurang bagus 6 20 % c. cukup bagus 15 50 % d. bagus 9 30 % e. sangat bagus 0 0 % jumlah 30 100% berdasarkan hasil isian kuesioner dapat ditarik kesimpulan menurut pengguna aplikasi yang dibuat sudah memenuhi syarat mulai dari kecepatan dan ketepatan penyajian data, penggunaan bahasa, kemudahan penggunaan aplikasi, tampilan, fasilitas dan fungsionalitas, dan berguna untuk pengerjaan dokumen proyek dan para pengguna aplikasi juga merasa cukup puas dengan aplikasi yang dibuat. simpulan berdasarkan hasil implementasi dan evaluasi kuesioner yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem aplikasi manajemen tender yang dihasilkan dapat membantu pt. energy management indonesia dalam menyiapkan rks untuk proses tender. aplikasi ini pun memberikan kemudahan bagi para admin proyek pada pt. energy management indonesia karena pengerjaan rks menjadi jauh lebih mudah. beberapa saran untuk pengembangan lebih lanjut antara lain memperbaiki tampilan pada aplikasi untuk membuat aplikasi ini menjadi lebih menarik dan lebih variatif. dengan fungsi-fungsi yang lebih baik lagi. daftar pustaka connoly, t. (2002). database systems: a practical approach to design, implementation and management (6th ed.). new york: addison-wesley. hall, j. a. (2001). sistem informasi akuntansi. jakarta: salemba empat. o’brien, j. a. (2004). introduction to information system: essentials for the e-business enterprise (11th ed.). new york: mcgraw-hill companies. pressman, r. s. (2001). software engineering: a practitioner’s approach (5th ed.). new york: mcgraw-hill. rancangan aplikasi manajemen… (sablin yusuf) 403 shneiderman, b. (1998). designing the user interface: strategies for effective humancomputer interaction (3rd ed.). new york: addison-weasley. turban , e., reiner, r. k., jr., potter, r. e. (2003). introduction to information technology (3rd ed.). john wiley & sons, inc. microsoft word 46_td_rida_hhchie.doc 1012 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1012-1020  pengujian skala pengukuran kelelahan (spk) pada responden di indonesia rida zuraida; ho hwi chie industrial engineering department, faculty of engineering, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 rzuraida@binus.ed; hhchie@binus.edu. abstract subjective fatigue measurement instruments, based questionnaire, is a measure that is widely used for reasons of practicality and measurement results can be obtained quickly. for the purposes of measuring fatigue, there are a number of questionnaires commonly used abroad, but not a lot of literature with a case study in indonesia that utilize this instrument. of course, the reason for the use of the instrument is based on the expectation that the instrument has high validity and reliability, and if possible to have a high level of practicality as well. asssment fatigue scale (fas) is one of the suggested use as a measurement of worker fatigue. the instrument consists of a 10 item questionnaire with good reliability level. the discussion in this paper covers measurement scale fatigue testing results via questionnaires measuring fatigue, adapted from the fas in english and translated into indonesian. dss consists of 10 questions using 5 likert scale, for the answer options are: never (1), sometimes (2), perceived a regular basis (3), is common (4), is always experienced (5). relaibilitas test results using cronbach alpha values obtained value of 0812, and can be improved if the item is question number 3 is removed. by implication, this questionnaire is good enough to use as a measuring instrument fatigue, but the level of proficiency in indonesian language, in this cms, needs to be repaired, especially for question number 5 and 3 if the level of validity and reliability to be improved, although the increase may not be too significant. keywords: fatigue, fatigue assessment, subjektif assessment, fas abstrak instrumen pengukuran kelelahan subyektif, berbasis kuesioner, merupakan alat ukur yang cukup banyak digunakan karena alasan kepraktisan dan hasil pengukuran dapat diperoleh dengan cepat. untuk keperluan pengukuran kelelahan, terdapat sejumlah kuesioner yang umum digunakan di luar negeri, tetapi belum banyak literatur dengan studi kasus di indonesia yang memanfaatkan instrumen ini.tentu saja, alasan dalam penggunaan instrumen yang dimaksud didasari oleh harapan bahwa instrumen memiliki validitas dan realibilitas yang tinggi, serta jika memungkinkan memiliki tingkat kepraktisan yang tinggi pula. fatigue asssment scale (fas) merupakan salah satu yang disarankan digunakan sebagai pengukuran kelelahan pekerja. nstrumen ini terdiri dari 10 item pertanyaan dengan tingkat keandalannya baik. pembahasan pada paper ini mencakup hasil pengujian skala pengukuran kelelahan melalui kuesioner pengukuran kelelahan yang diadaptasi dari fas yang berbahasa inggris dan diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. spk terdiri dari 10 pertanyaan yang menggunakan 5 skala likert, untuk pilihan jawabannya terdiri dari : tidak pernah (1), kadangkadang (2), dirasakan secara teratur (3), sering dialami (4), selalu dialami (5). hasil uji relaibilitas menggunakan nilai alpha cronbach diperoleh nilai 0.812, dan dapat ditingkatkan jika item pertanyaan nomor 3 dihilangkan. implikasinya, kuesioner ini cukup baik digunakan sebagai instrumen pengukuran kelelahan, tetapi tingkat profisiensi berbahasa indonesia, dalam spk ini, perlu diperbaiki kembali terutama untuk pertanyaan nomor 5 dan 3 jika tingkat validitas dan realibilitas ingin ditingkatkan, meskipun peningkatannya mungkin tidak terlalu signifikan. kata kunci: kelelahan, pengukuran kelelahan, pengukuran subjektif, fas pengujian skala … (rida zuraida; ho hwi chie)   1013  pendahuluan setiap orang pernah mengalami kelelahan baik itu yang disebabkan oleh aktivitas fisik maupun mental ataupun sebagai dampak dari penyakit yang dideritanya. kelelahan sendiri merupakan suatu fenomena yang kompleks (saito, 1999), dengan penyebab yang bervariasi serta bermanifestasi dalam berbagai bentuk. tetapi secara sederhana dapat didefinisikan sebagai perasaan lelah yang disebabkan oleh kelebihan kerja baik fisik maupun mental. kelelahan disinyalir menjadi hal yang paling banyak dikeluhkan oleh karyawan ataupun pekerja di berbagai industri dalam menyelesaikan pekerjaan di dunia modern saat ini. kelelahan yang dialami tentu saja dapat menurunkan tingkat produktivitas, karena mendorong peningkatan jumlah ketidakhadiran, atau rendahnya motivasi karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. kelelahan yang dialami pada dasarnya merupakan proses yang bersifat kumulatif dan ditunjukkan oleh penurunan kemampuan untuk melaksanakan tugas serta penurunan perhatian terhadap stimulus dari lingkungan (vries, michielsen, van heck, 2003). orang yang mengalami kelelahan selain mengalami penurunan kemampuan, juga umumnya mengalami perubahan motivasi untuk meyelesaikan pekerjaannya. beberapa indikator yang umum digunakan terutama salah satunya penurunan kemampuan dan penurunan motivasi. untuk mengukur indikator ini, terdapat beberapa kuesioner yang secara khusus mengukur kelelahan yang dialami seseorang. vries, michelseon dan van heck (2003) membandingkan 6 kuesioner pengukuran dan menyarankan fatigue assessment scale (fas) sebagai alat ukur subjektif kelelahan berbasis kuesioner yang paling cocok untuk mengukur kelelahan pekerja. beberapa penelitian di indonesia mengenai kelelahan, yang menggunakan instrumen berbasis kuesioner dilakukan antara lain menggunakan kuesioner alat ukur perasaan kelelahan kerja i, ii, iii yang dikembangkan oleh kusumartha (1994) dengan masing-masing kuesioner berjumlah 17 petanyaan atau 51 pertanyaan. fas sendiri, terdiri dari 10 pertanyaan dan tingkat realibilitasya dinyatakan baik di berbagai penelitian (vreis, michelseon, dan van heck, 2003). sehingga fas dengan 10 item pertanyaan, bisa dijadikan alternatif instrumen pengukuran yang lebih ringkas. akan tetapi, fas sendiri merupakan kuesioner yang menggunakan bahasa inggris. sehingga jika akan digunakan sebagai instrumen pengukuran kelelahan bagi responden di indonesia, perlu divalidasi dan diuji realibilitasnya. artikel ini, akan membahas mengenai pengujian skala pengukuran kelelahan sebagai instrumen pengukuran berbasis kuesioner yang merupakan terjemahan dari fas yang semula dalam bahasa inggris menjadi bahasa indonesia. studi pustaka kelelahan kerja pada dasarnya dialami ketika beban kerja yang berlebihan dialami dan secara umum merupakan akumulasi dari apa yang dialami pekerja dan berhubungan dengan ritme tubuh di siang dan malam hari (saito, 1999). kelelahan yang dialami oleh seseorang dikategorikan sebagai kelelahan akut, subakut dan kronis (saito, 1999). kelelahan akut secara umum disebabkan karena tubuh menerima beban kerja yang berlebihan, sedangkan kelelahan kronis disebabkan oleh sejumlah faktor yang berlangsung secara terus-menerus dan terakumulasi dalam jangka waktu tertentu. kelelahan dapat juga didefinisikan sebagai penurunan kapabilitas untuk bekerja fisik atau mental, atau perasaan subjektif sehingga seseorang tidak dapat lagi mengerjakan tugasnya, dan merupakan fungsi dari kurangnya tidur, perubahan ritme sirkadian dan waktu bertugas. kelelahan juga didefinisikan sebagai perasaan lelah secara fisik atau mental yang dialami oleh seseorang baik ditunjukkan oleh perasaan subjektif maupun penurunan kinerja (mounstephen & sharpe, 1997). hirshkowitz (2013) mendefinisikan kelelahan sebagi rasa lelah yang dirasakan seseorang. menurutnya dalam kondisi fisiologi normal, kelelahan dapat berupa perasaan merasa lemah atau lelah sebagai 1014 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1012-1020  dampak dari penggunaan tenaga berulang atau berupa penurunan respon sel, jaringan, atau organ setelah stimulasi yang berlebihan. williamson dkk (2011) dalam model konseptual yang dikembangkannya mengenai hubungan kelelahan dengan keselamatan, menggambarkan tingkat kelelahan dipengaruhi oleh waktu kerja, karakteristik tugas, lamanya waktu terjaga seseorang serta pengaruh waktu pemulihan. kelelahan juga dipengaruhi oleh faktor sirkadian, faktor homoestatis, dan faktor yang berhubungan dengan tugas. dawson, searle dan paterson (2013) menyimpulkan bahwa kelelahan dipengaruhi oleh lama tidur sebelumnya (prior sleep), lamanya waktu terjaga (prior awake), dan waktu sepanjang hari (time of day) yang merupakan fungsi dari proses neurobiologis yang mengatur tidur dan ritme sirkadian. dari berbagai penelitian mengenai kelelahan, penulis mencoba mengkategorikannya ke dalam beberapa faktor yaitu faktor yang berhubungan dengan pekerjaan, faktor di luar pekerjaan atau kombinasi keduanya, serta merupakan akumulasi dari waktu. model tersebut menggambarkan konsep kelelahan yang dianggap tumpang tindih dengan rasa kantuk yang menjadi dorongan bagi tubuh untuk melakukan istirahat atau tidur. ketika dorongan untuk tidur dan beristirahat tersebut tidak terpenuhi maka seseorang akan mengalami penurunan kinerja, sehingga timbul risiko terjadinya penurunan tingkat keselamatan. dalam dunia industri saat ini, banyak faktor yang menjadi penyebab seseorang mengalami kelelahan, antara lain karakteristik pekerjaan itu sendiri, jam kerja yang terkait dengan sirkadian ritme, shift kerja, kesehatan dan nutrisi yang diperoleh pekerja, sistem istirahat serta faktor individu lainnya. dampak kelelahan pun dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk antara lain penurunan konsentrasi dan penurunan motivasi seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan berpengaruh terhadap kualitas dan produktivitas pekerja (saito, 1999). millar (2012) menyatakan, bahwa diperlukan variasi alat ukur dalam penentuan tingkat kelelahan, dan menyarankan kombinasi pengukuran kelelahan dalam lingkup kerja antara metoda subjektif dan objektif. beberapa pengukuran kelelahan yang digunakan untuk mendeteksi kelelahan antara lain terdiri dari pengukuran subjektif yang berbasis kuesioner, psychomotor test yang berbasis waktu reaksi dan konsentrasi, pengukuran parameter ocular dan pengukuran fisiologi (kar, bhagat, dan routray, 2010). fatigue assesment scale (fas) merupakan instrumen pengukuran kelelahan subjektif untuk kelelahan kronis yang dikembangkan berdasarkan fatigue questionaire yang umum digunakan dalam penelitian yaitu fatigue scale (fs), the checklist strength (cis), emotional exhaustion (ee) dan energy and fatigue subscale dari who quality of life assessment instrument (whoqol-ef) (michielseon, vreis, van heck, 2003). fas dinyatakan memiliki realibilitas yang tinggi bagi pengukuran kelelahan diantara para pekerja (michielseon, vreis, van heck, 2003; vries, michielsen, van heck, 2003). fas terdiri dari 10 pertanyaan yang menanyakan aspek kelelahan fisik serta mental dan implikasinya pada motivasi dalam melakukan aktivitas. fas ini tidak mengukur kelelahan yang dirasakan pada saat pengukuran dilakukan tetapi mengukur kelelahan yang umumnya dirasakan oleh seseorang. metode pengujian skala pengukuran kelelahan sebagai instrumen pengukuran subjektif kelelahan yang dimaksudkan untuk memperoleh instrumen yang valid dan andal berdasarkan fatigue assessment scale (fas) mengikuti langkah-langkah berikut: pengujian skala … (rida zuraida; ho hwi chie)   1015  *spk = skala pengukuran kelelahan, fas = fatigue assessment scale gambar 1 langkah-langkah penelitian spk yang disusun berdasarkan fas terlebih dahulu divalidasi dengan melakukan pre-test terhadap 10 orang responden, dan kemudian diperbaiki hasil terjemahannya berdasarkan masukan dari 10 responden tersebut. setelah itu, instrumen berupa 10 item pertanyaan ini disebarkan melalui media internet.informasi dan tawaran untuk menjadi responden disampaikan di media sosial, dan jangka waktu penyebaran dilakukan selama 1 minggu. kuesioner skala pengukuran kelelahan (spk) ini menggunakan lima skala likert yaitu : tidak pernah (1), kadang-kadang (2), dialami secara teratur (3), sering dialami (4), selalu dialami (5). setelah instrumen disebarkan, data yang diperoleh ditabulasikan sesuai dengan jawaban responden yaitu diberi angka sesuai responnya hasil pengumpulan data berupa data ordinal, selanjutnya digunakan untuk menguji validitas instrumen. pengujian dilakukan dengan menggunakan korelasi bivariat pearson. pada korelasi ini digunakan validitas item dengan melihat korelasi atau dukungan terhadap total skor dari 10 item pertanyaan pada instrumen. hasil perhitungan korelasi berupa koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak. dalam penentuan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan taraf signifikansi 0,05, artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan terhadap skor total pada taraf signifikansi ini. pengujian akan menggunakan software spss yaitu korelasi bivariate pearson (produk momen pearson) dan corrected item-total correlation. setelah diperoleh validitasnya, maka item yang dianggap memiliki korelasi dengan total nilai item diuji realibilitasnya dengan melihat nilai alpha cronbach-nya. hasil alpha cronbach dari 10 item pertanyaan dianalisis untuk menentukan tingkat realibilitas instrumen yang diuji. skala pengukuran kelelahan ini diuji dengan dua hal yaitu uji validitas dan uji realibilitas. hasil kedua pengujian tersebut yang telah dijelasnya pada paragraf di atas, digunakan untuk menganalisis apakah instrumen pengukuran yang merupakan penerjemahan dari alat ukur fatigue assessment scale (fas). hasilnya 1016 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1012-1020  adalah rekomendasi untuk penggunaan instrumen di masa yang akan datang dan implikasi bagi penelitian lanjutannya. hasil dan pembahasan skala pengukuran kelelahan (spk) disusun berdasarkan fas yang terdiri dari 10 pertanyaan. instrumen ini dimaksudkan untuk mengukur kelelahan yang secara umum dirasakan responden selama setahun terakhir. tabel berikut menggambarkan daftar pertanyaan untuk item test pada keduanya. tabel 1 fatigue assesment scale dan skala pengukuran kelelahan no fas spk 1 i am bothered by fatigue saya sangat terganggu oleh rasa lelah yang saya rasakan 2 i get tired very quickly saya mudah merasa lelah 3 i don’t do much during the day saya tidak banyak melakukan kegiatan di siang hari 4 i have enough energy for everyday life saya merasa memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian saya 5 physically, i feel exhausted secara fisik, saya merasa lelah 6 i have problems to start things saya merasa sulit untuk mulai mengerjakan sesuatu 7 i have problems to think clearly saya merasa kesulitan untuk berpikir secara jernih 8 i feel no desire to do anyting saya merasa malas untuk melakukan berbagai kegiatan 9 mentally, i feel exhausted secara mental saya merasa lelah 10 when i am doing something i can concentrate quite well ketika saya sedang melakukan kegiatan, saya dengan mudah berkonsentrasi penuh spk menggunakan lima skala likert seperti fas untuk pilihan jawabannya terdiri dari : tidak pernah (1), kadang-kadang (2), dirasakan secara teratur (3), sering dialami (4), selalu dialami (5).berdasarkan hasil penyebaran melalui media internet, diperoleh responden sebanyak 110 yang memberikan respon terhadap permintaan pengisian kuesioner. dari 110 data, hanya 108 yang dapat digunakan karena dua responden tidak memberikan data secara lengkap sehingga datanya dikeluarkan. adapun profil responden yang mengisi kuesioner dapat dilihat pada gambar berikut: gambar 2 profil responden pengujian skala … (rida zuraida; ho hwi chie)   1017  hasil rata-rata dan standar deviasi dari jawaban responden untuk setiap item pertanyaan adalah sebagai berikut: tabel 2 rata-rata jawaban dan standar deviasinya no item deskripsi item rata-rata standar deviasi interpretasi rata-rata 1 saya sangat terganggu oleh rasa lelah yang saya rasakan 2,86 1,15 kadang-kadang hingga dialami secara teratur 2 saya mudah merasa lelah 2,83 1,33 3 saya tidak banyak melakukan kegiatan di siang hari 2,58 1,54 4 saya merasa memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian saya 2,58 1,08 5 secara fisik, saya merasa lelah 3,63 1,09 dialami secara teratur hingga sering dialami 6 saya merasa sulit untuk mulai mengerjakan sesuatu 4,13 1,35 sering dialami hingga selalu dialami 7 saya merasa kesulitan untuk berpikir secara jernih 2,76 1,33 kadang-kadang hingga dialami secara teratur 8 saya merasa malas untuk melakukan berbagai kegiatan 2,43 1,17 9 secara mental saya merasa lelah 2,63 1,30 10 ketika saya sedang melakukan kegiatan, saya dengan mudah berkonsentrasi penuh 2,54 1,27 perbandingan hasil kuesioner antara responden pria dan wanita, dapat dilihat pada tabel berikut: tabel 3 perbandingan rata-rata jawaban antara responden pria dan wanita item test rata-rata jawaban responden pria rata-rata jawaban responden wanita 1 2,870 2,890 2 2,833 2,853 3 2,556 2,606 4 2,583 2,606 5 3,620 3,661 6 4,120 4,156 7 2,769 2,771 8 2,435 2,459 9 2,611 2,661 10 2,528 2,569 selanjutnya hasil kuesioner yang telah ditabulasikan digunakan untuk menguji validitas instrumen menggunakan bivariate pearson atau korelasi produk momen pearson. analisis dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. skor total adalah penjumlahan dari seluruh hasil jawaban dari 10 pertanyaan pada spk. item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukkan bahwa pertanyaan tersebut memberikan dukungan dalam menjabarkan apa yang ingin diperoleh dari instrumen yang diuji validitasnya. 1018 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1012-1020  pada pengujian validitas ini digunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 5% dengan kriteria pengujian sebagai berikut: (1) jika r hitung ≥ r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid). (2) jika r hitung < r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).berdasarkan uji yang dilakukan dengan menggunakan software spss diperoleh hasil sebagai berikut: tabel 4 hasil uji validitas dengan menggunakan korelasi produk momen pearson item pertanyaan nilai signifikansi valid ? 1 0.481 ya 2 0.723 ya 3 0.459 ya 4 0.723 ya 5 0.077 tidak 6 0.453 ya 7 0.698 ya 8 0.647 ya 9 0.588 ya 10 0.598 ya dari hasil uji validitas di atas, item pertanyaan no 5 yaitu pertanyaan mengenai kelelahan secara fisik, dianggap tidak valid. selanjutnya, instrumen diuji realibilitasnya sebagai alat ukur dengan menggunakan alpha cronbach. pada uji ini dilakukan pengujian realibilitas yang berasal dari skorskor item kuesioner ang telah valid. item yang tidak valid tidak dilibatkan dalam pengujian. pengujian ini melibatkan total varians tiap butir pertanyaan yang menjadi instrumen. untuk memperoleh hasil pengujian, digunakan software spps pada 9 item pertanyaan yang dianggap valid, dengan hasil sebagai berikut : tabel 5 output uji realibilitas dengan spss reliability statistics cronbach's alpha n of items .812 9 nilai alpha cronbach atas spk > 0.7 yang menunjukkan bahwa keandalannya cukup baik. nilai alpha cronbach yang diperoleh pada 10 item ini dapat ditingkatkan jika beberapa pertanyaan dihilangkan yaitu : pengujian skala … (rida zuraida; ho hwi chie)   1019  tabel 6 peningkatan nilai alpha cronbach atas item test yang dihilangkan item-total statistics scale mean if item deleted scale variance if item deleted corrected itemtotal correlation cronbach's alpha if item deleted var00001 23.7302 51.781 .456 .799 var00002 23.6667 46.613 .660 .773 var00003 23.9683 53.096 .246 .829 var00004 24.0794 48.752 .760 .770 var00006 22.6349 53.558 .275 .821 var00007 23.6349 46.945 .621 .778 var00008 23.8889 48.423 .587 .783 var00009 23.6349 49.268 .508 .793 var00010 23.9683 47.709 .588 .782 berdasarkan tabel di atas, dihilangkannya item pada nomor 3 dapat meningkatkan nilai alpha menjadi 0.829, tetapi nilai alpha cronbach tanpa menghilangkan item pertanyaan nomor 3, telah menunjukkan skala pengukuran kelelahan memiliki realibilitas yang tinggi ditunjukkan dengan nilai alpha cronbach awal sebesar 0.812. implikasi dari hasil penelitian ini, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperbaiki tata bahasa pada pertanyaan no 5 yang hasil uji validitas menunjukkan hasil tidak valid. pada pertanyaan yang telah diperbaiki tersebut, kemudian dilakukan pengujian kembali untuk melihat tingkat validtas dan realibilitasnya. penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk melihat keandalan spk pada jenis pekerjaan yang memiliki karakteristik khusus atau dalam rentang umur tertentu. penelitian juga dapat dilakukan dengan menambah jumlah sampel untuk mengkonfirmasi hasil pengujian keandalan alat ukur. simpulan skala pengukuran kelelahan (spk) yang disusun berdasarkan fatigue assesment scale (fas) merupakan instrumen untuk mengukur kelelahan yang memiliki keandalan yang baik dan sesuai rekomendasi sebelumnya disarankan sebagai alat ukur bagi kelelahan pekerja. hal ini diperoleh berdasarkan nilai alpha cronbach atas instrumen yang telah dilakukan terhadap 108 responden. sehingga spk ini dapat dijadikan pengukuran kelelahan antara karyawan yang lebih ringkas dan cepat untuk melihat status kelelahan seseorang. daftar pustaka dawson, d., searle, a. k., paterson, j. l. (2013). look before you (s)leep: evaluating the use of fatigue detection technologies wihtin a fatigue risk management system for the road transport industry. sleep medicine review. 1(12). hirshkowitz, m. (2013). fatigue, sleepiness, and safety: definitions, assessment, methodology. sleep medicine clinics, 8(2): 183-189. kar, s., bhagat, m., routray, a. (2010). eeg signal analysis for the assessment and quantification of driver fatigue. transportation research part f . 13: 297-306 1020 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 1012-1020  kusumartha, setyawati, l. (1994). kelelahan kerja kronis, kajian terhadap perasaan kelelahan kerja, penyusunan alat ukur serta hubungannya dengan waktu reaksi dan produktivitas kerja. disertasi. michielseon, h. j., de vreis, j., van heck, g. l. (2003). psychomotor qualities of a brief self-rated fatigue measure ; the fatigue assessment scale. journal of psychomotor research. 54: 345352 millar, m. (2012). measuring fatigue. asia pasific frms seminar. bangkok: icao/ iata/ ifalpa. mounstephen, a., sharpe, m. (1997). chronic fatigue syndrome and occupational health. occupationa med. 47: 217-227. saito, k. (1999). measurement of fatigue in industries. industrial health. 37: 13-42. williamson, a., lombardi, d., folkard, s., stutts , j., courtney, t., connor, j. (2011). the link between fatigue and safety. accident analysis and prevention. 43: 498-515. de vreis, jolanda, michielsen, h. j., van heck, g. l. (2003). assessment of fatigue among working people: a comparison of six questionnaires. occupational environment med. 60: i10-i15. microsoft word 22 sistem informasi nelly hudiarto, rangga e-crm utk logistik ok daftar pustaka gambar.doc perancangan e-customer relationship… (nelly; dkk) 449 perancangan e-customer relationship management pada pt starsindo logistics nelly1; hudiarto2; rangga yudhika3 1jurusan manajemen, fakultas ekonomi, bina nusantara university; 2jurusan sistem informasi, fakultas ilmu komputer, bina nusantara university; 3jurusan ganda sistem informasi manajemen, fakultasteknik, bina nusantara university; jalan k.h. syahdan no 9, palmerah, jakarta barat 11480 nelly@binus.edu1; hudiarto@binus.edu2; rangga.yudhika@gmail.com3 abstract starsindo logistics inc. (sl) is a company in freight forwarding service. the problem in this company is less information provided to customers, especially about customer order status information. it is started from the departure of the emkl truck until the standard time of customer container entering freight process. therefore, it is needed to use the customer service application electronic-customer relationship management (e-crm), because it will ease to manage and control information flow about the customer order status. the research method is following rules in object oriented analysis and design by mathiassen. through website, public is hoped to easily access the company information or ship schedule, order list, tracking order status, or transaction history. this web-based customer service application could help the company to build a good relationship with customers. keywords: electronic-customer relationship management, freight forwarding, tracking, history, object-oriented analysis and design abstrak pt starsindo logistics (sl) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa freight forwarding. masalah yang dihadapi perusahaan saat ini ialah penyediaan informasi kepada pelanggan yang kurang tepat dan cepat, terutama mengenai informasi status pesanan pelanggan. permasalahan ini dimulai dari waktu keberangkatan truk emkl hingga waktu sandar container pelanggan memasuki proses freight. oleh karena itu dirasa perlu untuk menggunakan aplikasi layanan pelanggan electronic-customer relationship management (ecrm), karena dapat memudahkan untuk mengelola dan mengontrol aliran informasi mengenai status pesanan pelanggan. metode penelitian yang digunakan adalah mengikuti aturan yang ada pada object oriented analysis and design yang telah diperkenalkan oleh mathiassen. melalui website, publik diharapkan dapat dengan mudah mengakses semua informasi mengenai perusahaan maupun jadwal kapal. pelanggan juga dapat mengakses informasi mengenai jadwal pesanan, tracking status order serta history transaksi yang sudah dilakukan. dengan adanya aplikasi layanan pelanggan berbasis website maka diharapkan dapat membantu perusahaan dalam membina hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. kata kunci: electronic-customer relationship management, freight forwarding, tracking, history, object oriented analysis and design 450 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 449-460 pendahuluan berbagai survei menunjukkan bahwa kunci keberhasilan perusahaan bukan semata terletak pada produk ataupun jasa yang ditawarkan namum juga bisa terletak pada seberapa jauh upaya perusahaan dalam memenuhi kebutuhan para pelanggannya. kepuasan pelanggan dengan sendirinya akan meningkatkan kesetiaan pelanggan pada perusahaan. kesetiaan pelanggan akan menjadi kunci sukses perusahaan, tidak hanya dalam jangka pendek tetapi akan dapat menjadi keunggulan bersaing yang berkelanjutan. perusahaan yang akan maju dalam bisnisnya adalah perusahaan yang senantiasa mendengar dan menindaklanjuti masukan dan keluhan pelanggan. saat ini merupakan era kedaulatan pelanggan dimana pelanggan tidak hanya menjadi fokus sebuah perusahaan untuk beroperasi dan berproduksi, tetapi juga sebagai aset perusahaan. persaingan bisnis yang begitu ketat mengharuskan setiap perusahaan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya. sl adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan dan pengiriman barang ekspor serta impor melalui ekspedisi muatan kapal laut (emkl), freight (air and sea) serta trucking. saat ini sl memiliki jumlah pelanggan yang terdiri atas perusahaan-perusahaan besar penghasil produk yang bervariasi. namun dalam operasional bisnisnya, sl belum dapat memberikan pelayanan berupa aliran informasi yang optimal dengan pelanggannya. dengan menerapkan sistem crm, pelayanan kepada pelanggan dapat menjadi lebih baik dan pada akhirnya akan meningkatkan loyalitas pelanggan kepada perusahaan. kehadiran crm akan dapat memenuhi dan mengetahui kebutuhan pelanggan secara cepat dan tepat karena crm mampu mendapatkan inti dari konsep pelanggan dan meletakkannya dalam kerangka aplikasi. ruang lingkup agar lebih terarah, maka ruang lingkup penelitian dibatasi pada perancangan aplikasi e-crm ditujukan untuk calon pelanggan dan pelanggan dalam memperoleh informasi produk-produk layanan, penyediaan histori dari setiap pelanggan hingga mencakup tracking order. aliran sumber daya yang ada dalam e-crm hanya berupa sumber daya informasi, tidak mencakup aliran dokumen karena aliran dokumen tidak dapat dilakukan melalui internet; penanganan transaksi pada e-crm ini hanya mencakup pelayanan emkl dan sea freight karena transaksi ini memegang porsi pelayanan terbesar yang dilakukan oleh pelanggan dibandingkan pelayanan lain. tujuan dan manfaat tujuan dari penulisan ini adalah agar perusahaan memiliki sistem e-crm melalui tersedianya website perusahaan; membantu perusahaan dalam memberikan pelayanan informasi yang lebih baik; dengan tersedianya website yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja, pelanggan dapat mengakses informasi, memberikan saran, kritik dan tanggapan maupun pertanyaan kepada perusahaan. manfaat yang diharapkan adalah dapat membantu perusahaan dalam menyampaikan informasi profil perusahaan, jasa beserta rute pelayanan yang dilayani kepada pelanggan; membantu perusahaan dalam menyediakan informasi kepada pelanggan mengenai pelayanan-pelayanan yang pernah digunakan pelanggan; membantu membina hubungan yang baik dengan pelanggan untuk jangka panjang melalui fasilitas contact center. perancangan e-customer relationship… (nelly; dkk) 451 kajian teori customer relationship management (crm) konsep dari relationship marketing dasar pertama kali dikemukakan pada tahun 1983. dari konsep hubungan pemasaran itulah terbangun crm. yang menjadi perbedaan utama hanyalah hubungan pemasaran yang kurang atau tidak menggunakan teknologi informasi. sedangkan pada pengembangan crm saat ini, seharusnya dilakukan dengan memperhatikan aspek teknologi, yaitu sistem dan bahkan melalui website. mengutip definisi crm menurut kalakota (2000), crm berarti dilakukannya segmentasi pelanggan dan menawarkan kepada mereka nilai berupa harga, kualitas, fitur produk, merek, pelayanan dan pengalaman sangat menyenangkan. crm didefinisikan sebagai integrasi antara penjualan, pemasaran dan strategi pelayanan. berbagai jenis crm menurut greenberg (2005), crm berdasar segmennya terbagi atas operational, analytical, dan collaborative. operational crm operational crm mencakup kepada transaksi dalam melayani pelanggan dari internal perusahaan. fungsi bisnis umum mencakup pelayanan, manajemen pemesanan, tagihan, penjualan otomatisasi penjualan dan pemasaran. bagian dari operational crm mencakup kepada pusat kontak pelanggan, atau biasa disebut customer interaction center (cic). analytical crm analytical crm mencakup penangkapan, penyimpanan, penjabaran, pemrosesan, pelaporan data pelanggan kepada pengguna, bukan hanya algoritma dan penyimpanan, tetapi juga respon terhadap personalisasi penggunaan data. collaborative crm merupakan pusat komunikasi, jaringan koordinasi yang merujuk kepada lajur pelanggan dan supliernya sendiri. dimaksudkan seperti web atau e-mail. jenis ini biasa disebut juga sebagai strategi hubungan, fungsi crm yang menyediakan interaksi antara pelanggan dan jalur mereka sendiri. gambar 1 integrasi crm sumber: kalakota (2000) 452 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 449-460 e-crm dengan menggabungkan unsur teknologi informasi dan internet, maka konsep crm akan dinamakan e-crm di mana secara konsep crm yang ada, yaitu pengaturan aktivitas hubungan dengan pelanggan dibangun diatas basis website elektronik. mengutip dari kalakota & robinson (2000), e-crm merupakan manajemen pelanggan untuk e-bisnis yang harus berhadapan dengan kompleksitas dari manajemen yang menarik pelanggan dan partner bisnis dalam berbagai macam media yang meliputi media online dan offline, personal contact dan media komunikasi elektronik lainnya. analisa critical success factor (csf) analisa csf merupakan faktor-faktor yang harus benar sehubungan dengan pengorganisasian dalam mencapai tujuan. faktor-faktor tersebut dapat berada di level divisi maupun manajerial. sekali csf diidentifikasikan, selanjutnya dapat dipantau, diukur dan dibandingkan dengan standar-standar. metode analisis dan perancangan sistem berorientasi objek object oriented analysis and design berusaha untuk menggabungkan data dan proses menjadi suatu gagasan tunggal yang disebut object (objek). object oriented analysis and design memperkenalkan object diagram yang mendokumentasikan sistem dipandang dari segi object dan interaksinya. terdapat 4 aktivitas utama dalam object oriented analysis and design, yaitu problem domain analysis, application domain analysis, architectural design, dan component design. problem domain dapat didefinisikan sebagai bagian dari sebuah keadaan yang dikelola, diawasi atau dikontrol oleh sistem (mathiassen et al, 2000). menurut mathiassen et al (2000), ”tujuan dari problem domain analysis adalah untuk mengembangkan model yang dapat digunakan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah sistem yang dapat memproses, mengkomunikasikan, dan memberikan informasi mengenai problem domain dalam cara yang tepat dan dapat digunakan”. application domain adalah organisasi yang mengelola, mengawasi, atau mengontrol sebuah problem domain. hal pertama yang dilakukan dalam analisis ini adalah mendefinisikan kebutuhan fungsi dan tampilan sistem. fokus analisis ditempatkan pada pekerjaan user untuk menjabarkan kebutuhan secara rinci. dari hasil kebutuhan tersebut, dapat dibentuk konsep yang dimodelkan sebagai classes, events, dan structures yang akan dijelaskan labih lanjut pada problem domain analysis. perbedaan dari sistem yang sukses dengan system yang kurang sukses terletak pada architectural design yang baik. architecture (arsitektur) dari sebuah sistem memenuhi perancangan kriteria tertentu, juga berguna sebagai kerangka kerja untuk aktivitas pengembangan yang tersisa. sedangkan tujuan dari component design adalah untuk menentukan sebuah implementasi dari persyaratan kebutuhan dalam architectural framework (mathiassen et al, 2000). permasalahan yang dihadapi sl memiliki beberapa masalah dalam melakukan pelayanan kepada pelanggan, yang diantaranya: penelusuran status pesanan pelanggan yang sering kali menjadi masalah harian, belum tersedianya media informasi dalam melakukan pencatatan histori serta media sebagai interaksi antara pelanggan dan perusahaan. dari wawancara dan kuesioner dengan manajer dan juga karyawan pada divisi sales and marketing serta divisi customer service, permasalahan diatas menjadi permasalahan fundamental yang terjadi sehari-hari. perancangan e-customer relationship… (nelly; dkk) 453 pembahasan visi dan misi perusahaan sesuai dengan visi dari sl adalah menjadi partner utama sebagai perusahaan freight forwarding specialist yang memiliki komitmen, konsistensi serta terpercaya dalam cakupan domestik. visi tersebut dirumuskan di dalam misi pt. starsindo yaitu memenuhi kebutuhan logistik global yang luas dengan diiringi pelayanan yang optimum, mengembangkan sumber daya manusia sebagai aset penting dalam setiap proses kerja, dan memiliki hubungan sinergi yang erat dengan klien, agen dan carrier. perumusan misi tersebut akan diselaraskan dengan strategi perusahaan yang diikuti dengan penentuan csf (critical success factor). csf yang menjadi point kritis yang akan menentukan keberhasilan strategi adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan integrasi ke belakang. penetrasi pasar csf: memberikan layanan atas penyaluran informasi; pelayanan yang bisa diberikan tidak hanya selama pengajuan permintaan pelayanan (pre-ordering) dan pemenuhan pesanan (orderprocessing) saja, melainkan juga hingga setelah berakhirnya pelayanan (post-ordering). penetrasi pasar dapat dilakukan dengan mempromosikan jenis pelayanan (melalui web) dan rute yang ada dengan gencar dan juga dapat dilakukan dengan meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan. pengembangan pasar csf: mengenalkan eksistensi perusahaan; pengembangan pasar merupakan tindakan dalam memasuki pasar yang baru yang belum pernah dimasuki sebelumnya. untuk memasuki pasar tersebut pertama-tama harus melakukan branding perusahaan dan salah satu metodenya adalah dengan memanfaatkan web e-crm. web tersebut juga dapat digunakan untuk menyalurkan informasi kepada pelanggan yang tersebar di wilayah-wilayah lain diluar jangkauan branch dan sub branch perusahaan. integrasi ke belakang csf: meningkatkan jumlah koneksi (relasi bisnis) dengan perusahaan pengguna jasa dan pemilik rental truk; strategi integrasi ke belakang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam memperoleh pilihan-pilihan terbaik yang lebih banyak untuk menggunakan jasa perusahaan shipping maupun rental truk. dengan memiliki pilihan-pilihan yang lebih banyak, maka perusahaan dapat meminimalkan ancaman akan ketergantungan pada pihak-pihak tertentu. usulan pemecahan masalah setelah mengidentifikasikan permasalahan-permasalahan yang didapat dari analisis sistem berjalan dan analisis industri melalui matriks qspm didapat bahwa strategi perusahaan yang paling cocok adalah pengembangan produk pelayanan dan pengembangan pasar. seiring dengan strategi tersebut, kelengkapan dan kemudahan akan akses terhadap informasi menjadi kebutuhan yang harus dikembangkan melalui pemanfaatan website e-crm yang menyediakan fasilitas: (1) dapat menyediakan informasi yang up-to-date dan dapat diakses, oleh pelanggan secara real-time penyediaan informasi berupa schedule, rute pelayanan, history transaksi berikut status pelayanan dan administrasi menjadi kebutuhan-kebutuhan atas informasi pada diri pelanggan; (2) memperkenalkan pt. starsindo melalui media web dan pelayanannya. dengan sering timbulnya pertanyaan pelanggan kepada customer service mengenai waktu keberangkatan truk dari depo dan waktu pengangkutan 454 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 449-460 barang pelanggan ke shipping line, maka permasalahan tersebut akan dapat teratasi dengan adanya tracking access; (3) melalui web ini juga disediakan sarana contact center yang mampu menampung aspirasi, keluhan dan komentar pelanggan terhadap perusahaan. sistem e-crm yang diusulkan berdasarkan hasil analisis terhadap sistem pelayanan pada pt. starsindo logistics, maka penulis mengusulkan adanya sistem pelayanan pelanggan berbasis web melalui sistem e-crm. dengan adanya situs web ini, diharapkan perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal melalui fungsi-fungsi yang ada. sistem ini diperuntukkan kepada publik pada umumnya dan kepada pelanggan pada khususnya. tiga fase crm yang terdapat dalam sistem e-crm yang diusulkan yaitu fase acquire, fase enhance, dan fase retain. fase acquire (mendapatkan pelanggan) fase mendapatkan pelanggan ini tampak dalam penyediaan informasi mengenai profil, visi dan misi perusahaan, serta promosi produk pelayanan apa saja yang ditawarkan kepada pelanggan berikut rute-rute tujuan. dengan memberikan informasi-informasi tersebut, perusahaan dapat turut melaksanakan strategi penetrasi pasar dan pengembangan pasar. fase enhance (meningkatkan hubungan) melalui web yang akan dikembangkan, dapat dilakukan juga tahap peningkatan hubungan yang tidak hanya sekedar manual (phone-by-phone). hubungan yang ada dapat terjalin dengan lebih baik melalui fungsi-fungsi seperti sarana contact center yang menggantikan peran customer service untuk menjawab dan memenuhi kebutuhan pelanggan dan merespon balik atas kuesioner yang telah diisi oleh pelanggan yang bersangkutan untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan pelanggan. fase retain (mengikat pelanggan) tahap ini mengikat pelanggan yang sudah ada dan menjalin hubungan yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan loyalitas pelanggan yaitu melalui fungsi memberikan informasi mengenai tracking access akan keberadaan truk yang menuju gudang pelanggan dan pelabuhan, menu order history memungkinkan pelanggan untuk dapat melihat transaksi yang telah dilakukannya, menu quotation request menungkinkan pelanggan untuk dapat meminta pelayanan khusus seperti project service, melakukan interaksi secara personal melalui menu message. problem domain hasil analisis pada problem domain salah satunya dinampakkan pada class diagram seperti yang tertera pada gambar 2 di bawah ini. application domain hasil rancangan utama salah satunya adalah struktur web dan sebagai contoh dipaparkan struktur web publik dan struktur web customer serta struktur web admin. perancangan e-customer relationship… (nelly; dkk) 455 +dicek() +ditambahkan() +diubah() +dihapus() -kd_cust -nama_cust -nama_contact_cust -email_ cust -email_contact_cust -telp_ cust -telp_contact_cust -alamat_ cust -alamat_gudang_cust -bisnis_cust ms_pelanggan +dicek() +ditambahkan() +diubah() +dihapus() -kd_karyawan -nama_karyawan -email_ karyawan -telp_ karyawan -alamat_ karyawan -unit_kerja -no_truk -warna_truk ms_karyawan 0..* 1..1 +dicek() +ditambahkan() +diubah() +dihapus() -no_order -kd_cust -no_truk -container -consignee -tgl_jln_truk -waktu_jln_truk -port_of_discharge -tgl_stuffing -waktu_stuffing -tgl_loading -waktu_loading -tgl_discharge -waktu_discharge -feedback ms_tracking _order +dicek() +ditambahkan() +diubah() +dihapus() -no_follow_order -kd_cust -container -port_of_discharge -tgl_follow_stuffing -tgl_follow_stuffing -tgl_discharge ms_following _order +dicek() +ditambahkan() +diubah() +dihapus() -destinasi -via -no_kapal -nama_kapal -location_date -location_time -closing_date -closing_time -jkt_etd -via_etd -final_eta ms_schedule +dicek() +ditambahkan() +diubah() +dihapus() -kd_message -kd_cust -tgl_message -isi_message -status -jawaban message_pelanggan +dicek() +ditambahkan() +dirubah() +dihapus() -kd_contact -nama_contact -nama_company -email_contact -telp_contact -tgl_contact -isi_contact -status ms_contact 1..* 1 0..* 1..1 0..* 1..* 1..1 1..* 0..* 1..1 +ditambahkan() +diubah() +dihapus() -kd_user -password ms_user 1..1 0..* +dicek() +ditambahkan() +diubah() +dihapus() -kd_faq -tittle -faq ms_faq +dicek() +ditambahkan() +diubah() +dihapus() -kd_news -tittle -content -issued ms_news 1..* 1..1 1..* 1..1 0..* 1..* 1..1 1..1 +dicek() +ditambahkan() +diubah() -no_order -kd_cust -no_truk -container -consignee -tgl_jln_truk -waktu_jln_truk -port_of_discharge -tgl_stuffing -waktu_stuffing -tgl_loading -waktu_loading -tgl_discharge -waktu_discharge -feedback ms_history_order 1..1 1..1 gambar 2 class diagram 456 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 449-460 gambar 3 struktur web publik gambar 4 struktur web customer gambar 5 struktur web admin perancangan e-customer relationship… (nelly; dkk) 457 use case web publik sistem aplikasi e-crm publik pt.starsindo logistics publik melihat home mengisi contact melihat service melihat about melihat schedule gambar 6. use case web publik use case web pelanggan sistem aplikasi e-crm pelanggan pt.starsindo logistics pelanggan melihat following order mengisi form message melihat tracking current order logout pelanggan melakukan login pelanggan melihat history order mengakses news melakukan perubahan password gambar 7 use case web pelanggan component design – component architecture component architecture merupakan struktur sistem yang terdiri dari komponen yang memiliki interkoneksi. component architecture menggambarkan arsitektur sistem yang telah dipilih. rancangan sistem akan memiliki komponen dasar seperti user interface (ui), komponen fungsi 458 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 449-460 (function), komponen model (model) dan juga system interface (si). sistem akan dijalankan di jaringan internet dengan arsitektur client-server yang memiliki konsep centralized data. client yang ada pada sistem ini dirancang untuk client pelanggan (termasuk publik) dan client admin. client memiliki pola user interface, function dan system interface. user interface (ui) merupakan tampilan yang menghubungkan pengguna (user) dan juga sistem. user interface diantara pelanggan dan admin berbeda, oleh karenanya function (f) yang dimiliki pun berbeda. function merupakan suatu kegiatan yang melakukan suatu fungsi seperti fungsi penambahan data order dan juga fungsi pengiriman pesan oleh pelanggan. sedangkan system interface (si) merupakan suatu komponen dimana menghubungkan sistem yang ada di computer client dengan server. server yang ada merupakan sebuah computer server yang memiliki komponen function dan juga model. komponen function terdapat di dalam server karena terdapat fungsi-fungsi yang tidak terdapat pada fungsi admin maupun pelanggan. fungsi-fungsi tersebut diantaranya adalah fungsi validasi login, fungsi perubahan data. komponen model (m) yang ada di dalam server lebih menyerupai database yang disimpan di sisi server. gambar 8. component architecture process architecture merupakan struktur eksekusi sistem yang terdiri dari proses yang saling interdependent (bergantungan). process architecture ini lebih menekankan kepada proses yang ada diantara client dan server, serta proses yang dijalankan dalam arsitektur system yang telah dipilih. client yang ada yaitu pelanggan (meliputi publik) dan juga admin serta server terdiri atas server perusahaan. pola di dalam proses ini merupakan centralized data. u i pelanggan f pelanggan <> <> si server ui adm in f adm in si adm in <> si pelanggan f server m server perancangan e-customer relationship… (nelly; dkk) 459 komponen yang ada pada server yaitu komponen model yang mengirimkan kebutuhan kepada system interface yang ada di sisi client. system interface (ui) akan mengirimkan tampilan yang dibutuhkan pada function (f). selanjutnya melalui user interface itulah client bisa melakukan fungsifungsi di dalam sistem. karena keseluruhan model untuk masing-masing client sama maka model (m) dapat diletakkan di server. proses arsitektur dapat dilihat pada gambar berikut ini: gambar 9 proses arsitektur penutup adapun simpulan yang dapat diambil sebagai berikut: dilihat dari sistem yang berjalan, permasalahan yang sering timbul mengenai informasi status pesanan dan belum tersedianya media yang dapat menjadi fasilitator dalam penyediaan informasi kepada pelanggan menjadi dasar pembuatan website berbasis customer relationship management; strategi yang dapat menjadi prioritas untuk diterapkan oleh perusahaan sesuai dengan hasil analisis adalah strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar dan integrasi ke belakang. website yang ada dirancang untuk publik pada umumnya maupun pelanggan pada khususnya dan dapat dimanfaatkan sebagai layanan promosi, penyediaan informasi dan komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan. selain itu sistem ini dapat menjadi media dalam menyediakan informasi kepada pelangan mengenai tracking order, history transaksi dan juga following order pelanggan. dan pada akhirnya sistem e-crm yang dirancang harus dapat mendukung crm yang sudah ada saat ini. dengan menerapkan sistem e-crm ini perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penyediaan informasi yang akurat dan cepat. ;client publik f publik ui publik si publik ;server perusahaan si ;client admin f admin ui admin si admin f m 460 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 449-460 selanjutnya saran-saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut: dengan diimplementasinya sistem ini, perusahaan seharusnya berkomitmen terhadap pemeliharaan website. perusahaan perlu melakukan pelatihan sdm dalam mengoperasikan website, yaitu admin dan juga customer service. kemudian, perusahaan diharapkan menaruh perhatian terhadap spesifikasi hardware dan software yang dibutuhkan terhadap perubahan di masa mendatang. memperluas cakupan pelayanan di dalam sistem yang lebih luas selain pelayanan terhadap jasa emkl dan freight dan beberapa aplikasi, infrastruktur, service dan manajemen hubungan pelanggan perlu dioptimalkan sehingga dapat terus meningkatkan hubungan pelanggan yang lebih baik terutama melalui peningkatan kepuasan. daftar pustaka greenbeerg, p. (2005). crm at the speed of light (3rd ed.). new york, usa: mcgraw-hill. kalakota, r., & robinson, m. (2000). e-business: roadmap for success. new york: addison-wesley. microsoft word 30_ars_albertus prawata_comtech-rancangan berkelanjutan rumah kargo kontainer edit_ok.doc rancangan berkelanjutan rumah… (albertus prawata) 1007 rancangan berkelanjutan rumah kargo kontainer dengan sistem modular di jakarta utara albertus prawata architecture department, faculty of engineering, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 albertus_prawata@binus.ac.id abstract sustainable home design implements a sustainability system , in which the design can meet the needs of both current and future residents as well as the environment. sustainable design is applied in order to save the environment and natural resources by minimizing its use. the house is designed as a whole by considering the management of water, waste and electricity. social interactions and relationships between the environment and the residents nearby are also expected to be sustainable. regarding to the needs of residents of the city which are diverse and dense, the house design implements a modular system, with the container material which suits the needs of its inhabitants. the modular system is objected to make easy the house improvement, assembility, and material reusage. prefabricated process is also implemented, considering the transportation and construction. thus the range of sustainable home design with modular systems in a dense region of north jakarta meets the needs of the community and contributes to environment sustainability. keywords: sustainable home design, modular system, container material, environment sustainability abstrak rancangan rumah berkelanjutan adalah rumah yang dirancang dengan menerapkan sistem keberlanjutan (sustainable design), di mana rancangan dapat memenuhi kebutuhan penghuninya pada saat ini dan penghuni serta lingkungannya di masa yang akan datang. rancangan yang berkelanjutan diterapkan dengan tujuan untuk menghargai lingkungan dan sumber daya alam dengan meminimalkan penggunaannya. rumah dirancang secara menyeluruh dengan mempertimbangkan faktor pengelolaan air, sampah dan listrik. interaksi sosial dan hubungan antar penghuni terhadap lingkungan dan kawasan sekitarnya juga diharapkan dapat berkesinambungan. dengan kebutuhan penghuni kota jakarta yang beragam dan padat, rancangan rumah pun dirancang dengan menggunakan sistem modular, dengan material kontainer menyesuaikan kebutuhan penghuninya. penggunaan sistem modular ini berfungsi agar rumah dapat berkembang, dapat dibongkar pasang dengan mudah dan materialnya dapat dipergunakan kembali. proses prafabrikasi juga akan diterapkan, dengan mempertimbangkan akses transportasi dan konstruksinya di lapangan. dengan demikian ragam rancangan rumah berkelanjutan dengan sistem modular di kawasan padat jakarta utara dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga berperan untuk menjaga kelestarian lingkungan. kata kunci: rancangan rumah berkelanjutan, sistem modular, rumah container, kelestarian lingkungan 1008 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 1007-1013 pendahuluan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat di kota-kota besar seperti jakarta tentunya membuat perkembangan dan kebutuhan untuk hunian juga meningkat untuk memenuhi kebutuhan penduduknya. berdasarkan data dari badan pusat statistik dki jakarta (2010), penduduk kota jakarta telah mencapai 9,2 juta jiwa lebih, dengan luas wilayah 662,33 km2. kepadatan penduduk jakarta mencapai 13,9 ribu/km2, sehingga menjadikan provinsi ini sebagai wilayah terpadat penduduknya di indonesia. namun, kepadatan penduduk ini tidak sebanding dengan luas lahan hunian kota jakarta. hal ini menyebabkan harga tanah di kota jakarta semakin meningkat, sehingga penduduk dengan perekonomian rendah tidak dapat memiliki tanah secara legal. hal ini mengakibatkan banyaknya permukiman kumuh illegal di penjuru kota jakarta. salah satunya terdapat di kelurahan tanjung priok khususnya di sekitar stasiun kereta api tanjung priok, jakarta utara. tanjung priok merupakan letak pelabuhan utama yang menjadi pusat kegiatan ekspor dan impor di kota jakarta. pelabuhan ini merupakan salah satu gerbang perekonomian di indonesia. di daerah ini juga terdapat stasiun kereta api tua terbesar kedua setelah stasiun gambir. stasiun ini dibangun oleh belanda pada tahun 1914 dan memiliki corak art deco. stasiun ini menjadi peninggalan bangunan bersejarah dan menjadi bangunan yang dilindungi oleh pemerintah. stasiun ini pernah ditutup dengan jangka waktu yang sangat lama, tetapi pada bulan mei 2009, stasiun tanjung priok dibuka kembali dan diharapkan dapat berfungsi sebagai pendukung sistem transportasi publik di jakarta. berbagai permasalahan yang didasari oleh kepadatan penduduk dialami di kelurahan tanjung priok. peruntukan lahan di tanjung priok pada umumnya digunakan untuk industri dan juga sebagai tempat penyimpanan kontainer. minimnya lahan yang ada menjadi penghalang bagi penduduk untuk memiliki sebuah ruang yang cukup dan sehat untuk dihuni. di kelurahan tanjung priok, terdapat permukiman yang terdiri dari rumah permanen dan non permanen (gambar 1), dan kawasan ini sangat padat dan kotor. rumah-rumah tersebut pada umumya tidak memiliki pengudaraan dan pencahayaan alami yang baik. rumah non-permanen juga banyak ditemui di sepanjang jalur kereta api menuju stasiun tanjung priok. hal ini tentunya memberikan berbagai macam permasalahan baru seperti keselamatan dan citra negatif bagi kawasan tersebut. solusi untuk menciptakan kawasan hunian yang baik di kelurahan tanjung priok harus segera direalisasikan agar tercipta suatu area permukiman yang aman, sehat dan mencukupi bagi kawasan tersebut. hal tersebut nantinya juga akan memberikan dampak yang positif bagi kawasan tanjung priok itu sendiri, sehingga dapat memberikan citra dan contoh yang baik bagi konsep permukiman baru di kota jakarta. untuk itu, diperlukan pembangunan berkelanjutan di sektor permukiman. pembangunan permukiman yang berkelanjutan diartikan sebagai upaya yang berkelanjutan untuk memperbaiki kondisi sosial, ekonomi dan kualitas lingkungan tempat hidup dan bekerja semua orang. sehingga dalam melaksanakan pembangunan permukiman yang berkelanjutan sangat penting untuk mempertimbangkan permukiman yang berwawasan lingkungan (aulia. 