Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 12 No. 1, halaman: 100-109, Januari 2011 100 PENGARUH AMORTISASI GOODWILL TERHADAP KEGUNAAN INFORMASI LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR Erni Suryandari & Putria Yunitha E-mail : Ernisuryandari@gmail.com Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ABSTRACT The purpose of this study is to examine the usefulness of earnings and goodwill amortization by comparing the earnings before goodwill and the reported earnings (which include goodwill amortization). In addition, this study also investigates whether goodwill amortization contains incremental value-relevant information. We use 25 firm-year observations selected purposively from 2001 to 2008 of all listed companies in Bursa Efek Indonesia (BEI) that report goodwill, as our sample. We find that earnings before goodwill amortization does not explain significantly more of the observed distribution of share prices than do earnings after goodwill amortization. Our result suggest that goodwill amortization contain incremental value-relevant information. In other words, it have any unique contribution in the relation between earnings and share velue. Keywords: Goodwill Amortization, Earnings per Share, Usefulness of Earnings. PENDAHULUAN Perusahaan dalam mengembangkan usaha melakukan berbagai cara, diantaranya melakukan ekspansi yang memerlukan sum- ber dana yang tidak sedikit. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan dana tersebut, ada be- berapa alternatif yang dapat dilakukan oleh perusahaan seperti mencari pinjaman uang, mencari partner untuk melakukan peng- gabungan usaha (merger maupun akuisisi), menjual perusahaan atau me- nutup/mengurangi sebagian kegiatan usaha (Wicaksono, 2008). Alternatif yang sering dilakukan perusahaan adalah penggabungan usaha (merger/akuisisi). Rusli (1992) dalam skripsi.blog.dada.net mengemukakan lima macam alasan suatu perusahaan melakukan merger dan akuisisi, yaitu: keinginan untuk mengurangi kompetisi antar perusahaan atau ingin memonopoli salah satu bidang usaha, untuk memanfaatkan kekuatan pasar yang belum sepenuhnya ter- bentuk, untuk mencapai skala ekonomi ter- tentu sehingga dapat menjadi lowest cost producer, untuk memperoleh sumber bahan baku yang murah (dari hulu ke hilir), untuk mendapatkan akses pasar atau dana yang relatif murah karena kapasitas utang yang semakin besar serta kemampuan, baik dalam hal teknologi maupun manajerial. Perubahan- perubahan yang terjadi setelah perusahaan melakukan akuisisi biasanya adalah pada kinerja perusahaan dan penampilan finansial perusahaan yang praktis membesar dan meningkat, serta kondisi dan posisi keuangan yang mengalami perubahan. Erni Suryandari & Putria Yunitha, Pengaruh Amortisasi Goodwill.... 101 Dari sekian lama perjalanan sejarah (20 abad lebih), konsep mengenai goodwill men- galami perubahan demi perubahan. Di awal-awal, goodwill dianggap sebagai nilai lebih dari suatu perusahaan di mata custom- er-nya, belakangan konsep mengenai goodwill semakin berkembang, dimana banyak pelaku bisnis dan accountant menganggap bahwa goodwill merupakan hasil dari kemampuan perusahaan memperoleh laba dari investor. Goodwilltimbul apabila terjadi akuisisi (se- luruh perusahaan dibeli) karena goodwill merupakan penilaian “going concerri” dan tidak dapat dipisahkan dari perusahaan secara keseluruhan. Menurut Wicaksono (2008) goodwill tidak dapat diukur secara langsung. Nilainya secara umum ditentukan melalui penilaian, yang didasarkan pada asumsi penilai, akibatnya nilai goodwill ditentukan secara subjektif. Di beberapa negara peraturan mengenai akuntansi goodwill telah mengalami beberapa perubahan, termasuk standar akuntansi inter- nasional yang dikeluarkan oleh International Accountingstandard Commitee (IASC). Pada awalnya, Goodwill dikapitalisasi dan diamor- tisasi selama tidak lebih dari 20 tahun. Seiring dengan meningkatnya penggunaan akuntansi nilai wajar dalam standar akuntansi akhir-akhir ini, perlakuan akuntansi goodwill juga mengalami pergeseran. Impairment test (uji penurunan nilai) diterapkan untuk meng- gantikan perlakuan sebelumnya yaitu amor- tisasi. Akan tetapi akuntansi untuk goodwill di Indonesia masih menerapkan pendekatan amortisasi dengan periode amotisasi tidak boleh lebih dari lima tahun, kecuali periode yang lebih panjang tetapi tidak lebih dari 20 tahun dapat digunakan apabila terdapat dasar yang tepat (justifiable), seperti yang tercantum dalam PSAKNo. 22 par. 39. Rumusan Masalah 1) Apakah laba sebelum amortisasi goodwill merupakan indikator harga saham yang lebih baik dibandingkan dengan laba setelah amortisasi goodwill? 2) Apakah amortisasi goodwill mengandung relevansi nilai inkremental jika dikeluarkan tersendiri dari EPS? Tujuan Penelitian 1) Laba sebelum amortisasi goodwill meru- pakan indikator harga saham yang lebih baik dibandingkan dengan laba setelah amortisasi Goodwill. 2) Amortisasi goodwill mengandung relevan- si nilai inkremental jika dikeluarkan tersendiri dari EPS. TINJAUAN LITERATUR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS GOODWILL PSAK No. 22 par. 79 mengakui good- will sebagai "selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian (interest) perusahaan pengakuisisi atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi pada tanggal transaksi pertukaran diakui sebagai goodwill dan disajikan sebagai aktiva" (IAI, 2009). Menurut wicaksono (2008) goodwill memiliki dampak yang jauh lebih besar ter- hadap laporan keuangan. Amortisasi Goodwill Semakin besar goodwill yang ditim- bulkan dari akuisisi dapat sangat memberat- Jurnal Akuntansi dan Investasi 12 (1), 100-109, Januari 2011 102 kan perusahaan pengakuisisi karena beban amortisasi goodwill yang besar, akan mengakibatkan laba menjadi lebih kecil (Anindhita dan Martani, 2005). Penelitian Jennings et al., (2000) dalam Indahwati dan Ekawati (2006) menemukan bahwa laba sebelum amortisasi goodwill menjelaskan dengan lebih baik variasi harga saham da- ripada laba setelah amortisasi goodwill. Informasi Laba Akuntansi Menurut Perdana (2007) laba akuntansi (earning) merupakan informasi yang banyak digunakan oleh investor dan analisis keuangan untuk menilai kinerja perusahaan. Earning yang tinggi menandakan bahwa suatu perus- ahaan mampu memberikan tingkat kese- jahteraan yang lebih baik kepada para pemegang saham. Balls dan Brown (1968) dalam bankskripsi.com, membuktikan bahwa kandungan informasi earnings lebih baik da- ripada kandungan informasi arus kas dalam memprediksi arus kas mendatang. Earnings Per Share Gill dan Chatton (2003) dalam Sulistio (2005) menyatakan bahwa perusahaan yang mapan umumnya mempunyai rasio EPS tinggi sedangkan perusahaan yang berusia muda mempunyai kecenderungan EPS rendah. Metoda Akuntansi Goodwill Yang Pernah Ada dan Kontroversi Yang Terjadi Dihapus Seketika (write-off) Dalam metoda ini, goodwill dihapus seketika terhadap suatu akun dalam ekuitas pemegang saham, biasanya akun laba ditahan. Dasar pemikiran lain dari metode ini adalah over- payment dari asset perusahaan yang diakuisisi yang diharapkan manfaatnya dapat dirasakan di masa depan (Sundarajan, Venkatesan dalam Wicaksono 2008). Kapitalisasi-Amortisasi Pendukung pendekatan ini mengakui goodwill sebagai aktiva. Dasar pemikiran yang digunakan dalam pendekatan kapitalisasi - amortisasi adalah matching concept yang berhubungan dengan biaya dan manfaat (Lestari dan Baridwan, 2008). Kapitalisasi-Nonamortisasi Dasar pemikiran metoda ini adalah bahwa nilai dalam goodwill tidak mengalami penurunan (Wicaksono, 2008). Kemampuan manajerial yang