Available online at : http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/gjik Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan 08 (02) 2017, 119-134 Permalink/DOI: https://doi.org/10.21009/GJIK.082.05 MODEL LATIHAN SMASH SEPAKTAKRAW BERBASIS STAND BALL UNTUK ATLET DKI Haris Munandar 1 PPLP DKI Jakarta Jl. Gor Ragunan, Jalan Harsono R.M, RT.9/RW.7, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550 *Corresponding Author. Email: harismunandar05@yahoo.com ABSTRAK Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan model latihan smash sepaktakraw berbasis standball untuk atlit DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan Research & Development (R & D) dari Borg and Gall. Subyek dalam penelitian dan pengembangan ini adalah Atlit DKI Jakarta yang terdiri dari 20 atlit ujioba terbatas (ujicoba kelompok kecil), 40 atlit ujicoba utama (field testing) dan 50 Uji efektifitas model. Uji efektifitas model menggunakan tes smash sepaktakraw untuk mengetahui tingkat kemampuan smash sepaktakraw untuk atlet DKI Jakarta sebelum pemberian treatmen berupa model latihan smash sepaktakraw yang didesain dan untuk mengetahui tingkat kemampuan smash sepaktakraw setelah perlakuan atau treatmen model smash sepaktakraw berbasis standball yang didesain tersebut, dari tes awal yang dilakukan diperoleh tingkat smash sepaktakraw atlit sebesar 11,80, kemudian setelah diberikan perlakuan berupa model smash sepaktakraw berbasis standball diperoleh tingkat kemampuan smash sepaktakraw atlet sebesar 20,68. Maka model latihan smash sepaktakraw ini efektif dalam meningkatkan latihan smash sepaktakraw untuk atlet DKI Jakarta. Berdasarkan hasil pengembangan dapat disimpulkan bahwa: (1) Dengan model latihan smash sepaktakraw berbasis standball untuk atlet DKI Jakarta dapat dikembangkan dan diterapkan dalam latihan smash sepaktakraw (2) Dengan model latihan smash sepaktakraw berbasis standball untuk atlet DKI Jakarta yang telah dikembangkan, diperoleh bukti adanya peningkatan ini di tunjukan pada hasil pengujian data hasil pretes dan posttest adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah adanya perlakuan model smash sepaktakraw berbasis standball. Keywords: Pengembangan, Model, smash sepaktakraw mailto:harismunandar05@yahoo.com Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 121 Haris Munandar Pendahuluan Perkembangan di bidang olahraga semakin cepat, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berperan dalam meningkatkan prestasi olahraga sekarang ini.Cabang olahraga sepaktakraw merupakan salah satu cabang olahraga yang berkembang pesat di Asia Tenggara dan mulai dikenal oleh beberapa negara Eropa dan Amerika. Berkembang olahraga ini di mancanegara akan menimbulkan persaingan yang semakin ketat, oleh karena itu cabang olahraga ini memerlukan perhatian yang serius untuk pembinaan prestasi dan pembelajaran di tanah air. Selain teknik dasar seorang pemain itu harus memiliki kemampuan dan keterampilan khusus, tanpa mempunyai kemampuan dan keterampilan khusus permainan sepaktakraw itu tidak akan mungkin terlaksana dengan baik dan sempurna.Dalam pertandingan dapat dinilai sampai dimana kemampuan atlet setelah dibina dalam latihan. Salah satunya ialah dalam ajangkejuaraan (POPNAS) yang diselanggarakan dua tahun sekali. Kontingen dalam Kejuaraan ini khususnya cabang olahraga sepaktakraw ada beberapa wilayah yang berpeluang menjadi juara khususnya di putri di bagi menjadi yaitu DKI Jakarta Jawa