- 75 - Special Edition | Bahasa Indonesia Mahasiswa Internasional dan COVID-19 [International Students and COVID-19] ISSN: 2162-3104 Print/ ISSN: 2166-3750 Online Volume 10, Issue S3 (2020), pp. 75-90 © Journal of International Students https://ojed.org/jis Thought, Attitude and Action: The Struggle of an International PhD Student- Mother during the COVID-19 Pandemic in Australia Berpikir, Bersikap dan Bertindak: Perjuangan Seorang Ibu Berstatus Mahasiswa Internasional Program Doktor saat Pandemi COVID-19 di Australia Lara Fridani Universitas Negeri Jakarta, Indonesia Ulfa Elfiah Universitas Jember, Indonesia Selfi Handayani Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia Aschawir Ali Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Bone, Sulawesi Selatan, Indonesia ________________________________________________________________ ABSTRACT: The purpose of this narrative study was to explore how an international PhD student-mother, who has a young child, negotiated and coped with the challenges to complete her studies during the COVID-19 pandemic. Multiple semi-structured interviews were adopted to collect narrative data. Anchored in a thematic analysis, qualitative data showed that the participant encountered such challenges as the skills of managing academic time and activities, difficulty in focusing on studying, worries about family conditions in Indonesia and financial needs. We concluded that physical, mental https://ojed.org/jis - 76 - and spiritual strengths of an individual derived from family and community support play a pivotal role in thinking of, managing, and coping with various challenges during the COVID-19 pandemic. ABSTRAK: Tujuan studi naratif ini adalah untuk menggali bagaimana seorang ibu berstatus mahasiswa internasional program doktor yang memiliki anak usia dini, bernegosiasi dan mengatasi tantangan dalam menuntaskan studinya di masa pandemi COVID-19. Pengumpulan data naratif dilakukan melalui beberapa wawancara semi- terstruktur. Berdasarkan analisis tematik, data kualitatif menunjukkan bahwa partisipan menghadapi beragam tantangan, diantaranya keterampilan mengelola waktu dan kegiatan, kesulitan untuk fokus belajar, kekhawatiran terhadap kondisi keluarga di Indonesia dan kebutuhan finansial. Kami menyimpulkan bahwa kekuatan fisik, mental dan spiritual individu yang berasal dari dukungan keluarga dan komunitas berperan penting dalam menentukan cara berpikir, mengelola dan menghadapi berbagai tantangan selama pandemi COVID-19. Keywords: COVID-19, family and community support, international student, mental spiritual power, mother [COVID-19, dukungan keluarga dan komunitas, mahasiswa internasional, kekuatan mental spiritual, ibu] ________________________________________________________________ PENDAHULUAN Sebelum terjadinya pandemi COVID-19 di berbagai belahan dunia, selama dua puluh tahun terakhir jumlah mahasiswa internasional di beberapa negara seperti Amerika, Australia, Cina dan Inggris masih mengalami peningkatan yang signifikan (UNESCO, 2019). Australia termasuk salah satu negara yang menjadi tujuan mahasiswa internasional pada jenjang perguruan tinggi di mana dalam beberapa tahun terakhir tercatat lebih dari 400.000 mahasiswa internasional per tahun melanjutkan studi di negara ini (Australian Government, 2019). Jumlah mahasiswa internasional yang cukup besar tersebut mencakup mahasiswa yang berstatus sendiri dan yang membawa keluarga. Keputusan mahasiswa dengan beragam kondisi tersebut membawa konsekuensi tersendiri yang mendorong mereka untuk memiliki strategi dalam berjuang menghadapi berbagai tantangan selama bermukim dan menuntut ilmu di negara orang. Grzywacz dan Carlson (2007) meneliti tantangan yang dihadapi keluarga dalam mengelola waktu dan mencapai keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kewajiban dalam keluarga. Masalah keseimbangan dalam mengelola berbagai aktivitas sehari-hari merupakan isu yang penting karena dapat berdampak pada pilihan aktivitas yang dilakukan. Adanya pandemi COVID-19 di berbagai belahan dunia, termasuk Australia berdampak pada perubahan penyelenggaraan pendidikan internasional dan menambah semakin kompleksnya masalah (Baloran, 2020; Fischer, 2020). Di masa pandemi, Perdana Menteri Negara Bagian Victoria di Australia, Daniel Andrews membuat kebijakan yang tegas dengan menerapkan penutupan akses di beberapa wilayah sekitar Melbourne hingga tahap ke empat (The Guardian, 2020). Kondisi ini berpengaruh terhadap aspek fisik, psikologis dan finansial - 77 - masyarakat sehingga muncul perasaan cemas yang berlebihan (Australian Bureau of Statistics, 2020). Kajian tentang peran serta mahasiswa internasional perempuan untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi telah relatif banyak dilakukan. Akan tetapi, penelitian yang melibatkan partisipan mahasiswa internasional yang membawa keluarga untuk mendampingi studi masih terbatas jumlahnya (Grzywacz & Carlson, 2007). Lebih khusus lagi, penelitian yang menarasikan pengalaman dan tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa internasional program doktor berstatus ibu belum banyak dibahas. Berdasarkan pertimbangan tersebut, studi ini menarasikan mahasiswa internasional berstatus ibu yang memiliki anak usia dini dalam berpikir, bersikap dan bertindak terhadap tantangan baik akademik maupun nonakademik selama masa studi di era pandemi COVID-19. Riset narasi ini mengkaji perjuangan seorang ibu yang memiliki banyak tuntutan. Di satu sisi, partisipan harus menuntaskan studi program doktor dan di sisi lain harus memenuhi kewajibannya untuk mendampingi