Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 11 No. 2, halaman: 148-165, Juli 2010 148 PENGARUH SIZE, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, RISIKO, DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP STRUKTUR MODAL (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA) Siti Hardanti & Barbara Gunawan E-mail : Sitihardanti@gmail.com Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ABSTRACT This research was carried out to test the influence of the size, liquidity, profitability, risks and sales growth towards the simultaneously and partially capital structure. The object of this research was all manufacture industries listed in Indonesian Stocks Exchange (ISE). The sample of this research was 71 manufacture industries selected using the purposive sampling technique which was based on three criteria: 1) the manufacture industries that were listed and active in the Indonesian Stock Exchange during the research period; 2) The companies had positive profits during the research period; 3) The manufacture companies that must have complete data in Indonesian Capital Market Directory (ICMD). The research data were secondary data which were obtained from ICMD in the years of 2005-2008 in the ISE UMY Corner. The result of analysis showed three findings. 1) Simultaneously, the size, liquidity, profitability, risks, and sales growth influence the capital structure. 2) Partially, the size gave positive and significant influence towards capital structure, while the liquidity and profitability gave negative significant influence towards the capital structure. 3) Partially, the risks and sales growth did not influence the capital structure. Keywords: Capital Structure, Size, Liquidity, Profitability, Risks, and Sales Growth. PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Di era pembangunan seperti saat ini, persaingan di dunia usaha baik sektor industri maupun jasa menjadi semakin ketat. Kondisi ini menjadikan setiap perusahaan saling berusaha untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan (Wijaya dan Hadianto, 2008). Dalam manajemen keuangan, salah satu unsur yang perlu diperhatikan adalah mengenai seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dana yang akan digunakan untuk beroperasi dan mengembangkan usahanya. Pada prinsipnya, setiap perusahaan membutuhkan dana untuk membiayai operasinya sehari-hari, untuk investasi ataupun untuk kepentingan lainnya. Pemenuhan kebutuhan dana tersebut dapat berasal dari hasil operasi perusahaan (sumber internal) atau sumber external. Salah satu permasalahan yang mendasar pada sebuah perusahaan adalah mengenai struktur modal. Siti Hardanti & Barbara Gunawan, Pengaruh Size, Likuiditas,...... 149 Struktur modal (Husnan, 2000) adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dengan modal sendiri. Karena itu para manajer keuangan harus tetap memperhatikan cost of capital dalam menetapkan apakah kebutuhan dana perusahaan dipenuhi dengan modal sendiri atau dipenuhi dengan modal asing (Sukarno, 2004). Seorang manajer keuangan mempunyai peranan penting dalam pengambilan keputusan pendanaan perusahaan. Proses pengambilan keputusan untuk memilih pendanaan mana yang lebih efisien sering sekali menjadi dilema bagi manajer keuangan (Nurrohim, 2008). Dalam mengelola struktur modal, sebuah perusahaan harus sangat berhati-hati karena adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan struktur modal yang banyak dan kompleks serta mempunyai konsekuensi finansial yang berbeda-beda. Keputusan pendanaan dan rencana investasi yang dibuat oleh perusahaan dapat membentuk suatu struktur modal yang dapat meminimumkan biaya modal sehingga dapat memaksimumkan usaha dalam mencapai salah satu tujuan perusahaan yaitu kesejahteraan para pemegang saham (Djakman dan Halomoan, 2001). Mengingat banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal dan pentingnya struktur modal sebuah perusahaan, maka banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap struktur modal. Selain penelitian juga terdapat teori-teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan mengenai perilaku pendanaan perusahaan. Teori tersebut antara lain signaling theory, pecking order theory, dan trade off theory. Rumusan Masalah Penelitian (1) Apakah ukuran perusahaan (size) berpengaruh positif terhadap struktur modal? (2) Apakah likuiditas berpengaruh negatif terhadap struktur modal? (3) Apakah profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal? (4) Apakah risiko berpengaruh negatif terhadap struktur modal? (5) Apakah pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap struktur modal? Tujuan Penelitian (1) Untuk menguji apakah ukuran perusahaan (size) berpengaruh positif terhadap struktur modal. (2) Untuk menguji apakah likuiditas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. (3) Untuk menguji apakah profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. (4) Untuk menguji apakah risiko berpengaruh negatif terhadap struktur modal. (5) Untuk menguji apakah pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap struktur modal. KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Hasil Penelitian Terdahulu Wijaya dan Hadianto (2008) dalam penelitiannya menemukan bukti bahwa struktur aktiva dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Jurnal Akuntansi dan Investasi 11 (2), 148-165, Juli 2010 150 Likuiditas ditemukan berpengaruh negatif terhadap struktur modal dan mendukung pecking order theory, sedangkan profitabilitas ditemukan berpengaruh positif terhadap struktur modal. Penelitian yang dilakukan Nurrohim (2008) menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Aditya (2006) melakukan penelitian dengan judul studi empiris faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta periode tahun 2000-2003. Hasil dari penelitian tersebut menemukan bahwa ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap struktur modal. Sedangkan variabel likuiditas dan profitabilitas mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal. Margaretha dan Sari (2005) meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal perusahaan multinasional di Indonesia periode 2000-2004. Berdasarkan hasil penelitan, peneliti menemukan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang negatif terhadap struktur modal. Prabansari dan Kusuma (2005) melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal perusahaan manufaktur go public di Bursa Efek Jakarta. Secara parsial ukuran perusahaan mempunyai pengaruh positif terhadap struktur modal, sedangkan risiko bisnis mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur modal. Nasruddin (2004) meneliti faktor-faktor yang menentukan keputusan struktur modal pada perusahaan industri farmasi di Bursa Efek Jakarta tahun 1998-2001. Hasil penelitian menunjukkan variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan risiko memiliki pengaruh positif yang signifikan dengan rasio hutang, dan variabel risiko memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan rasio hutang. Saidi (2002) meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal pada perusahaan manufaktur go public di BEJ tahun 1997-2002. Secara parsial menunjukkan variabel ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap struktur modal, sementara risiko bisnis berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Harjanti dan Tandelilin (2007) meneliti pengaruh firm size, tangible assets, growth opportunity, profitability, dan business risk pada struktur modal perusahaan manufaktur di BEJ. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa firm size mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap leverage (proksi struktur modal) sedangkan profitability berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal. Variabel lain yaitu growth opportunity dan business risk tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Penelitian lain juga dilakukan oleh Sartono dan Sriharto (1999) mengenai faktor-faktor penentu struktur modal perusahaan manufaktur di Indonesia tahun 1994-1997. Dalam rentang waktu penelitian antar tahun 1994-1997, hanya faktor size, profitability, dan growth yang terbukti mempengaruhi struktur modal. Struktur Modal Modal menurut Munawir (2001) dalam Prabansari dan Kusuma (2005) menggambarkan hak pemilik atas perusahaan, yang timbul sebagai akibat penanaman (investasi) yang dilakukan oleh pemilik atau Siti Hardanti & Barbara Gunawan, Pengaruh Size, Likuiditas,...... 151 para pemilik. Menurut Husnan (2000) struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dengan modal sendiri. Struktur modal menurut Sartono (1998) dalam Setyawan dan Laksito (2008) adalah perimbangan jumlah hutang jangka pendek yang bersifat permanen, hutang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa dalam suatu perusahaan. Dalam melakukan investasi, perusahaan berusaha untuk menciptakan nilai, yaitu selisih lebih antara pengembalian atas proyek dengan nilai ekonomis yang dikorbankan untuk proyek tersebut. Oleh karena itu struktur modal akan menentukan sejauh mana, bagaimana nilai diciptakan yang tercermin dari laba dan harga saham perusahaan (Nanok, 2008). Struktur modal yang optimum (Riyanto, 2001) adalah strutur modal yang dapat meminimumkan biaya penggunaan modal rata-rata (average cost of capital). Oleh karena itu, manajemen dalam menetapkan struktur modal tidak bersifat kaku (dengan satu patokan) tetapi disesuaikan dengan keadaan perusahaan (Djakman dan Halomoan, 2001). Menurut Warner (1997) dalam Sofiati (2001) semakin besar penggunaan hutang tidak akan meningkatkan nilai perusahaan karena keuntungan dari biaya hutang yang lebih murah ditutup dengan naiknya biaya modal sendiri. Berikut beberapa diantara teori tentang struktur modal adalah Signaling Theory menurut Brigham dan Houston (1999) dalam Andrianto dan Wibowo (2007) perusahaan dengan prospek yang menguntungkan akan mencoba menghindari penjualan saham dan mengusahakan setiap modal baru yang diperlukan dengan cara-cara lain, termasuk penggunaan hutang yang melebihi target struktur modal yang optimal. Teori lain dikemukakan oleh Myers (1984) dalam Christianti (2008) yang menyatakan bahwa perusahaan menyukai internal financing (pendanaan dari hasil operasi perusahaan). Apabila pendanaan dari luar (exsternal financing) diperlukan, maka perusahaan akan menerbitkan sekuritas yang paling aman terlebih dahulu. Lain halnya