161 JPJO 3 (2) (2018) 161-166 Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga http://ejournal.upi.edu/index.php/penjas/index Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Bolavoli melalui Permainan 3 on 3 pada Siswa Sekolah Dasar Yulingga Nanda Hanief, Hendra Mashuri, Tri Bagus Agiasta Subekti Universitas Nusantara PGRI Kediri Info Artikel Sejarah Artikel : Diterima Agustus 2018 Disetujui Agustus 2018 Dipublikasikan September 2018 Keywords : Hasil belajar, Passing, Bolavoli, Permainan 3 on 3. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan permainan 3 on 3 ter- hadap peningkatan hasil belajar passing bawah permainan bolavoli. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian yaitu berjumlah sebanyak 37 orang siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, dengan menggunakan instrumen berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, lembar observasi siswa, kuisioner, dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan hasil belajar passing bawah bolavoli siswa kelas V Sekolah Dasar melalui per- mainan 3 on 3 dengan jumlah prosentase 82% yang tergolong tinggi dalam klasifikasi prosentase ketuntasan. Abstract The purpose of this study is to determine the implementation of game 3 on 3to improve leaning outcomes under passing the volleyball game. This study uses a Classroom Action Research approach. The subject of this research is amounted 37 students of class V of elementary school. This research was con- ducted in three cycles, using instruments in the form of Learning Implementa- tion Plans, student observation sheets, questionnaires, and student learning outcomes. The results of this study were an increase in learning outcomes un- der passing the volleyball game students of class V of elementary school through the game 3 on 3 with a percentage of 82% classified as high in the percentage percentage of completeness.  Alamat korespondensi : Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 76 Kota Kediri, Indonesia E-mail : tribagusagiasta@gmail.com ISSN 2580-071X (online) ISSN 2085-6180 (print) DOI : 10.17509/jpjo.v3i2.12414 162 Tri Bagus Agiasta dkk./ Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga 3 (2) (2018) PENDAHULUAN Pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang melibatkan aktivitas fisik guna memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani. Pendidikan jasmani merupa- kan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, melalui pendidikan jasmani manusia dapat belajar lebih banyak hal yang berhubungan dengan afektif, kongnitif, dan psikomotor yang merupakan bekal manusia untuk mencapai tujuan hidup (Hanief & Sugito, 2015). Namun, perkembangan teknologi yang semakin canggih, menyebabkan beberapa elemen ke- hidupan bergeser. Tidak sedikit siswa sekolah dasar yang asyik dengan game online, playstation, smartphone dan beberapa teknologi canggih lainnya. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Keadaan ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi guru, terutama guru penjasorkes. Pendidikan jasmani dianggap sebagai mata pelaja- ran yang paling tepat untuk keluar dari situasi saat ini. Materi yang disampaikan guru melalui aktivitas gerak, akan memaksa siswa lepas dari berbagai macam gadget. Sehingga guru harus mampu mendesain materi pelajaran agar menarik perhatian siswa dan mengalahkan ket- ertarikan siswa pada gadget. Sesuai dengan karakteristik siswa SD, 6 – 12 tahun kebanyakan dari mereka cender- ung masih suka bermain. Untuk itu guru harus mampu mengembangkan pembelajaran yang efektif, disamping harus memahami dan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan siswa (Arifin, 2017). Anak usia sekolah dasar sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan dimana anak usia sekolah dasar mempunyai potensi yang sangat besar untuk mengoptimalkan segala aspek perkembangan. Maka dari itu diperlukan bimbingan dan perhatian khu- sus, terutama dari guru pendidikan jasmani yang didau- lat untuk membina siswa dalam mengajar kemampuan gerak dasar (Fadilah & Wibowo, 2018). Guru pendidi- kan jasmani perlu memiliki bekal pengetahuan tentang karakteristik peserta didik dan keterampilan dalam memformulasikan metode atau model