Analisis Hubungan Antara Systematic Risk dan Expected Return Saham-Saham Sektor Perbankan di Bursa Efek Jakarta Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 ISSN: 1411-6227 248 Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Tests” dengan adanya pengumuman “Right Issue” di Bursa Efek Jakarta Barbara Gunawan E-mail : barbaragunawan@yahoo.co.id Universitas MuhammadiyahYogyakarta ABSTRACT The objective of this study is to find whether Indonesian stock market is a semistrong efficient market. This study use 10 listed public companies in Jakarta Stock Exchange and performed right issue in 2003. The study found there was a significantly difference between stock price at stock exchange and theoretical price before and after ex right date. This study also reveal that abnormal return before and after ex right date does not have a significant different. Keywords : Semistrong Form Test, Right Issues, Abnormal Return ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pasar saham Indonesia merupakan pasar yang efisien setengah kuat. Penelitian ini menggunakan 10 perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan dilakukan right issue pada tahun 2003. Studi ini menemukan ada signifikan perbedaan antara harga saham di bursa dan harga teoritis sebelum dan setelah tanggal ex tepat. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa abnormal return sebelum dan sesudah tanggal ex benar tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Kata kunci : Semi Form Kuat Test, Isu Hak, Abnormal Return PENDAHULUAN Latar Belakang Pasar modal merupakan pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Sebagai lembaga perantara perdagangan sekuritas, pasar modal sangat Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 249 penting artinya dalam menunjang perekonomian suatu negara, karena pasar modal akan mendorong terciptanya alokasi dana secara efisien. Bagi investor pasar modal merupakan salah satu alternatif pilihan investasi yang dapat menghasilkan tingkat keuntungan optimal. Setiap investor sangat membutuhkan informasi yang relevan dengan perkembangan transaksi di bursa, hal ini sangat penting untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun strategi dan pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Informasi mengenai perkembangan harga saham, volume perdagangan, indeks harga saham, pembagian deviden, informasi laporan keuangan, right issue, stock split dan informasi material lainnya sangat ditunggu oleh investor maupun para analis investasi untuk dijadikan dasar pedoman dalam menentukan strategi maupun keputusan pilihan investasinya Reaksi pasar terhadap adanya pengumuman informasi tertentu yang kemudian diikuti dengan perubahan harga sekuritas merupakan hal yang sangat penting untuk diamati. Jika pasar bereaksi dengan cepat dan akurat untuk mencapai tingkat harga keseimbangan baru yang sepenuhnya mencerminkan informasi materiil yang tersedia, maka dapat dikatakan pasar tersebut dalam keadaan efisien. Tingkat efisiensi pasar modal, sebagaimana yang telah diuraikan diatas pada dasarnya dapat dibedakan dalam 3 (tiga) klafisikasi sebagai berikut (Fama 1970) : (1) Efisien dalam bentuk lemah (weak form). Pasar dalam bentuk lemah berarti semua informasi di masa lalu akan tercermin dalam harga sekuritas yang terbentuk pada saat sekarang. Oleh karena itu, informasi historis tersebut misal : harga saham dan volume perdagangan dimasa lalu tidak bisa lagi dipergunakan untuk memprediksikan perubahan harga saham dimasa mendatang, karena sudah tercermin pada harga saham saat ini. Implikasinya adalah bahwa investor tidak akan bisa memprediksi nilai pasar saham dimasa mendatang dengan menggunakan data historis, sebagimana yang dilakukan dalam metode analisis teknikal. (2) Efisien dalam bentuk setengah kuat (semistrong), merupakan bentuk efisiensi pasar yang lebih komprehensif, karena efisiensi dalam bentuk ini harga saham disamping dipengaruhi oleh data pasar (harga saham dan volume perdagangan) juga dipengaruhi oleh semua informasi yang dipublikasikan oleh emiten saham tersebut (misalnya : informasi laporan keuangan, pengumuman stock split, right issue, penerbitan saham baru dan pembagian deviden). Pada pasar yang efisien dalam bentuk setengah kuat ini investor tidak dapat berharap memperoleh abnormal return jika strategi transaksi yang dilakukan hanya didasari oleh berbagai informasi yang telah dipublikasikan tersebut. Sebaliknya jika pasar tidak efisien maka akan ada lagi abnormal return dalam proses penyesuaian harga terhadap informasi baru yang dipublikasikan. Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 250 (3) Efisien dalam bentuk kuat (strong form). Pasar efisien dalam bentuk kuat berarti harga sekuritas pada saat ini sudah mencerminkan semua informasi yang ada, baik yang terpublikasi maupun yang tidak dipublikasikan. Sehingga dalam kondisi bentuk pasar efisien kuat seperti ini, tidak akan ada lagi investor yang dapat memperoleh abnormal return dalam transaksi perdagangan sekuritasnya. Berdasarkan uraian diatas maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian berkaitan dengan efisiensi pasar modal di Indonesia khususnya di Bursa Efek Jakarta, Sehingga penulis mengadakan penelitian dengan judul : Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Tests” dengan adanya pengumuman “Right Issue” di Bursa Efek Jakarta . Rumusan Masalah Masalah-masalah yang akan dijadikan pokok bahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Apakah pasar modal Indonesia khususnya Bursa Efek Jakarta dalam kondisi efisien bentuk setengah kuat (semistrong eficiient market) ? (2) Apakah para investor tidak akan memperoleh abnormal return dengan adanya informasi pengumuman right issue di Bursa Efek Jakarta Tujuan Penelitian Sesuai dengan uraian perumusan masalah dan hipotesis diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Untuk mengetahui apakah pasar modal Indonesia khususnya Bursa Efek Jakarta dalam kondisi efisien bentuk setengah kuat (semistrong eficiient market) (2) Untuk mengetahui apakah para investor akan memperoleh abnormal return dengan adanya informasi yang dipublikasikan berupa pengumuman right issue di Bursa Efek Jakarta Manfaat Penelitian Sesuai dengan tujuan dilaksanakannya penelitian diatas, maka beberapa manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penelitian ini antara lain adalah : 1. Manfaat bagi investor, sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi para pelaku atau calon investor baik individual maupun institusional yang akan melakukan investasi khususnya dalam menyikapi masalah right issue. Khususnya bagi para pemegang saham lama yang akan mengalami dilusi atas kepemilikan sahamnya yaitu dilusi harga maupun dilusi prosentase kepemilikannya. Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 251 2. Manfaat bagi perusahaan, sebagai dasar penentuan kebijakan keuangan khususnya kebijakan yang berkaitan dengan masalah right issue dimasa mendatang. 3. Manfaat bagi peneliti, yaitu untuk memperkuat penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya berkenaan dengan efisiensi pasar modal dan ada tidaknya abnormal return yang akan diperoleh investor berkaitan dengan adanya publikasi mengenai rencana pelaksanaan right issue. KAJIAN PUSTAKA Kajian Teoritik Studi tentang pengaruh kebijakan right issue terhadap harga-harga saham perusahaan di Indonesia sudah cukup banyak dilakukan, demikian juga studi dan penelitian mengenai mengenai effisiensi pasar modal di Indonesia sudah sangat banyak dan sering dilakukan oleh para peneliti. Menurut Fama (1965), berdasarkan jenis informasi yang digunakan sebagai basis penelitian, maka efisiensi pasar modal dapat digolongkan ke dalam bentuk atau tingkatan yaitu efisiensi bentuk lemah (weak form efficiency), efisiensi bentuk setengah kuat (semi strong form efficiency) dan efisiensi bentuk kuat (strong form efficiency). Penelitian yang dilakukan oleh Husnan (1994), menyatakan bahwa pasar modal di Indonesia efisien dalam bentuk lemah telah terpenuhi, dimana dalam kondisi ini harga-harga saham sekuritas mencerminkan informasi harga di masa lampau. Sedangkan penelitian efisiensi pasar modal dalam bentuk setengah kuat di Indonesia, menghasilkan kesimpulan yang masih meragukan. Studi mengenai pengaruh suatu informasi terhadap pasar modal telah dilakukan di BEJ oleh Husnan (1996) dan Hanafi (1997), hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa terjadi perbedaan yang signifikan antara periode pengumuman laporan keuangan, apabila dibandingkan dengan periode-periode diluar pengumuman, meskipun dengan tingkat efisiensi yang berbeda-beda. Hasil yang sama juga didapatkan oleh Sianturi (1996) dengan pengujian bentuk lemah yaitu otokorelasi dan uji run test pada tahun 1994-1995 BEJ masih berada dalam bentuk efisiensi lemah yang meningkat, tetapi masih belum mencerminkan bentuk yang setengah kuat. Penelitian oleh Wianindyo (1995) juga menghasilkan kesimpulan bahwa publikasi laporan keuangan suatu perusahaan yang go public secara signifikan berpengaruh terhadap fluktuasi harga sahamnya. Studi serupa juga telah banyak dilakukan di luar negeri, dipelopori oleh Scholes (1972) yang menggunakan Market Model untuk menguji sebanyak 696 issue atau rumor yang beredar dan terjadi di NYSE selama periode tahun (1926- 1966). Hasil penelitian dari Scholes tersebut menunjukkan bahwa terdapat abnormal return selama periode waktu tersebut tetapi setelah periode tersebut tidak diperoleh abnormal return lagi. Penelitian Smith (1977) menguji sebanyak Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 252 853 sampel right issue di NYSE (1926-1966) dan ternyata hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terjadi abnormal return selama setahun periode pre-issue dan tak terdapat abnormal return untuk periode sesudahnya. Hasil penelitian dari Ball, Brown dan Finn (1977) terhadap 193 right issue di pasar modal Australia pada tahun (1960-1969) menunjukkan bahwa terdapat abnormal return 10% di tahun sebelum right issue dan terjadi penurunan harga 0,6% di bulan setelah pengumuman. Sedangkan Merret, Howe dan Newbould (1967) telah menguji 110 right issue di UK, dan ternyata terdapat abnormal capital gain sebesar 1% setelah issue date dan 3% setahun berikutnya. Pengertian Right Dalam right issue emiten akan melakukan penawaran secara terbatas kepada pemegang saham lama dan memberikan kupon (right) untuk setiap saham yang dimilikinya. Untuk dpat membeli saham baru yang ditawarkan ini pemegang saham lama harus menyediakan dana sebanyak harga saham yang akan dibeli sesuai dengan jatah kupon yang dimilikinya. Right merupakan salah satu jenis produk derivatif yang merupakan salah satu efek yang praktis dan selalu dikaitkan dengan sekuritas saham. Tujuan utama perusahaan menerbitkan right biasanya dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah modal disetornya. Memang emisi right ini merupakan bentuk penawaran yang sifatnya terbatas, karena emisi saham yang akan diterbitkan pada prinsipnya hanya terbatas ditujukan kepada pemegang saham lama yang telah ada. Right sebenarnya tidak lebih dari suatu hak bagi para pemegang saham yang ada untuk membeli terlebih dahulu saham baru yang akan diterbitkan oleh perusahaan. Biasanya dengan harga emisi (harga perdana) dibawah catatan harga saham tersebut di bursa (Koetin, 1996). Suatu right merupakan hak terlebih dahulu yang melekat pada saham lama, dalam hal ini setiap saham lama akan diberikan satu right. Oleh karena itu jumlah saham lama yang telah ditempatkan dan disetor penuh adalah sama dengan jumlah right tersebut. Alasan yang biasa digunakan untuk membenarkan emisi right oleh suatu emiten adalah agar setiap pemegang saham lama dapat memiliki hak untuk mempertahankan persentase haknya atas laba dan hak suara dalam perusahaan tersebut. Sebabnya apabila sejumlah besar saham baru langsung dijual kepada pemegang saham baru maka akan banyak hak suara dan laba dalam perusahaan akan beralih kepadanya, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa setiap pemegang saham lama yang telah ada mempunyai hak untuk tetap mempertahankan bagiannya dalam aktiva perusahaan atau dengan kata lain tetap mempertahankan prosentase kepemilikan dalam kekayaan bersih perusahaan. Apabila hal ini dilakukan dengan melalui penawaran umum IPO para pemegang saham lama akan diperlakukan sama dengan para invertor lain yang baru masuk. Ditinjau dari sisi perusahaan emiten, penawaran terbatas ini akan menghemat biaya Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 253 menjadi lebih murah daripada kalau harus menempuh penawaran umum, karena biasanya pada proses penawaran terbatas ini perusahaan tidak perlu menggunakan bantuan jasa dari underwriter maupun lembaga profesi