dengan Trade Off Theory dimana keputusan terbaik adalah keputusan yang moderat dengan mempertimbangkan kedua instrumen pembiayaan (Nurrohim, 2008). Menurut Brigham (2001), hutang mempunyai keuntungan pada biaya bunga yang mempengaruhi penghasilan kena pajak, sehingga hutang menjadi lebih rendah. Ukuran Perusahaan (Size) Ukuran perusahaan dapat diartikan sebagai besar kecilnya perusahaan. Ukuran perusahaan juga menunjukkan aktivitas yang dimiliki perusahaan. Ukuran perusahaan terbukti memiliki peranan penting dalam menentukan pilihan struktur modal yang akan digunakan oleh suatu perusahaan. Perusahaan besar akan lebih mudah memperoleh modal di pasar modal dibandingkan dengan perusahaan kecil karena perusahaan besar memiliki probabilitas yang lebih besar untuk memenangkan persaingan atau bertahan dalam industri. Perusahaan besar cenderung untuk mengungkapkan lebih banyak informasi kepada investor luar daripada perusahaan kecil (Nasruddin, 2004). Perusahaan yang semakin besar maka perusahaan tersebut akan membutuhkan modal yang tinggi pula, sehingga perusahaan mengambil kebijakan Jurnal Akuntansi dan Investasi 11 (2), 148-165, Juli 2010 152 untuk menambah modal dari pihak luar (hutang). Penelitian yang dilakukan oleh Sartono dan Sriharto (1999), Aditya (2006), Saidi (2002) serta Harjanti dan Tandelilin (2007), bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap struktur modal. Pengaruh lain ditunjukkan dengan hasil penelitian Margaretha dan Sari (2005) serta Nasruddin (2004) yang menemukan bukti bahwa ukuran perusahaan mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur modal. Berdasarkan analisis dan temuan hasil penelitian terdahulu, maka diturunkan hipotesis: H1: Ukuran perusahaan (size) berpengaruh positif terhadap struktur modal. Likuiditas Posisi likuiditas perusahaan berhubungan dengan apakah perusahaan mampu melunasi kewajibannya yang jatuh tempo dalam jangka pendek. Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan hubungan kas dan aktiva lancar lainnya dengan kewajiban lancar (Brigham dan Houston, 2001). Jumlah alat-alat pembayaran (alat-alat likuid) yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada suatu saat tertentu merupakan “kekuatan membayar” dari perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan yang banyak menggunakan aktiva lancar berarti perusahaan tersebut dapat menghasilkan aliran kas untuk membiayai aktivitas operasi dan investasinya (Wijaya dan Hadianto, 2008). Ukuran rasio lancar yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil melunasi hutang jangka pendeknya. Berkurangnya hutang jangka pendek berakibat menurunnya proporsi hutang dalam struktur modal. Penelitian terdahulu oleh Wijaya dan Hadianto (2008), menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh negatif terhadap struktur modal perusahaan. Selain itu juga dalam penelitian yang dilakukan oleh Aditya (2006) menemukan bukti bahwa variabel dependen yaitu likuiditas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Berdasarkan analisis dan temuan hasil penelitian terdahulu, maka diturunkan hipotesis: H2: Likuiditas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Profitabilitas Tujuan perusahaan secara umum didirikan adalah menghasilkan laba atau keuntungan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang (Wijaya dan Hadianto, 2008). Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Sartono dan Sriharto (1999) mengatakan bahwa tingkat pengembalian yang tinggi memungkinkan untuk membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaan dengan dana yang dihasilkan secara internal. Tingkat pengembalian yang tinggi atas investasi menjadikan penggunaan hutang yang relatif kecil. Karena itu perusahaan yang mampu mendapatkan keuntungan yang tinggi (profitable) akan cenderung banyak memanfaatkan dana sendiri untuk keperluan investasi (Setyawan dan Laksito, 2008). Penelitian yang dilakukan oleh Nurrohim (2008), Nasruddin (2004), Sartono dan Sriharto (1999), Aditya (2006), Prabansari dan Kusuma (2005), serta Harjanti dan Tandelilin (2007) menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap Siti Hardanti & Barbara Gunawan, Pengaruh Size, Likuiditas,...... 153 struktur modal. Hasil berbeda (Wijaya dan Hadianto, 2008) serta Saidi (2002) yang menemukan bukti bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Berdasarkan analisis dan temuan hasil penelitian terdahulu, maka diturunkan hipotesis: H3: Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Risiko Risiko adalah ketidakpastian yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Apabila perusahaan tidak dapat menanggung biaya-biaya operasi yang ditimbulkan dalam kegiatan operasinya maka perusahaan tersebut akan dihadapkan pada risiko kebangkrutan. Risiko perusahaan diukur oleh dampak proyek terhadap ketidakpastian tentang laba perusahaan di masa depan (Brigham dan Houston, 2001). Risiko perusahaan yang tinggi pada umumnya lebih mengutamakan pendanaan internal daripada penggunaan hutang maupun penerbitan saham. Penelitian yang dilakukan oleh Prabansari dan Kusuma (2005) menunjukkan bahwa risiko bisnis berpengaruh negatif terhadap struktur modal perusahaan. Selain itu Nasruddin (2004) juga melakukan