pembelajaran yang dapat mendukung tercapainya tujuan dari pendidi- kan jasmani itu sendiri (Suherman, 2016). Penyusunan materi pembelajaran pendidikan jas- mani hendaknya berdasarkan karakteristik siswa sekolah dasar. Ciri yang paling dominan pada siswa sekolah da- sar adalah bermain, maka guru juga dituntut untuk dapat mendesain materi pembelajaran menjadi sebuah per- mainan. Bermain mempunyai keterkaitan dengan pen- didikan. Keterkaitan itu salah satunya adalah makna ber- main dalam pendidikan. Jadi bermain juga mengandung unsur pendidikan,dimana dalam melakukan permainan bisa melatih anak untuk lebih kreatif dalam menen- tukan sesuatu atau tindakakan, mengembangkan daya tangkap serta imajinasinya, dapat bekerja sama, melatih kejujuran meningkatkan jiwa sosial. Bermain bagi anak usia enam sampai dengan 12 tahun merupakan cara efektif untuk belajar (Pangestutik, H, & R.A., 2018). Pembelajaran yang dirancang dalam bentuk permainan bertujuan untuk memenuhi hasrat gerak siswa yang di dalamnya terdapat unsur belajar, terlebih dalam mengikuti aktivitas belajar banyak hal yang dirasakan oleh para siswa mulai dari perubahan situasi lingkungan, teman baru, suasana pergaulan da- lam konteks bermain yang menyenangkan, hingga situasi kedisiplinan dan tanggung jawab yang kadang dirasakan begitu mengikat atau dengan kata lain ber- main sambil belajar (Pambudi & Pramudana, 2016). Salah satu materi pendidikan jasmani di sekolah dasar yang dapat disajikan dalam bentuk permainan ada- lah bolavoli. Aspek penting dan dominan dalam pem- belajaran permainan bolavoli adalah penguasaan gerak (Suherman, 2016). Melalui aktivitas bermain, sangatlah tepat untuk mengembangkan keterampilan gerak dasar anak di sekolah dasar, karena pada dasarnya dunia anak- anak adalah dunia bermain (Hanief & Sugito, 2015). Salah satu permainan yang dapat diaplikasikan dalam permainan bolavoli adalah permainan 3 on 3. Permainan 3 on 3 merupakan permainan bolavoli yang di modifi- kasi sedemikian rupa dari jumlah pemain, ukuran lapan- gan dan tinggi net dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan passing bawah bo- lavoli (Indriyani, 2011). Permainan ini diharapkan mam- pu menjadi solusi yang saat ini menjadi permasalahan pada siswa. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti dengan wawancara dan diskusi dengan salah satu guru di SD Negeri Bangkok 2, peneliti menemukan beberapa temuan sehingga siswa sulit menguasai materi passing bawah bolavoli. Para siswa lebih tertarik apabila guru menyampaikan materi sepakbola. Sementara jika guru menyampaikan materi permainan bolavoli, mereka tertunduk lesu dan ogah-ogahan. Seringkali siswa putra memainkan bola voli dengan kaki, padahal hal itu tidak diperkenankan. Hal itu berdampak pada nilai belum http://ejournal.upi.edu/index.php/penjas/index DOI : 10.17509/jpjo.v3i2.12414 163 tuntas yang diperoleh peneliti melalui guru di SD Negeri Bangkok 2. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk menemukan suatu jalan keluar agar siswa dapat mengikuti materi permainan bolavoli dengan penuh semangat seperti halnya para siswa mendapatkan materi sepakbola. Peneliti ingin menerapkan permainan 3 on 3 melalui sebuah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan berkolaborasi dengan guru penjas SD Negeri Bang- kok 2. METODE Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Ke- las (PTK). Pelaksanaan PTK dilaksanakan melalui tiga siklus untuk melihat peningkatan hasil belajar passing bawah bolavoli dan aktivitas siswa dalam mengikuti mata pelajaran penjasorkes melalui permainan 3 on 3. Pelaksanaan PTK terdapat 4 (empat) komponen pokok yang menunjukkan langkah-langkah (1) Perencanaan; (2) Tindakan; (3)Pengamatan; (4) Refleksi (Iskandar, 2011). Subyek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Bangkok 2 Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri tahun ajaran 2018-2019 dengan jumlah siswa 37 siswa yang terdiri dari 21 laki-laki dan 16 perempuan. Teknik Pengumpulan Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini terdiri dari tes, pengamatan, ujian, dan observasi.Tes digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil tes passing bawah bolavoli siswa secara individu selama 60 detik. tes