




































 

          
Volume 1, No 2, 2014, 85-92 

                                                                                                                                                                       http://ejournal.undip.ac.id/index.php/geoplanning 

 

| 85  

 

OPEN ACCESS Geoplanning 
E-ISSN: 2355-6544 

LOKASI OPTIMAL PENGEMBANGAN TPI UNTUK MENDUKUNG 
PERKEMBANGAN KAWASAN PESISIR KECAMATAN KRAGAN 
KABUPATEN REMBANG 
 

K.D. Astutia, R.Viyetrib 

 a
Universitas Diponegoro, Indonesia, email: khristiana.dwiastuti@undip.ac.id 

 
bUniversitas Diponegoro, Indonesia, email: ricyeviyetri@ymail.com  

 
Abstract: Geographically, District Kragan is located in northern coast of Java in Rembang 

Regency. Based on that,  one of the potential sector in the district is marine fisheries. That 
sector is an alternative livelihood and increase the economy of Rembang Regency. To support 
the marine fisheries sector, it needed adequate infrastructure, such as fish comercial trader 
(a.k.a.TPI). There are 3 TPI in District Kragan: TPI Pandangan, TPI Karanglincak, and TPI 
Karanganyar,  but not operating optimally. So, there’s less result of productivity, processing 
and marketing of fish in District Kragan. That problem effect on people's income and revenue  
of District Kragan.The method that used is quantitative methods, and approach to determine 
the minimum time and cost, marketing area, and maximum profit. In addition to analyzing the 
availability of infrastructure and facilities that support the development of coastal areas 
Kragan is using scoring analysis. Base on that analysis, the optimal location of the 
development of TPI in the District Kragan is on TPI Padangan because it has a large area, and 
thus allowing to support the development of TPI and  accommodate the availability of 
infrastructure and facilities. 
 
 
 

Abstrak: Secara geografis Kecamatan Kragan terletak di pesisir pantai utara Jawa di 

Kabupaten Rembang. Berdasarkan hal tersebut salah satu potensi di Kecamatan Kragan 
adalah dibidang perikanan laut yang menjadi alternatif mata pencaharian dan salah satu 
faktor sektor unggulan yang meningkatkan perekonomian. Untuk menunjang sektor tersebut 
diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu sarana penunjang 
pengembangan perikanan laut di Kecamatan Kragan adalah tersedianya Tempat Pelelangan 
Ikan (TPI). Adanya TPI di Kecamatan Kragan yaitu Desa Pandangan, Desa Karanglincak, dan 
Desa Karanganyar belum beroperasi secara maksimal.  Hal ini yang mendasari pokok 
permasalahan sehingga dampak yang ditimbulkan adalah kurang maksimalnya hasil 
produktivitas, pengolahan dan pemasaran ikan di Kecamatan Kragan serta berakibat juga 
terhadap pendapatan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kecamatan Kragan. 
Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, dan alat analisis yang digunakan adalah 
analisis teori lokasi dengan pendekatan-pendekatan untuk menentukan waktu dan biaya 
minimum, pendekatan daerah pemasaran dan pendekatan keuntungan maksimum. Selain itu 
untuk menganalisis ketersediaan prasarana dan sarana yang mendukung perkembangan 
wilayah pesisir Kragan menggunakan analisis skoring. Melalui analisis tersebut, lokasi optimal 
pengembangan TPI di Kecamatan Kragan adalah di TPI Padangan karena mempunyai 
ketersediaan fisik lahan yang luas, sehingga memungkinkan untuk pengembangan 
kedepannya, dalam mewadahi aktivitas perikanan yang semakin berkembang didukung 
ketersediaan prasarana dan sarana yang lebih memadai. 

 

1. PENDAHULUAN 
 

Wilayah Indonesia yang sebagian besar merupakan wilayah lautan memberikan karakteristik 
tersendiri bagi potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Sumber daya alam yang berupa sumberdaya 
perikanan merupakan salah satu sektor potensial pada kawasan pesisir yang terdapat di seluruh wilayah 
Indonesia.   

