id	sid	eid	entity	type
geoplanning-6688	1	1	1	CARDINAL
geoplanning-6688	1	2	1	CARDINAL
geoplanning-6688	1	3	1	CARDINAL
geoplanning-6688	1	4	2355-6544	CARDINAL
geoplanning-6688	1	5	citra satelit untuk penentuan lahan kritis	ORG
geoplanning-6688	1	6	di kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	1	7	kota	GPE
geoplanning-6688	1	8	semarang	GPE
geoplanning-6688	1	9	ardiansyaha	GPE
geoplanning-6688	1	10	indonesia	GPE
geoplanning-6688	2	1	diponegoro	GPE
geoplanning-6688	2	2	indonesia	GPE
geoplanning-6688	2	3	semarang	GPE
geoplanning-6688	2	4	2009	DATE
geoplanning-6688	2	5	2009	DATE
geoplanning-6688	3	1	three	CARDINAL
geoplanning-6688	3	2	3	CARDINAL
geoplanning-6688	4	1	2	CARDINAL
geoplanning-6688	5	1	arcgis	ORG
geoplanning-6688	6	1	92.22 %	PERCENT
geoplanning-6688	6	2	7.78%	PERCENT
geoplanning-6688	7	1	77.73 %	PERCENT
geoplanning-6688	7	2	22.27 %	PERCENT
geoplanning-6688	9	1	abstrak	PERSON
geoplanning-6688	10	1	ini bertujuan	PERSON
geoplanning-6688	10	2	tingkat kekritisan	PERSON
geoplanning-6688	10	3	lahan hutan	ORG
geoplanning-6688	10	4	dengan membandingkan	ORG
geoplanning-6688	10	5	hasil antara citra landsat 7 etm+	PERSON
geoplanning-6688	10	6	2009	DATE
geoplanning-6688	10	7	dan citra alos avnir2	PERSON
geoplanning-6688	11	1	2009	DATE
geoplanning-6688	12	1	dalam penentuan lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	12	2	hutan mangrove	ORG
geoplanning-6688	12	3	ini digunakan sistem informasi	ORG
geoplanning-6688	12	4	dan penginderaan	PERSON
geoplanning-6688	12	5	jauh sebagai alat bantu	ORG
geoplanning-6688	12	6	yang didasarkan	PERSON
geoplanning-6688	12	7	pada 3	PERSON
geoplanning-6688	12	8	kriteria	GPE
geoplanning-6688	12	9	antara lain	ORG
geoplanning-6688	12	10	jenis penggunaan lahan	ORG
geoplanning-6688	12	11	kerapatan	GPE
geoplanning-6688	12	12	dan ketahanan tanah terhadap	PERSON
geoplanning-6688	13	1	dari 2	ORG
geoplanning-6688	13	2	yang digunakan akan	PERSON
geoplanning-6688	13	3	dilakukan klasifikasi citra terbimbing dengan menggunakan	PERSON
geoplanning-6688	13	4	mendapatkan	ORG
geoplanning-6688	13	5	kriteria jenis penggunaan lahan dan	ORG
geoplanning-6688	14	1	untuk kriteria ketahanan tanah terhadap	PERSON
geoplanning-6688	14	2	jenis tanah dengan menggunakan	ORG
geoplanning-6688	14	3	arcgis	ORG
geoplanning-6688	15	1	dari penelitian	PERSON
geoplanning-6688	15	2	yang telah dilakukan	PERSON
geoplanning-6688	15	3	berdasarkan citra landsat diperoleh	ORG
geoplanning-6688	15	4	hasil 92,22%	GPE
geoplanning-6688	15	5	kawasan hutan	PERSON
geoplanning-6688	15	6	termasuk dalam kondisi rusak berat	PERSON
geoplanning-6688	15	7	7,78%	PERCENT
geoplanning-6688	15	8	termasuk dalam kategori	PERSON
geoplanning-6688	15	9	sedang	GPE
geoplanning-6688	15	10	sedangkan	ORG
geoplanning-6688	15	11	hasil dari citra alos sebanyak 77,73%	PERSON
geoplanning-6688	15	12	di kecamatan	PERSON
geoplanning-6688	15	13	termasuk dalam kondisi rusak berat dan 22,27%	PERSON
geoplanning-6688	15	14	termasuk dalam kategori	PERSON
geoplanning-6688	15	15	sedang	GPE
geoplanning-6688	16	1	dari penelitian	PERSON
geoplanning-6688	16	2	ini dapat	PERSON
geoplanning-6688	16	3	bahwa citra alos dan citra landsat sudah baik untuk penentuan lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	16	4	khususnya dalam identifikasi	PERSON
geoplanning-6688	16	5	dan sebaran hutan mangrove di suatu kawasan	PERSON
geoplanning-6688	16	6	tetapi peta lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	17	1	yang	GPE
geoplanning-6688	17	2	dihasilkan	GPE
geoplanning-6688	17	3	oleh citra landsat kurang mempresentasikan secara	ORG
geoplanning-6688	17	4	pengklasifikasian kondisi lahan kritis	ORG
geoplanning-6688	17	5	di kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	18	1	1	CARDINAL
geoplanning-6688	18	2	pendahuluan hutan	ORG
geoplanning-6688	18	3	salah satu ekosistem	ORG
geoplanning-6688	19	1	atau sub-tropis	PERSON
geoplanning-6688	19	2	yang sangat	PERSON
geoplanning-6688	19	3	serta mempunyai	PERSON
geoplanning-6688	19	4	produktivitas	GPE
geoplanning-6688	19	5	nilai ekonomis	GPE
geoplanning-6688	19	6	dan nilai	PERSON
geoplanning-6688	19	7	yang tinggi	PERSON
geoplanning-6688	20	1	juga berperan penting dalam menentukan keanekaragaman	ORG
geoplanning-6688	20	2	dan peranan secara ekologis dari faunafauna	PERSON
geoplanning-6688	20	3	dalam ekosistem	PERSON
geoplanning-6688	20	4	hutan mangrove	ORG
geoplanning-6688	21	1	kadar garam	PERSON
geoplanning-6688	21	2	lama periode penggenangan	PERSON
geoplanning-6688	21	3	dan suhu	PERSON
geoplanning-6688	21	4	pada permukaan	PERSON
geoplanning-6688	21	5	hutan mangrove menjadi faktor pembatas	ORG
geoplanning-6688	22	1	utama bagi	ORG
geoplanning-6688	22	2	yang hidup di dalamnya	PERSON
geoplanning-6688	22	3	2005	DATE
geoplanning-6688	23	1	secara umum dari hasil	PERSON
geoplanning-6688	24	1	kawasan pesisir kota	PERSON
geoplanning-6688	24	2	10 february 2014	DATE
geoplanning-6688	24	3	1 maret	CARDINAL
geoplanning-6688	24	4	2014	DATE
geoplanning-6688	24	5	10	CARDINAL
geoplanning-6688	24	6	2014	DATE
geoplanning-6688	24	7	25	CARDINAL
geoplanning-6688	24	8	2014	DATE
geoplanning-6688	24	9	citra satelit	PERSON
geoplanning-6688	24	10	lahan kritis	GPE
geoplanning-6688	24	11	penginderaan jauh	PERSON
geoplanning-6688	25	1	article info	LAW
geoplanning-6688	25	2	10 february 2014	DATE
geoplanning-6688	25	3	1 march 2014	DATE
geoplanning-6688	25	4	10 march 2014	DATE
geoplanning-6688	25	5	25	CARDINAL
geoplanning-6688	25	6	march 2014	DATE
geoplanning-6688	25	7	gis	ORG
geoplanning-6688	25	8	mailto:deniesyach@gmail.com	CARDINAL
geoplanning-6688	25	9	2014,vol	CARDINAL
geoplanning-6688	25	10	1	CARDINAL
geoplanning-6688	25	11	1	CARDINAL
geoplanning-6688	25	12	1	CARDINAL
geoplanning-6688	25	13	dan buchori	PERSON
geoplanning-6688	25	14	2	CARDINAL
geoplanning-6688	25	15	semarang	GPE
geoplanning-6688	25	16	degradasi	GPE
geoplanning-6688	25	17	kerusakan tersebut	PERSON
geoplanning-6688	25	18	dengan perkembangan	PERSON
geoplanning-6688	25	19	kota yakni	FAC
geoplanning-6688	25	20	lahan di	PERSON
geoplanning-6688	25	21	wilayah	GPE
geoplanning-6688	25	22	untuk budidaya	ORG
geoplanning-6688	25	23	untuk kawasan permukiman	PERSON
geoplanning-6688	25	24	kawasan industri	PERSON
geoplanning-6688	25	25	dan kawasan pelabuhan	PERSON
geoplanning-6688	26	1	berdasarkan kondisi tersebut	ORG
geoplanning-6688	26	2	secara umum kerusakan ekosistem	PERSON
geoplanning-6688	27	1	kawasan pesisir kota	ORG
geoplanning-6688	27	2	semarang	GPE
geoplanning-6688	27	3	90%	PERCENT
geoplanning-6688	27	4	dan dalam kategori	PERSON
geoplanning-6688	27	5	berat/tutupan	ORG
geoplanning-6688	27	6	lahan di	PERSON
geoplanning-6688	28	1	25%	PERCENT
geoplanning-6688	28	2	kota	GPE
