id	author	title	date	pages	extension	mime	words	sentence	flesch	summary	cache	txt
mkg-772	K, Ardyni Febri; Rahayu, Retno Pudji; Sosiawan, Agung	Analisis heteroplasmy DNA mitokondria pulpa gigi pada identifikasi personal forensik (Heteroplasmy analysis of dental pulp mitochondrial DNA in forensic personal identification)	2013	5	.pdf	application/pdf	2966	162	49	Keenam sampel mtDNA darah dan gigi yang telah dipurifikasi kemudian dilakukan proses sequencing dan analisa mtDNA untuk mengetahui polimorfisme dan heteroplasmy yang mungkin terjadi pada basa nukleotidanya. Daerah ini memiliki makna sangat besar bagi pemeriksaan forensik karena sekuens yang terdapat pada D-loop ini cenderung bervariasi (polymorphism) pada masing-masing individu, yaitu pada daerah HVR1 (nt16024-16383) dan HVR2 (nt 57-372).6 Variasi nukleotida (transisi, transversi dan insersi) lebih banyak muncul pada HVR 1 yaitu sebanyak 77 posisi (24,8%) daripada HVR 2 sebanyak 56 posisi (19,9%).2 Heteroplasmy adalah suatu keadaan di mana terdapat dua atau lebih tipe mtDNA dalam mitokondrion tunggal, pada sel atau individu.7 Heteroplasmy yang terjadi pada DNA mitokondria terjadi karena mitokondria berhubungan erat dengan sistem transportasi elektron sehingga hal ini menyebabkan DNA mitokondria rentan terjadi mutasi.8 Berdasarkan uraian di atas maka identifikasi forensik yang menggunakan DNA mitokondria pulpa gigi harus memperhatikan kemungkinan terjadi heteroplasmy untuk menghindari ambiguitas identitas seseorang.	cache/mkg-772.pdf	txt/mkg-772.txt