Info Artikel; 
 
Diterima:  
20 September 2014 
 
Hasil Revisi : 
23 September 2014 
 
Disetujui: 
25 September 2014 
 
Publikasi On-Line: 
 1 Oktober 2014 
 

 
Kata kunci:  
TPI, Kawasan Pesisir, 
Lokasi Optimal 

Article Info; 
 
Received:  
20 September 2014 
 
in revised form:  
23 September 2014 
 
Accepted: 
25 September 2014 
 
Available Online: 
1 October 2014 
 

Keywords:  
TPI, Coastal Area, 
Optimum Location 



 
Geoplanning 2014, Vol: 1, No: 2, 85-92                                                                                                                Astuti dan Viyetri 

 

| 86  
 

Berkaitan dengan perkembangan wilayah pesisir, salah satu wilayah yang mempunyai potensi 
dibidang sumberdaya perikanan adalah Kabupaten Rembang yang terletak dipesisir pantai laut utara Jawa. 
Kabupaten Rembang memiliki potensi yang besar dibidang perikanan baik perikanan tangkap maupun 
perikanan budidaya. Kabupaten Rembang memiliki panjang pantai ± 63 km yang meliputi enam kecamatan 
termasuk Kecamatan Kragan. Kecamatan Kragan memiliki luas yaitu 6.166 Ha atau sekitar 6,08% dari total 
wilayah Kabupaten Rembang. Berdasarkan jumlah penduduk 10 tahun keatas menurut pekerjaan utama 
Kecamatan Kragan Tahun 2013, penduduk yang bekerja dibidang perikanan sebesar 7.219 jiwa atau sekitar 
15,07% dari jumlah penduduk, merupakan mata pencaharian terbesar kedua setelah pertanian.  

Lokasi yang strategis menghubungkan Kota Semarang menuju Surabaya juga memberikan pengaruh 
berkembangnya sektor perikanan dan berimplikasi terhadap perkembangan ekonomi wilayahnya.  
Berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rembang tahun 2013 jumlah produksi dan 
nilai produksi perikanan laut Kabupaten Rembang selalu meningkat setiap tahunnya. Total produksi pada 
tahun 2012 8.666,733 ton dengan nilai produksi Rp 83.825.356.000,00 menjadi 37.583,359 ton dan nilai 
produksi Rp 194.644.331.680,00 pada tahun 2013. Untuk menunjang sektor perikanan diperlukan sarana 
dan prasarana yang memadai. Salah satu sarana penunjang pengembangan perikanan laut di Kecamatan 
Kragan adalah tersedianya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai tempat pemasaran hasil laut. Adanya 3 TPI 
di Kecamatan Kragan yaitu TPI Pandangan, TPI Karanglincak dan TPI Karanganyar belum beroperasi secara 
maksimal. Kondisi fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang ada di Kecamatan Kragan saat ini kurang baik, 
kumuh dan tidak layak seperti yang dikeluhkan oleh para nelayan dan pedagang dilokasi tersebut oleh 
karena itu memerlukan perhatian dan perbaikan oleh semua pihak yang terlibat.  Hal ini yang mendasari 
pokok permasalahan sehingga dampak yang ditimbulkan adalah kurang maksimalnya hasil produktivitas, 
pengolahan dan pemasaran ikan di Kecamatan Kragan. Dengan demikian apabila TPI tidak berfungsi dengan 
semestinya maka transaksi dan penawaran dilakukan diluar lokasi TPI. Selain itu hasil perikanan Kecamatan 
Kragan juga dipengaruhi oleh keberadaan PPI Tasik Agung di Kecamatan Rembang yang menjadi pusat PPI 
di Kabupaten Rembang secara keseluruhan. Berdasarkan pada kondisi dan kenyataan tersebut untuk 
menunjang bagi perkembangan kawasan pesisir di Kabupaten Rembang, khususnya di Kecamatan Kragan, 
perlu ditentukan lokasi optimal TPI di Kecamatan Kragan, tidak hanya dari sisi lokasi namun juga 
ketersediaan prasarana dan sarana yang menunjang aktivtas TPI. 

