43 JPJO 4 (1) (2019) 43-47 Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga http://ejournal.upi.edu/index.php/penjas/index The Effect of Teaching Table Tennis Using Self-Regulated Learning Model on Self-Esteem Dian Budiana, Didin Budiman, Teguh Illahi Widyanto Budiman Prodi PGSD Penjas, Universitas Pendidikan Indonesia Article Info Article History : Received November 2018 Revised January 2018 Accepted March 2018 Available online April 2019 Keywords : Self-Regulated Learning, Self-Esteem, Table Tennis Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model self-regulated learning dalam pembelajaran permainan tenis meja dapat mengembangkan self-esteem. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen. Desain penelitian ini menggunakan Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi PGSD Penjas semester pertama yang berjumlah 80 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 40 orang dengan teknik pengambilan simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur self-esteem menggunakan instrument self-esteem scale. Teknik analisis data menggunakan uji independent t-test dengan software SPSS 24. Berdasarkan hasil penelitian dan penghitungan bahwa model self-regulated learn- ing dalam pembelajaran permainan tenis meja berpengaruh terhadap self-esteem maha- siswa program studi PGSD Penjas FPOK UPI. Abstract This study was aimed at determining whether the self-regulated learning model in ta- ble tennis learning can develop self-esteem. This research used experiments method. The design of this study was Posttest Only Control Group Design. The population in this study were 80 first semester students of the PGSD Penjas Study Program. The sample of this study were 40 students chosen through simple random sampling tech- nique. The instrument used to measure self-esteem was the Rosenberg self-esteem scale. The data analysis technique used was the independent t-test with SPSS 24 soft- ware. Based on the results of the study, the model of self-regulated learning in table tennis game learning influenced the self-esteem of the first semester of PGSD Penjas study program students. ISSN 2580-071X (online) ISSN 2085-6180 (print) DOI : 10.17509/jpjo.v4i1.16253  Correspondence Address : Jl. Dr. Setiabudhi. No.229, Bandung., Indonesia E-mail : dianbudiana@upi.edu 44 Dian Budiana dkk./ Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga 4 (1) (2019) PENDAHULUAN Tujuan utama dalam dunia pendidikan yaitu hasil belajar yang dicapai peserta didik secara optimal. Hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki oleh pe- serta didik setelah ia menerima pengalaman belajar. Hal tersebut dijadikan acuan atau taraf pengukuran keber- hasilan pendidik dalam proses pembelajaran. Artinya, berhasil atau tidaknya dan efektif atau tidaknya pen- didik dalam menyampaikan materi pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar peserta didik. Selain itu, keber- hasilan pendidik dalam menyampaikan materi dapat meningkatkan mutu pendidikan, maka kiranya perlu diperhatikan masalah pencapaian hasil belajar peserta didik, terutama mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki potensi tinggi tentunya memiliki peluang yang lebih besar untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan pada jenjang pendidikan yang sedang ditempuhnya (Mappeasse, 2010). Menuju tercapainya tujuan pem- belajaran tersebut tidak mudah, khususnya bagi maha- siswa yang berumur 18 sampai 20 tahun yang pada usia tersebut mengalami suatu peralihan dari tahap remaja ke tahap dewasa. Mahasiswa Olahraga adalah mahasiswa yang menempuh pendidikan pada departemen olahraga baik itu pendidikan ataupun non pendidikan. Mahasiswa olahraga tidak akan pernah lepas dengan olahraga, kegiatan perkuliahan akan selalu berkutat dengan olahraga. Berbagai cabang olahraga harus dikuasai oleh mahasiswa yang memilih jurusan tersebut, baik cabang olahraga yang ditekuni ataupun cabang olahraga yang baru dikenal dan diketahui yang ada pada mata kuliahnya. Mahasiswa olahraga dituntut memiliki keahlian luas bukan hanya kekuatan fisik atau aspek psikomotornya saja melainkan aspek kognitif dan afektif juga harus berkembang. