










































 

EDUCATIO : Journal Of Education 
Volume 9 , Number 2, November 2025 

 ISSN : 2579-8383 (Print) ISSN : 2579-8405 (Online)  

zzzzzz z 

  

The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A 

Study From The Perspective Of Islamic Education 

 
Mahrus1, Khusnul Wardan2 

Universitas Islam Negri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda 

masmahrus@gmail.com1, wardankhusnul@yahoo.co.id2   

 

Accepted: 

10 August 2025 

reviewed:  

5 September, 2025 

Published:  

20 November 2025 

 

Abstract: This study is based on the importance of inclusive education as a way to provide equal 

learning opportunities for all students without discrimination, in line with Islamic teachings that 

emphasize equality and rahmatan lil ‘alamin (mercy to all creation). The purpose of this study is to 

understand how the principles of inclusion are applied in Islamic schools, the challenges faced, 

and its impact on character building and educational quality. The method used is a literature review, 

gathering and analyzing various sources on inclusion in Islamic education from academic and 

relevant publications. Findings indicate that inclusive education can enhance students' empathy, 

tolerance, and engagement, although there are challenges such as limited resources and a lack of 

teacher understanding. In conclusion, inclusive education in Islam has great potential to support 

holistic Islamic education. Policy support and teacher training are essential to strengthen the 

implementation of inclusion 

 

Keyword:  Islamic educational inclusion; inclusive education; inclusive learning; character 

education 

 

Introduction 

Pendidikan inklusi berakar pada gagasan bahwa semua siswa, termasuk mereka dengan 

kebutuhan khusus, berhak mendapatkan kesempatan belajar yang setara dalam satu lingkungan 

pendidikan. Pendidikan inklusi telah menjadi topik yang mendapat perhatian luas dalam beberapa 

tahun terakhir, terutama di tengah meningkatnya upaya untuk memastikan akses pendidikan yang 

adil dan merata bagi semua anak. Sejalan dengan itu, pendidikan inklusi menjadi bagian penting 

dari kebijakan pendidikan di berbagai negara, termasuk di negara-negara Muslim yang memiliki 

tantangan tersendiri dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip inklusi sesuai dengan nilai-nilai 

Islam.(Paramansyah and Parojai, 2024)(Erawati, 2016) 

Dalam pendidikan Islam, pendidikan inklusif menjadi lebih dari sekadar kebijakan; ia berakar 

pada ajaran Islam yang menekankan kesetaraan dan pentingnya menuntut ilmu bagi setiap individu 

tanpa diskriminasi. Prinsip rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam) yang dijunjung tinggi 

dalam Islam mengajarkan pentingnya membangun sistem pendidikan yang merangkul semua siswa, 

terlepas dari kemampuan atau latar belakang mereka.(Abror and Rohmaniyah, 2023)(Anurogo and 

Napitupulu, 2023) Akan tetapi, dalam implementasinya, sekolah-sekolah Islam sering kali 

menghadapi berbagai tantangan dalam mengadaptasi kurikulum, sumber daya, serta pelatihan bagi 

tenaga pendidik untuk memastikan bahwa pendidikan inklusif dapat dilaksanakan secara efektif. 

Kebutuhan untuk menerapkan pendidikan inklusi di sekolah-sekolah Islam menjadi penting, 

mailto:masmahrus@gmail.com
mailto:wardankhusnul@yahoo.co.id


  
 

Mahrus, Khusnul Warda 
The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education 

 
 

  

 Volume 9 , Number 2, November 2025| 361  

zzzzzz 

  

tidak hanya sebagai bagian dari komitmen terhadap inklusivitas tetapi juga sebagai wujud nyata dari 

implementasi ajaran Islam itu sendiri.(Mashuri and Syahid, 2024)(Amini, Mulia and Trisoni, 2024) 

