FRASE VERBA BAHASA MANDAR MAJENE Serliah Nur UIN Alauddin Makassar Abstrak Tulisan ini menggambarkan tentang frase verba bahasa Mandar Majene. Unsur- unsur pemadu frase verba bahasa Mandar Majene adalah verba , ajektiva, modalitas, aspek, dan ingkar. Di antara unsur-unsur pemadu frase verba ini ada yang bersifat wajib (Obligatory) dan adapula yang bersifat manasuka (Optional). Unsur yang bersifat wajib adalah verba, sedangkan yang bersifat manasuka adalah ajektiva, modalitas, aspek dan ingkar. Adapun bentuk-bentuk Frase verba yang terdiri atas verba saja, Frase verba yang terdiri atas modalitas dan verba, Frase verba yang terdiri atas aspek dan verba, Frase verba yang terdiri atas dua verba, Frase verba yang terdiri atas adjektiva dan verba, Frase verba yang terdiri atas ingkar dan verba dan Frase verba yang terdiri atas ingkar, aspek, modalitas, an verba. Kata Kunci: Frase Verba, Bahasa Mandar Majene. A. Pendahuluan Bahasa Mandar Majene adalah salah satu dialek bahasa Mandar yang digunakan di Daerah Majene, Propinsi Sulawesi Selatan, dengan jumlah penutur sebanyak lebih kurang 35.000 orang. Bahasa Mandar majene mempunyai struktur frase verba yang unik bila dibandingkan dengan struktur frase verba bahasa lainnya. Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan responden penutur asli mandar majene. B. Pengertian Frase Verba Sebelum menjelaskan tentang pengertian frase verba itu sendiri, terlebih dahulu perlu dijelaskan apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan frase. Frase ialah satuan sintaksis terkecil yang merupakan pemadu kalimat. Jadi, frase dapat terdiri atas sebuah kata, seperti Ahmad, membaca, dan kemarin, atau terdiri atas bentukan seperti anak itu dan hari ini. Dari apa yang dikemukakan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa frase dapat merupakan satu kata atau kelompok kata yang berintikan salah satu kategori kata yang ada dalam suatu bahasadan yang dapat mempunyai fungsi gramatikal tertentu dalam kalimat. Berdasarkan ketentuan diatas, maka frase verba merupakan satuan sintaksis terkecil yang berintikan verba dan yang dapat berfungsi sebagai predikat suatu kalimat. C. Unsur-Unsur Pemadu Frase Verba bahasa mandar majene Unsur-unsur apa gerangan yang merupakan pemadu frase verba bahasa Mandar Majene? Untuk menjawab pertanyaan ini, berikut dikemukakan beberapa kalimat yang mengandung frase verba. a) Matindoi I acoq Tidur-dia si Aco Si Aco tidur b) Manarangi maqelong I Murni Pintar-dia menyanyi si Murni Si Murni pintar menyanyi c) Meloqi maqalli oto I kacoq Mau-dia membeli mobil si Kaco Si Kaco mau membeli mobil d) Mamanyai morangngang maraqdia Sedang-dia berburu raja Raja sedang berburu e) Andiangi pole I Ali Tidak-dia datang si Ali Si Ali tidak datang Frase verba yang terdapat dalam kalimat-kalimat di atas adalah matindoi, manarangi maqelong, meloqi maqalli, mamanyai morangngang, dan andiangi pole. Frase verba matindoi terdiri atas verba saja; manarangi maqelong terdiri atas aspek dan verba; serta andiangi pole terdiri atas ingkar dan verba. Jelaslah bahwa unsur-unsur pemadu frase verba bahasa Mandar Majene adalah verba , ajektiva, modalitas, aspek, dan ingkar. Di antara unsur-unsur pemadu frase verba ini ada yang bersifat wajib (Obligatory) dan adapula yang bersifat manasuka (Optional). Unsur yang bersifat wajib adalah verba, sedangkan yang bersifat manasuka adalah ajektiva, modalitas, aspek dan ingkar. D. Struktur Frase verba Bahasa mandar Majene Setelah kita mengetahui unsur-unsur pemadu frase verba bahasa mandar majene, maka tibalah saatnya kita membicarakan bagaimana unsur-unsur pemadu tersebut berkombinasi antara satu dengan yang lainnya untuk membentuk frase verba. Dengan kata lain, kita akan membicarakan bagaimana struktur frase verba tersebut. Dari data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa frase verba bahasa Mandar majene mempunyai pola-pola struktur sebagai berikut. 