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin meneliti tentang pengaruh self-regulated learning dalam pem- belajaran permainan tenis meja terhadap self-esteem, yang diharapkan dengan adanya penelitian ini maha- siswa baru jurusan pendidikan olahraga akan siap da- lam menghadapi perkuliahan khususnya pada mata kuliah permainan tenis meja. Dari penelitian sebe- lumnya menyimpulkan bahwa model self-regulated learning dapat diaplikasikan sebagai model pembelaja- ran dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran penjas, yang hasilnya bahwa mod- el SRL dapat meningkatkan motivasi belajar dalam pembelajaran penjas siswa di sekolah dasar (Yusuf Hi- dayat, Didin Budiman & Titik Mitarsih, 2000). Penelitian lain menunjukan peningkatan kinerja para pemain sepakbola muda di level elit melalui penerapan model self-regulated learning. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa model self-regulated learning dapat meningkatkan kinerja pemain sepakbola muda di Belanda (Toering, et.al, 2012). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis mengasumsikan bahwa apabila model self -regulated learning diterapkan pada sampel mahasiswa dalam pembelajaran permainan tenis meja dapat meningkat- kan self-esteem dari mahasiswa tersebut. Penulis men- erapkan strategi self-regulated learning dalam pem- belajaran karena strategi yang digunakan kebanyakan masih menggunakan strategi yang konvensional sehing- ga membuat peserta didik mudah bosan dan tidak tertar- ik dalam pembelajaran tersebut. Pembelajaran mandiri berimplikasi terhadap kapasitas untuk meregulasi diri pada proses belajar mahasiswa. Kapasitas regulasi-diri memiliki peran penting dalam kesuksesan pembelajaran di perguruan tinggi (Zimmerman, 2014). Self-regulated learning adalah kemampuan untuk menjadi partisipan yang aktif secara metakognisi, moti- vasi, dan perilaku didalam proses belajar (Mukhid, 2008). Secara metakognisi, self -regulated learner me- rencanakan, mengorganisasi, mengarahkan diri, me- monitor diri, dan mengevaluasi diri pada tingkatan- tingkatan yang berbeda dari apa yang mereka pelajari. Berdasarkan pemaparan diatas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model self-regulated learning pada pembelajaran tenis meja terhadap self-esteem pada mahaiswa. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitan eksperimen. Desain penelitian menggunakan Post-test Only Control Group Design. Dalam desain ini terdapat dua kelompok, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing dipilih secara random (R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) perlakuan yang dimaksud yaitu penera- pan SRL dan Kelompok lain menggunakan model pem- belajaran konvensiuonal (direct teaching). Kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen http://ejournal.upi.edu/index.php/penjas/index DOI : 10.17509/jpjo.v4i1.16253 45 dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut ke- lompok kontrol. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi PGSD Penjas FPOK UPI semester pertama yang berjumlah 80 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan instrument Rosenberg’s Self- esteem Scale. Analisis data dari penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif (mean dan standar deviasi), uji asumsi (normalitas dan homogeni- tas), dan uji hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis statistic descriptive yang disajikan pada tabel 1, Untuk kelompok kelas ek- sperimen sampel berjumlah 20 orang. Adapun self- esteem dengan skor mean 32,65 dan standar deviasi sebesar 1.42. Untuk kelompok kelas kontrol sampel berjumlah 20 orang. Adapun hasil tes skala self-esteem diperoleh skor mean 28,3 dan standar deviasi sebesar 1,72. Berdasarkan hasil analisis uji normalitas yang disajikan pada tabel 2 output yang dihasilkan program SPSS 24 menggunakan uji analisis normalitas data Kol- mogorov Smirnov, Shapiro Wilk, menunjukan data sampel kelompok eksperimen dan kelompok kontrol bersifat homogen. Berdasarkan hasil analisis uji independent sample t -test dengan tujuan untuk menguji perbandingan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol disajikan pada tabel 4. hasil analisis membuktikan pada variabel self-esteem terdapat perbedaan antara kelompok ek- sperimen dengan kolompok control. Terdapat perbe- daan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pada pengembangan self- esteem. Hasil penghitungan statistik telah membuktikan bahwa SRL memberikan pengaruh yang signifikan terhadap self-esteem. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Nicol & Macfarlane-Dick (2017) mengenai self-esteem, penelitian tersebut menyimpul- kan bahwa kombinasi SRL memiliki tujuh feedback sangat efektif ketika diimplementasikan pada low-stake dan medium-stake assessment. Pada high-stake asses- ment, efek yang terjadi adalah temotivasi karena siswa mengalami tekanan terhadap level kesulitan yang dihadapi. Belajar harus dipahami sebagai sebagai pros- es aktif, konstruktif, dan self-regulated. Terdapat tiga aspek determinan yang berpengaruh dalam regulasi dan pengelolaan diri dalam pembelajaran, yakni aspek diri, perilaku dan lingkungan (Zimmerman, 2014). Ketiga aspek ini saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan berpengaruh terhadap yang lainnya. Misalnya keti- ka individu berusaha untuk meregulasi diri sendiri, maka hasilnya berupa kinerja dan perilaku yang akan berdampak pada perubahan lingkungan disekitarnya. Dalam konteks pendidikan jasmani, self-esteem me- megang peranan penting karena self -esteem memuat hal -hal penting seperti self -determination dan self- autonomy (Hein & Hagger, 2007). Dari hasil perhitungan yang telah diuraikan pada pembahasan sebelumnya, bahwa pada data self-esteem kelompok kelas eksperimen yang diberi perlakuan sela- ma pembelajaran permainan tenis meja menggunakan model self-regulated learning terdapat pengaruh yang http://ejournal.upi.edu/index.php/penjas/index Dian Budiana dkk./ Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga 4 (1) (2019) DOI : 10.17509/jpjo.v4i1.16253 Tabel 1. Statistik Deskriptif Data Self-Esteem Kelas Ek- sperimen & Kelas Kontrol. Descriptive Statistics Kelompok Sampel Mean Std. Deviation Eksperiment 32.65 1.42 Control 28.30 1.72 Valid N (listwise) Tabel 2. Hasil Penghitungan Uji-t Self-Esteem Leven’s Test for Equality of Variances F Sig t Df Sig (2- tail ed) Mean Diff Std. Er- ror Diff Equal Variances Assumed .24 .62 8.7 38 .000 4.35 .49 Equal Variances not As- sumsed 36.7 .000 4.35 .49 46 signifikan terhadap self-esteem mahasiswa prodi PGSD Penjas angkatan 2018 semester pertama. Self-esteem adalah cara seseorang memahami dirinya sendiri, di- mana orang tersebut akan menilai tentang dirinya se- hingga mempengaruhi perilaku dalam kehidupananya sehari-hari (Dariuszky, 2004). Self-esteem merujuk pa- da evaluasi yang dilakukan individu dan biasanya di- pertahankan jika sesuai dengan dirinya, hal tersebut menunjukkan sikap setuju atau tidak setuju, serta menunjukkan sejauh mana individu percaya bahwa dirinya mampu, sukses dan layak. Singkatnya, Self- esteem adalah penilaian pribadi atas kelayakan yang diungkapkan dalam sikap yang dipegang individu ter- hadap dirinya sendiri (Coopersmith, 1967). Self-esteem adalah evaluasi yang dibuat oleh individu dan biasanya berhubungan dengan penghargaan terhadap dirinya sendiri (Blumenthal & Sherwood, 1970). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pembela- jaran permainan tenis meja dengan menggunakan metode informal yaitu dengan model self-regulated learning lebih efektif dalam mengembangkan self- esteem mahasiswa daripada metode formal yaitu metode konvensional/teknik langsung (Budiana, Hi- dayat, Budiman, & Sumarno, 2017). Model pendekatan Self-Regulated Learning dapat menjadi salah satu mod- el alternatif yang dapat digunakan oleh guru pendidikan jasmani dalam melaksanakan proses pembelajaran. Pen- erapannya harus mempertimbangkan tiga komponen penting dalam SRL, yaitu strategi pembelajaran, strate- gi manajemen, dan pengetahuan tentang pembelajaran (Budiana, 2017). Dengan demikian Self-Regulated Learning dapat meningkatkan self-esteem dalam pem- belajaran permainan tenis meja mahasiswa. Self - regulated learning bukan hanya meningkatkat self- esteem saja melainkan dapat meningkatkan kinerja pa- ra pemain sepakbola muda di level elitn (Toering, et. Al, 2012). Self-regulated learning sangat berkaitan dengan teori kognitif. Dalam proses pembelajarannya, peserta didik harus mampu menalar, memikirkan dan mempraktekan apa yang telah didapatkan dari peneliti. Teori koginitif Piaget mengatakan bahwa perkem- bangan masing-masing tahap tersebut merupakan hasil perbaikan dari perkembangan tahap sebelumnya (Desmita, 2015). Dalam proses pembelajaranya pun siswa harus mampu membayangkan bahwa sebelum dan sesudah tindakan yang dilakukan