Microsoft Word - Fix Doc.rtf IT Journal Research and Development (ITJRD) Vol.5, No.2, Maret 2021, E-ISSN : 2528-4053 | P-ISSN : 2528-4061 DOI : 10.25299/itjrd.2021.vol5(2).5287 109 Journal homepage: http:/journal.uir.ac.id/index.php/ITJRD Pengaruh Kegunaan dan Kemudahan Terhadap Sikap Penggunaan Dengan Metode TAM Pada Sistem Informasi Magang Arif Setia Sandi A1, Bambang Soedijono2, Asro Nasiri3 Magister Teknik Informatika, Program Pascasarjana, Universitas AMIKOM Yogyakarta1,2,3 arif.11@students.amikom.ac.id1, bambang.s@amikom.ac.id2, asro@amikom.ac.id3 Article Info Abstrak History : Dikirim 15 Juli 2020 Direvisi 21 Juli 2020 Diterima 19 Agustus 2020 Sistem Informasi Magang menjadi salah satu penerapan teknologi informasi dalam dunia pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh manfaat penggunaan (Perceived Usefulness) dan kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use) terhadap sikap penggunaan (Attitude Toward Using) pada Sistem Informasi Magang menggunakan Techonolgy Acceptance Model. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional, dengan mendapatkan data, dan menghubungkan tiap variabel yang diujikan untuk mendapatkan hasil yang bervariatif. Hasil dari penelitian ini akan dijadikan sebagai salah satu bahan evaluasi untuk penentuan kebijakan berikutnya dalam penerapan sistem informasi magang kerja Kata Kunci : Attitude Toward Using Perceived Usefulness Perceived Ease of Use Sistem Informasi Magang Technology Acceptance Model © This work is licensed under a Creative Commons Attribution- ShareAlike 4.0 International License. Koresponden: Arif Setia Sandi Magister Teknik Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta Yogyakarta Email : arif.11@students.amikom.ac.id 1. PENDAHULUAN Meningkatnya ilmu dan teknologi informasi telah banyak mengubah paradigma dan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam menjalankan aktivitas dan kegiatannya. Perkembangan dan peranan teknologi informasi dalam sistem pendidikan telah membawa era baru perkembangan dunia pendidikan, namun perkembangan yang diharapkan menjadi inovasi baru tersebut belum diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia, yang mana peningkatan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menentukan keberhasilan dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya. Hal ini lebih desebabkan masih tertinggalnya sumber daya manusia kita untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan proses pendidikan. [1] Upaya peningkatan kinerja bidang pendidikan di masa mendatang diperlukan sistem informasi dan teknologi informasi yang memiliki banyak fungsi, tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung, tetapi lebih sebagai faktor utama untuk mendukung keberhasilan dunia pendidikan sehingga mampu bersaing di pasar global.[1] Perkembangan sistem informasi yang semula berbasis client-server menjadi berbasis web yang diproses di sisi client, telah melahirkan berbagai sikap penerimaan atau penolakan dari pengguna dalam proses penggunaannya dengan berbagai alasan. Oleh karena itu perlu dilakukan IT Jou Res and Dev, Vol.5, No.2, Maret 2021 : 109 - 117 Arif, Pengaruh Kegunaan dan Kemudahan Terhadap Sikap Penggunaan Dengan Metode TAM Pada Sistem Informasi Magang 110 analisa untuk mengetahui bagaimana sikap dan perilaku yang dirasakan pengguna atas penggunaan suatu sistem informasi. [2] Sistem informasi magang kerja merupakan salah satu pemanfaatan teknologi di bidang pendidikan yang menjadi langkah strategis dalam mengubah konsep pengolahan data dalam bentuk fisik menjadi data digital, dalam