putranya yang masih berusia dini serta bekerja paruh waktu. Hal ini harus dilakukan oleh partisipan secara mandiri karena suaminya memiliki komitmen pekerjaan di Indonesia. LANDASAN KONSEPTUAL Penelitian ini didasari oleh pemahaman terhadap adanya tantangan yang relatif kompleks pada mahasiswa internasional program doktor berstatus ibu yang memiliki anak usia dini dalam menghadapi berbagai kendala selama masa pandemi COVID-19. Proses penyesuaian yang dihadapi mahasiswa internasional yang membawa pasangan dan keluarganya lebih berat dibandingkan mahasiswa internasional yang belum berkeluarga atau berstatus lajang. Mahasiswa internasional yang membawa keluarga umumnya harus menghadapi masalah dalam hal pengaturan dan pembagian waktu untuk tugas akademik, kebutuhan keluarga dan pekerjaan. Secara umum, kondisi pandemi COVID-19 membawa pengaruh yang besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan, sosial dan finansial. Mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di masa ini mengalami tantangan yang lebih berat dibandingkan masa sebelum terjadinya pandemi. Cleland, McKimm, Fuller, Taylor, Janczukowicz dan Gibbs (2020) menegaskan bahwa COVID-19 menginterupsi bidang pendidikan, misalnya mahasiswa internasional berisiko tidak dapat mencapai target kompetensi dalam rentang waktu yang diberikan sesuai dengan standar akademik. Adanya kebijakan pembelajaran daring yang diterapkan sebagai pengganti pembelajaran tatap muka juga memiliki masalah tersendiri, meskipun hal ini dilakukan pemerintah dengan pertimbangan untuk meminimalkan penyebaran pandemi (Blankenberger & Williams, 2020; Murphy, 2020). Studi terkait dengan dinamika masalah yang dihadapi mahasiswa internasional telah banyak dilakukan oleh para ahli dari berbagai negara seperti Australia, Amerika dan Cina. Para pakar mengkaji permasalahan ini dari - 78 - berbagai aspek kehidupan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi mahasiswa internasional bersifat relatif kompleks yang mencakup masalah akomodasi, dukungan sosial, kerinduan terhadap kampung halaman dan kompetensi berbahasa Inggris (Mamiseishvili, 2012). Tantangan lain berupa kesehatan mental (Forbes-Mewett & Sawyer, 2016); motivasi dan ketekunan (Mostafa & Lim, 2020); diskriminasi, orientasi budaya dan kepuasan hidup (Jamaludin, Sam, Sandal & Adam, 2016); masalah pribadi, keluarga, ketrampilan belajar, penyesuaian kehidupan kampus, kegiatan ekstrakurikuler dan akomodasi (Haverila, Haverila & McLaughin, 2020); serta penyesuaian budaya dan strategi mengatasi masalah (Yang, 2020). Kendala yang dihadapi setiap mahasiswa bersifat individual dalam artian seorang mahasiswa dapat mengalami satu masalah atau lebih tergantung kesiapan pribadi dalam beradaptasi di lingkungan baru. Beragam masalah di atas menjadi kasus yang mendunia di berbagai negara termasuk Australia. Para peneliti menggunakan kajian narasi yang menekankan dimensi kronologis yang berbentuk cerita, peristiwa, pengalaman dan sudut pandang yang khas untuk melihat fenomena kontekstual partisipan secara khusus dan hubungannya dari segi waktu, situasi dan interaksi sosial (Clandinin & Caine, 2012). Studi ini menggunakan pendekatan narasi dan analisis teks tematik (Widodo, 2014). Pertanyaan penelitian dalam studi ini adalah sebagai berikut: 1. Tantangan apa yang dihadapi oleh seorang mahasiswa internasional program doktor berstatus ibu yang memiliki anak usia dini saat menempuh studi di masa pandemi COVID-19? 2. Bagaimana cara mahasiswa tersebut berpikir, bersikap dan bertindak terkait kendala dan tantangan di masa pandemi COVID-19? METODOLOGI Konteks Penelitian Penelitian ini dilakukan di negara bagian Victoria, Australia. Pemerintah negara bagian ini memberlakukan peraturan yang tegas berupa penutupan berbagai akses di beberapa wilayah tertentu sebagai usaha untuk meminimalkan penyebaran COVID-19. Partisipan penelitian ini adalah mahasiswa program doktor di salah satu universitas terbesar di Australia. Pengambilan data penelitian ini dilakukan oleh salah satu penulis yang bermukim sementara di Australia dan bertempat tinggal di wilayah yang cukup dekat dengan partisipan. Rancangan Penelitian Studi ini menggunakan rancangan penelitian naratif yang bertujuan untuk mengkaji pengalaman dan tantangan yang dihadapi seorang mahasiswa internasional program doktor berstatus ibu di Australia. Kegiatan penelitian dilakukan pada awal Juli hingga pertengahan Agustus 2020. Penelitian ini - 79 - memperhatikan pengalaman partisipan sepanjang waktu dan di berbagai tempat yang mencakup hubungan interaksi sosial (Connelly & Clandinin, 2006). Kajian naratif secara holistik menekankan dimensi ruang dan waktu serta konteks sosiokultural yang mempengaruhi diskursus cerita pengalaman partisipan yang bersifat kompleks dan dinamis (Craig, Zou & Poimbeauf, 2014). Partisipan Partisipan adalah seorang dosen dari perguruan tinggi di Jakarta, Indonesia yang sejak tahun 2017 berstatus sebagai mahasiswa internasional program doktor dan merupakan rekan kerja dari salah satu peneliti saat di Indonesia. Partisipan berusia 35 tahun dan memiliki anak berusia empat tahun yang dibawa ke Australia. Alasan pemilihan partisipan ini oleh peneliti karena adanya faktor kedekatan secara emosional dan hubungan kerja sebagai kolega. Salah satu penulis memiliki pengalaman bekerjasama secara cukup intens dengan partisipan dalam berbagai kegiatan baik di bidang pendidikan maupun kegiatan sosial. Selain itu, partisipan bersedia untuk mengonstruksi cerita mengenai pengalaman hidupnya kepada peneliti. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada pertengahan bulan Juli hingga awal bulan Agustus 2020 dengan menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur yang memungkinkan penyajian pertanyaan bersifat fleksibel sehingga peneliti dapat memperoleh gambaran pengalaman partisipan. Proses wawancara dilakukan oleh peneliti dengan jaminan kerahasiaan, anonimitas dan kenyamanan emosional. Dalam hal ini, partisipan memiliki hak untuk mengundurkan diri dari proses wawancara setiap saat tanpa konsekuensi (Harvey, Robinson & Welch, 2017; Widodo, 2014). Sebagai salah satu upaya terkait dengan jaminan keselamatan selama pandemi, penggunaan media Zoom, video WhatsApp, dan teks WhatsApp menjadi pilihan kesepakatan salah satu penulis bersama partisipan dalam proses wawancara. Kelebihan proses wawancara melalui teknologi digital tersebut adalah peneliti dapat melihat ekspresi emosi partisipan secara langsung (Harvey, 2015). Selanjutnya, salah satu penulis dan partisipan membuat kesepakatan jadwal bersama terkait dengan waktu wawancara sebanyak tiga kali dengan menggunakan variasi aplikasi yang berlangsung antara 30 sampai 60 menit. Peneliti meminta persetujuan partisipan untuk menceritakan perjuangannya selama studi khususnya saat pandemi sehingga dapat menjadi pembelajaran dan sumber inspirasi bagi banyak pihak termasuk calon mahasiswa internasional lainnya. Saat wawancara pertama, partisipan menceritakan latar belakang keputusannya untuk studi ke luar negeri dan tantangannya beradaptasi dengan tuntutan akademik, kepentingan keluarga maupun pekerjaan. Wawancara kedua memfokuskan kondisi yang dialami oleh partisipan selama masa pandemi dan strategi partisipan dalam menangani masalah tersebut. Wawancara ketiga terkait - 80 - dengan cara berpikir, bersikap dan rencana tindakan partisipan ke depan. Hasil wawancara tersimpan dalam bentuk rekaman catatan maupun teks. Data tersebut kemudian dikaji untuk mendapatkan penjelasan penting yang menjadi penekanan partisipan. Ketidakjelasan informasi dikonfirmasi ulang oleh salah satu peneliti melalui obrolan WhatsApp. Untuk eksplorasi data lebih lanjut, partisipan diberi pertanyaan terbuka terkait dengan pengalaman yang dihadapi selama pandemi. Contoh pertanyaan terbuka tersebut sebagai berikut: Adakah tantangan tertentu yang dihadapi dalam menyelesaikan studi, khususnya di saat pandemi ini? Bagaimana pengalaman dalam membagi waktu antara tugas akademik, mendampingi anak yang masih berusia dini dan pekerjaan tambahan lainnya? Analisis Data Penggunaan kajian narasi sebagai rancangan penelitian adalah sebuah metode untuk menemukan makna sebuah cerita yang dinamis dan mengandung nilai- nilai (Connelly & Clandinin, 2006). Makna atau diskursus cerita ini tidak lepas dari aspek konteks dan dimensi ruang dan waktu. Analisis teks tematik (Widodo, 2014) digunakan untuk mengkaji narasi partisipan terkait perjuangannya dalam konteks kehidupan selama studi di Australia di masa pandemi COVID-19. Data hasil wawancara melalui Zoom dicatat dan diorganisasikan menjadi sebuah data tertulis yang kemudian dicari keterkaitan masing-masing leksis yang menyusun kalimat sebagai informasi penting. Setelah data dibaca secara menyeluruh beberapa kali, data tersebut diberi kode secara leksis, frasa dan kalimat dengan menggunakan kode warna yang berbeda. Berdasarkan prosedur analisis konten tematik (Braun & Clarke, 2006), data yang dikodekan tersebut diklasifikasikan ke dalam beberapa tema untuk meninjau, menghubungkan dan meringkas data (Spencer, Richtie, Ormston, O’Connor & Barnard, 2014). Setelah itu, data tersebut dimaknai secara interpretatif diskursif. TEMUAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis tematik terhadap narasi partisipan, kami mengidentifikasi empat tema terkait tantangan yang dihadapi dan upaya yang dilakukan partisipan dalam menuntaskan studi di masa pandemi COVID-19. Partisipan mengalami tantangan dalam beberapa hal, yaitu: (1) keterampilan mengelola waktu dan kegiatan; (2) kesulitan untuk konsentrasi dalam belajar; (3) kekhawatiran terhadap kondisi orang tua di Indonesia dan (4) kebutuhan finansial. Keterampilan Mengelola Waktu dan Kegiatan Sebelum pandemi, partisipan dapat menjalankan perannya sebagai mahasiswa penerima beasiswa untuk disiplin dalam belajar dan memperhatikan kondisi - 81 - kesehatan fisik, psikologis, kebutuhan keluarga dan bersosialisasi, sehingga dia merasa hidupnya seimbang. Sebagaimana mahasiswa international lainnya, di sela-sela kesibukannya, partisipan mengambil kesempatan untuk bekerja paruh waktu di bidang kebersihan rumah tangga, pabrik makanan dan sesekali menawarkan jasa pengiriman masakan Indonesia. Kondisi yang cukup nyaman ini menurut partisipan berubah secara signifikan ketika terjadi pandemi. Pada masa tersebut, partisipan tidak dapat bersosialisasi, berolahraga secara rutin dan bahkan mengalami kehilangan pekerjaan. Padahal berbagai kegiatan yang dilakukan oleh partisipan sebelum pandemi sangat menunjang keseimbangan hidupnya. Sullivan (2015) membuktikan bahwa keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan dapat berpengaruh terhadap masalah kesehatan fisik dan psikologis individu. Studi sebelumnya oleh Chandra (2012) mengkaji perbedaan perspektif masyarakat di negara Asia dan negara Barat dalam menyikapi konsep keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan. Studi di negara-negara Asia menunjukkan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan aktivitas lain dalam kehidupan lebih menjadi masalah bagi wanita dibandingkan laki-laki. Dalam konteks penelitian ini, partisipan memiliki banyak peran dan tanggung jawab untuk