Layout Juli 2014 PENDAHULUAN Penggunaan sistem informasi akuntansi pada suatu perusahaan tertentu tidak menutup kemungkinan akan menghadapi suatu kendala- kendala dalam pelaksanaannya, baik yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri (Intern) maupun yang berasal dari luar perusahaan (Ekstern) pada saat proses menghasilkan informasi tersebut. Pada proses menghasilkan suatu informasi akuntansi semuanya dilaksanakan berdasarkan sistem yang diterapkan pada masing-masing perusahaan dan pelaksanaannya tidak terlepas dari permasalahan. Penerapan suatu sistem dalam perusahaan dihadapkan kepada dua hal, apakah perusahaan mendapatkan keberhasilan penerapan sistem atau kegagalan system (Prabowo et al., 2013). Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Kinerja Sistem Informasi: Studi Pada Perbankan LINCE BULUTODING* & ANTONG AMIRUDDIN Prodi Akuntansi Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 10, Makassar, Sulawesi Selatan 90245, Indonesia Correspondin Author, E_mail address: lince_suangga@yahoo.com ABSTRACT This research aims to examine the organization’s internal and external factors on the performance of the accounting information system . The sample used is a banking company in the city of Makassar . Hypothesis testing is done by the method of multiple linear regression analysis . This study found internal factors that affect the performance of information systems is the size of the organization and support of top management. While, external factors that affect on performance information system is personal capability only. Key Words: Internal Factors; External Factors; Accounting Information Systems; Performance Information System. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor internal dan eksternal organisasi terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Sampel yang digunakan adalah perusahaan perbankan di kota Makassar. Pengujian hipotesis dilakukan dengan metode analisis regresi linier berganda. Studi ini menemukan faktor internal yang mempengaruhi kinerja sistem informasi adalah ukuran organisasi dan dukungan dari manajemen puncak. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja sistem informasi hanya kapabilitas personil . Kata Kunci: Faktor Internal; Faktor eksternal; Sistem Informasi Akuntansi; Sistem Informasi kinerja. Salah satu perusahaan yang meng-gunakan sistem informasi akuntansi dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya adalah perusahaan perbankan, bahkan setiap perusahaan perbankan melaksanakan suatu sistem yang mengatur segala proses akuntansi dalam rangka menghasilkan output yang dapat memberikan informasi kepada pihak yang berkepentingan. Penggunaan sistem informasi akuntansi dalam dunia perbankan sangatlah penting mengingat dalam dunia perbankan saat ini muncul berbagai macam transaksi yang beragam jenisnya yang menuntut kecermatan dan ketepatan penyajian data transaksi baik kepada pihak intern maupun pihak ektern, sehingga dibutuhkan suatu sistem informasi ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ VOL. 15 NO.2 JULI 2014 125 akuntansi yang efektif dan tepat untuk memenuhi kebutuhan informasi. Menurut PSAK No. 31 (Revisi 2000) dalam Standar Akuntansi Keuangan (2009) bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (Financial Intermediary) antara pihak yang memiliki dana dengan pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Sejumlah penelitian di bidang sistem informasi akuntansi, diantaranya adalah Komara (2006) mengungkapkan bahwa adanya keterlibatan pengguna SIA, kapabi-litas personal sistem informasi, pengaruh ukuran organisasi, pengaruh top manage-ment, dan pengaruh formalisasi berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Namun penelitian yang dilakukan oleh Almilia dan Briliantien (2007) justru bertolak belakang dimana ia mengemukakan bahwa hanya dukungan manajemen puncak yang berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi dalam bentuk kepuasan pemakai sistem informasi akuntansi dan pemakainya. Penelitian yang lain oleh Sudibyo dan Kuswanto (2011) bahwa adanya keterlibatan pemakai sistem informasi akun-tansi dalam proses pengembangan sistem informasi akuntansi, kapabilitas personal sistem informasi, adanya dukungan manaje-men puncak, formalisasi pengembangan SIA, program pelatihan dan pendidikan memiliki hubungan yang langsung dengan sistem informasi akuntansi. Namun Prabowo et al. (2013) dalam hasil penelitiannya menge-mukakan bahwa yang memiliki pengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi yaitu adanya pelatihan dan pendidikan peng-guna sistem informasi akuntansi, kemampuan pengguna sistem informasi akuntansi dan dukungan top management, sedangkan adanya keterlibatan pengguna dalam sistem informasi akuntansi dalam pengembangan sistem informasi akuntansi dan formalisasi pengembangan sistem informasi akuntansi tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. TI dapat diterima jika memiliki karak-teristik sesuai dengan apa yang diingin-kannya. Secara teoritis dapat diurai-kan bahwa implikasi penerapan TI adalah pada aspek keprilakuan yang berkaitan dengan pengembangan TI. Implikasi ini didasari pada argumentasi bahwa interaksi antara ketiga unsur dalam pengembangan TI tidak dapat dihindari, yaitu interaksi antara perang-kat keras, perangkat lunak dan pengguna, artinya aspek prilaku itu memang penting untuk