Barat, Lampung, Sul-sel, Jawa-Timur, Jawa- Tengah, dan ada beberapa daerah atau provinsi seperti Sulawesi barat, Sulawesi tenggara yang sudah mulai maju. Kesempatan orang dalam bermain sepaktakraw berbeda beda, ada yang melakukan latihan di pengcab wilayah maupun melalui jalur pembinaan secara khusus misalnya dengan club, Sepaktakraw. Dapat kita artikan bahwa dari segi kuantitas cabang olahraga sepaktakraw sudah mulai berkembang cukup bagus, namun dari segi kualitas masih perlu pembenahan, seperti pelatih yang kompeten dengan beragam model latihan bagi sepaktakraw pemula untuk dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimilikinya dan ditingkatkan menuju specialisasi atau prinsip kekhususan padateknik lanjutan teknik servis bawah. Dasar penyelenggaraan Popnas ini antara lain agar setiap daerah lebih bekompetisi untuk bisa juara disetiap nomor pertandingan. Dalam ajang ini mereka berlomba menjadi juara, dimana sang juara merupakan impian atlet untuk mewujutkan cita-cita. Dalam olahraga sepaktakraw ada 3 katagori permainan yang di pertandingkan, yaitu: 1. Tim 2. Regu 3. Double even Dalam permainan sepaktakraw disamping unsur-unsur fisik, taktik, mental, juga teknik dasar harus diberikan kepada pemain pemula dengan baik dan benar. Teknik dasar permainan sepaktakraw terdiri dari: servis, sepak sila, sepak cungkil, sepak telapak kaki, sepak badek, memaha, menggunakan kepala,smesh, umpandanblok. Sepaktakraw dikenal Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 122 Haris Munandar sebagai olahraga yang banyak menggunakan kaki. Salah satu tendangan yang harus dimiliki oleh seorang atlet dalam bertanding adalah melakukansmesh. Smesh merupakan salah satu tendangan untuk mematikan bola yang di umpankan. Dalam melakukan smesh diperlukan suatu konsentrasi penuh agar jatuhnya bola dapat jatuh di daerah lawan. Smesh yang baik tentu akan menyulitkan lawan agar tidak bisa diblok atau mengembalikannya sehingga permainan dapat di kendalikan. Smesh sangat-sangat berpengaruh karena merupakan salah satu tendangan yang terakhir yang bisa menghasilkan poin. Dalam permainan sepaktakraw perlu adanya smesh yang baik dan stabil dalam melakukanya untuk memenangkan suatu pertandingan. Di DKI Jakarta belum ada smes yang baik serta maksimal dalam menghasilkan poin dalam setiap pertandingan, walaupun ada itu hanya pemain-pemain luar dari DKI Jakarta. Dari uraian di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian di Pengcab Jakarta timur dalam usaha untuk mengembangkan model latihan smash sepaktakraw berbasis stand ball. Dalam kaitannya dengan uraian yang dijelaskan tersebut,maka penulis akan melaksanakan penelitian tentang Model latihan smash berbasis stand ball. Penelitian dan pengembangan model latihan smash sepaktakraw berbasis standball secara khusus ada beberapa tujuan antara lain: 1) Mengembangkan dan menerapkan model latihan smash berbasis stand ball. 2) Memperoleh data empiris tentang efektivitas hasil pengembangan model latihan smash sepaktakraw berbasis stand ball. Tujuan akhir dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk berupa buku yang berisikan model latihan smash sepaktakraw berbasis stand ball. KAJIAN TEORETIK Penelitian pada dasarnya adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dalam penerapan metode ilmiah. Penelitian dan pengembangan model latihan di desain dalam bentuk tulisan yang menyajikan model-model latihan teknik dasar Smash. Penelitian hakikatnya (Etta Mamang Sangadji, 2010:1) meru-pakan kegiatan