Available online at : http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/gjik Gladi : Jurnal Ilmu Keolahragaan 11 (02) 2020, 165-175 Permalink/DOI: https://doi.org/10.21009/GJIK.112.08 PASSING FUTSAL BERBASIS SMALL SIDED GAMES Dimas Prabowo1, Yasep Setiakarnawijaya1, Nofi Marlina Siregar1 1 Pendidikan Olahraga, Universitas Negeri Jakarta, Komplek Universitas Negeri Jakarta, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220 Correspondiing author. Email : dimaspra19@gmail.com Abstrak Tujuan penlitian ini untuk menghasilkan model-model latihan Passing futsal berbasis small sided game pada club lampung dan untuk menguji keefektifan dari model yang dihasilkan. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pengembangan Brog dan Gall dengan menggunakan 10 tahapan dan dengan subjek penelitian adalah atlet futsal U-16 tahun di akademi futsal Lampung. Penelitian ini diawali dengan analisis kebutuhan, perencanaan, membuat produk, uji coba, revisi dan produk final. Uji efektifitas passing dengan instrumenn yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemapuan passing atlet sebelum dan sesudah pemberian perlakuan model latihan ini layak digunakan. Pada hasil uji coba kelompok kecil dalam kelompok besar menerangkan bahwa model tersebut signifikan perbedaan dengan perbedaan dengan SPSS 16 Independent Samples Test didapat hasil Pada uji signifikan perbedaan dengan SPSS 16 didapatkan nilai rata-rata =8,067 menunjukan selisih dari hasil pre-test dan post-test, df= 29, hasil t tabel =24,558 > t hitung 1,69913 (dari n=30) dan p-value = 0,00 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan model latihan passing futsal berbasis small sided games untuk u-16 tahun. Hal tersebut menunjukan bahwa perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen yaitu model passing futsal berbasis small sided games untuk U-16 tahun memiliki efektifitas yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan keterampilan passing pada atlet U-16 tahun. Kata Kunci: Passing, Futsal; Small Sided Games; jurnal olahraga Abstrak The purpose of this research to generate models drills Passing based futsal small sided game in club Lampung and to test the effectiveness of the resulting model. The research method used in this research is the Borg and Gall development method using 10 stages and the subject of the research is the U16 futsal athlete in Lampung futsal academy. This research begins with a needs analysis, planning, making products, trials, revisions and final products. Test the effectiveness of passing with an instrument used to determine the level of passing ability athletes before and after the treatment of this exercise model is appropriate to use. In the results of small group trials in large groups explained that the model is significant difference with the difference with SPSS 16 Independent Samples Test obtained results In a significant test difference with SPSS 16 obtained an average value = 8.067 shows the difference from the results of pre-test and post-test , df = 29, the results of t table = 24.558> t arithmetic 1.69913 (from n = 30) and p-value = 0.00 <0.05 which means there is a significant difference between before and after being given a futsal passing training model based on small sided games for U 16 years. This shows that the treatment given to the experimental group, namely the futsal passing model based on small sided games for U 16 years, has a higher effectiveness and can improve the passing skills of U 16 athletes. Keywords: Passing, Futsal, Small Sided Games, sports journal mailto:dimaspra19@gmail.com Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 166 Dimas Prabowo, Yasep Setiakarnawijaya, Novi Marlina Siregar PENDAHULUAN Olahraga merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang tidak dapat dipisahkan dan menjadi bagian dari masyarakat serta salah satu dari kebutuhan jasmani yang penting bagi manusia. Olahraga juga sebagai wadah pengembangan pertumbuhan fisik untuk menuntaskan tugas tubuh kembang anak. Perkembangan dunia olahraga hingga saat ini sangat pesat, terutama pada olahraga futsal. Bermain futsal meberikan sensasi tersendiri bagi orang