Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 77 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Vol. 7, No. 1, Juli 2020 PROFESI PENDIDIKAN DASAR e-ISSN: 2503-3530 p-ISSN: 2406-8012 DOI: doi.org/10.23917/ppd.v1i1.10996 ANALISIS KELAYAKAN BUKU PENILAIAN (BUPENA) DISEKOLAH DASAR Fitri Puji Rahmawati1), Efi Rusdiyani2) 1, 2) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta 1fpr223@ums.ac.id, 2A510150009@student.ums.ac.id PENDAHULUAN Pendidikan merupakan komponen utama untuk mencerdaskan sumber daya manusia dari suatu bangsa. Pendidikan menjadi suatu kebutuhan yang harus terpenuhi oleh setiap orang. Dalam proses pendidikan berkaitan erat dengan adanya proses pembelajaran atau yang sering dikenal dengan proses belajar mengajar. Kegiatan proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik jika di tunjang dengan sarana dan prasana. Salah satu sarana yang di butuhkan adalah buku ajar atau buku teks Penggunaan buku teks merupakan salah satu unsur yang harus ada di sekolah yang memuat materi pembelajaran yang digunakan untuk membatu siswa dalam meningkatkan kemampuan dalam belajar (Bahrul Hayat dan Suhendra Yusuf, 2010: 285). Buku yang digunakan di sekolah saat ini merupakan buku yang berbasis kurikulum 2013. Penyusunanan kurikulum 2013 mencakup 3 prinsip mendasar yaitu terintergrasi dengan lingkungan, pembelajaran dirancang agar siswa mampu menemukan tema serta efisiensi. Abstract: The research objective is to describe the appropriateness of the Assessment Book (Bupena) based on the content, presentation, language, graphics, and moral values contained therein. Bupena is one of the textbooks used by the Surakarta 16 Muhammadiyah Primary School. This research method is a descriptive qualitative method, which produces descriptive data in the form of written words. The research design is book analysis with data analysis techniques in the form of data collection, data recording, data reduction, drawing conclusions, and describing. The validity used is semantic validity. Based on the results of the analysis of the feasibility of the contents or content of the book Bupena presents material that is easy to understand in accordance with the development of students' age, the presentation of books that address the material contextually, the graphics of books that place the illustrations as well- organized explanations, Bupena books included in the category of proper use. The language used in the book is still found errors like mistakes in writing vocabulary. As well as the lack of moral values contained in the book, make a bhasa assessment and the moral values in the Bupena book are inadequate and need improvement. Keywords: content, presentation, language, graphics, moral values mailto:fpr223@ums.ac.id mailto:A510150009@student.ums.ac.id Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 78 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Menurut Akbar, Sa’dun (2013:33) buku teks yaitu buku yang digunakan sebagai rujukan atau referensi dalam mata pelajaran. Untuk itu sangat diperlukan buku ajar sesuai dengan perkembangan siswa (Afandi, ’Alia N. & Aka, 2019.) Buku ajar adalah buku yang digunakan sebagai buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar yang disusun oleh pakar dalam bidangnya untuk maksud- maksud dan tujuan instruksional, yang dilengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya disekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang suatu progam pengajaran (Muslich,2010: 50). memberikan garis besar dasar untuk peran perantara buku pelajaran ntuk mengajar dan mendorong siswa untuk membangun pengetahuan baru, menyeimbangkan detail dan ketepatan informasi, menyediakan sistem matematika yang logis dan konsisten, mengajukan pertanyaan baru, dan memberikan siswa informasi yang aktif, kreatif, dan banyak