ilmiah untuk memperoleh kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah. Pengetahuan yang diperoleh berupa fakta- fakta, konsep, generalisasi dan teori yang memungkinkan manusia dapat memahami fenomena dan memecahkan masalah yang dihadapi. Penelitian dapat pula diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Setiap jenis penelitian memiliki cara pelaksanaan yang spesifik, sehingga seseorang yang akan mengadakan penelitian sangat perlu untuk memahami Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 123 Haris Munandar apa jenis penelitian yang akan dipergunakan. Sehingga rancangan model- model latihan pengembangan berbasis stand ball untuk melakukan Smash. Secara garis besar model dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan kegiatan latihan. Dalam pengertian lain model juga diartikan sebagai barang atau benda tiruan dari benda sesungguhnya, misalnya miniatur bangunan bertingkat yang menyerupai bangunan aslinya, miniatur mobil-mobil mewah yang menyerupai dengan mobil sebenarnya. Dalam istilah model digunakan untuk menunjukkan pengertian pertama sebagai kerangka proses pemikiran. Berbagai pakar telah membantu mendeskripsikan pengertian konsep model, seperti yang dikemukakan Setyosari (2015:277) yaitu, suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvlidasi produk pendidikan, dapat berupa proses, produk dan rancangan. Sedangkan model dasar dipakai untuk menujukkan model yang generik yang berarti umum dan mendasar yang dijadikan titik tolak pengembangan model yang lebih lanjut dalam artian lebih rumit dan dalam artian lebih baru. Model dapat dikatakan sebagai sesuatu yang menggambarkan adanya pola berpikir. Sebuah model menggam-barkan keseluruhan konsep yang saling berkaitan. Dengan kata lain model juga dapat dipandang sebagai upaya dan untuk mengkonkretkan sebuah teori sekaligus juga merupakan sebuah analogi dan representasi dari variabel- variabel yang terdapat di dalam teori tersebut (Harjanto, 2008:51). Jadi model latihan dapat diartikan sebuah cara mengor-ganisasikan suasana latihan untuk mencapai tujuan, model inilah yang nantinya akan dirancang dan dirumuskan dalam penelitian pengembangan menghasilkan sebuah produk berupa model latihan. Penelitian dapat dibagi menjadi beberapa bentuk yaitu penelitian dasar, terapan, evaluasi, pengembangan dan mendesak. Dalam pembagian penelitian didasarkan pada fungsi dan penerapannya dalam pendidikan serta berapa lama hasilnya dapat digunakan yaitu penelitian dan pengembangan. Penelitian pengembangan (development research) menemukan pola, urutan pertumbuhan, perubahan dan terutama memiliki maksud untuk mengembangkan bahan ajar bagi sekolah. Contoh pengembangan dari bahan pengajaran adalah buku ajar, alat peraga, modul latihan dan lain sebagainya. Penelitian pengembangan merupakan penelitian yang tidak digunakan untuk menguji teori, akan tetapi apa yang dihasilkan di uji dilapangan kemudian direvisi sampai hasilnya memuaskan. Penelitian dan pengembangan (Research and Development) menurut Borg & Gall (2003:570) adalah suatu proses yang dipakai untuk mengembang-kan dan memvalidasi produk pendidikan. Menurut Nusa putra (2012:70), penelitian pengemba-ngan adalah penelitian Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 124 Haris Munandar penelitian didefinisikan sebagai studi sistematis terhadap pengetahuan ilmiah yang lengkap atau pemahaman tentang subjek yang diteliti. Deskripsi Sepaktakraw Dalam permainan sepaktakraw seseorang dituntut untuk