Available online at : http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/gjik Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan 09 (01) 2018, 48 - 55 Permalink/DOI: https://doi.org/10.21009/GJIK.091.04 Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) PENINGKATAN KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLA VOLI MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BOLA MODIFIKASI Taufik Rihatno1, Gunawan1 1Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu Olahraga, Jl. Rawa Mangun Muka, Jakarta Timur, Indonesia 13220 *Corresponding Author. Email: taufikrihatno@yahoo.co.id Abstrak, Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli melalui media pembelajaran bola yang dimodifikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan (action research) Alur penelitian mengacu pada penelitian tindakan yang dikemukakan oleh Kemis dan Mc.Taggart. Hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 17 dari 20 orang siswa mampu melakukan passing bawah dengan baik, atau sekitar 85%, sedangkan siswa yang tidak tuntas sekitar 3 orang siswa atau sekitar 15%. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui media pembelajaran bola yang dimodifikasi dapat meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli secara signifikan. Kata Kunci : Passing, Bola Voli, Pembelajaran, Modifikasi. Abtract, The purpose of this research is to improve of forearm pass skill of volleyball through the modification ball learning media. The method that used in this research is action research. The research flow refers to the action research that proposed by Kemmis and Mc.Taggart. The result of this research showed seventeen from twenty students are able to do forearm well it is about 85%, While students who do not pass about three students it is about 15%. From this research, it can be conclude that through the modification ball learning media can improve forearm pass skill of volleyball significantly. Keyword: Passing, Volleyball, Learning, Modification. Keyword: Passing, Volleyball, Learning, Modification Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), April 2018 - 49 Taufik Rihatno, Gunawan Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) PENDAHULUAN Olahraga di sekolah dipandang sebagai alat pendidikan yang mempunyai peran penting terhadap pencapaian tujuan belajar mengajar secara keseluruhan. Olahraga sebagai alat pendidikan, jasmani dan merupakan salah satu pelajaran yang wajib diajarkan baik di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Menengah Umum (SMU), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu standar komptensi mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk kelas V semester 1 Sekolah Dasar adalah “Mempraktikan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan permainan yang dimodifikasi serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya”. Namun pada mata pelajaran pendidikan jasmani materi passing bawah dalam permainan bola voli masih banyak siswa yang belum mampu mempraktikan teknik dasar passing bawah sesuai dengan tahapan teknik tersebut. Berdasarkan hasil analisis penyebab ketidak berhasilan pembelajaran mempraktikan teknik dasar passing bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas V SD N 05 Negara Ratu Lampung, penulis mencoba memilih solusi yang cepat dan tepat untuk menyiasatinya adalah dengan cara memperbaiki proses pembelajaran melalui penelitian tindakan. Dalam pelaksanaan penelitian tindakan ini, penulis menerapkan media pembelajaran bola modifikasi yang digunakan dalam pembelajaran mempraktikan teknik dasar passing bawah dalam permainan bola voli. Sebagaimana dipaparkan diatas bahwa penulis melakukan penelitian tindakan sebagai upaya memperbaiki proses dan hasil pembelajaran mempraktikan teknik dasar passing bawah dengan menggunakan media pembelajaran bola modifikasi. Pengertian Penelitian Tindakan Penelitian pada dasarnya adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dalam penerapan metode ilmiah. Banyak pengertian atau definisi yang diungkapkan oleh para ahli tentang penelitian tindakan atau actions research, dalam penelitian ini kegiatan yang berupa mengumpulkan, mengembangkan variable kemudian dimanipulasikannya dengan harapan mendapat formula yang terbaik dalam pelaksanaan pembelajaran. James Tangkudung (2016:16) menjelaskan bahwa penelitian tindakan adalah cara atau metode yang menekankan pada praktek sosial sebagai suatu tindakan perbaikan yang sistematik untuk dapat meningkatkan kualitas dalam pembelajaran yang melibatkan kerjasama yang baik untuk mendapatkan jawaban kebutuhan siswa dengan perkembangan zaman. Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), April 2018 - 50 Taufik Rihatno, Gunawan Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) Pendapat lain Menurut Ernest T. Stringer (2007:1), “Action research is a systematic approach to investigation that enables people to find effective solutions to problems they confront in their everyday lives” Dari beberapa pendapat ahli, diperoleh kata-kata kunci (1) penelitian tindakan pada dasarnya bersifat refletif, (2) dilakukan oleh pelaku tindakan, (3) dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, (4) dilaksanakan secara sistematis, (5) bersifat situasional dan kontekstual, (6) dilakukan untuk memecahkan masalah, (7) mengkaji langkah pemecahan masalah itu sendiri, dan (8) memperbaiki proses pembelajaran secara berulang atau bersiklus. Pengertian Belajar Belajar adalah proses perubahan tingkah laku akibat pengalaman. Menurut Maksum (2011:12) Belajar adalah proses perubahan tingkah laku bisa berarti sesuatu yang tampak seperti berjalan, berlari, berenang, melakukan shooting pun juga bisa berarti sesuatu yang tidak tampak seperti berpikir, bersikap,dan berperasaan. Sedangkan Menurut Dawn Penney (2005:9) mengatakan: “We see, for example, that we cannot assume that students will immediately or automatically be able to take on roles such as that of coach or official. Rather, ‘we must define those roles, teach them, design good practice with feedback so that students can learn their roles well”. Yang dapat diartikan bahwa belajar dimana Kita melihat, misalnya, bahwa kita tidak dapat mengasumsikan bahwa siswa akan segera atau secara otomatis dapat mengambil peran seperti yang dari pelatih atau resmi. Dalam olahraga anak-anak/siswa harus menempuh mata pelajaran pendidikan jasmani yang ada di sekolah, seperti halnya yang dikatakan oleh Anthony Laker (2001:5) “Children can also learn at school that there is a global network of sporting communities”. Anak-anak bisa belajar di sekolah karena ada jaringan dimana adanya komunitas masyarakat yang ada di sekolah. Media Pembelajaran Penggunaan media pembelajaran yang kreatif dapat memungkinkan siswa untuk lebih banyak mencamkan apa yang dipelajarinya dan meningkatkan kemahiran siswa sesuai denan tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan Sri Anitah (2010:5) dalam bukunya Media pembelajaran mengatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu alat komunikas dan sumber informasi yang membawakan pesan untuk suatu tujuan pembelajaran. Modifikasi dalam Pembelajaran Modifikasi merupakan sebuah pendekatan dalam pembelajaran pendidikan jasmani yang menekankan pada kesenangan, kecakapan jasmani, dan pengayaan gerak anak. Dengan demikian, modifikasi Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), April 2018 - 51 Taufik Rihatno, Gunawan Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) pembelajaran hendaknya mencerminkan karakteristik program pendidikan jasmani itu sendiri. Modifikasi secara umum diartikan sebagai usaha untuk mengubah atau menyesuaikan. Hambali (2013:21) menjelaskan secara khusus modifikasi adalah suatu upaya yang dilakukan untuk menciptakan dan menampilkan sesuatu hal yang baru, unik, dan menarik. Modifikasi disini mengacu kepada sebuah penciptaan, penyesuaian dan menampilkan suatu alat/sarana dan prasarana yang baru, unik, dan menarik terhadap suatu proses belajar mengajar pendidikan jasmani. Tujuan modifikasi dalam pembelajaran pendidikan jasmani ialah (1) siswa memperoleh kepuasan dalam mengikuti pembelajaran, (2) meningkatkan kemungkinan keberhasilann dalam berpartisipasi, dan (3) siswa dapat melakukan pola gerak secara benar. Dari pemaparan di atas modifikasi media pembelajaran dapat ditarik kesimpulan bahwa memiliki makna, baik dilihat secara terbatas maupun luas yang dapat membantu siswa/peserta didik untuk berkembang dan mendorong terciptanya proses dalam belajar untuk peserta didik. Permainan Bola Voli Bolavoli merupakan salah satu cabang olahraga yang populer dikalangan masyarakat Indonesia dari kalangan bawah hingga atas olahraga Hal ini terlihat dengan banyaknya pertandingan-pertandingan antar klub untuk cabang olahraga bola voli tersebut yang dilaksanakan di tingkat daerah sampai di tingkat nasional. Menurut Ahmadi (2007:10) bolavoli merupakan “suatu permainan yang kompleks yang tidak mudah dilakukan oleh setiap orang, sebab dalam permainan bolavoli dibutuhkan koordinasi gerak yang benar- benar bisa diandalkan untuk melakukan semua gerakan yang ada dalam permainan bolavoli”. Selanjutnya Atmasubrata (2012:50) menjelaskan bolavoli adalah “lahraga permainan yang dimainkan oleh dua grup berlawanan. Masing-masing grup memiliki enam orang pemain dan terdapat pula variasi permainan bolavoli pantai yang masing-masing grup hanya memiliki dua orang pemain.” Teknik-teknik Permainan Bola Voli Menurut Rahmani (2014:55) menjelaskan “Dalam cabang olahraga bola voli terdapat beberap teknik dasar yang dapat dipelajari, diantaranya servis, passing,smash, dan blocking.” Dari setiap teknik dasar tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Beutelstahl (2008:8) menjelaskan teknik merupakan “prosedur yang telah dikembangkan berdasarkan praktik dan bertujuan mencari penyelesaian Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), April 2018 - 52 Taufik Rihatno, Gunawan Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) suatu problema pergerakan tertentu dengan cara yang paling ekonomis dan berguna.”