 
 

2. DATA DAN METODE 
 

Wilayah pesisir adalah daerah pertemuan antara darat dan laut; kearah darat wilayah pesisir meliputi 
bagaian daratan, baik kering maupun terendam air, yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut seperti pasang 
surut, angin laut dan perembesan air asin; sedangkan kearah laut wilayah pesisir mencakup bagian laut 
yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi dan aliran air 
tawar, maupun yang disebabkan oleh kegiatan manusia di darat seperti pengundulan hutan dan 
pencemaran (Dahuri, 1996). Wilayah pesisir dibagi menjadi 4 (empat) kriteria (Budiharsono, 2001), yaitu: 

1. Wilayah homogen, sebagai wilayah homogen yang dipandang dari satu aspek/kriteria mempunyai 
sifat-sifat atau ciri-ciri yang relatif sama. Dengan demikian wilayah pesisir termasuk wilayah 
homogen dimana pada wilayah pesisir adanya produksi ikan, dan dilihat dari tingkat pendapatan 
penduduknya tergolong di bawah garis kemiskinan.  

2. Wilayah nodal adalah wilayah yang secara fungsional mempunyai ketergantungan antara pusat 
(inti) dan daerah belakangnya (hinterland). Wilayah pesisir seringkali sebagai wilayah belakang, 
sedangkan daerah perkotaan sebagai intinya. Sebagai  wilayah belakang, wilayah pesisir merupakan 
penyedia (input) bagi inti, dan merupakan pasar bagi barang-barang jadi (output) dari inti.  

3. Wilayah administratif, sebagai wilayah adminstratif wilayah pesisir dapat berupa wilayah 
administrasi yang relatif kecil yaitu kecamatan atau desa, namun juga dapat berupa 
kabupaten/kota yang berupa pulau kecil.  

4. Wilayah perencanaan, batas wilayah pesisir sebagai wilayah perencanaan lebih ditentukan dengan 
kriteria ekologis, batas tersebut sering melewati batas-batas satuan wilayah adminstratif, karena 
pada dasarnya termasuk dalam satu kesatuan wilayah perencanaan yang saling memberikan 
dampak. 



 
Geoplanning 2014, Vol: 1, No: 2, 85-92                                                                                                                Astuti dan Viyetri 

 

| 87  
 

 
Sesuai dengan karakteristik yang dimiliki oleh wilayah pesisir tersebut, maka tentunya banyak 

potensi yang bisa dikembangkan, terutama dari aktivitas masyarakat yang mengandalkan dari hasil 
perikanan. Menurut Direktorat Jenderal Perikanan Departemen Pertanian RI (1981) dalam Sulistyani (2005), 
Pelabuhan Perikanan adalah pelabuhan yang secara khusus menampung kegiatan masyarakat perikanan 
baik dilihat dari aspek produksi, pengolahan maupun aspek pemasarannya. Pelabuhan Perikanan berfungsi 
sebagai tempat pelayanan umum bagi masyarakat nelayan dan usaha perikanan, sebagai pusat pembinaan 
dan peningkatan kegiatan ekonomi perikanan yang dilengkapi dengan fasilitas di darat dan di perairan 
sekitarnya untuk digunakan sebagai pangkalan operasional tempat berlabuh, mendaratkan hasil, 
penanganan, pengolahan, distribusi dan pemasaran hasil perikanan. Selain pelabuhan perikanan, fasilitas 
lain yang secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan fungsi perikanan dikawasan pesisir adalah 
adanya TPI yang digunakan sebagai tempat untuk transaksi hasil produksi perikanan.  

Agar fungsi TPI tersebut bisa memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan wilayah pesisir 
secara keseluruhan, perlu adanya lokasi yang optimal yang didasarkan pada beberapa kriteria. Kriteria yang 
digunakan untuk pemilihan lokasi pengembangan TPI menggunakan pendekatan yang digunakan oleh 
Pemerintah Kota Semarang dalam mengoptimalkan peran TPI yang ada. Pendekatan ini dilakukan dengan 
pertimbangan bahwa karakteristik wilayah pesisir di Kota Semarang dan Kabupaten Rembang hampir sama. 
Kriteria pertimbangan pemilihan lokasi TPI didasarkan pada aspek fleksibilitas lahan, aksesibilitas, utilitas, 
operasi dan proses kegiatan, biaya pembangunan, citra arsitektur, kondisi perairan untuk operasi kapal 
perikanan, nilai ekonomi, dan dampak lingkungan.  

