143 PEMBELAJARAN BERBASIS ANAK DALAM PENGEMBANGAN BIDANG SENI (RUPA) DI PAUD BATIK DAN PAUD SABITUL AZMI SIDOARJO Nurul Khotimah Universitas Negeri Surabaya, Jalan Ketinteng Surabaya 60231 E-mail: nurul_kh@ymail.com Abstrak Pembelajarannya berbasis anak adalah pembelajaran yang diterapkan di sekolah berdasarkan kebutuhan anak, berorientasi pada perkembangan anak, bermain sam- bil belajar, pengajaran berpusat pada anak, PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, studi komparatif yaitu studi perbandingan diusahakan untuk menemukan per- samaan dan perbedaan kualitas pembelajaran pengembangan bidang seni (rupa) di PAUD Batik dan PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran di PAUD Batik dan PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo berbasis anak, pembelajaran mengacu pada kurikulum Diknas dan kurikulum Depag yang terintregasi pada menu pembelajaran generik dengan metode BCCT dalam pengem- bangan bidang seni (rupa) melalui menggambar sederhana, mewarnai sederhana, dan menciptakan sesuatu dengan berbagai media dengan pendekatan ekspresi anak. Kegiatannya dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan menghasil- kan karya anak. Kelebihan pembelajaran berbasis Anak di antaranya: mengutama- kan kebebasan anak, sesuai ekspresi anak, dan menghasilkan karya sesuai keingi- nan anak, serta meningkatkan aktivitas anak. Child-Based Learning in Fine Arts Enhancement in Batik and Sabitul Azmi Pre-Kindergartens, Sidoarjo Abstract Child-based learning is applied at pre-kindergartens based on children’s needs; it is child development-oriented and children-centered, which enables them to play and learn so that it is often referred to one motto PAKEM (an Indonesia abbreviation, which means being active, creative, affective, and fun learning). This research used qualitative approach, comparative study to find out similarity and difference of learning quality in the two pre-kindergartens. The findings show that the learning in the two pre-kindergartens refer to National Educa- tion Curriculum and Department of Religion Curriculum integrated in generic learning menu with BCCT method in art development through simple drawing, coloring, and creat- ing a craft with various media for children’s expression. The activity began with planning, implementation, and children’s products. The advantages of this learning method are that this method prioritizes children freedom, enables them to show their expression and increases their creativity. Kata kunci: pembelajaran berbasis anak, pengembangan seni. HARMONIA, Volume 12, No. 2 / Desember 2012144 PENDAHULUAN Perkembangan masyarakat dewa- sa ini, telah merasakan akan pentingnya suatu pendidikan anak usia dini (PAUD). Pendidikan anak usia dini (early child edu- cation) dilaksanakan sebagai dasar bagi pembentukan kepribadian manusia secara utuh, yaitu untuk pembentukan karakter, budi pekerti luhur, cerdas, ceria, terampil dan bertaqwa kepada tuhan yang maha Esa. Tujuan pendidikan seni berbasis anak yaitu meningkatkan kesadaran guru akan pentingnya pendidikan anak usia dini dan pengetahuan sikap, keteram- pilan di dalam mengasuh, merawat dan mendidik anak. Setiap anak perlu diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk berkembang tanpa ada tekanan dari pihak guru. Menurut Freud (dalam Salam, 2005: 18) tugas utama seorang pendidik adalah tidak menekan perasaan anak dan sebaik- nya menyalurkannya ke arah yang positif. Mulyasa (2005: 56) mengatakan bah- wa pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik de- ngan lingkungannya sehingga terjadi pe- rubahan prilaku kearah yang lebih baik. Pembelajaran adalah pendidikan, latihan, pembelajaran, teknologi pendi- dikan, yang lebih menitikberatkan pada penbentukan dan pengembangan kepri- badian dan latihan (training) lebih mene- kankan pada pembentukan