2005). gambar 1. salah satu rumah non-permanen di kelurahan tanjung priok (sumber: albertus prawata). rancangan berkelanjutan rumah… (albertus prawata) 1009 metode paper ini disusun dengan pendekatan deskriptif berdasarkan pengamatan penulis di lapangan, yaitu di kawasan tanjung priok, jakarta utara. selain itu dilakukan pula tinjauan pustaka untuk memperkaya informasi yang berkaitan dengan pembahasan masalah utama. hasil dan pembahasan menurut desyana (2008), lebih dari 5000 kontainer masuk pelabuhan tanjung priok setiap harinya, dan dengan adanya krisis global yang melanda eropa dan amerika serikat menyebabkan lalu lintas kontainer (ekspor dan impor) mengalami penurunan sebesar 40 persen. ini berarti, banyak kontainer yang tidak digunakan dan hanya berdiam di gudang maupun area penyimpanan kontainer di pelabuhan. penggunaan kontainer kapal sebagai material utama bangunan sudah sering digunakan dan diaplikasikan. material kontainer kapal ini banyak yang digunakan untuk rumah tinggal, galeri, sekolah sampai dengan musium. hal ini menunjukan bahwa material kontainer menjadi material yang dapat digunakan ulang fungsinya sebagai material utama bangunan, sehingga dapat menekan dan menghemat biaya pembangunan. hal ini juga menunjukan salah satu upaya para desainer dan arsitek untuk melakukan upaya penghematan sumber daya yang tidak terbarukan. kontainer kapal ini merupakan material yang sangat kuat, dan sudah teruji dari segala kondisi cuaca. kontainer kapal (dry cargo containers), merupakan kontainer yang paling sering digunakan, terdiri dari 2 jenis yang memiliki beda ukuran. 20 feet cargo container, yang memiliki panjang 6,058m, lebar 2,438m dan tinggi 2,591m. dan 40 feet cargo container, yang memiliki panjang 12,192m, lebar 2,438m dan tinggi 2,591m (nurkamdani. 2010). kontainer-kontainer kapal yang banyak ditemukan di sekitar kawasan tanjung priok menjadikannya material yang baik untuk digunakan ulang sebagai rumah tinggal bagi para penduduk sekitar di kelurahan tanjung priok. material kontainer tersebut tentunya tidak bisa segera dipakai secara langsung sebagai rumah tinggal. yang bisa dilakukan adalah, merancang ulang kontainer tersebut dengan dasar struktur kontainer yang sudah tetap (gambar 2). gambar 2. interior kontainer kapal yang dirancang ulang dan ditambahkan strukturnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal (sumber: hart, 2011). 1010 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 1007-1013 para pengembang dan pihak-pihak lain yang aktif terlibat dalam pengembangan kota seharusnya dapat memanfaatkan hal ini, dan menjadikan rangka modular kontainer sebagai struktur utama untuk pembuatan rumah tinggal yang ramah lingkungan, khususnya untuk kelurahan tanjung priok. ukuran modul kontainer sebagai material utama untuk dirancang ulang menjadi rumah tinggal modular yang berkelanjutan di kawasan tanjung priok, akan semakin memudahkan konstruksi dan juga perancangan rumah-rumah tinggal baru bagi penduduk sekitar secara menyeluruh. bentuk modular yang dimiliki oleh kontainer tentunya akan memudahkan pemindahannya dari satu tempat ke tempat lainnya. sehingga pengaplikasian dan pemanfaat rumah tinggal sistem modular dapat digunakan diseluruh penjuru kota. letak lokasi (site) di tanjung priok yang berdekatan dengan jalur kereta api menjadikannya sebagai hal yang positif. dengan ukuran standar internasional, pemindahan rangka dan struktur modular yang ada, rumah-rumah tersebut dapat dibuat di pabrik (pre-fabrikasi), lalu bisa dipindahkan dengan kereta api maupun truk. dengan ukuran modul yang ada, yaitu 6,058m x 2,438m x 2,591m dan 12,192m x 2,438m x 2,591m), dapat diatur konfigurasinya sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan penghuninya. dalam konteks perancangan rumah berkelanjutan dengan sistem modular di kelurahan tanjung priok, penghuni rumah ini bervariasi dari keluarga dengan dua anak (gambar 3) sampai empat anak (gambar 4) ditambah dengan sanak keluarga yang lain (gambar 5), sampai dengan penghuni yang belum berkeluarga. gambar 3. modul 1 (6,058m x 2,438m x 2,591m), dapat digunakan untuk jumlah penghuni yang kecil antara 1sampai dengan 2 orang (sumber: albertus prawata). gambar 4. modul 2 (12,192m x 2,438m x 2,591m), dapat digunakan untuk anggota keluarga yang terdiri dari 4 orang (sumber: albertus prawata). rancangan berkelanjutan rumah… (albertus prawata) 1011 gambar 5. penggabungan modul 1 dan 2, dapat digunakan untuk anggota keluarga yang terdiri dari 4-6 orang (sumber: albertus prawata). modul-modul tersebut dapat menjadi unit-unit rumah secara terpisah maupun dapat diatur sedemikian rupa dan dibuat unit-unit yang tersusun menjadi sebuah rumah susun bertingkat (gambar 6), sehingga dapat menghemat ruang yang ada dengan membangun dan menambahkan secara vertikal. gambar 6. modul 1 dan 2 dapat disusun bertingkat (vertikal) dan membetuk sebuah hunian yang dapat menampung jumlah orang yang lebih banyak (sumber: albertus prawata). pada bagian atap rumah atau unit modul-modul dapat dibuat atap rumput (roof garden, gambar 7). selain itu pada bagian koridor dan balkon dapat dibuat vertical planting, ataupun dengan meletakan tanaman-tanaman di dalam pot yang tentunya dapat berguna untuk penurunan suhu maupun dapat menjadi penyedia sumber pangan. 1012 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 1007-1013 gambar 7. detail potongan atap yang dapat dibuat roof garden (sumber: resendetial shipping container primer, 2011). penerapan sistem rainwater harvesting juga bisa diterapkan pada unit modul rumah tinggal ini, dengan membuat sistem dan jalur penampungan air hujan yang langsung dapat dilarikan ke penampungan air hujan. air hujan ini dapat bermanfaat untuk penyiraman toilet, tanaman sampai membersihkan dan mencuci kendaraan pribadi. dengan menampung air hujan untuk digunakan ulang tentu akan mengurangi beban penggunaan air tanah, dan mencegah banjir. elemen desain lainnya yang bisa diterapkan adalah penggunaan sistem biogas sebagai energi alternatif yang mendaur ulang limbah organik dan juga limbah manusia dan binatang, untuk diubah menjadi gas, dan dapat menggantikan energi gas pada umumnya untuk kegiatan memasak. pembuatan lubang-lubang biopori di daerah sekitar rumah dan permukiman juga bisa diterapkan, sehingga bisa mencegah banjir, dan bisa didapatkan pupuk dari sampah organik dan bisa digunakan untuk membantu menyuburkan tanaman lain. penutup penggunaan struktur material kontainer kapal sebagai material yang didaur ulang untuk dijadikan suatu modul unit rumah tinggal, merupakan salah satu cara yang baik dan positif dalam upaya mereduksi pemakaian sumber daya alam yang tidak terbarukan. dengan sistem modular tersebut, ruang-ruang untuk rumah tinggal dapat dibentuk sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan penghuninya. sistem modular juga akan sangat memudahkan proses konstruksi dan pengaplikasian rumah tinggal modular ini. dengan ukuran modul yang dapat dengan mudah dipindahpindahkan baik dengan kereta api maupun dengan truk, unit-unit modul rumah ini dapat dibuat di suatu lokasi (pre-fabrikasi), dan dipindahkan ke daerah yang memiliki permasalahan seperti kepadatan penduduk. lokasi di kelurahan tanjung priok merupakan tempat yang ideal untuk proyek ini karena berdekatan dengan sistem transportasi (kereta api) yang dengan mudah dapat mendistribusikan rumah tinggal modular, dan juga tersedianya material kontainer sebagai rangka modul utamanya. berbagai upaya penghematan untuk membuat bangunan hunian baru dengan sistem modular di kelurahan tanjung priok yang cenderung kumuh dan padat, tentunya akan memberikan citra yang baik bagi kawasan tersebut. penyebaran penduduk juga bisa ditekan, sehingga angka perjalanan untuk menuju tempat kerja bisa menurun karena tersedianya tempat hunian yang mencukupi, sehat dan dapat mendukung aktifitas penghuninya. sarana transportasi umum yang memadai dan menyebar ke seluruh rancangan berkelanjutan rumah… (albertus prawata) 1013 jaringan transportasi publik di jakarta juga menjadikan tanjung priok memiliki nilai lebih. pembuatan dan pengembangan rumah tinggal dengan sistem modular ini diharapkan juga dapat diaplikasikan di seluruh penjuru kota, sehingga upaya penghematan dapat dilakukan secara menyeluruh. daftar pustaka aulia, dwira n. (2005). permukiman yang berwawasan lingkungan tinjauan. jurnal sistem teknik industri, 6(4). badan pusat statistik dki jakarta. (2010). jakarta dalam angka 2010 (edisi pertama). jakarta: badan pusat statistik dki jakarta. desyana, cornila. (2008). pengelolaan peti kemas tanjung priok buruk. tempo interaktif. diakses 14 april 2012 dari http://www.tempointeractive.com/hg/ekbis/2008/09/12/brk,20080912135073,id.html. hart, kelly. (2011). building with shipping containers. green home building. diakses 13 april 2012 dari http://www.greenhomebuilding.com/articles/containers.htm. nurkamdani, andri rizky. (2010). rumah container bertingkat dengan pendekatan green metabolist. resedential shipping container primer. (2011). container home green roof and framing. resedential shipping container primer. diakses 14 april 2012 dari http://residentialshippingcontainerprimer.com/green%20roof. tugas akhir tidak diterbitkan. program studi arsitektur fakultas teknik universitas sebelas maret, surakarta. microsoft word 10_stat_iwa sungkawa_penerapan regresi linier ganda-dimz.doc penerapan regresi.… (iwa sungkawa) 259  penerapan regresi linier ganda untuk mengukur efisiensi pola penggunaan air tanah system rice intensification (sri) di kabupaten bandung, subang, dan karawang iwa sungkawa1 1mathematics and statistics department, school of computer science, binus university jalan k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 1iwasungkawa@yahoo.com abstract this paper discusses the application of multiple linear regression to measure the efficiency and success of the pattern of groundwater using system of rice intensification. the purpose of this paper is to provide an overview of the procedures and the use of multiple linear regression analysis and to measure the impact of independent variables (habits of farmers p3a) in the use of groundwater. multiple linear regression analysis is used to examine the relationships and dependencies between farmers habits p3a to the efficiency of water use patterns of sri. the results show that the success and efficiency groundwater use is recommended in sri pattern depends on the habits and behavior of the p3a farmers use ground water for their farming needs. keywords: multiple linear regression, correlation coefficient, sri, p3a, anova abstrak tulisan membahas tentang penerapan regresi linier ganda untuk mengukur tingkat efisiensi dan keberhasilan dari pola penggunaan air tanah system rice intensification. tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang prosedur dan penggunaan analisis regresi linier ganda dan ingin mengukur dampak peubah bebas (kebiasaan petani p3a) dalam menggunakan air tanah. analisis regresi linier ganda digunakan untuk menelaah relasi dan ketergantungan antara kebiasaan petani p3a terhadap efisiensi penggunaan air pola sri. hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan dan efisiensi penggunaan air tanah yang dianjurkan dalam pola sri tergantung pada kebiasaan dan perilaku petani p3a dalam menggunakan air tanah untuk keperluan mereka bertani. kata kunci : regresi linier ganda, koefisien korelasi, sri, p3a, anova 260 comtech vol. 6 no. 1 juni 2015: 259-265  pendahuluan dalam suatu penelitian yang mengamati lebih dari satu faktor atau peubah, biasanya akan timbul persoalan tentang relasi atau hubungan di antara faktor-faktor yang diamati dalam penelitian. untuk mengetahui bentuk hubungan di antara faktor-faktor tersebut dapat digunakan analisis regresi yang juga biasa digunakan untuk mengkaji hubungan sebab akibat. dalam analisis regresi, bentuk hubungan di antara faktor dinyatakan dalam bentuk hubungan fungsional dan dinyatakan dalam suatu persamaan dan disebut persamaan regresi. persamaan regresi dapat ditentukan dari sebaran data hasil pengamatan dan bentuknya merupakan garis lurus (linier) atau dalam bentuk nonlinier (lengkung). sebagai tindak lanjut dari analisis regresi dapat ditentukan pula kadar atau keeratan hubungan di antara faktor-faktor tersebut. untuk mengetahui dan mengukur keeratan hubungan di antara faktor-faktor dapat dipergunakan koefisien korelasi. analisis regresi dan korelasi telah dikembangkan untuk mempelajari pola dan mengukur kadar hubungan antara dua atau lebih variabel. jika lebih dari dua variabel bebas yang terlibat, disebut regresi dan korelasi berganda. analisis ini akan memberikan hasil apakah antara variabel-variabel yang sedang diteliti atau sedang dianalisis terdapat hubungan, baik saling berhubungan, saling memengaruhi, dan seberapa besar tingkat hubungannya. analisis regresi linear ganda adalah salah satu metode statistika yang digunakan untuk mengetahui hubungan fungsional sebuah variabel tidak bebas (dependent variable) dengan dua atau lebih variabel bebas (independent variable) (neter, 1997). adapun tujuan dari analisis regresi linier berganda adalah mengetahui seberapa besar pengaruh beberapa variabel bebas terhadap variabel tidak bebas dan juga dapat meramalkan nilai variabel tidak bebas apabila seluruh variabel bebas sudah diketahui nilainya. pada analisis regresi linier berganda dengan banyak variabel bebas, sering timbul masalah karena adanya hubungan antara dua atau lebih variabel bebas. variabel bebas yang saling berkorelasi disebut multikolinearitas. permasalahan yang terjadi pada analisis regresi berganda dapat mengakibatkan hasil analisis yang kurang akurat karena multikolinearitas diantar variabel bebasnya. masalah lain yang dapat memengaruhi hasil analisis data adalah pencilan (outlier). pada kasus multikolinearitas, korelasi antarvariabel akan menyebabkan jumlah kuadrat galat (error) yang makin besar sehingga menghasilkan keputusan yang tidak significant. kasus multikolinearitas juga sangat berpengaruh pada bentuk matriks. pada pendugaan parameter = ′ −1 ′ , apabila terjadi multikolinearitas, matriks ′ singular, sehingga persamaan untuk pendugaan estimasi parameter tidak lagi mempunyai penyelesaian yang tunggal. hal ini akan berdampak pada dugaan koefisien variabel tidak tunggal, melainkan tidak terhingga banyaknya sehingga tidak mungkin untuk menduganya (neter, 1997). tulisan ini membahas tentang penerapan analisis regresi ganda dalam menelaah efisiensi penggunaan air tanah dengan pola system rice intensification (sri) yang dipengaruhi oleh kebiasaan petani anggota p3a (perkumpulan petani pemakai air) dalam menggunakan air tanah. pada kesempatan ini akan dilihat seberapa jauh pengaruh dari kebiasaan petani tersebut pada pola penggunaan air yang dianjurkan dalam pola sri tersebut. tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang prosedur dan penggunaan analisis analisis regresi linier ganda dan ingin mengukur dampak peubah bebas (kebiasaan petani p3a) dalam menggunakan air tanah. manfaat dari hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui bentuk hubungan antara penggunaan air tanah dengan pola sri dan kebiasaan-kebiasaan petani p3a dalam menggunakan air tanah. di samping itu, hasil kajian ini diharapkan dapat mengukur dampak/pengaruh kebiasaan petani p3a terhadap pengguaan air tanah dengan pola sri sehingga dapat dicapai efisiensi penggunaan air tanah oleh petani p3a. penerapan regresi.… (iwa sungkawa) 261  untuk lebih jelasnya berikut diberikan ulasan yang dipetik dari direktorat perluasan dan pengelolaan lahan direktorat jenderal prasarana dan sarana pertanian kementrian pertanian (2014). praktik pertanian yang tidak berkelanjutan menganggap tanah sebagai mesin produksi dan tidak memperlakukan tanah sebagai sistem yang hidup serta mengabaikan fungsi dan peranan air juga bahan organik tanah. di samping itu, upaya peningkatan produksi dan takut kehilangan hasil sekecil apapun membuat pelaku pertanian seolah sebagai penguasa lingkungan. tiga kondisi yang merupakan ongkos mahal yang harus dibayar sebagai akibat sistem pertanian yang dikembangkan selama 50 tahun terakhir adalah kerapuhan alam pertanian, kerapuhan pangan dan bertani yang terjajah. oleh karena itu, diperlukan peningkatan efisiensi produksi, produktivitas padi dan kelestarian lingkungan melalui pengembangan sri (system of rice intensification). system of rice intensification (sri) merupakan salah satu pendekatan dalam praktek budidaya padi yang menekankan pada manajemen pengelolaan tanah, tanaman dan air melalui pemberdayaan kelompok dan kearifan lokal yang berbasis pada kegiatan ramah lingkungan. sri adalah cara budidaya padi yang pada awalnya diteliti dan dikembangkan sejak 20 tahun yang lalu di pulau madagaskar, yang kondisi dan keadaan alamnya tidak jauh berbeda dengan indonesia. karena pertimbangan kondisi lahan pertanian yang kian menurun kesuburannya, kelangkaan dan harga pupuk kimia yang terus melambung, maka dikembangkanlah metode tersebut. metode sri ini dinamakan bersawah organik dan menghasilkan padi/beras organik. karena mulai dari mengolah tanah, pemupukan dan penanggulangan hama atau penyakit, sama sekali tidak menggunakan bahan-bahan kimia sebagaimana yang dilakukan petani selama ini. budidaya model sri merupakan sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, dengan mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup berkualitas dan berkelanjutan, sehubungan dengan hal itu maka model pertanian sri ini adalah salah satu pilihan untuk dibangun dan dikembangkan, karena penggunaan air yang hemat merupakan salah satu langkah dalam mengantisipasi krisis air. dengan cara sri sawah tidak digenangi air karena memang padi bukanlah tanaman air, cukup dengan tanah dalam kondisi lembab/macak-macak. namun karena mengandung kompos yang cukup sehingga tanah mempunyai kemampuan untuk mengikat air yang banyak selain menyisakan ruang untuk udara, mikroorganisme, dan pertumbuhan akar. kebutuhan air untuk sistem ini hanya setengah dari cara konvensional, serta membuka peluang penerapan teknik baru untuk pemenuhannya baik berupa penyiraman maupun pengaturan lainnya. penyiangan atau ngarambet merupakan faktor yang sangat penting, fungsinya bukan saja untuk menghilangkan gulma tetapi juga untuk memasukkan udara ke dalam tanah. pada cara sri penyiangan dilakukan paling sedikit empat kali dari yang biasanya hanya dua kali pada cara konvensional. sekali saja penyiangan tidak dilakukan bisa menurunkan produksi padi sekitar 1 ton/ha. dengan tanah yang berkompos dan beberapa jam sebelumnya air di sawah dinaikkan, maka pada saat penyiangan rumput yang tumbuh dapat dicabut/disiang dengan mudah. untuk maksud ini alat penyiangan dengan menggunakan seperangkat alat yang berputar dapat dikembangkan. cara sri dapat menekan gangguan hama yang sering terjadi secara berarti tanpa harus menggunakan bahan kimia anti hama/pestisida sintetis. banyak jenis serangga yang hidup bersama dengan tumbuhnya tanaman padi namun mereka tidak sempat menjadi hama (merusak dan merugikan) karena dengan cara sri kondisi rimbunnya rumpun padi tidak memberi cukup waktu kepada serangga untuk berkembang biak. serangan keong pun dapat ditekan karena tanah terhindar dari genangan. 262 comtech vol. 6 no. 1 juni 2015: 259-265  metode penelitian dilaksanakan pt cakra hasta dengan menarik sampel terhadap petani sebagai anggota dari perkumpulan petani pemakai air (p3a) yang berdomisili di kabupaten bandung, subang, dan karawang dengan menggunakan metode sampling purposif. tiga kabupaten tersebut merupakan lokasi dari penelitian dan sebagai daerah sentra produksi padi dan dalam tulisan terdahulu telah dikaji keragaan proporsi keterlibatan gender (perempuan) dalam usaha tani padi (sungkawa, 2014). dengan metode sampling tersebut dipilih sebanyak 38 responden yang masing-masing berasal dari kabupaten bandung 10 responden, dari kabupaten subang 10 responden, dan dari kabupaten karawang sebanyak 18 responden. terhadap petani sampel tersebut dilakukan wawancara mengenai penggunaan air tanah untuk keperluan bertani yang ditempuh dengan menggunakan daftar pertanyaan (questionaire) dan pemberian skor (bobot) untuk setiap jawaban pertanyaan digunakan skala likert. selanjutnya untuk mengetahui bentuk hubungan fungsional antara peubah (variabel) yang diamati dilakukan analisis data terhadap total skor tersebut (integrated citarum water resources, 2013). untuk analisis data hasil pengamatan dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier ganda yang secara umum dapat ditulis dalam bentuk persamaan sebagai berikut: y = x’ß + ɛ ………………………………………………………………… (1) atau ɛ = y x’ß dalam kajian ini digunakan satu peubah (variabel) respons/tak bebas y dan lima peubah bebas x1, x2, x3, x4 dan x5 dan dapat ditulis dalam bentuk persamaan sebagai berikut (montgomery & peck,1991): y = bo + b1 x1 + b2 x2 + b3 x3 + b4 x4 + b5 x5 ………………………………………… (2) dimana bo, b1, b2, b3, b4 dan b5 merupakan koefisien regresi yang dalam pelaksanaannya ditentukan dengan menggunakan metode kuadrat terkecil yang ditempuh dengan meminimumkan ɛ’ɛ dari model dalam persamaan (1), yaitu    xxyxyy xxyxxyyy xyxy n i i ''''2' '''''' )()'(' 1 2      ………………….. (3) selanjutnya diturunkan terhadap vektor ß dan disamakan dengan nol (ketika hasil turunan disamakan dengan nol beta diganti dengan penduganya yaitu b) dan hasilnya adalah: yxxxbataubyxxx bxxxxyxxx sehinggaxxdengankiridarikalikanbxxyxatau bxxyx ')'(')'( ')'(')'( )'(.....'' 0'2'2 11 11 1          untuk regresi dalam persamaan (2), koefisiennya adalah b’ = (bo b1 b2 b3 b4 b5) merupakan vektor koefisien regresi atau b = matriks berukuran 6 x 1;   x = matriks berukuran n x 6;  dan  y = matriks berukuran nx1. penerapan regresi.… (iwa sungkawa) 263  untuk mengetahui keberartian dari model regresi tersebut, dilakukan pengujian hipotesis terhadap koefisien regresi dengan hipotesis: ho : ß = vektor 0 h1 : ß ≠ vektor 0 terhadap hipotesis tersebut dilakukan pengujian dengan menggunakan analisis variansi (anova) dan untuk ini perlu dihitung jumlah kuadrat untuk setiap sumber keragaman yang disajikan dalam tabel sebagai berikut. tabel 1 analisis ragam sumber keragaman derajat bebas (db) jumlah kuadrat kuadrat tengah nilai fhitung nilai ftabel regresi k jkregresi ktregresi ktregresi/ kterror fα;(k,n-k-1) error n-k-1 jkerror kterror total n-1 jktotal di mana k = banyaknya peubah bebas α = taraf nyata yang dipilih kuadrat tengah = jk/db untuk melengkapi tabel analisis ragam (anova) di atas, jumlah kuadrat untuk setiap sumber keragaman dapat ditentukan sebagai berikut : gresitotalerror gresi n i n i i i n i iitotal jkjkjk danyxbjk n y yyyjk re re 1 1 2 22 1 _ '' )( )(          ……………………………………………… (4) kriteria pengujian, tolak ho jika fhitung ≥ fα;(k,n-k-1). jika hipotesis ditolak maka perlu dilanjutkan dengan menelaah koefisien mana saja yang memang dianggap tidak sama dengan nol. hal ini dapat dilakukan uji hipotesis untuk setiap koefisien dengan menggunakan sebaran t. untuk melihat keeratan hubungan dari model regresi tersebut perlu dihitung koefisien korelasi. dari tabel anova di atas dapat ditentukan r2 = (jkregresi)/( jktotal) dan koefisien korelasinya adalah r. selanjutnya perlu dilakukan uji terhadap koefisien korelasi dengan hipotesis ho : ρ = 0 h1 : ρ ≠ 0 dan untuk pengujiannya digunakan statistik3) 21 2 r n rthitung    ……………………………..…………… (5) dengan derajat bebas n-2. kriteria pengujian : tolak ho jika thitung ≥ t(α/2; n-2) 264 comtech vol. 6 no. 1 juni 2015: 259-265  hasil dan pembahasan dalam penulisan ini digunakan data sekunder yang diperoleh dari pt cakra hasta yang merupakan data sampel untuk responden petani p3a di tiga kabupaten (bandung subang dan karawang). pemilihan responden yang merupakan petani p3a, dilakukan penarikan sampel dengan menggunakan metode purposif dan diperoleh 38 responden, yang berasal dari kabupaten bandung 10 responden, subang 10 responden dan dari kabupaten karawang sebanyak 18 responden (integrated citarum water resources, 2013). analisis data pengamatan ditempuh dengan menggunakan analisis regresi linier ganda dan dengan menggunakan perangkat lunak spss versi 20.0. analisis regresi linier ganda untuk menelaah hubungan dan ketergantungan antar butir dalam setiap komponennya. berikut disajikan kajian untuk penerapan analisis regresi ganda dalam menelaah pengelolaan dan penggunaan air tanah yang biasa dilakukan oleh petani p3a yang dampaknya terhadap keberhasilan pola yang diterapkan oleh system rice intensification (sri). dalam mengukur efisiensi penggunaan air tanah oleh petani p3a dilakukan kajian untuk menelaah hubungan antarvariabel (peubah) dan ditempuh dengan menggunakan analisis regresi linier ganda dengan peubah akibat/respons (tak bebas) a1 = penggunaan air dengan pola sri. sedangkan peubah bebas atau peubah penyebabnya adalah a2, a3, a4, a5 dan a6, dimana: a2 = cara pemakaian air pada waktu tanam a3 = cara pemakaian air pada waktu penyiangan a4 = cara pemakaian air pada waktu pembuahan keluar malai a5 = cara pemakaian air pada waktu pemasakan buah a6 = cara pemakaian air irigasi pada saat pemupukan. dengan menggunakan perangkat lunak spss versi 20, dari data hasil pengamatan diperoleh model regresi sebagai berikut : a1 = 2.275 + 0.092 a2 + 0.338 a3 + 0.139 a4 – 0.234 a5 – 0.098 a6 untuk melakukan pengujian terhadap koefisien regresi di atas, maka diperlukan jumlah kuadrat untuk setiap sumber keragaman dan hasilnya disajikan dalam tabel anova dibawah. tabel 2 anova regresi linier ganda model sum of squares df mean square f sig. regression 2,445 5 ,489 4,042 ,006b residual 3,871 32 ,121 total 6,316 37 a. dependent variable: a.1 b. predictors: (constant), a.6, a.3, a.5, a.2, a.4 dari tabel anova di atas, ternyata model regresi tersebut cukup signifikan dengan nilai peluang penolakan hipotesis di bawah 0.05 (yaitu 0.006). jadi bentuk regresi dapat digunakan untuk memprediksi bagaimana hubungan untuk setiap komponen. seberapa jauh pengaruh dari kebiasaan petani tersebut pada pola penggunaan air yang dianjurkan dalam pola sri tersebut dapat dilihat dari koefisien regresi yang didapat. untuk kebiasaan petani dalam cara pemakaian air pada waktu tanam (a2), untuk cara pemakaian air pada waktu penyiangan (a3) dan cara pemakaian air pada waktu pembuahan keluar malai (a4) berpengaruh positif, artinya jika kebiasaan petani meningkat akan penerapan regresi.… (iwa sungkawa) 265  peningkatkan pula efisiensi pola sri. sedangkan untuk kebiasaan petani dalam cara pemakaian air pada waktu pemasakan buah (a5) dan kebiasaan pada cara pemakaian air irigasi pada saat pemupukan (a6) berpengaruh negatif, artinya jika kebiasaan meningkat akan menurunkan efisiensi pola sri. selanjutnya, untuk melihat keeratan hubungan dalam regresi ganda di atas dapat ditentukan koefisien determinasi r2 dengan membagi jkregresi oleh jktotal atau r 2 = (jkregresi)/(jktotal) = (2,445/6,316) = 0,39 dan koefisien korelasinya adalah r = 0,62. dengan koefisien determinasi r2 = 0.39 dapat dijelaskan bahwa 39% nilai a1 (penggunaan air dengan pola sri) diterangkan oleh a2, a3, a4, a5 dan a6 dalam hubungan linier. untuk lebih detailnya lagi dapat dilanjutkan dengan uji terhadap koefisien korelasi dan diperoleh nilai 491.4 62.01 234 62.0 2    hitungt dari tabel t, dengan alpha 0.05 dan derajat bebas 32 (dalam tabel t tidak ada derajat bebas = 32 dan digunakan pendekatan ke sebaran normal baku sehingga digunalan nilai 1.96 sebagai pembandingnya). ternyata thitung = 4.491 jauh lebih besar dari nilai pembandingnya (1.96), sehingga ho ditolak yang berarti nilai koefisien korelasi itu cukup berarti dan hasil uji ini dapat mendukung pernyataan di atas. simpulan berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa tingkat efisiensi penggunaan air tanah dengan pola system rice intensification (sri) sangat tergantung pada kebiasaan petani anggota p3a (perkumpulan petani pemakai air) dalam menggunakan air tanah. seberapa jauh pengaruh dari kebiasaan petani tersebut pada pola penggunaan air yang dianjurkan dalam pola sri tersebut dapat dilihat dari koefisien regresi yang didapat. untuk kebiasaan petani dalam cara pemakaian air pada waktu tanam, untuk cara pemakaian air pada waktu penyiangan dan cara pemakaian air pada waktu pembuahan keluar malai berpengruh positif, sedangkan untuk kebiasaan petani dalam cara pemakaian air pada waktu pemasakan buah dan kebiasaan pada cara pemakaian air irigasi pada saat pemupukan berpengaruh negatif. daftar pustaka direktorat perluasan dan pengelolaan lahan ditjen prasarana dan sarana pertanian. (2014). pedoman teknis pengembangan system of rice intensification. jakarta. _______. (2013). integrated citarum water resources management investment program. jakarta: cakra hasta. montgomery, d. c., & peck, e. a. (1991). introduction to linear regression analysis (2nd ed). new york: a wiley-interscience. neter, j. (1997). model linear terapan (b. sumantri, penerjemah). bandung. sudjana.(1983). teknik analisis regresi dan korelasi. bandung: tarsito. sungkawa, i. (2014). kajian proporsi keterlibatan perempuan (gender) dalam usaha tani padi di kabupaten bandung, subang, dan karawang. comtech, 5(2), 860–869. evaluasi cepat disain elemen balok beton bertulangan tunggal evaluasi cepat desain elemen balok beton bertulangan tunggal berdasarkan rasio tulangan balanced agus setiawan jurusan teknik sipil, fakultas ilmu komputer, universitas bina nusantara jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 agustinusset@yahoo.com abstract design procedure for reinforced concrete structure in indonesia is provided by “tata cara perhitungan struktur beton, sni 03-2847-2002”. this code covers analysis method and basic assumptions that can be taken by a structural designer to design a reinforced concrete structure. an engineer has to design a flexural component, one of the structural component. one of the flexural component is beam element. sni 03-2847-2002 adopt capacity design menthod in beam element design. this paper will be discuss a simple design procedure in beam element, based on ξ variabel, which is ratio between ρ/ρb, with ρb is the balanced reinforcement ratio. the ξ value is limited to 0,75 maximum in sni 03-2847-2002. a dactail failure is guarantee in a beam element with ξ under 0,75. the analysis that have been done before, produce the correlation between mn/bd2 and ξ, which can be a tool for design a beam element. a simple calculation use the table (mn/bd2 vs ξ) will be present at the end of this paper. keywords: beam, balanced, sni 03-2847-2002, dactail abstrak prosedur desain untuk struktur beton bertulang telah diatur dalam “tata cara perhitungan struktur beton, sni 03-2847-2002”. peraturan ini mencakup metode-metode analisis dan asumsi – asumsi dasar yang dapat diambil oleh seorang perencana struktur untuk merencanakan suatu struktur beton bertulang. soerang perencana umumnya harus mendesain suatu komponen lentur yang merupakan salah satu dari komponen struktur yang ada. salah satu komponen lentur tersebut adalah elemen balok. sni 03-2847-2002 mengadopsi konsep desain kapasitas dalam perencanaan suatu elemen balok. makalah ini hendak membahas suatu prosedur sederhana dalam perencanaan elemen balok, berdasarkan variabel ξ, yang merupakan rasio anatar ρ/ρb, dengan ρb adalah rasio tulangan dalam kondisi seimbang. nilai ξ dalam sni 03-2847-2002 dibatasi maksimum 0,75. dengan mengambil nilai ξ di bawah 0,75, maka dapat dipastikan tipe keruntuhan yang terjadi adalah daktail. analisis yang telah dilakukan menghasilkan hubungan mn/bd2 dengan x, yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perencanaan elemen balok beton bertulang. pada akhir makalah diberikan contoh sederhana pemakaian tabel hubungan mn/bd2 dan ξ.. kata kunci: balok, seimbang, sni 03-2847-2002, daktail evaluasi cepat desain elemen...... (agus setiawan) 121 mailto:agustinusset@yahoo.com pendahuluan beton bertulang merupakan material yang banyak digunakan dalam dunia konstruksi baik itu di indonesia maupun di dunia internasional. kajian-kajian terkait dengan metode-metode dalam perencanaan struktur beton bertulang terus dilakukan secara berkesinambungan guna mencapai hasil desain yang aman dari segi kekuatan namun juga ekonomis dari segi biaya. guna menjamin profesionalitas dalam hal perencanaan struktur beton bertulang di indonesia, maka sejak tahun 2002, telah dikeluarkan peraturan “tata cara perhitungan struktur beton, sni 03-2847-2002”. segala hal terkait perencanaan struktur beton hendaknya mengacu pada peraturan ini. salah satu komponen struktur yang dapat dijumpai dalam suatu perencanaan struktur beton bertulang adalah berupa komponen struktur lentur. balok merupakan salah satu komponen struktur lentur yang banyak ditemui dalam suatu proses perencanaan struktur. dalam kaidah perencanaan elemen balok, hendaknya desain dilakukan sedemikian rupa sehingga terjadi keruntuhan daktail pada elemen tersebut. keruntuhan daktail tercapai apabila tulangan baja mengalami leleh terlebih dahulu sebelum penampang beton mengalami regangan ultimitnya sebesar 0,003. untuk menjamin tercapainya perilaku keruntuhan yang daktail dari suatu elemen balok, maka dalam sni 03-2847-2002 disyaratkan bahwa rasio tulangan tarik harus lebih kecil dari 0,75 dikali rasio tulangan dalam kondisi berimbang/balance, atau secara matematis dalam peraturan dinyatakan bahwa ρmaks < 0,75ρb. namun pada prakteknya, secara umum nilai ρ diambil kurang dari 0,75 ρb, semakin kecil rasio tulangan terhadap ρb, maka akan lebih terjamin terjadinya perilaku daktail dari elemen balok. namun nilai ρ tidak boleh diambil terlalu kecil sehingga menghasilkan luas tulangan yang lebih kecil daripada luas tulangan minimum yang disyaratkan dalam sni. dalam uraian-uraian berikut akan dibahas nilai ρ yang dapat diambil (dalam rasio terhadap ρb) sehingga dapat menghasilkan desain elemen balok yang aman dari segi kekuatan namun juga ekonomis dari segi biaya. metode penelitian untuk merumuskan suatu persamaan yang akan digunakan dalam evaluasi cepat desain elemen balok beton bertulang berdasarkan rasio tulangan balanced, makan perlu dilakukan studi literatur mengenai analisis balok beton tulangan tunggal secara konvensional. dasar dalam melakukan analisis balok beton tulangan tunggal dilakukan berdasarkan tata cara perhitungan struktur beton, sni 03-2847-2002. asumsi dasar perencanaan elemen lentur balok beton bertulangan tunggal sni 03-2847-2002 mencantumkan asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam hal perencanaan elemen lentur (balok). asumsi-asumsi yang digunakan dalam perencanaan komponen struktur lentur adalah sebagai berikut. pertama, regangan pada tulangan dan beton dianggap berbanding lurus terhadap sumbu netral. kedua, regangan pada serat tekan beton terluar diambil sama dengan 0,003. ketiga, tegangan tarik pada tulangan yang kurang dari fy harus diambil sebesar es dikali regangan tulangan, sedangkan regangan tulangan yang melebihi fy harus diambil sama dengan fy. keempat, kuat tarik beton harus diabaikan dalam perhitungan aksial dan lentur. kelima, hubungan antara distribusi tegangan tekan beton dan regangan beton diasumsikan berbentuk segi empat, parabola, trapesium atau bentuk lain yang sesuai dengan hasil pengujian. keenam, tegangan tekan comtech vol.1 no.1 juni 2010: 121-128 122 beton sebesar 0,85f’c diasumsikan terdistribusi merata pada area tekan ekivalen yang dibatasi oleh tepi penampang dan garis sejarak a = β1.c dari sisi terluar serat tekan beton. ketujuh, jarak c dari serat dengan regangan maksimum ke sumbu netral, diukur tegak lurus sumbu tersebut. kedelapan, faktor β1 harus diambil sebesar 0,85 untuk kuat tekan beton kurang atau sama dengan 30 mpa, dan direduksi sebesar 0,05 untuk tiap kelebihan 7 mpa di atas 30 mpa, namun tidak kurang dari 0,65. analisis balok beton tulangan tunggal dalam analisis balok beton bertulangan tunggal dikenal istilah kondisi balanced, atau suatu kondisi di mana beton mencapai regangan maksimum sebesar 0,003 dan diikuti oleh tulangan tarik yang mencapai tegangan lelehnya, fy. rasio tulangan pada kondisi balanced, ρb, dijadikan patokan untuk menentukan rasio tulangan maksimum dalam elemen balok. gambar 1 kondisi balance balok beton persegi bertulangan tunggal dari diagram regangan, dengan menggunakan prinsip perbandingan segitiga diperoleh hubungan: (1) atau dapat dituliskan persamaan untuk cb sebagai berikut: cb = (2) dengan menganggap nilai es = 200.000 mpa, maka: cb = (3) dari keseimbangan gaya diperoleh hubungan: c = t 0,85.f’c.ab.b = asb.fy sehingga diperoleh: ab = (4) dengan mengingat bahwa ab = β1.cb, maka persamaan untuk ρb dapat dituliskan: evaluasi cepat desain elemen...... (agus setiawan) 123 ρb = (5) gambar 2 menunjukkan penampang beton bertulangan tunggal berikut blok diagram tegangannya. dengan notasi ξ adalah perbandingan antara rasio tulangan terpasang dengan rasio tulangan pada kondisi balanced (ξ = ρ/ρb). dari keseimbangan gaya diperoleh hubungan : 0,85.f ’c.a.b = ξ.ρb.b.d.fy dari persamaan tersebut, maka nilai a dapat dihitung: a = (6) gambar 2 keseimbangan gaya dalam penampang balok beton bertulangan tunggal momen nominal internal yang timbul adalah: mn = c(d – a/2) = 0,85.f 'c.a.b(d – a/2) dengan substitusi nilai a, maka persamaan untuk momen internal adalah: mn = 0,85.f’c.β1.b.d2. ξ⎟ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎜ ⎝ ⎛ + yf600 600 2 2 22 1 600 600 2 85,0 ξ β ⎟ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎜ ⎝ ⎛ + ⋅⋅′⋅ − y c f dbf (7) hasil dan pembahasan dari hasil analisis momen internal dalam suatu balok beton bertulangan tunggal, akhirnya dapat diturunkan suatu rumusan umum seperti dalam persamaan (7). guna keperluan desain, maka persamaan tersebut dapat disederhanakan dengan mengasumsikan bahwa mutu tulangan lentur, fy, yang umum dijumpai di indonesia adalah fy = 400 mpa. selanjutnya untuk baja tulangan dengan kuat leleh fy = 400 mpa, maka persamaan dapat disederhanakan menjadi: mn = 0,51.f’c.β1.b.d2.ξ – 0,153.f’c.β12.b.d2.ξ 2 atau dapat dituliskan dalam bentuk : = ⋅ 2db m n 0,51.f’c.β1.ξ – 0,153.f’c.β12. ξ 2 (8) comtech vol.1 no.1 juni 2010: 121-128 124 persyaratan untuk tulangan minimum dalam suatu elemen lentur dijelaskan dalam sni 032847-2002, pasal 12.5. disebutkan bahwa: as min = (9) namun tidak kurang dari : as min = (10) dengan mengingat bahwa as = ρ.b.d, maka batasan ρ minimum diambil dari nilai terkecil antara: ρ = atau ρ = jika ρ dinyatakan sebagai fraksi dari ρb, atau ρ = ξ.ρb, maka diperoleh batasan untuk ξ minimum: ξ min = atau ξmin = dengan mengingat bahwa ρb dapat dicari dari persamaan (5), dan dengan mengambil nilai fy = 400 mpa, maka batasan untuk ξ minimum adalah nilai terkecil dari : ξ min = (11) atau ξ min = (12) hubungan antara mn/bd 2 dengan nilai ξ hubungan antara mn/bd2 dengan nilai ξ, telah diturunkan dalam persamaan (8). dengan mn adalah momen nominal dari elemen balok dalam satuan n.mm, yang diperoleh dari hasil analisis struktur, b adalah lebar elemen balok dalam satuan mm, dan d adalah tinggi efektif balok dalam satuan mm. hubungan tersebut dapat disajikan dalam bentuk tabel seperti dalam tabel 1 berikut ini. nilai f ’c yang digunakan adalah dalam satuan mpa. nilai β1 terkait dengan nilai mutu beton, sesuai dengan asumsi dasar yang digunakan dalam perencanaan komponen struktur lentur. secara matematis nilai β1 dapat dituliskan dalam persamaan: β1 = (13) hubungan antara mn/bd2 dengan ξ, dapat ditampilkan dalam bentuk grafik seperti dalam gambar 3. evaluasi cepat desain elemen...... (agus setiawan) 125 tabel 1 hubungan antara mn/bd 2 dengan ξ f'c β1 f'c β1 f'c β1 f'c β1 f'c β1 20 0,85 25 0,85 30 0,85 35 0,81 40 0,78 mn/bd 2 ρ mn/bd 2 ρ mn/bd 2 ρ mn/bd 2 ρ mn/bd 2 ρ 0,75 5,259 0,0163 6,574 0,0203 7,888 0,0244 8,904 0,0273 9,825 0,0298 0,70 4,986 0,0152 6,232 0,0190 7,479 0,0228 8,435 0,0254 9,300 0,0278 0,65 4,701 0,0141 5,877 0,0176 7,052 0,0211 7,948 0,0236 8,756 0,0258 0,60 4,406 0,0130 5,508 0,0163 6,609 0,0195 7,443 0,0218 8,194 0,0238 0,55 4,100 0,0119 5,125 0,0149 6,150 0,0179 6,920 0,0200 7,613 0,0218 0,50 3,782 0,0108 4,728 0,0135 5,673 0,0163 6,380 0,0182 7,014 0,0199 0,45 3,454 0,0098 4,317 0,0122 5,181 0,0146 5,822 0,0164 6,396 0,0179 0,40 3,114 0,0087 3,893 0,0108 4,671 0,0130 5,246 0,0145 5,760 0,0159 0,35 2,764 0,0076 3,455 0,0095 4,146 0,0114 4,652 0,0127 5,105 0,0139 0,30 2,402 0,0065 3,003 0,0081 3,603 0,0098 4,041 0,0109 4,431 0,0119 0,25 2,029 0,0054 2,537 0,0068 3,044 0,0081 3,412 0,0091 3,739 0,0099 0,20 1,646 0,0043 2,057 0,0054 2,468 0,0065 2,765 0,0073 3,028 0,0079 ξ 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 0,00 0,10 0,20 0,30 0,40 0,50 0,60 0,70 0,80 m n/ bd 2 ξ = ρ/ρb f'c= 25 mpa f'c= 30 mpa f'c= 35 mpa f'c= 40 mpa f'c= 45 mpa f'c= 50 mpa f'c= 55 mpa gambar 3 grafik hubungan antara mn/bd 2 dengan nilai ξ = r/rb contoh aplikasi numerik dalam uraian berikut diberikan contoh aplikasi penggunaan nilai ξ dalam suatu perencanaan elemen balok, dengan data-data teknis sebagai berikut. mutu beton, f ’c = 25 mpa mutu baja, fy = 400 mpa beban merata ultimit, qu = 40 kn/m panjang bentang, l = 9 m qu = 40 kn/m l = 9.00 m dari data tersebut dapat dihitung momen ultimit maksimum di tengah bentang balok mu = = 405 kn.m comtech vol.1 no.1 juni 2010: 121-128 126 mn = mu / φ = mu/0,8 = 506,25 kn.m jika diambil nilai ξ = 0,45 (atau berarti ρ = 0,45ρb), dari tabel 1, untuk mutu beton f ’c = 25 mpa diperoleh nilai mn/bd2 = 4,317. dengan nilai mn = 506,25 kn.m (= 506,25.106 n.mm), maka: bd2 = = 117,27.106 mm3 jika diambil nilai b = 300 mm, diperoleh d = 625 mm atau diambil h = 700 mm, rasio b/h = 300/700 = 0,43 ( > 0,3, syarat sni 03-2847-02 ps. 23.3.1). jadi ukuran balok 300/700 dapat digunakan. dari tabel 1 diperoleh nilai ρ sebesar 0,0122. luas tulangan yang diperlukan as= ρ.b.d = 0,0122 × 300 × 625 = 2287,5 mm2 sehingga dapat dipasang 5d22 + 2d16 (as = 2302 mm2). secara umum, prosedur desain elemen balok beton bertulangan tunggal berdasarkan rasio tulangan balanced dapat mengikuti diagram alir sebagaimana digambarkan dalam gambar 4. gambar 4 diagram alir desain balok beton bertulangan tunggal evaluasi cepat desain elemen...... (agus setiawan) 127 simpulan dari hasil uraian di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut. pertama, perencanaan balok beton bertulangan tunggal dapat dilakukan secara cepat dengan menggunakan dasar rasio terhadap ρ balanced. kedua, hasil desain dapat dipastikan tidak melebihi dari ρ maksimum yang disyaratkan dalam sni 03-2847-2002, yaitu sebesar 0,75 ρb, karena perencana dapat mengambil nilai ρ jauh di bawah 0,75 ρb secara langsung. ketiga, persyaratan tulangan minimum telah terakomodir dengan telah diperhitungkannya nilai ξ minimum yang boleh diambil. daftar pustaka badan standarisasi nasional. (2002). tata cara perhitungan struktur beton, sni 03-28467-2002, bandung: departemen permukiman dan prasarana wilayah. cormack, j. c. (2004). desain beton bertulang, jakarta: erlangga hasooun, m. n., and manaseer a. a. (2005). structure concrete theory and design, canada: john wiley & sons inc. nawy, e. g. (2005). reinforced concrete a fundamental approach, new jersey: pearson education inc. nilson, a. h., darwin, d., and dolan, c. w. (2003). design of concrete structures, new york: mc.graw hill. comtech vol.1 no.1 juni 2010: 121-128 128 resonansi bragg pada aliran air akibat dinding sinusoidal resonansi bragg pada aliran air akibat dinding sinusoidal di sekitar muara sungai viska noviantri jurusan matematika dan statistik, fakultas sains dan teknologi, universitas bina nusantara jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 viskanoviantri@binu.ac.id abstract basically, the water wave (wave) that passes through uneven base will have a solution to the wave transmission and reflection. it has been found also that the sinusoidal basis with certain conditions can cause the bragg resonance. this paper will show that the wave propagation through the wall of river water can also cause sinusoidal bragg resonance. bragg resonance will occur if the sinusoidal wall of the wave number twice the number of incoming waves. both analytically and numerically, the river wall with amplitude sinusoidal small amplitude can be reduced significantly due to the bragg resonance. more specifically, the situation would be different if we consider the river mouth in the form of a hard wall of the dam. the existence of the hard wall of the dam at the mouth of the river it can cause the amplitude of the waves crashing against the transmission of large dams increased many-fold. keywords: bragg resonance, sinusoidal wall, multi-scale asymptotic expansion abstrak pada dasarnya, gelombang air (gelombang datang) yang melewati dasar tak rata akan mengalami pemecahan menjadi gelombang transmisi dan refleksi. telah diketahui juga bahwa dasar sinusoidal dengan kondisi tertentu dapat menyebabkan terjadinya resonansi bragg. paper ini akan menunjukkan bahwa perambatan gelombang air yang melewati dinding sungai sinusoidal juga dapat menimbulkan resonansi bragg. resonansi bragg akan terjadi jika bilangan gelombang dinding sinusoidal sebesar dua kali lipat bilangan gelombang datang. baik secara analitik maupun numerik, dinding sungai sinusoidal dengan amplitudo yang kecil dapat mereduksi amplitudo gelombang datang secara signifikan akibat adanya resonansi bragg. lebih khusus lagi, situasi akan berbeda jika kita tinjau muara sungai yang berupa bendungan hard wall. adanya bendungan hard wall di muara sungai ternyata dapat menyebabkan amplitudo gelombang transmisi yang menabrak bendungan bertambah besar sekian kali lipat. kata kunci: resonansi bragg, dinding sinusoidal, ekspansi asimtotik multi skala resonansi bragg...... (viska noviantri) 27 mailto:viskanoviantri@binu.ac.id pendahuluan gelombang air laut dengan amplitudo yang besar dapat menimbulkan kerusakan pantai dan untuk mengurangi kerugian akibat terjangan gelombang tersebut adalah dengan membuat tembok laut. pembuatan tembok laut sebagai pemecah gelombang tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit. pemikiran berlanjut pada pemecah gelombang alami, yaitu memanfaatkan bentuk dasar laut tak rata. pada prinsipnya setiap gelombang