Vol. 8 No.2 Mei-Agustus 2007.pdf HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI Kethoprak Humor: Kajian Kerja Sama dalam Dialog Antarpemain dalam Membentuk Cerita Ketoprak Gobyok H.M. Syakirun Lakon "Jaka Kendhil" (Humour Ketoprak: Joint Reseachn in Inter Player Dialogue in Forming Kethoprak Gebyok H.M Syakiran Tittle "foko Kendil") Restu Lanjari StafPengajarJurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang ABSTRAK Di tengah maraknya jenis hiburan modern seperti sinetron, ketoprak sebagai salah satu bentuk kesenian tradisional tak pelak harus bersaing dengan jenis hiburan modern tersebut untuk memperoleh perhatian di hati masyarakat. Terutama karena adanya perubahan selera masyarakat terhadap kesenian tradisional semacam ketoprak Kesenian tradisional memang harus berkompromi dan beradaptasi agar bisa bertahan. Ketoprak Humor, Ketoprak Canda, Ketoprak Jampi Stres, atau Ketoprak Plesetan relatif berhasil melakukannya melalui televisi. Agar tontonan ini tidak cepat membosankan, maka pihaknya membalutnya dengan humor segar. Apa yang dilakukan Kethoprak Humor ini menjadi inspirasi bagi Kethoprak Gobyok pimpinan H.M. Syakirun, yakni mengemas kethoprak dengan menonjolkan sisi humor, hanya saja Kethoprak Gobyok masih memakai bahasa Jawa sebagai media penyampai pesannya. Kethoprak sebagai sebuah teater tradisional terikat oleh hukum panggung. Hukum panggung ini menyangkut bagaimana akting diahir secara baik dan bagaimana dialog mampu menjadi sarana untuk menyampaikan lakon kepada penonton. Agar dialog dapat benar-benar hadir secara baik sehingga penonton dapat menikmati cerita secara uttth perlu ada kerjasama yang baik antarpemain. Namun demikian pada praktiknya Prinsip Kerja Sama yang terjaUn bagus dalam kethoprak pada umumnya, dalam konteks kethoprak humor justru sering dilanggar. Hal ini dilakukan untuk menciptakan efek humor, penciptaan efek humor ini dilakukan dengan cara melanggar kebenaran dan melanggar kelaziman. Namun demikian, meski menonjolkan sisi humor, Kethoprak Gobyok masih berusaha menjaga agar alur cerita tidak menyimpang, dan humor yang dilontarkan tidak mengganggu dialog antarpemain. Hal ini membuktikan bahwa kerjasama sangat penting untuk dipatuhi dalam membentuk cerita kethoprak, sementara itu pelanggaran dilakukan untuk memberi sentuhan-senUihan humor dalam rangka menarik minat penonton. Kata Kunci: dialog, kethoprak gobyok, pelanggaran, pematuhan, prinsip kerja sama A. Pendahuluan Pada era globalisasi saat ini, eksistensi atau keberadaan kesenian rakyat berada pada titik yang rendah dan mengalami berbagai tantangan dan tekanan- teanan baik dari luasr maupun dari Volume VIII No.2 / Mei-Agustus 2007 128 HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI dalam. Tekanan dari pengaruh luar terhadap kesenian rakyat ini dapat dilihat dari pengaruh berbagai karya- karya kesenian populer dan juga karya- karya kesenian yang lebih modern lagi yang dikenal dengan budaya pop. Di tengah maraknya jenis hiburan modern seperti sinetron, ketoprak sebagai salah satu bentuk kesenian tradisional tak pelak harus bersaing dengan jenis hiburan modern tersebut untuk memperoleh perhatian di hati masyarakat. Terutama karena adanya perubahan selera masyarakat terhadap kesenian tradisional semacam ketoprak. Pun jika ada, penggemarnya lebih terbatas pada generasi-generasi tua. Jika pengaruh Barat itu tidak segera diimbangi dengan promosi dan pertunjukan budaya tradisional, maka suatu saat masyarakat Indonesia akan merasa asing dengan budayanya sendiri. Kesenian tradisional memang harus