geoplanning-6688	28	3	semarang	GPE
geoplanning-6688	28	4	2009	DATE
geoplanning-6688	29	1	perda kota semarang	ORG
geoplanning-6688	29	2	7	CARDINAL
geoplanning-6688	29	3	2010	DATE
geoplanning-6688	29	4	tentang penataan	ORG
geoplanning-6688	29	5	ruang terbuka hijau	PERSON
geoplanning-6688	29	6	27	CARDINAL
geoplanning-6688	29	7	bahwa luas rth kawasan	PERSON
geoplanning-6688	29	8	pantai berhutan	GPE
geoplanning-6688	29	9	bakau	GPE
geoplanning-6688	29	10	wilayah	GPE
geoplanning-6688	29	11	kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	29	12	±225,000	NORP
geoplanning-6688	30	1	hal tersebut	PERSON
geoplanning-6688	30	2	bahwa terjadi	PERSON
geoplanning-6688	30	3	antara peraturan yang ada dengan kondisi sebenarnya di lapangan	PERSON
geoplanning-6688	31	1	akibat dari degradasi	PERSON
geoplanning-6688	31	2	hutan mangrove di kecamatan	ORG
geoplanning-6688	31	3	antara lain adalah selama	ORG
geoplanning-6688	31	4	1991-2010	DATE
geoplanning-6688	31	5	pantai mundur mencapai	FAC
geoplanning-6688	31	6	1,7 km dengan area	PERSON
geoplanning-6688	32	1	1.211,2	CARDINAL
geoplanning-6688	32	2	kota	GPE
geoplanning-6688	32	3	semarang	GPE
geoplanning-6688	32	4	2012	DATE
geoplanning-6688	33	1	hal tersebut	PERSON
geoplanning-6688	33	2	oleh hilangnya	ORG
geoplanning-6688	33	3	gelombang laut penyebab bencana	PERSON
geoplanning-6688	34	1	tanaman	ORG
geoplanning-6688	34	2	memiliki salah satu ciri khas yaitu akar berongga sehingga dapat memantulkan gelombang dan menahan	PERSON
geoplanning-6688	34	3	lahan baru	PERSON
geoplanning-6688	34	4	2003	DATE
geoplanning-6688	35	1	setiap citra	PERSON
geoplanning-6688	35	2	digital yang	ORG
geoplanning-6688	35	3	dihasilkan	NORP
geoplanning-6688	35	4	oleh setiap	ORG
geoplanning-6688	36	1	sifat	PERSON
geoplanning-6688	36	2	dan kepekaan	PERSON
geoplanning-6688	36	3	jauh terhadap	PERSON
geoplanning-6688	36	4	panjang gelombang	PERSON
geoplanning-6688	36	5	yang digunakan	PERSON
geoplanning-6688	36	6	dan sifat sumber tenaga radiasinya	PERSON
geoplanning-6688	37	1	sifat	PERSON
geoplanning-6688	37	2	dan cara operasi sistem	PERSON
geoplanning-6688	37	3	sensornya	GPE
geoplanning-6688	37	4	dapat mempengaruhi	ORG
geoplanning-6688	37	5	dan ukuran	PERSON
geoplanning-6688	37	6	dan sri hadianti	PERSON
geoplanning-6688	37	7	2001).dalam	CARDINAL
geoplanning-6688	37	8	hutan mangrove diperlukan data	ORG
geoplanning-6688	37	9	yang digunakan sebagai	PERSON
geoplanning-6688	38	1	citra satelit tentunya	ORG
geoplanning-6688	38	2	memiliki karakteristik masing-masing	PERSON
geoplanning-6688	38	3	berbagai kriteria yang terdapat	ORG
geoplanning-6688	38	4	di citra satelit tersebut	PERSON
geoplanning-6688	39	1	oleh karena itu	PERSON
geoplanning-6688	39	2	diperlukan data	ORG
geoplanning-6688	39	3	yang tepat dalam penentuan lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	40	1	yang akan di lakukan penelitian	PERSON
geoplanning-6688	40	2	adalah7 kelurahan di kecamatan	PERSON
geoplanning-6688	40	3	diantaranya yaitu:	PERSON
geoplanning-6688	40	4	jrakah	GPE
geoplanning-6688	40	5	tugurejo	GPE
geoplanning-6688	40	6	randugarut	GPE
geoplanning-6688	40	7	karanganyar	PERSON
geoplanning-6688	40	8	mangkan kulon	PERSON
geoplanning-6688	40	9	dan mangkan wetan	PERSON
geoplanning-6688	41	1	untuk lebih	PERSON
geoplanning-6688	41	2	jelasnya dapat	ORG
geoplanning-6688	41	3	pembagian wilayah	ORG
geoplanning-6688	41	4	pada gambar	PERSON
geoplanning-6688	42	1	gambar 1.wilayah studi kecamatan tugu	ORG
geoplanning-6688	42	2	kota semarang	GPE
geoplanning-6688	42	3	kota	GPE
geoplanning-6688	42	4	semarang	GPE
geoplanning-6688	42	5	2010	DATE
geoplanning-6688	43	1	2	CARDINAL
geoplanning-6688	43	2	dan metode pada mulanya	PERSON
geoplanning-6688	43	3	hutan mangrove	ORG
geoplanning-6688	43	4	hanya dikenal	ORG
geoplanning-6688	43	5	secara terbatas oleh kalangan	PERSON
geoplanning-6688	44	1	kawasan hutan	PERSON
geoplanning-6688	44	2	kemudian dikenal dengan istilah payau	PERSON
geoplanning-6688	44	3	karena sifat habitatnya	PERSON
geoplanning-6688	44	4	yang	PERSON
geoplanning-6688	45	1	bedasarkan dominasi jenis pohonnya	PERSON
geoplanning-6688	45	2	yaitu bakau	GPE
geoplanning-6688	45	3	maka kawasan	PERSON
geoplanning-6688	45	4	juga disebut sebagai hutan bakau	ORG
geoplanning-6688	46	1	sendiri berasal dari bahasa	PERSON
geoplanning-6688	46	2	yaitu mangue	PERSON
geoplanning-6688	46	3	yang berarti tumbuhan dan bahasa	PERSON
geoplanning-6688	46	4	grove	GPE
geoplanning-6688	46	5	yang berarti belukar atau hutan kecil	PERSON
geoplanning-6688	46	6	2003	DATE
geoplanning-6688	47	1	hutan mangrove	ORG
geoplanning-6688	47	2	atau yang biasa disebut hutan bakau	PERSON
geoplanning-6688	47	3	merupakan tipe	ORG
geoplanning-6688	47	4	2014,vol	CARDINAL
geoplanning-6688	47	5	1	CARDINAL
geoplanning-6688	47	6	1	CARDINAL
geoplanning-6688	47	7	1	CARDINAL
geoplanning-6688	47	8	dan buchori	PERSON
geoplanning-6688	47	9	3	CARDINAL
geoplanning-6688	47	10	dan	PERSON
geoplanning-6688	47	11	pantai atau	GPE
geoplanning-6688	47	12	yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut	PERSON
geoplanning-6688	47	13	kehutanan	GPE
geoplanning-6688	47	14	1978	DATE
geoplanning-6688	48	1	hutan mangrove mempunyai ciri-ciri umumnya	ORG
geoplanning-6688	48	2	pada daerah	PERSON
geoplanning-6688	48	3	yang jenis tanahnya	PERSON
geoplanning-6688	48	4	berlumpur	GPE
geoplanning-6688	48	5	berlempung dan berpasir	PERSON
geoplanning-6688	48	6	air laut secara berkala	ORG
geoplanning-6688	48	7	baik setiap hari maupun yang hanya	PERSON
geoplanning-6688	48	8	pada saat pasang purnama	PERSON
geoplanning-6688	49	1	komposisi vegetasi hutan mangrove	ORG
geoplanning-6688	49	2	menerima pasokan air	ORG
geoplanning-6688	49	3	yang cukup dari darat	PERSON
geoplanning-6688	49	4	bengen	ORG
geoplanning-6688	49	5	2000	DATE
geoplanning-6688	50	1	beberapa fungsi dari hutan	PERSON
geoplanning-6688	50	2	secara fisik	ORG
geoplanning-6688	50	3	2003	DATE
geoplanning-6688	50	4	antara lain untuk menjaga garis	PERSON
geoplanning-6688	50	5	tetap stabil	ORG
geoplanning-6688	50	6	melindungi pantai dan tebing	ORG
geoplanning-6688	50	7	sungai dari proses erosi	ORG
geoplanning-6688	50	8	atau abrasi	PERSON
geoplanning-6688	50	9	serta menahan atau menyerap	PERSON
geoplanning-6688	50	10	angin kencang dari laut ke darat	PERSON
geoplanning-6688	50	11	lahan baru	PERSON
geoplanning-6688	50	12	kawasan penyangga	PERSON
geoplanning-6688	50	13	ke darat	PERSON
geoplanning-6688	50	14	atau sebagai	PERSON
geoplanning-6688	50	15	air asin	ORG
geoplanning-6688	50	16	menjadi air tawar	ORG
geoplanning-6688	51	1	inventarisasi dan identifikasi lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	51	2	kehutanan	GPE
geoplanning-6688	51	3	2005	DATE
geoplanning-6688	51	4	suatu lahan	FAC