tinggi, reputasi dan nama baik, serta staf perusahaan yang unggul umumnya tidak mengalami penurunan nilai, bahkan malah dapat mengalami peningkatan. Perlakuan Akuntasi Goodwill yang Berlaku di Indonesia Berdasarkan PSAK No. 22 perlakuan goodwill di Indonesia menggunakan pen- dekatan kapitalisasi-amortisasi untuk pen- catatan goodwill. Sebagai aktiva, goodwill harus diamortisasi selama perioda kemanfaa- tannya. Goodwill diamortisasi dan dibukukan sebagai beban secara sistematis selama masa manfaatnya. Akuntansi dan Perlakuan Pajakatas Goodwill Goodwill mempengaruhi laporan keu- angan dalam beberapa cara. Di beberapa negara untuk tujuan pelaporan keuangan, goodwill yang dihasilkan dari proses akuisisi harus dikapitalisasi, sedang di beberapa negara yang lain goodwill tersebut harus dihapus. Perbedaan perlakuan akuntansi Erni Suryandari & Putria Yunitha, Pengaruh Amortisasi Goodwill.... 103 goodwill menyebabkan timbulnya keuntungan yang kurang fair karena playing fieldyang tidak sama. Berdasarkan tinjauan literatur dan penelitian terdahulu dapat diturunkan hipotesis dari penelitian sebagai berikut: HI: Laba sebelum goodwill merupakan in- dikator harga saham yang lebih berguna daripada laba dengan Amottisasi goodwill. H2: Amortisasi goodwill mengandung rele- vansi nilai inkremental jika dikeluar- kan tersendiri dari EPS. METODE PENELITIAN Subjek Penelitian Populasi yang akan diambil dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang listing di BEI periode 2001-2008, dengan mengambil sampel perusahaan manufaktur yang mencatat goodwill selama periode 1 Januari 2001 sampai dengan 31 Desember2008. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari data laporan keuangan tahunan perus- ahaan-perusahaan publik yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun 2001 -2008 yang tersedia di www.idx.co.id. Teknik Pengambilan Sampel Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan metode purposive sampling, dengan kriteria sebagai berikut: 1) Perusahaan berakhir tahun fiskal 31 Desember. 2) Perusahaan-perusahaan manufaktur. 3) Metode akuntansi yang digunakan perus- ahaan dalam mencatat akuisisi adalah pur- chase method. 4) Perusahaan menggunakan Rupiah (Rp) da- lam laporan keuangannya. 5) Data laporan keuangan dan harga saham tersedia. Harga saham yang digunakan adalah harga saham penutupan pada hari dipublikasikannya laporan keuangan ta- hunan perusahaan yang bersangkutan dengan asumsi bahwa peristiwa pengu- muman laporan tahunan perusahaan men- jadi faktor terbesar yang mempengaruhi harga saham pada hari tersebut. 6) Melaporkan amortisasi^oodwilldalam akun tersendiri pada laporan laba ruginya. 7) Jika dalam neraca tercantum goodwill, tapi dalam laporan laba rugi tidak melaporkan amortisasi goodwill secara jelas, harus terdapat keterangan metoda pencatatan goodwill dan jumlah amortisasinya dalam catatan atas laporan keuangannya. Namun apabila dalam catatan atas laporan keu- angannya tidak ada jumlah amortisasi, maka jumlah amortisasi yang terdapat da- lam neraca boleh digunakan. 8) Melaporkan goodwill positif dan amortisasi goodwill lebih besar dari nol selama tahun 2001- 2008. 9) Memiliki laba positif, karena realisasi laba negatif kemungkinan besar mengandung banyak komponen transitori dan oleh ka- renanya cenderung merupakan indikator nilai yang buruk (Hayn, 1995; Burgstahler dan Dichev, 1997; dan Chambers, 1999 dalam Lestari dan Baridwan,2008). http://www.idx.co.id/ Jurnal Akuntansi dan Investasi 12 (1), 100-109, Januari 2011 104 Teknik Pengumpulan Data Data laporan keuangan tahunan di- peroleh dari database BEI yang tersedia di www.idx.co.id. data harga saham dan tanggal publikasi laporan keuangan tahunan diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) UMY dan Pusat Data Bisnis dan Ekonomi (PDBE) FEB