bisa menyeimbangkan antara tuntutan tugas di kampus, kewajiban ibu terhadap anaknya dan pekerjaan paruh waktu. Partisipan merasakan gejolak tantangan yang cukup besar ketika pemerintah Australia menerapkan kebijakan penutupan jalur wilayah tertentu selama beberapa bulan sejak pandemi berlangsung. Kondisi pandemi ini berdampak pada perubahan sistem belajar yang menuntut pembelajaran daring dari rumah sebagaimana diungkapkan dalam data naratif berikut ini. Sebelum pandemi ini, saya bisa seharian belajar di kampus, menghasilkan beberapa paragraf tulisan dan terlihat kemajuannya setiap hari. Di masa pandemi ini, waktu saya habis minimal 6 jam untuk mendampingi anak saya belajar online dari rumah, membantunya men-scan beberapa tugas dan melayani hal lainnya yang dibutuhkan anak. Hari-hari saya dipenuhi dengan kesibukan. Waktu seolah sangat cepat berlalu namun saya seperti tidak melakukan apa-apa untuk studi saya. Setelah mendampingi anak saya belajar dan menyiapkan makanan serta membereskan rumah, saya sudah merasa lelah. Belajar untuk diri sendiri saya lakukan dengan sisa tenaga. (Partisipan, Wawancara Zoom, 14 Juli 2020) Di awal masa pandemi, partisipan mulai merasa kesulitan dalam menuntaskan tugasnya sehari-hari sebagai seorang mahasiswa dan seorang ibu. Hal ini mempengaruhi kesehatan tubuh dan kestabilan emosinya. Kegiatan sosialisasi bersama rekan sejawat, kegiatan pengajian dan olahraga yang selama ini dijalani secara rutin, tidak dapat dilakukan sementara waktu, sebagaimana diungkapkan dalam data naratif berikut ini. - 82 - Jadwal rutinitas saya hampir berubah total. Biasanya saya rutin berkumpul dengan komunitas orang-orang Indonesia untuk sekedar makan bersama atau latihan persiapan untuk pertunjukan budaya Indonesia. Ini refreshing buat saya dan anak saya. Sekarang tidak bisa lagi (Partisipan, Wawancara Zoom, 14 Juli 2020). Partisipan menceritakan berbagai keuntungan yang dirasakan saat menjalin pertemanan terutama dengan komunitas Indonesia. Narasi partisipan diperkuat oleh Gomes (2020) tentang adanya upaya para mahasiswa internasional yang studi di Australia untuk membentuk komunitas. Keberadaan komunitas ini membuat mereka merasa nyaman untuk melanjutkan studi, bahkan tidak sedikit yang berkeinginan untuk menjadi penduduk tetap di negara ini. Partisipan juga memahami pentingnya olahraga untuk menjaga kestabilan fisik dan emosinya, namun saat pandemi ini, partisipan merasa kurang termotivasi untuk melakukan kegiatan tersebut. Domokos, Domokos, Mirica, Negrea, Bota dan Nagel (2020) mengkaji tentang kontribusi olahraga dalam kehidupan pelajar terhadap kinerja pendidikan, aspek sosial, psikologis dan peningkatan motivasi. Olahraga secara rutin khususnya di masa pandemi juga bermanfaat dalam membantu individu mengelola stres. Kesulitan untuk Konsentrasi dalam Belajar Sebelum terjadi pandemi, partisipan menceritakan bahwa dia dapat menggunakan waktunya secara efektif untuk belajar di kampus dari pagi hingga sore hari. Fasilitas kampus sangat memadai dan suasananya mendukung partisipan untuk bisa fokus belajar. Partisipan merasa puas bisa membaca beragam buku dan artikel yang dapat diakses dengan mudah. Selain itu, partisipan mendapat fasilitas untuk bisa mencetak berbagai makalah yang dibutuhkan. Kondisi saat partisipan terpaksa belajar dari rumah sungguh berbeda dengan sebelumnya. Partisipan mengalami kendala untuk dapat berkonsentrasi belajar di rumah. Fasilitas di rumah sangat terbatas dan situasinya tidak kondusif untuk mengerjakan berbagai tugas akademik. Data narasi berikut menggambarkan hal tersebut. Saya mengalami kendala saat mengerjakan tugas-tugas akademik dari rumah. Bagaimanapun saya merasakan bahwa suasana belajar di kampus bisa mendukung saya untuk dapat berkonsentrasi belajar. Dalam kondisi sudah cukup lelah mengurus anak dan membersihkan rumah, saya sulit untuk bisa berkonsentrasi. Kadang-kadang hal ini membuat motivasi saya menurun, saya merasa cemas juga dengan kondisi ini. Fasilitas untuk belajar di rumah sangat terbatas. Saya tidak punya meja belajar yang besar, tidak ada double monitor, tidak punya printer dan sebagainya. Intinya saya tidak mendapatkan fasilitas standar untuk menuntaskan disertasi saya sebagaimana saya peroleh dari kampus selama ini. (Partisipan, Wawancara Zoom, 14 Juli 2020) - 83 - Partisipan berpikir bahwa dia membutuhkan waktu sejenak untuk menenangkan diri dalam kondisi transisi seperti ini. Partisipan juga bersyukur karena dalam waktu dekat bulan Ramadhan akan tiba dan partisipan berkeyakinan dia bisa mendapatkan ketenangan di bulan suci ini sekalipun pandemi belum berakhir, sebagaimana dinarasikan dalam data berikut. Saya sangat menikmati Ramadhan bersama anak saya tahun ini. Saya baru menyadari bahwa selama dua tahun tinggal di Australia, intensitas kebersamaan saya dengan anak cukup terbatas. Saya seharian sibuk di kampus, anak saya seharian di sekolah. Saya tidak menyentuh tugas-tugas akademik saya. Saya ingin fokus beribadah bersama anak saya (Partisipan, Wawancara Zoom, 14 Juli 2020). Partisipan menyadari bahwa selama ini kondisi emosinya terkadang kurang stabil, terutama ketika tugas dari kampus harus diselesaikan bersamaan dengan tuntutan anaknya untuk diperhatikan. Di bulan Ramadhan, partisipan merasa cara berpikirnya menjadi lebih terbuka sehingga sekalipun dirinya lelah secara fisik, dia merasa lebih tenang secara psikologis dan spiritual. Partisipan merasa yakin dapat melalui masalah ini dengan bekal pengalaman yang telah dilaluinya selama hampir tiga tahun berada di Australia. Keyakinan dan cara berpikir partisipan menunjukkan