sistem tersebut melibatkan beberapa pihak seperti penyelenggara magang (dalam hal ini Sekolah Menengah Kejuruan), peserta magang (dalam hal ini peserta didik), dan penyedia tempat magang (dalam hal ini dunia industri atau instansi). Proses bisnis pada sistem magang kerja meliputi pendataan peserta magang, pendataan dunia industri atau instansi tempat magang, hingga kegiatan sehari-hari peserta magang dapat diolah dan diakses melalui satu sistem. Dengan berbagai permasalahan yang timbul, seperti pemanfaatan sistem informasi magang kerja kurang maksimal, dilihat dari jumlah data yang tersimpan pada sistem informasi bahwa peserta magang dianggap kurang aktif dalam kegiatan input jurnal kegiatan harian selama magang, hal tersebut perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui faktor apa yang berpengaruh terhadap penerimaan sistem tersebut. Evaluasi dilakukan dengan mengumpulkan data tanggapan dari pengguna, yang telah disiapkan dari beberapa variabel yang tepat dan sesuai kebutuhan analisis. Metode penerimaan suatu teknologi atau biasa disebut dengan Technology Accepted Model (TAM) merupakan salah satu metode analisis yang dapat digunakan untuk memprediksi respon atau penerimaan teknologi yang telah diimplementasikan, dengan teknik statistika untuk menghitung nilai pengaruh antar variabel yang digunakan. Model yang dikenalkan oleh Davis ini merupakan model yang paling banyak dipergunakan dalam penelitian sistem informasi, karena menghasilkan validitas atau tingkat keakuratan yang baik [2] . Ada dua konsep utama yang digunakan dalam menentukan penerimaan penggunaan teknologi, yakni perceived ease of use dan perceived usefulness. Perceived ease of use merupakan variabel untuk mengukur tingkat kepercayaan seseorang bahwa penggunaan teknologi informasi akan mudah dan tidak membutuhkan usaha yang keras. Perceived usefulness merupakan variabel untuk mengukur tingkat kepercayaan seseorang bahwa penggunaan teknologi informasi akan meningkatkan kinerja dan pekerjaannya. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Davis (1993). [3] Penggunaan metode Technology Acceptance Model pada penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Napitupulu (2017) atas sistem e-learning menunjukan bahwa persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan yang terdapat pada metode tersebut menyatakan hasil positif, dengan Persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) secara keseluruhan, 69.80% pengguna setuju dengan kemudahan pemakaian sistem e-learning di lingkungan universitas XYZ. (2) Persepsi kebermanfaatan (perceived usefulness) secara keseluruhan, 69.12% pengguna setuju dengan manfaat sistem e-learning di lingkungan universitas XYZ. [4] 2. METODE PENELITIAN 2.1 Pendekatan Kuantitatif Penulis mengunakan pendekatan kuantitatif sebagai jenis penelitian yang digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan menjelaskan hubungan sebab akibat antar variabel yang diteliti. Kelebihan dari penelitian kuantitatif adalah sebagai alat ukur untuk menguji dugaan atau hipotesis yang telah disiapkan, serta memberikan justifikasi signifikan terhadap temuan penelitian berdasarkan uji statistik, sehingga penelitian ini dapat dipakai untuk menjelaskan hubungan pada tiap variabel-variabel penelitian dengan menjelaskan besaran pengaruh dari independent variabel terhadap dependent variabel yang diuraikan antara beberapa indikator atau dimensi yang tercantum di dalam variabel yang telah ditentukan. [5] 2.2 Pengumpulan Data Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah berupa jawaban dari responden