Sebuah studi yang dilakukan oleh Arifin menunjukkan bahwa sekolah-sekolah Islam yang 

menerapkan prinsip inklusif dapat memberikan dampak positif pada karakter siswa, terutama 

dalam hal empati, toleransi, dan keterampilan sosial yang baik. Pendidikan inklusif dalam 

lingkungan Islam menawarkan kesempatan bagi siswa untuk belajar bersama dalam suasana yang 

menghargai perbedaan dan keunikan setiap individu, serta membentuk lingkungan yang 

mendorong pengembangan diri yang sehat.(Al Kahar, 2019) 

Namun, penelitian juga menunjukkan adanya kendala yang signifikan dalam 

mengimplementasikan pendidikan inklusif di sekolah Islam, seperti keterbatasan sumber daya, 

kurangnya pemahaman dari para pendidik, serta dukungan kebijakan yang kurang memadai. Di sisi 

lain, nilai-nilai tradisional dalam pendidikan Islam yang terkadang lebih berorientasi pada 

kehomogenan siswa dapat menjadi penghambat dalam penerapan pendidikan inklusif.(Atika, 2024) 

Tantangan ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk melakukan kajian lebih lanjut guna 

memahami dinamika yang terjadi dalam penerapan pendidikan inklusi di sekolah-sekolah Islam 

dan untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi hambatan-

hambatan tersebut. 

Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan 

paradigma pendidikan inklusif dalam pendidikan Islam di sekolah-sekolah Islam. Fokus dari 

penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana prinsip inklusi diadopsi dan diterapkan, 

mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengkaji dampak dari penerapan pendidikan 

inklusif terhadap kualitas karakter dan pembelajaran siswa di sekolah Islam. Penelitian ini 

diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai pendekatan terbaik dalam 

menerapkan pendidikan inklusif yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan memberikan 

rekomendasi praktis bagi sekolah-sekolah Islam dalam mengimplementasikan pendidikan inklusi 

secara efektif.  

 

Methods 

Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (literature review) untuk menganalisis 

dan menggali konsep pendidikan inklusi dalam perspektif pendidikan Islam, khususnya 

penerapannya di sekolah Islam. Kajian pustaka dipilih sebagai pendekatan utama karena penelitian 

ini bertujuan untuk memahami kerangka teoretis dan empiris mengenai pendidikan inklusi dalam 

Islam, serta untuk mengidentifikasi pola dan tantangan penerapannya.(Hadi, 2021) 

Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui penelusuran literatur dari berbagai sumber 

akademik, termasuk artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan dengan topik 

pendidikan inklusi dalam Islam. Penelusuran dilakukan melalui database akademik. Hanya literatur 

yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir yang digunakan untuk memastikan bahwa kajian ini 

relevan dan mencerminkan perkembangan terkini dalam bidang pendidikan inklusi 

 

Result And Discussion 

Pendidikan Inklusi dalam Perspektif Islam 

Pendidikan inklusi adalah sebuah pendekatan yang menempatkan semua siswa, termasuk 

mereka yang memiliki kebutuhan khusus, dalam satu kelas bersama siswa lain yang tidak memiliki 

kebutuhan khusus. Konsep ini menekankan pada kesetaraan dan penghargaan terhadap perbedaan 



  
 

Mahrus, Khusnul Warda 
The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education 

 
 

  

 Volume 9 , Number 2, November 2025| 362  

zzzzzz 

  

individu. (Munawir, Bilqhis and Mahmudah, 2024) Dalam perspektif Islam, pendidikan inklusi 

memiliki landasan yang kuat dan sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan. 

Islam mengakui pentingnya pendidikan sebagai hak yang harus dinikmati oleh setiap 

individu, terlepas dari latar belakang sosial, ekonomi, gender, atau kemampuan fisik dan mental. 