keterampilan (skill) (Hamalik, 2009: 55). Pembelajaran adalah suatu sistem yang luas, yang mengandung banyak as- pek, di antaranya : (1) profesi guru, (2) Perkembangan dan pertumbuhan siswa sebagai organisme yang sedang berkem- bang, (3) Tujuan dari pendidikan dan pembelajaran yang berpangkal pada filsa- fat hidup masyarakat, (4) Program pendi- dikan atau kurikulum sekolah, (5) Peren- canaan pembelajaran, (6) bimbingan di sekolah, dan (7) Hubungan dengan ma- syarakat pada umumnya dan hubungan dengan lembaga-lembaga pada khusus- nya. Pembelajaran identik dengan pendi- dikan. Proses pembelajaran adalah proses pendidikan. Setiap kegiatan pembelajaran adalah untuk mencapai tujuan pendidi- kan. Pengertian pembelajaran ditarik dari pengertian belajar yang populer, Pembe- lajaran adalah merupakan upaya untuk membelajarkan siswa. Yang secara impli- sit terlihat bahwa dalam pembelajaran ada kegiatan memilih, menetapkan, dan men- gembangkan metode untuk mencapai hasil yang diinginkan (Mustaji, 2009: 17). Berdasarkan beberapa pendapat di atas sebagaimana kesimpulan dari peneliti Pembelajaran adalah kegiatan mengajar yang dilakukan oleh guru kepada siswa sebagai suatu sistem yang mencakup ada tujuan pengajaran, guru dan siswa, meto- de mengajar serta evaluasi dan penilaian. Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga sis- wa memiliki pengetahuan/ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk meng- konstruksi sendiri secara aktif pemaha- mannya (Depdiknas, 2003: 5). Landasan berfikir (filosofi) pende- katan CTL adalah konstruktivisme, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manu- sia sedikit demi sedikit yang hasilnya di- kemudian hari. Esensi dari teori konstruk- tivisme adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasi suatu informasi kompleks kesituasi lain, bila di- kehendaki menjadi miliknya sendiri (Dep- diknas, 2003: 10). Pembelajaran hendaknya menem- patkan anak sebagai subjek pendidikan. Oleh karena itu semua kegiatan pembela- jaran diarahkan atau berpusat pada anak, anak diberi kesempatan untuk menentu- kan pilihan, mengemukakan pendapat, dan aktif melakukan atau mengalami sen- diri. Guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator (Depdiknas, 2005: 7). Pembelajaran yang berpusat pada siswa akan menjadikan pembelajaran le- bih bermakna. Prinsip pembelajaran ber- pusat pada siswa: siswa terlibat, suasana Nurul Khotimah, Pembelajaran Berbasis Anak Dalam Pengembangan Bidang ... 145 menyenangkan, memberikan keasyikan belajar, belajar tidak dalam suasana terte- kan, formal, dan tegang, serta memfasilita- si semua untuk belajar (Materi pendidikan dan pelatihan, 2009: 6). Jadi, pembelajarannya berbasis anak adalah pembelajaran yang diterapkan di sekolah berdasarkan kebutuhan anak, be- rorientasi pada perkembangan anak, ber- main sambil belajar, pengajaran berpusat pada anak, PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan). Metode pembelajarannya dengan ce- ramah, diskusi, simulasi dan sebagainya dalam metode pembelajaran berbasis anak menggunakan metode BCCT yaitu metode bermain sambil belajar yan berpusat pada anak, secara aktif dan kreatif disentra- sentra pembelajaran bebasis pijakan guna mengembangkan dirinya seoptimal mung- kin sesuai dengan potensi, minat dan ke- butuhan. Teknik dan taktik pembelajaran spesifik, individual dan unik. Pada pem- belajaran berbasis anak menggunakan tek- nik sentra dan individu anak sebagai dasar mengembangkan potensi anak dan setiap individu mempunyai keunikan masing- masing sesuai dengan kemampuannya. Untuk pemecahan masalah pada penelitian yang berjudul pembelajaran ber- basis anak dalam pengembangan bidang seni (rupa) di PAUD Batik dan PAUD Sa- bitul Azmi Sidoarjo perlu adanya kerang- ka berfikir pembelajaran berbasis anak. METODE Penelitian ini menggunakan pen- dekatan kualitatif, studi