mempunyai kemampuan dan keterampilan yang baik. Keterampilan yang dimaksud adalah kemampuan dasar bermain sepaktakraw. (Syarifuddin, 2014:7) Permainan sepaktakraw ini dimulai dengan melakukan servis, yang dilakukan oleh tekong ke daerah lapangan lawan, kemudian pemain regu lawan mencoba memainkan bola dengan menggunakan kaki dan kepala dan anggota badan selain tangan, sebanyak tiga kali sentuhan. Permainan sepaktakraw dimainakan oleh dua regu, setip regu terdiri dari tiga orang pemain. Salah satu dari tiga pemain tersebut disebut tekong (server) merupakan pemain yang berada di lapangan paling belakang. Tekong ini bertugas untuk menservis bola, menerima, dan menahan serangan dari regu lawan di bagian belakang lapangan. Dua pemain lain disebut apit kanan dan apit kiri. Kedua pemain ini berada di sebelah kanan dan kiri di depan tekong. Pemain ini berada di dekat net yang bertugas sebagai pelempar bola ke tekong, penerima dan pemblok bola dari pihak lawan. tidak boleh menginjak garis (Armelia, 2008:12). Menurut Achmad Sofyan Hanif (2015:35) teknik dasar sepaktakraw meliputi: sepak sila, sepak cungkil, sepak badek, sepak cross, memaha, heading, mendada, dan membahu. meliputi: (sepakan) ; sepak sila, sepak kura, sepak cungkil, sepak menapa dengan telapak kaki, dan sepak badek atau sepak samping, (2) menggunakan kepala bagian depan (dahi), bagian samping, dan bagian belakang, (3) menggunakan dada, (4) menggunakan pada, dan (5) menggunakan bahu. METODELOGI PENELITIAN Tempat dan Subyek Penelitian : Penelitian akan dilaksanakan di DKI Jakarta, Subyek penelitian adalah alet DKI Jakarta. Waktu Penelitian : Waktu yang diperlukan dalam penelitian riset dan pengembangan dengan mengacu pada penelitian riset dan pengembangan dari Borg and Gall memerlukan waktu 3 bulan lebih dengan perincian sebagai berikut: 1. Analisi kebutuhan 2. Perencanaanpengembangan model 3. Pengembangan desain model latihan 4. Validasi pakar dan revisi model 5. Ujicoba kelompok kecil dan revisi 6. Ujicoba lapangan dan revisi Karakteristik Model yang Dikembangkan. Pengembangan model latihan smash sepaktakraw yang akan disusun dan dikembangkan berupa model baru dan modifikasi yang terdiri 30 model latihan. Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 125 Haris Munandar Subjek penelitian Teknik pengambilan subyek yang diterapkan dalam penelitian ini merupakan sampling jenuh/sensus, yang dikenal juga sebagai semua anggota populasi digunakan sebagai subjek penelitian. Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 126 Haris Munandar Tabel 1. Subjek Penelitian No Tahap Penelitian Jumlah Subyek Kriteria Instrumen 1 Penelitian Pendahuluan 3  3 Orang Dosen - Observasi - Wawancara 2 Evaluasi Pakar 3  3 Orang Ahli Sepaktakraw - Lembar Kuesioner - 30 model 3 Uji Coba Produk a. Small group try-out b. Field try group 20 40  20 Pemain  Evaluasi dengan skala 72 pemain 30 model 30 model pengembangan yang telah di revisi 4. Uji Efektivitas Produk 50  50 Pemain 30 model Penelitian pengembangan model latihan kelincahan menggunakan model penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari Borg dan Gall (2007:775) yang terdiri dari sepuluh langkah dalam penelitianyakni antara lain: (1) Research and information collecting (2) Planning (3) Development of the preliminary from of product (4) Preliminary field testing (5) Main product revision (6) Main field test. (7) Operational product revision . (8) Operational field testing (9) Final produk (10) Dissemination