Available online at : http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/gjik Gladi : Jurnal Ilmu Keolahragaan 11 (02) 2020, 78-90 Permalink/DOI: https://doi.org/10.21009/GJIK.112.01 MODEL VARIASI LATIHAN TEKNIK DASAR PASSING SEPAKBOLA PUTRA USIA KELAS TINGGI PADA SEKOLAH DASAR Bambang Triaji Asnoto 1.2 , Firmansyah Dlis 2 , Sri Nuraini 2 1 SDN Tebet Timur 17, Jl. Tebet Timur Dalam II, RT.1/RW.4, Tebet Tim., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12820 2 Pendidikan Olahraga, Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, Komplek Universitas Negeri Jakarta Gedung M. Hatta Jl. Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Indonesia 13220 Corresponding author. Email: asnoto250392@gmail.com Abstrak , Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra yang efektif untuk usia kelas tinggi pada sekolah dasar. Berdasarkan data yang diperoleh, dari hasil penelitian yang terdiri dari validasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar serta pembahasan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra dapat dikembangkan dan diterapkan dalam ekstrakurikuler sekolah serta efektif untuk mengingkatkan kemampuan teknik dasar passing sepakbola usia kelas tinggi pada sekolah dasar. Subyek penelitian dalam uji coba kelompok kecil sebanyak 20 siswa kelas tinggi SDN Tebet Timur 15 dan subyek penelitian dalam uji coba kelompok besar sebanyak 30 siswa kelas tinggi SDN Tebet TImur 07, serta subyek penelitian pada uji efektivitas sebanyak 40 siswa kelas tinggi SDN Tebet Timur 17. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah hasil validasi pakar dan uji efektivitas melalui instrument penilaian posisi kaki tumpu, ayunan kaki yang menendang, posisi kaki yang menendang, posisi lutut, posisi tangan, pandangan mata, impact, posisi badan, dan follow through dengan analisis data statistik uji-t. Hasil penelitian dan pengembangan model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar menunjukkan bahwa (1) setelah dilakukan uji coba kelompok kecil dan besar terdapat perubahan yang semula 36 item model menjadi 30 item model yang dapat diterapkan dalam meningkatkan keterampilan teknik dasar passing sepakbola siswa (2) Berdasarkan analisis data diperoleh nilai t hitung 20.800 > t tabel 2.02 taraf signifikansi 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan keterangan tersebut dapat dikatakan bahwa model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar dapat meningkatkan keterampilan teknik dasar passing serta efektif untuk diterapkan dalam proses latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar. Kata Kunci: Model Variasi Latihan; Passing Sepakbola; Sekolah Dasar Abstract. The research purpose is to provide the overview of variations model training of basic passing techniques in boys soccer which effective for high-grade ages in elementary school. Based on the data from research, small groups trials and large group trials also the discussion of result, it conclude that the variations model of passing basic techniques training of high-grade ages boys in elementary schools could be develop and apply on extracurricullar also the effectiveness of increasing the skill technique on basic passing training. The research subject on small group trial are 20 high-grade ages students of SDN Tebet Timur 15 and the largest one are 30 high-grade ages students of SDN Tebet Timur 07 also the effectivenest trials are 40 high-grades ages students from SDN Tebet Timur 17. The research method is the research and development model from Borg and Gall. The collection data techiniques is the validation result and effectiveness trial through instruments for assessing fulcrum positions, kicking leg swings, kicking foot positions, eye views, impact, body position, and follow through with t-test statistical data analysis. The research result and model improvement shows (1) after the small group and large group trials are