 
Tabel 1. Pertimbangan pemilihan lokasi TPI (Bappeda, 2011) 

 

No. Pertimbangan Keterangan 

1.  Fleksibilitas Lahan Berupa ketersediaan lahan bagi pengalokasian TPI dan 
kemungkinan perluasannya 

2.  Aksesibilitas Berupa kemudahan pencapaian baik kelokasi TPI maupun kelokasi 
pusat-pusat pemasaran tangkapan ikan. 

3.  Utilitas Merupakan ketersediaan jaringan prasarana penunjang aktivitas TPI 
4.  Operasi dan Proses Kegiatan Berupa kemudahan operasi dan proses kegiatan bongkar muat hasil 

tangkapan. 
5.  Biaya Pembangunan Yakni anggaran biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan TPI   
6.  Citra Arsitektur Berupa bangunan dan lingungan sekitar yang terlihat pada lokasi 
7.  Kondisi perairan untuk operasi 

kapal perikanan 
Perairan yang tenang dengan memungkinkan kapal bersandar lebih 
dekat dengan lokasi bongkar muat. 

8.  Nilai ekonomi Berkaitan dengan pengembalian modal dan keuntungan dari investasi 
saran TPI serta harga lahan. Untuk kedepannya adalah pemasukan dari 
pembangunan TPI. 

9.  Dampak lingkungan Akibat yang ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar dengan adanya 
pembangunan TPI seperti pencemaran, pendangkalan pantai, dll. 

 
Keberadaan prasarana dan sarana pada lokasi TPI sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas yang 

dilakukan pada TPI tersebut. Berikut ini profil TPI pandangan, TPI Karanglincak, dan TPI karanganyar. 
 
Tabel 2. Profil TPI Pandangan, TPI Karanglincak, dan TPI Karanganyar ( Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang, 2013) 

 

Keterangan TPI Pandangan TPI Karanglincak TPI Karanganyar 

Luas lahan 0,880 Ha 192 m2 940 m2 
Luas Bangunan  452 m2 96 m2 650 m2 
Fasiitas  1 ruang kantor 

pengelola 

 1 los tempat 
pelelangan ikan 

 Tidak memiliki 
Sentra pengolahan 
ikan 

 1 ruang kantor 
pengelola 

  1 los tempat 
pelelangan ikan 

 Tidak memiliki 
Sentra pengolahan 
ikan 

 1 ruang kantor pengelola 

 31 los tempat pelelangan ikan 

 memiliki Sentra pengolahan 
ikan, stasiun pengisian bahan 
bakar nelayan, tempat labuh 
kapal 



 
Geoplanning 2014, Vol: 1, No: 2, 85-92                                                                                                                Astuti dan Viyetri 

 

| 88  
 

Kapal motor > 30 GT = 130 unit 5-10 GT = 250 unit 10-30 GT = 350 unit 
Alat tangkap  Purseseine = 103 unit Gillnet = 200 unit 

Trammelnet = 70 unit 
Cantrang = 70 unit 
Dogol = 200 unit 

Purseseine = 350 unit 

Sarana pemasaran 
bergerak (SPG) 

Kendaraan roda 2 = 1 
unit 

Kendaraan roda 4 = 1 
unit 
Kendaraan roda 3 = 10 
unit 
Kendaraan roda 2 = 10 
unit 
Keranjang = 250 unit 

- 

Akses jalan Jalan desa  Jalan desa Jalan desa 
Jaringan listrik  450 watt 450 watt 450 watt 
Sumber air Sumur sumur sumur 
Sarana kebersihan 1 pompa air - Pompa air, dan mempunyai 

saluran pembuangan air 
  

 
 

Selain prasarana dan sarana, masing-masing TPI mempunyai sumber daya manusia yang berbeda. 
Berikut ini ketersediaan sumber daya manusia yang dimiliki oleh TPI yang terdapat di kecamatan Kragan. 
 

