Available online at : http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/gjik Gladi : Jurnal Ilmu Keolahragaan 11 (02) 2020, 176-187 Permalink/DOI: https://doi.org/10.21009/GJIK.112.09 MODEL LATIHAN PASSING FUTSAL UNTUK PUTRI USIA 15 – 18 TAHUN Arjun Fetru1, Firmasyah Dlis1, Sri Nuraini1 1 Pendidikan Olahraga, Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, Komplek Universitas Negeri Jakarta Gedung M. Hatta Jl. Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Indonesia 13220 Corresponding author. Email: Arjunfetru83@gmail.com Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan model latihan passing futsal untuk putri usia 15 – 18 tahun. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode penelitian pengembangan Research & Development (R&D) dari Borg and Gall. Subyek dari penelitian dan pengembangan ini ialah diperuntukan untuk putri usia 15 -18 tahun. Analisis data diperoleh 18 item model latihan yang layak dan efektif untuk meningkatkan keterampilan passing futsal. Dalam uji signifikansi didapat dari nilai proses (kesesuaian gerak) menunjukan mean= 2.133 selisih dari hasil pre-test dan hasil post-test, hasil t-hitung= 7.899 df= 29 dan p-value= 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan model latihan passing futsal untuk putri usia 15 – 18 tahun dan penilaian hasil passing mean= 17.367 menunjukan selisih hasil pre-test dan post-test, hasil t-hitung= 86,626 df= 29 dan p-value= 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan model latihan passing untuk putri usia 15 – 18 tahun. Dari kedua penilaian tersebut menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah adanya perlakuan item model latihan dan secara efektif dapat meningkatkan keterampilan passing futsal. Kata Kunci: Model, Latihan, Passing Futsal Abstract. The purpose of this study is to develop a futsal passing exercise model for girls age 15 – 18 years. The research approach to developing this exercise model uses the Research and Development model from Borg and Gall. The subjects of this research and development are intended for girls age 15 – 18 years. Data analysis obtained 18 items of training models that are feasible and effective to improve futsal passing skills. In the significance test obtained from the process value (suitability of motion) shows the mean = 2,133 difference between the pre-test results and post-test results, the results of t-count = 7,899 df = 29 and p-value = 0,000 & lt; 0.05 which means that there is a significant difference between before and after the treatment of futsal passing exercise model for girls age 15 – 18 years and the assessment of the results of the mean passing = 17,367 shows the difference between the pre-test and post-test results, the t-test results = 86,626 df = 29 and p -value = 0,000 & lt; 0.05 which means there is a significant difference between before and after being given a passing exercise model for girls age 15 – 18 years. From the two assessments, there is a significant difference between before and after the treatment model exercise and can effectively improve futsal passing skills. Keywords: Model, Training, Futsal Passing mailto:Arjunfetru83@gmail.com Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 177 Arjun Fetru, Firmasyah Dlis, Sri Nuraini PENDAHULUAN Pada masa sekarang cabang olahraga futsal sangat digemari di kalangan pelajar ataupun mahasiswa. Berbagai daerah di Indonesia telah banyak diadakan kegiatan pertandingan antar pelajar dan mahasiswa. Pertandingan antar pelajar dan mahasiswa tersebut merupakan wadah atau tempat yang dimiliki oleh pelajar, khususnya dalam cabang olahraga futsal. Futsal permainan yang menarik, dapat dilihat dari sisi teknik, keterampilan, strategi dan fisik yang mumpuni, Dalam setiap situasi permainan dituntut melakukan gerakan yang terampil dibawah kondisi lapangan permainan yang kecil, serta dapat menanggapi berbagai perubahan situasi permainan dengan cepat, sehingga harus memahami permainan teknik individu, kelompok