UGM. Tahapan dan Teknik Analisis Data Uji statistik deskriptif Penelitian ini menggunakan alat-alat analisis deskriptif seperti jumlah data, ra- ta-rata, nilai minimum, nilai maksimum, dan prosentase. Analisis ini ditujukan untuk memberikan gambaran awal tentang data yang akan diolah lebih lanjut. Uji Asumsi Klasik Pengujian asumi klasik dilakukan sebe- lum pengujian hipotesis yang menggunakan analisis regresi. Adapun uji asumsi klasik yang digunakan antara lain: uji normalitas, autokorelasi, dan heterokedastisitas. Uji Hipotesis dan Analisis Data Dalam penelitian ini, hipotesis diuji dengan menggunakan Paired Sample T-Test dengan membandingkan R2 tiap-tiap regresi yang diuji. Namun sebelum dilakukan uji Paired Sample T- Test, sebelumnya dilakukan regresi antar variabel dengan menggunakan rumus regresi cross- sectional untuk tiap-tiap tahun amatan dari tahun 2001 -2008 dan se- luruh amatan (pooled regression). Regresi tersebut dilakukan untuk memperoleh hasil R" tiap-tiap tahun amatan dan seluruh tahun amatan, sehingga dapat dilakukan uji Paired Sample T-Test. HASIL DAN PEMBAHASAN Objek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek In- donesia dari tahun 2001-2008. Dari hasil pengamatan dalam laporan keuangan perus- ahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2001-2008, terdapat 34 perusahaan yang melaporkan goodwill serta beban amortisasi untuk tahun berjalan di dalam laporan keuangan tahunannya dengan jumlah observasi sebanyak 151. Berdasarkan kriteria sampel yang telah ditetapkan, sampel yang dapat digunakan dalam analisis sebanyak 80 observasi. Tabel 1. Statistik Deskriptif Data Sampel Variable N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Harga saham 71 75 10900 2024,58 2537,652 Laba per saham sebelum amor- tisasi goodwill 71 2,46 1335,24 234,8739 309,58893 Laba per saham setelah amor- tisasi goodwill 71 2,43 1335,24 228,9003 308,66886 Amortisasi goodwill per saham 71 ,00 1 1 4 , 1 7 1 1 , 1 1 6 5 20,12186 Valid N (listwise) 71 http://www.idx.co.id/ Erni Suryandari & Putria Yunitha, Pengaruh Amortisasi Goodwill.... 105 Uji normalitas data penelitian dalam model regresi menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal yaitu Sig (2-tailed)< 0,05. Untuk uji autokorelasi dengan menggunakan Run Test, hasilnya menunjuk- kan nilai Asymp. Sig (2-tailed)> 0,05 tidak terjadi autokorelasi. Uji heteroskedastisitas nilai uji Glejser menunjukkan nilai Sig. > 0,05 maka data tidak terjadi heterokedastisitas. Tabel 2. Perbandingan R2 Regresi (1) dan Regresi (2) Tahun N R2 regresi (1) R2 regresi (2) Perbedaan R2 2001 11 0,838 0,840 -0,002 2002 9 0,913 0,932 -0,019 2003 11 0,567 0,567 0 2004 13 0,838 0,839 -0,001 2005 12 0,460 0,456 0,004 2006 12 0,947 0,946 0,001 2007 12 0,507 0,505 0,002 2001-2007 71 0,809 0,809 0 Pengujian Hipotesis 1 Dari hasil perbandingan pada table 2, terlihat bahwa besarnya perbandingan R2 re- gresi (1) pengaruh earnings per saham sebe- lum amortisasi goodwill terhadap harga saham dan R2 regresi (2) pengaruh earnings per sa- ham setelah amortisasi goodwill terhadap harga saham tiap-tiap tahun adalah sama (tidak signifikan). Hal ini berarti bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara laba sebelum amortisasi goodwilllaba setelah zmottxs&si goodwill dalam menjelaskan dis- tribusi harga saham. Kemudian perbandingan pooled regression R regresi (1) dan R2 regresi (2) tahun 2001-2008 dari seluruh sampel, perbedaan R" adalah nol. Hal ini berarti bah- wa tidak ada pengaruh antara laba sebelum amortisasi goodwill dan laba setelah amor- tisasi goodwill dalam menjelaskan distribusi harga saham. Kemudian dari hasil per- bandingan R2 dari hasil kedua model regresi tersebut, dilakukan paired-samples t-test. Tabel 3. Hasil Paired-Samples T-Test R2 Regresi (1) Dan (2) Paired