9 PENGARUH METODE SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MEDIA PAPAN INDIKATOR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF PADA SISWA SMA 1 JEKULO KABUPATEN KUDUS Enny Dwi Lestaringingsih2 Suhartono Catur Karya Agus Priono ennydl@ut.ac.id ABSTRACT The study design used the Control Group Pretest-Post-Test with data analysis using product moment correlation formula with rough numbers. The the problems are: How can the problem of media-assisted method of snowball throwing indicator board be applied in writing class? And, how much is influence the media-assisted method of snowball throwing indicator board on writing competence of students? The results of pre-test a hypothesis test on normality test show that x 2 hitung = 39.8 for the experimental group and x2hitung = 23.7 for the control group. If confirmed in x2tabel = 55.8, then x 2 hitung < x 2 tabel. The initial values of the two groups are not normally distributed. At the homogeneity test, it shows that Fhitung = 0.913 and Ftabel = 0.578 that Fhitung > Ftabel.. The value of the initial distribution is not homogeneous. Thus, the initial value of the ability of students in both groups is equal. In the experiment class research activities treated media-assisted method of snowball throwing indicator board, while the control group was not given treatment, only using conventional methods. After the post-test was held, the final activity shows that thitung = 2.631 and t tabel = 1.67 for  = 0.05 ttabel = 2.39  = 0.01. This means t hitung > ttabel for  = 0.05 and  = 0.01.Thus, it can be concluded that the use of snowball throwing method indicator board in writing paragraphs have a significant effect. Keywords: snowball throwing, media indicator board, write a paragraph PENDAHULUAN Pembelajaran kemampuan berbahasa di sekolah meliputi empat keterampilan, yaitu: mendengarkan, berbicara, menulis, dan membaca. Keterampilan mendengarkan dan membaca digolongkan ke dalam keterampilan reseptif. Keterampilan berbicara dan menulis digolongkan ke 2 Penulis adalah Pengajar di FKIP UT UPBJJ Semarang, Jalan Raya Semarang-Kendal Km 14.5, Mangkang Wetan, Semarang 10 dalam keterampilan produktif dan ekspresif. Keterampilan reseptif berkaitan dengan keterampilan menerima, menelaah, dan menafsirkan; sedangkan keterampilan produktif/ekspresif berkaitan dengan keterampilan menyampaikan, mengungkapkan, menuangkan ide atau gagasan. Menurut Tarigan (1994: 1) keempat keterampilan berbahasa tersebut memiliki hubungan yang sangat erat. Satu keterampilan akan berkaitan dengan keterampilan lain. Ketika orang berbicara ada orang yang mendengarkan. Dalam peristiwa dialog, orang tidak hanya berbicara, ia juga akan mendengarkan orang lain. Ketika orang akan merangkum pembicaraan orang lain, ia akan mendengarkan dan menulis. Ketika menulis, ia pun membutuhkan kegiatan membaca. Tidak akan mungkin orang hanya menulis tanpa ada kegiatan membaca. Begitu eratnya keempat keterampilan berbahasa sehingga ketika dalam pembelajaran tidak mungkin seorang guru hanya akan menggunakan satu keterampilan. Guru akan menggunakan lebih dari satu keterampilan. Bahkan, di dalam kurikulum dijelaskan pembelajaran keterampilan berbahasa minimal menggunakan dua keterampilan, hanya fokus tujuan pembelajarannya pada satu keterampilan, misalkan pembelajaran bahasa dengan fokus mendengarkan, pembelajaran bahasa dengan fokus berbicara, pembelajaran bahasa dengan fokus menulis, dan pembelajaran bahasa dengan fokus membaca (Solchan, dkk., 2011: 8.1 – 11.47). Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah juga menggunakan integrasi keempat keterampilan berbahasa sehingga diharapkan siswa tidak hanya menguasai satu keterampilan berbahasa, tetapi juga keempat keterampilan berbahasa. Siswa harus memiliki keterampilan berpidato, menyampaikan pendapat, saran, ataupun kritik dalam diskusi. Siswa juga harus terampil mendengarkan berita, informasi yang disampaikan secara langsung atau tidak langsung. Keterampilan menulis surat, menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk paragraf juga harus dikuasai. Bahkan, membaca artikel, buku fiksi atau nonfiksi juga harus dikuasai. Namun, pada kenyataannya kompetensi menulis pada siswa kelas XII IPA SMA 1 Jekulo Kabupaten Kudus masih rendah. Berdasarkan hasil jajak pendapat guru Bahasa Indonesia di Kabupaten Kudus, ternyata kemampuan menulis siswa masih di bawah standar. Banyak siswa yang menulis paragraf rancu, baik dari kesatuan ide pokok, maupun pengembangan paragrafnya. Satu paragraf memiliki dua ide pokok atau lebih. Siswa belum dapat mengembangkan paragraf yang bervariasi. Kenyataan permasalahan pembelajaran menulis bukan hanya dari guru, namun juga dari siswa. Siswa menginformasikan bahwa mereka tidak memiliki motivasi untuk mengikuti pembelajaran menulis. Menulis karya 11 ilmiah adalah materi yang paling tidak disukai. Mereka juga menyampaikan kebosanannya pada pembelajaran menulis karena metode yang digunakan oleh guru tidak bervariasi. Guru hanya menentukan topik karangan kemudian siswa mengembangkannya menjadi karangan utuh. Maka, perlu ada tindakan untuk mengatasi permasalahan di dalam pembelajaran menulis. Guru harus menciptakan pembelajaran menulis yang dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Guru harus memilih metode pembelajaran menulis yang lebih bervariasi. Jika memungkinkan gunakan media pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi siswa di dalam keterampilan menulis. Peneliti mencoba menggunakan metode yang menarik siswa untuk mengikuti pembelajaran menulis. Selain itu, metode yang digunakan akan dipadukan dengan media sehingga siswa lebih termotivasi dan pada akhirnya siswa memilki kompetensi menulis yang lebih baik. Peneliti akan mencoba menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator dalam pembelajaran menulis di SMA. Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut dapat dirumuskan beberapa masalah yang akan menjadi pijakan peneliti dalam melakukan penelitian, yaitu: (1) bagaimana metode snowball throwing berbantuan media papan indikator diterapkan dalam pembelajaran keterampilan menulis? dan (2) seberapa besar pengaruh metode snowball throwing berbantuan media papan indikator terhadap kompetensi keterampilan menulis siswa? Adapun tujuannya adalah (1) mendeskripsikan penerapan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator di dalam pembelajaran keterampilan menulis, dan (2) mengetahui besaran pengaruh penggunaan snowball throwing berbantuan media papan indikator terhadap kompetensi siswa. TINJAUAN PUSTAKA Landasan Teori Ada beberapa teori yang dijadikan sebagai landasan di dalam penelitian ini. Teori-teori tersebut berkaitan dengan keterampilan menulis, metode snowball throwing, dan media papan indikator. Secara lengkap kajian teori diuraikan sebagai berikut: 1. Menulis Paragraf Paragraf disebut juga alinea. Menurut Keraf (1989: 63) alinea adalah kesatuan bahasa yang terdiri dari kalimat-kalimat yang bertalian satu sama lain secara mesra dan bersama-sama membentuk satu kesatuan ide. Menurut 12 Kridalaksana (2008: 173) paragraf adalah (1) satuan bahasa yang mengandung satu tema dan perkembangannya; (2) bagian wacana yang mengungkapkan pikiran atau hal tertentu