yang memainkannya, dalam jurnal Prastyo (2017) bermain futsal selain harus memiliki teknik bermain yang baik juga harus memiliki kecepatan, daya tahan dan berfikir cepat dalam setiap pengambilan keputusan. Akan tetapi dalam bermain futsal hal yang sering dilakukan seorang pemain adalah passing cepat yang baik saat bermain. Mendapatkan tujuan akhir dan hasil yang sesuai diinginkan untuk membentuk atlet yang baik dalam bermain futsal, maka diperlukan program latihan dan model latihan yang baik pula untuk mencetak dan menghasilkan pemain berkualitas. . Teknik dasar bermain futsal yang perlu dikuasai pemain adalah teknik dasar mengumpan (passing), teknik dasar menahan bola (control), teknik dasar menggiring bola (dribbling), teknik dasar lambung (chipping) dan teknik dasar menembak (shooting) Diantara teknik dasar yang disebutkan tadi teknik passing termasuk paling banyak digunakan dalam bermain futsal, sehingga teknik passing peneliti anggap paling vital dan wajib dikuasai dengan baik pada seorang permain futsal. Penelitian dilakukan pada klub futsal, masih banyak kekurangan dan kesalahan passing yang masih lemah dan ketepatan teknik dasar tersebut. Hal tersebut di perkuat hasil wawancara dan pernyataan dari beberapa pelatih futsal di kota Lampung, kekurangan dan kesalahan tersebut sering terjadi dikarnakan kurangnya model latihan dan variasi latihan passing futsal dan pelatih masih menggunakan model-model latihan yang konvensional (umum) yang diterapkan dapat dilihat pada table berikut: Tabel. 1 keterbaruan penelitian passing futsal berbasis small-sided games yang dilakukan dilampung Latihan (Konfensional) Umum Latihan Small- Sided Games (SSG) • pelatih hanya mengarahkan seperti yang sudah-sudah • Model mudah di pelajari • latihan tidak sesuai usia yang dilatih • Model sudah sesuai dengan karakter siswa • pelatih menerapkan berdasarkan pengalaman • Hasil lathan SSG menarik dilakukan • Tidak efektif tdan tidak efisien • Hasil latihan SSG efektif dilakukan • Latihan cenderung Monoton • Hasil latihan SSG bervariasi Peneliti ingin mengembangkan model passing futsal berbasis small- sided games untuk meningkatkan keterampilan passing permain futsal dengan harapan semakin kecil lapangan saat latihan semakin pasih dalam permainan sebenarnya. dilihat dari penelitian sebelumnya (Komarudi 2013) Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 167 Dimas Prabowo, Yasep Setiakarnawijaya, Novi Marlina Siregar small-sided games sebagai sarana mengembangkan kemampuan pengabilan keputusan dalam permainan sepakbola dengan harapan akan mengasah keterampilan bermain sepakbola baik secara individu maupun tim.didalam small-sided games dapat disisipkan ke anak didik yang berupa nilai-nilai kerjasama, kemampuan menyelesaikan masalah saat menghadapi tekanan, dan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Hasil dari penelitian (Safaat Cahyana 2018) menjelaskan bahwa penggunaan small-sided games berpengaruh signifikan terhadap hasil keterampilan passing dengan demikian dapat disimpulkan latihan small sided games berpengarus terhadap skill passing atlet. Sejalan dengan penelitian (Waliyandi 2018) hasil penelitian adanya pengaruh latihan small- sided games terhadap Teknik dasar sepak bola. Hasil penelitian (Armandya Arizal 2018) tentang evaluasi keterampilan passing dalam small-sided games menjelaskan hasil peneliaian denga 3 orang judge terdapat 20 sampel menunjukan bahwa 2 orang (10%) memperoleh katagori baik sekali, 1 orang (5%) dengan katagori baik, 9 orang (45%) dengan katagori sedang, 4 orang (20%) dengan katagori kurang dan 4 orang (20%) dengan katagori kurang sekali dengan kata lain dapat disimpulkan Teknik dasar passing sepakbola SSB putra wujaya di kota padang termasuk katagori cukup. Dari beberapa refrensi diatas dapat disimpulkan bahwa latihan small- sided games berpengaruh pada Teknik dasar futsal maupun sepakbola karna bentuk latihan seperti aslinya dengan model bervariasi, menciptakan latihan dengan model-model yang tidak membuat bosan dan inofatif disusaikan dengan karakter atlet baik itu usia maupun daerah itu sendiri (Ilham n.d.) Latihan small sided game merupakan suatu latihan yang