EVALUASI PENYELENGGARAAN PROGRAM PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN OLAHRAGA PELAJAR (PPLP) CABANG OLAHRAGA TAEKWONDO PROVINSI DKI JAKARTA Juana Wangsa Putri *1 Budi Aryanto Muslim 2 1 Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. 2 Kementrian Pemuda dan Olahraga Jl, Jatinegara Timur No.57, RT.11/RW.3, Bali Mester, Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13310 *Corresponding Author. Email: juanatkd@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang penyelenggaraan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. Penelitian evaluasi program ini dilaksanakan dalam rangka menguji tingkat ketercapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan pada penyelenggaraan program PPLP cabang olahraga Taekwondo. Penelitian ini dilaksanakan di Jakarta pada Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Provinsi DKI Jakarta, Penelitian evaluasi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP). Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu: Tahapan context, penyelenggaraan program PPLP cabang olahraga Taekwondo di Provinsi DKI Jakarta dinilai belum sesuai dengan pedoman penyelenggaraan PPLP. Tahapan Input, berdasarkan hasil evaluasi dari empat komponen yang meliputi seleksi atlet, seleksi pelatih, sarana dan prasarana serta pembiayaan diperoleh hasil belum sesuai dengan pedoman penyelenggaraan program PPLP. Tahapan proses meliputi proses pelaksanaan program latihan, pelayanan kesehatan dan gizi serta proses akademik atlet PPLP, dan sistem promosi dan degradasi belum sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Tahapan produk yang dievaluasi adalah yakni perkembangan fisik dan teknik atlet dan hasil program pembinaan. Kedua komponen evaluasi ini masih sudah sesuai harapan dari penyelenggaraan program PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. Kata Kunci: Evaluasi Program, Model CIPP dan Penyelenggaraan PPLP Cabang Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. Abstract: This study aims to evaluate the implementation of PPLP’s program for Taewkondo at DKI Jakarta Province. This study use the qualitative research method with CIPP model (Context, Input, Process, Product). The data were collected through interviews, observation and document study by survey methodThe result of this study are as follows: (1) context evaluation which includes foundation, purpose and planning has not been assessed in accordance with the guidelines for the implementation of PPLP; (2) input evaluation which includes athlete selection, coach selection, facilities and infrastructure, and finance has not been assessed in accordance with the guidelines for the implementation of PPLP; (3) process evaluation which includes implementation of training program, health care and nutrition, PPLP’s athlete academic process, and promotion degradation system has not been assessed in accordance with the guideline for the implementation of PPLP; (4) product evaluation which includes physical and technique development and result development program not considered in line with expectation of the implementation PPLP’s program for Taekwondo of DKI Jakarta Province. Key words: Evaluation, Implementation PPLP’s Program of South Kalimantan Province, CIPP Model. Copyright © 2017, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) Available online at : http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/gjik Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan 08 (02) 2017, 92 - 102 Permalink/DOI: https://doi.org/10.21009/GJIK.082.02 mailto:juanatkd@yahoo.com http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/gjik Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 93 Juana Wangsa Putri, Budi Aryanto Muslim Copyright © 2017, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) PENDAHULUAN Prestasi olahraga suatu bangsa merupakan aset negara yang dapat membanggakan dan membangkitkan nasionalisme suatu bangsa. Disamping itu prestasi olahraga juga merupakan salah satu tolak ukur suatu kemajuan bangsa. Olahraga sebagai salah satu unsur pembentukan karakter bangsa yang tidak boleh tertinggal dalam memberikan sumbangan untuk meningkatkan potensi manusia dalam