Tabel 3. Sumber Daya Manusia di TPI Pandangan, TPI Karanglincak, dan TPI Karanganyar  
(Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang, 2013) 

 

No Jenis TPI Pandangan TPI Karanglincak TPI Karanganyar 

1.  Jumlah pengolah - 30 6 
2.  Jumlah pemasar ikan segar 16 orang 15 20 
3.  Jumlah pemasar ikan olahan - 15 15 
4.  Jumlah pemasar ikan segar maupun 

olahan 
- 30 15 

5.  Jumlah karyawan TPI 11 7 22 
6.  Jumlah nelayan 2510 1000 5500 

 
Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan teknik 

skoring. Selain itu analisis juga dilakukan secara kualitatif, berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan 
sebelumnya. Adapun data yang digunakan berdasarkan data yang diperoleh dari instansi, yaitu Dinas 
Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rembang, serta data yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi 
lapangan pada ketiga TPI yang menjadi wilayah studi. 

 
  

3. HASIL DAN PEMBAHASAN 

  
3.1 Analisis Lokasi 

Analisis lokasi dari setiap TPI didasarkan pada beberapa pendekatan, yaitu: 
1. Pendekatan Biaya Terkecil  

 Jarak TPI Pandangan ke sumber bahan mentah ± 20 m karena berada dipinggir pantai utara 
jawa, dan dekat dengan daerah pemasaran yaitu Pasar Sumbergayam dengan jarak ±1 Km.  

 Jarak TPI Karanglincak ke sumber bahan mentah ± 20 m, dan jarak ke daerah pemasar yaitu 
Pasar Karangharjo  ± 0,5 Km.  

 jarak TPI Karanganyar ke sumber bahan mentah ± 35 m, dekat dengan daerah pemasaran yaitu 
pasar Kebloran dengan jarak ± 1 Km.  

 
 



 
Geoplanning 2014, Vol: 1, No: 2, 85-92                                                                                                                Astuti dan Viyetri 

 

| 89  
 

2. Pendekatan Daerah Pemasaran 
Distribusi dari hasil perikanan dan kelautan dapat dilakukan di dalam dan keluar daerah, jika 

pemasaran keluar daerah dapat dilihat seberapa jauh pemasaran tersebut dan membentuk pasar-
pasar baru untuk memudahkan pendistribusian hasil tangkapan. Secara keseluruhan 
pendistribusian hasil perikanan sekitar 30% didistribusikan di Kecamatan Kragan sendiri, selain 
pemasaran di TPI juga dilakukan pemasaran di pasar-pasar lokal baik berupa ikan segar maupun 
ikan hasil olahan. 70% didistribusikan keluar daerah seperti Semarang, Demak, Blora dan Surabaya. 
TPI Karanganyar dan Karanglincak lebih banyak didistribusikan ke arah Blora dan Jawa Timur, 
sedangkan dari TPI Pandangan Wetan banyak didistribusikan ke Demak. 

 
3. Pendekatan Keuntungan Maksimum 

Lokasi optimal merupakan keuntungan terbesar yang dapat diperoleh, baik dari biaya yang 
dikeluarkan maupun penerimaan berdasarkan lokasinya. Dalam hal ini lokasi optimal dilihat 
berdasarkan jumlah produksi dan distribusi ikan paling tinggi di TPI tersebut untuk mendapatkan 
keuntungan yang maksimum. 

 TPI Pandangan memiliki jumlah produksi menengah, tetapi didukung dengan berbagai faktor 
seperti kelengkapan fasilitas dan daya dukung kawasan. TPI ini dapat beroperasi lebih optimal 
untuk meningkatkan hasil produksi menjadi tinggi.  

 TPI Karanglincak memiliki jumlah produksi paling rendah, hal ini bisa disebabkan karena fasilitas 
yang kurang. Tetapi jika dikembangkan akan meningkatkan hasil produksi karena di TPI ini 
memiliki sumber daya manusia yang memadai. Untuk alat tangkap TPI Karanglincak memiliki 
alat lebih lengkap.  

 Dilihat dari jenis ikan, jumlah produksi dan nilai produksi perikanan laut di TPI Karanganyar 
paling tinggi. Banyak faktor yang mendukung hal tersebut seperti ketersediaan sarana dan 
prasarana yang lengkap, jumlah sumber daya manusia yang memadai, bentang lahan yang 
mendukung. 