yang melewati dasar dengan kedalaman berbeda akan terpecah menjadi dua bagian, yaitu gelombang transmisi dan refleksi (hirose dan karl, 1985). dalam kasus dasar sinusoidal, perpecahan gelombang ini terjadi berulang-ulang tak berhingga kali. bentuk dasar laut tak rata yang berupa sinusoidal melalui pendekatan linier sudah pernah dikaji terlebih dahulu oleh viska (2007). kajian tak linier dari masalah ini dapat diperoleh dari yu jie dan c.c mei (2000). dapat ditunjukkan bahwa hasil dari pendekatan linier ini serupa dengan kajian tak liniernya, yaitu bila panjang gelombang permukaan dua kali lipat panjang gelombang dasar sinusoidal, akan muncul gejala resonansi bragg: amplitudo dasar sinusoidal yang relatif kecil akan memecah gelombang datang menjadi gelombang refleksi dengan amplitudo yang relatif besar dan gelombang transmisi dengan amplitudo yang relatif kecil. berdasarkan hasil penelitian terdahulu, penulis tertarik untuk membahas kajian linier dari perambatan gelombang air yang melewati dasar rata tetapi dindingnya berbentuk sinusoidal. apakah hal yang sama akan terjadi? berbeda dengan penelitian terdahulu, pengkajian pengaruh dinding sinusoidal bukan ditinjau melalui amplitudo gelombang simpangan air melainkan melalui amplitudo dari fungsi kecepatan potensial partikel fluida di permukaan air yang selanjutnya disebut amplitudo gelombang saja. hasil pengkajian memberikan hasil yang serupa, yaitu dinding sinusoidal dapat menyebabkan terjadinya resonansi bragg jika bilangan gelombang dinding sinusoidal sebesar dua kali lipat bilangan gelombang datang. pengkajian ini melibatkan aspek fisika dalam menganalisa arti fisis dari persamaanpersamaan yang digunakan. untuk menyederhanakan pembahasan, maka pengkajian ini hanya akan membahas gelombang datang yang berupa gelombang monokromatik. penulis menggunakan persamaan yang diturunkan oleh kirby (philip dan liu, 1986) untuk memperoleh solusi gelombang pada dinding sinusoidal. solusi ini diselesaikan dengan menggunakan metode ekspansi asimtotik multi skala. besarnya amplitudo gelombang transmisi yang menuju bendungan dapat dilihat melalui penyelesaian baik secara analitik maupun numerik. perambatan air akan menjadi menarik jika kita membahas aliran sungai yang sudah dekat dengan muara sungai atau bendungan. besarnya amplitudo gelombang transmisi yang menabrak dinding bendungan juga dipengaruhi oleh karakteristik dinding bendungan. karakteristik bendungan yang dimaksud adalah kemampuan bendungan dalam menyerap atau memantulkan gelombang datang. paduan antara besarnya amplitudo dinding sinusoidal dengan karakteristik bendungan yang berbeda akan memberikan efek yang berbeda pula pada besarnya amplitudo gelombang transmisi yang menabrak bendungan. paper ini hanya akan mengkaji kasus ekstrim dari karakteristik muara sungai, yaitu muara sungai yang dapat menyerap dan memantulkan gelombang secara sempurna. metode penelitian metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui studi literatur. namun hal ini ditunjang dengan memberikan hasil penelitian berupa solusi analitik dan numerik. kesesuaian antara solusi analitik dan numerik dapat memberikan penjelasan yang lebih spesifik mengenai hasil penelitian yang diperoleh. comtech vol.1 no.1 juni 2010: 27-38 28 solusi analitik dan numerik yang diperoleh merupakan hasil simulasi dari data-data yang digunakan. data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari percobaan laboratorium yang dilakukan oleh seseorang bernama heatershaw pada tahun 1982 dan digunakan oleh peneliti sebelumnya (c.c. mei, 2004). data ini merupakan data percobaan mengenai perambatan gelombang air di atas dasar berbentuk sinusoidal. data ini meliputi berbagai kombinasi nilai perbandingan antara amplitudo dasar laut sinusoidal dengan kedalaman air ketika dasar rata, panjang dasar sinusoidal, bilangan gelombang datang dan bilangan gelombang dasar sinusoidal, dan amplitudo gelombang permukaan air yang datang. walaupun data-data tersebut mengenai dasar sinusoidal, namun penulis menerapkannya untuk hal yang serupa yaitu dinding sinusoidal. hasil dan pembahasan persamaan gelombang untuk dinding sinusoidal aliran sungai aliran sungai tipe 1 tipe 2 gambar 1 dua tipe dinding sungai sinusoidal dilihat dari atas dinding sungai berbentuk sinusoidal adalah bentuk dinding tak rata yang berupa fungsi sinus atau cosinus. dinding sungai berbentuk sinusoidal ini biasanya terdiri dari beberapa lengkungan. lengkungan ini sama bentuknya seperti gundukan pada dasar laut sinusoidal. terdapat dua tipe bentuk dinding sungai sinusoidal. kedua tipe bentuk dinding sinusoidal dapat dilihat pada gambar 1. perhatikan gambar 2. misalkan bentuk dinding sungai sinusoidal diberikan oleh fungsi berikut: dengan a setengah kali lebar sungai dalam keadaan dinding sungai rata, aεg menyatakan amplitudo lengkungan dinding sinusoidal, dan k menyatakan bilangan gelombang dinding sinusoidal. parameter εg tak berdimensi yang menyatakan perbandingan antara amplitudo simpangan dinding sinusoidal dengan setengah lebar sungai ketika dindingnya rata, a. lebar sungai dinyatakan oleh: resonansi bragg...... (viska noviantri) 29 gambar 2 skema dinding sinusoidal dilihat dari atas dengan memisalkan dinding sungai berupa batas kaku, maka syarat batas yang berlaku sepanjang sungai adalah: kirby (philip dan liu, 1986) menunjukkan bahwa untuk masalah ini berlaku persamaan berikut: dengan adalah fungsi satu peubah yang merepresentasikan topografi dasar sungai. asumsikan dasar sungai rata, . kemudian integralkan (6) dari y = al(x) sampai y = a2(x) dan terapkan formula leibniz serta gunakan syarat batas pada (4) dan (5) sehingga diperoleh persamaan gelombang satu dimensi pada dasar sungai rata sebagai berikut: perhatikan (7). untuk dinding sinusoidal tipe 1 (lihat gambar 1), diketahui bahwa b(x) adalah konstan sehingga persamaan (7) dapat disederhanakan menjadi persamaan gelombang satu dimensi yang memiliki solusi d’alembert (strauss, 1992). oleh karena itu, dinding sinusoidal tipe 1 tidak akan dibahas pada makalah ini. perhatikan bahwa untuk dinding sinusoidal tipe 2, b(x) diberikan oleh (3) sehingga persamaan gelombang satu dimensi pada dasar sungai rata yang memiliki dinding sinusoidal dapat dituliskan secara eksplisit sebagai berikut: dengan menyatakan kecepatan potensial partikel fluida yang ada di permukaan sungai. kemudian, terapkan metode ekspansi asimtotik multi skala (holmes, 1995) untuk memperoleh solusi persamaan (8). mula mula akan diperkenalkan variabel ’cepat’ dan ’lambat’, yang dapat dituliskan secara berturut-turut sebagai berikut: comtech vol.1 no.1 juni 2010: 27-38 30 sehingga turunan parsialnya menjadi: ekspansi asimtotik untuk diberikan oleh: substitusikan (9), (10) dan (11) ke dalam (8) sehingga diperoleh suku-suku yang berorde o (1) sebagai berikut: yang memiliki solusi sebagai berikut: perhatikan bahwa dan secara berturut-turut merupakan envelope bagi komponen yang menjalar ke kanan dan ke kiri. untuk k = 2k, maka persamaan yang memiliki o(ε) adalah untuk menghindari resonansi yang tidak terbatas dan untuk menjamin adanya solusi bagi , maka koefisien-koefisien exp(±(kx-ωt)) dan exp(±(kx-ωt)) pada ruas kanan (15) harus dibuat nol sehingga diperoleh sebagai berikut: seperti pada dasar sinusoidal, pada kasus dinding sinusoidal juga dapat diperoleh persamaan klein-gordon sebagai berikut: resonansi bragg...... (viska noviantri) 31 dengan yang memiliki dimensi (satuan) frekuensi. bayangkan suatu gelombang monokromatik dengan amplitudo a0 dan bilangan gelombang k datang dari sebelah kiri daerah sinusoidal dengan bilangan gelombang k di mana k dan k memenuhi hubungan k = 2k.misalkan daerah dinding sinusoidal terletak pada 0 < x < l, maka di sebelah kiri dasar sinusoidal, yaitu ketika x < 0, gelombang yang merambat ke kanan dan ke kiri tidak saling berinteraksi. pada daerah ini, gelombang a dan b bergerak mengikuti persamaan transport. pada awal pengamatan t̄ = 0, gelombang monokromatik diasumsikan baru mencapai x̄ = 0 sehingga pada daerah dinding sinusoidal belum ada gelombang sama sekali. dengan demikian, diperoleh syarat awal a(x̄ , 0) = 0 dan b(x̄ , 0) = 0. pada batas kiri x̄ = 0, gelombang yang merambat ke kanan hanya berasal dari gelombang datang sehingga diperoleh syarat batas kiri a(0, t̄ ) = a0. saat gelombang melewati dasar sinusoidal yang panjangnya l, yaitu pada daerah 0 < x̄ < l̄ , maka akan terjadi resonansi bragg. interaksi antara gelombang transmisi dan refleksi ini digambarkan melalui sistem persamaan (16) dan (17). asumsikan bahwa di sebelah kanan daerah sinusoidal terdapat muara sungai yang dapat menyerap semua gelombang sehingga gelombang akan terus merambat ke kanan tanpa ada gangguan sehingga pada daerah ini tidak ada gelombang refleksi ke kiri. berdasarkan asumsi ini, maka diperoleh syarat batas kanan b(l̄, t̄ ) = 0. pada domain 0 < x̄ < l̄ , dimisalkan solusinya berbentuk: dengan t(x̄) menyatakan koefisien transmisi dan r(x̄) menyatakan koefisien refleksi. substitusikan kedua solusi tersebut ke dalam persamaan klein gordon (18) untuk memperoleh persamaan diferensial dalam fungsi t(x̄) dan r(x̄). penyelesaian persamaan diferensial dengan menggunakan syarat awal dan ssyarat batas yang ada akan memberikan solusi analitik berupa koefisien transmisi dan refleksi untuk kasus resonansi sempurna. koefisien transmisi dan refleksi secara berturut-turut adalah sebagai berikut: comtech vol.1 no.1 juni 2010: 27-38 32 gambar 3 grafik r(x) dan t (x) pada dinding sinusoidal untuk l = 10, k = 2k = 2π. gambar 3 menunjukkan hasil simulasi secara analitik dan numerik untuk beberapa nilai perbandingan antara amplitudo dinding sinusoidal dengan lebar sungai (εg). kurva putus-putus dan kurva mulus secara berturut-turut merepresentasikan t dan r. kurva t dan r tersebut diplot untuk εg = 0.08, 0.1, 0.12, dan 0.14. nilai t (10) yang lebih besar adalah untuk εg yang lebih kecil, sedangkan nilai r (0) yang lebih besar adalah untuk εg yang lebih besar. pengaruh muara sungai pada resonansi jika kita menganalogikan muara sungai seperti pantai yang memiliki kemampuan untuk menyerap atau memantulkan gelombang datang, maka kita akan menemui berbagai karakteristik muara sungai. muara sungai yang terdiri dari pasir atau tanah memiliki kemampuan menyerap gelombang yang cukup besar (daya pantulnya kecil), sedangkan muara sungai yang terdiri dari batubatu keras (hard wall) dapat memantulkan gelombang secara sempurna. selain material penyusun muara sungai, bentuk muara juga mempengaruhi besarnya pemantulan gelombang. pada kenyataannya, tidak ada pantai yang memantulkan atau menyerap gelombang secara sempurna. di sini, akan dibahas dua tipe muara, yaitu muara yang dapat menyerap dan memantulkan gelombang secara sempurna. jika a dan b berturut-turut menyatakan amplitudo yang bergerak ke kanan dan ke kiri, |r| menyatakan proporsi amplitudo gelombang yang dipantulkan, dan θ adalah beda fase antara gelombang datang dan gelombang pantul, maka seperti halnya pantai, kemampuan muara sungai dalam menyerap atau memantulkan gelombang direpresentasikan oleh persamaan berikut: melalui analisis lebih lanjut, maka akan diperoleh syarat batas kanan yang menunjukkan hubungan antara a dan b untuk beberapa jenis muara (lihat tabel 1). resonansi bragg...... (viska noviantri) 33 tabel 1 syarat batas kanan di x = l untuk beberapa karakteristik pantai jenis muara sungai beda fasa antara a dan b (θ) syarat batas kanan menyerap sempurna b(l,t) = 0 memantulkan sempurna 0 b (l,t) = a(l,t) π b(l,t) = -a(l,t) untuk melihat perambatan gelombang di daerah dinding sinusoidal yang merambat ke kanan (a) dan ke kiri (b), persamaan (16) dan (17) didiskritisasi dengan metode beda hingga, yaitu secara berturut-turut menggunakan ftbs dan ftfs. selain melihat perambatan gelombang transmisi dan refleksi, kita juga perlu meninjau transfer energi antara gelombang transmisi dan refleksi. melalui transfer energi, kita dapat mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh gelombang sampai tidak ada lagi interaksi antara gelombang transmisi dan refleksi. interaksi antara gelombang transmisi dan refleksi dinyatakan oleh hubungan berikut: di mana (|a|2 -| b|2)/2 menyatakan fluks energi. 2transfer energi antara a dan b akan terus terjadi selama (|a(x,t0)| 2 -| b(x,t0)|2)/2 masih berubahubah terhadap posisi x. dengan kata lain, transfer energi berhenti ketika (|a(x,t0)|2 -| b(x,t0)|2)/2= konstan. kasus 1 muara sungai menyerap gelombang dengan sempurna jika muara sungai berupa bendungan yang dapat menyerap gelombang, maka perambatan gelombang yang melalui dinding sinusoidal dapat dilihat pada gambar 4. misalkan gelombang datang dengan amplitudo a0 = 1. pada saat t = 0.1, gelombang datang belum melewati semua bagian dasar sinusoidal sehingga ada bagian dari a,b, dan fluks energi yang bernilai nol, yaitu pada daerah yang belum dilewati gelombang. hal serupa juga masih terlihat saat t = 0.5. walaupun demikian, pemecahan gelombang sudah terjadi sejak gelombang datang memasuki dasar sinusoidal. hal ini ditandai dengan adanya bagian amlitudo gelombang refleksi yang tidak nol, yaitu pada suatu daerah di mana gelombang transmisi sudah mencapai daerah tersebut. pada saat t = 1, gelombang datang sudah melewati semua bagian dasar sinusoidal sehingga tidak ada lagi a, b, dan fluks energi yang bernilai nol. sebelum gelombang mencapai x = 10, amplitudo gelombang a cenderung menurun seiring dengan perambatannya ke kanan, sedangkan amplitudo gelombang b cenderung meningkat seiring dengan perambatannya ke kiri. hal ini disebabkan karena adanya transfer energi dari a ke b. transfer energi ini terus terjadi sampai t = 5. transfer energi terjadi karena adanya pengaruh dinding sinusoidal. saat t ≥ 5, tidak ada lagi transfer energi antara a dan b sehingga nilai a dan b tidak berubah-ubah lagi terhadap posisi. pada akhirnya diperoleh bahwa amplitude gelombang datang terreduksi hingga ±53% saja yang ditransmisikan. hal ini diakibatkan oleh dinding sinusoidal dengan amplitudo sebesar 0.08 dari lebar sungai (εg = 0.08). comtech vol.1 no.1 juni 2010: 27-38 34 gambar 4 grafik a(x, t): hijau, b(x, t): merah, dan fluks energi: biru, untuk a0 = 1, l = 10, b(10, t) = 0, εg = 0.08 kasus 2 muara sungai memantulkan gelombang dengan b(l,t) = a(l,t) bendungan di muara sungai yang memiliki mempengaruhi perambatan gelombang yang melalui dinding sinusoidal. hal ini dapat dilihat pada gambar 5. penjelasan serupa dengan kasus 1 untuk t ≤ 1. bandingkan gambar 4 dengan gambar 5. perbedaan yang signifikan dapat dilihat pada saat t = 1.5. hal ini disebabkan karena pada kasus 1, gelombang transmisi terserap sempurna di sebelah kanan, sedangkan pada gambar 5, gelombang transmisi sudah mencapai bendungan dan dipantulkan sempurna oleh bendungan tersebut sehingga amplitudo gelombang refleksi tidak hanya dipengaruhi oleh dinding sinusoidal, tetapi juga dipengaruhi oleh bendungan yang memantulkan gelombang secara sempurna dengan pembalikkan fase sebesar π. pada saat t = 1.5, pengaruh adanya pantai baru dirasakan oleh gelombang refleksi yang berada di daerah x > 5 dan pengaruh ini menyebabkan gelombang refleksi memiliki beda fase sebesar π. sedangkan di daerah lainnya belum terjadi pembalikkan fase. pada kasus ini, transfer energi terjadi dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan kasus 1. pada saat t = 10, sudah tidak ada lagi transfer energi. pada akhirnya diperoleh bahwa amplitudo gelombang datang terreduksi hingga ±30% untuk εg = 0.08. resonansi bragg...... (viska noviantri) 35 gambar 5 grafik a(x, t): hijau, b(x, t): merah, dan fluks energi: biru, untuk a0 = 1, l = 10, b(10, t) = −a(10, t), εg = 0.08. kasus 3 muara sungai memantulkan gelombang dengan b(l,t) = a(l,t) perambatan gelombang yang melalui dinding sinusoidal dan berada di sekitar bendungan yang berkarakteristik b(l,t)=a(l,t) dapat dilihat pada gambar 6. untuk t ≤1, penjelasan yang serupa dengan kedua kasus sebelumnya berlaku juga pada kasus ini. pada saat t = 1.5, efek adanya muara sungai baru terasa di sebagian daerah, yaitu pada x > 5. pada daerah ini, amplitudo gelombang refleksi sama dengan amplitudo gelombang transmisi karena muara sungai memantulkan gelombang secara sempurna tanpa ada pembalikkan fase. pada saat t = 10, efek muara yang berupa bendungan sudah dirasakan di sepanjang daerah dinding sinusoidal sehingga hampir di setiap x amplitudo gelombang refleksi bernilai hampir sama dengan amplitudo gelombang transmisi. transfer energi antara a dan b sudah tidak ada lagi setelah t = 10 sehingga nilai a dan b sudah tidak berubah-ubah terhadap posisi. transfer energi membutuhkan waktu yang lebih lama daripada kedua kasus sebelumnya. pada akhirnya diperoleh bahwa amplitudo gelombang dating sama sekali tidak tereduksi. bahkan gelombang transmisi yang menuju bendungan memiliki comtech vol.1 no.1 juni 2010: 27-38 36 amplitudo sekitar empat kali lipat amplitudo gelombang datang untuk εe = 0.08 karena pada kasus ini akan terjadi superposisi konstruktif. jelas ini sangat membahayakan kehidupan warga yang tinggal di sekitar bendungan karena mungkin saja tinggi dinding bendungan tersebut lebih rendah daripada amplitudo yang menerjang bendungan sehingga air sungai keluar dari bendungan dan bisa mengakibatkan banjir. gambar 6 grafik a(x, t): hijau, b(x, t): merah, dan fluks energi: biru, untuk a0 = 1, l = 10, b(10, t) = a(10, t), εg = 0.08. simpulan dinding sungai sinusoidal yang memiliki bilangan gelombang sebesar dua kali lipat bilangan gelombang yang datang akan menyebabkan terjadinya resonansi bragg. besarnya amplitudo gelombang transmisi dan gelombang refleksi yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh besarnya amplitudo dinding sinusoidal dan karakteristik muara sungai (dalam hal ini bendungan) dalam menyerap atau memantulkan gelombang. k eberadaan dinding sinusoidal dapat mereduksi resonansi bragg...... (viska noviantri) 37 amplitudo gelombang yang menabrak bendungan dengan cukup signifikan dalam kasus bendungan bersifat menyerap gelombang secara sempurna atau memantulkan secara sempurna disertai dengan pembalikan fase sebesar π. dalam kasus bendungan hard wall atau bersifat memantulkan gelombang tanpa pembalikkan fase, akan terjadi superposisi konstruktif antar gelombang-gelombang yang menabrak bendungan. dalam kasus ini, keberadaan dinding sinusoidal akan memperbesar amplitudo gelombang yang menabrak bendungan hingga lebih dari dua kali lipat. kajian tiga jenis bendungan dengan sifat ekstrim yang berbeda-beda di atas dapat memberikan gambaran mengenai pengaruh dinding sinusoidal sebagai penahan gelombang. daftar pustaka hirose, a., and karl. e. l. (1985). introduction to wave phenomena, new york: john wiley and sons. holmes, m. h. (1995). introduction to perturbation methods, new york: springer-verlag. mei, c. c. (2004). multiple scattering by an extended region of inhomogeneities. wave propagation, fall. noviantri, v. (2007). dasar laut dan dinding sinusoidal sebagai reflektor gelombang. tugas akhir s1, institut teknologi bandung. philip, l., and liu, f. (1986). resonant reflection of water waves in a long channel with corrugated boundaries. j.fluid mech, 179, 371-381, new york: cornell university. strauss, a. w. (1992). partial differential equations an introduction, new york: john wiley and sons. yu, j., and mei, c. c. (2000). do longshore bars shelter the shore?. j.fluid mech, 404, 251-268, united states of america: cambridge university. comtech vol.1 no.1 juni 2010: 27-38 38 microsoft word 03.ar nina nurdiani evaluasi penerapan topik ok.doc evaluasi proses penelusuran… (nina nurdiani) 15 evaluasi proses penelusuran literatur dan penerapan topik-tema dalam perancangan arsitektur nina nurdiani architecture department, faculty of engineering, binus university jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 nnurdiani@binus.edu; nina.nurdiani@yahoo.co.id abstract topics and themes become the key to open the insights of both theoretical and practical knowledge in architectural design; a concept in architectural design related issue as well. ideally, the students of architecture do researches to generate new design ideas or proper design solutions. prior to doing researches, it is necessary for them to find out how far the process of searches – literature review and application of topics and themes in the architectural design – have been done. this study was conducted with descriptive approach through case studies. the analysis unit is the final students of design studio class and students of the final project in the department of architecture, faculty of engineering, binus university jakarta. the results of the study illustrate that the architecture students of binus university know and learn about the architecture research. however, they need the efforts to improve research skills, accurate literature searches, as well as exercise and evaluation of the implementation of topic-themes that started to be studied by students from the mid-level to the advance-level. the results of this study will be inputs to support architectural design learning based on architectural research at the department of architecture, especially in binus university. keywords: literature searches, application of topictheme, architectural design abstrak topik dan tema menjadi kunci untuk membuka wawasan pengetahuan baik teoritik maupun praktik dalam desain arsitektur, serta menjadi konsep dalam perancangan arsitektur untuk menghasilkan karya desain yang kreatif dan inovatif. idealnya, mahasiswa jurusan arsitektur melakukan proses penelitian untuk menghasilkan ide-ide desain baru atau solusi desain yang tepat sasaran. perlu dilakukan studi terlebih dahulu untuk mengetahui sejauhmana proses penelusuran literatur dan penerapan topik dan tema dalam perancangan arsitektur sudah dilakukan. studi ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif melalui studi kasus. unit analisisnya yaitu mahasiswa kelas studio perancangan akhir dan mahasiswa tugas akhir di jurusan arsitektur, fakultas teknik, binus university – jakarta. hasil studi memberikan gambaran bahwa mahasiswa arsitektur binus university mengetahui tentang riset arsitektur dan perlu upaya peningkatan keterampilan meneliti, penelusuran literatur yang akurat secara baik dan benar, dan latihan serta evaluasi bertahap terkait penerapan topik-tema yang dimulai pada mahasiswa tingkat menengah sampai mahasiswa tingkat akhir. hasil studi ini akan menjadi masukan dalam mendukung pembelajaran perancangan arsitektur berbasis penelitian (riset) di jurusan arsitektur khususnya di binus university. kata kunci: penelusuran literatur, penerapan topik-tema, perancangan arsitektur 16 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 15-22 pendahuluan sebelum melakukan proses perancangan arsitektur, mahasiswa diharapkan bisa mengajukan atau memilih topik, kemudian mahasiswa mencari dan menentukan permasalahan arsitektur yang ingin dicarikan solusinya terkait topik melalui tema-tema yang lebih spesifik berdasarkan hasil kajian literatur dan studi lapangan dari sumber referensi yang akurat, dilanjutkan dengan analisis terhadap obyek studi, dan diakhiri dengan pengajuan konsep-konsep perancangan yang kreatif untuk diterapkan dalam perancangan. untuk dapat menghasilkan karya desain yang dapat dipertanggungjawabkan, budaya meneliti perlu dikenalkan pada mahasiswa jurusan arsitektur (yuli, 2010). idealnya mahasiswa jurusan arsitektur melakukan proses penelitian untuk menghasilkan ideide desain baru atau solusi desain yang tepat sasaran. sebelum menekankan mahasiswa untuk menjadikan budaya meneliti sebagai bagian dari proses perencanaan dan perancangan arsitektur, perlu dilakukan studi terlebih dahulu tentang sejauhmana proses penelusuran literatur dan penerapan topik dan tema dalam perancangan arsitektur yang sudah dilakukan mahasiswa sampai saat ini. sumber-sumber literatur dan referensi yang dianggap cukup akurat, dimulai dari yang paling mutakhir sampai yang bisa diterima sebagai sumber referensi adalah: jurnal/prosiding hasil-hasil penelitian terbaru; buku teks; e-book; internet (sumber-sumber referensi online mengenai berita, dll.) (creswell, 2003). arahan pembimbing (dosen/instruktur) tidak dapat dijadikan rujukan teori yang baku, tapi bisa diterima sebagai masukan dalam menghasilkan suatu karya berdasarkan pengalaman pembimbing sebagai tenaga ahli atau narasumber yang cukup bisa diandalkan. asumsi mahasiswa tidak dapat diandalkan dan kurang bisa dipertanggungjawabkan, sehingga harusnya dihindari dalam penyusunan suatu kerangka teori yang digunakan untuk menyusun konsep perancangan. topik atau tema selalu melekat dalam sebuah hasil perancangan arsitektur. tidak semua perancangan mudah menampilkan tema secara jelas. topik dan tema dapat menjadi alternatif pendekatan dalam perancangan arsitektur dan harus dijelaskan oleh perancang pada tahap penyelesaian masalah perancangan. pengajuan topik dan tema sebagai dasar perancangan akan memberi semangat dan jati diri pada karya desain bangunan atau lingkungan yang dihasilkan oleh perancang (tjahjono, 2000). topik adalah isu umum (common issue) berupa kalimat tidak lengkap yang dijadikan sumber pemikiran dalam menyelesaikan permasalahan arsitektural dari suatu proyek. tema adalah suatu pernyataan berupa kalimat lengkap, merupakan penegasan keinginan perancang yang bersumber dari topik untuk mempertajam permasalahan arsitektural yang perlu dicarikan solusi desainnya. tema kemudian diturunkan ke dalam konsep-konsep ide perancangan yang lebih detail dan spesifik untuk diterapkan dalam perancangan. studi ini bertujuan untuk mengetahui sumber referensi apa yang saat ini digunakan mahasiswa untuk bisa merumuskan konsep perancangan terkait topik dan tema, bagaimana pendapat mahasiswa terkait peran topik dan tema dalam proses perancangan, sejauhmana mahasiswa menerapkan topik dan tema dalam perancangan. hasil studi ini akan menjadi masukan dalam mendukung pembelajaran perancangan arsitektur berbasis penelitian (riset). metode studi mengenai penelusuran literatur dan penerapan topik dan tema dalam perancangan arsitektur yang sudah dilakukan oleh mahasiswa arsitektur sampai saat ini dilakukan dengan evaluasi proses penelusuran… (nina nurdiani) 17 pendekatan deskriptif melalui studi kasus di jurusan arsitektur, fakultas teknik, universitas bina nusantara (binus university) jakarta. pendekatan ini diambil karena setiap jurusan arsitektur pada satu universitas memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan jurusan arsitektur lainnya pada universitas lain. hal ini dipengaruhi oleh kurikulum dan metode pembelajaran di masing-masing jurusan arsitektur. sedangkan unit analisisnya adalah mahasiswa kelas studio perancangan akhir dan mahasiswa tugas akhir di jurusan arsitektur, fakultas teknik, universitas bina nusantara (binus university) jakarta. pemilihan unit analisis demikian dengan pertimbangan bahwa mahasiswa kelas studio perancangan akhir dan mahasiswa tugas akhir di jurusan arsitektur dianggap sudah mendapatkan cukup pengetahuan terkait riset arsitektur dan pemahaman tentang topik-tema, sehingga mereka dapat dianggap mampu menelusuri literatur dengan baik terkait topik-tema yang akan dikembangkan dalam perancangan. metode pengambilan data dilakukan dengan survei terhadap mahasiswa kelas studio perancangan akhir dan mahasiswa tugas akhir di jurusan arsitektur, fakultas teknik, universitas bina nusantara (binus university) untuk mendapatkan data primer, dan studi literatur untuk mendapatkan data sekunder serta merumuskan variabel yang akan diteliti. waktu pengambilan data dilakukan selama tiga semester, yaitu mulai semester ganjil 2010/2011 sampai dengan semester ganjil 2011/2012. metode sampling dilakukan dengan cara random terhadap mahasiswa kelas studio perancangan akhir dan mahasiswa tugas akhir di jurusan arsitektur, fakultas teknik, universitas bina nusantara (binus university). dari hasil pengumpulan data terhadap responden, didapat total sampel yang hasil datanya dapat dianalisis berjumlah 42 sampel. analisis data dilakukan secara deskriptif terhadap variabel yang diukur, yaitu sumber referensi apa yang paling sering atau menjadi sumber utama digunakan mahasiswa saat ini; pendapat mahasiswa terkait peran topik dan tema dalam proses perancangan; penerapan topik dan tema dalam perancangan yang dilakukan oleh mahasiswa. hasil dan pembahasan proses penelusuran literatur oleh mahasiswa dari hasil survei terhadap mahasiswa kelas studio perancangan akhir dan mahasiswa tugas akhir di jurusan arsitektur, fakultas teknik, universitas bina nusantara (binus university) mengenai sejauh mana mahasiswa mengetahui tentang riset arsitektur, didapat hasil bahwa sebagian besar mahasiswa menyatakan cukup mengetahui tentang riset arsitektur (59%), hanya sedikit mahasiswa yang menyatakan sangat mengetahui mengenai riset arsitektur (5%), sisanya menyatakan mengetahui riset arsitektur (19%), kurang mengetahui riset arsitektur (17%) (gambar 1). namun, secara keseluruhan mahasiswa (83%) dapat dianggap mengetahui mengenai riset arsitektur. angka ini cukup untuk menjadi dasar meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mendesain karya arsitektur berbasis riset arsitektur. tentunya untuk mengurangi angka mahasiswa yang kurang mengetahui riset arsitektur perlu dicoba metode pembelajaran lain sebagai alternatif dan penunjang untuk mengenalkan riset arsitektur yang mendukung rancangan arsitektur yang akan dihasilkan mahasiswa. mahasiswa di jurusan arsitektur binus university saat ini lebih banyak menggunakan sumber referensi utama (sumber teori ke-1) dari hasil penelusuran di internet (45%) baik yang isinya berupa berita, artikel, contoh karya desain dan lain sebagainya. kemudian sumber referensi utama berikutnya berupa buku teks (24%); jurnal/prosiding hasil penelitian (17%); arahan pembimbing (12%); e-book (2%). 18 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 15-22 dari berbagai sumber referensi yang digunakan mahasiswa di jurusan arsitektur binus university saat ini untuk merumuskan permasalahan dan menyusun kerangka konsep perancangan, hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata secara berurutan dari yang diprioritaskan ke-1 sampai ke-6 oleh mahasiswa untuk menjadi referensi (tabel 1) hasil survei menunjukkan bahwa mahasiswa arsitektur kurang menggunakan sumber-sumber referensi akurat (jurnal/prosiding; buku teks; e-book) sebagai prioritas utama mencari landasan teori dalam rangka menyusun konsep perancangan arsitektur terkait topik-tema. padahal menurut pengalaman para peneliti, sumber-sumber referensi akurat baiknya menjadi prioritas dalam penelusuran literatur sehingga sumber-sumber referensi tersebut menduduki prioritas utama (ke-1) sampai ke-4 dalam penelusuran literatur, seperti yang dinyatakan oleh creswell (2003) bahwa sumbersumber literatur dan referensi yang dianggap cukup akurat, dimulai dari yang paling mutakhir sampai yang bisa diterima sebagai sumber referensi adalah: jurnal/prosiding hasil-hasil penelitian terbaru; buku teks; e-book; internet (sumber-sumber referensi online mengenai berita, artikel, dll.). minat mahasiswa yang cukup tinggi untuk browsing internet mencari literatur yang terlihat dari tingginya angka penelusuran literatur berupa sumber-sumber referensi online dan e-book menggunakan jaringan internet, menunjukkan bahwa keingintahuan mahasiswa akan suatu topik-tema sebetulnya cukup tinggi (tabel 1). yang perlu ditingkatkan adalah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam memilih prioritas sumber referensi. masih adanya mahasiswa yang memanfaatkan arahan pembimbing dan asumsi mahasiswa sebagai landasan teori, kemungkinan karena ketidaktahuan atau ketidakpedulian mahasiswa terhadap hal-hal berikut ini (tabel 2). tabel 1 prioritas sumber referensi yang digunakan mahasiswa (n=42) sumber referensi ke-i ke-ii ke-iii ke-iv ke-v ke-vi jurnal / prosiding 7 7 7 9 6 5 buku teks 10 9 7 10 3 1 e-book 1 5 4 6 11 12 internet 19 12 6 2 0 0 arahan pembimbing 5 5 9 9 8 2 asumsi mahasiswa 0 3 6 3 9 14 lainnya 0 1 3 3 5 8 42 42 42 42 42 42 tabel 2 mahasiswa yang memanfaatkan arahan pembimbing dan asumsi mahasiswa sebagai sumber referensi (n=42) sumber referensi ke-i ke-ii ke-iii ke-iv ke-v ke-vi jurnal / prosiding 7 7 7 9 6 5 buku teks 10 9 7 10 3 1 e-book 1 5 4 6 11 12 internet 19 12 6 2 0 0 arahan pembimbing 5 5 9 9 8 2 asumsi mahasiswa 0 3 6 3 9 14 lainnya 0 1 3 3 5 8 42 42 42 42 42 42 evaluasi proses penelusuran… (nina nurdiani) 19 penerapan topik-tema oleh mahasiswa dalam perancangan arsitektur dari hasil survei terhadap mahasiswa kelas studio perancangan akhir dan mahasiswa tugas akhir di jurusan arsitektur, fakultas teknik, universitas bina nusantara (binus university) mengenai sejauh mana mahasiswa menerapkan topik-tema dalam perancangan arsitektur, didapat hasil bahwa mahasiswa yang menyatakan topik-tema sangat membantu dalam perancangan sekitar 24%; mahasiswa yang menyatakan topik-tema membantu dalam perancangan sekitar 40%; dan mahasiswa yang menyatakan topik-tema cukup membantu dalam perancangan sekitar 36%. hasil ini memberikan informasi bahwa hampir seluruh mahasiswa arsitektur dapat merasakan manfaat topik-tema yaitu membantu mereka menghasilkan karya desain yang memiliki keunikan. hasil survei juga menunjukkan bahwa setiap mahasiswa memiliki perbedaan dalam menggunakan topik-tema sebagai kunci pemikiran dan konsep-konsep yang akan mereka kembangkan. sebagian besar mahasiswa memanfaatkannya atau berupaya menerapkannya pada tahap perancangan yaitu sekitar 38%; sisanya mahasiswa memanfaatkan pada tahap perencanaan (programming) yaitu sekitar 31%; dan mahasiswa memanfaatkannya mulai tahap perencanaan (programming) sampai dengan tahap perancangan yaitu sekitar 31%. yang ideal adalah mahasiswa menggunakan topik-tema mulai saat perencanaan (penelusuran literatur, programming) sampai dengan tahap perancangan. sehingga topik-tema menjadi “jiwa” dalam karya desain mereka secara utuh dan komprehensif sejak awal sampai dengan akhir proses perencanaan dan perancangan arsitektur. penerapan topik-tema dalam perancangan arsitektur yang dilakukan mahasiswa menunjukkan keragaman penerapan. hal ini terjadi karena penerapan topik-tema tidak mudah diterapkan secara jelas (terlihat) dalam seluruh bagian dari suatu hasil rancangan. seperti yang dinyatakan oleh tjahjono (2000) bahwa topik atau tema sebetulnya selalu melekat dalam sebuah hasil karya perancangan arsitektur. namun, tidak semua perancangan mudah menampilkan tema secara jelas. mahasiswa menerapkan topik-tema dengan jelas dan menjadi menjadi dasar perancangan yang memberi jati diri atau perbedaan atau keunikan pada karya desain bangunan atau lingkungan yang dihasilkan oleh mahasiswa sebagai perancang, umumnya diterapkan pada denah (43%), kemudian pada tampak (fasade) bangunan (32%), lalu pada bentuk bangunan (12%), pada site plan (8%), pada denah unit (3%), dan pada struktur bangunan (2%). prosentase penerapan ini tidak berarti bahwa hal ini benar atau salah, tapi lebih bertujuan untuk melihat kemampuan mahasiswa menerapkan topiktema pada desain mereka berdasarkan pendapat mereka sendiri. hasil survei juga menunjukkan bahwa mahasiswa lebih mudah menerapkan topik-tema dalam denah (tata ruang), tampak (fasade) bangunan, dan bentuk bangunan. untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dalam foto-foto mengenai penerapan topik-tema pada karya rancangan mahasiswa secara visual melalui maket karya mahasiswa kelas studio perancangan akhir dan mahasiswa tugas akhir di jurusan arsitektur, fakultas teknik, universitas bina nusantara (gambar 1 dan 2). diskusi hasil survei yang menunjukkan bahwa mahasiswa arsitektur binus university mengetahui tentang riset arsitektur, memberikan gambaran kesiapan mahasiswa untuk melakukan proses penelitian dan meningkatkan keterampilan meneliti sebelum melakukan proses perancangan arsitektur. sehingga diharapkan karya mahasiswa arsitektur binus university akan lebih berkualitas dan dapat lebih dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 20 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 15-22 gambar 1. penerapan topik-tema oleh mahasiswa pada kelas studio perancangan arsitektur akhir (sumber: dokumentasi karya desain kelas studio perancangan arsitektur, 2011). gambar 2. penerapan topik-tema oleh mahasiswa pada kelas tugas akhir (sumber: dokumentasi karya desain tugas akhir, 2011). untuk lebih meningkatkan pemahaman dan keterampilan riset arsitektur secara mandiri yang mendukung proses perancangan arsitektur, perlu adanya latihan meneliti bagi mahasiswa sebelum memasuki masa tugas akhir. metode pembelajaran dan kurikulum di jurusan arsitektur ada baiknya dievaluasi kembali untuk melihat integrasinya antar mata kuliah sehingga dapat mendukung pelaksanaan perancangan arsitektur yang berbasis riset. latihan meneliti dapat dimulai pada mahasiswa tingkat 3 dan tingkat 4 yang sudah mendapatkan mata kuliah metode penelitian arsitektur. mahasiswa didorong untuk mulai melakukan penelusuran literatur secara benar dan melakukan penelitian sederhana terkait topik-tema yang diajukan untuk perancangan arsitektur. latihan meneliti untuk mendukung perancangan dapat mulai dilakukan pada mata kuliah seminar, studio perancangan arsitektur-5, studio perancangan arsitektur-6 atau studio perancangan arsitektur lanjut (berdasarkan peminatan mahasiswa). proses penelusuran literatur yang dilakukan mahasiswa arsitektur binus university saat ini lebih banyak menggunakan sumber referensi utama yang dicari melalui jaringan internet, setelah itu mereka mencari juga melalui buku teks. yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa mahasiswa arsitektur masih kurang menggunakan sumber-sumber referensi akurat (jurnal/prosiding; buku teks; ebook) sebagai prioritas utama mencari landasan teori dalam rangka menyusun konsep perancangan arsitektur terkait topik-tema. padahal untuk melakukan proses perancangan arsitektur, mahasiswa diharapkan bisa mengajukan atau memilih topik-tema secara mandiri, kemudian mahasiswa mencari dan menentukan permasalahan arsitektur yang ingin dicarikan solusinya terkait topik melalui tematema yang lebih spesifik berdasarkan hasil kajian literatur dan studi lapangan dari berbagai sumber referensi yang akurat, dilanjutkan dengan analisis terhadap obyek studi, dan diakhiri dengan pengajuan evaluasi proses penelusuran… (nina nurdiani) 21 konsep-konsep perancangan yang kreatif untuk diterapkan dalam perancangan. seperti yang dinyatakan oleh yuli (2010), perlu meningkatkan budaya meneliti di kalangan mahasiswa untuk menghasilkan ide-ide desain yang inovatif, kreatif dan terbaru dalam rangka mencari solusi terhadap permasalahan arsitektur yang berkembang saat ini. hal ini tidak mungkin bisa tercapai kalau penelusuran literatur sebagai dasar pemikiran mahasiswa tidak diambil dari sumber-sumber referensi yang akurat dan mutakhir. karenanya untuk tujuan menghasilkan karya desain yang kreatif, inovatif dan mutakhir, maka perlu upaya sosialisasi dan penekanan pada proses penelusuran literatur secara baik dan benar pada mahasiswa. minat mahasiswa yang cukup tinggi untuk browsing internet mencari literatur menunjukkan bahwa keingintahuan mahasiswa akan suatu topik-tema sebetulnya cukup tinggi, apalagi dengan dukungan fasilitas kampus binus university yang unggul dalam fasilitas terkait teknologi informasi. kondisi kampus binus university dengan keunggulannya tersebut mempengaruhi cara berpikir dan bekerja mahasiswa arsitektur binus university menjadi lebih senang dan memprioritaskan mencari sumber literatur dari internet. sehingga yang perlu ditingkatkan saat ini adalah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam memilih sumber referensi utama dan akurat. masih adanya mahasiswa yang memanfaatkan arahan pembimbing dan asumsi mahasiswa sebagai landasan teori, perlu diluruskan kembali. forum diskusi atau asistensi antara mahasiswa dengan dosen pembimbing bukan untuk mencari teori, akan tetapi untuk mendiskusikan hal-hal substantif yang perlu diperjelas dengan dosen sebagai fasilitator atau narasumber. gambaran umum hasil survei juga menunjukkan bahwa hampir seluruh mahasiswa arsitektur dapat merasakan manfaat topik-tema dalam membantu mereka menghasilkan karya desain yang memiliki keunikan, sehingga karya rancangan dapat mereka banggakan sebagai karya orisinal mereka. namun demikian, perlu peningkatan upaya untuk melatih mahasiswa dapat berpikir sistematis, runtut, dan konsisten dalam melakukan proses perencanaan dan perancangan arsitektur. idealnya, mahasiswa menjadikan topik-tema sebagai “jiwa” dari proses perencanaan dan perancangan arsitektur. benang merah penjelasan dan pembahasan terkait topik-tema harus terus terkait dan terbaca sejak mulai proses perencanaan sampai dengan berakhirnya proses perancangan. untuk meningkatkan keterampilan dalam mendesain arsitektur terkait topik-tema sehingga karya desain bisa lebih mudah terbaca topik-temanya, perlu latihan dan evaluasi bertahap mulai dari kelas studio perancangan arsitektur pada mahasiswa tingkat menengah sampai dengan mahasiswa tingkat akhir, dan diakhiri di kelas tugas akhir yang menyelesaikan proyek akhir. sehingga keterampilan tersebut akan semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu. penutup mahasiswa arsitektur binus university mengetahui tentang riset arsitektur. agar karya mahasiswa arsitektur lebih berkualitas dan dapat lebih dipertanggungjawabkan secara ilmiah, perlu peningkatan pemahaman dan keterampilan riset arsitektur secara mandiri yang dapat mendukung proses perancangan arsitektur berbasis riset yang menghasilkan ide-ide desain yang inovatif, kreatif dan terbaru dalam rangka mencari solusi terhadap permasalahan arsitektur yang berkembang saat ini. untuk itu perlu adanya latihan meneliti bagi mahasiswa sebelum memasuki masa tugas akhir. metode pembelajaran dan kurikulum di jurusan arsitektur agar diupayakan dapat mendukung pelaksanaan perancangan arsitektur yang berbasis riset. keberhasilan riset arsitektur juga didukung oleh cara penelusuran literatur secara baik dan benar, yaitu diambil dari sumber-sumber referensi yang akurat dan mutakhir. sejauh ini mahasiswa 22 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 15-22 arsitektur masih mengambil sumber referensi yang kurang akurat. untuk itu perlu upaya sosialisasi dan penekanan pada proses penelusuran literatur secara baik dan benar pada mahasiswa. penerapan topik-tema juga belum mudah terlihat jelas dalam rancangan yang dibuat oleh mahasiswa. mahasiswa perlu didorong untuk berupaya menjadikan topik-tema sebagai “jiwa” dari proses perencanaan dan perancangan arsitektur yang dilakukan mereka. benang merah penjelasan dan pembahasan terkait topik-tema harus terus terkait dan terbaca sejak mulai proses perencanaan sampai dengan berakhirnya proses perancangan. latihan dan evaluasi bertahap mulai dari kelas studio perancangan arsitektur pada mahasiswa tingkat menengah sampai mahasiswa tingkat akhir, dan diakhiri di kelas tugas akhir perlu ditingkatkan guna mencapai keberhasilan perancangan arsitektur berbasis riset arsitektur. daftar pustaka creswell, john w. (2003). research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (second edition). california: sage publication. tjahjono, gunawan. (2000). merancang dengan tema sebagai titik awal penyelesaian. kilas jurnal arsitektur ftui, 2 (1), 79-88. yuli, nensi golda. (2010). strategi penerapan kultur meneliti di kalangan mahasiswa tugas akhir pada jurusan arsitektur ftsp uii. prosiding seminar nasional metode riset dalam arsitektur: menuju pendidikan arsitektur berbasis riset, bali: udayana university press, 4-17 – 4-24. microsoft word 01.ar daryanto jendela hemat energi pada fasade rumah susun di jakarta ok.doc jendela hemat energi… (daryanto; firza utama s.) 1 jendela hemat energi pada fasade rumah susun di jakarta daryanto; firza utama s. architecture department, faculty of engineering, binus university jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 daryanto@binus.edu; firza.utama@binus.ac.id  abstract window is one of building components that is directly related to lighting and ventilation. currently a lot of vertical housings pay less attention to the design of energy-efficient windows. this study aims to find energy efficient windows that are applicable to vertical housing. surveys on some vertical housings in jakarta was conducted and environmental simulation programs using cfd and ecotect was used to explore and analyze the performance of windows for natural lighting and ventilation and further developing of energy efficient windows. the result showed that the jalousie windows mounted on the center of wall facing out and two louvers above the entrance and upperside of walls in the opposite side of rooms, combined with openings at the bottom of doors are able to create optimum cross ventilation. the resulted wind speed within the range of 0.15 to 0.12 m/s is enough to make comfortable air flow effect, and the average natural lighting of 200 lux is adequate for residential activity. keywords: vertical housing, energysaving window, lighting, ventilation abstrak jendela merupakan salah satu komponen bangunan yang berhubungan langsung dengan aspek pencahayaan dan penghawaan. dalam kondisi sekarang banyak rumah susun kurang memperhatikan rancangan jendela hemat energi. penelitian ini bertujuan untuk menemukan jendela hemat energi untuk rumah susun. kajian pada beberapa jendela rusun di jakarta dan simulasi program cfd (computational fluid dynamics)serta ecotech digunakan untuk menggali, menganalisis serta mengembangkan kinerja jendela untuk memperoleh penghawaan dan pencahayaan alami yang memanfaatkan potensi iklim secara optimal. hasil penelitian menunjukkan bahwa jendela nako pada bagian tengah dinding yang menghadap keluar dan dua kisikisi di atas pintu masuk dan di atas dinding ruangan yang berseberangan yang dikombinasikan dengan rongga di bagian bawah pintu mampu menggerakkan ventilasi silang di area hunian. kecepatan angin yang dihasilkan pada kisaran 0,15 sampai 1,2 m/s cukup untuk memperoleh efek sejuk dan penerangan alami rata-rata 200 lux layak untuk penerangan aktivitas hunian. kata kunci: rumah susun, jendela hemat energi, pencahayaan, penghawaan 2 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 1-7 pendahuluan pertambahan penduduk di kota-kota besar terus meningkat, sementara keterbatasan lahan yang ada mengarah kepada fasilitas hunian masal yang disusun secara vertikal (aswito, 2004). kebijakan dan rencana strategis pembangunan rumah susun di kawasan perkotaan tahun 2007-2011 menyebutkan bahwa berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional 2004 badan pusat statistik (bps), menyebutkan bahwa terdapat 55 juta keluarga dari jumlah penduduk indonesia sebesar 217,1 juta jiwa. sebanyak 5,9 juta keluarga belum memiliki rumah. sementara setiap tahun terjadi penambahan kebutuhan rumah akibat penambahan keluarga baru rata-rata sekitar 820.000 unit rumah (www.kemenpera.go.id/). jendela menjadi masalah pada rumah susun, masih kurang memperhatikan kenyamanan termal dan visual terkait kondisi iklim tropis yang panas dan lembab (daryanto, 2007). dari pengamatan yang telah dilakukan, banyak penghuni yang merasa kurang nyaman termal dan mempergunakan system pengkondisian buatan (ac) sehingga akan berdampak terhadap energi yang dikonsumsi.hal ini tentu kurang sesuai dengan tujuan semula dalam membangun rumah susun yang dihuni oleh masyarakat berpenghasilan menengah kebawah, sehingga desain harus dibuat dengan mempertimbangkan aspek penghematan energi.rumah susun merupakan kelompok gedung bertingkat tinggi dengan kecepatan angin dan cahaya alami perlu pengendalian secara khusus. sedangkan salah satu kunci penting dalam penghematan energi pada gedung bertingkat tinggi adalah sistim kenyamanan termal akibat radiasi matahari dan pengendalian angin melalui rancangan aktif dan pasif (karyono, 2004). untuk mengatasi masalah kenyamanan termal dan visual ini, umumnya masyarakat penghuni rumah susun melengkapinya dengan sistem pengkondisian buatan, sedangkan ac mengkonsumsi energi listrik yang cukup besar. rendahnya daya beli masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak merupakan kendala utama dalam pemanfaatan energi alternatif dalam rumah susun, sehingga penghematan energi merupakan upaya yang harus dilakukan dalam mengurangi konsumsi energi. rencana dibangunnya 1000 tower rumah susun di indonesia akan berdampak terhadap peningkatan kebutuhan energi listrik yang sangat besar. oleh karena itu penghematan energi dalam perancangan jendela pada rumah susun perlu memperoleh perhatian sangat serius. penghematan energi melalui perancangan bangunan mengarah pada aspek penghawaan buatan dan penerangan ruang, maupun peralatan listrik rumah tangga. pada bangunan perumahan, porsi terbesar dari penggunaan energi adalah pengendalian faktor iklim, sehingga kualitas kenyamanan termal dan visual menjadi pertimbangan utama (daryanto,2007). arsitektur sadar energi memadukan antara kebutuhan dan kenyamanan dalam tatanan arsitektur yang baik sehingga mempunyai nilai tambah yang diharapkan. selubung bangunan mempunyai peran penting dalam penghematan energy untuk antisipasi perambatan panas dan pemanfaatan cahaya alami untuk penerangan ruang (priatman, 2007). agar bangunan dapat berperan dengan baik sebagai pengendali lingkungan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ken yeang dalam bukunya the green skyscraper (yeang, 1999) terdapat beberapa parameter yang menjadi konsep dasar desain sadar energy, di antaranya: (1) kenyamanan termal – bangunan harus dapat mengontrol perolehan sinar matahari sesuai dengan kebutuhannya. jika berada pada iklim dingin, bangunan harus mampu menerima radiasi matahari yang cukup untuk pemanasan, sedangkan untuk bengunan yang berada pada iklim panas, harus mampu mencegah radiasi matahari secukupnya untuk pendinginan; (2) kenyamanan visual – bangunan harus mampu mengontrol perolehan cahaya matahari sesuai dengan keperluannya; (3) pengendalian lingkungan pasif – kontrol dilakukan untuk mencapai kenyamanan termal maupun visual dengan memanfaatkan seluruh potensi iklim setempat yang dikendalikan dengan elemen-elemen bangunan jendela hemat energi… (daryanto; firza utama s.) 3 (atap, dinding, lantai, pintu, jendela, aksesori, lansekap) yang dirancang tanpa menggunakan energy listrik; (4) pengendalian lingkungan aktif – kontrol dilakukan untuk mencapai kenyamanan termal dan visual dengan memanfaatkan potensi iklim yang ada dan dirancang dengan bantuan teknologi maupun instrument yang mengggunakan energi listrik; (5) pengendalian lingkungan hybrid untuk mencapai kenyamanan termal mauoun visual dengan kombinasi pasif dan aktif untuk memperoleh kinerja bangunan yang maksimal. aplikasi dalam kasus bangunan rumah susun, kondominium 28 lantai hemat energi pada idaman residence, kuala lumpur, malaysia: (1) memberikan penekanan terhadap elemen penghijauan didalam dan disekeliling bangunan; (2) menyediakan