geoplanning-6688	51	5	dapat dikategorikan sebagai lahan kritis	ORG
geoplanning-6688	51	6	lahan tersebut sudah tidak dapat	PERSON
geoplanning-6688	51	7	berfungsi lagi	PERSON
geoplanning-6688	51	8	baik sebagai	ORG
geoplanning-6688	51	9	alam	PERSON
geoplanning-6688	52	1	kriteria-kriteria yang	PERSON
geoplanning-6688	52	2	digunakan untuk penentuan tingkat kekritisan lahan	PERSON
geoplanning-6688	52	3	untuk masing-masing	PERSON
geoplanning-6688	52	4	adalah sebagai berikut	ORG
geoplanning-6688	52	5	departemen kehutanan	PERSON
geoplanning-6688	52	6	2005	DATE
geoplanning-6688	52	7	jenis penggunaan lahan	ORG
geoplanning-6688	52	8	inventarisasi dan identifikasi lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	52	9	tahun 2005	GPE
geoplanning-6688	52	10	interpretasi penutupan	PERSON
geoplanning-6688	52	11	lahan menggunakan metode	PERSON
geoplanning-6688	53	1	metode tersebut	PERSON
geoplanning-6688	53	2	digunakan karena	PERSON
geoplanning-6688	53	3	yang ditafsir berkorelasi kuat dengan objek air	PERSON
geoplanning-6688	53	4	sehingga pantulan air sangat	ORG
geoplanning-6688	53	5	pantulan objek mangrove	ORG
geoplanning-6688	54	1	pada kondis demikian	PERSON
geoplanning-6688	54	2	penafsiran secara	ORG
geoplanning-6688	54	3	akan	ORG
geoplanning-6688	54	4	lebih	GPE
geoplanning-6688	54	5	menguntungkan	NORP
geoplanning-6688	55	1	karena	GPE
geoplanning-6688	55	2	dengan pemahaman	PERSON
geoplanning-6688	55	3	kunci penafsiran	PERSON
geoplanning-6688	56	1	pada kriteria jenis penggunaan lahan ini	PERSON
geoplanning-6688	56	2	dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori	ORG
geoplanning-6688	56	3	departemen kehutanan	PERSON
geoplanning-6688	56	4	2005	DATE
geoplanning-6688	56	5	yaitu	GPE
geoplanning-6688	56	6	hutan	ORG
geoplanning-6688	56	7	kawasan berhutan	PERSON
geoplanning-6688	56	8	tumpang sari dan perkebunan	PERSON
geoplanning-6688	56	9	dan areal nonvegetasi hutan	PERSON
geoplanning-6688	56	10	pemukiman	PERSON
geoplanning-6688	56	11	industri	ORG
geoplanning-6688	56	12	dan tanah kosong	PERSON
geoplanning-6688	57	1	selanjutnya	PERSON
geoplanning-6688	57	2	dalam penentuan	PERSON
geoplanning-6688	57	3	ini digunakan	PERSON
geoplanning-6688	58	1	prinsip kerja	PERSON
geoplanning-6688	58	2	adalah dengan mengukur	ORG
geoplanning-6688	58	3	tingkat intensitas	PERSON
geoplanning-6688	59	1	intensitas kehijauan berkorelasi	ORG
geoplanning-6688	59	2	dengan tingkat	PERSON
geoplanning-6688	59	3	dan untuk deteksi	PERSON
geoplanning-6688	59	4	tingkat kehijauan pada citra landsat yang berkorelasi dengan kandungan klorofil daun	PERSON
geoplanning-6688	59	5	maka saluran yang baik digunakan adalah saluran	PERSON
geoplanning-6688	59	6	merah dan merah	PERSON
geoplanning-6688	60	1	oleh sebab itu	PERSON
geoplanning-6688	60	2	dalam formula	PERSON
geoplanning-6688	60	3	digunakan kedua saluran tersebut	PERSON
geoplanning-6688	61	1	yang digunakan pada	PERSON
geoplanning-6688	61	2	adalah sebagai berikut	ORG
geoplanning-6688	61	3	2003	DATE
geoplanning-6688	61	4	keterangan	PERSON
geoplanning-6688	61	5		CARDINAL
geoplanning-6688	61	6	3	CARDINAL
geoplanning-6688	61	7	nilai spektral saluran	ORG
geoplanning-6688	61	8		CARDINAL
geoplanning-6688	61	9	4	CARDINAL
geoplanning-6688	61	10	nilai spektral saluran inframerah	ORG
geoplanning-6688	61	11	dekat	ORG
geoplanning-6688	61	12		CARDINAL
geoplanning-6688	61	13	klasifikasi kerapatan	FAC
geoplanning-6688	61	14	tajuk mangrove ditentukan berdasarkan	ORG
geoplanning-6688	61	15	rentang nilai ndvi	PERSON
geoplanning-6688	61	16	hasil perhitungan	GPE
geoplanning-6688	62	1	jumlah klasifikasi kerapatan	PERSON
geoplanning-6688	62	2	pada buku	PERSON
geoplanning-6688	62	3	inventarisasi dan identifikasi	PERSON
geoplanning-6688	62	4	yang diterbitkan oleh direktorat jenderal rehabilitasi lahan dan perhutanan	PERSON
geoplanning-6688	62	5	kehutanan	GPE
geoplanning-6688	63	1	pembagian	NORP
geoplanning-6688	63	2	adalah sebagai berikut	ORG
geoplanning-6688	63	3	1	CARDINAL
geoplanning-6688	63	4	kerapatan	GPE
geoplanning-6688	63	5	2	CARDINAL
geoplanning-6688	63	6	kerapatan tajuk sedang	ORG
geoplanning-6688	63	7	0,33 ≤ ndvi ≤ 0,42	MONEY
geoplanning-6688	64	1	3	CARDINAL
geoplanning-6688	64	2	kerapatan	GPE
geoplanning-6688	65	1	dalam penentuan lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	65	2	hutan mangrove ini	ORG
geoplanning-6688	65	3	jenis-jenis tanah yang	ORG
geoplanning-6688	65	4	dan	PERSON
geoplanning-6688	65	5	gis lainnya serta	PERSON
geoplanning-6688	65	6	dikategorikan menjadi tiga kategori	ORG
geoplanning-6688	65	7	departemen kehutanan	PERSON
geoplanning-6688	65	8	2005	DATE
geoplanning-6688	65	9	yaitu	GPE
geoplanning-6688	65	10	jenis tanah tidak	ORG
geoplanning-6688	65	11	jenis tanah	ORG
geoplanning-6688	65	12	jenis tanah sangat peka erosi	ORG
geoplanning-6688	65	13	tekstur	PERSON
geoplanning-6688	66	1	kepekaannya	CARDINAL
geoplanning-6688	66	2	terhadap erosi	PERSON
geoplanning-6688	66	3	tanah dapat	PERSON
geoplanning-6688	66	4	ke dalam kelas-kelas	PERSON
geoplanning-6688	66	5	2014,vol	CARDINAL
geoplanning-6688	66	6	1	CARDINAL
geoplanning-6688	66	7	1	CARDINAL
geoplanning-6688	66	8	1	CARDINAL
geoplanning-6688	66	9	dan buchori	PERSON
geoplanning-6688	66	10	4	CARDINAL
geoplanning-6688	66	11	1	CARDINAL
geoplanning-6688	67	1	jenis tanah menurut kepekaan	ORG
geoplanning-6688	67	2	terhadap erosi	PERSON
geoplanning-6688	67	3	menteri	NORP
geoplanning-6688	67	4	1980	DATE
geoplanning-6688	67	5	3	CARDINAL
geoplanning-6688	67	6	kriteria	GPE
geoplanning-6688	67	7	lahan kritis	GPE
geoplanning-6688	67	8	hutan mangrove di atas	ORG
geoplanning-6688	67	9	nilai skori	PERSON
geoplanning-6688	67	10	sebagai berikut	ORG
geoplanning-6688	67	11	departemen kehutanan	PERSON
geoplanning-6688	67	12	2005	DATE
geoplanning-6688	67	13	jpl	ORG
geoplanning-6688	67	14	45	CARDINAL
geoplanning-6688	67	15	kt	ORG
geoplanning-6688	67	16	35	CARDINAL
geoplanning-6688	68	1	20	CARDINAL
geoplanning-6688	68	2	keterangan	PERSON
geoplanning-6688	68	3	nilai skor jpl	ORG
geoplanning-6688	69	1	skor jenis penggunaan lahan kt	ORG
geoplanning-6688	69	2	skor kerapatan	PERSON
geoplanning-6688	69	3	tajuk kta	PERSON
geoplanning-6688	69	4	skor ketahanan tanah terhadap	ORG
geoplanning-6688	69	5	nilai skor	ORG
geoplanning-6688	69	6	selanjutnya dapat ditentukan	PERSON
geoplanning-6688	70	1	tingkat kekritisan lahan	PERSON
geoplanning-6688	70	2	sebagai berikut	ORG
geoplanning-6688	70	3	•	CARDINAL
geoplanning-6688	70	4	100	CARDINAL
geoplanning-6688	70	5	166	CARDINAL
geoplanning-6688	70	6	berat • nilai 167	ORG
geoplanning-6688	70	7	233	CARDINAL
geoplanning-6688	70	8	•	CARDINAL
geoplanning-6688	70	9	234	CARDINAL
geoplanning-6688	70	10	300	CARDINAL