and implementation. Pada penelitian dan pengembangan ini tentunya diharapkan akan menghasilkan sebuah produk yang dapat digunakan untuk model latihan shooting pada mahasiswa Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 127 Haris Munandar dengan desain model baru atau menyempurnakan yang telah ada secara lengkap sehingga bisa dijadikan sumber belajar lain dalam proses latihan. Untuk mempermudah sistematika peneliti maka akan digambarkan menggunakan chart mengenai langkah-langkah penelitian pengembangan yang digunakan oleh peneliti berdasarkan langkah-langkah penelitian oleh Borg dan Gall : Gambar 3.1Chart Langkah-Langkah Pengembangan Adaptasi dari Borg, W.R dan Gall, M.D. 1983. Educational Research An Introduction. New York:Longman. Berdasarkan chart di atas langkah- langkah penelitian sebagai berikut: a) Research and information collecting (Melakukan penelitian pendahulu- an, kajian pustaka, pengamatan lapangan) untuk mengidentifikasi permasalahan yang dijumpai di lapangan. b) Planning (melakukan perencanaan berupa identifikasi, definisi keterampilan, perumusan tujuan, penentuan urutan tes, uji ahli, uji coba skala kecil, dan uji coba kelompok besar) c) Development of the preliminary from of product (mengembangkan jenis/bentuk produk awal meliputi: penyiapan materi, penyusunan buku/modul/video dan perangkat Research and Information collecting Planning Develop preliminary form of product Preliminary field testing Operational field testing Operational Product revision Main field testing Main product revision Dissemination and Implementation Final product revision Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 128 Haris Munandar evaluasi), d) Preliminary field testing (melaku-kan uji coba lapangan tahap awal dari 6-12 subjek, pengumpulan data ini menggunakan lembar observasi, lembar kuisioner dan wawancara serta dilanjutkan dengan analisis data), e) Main product revision (melakukan revisi produk berdasarkan masukan dan saran-saran dari hasil uji coba lapangan tahap awal) f) Main field testing (melakukan uji lapangan utama penelitian dengan 30-100 subjek) g) Operational product revision (melakukan revisi terhadap produk operasional, berdasarkan masukan dan saran-saran hasil uji coba lapangan utama), h) Operational field testing (melakuk- an uji produk utama dengan subjek sebanyak 40-200 subjek atau 10 sampai 30 tempat penelitian, i) Final product revision (melakukan revisi terhadap produk akhir, berdasarkan saran dalam uji coba lapangan), j) Disseminationand implementation (mendesiminasi dan mengimpleme- ntasikan produk, melaporkan dan menyebarluaskan produk melalui pertemuan dan jurnal ilmiah, bekerjasama dengan penerbit unuk sosialisasi produk untuk komersial, dan memantau distribusi dan kontroll kualitas). HASIL DAN PEMBAHASAN Uji efektivitas Untuk mengetahui efektifitas produk berupa model latihan keterampilan Shooting pada sepakbola yang di ujicobakan pada 50 subjek penelitian dari atlet DKI Jakarta apakah efektif atau tidak, maka ada data yang harus dikumpulkan yaitu tentang data shooting sepakbola. Pengumpulan data ini dilakukan setelah uji kelompok besar/uji coba lapangan 2. Pengumpulan data uji efektifitas. Berikut data disajikan secara ringkas : Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 129 Haris Munandar Tabel 4.4 Data Pretest dan Posttest Smash Sepaktakraw Berbasis Standball No Nama Free Test Post Test 1 Tia 12 22 2 Moli 15 19 3 Siti Nur Hafifah 7 20 4 Ikbal 16 24 5 Soni 12 19 6 Rivaldi 