penelitian yang menemukan bukti bahwa risiko bisnis perusahaan berpengaruh negatif terhadap stuktur modal. Berdasarkan analisis dan temuan hasil penelitian terdahulu, maka diturunkan hipotesis: H4: Risiko berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Pertumbuhan Penjualan Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan tinggi kemungkinan akan kekurangan pendapatan untuk mendanai pertumbuhan tinggi tersebut secara internal. Pertumbuhan penjualan yang relatif stabil dapat lebih aman memperoleh lebih banyak pinjaman dan menanggung beban tetap yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang penjualannya tidak stabil (Saidi 2004). Sebaliknya, perusahaan dengan tingkat pertumbuhan rendah, kebutuhan modal baru relatif kecil, sehingga dapat dipenuhi oleh laba ditahan (Setyawan dan Laksito, 2008). Sartono (1998) dalam Sukarno (2004) berpendapat bahwa perusahaan dengan tingkat pertumbuhan tinggi cenderung menggunakan sumber dana dari luar. Penelitian yang dilakukan oleh Sartono dan Sriharto (1999) serta Aditya (2006) menunjukkan bukti bahwa perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi cenderung menggunakan sumber dari luar sehingga semakin tinggi struktur modalnya. Berdasarkan analisis dan temuan hasil penelitian terdahulu, maka diturunkan hipotesis: H5: Pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap struktur modal Jurnal Akuntansi dan Investasi 11 (2), 148-165, Juli 2010 154 Gambar 1 Model Penelitian METODA PENELITIAN Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang aktif dan terdaftar di BEI selama tahun 2005-2008. Sektor manufaktur dipilih untuk menghindari adanya industrial effect, yaitu risiko industri yang berbeda antara sektor industri yang satu dengan yang lain. Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa Indonesian Capital Market Directory (ICMD) yang terdapat di Pojok BEI UMY. Teknik Pengambilan Sampel Pemilihan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria: 1)Perusahaan telah terdaftar dan aktif di BEI selama periode penelitian. 2)Perusahaan mempunyai data ICMD yang lengkap selama tahun 2005, 2006, 2007, dan 2008 di pojok BEI UMY. 3)Perusahaan yang menghasilkan laba positif selama periode penelitian. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, yaitu metode pengumpulan data menggunakan data dari media cetak dan media elektronik yang berhubungan dengan pokok permasalahan. Definisi Operasional Variabel Penelitian Variabel Dependen (Y) Variabel dependen dalam penelitian ini adalah struktur modal yaitu perimbangan antara modal sendiri dengan modal asing (Sujoko dan Soebiantoro, 2007). Struktur modal dalam penelitian ini menggunakan Total Debt to Total Assets (TDTA) yaitu rasio total hutang terhadap total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan pada akhir tahun tertentu (Wijaya dan Hadianto, 2008). TDTA = Total Hutang/ Total Aktiva Ukuran Perusahaan (Size) Likuiditas Profitabilitas Risiko Pertumbuhan Penjualan Struktur Modal Siti Hardanti & Barbara Gunawan, Pengaruh Size, Likuiditas,...... 155 Variabel Independen Size (X1) Mengacu penelitian yang dilakukan Wijaya dan Hadianto (2008), ukuran perusahaan diproksi dengan logaritma natural total penjualan perusahaan selama satu tahun tertentu. Size = Ln (Total Penjualan) Likuiditas (X2) Likuiditas yang dimaksudkan yaitu rasio lancar (current ratio) perusahaan pada akhir periode tahun tertentu (Aditya, 2006). Current Ratio = Total Aktiva Lancar/Total Kewajiban Lancar Profitabilitas (X3) Profitabilitas pada penelitian ini diukur dengan rumus sebagai berikut (Aditya, 2006): Net Profit Margin (NPM) = Total Laba Bersih/Total Penjualan Risiko (X4) Risiko bisnis dalam penelitian ini diukur menggunakan Basic Earning Power Ratio. Basic Earning Power Ratio = EBIT/Total Aktiva Pertumbuhan Penjualan (X5) Pertumbuhan penjualan dihitung sebagai persentase pertumbuhan penjualan pada tahun tertentu terhadap tahun sebelumnya (Aditya, 2006). Pertumbuhan penjualan = Penjualan tahun t – penjualan tahun t-1 Penjualan tahun t-1 Statistik Deskriptif Tata cara pengumpulan, pencatatan, penyusunan dan penyajian data penelitian dalam bentuk tabel frekuensi atau grafik dan selanjutnya dilakukan pengukuran nilai-nilai statistiknya seperti rata-rata (mean) dan standar deviasi (Ietje, 2006). Uji Kualitas Data (Uji Asumsi Klasik) Sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik pada model regresi. Uji Normalitas Penelitian ini menggunakan uji normalitas dengan One-Sample Kolmogorov-Smirnov. Pengujian One-Sample Kolmogorov-Smirnov dikatakan memenuhi asumsi normalitas apabila nilai signifikannya lebih besar daripada alpha 0,05. Uji Multikolonieritas Untuk menguji ada tidaknya multikolonieritas dilihat dari nilai tolerance atau VIF. Model regresi akan bebas dari multikolonieritas jika nilai tolerance > 0,10 atau jika VIF < 10 (Ghozali, 2006). Uji Autokorelasi Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi (Algifari, 2000). Pengujian autokorelasi dalam penelitian ini melalui Run test dan tidak terjadi autokorelai apabila nilai asymp. sig. > alpha 0,05 (Ghozali, 2006). Uji Heteroskedastisitas Metode yang digunakan untuk mendeteksi adanya heteroskedastisitas pada penelitian