sisi. (Gelfman, et.al, 2004) Buku ajar pada umumnya memiliki anatomi buku yang terdiri dari: (1) halaman pendahuluan terdiri dari halaman judul, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, kata pengantar, dan pakarta; (2) halaman inti yang terdiri atas uraian rincian setiap bab, subbab disertai dengan contoh latihan dan soal-soal yang harus diselesaikan peserta didik; (3) halaman penutup yang terdiri dari lampiran, pustaka, kunci jawaban, dan glossary (Agustina, 2011:75). Mikk (2000: 69-99) menguatkan tentang karakteristik buku pelajaran yang baik perlu mempertimbangkan konten, aspek pembentukan nilai, elemen motivasi, aksesibilitas, ilustrasi, dan panduan belajar. Siswa kelas 1 berada tahap operasional kongkret dimana pada tahap tersebut siswa perlu belajar secara kontektual. Pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan pembelajaran yang mengaitkan dengan kehidupan nyata sehari-hari siswa siswa baik di keluarga, masyarakat dan sekolah (Komalasari,2014:7). Konsep pembelajaran siswa kelas 1 merupakan konsep mengajarkan kepada siswa belajar membaca, menulis dan menghitung. Sehingga kurang tepat jika siswa kelas 1 harus membaca secara panjang dalam bacaan dan harus membaca lancar (Yusuf, 2011: 69-70). Untuk itu sangat perlu mengetahui kesesuaian buku dengan perkembangan anak, perlu adanya analisis pada buku ajar yang digunakan sebagai sumber belajar siswa (Niron, 2013: 21-22). Analisis yang dilakukan pada Bupena kurikulum 2013 kelas 1 semester 1 untuk mengetahui kelayakan dari segi isi/materi, penyajian, kegrafikan, bahasa, dan nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam buku. Berkaitan dengan nilai-nilai akhlak, buku ini digunakan oleh Sekolah Dasar Muhammadiyah 16 Surakarta yang menjalankan dua kurikulum yakni kurikulum 2013 dan kurikulum syariah. Kompetensi dasar dari kurikulum syariah yang diterapkan untuk kelas 1 ialah menekankan pada kemampuan memahami nilai-nilai akhlak meliputi akhlak kepada Allah, diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Kompetensi ini diajarkan bersama dengan mengajarkan materi lain yang terdapat dalam muatan tematik di Kurikulum 2013. Oleh karena materi ini wajib ada dalam pembelajaran, maka berkaitan dengan sumber belajar yakni buku ajar seharusnya memenuhi kriteria kelayakan nilai- nilai akhlak. Salah satu sumber belajar berbentuk Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 79 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 buku yang dipilih dan digunakan oleh SD tersebut ialah Bupena sebagai buku pendamping dari Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menghasilkan data deskriptif kata- kata yang diperoleh melalui wawancara maupun observasi perilaku seseorang. Desain penelitian yang dipilih yakni analisis konten buku. Data penelitian yang digunakan adalah buku dengan judul Buku Penilaian (Bupena) kelas 1 SD. Pengguna buku ini ialah SDM 16 Surakarta. Objek penelitian ialah kelayakan isi/materi, kegrafikan, penyajian, bahasa, dan nilai akhlak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar analisis dokumen yang disusun berdasarakan landasan teori tentang isi/materi, kegrafikan, penyajian, bahasa, dan nilai akhlak. Analisis data yang digunakan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis dimuat ke dalam tabel checklist, selanjutnya dijabarkan melalui kata-kata hasil dari analisis yang ada pada buku tersebut. Keabsahan data didasarkan pada validitas yang digunakan dalam penelitian yakni validitas semantis yaitu validitas yang mengetengahkan sejauh mana kategori dari analisis teks sesuai dengan makna teks dan sesuai dengan konteks yang dimiliki (Kripendorff, 2004:323). Pemeriksaan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik dengan mencocokkan data yang diperoleh hasil wawancara dengan hasil analisis buku yang telah dilakukan. Wawancara dilakukan dengan guru SDM 16 Surakarta kelas 1 untuk mengetahui buku pelajaran yang digunakan. Pembacaan dan pencatatan secara cermat terhadap buku Bupena. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dalam penelitian ini merupakan data dari teknik pembacaan dan pencatatan yang dilakukan secara cermat terhadap isi/materi, kegrafikan, penyuntingan, bahasa, dan nilai akhlak dalam buku Bupena. Hasil analisis tersebut dapat dilihat dalam tabel 1. Tabel 1. Analisis Komponen Kelayakan Buku No Komponen Subkomponen Halaman 1. Isi (8) Materinya berorientasi pada aktivitas yang mendorong pemahaman konsep 3.4,5,7,23,44,65,87,1 11,131 Kemutakhiran materi 5,26,38.43,48.51,57,8 0,75 Materi mendorong berpikir tingkat tinggi 18,35,41,51,61,71,81, 92,120,138 Materi yang mengarah pada rasisme Materi pornografi Mengakomodasi keberagaman 66,68 Wawasan gender 5,10,13,18,25 Kelengkapan materi Mendorong keterlibatan siswa untuk aktif belajar 41,61,82,100,102,109 ,116,120,129,151 2. Penyajian (4) Keterkaitan antara volume atau jilid 3,23,43,65.87111,131 ,153 Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 80 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Materi disajikan secara kontekstual 4,17,25,31,48,90 Materi disajikan mengikuti sistematika keilmuan 7,11,15,16,1829 Anatomi buku ajar Ix, v 3. Bahasa (5) Keakuratan penggunaan tanda baca atau symbol Penggunaan istilah yang akurat (kata dan kalimat) Menggunakan bahasa yang memiliki makna ganda 3,11,26,43,57,81 Penggunaan bahasa yang baik dan benar 51 Penggunaan istilah 4. Grafika (3) Tata letak yang estetis 3,23,43,65,81,111,13 1,151 Tata letak yang dinamis 3,11,23,28,45.73,88,1 05 Ilustrasi yang memperjelas materi 3,5,10,17,23,31,48,52 ,56,69 Tipografi yang tinggi Penggunaan gambar yang akurat 4,17,23,48,58,87,94,1 02,105,122 5 Nilai-Akhlak (a) Akhlak terhadap Allah Mencintai Allah melebihi cinta kepada apa dan siapapun dengan menjadikan Aquran sebagai pedoman hidup Melaksanakan segala perintah dan menjahui larangan- Nya untuk mendapat ridha-Nya 10,11,25 Mensyukuri dan menerima ketentuan Allah setelah berikhtiar Bertaubat dan memohon ampun kepada Allah (b) Akhlak terhadap diri sendiri Memelihara kerapian serta kesucian lahir dan batin 25,48,52,56 Tenang Menambah pengetahuan sebagai bekal amal Membina disiplin diri Menutup aurat 5,,11,13,18 Jujur dalam perbuatan dan perkataan Sabar dan Ikhlas Rendah hati Melakukan perbuatan yang baik Menjauhi dengki dan dendam Berlaku adil terhadap orang lain (c) Akhlak terhadap keluarga Saling membina rasa cinta dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga 80,111,113,115,116,1 20,122,125 Saling menunaikan kewajiban untuk memperoleh hak Berbakti pada ibu-bapak Saling mendoakan Bertutur kata lemah lembut (d) Akhlak terhadap tetangga Saling membantu di waktu senang maupun susah Saling memberi Saling menghormati Saling menghindari pertengkaran dan permusuhan Hasil analisis yang berkaitan dengan kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan grafika terhadap buku Bupena dapat dipaparkan beberapa contoh temuannya sebagai berikut. Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 81 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Analisis Buku Penilaian dari Segi Isi Buku Dari komponen penilaian yang ada dari segi isi buku Bupena, berdasarkan hasil analisis isi, buku ini layak digunakan karena memiliki kriteria sebagai berikut. 