MENDORONG MAHASISWA UNTUK MENULIS DI DALAM BAHASA INGGRIS (MAHASISWA SEMESTER V PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO) Muhammad Hasby Universitas Cokroaminoto Palopo Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terkait dengan metode pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti untuk mendorong mahasiswa untuk menulis di dalam bahasa Inggris khususnya bagi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris semester V tahun akademik 2013/2014, salah satu hal yang tersulit yang dilakukan mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris adalah kemampuan menulis di dalam bahasa Inggris, hal ini terlihat dari tugas kuliah dan tulisan skripsi yang ditulis oleh banyak mahasiswa memperlihatkan bahwa mereka sangat kesulitan di dalam menulis bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang ingin melihat sejauhmana respon mahasiswa di dalam metode pembelajaran menulis ke dalam bahasa inggris yang diberikan oleh peneliti, penulisan ini di batasi pada penulisan sederhana yang umumnya dilakukan dikelas dan juga tugas rumah (homework yang berkaitan dengan menulis). Instrumen penelitian yang diberikan adalah kuesioner dan wawancara yang dilakukan peneliti pada masing-masing mahasiswa yang telah diteliti, dari hasil kuesioner dan wawancara tersebut akan terlihat bagaimana respon atau perkembangan yang dirasakan mahasiswa setelah diajarkan menulis menggunakan beberapa metode yang digunakan oleh peneliti. Keywords: Pengembangan Metode, Mendorong, Menulis A. Pendahuluan Menulis adalah salah satu kemampuan yang sangat dibutuhkan di dalam pembelajaran formal, tetapi kemampuan menulis di dalam bahasa Inggris adalah hal yang tidak mudah terutama bagi mahasiswa program studi pendidikan bahasa Inggris. Hal ini terkait dengan kemampuan individu yang bersangkutan karena mampu tidaknya seseorang menulis tergantung pada seberapa banyak kosakata yang dimiliki, seberapa mampu ia membaca tulisan yang tertulis di dalam bahasa Inggris dan sejauhmana mahasiswa tersebut punya pemahaman akan kesepadanan kalimat dan kata di dalam bahasa ibu dan bahasa asing (khususnya bahasa Inggris). Salah satu tantangan yang peneliti hadapi terkait dengan fenomena kemampuan menulis mahasiswa program studi pendidikan bahasa Inggris adalah rendahnya minat baca dan kemampuan menterjemahkan mahasiswa terutama bacaan-bacaan bahasa Inggris. Hal tersebut membuat kemampuan menulis bahasa Inggris mereka lemah, ditambah lagi dengan pengamatan peneliti selama mengajar di program studi pendidikan bahasa Inggris nampak bahwa sebagian besar mahasiswa mengcopy tugas dari internet itu itu terlihat ketika penulis memeriksa tugas-tugas mereka, tampak bahwa tugas mereka kurang orisinil ditambah lagi ketika peneliti mengetes mereka perihal tugas yang mereka kerjakan umunya tidak paham isi tulisannya. Fenomena lain yang terlihat adalah adalah pada mahasiswa yang akan menyelesaikan tugasnya pada program studi terjadi hal yang sama dengan apa yang peneliti tuliskan diatas yaitu lemahnya pemahaman mahasiswa akan apa yang mereka tuliskan di skripsi atau proposal. Hal tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian ini sebagai salah satu upaya kecil untuk mendorong mahasiswa untuk menulis di dalam bahasa Inggris, yang pada gilirannya bila terus ditingkatkan upayanya oleh mahasiswa tersebut bisa berguna untuk usaha peningkatan kemampuan menulis mahasiswa program studi pendidikan bahasa Inggris utamanya di dalam bahasa Inggris. Berdasarkan penjelasan diatas, penulis mengetengahkan pertanyaan di bawah ini: 1. Bagaimana kemampuan menulis mahasiswa di dalam bahasa Inggris sebelum dan setelah metode menulis diberikan? 