telah benar sesuai dengan instruksi. Maka hal yang paling diharapkan dari penelitian ini adalah peserta individu mampu belajar secara mandiri, karena sejatinya model self-regulated learning adalah model dimana siswa mampu melakukan pembelajaran secara mandiri. Melalui penel- tian ini juga diharapkan individu mampu untuk men- capai tarap self -esteem yang sehat. Karena self-esteem terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu self -esteem yang sehat atau healthy self -esteem dan unhealty self-esteem atau self-esteem yang tidak sehat (Budiman, 2014). Orang yang memiliki self -esteem tinggi atau self- esteem yang sehat pada umumnya memiliki ke- percayaan diri dan keyakinan yang tinggi pula untuk dapat melaksanakan tugas gerak yang diintruksikan guru sedangkan individu yang memiliki self-esteem yang rendah atau tidak sehat ditandai dengan tidak adanya keinginan melakukan suatu hal yang baru, anak selalu berkata negatif atas kemampuanya yang dimiliki misalnya “saya bodoh”, “saya tidak pernah belajar dengan baik” (Budiman, 2014). Berdasarkan pengamatan peneliti selama proses perlakuan (treatment) dari mulai treatm ent pertama sampai proses post-test, perilaku dari mahasiswa yang diberi perlakuan dan tidak diberi perlakuan memilki perbedaan. Mahasiswa yang diberi perlakuan dengan model self-regulated learning lebih menampakan diri di setiap pertemuan perlakuan dan selalu ada peru- bahan kemampuan dari yang tidak tahu menjadi tahu dan tidak bisa menjadi bisa, sedangkan yang tidak diberi perlakuan (model konvensional) hanya stuck dengan kemampuanya. KESIMPULAN Penerapan model SRL (self-regulated learning) dalam pembelajaran permainan tenis meja memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional (direct teaching) terhadap self-esteem ma- hasiswa tingka satu. http://ejournal.upi.edu/index.php/penjas/index Dian Budiana dkk./ Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga 4 (1) (2019) DOI : 10.17509/jpjo.v4i1.16253 47 DAFTAR PUSTAKA Budiana, D., Hidayat, Y., Budiman, D., & Sumarno, G. (2017). Self-Regulated Learning Concepts and Ap- plication in Physical Education, (229), 857–860. Budiman, D. (2014). Psikologi Anak dalam Pendidikan Jasmani. Bandung: FPOK UPI Blumenthal, D., French, P., & Sherwood, J. J. (1970). R. S. a V), 15, 188–191. Coopersmith, S. (1967). The antecedents of self-esteem. San Francisco: Freeman and Company Dariuszky, Goran. (2004). Membangun Harga Diri. Bandung: Pionir Jaya. Desmita. (2015). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hein, V., & Hagger, M. S. (2007). Global self-esteem , goal achievement orientations , and self-determined behavioural regulations in a physical education set- ting PDF processed with CutePDF evaluation edition www.CutePDF.com, 25(2), 149–159. https:// doi.org/10.1080/02640410600598315 Hidayat, Y., Budiman, D., & Mitarsih, T. (2000). Pengaruh penerapan pendekatan model selfregulated learning terhadap motivasi belajar siswa dalam pem- belajaran penjas di Sekolah Dasar. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Indonesia. Mappeasse, M. Y. (2010). Pengaruh Cara Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Programmable Logic Controller ( Plc ) Siswa Kelas III Jurusan Listrik Smk Negeri 5 Makassar, 1, 1–6. Mukhid, A. (2008). Strategi Self-Regulated Learning (Perspektif Teoritik). TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2). Nicol, D. J., Dick, D. M., Nicol, D. J., & Macfarlane- dick, D. (2017). Formative assessment and self- regulated learning : a model and seven principles of good feedback practice Formative assessment and self-regulated learning : a model and seven princi- ples of good feedback practice, 5079(November). https://doi.org/10.1080/03075070600572090. Toering, T., Elferink-Gemser, M. T., Jordet, G., Pep- ping, G. J., & Visscher, C. (2012). Self-regulation of learning and performance level of elite youth soccer players. International Journal of Sport Psychology, 43(4), 312. Zimmerman, B. J., & Kitsantas, A. (2014). Comparing students’ self-discipline and self-regulation measures and their prediction of academic achievement. Con- temporary Educational Psychology, 39(2), 145-155. http://ejournal.upi.edu/index.php/penjas/index Dian Budiana dkk./ Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga 4 (1) (2019) DOI : 10.17509/jpjo.v4i1.16253