29 PENGEMASAN BAHAN AJAR TARI TOPENG MALANG PADA MATA KULIAH VOKASI TARI MALANG Wida Rahayuningtyas Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang, No. 5, Malang E-mail: swidarahayu@yahoo.com Abstrak Pengemasan bahan ajar adalah mengemas materi menjadi lebih baik, dengan cara menjadikan ringkas. Materi yang dikembangkan terdapat pada mata kuliah Vokasi Tari Malang yaitu salah satu nama mata kuliah di Program Studi Pendidikan Seni Tari-UM yang berisi tentang materi tari topeng Malang milik Karimun (Alm). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan wujud bahan ajar mata kuliah Vokasi Tari Malang dan mengetahui keefektifan bahan ajar setelah diterapkan kepada mahasiswa.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dan uji keefektifan menggunakan uji-t dengan program SPSS 12. Hasil penelitian ini adalah berupa buku ajar mata kuliah Vokasi Tari Malang yang berisi petunjuk pembelajar, silabus, RPP, materi, rangkuman dan evaluasi yang dilengkapi dengan VCD pembelajaran. Uji coba keefektifan menunjukan hasil bahwa dari segi produk masuk kategori yang sangat baik sehingga layak digunakan. Teaching Material Packaging of Malang Mask Dance in Malang Dance Vocation Subject Abstract The packaging of teaching material can be done by adapting the available teaching material and repackaging them in a more practical form. The teaching material developed in this study is Tari Topeng Malangan originally created by (the late) Karimun, which is taught as Vokasi Tari Malang subject in Dance Department of Faculty of Art and Languages, Malang State University. The aim of this research and development study is to produce a teaching mate- rial for Vokasi Tari Malang subject and also to find out the effectiveness of the material after being applied to students. This research is a developmental research and an effectiveness test by using t-test provided from SPSS 12. The final products of the teaching material is in the form of teaching textbook for Vokasi Tari Malang, which consist of a syllabi, teaching guide, lesson plans, the material for the teaching, the summary of the material, the teaching assess- ment and also a tutorial VCD. The t-test showed that the teaching material is categorized as a good teaching material to use in teaching. Kata kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Tari Topeng, Vokasi. Pendidikan Seni Tari di UM dalam kuriku- lum memiliki mata kuliah yang spesifikasi yaitu tentang Tari Topeng Malang, yang tersaji dalam mata kuliah Vokasi Tari Ma- lang, dengan deskripsi mata kuliah yaitu menanamkan pengetahuan tentang kon- PENDAHULUAN Program Studi Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Malang merupakan salah satu Perguruan Tinggi Pendidikan Seni yang ada di Indonesia. Program Studi HARMONIA, Volume 13, No. 1 / Juni 201330 sep, struktur gerak tari tradisi Malang; Pelatihan struktur gerak tari tradisi Ma- lang, Pelatihan berbagai jenis tari tradisi Malang (Katalog Jurusan Seni dan Desain, 2011). Permasalahan pembelajaran mata kuliah Vokasi Tari Malang terlihat dari terbatasnya media dan sarana pendukung. Buku pegangan, sumber belajar seperti gambar, slide, video masih terbatas dijum- pai di lapangan. Khusus mengenai alat peraga atau media pembelajaran yang di- gunakan, meskipun ada tetapi kurang ber- variasi. Berdasarkan hasil wawancara da- lam survey awal yang dilakukan peneliti terhadap 3 orang mahasiwa (wawancara, 14 mei 2012), telah diungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan da- lam perkuliahan masih