kemampuannya dalam mengambil pelajaran dari pengalaman yang lalu sehingga dia dapat beradaptasi dan membuat keputusan untuk memecahkan masalah. Partisipan sempat mengalami kendala untuk bisa berkomunikasi secara daring dengan dosen pembimbingnya sehingga tidak bisa mencapai target untuk mengumpulkan makalah tepat pada waktunya. Kondisi fisik dan psikologis partisipan juga sempat menurun sehingga dia memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter dan tim psikolog. Para ahli tersebut menyarankan partisipan untuk beristirahat beberapa minggu agar kondisinya pulih kembali. Akan tetapi, hal ini membuat partisipan cemas karena dapat berdampak pada perpanjangan masa studinya yang mengakibatkan penambahan biaya hidup dan pendidikan. Raaper dan Brown (2020) menganalisis dampak kondisi pandemi terhadap berbagai aspek kehidupan mahasiswa diantaranya kedisiplinan, motivasi, kesehatan fisik dan mental pada mahasiswa. Penelitian sebelumnya tentang kajian emosi pada mahasiswa program doktor yang memerlukan waktu lama untuk penyelesaian studi juga telah dilaporkan oleh Wright dan Cochrane (2000). Kekhawatiran terhadap Kondisi Orang Tua di Indonesia Di saat partisipan masih berjuang untuk bisa fokus belajar dan melanjutkan disertasinya, partisipan mendengar kabar dari Indonesia tentang ayah beliau yang sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit karena kondisi kesehatan yang terus menurun. Berikut data narasi yang diungkapkan oleh partisipan. - 84 - Saya khawatir dengan kondisi ayah saya yang memburuk. Saya merasa takut dengan kondisi ini. Saya terus memantau perkembangan kesehatan ayah saya di rumah sakit setiap hari. Beberapa hari ini saya tidak bisa fokus belajar. Saya memikirkan ayah saya. Saya tidak bisa melakukan apa-apa. Selama ini orang tua saya selalu memberi motivasi. Saya tidak tahu mengapa saya jadi begini. Saya harus bangkit lagi. (Partisipan, Wawancara Teks WhatsApp, 17 Juli 2020) Perasaan cemas yang dihadapi partisipan adalah hal yang wajar dan banyak dialami oleh para mahasiswa internasional yang berpisah dengan keluarganya karena studi. Harvey, Robinson dan Welch (2017) melakukan penelitian terhadap masalah yang dihadapi mahasiswa internasional di luar bidang akademik, misalnya munculnya rasa ragu, cemas dan bersalah dalam mengambil keputusan meninggalkan keluarga. Untuk kasus partisipan dalam penelitian ini, para peneliti memandang partisipan memiliki kontrol emosi yang cukup stabil karena partisipan berusaha untuk tidak larut dalam perasaan negatif. Partisipan juga memiliki kesadaran diri yang cukup kuat untuk bisa memutuskan penyelesaian masalah secara mandiri dan mencari bantuan profesional. Kebutuhan Finansial Kebijakan pemerintah di berbagai negara seperti Amerika dan Cina terkait dengan pembatasan jam kerja untuk mahasiswa internasional juga berlaku relatif sama dengan yang diberlakukan di Australia. Partisipan sebagai mahasiswa internasional di jenjang pendidikan doktor memiliki kesempatan untuk bekerja paruh waktu sebelum masa pandemi, sebagaimana diungkap oleh partisipan berikut ini. Ada saja biaya ekstra yang kita butuhkan. Ternyata di masa pandemi ini, yang berbarengan dengan musim dingin, biaya listrik dan gas melonjak, karena kami sering di rumah dan otomatis menggunakan fasilitas di rumah. Selama masa pandemi ini, saya juga kehilangan pekerjaan part-time saya (Partisipan, Wawancara, Video WhatsApp, 29 Juli, 2020). Partisipan merasa lebih lega ketika pemerintah Australia mengeluarkan kebijakan kenormalan baru. Dalam situasi ini, para pelajar termasuk anak partisipan dapat kembali ke sekolah dan partisipan dapat kembali belajar di kampus mulai pagi hingga sore hari. Namun hal ini tidak berlangsung lama karena tidak sampai sebulan kemudian terjadi pelonjakan kasus COVID-19 sehingga pemerintah kembali menerapkan aturan penutupan akses wilayah. Berikut data narasi yang disampaikan oleh partisipan. Saya pusing dengan kebijakan lockdown ini. Saya dan anak harus menjalani home learning lagi, saya sempat protes pada pihak sekolah anak. Mengapa - 85 - mereka harus menggunakan beberapa platforms untuk tugas online anak. Ini cukup merepotkan orang tua yang harus terus mendampingi mereka. Saya sekarang sedang berpikir bagaimana saya bisa mendapatkan tambahan dana untuk biaya editor dan proofread disertasi saya. Bantuan dari beasiswa untuk biaya ini ternyata tidak cukup. Saya masih harus memperbaiki masalah penulisan referensi yang tidak sinkron. (Partisipan, Wawancara Video WhatsApp, 29 Juli 2020) Laufer dan Gorup (2019) meneliti berbagai faktor yang menyebabkan kegagalan mahasiswa dalam studinya, salah satunya adalah faktor finansial. Para mahasiswa internasional mengalami kondisi keuangan yang tidak stabil. Hal ini bisa disebabkan oleh bantuan beasiswa yang kurang memadai, beasiswa yang sudah berakhir ataupun kebutuhan finansial lainnya yang tak terduga di masa studi. Di akhir wawancara, penulis mendalami persepsi partisipan mengenai berbagai kendala yang dihadapi selama studi dan bagaimana partisipan menyikapinya di masa yang akan datang. Meskipun masalah yang dihadapi partisipan belum selesai, partisipan menunjukkan rasa syukur, berpikir positif dan bersemangat untuk melanjutkan perjalanan studinya. Berikut ini adalah narasi partisipan terkait hal tersebut. Saya tetap bertekad menuntaskan studi. Ayah dan ibu adalah akademisi yang produktif, mereka memotivasi, memberikan contoh dan berbagai informasi termasuk tentang karir dan kepangkatan. Saya tidak menyesal dengan keputusan saya menjalankan studi di sini. Saya lebih banyak bersyukur dengan segala