mewujudkan dunia yang aman, damai dan sejahtera. Peningkatan prestasi di cabang olahraga dilakukan melalui pembinaan dan pengembangan olahraga secara terencana, sistematik, berjenjang, dan berkelanjutan, yang dimulai dari pembudayaan dengan pengenalan gerak pada usia dini. Indonesia memiliki beberapa cabang olahraga unggulan, salah satunya adalah Taekwondo. Namun pada satu dasawarsa terakhir kecendrungan prestasi cabang olahraga Taekwondo Indonesia mengalami penurunan, hal ini nampak pada Sea Games XXVII Tahun 2015 di Singapura, dimana kontingen Indonesia sudah mulai tertinggal dengan negara-negara di Asia tenggara. Oleh sebab itu, upaya peningkatan prestasi olahraga perlu terus dilaksanakan agar mampu bersaing dengan negara lain. Pembinaan Taekwondo terus digalakan di penjuru Indonesia dengan berbagai program pembinaan seperti pemusatan latihan yang dilakukan dari level klub, daerah hingga nasional. Salah satu bentuk pembinaan prestasi olahraga didaerah diantaranya pembinaan dikalangan pelajar yang disebut PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar). DKI Jakarta sendiri sebagai ibu kota Negara tentu tidak luput dari pembinaan dengan menyelenggarakan program PPLP, mengingat banyak atlet nasional Indonesia berasal dari DKI Jakarta. Sejak PPLP cabang olahraga Taekwondo mulai di bina di DKI Jakarta, program ini telah melahirkan banyak atlet sukses yang mencapai prestasi di tingkat nasional hingga internasional, namun prestasi yang telah dicapai dalam beberapa periode terakhir tidak dapat dipertahankan, bahkan untuk kejuaraan pekan pelajar nasional terakhir prestasi PPLP cabang olahraga Taekwondo DKI Jakarta jauh dari target yang direncanakan. Berdasarkan data di atas yang peneliti peroleh ditempat bekerja, prestasi PPLP cabang olahraga Taekwondo DKI Jakarta masih belum mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari hasil POPNAS tahun 2011, POPNAS tahun 2013 dan POPNAS tahun 2015, DKI Jakarta sudah tidak menjadi juara umum lagi. Begitu juga pada even di tingkat nasional seperti kejuaraan nasional, peringkat perolehan medali Taekwondo Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 93 Juana Wangsa Putri, Budi Aryanto Muslim Copyright © 2017, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) DKI Jakarta sudah tidak menjadi juara umum lagi. PPLP adalah tempat berlangsungnya proses pembinaan prestasi. Proses keberhasilan pembinaan ditentukan oleh banyak faktor antara lain program-program latihan yang disusun pelatih, organisasi, sarana dan prasarana yang mendukung dan yang tak kalah penting adalah partisipasi pemerintah dan masyarakat. Konseptual Evaluasi Program Dalam bahasa yang lebih singkat evaluasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk menilai “manfaat” suatu kebijakan.(Winarno, 229-2012) Ada yang lebih tepat mengatakan bahwa evaluasi merupakan suatu penentuan sistematis kepantasan, nilai dan makna dari sesuatu atau seseorang yang menggunakan kriteria dari serangkaian standar. Stufflebeam yang dikutip oleh Daryanto “evaluation is the process of delineating, obtaining, and providing useful information for judging decision alternatives,”(Daryanto, 2013:1) Evaluasi merupakan sebuah proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan. Pusat Pendidikan dan Latihan Olahrga Pelajar (PPLP) Pusat pendidikan dan latihan olahrga pelajar (PPLP) merupkan wadah pembinaan prestasi olahraga disekolah dengan berbasis pada sumber daya yang ada seperti pelajar, ilmuwan pelatih dan berbagai dukungan seperti IPTEK, Laboratorium, sarana dan prasarana. Keberadaan PPLP merupakan wadah yang sangat potensial untuk membina olahragawan di usia sekolah, karena PPLP berfungsi untuk menjaring dan membina pelajar berbakat dan PPLP juga merupakan bagian dari sub sistem dalam Sistem Pembinaan Olahraga Nasional, memiliki peran strategis untuk menghasilkan olahragawan yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional baik di bidang akademik maupun olahraga (Kemenpora, 2006:1). Terbentuknya PPLP untuk menjaring dan membina pelajar berbakat dibidang olahraga agar mencapai prestasi olahraga yang tinggi di tingkat nasional dan internasional.Berdasarkan orientasi internasional dikemudian hari maka cabang olahraga yang dibina di PPLP harus mengacu pada event-event internasional yang dipertandingkan dalam SEA Games, Asian games maupun Olimpiade harus memiliki tahapan meliputi: Karakteristik usia pelajar, cabang olahraga, dan event (Kemenpora, 2011:3). Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 94 Juana Wangsa Putri, Budi Aryanto Muslim Copyright © 2017, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) Berdasarkan uraian di atas maka organisasi PPLP dalam penelitian ini adalah sebuah wadah pembinaan prestasi olahraga pelajar berbasis IPTEK yang dilaksanakan melalui sentra ditingkat provinsi agar mencapai prestasi olahraga yang tinggi di tingkat nasional dan internasional dengan memperhatikan kriteria karakteristik usia pelajar, cabang olahraga dan event yang diikuti. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang penyelenggaraan program PPLP Provinsi DKI Jakarta. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk: 1) Konteks (Context) Mengetahui landasan penyelenggaraan program PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. 2) Mengetahui tujuan dari penunjukan program PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta.3) Mengetahui perencanaan penyelenggaraan program PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. 4) Masukan (Input), Mengetahui mekanisme seleksi atlet dan pelatih PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. 4) Mengetahui keadaan sarana dan prasarana pada PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. 6) Mengetahui pembiayaan pada PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. 7) Proses (Process) Mengetahui pelaksanaan program latihan pada PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. 8) Mengetahui pelayanan kesehatan dan gizi pada PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. 9) Mengetahui kegiatan akademik pada atlet PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. 10) Mengetahui sistem promosi dan degradasi pada PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. 11) Hasil (Product) Mengetahui perkembangan kemampuan fisik dan teknik atlet PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. 12) Mengetahui hasil pertandingan atlet PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan yang mengacu pada model CIPP dengan empat sasaran evaluasi (Context, Input, Process,dan Product). Model CIPP ini berusaha untuk melihat efektifitas tentang penyelenggaraan program PPLP cabang olahraga Taekwondo di Provinsi DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian evaluasi kualitatif menurut Lofland yang dikutip oleh Mutrofin menitikberatkan pada upaya pemerolehan masukan, proses dan hasil kualitatif, dengan cara menangkap Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 95 Juana Wangsa Putri, Budi Aryanto Muslim Copyright © 2017, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) detil kehidupan keseharian yang luas, bervariasi, serta banyak terjadi segala hal yang lazim dan kaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui instrumen pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi yang akan dilaksanakan pada masing-masing responden (informan) mengenai penyelenggaraan program PPLP cabang olahraga TaekwondoProvinsi DKI Jakarta melalui ; Wawancara mendalam (in-depth interview), Pengamatan (observasi) dan Studi dokumentasi. Analisis data dapat dilakukan saat penelitian, maupun setelah data dikumpulkan seluruhnya. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah agar menjadi lebih sistematis. Pengolahan data dimulai dari observasi, mengedit, mengklarifikasi, mereduksi dan menuliskan wawancara, hasil menyajikan, serta menyimpulkan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Cabang Olahraga Taekwondo Provinsi DKI jakarta seperti tabel berikut: No Evaluasi Aspek Kriteria Penilaian 1 Konteks (context) 1. Landasan penyelenggaraan PPLP cabang olahraga Taekwondo 2. Tujuan penyelenggaraan PPLP cabang olahraga Taekwondo 3. Perencanaan penyelenggaraan PPLP cabang olahraga Taekwondo Sesuai Sesuai Tidak sesuai 2 Masukan (Input) 1. Seleksi atlet 2. Seleksi pelatih 3. Sarana dan prasarana 4. Pembiayaan pelaksanaan program PPLP Tidak sesuai Sesuai Tidak sesuai Tidak sesuai 