geoplanning-6688	70	11	setelah kriteria	PERSON
geoplanning-6688	70	12	penentuan lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	70	13	hutan mangrove dilakukan beberapa	ORG
geoplanning-6688	70	14	klasifikasi dalam mendapatkan	PERSON
geoplanning-6688	70	15	yang telah	PERSON
geoplanning-6688	71	1	dalam penentuan beberapa variabel seperti	PERSON
geoplanning-6688	71	2	jenis penggunaan lahan dan kerapatan	ORG
geoplanning-6688	71	3	digunakan teknik klasifikasi	PERSON
geoplanning-6688	72	1	digunakan karena	PERSON
geoplanning-6688	72	2	telah mengetahui	ORG
geoplanning-6688	72	3	kelas dari kriteria-kriteria untuk masing-masing	PERSON
geoplanning-6688	72	4	dalam penentuan	PERSON
geoplanning-6688	72	5	lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	72	6	hutan mangrove	ORG
geoplanning-6688	73	1	dalam klasifikasi penentuan variabel jenis penggunaan lahan dan kerapatan	PERSON
geoplanning-6688	73	2	keahlian seorang peneliti	PERSON
geoplanning-6688	74	1	dalam observasi	PERSON
geoplanning-6688	75	1	para peneliti membedakan menurut	PERSON
geoplanning-6688	75	2	antara karakteristik geometrik	PERSON
geoplanning-6688	75	3	jelas didasarkan pada pertumbuhan mangrove	PERSON
geoplanning-6688	75	4	dan lingkungan	PERSON
geoplanning-6688	76	1	itu penggabungan	PERSON
geoplanning-6688	76	2	antara survei	ORG
geoplanning-6688	76	3	dan foto udara dengan bantuan penginderaan	PERSON
geoplanning-6688	76	4	jauh dari warna citra	PERSON
geoplanning-6688	76	5	cahaya	PERSON
geoplanning-6688	76	6	geometris	GPE
geoplanning-6688	76	7	dan lokasi	PERSON
geoplanning-6688	77	1	kemudian melalui manusia-mesin	PERSON
geoplanning-6688	77	2	dan menetapkan	PERSON
geoplanning-6688	77	3	berbagai	PERSON
geoplanning-6688	77	4	dan citra	PERSON
geoplanning-6688	77	5	satelit sesuai dengan karakteristik yang relevan dari gambar	PERSON
geoplanning-6688	77	6	digital	ORG
geoplanning-6688	77	7	menggunakan warna mata	PERSON
geoplanning-6688	77	8	dan penafsiran perbedaan	PERSON
geoplanning-6688	78	1	hal ini sering digunakan dalam klasifikasi	PERSON
geoplanning-6688	78	2	jauh	PERSON
geoplanning-6688	78	3	song xue fei et al	PERSON
geoplanning-6688	78	4	2011).proses	CARDINAL
geoplanning-6688	78	5	pengklasifikasian	ORG
geoplanning-6688	78	6	kali karena menggunakan 2	PERSON
geoplanning-6688	78	7	citra yaitu citra landsat 7 etm+	ORG
geoplanning-6688	78	8	2009	DATE
geoplanning-6688	78	9	dan citra alos avnir-2	PERSON
geoplanning-6688	78	10	tahun 2009	PERSON
geoplanning-6688	79	1	dalam penentuan variabel jenis penggunaan lahan	PERSON
geoplanning-6688	79	2	citra landsat dan alos menggunakan kombinasi	ORG
geoplanning-6688	79	3	321	CARDINAL
geoplanning-6688	80	1	kombinasi	ORG
geoplanning-6688	80	2	merupakan kombinasi	ORG
geoplanning-6688	80	3	paling umum dalam pengunaan citra karena	PERSON
geoplanning-6688	80	4	warna citra yang mendekati sebenarnya	PERSON
geoplanning-6688	81	1	dalam penentuan	PERSON
geoplanning-6688	81	2	kerapatan tajuk	PERSON
geoplanning-6688	81	3	citra landsat mengunakan komposit antara	ORG
geoplanning-6688	81	4	3	CARDINAL
geoplanning-6688	81	5	dan 5	PERSON
geoplanning-6688	81	6	murray et al	PERSON
geoplanning-6688	81	7	2002	DATE
geoplanning-6688	81	8	dan susunan kombinasi	PERSON
geoplanning-6688	81	9	yang dirasa	PERSON
geoplanning-6688	81	10	cocok dalam interpretasi	PERSON
geoplanning-6688	81	11	oleh peneliti	ORG
geoplanning-6688	81	12	adalah 453	ORG
geoplanning-6688	82	1	kombinasi	ORG
geoplanning-6688	82	2	merupakan kombinasi	ORG
geoplanning-6688	82	3	yang umum dalam penggunaannya	PERSON
geoplanning-6688	82	4	untuk penelitian vegetasi	ORG
geoplanning-6688	83	1	dalam kombinasi	PERSON
geoplanning-6688	83	2	tersebut vegetasi dapat	ORG
geoplanning-6688	83	3	dengan warnanya	PERSON
geoplanning-6688	83	4	yang jingga	PERSON
geoplanning-6688	83	5	dan habitat	PERSON
geoplanning-6688	83	6	sendiri ditandai	ORG
geoplanning-6688	83	7	warna jingga yang lebih gelap	PERSON
geoplanning-6688	84	1	untuk citra alos	PERSON
geoplanning-6688	84	2	yang digunakan adalah 432	PERSON
geoplanning-6688	85	1	kombinasi	ORG
geoplanning-6688	85	2	tersebut digunakan	PERSON
geoplanning-6688	85	3	percobaan	ORG
geoplanning-6688	85	4	beberapa kombinasi	PERSON
geoplanning-6688	85	5	oleh peneliti	GPE
geoplanning-6688	85	6	dan kombinasi	PERSON
geoplanning-6688	85	7	tersebut yang	PERSON
geoplanning-6688	85	8	cukup baik dalam	PERSON
geoplanning-6688	85	9	interpretasi sebaran vegetasi khususnya	ORG
geoplanning-6688	85	10	dengan ditandai	PERSON
geoplanning-6688	85	11	warna merah	PERSON
geoplanning-6688	86	1	kemudian hasil dari pengklasifikasian	PERSON
geoplanning-6688	86	2	tersebut digunakan sistem informasi	ORG
geoplanning-6688	86	3	dalam proses	PERSON
geoplanning-6688	86	4	hasil dari masing-masing	PERSON
geoplanning-6688	86	5	yang telah kelas tanah jenis tanah	PERSON
geoplanning-6688	86	6	1	CARDINAL
geoplanning-6688	86	7	air tanah tidak peka 2 latosol	ORG
geoplanning-6688	86	8	agak peka 3 brown	ORG
geoplanning-6688	86	9	mediteran kurang peka 4 andosol	ORG
geoplanning-6688	86	10	laterit	ORG
geoplanning-6688	86	11	5	CARDINAL
geoplanning-6688	86	12	renzina sangat peka	ORG
geoplanning-6688	86	13	2014,vol	CARDINAL
geoplanning-6688	86	14	1	CARDINAL
geoplanning-6688	86	15	1	CARDINAL
geoplanning-6688	86	16	1	CARDINAL
geoplanning-6688	86	17	dan buchori	PERSON
geoplanning-6688	86	18	5	CARDINAL
geoplanning-6688	86	19	dari hasil	PERSON
geoplanning-6688	86	20	tingkat kekritisan	PERSON
geoplanning-6688	86	21	lahan hutan	ORG
geoplanning-6688	86	22	di kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	86	23	kota semarang	GPE
geoplanning-6688	87	1	3	CARDINAL
geoplanning-6688	87	2	hasil dan	PERSON
geoplanning-6688	87	3	pembahasan jenis penggunaan lahan	ORG
geoplanning-6688	87	4	ini diperoleh	PERSON
geoplanning-6688	87	5	dari hasil klasifikasi	PERSON
geoplanning-6688	87	6	untuk setiap	ORG
geoplanning-6688	87	7	citra yang digunakan yaitu citra landsat dan citra alos dengan menggunakan komposisi	PERSON
geoplanning-6688	87	8	321	CARDINAL
geoplanning-6688	88	1	dari data citra tersebut jenis penggunaan lahan dapat dklasifikasikan menjadi	ORG
geoplanning-6688	88	2	kelas atau region	PERSON
geoplanning-6688	88	3	diantaranya adalah hutan	ORG
geoplanning-6688	88	4	perkebunan	PERSON
geoplanning-6688	88	5	pemukiman	PERSON
geoplanning-6688	88	6	industri	ORG
geoplanning-6688	88	7	dan tanah kosong	PERSON
geoplanning-6688	89	1	dari ketujuh	PERSON
geoplanning-6688	89	2	kelas tersebut dapat diklasifikasikan lagi menjadi 3 kelas besar	PERSON
geoplanning-6688	89	3	kehutanan	GPE
geoplanning-6688	89	4	2005	DATE
geoplanning-6688	89	5	yaitu	GPE
geoplanning-6688	89	6	1	CARDINAL
geoplanning-6688	89	7	kawasan hutan	PERSON
geoplanning-6688	89	8	2	CARDINAL