done there are changes from 36 model items to 30 model items that could be applied to increase the skill technique of basic passing student soccer (2) Based on the data analysis, the t value is 20,800 > t table 2.02 with a significance level of 0.05, it could be conclude that H0 is rejected and Ha is accepted. Based on this information, it could be said that the variations model of the passing basic technique high-grade ages students in elementary school could be improve the basic skills of passing and be effective to applied in training process of the passing basic technique of high-grade ages student in elementary schools. Keywords: Variations Model Training; Soccer Passing; Elementary school Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 79 Bambang Triaji Asnoto, Firmansyah Dlis, Sri Nuraini PENDAHULUAN Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang sangat digemari oleh masyarakat. Sepakbola merupakan olahraga permainan yang dimainkan secara beregu, dimana setiap regu terdiri dari sebelas pemain. Dalam sebelas pemain tersebut ada beberapa posisi yaitu penjaga gawang, pemain belakang, pemain tengah, dan pemain depan. Tujuan permainan sepakbola adalah mencetak gol ke gawang lawan untuk memenangkan pertandingan. Pengamat sepakbola tanah air berpendapat bahwa salah satu penyebab utama kegagalan manajemen sepakbola nasional kita adalah kurangnya perhatian pada perkembangan anak usia dini (akar rumput) dan usia yang lebih muda (kelompok umur) (Syukur & Soniawan, 2015, p. 73). Salah satu penentu keberhasilan menciptakan pemain-pemain handal dalam sepakbola adalah dengan pembinaan yang benar pada usia sekolah dasar. Keterampilan gerak dasar dapat dimiliki serta dikuasai pemain secara maksimal melalui latihan-latihan yang di program dan direncanakan dengan baik serta didukung dengan pertandingan-pertandingan yang terencana. Dalam memberikan latihan fisik dan keterampilan gerak dasar agar dapat lebih mudah dipahami dan dikuasai oleh pemain, maka pemberian latihan ini harus diberikan sejak usia dini (Ibtidayah et al., 2012, p. 34). Pembinaan sepakbola pada usia sekolah dasar sangatlah penting untuk mempelajari teknik-teknik dasar sepakbola yang benar dan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh seseorang. Pembinaan sepakbola pada usia sekolah dasar bisa dilakukan di sekolah sepakbola maupun pada ekstrakurikuler sekolah. Di sebuah sekolah dasar biasanya terdapat ekstrakurikuler untuk beberapa cabang olahraga sebagai kegiatan pendukung di luar jam pembelajaran, bagi siswa yang memiliki minat dan bakat dalam cabang olahraga tertentu dapat ikut serta dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Development of student positive characters can be implemented in teaching learning process, school culture, extracurricular activities, and community involvement (Marini, 2019; Oktarina, Widiyanto, and Soekardi, 2015). Pengembangan karakter positif siswa dapat diimplementasikan dalam proses belajar mengajar, budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan keterlibatan masyarakat (Rihatno et al., 2020, p. 103). Ekstrakurikuler sepakbola menjadi salah satu kegiatan yang sangat diminati oleh siswa. Mereka mengikuti kegiatan tersebut karena pada saat jam pembelajaran pendidikan jasmani sangat kurang waktunya Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 80 Bambang Triaji Asnoto, Firmansyah Dlis, Sri Nuraini untuk berlatih sepakbola, oleh karena itu mereka ingin menambah porsi latihan sepakbola di kegiatan ekstrakurikuler agar dapat melakukan teknik-teknik dasar sepakbola dengan baik dan benar. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler sepakbola selain untuk kebugaran jasmani juga bertujuan sebagai wadah siswa menyalurkan minat dan potensi diri siswa untuk mencapai prestasi di bidang non akademik. Ekstrakurikuler merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan diluar jam sekolah. Ekstrakurikuler bertujuan untuk mengembangkan bakat minat, kemampuan, dan kerjasama peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional (UU RI Nomor 62 Tahun 2014, n.d.). Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan diluar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah (Wardana et al., 2018, p. 194). Bermain sepakbola secara baik dan selalu memenangkan pertandingan dapat memperbesar peluang untuk berprestasi. Untuk memenangkan pertandingan dalam sepakbola diperlukan teknik-teknik dasar sepakbola yang baik dan benar. Dalam sepakbola terdapat tiga momen penting yang biasa di sebut three main momment yaitu menyerang, transisi, dan bertahan. Sebaiknya para pemain khususnya pemain usia sekolah dasar harus di latih kemampuan teknik dan taktik baik secara bertahan ataupun menyerang serta kemampuan para pelatih juga harus ditingkatkan dalam memahami taktik sehingga mampu mentransfer pengetahuan kepada para pemain sehingga pada level professional para pemain Indonesia sudah siap dan mampu bersaing. Dalam sepakbola terdapat beberapa teknik dasar yaitu control, dribbling, passing, dan shooting. Teknik- teknik tersebut dapat di latih sejak usia sekolah dasar agar pada tahapan usia selanjutnya hingga dewasa dapat bermain sepakbola dengan baik dan benar agar dapat berprestasi mengharumkan nama bangsa. Pemain dapat melakukan teknik dasar sepakbola dengan benar jika memiliki keterampilan motorik yang baik pula. Menurut Fitts dan Posner membagi tahapan belajar gerak menjadi tiga tahapan yang menjadi menjadi model standar tahapan pembelajaran keterampilan gerak. Ketiga tahapan tersebut adalah kognitif, asosiatif, dan otonom (Edwards, 2011, p. 251). Jika seseorang sudah melewati tiga tahapan tersebut bisa dikatakan seseorang sudah mahir dalam melakukan keterampilan. Keterampilan merupakan suatu perbuatan atau tugas yang berorientasi terhadap suatu Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 81 Bambang Triaji Asnoto, Firmansyah Dlis, Sri Nuraini tujuan yang memerlukan pergerakan badan dan atau pergerakan anggota badan yang harus melalui proses berlatih (Coker, 2017, p. 5). Dengan demikian keterampilan merupakan suatu perbuatan yang melibatkan seluruh bagian tubuh untuk menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan tertentu melalui sebuah proses latihan. Menurut Ahmad Atiq, siswa mengalami kesulitan pada pelaksanaan passing kaki bagian dalam. Passing kaki bagian dalam memang tidak semudah apa yang dibayangkan siswa pada saat pelaksanaan jauh berbeda dengan apa yang di lihat dan diucapkan saat hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak yang belum paham tentang pola gerak passing bagian dalam dan belum dapat dilakukan secara sempurna (Atiq, 2013, p. 47). Passing adalah cara untuk menghubungkan sesama pemain dalam satu tim sepakbola di lapangan. Keakuratan, kecepatan, dan waktu pelepasan bola adalah bagian penting dari transfer bola dengan sukses (Syukur & Soniawan, 2015). Guru dan pelatih dari beberapa sekolah dasar yang telah saya survey berpendapat bahwa mayoritas siswa atau pemain masih sangat kurang menguasai teknik dasar passing sepakbola. Hal tersebut disebabkan karena siswa di sekolah dasar adalah awal mereka mengenal sepakbola dan mereka belum banyak mengenal teknik- teknik dasar passing sepakbola serta cara melakukannya dengan benar, selain itu mereka juga belum mengetahui detail peraturan permainan sepakbola. Pada usia sekolah dasar inilah para pelatih maupun guru harus mampu memperkenalkan permainan sepakbola beserta teknik-teknik dasar passing sepakbola dengan baik dan benar, karena pada usia sekolah dasar anak lebih mudah menerima informasi dan merekamnya di otak agar untuk tahapan usia selanjutnya mereka semakin mahir dalam melakukan teknik dasar sepakbola dan menjadi suatu gerakan otomatisasi. Jika sudah sampai tahapan otomatisasi dalam melakukan teknik dasar passing sepakbola maka dapat dikatakan bahwa siswa atau