1. Frase verba yang terdiri atas verba saja Dalam bahasa Mandar Majene, frase verba dapat terdiri atas verba saja. Contohnya dapat dilihat dari kalimat-kalimat berikut. a) Matindoi i Ali Tidur-dia si Ali “Si Ali tidur” b) Maqandei loka I Kacoq Makan-dia pisang si kaco “Si Kaco makan pisang” Dalam kalimat-kalimat diatas, matindoi dan maqandei adalah dua frase verba yang terdiri atas verba saja. Kedua verba yang mendukung frase verba tersebut terdiri atas verba pangkal (Vp) dan pemarkah absolutif. 2. Frase verba yang terdiri atas modalitas dan verba Frase verba dapat juga terdiri atas modalitas dan verba. Contohnya dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut. a) Malai membawa barras Dapat-dia membawa beras “Dia dapat membawa beras” b) Meloqi umande I Kacoq Mau-dia makan si Kaco “Si Kaco mau makan” Dalam kalimat-kalimat di atas, malai membawa dan meloqi umande adalah frase verba yang masing-masing terdiri atas modalitas dan verba. Sebenarnya, kedua frase verba ini adalah frase verba turunan (derived verb phrase), karena telah mengalami transformasi perpindahan pemarkah absolutif dari verba ke modalitas. Jadi, struktur batin atau bentuk asalnya (Underlying forms) adalah mala membawai dan meloq umandai. 3. Frase verba yang terdiri atas aspek dan verba Frase verba dapat pula terbentuk dari aspek dan verba. Frase verba seperti ini dapat dilihat dalam kalimat kalimat berikut. a) Mamanyai matindo i Ali Sedang-dia tidur si Ali “Si Ali sedang tidur” b) Purai maqande loka i Kacoq Sudah-dia makan pisang si kaco “Si Kaco telah makan pisang” Dalam kalimat-kalimat diatas, mamanyai matindo dan purai maqande adalah frase verba yang masing-masing terdiri atas aspek dan verba. Kedua frase verba ini juga merupakan frase verba turunan, karena telah mengalami transformasi perpindahan pemarkah absolutif dari verba ke aspek. Jadi, bentuk asalnya adalah mamanya matindoi dan pura maqandei. 4. Frase verba yang terdiri atas dua verba Frase verba dapat pula terbentuk dari dua verba; verba yang satu diikuti verba yang lain. Contohnya dapat kita lihat dalam kalimat-kalimat berikut: a) lambai manduruq ayu I kacoq Pergi-dia memungut kayu api si Kaco “Si kaco pergi memungut kayu api” b) Polei merau doiq anaqna I kacoq Datang-dia meminta uang anaknya si kaco “Anak si kaco datang meminta uang “ Dalam kalimat-kalimat diatas, lambai manduruq dan polei merau adalah dua frase verba, yang masing-masing terdiri atas dua verba. Dalam kedua frase verba ini juga terjadi transformasi perpindahan pemarkah absolutif dari verba kedua yang merupakan unsur wajib, ke verba pertama. Jadi, bentuk asalnya adalah lamba manduruqi dan pole merau. 5. Frase verba yang terdiri atas adjektiva dan verba Frase verba dapat pula terbentuk dari adjektiva dan verba. Contohnya dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: a) manarangi mangayi I kacoq Pintar-dia mengaji si Aco “Si Aco pintar mengaji” b) Masiaqi manetteqi Haqdara Rajin-dia bertenun si Hadrah “Si Hadrah rajin bertenun” Dalam kalimat di atas, manarangi mangayi dan masiaqi manetteq adalah frase verba, yang masing-masing terdiri atas adjektiva dan verba. Kedua frase verba ini juga merupakan frase verba turunan, karena telah mengalami transformasi perpindahan pemarkah absolutif dari verba ke adjektiva. Jadi, bentuk asalnya adalah manarang mangayiqi dan masiaq manetteqi. 6. Frase verba yang terdiri atas ingkar dan verba Frase verba dapat pula terbentuk dari ingkar dan verba. Contohnya dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: a) Andiangi pole I kacoq Tidak-dia datang si Kaco “Si kaco tidak dating” b) Iqdai mangayi si Acoq Tidak-dia mengaji si Aco “Si Aco tidak mengaji” Dalam kalimat-kalimat diatas, andiangi pole dan iqdai mangayi adalah dua frase verba, yang masing-masing terdiri atas ingkar dan verba. Keduanya juga merupakan frase verba turunan karena telah mengalami transfromasi perpindahan pemarkah absolutif dari verba ke ingkar. Jadi bentuk asalnya adalah andiang dan iqda mangayiqi. 