yang lengkap tetapi yang masih berkaitan dengan isi seluruh wacana atau sekelompok kalimat yang saling berkaitan. Jadi, paragraf atau alinea adalah satuan bahasa bagian dari wacana yang terdiri dari beberapa kalimat yang saling berkaitan atau berhubungan satu sama lain dan membentuk satu kesatuan ide pokok. Sebuah paragraf memiliki empat persyaratan, yaitu kesatuan, kepaduan, kelengkapan, dan keruntutan. Kesatuan berarti sebuah paragraf hanya memiliki satu ide pokok. Kepaduan berarti kalimat-kalimat dalam paragraf saling berkaitan, saling berhubungan membentuk satu kesatuan ide pokok. Kelengkapan berarti kalimat-kalimat dalam paragraf, baik itu kalimat utama, maupun kalimat pengembang, sudah memenuhi apa yang harus ada untuk pengembangan ide pokok. Keruntutan dalam paragraf artinya kalimat-kalimat di dalam paragraf disusun berdasarkan logika atau penalaran yang benar dan runtut. Sebuah paragraf juga harus memiliki koherensi dan kohesi, baik di dalam kalimat, maupun di antara kalimat. Koherensi adalah keterkaitan unsur-unsur bahasa, misalnya susunan konsep atau gagasan, dan berkat hubungan-hubungan yang menggarisbahahi hal tersebut sehingga mudah dipahami dan relevan (Zaimar dan Ayu, 2009: 5). Koherensi dapat juga berarti hubungan logis antara bagian karangan atau kalimat dengan kalimat dalam paragraf. Kohesi adalah keserasian hubungan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam paragraf (wacana) sehingga terciptalah pengertian yang apik atau koheren (Moeliono, 1993: 343). Kohesi berkaitan dengan bentuk bahasa, sedangkan koherensi berkaitan dengan makna bahasa. Sebuah kalimat atau paragraf dapat memiliki kohesi sehingga menjadi koheren, misalnya penggunaan kata ganti, konjungsi, atau pengulangan kata kunci dapat membuat kalimat atau paragraf memilki pengertian yang apik. Kalimat “Anita pergi ke toko buku” dan “Ia akan membeli peralatan sekolah” adalah dua kalimat yang memiliki kohesi dan terjadi koherensi, yaitu kata ganti ia pada kalimat kedua yang merujuk kata Anita pada kalimat pertama. Namun, kedua kalimat berikut “Anita pergi ke toko buku” dan “Mereka akan membeli perlatan sekolah” tidak ada koherensi sekalipun ada kata ganti mereka. Kata ganti tersebut tidak merujuk kata Anita karena mereka digunakan untuk menggantikan kata jamak. 13 2. Metode Pembelajaran Ada tiga istilah dalam pembelajaran yang saling berkaitan dan kadangkala terjadi tumpang tindih, yaitu pendekatan, metode, dan teknik. Dalam pembelajaran bahasa ketiganya dapat dibedakan. Pendekatan (approach) adalah seperangkat asumsi yang saling berkaitan mengenai hakikat bahasa dan hakikat pengajaran bahasa, serta belajar bahasa, seperti pendekatan komunikatif, pendekatan proses, atau pendekakatan CBSA. Jadi Pendekatan bersifat aksiomatis. Metode berarti sistem perencanaan pembelajaran secara menyeluruh untuk memilih, mengorganisasikan, dan menyajikan materi pelajaran bahasa secara teratur, contohnya metode diskusi, tanya jawab, atau metode tugas. Metode bersifat prosedural. Teknik (technique) berarti keterampilan dalam mengolah dan menerapkan/ menyajikan pelajaran di depan kelas. Dalam pembelajaran bahasa, teknik mengacu pada implentasi perencanaan pengajaran di depan kelas. Jadi, teknik bersifat implementasional (Syafe’i, dkk., 1997: 1.14). Metode pada hakikatnya adalah suatu prosedur untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan, yang meliputi pemilihan bahan, urutan bahan, penyajian bahan, dan pengulangan bahan (Solchan, 2011: 3.9). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan metode pembelajaran bahasa, yaitu (a) persamaan dan perbedaan antara sistem bahasa pertama siswa dengan bahasa kedua yang akan mereka pelajari, (b) usia siswa pada saat mereka belajar bahasa, (c) latar belakang sosial budaya siswa, (d) pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan berbahasa siswa dalam bahasa yang dipelajarinya yang sudah mereka punyai, (e) pengetahuan dan keterampilan berbahasa guru dalam bahasa yang akan diajarkannya, (f) kedudukan dan fungsi bahasa yang dipelajari siswa dalam masyarakat tempat kehidupan siswa, (g) tujuan pembelajaran yang diinginkan, dan (h) alokasi waktu yang tersedia untuk kegiatan pembelajaran (Syafe’i, dkk., 1997: 1.9 – 1.13) 3. Metode Snowball Throwing Kata snowball berasal dari bahasa Inggris yang berarti ‘bola salju’ dan throwing berarti ‘melempar’. Jadi, snowball throwing berarti melempar bola salju. Pengertian bola salju dalam istilah metode snowball throwing bukan arti yang sebenarnya, namun istilah dari kertas yang diremas sehingga membentuk seperti bola salju. Selanjutnya kertas tersebut dilempar ke siswa lain. Metode snowball throwing merupakan salah satu dari modifikasi teknik bertanya yang dikemas dalam bentuk permainan sehingga siswa memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi (Widodo, 2009: 44) 14 Menurut Asrori dalam Agustina (2013: 19) bahwa snowball throwing termasuk metode pembelajaran aktif (active learning) yang banyak melibatkan siswa. Lebih jelas Widodo dalam Agustina (2013: 19) menjelaskan bahwa metode melempar bola salju melatih siswa agar lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain dan mengomunikasikannya dengan siswa lain dalam kelompok. Metode snowball throwing menerapkan tiga pembelajaran yaitu konstuktifisme, inkuiri, dan bertanya. Ini berarti banyak kelebihan metode snowball throwing, baik dilihat dari keaktifan siswa, maupun pembentukan karakteristik siswa. Ada beberapa langkah metode snowball throwing yang sering digunakan dalam pembelajaran IPS, yaitu: (a) guru menyampaikan materi yang akan disajikan, (b) guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi, (c) masing-masing kelompok kembali ke kelompok masing- masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan guru kepada teman satu kelompoknya, (d) masing-masing siswa diberi satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan ketua kelompok, (e) kertas yang berisi pertanyaan diremas sehingga membentuk seperti bola salju kemudian dilempar dari satu siswa kepada siswa lain, (f) setelah siswa mendapat satu bola salju yang berisi satu pertanyaan, siswa harus menjawab pertanyaan tersebut, dan (g) siswa, secara bergiliran, menyampaikan pertanyaan dan jawabannya kepada siswa lain di dalam kelas. Selain di dalam pembelajaran IPS, metode snowball throwing ini juga sudah banyak digunakan di dalam pembelajaran lain yang bertujuan untuk melatih siswa untuk membuat pertanyaan. Pada penelititian ini metode snowball throwing digunakan dalam pembelajaran menulis. Tentu saja penerapannya setelah dimodifikasi sesuai dengan tujuan menulis. Pertanyaan diganti dengan kalimat untuk mengawali paragraf dan jawaban siswa lain diganti kalimat yang koheren dengan kalimat sebelumnya dan begitu seterusnya sehingga akan membentuk sebuah paragraf. 4. Media Pembelajaran Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia media adalah alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengajaran atau pembelajaran. Media pembelajaran adalah salah satu aspek yang memegang peranan penting dalam pembelajaran. Oleh karena itu, sangat baik jika di dalam pembelajaran menggunakan media. Fungsi media pembelajaran adalah untuk memperjelas bahan pembelajaran (Safe’i, 1997: 9.26). 