pemain tersebut sudah mahir dalam melakukan keterampilan tertentu. Latihan sejak usia sekolah dasar sangat diperlukan agar dapat menguasai teknik-teknik dasar passing dalam sepakbola. Sesi pelatihan dilakukan untuk mempersiapkan pemain agar dapat menunjukkan perkembangan teknik, taktik, fisik, dan mental yang telah di latih pada sesi latihan dalam pertandingan di sebuah kompetisi. Permainan sepakbola juga sama seperti halnya semua kegiatan hidup manusia yang membentuk sikap jujur terhadap diri sendiri, sportivitas, fair play, bertangung jawab dan memberanikan diri untuk mengambil keputusan (Atiq, 2013). Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 82 Bambang Triaji Asnoto, Firmansyah Dlis, Sri Nuraini Tahapan pada sepakbola usia sekolah dasar adalah fun phase dimana setiap sesi latihan siswa atau pemain harus merasakan kesenangan dan kenyamanan. Pelatih usia sekolah dasar harus dapat memberikan materi latihan yang mudah dan selalu memberikan motivasi, serta dapat menciptakan suasana latihan yang menyenangkan agar mereka tidak merasa jenuh dan selalu bersemangat dalam berlatih. Model-model latihan merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat menunjang pemain untuk menguasai materi latihan, dengan media ini seorang pelatih dapat memberikan latihan secara baku dan rinci sesuai dengan tujuan latihan, sehingga pemain dapat mudah menguasai materi latihan, selain itu dengan model latihan memudahkan bagi pelatih untuk dapat memberikan materi latihan kepada pemainnya, secara tidak langsung tujuan pembelajaran akan tercapai. Secara umum semua tim sepakbola baik dari sekolah, universitas, klub amatir, klub profesional bahkan sampai tim nasional berupaya untuk meningkatkan prestasi. Dalam upaya meningkatkan prestasi khususnya di cabang olahraga sepakbola, hendaknya terus melakukan aktivitas latihan secara berkesinambungan, dan juga dikolaborasi melalui pendidikan dan pelatihan olahraga yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi secara efektif dan efisien, serta peningkatan kualitas lembaga dan organisasi keolahragaan baik tingkat pusat maupun daerah. Permainan sepakbola banyak menuntut pergerakan yang dinamis dan energik, karena setiap waktu dapat silih berganti bertahan dan menyerang. Sebagai olahraga yang di anggap populer, sekolah sudah memasukkan olahraga sepakbola sebagai materi permainan bola besar dalam kurikulum pendidikan jasmani. Pelatih yang memiliki program latihan ini kadang merasa kesulitan tentang materi yang akan diajarkan, dikarenakan beragam macam teknik dan taktik. Kendala-kendala tersebut secara nyata telah menghalangi upaya meningkatkan perkembangan dan kemajuan prestasi cabang olahraga sepakbola untuk dapat berkembang di tingkat nasional maupun Internasional. Pengembangan latihan untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar passing sepakbola sudah ada di setiap tim sekolah, universitas, klub amatir, klub profesional bahkan tim nasional tetapi model-model latihan tersebut sudah lama tidak dikembangkan dan menjadikan model latihan yang tidak bervariatif sehingga para pemain yang ingin mempelajari cabang olahraga sepakbola merasa bingung, kesulitan dan tidak berkembang, sehingga mempengaruhi penampilan. Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 83 Bambang Triaji Asnoto, Firmansyah Dlis, Sri Nuraini Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan di atas maka dalam upaya meningkatkan keterampilan teknik dasar passing sepakbola, penulis tertarik untuk mengembangkan beberapa model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola yang bervariasi dan mudah dipahami oleh anak- anak usia 10 sampai 12 tahun, karena model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola ini dibuat agar anak-anak tidak jenuh dalam mengikuti latihan, dan bisa lebih tertarik serta bisa lebih mudah untuk mengingat gerakan-gerakan latihannya sehingga dalam situasi permainan semua pemain dapat melakukan teknik dasar passing yang baik. METODE Salah satu tujuan dari model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola ini dapat dijadikan acuan dan contoh variasi latihan bagi pelatih sepakbola dalam menyusun program latihan. Pengembangan ini bertujuan antara lain : 1. Memberikan gambaran mengenai bagaimana proses latihan teknik dasar passing dalam olahraga sepakbola putra kelas tinggi pada sekolah dasar. 