geoplanning-6688	89	9	tumpang sari dan perkebunan	PERSON
geoplanning-6688	89	10	3	CARDINAL
geoplanning-6688	89	11	non-vegetasi hutan	ORG
geoplanning-6688	89	12	pemukiman	PERSON
geoplanning-6688	89	13	industri	ORG
geoplanning-6688	89	14	dan tanah kosong	PERSON
geoplanning-6688	90	1	gambar 2	PERSON
geoplanning-6688	90	2	klasifikasi penggunaan lahan dengan landsat	ORG
geoplanning-6688	90	3	2014	DATE
geoplanning-6688	90	4	gambar 3	ORG
geoplanning-6688	90	5	klasifikasi penggunaan lahan dengan alos	ORG
geoplanning-6688	90	6	2014	DATE
geoplanning-6688	90	7	2014,vol	CARDINAL
geoplanning-6688	90	8	1	CARDINAL
geoplanning-6688	90	9	1	CARDINAL
geoplanning-6688	90	10	1	CARDINAL
geoplanning-6688	90	11	dan buchori	PERSON
geoplanning-6688	90	12	6	CARDINAL
geoplanning-6688	90	13	dalam penentuan	PERSON
geoplanning-6688	90	14	ini dengan bantuan	PERSON
geoplanning-6688	90	15	dan arcgis	PERSON
geoplanning-6688	91	1	pertama adalah pengklasifikasian	PERSON
geoplanning-6688	91	2	secara terbimbingsebaran	PERSON
geoplanning-6688	91	3	hutan mangrove di kecamatan	ORG
geoplanning-6688	92	1	untuk klasifikasi sebaran	PERSON
geoplanning-6688	92	2	hutan mangrove dengan menggunakan citra landsat	ORG
geoplanning-6688	92	3	digunakan komposisi	PERSON
geoplanning-6688	92	4	453	CARDINAL
geoplanning-6688	92	5	pada klasifikasi sebaran mangrove	PERSON
geoplanning-6688	92	6	dengan menggunakan citra alos	PERSON
geoplanning-6688	92	7	digunakan kombinasi	PERSON
geoplanning-6688	92	8	432	CARDINAL
geoplanning-6688	93	1	4.klasifikasi	CARDINAL
geoplanning-6688	93	2	sebaran mangrove dengan landsat	ORG
geoplanning-6688	93	3	2014	DATE
geoplanning-6688	93	4	gambar 5.klasifikasi	PERSON
geoplanning-6688	93	5	sebaran mangrove dengan alos	ORG
geoplanning-6688	93	6	2014	DATE
geoplanning-6688	94	1	adalah proses klasifikasi	PERSON
geoplanning-6688	94	2	mendapatkan klasifikasi	PERSON
geoplanning-6688	94	3	kerapatan	GPE
geoplanning-6688	94	4	di kecamatan	PERSON
geoplanning-6688	95	1	hasil klasifikasi nilai	PERSON
geoplanning-6688	95	2	3	CARDINAL
geoplanning-6688	95	3	2005	DATE
geoplanning-6688	95	4	yaitu	GPE
geoplanning-6688	95	5	1	CARDINAL
geoplanning-6688	95	6	2	CARDINAL
geoplanning-6688	95	7	tajuk sedang	ORG
geoplanning-6688	95	8	0,33 ≤ ndvi ≤ 0,42	MONEY
geoplanning-6688	95	9	dan 3	PERSON
geoplanning-6688	95	10	1,00 ≤	MONEY
geoplanning-6688	96	1	2014,vol	CARDINAL
geoplanning-6688	96	2	1	CARDINAL
geoplanning-6688	96	3	1	CARDINAL
geoplanning-6688	96	4	1	CARDINAL
geoplanning-6688	96	5	dan buchori	PERSON
geoplanning-6688	96	6	7	CARDINAL
geoplanning-6688	96	7	6	CARDINAL
geoplanning-6688	97	1	klasifikasi ndvi kecamatan tugu dengan landsat	ORG
geoplanning-6688	97	2	2014	DATE
geoplanning-6688	97	3	gambar 7	ORG
geoplanning-6688	97	4	klasifikasi ndvi kecamatan tugu dengan alos	PERSON
geoplanning-6688	97	5	2014	DATE
geoplanning-6688	97	6	dari hasil klasifikasi	PERSON
geoplanning-6688	97	7	3	CARDINAL
geoplanning-6688	97	8	kelas untuk masing-masing	PERSON
geoplanning-6688	97	9	yang digunakan di atas	PERSON
geoplanning-6688	97	10	kemudian dilakukan	PERSON
geoplanning-6688	97	11	dengan peta klasifikasi sebaran mangrove di kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	97	12	untuk masingmasing	PERSON
geoplanning-6688	97	13	citra untuk memisahkan	PERSON
geoplanning-6688	97	14	anata vegetasi	ORG
geoplanning-6688	97	15	dan vegetasi	PERSON
geoplanning-6688	98	1	proses ini dilakukan pada	PERSON
geoplanning-6688	98	2	arcgis dengan perintah	PERSON
geoplanning-6688	98	3	sehingga	PERSON
geoplanning-6688	98	4	yang hanya	PERSON
geoplanning-6688	98	5	dai vegetasi	ORG
geoplanning-6688	99	1	2014,vol	CARDINAL
geoplanning-6688	99	2	1	CARDINAL
geoplanning-6688	99	3	1	CARDINAL
geoplanning-6688	99	4	1	CARDINAL
geoplanning-6688	99	5	dan buchori	PERSON
geoplanning-6688	99	6	8	CARDINAL
geoplanning-6688	100	1	kerapatan tajuk mangrove dengan landsat	ORG
geoplanning-6688	100	2	2014	DATE
geoplanning-6688	100	3	gambar 9	ORG
geoplanning-6688	101	1	kerapatan tajuk mangrove dengan alos	ORG
geoplanning-6688	101	2	2014	DATE
geoplanning-6688	101	3	ketahanan tanah terhadap abrasi	ORG
geoplanning-6688	101	4	untuk analisis ketahanan tanah terhadap	PERSON
geoplanning-6688	101	5	di kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	101	6	jenis tanah di kecamatan	ORG
geoplanning-6688	102	1	jenis tanah yang digunakan pada penelitian	ORG
geoplanning-6688	102	2	ini adalah	PERSON
geoplanning-6688	102	3	yang bersumber dari bappeda	PERSON
geoplanning-6688	102	4	tahun 2010	PERSON
geoplanning-6688	103	1	dari peta jenis tanah	PERSON
geoplanning-6688	103	2	kemudian	PERSON
geoplanning-6688	103	3	menjadi 3 kelas	ORG
geoplanning-6688	103	4	2005	DATE
geoplanning-6688	103	5	yaitu	GPE
geoplanning-6688	103	6	1	CARDINAL
geoplanning-6688	103	7	jenis tanah tidak	ORG
geoplanning-6688	103	8	2	CARDINAL
geoplanning-6688	103	9	jenis tanah	ORG
geoplanning-6688	103	10	dan 3	PERSON
geoplanning-6688	103	11	jenis tanah sangat peka erosi	ORG
geoplanning-6688	103	12	tekstur pasir	PERSON
geoplanning-6688	104	1	jika ditelaah	PERSON
geoplanning-6688	104	2	menteri	NORP
geoplanning-6688	104	3	1980	DATE
geoplanning-6688	104	4	jenis tanah alluvial dapat dikategorikan menjadi jenis tanah yang tidak	ORG
geoplanning-6688	105	1	dari pernyataan	PERSON
geoplanning-6688	105	2	maka dapat	ORG
geoplanning-6688	105	3	jenis tanah di seluruh wilayah	ORG
geoplanning-6688	105	4	kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	105	5	dapat diklasifikasikan menjadi jenis tanah yang tidak	ORG
geoplanning-6688	106	1	2014,vol	CARDINAL
geoplanning-6688	106	2	1	CARDINAL
geoplanning-6688	106	3	1	CARDINAL
geoplanning-6688	106	4	1	CARDINAL
geoplanning-6688	106	5	dan buchori	PERSON
geoplanning-6688	106	6	9	CARDINAL
geoplanning-6688	106	7	gambar 10	FAC
geoplanning-6688	107	1	jenis tanah di kecamatan	PERSON
geoplanning-6688	107	2	kota	GPE
geoplanning-6688	107	3	semarang	GPE
geoplanning-6688	107	4	2014	DATE
geoplanning-6688	107	5	gambar 11	FAC
geoplanning-6688	108	1	kepekaan tanah	PERSON
geoplanning-6688	108	2	di kecamatan	PERSON
geoplanning-6688	108	3	2014	DATE
geoplanning-6688	108	4	lahan kritis	GPE
geoplanning-6688	108	5	setelah beberapa tahap	PERSON
geoplanning-6688	108	6	dilakukan	ORG
geoplanning-6688	108	7	adalah pembobotan	ORG
geoplanning-6688	109	1	lahan kritis	GPE
geoplanning-6688	109	2	di kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	109	3	untuk masingmasing	PERSON
geoplanning-6688	110	1	pembobotan ini dilakukan pada	PERSON
geoplanning-6688	110	2	arcgis dengan bantuan	PERSON
geoplanning-6688	110	3	sebagai alat bantu	ORG
geoplanning-6688	110	4	untuk menuliskan rumus atau	PERSON
geoplanning-6688	111	1	setelah dilakuan	PERSON