1. Materinya berorientasi pada aktivitas yang mendorong pemahaman konsep. Salah satu materi yang penerapan pemahaman konsep termuat pada halaman 3. Gambar 1. Lembar Halaman 3 di Buku Bupena Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa materi yang temuat dalam buku mengajarkan kepada siswa untuk mengucapkan salam ketika akan pergi atau keluar dari dari rumah. Materi dilengkapi dengan gambar yang sesuai dengan materi . Siswa kelas 1 merupakan usia anak belajar secara kongkret apa yang mereka lihat dengan bantuan gambar yang termuat pada materi dapat membantu meningkat pemahan siswa. Gambar pada teks menjadi media yang memudahkan guru untuk menyapaikan pesan kepada siswa. Sehingga dari proses pembelajaran tersebut pesan dari proses pembelajaran dapat tersampaikan dan mudah diterima oleh siswa serta meningkatkan proses dan hasil belajar (Yuliana & Yudi, 2015) 2. Kemutakhiran materi, dalam buku Bupena memuat materi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa serta sesuai dengan KD. Salah satu KD yang termuat pada buku tersebut adalah 3.4 Memahami kosa kata tentang anggota tubuh dan panca indra serta perewatannya melalui teks pendek dan ekplorasi lingkungan. Contoh kemukhtahiran materi pada halaman 26 Gambar 2. Lembar Halaman 26 di Buku Bupena Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 82 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Pada teks bacaan diatas menjelaskan panca indra yang ada di bagian tubuh manusia secara jelas. Serta disertai dengan contoh kegunaan indra sehingga materi tersebut sesuai dengan KD 3.4 yang ingin di capai dalam proses pembelajaran. 3. Materi mendorong berpikir tingkat tinggi Keterampilan berpikir tingkat tinggi perlu dilatih bukan hanya pada siswa tingkat lanjutan namun harus dilatih sejak dini seperti pada siswa sekolah dasar (Arini, 2017). Pada soal latihan menyusun huruf mengajarkan siswa untuk memecahkan masalah. Membentuk kemampuan siswa untuk berfikir tingkat tinggi agar jawaban sesuai. Contoh mendorong berpikir tingkat tinggi terdapat pada halaman 18 Gambar 3. Lembar Halaman 18 di Buku Bupena Berdasarkan gambar 3 dapat dilihat bahwa buku Bupena merupakan buku yang menerapkan proses pembelajaran dengan melatih siswa untuk berfikir tingkat tinggi. Ciri utama keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah kritis dan kreatif (Conklin, 2012: 14). Hal tersebut dapat dilihat dari siswa yang dilatih untuk kreatif mencari kosa kata yang tepat dan sesuai dengan jawaban yang disediakan pada buku. 4. Mengakomodasi keberagaman Keberagaman merupakan ciri khas atau perbedaan yang dimiliki setiap orang, dalam mengenal keberagaman yang ada dilingkungan seperti keberagaman hobi, keberagaman bentuk fisik, terdapat di halaman 66 Gambar 4. Lembar Halaman 66 di Buku Bupena Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 83 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Berdasarkan teks yang di pahami oleh siswa untuk pendalam materi, siswa dikenalkan dengan ciri khas anggota keluarganya. 5. Wawasan gender Dari gambar dan kalimat mengajarkan tentang wawasan gender antara laki-laki dan perempuan perbedaan seperti suara, terdapat pada halaman 5. Gambar 5. Lembar Halaman 5 di Buku Bupena Berdasarkan teks diatas terdapat kalimat yang menyatakan bahwa warna suara laki dan perempuan berbeda. Penyataan tersebut siswa akan mengetahui salah satu perbedaan yang ada pada siswa laki dan siswa perempuan. 6. Mendorong keterlibatan siswa untuk aktif belajar Buku penilaian bupena dari gambar tersebut, menjelaskan bahwa buku dilengkapi dengan latihan soal yang membatu siswa untuk aktif belajar untuk memecahkan masalah yang ada dan mampu mengevalusi kemampuan siswa dalam memahami materi, Salah satu contoh terdapat pada halaman 41 Gambar 6. Lembar Halaman 41 di Buku Bupena Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 84 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Kelengkapan soal latihan sangat diperlukan dalam pembuatan buku sebagai bahan ajar siswa dalam mengembangkan serta memahami materi. Adanya soal dapat sebagai evaluasi untuk mengukur seberapa besar pesan yang di terima oleh siswa selama belajar. Soal latihan dapat mendorong kemampuan siswa, berpikir kritis dan kreatif baik dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan menganalisis, mengevaluasi dan mencipta (Anderson & Krathwohl, 2001: 79). Secara tidak langsung adanya soal latihan tersebut membentuk suatu kebiasaan siswa untuk berkontribusi secara aktif dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru. Analisis Buku Penilaian (BUPENA) dari Segi Penyajian Dalam buku dilengkapi dengan anatomi buku sehingga mudahkan pengguna dalam mencari halaman ataupun materi apa saja dalam buku dan buku dilengkapi dengan gambar yang dapat menarik perhatian siswa. Selain itu terdapat bagian penting dalam penyajian diantaranya: 1. Keterkaitan antara volume atau jilid, pada halaman 3 Gambar 7. Lembar Halaman 3 di Buku Bupena Gambar 7 menjelaskan subtema “Aku dan Teman Baru” dalam materi pendalaman terdapat terkaitan dimana pada pendampingan materi 1 diperkenalkan tentang diri sendiri kemudia pada pemdampingan materi 2 siswa diajarkan untuk mengenal teman hal tersebut terdapat terkaitan dari segi hubungan sosial yang harus diajarkan kepada siswa untuk mengenal teman-teman yang ada di lingkungannya. 2. Materi disajikan secara kontekstual, pada halaman 23 Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 85 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Gambar 8. Lembar Halaman 23 di Buku Bupena Siswa kelas 1 berada pada stadium pra operasional menuju ke stadium operasional kongkrit. Proses pembelajaran yang dilaksanakan masih membutuhkan bimbingan guru, membutuhkan alat bantu dalam merealisasikan konsep yang dipahaminya. Dari gambar tersebut, siswa belajar tentang anggota tubuh dan dilengkapi dengan gambar anggota tubuh manusia dari kepala sehingga kaki. Gambar yang terdapat pada materi dapat membatu siswa untuk melihat dan mengenal anggota tubuh secara secara nyata atau kontektual. 3. Materi disajikan mengikuti sistematika keilmuan, salah satu contoh terdapat pada halaman 7 Gambar 9. Lembar Halaman 7 di Buku Bupena Proses belajar dilaksanakan dengan mengenalkan hal yang sederhana hingga yang komplek. Dari buku bupena dapat dilihat bahwa dihalaman awal siswa diajarkan terlebih dahulu tentang mengenal urutan huruf, huruf vokal, dan huruf konsonan yang sesuai dengan sistematika keilmuan bahasa. Analisis Buku Penilaian dari Segi Bahasa Penggunaan bahasa terdapat kata atau kalimat yang baik dan benar namun dalam buku perlu adanya perbaikan karena tidak adanya tanda baca, bahasa yang digunakan memiliki makna ganda, penggunaan bahasa yang kurang tepat atau penggunaan istilah yang kurang dipahami utuk siswa kelas 1. Hal tersebut tergambarkan pada buku sebagai berikut: Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 86 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 1. Bahasa yang memiliki makna ganda, pada halaman 81 Gambar 10. Lembar Halaman 81 di Buku Bupena Dari kalimat penugasan tersebut untuk siswa kelas satu mengalami kesulitan memahami khususnya pada kalimat “ majalah anak atau sumber bacaan lain” agar tidak menimbulkan makna ganda pada siswa mungkin dapat ditekan dengan kata majalah anak agar siswa mudah memahami kalimat. 2. Penggunaan istilah, pada halaman 51 Gambar 11. Lembar Halaman 51 di Buku Bupena Suku kata yang membentuk setiap kata dan kalimat yang akan memiliki arti ,makna atau istilah (Laksono, 2008: 4 ). Pada pendalam materi gambar diatas terdapat kalimat “ Pakaian kotor menjadi sarang penyakit” penggunaan istilah “ sarang penyakit” kata yang digunakan tidak sesuai dengan bahasa anak, bahasa yang sulit dipahami untuk siswa kelas. Pada usia siswa kelas 1 merupakan masa anak mengenal bahasa yang sederhana seperti bahasa sehari-hari yang mereka dengar dan gunakan. Bukan kalimat yang mengandung istilah sehingga penyerdahanakan istilah sangatlah penting agar pesan dapat dipahami oleh siswa. Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 87 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Analisis Buku Penilaian dari Segi Grafika 1. Tata letak yang estetis, pada halaman 131 Gambar 12. Lembar Halaman 131 di Buku Bupena Dari 12 menunjukkan antara gambar dan tulisan peletakkan bervariasi sehingga memberikan kesan yang indah dalam buku. Selain itu penempatan teks dan gambar sangat tepat. Keterbacaan materi bacaan akan lebih mudah dipahami dengan adanya peletakkan gambar yang estetis dan tidak menumpuk (Yasa,2013) 2. Tata letak yang dinamis, pada halaman 88 Gambar 13. Lembar Halaman 88 di Buku Bupena Tata letak dalam sebuah buku merupakan salah satu faktor yang penting untuk diperhatian. Apabila tata letak tidak sesuai akana menimbulkan makna ganda ataupun tidak tercapainya tujuan dari pembelajaran secara maksimal. Dari gambar tersebut antara gambar 1 dan gambar 2 saling berkaitan dan peletakkan yang sejajar membuat mudah siswa dalam membaca karena letak berurutan secara dinamis. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa buku bupena dalam meletakkan media gambar sebagai penjelas memperhatikan tata letak agar mudah dibahawi oleh siswa. 3. Ilustrasi yang memperjelas materi, pada halaman 52 Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 88 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Gambar 14. Lembar Halaman 52 di Buku Bupena Gambar 14 menunjukkan gambar mememotong kuku dengan bantuan orang lain memperjelas materi rawatlah kukumu sehingga siswa lebih jelas dalam memahami informasi. 4. Penggunaan gambar yang akurat, pada halaman 94 Gambar 15. Lembar Halaman 94 di Buku Bupena Dari kalimat menjelaskan bahwa lani menyukai olahraga lompat tali dan gambar disamping anak sedang bermain lompat tali dari hal tersebut menunjukkan bahwa gambar sesuai dengan pernyataan yang ada Analisis Buku Penilaian (BUPENA) dari Segi Nilai-Akhlak Dari segi penanaman nilai akhlak yang ada pada Bupena masih sangat minim sehingga perlu adanyanya perbaikakan untuk ningkatkan penanaman nilai akhlak untuk siswa. Nilai akhlak yang tertanam pada buku di antaranya: 1. Melaksanakan segala perintah dan menjahui larangan-Nya untuk mendapat ridha- Nya, pada halaman 25 Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 89 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Gambar 16. Lembar Halaman 25 di Buku Bupena Dari kalimat yang ada mengajarkan siswa untuk menjalankan perintah yaitu tetang adab makan yang baik dan benar. Siswa dapat mengembangkan keterampilan dan kemampuan secara positif dengan lingkungan dan teman sebayanya (Elias, et.al., 2008; Richardson, Tolson, Huang, & Lee, 2009). Dengan memberikan perintah serta contoh adab yang benar dapat menumbuhkan karakter atau kebiasaan yang positif pada diri siswa. 2. Memelihara kerapian serta kesucian lahir dan batin, pada halaman 56 Gambar 17. Lembar Halaman 56 di Buku Bupena Gambar 17 mengajarkan siswa untuk selalu menjaga kebersihan telinga. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh peniliti pada buku Bupena, Kelayakan isi/materi kelayakan isi atau materi buku teks pembelajaran Bupena dilihat dari segi dari 8 komponen penilaian, buku Bupena memenuhi muatan buku yakni sebanyak sangat baik. Isi materi buku yang mengajarkankan siswa aktif belajar serta melatih untuk berfikir tinggat tinggi, pembelajaran yang bermakana telah memenuhi syarat sesuai dengan penilaian indikator penilaian. Selain itu pada buku Bupena juga tidak ditemukan materi yang mengajarkan kepada siswa tentang rasisme dan ponografi. Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 90 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Sehingga buku pena dapat digunakan sebagai buku teks yang menunjang proses pembelajaran. Buku teks merupakan sumber belajar yang mempunyai peran dominan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Guru menggunakan buku teks untuk menentukan materi apa yang akan di ajarkan kepada siswa (Senem, 2013). Untuk itu perlu adanya uji kelayakaan untuk mengetahui ketepatan buku yang digunaka agar mampu menunjang proses belajar sesuai dengan tujuan dari adanya pembelajaran. Kelayakan penyajian buku dianalisis berdasarkan komponen keterkaitan volume, penyajian materi secara kontekstual, sistematika ke ilmuan dan anatomi buku ajar buku Bupena sangat baik. Penyajian buku menyajikan materi yang kontekstual dengan lingkungan siswa sehingga dapat memudahkan siswa dalam menerima pesan saat pembelajaran. Sistematika ke ilmuan yang dimuat dalam buku dimulai dari sederhana hingga ke kompleks sesuai dengan perkembangan usia siswa. Kelengkapan anatomi buku seperti kata pengantar, daftar pustaka serta kompetensi dasar membatu memudahkan dalam penggunaan baik untuk belajar di sekolah dan dirumah. Berdasarkan kelayakan penyajikan dan kelayakan grafika buku Bupena merupakan buku yang memiliki penyajian materi yang kontekstual, penyajian gambar estesis dan penggunaan gambar yang akurat utuk siswa. Dengan hasil tersebut, buku Bupena masuk dalam kategori layak digunakan sebagai buku pelajaran untuk siswa kelas 1 SD. Berkaitan dengan kelayakan bahasa, dimana bahasa memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan siswa. Bahasa menjadi lambang atau simbol siswa dapat mengonseptualisasikan hubungan ketatabahasaan antara aktor-aksi-objeknya (Widodo, 2015:38). Hasil analisis dari bahasa memerlukan perbaikan. Dalam buku bupena berdasarkan analisis masih terdapat kekurangakuratan seperti penggunaan bahasa yang sulit dipahami oleh siswa kelas 1, pemilihan diksi yang terlalu sulit dipahami membuat guru sulit menjelaskan kepada siswa dan kesalahan penulisan dalam buku menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan. Nilai-nilai akhlak dalam buku sangat diperlukan dalam proses perkembangan siswa dalam menamnaman karakter sejak usia dini. Namun berdasarkan hasil analisis penanaman karakter melalului penaman nilai akhlak yang terkandung dalam buku Bupena masih dikategorikan masih minim. Kurangnya materi serta gambar yang mengarah pada penanaman nilai–nilai akhlak siswa perlu dilakukaan perbaikan. Penaman nilai akhlak yang tercemin dalam buku hanya untuk diri sendiri belum ada materi mengajarkan kepada siswa untuk mengharhagai tetangga, teman ataupun lingkungan sekitar. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis kelayakan, baik dari segi isi, penyajian, bahasa, grafika, buku Bupena memiliki kelayakan nilai yang cukup baik. Pada segi isi, buku ini sangat baik dan lengkap menyajikan materi muatan pembelajaran sesuai Kurikulum Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 91 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 2013. Demikian halnya pada segi penyajian buku ini masih layak digunakan karena lengkap dengan gambar ilustrasi yang sesuai, namun buku ini belum berwarna sehingga kurang menarik. Kelayakan bahasa juga cukup baik, hanya beberapa kata masih abstark sehingga sulit dipahami siswa. Segi grafika perlu dipebaiki pada tampilan buku serta tata letak karena kesan penuh terlihat di setiap halaman. Segi kelayakan yang sangat perlu ditambahkan ialah akhlak. Buku ini kurang mengakomodasi kelayakan penanaman akhlak. Sebagai simpulan, buku tersebut dapat digunakan siswa dalam membantu belajar namun dari segi penaman nilai akhlak perlu adanya perbaikan karena masih minimnya penanaman nilai akhlak pada buku tersebut. DAFTAR PUSTAKA Afandi, ’Alia N. H., & Aka, K. A. (2019). Pengembangan dan Validasi Instrumen Analisis Buku Tematik-Terpadu pada Kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 4(2), 199-219. https://doi.org/10.29407/jpdn.v4i2.13520 Agustina, Eka Sofia. 2011. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Bandarlampung: Universitas Lampung. Akbar, Sa’dun. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: Usaha Rosda Arini Ulfah Hidayati.2017. Melatih Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar. Vol 4 No 2. Di akses pada http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/terampil/article/view/2222 Elias, M. J., Parker, S. J., Kash, V. M., Weissberg, R. P., & O’Brien, M. U. (2008). Social and emotional learning, moral education, and character education: A comparative analysis and a view toward convergence. Handbook of moral and character education, 248-266. Gelfman, E., Podstrigich, A., and Losinskaya, R. 2004. On the problem of typology and functions of school texts. Discussion Group14, Focus on the Development and Research of Mathematics Textbooks. ICME X, Copenhagen, Denmark, July. Hayat, Bahrul dan Suhendra Yusuf. 2010. Benchmark Internasional Mutu Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Komalasari, K. 2014. Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika Aditama. Kripendorff, K. 2004. Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. (2nd ed.). Thousand Oaks: Sage Publication, Inc. https://doi.org/10.29407/jpdn.v4i2.13520 http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/terampil/article/view/2222 Analisis Kelayakan Buku......(Fitri PR & Efi R) 92 JPPD, 7, (1), hlm. 77 - 92 Laksono, Kisyani. 2008. Membaca 2. Jakartaa: Universitas Terbuka. L.W. Anderson dan D.R. Krathwohl. 2001. A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assesing; A revision of Bloom’s Taxonomy of Education Objectives. Addison Wesley Lonman Inc. New Yor. https://eduq.info/xmlui/handle/11515/18345 Masnur Muslich. 2010. TEXT BOOK, Penulisan Buku Teks. Jakarta: Bumi Aksara. Mikk, J. 2000. Textbook: Research and Writing. Oxford: Lang Moleong, Lexy J. 2017. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset Nasser, R. 2014. “A Methodological and Scientifi c Approach to Developing a Research Agenda in Education”.Journal of Applied Sciences, 1-8. Niron, M.D., Budiningsih, C.A., & Pujiriyanto. 2013. “Rujukan Integratif dalam Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar”. Jurnal Kependidikan, 43(1), 19-31. Di akses pada https://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/2247 Richardson, R. C., Tolson, H., Huang, T. Y., & Lee, Y. H. (2009). Character education: Lessons for teaching social and emotional competence. Children & Schools, 31(2), 71-78. https://academic.oup.com/cs/article-abstract/31/2/71/503731 Senem, B. Y. 2013. Content Analysis of 9th Grade Physics Curriculum, Textbook, Lessons with Respect to Science Process Skills. Unpublished Doctoral Dissertation. The Middle East Technical University, Ankara. Soeroso, Hadi. 2011. Telaah Pengembangan Kurikulum dan Penyusunan KTSP. Semarang: IKIP PGRI Press. Widodo, Mulyanto. 2015. Teori Belajar Bahasa. Bandar Lampung: Universitas Lampung. Yasa.Ketut Ngurah.2013. Kecermatan Formula Keterbacaan Sebagai Penentu Keefektifan Teks. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran. Vol46 (3), Hal:238-245. Di akses pada http://pgsd.fip.um.ac.id/wp-content/uploads/2017/01/19.pdf Yuliana &, Yudi Budianti (2015). Pengaruh Penggunaan Media Konkret Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas II Sekolah Dasar Negeri Babelan Kota 06 Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Jurnal Pendidikan Dasar pedagogik Vol. III, No. 1. Di akses pada http://jurnal.unismabekasi.ac.id/index.php/pedagogik/article/view/1258 Yusuf, Syamsu. 2011. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya https://eduq.info/xmlui/handle/11515/18345 https://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/2247 https://academic.oup.com/cs/article-abstract/31/2/71/503731 http://pgsd.fip.um.ac.id/wp-content/uploads/2017/01/19.pdf http://jurnal.unismabekasi.ac.id/index.php/pedagogik/article/view/1258