Journal Of Nursing Practice http://jurnal.strada.ac.id/jnp Vol.1 No.1 Oktober 2017. hlm 40 - 47 Pengetahuan Kanker Serviks Dalam Tindakan Melakukan Pap Smear Pada Wanita Usia Subur (Di Desa Tulungrejo Kecamata Besuki Kabupaten Tulungagung Tahun 2017) Farida, Firda Oktafia Nurhidayah, Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung poprimf@gmail.com Abstract Cancer serviks is on the neck ovarian cancer or serviks. The incident the cancer serviks each year always having an increase in. Dinkes Provincial Government Jatim mentioned period in 2013 as much as 11,25 % women exposed cancer serviks. To reduce the incident cancer serviks done by the early detection of cancer the inquest Pap smears. The study aims to know the relationship knowledge of cancer serviks with a do pap smears at the age of the woman thrive in the Village Tulungrejo District Besuki Tulungagung. This study was conducted in March to May 2017. This study used correlation design with cross sectional approach. Population of this study is women in productive age in Tulungrejo village, Besuki district, Tulungagung regency by using simple random samplingtechnique as much as 51 people. Data collection used questionnaire, data analysis used Chi Square Test. Result of study from 51 women in productive age shows that they are mostly has less knowledge and in conducting pap smear 49 (96,1%) people of them are almost never conducting.Statistical test of Chi Square Skripsi obtained value of ρ=0.034< α=0.05 that H0is rejected and H1is accepted where there is correlation between knowledge on cervical cancer with pap smear treatment on women in productive age in Tulungrejo village, Besuki district, Tulungagung regency. This study shows that there is correlation between knowledge on cervical cancer with pap smear treatment on women in productive age. Therefore, there is needed wider information for society on health especially on cervical cancer. Keywords: Knowledge on cervical cancer, Pap smear treatment, Women in productive age. Received August 15, 2017; Revised September 07, 2017; Accepted October 01, 2017 How to Cite: Farida & Nurhidayah, F.O. (2017). Pengetahuan Kanker Serviks Dalam Tindakan Melakukan Pap Smear Pada Wanita Usia Subur (Di Desa Tulungrejo Kecamata Besuki Kabupaten Tulungagung Tahun 2017). Journal Of Nursing Practice. 1(1). 40-47. The Journal of Nursing Practice, its website, and the articles published there in are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial- ShareAlike 4.0 International License. 40 mailto:poprimf@gmail.com Journal Of Nursing Practice http://jurnal.strada.ac.id/jnp Vol.1 No.1 Oktober 2017. hlm 40 - 47 PENDAHULUAN Sedangkan riset (Globocan, Kesehatan reproduksi adalah keadaan International Agency for Research an yang sejahtera fisik, mental dan sosial secara Cancer/IARC 2012) insiden kanker leher utuh yang tidak hanya semata-mata bebas rahim 17 per 100.000 perempuan dari penyakit atau kecacatan dalam semua (kemenkes,2015). Menurut Dinkes Provinsi hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, Jatim, 2013 di Jawa Timur merupakan salah serta fungsi dan prosesnya satu provinsi di Indonesia yang mempunyai (Prawiroharjo,2011). Kesehatan reproduksi jumlah kasus kanker serviks yang cukup pada wanita salah satunya meliputi kesehatan tinggi. Di Jawa Timur sebanyak 11,25 % organ-organ reproduksi pada wanita. Secara wanita menderita kanker serviks. anatomi fisiologis, organ reproduksi wanita Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan terbagi menjadi