e-ISSN: 2503-3530 p-ISSN 2406-8012 58 Profesi Pendidikan Dasar, Vol. 3, No. 1, Juli 2016: 58 - 65 PERSEPSI GURU TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH Risminawati 1), Nurul Fadhila 2) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta ris286@ums.ac.id Abstract The purpose of this study was to describe the perception of teachers towards the preparation of the implementation of an integrated thematic learning curriculum in 2013 and the perception of teachers towards the implementation of integrated thematic curriculum in 2013 in SD Muhammadiyah Surakarta 24. The research is a qualitative research study design used is phenomenological. The technique of collecting data through observation, interviews and documentation. For the validity of the source data using triangulation and triangulation techniques. It can be concluded that the perception of teachers towards the preparation of the implementation of an integrated thematic learning curriculum in 2013 is to prepare and understand the student book and teacher books before doing the learning. RPP to make some adjustments tailored to the needs of learners. Providing tools and learning media to be used. The media being used does not have any teachers make instructional media, teachers to sort out which material that is considered difficult requiring the use of instructional media, and perceived easy not to use instructional media. Prepare assessment instruments. Perception of teachers on the implementation of thematic learning integrative curriculum in 2013 that the learning has been interesting, learning students are invited active discussion, ask questions so that learning is not only one way, by learning to use the themes in the study, so that the learning can be achieved many learning objectives, learning teacher led to create lesson plans in advance, so that during the learning process the teacher already knows what needs to be done to facilitate the teacher to make a step in teaching. Keywords: perception of teachers, implementation, learning, integrated thematic curriculum PENDAHULUAN Kemajuan suatu negara terletak pada sumber daya manusia (SDM) yang mendiami negara tersebut. Sebuah Negara akan maju apabila warga negaranya memiliki SDM yang berkualitas. Kemampuan SDM yang berkualitas nantinya dapat digunakan untuk menghadapi persaingan dari dunia luar untuk kemajuan baik Negara maupun kehidupan yang layak untuk dirinya sendiri. Salah satu upaya membentuk SDM yang berkualitas yaitu dengan cara negara memberikan pendidikan yang layak bagi seluruh warga negaranya. Pendidikan yang layak berupa pendidikan yang dapat mengembangkan potensi peserta didik serta mencetak peserta didik menjadi seorang yang memiliki SDM berkualitas. Sesuai dengan hal tersebut, pendidikan nasional juga berusaha memberikan pendidikan yang layak bagi seluruh warga negaranya. Dengan mewajibkan warga Negara Indonesia berpendidikan 9 tahun, tidak hanya mewajibkan namun pemerintah memberikan fasilitas yaitu dengan sekolah gratis tanpa SPP. Sekolah gratis tersebut bertujuan untuk mencerdaskan bangsa guna meningkatkan kualitas SDM. Pendidikan yang layak dapat melalui lembaga formal yaitu sekolah. Untuk menciptakan sekolah dengan suasana pembelajaran yang demokratis serta menyenangkan, dibutuhkan perubahan yang cukup mendasar dalam sistem pendidikan. p-ISSN 2406-8012 e-ISSN: 2503-3530 Persepsi Guru Terhadap.......