Prinsip kesetaraan ini berakar pada ajaran Al-Qur'an dan sunnah Nabi Muhammad SAW yang 

menekankan bahwa seluruh umat manusia adalah sama di hadapan Allah dan memiliki hak yang 

sama untuk memperoleh ilmu. Pendidikan dalam Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk 

meningkatkan kualitas hidup individu, tetapi juga sebagai instrumen penting untuk menciptakan 

masyarakat yang adil dan makmur.(Idris, 2022) Salah satu ayat yang sering dijadikan landasan 

adalah Surah Al-Hujurat ayat 13: 

"Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang 
perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling 
mengenal..." (QS. Al-Hujurat [49]:13 
 

Ayat ini menekankan bahwa perbedaan di antara manusia adalah untuk saling mengenal dan 

memahami, bukan untuk diskriminasi atau pembedaan dalam hak-hak dasar, termasuk pendidikan. 

Selain itu, Nabi Muhammad SAW bersabda: 
"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah) 
 

Hadis ini menegaskan kewajiban mencari ilmu bagi semua umat Islam tanpa pengecualian, 

mengindikasikan bahwa akses terhadap pendidikan adalah hak universal. Dalam pendidikan 

inklusif, prinsip kesetaraan ini berarti bahwa sekolah-sekolah Islam harus membuka pintu bagi 

semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Penerapan pendidikan inklusif 

sejalan dengan misi Islam untuk menciptakan masyarakat yang adil dan seimbang, di mana setiap 

individu dapat mengembangkan potensinya secara optimal. 

Tantangan Penerapan Pendidikan Inklusi di Sekolah Islam 

Meskipun konsep pendidikan inklusi sangat ideal dan memiliki keselarasan yang kuat dengan 

nilai-nilai Islam, penerapannya di sekolah-sekolah Islam menghadapi berbagai tantangan. 

Tantangan-tantangan ini bisa berasal dari keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan bagi guru, 

hingga persepsi masyarakat yang masih belum sepenuhnya memahami dan mendukung gagasan 

inklusi.(Artawan et al., 2023) Berikut beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan 

pendidikan inklusi di sekolah-sekolah Islam: 

1. Keterbatasan Sumber Daya dan Infrastruktur  

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sekolah-sekolah Islam dalam menerapkan 

pendidikan inklusi adalah keterbatasan sumber daya dan infrastruktur yang memadai. Banyak 

sekolah Islam tidak memiliki fasilitas khusus yang dapat mendukung siswa dengan 

kebutuhan khusus, seperti aksesibilitas bagi siswa dengan disabilitas atau alat bantu 

pembelajaran yang spesifik.(Sholihah, 2024)Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama 

bagi sekolah-sekolah untuk menyediakan fasilitas yang inklusif, yang menyebabkan siswa 

dengan kebutuhan khusus seringkali kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran dengan 

maksimal. 

2. Kurangnya Pelatihan Guru dalam Mengelola Pendidikan Inklusi  

Guru memiliki peran kunci dalam kesuksesan pendidikan inklusi. Namun, banyak guru di 

sekolah-sekolah Islam tidak mendapatkan pelatihan yang memadai tentang cara menangani 



  
 

Mahrus, Khusnul Warda 
The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education 

 
 

  

 Volume 9 , Number 2, November 2025| 363  

zzzzzz 

  

kebutuhan siswa yang beragam, terutama siswa berkebutuhan khusus. Tanpa pelatihan yang 

memadai, guru cenderung kesulitan dalam menyesuaikan metode pengajaran yang sesuai 

dengan kebutuhan individu siswa.(Ramadani et al., 2024) Kurangnya pengetahuan ini tidak 

hanya menghambat perkembangan akademik siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga dapat 

membuat siswa merasa tidak diterima dalam lingkungan belajar. 