dua bagian. Alat reproduksi Provinsi Jawa Timur, kasus kanker serviks bagian luar dan alat reproduksi bagian dalam. terjadi di 29 kabupaten dan 8 kota di Jawa Diantara alat reproduksi bagian dalam Timur pada tahun 2013 dengan jumlah total terdapat organ reproduksi servik. Serviks sebesar 1884 kasus. merupakan bagian bawah dari rahim yang Menurut study pendahuluan yang di berfungsi sebagai jalur lahir dan pemisah lakukan oleh peneliti pada tanggal 01 antara rahim dengan vagina. Salah satu Desember 2016 dengan metode wawancara penyakit yang dapat menganggu kesehatan bebas terpimpin kepada wanita usia produktif organ reproduksi wanita adalah kanker di Desa Tulungrejo Kecamatan Besuki servik, Kanker serviks merupakan kanker Kabupaten Tulungagung bahwa dari 10 yang mengenai leher rahim atau serviks orang wanita usia produktif 90 % belum (Kemenkes,2015). mengerti apa itu kanker serviks dan Kanker serviks disebabkan oleh human bagaimana pemeriksaan dini tentang kanker papilloma virus (HPV) onkogenik, yang serviks. Hal ini mengidentifikasi bahwa menyerang leher rahim. Biasanya kanker masih rendahnya pengetahuan wanita usia serviks ini menyerang pada wanita usia subur produktif di Desa Tulungrejo Kecamatan yaitu 15-49 tahun (Edianto,2006). Menurut Besuki Kabupaten Tulungagung tentang Badan Kesehatan Dunia, wanita resiko kanker serviks dalam deteksi dini tentang terkena kanker serviks di Negara kanker serviks. berkembang semakin tinggi dan tetap besar Dalam upaya-upaya yang dapat jumlanya. Dalam hal ini terjadi karena dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan kebiasaan dan perilaku masyarakatnya sering dan kematian akibat kanker serviks dapat melakukan seks bebas sejak dini di luar dilakukan dengan upaya Pap Smear. Pap pernikahan (YKI,2013). smear merupakan tindakan untuk melakukan Dari data WHO tahun 2013, insiden deteksi dini (early detection) dan mengambil kanker meningkat dari 12,7 juta kasus pada langkah yang dibutuhkan sebelum terjadi tahun 2008 menjadi 14,1 juta kasus pada stadium akhir. Pada Negara Amerika Serikat tahun 2012 (Kemenkes,2014). Berdasarkan telah dilakukan 50 juta uji pap smear setiap data penelitian Kesehatan Dasar (Riskesdas tahunnya, dalam hal itu berhasil menurunkan 2013), prevelensi kanker di Indonesia adalah insiden kanker serviks hingga 70 %. 4,1 per 1000 penduduk, atau sekitar 330.000 Sedangkan tingkat pengetahuan dan orang. Kanker tertinggi di Indonesia pada kesadaran pada perempuan di Indonesia perempuan yaitu kanker payudara dan kanker untuk melakukan tes pap smear masih sangat leher rahim (serviks). rendah (MKI,2007). 41 Journal Of Nursing Practice http://jurnal.strada.ac.id/jnp Vol.1 No.1 Oktober 2017. hlm 40 - 47 Kurangnya pengetahuan wanita usia METODE subur tentang kanker serviks dapat berdampak pada tidak adanya motivasi untuk Desain penelitian ini menggunakan melakukan pemeriksaan dini dengan desain penelitian Survey cross sectional tindakan pap smear, Dampak kanker serviks adalah suatu penelitian untuk mempelajari jika tidak segera dilakukan pemeriksaan pada dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko organ reproduksi serviks beresiko keadaan dengan efek, dengan cara pendekatan, kesehatannya telah menjadi kritis atau observasi atau pengumpulan data sekaligus penyakit sudah mencapai pada tahap stadium pada suatu saat. Artinya, tiap subjek lanjut sehingga dapat berunjung pada penelitian hanya diobservasi sekali saja dan kematian (Rasjidi.2010). Sebagian besar pengukuran dilakukan terhadap status pada