EDUCATIO : Journal Of Education Volume 9 , Number 2, November 2025 ISSN : 2579-8383 (Print) ISSN : 2579-8405 (Online) zzzzzz z The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education Mahrus1, Khusnul Wardan2 Universitas Islam Negri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda masmahrus@gmail.com1, wardankhusnul@yahoo.co.id2 Accepted: 10 August 2025 reviewed: 5 September, 2025 Published: 20 November 2025 Abstract: This study is based on the importance of inclusive education as a way to provide equal learning opportunities for all students without discrimination, in line with Islamic teachings that emphasize equality and rahmatan lil ‘alamin (mercy to all creation). The purpose of this study is to understand how the principles of inclusion are applied in Islamic schools, the challenges faced, and its impact on character building and educational quality. The method used is a literature review, gathering and analyzing various sources on inclusion in Islamic education from academic and relevant publications. Findings indicate that inclusive education can enhance students' empathy, tolerance, and engagement, although there are challenges such as limited resources and a lack of teacher understanding. In conclusion, inclusive education in Islam has great potential to support holistic Islamic education. Policy support and teacher training are essential to strengthen the implementation of inclusion Keyword: Islamic educational inclusion; inclusive education; inclusive learning; character education Introduction Pendidikan inklusi berakar pada gagasan bahwa semua siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, berhak mendapatkan kesempatan belajar yang setara dalam satu lingkungan pendidikan. Pendidikan inklusi telah menjadi topik yang mendapat perhatian luas dalam beberapa tahun terakhir, terutama di tengah meningkatnya upaya untuk memastikan akses pendidikan yang adil dan merata bagi semua anak. Sejalan dengan itu, pendidikan inklusi menjadi bagian penting dari kebijakan pendidikan di berbagai negara, termasuk di negara-negara Muslim yang memiliki tantangan tersendiri dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip inklusi sesuai dengan nilai-nilai Islam.(Paramansyah and Parojai, 2024)(Erawati, 2016) Dalam pendidikan Islam, pendidikan inklusif menjadi lebih dari sekadar kebijakan; ia berakar pada ajaran Islam yang menekankan kesetaraan dan pentingnya menuntut ilmu bagi setiap individu tanpa diskriminasi. Prinsip rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam) yang dijunjung tinggi dalam Islam mengajarkan pentingnya membangun sistem pendidikan yang merangkul semua siswa, terlepas dari kemampuan atau latar belakang mereka.(Abror and Rohmaniyah, 2023)(Anurogo and Napitupulu, 2023) Akan tetapi, dalam implementasinya, sekolah-sekolah Islam sering kali menghadapi berbagai tantangan dalam mengadaptasi kurikulum, sumber daya, serta pelatihan bagi tenaga pendidik untuk memastikan bahwa pendidikan inklusif dapat dilaksanakan secara efektif. Kebutuhan untuk menerapkan pendidikan inklusi di sekolah-sekolah Islam menjadi penting, mailto:masmahrus@gmail.com mailto:wardankhusnul@yahoo.co.id Mahrus, Khusnul Warda The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education Volume 9 , Number 2, November 2025| 361 zzzzzz tidak hanya sebagai bagian dari komitmen terhadap inklusivitas tetapi juga sebagai wujud nyata dari implementasi ajaran Islam itu sendiri.(Mashuri and Syahid, 2024)(Amini, Mulia and Trisoni, 2024) Sebuah studi yang dilakukan oleh Arifin menunjukkan bahwa sekolah-sekolah Islam yang menerapkan prinsip inklusif dapat memberikan dampak positif pada karakter siswa, terutama dalam hal empati, toleransi, dan keterampilan sosial yang baik. Pendidikan inklusif dalam lingkungan Islam menawarkan kesempatan bagi siswa untuk belajar bersama dalam suasana yang menghargai perbedaan dan keunikan setiap individu, serta membentuk lingkungan yang mendorong pengembangan diri yang sehat.