(Risminawati, dan Nurul Fadilah) 59 Perubahan tersebut berkaitan dengan kurikulum, karena kurikulum merupakan suatu perangkat yang penting yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran di sekolah. Hal tersebut sesuai dengan pengertian kurikulum menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional yang menuliskan bahwa kurikulum adalah “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu” Kurikulum yang dapat menjadi pedoman penyelenggaraan pembelajaran yang demokratis dan menyenangkan, kurikulum yang diperlukan juga untuk saat ini adalah kurikulum berbasis kompetensi sekaligus berbasis karakter. Kurikulum tersebut juga dibutuhkan untuk membekali peserta didik dengan berbagai sikap dan kemampuan yang sesuai dengan tantangan masa depan. Berkaitan dengan pentingnya kebutuhan akan kurikulum dengan karakteristik tersebut maka pemerintah Indonesia mengembangkan kurikulum terbaru yaitu Kurikulum 2013. Selain berbasis kompetensi sekaligus karakter, Kurikulum 2013 juga memiliki beberapa karakteristik seperti yang tertulis dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 67 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Karakteristik Kurikulum 2013 yaitu kurikulum yang mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik. Kurikulum 2013 merupakan bentuk pengembangan dari Kurikulum lama. Seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2013: 66) “Kurikulum 2013 merupakan tindak lanjut dari kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang pernah diujicobakan pada tahun 2004.” KBK dijadikan acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan, khususnya pada jalur pendidikan sekolah. Implementasi dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan, sehingga implementasi kurikulum dapat diartikan sebagai pelaksanaan dari kurikulum yang telah dirancang/didesain ke lapangan atau ke setiap satuan pendidikan. Kurikulum 2013 telah diimplementasikan sejak tahun ajaran baru 2013/2014. Pada tahun 2013 kurikulum 2013 mulai diimplementasikan dengan sasaran uji coba pada satuan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas I dan IV, tahun 2014 pengimplementasian kurikulum 2013 menjadi kelas I, II, IV, dan V, dan pada tahun 2015 ini menjadi seluruh kelas yaitu kelas I, II, III, IV, V, dan VI. Namun tidak semua sekolah menerapkan kurikulum 2013, sekolah-sekolah yang menjadi sasaran uji coba memiliki kriteria ditentukan oleh pemerintah. Sekolah Dasar Muhammadiyah 24 Surakarta adalah salah satu sekolah yang menjadi pilot project untuk implementasi kurikulum 2013.SD Muhammadiyah 24 Surakarta merupakan salah satu sekolah yang memiliki akreditasi cukup baik (A) dan beberapa kali siswa meraih prestasi baik akademik maupun non akademik. Siswa yang berprestasi pasti memiliki guru yang baik dalam mengajar. Pada umumnya implementasi kurikulum 2013 memiliki banyak permasalahan, diantaranya adalah (1). Kurangnya pelatihan e-ISSN: 2503-3530 p-ISSN 2406-8012 60 Profesi Pendidikan Dasar, Vol. 3, No. 1, Juli 2016: 58 - 65 tentang kurikulum 2013. (2) Pada saat pelatihan, penjelasan Kurikulum 2013 yang diberikan oleh pembimbing satu dengan yang lain berbeda-beda sehingga menimbulkan kebingungan. (3) Distribusi buku yang terlambat (4) Materi dalam buku siswa terlalu dangkal, sehingga perlu adanya buku pendamping lain atau sumber belajar lain untuk menunjang pembelajaran (Zen, 2015: 12; Rahmawati, 2015: 56). Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat simpulkan bahwa implementasi Kurikulum 2013 masih banyak menemui kendala. Banyaknya masalah yang timbul dalam implementasi Kurikulum 2013 ini menimbulkan berbagai persepsi. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat mengetahui bagaimana persepsi guru terhadap perencanaan implementasi pembelajaran tematik integratif kurikulum 2013 di SD muhammadiyah 24 Surakarta. Disamping itu untuk dapat mengetahui persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran tematik integratif kurikulum 2013 di sekolah tersebut. Kurikulum 2013 lebih menekankan pada kompetensi yang berbasis sikap, keterampilan dan pengetahuan. Ciri kurikulum 2013 menuntut kemampuan guru mengembangkan pengetahuan dan mendorong siswa berfikir kritis. Adapun tujuan kurikulum 2013 adalah terbentuknya generasi produktif, kreatif, inovatif dan afektif. Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan tematik integratif, dimana peserta didik memahami berbagai mata pelajaran dalam satu tema. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sukmadinata (2013: 42) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas social, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individu maupun kelompok. Desain penelitian yang digunakan berupa fenomenologis. Sukmadinata (2013: 63) fenomenologi mempunyai dua makna, sebagai filsafat sain dan sebagai metode pencarian (penelitian). “Studi fenomenologi (phenomenological studies) mencoba mencari arti dari pengalaman dalam kehidupan.” Penelitian menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan. Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah 24 Surakarta. Subjek penelitian yaitu guru kelas I sampai kelas VI. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data berupa kata-kata dan tindakan didapatkan dari hasil wawancara dengan Bapak/Ibu guru kelas I sampai VI. Sumber tulisan berasal dari arsip-arsip sekolah mengenai kurikulum tematik integratif di SD Muhammadiyah 24 Surakarta. Sedangkan foto dikumpulkan pada saat peneliti melakukan observasi di kelas saat proses pembelajaran berlangsung. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada 3 yaitu dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Observasi Menurut Satori (2013: 105) menyatakan bahwa “observasi adalah pengamatan terhadap suatu obyek yang diteliti secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian.” Penelitian ini dilakukan di kelas I sampai kelas VI di SD Muhammadiyah 24 Surakarta. Observasi yang dilakukan berkaitan dengan pembelajaran tematik yang p-ISSN 2406-8012 e-ISSN: 2503-3530 Persepsi Guru Terhadap.......(Risminawati, dan Nurul Fadilah) 61 dilaksanakan di SD Muhammadiyah 24 Surakarta. Wawancara Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui percakapan atau Tanya jawab (Satori, 2013: 130). Wawancara dalam penelitian ini dilakukan dengan Bapak/Ibu guru kelas I sampai VI untuk memperoleh data mengenai persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran tematik kurikulum 2013. Studi dokumen atau dokementasi Menurut Satori (2013: 149) studi dokumen yaitu mengumpulkan dokumen dan data-data yang diperlukan dalam permasalahan penelitian lalu ditelaah secara intens sehingga dapat mendukung dan menambah kepercayaan dan pembuktian suatu kejadian. Dokumen dalam penelitian ini berupa arsip siswa dan semua arsip yang berhubungan dengan pembelajaran tematik integratif yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis data deskriptif, karena penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran tematik integratif kurikulum 2013. Menurut Matthew dan Michael dalam Patilima (2005: 98-99) analisis data di bagi menjadi tiga alur kegiatan yaitu 1. Reduksi Data Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data yang muncul dari catatan-catatan lapangan. Dengan reduksi data, data kualitatif dapat disederhanakan dan ditransformasikan dalam aneka macam cara melalui seleksi ketat, melalui ringkasan atau uraian singkat, menggolongkannya dalam satu pola yang lebih luas. 2. Penyajian Data Penyajian data yaitu sekumpulan informasi tersusun yang member kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. 3. Penarikan Kesimpulan Dari permulaan peneliti mulai mencari arti benda-benda, pola-pola, penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab-akibat, dan proposisi. Kesimpulan akhir tergantung pada besarnya kumpulan-kumpulan catatan lapangan, pengkodean, penyimpanan, dan metode pencarian ulang yang digunakan, kecakapan peneliti, dan tuntutan sponsor. HASIL DAN PEMBAHASAN Persepsi Guru Terhadap Persiapan Implementasi Pembelajaran Tematik Integratif Kurikulum 2013 Di SD Muhammadiyah 24 Surakarta. Persiapan yang dilakukan guru di SD Muhammadiyah 24 Surakarta yaitu: 1) Menyiapkan dan memahami buku siswa dan buku guru. 2) Membuat RPP dengan beberapa penyesuaian yang disesuaikan untuk kebutuhan peserta didik. 3) Menyediakan alat dan media pembelajaran yang akan digunakan. Media yang digunakan tidak harus setiap pembelajaran guru membuat media, guru memilah-milah mana materi yang dirasa sulit yang membutuhkan penggunaan media e-ISSN: 2503-3530 p-ISSN 2406-8012 62 Profesi Pendidikan Dasar, Vol. 3, No. 1, Juli 2016: 58 - 65 pembelajaran, dan yang dirasa mudah tidak menggunakan media pembelajaran. 