banyak bukaan, ruang tangga dan lobby lift yang menggunakan ventilasi alami, ventilasi silang dan pencahayaan alami; (3) menggunakan tabir matahari pada fasade dan pada bagian bukaan lainnya, agar suhu tidak terlalu panas pada waktu sore; (4) pemasangan lansekap pada belkon, teras; (5) pemanfaatan air daur ulang hujan untuk menjaga udara relatif nyaman; (6) jendela-jendela diposisikan untuk memaksimalkan ventilasi silang, cahaya siang, dan pemandangan; (7) sistem spray mist (semprot kabut pada roof top untuk mendinginkan dan membersihkan udara. aplikasi konsep hemat enrgi pada symhouse, kolkata, india, arsitek: piercy conner architects, bangunan apartment 5 lapis berkonsep rumah sustainable yang menggunakan bahan-bahan yang mudah didaur ulang. symhouse merupakan rumah susun yang dibangun gengan material pabrikasi dan menggunakan tenaga ahli lokal untuk mengurangi biaya pembangunan. material bangunan yang digunakan adalah rangka baja dengan plat beton prefab. material baja memang mempunyai energy content yang tinggi, tapi tingkat recycleability-nya tinggi. rusun yang berada pada iklim panas lembab ini memiliki rasio jendela yang fleksible sesuai dengan kebutuhan kenyamanan pada musim panas dan dingin.selubung bangunan berupa tirai besi lipat perforasi, dirancang dengan iklim setempat. terdapat sepuluh tipe desain tirai berbeda menurun analisis lintasan matahari setempat yang menjamin penetrasi penerangan alami dan sirkulasi alami ke semua ruang dalam. pada bagian atap terdapat taman yang berfungsi untuk menjaga kelembaban dan kebersihan udara. metode penelitian ini dilakukan di jakarta, dengan melakukan pengamatan dan pengukuran lapangan dan perhitungan model simulasi. pengamatan lapangan pada tiga rusun: kemayoran, benhil dan petamburan, untuk dianalisis dari aspek kenyamanan termal dan visual. pengamatan dilakukan dengan mengukur temperatur luar dan dalam bangunan, kelembaban, aliran angin dan kuat cahaya alami, mengukur lebar, panjang dan tinggi ruang, orientasi ruang dan luas jendela. alat ukur yang digunakan adalah: thermometer, hygrometer, anemometer, hot wire anemometer dan luxmeter, dilakukan untuk mendapatkan gambaran prediksi sejauh mana kondisi temperatur, kelembaban, kecepatan angin di dalam unit rusun selama setahun.pengukuran dilakukan pada beberapa rusun sampel selama tiga minggu, pada dua unit hunian di lantai tiga dan empat, untuk dipetakan dan dianalisis. simulasi mempergunakan bantuan program computer cfd dan ecotech, dengan kondisi ruang yang dijadikan sebagai model, yaitu ruang unit rusun dengan ukuran 4 x 3 tinggi 2,7 mirip kondisi lapangan unut rusun kemayoran. hasil pengukuran lapangan, berupa temperatur rata-rata luar dan dalam, yang dianggap mewakili bulan pengamatan tersebut. hasil pengamatan lapangan hanya menunjukkan data selama tiga minggu. pengukuran tersebut tidak dapat memprediksi temperatur selama setahun.untuk memprediksi temperatur luar dan dalam selama setahun perlu dilakukan dengan simulasi. program 4 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 1-7 komputer ecotech akan menghitung temperatur/jam dalam setahun baik untuk aliran angin dan cahaya alami yang masuk ke dalam ruang. hasil pengukuran lapangan pada bulan tertentu menjadi masukan bagi perhitungan dengan simulasi. dari kedua data tersebut dapat dianalisis pengaruh termal dan cahaya tersebut terhadap kenyamanan ruang, sehinggga akan dapat disimpulkan, bahwa jenis jendela mana dari kedua variabel tersebut yang mempunyai pengaruh panas yang lebih sedikit dari jendela lainnya. analisis dari datadata tersebut banyak berupa grafik-grafik, yang memudahkan untuk membandingkan antara variabel yang satu dengan yang lainnya. hasil penelitian adalah rekomendasi untuk membangun model jendela yang dapat dipergunakan sebagai jendela rumah susun sesuai dengan iklim di jakarta. model jendela yang dikembangkan dari hasil penelitian ini dipergunalan untuk simulasi cfd, guna mengetahui prediksi aliran udara dan intensitas cahaya di dalam unit rumah susun.hasil tersebut dianalisis berdasarkan kriteria-kriteria yang dibuat untuk menyaring potensi dan masalah dari masing-masing variabel. hasil dan pembahasan posisi dan bidang bukaan dari hasil evaluasi desain jendela pada rumah susun yang telah diobservasi, luasnya rata-rata telah mencukupi berkisar 20%, sedangkan untuk fungsi mengalirkan udara. maka dari itu, sistem bukaan yang terbaik adalah jendela kaca nako, karena dapat ditutup dan dibuka semaksimal mungkin. peletakan jendela yang baik adalah posisi di tengah sisi fasade untuk udara masuk dan perlu ditambahkan lubang ventilasi pada dinding seberang, yang dimaksudkan agar aliran udara dan masuknya cahaya dapat masuk seoptimal mungkin. bukaan jendela kaca nako memiliki kelebihan dalam pengaturan aliran udara sesuai dengan kodisi yang dikehendaki penghuni dan mudah dalam perawatan.sedang untuk jendela kaca nako pada lantai dasar perlu ditambahkan factor keamanan. dari ketiga tipe rumah susun, denah rusun kemayoran lebih mudah mengalirkan angin sehingga struktur bangunan menjadi lebih sejuk, yang kemudian berpengaruh terhadap temperatur di dalam ruang. material jendela dari segi kualitas, material jendela kosen kayu yang dipergunakan oleh rusun petamburan dan benhil memiliki daya tahan kurang lama untuk digunakan pada gedung bertingkat di daerah tropis lembab meskipun dari segi harga lebih murah dibandingkan dengan material kosen aluminium pada rumah susun kemayoran. bahan aluminium harganya relatif mahal, tapi jika dibuat secara masal dan untuk kepentingan dalam jangka panjang akan relatif murah. pelindung jendela (tritisan) untuk mengurangi penetrasi panas matahari, jendela perlu pelindung (tritisan), yang menghadap ke timur dan barat, menggunakan pelindung horizontal, sedangkan untuk yang menghadap ke utara dan selatan menggunakan pelindung vertikal. di samping melidungi radiasi matahari, tritisan juga bergungsi untuk melindungi jendela dari pengaruh hujan. orientasi bangunan orientasi bangunan rumah susun yang memanjang kearah timurke barat lebih sedikit menerima pengaruh panas pada fasade jika dibandingkan dengan bangunan yang berorientasi utara jendela hemat energi… (daryanto; firza utama s.) 5 selatan. unit hunian rusun berderet tanpa rongga seperti pada rusun petamburan dan benhil mengalirkan udara kurang maksimal. hal ini terlihat dari hasil pengukuran lapangan yang memperlihatkan hasil pengukuran aliran angin yang berpengaruh terhadap suhu lebih sejuk. temuan hasil survei tabel 1 di bawah ini memuat hasil temuan dari survei yang dilakukan di rumah susun bendungan hilir. tabel 1 temuan dari survei di rumah susun bendungan hilir luas unit kamar 24 m2 luas & letak jendela cukup (20 % dari luas lantai) material daun jendela tolak kaca bening dengan kosen dan rangka kayu, letaknya di tengah dengan pelindung tritisan, cahaya alami merata, perawatan kaca sisi luar yang berdebu mengganggu kebersihan jendela dan masuknya cahaya alami desain tata ruang sederhana, yang memudahkan masuk cahaya alami dan sirkulasi udara cukup baik area sirkulasi cukup luas untuk sosialisasi (double loaded corridor). terdapat penyekat ruang/furnitur yang mengganggu sirkulasi udara alami dan cahaya alami suasana lingkungan banyak pohon rindang sehingga suasana tidak terlalu panas, jendela yang terhalang pohon, unit ruang hunian kurang memperoleh cahaya alami. penempatan area service ( dapur dan kamar mandi) diletakkan sejajar dengan zona unit hunian, sehingga mempermudah perawatan. area lorong yang relative cukup lebar sangat bermanfaat bagi penghuni untuk sosialisasi, khususnya pada siang hari, penerangan alami cukup terang dan sirkulasi udara mengalir dengan baik pemeliharaan gedung secara menyeluruh kurang dikelola dengan baik tabel 2 di bawah ini memuat perbandingan hasil pengukuran lapangan dari kondisi jendela tabel 2 hasil pengukuran intensitas cahaya alami, aliran udara dan kelembaban cahaya suhu kelembaban rusun petamburan cukup baik, pengaruh penyekat ruang ruang yang menghambat masuknya cahaya ( 100 lux) relative tinggi , karena pengaruh desain bukaan jendela tolak, blok bangunan dan memanjang (29-34)oc relatif tinggi, bukaan jendela tidak bisa optimal (> 60%) rusun kemayoran luas jendela dan perletakkannya, tanpa adanya penyekat, cahaya alami lebih lelasa menerangi ruang. ( 200 lux) penataan ruang dan kondisi lingkungan dan luas serta letak jendela, berakibat suhu cukup sejuk (27-30)oc aliran angin dan penghilauan, berdampak terhadap kelembaban antara (40-60) % rusun bendungan hilir posisi jendela ditengah dari dua sisi, cahaya alami masuk cukup baik, namun untuk daerah servis kurang terang.(180 lux) kondisi udara didalam ruangan berkisar 30 o c, yang diakibatkan oleh terhambatnya aliran udara diantara dua sisi jendela tolak. kelembaban udara berkisar > 60%, akibat desain bukaan jendela tolak yang tidak bisa terbuka secara maksimal 6 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 1-7 dari studi banding hasil evaluasi terhadap ketiga rumah susun, rumah susun kemayoran adalah model yang dipilih untuk melakukan eksperimen dengan model jendela nako, tolak jungkit poros horizontal dan jendela putar-poros vertical, menggunakan simulasi ecotect &winair. gambar 1 adalah model yang dibuat, dan gambar 2 adalah simulasi pergerakan udaranya. gambar 1. model ruang dengan perletakan posisi jendela yang ideal. pergerakan udara pada model jendela nako dengan posisi ditengah ruang dan penggunaan 2 jalusi pada samping kiri dan kanan. gambar 2. simulasi pergerakan udara pada model jendela nako dengan posisi ditengah ruang dan penggunaan 2 jalusi pada samping kiri dan kanan (atas: flow vector, bawah: air flow rate). penutup kesimpulan jendela sebagai salah satu komponen dari selubung bangunan mempunyai peran penting dalam mengendalikan energi terkait sistem pencahayaan dan penghawaan. beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam merancang jendela antara lain: luas bidang bukaan (jendela kaca), posisi atau letaknya pada fasade, perlunya bidang pelindung/tritisan, flexibilitas bukaan untuk memberikan aliran udara dapat diatur sesuai kebutuhan, serta material kerangka kosen. aluminium atau upvc merupakan material yang baik untuk kosen pada jendela rumah susun. walaupun harga relatif mahal, masa penggunaannya bisa ratusan tahun. mengingat kondisi di indonesia beriklim tropis lembab, pemilihan material jendela pada bangunan bertingkat perlu dipertimbangkan keawetannya. dengan pembuatan secara massal, penekanan harga kosen aluminium atau upvc dapat menjadi argumentasi dipilihnya material tersebut. semakin besar kebutuhan rumah susun mengakibatkan meningkatnya permintaan energi listrik yang sangat besar (18 %/tahun), sedangkan perencanaan pemerintah untuk peningkatan kebutuhan listrik hanya 13%/tahun. sehingga pada suatu saat biaya pengadaan listrik akan menjadi mahal, karena kebutuhan listrik semakin besar dan pemerintah tidak akan sanggup lagi mensubsidi, jendela hemat energi… (daryanto; firza utama s.) 7 apa lagi dengan menipisnya cadangan minyak bumi dan indonesia menjadi pengimpor minyak. melihat kenyataan tersebut sudah saatnya seluruh komponen bangsa untuk memikirkan konservasi energi dengan pendekatan multidisiplin di era globalisasi. hanya bangsa dan negara yang memikirkan dan mengusahakan konservasi energi yang akan dapat survive dalam berkompetisi di era global. kriteria hemat energi merupakan tantangan bagi para arsitek/perancang bangunan untuk berimprovisasi dalam mewujudkan karya arsitektur yang inovatif. pengembangan model jendela alternatif yang hemat energi perlu dilanjutkan. mengingat persediaan energi yang cenderung menipis, konsep hemat energi perlu menjadi kriteria penting dalam perancangan rumah susun pada khusunya dan seluruh gedung pada umumnya. bangunan yang tidak tanggap terhadap energi pada saatnya akan ditinggalkan karena bangunan akan terlalu mahal untuk digunakan. saran sudah waktunya arsitek memikirkan rancangan rumah susun yang hemat energi, tidak hanya dari aspek jendela dengan desain pasif, tapi juga dari desain model jendela aktif dan dari aspek bangunan lainnya.teknis pemecahan rancangan bangunan hemat energi di indonesia berbeda dengan dengan kawasan subtropis. hal ini penting untuk disadari oleh para arsitek agar dalam mengadopsi bentuk dari konsep rancangan arsitektur dari negeri barat (yang umumnya beriklim subtropis) tidak terjebak pada kekliruan yang mendasar. hal ini dapat dilihat dari ukuran dan bentuk yang seragam pada semua sisi bangunan, sedangkan pada setiap sisi bangunan menerima intensitas dan radiasi sinar matahari yang berbedabeda. melalui kajian pada jendela pada rumah susun yang ada dan simulasi model jendela, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan model jendela yang hemat energi, dalam hal ini akan dihasilkan bentuk dan ukuran terbaik secara spesifik pada sisi bangunan dan posisinya dalam ketinggian bangunan. model yang dihasilkan dari penelitian ini kemudian dapat digunakan sebagai acuan bagi banyak pihak dalam merancang jendela dan tabir matahari pada rumah susun di indonesia. daftar pustaka daryanto. (2007). konsep selubung ganda pada rumah susun hemat energy. lokakarya iii, pengembangan teknologi hemat energi pada rumah susun di indonesia, unika parahyanganbandung. karyono, t. h. (31 oktober 2004). bangunan hemat energi: rancangan pasif dan aktif. jakarta: kompas. priatman, jimmy. (2007). perancangan selubung bangunan yang hemat energy. dimensi, 19. yeang, ken (1999). the green skyscrapers: toward a vertical theory of urban design for asian cities. kuala lumpur: t.r hamzah & yeang sdn bhd. microsoft word 03_si_trisna febriana_pengaruh kualitas-hs.docx     pengaruh kualitas pelayanan.… (trisna febriana) 185  pengaruh kualitas pelayanan dan budaya organisasi terhadap ketepatan investigasi incident management di pusintek kementerian keuangan ri trisna febriana1 1information systems department, school of information systems, binus university jl.kh.syahdan no.9 kemanggisan palmerah jakarta indonesia trisna.febriana@gmail.com  abstract the purpose of this research is to verify and estimate the correlation of quality service, that consist of tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, and organizational culture, that consist of power distance index (pdi), individualism index, masculinity index, uncertainty avoidance index (uai) against incident management’s accuracy of inconvenience investigation, to identify dominant indicator of quality service variable and to identify dominant indicator of organizational culture variable. this research use a quantitative descriptive approaching with the questioner as a primary data and literature comparation as a secondary data, and is a non-experimentally research. the model is developed, in this research is consist of two hypotheses that are examined by the structural equation model (sem) method using lisrel 8.80 as an analysis tool. the sample that is used in this research is to the tune of 287 respondents from the ministry of finance with random sampling technique. the result of this research, based on fit model, obtain that all of the tvalue indicator of exogen variable are greater than ttable (n=287; α=0.05) as much as 1.97. in conclusion, this research is clearly state that h0 is reected and h1 is accepted, which means there is a significant correlation between quality service and organizational culture against investigation accuracy simultaneously. (tf). keywords: quality service, organizational culture, investigation accuracy, sem, ministry of finance abstrak tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan mengestimasi secara simultan hubungan kualitas pelayanan yang terdiri dari: tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy dan budaya organisasi yang terdiri dari power distance index (pdi), individualism index, mascullinity index, uncertainty avoidance index (uai) terhadap ketepatan investigasi gangguan incident management, (2) untuk mengetahui indikator yang dominan penyusun variable kualitas pelayanan, (3) untuk mengetahui indikator yang dominan penyusun variable budaya organisasi. penelitian ini adalah penelitian non experimental dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai data primer dan perbandingan literatur sebagai data sekunder. model yang dikembangkan dalam penelitian ini terdiri dari dua hipotesis yang diuji dengan menggunakan metode the structural equation model (sem) dari paket lisrel 8.80 sebagai alat analisis. sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 287 responden di lingkungan kementerian keuangan dengan teknik pengambilan sampel secara acak. hasil penelitian berdasarkan model fit didapatkan thitung semua indikator dari variabel eksogen sudah lebih besar nilainya dari ttabel (n=287; α=0.05) sebesar 1.97. dapat disimpulkan bahwa h0 ditolak dan h1 diterima, yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan dan budaya organisasi secara simultan terhadap ketepatan investigasi.(tf). kata kunci: kualitas pelayanan, budaya organisasi, ketepatan investigasi, sem, kemenkeu 186 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 185-197  pendahuluan dalam pemerintahan, jasa merupakan salah satu produk utama yang dihasilkan, sehingga harus dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi konsumennya. seperti yang diungkapkan oleh tjiptono (2001) di tengah kondisi persaingan pada sektor jasa yang semakin meningkat, mengharuskan perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada konsumen. salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenangkan persaingan tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan. kualitas pelayanan menjadi ukuran seberapa baik tingkat pelayanan yang diberikan sehingga sesuai dengan harapan pelanggan. menjalin hubungan baik dan melakukan berbagai macam survei atau penelitian merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas pelayanan dari suatu instansi pemerintahan. menurut parasuraman et. al. (1998) dimensi kualitas pelayanan dibagi menjadi lima, yaitu: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. untuk itu seluruh instansi pemerintahan ingin dapat memberikan pelayanan dan informasi yang terbaik bagi para user dan kemudian berdampak bagi masyarakat. begitu pula yang terjadi di kementerian keuangan republik indonesia yang memiliki divisi pusintek (pusat informasi teknologi dan komunikasi keuangan) yang bertugas untuk memberikan pelayanan it yang terbaik untuk user-nya. pusintek telah memiliki itsm dengan menggunakan kerangka kerja itil sebagai guindance. itsm merupakan suatu set kemampuan khusus perusahaan yang dilakukan untuk memberikan sesuatu yang bernilai kepada pelanggan dalam bentuk pelayanan. kemampuan perusahaan ini dipengaruhi oleh kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh pelanggan, sedangkan itil merupakan sebuah pendekatan terhadap itsm yang paling banyak diterima didunia. itil merupakan best practice kerangka kerja yang terpadu yang didapat dari perusahaan publik maupun perusahaan internasional. hal tersebut salah satu yang mendorong pihak pusintek kementerian keuangan ri untuk menggunakan itil sebagai kerangka kerja dalam itsm agar dapat memberikan pelayanan it yang maksimal bagi para user. di pusintek yang telah menerapkan itil sejak tahun 2005 pastilah berharap dapat memperbaiki kualitas pelayanannya dan dapat memberikan kualitas pelayanan yang terbaik untuk para user, namun demikian tetap tidak terlepas dari masalah-masalah teknis dan non teknis. salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan adalah sumber daya manusia, sebab penerapan teknologi yang canggih dan sistem yang handal dalam suatu organisasi pada akhirnya karyawan dalam organisasi tersebut yang akan menjalankannya. keberanian menerapkan itil sebagai kerangka kerja untuk membantu dalam menyelesaikan dan memberikan keputusan pelayanan padaitsm yang ada di pusintek, tentunya hal tersebut sebagai pertimbangan besar agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik. namun, dengan hanya menerapkan kerangka kerja yang terbaik tidak cukup, namun harus didukung dengan karyawan yang memiliki skill yang terbaik, serta budaya organisasi yang mendukung sangat berpengaruh besar dalam menjalankan itsm di pusintek. berdasarkan latar belakang di atas, maka muncul pertanyaan apalah kualitas pelayanan dan budaya organisasi tersebut dapat menjamin ketepatan dalam investigasi gangguan pada itsm yang dilakukan pihak pengelola itil di pusintek khususnya di bagian incident management yang bertindak sebagai pihak yang menyelesaikan gangguan agar bisnis user dapat terus berjalan normal dengan gangguan seminim mungkin. sebagai rumusan masalah, dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy dan budaya organisasi yang terdiri dari: power distance index (pdi), individualism index, mascullinity index, uncertainty avoidance index (uai) terhadap ketepatan investigasi gangguan incident management pada itsm di pusintek kementerian keuangan ri yang dalam hal ini prosesnya menggunakan itil sebagai guidance.     pengaruh kualitas pelayanan.… (trisna febriana) 187  adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu: (1) untuk menguji dan mengestimasi secara simultan hubungan antara kualitas pelayanan yang terdiri dari (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy) dan budaya organisasi (power distance index pdi), individualism index, mascullinity index, uncertainty avoidance index (uai)) terhadap ketepatan investigasi gangguan incident management pada it service management di pusintek kementerian keuangan ri. (2) untuk mengetahui pengaruh variabel yang dominan dari kualitas pelayanan (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy) terhadap ketepatan investigasi gangguan incident management pada it service management di pusintek kementerian keuangan ri. (3) untuk mengatahui pengaruh variabel yang dominan dari budaya organisasi (power distance index (pdi), individualism index, mascullinity index, uncertainty avoidance index (uai)) terhadap ketepatan investigasi gangguan incident management pada it service management di pusintek kementerian keuangan ri. metode sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur, meneliti dan menganalisis sejauh mana pengaruh kualitas pelayanan dan budaya organisasi terhadap ketepatan investigasi gangguan incident management pada it service management di pusintek kementerian keuangan ri yang kini menggunakan kerangka kerja itil. penelitian ini merupakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai data primer dan perbandingan literatursebagai data sekunder. penelitian ini merupakan penelitian nonexperimental yang akan mengukur, meneliti dan menganalisis tentang pengaruh kualitas pelayanan dan budaya organisasi terhadap ketepatan investigasi gangguan incident management pada it service management yang kini sudah menggunakan kerangka kerja itil di pusintek kementerian keuangan ri. model yang dikembangkan dalam penelitian ini terdiri dari dua hipotesis yang diuji dengan menggunakan metode structural equation model (sem) dari paket lisrel 8.80 sebagai alat analisisnya. pengukuran dilakukan dengan menggunakan teori servqual (service quality) yang dirumuskan oleh parasuraman (1998) dilihat dari lima dimensi kualitas pelayanan (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) dengan cara menyebarkan kuesioner kepada user itil serta menganalisis data dari jumlah calluser, service request dan penanganan masalah yang terjadi dalam beberapa bulan bulan terakhir. sifat penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatoring research), yaitu penelitian yang bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan sifat suatu keadaan yang sedang berlangsung pada saat penelitian dilakukan dan memeriksa sebab-sebab yang muncul. masalah penelitian yang akan dibahas meliputi pusintek kementerian keuangan ri telah menggunakan kerangka kerja itil sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada it service management, namun dalam prosesnya masih dijalankan oleh manusia yang memiliki perbedaan pemikiran, perasaan dan tindakan yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar maka budaya organisasi juga merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan. penelitian memiliki variabel eksogen dan variabel endogen dimana variabel eksogen yaitu kualitas pelayanan (x) dengan dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy dan budaya organisasi (x) dengan dimensi power distance index (pdi), individualism index, mascullinity index, uncertainty avoidance index (uai) serta variabel endogen yaitu ketepatan investigasi (y). populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan sekretariat jenderal kementerian keuangan ri. teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu, random sampling yaitu pengambilan sampel responden diambil acak dari populasi yang sudah ditentukan. 188 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 185-197  teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai data primer dan study literature sebagai data sekunder. kuesioner dibagi menjadi tiga bagian, bagian pertama kuesioner mengadaptasi dari kuesioner asli metode servqual rumusan parasuraman (1998), bagian kedua berisi pertanyaan dari indikator budaya organisasi yang mengadaptasi dari survey ibm (hofstede: 2010) dan bagian terakhir berisi dari indikator ketepatan investigasi gangguan. skala yang digunakan adalah skala likert dengan skor: 1, sangat tidak setuju, 2, tidak setuju, 3, netral, 4, setuju, 5, sangat setuju. variabel penelitian penelitian memiliki variabel eksogen dan variabel endogen. variable eksogen yaitu pertama, kualitas pelayanan (x) dengan dimensi tangibles (x1), reliability (x2), responsiveness (x3), assurance (x4) dan empathy (x5). kedua, budaya organisasi (x) dengan dimensi power distance index (pdi) (x6), individualism index (x7), mascullinity index (x8) dan uncertainty avoidance index (uai) (x9). sementara, variabel endogen yaitu ketepatan investigasi (y). pada penelitian ini dilakukan uji validitas menunjukkan suatu ukuran tingkat validitas atau ketepatan suatu instrumen. suatu instrumen yang valid mempunyai validitas tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. uji validitas dilakukan dengan menggunakan korelasi pearson. pengujian validitas tiap butir digunakan analisis item, yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total, yang merupakan jumlah skor tiap butir. serta dilakukan uji reabilitas berguna untuk menetapkan instrumen yang dalam hal ini kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali, paling tidak oleh responden yang sama akan menghasilkan data yang konsisten. dengan kata lain, reabilitas instrumen merincikan tingkat konsistensi. nilai koefisien reabilitas yang baik adalah diatas 0.7 (cukup baik), diatas 0.8 (baik). model analisis data pada penelitian ini dengan menganalisis hubungan antar variabel secara keseluruhan. model yang dikembangkan dalam penelitian ini terdiri dari dua hipotesis yang diuji dengan menggunakan metode structural equation model (sem) dari paket lisrel 8.80 sebagai alat analisisnya. model pengukuran yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel laten secara keseluruhan yang terdiri dari measurement model dan structural model, dengan menggunakan persamaan: persamaan untuk model struktural η = γξ + βη + ζ persamaan untuk model pengukuran untuk konstruk eksogen untuk konstruk endogen x = λ(x)ξ + δ y = λ(y)η + ε keterangan: η = menyatakan variabel endogen terdiri dari: η1 = variabel y1, η2 = variabel y2, dan η1 = variabel y3 ξ1 = adalah variabel laten eksogen: variabel x γ = (γ11 , γ21, γ31 ) = adalah matrik yang elemen-elemennya adalah koefisien jalur dari variabel eksogen ke variabel endogen: dari ξ1 ke ε1 sebesar γ11 dan dari ξ1 ke ε2 sebesar γ21 serta dari ξ1 ke ε3 sebesar γ31     pengaruh kualitas pelayanan.… (trisna febriana) 189  β = (β21 , β31 , β32 ) = adalah matrik yang elemen-elemennya adalah koefisien jalur dari variabel endogen ke variabel endogen: dari ε1 ke ε2 sebesar β21 dan dari ε1 ke ε3 sebesar β31 serta dari ε2 ke ε3 sebesar β32 λ(x) = adalah matrik yang elemen-elemennya adalah koefisien korelasi dari indikatorindikator variabel eksogen λ(y) = adalah matrik yang elemen-elemennya adalah koefisien korelasi dari indikatorindikator variabel endogen x = (x1, x2 dan x3) adalah indikator-indikator untuk variabel eksogen y= (y1, y2......y15) = adalah indikator-indikator untuk variabel endogen ζ = menyatakan kekeliruan prediksi terhadap variabel endogen δ = menyatakan kekeliruan prediksi terhadap indikator-indikator variabel eksogen ε = menyatakan kekeliruan prediksi terhadap indikator-indikator variabel endogen penelitian sejenis dilakukan oleh rahmulyo (2008) yang ditujukan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dengan menggunakan variabel dimensi kualitas jasa yang terdiri dari: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy. hipotesis yang dikembangkan pada penelitian ini adalah h0: tidak ada pengaruh signifikan antara dimensi kualitas pelayanan tanagibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy terhadap kepuasan pasien/pelanggan puskesmas depok i sleman. ha: ada pengaruh signifikan antara dimensi kualitas pelayanan tanagibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy terhadap kepuasan pasien/pelanggan puskesmas depok i sleman. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dengan dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien puskesmas depok i sleman sebesar 46.4%. penelitian lain yang sejenis dilakukan oleh mannulang (2008) bertujuan untuk mencari pengaruh kualitas pelayanan dengan dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assrurance, empathy secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pelanggan jasa penerbangan garuda indonesia airlines di bandara polonia medan. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang dilihat dari lima dimensi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan jasa penerbangan pt.garuda indonesia airlines di bandara polonia medan secara simultan maupun parsial, dimana variabel yang dominan berpengaruh secara signifikan adalah reliability hasil dan pembahasan berdasarkan pengujian instrumen yang dilakukan, diperoleh koefisien korelasi pada semua pertanyaan lebih besar dari dari r-table dengan nilai 0.116 (df = 287; α=0.05), sehingga dapat dinyatakan valid. hasil pengujian reabilitas diperoleh koefisien cronbach’s alpha lebih dari 0.7 pada semua dimensi, sehingga dapat dinyatakan reliable dan layak untuk digunakan. uji validitas dilakukan untuk mengetahui ketepatan instrumen dengan menggunakan metode korelasi pearson dengan software spss 17. pengujian validitas ini digunakan untuk mengkorelasikan skor setiap butir dengan skor total, dimana jumlah sampel yang digunakan adalah 287 responden. uji reabilitas digunakan untuk menetapkan bahwa kuesioner konsisten dan dapat digunakan lebih dari satu kali. perhitungan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis cronbach’s alpha, dimana nilai koefisien reabilitas yang baik jika alpha hitung lebih besar dari 0.7 (cukup baik) dan lebih besar dari 0.80 (baik).hasil uji reabilitas yang dihitung dengan menggunakan software spss 17 menghasilkan nilai cronbach’s alpha sebesar 0,89, dengan demikian dapat dinyalatakan bahwa instrument penelitian reliable.   190 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 185-197                      gambar 1. model penelitian  gambar 1 model penelitian merupakan modifikasi dari kerangka pikir     pengaruh kualitas pelayanan.… (trisna febriana) 191  adapun struktur model penelitian yang diolah menggunakan software lisrel 8.80 adalah sebagai berikut: gambar 2 struktur model penelitian gambar 2 dapat dinyatakan dengan rumusan sebagai berikut: ki = γ1 kp + γ2 bo +ζ keterangan: kp1-.1 kp1.15 : variabel kualitas layanan bo2.1 bo2.11 : variabel budaya organisasi ki1 – ki3 : variabel ketepatan investigasi γ : besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variable terikat ζ : besarnya vektor kekeliruan (error) dalam hubungan struktural antar variabel berdasarkan tahap identifikasi, dimana keseluruhan data telah just identified dan dapat dilanjutkan ke tahap estimasi. estimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maximum likelhood estimator. penggunaan estimasi ini dikarenakan jumlah sampel yang terbatas, yaitu sebesar 287 sampel. 192 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 185-197  evaluasi model bertujuan untuk mengevaluasi model secara keseluruhan, apakah model mempunyai fit yang baik ataukah tidak. berdasarkan hasil evaluasi model yang dilakukan didapat data seperti tercantum pada tabel 1: tabel 1 hasil evaluasi model no. goodness of fit value cut-off value evaluasi model 1 goodness of fit indices (gfi) 0.823 > 0.90 belum fit 2 root mean square error of approximation (rmsea) 0.0696 rmsea ≤ 0.08 ( good fit) rmsea≤ 0.05 (close-fit) good fit 3 adjusted goodness of fit index (agfi) 0.794 ≥ 0.90 belum fit 4 normed fit index (nfi) 0.897 > 0.90; > 0.95 belum fit 5 comparative fit index (cfi) 0.941 > 0.90; > 0.95 fit 6 expected cross validation index (ecvi) ecvi = 3.545 ecvi for saturated model = 3.042 ecvi for independence model = 27.809 < ecvi saturated model dan independence model belum fit 7 parsimonious goodness of fit index (pgfi) 0.708 > 0.60 fit dari tabel hasil evaluasi model diatas, dapat dilihat bahwa model penelitian belum sepenuhnya memenuhi syarat – syarat kesesuaian model. untuk nilai cfi sudah memenuhi syarat fit cfi > 0.9 dengan nilai yang didapat yaitu 0.941, kemudian rmsea juga sudah memenuhi syarat good fit, pgfi juga sudah memenuhi syarat fit dengan nilai 0.708 dengan syarat fit > 0.60. namun dari penelitian ini masih ada hasil evaluasi model yang belum memenuhi syarat tingkat kecocokan yang dapat diterima, antara lain nilai gfi yang belum memenuhi syarat fit gfi > 0.90 dengan nilai yang didapat 0.823. nilai lain yang belum memenuhi syarat fit yaitu agfi, nfi, dan ecvi. berdasarkan tahapan penggunaan metode sem, maka tahap selanjutnya yang akan dilakukan adalah respesifikasi model. dalam penelitian ini akan dilakukan penghapusan jalur koefisien yang tidak memiliki pengaruh signifikan, yaitu indikator yang memiliki nilai lamda (validitas) yang rendah dan nilai error yang tinggi (srirezeki, 2012). proses penghapusan jalur koefisien ini dilakukan dalam tahapan respirasi yaitu. latent variables: kl bo ki relationships: t2 a2 e1 e2 pd2 i1 i2 i3 m1 m2 m3 ua1 ki1 ki2 ki3 indikator yang dihapus: t1 t3 r1 r2 r3 re1 re2 re3 a1 a3 e3 pd1 pd3 ua2     pengaruh kualitas pelayanan.… (trisna febriana) 193  setelah dilakukan penghapusan beberapa indikator, maka dihasilkan hasil respesifikasi seperti tercantum pada tabel 2. tabel 2 hasil respesifikasi no. goodness of fit value cut-off value evaluasi model 1 goodness of fit indices (gfi) 0.93 > 0.90 fit 2 root mean square error of approximation (rmsea) 0.050 rmsea ≤ 0.08 ( good fit) rmsea≤ 0.05 (closefit) close fit 3 adjusted goodness of fit index (agfi) 0.91 ≥ 0.90 fit 4 normed fit index (nfi) 0.96 > 0.90; > 0.95 fit 5 comparative fit index (cfi) 0.98 > 0.90; > 0.95 good fit 6 expected cross validation index (ecvi) ecvi = 0.75 ecvi for saturated model = 0.84 ecvi for independence model = 12.05 < ecvi saturated model dan independence model fit 7 parsimonious goodness of fit index (pgfi) 0.68 > 0.60 fit setelah dilakukan respesifikasi yang sebelumnya masih ada beberapa hasil evaluasi model yang belum memenuhi syarat fit, didapat tabel hasil evaluasi model yang baru. respesifikasi yang dilakukan dengan penghapusan jalur koefisien yang tidak memiliki pengaruh signifikan. beberapa indikator yang dihapus yaitu yang memiliki nilai lamda (validitas) rendah dan error tinggi, antara lain: t1 t3 r1 r2 r3 re1 re2 re3 a1 a3 e3 pd1 pd3 ua2. dapat dilihat dari tabel hasil respesifikasi model diatas bahwa semua nilai yang dihasilkan sudah memenuhi syarat fit, dimana hasil evaluasi menunjukkan status fit dan close fit. dengan demikian didapatkan model akhir penelitian sebagai berikut : gambar 3 model fit penelitian 194 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 185-197  setelah didapatkan model fit penelitian, maka penilaian variabel yang terdiri dari kualitas pelayanan, budaya organisasi, dan ketepatan investigasi dapat ditinjau dari beberapa indikator sebagai berikut: tabel 3 indikator penelitian berdasarkan model fit dari tabel indikator variabel penelitian berdasarkan model fit, didapat nilai loading dari masing-masing indikator dan variabel eksogen. nilai loading menggambarkan seberapa signifikan indikator mempengaruhi suatu variabel dan seberapa pengaruh variabel eksogen terhadap endogen. dari kedua variabel eksogen penelitian, yang paling berpengaruh terhadap ketepatan investigasi adalah budaya organisasi dengan nilai loading sebesar 0.55, sedangkan kualitas pelayanan berpengaruh dengan variabel ketepatan investigasi sebesar 0.44. untuk variabel budaya organisasi indikator yang terbaik adalah indikator pendapatan (m1) dengan nilai loading 0.64 dan diikuti indikator pengakuan (m2) dengan nilai loading 0.6. untuk variabel kualitas pelayanan indikator yang paling baik adalah indikator kemampuan (a2) dimana nilai loading yang didapat adalah 0.44. sedangkan indikator terbaik untuk variabel ketepatan investigasi adalah indikator efektivitas dengan nilai loading 0.74 dan diikuti dengan indikator sesuai standar dengan nilai loading 0.73. tabel 4 tabel t-hitung dan t-tabel no kode indikator nilai t-hitung nilai t-tabel kualitas pelayanan 4.88 1.97 1 t1 peralatan 8.65 2 t2 tempat 9.89 3 t3 komunikasi 6.01 4 r1 ketepatan waktu 8.92 5 r2 konsistensi 10 6 r3 dapat dipercaya 9.54     no kode indikator nilai loading keterangan 0.41 1 a2 kemampuan 0.44 max 2 e2 kepedulian 0.41 3 t2 tempat 0.4 4 e1 perhatian 0.4 min 0.55 1 m1 pendapatan 0.64 max 2 m2 pengakuan 0.6 3 ua1 ketenangan 0.53 4 m3 kemajuan 0.52 5 pd2 persepsi 0.51 6 i3 tantangan 0.5 7 i2 kebebasan 0.47 8 i1 waktu pribadi 0.44 min 1 ki2 efektivitas 0.74 max 2 ki3 sesuai standar 0.73 3 ki1 ketelitian 0.52 min         ketepatan investigasi kualitas pelayanan budaya organisasi     pengaruh kualitas pelayanan.… (trisna febriana) 195  tabel 4 tabel t-hitung dan t-tabel (lanjutan) no kode indikator nilai t-hitung nilai t-tabel kualitas pelayanan 4.88 1.97 7 re1 kerelaan 10.25 8 re2 ketersediaan 7.33 9 re3 ketanggapan 10.19 10 a1 pengetahuan 9.38 11 a2 kemampuan 11.93 12 a3 kesopanan 10.51 13 e1 perhatian 11.7 14 e2 kepedulian 12.25 15 e3 pemahaman 10.16 budaya organisasi 8.15 1 pd1 frekuensi 5.43 1.97 2 pd2 persepsi 10.72 3 pd3 preference 6.22 i2 i1 waktu pribadi 8.53 5 i2 kebebasan 11.12 6 i3 tantangan 11.57 7 m1 pendapatan 13.44 8 m2 pengakuan 14.26 9 m3 kemajuan 11.67 10 ua1 ketenangan 12.55 11 ua2 peraturan 7.16 ketepatan investigasi 1 ki1 ketelitian 0 1.97 2 ki2 efektifitas 12.75 3 ki3 sesuai standar 12.4 berdasarkan tabel 10, didapat thitung semua indikator dari variabel eksogen sudah lebih besar nilainya dari ttabel (n=287; α=0.05) sebesar 1.97. dengan demikian dapat dikatakan bahwa semua indikator berdasarkan model fit berpengaruh terhadap masing-masing variabelnya. begitu juga dengan variabel eksogen (kualitas pelayanan dan budaya organisasi), karena t hitung > t tabel untuk masingmasing variabel tersebut maka dapat disimpullkan bahwa h0 ditolak dan h1 diterima, yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan dan budaya organisasi secara simultan terhadap ketepatan investigasi. namun, dari indikator-indikator penyusun variabel ketepatan investigasi indikator ketelitian tidak berpengaruh secara signifikan. hubungan antara kualitas pelayanan dan budaya organisasi terhadap ketepatan investigasi dapat dilihat dalam persamaan sebagai berikut: 196 comtech vol. 6 no. 2 juni 2015: 185-197  structural equations ki = 0.41*kp + 0.55*bo, errorvar.= 0.41 , r² = 0.59 (0.065) (0.067) (0.076) 6.38 8.15 5.38 keterangan : – kualitas pelayanan (kp) berhubungan positif dengan ketepatan investigasi (ki) sebesar 0.41. – budaya organisasi (bo) berhubungan positif dengan ketepatan investigasi (ki) sebesar 0.55. – secara bersama-sama kualtias pelayanan (kp) dan budaya organisasi (bo) berpengaruh sebesar 0.59 (59%). simpulan berdasarkan hasil uji validitas dan reabilitas dapat disimpukan bahwa instrumen yang digunakan pada penelitian valid dan layak untuk digunakan. metode sem digunakan untuk menguji model berdasarkan teori, dan dalam penelitian ini didapatkan model fit penelitian yang menjelaskan hubungan kualitas pelayanan dan budaya organisasi terhadap ketepatan investigasi. berdasarkan model fit tersebut, bisa disimpulkan bahwa ada beberapa indikator dari kualitas pelayanan berdasarkan teori parasuraman (1998) serta budaya organisasi berdasarkan teori hofstede (2010) yang harus dihilangkan dari model awal penelitian agar sesuai dengan kriteria goodness of fit. semua indikator penyusun variabel kualitas pelayanan dan budaya organisasi sudah menunjukan nilai yang signifikan dalam membentuk masing-masing variabel tersebut. sedangkan pada variabel ketepatan investigasi, indikator ketelitian tidak berpengaruh secara signifikan. keseluruhan dimensi kualitas pelayanan dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap ketepatan investigasi. berdasarkan nilai thitung yang dihasilkan dari analisis sem menunjukkan bahwa h0 ditolak dan h1 diterima, yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan dan budaya organisasi secara simultan terhadap ketepatan investigasi. variabel buadaya organisasi berpengaruh lebih signifikan terhadapat ketepatan investigasi, yaitu sebesar 0.55, dibandingkan dengan kualitas pelayanan sebesar 0.41. kedua variabel tersebut berpengaruh secara simultan terhadap ketepatan investigasi 59%. beberapa hal yang harus diperbaiki dari segi kualitas pelayanan pusintek dilingkungan kementerian keuangan guna meningkatkan ketepatan investigasi gangguan incident management adalah: peralatan, komunikasi, ketepatan waktu, konsistensi, dapat dipercaya, kerelaan, ketersediaan, ketanggapan, pengetahuan, kesopanan, pemahaman. beberapa hal yang harus diperbaiki dari segi budaya organisasi dilingkungan kementerian keuangan adalah: frekuensi, preference, peraturan. dari analisis yang dilakukan didapatkan bahwa variabel kualitas pelayanan dan budaya organisasi secara simultan hanya berpengaruh sebesar 59% terhadap ketepatan investigasi yang berarti ada variabel lain yang berpengaruh sebesar 41% terhadap ketepatan investigasi gangguan incident management di pusintek kementerian keuangan ri yang harus diteliti lebih lanjut.     pengaruh kualitas pelayanan.… (trisna febriana) 197  daftar pustaka hofstede, g., minkov, m. (2010). cultures and organizational. (revised and expanded third edition). united states itil. (2012). it infrastructure library., (http://www.itil-officialsite.com/aboutitil/ whatisitil .aspx, diakses terakhir tanggal 5 oktober 2012). manullang, i. (2008). pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan jasa penerbangan pt.garuda indonesia airlines di bandara polonia medan. thesis. medan: universitas sumatera utara. parasuraman. (1998). customer service in business-to-business markets: an agenda for research. journal of business and industrial marketing: 309-321. santoso, singgih, tjiptono, fandy (2001). riset pemasaran konsep dan aplikasi dengan spss. jakarta: pt.elex media komputindo. srirezeki, d. (2012). sem, structural equation model. jakarta: didi aldiano. microsoft word 03_mtk_zahedi ashadi kp-3.docx integrating preventive maintenance … (zahedi; ashadi salim) 105  integrating preventive maintenance scheduling as probability machine failure and batch production scheduling zahedi1; ashadi salim2 1,2mathematics and statistics department, school of computer science, bina nusantara university jln. k.h. syahdan no. 9 palmerah, jakarta barat, 11480 1zahedizahedi@binus.ac.id; 2ashadisalim@binus.ac.id abstract this paper discusses integrated model of batch production scheduling and machine maintenance scheduling. batch production scheduling uses minimize total actual flow time criteria and machine maintenance scheduling uses the probability of machine failure based on weibull distribution. the model assumed no nonconforming parts in a planning horizon. the model shows an increase in the number of the batch (length of production run) up to a certain limit will minimize the total actual flow time. meanwhile, an increase in the length of production run will implicate an increase in the number of pm. an example was given to show how the model and algorithm work. keywords: integrated model, batch scheduling, maintenance scheduling, actual flow time, machine failure probability introduction the independence of production in scheduling and maintenance scheduling can implicate to several conditions. first, production scheduling that does not pay attention to maintenance aspect will cause the machine continues to be used, even though the machine has to be for maintenance. if maintenance is not done, it will result in machine break down, so it will interfere production scheduling. second, the maintenance activities do not pay attention to the production. thus, the busy machine must be stopped for maintenance. this will interfere the production schedules that have been prepared previously. research that integrate batch scheduling on one machine with probabilistic maintenance time determined by the optimization method as lee and rosenblat (1987), wang and sheu (2001), tseng (1996), ben-daya and noman (2006), lin and hou (2005), chelbi et al. (2008), makhdoum (1996), el-ferric and ben-daya (2010) as well as zahedi (2013). lee and rosenblat (1987) discussed the problem of joint control of the production cycle and maintenance scheduling as inspection of parts from the machine. this study developed a relationship between maintenance and inspection showed that the optimal inspection interval is equally-spaced. simultaneous solution of the model is a lot emq and schedule inspections are completed with the cost function approach. wang and sheu (2001) developed an integrated model to determine the lot size and the optimal inspection policy to minimize the expectations of the average cost per unit of time in the deteriorated production system. the trade-off between production cost and maintenance cost analyzed in this model to get a production lot size and optimal time inspection. tseng (1996) proposed an optimal policy of preventive maintenance for deteriorated production system. the proposed policy 106  comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 105-112 model involves the production process that the deterioration status becomes out of control, the number of items defect, and to optimize the cost of failure includes the rework cost and warranty cost. ben-daya and noman (2006) developed a model that provides integrated decision optimal inventory levels, production run length and preventive maintenance schedule and warranty decisions simultaneously. the criteria are maximizing profit per unit of product, i.e. the expectation value of revenue minus the expectation cost of manufacturing cost, the cost of pm and inspection as well as warranty cost and cm cost. lin and hou (2005) studied the determination of the length of the production run for the model emq with deteriorated production process and involved the cost of cm. the objective is to find the model of optimal intervals that minimize the total cost per unit of time consisting of setup costs, inventory cost, the cost of cm and rework cost. chelbi et al. (2008) proposed a model of determining lot size q and time t optimal to implement preventive maintenance based on deteriorated production system life cycle. the system criteria are minimizing the average total cost per unit of time by engaging in a machine inventory during the maintenance period. makhdoum (1996) developed models of integrated maintenance, quantity of production, inspection schedules and design quality control policy that manipulates preventive maintenance activity to be more realistic. an average x control chart is used to monitor the production process, and to earn the effect of maintenance on the quality and quantity of product. elferric and ben-daya (2010) discussed the integration of production and maintenance, where the time required for maintenance and replacement cannot be negligible. preventive maintenance in the case is imperfect preventive maintenance, where the products can worsen after an imperfect pm. the problem is to find the length of the production run that minimizes the total actual flow time. zahedi (2013) discussed the integration of batch scheduling and maintenance where machine time maintenance is a proportion of the length of production run with considering a common due date. this paper proposes the integration batch production scheduling and preventive maintenance (pm) determined by the probability of machine failure. the objective of the model is to minimize the total actual flow time. methods supposed a set of q parts of the same item as an order will be processed on a machine with unavailability machine as the probability of machine failure. each part requires a process to complete the operation (single stage). the decision variables are number and schedule of batches in each production run, number and schedule of pm. the objective of the model is minimization total actual flow time. the parameters of the model are the processing time per part t, setup time between two consecutive batches s, the number of parts that will be scheduled q, and the time of delivery of the all parts d (a common due date). the machine is a deteriorating machine with weibull distribution function with probability density function as follows. exp , where , 0 and 0, (1) the cumulative distribution function for an interval (0, p') is ′ ′ 1 exp ′ . (2) integrating preventive maintenance … (zahedi; ashadi salim) 107  from eq. (2) will be derived t' as ′ ln 1 ′ . (3) the preventive maintenance actions will be done if the probability had reached 0.9. the conceptual model of batch scheduling with minimizing the total actual flow time criteria (halim, 1993) with two productions runs as figure (1) below. planning horizon production run-2 production run-1 0 b[n2max]2 b[22] b[12 apm bpm b[n1max] b[21] b[11] d : unavailability machine interval figure 1 gantt-chart single item single machine with two production runs in backward approach if there is a planning horizon with g-1unavailability intervals of the pm on the machine, then the formulation of total actual flow time can be formulated as follows. 