dan beregu. Kemampuan untuk memahami semua tantangan ini menentukan penampilan di lapangan. Andri Irawan (2009, h. 4) “Dalam permainan futsal terdapat teknik - teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemain, seperti teknik passing, chipping, control, dribbling, dan shooting. Dari teknik – teknik dasar inilah permainan futsal dapat dibentuk. Selain itu futsal merupakan olahraga beregu yang permainannya sangat cepat dan dinamis, sebuah kolektivitas tinggi akan mengangkat prestasi”. Maka dari itu teknik dasar permainan futsal perlu dilatih. Karena olahraga futsal sebagai pengganti latihan teknik dasar dan keterampilan (skill) sepakbola konvensional, karena dengan lapangan yang rata pemain dapat melakukan gerakan – gerakan dengan baik. Dengan ukuran lapangan yang lebih kecil, rata dan jumlah pemain yang sedikit menyebabkan bola bergulir cepat dan pergerakan pemain yang cepat pula sehingga membuat permainan futsal lebih dinamis dan menarik. Firmansyah, Hernawan, Wasan, & Widiastuti, 2019:77 berpendapat bahwa “Menjadi seorang atlet futsal berprestasi tidaklah mudah, karena seorang atlet futsal dituntut untuk bisa menguasai teknik-teknik yang ada dalam permainan futsal dengan baik sehingga bisa menunjang permainannya dilapangan. Dalam bermain futsal teknik- teknik tersebut tidak sesederhana seperti apa yang terlihat, melakukan semua teknik tersebut dengan baik dalam sebuah pertandingan merupakan sesuatu hal yang kita bisa dapatkan dari hasil latihan yang intensif dan terprogram. Kemudian proses Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 178 Arjun Fetru, Firmasyah Dlis, Sri Nuraini pembinaan dan pemanduan bakat digunakan untuk penyiapan atlet jangka panjang”. Uraian di atas menunjukkan pentingnya pembinaan olahraga sejak usia dini. Artinya, sebuah daerah/negara pada dasarnya mempunyai peluang untuk meningkatkan prestasi olahragawan secara optimal apabila dapat melakukan proses pembinaan dan pembibitan secara bertahap, berjenjang dan berkelanjutan. Pengalaman menunjukkan bahwa hanya atlet yang berbakat dan ingin berlatih dengan baik dapat mencapai prestasi puncak. Prestasi puncak merupakan hasil dari seluruh usaha program pembinaan dalam jangka waktu tertentu yang merupakan paduan dari proses latihan yang dirancang secara sistematis, berjenjang, berkesinambungan, berulang-ulang dan makin lama makin meningkat. Untuk mewujudkan bagaimana mengasah keterampilan passing atlet diperlukan berbagai variasi latihan yang mampu mengembangakan keterampilannya. Latihan yang diterapkan harus disusun secara sistematis dimulai dari yang paling mudah hingga yang paling sulit secara bertahap. Latihan passing yang dimulai dari yang paling mudah akan membentuk fondasi teknik passing yang benar. Berdasarkan permasalahan yang peneleti temukan setelah observasi, peneliti berencana untuk melakukan penelitian. Dari latar belakang diatas penulis tertarik melakukan penelitian model latihan passing futsal untuk putri usia (15-18) tahun, dengan harapan melalui model latihan passing yang dimodifikasi, diubah, dan disesuaikan untuk kebutuhan atlet diharapkan dapat memberikan stimulus yang menggugah semangat para atlet serta bersifat menantang yang mampu merangsang keaktifan atlet untuk berlatih. Ketika atlet dapat belatih dengan semangat, aktif dan antusias maka proses latihan akan berjalan dengan baik dan tentunya akan menghasilkan keterampilan passing atlet meningkat. Teknik Dasar Mengumpan (Passing) Dalam Futsal Pada dasarnya untuk melakukan passing dalam permainan futsal teknik dasar sangatlah penting untuk dikuasai, dibawah ini dijelaskan beberapa teknik dasar passing dalam permainan futsal. Kurniawan, 2012:104 berpendapat bahwa “Operan (passing) bisa dilakukan dengan menggunakan beragam sisi kaki, dapat dilakukan dengan memakai kaki bagian dalam, kaki bagian luar, bagian ujung kaki, bagian tumit, atau bagian sisi bawah. Namun yang paling baik adalah menggunakan kaki bagian dalam (inside of the foot) dengan arah mendatar. Operan ini memiliki akurasi paling baik dibanding yang lainnya”. Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 179 Arjun Fetru, Firmasyah Dlis, Sri Nuraini Keberhasilan operan (passing) ditentukan oleh kualitas dari: keras, akurat, dan mendatar. Mengumpan merupakan salah satu teknik dasar permainan futsal yang sangat dibutuhkan oleh setiap pemain, karena dengan lapangan yang rata dan ukuran lapangan yang kecil dibutuhkan passing yang keras dan akurat karena bola yang meluncur sejajar dengan tumit pemain, sebab hamper sepanjang permainan futsal menggunakan passing. Untuk menguasai keterampilan passing diperlukan penguasaan gerakan sehingga sasaran yang diinginkan tercapai. Dalam buku Andri Irawan (2009:25) terdapat tiga teknik dasar passing: Mengumpan dengan kaki bagian dalam, Mengumpan dengan kaki bagian luar, dan Mengumpan dengan punggung kaki. Semua tehnik passing dapat digunakan dalam berbagai situasi saat pertandingan. Tapi kita tidak boleh melupakan kontrol dalam bicara masalah passing, karena teknik ini sangat berkaitan erat dimana jika kita melakukan passing yang bagus tapi kontrol passing kurang bagus maka usaha untuk membangun serangan akan sia-sia, sebab tim yang dapat menguasai permainan adalah tim yang dapat melakukan passing dengan kontrol baik tentunya dalam tekanan dari lawan pada pertandingan sesungguhnya. Cara melakukan mengumpan dengan kaki bagian dalam yaitu (1) Tempatkan kaki tumpu disamping bola, bukan kaki yang untuk mengumpan, (2) pada saat mengumpan selalu melihat bola, (3) gunakan kaki bagian dalam untuk mengumpan, (4) perhatikan kaki ayun (kaki yang digunakan untuk mengumpan), (5) ayun kaki sekuat-kuatnya kearah depan, (6) angkat kedua tangan kesamping, untuk menjaga keseimbangan, (7) kunci atau kuatkan tumit pada saat sentuhan dengan bola agarlebih kuat, (8) pada saat sentuhan (impact) kaki bagian dalam dari atas diarahkanketengah bola dan ditekan kebawah agar bola tidak melambung, (9) diteruskan dengan gerakan lanjutan (followthrougt) dimana setelah sentuhan dengan bola dalam mengumpan ayunan kaki jangan dihentikan. Cara melakukan mengumpan dengan kaki bagian luar yaitu (1) Tempatkan kaki tumpu disamping bola, bukan kaki yang untuk mengumpan, (2) pada saat mengumpan selalu lihat bola, (3) gunakan kaki bagian luar untuk mengumpan, (4) perhatikan ayunan kaki (kaki yang akan digunakan untuk mengumpan), (5) ayunan kaki dari arah belakang sekuat-kuatnya kea rah depan, (6) angkat kedua tangan ke samping, untuk menjaga keseimbangan, (7) kunci atau kuatkan tumit pada saat sentuhan dengan bola agar lebih kuat, (8) pada saat sentuhan (impact) kaki bagian luar dari atas diarahkan ketengah bola (jantung) dan ditekan kebawah Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 180 Arjun Fetru, Firmasyah Dlis, Sri Nuraini agar bola tidak melambung, (9) Diteruskan dengan gerakan lanjutan (Follow Throght), dimana setelah sentuhan dengan bola dalam ayunan kaki jangan dihentikan. Cara melakukan mengumpan dengan punggung kaki yaitu (1) Tempatkan kaki tumpu disamping bola, bukan kaki yang untuk mengumpan, (2) pada saat mengumpan selalu lihat bola, (3) gunakan kaki bagian punggung untuk mengumpan, (4) perhatikan ayunan kaki (kaki yang akan digunakan untuk mengumpan), (5) ayunan kaki dari arah belakang sekuat-kuatnya kearah depan, (6) angkat kedua tangan ke samping, untuk menjaga keseimbangan, (7) kunci atau kuatkan tumit pada saat sentuhan dengan bola agar lebih kuat, (8) pada saat sentuhan (impact) pada bagian punggung kaki dari atas diarahkan ketengah bola (jantung) dan ditekan kebawah agar bola tidak melambung, (9) diteruskan dengan gerakan lanjutan (Follow Throght), dimana setelah sentuhan dengan bola dalam ayunan kaki jangan dihentikan. METODE Penelitian dan pengembangan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian pengembangan Research & Development (R&D) yang terdiri dari sepuluh langkah dalam penelitian yakni antara lain: Research and information