2. Untuk mengetetahui efektifitas hasil model variasi latihan teknik dasar passing untuk cabang olahraga sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar. Tujuan akhir dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan suatu produk model variasi latihan yang sesuai dengan kebutuhan dalam situasi permainan sepakbola dalam bentuk buku pedoman yang berisikan variasi atau hasil pengembangan model variasi latihan teknik dasar passing untuk cabang olahraga sepakbola, sehingga dapat melengkapi variasi latihan teknik dasar passing sepakbola yang ada pada saat ini. Pelaksanaan penelitian ini akan dilaksanakan di SDN Tebet Timur 15, SDN Tebet Timur 07, dan SDN Tebet Timur 17, Kecamatan Tebet Jakarta Selatan dan memerlukan waktu 3 bulan lebih, mengacu pada penelitian riset dan pengembangan dari Borg and Gall. Adapun timeline penelitian Model Variasi Latihan Teknik Dasar Passing Sepakbola Putra Usia Kelas Tinggi Pada Sekolah Dasar sebagai berikut: analisis kebutuhan dilakukan pada bulan Oktober 2018, perancangan pengembangan model (draft) pada bulan Januari 2019, validasi ahli dan revisi tahap satu pada bulan Maret 2019, uji kelompok kecil dan revisi tahap dua pada bulan April 2019, uji kelompok besar dan revisi tahap tiga pada bulan Juli 2019, serta uji efektivitas pada bulan Agustus 2019. Proses perencanaan dan penyusunan dibuat agar dapat membantu keberhasilan penelitian yang akan dilakukan, memberikan Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 84 Bambang Triaji Asnoto, Firmansyah Dlis, Sri Nuraini petunjuk dan tuntunan yang jelas dalam pelaksanaan penelitian nantinya dalam proses suatu latihan. Pengembangan model latihan yang akan disusun dan dikembangkan berupa model baru dan modifikasi dalam bentuk latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar yang terdiri dari 30 (tiga puluh) model variasi latihan. Sasaran karakteristik penelitian ini adalah model latihan Passing dalam olahraga sepakbola untuk anak usia sekolah dasar. Menurut FIFA Grassroots Indonesia Handbook, program FIFA Grassroots Football menyasar pada anak laki-laki berusia 10-12 tahun melalui inisiatif sekolah, komunitas dan klub. Grassroots football berfokus pada aktivitas rekreatif dan program ini merupakan program yang terstruktur untuk berlatih, dengan latihan dan pertandingan, di dalam kerangka sekolah atau klub. Oleh karena itu, sesi pelatihan yang intensif dan taktik yang rumit tidak dibutuhkan dalam grassroots football. Pengembangan model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar menggunakan subyek penelitian dalam uji coba kelompok kecil sebanyak 20 siswa kelas tinggi SDN Tebet Timur 15 dan subyek penelitian dalam uji coba kelompok besar sebanyak 30 siswa kelas tinggi SDN Tebet TImur 07, serta subyek penelitian pada uji efektivitas sebanyak 40 siswa kelas tinggi SDN Tebet Timur 17. Ditinjau dari tujuannya untuk menghasilkan atau mengembangkan suatu produk, penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2016, p. 407). Pengembangan meliputi kegiatan percobaan dan penyempurnaan terhadap suatu produk pengembangan. Dalam pengembangan penelitian ini peneliti menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg And Gall yang terdiri dari 10 Langkah dalam penelitian. 1. Research And Information – Includes review of literature, classroom observations, and preparation of report of state of the art. Pada tahap pertama ini menentukan masalah atau potensi yang menjadi dasar pengembangan model dengan pengumpulan informasi. 