2. Bagaimana sikap mahasiswa terhadap metode menulis yang diberikan? B. Kajian Pustaka Alber Francis (2011) di dalam tesisnya berjudul “Error Correction in Second Language Writing: Teacher’s Belief, Practices, and students’ preferences” penelitian ini mengadopsi penelitian etnografis untuk mengeksplorasi praktek guru-guru bahasa asing dan menyelidiki kecenderungan dari penutur bahasa kedua dalam hal koreksi kesalahan di dalam ruang lingkup satu institusi bahasa yang ada di daerah Distrik Brisbane Australia, penelitian ini menunjukkan bahwa koreksi kesalahan penulisan siswa dapat membantu menandai dan merevisi kesalahan kendatipun hal tersebut butuh waktu yang lama. Ann (2007) di dalam tulisannya yang berjudul “How to Enable Students to Become More Independent Essay Writers” ia menekankan bahwa kemampuan menulis di dalam bahasa Inggris bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, ia harus melalui suatu proses yang tidak instan, tetapi dengan banyaknya kesempatan untuk berlatih, mahasiswa yang paling lemah di dalam menulis bahasa Inggris pun bisa mengalami kemajuan. Vyneke (2012) di dalam penelitiannya berjudul “The Concept and Practice of Critical Thinking in Academic Writing: An Investigating of International Students’ Perceptions and Writing Experiences” di dalam penelitian ini dia menyimpulkan bahwa siswa-siswa internasional melalui hasil wawancara kelihatan mampu secara efektif berakulturasi dengan perubahan konteks, baik asimilasi, kelayakan (appropriating), atau transformasi “Academic Textual Conventions” walaupun sulit tapi ada kemauan dan antusias dalam menulis kritis (critical thinking). “Teaching-Writing through Reading: A Text-Centred Approach” tulisan ini membahas tentang relevansi pengajaran membaca dan kemampuan untuk menulis bagi mahasiswa universitas politeknik Madrid untuk menunjukkan hubungan “interdependence” di dalam mata kuliah “English for Academic Purpose” Kesimpulan di dalam tulisan tersebut menyatakan bahwa analisis teks penting untuk membangun skemata tulisan, membantu mahasiswa untuk memahami bacaan (mempertemukan pemahaman pembaca dan penulis). Bae (2011) dalam penelitian tesis berjudul “Teaching Process for Intermediate /Advanced Learners in South Korea” memperlihatkan bahwa instruksi menulis telah diabaiakan di kelas-kelas bahasa Inggris di Korea Selatan dan penelitian ini menunjukkan bahwa di kelas ESL/EFL penulis yang terampil yang mengikuti “Recursive nature of Writing” bisa lebih baik dibandingkan dengan penulis yang kurang terampil karena mereka tidak terlalu memperhatikan kesalahan gramatikal dan mekanis tulisan mereka sementara penulis yang kurang terampil memperhatikan itu sehingga idenya tidak mengalir. Ini adalah aspek-aspek linguistik yang berhubungan dengan konteks yang dimaksud atau dituliskan oleh penulis, diantaranya adalah formalitas, struktur kalimat, terminologi khusus, dan personal voice (Coffin et.al., 2003: 28). Adapun tujuan “assessment” terhadap tulisan siswa/mahasiswa adalah: untuk memberikan bukti pengetahuan dan pemahaman tentang pembelajaran, memberikan bukti perolehan kemampuan dan pemahaman tentang pembelajaran, memberikan bukti perolehan kemampuan subyek tertentu dan kemampuan menggunakan pemahaman dan pengetahuan serta untuk menunjukkan efektivitas, pemahaman dan pengetahuan siswa. Di dalam menulis, membantu siswa belajar dan mengkonsolidasikan pembelajaran, memberikan umpan balik terhadap pekerjaan siswa, memotivasi siswa melakukan aktivitas tertentu, memeriksa tulisan siswa, membantu mengevaluasi pembelajaran. Di dalam assessmentada poin-poin yang dapat diberikan kepada siswa diantaranya adalah bentuk pedoman, tujuan utama dari pemberian pedoman, batasan yang akan diberikan kepada siswa, dan partisipasi siswa dalam “assessment” (Coffin et.al., 2003: 93). Pengidentifikasian umpan balik untuk tulisan siswa meliputi dukungan bagi perkembangan tulisan siswa, memberi penguatan pada isi tulisan, mengajarkan hal-hal khusus berkaitan dengan tulisan, memperlihatkan aspek kekuatan dan kelemahan tulisan menentukan penilaian (scoring) saran perbaikan di dalam tulisan selanjutnya (Coffin et. al., 2003: 128). Poin-poin yang ditulis di dalam buku pedoman untuk instruktur di dalam mendorong siswa untuk menulis yang diterbitkan oleh “office of Educational Development University California (2002) sebagai berikut: 1. Biasanya siswa tidak suka dikekang termasuk ketika menulis; 2.Butuh waktu untuk memiliki kemampuan menulis; 3. Kita harus ingat bahwa tugas menulis bahasa Inggris bukanlah semata tugas pengajar bahasa Inggris; 4. Siswa sebaiknya sudah tahu menulis; 5. Mengajar menulis tidak sepenuhnya sama dengan memeriksa tatabahasa; 6. Lebih tidak mudah untuk mengajar siswa yang non-native speaker untuk belajar bahasa Inggris terutama di dalam menulis; 7. Kita tidak terbiasa menulis karena itu menulis haruslah dijadikan kebiasaan; 8. Berpikir dan menulis adalah dua hal yang dibangun