1 (4) if there are only two production runs with single unavailability interval of the pm on the machine, then the formulation of total actual flow time is 1 , (5) is the number of parts in ith batch and kth production run in backward sequencing. xjk is binary variable will be 1 if the batch is not empty and the value 0 if the batch is empty. tpm is the length of pm time. some constraints of the problem can be explained as follow. first, the material balance of parts in all batches scheduled the number of parts in all batches will be equal to the total number of parts that are scheduled, with perfect process without defect parts, s l[21] s l[11] s l[22] s l[12] s l[n2max]2 s l[n1max]1 108  comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 105-112 (6) second, each batch scheduled assumed arrive just in time to be processed in the floor and must be tight to the due date, or it can be written as , 1,2, … , 1,2 (7) third, for setting the sequencing between batches will be used variable binary that has 0 or 1 value. 1if ith batch in jth production run precedes kth batch in lth production run in backward sequencing and 0 otherwise. for all batches scheduled can be formulated as , 1,2, … , 1 , 1,2 (8) where m is a large number to guarantee sequencing, in practice it can take as m=q(s +t). fourth, unavailability interval of machine for the pm along tpm will be in a position as: ′ ln 1 ′ (9) (10) (11) (12) ′ (13) fifth, the maximum amount of batch is calculated by the equation 1 , (14) then nmax= 1 (15) integrating preventive maintenance … (zahedi; ashadi salim) 109  sixth, there are necessary conditions of the negativity of decision variables and binary variables as follows 1 (16) 0 (17) q (18) 1 (19) results and discussions using those constraints and objective function, the integrated batch production and preventive maintenance scheduling as the probability of machine failure to minimize total actual flow time on a deteriorating machine can be expressed as a binary-non-linear programming as follows: model 1 (20) constraints (21) , 1,2, … , and 1,2 (22) , 1,2, … , 1 , 1,2 (23) ′ ln 1 ′ (24) (25) (26) (27) ′ (28) (29) 110  comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 105-112 1 (30) 1 (31) 0 (32) q (33) 1 (34) to solve the model, an algorithm to make the model operated is created. algorithm step-1. calculate tmin = q.t step-2. the problem is feasible if and only if tmin + ≤ d. go to step-3. if tmin + > d then the problem is infeasible, stop. step-3. calculate n(max) by equation (29). step-4. calculate ′by equation (24) step-5. substitute values of n with n = ⎣ nmax⎦, q, t, s, d, , and ′ into the model. step-6. set = 1, jika ij < kl, ∀ i, j, i≠j, and yij = 0 otherwise. step-7. set f11a = n2t + 1 step-8. for i = 1, j=1,set xij= 1, i=1,2,…, nj(max), j = 1,2, and xij= 0 otherwiswe. step-9. set i = 1, j=1, k = 1, l=2, i=1,2,…, nj(max), j = 1,2, k=i+1, l= 1,2,…, nj{max). step-10. solve model. step-11. evaluate b[kl] ≥ 0, if b[kl] ≥ 0, write fkla, evaluate fkla< f(k-1)ja, if fkla< f(k-1)ja,setk = k + 1, go to step-9. if fkla≥ f(k-1)ja, go to step-12. -if b[kl] <0, go to step-12. step-12. write all values of decision variables and objective function. the following example would be given to show how the algorithm works. example supposed an integrated batch production scheduling and preventive maintenance scheduling as the probability of machine failure with parameters as follows. number of parts q = 200, setup time s integrating preventive maintenance … (zahedi; ashadi salim) 111  = 30, processing time t = 20, preventive maintenance time tpm = 60, delivery time or due date d = 5000, a machine with weibull distribution function with β = 1,2 and α = 0,001. solution step-1 to step-3 yield tmin= 4000, 4000+60 < 5000, and nmax=34, then the problem is feasible for the model. step-4 yields ′ ′ 2300. step-5 to step-11 yield the best solution. the principle of the steps is an increase in the number of the batch (length of production run) up to a certain limit will minimize the total actual flow time. the best solution is given in table 1. table 1 the best solution for the example of the problem qij bij apm bpm f a q11=34,3 b11=4313,3 472.752,8 q21=32,8 b21=3626,7 q31=31,3 b31=2970,0 2880,0 2940,0 q12=17,8 b12=2534,4 q22=15.8 b22=2188,9 q32=14,3 b32=1873,3 q42=12,8 b42=1587,8 q52=11,3 b52=1332,2 q62=9,8 b62=1106,7 q72=8,3 b72=911,1 q82=6,8 b82=745,6 q92=5,3 b92=610,0 the best solution in gantt-chart is given in figure 2 as follows. planning horizon production run-2 production run-1 ... … 0 b[92] b[22] b[12] apm bpm b[31] b[21] b[11] d=5000 610,0 2188,9 2534,4 2880 2970,0 3626,7 4313,3 : unavailability machine figure 2 the best solution for the example of the problem s l[21] s l[11] s l[22] s l[12] s l[92] s l[31] 112  comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 105-112 conclusions the model integrates batch scheduling and maintenance scheduling to the total actual flow time. the problem in the model is divided into two, i. e., to determine batch production schedule and the second is to determine the best schedule for preventive maintenance that minimizes total actual flow time. the solution is to accommodate a trade off in the following two things. an increase in the number of the batch (length of production run) up to a certain limit will minimize the total actual flow time. meanwhile, an increase in the length of production run will implicate an increase in the number of pm. this research can be continued by including aspects of deterioration of the machine by including the shifting of the process from in-control state to out-of-control state that follows a function of increasing failure rate weibull, and then calculate the number of corrective maintenance to minimize the total actual flow time. references ben-daya, m. & noman, s. a. (2006). lot sizing, preventive maintenance and warranty decisions for imperfect production systems. journal of quality in maintenance engineering, 12(1), 68-80. chelbi, a., rezg, n., & radhoui, m. (2008). simultaneous determination of production lot size and preventive maintenance schedule forunreliable production system. journal of quality in maintenance engineering, 14(2), 161-176. el-ferric, s., & ben-daya, m. (2010). integrated production maintenance model under imperfect age-based maintenance policy and non-negligible maintenace times. asia-pacific journal of operational research, 27(4), 539-558. halim, a. h. (1993). batch scheduling for production systems under just in time environment, doctorate disertation. university osaka perfecture, japan. lee, h. l., & rosenblat, m. j. (1987). simultaneous determination of production cycle and inspection schedules in a production system. management science, 33, 1125-1136. lin, l. c., & hou, k. l. (2005). emq model with maintenance actions for deterioratingproduction system. information and management sciences, 16(1), 53-65. makhdoum, m. a. a. (1996). integrated production, quality and maintenance models under various preventive maintenance policies. proquest dissertation and thesis. tseng, s.t. (1996). optimal preventive maintenance policy for deteriorating production systems. iie transactions, 28, 687-694. wang, c. h., & sheu, s. h. (2001). simultaneous determination of the optimal production inventory and product inspection policies for a deteriorating production system. computers & operations research, 28, 1093-1110. zahedi. (2013). model penjadwalan batch dengan waktu ketaktersediaan mesin sebagai proporsi production run dengan kriteria minimasi total actual flow time. jurnal matstat, 13(2), 112-120. microsoft word 04_ti_yovita.docx nosql technology … (yovita tunardi; rita layona) 553 nosql technology in android based mobile chat application using mongodb yovita tunardi; rita layona computer science department, school of computer science, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 ytunardi@binus.edu, rlayona@binus.edu abstract along with the development of data storage technology which previously using relational concept began to change to the non-relational concept or sometimes referred to as the term nosql technology. data storage in nosql is no longer based on the relations between tables but using another methods, one of them is document-oriented. this method was applied specifically in mongodb. this concept brings new hope because of their superiority that can handle very large data with promising performance and is perfect for agile system development. the purpose of this research was to measure the performance nosql, especially mongodb with implemented it in a android based mobile chat application. this research uses three methods, analysis method including literature study, analysis of similar application, questionnaires, design method using agile sofware development, and evaluation method including eight golden rules, analysis of similar application, questionnaires, and interview. the results of this research is a mobile chat application that uses mongodb as the data storage technology. through this research can be drawn the conclusion that nosql technology implementation, mongodb, give special advantages like lighter data storage and faster data access. keywords: nosql, android, chat, mongodb abstrak seiring dengan berkembangnya teknologi penyimpanan data yang sebelumnya bersifat relational mulai berubah ke arah non-relational atau yang sering dikenal dengan istilah teknologi nosql. penyimpanan data pada nosql tidak lagi didasarkan pada relasi antar tabel tapi menggunakan metode lain yang salah satunya adalah document-oriented. metode tersebut diaplikasikan secara khusus pada mongodb. konsep tersebut membawa harapan baru karena keunggulannya yang dapat menangani data yang sangat besar dengan performa yang menjanjikan dan sangat cocok untuk pengembangan sistem yang agile. tujuan dari penelitian ini adalah mengukur performa dari nosql khususnya mongodb dengan cara mengimplementasikannya ke dalam mobile chat application yang berbasis android. metode penelitian yang digunakan terdiri dari tiga yaitu metode analisis yang meliputi studi literatur, analisis aplikasi sejenis, dan kuesione, metode perancangan yang menggunakan metode agile sofware development, dan metode evaluasi yang meliputi evaluasi berdasarkan delapan aturan emas, aplikasi sejenis, kuesioner, dan wawancara. hasil dari penelitian ini adalah sebuah mobile chat application yang menggunakan mongodb sebagai teknologi penyimpanan datanya. melalui penelitian ini dapat ditarik simpulan bahwa penerapan teknologi nosql khususnya mongodb memberikan keunggulan khusus dalam hal penyimpanan data yang lebih ringan dan pengaksesan data yang lebih cepat. kata kunci: nosql, android, chat, mongodb 554 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 553-565  pendahuluan teknologi penyimpanan data selalu berkembang sesuai dengan zaman dan kebutuhan. mulai dari penyimpanan dengan hierarchical database yang berbentuk seperti sebuah struktur pohon yang saling terkait, network database yang terdiri dari record yang saling berhubungan dengan menggunakan pointer, sampai relational database yang sudah cukup modern di mana data sudah tertata dengan rapi dalam bentuk tabel yang saling berhubungan satu sama lain. teknologi relational database sangat sering digunakan dalam pengembangan aplikasi karena keunggulannya yang terstruktur dan memungkinkan dimanipulasi dengan mudah. namun, seiring dengan perkembangan zaman, teknologi tersebut masih dirasa kurang karena data yang semakin banyak dan data harus dapat diakses dengan cepat sehingga kemudian muncul teknologi baru yaitu non-relational database atau yang sering dikenal dengan istilah database nosql. penyimpanan data pada nosql tidak lagi didasarkan pada relasi antar tabel tapi menggunakan metode lain yaitu key-value, big table, document-oriented, dan graph. salah satu jenis dari teknologi nosql adalah mongodb yang berbasis pada metode document-oriented. nosql dan mongodb secara khusus membawa harapan baru bagi masyarakat karena keunggulannya yang dapat menangani data yang sangat besar dengan performa yang menjanjikan dan sangat cocok untuk pengembangan sistem yang agile (tiwari, 2011). menurut idrees (2012), ada beberapa fitur utama dari mongodb yang membuatnya menjadi pilihan yang baik, yaitu penanganan data yang sangat besar, mendukung operasi asynchronousinsert, dan pengolahan data dengan mapreduce sehingga mongodb dijadikan pilihan database yang unggul dalam segi kecepatan dan besar penyimpanan. oleh karena itu, pada penelitian ini akan diteliti bagaimana nosql, khususnya mongodb, dapat diimplementasikan dalam bentuk aplikasi yang dapat menjawab kebutuhan dari masyarakat tersebut. aplikasi yang akan dikembangkan sebagai bahan penelitian adalah sebuah mobile chat applicationyang berbasis sistem operasi android. aplikasi jenis ini dipilih karena merupakan salah satu aplikasi yang berdasarkan memori penyimpanan yang dimiliki relatif kecil sehingga hanya dapat menyimpan data yang besarnya terbatas dan untuk akses data dibutuhkan cepat. sistem operasi android dipilih dalam penelitian ini melihat dari data prediksi market share dari tahun 2013 sampai tahun 2017, android menempati posisi teratas dengan market share lebih dari 50%. tabel 1 data dan forecast market share sistem operasi smartphone, 2013–2017 (sumber: www.idc.com, 2013) nosql technology … (yovita tunardi; rita layona) 555 hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi hasil gambaran implementasi teknologi nosql, secara khusus mongodb, untuk mobile chat application dilihat bukan hanya dari sisi fitur yang disediakan tapi juga dari segi besar penyimpanan data yang dibutuhkan lebih sedikit dan kecepatan akses yang dalam hal ini adalah kecepatan pengiriman dan penerimaan pesan menjadi lebih cepat dibandingkan aplikasi lainnya yang tidak menggunakan nosql, khususnya mongodb. metode metodologi penelitian yang digunakan terdiri dari tiga metode utama yaitu metode analisis, metode perancangan, dan metode evaluasi. metode analisis metode analisis yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari studi literatur, analisis aplikasi sejenis, dan kuesioner. (1) studi literatur – studi literatur dilakukan sebagai tahap awal sebelum memulai penelitian dengan mengumpulkan teori-teori yang sudah dikemukakan oleh para pakar dalam bentuk buku dan artikel. selain itu dilakukan juga studi literatur akan penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya untuk mendapatkan data metode yang sudah pernah digunakan sebelumnya dan hasil dari penelitian tersebut, yang didapatkan dari paper dan jurnal nasional maupun internasional. hasil dari studi literatur tersebut dianalisis dan dijadikan acuan awal dalam penelitian ini. (2) analisis aplikasi sejenis – analisis aplikasi sejenis dilakukan untuk mendapatkan informasi pendukung dari aplikasi sejenis lainnya sebagai perbandingan. perbandingan dilakukan berdasarkan besar penyimpanan data dan kecepatan akses. hal tersebut juga tidak lepas dari fitur-fitur pendukung pada aplikasi yang tentu akan sangat mempengaruhi dua hal tersebut.aplikasi sejenis yang akan dianalisis adalah blackberry messenger, whatsapp messenger, dan line messenger. (3) kuesioner – kuesioner dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kebutuhan user untuk membantu dalam proses implementasi mongodb dalam bentuk mobile chat application yang sesuai dengan kebutuhan user bukan hanya dalam hal fitur tetapi juga dalam penyimpanan data dan kecepatan akses. analisis ini dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner yang berisi 10 pertanyaan ke pelajar, mahasiswa, dan karyawan. adapun beberapa hal yang ditanyakan dalam kuesioner tersebut adalah umur, jenis kelamin, profesi, jenis smartphoneyang dimiliki, cara berkomunikasi, masalah-masalah yang selama ini dirasakan dalam kegiatan chatting khususnya dalam penyimpanan data dan kecepatan akses, dan harapan akan fitur lainnya. metode perancangan metode perancangan yang digunakan adalah salah satu metode agile sofware development yaitu extreme programming. mobile chat application dirancang dan dikembangkan melalui empat tahap sesuai dengan metode agile yaitu: (1) tahap perancangan (planning). (2) tahap desain (design). (3) tahap pengembangan (coding). (4) tahap pengujian (testing). metode ini dipilih karena berdasarkan teori dan penelitian yang sebelumnya dilakukan, diketahui bahwa nosql khususnya mongodb sangat cocok dan unggul jika diterapkan untuk pengembangan sistem yang agile. metode agile ini sendri juga sangat cocok dalam pengembangan mobile chat application karena memungkinkan proses pengembangan aplikasi untuk kembali ke proses sebelumnya (refactoring) dan juga menjamin real-time problem solving dan real-time quality assurance (pressman, 2010). 556 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 553-565  gambar 1metode pendekatan extreme programming (sumber: software engineering: a practitioners approach, pressman, 2010) metode evaluasi metode evaluasi yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari evaluasi berdasarkan delapan aturan emas, aplikasi sejenis, kuesioner, wawancara, lima faktor manusia terukur, dan sepuluh prinsip perancangan mobile application. (1) delapan aturan emas – aplikasi dievaluasi berdasarkan delapan aturan emas, yaitu konsistensi, fungsi yang universal, umpan balik informatif, dialog untuk penutupan, pencegahan kesalahan sederhana, pengembalian ke aksi sebelumnya, pengendalian internal, dan mengurangi beban ingatan jangka pendek. (2) aplikasi sejenis – evaluasi terhadap aplikasi sejenis dilakukan berdasarkan fitur, besar penyimpanan data, dan kecepatan akses dari blackberry messenger, whatsapp messenger, dan line messenger dibandingkan dengan aplikasi yang dikembangkan. (3) kuesioner – kuesioner dilakukan dengan cara membagikan kuesioner evaluasi untuk mengevaluasi implementasi mongodb dalam bentuk mobile chat application, bukan hanya dalam hal fitur tetapi juga dalam penyimpanan data dan kecepatan akses.analisis ini dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner yang berisi 12 pertanyaan ke pelajar, mahasiswa, dan karyawan. adapun beberapa hal yang ditanyakan dalam kuesioner tersebut adalah mengenai kelengkapan fitur aplikasi dan kecepatan pengiriman pesan. (4) wawancara – wawancara dilakukan kepada para pakar dalam bidang information technology (it) dan dijadikan sebagai salah satu metode evaluasi aplikasi yang dikembangkan khususnya mengacu pada database yang digunakan yaitu mongodb. wawancara dilakukan pada 10 responden yang merupakan pakar it yang meliputi para pekerja it dan staff pengajar bidang it. melalui wawancara diperoleh kelebihan dan kekurangan dari aplikasi, fungsionalitasnya, performa seperti kecepatan dan besar penyimpanannya, desain, dan saran untuk penelitian selanjutnya. tinjauan pustaka android menurut darcey dan conder (2012), android merupakan sebuah mobile platform pertama yang lengkap, opensource, dan gratis yang dikembangkan dengan menggunakan software development kit yang comprehensive untuk mengembangkan aplikasi yang powerful dan kaya akan fitur. menurut gargenta (2011), android merupakan sebuah comprehensive open-source platform yang didesain untuk perangkat mobile. android dimiliki oleh open handset alliance dan dipelopori nosql technology … (yovita tunardi; rita layona) 557 oleh google. menurut meier (2011), android adalah gabungan dari tiga komponen, komponen tersebut yaitu: sebuah open-sourceoperating system yang digunakan untuk perangkat mobile, sebuah open-source platform yang digunakan untuk membuat aplikasi mobile dan sebuah perangkat, terutama mobilephone, yang menjalankan android operating system dan aplikasi yang dibuat di sistem operasi itu. keunggulan android menurut meier (2011), terdapat beberapa keunggulan dan fitur-fitur yang dimiliki oleh android android, yaitu: (1) aplikasi google maps – google maps yang disediakan untuk mobile sangat populer dan android menawarkan aplikasi google maps yang dapat digunakan untuk aplikasi lain. (2) background services and applications – background services memungkinkan pengembang aplikasi untuk membuat sebuah aplikasi yang menggunakan event, di mana aplikasi berjalan tanpa terlihat bahwa aplikasi tersebut sedang berjalan ketika aplikasi lain sedang dijalankan. (3) sharing data dan interprocess communication (ipc) – android memungkinkan pertukaran pesan, melakukan pengolahan, dan berbagi data dengan menggunakan content provider. (4) semua aplikasi yang dibuat sama – android tidak membedakan aplikasi yang asli dengan aplikasi yang dikembangkan oleh pihak ketiga/third parties. jenis aplikasi android menurut meier (2011), sebagian besar aplikasi yang dibuat menggunakan android akan termasuk dalam salah satu kategori berikut: (1) foreground – foreground merupakan sebuah aplikasi yang berguna ketika ada pada foreground dan tidak efektif ketika tidak terlihat. contohnya adalah games dan mapmashups. (2) background – background merupakan sebuah aplikasi dengan interaksi yang terbatas, contohnya aplikasi call screening dan short message service (sms) auto-responder. (3) intermittent – intermittent merupakan sebuah aplikasi yang dapat jalan di foreground dan background, aplikasi ini biasanya dibentuk dan kemudian dijalankan secara tersembunyi (background) dan memberitahu pengguna di saat yang tepat. contohnya adalah media player. (4) widget – widget adalah aplikasi yang dibuat hanya untuk ditampilkan sebagai widget pada screenhome. menurut helal et al. (2012), terdapat empat jenis komponen yang ada dalam aplikasi android, komponen tersebut adalah sebagai berikut: (1) activity – sebuah activity mewakili user interface aplikasi yang didefinisikan pada activity class. contoh: pada music player application memiliki satu activity untuk memutar lagu dan satu activity lainnya untuk memilih album atau audio file. (2) service – service akan berjalan secara tersembunyi dantidak secara langsung berinteraksi dengan user. komponen ini berjalan di backgrounddan tidak memiliki user interface. (3) content provider – content provider adalah tempat untuk menyimpan dan membagikan data dengan aplikasi lain. (4) broadcast receiver – broadcast receiver bertugas untuk merespon pengumuman sistem siaran. gambar berikut merupakan arsitektur android yang terdiri dari komponen-komponen utama dari sistem operasi android yang dibagi menjadi beberapa bagian (layer) 558 k – linux menanga dan pow memasu memutar graphic dukunga internet. menjalan framewo layer – layer be dari app mongod m penyimp untuk m dipakai object n (su komponen-k x kernel m ani service in wer managem ukkan berbag r kembali me s libraries y an pada data (3) andro nkan aplikas ork menyed semua aplik erjalan di dal lication fram db mongodb m pana non-rel menyimpan d oleh mongo notation (jso umber : profes komponen u merupakan k nti seperti p ment. (2) lib gai library in edia audio d yang menca abase aslinya oid run time i android da diakan class kasi dibuat d lam android mework. merupaan sa lational data data, yaitu k odb adalah on) (tiwari, gambar ssional androi tama dari ar komponen p erangkat ker braries – li nti dari c / dan video, su akup sgl d a serta ssl e – androi an bersama d yang digun di applicatio d run time d alah satu jen a. ada empa key-value, b h document-o , 2011). com r 2 arsitektur id 2 applicati rsitektur siste paling bawa ras, proses d ibraries berja c++ terma urface manag an opengl dan webki id run time dengan librar nakan untuk on layer den dengan meng nis database at metode be big table, do oriented yan mtech vol. 5 android ion developm em operasi a h dari arsik dan memory alan di atas suk libc dan ger untuk m untuk 2d it untuk inte e merupakan ries. (4) app membuat ap ngan menggu ggunakan cla e nosql, y erbeda yang ocument-orie ng menyimp 5 no. 2 dese ment, meier, 20 android adal ktektur and managemen dari kompo n ssl, serta menyediakan dan 3d grap egrasi web b n engine ya plicationfram plikasi andr unakan libra ass-class dan yang merup g dipakai ole ented, dan g pan dokume ember 2014: 011) lah: (1) linu droid. linux t, sekuritas, nen kernel. a medialibra pengaturan t aphics, sqli rowser dan ang berfung mework – ap roid. (5) ap ary api. ap n service yan pakan sebuah eh database graph. meto en seperti ja 553-565  ux kernel x kernel jaringan, android ary untuk tampilan, ite untuk sekuritas gsi untuk pplication pplication pplication ng dibuat h konsep jenis ini ode yang avascript nosql technology … (yovita tunardi; rita layona) 559 fitur dan kelebihan mongodb menurut idrees (2012), ada beberapa fitur utama dari mongodb yang membuatnya menjadi pilihan yang baik, yaitu sebagai berikut: (1) penanganan data yang sangat besar – sistem database relasional mulai menjadi terlalu mahal dalam hal sumber daya sistem. data yang sangat besar memerlukan pengolahan yang lebih dan akan menghabiskan banyak waktu dan juga tempat. mongodb dapat menjadi alternatif yang lebih baik. (2) mendukung operasi asynchronousinsert – cara kerja dari mongodb dalam proses insert adalah dengan memasukkan dokumen dan melanjutkan ke tugas berikutnya tanpa menunggu respon dari server. hal tersebut membebaskan aplikasi untuk melakukan tugasnya tanpa terjebak pada satu operasi database yang lama dan dapat meningkatkan respons pengguna. (3) pengolahan data dengan mapreduce – mapreduce adalah sebuah pendekatan untuk pengolahan data yang memiliki dua manfaat dibanding solusi tradisional lainnya, yaitu performa yang lebih baik dan penulisan realcode untuk mengolah data. mapreduce juga membuat operasi aggregate dan query data menjadi lebih mudah. selain fitur utama tersebut, menurut jayathiloha et al. (2012) terdapat beberapa alasan mongodb dijadikan pilihan dibanding produk database nosql lainnya, yaitu: (1) schema free – mongodb tidak memiliki schema sehingga biasa disebut schema-free database. hal tersebut memungkinkan penyimpanan data dengan struktur yang berbeda dalam satu collection. (2) agile development – mongodb merupakan pilihan yang sangat tepat untuk pengembangan software secara agile. mongodb dapat mengatasi banyaknya perubahan dalam agile development karena sifatnya yang schema-free sehingga schema dapat berubah sesuai dengan perubahan persyaratan. (3) flexible document – penyimpanan data mongodb berbeda dari database lainnya yaitu dalam bentuk dokumen yang dapat berupa arraydan hash. dokumen mongodb disimpan sebagai objek json yang biasa disebut binary json (bson). (4) cloud ready – mongodbsiapuntuk dijalankan pada commodityhardware, virtualizedenvironments, dan cloud. mongodb dapat berjalan dengan baik pada hardware jenis apapun. (5) high performance – mongodb tidak menggunakan join seperti database umumnya karena mongodb dapat berisi gabungan field seperti array dan hash. mongodb juga mendukung indexing yang akan meningkatkanperforma dari query. (6) horizontally scalable – berbeda dengan rdms yang melakukan vertical scaling, mongodb termasuk horizontally scalable yang berarti skalabilitas data dimungkinkan dengan menambahkan beberapa server dan tidak perlu melakukan upgrade server. konsep dasar mongodb seguin (2012) mengatakan bahwa ada enam konsep dasar yang perlu diketahui mengenai mongodb, yaitu sebagai berikut: (1) mongodb memiliki konsep yang sama dengan database pada umumnya seperti mysql dan windows sql server. mongodbdapat memiliki nol atau lebih database. (2) sebuah database dapat memiliki nol atau lebih collection yang dapat disetarakan dengan table pada database umumnya. (3) sebuah collection terdiri dari nol atau lebih dokumen yang dapat disetarakan dengan baris pada database umumnya. (4) sebuah dokumen terdiri dari satu atau lebih fields yang dapat disetarakan dengan kolom pada database umumnya. (5) mongodb memiliki indeks yang memiliki fungsi sama seperti indeks pada database umumnya. (6) data dari mongodb akan dikembalikan dalam bentuk kursor. mongodb bersifat client-server. sisi server sebagai tempat proses data dan untuk penulisan instruksi pada sisi client. pengaksesan database dilakukan dengan instruksi use database_name seperti use learn. instruksi tersebut akan mengakses database learn yang sudah ada atau membuat baru jika belum ada ketika proses insert pertama. instruksi yang akan dieksekusi pada database dituliskan dengan menggunakan objek db seperti db.help() atau db.stats(). instruksi yang akan dieksekusi pada collection dituliskan dengan menggunakan objek db.collection_name seperti db.unicorns.help() atau db.unicorns.count(). 560 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 553-565  select data menurut seguin (2012), select data menampilkan data pada database mongodb dapat dilakukan dengan menggunakan instruksi find, misalnya db.unicorns.find(). instruksi find juga dapat memiliki parameter tambahan untuk pemberian syarat-syarat khusus dan pemilihan field yang ditampilkan. insert data menurut seguin (2012), proses insert data pada mongodb dapat dilakukan dengan menggunakan instruksi insert atau save. penggunaan insert akan langsung menambahkan data baru, sedangkan penggunaan save akan menyesuaikan dengan kondisi. jika data yang ditambahkan belum ada, maka data akan ditambahkan, tetapi jika sudah ada maka data akan diubah. sebagai contoh dapat dilihat seperti di bawah ini: db.unicorns.insert({name: ‘aurora’, gender: ‘f’}) object={name: ‘aurora’} db.unicorns.save(object) update data menurut seguin (2012), proses update data pada mongodb masih sering digunakan dengan tidak tepat karena memiliki konsep yang jauh berbeda dengan database pada umumnya seperti sql. instruksi yang digunakan adalah update dengan 2 parameter, syarat seleksi yang digunakan dan field mana yang akan diubah. berikut adalah contoh penggunaannya: db.unicorns.update({name: 'roooooodles'}, {weight: 590}) instruksi tersebut akan menyebabkan replace data bukan update. dokumen yang memiliki name roooooodles akan diganti datanya dengan weight 590. perubahan data untuk satu atau lebih field yang bukan bersifat replace dilakukan dengan menggunakan operator $set. berikut adalah cara penggunaanya: db.unicorns.update({weight: 590}, {$set: {name: 'roooooodles', dob: new date (1979, 7, 18, 18, 44), loves: ['apple'], gender: 'm', vampires: 99}}) delete data menurut seguin (2012), menghapus data pada mongodb dapat dilakukan dengan menggunakan instruksi remove. seperti instruksi find dan update, remove juga dapat memiliki parameter sebagai syarat data mana yang akan dihapus. berikut adalah cara penggunaannya: db.unicorns.remove() db.unicorns.remove({name: 'roooooodles'}) berbeda lagi untuk penghapusan collection dari database. hal tersebut dapat dilakukan dengan instruksi db.collection_name.drop() menjadi db.unicorns.drop(). data modelling menurut seguin (2012), mongodb tidak menggunakan join seperti yang biasa dimiliki oleh database pada umumnya, tetapi dapat tetap dihubungkan secara manual seperti penggunaan foreign key di sql. langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menyimpan _id dari satu dokumen dalam dokumen yang lain. contohnya adalah sebagai berikut: nosql technology … (yovita tunardi; rita layona) 561 db.employees.insert( { _id:objectid("4d85c7039ab0fd70a117d730"), name: 'leto' }) db.employees.insert( { _id: objectid("4d85c7039ab0fd70a117d731"), name: 'duncan', manager: objectid("4d85c7039ab0fd70a117d730") }) pilihan lainnya adalah dengan menggunakan dbref yang sudah disediakan oleh mongodb. dbref dapat digunakan untuk menghubungkan antara lebih dari satu dokumen dalam collection atau database yang berbeda. dbref memiliki beberapa field sebagai berikut: (1) $ref – field $ref akan berisi nama collection dimana dokumen yang akan dihubungkan berada. (2) $id – field $id akan berisi nilai _id dari dokumen yang akan dihubungkan. (3) $db – field $db bersifat optional dan akan berisi nama database dimana dokumen yang akan dihubungkan berada. dokumen dbref akan terbentuk menjadi { $ref : , $id : , $db : }. fitur tambahan menurut seguin (2012), dalam mongodb juga disediakan beberapa fitur tambahan lagi yang mendukung performa. berikut akan dibahas beberapa hal yang akan sering digunakan pada database mongodb: indexes indeks pada mongodb berfungsi sama dengan indeks pada database relasional pada umumnya yang membantu performa query dan sorting data. penambahan indeks dapat dilakukan dengan menggunakan instruksi ensureindex. penghapusan indeks dapat dilakukan dengan menggunakan instruksi dropindex. berikut adalah contoh penggunaannya: db.unicorns.ensureindex({name: 1}); db.unicorns.dropindex({name: 1}); pembuatan unique index dapat dilakukan dengan menambahkan parameter kedua. pengurutan indeks secara ascending ditandai dengan angka 1 dan secara descending ditandai dengan angka -1 seperti pada contoh sebagai berikut: db.unicorns.ensureindex({name: 1}, {unique: true}); db.unicorns.ensureindex({name: 1, vampires: -1}); explain pada mongodb dapat dilakukan pengecekkan apakah suatu collection dan query menggunakan indeks. instruksi yang digunakan adalah explain. penggunaan instruksi db.unicorns.find().explain() akan menampilkan kursor yang digunakan adalah basiccursor yang menandakan tidak adanya penggunaan indeks. penggunaan instruksi db.unicorns.find({name: 'pilot'}).explain() akan menampilkan kursor yang digunakan adalah btreecursor adanya penggunaan indeks. 562 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 553-565  backup dan restore backup dan restore pada mongodb dapat dilakukan dengan menggunakan fileexecutable yang sudah disediakan oleh mongodb. backup dilakukan dengan menjalankan mongodump dengan diikuti pilihan database, collection, dan nama filebackup. sedangkan untuk restore dengan menjalankan mongorestore dengan pilihan yang sama. berikut adalah contoh penggunaannya: mongodump --db learn –collection unicorns --out backup mongorestore --collection unicorns backup/learn/ unicorns.bson selain backup dan restore, mongodb juga memungkinkan untuk proses import dan export. fileexecutable yang digunakan adalah mongoimport dan mongoexport. berikut adalah contoh penggunaannya: mongoexport --db learn -collection unicorns mongoexport --db learn -collection unicorns --csv -fields name,weight,vampires hasil dan pembahasan hasil dari penelitian ini didapat bahwa dengan menggunakan mongodb untuk mobile chat application, aplikasi ini dapat menangani data yang besar dan memiliki pengaksesan data dan performa yang lebih baik dikarenakan mongodb memiliki fitur operasi asynchronous insert dan pengolahan data menggunakan mapreduce. berikut merupkan perbandingan memori penyimpanan aplikasi lain dengan aplikasi yang dibuat dengan mongodb: (1) memori penyimpanan whatsapp messenger adalah sebesar 11.46 mb. (2) memori penyimpanan line messenger adalah sebesar 60.51 mb. (3) memori penyimpanan blackberry messenger adalah sebesar 9.5 mb. (4) memori penyimpanan aplikasi dengan mongodb adalah sebesar 6.53 mb. gambar 3 perbandingan memori penyimpanan nosql technology … (yovita tunardi; rita layona) 563 pada penelitian ini juga dilakukan enam jenis evaluasi untuk mobile chat application. evaluasi tersebut meliputi evaluasi delapan aturan emas, evaluasi analisis aplikasi sejenis, evaluasi melalui kuesioner dan wawancara, evaluasi lima faktor manusia terukur, serta sepuluh prinsip perancangan mobile application berdasarkan stark (2012). evaluasi terhadap delapan aturan emas mobile chat application sudah memenuhi delapan aturan emas, yaitu: berusaha untuk konsisten, menyediakan fungsi yang bersifat universal atau umum, memberikan umpan balik yang informatif, merancang dialog untuk menghasilkan penutupan, memberikan pencegahan terhadap kesalahan yang sederhana, memungkinkan pengembalian aksi yang sebelumnya, mendukung pengendalian internal dan mengurangi beban ingatan jangka pendek gambar 4 contoh konsistensi aplikasi evaluasi terhadap aplikasi sejenis analisis dilakukan dengan membandingkan fitur yang dimiliki dengan aplikasi lainnya, seperti blackberry messenger, whatsapp messenger, dan line messenger. berdasarkan analisis aplikasi terhadap aplikasi sejenis, mobile chat application yang dirancang memiliki kelebihan yang dimiliki yakni dapat menangani data yang besar dan memiliki pengaksesan data dan performa yang lebih baik serta memiliki beberapa fitur tambahan seperti sharefile pada group, block broadcast message, pengaturan status keaktifan user, penerjemahan bahasa dari bahasa inggris ke bahasa indonesia dan sebaliknya serta pemberian feedback. 564 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 553-565  tabel 2 tabel analisis aplikasi terhadap aplikasi sejenis fitur blackberry messenger whatsapp messenger line messenger using mongodb private chat pengiriman gambar √ √ √ √ pengiriman suara √ √ √ √ pengiriman video × √ √ √ pengiriman file √ × × √ conference chat pengiriman gambar √ × √ √ pengiriman suara √ × √ √ pengiriman video × × √ √ pengiriman file √ × × √ group sharing gambar √ √ √ √ sharing suara × √ √ √ sharingvideo × √ √ √ sharingfile × × × √ pengaturan pesan block broadcast message × × × √ pengaturan suara √ √ √ √ pengaturan getaran √ √ √ √ pengaturan teman block friends √ √ √ √ pengaturan status keaktifan user × × × √ lainnya penerjemahan bahasa × × × √ pemberian feedback × × × √ free call × × √ √ pemberian respons pada aktivitas user × × √ √ mengetahui lokasi teman √ √ √ √ emoticon √ √ √ √ evaluasi berdasarkan kuesioner hasil yang diperoleh berdasarkan hasil kuesioner kepada beberapa responden yang mencoba demo mobile chat application adalah dapat disimpulkan bahwa responden sudah merasa puas untuk fitur baru, kecepatan, dan user interfaceyang dimiliki. selain itu juga, dari hasil kuesioner ini, didapatkan komentar &saran untuk pengembangan selanjutnya. evaluasi berdasarkan hasil wawancara evaluasi dilakukan dengan cara melakukan wawancara terhadap pakar information technology (it). hasil yang didapat adalah jika dilihat dari segi kecepatannya, aplikasi ini sudah memiliki performa yang cukup baik, respon dan pengirimannya cepat, tidak terlalu berat dan belum ditemukan masalah seperti terlalu berat dalam mengirim data. untuk kedepannya dapat dioptimalisasi lagi untuk memperhatikan faktor eksternal seperti koneksi internet dari masing masing user. nosql technology … (yovita tunardi; rita layona) 565 evaluasi terhadap lima faktor manusia terukur aplikasi memenuhi lima faktor manusia terukur, yang meliputi waktu untuk belajar, kecepatan kinerja, tingkat kesalahan user, daya ingat, dan kepuasan subjektif evaluasi terhadap sepuluh prinsip perancangan mobile application aplikasi sudah memenuhi sepuluh prinsip perancangan mobile application, yang meliputi: mobile mindset, mobile contexts, global guidelines, navigation models, user input, gestures, orientation, communications, launching dan first impressions simpulan berdasarkan analisis terhadap hasil evaluasi, maka hal-hal yang dapat disimpulkan dari penelitianini adalah: (1) nosql technology seperti mongodb dapat digunakan pada mobile chat application berbasis android dengan kecepatan akses yang lebih cepat. (2) mobile chat application ini dikembangkan sesuai dengan delapan aturan emas, memenuhi lima faktor manusia terukur, dan prinsip perancangan mobile application berdasarkan stark (2012). berdasarkan simpulan yang diperoleh, maka ada beberapa saran yang dipertimbangkan untuk pengembangan aplikasi selanjutnya yaitu: penggunaan nosql technology seperti mongodb pada sistem operasi selain android seperti sistem operasi blackberry dan ios (iphone operating system), serta digunaakan untuk pengaksesan data secara real-time. daftar pustaka darcey, l., conder, s. (2012). learning android™ application programming for the kindle fire ™. usa: addison-wesley. gargenta, m. (2011). learning android. usa: o’reilly media, inc. idrees, m. (2012). mongodb. software developer's new ideas & solutions for professional programmers, 3-4. jayathiloha, d., fernando, a., sooriyaarachchi, c. (2012). thinking big to deal with big data – a practical insight into mongodb. software developer's new ideas & solutions for professional programmers, 44. meier, r. (2010). professional android™ 2 application development. indianapolis: wiley publishing, inc. seguin, k. (2012). the little mongodb book. san francisco: github inc. stark,j. (2012). 10 principles mobile interface design. diakses 1 november 2012, dari http://www.creativebloq.com/mobile/10-principles-mobile-interface-design-4122910. tiwari, s. (2011). professional nosql. indianapolis: john wiley & sons, inc. microsoft word 09_ti_antonius herusutopo.docx analisis dan optimalisasi jaringan … (audi eka prasetyo; dkk) 611  analisis dan optimalisasi jaringan nirkabel dengan minimalisasi roaming di binus square audi eka prasetyo; marco stefanus; admiral wiem; antonius herusutopo computer science department, school of computer science, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 ant.herusutopo@binus.ac.id abstract the presence of a notebook/netbook that is practical and has a high mobility makes internet connection is not only done through a single cable connection. high levels of human mobility, require an internet connection with a high mobility as well, this is encouraging the development of wireless internet connection in indonesia. the purpose of this study is to analyze the wireless network at binus square today and then optimize by minimizing roaming. the method of this study begins with data collection, analysis design, testing and evaluation. the method that is used is to measure bandwidth, to measure the speed and stability of data transfer when it is roaming, and then to measure the transfer speed and stability with wireless network system. from this study it can be seen that the wireless network can be a network of high-speed and stable. this study concluded that based on the simulation, this condition is quite fulfilling. keywords: wireless network,roaming, binus square abstrak hadirnya notebook/netbook yang praktis dan memiliki mobilitas tinggi membuat koneksi internet tidak hanya dilakukan melalui koneksi kabel saja. tingkat mobilitas manusia yang tinggi membutuhkan koneksi internet dengan mobilitas yang tinggi pula, hal ini yang mendorong perkembangan koneksi internet nirkabel di indonesia. tujuan penelitian ini ialah menganalisa jaringan nirkabel di binus square saat ini dan kemudian mengoptimalkan dengan cara meminimalkan roaming. metode dari penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data, analisis perancangan, uji coba dan evaluasi. metode yang digunakan adalah mengukur bandwidth, mengukur kecepatan dan kestabilan transfer data pada saat roaming, lalu mencoba mengukur kecepatan dan kestabilan transfer dengan sistem jaringan nirkabel. dari penelitian ini, dapat diketahui bahwa jaringan nirkabel dapat menjadi jaringan berkecepatan tinggi dan stabil. penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan simulasi, kondisi ini cukup memenuhi. kata kunci: jaringan nirkabel, roaming, binus square 612 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 611-624  pendahuluan kemajuan teknologi yang sangat cepat dan penyebaran koneksi internet yang tersebar sangat luas di seluruh indonesia membuat permintaan masyarakat akan koneksi internet yang cepat dan dapat diandalkan meningkat. berawal dari maraknya internet kabel yang digunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan, sehingga berbagai isp berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan internet cepat dan terbaik bagi pelanggannya. hadirnya notebook/netbook yang praktis dan memiliki mobilitas tinggi membuat koneksi internet tidak hanya dilakukan melalui koneksi kabel saja. tingkat mobilitas manusia yang tinggi membutuhkan koneksi internet dengan mobilitas yang tinggi pula, hal ini yang mendorong perkembangan koneksi internet nirkabel di indonesia. hampir setiap restoran, kafe, sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya menyediakan fasilitas internet nirkabel, wi-fi, secara cumacuma untuk orang-orang yang mengunjungi tempat tersebut. dengan alasan praktis, kini perusahaanperusahaan dan instansi-instansi menggunakan metode internet nirkabel sebagai sarana teknologi bagi mereka untuk dapat melakukan akses internet binus square – hall of residence berfungsi sebagai tempat tinggal sementara untuk mahasiswa binus university dan telah beroperasi sejak tahun 2010, menyediakan beberapa fasilitas yang dapat digunakan oleh boarder yang menetap di sana yang salah satu fasilitas tersebut adalah internet gratis yang menggunakan jaringan wifi. seiring dengan pertambahan jumlah boarder sering terjadi keluhan mengenai fasilitas internet yang diberikan, keluhan itu antara lain kecepatan internet yang semakin lambat dan bisa terjadi putus koneksi secara tiba-tiba. salah satu penyebab keluhan tersebut adalah diperkirakan terjadinya roaming. sehingga peneliti mencoba meminimalisasi roaming agar jaringan nirkabel di binus square lebih optimal. hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan di lokasi-lokasi/instansi lain yang menggunakan wireless lan dan mengalami masalah yang sama dengan yang ada di binus square. metode metode yang digunakan meliputi metode pengumpulan data, analisa, identifikasi masalah, dan perancangan atau implementasi sistem. metode pengumpulan data meliputi studi literatur mengenai teori jaringan nirkabel dan teori roaming dan mengukur bandwidth menggunakan aplikasi alat ukur jaringan pada sistem nirkabel yang sudah berjalan di binus square agar diketahui bandwidth yang ada apakah sudah mencukupi atau kurang memadai. selanjutnya akan dilakukan pengukuran kecepatan transfer data pada saat roaming kemudian dilihat kestablilan transfer data pada saat terjadi roaming dan observasi jangka panjang agar dapat diketahui waktu pada saat terjadi koneksi yang kurang stabil dan penyebabnya. data yang diperoleh akan disimpan dan didokumentasikan untuk dijadikan dasar penentuan solusi terbaik yang dapat diterapkan dalam sistem jaringan nirkabel binus square agar koneksi jaringan nirkabel stabil dan optimal. selanjutnya, akan dilakukan implementasi perubahan sistem jaringan nirkabel dan diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang ada pada sistem jaringan nirkabel binus square.  bandwidth menurut mitchell (2011), bandwidth adalah besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dialirkan dalam koneksi melalui sebuah network. lebar pita atau kapasitas saluran informasi adalah kemampuan maksimum dari suatu alat untuk menyalurkan informasi dalam satuan waktu detik. dikenal juga dengan perbedaan atau interval, antara batas teratas dan terbawah dari suatu frekuensi gelombang transmisi dalam suatu kanal komunikasi. satuan yang digunakan dalam pengukuran di sini adalah hertz atau sikel per detik (cycle per second). analisis dan optimalisasi jaringan … (audi eka prasetyo; dkk) 613  jalur lebar analog diukur dalam unit hertz (hz) atau sikel per detik (cycle per second). jalur lebar digital juga merujuk kepada jumlah atau volume data yang dialirkan melalui satu saluran komunikasi yang diukur dalam unit bit per second (bps) tanpa melibatkan gangguan. istilah lebar jalur (bandwith) selayaknya tidak dicampur adukkan dengan istilah jalur (band), contohnya seperti pada telepon tanpa kabel, beroperasi pada jalur 800mhz. lebar jalur ialah ruang yang digunakan pada jalur tersebut. dalam komunikasi tanpa kabel (wireless), ukuran atau lebar jalur salurannya sangat bagus dibanding saluran transmisi lainnya. sejumlah data yang mengalir melalui satu saluran sempit mengambil waktu yang lebih lama dibandingkan dengan sejumlah data yang sama apabila mengalir melalui satu saluran yang lebih lebar. pada standarisasi 802.11b, komunikasi wireless menggunakan frekuensi 2,4 ghz. spektrum frekuensi tersebut dibagi menjadi beberapa kanal. kanal tersebut memiliki rentang 22 mhz dengan selisih 5 mhz. terdapat overlap pada kanal yang berdekatan dan dapat terjadi saling interferensi. gambar 1 kanal frekuensi2,4ghz jaringan wireless 802.11 pada jaringan wireless, alat yang saling berkomunikasi harus berada pada spektrum frekuensi yang sama. 802.11a menggunakan frekuensi 5.0 ghz, 802.11b pada frekuensi sekitar 2.4 ghz.selain pada spectrum frekuensi yang sama, alat yang berkomunikasi juga harus berada pada kanal yang sama. terdapat 4 mode yang dapat difungsikan pada alat yang mendukung 802.11a,802.11b/g, yaitu: (1) mode master (mode ap atau mode infrastruktur). dalam penggunaan pada umumnya berfungsi seperti akses poin. network interface card membentuk jaringan dengan nama khusus yang disebut dengan ssid, kanal khusus dan melayani koneksi antar alat. (2) mode managed (mode user). network interface card dalam mode ini akan bergabung dengan jaringan master dan otomatis menyesuaikan kanal. (3) mode ad-hoc. pembentukan jaringan multipoint-to-multipoint, sehingga tidak ada istilah master, di mana dalam mode ini setiap alat akan berkomunikasi secara langsung tanpa perantara. (4) mode monitor. dalam penggunaan pada sejumlah alat biasanya untuk mendengar trafik secara pasif, tidak ada data yang dapat dikirim pada mode ini. pada jaringan nirkabel ada empat komponen penting dalam komunikasi wireless yaitu mobile station, access point (ap), media transmisi, dan sistem distribusi. berikut komponen wireless berdasarkan ieee 802.11: (1) stations (user) adalah perangkat komputer dengan wireless network interfaces. biasanya merupakan alat dengan power bateray seperti laptop, dan komputer jinjing, tapi bisa juga merupakan sebuah workstation. (2) access points (ap) merupakan alat yang menjembatani antara jaringan wireless dan kabel. (3) distribution system (ds) merupakan mekanisme pertukaran frame antara ap dengan user melalui jaringan kabel. biasanya ds merupakan jaringan ethernet yang digunakan sebagai backbone. (4) media wireless adalah medium transmisi sinyal yaitu udara lewat peralatan tertentu. 614 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 611-624  gambar 2 komponen nirkabel roaming (802.11f) dan analisa wireless dalam waktu dekat ini, vendor wlan menuju ke suatu perubahan, menawarkan metodemetodenya untuk mengatasi roaming di antara masing-masing node. software third party (software yang disediakan oleh pihak lain selain vendor wlan) yang langsung pakai sudah tersedia untuk digunakan pada cache yang mewakili node-node yang roaming pada layer tcp/ip, ketika node tidak dikenali oleh mesin penganalisa paket. 