Available online at : http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/gjik Gladi : Jurnal Ilmu Keolahragaan 10 (02) 2019, 68 - 78 Permalink/DOI: https://doi.org/10.21009/GJIK.102.01 HUBUNGAN TINGKAT KONSENTRASI DENGAN KETERAMPILAN BERMAIN FUTSAL UNIT KEGIATAN MAHASISWA FUTSAL UNIVERSITAS SURYAKANCANA Muhamad Syamsul Taufik 1 1 Pendidikan Jasmani kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Suryakancana, JL. Pasir Gede Raya, Bojongherang, Cianjur, Jawa Barat,43216 *Corresponding Author : Email : syamsul@unsur.ac.id Abstrak. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui hubungan tingkat kosentrasi dengan keterampilan bermain futsal Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasi untuk mengetahui gambaran tingkat konsentrasi terhadap keterampilan bermain futsal unit kegiatan mahasiswa Universitas Suryakancana. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengambilam sample yaitu purposive sampling.dengan jumlah 15 orang dengan instrument penelitian nya adalah (1) Untuk mengukur konsentrasi (2) keterampilan bermain. Dari data tabel di atas nilai Sig variabel (X) = 0.920 > 0.05 maka hipotesis yang mengatakan distribusi Normal Diterima. Sedangkan nilai sig variabel (Y) = 0.561 > 0.05 maka hipotesis yang mengatakan distribusi normal diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa kedua distribusi tersebut “Normal” karena masuk dalam kriteria terima Ho nilai sig > 0.05. bahwa koefisien korelasi antara tingkat konsentrasi dan tingkat keterampilan bermain yaitu sebesar rxy = - 0.728 , dimana nilai Sig menunjukkan 0.002 < 0.05 Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat konsentreasi dan tingkat keterampilan bermain unit kegiatan mahasiswa futsal Universitas Surykancana. Artinya bahwa “ semakin tinggi tingkat konsentrasi seorang atlit futsal maka tingkat keterampilannya kemungkinan semakin bagus” Kata kunci: Futsal, keterampilan, konsentrasi Abstract: The purpose of this study is to determine the relationship of concentration levels with futsal playing skills. The method used in this study is a descriptive correlation method to determine the level of concentration concentration on futsal playing skills of Suryakancana University student activity units. In this study, researchers used a sampling technique that is purposive sampling. With a total of 15 people with research instruments are (1) To measure concentration (2) playing skills. From the data table above the value of variable Sig (X) = 0.920> 0.05, the hypothesis that says Normal distribution is accepted. While the variable sig value (Y) = 0.561> 0.05, the hypothesis that says normal distribution is accepted. So it can be concluded that the two distributions are "Normal" because they are included in the criteria for Ho accepts sig> 0.05. that the correlation coefficient between the level of concentration and the level of playing skills is rxy = - 0.728, where the Sig value indicates 0.002 <0.05 Ho is rejected. So it can be concluded that there is a positive and significant relationship between the level of concentration and the level of playing skills of futsal student activity units at Surykancana University. It means that "the higher the concentration level of a futsal athlete, the skill level is likely to be better" Keywords: Futsal, skills, concentration mailto:syamsul@unsur.ac.id Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 10 (2), Oktober - 69 Muhamad Syamsul Taufik PENDAHULUAN Futsal menjadi olahraga primadona di penjuru dunia beberapa tahun belakang ini. Olaharaga yang memang tidak memandang umur, futsal termasuk salah satu olahraga sepakbola dengan arena atau lapangan yang lebih kecil. Bisa bermain lapangan indoor ataupun outdoor, siang ataupun malam hari. Hal ini sangat menarik karena orang yang tidak punya cukup waktu di siang hari untuk bermain futsal dapat menyalurkan keinginannya bermain futsal pada malam hari di dalam ruangan yang telah diberi fasilitas lampu sebagai alat penerangannya. Bahkan banyak juga