diperhatikan, sehingga hasil yang diperoleh kemudahan penggunaan berpenga-ruh pada manfaat yang dirasakan, sebaliknya kemudahan penggunaan dan manfaat yang dirasakan tidak berpengaruh pada peneri-maan TI (Rahadi, 2007). Sedangkan kece- masan yang merupakan aspek perilaku tidak berkaitan dengan partisipasi. Karyawan yang cemas dengan implementasi sistem informasi ternyata tidak berpengaruh terhadap partisipasi yang dilakukan (Kustono, 2011). Penelitian ini mengembangkan pene-litian Komara (2006) dengan mengambil 7 variabel, yaitu: (1) keterlibatan Pengguna, (2) Kapabilitas personal SI, (3) Ukuran Organi-sasi (4) Dukungan manajemen Puncak (5) Formalisasi Pengembangan Sistem (6) Pelatihan dan Pendidikan Pengguna (7) Komite Pengendalian SI. Dan ditambahkan satu variabel yaitu Kecemasan dari penelitian Kustono (2007) dan ditambah dengan satu variabel yaitu Faktor teknologi informasi yang pernah diteliti oleh Safelia et al. (2012). Penelitian ini menganalisis factor –faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi. Faktor internal yaitu Ukuran organisasi, dukungan top manajemen, formalisasi pengembangan sistem, program pelatihan dan pendidikan, dan komite pengendali SI. Faktor eksternal yaitu keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan SIA, JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI126 Kapabilitas personil SI, perkembangan teknologi informasi, dan kecemasan pada perusahaan perbankan di kota Makassar. Berdasarkan latar belakang diatas yang mana didalam penelitian yang telah dilakukan terdapat hasil yang kontradiktif maka penelitian ini akan menguji apakah faktor internal perusahaan meliputi; ukuran perusahaan, dukungan manajemen puncak, formulasi pengembangan system informasi, pelatihan, dan komite pengendalian sistem informasi, dan faktor eksternal perusahaan yang meliputi; keterlibatan pengguna dalam pengmbangan sistem informasi, kapabilitas personil, perkembangan teknologi informasi, dan kecemasn dalam penggunaan system informasi (Igbaria 1994; Indriantoro dan Supomo, 2003; Jumaili, 2005; Adi, 2006; Bodnar dan Hopwood, 2010; Purnama 2010; Bachtiar, 2012; En dan Suryandi, 2007 dan 2012; Ratnaningsih dan Suryana, 2014) berpengaruh terhadap kinerja sistem infor-masi akuntansi pada perusahaan perbankan. TINJAUAN LITERATUR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Dalam penerapan sistem informasi akuntansi pada suatu entitas tertentu tidak menutup kemungkinan adanya faktor-faktor penentu berhasil tidaknya sistem tersebut diterapkan dalam suatu entitas itu baik dari dalam entitas (internal) maupun dari luar entitas (eksternal). Dalam melihat pengaruh-pengaruh tersebut, peneliti menggunakan pendekatan melalui teori yang ada yaitu: ASPEK KEPRILAKUAN DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI Rahadi (2007) mengemukakan ada tiga hal yang berkaitan dengan penerapan TI berbasis komputer yaitu Perangkat keras (hardware), Perangkat lunak (software), dan Pengguna (brainware). Ketiga elemen tersebut saling berinteraksi dan dihubungkan dengan suatu perangkat masukan keluaran (input- output media), yang sesuai dengan fungsinya masing masing. Pengguna sistem adalah manusia (man) yang secara psikologi memiliki suatu prilaku (behav- ior) tertentu yang melekat pada dirinya, sehingga aspek keprilakuan dalam konteks manusia sebagai pengguna (brainware) TI menjadi penting sebagai faktor penentu pada setiap orang yang menjalakan TI. Menurut Syam (Rahadi, 2007) pertimbangan perilaku ini perlu mendapat perhatian khusus dalam konteks penerapan TI. Pendapat ini sejalan dengan Sung (Rahadi, 2007) yang menyatakan bahwa faktor-faktor teknis, prilaku, situasi dan personil pengguna TI perlu dipertimbangkan sebelum TI diimpleme-ntasikan. Henry (Rahadi, 2007) juga mengemukakan bahwa prilaku pengguna, dan personal sistem diperlukan dalam pengembangan sistem, dan hal ini berkaitan dengan pemahaman dan cara pandang pengguna sistem tersebut. TEORI KEBUTUHAN Teori Maslow ini menjelaskan bahwa individu yang didorong oleh kebutuhan seperti keamanan, rasa hormat, dan harga diri, mereka membangun sistem nilai individu yang berhubungan dengan kebu-tuhan tersebut. Maslow juga mengung- kapkan, manusia akan didorong untuk memenuhi kebutuhan yang paling kuat sesuai dengan waktu, keadaan, dan pengalaman yang bersangkutan mengikuti suatu hirarki (Yoesdhita, 2012). Teori Maslow ini mengutarakan keperluan-keperluan motivasi yang berbeda yang terda-pat dalam satu hierarki sering digambarkan sebagai piramida, dimana tingkat yang lebih rendah mewakili kebutuhan yang lebih rendah, dan tingkat atas mewakili kebutuhan akan aktualisasi diri. Hirarki tidak ada dengan sendirinya, namun dipengaruhi VOL. 15 NO.2 JULI 2014 127 oleh situasi dan budaya umum. TINJAUAN TEORITIS MODEL DAVIS (1989) Beberapa model telah dibangun untuk menganalisis dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi diterimanya penggunaan teknologi komputer, Theory of Reasoned Action (TRA), Theory of Planned Behavior (TPB), dan Technology Acceptance Model (TAM) (Nasution, 2004). Model TAM yang dikembangkan oleh Davis (1989; 1993) merupakan salah satu model yang paling banyak digunakan dalam penelitian TI . Model TAM diadopsi dari model The Theory of Reasoned Action (TRA), yaitu teori tindakan yang beralasan yang dikembangkan oleh Fishben dan Ajzen (Nasution, 2004:4) dengan satu premis bahwa