802.11f merupakan standar yang dikeluarkan ieee agar setiap vendor akses poin dapat mendukung fitur roaming. dengan fitur ini user dapat berpindah koneksi dari akses poin ke akses poin (ap) lain tanpa terputus. dalam 802.11f, user akan melakukan re-associated dengan ap baru bukan melakukan associated ulang dengan ap baru. ap juga melakukan pemantauan terhadap user, dan saling berkomunikasi antar ap melalui ds (ethernet lan). pada kenyataannya tidak semua station bertindak sesuai standar, beberapa tidak pernah melakukan reassociate namun melakukan associate ulang, sehingga roaming dapat mengganggu koneksi station. karakteristik dan sifat roaming roaming terdiri dari dua macam karakterisitik yaitu: (1) seamless roaming – adalah kondisi di mana roaming terjadi pada saat transfer data sedang berjalan, dan roaming yang terjadi tidak mengakitbatkan transfer data yang sedang berlangsung terputus. (2) nomadic roaming – adalah roaming yang terjadi saat tidak ada transfer data pada client. roaming dalam 802.11 memiliki suatu sifat yang sama yaitu “break before make”. yang dimaksud dengan “break before make” adalah sebuah client yang memutuskan koneksi dengan sebuah access point sebelum melakukan koneksi ke access point yang baru. mungkin tampak tidak menguntungkan dari sisi client, tapi dengan sifat roaming ini, bisa menyajikan protocol mac yang lebih sederhana. roaming domain layer 2 roaming ada beberapa alasan yang harus ada untuk mendukung terjadinya roaming, yaitu: (1) client harus memutuskan untuk melakukan roaming. alasan roaming terjadi itu bergantung sepenuhnya pada algoritma yang dibuat oleh vendor hardware dan juga didasarkan oleh beberapa faktor lain seperti kekuatan sinyal, frame acknowledgment, missing beacons, dan lain-lain. (2) client harus memutuskan untuk melakukan roaming ke ap yang mana. ap yang dipilih untuk melakukan roaming dapat ditentukan sebelum melakukan roaming (yang disebut dengan preemptive ap discovery), atau ap dipilih setelah melakukan roaming (yang disebut dengan roam-time ap discovery). analisis dan optimalisasi jaringan … (audi eka prasetyo; dkk) 615  gambar 3 preemptive ap discovery gambar 3 menunjukkan bagaimana preemptive ap discovery terjadi dalam sebuah jaringan. untuk menentukan ap mana yang akan di-roaming, client akan melakukan scanning pada saat tidak terjadi roaming. tapi terdapat kekurangan dalam preemptive ap discovery ini, yaitu ketika client melakukan scanning ap, client tidak bisa menerima data masuk karena client melakukan scanning dengan berpindah channel dalam jaringan. begitu juga data dari client keluar juga tidak bisa dilakukan dalam preemptive ap discover. oleh karena itu perlu dilakukan retransmission data ketika client melakukan scanning. gambar 4 roam-time ap discovery gambar 4 di atas menunjukkan bagaimana roam-time ap discovery terjadi. data yang dikirim dari client ke ap yang baru mengandung frame association. karena client melakukan roaming terlebih dahulu sebelum mendapatkan ap yang tepat, kemungkinan besar akan terjadi delay waktu yang lumayan lama karena client harus mencari ap yang baru. proses roaming bukan hanya cuma mencari ap baru, ada beberapa hal lain yang terjadi di layer 2, yaitu: (1) ap yang sebelumnya harus memutuskan bahwa client sudah berpindah ke ap lain. (2) ap yang sebelumnya harus meng-buffer data yang ditujukan ke client. (3) ap baru harus memberitahukan ke ap lama bahwa client sudah berpindah ke ap baru (biasanya melalui unicast atau multicast packet dari ap lama ke ap baru). (4) ap yang sebelumnya harus mengirim data yang telah di-buffer ke ap baru. (5) ap harus memperbaharui mac address tablesdi switch pada infrastruktur untuk mencegah kehilangan data dari client yang melakukan roaming. 616 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 611-624  dibawah ini terdapat gambaran bagaimana proses terjadinya roaming: gambar 5 proses roaming gambar 6 server kirim data gambar 7 client roaming gambar 8 perbaikan situasi pada gambar 6, application server mengirimkan data ke client dengan mac address a.b ke sw1 via int1. sw1 mengecek forwarding table dan mengirimkan frame ke ap1. pada gambar 7, client telah melakukan roaming ke ap2, tapi ap1 tidak tahu bahwa client telah melakukan roaming ke ap2, maka paket di-drop karena client tidak terhubung dengan ap1 lagi. gambar 8 menunjukkan ap2 memperbaiki situasi ini dengan mengirimkan paket ke ap1 yang berisi source mac address yang telah diganti ke mac address a.b. sw2 melakukan update di forwarding table-nya karena telah menerima mac address baru di port int3. mac address dari a.b kemudian ditambahkan ke forwarding table-nya sw2 dan di map ke int3. frame tersebut kemudian di-forward ke sw1, untuk kemudian sw1 mengubah forwarding table-nya agar paket menuju client dapat dikirim melalui sw2. layer 3 roaming client harus melakukan layer 2 roaming terlebih dahulu baru bisa memulai layer 3 roaming. gambar di atas menunjukkan bagaimana roaming antar domain terjadi dalam kasus 802.11 voip phone. ketika voip phone berpindah ap2 di subnet 20, terjadi pemutusan panggilan. untuk mencegah terputusnya koneksi saat terjadinya roaming antar vlan, dibutuhkan suatu mekanisme untuk tetap menggunakan layer 3 address yang sama walaupun telah melakukan roaming antar vlan. mobile ip menyediakan mekanisme yang dapat digunakan oleh semua vendor sebagai solusi di layer 3 roaming pada jaringan nirkabel. mobile ip memiliki beberapa komponen utama: (1) mobile node (mn): client yang melakukan roaming. (2) home agent (ha): ha terdapat pada router atau layer 3 switch dan memastikan sebuah client (mn) yang melakukan roaming tetap menerima paketnya. (3) foreign agent (fa): fa terdapat pada layer 3 switch dan membantu mn untuk memberitahukan kepada ha lokasi mn yang baru dengan menerima paket dari ha yang ditujukan ke mn. (4) care-of address (coa): coa adalah router yang terpasang di jaringan bertugas untuk menerima paket yang ditujukan analisis dan optimalisasi jaringan … (audi eka prasetyo; dkk) 617  ke mn dari ha. (5) co-located care-of address (ccoa): ccoa adalah coa yang terdapat di dalam mobile node (mn) itu sendiri. roaming dengan menggunakan mekanisme mobile ip ada beberapa tahap, yaitu: (1) client berada dalam home subnet apabila ip client termasuk dalam range subnet dari ha. (2) setelah mn (client) melakukan roaming ke subnet lain, mn mendeteksi kehadiran fa yang berada di layer 3 switch pada subnet baru dan mendaftar ke fa atau melalui ccoa yang terdapat pada mn. (3) fa atau mn ccoa melakukan komunikasi dengan ha dan menciptkan tunnel diantara ha dan coa untuk mn. tunneling yang dimaksud adalah mengenkapsulasi paket dengan ip header yang lain agar dapat dikirimkan ke tujuan jaringan yang lain (bahkan yang tidak terhubung langsung). gambar dibawah menjelaskan enkapsulasi yang terjadi. tunneling membutuhkan entry point dan exit point. entry point mengenkapsulasi paket dengan ip header lain agar dapat dikirimkan ke tujuan jaringan lain. di exit point, enkapsulasi tersebut dihilangkan dan di-forward ke mn. (4) paket yang ditujukan untuk mn dikirim ke ha (melalui ip routing normal). ha mengirimkan paket ke mn melalui tunnel yang dibuat di tahap ketiga. (5) paket apapun yang dikirimkan oleh mn, dikirim melalui fa seperti yang terjadi pada jaringan lokal (melalui reverse tunneling). lihat gambar dibawah untuk keterangan lebih jelas. gambar 9 enkapsulasi gambar 10 pengiriman paket ip routing normal gambar 11 pengiriman paket melalui reverse tunelling faktor penting dalam implementasi jaringan nirkabel beberapa faktor penting yang harus diperhatikan dalam implementasi jaringan nirkabel antara lain: (1) frekuensi – tidak banyak frekuensi kosong yang dapat digunakan untuk frekuensi radio jaringan nirkabel. oleh karena itu beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi jaringan nirkabel yaitu menjaga jarak antar sistem atau membatasi area cakupan suatu sistem, serta memperkecil daya pancar yang digunakan. (2) interferensi – jika beberapa jaringan nirkabel digunakan dalam satu gedung maka interferensi merupakan hal penting yang perlu dicegah. hal ini biasanya terjadi pada gedung bertingkat yang terdiri dari beberapa kantor atau perusahaan yang masing-masing memiliki sistem nirkabel data sendiri. sistem nirkabel data perlu didesain agar dapat 618 menggun yang cuk teknolo b yang dik antena b dapat me terdapat menghas sinyal y keuntung performa efisiensi g teknolog ruckus z teknolog terpusat ada bebe teknolo pemiliha dalam p sinyal ya mesh ne akses po nakan spektr kup rumit. ogi beamflex beamflex m kenal dengan berbeda deng engatur pola dengan ante silkan sinyal yang maksim gan-keuntun a dan jarak. i maksimal p gambar ber gi beamflex d zoneflex zoneflex ad gi beamflex. yang diatur erapa keungg gi beamflex an channel p emilihan cha ang paling o etworking ya oin. (5) kea rum frekuens x merupakan tek n teknologi s gan teknolog a pemancaran ena direksion l yang lebih mal. melalu ngan yang dit (2) cakupa power. (5) in rikut mempe dan tanpa tek ga dengan tek dalah salah zoneflex da oleh zone d gulan yang d x yang meng prediktif seca annel yang optimal, inte ang mengura amanan yan si secara ber knologi yan smart antenn gi antena om n dengan jal nal, beamfle h baik sehin ui pernyataa tawarkan tek an yang leb nterferensi leb erlihatkan p knologi beam ambar 12 pola knologi beamf satu produk apat digunak director dari dapat dihasilk ghasilkan ja ara real-time menghasilka erferensi lebi angi biaya b g baik deng com rsama. tentu g terdapat p na array. ak mni yang me ur yang terb ex dapat men ngga dengan an dari ski knologi beam ih luas. (3) bih kecil. perbedaan p mflex (prisca a pemancaran flex (kiri) dan k akses poin kan sendiri at i ruckus (pr kan akses po arak yang le , channel fl an performa ih kecil, dan besar yang d gan dynamic mtech vol. 5 u hal ini mem pada akses p kses poin ru emancarkan baik ke arah ngatur pola p teknologi b ill ict sol mflex, yaitu performa ja ola pemanc aro, m. 2010 sinyal akses p n tanpa beamf n nirkabel d tau digunaka riscaro, m. 2 in nirkabel z ebih jauh da ly, yang mer lebih baik s n auto manaj diperlukan d c pre-shared 5 no. 2 dese mbutuhkan p oin ruckus uckus dapat m sinyal ke se penerima. b pemancaran beamflex ak lution maka sebagai beri aringan nirk caran sinyal 0): poin flex (kanan) dari ruckus an untuk mem 2010). menu zonefles yait an cakupan rupakan pend sebesar 50% jemen frekue dalam menar d key, enkrip ember 2014: perencanaan wireless, z mengatur po egala arah, b begitu juga p secara dinam kan didapat a dapat disi ikut: (1) pen kabel yang s akses poin yang meng mbentuk sua urut ruckus tu sebagai be yang lebih dekatan palin %. (3) pemili ensi radio. ( rik kabel eth psi serta me 611-624  frekuensi zone flex la radiasi beamflex perbedaan mis untuk kekuatan impulkan nambahan stabil. (4) n dengan ggunakan atu sistem wireless erikut: (1) luas. (2) ng efektif ihan jalur (4) smart hernet ke ekanisme analisis dan optimalisasi jaringan … (audi eka prasetyo; dkk) 619  autentikasi terbaru. (6) cakupan lebih baik dengan akses poin lebih sedikit. (7) mengatur semua traffic dan request/response antara klien nirkabel. ruckus zone director ruckus zone director digunakan dalam suatu sistem terpusat untuk mengontrol semua akses poin ruckus zoneflex. zone director dapat menyediakan manajemen jaringan nirkabel yang luas, keamanan, frekuensi radio, dan lokasi (priscaro, m. 2010). zone director dan zoneflex yang diimplementasi secara bersama dapat menghasilkan smart mesh network, sehingga cakupan sinyal yang diperoleh lebih luas meskipun tidak keseluruhan akses poin terhubung dengan jaringan ethernet. akses poin membentuk topologi jaringan mesh dan melakukan routing trafik antar akses poin dan jaringan ethernet ke user. fitur lain yang terdapat pada ruckus zone director adalah deteksi rogue akses poin dan dapat mencatat user tidak baik (malicious user). saat ada akses poin yang berdekatan maka zone director secara otomatis akan mengatur kanal frekuensi tiap akses poin untuk mendapatkan cakupan sinyal yang paling baik. syslog syslog menurut kotz (2006) adalah standar yang ditentukan untuk mengirim dan menerima pesan, yang dapat disimpan secara lokal maupun dikirimkan melalui jaringan ke host lain. tidak ada format standar untuk pesan syslog, informasi yang dikirim dapat memiliki format dan informasi yang bervariasi tergantung akses poin. dalam zone director terdapat fitur syslog di mana zone director mencatat pesan syslog yang diterima dari setiap akses poin yang diatur melalui zone director tersebut di mana dalam syslog terdapat informasi host-host yang terhubung maupun terputus ke dan dari akses poin juga ada informasi roam dari dan roam ke tiap device yang terhubung dengan akses poin. ekahau heatmapper ekahau heatmapper adalah sebuah aplikasi yang berfungsi untuk melihat jangkauan sinyal wireless dalam peta yang telah disediakan sebelumnya. jadi aplikasi ini dapat melokasikan semua akses poin yang dapat ditangkap device dan melacak jangkauan sinyal yang dimiliki tiap akses poin begitu juga dengan informasi akses poin dan channel yang telah dikonfigurasi pada akses poin tersebut. aplikasi ini juga dapat melihat konfigurasi keamanan dalam akses poin dan melihat jaringan yang terbuka. jangkauan sinyal melalui akses poin dapat terlihat dengan warna sinyal mulai dari biru muda yang paling baik sampai dengan warna merah yang menandakan sinyal yang buruk. keterangan warna sinyal: biru muda -0 -35 dbm; hijau tua -36 -60 dbm; hijau biasa: -61 75 dbm; hijau muda -76 -80 dbm; kuning -81 -90 dbm; oranye -91 -95 dbm; merah -96 -100 dbm. keterangan kekuatan sinyal: -0 dbm -60 dbm jangkauan sinyal yang baik sampai sangat baik; -60 dbm -80 dbm masih dapat terhubung, tetapi tidak dengan kecepatan maksimal; -80 dbm -100 dbm koneksi tidak stabil, sering terputus, kecepatan lambat, dan isu performa dengan streaming video maupun audio. hasil dan pembahasan gambar dibawah ini menunjukkan sistem yang sedang berjalan di binus square, di mana dalam binus square terdapat jaringan wired dan wireless lan. jaringan wired lan terdapat beberapa server seperti opera, proxy, dan radius server yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan binus square. opera server digunakan untuk pelayanan reservasi tamu pada binus square hotel dan boarder seperti billing. proxy server digunakan sebagai cache data internet untuk mengurangi beban dari bandwidth eksternal binus square. radius server digunakan untuk autentikasi semua pengguna 620 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 611-624  jaringan nirkabel binus square, dalam hal ini merupakan semua boarder binus square. sedangkan jaringan kabel binus square dipergunakan untuk kebutuhan staff yang bekerja di binus square, kebutuhan boarder untuk belajar pada reading room, maupun penggunaan cctv pada setiap lantai tiap tower binus square dan area-area publik seperti reading room, tiap pintu masuk, gym, games room maupun di area outdoor binus square. saat ini terdapat 36 komputer (27 buah komputer karyawan dan 9 buah komputer reading room) yang dapat menggunakan jaringan kabel binus square. gambar dibawah menunjukkan topologi jaringan layer 3 yang terdapat di binus square. gambar 13 topologi layer 3 jaringan binus square gambar 13 menunjukkan topologi distribusi jaringan nirkabel lan di binus square. pada jaringan binus square terdapat 1 mikrotik gateway, 1 mikrotik hotspot (router), 22 manageable ethernet switch, dan sebuah wireless controller. koneksi internet binus square diambil melalui jaringan kampus binus syahdan dengan media kabel fiber optik dan didistribusikan melalui mikrotik gateway dan mikrotik hotspot. jaringan kemudian didistribusikan ke tower ab dan cd melalui dua buah manageable switch distribution tower ab dan cd. dari switch distribution tower ab dan cd kemudian disebar melalui 12 manageable switch per lantai. kemudian dari switch per lantai jaringan kemudian didistribusikan ke user dengan menggunakan akses poin (ap). pada saat ini di binus square terdapat 163 akses poin yang dapat digunakan untuk internet baik oleh publik maupun boarder binus square, tetapi karena objek yang khusus diteliti merupakan tower a dan b saja yang merupakan tower pria maka akses poin yang termasuk dalam penelitian berjumlah 90 buah. pertama kali ssid jaringan binus square hanya menggunakan 1 ssid yaitu boarder@binus square yang dipakai oleh semua user pada lantai 2 sampai 18, hal ini menyebabkan seringnya terjadi roaming pada jaringan binus square karena user tidak sadar apabila mereka sudah berpindah akses poin. perubahan ssid lalu dilakukan dan sekarang ssid dibagi berdasarkan lantai menurut tower pria dan wanita. berdasarkan ssidnya, jaringan nirkabel di binus square dapat dibagi menjadi public dan ssid tiap lantai di setiap tower binus square. analisis dan optimalisasi jaringan … (audi eka prasetyo; dkk) 621  gambar 14 topologi layer 2 jaringan binus square wvlan yang sedang berjalan di binus square dibagi per tower, di mana terdapat empat tower di binus square sehingga wvlan berjumlah empat buah yang dikonfigurasi di sistem jarigan binus square. di bawah ini tabel pembagian wvlan yang sedang berjalan di binus square. tabel 1 pengaturan wvlan di binus square no. lokasi ap wvlan 1. tower a 348 2. tower b 356 3. tower c 364 4. tower d 372 hasil pemetaan jaringan binus square pemetaan jaringan dilakukan dengan meneliti langsung di tiap lorong tower a dan tower b binus square dengan software pemetaan jaringan, ekahau heatmapper. melalui pemetaan diperoleh cakupan sinyal dari akses poin yang terlacak pada tiap lorong dan channel yang dikonfigurasi pada akses poinnya. berikut terlampir beberapa gambar yang merupakan hasil pemetaan jaringan dari akses poin. pemetaan dilakukan secara menyeluruh pada tiap lorong tower a dan b di binus square, namun di sini hanya ditampilkan beberapa saja. gambar 15 cakupan sinyal akses poin ke-1 lantai 2 tower a 622 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 611-624  gambar 16 cakupan sinyal akses poin ke-1 lantai 4 tower b perancangan topologi jaringan baru berdasarkan pengamatan dan penelitian dimana tower a-b dan c-d yang terhubung dengan hanya satu server terlihat belum cukup maksimal dan diperlukan penambahan server lagi di mana tower pria (a-b) terhubung dengan satu server dan tower wanita (c-d) terhubung dengan server lainnya lagi dan masing-masing diatur dengan satu bandwidth management dan keduanya lalu dihubungkan dengan server farm. hal ini diyakini akan meningkatkan performa jaringan binus square sehingga switch dan server yang dahulu tidak akan bekerja terlalu keras lagi sehingga lebih awet dan performa jaringan akan lebih baik. gambar 17 topologi jaringan baru binus square analisa jumlah user terhadap ketersediaan akses poin berdasarkan hasil pengamatan jumlah user yang paling banyak menggunakan jaringan nirkabel binus square tercatat sejumlah 817 user. berdasarkan analisa jumlah akses poin di mana ratarata dalam satu lantai terdapat tiga akses poin, maka dapat ditentukan apakah akses poin yang ada mencukupi kebutuhan user atau apakah diperlukan penambahan akses poin. tower a berjumlah 16 analisis d lantai de tower a user mak dan b a memenu ingin me hasil pe g ditampil desembe 2014. pe januari 2 binus sq tanggal 2 p sedangka dikarena dilakuka roaming penguku dan optimal engan total 4 a dan tower b ka maksimal dalah 900 u uhi kebutuha emberikan ha engamatan r gambar dib kan melalui er 2013 lalu engukuran di 2014 tidak a quare, yang 20 desember pada hasil p an roaming akan penyes an pada jam g. hasil peng uran sebelum alisasi jaringa 48 akses poin b menghasil l user yang user. maka b an user dan asil yang leb roaming set bawah men grafik batan u dilanjutkan ilanjutkan ke ada kegiatan mengakibatk r keatas. gam pengukuran d g berlainan suaian ssid m 19.00 sam gukuran men mnya (4169 ro an … (audi ek n. tower b b lkan total 90 dapat tergab berdasarkan tidak perlu ih optimal pa gambar 18 telah perub nunjukkan h ng. pengukur n tanggal 18 embali pada n perkuliahan kan hasil pen mbar 19 juml ditemukan r lantai dan a d dan chann mpai 21.00. j nunjukan pe oaming). eka prasetyo; berjumlah 14 0 akses poin bung dalam j pengamatan dilakukan p ada jaringan 8 pengamatan j ahan konfig hasil pengam ran dilakukan desember 2 januari kare n sehingga b ngamatan ro lah roaming s roaming han atau berlain nel pada jar jumlah roam enurunan jum dkk) 4 lantai deng , 1 akses po jaringan nirk didapatkan penambahan binus squar jumlah user gurasi akse matan juml n pada tangg 2013 dan 8 ena pada bula banyak peng aming kuran setelah peruba nya terjadi pa nan tower su ringan topo ming pada h mlah roamin an total 42 a oin dapat dig kabel binus s bahwa juml kecuali bila re. es poin dan t ah roaming gal 11 desem januari 201 an desember ghuni yang ju ng maksimal ahan ada sama la udah tidak logi binus hasil penguk ng yang sikn akses poin. g gunakan mak square pada lah akses po a pihak binu topologi g yang terj mber 2013 sa 4 dengan 10 r tanggal 20 uga tidak m l bila diterus antai dan sam terjadi lagi square. pen kuran ini ad nifikan diban 623  gabungan ksimal 10 a tower a oin masih us square jadi dan ampai 13 0 januari sampai 6 menempati skan pada ma tower , hal ini ngukuran dalah 867 ndingkan 624 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 611-624  simpulan adapun simpulan yang dapat diambil dari hasil perancangan aplikasi yang sudah dibuat adalah: (1) penurunan jumlah roaming membuktikan bahwa penelitian ini berhasil. (2) lantai yang memiliki access point dengan jumlah empat unit access point per tower menunjukkan tingkat roaming yang rendah dan hampir tidak ada. (3) penyesuaian channel masing-masing access point agar tidak bertabrakan dalam jarak yang dekat membuktikan dapat menurunkan tingkat roaming. (4) penggantian ssid per lantai langsung bisa meniadakan roaming antar lantai. (5) roaming yang paling sering terjadi adalah roaming sama lantai, sama tower. (6) performa masing-masing akses poin dapat mempengaruhi kualitas overall sinyal akses poin dalam satu lantai. daftar pustaka dhe, a. (2013). ruckus wireless. diakses 5 oktober 2013 dari http://www.skill.co.id/front/index.php/jakarta-products/325-ruckus kotz, d., essien, k. (2005). trace collection. analysis of a campus-wide wireless network. diakses 10 oktober 2013 dari http://www.cs.odu.edu/nadeem/classes/cs795-wns-s13/papers/enter012.pdf mitchel, b. (2011). bandwidth diakses 6 oktober 2013 dari http://compnetworking.about.com/od/speedtests/g/bldef_bandwidth.htm priscaro, m. (2010). the smart wi-fi antenna technology that steers signals to high-quality paths. diakses 5 oktober 2013 dari http://www.ruckuswireless.com/technology/beamflex priscaro, m. (2010). ultra-fast and reliable smart wi-fi access points with adaptive antenna technology. diakses 5 oktober 2013 dari http://www.ruckuswireless.com/products/zoneflex-indoor microsoft word 07 afan pemodelan fuzzy .docx 276 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 276-288 pemodelan sistem fuzzy dengan menggunakan matlab afan galih salman jurusan teknik informatika, fakultas ilmu komputer, bina nusantara university jln. k.h. syahdan no 9, palmerah, jakarta barat 11480 asalman@binus.edu abstract fuzzy logic is a method in soft computing category, a method that could process uncertain, inaccurate, and less cost implemented data. some methods in soft computing category besides fuzzy logic are artificial network nerve, probabilistic reasoning, and evolutionary computing. fuzzy logic has the ability to develop fuzzy system that is intelligent system in uncertain environment. some stages in fuzzy system formation process is input and output analysis, determining input and output variable, defining each fuzzy set member function, determining rules based on experience or knowledge of an expert in his field, and implementing fuzzy system. overall, fuzzy logic uses simple mathematical concept, understandable, detectable uncertain and accurate data. fuzzy system could create and apply expert experiences directly without exercise process and effort to decode the knowledge into a computer until becoming a modeling system that could be relied on decision making. keywords: fuzzy logic, soft computing, fuzzy system, decision making. abstrak logika fuzzy adalah metode yang termasuk dalam kategori softcomputing, metode yang dapat mengolah data-data yang bersifat tidak pasti, impresisi dan dapat diimplementasikan dengan biaya yang murah. beberapa metode yang termasuk dalam kategori softcomputing selain logika fuzzy adalah jaringan saraf tiruan, probabilistic reasoning dan evolutionary computing. logika fuzzy mempunyai kemampuan untuk mengembangkan sistem fuzzy yaitu sistem intelijen dalam lingkungan yang tak pasti. beberapa tahapan proses pembentukan sistem fuzzy yaitu analisa input maupun output, penentuan variabel input dan output, penentuan fungsi keanggotaan masing-masing himpunan fuzzynya, penetapan aturan-aturan berdasarkan pengalaman atau pengetahuan seorang pakar di bidangnya dan implementasi sistem fuzzy. secara keseluruhan logika fuzzy menggunakan konsep matematis sangat sederhana, mudah dimengerti dan memiliki toleransi terhadap datadata yang tidak tepat atau kabur. sistem fuzzy dapat membangun dan mengaplikasikan pengalaman-pengalaman para pakar secara langsung tanpa harus melalui proses latihan dan berusaha menerjemahkan pengetahuan yang dimiliki sang ahli ke dalam sistem komputer hingga menjadi suatu sistem pemodelan yang benar-benar bisa diandalkan dalam pengambilan keputusan. kata kunci: logika fuzzy, softcomputing, sistem fuzzy, pengambilan keputusan. pemodelan sistem fuzzy… (afan galih salman) 277 pendahuluan soft computing merupakan inovasi baru dalam membangun sistem cerdas. sistem cerdas ini merupakan sistem yang memiliki keahlian seperti manusia pada domain tertentu, mampu beradaptasi dan belajar agar dapat bekerja lebih baik jika terjadi perubahan lingkungan. unsur-unsur pokok dalam soft computing adalah sistem fuzzy, jaringan saraf tiruan, probabilistic reasoning, evolutionary computing. sistem fuzzy secara umum terdapat 5 langkah dalam melakukan penalaran, yaitu memasukkan input fuzzy, mengaplikasikan operator fuzy, mengaplikasikan metode implikasi, komposisi semua output, dan defuzifikasi. dalam hal ini, penulis mencoba menganalisis dan menerjemahkan pengetahuan seorang pakar pemasaran dan produksi yang telah bertahun-tahun melakukan penelitian hingga menemukan suatu teknik proses penentuan jumlah minimum produksi dan permintaan pasar dengan pendekatan sistem fuzzy. tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi atau memperkirakan jumlah produksi minimum suatu produk berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh ahlinya atau berdasarkan pengalaman ahlinya selama melakukan penelitian. untuk tujuan ini diambil studi kasus tentang permasalahan jumlah produksi minimum permen coklat terhadap biaya produksi dan permintaan pasar. membuat model sistem fuzzy yang benar-benar bisa diandalkan dalam pengambilan keputusan dengan menaplikasikan pengalaman-pengalaman para pakar secara langsung tanpa harus melalui proses latihan dan berusaha menerjemahkan pengetahuan yang dimiliki sang ahli ke dalam sistem komputer hingga menjadi suatu sistem pemodelan. lingkup permasalahan hanya terbatas pada studi kasus dalam rangka menentukan jumlah produksi minimum permen coklat terhadap biaya produksi dan permintaan pasar. penentuan ini didasarkan pada sejumlah kriteria yang telah ditetapkan oleh ahlinya. masalah ini terlebih dahulu akan dianalisis dengan pendekatan sistem fuzzy untuk mendapatkan variabel-variabel yang akan dijadikan dasar pembuatan model fuzzy. selanjutnya ditentukan himpunan-himpunan keanggotaan fuzzy yang terkait dengan variabel yang telah ditetapkan sebelumnya. apabila tahap-tahap analisis tersebut berjalan dengan baik, maka pemodelan sistem fuzzynya akan diimplementasikan dengan menggunakan toolbox matlab ver 7.0. implementasi sistem fuzzy ini diharapkan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan studi kasus penentuan jumlah produksi minimum permen coklat terhadap biaya produksi dan permintaan pasar. logika fuzzy adalah suatu cara yang tepat untuk memetakan suatu ruang input ke dalam ruang output. untuk sistem yang sangat rumit, penggunaan logika fuzzy (fuzzy logic) adalah salah satu pemecahannya. sistem tradisional dirancang untuk mengontrol keluaran tunggal yang berasal dari beberapa masukan yang tidak saling berhubungan. karena ketidaktergantungan ini, penambahan masukan yang baru akan memperumit proses kontrol dan membutuhkan proses perhitungan kembali dari semua fungsi . kebalikannya, penambahan masukan baru pada sistem fuzzy, yaitu sistem yang bekerja berdasarkan prinsip-prinsip logika fuzzy, hanya membutuhkan penambahan fungsi keanggotaan yang baru dan aturan-aturan yang berhubungan dengannya. secara umum, sistem fuzzy sangat cocok untuk penalaran pendekatan terutama untuk sistem yang menangani masalah-masalah yang sulit didefinisikan dengan menggunakan model matematis misalkan, nilai masukan dan parameter sebuah sistem bersifat kurang akurat atau kurang jelas, sehingga sulit mendefinisikan model matematikanya. sistem fuzzy mempunyai beberapa keuntungan bila dibandingkan dengan sistem tradisional, misalkan pada jumlah aturan yang dipergunakan. pemrosesan awal sejumlah besar nilai menjadi sebuah nilai derajat keanggotaan pada sistem fuzzy mengurangi jumlah nilai menjadi sebuah nilai derajat keanggotaan pada sistem fuzzy mengurangi 278 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 276-288 jumlah nilai yang harus dipergunakan pengontrol untuk membuat suatu keputusan. keuntungan lainnya adalah sistem fuzzy mempunyai kemampuan penalaran yang mirip dengan kemampuan penalaran manusia. hal ini disebabkan karena sistem fuzzy mempunyai kemampuan untuk memberikan respon berdasarkan informasi yang bersifat kualitatif, tidak akurat, dan ambigu. menurut kusumadwi (2002), beberapa alasan penggunaan logika fuzzy adalah (1) logika fuzzy sangat fleksibel; (2) logika fuzzy memiliki toleransi; (3) konsep matematis yang mendasari penalaran fuzzy sangat sederhana dan mudah dimengerti; (4) logika fuzzy mampu memodelkan fungsi-fungsi nonlinear yang sangat kompleks; (5) logika fuzzy dapat membangun dan mengaplikasikan pengalaman-pengalaman para pakar secara langsung tanpa harus melalui proses pelatihan; (6) logika fuzzy dapat bekerjasama dengan teknik-teknik kendali secara konvensional; dan (7) logika fuzzy didasarkan pada bahasa alami. sistem fuzzy pertama kali diperkenalkan oleh prof. l. a. zadeh dari barkelay pada tahun 1965. sistem fuzzy merupakan penduga numerik yang terstruktur dan dinamis. sistem ini mempunyai kemampuan untuk mengembangkan sistem intelijen dalam lingkungan yang tak pasti. sistem ini menduga suatu fungsi dengan logika fuzzy. dalam logika fuzzy terdapat beberapa proses yaitu penentuan himpunan fuzzy, penerapan aturan if-then dan proses inferensi fuzzy (marimin, 2005). ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam memahami sistem fuzzy yaitu variabel fuzzy, himpunan fuzzy, semesta pembicaraan dan domain (kusumadewi & purnomo, 2004). variabel fuzzy merupakan variabel yang akan dibahas dalam sistem fuzzy misalnya umur, temperatur, permintaan, dsb. himpunan fuzzy merupakan suatu group yang mewakili suatu kondisi tertentu dalam variabel fuzzy misalnya variabel umur dibagi atas 3 himpunan fuzzy yaitu muda, parobaya dan tua. semesta pembicaraan adalah keseluruhan nilai yang diperbolehkan untuk dioperasikan dalam suatu variabel fuzzy misalnya semesta pembicaraan variabel umur adalah 0 sampai 100. domain adalah keseluruhan nilai yang diijinkan dalam semesta pembicaraan dan boleh dioperasikan dalam himpunan fuzzy misalnya domain umur muda 20 – 45, domain parobaya 25 – 65 dan domain tua 45 – 70. pada himpunan biasa (crisp) nilai keanggotaan memiliki 2 kemungkinan yaitu satu (1) berarti menjadi anggota himpunan dan dua (2) berarti tidak menjadi anggota. bila 20-<35 himpunan umur muda, 35-<55 himpunan parobaya, maka seseorang berumur 35 tahun masuk himpunan parobaya, sedang umur 35 tahun kurang 1 hari masuk himpunan muda. meskipun selisih umur hanya 1 hari, namun mengakibatkan perbedaan kategori cukup bermakna (gambar 1). gambar 1 keanggotaan himpunan biasa umur muda dan parobaya. dalam himpunan fuzzy seseorang dapat masuk dalam 2 himpunan yang berbeda. seseorang berumur 40 tahun masuk himpunan berumur muda dengan derajat keanggotaan 0,15 dan sekaligus masuk himpunan berumur parobaya dengan derajat keanggotaan 0,85 (gambar 2). fungsi keanggotaan adalah kurva yang menunjukkan pemetaan titik input data ke dalam nilai keanggotaan yang mempunyai interval 0 – 1. ada beberapa fungsi keanggotaan yang digunakan antara lain representasi kurva sigmoid, trapesoid dan triangular. seperti himpunan biasa, ada beberapa operasi yang didefinisikan secara khusus untuk mengkombinasikan himpunan fuzzy. ada 3 operator dasar yang diciptakan zadeh yaitu operator and, or dan not. nilai keanggotaan baru sebagai hasil dari operasi 2 himpunan disebut α -predikat. pemodelan sistem fuzzy… (afan galih salman) 279 gambar 2 fungsi keanggotaan ”usia” dengan representasi sigmoid. operator and merupakan operasi interseksi pada himpunan. α -predikat yang dihasilkan diperoleh dengan mengambil nilai keanggotaan terkecil antar elemen pada himpunan bersangkutan. misal nilai keanggotaan umur 27 pada himpunan muda adalah μ muda[27]= 0,6 dan nilai keanggotaan 2 juta pada himpunan penghasilan tinggi adalah μ gajitinggi[2juta]= 0,8 maka α -predikat untuk usia muda dan berpenghasilan tinggi adalah nilai keanggotaan minimum: μ muda ∩ gajitinggi = min( μ muda[27], μ gajitinggi[2juta]) = min (0,6 ; 0,8) = 0,6 operator or merupakan operasi union pada himpunan. α -predikat yang dihasilkan diperoleh dengan mengambil nilai keanggotaan terbesar antar elemen pada himpunan bersangkutan. misal nilai keanggotaan umur 27 pada himpunan muda adalah μ muda[27]= 0,6 dan nilai keanggotaan 2 juta pada himpunan penghasilan tinggi adalah μ gajitinggi[2juta]= 0,8 maka α -predikat untuk usia muda atau berpenghasilan tinggi adalah nilai keanggotaan maksimum : μ muda ∩ gajitinggi = max( μ muda[27], μ gajitinggi[2juta]) = max (0,6 ; 0,8) = 0,8 operator not merupakan operasi komplemen pada himpunan. α -predikat yang dihasilkan diperoleh dengan mengurangkan nilai keanggotaan elemen pada himpunan dari 1. misal nilai keanggotaan umur 27 pada himpunan muda adalah μ muda[27]= 0,6 maka α -predikat untuk usia tidak muda adalah : μ muda’[27] = 1 μ muda[27 = 1 0,6 = 0,4 tiap aturan (proposisi) pada basis pengetahuan fuzzy akan berhubungan dengan suatu relasi fuzzy. bentuk umum aturan yang digunakan dalam fungsi implikasi adalah: if x is a then y is b x dan y adalah skalar sedang a dan b adalah himpunan fuzzy. proposisi yang mengikuti if disebut anteseden, sedangkan proposisi yang mengikuti then disebut konsekuen. secara umum ada 2 fungsi 280 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 276-288 implikasi yaitu fungsi implikasi min (minimum) dan fungsi implikasi dot (product). misal bentuk aturan sebagai berikut: [r1] if permintaan naik and stok sedikit then produksi tinggi nilai keanggotaan permintaan 8.000 pada himpunan permintaan naik adalah μ naik[8.000]= 0,7 dan nilai keanggotaan stok 10.000 pada himpunan stok sedikit adalah μ sedikit[10.000]= 0,9 maka fungsi implikasi untuk produksi tinggi adalah perpotongan nilai keanggotaan minimum sehingga nilai keanggotaan produksi tinggi adalah μ tinggi=0,7. aplikasi fungsi implikasi min (minimum) memotong output sebagai berikut: gambar 3 fungsi implikasi min aplikasi fungsi implikasi dot (product) akan menskala output sebagai berikut: gambar 4 fungsi implikasi dot ada beberapa metode untuk merepresentasikan hasil logika fuzzy yaitu metode tsukamoto, sugeno dan mamdani. pada metode tsukamoto, setiap konsekuen direpresentasikan dengan himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaan monoton. output hasil inferensi masing-masing aturan adalah z, berupa himpunan biasa (crisp) yang ditetapkan berdasarkan α -predikatnya. hasil akhir diperoleh dengan menggunakan rata-rata terbobotnya. ( kusumadewi, 2002) metode sugeno mirip dengan metode mamdani, hanya output (konsekuen) tidak berupa himpunan fuzzy, melainkan berupa konstanta atau persamaan liniar. ada dua model metode sugeno yaitu model fuzzy sugeno orde nol dan model fuzzy sugeno orde satu. bentuk umum model fuzzy sugeno orde nol adalah: if (x1 is a1) o (x2 is a2) o ….. o (xn is an) then z = k bentuk umum model fuzzy sugeno orde satu adalah: if (x1 is a1) o (x2 is a2) o ….. o (xn is an) then z = p1.x1 + … pn.xn + q defuzzifikasi pada metode sugeno dilakukan dengan mencari nilai rata-ratanya. pemodelan sistem fuzzy… (afan galih salman) 281 gambar 5 model fuzzy sugeno orde 1 pada metode mamdani, aplikasi fungsi implikasi menggunakan min, sedang komposisi aturan menggunakan metode max. metode mamdani dikenal juga dengan metode max-min. inferensi output yang dihasilkan berupa bilangan fuzzy maka harus ditentukan suatu nilai crisp tertentu sebagai output. proses ini dikenal dengan defuzzifikasi. ada beberapa tahapan untuk mendapatkan output yaitu (1) pembentukan himpunan fuzzy, pada metode mamdani baik variabel input maupun variabel output dibagai menjadi satu atau lebih himpunan fuzzy; (2) aplikasi fungsi implikasi, pada metode mamdani, fungsi implikasi yang digunakan adalah min; (3) komposisi aturan, tidak seperti penalaran monoton, apabila sistem terdiri dari beberapa aturan, maka inferensi diperoleh dari kumpulan dan korelasi antar aturan. ada 3 metode yang digunakan dalam melakukan inferensi sistem fuzzy yaitu max, additive dan probabilistik or. metode max (maximum) pada metode ini solusi himpunan fuzzy diperoleh dengan cara mengambil nilai maksimum aturan, kemudian menggunakannya untuk memodifikasi daerah fuzzy dan mengaplikasikan ke output dengan menggunakan operator or(union). jika semua proposisi telah dievaluasi, maka output akan beisi suatu himpunan fuzzy yang merefleksikan konstribusi dari tiap-tiap proposisi. secara umum dapat dituliskan: µsf[xi] ← max ( µsf[xi] , µkf[xi]) dengan : µsf[xi]=nilai keanggotaan solusi fuzzy sampai aturan ke-i µkf[xi]=nilai keanggotaan konsekuen fuzzy aturan ke-i metode additive (sum) pada metode ini, solusi himpunan fuzzy diperoleh dengan cara melakukan bounded-sum terhadap semua output dareah fuzzy. secara umum dituliskan: µsf[xi] ← max ( 1, µsf[xi] + µkf[xi] ) µsf[xi]=nilai keanggotaan solusi fuzzy sampai aturan ke-i µkf[xi]=nilai keanggotaan konsekuen fuzzy aturan ke-i metode probabilistik or pada metode ini, solusi himpunan fuzzy diperoleh dengan cara melakukan product terhadap semua output daerah fuzzy. secara umun dituliskan: µsf[xi] ← max ( µsf[xi] + µkf[xi] ) – (µsf[xi] * µkf[xi] ) µsf[xi]=nilai keanggotaan solusi fuzzy sampai aturan ke-i µkf[xi]=nilai keanggotaan konsekuen fuzzy aturan ke-i 282 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 276-288 penegasan /defuzzifikasi input dari proses defuzzifikasi adalah suatu himpunan fuzzy yang diperoleh dari komposisi aturan-aturan fuzzy, sedangkan output yang dihasilkan merupakan suatu bilangan pada domain himpunan fuzzy tersebut. sehingga jika diberikan suatu himpunan fuzzy dalam range tertentu, maka harus dapat diambil suatu nilai crisp tertentu sebagai output. ada beberapa metoda yang dipakai dalam defuzzifikasi adalah (1) metode centroid, penetapan nilai crisp dengan cara mengambil titik pusat daerah fuzzy; (2) metode bisektor, solusi crisp diperoleh dengan cara mengambil nilai pada domain fuzzy yang memiliki nilai keanggotaan seperti dari jumlah total nilai keanggotaan pada daerah fuzzy; (3) metode means of maximum (mom), diperoleh dengan cara mengambil nilai rata-rata domain yang memiliki niali keanggotaan maksimum; (4) metode largest of maximum (lom), diperoleh dengan cara mengambil nilai terbesar dari domain yang memiliki niali keanggotaan maksimum; (5) metode smallest of maksimum (som), diperoleh dengan cara mengambil niali terkecil dari domain yang memiliki nilai keanggotaan maksimum. metode gambar 6 langkah-langkah pengembangan sistem fuzzy bahan dan alat bahan dan alat yang digunakan adalah perangkat keras berupa personal computer (pc) minimal pentium iv serta perangkat lunak berupa matlab versi 7. prosedur percobaan dan kajian langkah awal pembuatan sistem fuzzy pada matlab versi 7.0 adalah menentukan variabel input yang terdiri dari variabel biaya produksi dan variabel permintaan dan menentukan variabel output yaitu variabel produksi barang. pemodelan sistem fuzzy… (afan galih salman) 283 data masukan (input) data yang diambil dari studi kasus sebuah perusahaan permen coklat di bogor. suatu perusahaan permen coklat akan memproduksi permen coklat jenis x. pada 3 bulan terakhir biaya produksi untuk permen coklat jenis tersebut rata-rata sekitar rp. 500,per kemasan, dan maksimum mencapai rp. 1000,perkemasan. banyaknya permintaan per hari rata-rata mencapai 30000 kemasan dan maksimum hingga mencapai 60000 kemasan. sampai saat ini, perusahaan baru mampu produksi barang maksimum 100000 kemasan perhari. apabila proses produksi perusahaan tersebut menggunakan 3 aturan fuzzy sebagai berikut: [r1] if biaya produksi rendah and permintaan naik then produksi barang bertambah; [r1] if biaya produksi sesuai standar then produksi barang normal; [r1] if biaya produksi tinggi and permintaan turun then produksi barang berkurang. langkah berikutnya yaitu menentukan kriteria proses pembuatan sistem fuzzy, yaitu metoda = mamdani, and method = min, or method = max, implikasi = min, aggregasi = max, dan defuzifikasi = centroid. gambar 7 penentuan kriteria sistem fuzzy variabel biaya produksi untuk mempresentasikan variabel biaya produksi digunakan kurva berbentuk s (untuk himpunan fuzzy rendah & tinggi) dan kurva bentuk π (untuk himpunan fuzzy standar) gambar 8. fungsi keanggotan biaya produksi: 1-2(x/500)2 ; x ≤ 250 µbp rendah (x)= 2(500-x)/500)2; 250 ≤ x ≤ 500 0 ; x ≥ 500 284 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 276-288 2(x/500)2 ; x ≤ 250 µbp standar (x)= 1-2((500-x)/500)2; 250 ≤ x ≤ 500 1-2((x-500)/500)2 ; 500 ≤ x ≤ 750 2((1000-x)/500)2 ; 750 ≤ x ≤ 1000 0 ; x ≤ 500 µka baik (x)= 2((x-500)/500)2 ; 500 ≤ x ≤ 750 1-2((1000-x)/500)2 ; 750 ≤ x ≤ 1000 1 ; x ≥ 1000 gambar 8 membership function variabel permintaan untuk mempresentasikan variabel permintaan digunakan kurva berbentuk bahu (untuk fuzzy turun & naik) dan kurva bentuk segitiga (untuk himpunan fuzzy biasa) seperti gambar 9 di bawah ini: skala : permintaan ( x 1000 kemasan perhari ) fungsi keanggota permintaan : 1; y ≤ 10 µpmt turun (y)= (30-y))/20; 10 ≤ y ≤ 30 0 ; y ≥ 30 0 ; y ≤ 25 atau y ≥ 35 µpmt biasa (y)= (y-25)/5; 25 ≤ y ≤ 30 (35-y)/5 ; 30 ≤ y ≤ 35 pemodelan sistem fuzzy… (afan galih salman) 285 0; y ≤ 30 µpmt naik (y)= (y-30)/20; 30 ≤ y ≤ 50 1 ; y ≥ 50 gambar 9 membership function editor: permintaan variabel produksi barang untuk mempresentasikan variabel produksi barang digunakan kurva berbentuk bahu (untuk fuzzy berkurang & bertambah) dan kurva bentuk segitiga (untuk himpunan fuzzy normal) gambar 10. fungsi keanggotaanproduksi barang: 1; z ≤ 10 µpb berkurang(z)= (50-z))/40; 10 ≤ z ≤ 50 0 ; z ≥ 50 0 ; z ≤ 30 atau z ≥ 70 µpb normal(y)= (z-30)/20; 30 ≤ z ≤ 50 (70-z)/20 ; 50 ≤ z ≤ 70 0; z ≤ 50 µpb bertambah (y)= (z-50)/40; 50 ≤ z ≤ 90 1 ; z ≥ 90 286 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 276-288 gambar 10 member function editor:produksi barang aplikasi operator fuzzy gambar 11 rule editor hasil dan pembahasan aplikasi fungsi implikasi, komposisi semua keluaran dan defuzifikasi hasil pengaplikasian dan komposisi semua keluaran dan defuzifikasi dapat dilihat dari gambar 12 di bawah ini: pemodelan sistem fuzzy… (afan galih salman) 287 gambar 12 aplikasi fungsi implikasi, komposisi semua keluaran dan defuzifikasi defuzifikasi dilakukan dengan menggunakan metode centroid pada gambar di atas diperoleh hasil bahwa jika biaya memproduksi permen coklat jenis x diperkirakan sejumlah rp.750 per kemasan dan permintaan mencapai 25.000 kemasan per hari maka jumlah permen coklat yang harus diproduksi 37.900 kemasan. untuk melihat kaitan ketiga variabel dalam bentuk surface dapat dilihat pada gambar 13 di bawah ini: gambar 13 surface viewer simpulan dari hasil pembuatan sistem fuzzy dengan menggunakan toolbox matlab ver 7.0 dalam studi kasus di atas, terdapat beberapa tahapan proses pembentukan sistem fuzzy yaitu analisa input maupun 288 comtech vol.1 no.2 desember 2010: 276-288 output, penentuan variabel input dan output, penentuan fungsi keanggotaan masing-masing himpunan fuzzynya, penetapan aturan-aturan (rules) berdasarkan pengalaman atau pengetahuan seorang pakar dibidangnya dan implementasi sistem fuzzy. secara keseluruhan konsep logika fuzzy menggunakan konsep matematis sangat sederhana, mudah dimengerti dan memiliki toleransi terhadap data-data yang tidak tepat atau kabur. sistem fuzzy dapat membangun dan mengaplikasikan pengalaman-pengalaman para pakar secara langsung tanpa harus melalui proses latihan dan berusaha menerjemahkan pengetahuan yang dimiliki sang ahli ke dalam sistem komputer hingga menjadi suatu sistem pemodelan yang benar-benar bisa diandalkan dalam pengambilan keputusan. daftar pustaka kusumadewi, s. (2002). analisis dan desain sistem fuzzy menggunakan tool box matlab. jakarta: penerbit graha ilmu. kusumadewi, s., & purnomo, h. (2004). aplikasi logika fuzzy untuk mendukung keputusan. yogyakarta: graha ilmu. marimin. (2005). teori dan aplikasi sistem pakar dalam tehnologi manajerial. bogor: ipb press. microsoft word 10.ka iwan kurniawan widjaya evaluasi implementasi proyek sistem aplikasi terintegrasi persediaan, pembelia 78 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 78-87 evaluasi implementasi proyek sistem aplikasi terintegrasi persediaan, pembelian dan penjualan: studi kasus cyber project di pt pura mayungan iwan kurniawan widjaya computerized accounting department, school of information systems, binus university jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 iwkkvk2011@yahoo.co.id; iwankw@binus.ac.id abstract in industry field, designing products that meet the criterias and expectations of the consumers is a must. pt pura mayungan as an industry panel company obtained a cyber project which required a particular project management system. in the meantime, the regulation and monitoring of all activities related to the cyber panel have not been well integrated as in the activities of inventory, purchasing, and sales towards the cyber project focusing. this causes difficulties in generating information needed by the management. thus, a project management system was built to assist in the operation management activities including purchasing, inventory and sales. besides, there was a need to build a computerized information system specifically for handling the calculation and recording of inventory and transactions to improve company performance. in this research two methods were implemented: analysis and data collection through literature evaluation. this research concluded that the lack of regulation and monitoring would bring a lot of difficulties in delivering information. keywords: analysis, design, information systems, purchasing, inventory, sales abstrak dalam dunia industri, merancang suatu produk yang dapat memenuhi kriteria dan keinginan konsumen merupakan suatu keharusan. pt pura mayungan sebagai suatu perusahaan panel industri mendapatkan cyber project yang membutuhkan sistem manajemen proyek khusus. saat ini pengaturan dan monitoring dari setiap kegiatan yang menyangkut panel cyber tersebut belum terintegrasi dengan baik seperti pada kegiatan persediaan, pembelian, dan penjualan terhadap pemfokusan pada proyek cyber. ini menyebabkan kesulitan dalam menghasilkan informasi yang dibutuhkan. dibuatlah sistem manajemen proyek untuk membantu dalam pengelolaan setiap kegiatan yang mencangkup pembelian, persediaan dan penjualan yang dilaksanakan. kemudian perlu dibuat sistem informasi terkomputerisasi khusus yang bisa menangani perhitungan dan pencatatan persediaan serta transaksi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu analisis dan pengumpulan data yang berupa studi pustaka. penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa kurangnya pengaturan dan monitoring menyebabkan kesulitan dalam penyampaian informasi. kata kunci: analisis, perancangan, sistem informasi, pembelian, persediaan, penjualan evaluasi implementasi proyek… (iwan kurniawan widjaya) 79 pendahuluan penelitian yang terkait dengan implementasi ti di perusahaan merupakan suatu obyek dari evaluasi yang tidak pernah terhenti selama penggunaan ti di perusahaan menjadi suatu kebutuhan utama dewasa ini, terutama untuk meningkatkan kinerja dari perusahaan itu sendiri. dalam penelitian ini, pt pura mayungan sebagai suatu perusahaan industri yang bergerak dalam bidang pembuatan panel tegangan listrik menjadi obyek dari evaluasi penelitian sistem informasi yang diimplementasikan. perkembangan pt pura mayungan seiring berjalannya waktu mulai terasa melalui begitu banyak customer yang mempercayakan pengelolaan proyeknya terhadap perusahaan ini. salah satu proyek terbesar yang dikerjakan adalah proyek cyber. pengerjaan proyek cyber itu sendiri membutuhkan waktu tiga tahun. proyek pengerjaan panel tegangan listrik ini membutuhkan suatu sistem informasi pendukung dalam menjalankan setiap kegiatan penyempurnaan proyek tersebut sehingga sistem pengawasan dapat dijalankan dengan baik. sistem informasi menurut o`brien (2003, p6) yaitu “an information system can be any organized combination of people, hardware, software, communications networks, and data resources that collect, transform, and disseminates information in an organization”. yang berarti sistem informasi dapat diorganisasikan dengan adanya gabungan antara manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan sumber-sumber data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam suatu organisasi. berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang menyangkut kemampuan manusia dalam menyajikan informasi untuk pemakai informasi dan menggunakan informasi dalam pengambilan keputusan. sedangkan perancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. jika sistem itu berbasis komputer, rancangan dapat menyertakan spesifikasi peralatan yang digunakan. kebutuhan akan sistem informasi pendukung menjadi alasan utama mengapa pemilihan topik penelitian pada sistem cyber project ini. dari penelitian proyek ini dapat terlihat kemajuan dari penggunaan sistem informasi persediaan, pembelian dan penjualan khusus penanganan cyber project di pt pura mayungan. dengan demikian pengelolaan data dalam pembagian post khusus cyber project mudah di kelola sehingan pengambilan keputusan pun akan lebih akurat, efektif dan efisien. metode metode adalah suatu cara menyelesaikan suatu masalah atau persoalan sedangkan penelitian adalah suatu cara untuk mengetahui kebenaran sistematis dengan metode tertentu. adapun metode yang dipakai dalam melakukan penelitian ini yaitu: penelitian lapangan (field study) penelitian lapangan dilakukan dengan mengunjungi perusahaan yang bersangkutan, yaitu pt pura mayungan untuk memperoleh data yang diperlukan dengan cara: (1) wawancara, yaitu menggunakan tanya jawab langsung untuk mendapatkan penjelasan dan keterangan mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan cyber project yang ada. keterangan ini diperoleh dengan mengadakan wawancara langsung dengan pimpinan perusahaan dan pihak lain yang berhubungan dengan perusahaan yang bersangkutan; (2) survey, yaitu mengumpulkan data-data yang diperoleh dengan mengimplementasikannya dan setelah itu menyimpulkan data-data tersebut untuk 80 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 78-87 penyusunan artikel ini; (3) observasi, yaitu mengadakan pengamatan secara langsung terhadap kegiatan penjualan dan pembelian seputar cyber project di perusahaan. penelitian perpustakaan (literature study) penelitian dilakukan dengan mengumpulkan