3. Persepsi dan Sikap Masyarakat terhadap Inklusi  

Persepsi masyarakat tentang pendidikan inklusi masih menjadi tantangan besar dalam 

penerapan di sekolah-sekolah Islam. Banyak orang tua dan bahkan beberapa pendidik masih 

menganggap bahwa siswa dengan kebutuhan khusus sebaiknya mendapatkan pendidikan 

yang terpisah, agar tidak mengganggu proses pembelajaran siswa lainnya. Pandangan seperti 

ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusi masih sering disalahpahami sebagai sesuatu yang 

merugikan, daripada sebagai kesempatan untuk mempromosikan nilai-nilai kesetaraan dan 

kemanusiaan.(Angraini et al., 2024) Akibatnya, dukungan dari orang tua dan masyarakat 

terhadap program inklusi seringkali kurang maksimal. 

4. Kurangnya Dukungan Kebijakan yang Mendukung Pendidikan Inklusi 

Penerapan pendidikan inklusi membutuhkan kebijakan yang jelas dan mendukung dari 

pemerintah serta lembaga pendidikan terkait. Namun, kebijakan yang mengatur pendidikan 

inklusi di sekolah-sekolah Islam seringkali masih belum memadai. Banyak sekolah merasa 

tidak mendapatkan panduan atau bantuan yang cukup dari pemerintah, terutama terkait 

pelatihan guru, penyediaan fasilitas, dan alokasi anggaran untuk pendidikan inklusi.(Tanjung 

et al., 2024)Kurangnya dukungan kebijakan membuat sekolah-sekolah Islam sulit untuk 

menjalankan pendidikan inklusi secara efektif. 

5. Keterbatasan Kerjasama Antar Lembaga  

Pendidikan inklusi di sekolah-sekolah Islam memerlukan kerjasama yang erat antara 

pemerintah, organisasi pendidikan, masyarakat, dan lembaga keagamaan. Namun, di banyak 

tempat, kerjasama antara lembaga-lembaga ini masih belum terjalin dengan baik. Kurangnya 

koordinasi antara berbagai pihak mengakibatkan banyaknya tantangan yang dihadapi oleh 

sekolah dalam menerapkan pendidikan inklusi.(Dute, 2021) Dukungan dari berbagai 

lembaga diperlukan tidak hanya dalam bentuk pendanaan tetapi juga dalam bentuk dukungan 

moral dan sosial untuk mengubah persepsi tentang pentingnya pendidikan inklusi. 

6. Tantangan Kultural dan Tradisi dalam Pendidikan Islam  

Secara kultural, sekolah-sekolah Islam sering kali menghadapi tantangan dalam mengubah 

tradisi pendidikan yang lebih berorientasi pada homogenitas siswa. Dalam banyak kasus, ada 

kecenderungan untuk mempertahankan model pendidikan yang lebih eksklusif dan 

menganggap bahwa siswa berkebutuhan khusus tidak cocok berada di kelas yang sama 

dengan siswa lainnya.(Sanusi, 2023)Pandangan ini menimbulkan resistensi terhadap 

penerapan pendidikan inklusi. Untuk itu, diperlukan upaya sosialisasi dan transformasi 

budaya yang lebih mendalam agar semua pihak memahami pentingnya keberagaman dalam 

pendidikan. 

Pemerintah dan lembaga pendidikan harus memperkuat kebijakan yang mendukung 

pendidikan inklusi, menyediakan pelatihan yang memadai bagi guru, serta menyediakan sumber 

daya yang diperlukan untuk memastikan semua siswa mendapatkan pendidikan yang layak. Selain 

itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan inklusi. 

Masyarakat perlu memahami bahwa inklusi bukan hanya memberi manfaat bagi siswa 



  
 

Mahrus, Khusnul Warda 
The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education 

 
 

  

 Volume 9 , Number 2, November 2025| 364  

zzzzzz 

  

berkebutuhan khusus, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar bagi semua siswa dengan 

mengajarkan empati, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. 