lainnya. Harga dan Jumlah Penawaran Saham Baru Suatu ciri khas pada emisi right adalah bahwa perusahaan emiten telah menetapkan harga penawaran saham baru (the subscription price) yang biasanya ditetapkan dibawah harga pasar yang tercatat di bursa. (Rose, 2000) menyatakan bahwa suatu right dinyatakan bernilai apabila harga emisi saham tersebut masih lebih rendah daripada kurs yang tercatat di bursa. Maksudnya adalah, jika harga perdana suatu emisi right lebih tinggi daripada kurs saham tersebut di bursa, maka harga right adalah negatif. Emisi dalam hal ini tidak akan laku dijual, kecuali kalo diambil sendiri oleh pemegang saham utama dengan tujuan untuk memperbesar prosentase kepemilikannya. Berapa banyak saham baru yang diterbitkan sangat tergantung pasa berapa banyak dana yang akan dikumpulkan lewat penawaran terbatas dan harga saham baru yang ditawarkan tersebut. Banyaknya saham baru yang ditawarkan akan sama banyaknya dengan dana yang dikumpulkan lewat penawaran terbatas dibagi dengan harga saham baru yang ditawarkan. Sebagai contoh : apabila sebuah perusahaan emiten memerlukan dana sebesar Rp. 100 milyard dan harga saham yang ditawarkan adalah sebesar Rp. 100 Milyard dibagi Rp.1000,- sehingga diperlukan tambahan saham sebanyak 100 juta lembar saham baru. Mengenai berapa jumlah kupon (right) yang diperlukan untuk membeli saham baru, bisa ditentukan dengan melihat perbandingan antara jumlah saham yang beredar (saham lama) dengan jumlah saham yang ditawarkan (saham baru). Misalnya, jumlah saham yang beredar sebanyak 200 juta lembar dan jumlah saham baru sebanyak 100 juta lembar, maka jumlah kupon yang digunakan untuk membeli satu lembar saham baru tersebut sebanyak 200 juta lembar dibagi 100 juta lembar = 2 lembar kupon. Nilai Kupon Meskipun para pemegang saham lama akan mendapatkan kupon tanpa dikenakan biaya, namun sebenarnya kupon tersebut mempunyai nilai (intrinsic value) tertentu. Nilai kupon tersebut dipengaruhi oleh harga saham di pasar (sebelum ex right date), harga saham baru yang ditawarkan dan jumlah kupon yang diperlukan untuk membeli satu lembar saham baru. Jika sesuatu dalam keadaan sama (cateris paribus) maka setelah ex right date harga saham baru yang ditawarkan dan harga saham lama akan berharga sama. Hal ini dikarenakan harga saham lama akan merosot turun menjadi sebesar nilai kupon atau right tersebut (Frederrick, 1994). Karena right memiliki harga bahkan dapat Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 254 mempunyai harga yang cukup besar, maka untuk itu right perlu diperdagangkan secara tersendiri terpisah dari saham yang bersangkutan. Alternatif Pemegang Saham Menurut (Ross dkk, 2000), para pemegang saham yang memiliki kupon right mempunyai tiga alternatif sehubungan dengan kepemilikan kupon tersebut, antara lain : (1) Pemegang saham membeli saham baru dengan kupon yang ada dan sejumlah uang yang besarnya sama dengan harga saham baru tersebut sehingga jumlah saham yang dimiliki akan meningkat dan kekayaan investor tetap. (2) Pemegang saham tidak membeli saham baru yang ditawarkan pada right issue tetapi menjual kupon seharga nilai kupon tersebut. Dalam kondisi ini kekayaan investor tidak akan terpengaruh. (3) Pemegang saham tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan pada right issue dan juga tidak menjual kupon yang dimilikinya. Pada alternatif ini, pada saat ex right date kekayaan investor akan turun sebesar nilai kupon (right). Rumusan Hipotesis Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas, maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut : H1 : ada perbedaan harga saham dibursa dan harga teoritis, sebelum dan sesudah ex right date. H2 : ada perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah right issue. Analisis Hipotesis : Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang dikembangkan oleh Elton dan Gruber (1995) yang diuraikan sebagai berikut : (1) Mengumpulkan data harga penutupan harian dari 30 saham perusahaan emiten yang diteliti yaitu yang melakukan right issue selama tahun 2003. (2) Menentukan event date (to) yaitu tanggal dimulainya ex right date dari right issue masing-masing emiten tersebut (3) Periode yang diteliti adalah 30 hari yaitu t = -15, -14, -13, ....,0, +1, +2 ....,+15 dengan to tanggal announcement date (4) Mencari rata-rata perbedaan harga saham 1 dengan harga teoritisnya (Ri), kita membutuhkan data harga saham i di pasar pada waktu t (P i) dan harga teoritis dari saham tersebut (Ptheo), nilai Pt didapatkan dari harga bursa masing-masing saham i pada waktu t yang disebut harga saham sesungguhnya. (5) Menentukan besarnya (Ptheo) Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 255 (6) Setelah nilai (Ptheo) dan nilai Pt diketahui, selanjutnya menghitung nilai perbedaan harga saham i dengan harga teoritisnya (Ri). METODA PENELITIAN Obyek Penelitian Dalam penelitian ini penulis memilih obyek penelitian pada 10 saham perusahaan yang telah listing atau go public dan melakukan right issue di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2003. Data yang diperlukan Beberapa data-data yang diperlukan dalam penelitian ini antara lain : (1) Nama perusahaan yang melakukan pengumuman right issue di Bursa Efek Jakarta selama tahun 2003. (2) Tanggal diumumkannya right issue tersebut (3) Harga saham harian (closing price) dan Indeks Harga Saham Gabungan, selama 131 hari bursa yang dibagi menjadi dua bagian yaitu periode estimasi (estimation periode) dan periode kejadian (event periode). Periode estimasi adalah selama 100 hari, yaitu dari hari ke 115 hingga hari ke 16 sebelum hari pengumuman right issue. Sedangkan periode kejadian adalah selama 31 hari, yaitu terdiri dari 15 hari sebelum event (pre-event), 1 hari merupakan hari pengumuman (announcement day), dan 15 hari setelah peristiwa pengumuman right issue (post event). Estimation Periode T=-115 Event Periode T=-15 t=0 t=+15 Gambar 1. Periode Waktu Penelitian (Estimation and Event Periode) Pengumpulan Data Data yang dipergunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder, yaitu berupa data nama-nama perusahaan yang mengumumkan right issue, data harian untuk memantau perkembangan harga saham, volume transaksi perdagangan dan indeks harga saham dari 10 perusahaan yang melakukan right issue pada tahun 2003 dan diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal, JSX Real Time