Peran Guru Dalam.......(Minsih & Aninda) 20 JPPD, 5, (1), hlm. 20 - 27 Vol. 5, No. 1, Juli 2018 PROFESI PENDIDIKAN DASAR e-ISSN: 2503-3530 p-ISSN: 2406-8012 DOI: https://doi.org/10.23917/ppd.v1i1.6144 PERAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS Minsih1), Aninda Galih D2) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta 1Minsih@ums.ac.id, 2Naninda21@gmail.com PENDAHULUAN Keberhasilan pembelajaran di kelas sangat ditentukan oleh guru. Kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan-tujuan. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Memberi ganjaran dengan segera, mengembangkan hubungan yang baik antara guru dan siswa, mengembangkan aturan permainan dalam kegiatan kelompok adalah contoh-contoh kegiatan mengelola kelas. Hal ini sesuai dengan pendapat Karwati dan Donni (2015: 6) manajemen kelas adalah usaha sadar untuk merencanakan, mengorganisasikan, meng- aktualisasikan, serta melaksanakan pengawasan terhadap program dan kegiatan yang ada di kelas sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara sistematis, efektif, dan efisien, sehingga segala potensi peserta didik mampu dioptimalkan. Siswa sekolah dasar sangat memerlukan pengelolaan kelas yang inovatif. Karena siswa sekolah dasar yang mayoritas masih mempunyai sikap kanak-kanak yang notabene Abstract: The purpose of this study was to know the role of teachers in the management of learning in the classroom at MI Muhammadiyah PK Kartasura. The research was conducted through qualitative approach. Data were collected by interview, observation, and documentation. The research data was validated by triangulation technique. Data were analyzed through three stages: data reduction, data display, conclusions drawing / verification. This study concludes that the role of teachers in implementing the teaching and learning process is a key element in the management of learning. At MI Muhammadiyah PK Kartasura, teachers should plan, implement and evaluate learning and build good inter-relationships among all members of the learning process. Teachers must also act as facilitators, motivators, demonstrators, mediators and evaluators, in the management of innovative classes. One of the indicators of learning management in innovative classes at MIM PK Kartasura was student-centered learning. Keywords: Classroom management, Teacher, Student. https://doi.org/10.23917/ppd.v1i1.6144 mailto:1Minsih@ums.ac.id mailto:2Naninda21@gmail.com Peran Guru Dalam.......(Minsih & Aninda) 21 JPPD, 5, (1), hlm. 20 - 27 masih sangat suka bermain. Menurut Sumantri dan Syaodih (2008: 43) anak usia SD memiliki karakteristik: senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok dan senang melakukan sesuatu secara langsung. Sedangkan menurut teori kognitif Piaget anak SD yaitu usia 7-8 dan 9-14 yang berada pada masa operasional konkret, maka guru dituntut tidak hanya mampu menyampaikan materi saja, namun cara guru dalam menyampaikan materi juga harus diperhatikan, guru dituntut inovatif dan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan supaya materi tersebut dapat diterima oleh siswa dan siswa tidak bosan karena guru menggunakan pembelajaran yang monoton. Pada sisi yang lain, Hidayati, (2015) dalam penelitiannya mengisyaatkan bahwa tingkat pemahaman dan kesiapan guru tentang konsep kurikulum yang digunakan juga dapat berpengaruh pada kualitas pembelajaran. Hal tersebut tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas perlu menciptakan suasana gembira atau menyenangkan di lingkungan sekolah melalui pengelolaan kelas, dengan menjalin keakraban antara guru- siswa, maka guru dapat mengarahkan siswa dengan lebih mudah untuk mendorong dan memotivasi semangat belajar siswa. Pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran dimana interaksi antara guru dan siswa, lingkungan fisik, dan suasana memberikan peluang terciptanya kondisi yang kondusif untuk belajar. Suasana pembelajaran yang menyenangkan siswa tidak akan membuat siswa merasa bosan dan tidak akan merasa takut dalam melibatkan diri dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan kondusif dan siswa dituntut aktif untuk mengembangkan ide