Dampak Positif Pendidikan Inklusi terhadap Karakter Siswa 

Walaupun dihadapkan pada tantangan, pendidikan inklusi di sekolah Islam terbukti 

membawa dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan karakter siswa. Pembelajaran 

dalam lingkungan inklusif menciptakan suasana yang menumbuhkan empati, toleransi, dan 

keterbukaan di antara siswa. Siswa yang bersekolah di lingkungan inklusif lebih mudah memahami 

dan menerima perbedaan, baik dari segi kemampuan maupun karakter, yang pada akhirnya 

memperkuat keterampilan sosial mereka.(Nurfadhillah, 2021) Selain itu, inklusi memberikan 

manfaat langsung bagi siswa dengan kebutuhan khusus diantaranya yaitu:  

1. Meningkatkan Empati dan Toleransi  
Salah satu dampak positif yang paling terlihat dari pendidikan inklusi adalah meningkatnya 

empati dan toleransi di kalangan siswa. Dalam lingkungan inklusif, siswa belajar untuk 

berinteraksi dengan teman-temannya yang memiliki latar belakang dan kebutuhan yang 

berbeda. Pengalaman ini membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih baik 

tentang perbedaan, sekaligus melatih mereka untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang 

lain.(Nurfadhillah, 2021) Siswa diajarkan untuk membantu teman-teman mereka yang 

membutuhkan, yang pada akhirnya membentuk sikap yang lebih empatik dan toleran. 

Empati ini adalah keterampilan sosial yang sangat penting, terutama dalam kehidupan 

bermasyarakat yang penuh dengan keberagaman.(Darmiyati Zuchdi, 2023) 

2. Pengembangan Keterampilan Sosial  
Pendidikan inklusif juga memberikan dampak positif terhadap keterampilan sosial siswa. 

Ketika siswa dengan berbagai kebutuhan belajar bersama dalam satu kelas, mereka belajar 

untuk bekerja sama, berkomunikasi dengan lebih efektif, dan saling menghargai perbedaan. 

Siswa dengan kebutuhan khusus mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan 

sosial yang sama dengan siswa lainnya, yang memperkuat rasa percaya diri mereka. Di sisi 

lain, siswa yang tidak memiliki kebutuhan khusus belajar untuk memahami, menghormati, 

dan mendukung teman-teman mereka yang mungkin membutuhkan bantuan lebih.(Suryadi, 

2023) Interaksi ini menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif dan harmonis, di mana 

setiap siswa merasa menjadi bagian dari komunitas. 

3. Memupuk Rasa Percaya Diri  
Bagi siswa dengan kebutuhan khusus, pendidikan inklusi sangat penting dalam membangun 

rasa percaya diri. Dengan diberi kesempatan untuk belajar dan berpartisipasi secara penuh 

di kelas yang sama dengan siswa lainnya, mereka merasakan pengakuan dan penerimaan dari 

lingkungan sekitarnya. Ini berbeda dengan pendidikan yang terpisah, di mana siswa 

berkebutuhan khusus mungkin merasa diisolasi atau berbeda dari yang lain. Pendidikan 

inklusi membantu mereka untuk merasa bahwa mereka memiliki tempat yang setara di kelas, 

yang secara signifikan meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi untuk belajar.(Irdamurni, 

2020)Ketika mereka merasa dihargai dan mampu, siswa akan lebih bersemangat dalam 

mengejar potensi mereka. 

4. Pembentukan Sikap Menghargai Keberagaman  
Pendidikan inklusi memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan teman-

teman dari berbagai latar belakang dan kemampuan, yang pada gilirannya menumbuhkan 



  
 

Mahrus, Khusnul Warda 
The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education 

 
 

  

 Volume 9 , Number 2, November 2025| 365  

zzzzzz 

  

sikap saling menghargai keberagaman. Dalam lingkungan inklusif, siswa belajar bahwa 

perbedaan bukanlah hal yang harus ditakuti atau dijauhi, melainkan sesuatu yang dapat 

memperkaya pengalaman belajar mereka.(Nugroho and Mareza, 2016) Siswa menjadi lebih 

terbuka terhadap pandangan dan situasi yang berbeda, yang penting dalam membentuk sikap 

toleransi dan keterbukaan terhadap keberagaman sosial, budaya, dan keagamaan. 