tersebut digunakan untuk untuk mengungkap aspek psikomotor dengan mengetahui kemampuan siswa dalam melakukan passing bawah bolavoli. Pengamatan digunakan untuk mendapatkan data keaktifan siswa da- lam proses belajar mengajar yang meliputi aspek afektif. Ujian menggunakan butir soal/ instrumen soal untuk mengukur hasil belajar siswa yang meliputi aspek kog- nitif. Analisa data Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif akan digunakan untuk menganalisis data hasil observasi yang digunakan untuk menjaring aktivitas belajar siswa dan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Sementara ana- lisis kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam hubungannya dengan penguasaan materi pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam pembelajaran ini dilaksanakan selama III siklus, tiap siklus dilakukan 1 kali pertemuan. Pada se- tiap siklus dilakukan pengamatan baik dari aspek afektif maupun kognitif. Untuk aspek psikomotor dilakukan tes pada tiap siklus. Proses penelitian diawali guru sebagai peneliti melakukan observasi terhadap proses pembela- jaran passing bawah pada siswa kelas V SD Negeri Bangkok 2 Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, dalam observasi tersebut ditemukan bahwa masih banyak siswa yang belum mampu melakukan passing bawah dengan benar, selain itu juga motivasi siswa untuk melakukan pembelajaran passing bawah masih rendah. Selanjutnya guru sebagai peneliti melakukan upaya pen- ingkatan hasil belajar passing bawah bolavoli pendeka- tan permainan 3 on 3. Dalam penelitian ini dilakukan III siklus dengan 1 kali pertemuan di setiap siklusnya dan ada 3 aspek yang diteliti. Yang pertama adalah aspek psikomotor berkai- tan dengan ketrampilan gerak siswa, pada aspek ini yang menjadi kriteria penilaian yaitu test passing bawah indi- vidu, passing bawah dengan tembok, passing bawah dengan teman, passing bawah melewati net. Kedua ada- lah aspek afektif berkaitan dengan sikap dan perilaku siswa dalam pembelajaran. Aspek yang dinilai yaitu meliputi kedisiplinan, kejujuran, kerja sama, tanggung jawab, sportivitas dan mematuhi aturan yang berlaku. Dan terakhir adalah aspek kognitif berkaitan dengan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaranan. Setelah peneliti mendeskrpisikan tentang penelitian maka peneliti akan menjabarkan hasil temuan PTK yaitu upaya peningkatan hasil belajar passing bawah bolavoli melalui pendekatan permainan 3 on 3 pada siswa kelas V SD Negeri Bangkok 2 Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri sebagai berikut. http://ejournal.upi.edu/index.php/penjas/index DOI : 10.17509/jpjo.v3i2.12414 Tri Bagus Agiasta dkk./ Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga 3 (2) (2018) 164 Siklus I Tabel 2. Hasil Penilaian Siswa dalam Proses Aktivitas Belajar Siklus I Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa pada siklus I, nilai maksimal yang diperoleh siswa sebesar 78, sementara nilai minimal sebesar 45 dengan nilai rata- rata 57,54 serta prosentase ketuntasan sebesar 10%. Apabila dipaparkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 1. Perolehan Nilai Siswa Dalam Proses Aktivitas Belajar Siklus I Hasil pengamatan terhadap guru pada siklus I yai- tu, guru belum terbiasa dalam menerapkan permainan 3 on 3 pada materi passing bawah bolavoli, sehingga ma- teri yang disampaikan oleh guru kurang maksimal. Se- dangkan hasil pengamatan pada siswa, masih banyak siswa yang belum mampu menunjukkan kemampuan passing bawah bolavoli dengan klasisfikasi passing bawah individu, passing bawah dengan tembok, passing bawah dengan teman, dan passing bawah melewati net yang diberikan oleh guru. Sehingga guru mengambil langkah terhadap apa saja yang menjadi faktor peng- hambat pada siklus I, diantaranya tindakan yang akan diaplikasikan pada siklus II. Pada tindakan selanjutnya, Guru akan mempelajari lebih dalam model permainan 3 on 3 sehingga tidak akan terjadi lagi guru mengalami kesulitan dalam menerapkan permainan. Guru akan lebih memotivasi dan membimbing secara intensif siswa yang mengalami kesulitan. Siklus II Tabel 2. Hasil Penilaian Siswa dalam Proses Aktivitas Belajar Siklus II Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa pada