kreatifitasnya dalam bertanya, mempertanyakan masalah-masalah yang muncul dalam pembelajaran, dan mengemukakan gagasannya. Dengan demikian dalam pembelajaran guru tidak mendominasi aktivitas belajar-mengajar, tetapi siswa yang lebih banyak melakukan aktivitas belajar. Artinya dalam setiap kali tatap muka, guru harus menggunakan metode dan model secara bervariatif. Hal ini yang terjadi di MI Muhammadiyah Program Khusus Kartasura. Berdasarkan observasi awal dapat dilihat bahwa guru yang mengajar memiliki semangat dan kompetensi yang tinggi, tentunya semangat itu datang dalam hati para guru di MIM PK melalui proses penempaan yang panjang. Adanya kegiatan guru belajar disetiap hari sabtu merupakan program yang digagas oleh kepala sekolah. Berdasarkan wawancara awal dengan kepala sekolah bapak Nasrul Harahap menyatakan kegiatan itu dilaksankan sebagai wadah bagi para guru untuk memupuk kompetensi dan karakter disiplin dengan semangat mengabdi di MIM. MI Muhammadiyah PK Kartasura sebagai sekolah unggulan yang masih termasuk baru jika dibandingkan dengan sekolah unggulan lain di kecamatan Kartasura. Penelitian ini difokuskan pada peran guru dalam pengelolaan kelas inovatif di MI Muhammadiyah Program Khusus Kartasura. Peran Guru Dalam.......(Minsih & Aninda) 22 JPPD, 5, (1), hlm. 20 - 27 METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah kualitatif sebagai suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang dan perilaku yang diamati (Moleong, 2013: 10). Oleh karenanya penelitian akan mengungkap tentang peran guru dalam mengelolah pembelajaran di kelas dalam memotivasi siswa. Penelitian ini dilakukan di MI Muhammadiyah Program Khusus Kartasura Jawa Tengah pada bulan Januari sampai Mei 2017. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Dalam penelitian ini teknik analisis data dilakukan menurut Miles and Huberman dalam bukunya Moleong (2013: 341) yaitu melalui tahapan Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran merupakan kunci utama di lembaga pendidkan, kunci utama itu tidak lepas dari peran guru dalam pengelolaan kelas. Di MI Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kartasura peran guru dituntut dengan baik dalam melaksanakan prosess kegiatan pembelajaran, karena guru tidak hanya membuat perencanaan pembelajaran, menyampaikan materi dan memberikan nilai pada siswa saja tetapi guru harus membangun inter relasi yang baik bagi semua anggota pembelajaran di kelas. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Uno dan Mohammad (2012: 111) pembelajaran inovatif adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa (meliputi KD yang ada) sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (secara konvensional). Data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi menunjukkan sebelum melaksanakan proses belajar mengajar guru terlebih dahulu merencanakan akan seperti apa model pembelajaran yang akan digunakan dan juga metode atau strategi apa yang akan digunakan, yang mana hal-hal tersebut sudah ditulis dalam lesson plane (RPP). Tujuan dari membuat lesson plane terlebih dahulu adalah supaya guru dapat memilih dan mengembangkan model, metode dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, karena setiap siswa memiliki karakteristik dan gaya belajar yang berbeda-beda. Hal ini senada dengan penelitian Surjana (2007) Guru sebagai pengelola kelas merupakan orang yang mempunyai peranan yang strategis yaitu orang yang merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di kelas, orang yang akan mengimplementasikan kegiatan yang direncanakan dengan subjek dan objek siswa, orang menentukan dan mengambil keputusan dengan strategi yang akan digunakan dengan berbagai kegiatan di kelas, dan guru pula yang akan menentukan alternatif solusi untuk mengatasi hambatan dan tantangan yang muncul; maka dengan tiga pendekatan-pendekatan yang dikemukakan, akan sangat membantu guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya. Di MIM PK Kartasura para guru memiliki peran supaya bisa menjadi contoh yang baik bagi siswa dan supaya guru bisa menjadi inspirasi bagi siswa, hal ini terlihat dalam Peran Guru Dalam.......