collecting, (2) Planning, (3) Development of the preliminary form of product, (4) Preliminary field testing, (5) Main product revision, (6) Main field test, (7) Operational product revision, (8) Operational field testing, (9) Final product revision, (10) Dissemination and implementation Gambar model penelitian dan pengembangan Borg dan Gall Gambar 1. Model Pengembangan Borg dan Gall (Sumber: Borg. W. R & Gall, M. D, Educational Research An Introduction (New York: Longman, 1983), h. 775) Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk futsal putri usia 15-18 tahun. Penelitian ini dilaksanakan lapangan futsal SMAN 19 Kabupaten Tangerang dan SMAN 24 Kabupaten Tangerang. Dari subjek inilah nantinya dapat diketahui data-data yang dibutuhkan untuk melihat tingkat keefektifitasan model dalam Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 181 Arjun Fetru, Firmasyah Dlis, Sri Nuraini penerapannya pada teknik dasar passing dalam futsal. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Kelompok Kecil/Revisi tahap Model-model latihan passing dalam futsal yang peneliti buat setelah dievaluasi ahli, kemudian mengalami uji kelompok kecil revisi tahap 1 dengan jumlah atlet sebanyak 20 atlet. Data yang diperoleh digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan revisi pada tahap selanjutnya, yaitu tahap uji coba tahap 2 kelompok besar. Berikut disajikan ringkasan berdasarkan evaluasi uji coba kelompok kecil yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Pada dasarnya semua variasi dapat diterapkan, akan tetapi harus disesuaikan dari tingkatan yang mudah ke yang sulit agar kemampuan atlet dapat meningkat, (2) Pada saat melakukan model latihan, atlet pemula awalnya menemukan kendala dengan gerakan passing dalam futsal, setelah itu mereka dapat memahami dan menggerakkan dengan menyenangkan. Hasil Tahap Kedua/Uji Coba Kelompok Besar Setelah hasil pengembangan produk model latihan passing dalam futsal yang akan dikembangkan ini di ujicobakan dalam skala kecil dan telah direvisi, maka tahap selanjutnya adalah melakukan ujicoba kelompok besar. Berdasarkan hasil ujicoba terbatas (uji coba kelompok kecil) yang telah dievaluasi oleh para ahli, kemudian peneliti melakukan revisi produk awal dan memperoleh 18 model, model latihan passing dalam futsal yang akan digunakan dalam ujicoba kelompok besar. Langkah selanjutnya setelah model mengalami revisi tahap II dari ahli maka dilanjutkan dengan menguji cobakan produk kepada kelompok besar dengan menggunakan subyek penelitian sebanyak 60 atlet di 2 tempat, SMAN 19 Kabupaten Tangerang Dan SMAN 24 Kabupaten Tangerang. Hasil Uji Efektifitas Langkah selanjutnya setelah model mengalami revisi tahap dua dari ahli dan uji coba kelompok kecil dan kelompok besar maka dilanjutkan dengan menguji cobakan produk dengan menggunakan subyek penelitian sebanyak 60 subjek penelitian Pemberian treatment dilaksanakan dalam kurun waktu 7 bulan dimulai dari bulan Januari sampai dengan Juli 2020 dengan jumlah Data penelitian dari 60 Peserta terhadap efektivitas model latihan ditunjukkan pada tabel sebagai berikut: Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 182 Arjun Fetru, Firmasyah Dlis, Sri Nuraini Tabel 1. Uji Efektifitas Dengan Instrumen Tes Kesesuaian Gerak Teknik Passing Futsal. Hasil Paired Samples Statistics (Pre-test) dan Setelah Diberikan Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 Pre- Test 23,43 30 1,478 ,270 Post- Test 40,80 30 1,424 ,260 Pada tabel, nilai rata-rata atlet sebelum diberikan model latihan adalah 23.43 dan nilai setelah diberikan perlakuan model latihan passing adalah 40.80 yang artinya bahwa terdapat perbedaan besaran skor yang dihasilkan dari pre-test dan post- test sehingga keterampilan hasil passing meningkat. Tabel 2. Hasil Paired Samples Correlation (Pre-Test) dan (Post-Test) Paired Samples Correlations N Correla tion Sig. Pair 1 Pre-Test & Post-Test 30 ,714 ,000 Berdasarkan tabel diatas didapat bahwa koefisien korelasi