reaksi dan persepsi seseorang terhadap sesuatu hal, akan menentukan sikap dan prilaku orang tersebut. Teori ini membuat model prilaku seseorang sebagai suatu fungsi dari tujuan prilaku. Tujuan prilaku di tentukan oleh sikap atas prilaku tersebut (Nasution, 2004). Pepard dan Ward (2004) dan Sunarto dan Hasibuan, 2007) mengatakan, untuk mendukung strategi bisnis sebuah perusahaan diperlukan suatu strategi Sistem Informasi (SI) dan Teknologi Informasi (IT). Kemudian Davis (1989; 1993), Adam et al. (1992) dan (Rahadi, 2007) mendefinisikan kemanfaatan (usefulness) sebagaisuatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa penggunaan suatu subyek tertentu akan dapat meningkatkan prestasi kerja orang tersebut. Berdasarkan definisi tersebut dapat diartikan bahwa kemanfaatan dari penggunaan komputer dapat meningkatkan kinerja, prestasi kerja orang yang menggunakannya. Menurut Rahadi (2007) kemanfaatan TI merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna TI dalam melaksanakan tugasnya. Pengukuran kemanfaatan tersebut berdasarkan frekuensi penggunaan dan diversitas atau keragaman aplikasi yang dijalankan. Rahadi (2007) juga menyebutkan bahwa individu akan menggunakan TI jika menge-tahui manfaat positif atas penggunaannya. Chin dan Todd (1995) dan Rahadi (2007) memberikan beberapa dimensi tentang kemanfaatan TI, Kemanfaatan dapat dibagi kedalam dua kategori, yaitu (1) Kemanfaatan dengan estimasi satu faktor, dan (2) kemanfaatan dengan estimasi dua faktor (kemanfaatan dan efektifitas). Kemanfaatan dengan estimasi satu faktor meliputi dimensi: (1) Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier); (2) Bermanfaat (usefull); (3) Menambah produktifitas (Increase productivity); (4) Mempertinggi efektifitas (enchance efectiveness); dan (5) Mengem-bangkan kinerja pekerjaan (improve job performance). Kemanfaatan dengan estimasi dua faktor dibagi menjadi dua kategori lagi yaitu kemanfaatan dan efektifitas, dengan dimensi-dimensi masing-masing yang dikelompokkan sebagai berikut: (1) Kemanfaatan meliputi dimensi menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes jobeasier), Bermanfaat (usefull), dan Menambah produktifitas (Increase produc-tivity); dan (2) Efektifitas meliputi dimensi mempertinggi efektifitas (enchance my effectiveness) dan mengembangkan kinerja pekerjaan (improve my job performance). PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN (PER- CEIVED EASE OF USE) Davis (1989; 1993) dan Rahadi (2007), mendefinisikan kemudahan penggunaan (ease of use) sebagai suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa komputer dapat dengan mudah dipahami. Menurut Goodwin (Rahadi, 2007) intensitas penggunaan dan interaksi antara pengguna (user) dengan sistem juga dapat menunjukkan kemudahan penggunaan. Sistem yang lebih sering digunakan menunjukkan bahwa sistem tersebut lebih dikenal, lebih mudah JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI128 dioperasikan dan lebih mudah digunakan oleh penggunanya. Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kemudahan penggunaan akan mengurangi usaha (baik waktu dan tenaga) seseorang didalam mempelajari komputer. Perbandingan kemudahan tersebut memberikan indikasi bahwa orang yang menggunakan TI bekerja lebih mudah dibandingkan dengan orang yang bekerja tanpa menggunakan TI (secara manual). Pengguna TI mempercayai bahwa TI yang lebih fleksibel, mudah dipahami dan mudah pengoperasiannya (compartible) sebagai karakteristik kemudahan penggunaan. Davis (1989; 1993) dan Rahadi (2007) memberikan beberapa indikator kemudahan penggunaan TI antara lain meliputi: (1) Komputer sangat mudah dipelajari; (2) Kom-puter mengerjakan dengan mudah apa yang diinginkan oleh pengguna; (3) Keterampilan pengguna bertambah dengan menggunakan komputer; dan (4) Komputer sangat mudah untuk dioperasikan. TINJAUAN TEORITIS MODEL IQBARIA (1994) Iqbaria (1994) mengembangkan suatu model untuk memprediksi penggunaan TI yang menguji dampak manfaat dan norma sosial terhadap penerimaan TI. Teori yang mendasari model ini dari Vroom (1964) dan juga dimodifikasi dari Fisben dan Azjben (1975) serta tetap mengacu pada model yang dikembangkan oleh Davis (1989; 1993), (Nasution, 2004). Beberapa faktor yang diajukan oleh Iqbaria meliputi keinginan memakai kom-puter, keahlian, dukungan organisasi, kebi- jakan, manfaat untuk organisasi, kecemasan karena pemakaian TI memiliki dampak langsung atau dampak tidak langsung terhadap penerimaan teknologi komputer. Komponen penting dari model Iqbaria (1994), meliputi pengaruh lingkungan sosial terhadap prilaku, hal ini mengarah pada subjektifitas seseorang, atau opini pihak lain yang mempengaruhi individu. Kemudian terdapat juga aspek kepercayaan norma- tive yang dapat melihat seseorang dalam penggunaan komputer. KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Menurut Nugerahmawati (2013) kinerja dapat dipandang sebagai proses maupun hasil pekerjaan. Kinerja merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Namun hasil pekerjaan itu juga merupakan kinerja. Kinerja mengandung pengertian gamba-ran mengenai tingkat pencapaian pelaksa-naan suatu kegiatan dalam periode tertenTu. Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.Tujuan kinerja sistem informasi akuntansi adalah untuk mem-berikan gambaran apakah suatu kinerja sistem yang ada sudah sesuai dengan yang dibutuhkan serta sesuai dengan tujuan. Selain itu kinerja bertujuan untuk evaluasi yang menekankan pada perban-dingan untuk pengembangan yang menekan-kan perubahan- perubahan pada periode tertentu, pemeliharaan sistem, serta untuk dokumentasi keputusan- keputusan bila terjadi peningkatan. Untuk menilai kinerja sistem informasi akuntansi dapat dinilai dari PIECES yaitu kerangka yang dikemukakan oleh james Wetherbe (Susanto 2008:322). PIECES dapat digunakan sebagai dasar analisis tingkat kepentingan suatu masalah atau efektivitas suatu solusi, yang terdiri dari beberapa kerangka kerja, yaitu performance, information, economy, control, efficiency, dan service Menurut Spica (2007) dan Komara (2006) kinerja SIA dapat diukur dari kepuasan dan pemakaian sistem. Kepuasan pemakai sistem VOL. 15 NO.2 JULI 2014 129 informasi dapat diukur dari kepastian dalam mengembangkan apa yang mereka perlukan. Kebutuhan manusia sangat beraneka ragam, baik jenis maupun tingkatnya, bahkan manusia memiliki kebu-tuhan yang baik jenis maupun tingkatnya yang cenderung tak terbatas. Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual (Spica, 2007). Apabila harapan dan kebutuhan dari pengguna sudah dipenuhi serta mutu informasi dan sistem yang disediakan bernilai baik pada akhirnya akan mendukung kesuksesan dari suatu sistem informasi. Kesuksesan informasi akan berdampak kepada organiasi, dimana beberapa faktor penentunya adalah mutu sistem dan mutu informasi. Menurut Istianingsih (Nugerahmawati 2013) kepuasan pemakai terdiri dari komponen sebagai berikut: 1) Conten adalah mengukur kepuasan pemakai sistem dari sisi apakah sistem menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan serta ditunjang dengan adanya kelengkapan modul yang digunakan. 2) Accurac adalah kepuasan pengguna dari sisi keakuratan data ketika system mengolahnya menjadi sebuah informasi, keakuratan itu diukur dari seberapa sering sistem tersebut menghasilkan output yang salah ketika mengolah data. 3) Format adalah mengukur kepuasan pemakai dari sisi tampilan sistem. Apakah tampilan itu memudahkan pemakai ketika menggunakan sistem tersebut serta tampilan keluaran yang dihasilkan apakah sesuai dengan kebutuhan para pemakai. 4) Ease of use adalah mengukur kepuasan pemakai dari sisi kemudahan pemakai dalam menggunakan sistem seperti proses mamasukan data dan mudah dalam mengopersikan 5) Timelines adalah mengukur kepuasan pengguna dari sisi ketepatan waktu sistem dalam menyajikan atau menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai. Menurut Jogiyanto (2007a) pemakaian sistem informasi adalah penggunaan keluaran suatu sistem informasi oleh penerima. Banyak penelitian yang menggunakan proksi penggunaan laporan dari sistem informasi sebagai pengukur kesuksesan sistem informasi. Pemilihan pengukuran harus mempertimbangkan beberapa aspek seperti misalnya sasaran dari penelitian, kontek organisasi yang menggunakan, dan tingkat analisisnya apakah pada tingkat individual, organisasi atau masyarakat. Selanjutnya Jogiyanto (2007b) memaparkan terdapat pengukuran–pengukuran dari pemakaian sistem yaitu terdiri dari: (1) banyaknya penggunaan / durasi penggunaan untuk mengukur banyaknya penggunaan sistem dalam waktu tertentu atau lama tidaknya menggunakannya sistem yang disediakan; (2) kerutinan penggunaan untuk mengetahui seberapa sering pemakai menggunakan sistem informasi yang disediakan; dan (3) ifat dari penggunaan. Dari uraian di atas maka hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H 1a : Ukuran organisasi berpengaruh terhadap kinerja SIA. H 2a :Dukungan top manajemen berpe-ngaruh positif terhadap kinerja SIA H 3a :Formalisasi pengembangan sistem informasi berpengaruh terhadap kinerja SIA. H 4a :Program pelatihan dan pendidikan pengguna berpengaruh terhadap kinerja SIA H 5a :Komite pengendali SI berpengaruh terhadap kinerja SIA H 1b : Keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan SIA berpe-ngaruh terhadap kinerja JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI130 SIA. H 2b : Kapabilitas personil SI berpe-ngaruh terhadap kinerja SIA H 3b :Perkembangan teknologi informasi berpengaruh terhadap kinerja SIA H 4b :Kecemasan berpengaruh terhadap kinerja SIA Keterangan : Ha = Faktor yang bersal dari dalam perusahaan (Internal). Hb = Faktor yang berasal dari luar perusahaan (Eksternal) METODE PENELITIAN MODEL PENELITIAN Dari perumusan hipotesis yang dipapar-kan sebelumnya, maka dibuatlah model penelitian sebagai desain pengujian hipotesis (lihat Gambar 1). Faktor Internal : 1. Ukuran Organisasi. 2. Dukungan Top manajemen. 3. Formalisasi P.S 4. Program Pelatihan & pendidikan. 5. Komite pengendalian SI Faktor Eksternal : 1. Keterlibatan Pengguna. 2. Kapabilitas Personil. 3. Perkembangan Teknologi. 