kurang, contohnya untuk apresiasi seni mahasiswa membu- tuhkan buku pegangan yang berkaitan dengan materi tari topeng Malang. Perlu-Perlu- nya media pembelajaran berupa VCD, se- hingga memudahkan ketika proses belajar sendiri di rumah. Chattam AR (wawanca-Chattam AR (wawanca- ra, 8 mei 2012), menjelaskan bahwa belum adanya media dan sumber belajar yang se- suai dengan mata kuliah Vokasi Tari Ma- lang. Sehubungan dengan hal ini diperlu- kan buku ajar sebagai sumber belajar bagi mahasiswa yang dapat dipelajari dengan mudah agar dapat memberikan materi pembelajaran Vokasi Tari Malang secara detail agar mahasiswa sebagai calon guru mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki kepada anak didiknya. Tujuan penelitian ini adalah dapat terwujudnya bahan ajar Tari Topeng Ma- lang yang dapat menunjang pelaksanaan pembelajaran mata kuliah Vokasi Tari Ma- lang. Bahan ajar yang dikemas diharapkan proses pembelajaran mata kuliah Vokasi Tari Malang dapat berjalan secara efektif dan efisien. Media pembelajaran berupa media cetak (buku pegangan) dan audio visual (VCD) sangat tepat dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran, khususnya pembelajaran tari topeng Malang. Dary- anto (2011), mengungkapkan bahwa per- sentase kemampuan daya serap manusia dari pengguna alat indra yaitu: pengliha- tan (82%), pendengaran (11%), penciuman (1%), pengecapan (2,5%) dan perabaan (3,5%). Penerapan strategi dan media pem- belajaran yang baik diharapkan mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa baik berupa metode maupun pendeka- tan melalui alat bantu media dengan ber- landaskan fase kegiatan membelajarkan. Menurut Winkel, (dalam Abdul Majid, 2008), menyatakan bahwa fase dalam ke- giatan membelajarkan adalah sebagai be- rikut; fase motivasi, fase menaruh perha- tian (attention, alartness), fase pengolahan, fase Umpan Balik (feedback, reinforcement). Selama proses pembelajaran mata kuliah Vokasi Tari Malang, dosen mau- pun mahasiswa tidak pernah melakukan pendokumentasian, sehingga setelah mata kuliah Vokasi Tari Malang selesai dilaksa- nakan, maka mahasiswa kesulitan dalam menghafal kembali. Selain itu juga, jika dosen yang mengajar mata kuliah Vokasi Tari Malang tidak masuk, maka mahasis- wa juga akan kesulitan untuk berlatih sen- diri. Berkaitan dengan peningkatan ku- alitas pendidikan, sangat dibutuhkan ber- bagai macam sumber belajar yang relevan dan bervariasi. Sumber belajar diharapkan mampu memperkaya pembelajar dalam memahami materi pembelajaran, yang pada akhirnya bertujuan untuk tercapai- nya tujuan pembelajaran secara optimal. Pada pembelajaran mata kuliah Vokasi Tari Malang di Program Studi Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Malang terda- pat beberapa kelemahan. Salah satu kele- mahan pembelajaran mata kuliah Vokasi Tari Malang adalah tidak adanya sumber belajar baik berupa buku ajar maupun VCD pembelajaran. Sehubungan dengan hal ini diperlukan buku ajar sebagai sum- ber belajar bagi mahasiswa yang dapat di- pelajari dengan mudah. Terciptanya pembelajaran yang efektif, sangat diperlukan bahan ajar seba- gai sumber belajar yang mampu memuat materi pembelajaran dengan praktis dan sesuai dengan karakteristik mahasiswa. Wida Rahayuningtyas, Pengemasan Bahan Ajar Tari Topeng Malang pada Mata Kuliah ... 