atas beberapa pertanyaan yang tertuang dalam kuisioner yang telah disebarkan kepada peserta magang, melalui bantuan pihak Bursa Kerja Khusus (BKK) dan guru wali kelas yang ada di sekolah. IT Jou Res and Dev, Vol.5, No.2, Maret 2021 : 109 - 117 Arif, Pengaruh Kegunaan dan Kemudahan Terhadap Sikap Penggunaan Dengan Metode TAM Pada Sistem Informasi Magang 111 2.3 Magang Yang dimaksud magang adalah model penyiapan calon tenaga kerja dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk terjun langsung dalam dunia kerja dan bekerja dibawah bimbingan beberapa orang pekerja ahli dalam kurun waktu lama, sehingga siswa magang benar-benar dapat melakukan pekerjaan seperti yang diajarkan oleh pembimbingnya, kemudian modal pengalaman yang didapat akan menjadi modal utama sebelum memasuki dunia kerja nyata setelah lulus dari sekolah. [6] 2.4 Sistem Informasi Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi darti suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan. [7] 2.5 Technology Acceptance Model (TAM) Model Penerimaan Teknologi atau biasa disebut dengan Technology Accepted Model (TAM) digunakan untuk memprediksi penerimaan pengguna terhadap penggunaan teknologi yang telah diimplementasikan. Model yang dikenalkan oleh Davis ini merupakan model yang paling banyak dipergunakan dalam penelitian sistem informasi, karena menghasilkan validitas yang baik. [2] TAM merupakan adaptasi dari teori yang dikembangkan oleh Fishbein, yaitu Theory of Reasoned Action (TRA) yang merupakan teori tindakan yang berlandaskan dengan satu asumsi bahwa reaksi dan persepsi seseorang terhadap sesuatu hal akan menentukan sikap dan perilaku orang tersebut. [2] 2.6 Perceived Usefulness Persepsi kegunaan merupakan variabel yang mendefinisikan sejauh mana seorang pengguna teknologi percaya bahwa mengunakan teknologi tertentu akan meningkatkan kinerja pekerjaannya. 2.7 Perceived Ease of Use Persepsi kemudahan merupakan variabel yang mendefinisikan sejauh mana seorang seorang pengguna teknologi percaya bahwa menggunakan teknologi tertentu dapat bebas dari usaha (Davis, 1989), bebas dari usaha yang dimaksudkan adalah seseorang tidak akan mengeluarkan tenaga dan waktu terlalu banyak untuk melakukan pekerjaannya, karena mudahnya penggunaan suatu sistem informasi akan menghemat waktu dan tenaga. 2.8 Attitude Toward Using Sikap terhadap perilaku dalam menggunakan teknologi sebagai perasaan positif atau negatif dari seseorang jika harus melakukan perilaku yang akan ditentukan (an individual’s positive or negative feelings about performing the target behavior) .[8] 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini, penulis menggunakan hipotesis sebagai berikut : 1. Pengaruh kemudahan (X1) terhadap sikap penggunaan (Y) 2. Pengaruh kegunaan (X2) terhadap sikap penggunaan (Y) Untuk menghitung nilai korelasi antar variabel yang digunakan pada penelitian ini, penulis menggunakan metode penyelesaian statistik menggunakan tools SPSS, antara lain : IT Jou Res and Dev, Vol.5, No.2, Maret 2021 : 109 - 117 Arif, Pengaruh Kegunaan dan Kemudahan Terhadap Sikap Penggunaan Dengan Metode TAM Pada Sistem Informasi Magang 112 1. Correlations Bivariate Pearson Merupakan proses analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variable satu terhadap variable lain secara linear . [9] Untuk mencari nilai korelasi antar variable, dapat menggunakan rumus Pearson Moment Product sebagai berikut : Gambar 1. Analisis Korelasi Pearson Moment Product 2. Reliability Statistic Dalam analisis statistik pada suatu penelitian, uji reliabilitas berfungsi untuk mengetahui