ini adalah dengan uji White dengan meregres residual kuadrat (U 2 t) dengan variabel independen, variabel independen kuadrat dan perkalian (interaksi) variabel independen. Dari persamaan regresi ini didapatkan nilai R 2 Jurnal Akuntansi dan Investasi 11 (2), 148-165, Juli 2010 156 untuk menghitung c 2 hitung, dimana c 2 hitung = n x R 2 . Pengujiannya adalah jika c 2 hitung < c 2 tabel, maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2006). Uji Hipotesis dan Analisis Data Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS versi 15 for windows. Secara umum persamaan untuk regresi linier berganda penelitian ini adalah: Y = β0 + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + β4 X4 + β5 X5 +  Y : Struktur modal perusahaan i pada tahun t β0 : Konstanta β1-5 : Koefisien variabel X1 : Size perusahaan i pada tahun t X2 : Likuiditas perusahaan i pada tahun t X3 : Profitabilitas perusahaan i pada tahun t X4 : Risiko perusahaan i pada tahun t X5 : Pertumbuhan penjualan perusahaan i pada tahun t  : error Uji Koefisien Determinasi (Adjusted Rsquare) Nilai Adjusted Rsquare menunjukkan seberapa besar model regresi mampu menjelaskan variasi variabel tergantung. Uji nilai F (secara bersama-sama) Uji nilai F adalah uji untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu struktur modal, apabila nilai signifikansi Fhitung lebih kecil dari alpha (0,05). Uji nilai t (secara individu) Uji nilai t adalah uji yang digunakan untuk menguji keterkaitan secara individu antara variabel bebas variabel terikat yaitu struktur modal. Koefisien regresi digunakan untuk mengetahui kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat sedangkan hipotesis diterima jika nilai sig (P value) < 0,05 (α). ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Berdasarkan teknik purposive sampling dapat diketahui dari seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI terdapat 71 perusahaan dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 yang memenuhi kriteria. Berdasarkan tabel 1 maka dapat diketahui rata-rata (mean) dan standar deviasi untuk masing-masing variabel. Hasil tersebut menunjukkan 71 perusahaan sampel penelitian dengan periode penelitian empat tahun, sehingga jumlah observasi penelitian sebanyak 284. Berdasarkan tabel tersebut juga dapat dijelaskan bahwa struktur modal memiliki rata-rata sebesar 0,4709 dengan standar deviasi sebesar 0,19604. Ukuran perusahaan (size) memiliki rata-rata sebesar 13,9128 dengan standar deviasi sebesar 1,44012. Likuiditas memiliki rata-rata sebesar 2,3832 dengan standar deviasi sebesar 2,67337. Profitabilitas memiliki rata-rata sebesar 0,0623 dengan standar deviasi sebesar 0,06918. Risiko memiliki rata-rata sebesar 0,1088 dengan standar deviasi sebesar 0,12046 dan pertumbuhan penjualan memiliki rata-rata sebesar 0,2229 dengan standar deviasi sebesar 0,28290. Siti Hardanti & Barbara Gunawan, Pengaruh Size, Likuiditas,...... 157 Pengujian Asumsi Klasik Uji Normalitas Pada tabel 2 menunjukkan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,225 > alpha (0,05) berarti data berdistribusi normal dan model regresi memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolonieritas Pada tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,1 untuk semua variabel maka persamaan model regresi tidak mengandung masalah multikolonieritas. Autokorelasi Hasil perhitungan tabel 4 menunjukkan nilai test sebesar -0,00615 dengan probabilitas 0,634 > 0,05 (tidak signifikan), artinya tidak ada autokorelasi. Heteroskedastisitas Berdasarkan tabel 5 diperoleh nilai R 2 sebesar 0,323 dengan (n) sebesar 284 maka Chi- squares hitung (n x R 2 ) adalah sebesar 91,732 . Sedangkan nilai kritis Chi-squares tabel pada α = 5% dengan df sebesar 284 adalah 324,31. Chi squares hitung < nilai kritis Chi squares tabel, maka dapat disimpulkan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Pengujian Hipotesis Uji F (Uji Simultan) Berdasarkan tabel 7, diperoleh nilai signifikansi Fhitung sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa signifikan Fhitung lebih kecil dari signifikan 0,05, yang berarti dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan (size), likuiditas, profitabilitas, risiko, dan pertumbuhan penjualan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Koefisien Determinasi (Adjusted Rsquare) Berdasarkan tabel 8, diperoleh nilai Adjusted Rsquare sebesar 0,378, hal ini berarti 37,8% variasi perubahan struktur modal dapat dijelaskan oleh variasi perubahan dari ukuran perusahaan (size), likuiditas, profitabilitas, risiko, dan pertumbuhan penjualan. Dengan demikian terdapat 62,2% variasi perubahan struktur modal yang dijelaskan oleh variasi variabel lainnya di luar model penelitian ini. Uji t (secara individu) Dari tabel 6 tersebut dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut: Struktur Modal = 0,258+0,024Size- 0,033Likuiditas-0,567Profitabilitas Berdasarkan dari hasil yang ditunjukkan pada tabel 6 dapat diinterpretasikan hasil uji t sebagai berikut: Ukuran perusahaan (Size) Nilai signifikan ukuran perusahaan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 atau (0,000 < 0,05) dengan koefisien regresi sebesar 0,024, maka dapat dinyatakan ukuran