kaum wanita yang tertarik dengan olahraga ini. Futsal adalah singkatan dari futbol (sepakbola) dan sala (ruangan) dari bahasa Spanyol atau futebol (Portugal atau Brazil) dan salon (Prancis). Menurut Sahda Halim (2009, hlm. 5) mengatakan bahwa “Olahraga ini membentuk seorang pemain agar selalu siap menerima dan mengumpan bola dengan cepat dalam tekanan pemain lawan. Dengan lapangan sempit, permainan ini menuntut teknik penguasaan bola tinggi, kerja sama antar pemain, dan kekompakan tim”.Menurut Sahda Halim, (2009, hlm. 6-7) mengatakan bahwa “Permainan futsal adalah permainan yang berlangsung cepat antara pemain dengan pergerakan bola”. Pemain tidak disarankan untuk menguasai bola berlama-lama seperti pada sepakbola. Disini pemain harus terus bergerak dan mencari tempat, mengumpan bola, dan bergerak lagi. Futsal membutuhkan teknik atau keterampilan khusus, baik itu teknik dalam membawa bola maupun teknik menahan bola. Tidak heran apabila seorang pemain futsal secara teknis lebih baik dibandingkan dengan para pesepakbola konvensional. Futsal adalah suatu jenis olahraga yang memiliki aturan tegas tentang kontak fisik. Sliding tackle (menjegal dari belakang), body charge (benturan badan), dan aspek kekerasan lain seperti dalam permainan sepakbola tidak diizinkan dalam futsal. Ini menjadi salah satu alasan utama mengapa pertandingan futsal digemari banyak orang. Menurut Jhustinus Lhaksana (2008, hlm. 8) mengatakan bahwa “futsal tidak hanya sarana berolahraga, namun sudah menjadi gaya hidup”. Weinberg & Gould (2007, hlm. 367) Mengatakan bahwa “Konsentrasi merupakan kemampuan olahragawan dalam memelihara fokus perhatiannya dalam lingkungan pertandingan yang relevan”. Konsentrasi termasuk aspek mental dalam olahraga dan memegang peranan penting, dengan berkurangnya atau terganggunya konsentrasi atlet pada saat latihan, apalagi pertandingan, maka akan Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 10 (2), Oktober - 70 Muhamad Syamsul Taufik timbul berbagai masalah serta hasil yang tidak optimal. Pada perkembangannya konsentrasi merupakan perhatian dalam rentang waktu yang lama, sehingga selama dalam aktivitas olahraga yang diperlukan adalah konsentrasi. Tarmidi (2009, hlm 89) mengungkapkan bahwa: Berolahraga dapat mengurangi kecemasan dan depresi, mengurangi tekanan darah, dan meningkatkan harga diri. Anak-anak yang berolahraga lebih percaya diri, mengurangi ketidakhadiran di sekolah, dan biasanya mendapatkan nilai yang lebih baik. Dengan demikian, perlu adanya penelitian tingkat konsentrasi dengan keterampilan. Andri Irawan ( 2009,hlm. 21) “Permainan futsal merupakan permainan yang mempunyai satu tujuan, yaitu menjadi pemenang dan berusaha mencegah lawan untuk membuat gol dengan cara yang sesuai perturan permainan”. Jangan pernah membicarakan tentang taktik dan strategi permainan untuk memenangkan suatu pertandingan, jika tidak menguasi teknik dasar dalam permainan futsal. Pada faktanya sering terjadi kekeliruan dalam pemahaman perhatian dan kosentrasi. Perhatian dan kosentrasi sering diartikan sama padahal memiliki definisi yang berbeda (Sukadiyanto, 2006, hlm. 161). Perhatian adalah merupakan proses kesadaran langsung terhadap informasi (rangsang) yang diterima untuk memutuskan suatu tindakan (respons).Psikologi Komarudin (2015 hlm 141). Artinya, proses terjadinya kosentrasi selalu didahului oleh adanya perhatian seseorang terhadap suatu objek yang dipilih. Dengan demikian kosentrasi merupakan perhatian dalam rentang waktu yang lama, sehingga selama dalam aktivitas olahraga yang diperlukan adalah kosentrasi. Pengertian kosentrasi dalam olahraga memiliki empat ciri, yaitu (1) fokus pada suatu objek yang relevan (perhatian yang selekit), (2) memelihara fokus perhatian dalam jangka waktu lama, (3) memiliki kesadaran pada situasi, dan (4) meningkatkan fokus perhatian jika diperlukan (Sukadiyanto, 2006, hlm. 164). Selain itu kosentrasi merupakan kemampuan untuk memusatkan perhatian pada tugas dengan tidak terganggu dan terpengaruhi oleh stimulus