. Selanjutnya Ahmadi (2007:9) menyebutkan “teknik-teknik dalam permainan bolavoli terdiri atas servis, passing bawah dan passing atas,block, dan smash.” Teknik- teknik dasar yang terdapat dalam permainan bolavoli sangat mempengaruhi keterampilan seseorang dalam permainan bolavoli. Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa passing merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan bola voli. Bagi para pemula penekanan dalam belajar bola voli lebih difokuskan untuk penguasaan teknik passing dalam permainan bola voli cukup dominan, baik untuk mewujudkan serangan maupun bertahan. Passing Bawaah Bola Voli Salah satu teknik dasar dalam permainan bolavoli adalah pasing . Subroto dan Yudiana (2010:47) menyatakan bahwa “passing dalam permainan bolavoli adalah istilah cara memainkan bola pertama setelah bola berada dalam permainan akibat serangan lawan, servis lawan, atau permainan net (cover spike dan cover block)”. Dengan begitu, agar dapat melakukan passing yang baik, diperlukan keterampilan dan kemampuan fisik yang baik, sehingga hasil dari passing yang kita lakukan dapat dilakukan dengan optimal. Hal ini sesuai dengan perkataan Kinda S. Lamberg (2006:21) yang mengatakan bahwa “... a good serve receiver must to the ball determines his or her serve-receive succes rate”. Dalam hal ini kemampuan pemain untuk bergerak secara efisien akan menentukan tingkat keberhasilan Passing bawah adalah gerakan untuk mengoper atau mengumpan bola dengan menggunaka teknik tertentu kepada teman dalam satu regu. Teknik passing bawah dalam permainan bola voli merupakan teknik yang sangat penting dan wajib dikuasai oleh para pemain bola voli. Karena menurut Bonnnie Kenny dan Cindy Gregory (2006:33) mengatakan bahwa “The forearm pass and the serve are the two most important skills in volleyball. Without the serve and pass, the ball cannot be put into paly”. Artinya sudah jelas bahwa passing bawah merupakan bagian terpenting dalam permainan bola voli, karena tanpa menguasai teknik passing, mustahil kita dapat memainkan bola dengan benar. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa mempraktikan teknik dasar passing bawah bola voli melalui media pembelajaran bola modifikasi pada siswa V SD N 05 Negara Ratu Lampung. Alur penelitian ini mengacu pada penelitian tindakan yang dikemukakan oleh Kemis dan Mc.Taggart menggambarkan bahwa refleksi diri dalam siklus spiral ini adalah (1) merencanakan Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), April 2018 - 53 Taufik Rihatno, Gunawan Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) perubahan; (2) bertindak dan mengamati proses dan konsekuensi dari perubahan; (3) merefleksikan proses dan konsekuensi; (4) merencanakan kembali; (5) bertindak dan observasi kembali; (6) merefleksikan. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam beberapa siklus jika pada siklus kesatu siswa masih belum mampu mempraktikan teknik dasar pass bawah permainan bola voli. Dengan kata lain tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan belum tercapai. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data-data yang dapat menggambarkan peningkatan keterampilan siswa kelas V SD N 05 Negara Ratu Lampung dalam pembelajaran mempraktikan teknik dasar passing bawah permainan bola voli. Data dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Selain data kuantitatif berupa nilai hasil tes mempraktikan teknik dasar pass bawah, juga data hasil observasi selama melaksanakan tindakan. Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu teknik tes dan non tes. Teknik tes yaitu tes keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik tentang materi yang telah diberikan. Tes dilakukan pada tahap akhir pembelajaran bola voli. Data diambil pada saat pra siklus ataupun seteah dilakukan siklus II. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah melakukan treatment pada siklus I diperoleh data yang ditunjukan pada table 1. Tabel 1. Distribusi Hasil Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Siklus I Berdasarkan data tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa siswa yang tuntas sebanyak 13 orang (65%) dan siswa yang belum tuntas sebayak orang 7 (35%). Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran dan menghitung data hasi penelitian, guru dan observer melakukan refleksi serta diskusi guna membahas permasalah yang berhubungan dengan tindakan yang telah dilakukan oleh guru. Terlihat pada siklus I masih terdapat kekurangan baik dari guru maupun dari siswa. Dari data hasil pembelajaran pada siklus kesatu menunjukan bahwa kemampuan passing bawah bola voli belum mencapai target yang diharapkan, yakni nilai N O RENTA NG SKOR FREKUE NSI PERSENT ASE 1 58 – 62 6 30% 2 63 – 67 1 5% 3 68 – 72 0 0% 4 73 – 77 9 45% 5 78 – 82 0 0% 6 83 - 87 4 20% JUMLAH 20 100% Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), April 2018 - 54 Taufik Rihatno, Gunawan Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) KKM 70. Meski demikian, selama proses pembelajaran pada siklus kesatu terdapat peningkatan motivasi dan keinginan siswa untuk belajar passing bawah bola voli. Pada tahap ini, siswa sudah mampu mempraktikan gerakan demi gerakan dalam teknik passing bawah bola voli. Meskipun demikian, peneliti masih berharap hasil tersebut dapat ditingkatkan lagi hingga mencapai target yang diharapkan. Siklus II Berdasarkan data hasil penelitian pada siklus II dapat dikemukakan bahwa siswa yang tuntas sebanyak 17 orang (85%) dan siswa yang belum tuntas sebayak orang 3 (15%). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table 2. Tabel 2. Distribusi Hasil Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Siklus II Berdasarkan analisis statistik di atas dapat disimpulkan bahwa menunjukan peningkatan terhadapap jumlah siswa yang berhasil tuntas dan sudah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM = 70), yiatu sebanyak 17 orang siswa yang tuntas atau sekitar 85% dengan batas minimal nilai 70 dari 20 siswa. Sedangkan siswa yang tidak tuntas sekitar 3 orang siswa atau sekitar 15%. Dari data tersebut hanya 2 siswa yang tidak tuntas, namun nilai mereka sudah hampir mencapai titik ketuntasan yaitu 75. KESIMPULAN Pembelajaran dengan menggunakan bola modifikasi dan desai pembelajara yang dibuat dengan memperhatikan karakteristik siswa dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas V SD Negeri 05 Negararatu Lampung tahun ajaran 2016/2017. Karakteristik siswa kelas V Sekolah Dasar sedang ada pada masa senang bermain. Dengan memanfaatkan berbagai permainan sebagai teknik pembelajaran, kemampuan siswa kelas V SD Negeri 05 Negararatu Lampung tahun ajaran 2016/2017 mempraktikan teknik passing bawah bola voli, meningkat. Siswa terlihat termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa terlihat senang dan nyaman. Guru lebih mudah melakukan pengelolaan pemebelajaran maupun pengelolaan kelas. Penerapan media pembelajaran bola modifikasi dalam proses kegiatan pembelajaran keterampilan passing bawah bola voli yang dikemas sedemikian rupa N O RENTA NG SKOR FREKUE NSI PERSENT ASE 1 67 – 71 3 15% 2 72 – 76 5 25% 3 77 – 81 0 0% 4 82-86 7 35% 5 87 - 93 5 25% JUMLAH 20 100% Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), April 2018 - 55 Taufik Rihatno, Gunawan Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online) dapat menimbulkan hasil pembelajaran yang lebih baik, karena siswa merasa antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran passing bawah bola voli pada siswa kelas V SDN 05 Negararatu Lampung. Berdasarkan pada data yang diperoleh pada pra siklus, siklus I dan siklus II terapat peningkatan di setiap siklusnya. Pada pra siklus terdapat 4 orang siswa yang mencapai nilai KKM, dapat diartikan 4 orang siswayang tuntas. Pada siklus ke I siswa yang tuntas sebanyak 13 orang atau sebesar 65% dan pada siklus ke II naik menjadi 85%. Hal ini menunjukan bahwa pemebelajaran dengan menggunakan bola modifikasi dan desai pemebelajaran yang menarik dapat meningkatkan keterampila passing bawah pada siswa kelas V SD Negeri 05 Negararatu Lampung. Artinya, melaku media pembelajaran bola modifikasi dapat meningkatkan ketereampilan passing bawah pada siswa kelas V SD Negeri 05 Negararatu Lampung tahun ajaran 2016/2017. DAFTAR PUSTAKA Ali Maksum, Pisikologi Olahraga Teori dan Aplikasi Surabaya: Unesa Press, 2011. Anthony Laker, Developing Personal, Social and Moral Education Trhough Physical Education, London, E-lebrary-2001. Bonnie Kenny dan Cindy Gregory, Volleball Step to Succes, Sports Instruction Series,Amerika Serikat: Human Kinetics, 2006. Dawn Penney, Sport Education in Physical Education, Francis, e-lebrary,- 2005. Dieter Beutelstahl. Belajar Bermain Bola Volley. Bandung: Pionir jaya, 2008. Ernest T. Stringer, Action Research, Amerika:SAGE Publication, 2007. Ginanjar Atmasubrata, Serba Tahu Dunia Olahraga. Surabaya: Dafa Publishing, 2012. James Tangkudung, Macam-Macam Metode Penelitian Uraian dan Contohnya Jakarta: Lensa Media Pustaka, 2016. Kinda S. Lenberg, Volleyball Skills & Drills American Volleyball Coaches Associaation, Human Kinetics, 2006.