penderita kanker serviks datang berobat karakter atau variabel subjek pada saat sudah pada stadium lanjut. Hal ini pemeriksaan (Notoatmodjo,2012). dikarenakan kanker serviks tidak Populasi dari penelitian ini adalah menunjukan gejala yang spesifik pada seluruh wanita usiasubur di Desa Tulungrejo stadium dini atau bahkan pada tahap Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung prakanker. Maka hal tersebut tidak heran yang berjumlah 105 orang pada bulan kalau kanker serviks ini merupakan februari sampai maret 2017. pembunuh wanita peringkat kedua setelah Sampel yang digunakan dalam kanker payudara. Memang wanita sendiri penelitian ini adalah sebagian wanita usia tidak menyadari bahwa tubuhnya sedang subur di Desa Tulungrejo Kecamatan Besuki “dikudeta” oleh sel-sel dalam tubuhnya Kabupaten Tulungagung yang berjumlah 51 sendiri (Savitri,2015). orang dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kurangnya kesadaran masyarakat Pengumpulan data yang digunakan khususnya bagi perempuan Indonesia pada untuk mengukur pengetahuan tentang kanker bahaya kanker serviks perlu ditanggapi serviks adalah dengan kuesioner tertutup dengan meningkatkan upaya promotif- sedangkan untuk mengetahui tindakan preventif. Dengan cara melaksanakan melakukan pap smear menggunakan sosialisasi, advokasi, dan edukasi di berbagai kuesioner. elemen masyarakat. Pemerintah analisis data dengan menggunakan mentargetkan minimal 80 % perempuan usia SPSS 16.0 for windows. Analisis data yang subur < 20 sampai 49 tahun melakukan digunakan adaah analisis bivariat untuk deteksi dini dalam waktu setiap 5 tahun melihat mengetahui interaksi dua variable, sekali dalam pengendalian kanker serviks baik berupa komparatif, asosiatif maupun salah satunya dengan pemeriksaan pap smear korelatif. Yang bertujuan untuk mengetahui (Rasjidi,2009). hubungan antara dua variabel. Untuk Tujuan dari penelitian ini adalah menguji hubungan pengetahuan kanker Mengidentifikasi tingkat pengetahuan wanita serviks (variabel independen) dengan usiasuburtentangkankerserviks. tindakan melakukan pap smear (variabel Mengidentifikasi tindakan melakukan pap dependen) pada wanita usia subur. Sebelum smear pada wanita usia subur. Dan dilakukan uji statistik Chi Square, terlebih Menganalisa hubungan pengetahuan kanker dahulu diuji normalitas menggunakan uji serviks dengan tindakan melakukan pap Kolmogrof Sminorv Test, selajutnya baru smear pada wanita usia subur. diuji Chi Square dan setelah itu baru dapat Hipotesis penelitian ini adalah adakah ditarik kesimpulan dengan melihat nilai p hubungan pengetahuan tentang kanker value hasil. serviks dengan tindakan melakukan pap Etika penelitian ini yaitu Lembar smear pada wanita usia subur. Persetujuan Menjadi Responden (Informed 42 Journal Of Nursing Practice http://jurnal.strada.ac.id/jnp Vol.1 No.1 Oktober 2017. hlm 40 - 47 Consent, Anonimity (Tanpa Nama) dan Pernah Tidak Confidentiallity (Kerahasiaan). Pernah F % F % F % Baik 0 0% 3 100% 3 100% HASIL Sedang 2 16, 1 83,3% 12 100% 1. Pengetahuan wanita usia subur 7% 0 kurang 0 0% 3 100% 36 100% tentang kanker serviks 6 3,9 4 Tabel 1 Distribusi tingkat pengetahuan Total 2 96,1% 51 100% % 9 wanita usia subur tentang Sumber: Penelitian Tahun 2017 kanker serviks Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa dari 51 responden wanita usia subur Pengetahuan Frekuensi Presentase Tentang Kanker (%) yang memiliki pengetahuan sedang dan Serviks pernah melakukan tindakan pap smear Baik 3 5,9 % sebanyak 2 orang (16,7%) dan yang tidak Sedang 