2. Planning – includes defining skills, stating objectives determing course sequence, and small scale feasibility testing. Pada tahap kedua ini merencanakan konsep yang berkaitan dengan permasalahan dan tujuan yang akan dicapai pada setiap tahapan. Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 85 Bambang Triaji Asnoto, Firmansyah Dlis, Sri Nuraini 3. Develop preliminary form of product – includes preparation of instructions materials, handbook, and evaluation devices. Pada tahap ketiga mengembangkan rancangan produk berupa Model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar sebanyak 36 item model. 4. Pr-eleminary Field testing – conducted in from 1-3 schools using 6- 12 subjects. Interview, observational and questionnaire data collected and analyzed. Pada tahap ini melakukan uji coba lapangan awal dengan subjek 20 siswa kelas tinggi SDN Tebet Timur 15 menggunakan produk awal sebanyak 36 item model. 5. Main product revision – Revision of product as suggested by the preliminary field test results. Pada tahap ini melakukan perbaikan terhadap produk awal berdasarkan hasil uji coba awal. 6. Main field testing – Conducted in 5 to 15 schools with 30 to 100 subjects. Quantitative data on subject’ precourse and post course performance are collected. Results are evaluated with respect to course objectives and are compared with control group data, when appropriate. Pada tahap ini melakukan uji coba yang lebih besar dengan subjek 30 siswa kelas tinggi SDN Tebet Timur 07 menggunakan produk awal yang telah di revisi sebanyak 32 item model. 7. Operational product – Revision of product as suggested by the preliminary field-test results. Pada tahap ini melakukan perbaikan berdasarkan hasil uji coba yang lebih luas. 8. Operational field testing – Conducted in 10 to 30 school involving 40 – 200 subject. Interview, observational and questionnaire data collected and analyzed. Pada tahap ini melakukan uji efektivitas dengan subjek 40 siswa kelas tinggi SDN Tebet Timur 17 terhadap model yang telah di revisi sebanyak 30 item model. 9. Final product – Revision of product as suggested by operational field-test results. Pada tahap ini melakukan perbaikan akhir terhadap model yang dikembangkan, sehingga menghasilkan produk final sebanyak 30 item model. 10. Dissemination and implementation – Report on product at professional. Pada tahap ini melakukan langkah menyebarluaskan produk atau model yang dikembangkan berupa buku Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 86 Bambang Triaji Asnoto, Firmansyah Dlis, Sri Nuraini model latihan. (Borg & Meredith D, 1983). Hasil akhir dari kegiatan penelitian dan pengembangan adalah model variasi latihan passing pada olahraga sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar. Tentunya hasil akhir penelitian dan pengembangan ini akan menghasilkan desain model variasi latihan baru yang lengkap dengan spesifikasi produknya, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan dalam proses latihan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengembangan model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar ditulis dalam bentuk naskah atau pedoman pelaksanaan yang dapat disajikan dan dibaca oleh guru atau pelatih untuk dijadikan sebagai pedoman dan bahan referensi dalam melakukan latihan teknik dasar passing sepakobola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan teknik dasar passing khususnya pada siswa usia kelas tinggi pada sekolah dasar. Teknik dasar passing sepakbola ini dapat digunakan saat latihan berpasangan maupun kelompok. Model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar yang dikembangkan oleh peneliti berawal dari analisis kebutuhan yang dilakukan dengan berbagai cara sehingga memunculkan beberapa pertanyaan terkait dengan pengembangan yang dilakukan. Secara keseluruhan terdapat dua tujuan umum yang hendak diungkap dalam studi pendahuluan atau analisis