kemudahan yang pernah saya terima. Walaupun kendala pasti ada, saya harus berusaha menghadapinya. Mau bagaimana lagi? Bahkan jika saya dapat kesempatan melanjutkan studi, saya akan jalankan dengan senang hati. Saya bisa menikmati hidup di sini, saya merasa kehidupan saya lebih teratur dan anak saya bisa mendapatkan pendidikan yang baik. (Partisipan, Wawancara Video WhatsApp, 29 Juli 2020) Para peneliti memandang bahwa partisipan memiliki karakter dan motivasi yang cukup kuat, dengan menunjukkan tekad untuk berjuang melalui berbagai kendala dan memiliki motivasi untuk meraih prestasi (Gustems-Carnicer & Calderón, 2016). Partisipan juga memiliki kapasitas yang baik dalam menggunakan strategi kognitif untuk menerima kenyataan yang terjadi padanya. Hal ini dilandasi dengan sikap positif untuk tetap bersyukur dan beradaptasi dengan berbagai situasi yang menekan. Beberapa peneliti membuktikan peran kekuatan rasa syukur dalam memfasilitasi kemampuan individu menghadapi masalah (Wood, Joseph & Linley, 2007). Dengan rasa syukur, seseorang dapat memperbaiki kondisi psikologisnya dengan menerima situasi yang tidak - 86 - diharapkan, membangun pemikiran yang positif dan beradaptasi dengan situasi yang menuntut pemecahan masalah. Partisipan meyakini bahwa semangatnya didukung oleh keluarga untuk mencapai target akademik yang akan memberikan manfaat untuk kariernya di masa depan. Guerin, Jayatilaka dan Ranasinghe (2015) menganalisis peran motivasi intrinsik dan peran faktor keluarga maupun pertemanan lintas negara. Faktor motivasi dan dukungan orang-orang terdekat sangat berpengaruh terhadap semangat mahasiswa untuk bertahan melanjutkan studi dengan alasan untuk mendapatkan pengalaman akademik secara langsung dan pertimbangan karier masa depan. KETERBATASAN PENELITIAN Penelitian naratif ini memiliki keterbatasan akses dan negosiasi dalam rekrutmen partisipan, sehingga peneliti hanya menemukan satu partisipan berstatus ibu yang bersedia menceritakan pengalamannya sebagai mahasiswa internasional bersama anaknya yang berusia dini di masa pandemi. Dengan demikian, data hasil penelitian dan pelajaran yang dipetik dari pengalaman partisipan tidak dapat digeneralisasikan untuk semua mahasiswa internasional. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan individu baik dari aspek jenis kelamin, latar belakang keluarga dan budaya, pengalaman dalam bersikap dan mengatur strategi menghadapi kondisi pandemi serta kondisi emosi partisipan saat dilakukan wawancara. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji berbagai pengalaman mahasiswa internasional yang sudah berkeluarga, baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai negara dan mengkaji aspek kesehatan fisik, psikososial maupun spiritual. Selain dari aspek partisipan dan latar belakangnya, rentang waktu pengambilan data selama kurang dari dua bulan dan pelaksanaan wawancara yang hanya dilakukan sebanyak tiga sesi juga memiliki keterbatasan tersendiri. Keterbatasan ini tidak memungkinkan eksplorasi pengalaman partisipan lebih mendalam lagi. Hal ini terkait dengan pertanyaan penelitian yang hanya menggali pengalaman partisipan di awal-awal bulan proses pandemi, sehingga dinamika perubahan emosi sosial dan spiritual secara umum tidak dapat diprediksi. Selanjutnya, penggunaan aplikasi Zoom dan panggilan video WhatsApp juga tidak maksimal karena dalam waktu tertentu, partisipan memberikan informasi melalui teks WhatsApp sehingga ekspresi emosi saat bercerita tidak terungkap. KESIMPULAN Penelitian ini menarasikan perjuangan seorang mahasiswa internasional program doktor berstatus ibu yang berjuang untuk dapat melanjutkan studinya dan menghadapi berbagai kendala yang tidak terduga di masa pandemi COVID- 19. Penelitian ini memberikan gambaran strategi dalam berpikir, bersikap dan bertindak mahasiswa internasional tersebut dalam beradaptasi dengan - 87 - lingkungan baru dan berbagai tuntutan tugas akademik, kewajiban dalam mendampingi anak dan pekerjaan paruh waktu. Dengan demikian, studi narasi ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan bagi calon mahasiswa internasional, terutama yang akan membawa anak atau keluarga selama studi. Hal ini bermanfaat bagi calon mahasiswa dalam mempersiapkan dirinya secara matang dari segi akademik, fisik, psikologis, spiritual dan finansial agar dapat mengantisipasi berbagai hal di luar dugaan. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan bagi pihak pemerintah yang berwenang dan institusi akademik dalam menentukan kebijakan, panduan dan pelayanan yang lebih baik, khususnya kepada mahasiswa internasional yang membawa keluarganya untuk studi lanjut di negara lain. Pernyataan Penulis [Disclosure Statement] Penulis menyatakan bahwa tidak ada konflik kepentingan dalam hal riset, kepengarangan dan publikasi artikel ini [The authors declared no potential conflicts of interest with respect to the research, authorship and/or publication of this article]. Pernyataan Kontribusi Penulis [Authors’ Contribution Statements] Lara Fridani: Mengonsep ide (utama), merancang metode penelitian (pendukung), menulis artikel awal (utama), mengevaluasi (utama) dan mengedit (berimbang) [conceptualization (lead), methodology (supporting), writing original draft (lead), reviewing (lead) and editing (equal)]; Ulfa Elfiah: Mengonsep ide (pendukung), mengembangkan metodologi (utama) dan mengedit (berimbang) [conceptualization (supporting), developing methodology (lead) and editing (equal)]; Selfi Handayani: Mengonsep ide (pendukung), mengembangkan metodologi (pendukung) dan mengedit (berimbang) [conceptualization (supporting), methodology (supporting) and editing (equal)]; Aschawir Ali: Mengonsep ide (pendukung) dan mengedit (berimbang) [conceptualization (supporting) and editing (equal)]. DAFTAR REFERENSI Australian Bureau of Statistics. (2020). Household impacts of COVID-19 survey. (4940.0).Australian Bureau of Statistics. Diakses tanggal 20 Agustus 2020 dari https://www.abs.gov.au/AUSSTATS/abs@.nsf/DetailsPage/4940.016%20Apr %202020?OpenDocument Australian Government. (2019). International student data. Diakses tanggal 20 Agustus 2020 dari https://internationaleducation.gov.au/research/International- Student-Data/Pages/default.aspx Baloran, E. T. (2020). Knowledge, attitudes, anxiety, and coping strategies of students during COVID-19 pandemic. Journal of Loss and Trauma. Terbit pertama online (hlm. 1–8). DOI: 10.1080/15325024.2020.1769300 Blankenberger, B., & Williams, A. M. (2020). COVID and the impact on higher education: The essential role of integrity and accountability, Administrative Theory & Praxis. Terbit pertama online (hlm. 1–20). DOI: 10.1080/10841806.2020.1771907 Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3, 77–101. DOI: 10.1191/1478088706qp063oa - 88 - Chandra, V. (2012). Work-life balance: Eastern and western perspectives. International Journal of Human Resource Management, 23, 1040–1056. DOI: 10.1080/09585192.2012.65133 Clandinin, D. J., & Caine, V. (2012). Narrative inquiry. In L. M. Given (Ed.), The SAGE encyclopedia of qualitative research methods (hlm. 542-544). Thousand Oaks, CA: SAGE. Cleland, J., McKimm,J., Fuller, R., Taylor, D., Janczukowicz, J., & Gibbs, T. (2020). Adapting to the impact of COVID-19: Sharing stories, sharing practice, Medical Teacher. Terbit pertama online (hlm. 772-775). DOI: 10.1080/0142159X.2020.1757635 Connelly, F. M., & Clandinin, D. J. (2006). Narrative inquiry. In J. L. Green, G. Camili, & P. Elmore (Eds.). Handbook for complementary methods in education research (hlm. 477-487). Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum. Craig, C, J., Zou, Y., & Poimbeauf, R. 2014. Narrative inquiry as travel study method: Affordances and constraints. Asia Pacific Education Review, 15, 127- 140. DOI: 10.1007/s12564-013-9303-8 Domokos, C., Domokos, M., Mirică, S. N., Negrea, C., Bota, E., & Nagel, A. (2020). Being a student at the faculty of sports and physical education in COVID- 19 pandemic times - A moment in life. Timisoara Physical Education and Rehabilitation Journal, 13, 45–50. DOI: 10.2478/tperj-2020-0007 Fischer, K. (2020). Confronting the seismic impact of covid-19: The need for research. Journal of International Students, 10(2), i–ii. DOI: 10.32674/jis.v10i2.2134 Forbes-Mewett, H., & Sawyer, A. M. (2016). International students and mental health. Journal of International Students, 6(3), 661–677. Gomes, C. (2020). Living in a parallel society: International students and their friendship circles. Journal of International Students, 10, xiii–xv. DOI: 10.32674/jis.v10i1.1850 Gustems-Carnicer, J., & Calderón, C. (2016). Virtues and character strengths related to approach coping strategies of college students. Social Psychology of Education, 19, 77–95. DOI: 10.1007/s11218-015-9305 Grzywacz, J. G., & Carlson, D. S. (2007). Conceptualizing work—family balance: Implications for practice and research. Advances in Developing Human Resources, 9(4), 455-471. DOI: 10.1177/1523422307305487 Guerin, C., Jayatilaka, A., & Ranasinghe, D. (2015). Why start a higher degree by research? An exploratory factor analysis of motivations to undertake doctoral studies. Higher Education Research and Development, 34, 89–104. DOI: 10.1080/07294360.2014.934663 Harvey, L. (2015). Beyond member-checking: A dialogic approach to the research interview. International Journal of Research dan Method in Education, 38(1), p. 23-38. DOI: 10.1080/1743727X.2014.914487 Harvey, T., Robinson, C., & Welch, A. (2017). The lived experiences of international students who’s family remains at home. Journal of International Students, 7, 748–763. DOI: 10.5281/zenodo.570031 Haverila, M. J., Haverila, K., & McLaughlin, C. (2020). Variables affecting the retention intentions of students in higher education institutions: A comparison between international and domestic students. Journal of International Students, 10(2), 358–382. DOI: 10.32674/jis.v10i2.1849 - 89 - Le, A. T., LaCost, B. Y., & Wismer, M. (2016). International female graduate students’ experience at a midwestern university: Sense of belonging and identity development. Journal of International Students, 6(1), 128–152. Jamaludin, N. L., Sam, D. L., Sandal, G. M., & Adam, A. A. (2016). The influence of perceived discrimination, orientation to mainstream culture and life satisfaction on destination loyalty intentions: The case of international students. Current Issues in Tourism, 21(8), 934-949. DOI: 10.1080/13683500.2015.1119102 Laufer, M., & Gorup, M. (2019). The invisible others: stories of international doctoral student dropout. Higher Education, 78, 165–181. DOI: 10.1007/s10734-018-0337 Mamiseishvili, K. (2012). International student persistence in US postsecondary institutions. Higher Education, 64(1), 1-17. DOI: 10.1007/s10734-011.9477 Murphy, M. P. A. (2020). COVID-19 and emergency e-learning: Consequences of the securitization of higher education for post-pandemic pedagogy, Contemporary Security Policy. Terbit pertama online (hlm. 492-505). DOI: 10.1080/13523260.2020.1761749 Mostafa, H., & Lim, Y. (2020). Examining the relationship between motivation and resilience in different international students group attending