(Al Kahar, 2019) Namun, penelitian juga menunjukkan adanya kendala yang signifikan dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif di sekolah Islam, seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pemahaman dari para pendidik, serta dukungan kebijakan yang kurang memadai. Di sisi lain, nilai-nilai tradisional dalam pendidikan Islam yang terkadang lebih berorientasi pada kehomogenan siswa dapat menjadi penghambat dalam penerapan pendidikan inklusif.(Atika, 2024) Tantangan ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk melakukan kajian lebih lanjut guna memahami dinamika yang terjadi dalam penerapan pendidikan inklusi di sekolah-sekolah Islam dan untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi hambatan- hambatan tersebut. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan paradigma pendidikan inklusif dalam pendidikan Islam di sekolah-sekolah Islam. Fokus dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana prinsip inklusi diadopsi dan diterapkan, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengkaji dampak dari penerapan pendidikan inklusif terhadap kualitas karakter dan pembelajaran siswa di sekolah Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai pendekatan terbaik dalam menerapkan pendidikan inklusif yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan memberikan rekomendasi praktis bagi sekolah-sekolah Islam dalam mengimplementasikan pendidikan inklusi secara efektif. Methods Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (literature review) untuk menganalisis dan menggali konsep pendidikan inklusi dalam perspektif pendidikan Islam, khususnya penerapannya di sekolah Islam. Kajian pustaka dipilih sebagai pendekatan utama karena penelitian ini bertujuan untuk memahami kerangka teoretis dan empiris mengenai pendidikan inklusi dalam Islam, serta untuk mengidentifikasi pola dan tantangan penerapannya.(Hadi, 2021) Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui penelusuran literatur dari berbagai sumber akademik, termasuk artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan dengan topik pendidikan inklusi dalam Islam. Penelusuran dilakukan melalui database akademik. Hanya literatur yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir yang digunakan untuk memastikan bahwa kajian ini relevan dan mencerminkan perkembangan terkini dalam bidang pendidikan inklusi Result And Discussion Pendidikan Inklusi dalam Perspektif Islam Pendidikan inklusi adalah sebuah pendekatan yang menempatkan semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, dalam satu kelas bersama siswa lain yang tidak memiliki kebutuhan khusus. Konsep ini menekankan pada kesetaraan dan penghargaan terhadap perbedaan Mahrus, Khusnul Warda The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education Volume 9 , Number 2, November 2025| 362 zzzzzz individu. (Munawir, Bilqhis and Mahmudah, 2024) Dalam perspektif Islam, pendidikan inklusi memiliki landasan yang kuat dan sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan. Islam mengakui pentingnya pendidikan sebagai hak yang harus dinikmati oleh setiap individu, terlepas dari latar belakang sosial, ekonomi, gender, atau kemampuan fisik dan mental. Prinsip kesetaraan ini berakar pada ajaran Al-Qur'an dan sunnah Nabi Muhammad SAW yang menekankan bahwa seluruh umat manusia adalah sama di hadapan Allah dan memiliki hak yang sama untuk memperoleh ilmu. Pendidikan dalam Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup individu, tetapi juga sebagai instrumen penting untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.