Layout Januari 2014 PENDAHULUAN Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 179/U/2001 tentang penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), PPAk adalah pendidikan lanjutan yang dapat ditempuh setelah lulus dari program sarjana S1 dan hanya dapat ditempuh oleh mahasiswa lulusan akuntansi. Tujuan PPAk menurut Kepmendiknas tersebut adalah untuk menghasilkan lulusan yang menguasai keahlian dibidang profesi akuntansi dan memberikan kompetensi keprofesian akuntansi. Dikeluarkannya Ke-putusan Menteri tersebut diharapkan dapat membuat mahasiswa akuntansi lulus program S1 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Minat Mahasiswa Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) ZAZUK SAPITRI* & RIZAL YAYA Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jl. Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, D.I. Yogyakarta, 55183, Telp +274 387656, Indonesia. *Corresponding Author, E_mail address: rizalyaya@gmail.com ABSTRACT The purpose of this study is to determine factors that influence students’ interest in enrolling in the accounting professional education (PPAk). Some independent variables are hypothesised to have influence on the students interests. Sample of this study is 609 students majoring in accounting at semesters 6 and 8 at Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). To answer research hypotheses, data were analysed by using multiple regres- sion test. The result shows that variables of motivation for quality, motivation for gaining knowledge, education costs, and lenght of study have positive and significant effects on students’ educational interests in enrolling in PPAk. On the other hand, variables of career motivation, economic motivation, social motivation, title motivation, and motivation to take USAP exam do not have effect on students’ interest to take PPAk. Keywords: Motivation; Cost of Education; Duration of Study; Accountant Professional Education ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam mendaftar di pendidikan profesional Akuntansi (PPAk). Sampel penelitian ini adalah 609 mahasiswa jurusan akuntansi di semester 6 dan 8 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Untuk menjawab hipotesis penelitian, data dianalisis dengan menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi untuk kualitas, motivasi untuk memperoleh pengetahuan, biaya pendidikan, dan panjang dari studi memiliki efek positif dan signifikan terhadap kepentingan pendidikan siswa dalam mendaftar di PPAk. Di sisi lain, variabel motivasi karir, motivasi ekonomi, motivasi sosial, motivasi judul, dan motivasi untuk mengambil ujian USAP tidak memiliki efek pada minat siswa untuk mengambil PPAk. Kata Kunci: Motivasi; Biaya Pendidikan; Masa Studi; Pendidikan Profesional Akuntan yang berkeinginan untuk meningkatkan kemampuan di bidang akuntansi untuk memilih melanjutkan pendidikannya ke PPAk. Selanjutnya, mahasiswa yang sudah mengikuti PPAk akan memperoleh gelar Ak dan nantinya berhak mengikuti Ujian Sertifikat Akuntan Publik (USAP) yang merupakan salah satu syarat penting untuk mendapatkan izin praktek sebagai akuntan publik. Akan tetapi, keluarnya peraturan tersebut ternyata belum dapat mendorong laju kemauan mahasiswa akuntansi lulusan program S1 untuk melanjutkan ke PPAk. Hal ini dapat dilihat dari press release yang dikeluarkan oleh IAI. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ VOL. 16 NO.1 JANUARI 2015 47 Dalam laporan terbaru, jumlah anggota akuntan di Indonesia sebanyak 17.649. Sebagai perbandingan, hingga Desember 2013, Malaysian Institute of Accountants (MIA) memiliki anggota 30.503 orang. Anggota Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA) per 31 December 2013 tercatat sebanyak 27.394 orang. Per Juli 2013, jumlah anggota Philippine Institute of Certified Public Accountants (PICPA) mencapai 22.072 orang. Bahkan Thailand per Desember 2013 memiliki 57.244 akuntan yang tercatat sebagai anggota Federation of Accounting Profession (FAP). (IAI, 2014). Melihat rendahnya minat mahasiswa akuntansi untuk meningkatkan profesio-nalisme ditengah tingginya kebutuhan dan tuntutan peningkatan pekerjaan. Maka diperlukan pengetahuan dari dalam diri mahasiswa terhadap minat untuk mengikuti PPAk. Agar dapat meningkatkan kemampuan di bidang Akuntansi. Adanya Undang- Undang No. 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik, diharap dapat lebih mensosialisasikan profesi akuntan publik kepada masyarakat akan pentingnya penggunanaan jasa akuntan dalam prakteknya di lingkungan masyarakat. Akuntan publik lebih dibutuhkan karena mempunyai peranan yang penting dalam mendukung perekonomian nasional serta untuk meningkatkan mutu informasi dalam bidang keuangan. Karena tugas akuntan publik adalah bertanggung jawab terhadap opini atau pendapat atas laporan keuangan. Penelitian tentang minat mengikuti PPAk merupakan sesuatu yang penting dilakukan. Agar PPAk semakin diminati dan profesi akuntansi bisa semakin berkembang, sangat perlu diketahui faktor- faktor yang mempengaruhi minat tersebut. Dari segi akademik, penelitian terdahulu tentang minat mengikuti PPAk menunjukkan adanya berbagai faktor yang berpengaruh. Ayuningtyas dan Prihantini (2012) menemu-kan bahwa motivasi mencari ilmu pengetahuan, motivasi ekonomi, motivasi gelar, dan lama pendidikan berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti PPAk. Akan tetapi Raminten (2012) menemukan bahwa motivasi mencari ilmu, biaya pendidikan dan lama pendidikan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat mengikuti PPAk, sedangkan variabel seperti motivasi kualitas, motivasi karir, motivasi ekonomi, motivasi gelar, dan motivasi mengikuti USAP memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat mengikuti PPAk. Adanya perbedaan hasil tersebut, penelitian lebih lanjut sangat relevan dilakukan untuk mengkofirmasi faktor-faktor yang berpengaruh. Penelitian ini mengom-binasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan harapan analisis dan pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi minat mengikuti PPAk menjadi lebih baik. Disamping itu, interviu tambahan juga dilakukan kepada responden mengenai minat terhadap PPAk dengan mempertimbangkan Peraturan Menteri Keuangan No. 25/MK.01/2014 yang dike-luarkan pemerintah pada saat penelitian ini berada pada tahap finalisasi. Interview tambahan dilakukan untuk meningkatkan relevansi dan manfaat penelitian ini, karena peraturan terbaru tersebut menyatakan syarat untuk memperoleh gelar ‘Akuntan’ (Ak) adalah lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Profesional