komparatif yai- tu studi perbandingan diusahakan untuk menemukan persamaan dan perbedaan kualitas pembelajaran pengembangan bidang seni (rupa) di PAUD Batik dan PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo. dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data di dalam peneli- tian ini menggunakan beberapa teknik se- cara rinci sebagai berikut: Observasi awal dilakukankan un- tuk menggali data dari beberapa PAUD yang berada di Sidoarjo, Gresik dan Sura- baya untuk mengetahui keadaan sekolah, pembelajaran berbasis anak, dan menge- tahui PAUD yang telah menggunakan pembelajaran berbasis anak. Observa- si dilakukan untuk mengamati secara langsung proses pembelajaran di tempat PAUD Batik Jl. Kwadengan Barat No.68a Sidoarjo dan PAUD Sabitul Azmi Jl. Raya Kenongo No.33 Tulangan Sidoarjo. Observasi dilakukan dengan obser- obser- vasi terstruktur dan partisipasif, peneliti melakukan observasi sambil ikut serta da- lam kegiatan yang sedang berjalan. Pene- liti mengamati aktivitas guru dan peserta didik dalam melaksanakan proses pembe- lajaran dalam pengembangan bidang seni (rupa) dari awal hingga akhir pembelaja- ran. Hal ini dilakukan untuk mendapat- kan data tentang kesungguhan dan keak- tifan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan seni dan kreativitas, kemampuan peserta didik dalam menggambar seder- han, mewarnai sederhana dalam kegiatan pengembangan bidang seni (rupa). Wawancara dilakukan kepada Elzim khosyiyati kepala PAUD Batik, dan guru- guru PAUD Batik, selain itu wawancara kepada Siti Nuroikha kepala PAUD Sabi- tul Azmi beserta dewan guru, dengan as- pek wawancara mengenai pembelajaran berbasis anak pada sekolah tersebut. Wa- wancara kepada guru-guru yang mengajar di PAUD Batik dan PAUD Sabitul Azmi dengan aspek mengenai proses pembe- lajaran berbasis pada anak yang telah di- gunakan pada sekolah tersebut. Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan mengenai pembelajaran berbasis anak, proses pembelajaran yang aktif dan me- nyenangkan pada anak usia dini. Peneliti juga melakukan pengungkapan (enquiring) dengan wawancara informal secara men- dalam terhadap guru pada saat penelitian ini dilakukan, yaitu tentang kemampuan yang telah dicapai oleh peserta didik da- lam bidang pengembangan seni (rupa) dan mengidentifikasikan kesulitan-kesu- litan pada proses pembelajaran berbasis anak yang dilaksanakan. HARMONIA, Volume 12, No. 2 / Desember 2012146 Penggunaan dokumentasi, yang be- rupa aspek-aspek catatan yang ada, data- data yang diperlukan di PAUD Batik Dan PAUD Sabitul Azmi, pendokumentasian data dari hasil pencatatan semua fenomena yang ditemukan dalam penelitian mulai dari arsip kuisioner yang merupakan bu- tir- butir pertanyaan wawancara, pemotre- tan profil, pencatatan hasil wawancara ser- ta dokumentasi berupa gambar, video dan audio visual untuk memperkuat data yang ada. Dokumen yang dihasilkan berupa ha- sil karya anak-anak dari PAUD Batik Dan PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo. Data-data mulai dari rencana pembelajaran SKH (Sa- tuan Kegiatan Harian), dan data mengenai pembelajaran Berbasis Anak. Dan data be- rupa gambar/ karya anak. Analisis dengan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan diakhi- ri dengan menarik kesimpulan atau ve- rifikasi data. Analisis dilakukan dari tiga hal utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifika- si sebagai sesuatu jalin-menjalin pada saat sebelum, selama, dan sesudah pengumpu- lan data dalam bentuk yang sejajar, untuk membangun wawasan umum (Miles dan Huberman dalam Rohidi, 1992: 19). HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan anak usia dini (PAUD) Batik berada di Jl. Kwadengan barat No.68a Sidoarjo. Pendidikan anak usia dini Batik yang berada di Kabupaten Si- doarjo ini merupakan PAUD yang di da- lamnya terdiri dari kelompok bermain dan