(Minsih & Aninda) 23 JPPD, 5, (1), hlm. 20 - 27 pembiasaan yang dilakukan oleh para guru kelas-guru mata pelajaran dalam berkomunikasi (sapa, senyum dan salam) serta kedisiplinan guru dalam melaksanakan kegiatan rutin sekolah . hal ini senada yang disampaikan Sarwiji (2015: 235) bahwa peran guru dalam pandangan learner-centered (berpusat pada siswa) peran guru adalah sebagai pemandu, koordinator dan fasilitator dalam proses pembelajaran. Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Kirom (2017) berdasarkan hasil penelitiannya yang menyatakan bahwa pembelajaran adalah sebagai suatu upaya yang dilakukan pendidik atau guru secara sengaja dengan tujuan menyampaikan ilmu pengetahuan, dengan cara mengorganisasikan dan menciptakan suatu sistem lingkungan belajar dengan berbagai metode sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara lebih optimal. Walaupun istilah yang digunakan “pembelajaran”. Tidak berarti guru harus menghilangkan perannya sebagai pengajar. Dalam konteks pembelajaran, sama sekali tidak berarti memperbesar peranan peserta didik disatu pihak dan memperkecil peranan guru dipihak lain. Hal senada juga relevan dengan hasil penelitian Esmaeili, dkk (2015) yang menyimpulkan para guru harus tahu bahwa masing-masing siswa memiliki sifatnya sendiri dan guru yang memiliki kreativitas dan semangat akan menggunakan metode yang tepat dengan mengamati perbedaan masing-masing siswa, memberi hukuman dan penghargaan pada waktu yang tepat dapat menggambarkan proses pembelajaran yang menyenangkan dan suasana kelas begitu gembira sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan bagi siswa. Prinsip hadiah dan hukuman ini sebenarnya banyak dikecap banyak tokoh karena sifatnya lebih mengancam, akantetapi dapat diambil sisi positif dari dampat diterapkannya prinsip ini, sesuai dengan hasil penelitian Indrawati (2013) yang menyatakan bahwa dalam pembelajaran mampu meningkatkan perilaku disiplin siswa adalah dengan penerapan pemberian hadiah dan hukuman yang biasa ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku disiplin siswa melalui pemberian reward and punishment dalam pembelajaran. Selanjutnya terkait dengan peran guru dalam dunia pendidikan, Slameto (2010: 98) mengatakan bahwa peran guru telah meningkat dari hanya sebagai pengajar menjadi pengarah belajar. Dimana guru bertanggung jawab sebagai: 1. Perencana pengajaran yaitu guru mampu membuat lesson plane secara efektif. 2. Pengelola pengajaran yaitu guru diharapkan mampu mengelola seluruh kegiatan belajar mengajar dan menciptakan kondisi belajar yang dapat membuat siswa dapat belajar efektif dan efisien. Hal ini sesuai dengan penelitian Asmadawati (2014) yaitu “…guru juga bisa memainkan perannya dalam pengelolaan kelas, baik yang menyangkut kegiatan mengatur tata ruang kelas yang merupakan: mengatur meja, tempat duduk siswa, menempatkan papan tulis ”. Hal ini juga diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Marasabessy (2012) yang menyatakan bahwa pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru tersertifikasi dan guru yang belum tersertifikasi, disebabkan karena karena kurangnya sikap profesional guru guru itu dalam mengelolah pembelajaran, bukan karena nilai sertifikasi itu. Peran Guru Dalam.......(Minsih & Aninda) 24 JPPD, 5, (1), hlm. 20 - 27 3. Penilai hasil belajar yaitu mengikuti semua hasil belajar yang telah dicapai siswa. 4. Motivator yaitu guru hendaknya senantiasa berusaha untuk menimbulkan, memelihara dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Sesuai dengan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi, peneliti menemukan apa saja peran guru dalam pengelolaan kelas inovatif di MI Muhammadiyah Program Khusus Kartasura. Peran guru yang sesuai yaitu : 1. Guru sebagai pengelola kelas atau pengelola pengajaran, guru memimpin jalannya proses belajar mengajar, menangani masalah atau hambatan yang terjadi selama proses belajar mengajar. Misalnya saat jam pelajaran setelah sholat duhur siswa mulai tidak fokus, dan banyak yang mengeluh mengantuk, untuk mengatasi hal tersebut biasanya guru akan mengajak siswa ice breaking atau bermain games ringan supaya siswa bisa kembali fokus dan semangat. Hal ini sesuai dengan penelitian Utama (2016) yaitu Guru kelas 4 dan 5 SD N Pandeyan dalam menciptakan iklim belajar yang tepat guru lebih cenderung pada penekanan hal positif, dimana guru akan menghitung satu sampai tiga saat ada siswa yang gaduh/ribut, untuk pemusatan kembali guru mengajak siswanya untuk tepuk satu, tepuk dua, dan tepuk tiga supaya siswa bisa fokus kembali. 