Differences t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviati on Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair regl - 1 reg2 -,0019 ,00716 ,002531 -,007861 ,004111 -,7 7 ,483 Jurnal Akuntansi & Investasi 12 (1), 100-109, Januari 2011 106 Hasil paired-samples t-test menunjuk- kan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik pada a 0,05. Hasil pengujian menunjukkan nilai sig. (2-tailed) 0,483 > 0,05 (oc), maka hipotesis 1 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan laba per saham sebelum amor- tisasi goodwill tidak lebih berguna daripada laba yang dilaporkan (yang melibatkan amor- tisasi goodwill) sebagai indikator penilaian saham. Dengan kata lain, amortisasi goodwill yang dilaporkan dalam laporan keuangan merupakan pengukur kinerja yang reliabel yang bisa dinilai seperti halnya komponen laba yang lain, maka EPSAGW memiliki ke- mampuan yang sama dengan EPSBGVT da- lam menjelaskan harga saham observasian. Pengujian Hipotesis 2 Dari hasil regresi pada table 4 terlihat bahwa koefisien slope GWA dari mas- ing-masing tahun amatan maupun hasil pooled regression dari tahun 2001-2008, se- luruhnya memiliki nilai negatif dan tidak sama dengan nol. Hal ini berarti bahwa amortisasi goodwill mengandung relevansi nilai infor- masi inkremental yang hilang melalui pen- yatuan yang terlihat dalam regresi (3). Tabel 4. Hasil Regresi (3) Disagregasi Earnings Sebelum Amortisasi Goodwill dan Amortisasi Goodwill Per Saham Terhadap Harga Saham Tahun CO t(co) Ci t(c.) C2 t(C2) R2 2001 435,468 0,665 8,822 6,855 -59,190 -0,964 0,855 2002 24,676 0,202 7,939 15,196 -47,533 -4,416 0,980 2003 303,992 0,280 9,457 3,859 -79,891 -1,507 0,663 2004 87,307 0,226 15,173 13,079 -144,860 -5,265 0,957 2005 955,813 2,659 9,953 9,781 -137,069 -6,908 0,914 2006 -152,173 -0,300 16,408 10,549 -9,021 -0,475 0,948 2007 807,431 0,875 9,783 4,572 -46,909 -2,503 0,710 2001-2007 429,249 3,161 8,610 21,570 -38,414 -6,255 0,878 Tabel 5. Perbandingan R2 Regresi (1) Dan Regresi (3) Tahun R2 regresi (1) R2 regresi (3) 2001 0,838 0,855 2002 0,913 0,980 2003 0,567 0,663 2004 0,838 0,957 2005 0,460 0,914 2006 0,947 0,948 2007 0,507 0,710 2001-2007 0,809 0,878 Erni Suryandari & Putria Yunitha, Pengaruh Amortisasi Goodwill.... 107 Selanjutnya, dalam Tabel 4.13 terlihat bahwa R2dari regresi (3) lebih besar dari R'dari regresi (1), hal ini berarti bahwa harga saham akan lebih dapat dijelaskan oleh gabungan EPSBGW dan GWA daripada EPSBGW tersendiri. Kemudian untuk menguji perbedaan tersebut, maka dilakukan paired samples t-test. Hasil perhitungannya adalah sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Paired-Samples T-Test R2 Regresi (1) dan (3) Paired Samples Test Paired Differences t df Sig. (2- tailed) Mean Std. De- viation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair1 R2 regresi 1-R2 regresi 3 -,12825 ,14573 ,05152 -,25008 -,00642 -2,489 7 ,042 Hasil nilai sig. (2-tailed) 0,042 < 0,05 (a), maka hipotesis 2 diterima. Hal ini mengindikasikan bahwa kegunaan laba adalah tidak sama, amortisasi goodwill)^ dikeluarkan dari laba (persamaan (1)) atau dipisahkan dari laba (persamaan (3)) memiliki kegunaan laba yang berbeda. Artinya keberadaan amortisasi goodwill dalam hubungan antara laba akuntansi dan nilai saham memberi "kontri- busi unik" pada kegunaan informasi laba. Dalam penelitian terdahulu Lestari dan Baridwan (2008) menemukan bahwa laba sebelum amortisasi goodwilllebih mampu menjelaskan distribusi harga saham observa- sian daripada laba dengan VLmottts&si goodwill. Amortisasi goodwill mengandung rele- vansi nilai inkremental, tidak konsisten dengan temuan Lestari dan Baridwan (2008). Mereka menyimpulkan bahwa amortisasi goodwill hanya merupakan informasi peng- ganggu dan bukan sumber informasi yang berguna. PENUTUP