TK di mana PAUD ini berada didalam Kota Sidoarjo yang letaknya cukup strate- gis, karena berada sekitar gelanggang olah raga GOR Sidoarjo, dekat dengan Sun City Waterpark Sidoarjo tempat rekreasi anak di antaranya kolam renang, berbagai mai- nan, tempat penginapan, tempat seminar juga berbagai pertokoan berbagai jenis ke- butuhan pangan, sandang dan kebutuhan lain, sehingga mudah dijangkau oleh war- ga dari seluruh wilayah Sidoarjo. PAUD Sabitul Azmi berada di Jl. Raya Kenongo No.33 Tulangan Sidoarjo. Pendidikan anak usia dini Sabitul Azmi yang berada di kabupaten Sidoarjo ini me- rupakan PAUD yang di dalamnya terdiri dari kelompok bermain dan TK dimana PAUD ini berada di Kecamatan Tulangan Kota Sidoarjo yang letaknya cukup stra- tegis, karena berada sekitar pertengahan Kecamatan dan jalur yang strategis berde- katan dengan berbagai sekolahan diseki- tarnya, diantaranya, SD Negeri Kenongo, SMP Muhammadiyah Tulangan Sidoarjo, SMU Muhamadiyah Tulangan. Di sebalah SMU ada sebuah Pasar Tulangan sehingga mudah dijangkau oleh warga dari seluruh wilayah Tulangan Si- doarjo. Pendidikan anak usia dini Sabitul Azmi dengan luas tanah 900 m2. Sarana prasarana yang dimiliki Pendidikan anak usia dini Sabitul Azmi terdiri atas 1 gedung sekolah yang mempunyai dua lantai ter- bagi menjadi 10 ruangan. Bila kita masuk disekolah ruang pertama adalah ruang besar yang digunakn sebagai sentra per- siapan. Beberapa ruangan telah dijadikan sentra – sentra. ada ruang baca/ perpusta- kaan, dilantai bawah, ada ruang kepala se- kolah, ruang guru, dan kamar mandi juga berada dilantai bawah. Di lantai atas ada sebuah Aula digu- nakan untuk kegiata menari, senam dan kegiatan lain yang menunjang dalam pem- belajaran. Beberapa sentra berada di lantai atas. Pembelajaran Berbasis Anak Pembelajaran berbasis anak adalah pembelajaran yang diterapkan disekolah berdasarkan kebutuhan anak, berorientasi pada perkembangan anak, bermain sambil belajar, pengajaran berpusat pada anak, PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efek- tif dan menyenangkan) (wawancara Yeti, kepala PAUD Batik). Pembelajaran Berbasis Anak adalah Pembelajaran yang diterapkan di sekolah berdasarkan kebutuhan anak, berorientasi pada perkembangan anak, bermain sam- bil belajar, pembelajaran berpusat pada anak, PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan) pembelajaran mengacu pada kurikulum Diknas, kuriku- Nurul Khotimah, Pembelajaran Berbasis Anak Dalam Pengembangan Bidang ... 147 reka dapat menyenangi hasil pekerjaanya. Hal ini dapat mengembangkan kemampu- an mereka untuk menyelesaikan sampai tuntas. Dalam pelaksanaaan pembelajaran berbasis anak juga menggunakn metode BCCT sesuai dengan satuan kegiatan Ha- rian (SKH). SKH berisikan kegiatan sentra, tema, sub tema, hari, tanggal, kelompok. di dalam tabel berisikan No, indikator, waktu, kegiatan, metode, media, dan eva- luasi. Isi dari kegiatan: absensi, fisik, se- nam kupu-kupu, ikrar, membaca syaha- dat, menyanyi good morning, mars sabitul azmi, tepuk sabitul asmi, meditasi , materi pagi, menjawab apa dan dimana, pendi- dikan makan, sentra seni dan kreativitas (dengan setting pijakan sebelum , saat main, dan sesudah main. Kelebihan dan Kelemahan Kelebihan Pembelajaran PAUD Batik Si- doarjo Kelebihan pembelajaran berbasis anak dalam pengembangan bidang seni (rupa) di PAUD Batik, dilihat dari proses pembelajarannya (1) Menggunakan Pem- belajaran berbasis pada anak, terbukti anak selalu di utamakan dalam proses pembela- jaran. Setiap anak bisa memilih kegiatan dalam pembelajaran, (2) Lebih sistematik, dilihat dari awal pembelajaran sampai ak- hir pembelajaran, (3) Mengutamakan kebe- basan anak, di mana dalam sebuah sentra bisa bergiliran main sesuai keinginan anak tersebut, (4) Menggunakan ekspresi anak, pada kegiatan pembelajaran guru hanya sebagai motivator saja. Anak dibiarkan