kebutuhan, yaitu : a. Seberapa penting model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar dengan model pengembangan variasi latihan dalam proses latihan yang efektif dan efisien, serta menarik. b. Kendala dan dukungan apakah yang dijumpai dalam model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar. Tujuan umum diatas kemudian menjadi dasar penelitian melakukan studi pendahuluan dengan menggunakan instrument wawancara yang mendalam (in- depth interview) kepada guru pendidikan jasmani serta melakukan survey karena tujuan utamanya adalah melakukan persiapan teknis dengan mengenali lebih dahulu karakteristik subyek penelitian dan tempat yang akan dilakukan penelitian, peneliti melakukan diskusi wawancara dan survey dengan guru pendidikan jasmani SDN Tebet Timur 01 Jakarta, SDN Tebet TImur 07 Jakarta, SDN Tebet Timur 15 Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 87 Bambang Triaji Asnoto, Firmansyah Dlis, Sri Nuraini Jakarta, dan SDN Tebet Timur 17 Jakarta pada Bulan Oktober 2018. Menurut guru dari beberapa sekolah dasar yang telah saya survey berpendapat bahwa mayoritas siswa atau pemain masih sangat kurang menguasai teknik dasar passing sepakbola. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui seberapa penting model latihan yang akan dikembangkan peneliti. Hasil studi pendahuluan atau temuan lapangan selanjutnya dideskripsikan dan dianalisis sehingga hasil ini bersifat deskriptif dan analitis, dengan mengacu pada tujuan studi pendahuluan. Berdasarkan dari analisis kebutuhan tersebut dapat diketahui bahwa : (1) Pelatih sangat membutuhkan inovasi baru untuk melatih teknik dasar passing sepakbola (2) pelatih memerlukan model latihan teknik dasar passing sepakbola yang lebih bervariatif, menyenangkan dan mampu mengaktifkakan para atlet dalam proses latihan (3) pelatih setuju jika dikembangkan model pengembangan Latihan Teknik Dasar Passing Sepakbola Putra Usia Kelas Tinggi Pada Sekolah Dasar (4) pelatih membutuhkan referensi media berupa buku elektronik atau non elektronik guna menunjang proses Latihan Teknik Dasar Passing Sepakbola Putra Usia Kelas Tinggi Pada Sekolah Dasar. Setelah model mengalami revisi tahap II dari hasil ujicoba kelompok kecil dan kelompok besar. Maka dilanjutkan dengan menguji efektifitas Model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar yang telah disusun dan disempurnakan melalui beberapa tahapan yang telah dijelaskan. Efektifitas model yang dikembangkan ini dilakukan pada siswa kelas tinggi pada sekolah dasar dengan subyek sebanyak 40 siswa. Dari data hasil latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar di atas maka didapatkan nilai sebagai berikut: Tabel 1. Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 Pre Test 14.38 40 2.272 .359 Post Test 20.03 40 1.833 .290 Berdasarkan hasil output dengan menggunakan SPSS bahwa nilai rata-rata hasil latihan teknik dasar passing sepakbola putra sebelum diberikan perlakuan adalah 14,38 dan setelah diberikan perlakuan dengan model latihan 20,03 artinya bahwa nilai rata-rata tingkat kemampuan anak meningkat. Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 88 Bambang Triaji Asnoto, Firmansyah Dlis, Sri Nuraini Tabel 2. Paired Samples Correlations N Correlati on Sig. Pair 1 Pre_Test & Post_Test 40 .669 .000 Berdasarkan hasil output tabel diatas bahwa koefisiensi korelasi latihan sebelum dan sesudah diberikan model latihan teknik dasar passing sepakbola adalah 0,669 dengan p-value 0,00 < 0,05 jadi kesimpulannya signifikan. Dalam uji signifikan perbedaan dengan SPSS didapatkan hasil t-hitung = - 20.800, df = 39 dan p-value = 0,00 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan latihan teknik dasar passing sepakbola sebelum dan sesudah adanya perlakuan model latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar. Berdasarkan keterangan tersebut dapat dikatakan bahwa model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar yang