4. Kecemasan JENIS DAN LOKASI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian penjelasan (explanatory research) yang berguna untuk menganalisis bagaimana suatu variabel memengaruhi variabel lain melalui pengujian hipotesis (Cooper dan Schindler 2006; Sofyani dan Akbar, 2013). Lokasi penelitian ini di beberapa perbankan di kota Makassar diantaranya yaitu PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, PT. BNI Syariah Cabang Makassar dan PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Makassar. SAMPEL PENELITIAN Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling karena penelitian ini hanya akan memilih sampel berupa karyawan yang menggunakan perangkat komputer atau jaringan LAN/internet pada sistem informasi akuntansinya. DATA DAN TEKNIK PERLEHAN DATA Data yang akan dikumpulkan adalah data primer yakni berupa persepsi penggunaan sistem informasi dari para sampel. Teknik perolehan data dilakukan melalui penyebaran angket kuesioner kepada sampel. DEFINISI DAN PENGUURAN VARIABEL Seluruh variable dalam penelitian ini diukur menggunakan skala likert lima point dan skala kategori (lihat lampiran). TEKNIK ANALISIS DATA Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi berganda menggunakan bantuan software statistic SPSS. Sebelum dilakukan pengujian GAMBAR 1. MODEL PENELITIAN VOL. 15 NO.2 JULI 2014 131 hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrument penelitian, yakni kuesioner sekaligus menguji kualitas data dari hasil jawaban sampel. Selain itu juga dilakukan uji asumsi klasik sebagai syarat pra uji hipotesis (Sunjoyo, 2013). HASIL DAN PEMBAHASAN Dari 125 kusioner yang disebarkan, kusioner yang kembali dan memenuhi syarat untuk dianalisis sebanyak117 kuesioner . dan selanjutnya sebelum di uji hipotesis, terlebih dahulu diuji kualitas data yakni uji validitas dan reliabilitas, dan semuanya menunjukkan valid dan relibel. Dan dilanjutkan lagi dengan uji asumsi klasik yang terdiri dari: uji normalitas, uji heterokedastisitas, uji multikolineariti dan uji auto korelasi, dan semuanya dinyatakan bebas dan layak untuk diuji selanjutnya. HASIL UJI HIPOTESIS Hasil analisis menunjukkan bahwa Ukuran Organisasi, Dukungan Top Manajemen, Formalisasi Pengembangan Sistem, Program Pelatihan dan Pendidikan Pengguna, Komite Pengendali SI, Keterlibatan Pengguna dalam Proses Pengembangan SIA, Kapabilitas Personil SI, Perkembangan Teknologi Informasi dan Kecemasan terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Berdasarkan hasil pada tabel di atas, dapat disusun persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = 5,544+0,632 Xa1 + 0,441 Xa2 + 0,445 Xa3 + 0,035 Xa4 + 0,068 Xa5 – 0,338 Xb1 + 0,326 Xb2 + 0,626 Xb3 + 0,228 Xb4 +e PENGARUH UKURAN ORGANISASI TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Kesimpulan dari hipotesis H1a adalah diterima yaitu ukuran organisasi berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi yakni berpengaruh secara positif dan signifikan.Ini berarti bahwa suatu organisasi yang ukurannya besar dapat mempengaruhi keberhasilan kinerja dari sistem informasi akuntansi yang digunakan yaitu semakin besar ukuran organisasinya maka kinerja sistem informasi akuntansi semakin baik, karena dana atau dukungan sumberdaya lebih memadai dalam organisasi yang lebih besar. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Komara (2006) yang menyatakan bahwa ukuran organisasi berpengaruh terhadap sistem informasi akuntansi, namun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Almilia dan Briliantien (2007) yang TABEL 1. HASIL HASIL UJI HIPOTESIS *signifikan pada alpha 5% JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI132 menyatakan bahwa ukuran organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. PENGARUH DUKUNGAN TOP MANAJEMEN TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Berdasarkan hasil pengujian dari hipotesis H2a, ditemukan bahwa hipotesis tersebut diterima ini berarti bahwa dukungan top manajemen berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Penerimaan hipotesis ini menunjukkan bahwa pemahaman top manajemen tentang sistem komputer dan tingkat minat, dukungan, dan pengetahuan tentang sistem informasi atau komputerisasi mampu meningkatkan keberhasilan dari kinerja sistem informasi akuntansi suatu organisasi yang dipimpinnya. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yaitu Acep Komara (2006), Almilia dan Briliantien (2007), Sudibyo dan Kuswanto (2011), dan Prabowo et al. (2013) yang menyatakan bahwa dukungan top manajemen berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. PENGARUH FORMALISASI PENGEMBANGAN SISTEM TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa formalisasi pengem-bangan sistem memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Jadi kesim- pulan dari hipotesis H a3 adalah diterima yaitu formalisasi pengembangan sistem berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Diterimanya hipotesis ini menunjukkan bahwa dengan adanya suatu prosedur yang diterapkan untuk formalisasi pengembangan sistem dapat berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yaitu Acep Komara (2006), Sudibyo dan Kuswanto (2011) yang menyatakan formalisasi pengembangan sistem dapat berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, namun bertolak belakang dengan pelitian yang dilakukan oleh Almilia dan Briliantien (2007) dan Prabowo et al. (2013) yang menyatakan formalisasi pengembangan sistem tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. PENGARUH PROGRAM PELATIHAN DAN PENDIDIKAN PENGGUNA TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa program pelatihan dan pendidikan pengguna berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadapkinerja sistem informasi akuntansi. Jadi kesimpulan dari hipotesis H a4 adalah diterima yaitu program pelatihan dan pendidikan pengguna berpe-ngaruh tetapi tidak signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.Ini menunjukkan bahwa dengan pelatihan dan pendidikan, pengguna di harapkan