31 Ketersediaan sumber belajar tentang Tari Topeng Malang yang dikembangkan di- harapkan sangat membantu dosen dalam mengoptimalkan proses mata kuliah Vo- kasi Tari Malang. Dengan memperhatikan keberaga- man dan keunikan proses belajar, ketepa- tan pemilihan media dan metode pembe- lajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa. Di samping itu, persepsi mahasiswa juga sangat mem- pengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, di samping memperhatikan keberagaman dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi faktor-faktor yang mem- pengaruhi terhadap penjelasan persepsi, hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangs- ung secara efektif, maka perlu diperhati- kan hal berikut: a. Diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian sis- wa dalam memberikan kejelasan objek yang diamatinya. b. Bahan pembelajaran yang akan diajar- kan disesuaikan dengan pengalaman mahasiswa. Pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan bahan ajar yang tersedia, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Pembelajaran yang efektif diartikan seba- gai pembelajaran yang mampu membawa mahasiswa mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan. Pen- gembangan pembelajaran dan bahan ajar perlu memperhatikan komponen-kompo- nen pembuatan bahan ajar. Komponen- komponen yang diperlukan pada saat membuat bahan ajar antara lain petunjuk pembelajaran, kompetensi yang akan dica- pai, informasi pendukung, latihan-latihan, lembar kerja dan evaluasi (Simatupang, 2006). Sedangkan makna dari pembelaja- ran yang efisien adalah aktivitas pembe- lajaran yang berlangsung menggunakan waktu dan sumber daya yang relative se- dikit (Kyriacou, 2011). Kriteria pembelaja- ran yang berhasil adalah sebagai berikut: 1. Peran aktif pebelajar. Proses belajar akan berlangsung efektif jika maha- siswa terlibat aktif dalam tugas-tugas yang bermakna dan berinteraksi de- ngan meteri pembelajaran secara in- tensif. Keterlibatan mental pebelajar dalam melakukan proses belajar akan memperbesar kemungkinan terjadinya proses belajar dalam diri seseorang. 2. Latihan. Latihan dilakukan dalam ber- bagai bentuk akan dapat memperbaiki tingkat daya ingat atau retensi. Latihan juga dapat memperbaiki kemampuan siswa untuk mengaplikasi pengeta- huan dan keterampilan yang baru di- pelajari. 3. Jika kemampuan dan potensi yang di- miliki oleh tiap individu semakin ber- kembang. 4. Umpan balik yang semakin merang- sang pebelajar dalam memotivasi diri. 5. Pembelajar dapat menerapkan ke- mampuan yang dimiliki dalam situasi yang nyata. 6. Interaksi sosial antar pebelajar baik, dukungan sosial dalam belajar sangat diperlukan oleh individu yang sedang belajar. (Pribadi, 2009) Keefektifan dalam pengembangan bahan ajar tari topeng Malang milik Kari- mun (Alm), juga dapat dilakukan dengan cara pengemasan terhadap tari topeng Malang, yang bertujuan agar materi tari topeng Malang dapat disajikan sebagai tari yang menarik dan tidak membosan- kan hanya karena durasi waktu yang lama. Materi yang terdapat dalam Mata kuliah Vokasi Tari Malang, mencakup 4 materi tari topeng Malang yaitu tari topeng Se- karsari, Gunungsari, Grebeg Sabrang dan Patih. Menurut Minarto (2011), bahwa tari Topeng Patih dapat merupakan tari pembukaan dalam pertunjukan dramatari Wayang Topeng Malang dalam penyajian- nya cukup lama. Setiap tari memiliki du- rasi waktu kurang lebih 15 menit. Keem- pat tarian dikemas sesuai dengan konsep Soedarsono (1999), yaitu menawarkan se- buah teori pengemasan seni wisata, yaitu setidaknya mempunyai lima ciri: (l) tiruan dari aslinya, (2) lebih singkat dari aslinya. (3) penuh variasi, 4) ditanggalka nilai ma- gis dan sakralnya, (5) mudah dicerna oleh HARMONIA, Volume 13, No. 1 / Juni 201332 wisatawan. Dengan mengacu