5. Peningkatan Dinamika Kelompok dalam Pembelajaran  
Pendidikan inklusi juga mendorong dinamika kelompok yang lebih positif dalam kegiatan 

pembelajaran. Siswa belajar untuk bekerja dalam kelompok yang heterogen, di mana setiap 

individu memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Dalam kelompok seperti ini, 

siswa dengan kebutuhan khusus dapat memberikan kontribusi unik mereka, sementara siswa 

lainnya belajar untuk menghargai kontribusi tersebut. Situasi ini mengajarkan siswa mengenai 

pentingnya kerja sama dan menghargai kemampuan setiap anggota kelompok, yang sangat 

berguna untuk perkembangan karakter mereka dalam konteks kerjasama tim di masa 

depan.(David Wijaya, 2019) 

6. Mengurangi Stigma dan Diskriminasi  
Pendidikan inklusi berperan penting dalam mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap 

siswa dengan kebutuhan khusus. Ketika siswa berkebutuhan khusus belajar di kelas yang 

sama dengan siswa lain, mereka tidak lagi dipandang berbeda atau dianggap sebagai individu 

yang perlu dipisahkan. Sebaliknya, mereka diperlakukan sama seperti siswa lain, yang 

membantu mengurangi prasangka dan membangun suasana saling menghormati. Hal ini 

sangat penting dalam membangun masyarakat yang lebih adil, di mana setiap individu 

dihargai tanpa melihat perbedaan fisik atau mental.(Sulaiman et al., 2024)Dengan demikian, 

pendidikan inklusi berfungsi sebagai sarana untuk menciptakan lingkungan sekolah yang 

lebih inklusif dan menerima 

Conclusion 

Pendidikan inklusi dalam Islam didasarkan pada nilai keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang, 

yang memberi kesempatan yang sama bagi semua siswa, termasuk yang memiliki kebutuhan 

khusus. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusi di sekolah Islam berdampak positif 

pada perkembangan karakter siswa, seperti meningkatnya rasa empati, toleransi, dan kemampuan 

bersosialisasi. Meskipun begitu, penerapan pendidikan inklusi masih menghadapi tantangan, 

seperti kurangnya sumber daya, pelatihan bagi guru, dan dukungan kebijakan yang belum cukup 

memadai. Walaupun ada tantangan, pendidikan inklusi tetap berpotensi besar mendukung tujuan 

pendidikan Islam yang adil dan menyeluruh. 

Agar pendidikan inklusi berjalan lebih baik di sekolah-sekolah Islam, disarankan agar pihak 

terkait memperkuat kebijakan yang mendukung inklusi, menyediakan fasilitas yang lebih lengkap, 

serta memberikan pelatihan khusus bagi para guru. Selain itu, penting juga melakukan sosialisasi 

kepada masyarakat tentang manfaat pendidikan inklusi agar lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam. 

Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan dapat mendalami strategi penerapan pendidikan inklusi 

di berbagai sekolah Islam, sehingga bisa lebih mengatasi tantangan dan meningkatkan 

efektivitasnya. 

 

References 

Abror, D. and Rohmaniyah, N. (2023) Model Integrasi Kurikulum Pesantren Inklusif. Academia 



  
 

Mahrus, Khusnul Warda 
The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education 

 
 

  

 Volume 9 , Number 2, November 2025| 366  

zzzzzz 

  

Publication. 

Amini, S.A., Mulia, J.R. and Trisoni, R. (2024) ‘Pendidikan Multikultural dan Inklusi’, Jurnal 

Dirosah Islamiyah, 6(1), pp. 130–142. 

Angraini, A. et al. (2024) ‘PENDIDIKAN INKLUSI SEBAGAI PERAN PENTING DALAM 

MEMBERIKAN PENDIDIKAN SETARA KEPADA ANAK BERKEBUTUHAN 

KHUSUS’, Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(3), pp. 6331–6338. 