berkembang dengan menyajikan situasi permainan yang membuat pemain mendapatkan penguasaan aspek tiknik, taktik, dan fisik sekaligus, yang berarti pemain dituntut untuk menghadapi situasi tekanan seolah-olah dalam situasi permainan sesungguh nya. (Safaat Cahyana 2018) menyatatakan bahwa “small-sided games (SSG) kini menjadi metode latihan yang ngetren. Menurut Tony Charles dalam jurnal ( Ridlo 2018) small sided game merupakan situasi tepat yang dikembangkan dengan menyajikan situasi tepat yang dikembangkan untuk para pemain muda supaya mereka bisa belajar dan berkembang baskoro dalam (Wardana et al. 2018) latihan small-sided games adalah bentuk permainan seperti sebenarnya akan tetapi skala lapangan kecil merupakan situasi tepat yang dikembangkan untuk para pemain muda, setiap permainan merupakan gabungan dari teknik khusus dalam sepakbola, misalnya menggiring, mengoper, atau menembakkan bola atau berfokus pada kerjasama team dan strategi, misalnya bertahan, menyerang, menciptakan ruang gerak atau bergantian tugas, latihan small side game dilakukan dilapangan berukuran 20x10 meter. (Wahyu Rinaldi 2019) small side game adalah permainan sepakbola kecil tidak membutuhkan pemain yang banyak karna permainan ini dibuat untuk menyiasati saat tidak ada lapangan yang sesuai standar, Setiap peserta tampil dalam empat format SSG yang berbeda: 3 vs 3 MM dengan dan tanpa gol dan 3 lawan 3 NMM dengan dan tanpa gol. Setiap SSG berlangsung 3 x 4 menit diselingi dengan 4 menit pemulihan pasif. Cadangan persentase denyut jantung (% HRreserve) dicatat secara terus menerus selama SSG dan penilaian Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 168 Dimas Prabowo, Yasep Setiakarnawijaya, Novi Marlina Siregar sesi penguasaan tenaga (session-RPE) setelah SSG. Latihan menggunakan small side game bertujuan untuk mengasah skill teknis maupun taktis dalam setiap pengambilan keputusan untuk menimalisisrin kesalahan dalam melakukan passing. Keterampilan Dasar Futsal Futsal berasal dari kata Fut di ambil dari futbol (sepak bola) dari bahasa Spanyol atau futebol (Portugal) kemudian sal di ambil dari kata sala, salao dan salón (Perancis). Jadi bisa di simpulkan bahwa olaharaga futsal merupakan olahraga sepak bola yang di mainkan di dalam ruangan. Menurut halim sebelum FIFA sebelum mengeambil alaih futsal padatahun 1989 ada beberapa nama yang di pakai untuk olahraga ini diantaranya adalah five- a- side-game, mini soccer ataupun indoor soccer. Secara resmi, badan sepakbola dunia FIFA menyebutkan futsal pertama kali dimainkan di Montevideo, Uruguay tahun 1930. Versi lain mengatakan bahwa tahun 1854 permainan sejenis sudah dilakukan di Kanada. Pada tahun 1935 dibuatlah kesepakatan dan penetapan aturan tentang cara futsal dimainkan, akhirnya pada pertengahan 1936 dikeluarkan peraturan futsal yang tidak berbeda jauh dengan peraturan permainan futsal yang berlaku saat ini. Kira-kira dua puluh tahun kemudian tepatnya tahun 1954 peraturan futsal dibakukan. Piala Dunia futsal pertama kali diselenggarakan di Belanda tahun 1989. Halim futsal adalah permainan sejenis sepak bola yang di mainkan dalam lapangan yang berukuran lebih kecil. Sepak bola pada umumnya di mainkan di dalam lapangan yang berukuran besar. (Lhaksana 2006) menyatakan futsal adalah suatu permainan dengan menggunakan lapangan relatif lebih kecil dengan permainan yang sangat cepat dan dinamis diikuti dengan aturan yang lebih ketat. Salah satu dari perbedaan futsal dengan depak bola adalah futsal mempunyai perarturan yang sangat ketat seperti basket. Lhaksana menyatakan futsal adalah permainan yang sangat cepat dan dinamis. Fusal merupakan salah salah satu bentuk permainan menggunkan bola besar yang dimainkan sangat cepat dan dinamis agar bola tidak terebut lawan karena range lapangan yang sangat sempit. Oleh karena itu pemain futsal tidak boleh diam terlalu lama membawa bola harus cepat memutuskan apakah bola akan dribble, passing atau shooting dan bergerak lagi mencari posisi. Timo menyatakan bahwa saat bermain futsal, pemain di tuntut untuk banyak bergerak maju-mundur,kekanan dan kekiri begitu cepat (agilitas) Pemain futsal yang baik tentunya dia mempunyai