ber kompromi dan beradaptasi agar bisa bertahan. Ketoprak Humor, Ketoprak Canda, Ketoprak Jampi Stres, atau Ketoprak Plesetan relatif berhasil melakukannya melalui televisi. Agar tontonan ini tidak cepat membosankan, maka pihaknya membalutnya dengan humor segar. Kethoprak lazimnya me mentaskan kethoprak lakon-lakon yang berkaitan dengan sejarah setempat, yaitu yang berkaitan dengan kisah-kisah kerajaan di Jawa pada masa lalu. Sebagai kesenian rakyat masyarakat Jawa, kethoprak tampil dalam percakapan ke-seharian masyarakat Jawa, dengan meng gunakan bahasa Jawa sebagai penyampai pesan. Terobosan kreatif yang kemudian dipelopori oleh Kethoprak Humor adalah pementa san Kethoprak dalam konsep kethoprak yang menonjolkan sisi humor, penggunaan teknologi, hadirnya selebriti sebagai bintang tamu, dan disajikan dalam Bahasa Indonesia. Kethoprak Humor kemudian menjadi acara favorit di sebuah stasiun televisi swasta. Apa yang dilakukan Kethoprak Humor ini menjadi inspirasi bagi penggagas kethoprak yang lain untuk bertahan, seperti yang dilakukan oleh Kethoprak Gobyok pimpinan H.M. Syakirun, yakni mengemas kethoprak dengan menonjolkan sisi humor, hanya saja Kethoprak Gobyok masih memakai bahasa Jawa sebagai media penyampai pesannya. Kethoprak sebagai sebuah teater tradisional terikat oleh hukum panggung. Hukum panggung ini menyangkut bagaimana akting diatur secara baik dan bagaimana dialog mampu menjadi sarana untuk menyampaikan lakon kepada penonton. Agar dialog dapat benar-benar hadir secara baik sehingga penonton dapat menikmati cerita secara utuli perlu ada kerjasama yang baik antarpemain. Sebagai-mana layaknya, Kethoprak Gobyok juga terikat hukum panggung meskipun dalam praktiknya kethoprak ini tidak banyak menggunakan pemakaian bahasa Jawa standar, baik karma, ngoko, apalagi basa bagongan atau kraton yang hanya muncul dalam adegari "Kerajaan Medhangsawit", justru yang banyak digunakan adalah bahasa Jawa sehari-hari, bahkan cenderung kasar. Penelitian mengenai prinsip kerja sama telah banyak dilakukan sebelumnya. Ihda Khoiri dalam peneh'tiannya yang berjudul Volume VIII No.2 / Mei-Agustus 2007 129 HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI "Pelanggaran maksim Sopan Santun dalam Acara Panggung Humor di SCTV" (2000) menemukan bahwa untuk menciptakan efek humor para aktor melakukan pelanggaran maksim sopan santun yang meliputi pelanggaran maksim kedermawa-nan, pelanggaran maksim pujian, pelanggaran maksim kesepakatan, dan pelanggaran maksim simpati. Namun demikian penelitian me ngenai pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam dialog antarpemain dalam membentuk cerita ketihoprak belum pernah dilakukan, karenanya penelitian yang berjudul Kerja Sama dalam Dialog Antarpemain dalam Membentuk Cerita Kethoprak Gobyok Lakon "Jaka Kendhil" dianggap sangat menarik untuk diteliti. Kethoprak sebagai bentuk teater tradisional merupakan seni narasi karena mengetengahkan cerita melalui lakuan para aktor diatas panggung. dengan demikian ia memiliki cirri-ciri narasi pula, yaitu: tema, alur, tokoh dan latar (Culler, 1977:192). Dalam terminologi analisis wacana hal semacam ini disebut konteks wacana, bahkan lakuan aktor di atas panggung menciptakan pula tindak tutur. Namun demikian pada praktiknya Prinsip Kerja Sama yang terjalin bagus dalam kethoprak pada umumnya, dalam konteks kethoprak humor, justru sering dilanggar. Proses pematuhan dan pelanggaran dalam menjalin dialog untuk membentuk cerita dalam Kethoprak Gobyok lakon Jaka Kendhil inilah yang akan dikaji lebih dalam. Prinsip Kerja Sama (PKS) dikemukakan oleh Groce untuk mengarahkan aktor pada proses komunikasi yang baik, lancar, jelas, tanpa salah paham. Pada dasarnya, setiap dialog menghendaki tindakan yang wajar antarpemain. Wajar dalam arti sesuai dengan yang diinginkan aktor. Reaksi yang diberikan lawan main harus sesuai dengan yang diharapkan oleh aktor. Oleh karena itu, PKS menghendaki sumbangan percakapan yang sesuai dengan yang diperlukan atau tidak berlebihan sehingga kedua aktor tidak kehabisan bahan pembicaraan. Dialog yang bersifat kooperatif mensyaratkan adanya kerjasama sehingga tujuan percakapan terpenuhi. Wijana (1996: 46) me- ngungkapkan bahwa bila terjadi penyimpangan, ada implikasi-implikasi tertentu yang hendak dicapai oleh aktornya. Bila implikasi itu tidak ada, maka aktor yang bersangkutan tidak melaksanakan kerjasama atau tidak bersifat ko operatif. PKS ini menurunkan empat bidal yang harus dipatuhi aktor. Empat bidal ini ialah bidal kuantitas, bidal kualitas, bidal relevansi, dan bidal cara. Di dalam dialog yang komunikatif, aktor harus memenuhi paling sedikit satu diantara keempat bidal tersebut. 1. Bidal Kuantitas dan Bidal Kualitas Menurut Leech (1993:128) kedua bidal ini dapat dibahas bersama-sama, pelanggaran bidal kuantitas terjadi bila aktor berdialog tidak se-inforinatif atau justru menjawab secara berlebihan terhadap lawan mainnya. Sementara itu pelanggaran bidal kualitas terjadi bila aktor sengaja mengucapkan sesuatu yang tidak benar, sengaja berbohong, atau tidak memiliki bukti yang me- Volume VIII No.2 / Mei-Agustus 2007 130 HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI yakinkan bahwa apa yang dituturkan itu benar. 2. Bidal Relevansi Kriteria bidal relevansi adalah adanya keterkaitan dialog antar pemain dengan dialog yang sebelumnya. 3. Bidal Cara Bidal cara adalah bagaimana agar dialog yang terjalin mudah dimengerti. Artinya, sang aktor perlu mengatakan sesuatu dengan jelas. Selanjutnya Grice juga menjabarkan bidal cara ini sebagai berikut: menghindari perkataan yang samar, ambigu, bertele-tele dan tidak teratur. Dilihat dari perspektif teori pragmatik, dialog dalam kethoprak dapat dikaji menggunakan teori Grice tentang Prinsip Kerja Sama (PKS). PKS sangat penting dalam membentuk cerita kethoprak, agar lakon tetap berjalan sesuai dengan alur cerita. Pada konsep kethoprak yang menonjolkan sisi humor, PKS akan mengalami banyak pe langgaran, apa dan sejauhmana pelanggaran serta dampaknya pada dialog antarpemain untuk membentuk cerita kethoprak inilah yang akan dikaji lebih jauh. Berdasarkan hal tersebut, per- masalahan penelitian ini adalah "Bagatmanakah kerjasama para pemain dalam dialog membentuk cerita dalam Kethoprak Gobyok lakon Jaka Kendhil?". Masalah penelitian ini terbagai atas : 1. Bagaimanakah pematuhan Prinsip Kerja Sama (selanjutnya: PKS) dalam dialog antarpemain untuk membentuk cerita dalam Kethoprak Gobyok lakon Jaka Kendhil, 2. Bagaimanakah pelanggaran PKS dalam dialog antarpemain untuk membentuk cerita dalam Kethoprak Gobyok lakon jaka Kendhil. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan pe matuhan PKS dalam dialog antar pemain untuk membentuk cerita dalam Kethoprak Gobyok lakon Jaka Kendhil, yang meliputi memerikan bidal yang banyak dipatuhi, pola pematuhan, dan fungsi pematuhan PKS dalam dialog antarpemain untuk membentuk cerita dalam Kethoprak Gobyok lakon Jaka Kendhil, 2. Mendeskripsikan pelanggaran PKS dalam dialog antarpemain untuk mem bentuk cerita dalam Kethoprak Gobyok lakon Jaka Kendhil, yang meliputi memerikan bidal yang banyak dilanggar, pola pelanggaran, dan fungsi pelanggaran PKS dalam dialog antarpemain untuk membentuk cerita dalam Kethoprak Gobyok lakon Jaka KendJiil, B. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, hal ini mensyaratkan adanya ling-kungan alamiah pada subyek penelitian, dalam arti subyek penelitian tidak mendapat intervensi dari peneliti dalam melakukan aktivitasnya yakni pementasan kethoprak. Adapun analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian berupa deskripsi masalah, interpretasi serta inferensi penggu-naan dan pelanggaran prinsip kerjasama. Sumber data penelitian ini adalah para pemain Kethoprak Gobyok dalam lakon Jaka Kendhil. Data penelitian ini berwujud dialog antarpemain Kethoprak Gobyok Volume VIII No.2 / Mei-Agustus 2007 131 HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI lakon Jaka Kendhil. Teknik pe ngumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, dokumentasi yang dimaksud adalah merekam pementasan Kethoprak Gobyok lakon Jaka Kendhil dengan pengarah acara Reza Wullur dan sytradara H.M. Syakirun. Selain itu penelitian ini juga menggunakan teknik observasi. Teknik observasi ini di sebut pula sebagai teknik simak (Sudaryanto, 1993). Data yang berupa dialog tersebut disimak untuk dikaji pematuhan dan pelanggaran prinsip kerjasama-nya, kemudian hasil simakan tersebut dicatat ke dalam kartu data. Berikut adalah contoh dari kartu data: Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada analisa Miles dan Huberman (1994 :10), dimana proses analisa data yang digunakan dilakukan secara serempak dengan langkah-langkah: (1) mereduksi data, (2) meng- klasifikasi data, (3) mendeskripsikan kemudian menginterpretasi data, dan yang terakhir peneliti juga me lakukan pemeriksaan keabsahan data dengan teknik ttiangulasi data yakni teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pern banding terhadap data itu. (Moleong, 2002:178). Peneliti melakukan triangulasi peneliti yaitu dengan membandingkan hasil pekerjaan seorang analisis dengan analisis lainnya. C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Berdasarkan reduksi dan klasifikasi data dengan instrument kartu data maka akan dianalisis pelaksanaan prinsip kerja sama antarpemain dalam membentuk cerita Kethoprak Gobyok lakon Jaka Kendhil. Kerjasama tersebut bisa merupakan pematuhan ataupun pelanggaran terhadap empat bidal yang harus dipatuhi agar suatu aktoran menjadi komunikatif yakni bidal kuantitas, kualitas, bidal relevansi, dan bidal cara. Pematuhan dan pelanggaran ditentukan oleh konteks dan tujuan dialog. Pembahasan dilakukan adegan per adegan dengan diawali oleh konteks cerita. Pada penelitian ini terdapat tujuh adegan yang membangun cerita kethoprak Gobyok lakon Jaka Kendhil. Yaitu : Adegan 1 : Jaka kendhil Bertapa, Adegan 2 : Widowati bertemu Jaka Kendhil, Adegan 3 : Jaka Kendhil Bertemu Paman, Kakek-Nenek, dan Ibunya, Adegan 4 : Melamar Widowati di Kerajaan Medhangsawit, degan 5 : Jaka kendhil di dalam Taman kerajaan Medhangsawit, Adegan 6 : Saudara- Saudara Widowati Masuk Ke Tamansari, Adegan 7 : Jaka Kendhil Mengusir Para Raja Pelamar. Hasil penelitian ini menunjuk-kan bahwa para pemain dalam menjalin dialog untuk membentuk cerita dalam Kethoprak Gobyok lakon Jaka Kendhil, sangat mematuhi bidal relevansi. Pematuhan bidal relevansi menunjukkan bahwa, walaupun Kethoprak Gobyok merupakan jenis kethoprak humor, para pemain masih menjaga kegayutan antar dialog demi memenuhi fungsi membangun lakon secara kronologis dan jelas. Kemudian pelanggaran PKS yang paling banyak dilakukan oleh pemain untuk memben-tuk