23 Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 10 No. 2 Hal: 23-34, Juli 2009 PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP TINGKAT BAGI HASIL SIMPANAN MUDHARABAH BANK SYARIAH (SURVEI PADA BANK SYARIAH MANDIRI DAN BANK MUAMALAT INDONESIA PERIODE 2006-2008) Popy Turlina Sri Handayani Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Ahim Abdurahim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ABSTRACT The existence of Islamic (syari'ah) banks in Indonesia is officially recognized after the lauch of the Banking Enactment No. 7, 1992 (UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan) during the economic crisis, Islamic bank, especially Bank Muamalat Indonesia and Bank Syariah Mandiri have proved that banks operating under the profit sharing schemes can survive amid the high fluctuation of exchange rates and interest rates. This study aims at examining the financing ratios on the profit-sharing rates of mudharabah savings in Bank Muamalat Indonesia and Bank Syariah Mandiri for the years of 2006-2008. Data are analyzed based on the classical assumption testing and hypothesis testing using multiple linear regression analysis. The results suggest the presence of multicolleniearity in the classical assumption testing. Howevet. simultaneity test suggests that the impact of the ratios such as ROA, ROE, FDR, BOPO, NIM and GAR on the profit-sharing rates (TBH), whereas partial testing shows two variables such as FDR and GAR do not influence the profit-sharing rates for mudharabah savings. Keywords: Financial Ratios; The profit shating rates of mudharabah savings. PENDAHULUAN Eksistensi bank syariah di Indonesia secara formal telah dimulai sejak tahun 1992 dengan diberlakukannya UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Undang-Undang tersebut memberi kebebasan kepada bank dalam menentukan jenis imbalan yang akan diberikan kepada nasabah, baik berupa bunga ataupun bagi hasil. Berdasarkan Undang- Undang Perbankan No. 7 Tahun 1992 tersebut, maka berdirilah Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah di Indonesia. Beberapa tahun kemudian juga berdiri Bank Syariah Mandiri. Sejak saat itu perbankan syariah semakin dapat menunjukan eksistensinya. Bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah ini dapat membukukan pendapatan bagi hasil dan margin yang positif di saat bank- bank konvensional mengalami kerugian besar, bahkan banyak yang gulung tikar (Riawan Amin, Modal, 2003). Merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Kiagus Andi (2005) yang berjudul “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Tingkat Bagi Hasil Simpanan Mudharabah Bank Syariah (Survei Pada Bank Muamalat Indonesia tbk)” menunjukkan hasil bahwa secara simultan kinerja keuangan bank syariah yang diukur berdasarkan rasio ROA, FDR, BOPO, NIM dan CAR berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah, sedangkan pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel ROA, FDR dan CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Popy Turlina Sri Handayani & Ahim Abdurahim - Pengaruh Rasio Keuangan … 24 Selain itu pada saat terjadi krisis ekonomi, bank syariah dapat bertahan di tengah gejolak nilai tukar dan tingkat suku bunga yang tinggi. Bank syariah dapat bertahan karena menggunakan sistem bagi hasil, dimana sistem bagi hasil hanya berlaku pada penghimpunan dana simpanan mudharabah saja. Tinggi rendahnya sistem bagi hasil dapat dilihat dari tingkat kesehatan bank itu sendiri, sedangkan tingkat kesehatan bank dapat dilihat dari analisis rasio keuangan. Atas dasar uraian latar belakang di atas dan hasil penelitian terdahulu, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Tingkat Bagi Hasil Simpanan Mudharabah Bank Syariah (Studi Pada Bank Syariah Mandiri, tbk dan Bank Muamalat Indonesia, tbk Periode 2006- 2008)”. Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat merumuskan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah rasio profitabilitas (ROA dan ROE), rasio likuiditas (FDR), rasio efisiensi (BOPO dan NIM), dan rasio kecukupan modal (CAR) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil (TBH) simpanan mudharabah? 2. Apakah rasio profitabilitas (ROA dan ROE), rasio likuiditas (FDR), rasio efisiensi (BOPO dan NIM), dan rasio kecukupan modal (CAR) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil (TBH) simpanan mudharabah? Sejalan dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut: 1. Untuk menguji apakah rasio profitabilitas (ROA dan ROE), rasio likuiditas (FDR), rasio efisiensi (BOPO dan NIM), dan rasio kecukupan modal (CAR) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil (TBH) simpanan mudharabah. 2. Untuk menguji apakah rasio profitabilitas (ROA dan ROE), rasio likuiditas (FDR), rasio efisiensi (BOPO dan NIM), dan rasio kecukupan modal (CAR) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil (TBH) simpanan mudharabah. Adapun organisasi penulisan artikel ini terdiri dari: 1. Abstrak, bagian ini memuat ringkasan riset, antara lain: masalah riset, tujuan, metode, temuan dan kontribusi hasil riset. 2. Pendahuluan, bagian ini menguraikan latar belakang riset, rumusan masalah, tujuan riset dan organisasi penulisan artikel. 3. Kerangka teoritis dan pengembangan hipotesis, bagian ini memaparkan kerangka teoritis berdasarkan telaah literatur yang menjadi landasan logis untuk mengembangkan hipotesis dan model riset. 4. Metode riset, bagian ini memuat metode seleksi dan pengumpulan data, pengukuran dan definisi operasional variabel dan metode analisis data. 5. Analisis data, menguraikan analisis data riset dan deskriptif statistik yang diperlukan. 6. Pembahasan dan kesimpulan, berisi pembahasan mengenai temuan dan kesimpulan riset. 7. Implikasi dan keterbatasan, bagian ini menjelaskan implikasi temuan dan keterbatasan riset, serta saran yang dianggap perlu untuk penelitian selanjutnya. 8. Daftar referensi, memuat sumber-sumber yang dikutip di dalam penulisan artikel. 9. Lampiran, memuat tabel, gambar, dan instrument riset yang digunakan. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTHESIS Berdasarkan PSAK No. 59, bank syariah adalah bank yang berazaskan pada kemitraan, keadilan, transparansi, dan universal, serta melakukan kegiatan usaha perbankan berdasarkan prinsip syariah. Seperti halnya bank konvensional, bank syariah juga Jurnal Akuntansi dan Investasi, 10 (2), 23-34 25 berfungsi sebagai suatu lembaga intermediasi (perantara). Adapun prinsip-prinsip bank syariah antara Jain: 1. Prinsip Dasar Operasional Bank Syariah Dalam sebuah tulisannya, Achmad Baraba menyebutkan bahwa prinsip- prinsip dasar ekonomi akan menjadi dasar beroperasinya bank Islam (syariah), yaitu tidak mengenal konsep bunga uang dan dalam hubungannya dengan nasabah, bank Islam tidak mengenal istilah pinjam meminjam, tetapi yang dikenal adalah hubungan kemitraan. Dalam menjalankan operasinya, fungsi bank syariah terdiri dari: a. Fungsi manajer investasi. b. Fungsi investor. c. Fungsi jasa layanan. d. Fungsi sosial. Dari fungsi tersebut, maka produk bank syariah terdiri dari: a. Mudharabah. b. Musyarakah. c. Wadiah. 2. Prinsip Jual Beli, terdiri dari: a. Murabahah. b. Salam. c. Istishna’. 3. Produk Jasa, terdiri dari: a. Ijarah. b. Wakalah. c. Kafalah. d. Hiwalah. e. Rahn. f. Oardh. g. Sharf. 4. Prinsip Dana Kebajikan Prinsip dana kebajikan yaitu penerimaan dan penyaluran dana kebajikan dalam bentuk zakat, infak, shodaqah, dan lainnya, serta penyaluran gardhul hasan. Salah satu karakteristik bank syariah yang menjadi cirinya adalah mekanisme bagi hasil yang berlaku untuk prinsip-prinsip penyertaan, baik penyertaan menyeluruh (mudharabah) maupun sebagian-sebagian (musyarakah). Berdasarkan PSAK No. 59, konsep bagi hasil pada bank syariah dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu bagi laba (profit sharing) dan bagi pendapatan (revenue Sharing). Kiagus Andi (2005) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa secara simultan kinerja keuangan bank syariah yang diukur berdasarkan rasio ROA, FDR, BOPO, NIM dan CAR berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah, sedangkan pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel ROA, FDR dan CAR tidak signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Penelitian ini pada dasarnya menguji pengaruh linear antara variabel independen yaitu rasio-rasio keuangan dengan Tingkat bagi Hasil simpanan mudharabah sebagai variabel dependen. Rasio-rasio keuangan dalam penelitian ini sebagaimana merujuk pada model penelitian Kiagus Andi (2005) adalah rasio-rasio keuangan yang secara konsisten digunakan oleh Biro Riset Info Bank dalam mengukur kinerja keuangan dan merating perbankan nasional. Rasio profitabilitas (ROA dan ROE) seharusnya berpengaruh positif terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Apabila ROA dan ROE naik, Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah juga naik. Artinya semakin tinggi pendapatan yang dihasilkan bank syariah dari penggunaan aset dan modal yang dimiliki, maka semakin tinggi pula Tingkat Bagi Hasil yang diberikan oleh bank syariah tersebut. Rasio likuiditas (FDR) seharusnya berpengaruh negatif terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Apabila FDR turun, Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah justru akan naik. Artinya semakin besar rasio FDR yang diberikan, maka semakin besar pula dana yang digunakan untuk Popy Turlina Sri Handayani & Ahim Abdurahim - Pengaruh Rasio Keuangan … 26 penyaluran atau pembiayaan kepada nasabah, bukan untuk bagi hasil (karena bagi hasil diperoleh dari penghimpunan dana dari nasabah). Rasio efisiensi (BOPO) seharusnya berpengaruh negatif terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Apabila BOPO turun, Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah justru akan naik. Artinya semakin kecil rasio BOPO, maka semakin sedikit biaya operasional yang digunakan oleh bank syariah untuk menghasilkan pendapatan (semakin efisien). Berbeda dengan Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Rasio efisinsi (NIM) seharusnya berpengaruh positif terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Apabila NIM naik, Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah juga akan naik. Artinya semakin besar pendapatan bagi hasil bersih yang dibandingkan dengan rata-rata aktiva produktif, maka bank syariah akan semakin efisien, sehingga semakin besar pula Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah yang diberikan. Rasio kecukupan modal (CAR) seharusnya berpengaruh positif terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah bank syariah. Apabila CAR naik, Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah juga naik. Artinya semakin besar modal yang dimiliki bank berdasarkan pada tewajiban penyediaan modal minimum bank, maka bank syariah akan semakin efisien, sehingga semakin besar pula Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah yang diberikan. Penulis dapat mengajukan hipotesis penelitian sebagai berikut: H1: Rasio profitabilitas (ROA dan ROE), rasio likuiditas (FDR), rasio efisiensi (BOPO dan NIM), dan rasio kecukupan modal (CAR) berpengaruh secara simultan terhadap Tingkat Bagi Hasil (TBH) simpanan mudharabah. H2: Rasio profitabilitas (ROA dan ROE), rasio likuiditas (FDR), rasio efisiensi (BOPO dan NIM), dan rasio kecukupan modal (CAR) berpengaruh secara parsial terhadap Tingkat Bagi Hasil (TBH) simpanan mudharabah. METODE PENELITIAN A. Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan PT Bank Muamalat Indonesia tbk dan PT Bank Syariah Mandiri tbk tahun 2006 - 2008 yang diperoleh dari www.muamalatbank.com, www.syariahmandiri.co.id, www.bi.go.id dan beberapa sumber pendukung lainnya. B. Jenis Data Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu berupa data kuantitatif atau angka yang disajikan dalam laporan keuangan. C. Teknik Pengambilan Sampel Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Kriteria sampel yang digunakan yaitu: a. PT Bank Muamalat Indonesia tbk dan PT Bank Syariah Mandiri tbk memiliki laporan keuangan lengkap bulan Januari tahun 2006 - Desember 2008. b. PT Bank Muamalat Indonesia tbk dan PT Bank Syariah Mandiri tbk memiliki data- data lengkap terkait dengan variabel- variabel yang diteliti. D. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri laporan keuangan tahunan atau informasi lainnya pada laporan keuangan tahunan yang dipilih menjadi sampel. E. Definisi Operasional Variabel Penelitian Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu: Jurnal Akuntansi dan Investasi, 10 (2), 23-34 27 1. Variabel Dependen Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. 2. Variabel Independen Dalam penelitian ini terdapat lima variabel independen yaitu: a. Rasio Profitabilitas Rasio ini merupakan salah satu alat untuk mengukur kinerja keuangan bank dan digunakan untuk melihat kemampuan bank dalam menghasilkan pendapatan. Dalam penelitian ini, rasio profitabilitas yang digunakan untuk melihat pengaruh dengan Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah bank syariah adalah: 1) ROA yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh pendapatan dari penggunaan total aset bank. Secara matematis, rasio ini dirumuskan: ROA = 𝐸𝐴𝑇 (𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝐴𝑓𝑡𝑒𝑟 𝑇𝑎𝑥) 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 2) ROE yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur pendapatan (laba) dari penggunaan modal bank. Secara matematis, rasio ini dirumuskan: ROE = 𝐸𝐴𝑇 (𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝐴𝑓𝑡𝑒𝑟 𝑇𝑎𝑥) 𝐸𝑔𝑢𝑖𝑡𝑦 b. Rasio Likuiditas. Rasio ini bertujuan mengukur kemampuan suatu bank dalam memenuhi utang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar. Secara umum rasio ini diukur dengan LDR atau FDR untuk bank syariah. FDR digunakan untuk menilai kemampuan bank syariah dalam menyalurkan pembiayaan yang diperoleh dari penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Secara matematis, rasio ini dirumuskan: FDR = 𝑃𝑒𝑚𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑃𝑖ℎ𝑎𝑘 𝐾𝑒𝑡𝑖𝑔𝑎 Pembiayaan: Pembiayaan mudharabah dan musyarakah, piutang murabahah, istishna, salam, dan qardh. DPK: Giro dan tabungan wadiah, tabungan dan deposito mudharabah, dan kewajiban lainnya. Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono menyatakan bahwa bank syariah memberi keuntungan kepada deposan dengan pendekatan LDR atau FDR, yaitu mempertimbangkan rasio antara dana pihak ketiga dengan pembiayaan yang diberikan. Selain itu dalam perbankan syariah, LDR atau FDR bukan saja mencerminkan keseimbangan tetapi juga keadilan, karena bank benar-benar membagikan hasil riil dari dunia usaha (loan) kepada penabung (deposan). c. Rasio Efisiensi Proxy yang digunakan dalam rasio ini adalah BOPO dan NIM. BOPO dan NIM menunjukkan efisiensi operasional bank. Secara matematis, rasio ini dirumuskan: BOPO = 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 NIM = 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝐵𝑎𝑔𝑖 𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝐵𝑎𝑛𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓 d. Rasio Kecukupan Modal Rasio ini digunakan untuk menilai modal yang dimiliki oleh suatu bank didasarkan pada kewajiban penyediaan modal minimum bank. Rasio yang digunakan adalah rasio yang menjadi kesepakatan BIS (Bank of International Settelements), yaitu CAR. Sesuai ketentuan pemerintah, CAR pada tahun Popy Turlina Sri Handayani & Ahim Abdurahim - Pengaruh Rasio Keuangan … 28 1999 minimal harus 8%. Secara matematis, rasio ini dirumuskan: CAR = 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝐴𝑇𝑀𝑅 (𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑀𝑒𝑛𝑢𝑟𝑢𝑡 𝑅𝑖𝑠𝑖𝑘𝑜) ATMR adalah aktiva-aktiva dalam neraca maupun aktiva yang bersifat administrative dan dihitung berdasarkan bobot risiko masing- masing aktiva. F. Uji Kualitas Data Pengujian asumsi klasik dilakukan sebelum pengujian hipotesis yang menggunakan analisis regresi. Adapun uji asumsi klasik yang digunakan antara lain : 1. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antar variabel bebas (independen). 2. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk melihat variabel terikat dan variabel bebas berdistribusi normal, karena model regresi yang baik adalah data berdistribusi normal atau mendekati normal (Ghozali : 74-76, 2002). 3. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. 4. Uji Autokolerasi Uji autokolerasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada kolerasi antara kesalahan pengganggu pada perioda t dengan kesalahan pada perioda t-1 (sebelumnya). G. Metode Analisis Data Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan regresi berganda dengan rumus sebagai berikut: TBH = f (RP, RL, RE, RM) Dimana: TBH : Tingkat Bagi Hasil mudharabah. RP : Rasio profitabilitas, terdiri dari ROA (Return on Assets) dan ROE (Return on Eguity). RL : Rasio likuiditas, menggunakan FDR (Financing Deposit Rasio). RE : Rasio efisiensi, menggunakan BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) dan NIM (Net Interest Margin). RM : Rasio kecukupan modal, menggunakan CAR (Capital Adeguacy Ratio). Selanjutnya dalam persamaan regresi linier, formula tersebut menjadi: TBH = αi + 𝛼1 + 𝛼2 + 𝛼3+ 𝛼4 + 𝛼5 + 𝛼6 + ei Dimana βi = konstanta 𝑎1, 𝑎2, 𝑎3, …… 𝑎6 = koefisien regresi; ei = error Untuk menganalisis pengaruh variabel rasio profitabilitas (𝑋1), rasio likuiditas (𝑋2), rasio efisiensi (𝑋3), dan rasio kecukupan modal (𝑋4) terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah bank syariah (Y) digunakan metode statistik dengan tingkat taraf signifikansi α = 0.05 artinya derajat kesalahan sebesar 5%. Langkah-langkah yang digunakan dalam pengujian ini adalah sebagai berikut: 1. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar persentase variabilitas Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah pada bank syariah dapat dijelaskan oleh variabel rasio profitabilitas, rasio likuiditas, rasio efisiensi, dan rasio kecukupan modal. 2. Uji Nilai F (secara bersama-sama) Uji nilai F digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh secara Jurnal Akuntansi dan Investasi, 10 (2), 23-34 29 bersama-sama variabel independen terhadap variabel dependen. 3. Uji Signifikansi Nilai t Uji signifikansi nilai t digunakan untuk menguji seberapa jauh signifikansi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis Data A. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Multikolinearitas Tabel 1 menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang memiliki nilai VIF > 10, yaitu ROA dengan nilai VIF sebesar 63,734 dan ROE dengan nilai VIF sebesar 62,145. Artinya bahwa variabel dalam penelitian ini terdapat multikolinearitas yang dapat berpengaruh terhadap model regresi. 2. Uji Normalitas Tabel 2 menunjukan bahwa semua variabel dalam model penelitian ini terdistribusi secara normal yang ditunjukkan dengan besarnya nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov > 0,05. 3. Uji Heteroskedastisitas Gambar 1 menunjukan bahwa dari gambar scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi masalah penelitian. 4. Uji Autokorelasi Berdasarkan Tabel 3 diperoleh nilai DW = 0,969. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel menggunakan signifikansi 5% jumlah sampel (n) = 36 (periode) dan jumlah variabel independen 6 (k = 6), maka di tabel Durbin Watson akan didapatkan nilai 𝑑𝐿 = 1,114; 𝑑𝑈 = 1,877. Dengan demikian 0 < 0,969 < 1,114 {0 < 𝑑 < 𝑑𝑙}), hipotesis yang dapat diajukan adalah tidak ada autokorelasi positif dengan keputusan ditolak. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat autokorelasi positif dalam model regresi. B. Hasil Penelitian (Uji Hipotesis) 1. Koefisien Determinasi Tabel 4 pada model summary diperoleh nilai adjusted R squared sebesar 0,908. Artinya bahwa 0,908 atau 90,8% variabel Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah dijelaskan oleh ke-6 variabel independen yang meliputi ROA, ROE, FDR, BOPO, NIM, dan CAR, sedangkan sisanya sebesar 9,2% dijelaskan oleh variable-variabel lain di luar penelitian. 2. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) Tabel 5 menunjukkan bahwa dari uji ANOVA atau F test didapat nilai F hitung sebesar 58,584 dengan probabilitas 0,000. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah atau dapat dikatakan bahwa ROA, ROE, FDR, BOPO, NIM, dan CAR secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah bank syariah. Dengan demikian, 𝐻1 dalam penelitian ini dapat tidak ditolak (diterima). 3. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t) Dari Tabel 6 dapat dijelaskan, sebagai berikut: Popy Turlina Sri Handayani & Ahim Abdurahim - Pengaruh Rasio Keuangan … 30 a. Rasio profitabilitas (ROA dan ROE) Hasil uji t pada variabel ROA diperoleh t hitung sebesar 2.616 dengan signifikansi 0,014 (sig. < 0,05). Artinya bahwa secara parsial variabel ROA berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah (Variabel ROA terjadi multikolinieritas). Sedangkan uji t pada variabel ROE diperoleh t hitung sebesar -2,472 dengan signifikansi 0,020 (sig. < 0,05). Artinya bahwa secara parsial variabel ROE berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah (Variabel ROE terjadi multikolinieritas). b. Rasio likuiditas (FDR ) Hasil uji t pada variabel FDR diperoleh t hitung sebesar -0,500 dengan signifikansi 0,621 (sig. > 0,05). Artinya bahwa secara parsial variabel FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. c. Rasio efisiensi (BOPO dan NIM) Hasil uji t pada variabel BOPO diperoleh t hitung sebesar -3.723 dengan signifikansi 0,001 (sig. < 0,05). Artinya bahwa secara parsial variabel BOPO berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Hasil uji t pada variabel NIM diperoleh t hitung sebesar 9.348 dengan signifikansi 0,000 (sig. < 0,05). Artinya bahwa secara parsial variabel NIM berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. d. Rasio kecukupan modal (CAR) Hasil uji t pada variabel CAR diperoleh t hitung sebesar -0,600 dengan signifikansi 0,553 (sig. > 0,05). Artinya bahwa secara parsial variabel CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. 4. Persamaan Regresi Berdasarkan Tabel 6 pada model coefficient, dapat dirumuskan persamaan regresi adalah sebagai berikut: TBH = 0,034 + 0,882 ROA - 0,068 ROE - 0,013 FDR - 0,054 BOPO + 0,470 NIM - 0,037 CAR Dimana: TBH= Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Pembahasan Tabel 7 menunjukkan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan bahwa rasio ROA, ROE, FDR, BOPO, NIM dan CAR berpengaruh secara simultan terhadap Tingkat Bagi Hasil (TBH) simpanan mudharabah dapat diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kiagus Andi (2005) yang menyatakan bahwa secara simultan kinerja keuangan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Pada hipotesis kedua tidak semua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi hasil simpanan mudharabah. Hanya variabel ROA, ROE, BOPO dan NIM yang secara parsial berpengaruh signifikan terhadap TBH simpanan mudharabah. Pada rasio profitabilitas (ROA dan ROE), pengujian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kiagus Andi (2005) yang menyatakan bahwa variabel ROA dan ROpr tidak berpengaruh signifikan terhadap TBH simpanan mudharabah. Pada pengujian rasio likuiditas (FDR) hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kiagus Andi (2005) yang menyatakan bahwa variabel FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Pada pengujian rasio efisiensi (BOPO dan NIM), hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kiagus Andi (2005) yang menyatakan bahwa variabel BOPO dan NIM berpengaruh signifikan Jurnal Akuntansi dan Investasi, 10 (2), 23-34 31 terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Pada pengujian rasio kecukupan modal (CAR), hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kiagus Andi (2005) yang menyatakan bahwa variabel CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah. Keenam variabel independen di atas merupakan rasio yang menunjukkan kinerja keuangan bank syariah. Kinerja keuangan sebuah bank syariah berkorelasi dengan tingkat bagi hasil yang diberikan oleh bank syariah tersebut kepada para nasabahnya. Semakin baik kinerja keuangan sebuah bank syariah, maka akan semakin tinggi pula tingkat bagi hasil yang akan dibagikan kepada nasabahnya. Sesuai dengan prinsip mudharabah, dimana bank selaku pengelola dana (mudharib) dan nasabah selaku pemilik dana (sahibul maal), maka semakin baik kinerja bank syariah dalam mengelola dana nasabah dalam bentuk simpanan mudharabah, maka semakin besar pula pendapatan yang mampu diperoleh oleh bank syariah. Semakin tinggi pendapatan bank syariah tersebut, maka semakin besar pula Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah yang dibayarkan kepada nasabah sesuai dengan kesepakatan nisbah bagi hasil. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan uraian hasil penelitian di atas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan penelitian sebagai berikut: 1. Analisis data dengan menggunakan regresi linear berganda, menunjukkan terjadinya problem multikolinieritas untuk variabel ROA dan ROE. 2. Pengujian secara simultan, pengaruh ROA, ROE, FDR, BOPO, NIM dan CAR terhadap Tingkat Bagi Hasil (TBH) simpanan mudharabah menghasilkan F hitung sebesar 58,584 dengan probabilitas 0,000. Hal ini membuktikan pada tingkat signifikansi 5%, rasio keuangan bank syariah berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah pada bank syariah. 3. Pengujian secara parsial pengaruh masing- masing variabel independen terhadap TBH simpanan mudharabah menunjukkan bahwa ada 2 variabel independen yang tidak berpengaruh terhadap Tingkat Bagi Hasil simpanan mudharabah, yaitu FDR dan CAR. Implikasi dan Keterbatasan Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya sebagai berikut: 1. Analisis data dengan menggunakan regresi linear berganda, menunjukkan terjadinya problem multikolinieritas untuk variabel ROA dan ROE sehingga dapat menyebabkan koefisien regresinya tidak tentu arah atau kesalahan standarnya tidak terhingga. 2. Sampel penelitian yang digunakan berada pada rentang waktu yang bersamaan dengan terjadinya krisis ekonomi global, khususnya pada periode pertengahan 2007 -2008. Oleh karena itu diduga beberapa variabel yang dibutuhkan dalam penelitian ini tidak dipublikasikan oleh bank syariah yang menjadi sampel penelitian. 3. Penelitian ini hanya bagian terkecil dari studi keilmuan tentang perbankan syariah dan masih banyak hal-hal menarik lainnya dalam sistem perbankan syariah sebagai sarana kajian yang lebih mendalam terhadap sistem perbankan nasional. Berdasarkan keterbatasan penelitian di atas, diharapkan perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang aspek-aspek lainnya yang terkait dalam sistem perbankan syariah sebagai media kajian yang mendalam terhadap sistem perbankan nasional. Popy Turlina Sri Handayani & Ahim Abdurahim - Pengaruh Rasio Keuangan … 32 DAFTAR PUSTAKA Antonio, Muhammad Syafi'1, 2001. Bank Syariah dari Teori ke Praktek. Jakarta: Gema Insani. Ghafur, Muhammad W, 2003. Tingkat Bagi Hasil, Suku Bunga, dan Pendapatan Terhadap Simpanan Mudharabah: Studi Kasus Bank Muamalat Indonesia. Yogyakarta: Jurnal Ekonomi Syariah Muamalah, Vol. 1 No.1. Ghozali, 2001. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: UNDIP Press. Karim Business Consulting, 2001. Apa dan Bagaimana Bank Islam, Jakarta: Biro Perbankan Syariah. Kasmir, S.E., MM., 2003. Manajemen Perbankan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kiagus Andi, 2003, Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Tingkat Bagi Hasil Simpanan Mudharabah Bank Syariah: Survey pada Bank Muamalat Indonesia tbk, Jakarta: Media Riset Akuntansi, Auditing, dan Informasi, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi (LPFE). Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono, Juli 2002. Manajemen Perbankan Teori dan Aplikasi, BPFE Yogyakarta. Muhammad, 2002. Manajemen Bank Syariah. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Rivai, Veithzal, dan Idroes, 2007. Bank and Financial Institution Management Conventional and Sharia System, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Rizal Yaya, Teori dan Praktik Akuntansi Perbankan Syariah, Yogyakarta. Sumitro, Warkum, 1996. Asas-asas Perbankan Islam dan Lembaga-lembaga Terkait, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Website: http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Laporan Keuangan # Publikasi #Bank/Bank/ BankUmum #Konvensional/ http://www.muamalatbank.com/index.php/ home/about/profile http://www.muamalatbank.com/index.php/ home/about/visi misi http://www.syariahmandiri.co.id/ banksyariahmandiri/profilperusahaan.php http://www.syariahmandiri.co.id/ banksyariahmandiri/visidanmisi.php http://www.syariahmandiri.co.id/ banksyariahmandiri/sejarah.php Lampiran Tabel 1 Hasil Uji Multikolinearitas Model Collinearity Statistic Tolerance VIF Rasio Profitabilitas ROA Rasio Profitabilitas ROE Rasio Likuiditas FDR Rasio Efisiensi BOPO Rasio Efisiensi NIM Rasio Modal CAR 0,016 0,016 0,314 0,336 0,313 0,349 63,734 62,145 3,185 2,972 3,199 2,866 Sumber: data diolah, 2009 Tabel 2 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ROA ROE FDR BOPO NIM CAR Kolmogorov-Smirnov 0,965 0,309 1,311 0,064 0,978 0,294 0,987 0,284 0,494 0,968 0,808 0,531 Asymp. Sig. (2-tailed) Sumber: data diolah, 2009 Jurnal Akuntansi dan Investasi, 10 (2), 23-34 33 Gambar 1 Hasil Uji Heterokedastisitas Tabel 4 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .961(a) .924 .908 .002936 a Predictor: (Constant), Rasio Modal CAR, Rasio Likuiditas FDR, Rasio Efisiensi NIM, Rasio Profitabilitas ROE, Rasio Efisiensi BOPO, Rasio Profitabilitas ROA Tabel 5 ANOVA(b) Model Sum of Square Df Mean Square F Sig. 1 Regresion Residual Total .003 .000 .003 6 29 35 .001 .000 58.584 .000(a) a Predictor: (Constant), Rasio Modal CAR, Rasio Likuiditas FDR, Rasio Efisiensi NIM, Rasio Profitabilitas ROE, Rasio Efisiensi BOPO, Rasio Profitabilitas ROA b Dependent Variable: Tingkat Bagi Hasil Simpanan mudharabah Tabel 6 Cofficients(a) Model Unstandarized Coefficients Standarized Coefficients T Sig. B Std.Error Beta 1 (Constant) .034 .026 1.306 .202 Rasio Profitabilitas ROA .882 .337 1.071 2.616 .014 Rasio Profitabilitas ROE -.0.68 .027 -.999 -2.472 .020 Rasio Likuiditas FDR -.0.13 .027 -.046 -.500 .621 Rasio Efisiensi BOPO -.054 .014 -.329 -3.723 .001 Rasio Efisiensi NIM .470 .050 .857 9.348 .000 Rasio Modal CAR -.037 .061 -.052 -.600 .553 a Dependent Variable: Tingkat Bagi Hasil Simpanan mudharabah Popy Turlina Sri Handayani & Ahim Abdurahim - Pengaruh Rasio Keuangan … 34 Tabel 7 Hasil Rekapitulasi Akhir Uji Hipotesis No. Hipotesis Hasil 1 Rasio profitabilitas (ROA) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil TBH simpanan mudharabah. Tidak ditolak 2 Rasio profitabilitas (ROE) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil TB simsanan mudharabah. Tidak ditolak 3 Rasio likuiditas (FDR) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil TBH simsanan mudharabah. Ditolak 4 Rasio efisiensi (BOPO) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil TBH simpanan mudharabah. Tidak ditolak 5 Rasio efisiensi (NIM) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil TBH simsanan mudharabah. Tidak ditolak 6 Rasio modul (CAR) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil TBH simpanan mudharabah. Ditolak 7 ROA, ROE, FDR, BOPO, NIM dan CAR berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Bagi Hasil (TBH) simpanan mudharabah. Tidak ditolak Sumber: data diolah, 2009