(Idris, 2022) Salah satu ayat yang sering dijadikan landasan adalah Surah Al-Hujurat ayat 13: "Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal..." (QS. Al-Hujurat [49]:13 Ayat ini menekankan bahwa perbedaan di antara manusia adalah untuk saling mengenal dan memahami, bukan untuk diskriminasi atau pembedaan dalam hak-hak dasar, termasuk pendidikan. Selain itu, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah) Hadis ini menegaskan kewajiban mencari ilmu bagi semua umat Islam tanpa pengecualian, mengindikasikan bahwa akses terhadap pendidikan adalah hak universal. Dalam pendidikan inklusif, prinsip kesetaraan ini berarti bahwa sekolah-sekolah Islam harus membuka pintu bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Penerapan pendidikan inklusif sejalan dengan misi Islam untuk menciptakan masyarakat yang adil dan seimbang, di mana setiap individu dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Tantangan Penerapan Pendidikan Inklusi di Sekolah Islam Meskipun konsep pendidikan inklusi sangat ideal dan memiliki keselarasan yang kuat dengan nilai-nilai Islam, penerapannya di sekolah-sekolah Islam menghadapi berbagai tantangan. Tantangan-tantangan ini bisa berasal dari keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan bagi guru, hingga persepsi masyarakat yang masih belum sepenuhnya memahami dan mendukung gagasan inklusi.(Artawan et al., 2023) Berikut beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan pendidikan inklusi di sekolah-sekolah Islam: 1. Keterbatasan Sumber Daya dan Infrastruktur Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sekolah-sekolah Islam dalam menerapkan pendidikan inklusi adalah keterbatasan sumber daya dan infrastruktur yang memadai. Banyak sekolah Islam tidak memiliki fasilitas khusus yang dapat mendukung siswa dengan kebutuhan khusus, seperti aksesibilitas bagi siswa dengan disabilitas atau alat bantu pembelajaran yang spesifik.(Sholihah, 2024)Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama bagi sekolah-sekolah untuk menyediakan fasilitas yang inklusif, yang menyebabkan siswa dengan kebutuhan khusus seringkali kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran dengan maksimal. 2. Kurangnya Pelatihan Guru dalam Mengelola Pendidikan Inklusi Guru memiliki peran kunci dalam kesuksesan pendidikan inklusi. Namun, banyak guru di sekolah-sekolah Islam tidak mendapatkan pelatihan yang memadai tentang cara menangani Mahrus, Khusnul Warda The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education Volume 9 , Number 2, November 2025| 363 zzzzzz kebutuhan siswa yang beragam, terutama siswa berkebutuhan khusus. Tanpa pelatihan yang memadai, guru cenderung kesulitan dalam menyesuaikan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa.(Ramadani et al., 2024) Kurangnya pengetahuan ini tidak hanya menghambat perkembangan akademik siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga dapat membuat siswa merasa tidak diterima dalam lingkungan belajar. 3. Persepsi dan Sikap Masyarakat terhadap Inklusi Persepsi masyarakat tentang pendidikan inklusi masih menjadi tantangan besar dalam penerapan di sekolah-sekolah Islam. Banyak orang tua dan bahkan beberapa pendidik masih menganggap bahwa siswa dengan kebutuhan khusus sebaiknya mendapatkan pendidikan yang terpisah, agar tidak mengganggu proses pembelajaran siswa lainnya. Pandangan seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusi masih sering disalahpahami sebagai sesuatu yang merugikan, daripada sebagai kesempatan untuk mempromosikan nilai-nilai kesetaraan dan kemanusiaan.(Angraini et al., 2024) Akibatnya, dukungan dari orang tua dan masyarakat terhadap program inklusi seringkali kurang maksimal. 4. Kurangnya Dukungan Kebijakan yang Mendukung Pendidikan Inklusi Penerapan pendidikan inklusi membutuhkan kebijakan yang jelas dan mendukung dari pemerintah serta lembaga pendidikan terkait. Namun, kebijakan yang mengatur pendidikan inklusi di sekolah-sekolah Islam seringkali masih belum memadai. Banyak sekolah merasa tidak mendapatkan panduan atau bantuan yang cukup dari pemerintah, terutama terkait pelatihan guru, penyediaan fasilitas, dan alokasi anggaran untuk pendidikan inklusi.(Tanjung et al., 2024)Kurangnya dukungan kebijakan membuat sekolah-sekolah Islam sulit untuk menjalankan pendidikan inklusi secara efektif. 