perusahaan secara parsial mempunyai pengaruh yang positif signifikan terhadap struktur modal. Dengan demikian, hipotesis ke-1 (H1) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap struktur modal, diterima. Ukuran perusahaan terbukti memiliki peranan penting dalam menentukan pilihan struktur modal yang akan digunakan oleh suatu perusahaan. Perusahaan yang besar biasanya lebih memiliki reputasi yang lebih baik pada pasar hutang dan menghadapi kendala informasi yang lebih rendah saat melakukan pinjaman sehingga lebih mudah memperoleh modal di pasar dibandingkan dengan perusahaan kecil. Jurnal Akuntansi dan Investasi 11 (2), 148-165, Juli 2010 158 Dengan demikian, semakin besar ukuran perusahaan semakin memiliki tingkat hutang (dana eksternal) yang lebih besar. Hasil ini konsisten dengan penelitian Prabansari dan Kusuma (2005), Sartono dan Sriharto (1999), Aditya (2006), Saidi (2002), serta Harjanti dan Tandelilin (2007) bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung teori trade off yang menyatakan bahwa perusahaan besar cenderung menggunakan dana eksternal (hutang). Likuiditas Nilai signifikan likuiditas sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 atau (0,000 < 0,05) dengan koefisien regresi sebesar -0,033, maka dapat dinyatakan likuiditas secara parsial mempunyai pengaruh yang negatif signifikan terhadap struktur modal. Dengan demikian, hipotesis ke-2 (H2) yang menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh negatif terhadap struktur modal, diterima. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan menggunakan aktiva lancarnya dapat memenuhi kewajiban-kewajiban perusahaan dalam jangka pendeknya dari pada hutang jangka panjang, sehingga makin besar tingkat likuiditas perusahaan maka semakin kecil struktur modal perusahaan yang berarti semakin kecil penggunaan hutang (dana eksternal). Ketersediaan kas dan aktiva lancar lainnya yang dimiliki perusahaan selain persediaan ternyata mampu digunakan untuk menutup hutang jangka pendek perusahaan. Tertutupnya hutang jangka pendek mengakibatkan menurunnya proporsi hutang secara keseluruhan dalam struktur modal. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Wijaya dan Hadianto (2008) serta Aditya (2006). Hasil penelitian ini juga mendukung teori pecking order yang menyatakan bahwa perusahaan yang mempunyai kemampuan likuiditas tinggi cenderung menggunakan dana internal daripada dana external (hutang) Profitabilitas Nilai signifikan profitabilitas sebesar 0,003 lebih kecil dari 0,05 atau (0,003 < 0,05) dengan koefisien regresi sebesar -0,567, maka dapat dinyatakan profitabilitas secara parsial mempunyai pengaruh yang negatif signifikan terhadap struktur modal. Dengan demikian, hipotesis ke-3 (H3) yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal, diterima. Semakin tinggi keuntungan yang diperoleh perusahaan menjadikan kebutuhan dana khususnya dari investor baik dalam jangka pendek maupun panjangnya makin kecil. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi cenderung menggunakan dana internal untuk keperluan operasi maupun investasinya. Perusahaan dengan tingkat keuntungan yang lebih besar memiliki sumber pendanaan internal yang lebih besar dan memiliki kebutuhan untuk melakukan pembiayaan investasi melalui pendanaan external yang lebih kecil karena tingkat pengembalian yang tinggi kebutuhan dana dapat diperoleh dari laba ditahan. Hasil penelitian ini mendukung teori pecking order yang menyatakan bahwa bahwa perusahaan pertama akan menggunakan laba yang ditahan sebagai dana investasi dan kemudian beralih ke obligasi dan ekuitas baru hanya jika diperlukan. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurrohim (2008), Nasruddin (2004), Sartono dan Siti Hardanti & Barbara Gunawan, Pengaruh Size, Likuiditas,...... 159 Sriharto (1999), Prabansari dan Kusuma (2005), Aditya (2006), serta Harjanti dan Tandelilin (2007). Risiko Nilai signifikan risiko sebesar 0,121 lebih besar dari 0,05 atau (0,121 > 0,05) dengan koefisien regresi sebesar -0,174, maka dapat dinyatakan risiko secara parsial tidak mempunyai pengaruh terhadap struktur modal. Dengan demikian, hipotesis ke-4 (H4) yang menyatakan bahwa risiko berpengaruh negatif terhadap struktur modal, tidak diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa besar kecilnya risiko bisnis suatu perusahaan ternyata tidak mempengaruhi struktur modalnya. Perusahaan dengan risiko yang tinggi belum tentu lebih memilih pendanaan internal daripada external (hutang), demikian pula sebaliknya dengan risiko perusahaan yang rendah belum tentu akan lebih menyukai pendanaan dari luar untuk membiayai aktivitas operasi maupun investasinya. Hal tersebut, disesuaikan dengan kondisi perusahaan yang dihadapkan pada suatu keputusan yang mengharuskan perusahaan untuk menggunakan hutang karena kebutuhan perusahaan untuk melakukan perluasan usaha maupun keterbatasan dana yang mengharuskan perusahaan menggunakan dana dari luar. Perusahaan lebih menyukai keseimbangan antara pendanaan dari luar dengan modal sendiri untuk menghindari kebangkrutan sehingga tidak mengandalkan pada satu sumber pendanaan. Tidak berpengaruhnya risiko bisnis dalam penelitian ini dikarenakan pengukuran indikator risiko bisnis yang dihadapi perusahaan sulit untuk diukur atau ditentukan secara pasti. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Saidi (2002) serta Harjanti dan Tandelilin (2007) namun tidak konsisten dengan penelitian Prabansari dan Kusuma (2005) dan Nasruddin (2004). Pertumbuhan penjualan Nilai signifikan pertumbuhan penjualan sebesar 0,147 lebih besar dari 0,05 atau (0,147 > 0,05) dengan koefisien regresi sebesar 0,048, maka dapat dinyatakan pertumbuhan penjualan secara parsial tidak mempunyai pengaruh terhadap struktur modal. Dengan demikian, hipotesis ke-5 (H5) yang menyatakan bahwa pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap struktur modal, tidak diterima. Hal ini menunjukkan hipotesis yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pertumbuhan suatu perusahaan semakin tinggi pula pemakaian hutangnya tidak berlaku dalam penelitian ini. Keberadaan tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi maupun rendah ternyata tidak mempengaruhi pemilihan strktur modal perusahaan. Ketidaksignifikanan pengaruh pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal perusahaan dalam penelitian ini disebabkan karena faktor pengukuran indikator. Hal ini karena tingkat pertumbuhan bagi perusahaan diukur dengan menggunakan indikator pertumbuhan penjualan sedangkan tingkat pertumbuhan perusahaan tidak dapat diukur secara pasti dan tidak dapat hanya dilihat berdasarkan pertumbuhan penjualannya. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Harjanti dan Tandelin (2007) serta tidak konsisten dengan penelitian Aditya (2006). Jurnal Akuntansi dan Investasi 11 (2), 148-165, Juli 2010 160 KESIMPULAN Berdasarkan penelitian diatas, maka dapat disimpukan pertama, hasil pengujian regresi secara simultan menunjukkan adanya pengaruh antara variabel-variabel variabel ukuran perusahaan (size), likuiditas, profitabilitas, risiko dan pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Kedua, hasil pengujian secara parsial menunjukkan variabel-variabel ukuran perusahaan (size) berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal sedangkan likuiditas dan profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal, sedangkan risiko dan pertumbuhan penjualan ternyata tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Ketiga, hasil nilai koefisien determinasi atau Adjusted Rsquare sebesar 0,378 menunjukkan 37,8% variasi perubahan struktur modal dapat dijelaskan oleh variasi perubahan dari ukuran perusahaan (size), likuiditas, profitabilitas, risiko, dan pertumbuhan penjualan sedangkan 62,2% variasi perubahan struktur modal yang dijelaskan oleh variasi variabel lainnya di luar model penelitian ini. KETERBATASAN DAN SARAN Penelitian ini mempunyai keterbatasan diantaranya jumlah sampel terbatas hanya sebanyak 71 perusahaan dan hanya menggunakan sampel perusahaan manufaktur dengan tahun 2005-2008. Adapun saran yang dapat diajukan oleh penulis dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Bagi para manajer keuangan yang akan melakukan rencana pendanaan hendaknya tetap lebih berhati-hati terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi struktur modal. Penggunaan variasi variabel lain yang mungkin akan berpengaruh terhadap struktur modal misalnya, struktur kepemilikan dan tipe industri. Penggunaan proksi yang berbeda yang dapat mencerminkan tingkat risiko dan pertumbuhan perusahaan. DAFTAR REFERENSI Aditya, J. 2006. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Skripsi Mahasiswa S1 UII Algifari. 2000. Analisis Regresi, Edisi 2, Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Andrianto dan Wibowo. 2007. Pengujian Teori Pecking Order pada Perusahaan- perusahaan Non Keuangan LQ45 Periode 2001-2005. Jurnal Usahawan, No.12, Tahun XXXVI: 43-53. Brigham, F Eugene and Joel F Houston. 2001. Manajemen Keuangan, Edisi Kedelapan, Jakarta: Erlangga. Christianti, Ari. 2008. Pengujian Pecking Order Theory (POT): Pengaruh Leverage Terhadap Pendanaan Surplus dan Defisit pada Industri Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, Vol. 4, No.1. Siti Hardanti & Barbara Gunawan, Pengaruh Size, Likuiditas,...... 161 Djakman, C. D., dan Halomoan, G. 2001. Pengujian Pecking Order Hyphotesis pada Emiten di Bursa Efek Jakarta 1994 dan 1995. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia., Vol. 4, No.3, September: 303-313. Ghozali. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, UNDIP: Semarang. Hanafi. 2000. Analisis Laporan Keuangan, Edisi 2, Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Harjanti, T., dan Tandelilin, E. 2007. Pengaruh Firm Size, Tangible Assets, Growth Opportunity, Profitability, dan Business Risk pada Struktur Modal Perusahaan Manufaktur di Indonesia: Studi Kasus Di BEJ. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 1, No.1 Maret:1-9. Husnan, Suad. 2000. Manajemen Keuangan, Edisi Keempat, Yogyakarta: BPFE. Ietje Nazaruddin. 2006. Modul Praktikum Statistika. Yoyakarta: UPFE UMY. Margaretha, F., dan L. Sari. 2005. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Multinasional di Indonesia. Media Riset Bisnis dan Manajemen, Vol. 5, No. 2 Agustus: 230-252. Nanok, Y. 2008. Capital Structure Determinan di Indonesia. Akuntabilitas, Vol. 7, No.2, Maret: 122-127. Nasruddin. 