12 23,5 % pernah melakukan tindakan pap smear Kurang 36 70,6 % sebanyak 10 orang (83,3%), sedangkan yang Jumlah 51 100 % berpengetahuan kurang yang pernah Sumber : Penelitian, 2017 Berdasarkan tabel 1 diatas dapat dilihat melakukan tindakan pap smear sebanyak 0 orang dan yang tidak pernah melakukan bahwa sebagian besar dari responden wanita tindakan pap smear sebanyak 36 orang usia subur mengenai kanker serviks (100%). mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 36 Pengujian hipotesis penelitian yaitu orang (70,6 %). hubungan pengetahuan tentang kanker 2. Tindakan melakukan pap smear pada serviks dengan tindakan melakukan pap wanita usia subur smear pada wanita usia subur di Desa Tabel 2 Distribusi tindakan melakukan Tulungrejo Kecamatan Besuki Kabupaten pap smear pada wanita usia Tulungagung menggunakan alat analisa data subur uji Chi Squere. Dianalisis menggunakan Tindakan Frekuensi Presentase bantuan program SPSS 16.00 for windows. melakukan pap (%) Hasil uji statistik Chi-Square smear didapatkan ρ = 0,034, sedangkan α = 0,05 Pernah 2 3,9 % karena ρ < α maka H0 ditolak dan H1 Tidak Pernah 49 96,1 % Jumlah 51 100 % diterima. Artinya Ada Hubungan Antara Sumber : Penelitian, 2017 Pengetahuan tentang Kanker Serviks dengan Berdasarkan tabel 2 diatas dapat dilihat Tindakan Melakukan Pap Smear pada Wanita Usia Subur di Desa Tulungrejo bahwa hampir seluruh dari responden wanita Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung usia subur yang tidak pernah melakukan Tahun 2017. tindakan pap smear sebanyak 49 orang (96,1 %). PEMBAHASAN 3. Hubungan Pengetahuan Kanker a. Pengetahuan Wanita Usia Subur Serviks dengan Tindakan Melakukan Tentang Kanker Serviks. Pap Smear pada Wanita usia subur. Berdasarkan tabel 1 diperoleh data Tabel 3 Hubungan Pengetahuan Tentang yang menunjukkan bahwa dari keseluruhan Kanker Serviks dengan responden sebagian besar berpengetahuan Tindakan Melakukan Pap kurang tentang kanker serviks sejumlah 36 Smear pada wanita usia subur responden (70,6%). Pengetahuan Tindakan Total 43 Journal Of Nursing Practice http://jurnal.strada.ac.id/jnp Vol.1 No.1 Oktober 2017. hlm 40 - 47 Apabila tingkat pengetahuan responden pengalaman dan pengetahuan baik secara tersebut dikaitkan dengan beberapa faktor langsung maupun secara tidak langsung. yang dapat mempengaruhi tingkat Peneliti berpendapat bahwa tidak hanya pengetahuan menunjukkan hasil bahwa dari faktor-faktor yang disebutkan dalam teori faktor pendidikan sebagian besar saja yang berpengaruh terhadap pengetahuan berpendidikan SMA sebanyak 18 orang (35,3 responden yang kurang. Hal ini mungkin %), apabila dilihat dari faktor usia sebagian disebabkan oleh perbedaan kondisi besar berusia 15-26 tahun sebanyak 18 orang masyarakat, seperti rendahnya arus informasi (35,3%). Dan jika dilihat dari faktor diterima masyarakat setempat, pola hidup pekerjaan sebagian besar ibu rumah tangga masyarakat, kondisi geografis serta sebanyak 16 orang (31,4%). Dan diketahui perbedaan karakteristik penduduk. dari hasil tabulasi silang pendidikan Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terbanyak pendidikan SMA mengenai penyakit kanker serviks di pengetahuannnya baik sebanyak 13 Indonesia banyak disebabkan oleh kurangnya responden (25,5%), dan jika dilihat dari tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap tabulasi silang berdasarkan umur terbanyak penyakit kanker serviks. 