pemikiran tersebut paling tidak dapat membantu me- nentukan bentuk atau format dalam men- gemas seni pertunjukan tradisional menja- di seni wisata. METODE Tahap-tahap pengembangan dalam penelitian ini digambarkan sebagai beri- kut: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode Research and Development menga- daptasi dari model Borg dan Gall, telah dimodifikasi menjadi tiga langkah oleh McKenny, meliputi: (1) tahap studi pen- dahuluan, yang disebut sebagai needs and contents analysis, (2) tahap pengembangan, yang disebut sebagai design, development, and evaluation stages, (3) tahap pengujian efektivitas produk, yang disebut sebagai semi-sumative evaluation (Sukmadinata, 2005). Tahap I: Tahap Studi Pendahuluan • Mengkaji pustaka Menetapkan spesifikasi • Analisis Kebutuhan produk Tahap II: Tahap Pengembangan Penyusunan Draft Model dan Perangkat Draft Model & Perangkat I Draft Model & Perangkat II Draft Model & Perangkat III Draft Model & Perangkat Final Konsultasi dengan pakar/ahli Pendidikan Seni & Praktisi Pendidikan Seni Evaluasi oleh pakar/ahli Pendidikan Seni & Praktisi Pendidikan Seni Uji Coba lapangan terbatas Uji Coba lapangan kecil Tahap III: Uji Keefektifan Gambar 1. Alur Pengembangan (Sumber: Sukmadinata, 2005). Wida Rahayuningtyas, Pengemasan Bahan Ajar Tari Topeng Malang pada Mata Kuliah ... 33 dengan bab sebelum dan sesudahnya. Fungsi dari peta pembelajaran, maha- siswa diharapkan dapat membuat “ja- ring” konsep dan kaitan antar konsep yang memudahkannya untuk mengin- gat isi keseluruhan materi ajar. c. Silabus, Silabus merupakan panduan perencanaan dan pelaksanaan pem- belajaran yang merupakan penjabaran dari satndar kompetensi dan kompe- tensi dasar. Silabus sangat perlu di- cantumkan dalam buku ajar, agar ma- hasiswa dapat mengetahui materi apa saja yang akan dipelajari dalam satu semester. d. RPP, memuat hal-hal yang langsung berkaitan dengan aktivitas pembela- jaran dalam upaya pencapaian pen- guasaan suatu kompetensi dasar. RPP memuat hal-hal yang langsung ber- kaitan dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu kompetensi dasar. RPP juga san- gat perlu dicantumkan dalam buku ajar karena dengan adanya RPP ma- hasiswa akan memahami berapa kali pertemuan setiap materi itu dapat ter- selesaikan. e. Materi, materi yang disediakan dalam bahan ajar mata kuliah Vokasi Tari Ma- lang berisi tentang semua materi yang tertulis dalam silabus. Materi dikem- bangkan sesuai dengan indikator yang ingin dicapai dalam proses pembelaja- ran mata kuliah Vokasi Tari Malang. Materi tersaji dalam setiap bab yaitu bab 1 tentang mengenal seni topeng, bab 2 tentang tari topeng Sekarsari, bab 3 tentang tari topeng Gunungsari, bab 4 tentang tari topeng Grebeg Sabrang dan bab 5 tentang tari topeng Patih. f. Gambar-gambar, dimaksudkan un- tuk memudahkan mahasiswa dalam menghafalkan kembali rangkaian ge- rak serta memahami jenis-jenis busana yang digunakan oleh masing-masing tari topeng serta nama dari setiap kom- ponen busana tari topeng. g. Evaluasi, Evaluasi merupakan perang- kat yang disediakan dalam buku ajar mata kuliah Vokasi Tari Malang untuk Uji keefektifan bahan ajar menggu- nakan rumus uji t dengan program SPSS 12. Teknik keabsahan data dengan meng- gunakan uji validitas dan reliabilitas. Va- liditas tes dihitung untuk mengetahui seberapa jauh hubungan antara jawaban suatu butir soal dengan skor total yang te- lah ditetapkan menggunakan rumus point- biserial correlation. Point-biserial correlation digunakan untuk menghitung instrument dengan tes berupa