yang bersifat eksternal maupun internal, kosentrasi merupakan kemampuan untuk memusatkan perhatian pada tugas dengan tidak terganggu dan terpengaruhi oleh stimulus yang bersifat eksternal maupun internal (Schmid, Pepper & Wilson, Komarudin, 2013, hlm. 138). Schmid & Pepper (dalam Monty 2000, hlm. 228) mengemukakan bahwa kosentrasi merupakan hal yang amat penting bagi Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 10 (2), Oktober - 71 Muhamad Syamsul Taufik seorang atlet dalam menampilkan kinerja performa dilapangan. Dalam kaitannya dengan penampilan olahraga dan kerja fisik lainnya. Singer dalam Agus & Nuryadi (2013, hlm. 22) menyatakan bahwa yang diperlukan untuk menguasai keterampila adalah kemampuan kecapakan tubuh, antara lain Kordinasi, kinestetik, keseimbangan, dan kecepatan gerak METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasi untuk mengetahui gambaran tingkat konsentrasi terhadap keterampilan bermain futsal unit kegiatan mahasiswa Universitas Suryakancana. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengambilam sample yaitu purposive sampling.dengan jumlah 15 orang dengan instrument penelitian nya adalah (1) Untuk mengukur konsentrasi (2) keterampilan bermain. Instrument Untuk Mengukur Konsentrasi Data mempunyai kedudukan penting dalam penelitian,karena data merupakan penggambaran variabel yang diteliti sekaligus berfungsi sebagai alat untuk menguji hipotesis. Benar tidaknya data sangat menentukankualitas hasil penelitian. Sedangkan benar tidaknya data lebih banyak tergantung dari benar tidaknya instrumen penelitianyang digunakan untuk mengumpulkan data. Tes untuk mengukur konsentrasi dalam penelitian ini menggunakan alat ukur yang bernama Concentration Grid Tes (CGT) dari Harris & Harris (1894) dan Marten (1933); dan Heinen (2011). Instrumen ini memiliki reliabilitas menggunakan (tes re-test) dengan product moment corelation of r = .79 (p < .05). perlengkapan yang dibutuhkan dalam melakukan test ini antara lain: 1) ruangan, 2) alat tulis, 3) lembar Concentration Grid Tes, dan 4) stop watch. Instrument ini dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Intrumen Concentration Grid Test (CGT) Adapun langkah-langkah melakukan tes ini adalah: 1. Tes Ini memiliki 10 x 10 kotak yang setiap kotaknya berisi dua digit angka mulai dari 00 hingga 99. 84 27 51 78 59 52 13 85 61 55 28 60 92 04 97 90 31 57 29 33 32 96 65 39 80 77 49 86 18 70 76 87 71 95 98 81 01 46 88 00 48 82 89 47 35 17 10 42 62 34 44 67 93 11 07 43 72 94 69 56 53 79 05 22 54 74 58 14 91 02 06 68 99 75 26 15 41 66 20 40 50 09 64 08 38 30 36 45 83 24 03 73 21 23 16 37 25 19 12 63 Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 10 (2), Oktober - 72 Muhamad Syamsul Taufik 2. Untuk mengerjakan tes ini sampel hanya perlu menghubungkan angka terkecil hingga terbesar dengan cara memberikan tanda ceklis atau silang pada setiap angka yang ditemukan. 3. Penilaian ditentukan dari banyaknya angka yang mereka temukan secara berurutan. Test konsentrasi ini dilakukan sebanyak satu kali. Pelaksanaan test ini, sampel duduk ditempat yang disediakan, selanjutnya sampel mengerjakan soal yang tersedia sesuai dengan intruksi yang diberikan. Pengerjaan test ini sampel diberi waktu selama 60 detik. Adapun kriteria yang digunakan dalam penilaian tingkat konsentrasi menggunakan Concentration Grid Test (CGT), seperti terlihat pada Tabel 2. Tabel 2. Kriterian Penilaian Concentration Grid Test (CGT) No Kategori Nilai 1 21 keatas Sangat baik 2 16 – 20 Baik 3 11 – 15 Cukup 4 6 – 10 Kurang 5 5 kebawah Sangat kurang 1. Keterampilan Bermain Penilaian penampilan bermain siswa pada dasarnya membutuhkan kecermataan observasi pada saat permainan berlangsung. Griffin, Mitchell, dan Oslin (Hoedaya 2001, hlm. 108) telah menciptakann suatu insturmen penilaian yang di beri nama Game performance Assesment (GPAI). GPAI yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Instrumen Penliaian Penampilan Bermain disingkat IPPB. Tujuannya untuk membantu para guru dan pelatih dalam