5. Keterbatasan Kerjasama Antar Lembaga Pendidikan inklusi di sekolah-sekolah Islam memerlukan kerjasama yang erat antara pemerintah, organisasi pendidikan, masyarakat, dan lembaga keagamaan. Namun, di banyak tempat, kerjasama antara lembaga-lembaga ini masih belum terjalin dengan baik. Kurangnya koordinasi antara berbagai pihak mengakibatkan banyaknya tantangan yang dihadapi oleh sekolah dalam menerapkan pendidikan inklusi.(Dute, 2021) Dukungan dari berbagai lembaga diperlukan tidak hanya dalam bentuk pendanaan tetapi juga dalam bentuk dukungan moral dan sosial untuk mengubah persepsi tentang pentingnya pendidikan inklusi. 6. Tantangan Kultural dan Tradisi dalam Pendidikan Islam Secara kultural, sekolah-sekolah Islam sering kali menghadapi tantangan dalam mengubah tradisi pendidikan yang lebih berorientasi pada homogenitas siswa. Dalam banyak kasus, ada kecenderungan untuk mempertahankan model pendidikan yang lebih eksklusif dan menganggap bahwa siswa berkebutuhan khusus tidak cocok berada di kelas yang sama dengan siswa lainnya.(Sanusi, 2023)Pandangan ini menimbulkan resistensi terhadap penerapan pendidikan inklusi. Untuk itu, diperlukan upaya sosialisasi dan transformasi budaya yang lebih mendalam agar semua pihak memahami pentingnya keberagaman dalam pendidikan. Pemerintah dan lembaga pendidikan harus memperkuat kebijakan yang mendukung pendidikan inklusi, menyediakan pelatihan yang memadai bagi guru, serta menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk memastikan semua siswa mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan inklusi. Masyarakat perlu memahami bahwa inklusi bukan hanya memberi manfaat bagi siswa Mahrus, Khusnul Warda The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education Volume 9 , Number 2, November 2025| 364 zzzzzz berkebutuhan khusus, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar bagi semua siswa dengan mengajarkan empati, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. Dampak Positif Pendidikan Inklusi terhadap Karakter Siswa Walaupun dihadapkan pada tantangan, pendidikan inklusi di sekolah Islam terbukti membawa dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan karakter siswa. Pembelajaran dalam lingkungan inklusif menciptakan suasana yang menumbuhkan empati, toleransi, dan keterbukaan di antara siswa. Siswa yang bersekolah di lingkungan inklusif lebih mudah memahami dan menerima perbedaan, baik dari segi kemampuan maupun karakter, yang pada akhirnya memperkuat keterampilan sosial mereka.(Nurfadhillah, 2021) Selain itu, inklusi memberikan manfaat langsung bagi siswa dengan kebutuhan khusus diantaranya yaitu: 1. Meningkatkan Empati dan Toleransi Salah satu dampak positif yang paling terlihat dari pendidikan inklusi adalah meningkatnya empati dan toleransi di kalangan siswa. Dalam lingkungan inklusif, siswa belajar untuk berinteraksi dengan teman-temannya yang memiliki latar belakang dan kebutuhan yang berbeda. Pengalaman ini membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan, sekaligus melatih mereka untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang lain.(Nurfadhillah, 2021) Siswa diajarkan untuk membantu teman-teman mereka yang membutuhkan, yang pada akhirnya membentuk sikap yang lebih empatik dan toleran. Empati ini adalah keterampilan sosial yang sangat penting, terutama dalam kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan keberagaman.(Darmiyati Zuchdi, 2023) 2. Pengembangan Keterampilan Sosial Pendidikan inklusif juga memberikan dampak positif terhadap keterampilan sosial siswa. Ketika siswa dengan berbagai kebutuhan belajar bersama dalam satu kelas, mereka belajar untuk bekerja sama, berkomunikasi dengan lebih efektif, dan saling menghargai perbedaan. Siswa dengan kebutuhan khusus mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang sama dengan siswa lainnya, yang memperkuat rasa percaya diri mereka. Di sisi lain, siswa yang tidak memiliki kebutuhan khusus belajar untuk memahami, menghormati, dan mendukung teman-teman mereka yang mungkin membutuhkan bantuan lebih.(Suryadi, 2023) Interaksi ini menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif dan harmonis, di mana setiap siswa merasa menjadi bagian dari komunitas. 