  
Dari teori lokasi dengan ketiga pendekatan-pendekatannya tersebut, untuk meningkatkan nilai 
ekonomi Kecamatan Kragan maka dapat diambil kesimpulan bahwa : 
1. TPI Pandangan melalui pendekatan biaya terkecil yaitu dekat dengan sumber bahan mentah dan 

daerah pemasaran. Untuk distribusi pemasaran yaitu dekat dengan Semarang dan Demak. Untuk 
pendekatan keuntungan maksimum, faktor yang  menguatkan untuk dijadikan lokasi optimal 
adalah ketersediaan fisik yaitu lahan yang luas, sehingga untuk pengembangan kedepannya, jika 
semua sarana (penambahan jumlah alat tangkap dan kapal motor), prasarana (seperti perbaikan 
jalan menuju lokasi TPI, menyediakan sarana persampahan, memperbaiki saluran drainase, 
menyediakan tempat pengolahan limbah) dan mendirikan sentra pengolahan ikan atau industri 
pengolahan ikan. Dari hal tersebut juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat 
maka TPI ini dapat beroperasi lebih optimal untuk meningkatkan hasil produksi lebih tinggi.  

2. TPI Karanglincak melalui pendekatan biaya terkecil yaitu dekat dengan sumber bahan mentah dan 
daerah pemasaran. Untuk distribusi pemasaran yaitu dekat dengan Blora dan Jawa Timur. Untuk 
pendekatan keuntungan maksimum, TPI Karanglincak memiliki jumlah produksi paling rendah, 
tetapi bisa dikembangkan karena di TPI ini memiliki sumber daya manusia yang memadai dan alat 
tangkap ikan yang lebih lengkap.  

3. TPI Karanganyar melalui pendekatan biaya terkecil yaitu dekat dengan sumber bahan mentah dan 
daerah pemasaran. Untuk distribusi pemasaran yaitu ke arah Blora. 
 

 
 
 
 
 
 
 



 
Geoplanning 2014, Vol: 1, No: 2, 85-92                                                                                                                Astuti dan Viyetri 

 

| 90  
 

3.2 Analisis Kelengkapan Prasarana dan Sarana 

Analisis ini didasarkan pada ketersediaan prasarana dan sarana penunjang aktivitas di setiapTPI, yang 
kemudian digunakan untuk menentukan ranking prioritas sebagai lokasi optimal TPI. 
 
a. Kriteria kelangkapan fasilitas 

Nilai Ketersediaan 
kantor 

pengelola 

Los pelelangan 
yang memadai 

Tempat 
parkir 

Sentra 
pengolahan 

ikan 

Stasiun 
pengisian bahan 

bakar nelayan 

Tempat 
labuh 
kapal 

Nilai 3 v V v v v v 
Nilai 2 v V v v x x 
Nilai 1 v V x x x x 

 
b. Kriteria fleksibilitas lahan 

Nilai Ketersediaan lahan Kemungkinan perluasan 

Nilai 3 Luas  v 
Nilai 2 Cukup  v 
Nilai 1 Terbatas  x 

 

c. Kriteria sarana bergerak dan pemasaran 

Nilai Kapal motor Alat tangkap SPG 

Nilai 3 v v v 

Nilai 2 v v x 
Nilai 1 v x x 

 
d. Kriteria prasarana 

Nilai Akses jalan Jaringan listrik Sumber air Sarana kebersihan 

Nilai 3 v v v v 
Nilai 2 v v v x 
Nilai 1 v v x x 

 
e. Kriteria SDM 

Nilai Karyawan TPI Pemasar ikan Pengolah ikan 

Nilai 3 v v v 

Nilai 2 v v x 
Nilai 1 v x x 

 
f. Hasil penilaian 

Kriteria TPI Pandangan TPI Karanglincak TPI Karanganyar 

Kelengkapan fasilitas 2 1 3 

Fleksibilitas lahan 3 1 2 

Sarana bergerak dan 
pemasaran 

3 3 1 

prasarana 3 2 3 
SDM 2 3 3 
Ranking II III I 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 



 
Geoplanning 2014, Vol: 1, No: 2, 85-92                                                                                                                Astuti dan Viyetri 

 

| 91  
 

 

Gambar 1. Peta Analisis Ketersediaan Prasarana dan Sarana TPI (Analisis, 2014) 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sesuai dengan analisis penilaian terhadap prasarana dan sarana  yang terdapat di masing-masing TPI, 
diperoleh hasil bahwa lokasi optimal pengembangan TPI yang paling mendukung bagi perkembangan 
sektor perikanan di kawasan pesisir Kragan adalah di TPI Pandangan. 
 