3 Proses (process) 1. Pelaksanaan program latihan 2. Pelayanan kesehatan dan gizi 3. Proses akademik 4. Promosi dan degradasi Tidak sesuai Tidak sesuai Tidak sesuai Sesuai 4 Produk (product) 1. Perkembangan kemampuan fisik dan teknik 2. Hasil program pembinaan Sesuai Sesuai 1. Evaluasi Context Komponen yang dievaluasi secara keseluruhan menunjukkan hasil sudah Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 96 Juana Wangsa Putri, Budi Aryanto Muslim Copyright © 2017, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Terdapat tiga komponen dalam tahapan evaluasi context yaitu mengenai landasan penyelenggaraan, tujuan dan perencanaan penyelenggaraan program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. Hasil penelitian tahapan context pada komponen landasan penyelenggaraan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo dinilai sudah sesuai dengan landasan kebijakan program. Hasil data yang diperoleh tentang evaluasi context pada landasan penyelenggaraan dari tiga subpoin yang dievaluasi yaitu Surat Keputusan penyelenggaraan program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo itu ada namun belum bisa ditunjukan. SK pertama tentang penyelenggaraan PPLP Provinsi DKI Jakarta tersebut tidak ditemukan karena pengarsipan yang kurang baik. Selanjutnya mengenai struktur organisasi pembinaan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo dinilai sudah sesuai, struktur selalu diperbaharui setiap tahun mengikuti perubahan yang terjadi. Selanjutnya, mengenai pedoman penyelenggaraan program PPLP sudah disampaikan kepada pihak yang bersangkutan menggunakan pedoman pengelolaan yang dibuat oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga. Evaluasi context poin kedua mengenai tujuan penyelenggaraan program PPLP memiliki tiga subpoin komponen evaluasi yang sesuai, yakni pencapaian tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah, dan tujuan jangka panjang. Untuk tujuan jangka panjang, setelah lulus dari PPLP, atlet bisa mengikuti seleksi untuk masuk ke Pusat. Pendidikan dan latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM) yang diselenggarakan oleh Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta. Poin ketiga evaluasi Context adalah mengenai perencanaan penyelenggaran program PPLP cabang olahraga Taekwondo, ada beberapa komponen yang belum dilaksanakan seperti penyebaran informasi melalui sekolah, dan media massa. Penyebaran informasi secara lebih luas diharapkan bisa menjaring peserta seleksi lebih banyak sehingga dapat digunakan sebagai ajang mencari bakat terbaik juga dapat mencegah perekrutan atlet secara sepihak. Ketersediaan sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting dalam proses seleksi atlet, pelatih, dan tenaga penunjang hal ini dilihat sudah cukup baik. Berdasarkan hasil evaluasi context penyelenggaraan program PPLP secara Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 97 Juana Wangsa Putri, Budi Aryanto Muslim Copyright © 2017, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) keseluruhan bisa disimpulkan bahwa context penyelenggaraan program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo belum sesuai dengan kebijakan penyelenggaraan pada pedoman penyelenggaraan. 2. Evaluasi Input Hasil evaluasi input pada penyelenggaraan program PPLP cabang olahraga Taekwondo provinsi DKI Jakarta meliputi seleksi atlet, seleksi pelatih, sarana dan prasarana serta pembiayaan pelaksanaan program. Dari empat poin ini hanya satu yang dinilai sesuai dengan pedoman yakni seleksi pelatih, ketiga lainnya dinilai belum sesuai dengan pedoman penyelenggaraan PPLP cabang olahraga Taekowndo. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan tentang evaluasi input : (a) Rekruitmen Atlet, berdasarkan persyaratan administrasi dan persyaratan teknis yang ada dalam buku pedoman penyelenggaraan PPLP, dari 10 aspek penilaian, Sembilan dianggap sudah sesuai dengan persyaratan administrasi dan teknis proses rekruitmen atlet yang ada di pedoman pelaksanaan, dan satu yang tidak sesuai yaitu memenuhi kualifikasi postur tubuh. Hal ini dikarenakan sulitnya menemukan atlet yang memenuhi tinggi minimal bagi peserta seleksi kelas-kelas ringan. Pada saat tes rekrutmen bagi calon atlet yang akan masuk tidak dihadiri pihak Pengprov TI DKI Jakarta, seakan terlihat bahwa kurangnya dukungan dari organisasi induk. Hasil dari evaluasi input proses rekruitmen atlet dapat dinilai bahwa penyelenggaraan program Pusat Pendidikan dan latihan Olahraga cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta bisa ditingkatkan apabila koordinasi antar instansi/organisasi yang terkait bisa berjalan lebih baik sehingga dapat meningkatkan kualitas rekruitmen atlet yang lebih baik. (b) Rekruitmen Pelatih, semuanya sudah dengan persyaratan, penunjukan tenaga pelatih dari awal diselenggarakannya cabang olahraga Taekwondo sampai dengan sekarang berdasarkan rekomendasi dari Pengurus Provinsi Taekwondo DKI Jakarta. Pelatih yang ditunjuk harus memilik syarat seperti lulusan dari fakultas olahraga dan pernah menigkuti pelatihan dalam penyusunan program latihan, dan merupakan mantan atlet berprestasi dan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap daerah. (c) Kelayakan sarana dan prasarana penyelenggaraan program PPLP cabang olahraga Taekwondo menurut pengamatan evaluator masih terdapat butir penilaian yang belum sesuai yakni ketersediaan dan kelayakan tempat latihan, dan kelayakan alat latihan. Ketersediaan dan kelayakan tempat latihan dan kelayakan alat latihan dinilai belum Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 98 Juana Wangsa Putri, Budi Aryanto Muslim Copyright © 2017, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) sesuai dengan kriteria karena Kondisi tempat latihan yang belum sesuai standar hanya berupa 2 ruang kelas yang dijadikan sebuah ruangan latihan, sehingga mengganggu pergerakan saat latihan. Kelayakan tempat latihan lain seperti di ruangan fitness juga belum sesuai standar untuk menunjang program latihan atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo atau ketersedian track lari di lintasan karena harus berbagi dengan cabang olahraga lain. Hasil evaluasi input sarana dan prasarana menunjukan bahwa penyelenggaraan program PPLP cabang olahraga Taekwondo dapat berjalan lancar, aman, nyaman, mempunyai sirkulasi udara yang bagus sehingga tidak mengganggu kesehatan atlet dan berhasil baik jika ketersediaan sarana dan prasarana penunjang latihan bisa sesuai standar yang dibutuhkan pembinaan dan latihan, mengingat bahwa sarana dan prasarana yang digunakan merupakan penunjang prestasi olahraga pelajar selevel ibu kota. (d) Pembiayaan Penyelenggaraan Program PPLP Cabang Olahraga Taekwondo, biaya anggaran pelaksanaannya menggunakan anggaran dari Pemerintah daerah (APBD) dan dukungan dari orang tua atlet PPLP. Hasil pada evaluasi input pembiayaan menunjukan bahwa program penyelenggaraan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar dalam mengharapkan dukungan dari donatur atau instansi/organisasi yang memiliki keterkaitan dengan cabang olahraga Taekwondo diharapkan bisa lebih membantu demi meningkatkan dan membantu penyelenggaraan program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. Komponen-komponen evaluasi yang terdapat pada tahapan input secara keseluruhan dinilai belum sesuai dalam penyelenggaraan program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta, sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi input penyelenggaraan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta belum sesuai dengan pedoman input penyelenggaraan yang ditetapkan. 3. Evaluasi Process Evaluasi process pelaksanaan program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta diantaranya adalah pelaksanaan program latihan, pelayananan kesehatan dan gizi, proses akademik atlet dan promosi dan degradasi. Komponen-komponen evaluasi proses ini masih belum sesuai dengan apa yang disusun dalam pedoman Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 99 Juana Wangsa Putri, Budi Aryanto Muslim Copyright © 2017, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) penyelenggaraan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar. Untuk lebih jelasnya berikut gambaran tentang evaluasi proses : (a) Hasil evaluasi proses pelaksanaan program latihan menunjukkan bahwa suatu penyelenggaran program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo dapat menghasilkan prestasi yang maksimal bila semua komponen yang ada dalam pelaksanaan program latihan dapat dilaksanakan dengan baik, (b) Hasil evaluasi proses pelayanan kesehatan dan gizi menunjukan bahwa program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta dapat berjalan lebih baik dan efektif dalam pelaksanannya bila seluruh komponen yang ada dalam mendukung pelayanan kesehatan dan terutama pengaturan sumber gizi bagi atlet bisa ditingkatkan untuk mengontrol dan meningkatkan performa atlet, (c) Proses akademik merupakan salah satu bagian dari penyelenggaraan program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar , hasil evaluasi proses akademik menunjukkan bahwa program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Provinsi DKI Jakarta dapat membantu meningkatkan kualitas atlet dalam bidang pendidikan. Walaupun ditemui beberapa hambatan dalam proses pelaksanaan pendidikan sehari-hari seperti kurangnya pengawasan pelatih, anak terlambat masuk sekolah, atau anak tidur di kelas dengan alasan lelah karena latihan pagi. (Rumah dinas yang disediakan untuk guru juga dekat dengan asrama, hal ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan belajar atlet sehingga kapanpun siswa dapat menghubungi guru yang bersangkutan untuk mendapatkan jam tambahan belajar jika dibutuhkan, (d) Sistem promosi dan degradasi atlet serta pelatih yang terdapat pada tahapan produk ini secara keseluruhan dinilai sudah sesuai dalam penyelenggaraan program PPLP cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. Hasil dari evaluasi proses secara keseluruhan yang terdiri dari 1) Pelaksanaan program latihan diperoleh nilai belum sesuai, 2) Pelayanan kesehatan dan gizi diperoleh nilai belum sesuai, 3) Proses akademik dinilai belum sesuai, dan 4) system promosi dan degradasi dinilai sudah sesuai. 4. Evaluasi Product Hasil dari penyelenggaran program berupa product yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu pada perkembangan kemampuan fisik dan teknik, dan hasil program pembinaan. Hasil evaluasi product berdasarkan pengamatan sudah sesuai dengan hasil yang diharapkan dari penyelenggaraan program Pusat Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 100 Juana Wangsa Putri, Budi Aryanto Muslim Copyright © 2017, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta. Walaupun demikian, hasilnya dinilai tidak merata pada setiap atlet/kelas. Karena persaingan dengan PPLP lain. Pembahasan hasil evaluasi product akan dijelaskan dibawah ini: (a) Selama penelitian berlangsung, Dispora melakukan tes fiisik awal dan tes fisik selama mereka dibina di PPLP. Berdasarkan hasil evaluasi dari tes fisik ketika atlet di seleksi masuk ke PPLP dan setelah mereka di bina, terdapat peningkatan. Pada tes awal menunjukan atlet memiliki status kemampuan fisik kurang dan sangat kurang, kemudian menunjukan peningkatan setelah dilatih, (b) Berdasarkan hasil evaluasi mengenai keberhasilan program pembinaan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta menurut pengamatan evaluator memiliki nilai baik pada beberapa kejuaraan yang diikuti baik level daerah, maupun nasional. Atlet hasil binaan PPLP DKI Jakarta cabang olahraga Taekwondo selalu aktif mengikuti setiap kejuaraan nasional baik itu mewakili PPLP atau daerah. Prestasi yang diperoleh juga baik. Prestasi akademik yang didapat atlet binaan program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta sendiripun dinilai cukup baik walaupun terjadi beberapa hambatan selam proses akademik berlangusng. Bertolak dari analisis data prestasi hasil penyelenggaraan program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo yang telah diraih tersebut bisa disimpulkan bahwa hasil program penyelenggaraan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo yang sudah berjalan selama hampir 7 tahun telah meraih prestasi yang baik selama mereka dibina disana. KESIMPULAN Berdasarkan hasil evaluasi secara keseluruhan dalam penyelenggaraan program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jaakarta dinilai belum sesuai dengan pedoman penyelenggaraan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar. Dalam upaya meningkatkan prestasi sesuai dengan tujuan penyelenggaraan