kemampuan merubah arah dengan cepat untuk mengecoh lawan dengan bergerak maju, mundur, ke kanan-kiri dengan cepat tanpan kehilangan penguasaan bola. Laksana menyatakan bahwa futsal adalah membutuhkan daya tahan kecepatan, daya tahan kekuatan, dan kelincahan dalam waktuyang relative lama. Yang artinya futsal membutuhkan daya tahan untuk bergerak, kekuatan untuk menendang bola, dan kelincahan untuk merebut bola dang mengecoh lawan ketika dalam pertandingan. Dari beberapa pendapat yang di uraikan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa futsal adalah olaharaga yang kompleks yang membutuhkan kecepatan,kekuatan dan kelincahan dengan jumlah pemain 5 orang diselenggarakan dilapangan sempit dan dalam ruangan dengan cara memasukan bola ke lawan Menahan Bola (control) Keterampilan menerima bola kemudian mengontrol bola yang baik akan lebih mudah untuk melakukan kerjasama guna melakukan serangan dan bertahan. Untuk menerima dan Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 169 Dimas Prabowo, Yasep Setiakarnawijaya, Novi Marlina Siregar mengontrol bola diharuskan anda untuk membuat tubuh sebagai “target yang lunak” dengan menarik bagian tubuh yang akan menerima bola datang untuk mengurangi benturan. Setiap permainan Futsal menuntut pemain harus dapat menerima dan mengontrol bola dengan baik, karena kondisi dan situasi yang lebih kompleks dibandingkan dengan permainan sepakbola. Dengan datangnyabola yang deras maka pemain harus mengontrol bola dengan baik dan menguasai selama mungkin. Menggiring bola (dribbling) Teknik menggiring bola merupakan kemampuan dengan bola dimana pemain yang menguasai bola, sebelum bola tersebut diberikan kepada temannya atau menciptakan peluang untuk mencetak gol yang akan melakukan gerakan dengan bola, baik itu berupa “berlari dengan bola” atau gerakan menggiring bola. Menggiring bola sangat penting dan banyak gunanya dalam permainan Futsal sebagaimana diketahui bahwa dalam situasi tertentu tidak ada lawan yang menghalangi atau tidak ada yang berdiri bebas maka pemain dapat menggiring bola, bisa juga dalam situasi melakukan serangan balik menggunakan teknik menggiring bola. Kesulitannya adalah bagaimana menggiring bola bila ada lawan yang menghalangi dan mengejar Mengumpan lambung (chiping) (Narlan 2017) menjelaskan keterampilan chipping ini sering dilakukan delama permainan futsal untuk mengumpan bola dibelakang lawan atau dalam situasi lawan bertahan satu lawan satu. Teknik ini hampir seama dengan teknik passing, perbedaannya terlektak pada saat chipping menggunakan kaki bagian atas ujung sepatu dan perkenaannya tepat dibawah bola. Adapun langkah-langkah dalam melakukan teknik dasar chipping sebagai berikut: (a) tepatkan kakii tumpuan disamping bola, bukan kaki yang melakukan chipping. (b) gunakan ujung sepatu untuk diarahkan kebagian bawah bola agar bola melambung Passing Dalam permainan futsal pergerakan pemain yang cepat juga menyebapkan pemain harus tepat melakukan passing tak heran jika dalam permainan futsal passing memiliki peran penting melewati lawan atau membongkar pertahanan lawan, hal tersebut disebabpkan dalam permainan futsal pemain selalu berangkat dengan falsafah 100% ball possession (Syarifudin 2018) Passing dilapangan yang datar dan rata dengan ukuran lapangan kecil dibutuhkan passing yang tepat karna bola meluncur sejajar dengan tumit pemain. Passing dalam permainan futsal dianggap begitu vital dalam keberlangsungan permainan, untuk memulai permainan dan mengatur ritme permainan sehingga dapat dikatan passing merupakan teknik yang banyak digunakan dan penting dikuasai pemain pada saat bermain futsal untuk terus melakukan operan dalam permainan, sehingga dalam permainan futsal yang paling banyak digunakan dalam permainan adalah menggunakan passing. sedangkan untuk mengetahui bagus tidak nya suatu tendangan dapat dilihat dari indikator tendangan sepakbola yaitu dari akurasi dan kecepatan laju bola. Sejalan dengan pendapat (Gifford 2003) passing yang akurat adalah passing yang dpat mengarahkan bola ke arah yang diinginkan tanpa adanya penyerobotan oleh pihak lawan dan operan juga harus mencapai sasaran yang sedemikian rupa sehingga