berekspresi sesuai keinginannya. Kecuali anak memerlukan bantuan, (5) Hasil eks- presi karya bermacam-macam, misalkan tema rumah, ekspresi anak bermacam-ma- cam sesuai hasil karya menggambar seder- hana pada hasil karyanya, (6) Bisa memi- lih pengembangan seni yang diinginkan. Sesuai kegiatan yang direncanakan. Kelebihan Pembelajaran PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo Kelebihan pembelajaran berbasis lum Depag yang terintregasi pada menu pembelajaran generik. Pengembangan Bidang Seni (Rupa) Pengembangan bidang seni (rupa) wawancara Suastini dan observasi di PAUD Batik sesuai dengan proses sesuai kebutuhan anak dan orientasi pada anak dan berbasis anak. Pada pengembangan bidang seni (rupa) anak secara bebas me- nuangkan idenya, misalnya dalam hal membuat gambar sederhana dan pemili- han warna. Disebutkan dalam Kurikulum (Depdiknas, 2005: 25) bahwa bidang seni memiliki kompetensi dasar, yaitu anak mampu mengekspresikan diri dan ber- kreasi dengan berbagai gagasan imajinasi dan menggunakan berbagai media/bahan menjadi suatu karya seni. Pembelajaran Berbasis Anak dalam Pengembangan Bidang Seni (rupa) di Paud Sabitul Azmi Sidoarjo Kelompok bermain dan TK Sabitul Azmi, adalah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang program kegiatannya men- gacu kepada Kurikulum 2004 yang disem- purnakan dan Menu Generik yang diin- tegrasikan dengan pendidikan keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah atas das- ar Teori Perkembangan Anak. PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo meng- gunakan sistem dengan prinsip Belajar melalui bermain, menggunakan sentra- sentra yang dalam kegiatan belajar men- gajarnya memberikan pengalaman kepa- da anak disentra yang berbeda-beda dan dalam hati yang berbeda-beda pula. Anak-anak belajar melalui permai- nan untuk memahami dirinya. Bermain adalah sangat penting seperti dalam kegia- tan pendidikan keimanan dan ketaqwaan serta bermain peran. Anak-anak berakti- vitas, belajar bersosialisasi dan kebiasaan- kebiasaan dalam hidup beragama melalui kegiatan balok, seni, bahan alam, main peran dan persiapan. Anak-anak bermain dengan bahan-bahan yang anak-anak gu- nakan untuk mempelajari macam-macam warna, angka dan huruf. Mereka menggu- nakan kreativitasnya sendiri sehingga me- HARMONIA, Volume 12, No. 2 / Desember 2012148 anak dalam pengembangan bidang seni (rupa) di Paud Sabitul Azmi (1) Pembe- lajaran berbasis pada anak sangat sesuai untuk anak. Sesuai dengan perkembangan anak, dapat memilih kegiatan yang akan dilakukan anak. (2) Lebih sistematik da- lam proses belajar mengajar. Anak dididik untuk mandiri, dan menentukan keingi- nan sendiri, (3) Mengutamakan kebebasan anak. Dimana anak bebas memilih kegia- tan yang telah direncanakan oleh guru, (4) Ekspresi bebas sangat mendukung dalam berkarya, (5) Bisa memilih pengembangan seni yang diinginkan. Sesuai sentra yang telah dibuka, (6) Tempat lebih luas, pada sentra seni dan kreativitas di PAUD Sabi- tul Asmi lebih Luas karena berada diluar ruangan lantai atas. Terbukti pada situasi menggambar bebas di sentra seni dan kre- ativitas. Kelemahan Pembelajaran PAUD Batik Si- doarjo Kelemahan pembelajaran berbasis anak dalam pengembangan bidang seni (rupa) di Paud Batik (1) Hasil ekpresi ku- rang maksimal karena setiap anak mem- punyai pengetahuan dan kreativitas ma- sing–masing, (2) Bila anak kurang mampu berkreasi gambar tidak maksimal, terbukti di hasil penelitian karya anak, (3) Guru sangat berperan dalam pemberian motiva- si, (4) Guru harus pandai terhadap situasi, di mana bila anak memerlukan bantuan dalam berkarya, juga alat dan jenis warna yang dikehendaki. Kelemahan Pembelajaran PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo Kelemahan pembelajaran berbasis anak dalam pengembangan bidang seni (rupa) di Paud Sabitul Azmi (1) Hasil eks- presi ada yang kurang, ada juga yang baik terbukti pada hasil pelaksanaan pembe- lajaran sesuai indikator, (2) Guru sangat berperan dalam pemberian motivasi, (3) Bila Guru kurang menguasai teknik tidak dapat mengembangkan hasil karya anak- anak maka guru harus pandai terhadap situasi. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis anak da- lam pengembangan bidang seni (rupa) di PAUD Batik Sidoarjo dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis anak da- lam pengembangan bidang seni (rupa) di PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo maka dapat disimpulkan: Pembelajaran berbasis anak dalam Pengembangan Bidang Seni (rupa) di PAUD Batik Sidoarjo rencana pembelaja- rannya (penyusunan silabus) dapat beru- pa perencanaan semester (prosem) peren- canaan mingguan (SKM) dan perencanaan harian yaitu pembuatan satuan kegiatan harian (SKH) dengan langkah pembelaja- rannya. Pelaksanaaan pembelajaran berbasis anak penelitian dilapangan hal ini menje- laskan bahwa perencanaan pembelajaran berbasis anak dalam pengembangan seni (rupa) di PAUD Batik sesuai teori meng- gunakan teori pembelajaran berbasis anak yaitu Pembelajaran yang diterapkan di sekolah berdasarkan kebutuhan anak, berorientasi pada perkembangan anak, bermain sambil belajar, pengajaran ber- pusat pada anak, PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan), menggunakan metode BCCT dengan pro- ses pembelajaran yang holistik dengan landasan filosofi konstruktivisme bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia se- dikit demi sedikit yang hasilnya di kemu- dian hari, sesuai dengan satuan kegiatan Harian (SKH). Dengan menggunakan in- dikator anak dapat menggambar sederha- na, anak dapat mewarnai sederhana, dan anak dapat menciptakan sesuatu dengan berbagai media. Hasil pembelajarannya sesuai de- ngan SKH dengan hasil produk karya anak sangat bervariasi antara anak yang satu dengan yang lain. Pada indikator anak dapat menciptakan sesuatu dengan berbagai media di PAUD Batik mengem- bangkan finger painting hasilnya pun san- Nurul Khotimah, Pembelajaran Berbasis Anak Dalam Pengembangan Bidang ... 149 gat bervariatif. Pelaksanaan Pembelajaran berbasis Anak dalam Pengembangan Bidang Seni (rupa) Pembelajaran berbasis anak dalam Pengembangan Bidang Seni (rupa) di PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo dengan pe- rencanaaan SKH menggunakan indikator anak dapat menggambar sederhana, anak dapat mewarnai sederhana, dan anak da- pat menciptakan sesuatu dengan berbagai media. Pelaksanaannya sesuai dengan ren- cana SKH. Pembelajaran yang diterapkan di sekolah berdasarkan kebutuhan anak, berorientasi pada perkembangan anak, bermain sambil belajar, pengajaran ber- pusat pada anak, PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan). Hasilnya dalam pengembangan seni (rupa) berbeda antara hasil anak yang satu dengan yang lain. Sedangkan indikator anak dapat menciptakan sesuatu dengan berbagai media di PAUD Sabitul Azmi pada pengembanganya menggunakan me- dia komputer. Pembelajaran berbasis anak meningkatkan aktivitas anak dalam per- kembangannya baik secara kognitif, afektif, psikomotornya terutama bidang seni dan kreativitasnya, yang dapat membuat anak lebih aktif, ekspresif dalam melakukan ke- giatan pengembangan seni (rupa). Sesuai dengan pelaksanaan pembe- lajaran yang dilakukan di PAUD Batik dan PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo maka kede- pannya pembelajaran berbasis anak perlu adanya peningkatan baik dalam hal pem- belajaran yang lebih bemutu di antaranya pengembangan seni (rupa) yang lebih ber- makna dan bervariatif guna lebih mening- katkan kreativitas anak usia dini. Kelebihan pembelajaran berbasis anak dalam pengembangan bidang seni (rupa) Kelebihan pembelajaran berbasis anak dalam pengembangan bidang seni (rupa) di PAUD Batik Sidoarjo di antara- nya