Microsoft Word - 01-Nano Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan Volume 11, Nomor 1, April 2010, hlm.1-19   PENGEMBANGAN POTENSI UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN Nano Prawoto Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jalan Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Indonesia, Telepon:+62-274-387656 E-mail: nanoprawoto@yahoo.com Abstract: In regional autonomy era, regional government obligated plan and control condition macroeconomics based on the condition of objective. Entire sectors of the economy is expected to develop and encourage other economic sectors. Development planners should maintain the leadingsectors so that the economy can be developed area. In addition, it is important to approach the non leading sector so that it becomes sub system in developing a leading sector. This research uses the Location Quotient analysis, analysis of the Shift Share, and a SWOT analysis to find out the leading subsector of agricultural sector. The result showed that the economy Karimun having six sub-sectors in agriculture. The sub-sectors were sub sectors of the food crops, orchards, vegetables, fruits, aquaculture, and fisheries. Keywords: leading sector, agriculture sector, location quotient, shift share analysis, SWOT Abstrak: Dalam era otonomi daerah, pemerintah daerah berkewajiban merencanakan dan mengontrol kondisi makroekonomi berdasarkan kondisi obyektif. Seluruh sektor ekonomi diharapkan dapat berkembang dan mendorong sektor ekonomi lainnya. Perencana pemba- ngunan harus mempertahankan sektor unggulan sehingga perekonomian daerah dapat dikem- bangkan. Selain itu, penting untuk mendekati sektor bukan unggulan sehingga menjadi sub sistem dalam mengembangkan sektor unggulan. Penelitian ini menggunakan analisis Loca- tion Quotient, analisis Shift Share, dan analisis SWOT untuk mengetahui subsektor yang unggulan di sektor pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perekonomian Karimun memiliki enam subsektor di bidang pertanian. Subsektor tersebut adalah tanaman pangan, perkebunan rakyat, sayuran, buah-buahan, budidaya perikanan, dan penangkapan ikan. Kata kunci: sektor unggulan, sektor pertanian, location quotient, analisis shift share, SWOT PENDAHULUAN Pada era otonomi daerah saat sekarang, daerah diberi kewenangan dan peluang yang luas bagi pengembangan potensi ekonomi, sosial, politik dan budaya. Salah satu bentuk peluang itu adalah perlunya penajaman orientasi pemba- ngunan yang berbasis pada potensi daerah. Masing-masing daerah didorong tidak saja untuk lebih mampu mengambil peran dan pra- karsa dalam perencanaan pembangunan, tetapi juga untuk lebih jeli mengeksplorasi dan meng- eksploitasi sumber daya yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat setempat. Berdasarkan pada kemampuan itu maka pemerintah daerah benar-benar dapat menjadi pelaku utama pem- bangunan di daerahnya, sedangkan pemerintah pusat bertindak sebagai fasilitator dan koordi- nator pembangunan nasional. Pelaksanaannya lebih mudah dilakukan dengan menyusun suatu rencana dan program aksi pengembangan ekonomi kerakyatan berba- sis sektor unggulan di kabupaten Karimun. Rencana dan aksi ini kelak menjadi acuan un- tuk mengalokasikan penggunaan sumberdaya dan dana. Peran pemerintah daerah kabupaten dalam penyusunan kebijakan dan program- program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan peran dunia usaha untuk memacu aktivitas ekonomi produktif dengan sasaran peningkatan pendapatan, per- luasan kesempatan kerja, diversifikasi kegiatan ekonomi, peningkatan investasi, dan lain-lain, Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan Volume 11, Nomor 1, April 2010: 1-19 2 perlu dioptimalkan melalui ketersediaan infor- masi yang akurat. Hal itulah yang menjadi salah satu