penerimanya mudah mengendalikannya. Sebuah permainan adakala nya menggunkan passing sekali sentuhan melihat situasi permainan, namun dalam pelaksanaan akan muncul teknik control Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 170 Dimas Prabowo, Yasep Setiakarnawijaya, Novi Marlina Siregar bola yang akan mengarahkan ke rangkaian permainan selanjutnya. Teknik passing yang baik dimulai ketika tim sedang menguasai bola menciptakan ruang diantara lawan dengan bergerak dan membuka ruang di sekeliling pemain (Gutomo Harianto, et al. 2016). shooting (A. Irawan 2006) shooting merupakan teknik dasar yang harus di kuasai oleh setiap pemain, teknik ini merupakan cara untuk menciptakan gol, karena seluruh pemain mendapatkan kesempatan untuk menciptakan gol dalam memenangkan pertandingan. Sedangkan Dalam jurnal (Utomo 2017) shooting adalah suatu kemampuan individu dalam permainan seapakbola dengan tujuan memasukan bola kedalam gawang . teknik dasar menendang bola dengan kaki kura-kura penuh bisa digunakan para pemanin sepak bola dengan tujuan memasukan bola kedalam tiang gawang. Sejalan dengan pendapat aji dalam jurnal (Risqi, 2018:24) teknik shooting yang efektif dalam permainan futsal adalah menendang bola dengan ujung kaki atau sepatu karna dengan teknik ini bola akan melesat cukup kencang dan bola akan tetap bergerak lurus, teknik shooting dilakukan pada kaki bagian dalam (Inside of the foot), kaki bagian luaar, punggung kaki, tumit kaki ujungk kaki dan mengakat dengan ujung kaki. Dalam teknik shooting terdapat fase-fase menedang yang harus di perhatikan yaitu; 1). Posisi kepala yang dimaksud dengan posisi kepala adalah sebelum melakukan tendangan pada bola kita merekam/memperhatikan kondisi lapnagan, dimana posisi lawan dan kawan berada, agar dapat menetukan arah bola yang akan ditendang. 2). Posisi kaki yaitu nentukan dimana posisi kaki berada didepan bola, posisi kaki berada disamping bola atauposisi kaki berada dibelakang bola. 3). Posisi bagian yang akakn ditendang yaitu menedang dibagian sisi kiri bola, sisi kanan bola, sisi tengah bola, sisi atas bola. Sedangkan dalam jurnal (Rajidin 2014) shooting adalah langkah atau perubahan dalam pertandingan sepak bola yang merupakan serangkaian usaha untuk memasukan bola kegawang lawan tanpa menggunakan tangan dengan tujuan untuk meraih kemenangan, yang diperlukan dalam sebuah akhir serangan adalah bagaimana seorang pemain dapat melakukan tembakan kegawang lawan dengan baik sehingga akan tercipta sebuah gol.. Small side games (Azi Faiz Ridlo 2018) tony carles menjelaskan permainan di lapangan skala kecil (small sided game) merupakan situasi tepat yang dikembangkan untuk para pemain muda, supaya mereka bisa belajar dan berkembang, (Laela 2018) small sided games atau permainan sisi kecil banyak digunakan untuk sekaligus meningkatkan kebugaran, keterampilan dan dinamika permainan, jika di bandingkan dengan permainan lengkap dengan tim yang lebih besar, lapangan yang digunakan ini lebih kecil dari pada ukuran lapangan yang sebenar nya. Sependapat dengan jurnal (Laela 2018). small side games (permainan sisi kecil) adalah permainan sepak bola yang dimainkan pada bidang yang lebih kecil dan dengan pemain yang lebih sedikit dari pada permainan Small side games memberikan tugas yang lebih sulit dibandingkan dengan latihan driil karna latihan small sided game pemain harus melakukan umpan dengan bola hidup sehingga tingkat kesulitan umpan lebih besar selain itu pemain harus mampu melakukan teknik lain agar mampu mempertahankan bola selama mungkin Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 171 Dimas Prabowo, Yasep Setiakarnawijaya, Novi Marlina Siregar secara berkelompok. (Komarudin n.d.) latihan small side games dapat digunakan dalam proses latihan peningkatan daya tahab aerobik dalam permainan sepak bola karna dalam latihan small sided games mencakup aspek teknik, taktik dan fisik dengan harapan akan mengasah keterampilan bermain sepakbola baik secara individu maupun tim. Senada dengan pendapat nya (Fadchurrohman. 