dan memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun dalam 7 tahun terakhir (KMK pasal 2 sampai dengan 5). TINJAUAN LITERATUR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS MOTIVASI Motivasi berasal dari kata motif (motive) yang berarti dorongan, sebab atau alasan seseorang melakukan sesuatu (Djaali, 2008). Oleh karena itu, motivasi dapat berarti suatu kondisi yang JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI48 mendorong atau menjadi sebab seseorang melakukan suatu perbuatan/ kegiatan yang berlangsung secara wajar. Menurut Hamzah (2007) motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya. Oleh karena itu perbuatan seseorang yang didasarkan atas motivasi tertentu mengandung tema sesuai dengan motivasi yang mendasarinya Motivasi mempunyai dua bentuk, yaitu motivasi positif dan motivasi negatif. (Swasta dan Sukatjo, 1991, dalam Tengker dan Morasa, 2007). Motivasi positif merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara memberikan penambahan tingkat kepuasan tertentu, misalnya dengan memberikan promosi, memberikan insentif atau tambahan penghasilan. Motivasi negatif merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara menakut-nakuti atau mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu secara paksa. Dalam teori motivasi banyak dimensi motivasi, diantaranya adalah kualitas, karir, ekonomi dan sosial (Widyastuti, 2004). Motivasi kualitas merupakan dorongan yang timbul dari diri seseorang yang memiliki dan meningkatkan kualitas diri dan kemampuannya dalam bidang yang ditekuninya sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar. Motivasi karir menunjuk pada dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk meningkatkan kemampuan pribadinya dalam rangka mencapai kedudukan, jabatan/karir yang lebih baik dari sebelumnya. Motivasi karir dapat diukur dengan mengetahui seberapa besar keinginan seseorang dalam meningkatkan karirnya yaitu memperoleh kesempatan promosi jabatan, pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang, mendapat perlakuan profesional, mendapatkan pengetahuan berkaitan dengan pertanggungjawaban dalam bekerja, mening-katkan kemampuan berprestasi, mampu melaksanakan beban pekerjaan dengan baik dan mendapatkan pengetahuan yang berkaitan dengan dunia pekerjaannya. Motivasi Ekonomi merupakan dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk mening-katkan kemampuan pribadinya dalam rangka untuk mencapai penghargaan finansial yang diinginkannya. Motivasi ekonomi dinilai dari seberapa besar dorongan meningkatkan penghargaan ekonomi baik berupa penghargaan langsung, seperti pembayaran gaji pokok, atau upah dasar, overtime/ gaji dari lembur, pembayaran untuk hari libur, pembagian dari laba dan berbagai bentuk bonus berdasarkan kinerja lainnya. Sedangkan penghargaan tidak langsung meliputi asuransi pembayaran liburan, tunjangan biaya sakit, program pensiun dan berbagai manfaat lainnya. Motivasi sosial diartikan sebagai suatu dorongan seseorang untuk melakukan perbuatan dengan tujuan bernilai sosial, memperoleh pengakuan maupun peng-hargaan dari lingkungan dimana seseorang berada. Motivasi sosial berhubungan dengan keinginan seseorang untuk diakui eksis-tensinya dan prestasi. PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI Pendidikan profesi akuntansi adalah pendidikan lanjutan setelah selesai menem-puh pendidikan sarjana atau S1 jurusan akuntasi. Berdasarkan surat keputusan men-diknas RI No. 179/U/2001 tentang penyelenggaraan PPAk. PPAk bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keah-lian dibidang akuntansi dan memberikan kompetensi keprofesiannya. Menurut Inter-nasional Federation of Accountants, yang dimaksud dengan profesi akuntansi adalah semua bidang pekerjaan yang memper-gunakan keahlian dibidang akuntan, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, VOL. 16 NO.1 JANUARI 2015 49 akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja pada pemerintah atau akuntan sebagai pendidik. Dalam arti sempit, profesi akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerjaan audit, akuntansi,pajak dan konsultan manajemen. PENELITIAN TERDAHULU Berbagai penelitian tentang minat mahasiswa mengikuti PPAk pernah dilakukan pada mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Tengker dan Morasa (2007) melakukan penelitian pada mahasiswa akuntansi FE Unsrat Manado. Penelitian mereka menyebutkan bahwa motivasi karir mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. Penelitian Indrawati (2009) menyatakan bahwa motivasi kualitas, motivasi karir, dan motivasi sosial secara signifikan mempengaruhi minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. Sedangkan hanya motivasi ekonomi yang tidak secara signifikan mempengaruhi minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. Pada tahun 2011, Raharja menyatakan bahwa motivasi karir, motivasi mencari ilmu, motivasi mengikuti USAP, berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk, sedangkan motivasi gelar, motivasi ekonomi, dan biaya pendidikan tidak perpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. Di tahun 2012, Raminten melakukan penelitian pada mahasiswa program S1 akuntansi Universitas Semarang. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa motivasi mencari ilmu, biaya pendidikan dan lama pendidikan tidak perpengaruh signifikan terhadap minat. Sedangkan Motivasi kualitas, motivasi karir, motivasi ekonomi, motivasi gelar, motivasi mengikuti USAP memiliki pengaruh terhadap minat mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Pada tahun yang sama, Ayuningtyas dan Prihantini (2012) menyatakan bahwa motivasi karir, motivasi mengikuti USAP,motivasi kualitas dan biaya pendidikan tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti PPAk. Sedangkan motivasi mencari ilmu, motivasi ekonomi, motivasi gelar dan lama pendidikan berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti PPAk. Lebih lanjut, Nurhayani (2012) meneliti mahasiswa jurusan akuntansi di tujuh perguruan tinggi swasta di Medan. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa secara simultan motivasi sosial, motivasi karir, motivasi ekonomi berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengiuti PPAk. Sedangkan secara parsial motivasi sosial, motivasi karir, dan motivasi ekonomi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti PPAk. MOTIVASI KUALITAS DAN MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI PPAK Motivasi kualitas merupakan dorongan yang timbul dari diri seseorang yang memiliki dan meningkatkan kualitas diri dan kemampuannya dalam bidang yang diteku-ninya sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar. Adanya motivasi kualitas yang tinggi maka akan mengem-bangkan potensi yang ada dalam dirinya, sehingga sumber daya manusianya akan meningkat sesuai dengan kualitas yang dimi-likinya. Raminten (2012) meneliti tentang pengaruh motivasi terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi (PPAk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi kualitas berpengaruh positif signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti PPAk. Penelitian Indrawari, 2009 yang menyatakan bahwa motivasi kualitas berpengaruh positif terhadap minat maha-siswa untuk mengikuti pendidikan JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI50 profesi akuntansi. Penelitian selanjutnya Widyastuti (2004) yang menyatakan bahwa motivasi kualitas berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi Mahasiswa yang mengikuti PPAk akan memiliki ilmu pengetahuan yang lebih dibidang akuntansi, karena PPAk dapat meningkatkan profesionalisme dibidang akuntansi. Yang nantinya akan meningkatnya kualitas seorang akuntan. Berdasarkan uraian di atas maka dapat diajukan hipotesis sebagai berikut : H 1a : Motivasi kualitas berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti PPAk. MOTIVASI KARIR DAN MINAT MAHASISWA AKUNTANSI MENGIKUTI PPAK Menurut (Ellya dan Yuskar, 2006) karir merupakan suatu keahlian atau keprofesionalan seseorang dibidang ilmunya yang dinilai berdasarkan pengalaman kerja yang akan memberikan kontribusi kepada organisasi. Pemilihan karir adalah ungkapan diri seseorang karena pilihan menunjukan motivasi seseorang, ilmu, kepribadian, dan seluruh kemampuan yang dimiliki. Raminten (2012) mengungkapkan bahwa variabel motivasi karir berpengaruh positif signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti PPAk. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Indrawati (2009) bahwa motivasi karir berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti pendi-dikan profesi akuntansi. Motivasi karir menunjuk pada dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk meningkatkan kemampuan pribadinya dalam rangka mencapai kedudukan, jabatan/karir yang lebih baik dari sebelumnya. Semakin tinggi kualitas pendidikan yang dimiliki seseorang akan semakin tinggi kedudukan, jabatan,/karir seseorang tersebut. Berda-sarkan uraian di atas maka dapat diajukan hipotesis sebagai berikut : H 1b : Motivasi karir berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. MOTIVASI EKONOMI DAN MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI PPAK Motivasi Ekonomi merupakan dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk meningkatkan kemampuan pribadinya dalam rangka untuk mencapai penghargaan finansial yang diinginkannya. Karena dengan kemampuan dan gelar yang dimiliki akan membuat seseorang tersebut mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan pendapatan yang diterimapun akan lebih memuaskan. Berdasarkan uraian di atas maka dapat diajukan hipotesis sebagai berikut : H 1c : Motivasi ekonomi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. MOTIVASI SOSIAL DAN MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI PPAK Motivasi sosial diartikan sebagai suatu dorongan seseorang untuk melakukan perbuatan dengan tujuan bernilai sosial, memperoleh pengakuan maupun penghar-gaan dari lingkungan dimana seseorang berada. Dengan memiliki gelar akuntan, maka muncul kepuasan batiniah dimana seseorang tersebut dapat diakui oleh orang lain atau lingkungan dengan kemampuan yang dimilikinya. Selanjutnya identitas tersebut akan lebih dipandang oleh ling-kungan sekitar. Berdasarkan uraian di atas maka dapat diajukan hipotesis sebagai berikut : H 1d : Motivasi sosial berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. MOTIVASI MENCARI ILMU DAN MINAT T MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI PPAK Motivasi mencari ilmu dapat disim-pulkan sebagai dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk mendapatkan dan meningkatkan ilmu VOL. 16 NO.1 JANUARI 2015 51 pengetahuan serta kemampuan dalam bidang yang ditekuninya sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. PPAk merupakan sarana pendidikan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan di bidang akuntansi dan ber-manfaat pula untuk meningkatkan keprofe-sionalisme akuntan. Berdasarkan uraian diatas maka dapat diajukan hipotesis sebagai berikut : H 1e : Motivasi mencari ilmu berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. MOTIVASI GELAR DAN MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI PPAK Sebelum adanya PPAk, ada beberapa Universitas yang lulusannya sudah bergelar AK. Universitas itu seperti: Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Sumatra Utara, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya, dam STAN. Namun kini setelah dikeluarkannya surat keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor. 179/U/2001 tentang penyelenggaraan PPAk, lulusan S1 hanya memiliki gelar S.E dan gelar Ak akan dimiliki oleh mahasiswa yang mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Gelar merupakan identitas mengenai keahlian seseorang dalam bidang ilmu tertentu. Semakin banyak gelar yang dimiliki maka menunjukan semakin berkualitas pendidikan yang dimiliki seseorang tersebut. Gelar Ak lebih menunjukan kualitas dan spesifikasi seseorang tersebut dibandingkan dengan seseorang lulusan S1 akuntansi yang bergelar S.E. berdasarkan uraian diatas maka dapat diajukan hipotesis sebagai berikut. H 1f : motivasi gelar berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. MOTIVASI MENGIKUTI USAP DAN MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI PPAK Untuk dapat menjalankan profesinya sebagai akuntan publik di Indonesia, seorang akuntan harus lulus dalam ujian profesi yang dinamakan Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) dan sertifikat akan dikeluarkan oleh IAPI. Sertifikat akuntan publik tersebut merupakan salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan izin praktik sebagai akuntan publik dari departemen keuangan. Berdasarkan uraian diatas maka dapat diajukan hipotesis sebagai berikut : H 1g : Motivasi mengikuti USAP berpe-ngaruh positif terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. BIAYA PENDIDIKAN DAN MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI PPAK Biaya pendidikan yang mahal telah menjadi permasalahan klasik hampir seluruh penduduk di Indonesia. Dan salah satu penghalang untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Biaya untuk