 

4. KESIMPULAN 
 

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan lokasi serta ketersediaan 
prasarana dan sarana yang ada, TPI Pandangan merupakan lokasi optimal bagi pengembangan TPI yang 
mendukung perkembangan sektor perikanan di Kecamatan Kragan. TPI ini memiliki kemungkinan yang 
tinggi untuk dikembangkan, karena faktor yang menguatkan untuk dijadikan lokasi optimal adalah 
ketersediaan fisik yaitu lahan yang luas, sehingga untuk pengembangan kedepannya, jika semua sarana 
(penambahan jumlah alat tangkap dan kapal motor), prasarana (seperti perbaikan jalan menuju lokasi TPI, 
menyediakan sarana persampahan, memperbaiki saluran drainase, menyediakan tempat pengolahan 
limbah) dan mendirikan sentra pengolahan ikan atau industri pengolahan ikan.  

Selain itu pada berdasarkan RDTR Kecamatan Kragan, TPI Pandangan termasuk diprioritaskan 
penanganannya untuk dijadikan kawasan terpadu bahari sebagai sentra perikanan laut dan industri 
perikanan (agromina). Berdasarkan upaya pengembangan tersebut, diharapkan tujuan dari adanya TPI 
sesuai dengan yang tercantum dalam Peraturan Daerah Kabupaten Rembang Nomor 4 Tahun 2009 tentang 
Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), yang meliputi memperlancar pelaksanaan penyelenggaraan 
pelelangan, menjaga dan mengusahakan stabilitas harga ikan, meningkatkan  taraf hidup dan kesejahteraan 
nelayan, melaksanakan pendataan pengelolaan sumber daya ikan, dan meningkatkan pendapatan daerah 
dapat tercapai 

 

a 

b 

c 

 

Keterangan 
a. TPI Pandangan 
b. TPI Kranglincak 
c. TPI Karanganyar 

 
 



 
Geoplanning 2014, Vol: 1, No: 2, 85-92                                                                                                                Astuti dan Viyetri 

 

| 92  
 

5. DAFTAR PUSTAKA 
 
Aktualisasi Peta Dasar Kabupaten Rembang tahun 2011. Bappeda Kabupaten Rembang. 
Budiharsono, Sugeng. 2001. Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Jakarta : PT Pradnya 

Paramita. 
Dahuri, R, dkk. 1996. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara  Terpadu. Jakarta : PT 

Pradnya Paramita. 
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang. Laporan Tahunan 2013. 
Dyah, Sulistyani. 2005. “Analisis Efisiensi TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Kelas 1, 2 dan 3  di Jawa Tengah dan 

Pengembangannya untuk Peningkatan Kesejahteraan Nelayan”. Tesis tidak diterbitkan, Program 
Studi Magister Manajemen Sumberdaya Pantai, Universitas Diponegoro, Semarang.  

Djojodipuro,Marsudi.1992. Teori Lokasi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 
Kragan dalam Angka 2013. BPS Jawa Tengah. 
Laporan Tahunan 2013. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang. 
Peraturan Daerah Kabupaten Rembang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan  
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. 
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-

Pulau Kecil. 
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Rembang tahun 2011-2031. 
 