geoplanning-6688	111	2	pembobotan	NORP
geoplanning-6688	111	3	untuk masing-masing	PERSON
geoplanning-6688	111	4	kemudian dilakukan	PERSON
geoplanning-6688	111	5	antara peta klasifikasi jenis penggunaan lahan	ORG
geoplanning-6688	111	6	dan peta kepekaan tanah	PERSON
geoplanning-6688	112	1	ketiga peta ini dilakukan dengan	PERSON
geoplanning-6688	113	1	2014,vol	CARDINAL
geoplanning-6688	113	2	1	CARDINAL
geoplanning-6688	113	3	1	CARDINAL
geoplanning-6688	113	4	1	CARDINAL
geoplanning-6688	113	5	dan buchori	PERSON
geoplanning-6688	113	6	10	CARDINAL
geoplanning-6688	113	7	gambar 12	FAC
geoplanning-6688	114	1	lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	114	2	mangrove berdasarkan	ORG
geoplanning-6688	114	3	citra landsat	ORG
geoplanning-6688	114	4	2014	DATE
geoplanning-6688	114	5	13	CARDINAL
geoplanning-6688	115	1	lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	115	2	mangrove berdasarkan	ORG
geoplanning-6688	115	3	citra alos	ORG
geoplanning-6688	115	4	2014	DATE
geoplanning-6688	115	5	4	CARDINAL
geoplanning-6688	115	6	kesimpulan dari penelitian	PERSON
geoplanning-6688	115	7	yang telah dilakukan	PERSON
geoplanning-6688	115	8	dapat disimpulkan bahwa kondisi mangrove di kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	115	9	sangat memprihatinkan	ORG
geoplanning-6688	116	1	dari hasil klasifikasi lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	116	2	citra landsat lebih dari sekitar	ORG
geoplanning-6688	116	3	92,22%	PERCENT
geoplanning-6688	116	4	kawasan hutan	PERSON
geoplanning-6688	116	5	termasuk dalam kondisi rusak	PERSON
geoplanning-6688	116	6	berat dan sisanya sekitar	PERSON
geoplanning-6688	117	1	7,78%	PERCENT
geoplanning-6688	117	2	termasuk dalam kategori	PERSON
geoplanning-6688	117	3	hasil dari citra alos sebanyak 77,73%	PERSON
geoplanning-6688	117	4	di kecamatan	PERSON
geoplanning-6688	118	1	termasuk dalam kondisi rusak	PERSON
geoplanning-6688	118	2	berat dan	PERSON
geoplanning-6688	118	3	22,27%	PERCENT
geoplanning-6688	118	4	termasuk dalam kategori	PERSON
geoplanning-6688	118	5	berat	ORG
geoplanning-6688	119	1	tidak ada satu lokasi	PERSON
geoplanning-6688	119	2	di kecamatan	PERSON
geoplanning-6688	119	3	yang memiliki klasifikasi hutan mangrove yang	PERSON
geoplanning-6688	120	1	dalam kategori tidak	PERSON
geoplanning-6688	121	1	terdapat perbedaan	PERSON
geoplanning-6688	121	2	antara kondisi lahan kritis dengan kategori	ORG
geoplanning-6688	121	3	dan rusak berat untuk citra alos dan citra landsat	PERSON
geoplanning-6688	122	1	pada citra alos	PERSON
geoplanning-6688	122	2	2014,vol	CARDINAL
geoplanning-6688	122	3	1	CARDINAL
geoplanning-6688	122	4	1	CARDINAL
geoplanning-6688	122	5	1	CARDINAL
geoplanning-6688	122	6	dan buchori	PERSON
geoplanning-6688	122	7	11	CARDINAL
geoplanning-6688	122	8	keduanya hanya sekitar 3:7	ORG
geoplanning-6688	122	9	akan tetapi untuk citra landsat perbandingannya mencapai	ORG
geoplanning-6688	122	10	1:9	DATE
geoplanning-6688	123	1	citra landsat lebih banyak mengklasifikasikan	ORG
geoplanning-6688	123	2	lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	123	3	menjadi kategori	PERSON
geoplanning-6688	123	4	hal tersebut mengindikasikan bahwa citra landsat kurang dapat	PERSON
geoplanning-6688	123	5	kerapatan tajuk dengan baik	ORG
geoplanning-6688	124	1	hal ini dapat	PERSON
geoplanning-6688	124	2	disebabkan	GPE
geoplanning-6688	124	3	oleh berbagai faktor	ORG
geoplanning-6688	125	1	salah satunya adalah resolusi	ORG
geoplanning-6688	125	2	yang lebih rendah	PERSON
geoplanning-6688	125	3	sehingga kurang dapat	PERSON
geoplanning-6688	126	1	nilai spektral	ORG
geoplanning-6688	126	2	yang sebenarnya dari klasifikasi	PERSON
geoplanning-6688	126	3	kemudian	NORP
geoplanning-6688	126	4	menjadi kerapatan	PERSON
geoplanning-6688	126	5	yang rendah	PERSON
geoplanning-6688	127	1	jika ditelaah	PERSON
geoplanning-6688	127	2	di lapangan	PERSON
geoplanning-6688	127	3	lahan kritis	GPE
geoplanning-6688	127	4	yang	GPE
geoplanning-6688	127	5	dihasilkan	GPE
geoplanning-6688	127	6	oleh citra landsat memiliki nilai validitas	ORG
geoplanning-6688	128	1	37,5%	PERCENT
geoplanning-6688	128	2	yang diambil	PERSON
geoplanning-6688	128	3	lahan kritis	GPE
geoplanning-6688	128	4	yang	GPE
geoplanning-6688	128	5	dihasilkan	GPE
geoplanning-6688	129	1	citra alos memiliki nilai validitas	ORG
geoplanning-6688	129	2	62,5%	PERCENT
geoplanning-6688	130	1	maka dapat	PERSON
geoplanning-6688	130	2	pula bahwa citra landsat kurang dapat mempresentasikan kondisi lapangan dengan baik karena	PERSON
geoplanning-6688	130	3	hanya memiliki nilai validitas	ORG
geoplanning-6688	130	4	37,5%	PERCENT
geoplanning-6688	130	5	yang divalidasi	PERSON
geoplanning-6688	131	1	akan tetapi jika	PERSON
geoplanning-6688	131	2	dari	PERSON
geoplanning-6688	131	3	dan sebaran mangrove	PERSON
geoplanning-6688	131	4	kedua citra yang digunakan sudah dapat mempresentasikan kondisi di lapangan dengan baik	PERSON
geoplanning-6688	132	1	dari beberapa hal yang telah dijabarkan diatas	PERSON
geoplanning-6688	132	2	dapat disimpulkan	PERSON
geoplanning-6688	132	3	kembali bahwa kedua citra yang digunakan dalam penelitian	PERSON
geoplanning-6688	132	4	ini yaitu citra alos dan citra landsat sebenarnya sudah baik dalam penggunaannya	PERSON
geoplanning-6688	132	5	untuk penentuan lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	132	6	dalam hal	PERSON
geoplanning-6688	132	7	dan sebaran hutan mangrove di suatu kawasan	PERSON
geoplanning-6688	133	1	akan tetapi	PERSON
geoplanning-6688	133	2	lahan kritis	GPE
geoplanning-6688	133	3	yang	GPE
geoplanning-6688	133	4	dihasilkan	GPE
geoplanning-6688	133	5	oleh citra landsat kurang dapat mempresentasikan secara baik untuk	ORG
geoplanning-6688	133	6	pengklasifikasian kondisi lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	133	7	di kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	134	1	dalam pemilihan	PERSON
geoplanning-6688	134	2	atau penggunaan	PERSON
geoplanning-6688	134	3	citra dalam penelitian	ORG
geoplanning-6688	134	4	jauh dan atau sistem	PERSON
geoplanning-6688	134	5	informasi	GPE
geoplanning-6688	135	1	khususnya dengan subjek	PERSON
geoplanning-6688	136	1	citra yang memiliki	PERSON
geoplanning-6688	136	2	lebih besar merupakan	ORG
geoplanning-6688	136	3	citra yang lebih baik dalam pengklasifikasian	ORG
geoplanning-6688	136	4	kategori lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	136	5	citra yang memiliki	ORG
geoplanning-6688	136	6	lebih kecil	ORG
geoplanning-6688	137	1	hal tersebut	PERSON
geoplanning-6688	137	2	hasil penelitian	PERSON
geoplanning-6688	137	3	yang menyatakan bahwa citra alos lebih dapat mengklasifikasikan	PERSON
geoplanning-6688	137	4	kerapatan tajuk dengan baik secara	ORG