2016) small sided games merupakan suatu metode latihan dengan menyajikan situasi permainan yang seperti permainan sesungguhnya yang membuat pemain mendapatkan penguasaan aspek teknik, taktik dan fisik. (Ridlo 2018) dalam penelitian nya permainan lapangan kecil (small sided game) merupakan latihan yang menggunakan lapangan lebih kecil, pemain lebih sedikit dan tidak mempunyai peraturan yang baku, baik mengenai peraturan permainan, alat yang digunakan, ukuran lapangan maupun durasi permainan karna bentuk permainan lapangan kecil ini menjadi alternatif mengindari kejenuhan dalam latihan akan tetapi bentuk permainan lapangan kecil ini juga dapat disesuaikan tetapi tetap tidak merubah tujuan utama dalam latihan. Iwan menjelaskan dalam jurnal (ronim aris dan iyan. 2018) small sided games adalah suatu metode latihan sepak bola menggunakan lapangan yang lebih kecil dan pemain yang lebih sedikit. Pendapat lain dikemukakan oleh makalah yang dikeluarkan West Contra Cosa Youth Soccer League (WCCYSL) small sided game adalah bentuk permainan dengan jumlah pemain kurang dari 11 pemain dalam satu lapangan tanpa penjaga gawang. Small side games memungkinkan pemain untuk mengalami situasi yang mereka hadapi selama memainkan pertandingan yang sebenarnya, hal ini dikarenakan dalam permainan small side games hampir mirip dengan pertandingan yang sebenarnya. Sesuai kutipan “Small side games are widely used during football practice. These games enable players to experience situations that they encounter during actual match play. By experiencing these situations during practice, players are able to improve technical, tactical and physiological aspects of their game” (Owen et al., 2004). Dengan mengalami situasi ini selama latihan, pemain dapat meningkatkan teknis, taktis dan aspek fisiologis permainan mereka. Dibandingkan dengan latihan game ukuran lebih besar, latihan dengan ukuran lebih kecil sangat efektif untuk melatih sentuhan bola setiap pemain. Menurut Almeida dkk (2012), dalam bentuk permainan kegiatan (game sisi kecil/ketentuan bermain dan fase permainan pembelajaran) lebih relevan dengan perolehan keterampilan dan kemampuan jenis-jenis kegiatan yang melibatkan pelatihan fisik dan praktek keterampilan teknis. METODE Penelitian ini dilaksanakan di provinsi lampung dengan 3 klub futsal yang berada dilampung dengan lama pengambilan data 3 bulan 15 hari. Metode dalam penelitian ini pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall (1983: 775) dengan langkah sebagai berikut : (1) Research and information collecting (Melakukan penelitian pendahuluan, kajian pustaka, pengamatan lapangan) analisis kebutuhan pengembangan dan observasi awal tentang latihan paassing pada atlet di akademi/club). (2) Planning (Perencanaan model passing futsal untuk U-16 tahun rencananya akan disusun dan dikembangkan berupa model passing futsal berbasis small sided games yang terdiri dari 30 model yang akan digunakan dalam latihan passing futsal Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 172 Dimas Prabowo, Yasep Setiakarnawijaya, Novi Marlina Siregar yang terbagi dalam tiga bagian mudah, sedang dan sulit. (3) Development of the preliminary from of product (membuat produk awal berupa rangkaian pengembangan model yang nantinya dapat dijadikan sebagai pedoman atau petunjuk untuk meningkatkan kualitas, keterampilan, dan akurasi. Produk awal tersebut dituangkan dalam model latihan. (4) Preliminary field testing (Para ahli telah melakukan revisi terhadap model passing secara komperatif, maka langkah selanjutnya adalah meperkenalkan dan mempraktekan model Passing futsal berbasis small sided games untuk U-16 tahun. Pelaksanaan uji coba kelompok kecil dengan responden 30 atlet hasil uji coba kelompok kecil oleh ahli futsal dan dosen olahrga dianalisis untuk selanjutnya dijadikan sebagai landasan untuk merevisi model passing futsal berbasis small sided games sebelum dilakukan). (5) Main product revision (setelah dilakukan revisi dari 30 model passing, terdapat 6 model latihan yang tidak layak digunakan untuk atlet, mulai dari kesulitan dan jarak begitu jauh sehingga membuat produk tidak layak digunakan dan dipraktekan). (6) Main field testing (Uji coba kelompok besar dilakukan pada akademi belut lampung dengan jumlah subjek 40 atlet. Hasil dari uji