15 Pemilihan media pembelajaran yang tepat akan menciptakan situasi belajar yang merangsang, menantang, dan menyenangkan bagi siswa. Ada persyaratan pemilihan media agar memiliki fungsi dengan tepat, yaitu: (a) media yang dipilih disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, (b) media dipilih dan disesuaikan dengan metode atau teknik pembelajaran sebenarnya pemilihan metode atau teknik tertentu akan menentukan pula medianya, (c) media mudah digunakan dan dapat melibatkan siswa, baik secara individu, kelompok, maupun klasikal, (d) media adalah alat pembelajaran dan bukan materi pembelajaran, oleh karena itu, media dipilih yang sederhana dan tidak terlalu memerlukan waktu yang lama, dan (e) media yang melibatkan seluruh persepsi siswa, seperti media audio-visual, akan lebih baik daripada media yang hanya melibatkan satu persepsi, seperti audio saja atau visual saja. Menurut Santoso, dkk. (2013: 6.9 – 6.11) ada lima prisip pemilihan media pembelajaran yaitu fungsional, tersedia, murah, dan menarik. Fungsional berarti bahwa media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan benar-benar berfungsi untuk menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran. Tesedia artinya bahwa media pembelajaran saat diperlukan dalam pembelajaran, media itu bisa didapatkan. Murah artinya bahwa media pembelajaran tersebut tidak mahal, terjangakau, dan dapat menggunakan yang sudah ada di lingkungan sekolah. Menarik artinya siswa termotivasi untuk terlibat dalam proses pembelajaran secara lebih inten. 5. Media Papan Indikator Media papan indikator adalah media yang dibuat dan dikembangkan oleh peneliti. Media ini terdiri dari papan lighting dan papan tempel. Papan lighting adalah papan utama tempat papan tempel dipasang. Papan lighting berukuran 60 x 60 cm. Papan ini berfungsi sebagai papan indikator kebenaran. Jika papan tempel ditempatkan pada posisi benar, maka lampu berwarna hijau menyala, tetapi jika salah lampu berwarna merah yang menyala. Papan tempel terdiri dari enam papan dengan ukuran 7 x 50 cm. Papan tempel berfungsi untuk menempel kalimat. Satu papan tempel hanya boleh ditempel satu kalimat. Kalimat-kalimat yang sudah tertempel di papan tempel akan ditempatkan pada papan lighting. Papan tempel harus diurutkan sehingga membentuk paragraf dengan urutan kalimat yang benar. Jika semua kalimat ditempatkan dengan benar, maka semua lampu berwarna hijau akan menyala. Namun, jika ada papan tempel diletakkan pada posisi yang tidak benar, artinya ada kalimat yang tidak pada urutan yang benar dalam paragraf, maka lampu merah akan menyala. Ini artinya kalimat tersebut tidak pada posisi yang benar. 16 Kajian Penelitian Terdahulu Ada beberapa penlitian yang berkaitan dengan menulis dan penggunaan metode snowball throwing dalam pembelajaran. Penelitian tersebut yang sudah dilakasnakan oleh Mahmudah, Agustina, dan Jayanti. Uraian lebih lanjut tentang penelitian mereka adalah sebagai berikut. Mahmudah meneliti tentang menulis paragraf deskripsi dengan menonoton power point gambar tumbuhan atau binatang melalui metode inkuiri. Tujuan penelitiannya adalah mendeskripsi peningkatan kemampuan siswa di dalam menulis paragraf deskripsi dan perubahan perilaku belajar siswa setelah diberi tindakan. Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), hasilnya adalah ada peningkatan kompetensi siswa di dalam menulis paragraf deskripsi setelah melihat power point gambar tumbuhan atau hewan melalui metode inkuiri. Agustina meneliti siswa SMK Negeri 14 Bandung dengan judul “Implementasi Model Pembelajaran Snowball Throwing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Membuat Produk Kriya Kayu dengan Peralatan Manual”. Tujuannya adalah meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi membuat produk kriya dengan menggunakan model pembelajaran snowball throwing. Hasil penelitian tersebut adalah ada peningkatan kompetensi siswa. Jayanti telah meneliti tentang menulis dengan judul “Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi dengan Media Gambar pada Siswa Kelas XI SMK PN 2 Purworejo Tahun Ajaran 2012/2013”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan media gambar pada siswa kelas XI TP 2A SMK PN 2 Purworejo tahun ajaran 2012/2013, (2) pengaruh pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan media gambar terhadap minat siswa, dan (3) kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi setelah memperoleh pembelajaran dengan media gambar. Hasil penelitian adalah adanya pengaruh dan peningkatan kompetensi siswa di dalam menulis paragraf deskripsi. Berdasarkan beberapa contoh hasil penelitian yang dilakukan pakar maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tentang menulis paragraf menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator belum pernah dilakukan. Jika ada kesamaan dalam penelitian lain adalah kesamaan pada materi menulis paragraf atau hanya penggunaan metode snowball throwing dalam pembelajaran lain, apalagi penelitian yang menggunakan media papan indikator. Media papan indikator ini dibuat dan dikembangkan oleh peneliti. 17 KERANGKA BERPIKIR Berdasarkan latar belakang masalah dan landasan teori yang dipaparkan di atas maka diperkirakan ada pengaruh kemampuan keterampilan menulis paragraf dengan menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator bagi siswa SMA Kabupaten Kudus. Logika pemikirannya dapat dipaparkan berikut ini. Kenyataan bahwa kemampuan keterampilan menulis siswa masih rendah, baik kemampuan mengembangkan ide pokok menjadi sebuah paragraf, maupun mengurutkan kalimat-kalimat menjadi paragraf yang runtut. Hal ini dikarenakan motivasi siswa yang rendah pada pembelajaran menulis dan kurangnya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpraktik menulis. Kenyataan ini jelas tidak sesuai dengan tuntutan pembelajaran bahasa bahwa siswa harus memiliki kemampuan berbahasa yang meliputi empat keterampilan, yaitu keterampilan mendengarkan, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Kenyataan tersebut dapat diatasi dengan cara pemilihan metode yang tepat dan pemilihan media yang dapat meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis adalah metode snowball throwing. Metode tersebut menjadi lebih menarik jika dilengkapi dengan media. Dalam hal ini media yang dipilih adalah media papan indikator. Harapan penggunaan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator adalah adanya pengaruh yang positif terhadap kemampuan keterampilan menulis paragraf bagi siswa SMA di Kabupaten Kudus. Lebih jelasnya perhatikan bagan kerangka berpikir berikut ini Harapan pembelajaran bahasa adalah siswa memiliki kemampuan empat keterampian berbahasa. Kenyataannya siswa memilki kemampuan keterampilan menulis rendah karena motivasi rendah. Perlu ada perlakuan dengan cara memilih metode yang tepat dan media yang meningkatkan motivasi. Metode snowball throwing berbantuan media papan indikator digunakan dalam pembelajaran menulis. Setelah menggunakan metode dan media yang tepat akan berpengaruh pada kemampuan menulis siswa. Ada pengaruh keterampilan siswa setelah digunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator dalam pembelajaran 18 HIPOTESIS Hipotesis kerja atau hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini adalah “Ada pengaruh metode snowball throwing berbatuan media papan indikator terhadap kemampuan keterampilan menulis paragraf bagi siswa SMA Kabupaten Kudus”. METODE PENELITIAN Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan dua minggu, dari minggu kedua bulan Mei 2015 sampai dengan minggu keempat Mei 2015 dan minggu ketiga Juli 2015 sampai dengan minggu keempat bulan November 2015. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XII IPA SMA 1 Jekulo, Kabupaten Kudus. Pelaksanaan dibagi menjadi tiga, yaitu pelaksanaan uji coba instrumen dilaksanakan di kelas XII IPA 4, pelaksanaan penelitian (pada kelas eksperimen) di kelas XII IPA 1, dan kelas kontrol di kelas XII IPA 2. Uji coba instrumen dilaksanakan satu kali pertemuan dan pelaksanaan eksperimen dilaksanakan dua kali pertemuan. Subjek Penelitian Subjek penelitian eksperimen ini adalah kemampuan siswa dalam materi menulis paragraf. Siswa yang diteliti berjumlah 106 siswa dari kelas XII IPA SMA 1 Jekulo Tahun Pelajaran 2015/2016. Jumlah siswa tersebut terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok uji coba ada 34 siswa, kelompok eksperimen ada 36 siswa, dan kelompok kontrol ada 36 siswa. Siswa yang dipilih adalah siswa kelas XII IPA SMA 1 Jekulo karena memiliki kemampuan keterampilan menulis yang hampir sama sehingga pemilihan kelas yang berbeda untuk pelaksanaan uji coba, eksperimen, dan kontrol, tidak akan berpengaruh pada hasil penelitian. Variabel Penelitian Variabel penelitian ini ada dua macam, yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Menurut Arikunto (2006: 119) variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau variabel penyebab, sedangkan variabel terikat adalah variabel akibat. Dua variabel dalam penelitian ini adalah 19 1. Variabel Bebas Variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah metode snowball throwing berbantuan media papan indikator. Metode ini dipilih sebagai variabel pengaruh karena berdasarkan hasil penelitian dan teori yang ada, metode snowball throwing sudah terbukti keberhasilannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Apalagi dalam penelitian ini metode tersebut didukung metode yang dapat menantang siswa untuk berkompetisi, yaitu media papan indikator. 2. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yang merupakan akibat berdasarkan variabel penyebab, maka variabel ini disebut juga variabel tergantung (dependent variable). Dalam penelitian ini variabel terikat adalah kemampuan siswa menulis paragraf. Berdasarkan pengalaman peneliti, kompetensi menulis siswa merupakan kompetensi yang paling rendah yang dimiliki siswa. Peneliti menentukan menulis paragraf karena menulis ini sebagai kemampuan dasar menulis wacana. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian eksperimen atau memberikan perlakuan tertentu pada kelas eksperimen. Eksperimen dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode snowball throwing berbantuan media papan indikator terhadap kemampuan keterampilan siswa di dalam menulis paragraf. Desain penelitian dilakukan dengan menggunakan Control Group Pre-Test-Post-Test dengan pola sebagai berikut. E adalah kelompok eksperimen K adalah kelompok control Lebih jelasnya deskripsi langkah-langkah penelitian dilakukan sebagai berikut E : O1 X O2 K : O3 X O4 20 1. Penyusunan Instrumen Penelitian Instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini ada dua yaitu, intrumen untuk mendapatkan data Pre-Test dan instrumen untuk mendapatkan data Post-Test. Instrumen tersebut diperoleh dari soal tes yang disusun berdasarkan kisi-kisi soal. Berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuat soal pilihan ganda sebanyak empat puluh soal. Soal tersebut diujicobakan untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas soal. 2. Uji Coba Instrumen Penelitian Instrumen penelitian berupa tes yang terdiri dari dua instrumen, yaitu Pre-Test dan Post-Test. Sebelum digunakan, kedua instumen tersebut diujicobakan pada kelas uji coba, yaitu kelas yang tidak termasuk kelompok eksperimen atau kelompok kontrol. Tujuannya agar instrumen tidak mengalami kebocoran. Tujuan diadakannya uji coba adalah untuk menentukan dan memilih intrumen yang baku karena kebakuan instrumen adalah syarat mutlak dalam penelitian eksperimental. Hasil uji coba dapat diperhatikan di dalam tabel berikut ini Tabel 1: Ringkasan Hasil Analisis Soal Hasil Analisis Nomor Soal Jumlah Soal Persentase Valid 1, 2, 3, 4, 7, 8, 9, 10, 11, 15, 16, 17, 19, 21, 22, 23, 24, 25, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 35, 36, 38, 39. 28 70% Tidak Valid 5, 6, 12, 13, 14, 18, 20, 26, 33, 34, 37, 40. 12 30% Dari dua puluh delapan soal tersebut dibagi dua untuk instrumen pre-test dan post-test. Namun, agar jumlah instrumen untuk dua kegiatan tersebut lima belas soal, maka ada dua soal yang akan disajikan berulang. Secara lengkap nomor berapa saja yang digunakan untuk instumen pre-test dan post-test dapat dikelompokkan sebagai berikut: Soal pre-test diambil 15 soal dari 28 soal yang valid, yaitu nomor 1, 3, 7, 8, 10, 15, 16, 21, 23, 24, 28, 29, 32, 35, dan 38. Soal pos-test diambil 15 soal dari 28 soal yang valid, yaitu nomor 2, 4, 7, 9, 11, 17, 19, 22, 25, 27, 30, 31, 32, 36, dan 39. Selain validitas instrumen, untuk mengetahuai tingkat kepercayaan instrumen juga dicari tingkat reliabilitas. Untuk menguji tingkat reliabilitas intrumen digunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil analisis adalah r hitung = 0,996 > 0,320 = r tabel (dk = 38 dan koefisien alpha = 0,05), sehingga dapat disimpulkan intrumen memiliki tingakat reliabilitas sangat tinggi. 21 3. Penentuan Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dipilih berdasarkan kesamaan kemampuan dan program studi. Hal ini agar faktor-faktor lain di luar variabel dapat diminimalisasi. Penelitian ini hanya untuk mengetahui pengaruh metode snowball throwing berbantuan media papan indikator terhadap kemampuan keterampilan siswa dalam menulis paragraf. Maka, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ditentukan pada kelas yang sama dan program studi yang sama, yaitu kelas XII IPA. 4. Pelaksanaan Pre-Test Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Pelaksanaan Pre-Test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol bertujuan untuk mendapatkan data awal sebelum perlakuan dilaksanakan. Kondisi awal sebelum perlakuan sangat membantu dalam penelitian ini karena kondisi awal menginformasikan keadaan yang sama baik kelompok eksperimen, maupun kelompok kontrol. Pelaksanaan Pre- Test menggunakan instrumen Pre-Test yang telah dipilih memiliki kebakuan sebagai alat tes. 5. Pelaksanaan Perlakuan pada Kelompok Eksperimen Langkah ini adalah langkah terpenting dalam penelitian eksperimen. Kelompok eksperimen akan mendapatkan pembelajaran menulis paragraf dengan menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator. Langkah-langkah pembelajaran dilakukan sesuai metode snowball throwing yang banyak dilakukan untuk melatih siswa membuat pertanyaan. Namun, dalam pembelajaran keterampilan menulis paragraf ini sudah dimodifikasi dengan penggunaan media. Secara lengkap langkah-langkah pembelajaran menulis paragraf dengan menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator adalah sebagai berikut: (a) guru menyampaikan materi menulis paragraf kepada semua siswa, (b) guru membentuk kelompok, (c) guru menyampaikan tugas melalui ketua kelompok, yaitu membuat kalimat sebagai awal untuk membuat paragraf, (d) ketua kelompok menyampaikan tugas kepada siswa lain yang termasuk kelompoknya, (e) siswa menerima lembar kertas kerja untuk membuat satu kalimat sebagai awal membuat paragraf, (f) siswa membuat sebuah kalimat di dalam kertas kerja dan diremas sehingga membentuk seperti bola salju, (g) siswa melempar kertas kerja kepada siswa lain (guru memastikan setiap siswa menerima satu kertas 22 kerja), (h) siswa melengkapi/ menambah satu kalimat lain yang koheren dengan kalimat sebelumnya. Ini dilakukan dengan cara mendiskusikan dengan siswa satu kelompoknya, (i) siswa meremas kertas kerja yang sudah berisi dua kalimat dan melemparkannya kepada siswa lain (langkah ini pun guru harus memastikan setiap siswa mendapat satu lembar kerja), (j) selanjutnya siswa mengulang langkah h dan i berulang-ulang sehingga diperoleh lembar kerja yang sudah terisi beberapa kalimat, (k) siswa membuat paragraf dengan menambahkan satu kalimat sebagai penutup paragraf, (l) siswa dalam kelompok mendiskusikan paragraf mana yang akan ditempelkan sebagai kuis dengan media papan indikator (dalam hal ini guru menjelaskan cara kerja papan indikator), (m) setiap kelompok memberikan tantangan kepada kelompok lain untuk mengurutkan kalimat-kalimat dalam papan tempel dan di pasang pada papan lighting, dan (n) kelompok yang menang adalah kelompok yang dapat mengurutkan dengan benar yang ditandai dengan lampu hijau menyala semua. 6. Pelaksanaan Post-Test Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Test dilakukan pada dua kelompok siswa yang diteliti. Instrumen Post-Test menggunakan instrumen yang memiliki kebakuan berdasarkan hasil analisis uji coba instrumen. Tujuan diadakannya Post-Test untuk mendapatkan data setelah diadakan perlakuan. Hasil Post-Test dibandingkan dengan hasil Pre-Test sehingga akan diperoleh kesimpulan apakah ada pengaruh penggunaan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator terahadap kemampuan keterampilan siswa di dalam menulis paragraf. Jika ada pengaruh, berapa besar pengaruh tersebut. METODE PENGUMPULAN DATA Data yang diperoleh adalah data kuantitatif. Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan tes. Tes dilakukan tiga kali, yaitu tes uji coba, pre-test, dan post-test. Tes uji coba dilakukan pada kelompok uji coba untuk menentukan dan memilih instumen yang memiliki kebakuan tes. Pre- test dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum pelaksanaan perlakuan. Tes ini berfungsi untuk mengetahui kondisi awal yang akan dibandingkan dengan Post-Test. Post-Test dilakukan setelah diadakan perlakuan pada kelompok eksperimen. Post-Test dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data akhir setelah ada perlakuan. Data Pre-test dan Post-Test, baik kelompok 23 eksperimen, maupun kelompok kontrol, dibandingkan untuk mengetahui pengaruh metode snowball throwing berbantuan media papan indikator terhadap kemampuan keterampilan siswa di dalam menulis paragraf. METODE ANALISIS DATA Analisis data kuantitatif dilakukan untuk mengetahui kebakuan instrumen dan pengaruh antara dua variable. Analisis data uji coba bertujuan untuk menentukan mana item tes yang valid dan mana yang tidak valid. Selanjutnya, item tes yang valid akan digunakan dalam Pre-Test dan Post-Test. Untuk mengetahui validitas intrumen digunakan rumus korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson: Keterangan: x = X – rerata X y = Y – rerata Y Hasil hitung dilambangkan dengan rh yang selanjutnya dikonfirmasikan dengan r tabel (rt). Jika rh > rt maka item valid, tetapi jika rh < rt maka item tidak valid. Untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel dilakukan dengan cara membandingkan selisih Post-Test dan Pre-test kelompok eksperimen dengan selisih Post-Test dan Pre-test kelompok kontrol. Rumus yang digunakan untuk menghitung efektivitas treatmen adalah dengan mengguanakan t-test Paired Two Sample for Means. Pengolahan data dilakukan menggunakan program excel untuk menegetahui harga thitung. Setelah dilakukan perhitungan thitung akan dikonfirmasi dengan ttabel. Setelah dikonfirmasi barulah dapat diketahui pengaruh pemberian perlakuan pada kelompok ekaperimen signifikan atau tidak. Secara lebih jelas dapat dilihat di dalam tabel berikut: No. Hasil Analisis Data Kesimpulan 1. Jika thitung < ttabel Tidak Signifikan 2. Jika thitung > ttabel Signifikan rxy= 24 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan desain control group pre-test-post-test. Menurut Arikunto (2006: 86) desain ini termasuk true experimental design. Ciri- ciri penelitian ini adalah adanya kelas eksperimen (E) yang diberi perlakuan dan kelas kontrol (K) yang tidak diberi perlakuan. Untuk mengetahui pengaruh pada hasil penelitian, maka baik kelompok eksperimen, maupun kelompok kontrol diberi pre-test dan post-test dengan menggunakan instrumen yang sama, yaitu tes pilihan ganda sebanyak lima belas soal. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini dikelompokkan menjadi empat, yaitu hasil pelaksanaan pembelajaran, hasil pre-test, hasil post-test, dan hasil uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). keempat hasil tersebut diuraikan dalam laporan hasil penelitian ini. 1. Hasil Pelaksanaan Pembelajaran Hasil pelaksanaan pembelajaran yang dilaporkan adalah pembelajaran pada kelas eksperimen karena kelas ini sebagai kelas perlakuan, sedangkan kelas kontrol tidak dilaporkan karena kelas kontrol tidak diberi perlakuan. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator dan kelas kontrol digunakan metode konvesional, yaitu metode ceramah dan tugas. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator dikelompokkan menjadi tiga kegiatan pokok, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Sebelum tiga kegiatan pokok dilakukan pre-test dan setelahnya dilakukan post- test. a. Kegiatan Awal Kegiatan awal ini dimulai dari memberikan salam kepada siswa dan menanyakan siswa yang tidak hadir. Kegiatan ini mengkondisikan siswa agar tidak tegang karena siswa merasa dirinya adalah bagian dari kegiatan pembelajaran. Siswa lebih siap mengikuti pembelajaran ketika guru menyampaikan apersepsi tentang kehidupan siswa dalam tulis-menulis dan menyampaikan tujuan pembelajaran. 