pendidikan profesi akuntansi jauh lebih besar dibanding dengan biaya pendidikan S1. Mahasiswa yang tidak mampu untuk membiayai pendidikan lanjutan maka mereka akan lebih memilih untuk bekerja terlebih dahulu. Berdasarkan uraian di atas maka dapat diajukan hipotesis sebagai berikut : H 2 : Biaya pendidikan berpengaruh negatif terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. LAMA PENDIDIKAN DAN MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI PPAK Untuk mendapatkan gelar akuntan, calon akuntan harus menempuh pendidikan terlebih dahulu selama kurang lebih 1,5 tahun. Hal ini dapat membuat sarjana S1 akuntansi tidak ingin melanjutkan pendidikan profesi karena selama menempuh pendidikan S1 mereka sudah menghabiskan waktu selama 4 tahun. Maka banyak dari mereka lebih memilih untuk bekerja terlebih dahulu agar ilmu yang di dapat selama waktu JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI52 kuliah S1 dapat langsung di pergunakan. Berdasarkan uraian diatas maka dapat diajukan hipotesis sebagai berikut : H 3 : Lama pendidikan berpengaruh negatif terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk. METODE PENELITIAN SAMPEL Penelitian dilakukan di Universitas Muhamma- diyah Yogyakarta (UMY) dengan subjek penelitian mahasiswa program studi akuntansi yang masih aktif, tahun angkatan 2010-2011 atau semester 6 dan 8. Berdasarkan data Tata Usaha Fakultas Ekonomi UMY, jumlah mahasiswa kelompok ini adalah sebanyak 609 mahasiswa. Untuk keperluan penelitian, sebanyak 160 disebarkan selama bulan Januari 2014 dan sebanyak 7 atau 4% kuesioner tidak kembali. Dengan demikian jumlah kuesioner yang dapat diolah adalah sebanyak 153 atau 96% response rate. Rincian proses pengambilan sampel dapat dilihat pada tabel 1 berikut: TABEL 1: SAMPEL DAN RESPONSE RATE TABEL 2. KARAKTERISTIK RESPONDEN JENIS KELAMIN TABEL 3. SEMESTER YANG TELAH DITEMPUH RESPONDEN KARAKTERISTIK RESPONDEN Dari 153 mahasiswa yang dijadikan responden dapat diketahui karakteristik masing-masing responden yang terdiri dari jenis kelamin dan semester yang sedang ditempuh. Berdasarkan jenis kelamin dapat diketahui bahwa responden yang mempunyai jenis kelamin laki-laki adalah sebanyak 73 orang atau 48% dan perempuan sebanyak 80 orang atau 52 % (lihat Tabel 2). Berdasarkan semester yang sedang ditempuh dapat diketahui bahwa responden semester 6 sebanyak 66 orang atau 43% dan semester 8 sebanyak 87 orang atau 57% (lihat Tabel 3). DATA DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer. Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung melalui objek. Dalam penelitian ini data primer berupa data yang diperoleh secara langsung dari responden melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa akuntansi semester 6 dan 8 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu dengan membagikan kuisioner dan mengadakan interviu atau wawancara kepada responden. Menurut Arikunto (2006) kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang diketahui. Adapun interviu adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara, interviu diguanakan oleh peneliti untuk menilai keadaan seseorang, misalnya untuk mencari data tentang variabel latar belakang murid, orang tua, pendidikan, perhatian, dan sikap terhadap sesuatu. Sebelum melakukan penyebaran kuesioner dilakukan uji coba atau pilot tes kepada 15 mahasiswa yang tidak masuk dalam sampel VOL. 16 NO.1 JANUARI 2015 53 penelitian. Uji coba ini dilakukan untuk menguji apakah kuesioner yang akan disebarkan dapat dipahami isi dan bahasanya oleh kalangan mahasiswa. DEFINISI OPERASIONAL DAN PENGUKURAN VARIABEL PENELITIAN Variabel Dependen Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi (PPAk). Variabel minat mengikuti pendidikan profesi akuntansi ini diadopsi dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Widyastuti (2004). Variabel minat diukur dengan lima pertanyaan yang langsung mempertanyakan minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi dengan menggunakan skala likert dari 1 sampai 5. Sikap responden yang “sangat tidak setuju” diawali dengan poin 1 (satu) yang dapat diartikan bahwa minat responden rendah. Dan sikap responden yang “sangat setuju” diakhiri dengan point 5 (lima) yang berarti minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi tinggi. Variabel independen Pengukuran variabel independen diukur dengan skala likert 5. Variabel motivasi kualitas, motivasi karir, motivasi ekomoni, motivasi sosial, motivasi mencari ilmu diproksikan dengan pertanyaan dengan skala 5 poin diambil dari Nur Amalia Khoirun Nisa. Sedangkan motivasi gelar, motivasi mengikuti USAP, biaya pendidikan dan lama pendidikan diproksikan dengan pertanyaan dengan skala likert 5 poin diambil dari kuesioner Nugroho (2011). Untuk menunjukan sikap respondeen mengenai pertanyaan tersebut diberikan pilihan nilai antara lain: sangat setuju (5), setuju (4), netral (3), tidak setuju (2), dan sangat tidak setuju (1). Motivasi Kualitas Merupakan dorongan yang timbul dari diri seseorang yang memiliki dan meningkatkan kualitas diri dan kemampuannya dalam bidang yang ditekuninya sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar. Indikator yang digunakan adalah : dapat berfikir dengan baik agar kualitas sebagai sarjana tidak diragukan, dan yakin dapat bekerja dengan baik. Motivasi Karir Dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk meningkatkan kemampuan pribadinya dalam rangka mencapai kedudukan, jabatan/karir yang lebih baik dari sebelumnya. Indikator yang diguanakan anata lain : promosi jabatan, bekerja sesuai dengan latar belakang, dan memperluas jaringan kerja. Motivasi Ekonomi Ini adalah dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk meningkatkan kemampuan pribadinya dalam rangka untuk mencapai penghargaan finansial yang diinginkannya. Indikator yang digunakan : penghasilan yang lebih besar, kesejahteraan, dan fasilitas penunjang kerja. Motivasi Sosial Suatu dorongan seseorang untuk melakukan perbuatan dengan tujuan bernilai sosial, memperoleh pengakuan maupun penghar-gaan dari lingkungan dimana seseorang berada. Indikator yang digunakan: memperoleh prestasi dimasyarakat, kebanggaan diri, dan mampu berhubungan dengan yang lain. Motivasi Mencari Ilmu Dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk mendapatkan dan meningkatkan ilmu pengetahuan serta kemampuan dalam bidang yang JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI54 ditekuninya sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar. Indikator yang digunakan : pemahaman tentang ilmu pengetahuan akuntansi, meningkatkan keahlian dalam praktik audit. Motivasi Gelar Dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk menunjukkan kualitas dan kemampuan dibidang tertentu. Indikator yang diguanakan pemberian gelar AK. Motivasi mengikuti USAP Dorongan dari diri sendiri untuk melakukan Ujian Sertifikat Akuntan Publik setelah mengikuti pendidikan profesi. Indikator yang digunakan : mengikuti USAP. Biaya Pendidikan Merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai segala keperluan dan selama aktivitas pendidikan untuk mendukung secara material tercapainya prestasi pendidikan dimasa mendatang. Indikator yang digunakan adalah persepsi apakah biaya dinilai mahal atau tidak oleh sampel. Lama Pendidikan Jangka waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menyelesaikan pendidikannya. Indikator yang digunakan: lama pendidikan yang panjang. UJI KUALITAS INSTRUMEN DAN DATA Untuk menguji instrumen penelitian, dilakukan ujia validitas dan reliabilitas. Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknyakuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas dilakukan dengan pearson correlation yaitu melihat nilai sig masing-masing skor butir pertanyaan. Berdasarkan hasil pengujian statistik diketahui bahwa semua butir pertanyaan adalah valid. Uji reliabilitas data dilakukan dengan menggunakan koefisien cronbach alpha. Suatu instrumen dikatakan reliabel jikanilai cronbach alpha>0,6. Dari hasil uji reliabilitas tersebut menjelaskan bahwa setiap variabel yang digunakan dalam penelitian diperoleh nilai Cronbach Alpha >0,60, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan (motivasi kualitas, motivasi karir, motivasi ekonomi, motivasi sosial, motivasi mencari ilmu, minat) dalam penelitian ini dinyatakan reliabel. Untuk menguji kualitas data dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas dan hetero-kedastisitas. Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah data dalam model regresi berdistribusi normal atau tidak berdistribusi normal. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi normal. Pengujian normalitas data dilakukan dengan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov. Secara keseluruhan variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang dinyatakan terdistribusi secara normal, karena diperoleh nilai asymp.sig sebesar 0,941 > dari nilai signifikansi 0,05. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dengan melihat tolerance dan lawannya nilai variance infla- tion factor (VIF). Suatu model regresi yang terdapat multikolinearitas apabila nilai toleransi < 0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10. Hasil uji Multikolonieritas bahwa nilai toleransi lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10 yang berarti tidak terjadi multikolonieritas, sehingga model regresi yang digunakan dalam penelitian ini bebas dari multi-kolonieritas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas digunakan uji White dilakukan dengan cara membandingkan antara probabilitas t VOL. 16 NO.1 JANUARI 2015 55 statistik hasil regresi dari residual yang dikuadratkan dengan variabel independen dengan á nya. Jika probabilitas t statistic > á, maka tidak signifikan ada masalah heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas dengan uji park dapat diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi variabel motivasi kualitas (MKu), motivasi karir (MKa), motivasi ekonomi (ME), motivasi sosial (MS), motivasi mencari ilmu (MMI), motivasi gelar (MG), motivasi USAP (MUSAP), biaya pendidikan (BP), lama pendidikan (LP) > 0,05 sehingga tidak mengalami gangguan heteroskedatisitas. UJI HIPOTESIS DAN ANALISA DATA Alat uji analisis yang digunakan untuk menguji semua hipotesis adalah dengan menggunakan analisis regresi berganda. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan program komputer, yaitu program SPSS (Statistical Package For Social Science). Berikut adalah model penelitian yang digunakan : Mt = a +b1MKu + b2MKa + b3ME + b4MS + b5MMI + b6MG + b7MUSAP + b8BP + b9LM + e HASIL DAN PEMBAHASAN STATISTIK DESKRIPTIF MINAT MENGIKUTI PPAK Minat mahasiswa UMY untuk mengikuti PPAk setelah studi S-1 sangat tinggi. Dari 153 responden penelitian terdapat 68,63% yang menyatakan setuju atau sangat setuju mengikuti PPAk dan hanya 2,61% yang menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju. Jumlah mahasiswa UMY yang akan mengikuti PPAk akan bisa bertambah karena terdapat 28,76% yang masih ragu-ragu untuk mengikuti PPAk setelah selesai studi S-1 nanti. HASIL UJI DETERMINASI Uji determinasi dilakukan dengan menentukan Koefisien Determinasi yang disesuaikan (adjusted R2). Koefisien determi-nasi memiliki fungsi untuk menjelaskan sejauh mana kemampuan variabel indepen-den berpengaruh terhadap variabel dependen (lihat Tabel 5). Dari hasil tabel tersebut diketahui bahwa nilai Adjusted R Squaresebesar 0,587 atau 58,7%.Hal ini menunjukkan bahwa variabel dependen yaitu minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi dapat dijelaskan sebesar 58,7% oleh variabel independen yaitu motivasi kualitas, motivasi karir, motivasi ekonomi, motivasi sosial, motivasi mencari ilmu, motivasi gelar, motivasi USAP, biaya pendidikan, lama pendidikan. Sedangkan sisanya sebesar 41,3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. HASIL UJI HIPOTESIS Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat hasil uji Anova diperoleh nilai F hitung adalah sebesar 25.040 dengan nilai signifikansi (0,000) < alpha (0,05) yang artinya bahwa secara simultan/bersama-sama kesembilan variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap minat mahasiwa mengikuti PPAk. Pengujian hipotesis pertama sampai keenam dilakukan dengan menunjukan uji parsial (t test). Uji parsial (t test) digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen (lihat Tabel 7). PENGUJIAN HIPOTESIS PERTAMA (H 1A ) Variabel motivasi kualitas (MKu) mempunyai koefisien regresi sebesar 0,283 atau dengan nilai JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI56 signifikansi 0,000 < á (0,05). Artinya pengaruh motivasi kualitas terhadap minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi adalah positif signifikan. Dengan demikian, hipotesis pertama diterima, bahwa motivasi kualitas berpengaruh positif signifikan terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi (PPAk). Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Raminten (2012) dan Indrawati (2009) bahwa motivasi kualitas merupakan faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa mahasiswa akuntansi di Universi- tas Muhammadiyah Yogyakarta mempunyai minat mengikuti pendidikan profesi akuntansi karena mempunyai motivasi untuk meningkatkan kualitas,yaitu sebagai sarjana akuntansi yang tidak diragukan kemampuannya. Dalam sebuah inter- view, salah satu mahasiswa menyatakan: “Dengan mengikuti PPAk dapat mengingkatkan profesionalisme dibidang akuntansi. Sehingga dapat meningkatkan kualitas seorang akuntan”. TABEL 4. MINAT RESPONDEN MENGIKUTI PPAK TABEL 5. HASIL UJI DETERMINASI ADJUSTED TABEL 6. HASIL UJI NILAI F TABEL 7. HASIL UJI PARSIAL (T TEST) VOL. 16 NO.1 JANUARI 2015 57 PENGUJIAN HIPOTESIS KEDUA (H 1B ) Variabel motivasi karir (MKa) mempunyai koefisien regresi sebesar 0,080 atau dengan nilai signifikansi 0,318 > á (0,05). Artinya pengaruh motivasi karir terhadap minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi adalah negatif tidak signifikan. Dengan demikian, hipotesis kedua ditolak. Hasil penelitian ini mendukung dengan penelitian yang dilaku-kan oleh Ayuningtyas dan Prihantini (2012) bahwa motivasi karir merupakan faktor yang tidak mempengaruhi minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Raminten (2012) yang menyatakan bahwa motivasi karir berpengaruh terhadap minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Berdasarkan interview kepada mahasiswa yang tidak berminat mengikuti PPAk diketahui alasannya adalah karena menganggap tanpa mengikuti pendidikan profesi akuntansi seseorang bisa meningkatkan karir sebagai seorang pengusaha, karena seorang pengusaha tidak perlu mengikuti pendidikan profesi akuntansi terlebih dahulu. “Tidak hanya seorang akuntan yang memiliki karir yang baik, mahasiswa lulusan S1 yang memilih untuk menjadi pengusaha juga dapat memiliki karir yang baik”. PENGUJIAN HIPOTESIS KETIGA (H 1C ) Variabel motivasi ekonomi (ME) mempunyai koefisien regresi sebesar 0,074 atau dengan nilai signifikansi 0,230 > á (0,05). Artinya pengaruh motivasi ekonomi terhadap minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi adalah negatif tidak signifikan. Dengan demikian, hipotesis ketiga ditolak. Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Indrawati (2009) bahwa motivasi ekonomi merupakan faktor yang tidak mempengaruhi minat mahasiswa untuk mengikuti pendidi-kan profesi akuntasi. Dan hasil inididukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Ayuningtyas dan Prihantini (2012) yang menyatakan bahwa motivasi ekonomi tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akun-tansi. Berdasarkan hasil interview diketahui bahwa mahasiswa akuntansi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang tidak berminat mengikuti pendidikan profesi akuntansi memiliki alasan bahwa tanpa mengikuti pendidikan profesi akuntansi, mereka dapat meningkatkan ekonomi dengan cara menjadi seorang pengusaha. “Lulusan PPAk tidak menjamin pendapatan yang diperoleh akan lebih baik karena pendapatan yang diperoleh memiliki batasan. Berbeda dengan mahasiswa lulusan S1 yang memilih menjadi seorang pengusaha, Pendapatan-nya tidak dibatasi oleh siapapun”. PENGUJIAN HIPOTESIS KEEMPAT (H 1D ) Variabel motivasi sosial (MS) mempunyai koefisien regresi sebesar 0,064 atau dengan nilai signifikansi 0,378 > á (0,05). Artinya pengaruh motivasi sosial terhadap minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi adalah negatif tidak signifikan. Dengan demikian, hipotesis keempat ditolak. Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Indrawari (2009) bahwa motivasi sosial merupakan faktor yang mempengaruhi mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Hasil penelitian ini juga didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Nugroho (2011) bahwa motivasi sosial tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akun-tansi. Berdasarkan hasil interview diketahui bahwa mahasiswa akuntansi di Universitas JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI58 Muhammadiyah Yogyakarta yang tidak berminat mengikuti pendidikan profesi akuntansi adalah karena merasa akan dapat mendapatkan penghargaan dari lingkungan mereka dengan cara menjadi pengusaha yang sukses dan membuka peluang lapangan pekerjaan. “Tidak hanya seorang akuntan yang mendapatkan penghargaan dari lingkungan sekitar. mahasiswa lulusan S1 yang memilih menjadi seorang pengu-saha juga dapat mendapatkan penghar-gaan. Karena, dapat menciptakan lapa-ngan pekerjaan untuk lingkungan sekitar”. PENGUJIAN HIPOTESIS KELIMA (H 1E ) Variabel motivasi mencari ilmu (MMI) mempunyai koefisien regresi sebesar 0,312 atau dengan nilai signifikansi 0,000 < á (0,05). Artinya pengaruh motivasi mencari ilmu terhadap minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi adalah positif signifikan. Dengan demikian, hipotesis kelima diterima. Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Ayuningtyas dan Prihantini (2012) bahwa motivasi mencari ilmu merupakan faktor yang mempengaruhi mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Hasil ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Nugroho (2011) yang menyatakan bahwa motivasi mencari ilmu berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Berdasarkan hasil tersebut dapat dike-tahui alasan mahasiswa akuntansi di Universitas Muhammadiyah Yogyakara yang berminat mengikuti pendidikan profesi akuntansi karena mempunyai motivasi mencari ilmu untuk meningkatkan mencari ilmu, yaitu sebagai akuntan yang profesional. “PPAk merupakan sarana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan di bidang akuntansi yang dapat meningkatkan profesionalisme dibidang akuntansi”. PENGUJIAN HIPOTESIS KEENAM (H 1F ) Variabel motivasi gelar (MG) mempunyai koefisien regresi sebesar -0,105 atau dengan nilai signifikansi 0,669 > á (0,05). Artinya pengaruh motivasi gelar terhadap minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi adalah negatif tidak signifikan. Dengan demikian, hipotesis keenam ditolak. Hasil penelitian ini tidak didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Ayuningtyas dan Prihantini (2012) bahwa motivasi gelar merupakan faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Dan penelitian ini juga didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Raminten (2012) yang menyatakan bahwa motivasi gelar berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Berdasarkan interview dengan dapat diketahui bahwa alasan mahasiswa kurang berminat mengikuti pendidikan profesi akuntansi karena menganggap tanpa gelar AK mahasiswa bisa bekerja diakuntan publik. “Gelar AK tidak menjamin terhadap kemampuan seseorang. Karena ada juga mahasiswa yang mengikuti PPAk namun mereka tidak dapat memahami materi tentang akuntansi, sedangkan mahasiswa lulusan sarjana s1 pun bisa bekerja sebagai akuntan karena mereka memiliki kemampuan dibidang akuntansi”. PENGUJIAN HIPOTESIS KETUJUH (H 1G ) Variabel motivasi mengikuti USAP (MUSAP) mempunyai koefisien regresi sebesar 0,285 atau dengan nilai signifikansi 0,238 > á (0,05). Artinya pengaruh motivasi mengikuti USAP terhadap minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi adalah negatif tidak signifikan. Dengan demikian, hipotesis ketujuh ditolak. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Ayuningtyas dan Prihantini (2012) bahwa motivasi VOL. 16 NO.1 JANUARI 2015 59 mengikuti USAP merupakan faktor yang tidak mempengaruhi minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Berdasarkan interview dengan responden, dapat diketahui bahwa mahasiswa akuntansi di Universi- tas Muhammadiyah Yogyakarta yang tidak berminat mengikuti pendidikan profesi akuntansi karena sudah memiliki gelar tanpa mengikuti USAP sudah cukup untuk bekerja dikantor akuntan publik. Karena untuk mendirikan kantor sendiri dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Lulus AK belum tentu akan mengikuti ujian USAP. Karena sulitnya ujian dan biaya pendirian kantor yang mahal adalah suatu kendala seorang akuntan yang harus dihadapi”. PENGUJIAN HIPOTESIS KEDELAPAN (H 2 ) Variabel biaya pendidikan (BP) mempunyai koefisien regresi sebesar -0,703 atau dengan nilai signifikansi 0,004 > á (0,05). Artinya pengaruh biaya pendidikan terhadap minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi adalah signifikan ke arah negatif. Dengan demikian, hipotesis delapan diterima. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Raminten (2012) dan Ayuningtyas dan Prihantini (2012) yang menyatakan bahwa biaya pendidikan berpengaruh berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa mahasiswa akuntansi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kurang berminat mengikuti pendidikan profesi akuntansi karena mahasiswa meng-anggap bahwa biaya profesi akuntansi mahal. “Biaya pendidikan yang mahal menjadi kendala mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi”. PENGUJIAN HIPOTESIS KESEMBILAN (H 3 ) Variabel lama pendidikan (LP) mempunyai koefisien regresi sebesar 0,903 atau dengan nilai signifikansi 0,000 < á (0,05). Artinya pengaruh lama pendidikan terhadap minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi adalah positif signifikan. Dengan demikian, hipotesis kesembilan diterima. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ayungtyas dan Prihantini (2012) bahwa lama pendidikan merupakan faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Penelitian ini tidak mendukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Raminten (2012) yang menyatakan bahwa lama pendidikan tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Berdasarkan hasil interview dapat diketahui bahwa mahasiswa yang tidak berminat mengikuti pendidikan profesi akuntansi karena lama pendidikan yang ditempuh. Sehingga mereka lebih memilih untuk bekerja. “Lamanya pendidikan yang akan ditempuh. Membuat mahasiswa untuk tidak melanjutkan ke pendidikan yang selanjutnya”. INTERVIU ATAU WAWANCARA TAMBAHAN Peneliti melakukan interviu tambahan kepada enam responden. Penambahan interviu ini dilakukan karena adanya peraturan terbaru yang mulai disahkan pada tanggal 3 Februari 2014. Interviu dilakukan setelah peneliti melakukan penyebaran kuesioner. Peraturan Menteri Keuangan No. 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Bere-gister Negara pada dasarnya bertujuan untuk mewujudkan terciptanya akuntan yang profesional dan memiliki daya saing di tingkat global. Hal ini dikarenakan untuk menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) yang akan diselenggarakan pada 2016 mendatang. JURNAL AKUNTANSI & INVESTASI60 Selain mengatur Register Negara Akuntan, PMK ini juga mengatur mengenai mekanisme registrasi ulang, pembinaan akuntan profesional Indonesia, pendidikan profesi akuntansi, ujian sertifikasi akuntan professional dan mekanisme pendirian Kantor Jasa Akuntansi (KJA) serta menjadi anggota Asosiasi Profesi Akuntan (APA). Seorang profesi akuntan akan menyandang gelar CA (Chartered Accountant) meng-gantikan Ak. Gelar CA adalah sebutan yang bisa menggambarkan komitmen menjadi seorang akuntan handal dan terkemuka dengan kekuatan profesionalisme. Interviu tambahan ini dikhususkan untuk mencari tahu persepsi Mahasiswa terkait Peraturan Menteri Keuangan No. 25/PMK.01 /2014 tentang Akuntan Beregister Negara pada dua hal yang menjadi aturan baru dan kontroversial di kalangan akademisi, yakni: (1) Mahasiswa akuntansi lulusan S1 dan lulusan PPAk dapat mengikuti ujian CA dan bila lulus akan mendapatkan gelar CA; dan (2) Mahasiswa lulusan PPAk tidak mendapatkan gelar Ak. Dari hasil interviu, pendapat responden terhadap peraturan tersebut dari responden yang tidak memilih untuk melanjutkan ke PPAk mengatakan: “...untuk apa mengikuti PPAk kalau nantinya tidak mendapatkan gelar dan ujian CA dapat di ikuti oleh sarjana S1”. Berbeda dengan mahasiswa yang akan mengikuti PPAk, dia mengemukakan: “PPAk bisa sebagai sarana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dibi-dang akuntansi dan sebagai tempat pelatihan untuk dapat lulus dalam ujian CA”. SIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi (PPAk). Variabel Independen yang diuji dalam penelitian ini yaitu motivasi kualitas, motivasi karir, motivasi ekonomi, motivasi sosial, motivasi mencari ilmu, motivasi gelar, motivasi mengikuti USAP, biaya pendidikan, dan lama pendidikan. Berdasarkan statistik deskriptif, minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk setelah menyelesaikan studi S-1 sangat tinggi. Dari tiga mahasiswa, dua diantaranya berminat untuk mengkuti PPAk, 28,76% ragu-ragu dan hanya 2,61% yang menyatakan tidak setuju/sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil pengujian statistik terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat mengikuti PPAk, dua variabel yaitu motivasi kualitas dan motivasi mencari ilmu terbukti berpengaruh positif signifikan. Di lain sisi, faktor biaya studi berpengaruh negatif signifikan terhadap minat mengikuti PPAk. Faktor-faktor lain Hipotesis tidak diterima. Penelitian ini tidak terlepas dari beberapa keterbatasan penulis diantaranya, yaitu minat untuk mengikuti PPAk ini hanya dipengaruhi dari motivasi kualitas, motivasi karir, motivasi ekonomi, motivasi sosial, motivasi mencari ilmu, motivasi gelar, motivasi mengikuti USAP, biaya pendidikan dan lama pendidikan, sementara masih banyak hal lain yang terkait dengan minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk seperti: persepsi dan kompensasi. Keterbatasan lain dari penelitian ini adalah ruang lingkup penelitian ini hanya dilakukan di Universi- tas Muhammadiyah Yogyakarta sehingga memiliki keterbatasan generalisir. Adapun saran yang dapat dijadikan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya diantaranya, yaitu (1) penambahan variabel independen yang masih dapat terkait dengan minat mahasiswa mengikuti pendidikan profesi akuntansi, misal: persepsi, dan kompetensi; (2) Sampel penelitian sebaiknya diperluas, tidak hanya VOL. 16 NO.1 JANUARI 2015 61 mahasiswa akuntansi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Namun di Universitas lain yang memiliki jurusan akuntansi; (3) Adanya peraturan baru mengenai PMK No. 25/PMK.01/ 2014 tentang Akuntan Beregister Negara. Sebaiknya penelitan selanjutnya menggunakan peraturan tersebut sebagai acuannya. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Ayuningtyas, N. dan N. Prihantini. 2012. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Jukarsi, 1 (1), 35-51. Ellya, B. dan Yuskar. 2006. Pengaruh Motivasi terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Paper Dipresentasikan Pada Simposium Nasional Akuntansi IX, Padang. Djaali, 2008. Pisikologi Pendidikan. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara, Jakarta. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) (2014), Press Release – Ikatan Akuntan Indonesia (11/03/2014) Era Baru Akuntan Profesional, http:// www.iaiglobal.or.id/v02/berita/detail.php?catid=&id=630 Indrawati, N. 2009. Motivasi dan Minat Mahasiswa Untuk Mengikuti Pendi-dikan Profesi Akuntansi (PPAk). Pekbis Jurnal, 1 (2), 73-85. Keputusan Menteri Keuangan RI No 43/KMK.017 tertanggal 27 Januari 1997. Tentang USAP. Keputusan Menteri Keuangan RI no 470/KMK/017/1997 tertanggal 4 Oktober 1999 tentang Perubahan Keputusan Menteri Keuangan No 43/KMK/017/1997 tentang Jasa Akuntan Publik. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 179/U/2001 Tentang Penyelenggaraan pendidikan Profesi Akuntansi. http://www.google. co.id/search?client=firefoxa&rls=- org.mozilla%3AenUS%3Aofficial&channel=s&hl=cnUS&souree=- hp&biw=&bih=&q=keputusan+menteri+pendidikan+nasio- nal+RI+no+179%2Fu%2F2001&btnG=Google+Se- arch&oq=&aq=&aql=&gs_l Lisnawati, R. N. dan Fitriany. 2008. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Kauntansi (PPAk)”. (Studi Empiris di Universitas Indonesia). Paper Presented at The 2nd Accounting Conference, 1st Doctoral Colloquium, and Accounting Workshop Depok, 4-5 November 2008. Nurhayani, U. 2012. Pengaruh Motivasi Terhadap Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Jurnal Mediasi, 4 (1), 54-69. Nugroho, B. 2011. Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Mahasiswa Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi. Skrispi, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Raminten. 2012. Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Juraksi, 1 (2), 113-125. Rayahu, S. dan R. W. Kusmawan. 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Untuk Mengikuti Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). (Survey Pada Mahasiswa Dan Alumni Program Studi Akuntansi S1 Universitas X Bandung). Paper Dipresentasikan Pada Simposium Nasional Akuntansi XIII, Purwokerto. Tengker, G dan J. Morasa. 2007. Pengaruh Motivasi Karir Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Skripsi, Universitas Sam Ratulangi. Widyastuti, S. 2004. Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi. Paper Dipresentasikan pada Simposium Nasional Akuntansi VII, Denpasar. Peraturan Menteri Keuangan No. 25/PMK.01/2014, tentang Akuntan Beregister Negara. http://www.ppajp. depkeu.go.id/remository/ downloads/2014/PMK.25.2014.pdf Undang-Undang No. 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik. A Akuntan Publik Akuntansi Sektor Publik American Journal of Economics Anggaran Penda-patan dan Belanja Negara Annual Reports APBN Aplikasi Analisis Multivariante B Banda Aceh Bank Lampung Bank Sulut Bank Syariah Bantul Batang Biaya Pendidikan BPRS Artha Mas Abadi Bulletin Akuntan Publik C Corporate Social Responsibility CSR Customer Loyalty Customer Relationship D Depreciation Dirjen Pajak E Empirical Evidence in Spanish Empirical Evidence of Iran eraturan Pemerintah No 58 Tahun 2005 Evolution of the Governmental Accounting F Finance in East Asia Financial Accounting Theory Financial Statements G Good Corporate Governance I IASB IFRS Indonesia International Accounting Standart Board International Financial Reporting Standars International Journal of Business international journal of business and management International Journal of Information Science and T Islamic Banking J J. M. Alekam Jakarta Journal of Financial Economic Journal of Global Management Jurnal Akuntansi dan Investasi Jurnal Aplikasi Manejemen Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan Jurnal Riset Akuntansi Indonesia K Kabupaten Batang Kepatuhan Syariah Kingdom of Bahrain Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance. Korea L LKPD LPKD M Malaysia Malaysian Institute of Accountants Manado Manila Masa Studi Media Akuntansi Menteri Keuangan Metode-metode Pembebanan Pajak Metodologi Penelitian Bisnis N Nganjuk P Padang Pati Pendidikan Profesi Akuntansi Penerbit Bumi Aksara Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 Philippine Pisikologi Pendidikan PP No. 24 Tahun 2005 PP RI No. 71 Th 2010 Pratama Indomitra Prinsip Syariah Provinsi Riau PSAK R Raminten Reputasi Dan Kepercayaan Bank Syariah Revaluation S Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Semarang Sharia Banks SIMDA Simposium Nasional Akuntansi XIII SKPD Standar Akuntansi Keuangan Standar Akuntansi Pemerintah. Statistik Parametrik Syariah Compliance Syariah Governance T Tax Regulatory Thailand the 34th Annual Congress of the European Accountin The Accounting Review The International Journal of Digital Accounting Re Thereza Michiko Thompson International Business Transfer Pricing Tunneling Incentive U Ujian Sertifikat Akuntan Publik Undang Undang No 1 Tahun 2004 Undang undang Nomor 17 Tahun 2003 Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 Undang-undang No. 33/2004 Undang-Undang No. 5 tahun 2011 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 UNESA Universitas Brawijaya Universitas Diponegoro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Universitas Sumatera Utara Universitas Trisakti University Utara Malaysia Upper Saddle River New jersey USAP W Wajib Pajak Y Yogyakarta Z Zainoel Abidin