2004. Faktor-faktor yang Menentukan Keputusan Struktur Modal: Studi Empirik pada Perusahaan Industri Farmasi di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi dan Investasi, 5 (1): 47-62. Nurrohim, H. 2008. Pengaruh Profitabilitas, Fixed Asset Ratio, Kontrol Kepemilikan dan Struktur Aktiva Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia. Sinergi, Vol. 0, No. 1 Januari: 11-18. Prabansari, Y., dan Kusuma, H. 2005. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Manufaktur Go Public di Bursa Efek Jakarta. Sinergi, Edisi khusus on finance: 1-15. Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Keempat, Yogyakarta: Penerbit BPFE. Saidi. 2002. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Go Public Di BEJ Tahun 1997-2002. Jurnal Bisnis dan Ekonomi, Vol. 11, No. 1: 44-58. Sartono, R. A., dan Sriharto, R. 1999. Faktor- Faktor Penentu Struktur Modal Perusahaan Manufaktur Di Indonesia. Sinergi, Vol. 2, No. 2: 175-187. Setyawan, S. H., dan H. Laksito. 2008. Pengujian Pecking Order Theory pada Emiten Syariah di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Keuangan dan Perbankan, Vol. 12, No.1 Januari: 22-28. Jurnal Akuntansi dan Investasi 11 (2), 148-165, Juli 2010 162 Sofiati. 2001. Pengaruh Timbal Balik Antara Utang dan Ekuitas Terhadap Struktur Modal Perusahaan-Perusahaan Go- Public di Bursa Efek Jakarta. Kompak, No. 1 Januari: 40-56. Sujoko dan Soebiantoro, U. 2007. Pengaruh Struktur Kepemilikan Saham, Leverage, Faktor Intern dan Faktor Ekstern Terhadap Nilai Perusahaan (Studi empiris pada perusahaan manufaktur dan non manufaktur di Bursa Efek Jakarta). Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol. 9, No. 1: 41-48. Sukarno, A. 2004. Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Struktur Keuangan dan Pengaruh Bersama Beban Bunga, Return On Asset Terhadap Rentabilitas Modal Sendiri Pada Industri Makanan dan Minuman Yang Go Public Di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Beta, Vol. 2, No. 1: 17-133 Wijaya, M. S. V. dan Hadianto, B. 2008. Pengaruh Struktur Aktiva, Ukuran, Likuiditas, dan Profitabilitas terhadap Struktur Modal Emiten Sektor Ritel di Bursa Efek Indonesia: Sebuah Pengujian hipotesis Pecking Order. Jurnal Ilmiah Akuntansi, Vol. 7, No.1 Mei: 71-84. LAMPIRAN Tabel 1 Statistik Deskriptif Descriptive Statistics ,4709 ,19604 284 13,9128 1,44012 284 2,3832 2,67337 284 ,0623 ,06918 284 ,1088 ,12046 284 ,2229 ,28290 284 St ruktur Modal (Y ) Size/Ukuran Perusahaan (X1) Likuiditas (X2) Prof itabilitas (X3) Risiko (X4) Pert umbuhan Penjualan (X5) Mean St d. Dev iation N Siti Hardanti & Barbara Gunawan, Pengaruh Size, Likuiditas,...... 163 Tabel 2 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 284 ,0000000 ,15320212 ,062 ,053 -,062 1,045 ,225 N Mean Std. Dev iat ion Normal Parameters a,b Absolute Positiv e Negativ e Most Extrem e Dif f erences Kolmogorov -Smirnov Z Asy mp. Sig. (2-tailed) Unstandardiz ed Residual Test distribution is Normal.a. Calculated f rom data.b. Tabel 3 Hasil Uji Multikolonieritas Coeffi cientsa ,903 1,108 ,914 1,094 ,501 1,995 ,468 2,137 ,980 1,020 Size/Ukuran Perusahaan (X1) Likuiditas (X2) Prof itabilitas (X3) Risiko (X4) Pert umbuhan Penjualan (X5) Model 1 Tolerance VI F Collinearity Statistics Dependent Variable: St ruktur Modal (Y )a. Tabel 4 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb ,569a ,323 ,296 ,06128 Model 1 R R Square Adjusted R Square St d. Error of the Estimate Predictors: (Constant), X1. X2. X3.X4.X5, X1_KUADRAT, X2_KUADRAT, X5_KUADRAT, X3_KUADRAT, Risiko (X4), Pertumbuhan Penjualan (X5), Likuiditas (X2), Prof itabilitas (X3), X4_KUADRAT, Size/ Ukuran Perusahaan (X1) a. Dependent Variable: RES1_KUADRATb. Jurnal Akuntansi dan Investasi 11 (2), 148-165, Juli 2010 164 Tabel 5 Hasil Uji Heteroskedastisitas Runs Test -,00615 142 142 284 139 -,476 ,634 Test Valuea Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Z Asy mp. Sig. (2-tailed) Unstandardiz ed Residual Mediana. Tabel 6 Hasil Uji Regresi Linier Berganda (Uji t) Coeffi cientsa ,258 ,095 2,720 ,007 ,024 ,007 ,177 3,589 ,000 -,033 ,004 -,453 -9,236 ,000 -,567 ,188 -,200 -3,022 ,003 -,174 ,112 -,107 -1,557 ,121 ,048 ,033 ,069 1,455 ,147 (Constant) Size/Ukuran Perusahaan (X1) Likuiditas (X2) Prof itabilitas (X3) Risiko (X4) Pert umbuhan Penjualan (X5) Model 1 B St d. Error Unstandardized Coef f icients Beta St andardized Coef f icients t Sig. Dependent Variable: St ruktur Modal (Y )a. Tabel 7 Hasil Uji F ANOVAb 4,234 5 ,847 35,445 ,000a 6,642 278 ,024 10,877 283 Regression Residual Total Model 1 Sum of Squares df Mean Square F Sig. Predictors: (Const ant), Pertumbuhan Penjualan (X5), Risiko (X4), Size/Ukuran Perusahaan (X1), Likuiditas (X2), Prof itabilitas (X3) a. Dependent Variable: Struktur Modal (Y)b. Siti Hardanti & Barbara Gunawan, Pengaruh Size, Likuiditas,...... 165 Tabel 8 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary ,624a ,389 ,378 ,15457 Model 1 R R Square Adjusted R Square St d. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Pertumbuhan Penjualan (X5), Risiko (X4), Size/Ukuran Perusahaan (X1), Likuiditas (X2), Prof it abilitas (X3) a.