pertim- bangan penting bagi pemerintah. Khususnya bagi pemerintah kabupaten Karimun dalam mengembangkan daerahnya. Ketersediaan in- formasi tersebut memiliki manfaat ganda. Perta- ma, atas dasar rencana dan program aksi terse- but maka pemerintah setempat dapat menyu- sun kebijakan yang lebih tepat dan skala prioritas program-program pembangunan dae- rah. Kedua, atas dasar yang sama pemerintah memiliki gambaran yang akurat tentang poten- si, produk unggulan dan aktivitas ekonomi, termasuk bisnis dan investasi, sehingga dapat diketahui lebih jelas sumber-sumber pendapat- an daerah (pajak, retribusi, dan lain-lain) dan rencana alokasinya. Ketiga, gambaran itu dapat memudahkan investor dari luar daerah dan luar negeri untuk melakukan perencanaan bis- nis dan investasi di daerah ini. Pemetaan potensi investasi berdasarkan sektor-sektor ekonomi unggulan (competitive scale) menjadi semakin penting karena 3 (tiga) alasan berikut ini. Pertama, pemerintah memi- liki basis data sebagai bahan promosi untuk menarik investor luar daerah serta untuk mela- kukan negosiasi dengan pemerintah pusat dalam alokasi pembiayaan program-program pembangunan yang diprioritaskan daerah. Kedua, pemerintah dapat mempertajam skala prioritas program pembangunan dan investasi yang lebih prospektif. Ketiga, pemerintah juga dapat menyusun kebijakan-kebijakan yang lebih pragmatis untuk mengeliminir kendala- kendala struktural, institusional, dan legal di bidang bisnis dan investasi. Berdasarkan kondisi potensi yang ada di daerah kabupaten Karimun mempunyai poten- si sumber daya yang cukup memadai sebagai basis keunggulan daerah antara lain berupa; (a) lahan pertanian yang luas, (b) jaringan industri, (c) jaringan perdagangan, (d) perairan yang luas untuk perikanan, (e) dan juga sumber daya manusia. Demikian juga potensi pasar yang menjanjikan baik pasar domestik daerah kabu- paten atau provinsi lain dan pasar luar negeri yang berdekatan dengan negara Singapura yang notabene mempunyai ikatan perdagangan bebas dengan Batam. Melihat potensi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh daerah, sehingga tujuan dan sasaran pembangunan dapat tercapai, yaitu optimalisasi alokasi sumber daya yang ada, kesejahteraan masyarakat dan pelestarian ling- kungan hidup. Secara umum studi ini bertujuan untuk pengembangan sektor pertanian yang berbasis pada sektor dan subsektor unggulan. Sedang- kan tujuannya secara khusus adalah (1) Menen- tukan sektor unggulan, andalan, dan prospektif yang dimiliki daerah; (2) Menyusun konsep dan strategi pengembangan ekonomi terutama sektor pertanian; (3) Menyusun rencana dan program aksi pengembangan ekonomi pada sektor pertanian yang berbasis sektor unggulan. METODE PENELITIAN Analisis Location Quotient (LQ) Location Quotient (LQ) merupakan alat analisis untuk mengetahui ada tidaknya spesialisasi suatu wilayah untuk sektor (industri) tertentu. Pemanfaatan analisis LQ dimaksudkan untuk melihat sektor yang menjadi sektor basis dan sektor bukan basis, sehingga daerah melihat keunggulan sektor yang dapat dijual dan dikembangkan untuk mendorong perekonomian di daerah atau kabupaten. LQ = (Eij/Ej)/(Ein/En) dimana: Eij adalah kesempatan kerja di sektor i di wilayah j; Ej adalah kesempatan kerja di wilayah j; Ein adalah kesempatan kerja di sek- tor i di negara n; En adalah kesempatan kerja di negara n. Dari rumus tersebut didapatkan hasil per- hitungan dengan klasifikasi sebagai berikut: (1) Jika nilai LQ>1, maka wilayah j untuk sektor i ada spesialisasi (tingkat spesialisasi wilayah> tingkat spesialisasi nasional); (2) Jika nilai LQ= 1, maka wilayah j>untuk sektor i ada spesiali- sasi (tingkat spesialisasi wilayah=tingkat spe- sialisasi nasional); dan (3) Jika nilai LQ<1, maka wilayah j untuk sektor i tidak ada spesialisasi (tingkat spesialisasi wilayah