geoplanning-6688	137	5	klasifikasi lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	137	6	dibandingkan dengan citra landsat.	ORG
geoplanning-6688	138	1	pemilihan data citra dengan resolusi	ORG
geoplanning-6688	138	2	yang lebih baik	PERSON
geoplanning-6688	138	3	tentunya menjadi prioritas	ORG
geoplanning-6688	138	4	dalam penelitian	PERSON
geoplanning-6688	138	5	lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	138	6	baik untuk kalangan pemerintahan maupun akademisi	ORG
geoplanning-6688	138	7	penggunaan citra landsat yang telah	PERSON
geoplanning-6688	138	8	menjadi standar dalam pedoman	PERSON
geoplanning-6688	138	9	inventarisasi dan identifikasi lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	138	10	dikeluarkan	NORP
geoplanning-6688	138	11	kehutanan	PERSON
geoplanning-6688	138	12	ditinjau ulang	PERSON
geoplanning-6688	139	1	karena semakin besar	PERSON
geoplanning-6688	139	2	dari data citra yang dipakai untuk penelitian	ORG
geoplanning-6688	139	3	maka semakin baik dan semakin	PERSON
geoplanning-6688	139	4	hasil yang diperoleh	PERSON
geoplanning-6688	139	5	dari penelitian	PERSON
geoplanning-6688	140	1	dari hasil klasifikasi lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	140	2	di kecamatan	PERSON
geoplanning-6688	140	3	dibandingkan dengan rencana	ORG
geoplanning-6688	140	4	ruang yang ada	PERSON
geoplanning-6688	140	5	yang dapat diberikan	PERSON
geoplanning-6688	141	1	adalah pembangunan tanggul pantai untuk	ORG
geoplanning-6688	141	2	penanggulangan	PERSON
geoplanning-6688	141	3	rob dan banjir di kota	PERSON
geoplanning-6688	141	4	semarang	GPE
geoplanning-6688	141	5	hanya	ORG
geoplanning-6688	141	6	pada lokasi lahan kritis dengan kondisi rusak berat saja	PERSON
geoplanning-6688	142	1	mengingat pembangunan pantai membutuhkan	ORG
geoplanning-6688	142	2	yang tidak sedikit	PERSON
geoplanning-6688	143	1	sedangkan lokasi lahan kritis dengan kondisi rusak	ORG
geoplanning-6688	143	2	dilakukan reboisasi atau rehabilitasi	PERSON
geoplanning-6688	143	3	hutan mangrove mengingat tumbuhan	ORG
geoplanning-6688	143	4	waktu untuk	PERSON
geoplanning-6688	143	5	tumbuh	ORG
geoplanning-6688	143	6	sehingga dapat menghalau	PERSON
geoplanning-6688	143	7	gelombang laut dengan kuat	PERSON
geoplanning-6688	144	1	selain itu	PERSON
geoplanning-6688	144	2	perlu juga adanya	PERSON
geoplanning-6688	144	3	hukum yang	GPE
geoplanning-6688	144	4	untuk berbagai jenis pelanggaran yang dapat	PERSON
geoplanning-6688	144	5	menyebabkan kerusakan habitat	ORG
geoplanning-6688	144	6	di kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	144	7	pada khususnya	PERSON
geoplanning-6688	145	1	dan pesisir	PERSON
geoplanning-6688	145	2	pantai	GPE
geoplanning-6688	145	3	kota	GPE
geoplanning-6688	145	4	semarang	GPE
geoplanning-6688	145	5	umumnya	GPE
geoplanning-6688	145	6	baik dalam gangguan fisik	PERSON
geoplanning-6688	145	7	kimia maupun biologis	PERSON
geoplanning-6688	146	1	karena tidak akan	PERSON
geoplanning-6688	146	2	perencanaan yang menyangkut tentang	ORG
geoplanning-6688	146	3	akan tetapi dalam implementasi di lapangan masih tidak ada ketegasan	PERSON
geoplanning-6688	147	1	5	CARDINAL
geoplanning-6688	147	2	daftar pustaka arief	PERSON
geoplanning-6688	147	3	a. 2003	PERSON
geoplanning-6688	148	1	hutan mangrove	ORG
geoplanning-6688	148	2	dan manfaatnya	PERSON
geoplanning-6688	149	1	yogyakarta	GPE
geoplanning-6688	150	1	kanisius	PERSON
geoplanning-6688	151	1	kota	GPE
geoplanning-6688	151	2	semarang	GPE
geoplanning-6688	151	3	2012	DATE
geoplanning-6688	152	1	adaptasi perubahan	PERSON
geoplanning-6688	152	2	dan pengurangan resiko bencana	PERSON
geoplanning-6688	152	3	dalam kebijakan	PERSON
geoplanning-6688	152	4	pembangunan dan penganggaran keuangan	PERSON
geoplanning-6688	152	5	daerah	ORG
geoplanning-6688	153	1	badan perencanaan pembangunan daerah kota	ORG
geoplanning-6688	153	2	semarang	GPE
geoplanning-6688	153	3	bengen	GPE
geoplanning-6688	153	4	dietriech g. 2000	PERSON
geoplanning-6688	154	1	dan sumberdaya	PERSON
geoplanning-6688	154	2	alam pesisir	PERSON
geoplanning-6688	155	1	bogor	PERSON
geoplanning-6688	156	1	pusat kajian sumberdaya pesisir	PERSON
geoplanning-6688	156	2	dan lautan-ipb	PERSON
geoplanning-6688	157	1	kehutanan	GPE
geoplanning-6688	158	1	2005	DATE
geoplanning-6688	159	1	inventarisasi dan identifikasi lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	160	1	direktorat jenderal rehabilitasi	ORG
geoplanning-6688	160	2	lahan dan perhutanan sosial	PERSON
geoplanning-6688	161	1	2014,vol	CARDINAL
geoplanning-6688	161	2	1	CARDINAL
geoplanning-6688	161	3	1	CARDINAL
geoplanning-6688	161	4	1	CARDINAL
geoplanning-6688	161	5	dan buchori	PERSON
geoplanning-6688	161	6	12	CARDINAL
geoplanning-6688	161	7	2003	DATE
geoplanning-6688	163	1	new jersey	GPE
geoplanning-6688	164	1	john willey & sons inc	ORG
geoplanning-6688	164	2	murray	ORG
geoplanning-6688	164	3	m.r et al	PERSON
geoplanning-6688	164	4	2003	DATE
geoplanning-6688	166	1	1	CARDINAL
geoplanning-6688	167	1	174	CARDINAL
geoplanning-6688	168	1	265–279	CARDINAL
geoplanning-6688	168	2	peraturan daerah kota	PERSON
geoplanning-6688	168	3	semarang	GPE
geoplanning-6688	168	4	7 tahun 2010	DATE
geoplanning-6688	169	1	tentang penataan	PERSON
geoplanning-6688	169	2	ruang terbuka hijau	PERSON
geoplanning-6688	170	1	dan sri hadiyanti. 2001	PERSON
geoplanning-6688	171	1	interpretasi citra digital	PERSON
geoplanning-6688	172	1	jakarta	GPE
geoplanning-6688	173	1	kota	GPE
geoplanning-6688	173	2	semarang	GPE
geoplanning-6688	173	3	2009	DATE
geoplanning-6688	174	1	rencana tata	ORG
geoplanning-6688	174	2	ruang pesisir kota	ORG
geoplanning-6688	174	3	semarang	GPE
geoplanning-6688	175	1	dinas kelautan	PERSON
geoplanning-6688	175	2	dan perikanan kota	PERSON
geoplanning-6688	175	3	semarang	GPE
geoplanning-6688	175	4	xue fei et al.	PERSON
geoplanning-6688	175	5	2011	DATE
geoplanning-6688	177	1	elsevier ltd	ORG
geoplanning-6688	178	1	procedia environmental sciences vol	ORG
geoplanning-6688	179	1	10	CARDINAL
geoplanning-6688	179	2	2287	CARDINAL
geoplanning-6688	179	3	2293	DATE
geoplanning-6688	180	1	kehutanan	GPE
geoplanning-6688	181	1	1978	DATE
geoplanning-6688	182	1	surat	GPE
geoplanning-6688	182	2	keputusan direktorat jenderal kehutanan	PERSON
geoplanning-6688	182	3	direktorat jenderal kehutanan	PERSON
geoplanning-6688	183	1	menteri	NORP
geoplanning-6688	184	1	1980	DATE
geoplanning-6688	185	1	surat	ORG
geoplanning-6688	185	2	menteri	NORP
geoplanning-6688	185	3	kementrian	PERSON
geoplanning-6688	187	1	2005	DATE
geoplanning-6688	188	1	krustasea dan molluska	PERSON
geoplanning-6688	188	2	delta mahakam	ORG
geoplanning-6688	189	1	jakarta	GPE
geoplanning-6688	189	2	pusat penelitian	PERSON