39-49 tahun yang berpengetahuan kurang sebanyak 14 responden (82,4%), sedangkan b. Tindakan Melakukan Tindakan Pap dilihat dari tabulasi silang berdasarkan Smear pada Wanita Usia Subur. pekerjaan sebagian besar ibu rumah tangga Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuannya baik sebanyak16 responden sebagian besar responden dalam perilaku (31,4%). tindakan pap smear tidak pernah melakukan Mubarak 2007 mengatakan bahwa tindakan pap smear yaitu sebesar 49 tingkat pengetahuan wanita usia produktif responden (96,1%) dan yang pernah tentang kanker serviks, dipengaruhi tingkat melakukan tindakan pap smear sebanyak 2 pendidikan, umur dan pekerjaan. Tingkat responden (3,9%). Sedangkan dilihat dari pendidikan seseorang sangat mempengaruhi hasil tabulassi silang didapatkan sebagian pengetahuannya. Hal ini disebabkan semakin besar pengetahuanya kurang sebanyak 36 baik pendidikan yang diterima, maka responden (73,5%) dan dalam tidak semakin mudah dalam menyerap informasi melakukan pemeriksaan pap smear tidak yang diterima. Pada akhirnya makin banyak pernah melakukan. pula pengetahuan yang dimilikinya, Tindakan melakukan pap smear pada sebaiknya jika seseorang tingkat seorang wanita usia subur dipengaruhi pendidikannya rendah, akan menghambat berbagai faktor yaitu faktor dari dalam perkembangan seseorang terhadap dirinya sendiri (perilaku wanita usia subur) penerimaan informasi, dan nilai-nilai yang dan dukungan dari lingkungan (dukungan baru diperkenalkan. Umur dapat keluarga dalam hal ini secara khusus suami). mempengaruhi tingkat pengetahuan Sebagaimana kita ketahui perilaku sangat seseorang menurut pendapat Mubarak (2007) mempengaruhi seseorang dalam bertingkah dengan bertambahnya umur seseorang akan laku. Menurut Laurence W.Green (2010), terjadi perubahan pada aspek fisik dan perilaku dipengaruhi oleh 3 faktor utama psikologis (mental) yaitu (bagaimana yaitu : 1). Faktor predisposisi yaitu faktor bertambahnya umur tersebut berpengaruh predisposisi timbulnya perilaku seperti umur, pada pengetahuan responden). Pekerjaan juga pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dapat mempengaruhi pengetahuan. Menurut pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, Mubarak (2007) lingkungan pekerjaan dapat dan lain sebagainya. 2). Faktor Pendukung menjadikan seseorang memperoleh yaitu faktor yang mendukung timbulnya perilaku seperti lingkungan fisik dan sumber- 44 Journal Of Nursing Practice http://jurnal.strada.ac.id/jnp Vol.1 No.1 Oktober 2017. hlm 40 - 47 sumber yang ada di masyarakat misalnya : Hasil uji Statistik Chi Square tersedianya tempat pelayanan pemeriksaan didapatkan p value = 0.034, sedangkan α = yang terjangkau masyarakat dan lain 0.05, karena p < α maka H0 ditolak dan H1 sebagainya. 3). Faktor Pendorong yaitu diterima. Artinya ada Hubungan antara faktor yang memperkuat atau mendorong Pengetahuan tentang kanker serviks dengan seseorang untuk berperilaku yang berasal tindakan melakukan pap smear pada wanita dari orang lain misalnya : keluarga, usia subur di Desa Tulungrejo. kelompok, guru, petugas kesehatan dan Hasil penelitian ini sejalan dengan teori pengambil keputusan yang mendukung yang diungkapkan Meliono (2007) bahwa perilaku tindakan melakukan pap smear. semakin tinggi tingkat pengetahuan Peneliti tidak sependapat dengan teori seseorang mengenai kesehatan, semakin diatas, hal ini dibuktikan dengan hasil menyadarka seseorang untuk berperilaku penelitian menunjukkan dari 51 responden , hidup sehat termasuk pastisipasi wanita hampir seluruh wanita usia subur tiidak dalam program deteksi dini kanker serviks pernah melakukan tindakan pap smear dengan