Information (JSXRTI), JSX Monthly Statistic, Junal Pasar Modal, Indonesian Capital Market Directory 2003 dan Harian Bisnis Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 256 Penelitian dilakukan selama periode tahun 2003 dan event yang diamati juga dibatasi hanya pada ex right date. Untuk mempermudah penelitian maka ditetapkan sampling frame dan selanjutnya dilakukan pemilihan sampel dengan menggunakan purposes sampling. Jumlah emiten yang diamati sebanyak 10 emiten yang melakukan pengumuman right issue pada periode tahun 2003. Metode Pengambilan Sampel Pengambilan sampel data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel atas dasar adanya beberapa pertimbangan tertentu. Dasar pertimbangan tersebut antara lain adalah : (1) Saham perusahaan yang dijadikan sampel telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada periode Januari sampai Desember 2003. (2) Perusahaan melakukan pengumuman right issue selama periode pengamatan Januari sampai Desember 2003 (3) Perusahaan tidak melakukan publikasi lain selain rencana pelaksanaan right issue selama periode pengamatan, misalnya pengumuman publikasi mengenai stock split, deviden, warrant dan lainnya yang dapat mengganggu akurasi hasil penelitian. Metoda Analisis Data Penelitian ini merupakan analisis studi peristiwa (event study) dari dilaksanakannya right issue oleh emiten, sehingga data yang dikumpulkan adalah berhubungan dengan hipotesa yang akan diuji. Perhitungan perbedaan harga saham di bursa dengan harga theoritisnya Secara umum perbedaan harga saham di bursa dengan harga theoritisnya dari suatu saham dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut : Notasi dari perumusan tersebut : Ri = Perbedaan harga sahami dengan harga teoritisnya Pt = harga saham sesungguhnya sahan i Pt-1 = harga saham theoritis Perhitungan Harga Teoritis versi JSX 1995 (Rp a x r) + ( Rp b x s) P theo = t + s Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 257 Notasi dari perumusan tersebut adalah : Ptheo = harga teoritis saham a = harga pasar saham pada saat cum right date r = jumlah minimal right untuk mendapatkan satu saham baru b = harga penawaran saham baru s = jumlah saham yang bisa diperoleh dengan r Menghitung rata-rata perbedaan harga saham dengan harga teoritisnya Secara umum rata-rata perbedaan harga saham dengan harga teoritisnya dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut : Notasi dari perumusan tersebut : A(RI) = rata-rata perbedaan harga saham dengan harga teoritisnya Ri = perbedaan harga saham dengan harga teoritisnya N = Jumlah saham yang diamati Menghitung abnormal return yaitu selisih antara actual return dengan expected return sekuritas saham harian Perumusan untuk menghitung abnormal return dari sekuritas saham i adalah sebagai berikut : Ab(Rit) = Act (Ri,t) - E(Ri,t) Notasi dari perumusan tersebut adalah Ab(Rit) = abnormal return saha ke-i pada periode peristiwa ke-t Ri,t = actual return saham ke-i pada periode peristiwa ke-t E(Ri,t) = expected return saham ke-i pada periode peristiwa ke-t Menghitung rata-rata abnormal return saham Perumusan untuk menghitung rata-rata abnormal return dari sekuritas saham pada periode t adalah sebagai berikut : NRAbRitAAb t t it /)()( 15 15     Notasi dari perumusan tersebut adalah : AAb(Rit) = average abnormal return saham Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 258 Ab(Rit) = abnormal return saham ke-i N = jumlah saham Menghitung perkembangan abnormal return sekuritas saham Perumusan untuk menghitung kumulatif dari rata-rata abnormal return dari sekuritas saham adalah sebagai berikut : Notasi dari perumusan tersebut adalah : CARi = Komulatif rata-rata perbedaan harga saham dengan harga teoritisnya ARn = rata-rata perbedaan harga saham dengan harga teoritisnya Menghitung Commulative Averages Abnormal Return Portofolio (CAARN) Perumusan untuk menghitung kumulatif dari rata-rata abnormal return dari return portofolio saham adalah sebagai berikut : )()( 15 15     t t n RAAbRitCAAb Notasi dari perumusan tersebut adalah : CAAb(Rit) = cumulative averable abnormal return Aab(Rn) = average abnormal return Kemudian Cumulative Abnormal Return (Cab (Rit,n)) harian per saham selama periode kejadian dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : )()( 15 15     t t itn RAbRitCAb Menguji tingkat signifikansi dari hasil Ri dengan Uji-t Perumusan untuk Menguji tingkat signifikansi dari hasil Ri dengan Uji-t adalah sebagai berikut : to = {X1-X2/[(n1-n2)S1 2 + (n2-1)S2 2 ] 0.5 }[n1n2(n1+n2-2)/(n1+n2)] 0.5 Notasi dari perumusan tersebut adalah : Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 259 .to = besarnya t-hitung n1 = jumlah contoh sebelum ex right date n2 = jumlah contoh sebelum ex right date X1 = rata-rata Ri sebelum ex right date X2 = rata-rata Ri sebelum ex right date S1 = standar deviasi sebelum ex right date S2 = standar deviasi sebelum ex right date Menghitung Standard Deviation (SD) dari Abnormal Return Notasi dari perumusan tersebut adalah : RRTNit = Rata-rata Abnormal Return saham pada hari ke-t RTNi,t = Abnormal Return sekuritas saham ke-i pada hari ke-t HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Obyek Penelitian Sebagaimana telah disebutkan pada bab sebelumnya bahwa jumlah emiten yang melakukan right issue selama tahun 2003 adalah berjumlah 11 perusahaan, sepuluh diantaranya akan digunakan sebagai sampel penelitian. Jumlah saham yang ditawarkan melalui right issue tersebut berjumlah 17.938.137.070 lembar saham, dengan dana yang terserap sebesar Rp 3,519.715 triliun. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel 1. berikut ini : Tabel 1. Sampel 10 Perusahaan yang Right Issue tahun 2003 N o Company Names Ratio (old new) Shares Issued Exercis e Price/sh are (Rp) Fund Raised (Rp million) Cum Right Date Ex Right Date 1 Astra International 13 : 7 1.428.823.107 1.000 1.428.823.000.00 0 09 Jan 10 Jan 2 Tirta Mahakam PI 4 : 1 156.000.000 125 19.500.000.000 04 Mar 05 Mar 3 Bank Victoria Int 1 : 1 423.146.016 100 42.315.000.000 06 Mar 07 Mar Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 260 4 Bank CIC Internasional 5 : 12 6.633.058.229 120 795.967.000.000 13 Mar 14 Mar 5 Bank Buana Indonesia 4 : 1 744.494.202 360 268.018.000.000 05 Mei 06 Mei 6 Bank Global Internasional 3 : 2 2.000.000.000 100 200.000.000.000 20 Mei 21 Mei 7 Sinar Mas Multi Artha 1 : 15 2.137.115.520 100 213.712.000.000 06 Jul 07 Jul 8 Asia Inti Selera 2 : 3 547.500.000 200 109.500.000.000 02 Nov 03 Nov 9 Trias Sentosa 10 : 3 648.000.000 185 119.880.000.000 19 Nov 20 Nov 1 0 Central Korporindo 1 : 28 3.220.000.000 100 322.000.000.000 14 Dec 15 Dec Total 17.938.137.070 3.519.715.000.000 Sumber : dikutip dari JSX Statistics 2003 Hasil Perhitungan Perbedaan harga bursa dengan harga teoritis (Ri) merupakan hasil bagi antara selisih harga saham harian dan harga teori dengan harga teorinya tersebut. Berikut ini merupakan perhitungan memperoleh nilai Ri. Perhitungan Actual Daily Return Berikut ini contoh perhitungan actual daily return dari saham Astra International tbk (ASII), perumusannya adalah sebagai berikut : Act (Rit) = ln Pt / Pt-1 Contoh perhitungan : Pt-16 = 2.475 ; Pt-15 = 2.425, maka : Act (RASII) = ln 2.425/2.474 = -0.0088 Jadi actual daily return ASII pada hari t-15 adalah -0.00886 yang berarti pendapatan yang diperoleh oleh pemodal sebagai hasil investasi di ASII adalah sebesar -0.0088. Selanjutnya langkah dan cara yang sama juga dipakai dalam perhitungan actual daily return saham-saham yang lainnya. Perhitungan Harga Saham Teoritis (Ptheo) Berikut ini contoh perhitungan (Ptheo) dari saham Astra International tbk (ASII), perumusannya adalah sebagai berikut : (Rp a x r ) + ( Rp b x s ) (Ptheo) = r + s Contoh perhitungan : Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 261 a = Rp. 2.325 x 27) + (750 x 18); b= Rp.750, sehingga : (Rp 2.325 x 27 ) + ( Rp 750 x 18 ) (Ptheo) = = Rp. 1.695,- 27 + 18 Dari contoh perhitungan diatas diketahui bahwa harga teoritis saham Astra International - ASII (Ptheo ASII) adalah Rp.1.695,- Selanjutnya langkah dan cara yang sama juga dipakai dalam perhitungan harga teoritis saham-saham yang lainnya. Perbedaan Harga Teoritis dan Harga Bursa (Ri) Berikut ini contoh perhitungan perbedaan antara harga teoritis (Ptheo) dengan harga bursa (Ri) dari saham Astra International tbk (ASII), perumusannya adalah sebagai berikut : Contoh perhitungan : Ptheo = Rp. 2.425; Ptheo = Rp. 1.695, sehingga : Rp.2.425 – Rp.1.695 Ri = = 0.37168 Rp. 1.695 Jadi perbedaan harga bursa dengan harga teoritis (Ri) saham Astra International Tbk (ASII) pada t-15 adalah sebesar 0.37168. Selanjutnya langkah dan cara yang sama juga dipakai dalam perhitungan saham-saham yang lainnya. Perhitungan Rata-rata Perbedaan antara Harga Bursa dan Harga Teoritis (ARi) per Hari untuk Semua Saham Hasil perhitungan Ri dari 10 saham pada t-15 secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 1, dimana diperlihatkan bahwa saham Bank CIC International memiliki Ri terbesar yaitu 1.55682 sedangkan saham Bank Victoria memiliki Ri yang terendah sebesar 0.08039. Apabila dilihat rata-rata keseluruhan dari ke 10 saham tersebut pada t-15 diperoleh angka AR.i sebesar 0.58446, adapun hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada tabel : lampiran-1. Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 262 Dari hasil perhitungan diatas diperoleh bahwa nilai AR.i dari +15 sampai dengan -15 menunjukkan gejala penurunan atau mengecil, hal ini berarti harga saham yang terjadi di bursa semakin mengarah sesuai dengan harga teoritisnya. Perhitungan Return Market (Rm) Berikut ini contoh perhitungan market return (Rm) dari saham Astra International tbk (ASII), perumusannya adalah sebagai berikut : (Rmt) = ln IHSGt / IHSGt-1 Contoh perhitungan : IHSGt-114 = 568,994 / IHSGt-115 = 565,564 Rm = ln 565,564 / 568,994 = -0,00260 Jadi return market (Rm) per hari pada t-115 adalah -0,00263, adapun perhitungan return market harian tersebut akan dilakukan dari hari t-115 sampai dengan t-15. Nilai Rm yang diperoleh akan menunjukkan angka yang bervariasi bisa positif maupun negatif tergantung pada fluktuasi seluruh harga saham harian. Perhitungan Beta Berikut ini contoh perhitungan beta (i) dari saham Astra International tbk (ASII), perumusannya adalah sebagai berikut : (i) = Cov (Rit, Rm) / Var (Rm) Contoh perhitungan : Cov (RASII, Rm) = 0,0000299439 Var (Rm) = 0,0000170003 sehingga : (ASII) = Cov (Rit, Rm) / Var (Rm) = 0,0000299439 / 0.0000170003 = 1,76137 Beta saham tersebut merupakan suatu pengukur volatilitas return dari suatu sekuritas saham terhadap return market, dalam penelitian ini beta yang akan diperoleh bisa bernilai positif maupun negatif. Perhitungaan Expected Return Berikut ini contoh perhitungan expected return saham Astra International tbk (ASII), pada t-15 dengan perumusannya adalah sebagai berikut : E(Rit) = Ri + i [E(Rm) –Rf] Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 263 Contoh perhitungan : (Rm) return market pada t-15 = 0,00444 Rf risk free rate SBI 12,8% = 0,128 ASII = 1,76137, maka : E(Rit) = 0,128 + 1,76137 * ( 0,00444 – 0,128) = -0,08963 Perhitungan Abnormal Return Saham per hari Berikut ini contoh perhitungan abnormal return saham Astra International tbk (ASII), pada t-15 dengan perumusannya adalah sebagai berikut : Ab(Rit) = Act (Rit ) . E(Rit) Contoh perhitungan : Act (Rit ) = actual return saham ASII pada t-15 = -0,00886 E(Rit) = expected return saham ASII pada t-15 = -0,08963, maka : Ab(Rit) = -0,00886 – (-0,08963) = -0,09849 Jadi abnormal return saham ASII pada t-15 adalah -0,09849 artinya investor akan mendapatkan abnormal return negatif jika berinvestasi pada saham ASII di hari ke t-15. Perhitungan Average Abnormal Return [(AAb(Rit)] Berikut ini contoh perhitungan average abnormal return dari 10 saham, pada t- 15 dengan perumusannya adalah sebagai berikut : NRAbRitAAb t t it /)()( 15 15     Contoh perhitungan : AAb(Rit) = {0,08067+(-0,11749+ ....+(-0,03339)} / 10 = -0,06456 Jadi average abnormal return [AAb(Rit)] pada t-15 sebesar -0,06456, artinya investor akan mendapatkan average abnormal return negatif dari 10 saham tersebut pada hari ke t-15, Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada tabel : lampiran 2. Nilai [AAb(Rit)] dari 10 saham dalam penelitian ini pada periode kejadian (sebelum dan sesudah ex right date) ternyata menunjukkan nilai yang berfluktuasi dan tidak berpola. Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 264 Perhitungan Cumulative Average Return Abnormal Return Portofolio [(CAAb(Rit.Nn)] Untuk dapat melihat perkembangan return keseluruhan yang diperoleh oleh investor selama periode kejadian, maka perlu dihitung Cumulative Average Abnormal Return [(CAAb(Rit.Nn)] Perumusannya adalah : )()( 15 15     t t n RAAbRitCAAb Contoh perhitungan : [(CAAb(Rit.Nn)] pada hari t-15 dapat dihitung sebagai berikut : [(CAAb(Rit.Nn)] = -0,06456 + (-0,07888) = -0,1434, dengan cara perhitungan yang sama dapat dihitung seluruh [(CAAb(Rit.Nn)] dimana hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel : lampiran 3. Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji Hipotesa I Pengujian hipotesa I dilakukan berdasarkan perbedaan harga bursa dengan harga teoritis yang seharusnya terjadi (Ri), selama 15 hari efektif sebelum ex right date dengan model hipotesa sebagai berikut : H1 : Harga bursa (harga saham yang sesungguhnya) berbeda dengan harga teoritisnya yang seharusnya terjadi Rangkuman hasil perhitungan dengan menggunakan bantuan software program SPSS 9.0 dapat dilihat dalam tabel berikut ini : Tabel 2. Perhitungan Statistik Uji-t Perbedaan Harga Bursa dengan Harga Teoritis (Ri) sebelum dan sesudah ex right date. Group N Df t- observasi Sig tailed Std Deviation 95% confidence interval of the difference Lower Upper Sebelum Sesudah 15 15 28 104.041 0.00000 0.000006 5.10560 5.31068 Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai t = 104.041 dengan tingkat signifikansi dua arah 0.00000 (<0.05). Dengan demikian maka Ho ditolak, hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata harga saham yang sesungguhnya (harga bursa) dengan rata-rata harga teoritis yang seharusnya terjadi (Ri) pada periode sebelum dan sesudah ex right date. Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 265 Tabel 3. Hasil Uji-t pada emiten yang melakukan right isuue tahun 1997 Pengujian dilakukan terhadap ada tidaknya Perbedaan Harga Bursa dengan Harga Teoritis (Ri) sebelum dan sesudah ex right date. No Nama Emiten Significansi (0.05) 1 Astra International Berbeda Nyata 2 Tirta Mahakam PI Berbeda Nyata 3 Bank Victoria Int Berbeda Nyata 4 Bank CIC Internasional Berbeda Nyata 5 Bank Buana Indonesia Tidak Beda Nyata 6 Bank Global Internasional Berbeda Nyata 7 Sinar Mas Multi Artha Tidak Beda Nyata 8 Asia Inti Selera Berbeda Nyata 9 Trias Sentosa Berbeda Nyata 10 Central Korporindo Berbeda Nyata Dapat dilihat dari tabel 3 diatas bahwa saham yang mempunyai signifikansi yang berbeda nyata mencapai 80%, dan saham yang mempunyai signifikansi tidak berbeda nyata hanya 20% yaitu saham Bank Buana Indonesia dan Sinar Mas Multi Artha yang merupakan saham dari sektor industri perbankan dan keuangan. Selanjutnya dari tabel-tabel terdahulu dapat diperoleh data sebagai berikut : T observasi = 104.041,  = 5%, df = (n1 + n2) – 2 = (15+15) -2 = 28 Sedangkan t-table = t /2(df-2) = t 0,025 (14) = 2.145 sehingga : t-obs > t-table Maka : Ho ditolak, dan Ha diterima. Jadi terdapat perbedaan antara harga saham dibursa dengan harga teoritisnya, sebelum dan sesudah ex right date. -2.145 0 2.145 104.041 Daerah penolakan Daerah penerimaan Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 266 Hasil Uji Hipotesa II Pengujian hipotesa I dilakukan berdasarkan pada data abnormal return Ab(Rit), pada 10 saham emiten yang dijadikan sampel penelitian, dengan model hipotesa sebagai berikut : H2 : Ada perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah adanya ex right date Rangkuman hasil perhitungan dengan menggunakan bantuan software program SPSS 9.0 dapat dilihat dalam tabel berikut ini : Tabel 4. Perhitungan Statistik Uji-t terhadap abnormal return Ab(Rit) sebelum dan sesudah ex right date Group N Df t- observasi Sig tailed Std Deviation 95% confidence interval of the difference Lower Upper Sebelum Sesudah 15 15 28 2.098 0.00761 0.000006 0.0037 0.00521 Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai t hitung adalah sebesar 2,098 dengan tingkat significansi 0,0761 (>5%), secara dua arah df = 28, sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa : Ho diterima, yang berarti rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah ex right date tidak ada perbedaan. Tabel 5. Hasil Uji-t pada emiten yang melakukan right issue tahun 1997 Pengujian dilakukan terhadap ada tidaknya Perbedaan Abnormal Return [Ab(Rit)] sebelum dan sesudah ex right date. No Nama Emiten Significansi (0.05) 1 Astra International Tidak Berbeda Nyata 2 Tirta Mahakam PI Tidak Berbeda Nyata 3 Bank Victoria Int Tidak Berbeda Nyata 4 Bank CIC Internasional Berbeda Nyata 5 Bank Buana Indonesia Tidak Berbeda Nyata 6 Bank Global Internasional Tidak Berbeda Nyata 7 Sinar Mas Multi Artha Tidak Berbeda Nyata 8 Asia Inti Selera Tidak Berbeda Nyata Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 267 9 Trias Sentosa Tidak Berbeda Nyata 10 Central Korporindo Tidak Berbeda Nyata Dari tabel 5. diatas dapat diketahui bahwa saham yang mempunyai signifikansi ‘tidak berbeda nyata’ mencapai 90%, dan saham yang mempunyai signifikansi ‘berbeda nyata’ hanya 10% saja, yaitu saham Bank CIC International. Selanjutnya dari hasil perhitungan pada tabel IV.4. dapat disimpulkan sebagai berikut : T observasi = 2,098,  = 5%, df = (n1 + n2) – 2 = (15+15) -2 = 28 Sedangkan t-table = t /2(df-2) = t 0,025 (14) = 2.145 sehingga : t-obs < t-table Maka : Ho diterima, dan Ha ditolak. Jadi ‘tidak’ terdapat perbedaan besarnya abnormal return, sebelum dan sesudah ex right date. -2.145 0 2,098 2.145 Daerah penolakan Daerah penerimaan Analisis Hasil Penelitian Analisis Perbedaan Harga Saham yang Sesungguhnya dengan Harga Teoritis (Ri) Berdasarkan nilai t-hitung yang diperoleh dari pengujian hipotesa I terbukti bahwa right issue menghasilkan adanya perbedaan antara harga saham yang terjadi di bursa dengan harga teoritis yang seharusnya terjadi di pasar, sebelum dan sesudah ex right date. T hitung yang dihasilkan sebesar 104.041 dengan signifikansi 0,0013 (<0,05) maka Ho ditolak. Secara statistik terlihat perbedaan antara harga saham di bursa dengan harga teoritis yang semakin mengecil atau menurun, hasil ini menunjukkan bahwa harga saham di bursa semakin mengarah sesuai dengan harga teoritisnya. Hasil pengujian ini sesuai dengan studi yang pernah dilakukan oleh Marsh (1979) tentang right issue 98 emiten di United Kingdom. Pada tabel 3. memperlihatkan bahwa dari hasil perhitungan ke 10 emiten terdapat 8 emiten dengan nilai signifikansi < 0,05, yang berarti tidak ada perbedaan antara harga bursa dan harga teoritis sebelum dan sesudah ex right date, sedangkan 2 emiten yang lain nilai signifikansinya > 0,05 yaitu saham