cerita dalam Kethoprak Gobyok lakon Jaka Volume VIII No.2 / Mei-Agustus 2007 132 HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI Kendhil yaitu pada bidal kualitas. Hal ini dilakukan untuk mencipta-kan efek humor, penciptaan efek humor ini dilakukan dengan cara melanggar kebenaran dan melanggar kelaziman. Selanjutnya, pola dialog yang dipakai dalam pelanggaran Berdasarkan analisis diatas, disimpulkan bahwa meskipun menonjolkan sisi humor, Kethoprak Gobyok masih berusaha menjaga agar alur cerita tidak menyimpang, dan humor yang dilontarkan tidak mengganggu dialog antarpemain. Bahkan di dua adegan terakhir, humor sengaja dihilangkan agar cerita tidak berkembang lagi. Hal ini mem buktikan bahwa kerjasama sangat penting untuk dipatuhi dalam membentuk cerita kethoprak, sementara itu pelanggaran dilakukan untuk memberi sentuhan- sentuhan humor dalam rangka menarik minat penonton. D. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar sebuah percakapan dapat berlangsung secara komunikatif, masing- masing pemain harus mengindahkan PKS. Memang agar kethoprak tidak cepat mem bosankan, bisa dibalut dengan humor segar, namun, modifikasi yang terlalu jauh bisa disalahartikan sehingga harus diupayakan bagai-mana agar kemasan kesenian tradisional bangsa Indonesia dapat diterima dan berkembang secara global, walaupun tetap mengacu pada kekuatan nilai-nilai asli /lokal. Selanjutnya untuk mem perkaya pengetahuan, para pemerhati dan peneliti bahasa juga disarankan mengkaji PKS dalam teater tradisional lain, misalnya: ludruk, kentrung, wayang orang. DAFTAR PUSTAKA Brakel-Papenhuyzen, Clara. 1991. SeniTari Jawa. Jakarta: ILDEP Brown, Gillian dan George Yule, 1996. Analisis Wacana. Jakarta: Gramedia Culler, Jonathan. 1975. Structuralist Poetics: Structuralism, Linguistics and the Study of Literature. London: Routiedge & Keagan Paul, Ltd. Fairclough, Norman. 1988. Languange and Power. London: Longman Grimes, Joseph E. 1975. The thread of Discourse. The Hague: Moulton Khoiri, Ihda. 2000. Pelanggaran Maksim Sopan Santun dalam Acara Panggung Humor di SCTV. Tesis (tidak dipublikasikan).Surabaya: Unesa KridaIaksana,Hai'imurti.l984. Kamus Linguitik. Jakarta: Gramedia Leech, Geofrey. 1993. Prinsip-Prinsip Pragmatik. Jakarta: Universitas Indonesia Press Lubis, Hamid Hasan. 1993. Analisis Wacana Pragmatik. Bandung: Angkasa Moeliono, Anton M. & Soenjono Dardjowidjojo, 1988. Tata Balwsa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Perum Balai Pustaka Volume VIII No.2 / Mei-Agustus 2007 133 HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI ludruk, kentrung, wayang orang. DAFTAR PUSTAKA Brakel-Papenhuyzen, Clara. 1991. SeniTari Jawa. Jakarta: ILDEP Brown, Gillian dan George Yule, 1996. Analisis Wacana. Jakarta: Gramedia Culler, Jonathan. 1975. Structuralist Poetics: Structuralism, Linguistics and the Study of Literature. London: Routiedge & Keagan Paul, Ltd. Fairclough, Norman. 1988. Languange and Power. London: Longman Grimes, Joseph E. 1975. The thread of Discourse. The Hague: Moulton Khoiri, Ihda. 2000. Pelanggaran Maksim Sopan Santun dalam Acara Panggung Humor di SCTV. Tesis (tidak dipublikasikan).Surabaya: Unesa KridaIaksana,Hai'imurti.l984. Kamus Linguitik. Jakarta: Gramedia Leech, Geofrey. 1993. Prinsip-Prinsip Pragmatik. Jakarta: Universitas Indonesia Press Lubis, Hamid Hasan. 1993. Analisis Wacana Pragmatik. Bandung: Angkasa Moeliono, Anton M. & Soenjono Dardjowidjojo, 1988. Tata Balwsa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Perum Balai Pustaka Volume VIII No.2 / Mei-Agustus 2007 134