25 b. Kegiatan Inti Kegiatan inti diwalai dengan penyampaian materi pembelajaran tentang paragraf oleh guru. Guru menggunakan tayangan power point melalui LCD. Ini dilakukan agar siswa memiliki motivasi yang tinggi. Guru kadangkala bertanya jawab dengan siswa berkaitan dengan isi materi. Langkah kedua kegiatan inti adalah pelaksanaan snowball throwing. Siswa mendapat penjelasan aturan main snowball throwing. Setelah itu, siswa membentuk kelompok. Masing-masing kelompok harus berkompetisi karena hasilnya akan ditayangkan dengan menggunakan media papan indikator. Kegiatan inti ini dilaksanakan siswa dengan semangat. Apalagi ketika masing-masing berkompetisi menggunakan media papan indikator c. Kegiatan Akhir Kegiatan akhir adalah kegiatan pemantapan dan penegasan materi pembelajaran. Untuk mengetahui kompetensi siswa, secara individu siswa menyusun paragraf berdasarkan topik yang dusampaikan oleh guru. Hasil pembelajaran pada kelas eksperimen secara umum berhasil dan baik diikuti siswa. Siswa memiliki motivasi yang tinggi. Lebih jelas motivasi siswa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode snowball throwing berbantuan papan indikator ini dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 2: Hasil Kuesioner Motivasi Siswa No. Pertanyaan Jawaban f % 1. Apakah Anda merasa senang mengikuti pembelajaran? Ya 36 94,7 Tidak 2 5,3 Jumlah 38 100 2. Apakah Anda merasa lebih mudah menerima materi pembelajaran? Ya 33 86,8 Tidak 5 13,2 Jumlah 38 100 3. Apakah Anda merasa ada manfaat menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator? Ya 35 92,1 Tidak 3 7,9 Jumlah 38 100 26 2. Data Nilai Awal Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Data nilai awal diperoleh dari hasil kegiatan pre-test. Soal pre-test menggunakan lima belas soal pilihan ganda yang sudah dianalisis validitas dan reliabilitas (soal pre-test dapat dilihat pada lampiran). Baik kelompok eksperimen, maupun kelompok kontrol mengerjakan soal yang sama. Pada pelaksanaan pre-test kelas eksperimen belum mendapat perlakuan pada materi menulis paragraf. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kompetensi awal kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen adalah kelas XII IPA 4 yang terdiri dari 38 siswa. Berdasarkan pre-test, nilai tertinggi kelompok eksperimen adalah 93 dan nilai terendah 40, dengan rentang nilai (R) adalah 53, dari perhitungan (fi xi) = 2.599 dan (fi xi 2) = 176.914 , maka diperoleh rata-rata ( x ) = 68,07 dengan simpangan baku 12,88. Untuk menentukan banyaknya kelas interval dan panjang interval dilakukan dengan menggunakan aturan Sturges, penghitungannya sebagai berikut: Menentukan banyak kelas interval Banyak kelas interval = 1 + 3,3 log n (n adalah banyaknya data) = 1 + 3,3 log 38 = 1 + 3.3 (1,6) = 1 + 4,9 = 5,9 Sehingga banyaknya kelas ditetapkan sebanyak 6 kelas Menentukan panjang kelas interval (p) Panjang kelas interval = = 53 : 6 = 8.83 Sehingga panjang kelas interval adalah 9. Berdasarkan data tersebut dapat dibuat tabel data nilai pre-test kelompok eksperimen sebagai berikut Rentang (R) Banyaknya kelas 27 Tabel 3: Data Nilai Pre-Test Kelompok Eksperimen No. Interval Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif 1. 85 – 93 3 7,90% 2. 76 – 84 8 21,05% 3. 67 – 75 12 31,58% 4. 58 – 66 7 18,42% 5. 49 – 57 5 13,16% 6. 40 – 48 3 7,90% Berdasarkan data tabel tersebut dapat diperjelas dengan menggunakan histogram sebagai berikut: Pada pelaksanaan pre-test kelas kontrol yaitu kelas XII IPA 1 yang terdiri dari 38 siswa diperoleh data nilai tertinggi adalah 87 dan nilai terendah 40, dengan rentang nilai (R) adalah 47, dari perhitungan (fi xi) = 2.609 dan (fi xi 2) = 178.508 , maka diperoleh rata-rata ( x ) = 68,42 dengan simpangan baku 13,48. Untuk menentukan banyaknya kelas interval dan panjang interval dilakukan dengan menggunakan aturan Sturges, penghitungannya sebagai berikut: Menentukan banyak kelas interval Banyak kelas interval = 1 + 3,3 log n (n adalah banyaknya data) = 1 + 3,3 log 38 = 1 + 3.3 (1,6) = 1 + 4,9 = 5,9 Sehingga banyaknya kelas ditetapkan sebanyak 6 kelas Grafik 1: Data Nilai Pre-Test Kelompok Eksperimen 28 Menentukan panjang kelas interval (p) Panjang kelas interval = = 47 : 6 = 7.83 Sehingga panjang kelas interval adalah 8. Berdasarkan data tersebut dapat dibuat tabel data nilai pre-test kelompok kontrol sebagai berikut: Tabel 4: Data Nilai Pre-Test Kelompok Kontrol No. Interval Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif 1. 80 – 87 11 28,95% 2. 72 – 79 6 15,79% 3. 64 – 71 9 23,68% 4. 56 – 63 6 15,79% 5. 48 – 55 1 2,64% 6. 40 – 47 5 13,15% Berdasarkan data tabel tersebut dapat diperjelas dengan menggunakan histogram sebagai berikut 3. Data Nilai Akhir Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Data nilai akhir diperoleh dari hasil kegiatan post-test. Soal post-test menggunakan lima belas soal pilihan ganda yang berbeda dengan soal pre- test, tetapi dari kisi-kisi yang sama. Soal post-test ini juga sudah dianalisis validitas dan reliabilitas (soal post-test dapat dilihat pada lampiran). Rentang (R) Banyaknya kelas Grafik 2: Data Nilai Pre-Test Kelompok Kontrol 29 Pada pelaksanaan post-test kelas eksperimen dilakukan setelah mendapat perlakuan yaitu metode snowball throwing berbantuan media papan indikator pada materi menulis paragraf. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian perlakuan dengan metode tersebut dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Dengan data siswa yang sama dan kelas yang sama diperoleh data nilai post-test sebagai berikut, nilai tertinggi kelompok eksperimen adalah 93 dan nilai terendah 47, dengan rentang nilai (R) adalah 46, dari perhitungan (fi xi) = 2.731 dan (fi xi 2) = 206.982 , maka diperoleh rata-rata ( x ) = 75,79 dengan simpangan baku 10,21. Untuk menentukan banyaknya kelas interval dan panjang interval dilakukan dengan menggunakan aturan Sturges, penghitungannya sebagai berikut: Menentukan banyak kelas interval Banyak kelas interval = 1 + 3,3 log n (n adalah banyaknya data) = 1 + 3,3 log 38 = 1 + 3.3 (1,6) = 1 + 4,9 = 5,9 Sehingga banyaknya kelas ditetapkan sebanyak 6 kelas. Menentukan panjang kelas interval (p) Panjang kelas interval = = 56 : 6 = 7.67 Sehingga panjang kelas interval adalah 7 atau 8. Berdasarkan data tersebut dapat dibuat tabel data nilai post-test kelompok eksperimen sebagai berikut Tabel 5: Data Nilai Post-Test Kelompok Eksperimen No. Interval Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif 1. 87 – 93 10 26.32% 2. 79 – 86 9 23,68% 3. 71 – 78 7 18,43% 4. 63 – 70 9 23,68% 5. 55 – 62 2 5,26% 6. 47 – 54 1 2,63% Rentang (R) Banyaknya kelas 30 Berdasarkan data tabel tersebut dapat diperjelas dengan menggunakan histogram sebagai berikut: Pada pelaksanaan post-test kelas kontrol yaitu kelas XII IPA 1 yang terdiri dari 38 siswa diperoleh data nilai tertinggi adalah 87 dan nilai terendah 40, dengan rentang nilai (R) adalah 47, dari perhitungan (fi xi) = 2.653 dan (fi xi 2) = 182.447 , maka diperoleh rata-rata ( x ) = 68,77 dengan simpangan baku 12,88. Untuk menentukan banyaknya kelas interval dan panjang interval dilakukan dengan menggunakan aturan Sturges, penghitungannya sebagai berikut: Menentukan banyak kelas interval Banyak kelas interval = 1 + 3,3 log n (n adalah banyaknya data) = 1 + 3,3 log 38 = 1 + 3.3 (1,6) = 1 + 4,9 = 5,9 Sehingga banyaknya kelas ditetapkan sebanyak 6 kelas Menentukan panjang kelas interval (p) Panjang kelas interval = = 47 : 6 = 7.83 Sehingga panjang kelas interval adalah 8. Grafik 3: Data Nilai Post-Test Kelompok Eksperimen Rentang (R) Banyaknya kelas 31 Berdasarkan data tersebut dapat dibuat tabel data nilai post-test kelompok kontrol sebagai berikut: Tabel 6: Data Nilai Post-Test Kelompok Kontrol No. Interval Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif 1. 80 – 87 12 31,58 2. 72 – 79 9 23,68 3. 64 – 71 7 18,42 4. 56 – 63 3 7,89 5. 48 – 55 2 5,27 6. 40 – 47 5 13,16 Berdasarkan data tabel tersebut dapat diperjelas dengan menggunakan histogram sebagi berikut 4. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis Analisis data penelitian dimaksud untuk mengetahui pengaruh pemberian perlakuan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator pada kelompok eksperimen terhadap kelompok kontrol. Analisis data tersebut dilakukan pada saat pelaksanaan pre-test dan post-test. a. Analisis Data Keadaan Awal Tujuan dari analisis data awal adalah untuk mengetahui apakah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki kemampuan yang sama atau berbeda sebelum kelompok eksperimen diberi perlakuan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator dan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan, hanya menggunakan metode konvensional. Grafik 4: Data Nilai Post-Test Kelompok Kontrol 32 Adapun langkah-langkah yang ditempuh untuk menganlisis data awal adalah 1) Uji Normalitas Data Nilai Pre-Test Ho = data berdistribusi normal Ha = data tidak berdistribusi normal Dengan kriteria pengujian, Ho ditolak jika x2hitung  x 2 tabel untuk taraf nyata  = 0,05 dan db = N-1 dan Ho diterima jika x2hitung < x 2 tabel. Tabel 7 Daftar Chi Kuadrat Data Nilai Awal No Kelas Kemampuan x2hitung x2tabel 1. Eksperimen Tes Awal 39,8 55,8 2. Kontrol Tes Awal 23,7 55.8 2) Uji Homogenitas Data Nilai Pre-Test Ho = 1 2 = 2 2 Ha = 1 2 2 2 Dengan kriteria pengujian Ho diterima jika Fhituk < Ftabel untuk taraf nyata  = 0,05 dan db = N-1. Berikut ini disajikan data hasil perhitungan uji homogenitas. Tabel 8 Hasil Uji Homogenitas Nilai Pre-Test No. Kelas Kemampuan Varian n Fhitung Ftabel 1. Eksperi. Tes Awal 166,14 38 0,913 0,5782. Kontrol Tes Awal 181,82 38 b. Pengaruh Hasil Pre-Test Kelompok Eksperiemn dan Kelompok Kontrol Menurut perhitungan hasil pre-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang sama-sama belum mendapat perlakuan diperoleh hasil rata-rata nilai pre-test kelompok eksperimen adalah 68,07 dengan nilai simpangan baku 12,88. Untuk kelompok kontrol diperoleh hasil rata-rata nilai pre-test adalah 68,42 dengan nilai simpangan baku 13,48. Berdasarkan hasil perhitungan t-test diperoleh thitung = 0,116 dan dikonsultasikan ttabel pada  = 0,05 dengan dk = (n1 + n2 – 2) = 74 diperoleh ttabel = 1,67 dan ttabel = 2,39 pada  = 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa thitung < ttabel baik pada taraf 95 %, maupun 99% sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Ini artinya bahawa antara kelompok eksperimen, maupun kelompok kontrol memliliki rata-rata yang sama atau tidak signifikan. 33 c. Pengaruh Hasil Post-Test Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Menurut perhitungan hasil pembelajaran setelah kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa penggunaan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator pada pembelajaran menulis paragraf dan kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan karena hanya menggunakan metode konvensional, yaitu metode ceramah dan tugas, maka diperoleh hasil rata-rata nilai post-test kelompok eksperimen adalah 75,79 dengan nilai simpangan baku 10,21. Untuk kelompok kontrol diperoleh hasil rata-rata nilai post-test adalah 68,77 dengan nilai simpangan baku 12.88. Berdasarkan hasil perhitungan t-test diperoleh thitung = 2,631 dikonsultasikan ttabel pada  = 0,05 dengan dk = (n1 + n2 – 2) = 74 diperoleh ttabel = 1,67 dan ttabel = 2,39 pada  = 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel baik pada taraf 95 %, maupun 99% sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ini artinya bahawa antara kelompok eksperimen, maupun kelompok kontrol memliliki rata-rata yang tidak sama atau berbeda secara signifikan. Pembahasan Hasil Penelitian Di dalam pembahasan hasil penelitian ini dikelompokkan menjadi empat, yaitu (1) pembahasan hasil pelaksanaan pembelajaran, (2) pembahasan hasil nilai awal, (3) pembahasan nilai akhir, dan (4) pembahasan hasi uji hipotesis. Secara lengkap pembahasan tersebut diuraikan berikut. 1. Pembahasan Hasil Pelaksanaan Pembelajaran Secara umum hasil pelaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen berjalan dengan baik. Guru menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator dilakukan dengan menggunakan urutan dan langkah-langkah sesuai dengan perencanaan. Bahkan guru mampu mengembangkan metode tersebut dengan menggunakan media papan indikator. Siswa sebagai subjek pembelajaran juga mengikuti dengan tertib dan memiliki motivasi yang tinggi. Hal ini dibuktikan dari data hasil kuesioner. Ada 36 siswa (94,7%) dari 38 siswa yang merasa senang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator, sedangkan yang merasa tidak senang hanya 2 siswa atau 5,3%. Siswa juga merasa ada manfaatnya menggunakan metode ini, ada 35 siswa (92,1%) yang merasakan hal tersebut, tetapi ada juga yang merasa 34 tidak ada manfaatna, ada 3 siswa (7,9%). Siswa merasa lebih mudah jika menggunakan metode ini, ada 33 siswa (86,8%) yang merasa lebih mudah, sedangkan siswa yang tidak merasa lebih mudah ada 5 siswa (13,2%). Ada juga kelemahan pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator, yaitu kurangnya pemahaman siswa pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan metode ini, ada siswa yang merasa bahwa permainan “bola salju” adalah tujuan akhir, dan media papan indikator yang perlu disempurnakan. Metode snowball throwing baru dikenal dan diterapkan siswa sehingga siswa banyak bertanya ketika mengikuti pembelajaran, bahkan ada beberapa siswa yang salah, tidak mengikuti sesuai dengan aturan mainnya. Ada beberapa siswa keasyikan bermain “bola salju” sehingga tidak tahu bahwa “bola salju” hanya sebagai saran untuk memotivasi siswa untuk belajar menulis paragraf. Kurang sempurnya media papan indikator sebagai salah satu kendala karena ketika dinyalakan ada lampu indikator yang tidak dapat menyala sehingga siswa tidak mengetahui kalimat tersebut sudah sesuai dengan urutannya atau belum. 2. Pembahasan Hasil Nilai Awal Kegiatan awal ini adalah pemerian pre-test kepada siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kegiatan ini, baik kelompok ekspserimen, maupun kelompok kontrol belum mendapat perlakuan. Hasil tersebut menunjukkan adanya persamaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil rata-rata kelompok eksperimen 68,07 dan kelompok kontrol 68,48. Nilai tertinggi memang berbeda, yaitu kelompok eksperimen 93 dan kelompok kontrol 87, tetapi nilai terendah sama, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama-sama 40. Standar deviasi ternyata kelompok eksperimen hanya bernilai 12,88, tetapi kelompok kontrol 13,48. Berdasarkan data tersebut, baik kelompok eksperimen, maupun kelompok kontrol memiliki kesamaan dalam kemampuan materi menulis paragraf. 