Bank Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 268 Buana Indonesia dan Sinar Mas Multi Artha yang berarti tidak ada perbedaan antara harga bursa dan harga teoritis sebelum dan sesudah ex right date. Analisis Abnormal Return [(Ab(Rit)] Berdasarkan nilai t-hitung yang diperoleh dari pengujian hipotesa II dapat dinyatakan bahwa abnormal return tidak berbeda secara nyata, pada periode sebelum dan sesudah ex right date dimana t-hitung sebesar 2.098 dengan tingkat signifikansi 0,0761 (>5%) maka Ho diterima yang berarti secara keseluruhan rata-rata abnormal return yang diperoleh investor akibat adanya right issue ‘tidak berbeda’ secara signifikan sebelum dan sesudah ex right date. Hal ini disebabkan karena pasar segera memberikan respon yang negatif terhadap adanya right issue tersebut. Hasil ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Susiyanti dan Komaruddin (1998) mengenai pengaruh right issue dan bonus shares di Bursa Efek Jakarta, dimana keduannya digolongkan kedalam penelitian bentuk efisiensi pasar stengah kuat (semi strong form efficiency). Reaksi selama 15 hari sebelum ex right date menunjukkan adanya kebocoran informasi publik (leakage) di pasar. Sehingga pasar sudah mulai bereaksi jauh hari sebelum t-0 . Keadaan tersebut juga dapat ditafsirkan sebagai adanya penyebaran informasi dengan tidak simetris (asymmetric information), karena sebagian pelaku pasar telah mengetahui adanya rencana pengumuman right issue dan pasar mulai bereaksi sejak t-15. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan pertama, sesuai dengan hipotesa alternatif (Ha) pada hipotesa I, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara harga saham yang terjadi di bursa dengan harga teoritis yang seharusnya terjadi sebelum dan sesudah ex right date. Kedua, sesuai dengan hipotesa nihil (Ho) pada hipotesa II dalam penelitian ini disimpulkan bahwa abnormal return yang diperoleh sebelum dan sesudah ex right date tidak mengalami perbedaan yang signifikan. Variabel harga saham yang dicerminkan oleh rata-rata return yang diterima investor ternyata mampu menyesuaikan diri terhadap pengaruh right issue. Nilai rata-rata abnormal return yang negatif menunjukkan indikasi penyebaran informasi yang bersifat asimetris. Saran Secara umum hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa investor semakin sensitif mencermati munculnya berbagai informasi yang relevan, Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 269 termasuk adanya informasi yang berkaitan dengan right issue dari emiten tertentu. Berikut ini saran berkaitan dengan hasil penelitian ini : Pada penelitian berikutnya perlu dilakukan penelitian dengan bentuk model dari pengaruh right issue di Bursa Efek Jakarta dengan memasukkan variabel independen misalnya variance saham, likuiditas, size dan sebagainya. Keterbatasan Penelitian Waktu periode pengamatan sebaiknya dilakukan dengan rentang waktu yang lebih lama sebelum adanya pengumuman right issue. Selama periode tahun 2003 ternyata hanya 11 emiten yang melakukan right issue sehingga diperoleh hasil akhir penelitian yang kurang akurat dan cermat untuk mengamati fenomena pengaruh right issue terhadap perilaku pasar terutama fluktuasi harga saham dan abnormal return yang mungkin terjadi. Implikasi (1) Untuk perusahaan yang memerlukan dana segar, sebaiknya perlu mempertimbangkan untuk mencari sumber pendanaan lainnya seperti debt financing, karena berdasarkan hasil penelitian ini ternyata right issue (equity financing) telah direspon negatif oleh pasar, dimana hal ini dibuktikan dengan menurunnya harga saham setelah right issue. (2) Bagi para investor yang akan menanamkan modal melalui right issue sebaiknya lihat dan cermati dahulu performance perusahaan emiten yang menerbitkan right tersebut, sehingga investor diharapkan dapatterhindar dari kerugian fatal dan memperoleh capital gain dari investasinya itu. (3) Bagi Bapepam, diperlukan pengetatan peraturan dan perundang-undangan mengenai right issue yang bertujuan untuk lebih memberikan perlindungan kepada investor, seperti jangka waktu yang wajar bagi emiten untuk diperkenankan melakukan right issue setelah IPO, laporan realisasi penggunaan dana hasil right issue, dan pencegahan rekayasa yang dilakukan oleh emiten. DAFTAR PUSTAKA Charles P. Jones, Investment Analysis and Management, 6 th edition, John Willey and Sons, Inc, New York. Elton, J.Edwin dan J.Martin Gruber (1995), Modern Portfolio Theory and Investment Analysis, John Willey & Sons,Inc., New York. Francis, Jack Clark (1983), Management of Invesment, Second Edition, Mc Graw-Hill Company, Singapore Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 270 Frank J.Fabozzi (1995), Investment Management, Prentice Hall, Inc, New Jersey Gitman, Lawrence J, dan Johnik, Michael D. (1990), Fundamental of Investing, Harper dan Row Publisher Inc, New York. Hanafi, Mamduh M, Husnan, Suad dan Amin Wibowo (1996) “Dampak pengumuman laporan keuangan terhadap kegiatan perdagangan saham dan variabilitas tingkat keuntungan”, Kelola No.II/V/1996, Jakarta. Husnan, Suad (1993), Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, UPP AMP YKPN, Yogyakarta . Jogiyanto, HM (1998), Teori Portofolio dan Analisis Investasi, BPFE Yogyakarta Komaruddin, Susiyanti, (1998), Analisis Perilaku Harga Saham saat Right Issue di BEJ, Papaer - MM Usahid, Jakarta. Sharpe, William F., Gordon J.Alexander and Van Bailey (1995), Investments, Prentice Hall, New York. Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 271 Lampiran 1 Daftar Perbedaan Harga Saham di Bursa dan Harga Teoritis (Ri) SHM 1 SHM2 SHM3 SHM4 SHM5 SHM6 SHM7 SHM8 SHM9 SHM10 AR.i t-15 0.43068 0.68000 0.08039 1.55682 0.48571 0.17688 0.56818 0.16584 0.94325 0.75234 0.58446 t-14 0.40118 0.68325 0.01143 0.34248 0.16324 0.68325 0.45212 0.74652 0.29654 0.45212 0.47709 t-13 0.34248 0.68456 0.08236 0.28546 0.12354 0.68456 0.46387 0.74658 0.32568 0.46387 0.48958 t-12 0.28546 0.68697 0.28546 0.29654 0.09456 0.68697 0.47965 0.74356 0.68245 0.47965 0.48523 t-11 0.29654 0.68954 0.29654 0.28421 0.00472 0.68954 0.48623 0.80324 0.67264 0.48623 0.46215 t-10 0.28421 0.68425 0.28421 0.31225 0.04325 0.68425 0.51234 0.05624 0.74652 0.51234 0.46951 t-9 0.31225 0.74365 0.31225 0.32568 0.02465 0.74365 0.49657 0.14652 0.74658 0.49657 0.46345 t-8 0.32568 0.68245 0.32568 0.68245 0.03245 0.05624 0.47562 0.26354 0.74356 0.26354 0.45212 t-7 0.28625 0.67264 0.28625 0.67264 0.06254 0.14652 0.14652 0.32658 0.80324 0.32658 0.46387 t-6 0.31235 0.74652 0.45212 0.74652 0.74658 0.26354 0.26354 0.32698 0.05624 0.32698 0.47965 t-5 0.32562 0.74658 0.46387 0.74658 0.74356 0.07965 0.32658 0.32798 0.00472 0.32798 0.48623 t-4 0.35124 0.74356 0.47965 0.74356 0.80324 0.09654 0.32698 0.32115 0.04325 0.28421 0.51234 t-2 0.35324 0.80324 0.48623 0.80324 0.05624 0.16324 0.32798 0.30215 0.02465 0.31225 0.49657 t-1 0.37524 0.05624 0.51234 0.05624 0.14652 0.12354 0.28421 0.29785 0.03245 0.32568 0.47562 t-0 0.07965 0.14652 0.49657 0.14652 0.26354 0.09456 0.31225 0.29875 0.06254 0.68245 0.06534 t+1 0.09654 0.26354 0.47562 0.06534 0.32658 0.00472 0.32568 0.26345 0.12356 0.67264 0.09654 t+2 0.16324 0.32658 0.06534 0.09654 0.32698 0.04325 0.68245 0.17654 0.06542 0.74652 0.11235 t+3 0.12354 0.32698 0.32568 0.11235 0.32798 0.02465 0.67264 0.26354 0.07865 0.74658 0.13654 t+4 0.09456 0.32798 0.68245 0.13654 0.16324 0.47965 0.74652 0.26987 0.80324 0.74356 0.14325 t+5 0.00472 0.32115 0.67264 0.14325 0.12354 0.48623 0.74658 0.32568 0.05624 0.47562 0.15324 t+6 0.04325 0.30215 0.74652 0.15324 0.09456 0.51234 0.74356 0.68245 0.14652 0.06534 0.15988 t+7 0.02465 0.30654 0.74658 0.15988 0.00472 0.49657 0.80324 0.67264 0.26354 0.32568 0.17564 t+8 0.03245 0.29654 0.74356 0.17564 0.04325 0.47562 0.05624 0.74652 0.32658 0.68245 0.18654 t+9 0.06254 0.29785 0.80324 0.18654 0.02465 0.06534 0.14652 0.74658 0.32698 0.67264 0.16325 t+10 0.12356 0.29875 0.05624 0.16325 0.74658 0.32568 0.48623 0.74356 0.32798 0.74652 0.14325 t+11 0.06542 0.26345 0.14652 0.14325 0.74356 0.68245 0.51234 0.80324 0.32798 0.74658 0.11369 t+12 0.07865 0.17654 0.16324 0.11369 0.80324 0.67264 0.49657 0.05624 0.32115 0.04325 0.11235 t+13 0.06534 0.26354 0.12354 0.11235 0.06542 0.13654 0.47562 0.06534 0.30215 0.02465 0.00000 t+14 0.06198 0.26987 0.09456 0.68245 0.07865 0.14325 0.26987 0.09654 0.30654 0.74658 0.13027 t+15 0.03245 0.01850 0.14791 0.19318 0.02875 0.46591 0.02083 0.10245 -0.03704 0.74356 0.12244 Com 5.83496 13.50993 10.84899 10.63868 7.69604 10.38777 13.10753 11.88812 9.9238 14.67496 8.812445 AARi 0.194499 0.450331 0.361633 0.354623 0.256535 0.346259 0.436918 0.396271 0.330793 0.489165 0.2937482 SHM1 Astra International tbk SHM6 Bank Global Internasional SHM2 Tirta Mahakam SHM7 Sinar Mas Multi Artha SHM3 Bank Victoria SHM8 Asia Inti Selaras SHM4 Bank CI SHM9 Trias Sentosa SHM5 Bank Buana Indonesia SHM10 Cntral Korporindo Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 272 Lampiran 2 Daftar Harga Saham Periode Kejadian, Harga Teoritis, Actual Return, Expected Return dan Abnormal Return Saham (ASII) Date Price IHSG Rm Act (Ri)ASII P(theo) Ri E(Rit) Ab(Rit) t-16 6/12/02 2475 628.123 t-15 9 2425 634.576 0.00904 -0.00886 1.695 0.43068 -0.08953 0.08067 t-14 10 2375 626.356 -0.01295 -0.00905 1.695 0.40118 -0.10692 0.09787 t-13 11 2275 626.574 0.00035 -0.00089 1.695 -1.56250 -1.61682 -0.61682 t-12 12 2225 627.899 0.00211 0.00088 1.695 -0.78125 -0.83557 0.16443 t-11 13 2175 624.458 -0.00548 -0.00671 1.695 -0.78125 -0.83557 0.16443 t-10 16 2100 623.614 -0.00135 -0.00259 1.695 -1.17188 -1.22620 -0.22620 t-9 17 2175 623.805 0.00031 -0.00093 1.695 1.17188 1.11755 2.11755 t-8 18 2200 629.452 0.00905 0.00782 1.695 0.39063 0.33630 1.33630 t-7 19 2175 629.345 -0.00017 -0.00140 1.695 -0.39063 -0.44495 0.55505 t-6 20 2225 632.656 0.00526 0.00403 1.695 0.78125 0.72693 1.72693 t-5 23 2250 633.076 0.00066 -0.00057 1.695 0.39063 0.33630 1.33630 t-4 24 2300 632.546 -0.00084 -0.00207 1.695 0.78125 0.72693 1.72693 t-2 26 2300 632.885 0.00054 -0.00070 1.695 0.00000 -0.05432 0.94568 t-1 27 2325 637.255 0.0069 0.00567 1.695 0.39063 0.33630 1.33630 t-0 2/1/03 2325 638.103 0.00133 0.00010 1.695 0.00000 -0.05432 0.94568 t+1 3 1825 646.194 0.01268 0.01145 1.695 -7.81250 -7.86682 -6.86682 t+2 6 1850 653.258 0.01093 0.00970 1.695 0.39063 0.33630 1.33630 t+3 7 1975 660.367 0.01088 0.00965 1.695 1.95313 1.89880 2.89880 t+4 8 1900 662.205 0.00278 0.00155 1.695 -1.17188 -1.22620 -0.22620 t+5 9 1850 657.433 -0.00721 -0.00844 1.695 -0.78125 -0.83557 0.16443 t+6 10 1975 657.868 0.00066 -0.00057 1.695 1.95313 1.89880 2.89880 t+7 13 1900 656.093 -0.0027 -0.00393 1.695 -1.17188 -1.22620 -0.22620 t+8 14 1850 656.653 0.00085 -0.00038 1.695 -0.78125 -0.83557 0.16443 t+9 15 1775 658.701 0.00312 0.00188 1.695 -1.17188 -1.22620 -0.22620 t+10 16 1725 663.974 0.00801 0.00677 1.695 -0.78125 -0.83557 0.16443 t+11 17 1750 674.129 0.01529 0.01406 1.695 0.39063 0.33630 1.33630 t+12 20 1800 680.881 0.01002 0.00878 1.695 0.78125 0.72693 1.72693 t+13 21 1875 686.115 0.00769 0.00645 1.695 1.17188 1.11755 2.11755 t+14 22 1800 684.982 -0.00165 -0.00289 1.695 -1.17188 -1.22620 -0.22620 t+15 23 1875 578.909 -0.15486 -0.15609 1.695 1.17188 1.11755 2.11755 Contoh Perhitungan : Saham Astra International tbk (ASII) Barbara Gunawan, Analisis Efisiensi Pasar Modal “Semistrong Form Test”..... 273 Lampiran-3 Tabel Average Abnormal Return [AAB(Rit)] Saham Emiten Right Issue 2003 No Nama Emiten Abnormal Return [Ab(Rit)] 1 Astra International 0.08067 2 Tirta Mahakam PI -0.11794 3 Bank Victoria Int 0.03569 4 Bank CIC Internasional -0.01280 5 Bank Buana Indonesia -0.02996 6 Bank Global Internasional -0.09574 7 Sinar Mas Multi Artha 0.02435 8 Asia Inti Selera -0.11407 9 Trias Sentosa -0.11157 10 Central Korporindo -0.03339 Sumber : Data yang diolah SPSS Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 5 No. 2, hal: 248-274, Juli 2004 274 Lampiran-4 Tabel Cumulative Average Abnormal Return Portofolio [CAAb(RitNn)] dan Cumulative Average Abnormal Return [AAb(Rit)] Saham Emiten Right Issue 2003 Sumber : Data yang diolah SP AAb(Rit)] CAAb(RitNn) t-15 -0.06456 -0.06456 t-14 -0.07888 -0.01435 t-13 -0.06210 -0.02055 t-12 -0.06475 -0.02715 t-11 -0.06993 -0.03350 t-10 -0.06398 -0.04065 t-9 -0.06579 -0.04658 t-8 -0.06421 -0.05321 t-7 -0.06541 --0.05996 t-6 -0.07031 -0.06675 t-5 -0.04562 -0.07386 t-4 -0.06430 -0.08456 t-3 -0.06772 -0.08895 t-2 -0.06523 -0.09178 t-1 -0.01895 -0.09793 t-0 -0.06731 -1.16252 t+1 -0.06458 -1.24566 t+2 -0.06324 -1.31565 t+3 -0.06981 -1.38654 t+4 -0.07985 -1.44599 t+5 -0.06564 -1.51553 t+6 -0.07354 -1.58965 t+7 -0.06652 -1.64982 t+8 -0.06852 -1.72580 t+9 -0.07751 -1.79655 t+10 -0.07698 -1.85646 t+11 -0.05234 -1.92655 t+12 -0.08521 -2.00958 t+13 -0.07950 -2.06159 t+14 -0.07446 -2.13652 t+15 -0.07294 -2.20866