4) Menyiapkan instrumen penilaian. Persepsi Guru Terhadap Implementasi Tematik Integratif Kurikulum 2013 Di SD Muhammadiyah 24 Surakarta. Persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran Tematik integratif kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah 24 Surakarta yaitu: a) Pembelajarannya sudah menarik, karena setiap mata pelajaran digabungkan menjadi satu kesatuan. b) Dalam pembelajaran sudah menerapkan pendekatan scientific dengan mengamati, mencoba, bertanya, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan sehingga pembelajaran tidak hanya satu arah. c) Untuk kedepannya saat ujian akhir apakah nanti menggunakan kurikulum atau disamakan dengan KTSP menjadi masalah yang dihadapi guru kelas VI untuk mempersiapkan peserta didiknya dalam menghadapi ujian akhir. d) Dengan pembelajaran yang menggunakan tema dalam satu pembelajaran, sehingga dalam pembelajaran dapat tercapai banyak tujuan pembelajaran. e) Guru sudah mendapatkan pelatihan, namun saat pelatihan guru lebih banyak terbebani dengan masalah penilaian yang menuntut guru lebih banyak administrasi. f) Guru sudah melaksanakan penilaian autentik pada pembelajaran tematik integratif kurikulum 2013. g) Guru merasa terbebani dengan penilaian autentik karena memiliki 3 aspek yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan yang masing- masing di dapat dari nilai yang berbeda-beda. h) Ada materi matematika yang tidak sesuai dengan usia harusnya ada dikelas V namun sudah dipelajari dikelas II. i) Dalam pembelajaran guru dituntut untuk membuat RPP terlebih dahulu, sehingga saat proses pembelajaran lebih memudahkan guru dalam melaksanakan langkah- langkah pembelajaran.Pembahasan Persepsi Guru Terhadap Persiapan Implementasi Pembelajaran Tematik Integratif Kurikulum 2013 Di SD Muhammadiyah 24 Surakarta. Persiapan sebelum melakukan pembelajaran adalah hal yang wajib dilaksanakan guru. Secara umum persiapan implementasi pembelajaran tematik integratif yang dilakukan oleh guru SD Muhammadiyah 24 Surakarta tidak jauh berbeda dengan persiapan guru yang lain dengan mempersiapkan buku siswa dan buku guru yang akan digunakan, menganalisi KD yang ada dalam buku guru, menganalisi buku siswa, menyusun RPP dengan beberapa penyesuaian yang dibutuhkan oleh peserta didik, menyiapkan media dan alat pembelajaran. Media yang dipersiapkan disesuaikan dengan tema atau materi yang akan diajarkan tidak se mua materi guru selalu membuat media, hanya materi yang dirasa sulit guru membuat media agar siswa lebih paham dalam mendalami materi, namun jika materi dirasa mudah guru tidak membuat media pembelajaran. Media pembelajran dapat p-ISSN 2406-8012 e-ISSN: 2503-3530 Persepsi Guru Terhadap.......(Risminawati, dan Nurul Fadilah) 63 berupa powerpoint yang ditampilkan lewat LCD. Persiapan yang terakhir yaitu instrument penilaian. Persepsi Guru Terhadap Implementasi Tematik Integratif Kurikulum 2013 Di SD Muhammadiyah 24 Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian, guru di SD Muhammadiyah 24 Surakarta sudah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan pembelajaran tematik integratif, yaitu tidak terlihat pemisahan antar beberapa mata pelajaran yang dipadukan, dan sudah menggunakan tema dalam setiap pembelajaran yang dilakukan. Hal ini sesuai dengan pengertian pembelajaran tematik integratif dalam Permendikbud Nomor 57 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, yaitu pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pelaksanaan pembelajaran tematik integratif yang dilakukan guru SD Muhammadiyah 24 Surakarta terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Hal ini juga sudah sesuai dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah yang menjelaskan bahwa tahapan dalam pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan/awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Instrumen yang direncanakan dengan check list dan skala, tetapi tidak digunakan dalam pelaksanaan penilaian dilakukan guru SD Muhammadiyah 24 Surakarta. Guru-guru sudah melaksankan penilaian autentik yang menilai tiga aspek yaitu aspek sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Aspek sikap dinilai melalui kebiasaan peserta didik sehari-hari saat pembelajaran berlangsung dilihat peserta didik yang menonjol, aspek pengetahuan di nilai dengan pemberian ulangan harian dan tugas-tugas, dan aspek keterampilan dinilai setiap hari saat pembelajaran berlangsung. SIMPULAN Persepsi guru dalam persiapan pembelajaran tematik integrative kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah 24 Surakarta yaitu sebagai berikut: a. Menyiapkan dan memahami buku siswa dan buku guru. b. Membuat RPP dengan beberapa penyesuaian yang disesuaikan untuk kebutuhan peserta didik. c. Menyediakan alat dan media pembelajaran yang akan digunakan. Media yang digunakan tidak harus setiap pembelajaran guru membuat media, guru memilah-milah mana materi yang dirasa sulit yang membutuhkan penggunaan media pembelajaran, dan yang dirasa mudah tidak menggunakan media pembelajaran. d. Menyiapkan instrumen penilaian. Persepsi mengenai implementasi pembelajaran tematik integratif kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah 24 Surakarta memang bermacam-macam, dengan penelitian ini dapat menemukan beberapa persepsi sebagai berikut: a. Pembelajarannya sudah menarik, karena setiap mata pelajaran digabungkan menjadi satu kesatuan. b. Dalam pembelajaran sudah menerapkan pendekatan scientific dengan mengamati, mencoba, bertanya, mengasosiasikan dan e-ISSN: 2503-3530 p-ISSN 2406-8012 64 Profesi Pendidikan Dasar, Vol. 3, No. 1, Juli 2016: 58 - 65 mengkomunikasikan sehingga pembelajaran tidak hanya satu arah. c. Untuk kedepannya saat ujian akhir apakah nanti menggunakan kurikulum atau disamakan dengan KTSP menjadi masalah yang dihadapi guru kelas VI untuk mempersiapkan peserta didiknya dalam menghadapi ujian akhir. d. Dengan pembelajaran yang menggunakan tema dalam satu pembelajaran, sehingga dalam pembelajaran dapat tercapai banyak tujuan pembelajaran. e. Guru sudah mendapatkan pelatihan, namun saat pelatihan guru lebih banyak terbebani dengan masalah penilaian yang menuntut guru lebih banyak administrasi. f. Guru sudah melaksanakan penilaian autentik pada pembelajaran tematik integratif kurikulum 2013. g. Guru merasa terbebani dengan penilaian autentik karena memiliki 3 aspek yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan yang masing-masing di dapat dari nilai yang berbeda-beda. h. Ada materi matematika yang tidak sesuai dengan usia harusnya ada dikelas V namun sudah dipelajari dikelas II. i. Dalam pembelajaran guru dituntut untuk membuat RPP terlebih dahulu, sehingga saat proses pembelajaran lebih memudahkan guru dalam melaksanakan langkah-langkah pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA Mulyasa. 2013. Guru Dalam Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Rosdakarya Patilima,Hamid. 2005. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 67 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Karakteristik Kurikulum 2013 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Rahmawati, Eka. 2015. “Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di Kelas X MAN Godean Yogyakarta Tahun Pelajaran 2014/2015”. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga. Satori, Djam’an dan Aan Komariah. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya p-ISSN 2406-8012 e-ISSN: 2503-3530 Persepsi Guru Terhadap.......(Risminawati, dan Nurul Fadilah) 65 Zen, Futiqa. 2015. Implementasi Kurikulum 2013 dan Hambatan yang Dialami Guru Matematika Di SMKN Tulungagung Tahun 2014. Skripsi. IAIN Tulungagung. http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/2262. http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/2262