dengan baik; 9. Menggabungkan aktivitas menulis kedalam pembelajran; 10. Menguji apa yang siswa ketahui (seperti jawaban singkat, esai pendek, menulis tentang rangkaian masalah, esai pertanyaan); 11. Menolong siswa mengintegrasikan dan mengaplikasikan informasi (term paper, memo, recomended action); 12. Memeriksa dan mengkonsultasikan masalah (menulis tiga menit/catatan singkat); 13. Menulis sebagai sarana untuk belajar (notetaking, journal, learning log, book review for a professional journal, letter to the editor, op-ed piece, biographical and historical sketch, company report, article for a professional journal, 14. Membuat tulisan permulaan dari suatu percakapan; 15. Mendesain tugas menulis yang efektif; 16. Membuat pengantar topik tulisan; 17. Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan masalah umum di dalam menulis; 18. Mengevaluasi tugas tertulis; 19. Pembuatan pedoman untuk pemberian nilai; 20. Mencegah plagiarisme. Hal yang perlu dilakukan untuk membantu siswa di dalam menulis sebagai berikut: digunakan dikelas untuk memperdalam pemikiran siswa, melakukan meta-teach, mendiskusikan sumber-sumber belajar untuk menulis dan mendiskusikan strategi bagi pendekatan penulisan tugas, lokakarya penulisan siswa, mendiskusikan contoh penulisan dari siswa sebelumnya, mengorganisasi dan mendukung kelompok menulis (Walk, 2008: 9). Di dalam buku “A Report to Carnegie Corporation of New York Writing Next Effective Strategies to Improve Writing of Adolescent in Middle and High School by Steve Graham and Dolores Perin (P. 12) ada sebelas unsur yang direkomendasikan untuk instruksi pembelajaran menulis yang efektifbagi siswa menengah atas yaitu strategi menulis yang meliputi perencanaan, merevisi, dan mengedit tulisan mereka, menyimpulkan dan merangkum teks yang ditulis, penulisan kolaboratif yang mengedepankan kerjasama untuk merencanakan, menulis draf, merevisi, dan mengedit tulisan mereka, untuk mencapai tujuan tertentu (untuk memenuhi target tulisan yang ingin dicapai oleh siswa), pengolahan kata, kombinasi kata yang melibatkan kalimat bagus yang lebih kompleks, “Inquiry activities” yang membantu siswa. Menurut Brown (2001: 341-342) ada tujuh poin karakteristik tulisan yaitu permanen, produksi waktu, jarak, ortografi, kompleksitas, kosakata dan formalitas, Kemudian lebih lanjut Brown (2001: 343-346) mengemukakan lima kategori kelas menulis yaitu: imitatif, intensive atau terkendali, tulisan mandiri, “display writing”, menulis sejati (akademik, teknis, personal). Adapun di dalam prinsip teknik menulis menurut Brown (2001: 346-356) sebagai berikut: 1. Menggabungkan praktek menulis yang baik; 2. Keseimbangan proses dan hasil; 3. Latar belakang kemampuan menulis; 4. Hubungan antara membaca dan menulis; 5. Menulis sebanyak mungkin tulisan otentik; 6. Memetakan teknik sebelum menulis, membuat draft, dan tahap revisi; 7. Memberikan teknik-teknik yang sangat interaktif; 8. Pengaplikasian metode dan mengoreksi pekerjaan mahasiswa; 9. Instruksi siswa yang jelas. C. Desain Penelitian Instrumen pengumpulan data terdiri darianalisis hasil pekerjaan mahasiswa dari sebelum perlakuan, pemberian perlakuan dan setelah perlakuan, serta kuesioner dari mahasiswa semester V universitas Cokroaminoto Palopo. Populasi dari studi ini adalah 150 orang mahasiswa dari semester V program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Cokroaminoto Palopo.Sampel data terdiri dari 40 orang mahasiswa semester V program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Cokroaminoto palopo. Instrumen untuk mengumpulkan data terdiri dari data yang terdiri dari 40 tulisan yang dibuat oleh mahasiswa semester V Program Study Pendidikan Bahasa Inggris. Adapun Prosedur pengumpulan Data penelitian adalah : (1) Peneliti akan mengumpulkan tulisan yang dibuat oleh mahasiwa setelah pemberian pembelajaran menulis yang dilakukan oleh peneliti, (2) Setelah menyelesaikan proses menulis tersebut peneliti akan mengecek, mengidentifikasi, dan menganalisa tulisan tersebut. (3) Memberi kuesioner mahasiswa perihal kegiatan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti. D. Hasil dan Pembahasan Skor terendah mahasiswa dalam postest adalah 4.0 sedangkan yang tertinggi adalah 7.9 jumlah mahasiswa yang mendapatkan nilai terendah di dalam posttest sebanyak 10 