3. Memupuk Rasa Percaya Diri Bagi siswa dengan kebutuhan khusus, pendidikan inklusi sangat penting dalam membangun rasa percaya diri. Dengan diberi kesempatan untuk belajar dan berpartisipasi secara penuh di kelas yang sama dengan siswa lainnya, mereka merasakan pengakuan dan penerimaan dari lingkungan sekitarnya. Ini berbeda dengan pendidikan yang terpisah, di mana siswa berkebutuhan khusus mungkin merasa diisolasi atau berbeda dari yang lain. Pendidikan inklusi membantu mereka untuk merasa bahwa mereka memiliki tempat yang setara di kelas, yang secara signifikan meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi untuk belajar.(Irdamurni, 2020)Ketika mereka merasa dihargai dan mampu, siswa akan lebih bersemangat dalam mengejar potensi mereka. 4. Pembentukan Sikap Menghargai Keberagaman Pendidikan inklusi memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan teman- teman dari berbagai latar belakang dan kemampuan, yang pada gilirannya menumbuhkan Mahrus, Khusnul Warda The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education Volume 9 , Number 2, November 2025| 365 zzzzzz sikap saling menghargai keberagaman. Dalam lingkungan inklusif, siswa belajar bahwa perbedaan bukanlah hal yang harus ditakuti atau dijauhi, melainkan sesuatu yang dapat memperkaya pengalaman belajar mereka.(Nugroho and Mareza, 2016) Siswa menjadi lebih terbuka terhadap pandangan dan situasi yang berbeda, yang penting dalam membentuk sikap toleransi dan keterbukaan terhadap keberagaman sosial, budaya, dan keagamaan. 5. Peningkatan Dinamika Kelompok dalam Pembelajaran Pendidikan inklusi juga mendorong dinamika kelompok yang lebih positif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa belajar untuk bekerja dalam kelompok yang heterogen, di mana setiap individu memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Dalam kelompok seperti ini, siswa dengan kebutuhan khusus dapat memberikan kontribusi unik mereka, sementara siswa lainnya belajar untuk menghargai kontribusi tersebut. Situasi ini mengajarkan siswa mengenai pentingnya kerja sama dan menghargai kemampuan setiap anggota kelompok, yang sangat berguna untuk perkembangan karakter mereka dalam konteks kerjasama tim di masa depan.(David Wijaya, 2019) 6. Mengurangi Stigma dan Diskriminasi Pendidikan inklusi berperan penting dalam mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap siswa dengan kebutuhan khusus. Ketika siswa berkebutuhan khusus belajar di kelas yang sama dengan siswa lain, mereka tidak lagi dipandang berbeda atau dianggap sebagai individu yang perlu dipisahkan. Sebaliknya, mereka diperlakukan sama seperti siswa lain, yang membantu mengurangi prasangka dan membangun suasana saling menghormati. Hal ini sangat penting dalam membangun masyarakat yang lebih adil, di mana setiap individu dihargai tanpa melihat perbedaan fisik atau mental.(Sulaiman et al., 2024)Dengan demikian, pendidikan inklusi berfungsi sebagai sarana untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan menerima Conclusion Pendidikan inklusi dalam Islam didasarkan pada nilai keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang, yang memberi kesempatan yang sama bagi semua siswa, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusi di sekolah Islam berdampak positif pada perkembangan karakter siswa, seperti meningkatnya rasa empati, toleransi, dan kemampuan bersosialisasi. Meskipun begitu, penerapan pendidikan inklusi masih menghadapi tantangan, seperti kurangnya sumber daya, pelatihan bagi guru, dan dukungan kebijakan yang belum cukup memadai. Walaupun ada tantangan, pendidikan inklusi tetap berpotensi besar mendukung tujuan pendidikan Islam yang adil dan menyeluruh. Agar pendidikan inklusi berjalan lebih baik di sekolah-sekolah Islam, disarankan agar pihak terkait memperkuat kebijakan yang mendukung inklusi, menyediakan fasilitas yang lebih lengkap, serta memberikan pelatihan khusus bagi para guru. Selain itu, penting juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat pendidikan inklusi agar lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan dapat mendalami strategi penerapan pendidikan inklusi di berbagai sekolah Islam, sehingga bisa lebih mengatasi tantangan dan meningkatkan efektivitasnya. References Abror, D. and Rohmaniyah, N. (2023) Model Integrasi Kurikulum Pesantren Inklusif. Academia Mahrus, Khusnul Warda The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education Volume 9 , Number 2, November 2025| 366 zzzzzz Publication. Amini, S.A., Mulia, J.R. and Trisoni, R. (2024) ‘Pendidikan Multikultural dan Inklusi’, Jurnal Dirosah Islamiyah, 6(1), pp. 130–142. Angraini, A. et al. (2024) ‘PENDIDIKAN INKLUSI SEBAGAI PERAN PENTING DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SETARA KEPADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS’, Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(3), pp. 6331–6338. Anurogo, D. and Napitupulu, D.S. (2023) Esensi Ilmu Pendidikan Islam: Paradigma, Tradisi dan Inovasi. Pustaka Peradaban. Artawan, P. et al. (2023) Pengantar Ilmu Pendidikan: Teori, Konsep Dan Aplikasinya Di Indonesia. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Atika, A. (2024) ‘Praktik Pendidikan Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar’, Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak, 9(1), pp. 45–54. Darmiyati Zuchdi, E.D. (2023) Humanisasi pendidikan: menemukan kembali pendidikan yang manusiawi. Bumi Aksara. David Wijaya, S.E. (2019) Manajemen Pendidikan Inklusif Sekolah Dasar. Prenada Media. Dute, H. (2021) Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Masyarakat Pluralistik. Publica Indonesia Utama. Erawati, I.L. (2016) ‘Pendidikan Karakter Bangsa Pada Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Pendidikan Inklusif’. UNIVERSITAS LAMPUNG. Hadi, A. (2021) Penelitian kualitatif studi fenomenologi, case study, grounded theory, etnografi, biografi. CV. Pena Persada. Idris, I. (2022) ‘Pendidikan Keadilan Sosial Perspektif Al-Qur ‘An’. Institut PTIQ Jakarta. Irdamurni, M.P. (2020) Pendidikan Inklusif: Solusi Dalam Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus. Prenada Media. Al Kahar, A.A.D. (2019) ‘Pendidikan Inklusif Sebagai Gebrakan Solutif “Education for All”’, Al- Riwayah: Jurnal Kependidikan, 11(1), pp. 45–66. Mashuri, S. and Syahid, A. (2024) ‘Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Perspektif Multikultural’. Penerbit Litnus. Munawir, M., Bilqhis, R.P. and Mahmudah, R. (2024) ‘Peran Pendidikan Islam dalam Meningkatkan Kesadaran tentang Pendidikan Inklusif’, Jurnal Basicedu, 8(2), pp. 1140– 1148. Nugroho, A. and Mareza, L. (2016) ‘Model dan Strategi Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus dalam Setting Pendidikan Inklusi’, Jurnal Pendidikan Dasar PerKhasa, 2(2), pp. 145–156. Nurfadhillah, S. (2021) Mengenal Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar. CV Jejak (Jejak Publisher). Paramansyah, A. and Parojai, M.R. (2024) Pendidikan Inklusif Dalam era Digital. Penerbit Widina. Ramadani, H. et al. (2024) ‘Optimalisasi Pendidikan Inklusi Di Sekolah’, Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(6), pp. 1–14. Sanusi, A. (2023) Pembaharuan Strategi Pendidikan. Nuansa Cendekia. Sholihah, B.M. (2024) ‘Pendidikan Inklusi dan Strategi Mutu dalam Mencapai Kesetaraan Pendidikan di Indonesia’, Journal of Education and Religious Studies, 4(01), pp. 8–15. Sulaiman, S. et al. (2024) Buku Ajar Pendidikan Inklusi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Suryadi, I. (2023) ‘Dampak Pendidikan Inklusif Terhadap Partisipasi dan Prestasi Siswa dengan Kebutuhan Khusus’, Jurnal Pendidikan West Science, 1(08), pp. 517–527. Tanjung, R. et al. (2024) ‘Teknologi Pendukung dalam Pendidikan Inklusif: Sebuah Tinjauan Mahrus, Khusnul Warda The Dynamics Of Inclusive Education In Islamic Schools: A Study From The Perspective Of Islamic Education Volume 9 , Number 2, November 2025| 367 zzzzzz Literatur Sistematis’, Nusantara Educational Review, 2(1), pp. 1–7.