mengobservasi serta mendata perilaku penampilan pemain sewaktu permainan berlangsung. Aspek-aspek yang diobservasi dalam GPAI termasuk perilaku yang mencerminkan kemampuan pemain untuk memecahkan masalah masalah taktis permainan dengan jalan mengambil keputusan, melakukan pergerakan tubuh yang sesuai dengan tuntunan situasi permainan, dan melaksanakan jenis keterampilan yang dipilihnya. Keuntungan dari GPAI adalah sifatnya fleksibel. Pelatih (pengamat) atau pelatih bisa menentukan sendiri komponen apa saja yang perlu diamati dan yang disesuaikan dengan apa yang menjadi inti materi latihan yang diberikan pada saat itu . Dalam penelitian ini, terdapat tiga aspek yang dijadikan focus dalam menilai penampilan bermain mahasiswa, yaitu pengambilan keputusan (tepat atau tidak), melaksanakan keterampilan (efisien atau Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 10 (2), Oktober - 73 Muhamad Syamsul Taufik tidak efisien), dan memberi dukungan (tepat atau tidak tepat). Penilaian GPAI yang dicontohkan dalam permainan futsal, komponen-komponen yang dinilainya adalah (a) membawa bola (dribbling), (b) mengoper bola (passing), (c) mencetak bola ke gawang(shooting) dan sikap penjaga gawang. Kriteria yang digunakan dalam penilaian tersebut disesuaikan dengan empat aspek penampilan yang akan ditampilkan atlit Format penilaian untuk melakukan pengamatan terhadap penampilan peserta didik selama permainan atau pertandingan futsal berlangsung, harus mengacu kepada kriteria ketiga aspek yang harus. Tabel 3. Kriteria dalam Penilaian GPAI Aspek yang dinilai Penampilan Membuat Keputusan 1. Atlet berusaha melakukan passing teman seregunya 2. Atlet melakukan tembakan (shooting) dengan tepat ke gawang lawan 2. Penjaga gawang mengambil bola saat 1 vs 1 dengan pemain penyerang. Melakukan Keterampilan 1. Atlet dapat membawa dan mengendalikan bola dari serangan 2. Atlet dapat melakukan passing tepat ke target 3. Atlet dapat melakukan shooting masuk target 3. Penjaga gawang dapat memblok hasil tembakan penyerang Dukungan 1. Atlet memberikan dukungan terhadap teman regu yang sedang membawa bola, dengan cara bergerak ke posisi yang tepat untuk menerima umpan bola 2. Penjaga gawang memberikan dukungan terhadap teman regu dengan cara memberikan bola hasil tembakan lawan menjadi sebuah umpan bagi teman regu. Tabel 4. Format penilaian GPAI Petunjuk: berilah tanda (x) jika peserta didik dapat menampilkan penampilan taktis dalam permainan atau pertandingan futsal. Sumber: Komarudin (2016, hlm. 183) Cara memberikan nilai terhadap hasil penilaian adalah: 1. Keterlibatan dalam permainan = Jumlah keputusan yang tepat + Jumlah keputusan yang tidak tepat + Jumlah melakukan keterampilan yang effesien + Jumlah melakukan keterampilan yang tidak effesien + Jumlah melakukan dukungan yang tepat. No. Nama Membuat Keputusan Melakukan Keterampilan Dukungan T TT E TE T TT 1. 2. Dst T = Tepat TT = Tidak Tepat E = Efesien TE = Tidak Efesien Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 10 (2), Oktober - 74 Muhamad Syamsul Taufik 2. Indeks membuat keputusan (DMK) = Jumlah keputusan yang tepat : Jumlah keputusan yang tidak tepat. 3. Indeks melakukan keterampilan(IMK) = Jumlah pelaksanaan keterampilan effesien : Jumlah pelaksanaan keterampilan tidak effesien. 4. Indeks dukungan (ID) = Jumlah gerak dukungan tepat : Jumlah gerak dukungan tidak tepat. 5. Penampilan dalam permainan (PP) = (DMK +IMK +ID) : 3. Pengolahan data dan analisis data Setelah seluruh data hasil penelitian telah dikumpulkan, kemudian dilakukan pengolahan dan analisis terhadap data penelitian tersebut. Proses analisis data dan pengolahan data dilakukan dengan perhitungan secermat mungkin, hal ini dilakukan agar data tersebut dapat memberikan kesimpulan yang benar terhadap jawaban dari permasalahan yang diteliti. Dalam pengolahan data peneliti menggunakan cara-cara statistik sebagai berikut: Langkah-langkah pengolahan data yang peneliti tempuh disesuaikan dengan rumus-rumus yang digunakan dalam statistika, yaitu sebagai berikut: 1). Menganalisis hasil tes konsentrasi. 