2. Fasilitator yaitu guru berusaha memberikan fasilitas yang diperlukan siswa selama proses belajar mengajar sehingga siswa mampu menerima materi secara optimal. Dalam hal ini berkaitan dengan pengaturan tempat duduk yang nyaman untuk siswa yang dapat memudahkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Hal ini sesuai dengan penelitian Asmadawati (2014) yaitu “…guru juga bisa memainkan perannya dalam pengelolaan kelas, baik yang menyangkut kegiatan mengatur tata ruang kelas yang merupakan: mengatur meja, tempat duduk siswa, menempatkan papan tulis…”. 3. Motivator yaitu guru mampu membangkitkan semangat belajar siswa, menjelaskan secara konkret kepada siswa apa saja hal yang akan didapat diakhir pelajaran, memberi reward terhadap prestasi siswa. Dan memotivasi siswa yang belum bisa mendapat reward supaya lebih semangat dalam belajarnya. 4. Demonstrator yaitu guru mampu memberikan contoh memperagakan penggunaan alat dan media untuk mengerjakan tugas atau materi dan memperagakan penggunaan alat dan media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini senada dengan pendapat Daryanto (2013) bahwa inovasi pembelajaran yang efektif itu terletak pada peran guru dalam menggunKn media pembelajaran yang efektif dan inovatif. 5. Mediator yaitu guru sebagai perantara dalam usaha untuk merubah tingkah laku siswa dan juga upaya guru untuk menyediakan dan menggunakan media pembelajaran. Contoh guru merubah perilaku siswa yaitu memberi pengarahan pada siswa yang mengalami kesulitan dalam menggunakan media pembelajaran. Peran Guru Dalam.......(Minsih & Aninda) 25 JPPD, 5, (1), hlm. 20 - 27 6. Evaluator yaitu guru memantau perkembangan hasil belajar siswa secara keseluruhan dan membuat rangkuman guna meningkatkan kompetensi siswa. Hasil wawancara dengan guru dikelas 5A yaitu pada saat ulangan harian, guru meletakan soal di tempat yang berbeda-beda, dan siswa diminta untuk menemukan soalnya sendiri baru bisa mengerjakannya. Dengan strategi find me ini siswa sangat bersemangat dan berlomba-lomba untuk segera menemukan soal. Aunurrahman (2009: 140) Menyatakan bahwa Keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan guru mengembangkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keterlibatan siswa secara efektif di dalam proses pembelajaran. Hal ini juga senada dengan penelitiannya Arifin (2012) yang menyatakan bahwa dengan model pembelajaran yang banyak melibatkan siswa untuk aktif akan mempengaruhi prestasi belajar anak didik. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam pengelolaan kelas inovatif di MI Muhammadiyah Program Khusus Kartasura di mulai dari guru membuat lesson plane (RPP) yaitu guru akan merencanakan untuk menggunakan model, metode dan strategi yang akan digunakan yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Guru selalu mengusahakan menggunakan strategi yang bervariasi dalam setiap pembelajaran, sehingga siswa selalu aktif dan semangat dalam mengikuti proses belajar mengajar. Terkadang guru juga membuat strategi pembelajaran sendiri, misalnya mozaik hadits dan service learning. Peran guru dalam pengelolaan kelas inovatif di MI Muhammadiyah Program Khusus Kartasura sangat kompleks yaitu menjadi pengelola kelas atau pengelola pengajaran guru juga berperan sebagai fasilitator, motivator, demonstrator, mediator, dan evaluator. Intinya adalah bagaimana guru selalu berusaha supaya siswa bisa semangat, senang dan aktif dalam proses belajar mengajar. penelitian Regina Osakwe (2014) manajemen kelas yang benar-benar akan mengatasi masalah perilaku siswa, guru harus memberikan strategi yang menarik, strategi yang menyenangkan memungkinkan setiap siswa untuk terlibat secara aktif. Kendala yang dihadapi adalah guru sering merasa kehabisan ide untuk membuat lesson plan yaitu dalam menentukan untuk menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi dan bisa menciptakan kondisi kelas yang kondusif dan efektif. Solusi yang diberikan dari sekolah yaitu pelatihan untuk guru, kerjasama dengan penyedia jasa kegiatan belajar mengajar, diskusi dan sharing pengalaman (min 1x sebulan), evaluasi dan monitoring serta peningkatan sarana dan prasarana. Sedangkan kendala dari siswa sendiri yaitu biasanya pada jam pelajaran siang karena biasanya siswa sudah mulai jenuh dan capek. Solusinya guru akan melakukan ice breaking dan permainan edukatif sehingga siswa bisa kembali semangat. Peran Guru Dalam.......