7. Frase verba yang terdiri atas ingkar, aspek, modalitas, dan verba Terakhir, frase verba dapat pula terbentuk dari ingkar, aspek, modalitas, dan verba, contohnya dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: a) Andiangi pura meloq maqalli oto i Ali Tidak-dia telah mau membeli mobil si Ali “Si Ali pernah tidak mau membeli mobil” b) Iqdai mamanya meloq umande I kacoq Tidak-dia sedang mau makan si Kaco “Si Aco sedang tidak mau makan” Dalam kalimat-kalimat diatas, frase verba adalah andiangi puraq meloq maqalli dan iqdai mamanya meloq umande, yang masing-masing terdiri atas ingkar, aspek, modalitas, dan verba. Keduanya juga merupakan frase verba turunan, karena telah mengalami transformasi perpindahan pemarkah absolutif dari verba ke unsur pertama, yaitu ingkar. Jadi bentuk asalnya adalah andiang pura meloq maqalli dan iqda mamanya meloq umandei. 8. Struktur umum Frase verba bahasa mandar Majene Dari keseluruhan pembahasan mengenai struktur frase verba bahasa Mandar Majene, kita dapat menyimpulkan bahwa diantara unsur-unsur pemadu frase verba itu, verba merupakan satu-satunya unsur pemadu yang wajib (obligatory), sedangkan unsur pemadu lainnya bersifat mana suka (optional). Hal ini berarti bahwa verba harus terdapat dalam setiap frase verba, sedangkan unsur-unsur pemadu lainnya, yaitu ingkar, aspek, modalitas, dan adjektiva boleh ada dan boleh pula tidak ada dalam frase verba. Contoh-contoh frase verba yang mencakup semua unsur pemadu dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: a) Andiangi pura meloq lamba sumobal i kacoq Tidak-dia telah mau pergi berlayar si Kaco “Si kaco pernah tidak mau pergi berlayar.” b) Iqdai pura meloq manarang mangayi i Kacoq Tidak-dia telah mau pintar mengaji Si Aco “Si Aco pernah tidak mau pintar mengaji” E. Kesimpulan 1. Unsur-unsur pemadu frase verba bahasa Mandar Majene adalah verba, ajektiva, modalitas, aspek, dan ingkar. Di antara unsur-unsur pemadu frase verba ini ada yang bersifat wajib (Obligatory) dan adapula yang bersifat manasuka (Optional). Unsur yang bersifat wajib adalah verba, sedangkan yang bersifat manasuka adalah ajektiva, modalitas, aspek dan ingkar. 2. Adapun bentuk-bentuk Frase verba yang terdiri atas verba saja, Frase verba yang terdiri atas modalitas dan verba, Frase verba yang terdiri atas aspek dan verba, Frase verba yang terdiri atas dua verba, Frase verba yang terdiri atas adjektiva dan verba, Frase verba yang terdiri atas ingkar dan verba dan Frase verba yang terdiri atas ingkar, aspek, modalitas, dan verba REFERENSI Grimes, Barbara F (Ed). 1988. Ethnologue: Languages of the World, Dallas, Texas : Summer Institute of Linguistic (SIL) Inc. Hakim, Zainuddin. 2005. Sekelumit tentang afiks pembentuk verba bahasa wotu. Dalam kumpulan artikel “ Budi Bahasa”. Makassar : UNM press Halim A. 1983. Sikap Bahasa dan pelaksanaan Bahasa Nasional. Dalam Kongres Bahasa Indonesia III. Pusat pembinaan dan pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Kamaruddin. 1989. Kedwibahasaan dan pendidikan dwibahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Jakarta. Kamaruddin. 1992. Kajian tentang hubungan antara kedwibahasaan, keberaksaraan, dan sikap bahasa dengan kesadaran adopsi pada desa di Sulawesi selatan “Disertasi. Universitas Hasanuddin. Kaplan, Robert B. 1994. Language Policy and Planning: Fundamental Issues’ dalam Annual Review of Applied Linguistics, Volume 14, 1993/1994. Cambridge: Cambridge University Press. Lukman. 2000. Pemertahanan Bahasa Warga Transmigran Jawa di Wonomulyo Polmas. Disertasi. Pascasarjana Unhas.Makassar