men-dapatkan kemampuan untuk mengi-dentifikasi persyaratan informasi mereka dan kesungguhan serta keterbatasan SI sehingga diharapkan dapat mengarah pada peningkatan kinerja sistem informasi akuntansi artian bahwa kinerja sistem informasi akuntansi cenderung baik jika terdapat program pelatihan dan pendidikan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh sistem pelatihan dan pendidikan yang terapkan perlu mendapatkan pelatihan dan pendidikan karena pemakai sudah tahu cara pengoperasian sistem informasi yang digunakan sebab ditunjang oleh kapabilitas pengguna sistem yang baik. Hasil pene-litian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Komar (2006). Pengaruh Komite Pengendali SI terhadap VOL. 15 NO.2 JULI 2014 133 Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Berdasarkan hasil pengujian hipotesis X a5 diperoleh bahwa komite pengendali SI berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja sistem informasi akun-tansi. Jadi kesimpulan dari hipotesis H5a adalah diterima yaitu komite pengendali SI berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi yakni berpengaruh positif dan tidak signifikan. Hal ini berarti bahwa komite pengendali melalui fungsi penting seperti menetapkan arah bagi kegiatan- kegiatan SI, menstrukturisasi departemen SI dan menetapkan staf personil SI memberikan pengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, dalam artian bahwa kinerja sistem informasi akuntansi cenderung akan bagus pada perusahaan yang didalamnya terdapat komite pengendali SI. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Komara (2006) dan Almilia dan Briliantien (2007). PENGARUH KETERLIBATAN PENGGUNA DALAM PENGEMBANGAN SISTEM TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Berdasarkan hasil pengujian hipotesis Xb1 diperoleh bahwa keterlibatan pengguna memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Probabilitas signi-fikansi yang lebih besar dari nilai =0,05 (0,053 > 0,05), Jadi kesimpulan dari hipotesis Hb.1 adalah ditolak yaitu keterlibatan pengguna dalam pengem-bangan SIA tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Ditolaknya hipotesis ini menunjukkan bahwa keterlibatan pengguna tidak membawa keberhasilan dari kinerja sistem informasi akuntansi, dalam artian bahwa dengan melibatkan pengguna sistem dalam pengembangan SIA justru akan mengu-rangi keberhasilan dari kinerja sistem informasi akuntansi. Menurut Susanto (2008) ada beberapa alasan yang menye-babkan terjadinya kegagalan keterlibatan pemakai yaitu tidak tepatnya pengetahuan yang dimiliki pemakai sehingga tidak bersedia membuat keputusan atau mem-berikan pandangannya, karena pema-kai kurang memahami dampak dari keputusan yang diambil. Kurangnya pengalaman dalam menen-tukan keputusan karena kultur lingkungan yang tidak mendukung dan kurangnya dukungan dari organisasi dalam berpar-tisipasi untuk mengambil keputusan. Pengambilan keputusan tersebut terbatas pada tahapan-tahapan yang memungkinkan pemakai atau karyawan terlibat dalam pengambilan keputusan, dan kurangnya kesempatan untuk melakukan uji coba dan kurangnya kesempatan untuk belajar. Hal ini muncul karena ketakutan akan tingginya biaya yang perlu dikeluarkan untuk kegiatan tersebut. Hasil penetian ini tidak sesuai dengan penelitian yang oleh Komara (2006) akan tetapi sesuai dengan penelitian Almilia dan Briliantien (2007). PENGARUH KAPABILITAS PERSONAL SI TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis X b2 diperoleh bahwa kapabilitas personal SI memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sistem infor-masi akuntansi. Kesimpulan dari hipotesis H b2 adalah diterima, Penerimaan hipotesis ini menunjukkan bahwa kapabilitas yang dimiliki oleh personal SI dapat mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi karena semakin tinggi tingkat pengetahuan komputer yang dimiliki oleh pengguna akhir maka dapat secara langsung mempengaruhi kepuasan dan apresiasi terhadap sistem yang ada. Semakin lama pemakai menggunakan sebuah sistem informasi akan JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI134 mening-katkan kepuasan pemakai karena akan meningkatkan pula kemampuannya dalam memanfaatkan sistem informasi akuntansi yang ada. Hasil penelitian sesuai dengan penelitian sebelumnya yaitu Acep Komara (2006), Prabowo (2013) yang menyatakan bahwa kapabilitas atau kemampuan pengguna SI berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, namun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Almilia dan Briliantien yang menyatakan bahwa kapabilitas personal SI tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Berdasarkan hasil pengujian hipotesis X b3 diperoleh bahwa perkembangan teknologi informasi memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Kesimpulan dari hipotesis H b3 adalah diterima, Penerimaan hipotesis ini menun-jukkan bahwa perkembangan teknologi yang terjadi saat ini mampu memotivasi atau memberikan dorongan kapada pengguna sistem dalam mengembangkan dirinya karena dengan kemajuan teknologi yang ada tentunya akan menuntut seorang karyawan untuk lebih menguasai sistem informasi yang baru serta alat-alat yang dipergunakan guna untuk lebih mudah dan lebih cepat dalam mengidentifikasi data, mengakses data dan menginterpretasikan data. Perusahaan Perbankan sudah pasti memiliki transaksi yang kompleks dan besar volumenya. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi akan sangat membantu mempercepat proses pengolahan data transaksi serta penyajian laporan keuangan, sehingga laporan keuangan tersebut tidak kehilangan nilai informasi yaitu ketepatwaktuan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yaitu Safelia et al. (2012) yang menyatakan bahwa teknologi sistem informasi baru mampu mening-katkan kinerja individual yang nantinya akan berpengaruh pada kinerja sistem informasi akuntansi. PENGARUH KECEMASAN TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Berdasarkan hasil pengujian hipotesis X b4 diperoleh bahwa kecemasan memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi pada perusahaan perbankan di kota Makassar. Probabilitas signifikansi yang lebih besar dari nilai =0,05 (0,085 > 0,05), menyatakan kecemasan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Jadi kesimpulan dari hipotesis H b4 adalah diterima.Penerimaan hipotesis ini menun- jukkan bahwa perasaan cemas dari pengguna sistem dapat berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akun-tansi yaitu kecenderungan indi- vidual untuk menjadi tidak mudah, atau merasa takut terhadap penggunaan komputer ternyata sebaliknya mampu meningkatkan kinerja sistem informasi akuntansi. Berbeda dengan dugaan awal bahwa kecemasan akan berdampak negatif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi karena pemakai yang cemas atau merasa takut dan tidak mudah dalam menggunakan sistem informasi akuntansi akan menurunkan kinerja sistem informasi akuntansi, hal ini dapat disebabkan karena implementasi sistem informasi yang ada merupakan kebijakan bank, sehingga mau tidak mau karyawan harus mampu menggunakan sistem tersebut. Apalagi karyawan yang merasa cemas justru akan mendapatkan motivasi yang lebih untuk mempelajari sistem yang ada sehingga kecemasan dapat diminimalisasi. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian VOL. 15 NO.2 JULI 2014 135 yang dilakukan oleh Kustono (2011) yang menyatakan bahwa kecemasan tidak berpengaruh terhadap partisipasi yang diberikan dalam kinerja sistem informasi akuntansi. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada beberapa perbankan yang ada di Makassar mengenai pengaruh faktor internal dan eksternal perusahaan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi dapat diambil kesimpulan bahwa faktor internal yang diajukan semua berpengaruh tetapi tidak semuanya signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi, dimana ukuran organisasi dan dukungan top manajemen berpengaruh positif dan signifikan. Sedangkan faktor lainnya bepengaruh positif tetapi tidak signifikan yaitu program pelatihan, pendidikan pengguna dan komite pengendali SI. Faktor eksternal yang diajukan tidak semuanya berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hanya variable kapabilitas personil yang berpengaruh positif dan signifikan. Sedangkan Perkem-bangan Tekhnologi dan Kecemasan berpengaruh tetapi tidak signifikan. Keterbatasan Pengguna tidak berpengaruh dan tidak signifikan. Kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 61% dan sissanya sebesar 39% merupakan pengaruh faktor-faktor yang mempengaruh variabel dependen yang tidaj dimasukkan dalam model penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan serta beberapa kesimpulan, adapun implikasi dari penelitian yang telah dilakukan dalam bentuk saran-saran yang dapat diberikan melalui hasil penelitian ini yaitu diharapkan agar perusahaan lebih memperhatikan lagi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dari penggunaan sistem informasi akuntansi baik yang berasal dari dalam perusahaan (faktor internal) maupun yang berasal dari luar perusahaan (faktor eksternal) guna untuk menghasilkan informasi yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan setiap penggunanya. Keterbatasan penelitian ini antara lain: pertama, penelitian mengambil objek yang terbatas yaitu hanya pada tiga bank yang ada di kota Makassar yaitu Bank Sulselbar, Bank BNI Syariah Cabang Makassar dan Bank BRI Cabang Makassar. Pada penelitian berikutnya perlu dilakukan pengamatan dengan objek yang lebih luas. DAFTAR PUSTAKA Adi, P. H. 2006. Partisipasi Pengguna Dalam Pengembangan Sistem Informasi (Telaah Literatur). Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 8 (1), 52-62. Almilia, L. S., dan I. Briliantien. 2007. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi pada bank umum pemerintah di wilayah surabaya dan sidoarjo. Jurnal STIE Perbanas Surabaya. Bachtiar, E. 2012. Perancangan Sistem Informasi Akuntansi dengan Menggunakan Database Karyawan untuk Meningkatkan Keakuratan dalam melakukan Perhitungan Penggajian Pada PT. DIS. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 1 (1), 86-89. Bodnar, H. G. dan S. Hopwood. 2010. William. Accounting Informa- tion System, Tenth Edition. New Jersey. Pearson Education inc. Upper saddle River. Chin, W. W., dan P. A. Todd. 1995. On the use, usefulness, and ease of use of structural equation modeling in MIS research: a note of caution. MIS quarterly, 237-246. Cooper, D. R., P. S. Schindler dan J. Sun. 2006. Business research methods, Vol. 9. New York: McGraw-hill. Davis. 