U.S. universities. Journal of International Students, 10, 306-319. DOI: 10.32674/jis.v.10i2.603 Raaper, R., & Brown, C. (2020). The COVID-19 pandemic and the dissolution of the university campus: Implications for student support practice. Journal of Professional Capital and Community. Terbit pertama online. DOI: 10.1108/JPCC-06-2020-0032 Spencer, L., Richtie, J., Ormston, R., O’Connor, W., & Barnard, M. (2014). Analysis: Principles and processes. In Ritchie. J., Lewis. J., Nicholls, C. M., & Ormston, R. (Eds.). Qualitative research practice. A guide for social science students and researchers (hlm. 269-294). London: Sage. Sullivan, C. (2015). ‘Bad Mum Guilt’: The representation of ‘work-life balance’ in UK women’s magazines. Community, Work and Family, 18, 284–298. DOI: 10.1080/13668803.2014.970128 The Guardian. (15 Juli 2020). Melbourne stage 4 restrictions and covid lockdown rules explained. Diakses tanggal 18 Agustus 2020 dari https://www.theguardian.com/australia-news/2020/aug/07/victoria-stage-4- restrictions-melbourne-lockdown-rules-covid-19-stage-four-metropolitan- metro-explained-what-you-need-to-know UNESCO. (2019). Higher education. Diakses tanggal 18 Agustus 2020 dari http://data.uis.unesco.org/Index.aspx?queryid=172 Widodo, H. P. (2014). Methodological considerations in interview data transcription. International Journal of Innovation in English Language Teaching and Research, 3(1), 101-109. Wood, A. M., Joseph, S., & Linley, P. A. (2007). Coping style as a psychological resource of grateful people. Journal of Social and Clinical Psychology, 26(9), 1076–1093. DOI: 10.1521/jscp.2007.26.9. 1076 Wright, T., & Cochrane, R. (2000). Factors influencing successful submission of PhD theses. Studies in Higher Education, 25(2), 181–195. Yang, J. (2020). American students’ cultural adjustment in China: Experiences and coping strategies. Journal of International Students, 10, 106–123. DOI: https://www.theguardian.com/australia-news/2020/aug/07/victoria-stage-4-restrictions-melbourne-lockdown-rules-covid-19-stage-four-metropolitan-metro-explained-what-you-need-to-know https://www.theguardian.com/australia-news/2020/aug/07/victoria-stage-4-restrictions-melbourne-lockdown-rules-covid-19-stage-four-metropolitan-metro-explained-what-you-need-to-know https://www.theguardian.com/australia-news/2020/aug/07/victoria-stage-4-restrictions-melbourne-lockdown-rules-covid-19-stage-four-metropolitan-metro-explained-what-you-need-to-know - 90 - 10.32674/jis.v10i1.764 __________________________________________________________________ BIOGRAFI SINGKAT PENULIS [NOTES ON CONTRIBUTORS] Lara Fridani adalah tenaga pengajar di Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Fokus penelitian penulis di bidang psikologi pendidikan dan perkembangan, keluarga dan asesmen pendidikan. Email: lfridani@unj.ac.id Lara Fridani is a lecturer in the Department of Early Childhood Education at the Faculty of Education of Universitas Negeri Jakarta. Her research focuses on educational and developmental psychology, family and educational assessment. Email: lfridani@unj.ac.id Ulfa Elfiah (penulis korespondensi) adalah tenaga pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Fokus penelitian penulis adalah di bidang anatomi manusia dan bedah plastik. Email: ulfa.fk@unej.ac.id Ulfiah Elfiah (corresponding author) is a lecturer at the Faculty of Medicine of Universitas Jember based in East Java, Indonesia. Her research interests lie in human anatomy and plastic surgery. Email: ulfa.fk@unej.ac.id Selfi Handayani adalah tenaga pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Fokus penelitian penulis adalah di bidang anatomi manusia dan akupuntur medik. Email: selfihandayani@staff.uns.ac.id Selfi Handayani is a lecturer at Faculty of Medicine of Univesitas Sebelas Maret Surakarta based in Central Java, Indonesia. She is interested in researching human anatomy and medical acupuncture. Email: selfihandayani@staff.uns.ac.id Aschawir Ali adalah tenaga pengajar di Program Studi Tadris Bahasa Inggris di Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Bone, Sulawesi Selatan dengan fokus penelitian penulis di bidang bahasa Inggris sebagai bahasa tambahan, penulisan akademik dan metodologi penelitian dalam pendidikan bahasa. Email: aschawir.ali@iain-bone.ac.id Aschawir Ali is a lecturer in the Department of English Education at the Faculty of Tarbiyah of Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, South Sulawesi, Indonesia. His research interests include English as an additional language (EAL), academic writing, and research methodology in language education. Email: aschawir.ali@iain-bone.ac.id mailto:lfridani@unj.ac.id https://ojed.org/jis Thought, Attitude and Action: Berpikir, Bersikap dan Bertindak: ________________________________________________________________ ABSTRACT: The purpose of this narrative study was to explore how an international PhD student-mother, who has a young child, negotiated and coped with the challenges to complete her studies during the COVID-19 pandemic. Multiple semi-structured interv... ABSTRAK: Tujuan studi naratif ini adalah untuk menggali bagaimana seorang ibu berstatus mahasiswa internasional program doktor yang memiliki anak usia dini, bernegosiasi dan mengatasi tantangan dalam menuntaskan studinya di masa pandemi COVID-19. Pen... The Guardian. (15 Juli 2020). Melbourne stage 4 restrictions and covid lockdown rules explained. Diakses tanggal 18 Agustus 2020 dari https://www.theguardian.com/australia-news/2020/aug/07/victoria-stage-4-restrictions-melbourne-lockdown-rules-covid-1...