dilakukan atau diterapkan efektif dan meningkatkan kemampuan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar. Berikut perbandingan hasil dari kemampuan siswa sekolah dasar sebelum pemberian treatment dan sesudah pemberian treatment dengan model-model latihan passing sepakbola usia sekolah dasar dengan diagram batang: KESIMPULAN Berdasarkan data yang diperoleh, dari hasil penelitian yang terdiri dari validasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar serta pembahasan dari hasil penelitian, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa: Model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi pada sekolah dasar dapat dikembangkan dan diterapkan dalam ekstrakurikuler sepakbola serta meningkatkan kemampuan teknik dasar passing sepakbola. Model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra efektif untuk pemain usia kelas tinggi pada sekolah dasar. Model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola putra usia kelas tinggi Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 89 Bambang Triaji Asnoto, Firmansyah Dlis, Sri Nuraini pada sekolah dasar dapat memberikan kontribusi yang positif dalam menunjang pencapaian tujuan latihan, karena selain dapat meningkatkan kemampuan teknik dasar passing, pemain juga dapat tertarik dengan model variasi latihan teknik dasar passing sepakbola. Pemain dapat lebih mudah menerima materi latihan dengan gerakan- gerakan yang mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Model variasi latihan teknik dsaar passing ini juga efektif, karena terdapat koreksi dan progress dalam setiap materi latihan yang disampaikan pelatih, serta sesuai dengan kebutuhan latihan di sekolah dasar. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan model variasi latihan ini dapat pula diterapkan oleh pelatih dan guru pendidikan jasmani untuk meningkatkan kemampuan teknik dasar passing sepakbola. DAFTAR PUSTAKA Atiq, A. (2013). Pendekatan Skill Time Tehnik Dasar Passing Sepakbola Pada Kelas 1 Sd Islamiyah Pontianak. 3, 1– 3. Borg, W. R., & Meredith D, G. (1983). Educational Research: An Introduction, 4th Edition (4th Ed.). Longman Inc. Coker, C. (2017). Motor Learning And Control For Practitioners. In Motor Learning And Control For Practitioners. Https://Doi.Org/10.4324/97813152132 55 Edwards, W. H. (2011). Motor Learning And Control: From Theory To Practice. In Sas For Epidemiologists. Http://Www.Springerlink.Com/Index/ M368g660j3244576.Pdf Ibtidayah, M., Ma, A. L., Tanjung, A., Muliyadi, H., Rif, M., & Kunci, K. (2012). Upaya Meningkatkan Teknik Dasar Bermain Sepak Bola Dengan Metode Modifikasi Peraturan Permainan Pada Siswa Kelas Vi Madrasah Ibtidayah Al Ma’arif 03 Tanjung Paoh Hendra Muliyadi 1 , M. Rif’at 2 , Wakidi 3. Rihatno, T., Safitri, D., Nuraini, S., Marini, A., Ferdi Fauzan Putra, Z. E., & Wahyudi, A. (2020). The Development Of Character Education Model Using Stop Motion Animation For Elementary School Students In Indonesia. International Journal Of Advanced Science And Technology, 29(8 Special Issue), 103–109. Sugiyono, P. D. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,Dan R&D. In Alfabeta, Cv. Syukur, A., & Soniawan, V. (2015). The Effects Of Training Methods And Achievement Motivation Toward Of Football Passing Skills. Jipes - Journal Of Indonesian Physical Education And Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 90 Bambang Triaji Asnoto, Firmansyah Dlis, Sri Nuraini Sport, 1(2), 73. Https://Doi.Org/10.21009/Jies.012.07 Uu Ri Nomor 62 Tahun 2014, Pub. L. No. 64, 53 1689. Https://Doi.Org/10.1017/Cbo97811074 15324.004 Wardana, C. R., Setiabudi, M. A., & Candra, A. T. (2018). Pengaruh Latihan Small- Sided Games Terhadap Keterampilan Passing, Controlling Dan Shooting Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola Smk Negeri 1 Tegalsari Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani Dan Olahraga). Https://Doi.Org/10.36526/Kejaora.V3i 2.212