tindakan melakukan pap smear. sebanyak 49 responden (96,1%). Menurut Notoatmojdo (2007) juga mengungkapkan peneliti, pendidikan tidak selalu berhubungan bahwa tingkatan pengetahuan ketiga yag dengan tindakan pemeriksaan pap smear, tercangkup dalam domain kognitif yaitu walaupun pendidikannya tinggi tidak selalu (Application) yang diartikan sebagai menjamin perilaku yang lebih baik terhadap kemampuan untuk menggunakan materi yang tindakan pemeriksaan pap smear, mengingat telah dipelajari pada situasi atau kondisi banyak faktor lain yang pempengaruhi sebenarnya. Partisipasi wanita dalam perubahan perilaku disamping faktor sosial program deteksi dini kanker serviks ekonomi, pengetahuan dan sikap juga merupakan suatu bentuk dari (Application) dukungan dari suami dan keluarga atau orang dalam tingkat pengetahuan tentang kanker terdekat serta norma agama dan adat istiadat serviks. yang diyakini. Menurut WHO (2012), salah satu strategi perubahan perilaku adalah pemberian c. Hubungan Pengetahuan Tentang informasi. Dengan demikian informasi Kanker Serviks Dengan Tindakan tentang kanker serviks dan bahayanya, maka Melaukan Pap Smear Pada Wanita Usia didapatkan pengetahuan yang akan Subur. mempengaruhi sikap seseorang. Sikap yang Hasil penelitian pada tabel 3 positif menyebabkan wanita berperilaku didapatkan responden yang memiliki sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya, pengetahuan baik dalam tindakan melakukan dalam hal ini adalah partisipasi wanita dalam pap smear adalah sebanyak 2 orang (5,9%) program deteksi dini kanker serviks dengan tidak pernah melakukan tindakan pap smear tindakan melakukan pap smear. dan responden yang memiliki pengetahuan Hasil penelitian ini diperkuat oleh sedang dalam tindakan melakukan tindakan Darmindro (2007) yang juga menemukan pap smear sebanyak 2 orang (3,9%) pernah hubungan yang signifikan antara melakukan tindakan pap smear sedangkan pengetahuan dengan sikap responden yang memiliki pengetahuan kurang dalam terhadap pap smear. Hal ini terlihat dari nilai melakukan tindakan pap smear tidak pernah probabilitas 0,0012 < 0,05. melakukan sebanyak 36 responden (70,6%), Sedangkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hampir setengah oleh Claeys tahun 2006 pada sampel 634 dari responden yang memiliki pengetahuan wanita Niracagua, menyatakan rendahnya kurang belum pernah melakukan tindakan melakukan tindakan pap smear pada wanita pap smear sebanyak 36 reponden (70,6%). Niracagua disebabkan beberapa variabel 45 Journal Of Nursing Practice http://jurnal.strada.ac.id/jnp Vol.1 No.1 Oktober 2017. hlm 40 - 47 yaitu tingkat pendidikan yang rendah, Diharapkan kepada tenaga kesehatan kurangnya pengetahuan mengenai agar dapat memberikan informasi yang lebih pencegahan kanker serviks, dan tingkat luas kepada masyarakat, khususnya kepada ekonomi yang rendah merupakan alasan para remaja putri tentang kanker serviks dan utama untuk tidak melakukan pap smear. mengajarkan kepada mereka bagaimana Berdasarkan dari teori pendukung, melakukan pencegahan terhadap kanker hasil penelitian, dan penelitian sebelumya, serviks dari sekarang dengan cara lebih maka penulis menyimpulkan bahwa ada seringdansecararutinmelakukan hubungan pengetahuan tentang kanker penyuluhan tentang kesehatan reproduksi serviks dengan tindakan melakukan pap remaja dan pada wanita usia subur khususnya smear pada wanita usia subur. Dengan tentang kanker serviks. demikian peneliti berpendapat bahwa semakin baik pengetahuan tentang kanker DAFTAR PUSTAKA serviks semakin