Anurogo, D. and Napitupulu, D.S. (2023) Esensi Ilmu Pendidikan Islam: Paradigma, Tradisi dan 

Inovasi. Pustaka Peradaban. 

Artawan, P. et al. (2023) Pengantar Ilmu Pendidikan: Teori, Konsep Dan Aplikasinya Di Indonesia. 

PT. Sonpedia Publishing Indonesia. 

Atika, A. (2024) ‘Praktik Pendidikan Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar’, 

Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak, 9(1), pp. 45–54. 

Darmiyati Zuchdi, E.D. (2023) Humanisasi pendidikan: menemukan kembali pendidikan yang 

manusiawi. Bumi Aksara. 

David Wijaya, S.E. (2019) Manajemen Pendidikan Inklusif Sekolah Dasar. Prenada Media. 

Dute, H. (2021) Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Masyarakat Pluralistik. Publica 

Indonesia Utama. 

Erawati, I.L. (2016) ‘Pendidikan Karakter Bangsa Pada Anak Berkebutuhan Khusus Dalam 

Pendidikan Inklusif’. UNIVERSITAS LAMPUNG. 

Hadi, A. (2021) Penelitian kualitatif studi fenomenologi, case study, grounded theory, etnografi, 

biografi. CV. Pena Persada. 

Idris, I. (2022) ‘Pendidikan Keadilan Sosial Perspektif Al-Qur ‘An’. Institut PTIQ Jakarta. 

Irdamurni, M.P. (2020) Pendidikan Inklusif: Solusi Dalam Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus. 

Prenada Media. 

Al Kahar, A.A.D. (2019) ‘Pendidikan Inklusif Sebagai Gebrakan Solutif “Education for All”’, Al-

Riwayah: Jurnal Kependidikan, 11(1), pp. 45–66. 

Mashuri, S. and Syahid, A. (2024) ‘Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Perspektif 

Multikultural’. Penerbit Litnus. 

Munawir, M., Bilqhis, R.P. and Mahmudah, R. (2024) ‘Peran Pendidikan Islam dalam 

Meningkatkan Kesadaran tentang Pendidikan Inklusif’, Jurnal Basicedu, 8(2), pp. 1140–

1148. 

Nugroho, A. and Mareza, L. (2016) ‘Model dan Strategi Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus 

dalam Setting Pendidikan Inklusi’, Jurnal Pendidikan Dasar PerKhasa, 2(2), pp. 145–156. 

Nurfadhillah, S. (2021) Mengenal Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar. CV Jejak (Jejak Publisher). 

Paramansyah, A. and Parojai, M.R. (2024) Pendidikan Inklusif Dalam era Digital. Penerbit Widina. 

Ramadani, H. et al. (2024) ‘Optimalisasi Pendidikan Inklusi Di Sekolah’, Gudang Jurnal 

Multidisiplin Ilmu, 2(6), pp. 1–14. 

Sanusi, A. (2023) Pembaharuan Strategi Pendidikan. Nuansa Cendekia. 

Sholihah, B.M. (2024) ‘Pendidikan Inklusi dan Strategi Mutu dalam Mencapai Kesetaraan 

Pendidikan di Indonesia’, Journal of Education and Religious Studies, 4(01), pp. 8–15. 

Sulaiman, S. et al. (2024) Buku Ajar Pendidikan Inklusi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. 

Suryadi, I. (2023) ‘Dampak Pendidikan Inklusif Terhadap Partisipasi dan Prestasi Siswa dengan 

Kebutuhan Khusus’, Jurnal Pendidikan West Science, 1(08), pp. 517–527. 

Tanjung, R. et al. (2024) ‘Teknologi Pendukung dalam Pendidikan Inklusif: Sebuah Tinjauan 



  
 

Mahrus, Khusnul Warda 
The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education 

 
 

  

 Volume 9 , Number 2, November 2025| 367  

zzzzzz 

  

Literatur Sistematis’, Nusantara Educational Review, 2(1), pp. 1–7. 

  

 