dan mempelajari teori-teori yang berhubungan dengan topik yang akan dibahas, kemudian mencoba menganalisis dan membandingkan antara kenyataan yang terjadi dengan yang ada serta menarik kesimpulan. penelitian mengacu pada teori siklus hidup sistem, menurut mcleod yang diterjemahkan oleh hendra teguh (2001, p288), siklus hidup sistem (system life cycle) adalah proses evolusioner yang terjadi dalam penerapan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer (gambar 1). gambar 1. pola perputaran dari sistem siklus hidup. siklus hidup pengembangan sistem berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam tiga kegiatan utama, yaitu: analysis menurut mcleod (2001), tahapan analisis sistem adalah sebagai berikut: (1) mengumpulkan penelitian sistem; (2) mengorganisasi tim proyek; (3) mendefinisikan kebutuhan informasi; (4) mendefinisikan kriteria kinerja sistem; (5) menyiapkan usulan rancangan; (6) menyetujui atau menolak rancangan sistem. tahap digunakan untuk: (1) membuat keputusan apabila sistem saat ini mempunyai masalah atau sudah tidak berfungsi secara baik dan hasil analisisnya digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem; (2) mengetahui ruang lingkup pekerjaannya yang akan ditangani; (3) memahami sistem yang sedang berjalan saat ini; (4) mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya. kegiatan yang dilakukan dalam tahap analisis ini adalah: (1) problem detection, dengan tujuan mendeteksi sistem apabila sistem saat ini semakin berkurang manfaatnya (memburuk). dan hasilnya adalah laporan pendahuluan tentang permasalahan yang terjadi dalam sistem di kondisikan baik; (2) initial investigation, dengan tujuan memberikan sistem saat ini dengan penekanan pada daerah-daerah yang menimbulkan permasalahan, dan hasilnya adalah penjelasan sistem saat ini dikondisikan baik; (3) requirement analysis (determination of ideal systems), tujuannya adalah mendapatkan konsesus evaluasi implementasi proyek… (iwan kurniawan widjaya) 81 dari komunitas pemakai dari sistem informasi yang ideal. hasilnya adalah pengguna mudah untuk memahami; (4) generation of system alternatives, dengan tujuan menggali (explore) perbedaan dari alternatif sistem dalam mengurangi jarak (gap) antara sistem saat ini dengan sistem idealnya. dan hasilnya berupa dokumen-dokumen tentang alternatif sistem yang akan digunakan untuk memperbaiki sistem; (5) selection of proper system, dengan tujuan membandingkan alternatif-alternatif sistem dengan menggunakan metodologi terstruktur, memilih alternatif sistem yang paling baik, dan menjualnya (sell) kepada manajemen dan hasilnya baik. design mcleod (2001, p.192) dan berdasarkan teori mulyadi (2001, p.51), desain adalah proses penterjemahan kebutuhan pemakai informasi ke dalam alternatif rancangan sistem informasi yang diajukan kepada pemakai informasi untuk dipertimbangkan.tahap desain sistem ini dibagi menjadi enam: (1) desain sistem secara garis besar; (2) penyusutan usulan desain sistem secara garis besar; (3) evaluasi sistem; (4) penyusunan laporan akhir desain sistem secara garis besar; (5) desain sistem secara rinci; (6) penyusunan laporan akhir desain sistem secara garis rinci. tahap perancangan (design) memiliki tujuan untuk mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik. kegiatan yang dilakukan dalam tahap perancangan ini adalah: (1) output design, dengan tujuan memberikan bentuk-bentuk laporan sistem dan dokumennya. hasilnya berupa bentuk (forms) dari dokumentasi keluaran (output); (2) input design, dengan tujuan emberikan bentuk-bentuk masukan di dokumen dan di layar ke sistem informasi. hasilnya berupa bentuk (forms) dari dokumentasi masukan (input); (3) file design, dengan tujuan memberikan bentuk-bentuk file-file yang dibutuhkan dalam sistem informasi. dan hasilnya berupa bentuk (forms) dari dokumentasi file. implementasi dalam tahap ini implementasi memiliki beberapa tujuan yaitu untuk: (1) melakukan kegiatan spesifikasi rancangan logikal ke dalam kegiatan yang sebenarnya dari sistem informasi yang akan dibangunnya atau dikembangkannya; (2) mengimplementasikan sistem yang baru; (3) menjamin bahwa sistem yang baru dapat berjalan secara optimal. kegiatan yang dilakukan dalam tahap implementasi ini adalah: (1) programming & testing, tujuanya untuk mengkonversikan perancangan logikal ke dalam kegiatan operasi coding dengan menggunakan bahasa pemograman tertentu, dan mengetes semua program serta memastikan semua fungsi/modul program dapat berjalan secara benar. hasilnya adalah coding program dan spesifikasi program; (2) training, tujuannya adalah memimpin (conduct) pelatihan dalam menggunakan sistem, persiapan, lokasi latihan dan tugas-tugas lain yang berhubungan dengan pelatihan (buku-buku panduan sistem). hasilnya adalah rencana pelatihan sistem, modul-modul latihan dan sebagainya; (3) system changeover, tujuannya adalah merubah pemakaian sistem lama ke sistem baru dari sistem informasi yang berhasil dibangun. perubahan sistem merupakan tanggung jawab team desaigner ke pemakai sistem (pengguna organization). hasilnya adalah rencana (jadwal dan metode perbuahan sistem (contract)) setiap kegiatan dalam sdlc (systems development life cycle) dan hasil kegiatannya (deliverable). apabila kegiatan utama tersebut dijabarkan ke dalam langkah-langkah yang lebih rinci dapat digambarkan seperti berikut ini (gambar 2): 82 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 78-87 gambar 2. kegiatan utama yang dijalankan dalam systems development life cycle. hasil dan pembahasan berdasarkan informasi dan penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil evaluasi sebagai berikut: penelitian lapangan (field research) dari hasil dari metode penelitian dengan cara wawancara, observasi dan survei pada saat diajukan pertanyaan pertanyaan singkat menyangkut aliran informasi seputar proyek, disimpulkan bahwa aliran informasi baik dari departemen maupun individual berjalan dengan baik sejak adanya sistem aplikasi. frekuensi waktu dan keakuratan data juga maksimal setelah di dukung oleh sistem yang baru. penelitian perpustakaan (library research) penelitian mengacu pada teori siklus hidup sistem hasil penelitian pada tahap perencanaan ini adalah: (1) penelitian terhadap rincian struktur kerja (work breakdown structure); (2) proyek di mulai dari 1 juni 2009 hingga 1 juli 2010. pembangunan proyek di adakan di departemen it pt. pura mayungan; (3) perhitungan biaya proyek (calculating project cost) estimasi biaya tabel 1 – 3 berikut memuat estimasi biaya yang akan dikeluarkan. evaluasi implementasi proyek… (iwan kurniawan widjaya) 83 tabel 1 biaya pengadaan perangkat keras (hardware) no. deskripsi pembiayaan satuan nilai satuan (rp.) jumlah pembiayaan (rp.) 1. pengadaan perangkat input (1) keyboard 5 unit 95.000,00 475.000,00 (2) mouse 5 unit 35.000,00 175.000,00 (3) instalasi dan perawatan 5 unit 150.000,00 sub total 800.000,00 2. pengadaan perangkat pengolahan (1) motherboard 5 unit 2.500.000,00 12.500.000,00 (2) vga card 5 unit 350.000,00 1.750.000,00 (3) sound card 5 unit 300.000,00 1.500.000,00 (4) ram 5 unit 340.000,00 1.700.000,00 (5) instalasi dan perawatan 200.000,00 200.000,00 sub total 17.650.000,00 3. pengadaan perangkat output (1) monitor lcd 5 unit 1.500.000,00 7.500.000,00 (2) printer 1 unit 380.000,00 380.000,00 (3) instalasi dan perawatan 1 200.000,00 200.000,00 sub total 8.080.000,00 total 26.530..000,00 tabel 2 biaya pengadaan perangkat lunak (software) no. deskripsi pembiayaan satuan nilai satuan (rp.) jumlah pembiayaan (rp.) (1) (2) (3) (4) (5) 1. pengadaan operating system (1) windows 7 professional 1 unit 900.000,00 900.000,00 (2) instalasi 1 100.000,00 100.000,00 (3) dokumentasi 1 50.000,00 50.000,00 sub total 1.050.000,00 84 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 78-87 2. pengadaaan language programming (1) visual basic 6.0 1 unit 1.000.000,00 1.500.000,00 (2) microsoft access 1 unit 2.500.000,00 2.500.000,00 (3) instalasi 2 100.000,00 200.000,00 (4) dokumentasi 1 50.000,00 50.000,00 total 4.250.000,00 tabel 3 biaya pelaksanaan proyek no. deskripsi pembiayaan satuan nilai satuan (rp.) jumlah pembiayaan (rp.) 1. tim proyek (1) perencana proyek 1 orang 1.000.000,00 1.000.000,00 (2) analisis 2 orang 2.000.000,00 4.000.000,00 (3) perancang & pemrogram 1 orang 2.000.000,00 2.000.000,00 (4) pengujian & implementasi 2 orang 500.000,00 2.000.000,00 (5) manajemen 2 orang 1.100.000,00 2.200.000,00 (6) konsultan 1 orang 1.000.000,00 1.000.000,00 (7) teknisi dan admin 2 orang 1.000.000,00 2.000.000,00 total 14.200.000,00 tahap analisis hasil penelitian pada tahap snalisis ini berdasarkan: analisis fungsionalitas produk pada tahap analisis ini mendefinisikan secara tepat apa yang dilakukan sistem untuk pengguna, dan bagaimana sistem tersebut dengan lingkungan pengguna. setelah dilakukan tahap analisis, disimpulkan bahwa sistem sangat user friendly terhadap pengguna; rancangan antarmuka juga memudahkan pengguna untuk memproses data; sistem dibuat dengan visual basic 6.0 dan sql sebagai database-nya. analisis kebutuhan perangkat keras hasil analisis terhadap kebutuhan perangkat keras pada pembuatan sistem proyek cyber ini sbb: intel core2duo-2,9mhz, motherboard pcchips, memory 1gb, vga on-board, harddisk 250gb, casing powerpro, power supply 450watt, dvd-rw lg/samsung, dan mouse. evaluasi implementasi proyek… (iwan kurniawan widjaya) 85 anaisis tingkat kebutuhan operator/pengguna tujuan dari analisis proses ini adalah untuk menjelaskan tampilan antarmuka pada komputer, dan disimpulkan bahwa tampilannya cukup user friendly, dan untuk memperoleh pemahaman yang umum dari pengguna bisnis. tahap perancangan hasil penelitian dari pendeskripsian tahapan perancangan sistem yang dilakukan ada dua, yaitu perancangan data dan perancangan proses. tahap analisis digambarkan dalam bentuk dfd sebagai berikut (gambar 3): gambar 3. diagram konteks sistem berjalan. hasil penelitian lapangan berupa dfd. keterangan : po : purchase order (order pembelian) bapb : bukti acara penerimaan barang do : delivery order (pengiriman barang pesanan) dari dfd tersebut diatas, disimpulkan bahwa analisis terhadap perancangan sistem untuk cyber project sudah baik, semua proses mengikuti alur sistem yang sudah di tentukan. tahap penerapan/implementasi tahap penerapan dari hasil penelitian yang didapat, program dibuat menggunakan bahasa pemrograman visual basic 6.0 dengan sql sebagai database-nya. kemudian di lakukan uji coba oleh bagian it dan mr. hasil pengujian berjalan dengan baik, lalu sistem tersebut segera diimpementasikan. tahap penggunaan penggunaan awal berupa pelatihan bagi karyawan untuk dapat bersosialisasi dengan sistem baru yang akan mereka gunakan, training dengan bagian it. berikut grafik yang menunjukkan tingkat 86 comtech vol.3 no. 1 juni 2012: 78-87 perkembangan terkontrolnya sistem informasi cyber project semenjak menggunakan sistem aplikasi yang telah berhasil di buat oleh tim proyek (gambar 4). gambar 4. grafik tingkat perkembangan terkontrolnya sistem informasi cyber project semenjak menggunakan sistem aplikasi yang dibuat. penutup pengembangan sistem informasi terintegrasi diharapkan dapat meningkatan kualitas kerja dan juga merupakan suatu langkah perbaikan secara menyeluruh dalam rangka peningkatan mutu dalam sistem pelaporan ke manajemen. selain itu sistem informasi yang diberikan dapat memberikan keuntungan dan membantu pihak pimpinan perusahaan dalam pengambilan keputusan. berdasarkan hasil penelitian dan analisis sistem pembelian, persediaan dan penjualan yang berjalan pada pt. pura mayungan proyek cyber yang telah disampaikan dalam pembahasan sebelumnya, diperoleh kesimpulan bahwa sistem aplikasi yang telah dirancang ini sangat bermanfaat bagi pihak pengguna dan perusahaan dalam melakukan pengambilan keputusan, informasi yang akurat dengan sistem aplikasi serta waktu yang lebih efektif dan efisien. ditinjau dari tahap analisis, disimpulkan bahwa informasi yang pada awalnya sulit di dapat dari tiap tiap kegiatan yang menyangkut cyber project. namun, semenjak diusulkannya pembuatan sistem khusus untuk cyber project, sistem sangat efektif dan efisien saat diadaptasikan terhadap karyawan. ditinjau dari tahap design, disimpulkan bahwa dalam tahap perancangan (design) pada rancangan layer untuk antarmuka pengguna cukup bagus. pengguna pun mengerti setelah melakukan training terhadap aplikasi program tersebut. penelitian pada tahap implementasi sudah bagus. sistem tidak megalami error, hanya saja pada saat waktu istirahat, sistem harus ditutup untuk menghindari terjadinya error atau bug. juga pada saat ingin keluar dari aplikasi program, pengguna harus me-reindex data daya yang sudah di-input. hal ini bertujuan untuk mencegah kehilangan data yang sebelumnya sudah di-input oleh pengguna. secara umum sistem aplikasi yang telah dibuat oleh para tim proyek mencapai target, artinya kegunaan dan manfaat dari aplikasi ini telah dapat di rasakan secara efektif dan efisien. untuk mendukung keberhasilan dalam penerapan sistem pembelian, persediaan barang dagang dan penjualan pada proyek ini diperlukan saran-saran sebagai berikut: (1) guna menunjang tercapainya tujuan perusahaan, sangat diharapkan para staff yang terkait dapat saling bekerja sama dan membantu segala aktifitas kerja; (2) ketelitian dalam melakukan entry agar semua keluaran yang dihasilkan akurat dan cepat bila dibutuhkan bagi pihak-pihak terkait; (3) harus ada pengamanan dan pemeliharaan terhadap semua perangkat sistem atas data perusahaan, misalkan anti virus ter-update untuk semua komputer pengguna. evaluasi implementasi proyek… (iwan kurniawan widjaya) 87 daftar pustaka mc leod, raymond. (2001). system informasi management (jilid 1). teguh (terj.). jakarta: prehalindo. mulyadi. (2001). sistem akuntansi (edisi ke-3). jakarta: salemba 4. o’brien, james a. (2003). introduction to information system: essentials for the internet worked ebussines enterpise (edisi ke-10). new york: mc graw–hill.  ag_hsh_j evaluasi sistem informasi penjualan pt spns anderes gui1; sanyoto gondodiyoto2; japari3 1,2,3 jurusan komputerisasi akuntansi, fakultas ilmu komputer, universitas bina nusantara jln. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 11480 anderesgui@yahoo.com abstract the purpose of this paper is to identify and analyze problems that occur in information systems sales pt spns. it also serves to control the management and control of applications running well so it can produce accurate information for decision making. the method used is book study method and field study. study was done by reading library books, scientific papers and other sources, while the field study was done by observation, interviews, and questionnaires. the result of the evaluation is derived from the respective strengths and weaknesses each control. weaknesses are found, the findings presented in the form of a matrix that contains the findings and recommendations as a matter of risk remedial action. conclusions obtained from the audit for security control, operations, limitations, input and output is good enough because it can satisfy and support the sales activities of pt spns. keywords: evaluation, information systems sales, sales abstrak tujuan penulisan paper ini ialah untuk mengindentifikasi dan menganalisa masalah yang terjadi dalam sistem informasi penjualan pt spns. selain itu, juga berfungsi agar pengendalian manajemen dan pengendalian aplikasi berjalan dengan baik sehingga dapat menghasilkan informasi yang tepat dalam pengambilan keputusan. metode yang digunakan, yaitu metode studi pustaka dan studi lapangan. studi pustaka dilakukan dengan membaca buku-buku, karya ilmiah dan sumbersumber lainnya, sedangkan studi lapangan dilakukan dengan observasi, wawancara, dan kuesioner. hasil dari evaluasi, yaitu diperoleh kekuatan dan kelemahan dari masing-masing pengendalian. kelemahan yang ditemukan, disajikan dalam bentuk matriks temuan yang berisi temuan masalah resiko dan rekomendasi sebagai tindakan perbaikan. simpulan yang diperoleh dari hasil audit untuk pengendalian keamanan, operasional, batasan, masukan dan keluaran adalah sudah cukup baik karena dapat memenuhi dan mendukung kegiatan penjualan pt spns. kata kunci: evaluasi, sistem informasi penjualan, penjualan comtech vol.1 no.1 juni 2010: 112-120 112 mailto:anderesgui@yahoo.com pendahuluan bagian penjualan merupakan salah satu bagian yang memegang peranan terpenting dalam setiap perusahaan. pt spns adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan barang-barang kebutuhan rumah tangga dan industri berbahan baku plastik. saat ini pt spns memiliki sebuah sistem yang terkomputerisasi. sistem yang dimiliki masih terdapat beberapa kelemahan yang dapat menimbulkan kesalahan dan peluang kecurangan bagi pihak internal perusahaan. karena jumlah penjualan bisa dibilang cukup besar, maka jelaslah bahwa penjualan barang merupakan kegiatan utama yang penting untuk dianalisis lebih lanjut. setiap perusahaan dalam melaksanakan kegiatan penjualan tidak terlepas akan kebutuhan akan barang-barang dagangan yang menjadi faktor utama dalam menunjang jalannya aktivitas pemasaran perusahaan. dengan terpenuhinya akan barang tepat pada waktunya, maka kegiatan suatu perusahaan akan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. tanpa adanya sistem penjualan barang dagangan yang akurat, perusahaan akan menghadapi resiko dimana pada suatu waktu perusahaan mengalami kerugian yang cukup signifikan. tentu saja kenyataan ini dapat berakibat buruk bagi perusahaan, karena secara tidak langsung perusahaan menjadi kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang seharusnya didapatkan. audit operasional atas penjualan barang dagangan perlu dilakukan untuk menentukan apakah nilai penjualan yang dihasilkan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan apakah prosedur penjualan barang dagangan tersebut telah dilaksanakan dengan efektif dan efisien. audit atas penjualan adalah bagian yang paling kompleks dan memerlukan waktu yang cukup banyak untuk melakukan suatu pemeriksaan, karena pemeriksaan terdiri dari berbagai macam jenis dan tersebar di beberapa lokasi. ruang lingkup ruang lingkup pada penelitian atau batasan masalah yang akan diteliti dan dibatasi pada audit sistem informasi penjualan atas aktivitas penjualan barang dagang, apakah dalam sistem informasi penjualan terdapat kecurangan dan bagaimana cara mendeteksi dan mencegah kecurangan yang ada. penelitian yang dimaksud, yaitu dengan tujuan untuk kelancaran kegiatan operasional perusahaan. tujuan pertama, menganalisis sistem informasi penjualan yang sedang berjalan baik proses-proses yang ada, kemudian mengembangkannya sehingga dapat memberikan alternatif pemecahan masalah dalam sistem informasi penjualan yang efisien dan efektif; kedua, mengidentifikasi dan menganalisa kelemahan dalam penerapan pengendalian internal yang mencakup pengendalian umum dan pengendalian aplikasi serta ketiga, memastikan bahwa sistem informasi yang digunakan dapat menghasilkan output yang tepat waktu dan sesuai dengan input sehingga hasilnya dapat dipercaya oleh bagian yang terkait. manfaat pertama, meningkatkan mutu dan kualitas sistem informasi penjualan pada pt spns, yang akan meningkatkan efektifitas dan efesensi dari sistem informasi. kedua, memberikan informasi dengan menyediakan laporan-laporan yang cepat dan akurat bagi pihak-pihak yang membutuhkan agar dapat mendukung dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. evaluasi sistem...... (anderes gui; dkk) 113 metode penelitian pengertian sistem informasi penjualan menurut http://id.wikipedia.org/wiki/sistem_informasi yang dikutip pada 10 november 2008, sistem informasi penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan. prosedur yang membentuk sistem penjualan menurut mulyadi (2001: 209-210), prosedur yang membentuk sistem penjualan antara lain, sebagai berikut. pertama, prosedur order penjualan. dalam prosedur ini, fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan menambahkan informasi penting pada surat order dari pembeli. fungsi penjualan kemudian akan membuat faktur penjualan dan mengirimkannya pada berbagai fungsi yang lain untuk memungkinkan fungsi tersebut memberikan kontribusi dalam melayani order dari pembeli. kedua, prosedur pengiriman barang. dalam prosedur ini, fungsi gudang menyiapkan barang yang diperlukan oleh pembeli dan fungsi pengiriman mengirimkan barang kepada pembeli sesuai dengan informasi yang terdapat dalam faktur penjualan yang diterima dari fungsi gudang. ketiga, prosedur pencatatan piutang. dalam fungsi akuntansi tembusan faktur penjualan ke dalam kartu piutang. keempat, prosedur penagihan. dalam prosedur ini, fungsi penagihan membuat faktur penjualan dan mengirimkannya kepada pembeli. kelima, prosedur pencatatan penjualan. dalam prosedur ini fungsi akuntansi mencatat transaksi penjualan kartu kredit ke dalam jurnal penjualan. pengendalian intern menurut weber (1999: 35), “a control is a system that prevents, detects, or correct unlawful events”. pengendalian adalah suatu sistem untuk mencegah, mendeteksi, dan mengkoreksi kejadian yang timbul saat transaksi dari serangkaian pemprosesan yang tidak terotorisasi secara sah. menurut mulyadi (2001: 165), sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, prosedur pencatatan, tugas dan fungsi organisasi dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan kehandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen. jadi, sistem pengendalian intern adalah kumpulan kebijakan, prosedur, latihan, stuktur organisasi, dan metode-metode yang disusun top management dengan tujuan menjaga kekayaan organisasi serta keefektifan dan keefisienan operasi dari sebuah organisasi. tujuan sistem pengendalian intern menurut gondodiyoto (2007: 260), tujuan dari sistem pengendalian intern adalah meningkatkan pengamanan (improve safeguard) aset sistem informasi; meningkatkan integritas data (improve data integrity) sehingga dengan data yang benar dan konsisten akan dapat dibuat laporan yang benar; meningkatkan efektivitas sistem (improve system effectiveness) serta meningkatkan efisiensi sistem (improve system efficiency). jenis pengendalian pengendalian manajemen (management controls) pengendalian yang berlaku umum, artinya ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam pengendalian tersebut, berlaku untuk seluruh kegiatan komputerisasi di perusahaan tersebut. apabila tidak dilakukan pengendalian ini ataupun pengendalian yang lemah, maka berakibat negatif terhadap pengendalian aplikasi. pengendalian umum terdiri dari sebagai berikut. comtech vol.1 no.1 juni 2010: 112-120 114 http://id.wikipedia.org/wiki/sistem_informasi pertama, pengendalian manajemen keamanan (security management controls). menurut weber (1999: 256-257), dapat disimpulkan bahwa pengendalian terhadap manajemen keamanan secara garis besar bertanggungjawab dalam menjamin asset sistem informasi tetap aman. ancaman utama terhadap keamanan aset sistem informasi, yaitu ancaman kebakaran, ancaman banjir, perubahan tegangan sumber energi, kerusakan struktural, polusi, penyusup, virus, dan ’hacking’. kedua, pengendalian manajemen operasional (operation management controls). menurut weber (1999: 288), manajemen operasi bertanggung jawab atas berjalannya fasilitas hardware dan software seharihari sehingga sistem aplikasi dapat menjalankan tugasnya, staff development dapat mendesain, mengimplementasikan, dan memelihara aplikasi sistem. ketiga, pengendalian aplikasi (aplication controls). pengendalian ini terbagi atas: pertama, boundary control. otoritas akses ke sistem aplikasi, identitas dan otentitas pengguna; kedua, input control. otoritas dan validasi masukan, transmisi dan konversi data, dan penanganan kesalahan; ketiga, process control. pemeliharaan ketepatan data, pengujian terprogram atas batasan dan memadainya pengolahan; keempat; output control. rekonsiliasi keluaran, penelaahan dan pengujian hasil pengolahan, distribusi keluaran, dan record retention; kelima, database control. akses dan integritas data serta keenam, communication control. pengendalian kegagalan untuk kerja dan gangguan komunikasi proses bisnis greenleaf adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan barangbarang kebutuhan rumah tangga dan industri berbahan baku plastik. berikut adalah proses penjualannya. dimulai ketika pelanggan memesan melalui email, telepon, fax atau sales dari pihak perusahaan datang langsung ke pihak pelanggan untuk mencatat pemesanan sekaligus menawarkan produk-produk perusahaan apabila pelanggan belum mengetahui informasi produk. setelah pelanggan melakukan pemesanan, bagian sales order (so) akan menginput so ke dalam sistem. so sendiri ada 2 jenis, yang pertama adalah so marketing yang terdiri dari 2 rangkap. rangkap pertama diberikan kepada direktur marketing untuk diperiksa dan ditandatangani, rangkap kedua diberikan kepada bagian akuntansi, yang kemudian akan dilakukan pengecekan ulang untuk faktur penjualan. lalu, jenis yang kedua adalah so pengiriman yang juga terdiri dari 2 rangkap, rangkap yang pertama disimpan oleh bagian so sendiri untuk dokumentasi dan rangkap yang kedua akan diteruskan ke bagian sik untuk pembuatan sik. bagian sik menerima so yang masuk, sistem sik akan secara otomatis mengecek ketersediaan barang, apabila pesanan pelanggan melebihi dari stok yang tersedia, maka sistem akan membuat sik sesuai dengan stok yang tersedia secara otomatis dan sisa pemesanan yang tersisa akan dibuat kembali bila stok telah mencukupi di sik yang baru atas so yang sama. (contoh : pelanggan a memesan barang sebanyak 1000 unit, sedangkan stok yang tersedia adalah 600 unit, maka sik pertama akan berisi data pemesanan untuk 600 unit tersebut, dan sik kedua / ketiga / keempat di buat bila stok telah ada sesuai dengan sisa orderan yang ada (total 400 unit ), 1 so banyak sik dengan so yang sama bila stok telah mencukupi / telah tersedia ). apabila pesanan tidak melebihi stok yang ada, hanya akan dibuat 1 sik sesuai dengan pesanan yang diminta. masing-masing sik terdiri dari 2 rangkap, rangkap pertama untuk dokumentasi bagian sik sendiri dan rangkap yang kedua untuk diteruskan untuk mempersiapkan barang. bagian pengiriman membawahi bagian gudang dan bagian surat jalan. bagian pengiriman menerima sik rangkap kedua, lalu bagian gudang akan mempersiapkan barang sesuai dengan permintaan dari mandor pengiriman. setelah barang terkumpul dan sesuai dengan sik, akan dicek kembali oleh mandor pengiriman. setelah dicek dan barang sesuai dengan sik, bagian surat jalan akan membuat sj 3 rangkap, masing-masing sj akan ditandatangani oleh supir, bagian surat jalan evaluasi sistem...... (anderes gui; dkk) 115 (yang membuat sj) dan kepala pengiriman. baru setelah itu sj tersebut diberikan kepada supir dan barang segera dikirim ke lokasi pelanggan. sesampainya barang di lokasi pelanggan, supir akan memberikan sj kepada pelanggan untuk ditandatangani dan sj rangkap 2 (warna merah) diberikan kepada pelanggan, kemudian rangkap 1 putih dan ketiga kuning dikembalikan ke bagian pengiriman. lalu, bagian pengiriman akan memberikan sj rangkap 3 ke bagian sik untuk disatukan (karena sik harus sama dengan surat jalan untuk dicek kembali (dokumentasi) dan diteruskan ke atasan untuk dilakukan pengecekan, dan rangkap 1 diberikan kepada bagian akuntansi untuk proses penagihan. setelah menerima sj rangkap pertama, bagian akuntansi akan melakukan pengecekan ulang so dan membuat faktur penjualan (fp) serta bp (bukti pembayaran) yang masing-masing terdiri dari 2 rangkap. pada saat jatuh tempo fp dan bp akan diberikan ke sales untuk melakukan penagihan, fp dan bp akan diberikan kepada pelanggan untuk ditandatangani setelah pelanggan melakukan pembayaran, fp dan bp rangkap 1 akan diberikan kepada pelanggan, sedangkan fp dan bp rangkap kedua akan dikembalikan ke sales dan diberikan ke bagian akuntansi untuk disimpan (dokumentasi). bagian akuntansi akan mencatat pembayaran pelanggan atas rangkap kedua serta bp bukti pembayaran (sebagai bukti pelunasan) dan melakukan pelunasan di system accounting dan membuat laporan penjualan yang kemudian diberikan kepada general manager (gm) per periode untuk ditandatangani. hasil dan pembahasan oad (overview activity diagram) hasil audit yang didapat meliputi: tabel 1 pengendalian manajemen keamanan (security management control). no temuan resiko rekomendasi level 1. semua karyawan yang meminjam file penjualan perusahaan tidak mengisi daftar peminjaman. setiap karyawan yang meminjam file penjualan perusahaan dengan tidak mengisi daftar, maka file penjualan perusahaan bisa hilang dan data perusahaan akan bocor sehingga data penjualan perusahaan mengalami kerugian. dibuat sebuah daftar peminjaman terhadap file / dokumen penjualan perusahaan dan sebaiknya setiap karyawan dalam meminjam file penjualan perusahaan diwajibkan untuk mengisi daftar tersebut. medium 2. karyawan atau staf belum semua mengerti cara memakai tabung kebakaran. apabila terjadi kebakaran karyawan yang belum mengerti menggunakan tabung kebakaran dapat meningkatkan resiko penanggulangan kebakaran yang tidak efektif. perlu di perhatikan bahwa setiap karyawan wajib mengetahui cara dalam penggunaan tabung kebakaran. high 3. aplikasi penjualan tidak diperiksa secara rutin oleh bagian it. kemungkinan aplikasi penjualan akan mengalami error dan tidak sesuai dengan kebutuhan dari user. aplikasi sistem penjualan perlu diperiksa secara periodik. medium 4. tidak adanya fire alarm di dalam perusahaan. banyaknya korban yang bisa saja berjatuhan karena tidak adanya fire alarm saat terjadinya kebakaran. di pasangnya fire alarm di dalam perusahaan agar jika terjadi kebakaran para karyawan dapat mengetahuinya. high comtech vol.1 no.1 juni 2010: 112-120 116 overview activity diagram pt. surya pelangi nusantara sejahtera komputer tr_so tr_sik tr_sj tr_bp tr_fp bagian sales order menerima pesanan so 1 2 som p 1 2 persetujuan so dari direktur marketing pengecekan ketersediaan barang bagian sik bagian pengiriman sales mempersiapkan barang mengecek ulang barang oleh mandor pengiriman pembuatan sj mengirim barang melakukan penagihan sik sj 3 1 2 1 2 bagian akuntansi mengecek ulang so dan membuat fp & bp membuat laporan fp bp 1 2 1 2 ms_pelanggan lp = laporan penjualan so m = sales order marketing so p = sales order pengiriman sj = surat jalan sik = surat intruksi keluar barang bp = bukti pembayaran fp = faktur penjualan lp gambar 1 overview activity diagram sistem informasi penjualan tabel 2 pengendalian manajemen operasional (operational management control) no temuan resiko rekomendasi level 1. karyawan diajari penggunaan aplikasi oleh supervisor atau atasan secara tidak formal. pengajaran tidak merata terhadap karyawan perusahaan sehingga tidak semua karyawan dapat menggunakan aplikasi penjualan dengan baik. diadakan training secara khusus dan formal untuk melatih karyawan dalam penggunaan aplikasi penjualan. medium evaluasi sistem...... (anderes gui; dkk) 117 tabel 3 pengendalian aplikasi batasan (boundary application control) no temuan resiko rekomendasi level 1. tidak ada batas minimal digit password pada aplikasi penjualan. password mudah tertebak apabila user menggunakan password dengan digit pendek. digit minimal setidaknya dibatasi 6 karakter untuk meningkatkan keamanan. medium 2. password tidak semua merupakan gabungan angka dan huruf. password akan lebih mudah ditebak apabila user hanya menggunakan angka saja atau huruf saja. password yang digunakan harus kombinasi angka dan huruf. medium 3. sistem aplikasi penjualan tidak terkunci apabila ada user yang mencoba beberapa kali memasukkan user-id / password yang salah, aplikasi penjualan akan tertutup dan dapat dibuka kembali. apabila yang mencoba adalah pihak tidak berwenang, maka akan menimbulkan resiko jebolnya password. aplikasi terkunci apabila terjadi kesalahan input user-id / password sebanyak 3x, dan akan terpantau (log) dikomputer server bahwa komputer nomer berapa yang terjadi kesalahan input. high 4. tidak adanya password recovery apabila user lupa akan passwordnya. apabila pihak it tidak di tempat, maka user yang lupa akan passwordnya tidak dapat mengakses aplikasi penjualan. menyediakan password recovery berupa pertanyaan rahasia kepada user agar password dapat ter-recovery dengan default password yang telah ditentukan. low 5. password tidak diupdate secara berkala. meningkatkan resiko password akan terdeteksi. dilakukan update password secara berkala untuk mengurangi resiko dari pihak tidak berwenang. low tabel 4 pengendalian aplikasi masukan (inputt application control) no temuan resiko rekomendasi level 1 sebagai besar kesalahan dalam penginputan data penjualan disebabkan kesalahan user (human error). terjadinya kesalahan data dan informasi. melakukan pengecekan ulang data terutama pada bagian – bagian penting. low tabel 5 pengendalian aplikasi keluaran (output application control) no temuan resiko rekomendasi level 1 setiap laporan penjualan yang dihasilkan tidak diotorisasi oleh pihakpihak tertentu. laporan penjualan tidak sah. setelah dicetak dan diperiksa laporan penjualan diotorisasi. medium comtech vol.1 no.1 juni 2010: 112-120 118 simpulan dari hasil audit sistem informasi penjualan pada pt spns, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. pertama, pada pengendalian keamanan masih terdapat beberapa kelemahan seperti tidak adanya daftar peminjaman file atau dokumen, karyawan belum mengerti tentang penggunaan alat pemadam kebakaran, tidak adanya pemeriksaaan rutin terhadap aplikasi penjualan, dan tidak adanya fire alarm. kedua, pada pengendalian operasional sudah cukup baik dalam tetapi masih ditemukan kelemahan yang mungkin dampaknya tidak begitu besar terhadap kelangsungan hidup perusahaan. kelemahan yang terdapat dalam bagian ini, yaitu karyawan diajari penggunaan aplikasi oleh supervisor secara tidak formal. ketiga, pada pengendalian batasan masih terdapat beberapa kelemahan seperti tidak ada batasan minimal digit password pada aplikasi, password bukan merupakan gabungan angka dan huruf, sistem tidak terkunci apabila ada user yang mencoba beberapa kali memasukkan user-id/password yang salah lalu aplikasi akan tertutup dan dapat dibuka kembali, tidak adanya password recovery apabila user lupa akan passwordnya, password tidak diupdate secara berkala. keempat, pada pengendalian input sudah cukup baik, kami tidak menemukan kelemahan yang terdapat pada bagian ini. kelima, pada pengendalian output sudah cukup baik tetapi masih terdapat kelemahan, yaitu setiap laporan yang dihasilkan tidak diotorisasi oleh pihak-pihak tertentu sehingga dapat mengakibatkan laporan dapat disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak berwenang. daftar pustaka gondodiyoto, s. (2003). audit sistem informasi: pendekatan konsep, jakarta: pt media global edukasi. gondodiyoto, s. (2007). audit sistem informasi: pendekatan cobit, jakarta: mitra wacana media. gondodiyoto s., dan hendarti h. (2006). audit sistem informasi: pendekatan konsep, jakarta: pt media global edukasi. gondodiyoto s., dan hendarti h. (2007). audit sistem informasi lanjutan, jakarta: mitra wacana media. gondodiyoto s., dan idris. (2003). audit sistem informasi pendekatan konsep, jakarta: pt media global edukasi. hall, j. a. (2001). sistem informasi akuntansi. diterjemahkan oleh: amir abadi jusuf, edisi ketiga, buku pertama, jakarta: salemba empat. mcleod r. jr. (2001). sistem informasi manajemen. diterjemahkan oleh pt prenhallindo, edisi ketujuh, jilid pertama, jakarta: pt prenhallindo. mulyadi. (2001). sistem akuntansi, edisi ketiga, jakarta: salemba empat. mulyadi. (2002). auditing, buku pertama, edisi keenam, cetakan pertama, jakarta: salemba empat. o’brien, j. a. (2005). introduction to information systems, edisi keduabelas, mc graw hill. evaluasi sistem...... (anderes gui; dkk) 119 o’brien, dan marakas. (2007). management information systems, edisi kedelapan, mc graw hill. rama, d. l., dan jones, f. l. (2006). accounting information system, canada: thomson southwestern. sunarto. (2003). auditing, edisi revisi, yogyakarta: panduan. webber, r. (1999). information systems control and audit, new jersey: prentice-hall, inc. http://id.wikipedia.org/wiki/auditing http://id.wikipedia.org/wiki/sistem_informasi http://www.bpkb.go.id/unit/investigasi/cegah_deteksi.pdf comtech vol.1 no.1 juni 2010: 112-120 120 http://id.wikipedia.org/wiki/auditing http://id.wikipedia.org/wiki/sistem_informasi http://www.bpkb.go.id/unit/investigasi/cegah_deteksi.pdf microsoft word 05.si daniel k technical report anapersi spk-ok.doc 774 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 774-787 analisis dan perancangan sistem pendukung keputusan pemilihan pemasok terbaik dari pemasok tersedia dengan metode analytical hierarchy process (ahp): studi kasus divisi power pt guna elektro daniel kartawiguna; yohanes adityo prayudo; maureen sutiono; hendry roesly information systems department, school of information systems, binus university jl. k.h. syahdan no. 9, palmerah, jakarta barat 114801 daniel.kartawiguna@gmail.com abstract the purpose of this study is to develop a decision support system to support supplier selection process in pt guna elektro and also to develop a system that could provide alternatives to the selection of the best suppliers. the methodologies used in this study are analysis, design, and literature study. analysis will be done by conducting a survey about the current company system, conducting interviews with system users, and then analyzing the survey results. the literature study is conducted by searching reference sources related to the study while the design is conducted by designing a data management subsystem, model, knowledge base, and user interface. the result on the development of the decision support system application can be used to select the most appropriate supplier which are suitable with the criteria required. the developed decision support system helps support the decision making process for supplier selection. keywords: system, decision, supplier selection, analytical hierarchy process (ahp) abstrak tujuan penelitian ini adalah membangun sebuah sistem pendukung keputusan untuk mendukung proses pemilihan pemasok pada pt guna elektro serta membangun sebuah sistem yang bisa memberikan alternatifalternatif pemilihan pemasok terbaik. metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis, metode perancangan dan studi kepustakaan. dalam metode analisis yang dilakukan adalah mensurvei sistem perusahaan yang berjalan, melakukan wawancara dengan pengguna sistem, menganalisis hasil survei. dalam studi kepustakaan yang dilakukan dengan mencari sumber-sumber referensi yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. sedangkan dalam metode perancangan yang dilakukan adalah merancang subsistem menajemen data, model, basis pengetahuan, dan antarmuka pengguna. hasil yang dicapai adalah terciptanya suatu aplikasi sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan untuk memilih pemasok mana yang paling tepat dan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. sistem ini membantu mendukung proses pengambilan keputusan untuk pemilihan pemasok. kata kunci: sistem, keputusan, pemilihan pemasok, analytical hierarchy process (ahp) analisis dan perancangan sistem... (daniel kartawiguna; dkk) 775 pendahuluan pt guna elektro yang berkantor pusat di jakarta merupakan perusahan yang bergerak di bidang elektronik, mekanikal dan infrastruktur komunikasi di indonesia. perusahaan ini juga mempunyai anak perusahaan yang salah satunya memproduksi alat-alat listrik berdaya besar yang biasa di gunakan oleh pln atau perusahaan pengeboran minyak. selain itu perusahaan ini juga banyak menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan asing ternama. pt guna elektro memfokuskan bisnisnya dari pendapatan proyek-proyek baik dari pemerintahan maupun dari perusahaan swasta. dalam situasi ini ditemukan adanya masalah yang tidak terstruktur pada manajer tingkat atas karena sulitnya menentukan penilaian pemasok yang dapat memberikan kualitas dan harga terbaik serta tepat waktu dalam pengerjaan dan pengirimannya, agar sesuai dengan standar kriteria perusahaan. oleh karena itu dipandang perlu untuk dapat membangun sebuah sistem pendukung keputusan untuk mendukung proses pemilihan pemasok terbaik dari daftar pemasok divisi power pt guna elektro. adapun ruang lingkup penelitian ini adalah menganalisis sistem pengadaan barang (procurement) dan seleksi pemasok yang sedang berjalan di divisi power pt guna elektro. hasil analisis yang diperoleh akan dilanjutkan pada tahap perancangan dan pengembangan sistem pendukung keputusan yang mampu mendukung proses pemilihan pemasok terbaik dari daftar pemasok yang dimiliki olah divisi power pt guna elektro. tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan untuk mendukung proses pemilihan pemasok terbaik dari daftar pemasok yang sudah ada serta dapat memberikan alternatifalternatif pemilihan pemasok terbaik berdasarkan kriteria yang ditetapkan. adapun manfaat yang diperoleh dalam penelitian ini adalah mengembangkan suatu sistem yang dapat membantu manajer dalam pengambilan keputusan pemilihan pemasok terbaik. dengan pemilihan pemasok yang tepat, diharapkan pemasok yang terpilih akan sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh divisi power pt guna elektro. metode penelitian ini dimulai dengan melakukan studi kepustakaan dengan mencari sumber-sumber referensi yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. sumber-sumber referensi tersebut diperoleh melalui buku, artikel, dan jurnal online dari internet sebagai landasan teori. berdasarkan teori yang ada, kemudian dilanjutkan dengan tahapan analisis sistem melalui lima tahapan. tahap pertama dimulai dengan melakukan survei sistem yang sedang berjalan, wawancara dengan manajer yang bersangkutan di perusahaan untuk mendapatkan informasi yang jelas dan akurat, analisis hasil survei: menyaring dan menganalisis kembali informasi yang telah didapatkan sesuai dengan sistem yang akan dibangun. identifikasi kebutuhan informasi. hasil analisis dijadikan masukan bagi perancangan spk. metode perancangan sistem dilakukan dengan alat bantu perancangan sistem, yaitu: data flow diagram, entity relationship model, dan state transition diagram (std). metode perancangan sistem ini digunakan untuk perancangan subsistem manajemen data, perancangan subsistem manajemen model, dan perancangan subsistem antarmuka pengguna. hasil dan pembahasan studi pustaka sistem pendukung keputusan (spk) 776 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 774-787 sebelum mengambil keputusan pertama-tama kita harus memahami masalah yang ada, kemudian kita juga harus mengerti kebutuhan dan tujuan dari keputusan tersebut. pengambilan keputusan melibatkan banyak kriteria dan sub kriteria yang digunakan untuk menentukan peringkat alternatif keputusan. kriteria pengambilan keputusan, subkriteria yang ada, pemangku kepentingan dan kelompok dipengaruhi dan alternatif tindakan yang diambil juga harus dipahami sebelum keputusan diambil. menurut turban (2004, p136), definisi awal sistem pendukung keputusan (spk) menunjukkan bahwa spk sebagai sebuah sistem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan menajerial dalam situasi keputusan semiterstruktur. komponen spk menurut turban (2004, p.144) terdiri dari beberapa subsistem, yaitu susbsistem manajemen data, subsistem manajemen model, subsistem antarmuka pengguna, dan subsistem manajemen berbasis pengetahuan (gambar 1). turban (2004, p.141) juga mengungkapkan kemampuan utama suatu spk adalah mendukungan pengambil keputusan, terutama pada situasi semiterstruktur dan tak terstruktur dengan menyertakan penilaian manusia dan informasi terkomputerisasi. pemanfaatan spk memberikan banyak keuntungan bagi pengguna baik sebagai individu maupun kelompok, organisasi, dan pengembangan ilmu pengambilan keputusan itu sendiri. pemanfaatan sistem spk dalam suatu organisasi akan meningkatkan efisiensi pribadi, mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan pengendalian organisasi, mendorong eksplorasi dan penemuan pada bagian dari pembuat keputusan, mempercepat pemecahan masalah, memfasilitasi komunikasi interpersonal, mempromosikan pembelajaran atau pelatihan, menghasilkan bukti baru untuk mendukung keputusan, menciptakan keunggulan kompetitif dalam persaingan, mengungkapkan pendekatan baru untuk berpikir tentang masalah ruang, dan tentunya dapat membantu mengotomatisasikan proses manajerial. spk dapat dimanfaatkan oleh semua level manajerial, dari eksekutif puncak sampai manajer lini baik secara individu maupun kelompok. pengimplementasian spk akan memberikan dukungan untuk pengambilan keputusan baik secara independen dan atau sekuensial, mendukung semua fase proses pengambilan keputusan, serta dapat mendukung berbagai proses dan gaya pengambilan keputusan. oleh sebab itu sistem spk akan memberikan peningkatan terhadap keefektifan pengambilan keputusan (akurasi, ketepatan waktu, kualitas) ketimbang pada efisiensinya (biaya pengambilan keputusan). analytic hierarchy process (ahp) analytic hierarchy process (ahp) adalah teknik terstruktur untuk mengatur dan menganalisis keputusan yang kompleks. ahp dikembangkan berdasarkan teori matematika dan psikologi oleh thomas l. saaty pada tahun 1970 dan telah diteliti secara luas serta disempurnakan sejak saat itu. analytic hierarchy process (ahp) didefinisikan oleh saaty (2008) sebagai teori pengukuran melalui perbandingan berpasangan dan bergantung pada penilaian dari para ahli untuk mendapatkan skala prioritas. ahp adalah suatu model yang luwes yang memberikan kesempatan bagi perseorangan atau kelompok untuk membagi gagasan-gagasan dan mendefinisikan persoalan dengan cara membuat asumsi mereka masing-masing dan memperoleh pemecahan yang diinginkan darinya. permadi (1992) mendeifinisikan ahp sebagai sebuah hirarki fungsional dengan masukan utamanya persepsi manusia. dengan hirarki, suatu masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan ke dalam kelompokkelompoknya. kemudian kelompok-kelompok tersebut diatur menjadi suatu bentuk hirarki. ada tiga prinsip dasar ahp (saaty, 1991, p28): (1) menggambarkan dan menguraikan secara hirarkis yang kita sebut menyusun secara hirarkis, yaitu memecah-mecah persoalan menjadi unsurunsur yang terpisah-pisah; (2) pembedaan prioritas dan sintesis, yang kita sebut penetapan prioritas, yaitu menentukan peringkat elemen-elemen menurut relatif pentingnya; (3) konsistensi logis, yaitu menjamin bahwa semua elemen dikelompokkan secara logis dan diperingkatkan secara konsisten sesuai dengan suatu kriteria yang logis. analisis dan perancangan sistem... (daniel kartawiguna; dkk) 777 sistem lain yang berbasis komputer manajemen data model eksternal subsistem berbasis pengetahuan antarmuka pengguna manajer (pengguna) data eksternal dan internal manajemen model internet intranet ekstranet basis pengetahuan organisational gambar 1. diagram sistem pendukung keputusan (turban, 2004, p.144) selain itu, saaty (1991, p25) juga menyebutkan berbagai keuntungan dari ahp yaitu: (1) kesatuan – ahp memberi satu model tunggal yang mudah dimengerti, luwes untuk aneka ragam persoalan tak terstruktur; (2) kompleksitas – ahp memadukan ancangan deduktif dan ancangan berdasarkan sistem dalam memecahkan persoalan kompleks; (3) saling ketergantungan – ahp dapat menangani saling ketergantungan elemen-elemen dalam suatu sistem dan tidak memaksakan pemikiran linier; (4) penyusunan hirarki – ahp mencerminkan kecenderungan alami pikiran untuk memilah-milah elemen suatu sistem dalam berbagai tingkat berlainan dan mengelompokkan struktur yang serupa dalam setiap tingkat; (5) pengukuran – ahp memberi suatu skala untuk mengukur hal-hal dan terwujud suatu metode untuk menetapkan prioritas; (6) konsistensi – ahp melacak konsistensi logis dari pertimbangan-pertimbangan yang digunakan dalam menetapkan berbagai prioritas; (7) sintetis – ahp menuntun ke suatu taksiran menyeluruh tentang kebaikan setiap alternative; (8) tawarmenawar – ahp mempertimbangkan prioritas-prioritas relatif dari berbagai faktor sistem dan memungkinkan orang memilih alternatif terbaik berdasarkan tujuan-tujuan mereka; (9) penilaian dan consensus – ahp tidak memaksakan konsensus tetapi mensintesis suatu hasil yang representatif dari berbagai penilaian yang berbeda-beda; (10) pengulangan proses – ahp memungkinkan orang memperhalus definisi mereka pada suatu persoalan dan memperbaiki pertimbangan dan pengertian mereka melalui pengulangan. sedangkan, suryadi & ramdhani (2002, p.131) menyebutkan kelebihan ahp dibandingkan dengan yang lainnya, yaitu: (1) struktur berhierarki, sebagai konsekuensi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam; (2) memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para pengambil keputusan; (3) memperhitungkan daya tahan atau ketahanan keluaran analisis sensitivitas pengambilan keputusan. 