latihan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan model latihan passing futsal adalah .714 pvalue 0,00 < 0,05 jadi kesimpulannya adalah terdapat hubungan secara signifikan. Tabel 3. Hasil Paired Samples Statistics (Pre-Test) dan (Post-Test) Kelompok Eksperimen Paired Samples Test Paired Differences t df Sig. (2- tailed) Mean Std. Deviatio n Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 Pre-Test - Post-Test -17,367 1,098 ,200 -17,777 -16,957 - 86,626 29 ,000 Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 183 Arjun Fetru, Firmasyah Dlis, Sri Nuraini Pada uji signifikan perbedaan dengan spss 16 didapatkan mean= 17.367 menunjukan selisih dari hasil pre-test dan hasil post-test, hasil t-hitung= 86. 626 df= 29 dan p-value= 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan model latihan passing futsal untuk atlet usia 15 – 18 tahun. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model latihan passing futsal untuk putri usia 15-18 tahun dan dapat meningkatkan keterampilan hasil passing futsal serta telah dikembangkan memiliki efektivitas yang signifikan. Adapun perbandingan hasil catatan rata-rata catatan waktu sebelum dan setelah diberikan perlakuan model latihan passing futsal untuk putri usia 15-18 tahun dapat digambarkan dengan diagram Batang sebagai berikut: Gambar 2. Diagram Batang (Uji Efektifitas Kelompok Eksperimen) Kemudian untuk data hasil penilaian kelompok kontrol sebanyak 30 anak dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 4. Hasil Grup Statistics Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Group Statistics Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Hasil Test Eksperimen 30 40,8000 1,42393 ,25997 Kontrol 30 38,5333 1,59164 ,29059 0 20 40 60 Pre-Test Post- Test Kelompok Eksperimen 23,43 40,8 Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 184 Arjun Fetru, Firmasyah Dlis, Sri Nuraini Pada table 4. tercatat rata-rata kelompok eksperimen 40.80 dan standar deviasi 1.423 sedangkan untuk kelompok kontrol nilai rata-rata 38.53 dan standar deviasinya 1.591 hal ini berarti menunjukan secara deskriptif kesesuaian gerak teknik passing kelompok eksperimen lebih besar dari kemampuan kelompok kontrol. Tabel 5. Hasil Independent Sample Test Kelompok Eksperimen dan kelompok Kontrol Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. t df Sig. (2- tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Hasil Test Equal variances assumed ,779 ,381 5,813 58 ,000 2,26667 ,38991 1,48617 3,04716 Equal variances not assumed 5,813 57,295 ,000 2,26667 ,38991 1,48597 3,04736 Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 185 Arjun Fetru, Firmasyah Dlis, Sri Nuraini Kemudian, untuk tabel 5. Perihal kolom Equal variances assumed, dan baris Levene's Test for Equality of Variances diperoleh nilai F = .779 dengan angka signifikan atau p-value = .381 > 0,05 yang berarti varians populasi kedua kelompok sama atau homogen. Karena varians data homogen, maka akan dipilih kolom Equal variances assumed, dan pada baris t-test for Equality of Means diperoleh harga t = 5.813, df =58 dan signifikan atau p-value = 0,000 < 0,05. Dengan demikian bahwa kemampuan hasil passing kelompok eksperimen lebih tinggi dari kemampuan kelompok control. Untuk dapat melihat bagaimana besaran serta gambaran perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada diagram sebagai berikut: Gambar 3. Diagram Batang Kelompok Eksperimen dan kelompok Kontrol KESIMPULAN Berdasarkan dari data yang peneliti peroleh dari hasil uji coba lapangan dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1. Menghasilkan produk akhir berupa pengembangan Model Latihan Passing Futsal Untuk Putri Usia 15-18 Tahun. 