pilahn ganda. Reliabili- tas instrument tes menunjukkan ketetapan hasil yang diperoleh jika tes dilakukan be- rulangkali meskipun pada waktu dan situ- asi yang berbeda. Rumus yang digunakan adalah KR 21, bisa dikatakan reliabel apa- bila r11 > r tabel, maka instrumen tersebut reliabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menghasilkan pe- rangkat pembelajaran yang meliputi buku ajar dan VCD pembelajaran yang diurai- kan sebagai berikut: Buku Ajar Buku ajar dengan judul “Tari Topeng Malang” berisikan tentang materi-materi yang sesuai dengan silabus pada mata kuliah Vokasi Tari Malang. Materi yang tersaji pada buku adalah mengenal seni to- peng yang tersaji pada bab 1, tari topeng Sekarsari tersaji pada bab 2, tari topeng Gunungsari tersaji pada bab 3, tari topeng Grebeg Sabrang tersaji pada bab 4, dan tari topeng patih tersaji pada bab 5. Setiap bab dilengkapi oleh beberapa komponen yaitu: a. Petunjuk Pembelajaran, Berisi infor- masi tentang komponen-komponen yang diperlukan oleh mahasiswa da- lam melakukan sebuah proses pembe- lajaran. Agar mahasiswa memahami komponen apa saja yang harus ada dalam sebuah pembelajaran, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan se- cara terarah dan bertujuan. b. Peta Pembelajaran, Peta ini berfungsi sebagai sebuah tinjauan terhadap su- sunan dan struktur bab serta kaitannya HARMONIA, Volume 13, No. 1 / Juni 201334 mengukur tingkat pemahaman ma- hasiswa terhadap materi tari topeng Malang. Jenis soal yang digunakan be- rupa pilihan ganda, unjuk kerja serta pembuatan makalah. h. Rangkuman, Rangkuman ini berisi ringkasan singkat dari materi yang disajikan dalam setiap bab. Hasil tampilan dari buku tari Topeng malang yang dikembangkan oleh peneliti adalah seperti pada gambar 2 sebagai be- rikut: Gambar 2. Gambar keseluruhan cover (Cover: Eko Sugianto: 2012) VCD Pembelajaran Bahan ajar yang dikembangkan oleh peneliti tidak hanya berupa buku ajar, tetapi juga disertai dengan VCD pembe- lajaran. VCD pembelajaran berisi materi tentang tari topeng Malang yang telah di- kemas menjadi kurang lebih 5 menit. Tari topeng yang disajikan yaitu tari topeng Sekarsari, tari topeng Gunungsari, tari topeng Grebeg Sabrang, dan tari topeng Patih. Setiap tari topeng yang disertai de- ngan sinopsis tari. Tampilan VCD pembelajaran mata kuliah Vokasi Tari Malang dapat dilihat dari 3 sudut pandang yang berbeda. Pada Gambar 1.2, A merupakan bagian atas kiri menampilkan gerak bagian setengah ba- dan ke bawah. B merupakan bagian atas kanan menampilkan gerak bagian sete- ngah badan ke atas, dan C merupakan ba- gian tengah tampilan menyajikan keselu- ruhan gerak badan. Hasil tampilan pengembangan VCD pembelajaran mata kuliah Vokasi Tari Ma- lang diuraikan sebagai berikut: Cara Penggunaan Cara penggunaan menerangkan cara menggunakan VCD pembelajaran. Cara penggunaan VCD tertuang pada buku ajar Tari Topeng Malang, karena antara buku ajar dan VCD pembelajaran menjadi satu kesatuan. 1) Tampilan Awal Sebelum tari topeng Malang ditam- pilkan dalam video pembelajaran, terda- pat tampilan awal yang berisikan tulisan “Media Pembelajaran Mata kuliah Vokasi Tari Malang”. Maksud dari tulisan “Me- Wida Rahayuningtyas, Pengemasan Bahan Ajar Tari Topeng Malang pada Mata Kuliah ... 