coba lapangan merupakan kesimpulan akhir atau landasan akhir dari perbaikan dan penyusunan produk model baru passing futsal berbasis small sided games.respon dari para atlet setelah melakukan penelitian dan latihan secara langsung dijadikan sebagai masukan evaluasi perbaikan pengembangan model). (7) Operational product revision (Evaluasi pada tahap ini merupakan evaluasi tahap akhir dari model passing futsal, setelah semua diperbaikian sesuai dengan masukan uji lapangan maka, produk model passing futsal berbasis small sided games di aggap layak untuk disebar luaskan atau digunakan.melakukan). (8) Operational field testing (Uji coba ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui apakah desain model telah diterapkan dengan baik dan benar oleh pelatih, dan (2) seberapa efektifkah hasil penerapan model terhadap tujuan penelitian ini menggunakan subjek 30 atket Bina Latih Karya (9). Final product revision (melakukan revisi terhadap produk akhir, berdasarkan saran dalam uji coba lapangan). (10). Disseminationand implementation (mendesiminasi dan mengimplementasikan produk, melaporkan dan menyebarluaskan produk melalui pertemuan dan jurnal ilmiah, bekerjasama dengan penerbit unuk sosialisasi produk untuk komersial, dan memantau distribusi dan kontrol kualitas). Dengan demikian penelitian pengembangan model dapat disimpulkan bahwa penelitian yang menghasilkan suatu produk dengan tingkat keefektifan yang lebih baik diawali analisis, merancang, mengevaluasi dan merevisi dengan oarientasi hasil pengembangan pada model. HASIL Berdasarkan hasil validasi ahli uji coba kelompok kecil dengan jumlah subjek 30 dapat ditarik kesimpulan model latihan 4,6,19,21,22 dan 30 model latihan tidak layak diberikan oleh pemain dan menghasilkan 24 model latihan untuk ke uji coba kelompok besar. Hasil dari uji coba kelompok kecil selanjutnya Dievaluasi model, baik berupa masukan dan saran dari uji ahli. Selanjutnya setelah model-model Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 173 Dimas Prabowo, Yasep Setiakarnawijaya, Novi Marlina Siregar direvisi oleh para ahli lalu di uji coba kekelompok besar dengan subjek 40 atlet akademi belut futsal lampung dapat disimpulkan semua model latihan dapat diterapkan karna model latihan mudah dimegerti, menarik dan bermanfaat oleh atlet. Setelah melalui ujicoba kelompok kecil dan revisi tahap kedua produk model latihan passing futsal dilanjutkan dengan uji lapangan dan revisi tahap ketiga pada produk model latigan passing futsal. Maka untuk mengetahui efektifitas produk dilakukan proses implementasi dengan menggunakan rancangan penelitian pra- eksperimen berbentuk pre-test dan post- test, uji coba produk ini dilakukan dilampung pada atlet U 16 tahun dengan jumlah 30 atlet futsal. Tabel 2 Hasil Uji Efektifitas Passing Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviati on Std. Error Mean Pair 1 PRETEST passing 9.73 30 2.690 .491 POSTEST passing 17.80 30 2.369 .433 Berdasarkan tabel diatas yang telah dihitung menggunakan SPSS 16 hasil dari uji t-test diperoleh nilai rata- rata pretest sebesar 9,73 sebelum diberi perlakuan dan setelah diberi perlakuan model latihan small sided games dengan nilai rata-rata posttest sebesar 17,80 sedangkan nilai standar deviasi sebesar 2,690 pretest dan nilai standar deviasi posttest sebesar 2,369 sedangkan data pretest passing diperoleh nilai standar eror 0,491 dan data posttest passing standar eror sebesar 0,433. Tabel 3 hasil Uji Korelasi passing dengan Uji-t Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 PRETEST passing POSTEST Passing 30 .754 .000 koefisien hasil sebelum dan sesudah diberi perlakuan yaitu 0.754 p- value < 0,05. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan.Berdasarkan nilai dalam tabel diatas, dapat Tabel 4 Hasil Pre-Test dan Post-Test Pada Kelompok Eksperimen Passing Pada uji signifikan perbedaan dengan SPSS 16 didapatkan nilai rata- rata =8,067 menunjukan selisih dari hasil pre-test dan post-test, df= 29, hasil t tabel =24,558 > t hitung 1,69913 (dari n=30) dan p-value = 0,00 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan model latihan passing-futsal berbasis small sided games untuk u-16 tahun. Paired Samples Test Paired Differences t df Sig. (2- tailed) Mean Std . De via tio n Std . Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lowe r Upper Pa ir 1 PRETES T passing – POSTES T passing 8.067 1.7 99 .328 8.738 7.395 24.558 29 .000 Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 174 Dimas Prabowo, Yasep Setiakarnawijaya, Novi Marlina Siregar KESIMPULAN Berdasarkan data yang diperoleh, tahapan penelitian serta uji coba lapangan produk model passing futsal berbasis small sided games untuk U-16 tahu didapat bahwa secara keseluruhan produk ini baik dan efektif. hal ini dilihat dari hasil uji coba lapangan yang menunjukan pelatih dengan mudah memberikan materi serta pemain mudah menjalankannya pada setiap model yang diberikan. Berdasarkan uji efektifitas model keterampi;an passing futsal berbasis small sided games untuk U-16 tahun secara empiris memiliki efektifitas yang baik untuk meningkatkan keterampilang passing peamain U-16 tahun, hal ini ditunjukan dari hasil uji-t terhadap hasil tes passing yang menunjukan peningkatan secara signifikan. dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa model latihan passing futsal berbasis small sided games untuk U-16 tahun layak digunakan dan efektif untuk meningkatkan keterampilan passing futsal U-16 tahun. Saran Produk model passing futsal berbasis small sided games untuk U-16 tahun adalah model passing yang mana dijalankan dengan metode latihan small sided gamess. Pemanfaatannya perlu memperhatikan sarana dan prasarana yang ada dan dapat menggunakan saran prasarana yang tersedia namun dengan bentuk manfaat yang sama dengan sesungguhnya, oleh karna itu produk ini bisa digunakan sebagai umpan kepada pelatih untuk menjalankan model latihan ini guna meningkatjan keterampilan passing atlet futsal. DAFTAR PUSTAKA A. Irawan. 2006. Teknik Dasar Modern Futsal. Jakarta. Armandya Arizal. 2018. “Evaluasi Keterampilan Passing Dalam Small Sided Game Sepakbola.” patrio: 63–70. Azi Faiz Ridlo. 2018. “PENGARUH METODE LATIHAN SMALL SIDED GAME TERHADAP KEMAMPUAN PASSING- STOPPING PERMAINAN SEPAKBOLA.” IX(2): 116–21. Gifford, C. 2003. Sepakbola: Panduan Lengkap Untuk Permainan Yang Indah. Jakarta. Ilham. “PENGARUH LATIHAN SMALL SIDED-GAMES TERHADAP KETERAMPILAN THE INFLUENCE OF SMALL- SIDED GAMES EXERCISE AGAINST THE BASIC SKILLS IN.” 10: 2–8. Komarudi. 2013. “Small -Sided Games Sebagai Sarana Untuk Mengembangkan Kemampuan Pengambil Keputusan Dalam Permainan Sepakbola.” jurnal pendidikan jasmani indonesia 9: 58. Komarudin. “Small Sided Games Sebagai Sarana Untuk Mengembangkan Kemampuan Dalam Permainan Sepak Bola.” Pendidikan Jasmani Indonesia 9: 58–63. Laela. 2018. “Jurnal Mitra Pendidikan ( JMP Online ).” 2(1): 11–22. Lhaksana, Justinus. 2006. Futsal Coaching Clinic Kelme Futsalismo. Jakarta. Narlan. 2017. “Seri Pendidikan ISSN 2476-9312 Kata Kunci : Pengembangan , Instrumen , Futsal Seri Pendidikan ISSN 2476-9312.” 3(2): 241–47. Prastyo, Bagus Wahyu. 2017. “European Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 11 (02), Oktober- 175 Dimas Prabowo, Yasep Setiakarnawijaya, Novi Marlina Siregar Journal of Physical Education and Sport Science THE DEVELOPMENT MODEL OF THE BASIC TECHNIQUES OF EXERCISE AND PHYSICAL EXERCISE ON.” : 50–59. Rajidin. 2014. “Model Latihan Shooting Ke Gawang Pada Mahasiswa Ukm Sepak Bola Ikip-Pgri Pontianak.” Jurnal Pendidikan Olah Raga 3(2): 192–201. Safaat Cahyana. 2018. “PENGARUH SMALL SIDED GAME ( SSG ) TERHADAP KETERAMPILAN PASSING.” : 631–40. Utomo, Eko Budi. 2017. “KETEPATAN SHOOTING FUTSAL ( Studi Pada Peserta Ekstrakulikuler Futsal SMP PGRI 7 Sedati Tahun Ajaran 2015 / 2016 ) Eko Budi Utomo Abstrak.” 07(3): 1–5. Wahyu Rinaldi. 2019. “Jurnal endidikan Olahraga Dan Kesehatan.” 7: 14550. Waliyandi. 2018. “Pengaruh Latihan Small Sided Games Terhadap Teknik Dasar Permainan Sepakbola.” : 1–10. Wardana, Charaka Raga, Moh Agung Setiabudi, Arya T Candra, and Olahraga Kesehatan. 2018. “Pengaruh Latihan Small-Sided Games Terhadap Keterampilan Passing , Controlling Dan Shooting Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola SMK Negeri 1 Tegalsari Kabupaten Banyuwangi.” 3(November): 194– 201.