(Minsih & Aninda) 26 JPPD, 5, (1), hlm. 20 - 27 DAFTAR PUSTAKA Arifin, M. 2012. “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tari Bambu (Bamboo Dancing) Pada Standar Kompetensi Menggunakan Hasil Pengukuran Listrik Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X TITL SMKN 2 Surabaya” . Jurnal Pendidikan Teknik Elekro, Vol. 1 No. 2. http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id /index.php/jurnal-pendidikan-teknik-elektro/article/view/1984 Asmadawati. 2014. “Keterampilan Mengelola Kelas”. Jurnal Nasional Logaritma Vol. II, No.02 Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung. Alfabeta. Daryanto. 2013. Inovasi Pembelajaran Efektif. Bandung. Yrama Widya. Esmaeili, Zohreh., Hosein Mohamadrezai, dan Abdolah Mohamadrezai. 2015. “The role of teacher's authority in students' learning”. Journal of Education and Practice.Vol.6, No.19, 2015. Hidayati, Yulia Maftuhah. 2015. “Studi Kesiapan Guru melaksanakan Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Berbasis Tematik Integratif di Sekolah Dasar se-Kecamatan Colomadu Tahun Ajaran 2014/2015. Jurnal Profesi Pendidikan Dasar, Vol. 2, No. 1, Juli. http://journals.ums.ac.id/index.php/ppd/article/view/1494/1036. Indrawati, R. 2013. “Peningkatan perilaku disiplin siswa melalui reward dan punishment”. Jurnal Pendidikan Olahraga. Vol. 1 No. 02. http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/ index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/article/view/2847 Karwati, Euis, dan Donni Juni Priansa. 2015. Manajemen Kelas. Bandung. Alfabeta. Kirom, Askhabul. 2017. “Peran guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran berbasis multikultural”. Jurnal Al Murabbi Vol 3 No. 01. http://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/pai/article/view/893 Marasabessy, Apridayani. 2012. “Análisis pengelolaan pembelajaranyang dilakukan oleh guru yang sudah tersertifikasi danyang belum tersertifikasi pada pembelajaran ipa di kelas V Sekolah Dasar”. Jurnal Penelitian Pendidikan, 2012, Vol. 13, No. 1, April, hlm. 7-13. Moleong, L.J. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Osakwe, Regina N. 2014. “Classroom Management: A Tool for Achieving Quality Secondary School Education in Nigeria”. International Journal of Education ISSN 1948-5476 Vol. 6, No. 2 https://scholar.google.co.id/citations?user=rwnxUxcAAAAJ&hl=id&oi=sra http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/tag/1984/learningdevice http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/tag/1984/learningdevice http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/tag/1984/learningdevice http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/ http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/ Peran Guru Dalam.......(Minsih & Aninda) 27 JPPD, 5, (1), hlm. 20 - 27 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 Bab IV Pasal 19 ayat 1. Uno, B. Hamzah, dan Nurdin Mohamad. (2012). Belajar Dengan Pendekatan PAIKEM: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menarik. Jakarta. PT Bumi Aksara. Sarwiji, Bambang. 2015. Pembelajaran dan perkembangan belajar. Jakarta Barat. PT. INDEKS. Slameto. 2010. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta. Rineka Cipta. Sumantri; Nana Syaodih. (2008) Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : UT. Surjana, Andyarto (2007) Jurnal Pendidikan Penabur, Vol 02. No.02. Utama, Gangsar Febri. 2016. “Kemampuan Guru Mengelola Kelas 4 Dan 5 SD Negeri Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta”. Edisi 16 Tahun ke 5. Yogyakarta.