tingkat konsistensi suatu angket yang digunakan oleh peneliti, sehingga angket tersebut dapat dihandalkan untuk mengukur variable penelitian, walaupun penelitian ini dilakukan berulang-ulang dengan angket atau kuisioner yang sama. 3. Regression Linear Analisis regresi linear sederhana atau dalam bahasa inggris disebut dengan nama simple linear regression digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh satu variabel bebas atau variabel independent atau variabel predictor atau variabel X terhadap variabel tergantung atau variabel dependen atau variabel terikat atau variabel Y. Untuk mendapatkan data pada penelitian ini, penulis melakukan penyebaran kuisioner kepada peserta magang dengan beberapa pertanyaan yang mewakili tiap-tiap variabel pada TAM yang digunakan, variabel tersebut adalah variabel persepsi kemudahan (X1), variabel persepsi kegunaan (X2), dan variabel sikap penggunaan (Y). Dari variabel tersebut diberikan pembobotan skala untuk setiap pilihannya dengan ketentuan sebagai berikut : Tabel 1. Pembobotan Jawaban Jawaban Bobot Sangat Tidak Setuju (STS) Skor 1 Tidak Setuju (TS) Skor 2 Netral (N) Skor 3 Setuju (S) Skor 4 Sangat Setuju (SS) Skor 5 3.1 Distribusi Jawaban Responden Berikut adalah hasil jawaban responden terhadap tiga variabel untuk masing-masing item yang tercantum pada table dibawah ini. IT Jou Res and Dev, Vol.5, No.2, Maret 2021 : 109 - 117 Arif, Pengaruh Kegunaan dan Kemudahan Terhadap Sikap Penggunaan Dengan Metode TAM Pada Sistem Informasi Magang 113 Tabel 2. Distribusi Jawaban Responden untuk Variabel Kemudahan Nomor Item STS TS N S SS R % R % R % R % R % X1.1 0 0,0 0 0,0 1 2,9 22 64,7 11 32,4 X1.2 0 0,0 0 0,0 9 26,5 18 52,9 7 20,6 X1.3 0 0,0 2 5,9 9 26,5 20 58,8 3 8,8 X1.4 0 0,0 3 8,8 12 35,3 18 52,9 1 2,9 Dari distribusi jawaban responden untuk variabel persepsi kemudahan yang ditunjukan pada tabel 2 didapatkan informasi sebagai berikut : a. Untuk pertanyaan nomor 1 dengan pertanyaan SIMMK mudah dioperasikan, terdapat 0 responden menjawab sangat tidak setuju, terdapat 0 responden menjawab tidak setuju, terdapat 1 responden atau 4,0% menjawab netral, terdapat 22 responden atau 64,7% menjawab setuju, dan terdapat 11 responden atau 32,4% menjawab sangat setuju. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa peserta magang menerima SIMMK karena kemudahannya untuk dioperasikan. b. Untuk pertanyaan nomor 2 dengan pertanyaan menu pada SIMMK mudah diakses, terdapat 0 responden menjawab sangat tidak setuju, terdapat 0 responden menjawab tidak setuju, terdapat 9 responden atau 26,5% menjawab netral, terdapat 18 responden atau 52,9% menjawab setuju, dan terdapat 7 responden atau 20,6% menjawab sangat setuju. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa peserta magang menerima SIMMK karena kemudahan akses menunya. c. Untuk pertanyaan nomor 3 dengan pertanyaan proses input jurnal harian mudah dioperasikan, terdapat 0 responden menjawab sangat tidak setuju, terdapat 2 responden atau 5,9% tidak setuju, terdapat 9 responden atau 26,5% menjawab netral, terdapat 20 responden atau 58,8% menjawab setuju, dan terdapat 3 responden atau 8,8% menjawab sangat setuju. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa peserta magang menerima SIMMK karena kemudahan proses input jurnal harian. d. Untuk pertanyaan nomor 4 dengan pertanyaan SIMMK mudah diakses ditempat manapun, terdapat 0 responden menjawab sangat tidak setuju, terdapat 3 responden atau 8,8% menjawab tidak setuju, terdapat 12 responden atau 35,3% menjawab netral, terdapat 18 responden atau 52,9% menjawab setuju, dan terdapat 1 responden atau 2,9% menjawab sangat setuju. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa peserta magang menerima SIMMK karena kemudahan akses ditempat manapun. Tabel 3. Distribusi Jawaban Responden untuk Variabel Kegunaan Nomor Item STS TS N S SS R % R % R % R % R % X2.1 0 0,0 0 0,0 3 8,8 22 64,7 9 26,5 X2.2 0 0,0 0 0,0 6 17,6 21 61,8 7 20,6 X2.3 0 0,0 0 0,0 11 32,4 19 55,9 4 11,8 X2.4 0 0,0 2 5,9 15 44,1 17 50,0 0 0,0 Dari distribusi jawaban responden untuk variabel persepsi kegunaan atau manfaat yang ditunjukan pada tabel 3 didapatkan informasi sebagai berikut : IT Jou Res and Dev, Vol.5, No.2, Maret 2021 : 109 - 117 Arif, Pengaruh Kegunaan dan Kemudahan Terhadap Sikap Penggunaan Dengan Metode TAM Pada Sistem Informasi Magang 114 a. Untuk pertanyaan nomor 1 dengan pertanyaan SIMMK menghemat waktu pemantauan peserta didik oleh guru pembimbing, terdapat 0 responden menjawab sangat tidak setuju, terdapat 0 responden menjawab tidak setuju, terdapat 3 responden atau 8,8% menjawab netral, terdapat 22 responden atau 64,7% menjawab setuju, dan terdapat 9 responden atau 26,5% menjawab sangat setuju. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa peserta magang menerima SIMMK karena faktor menghemat waktu pemantauan peserta oleh guru pembimbing. b. Untuk pertanyaan nomor 2 dengan pertanyaan Informasi yang dihasilkan aplikasi lebih akurat karena melalui proses validasi dari pembimbing magang, terdapat 0 responden menjawab sangat tidak setuju, terdapat 0 responden menjawab tidak setuju, terdapat 6 responden atau 17,6% menjawab netral, terdapat 21 responden atau 61,8% menjawab setuju, dan terdapat 7 responden atau 20,6% menjawab sangat setuju. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa peserta magang menerima SIMMK karena factor akurasi data. c. Untuk pertanyaan nomor 3 dengan pertanyaan SIMMK membantu proses pelaporan kegiatan magang saya, terdapat 0 responden menjawab sangat tidak setuju, terdapat 0 responden menjawab tidak setuju, terdapat 11 responden atau 32,4% menjawab netral, terdapat 19 responden atau 55,9% menjawab setuju, dan terdapat 4 responden atau 11,8% menjawab sangat setuju. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa peserta magang menerima SIMMK karena dianggap membantu dalam proses pelaporan kegiatan magang. d. Untuk pertanyaan nomor 4 dengan pertanyaan dapat melihat laporan dari setiap kegiatan yang telah dilakukan, terdapat 0 responden menjawab sangat tidak setuju, terdapat 2 responden atau 5,9% menjawab tidak setuju, terdapat 15 responden atau 44,1% menjawab netral, terdapat 17 responden atau 50,0% menjawab setuju, dan terdapat 0 responden menjawab sangat setuju. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa peserta magang menerima SIMMK karena peserta dapat melihat laporan dari tiap kegiatan yang telah dilakukannya. Tabel 4. Distribusi Jawaban Responden untuk Variabel Sikap Penggunaan Nomor Item STS TS N S SS R % R % R % R % R % Y1 0 0,0 0 0,0 0 0,0 16 47,1 18 52,9 Y2 0 0,0 1 2,9 5 14,7 24 70,6 4 11,8 Dari distribusi jawaban responden untuk variabel sikap penggunaan yang ditunjukan pada tabel 4 didapatkan informasi sebagai berikut : a. Untuk pertanyaan nomor 1 dengan pertanyaan SIMMK merupakan inovasi yang baik, terdapat 0 responden menjawab sangat tidak setuju, terdapat 0 responden menjawab tidak setuju, terdapat 0 responden menjawab netral, terdapat 16 responden atau 47,1% menjawab setuju, dan terdapat 18 responden atau 52,9% menjawab sangat setuju. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa peserta magang menganggap adanya SIMMK adalah sebuah inovasi yang baik untuk diterapkan. b. Untuk pertanyaan nomor 2 dengan pertanyaan saya merasa senang menggunakan SIMMK, terdapat 0 responden menjawab sangat tidak setuju, terdapat 1 responden atau 2,9% menjawab tidak setuju, terdapat 5 responden atau 14,7% menjawab netral, terdapat 24 responden atau 70,6% menjawab setuju, dan terdapat 4 responden atau 11,8% IT Jou Res and Dev, Vol.5, No.2, Maret 2021 : 109 - 117 Arif, Pengaruh Kegunaan dan Kemudahan Terhadap Sikap Penggunaan Dengan Metode TAM Pada Sistem Informasi Magang 115 menjawab sangat setuju. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa peserta magang merasa senang menggunakan SIMMK adalah sesuai. 3.2 Uji Validitas Uji validitas merupakan hasil uji yang menunjukan tingkat kemampuan instrumenn yang digunakan untuk mengukur apa yang diukur. Hasil validitas dapat dieketahui sebagai berikut : - Nilai r hitung > r table, maka instrumen dinyatakan valid - Nilai r hitung < r table, maka instrumen dinyatakan tidak valid - Nilai r table dengan N = 25 pada signifikansi 5% maka diketahui table adalah 0,396. Sehingga apabila r hitung > 0,396 maka instrumen dinyatakan valid. Berikut ini data hasil uji validitas untuk instrumen pada tiap variabel : Tabel 5. Hasil Uji Validitas Instrumen pada persepi Kemudahan (X1) Butir Pertanyaan r-hitung r-tabel Keterangan X1.1 0.751 0.339 Valid X1.2 0.735 0.339 Valid X1.3 0.765 0.339 Valid X1.4 0.622 0.339 Valid Dari hasil uji validitas instrumen pada persepsi kemudahan, maka dapat disimpulkan bahwa keempat instrumen yang digunakan adalah valid. Tabel 6. Hasil Uji Validitas Instrumen pada persepi Kegunaan (X2) Butir Pertanyaan r-hitung r-tabel Keterangan X2.1 0.554 0.339 Valid X2.2 0.708 0.339 Valid X2.3 0.734 0.339 Valid X2.4 0.833 0.339 Valid Dari hasil uji validitas instrumen pada persepsi kegunaan atau manfaat, maka dapat disimpulkan bahwa keempat instrumen yang digunakan adalah valid. Tabel 7. Hasil Uji Validitas Instrumen pada penerimaan sistem (Y) Butir Pertanyaan r-hitung r-tabel Keterangan Y1 0.814 0.339 Valid Y2 0.881 0.339 Valid Dari hasil uji validitas instrument pada persepsi kemudahan, maka dapat disimpulkan bahwa instrument yang digunakan adalah valid. 3.3 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana instrumen tersebut diukur beberapa kali dan hasilnya relatif sama. Nilai cronbach alpha > 0,60 menunjukan bahwa kuisioner yang digunakan untuk mengukur suatu variabel adalah reliabel. Sebaliknya, jika nilai cronbach alpha < 0.60 maka kuisioner yang digunakan dianggap tidak reliabel. Berikut adalah hasil nilai Cronbach alpha pada variabel yang digunakan : IT Jou Res and Dev, Vol.5, No.2, Maret 2021 : 109 - 117 Arif, Pengaruh Kegunaan dan Kemudahan Terhadap Sikap Penggunaan Dengan Metode TAM Pada Sistem Informasi Magang 116 Tabel 8. Hasil Uji Reliabilitas Nomor Variabel Nilai Cronbach alpha Keterangan 1 Persepsi Kemudahan (X1) 0.674 Reliabel 2 Persepsi Kegunaan (X2) 0.671 Reliabel 3 Sikap Penggunaan (Y) 0.604 Reliabel Dari hasil uji reliabilitas pada tiap variabel yang digunakan, maka dapat disimpulkan ketiga variabel tersebut dinyatakan reliabel Tabel 9. Hasil Uji Regresi Linear Variabel Unstandarddrized Coefficients (B) Sig. Persepsi Kemudahan (X1) 0.040 0.793 Persepi Kegunaan (X2) 0.634 0.001 4. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Persepsi kemudahan tidak memberikan pengaruh terhadap sikap penggunaan pada SIMMK. Para peserta magang menganggap bahwa persepsi kemudahan tidak berpengaruh terhadap sikap pengguna dalam menggunakan SIMMK. Dibuktikan dengan nilai signifikan 0.793 lebih besar dari 0.01 dan nilai standard coefficients (Beta) sebesar 0.040. 