baik pula partisipasi wanita usia subur dalam program deteksi dini kanker Astrid Savitri, dkk.2015. Kupas Tuntas serviks dengan tindakan melakukan pap Kanker Payudara Leher Rahim dan smear. Dengan adanya pengetahuan yang Rahim. Baguntapan, Bantul, lebih baik tentang kaker serviks dan Yogyakarta. permasalahannya, wanita dapat memahami bahaya kanker serviks dan pentingnya Edianto, D.2006. Kanker Serviks, Buku deteksi dini kanker serviks bagi kesehatannya AcuanNasional Onkologi Ginekologi. sehingga bersedia untuk berpartisipasi aktif Yogyakarta. Medi Pustaka. dalam program deteksi dini kanker serviks dengan cara pap smear. Untuk itu disarankan Hidayat, A.2007, Metode Penelitian bagi tenaga kesehatan agar dapat Kebidanan dan Teknik Analisis Data. memberikan informasi yang lebih luas Jakarta, Salemba Medika. kepada masyarakat, khususnya kepada para remaja putri tentang kanker serviks dan Imron, M. 2011. Statistika Kesehatan. mengajarkan kepada mereka bagaimana Jakarta : Sagung Seto. melakukan pencegahan terhadap kanker serviks dengan cara pemeriksaan tes pap MKI. 2007, Pengetahuan, sikap, perilaku smear. perempuan yang sudah menikah SIMPULAN mengenai Pap Smear dan faktor- faktor yang berhubungan di rumah Pengetahuan tentang kanker serviks susun Klender, Jakarta. pada wanita usia subur di desa Tulungrejo Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung National Cancer Institute U.S Department of didapatkan 70,6% berpengetahuan kurang Health and Human Service National dan tindakan melakukan pap smear Institue of Health. What You Need To didapatkan bahwa 96,1% tidak pernah Know About Cervical melakukan pemerikaan Pap Smear. Cancer.www.cancer.gou/publications Nilai ρ value = 0,034 artinya ada .(Diaskes pada tanggal 11 Nopember hubungan antara Pengetahuan Tentang 2016). Kanker Serviks dengan Tindakan Melakukan Pap Smear Pada Wanita Usia Subur Di Desa Notoatmodjo, S. 2010. Pendidikan dan Tulungrejo Kecamatan Besuki Kabupaten Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Tulungagung. Cipta. 46 Journal Of Nursing Practice http://jurnal.strada.ac.id/jnp Vol.1 No.1 Oktober 2017. hlm 40 - 47 Perilaku Manusia. Yogyakarta: Notoatmodjo, S. 2012. Metodelogi Penelitian Nuha Medika. Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Wijaya & Delia. 2010, “Pembunuh Ganas Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan itu Bernama Kanker Serviks,” Sinar Metodelogi Penelitian Ilmu Kejora, Yogyakarta Universitas. Keperawatan: Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian. YKI. (2013). Training Of Trainers Pap Tes Jakarta: Salemba Medika. dan Iva. (Diaskes pada tanggal 05 E=SX5 (Nopember 2016). Prawirohardjo S. Ilmu Kandungan. Edisi 3. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2011. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. 2015. www.Pustadin.kemkes.go.id. Diaskes tanggal 12 November 2016 pukul 11.43 WIB. Rahayu, Agnes Supraptiwi, 2010. Inveksi Human Papilloma Virus (HPV) dan Pencegahannya pada Remaja dan Dewasa Muda. Jurnal Biologi Papua. Volume 2 nomor 2. Rasjidi, I. 2009. Deteksi Dini, dan Pencegahan Kanker pada Wanita. Jakarta: Sagung Seto Rasjidi, I. 2010. Ephidemiologi Kanker. Jakarta: Sagung Seto. Ria Riksani & Re!MediaService. 2016. Kenali Kanker Serviks Sejak Dini. Ed.1. Yogyakarta. Sibagarian E, Julianie, Rismalinda, Nurzannah S. 2010. Metodelogi Penelitian Untuk Mahasiswa Diploma Kesehatan. Jakarta: trans Info Median. Wawan, A & Dewi M, 2011. Teori & Pengukuran Pengetahuan, sikap, dan 47 http://www.pustadin.kemkes.go.id/