siklus II, nilai maksimal yang diperoleh siswa sebesar 83, sementara nilai minimal sebesar 56 dengan nilai rata -rata 68,37 serta prosentase ketuntasan sebesar 29%. Jika dibandingkan dengan siklus I, pada siklus II men- galami peningkatan. Apabila dipaparkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 2. Perolehan Nilai Siswa Dalam Proses Aktivitas Belajar Siklus II Hasil observasi pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan. Meningkatnya aktifitas peserta didik dalam proses pembelajaran didukung oleh meningkatnya ak- tivitas guru dalam mempertahankan dan meningkatkan suasana pembelajaran. Guru sudah mengimplementasi- kan rencana yang telah disusun sebagai hasil dari re- fleksi pada siklus I. Guru juga sudah melakukan evalua- si baik secara individu maupun secara kelompok. Meningkatnya aktifitas pembelajran siswa dalam melaksanakan evaluasi terhadap kemampuan peserta didik menguasai materi pelajaran. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siklus I 57,54 meningkat pada siklus II menjadi 68,37. Dengan jumlah siswa tuntas 10% pada siklus I menjadi 29% pada siklus II meski mengalami http://ejournal.upi.edu/index.php/penjas/index Nilai Maksimal 78 Nilai Minimal 45 Standart Deviasi 10,20 Rata-rata 57,54 Jumlah 2129 Prosentase 10% Nilai Maksimal 83 Nilai Minimal 56 Standart Deviasi 7,62 Rata-rata 68,37 Jumlah 2530 Prosentase 29% DOI : 10.17509/jpjo.v3i2.12414 Tri Bagus Agiasta dkk./ Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga 3 (2) (2018) 165 peningkatan namun hasil aktivitas pembelajaan siswa masih tergolong rendah. Untuk memperbaiki dan mem- pertahankan keberhasilan yang telah dicapai pada siklus II, maka guru sebagai peneliti membuat perencanaan pembelajaran pada siklus III. Pada tindakan selanjutnya, guru memodifikasi aturan skor pertandingan, semula tim akan menang manakala sudah memperoleh 25 poin. Selain itu, guru menurunkan menjadi 18 dengan alasan agar siswa tidak merasa kelelahan, sehingga tujuan awal agar siswa dapat menguasai teknik dasar passing bawah bolavoli dapat tercapai. Kemudian guru juga mem- berikan hadiah bagi siswa yang memenangkan pertand- ingan. Siklus III Tabel 3. Hasil Penilaian Siswa dalam Proses Aktivitas Belajar Siklus III Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa pada siklus II, nilai maksimal yang diperoleh siswa sebesar 89, sementara nilai minimal sebesar 69 dengan nilai rata -rata 76,48 serta prosentase ketuntasan sebesar 82%. Jika dibandingkan dengan siklus II, pada siklus III men- galami peningkatan. Apabila dipaparkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 3. Perolehan Nilai Siswa Dalam Proses Aktivitas Belajar Siklus III Indikator keberhasilan penelitin ini ditentukan oleh adanya peningkatan hasil belajar tiap siklus dan adanya keberhasilan secara klasikal yang ditunjukkan dengan besarnya prosentase kelulusan klasikal sebesar ≥80%. Siklus III menunjukkan bahwa secara klasikal prosen- tase kelulusan menunjukkan angka sebesar 82%. Hal ini berarti, permainan 3 on 3 telah berhasil meningkatkan hasil belajar passing bawah permainan bolavoli pada siswa kelas V SD Negeri Bangkok 2 Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Peningkatan yang terjadi baik pada siklus II mau- pun siklus III tak lepas dari penerapan permainan 3 on 3. Permainan 3 on 3 merupakan suatu pendekatan dalam proses pembelajaran yang dikonsep dalam bentuk per- mainan dimana didalamnya dijelaskan mengenai teknik maupun taktik yang akan diberikan dengan menggunakan suatu permainan yang dimodifikasi. Dengan bermain hasrat anak akan terpenehui namun, didalam permainan tersebut terkandung unsur pembela- jaran. Permainan bertujuan untuk memenuhi hasrat gerak siswa yang didalamnya terdapat unsur belajar, terlebih dalam mengikuti aktivitas belajar banyak hal yang dirasakan oleh para siswa mulai dari perubahan situasi lingkungan, teman baru, suasana pergaulan da- lam konteks bermain yang menyenangkan, hingga situasi kedisiplinan dan tanggung jawab yang kadang dirasakan begitu mengikat atau dengan kata lain ber- main sambil belajar. Selain itu dengan adanya pendeka- tan bermain akan semakin memperjelas dan menambah motivasi untuk terus berlatih passing bawah dengan per- mainan 3 