2. Persepsi kegunaan berpengaruh positif terhadap sikap penggunaan pada SIMMK dengan nilai signifikan 0.001 lebih kecil dari 0.01 dan nilai standard coefficients (Beta) sebesar 0.634. berdasarkan hasil uji t, Hipotesis ini mengatakan bahwa persepsi kegunaan berpengaruh positif terhadap sikap penggunaan pada SIMMK adalah sesuai. Para peserta magang beranggapan bahwa SIMMK dapat memberikan manfaat, sehingga peserta magang dapat menerima adanya SIMMK. 3. Persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan menjadi faktor penting dalam penerimaan SIMMK karena memiliki presentasi penerimaan yang besar. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Napitupulu (2017) yang menyatakan bahwa persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan memiliki pengaruh yang besar. 4. Metode TAM cocok untuk digunakan sebagai metode analisis penerimaan Teknologi pada SIMMK. DAFTAR PUSTAKA [1] H. Budiman, “Peran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan,” Al- Tadzkiyyah J. Pendidik. Islam, 2017. [2] Hariyadi and R. Rival, “PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DIGITAL LIBRARY UR DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL DI FISIP UNIVERSITAS RIAU,” JOM FISIP, 2017. [3] F. D. Davis, “Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology,” MIS Q. Manag. Inf. Syst., 1989, doi: 10.2307/249008. [4] D. Napitupulu, “Kajian penerimaan e-learning dengan pendekatan TAM,” Pros. Semin. Nas. Multidisiplin Ilmu Univ. Budi Luhur, Jakarta, 2017. IT Jou Res and Dev, Vol.5, No.2, Maret 2021 : 109 - 117 Arif, Pengaruh Kegunaan dan Kemudahan Terhadap Sikap Penggunaan Dengan Metode TAM Pada Sistem Informasi Magang 117 [5] A. Lubis, “Evaluasi Tingkat Penerimaan Sistem Informasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik Oleh Pengusaha menggunakan Metode Technology Acceptance Model (Studi Kasus Rokan Hulu),” J. Ilm. Cano Ekon., 2014, [Online]. Available: http://e- journal.upp.ac.id/index.php/Cano/article/view/1274/pdf_51. [6] Samidjo, “Efektifitas Pelaksanaan Magang Industri Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin,” Taman Vokasi, 2017, doi: 10.30738/jtvok.v5i2.2528. [7] J. Hutahaean, Konsep Sistem Informasi. 2014. [8] H. Hanafi, Kertahadi, and H. Susilo, “Pengaruh Persepsi Kemanfaatan Dan Persepsi Kemudahan Website UB Terhadap Sikap Penggunadengan Pendekatan Tam (Survei Pada Anggota Website www.ub.ac.id Mahasiswa FIA Bisnis Dan Publik TA 2011-2012 Universitas Brawijaya Malang),” J. Adm. dan Bisnis, 2013. [9] S. B. Nugroho, D. Nugroho, and Kustanto, “Korelasi Antara Prestasi Akademik Dengan Tingkat Kemampuan TIK Pada Sekolah Dasar Negeri 3 Malangjiwan,” J. TIKomSiN, vol. 2, no. 2, pp. 10–14, 2014, [Online]. Available: https://p3m.sinus.ac.id/jurnal/index.php/TIKomSiN/article/view/166. BIOGRAFI PENULIS Arif Setia Sandi A., born Brebes 11 Maret 1996. Has an educational background in the computer field. Currently a Master’s Students of Informatics Engineering at University of Amikom Yogyakarta. The author can be contacted at the email address : arif.11@students.amikom.ac.id Bambang Soedijono is a lecturer in the informatics engineering master's program in Yogyakarta Amikom University. The author can be contacted at the email address : bambang.s@amikom.ac.id Asro Nasiri is a lecturer in the informatics engineering master's program in Yogyakarta Amikom University. completed her master's degree in informatics engineering at STMIK AMIKOM of Yogyakarta. The author can be contacted at the email address : asro@amikom.ac.id