pembelajaran berbasis pada anak, le- bih sistematik, mengutamakan kebebasan anak, ekspresi anak, hasil ekpresi berma- cam-macam, bisa memilih pengembangan seni yang diinginkan. Kelebihan pembelajaran berbasis anak dalam pengembangan bidang seni (rupa) Kelebihan pembelajaran berbasis anak dalam pengembangan bidang seni (rupa) di PAUD Sabitul Azmi Sidoarjo di antaranya pembelajaran berbasis pada anak, lebih sistematik, mengutamakan ke- bebasan anak, ekspresi Anak, hasil ekpresi bermacam-macam, bisa memilih pengem- bangan seni yang diinginkan dan tempat lebih luas khususnya pada sentra seni dan kreativitas. Saran Berkaitan dengan hasil yang dica- pai dari penelitian yang dilakukan pada PAUD Batik Dan PAUD Sabitul Azmi Si- doarjo peneliti mengajukan saran-saran sebagai berikut ini. Guru selaku pembimbing perlu meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam kegiatan menggambar sederhana, mewarnai sederhana, dan dapat mencip- takan sesuatu dengan berbagai media de- ngan suatu pembelajaran yang strategis dan terpola. Salah satunya dengan pene- rapan secara optimal strategi belajar men- gajar dengan pendekatan berbasis anak dengan metode BCCT dengan proses pem- belajaran yang holistik dengan landasan filosofi konstruktivisme bahwa pengeta- huan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya di kemudian hari. Pendekatan berbasis anak secara terarah dapat meningkatkan ekspresi anak secara optimal. DAFTAR PUSTAKA Baharuddin dan Wahyuni, Nur, Esa. 2009. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogya- karta: Ar-ruzz Media. Depdiknas. 2007. Pedoman Penerapan BCCT dalam PAUD. Jakarta: Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Direk- torat jenderal Pendidikan Luar Seko- lah dan Pemula. HARMONIA, Volume 12, No. 2 / Desember 2012150 _________. 2005. Pedoman Pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Direk- torat Jenderal Manajemen Pendidi- kan Dasar dan Menengah. _________. 2003. Pendekatan kontekstual ( contextual teaching and learning (CTL)). Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. _________. 2002. Acuan Menu Pembelajaran pada Kelompok Bermain. Jakarta: Di- rektorat Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemula. _________. 2002. Acuan Menu Pembelaja- ran pada Pendidikan Anak Usia Dini (Menu Pembelajaran Generik ). Jakarta: Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemula. Hamalik, Oemar. 2009. Kurikulum dan Pem- belajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Hapidin. 1999. Model-model Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Ghiyats Al- fiani Press. Lestari, Dwi, Gunarti. 2008. Pembelajaran yang Aktif dan Kreatif Melalui BCCT. Makalah disampaikan oleh Tim Petu- tor PAUD tingkat Propinsi Jawa Timur. Tanggal 29-30 April 2008. Masitoh, dkk. 2005. Pendekatan Belajar Anak di TK. Jakarta: Depdiknas, Dirjendik- ti. Miles, Matthew B dan A. Michael Huber- man. 1992. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi Jakarta: Penerbit Unversitas Indone- sia. Mulyasa, E. 2005. Kurikulum Berbasis Kom- petensi. Bandung: Remaja Rosda- karya. Mustaji. 2009. Desain Pembelajaran Teori dan Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pla Kolaborasi (Model PBMPK) Surabaya: UNESA Univer- sity Press. Nafik. 2008. Metode Pembelajaran de- ngan Pendekatan BCCT. Tim Petutor PAUD tingkat Propinsi Jawa Timur. Tanggal 7 maret 2008. Nur, Mohamad. 2004. Strategi-Strategi Be- lajar. Surabaya: UNESA University press. PAUD Istiqlal. 2006. Program Bermain Sam- bil Belajar Integrasi Pendidikan Agama dengan Pendekatan BCCT. Jakarta: PAUD Masjid Istiqlal. Pekerti, Widia, dkk. 2008. Metode pengem- bangan Seni. Jakarta: Universitas Ter- buka. Sumanto. 2005. Pengembangan Kreativitas Seni Rupa Anak TK. Jakarta: Depdik- nas, Dirjendikti. Yusuf, Farida. (tt). Program Pendidikan Pak- em dengan Kelas yang Berpusat Pada Anak.