Setelah kita mengetahui hasil dari hipotesis yang menguji tentang amortisasi goodwill terhadap kegunaan informasi laba, yaitu dengan membandingkan kegunaan earnings per share (EPS) dengan amortisasi goodwill dan EPS tanpa amortisasi goodwill, serta amortisasi goodwill mengandung nilai inkremental jika dikeluarkan tersendiri dari EPS, maka hasil penelitian menunjukkan bahwa laba per saham sebelum amortisasi goodwill tidak lebih berguna daripada laba yang dilaporkan (yang melibatkan amortisasi goodwill) sebagai indikator penilaian saham dan amortisasi goodwill mengandung rele- vansi nilai inkremental. Artinya, keberadaan amortisasi goodwill dalam hubungan antara laba akuntansi dan nilai saham memberi "kontribusi unik" pada kegunaan informasi laba. Penelitian ini masih mengalami be- berapa kekurangan misalnya perioda Jurnal Akuntansi & Investasi 12 (1), 100-109, Januari 2011 108 penelitian tidak diperpanjang dikarenakan keterbatasan data yang diperoleh, menggunakan laba per saham sebagai indi- kator penilaian saham untuk menunjukkan kegunaan informasi goodwill dan menggunakan Paired Sample t-test untuk menguji beda. Saran bagi penelitian selanjutnya agar memperpanjang perioda penelitian untuk memperbesar sampel dan memperbaharui periode penelitian, menggunakan uji beda R2 selain Paired Sample t-test seperti menggunakan Chow test, menggunakan indi- kator lain misalnya dengan melibatkan penilaian oleh investor/analis keuangan, dan diharapkan penelitian yang akan datang dapat mengembangkan isu-isu lain terkait dengan goodwill mengingat masih jarang penelitian mengenai akuntansi goodwill di Indonesia. Artinya, faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi manajemen dalam melaporkan goodwill atau dengan menambahkan variabel lain. DAFTAR PUSTAKA Amilia dan Sulistyowati. 2007. Analisa Ter- hadap Relevansi Nilai Laba, Arus Kas Operasi dan Nilai Buku Ekuitas pada Periode Disekitar Krisis Keuangan pada Perusahaan Manufaktur di BEJ. Pro- ceeding Seminar Nasional Univer- sitas Trisakti Jakarta. Anindhita dan Martani. 2005. Manfaat Kan- dungan Informasi Amortisasi Goodwill dalam Laporan Keuangan. Simposium Nasional Akuntansi VIII., September: 325-339. Arviana. 2009. Analisis Perbedaan Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Merger dan Akuisisi (Study Empiris pada Perusahaan Manufaktur di BEI). Skripsi MahasiswaSl UMS. Ghozali. 2006. Aplikasi Analisis Multivar- iate dengan Program SPSS, UNDIP: Semarang. Indahwati dan Ekawati. 2006. Relevansi dan Reliabilitas Nilai Informasi Akuntansi Goodwill di Indonesia Jurnal Akuntansi dan Manajemen., Vol. XVII, No. 2, Agustus: 137-152. Itje Nazaruddin. 2006. Modul Praktikum Statistika. Yoyakarta: UPFE UMY. Karina. 2006. Pengaruh Informasi Goodwill pada Relevansi Hubungan Antara Laporan Keuangan dan Return Saham. Jurnal Riset Akuntansi dan Keu- angan., Vol. 2, No. 2, Agustus: 120-133. Laksmi dan Ratnadi. 2006. Dampak Pemod- erasian Komponen Arus Kas Terhadap Hubungan Laba Akuntansi dengan Re- turn Saham. Skripsi MahasiswaSl Universitas Udayana. Lestari dan Baridwan. 2008. Pengaruh Amor- tisasi Goodwill Terhadap Kegunaan Informasi Laba. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia., Vol. 11, No. 3, Sepetember: 312-326. PSAK No. 19: Aktiva Tidak Berwujud Erni Suryandari & Putria Yunitha, Pengaruh Amortisasi Goodwill.... 109 PSAK No. 22: Akuntansi Penggabungan Usaha PSAK No. 25: Kesalahan Mendasar Tunggal. 2009. Akuntansi Untuk Penurunan Nilai Aktiva (Accounting for Im- pairment of Assets). Harvarindo. Wicaksono. 2008. Manfaat Kandungan In- formasi Amortisasi Goodwill dan Arus Kas dalam Laporan Keuangan Tahun 2003-2006. SkripsiMahasiswa SI Ull. Widiastuti. 2000. Akuntansi Goodwill: Se- buah Tinjauan Komparatif. Jurnal Akuntansi dan Manajemen., Februari, ISSN 0853-1269:1 -7.