mahasiswa, sedangkan jumlah mahasiswa yang mendapat nilai tertinggi setelah posttest adalah sebanyak 6 mahasiswa, secara umum dari pekerjaan yang dibuat mahasiswa menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan yang signifikan baik sebelum posttest maupun setelah posttest. Dari hasil kuesioner yang diberikan oleh mahasiswa menunjukkan bahwa secara umum bereka memiliki sikap yang positif terhadap metode menulis di dalam bahasa Inggris yang diberikan oleh penulis. E. Kesimpulan 1. Kemampuan menulis mahasiswa di dalam bahasa Inggris sebelum dan setelah metode menulis diberikan tidak berbeda banyak itu terlihat dari pekerjaan mahasiswa di dalam pretes dan postest relatif sama saja. 2. Secara umum mahasiswa berpendapat yang positif terhadap metode menulis bahasa Inggris yang diberikan oleh penulis. REFERENCES Advanced Teaching Series Yale University. No Year of Publishment Attached. Teaching Your Students Good Writing Handout Pocket, Graduate Teaching Centre. Diakses melalui Http://www.yale.edu/graduateschool/teaching/.../writing worksh... Bae, Jungnam. 2011. Teaching Process Writing for Intermediate/Advanced Learners in South Korea. Unpublished MA Thesis University Wisconsin-River Fall. Coffin, Caroline. 2005. Teaching Academic Writing, A Toolkit for Higher Education. Routledge Taylor’s Francis Group, London and New York. Diakses melalui Http://www. Web. Iaincirebon.ac. id/ebook/Ind http://www.yale.edu/graduateschool/teaching/.../writing http://www/ Course-Based Review and Assessment Methods for Understanding Student Learning. University of Massachussets Amherst. Diakses melalui Http://www.umas.edu/.../corse_basedpd. Developing English Writing Ability of Grade 6 Students Using the 4 Mat System.International Journal of Social Science and Humanity Volume 2 No. 6 2012. Diakses melalui Http://www. Ijssh.org/papers/169-A 10043 pdf. Encuentro Revista de Investigation e Innovacion en le Clase de Idiomas. No Year of Publishment Attached. How to Enable Students to Become More Independent Essay Writers By Ilene Ann Smalec Mallory, UEM Lab. Universidad Europea de madrid. Diakses melalui Http://www. Encuentojournal.org. Mesekher, Hayat. No Year of Publishment Attached. Humanizing Pedagogy and Personal Essay. Indiana University of Pennsylvania. Diakses melalui Http://www.marlenharrison.com/images/chapter%207%zolincolm.pdf. Francis S. Corpuz, Victor Albert. 2011. Error Correction in Second Language Writing: Teacher’s Belief’s Practices, and Students’ Preferences. Faculty of Education Queensland University of Technology. Diakses melalui Http: //www.eprints.qut. Graham, Steve and Perin, Dolores. 2007. Writing Next Effective Strategies to Improve Writing of Adolescent in Middle and High School. A Report to Carnegie Corporation of New York, Alliance for Excellent Education Carnegie Corporation New York. Diakses melalui Http://www.eric.ed.gov/?id=ED517367 Iberica. 1999. Teaching Writing through Reading: A Text Centred Approach. Pilar Duran Escribano Universidad No. 1 Politecnica de Madrid. Diakses melalui Http://www. Redalyc.org/articulo.oa?id=287026296004 LSA Gayle Center for Writing. No Year of Publishment Attached. Motivating Students to Read and Write in All Disciplines. University of Michigan, Ann Arbor MI. Diakses melalui Http://www.lsa.umich.e... Office of Education. 2002. Encouraging Student Writing, A Guide for Instructor. University of California Berkeley. Pamder, Lesley. 2010. Homework. Oxford Resource Books for Teachers Series. http://www/ Smit, David. 2010. Paper # 8 “Strategies to Improve Students Writing” The IDEA (Insight, Improvement, Impact) Center Manhattan Kansas State University. Vyncke, Michael. 2012. The Concept and Practice of Practical Thinking in Academic Writing: An Investigation of International Students’ Perceptions and Writing Experiences, King’s College London. Whitaker, Charles. No Year of Publishment Attached. Best Practices in Teaching Writing. No Publishment Mentioned. Walk, Kerry. 2008. Teaching With Writing: A Guide for faculty and Graduate Students. Resources for Teaching With Writing. Princeton Writing Program The Trustees Princeton University. Xudong, Deng et. al. No Publishment Year Attached. Academic Writing Development of ESL/EFL Graduate Students in NUS. National University of Singapore.