2). Menganalisis hasil tes keterampilan bermain Menguji normalitas data. 3). Menguji normalitas data. 4). Menerjemahkan dan menafsirkan hasil tes. 5). Menerjemahkan hasil data pada setiap hasil tes konsentrasi. 6). Menerjemahkan hasil data pada setiap hasil tes konsentrasi Data yang telah diperoleh dari hasil pengukuran merupakan data mentah dan untuk mengetahui konsentrasi dengan keterampilan bermaian cabang olahraga futsal. Data dari hasil tes CGT dan GPAI akan diolah dengan menggunakan Statisticsal Product and Service Solutions (SPSS 24). Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengolahan data dengan menggunakan beberapa tahap sebagai berikut : Deskriptif Statistik Deskriptif statistik adalah metode- metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian data sehingga memberikan informasi yang berguna. Aplikasi program SPSS 21 analisis univariat data numeric adalah sebagai berikut : 1). Aktifkan data misalkan “Konsentrasi.SAV”. 2). Pilih “Analye” > “Deskriptif Statistic” > pilih “Descriptive”. 3). Masukan data 4). Klik “Continue” >lalu klik “OK”. Untuk lebih jelasnya lihat di lampiran. A. Uji Normalitas Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 10 (2), Oktober - 75 Muhamad Syamsul Taufik Uji Normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal ataukah tidak. Uji normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal. Aplikasi program SPSS 21 uji normalitas adalah sebagai berikut : 1. Uji kenormalan data, dengan cara mengeluarkan estimasi interval dengan analisis one sample K-S data dengan perintah “Analyze” > “Nonparametric Test” > lalu pilih “1-Sample K-S”.\ 2. Isikan kotak “Test Variable List” dengan variabel misal “Pre Test (X1)”, kotak “Poisson”, “Uniform”, dan “Exponential” biarkan kosong. 3. Klik “Options” dan isi kotak “Descriptive”. 4. Klik “Continue” > klik “OK”. Untuk lebih jelasnya lihat lampiran Untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal, ada tiga cara untuk mengetahuinya: 1. Dilihat dari grafik histogram dan kurve normal, bila bentuknya menyerupai bel shape berarti distribusi normal. 2. Bila hasil uji signifikan (p value > 0.05) maka berdistribusi normal. Dan bila hasil tidak signifikan (p value < 0.05) maka berdistribusi tidak normal. B. Uji Korelasi Korelasi merupakan salah satu teknik analisis dalam statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel yang bersifat kuantitatif. Hubungan dua variabel tersebut dapat terjadi karena adanya hubungan sebab akibat. 1. Buka program SPSS, masukan data yang akan diolah di tab data view lalu klik variable view untuk mengubah nama dan label, lalu kembali ke Data view 2. Kemudian pada menu utama pilih analyze, pilih sub Correlation, selanjutnya klik Bivariete 3. Akan muncul dialog box, Bivariate Correlations, pindahkan variable yang akan diolah ke kolom variable, kemudian pada bagian Correlation Coefficients ceklis pada kolom Pearson, dan pada bagian Test of significance ceklis di kolom two- tailed, lalu Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 10 (2), Oktober - 76 Muhamad Syamsul Taufik ceklis pada kotak kecil Flag significant correlations setelah selesai seluruhnya klik Ok. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang diperoleh dilapangan adalah data mentah yang harus dilakukan pengolahan data agar mendapatkan hasil dari penelitian tersebut. Adapun hasil penghitungan data dari nilai rata-rata, simpangan baku, standar deviasi, nilai minimum, dan nilai maksimum, dapat dilihat pada tabel di bawah : Tabel 5. Hasil Penghitungan Descriptive Statistics futsal Ukm Futsal Unsur Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum Konsentrasi 15 13.40 4.12 9.00 22.00 Ket Bermain Futsal 15 2.67 0.79 1.36 4.40 Pada tabel 4.1 sampel yang di ambil Ekstrakulikuler futsal SMA Pasundan 8 Bandung dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang. Rata rata dari skor variable konsentrasi (X) sebesar = 13.40 dengan standar deviasi (S) = 4.12 , nilai Minimum = 9.00 dan nilai Maksimum = 22.00. Sedangkan rata rata dari variable keterampilan bermain futsal (Y) sebesar = 2.67 dengan standar deviasi (S) = 2.67 , nilai Minimum = 1.36 dan nilai Maksimum = 4.40. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah sempel penelitian ini berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Tabel 6. Hasil pengujian normalitas Kriteria penolakan dan penerimaan hipotesis : 1. Terima Ho jika nilai sig > 0.05 2. Tolak Ho jika nilai sig < 0.05 Dari data tabel di atas nilai Sig variabel (X) = 0.920 > 0.05 maka hipotesis yang mengatakan distribusi Normal Diterima. Sedangkan nilai sig variabel (Y) = 0.561 > 0.05 maka hipotesis yang mengatakan distribusi normal diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa kedua distribusi tersebut “Normal” karena masuk dalam kriteria terima Ho nilai sig > 0.05. Setelah diperoleh data-data sebelumnya maka langkah selanjutnya adalah uji signifikansi koefisien korelasi. Hasil dari besar hubungan antar variabel diperoleh perlu diuji signifikansinya untuk melihat keberartian kedua hubungan tersebut. Peluang kesalahan dan kebenaran biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase, uji ini disebut dengan uji taraf signifikansi. Pengujian taraf signifikansi Variabel Korelasi Nilai Sig α Keterangan Kesimpulan Konsentrasi 0.728 0.002 0.05 Ho Ditolak signifikan Ket Bermain Futsal Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 10 (2), Oktober - 77 Muhamad Syamsul Taufik didasarkan pada tabel sesuai teknik analisis yang digunakan.hasil pengujian Tabel 1.7 Hasil Penghitungan Uji Signifikansi Koefisien Korelasi Sesuai tabel di atas dapat dilihat bahwa koefisien korelasi antara tingkat konsentrasi dan tingkat keterampilan bermain yaitu sebesar rxy = - 0.728 , dimana nilai Sig menunjukkan 0.002 < 0.05 Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat konsentreasi dan tingkat keterampilan bermain unit kegiatan mahasiswa universitas Suryakacana Artinya bahwa “ semakin tinggi tingkat konsentrasi seorang atlit futsal maka tingkat keterampilannya kemungkinan semakin bagus” . Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah disusun dan telah di uji pada bagian sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Terhadap hubungan tingkat konsentrasi dengan keterampilan bermain futsal unit kegiatan mahasiswa Universitas Surykancana DAFTAR PUSTAKA Agus Susworo Dwi Marhaendro, Saryono, Yudanto. (2009). Tes Keterampilan Dasar Bermain Futsal. Jurnal IPTEK olahaga, Vol.11, No. 2, Mei 2009: 144-156 Andri Irawan, (2009). Teknik Dasar Modern Futsal. Jakarta : PT. Pena Pundi Aksara Asmar Jaya. (2008). Futsal Gaya Hidup, Peraturan dan Tips-Tips permainan. Yogyakarta: Pustaka Timur.. Justinus Lhaksana. (2011). Taktik & Strategi Futsal Modern. Jakarta: Penebar Swadaya Group. Komarudin (2016). Psikologi Olahraga. Bandung:remaja Rosdakarya Komarudin. (2013). Psikologi Olahraga: Latihan Mental dalam Olahraga Kompetitif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset. Lhaksana, Justinus 2008. Inspirasi dan Spirit Futsal. Jakarta: Raih Asa Sukses Lismadiana (2013) Penggunaan Metode Hypnotherapi untuk Meningkatkan Konsentrasi Sahda Halim. (2009). 1 Hari Pintar Main Futsal. Yogyakarta : Media Presindo. Sukadiyanto. (2006). Konsentrasi dalam olahraga. Yogyakarta. Majalah Variabel Nilai Sig α Keterangan Kesimpulan Konsentrasi (X) 0.920 0.05 Ho Diterima Normal Ket Bermain Futsal (Y) 0.561 0.05 Ho Diterima Normal Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 10 (2), Oktober - 78 Muhamad Syamsul Taufik Ilmiah Olahraga FIK UNY Volume 12 April 2006. Sunaryadi, Yadi (2016). Metode Penelitian. Bandung: FPOK UPI. Suryana. (2010). Metode Penelitian Model Praktis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung : UPI Weinberg, R. & Gould, D. (2007) Foundations of Sport ad Exercise Psychology, (4th ed., 296317). Champaign, IL: Human Kinetics. Weinberg, R.S. dan Gould, D. (2007). Foundations of Sport & Exercise Psychology. Uniteds States: Human Kinetics. .