geoplanning-6688	190	1	lembaga ilmu pengetahuan	PERSON
geoplanning-6688	190	2	indonesia	GPE
geoplanning-6688	191	1	pemanfaatan citra	PERSON
geoplanning-6688	191	2	untuk penentuan lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	191	3	di kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	191	4	kota semarang	GPE
geoplanning-6688	191	5	semarang	GPE
geoplanning-6688	191	6	2009	DATE
geoplanning-6688	191	7	2009	DATE
geoplanning-6688	192	1	abstrak	PERSON
geoplanning-6688	192	2	ini bertujuan	PERSON
geoplanning-6688	192	3	tingkat kekritisan	PERSON
geoplanning-6688	192	4	lahan hutan	ORG
geoplanning-6688	192	5	dengan membandingkan	ORG
geoplanning-6688	192	6	hasil antara citra landsat 7 etm+	PERSON
geoplanning-6688	192	7	2009	DATE
geoplanning-6688	192	8	dan citra alos avnir-2	PERSON
geoplanning-6688	192	9	tahun 2009	PERSON
geoplanning-6688	193	1	dalam penentuan lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	193	2	hutan mangrove	ORG
geoplanning-6688	193	3	ini digunakan sistem	PERSON
geoplanning-6688	194	1	1	CARDINAL
geoplanning-6688	194	2	pendahuluan hutan	ORG
geoplanning-6688	194	3	salah satu ekosistem	ORG
geoplanning-6688	194	4	atau sub-tropis	PERSON
geoplanning-6688	194	5	yang sangat	PERSON
geoplanning-6688	194	6	serta mempunyai	PERSON
geoplanning-6688	194	7	produktivitas	GPE
geoplanning-6688	194	8	nilai ekonomis	GPE
geoplanning-6688	194	9	dan nilai	PERSON
geoplanning-6688	194	10	yang tinggi	PERSON
geoplanning-6688	195	1	juga berperan penting dalam menentukan keanekaraga...	ORG
geoplanning-6688	196	1	gis	ORG
geoplanning-6688	196	2	gambar 1.wilayah studi kecamatan tugu	ORG
geoplanning-6688	196	3	kota semarang	GPE
geoplanning-6688	196	4	kota	GPE
geoplanning-6688	196	5	semarang	GPE
geoplanning-6688	196	6	2010	DATE
geoplanning-6688	196	7	2	CARDINAL
geoplanning-6688	196	8	dan metode pada mulanya	PERSON
geoplanning-6688	196	9	hutan mangrove	ORG
geoplanning-6688	196	10	hanya dikenal	ORG
geoplanning-6688	196	11	secara terbatas oleh kalangan	PERSON
geoplanning-6688	197	1	kawasan hutan	PERSON
geoplanning-6688	197	2	kemudian dikenal dengan istilah payau	PERSON
geoplanning-6688	197	3	karena sifat habitatnya	PERSON
geoplanning-6688	198	1	inventarisasi dan identifikasi lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	198	2	kehutanan	GPE
geoplanning-6688	198	3	2005	DATE
geoplanning-6688	198	4	suatu lahan	FAC
geoplanning-6688	198	5	dapat dikategorikan sebagai lahan kritis	ORG
geoplanning-6688	198	6	lahan tersebut sudah tidak dapat	PERSON
geoplanning-6688	198	7	berfungsi lagi	PERSON
geoplanning-6688	198	8	baik seb	PERSON
geoplanning-6688	198	9	jenis penggunaan lahan	ORG
geoplanning-6688	198	10	inventarisasi dan identifikasi lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	198	11	tahun 2005	GPE
geoplanning-6688	198	12	interpretasi penutupan	PERSON
geoplanning-6688	198	13	lahan menggunakan metode	PERSON
geoplanning-6688	199	1	metode tersebut	PERSON
geoplanning-6688	199	2	digunakan karena	PERSON
geoplanning-6688	199	3	yang ditafsir berkorelasi kuat	PERSON
geoplanning-6688	200	1	selanjutnya	GPE
geoplanning-6688	200	2	dalam penentuan	PERSON
geoplanning-6688	200	3	ini digunakan	PERSON
geoplanning-6688	201	1	prinsip kerja	PERSON
geoplanning-6688	201	2	adalah dengan mengukur	ORG
geoplanning-6688	201	3	tingkat intensitas	PERSON
geoplanning-6688	202	1	intensitas kehijauan berkorelasi	ORG
geoplanning-6688	202	2	dengan tingkat	PERSON
geoplanning-6688	202	3	dan untuk dete	PERSON
geoplanning-6688	203	1	1	CARDINAL
geoplanning-6688	204	1	jenis tanah menurut kepekaan	ORG
geoplanning-6688	204	2	terhadap erosi	PERSON
geoplanning-6688	204	3	menteri	NORP
geoplanning-6688	204	4	1980	DATE
geoplanning-6688	204	5	setelah kriteria diperoleh	PERSON
geoplanning-6688	204	6	penentuan lahan kritis	PERSON
geoplanning-6688	204	7	hutan mangrove dilakukan beberapa	ORG
geoplanning-6688	204	8	klasifikasi dalam mendapatkan	PERSON
geoplanning-6688	204	9	yang telah	PERSON
geoplanning-6688	205	1	dalam penentuan beberapa variabel seperti	PERSON
geoplanning-6688	205	2	jenis penggunaan lahan dan kerapatan	ORG
geoplanning-6688	205	3	dalam penentuan variabel	PERSON
geoplanning-6688	205	4	jenis penggunaan lahan	ORG
geoplanning-6688	205	5	citra landsat dan alos menggunakan kombinasi	ORG
geoplanning-6688	205	6	321	CARDINAL
geoplanning-6688	206	1	kombinasi	ORG
geoplanning-6688	206	2	merupakan kombinasi	ORG
geoplanning-6688	206	3	paling umum dalam pengunaan citra karena	PERSON
geoplanning-6688	206	4	warna citra yang mendekati sebenarnya	PERSON
geoplanning-6688	206	5	hasil dan	PERSON
geoplanning-6688	206	6	pembahasan jenis penggunaan lahan	ORG
geoplanning-6688	206	7	ini diperoleh	PERSON
geoplanning-6688	206	8	dari hasil klasifikasi	PERSON
geoplanning-6688	206	9	untuk setiap	ORG
geoplanning-6688	206	10	citra yang digunakan yaitu citra landsat dan citra alos dengan menggunakan komposisi	PERSON
geoplanning-6688	206	11	321	CARDINAL
geoplanning-6688	207	1	dari data citra tersebut jenis	ORG
geoplanning-6688	208	1	gambar 2	PERSON
geoplanning-6688	208	2	klasifikasi penggunaan lahan dengan landsat	ORG
geoplanning-6688	208	3	2014	DATE
geoplanning-6688	208	4	gambar 3	ORG
geoplanning-6688	208	5	klasifikasi penggunaan lahan dengan alos	ORG
geoplanning-6688	208	6	2014	DATE
geoplanning-6688	208	7	dalam penentuan	PERSON
geoplanning-6688	208	8	ini dengan bantuan	PERSON
geoplanning-6688	208	9	dan arcgis	PERSON
geoplanning-6688	209	1	pertama adalah pengklasifikasian	PERSON
geoplanning-6688	209	2	secara terbimbingsebaran	PERSON
geoplanning-6688	209	3	hutan mangrove di kecamatan	ORG
geoplanning-6688	210	1	untuk klasi	PERSON
geoplanning-6688	211	1	4.klasifikasi	CARDINAL
geoplanning-6688	211	2	sebaran mangrove dengan landsat	ORG
geoplanning-6688	211	3	2014	DATE
geoplanning-6688	211	4	gambar 5.klasifikasi	PERSON
geoplanning-6688	211	5	sebaran mangrove dengan alos	ORG
geoplanning-6688	211	6	2014	DATE
geoplanning-6688	211	7	6	CARDINAL
geoplanning-6688	211	8	klasifikasi ndvi kecamatan tugu dengan landsat	ORG
geoplanning-6688	211	9	2014	DATE
geoplanning-6688	211	10	gambar 7	ORG
geoplanning-6688	211	11	klasifikasi ndvi kecamatan tugu dengan alos	PERSON
geoplanning-6688	211	12	2014	DATE
geoplanning-6688	211	13	ketahanan tanah terhadap abrasi	ORG
geoplanning-6688	211	14	untuk analisis ketahanan tanah terhadap	PERSON
geoplanning-6688	211	15	di kecamatan tugu	PERSON
geoplanning-6688	211	16	jenis tanah di kecamatan	ORG
geoplanning-6688	212	1	jenis tanah yang digunakan pada penelitian	ORG
geoplanning-6688	212	2	ini adalah	PERSON
geoplanning-6688	212	3	yang bersumber dari bapp	PERSON
geoplanning-6688	213	1	4	CARDINAL
geoplanning-6688	213	2	kesimpulan 5	ORG
geoplanning-6688	213	3	daftar pustaka	PERSON