778 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 774-787 langkah-langkah dalam metode ahp meliputi: (1) mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan; (2) membuat struktur hierarki (gambar 2) yang diawali dengan tujuan umum, dilanjutkan dengan kriteria dan kemungkinan alternatif-alternatif pada tingkatan kriteria paling bawah; (3) membuat matriks-matriks perbandingan berpasangan dan menggambarkan kontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap masing-masing tujuan atau kriteria yang setingkat diatasnya. perbandingan dilakukan berdasarkan judgement dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen dibandingkan elemen lainnya. kriteria a kriteria b kriteria c kriteria d kriteria e goal alternatif a alternatif b alternatif c gambar 2. struktur hierarki ahp (suryadi dan ramdhani, 2002, p.140) saaty menetapkan skala kuantitatif 1 sampai dengan 9 untuk menilai perbandingan tingkat kepentingan suatu elemen terhadap elemen lainnya (tabel 1). tabel 1 skala penilaian perbandingan berpasangan (suryadi dan ramdhani, 2002, p.132) intensitas dari kepentingan pada skala absolut definisi penjelasan 1 kedua elemen sama pentingnya. dua elemen mempunyai pengaruh yang sama 3 elemen yang satu sedikit lebih penting dari elemen lainnya pengalaman dan penilaian sedikit menyokong 1 elemen dibanding elemen lain 5 elemen yang satu lebih penting dari elemen lainnya pengalaman dan penilaian sangat kuat menyokong 1 elemen dibanding elemen lain 7 satu elemen jelas lebih mutlak penting dari elemen lainnya satu elemen yang kuat disokong dan dominant terlihat dalam praktek 9 satu elemen mutlak penting daripada elemen lainnya bukti menyukai satu aktivitas atas yang lain sangat kuat 2, 4, 6, 8 nilai-nilai antara dua nilai pertimbangan yang berdekatan nilai ini diberikan bila ada kompromi diantara dua pilihan kebalikan jika untuk aktivitas i mendapat 1 angka dibanding dengan aktifitas j, j mempunyai nilai kebalikannya dibanding dengan i analisis dan perancangan sistem... (daniel kartawiguna; dkk) 779 analisis sistem berjalan berikut adalah tata laksana sistem procurement yang sedang berjalan: (1) bagian penjualan (sales) membuat surat permintaan pembelian barang (sppb) dan memberikannya kepada bagian purchasing dan bagian logistik; (2) setelah sppb diterima, bagian purchasing lalu membuat dan mengirimkan surat permintaan penawaran harga (spph) kepada pemasok. selanjutnya pemasok akan mengirimkan surat penawaran harga (sph) kepada bagian purchasing; (3) setelah surat penawaran harga diterima dari pemasok, pihak manajemen dan bagian purchasing melakukan analisis untuk pemilihan pemasok yang paling sesuai. setelah pemasok dipilih, selanjutnya bagian purchasing akan membuat dan mengirimkan surat pembelian barang (spb) kepada pemasok. salinan dari surat pembelian barang lalu diserahkan kepada bagian finance; (4) pemasok mengirimkan order ackowledgement kepada bagian purchasing sebagai konfirmasi atas surat pembelian barang yang telah dikirimkan. salinan dari order acknowledgement lalu diserahkan kepada bagian finance; (5) bagian purchasing melakukan purchase tracking; (6) pemasok mengirimkan barang yang dipesan beserta surat jalan dan packing list kepada bagian pembelian; (7) bagian purchasing melakukan quality control terhadap barang yang dikirim oleh pemasok, lalu dilakukan labeling “pass/reject”; (8) apabila ada barang yang “reject”, bagian purchasing akan melakukan retur ke pemasok; (9) pemasok mengirimkan surat jalan dan packing list beserta invoice kepada bagian finance; (10) bagian finance memasukkan invoice dari pemasok ke dalam aging account payable; (11) bagian purchasing mentransfer barang ke bagian logistik. surat jalan dan packing list diserahkan ke bagian logistik; (12) barang disimpan oleh bagian logistik dan dilakukan inventory record oleh bagian logistik. untuk lebih jelasnya, lihat gambar 3 dan 4. sistem pembelian barang pt. guna elektro supplier manager approved_supplier penawaran harga supplier_list spph penawaran harga p/o surat jalan / packing list surat jalan / packing list retur surat jalan / packing list invoice oa gambar 3. diagram konteks sistem procurement. adapun kelemahan proses yang berjalan, yaitu pemilihan pemasok dari daftar pemasok biasanya dilakukan hanya berdasarkan pengalaman dan penilaian subyektif, sehingga dapat terjadi kesalahan di mana pemasok yang dipilih tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan. selain itu, belum ada suatu sistem yang dapat membantu atau mendukung proses pemilihan pemasok dari daftar pemasok. untuk mengatasi kelemahan proses ini, diusulkan untuk: (1) membuat suatu sistem untuk mendukung dan membantu proses pemilihan pemasok; (2) menggunakan metode ahp untuk pemilihan pemasok, sehingga pemilihan pemasok menjadi lebih obyektif; (3) menggunakan metode ahp yang akan memberikan ranking pemasok sesuai dengan kriteria yang diinginkan. 780 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 774-787 usulan sistem pendukung keputusan rancangan sistem yang diusulkan untuk digunakan oleh divisi power pt guna elektro adalah sebuah sistem pendukung keputusan yang berfungsi untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan dalam menentukan pemasok yang paling sesuai. sistem pendukung keputusan ini menggunakan metode analytic hierarchy process (ahp) yang pada intinya melakukan perhitungan bobot dari kriteria-kriteria yang pada akhirnya akan menghasilkan alternatif-alternatif terbaik untuk membantu proses pengambilan keputusan. adapun sistem yang akan dirancang terdiri dari komponen-komponen yang digambarkan oleh gambar 5. komponen sistem yang akan dikembangkan dapat dijelaskan sebagai berikut. subsistem manajemen data (gambar 6) berisi data internal maupun eksternal yang relevan dan dibutuhkan oleh sistem. data tersebut dikelola oleh sistem manajemen basis data (dbms). subsistem manajemen model merupakan manajemen model yang digunakan oleh sistem. dalam hal ini model eksternal yang digunakan adalah analytic hierarchy process atau ahp. sedangkan aubsistem antarmuka pengguna merupakan komponen yang digunakan oleh user untuk berinteraksi dengan sistem. dalam hal ini bahasa pemrograman yang digunakan adalah visual basic.net. ok not not ok 1. data suppli er baru 2. seleksi ok / not ? 4. evaluasi ok / not ? 3. input data asl 5. update data asl 6. sel eksi ok / not ? 7. supplier terpilih ok no t gambar 4. alur detail proses seleksi pemasok. rancangan subsistem manajemen model sistem pendukung keputusan ini menggunakan model analytic hierarchy process (ahp). model ahp digunakan untuk membantu manajer mengambil keputusan untuk memilih pemasok terbaik (gambar 7). ada tujuh kriteria yang digunakan dalam pemilihan pemasok, yaitu: delivery lead time, on time delivery, quantity, quality, reputation, technical support, dan price. analisis dan perancangan sistem... (daniel kartawiguna; dkk) 781 rancangan subsistem manajemen data berikut adalah rancangannya (gambar 6). kriteria-kriteria di di bawah ini akan digunakan dalam pemodelan dengan menggunakan ahp (tabel 2). manajemen data manajemen model manajemen antarmuka pengguna data internal dan eksternal user model ahp gambar 5. rancangan sistem. data-data kriteria tersebut dengan pengecualian price akan diperoleh dari nilai evaluasi pemasok yang dilakukan pt guna elektro sebanyak dua kali dalam setahun. untuk price, data baru dapat diperoleh setelah mendapat quotation atau surat penawaran harga dari pemasok. data nilai evaluasi pemasok yang dilakukan perusahaan berskala 1 sampai dengan 5. nilai tersebut akan dikonversi ke dalam skala preferensi ahp dengan menggunakan rumus: n = s x 2 di mana s adalah selisih nilai evaluasi dua pemasok yang diperbandingkan untuk tiap kriteria. contohnya, untuk kriteria quality, pemasok a mempunyai nilai 5 dan pemasok b mempunyai nilai 3, maka: n = (5-3) x 2 n = 4 dengan demikian, skala perbandingan pemasok a terhadap b adalah 4. 782 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 774-787 -supplier_code : string -supplier_name : string -address_1 : string -address_2 : string -city : string -phone_1 : string -phone_2 : string -fax : string -contact_person : string supplier -item_category_code : string -item_category_name : string -description : string -weight_code : string item_category -price_code : string -quotation_code : string -supplier_code : string -item_name : string -item_category_code : string -date : d ate -price : string price 1..1 1..* -evaluation_code : string -supplier_code : string -date : d ate -delivery lead time : integer -on t ime delivery : integer -quantity : integer -quality : integer -reputation : integer -technical support : integer evaluation_score 1..1 1..* -weight_code : string -delivery lead time : integer -on time delivery : integer -quantity : integer -quality : integer -reputation : integer -tec hnical support : integer -price : integer -description : integer weight_criteria 1..1 1..* -supplier_code : string -item_code : string supplier_item 1..* 1..1 1..1 1..* 1..1 1..1 gambar 6. rancangan entity relationship diagram. prc pem ilihan supplier supplier a supplier b dlt otd qty qlt rpt ts supplier c gambar 7. hierarki keputusan pemilihan pemasok. analisis dan perancangan sistem... (daniel kartawiguna; dkk) 783 tabel 2 kriteria pemilihan pemasok kode kriteria nama kriteria keterangan prc price harga penawaran yang ditawarkan oleh pemasok dlt delivery lead time lamanya waktu dari po dikeluarkan sampai barang tersebut sampai di gudang otd on time delivery ketepatan waktu pengiriman qty quantiy kesesuaian jumlah barang saat dikirim qlt quality kualitas barang, jumlah barang cacat/reject rep reputation reputasi pemasok yang bersangkutan tc technical support dukungan teknis pemasok yang bersangkutan rancangan subsistem antarmuka pengguna berikut adalah rancangannya (gambar 8). main form form supplier analysis form criteria comparison form criteria comparison result form price comparison supplieranalysis new criteria choose criteria form datasupplier form data evaluasi supplier form login ok next save form rank ingform graphic chart view graphic form data item category data login logout gambar 8. state transition diagram. 784 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 774-787 pada sistem spk yang dikembangkan, masukan untuk perhitungan ahp dikategorikan menjadi tiga, yaitu: input perbandingan antar kriteria, input perbandingan price antar pemasok (supplier), dan input perbandingan kriteria lainnya antar pemasok (supplier). rancangan dialog tampilan jendela awal yang muncul saat pertama kali program dijalankan adalah jendela login. setelah pengguna memasukkan username dan password dan terverifikasi oleh sistem, akan muncul main form dengan pilihan menu file, menu, data, dan help. pilihan data untuk melihat master data sedangkan pada pilihan menu terdapat sub menu analysis untuk membuka form analysis (gambar 9). dalam form ini, pertama dapat dipilih kategori item, kemudian dipilih dari list, minimal harus dipilih dua pemasok (supplier) untuk dibandingkan. setelah itu pengguna harus menentukan bobot kriteria pada list criteria (gambar 10), atau dipilih new criteria untuk membuat perbandingan baru. pilihan choose criteria akan membuka form price comparison. form ini berfungi untuk membandingkan antar criteria. criteria dapat dipilih dalam combo box lalu set slider digunakan untuk membandingkan setiap criteria yang kemudian dapat disimpan. gambar 9. formulir supplier analysis. gambar 10. criteria comparison. formulir comparison result (gambar 11) menampilkan hasil dari perbandingan kriteria yang dilakukan sebelumnya. pengguna bisa menambahkan deskripsi berupa nama atau keterangan dan setelah itu dapat disimpan. proses selanjutnya akan kembali pada formulir supplier analysis. form price comparison (gambar 12) digunakan untuk melakukan perbandingan harga antar pemasok (supplier). angka pembanding untuk tiap supplier-nya harus ditentukan lalu pilih “next”. setelah semua dibandingkan maka akan ditampilkan form ranking (gambar 13). form ranking yang akan menampilkan ranking pemasok (supplier) berdasarkan perhitungan ahp yang telah dilakukan. jika ingin melihat per kriteria saja maka beri tanda pada checked list box criteria di bagian tengah form dan dapat ditampilkan chart per pemasok (supplier) dengan memilih view graphic (gambar 14). analisis dan perancangan sistem... (daniel kartawiguna; dkk) 785 gambar 12. formulir price comparison. gambar 11. formulir comparison result. gambar 13. formulir ranking. gambar 14. tampilan grafik. formulir data item category (gambar 15) dapat diakses melalui pilihan menu data dan digunakan untuk menampilkan list item category. dari formulir ini dapat dilakukan input data baru, mengedit data yang ada, serta menyimpannya atau membatalkannya. sedangkan, formulir data supplier (gambar 16) untuk menampilkan daftar pemasok (list supplier). di sini juga dapat dilakukan input data baru, mengedit data yang ada, serta menyimpannya atau membatalkannya. berikutnya adalah formulir data evaluasi supplier untuk menampilkan daftar nilai evaluasi supplier. dalam form ini juga dapat dilakukan input data baru, pengubahan data yang ada, dan penyimpanan data. hasil akhir analisis ini akan ditampilkan pada form hasil akhir (gambar 17). pilihan-pilihan yang sudah ada dan telah dipilih oleh manajer akan ditampilkan nama, alamat serta bobot setiap kriteria dari pemasok terpilih dirinci lebih spesifik. 786 comtech vol.3 no. 2 desember 2012: 774-787 gambar 15. formulir data item category. gambar 16. formulir data supplier. gambar 17. formulir data evaluasi supplier. penutup dari hasil analisis dan perancangan sistem pendukung keputusan pemilihan pemasok terbaik dari pemasok yang tersedia dengan metode analytical hierarchy process (ahp) studi kasus divisi power pt guna elektro, telah berhasil dikembangan suatu spk pemilihan pemasok yang membantu mendukung proses pengambilan keputusan untuk pemilihan pemasok terbaik dari daftar pemasok. dengan memanfaatkan sistem ini proses pemilihan pemasok terbaik dari daftar pemasok menjadi lebih mudah dan lebih objektif selain itu keluaran sistem ini menghasilkan ranking pemasok yang tepat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. ini dapat tercapai karena spk pemilihan pemasok analisis dan perancangan sistem... (daniel kartawiguna; dkk) 787 yang dikembangkan menggunakan perhitungan ahp berdasarkan harga penawaran, nilai evaluasi, dan kriteria yang ditetapkan. dari sisi pengoperasian aplikasi ini oleh pengguna, sistem ini tidak memerlukan pelatihan khusus bagi pemakai karena dirancang sedemikian sehingga mudah untuk digunakan. hanya dengan melihat tampilan-tampilan yang telah dirancang, pengguna dapat langsung menggunakan aplikasi ini. beberapa saran yang dapat diberikan pada studi ini, yaitu spk pemilihan pemasok yang telah dikembangkan ini sebaiknya terus dievaluasi dan dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi oleh perusahaan. selain itu spk pemilihan pemasok ini sebenarnya dapat diperluas pengunaannya pada divisi-divisi lain pada perusahaan. daftar pustaka saaty, t. l. (1991). pengambilan keputusan seri manajemen no. 134. jakarta: binaman pressindo. saaty, t. l. (2008). decision making with the analytic hierarchy process. int. j. services sciences, 1(1): 83-98. suryadi, kadarsah dan ramadani, m. ali. (2002). sistem pendukung keputusan: suatu wacana struktural idealisasi dan implementasi. bandung: remaja rosdakarya. turban, efraim, dan aronson, jay e. (2004). decision support systems and intelligent systems (11st ed.). yogyakarta: penerbit andi. microsoft word 27_stat_rokhana.doc 810 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 810-817  model persamaan simultan pada analisis hubungan kemiskian dan pdrb rokhana dwi bekti; david; gita n; priscillia; serlyana mathematics and statistics department, school of computer science, binus university jln. k.h. syahdan no. 9 palmerah, jakarta barat 11480 rokhana_db@binus.ac.id abstract simultaneous model is a model for some equation which have simultaneous relationships. it was often found in econometrics, such as the relationship between gross domestic regional product (gdrp) and poverty. gdp is a common indicator that can be used to determine the economic growth occurred in region. meanwhile, poverty is one of the indicators to measure the society welfare. information about these relathionships were important to perform the relathionsips between gdp and poverty. so this research conducted an analysis to obtain simultaneous models between gdrp and poverty. estimation of the parameters used is two-stage least squares estimation (2sls). the data used are 33 provinces in indonesia at 2010. by α = 5%, it was conclude that variable which significant effect on gdrp is poverty, export, and import. meanwhile, the variables that significantly affect poverty are population. the simultaneous model (α = 5%) also conclude that there is no simultaneous relationship between gdrp and poverty. however, with α = 25%, there is a simultaneous relationship between gdrp and poverty. keywords: gdrp, poverty, simultaneous equations model abstrak model simultan merupakan pemodelan untuk beberapa persamaan yang memiliki hubungan simultan. kasus ini sering ditemukan di ekonometrika, salah satunya adalah hubungan antara produk domestik regional bruto (pdrb) dan kemiskinan. pdrb adalah indikator umum yang dapat digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi yang terjadi di suatu wilayah. sementara itu, kemiskinan merupakan salah satu indikator untuk mengukur kesejahteraan masyarakat. informasi tentang hubungan tersebut menjadi penting untuk mendapatkan gambaran hubungan pdrb dan kemiskinan. oleh karena itu, penelitian ini melakukan analisis untuk mendapatkan model simultan antara pdrb dan kemiskinan. estimasi parameter yang digunakan adalah two-stage least squares estimation (2sls). data yang digunakan adalah 33 provinsi di indonesia pada tahun 2010. dengan α=5% didapatkan kesimpulan bahwa variabel yang signifikan berpengaruh terhadap pdrb adalah kemiskinan, ekspor, dan impor. sementara itu, variabel yang signifikan berpengaruh terhadap kemiskinan adalah jumlah penduduk. model simultan tersebut juga memberikan hasil pada α=5%, tidak ada hubungan simultan antara pdrb dan kemiskinan. namun dengan α=25%, terdapat hubungan simultan antara pdrb dan kemiskinan. kata kunci: pdrb, kemiskinan, model persamaan simultan model persamaan simultan … (rokhana dwi bekti; dkk) 811  pendahuluan menurut jumlah model persamaan, model-model ekonometrika dapat dikelompokkan menjadi sistem persamaan tunggal, seemingly unrelated regression (sur), dan persamaan simultan (simultaneous equation). sistem persamaan simultan memiliki ciri-ciri terdiri dari beberapa persamaan. selain itu secara matematis dan fenomena, antar persamaan tersebut ada hubungan (hill et al. 2011). berbeda dengan sistem persamaan tunggal, model ini memiliki variabel endogeneous dan eksplanatori pada setiap persamaan. variabel endogeneous pada satu persamaan dapat menjadi variabel eksplanatori pada variabel lain. akibatnya, variabel tersebut menjadi bersifat stokastik dan berkorelasi dengan variabel eksplanatori lainnya. dalam hal ini estimasi ordinary least square (ols) tidak dapat digunakan (gujarati, 2010). estimasi ols dalam sistem persamaan simultan akan menghasilkan estimasi parameter yang bias dan tidak konsisten. beberapa alternatif estimasinya adalah the reduced-form equations, two-stage least squares estimation (2sls), indirect least square (ils), dan three-stage least squares (3sls). metode 2sls diperkenalkan oleh theil (1953) dan basmann (1957). metode ini masih menggunakan aplikasi second-stage ols. metode 2sls lebih baik dari ils, karena mendapatkan satu estimator untuk satu parameter dan menghasilkan standard error untuk setiap estimator. (gujarati, 2010). lopez-espin et al. (2011) yang melakukan pengkajian estimasi 2sls dan ils. kasus-kasus di ekonometrika sering mendapatkan hubungan saling mempengaruhi antar variabel. seperti pada kasus hubungan antara demand dan supply. demand mempengaruhi supply dan supply mempengaruhi demand. sehingga digunakan sistem persamaan simultan. penelitian tentang hubungan simultan adalah ruxanda dan muraru (2010) yang meneliti hubungan antara investasi asing dan pertumbuhan ekonomi di rumania. produk domestik regional bruto (pdrb) adalah indikator umum yang dapat digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi yang terjadi di suatu wilayah. pertumbuhan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya infrastruktur ekonomi. selain itu, ekspor, impor, pertumbuhan penduduk, dan lain-lain dapat pula melengkapi gambaran umum kinerja perekonomian suatu negara. pdrb yang tinggi akan meningkatkan kualitas masyarakat dan menurunkan tingkat kemiskinan. kemiskinan merupakan masalah yang kompleks karena menyangkut berbagai macam aspek seperti hak untuk terpenuhinya pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya. apabila jumlah penduduk yang masih tinggi maka berpengaruh pula pada tingkat pendidikan, pekerjaan, dan aspek kehidupan lainnya, sehingga selanjutnya akan berpengaruh pula pada pdrb. oleh karena itu, untuk menganalisis hubungan antara pdrb dan kemiskinan diperlukan metode sistem persamaan simultan. metode estimasi yang digunakan adalah 2sls. penelitian ini menggunakan metode tersebut untuk mendapatkan model persamaan simultan dan mengetahui faktorfaktor yang signifikan mempengaruhi pada pdrb dan kemiskinan. metode data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari badan pusat statistik. sampel adalah sejumlah 33 provinsi di indonesia. pemodelan dalam analisis ini menggunakan dua sistem persamaan, yaitu: pdrb = β10 + β11 kemiskinan + β12 ekspor + β13 impor + ε1 (1) kemiskinan = β20 + β21 pdrb + β22 ekspor + β23 penduduk + ε2 (2) 812 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 810-817  variabel endogen terdiri dari pdrb dan kemiskinan. variabel eksogen adalah ekspor, impor, dan penduduk. definisi operasional masing-masing variabel adalah sebagai berikut: (1) pdrb: produk domestik regional bruto atas dasar harga konstan 2000. sumber dari badan pusat statistika (bps) tahun 2010. (2) kemiskinan: persentase penduduk miskin. sumber dari bps tahun 2010. (3) ekspor: jumlah ekspor non migas. sumber dari bank indonesia (bi) desember 2010. (3) impor: jumlah impor non migas. sumber dari bi desember 2010. (4) penduduk: jumlah penduduk. sumber dari bps tahun 2010 metode analisis yang digunakan adalah: (1) analisis deskriptif, untuk mengetahui karakteristik setiap variable. (2) estimasi parameter menggunakan 2sls model umum persamaan simultan adalah sebagai berikut (gujarati, 2010): (3) keterangan : y1, y2 ..., ym = sejumlah m variabel endogeneous x1, x2, ..., xk = sejumlah k variabel exogeneous u1, u2, ..., um = sejumlah m residual t = observasi β = koefisien (parameter) variabel endogeneous γ = koefisien (parameter) variabel exogeneous metode two-stage least squares estimation dilakukan dengan menggunakan ordinary least square sebanyak dua kali. misalkan terdapat tiga persamaan simultan: 1 10 12 2 13 3 11 1 12 2 1 1 2 20 21 1 23 3 21 1 22 2 2 2 3 30 31 1 32 2 31 1 32 2 3 3 .... ... ... k k k k k k y y y x x x e y y y x x x e y y y x x x e =β +β +β + γ + γ + + γ + =β +β +β + γ + γ + + γ + =β +β +β + γ + γ + + γ + (4) langkah 1: membentuk model reduced-form, yaitu persamaan setiap variable endogeneous dengan exogeneous. model persamaan simultan … (rokhana dwi bekti; dkk) 813  1 10 11 1 21 2 1 1 2 20 21 1 22 2 2 2 3 30 31 1 32 2 3 3 k k k k k k y x x x v y x x x v y x x x v = π + π + π + + π + = π + π + π + + π + = π + π + π + + π + l l l (5) langkah 2 : estimasi persamaan y2 dan y3 pada model reduced-form langkah 1 1 10 11 1 12 2 1 2 20 21 1 22 2 2 3 30 13 1 23 2 3 ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ k k k k k k y x x x y x x x y x x x = π + π + π + + π = π + π + π + + π = π + π + π + + π l l l (6) langkah 3: subtitusi nilai 2ŷ dan 3ŷ pada persamaan y1 1 10 12 2 13 3 11 1 12 2 1ˆ ˆ .... k ky y y x x x=β +β +β + γ + γ + + γ (7) model ini akan menghasilkan estimasi parameter pada persamaan y1 subtitusi nilai 1ŷ dan 3ŷ pada persamaan y2 2 20 21 2 23 3 21 1 22 2 2ˆ ˆ .... k ky y y x x x=β +β +β + γ + γ + + γ (8) model ini akan menghasilkan estimasi parameter pada persamaan y2 subtitusi nilai 1ŷ dan 2ŷ pada persamaan y3 3 30 31 1 32 3 31 1 32 2 3ˆ ˆ .... k ky y y x x x=β +β +β + γ + γ + + γ (9) model ini akan menghasilkan estimasi parameter pada persamaan y3 hasil dan pembahasan analisis deskriptif karakteristik ekonomi, penduduk, dan kemiskinan pada 33 provinsi di indonesia tahun 2010 disajikan pada tabel 1. rata-rata pdrb pada desember 2010 adalah 67.363,24 milyar rupiah. provinsi dengan pdrb terendah adalah provinsi gorontalo, yaitu 2.917 milyar rupiah. sementara itu, provinsi dki jakarta memiliki pdrb tertinggi. rata-rata ekspor nonmigas dari 31 provinsi adalah 429.651,34 (usd ribu) dan rata-rata impor nonmigas dari 27 provinsi adalah 396.188,26 (usd ribu). daerah di pulau jawa masih mendominasi kegiatan ekspor dan impor ini. provinsi jawa barat merupakan pengekspor tertinggi, selanjutnya ada jawa timur. provinsi di luar pulau jawa dengan eksport import yang relatif tinggi adalah riau, kalimantan timur, dan papua. sementara itu, provinsi dki jakarta melakukan impor tertinggi. selanjutnya ada provinsi jawa barat, jawa timur dan banten yang melakukan impor lebih dari 1.000.000 (usd ribu). pada bidang kependudukan, bps mencatat bahwa jumlah penduduk di indonesia pada 2010 adalah 237.641.326 jiwa. sebagian besar penduduk masih mendominasi pulau jawa, dengan penduduk terbanyak ada di jawa barat yaitu 43.053.732 jiwa. provinsi papua barat merupakan daerah yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit, yaitu 760.422 jiwa. persentase penduduk miskin tahun 2010 adalah 13,33%. daerah dengan persentase tertinggi dan terendah adalah dki jakarta (3,48%) dan papua (36,80%)  814 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 810-817  tabel 1 karakteristik ekonomi, penduduk, dan kemiskinan di indonesia karakte-ristik pdrb (milyar rupiah) ekspor (usd ribu)* impor (usd ribu)* kemiskinan (%) penduduk ‐ n 33 31 27 33 33 ‐ rata-rata 67.363,24 429.651,34 396.188,26 14,43 7.201.252,30 ‐ minimum 2.917,00 1.663,13 39,01 3,48 760.422,00 ‐ maksimum 395.622,00 2.053.985,49 4.499.806,87 36,80 43.053.732,00 ‐ standard deviasi 100.772,35 536.209,38 935.811,60 8,24 10.291.538,08 total indonesia 2.222.987 13.319.191,42 10.697.083,06 13,33 237.641.326 keterangan: *) data sangat sementara dan tanpa data dengan nilai 0 pola hubungan antar variabel, khususnya pdrb dan kemiskinan, dapat dilihat pada scatterplot gambar 1. scatterplot pdrb dan kemiskinan membentuk garis linear yang menurun. hal tersebut menunjukkan bahwa hubungannya berkebalikan. apabila pdrb tinggi maka kemiskinan menurun. begitu juga sebaliknya, apabila kemiskinan tinggi maka pdrb menurun. seperti pada provinsi dki jakarta yang memiliki pdrb tertinggi dan kemiskinannya terendah dibandingkan provinsi lain. pada scatterplot ekspor dan impor terhadap pdrb, diketahui bahwa apabila ekspor atau impor tinggi maka pdrb juga tinggi. selanjutnya apabila eskpor tinggi maka kemiskinan rendah. apabila jumlah penduduk tinggi maka kemiskinan juga tinggi (lihat gambar 1). gambar 1 scatterplot antar variabel model persamaan simultan … (rokhana dwi bekti; dkk) 815  model simultan dengan estimasi 2sls hasil pemodelan simultan pada model pdrb dan kemiskinan pada persamaan (1) dan (2) disajikan pada tabel 2. model tersebut dibentuk dari 26 provinsi dan dapat dituliskan menjadi pdrb = -2,664 x 105 + 1,900 x 104 kemiskinan + 1,448 x 10-1ekspor + 9,771 x 10-2 impor kemiskinan = 1,402 x 101 + -2,667 x 10-5 pdrb + -5,345 x 10-6 ekspor + 3,888 x 10-7 penduduk pada model pdrb, variabel yang signifikan berpengaruh terhadap pdrb pada α=5% adalah kemiskinan, ekspor, dan impor. hal tersebut ditunjukkan oleh nilai |thitung| yang lebih dari t3,22,5%/2 = 2,074. estimasi parameter pada ekspor dan impor yang bernilai positif menunjukkan bahwa apabila ekspor impor tinggi maka pdrb juga tinggi. hal ini sesuai dengan kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah, di mana dengan memperbanyak komoditi ekspor maka pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin meningkat. koefisien determinasi 95,57% menunjukkan bahwa variabel ekspor, import, dan kemiskinan ini mampu menjelaskan variabilitas model sejumlah 94,57%.sementara 5,43% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum masuk model. tabel 2 hasil estimasi model simultan dengan 2sls model variabel estimasi parameter t hitung p value r square model 1 (pdrb) konstanta -2,664 x 105 -6,883 6,51 x 10-7 94,57% kemiskinan 1,900 x 104 7,334 2,42 x 10-7 ekspor 1,448 x 10-1 11,056 1,89 x 10-10 impor 9,771 x 10-2 12,380 2,18 x 10-11 model 2 (kemiskinan) konstanta 1,402 x 101 9,322 4,26 x 10-9 27,45% pdrb -2,667 x 10-5 -1,257 0,2221 ekspor -5,345 x 10-6 -1,569 0,1308 penduduk 3,888 x 10-7 2,213 0,0376 pada model kemiskinan, variabel yang signifikan berpengaruh terhadap kemiskinan dengan α=5% adalah jumlah penduduk. hal tersebut ditunjukkan oleh nilai |thitung| yang lebih dari t3,22,5%/2 = 2,074. estimasi parameter pada jumlah penduduk yang bernilai positif menunjukkan bahwa apabila jumlah penduduk tinggi maka kemiskinan juga tinggi. sementara itu, pdrb dan ekspor tidak signifikan berpengaruh terhadap kemiskinan pada α=5%. pdrb signifikan berpengaruh pada α=25%. estimasi parameter pada pdrb dan ekspor bernilai negatif. hal ini menunjukkan hubungan yang negatif, yang menunjukkan apabila pdrb dan ekspor tinggi maka kemiskinan rendah. hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah dimana untuk menurunkan angka kemiskinan memerlukan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan terus meningkat. koefisien determinasi 27,45% menunjukkan bahwa pdrb, ekspor, dan jumlah penduduk mampu menjelaskan variabilitas model sejumlah 27,45%. sementara 72.55% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum masuk model. artinya masih banyak hal-hal yang mempengaruhi kemiskinan di indonesia. 816 comtech vol. 5 no. 2 desember 2014: 810-817  model simultan tersebut memberikan hasil bahwa kemiskinan signifikan mempengaruhi pdrb pada α=5%, namun pdrb tidak mempengaruhi kemiskinan. artinya, dengan α=5% tidak ada hubungan simultan antara pdrb dan kemiskinan. sementara itu, dengan α=25% terdapat hubungan simultan antara pdrb dan kemiskinan. simpulan hasil pemodelan simultan dengan estimasi 2sls adalah pdrb = -2,664 x 105 + 1,900 x 104 kemiskinan + 1,448 x 10-1ekspor + 9,771 x 10-2 impor dan kemiskinan = 1,402 x 101 + -2,667 x 10-5 pdrb + -5,345 x 10-6 ekspor + 3,888 x 10-7 penduduk. pada model pdrb, variabel yang signifikan berpengaruh terhadap pdrb pada α=5% adalah kemiskinan, ekspor, dan impor. sementara itu pada model kemiskinan, variabel yang signifikan berpengaruh terhadap kemiskinan dengan α=5% adalah jumlah penduduk. model simultan tersebut juga memberikan hasil bahwa kemiskinan signifikan mempengaruhi pdrb pada α=5%, namun pdrb tidak mempengaruhi kemiskinan. artinya, dengan α=5% tidak ada hubungan simultan antara pdrb dan kemiskinan. sementara itu, dengan α=25% terdapat hubungan simultan antara pdrb dan kemiskinan. daftar pustaka bank indonesia. (2014). statistik ekonomi dan keuangan daerah (sekda). diakses pada 17 februari 2014, dari http://www.bi.go.id/id /statistik /sekda/default.aspxv biro pusat statistik. (2014). jumlah dan persentase penduduk miskin, garis kemiskinan, indeks kedalaman kemiskinan (p1), dan indeks keparahan kemiskinan (p2) menurut provinsi. diakses pada 17 februari 2014, dari http://www.bps.go.id/tab_sub/excel.php?id_subyek=23%20¬ab=2 ______. (2014). produk domestik regional bruto atas dasar harga konstan 2000 menurut provinsi, 2004-2012 (milyar rupiah). diakses pada 17 februari 2014, dari http://www.bps.go.id/tab_sub/excel.php?id_subyek=52%20¬ab=2 () ______. (2014). penduduk indonesia menurut provinsi 1971, 1980, 1990, 1995, 2000 dan 2010. diakses pada 17 februari 2014, dari http://www.bps.go.id/tab_sub/excel.php?id_subyek=12%20¬ab=1 basmann, r. l. (1957). a generalized classical method of linear estimation of coefficients in a structural equation. econometrica (25): 77–83. gujarati, d. n. (2010). basic econometrics. new york: mc graw-hill companies. isbn:9780071276252 hill, r. c., griffiths, w. e., lim, g. c., berenson, m.l. (2011). principles of econometrics. 4th edition. united states: john wiley & sons, inc. lopez-espin, j. j., vidal, a. m., giménez, d. (2012). two-stage least squares and indirect least squares algorithms for simultaneous equations models. journal of computational and applied mathematics, 236(15): 3676-3684. model persamaan simultan … (rokhana dwi bekti; dkk) 817  ruxanda dan muraru. (2010). fdi and economic growth. evidence from simultaneous equation models. romanian journal of economic forecasting (1/2010): 45-58. theil, h. (1953). repeated least-squares applied to complete equation systems. the netherlands: the hague the central planning bureau. microsoft word 07_is_albert_hendro_analisa cluster k-means kemiskinan revised kp-2 application of k-means algorithm … (albert v. dian sano; hendro nindito) 141  application of k-means algorithm for cluster analysis on poverty of provinces in indonesia albert v. dian sano1; hendro nindito2 1,2 information systems department, school of information systems, bina nusantara university jln. k.h. syahdan no 9, palmerah, jakarta barat, 11480 1albert_vds@yahoo.com; 2h_nindito@yahoo.com abstract the objective of this study was to apply cluster analysis or also known as clustering on poverty data of provinces all over indonesia.the problem was that the decision makers such as central government, local government and non-government organizations, which involved in poverty problems, needed a tool to support decision-making process related to social welfare problems. the method used in the cluster analysis was kmeans algorithm. the data used in this study were drawn from badan pusat statistik (bps) or central bureau of statistics on 2014.cluster analysis in this study took characteristics of data such as absolute poverty of each province, relative number or percentage of poverty of each province, and the level of depth index poverty of each province in indonesia. results of cluster analysis in this study are presented in the form of grouping of clusters' members visually. cluster analysis in the study can be used to identify more quickly and efficiently on poverty chart of all provinces all over indonesia. the results of such identification can be used by policy makers who have interests of eradicating the problems associated with poverty and welfare distribution in indonesia, ranging from government organizations, non-governmental organizations, and also private organizations. keywords: cluster analysis, k-means, poverty introduction poverty is one of the social problems and also become a challenge for many communities around the world to always find a solution. at the global level, data on poverty regarding the number of poor people is dominated by developing countries. however, in developed countries like the united states as well, there are still poor people. so poverty is everywhere universally to be a problem with the community and the world. in the national context, indonesia, in the new order era that began in the mid or late 1960s to 1996, the poverty rate in indonesia decreased drastically due to strong economic growth with poverty alleviation programs. unfortunately, the economic crisis in 1997/1998 hit the indonesian economy and raised the amount of poverty in indonesia sharply. the experience of poverty reduction in the past have shown many weaknesses, such as: (1) macro growth orientation without considering aspects of equity, (2) centralized policy, (3) more caricature than transformative, (4) positioning communities as objects rather than subjects, (5) orientation poverty alleviation tends to caricature and instantaneous than sustainable productivity, and (6) perspectives and solutions that are generic to the problems of poverty that exist regardless of diversity which exists. because it is so diverse nature of the challenges that exist, the handling of the problem of poverty must touch the bottom of the source and root of the real problem, either directly or indirectly (multifiah, 2011). 142   comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 141-150 inequality or inequality in poverty reduction is not an easy problem. reducing inequality is more complex than just reducing poverty. in addition, it also has the potential imbalances bigger problem than the problem of poverty itself. figures economic inequality is measured using the gini index. gini index figures are presented in the form of a number between 0 and 1. the higher the number of gini index, the higher the degree of economic inequality. gini index numbers are high is a serious social threat and could lead to social unrest. in some countries that have a gini index above 0.5 tends to be social unrest and disintegration. table 1 gini index indonesia (bps, 2015) indonesia 1996 1999 2002 2005 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 0.355 0.308 0.329 0.363 0.364 0.35 0.37 0.38 0.41 0.41 0.413 to reduce drawbacks of the problems related to inequality in poverty reduction, then this study aims to represent the poverty map based on provinces groupings all over indonesia. this study will apply cluster analysis or commonly called clustering. results of this study are expected to facilitate the stakeholders to see the poverty map visually so that the decision makers associated with poverty alleviation programs can more quickly and easily set policies for provinces deserving to get higher priorities and to receive major attention in poverty alleviation programs. the problem is that the decision makers such as central government, local government and non-government organizations, which involve in poverty problems, need a tool to support decisionmaking process related to social welfare problems. cluster analysis in this study will try to group provinces all over indonesia into four clusters. this study will consist of two types of cluster analysis. the first is to perform cluster analysis based on a variable of the percentage of the number of poor people and a variable of depth's level of poverty. the second is to perform cluster analysis based on a variable of an absolute number of poor people and a variable of depth's level of poverty. cluster analysis is an analysis aimed at grouping the data objects into clusters based on similar variables or characteristics. data objects having high similarities would be put in the same cluster while those having low similarities or a big difference will be put into different clusters. poverty has a diverse concept. world bank defines poverty using purchasing power, i.e., us $2 per capita per day. meanwhile, badan pusat statistik or bps (bps-statistics indonesia) defines poverty based on the poverty line. according to bps (2015), the poor are people who have an average monthly expenditure below the poverty line per capita. the poverty line, according to bps, is the sum of the food poverty line (fpl) and non-food poverty line (nfpl). fpl is the spending on minimum food needs equivalent to 2100 calories per day per capita. basic needs package of food commodities is represented by 52 kinds of commodities, such as grains, tubers, fish, meat, eggs, milk, vegetables, legumes, fruits, oils, fats, and others. nfpl is the minimum requirement for housing, clothing, health and education. another definition of poverty by bappenas (purwanto, 2007) is a condition in which a person or a group of men and women who are unable to meet their basic rights to maintain and develop a dignified life. the basic rights of human beings include the fulfillment for food, clothing, health, education, employment, housing, clean water, land, natural resources and the environment, safe treatment or safe from the threat of violence and the right to participate in political and social life. because this study will use a database of bps in 2014, then it will automatically refer to the concept of poverty by bps. cluster analysis technique in this study will apply to some specific characteristics or attributes of data, that is, the absolute number of poverty, the relative number or percentage of poverty, and the application of k-means algorithm … (albert v. dian sano; hendro nindito) 143  level of poverty's depth index. the absolute number of poverty is the number of people living below the poverty line. the relative number is the percentage of population below the poverty line. the poverty's depth index is the average gap of expenditure of the poor to the poverty line. the higher the index value, the higher the gap between the average expenditure from the poverty line. "we are living in the information age" is a popular saying; however, we are living in an era of data. the data in terabytes or petabytes poured into our computer network, world wide web (www), and various data storage devices each day ranging from world business, community, science and engineering, medicine, and almost every other aspect of daily life. the explosive growth of the volume of existing data is the result of the process of computerization of our society and the rapid development of various devices the collection and storage of data which is terrific (han & kamber, 2012). the explosive widely available growth of data really makes us aware that we are in the era of data. various reliable and versatile tools are needed to automatically reveal valuable information from the large-volume data and transform it into the organized knowledge. this need has led to the birth of data mining. the field is still young, dynamic and promising. data mining has been and will continue to make great strides in our journey from the era of data into the information age to come (han & kamber, 2012). data mining is the process of finding previously unknown patterns and trends in databases and using that information to build predictive models. data mining provides a set of tools and techniques that can be applied to this processed data to discover hidden patterns and also provides healthcare professionals an additional source of knowledge for making decisions (hossain et al., 2013) data mining is a fun way to extract various kinds of patterns, which presents knowledge stored in large data sets implicitly and focuses on matters related to its feasibility, usefulness, effectiveness and scalability. data mining can also be seen as a very important step in the process to find knowledge. data is normally done through a pre-process data cleansing, data integration, selection and transformation of data and prepared for mining. data mining can also be done on different types of databases and data storage, but the type of pattern is found determined by different types of functionality mining data such as descriptions, association, correlation analysis, classification, prediction, analysis of clusters, and so on (tajunisha, 2010). the concept of data mining involves three steps, i.e., capturing and storing the data, converting the raw data into information and converting the information into knowledge. data in this context comprises all the raw material an institution collects via normal operation. capturing and storing the data is the first phase that is the process of applying mathematical and statistical formulas to "mine" the data warehouse (kumar, 2011). figure 1 data mining and knowledge discovery process of database (sources: fayyad in silwattananusarn & tuamsuk, 2012) 144   b iterative selection invalid d the data algorithm / evaluat same pat ordinary c object to from the algorithm (gothai c observat the objec set of clu & kamb c 2011). a problems techniqu structure o data poin the simp other. t euclidia i the other based on fi methods su n: choosing data and inco into a form m that match tion: interpre ttern and rep people. clustering is ogether in a e clustering ms, two of w & balasubra cluster analy tion) into sev cts that are si usters resultin ber, 2012). cluster analy analysis of th s that are un ue used to sol e of the data t one importa nts. if a com ple euclidean the distance an and city b in addition t r measureme t mink eucli citymaha gure 1 above uch as the fo yes ng data onsistent data m suitable to es the pattern et various pat petitive; trans s an importa cluster (or c process. bu which most im amanie, 2012 ysis also calle veral subsets. imilar to each ng from the c ysis offers a he cluster ca nsupervised lve problems that has not b ant compone mponent of th n distance m between th block or man to the similar ents are show table 2 size of measure kowski distance idean distance -block distance alanobis distanc e, the knowl ollowing (fa relevant to th a; combine m o perform da n in d nature tterns into kn slating a varie ant method clusters) and ut there are mportant is, c 2). ed clustering each of the h other, but v cluster analys useful way t an be regarde learning or t s with techniq been labeled ( ent of the clu he vector sam metric is suffi he two grou nhattan. rity and dissi wn in table 2 f similarity an es e ce (sources ledge discov ayyad, han, he task of a d multiple sour ata mining. of the data; nowledge by ety of pattern of data ware dissimilar o some specia clustering pe g is the proces ese subsets is very different sis such as cl to organize a ed as the mo the learning ques like this (tayal & ra ustering algo mple data is i icient to clas ups can be m imilarity of t 2 (xu & wun nd dissimilari , where s i s:xu & wunsc comtech ery process in silwattan database ana ces of data. ( (4) data mi extract vario eliminating ns useful in t ehousing an object in oth al requireme erformance a ss of dividing a cluster, su t from the ob lustering can and present a ost popular t process und s, will certain aghuwanshi, orithm is a m in the same p ssify the data measured by the two types nsch, 2005). ity for quantit form is the within gro ch, 2005) h vol. 7 no. 2 consists of s nanusarn & alyst. (2) prep (3) transform ining: choos ous data patte irrelevant va terms that co nd data minin er cluster (o ents for sear and meaningf g a set of dat ch that the o bjects that are be referred t a complex da techniques a directed or u nly find a wa 2011). measure of t physical unit a instants tha y (tayal & s of measure tative variabl ms oup covariance 2 june 2016: several seque tuamsuk, 2 processing: d mation: tran sing the dat erns. (5) inter arious pattern ould be under ng. it group r clusters) o rch results c ful cluster de ta objects (or objects in a c e in another c to as a cluster ataset (wang and foremost unsupervised ay of dealing the distance t, then it is li at are simila raghuwansh ement above les matrix 141-150 ential and 012): (1) delete the nsforming ta mining rpretation ns and the rstood by ps similar r remove clustering escription object of cluster are cluster. a ring (han & song, t to solve . so each g with the between ikely that ar to each hi, 2011) , some of application of k-means algorithm … (albert v. dian sano; hendro nindito) 145  k-means is one of the learning algorithms undirected/unsupervised learning, the simplest used to solve various problems of the grouping. the procedure is by applying a simple and easy way to classify data that has been given to some clusters (such as clusters k) predefined (tayal & raghuwanshi, 2011). k-means algorithm will define the midpoint of the cluster from the average value of the points in the cluster. steps in k -means algorithm can be explained as follows. per all, the algorithm will select k (central cluster) at random from various objects in d (dataset), which respectively represent the center of the cluster at the beginning or the first time. for any other object, each object is assigned or grouped into clusters that are most similar or the most closely based on the euclidean distance between the object and the center cluster. k-means clustering algorithm then iterates to improve or increase the separation distances or similarities in the cluster. for each cluster, this algorithm will calculate a new average using the objects are grouped into a cluster in the previous iteration. all objects will then be regrouped by using the average of the newly updated as the new cluster center. the iterations will continue until it reaches a stable grouping, which means that the clusters formed in the latest iteration are the same as the clusters formed in the previous iteration. k-means clustering procedure is summarized in figure 2 below (han & kamber, 2012). figure 2 summary of procedure algorithm k-means (source: han & kamber, 2012) as with any other algorithms, k-means also has some advantages and disadvantages. here are the advantages and disadvantages of k-means algorithm according to tayal and raghuwanshi (2011). the advantages are (1) k-means is a simple algorithm that has been adapted to many domains. (2) more automated than making threshold imply a manual of an image or images. (3) this is an algorithm that can be good candidates for use as a continuation of the work relates to vectors that have the characteristics feature or vague (fuzzy). on the other hand, the disadvantages are (1) though it can be demonstrated that the procedure will always end, k-means clustering algorithm does not always find the most optimal configuration, which is related to the global objective function. (2) this algorithm is also very sensitive to cluster centers randomly selected at the beginning. k-means algorithm can be run several times to reduce the impact on this problem. algorithm: k-means. the k-means algorithm for partitioning, where each cluster’s center is represented by the mean value of the objects in the cluster. input:  k: the number of clusters,  d: a data set containing n objects. output: a set of k clusters. method: 1) arbitrarily choose k objects from d as the initial cluster centers; 2) repeat 3) (re)assign each object to the cluster to which the object is the most similar, 4) based on the mean value of the objects in the cluster; 5) update the cluster means, that is, calculate the mean value of the objects for 6) each cluster; 7) until no changes; 146   comtech vol. 7 no. 2 june 2016: 141-150 figure 3 traditional k-means algorithm (source: oyelade, et al., 2010) methods the method applied in this study generally includes three main stages: (1) data collection, (2) data pre-processing, and (3) data mining. in data collection, data collected in this study was taken from bps-statistics indonesia's (badan pusat statistik) website (www.bps.go.id). next, data pre-processing is the most important task in data mining. this stage is often said to take almost 80% of the total time or task in data mining. techniques and methods to be applied in this stage must be precise and correct. data pre-processing used in this study is based on the theory by jiawei han and michelin which includes: first, data cleaning: filling in the missing values, repairing data errors, identify or remove outliers, and fixing inconsistent data. second, data integration: merging related data from tables, databases, cube, or files. third, data selection: selecting data only related to the process of analysis. the benefit of this step is to reduce less important or less relevant data in data mining processes. fourth, data transformation: transforming data to support the process of analyzing the data that will be used. fifth, data mining: this stage is the primary stage of the entire task in this study. as with the data collection as well as data pre-processing, this stage also applies the theory by jiawei han and michelin which include: (1) data mining, this stage is the stage of the implementation of the modeling used in data mining. in this study, the model applied is k-means cluster analysis. (2) pattern evaluation, this is an evaluation of the pattern that has been processed. (3) knowledge presentation, this is a presentation of the results of the data mining process. results and discussions the application of cluster analysis in this study applied four numbers of clusters. the analysis applies to two types of measurement of the number of poor people in all provinces all over indonesia. the first one is a measurement based on the percentage of poor people or also known as the relative 1. mse = largenumber; 2. select initial cluster centroids {m j }j k = 1; 3. do 4. oldmse = mse; 5. mse1 = 0; 6. for j = 1 to k 7. mj = 0; nj = 0; 8. endfor 9. for i = 1 to n 10. for j = 1 tok 11. compute squared euclidean distance d2(xi, mj); 12. endfor 13. find the closest centroid mj to xi 14. mj = mj + xi, nj= nj +1; 15. mse1 = mse1 + d2(xi, mj); 16. endfor 17. for j = 1 to k 18. nj = max ( nj , 1) ; mj = mj / nj ; 19. endfor 20. mse = mse1; while (mse