2. Pengembangan Model Latihan Passing Futsal Untuk Putri Usia 15-18 Tahun mampu menciptakan suasana latihan yang bergairah dan mencegah kebosanan, karena produk model yang dibuat benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan atlet, mudah untuk dipahami dan dilakukan sehingga dapat meningkatkan minat dan partisipasi aktif atlet dalam pembelajaran sehingga akan berdampak positif pada pengingkatan hasil latihan passing futsal. Kelompok Ekperimen Kelompok Kontrol 40,8 38,53 40,8 38,53 Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 186 Arjun Fetru, Firmasyah Dlis, Sri Nuraini DAFTAR PUSTAKA Coker, C. (2018). Motor Learning and Control for Practitioners. In Motor Learning and Control for Practitioners. https://doi.org/10.4324/9781315213255 Coker, C. A., & Coker, C. A. (2018). Introduction to Motor Learning and Control. In Motor Learning and Control for Practitioners. https://doi.org/10.4324/9781315185613 -1 Curtis, A. C. (2015). Journal of Adolescent an d Family Health: Defining Adolescence. Journal of Adolescent and Family Health. https://doi.org/http://scholar.utc.edu/jaf h/vol7/iss2/2/ Gifford, C. (2011). Soccer players and skills. In Spotlight on soccer; Variation: Spotlight on soccer. Goodway, J. D., Ozmun, J. C., & Gallahue, D. L. (2013). Motor development in young children. In Handbook of Research on the Education of Young Children. https://doi.org/10.4324/9780203841198 Irawan, A. (2009). Teknik Dasar Modern Futsal. In Journal of Chemical Information and Modeling. https://doi.org/10.1017/CBO978110741 5324.004 Justinus Lhaksana. (2011). Taktik & Strategi Futsal Modern. In Taktik dan Strategi Futsal Modern. Luxbacher, J. A. (1988). Coaching Conduct: Winning at What Cost? Strategies. https://doi.org/10.1080/08924562.1988. 10591604 Magill, R. A. (2003). Motor learning and control: Concepts and Applications. In Current biology. Mardiyah, M. (2016). Kesantunan Berbahasa Indonesia Dalam Berkomunikasi Dosen Dan Mahasiswa Iain Raden Intan Lampung. Terampil : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Merita, M., Aisah, A., & Aulia, S. (2018). Status Gizi Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Hidrasi Pada Remaja Di Sma Negeri 5 Kota Jambi. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. https://doi.org/10.26553/jikm.v9i3.313 Mielke, D. (2007). Coaching Experience, Playing Experience and Coaching Tenure. International Journal of Sports Science & Coaching. https://doi.org/10.1260/1747954077813 94293 Mohammad Asrori. (2017). Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Bumi Aksara. hlm. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 187 Arjun Fetru, Firmasyah Dlis, Sri Nuraini Mulyatiningsih, E. (2018). Model-Model Penelitian Dan Pengembangan. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran. Özdemir, A., Utkualp, N., & Pallos, A. (2016). Physical and psychosocial effects of the changes in adolescence period. International Journal of Caring Sciences. Paramitasari, R., & Alfian, I. N. (2012). Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Kecenderungan Memaafkan pada Remaja Akhir. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Perkembangan. Punaji Setyosari. (2010). Punaji Setyosari. 2010.Metode Penelitian Pendidikan Dan Pengembangan. Jakarta Kencana. Rudyani, M. A., Astuti, I. T., & Susanto, H. (2018). Perbedaan Antara Program Full Day School Dan Reguler Terhadap Perkembangan Psikososial Siswa Smp Negeri Di Kecamatan Ngaliyan. Unissula Nursing Conference Call for Paper & National Conference. https://doi.org/10.26532/.V1I1.2896.G2 105 Schmidt, R. A. (1991). Motor learning & performance: From principles to practice. In Motor learning & performance: From principles to practice. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&DSugiyono. 2013. “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D.” Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D. https://doi.org/10.1. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, Dan R&D. https://doi.org/10.1007/s13398-014- 0173-7.2 Wulandari, S., & Ungsianik, T. (2013). Status Gizi, Aktivitas Fisik, dan Usia Menarche Remaja Putri. Jurnal Keperawatan Indonesia. https://doi.org/10.7454/jki.v16i1.20 Tangkudung, J. (2016). Macam-Macam Metodologi Penelitian: Uraian dan Contohnya. Lensa Media Pustaka Indonesia.