9 20 7 Fuji 14 19 8 Andi 15 24 9 Haykal Yudha 14 24 10 M. Kadafi 14 23 11 Andre Sebastian 15 21 12 Rilo Pambudi 13 23 13 Bayu Aji 13 18 14 Slamet 8 21 15 Asmaul 12 18 16 Jasmini 10 19 17 Munawarah 8 26 18 Al. Zaid 8 19 19 Ananda Fauzan 11 19 20 Zidan 11 24 21 Rizki 12 22 22 Abdul Aziz 10 22 23 Alif 11 18 24 Dede Suardi 12 19 25 M. Rhoby 11 18 26 Dita Pratiwi 12 24 Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 130 Haris Munandar 27 Fajar 11 20 28 Mulia Sari 16 21 29 Rusli 13 24 30 Anto 7 21 31 Andika 12 17 32 Listiono 8 18 33 Fajril 10 22 34 Usman 16 19 35 Gunawan 10 18 36 Cahya 11 20 37 Ardian 14 19 38 Imam 17 25 39 Beni 10 21 40 Haykal 11 18 41 Kemal 15 21 42 Farid 15 20 43 Resa 10 18 44 Rahmat 9 21 45 Amin Natsir 12 19 46 Chaerudin Syam 9 21 47 Moly Agustin 14 23 48 Doni Gunawan 12 20 49 Muh. Rizal 16 21 50 Bagas 7 22 Di atas telah dipaparkan tabel hasil uji pre test dan post test atlit. Uji pre test dilakukan setelah uji kelompok besar. Pre test dilakukan sebelum menerapkan 30 variasi model latihan smash sepaktakraw berbasis Standball. Berdasarkan uraian Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 131 Haris Munandar diatas, maka ada perbedaan rata-rata hasil yang diperoleh antara pretest dan postest sehingga dikatakan efektif. Tabel 4.5 Hasil Paired Sample Statistics Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 FreeTest 11.80 50 2.680 .379 PosTest 20.68 50 2.217 .314 Berdasarkan hasil output dengan menggunakan SPSS 16 bahwa nilai rata- rata hasil latihan smash sepaktakraw berbasis Standball sebelum diberikan variasi model latihan smash sepaktakraw berbasis Standball adalah 11.80 dan setelah diberikan perlakuan dengan variasi model latihan sepaktakraw berbasis Standball adalah 20.68, artinya bahwa nilai rata-rata smash sepaktakraw ada peningkatan. Tabel 4.6 Hasil Paired Samples Test Paired Samples Test Paired Differences t df Sig. (2- tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 FreeTest - PosTest 8.880 3.147 .445 9.774 7.986 19.953 49 .000 Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 132 Haris Munandar Dalam uji signifikansi perbedaan dengan SPSS 16 didapat hasil t-hitung = 19.953, df = 49 dan p-value = 0.00 < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil latihan smash sepaktakraw berbasis Standball sebelum dan sesudah adanya perlakuan model latihan sepaktakraw berbasis Standball. Berdasarkan keterangan tersebut dapat dikatakan bahwa model latihan smash sepaktakraw berbasis Standball yang dikembangakan, efektif dapat meningkatkan latihan smash sepaktakraw. Berikut perbandingan rata-rata dari tingkat tes renang gaya bebas sebelum pemberian treatmen dan sesudah pemberian perlakuan dengan model latihan renang gaya bebas dengan diagram batang pada gambar berikut ini: Gambar 4.1 Diagram Rata-rata Skor Freetest dan Posttest Latihan Smash Sepaktakraw Berbasis Standball 0 5 10 15 20 25 FreeTest PostTest Latihan Smash Sepaktakraw Berbasis Standball 11,80 20,68 Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 133 Haris Munandar PEMBAHASAN Dalam penelitian ini telah diupayakan secara maksimal sesuai dengan kemampuan dari penulis, namun dalam penelitian masih terdapat beberapa keterbatasan yang harus diakui dan dikemukakan sebagai bahan pertimbangan dalam menggeneralisir hasil dari penelitian yang dicapai. Adapun keterbatasan- keterbatasan tersebut antara lain sebagai berikut: a) Dalam model ini perlu adanya penyesuaian gerakan terhadap atlit yang latihan dengan alat