35 dia Pembelajaran Mata kuliah Vokasi Tari Malang” adalah menjelaskan bahwa video pembelajaran digunakan sebagai media dalam mata kuliah Vokasi Tari Malang, seperti pada gambar 4.13. Gambar 3. Tampilan awal video 2) Sinopsis Setiap akan dimulai tari topeng Ma- lang yang disajikan dalam video pembela- jaran, selalu diberi sinopsis tari. Sinopsis berisikan tentang ringkasan cerita dari tari topeng yang disajikan. Sinopsis dapat membantu mahasiswa untuk memahami maksud dari tarian sebenarnya. Contoh- nya sinopsis tari topeng Grebeg Sabrang pada gambar 4.14 berikut: Gambar 4. Tampilan Synopsis Gambar 5. Tampilan Tari Topeng Sekar- sari Bahan ajar yang dikembangkan telah diujicobakan kepada dosen dan mahasis- wa sebagai sasaran pengguna. Berdasar- kan hasil uji lapangan terbatas maka efek- tifitas pembelajaran dengan menggunakan produk pengembangan dapat dilihat dari perbedaan hasil belajar dari kelas kontrol dan kelas eksperimen, sehingga hipotesis penelitian yang memperkirakan pengem- bangan bahan ajar yang dikembangkan dapat meningkatkan efektifitas dalam pembelajaran mata kuliah Vokasi Tari Ma- lang. Uji coba dilakukan untuk menge- tahui keefektifan bahan ajar yang dikem- bangkan. Hasil uji efektivitas dari data kognitif diperoleh nilai thitung sebesar 8,004 dengan signifikasi 0,000. Hasil uji efektivi- tas dari data unjuk kerja nilai thitung sebesar 13,075 dengan signifikasi 0,000. Oleh ka- rena signifikasi thitung sebesar 0,000 kurang dari 0,05 (sig < 0,05), maka dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan mean data ha- sil belajar kognitif dan unjuk kerja antara kelompok kontrol dan eksperimen. Mak- na dari perbedaan mean tersebut adalah bahwa penerapan buku ajar mata kuliah Vokasi Tari Malang lebih efektif dan layak digunakan. HARMONIA, Volume 13, No. 1 / Juni 201336 SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya maka dapat disimpulkan bah- wa Wujud bahan ajar mata kuliah Vokasi Tari Malang yang dikembangkan berupa buku ajar tari topeng Malang yang dileng- kapi dengan petunjuk informasi untuk pembelajar, peta pembelajaran, silabus, RPP, materi, gambar-gambar, evaluasi dan VCD pembelajaran yang berisi materi tari topeng Malang telah dikemas menjadi kurang lebih 5 menit. Hasil uji keefektifan didapatkan hasil bahwa penerapan buku ajar mata kuliah Vokasi Tari Malang lebih efektif dan layak digunakan. DAFTAR PUSTAKA Aesijah, Siti. 2009. “Analisis Buku Teks Mata Pelajaran Seni Budaya pada KTSP di Kota Semarang”. Dalam Ju- rnal Harmonia, Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni Volume IX Juni, Hal. 73- 82. Daryanto. 2011. Media Pembelajaran. Bandung: PT. Sarana Tutorial Nu- rani Sejahtera. Jurusan Seni Desain. 2011. Katalog Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra. Ma- lang: Jurusan Seni dan Desain Fakul- tas Sastra. Kyriacou, Chris. 2011. Effective Teaching; Theory and Practice. Bandung: Nusa Media. Majid, Abdul. 2008. Perencanaan Pembelaja- ran. Bandung : Remaja Rosda Karya Mbulu, Joseph. Dan Suhartono. 2004. Pengembangan Bahan Ajar. Malang: Lab. TP UM. Pribadi, Benny A. 2009. Model Desain Sis- tem Pembelajaran. Jakarta: PT Dian Rakyat. Sanjaya, Wina. 2011. Perencanaan dan De- sain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sinaga, Syahrul Syah. 2010. “Pemanfaatan dan Pengembangan Lagu Anak- Anak dalam Pembelajaran Tematik pada Pendidikan Anak Usia Dini/ TK”. Jurnal Harmonia, Volume X No. 1. Hal 80-94. Simatupang, Dorlince. 2006. “Penerapan Konsep dan Prinsip Pembelajaran Kontekstual serta Desain Pesan dalam Pengembangan Pembelajaran dan Bahan Ajar.” Jurnal Kewarganeg- araan Universitas Negeri MedanI. 5/1: 92-29. Soedarsono. 1999. Seni Pertunjukan Indone- sia dan Pariwisata. Jakarta: Masyara- kat Seni Pertunjukan Indonesia Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Rosda Karya.