3. Pembahasan Hasil Nilai Akhir Setelah siswa kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa metode snowball throwing berbantuan media papan indikator dan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan karena hanya menggunakan metode konvensional, maka diadakanlah post-test. Hasil post-test menunjukkan adanya perubahan pada kelompok eksperimen. Hal ini tampak pada nilai rata-rata post-test, 35 kelompok eksperimen nilai rata-ratanya menjadi 75,79 dari 68,07. Artinya, nilai rata-rata kelompok eksperimen mengalami kenaikan sebesar 7,79 poin. Pada kelompok kontrol, nilai rata-rata post-test hanya 68,77. Jika dibandingkan nilai rata-rata pre-test, maka kelompok kontrol nilai rata-ratanya hanya naik, 0,29 poin. Pada nilai terendah juga mengalami perubahan pada kelompok eksperimen. Pada kelompok eksperimen nilai terendah post-test adalah 47, tetapi pada kelompok kontrol nilai terendah masih tetap 40. Untuk nilai tertinggi post-test, baik kelompok eksperimen, maupun kelompok kontrol tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok eksperimen tetap 93 dan kelompok kontrol juga tetap 87. Standar deviasi untuk kelompok ekaperimen mengalami penurunan menjadi 10,21. Demikian juga pada kelompok kontrol juga mengalami penurunan menjadi 12,88. 4. Pembahasan Hasil Uji Hipotesis Pada kemampuan awal yang dimiliki siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah sama. Hal ini tampak pada hasil pre-test setelah dilakukan uji normalitas kelompok eksperimen hasilnya Ho diterima karena thitung < ttabel, yaitu 39,8 < 55,8. Demikian juga untuk kelompok kontrol, Ho juga tidak diterima karena thitung < ttabel, yaitu 23,7 < 55,8. Ini berarti dari awal kedua kelas, baik kelompok eksperimen, maupun kelompok kontrol adalah berdistribusi tidak normal. Berdasarkan uji homogenitas dengan kriteria pengujian Ho diterima jika Fhitung < Ftabel untuk taraf nyata  = 0,05 dan db = N-1, diperoleh Fhitung = 0,913 dan Ftabel diperoleh 0,578. Karena Fhitung > Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa data awal berdistribusi tidak homogen. Jadi, berdasarkan kedua uji hipotesis tes awal dapat disimpulkan bahwa kondisi kemampuan awal siswa sebelum dikenai perlakuan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator untuk kelompok eksperimen dan metode konvensional untuk kelompok kontrol memiliki kemampuan yang setara atau sama. Hal lain lebih diperjelas setelah dilakukan uji t atau t-test dari nilai awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil perhitungan t-test diperoleh thitung = 0,116 dan dikonsultasikan ttabel pada  = 0,05 dengan dk = (n1 + n2 – 2) = 74 diperoleh ttabel = 1,67 dan ttabel = 2,39 pada  = 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa thitung < ttabel baik pada taraf 95 %, maupun 99% sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Ini artinya bahawa antara kelompok eksperimen, maupun kelompok kontrol memliliki rata-rata yang sama atau tidak signifikan. 36 Perbedaan akan tampak setelah kelompok eksperimen diberi perlakuan yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator dan kelompok kontrol hanya menggunakan metode konvensional. Setelah selesai kedua kelompok diberi post-test dan hasilnya dianalisis dengan menggunakan t-test. Berdasarkan hasil perhitungan t-test diperoleh thitung = 2,631 dan dikonsultasikan ttabel pada  = 0,05 dengan dk = (n1 + n2 – 2) = 74 diperoleh ttabel = 1,67 dan ttabel = 2,39 pada  = 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel baik pada taraf 95%, maupun 99% sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ini artinya bahwa antara kelompok eksperimen, maupun kelompok kontrol memliliki rata-rata yang tidak sama atau berbeda secara signifikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator pada materi menulis paragraf yang dilakukan pada siswa kelas XII IPA SMA 1 Jekulo Kudus. PENUTUP Simpulan Berdasarkan uraian di dalam pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan: 1. Kegiatan pembelajaran menggunakan metode snowball throwing berbantuan media papan indikator dapat berjalan dengan baik. Hal ini tampak pada guru yang dapat menerapkan metode tersebut dengan urut, sesuai langkah-langkah di dalam perencanaan. Siswa juga merasa senang dan termotivasi mengikuti pembelajaran. 2. Pada kegiatan awal dilakukan pre-test untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasilnya adalah baik kelompok eksperimen, maupun kelompok kontrol memiliki kemampuan yang setara atau sama. 3. Perlakuan pada kelompok eksperimen berdampak sangat signifikan. Ada pengaruh yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah dilakukan analisis uji hipotesis dari hasil post-test. Saran Hasil penelitian ini berdasarkan eksperimen yang dilakukan peneliti untuk menerapkan metode yang inovatif. Oleh karena itu, pada kesempatan ini ada beberapa saran berkaitan dengan hasil penelitian. 37 1. Hasil penelitian ini sebagai sumbang pikir untuk meningkatkan mutu pemebelajaran di kelas. Guru dapat menerapkannya dengan beberapa penyesuaian. 2. Guru hendaknya kreatif di dalam memilih metode yang bermutu sehingga siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. 3. Tidak ada metode yang sempurna, baik atau pun tidak tergantung dari cara guru mengemasnya untuk diterapkan di dalam pembelajaran di kelas. Maka, guru sebaiknya jangan terlalu fanatik pada satu metode yang dianggapnya metode paling baik. Carilah metode sebanyak mungkin sehingga pembelajaran di kelas akan lebih bervariasi. DAFTAR PUSTAKA Agustina, Entin T. 2013. "Implementasi Model Pembelajaran Showball Throwing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Membuat Produk Kria Kayu dengan Peralatan Manual." Jurnal Invotec Volume IX (No. 1): 17-28. Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipto. Asrori, Mohib. 2010. Penggunaan Model belajar Showball Throwing dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Jayanti, Entri. 2013. Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi dengan Media Gambar pada Siswa Kelas XI SMK PN 2 Purworejo Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi, Purworejo: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Universitas Muhammadiyah Purworejo. Keraf, Gorys. 1989. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahas. Ende- Flores: Nusa Indah. Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Mahmudah, Siti. 2009. Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi dengan Penontonan Power Point Gambar Tumbuhan atau Binatang melalui Metode Inkuiri pada SIswa Kelas II SD Negeri 4 Jati Wetan Kudus Tahun Ajaran 2008/2009. . Skripsi, Semarang: FPBS - Universitas Negeri Semarang. Moeliono, Anton M, dkk. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 38 Solchan T. W., dkk. 2011. Pendidikan Bahasa Indonesia di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Metode Penelitian Pendidikan . Bandung: Rosda Karya. Suparno, and Muhamad Yunus. 2011. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka. Syafe'i, Imam, Mam'ur Saadie, and Roekhan. 1997. Materi Pokok Pendekatan Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka. Syamsudin, A. R., and S. Damayanti Vismaia. 2006. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: Rosda Karya. Tarigan, Hendry Guntur. 1994. Membaca sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa . —. 2008. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Bandung: Angkasa. Widodo, P. Slamet. 2009. "Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalui Metode Snowball Throwing dalam Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan." Jurnal Pendidikan Penabur No. 13, Tahun ke-8: 44-55. Widodo, Rachmad. 2009. Model Pembelajaran 'Snowball Throwing'. Jakarta: Bumi Aksara. Zaimar, Okke Kusuma Sumantri, and Ayu Basoeki Harahap. 2011. Telaah Wacana. Jakarta: The Intercultural Institute. Page 1 Page 2 Page 1 Page 2