standball, b) Penggunaan peralatan harus tetap memperhatikan kenyamanan serta keamanan dapat atlit agar lebih maksimal dalam melakukan model latihan smash sepaktakraw, c) Uji coba produk hanya terbatas pada atlit DKI Jakarta, d) Karena keterbatasan waktu dan dana, maka saat perlakuan diberikan sampel tidak di asramakan, sehingga akan mempengaruhi sampel di luar dari jadwal perlakuan, yang memungkinkan terjadi berbagai kontak sosial di lingkungan tempat tinggalnya sehingga mempengaruhi penampilannya dalam latihan serta pada waktu pengambilan data dilakukan, yang akhirnya bepengaruh pula terhadap data yang dikumpulkan. Adanya faktor-faktor psikologis yang diduga ikut mempengaruhi hasil penelitian yang tidak dapat dikontrol antara lain, minat, percaya diri, dan faktor psikologis lainnya. Daftar Pustaka Achmad Sofyan Hanif., Kepalatihan Dasar Sepaktakraw Jakarta: rajawali Grapindo Persada, 2013 ------------------------- , Sepaktakraw untuk Pelajar, Jakarta:rajawali Grapindo Persada, 2015. Asim, Langkah-langkah Penelitian Pengembangan disajikan dalam Lokakarya Nasional Angkatan II, Metodologi Penelitian Pengembangan Bidang Pendidikan dan Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 08 (2), Oktober 2017 - 134 Haris Munandar PembelajaranMalang: Universitas Negeri Malang, 2002 Armelia F, Bermain Sepak Takraw (Semarang: PT Aneka Ilmu, 2008), Benny A. Pribadi, Model Desain Sistem Pembelajaran akarta: Dian Rakyat, 2010 Dinas Olahraga dan Pemuda Propinsi DKI Jakarta. Buku Petunjuk Sepaktakraw, Jakarta: DISORDA Propinsi DKI, 2001 Dini Rosdiani, Model Pembelajaran Langsung Dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Bandung: Alfabeta,2012 Harjanto, Perencanaan Pengajaran Jakarta: Rineka Cipta, 2008 James tangkudung, Kepelatihan Olahraga., Jakarta: Cerdas Jaya, 2012. Johansyah Lubis. Penyusunan Praktis Penyusunan Program Latihan, (Jakarta: Raja Grafindo, 2013) Ketut Agustini, Pengembangan Media Ajar Berteknologi Hypertext Untuk Perkuliahan Suyono dan Hariyanto, Belajar dan pembelajaran,(Bandung: PT.Remaja Rosdakarya,2013 Komunikasi Data Dan Jaringan Komputer Berbasis Nilai Kearifan Lokal Konsep Subak, Disertasi, Jakarta: UNJ, 2012 Marcelo, et.al, “Monitoring Training Load”, in the international Journal of Sport Science and Coaching, vol 12 (1) 130-137 2016. M. Atwi Suparman, Desain Instruksional Modern(Jakarta: Universitas Terbuka, 2012 Nusa Putra, Research and development(Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2012 Philip Vickerman, Teaching Physical Education to Children with Special Educational Needs USA : Rouledge : 2007 Rick Engel, Dasar-dasar Sepaktakraw, Instruksi Lengkap/Panduan Melatih Sepaktakraw, (Canada, Asec International, 2008) Sangadji,Etta Mamang. Metodologi Penelitian- Pendekatan praktis dalam penelitian. Yogyakarta: Andi, 2010 Sugiyono, Motode Penelitian & pengembangan (R&D) (Bandung: Alfabeta, 2015) h. 28. Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Jakarta: PPs UPI dan PT Remaja Rosdakarya, 2005 Suyono dan Hariyanto, Belajar dan pembelajaran., Bandung: PT.Remaja Rosdakarya, 2013 Syarifuddin dan Hari, Permainan Sepak takraw, (Padang: Sukabina Press, 2014) Tirowali, Komisi Teknik Perubahan Peraturan Permainan (Bangkok : Januari 2011) Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1, ayat 20, Walter R. Borg and Meredith D. Gall, Educational Research: An Introduction, 4th Edition. New York: Longman Inc., 2009 Widiastuti, Tes dan Pengukuran (Jakarta: PT Bumi Timur Raya, 2011)