1989. Perceived Usefullness, Perceived ease of use of Information Technology. Management Information System Quarterly, 21 (3), 319-340. Davis, F. D. 1993. User acceptance of information technology: system characteristics, user perceptions and behavioral impacts. International journal of man-machine studies, 38 (3), 475-487. En, T. K., & Suryandi, F. A. (2012). Peranan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Pengendalian Intern Aktivitas Pembelian Bahan Baku Guna Mencapai Penyerahan Bahan Baku yang Tepat Waktu (Studi Kasus pada Perusahaan “X” Bandung). Jurnal Maksi, 2 (6). 142-155. Igbaria M. 1994. An Examination of the factors contributing to Micro Computer Techenology Accep-tance. Journal of Information System. Accounting, Management and Information Technologies, 4 (4), 205-224. Indriantoro, N. dan B. Supomo. 2013. Metodologi penelitian bisnis untuk akuntansi dan manajemen. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. Indriantoro, N. dan B. Supomo. 2007. Model Kesuksesan Sistem JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI136 Teknologi Informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset. Jogiyanto, H. 2007a. Sistem Informasi Keperilakuan. Yogyakarta: CV Andi Offset. Jogiyanto, H. 2007b. Model Kesuksesan Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset. Jumaili, S. 2005 Kepercayaan Etrhadap Teknologi Sistem Informasi Baru Dalam Evaluasi Kinerja Individual. Paper Dipresentasikan di Simpo-sium Nasional Akuntansi VIII, Solo. Komara, A. 2006. Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Jurnal Maksi, 6 (1), 45-53. Kustono, A. S. 2011 Pengaruh Keahlian Pengguna Terhadap Kinerja Sistem Informasi Dengan Variabel Intervening Partisipasi, Kecemasan, Kepuasan, Derajat Penerimaan, dan Ketidakpastian Kerja. Junal Ilmiah Ekonomi Manajemen dan Kewirausahaan OPTIMAL, 5 (1), 103-121. Nasution, F. N. 2004. Penggunaan Teknologi Informasi Berdasarkan Aspek Perilaku (BEHAVIORAL ASPECT). Digitized by USU digital library. Nugerahmawati, A. 2013. Pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi, Kemampuan pemakai sistem informasi, ukuran organisasi Terhadap kinerja sistem informasi akuntansi Dengan kompleksitas tugas sebagai variabel moderating (studipada pt. Pln (persero) distribusijawa barat dan banten). Skripsi. Universitas Pasundan Bandung. Peppard, J., dan J. Ward. 2004. Beyond strategic information systems: towards an IS capability. The Journal of Strategic Information Systems, 13 (2), 167-194. Prabowo, R. R., Sukirman dan H. Nurhasan. 2013. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Di Bank Umum Kota Surakarta. JUPE UNS, 2 (1), 34-47. Purnama,Y. I. 2010. Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan Pendapatan Daerah. Jurnal Solusi, 5 (2), 15-27. Rahadi, D R. 2007. Peranan Teknologi Informasi Dalam Peningkatan Pelayanan di Sektor Publik”. Proocedings Seminar Nasional Teknologi (SNT) Yogyakarta. Ratnaningsih, K. I., dan I. Suaryana, 2014. Pengaruh Kecanggihan Teknologi Informasi, Partisipasi Manajemen, dan Pengetahuan Manajer Akun-tansi pada Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 6 (1), 1-16. Safelia, N. S. dan F. Rita. Pengaruh Teknologi Sistem Informasi Baru Terhadap Kinerja Individu. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Humaniora, 4 (2), 19-24. Sofyani, H. dan R. Akbar. 2013. Hubungan Faktor Internal Institusi dan Implementasi Sistem Akunta-bilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Pemerintah Daerah. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 10 (2), 184-205. Sudibyo, K. S. dan H. Kuswanto. 2012. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi pada PT. BPR Weleri Makmur Jawa Tengah. Jurnal STIE Dharmaputra. Sunarto, A. dan Z. A. Hasibuan. 2007. Model Perencanaan Strategis System Informasi Pada Industri Penyiaran Televisi Dengan Pendekatan Blue Ocean Strategy dan Balanced Scorecard. Jurnal Sistem Informasi MTI UI, 3 (2) 135-157. Sunjoyo, R. S. 2013. Aplikasi SPSS untuk Smart Riset. Bandung: Alfa beta. Susanto, A. 2008. Sistem Informasi Akuntansi, Struktur Pengendalian Resiko Pengembangan. Bandung: Alfabeta. A Accrual Accounting Agency theory alue Added Intellectual Coefficient APBN/APBD B Bursa Efek Indonesia C California Management Review Capital Employed Efficiency Company Performance Company Value Contemporary accounting research Costumer Duration Costumer Role Costumer Support Customer Success E Ethics F Financial Accountability & Management financial intermediation Financial Performance financial structure H Human capital Efficiency I IASC IFAC Indian Pharmaceutical Industry Industri Pertambangan Dan Pertanian Insider Trading intangible assets Intellectual Capital Intellectual Capital Disclosures International Accounting Standards Committee International Federation of Accountants J Journal of Intellectual capital Jurnal Akuntansi & Keuangan K Kinerja Perusahaan L Legitimacy Theory Local Government M Market Value McMaster Word Congress Modal Intelektual N New Public Management Nilai Perusahaan O Organizational Climate and Culture P Pemerintah Daerah Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Per Procedia Economics R Relevance of Intellectual Capital Disclosure Resource-Based Theory S Securities and Exchange Commis-sion's Signalling Theory SMAC Society of Management Accountants of Canada stakeholder Stakeholder Theory Structural capital Efficiency STVA T The Japanese Banking Sector Trader Tradisional Measures of Corporate Performance U Universitas Diponegoro US multinational firms V VACA VAHU VAIC value added W Working Unit