on 3. Hasil penelitian ini diperkuat dengan apa yang dil- akukan oleh Rithaudin & Hartati (2016) dalam penelitiannya bahwa hasil belajar passing bawah per- mainan bolavoli dapat meningkat dengan diterapkannya metode permainan. Hal senada juga di ungkapkan oleh Yusmar (2017) dalam penelitiannya dengan hasil yang menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan teknik dasar permainan bolavoli dapat ditingkatkan melalui modifikasi permainan. Belajar merupakan proses mengubah siswa dari tingkat kemampuan rendah ke tingkat kemampuan ting- gi. Sehingga peningkatan minat belajar siswa memiliki kontribusi yang besar dalam keberhasilan belajar siswa. Dengan memiliki minat yang tinggi siswa akan melakukan hal yang positif dalam pembelajaran untuk dapat mengubah dirinya dari kemampuan rendah ke ke- mampuan yang lebih tinggi. Menarik minat siswa tidak semudah hanya memberikan penguatan pada siswa saja. http://ejournal.upi.edu/index.php/penjas/index Nilai Maksimal 89 Nilai Minimal 69 Standart Deviasi 4,16 Rata-rata 76,48 Jumlah 2830 Prosentase 82% DOI : 10.17509/jpjo.v3i2.12414 Tri Bagus Agiasta dkk./ Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga 3 (2) (2018) 166 Akan tetapi, menarik minat siswa dengan mengemas pembelajaran sedemikian rupa untuk memfasilitasi siswa dalam bergerak bebas yang terarah (Rithaudin & Hartati, 2016). KESIMPULAN Penerapan permainan 3 on 3 pada permainan bo- lavoli dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa sekolah dasar. Penerapan permainan 3 on 3 sangat dirasakan manfaatnya oleh siswa kelas V SD Negeri Bangkok 2 Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Manfaat yang sangat dirasakan adalah pen- guasaan teknik dasar passing bawah pada permainan bolavoli semakin meningkat. DAFTAR PUSTAKA Arifin, S. (2017). Internalisasi Nilai Sportivitas Melalui Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar. Jurnal Sosioreligi, 15(2), 20–29. Fadilah, M., & Wibowo, R. (2018). Kontribusi Ket- erampilan Gerak Fundamental Terhadap Keterampi- lan Bermain Small-Sided Handball Games. JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA, 3(1), 60–68. Retrieved from http://ejournal.upi.edu/ index.php/penjas/article/view/2018-04-07/pdf Hanief, Y. N., & Sugito, S. (2015). Membentuk Gerak Dasar Pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Permainan Tradisional. Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pem- belajaran, 1(1), 100–113. https://doi.org/https:// doi.org/10.29407/js_unpgri.v1i1.575 Indriyani, D. (2011). Peningkatan Hasil Belajar Passing Bawah Pada Bola Voli Dengan Menggunakan Per- mainan “ 3 On 3 ” Pada Siswa Kelas Vii Smp Negeri 1 Sukoharjo Wonosobo Tahun Pelajaran 2010 / 2011. Universitas Negeri Semarang. Pambudi, P. S., & Pramudana, J. (2016). Penerapan Pembelajaran Drill dan Bermain Terhadap Hasil Belajar Servis Bawah Ddalam Permainan Bolavoli Pada Siswa Kelas VII SMPN 2 Banyuwangi. Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran, 2(2), 98– 110. https://doi.org/https://doi.org/10.29407/ js_unpgri.v2i2.514 Pangestutik, S., H, M., & R.A., R. (2018). Psikodimen- sia: Kajian Ilmiah Psikologi. PSIKODIMENSIA (Vol. 16). Indonesia Soegijapranata Catholic Univer- sity. Retrieved from http://journal.unika.ac.id/ index.php/psi/article/view/976/792 Rithaudin, A., & Hartati, B. S. (2016). Upaya Mening- katkan Pembelajaran Passing Bawah Permainan Bola Voli Dengan Permainan Glagahombo I Tempel Sleman Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Jasmani Indo- nesia, 12(1), 51–57. Suherman, A. (2016). Pengaruh Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw Dan Tgt (Teams Game Tour- nament) Terhadap Keterampilan Sosial Dan Ket- erampilan Bermain Bolavoli. JURNAL PENDIDI- KAN JASMANI DAN OLAHRAGA, 1(2), 8–15. Retrieved from http://ejournal.upi.edu/index.php/ penjas/article/view/2216/3884 Yusmar, A. (2017). Upaya Peningkatan Teknik Per- mainan Bolavoli Melalui Modifikasi Permainan Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Kampar. Jurnal PA- JAR (Pendidikan Dan Pengajaran), 1(1), 143–152. http://ejournal.upi.edu/index.php/penjas/index DOI : 10.17509/jpjo.v3i2.12414 Tri Bagus Agiasta dkk./ Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga 3 (2) (2018)