 
 


	LOKASI OPTIMAL PENGEMBANGAN TPI UNTUK MENDUKUNG PERKEMBANGAN KAWASAN PESISIR KECAMATAN KRAGAN KABUPATEN REMBANG
	1. PENDAHULUAN
	Keywords:
	TPI, Coastal Area, Optimum Location
	2. DATA DAN METODE
	3. HASIL DAN PEMBAHASAN
	Analisis lokasi dari setiap TPI didasarkan pada beberapa pendekatan, yaitu:
	1. Pendekatan Biaya Terkecil
	 Jarak TPI Pandangan ke sumber bahan mentah ± 20 m karena berada dipinggir pantai utara jawa, dan dekat dengan daerah pemasaran yaitu Pasar Sumbergayam dengan jarak ±1 Km.
	 Jarak TPI Karanglincak ke sumber bahan mentah ± 20 m, dan jarak ke daerah pemasar yaitu Pasar Karangharjo  ± 0,5 Km.
	 jarak TPI Karanganyar ke sumber bahan mentah ± 35 m, dekat dengan daerah pemasaran yaitu pasar Kebloran dengan jarak ± 1 Km.
	2. Pendekatan Daerah Pemasaran
	Distribusi dari hasil perikanan dan kelautan dapat dilakukan di dalam dan keluar daerah, jika pemasaran keluar daerah dapat dilihat seberapa jauh pemasaran tersebut dan membentuk pasar-pasar baru untuk memudahkan pendistribusian hasil tangkapan. Secar...
	3. Pendekatan Keuntungan Maksimum
	Lokasi optimal merupakan keuntungan terbesar yang dapat diperoleh, baik dari biaya yang dikeluarkan maupun penerimaan berdasarkan lokasinya. Dalam hal ini lokasi optimal dilihat berdasarkan jumlah produksi dan distribusi ikan paling tinggi di TPI ters...
	 TPI Pandangan memiliki jumlah produksi menengah, tetapi didukung dengan berbagai faktor seperti kelengkapan fasilitas dan daya dukung kawasan. TPI ini dapat beroperasi lebih optimal untuk meningkatkan hasil produksi menjadi tinggi.
	 TPI Karanglincak memiliki jumlah produksi paling rendah, hal ini bisa disebabkan karena fasilitas yang kurang. Tetapi jika dikembangkan akan meningkatkan hasil produksi karena di TPI ini memiliki sumber daya manusia yang memadai. Untuk alat tangkap TPI K�
	 Dilihat dari jenis ikan, jumlah produksi dan nilai produksi perikanan laut di TPI Karanganyar paling tinggi. Banyak faktor yang mendukung hal tersebut seperti ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap, jumlah sumber daya manusia yang memadai, bentan�
	Dari teori lokasi dengan ketiga pendekatan-pendekatannya tersebut, untuk meningkatkan nilai ekonomi Kecamatan Kragan maka dapat diambil kesimpulan bahwa :
	1. TPI Pandangan melalui pendekatan biaya terkecil yaitu dekat dengan sumber bahan mentah dan daerah pemasaran. Untuk distribusi pemasaran yaitu dekat dengan Semarang dan Demak. Untuk pendekatan keuntungan maksimum, faktor yang  menguatkan untuk dijadikan �
	2. TPI Karanglincak melalui pendekatan biaya terkecil yaitu dekat dengan sumber bahan mentah dan daerah pemasaran. Untuk distribusi pemasaran yaitu dekat dengan Blora dan Jawa Timur. Untuk pendekatan keuntungan maksimum, TPI Karanglincak memiliki jumlah pr�
	3. TPI Karanganyar melalui pendekatan biaya terkecil yaitu dekat dengan sumber bahan mentah dan daerah pemasaran. Untuk distribusi pemasaran yaitu ke arah Blora.
	Analisis ini didasarkan pada ketersediaan prasarana dan sarana penunjang aktivitas di setiapTPI, yang kemudian digunakan untuk menentukan ranking prioritas sebagai lokasi optimal TPI.
	a. Kriteria kelangkapan fasilitas
	b. Kriteria fleksibilitas lahan
	c. Kriteria sarana bergerak dan pemasaran
	d. Kriteria prasarana
	e. Kriteria SDM
	f. Hasil penilaian
	Sesuai dengan analisis penilaian terhadap prasarana dan sarana  yang terdapat di masing-masing TPI, diperoleh hasil bahwa lokasi optimal pengembangan TPI yang paling mendukung bagi perkembangan sektor perikanan di kawasan pesisir Kragan adalah di TPI ...
	4. KESIMPULAN
	5. DAFTAR PUSTAKA