program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar, antara komponen context, input, process memiliki keterkaitan satu sama lain yang sejalan dengan pedoman sehingga komponen product yang dihasilkan akan memperoleh hasil maksimal dari yang diharapkan penyelenggaraan program Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 101 Juana Wangsa Putri, Budi Aryanto Muslim Copyright © 2017, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar ini. Rekomendasi untuk memperbaiki implementasi sebagai berikut: Rekomendasi pada komponen context meliputi: (1) Memperbaiki pengarsipan, agar dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan penyelnggaraan bisa sebelumnya bisa diajdikan patokan untuk memperbaharui kebijakan selanjutnya, (2) Menyebarkan informasi secara lebih luas lagi dengan melibatkan berbagai media seperti peran sekolah, media massa dan media elektronik seperti televisi atau radio, agar informasi Tentang Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga lebih terbuka dan lebih jujur sehingga bisa menjaring lebih banyak lagi bibit potensial yang mendaftar, (3) Menjalin kerjasama dengan instansi atau organisasi terkait dan masyarakat dengan menambah jaringan dan membuka informasi seluas-luasnya sebagai bentuk dukungan dalam penyelenggaraan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar cabang olahraga Taekwondo Provinsi DKI Jakarta, mengingat bahwa Taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga andalan Indonesia dalam meraih medali pada ajang internasional. Rekomendasi pada komponen input (masukan) meliputi: (1) Input rekrutmen atlet maupun rekrutmen pelatih harus atas dasar pedoman penyelenggaraan PPLP dan mengutamakan persyaratan administrasi dan persyaratan teknis yang sudah dibuat, dibantu dengan rekomendasi dari induk organisasi, (2) Meningkatkan kelayakan sarana dan prasarana latihan yang sesuai dengan standar latihan di cabang olahraga Taekwondo, (3) Mengusahakan dana tambahan dari donator tidak hanya mengandalkan anggaran biaya dari pemerintah daerah maupun bantuan orang tua seperti untuk pelaksanaan try out, pengadaan alat-alat tambahan dan pertandingan yang membutuhkan biaya lebih. Rekomendasi pada komponen process (proses) meliputi: (1) Untuk lebih meningkatkan rasa percaya diri atlet dan kemampuan, sebaiknya lebih sering mengadakan program try out ke daerah- daerah atau negara-negara yang memiliki pembinaan dan prestasi bagus, (2) Membuat dan menyusun program latihan yang lebih terstruktur berdasarkan kemampuan awal atlet agar peningkatan kemampuan atlet tersebut bisa berkembang tanpa menggangu program yang sudah berjalan. Rekomendasi pada komponen product (produk) meliputi: (1) Peneliti menyarankan agar para atlet dan pelatih lebih semangat dan giat lagi dalam berlatih dan belajar, agar PPLP cabang olahraga Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 102 Juana Wangsa Putri, Budi Aryanto Muslim Copyright © 2017, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) Taekowndo Provinsi DKI Jakarta bisa menjadi juara umum di level nasional dan menghasilkan insan olahraga yang sportif. DAFTAR PUSTAKA Kemenpora, Panduan Program Latihan Tahunan PPLP dan PPLM, (Jakarta: Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga, 2011). Kemenpora, Penetapan Parameter Tes Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar Dan Sekolah Khusus Olahragawan, (Jakarta: Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, 2005). Kemenpora, Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) dan Sekolah Khusus Olahragawan (SKO), (Jakarta: Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga, 2006). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, Pasal 20, ayat 3. Bangun Sabaruddin Yunis, Pelaksanaan Manajemen Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) di Provinsi Sumatera Utara, Tesis, Universitas Negeri Jakarta, 2008. Daniel L. stufflebeam, Evaluation: Theory, Model, Application San Francisco: CA Whiley, 2007. Daryanto, Evaluasi pendidikan, Jakarta: Rieneka Cipta, 2012 Budi Winarno, Kebijakan Publik; Teori, Proses dan Studi Kasus Yogyakarta: CAPS, 2012. Djaali dan Pudji Mujiono, Pengukuran dalam Bidang Pendidikan, Jakarta: Grassindo, 2008.